One Million Per Night | NC17 | chap 2 of 2/END


 

 

One Million per Night

“When I’ve to Stop but I Can’t”

 Author/Writer: AyouLeonForever

Genre: BL, Yaoi, angst(?)

Rate: NC17

cast:

Byun Baek Hyun and Others

Disclaimer: EXO not Mine

Copyright: KC Present

onmil

A/N: sebelum kalian mengumpat, kenapa ini begini, kenapa ini begitu. ALF mau bilang kalau FF ini selesai tidak lama setelah Kris out, dan pas itu adalah masa-masanya ALF hancur(?). hati ALF maksudnya. jadi ALF gak tau ini bisa disebut ending atau bukan. tapi… ALF berencana(?) bikin sequelnya karena memang, masih ada hal yang belum dijelaskan. ya… tentu saja tentang salah satu cast yang di Chap awal perannya sangat kuat. tapi sudahlah. harap dimengerti.

AH… dan lagi. Kalau ALF lagi bikin FF yang castnya Baek Hyun, itu gak selamanya ALF kudu pasangin ama Chan Yeol. I’m ChanBaek Shipper, but I’m also KrisBAek, KaiBaek, HunBaek, LuBaek, TaoBaek baek Baek Baek baek shipper. harap dimengerti. sekian.

 

 One Million Per Night

 

Chap 2-END

“When I’ve to stop but I Can’t”

 

Baek Hyun POV

 

Kim Jong In.

 

Selalu ada hal yang membuatku tidak tenang karenanya. Bukan tentang aku tidak lagi tinggal di apartemennya sejak ia sudah bisa berjalan sendiri. Aku masih sering mengunjunginya. Kami juga sering bersama di kampus. Pulang kuliah pun bersama. Tapi… entahlah. Tidak cukup… ada masa di mana aku tidak tahu apa yang ia lakukan. Tidak seperti saat aku tinggal di apartemennya.

 

Maksudku seperti ini. Aku menyukai Jong In, sebagaimana perasaan normal biasanya. Aku hanya takut mengatakan bahwa ini cinta karena pasti anggapan orang lain akan berbeda.

 

Jong In adalah pertimbangan utamaku untuk tetap menjalani kehidupan yang berantakan ini bukan? Lalu jika Jong In tidak ada, maka apa yang seharusnya kulakukan?

 

Benar… apa yang harus kulakukan jika Jong In tidak lagi ada? Bukan tentang kenapa saldo di rekeningku bertambah 3 kali lipat. Tidak akan kubahas karena ada yang membuatku khawatir.

 

Tidak… bukan hanya khawatir. Tapi takut. Sangat takut.

 

Seperti pagi itu. Saat aku berdiri seperti orang idiot di depan pintu apartemennya sambil menekan bel berkali-kali, juga mengetuk (bahkan menggedor-gedor) pintunya tapi sedikitpun tidak ada sahutan. Dan itu bertahan hampir setengah jam. Dan aku yakin akan semakin lama jika saja tetangga Jong In tidak menghampiriku karena kurasa ia terganggu aku membuat keributan pagi-pagi.

 

“Apa kau yang bernama Byun Baek Hyun?”

 

“Benar Ahjumma… eum apa anda tahu di mana penghuni apartemen ini?”

 

“Maksdumu Kim Jong In? Dia tidak ada,” jawabnya datar.

 

“Tidak ada? Maksud anda dia keluar? Ke kampus?”

 

“Kemarin orang tuanya datang menjemputnya.”

 

“O… Orang tua?”

 

Lihat, aku bahkan tidak pernah tahu bahwa Jong In masih punya orang tua.

 

“Benar, dan dari raut wajahnya, sepertinya mereka murka.”

 

“Ke-kenapa?”

 

“Siapa yang tidak murka melihat anaknya cacat? Mereka pasti merasa gagal karena membiarkan anaknya mandiri sementara anak mereka tidak mampu dan berakhir mencelakai diri sendiri bukan? Jadi… eum anak muda. Kim Jong In tidak ada, kurasa orang tuanya membawanya ke luar negeri untuk pengobatan lebih lanjut. Bisa jadi Kim Jong In tidak kembali. Jadi pulanglah.”

 

Aku tidak langsung merespon. Untuk pertama kalinya ada sebuah penjelasan panjang yang sangat sulit diterima otakku.

 

Kim Jong In punya orang tua.

 

Luar negeri.

 

Pengobatan.

 

Ah… ada yang terlambat kusadari. Kim Jong In tidak semiskin yang kuperkirakan. Aku bahkan tidak pernah bertanya bahwa dia butuh uangku untuk pengobatan. Dia juga tidak pernah menolak saat aku membiayai hidupnya beberapa bulan ini. Jadi kupikir…

 

Oh tidak… apa yang Kim Jong In lakukan sebenarnya padaku? Menipuku? Dalam hal apa? Bahwa sebenarnya dia adalah anak orang kaya yang berusaha untuk mandiri dengan lari dari orang tuanya? Terakhir orang tuanya murka karena Kim Jong In gagal untuk mandri dan berakhir mencelakai dirinya. Dan aku sebagai pihak yang bertanggung jawab dan tidak tahu apa-apa kini semakin tidak mampu menguasai diri mengenai apa yang menimpaku bertubi-tubi.

 

Kepalaku seperti ingin meledak.

 

Bagaimana mungkin Kim Jong In meninggalkanku sebelum aku memutuskan untuk mengakui perasaanku padanya?

 

Bagaimana mungkin Kim Jong In meninggalkanku tepat di saat Kris Wu membuangku?

 

Ini tidak boleh terjadi. Aku butuh apa saja sebagai alasan agar aku tetap hidup.

 

Sekarang apa?

 

Saldo di rekeningku memang bertambah banyak, dan aku bisa menjamin lebih dari setengah jumlah keseluhannya dari Jong In. Tidak seperti aku pada Kris. Kim Jong In… aku membutuhkannya. Bukan uangnya.

 

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

 

Genap setengah tahun sejak kabar terakhir dari Jong In, tapi aku tidak ingin membahasnya karena air mataku sudah habis. Genap setengah tahun sejak Kris membuangku.

 

Ah tidak, bukan dia yang membuangku. Tapi aku yang memutuskan ‘hubungan kerja’ dengannya. Sekarang aku punya kelas. Seperti pengusaha, penghasilanku bisa mencapai belasan juta perbulannya, atau kalau pria-pria itu kesulitan menguasai libidonya, aku bisa mendapatkan lebih.

 

Penampilanku sudah mulai kuubah. Untuk apa uang puluhan juta di tabunganku jika bukan untuk kepuasanku sendiri?

 

Pakaian bermerek, aksesoris, tas… bahkan make-up. Tapi tenang saja, aku tidak berdandan seperti wanita, atau kasarnya seperti banci. Aku masih 100 % laki-laki. Hanya saja tubuhku yang menghasilkan uang, jadi apa salahnya kudapatkan perawatan ekstra.

 

Sejak lepas dari Kris, kupikir aku akan kesulitan mendapatkan sumber dana baru. Tapi ternyata tidak juga. Aku hanya mengabiskan 200 ribu won untuk masuk ke restoran mahal, duduk, diam, makan dan minum hingga seorang pria tampan datang sendiri menghampiriku.

 

Namanya Siwon. Dia adalah salah satu anggota keluarga Choi yang sangat disegani oleh kalangan atas, utamanya pebisnis.

 

Yang kusuka darinya adalah, dia bukan tipe pria dewasa yang suka basa-basi. Setelah dia memperkenalkan namanya dan profil pekerjaannya, dia langsung menyuguhkan segelas wine untukku dan memintaku untuk menemaninya minum (walau jujur saja, aku tidak cukup baik dalam menghadapi minuman beralkohol).

 

Dan dengan kalimat blak-blakan dia memintaku untuk menemaninya satu malam dan menanyakan berapa upahku.

 

Jika aku berada pada kondisi normal, reaksi pertamaku jelas saja memukul wajahnya. Tapi tidak untuk kondisiku yang sekarang. Jelas saja aku hanya tertawa namun tetap mempertahankan gengsi. Saat kukatakan bahwa upahku satu juta per malamnya, dia langsung mengangguk dan mengajakku ke hotel terdekat.

 

Dia tampan, sangat tampan. Tubuhnya pun sangat atletis. Kegemaran baruku adalah mengusap otot perutnya yang kotak-kotak itu.

 

Dia hanya memintaku ‘bekerja’ padanya 2 kali seminggu, atau dalam kasusku 2 malam per minggunya. Malam kamis, dan malam minggu karena sesuai pengakuannya, Choi Siwon kesulitan mengendalikan stress pekerjaannya di hari-hari seperti itu dan memang dia hanya punya waktu luang di hari itu.

 

Selanjutnya Choi Minho. Marganya sama dengan Choi Siwon karena memang mereka bersaudara. Jika Siwon adalah CEO di perusahaan mereka, maka Minho adalah GM di sana.

 

Pertemuan kami juga bisa dibilang sangat tidak disengaja. Saat itu malam kamis, aku hendak menemui Siwon di apartemennya tapi pria yang terpaut 10 tahun dariku itu tidak ada di sana. Yang ada hanyalah pria asing (yang akhirnya kuketahui bernama Minho)  yang tengah menikmati wine di ruang tamu.

 

Dia mabuk saat itu. Aku tahu karena pertama, dia memanggilku dengan nama Taemin atau apalah, aku tidak begitu ingat. Kedua, dia memaksa untuk menciumku dan menyerukan kata maaf berkali-kali. Aku mana peduli dengan urusan pribadinya.

 

Kuhadiahi saja ia sebuah pukulan telak di ulu hati hingga membuatnya muntah di pakaianku. Singkatnya, kami sama-sama membersihkan diri di kamar mandi milik Siwon dan ujung-ujungnya melakukan hubungan intim yang cukup bergairah di bawah guyuran air dari kran shower.

 

Dini harinya, aku hanya bisa menahan tawa karena Siwon datang dengan wajah kusutnya, mendapatiku dan Minho masih berpelukan di atas tempat tidurnya dalam keadaan yang yaahh…

 

“Kau ini kenapa? Bahkan partner sex-ku pun ingin kau rebut ha?”

 

Itu kata-kata Siwon yang kuingat karena selanjutnya aku menyelipkan kertas memo bertuliskan nomor ponselku di saku celana Minho yang tergeletak acak. Selanjutnya meninggalkan sepasang saudara seayah itu berdebat untuk hal yang tidak kupedulikan.

 

Aku bukan ingin menggoda Minho. Jelas saja karena dia berhutang satu juta won padaku makanya kuberi ia nomor ponselku.

 

Pada akhirnya sampai sekarang jadwalku ‘bekerja’ pada Siwon tetap 2 kali seminggu, sementara untuk Minho, hanya pada hari di mana aku dan dia punya waktu kosong.

 

Lumayan, 3 sampai 5 juta perminggu bukan?

 

 

 

Dan pengalamanku dengan orang bodoh namun yang paling penting dalam hidupku adalah bersama Park Chan Yeol. Aku pertama kali bertemu dengannya saat jadwalku betul-betul kosong karena Siwon dan Minho sedang dinas ke luar negeri. Masa bodoh dengan mereka.

 

Aku bertemu dengannya di sebuah club malam. Jangan tanya kenapa aku bisa tersesat di sana. Salahkan jiwa mudaku yang ingin mencoba apa saja yang menantang.

 

Kris tampan, Siwon juga tampan, Minho jelas-jelas tampan (walau sebenarnya orang yang paling tampan tetaplah Kim Jong In). Tapi Chan Yeol… bagaimana menjelaskan ketampanannya. Aku tidak bosan memandang wajahnya.

 

Malam itu, saat aku belajar menenggak beberapa jenis minuman beralkohol, seseorang langsung duduk di sebelahku dan merebut gelas minumanku.

 

“Tidak baik jika kau mabuk di tempat seperti ini,” tegurnya setelah menghabiskan minumanku.

 

Aku hanya mengangkat alis dan menatap pemuda itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.

 

“Park Chan Yeol,” ucapnya sambil mengulurkan tangan seolah tahu kebingunganku.

 

“Byun Baek Hyun. Tapi maaf, apa aku mengenalmu?”

 

“Kuharap iya. Kau datang sendiri?”

 

“Begitulah.”

 

“Bagaimana kalau kau menemaniku satu malam ini.”

 

Aku melengos singkat dan menoleh ke arah lain. “Maaf, aku bukan di level rendah seperti itu.”

 

Ia tertawa, kemudian sedikit mendekat ke arahku dan berbisik di telingaku, “Tenang saja, aku cukup profesional. Jadi aku tahu bahwa waktumu sangat berharga. Akan kubayar setiap jam yang kau habiskan untuk mengobrol denganku,” lirihnya diakhiri sebuah hembusan nafas hangat di telingaku, membuatku merinding. Setelahnya ia membetulkan posisi duduk dan tersenyum padaku.

 

Dia sangat menarik, sepertinya dia juga lumayan untuk mengisi waktu luang. Dan kebersamaanku dengan Park Chan Yeol dimulai saat itu juga.

 

 

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Yang berbeda dari Park Chan Yeol adalah, dia hanya menjamahku dari kepala hingga sebatas pinggang. Karena nyatanya, aku berakhir di atas sebuah tempat tidur, berpelukan dengannya sementara jeans ketatku tidak terbuka sedikitpun. Aku tidak tahu alasannya, tapi kupikir mungkin lebih baik seperti itu. Sentuhan Park Chan Yeol terlalu lembut, dan aku tidak ingin merusak suasana dengan memaksanya melepas celanaku.

 

Untuk beberapa menit dalam dekapannya, aku melupakan nama pemuda yang membuat hatiku berantakan.

 

Pagi itu, aku terbangun lebih dulu, disambut wajah tampan yang tidak membuatku bosan untuk terus melihatnya. Karena memang bagian favoritku yang ada padanya  adalah wajahnya. Aku tidak jenuh mengusap pipinya dengan sisi jariku.

 

“Selamat pagi!” lirihnya dengan mata yang masih terpejam. Tapi senyum di bibirnya membuatku yakin bahwa ia sudah terbangun.

 

“Pagi,” balasku kemudian mengusap bibir tipisnya.

 

“Apa rencanamu hari ini Byun Baek Hyun?”

 

“Bagaimana jika ikut denganku ke kamar mandi. Mandi bersama dan kita pergi ke suatu tempat untuk mencari kesenangan.”

 

“Tidak kuliah?”

 

“Percaya atau tidak, bolos 10 mata kuliah tidak akan berpengaruh. Aku cukup baik di bidangku.”

 

“Begitu?” ia meraih tanganku dan mengecupnya lembut.

 

“Lalu… Apa rencanamu hari ini Park Chan Yeol?”

 

“Bagaimana kalau kita jalankan rencanamu dulu baru kita ikuti rencanaku?”

 

Aku tertawa. Aneh sekali, perlakuan hangat ini begitu menenangkan. Berbeda beberapa ratus derajat dari 3 pria dewasa yang pernah menyetubuhiku. “Baiklah… sekarang hentikan menciumi tanganku karena kau tampak seperti seorang maniak.”

 

“Begitu? Heum, tidak masalah. Aku suka jika dikatakan sebagai maniak Byun Baek Hyun.”

 

Pemuda ini… sungguh ini pertama kalinya kurasakan begitu bergairah dan instingku mendera untuk segera menyerang pemuda yang tidak juga berinisiatif untuk melepaskan jeansku ini.

 

“Mandilah dulu, akan kusiapkan pakaian kita berdua,” ucapnya kemudian beranjak dari tempat tidur.

 

“Tidak ikut mandi bersamaku?”

 

Ia menoleh dan tersenyum sangat hangat. “Sebaiknya jangan.”

 

“Kenapa?”

 

“Aku khawatir kau tidak akan suka.”

 

“Aku suka. Jika yang kau maksud adalah menyentuhku di dalam bilik shower.”

 

Ia tetap tersenyum. Tapi kali ini senyumnya berbeda. Terkesan… pilu. Dan aku tidak secerdas itu untuk bisa menebak maknanya.

 

“Percayalah, kau tidak akan suka. Aku serius.”

 

Dan aku tidak memperpanjang masalah karena tidak ingin merusak suasana hatiku yang hangat.

 

 

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Pantai dan musim panas adalah dua hal yang sempurna jika digabungkan. Tapi pantai dengan musim dingin sebagai penyerta adalah ide buruk.

 

Aku menggigil kedinginan sementara Chan Yeol merentangkan tangannya menerima terpaan angin laut musim dingin di sana. Mungkin karena dia lebih besar dariku maka persediaan lemaknya untuk menghangatkan tubuh lebih banyak. Tapi aku bersumpah, ini hari terdingin sepanjang musim dan untuk apa Chan Yeol membawaku pagi-pagi buta ke sini?

 

“Chan Yeol…”

 

“Heum…”

 

“Apa yang kita lakukan di sini?”

 

“Menyambut matahari.”

 

“Menyambut matahari bisa dilakukan ditempat lain, tolong… ini terlalu dingin.”

 

Ia menoleh kemudian melangkah pelan ke arahku. Menangkup pipiku dan mengecup puncak hidungku. “Ada yang ingin kukatakan pada matahari.”

 

“Hah?”

 

Iapun tersenyum dan menatapku lembut. “Apa sebutannya heum?” dia seperti berpikir dan menarik nafas dalam. “Mungkin bernegosiasi dengan Tuhan untuk meminta sedikit lagi waktuNya.”

 

Sungguh, ini ketiga kalinya dalam hidupku aku merasa idiot. “Maksudmu?”

 

Ia tersenyum lebar, kemudian sekali lagi mengecup puncak hidungku. “Meminta sedikit keringan perihal penyakitku ini.”

 

Mataku membelalak, kemudian menangkup wajahnya dengan kedua tanganku. “Pe… Penyakit?”

 

Ia tertawa kemudian menarikku ke dalam pelukannya. “Sepertinya aku harus mengalami patah hati di saat yang sama dimana aku baru merasakan jatuh cinta.”

 

“Cha… Chan Yeol…”

 

“Bagaimana kalau kau menjadi motivasiku untuk melanjutkan hidup? Kurasa beberapa tahun lagi masih lebih baik daripada tidak sama sekali.”

 

“Park Chan Yeol! Aku sungguh tidak mengerti apa yang kau bicarakan!”

 

Ia mengulurkan pelukannya kemudian menatapku. “Kurasa memang benar, aku menemukan sesuatu yang bisa kujadikan alasan untuk melanjutkan hidup. Byun Baek Hyun… bisakah kau menunggu sementara aku membuat perhitungan dengan penyakit sialan ini?”

 

Aku membelalak. Kaget, bingung, putus asa. Semuanya menjadi satu. Kenapa Park Chan Yeol tidak bisa menjawab pertanyaanku dengan cukup baik?

 

“Sebenarnya ada apa ini?”

 

Sekali lagi ia tersenyum. Membiarkan perasaanku bercampur aduk di dalam suatu wadah yang tetap berujung pada kebingungan. Tapi semua itu terbayar saat Park Chan Yeol meraih wajahku dan mempersatukan bibir kami.

 

Sepanjang perjalanan hidupku sebagai seorang laki-laki dengan orientasi sex menyimpang. Ini pertama kalinya aku merasa begitu dihargai dan begitu dicintai.

 

Ciuman pertamaku. Dari seorang pria asing yang tidak kuketahui asal usulnya.

 

Terlepas dari perlakuan Kris, Minho, dan Siwon yang menghujaniku dengan ciumannya. Aku bersumpah tidak satupun dari mereka yang pernah menyentuh bibirku. Namun pemuda asing yang satu ini…

 

Ini bahkan lebih hebat dari hubungan sex yang kulakukan dengan pria-pria bodoh itu. Ciuman yang dia berikan padaku… lebih dari segalanya.

 

 

“Byun Baek Hyun… sepertinya aku jatuh cinta padamu.”

 

Dan itulah yang menjelaskan alasannya.

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Saat kukatakan itu adalah pertama kalinya aku merasa begitu dihargai dan dicintai. Aku tidak mengira bahwa di saat yang sama juga terakhir kalinya kurasakan hal itu dari seorang Park Chan Yeol.

 

Di depan sebuah kamar jenasah, dan sebuah map tipis di tanganku. Aku tercengang dan akhirnya jatuh terduduk dengan tangis pecah.

 

Map itu terbuka.

 

Nama pasien: Park Chan Yeol

Usia: 24 tahun

Jenis kelamin: laki-laki

Diagnosa medis/alasan kematian: gagal jantung kronik.

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Kris Wu…

 

Kim Jong In…

 

Dan kini Park Chan Yeol!

 

Apa yang dilakukan Byun Baek Hyun setelah merasakan kehilangan itu?

 

Menangis tanpa henti? Meringkuk di balik selimut? Mengambil pisau dan menggoreskannya di pergelangan tangan?

 

The F*ck…

 

Kalian salah.

 

Byun Baek Hyun itu gila. Ah tidak… bukan gila. Hanya sudah berhenti memikirkan hal yang waras.

 

Sebuah amplop tebal mendarat di dada telanjangku sementara pria tua yang kalau tidak salah bernama Kim Young Min tengah mengancing kemejanya dengan telaten. Pria tua itu, kupikir ia akan mati setelah aku menungganginya. Tapi jangan dulu. Terlalu cepat kalau dia mati sementara dia bisa memberiku uang lebih banyak dari pria-pria yang pernah menyentuhku.

 

Aku juga sudah berhenti memikirkan soal gairah. Aku sudah tidak peduli tentang penampilan luar pelangganku. Tapi berapa isi amplop cokelat yang bisa mereka berikan padaku. Salah satunya pria dewasa yang masih memikirkan libidonya menjelang usia senja.

 

Kuhirup bau uang yang tersebar di permukaan amplop itu kemudian menyimpannya di balik bantalku. “Kapan kau datang lagi Tuan?” tanyaku dengan suara dimanja-manjakan.

 

“Mungkin tidak dalam waktu dekat, karena ada kunjungan dinas ke luar negeri selama 2 bulan,” jawabnya dengan suara khas pria dewasa.

 

Aku mengerucutkan bibirku, mencoba terlihat semanis mungkin. “Sayang sekali.”

 

Ia tertawa kemudian menghampiriku untuk menciumi bahuku yang masih terbuka. “Aku hapal nomor rekeningmu, jadi tenang saja.”

 

Benar… itu yang kumau.

 

“Baiklah… sampai ketemu 2 bulan lagi…”

 

Orang tua!

 

 

See…

 

Itulah Byun Baek Hyun!

 

Pemuda yang bisa kau ajak bersetubuh hanya dengan menawarkan uang satu juta Won permalamnya.

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Dan begitulah aku hingga saat ini. Terlepas dari dunia malamku, aku masih seorang mahasiswa teladan dengan prestasi terbaik seantero kampus. Tidak sedikit yang tahu tentang latar belakangku, dan kebanyakan dari mereka memilih tidak peduli.

 

Kalaupun ada, mereka justru meminta sesuatu dariku dan akhirnya aku tahu. Hampir 60% Mahasiswa di kampusku, kesemuanya adalah gay.

 

Tidak akan kusebut namanya satu persatu karena itu hak mereka. Sama seperti aku menjalani kehidupanku sebagai seorang Byun Baek Hyun.

 

Tabunganku? Oh aku membuka 2 rekening baru. Hanya berjaga-jaga jika suatu saat aku memiliki kebutuhan mendadak. Seperti saat Baek Jin adikku minta dibelikan mobil. Hei, dia sudah SMU, dan aku tidak ingin adikku terus menderita dengan berjalan kaki atau naik bus ke sekolah. Ibuku mengajukan protes, tapi ia tidak menghalangiku untuk terus membanjiri mereka dengan uang.

 

Aku justru masuk dalam jajaran Mahasiswa yang paling disegani di kampus (entah karena risih atau karena penampilanku yang sudah melebihi anak pengusaha terkaya se Korea Selatan). Yang jelas, hampir ¾ mahasiswa di Universitas tempatku menuntut ilmu, kesemuanya adalah temanku.

 

Sempurna bukan?

 

“S… Sunbae… hanya satu kali saja. Tolong.”

 

Aku mengangkat alis dan menahan senyumku melihat seorang mahasiswa yang kuingat adalah juniorku di tingkat 2. Kini menghadangku saat hendak masuk ke dalam mobil putih keluaran Eropa (yang dihadiahkan Kim Young Min) milikku.

 

“Kenapa Oh Se Hun?” tanyaku menahan geli. “Satu kali apa?”

 

“Satu… Satu malam saja. Bersamaku.”

 

“Tapi aku tidak melayani anak-anak, sayang. Pergilah, dan belajar baik-baik di rumah. Berpikirlah dengan otakmu, jangan dengan sesuatu yang ada di dalam celanamu.”

 

“Ta… tapi hyung, aku sudah menabung cukup lama untuk hari ini.”

 

Dan akhirnya aku tertawa tanpa bisa ditahan lagi. “Ya Tuhan… untuk apa heum? Untuk bisa tidur bersamaku? Berapa yang kau punya?”

 

“Satu juta won.”

 

Ajaib. Sepertinya aku sudah terkenal dengan tarif itu. “Carilah yang lain. Aku masih cukup lelah karena pria tua itu.”

 

“Bagaimana kalau besok?”

 

Anak ini. Sungguh… “Memangnya kenapa kau harus tidur denganku?”

 

Dia tidak menjawab. Kupikir, itu hanya karena gejolak jiwa muda melandanya.

 

“Ya sudah. Kemarilah, kau tidak perlu membayar. Uangmu pakai saja untuk membeli buku. Setelah kau mendapatkan keinginanmu, tolong jangan datang seperti ini lagi. Mengerti?”

 

Matanya berbinar, terlebih setelah kulemparkan kunci mobilku padanya. “Di tempatku atau tempatmu sunbae-nim?”

 

“Di tempatmu saja, karena aku yakin kau tidak akan punya cukup tenaga mengantarku pulang setelah ini.”

 

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Aku terlalu banyak tertawa. Bukan menertawai Se Hun karena keamatirannya. Percayalah, dia cukup ‘besar’, dan tidak mudah untuk ‘menampungnya’. Hanya saja ini pertama kalinya kulakukan dengan seseorang yang lebih muda dua tahun dariku dan rasanya….

 

Entahlah. Mungkin seharusnya ada selingan seperti ini agar aku cukup bergairah melakukannya dengan pelangganku nanti. Anak ini jika dilihat dari sudut manapun tetap tampan, terlebih dengan wajahnya yang merah padam, berkeringat dan dipenuhi kenikmatan di atasku. Kuangkat tanganku dan kuraih tengkuk Se Hun agar ia menundukkan wajahnya. Menggapai bibirnya saat kurasakan puncak kenikmatan melandaku. Dan saat kurasakan tubuh bagian bawahku penuh, kurasa aku berhasil membawanya mengikutiku.

 

Tahu begini, aku tidak perlu sok jual mahal untuk menolaknya. Dan seharusnya aku tidak meremehkannya. Dia justru adalah orang yang paling cepat mengatur nafasnya dari mereka-mereka sebelumnya. “Terima kasih hyung,” ucapnya dengan senyuman yang sangat manis.

 

“Untuk?”

 

“Kurasa aku sudah cukup percaya diri nantinya.”

 

“Huh?”

 

Ada rona merah di kedua pipinya, dan itu kuelus pipinya karena gemas.

 

“Saat… eum… melakukannya nanti dengan Lu Han.”

 

Ouch…

 

“Oh, jadi sudah punya kekasih heum?”

 

Ia mengangguk rikuh. Manis sekali.

 

“Sayang sekali, karena sebenarnya aku mulai menyukaimu”

 

Ia membelalak tak percaya dan suaranya tercekat.

 

“Oh ya, berhubung aku tidak meminta uangmu, bagaimana kalau kapan-kapan kita bertemu lagi.”

 

Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, dan itu sangat lucu. “Dan melakukan ini lagi?”

 

Lihat betapa polosnya dia. “Heum, kalau kau mau.”

 

“A… Aku mau. Hubungi saja aku hyung.”

 

Aku tertawa geli. Anak ini sungguh…

 

“Ya sudah. Sekarang menyingkirlah, karena aku harus mandi dan pulang sekarang juga.”

 

Dan yang kudapatkan hanya senyum licik darinya. Hal yang selanjutnya kudapat adalah ternyata tenaga Se Hun masih bersisa untuk beberapa ronde lagi.

 

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Ada sesuatu yang lebih menyenangkan dari apapun. Ini tentang Kim Young Min yang mengajakku ke Barcelona. Walau tidak secara terang-terangan karena istri dan anak sulungnya ikut bersamanya. Ia hanya membelikanku tiket dengan kelas dan penerbangan yang sama dengannya. Menyediakan kamar yang terletak 3 lantai di atas kamar hotel yang ia sewa dengan istrinya dan… yah semua keperluanku dia yang menyediakannya.

 

Orang tua itu, walau menyebalkan karena kemaniakannya tetap saja mendatangkan keuntungan.

 

Sekarang aku sedang berjalan-jalan menaiki mobil mewah bersama salah satu rekan kerja orang tua itu. Namanya Kim Joon Myeon. Sial… dia sangat tampan. Dia bahkan tidak tergoda saat aku tidak sengaja meletakkan tanganku di pahanya sementara ia sibuk menyetir.

 

Bagaimana aku bisa berakhir di atas mobil mewahnya? Sebenarnya sederhana. Aku hanya bertemu dengannya di lobi hotel dan aku mengingat bahwa ia memang satu pesawat denganku ke Barcelona. Aku pura-pura kebingungan karena tertinggal bus pariwisata atau sejenisnya dan yah, pada dasarnya orang Korea memang sangat ramah, terlebih jika tahu bahwa ada salah seorang rekan satu negaranya  yang kesusahan.

 

“Jadi… anda juga berlibur ke Barcelona?” tanyaku setelah dengan cukup malu menarik tanganku kembali dari pahanya.

 

“Aku justru berlibur ke Korea selama 2 pekan. Dan sekarang kembali lagi ke Barcelona,” jawabnya masih sibuk menyetir. Wajahnya serius, tapi senyumnya tetap mengambang.

 

“Eh, lalu apa yang anda lakukan di hotel?”

 

“Oh, ada pertemuan dengan salah seorang senior. Dan baru selesai tadi pagi.”

 

“Jadi sekarang kemana tujuan anda?”

 

“Pulang. Tapi berhubung kau ingin melihat Barcelona, mungkin sebaiknya kuajak kau berkeliling dulu.”

 

Aku tersenyum penuh kemenangan. Sampai kapan orang ini bisa mengabaikan pesonaku. “Apa tidak mengganggu? Maksudku… aku khawatir istrimu akan menunggumu di rumah.”

 

Ia tertawa kecil, menatapku sejenak kemudian kembali menatap jalan raya yang cukup lengang karena kendaraannya melaju dengan sangat teratur. “Apa aku tampak seperti orang yang sudah berkeluarga?”

 

“Ah maaf, hanya melihat pengalaman orang lain. Biasanya para pengusaha akan menjodohkan putra tampan mereka di usia dini.”

 

Ia kembali tertawa, kali ini lebih keras. “Tahu saja, dan memang itu benar.”

 

“Lalu kau sudah menikah?”

 

“Heum. Istriku sekarang sedang mengandung.”

 

“Wah, bahagianya.”

 

“Yah begitulah.”

 

“Eh?”

 

“Itu yang diharapkan kedua orang tua kami. Aku dan istriku sepakat, jika anak kami lahir dan berumur 3 tahun, kami akan bercerai.”

 

Aku cukup terkejut dan menatapnya shock. “Kau mencintai gadis lain?”

 

Ia menggeleng, masih tersenyum ramah.  “Bukan gadis lain.”

 

“Lalu?”

 

“Aku gay…”

 

Dan sebuah senyuman tercetak di bibirku.

 

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

Hari itu aku tidak jadi berkeliling. Aku kini terbaring dalam pelukan Kim Joon Myeon di atas sebuah ranjang king size mewah di hotel lain (aku tidak ingin mengambil resiko kalau Kim Young Min menemukanku bergumul dengan pria lain di kamar yang dia sediakan untuk kami nanti malam).

 

“Namanya Kyung Soo, dia adik kelasku di SMU dan kami menjalin hubungan sejak saat itu, bahkan sampai sekarang,” tuturnya sementara aku sibuk menyeka tetesan keringat di pelipisnya. Sebenarnya bulan ini aku beruntung sekali menemukan dua pria tampan yang ingin tidur denganku.

 

“Biar kutebak. 2 pekan di Korea, untuk menemuinya kan?”

 

Ia tertawa, kemudian mengusap puncak kepalaku. “Heum. Kau cukup cerdas dalam menebak. Dan terima kasih mau menemaniku.”

 

“Bukan masalah. Kau bisa menemuiku kapan saja. Aku cukup lama di Barcelona. Mungkin sekitar 3 atau 4 bulan.”

 

“Begitu? Baguslah, kapan-kapan akan kuajak kau menemui keluargaku.”

 

“Hei, tidak etis mempertemukanku dengan istrimu sementara kami harus bertaruh siapa yang akan kau rengkuh keesokan harinya.”

 

“Untuk seorang pemuda asing, selera humormu lumayan juga. Aku suka.”

 

“Hei hei… padahal kau baru saja menyebut nama kekasihmu.”

 

“Kalau Kyung Soo beda. Aku mencintainya.”

 

Akupun tersenyum. Kurasa aku mengerti mengenai beberapa kata yang mewakili perasaan.

 

Suka.

 

Aku suka Kris Wu. Pria pertama yang menjerumuskanku ke dunia kelam ini, namun aku tidak bisa lepas darinya. Terakhir kusadari, aku iri bukan karena ada yang merebut sumber uangku. Tapi aku telah terbiasa dalam pelukannya. Aku menyukainya. Terbukti saat aku dengan sakitnya berlari dari sisinya setelah ia menggantiku dengan pemuda lain. Kris Wu, my first man.

 

Sayang.

 

Aku tidak ingin membahas ini karena aku khawatir air mataku akan membanjir. Namun… tidak ada orang lain yang lebih tepat mendapatkan rasa ini dariku selain Park Chan Yeol. Pemuda asing yang membuatku merasa sangat dihargai dan dicintai untuk pertama kalinya dan memberi goresan luka paling akhir karena kematiannya. Bohong jika aku tidak memikirkannya. Berapapun banyaknya lengan yang memelukku, berapapun banyaknya bibir yang menciumku, tidak akan bisa menghapus kenangan bagaimana ia pertama kali menyentuh bibirku dengan bibirnya. Park Chan Yeol, my first kiss.

 

Cinta.

 

Hal terakhir yang ingin kubicarakan adalah Kim Jong In. Permuda terbodoh yang pernah lahir ke dunia. Menipuku dengan cara yang paling menyedihkan. Sampai sekarang aku tidak memakai uang yang ada di tabunganku yang kucurigai berasal darinya. Bukan karena aku benci. Bukan… justru karena aku terlalu mencintainya hingga aku tidak ingin kenangan satu-satunya dari Kim Jong In lenyap begitu saja. Aku selalu mencari kegiatan setiap hari agar aku tidak punya kesempatan untuk mengenang namanya di hatiku. Tapi sebenarnya itu sia-sia. Hampir beberapa kali aku menyerukan namanya setiap kali aku bersetubuh dengan pria lain. Itu karena nama Kim Jong In tercetak abadi di benakku. Pemuda bodoh yang membuatku merasakan perasaan asing untuk pertama kalinya ke sesama laki-laki. Kim Jong In, my first love.

 

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Kim Joon Myeon tidak bercanda saat ia mengatakan akan mempertemukanku dengan keluarganya. Aku berani menjamin, bahkan Kyung Soo belum pernah menginjak rumah Joon Myeon di Barcelona. Namun aku? Yang baru ia temui beberapa jam kini sudah berada di dalam kamarnya.

 

Jangan heran karena istrinya berada di kamar lain. Dan ajaibnya, istri Joon Myeon yang cantik itu tidak keberatan, ia bahkan menyambutku sangat baik dan kini tengah sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam. Aku seperti seorang yang brengsek saja. Menjadi selingkuhan seorang pria yang mempunyai istri yang sangat baik, parahnya sedang mengandung 7 bulan.

 

“Orang tuamu mana?” tanyaku saat berjalan pelan ke arah Joon Myeon dan membantunya melepas kemeja.

 

“Mereka di Belanda. Punya kehidupan sendiri setelah menghancurkan kehidupanku,” jawabnya sarkastik.

 

“Kulihat kehidupanmu sempurna. Kau beruntung istrimu sangat pengertian.”

 

“Heum, mungkin itu salah satu hal baiknya. Kuharap dia akan mendapatkan seorang pria yang jauh lebih baik dariku. Makanya aku tidak akan melarangnya keluar setelah ia melahirkan anakku.”

 

“Wah, kau suami yang pengertian yah.”

 

Ia tersenyum, kemudian membenamkan wajahnya di leherku.

 

“Eh, tunggu. Istrimu sedang menyediakan makan malam, tidak etis kalau kau seperti ini padaku. Setidaknya bawa aku keluar dari rumahmu kalau kau ingin menyentuhku.”

 

“Kenapa? Hyun Mi tidak akan keberatan.”

 

“Cukup kau saja yang brengsek. Aku tidak ingin ikut-ikutan.”

 

Aku serius. Aku tidak ingin terlalu kelihatan menyakiti wanita sebaik Hyun Mi. Berbeda dengan istri Kim Young Min, kalau dia masa bodoh. Wanita tua angkuh itu tidak patut dikasihani. Aku justru menunggu saat-saat dimana ia memergokiku ‘menunggangi’ suaminya.

 

“Ya sudah. Ayo ikut denganku ke bawah. Kau tahu, hal hebat selain memiliki istri pengertian? Dia juga pandai memasak.”

 

Dan aku hanya bisa menggelengkan kepala berkali-kali.

 

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

“Bagaimana Baek Hyun-shii? Kau suka? Aku sedikit kaku menyiapkan masakan Korea karena sudah terlalu lama di sini,” tutur Hyun Mi lembut. Oh… andai saja aku bukan gay, akan kurebut wanita baik ini dari Joon Myeon.

 

“Ini lezat. Masakan terlezat yang pernah ada setelah masakan ibuku,” jawabku jujur.

 

“Ah terima kasih. Su Ho oppa jarang membawa teman dari Korea, jadi aku sangat senang saat tahu kita satu negara.”

 

Aku mengangkat alis bingung. “Su Ho?”

 

“Ah maaf, maksudku… Joon Myeon. Su Ho adalah namanya waktu muda.”

 

“Hei hei, apa aku terlihat sudah tua?”

 

Hyun mi tertawa kemudian menyuguhkan kimchi spagetti untuk suaminya. “Tidak semuda saat kau di perguruan tinggi yeobo.”

 

“Aku masih muda, anakku saja masih ada dalam kandunganmu. Kecuali kalau aku sudah punya 5 anak, baru bisa kau katakan tua.”

 

Dan sepasang suami istri itupun tertawa lepas. Jika dilihat dari luar mereka tampak harmonis. Siapa yang bisa menyangka bahwa 3 tahun lagi mereka akan bercerai.

 

Oh… kadang hidup memang tidak semudah yang kita bayangkan. Dan aku iri pada Chan Yeol karena ia tidak perlu menghabiskan waktunya di dunia untuk hal menyedihkan seperti kehidupan ini.

 

“Kejam sekali, ada makan besar tapi tidak mengajakku.”

 

Senyumku tiba-tiba lenyap saat kedua telingaku menangkap suara yang begitu familiar dari belakangku. Dan untuk pertama kalinya aku takut untuk membenarkan tebakanku.

 

“Oh Kai, kupikir kau masih bersama ayah di Belanda. Bagaimana Operasimu? Sukses?”

 

Aku bahkan tidak terlalu fokus dengan sambutan Joon Myeon pada orang yang dipanggil Kai itu. Tapi…

 

“Tidakkah kau lihat? Aku sudah bisa berjalan tegak.”

 

SUARA ITU!!! NYATA!!!

 

“Syukurlah,” ucap Joon Myeon dan istrinya berbarengan.

 

“Eh, ada tamu?”

 

Aku memejamkan mataku rapat-rapat. Menekan dadaku kuat-kuat seolah jantungku akan lepas jika tidak kusangga.

 

“Ah iya, kemarilah. Dia dari Korea. Kenalan baruku. Namanya…”

 

Bertepatan saat aku menoleh dengan wajah pucat.

 

Dan…

 

Oh Tuhan!!!

 

“B…. B…. Baek Hyun?????” pekiknya tidak percaya.

 

Aku bahkan tidak bernafas dengan baik melihat sosoknya.

 

Sosok yang berusaha kuhapus dalam ingatanku tapi berakhir dengan menyiksa batinku.

 

 

 

 

 

Kim Jong In!

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Aku bersandar di sebuah pohon pinus besar di tepi jalan yang cukup sepi. Menoleh ke belakang sekali lagi dan membuatku bernafas lega karena aku berhasil menciptakan jarak cukup jauh setelah kabur dari situasi tidak menyenangkan itu.

 

Bertemu kembali dengan Kim Jong In… apa yang lebih buruk dari hal itu.

 

Ah ada. Ada yang lebih buruk. Bahwa aku telah tidur dengan kakak kandungnya.

 

Lihat bagaimana aku tidak tahu apa-apa tentang Kim Jong In. Dia punya orang tua, berasal dari kalangan atas, dan… punya seorang saudara laki-laki yang bahkan secuilpun tidak ada kemiripan sama sekali kecuali warna rambutnya yang hitam legam.

 

Aku membungkuk, menumpukan kedua tanganku di lutut dan mengatur nafasku sebisa mungkin. Dan detik berikutnya aku tertawa miris. Air mataku bahkan tidak berhenti menetes.

 

Benar, aku tertawa. Menertawai permainan yang tengah kujalani. Permainan yang diciptakan Tuhan. Yang mereka sebut sebagai takdir.

 

“Baek Hyun…”

 

Deg~

 

Suara itu begitu lirih, namun setelah sampai ke telingaku, wujudnya berubah seperti batu karang yang berat dan kasar. Menghimpit hatiku hingga remuk tak berbentuk.

 

Aku tidak perlu menegakkan tubuh untuk tahu siapa yang kini berdiri di hadapanku. Dan yang membuatku menyunggingkan senyum takjub adalah, kakinya menapak dengan sempurna. Kaki kanannya tidak lagi berjinjit menahan sakit. Dia… kembali sempurna.

 

“Baek Hyun… Bisa kita bicara?”

 

Aku menghela nafas, kemudian menegakkan tubuh namun menolak untuk menatapnya. “Kau sedang bicara.”

 

“Maksudku, ada yang seharusnya kujelaskan padamu tapi aku tidak punya kesempatan.”

 

“Lalu kenapa tidak kau gunakan kesempatanmu sekarang kemudian enyah dari hadapanku?” bentakku murka. Rasa marah yang menumpuk selama beberapa tahun sampai akhirnya aku punya ruang untuk melampiaskannya.

 

Tidak… belum cukup. Dadaku masih sesak. Seperti menggebu-gebu. Ingin segera menerjang Jong In, memeluk lehernya dan melumat habis bibirnya, menyampaikan betapa aku…

 

Tidak…

 

Dia tidak menyukai laki-laki. Dia nor__

 

“Aku mencintaimu Byun Baek Hyun!”

 

….

 

Hening.

 

“B… Bilang apa kau barusan?”

 

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian tahun, aku kembali menatap sepasang mata hitam dan tajam itu. Duniaku.

 

“Aku mencintaimu. Dan jika saja kalimat itu tidak juga keluar dari mulutku, dan membuatmu mendengarnya, maka aku akan gila.”

 

“Ta… tapi aku…”

 

“Benar. Aku mencintaimu yang seorang laki-laki. Sama sepertiku. Dan kau tahu artinya.”

 

Aku menggeleng tidak percaya. Pandangan mataku tidak fokus. Bola mataku bergerak kesana-kemari mencari objek yang bisa membuatku kembali pada keadaan sadar.

 

Hidup semakin mempermainkanku.

 

“Aku tahu kau akan jijik, aku tahu kau akan risih. Aku bahkan berpikir bahwa kau menyesal merawatku dulu, dan setelah tahu bahwa aku seorang gay kau akan…”

 

“AKU LEBIH MENCINTAIMU BODOH!!!” pekikku mendarah daging, membuatnya bungkam dengan mata terbelalak. “Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa? Kenapa kau tidak bilang padaku? Kenapa kau pergi tanpa memberiku penjelasan apapun? Meninggalkanku dalam keadaan hampir membencimu seumur hidup, kenapa kau__”

 

Terlalu banyak pertanyaan, dan mungkin Jong In mulai jengah hingga ia membungkamku dengan cara yang paling membuatku bahagia.

 

Bibirnya yang tebal seolah menjadi satu bagian dengan bibir tipisku. Dan detik itu juga kusampaikan segalanya.

 

Marah, benci, kesal, sedih, rindu, sesal, kecewa. Semuanya menumpuk menjadi satu perasaan yang bisa menjelaskan kenapa aku justru memeluk tengkuk Jong In kuat-kuat dan menariknya merapat hingga ciuman kami semakin dalam. Bukan justru menamparnya.

 

Cinta….

 

Demi Tuhan, aku mencintai pemuda yang membuatku sadar bahwa orientasi sex-ku menyimpang.

 

“Baek Hyun…. Baek Hyun…” lirihnya penuh hasrat yang menggebu-gebu. Dan aku hapal hal ini karena aku juga merasakannya.

 

“Bawa aku… Jong In. Bawa aku bersamamu. Ambillah… semuanya. Jiwaku… ragaku. Jong In… take me. Now!

 

 

~*ᵠѼᵠ*~

 

 

Ini adalah sex… ah bukan, tapi sesi percintaan terhebat yang pernah kulakukan. Dengan Jong In yang memelukku erat saat ia mencapai puncak kenikmatannya dan membawaku bersamanya. Rindu yang bertahun-tahun, terbayar dalam hitungan menit di atas tempat tidur dengan kasur terempuk yang pernah menerima beban tubuhku.

 

Kugigit kulit bahunya saat kurasakan puncak itu. Terlalu lama berputar-putar mencari, dan kami menemukannya hampir bersamaan.

 

“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Hal terakhir yang membuatku takut bahwa kau akan menatapku jijik jika kukatakan itu sebelum ikut dengan orang taku,” bisiknya dengan nafas terengah. Masih membenamkan wajahnya di belakang telingaku.

 

“Persetan dengan semua itu Kim Jong In. Jika kau meninggalkanku lagi, akan kupatakan kakimu sekali lagi dan kau tidak akan bisa lari dariku.”

 

Ia mengangkat wajahnya dan menatapku dengan pandangan sayu. Tatapan mata terseksi yang pernah kudapat darinya. “Tidak akan lari. Kenapa aku harus lari sementara aku sudah sampai pada tujuanku? Byun Baek Hyun… ikut denganku ke Belanda dan tinggallah denganku selamanya.”

 

Aku tersenyum simpul. Tawaran termanis yang pernah kudapatkan. Mengalahkan uang ratusan juta won yang ada di tabunganku. “Bagaimana dengan orang tuamu?”

 

“Mereka punya hyungku  untuk mereka kendalikan hidupnya. Aku anak mereka, tapi mereka tidak berhak atas hidupku.”

 

“Bagaimana jika mereka membuangmu?”

 

Ia tersenyum, kemudian mencium penuh bibirku selama 5 detik. “Percaya sesuatu? Ayahku bisa melakukan apa saja di dunia ini kecuali membuang anak yang paling ia cintai.”

 

“Baiklah. Kali ini aku akan mempercayaimu. Ini yang terakhir. Kim Jong In… jangan meninggalkanku.”

 

“Tidak akan. Aku bersumpah. Kau jangan mengkhawatirkan mengenai aku yang akan meninggalkanmu. Tapi khawatirlah denganku yang tidak bisa melepaskanmu sekarang,” tuturnya dengan senyum licik.

 

“Huh?”

 

“Sekali lagi. Bolehkah?”

 

Aku membalas senyuman liciknya kemudian mengangkat alis tinggi-tinggi. “Jika kau punya satu juta won, boleh saja.”

 

Jong In mengerutkan keningnya bingung. “Satu juta won? Untuk apa? Kenapa aku harus membayar kekasihku hanya untuk bercinta dengannya?”

 

Akupun tertawa. Sejak kapan aku dan Jong In menjadi sepasang kekasih?

 

Tapi… tidakkah itu manis? Dan… sepertinya aku punya banyak hutang penjelasan pada Kim Jong In. Dan aku akan memulai dari…

 

“Upahku… satu juta Won permalamnya.”

 

 

 

 

END

 

 

ALF NOTE: WKWKWKKWKWKWKWKWKWKk Kena deh!!!

Udah ah, segitu aja dulu. Ini cerita pen ane lanjutin sebenernya tapi pas ane mau selipin soal Kris… GILAK!!! DIA OUT!!! Dan begitulah ane nangis guling2 di atas laporan ane yang menumpuk. TIDAKKAH ITU GILA KAWAN-KAWAN?

 

 

DAN . LU HAN JUGA OUT???? KURANG BANGKE APA LAGI COBA????

INI FEELING KEA UDAH DIOBOK-OBOK KEMANA-MANA!!!! GUE HARUS APA SEBENARNYA????

Jadi yang pen next Chapter atau ngerasa ini gantung. Yah… sama seperti hati ane yang digantungin SM. Sakitnya tuh di sini!!! #nunjuk pala.

Oke… adios

77 thoughts on “One Million Per Night | NC17 | chap 2 of 2/END

  1. chanyeoolllllllllllllllllll ocidaksss ;;;;————;;;;
    cie bek cie poling in lop sama mas canyol sama bang kai ;-; ujung-ujungnya ga jadi cie cie… untung sama bang kai jadi eaaa wkakaka
    cie beki ngenes ngenes wkwkwk
    #prayforchanyeol #kipseterongbek #kaibaekjadian #yehetyehet #krisanaknakal

  2. unpredictable ending…
    keren banget alf eonni ceritanya…
    kirain bakal sama chanyeol , ternyata kasian banget chanyeol nasibnya disini, pdhl moment chanbaeknya so sweet…
    gila ya baekhyun semuanya di coba , siwon, minho bahkan youngmin…pesona cabe memang ga ada tandingannya…hihihihi…
    sehun disini kaya rada-rada polos tapi mesum juga ya…hahahaha…
    kai yang hilang entah kemana akhirnya bertemu kembali , kasian banget suho…
    pkoknya Daebak lah eonni , makasih banyak ya eonni dah ngasi kepercayaan buat baca ff keren ini…

  3. BANGKEEEEEEEEEE SI BAEK BITCHY BGT LAH DD GAKUAT DD BISA APAAAAAAAAA. ANJER KEBAYANG BGT BEKYUN DISINI PENAMPILANNYA KAYA TISER DIA DI EXODUSSSSSS MENYE2 BERBI TPI MANLY-NYA KELIATAN DUH DD PUCINNGGGG.

    SUMPAHSUMPAAAAAAH BEKYUN DISINI GUNTA GANTI PASANGAN GAK TAKUT KENA PENYAKIT APAAAAA UGH SIWON IYA MINHO IYA PCY IYA KIM YOUNGMIN SI ARTIST/CORET/ SM YG BANYAK BAT HETERSNYAAAAA YG SELALU DICACI MAKI GRGR ULAHNYA JUGA DIEMBAT AMA MABEBI BEKYUUNNN SEKALIAN AJA KAKEK SOOMAN:””””””))) BUT I LUV UUUUUU. THA PAIRING IS DA BEEEES ANTI MENSTRIM CUKKKKK.

    INI MAH BENER2 NYERITAIN KEHIDUPAN SI KUPU2 MALAM ELIT ALA KOREA YAAA:””)TERNYATA BEBIBEK JUGA PUNYA HATI DAN PERASAAAAAN DIA JUGA BISA JATUH CINTA DAN MERASAKAN KASIH SAYANG. AKU TAU SEBENERNYA BEKYUN DISINI RAPUH CUMA YA KARENA GENGSI TERUS MATANYA UDH DIGELAPIN SM UANG SM NAFSU JUGA MAKANYAAAA DIA JDI GITU DEH /NAOOOONN/
    LALUUUUUUUU KENAPA CANYOL MATI SECEPAT ITUUUUU AGHHHHH KASIANNN DIA DPT DIALOG DIKIT BGT EH LANGSUNG METONGGGG:”””))))
    TERUSSSS MOMEN MABEBIBEK SM ONGIN NGAPA CEPAT BGT APALAGI PAS KETEMUANNYAAAA GAK GREGETTTTT UGHHHHH. KURANG KAK KURANGGGG.

    POKOKE FFNYA ZONKKKK BGTTTTT GAPUAS ENDINGNYA CEPET BGT AKU SAKITTTTT HUWE AKU DIKERJAIN KAKA ALFFFFF AKUAKUAKUUU……………….. AKU MAU FFNYA LANJUTTTTT TITIKKKK POKOKNYA AKU MAU PAIRINGNYA BEKYUN SOOMAN TITIK GAMAU TAU KAKA ALF /KEMUDIAN DIJOROKIN KELIANG LAHAT AA PCY/ HEHE BECANDA ATUHHHHHHHHHH…. TPI AKUMAH BERHARAP LANJUT SIHHHHHH APALGI FF SEBELAH NOH GET MERIT UGHHHHH KUDU LANJUT!?!?!?!?

    EHEH BTW AKU BRU SEMPET BACA FFNYA PDHL MINTA PW DRI KAPAN TAUKKK MIANHAE MIANHAE HAJIMAAAAAAAAAAAAA EHEHEHEHE YASUDAH ANNYOONGGGGGGG

  4. the power of cabe semuanya di cobain dari yang paing muda sampe yang tua kaya kim youngmin
    aih kirain endingnya bakal sama PCY ternyata eh ternyata tragis bngt si PCY nya malah mati
    dasar cabe sama orang yang di cintain aja masih minta duit !
    ceritanya lain dari yang lain bener ga bisa ketebak alur ceritanya banyak kejutannya . (y) top lah

  5. Unnnnnn maafkan daku yang baru komen hehe…

    Oke ekhem…
    Unnnnnnnnnnn aku kira ada adegan anunya ahh ;-;
    Tapi ga ada/? Wkwk
    Aku sedikit linu ati pas Chanyeol akhirnya meninggal ;-;
    Padahal udah seneng mungkin Baekhyun bisa move on dari Kai kalo sama Chanyeol, tapi engga ;-;
    Kenapa Chan kau meninggalkan baekhyun secepat itu ngeekss ;-;

    Anu Sehun juga, apabanget dih albino sok polos bgt tapi minta nambah wkwk xD
    ampun dah ga bisa ngebayangin kalo dia udah ina inu ama Luhan nantinya, pasti minta nambah terus/?
    Wkwkwk

    Dan jederrrr partner Baekhyun ada Youngmin -_-
    Kakek tua satu itu asdgssjncdjskncbdhjk
    Tapi alhamdulillah ya sesuatu ketemu sama Junmyun lalu ketemu Kai hiks ;-;
    Baek penantianmu akhirnya ga sia sia ya ke kai ;-;
    Semoga kalian selalu berbahagia ;-;

    Unnnnnnn FF mu daebak aku suka ;-;
    kapan2 bikin nc’a anunya diperjelas ya/? #plakplakplak

    Terakhirrr
    /injek youngmin/ mueheheh….

    -tamat-

  6. ah si baekhyun makin ganas aja, makin pinter dpt ‘pelanggan’.
    dan chanyeol, aku kira baekhyun akan berakhir sama chanyeol. tapi nyata nya chanyeol malah pergi dluan. sedih pas baca yg chanbaek, miris jugaa

    sehun beruntung bgt dia ga perlu bayar klo mau tidur sm baekhyun
    wkwk padahal dia udh punya luhan, tpi bisa2 nya dia minta jatah ke orang lain.

    dan kai, akhir nya mereka bertemu lagi. demi apaaa seneng!!!😀
    pas baca yang chapter 1, aku kira cinta nya si byun itu brtepuk sblah tangan krna dia kira kai itu normal. eh nyata nya, kai jga gay, dan emg udah cinta sm si byun sejak lama. akhir nyaaa baekhyun brtemu first love nya.

    suka sma cerita nya, pemakaian bahasa nya mudh di mengerti. keep writing thor🙂 semangat!!

  7. woaaa….ada apa ini, berkah insomnia…#plak
    dibuka umum ni kaa…uuuhhhh makaasihhh kaaa #BIGHUGKAALF
    Sbnernya waktu kmaren2 tuh nyari waktu yg as buat mijem pw ke kka, krna ngeliat kka disosmed ada sesuatu gitu yg bkin aku ciut buat chat, selalu ngebatinnya nti aja minta ow nya klw ka alf lgi nyanteee…eh malah ada siatus sementaun eh sementara…#SUKSESSELALUKA^„^
    oke…curcolnya aku cukup,
    kesan bca ini chapt end itu….kopelnya banyak #ahayyy
    kbagian smua ni cwo2 nyicipin babybaek,
    tpi yg paling ngenes chanyeol masaaaa…., seengga nya krna dia dibkin metong kka buat dialog yg bnyakan buat chanyeol #ngatur#dzigggg
    masih merana nih ditinggal chanyeol….lebih merana si kamjong ntu babybaek udah bobo juga sma suhobabeh….
    haihhh…
    legian so kamjong main pergi aja lgi kga pamitan mau ke belanda, pas muncul lgi di crita mau abis jdi scene mreka sdikittttt.,…priaimutnauzubilahsatujutasemalem msih punya utang ya ka ke kamjong….utang pnjelasan jadiiii~

    next ff ditungguuuuuuu…semangat slalu HWAITINGGG~

    SALAM KAEBSOONGGG….

  8. ending tang kerreen, tapi tapi tapi, gak ada semut(?)#plakk.. yg pasti tengkyu bgt buat authornya, chapter ending gk d protect lg. kmaren2 mw mnt pw tp frenreq blm jg d cmfirm ma author T T. but thanks god, ahernya gemboknya dibuka. hehhe.. btw, nrl ditunggu sangaaaat update-annya.

  9. eh perasaan ini di protect. udh d.buka mungkin yaa. hghghg dr mulai kris, kai, chan dan balik lg ke kai. iih tp gleuh pas baek jg bgtu sm tua bangka (?) ngek. ini ckup oke end nya. kereen. ngegantung gimanaa gt. sy sbg pembaca, gk d.lanjut gpp, di lanjut syukuurr hahah. ketebak sih klo kai ada hubungan.y sm suho tp gk ktebak chan bkal meninggal :(bkal romantis ky.y klo jd chanbaek haha syg.y mati dluan) dan gk ktebak jg sehun bisa begituuu. seneng bgt pas bgian baek sadar klo dia suka sm kris, chan dan kai. realistis aja sih org mah, gk mungkin gk ada prsaan apa2 stlah bgtu lama dan d.perlakukan dgn baik.
    bagian siwon bner2 gk bisa ngebayangin hahah bner deh gk bsa ngebayangin krn aq udh kebal baca ff yg ada siwon.y gk akan dpet feel, bukan krn ff.y gk bagus. secara aq sukaaaaaaaaa bgt sm siwonie :’3 akuuuurapopooooo bang siwoon❤

  10. Kyaaaaaaaaaaaaaa saya harus ngapain saya harus ngapain ? seseorang.. help meeeeeeee. ini wajah udah merah panas semua, ni jantung juga kerjanya nggak normal lagi kalo udah baca ff nya ka ALF.

    Ini ff serba terlalu tiba tiba… tiba tiba si bang kris ganti pasangan, tiba tiba si baby baekhyun kerja(?) ama siwon ama min ho, tiba tiba ketemu ama my baby chanyeol, tiba tiba baekhyun ngerasa suka ama si chanyeol, tiba tiba chanyeol bilang cinta ama si baekhyun, tiba tiba bang chanyeol mati #sedih banget, nangis saya, tiba tiba si baekhyun kerja(?) ama kim young min, tiba tiba si baekhuun ketemu ama bang suho aka jeon myun yang tak lain dan tak bukan adalah kaka kandung nya si bang kai, tiba tiba si bang kai udah balik or ketemu ama si baekhyun dalam keadaan sehat wal afiyat, tiba tiba uri baekhyun ama si bang kai jadian.. emang siii sesuai harapan endingnya.. sweet juga ceritanya…
    tapi ini masih agak nggantung.. durasi(?) ketemunya juga pendek pendek banget.. menurut saya sih kurang sempurna endingnya.. kalo di tambahin epilong dikit aja deh, mungkin bisa nutupin kekurangan di endingnya.. di lanjut aja ka. biar nggak ngegantung gini…

    saya ma selalu dukung deh ama semua karyanya ka ALF. semangat ka, jangan galau terus gara gara si bang kris ama baby luhan. bangkit lah… bangkit lah…(?)
    semangat buat ff selanjutnya ka.. poko nya saya dukung ka ALF terus deh..^^

  11. Chanyeol jadi cameo sebentar banget hehehe
    Ceritanya kurang panjang Alf, kaibaek nya dibanyakin dong hahahaha
    Si Baekhyun semua visual di sm diajak tidur, ampe CEO nya hahahah

  12. Aigoo baek seriusan deh… haha sesuatu banget.. sebenernya aku penasaran gmana kelanjutan hubungan kaibaek, tapi aduh ga sanggup, cukup deh kasian baeknya… hehe..
    Benerkan pasti baek bakal keremu sama kai di barcelona… dan tebakan aku benar… ye…….
    Daebak!!! Thor… ffnya keren banget t.o.p b.g.t..

  13. Hidup baekhyun benar2 kaya di permainkan takdir,heol~
    Whatever meski pada akhirnya baek jadian ama jong in,tp saya tetap suka cara dia menghabiskan beberapa bulan dengan yeol😄
    Dan bener,baek mah mau di pairingin ama siapa aja member exo cocok semua😄

  14. ini klo jongin tau baekhyun kerja begituan apa nggak marah ya??
    emang rela gitu ‘miliknya’ dibagi-bagi? eh…tapi sebelumnya bukan ‘milik’nya ya…
    klo sdah dceritain nnti bakal habis itu baekhyun… kayaknya jongin yg g rela bakal ngehapus ‘bekas-bekas’ cowok lain… apalagi yg terakhir habis main sama suho
    (dan saya senang walaupun cuma nyempil dikit tapi ada su.do nya)
    #kibar banner umma-appa
    ckckckck….
    baek baek… semua cowo cakep (kecuali KYM) diembat aja… paling enak ya si sehun…uang aman, badan nyaman…. wakakakaka
    sequel nih sequel…..

  15. Jadi akhirnya baekhyun ama kai. Oh my god kirain baekhyun bakalan dapet cowo lain *eh.
    cerita nya ngedukung banget baekhyun yg cabe wkwk

    keep writing and fighting
    ditunggu ff baekhyun selanjutnya. Kalo boleh request pengen ff hunbaek wkwk

  16. Yeheet! Ending nya kaibaek!
    Happy ending!
    Awal baek kejebak ne? Apalagi pas ditinggalin kai tapi akhirnya
    Baek udah dapet first love kyaah!
    Btw kak alf saya masih penasaran sama krisnya!
    Aiggooo disini chanyeol nya diedd
    kak alf ada sequelnya kah?

  17. entah kaena saya hardshippernya chanbaek ato apa, tapi srrius story chanbaek di sini lebih manis dan ngenes dari kisah hidupnya baek yg lain. kayak semace, chanyeol cinta baek tanpa embel2 apapun. sukak :3

  18. canyulllll ;-; oh cidak T-T kenapa oh kenapa dia yang mati T-T . kirain mah bener chanbaek di ini ff eh malah kaibaek . tak apa lah selama baekhyun seneng ane juga ikut seneng :v wkwkwkwk bakal ada squel ? bikin min bikin :v tak tunggu squel’a :v

  19. WAAAAAAAAAAAA

    *internally screaming*

    waaaagilak!!!!!! ga pernah nyangka si chanyeol bakalan metong dan ujung ujungnya dipake sama youngmin xD asli sampe youngmin ada disini… damn… kenapa ga sooman sekalian dibawa…..

    dapet feel bgt nya pas suho ada di dalem mobil sama baekhyun. ga boong demen deh disitu. ga tau kenapa.

    anyway ini endingnya ngegantung loh. ga ada lanjutannya gitu???? wkwwkwkwk gapapa lah aku suka. tapi gimana ya reaksi jongin pas baekhyun tau dia dipake bapaknya sama kakaknya??? hmmmmm

    dan tao udah leave… nyap nyap nyap.

  20. ooh hidup yang malang … jongin nya pergi meninggalkan baekhyun ..
    ternyata habis meninggalkan kris . baekhyun bakal berhenti ternyata mencari lagi ..
    ada siwon . minho . sehun walau cuma sekali dan chanyeol yang nasib nya kasihan bgt .

    yang sedih nya pas baekhyun jadi simpenan nya youngmin ..
    apa gk ada yang muda an sedikit baek .. tapi gk apa apa karena akhir nya ketemu joonmyeon yang kakak nya jongin .

    nasib baekhyun menyedihkan awalnya .. dan akan bahagia sama jongin selama nya

  21. walaaaaah. ye ampung baekhyun ah kau punya banyak stok pria tampaaaaan (youngmin gak dihitung dia pan udin kolot)—-,—
    baekie bagi gue dong satu minho juga boleh hahaha *plakk ditabok taem taem*
    weleeeeh gue gak nyangka endingnya bakal ame khamjong ckck tidak trrduga tepok tangan . nice story alf nim .

  22. gua reader baruu kagak baru2 amat deng ‘-‘ gua udah bbrpa kli ni ningglin jejak tapi gua juga bisa dianggap baru /? apadahh — pokoknyee salam knalll gua penggemar ff karya author2 disni terutama ka alf ^^ .. eunggg gua sbnernya baru2 baca ff yang judulnya ini dan kesan gua adalah ‘-‘
    krik..krik..krikk.. ._. seketika ane speechless abis baca ff ini /? edann dahh ama karakternya baby baek gua :’3 krakter yang biasanya kan polos, imut-imut otohkee pokonye ngegemesin ampe pengen gua karungin trus bawa plang trus gua krem dikamar gua /? /dibakarorangsenusntara/? apadah–/? DIFF INI GEWLAAA BAEKKI LU DAPET BANGET DAHH :V THE POWER OF CHILI /?😄 apa banget baekki lu smua diembat mana ganteng semuaa visual smua diSM pesona baekhyun memang mengalihkan dunia merekaa~~~ /? oh iye kecuali young min yee — gua kagak htung tuh orang /? anggap aje youngmin kagak masuk htungan/? xD … anyway awalnya gua ngira bakal chanbaek soalnya baek move on dari bang kai kan karena chanyeol eh taunya chanyeol yang biasanya jadi pahlawan bertopeng/? dipanggil oleh yang maha kuasa /? chanyeol yang tabah ye nak baekhyun ama kai yehet wkwkwk :v /ditendang/? dan sekedar pemberitahuan ehem kalo…. BABYBAEK ITU PNTES MULU DIPASANGIN AMA SIAPA AJA YAWLAHH~ FEELNYA DAPET MULU ‘3’ bneran dahh bbh itu mau dipasngin ama mmber exo yang laen the power of ukenya muncul/? tapi tetep~ chanbaek numero uno wkwkwk :v.. ffnya seperti biasa sngat mmbekas ke noda /? direlung hatiku /? apadahh -,- … udeh ahh kpnjngann ntar :v pokoknyee ffnya duper krenn~ smangat trus kakak cantik brkarya terus smangat ~ ! salam babybaek/? ._.

  23. Sebenarnya gak trlalu suka kaibaek. Bukan benci loh. Tp lbih ke arah gak minat(?)#slap.. Tp msh mndinganlah.. Daripada baeksoo/chEnbaek/xiubaek/laybaek.hehhe.. Btw, honestly smua ff d WP ini judulnya keren2. Tp gk hanya judul, tp isi n ceritanya juga lebih keren. Aww the gold emg WP ini.. Thanky you buat founder/owner/admin/author yg udah nyiptain WP CB dengan isinya yg sangat amazing ini.. Praise you guys..

  24. miris banget gila… pas baca and bayangin dialognya CY yang
    BERNEGOSIASI DENGAN TUHAN ituloh……Yawlohh…
    baverr biangetttt….*meweksesenggukan
    buat author… keep writing yakss….👍👍keren pake banget lah.. FF nya.Buat Baekki hyung. GREGETNYAAA AMURACAK..
    #PaanSi!!-_-

  25. The fuck?

    I just sent my comments half an hour ago to ask the password lol

    Ah, whatever this ff is super I admitt

    Is there’s will be any sequel?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s