[KC Project] What If – HunBaek|ChanBaek || Mango


ALF Zone: Hm… Sebenernya Fic ini cukup pendek untuk kategori oneshot. tapi ALF sangat menghargai kerja keras authornya. fic, sebaris dua baris kalimat itu dipikir dengan otak. hawa-hawanya juga nge angsa nih. so… check this out

 

Tittle                     : What If..

Author                  : Mango

Genre                   :  Boys Love, Friendship

Rating                   : Aman

Main Cast            :

-Oh Sehun

-Park Chanyeol

-Byun Baekhyun

Summary             : “Jika”. Beribu artian ‘jika’ untuk setiap manusia. Lalu bagaimana makna ‘jika’ untuk seorang lelaki muda bernama Oh Sehun? Apakah ia memiliki sedikit keberanian? Apa ia harus jujur dengan keegoisan? Terkadang rasa sayang dan kekeluargaan mengalahkan semuanya. Apa Oh Sehun sanggup tersenyum ringan tanpa terbebani gejolak lain saat melihatnya?

Allo!

Kata Miss ALF cuap-cuap dikit gapapa kan? Yahh… Semoga FF hasil otak saya yang sederhana ini bisa terpublimasikan lewat KC😀 Emang ceritanya sedikit mainstream, tapi sumpah ini kerja murni dari si otak. Oh ya, ini FF Dribble! Dapet pencahayaan dari lagu EXO yang judulnya sama persis FF ini lhoh kak ALF.  Sebelumnya, Happy Reading! Happy Sept Month!

 

What If

Kita saling menatap

Kita saling menatap

Sepasang mata yang tersisa…

Aku memencet tombol pada pemutar dvd, mematikannya.

“Ya! Nyalakan kembali!” teriak Suho dari arah dapur dorm. Tapi aku melengos untuk pergi. “Sehun-ah! Kau benar-benar!”

Entah mengapa, aku cepat uring-uringan akhir-akhir ini. Dan lagu kami, yag berjudul “What if” tersebut seperti cocok untuk keadaanku. Aku pun mengacak rambut frustasi. Tiba-tiba sebuah tangan mendorong kepalaku pelan.

“Apa yang terjadi padamu?” tanyanya padaku yang tengah berbaring di sofa dekat jendela. Chanyeol. Aku tersenyum enggan menjawab.

“Kenapa Suho-hyung berteriak padamu?” Dan kali ini sebuah tangan melekat pada bahuku, Baekhyun. Aku mengerjapkan mata sejenak.

“Dan aku bertanya, kenapa kalian cerewet sekali?” sahutku kemudian. Baekhyun menjitak kepalaku.

“Bocah kurang ajar.” Desisnya.

“Aihh. Sakit.” Keluhku.

Baekhyun tertawa. “Ma’af.”

Oh kau terlihat sangat senang, terlihat bahagia

Saat aku melihatmu, begitu indah walau berakhir menyedihkan

Aku tidak membencinya, aku tidak membencinya

Karena dia yang membuatmu tersenyum bagai malaikat…

Disuatu pagi, aku terbangun dari tidur panjangku di musim dingin. Aroma masakan segera menyeruak pada rongga hidungku. Aku segera bangkit dan berjalan ke dapur.

Kyungsoo, Chanyeol, dan Baekhyun ada disana. Mereka tidak sadar akan aku yang sudah duduk di meja makan, mereka terlalu sibuk memutilasi bahan-bahan beserta bumbu makanan. Dan seperti biasa aku menatapnya, salah satu diantara mereka.

Aku melihat Chanyeol berbisik pada Baekhyun dan itu membuat Baekhyun tersenyum tersipu, aku sedikit tidak merasa enak melihatnya. Karena aku menyukainya. Bukan, bukan Chanyeol. Tapi Baekhyun, ya aku menyukai Baekhyun-hyung. Aku terkadang merasa iri melihat bagaimana Chanyeol bisa membuat Baekhyun seperti itu.

Detik berikutnya, Chanyeol kembali mendekatkan bibir ke telinga Baekhyun. Hyung-ku yang manis itu tertawa sambil memukul lengan hyung-ku yang tampan.

“Ya ampun.” Keluh Kyungsoo, aku yakin ia merasa menjadi orang terabaikan. “Berhentilah bercanda, cepat selesaikan.”

“Kyungsoo benar! Aku sudah lapar!” raungku. Ketiga makhluk itu pun menolehku serempak, Chanyeol segera mendekat.

“Jangan diam saja, ayo bantu!” dia menarik lenganku. Baekhyun menghentikannya, ia menegadahkan wajah. Menatapku dengan curiga.

“Kau belum terkena air?” tanyanya. Bagaimana dia bisa tahu? “Cepat bersihkan dirimu dulu! Jangan lupa gosok gigi!” Baekhyun mendorongku ke arah kamar mandi. Mau tak mau aku menurutinya.

(Oh oh yeah) Kata-katamu menjadi rahasia sebelum aku mengatakannya

(Oh oh yeah) Inilah mengapa aku bukan untukmu…

Sorak sorai ramai memenuhi isi studion yang dijadikan acara konser kami di Jepang malam itu. Aku menggeliat lega saat konser berakhir.

Kami EXO kembali ke hotel dimana kami beristirahat. Malam itu aku tidur dengan Baekhyun.

Dia membaringkan diri setelah membersihkan tubuh, kami saling berhadapan.

“Tidurlah.” Tuturnya lembut.

“Hyung, aku ingin bertanya.”

“Apa itu?”

“Apa kau menyayangiku?” Ya, aku ingin memastikan itu tanpa berbasa-basi. Tangannya terulur menyentuh pipiku dan mencubitnya.

“Tentu saja, kau adik laki-lakiku yang terbaik.” Katanya.

Adik laki-laki terbaik?

Baiklah, aku harus bersyukur mendengarnya. Setidaknya, aku memiliki status baginya.

“Kau juga hyung terbaik.” Balasku. Dia tersenyum lebar, dan aku menyukai itu. Dia memelukku gemas, aku memeluknya balik. Bukankah ini kesempatan yang harus digunakan?

“Aku rasa Chanyeol-hyung akan marah melihat kita.” Candaku.

Baekhyun terkekeh. “Tidak akan. Memangnya hyung dan dongsaengnya tidak boleh berpelukan? Lucu sekali.”

Aku hanya bisa tersenyum pahit.

Dua pasang mata yang saling menatap

Yang satu lagi, mata yang hilang (kecewa)

Dua mata yang tertutup rapat

Mata yang terlambat, mata yang kehilangan dirimu

Aku menjadi sangat menyesal, melihatmu dengan berbagai perasaan

Dua pasang mata yang saling menatap

Sepasang mata yang tersisa, mata yang kehilangan arah…

Hari santai, Suho pergi ke kampus. Kyungsoo dan Jongin entah kemana. Chanyeol mengunjungi ibunya, sedangkan Baekhyun mendapat jadwal tambahan di gedung agensi. Dan aku baru saja hang out dengan beberapa teman lama.

Langit sudah menggelap saat aku membuka pintu utama dorm. Aku rasa mereka semua belum pulang, aku melangkah santai dalam diam. Dan menghentikan itu saat melihatnya. Aku tercekat, aku mencoba bernafas dengan normal.

Aku melihat bagaimana cara Chanyeol mencium bibir itu dengan sangat halus, menyesapnya beberapa kali. Aku memegang dadaku ketika Baekhyun membalas kecupan-kecupan itu. mereka berhadapan di sofa dengan tenang.

“Ehm!” Aku berdeham. Mereka menghentikan itu, Chanyeol menatapku yang bersandar santai pada dinding dengan wajah merah. Baekhyun memilih memandangi pemandangan di luar jendela kaca. Aku yakin wajahnya sama merahnya dengan wajah Chanyeol.

Aku, Oh Sehun tipe orang blak-blakan jadi…

“Ma’af mengganggu. Boleh dilanjutkan.”

“Aish. Benar-benar. Mana bisa!?” sungut Chanyeol. Aku tertawa ragu. Selanjutnya aku memilih berjalan ke kamar.

Aku membuat kesalahan besar, aku membuat kesalahan

Mimpi yang tumbuh dalam diriku

Akankah waktu membawamu kepadaku seperti angin?

(Oh oh yeah) kata-kata putih yang mengisi kanvas putih

(Oh oh yeah) Kurasa aku terlalu memendamnya…

Mungkin jika aku lebih awal, Baekhyun bisa memilihku. Bisa menyukaiku seperti dia menyukai Chanyeol. Tapi cepat atau lambat aku harus segera menghentikan ini. Aku tidak mau berlama-lama dalam perasaan yang tak seharusnya muncul.

Sekarang aku harus membuatmu masuk dalam laciku selamanya

Tapi bisakah aku membuatmu keluar suatu hari?

Bahkan jika hatiku yang merindukanmu menjadi bintang kecil

Setidaknya dari jauh, setidaknya dalam hatiku

Sinarku akan menghangatkanmu…

Tak usah heran jika melihat Chanyeol dan Baekhyun saling berdiam diri. Itu merupakan hal terunik dari mereka, sering sekali bertengkar entah karena apa.

Seperti sore itu, semua member tengah makan malam bersama di dorm. Menu kali ini ayam, semua masakan yang berasal dari ayam. Ini semua atas usul Jongin si maniak ayam.

“Hey lihat. Kenapa paha ini begitu kecil?” Chanyeol mengomentari ukuran paha ayam yang memang sedikit kecil dari biasanya.

“Aku rasa si penjual sedang mengantuk ketika memilahnya.” Sahut Kyungsoo.

Jongin dan Chanyeol terkekeh.

“Ya, Chanyeol-a.” Itu suara Baekhyun. “Bisakah kau makan tanpa berkomentar?” telaknya.

“Apa masalahnya? Aku hanya heran.” Balas Chanyeol. Keduanya saling menatap tajam.

Baekhyun berdecak. “Kau tahu, kau sama saja mencela makanan.”

Chanyeol meletakkan sendoknya. “Kau benar-benar tidak mengerti.”

“Kau yang melakukannya. Jangan banyak mencari alasan!” suara Baekhyun mulai meninggi.

“Siapa yang mencari alasan? Aku hanya mengatakan yang benar!” suara Chanyeol satu tingkat diatas Baekhyun. Aku rasa mereka membahas hal lain. Baekhyun membanting sendok, kali ini Suho pun turun tangan.

“Jika kalian berisik, pergi saja! Jangan mengacau di makan malam!” Perintahnya. Chanyeol melirik Baekhyun, aku melihat tatapan sedih disana. Lalu kemudian hyung-ku yang tinggi itu beranjak dan keluar dorm.

Ya aku tahu, kedua hyung-ku itu sama-sama egois. Ingin menang sendiri, jadi gengsi mereka sangatlah besar untuk mengakui kesalahan masing-masing. Dan pada saat seperti itulah aku dan Kyungsoo harus mengurusnya.

Aku mendekati Baekhyun yang duduk di pojok ranjang dengan ponsel di tangannya. Aku, Baekhyun, dan Suho satu kamar.

“Hyung.” Panggilku. Dia menanggapinya dengan bergumam. “Chanyeol melakukan sesuatu padamu?” tanyaku langsung.

Baekhyun menghentikan gerakan tangan pada ponselnya, menatapku lesu. “Aku membencinya.”

Aku menelan ludah, aku tahu dia bohong. “Kau mau cerita padaku?” Rayuku, mencoba menghiburnya.

“Sehun-ah, Chanyeol itu keras kepala. Kau tahu sendiri bukan?” sahut Baekhyun.

Aku menggeleng. Baekhyun memandangiku curiga. “Aku rasa kau juga keras kepala hyung. Kalian berdua seperti itu.”

Baekhyun terdiam, sorot mata itu terlihat sendu. Ada sepercik genangan air disana. “Jadi aku harus bagaimana?”

“Cobalah melunak hyung, bicarakan baik-baik dengannya. Sungguh kami terganggu dengan pertengkaran kalian.”

Baekhyun menghapus air mata yang baru menetes itu. Lalu dia mengacak rambutku.

“Kurasa kau bertambah dewasa Sehun-ah.” Tuturnya, tersenyum. “Aku akan melakukan apa yang kau katakan.”

Okelah, setidaknya aku membantunya. Setidaknya aku berfungsi. Tidak dengan langsung membuatnya kembali bahagia. It’s okay!

Bagaimana jika itu aku

Mata yang melihatmu tepat dalam matamu

Bagaimana jika itu aku

Mata yang melihatmu tepat dalam matamu

Pagi itu aku menengadahkan wajah memandangi langit, aku menghela napas panjang. Angin berhembus pelan memainkan suraiku. Bibirku tersenyum samar.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Jongin tiba-tiba.

“Aku akan berhenti berharap.” Jawabku.

Jongin mengerutkan dahi. “Berharap? Kau mengaharapkan sesuatu?”

“Tentu saja. Tapi aku akan menstopnya mulai sekarang.”

“Kenapa?”

“Tidak ada peluang. Aku ingin memulai jalan baru.”

Jongin mengangguk. “Itu bagus. Ngomong-ngomong apa yang kau harapkan?”

Aku tersenyum. “Mimpi samarku.”

Jongin memukul punggungku. Dia tertawa. “Aku tidak mengerti perkataanmu, nak.”

Biarlah kau tidak tahu, biarlah tidak ada yang tahu. Cukup aku dan Tuhan yang tahu =D

The End

32 thoughts on “[KC Project] What If – HunBaek|ChanBaek || Mango

  1. gue cuma mau bilang………….
    Aaaaaaaaaaaaa sehun loe ama gue aja ye..#nyengir
    sebenernya gue pingin nangis baca ni ff tapi ya tapi malu sama umur.. haha
    berharap banget kalo ada lanjutan.a dan ending hunbaek..
    tapi okelah..

  2. berasa sehun nya dewasa bgt gitu . cara dia bicara . dia bersikap semua nya pembawaan nya dewasa bgt .

    aku jadi kangen pacar aku yang jauh di sana .. hehehe jadi curhat

    kirain sehun bakal ngungkapin perasaan nya gitu . ternyata dia menyerah duluan . ah sehun gk asyik

    makasih ff nya ..

  3. Tiba-tiba inget ff alf cuma bedanya kalo ff alf yg suka diem2 ama baekhyun itu kai, tp aku lupa judulnya, udh lama bgt hehe
    Tp gamasah sih kalo ada inti besar cerita yg sama yg penting bagaimana author ngebawa alur tulisnya menjadi karakter author sendiri,
    Btw penulisannya bagus meskipun ada kata yg ga baku tp ga ganggu sih, enjoy aku bacanya, eia setuju sama alf nulis kalimat apalagi yg bagus itu susah, keren deh udh berhasil nyiptain ff, semangart berkarya terus yaa author😀

  4. Oh sehun udah mulai dewasa rupanya hehe
    crita ni curahan hati oh sehun ya?
    Btw lagu what if lagu kesukaan ku lho (gak nanya) hehe

  5. haduh sehun q kasian amat ya.?’
    sni nak sma tante ajh yuk,’
    klo d buat crita lbh panjang pasti bgus,
    jarang2 kan ad hunbaek,pa lg ini hmpir g bsa d blg hunbaek,hehehe mreka g berstu,’
    mimpiku yg samar adalah liat chanbaekhun scra lgsung wkwkwkwk
    ini ff project kc ‘september ceria’ yg pertma q bca loh

  6. serius ini ending yg trlalu mendadak tapi….
    NYESSSSSSSSSSSSSSSSSS T.T
    HIKS HIKS SEHUNAAAAHH .. ahh drabblenya kena bgt, walau masalahnya sederhana tp ini sukses bikin hati gue galau(?) huehueheu.. btw ini lagu kaporit sayah /setelWhatif .. ehh ada ff-nya .. uhh jd feelnya bakal berasa klo dengerin lagu ini . . hihihi(?)
    pokoknya ffnya keren !! authornim JJANG !!
    SALAM CHANBAEKHUN-shipper !!

  7. ya ampun, itu kaya gue banget. engga jg sih. gw lagi baper karena demi apa, kawan gw ngacuhin gw dan mrka–malah curhat

    sehunnya emang ngenees ya, mencintai seseorang yang mencintai org lain, tp tetap menjd yg terbaik saat pasangan itu sedang bermasalah, bukannnya menjadi orang ketiga dan menyulut api pertengkaran, yehett!!

    gw salut ama sehun ini, mah. he did his best to calm his hyung, even when his own heart screaming<=apaan ini

    kalo lagu what if nya sendiri gw ga terlalu ngeh, soalnya lgunya terlalu melow, kalo didengerin pas lg galau ya makin kejer nangisnya, kan b*ngsat!#plakkk

    but i really like this fic, you know, engga berlebihan sadnya, walo sehun engga terlalu baper, tp my heart, omg i heard its already cracked#plakk

    akhir kata–eh,,

    adios~

    • jambak saja kawanmu itu miss😀
      yeah. oh sehun have a strong heart as steel kekeke
      sebenernya author juga gak terlalu ngeh sama lagunya😄 akhir kata, terimakasih banyaakk~

  8. hm…sehun dewasa bngt sih
    kpn baekkki nya jg dewasa kyk bebeb sehun

    kirain sehun bakal ungkapin perasaan nya
    tau nya uda nyerah ya

  9. ALF! Sarangbeo~ Thank a lot udah menyertakan FF nista ini dalam website cucook mu.. Em sorri karena banyak kekurangan dalam persyaratan, so terimakasih ALF! Hidup Miss ALF! #eh Sukses, panjang umur, sehat selalu ya miss >.<

  10. Biarlah kau tidak tahu, biarlah tidak ada yang tahu. Cukup aku dan Tuhan yang tahu.
    .
    aduhhhh udah endddddd…
    drablenya keren…
    suka bangett sehun.. 😣😣😣😣😣
    authornimm..
    tetep berkarya 😀😀😀😀😀

  11. Tok… tok…… haiiii, baru nongol.

    Mengalir bagaikan air dan ff ringan kayak gini bikin ademmmmm.
    Dan bolehkah aku bilang ff ini ngingetin aku sama ff Hidden Heart pny ALF!!!

    *ALF saeng, kamu pny saingan dsini*

    Siapapun yg mengaharapkan baekhyun (kecuali chanyeol) akhirnya akan berakhir sama…. NGENES!!!

  12. Apa hanya gue di sini yang ga terharu? ‘-‘ ‘A’ mungkin efek bacanya ga terlalu ngeh(?)

    Kkkk, okay, kata-katanya enak dicerna. Baru pernah baca ff bentaran di blog kc wakaka. Biasanya sampe 2 jam*kek nnton film*
    Menurutku bagus, berharap sih ada kelanjutannya, berasa gantung(?) mehehehehe. Fighting yakk!!! Keren nih ffnya d post kc. Ehehehehe

    ✌🏻️👌🏻

  13. KRENYES AASOY NIKMAT TP GAK KENYANG ITU YG AKU RASAIN KAK!
    kenapa disaaat lg hot hotnya tb2 end huff aku seperti diphp.
    sehun blm berjuang kok udh nyerah duluan sih ah cemennnn:’) pdhl kan siapa tau bekyun cuma suka sukaan doang sm canyol jd sehun masih punya kesempatan buat nikung wkwkwk.
    btw aku sukaaa ffnya ringan enak dibacaaaaa. mangat ya kakakseu author. btw salaam kenal kak^°^/

  14. lumayan sedih, lebih ke arah ngenes sih wkwk… kasian si sehun, kratak yaa wkwk
    semangat terus buat authornya… ini udah greget tapi bisa lebih gregetz lagi harusnya… hehe #maksa!
    lagi seru padahal tapi mungkin hanya sampai disini saja kisah kita #plakk
    cut ending bikin penasarannnn…

    tapi seru kok seruuu hehe
    buat authorya keep fighting yaa.. (^^)9
    hehe

  15. Hihihihihihi lucu banget sehun. Ngebayangin yg part sebelum ending. Kali sehun beneran kayak gitu emeshhh banget kali ya😂
    Sehun sudah dewasa di ff ini. Wiiiiii bikin hati mencair (?) aja. Aku padamu sehuni💕

    Authornya keren banget. Salut sama author *tepuk tangan* ff nya ringan tapi berisi (?). Maksudnya ga neko2 tapi feel nya dapet. Ahhhh andai endingnya HunBaek😂 semangat untuk authornya. Lanjutkan karya2 muuu!!~ FIGHTINGG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s