[FF FEBRUARY Love Mission] Jenuh || Nui Park


Jenuh

Jenuh

Author : Nui Park

Cast :

Byun Baek Hyun

Park Chan Yeol

And Others

Length : Oneshot

Genre : YAOI, Angst, SONGFICT

Disclaimer : The casts belong to themselves, the story and credit belong to me and Choi Zees

Summary :

“Tell me with your sweet voice that has faded in my memory”

“The words that hard to say, I Love You”

Note : cerita abal-abalan cuma mau balikin feel chanbaek yang udah ilang/? Plus pengen ikut partisipasi aja

Back song :

C-Clown – Tell Me

iKon – Apology

 

-Baekhyun’s  side with BS : C-clown-Tell Me-

Are you annoyed by me? Or do you like someone else? Tell me honestly

I’ve held it in as long as I could so I have to say this now

But you’re only listening

 

Baekhyun tidak tau harus berkata apa lagi saat ini. Sudah setengah jam dia menanyakan hal yang sama pada Chanyeol, namun namja dengan kadar tinggi yang lebih darinya hanya diam menatap ke luar jendela dengan memasang wajah bosannya.

“Chan?”

“Heum?”

“Kau mendengarku?”

“Aku mendengarmu?”

Baekhyun diam, masih menatap wajah tampan Chanyeol di hadapannya dalam diam. Chanyeol mendengarkannya, dengan sangat jelas.

Lalu apa yang saat ini tengah dipikirkan namja itu?

Apakah dia memikirkan jawaban manis agar Baekhyun senang dan berhenti bertanya hal aneh padanya?

Atau dia benar-benar tengah memikirkan orang lain saat ini, di saat Baekhyun bertanya masalah perubahan sikapnya sejak seminggu yang lalu.

 

If you want me, can you express it?

When time passes, can you just figure it out by yourself?

But no, you’re different, I need to tell you

It seems like I’m the only one who is feeling this way

 

Dua jam berlalu, dan Baekhyun sudah mulai lelah menunggu Chanyeol menjawab pertanyaannya. Namja itu masih saja menatap ke luar, enggan menatap kedua bola matanya yang sipit bertabuhkan eyeliner.

“Kau tidak akan mengatakan sesuatu padaku?”

Chanyeol menghela nafas, mulai lelah juga menatap ke luar dengan pemandangan yang selalu sama, sama halnya dengan hubungannya dengan Baekhyun yang selalu sama. Tidak pernah berubah.

“Seperti?”

“Kau ingin makan malam apa hari ini?”

Pertanyaan konyol. Chanyeol tau Baekhyun sengaja mengatakan hal konyol agar dia tertawa dan ikut bercanda bersamanya. Tapi entah mengapa di dalam hatinya yang paling dalam, Chanyeol tidak ingin melakukan itu lagi bersama Baekhyun.

“Bulgogi, as always

“Bisa kau temani aku belanja nanti?”

Yeah

Baekhyun meraih tangan Chanyeol yang ada di atas meja, menggenggamnya erat, memaksa Chanyeol untuk melihatnya saat ini. Chanyeol dengan terpaksa menatap Baekhyun dan terkejut melihat linangan airmata menumpuk di mata indah itu.

“Baek?”

“Apa hanya aku yang merasakannya?”

 

They aren’t hard words, tell me in front of me

With the sweet voice that has faded in my memory

Tell me once again, you tell me first

I want those words that are for me

 

“Baek? Hey, kau kenapa?”, panik Chanyeol bergerak sendiri menghampiri Baekhyun. Tubuh mungil itu diangkatnya hingga duduk di hadapannya, tangannya yang besar menangkup wajah mungil Baekhyun, dan bibirnya mencium setiap inci wajah manis itu.

“Ssst…jangan menangis, baek…”

“Katakan padaku”, isak Baekhyun penuh tuntutan. Chanyeol dapat merasakan dengan jelas nada getir keluar dari mulut Baekhyun. Astaga. Dia sudah membuat malaikat kecil ini sedih.

Tapi, dia tidak bisa mengatakannya. Dia masih belum siap untuk mengatakannya.

 

When I confessed to you, what were you feeling as you accepted me?

Do you even love me? Are you really my guy?

I can’t figure out your heart

 

Saranghae….Saranghae, baboya!”, isak Baekhyun semakin membabi buta. Dia menangis kencang, memukul kuat dada Chanyeol yang hanya bisa menahan sakit di dadanya, baik dalam maupun luar.

Bagaimanapun, dia juga ingin mengeluarkan segala perasaannya saat ini pada Baekhyun, namun entah mengapa bagian dari dirinya yang lain memaksanya untuk jangan melakukan itu dan membiarkan Baekhyun terus menangis menakutkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu.

“Kau mencintaiku, kan? Apa kau masih Chanyeol yang dulu? Katakan”

 

Open your mouth and please say something

At this rate, we might become strangers

 

Chanyeol tetap diam melihat Baekhyun menangis semakin kencang di hadapannya.

 

Sometimes, I feel like I’m in a one-sided love (maybe)

Do you have someone else? What’s the reason?

I ask you hundred of times but you don’t say anything like always, just forget it

 

“Apa ini semacam penolakan untukku?”, tanya Baekhyun dengan nada getir. “Katakan, Chanyeol-ah. Apa kau mencintai orang lain? Apa alasannya?”

Chanyeol masih tetap dalam pendiriannya. Diam seribu bahasa mengamati bagaimana terpuruknya Baekhyun saat ini.

“Lupakan”, gumam Baekhyun bangkit meninggalkan Chanyeol sendirian, merasa sakit di dadanya saat ini.

.

.

.

.

.

I smile everyday because you’re with me, because you’re by my side

But there are words I want to hear from you

Words that have faded

 

“Bagaimana jika hari ini kita makan di luar saja? Kkamjong baru saja membuka restorannya dan Kyungsoo di daerah Myeongdong. Kita bisa berbelanja setelah itu”, usul Chanyeol ketika pagi itu Baekhyun bangun dengan mata sembab bekas menangis semalaman.

Baekhyun berhenti melangkah dan melihat Chanyeol yang sudah hanyut akan tontonannya. Dia tersenyum kecil dan mengangguk.

“Tunggu. Aku akan bersiap-siap”

Sekilas, Chanyeol melihat Baekhyun dan membalas senyuman tipis itu dengan cengiran lebar.

Di dalam kamar mandi, Baekhyun menghela nafasnya. Dia dan Chanyeol memang tidak jadi putus setelah kejadian semalam. Tapi entah mengapa hati Baekhyun masih merasa sangat gundah. Dia membutuhkan satu kalimat yang dulu sering didengarnya dari Chanyeol. Kalimat paling indah di dunia ini, hanya untuknya.

Kata saranghae.

.

.

.

.

.

.

Love is like an eraser, the more I use it, the more it wears out

It’s like cotton, although is light, once it builds up and get wet, it stinks

My love is like paper on fire as it cools, you love melts in me like a candle melting

 

They are two sides. To you it’s poison, to me it’s benefit

-Baekhyun’s side end-

.

.

.

“Hyung! Aku ada projek yang sangat cocok denganmu!”, ucap Jong In begitu melihat Chanyeol dan Baekhyun masuk ke restorannya dan Kyungsoo bersama. Chanyeol memainkan alisnya, menatap wajah berbinar di hadapannya itu dan beralih menatap Baekhyun yang menatapnya ragu.

“Kita bicarakan itu nanti. Saat ini aku dan Baekhyun sangat lapar”

“Duduklah di sana, makanan akan segera kuhidangkan”, sahut Kyungsoo tersenyum tipis pada Baekhyun yang seperti kehilangan tenaganya saat ini. Dan itu terus berlanjut hingga akhirnya mereka kembali ke apartemen.

“Baek”, panggil Chanyeol dengan suara rendahnya. Baekhyun berbalik menatap Chanyeol yang sudah duduk santai menepuk keda pahanya. Baekhyun mendesah, langsung duduk di atas kedua paha kokoh tersebut, mengalungkan kedua tangannya di leher Chanyeol.

“Kau kenapa?”

“Bisa pertanyaan itu aku berikan padamu juga? Dan kali ini kita akan impas. Aku menjawab, dan kau menjawab”

Chanyeol mendesah, mengusap wajahnya kasar. “Jadi pembicaraan semalam masih berlanjut? Bukankah kau sudah menyuruhku untuk melupakannya?”

“Kalau begitu, lupakan”

“Baek”

“Katakan Chanyeol, katakan apa yang ingin kau katakan. Maka aku akan melakukan hal yang sama”

Chanyeol membuka mulutnya, berniat mengeluarkan satu kata sederhana namun bisa mengubah hubungannya dan Baekhyun. Namun dia menutup mulutnya kembali melihat bulir air mata mengisi kedua bola mata sipit itu.

“Aku akan pergi sebentar, jadi apa kau mau menungguku? Aku berjanji setelah ini kita akan membicarakan hal ini lagi”

Baekhyun mendesah sekali lagi dan mengangguk pasrah akan hal ini.

.

.

.

.

.

-Chanyeol’s side with BS : iKon-Apology-

You were always at the same place

Waiting for me but I was gone

 

chanyeol mengintip di balik dinding, melihat Baekhyun berdiri tenang di depan apartemen mereka, menantikan kepulangannya hari ini. Sebulan berlalu dengan dia yang berpergian jauh melaksanakan projek tawaran dari Jongin dan temannya yang lain. Di sana dia benar-benar melupakan Baekhyun, sama sekali tidak merasakan apapun saat melihat replika wajah Baekhyun di ponselnya. Tapi saat ini perasaan aneh itu muncul lagi.

Perasaan gundah yang membuatnya seperti seorang namja brengsek.

Dia tidak mencintai lagi Baekhyun, tapi dia tidak memiliki keberanian untuk mengakui hal itu. Karena dia tidak ingin menyakiti namja manis yang sudah sekian tahun menemaninya selama ini.

 

Don’t trust me like a fool

When I said I will protect you, they’re lies

 

You always knew that I’m selfish

I guess you were burdensome to me by wanting a little attention

Without even leaving that one photo

I think of myself only, even on the last moment

 

Dia memang orang yang egois, dia akui itu. Bahkan sampai saat ini dia masih mempertahankan pemikirannya akan untuk tidak menyakiti namja manis nan rapuh yang masih kedinginan menantikan kepulangannya.

 

Sorry sorry sorry

For not being able to protect you

I hope you live well

Sorry sorry forget about me

It hurts

 

But that promise we made to be together forever no longer exists

Sorry for not being able to protect you

 

“Kyung? Bisa kau ke apartemenku dan Baekhyun? Katakan padanya aku tidak jadi pulang dan temani dia”

“Tapi kau sudah ada di sana, kan?”

“…”

Kyungsoo menghela nafas di seberang sana. “Chanyeol, jangan seperti ini. Kau tidak tau bagaimana sakitnya perasaan Baekhyun saat ini”

“Dan kalian tidak tau bagaimana sesaknya perasaanku saat ini”

“Aku menyerah. Aku akan segera ke sana”

Chanyeol mengangguk meski Kyungsoo tidak dapat melihatnya. Sekali lagi, dia mengawasi Baekhyun yang masih menantikannya. Dia dapat melihat dengan jelas betapa cuaca dingin saat ini benar-benar menyiksa namja manis itu.

 

From all the people who come and go

I hope I can stand out as one

Tears, cherry blossoms, they all hang low

I hope the sprouts blossom and I hope our memories were short and beautiful like a sunset

Your slim back couldn’t walk away yet

I hope you push away in a good mood

 

Cuaca semakin mendingin namun Baekhyun tetap berdiri tegak di depan sana, sangat menantikan kehadiran Chanyeol. Sayangnya hati Chanyeol sama sekali tidak tergerak untuk mendekati namja manis itu. Saat  ini dia masih belum siap menatap wajah itu yang membuat hatinya gundah untuk meminta sebuah perpisahan darinya.

Sebuah taksi berhenti, menimbulkan senyuman puas di wajah manis itu. Namun begitu Kyungsoo turun, senyuman itu tergantikan dengan senyuman getir. Kyungsoo memeluk erat Baekhyun, mengatakan sesuatu yang membuat Baekhyun mengangguk mencoba mengerti. Bersama kedua namja manis itu masuk ke dalam apartemen, menimbulkan kelegaan di hati Chanyeol. Kini, dia bisa sedikit lebih lama meluangkan waktunya untuk menenangkan diri.

.

.

.

.

.

Baekhyun sudah tidak tahan lagi menunggu hal yang tidak pasti. Dia benar-benar ingin bertemu dengan Chanyeol dan meminta kepastian dari namja yang sudah dengan beraninya menyiksa perasaannya hingga seperti ini. Di mana hati nurani namja itu sebenarnya?

Dia bisa mengerti mengapa Chanyeol masih menahan diri untuk tidak mengatakan itu. Tapi, bukankah lebih sakit jika kau digantung seperti itu?

Chanyeol menatap Baekhyun lekat-lekat, memastikan apa yang barusan dikatakan Baekhyun merupakan kenyataan, bukan ilusi belaka.

“Bisa kau ulangi kalimat itu, Baek?”

“Ayo kita putus. Jika kau tidak bisa mengatakan itu, sebaiknya aku saja yang mengatakan itu”

Chanyeol melihat bulir air mata itu muncul kembali. Dia benci ini. Dia benci hatinya yang melemah setiap kali melihat hal itu. Dia membuang mukanya. Semuanya harus berakhir sekarang. Jika tidak, maka Baekhyun masih akan terbayang atas rasa takut tak tentu.

“Baiklah. Ayo kita putus”

 

The things I couldn’t say

Kata “Saranghae” yang semakin memudar dan akhirnya menghilang. Kata yang sangat ingin Baekhyun dengar darinya.

 

sorry that I’m not enough

Penyesalan terbesar Chanyeol karena tidak bisa memenuhi semua janjinya pada Baekhyun. Penyesalan terbesarnya yang selalu menyakiti perasaan Baekhyun dan mementingkan dirinya sendiri.

 

Please forgive me, the one who couldn’t fill you up

Hanya kata maaf yang bisa chanyeol harapkan dari baekhyun, namja yang telah dia sakiti sekian kalinya dengan perasaan tak tentu ini.

Jika dia bisa, maka saat ini juga dia akan menemui baekhyun dan memintanya untuk mengakhiri semua ini. Sayangnya dia tidak bisa. Hal kecil yang terasa besar baginya.

Sama seperti kata “Saranghae” yang telah memudar dan kini terasa sulit untuk dikatakan, maka kata “Putus” tidak ada bedanya saat ini.

 

I hope you meet someone okay and better than me

-Chanyeol’s side end-

.

.

.

Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Setiap orang pasti akan merasakan titik jenuh dan mulai mempertanyakan diri mereka sendiri. ‘apa hanya ini yang kulakukan selama ini?’

Jika itu datang, maka segera katakan pada semua orang terdekatmu.

Katakan sejujurnya, bicarakan baik-baik dan carilah solusi untuk hal itu.

Jangan biarkan perasaan itu terus menyiksamu bagaikan pisau tumpul yang perlahan menusukmu.

Dan jangan biarkan perasaanmu itu menyakiti orang lain.

Belajarlah untuk lebih terbuka pada semuanya.

 

‘Hiduplah dengan memenuhi jiwamu, bukan egomu. Maka kau akan bahagia’

-Zelo B.A.P-

.

.

.

END

Huwa selesai T^T ceritanya kurang greget? Mian

Ceritanya kurang masuk di akal? Mian

Ceritanya kurang menarik? Mian

Posternya jelek? Mian

Mian mian mianhaeyo~~~ *nyanyi iKon-Apology

Thanks for your kind attention ^_^ love ya❤

Sincerely : Zees-Nui

11 thoughts on “[FF FEBRUARY Love Mission] Jenuh || Nui Park

  1. Satu hal yag pen ane lakuin usai baca ff ini.
    NABOK PALA YEOL!!!!
    Gemes banget sumveh. Jenuh sih jenuh, tapi diva gue tersiksa batin. *nangis pelangi

    Okay, such a great ff. Ditambah potongan2 lirik lagunya yg ngena banget. I like it. Build of feelnya (alah bahasa gue) udah keren banget. Cuman ane berharap lebih sama eksekusinya di ending. Mungkin nambah sedikit konflik di akhir bakal makin kece (yeeee itu mau lu ALF).

    Ane gak bakal komenin grammar, eyd dan sodara2nya, toh ane ini julukannya miss typo. Semuanya udh keren, cuman ada sedikit miss di penggunaan tanda baca. Okehhh i love it.
    Terus berkarya yah, dan kira basmi silent reader di KC

    Wassalam

    ALF

  2. pengen nangis aja, segitunya yeol ama baek. aku gak terima yeol kamu sakitin baekieku *pisomanapiso? ku botakin nih…
    untung bukan orang ketiga ya masalahnya. tapi kalo masalahnya udah jenuh ya susah ya.

    tapi ya, enjoy banget kok baca ff nya. thanks ya authornim udah kasih kita ff ini. udah lama juga gak baca angst nya chanbaek. terus berkarya… semangaaat…. semoga dapet deh lacrimosa full version nya… hihihi uuuh jedi envy. *nyengirkuda

  3. Chanyeol bau bau baukk! andai si Sehun datang menyelamatkan retakan hatimu Baek. Cerita ini sangat simple namun baguss, i like it! Semangat author, lanjutkan!

  4. Ping-balik: [!!!] List FF February Love Mission | Keluarga_Cemara

  5. Boleh gak aku ngebunuh chanyeol sekarang?
    Sumpah ih perannya yeol bikin sakit hati.
    Kasian baek d gantungin. Hadeh yeol mbok ya eling.

    Ah ending nya gak banget buat ku. Tp sesuai sih sama judulnya.

  6. Whuuuuut chanyeol TTATT why chan why? Kenapa disini Chanyeol kek jahat banget😭 kenapa baek nya kesian? 😭 kenapa saya jadi baper😭
    Dari awal baca pertama nya juga hati sudah merasa gemashh gimana gitu ya. Hmmm. Chanyeol kurang bersyukur udah dapet Baek nih😭
    AHH AUTHORNYA DAEBAK NIH. Perasaan sedihnya ikut pindah ke hati aku (?). Cara penyampaian feel ke para readers nya keren lah *clapping*
    Hebat banget lah thor. Lanjutkan karyamu😌👊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s