[FF February Love Mission] The Way of Life || Baekchan624


The way of life

The Way of life.

 

Byun Baekhyun| Park Chanyeol

By: Baekchan624

 

Percayalah pada jalan hidupmu, kau hanya perlu menjalaninya dengan suka cita sebab bila engkau melakukannya,  hadiah yang kau inginkan akan kau dapatkan

.

Tidak ada keraguan yang menghinggapi lelaki mungil berbalut jas hitam kantoran itu—selepas menyeret langkah kakinya menjauhi peron—tempat seharusnya pegawai yang tak mempunyai kendaraan pribadi seperti dirinya berada, menunggu sebuah transportasi umum tiba dan mengantarnya pada kawasan apartemen yang ditempatinya 5 tahun belakangan.

Pupil mata lelaki mungil itu begitu tajam menatap suasana trotoar yang begitu lenggang, tak ada kendaraan atau orang yang berlalu lalang di persimpangan. Ya sangat jelas jawabannya, saat ini sudah hampir tengah malam, jarum jam menunjukkan pukul 23;15. Maka tidak heran suara derap langkah kaki si lelaki mungil begitu terdengar layaknya musik yang menemaninya di keheningan jalanan.

Walau sedikit aneh bagi pribadi yang pada dasarnya membenci hal seperti ini; sunyi dan hanya suara langkah kaki miliknya. Tidak ada lagi nyanyian yang biasa ia lantunkan. Alunan-alunan merdu di dendangkan berasal dari mulutnya atau tawa berat lelaki yang selalu menampilkan deretan gigi di sebelahnya.

Berjalannya cerita kau akan tahu alasannya. Sekarang kau hanya saja harus mengerti mengapa keadaan yang ditampilkan  kini sangatlah berbeda. Ya, sebab semuanya sudah tidak sama lagi. Keceriaan, kebahagiaan, musik sudah terampas dari beberapa tahun silam. Kejadian yang begitu memutar balik kehidupannya.

 

 

The way of life *****The way of life ******  The way of life ******The way of life

 

Menit demi menit dilewati dengan raut wajah datar dalam lanjutan perjalanan. Si lelaki mungil ini sungguh tidak menunjukkan apapun ekspresi lain, seperti raut kekhawatiran layaknya banyangan hal berbahaya yang mungkin  meyapanya tiba-tiba.  Atau kalau bukan karena pemikiran itu, bagaimana dengan tangan lentik rapuh miliknya yang menjadi merah saat membuang sembarang minuman berkaleng yang sudah tak berbentuk wajar baru habis diminumnya tersebut.

Hah, lucu sekali. Fakta bahwa dulu ia bahkan sering melakukan percobaan meremukkan kaleng minuman soda itu. Dengan hasil yang pasti berujung gagal dan berakibat ia mengeluh sakit di daerah tangannya. Menyadarkan bahwa waktu memang dapat merubah seseorang.

Setelah cukup jauh berjalan dan disini ia sampai pada gedung usang yang tidak terpakai. Tempat yang selalu ia kunjungin sendiri selama lima tahun ini. Tempat penuh kenangan mereka. Ia tersenyum lega setelah melihat dari jarak jauh sosok lelaki tinggi berambut merah itu berdiri membelakanginya, menunggu di lantai paling atas atau dibilang atap bangunan tersebut. Secepatnya ia mendekatkan diri, memasuki dan menaiki tangga demi tangga gedung.

Menghela napas usai berhasil mencapai puncak bangunan, lelaki mungil itu langsung meletakkan tas kerjanya, melempar dasinya dan melepakan jas hitamnya ke lantai semen hingga hanya menyisakan kemeja putih melekat pada tubuhnya sekarang.

Kemudian ia berbalik dan duduk disalah satu puing bangunan yang roboh, menundukkan kepala sambil memejamkan matanya sebentar mengistirahatkan rasa lelahnya sejenak. Namun dari suara gesekkan lantai semen, ia membuka mata dan sadar lelaki tinggi itu menuju diriya, berdiri menatapnya dalam diam. Dan lelaki mungil tahu ia harus memulai menceritakan hari yang dilaluinya seperti biasa dilakukannya.

Menengadahkan kepalanya, membawa pandangan ke depan, bisa dilihatnya dari atas sini lampu jalanan menyebar membuat pemandangan indah. Bebarapa hal sedikit-banyak berubah dari kota ini tak terkecuali dirinya, dan benar kenyataan itu sungguh memukulnya telak bahwa waktu telah berjalan mengerikan dari dari kenangan yang mengombang-ambingkan poros pikirannya yang tak juga berubah.

Atmosfer dingin menerjang, menguji stabilitas tubuh. Uap keluar dari katupan bibirnya yang mendesah kemudian dilanjutkan mulut kecil itu berbicara mengenai peristiwa membosankan yang lagi-lagi ia dapatkan.

Perlahan ia lontarkan cerita-cerita dengan lancarnya tanpa instrupsi sampai ia menyelesaikan cerita yang kebanyakan gerutuan akan hidupnya yang menyebalkan. Setelah mereka berdua teertelan kediaman yang cukupl lama walau akhirnya si lelaki bermabut merah itu membuka mulutjuga.

“Baek,” Suara berat itu tetap sama dengan yang tersimpan dalam memorinya. Baekhyun tidak menyangkal bahwa ia memang begitu merindukannya. Lelaki yang dipanggil menyeringai. “Setelah sekian lama, akhirnya kau buka suara juga eoh?” Baekhyun menoleh pada wajah tampan yang selalu ia berusaha jaga setiap detiknya.

“Ini sudah lima tahun Baek, kau tahu.”

“Ya, memangnya kenapa?”

Kau tidak mencintaiku lagi ternyata

Mengapa aku tak dapat mengontrol ucapan dari mulutnya. Bukankah kau yang membuatnya Baekhyun. Si mungil berpikir miris.

“Ah kalimat brengsek itu lagi, kalau sudah begini terkadang aku lebih menyukai dirimu yang diam saja menatapku seperti setahun kemarin, daripada kau mengeluarkan kata-kata sembarang yang sialnya selalu berhasil menyakitiku.“

“Kau paham apa maksudku Baek,” mengambil sedikit jeda, “berhentilah.’

“Diam! Sebaiknya kau diam! Tidak, tidak bisakah kau mengucapkan hal yang lebih berguna dan menyenangkanku eoh.”

Keteganggan menyelimuti mereka. Melalui tangan-tangan telanjangnya Baekhyun kini menggasak gusar surai rambutnya, mendapatkan bayangan mata emerald itu tetap dalam pandangan yang merusak sirkulasi pernapasan dan membuatnya tercekat. Ia lelah

Jangan menatapku seperti itu Chanyeol.

“Kau mecintaiku?”

Baekhyun mendengus.“Apa itu perlu ditanyakan lagi, Park sialan.”

“Karena kalau benar begitu, kau seharusnya menjalani hidupmu dengan baik Baek,” Baekhyun melihat lelaki tinggi menutup matanya frustasi. “Lihat apa yang kau lakukan, berbicara padaku dan datang kesini setiap waktu, mengapa kau tetap tidak mau mematuhi wasiatku, Baek.”

Ia berdiri  menepuk dadanya dan meninggikan nada suaranya. “Aku mengikuti perkataanmu, hampir  semuanya. Aku makan teratur, bekerja di tempat yang paling kau dan aku impikan, Tapi jangan salahkan aku yang begitu ingin menemuimu….. Kau tidak tahu-apa apa oke, aku yang hidup disini sendiri, aku yang begitu merindu sampai tidak bisa bernapas dan mati setiap hari. Hidup aku mencobanya hidup tanpamu kau tahu benar…. sedangkan kau… oh maafkan aku.” Matanya berkaca-kaca mengeluarkan emosi kalut yang selalu ditahannya seorang diri.

“Kau bisa, cobalah dengan Kim Jongin atau Pria  bernama Oh sehun itu. Mereka berdua suka padamu kan.”

Baekhyun mendegus mendengarnya. “Tentang dua namja bodoh serta pecundang itu ternyata.” Ia mengeluh. “Kau tahu, pernyataan Kim Jongin yang selalu merayuku dan mengatakan  ‘aku suka padamu baek’ sebenarnya hanya tameng supaya keluarganya tidak mengetahui bahwa si namja hitam itu mencintai si mata bulat Do Kyungsoo, adik tirinya. Sedangkan Oh Sehun pada akhirnya Luhan adalah satu-satunya, aku menciumnya juga karena saat itu aku mabuk dan kukira itu kau.”

Maafkan aku Chanyeol.

Lelaki tinggi dengan rambut merahnya yang melambaian karena angin itu hanya tersenyum tipis menggeleng. Benar dia bukan Chanyeolku, dia hanya bayangan yang kuciptakan setelah kematiannya. Kekasihku Chanyeol akan menunjukkan raut marah, kesal atau kecewa dengan gamblangnya jika aku memegang tangan atau sedikit dekat dengan laki-laki yang bukan dirinya.

“Jangan menghalangiku lagi, biarkanlah terjadi, aku mungkin akan bunuh diri jika tidak melakukan ini kau seharusnya mengerti.”

Lelaki tinggi itu mendekat, merengkuh tubuh  mungil yang bergetar itu ke dalam pelukannya. “Maafkan aku baek, Aku mencintaimu dan aku tak ingin kau menderita menjalani hari-harimu lagi. kau mesti membahagiakan orang-orang di sekitarmu sebelum aku menjemputmu.” Baekhyun mengeryit oleh ucapan Chanyeol. Belum sempat ia menyela lelaki itu telah membungkam bibirnya dalam ciuman lembut penuh kasih sayang.

Setelah ciuman mereka terlepas, Tangan kanan Chanyeol memegang wajah Baekhyun dan sisanya memegang kepala bagian belakang. “Kau akan melupakan semua hal tentangku” Ucap Chanyeol selagi menatap matanya dalam.

Andwe Chanyeol! Apa yang kau lakukan!”Sekarang tangan Chanyeol menutup mata Baekhyun mengucapkan beberapa mantra dan mengakibatkan si lelaki mungil tersebut tak sadarkan diri.

“Aku janji akan menjemputmu Baek”

 

The way of life *****The way of life ******  The way of life ******The way of life

 

 2 tahun kemudian ~~

 

“Maafkan aku baek, Aku mencintaimu dan aku tak ingin kau menderita menjalani hari-harimu lagi. kau mesti membahagiakan orang-orang di sekitarmu sebelum aku menjemputmu.”

“Hosh, hosh…” suara ngos-ngosan seperti dikejar penculik itu timbul dari lelaki bernama Byun Baekhyun  ketika terbangun dari tidurnya.  Badannya berkeringat dingin. Mimpi itu selalu berhasil membuat tubuhnya merinding. “Aish.. benar-benar” ia berdecak kesal.

“Baekhyunie, cepatlah bangun. Ingat hari ini kau ada janji kencan dengan calon tunanganmu. Cepat Eomma akan mengantarmu supaya kau tidak kabur.”

Ya ampun, mendengar kalimat ibunya itu membuat kepala Baekhyun pusing seketika. Moodnya benar-benar jatuh. Pertama mimpi sialan itu, kedua kencan yang direncanakan orang tuanya. Kau benar-benar mengawali hari dengan hal-hal hebat Byun Baekhyun.

“Byun Baekhyun kau dengar tidak?!  Kalau kau belum siap dalam  15 menit.  Eomma akan menyeretmu paksa.” Teriak ibunya nyaring. “Arra, arra”  balas Baekyun berteriak dengan lengkingan yang tak kalah nyaring.

Malas-malasan Baekhyun menyingkap selimutnya dan beranjak untuk mandi untuk berpergian bersama ibunya.

20 menit berlalu, sekarang Baekhyun berada di dalam mobil dengan ibunya yang menyetir. Dipandangi  sang ibu yang berekpresi cerah. Membuatnya mencibir sebenarnya siapa yang akan bekencan  ia atu ibunyaujarnya membatin.

Baekhyun  sungguh tak habis pikir ibunya itu tidak kapok juga dalam menjodohkannya. Kalau begitu dalam perjalanan ia harus mencari ide yng bisa meninggalkan kesan buruk dalam kencannya nanti. Baekhyun tertawa setan dalam hati.

“Ibu tahu yang ada di pikiranmu Baekhyun, jangan berbuat macam-macam di kencan kali ini. Ibu tak mau gagal lagi. Jika kau melakukan hal aneh lagi…ibu akan…eh, kita sudah sampai.”

Baekhyun menatap sekitar, apa-apaan ini kencan di taman. Benar-benar daebak. Baekhyun menebak jika tidak perempuan (Oh iya begitu benci perempuan mereka selalu minder dan iri dengan cara memuji-muji wajahnya cantik ) Kepalanya terasa panas dengan cepat bila mengingatnya. Enak  saja ia laki-laki dan ia tampan dibilang cantik Baekhyun tak terima.

“Turunlah Baekhyun, ibu akan menunggumu disini.”

Astaga! Ditunggu!

“ Ya, ya aku pergi” Baekhyun membuka  dan menutup pintu mobil dalam gairah rendah. Ia benar-benar tidak beresemangat. Sampai menyebabkan hilangnya ide gila yang ia rancang  tadi. Ah kalau begini, baiklah gunakan cara lama saja; bertingkah kurang ajar.

Byun Baekhyun siapkan melaksanakn misi.

“Kau pergi kearah kanan dan temuilah lelaki tinggi berambut merah oke, fighting.” Ucap ibunya seraya menggempalkan kedua tanga kearahnya.

Lupakan itu, sekarang ia tahu info baiknya, ya syukur tebakkannya salah, ia tidak mau menambah list hal buruk lagi hari ini.

Baekhyun melangkah kakinya menuju taman di daerah kanan yng ditunjukkan ibunya. Tidak ada orang, lama ia mencari menjadikan emosinya sudah sampai diubun-ubun

“Dimana lelaki itu?” desisnya. Baekhyun bersiap meninggalkan tempat itu sebelum suara berat menahannya.

“Maaf kau menunggu lama ,aku baru membeli eksrim tadi” Baekhyun membalikkan badannya dan saat itu jantungnya berdetak cepat, dadanya tiba-tiba sesak seperti ditimpa benda berat.

“Ini untukmu kau suka eskrim strowberi bukan? Kalau aku suka yang pisang.” Dahi baekhyun mengeryit tak mengerti  saat matanya yang sekarang berkaca-kaca melihat pemuda tampan dihadapannya. Baekhyun menggelengkan kepalanya menetralkan sorot matanya “Siapa namamu?” mencoba bertanya. Baekhyun merasa aneh  dengan reaksinya sendiri.

Lelaki tinggi itu tesenyum lebar menampilkan dertan gigi yang tersusun rapi.“Chanlie, kau bisa memanggilku Chan.” Baekhyun merasa dejavu,  Baekhyun bertanya dalam hati apakah perkenalan mereka pernah terjadi sebelumnya.

“Namamu?” Baekhyun menatapnya linglung lalu sadar tangan lelaki itu terjulur kepadanya, Baekhyun langsung meraihnya.” Byun Baekhyun”

“Byun Baekhyun, kau sangat cantik hari ini.”  Untuk pertama kalinya, ia tidak marah orang menyebutnya cantik. Dan lihatlah sekarang wajahnya yang malah merona parah.

Di lain tempat suara dering telepon berbunyi namun masih tak dapat mengusik aktivitas bermain game seorang wanita paruh baya dalam mobil bewarna silver di taman siang itu.

“Tidak diangkat, bagaimana ini, Jumyeon bilang ia akan terlambat 40 menit.Semoga saja putra Byun haeri masih bisa cukup bersabar.” Cemas wanita paruh baya di pelantaran kebun rumahnya.

 

End

Hehehehe…. kata temanku ada ff chanbaek, hunhan  dan kaisoo yang bagus, judulnya lacrimosa dan  mau dibukukan. Jadi kalau mau novelnya harus buat ff, beginilah jadinya ffnnya agak absurd dan kaku gitu, Ide dari temanku dan nulisnya aku (bener2 tu anak) manalagi juga buat ff dan covernya secepat kilat 1 malam karena lihat dealine harinya (dia juga sih ngasih taunya terlambt). Maaf kak kiara dan kak ALF jika ffnya jelek, nggak bisa bikin ff sih, kosa kata kurang, alur campur aduk kayak gao-gado wah… tapi karena godaan novel itu  tebal-tebalin muka aja ngirim. Saya trima saran dan kritikannya demi pembelajaran. 

9 thoughts on “[FF February Love Mission] The Way of Life || Baekchan624

  1. Ini beneran dah end Ƴɑ̤̥̈̊ªªªª☺ thor😦 masa iya………….. T_T
    Gak ada sequel kah?????
    Ceritanya bagus bin ΒªªªηǤ³³ε† ……
    Dan kenapa bisa Chan muncul?????
    You make me so confuse….
    Kasih aku jawaban…please…
    #keepwriting (y)

    • Hahaha.. beneran bagus? Bukannya absurdnya hehehe…
      Maaf bikin bingung, alunya memang gitu
      sebenarnya ini agak pendek dari yang kuharapkan ( Akibat dikejjar deadline)
      N terima kasih atas pujiannya.

  2. Ping-balik: [!!!] List FF February Love Mission | Keluarga_Cemara

  3. Hallo, Author Baekchan624! ^^
    Pertama baca, beberapa paragraf awal, otakku otomatis muter Sing for You *gigitgaban*
    Alasannya saya juga ga tau /desh
    Oke Baekhyun nggak bisa move on… hmph…
    Berusaha berpaling sama Kai, Kai cinta Kyungsoo yang ternyata adik tirinya.
    Trageees (1)
    Berusaha berpaling sama Sehun, Sehun kepincutnya sama Lulu.
    Trageees (2)
    Akhirnya Baekhyun sama saya.
    Tragis gue dibunuh authornya karena ngaku2.
    Well,
    Temanya simple.
    Apa ya, merelakan?
    I don’t know. Saya tipe pembaca yang beriman bahwa angst yg paling nusuk adalah angst yg sesimple2nya, tapi disajikan dengan cara sedalam-dalamnya.
    Gaya bahasa Author Baekchan624 sudah sangat padat, sangat potensial untuk dieksplorasi dengan berbagai metafora dan bisa jadi semakin indah dan mendayu jika terus diasah. Gaya bahasanya gak playful dan bener2 stay on track, sangat cocok untuk tulisan ff bertema dark, sad, blue, and so on.
    Suho bukan yang terakhir tadi? /amnesia
    ya kalian belom jodong bang..
    biarlah baekhyun bertualang. gak dapet park chanyeol, piao chanlie pun jadilah.
    Tetap semangat dan keep writing!

    • Terimakasih kak, sebenarnya ff-ku ini benar-benar terlalu banyak kekurangan seperti typo merebak dimana-mana, semoga nggak buat sakit mata ya kak?

      Setelah aku baca ulang aku menyadari banyak yang miss atau kosong di beberapa paragraf, kalimat yang gantung dan bla..bla.. aku benar-benar gatal ingin mengeditnya. Malu dan geram, merutuk dalam hati kenapa tidak kubaca lagi sebelum ku kirim ( bagaimana bisa dilakukan, kamu aja hampir tlambat ngirimnya.)

      Tapi mohon dimaklumi berhubung Ini ff pertama saya (Pertama kali publish). Hore!!! ( Apaan sih?).Ya aku sudah beberapa kali buat ff sendiri dan berakhir di recycle bin karena malu. Habisnya jelek banget.

      Aku tipe reader yang suka berjelajah? membaca ff dari berbagai sumber dan pairing. Semuanya sangat bagus ( Termasuk blog ini) dan buatku minder untuk sekedar mengirim atau mempublish tulisannku. *Gak ada yang nanya*

      Semoga saya bisa membuat tulisan lebih baik lagi.

  4. huaaaa endingnyaaa
    Lelaki tinggi itu tesenyum lebar menampilkan dertan gigi yang tersusun rapi.“Chanlie, kau bisa memanggilku Chan.” Baekhyun merasa dejavu, Baekhyun bertanya dalam hati apakah perkenalan mereka pernah terjadi sebelumnya.“Namamu?” Baekhyun menatapnya linglung lalu sadar tangan lelaki itu terjulur kepadanya, Baekhyun langsungmeraihnya.” Byun Baekhyun”
    .
    chan ama baek emang udahh sejolii bangett kagak bisa dipisahin lagii..
    mian gak bisa kome banyak. soalny dikejar waktu, ngebaca ff diselingan waktu ngerjain tugas. hahhajha
    keep writing authornim.
    fightingfgg

    • makasih🙂, padahal paragraf yang paling akhir tu aneh lho hehehe…
      thanks a lot udah meninggalkan jejak

  5. Ini end?

    Serius?

    Tunggu aku agak bingung sama endingnya.

    Jadi sbnr nya yg kencan dengan baekhyun itu junmyeon? Lantas kenapa chanyeol ada di sana?
    Aing gagal paham sama ending nya.

    Atau mgkin kah baek yg kencan itu adalah kehidupannya yg sekarang setelah chanyeol menghapus memory masa lalunya?

    Sequel thor. Biar jelas sejelas jelasnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s