ALTAIR IN AQUILA ||KRISBAEK|| CHAPTER 1


aias copy

KrisBaek Fanfiction
Tittle: Altair in Aquila [Sequel Alpheratz In Andromeda <—link]
Author: AyouLeonForever “Yang bener-bener bakal dihajar massa”
Genre: Boys LOVE, Romance,  masih ngidam rujak.
Rated: T
Length: mini chaptered .
Cast:
  • Byun Baek Hyun
  • Kris Wu
  • Kim Jong In/Kai
  • Lu Han
  • Oh Se Hun

Disclaimer: Walopun Baek Hyun ntu laki ane, dan Kris ntu selingkuhan ane, sebenernya dan faktanya mereka itu ciptaan Tuhan. Mereka punya emak abahnya, dan agensi mereka. ALF cuman minjam nama.
Copyright: Ide cerita, ALur/plot ntu hasil liatin bintang di kelamnya malam
 Pegangan… Buku astronomi -_-
Gugel
Plagiator … hell please!

 

fic ini Special buat mak Uthie. ditagih mulu -_-

 

Altair In Aquila

Author POV

 

 

 

“Jadi pementasan nanti tidak akan melibatkan siswa kelas 3 karena mereka akan sibuk untuk persiapan ujian akhir, dengan kata lain kita tidak bisa meminta bantuan Kris Hyung dan Lu Han  Hyung lagi,” ujar Su Ho saat rapat OSIS berlangsung.

 

“Lalu bagaimana kita mendapatkan pemeran yang  menarik perhatian penonton? Bukankah pementasan yang sebelumnya itu sukses besar karena yang terlibat adalah siswa populer seperti Lu Han Hyung dan eum, Kris Hyung?” tambah Baek Hyun sedikit pesimis.

 

“Hei, masih ada kau dan Se Hun kan? Sejak pementasan 6 bulan yang lalu, kau juga masuk ke dalam jajaran siswa populer, terlebih kau kan kekasihnya__”

 

“Ini forum resmi Pak Ketua, jadi bisakah tidak melibatkan masalah privasi?” tegur Baek Hyun kesal. Su Ho memang selalu menggodanya dengan cara seperti itu.

 

“Saya mengerti Ibu Negara.”

 

Baek Hyun hanya menggeram kesal, mencoba tenang. “Oke cukup. Pertama, aku ingin tahu tema drama apalagi yang akan kau usung Hyung?”

 

“Yah belajar dari pementasan sebelumnya yang sukses besar, aku masih berniat mengangkat tema yang sama,” Su Ho menoleh pada Chen yang terus menatap serius tumpukan kertas di tangannya. “Skenarionya sudah jadi?”

 

“Ah, iya Hyung. Aku ingin kita mengangkat kisah Altair dan Vega,” jawab Chen pelan.

 

“Altair dan Vega? Bukankah itu banyak versi? Kalau masih mengangat mitologi Yunani, berarti kita butuh satu tokoh lagi sebagai Deneb.”

 

“Legenda China saja Hyung, mengenai seorang penenun dan pengembala yang terpisah itu. Se Hun sebagai Altair, dan Baek Hyun sebagai Vega.”

 

Mata Baek Hyun membelalak. “Kau jangan bercanda Chen, bukankah itu kisah cinta yang betul-betul melegenda?”

 

“Itulah nilai estetikanya, manis. Kalau pementasan kemarin kita mengangkat kisah pengorbanan Andromeda untuk rakyatnya, kegagahan Perseus melawan monster, juga kisah cinta sebagai penutup, drama kali ini kita angkat pure Love story.”

 

“Aku menolak,” tegas Baek Hyun, membuat ia ditatap belasan pasang mata.

 

Waeyo? Kau sudah mulai menyepelekan nama sekolah?” tanya Su Ho dengan nada tak suka. Dan saat ia sudah membawa-bawa nama sekolah, itu artinya ia sudah sangat serius.

 

“Maksudku begini. Tidak bisakah mengusung tema mitologi Yunani saja? Yang lebih mengedepankan makna persahabatan sejati, kesetian, keberanian, dan… eum… sekalian menambah pengetahuan tentang mitologi Yunani. Kalau mengangkat legenda China itu… aduh… terlalu berat karena dari awal sampai akhir semuanya tentang percintaan,” jawab Baek Hyun.

 

“Alasanmu terlalu bertele-tele. Kita sesuaikan dengan selera orang sekarang. Lagipula legenda Altair dan Vega itu sangat keren.”

 

“Tapi jangan yang versi China nya Hyung… itu terlalu… err…”

 

“Kenapa?”

 

“Coba kutebak, pasti ada adegan ciumannya.”

 

Su Ho langsung menoleh pada Chen yang saat itu mengerutkan keningnya bingung. “Ya memang ada, karena nilai jualnya di situ. Ini kan murni kisah cinta, ya jelas harus ada.”

 

Baek Hyun berdecak. “Itu dia masalahnya, kalian gila, memintaku berciuman dengan Se Hun di drama itu? Aku bisa dibunuh Kris Hyung.”

 

Dan…

 

Su Ho tertawa, diikuti Kyung Soo, dan akhirnya semua orang tertawa kecuali Baek Hyun dan Se Hun.

 

“Jadi hanya masalah itu? Hanya karena kau takut Kris Hyung cemburu? Aih, pemikiran yang kekanak-kanakan.”

 

Baek Hyun mengangkat alisnya dan melipat tangan di dada. “Oh ya? Kalau begitu, Kyung Soo saja yang berpasangan dengan Se Hun, dan kuharap kau tidak kekanak-kanakan untuk protes saat mereka dengan terang-terangan berciuman bibir di atas panggung.”

 

Su Ho membelalak dengan wajah merah. “I… Itu tidak boleh. Ma… maksudku, Kyung Soo itu beda, dia tidak bisa akting?”

 

“Kurasa kita semua tau, rata-rata panitia yang terpilih di sini masuk ke dalam anggota terbaik club drama dan teater kan? Jadi kurasa itu bukan alasan yang cukup masuk akal Hyung.”

 

Su Ho jadi salah tingkah sendiri. “Oke, lalu apa usulmu?”

 

“Altair dan Vega benar-benar menarik, hanya saja, tolong jangan aku.”

 

“Lalu siapa lagi?”

 

Baek Hyun berdecak, kemudian menoleh pada Se Hun. “Hei, bersuaralah Se Hun-ah, kau tidak mau kan karena drama ini hubunganmu dengan Lu Han Hyung jadi terganggu.”

 

“Eum, sebenarnya aku setuju denganmu, tapi kurasa Lu Han Hyung tidak akan protes hanya masalah seperti ini. Dia juga sering membuatku cemburu saat dia beradegan mesra dengan lawan mainnya di TV.”

 

“Ja… Jadi?”

 

Se Hun mengangkat bahu santai. “Apa salahnya? Hanya akting kan?”

 

Baek Hyun memijat kepalanya yang seperti berputar, seolah kejadian yang sama terulang kembali, dan itu membuatnya semakin pusing.

 

“Jadi semua setuju bukan? Kita tetap memilih suara terbanyak, dan 99,99 % sudah setuju. Jadi Byun Baek Hyun, bersiaplah karena minggu depan, latihan akan dimulai,” tegas Su Ho membuat Baek Hyun yang ingin protes hanya bisa bungkam. Yang jelas ia harus memikirkan cara untuk menyampaikan ini pada Kris.

 

 

~*♥*~

 

 

Baek Hyun meletakkan secangkir cokelat hangat di atas meja. Cukup jauh dari tumpukan buku yang dipelajari Kris. Setelahnya, ia duduk di sofa, persis di belakang Kris yang duduk melantai sembari mengerjakan soal-soal matematika.

 

Baek Hyun tersenyum kemudian memjiat punggung Kris dengan lembut. “Kenapa tidak istirahat dulu Hyung, nanti bisa dilanjut.”

 

“Jadi apa yang ingin kau sampaikan?”

 

“Eh?”

 

Kris meletakkan pena nya di atas meja kemudian menoleh. “Sejak kapan kau nekat mengusikku saat sedang belajar, jadi pasti ada yang ingin kau sampaikan.”

 

“A… U… Eum… Kau merasa terusik? Ma… maaf.”

 

“Tidak, tapi ini aneh saja. Sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan?” tanya Kris lagi setelah ia merubah posisi duduk di sebelah Baek Hyun dan merangkul pundaknya. Membuat Byun Baek Hyun –kekasihnya- tertunduk dengan wajah cukup memerah.

 

“Eum… tentang festival sekolah tahun ini,” jawab Baek Hyun hati-hati sekali.

 

“Ah benar, beberapa bulan lagi. Aku tidak begitu mengikuti perkembangannya sejak mundur dari OSIS.”

 

“Ya, maksudku… kau kan sudah kelas tiga, jadi itu wajar.”

 

“Lalu apa masalahnya?”

 

Baek Hyun menggigit bibirnya resah. Berusaha terlihat santai tapi tetap saja gagal. Ia bisa dikatakan sangat baik untuk berakting, tapi terlalu buruk jika ia aplikasikan di hadapan Kris.

 

“Aku ikut berpartisipasi lagi tahun ini.”

 

“Eh benarkah? Itu bagus, aku mendukungmu.”

 

Mata Baek Hyun melebar dengan binar harap. “Jadi kau tidak keberatan?”

 

“Untuk apa aku keberatan? Aku justru senang kalau kau sering ikut kegiatan seperti ini maka kemampuan aktingmu akan meningkat. Tidak mengapa kalau kau jadi pemeran pengganti lagi, atau figuran, itu tidak buruk. Banyak bintang besar yang bermula dari peran figuran.”

 

“Eh? Tapi aku bukan…”

 

“Apa Su Ho mengangkat cerita tentang legenda Yunani lagi?”

 

Baek Hyun jadi serba salah, karena memang Kris salah menanggapinya. “Heum, Altair dan Vega, tapi ini versi legenda China. Pengembala dan Penenun.”

 

“Benarkah?” Kris tampak antusias, “lalu kau sebagai siapa? Ibu dari penenun? Itu artinya kau akan jadi istri raja langit.”

 

Baek Hyun mendesis, sebenarnya cukup tersinggung karena Kris sama sekali tidak berpikir bahwa kekasihnya itu justru dipaksa untuk mengambil peran utama. “Bukan…”

 

“Lalu apa? Jadi kerbau pengembala? Kerbau juga berperan penting. Kau akan tampak imut dengan kostum sapimu.”

 

Hyung…”

 

Kris justru tertawa, terlihat puas sekali menggoda Baek Hyun. “Jadi apapun, aku dukung,” ucapnya pada akhirnya. Tak lupa ia mengacak puncak kepala Baek Hyun untuk menunjukkan supportnya.

 

Kali ini Baek Hyun betul-betul mengharapkan lampu hijau. “Benarkah?”

 

“Heum, aku ini kekasihmu. Jadi aku akan mendukung semua pilihanmu, karena pilihanmu tidak pernah salah. Contohnya pilihanmu untuk jatuh cinta pada pria tampan ini.”

 

Hyung…”

 

“Itu benar kan?”

 

Ck, kau betul-betul tidak akan marah? Bahkan jika aku mengambil peran Veg__”

 

 

Ting tong~

 

 

 

“Ah tunggu sebentar, mungkin itu Lu Han,” potong Kris kemudian beranjak dari duduknya dan melangkah santai ke ruang depan.

 

“Eh, ada urusan apa Lu Han Hyung ke sini?” tanya Baek Hyun cukup kaget.

 

Kris menoleh  saat sadar bahwa Baek Hyun menyusulnya. “Jangan cemburu begitu. Kami sudah tidak ada hubungan apa-apa, hanya saja siapapun tidak bisa mengelak kalau dia pernah tinggal di sini. Dan masih ada beberapa barang yang belum ia ambil,” jelasnya sebelum meraih handle pintu depan dan membukanya. “Kupikir masih beberapa jam lagi,” sambut Kris pada sosok mengagumkan itu. Akhir-akhir ini semakin ramah dan bersahabat memang.

 

“Mumpung Se Hun ada waktu untuk mengantarku, lagipula malam ini kami ada janji nonton.” Lu Han masuk dengan santainya, disusul Se Hun dari belakang. “Eh, ada Baek Hyun. Kebetulan sekali.”

 

Baek Hyun hanya tersenyum, dia memilih santai saja dari pada tersinggung dengan ucapan Lu Han. Bukankah ini apartemen kekasihnya sekarang? Jadi apakah keberadaannya di sini masih bisa disebut sebagai kebetulan? Tapi Baek Hyun pikir itu cara Lu Han untuk menunjukkan sikap akrabnya.

 

“Sudah kutemukan, ternyata kau menyimpannya di rak bajuku yang paling bawah dan tertutupi…”

 

Baek Hyun sudah tidak mendengar percakapan Kris yang menyusul Lu Han ke (mantan) kamar mereka dulu, tidak heran kenapa barang-barang Lu Han masih tersisa di sana.

 

“Hei, sudah kau beritahu?”

 

Baek Hyun langsung menoleh saat Se Hun menegurnya. “Eh apanya?”

 

“Itu, soal pementasan itu. Sudah melapor?”

 

Baek Hyun mendengus cukup kesal, Se Hun terlihat lebih kepada menggodanya. “Sudah, dan Kris Hyung tidak keberatan. Jadi kurasa aman.”

 

“Kau saja yang terlalu khawatir. Nyatanya Kris Hyung tidak seprotektif itu.”

 

“Ah sudahlah, yang jelas sudah dapat izin, dia justru mendukungku. Dan oh… kalau Su Ho Hyung tahu, dia pasti bersorak penuh kemenangan. Kapan-kapan, kutempatkan Kyung Soo di posisiku, biar dia tahu rasa.”

 

Se Hun tertawa cukup geli, membawa tangannya untuk mengusap puncak kepala Baek Hyun. “Latihan dimulai minggu depan, mungkin bisa kujemput tiap sore atau…”

 

“Tidak perlu, aku bisa naik bis atau diantar Kris Hyung. Bukankah kau juga harus mengantar Lu Han Hyung tiap sore kemana-mana?”

 

“Oh … yang itu sudah beres. Sudah kukatakan padanya selama 2 bulan penuh aku hanya bisa dipakai setiap akhir pekan.”

 

Ugh… Bahasamu Oh Se Hun… menjijikkan.”

 

“Itu konotasi sederhana Byun Baek Hyun. Dan sebenarnya Su Ho Hyung bilang, kita harus lebih sering menghabiskan waktu berdua agar … apa istilahnya, aku sedikit lupa, intinya agar chemistry kita nanti saat di panggung semakin kuat.”

 

Baek Hyun menghela nafas panjang kemudian mendudukkan pasrah tubuhnya di atas sofa ruang tengah. “Su Ho Hyung makin semena-mena belakangan ini. Berdoa saja aku tidak mundur.”

 

“Santai sajalah. Memangnya apa yang kau cemaskan? Kemampuan aktingmu sudah di atas rata-rata dan seluruh panitia tidak ada yang meragukanmu. Kalaupun ada, berarti mereka tidak menonton pertunjukan tahun lalu yang sukses besar,” hibur Se Hun tepat saat ia memilih duduk di sebelah rekannya itu.

 

“Jangan lupa, tokoh utama itu mereka yang entah sedang melakukan apa di dalam kamar saat ini.”

 

Se Hun terawa lagi, kali ini menepuk paha Baek Hyun membuat pemuda berambut cokelat gelap itu menoleh dengan alis terangkat. “Percayalah. Kris Hyung terlalu menyukaimu jika kau masih khawatir dia menoleh ke belakang. Dan Lu Han, walau masih belum sepenuhnya mencintaiku, dia tetap akan memegang teguh kepercayaanku. Jadi santailah. Sekarang katakan apa yang kau cemaskan tentang pementasan nanti? Kau punya kemampuan, sudah dapat izin, bahkan dukungan, penampilanmu cukup bahkan sangat menarik jadi cukup janggal jika kau kurang percaya diri. Belum lagi kau sudah ada pengalaman di festival sebelumnya, jadi kupikir…”

 

“Hanya alasan konyol Se Hun-ah. Aku masih memikirkan adegan ciuman itu. Belum lagi, ini pure love story.”

 

“Ya Tuhan… masih itu?”

 

Baek Hyun menatap Se Hun cukup serius. Sedikit meneliti respon santainya barusan. “Aku mempermasalahkannya dengan alasan yang sangat masuk akal Oh Se Hun. Aku punya kekasih, dan berciuman dengan orang lain rasanya… errr…”

 

“Itu tidak termasuk kategori berciuman, ayolah … itu hanya akting.”

 

“Tetap saja janggal. Aku ingat drama tahun lalu saat kau dan Lu Han Hyung berlatih, kuhitung… hampir 5 kali kalian berciuman, padahal itu hanya latihan. Oh Tuhan… semoga Su Ho Hyung tidak gila untuk memaksa kita berciuman saat latihan.”

 

“Eum… mungkin akan ada, sesekali. Berhubung dalam naskah dramanya… eum… ada sekitar 7 sampai 8 kali kita harus berciuman.”

 

“APA???”

 

“Saat Altair dan Vega pertama kali jatuh cinta, setiap kali bertemu, berpisah, dan dipertemukan lagi, dan… menurutku setiap ada scene yang melibatkan Altair dan Vega akan ada adegan ciumannya. Setidaknya itu yang kubaca di naskah mentah yang dibuat Chen.”

 

“Mereka gila… Aku yakin Su Ho Hyung yang mengarang semua itu. Kita ini akan mempertunjukkan drama hasil kreatifitas para siswa, bukan fantasi gilanya. Oh Tuhan…” Baek Hyun semakin frustasi. Terlihat jelas saat ia mengusap kasar wajahnya.

 

“Sedang membahas apa? kelihatannya serius sekali?” tegur Lu Han saat ia baru saja keluar dari kamar Kris dengan membawa sebuah kotak kayu berukuran sedang yang Baek Hyun yakin menjadi alasan kedatangan pemuda itu ke apartemen Kris.

 

“Drama untuk festival nanti Hyung,” jawab Se Hun langsung mengambil alih kotak yang tidak terlalu berat itu.

 

“Kau dapat bagian lagi Se Hun-ah?” tanya Kris kali ini.

 

“Iya Hyung, kali ini sebagai Altair. Dan semoga bisa sampai pentas tanpa ada halangan seperti pementasan yang lalu,” jawabnya setelah meletakkan kotak tadi di atas meja.

 

“Peran utama lagi?! Hebat… Kau hanya perlu mencari lawan main pemeran Vega yang tidak menyusahkan. Seingatku kisah Altair dan Vega itu cukup…” Kris mengangkat bahu sebagai kelanjutan kalimatnya. “Jadi jangan sampai kau jatuh cinta sungguh-sungguh dengan lawan mainmu hahahaha.”

 

Se Hun cukup kebingungan, terlebih melihat Baek Hyun terlihat gelisah sendiri di sana. Tapi kebingungannya tidak berlangsung lama karena tangan indah Lu Han mengalihkan pikirannya, sesekali merangkul lengan Se Hun untuk menggodanya. “Benar… Jangan sampai kejadian tahun lalu terulang kembali. Pemeran utama saling jauh cinta di atas panggung itu menyebalkan sekali. Dan aku sudah tidak mau mengalaminya dua kali. Benar begitu Kris?”

 

Baek Hyun mengeluh dalam hati. Kelopak mata kirinya bergerak sendiri, dan ia punya firasat buruk akan hal itu. “Ah, Hyung… sepertinya aku harus pulang, sudah hampir petang,” seru Baek Hyun terlihat jelas memutus obrolan.

 

Kris mengerutkan kening sembari melirik arlojinya. “Masih setengah 5, biasanya kau baru pulang sehabis makan malam.”

 

“Aku lupa kalau aku  harus membantu Ayahku membersihkan kolam ikan sore ini.”

 

“Benarkah? Rajin sekali. Aku bahkan tidak ingat bahwa di rumahmu ada kolam ikan.”

 

Aduh…

 

“Maksudku, kolam ikan tetangga.”

 

“Wow… Kau dan Ayah mertua perlu diberi penghargaan karena memiliki jiwa sosial yang terlalu tinggi, jadi kau dan Ayahmu akan repot-repot menghabiskan waktu istirahat hanya untuk membersihkan kolam ikan yang bahkan bukan milik kalian? Hebat…”

 

Baek Hyun jelas mati langkah, ia menggigit bibirnya kuat-kuat, merutuki lidah dan otaknya yang kali ini tidak berkoordinasi dengan cukup baik. Kondisinya makin parah karena Se Hun dan Lu Han ikut tertawa (hanya terlalu kejam jika dikatakan bahwa mereka menertawainya).

 

“Aku naik bis saja. Selamat sore Hyung… Lu Han Hyung, Se Hun-ah. Aku pulang.”

 

Barulah Kris tertawa dan langsung memeluk kekasih mungilnya itu. “Hanya bercanda. kau terlihat sangat menggemaskan saat panik.”

 

Hyung…”

 

“Akan kuantar. Dan sepertinya kau punya hutang satu penjelasan kenapa kau panik begini.”

 

Baek Hyun kembali mengeluh dalam hati. Sepertinya memang tidak bisa dihindari. Setidaknya, apapun tanggapan Kris nanti, ia sudah siap lahir batin.

 

 

~*♥*~

 

 

Baek Hyun mengerjapkan matanya tidak percaya. Ia masih meneliti ekspresi santai Kris dari samping sementara kekasihnya itu tetap berkonsentrasi menyetir. “Serius Hyung?”

 

“Tentu saja. Memangnya apa yang salah kalau kau mengambil peran Vega, itu justru keren. Jadi kekasihku ini akan mengambil peran utama kan? Siapa yang tidak bangga?”

 

“Ma… Maksudku bukan masalah peran utamanya, tapi ceritanya Hyung. Altair dan Vega… dua kekasih yang jatuh cinta, yang dipisahkan karena kemurkaan raja langit bla bla bla. Maksudku… berpegangan, bertatapan, berpelukan, dan berciuman… itu akan kulakukan dengan Se Hun, kau serius tidak keberatan?”

 

Kris berdehem pelan sebelum menepikan mobilnya persis di depan pagar rumah minimalis milik kerluarga Byun. Setelahnya ia menoleh dan mengamati wajah kekasih mungilnya yang akan selalu membuatnya gemas. “Hanya akting kan?”

 

Sekali lagi, Baek Hyun mengerjap tidak percaya. “Kau serius? Betul-betul tidak masalah kalau aku berciuman beberapa kali dengan Se Hun?”

 

Kris tertawa, segera melepas seat belt-nya sebelum mengacak rambut Baek Hyun. “Itu bukan berciuman, istilahnya hanya selipan yang bernilai estetika tinggi agar pertunjukan kalian semakin menarik. Kau hanya menempelkan bibirmu di bibir Se Hun.”

 

Baek Hyun tidak bisa mengatupkan rahangnya, masih tidak habis pikir kenapa Kris berpikiran sesederhana itu. Atau… apakah dia sendiri yang berpikiran terlalu rumit?

 

“Kecuali kalau kalian betul-betul berciuman seperti yang kita lakukan di pementasan yang lalu, itu aku tidak hanya marah, tapi akan kubunuh kalian berdua.”

 

“La… Lalu apa bedanya? Tetap saja di panggung nanti… Se Hun akan menciumku di bibir. Dan tebakanku Su Ho Hyung akan menyisipkan adegan itu di naskah tidak hanya satu kali.”

 

“Beda Baek Hyun-ah. Berciuman itu seperti yang kita lakukan setiap hari.”

 

Blush…

 

“Itu pakai perasaan, ekspresi cinta yang meluap-luap, dan…”

 

“Ng… Oke Oke cukup, aku mengerti Hyung, jangan dibahas lagi,” potong Baek Hyun saat wajahnya sudah betul-betul merah.

 

“Lagipula kondisi itu bisa diakalai. Nanti akan kuajari, kau hanya butuh plastik transparan berukuran kecil, sisa kau tempelkan di bibir Se Hun tanpa kentara sebelum kau menciumnya. Beres kan?”

 

Baek Hyun membelalak takjub dengan ide simpel barusan. “Benarkah?”

 

“Akan kuajari nanti, bisa kau aplikasikan juga saat latihan dengan Se Hun, kau hanya butuh kelihaian dan gerakan tangan yang cepat. Jangan sampai tertangkap oleh mata penonton.”

 

“Berpengalaman sekali,” dengus Baek Hyun.

 

“Sering kupraktekkan dulu saat ikut pementasan drama tahunan. Kalau tidak salah kami masih kelas 1 SMU. Setidaknya sebelum berpacaran dengan Lu Han,” jelas Kris dengan seringaiannya.

 

Baek Hyun terbatuk telak. Kenyataannya memang ia hanya orang baru dalam kehidupan Kris, sementara masa lalunya… penuh cerita berkesan bersama Lu Han.

 

Dan sekelumit bayangan Kris yang berciuman dengan Lu Han kini terputar di otaknya. 2 tahun menjalin hubungan… Oh… jelas tidak sekali dua kali mereka berciuman.

 

“Hei…  kenapa diam?”

 

“A… Ah tidak. Eum… Jadi intinya… tidak apa-apa?”

 

Kris mengangguk yakin. “Katakan saja padaku kalau Su Ho menyelipkan adegan yang aneh-aneh. Akan kuhajar dia, dan kupaksa kekasihnya menggantikan peranmu agar dia tau rasa.”

 

Barulah Baek Hyun tertawa lega. Kris memang protektif, tapi pikirannya masih sehat untuk tidak membatasi gerak Baek Hyun. Kris memang selalu punya cara untuk menyenangkannya. “Aku semakin mencintaimu Hyung. Sungguh…”

 

“Ya ya ya.. dan kau tahu, dalam hidupku, cinta baru dimulai saat aku bertemu denganmu.”

 

Blush~

 

“Jadi kapan kau mulai latihan?”

 

“Minggu depan.”

 

“Oh baiklah, jadi harus kuajari tekhnik itu dan kau harus sudah mahir sebelum mulai mempraktekannya dengan Se Hun.”

 

“Ck, aku jadi gugup…”

 

“Dan berhubung sekarang aku tidak melihat plastik kecil, belum lagi kau begitu menggemaskan sore ini, besok saja kuajari karena sekarang aku betul-betul ingin menciummu.”

 

“E… Eh… Hyung…”

 

 

~*♥*~

 

 

 

Sore itu, Baek Hyun mengunjungi perpustakaan umum dengan tujuan mengumpulkan bacaan mengenai legenda Altair dan Vega beberapa versi (berhubung latihan mereka akan dimulai besok, rutin selama sebulan lebih). Alasannya hanya satu, ia tidak mau ditipu mentah-mentah oleh fantasi gila Su Ho yang merombak beberapa bagian menjadi kelihatan lebih vulgar. Dari mana ide gila yang ditemukan Su Ho sampai menyelipkan adegan ciuman sebanyak 8 kali dalam pementasan drama anak sekolah? Benar benar gila. Untuk itu dia harus mengumpulkan sumber asli sebagai pegangan untuk membantah beberapa scene yang tidak masuk akal di drama nanti.

 

Mengikuti selera anak muda zaman sekarang memang boleh, tapi jangan sampai melupakan inti cerita sebagai nilai estetikanya. Yaitu cinta yang kuat dan tulus.

 

Baek Hyun tersenyum puas setelah membuat salinannya pada sebuah note tebal. “Jangan macam-macam kau Kim Joon Myun Hyung,” tegasnya dalam hati.

 

Ia berjalan keluar perpustakaan menuju halte terdekat. Menelpon Kris untuk menjemputnya sepertinya keterlaluan. Kris sedang sibuk untuk persiapan ujian akhir dan masuk perguruan tinggi. Dan sebagai kekasih yang baik, Baek Hyun jelas tidak ingin mengganggu jam belajarnya.

 

Dan beginilah. Baek Hyun lupa kapan tepatnya terakhir ia menaiki bis yang penuh. Ia hanya bisa menganga takjub karena tak ada satupun kursi penumpang yang kosong. Jadi terpaksa ia kembali menikmati masa-masa dimana ia berdesakan dengan penumpang lain yang berdiri di atas bis.

 

Plok~

 

Baek Hyun mengaduh dalam hati. Jengkel sudah pasti. Seseorang menepuk bokongnya itu sudah cerita lama yang terulang kembali. Baek Hyun bukan tipe orang yang suka cari masalah, mungkin ia hanya perlu tahu orangnya dan menghindarinya.

 

Ia pun menoleh dengan hati-hati, mencari siapa saja yang terlihat berpotensi sebagai pelaku. Hasilnya… blank. Semua orang seolah sibuk dengan dunia masing-masing. Tapi ada satu yang langsung menarik perhatian Baek Hyun di detik pertama ia menoleh.

 

Pemuda yang berdiri persis di belakangnya, menggunakan earphone berwarna putih, tangan kanannya berpegangan pada besi penyangga, dan tangan kirinya ada di saku jaketnya, matanya terpejam menikmati lagu (yang entah apa judulnya).

 

Baek Hyun sudah menetapkan bahwa pria tertampan di dunia adalah kekasihnya yang bernama Kris. Tapi… ia rasa tidak apa-apa untuk sedikit adil jika mengatakan pria di dekatnya ini juga tampan, setelah Kris tentunya.

 

Ah… pasti bukan dia pelakunya. Dia terlihat seperti orang baik-baik__teguhnya dalam hati, kemudian memilih cuek saja namun tetap waspada.

 

Greb~

 

“AKHHH…”

 

Baek Hyun menoleh kaget pada seorang pria paruh baya yang menjerit kesakitan. Tak terlalu lama mencari penyebabnya, Baek Hyun membelalak saat tahu bahwa tangan Ahjushi itu dipelintir kuat oleh pemuda tadi setelah hampir menyentuh (kembali) bokong Baek Hyun.

 

Sialan… pelakunya orang tua__ Keluhnya dalam hati.

 

“Lepas… Lepas… Itu sakit, anak kurang ajar,” bentak ahjushi itu.

 

“Siapa yang kurang ajar Ahjushii? Kau melakukan pelecehan,” balas pemuda tadi, tampak semakin keren.

 

Ahjushii itu langsung menarik paksa tangannya hingga terlepas, sedikit meringis karena tangannya keseleo. “Jangan sok menjadi pahlawan kesiangan, anak kurang ajar. Ini bukan urusanmu.”

 

Pemuda itu tertawa kecil, kemudian menarik tangan Baek Hyun yang makin terkejut saat tubuh mungilnya terhempas begitu mudah ke dada pemuda tampan tadi. “Ini urusanku, karena kau melecehkan kekasihku. Dasar orang tua mesum.”

 

Deg~

 

Ahjushii itu membelalak. Belum lagi penumpang lain mulai menatapnya risih dan geram karena bentakan pemuda tadi. “Sial..” keluhnya kemudian buru-buru berjalan ke depan meminta sopir bis menghentikan bisnya di mana saja dan bergegas turun.

 

Cih… orang tua zaman sekarang.”

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya bingung. Sepertinya ada kalimat yang ambigu. Bukankah kalimat yang biasanya didengar adalah ‘dasar anak muda zaman sekarang’. Lalu kenapa kalimat tadi konteksnya jadi berubah?

 

“Eum… Maaf? Bisa melepasku?” tanya Baek Hyun canggung saat tangan pemuda itu masih memeluk pinggangnya.

 

“Ah maaf… maaf. Keasyikan,” jawabnya sambil tertawa setelah melepas tangannya.

 

“Apa!?”

 

“Ah tidak. Bukan apa-apa. Kau baik-baik saja?”

 

“Eh iya. Yang tadi terima kasih.”

 

“Heum, bukan perkara besar. Dilihat dari postur tubuhmu, kau memang cukup berpotensi menjadi sasaran empuk korban pelecehan.”

 

“Maaf? Bisa diulangi?”

 

“Jangan tersinggung, hanya saja kau harus berhati-hati saat naik kendaraan umum seperti ini. Lain kali bawa rekan, atau jangan naik di bus yang sudah penuh.”

 

“Eum, masalah itu, sudah setengah tahun lebih aku tidak naik bis. Karena biasanya ada yang sering mengantar jemput. Dia hanya sedang sibuk sekarang, jadi aku naik bis saja. besok-besok mungkin tidak akan lagi. Tadi hanya kebetulan karena aku tidak melihat taxi.”

 

“Oh, diantar jemput kakak?”

 

“Bukan, aku anak tunggal.”

 

“Lalu Ayah?”

 

“Ayahku sibuk. Jelas tidak ada waktu untuk mengantar.”

 

“Lalu?”

 

“Kekasihku…”

 

Mata pemuda itu melebar, kemudian bibirnya membulat sambil mengangguk. “Ooo… Jadi sekarang anak SD juga sudah mengenal istilah berpacaran?”

 

“Maaf? Bisa kau ulangi?”

 

“Ah tidak…”

 

Baek Hyun menggeram marah, tersinggung tentu saja. apalagi pemuda di depannya ini tertawa. “Aku sudah kelas 1 SMA, beberapa bulan lagi naik kelas. Jadi jangan sembarangan bicara dan mengatai orang.”

 

“Hei… hei, jangan marah begitu, kita jadi tontonan. Pelankan suaramu.”

 

“Kau yang memulai.”

 

“Ya Tuhan, aku hanya bercanda. Aku hanya kaget saja, kupikir kau beum ada yang punya. Padahal tadi sudah kukatakan pada Ahjushii tadi bahwa kau kekasihku. Ah sayang sekali.”

 

Blush…

 

Blak-blakan sekali orang ini.

 

“Oh ya… sudah sejauh ini obrolan kita, tapi aku tidak tahu namamu.”

 

Baek Hyun berdecak kesal, sebenarnya masih risih tapi berhubung pemuda ini sudah menolongnya, jadi ia rasa tidak apa-apa membalas jabatan tangannya. Lagipula, belum tentu mereka akan bertemu lagi. “Byun Baek Hyun,” ucapnya pelan.

 

“Oh… Byun Baek Hyun. Nama yang manis. Aku Kai… panggil saja begitu.”

 

“Kai? Hanya Kai?”

 

“Orang-orang memanggilku begitu.”

 

“Maksudku, kau tidak punya nama keluarga?”

 

“Margaku Kim.”

 

“Jadi Kim Kai?”

 

Pemuda itu justru tertawa, dan dengan santainya mengulurkan tangan dan mencubit pipi Baek Hyun. “Ya Tuhan… kau lucu sekali. Cepat putuskan kekasihmu dan berpacaran saja denganku. Kau menggemaskan.”

 

Baek Hyun menepis tangan Kai saat ia rasa pemuda itu sudah lebih dari sekedar keterlaluan. “Dasar gila…” keluhnya kemudian bergegas turun saat bis berhenti di halte yang sebenarnya masih jauh dari rumahnya.

 

“Hey tunggu… Byun Baek Hyun…”

 

Baek Hyun tidak menggubris, ia terus berjalan meninggalkan halte bis menuju ke… mana saja asal meninggalkan pemuda gila bernama Kim Kai itu.

 

“Hey Byun Baek Hyun… kau tidak bisa menyewa taxi tanpa uang kan?”

 

Langkah Baek Hyun terhenti seketika saat ia menyadari sesuatu. Refleks ia menyentuh saku belakang  jeansnya dan…

 

Oh tidak… dompet_____

 

Dan saat ia menoleh ke belakang, Kai sudah berdiri di sana sambil melambai-lambaikan sebuah dompet kulit berwarna hitam.

 

Baek Hyun membelalak. Tanpa pikir panjang lagi ia berlari menghampiri Kai dan merebut kembali dompetnya. “Dari mana kau dapatkan ini?” bentaknya.

 

“Dari saku celanamu kan? Kau menyimpannya di situ kan?”

 

Baek Hyun semakin membelalak karena jawaban santai itu. “Jadi kau???”

 

“Heum, tapi lumayan kasihan juga, uangmu sedikit, makanya tidak jadi kuambil.”

 

“KAU!!!”

 

“Jadi yang pirang itu kekasihmu?”

 

Baek Hyun semakin tidak bisa menahan emosinya. Pemuda bernama Kim Kai, selain dia kurang ajar, mesum, seenaknya sendiri, pencopet, ternyata dia tidak ada sopan santunnya sama sekali. “Berani-beraninya kau membuka dompetku.”

 

“Kalau tidak kubuka, ya tidak bisa kuhitung jumlah uangnya. Lagipula, apa sekarang masih zamannya orang menyimpan foto kekasihnya di dalam dompet?”

 

“KAU… UGH…” Baek Hyun mengepalkan tangannya kuat-kuat, tapi tetap saja pada akhirnya ia memilih meninggalkan pemuda kurang ajar itu.

 

“Hei Byun Baek Hyun… kau sekolah di mana?” seru Kai tanpa berniat menyusulnya.

 

“Persetan denganmu,” degus Baek Hyun seorang diri. Semakin mempercepat langkahnya.

 

“Aku serius, putuskan saja kekasihmu, dan datanglah padaku.”

 

“Brengsek…” dan Baek Hyun akhirnya berlari dan menyetop taxi pertama yang dilihat oleh kedua matanya.

 

 

~*♥*~

 

 

 

Kris bingung sendiri dengan tingkah kekasih mungilnya. Sejak Kris menjemputnya tadi pagi, anak itu terus memasang wajah masam. Tidak seceria biasanya. Saat ditanya kenapa, dia hanya menggeleng dan berkata tidak apa-apa. Dan hanya orang bodoh yang mau percaya.

 

Kris mengantar Baek Hyun sampai ke kelasnya. Meminta Kyung Soo untuk mengungsi sebentar ke bangku lain karena sepertinya Kris tidak akan tenang kalau tidak mendapatkan jawaban kenapa Baek Hyun begitu aneh pagi itu.

 

“Aku tidak akan pergi sampai kau mengatakan apa yang terjadi. Ada yang membuatmu jengkel? Katakan siapa namanya, kelas berapa, dan tinggal dimana?”

 

Baek Hyun berdecak, kemudian memandangi Kris yang juga tengah menatapnya cemas. “Bukan apa-apa Hyung, moodku hanya kurang baik sejak kemarin.”

 

“Alasannya?”

 

“Yah… hanya  alasan tidak penting. Tapi tenang saja, nanti juga baik sendiri.”

 

“Oh, sejak kapan kau sudah berani menyembunyikan sesuatu dariku?”

 

“Ini bukan apa-apa Hyung. Percayalah. Lagipula hanya pertemuan random dengan orang aneh. Dan aku jamin tidak akan bertemu dengannya lagi, jadi lupakanlah.”

 

“Orang aneh?”

 

Baek Hyun menghela nafas panjang kemudian mengangguk. “Akan kuceritakan sepulang sekolah. Jadi pergilah ke kelasmu. Jam pertama hampir dimulai.”

 

“Ya sudah. Tapi aku serius, kalau ada yang menganggumu dan kau tahu orangnya, katakan saja padaku. Oke.”

 

Baek Hyun mengangguk, kemudian tersenyum.

 

“Nah, itu baru Baek Hyun ku. Wajahmu jelek sekali kalau cemberut.”

 

“Ah Hyung, pergilah.”

 

“Baiklah… sampai ketemu jam istirahat,” Kris beranjak setelah sukses mengacak rambut kekasihnya itu.

 

 

 

Semoga aku tidak bertemu dengan Kim Kai itu lagi__ keluh Baek Hyun dalam hati.

 

 

 

~*♥*~

 

 

Biasanya doa orang baik itu manjur. Tapi entah kenapa kali ini doa Baek Hyun benar-benar jauh dari kata dikabulkan. Sedikit mendekatipun tidak. Karena sekarang, tepat di depan matanya. Sosok pemuda dengan postur tubuh tinggi ideal, kulit eksotis dan seksi, rambut kecokelatan,  tampan dan… mata tajam plus seringaian menyebalkan itu terpajang penuh kenyataan di sana.

 

“Baiklah Kim Jong In, silakan ambil tempat dudukmu di pojok belakang.”

 

“Terima kasih Sonsaengnim.” Dan pemuda yang beberapa menit lalu memperkenalkan diri sebagai siswa baru bernama Kim Jong In itu pun melangkah santai menuju tempat yang ditunjukkan. Sedikitpun tidak memutus kontak matanya dengan Baek Hyun sampai Baek Hyun lebih dulu membuang muka. Kai duduk persis di belakang bangkunya, dan itu membuat bulu kuduknya merinding.

 

Pluk~

 

Sebuah remukan kertas kecil mendarat di meja Baek Hyun, arahnya dari belakang, jadi dia tidak perlu mencari tahu dari siapa dan untuk siapa.

 

Namanya jodoh tidak akan kemana.

Sudah kubilang putuskan saja kekasihmu,

 dan berpacaranlah denganku.

 

 

Baek Hyun kembali meremuk kertas itu sampai tak berbentuk. Sepertinya selain latihan drama, ia akan dipusingkan oleh satu lagi masalah.

 

Kim Kai… atau mungkin mulai detik itu Baek Hyun bisa menyebutnya Kim Jong In!!!

 

 

 

~*♥*~

 

 

Jam istirahat tiba. Sepanjang pelajaran pertama dan kedua, Baek Hyun  sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Ada saja gangguan yang ia dapat dari makhluk yang duduk di belakangnya. Dan itu membuatnya tidak hanya muak. Ia langsung berlari keluar kelas di detik pertama gurunya mengakhiri kelas. Satu detik saja ia berada di dekat pemuda itu, maka ia akan gila.

 

Langkah Baek Hyun terhenti saat seseorang yang ia kenal berjalan dari arah yang berlawanan. Seorang siswa populer yang sampai sekarang masih terlihat begitu mengagumkan.

 

“Baek Hyun-ah…” serunya semakin mendekat dan akhirnya berhenti di depan Baek Hyun.

 

“Ah, ada apa Hyung?” tanya Baek Hyun pada Lu Han yang kebetulan sekali menyapanya pagi itu.

 

“Kelas Se Hun sudah selesai?”

 

“Kurang tahu Hyung, tadi saat lewat tidak kuperhatikan. Tapi sepertinya sudah.”

 

“Heum… Oh ya, kapan latihan dramanya?”

 

“Mulai sore ini Hyung.”

 

“Wah… jadi mulai sore ini aku harus rela menyerahkan kekasihku padamu.”

 

Baek Hyun terkekeh canggung, sesekali menggaruk sebelah alisnya kikuk, “sepertinya tidak ada pilihan lain. Sejak awal memang sudah ditentukan aku dan Se Hun akan berpasangan di drama itu.”

 

“Hahaha, santai sajalah. Aku tidak se-childish itu untuk cemburu. Itu hanya drama.”

 

“Ah syukurlah. Kris Hyung juga mengatakan hal yang sama.”

 

“Anggap saja kau dan Se Hun beruntung karena kekasih kalian tahu betul dengan apa yang kalian geluti, jadi kami bisa memakluminya.”

 

Baek Hyun pun tersenyum lega. “Kalian memang yang terbaik, aku benar benar ber__”

 

“Hey, Baek Hyun sayang kenapa meninggalkanku manis?”

 

Seruan yang tidak disangka-sangka itu sukses membuat Baek Hyun merasa lumpuh. Terlebih ada Lu Han di hadapannya dengan sebelah alis terangkat. Jelas karena Lu Han juga mendengarnya.

 

“Kupanggil-panggil dari tadi, kau tidak menyahut. Ayo ajak aku ke kantin,” seru Kim Jong In saat ia sudah berdiri di sebelah Baek Hyun.

 

“Maaf, aku sudah ada janji. Ajak yang lain saja,” tolak Baek Hyun berusaha bersikap sewajar mungkin.

 

“Hei… Ayolah manis. Kenapa kau begitu mudah mencampakkanku?”

 

“Jaga ucapanmu. Dasar bodoh!”

 

“Eum, Baek Hyun? Teman baru?” tanya Lu Han saat merasa diabaikan.

 

“Ah tentu saja buk__”

 

“Benar, aku teman barunya. Dan sedang menunggu sampai dia putus dengan kekasihnya agar kami bisa bercinta. Eh astaga, itu terlalu cepat. Mungkin berpacaran dulu.”

 

Baek Hyun menutup muka dengan satu tangan terlebih melihat Lu Han hampir tidak bisa menahan tawanya.

 

“Hyung… ayo kita pergi. Dia itu gila,” ajak Baek Hyun, lebih kepada berbisik.

 

Dan Lu Han hanya bisa mengangguk sambil tersenyum geli.

 

“Eh ngomong-ngomong, kau manis juga. Baek Hyun memanggilmu apa tadi? Lu Han? Kau pasti dari China.”

 

Baek Hyun langsung menoleh dingin dan mendorong Kai saat pemuda itu ingin mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Lu Han. “Enyah kau, orang gila.”

 

“Ya Tuhan, aku lupa. Sayangku cemburu. Bagaimana ini?”

 

“ARGGGGHHHH!!!!!!!”

 

 

***

 

 

Lu Han mati-matian menahan tawanya sementara di hadapannya kini ada Baek Hyun yang mendinginkan kepalanya. Betul-betul dalam artian yang sebenarnya, Baek Hyun meletakkan bungkusan es (yang ia minta di penjaga kantin) di atas kepalanya.

 

“Lama-lama aku juga bisa ikut gila,” keluhnya.

 

“Kau memungutnya dimana?” ledek Lu Han.

 

“Di rumah sakit jiwa. Ya Tuhan… Hyung, tolong beritahu caranya menghindari pemuda gila itu.”

 

“Tapi dia lucu juga. dan tampan tentu saja. Kau lihat kulitnya? Sehat sekali, belum lagi bentuk tubuhnya.”

 

“Kuharap Se Hun tidak mendengarnya atau dia akan bunuh diri.”

 

Lu Han tertawa kemudian membantu menyeka tetesan air di pelipis Baek Hyun dengan menggunakan tissue. “Aku hanya bercanda. Tapi dia benar-benar lucu. Bagaimana mungkin dia sesantai itu memanggilmu sayang.“

 

“Aku mana tahu? Aku juga heran kenapa ada manusia seperti dia yang eksis di dunia.”

 

“Apa Kris tahu?”

 

“Tidak. Maksudku belum. Semoga tidak.”

 

“Tapi ngomong-ngomong, Baek Hyun-ah. Kris datang.”

 

“Eh benarkah Hyung?” Baek Hyun buru-buru meletakkan kembali bungkusan esnya di atas meja dan membetulkan penampilannya. Menyunggingkan senyum semanis mungkin bertepatan saat pria tinggi berambut pirang datang menghampirinya.

 

“Hei sayang,” sapa Kris kemudian merunduk dan mengecup puncak kepala Baek Hyun dan mengambil kursi di sebelah kekasihnya itu. “Hei, rambutmu basah.”

 

“Eh, tadi itu… esnya tertumpah di kepalaku, baru saja kubersihkan,” balas Baek Hyun asal tentu saja disertai dengan senyum canggung.

 

“Oh… hei Lu Han, mana Se Hun?”

 

“Entahlah, belum muncul.  Mungkin kucari saja dia, sekalian memberikan kalian waktu untuk berdua,” Lu Han beranjak sebelum memberikan kedipan nakal pada Baek Hyun. Pasti tentang Kai, dan itu membuat Baek Hyun mengeluh. Terlebih setelah Lu Han pergi tanpa menoleh sedikitpun.

 

“Jadi, ada yang ingin Baek Hyunku katakan?” tanya Kris sembari menyeruput jus strawberry milik Baek Hyun.

 

Baek Hyun jelas tidak heran kenapa kekasihnya itu begitu hafal dengan kelakuannya. Karena memang pada akhirnya Baek Hyun tidak akan berhasil menyembunyikan apapun. “Ada siswa baru yang menggangguku.”

 

Dan dengan kalimat pendek itu, Kris menghentikan kegiatannya menikmati jus strawberry. Air mukanya berubah dan dalam hitungan detik gelas jus itu sudah berpindah ke lantai dengan keadaan yang bisa dibilang tidak bisa diselamatkan lagi.

 

“Siapa dia?” tanya Kris dingin. Tidak perlu bentakan, karena bahkan dengan suara lirih sudah lebih dari sekedar menakutkan.

 

“A… aku tidak begitu mengenalnya. Aku hanya bertemu satu kali di dalam bis saat dia menolongku dari om-om mesum. Dan terakhir… dia terus mengejarku,” jawab Baek Hyun pelan dan tentu saja ekstra hati-hati. Lebih baik melapor lebih dulu dari pada Kris yang tahu sendiri.

 

“Dan apa pemuda brengsek itu tidak tahu kalau kau sudah memiliki kekasih?”

 

“Su… Sudah kukatakan ribuan kali padanya. Ah, dia bahkan sudah melihat foto kita berdua yang ada dalam dompetku.”

 

“Dan kenapa dompetmu bisa ada padanya.”

 

“Dia pencopet. Tapi dia mengembalikannya.”

 

Kris mendesis jengkel. “Berani-beraninya dia. Apa dia tidak tahu kekasih siapa yang dia usik?”

 

“Tapi aku sudah menolaknya mentah-mentah. Kalau dia tidak punya malu ya entahlah apa yang akan terjad__”

 

 

“BAEK HYUN SAYANG… KAU DI SITU RUPANYA!!! AKU DATANG!!!”

 

 

Tamatlah riwayatku!__keluh Baek Hyun dalam hati.

 

Dan benar saja, Kai datang dan tanpa sungkan menarik kursi untuk duduk di sebelah kiri Baek Hyun yang kosong. “Aku mencarimu sayang.”

 

Baek Hyun terus mengutuk kelakuan Kai, dan ia hanya perlu mengitung detik sampai Kris membanting meja dan menghajar Kai habis-habisan.

 

Dan…

 

Eh…?

 

Baek Hyun menoleh pada Kris karena ia rasa 15 detik berlalu tanpa reaksi yang berarti jelas bukan gaya Kris yang sangat protektif terhadap kekasihnya. Dan Baek Hyun menemukan alasannya saat ia menatap Kris.

 

Deg~

 

Wajah pemuda tampan itu pucat pasi. Matanya membelalak seolah melihat hantu, tanpa berkedip sama sekali. Belum lagi tangannya yang terjatuh lunglai tanpa daya di samping badannya.

 

Demi keagungan dewa Zeus… Kris tidak seperti dirinya.

 

“Hai Yifan. Long time no see…”

 

Dan sapaan sok akrab Kai itu semakin memperparah keadaan.

 

Kris berdiri, dan melangkah pergi tanpa sepatah katapun. Sempat menabarak seorang siswi hingga nampan yang berisi makanan siap saji itu berhamburan di lantai. Tapi pemuda itu tidak peduli. Ia terus melanjutkan langkahnya sampai punggungnya tak terlihat lagi di perempatan koridor.

 

Sudah pasti ada yang terjadi. Dan sangat jelas itu berhubungan erat dengan keberadaan makhluk tak kasat mata yang ada di sebelah Baek Hyun itu.

 

Dan ‘Yi Fan?’

 

Hanya segelintir orang yang memanggil Kris dengan nama itu.

 

Jangan-jangan…

 

“Jadi… kau sudah bisa jadi milikku kan? Kekasihmu meninggalkanmu, dan dia menyerahkanmu padaku. Jadi… kita memulainya dari mana? Eum… eh… bagaimana dengan berciuman? Aku memperlajari banyak tehnik dan sudah cukup lama aku tidak mengaplikasikan__”

 

“Siapa kau?” tanya Baek Hyun takut-takut.

 

“Ha? Bukankah kita sudah kenalan. Aku Kai, dan kemarin terdengar lucu saat kau memanggilku Kim Kai. Seperti nama sayang dan__”

 

“Apa hubunganmu dengan Kris?”

 

“Eughh… He is not my style. Tipeku itu yang imut-imut menggoda, dengan bokong seksi sepertimu. Jadi untuk apa aku punya hubungan dengan pemuda jelek itu?”

 

“Kai… aku serius!” bentak Baek Hyun.

 

Kai hanya tertawa pendek. Kemudian sebuah senyum pahit hampir terbaca dari sudut bibirnya. “Kawan lama.” Dan Kai melipat tangan di dada sambil menatap ke arah Kris berlalu, “Musuh lama,” lanjutnya.

 

Dan Baek Hyun tidak menunggu kelanjutan penjelasannya karena detik itu juga ia berlari untuk mengejar Kris. Setidaknya ia sudah bisa sedikit membaca situasi.

 

 

***

 

“Hyung?”

 

Pemuda tampan itu membelalak saat membuka pintu apartemennya dan menemukan kekasihnya sedang berdiri di hadapannya. Tanpa menunggu lebih lama, ia langsung meraih Baek Hyun ke dalam pelukannya. “Maaf, aku tidak bermaksud meninggalkanmu tadi. Aku… aku…”

 

“Tidak apa-apa. Aku mengerti. Mungkin ada yang membuatmu kurang nyaman.”

 

Kris tidak menjawab, ia hanya semakin mempererat pelukannya di tubuh mungil Baek Hyun.

 

“Hyung… jika ada yang ingin kau katakan padaku, maka__”

 

“Aku melakukan kesalalahan di masa lalu dan meninggalkan sesuatu yang pada akhirnya justru muncul di hadapanku seolah akan menuntut balas.”

 

Baek Hyun tersentak, seketika membelalak dan berusaha merenggangkan pelukannya untuk bisa leluasa menatap Kris. Ingin sekali rasanya Baek Hyun menatap mata Kris saat mengutarakan ketakutannya itu, tapi Kris menolak. Ia semakin mempererat pelukan mereka, dan bisa Baek Hyun rasakan, tubuh kekasihnya itu sedikit gemetar. “Hyung… A… Aku tidak akan memaksamu memberitahuku. Tapi… jika ada yang perlu dan harus aku tahu tentang masa lalumu, aku akan siap mendengarmu.”

 

“Baek Hyun. Aku…”

 

“Ya…”

 

“Aku mencintamu.”

 

“Aku tahu.”

 

“Tidak… kau tidak tahu. Aku tidak ingin kehilanganmu.”

 

“Hyung… aku tahu karena aku merasakan hal yang sama. Aku juga tidak ingin kehilanganmu.”

 

“Tidak Baek Hyun. Tidak sesederhana itu. Kau tidak tahu.”

 

Baek Hyun sedikit meronta hingga ia bisa melepaskan pelukan mereka. Ditangkupnya pipi Kris dan memaksa pemuda itu untuk menatapnya. “Lalu katakan padaku sampai aku tahu.”

 

Kris terdiam.  Wajahnya masih pucat pasi, Baek Hyun bahkan bisa merasakan suhu tubuh Kris menurun drastis, terbukti dengan keringat dingin yang bercucuran di pelipis Kris. “Kim Jong In…”

 

Baek Hyun takjub. Kris bahkan tahu nama lengkap Kai.

 

“Kenapa dengannya?”

 

“Dia akan merebutmu dariku.”

 

“Lalu apa yang meresahkanmu? Bahkan dengan cara apapun, ia tidak akan bisa merubah keadaan bahwa yang kucintai adalah kau.”

 

Kris menggeleng cemas, bahkan terlihat panik. “Ini salahku. Ini salahku…”

 

“Kris…”

 

“Aku bisa membuat keadaan baik-baik saja, tapi sikap angkuhku memperparah keadaan.”

 

“Hyung, sungguh! Sedikitpun aku tidak mengerti dengan kata-katamu. Kau terlihat kacau. Tolong tenangkan pikiranmu. Jika kau tidak siap mengatakannya maka jangan katakan sekar__”

 

“Kai mencintai seseorang, tapi orang itu justru bersikeras jika dia mencintaiku. Aku menolaknya, tidak secara halus, dan itu berlangsung sangat lama.”

 

“Te…rus?” tanya Baek Hyun ragu. Entah dari segi mana hingga itu membuat Kris takut.

 

“Dia… Lay… Lay mati karena aku.”

 

Dan itu sudah cukup membuat Baek Hyun bungkam.

 

***

 

 

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan itu adalah pertama kalinya Baek Hyun sudah melewati batas jam malamnya di apartemen Kris (mungkin bisa disebut keberuntungan jika Baek Hyun mengatakan bahwa kedua orangtuanya tidak berada di rumah sekarang). Kekasihnya sangat kacau, dan ia butuh waktu untuk menenangkannya. Dan ia rasa waktu sejam dua jam tidaklah cukup. Kris itu sedang gusar, dan ia selalu menyalahkan dirinya. Baek Hyun harus melakukan apa saja untuk membuat Kris kembali tenang. Mungkin dengan mengalihkan beban pikirannya. Termasuk mengecup sekitaran wajahnya dan mencium bibirnya cukup lama.

 

“Sudah baikan?” tanya Baek Hyun sesekali mengusap wajah Kris yang berkeringat, kali ini sudah tidak sedingin tadi.

 

Kris mengangguk dengan mata terpejam. Masih menikmati pelukan hangat Baek Hyun di  tubuh kekarnya.

 

Tempat paling menenangkan memang dalam pelukan Baek Hyun. Di atas tempat tidur (tepatnya di kamar Kris).

 

“Aku belum pernah melihatmu sekacau ini.”

 

“Jika kau mengenalku 4 tahun lebih awal, mungkin kau akan sering melihatku seperti ini.”

 

“Jadi… bisa kita mulai dari… siapa itu Lay?”

 

Butuh waktu lama sampai akhirnya Kris menghembuskan nafas panjang dan membuka matanya. Meraih dagu Baek Hyun dan mendongakkan wajahnya agar ia bisa melihat wajah kekasihnya itu. “Masa laluku Baek Hyun. Jauh sebelum aku bertemu Lu Han.”

 

“Dan…”

 

Kris tidak melanjutkannya. Bibirnya yang masih bergetar menandakan bahwa hal selanjutnya membutuhkan persiapan mental untuk diungkapkan dengan kalimat jelas.

 

“Hyung…”

 

“Yang perlu kau tahu Baek Hyun… Aku sangat mencintaimu, dan apapun yang akan dikatakan Kai untuk merebutmu dariku, tolong… jangan mempercayainya.”

 

Baek Hyun masih mengerutkan keningnya, ia tatap seluruh garis sempurna yang membentuk wajah tampan kekasihnya, mencari sedikit celah jika saja ada jawaban dari guratan resah itu. Namun nihil, Baek Hyun hanya menemukan ketakutan berlebih di sana, dan setahu Baek Hyun… Kris tidak takut apa-apa di dunia ini. atau mungkin sekarang sudah bisa diralat. Ada satu hal yang ditakuti Kris di dunia ini. yaitu kehilangan Baek Hyun.

 

“Aku hanya akan mempercayaimu Hyung. Apapun yang terjadi di masa lalu, itu tidak akan mempengaruhiku karena yang kulihat sekarang adalah Kris Wu yang akan selalu bersamaku. Bukan Kris Wu yang ada di masa lalu.”

 

Walau tipis, ada senyum yang terukir di bibir tebal Kris, dan setidaknya itu cukup untuk membuat Baek Hyun lega.

 

“Suatu saat Baek Hyun. Aku akan menceritakannya secara jelas. Tapi.. kuharap kau bersabar karena aku… belum siap.”

 

Baek Hyun mengangguk, sedikit bergeser agar ia bisa membenamkan wajahnya di dada Kris. “Kapanpun itu Hyung… Aku akan menunggu. Aku hanya berharap bahwa apapun yang menjadi beban pikiranmu, bisa kau bagi denganku agar kita bisa menyelesaikannya bersama.”

 

Terdengar hembusan nafas lega dari Kris, berikut irama jantungnya yang mulai beraturan, menandakan bahwa pemuda itu sedikit demi sedikit mulai tenang. “Terima kasih Baek Hyun. Terima kasih karena telah bersamaku,” ucapnya kemudian memberi kecupan ringan di puncak kepala Baek Hyun. Sedikit berusaha sampai lelahnya mengantarnya pada tidur lelap, dengan Baek Hyun yang berada dalam pelukannya.

 

 

***

 

 

“Kau yakin Hyung? Sudah tidak apa-apa?” tanya Baek Hyun cukup ragu saat melihat Kris baru saja keluar dari kamar mandi dengan seragam sekolahnya yang sudah sangat rapi.

 

Kris hanya mengangkat bahu. “Aku tidak yakin. Tapi kupikir, percuma menghindarinya. Kita lihat saja apa yang ingin dilakukan Kai.”

 

“Tapi…”

 

“Asal kau tetap di sisiku, kurasa tidak apa-apa.”

 

Baek Hyun tersenyum kemudian menghampiri Kris untuk membetulkan jas sekolahnya. “Kalau itu sudah pasti.”

 

“Nah sekarang mandilah, akan kuantar kau pulang dulu untuk bersiap-siap ke sekolah.”

 

“Sekalian mandi di rumah saja Hyung. Aku kurang nyaman memakai baju yang sama setelah mandi.”

 

“Baiklah… padahal sebenarnya aku sedikit penasaran bagaimana penampilanmu yang mengenakan baju mandi dengan rambut basah dan__”

 

“Hyung…!!!”

 

 

***

 

 

 

Baek Hyun mengeratkan genggaman tangannya saat Kris tak juga menghentikan langkahnya padahal beberapa meter lagi adalah kelas Baek Hyun. “Sampai di sini saja Hyung, tidak apa-apa. Kau pergilah ke kelasmu.”

 

Kris menoleh padanya dan tersenyum tipis (tepatnya memaksakan diri untuk tersenyum), “Kenapa harus berhenti untuk mengantarmu ke kelas?”

 

“Tapi… Kai…”

 

“Dihindari seperti apapun, anak itu tetap menemukanku Baek Hyun.”

 

“Dan kau tidak apa-apa?”

 

Kris menghela nafas panjang, sepenuhnya berbalik untuk bisa berhadapan dengan Baek Hyun dan memegang kedua pundaknya. “Kalau kubilang aku tidak apa-apa, berarti aku bohong. Tapi aku mengusahakan apapun Baek Hyun. Termasuk membuat segalanya baik-baik saja.”

 

“Tapi…”

 

“Tidak ada tapi, sekarang ayo jalan, dan kuantar kau ke kelasmu.”

 

Dan ketakutan Baek Hyun terealisasi saat ia menangkap sosok yang tidak seharusnya bertemu dengan Kris, kini justru berdiri di ambang pintu kelas. Baek Hyun langsung mengeratkan genggamannya di tangan Kris saat pemuda berkulit sehat itu menghampiri mereka.

 

“Selamat pagi sayang… kenapa kemarin pulang cepat?” sambut Kai.

 

Kris sekali lagi mematung, bahkan tidak bisa berbuat apa-apa saat Kai dengan santainya mengusap kepala Baek Hyun dan terhenti saat pemuda mungil itu yang menepis tangan Kai.

 

“Bukan urusanmu Kai.”

 

“Benarkah? Kau yakin kau adalah kekasih Wu Yi Fan?”

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya bingung, dan… menyebut nama Kris selengkap itu jelas Kai sengaja memberikan intimidasi. “Apa maksudmu?”

 

“Maksudku, kalau kau adalah kekasih Wu Yi Fan, maka itu berarti, kau adalah urusanku, karena…” ucapan Kai terhenti seketika saat ia menoleh dan menatap pemuda yang sedkit lebih tinggi darinya itu, “semua yang berhubungan dengan Wu Yi Fan… adalah urusanku,” lanjutnya dengan nada tegas, dan itu sukses mempengaruhi Kris karena Baek Hyun bisa merasakan tangannya mendingin.

 

“Pergi kau…” usir Baek Hyun sambil mendorong tubuh Kai.

 

“Jangan begitu sayang, kau menyakiti perasaanku.”

 

“Lalu… apa dengan sikapmu seperti ini kau yakin tidak menyakitiku? Berhenti mengusik kehidupan Kris Hyung dan pergi dari sini.”

 

Kai tertawa, kemudian menggerakkan jari telunjuknya berkali-kali di depan wajah Baek Hyun. Hendak rasanya Baek Hyun menggigitnya hingga patah. “No no no… bukan begitu cara memperlakukanku. Harusnya, kau lepaskan tangan Wu Yi Fan dan berikan aku kecupan selamat pagi.”

 

Baek Hyun semakin berang, dan detik berikutnya ia mendorong tubuh Kai hingga Baek Hyun dan Kris bisa melanjutkan langkah mereka.

 

“Kapan-kapan saja kalau begitu. I’ll be waiting for your passionate kiss.”

 

“Gila!” umpat Baek Hyun.

 

“Dan oh… aku hampir lupa. Wu Yi Fan, aku baru tahu bahwa Lu Han adalah mantan kekasihmu dan kau masih sangat menyayanginya. Bagaimana kalau ia dan Baek Hyun menjadi milikku saja?”

 

Langkah Kris terhenti, dan dengan sedikit keberaniannya, ia menoleh. Hendak bersuara, tapi urung, karena ia tahu apapun yang akan ia katakan tidak akan didengar oleh Kai. Pemuda itu akan selalu membalikkan kata-katanya hingga membuat Kris semakin terpojok.

 

“Hyung, ayo…” ajak Baek Hyun membuat Kris sadar dan akhirnya melanjutkan langkahnya mengantar Baek Hyun ke kelas. “Kau tidak apa-apa?”

 

“Hm… duduklah, kelasmu akan mulai.”

 

“Tapi Hyung…”

 

“Aku tidak apa-apa. Kai sudah bosan menghajarku, jadi dia tidak akan melakukan apa-apa. Setidaknya untuk saat ini. dia lebih suka menyakitiku secara psikis.”

 

Baek Hyun menghela nafas cukup panjang, kemudian dengan perjuangan ekstra, ia berjinjit untuk mengecup kening Kris. Sebenarnya sangat lucu karena ini pertama kalinya ia memberikan kecupan manis itu. “Tidak akan kubiarkan itu terjadi. Aku akan selalu berada di dekatmu.”

 

Kris pun tersenyum. Setelah membalas kecupan Baek Hyun di keningnya juga. “Selamat belajar. Temui aku di kantin saat jam istirahat.”

 

“Hati-hati Hyung…”

 

Dan Kris memang sempat berpapasan lagi dengan Kai di pintu. Kai hanya mengulas senyum tipis, dan sekali lagi sukses membuat Kris menelan ludah berkali-kali dan mempercepat langkahnya meninggalkan tempat itu.

 

Sepertinya, akan sangat sulit menghadapi situasi itu.

 

 

 

 

***

 

 

Hingga… pada akhirnya, setiap 7 tahun sekali Altair akan menyeberangi milky way untuk bertemu dengan sang tercinta, Vega. Menyampakan betapa ia merindukan pujaan hatinya itu…”

 

Se Hun menyentuh pinggang ramping Baek Hyun, menatapnya dengan kerinduan yang menumpuk.

 

“Cium… Cium…” seru Su Ho, heboh sendiri.

 

Dan dengan sebuah ciuman hebat, Altair menyampaikannya hingga melupakan berapa lama waktu telah bergulir,” sambung Chen pada akhir narasinya.

 

Baek Hyun membelalak, kemudian menoleh. “Cut!” pekiknya, membuat Su Ho dan yang lainnya berseru kesal.

 

“Byun Baek Hyun!!! Apa yang kau lakukan, kenapa kau yang berteriak cut? Itu tugasku,” protes Su Ho sambil memukul kepala Baek Hyun dengan gulungan kertasnya.

 

“Jangan membodohiku Hyung, kalimat terakhir yang dibaca Chen tadi tidak ada dalam naskah,” balas Baek Hyun lebih kesal.

 

“Itu karena kalian tidak juga berciuman. Kami sudah tahan nafas dari tadi, tapi kalian hanya bertatapan. Kau tahu, penonton jelas akan kecewa. Kau sudah menghilangkan 7 adegan ciumannya dan hanya tersisa di bagian akhir, kalau yang ini juga tidak kau terima, jadi kapan adegan ciumannya?” Su Ho tidak mau kalah.

 

“I… Iya, kami akan berciuman, tapi di panggung. Bukan di sini, ini hanya latihan. Lagipula, aku melupakan plastiknya.”

 

“Ha? Plastik apa?”

 

Baek Hyun terhenyak kemudian tertawa garing. Ia jelas tidak boleh membocorkan metode itu. Bisa-bisa Su Ho melarangnya. “Bukan apa-apa.”

 

“Sudah sangat bagus untuk hari ke dua latihan. Se Hun-ah, kau masih perlu menghafal bagianmu. Kau melewatkan banyak kalimat penting,” tegur Lu Han yang saat itu diminta menjadi pengamat, berikut Kris yang sejak tadi diam saja di sebelahnya.

 

Se Hun terkekeh geli kemudian menghampiri kekasihnya dan memberikan kecupan ringan di pipinya. “Terima kasih…”

 

“Dan Baek Hyun, cobalah lebih menyatu ke cerita. Kau terlalu berhati-hati. Apa karena ada Kris?” lanjut Lu Han lagi.

 

“Ah itu… Bukan Hyung, aku… aku baru ingin mendalami ceritanya.”

 

“Hm, ditingkatkan lagi. coba keluarkan air matamu saat adegan kau berpisah dengan Altair. Menangis yang betul-betul menangis, seolah kau akan berpisah dengan sosok yang sangat kau cintai.”

 

“Sudah kuusahakan Hyung. Itu memang bagian tersulitnya, karena aku bukan tipe orang yang bisa menangis untuk hal yang disengaja.”

 

“Kalau itu gampang. Pikirkan saja bagaimana sedihnya saat raja langit memisahkanmu dengan Altair. Ah… jika kau hadapi di kehidupan nyata, bayangkan saja aku dengan sangat kejamnya merebut Kris darimu.”

 

Deg~

 

“Itu… itu mengerikan Hyung.”

 

“Hei… itu bukan hanya Baek Hyun yang akan protes. Aku yang akan marah,” tambah Se Hun membuat Lu Han tertawa.

 

“Kau juga harus menangis, bayangkan saja kalau Kris merebutku darimu.”

 

“Atau aku yang merebutnya darimu.”

 

Semua orang tersentak, langsung menoleh pada sumber suara dan detik berikutnya mereka menangkap sosok pemuda berkulit sehat sedang memasang senyum lebar di ambang pintu.

 

“Siapa kau?” tanya Se Hun dengan nada tidak suka.

 

“Oh hai… aku Kai. Salam kenal, aku ingin ambil bagian dalam drama ini. bagaimana kalau aku menjadi Altair?”

 

Semua orang saling bertatapan bingung. Menanyakan kewarasan orang di hadapan mereka itu. Untuk menwarakan diri ikut andil dalam pementasan itu boleh-boleh saja untuk seorang siswa baru, tapi langsung menawarkan diri untuk menjadi pemeran utama tanpa diminta, jelas… ada yang salah dengan otak pemuda itu.

 

“Aktingku tidak kalah bagus dengan anak berwajah datar itu,” tambahnya lagi membuat Se Hun yang merasa disindir langsung menggeram marah. “Perhatikan ini, begini caranya.”

 

Kai maju dengan sangat percaya diri. Dan kening Su Ho berkerut saat Kai menyelipkan gerakan tari yang indah saat ia berjalan, begitu elegan. Kesannya seperti drama musikal saja.

 

“Akhirnya, setelah 7 tahun berpisah, mereka dipertemukan kembali  saat para bangau membentuk sungai yang sangat indah, memberikan kesempatan Altair untuk menyebrang dan bertemu dengan sang Vega tercinta,” ucap Kai seolah berpuisi, ia langsung menghampiri Baek Hyun dan merengkuh pinggangnya, menariknya merapat. Semua mata membelalak saat Kai melakukannya dengan sangat berani dan sebenarnya sangat….

 

Indah…

 

“Dan untuk menyampaikan kerinduannya yang begitu mendalam, sebuah ciuman__”

 

Greb~

 

Semua orang yang tadinya menahan nafas langsung tersentak saat akhirnya sang kekasih asli dari pemeran Vega langsung menggenggam erat pundak Kai, membuat pemuda berkulit tan itu menoleh.

 

“Eh… Wu Yi Fan marah…” ucap Kai kemudian melepaskan rengkuhannya di pinggang Baek Hyun. Selanjutnya ia berbalik dan kini sepenuhnya berhadapan dengan Kris. “Apa ini sudah saatnya kau berani menghadapiku?”

 

Kris menarik nafas cukup dalam. Kemudian menghembuskannya panjang. Menatap mata Kai adalah ketakutan terbesar dalam hidupnya. “Lakukan apapun. Tapi jangan menyentuh Baek Hyun.”

 

“Oppss… kau marah?”

 

“Dia… kekasihku.”

 

Dan Kai tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan. “Hei… hei lihat. Apa kalian tidak ingin menjadikan ini drama? Aktingnya bagus sekali.”

 

Tidak ada yang menggubris. Semua orang sibuk dengan prasangkanya masing-masing. Mencoba menebak apa yang sedang terjadi di hadapan mereka itu. Dan melihat ekspresi tegang Kris, mereka yakin bahwa ini masalah serius.

 

“Eum… kalau Baek Hyun tidak boleh, bagaimana dengan Lu Han? Dia sangat manis,” ucap Kai lagi. dan dia tidak perlu menunggu jawaban lebih lama lagi karena detik berikutnya Se Hun sudah bergerak dan dalam sekejap Kai sudah terhempas ke dinding karena Se Hun mencengkram kerah kemejanya.

 

“Jaga ucapanmu anak baru, atau kau harus mencari sekolah lain setelah ini,” ancamnya murka.

 

“Wah… wah… apa Lu Han juga punya pemilik? Bagaimana ini? posisiku semakin sulit. Atau… bagaimana jika keduanya saja. Aku sedikit sulit menentukan mana yang lebih menggoda, Baek Hyun atau Lu Han. Dua-duanya sangat seksi.”

 

Se Hun sekali lagi menghempas Kai ke dinding menatapnya murka. “Dengar, aku tidak tahu apa masalahmu dengan Kris Hyung. Tapi sedikit saja kau menyentuh kekasihku, kupatahkan tanganmu.”

 

“Ouww takutnya…”

 

Se Hun sudah hampir melayangkan tinjunya, namun Lu Han lebih dulu memeluk lengannya. “Sudah, hentikan Se Hun-ah, biarkan saja dia.”

 

“Apanya yang dibiarkan saja Hyung? Dia ini sudah keterlaluan,” protes Se Hun tidak terima. Tapi Lu Han terus menariknya hingga menjauh dari Kai.

 

“Aku tahu, dia itu tidak waras. Jadi jangan berurusan dengannya.”

 

“Tapi Hyung…”

 

“Jangan membantah.”

 

Dan mendengar percakapan itu, Kai justru tertawa. “Astaga… apa kau mau-mau saja diperlakukan seperti itu oleh pacarmu sendiri? Kalau aku yang dibentak dan diperlakukan seperti anak-anak begitu, sudah kubungkam mulut Lu Han dari tadi. Kau tahu caranya membungkam mulut Lu Han? Apa mau kuajarkan? Kau hanya perlu memainkan bibirmu di bibirnya, dan gunakan lidah kalau perlu__”

 

“Brengsek!!!”

 

Dan Kai tersungkur setelah mendapat pukulan telak di pelipisnya.

 

“SE HUN!!!” pekik Lu Han, langsung menarik kekasihnya menjauh, bahkan keluar dari ruang latihan saat kekasihnya itu masih murka dan ingin menghajar Kai.

 

Kai tertawa sembari mengusap pelipisnya. Ia kemudian menghampiri Baek Hyun yang kini memeluk lengan Kris sangat erat. “Kau lihat reaksi orang tadi? Itu adalah reaksi yang tepat untuk orang yang kekasihnya diganggu, tapi… bagaimana denganmu sayang?” Kai dengan santainya mencolek dagu Baek Hyun sambil menatap Kris. “Mungkin kekasihmu baru akan bereaksi kalau kuperkosa kau di hadapannya.”

 

“KAU!!!”

 

“Hei… hei, jangan marah, Wu Yi Fan saja tenang-tenang begitu, itu artinya tidak apa-apa. Benar begitu kan Wu Yi Fan?”

 

Dan akhirnya, Su Ho yang muak. Ia berjalan menghampiri Kai dan menepuk pundaknya. “Maaf, apapun tujuanmu ke sini, kau sudah mengacaukan latihan kami. Jadi, sebelum kau kulaporkan pada pihak sekolah, segera angkat kaki dari ruangan ini.”

 

Kai kembali tertawa kemudian mengangguk-angguk paham. “Siap pak ketua OSIS,” ucapnya santai kemudian beranjak pergi, namun berhenti di ambang pintu sambil menoleh. “Oh ya Kris, apa kau sadar kalau bokong Baek Hyun itu sangat seksi? Bentuknya bulat dan padat. Semalaman aku membayangkannya bagaimana benda itu bergerak teratur di depan selangkanganku. Dan kau tahu, kurasa hal itu tidak akan lama lagi.”

 

Itu sudah melewati batas.

 

Dan setelah Su Ho berteriak mengusir Kai, pemuda itupun pergi sambil tertawa keras.

 

“APA KAU WARAS HYUNG???” bentak Su Ho pada Kris yang masih mematung dengan wajah pucat. “Dia sudah menghinamu habis-habisan, dia sudah merendahkan namamu dengan melecehkan Baek Hyun, kenapa kau diam saja? Apa kau betul-betul pantas disebut kekasih?”

 

Baek Hyun semakin gelisah, ia tahu semua orang akan menyalahkan Kris. Tapi mereka tidak tahu, Kris juga sedang mati-matian melawan ketakutan masa lalunya.

 

“KENAPA KAU HANYA DIAM???” bentak Su Ho lagi.

 

“H… Hyung, sudah cukup. Ini masalah kami, jadi kau tidak usah ikut campur,” ucap Baek Hyun pelan, hendak meredakan situasi yang memanas, terlebih sudah terdengar banyak kasak-kusuk tidak mengenakkan di sekitar mereka.

 

“Siapa yang tidak jengkel melihat ini Baek Hyun-ah? Apa kau tenang-tenang saja dilecehkan begitu? Apa kau menerima dirimu diperlakukan semenjengkelkan itu sementara kekasih bancimu tidak melakukan apa-apa?”

 

“HYUNG!!!” bentak Baek Hyun dan Kyung Soo bersamaan.

 

Tidak ada yang luput dari pendengaran Kris, dan semuanya sudah terlanjur. Itu membuatnya tertegur telak, bahkan lebih terhina dari ucapan Kai padanya.

 

“Kau kejam!” cerca Baek Hyun pada Su Ho sebelum ia menarik tangan Kris keluar dari ruangan itu.

 

Sementara Su Ho mendesis jengkel, sebenarnya tidak menyadari apa yang baru saja ia katakan di depan Kris. Ia hanya terlalu kecewa melihat senior yang begitu dikaguminya justru bersikap selemah itu di hadapan adik kelasnya. Dan ia jelas tidak terima.

 

“Kau sudah keterlaluan Hyung,” kali ini Kyung Soo yang menegurnya. Ditambah beberapa rekannya di ruang latihan.

 

“Itu karena Kris Hyung tidak seperti biasanya. Ini pertama kalinya kulihat Kris Hyung tidak bisa berkutik di depan orang lain. Siapa yang tidak jengkel.”

 

“Dan aku jengkel dengan sikapmu,” bentak Kyung Soo sebelum pergi meninggalkan Su Ho.

 

“Eh? Kenapa kau yang marah? Kyung… Argghh kenapa semuanya kacau begini??”

 

 

***

 

 

Baek Hyun masih setia bersenandung sembari mengusap lembut surai keemasan milik Kris yang kini tertidur dengan posisi kepala berada di atas pangkuannya. Di bawah rindangnya pohon akasia dengan aroma khas musim semi. Wajah Kris memang pucat akhir-akhir ini, terlebih jika ada Kai di sekitarnya, dan jelas saja itu membuat Baek Hyun cemas.

 

Baek Hyun mengakhiri lagunya dengan gumaman indah. Memanja telinga Kris yang mendengarnya. Seperti memiliki energi baru setelah dikuras habis oleh tekanan mental yang diberikan Kai padanya.

 

“Sudah baikan?” lirih Baek Hyun kali ini mengusap wajah kekasihnya.

 

Mata Kris masih terpejam, namun Baek Hyun tahu bahwa kekasihnya itu tidak tidur. “Hm… aku akan baik-baik saja. Selama ada kau.”

 

Baek Hyun berdehem sejenak. “Ucapan Su Ho… tidak perlu kau pikirkan. Dia memang suka mengatakan hal yang tidak dikontrol saat ia sedang marah.”

 

“Tidak apa-apa. Dia benar.”

 

“Hyung. Itu tidak benar. Kau adalah kekasih terbaik yang pernah ada. Kau selalu melindungiku, dan itu sudah lebih dari cukup.”

 

Kris menghela nafas panjang dan perlahan membuka matanya. Menyaksikan pemandangan terbaik di atasnya. Wajah Baek Hyun, dengan latar langit biru. “Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungimu dari Kai.”

 

“Kau sudah melakukan sebisanya. Untuk orang yang memiliki kenangan buruk di masa lalu, dan menghadapi Kai seperti tadi, kurasa itu sudah lebih dari sekedar berani.”

 

“Tidak Baek Hyun. Aku tidak bisa sekeren Se Hun saat melindungi Lu Han dengan sekuat tenaga. Aku ingin sekali memukul Kai, menghajarnya seperti yang dilakukan Se Hun untuk melindungi Lu Han. Tapi… sekali lagi, semua kata-kata Kai seolah menjadi mantra bagiku yang secara otomatis membawaku kembali ke masa lalu di mana aku melakukan kesalahan hanya karena keangkuhanku.”

 

“Hyung…”

 

“Baek Hyun…”

 

“Ya…”

 

“Kumohon, tetaplah bersamaku. Hanya kaulah… hal terakhir yang kupunya, dan aku tidak ingin Kai memanfaatkan hal itu untuk menghukumku.”

 

Baek Hyun tersenyum, “Tentu saja Hyung, aku akan selalu bersamamu,” kemudian dengan sedikit usaha ia menunduk untuk mengecup bibir Kris. Cukup lama, dan ia bisa merasakan Kris tersenyum di sela ciuman polos mereka. Jujur saja, Baek Hyun suka saat mereka berada di situasi semanis itu, dan berharap, tidak akan ada yang berani merusaknya.

 

Siapapun… termasuk Kai.

 

***

 

Baek Hyun POV

 

 

“Kenapa tidak ingin kuantar pulang?” tanya Kris bingung saat aku sudah memakai sepatuku di dekat pintu apartemennya.

 

“Aku bisa naik taxi, dan yang lebih penting, kau butuh istirahat,” jawabku kemudian kembali menghampiri Kris, memeluk lehernya dan memberinya kecupan ringan di pipinya.

 

“Aku merasa terhina, mana mungkin kubiarkan kekasihku pulang sendiri sementara aku punya mobil untuk mengantarnya?”

 

“Aku justru lebih terhina karena selama berpacaran denganmu, aku tidak pernah menyentuh uang sakuku. Lama-lama aku bisa kaya mendadak.”

 

“Bukankah itu bagus? Kau bisa belajar menabung.”

 

“Tapi kalau keseringan ya tidak baik juga Hyung, rasanya aku terlalu bergantung padamu.”

 

“Itu lebih bagus lagi, karena itu menandakan bahwa kau tidak bisa hidup tanpaku.”

 

Aku tertawa, kali ini kubiarkan tanganku bersandar di pundaknya. “Aku ingin itu terjadi bukan karena uangmu. Tapi karena cintamu.”

 

“Dan kau memilikinya Baek Hyun. Aku mencintaimu sebanyak aku bisa merasakan apa itu cinta.”

 

“Baiklah, itu cukup,” potongku langsung membenamkan wajahku di dadanya. Memeluknya erat.

 

Aku tahu ini terdengar konyol, tapi… kurasa ini giliranku untuk …

 

Melindunginya.

 

“Jadi, sudah bisa kuantar?”

 

Aku tertawa karena ternyata Kris Hyung tetap bersikeras. “No… masuklah dan tidur.”

 

“Baek Hyun…”

 

“Jadilah kekasih penurut Hyung, itu jelas__”

 

Ucapanku terpotong saat bel pintu depan berbunyi, dan aku sedikit penasaran karena Kris cukup jarang menerima tamu selain aku, Lu Han dan Se Hun. Dan kurasa, yang bertamu ini bukan Lu Han dan Se Hun karena terakhir aku menerima pesan instan dari Se Hun kalau ia tidak bisa ke rumahku (untuk latihan) malam ini karena ia sedang bersama Lu Han ke suatu tempat. Aku tidak banyak bertanya karena kupikir, Lu Han mengajaknya ke suatu tempat yang romantis untuk menenangkan temanku itu.

 

Kris Hyung beranjak dari sisiku dan membuka pintu apartemennya. Dan aku sedikit terkejut saat kulihat siapa yang bertamu.

 

“Su Ho Hyung?” tanyaku sambil mengerutkan kening.

 

“Eum… Hai… Kris Hyung, Baek Hyun… selamat sore… apa aku mengganggu?” sahutnya gugup. Terlihat jelas dengan penampilannya yang kacau. Bukan tentang cara berpakaiaannya, dia selalu modis. Hanya saja rambutnya sedikit berantakan dan wajahnya sangat kusut.

 

“Apa kau ada perlu?” aku yang bertanya, karena Kris Hyung tidak juga berniat membuka suara.

 

“Itu… aku… ingin mengatakan sesuatu pada Kris Hyung.”

 

Aku mengangguk kemudian menoleh pada Kris yang membiarkan Su Ho masuk dan berjalan lebih dulu menuju sofa ruang tamu.

 

“Bicaralah,” ucap Kris  bertepatan saat aku sudah duduk di sebelahnya.

 

Su Ho yang duduk di hadapan kami masih terlihat gugup, sesekali ia mengacak rambutnya dan berdecak, wajahnya terlihat sangat cemas. “Hyung… yang tadi siang itu… aku… aku tahu aku sudah keterlaluan. Dan jujur aku menyesali perkataanku. Aku hanya… aku hanya. Akh… yang ingin kukatakan adalah aku benar-benar minta maaf. Aku tidak menyangka kalau kau hanya diam saja saat Kai melecehkan Baek Hyun di depan mata kepalamu sendiri, dan itu… membuatku berang. Hyung… maafkan aku karena aku tidak bisa mengontrol emosiku, itu sungguh di luar kendaliku. Aku benar-benar minta maaf.”

 

Terdengar hembusan nafas panjang dari Kris dan aku memilih untuk menggenggam tangannya, kurasa ia selalu butuh itu sebagai kekuatan. “Lupakanlah. Itu bukan salahmu.”

 

“Tapi aku menyadarinya, jika kupikir kembali, ucapanku betul-betul keterlaluan.”

 

“Tidak, kau benar. Aku justru ingin berterima kasih karena kau mewakiliku melindungi Baek Hyun saat aku tidak ada kemampuan untuk melakukannya.”

 

Kami bertiga terdiam, Su Ho menatap Kris seolah masih ada yang mengganjal di benaknya.

 

“Eum… Hyung, apa terjadi sesuatu? Maksudku, apa kau memiliki sesuatu yang kami tidak tahu tentang kau… dan anak baru itu?”

 

Kris tidak langsung menjawab. Ia hanya mengulas senyum beberapa saat. “Jujur saja iya. Dan kurasa kau tidak perlu tahu.”

 

Aku melengos dan menatap Su Ho sedikit jengkel. “Jangankan kau Hyung, aku saja sama sekali tidak diberitahu. Jadi jangan berharap lebih.”

 

Kris justru tertawa dan kini merangkul pundakku dan dengan sedikit gerakan ia menarikku ke arahnya agar ia mampu mencium puncak kepalaku. Kapan-kapan aku akan bertanya pada Kris, bagian mana dari diriku yang paling suka ia cium. Bibir, kening, atau kepalaku?

 

“Baiklah, aku mengerti. Terkadang seseorang memang harus menyimpan rahasianya sendiri,” ucap Su Ho akhirnya.

 

“Dan kurasa semuanya juga sudah selesai. Kau boleh pulang Su Ho-ya.”

 

“Eng…”

 

“Masih ada yang kau ingin kau bicarakan?”

 

“Hyung… eum, maafkan aku… itu.”

 

“Bukankah sudah kubilang lupakan saja. Aku memaafkanmu.”

 

“Maksudku… bisakah kau menolongku?”

 

Aku melihat Kris menautkan alisnya kemudian menoleh padaku. Dan aku juga menunjukkan ekspresi yang sama padanya. Bingung!

 

“Menolong? Dalam hal apa?”

 

“Itu…” Su Ho tampak grogi sesekali menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Hei… dia adalah sisa terkaya di sekolahku jadi jelas sekali tidak mungkin shampo yang ia gunakan menyebabkan kepalanya gatal. Dan ini adalah hal paling random yang pernah kupikirkan.

 

“Bicaralah Hyung, kau seperti akan dibantai saja kalau kau mengeluarkan suara,” tegurku karena memang Su Ho membuatku gemas karena terdiam cukup lama.

 

“Kyung Soo… marah padaku,” ucapnya pada akhirnya.

 

“Lalu?”

 

“Eum… Aku ingin meminta bantuan Kris Hyung.”

 

Kris kembali menoleh padaku dengan tatapan yang masih sama. bingung.

 

“Apa hubungannya denganku?”

 

“Hyung… Kyung Soo marah padaku karena kelakuanku tadi siang, jadi Kyung Soo akan memaafkanku jika kau juga sudah memaafkanku.”

 

“Kalau begitu urusannya beres. Katakan saja padanya kalau aku sudah memaafkanmu.”

 

“Maksudku… dia masih tidak ingin bicara padaku, jadi bisakah kau menelponnya dan mengatakan bahwa kau sudah meaafkanku?”

 

Detik berikutnya aku dan Kris tertawa. Kami tahu Su Ho terkadang bersikap cukup aneh, dan saat ini dia terlihat seperti anak-anak. “Jadi sejak awal kau datang hanya untuk ini?”

 

Su Ho terperanjat kaget dan matanya melebar, hampir menyamai mata Kyung Soo. “Tentu saja tidak. Aku tulus meminta maaf padamu.”

 

“Baiklah, aku hanya bercanda. Aku akan menelponnya. Dan berhubung aku tidak cukup mengenal Kyung Soo, mungkin Baek Hyun yang akan mewakiliku.”

 

“Tapi…”

 

“Tenang sajalah, semuanya akan beres. Aku ataupun Baek Hyun tidak ada bedanya.”

 

Su Ho pun menghela nafas pasrah kemudian mengangguk. “Terima kasih Hyung. Kalau begitu aku pulang dulu.”

 

Dan seketika aku seperti menemukan ide cemerlang. “Eh Hyung… bukankah rumah kita searah, bisa sekalian aku menumpang di mobilmu untuk pulang?” tanyaku antusias.

 

Su Ho menatapku dan Kris bergantian. Jelas karena ini tidak biasanya terjadi. “Boleh saja. Tapi… apa Kris Hyung tidak keberatan?”

 

“Tidak akan. Aku sudah memintanya untuk istirahat. Oke…”

 

“Baiklah, kalau begitu ayo kita pulang.”

 

Aku bersorak riang, akhirnya mendapat tatapan kesal dari kekasihku. Dan dia tidak akan kesal padaku cukup lama karena aku punya penangkalnya. Cukup memberikannya ciuman lembut di bibir dan dia akan… tersenyum.

 

“Byun Baek Hyun!”

 

“Iya.. Iya Kim Joo Myeon Hyung!!!”

 

 

***

 

 

 

“Kau kenapa? Ada yang ingin kau katakan?” tanya Su Ho Hyung yang sepertinya menyadari sikapku yang sejak dalam perjalanan pulang hanya diam sambil menatap kosong ke depan.

 

“Aku sedang berpikir,” jawabku masih tidak mengalihkan pandanganku.

 

“Memikirkan apa? Kai?”

 

“Kenapa kau bisa tahu?”

 

“Karena aku juga memikirkan hal yang sama. sebenarnya apa yang diinginkan anak itu dari Kris Hyung?”

 

“Mereka terikat di masa lalu Hyung, dan kurasa hanya mereka berdua yang bisa menyelesaikannya.”

 

“Aku cukup khawatir dengan kondisi Kris Hyung.”

 

“Terlebih aku. Belum pernah kulihat Kris Hyung seterpuruk itu sebelumnya. Bahkan saat ia harus meninggalkanku demi Lu Han waktu itu.”

 

“Benar-benar rumit. Sebenarnya berapa banyak orang yang singgah di kehidupan Kris Hyung?”

 

Aku menoleh, menatap Su Ho jengkel.

 

“Aku tidak bercanda. Semua orang juga tahu sesayang apa Kris padamu, tapi… dia juga punya masa lalu kan?”

 

“Aku tahu, dan kau tidak perlu mengatakan hal yang menjengkelkan karena kau tidak tahu apa-apa.”

 

“Baiklah, jangan marah. Lalu sekarang apa yang ingin kau lakukan?”

 

Aku kembali berpikir sedikit memijat pelipisku. “Aku… mungkin ini sedikit gila, tapi aku ingin berbicara dengan Kai. Empat mata.”

 

“Memang gila. Kau mau diperkosa gratis olehnya?”

 

Aku membelalak, spontan memukul lengan Su Ho saat ia tengah fokus mengemudi. “Tentu saja tidak. Aku hanya ingin bicara baik-baik. Mungkin ada yang bisa kulakukan agar Kai tidak lagi mengganggu Kris Hyung.”

 

Su Ho tertawa, sepertinya meledekku. “Kau semakin berani sejak berpacaran dengan orang tenar di sekolah. Dan hei… memangnya kau ingin mengatakan apa di depan orang semesum Kai?”

 

“Hanya… ingin menanyakan sesuatu.”

 

Su Ho bergumam sambil mengangguk. Dari responnya, aku tahu dia memikirkan ideku. “Perlu bantuan?”

 

“Eum… Hyung. Kau ketua OSIS kan? Aku yakin kau punya akses apa saja untuk mengetahui latar belakang seorang siswa kan?”

 

“Ya tergantung. Memangnya kenapa?”

 

“Bisa kau carikan aku alamat Kai?”

 

“Eh, kau yakin? Kau ingin mendatanginya langsung? Astaga, itu namanya cari mati Byun Baek Hyun!”

 

“Aku tidak sebodoh itu. Jadi tolonglah…”

 

“Baklah baiklah. Besok akan kucarikan, berhenti menarik-narik jaketku, itu baru kubeli bulan lalu di Belanda.”

 

Aku memutar bola mata malas sesekali mendengus kesal karenanya.

 

Tapi di luar itu semua, kupikir… aku menemukan jalan yang cukup terang di depan. Tentu saja untuk membantu Kris Hyung mengatasi masalahnya. Dan kurasa malam ini aku harus mulai memikirkan semua hal yang akan kutanyakan pada Kai jika aku sudah menemuinya nanti.

 

Baiklah, seperti kata Su Ho, itu memang gila dan sedikit nekat. Tapi selama aku berhati-hati, kurasa tidak apa-apa.

 

Demi Kris Hyung.

 

Kekasihku.

 

 

***

 

AUTHOR POV

 

 

Kris menghentikan mobilnya cukup jauh dari tempat di mana ia biasa memarkir mobil mewahnya itu. Ada sedikit insiden aneh di sana. Beberapa siswa berkumpul dan mengelilingi entah beberapa objek karena kerumunan itu membentuk lingkaran.

 

“Ada apa yah?” tanya Baek Hyun mewakili pikiran Kris.

 

“Bagaimana kalau memastikannya langsung?” ajak Kris setelah ia menepikan mobilnya di tempat yang sekiranya aman. Setelahnya ia mengajak Baek Hyun menuju kerumunan itu, tak lupa menggenggam tangannya dan memposisikannya agak di belakang. Menghindari kemungkinan kekasihnya itu terluka dengan tidak sengaja.

 

“Ada apa ini?” tanya Kris pada salah satu siswa yang berada paling dekat dengan mereka.

 

“Ah, Hyung. Itu… Se Hun dan siswa baru sedang bertengkar, dan ada Lu Han Hyung yang masih berusaha melerainya.”

 

“Siswa baru?” kening Kris berkerut, dan sebenarnya ia sudah bisa sedikit menebak siapa yang dimaksud. Tapi rasa penasarannya melebihi segala hal, terlebih Se Hun dan Lu Han terlibat. Dan dengan kuasa sebagai mantan ketua OSIS, dia mampu membuka jalan di tengah kerumunan itu.

 

“Se Hun-ah, sudah kubilang hentikan… jangan ladeni dia. Sudah kubilang kan, dia kurang waras.”

 

Itu suara Lu Han, dan Kris bisa memastikannya saat ia sudah berada di tengah kerumunan. Dan…

 

Benar…

 

Lawan Se Hun adalah Kai.

 

Pemuda itu dengan senyum jahil yang terus terpasang di bibirnya yang berdarah (sepertinya Se Hun berhasil memberinya sedikit pelajaran) benar-benar ada di sana, dengan kerah baju yang dicengkram kuat oleh Se Hun.

 

Baek Hyun mengeratkan genggamannya di lengan Kris saat ia sadari kekasihnya itu membeku seketika. Dan ia tidak ingin rasa panik itu kembali menyerang Kris. “Hyung…”

 

Bertepatan saat itu, Kai menoleh dan kedua matanya melebar, disertai seringaan lepas. Seolah tidak ada sejarah kalau Se Hun baru saja menghajarnya, Kai begitu mudah mencengkram lengan Se Hun dan mendorongnya hingga pemuda tampan itu terhempas ke salah satu bodi mobil dengan ekpresi cukup terkejut. Jika Kai punya keuatan seperti itu, kenapa dia santai saja saat dihajar tadi?

 

“Sayangku… kau sudah datang rupanya. Aku merindukanmu,” itu seruan Kai saat ia menghampiri Baek Hyun. Tepatnya Kris, karena pemuda tinggi itu masih pasang badan di depan Baek Hyun.

 

Kris masih dengan wajah pucatnya, tidak berani menatap langsung mata Kai. Dan Baek Hyun bisa merasakannya. Tubuh Kris gemetar, dan mendingin.

 

“Sayang, kemarilah… kau tahu sebanyak apa aku merindukanmu? Setidaknya berikan aku satu kecupan lembut agar mengobati rinduku.”

 

Kris sempat tersentak, tapi masih membeku di tempatnya. Dan Baek Hyun jelas tidak sanggup melihat kekasihnya berada pada situasi yang sangat sulit.

 

“Kai… kumohon, pergilah,” ucap Baek Hyun pelan.

 

“Tidak sebelum aku mendapatkan ciumku, lagipula dia tidak akan keberatan. Dia akan membiarakanmu pergi dengan mudah. Sama seperti orang yang di masa lalunya yang ia biarkan pergi tanpa beban sedikitpun.”

 

Deg…

 

“Apa maksudmu?” tanya Baek Hyun dengan sedikit bentakan.

 

“Hm? Kurasa bahasaku sudah sangat sederhana. Atau kau ingin aku menjabarkannya? Bagaimana kalau kau ikut denganku di tempat sepi. Kelas kosong mungkin, dan kita bisa melakukan apa saja di sana tanpa ada pengganggu ini.”

 

Baek Hyun mengeratkan pegangannya di lengan Kris saat Kai sudah maju ke arahnya. Tangan Kai sudah hampir meraih lengan Baek Hyun namun terhenti di udara saat tangan kekar Kris yang gemetar menghentikannya. Dengan kekuatan yang tersisa, Kris mencengkram lengan Kai  hanya beberapa senti sebelum menyentuh Baek Hyun.

 

Kai membelalak takjub. Ini adalah perlawanan pertama Kris sejak terakhir ia melihatnya. Biasanya pemuda itu hanya akan menghindarinya, atau membiarkan Kai menghajarnya.

 

Ini…

 

Oh… mungkin Baek Hyun cukup berperan besar atas kemajuan ini, dan itu membuat Kai semakin tertarik.

 

“Wah, ada apa ini? dengan tangan sedingin ini kau masih berniat menghentikanku?” tanya Kai tidak percaya.

 

Butuh beberapa detik hingga Kris mampu menguasai ketakutannya. Masih tidak berani menatap langsung mata Kai, sampai ia membuka suara. “Kau boleh menghajarku. Tapi jangan sedikitpun menyentuh Baek Hyun.”

 

Kai mengerjap beberapa kali sambil tersenyum lebar. Setelahnya ia menarik tangannya dan bertepuk tangan. “Woaaahhh… hebat. Ini perlawanan yang begitu kudambakan. Apa ini namanya kau menjawab tantanganku?”

 

“Kai… Aku tidak akan mengatakan ini, tapi aku harus.” Kris menarik nafasnya dan menghembuskannya panjang. “Aku menyesal atas kematian Lay. Tapi… jangan bawa Baek Hyun dalam masalah ini. dia sangat berarti bagiku, dan jika kau berniat menyakitinya maka aku akan__”

 

Brugh~

 

Baek Hyun menjerit saat genggamannya di lengan Kris terlepas karena kekasihnya itu tersungkur ke tanah setelah Kai  menghadiahinya sebuah pukulan telak di pelipis.

 

“Apa katamu? Kau menyesal?” Kai mendesis acuh, “perlihatkan padaku sejauh mana penyesalanmu? Dan dengan mudahnya kau bilang Baek Hyun sangat berarti untukmu? Lalu bagaimana dengan Lay??? Bagaimana dengan orang yang telah kau porak porandakan hatinya dan kau renggut nyawanya brengsek!!!” Kai sudah bersiap untuk kembali menghajar Kris namun dengan cepat Baek Hyun berdiri dan mendorong tubuh kekar Kai untuk menjauh.

 

“Pergi kau!!! Berani-beraninya kau memukul Kris Hyung tanpa alasan yang jelas!” bentak Baek Hyun dengan emosi meluap. Ini tentang bagaimana kondisi Kris sekarang, bagaimana pucatnya wajah kekasihnya itu, bagaimana kuatnya ia berusaha menghadapi Kai, dan bagaimana ia melawan ketakutannya untuk melindungi Baek Hyun dari Kai. Demi Tuhan, Baek Hyun tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan harga diri kekasihnya semudah itu.

 

Kai kembali mendesis acuh. Ia bahkan meludah ke samping sembari menahan kesal atas pernyataan Baek Hyun barusan. “Apa kau bilang? Tanpa alasan yang jelas? Kau bilang aku memukulnya tanpa alasan yang jelas???” Kai menarik nafas sangat dalam kemudian menatap Baek Hyun tepat d matanya. “APA KEMATIAN LAY BELUM CUKUP UNTUK MENJADI ALASAN???” bentaknya mendarah daging. “Orang terpenting dalam hidupku mati karena bajingan ini, apa itu belum cukup untuk aku menghajarnya? Katakan Byun Baek Hyun… katakan!!!”

 

Baek Hyun menelan ludah susah payah. Berada pada situasi mati kutu karena ia tidak punya jawaban untuk pertanyaan Kai, ditambah belasan bahkan puluhan pasang mata tengah mengamati mereka jelas menjadi ancaman tersendiri baginya. “T… Tapi itu masa lalu kalian Kai. Seperti yang Kris Hyung bilang, jika kau ingin menyakiti Kris Hyung melalui aku… itu salah besar karena aku tidak tahu apa-apa tentang masalah kalian.”

 

“Oh… begitu???” Kai tertawa sinis dan itu cukup lama sampai kemudian tawanya lenyap digantikan tatapan tajam penuh kebencian. “Lalu bagaimana Kris akan menanggapi ini?”

 

Baek Hyun baru saja akan bertanya namun gerakan Kai yang menarik tengkuknya dan meraih bibirnya untuk ia cium, lebih cepat dari perkiraan Baek Hyun mengenai apa yang akan terjadi.

 

Matanya membelalak, keterkejutannya melebihi siapapun yang melihat kejadian itu sambil menahan nafas. Dalam sekejap ia mendorong tubuh Kai dan menampar pipinya telak-telak.

 

Hal pertama yang ingin Baek Hyun pastikan adalah semoga Kris tidak melihatnya. Namun itu jelas mustahil. Saat ia menoleh panik. Wajah Kris sudah sepucat mayat, dan pandangan matanya…

 

Oh… belum pernah dalam hidupnya Baek Hyun melihat tatapan sehorror itu.

 

“Bunuh… bu… bunuh…”

 

Itu yang terbaca dari gerakan bibir Kris. Dan sebelum Baek Hyun memastikannya, Kris sudah bangkit dari tempatnya dan…

 

“KUBUNUH KAU KIM JONG IN!!!!!” pekiknya sebelum menerjang tubuh Kai dan menghajarnya habis-habisan.

 

Kai yang memang tidak dalam kondisi siaga jelas kewalahan menghadapi pukulan Kris yang membabi buta. Sedikitpun tidak ada celah untuk menghindar, apalagi membalas.

 

Baek Hyun terperangah, dan jika saja Lu Han tidak menghampirinya dan mengguncang tubuhnya, ia tidak akan sadar dengan apa yang terjadi.

 

“Baek Hyun-ah lakukan sesuatu…” pinta Lu Han cemas. Ia juga belum pernah melihat Kris semurka itu seumur hidupnya.  Dan itu jelas bukan kabar baik.

 

“A… Aku…” Baek Hyun seperti tidak bisa berpikir. Kejadian yang bertubi-tubi barusan masih belum bisa ia tangani.

 

Sampai kemudian Lu Han berteriak histeris agar siapapun yang hanya menjadi penonton di area itu berinisiatif untuk menghentikan perkelahian tidak seimbang itu.

 

Dan beruntung, sekiranya ada 6 orang berbadan cukup besar ditambah Se Hun yang melerai mereka. Namun menghentikan amukan Kris seperti berusaha menjinakkan harimau yang sedang mengamuk. Ada sekitar 3 kali Se Hun mendapat pukulan tak sengaja di perut juga rekan-rekannya yang sedang berusaha menghentikan pergerakan Kris.

 

Lu Han semakin panik, terlebih melihat Baek Hyun yang hanya bisa terperangah. Dan seolah sudah kehabisan akal, ia terpaksa menyeret Baek Hyun persis ke hadapan Kris. Dan di detik pertama Kris melihat wajah kekasihnya yang juga memucat itu, amukannya berhenti seketika.

 

Lu Han memberi isyarat pada Se Hun dan rekan-rekannya agar melepaskan cekalannya pada tangan dan kaki Kris. Dan saat pergerakannya sudah bebas, Kris berdiri dengan tegap dan dalam hitungan detik meraih Baek Hyun ke dalam pelukannya.

 

Kris…

 

Menangis.

 

Dan itu tidak hanya membuat Baek Hyun merasa bersalah, namun hatinya terluka.

 

to be continued

 

To be continued

 

 

maaaakkkk komen

85 thoughts on “ALTAIR IN AQUILA ||KRISBAEK|| CHAPTER 1

  1. Asdfghjkl !
    Astaga, aku fikir konfliknya baru muncul di chap selanjutnya.. Ternyata secepat ini 😢😢
    Btw, kai.. Aku kira perannya disini bakal yang lucu, suka isengin baekhyun pokoknya yg protagonis… Ternyata dia jadi peran yang cukup mengerikan 😶😶
    Kris hyung, wae wae wae? 😭😭😭😭
    Baekhyunnie semoga kau makin bisa memperkuat cintamu dengan kriseu 😘😘
    Kutunggu chap selanjutnya yang pastinya bakal banyak kejutan !

  2. Penasaran sumpah…
    yakin deh.pasti masalahny besar banget sampe kai nggk mudah ngemaafin kris…penasaran masalah ny apa…
    . Lay siapa.?? penasaran eonn T.T aduh baekhyun disini setia banget yak sama kris so switt tambah kanget sama babeh kris T.T
    . sehun kece pengen banget dapet pacar yang tipenya kayak sehun ngejaga banget gitu iri ama Luhan..
    . suho maksa banget nyuruh kissing kayaknya suho udah mulai dewasa sampe maksa” buat kissing dan itu bukan satu kali..pasti pengen liat kissing scane live ny sambil ngehayal kissing ama kyung wkwkwk…
    . menurut aku eonn untuk pengenalan a.k.a chapter pertama ff ne keren banget.. yang paling aku suka dari semua ff kak alf it konflikny…konflikny kerasa banget bukan cuma antara kai dan kris tapi konflik kaibaek..hunkai…wihh tambah nggak sabar nungguinny…
    .
    kak ditunggu sangat konflik nya yang pasti akan semakin mencekam lagi kan..hehhehe fighting kk

  3. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    DAEBAK!!!!!!DAEBAK!!!!!
    Kak ALF emang paling hebat bikin FF,,,
    pas baca ceritanya kayak makan permen nano nano,,,macem macem rasanya,,,
    awal cerita uwaaaaaaaah manisnya alamaaaaaaakkk ngampe diabetes,,,
    pas KAI dateng jreng jreng *backsound gagal*,,,ngakak,,geli,,,
    eeeeeh pas Kai ama Kris ketemu,,woah sport jantung,,,konflik.nya nggak kebayang,,,
    bikin Dag dig dug kak,,,
    *Kai,lu pervert bgt sih??? -_-
    oh TBC kenapa km nongol nak~???
    SEMANGAT KAK ALF!!!!!!!!
    di tunggu Next.nya kak,,,
    Hwaiting!!!!!!!

  4. A el epppppp~~~ kyaaaaaaaaaaaa endingnyaaa tolongg heleeeeppppp benerannn bikin tegangggg dan demi apaaaaa pengen hapus tulisan tbc itu
    Arghhhh ff ini beneran deh,di depan ak pkr kris ga syg2 ama ama baek krn luhan tp belakang2 apalagi pas mau abisss,ikutan terharu liat kris ama baek huhuhu
    Penasaran ama kisah lengkap masa lalu kai-kris knp bs ampe dendam kesimat gituuu
    Terus bingung mau ngomong apa lagi, pikiran sy masih melayang do kris gebukin kai abis cipok baek
    Ga konsen sayaa hahaha
    Oke biar ga tambah ngaco, smoga alf ttp semangat nulis ff ini, demi apa bener2 keren bgtt…

  5. yah sekali mesum tetepa aja mesum… kkamjong.
    aku kira masalahnya sekitaran pementasan drama kisah cinta yang mungkin akan tumbuh antara sehun dengan baby baek, tapi ternyata masalahnya gak sesimple itu,
    ayo ong kris baekhyun di jaga, bersalah boleh sama kai, tapi baekhyun bukan lay,
    tapi rada suussah ngebayangin karakter kai disini, habis kai dimana-mana kalo lagi di wawancara ato lagi bicara pasti ending-endingnya ketawa….
    semangat

  6. Makkk aku lupa lagi prev ff ente yg alpheratz in andromeda saking bedebunya ni kc hehe
    so far aku gamau komen banyak pokoknya tulisan emak yg paling de best dah aku mah apa atuh cuma kerikil diantara hamparan sungai

  7. Makkk aku lupa lagi prev ff ente yg alpheratz in andromeda saking bedebunya ni kc hehe
    so far aku gamau komen banyak pokoknya tulisan emak yg paling de best dah aku mah apa atuh cuma kerikil diantara hamparan sungai

  8. speechless. terlalu keren. sumpah. dan berakhir dng “bingung mau komen apa”. semuanya terlalu perfect. author sukses bgt bikin reader ngerasain perasaan klo ada d posisi kris atw kai. tp apa yg terjadi antara krislaykai masih jd tnda tanya besar. dan itu bikin pebasaran. banget. jujur aku paling suka sikap berani(nekat) kai yg terang2an nyium ato pen ngerebut baek dari kris. huaaaaa. cool#plakk..

  9. wah ada sequelnyaaaa, penasaran deh gmana kelanjutan kris sma baekhyun, apalagi ditambah ada kai, kebayang banget muka ngeselinnya si kai, hahahahahhaha tp aku kok blum feel bnget ya kris nya baik, mungkin masih efek habis baca one milion per night kali ya, hahahaha

  10. Sumpah demi apa waktu kai dateng, yang ceritanya tuh full sama hal romantis jadi kaya jungkir balik gitu. Wosh gila banget ya itu hacep banget waktu kai ngomong baekhyun cemburu sama dia dihari pertama dia masuk sekolah disana. Kampretos lawak banget sumpah.

    Di awal cerita tuh udah nyengir-nyengir sendiri aja liatnya. Feel pas baca tuh adem banget. Apalagi dibuka sama rencana festival drama versi china itu. Mikirnya kejadiannya bakal ada hunbaek trus balik ke kisah awal. Eh gataunya ada jongin yang dateng. Btw adegan kai di bus sampe nyuruh baekhyun putus itu asdfghjkl hacep lawak banget.

    Kai celamitan, ngocol tuh lucu banget. Eh gataunya efeknya gede banget pas dateng. Selama baca juga asik kebawa cerita, sampe bagian kris nangis. Sedih bangetlah, sampe nangis juga bayanginnya;;

    Baidewey mulut kai vulgar banget yak pas ngomongin bokong baekhyun sama selangkangan dia. Hanjir pengen digetok rasanya. Tapi lawak sih sebenernya wkwkwkwks

    FAV!!!! Ngga sabar nunggu lanjutannya haih;;

  11. hmm, kai adalah karakter paling greget ya disini. dari awal dia masukpun jjiwa kaibaek gue langsung bangun. tapi kayaknya ga bakal ada kaibaeknya deh. soalnya kris dengan segala ketakutannya gitu bisa nge hajar kai. keren juga tuh bule ngondek..
    keliatan banget baekhyun itu adalah separuh kris/?
    tapi bikin baekhyun nyerah ama kai kayaknya greget juga. itu sih biar fantasi kaibaek gue terlaksana di ff ini hehehe..
    yaudah, bikin lagi atuh next nya. yang panjangan lagi ya thor..

  12. “Ya Tuhan… kau lucu sekali. Cepat putuskan kekasihmu dan berpacaran saja denganku. Kau menggemaskan.”
    Pas kai blg gtu tuh rasanya gemeess bgt,’
    Q serasa kai,hahahaha

    Tpi trnyta kai g sebaik n semanis it,iya sich msh blm tau jga tntg kematian lay,tpi ap iy it salah kris.?

    Trus pas d ruang latihan jga si kai vulgar bgt pas ngomongin bokong ny baek,’
    Smga baek g jd nemuin kai d rmah ny,bisa2 baek bkalan bneran d perkosa gratis ma kai kya ap yg d blg suho,’

    Tbc ny ngepas bgt,bkin tmbh penasaran ajh,’

  13. Yaampun sumpah cintanya kris disini so sweet bener :3 padahal guenya hunbaek shipper tapi pas baca krisbaek terharu juga hehehe lanjuuut

  14. Ahhhhhh…. Andwaendagooo andwaeyeooo!! Ku mohon jangan KRIS yang tersakiti lebih dalam lagi…jangan. Akhhh! Aku tak sanggup melihatnya terjebak lagi dimasa lalu, kelam, dan terlalu dalam. Jangan… kasihanilah KRIS demi AKU😛
    #Tetaplanjut.com! ALF…  boleh saran ya… Altair-nya chapnya secukupnya ya. Kalo kepanjangan kayak episode drama korea, wahh! Geregetan bisa2 kekeringan budget *ambiluangtabungan -_-
    Bagus~ Bagus~yeo~~
    Makasihhh…benar-benar menghibur saya yang sudah lama haus baca FF KC (y)

  15. assalamualaikum
    oke, pertama baca ff ini sumpah ya keluakuan kai bikin gw ngakak setengah mampus. lucu nya minta ampun. tapi kenapa ya kai karakternya dibikin kayak gini disetiap ff yang gw baca, mungkin mukanya memadai (?) sedikit childish tapi mukanya mesum…
    dan aku syok berat kris ngebolehin baek ciuman sama sehun #doeng
    lama2 gw tendang juga ni naga biar waras.

    sedikit penasaran sama kris, kenapa dia bz setakut ini sama si mr black. (nunjuk kai) sampe dia ga bz ngelawan dan tidak berdaya begonoh,, ah kumohon bully si kris hahahahaha. gw suka bgt klo kris di bully secara mukanya songong bgt.
    aku dukung si kai dech, aku dukung karena dia jadi orang yang bully kris *yo yo yo*
    ditunggu ya kelanjutannya, sebenarnya bukan sedikit penasaran. tapi penasaran bgt.
    arigatou alf…

  16. DAN TADAAAAAAAAA.. INI ADALAH SEQUEL DARI ALPHERATZ IN ANDROMEDA. SALAH SATU FF KESUKAAN SAYA AAAAAAAAAAAAAAAA

    OKAY MULAI KOMENNYA

    altair dan vega owo sehun dan bekyun
    ini kok seperti balas dendam terhadap krislu? wkwkwk
    bekyun segitunya takut wupan cemburu trus ngebunuh dia. wkwkwk tenang bek, gak akan di bunuh.. cuma dimakan aja :v

    nah itu wupan santai amat yaak bekyun mau dicium sama sehun. eh bukan ciuman, cuma nempelin bibir. istilahnya hanya selipan yang bernilai estetika tinggi agar pertunjukan kalian semakin menarik

    cie bekyun merasa panas hati membayangkan masa lalu krislu ohok!
    apaan si wupan banget bilang aja mau nyium bekyun, pake alesan gak ada plastik kecil
    8 adegan ciuman -_- sowk aja kalah junmen gak gak polos nih
    setuju sama bekyun, wupan memang yg tertampan

    LOL PARAH BEKYUN ANAK SD SUDAH KENAL PACARAN
    KAAAAAAAAAIIIIIII JANGAN DEKETIN BEKYUNNYA WUPAN HUKKS /PELUK WUPAN/
    ANGAN BILANG LAY BUNUH DIRI KARENA DITOLAK WUPAN -____-
    AYAYAYAAAA MASALAHNYA KERUH/?

    bekyuuuuuun jangan kerumah kaiiii aaaaaaaaaaaaaaa!!!

    gosh..baca wupan mukulin kai berasa keren banget, sampe megap-megap bacanya hosh hosh.. wupan ayo bangkit. aku mendukungmu eaa

    cukup sekian komen gaje dari saya. terimakasih😀

  17. cekk cekk cwkkk… 1 2 cekk cek 1 2
    okee…. 1 2 3…

    AAAAAAAAAAWAQWQQQQQAAAAAAAAA…….

    sumpahhh rasanyaa ini FF tuhhhj kaya gue abis lari dari bantar gebang ke jonggolll…. bikin ngos ngosannya setengahhh matiiii aaaaa….. plisss ALFF guee butuhhh oksigenn tambahannn gak cukupp satu tabung keknyaa.. siapin 10 tabung alffff…..

    sympah gak nyangka bat.. dari awal baca karena ini sequel dri alpheratz in andromeda gue kirain bakal mulus mulus aja semulus pahanya byun baek *ehh wkwk
    tapi ternyata… ya allohhhhh gue kira semua akan baik baik aja sebelum negara api menyerang (?)

    oke balik lagii… gilaaa.. kai knp lu dateng buat bales dendamm .. oke pertama tama karna lu bias gue. suami gue. soulmate gue, pasangan sehidup semati gue, nafas gue, oksigen gue, lu bagaikan arteri bagi gue. kalo gak ada lu gue gak bisa menyalurkan/?/ drah gue…. *kenapa jadi beginii♥♥

    kedua sebenernya seneng bat dateng pake scene nyelametin baek dri ajhusi mesum pdhal sendirinya lu juga mesum.. tapiiiiiiiiii jonggggggg

    tapiiii jonggggg kenappaaaaa…. kenapaaaaaaaa????

    lu suka gangguin hubungan yg adem ayem kek tai ayam kris sama baekhyunn… pake segala mau ngerebut luhan juga lagiii… waeeeee???

    mendingan kita urus hubungan kita yg dikit lagi sudah ke jenjang pelaminan yuk say… daripada gangguin hidup org…

    wkwkk ohhhh wahaiii zhang yixingg yg imuttnya gak ketulugan di teaser exoduss*.*
    bangkitlah engkau dri kubur dan menjelaskan kesalampahaman ini.. kasian kris.nyaaa gak berani bayangin gue kris yg sangar jadi gak kuku kek gituu… plisss

    dann buat lu byun baek.. emang bener banget kok lu ngatain kai gilaa… diaa GILAAA BANGETT NGEREBUT HATI GUE SEMENJAK 2012 KEMARIN NOHH… WKWK KALO KAI DAH GILAA GUE APA YA NAMANYAA ♥♥♥

    ALF buat kelanjutannya gue boleh rwquest abis UN gue tak… wkwk tapi kalo mau lebih dulu gpp sihh… wkwk

    yahh yu know lah what I mean… wkwk trkadang gue masih suka ngebayangin cerita lu yg bagusnya naujubilahh… ♥♥
    nnti gak lucu pas UN gue nulis nulis byun baek. kris. kai. sehun . luhan qkqk becanda deh ALF

    semangattt ALF nulisnyaa…^.^

  18. AAAAAAA gilaaaa ka ALF bener bener bikin jantungan,,,😮 aigooo, aku kira karna ini sequel nya bkal bahas moment krisbaek yg sweet sweet aja ternyata jeng jeng jeng konflik dari chap 1 aja udah panasssss? bangettt😦

    kai ya ampun peranmu itu PHO banget, udah baekhyun trus luhan pun mau kau incar, OMOOO #dihajarorangsekampung , sebenernya masih pnsaran kai itu asli suka sama baekhyun ato cuman buat motip? balas dendam aja, kalo ngeliat dari first meet nya kaibaek sih ya gitu, tapi balik lagi ka ALF kan penuh? Kejutan, jadi cuman bisa nebak nebak berhadiah? aja haha #lho😉

    kris itu cintaaa bangett sama baekhyun ah sukaaaaa :* :*

    oke lah ka ALF di tunggu next chap nya, keep writing sama tetap SEMANGAT!!!!

  19. ini ma abang suho yg gla. msa baek d srh ciuman sma si stehun.. kn mrka udh pnya msing”. tpi aku kget bner ps liat respon dri bang kris yg super duper santai ngsih lmpu hijau ke baek. kren si.. tpi ksan nya bang suho yadong.. tpi aku pling ska wktu bagian baek ktmu sma bang-kai, kyaaaaaaaaaaaaaa romance nya dpt bgt. sneng deh. tpi bang-kai se enaknya bgt gtu sma baek jdi ksan nya lucu. aku bru liat ff ada adegan bang kris tkut sma orang. wah.. se akan akan meruntuhkan ke wibawaan bang kris. emng mslahnya smpe se gtu prah nya ya smpe bang kris gk bsa ngmong apa” klo ada bang-kai. trus wktu sehun brantem sma bang-kai d parkiran. uuuuuuuuuuuuuu byangin nya kren bgt, trs jga wktu baek d cium bang-kai tepat d dpan bang kris. wah~~~~~~ pnsaran bgt sma klanjutannya.. pokok nya daebak deh ni ff, neomu joah..

  20. Parahhhhhhhhhhhh!!! Gilaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!
    Chap 1 langsung klimaks? Ew bacanya degdegan kakkkkkkkkk😑 perasaan yang alpheratz in andromeda ga gini-gini banget yaampun, ceritanya berat banget fiuhhhhhhh😑 dan gue pikir ini ff one-shot soalnya puanjanggggggggggggggggggggggggggg banget ehm palagi bacanya tengah malem gini capek hayati ngebaca scenenya kai😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
    Gue kira kai disini jadi orang gila beneran kak(?) Dalam artian suka2 sendiri sama baekhyun suka jahilin baekhyun dan punya masalah sama kris gara-gara baekhyun juga/? Pokonya always baekhyun/tepok bokong bbh/😂😂
    Sempet mikir panjang(?) Kalo kai disini suka sama lay, cinta sama lay (dulunya, sekarang mah cinta bokong baekhyun(?)) Ga kebayang kai x lay aduhhhhhhh kak alf jan macem-macem deh ya🙈🙈🙈🙈🙈 kenapa lay kak? Kenapa bukan tao(?)😈😈 kan asik tuh kai suka sama yang bulu keteknya lebat-lebat😂😆😈
    Dan sepertinya kak alf belom bisa moveon dr rambut pirang ya, sama ane juga. Sama orang china atunya lagi yekan/? Hahahahahahahah/abaikan😂😢😢😢

    Kak alf typonya diperbaiki yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, jangan banyakin typo banyakin cinta sama aku aja mwah😄😄😄 kan enak tuh rasa bibir manis baekhyun/g. Dan gue harap ini jadi 2-shot aja yekak jan kepanjangan/? Kitati tauk liat jongin kek jadi pho gini wkwk, udah pho, mesum, gila, pencopet, kulitnya item, wajah tampan, kzl kzl kzl kzl kak, karena kzl bisa berubah orang/ggggggggg/abaikan😆😆😆😆😆

    Okedeh gitu aja kak. Maap ya komennya asalan itu cuma komenan fiktif tak beraturan dari otak seorang fans yang lagi kangen bias kak/apaaa. Okedeh bubhayyyyyyyyyyyyyyyyyyy😍😘😗😙😚😍🙆😻👶🙈🙊💏👄💋💙💚💛💜💓💔💕💖💗💘💝💞💟👌👍 hehe

  21. Ni ff udah sya bca brulang- ulang
    Dan ni ff daebak bgt kak ALF, d sngka hbungan si byun ama wu akan baik” aj, paling an brantemnya krna byun cmburu ama luhan atau sehun ama si kris. .
    Eh eh ada kai si orng baru, aku sangka si ceye. .
    Wow si kai awalnya sweet bgt ya kak, lucu n periang, dan jduaarrr trnyta ntu smua ad mksutnya.
    Kasihan kn suami aku si kris d bully ama pcar aku si kai #abaikn
    Nah nah gra” kai jd pnasaran ap sih yg udh d prbuat kris ama kai n lay d masa lalu, apa lay bnuh dri krna cnta d tolak, ouu buat kepo bgt ni mslalunya si kris.
    Dan jreng jreng yg lbh mngjutkn si kris mewek d pundak dan dlm plukannya ama baek, oh noo skrang aku tau sbrpa bsar cntanya kris ama tcabe a.k.a baek. .#hiksterharu😥
    Lnjutannya d tnggu bgt kak ALF.
    Next
    Next

  22. Aaa itu kece bingitsT.T
    Cepet update jeballllll
    Saya menungguTT
    Semoga di chap depan cerita masa lalu Kris diungkap, kok jadi menjurus ke KaiBaek sih ?-,-
    Coba HunBaeaja*plakk
    Kalau bisa LuBaek juga*Digamparmassa
    Penggennya ada ChanBaek juga sih..*DilemparAuthor
    Udah ah, malah nyampah-,-
    Itu aja okaayy, Thor
    Next chapnya makin greget nde, jeballl
    Fighting !!*TebarBungaCintaHun

  23. kaiiiyaaaahh syg waeee waeee waeee peran km disini keren bgt? naksiirrr kimjoonggiin😥. gak akan komen ttg kris sm baek. aq mlah gk suka sm mreka di ff ini *jgn nnya knp* *loh siapa yg mau nnya* *kePDan* hahaha. siKimSeksi iniiii ya ampuuunn. entahlah pkok.y klo aq dpet pcar ky dia bgtu yg posesif waaah udah aja udaaahh.. udaaah bingung mau ngapain *hahah.
    ky biasa klo soal crta gk usah d.komen lg. nice!
    soal bahasa dll oohh amaz bgt. nice nice bahahah

  24. baru nemu ff ini, ini blog uwwah bgt! ak pengen baca semua ff.nya / astaga ni ff kereeen bangett, baekh nya setiaaa bangett ama si kris, demi apah aku suka banget ama konfliknya dan ntu konflik sama sekali gak pernah terduga, awalnya aku fikir kai perannya jadi orang yang kocak, suka nggodain baekh eh~“ ternyata perannya kai luar biasa menakutkan oy, penasaran ama cerita lengkap tentang masa lalu kris, trus lay matinya kenapa? ciahh aku penasaran, next yaww🙂, semangat buat authornyaaa <3<3

  25. wawwww

    keren gila alf~

    astaga Kai, g bisa dibayangin kalo urusan seringaianya kai.
    gila aja nih alf bikin ff sekece ini, aku tahan napas baca part endingnya.

    cepet updateeeee
    gmn masa lalu kris? baekhyun aaaaa
    aduh sampe g tau mau ngetik apaan ini.
    udahlah pokoknya sukses dan good job Alfff

  26. Alamaaaaaakkkkkkk nyezek bingit……
    Entah kenapa…… sahhh… aku serasa masuk kedalam cerita,, aduh.. terlalu menghayati…..
    Gimana yah.. baek kasian kai juga kasian kris juga sebenernya… tapi.. kesel kuga sih ke kros nya hahah..
    Tapi yg paling kasian tuh baekhyun… kok dia yang jadi korban?? Hahahhah
    Kirain aku, aky ga bakal suka sama lanjutannya karena aku pikir baek ama kris itu udah bahagia… jadi gaperlu bambah konflik lagi…
    Tapi ternyata eh ternyata………….
    Aku suka banget!! Parah!!! Keren…. mengaduk emosi aku? Lahh?? Pokoknya…. t.o.p b.g.t…………….

  27. FANFIC INI BEDA .
    BUKAN MAKSUDNYA MUJI KARENA AKU ORANGNYA GAK PINTER MUJI, TAPI AUTHOR BAKAT BANGET JADI PENULIS, FEELNYA TERSAMPAIKAN BANGET DAN CERITANYA MUDAH DI CERNA.
    AWALNYA AKU GAK TERTARIK BACA FANFIC INI KARENA ALASAN INI LENGTH-NYA CHAPTERED, AKU GAK TERLALU SUKA FIC YANG CONTINUAN GITU, SELAIN BIKIN DILEMA, *KARENA NUNGGU PUBLISH NEXT-NYA, BIKIN TAHAN NAFAS KALO TBC DI MOMEN KLIMAKS-NYA, JUGA BIKIN NYESSEK KALO ADA YANG DI KASIH PAKE PASSWORD CHAPTERNYA . OKE, KEMBALI KE AWAL, AKU COBA AJA BACA FIC INI KARENA NENGOK COMMENT-NYA *ITU KEBIASAANKU* TAPI SETELAH AKU BACA, OOH AKU RASA AKU BAKAL NGERUBAH PANDANGAN AKU TENTANG FANFIC CHATERED.
    SEBELUMNYA AKU MINTA MAAF BANGET, KARENA AKU KOMEN NYA CUMA DISINI DOANG, KARENA JUJUR AKU JUGA BACA FIC AUTHOR YANG LAINNYA TAPI AKU GAK KOMEN SAMA SEKALI, ITU KARENA AKUHARUS HEMAT KUOTA MODEM KARENA INI UDAH BULAN TUA, MASANYA MODEMKU KOUTA TINGGAL DIKIT LAGI, MAKLUM AJA YAA THOR, TAPI PERCAYA DEH, AKU SAMA SEKALI GAK BERNIAT BUAT NYEPELEIN AUTHOR DENGAN AKU GAK KASIH KOMEN DI FIC LAINNYA.
    AND THEN, MAAFIN AKU YA, INI AKU BIKIN TULISANNYA CAPSLOCK MODE ON, ISENG AJA, SIAPA TAU AUTHOR SUKA KOMENNYA ELAAH -_-7.
    TERAKHIR, AKU NANTI KARYAMU SELANJUTNYA THOR, TERUTAMA BUAT KELANJUTAN FIC INI, AKU NGAREPNYA SIH FIC INI AJA YG DILANJUT.
    OKE KEEP WRITING🙂

  28. OHIYA SATU LAGI, AKU MAU NANYA, KALO BERKENAN ALF JAWAB YAA, SEBENERNYA ALF ITU KRISBAEK HARDSHIPPER ATO GIMANA ? SOALNYA KEBANYAKAN PAIR YG ALF BUAT ITU ADALAH KRISBAEK.
    JUJUR AJA, AKU INI CHANBAEK HARD SHIPPER, TAPI SETELAH BACA FIC DISINI AKU JADI NGERASA TERPENGARUHI *IYA, AKU MUDAH BANGET TERPERANGUHI ORANGNYA*
    SATU LAGI, KARENA AKU NEW READER DISINI, AKU GAK TAU ALF ITU YEOJA ATO NAMJA ? AKU YAKIN SIH YEOJA, TAPI BIAR MASTIIN AJA.
    YAUDAH DEH, DARIPADA NGOMONG GAJE DISINI, MENDING AKU PAMIT AJA.
    KALO SEMPET, PERTANYAAN AKU TADI DI JAWAB YAA ALF, TERIMAKASIH😀

  29. Ini sequel lebih menegangkan dari cerita sebelumnya.

    Dan Kris. Omaigat sampai serius gitu kalau berhubungan dengan masa lalu. Aku jadi gak tega.. Ayo Kris bangkit demi Baek!

    Baekhyun, tetaplah bersama Kris!

    Kai jahat cenderung nyebelin plus ngeselin tapi juga bikin greget.

    Semoga ini ff lekas berlanjut,

    Terima kasih kak ALF🙂

  30. OMG.., jujur ye… bias gue kai… tapi dia kok dapat peran antagonis sih disini… hua…. dan sialny…gue jadi kesel ame doi (mungkin efek wlive korea… kaistal couple… DAMN… gue bakar juga tu majalah) hehehe… tapi ceritany keren author-nim… updateny jangan lama2 yo… yuhuuuuuuu…

  31. ini kelanjutan kisah cinta kris sama baekhyun . tapi di selingi sama kehadiran jongin. ..

    sifat jongin di sini lucu . tengil gimana gitu .. dan dia awal masalah untuk hubungan kris dan baekhyun ..
    gk sabar nunggu lanjutan nya ..
    makasih

  32. OMAYGAT!!!!!! INI LEBIH DARI KEREN ENTAH KALO AKU BISA MENYEBUTNYA 100 TINGKAH DI ATAS KEREN. MAKAN ITULAH NAMANYA. #maapkeun capslock rusak. Hahaaha authorrrrr alf. Kelanjutannya gimanakah? Andwaeee. Aku bcanya nggantung truss huahhhj hiks hiks. Daebakkkkk daebakkk !!!! Aku tegang. Trrharu. Ahhh mix lah .

  33. Gak ngerti mau mulai dari mana😐😐😐 awalnya gw pikir ceritanya bakal sederhana kk, soalny gw ga punya ide bakal gimana ceritanya. Cuma berkisan sehunbaekhyun diantara kris dan luhan. Asli sumpah unexpected. Dan lagi gw pikir org dibus itu bakalan park ceye, ternyata kim exotis😂😂 dan sempet kesel kenapa lay harus berperan jadi orang mati😭😭 hahaha. Awalnya bingung, well knp reaksi kris gitu banget, dan gw geregetan sendiri pgn tau alesanny, cerita kris bener2 bikin penasaran dan kalimat kai bner2 ambigu buat jadi jawaban, lo emg the best bikin hati gw porakporanda penasaran kk. Gw kesel sendiri masak kai kelewat kurang ajar gitu dan kria cuma diem aee😤😤😤 gw lebih gregetan dibanding suho, panas ati gw. Dan gw salut gimana lo menggambarkan apa itu keberanian lewat reaksi kris di akhir. Selalu berasa ada dlm cerita mulu😢😢 gw baper banget ini kaaaak😭😭😭 keep going deeehhh. Gw pengen nangis sm keberanian kris, gw jadi pengen punya pacar kyk kris masaa😖😖 ditunggu kelanjutannya kk sayaaaaang. Keep writing yaaa!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s