[FF February Love Mission] Bus STOP!!! || THAN.TYA


 1111111

 

BUS STOP!!!

STORY BY : THAN.TYA

 

.

.

.

CAST                         :           BYUN BAEKHYUN

                                                PARK CHANYEOL

                                                KIM JONGIN

                                                            OTHERS

GENDRE                  :           SAD ROMANCE (maybe)

RATING                    :                       T

Warning Yaoi fanfic (boysXboys) , TYPO .

NOTE :  1. FF ini pure hasil karya dan khayalan ntan jika ada kesamaan dengan ff lain tolong di maafkan.

  1. FF ini dibuat berdasarkan hasil pemikiran ntan jika kalian ngerasa agak nggk sesuai dengan kehidupan nyata, juga di maafin yah.

 

HAPPY READING.

 

.

.

.

 

“bee, pukul sembilan waktunya tutup”

“baik ketua, perintah segera di laksanakan”

“tutup mulutmu dan keluarlah dari dapurku” kyungsoo berteriak mengusir baekhyun yang sedari tadi hanya memakani buah-buahan diatas pudding yang ia buat. Baekhyun terkekeh, ia mengecup pipi gembul kyungsoo pelan lalu berlari cepat sebelum teriakan pria bermata bulat itu menggelegar.

“annyeong tuan kim” baekhyun menduduki meja yang sedang kai bersihkan, membuat pria di depannya mendelik tak suka.

“menyingkirlah baek, apa kau tak lihat aku sedang sibuk” kai berujar pelan namun kasat kesan dingin.

Baekhyun turun dari meja itu dengan mengerucutkan bibirnya, apa semua orang tengah sibuk sampai tak ada yang bisa kuajak bermain begitulah fikir pria mungil itu.

Kai terkekeh melihat baekhyun yang murung, ia mengusap surai coklat baekhyun lembut membuat baekhyun mendongak kearahnya.

“ini sudah malam baek, apa chanyeol tak menjemput” kai berujar lembut.

Baekhyun menggelengkan kepalanya lemas, chanyeol tak dapat menjemputnya hari ini dan itu karena keponakan chanyeol yang menjengkelkan.

Akhir-akhir ini chanyeol tak punya banyak waktu untuknya, semua itu karna disamping chanyeol sudah ada pria mungil lain, ini sangat menjengkelkan untuk baekhyun. Pasalnya ia adalah kekasih chanyeol, tapi kenapa bukan dirinya yang di utamakan.

Setiap kali baekhyun bertanya maka jawaban ini yang akan ia dapatkan sayang ini hanya sementara waktu, setelah beberapa minggu aku hanya akan ada untukmu bukan pria lain. Tapi nyatanya ini sudah 2 bulan terakhir baekhyun terasingkan dari kekasihnya sendiri.

Bagi baekhyun keponakan bagaikan kucing nakal yang hanya mengambil keuntungan dari kekasihnya, klise seperti sinetron televisi.

“apa soal luhan lagi, dia hanya keponakan chanyeol baek”

Baekhyun membuang wajahnya enggan menatap kai, baekhyun benci jika ada yang menyebut luhan didepannya. Bagaimana tidak kai sahabatnya, kyungsoo sahabatnya tapi kenapa semua orang membela chanyeol, baekhyun membenci mereka bertiga.

“tapi kai, chanyeol sangat memanjakannya itu membuatku iri” baekhyun mengadu manja pada kai, membuat perut lelaki berkulit eksotis itu tergelitik.

Kai membawa kedua tangannya untuk mencubit pipi baekhyun, membuat baekhyun meringis pelan. “aigoo, apa adik kecil sedang cemburu”

Baekhyun semakin mengerucutkan bibirnya, ia tau kai hanya menggoda dirinya tapi saat ini ia benar-benar tidak  ingin bermain, kai sudah mengahncurkan moodnya dengan menyebut nama luhan.

“mangkanya jangan sebut nama luhan didepanku”

“baiklah tuan muda, saya laksanakan” Kai menyunggingkan senyumnya berusaha membuat baekhyun tersenyum, namun bukan baekhyun namanya jika tidak keras kepala.

Kai membawa baekhyun lebih dekat kearahnya, baekhyun membuang wajahnya kearah lain mengacuhkan kai yang berusaha membuatnya tersenyum.

Baekhyun sangat menyayangi kedua sahabatnya, kai dan kyungsoo sudah menjadi bagian dari dirinya dan ditambah chanyeol yang menjadi pelengkap, tapi tidak salahkan jika sedikit bermain-main dengan sahabatnya sendiri.

Baekhyun masih mengerucutkan bibirnya, kini ia malah sudah berlalu menjauhi kai yang menatap punggungnya.

“apakah tidak ada yang ingin ice cream” teriak kai

Baekhyun tersenyum, kai sangat mengerti dirinya dan ia menyukai itu. Ia berlari menubruk kai yang merentangkan tangannya sambil tersenyum, baekhyun berbisik ditelinga kai lalu meninggalkan kai yang tersenyum menatap kepergiannya.

Chanyeol bilang senyum baekhyun bagaikan cahaya bulan, selalu bersinar bahkan saat ditengah mendung, dan kai menyetujui perkataan chanyeol.

Kai dikagetkan dngan tepukan seseorang pada punggungnya, itu kyungsoo yah kyungsoo yang menatapnya penuh arti. Kai memegang pergelangan tangan kyungsoo dan mengangguk tapi di balas gelengan oleh pria bermata bulat itu.

“semuanya harus diperjelas kai”

Kai melepaskan tangan kyungsoo, kai berbalik arah menjauhi kyungsoo yang menatapnya.

“mau sampai kapan”

“diam kyungsoo”

“kai”

“kubilang diam kyungsoo” kai mengeram

Kyungsoo mendekatinya, bahu pria itu bergetar menahan tangis. Kai mengelus bahunya singkat, kai tau apa yang kyungsoo rasakan karna ia juga merasakan hal yang sama tapi ini bukan saat yang tepat untuk keduanya.

“baekhyun harus tau kai” kyungsoo menatap kai dalam, pria yang lebih tinggi membalas tatapan kyungsoo, kai mengangkat jarinya menutup bibir kyungsoo menyuruh pria itu diam, tapi lagi-lagi kyungsoo menggeleng.

“tidak kai, baekhyun harus tau jika chanyeol dan luhan sebenarnya~

Brakkk…

Kyungsoo menutup mulutnya tak percaya melihat kai menendang meja didepannya. kai meninggalkan kyungsoo yang terpaku. Derap langkah terdengar, kyungsoo buru-buru mengahapus air matanya yang berada di pelupuk matanya agar baekhyun yang berjalan kearahnya tak melihat.

“apa yang terja~ oh tuhan” baekhyun menutup mulunya.

Baekhyun menatap kyungsoo yang terdiam, pria mungil itu langsung berlari kearah kyungsoo tergesa lalu mengecek keadaan kyungsoo, ia menatap kyungsoo dari atas dan kebawah berkali-kali.

“apa kau baik-baik saja, kau baik-baik saja kan, kyungsoo kau baik-baik saja kan” kyungsoo tersenyum mendengar perkataan baekhyun.

Plakk..

Kyungsoo menepuk belakang kepala baekhyun keras membuat baekhyun mengaduh “yakk, monster bermata besar” teriakan baekhyun membuat kyungsoo tertawa memegangi perutnya. Inilah yang kyungsoo sukai dari baekhyun, baekhyun yang selalu dapat membuat siapa saja tertawa oleh tingkahnya.

Kyungsoo hanya bisa berharap apapun yang terjadi nanti baekhyun akan tetap menjadi baekhyun yang penuh senyuman. Kyungsoo memejamkan matanya berdoa di dalam hati.

 

.

.

.

 

 

Mereka bertiga duduk disebuah kedai ice cream di pinggir jalan, menatap malam yang kian larut bersama. Terkadang terdengar kekehan dari mereka bertiga atau umpatan, bahkan terdengar aduan manja, tapi setidaknya itulah yang membuat malam tak terasa terlalu sunyi untuk mereka.

“kai yang terbaik benarkan kyung” baekhyun mengangkat kedua jempolnya.

Kai membersihkan sisa ice cream yang melekat di bibir baekhyun, baekhyun terkekeh kekanakan menampilkan mata sipitnya yang hanya tertinggal garis tipis saat ia tersenyum.

“bee, nanti sakit perut” kyungsoo menahan tangan baekhyun yang ingin pergi menambah cup ice cream lagi.

Baekhyun menatap kai dengan berkaca-kaca, meminta pertolongan dari kai. Ia benar-benar ingin 1 cup lagi tapi kyungsoo dengan sifat keibuannya melarang itu.

Harapan baekhyun musnah saat kai ikut menggelengkan kepalanya, ia kembali duduk dengan menundukan kepalanya, kebiasaan baekhyun saat menahan tangis.

“bee ini sudah malam, kalau terlalu banyak makan yang asam-asam kau bisa sakit perut” nasehat kai, tapi dengan kekerasan kepala baekhyun ia kembali menggeleng.

“aku akan baik-baik saja kai, ayolah”

“tidak bee, tidak akan pernah”

Kyungsoo sangat tegas, baekhyun tau itu jika pria bermata bulat itu berkata tidak maka artinya tidak. Kyungsoo itu ibu bagi baekhyun iya ibu ibu yang sangat cerewet, jika kyungsoo ibu lalu siapa kai, entahlah baekhyun susah mendeskripsikan arti kai untuk dirinya, kai itu seorang kakak atau mungkin malaikat.

“kyung, ayolah” bujuk baekhyun dengan gaya imutnya tapi kyungsoo tetap menggeleng.

“kyung”

“tidak”

“kyung”

“tidak”

“kyungsoo” bentak baekhyun,membuat kyungsoo mengeram.

“TIDAK BEE” teriakan kyungsoo membuat baekhyun seketika membungkamkan mulutnya.

Kai ikut terdiam, ia menatap baekhyun sudah terisak, kemudian beralih menatap kyungsoo yang menundukan kepalanya sambil mengatur nafas kai tau jika pria itu berusaha menahan tangis.

“bagaimana jika pulang” kyungsoo mengangguk menyetujui pendapat kai namun baekhyun menggeleng. Kai menatap kyungsoo meminta izin, tetapi pria bermata bulat itu membuang wajahnya.

Beginilah kai setiap kyngsoo dan baekhyun bertengkar ia selalu bingung harus memilih yang mana. Kai menarik nafas panjang lalu mengusap kepala baekhyun “baiklah,hanya satu kan” kai membujuk baekhyun, baekhyun mengangguk pelan sambil menghapus lelehan air matanya.

Kyungsoo diam di tempatnya, memandangi kai yang menemani baekhyun memesan satu cup ice cream lagi. “selalu saja seperti ini” batin kyungsoo

“terima kasih tuan kim” baekhyun tersenyum pada kai dan kembali duduk di tempat yang sama dengan kyungsoo. Pria kecil itu menatap kyungsoo yang hanya diam tak berbicara, ia sangat merasa bersalah dengan kyungsoo karna sudah membentak pria itu tadi.

“kyung” baekhyun memanggil kyungsoo pelan, namun yang di panggil hanya diam seolah bisu.

“kyung” ulangnya lagi kali ini dengan menggengam tangannya. Kyungsoo mendongak menatap baekhyun yang berkaca-kaca bahkan baekhyun sudah melupakan ice cream dambaannya yang mencair.

Kyungsoo tersenyum lalu menyentil pelan kening baekhyun dengan jari nya, membuat baekhyun menampilkan senyum lebarnya.

“maafkan aku” desis kyungsoo pelan, baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya

“tidak, aku yang memulainya maafkan aku”

“tidak baek ini sa~

“tidak kyungsoo aku yang salah”

Begitulah seterusnya, permintaan maaf pun dijadikan perdebatan oleh mereka berdua, menyisahkan kai yang tertawa melihat kelakuan mereka.

“baiklah apa tidak ada yang ingin meminta maaf padaku”

Perkataan kai membuat baekhyun dan kyungsoo menoleh, lalu mereka tertawa bersama. Baekhyun tiba-tiba diam, kai dan kyungsoo juga ikut terdiam melihatnya.

“ada apa bee, kau baik-baik saja” tanya kai penuh perhatian

“benar kan, kau pasti sakit perut” sambung kyungsoo

Baekhyun menggeleng “apa kalian mendengar sesuatu” ucapnya.

“tidak” ucap kai dan kyungsoo bersamaan.

Baekhyun kembali diam, kemudian menepuk keningnya pelan. Ia merasa sangat bodoh sekarang

“ada apa bee”

Baekhyun tak menjawab pertanyaan kai, ia mengerogoh tasnya cepar mencari sesuatu

“chanyeol menelfon”

Kai dan kyungsoo saling berpandangan, kemudian tersenyum kearah baekhyun.

Baekhyun berdiri mengangkat telfonnya, ia meninggalkan kyungsoo dan kai yang menatapnya dengan tersenyum.

“kai” kyungsoo menepuk punggung kai pelan, membuat pria itu menoleh.

Kai mengelus kepala kyungsoo pelan, membenamkan wajah pria bermata bulat itu didadanya. Kyungsoo menangis, kai pun ingin melakukan hal yang sama tapi jika itu terjadi siapa yang akan menenangkan kyungsoo.

“aku tak bisa terus begini kai, baekhyun~

“husstt, biarlah seperti ini dulu” potong kai.

Pria itu mengelus kepala kyungsoo yang berada didekapan dadanya dengan lembut, menenangkan kyungsoo yang masih terus terisak.

Tapp..

Tapp..

Tapp..

Langkah kaki terdengar, kai dan kyungsoo buru-buru membetulkan posisi mereka tidak ingin baekhyun melihat dan bertanya macam-macam. Senyum kembali terulas dibibir keduanya membuat baekhyun juga tersenyum.

“ayo pulang” ajak baekhyun sambil membetulkan tasnya yang berantakan.

Kai dan kyungsoo mengangguk, lalu melakukan hal yang sama dengan yang baekhyun lakukan.

“kalian tau, chanyeol tidak pulang lagi hari ini menyebalkan. Dasar keparat bertelinga gajah” baekhyun berceloteh gemas.

Kai menggengam tangan baekhyun lalu tersenyum “mungkin lain kali dia akan pulang bee” kai berujar penuh kasih sayang.

“benarkah” tanya baekhyun penuh harap.

Kai menoleh pada kyungsoo yang berada di samping baekhyun, kyungsoo yang mengerti langsung tersenyum hangat “itu benar” dengan nada bahagia kyungsoo menjawab.

Baekhyun tersenyum, ia memposisikan dirinya ditengah dengan kedua tangan yang memeluk lengan kedua sahabatnya. Nyanyian merdu keluar dari bibirnya membuah siapa saja yang mendengarnya terhanyut.

“chanyeol pernah bilang kalau suara ku indah seperti suara burung di pagi hari, apa itu benar”

Kai tersenyum dan mengangguk menyetujui perumpamaan yang chanyeol buat. Chanyeol benar, senyum baekhyun itu sinar bulan, suara baekhyun itu cicitan burung di pagi hari bukankah itu sempurna.

Baekhyun tersenyum bahagia, bagi baekhyun kebahagiaan terbesar yang ia miliki adalah sahabatnya dan chanyeol, ia tak butuh apapun lagi didunia ini, jika ada mereka bertiga maka semuanya lengkap sudah.

 

.

.

.

 

 

Kyungsoo membuka pintu taksi dengan perlahan, membantu kai yang menggendong baekhyun keluar dari taksi. Kepalanya membungkuk berterima kasih pada supir taksi lalu mengikuti kai yang sudah lebih dulu masuk kedalam apartemen mereka.

Mereka tinggal bersama, bukan bertiga tapi berempat termasuk chanyeol. Apartemen yang cukup luas untuk dihuni empat orang sekaligus. Mereka mempunyai tiga kamar, yang paling besar milik kai dan chanyeol, yang berada di tengah milih baekhyun, dan diujung dekat dapur milih kyungsoo. Alasannya sederhana, kamar utama lebih besar jadi sangat cukup untuk dihuni dua orang, kamar baekhyun ditengah karena baekhyun adalah seseorang yang penakut,lalu alasan kamar kyungsoo di dekat dapur karena kyungsoo adalah koki di apartemen mereka.

Kai meletakan tubuh baekhyun dengan perlahan, takut membangunkan pria mungil itu. Kyungsoo melepaskan sepatu baekhyun beserta kaus kakinya, lalu memadamkan lampu dan meninggalkan baekhyun sendiri.

“apa kau lapar”

“tidak kyung, sebaiknya kau tidur ini sudah larut” kai menolak tawaran kungsoo dengan pelan takut membuat pria bermata bulat itu tersinggung, lalu mengacak surai kyungsoo gemas.

“kau tidak tidur”

Kai tersenyum kemudian berlalu menuju dapur, kemudian kembali lagi dengan membawa dua kaleng minuman isotonik.

“aku akan  tidur nanti” kai mengulurkan salah satu minuman di tangannya.

“terima kasih” kyungsoo menerima kaleng yang diulurkan kai kearahnya lalu tersenyum.

Mereka duduk berhadapan diruang tamu tidak ada percakapan, hanya suara kaleng menyentuh permukaan kaca yang terdengar.

Kai berdiri dari tempatnya menuju kamar yang ia tempati, langkahnya terhenti saat suara tapak kaki mengikutinya.

“ada apa kyung”

“kai,ini tak akan baik akhirnya” Kai mengeram, kenapa kyungsoo selalu mengulang-ulang topik ini, dalam satu hari ini saja sudah dua kali dia mengungkitnya. Ada kalanya kai jengah dengan pertanyaan kyungsoo yang selalu membahas topik yang sama. Tanpa menjawab kai berbali arah meninggalkan kyungsoo yang menatapnya dalam.

“bagaimana chanyeol bisa pulang jika ia dan luhan saja su~

“TUTUP MULUTMU DO KYUNGSOO” bentakan kai menggema di seluruh apartemen mereka.

“berhentilah kai, berhentilah menjadi chanyeol untuk baekhyun”

“kau tak tau apa-apa, jadi sebaiknya kau tutup mulutmu itu”

“apa yang tak ku tau dan apa yang kau tau”

Kai diam hanya memandang sengit kearah kyungsoo, genggaman tangannya memutih, ia benar-benar tak dapat menguasai emosinya lagi sekarang. Kai berlalu meninggalkan kyungsoo yang menitikan air matanya.

Pria kecil itu terduduk memgangi dadanya sambil menangis, mengapa semua ini terjadi, kenapa harus terjadi pada dirinya dan sahabatnya, semua pertanyaan itu terngiang di fikirannya tanpa ada yang membantunya menjawab pertanyaan itu.

kyungsoo mendongak saat melihat sepasang sepatu didepannya, kai itu kai kai yang tengah berdiri.

“kuharap kau akan mengerti” Kai meletakan sebuah kertas didepan kyungsoo kemudian kembali masuk kedalam kamarnya.

Dengar perlahan kyungsoo membuka kertas itu membaca nya dengan perlahan, tetesan air mata membasahi wajahnya. Ia bersalah dengan kai sangat bersalah, ia sudah salah mengartikan kebaikan kai dengan baekhyun selama ini. Sekarang ia mengeti, kai menanggung lebih banyak beban dari yang ia tanggung.

 

.

.

.

 

“kyungsoo haus” teriak baekhyun manja.

Baekhyun berjalan tertatih dengan mata yang masih tertutup ke arah meja makan, kyungsoo tergopoh-gopoh mengisi cangkir baekhyun dengan susu putih seperti miliknya dan kai.

“kai lapar”

Sekarang baekhyun bergelayut di bahu kai, merengek manja dengan sahabat malaikatnya itu. Kai tersenyum lalu menyuapi baekhyun dengan nasi goreng miliknya.

“enak” tanya pria itu lembut, baekhyun mengangguk tanda setuju.

Kyungsoo tersenyum melihatnya, ia berjalan di sebelah kai membawakan sebuah piring yang berisi nasi goreng lagi.

“bee, ini nasi gorengmu” kyungsoo meletakan piringnya di depan baekhyun, baekhyun menoleh kearah kyungsoo dengan senyum manisnya,

“terima kasih” ucapnya tulus dan dibalas anggukan oleh kyungsoo.

Mereka makan tanpa banyak bicara seperti semalam saat mereka di kedai ice cream, kali ini suasanan makan mereka terkesan sunyi bahkan hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar.

“kai apa menu cafe kita hari ini” baekhyun memulai pembicaraan mereka.

Kai membuka note mini miliknya mencari-cari daftar menu apa yang akan mereka sajikan di cafe hari ini.

“tidak banyak, berhubung ini hari weekend kita membuat lebih banyak membuat makanan penutup dari  menu utama” ucapan kai dibalas anggukan oleh kyungsoo dan baekhyun.

Kyungsoo mengambil note di tangan kai, melihat apa saja menu yang tertera disana. Tangan kecilnya mencatat bahan makanan yang harus ia beli hari ini, lalu menghitung biaya yang harus ia keluarkan.

“kai menurutmu lebih bakl berbelanja di pasar atau di supermarket” tanya kyungsoo pada kai.

Kai menoleh kearah kyungsoo dengan tatapan bingungnya, kenapa kyungsoo menanyakan hal semacam itu padanya.

Selain apartemen mereka berempat mempunyai cafe yang mereka besarkan bersama, friendly cafe begitulah mereka menyebutnya. Sebuah cafe mini dengan pengunjung maksimal 25 orang, tidak besar namun begitulah mereka membuatnya.

“bukankah kau yang selama ini berbelanja, aku tidak perbedaannya kyung”

“begini kai harga bahan akhir-akhir ini naik, harga bahan di pasar jauh lebih murah dari~

“lalu haruskah kita mengorbankan reputasi cafe hanya kerena harga bahan yang naik” kai memotong ucapan kyungsoo, membuat kyungsoo terdiam.

“menurutku jika kualitas bahan menu dipasar juga bagus, kenapa harus mencari yang lebih mahal” baekhyun menyerobot ucpan kai dengan cerewet.

“tapi bee”

“tidak kai kyungsoo benar,akan jauh lebih buruk lagi jika kita menaikan harga menu makanan” kyungsoo mengangguk membenarkan ucapan baekhyun.

Kelemahan kai adalah baekhyun dan apa lah daya dirinya sekarang, ia hanya dapat mengangguk patuh membuat baekhyun dan kyungsoo bertos ria.

“tapi dengan syarat bahannya harus berkualitas bagus” kai menekan kata-katanya.

“siap komandan” Baekhyun dan kyungsoo meletakan tangan mereka di samping kepala memberikan hormat pada kai, lalu berlalu kekamar masing-masing untuk bersiap-siap.

“chanyeol jika sekarang kau ada disini mungkin semuanya akan lebih mudah” kai bermonolog pada dirinya sendiri.

 

.

.

.

 

“bee pengunjung sedang ramai, kenapa kau hanya duduk begitu” kyungsoo menegur baekhyun yang duduk di tempat peristirahatan karyawan sambil memperhatikan ponsel ditangannya.

“nomor chanyeol tidak aktif,selalu aja begitu menyebalkan” baekhyun mengerucutkan bibirnya. Kyungsoo terdiam sebentar, lalau berjalan kearah baekhyun yang merengek.

“mungkin chan sedang sibuk bee”

“sibuk apa, sibuk dengan si luhan itu” baekhyun menjawab ketus.

Kyungsoo hanya diam tak berani berkomentar apa-apa lagi, ia takut perkataannya malah akan menambah mood baekhyun semkain buruk.

“kyung kenapa kau disini, pesanan menumpuk” kai melipat kedua tanggan nya di depan dada, menegur kyungsoo yang berada di samping baekhyun.

Kyungsoo menatap dalam mata kai, lalu mengeja suatu kalimat tanpa suara. Kai mengangguk lalu masuk dan duduk disebelah baekhyun.

Tangannya mengusap kepala baekhyun, lalu membisikan sesuatu yang membuat wajah baekhyun menampilkan senyumannya kembali.

“benarkah, kau janji”

“aku janji”

“kyung kau harus menjadi saksi perjanjian kami okay” baekhyun mentap kyungsoo yang bingung dengan ucapannya, mata bulat kyungsoo menatap kai yang duduk disamping baekhyun, kai menganggukan kepalanya menyuruh baekhyun untuk berkata ya pada baekhyun dan kyungsoo pun menurutinya. Baekhyun tersenyum senang lalu berjalan kearah meja tempat ia bekerja,

Cafe friendly sedang ramai siang ini, dengan tiga orang sebagai pegawainya. Kai bertugas sebagai pengantar makanan, baekhyun sebagai pencatat menu dan kasir, serta kyungsoo yang berkutat di dapur sebagai koki, sebuah kerja sama yang baik bukan.

“selamat siang dengan saya bee, ingin pesan apa” tanya baekhyun ramah.

Pelanggan didepan baekhyun membuka kacamata dan topi yang menutupi wajahnya, membuat mata baekhyun membulat saat melihat.

“ada yang bisa saya ban~ sehun”

Yang ditegur menyunggikan senyuman menawan sambil merentangkan kedua tangannya lebar. “ada yang merindukanku” ucapnya diiringi kekehan

“sehunn..” baekhyun menubruk tubuh sehun didepannya, mengusakkan kepalanya manja pada dada sehun.

Sehun melebarkan senyumnya, mengelus kepala baekhyun yang berada di dadanya dengan sayang. “merindukanku” ucap sehun dengan kekehan

“sangat, aku sangat merindukanmu jelek, apa kau sangat sibuk”

Sehun mengecup kening baekhyun kilas, membuat baekhyun semakin melebarkan senyumnya, lalu mencubiti pipi gembul baekhyun hingga memerah yang langsung dibalas cubitan maut dari pria mungil yang kembali memeluknya.

“kau tau semenjak chanyeol dan luhan~”

“park sehun” panggilan seseorang membuat sehun menoleh. Sehun tersenyum kearah orang yang memanggilnya, kyungsoo tersenyum lalu ikut memeluk sehun pula.

Sehun terkekeh “dipeluk dua pria cantik ternyata sangat menyenangkan” ucapnya yang dibalas jitakan oleh kai.

“bagaimana cafe, apa selalu ramai begini”

“kau tau bahkan sangat ramai, pernah di satu malam kyungsoo menangis terus karna kelelahan itu sangat lucu, hahaha sayang kau tak melihatnya” baekhyun bercerita dengan sangat menggemaskan, membuat ketiga pria yang melihatnya tertawa.

 

.

.

.

 

Suasana cafe sepi sejak beberapa jam yang lalu, kai memutuskan untuk menutup cafe mereka lebih awal, membuat pesta perayaan untuk kedatangan sehun, sekalian hitung-hitung sebagai hari libur untuk kyungsoo, pemuda bermata bulat itu mempunyai pekerjaan yang paling berat diantara baekhyun dan kai yang terkadang masih bisa duduk santai.

“selamat datang kembali sehun” ucap mereka serempak, mengelilingi sehun yang berada di depan kue buatan kyungsoo, sehun meniup lilin diatas kuenya mengundang baekhyun, kai dan kyungsoo bertepuk tangan.

“terima kasih” sehum menampakan senyum menawan di wajahnya.

Baekhyun berelayut manja di lengan sehun, memberikan beberapa lawan yang mengundang tawa kyungsoo dan kai yang memandangnya.

“ senyum mu selalu saja cerah seperti bulan” ucapan sehun mengundang kekehan kecil dari mulut baekhyun. Baekhyun memandang sehun teduh lalu bertanya dengan hati-hati.

“sehun, bagaimana kabar kakakmu seharian ini ponselnya tidak aktif” sehum melongo mendengar pertanyaan baekhyun.

Kai dan kyungsoo terdiam seribu bahasa, menundukan kepalanya saat sehun menatap tajam mereka.

“maksudmu chanyeol hyung” tanya sehun nyang mendapat anggukan dari baekhyun, sehun menghela nafas berat lalu memegang pundak baekhyun lembut menghadapkan pria mungil itu kearahnya.

“baek, dengarkan aku chanyeol dan luhan su~

“bagaimana jika pesta daging sapi, kau ingat baek danging sapi bakar yang dilumuri saus madu” kai memberikan senyum manisnya.

Baekhyun mengangguk-angguk tanda setuju, berlalu dihadapan mereka menuju kulkas untuk mengambil potongan daging sapi.

Sehun mendekat kearah kai, menatap tajam kai dan kyungsoo yang diam. “apa maksudmu” sehun mengeram, sorot matanya memerah karena marah.

Kai mendongak membalas tatapan sehun dengan tatapan teduh miliknya “semuanya tidak seperti yang kau fikirkan”

Sehun mengeram menarik kerah kemeja kai tinggi membuat kai mengenjit karnanya, kyungsoo menutup mulutnya yang hendak mejerit, ia sangat takut sekarang bagaimana jika sehun dan kai saling memukul satu sama lain.

“berhentilah ikut campur kim jongin” sehun mengeluarkan suara beratnya, giginya bergemelatuk geram. Kai sudah diluar batas, itu sangat menijikan untuk sehun.

“aku tak akan ikut campur jika ini tak menyangkut baekhyun”

Sehun berdecih, genggaman tanggannya memutih karna digenggam terlalu keras. Sehun melayangkan pukulannya kearah pelipis kanan kai, namun baekhyun masuk dan menatap tangannan sehun yang menggantung di udara.

“apa kalian sedang melalukan drama kolosal”

Sehun melepaskan dirinya, mengandeng baekhyun menuju panggangan listrik di bagian selatan cafe. Baekhyun tersenyum senang saat sehun membantunya mengolesi lembaran tipis daging dengan saus madu buatan kyungsoo.

Mereka saling bercengkrama akrab, sama seperti orang lain saat bertemu dengan sahabat mereka yang lama pergi.

Bunyi daging yang masak berdesis indah, membuat baekhyun menatapnya tanpa kedip. Pria mungil itu meneguk ludahnya berkali-kali, menatap penuh harap kearah sehun yang sedang membolak-balik daging.

Sehyun memotong kecil daging saus madu dengan gunting,lalu menyuapi baekhyun yang sudah membuka mulutnya lebar-lebar.

“enak”  tanyanya lembut penuh selidik kearah baekhyun. Baekhyun mengangguk memberikan kedua jempolnya kearah sehun, pria di depannya tersenyum sambil mengusak kepala baekhyun sayang.

“aku harap semuanya akan baik-baik saja kali ini” sehun bermonolog pada dirinya sendiri.

 

.

.

.

 

 

 

Kai memperhatikan sehun dan baekhyun yang semkin hari semakin dekat, ia tidak cemburu namun di sisi lain hatinya ia merasa sangat takut jika sehun terus berada disekitar sehun.

Kai merasakan tepukan di bahunya, ia menoleh lalu tersenyum kearah objek yang memandangnya khawatir “kau baik-baik saja”

Kai tersenyum mendengar ucpan kyungsoo, kepalanya mengangguk pasti kearah kyungsoo lalu tersenyum lebar memperlihatkan deret gigi-ginya yang rata.

“kai mungkin sehun benar, ini waktu yang tepat” ucap kyungsoo pelan.

Senyum di wajah kai perlahan-lahan memudar, pria itu menggeleng kearah kyungsoo dengan lemas.

“aku tidak tau kyung”

Jawaban kai membuat kyungsoo menghembuskan nafasnya kasar “lalu jika sekarang bukan waktu yang tepat, lalu kapan , sampai kapan kita harus berbohong kai”

“setidaknya sampai baekhyun benar-benar siap saat mendengarnya”

“benarkah, kapan waktunya tiba”

Kai terjebak dengan pertanyaan kyungsoo, ia terdiam menunduk dalam. kyungsoo menggengam tangan kai lembut “kau tau emosi baekhyun sering berubah-ubah” kai mengangguk membenarkan ucapan kyungsoo.

“kita harus mencobanya kai, aku yakin baekhyun akan mengerti”

“bagaimana jika kejadian beberapa bulan lalu terulang lagi”

“aku yakin dengan baekhyun, semuanya akan baik-baik saja” ucap kyungsoo final, lalu berjalan menjauhi kai yang menatap punggungnya.

 

~”~”~”~”~”~”~”~”~”~”~”~

 

Sehun menggengam tangan baekhyun, baekhyun menoleh matanya berkedip-kedip bingung “ada apa hun” tanya baekhyun

Sehun menggeleng, ia tersenyum singkat  lalu memegang pundak baekhyun “baek, maukah kau ikut denganku”

“kemana” baekhyun berujar bingung, sehun tak menjawab hanya menggandeng tangan baekhyun kesuatu tempat.

.

.

 

Kai mencari baekhyun di segala penjuru apartemen tapi tak kunjung menemukan pria kecil itu. Nafasnya memburu cepat, kepalanya  menoleh kesana-sini sambil meneriakan nama baekhyun, walau ia tau tak akan ada jawaban yang ia terima.

“bee, baekhyun kau dimana” teriaknya parau.

Kyungsoo tergopoh-gopoh datang ke tenpt kai berdiri “ada apa kai”

Kai menggelengkan kepalanya, nafasnya tercekat di tenggorokan tak sanggup untuk menjelaskannya kepada kyungsoo.

“pelan-pelan saja”

“baekhyun tidak ada kyung”

Kyungsoo mengangakan mulutnya, lalu tersenyum kecil “mungkin ia pergi membeli sesuatu” terangnya mencoba membuat kai tenang.

Kai menggelengkan kepalanya “apa baekhyun pernah pergi tanpa memberi tahu kita dahulu, sejak dua bulan terakhir ini dia bahkan tak pernah lepas dari pengawasan kita kyung, saat mandi pun dia bersamamu kan”

Kyungsoo menganggukan kepalanya membenarkan ucapan kai, baekhyun tak pernah berani sendiran bahkan saat mandi, saat itu juga kyungsoo tau ada yang sedikit janggal.

“mungkinkah baekhyun pergi dengan seseorang, tapi siapa” kyungsoo berfikir

Kai menatap kyungsoo, tanggannya mengepal kuat segala yang ditakutinya akan segera terjadi dan itu sanggat buruk.

“sehun” kyungsoo memperjelas.

Kai mengaangguk, berlalu kearah pintu keluar apartemen. Kyungsoo sibuk mengotak-atik ponselnya melacak posisi sehun tapi tak terlacak karna kemungkinan sehun menonaktifkan ponselnya, kyungsoo beralih melacak posisi baekhyun.

“ketemu” teriaknya, membuat kai menoleh menatapnya.

Kyungsoo terdiam, tangannya bergetar memegang ponsel “kai” tangan kyungsoo menyerahkan ponselnya kearah kai.

Kai menatap ponsel itu tajam, rahangnya mengeras ketakutannya selama ini sebentar lagi akan terbongkar. Kyungsoo memegang tangan kai yang juga bergetar memegang tangannya.

Mereka menyetopkan taksi, mencoba menyusul baekhyun yang sudah sampai di tempat tjuan yang tertera di layar ponsel kyungsoo pemakaman gangnam.

 

.

.

.

 

Baekhyun terpaku menatap gundukan taanh didepanny, jantunganya berdegup dua kali lipat lebih cepat dengan kelopak matanya  yang siap meluncurkan air matanya. Baekhyun jahut terduduk memegangi dadanya tak kuasa menahan sesak didadanya.

“kau bohong sehun”

Sehun menundukan kepalanya tak berani membalas tatapan mata baekhyun yang memilukan, hatinya sangat sakit melihat baekhyun seperti ini tapi cepat atau lambat baekhyun harus tau agar tak ada orang yang tersakiti lebih dalam lagi

“maafkan aku” sehun berujar pelan.

Isakan pilu terdengar di seluruh pemakaman, baekhyun merasa dunia seakan jatuh menimpa kepalanya yang sekarang pening berputar-putar.

Sehun merogoh saku celananya mengambil sebuah kertas berwarna biru langit lalu menyerahkannya pada baekhyun. Baekhyun menatap kertas yang disodorkan sehun kearahnya, tanggannya gemetaran saat membuka isi kertas itu.

Nafas baekhyun seakan berhenti dengan waktu yang ikut berhenti pula, bibirnya bergetar menggumankan kata demi kata yeng tertulis di sana.

CELEBRATION LOVE

KIM JONG IN

BYUN BAEKHYUN

SEOUL, 29 JUNI 2015

 

kai berlari cepat mendekati baekhyun, langkahnya yang terdengar begitu keras membuat baekhyun dan sehun menolehkan wajahnya.

Baekhyun dengan langkah yang tertatih berjalan kearah kai, air matanya terus menetes deras tak kuasa lagi menahannya. Hatinya sakit teramat dalam karna kebohongan yang kai dan kyungsoo lakukan berbulan-bulan lamanya.

“kau bohong” suara baekhyun bergetar, kai ikut menangis melihat baekhyun yang begitu pilu. Tanggannya menghapus lelehan air mata yang jatuh di pipi gembil baekhyun, pria mungil itu menepisnya kasar.

“kau membodohiku kai, kau dan kyungsoo membodohiku selama ini” teriakan baekhyun membuat kai terdiam, ia mengaku sangat bersalah atas apa yang terjadi tapi semua ini dia lakukan hanya demi baekhyun.

“kau sakit bee, aku hanya takut kau bertambah sakit karna tekanan yang terus-menerus” kai memegang pundak baekhyun.

Baekhyun menatap mata kai yang juga dipenuhi air mata, pria mungil itu menjatuhkan tubuhnya ke dada kai, mengusakan kepalanya berusaha meredam isakan yang keluar terus menerus dari bibirnya.

Kai mengelus kepala baekhyun lembut, sambil mengucapkan kata maaf secara terus menerus. Baekhyun mengangguk, ia berfikir bahwa ia lah yang paling bersalah dalam hal ini dan itu sangat menyesakan dadanya sekarang.

Kyungsoo menunjukan senyum simpul dibibirnya, berjalan kearah kai dan baekhyun yang saling mendekap. Pria bermata bulat itu ikut dalam kungkungan kedua sahabatnya ikut merasakan kebahagian yang sama.

“kau sudah mengingat semuanya” tanya kyungsoo, baekhyun menggeleng.

Kai tersenyum kearahnya lalu membawa baekhyun pergi dari sisi pemakaman yang mereka pijak.

Sehun mendekap pundak kyungsoo dari arah samping, tersenyum kearah kyungsoo yang juga tersenyum kearahnya.

“semuanya akan baik-baik saja kan”

“mereka akan baik-baik saja” sehun berucap yakin lalu menggandeng kyungsoo untuk segera pergi juga dari tempat mereka saat ini.

 

.

.

.

 

#flashback

 

Bertempat di pemberhentian bus sebuah pesta ulang tahun dilangsukan, canda-tawa terdengar di seluruh penjuru jalan membuat kendaraan dan orang-orang yang berlalu lalang ikut tersenyum merasakan kebahagiaan yang sama.

“ini kue pertama untuk baekhyunku”

Baekhyun membuka mulutnya lebar menerima suapan yang kai berikan padanya, bibirnya mengukir senyum lucu membuat semua orang yang berada disana tersenyum.

Tapp..

Tapp..

Tapp..

Derap langkah sehun membuat semua orang menoleh, sehun bergetar di tempatnya.

“sehun ingin kue juga” baekhyun menampilkan senyumnya, mengarahkan sepotong kue kearah baekhyun.

“baek” suara sehun bergetar, tangannya memegang pergelangan tangan baekhyun pelan.

Baekhyun menoleh riang, masih memperlihatkan senyumnya yang teduh.  Sehun menundukan kepalnya sebentar, lalu memberikan potongan surat kabar di tanggannya.

Baekhyun memperhatikan kertas yang sehun berikan, menatap teliti gmbar seseorang disana. Nafasnya tercekat saat membaca nama seseorang yang sangat ia kenal tertulis di surat kabar itu.

KECELAKAAN BERUNTUN DI LOS ANGELS AMERIKA SERIKAT, MENELAN 25 KORBAN JIWA, DIANTARANYA 13 ORANG TERLUKA DAN LAINYA TEWAS DI TEMPAT.

Berikut ini beberapa nama korban tewas yang dapat ditemui identitasnya

  1. Devina anastasia
  2. Dennis
  3. Frans valentino
  4. Byun chanyeol
  5. Keisha marissa

 

Baekhyun jatuh tak sadarkan diri, nama byun chanyeol saudara kembarnya tertulis disana

 

.

.

.

“dok ini sudah enam bulan lamanya baekhyun tak sadar dari komanya” kai meremas rambutnya frustasi, baekhyun pria yang amat sangat ia cintai hanya tidur diranjang tanpa membuka matanya.

Dokter hanya menghela nafas panjang, pria paruh baya itu juga tak dapat berbuat banyak karena dalam dunia medis sehun dinyatakan baik-baik saja, tapi entah mengapa sampai saat ini pria manis itu tak kunjung juga membuka matanya.

“PARK CHANYEOL” teriakan dari arah ranjang membuat kedua pria yang saling berhadapan itu berlomba memasuki ruang rawat baekhyun. Nafas pria manis itu memburu cepat, seorah okesigen berlomba-lomba memasuki rongga dadanya.

“kai, park chanyeol mana, dimana park chanyeol”

“park chanyeol” ulang kai

“park chanyeol, kau ingat kekasihku”

Seketika itu juga dunia kai seakan runtuh menimpa kepalanya sendiri. Dokter menatap kai khawatir, ketakutan pria paruh baya itu benar-benar terjadi adanya daya ingat baekhyun tak berfungsi sempurnya membuat baekhyun seperti orang yang mengalami amnesia.

 

.

.

.

 

SEOUL, 28 FEBRUARI 2016

 

Sebuah pernikahan sederhana baru saja selesai dilaksanakan, baik semua tamu atau kedua mempelai menampakan senyum kebahagian di wajah mereka.

Baekhyun dan Kai yang hari ini sudah resmi menjadi sepasang suami istri, walau keduanya berjenis kelamin laki-laki. Pernikahan sederhana namun hangat dan hikmat berlangsung di sebuah pemberhentian bus, sesuai permintaan baekhyun yang ingin kembali memulai lembaran barunya dari mimpi terburuk yang pernah terjadi.

“aku sangat bahagia” baekhyun berujar kekanakan dengn senyum mengiasi wajahnya, membuat kai ikut tersenyum memandangnya.

“aku sangat, sangat bahagia” kai menjawab baekhyun dengan gaya kekanakan yang sama.

Senyuman mereka merekah, tangn kai memeluk pinggang baekhyun hangat dan erat tak ingin melepaskan baekhyun yang berada di depelukannya.

“aku mencintaimu” ucapkan di telinga baekhyun.

Baekhyun memberikan senyum terbaiknya, lalu menyambut bibir kai yang memungut bibirnya lembut.

.

.

END

9 thoughts on “[FF February Love Mission] Bus STOP!!! || THAN.TYA

  1. gak tauuu udah berapa lama baru nongol d kc lagii…
    hueeee kuliah berasa nyekikkk..
    curhat duluu..
    okeee review..
    aku surprise bangett ama nih ff.
    kiranya yeol disini pacarnya baek yang malah nikah ama luhan trus dirahasiain ama kai. takutnya baek malah sakit hati..
    eh ternyata..
    chanyeol saudara kembar baek. dan malah kai yang aku kira pacarnya kyungsoo malah ternyata pacarnya baek. suami baek malah.. yg ironisnya dulupain ama baekk..
    #poor Kai..
    dan gua berhasil kena jebakan batman..
    hahahahhah
    chukkaeee lambaikan tangan kekamera..
    wkwkwjjwj
    pas banget tadi buka ff di TL nongol status kak ALF. ff ini, penasaran gegara liat posternya. foto baek ama chan and kai. maklum kalo baca mereka yang jadi main cast kok akunya selalu baper tingkat akut..
    apalagi ditambah abang YI uhukkk FAN entah kapan bisa move onnya..
    curhat lagi gua..
    yahh disini intinya aku suka ffnya…
    kalo baca yang ada main cast si malaikat cahaya.
    good project…
    maju terus EXO
    maju terua Baek Hyun sang malaikat cahaya..
    wasalam…

  2. Ping-balik: [!!!] List FF February Love Mission | Keluarga_Cemara

  3. Baca dr awal bner2 ngira ChanLu itu selingkuh dbelakang Baek yg mana q kira sblmnya Chan pcr nya si Baek trs didukung dgn drama nya KaiSoo tg seolah menutupi perselingkuhan ChanLu stlh dilnjut bca lg smpet ngira ChanLu udh meninggal (dgn msh anggapan ChanBaek dan ChanLu brpacaran) eh tp disini KaiSoo makin jelas main dramanya. Dan usut py usut yg tebakannya bner cm kata Meninggal lol :v tebakan sblmnya meleset smua :v Duuuh, saudaranya toh :v :v otak q nya aja ya yg isi kata pacaran sma selingkuhan doang :v :v bner2 g kpikiran saudaraan ChanBaek :v

  4. Halo, Author THAN.TYA!
    Hope I’m spelling ur name correctly.
    Well, mulai review…
    Wih sedihnya T^T baca tengah malem. Rada2 jiper dan langsung kena badai feel.
    Pertama tadi curiga jangan2 Chanyeol udah nikah sama Luhan *diinjek*
    Abis mencurigakan sih =__= udah sempet suudzon. Chanyeol dan Luhan adalah 2 bias kaporitku tapi kalo mereka sekongkol mengkhianati Baekhyun aku ngamuk. Hahaha
    Aku mmg udah ngira ada yg ga beres sama ingatannya Baekhyun, bahkan sebelum Sehun nongol. Ngira Chanyeol mati pas Kai cekcok ama Kyungsoo. Dan yeah gatau deh, KaiBaek nya manisssss. ChanBaek yg inses nggak inses (jadi inses gegara ingatan baek kacau) juga oke. Intinya mah semua oke.
    Overall penulisannya ketjeh, diksinya berwarna. Cuman sedikit saran aja, hati2 dengan penggunaan kapital dan tanda baca. Next bisa ditingkatkan utk lbh dahsyat lagi~
    Tetap semangat ukey ^^ terima kasih sudah berpartisipasi dan keep writing!!!

  5. FF yang mengejutkan

    Awalnya dikirain Chanyeol emang pacarnya Baek, trus Canyeol dan Luhan menikah, KAi dan Kyungsoo pasangan kekasih, hahaha ternyata aku salah kira.

    Ternyata, Kai dan Baek adalah suami istri, dan Chanyeol adala saudara Baek. Lalu siapa Luhan??? Hehe itu udah nggak penting.
    Yang pebting ff ni kereeeennnnn banget.
    FF yang hebat….

    • makasih banget yah udh komen ff buatan aku serius ini sebenernya nggk sesuai ekspektasi bener..
      . isi cerita berubah 100% karena pas nulis yang ide pertama itu belum setengah jalan udah 6900 words dan yakin nggk bakalan jadi ato malah jadi aneh banget karena ngantung jadi aku si author abal yang sedang mencari jadi diri #plak abaikan ngemutusin buat ganti isi cerita.
      . dan akhirnya tetep sama dari 3 cerita yang aku buat semuanya belum setengah jalan udh
      6000+ words..
      . dan di detik-detik terakhir sisa 3 hari aku nyempetin buat ff ini.. idenya serius tiba-tiba langsung muncul pas lagi uring-uringan karena kesel ff sebelumnya gagal terus..
      . dan buat ending partnya itu cuma 15 menit karena udh jam 9 maleman dan ini ngirimnya minjem wifi temen astaga.. pulsa modem abis: ‘(
      . maaf yahh jika di be be erapa bagian ada yang ngantung ato penjelasannya kurang.. maaf banget #nangis kejer: ‘(
      .
      MAKASIH BANYAK UDH NGOMENT MAKASIH BANGET.. seneng banget dicomentin sama reader
      . insya Allah kalo ada lomba ff lagi di lain waktu aku pasti usahaiin yang lebih baik dari ini..
      .saranghae❤

  6. Huaaaanjjjiiirr

    Pas baca pertama ku pikir Chanbaek itu pacaran tapi chanlu ada main di belakang baek sampai ngira chanlu meninggal tapi di sembunyiin sama kaisoo. Trus mikir juga kaisoo pacaran. Sampai mau ending aku udah mikir gitu. Eh gak tahunya chanyeol itu saudara kembar baek. Lalu luhan siapa? Kok tiba2 nongol di ingatan baek?(oke abaikan) dan kai adalah suami baek yg terlupakan. nasib mu bang ngenes amat.

    Eh tunggu, kok aku nangkepnya hunsoo adalah malaikat atau hantu atau apapun lah itu yg berusaha menyatukan kaibaek. Soale scene mereka yg d pemakaman membuat pikiranku mengarah kesitu.
    Wkwkwk

    Ff nya bagus dan readers sepertinya banyak yg tertipu. Cuma satu yg bener yaitu ” meninggal” .

    Saran aja yah, kedepannya perhatikan tanda baca apalagi kalau ada kalimat pertanyaan. Terima kasih.

    • akasih banget yah udh komen ff buatan aku serius ini sebenernya nggk sesuai ekspektasi bener..
      . isi cerita berubah 100% karena pas nulis yang ide pertama itu belum setengah jalan udah 6900 words dan yakin nggk bakalan jadi ato malah jadi aneh banget karena ngantung jadi aku si author abal yang sedang mencari jadi diri #plak abaikan ngemutusin buat ganti isi cerita.
      . dan akhirnya tetep sama dari 3 cerita yang aku buat semuanya belum setengah jalan udh
      6000+ words..
      . dan di detik-detik terakhir sisa 3 hari aku nyempetin buat ff ini.. idenya serius tiba-tiba langsung muncul pas lagi uring-uringan karena kesel ff sebelumnya gagal terus..
      . dan buat ending partnya itu cuma 15 menit karena udh jam 9 maleman dan ini ngirimnya minjem wifi temen astaga.. pulsa modem abis: ‘(
      . maaf yahh jika di be be erapa bagian ada yang ngantung ato penjelasannya kurang.. maaf banget #nangis kejer: ‘(
      .
      MAKASIH BANYAK UDH NGOMENT MAKASIH BANGET.. seneng banget dicomentin sama reader
      . insya Allah kalo ada lomba ff lagi di lain waktu aku pasti usahaiin yang lebih baik dari ini..
      .saranghae❤

  7. akasih banget yah udh komen ff buatan aku serius ini sebenernya nggk sesuai ekspektasi bener..
    . isi cerita berubah 100% karena pas nulis yang ide pertama itu belum setengah jalan udah 6900 words dan yakin nggk bakalan jadi ato malah jadi aneh banget karena ngantung jadi aku si author abal yang sedang mencari jadi diri #plak abaikan ngemutusin buat ganti isi cerita.
    . dan akhirnya tetep sama dari 3 cerita yang aku buat semuanya belum setengah jalan udh
    6000+ words..
    . dan di detik-detik terakhir sisa 3 hari aku nyempetin buat ff ini.. idenya serius tiba-tiba langsung muncul pas lagi uring-uringan karena kesel ff sebelumnya gagal terus..
    . dan buat ending partnya itu cuma 15 menit karena udh jam 9 maleman dan ini ngirimnya minjem wifi temen astaga.. pulsa modem abis: ‘(
    . maaf yahh jika di be be erapa bagian ada yang ngantung ato penjelasannya kurang.. maaf banget #nangis kejer: ‘(
    .
    MAKASIH BANYAK UDH NGOMENT MAKASIH BANGET.. seneng banget dicomentin sama reader
    . insya Allah kalo ada lomba ff lagi di lain waktu aku pasti usahaiin yang lebih baik dari ini..
    .saranghae❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s