[Special Fic] White Lily and Us || KaiBaek


WHITE LILY AND US

KaiBaek Fanfiction

Dedicated to 1st anniversary(?) ALF and Ilam (LOL)

 

Tittle: White Lily and Us

Genre: Suka duka bersama

Rating: T

Length: oneshot!

 

Cast:

      Kim Jong In

      Byun Baek Hyun

      Others #smirk (bonus pairing)

Warning: OOC, AU, BL

 

Disclaimer: Semua atribut yang ada di dalam cerita ini, bukan sepenuhnya milik penulis.

Copyright: Keluarga Cemara!!!

Dilarang keras menjiplak, mengedarkan, baik separuh maupun seluruh isi cerita ini tanpa sepengetahuan ALF.

 

ALF cuap-cuap: Hehehehe… 1st anniversarynya ALF ama Ilam nih, gak tau nyebutnya apa. 3 october noh tanggal bersejarah, pas Ilam kesambet baca Love and Pain trus nyamperin ALF di FB, nyapa dengan canggungnya, bla bla bla… eh gak kerasa udah setahun ye dear… #cubit pipi Ilam eeeaaaa. Ya gitu… coba aja ALF ama Ilam ada dalam satu wadah eh kota maksudnya, ya kita ketemuan, beli kue apaaa kek gitu tapi yah… berhubung Sumatera ama Sulewesi dipisahin ama pulau Kaimantan, ya gak jadi #tendang pulau kalimantan (Entah apa relasinya)

Ya udah deh… Berhubung jiwa KaiBaek nya ALF ama Ilam lagi menderu-deru(?) ya ALF bikin ini, soalnya ALF juga tertantang bikin FF pure KaiBaek. Katanya gak ada FF KaiBaek yang bagus gitu. Ini pendapat segelintir orang, padahal kalau mereka mau membuka mata, banyak noh. Di AFF bejibun. Di wp tetangga juga banyak. Tapi ya sudahlah. ALF mau usaha… #jreeennngggg

 

Chek this out…

 

Ilam… udah setahun…. (iye tau… ) wkwkwkkw #nyengir cantik..

 

Baca warning yah… ini Out Of Character. Oneshot doang jadi jangan heran alurnya rada yah…No bash no flame

 

 

 

|| White Lily and Us ||

Baek Hyun merapatkan punggungnya pada tembok pembatas balkon. Duduk dengan meluruskan kaki ke depan. Matanya terpejam, mengikuti irama lagu sendu yang terdengar melalui headphone putihnya. Rambut cokelatnya tertiup mengikuti arah angin, memperlihatkan helaian demi helaian lembut yang menutupi keningnya.

 

Dan semuanya rusak karena…

 

“Aha… akhirnya aku menemukanmu cintaku.”

 

Bahkan jika Baek Hyun menyetel lagunya dengan volume maksimal, suara menyebalkan itu tetap saja memukul gendang telinganya.

 

“Aku mencarimu kemana-mana.”

 

Baek Hyun tidak menggubris, bahkan ketika ia merasakan beban berat di atas pahanya. Pria yang selalu menganggunya itu sudah pasti membaringkan kepalanya di pangkuan Baek Hyun.

 

“Di sini sejuk yah, apalagi kalau pemadangan pertama adalah wajahmu.”

 

Baek Hyun masih bertahan.

 

“Tapi kalau dilihat dari bawah sini, lubang hidungmu besar juga, eh… bulu hidungmu offside.”

 

Cukup!

 

“Bisakah kau membiarkan aku tenang sejenak saja Kim Jong In?” keluhnya masih dengan mata terpejam.

 

“Tidak, sebelum kupastikan kau sudah agak membaik.”

 

Baek Hyun mendesis, segera membuka matanya dan memukul kepala pemuda bernama Kim Jong In itu hingga ia mengaduh dan langsung membetulkan duduknya hingga berhadapan dengan Baek Hyun.

 

“Itukah rasa sayangmu? Baiklah… aku juga menyayangimu,” ucap Jong In sambil mengedipkan sebelah matanya.

 

“Tolong  jangan ganggu aku. Bisa?” tanya Baek Hyun dengan wajah lelah.

 

Jong In menggeleng polos, kemudian tersenyum. “Kalau kau patah hati, jangan menyendiri sambil mendengarkan lagu brengsek yang mendayu-dayu. Kau bisa semakin terpuruk.”

 

Baek Hyun mendesis kemudian berdiri sembari menepuk-nepuk celanannya. “Tahu apa kau?”

 

“Aku tahu semuanya tentu saja. kalau boleh jujur, aku bahkan sangat bahagia setelah mendengar Kris Hyung akan menikah.”

 

Tepat di titik rawan.

 

Baek Hyun menoleh spontan, menatap Jong In dengan tajamnya. Terlihat sekali wajahnya memerah memendam amarah.

 

Oops… sorry… Tidak bermaksud buruk. Hanya saja, kurasa ini jalan terbaik agar kau sadar bahwa tidak baik menjalin hubungan dengan om-om.”

 

Habis sudah kesabaran Baek Hyun.

 

“KIM JONG IN!!!!!”

 

“Kabuurrrrr….”

 

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

“Jadi kau akan datang?”

 

Baek Hyun berusaha mengabaikan makhluk yang terus mengikutinya sejak ia keluar dari kelas terakhir.

 

“Datang saja, nanti kau dibilang patah hati dan tidak terima. Nanti mereka mengataimu lemah.”

 

Baek Hyun kembali memakai  headphone-nya dan menyetelnya dengan volume maksimal.

 

“Kalau kau tidak percaya diri datang sendiri, aku bisa menemanimu. Aku ini cukup… ah bukan cukup tapi sangat tampan, belum lagi kulitku eksotis, jarang-jarang pemuda korea memiliki kulit sesehat ini, bandingkan saja dengan kulitmu yang pucat. Tubuhku juga dari sudut manapun akan terlihat seksi, lihat tatapan mataku ini bisa mengintimidasi siapa saja yang mau mengejekmu, belum lagi alis tebalku yang mendukung. Bibirku yang seksi… astaga, kapan terakhir aku sadar bahwa aku begitu seksi?”

 

Baek Hyun menggeram, terdengar bunyi gemeretak dari rahangnya yang dikatup rapat. Cara terbaik mengatasi Kim Jong In yang gila atau lebih pantas disebut tergila-gila padanya. Baek Hyun sudah ribuan kali berteriak di wajahnya, memukulnya, bahkan pernah menghajarnya sampai babak belur. Tapi pria –yang memang sangat tampan dan seksi- itu tidak pernah menyerah. Bahkan semakin hari semakin menjadi-jadi.

 

Baek Hyun tidak menunggu lebih lama lagi saat bis pertama yang dilihatnya berhenti di depan halte. Ia mempercepat langkah dan menyerobot antrian siswa yang memang cukup lama menunggu kedatangan bis itu. Harapannya hanya satu, Kim Jong In tidak mengikuti—-

 

“Ayo kita duduk di sana…”

 

—nya…

 

Baek Hyun hanya menghela nafas berat saat tangannya digenggam dan diseret menuju bangku paling belakang. Baek Hyun sudah tidak ada tenaga untuk melawan saat Jong In sengaja mengosongkan kursi dekat jendela, dalam arti lain ia akan terperangkap antara jendela dan tubuh Jong In sepanjang perjalanan pulang selama setengah jam.

 

Huft…

 

Tapi Baek Hyun memilih tidak peduli lagi. Lebih tepatnya… tidak ada pilihan lain.

 

“Jadi  kau akan datang?” tanya Jong In antusias. “Hei…”

 

“Ck, apa urusanmu? Ha? Aku datang atau tidak, tidak ada hubungannya denganmu. Jadi lepaskan tanganmu sebelum kupukul wajahmu,” jawab Baek Hyun jengkel.

 

“Jangan ketus begitu Baek Hyun-ah. Tentu saja ini ada hubungannya denganku karena… Kita sepasang kekasih.”

 

Baek Hyun menoleh dan menatap Jong In dengan tatapan horror, “Sejak kapan aku menyandang status mengerikan sebagai kekasihmu?”

 

“Tentu saja sejak Kris Hyung mencampakkanmu setelah 2 tahun membohongimu bahwa sebenarnya dia sudah dijodohkan dengan orang lain sejak dia bayi.  Dan malam dimana kau dicampakkan olehnya, kau datang ke tempatku dan…kita… hehehehe.”

 

Baek Hyun menghembuskan nafasnya berat. Mencoba untuk tidak melempar Jong In ke luar jendela. “Harus berapa kali kukatakan, saat itu aku mabuk. Kau mengerti? MABUK… suatu kondisi di mana seorang manusia dalam keadaan setengah sadar tentang apa yang tengah dilakukannya. Kau paham bagian itu? Dan bisakah kau menghapus bagian bahwa aku yang datang ke tempatmu? Demi Tuhan, Kim Jong In. Aku bahkan tidak tahu bahwa kau tinggal di sana. Aku hanya melintas dan…”

 

Blush…

 

Bohong besar kalau Baek Hyun melupakan kejadian memalukan itu. Saat dimana ia nekat menghabiskan 4 kaleng bir setelah menolak ajakan Kris –brengsek-yang-mencampakkannya-karena-ia-sudah-punya-tunangan-tapi-nekat-menjalin-hubungan-dengan-Baek Hyun- untuk mengantarnya pulang, berjalan di sepanjang trotoar dan mengumpat nama Kris ratusan kali hingga ia menjadi pusat perhatian pejalan kaki lainnya malam itu.

 

Ia mabuk, tapi tidak sepenuhnya tidak sadar juga. Buktinya ia ingat saat ia menendang pagar rumah orang lain yang entah kenapa ia merasa bahwa Tuhan mempermainkannya karena si pemilik rumah adalah Kim Jong In.

 

Kalau saja ada alat yang bisa digunakan untuk menghapus bagian memalukan dari kehidupannya, Baek Hyun akan menggunakan alat itu untuk menghapus bagian dimana ia langsung mencengkram kerah baju Jong In yang menyambutnya terkejut. Membentak Jong In habis-habisan dan berakhir dengan mencium bibirnya cukup… yah…

 

Jong In selalu menggodanya selama dua minggu karena bibir Jong In terluka akibat ulah Baek Hyun malam itu. Dan paginya, ia sudah terbangun dengan kondisi tengah berpelukan dengan Jong In di atas tempat tidur. Beruntung pakaiannya lengkap dan dia tidak merasakan ada yang aneh di sekitaran tubuhnya. Mungkin Jong In cukup tahu akibat jika dia berani menyentuhnya malam itu.

 

“Dan apa?” goda Jong In sembari menggerak-gerakkan alis tebalnya.

 

“Dan berhenti melihatku seperti itu atau kau akan mendapati kedua tanganmu patah,” balas Baek Hyun masih ketus. “Lagipula, apa yang bisa dibanggakan dari kejadian malam itu? Kau ingat bukan? Aku mabuk, aku tidak sadar, bisa jadi aku tidak waras. Bahkan jika malam itu bukan kau yang menemukanku seperti itu, bisa jadi aku akan mencium siapa saja. jadi jangan terlalu mengistimewakan hal itu.”

 

“Wah, berarti malam itu kau cukup beruntung. Bagaimana kalau kau ditemukan oleh pria dewasa penggila seks? Aku yakin kau tidak akan selamat.”

 

Grrr…

 

“Bisakah kau berhenti membahas itu?” pinta Baek Hyun, terlihat seperti memelas. Padahal buku-buku jarinya telah memutih saking kuatnya ia menggenggam tangannya.

 

“Tidak, karena kau belum menjawab pertanyaanku.”

 

“Pertanyaan yang mana? Ha?”

 

“Yang itu. Apa kau datang di resepsi pernikahan Kris Hyung nanti? Resepsinya saja karena kau tidak mungkin datang ke China untuk upacara pernikahan mereka kan?”

 

Baek Hyun diam, masih menatap Jong In jengkel.

 

“Apa kau sesakit hati itu sampai tidak sanggup melihat wajah pria brengsek yang mencampakkanmu?”

 

Baek Hyun memejamkan matanya. Mengatupkan rahang rapat-rapat hingga terdengar bunyi gemeretak. Setelahnya ia menghembuskan nafas panjang. “Oke Kim Jong In. Aku akan datang, apa kau puas?”

 

“Tentu saja aku puas, karena kita akan datang bersama.”

 

Asdfghjk:<#$%”;”?>….

 

Baek Hyun akhirnya membenturkan keningnya di jendela berkali-kali dengan harapan ia segera pingsan agar tidak berlama-lama dalam keadaan sadar bersama Kim Jong In.

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

 

Jong In mengerjapkan matanya berkali-kali saat Baek Hyun dengan senyum manisnya wajah ketusnya keluar dari rumah minimalisnya.

 

“Kenapa melihatku begitu? Rencana buruk apa lagi yang sedang kau siapkan?” tanya Baek Hyun curiga.

 

“Apa tidak sebaiknya kita sekalian menikah juga? Ya Tuhan… kau seperti malaikat dengan setelah putih-putih begitu.”

 

“Dan kau seperti petugas Rumah Sakit dengan setelan putih-putihmu.”

 

“Ah, jangan begitu Baek Hyun-ah. Sepanjang perjalanan aku kemari, semua orang menandang takjub padaku. Bahkan ada yang sampai mengejarku hanya untuk meminta foto bersama.”

 

Baek Hyun memutar bola matanya malas, kemudian melintasi Jong In yang masih tersenyum dengan sebuket rangkaian bunga  di tangannya.

 

“Ternyata ada untungnya juga Kris hyung mencantumkan dress code putih-putih untuk tamu undangan. Ini menakjubkan, Kau hanya kurang sayap saja di punggungmu, dan kau sudah sempurna menjadi seorang malaikat.”

 

“Berhenti membahas malaikat. Memangnya kau pernah melihat malaikat?”

 

“Pernah…”

 

“Kapan?”

 

“Sekarang…”

 

Oh…

 

Dan Baek Hyun menyesal menanyakannya.

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

Baek Hyun mengernyit saat ia melihat sebuah mobil pick up terparkir di depan rumahnya. Warnanya pudar, bahkan ada bagian catnya yang terkelupas.

 

“Ayo naik…” ajak Jong In santai saat ia sudah dengan kokohnya duduk di jok kemudi.

 

“Naik kemana?”

 

“Ya ke sini…” Jong In menepuk-nepuk satu-satunya tempat duduk di jok sebelahnya.

 

“Kau bercanda?”

 

“Tentu saja tidak. Bercanda itu kalau misalnya aku menyuruhmu naik di belakang. Hahahaha.”

 

Baek Hyun sudah hampir memukul kepalanya sendiri saat dirasa denyutan di dahinya semakin kuat, dan jujur saja nyerinya bukan main. “Ini lelucon paling tidak lucu yang pernah kau buat Kim Jong In. Mana mungkin kita pergi ke acara resepsi pernikahan seseorang dengan mobil ini?”

 

Jong In tertawa nyaring kemudian membukakan pintu mobilnya untuk Baek Hyun. “Tenang saja Baek Hyun-ah, aku tidak sekampungan itu. Sebelum kesini aku memang mengantarkan beberapa pesanan karangan bunga. Jadi sekalian saja kujemput pakai mobil toko. Aku sudah meminjam mobil  bosku sejak kemarin-kemarin, makanya aku berani mengajakmu pergi bersama. Ayo… ikut dulu denganku ke toko bunga mengambil mobilnya.”

 

Dan sebenarnya Baek Hyun merasa tidak enak dengan ucapannya barusan. Jujur saja dia bukan kaum matrealistis, tapi ia memang cukup gengsi, apalagi di acara yang mewah. Ada harapan kecil dalam hatinya agar Jong In tidak tersinggung dengan ucapannya. Tapi mengingat bahwa orangnya adalah Kai… jadi tidak mungkin dia tersinggung.

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

Baek Hyun duduk termenung di hadapan kumpulan lily putih yang siap dirangkai. Hatinya sejuk, pikirannya damai hanya karena warna putih yang melambangkan kesucian. Seperti cinta… sayangnya cinta itu ternoda karena sebuah kebohongan.

 

“Sedang apa?”

 

Baek Hyun tidak menoleh pada sumber suara karena ia sudah hapal betul pemilik suara menjengkelkan itu. “Berenang.”

 

“Berenang?”

 

Baek Hyun berdiri kemudian menoleh pada Jong In yang sepertinya mengubah model rambutnya jadi kelihatan lebih rapi. “Apa kau buta? Aku memperhatikan bunga-bunga itu, bodoh.”

 

“Oh kau suka lily putih? Sama, mereka juga favoritku.”

 

“Kapan aku bilang suka? Aku mana mungkin suka pada bunga berkabung.”

 

Jong In menaikkan sebelah alisnya. “Berkabung? Hanya karena kau sering melihat bunga lily di pemakaman?”

 

Baek Hyun tidak menggubris ia melirik arlojinya kemudian memperlihatkannya pada Kai. “Aku tidak akan meladenimu bercerita tentang bunga. Ayo pergi.”

 

“Tunggu…”

 

“Apalagi? Cepatlah atau kita akan terlambat.”

 

“Sebentar…” Jong In berjongkok sejenak, memilih satu tangkai lily putih yang masih hidup, membawanya ke sebuah meja persegi dan dengan lincah ia menyelubunginya dengan plastik bening yang di bawahnya diikat dengan pita putih.

 

“Kau tidak berniat membawakan bunga lily putih ke pernikahan bukan?”

 

“Tenang saja, aku hanya seromantis itu di hadapanmu.”

 

“Maksudmu?”

 

Jong In tersenyum kemudian menghampiri Baek Hyun. “Hanya untuk merubah pola pikirmu sayang. Bunga lily melambangkan kesucian,  dan kemurnian.” Kemudian ia serahkan bunga cantik itu untuk Baek Hyun. “Mereka selalu menjadi favorit di acara pemakaman karena lily putih juga melambangkan kenangan mendalam. Walau orang yang dicintai telah pergi,  mereka tetap ada, di sini,” tutur Jong In sembari menunjuk dadanya.

 

Seperti terbawa suasana, Baek Hyun menerima bunga itu dan memperhatikannya seksama, dan detik selanjutnya senyum pahit terulas di sana. “Atau mungkin bisa juga kuberikan ini pada Kris Hyung sebagai lambang duka mendalam yang ia tinggalkan.”

 

Jong In tertawa spontan dan membuat Baek Hyun menatapnya jengkel –merusak suasana saja. “Jangan… Berikan yang lain saja. itu bunga kita, jangan berikan pada orang lain.”

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya, masih menatap Jong In bingung. Ada kalimat yang sedikit… menganggu. “Bunga kita?”

 

Dan seharusnya Baek Hyun sudah bisa menduga jawabanya.

 

“Bunga ini melambangkan kemurnian dan kepolosan Baek Hyun-ah. Seperti perasaanku padamu.”

 

Oh…

 

“Waktu mendongengnya sudah selesai, jadi bisa kita pergi sekarang?”

 

“Kau tidak membawa sesuatu? Aku bisa merangkaikan mawar atau apa saja, gratis tenang saja.”

 

Baek Hyun memutar bola mata malas, “Bukankah kau sudah membawa buket bunga, untuk apa aku juga membawanya?”

 

Jong In melebarkan matanya, memandang Baek Hyun takjub. “Jadi kau mengakuiku sebagai pasanganmu?”

 

“Ck, jangan berharap banyak. Aku hanya tidak ingin terlihat eksentrik dengan membawa banyak bunga, lagipula aku yakin kau tidak akan berjalan jauh-jauh dariku, itu sudah sedikit merusak pemandangan dengan buket bunga besar di tanganmu nanti.”

 

“Oh ya, baiklah. Bawa saja lily putih itu, tapi jangan berikan pada Kris Hyung.”

 

Whatever, cepatlah.”

 

Anytime baby…”

 

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

Baek Hyun menatap kedua tangannya yang menggenggam setangkai lily putih yang terbungkus rapi itu. Wajahnya sudah memucat, dan Jong In bukannya tidak menyadari hal itu sejak tadi. Pemuda tampan itu memberanikan diri memindahkan tangannya dari tongkat perseneling ke punggung tangan Baek Hyun. Cukup terkejut bahwa tangan Baek Hyun betul-betul dingin.

 

“Kau baik-baik saja?” tanya Jong In memastikan.

 

“Tidak,” jawabnya jujur. “Sebenarnya kenapa aku harus datang?”

 

“Kupikir kau harus. Itu karena kau kuat.”

 

“Aku tidak peduli perkataan orang lain, tapi… Kim Jong In, kurasa aku akan pingsan saat melihat Kris Hyung menggandeng pasangannya.”

 

“Tidak akan, aku jamin.”

 

Baek Hyun menoleh, menatap Jong In sedikit berharap. “Sebenarnya aku juga ingin memperlihatkan pada Kris Hyung bahwa aku juga bisa mencampakkannya. Tapi… itu sulit.”

 

Jong In tersenyum, kemudian membetulkan kerah kemeja yang dilapisi jas putih milik Baek Hyun. “Tidak sulit selama kau mau. Lagipula, ada aku.”

 

Baek Hyun menghembuskan nafas berat kemudian memejamkan mata. “Kemana akal sehatku saat setuju untuk datang bersamamu.”

 

“Cara terakhir Baek Hyun-ah. Sebenarnya aku tidak suka dengan label yang mereka pasangkan padamu. Eum… mengenai… orang yang dicampakkan dan terpuruk karena kekasihmu memilih menikah dengan orang lain.”

 

“Kau pikir aku suka?”

 

“Makanya kukatakan, tunjukkan bahwa kau kuat.  Tunjukkan bahwa kau bisa mendapatkan pria yang jauh lebih tampan dan seksi dari Kris Hyung.”

 

Baek Hyun kembali menatap Jong In dengan kening berkerut. “Aku mencium rencana busuk di sini.”

 

“Hahaha… ayolah, kau akan bangga menggandeng kekasih baru yang sangat  tampan dan seksi.”

 

Dan Baek Hyun akhirnya hanya bisa memijat pelipis dan menghembuskan nafasnya panjang.

 

“Jangan stress begitu,  kalau kau tidak ingin menganggapku kekasihmu di pesta nanti, anggap saja aku adalah orang yang sedang melintas dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama padamu.”

 

“Oh Tuhan… Bisa kita hentikan ini?”

 

“Bisa kalau kau berhenti bersikap lemah. Segera  keluar dari mobil ini, gandeng lenganku dan kita berjalan seperti pasangan memasuki gedung mewah itu. Bagaimana?”

 

Baek Hyun membungkuk ke arah dashboard dan membenturkan keningnya berkali-kali di sana. “Tuhan…”

 

“Sudah… sudah. Ayo kita kesana. Simpan dulu lilynya, nanti Kris Hyung mengira kau membawakan itu untuknya.”

 

Baek Hyun berdecak, kemudian menoleh. “Kurasa aku butuh ini Kim Jong In. Aku tidak ingin tanganku terlihat jelas gemetar di hadapan Kris Hyung.”

 

“Eum… oke, baiklah. Ayo…

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

“Wah, seperti memasuki gua salju, semuanya putih,” seru Jong In tertahan.

 

“Kepalaku justru pusing, dimana-mana putih,” balas Baek Hyun lemah. Ia lupa apa alasan kenapa ia sampai menyetujui menggandeng lengan Jong In memasuki gedung resepsi itu.

 

“Di mana pengantinnya?”

 

“Jangan cari masalah dulu Kim Jong In, aku tidak siap.”

 

“Kau ini kenapa? Lebih cepat kita bertemu pengantinnya, memberi selamat, memperlihatkan kemesraan kita, maka semakin cepat pula ini berakhir.”

 

“Ck, kenapa juga aku harus datang.”

 

“Kau ini bagaimana? Bukankah kita sudah membahasnya di mobil?”

 

“Kau tidak akan mengerti perasaanku Kim Jong In, aku sudah hampir mati sekarang.”

 

Jong In tidak membalas saat itu juga, ia hanya menatap Baek Hyun yang berdiri di sebelahnya, kemudian menghela nafas. “Karena aku mengerti perasaanmu, makanya aku ingin memastikan sendiri bahwa kau datang. Dan melepaskan semuanya Byun Baek Hyun.”

 

Baek Hyun terdiam. Ditatap seserius itu oleh Jong In rasanya sangat aneh. Seperti dikunci dan tidak bisa mengalihkan pandangan ke arah lain.

 

“Byun Baek Hyun? Benar?”

 

Pemuda yang dipanggil itupun sedikit bernafas lega karena ia akhirnya punya alasan untuk menoleh dan lepas dari tatapan serius Jong In. Tapi kelegaan itu tidak berlangsung lama karena yang menyapanya adalah…

 

“Kau Baek Hyun kan? Ah kita belum resmi berkenalan. Aku Yi Xing, tapi selama aku di Korea, lebih sering dipanggil Lay.”

 

Kill me now…

 

Melihat Baek Hyun tidak juga bergerak, hanya menggenggam bunga lilynya dengan kuat, serta pandangannya yang tidak fokus ke depan, Jong In berinisiatif menjabat tangan Lay yang sudah terpajang di depan mereka cukup lama. “Aku Kim Jong In. Aku datang bersama Baek Hyun. Oh ya, selamat atas pernikahanmu dengan Kris Hyung, dan selamat menempuh hidup baru,” ucap Jong In ramah kemudian memberikan buket bunga yang cukup besar yang sejak tadi dibawaknya untuk Lay.

 

“Ah terima kasih Jong In-shii. Semoga kalian juga segera menyusul.”

 

Dan Jong In berdoa dalam hati agar itu terkabul secepatnya.

 

“Oh ya, mana mempelai yang satu lagi? Dari tadi tidak terlihat,” ucap Jong In basa-basi.

 

“Masih menyapa tamu lainnya. Sedikit tidak menyangka, pesta yang kuperkirakan sederhana ini justru cukup ramai,” balas Lay kemudian menuntun Jong In dan Baek Hyun menuju salah satu meja terdekat. Lagi-lagi dengan taplak sutera putih dan sebuah vas kristal berisi mawar putih di tengahnya.

 

Jong In tanpa kentara membantu Baek Hyun duduk di sebelahnya, cukup tau bahwa persendian Baek Hyun betul-betul melemah.

 

“Kau baik-baik saja Baek Hyun-shii?” tegur Lay prihatin.

 

“A… Ah tentu saja, aku baik-baik saja. ha… Hanya sedikit pusing,” jawab Baek Hyun spontan. Dan sedikit menyesal karena jawaban itu keluar begitu saja.

 

“Nah, sudah kubilang kan. Jangan terlalu sering begadang mengerjakan tugas. Habis ini kita ke dokter,” tambah Jong In sesekali mengelus punggung tangan Baek Hyun yang masih menggamit lengannya.

 

“Aku jadi merasa tersanjung Baek Hyun-shii, kau sedang kurang sehat tapi tetap datang ke resepsi pernikahan kami. Sungguh, terima kasih.”

 

“B… Bukan apa-apa Lay-shii, a… aku turut berbahagia.”

 

Lay tersenyum, menampakkan lesung pipitnya yang begitu manis, menambah kesan teduh saat memandangnya. Baek Hyun mengeluh dalam hati, kembali tersadar akan sesuatu, bahkan jika Lay bukan tunangan Kris sejak kecil, Kris tetap akan memilih pria yang begitu ramah ini.

 

“Eum, maaf. Aku ke toilet sebentar,” pamit Baek Hyun saat ia merasa dirinya tidak cukup kuat untuk bertahan lebih lama lagi.

 

“Perlu kuantar Baek Hyun-ah?”

 

Baek Hyun menggeleng pelan. Melepas tangan Jong In yang tadi menggenggam tangannya. “Aku bisa sendiri, lagipula… Lay-shii sudah meluangkan waktunya untuk menyambut kita.”

 

“Ah jangan sungkan. Aku sangat suka mengobrol dengan teman-teman Kris. Apalagi kau Baek Hyun-shii. Kris cukup banyak bercerita tentangmu. Dan dia benar, kau sangat mengagumkan.”

 

Baek Hyun hanya tersenyum tipis kemudian pamit dan beranjak dari tempat itu sebelum ia menyerah pada kondisi hatinya.

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

Baek Hyun membasuh wajahnya dengan air dari kran washtafel berkali-kali. Mencoba menyegarkan pikirannya yang kalut. Bertemu dengan orang yang membuat Kris mencampakkannya betul-betul membuatnya sekarat. Terlebih menghadapi kenyataan bahwa Lay begitu manis, baik, ramah, begitu mengagumkan hingga tidak ada alasan untuk Kris tidak memilihnya.

 

Sret~

 

Baek Hyun cukup tersentak saat sehelai sapu tangan putih terulur di hadapannya. Ia kontan mengangkat wajah dan langsung menangkap refleksi wajah seseorang yang tidak begitu ingin ia temui saat ini.

 

“H… Hyung?” seru Baek Hyun hanya dengan gerak bibir.

 

Kris tidak tersenyum, tidak juga kesal. Tidak ada ekspresi berarti dari wajahnya. “Kupikir kau tidak akan datang.”

 

Baek Hyun menggenggam kuat tepi washtafel saat ia rasa Kris begitu meremehkannya. Mati-matian ia berusaha agar ia tetap tenang, masih bertahan hanya menatap Kris dari bayangannya yang terpantul di cermin. “Kau mengundangku Hyung, jadi aku datang.”

 

Kris mengangguk, kemudian memasukkan kembali sapu tangan putih itu ke sakunya saat ia merasa Baek Hyun tidak akan mengambilnya. “Jadi… Kim Jong In?”

 

Baek Hyun tidak menjawab. ia hanya menarik beberapa lembar tissue dan menyeka wajahnya asal-asalan sebelum ia memilih beranjak dari tempat itu.

 

“Percayalah, aku tidak akan membiarkanmu keluar sebelum kita selesai bicara,” cegat Kris setelah berhasil mencekal pergelangan tangan Baek Hyun.

 

“Pembicaraan kita selesai 2 bulan yang lalu Hyung. Malam  itu, saat kau mengatakan bahwa kau telah mempunyai tunangan dan akan segera menikah, mana mungkin aku lupa pembicaraan terakhir kita tepat di saat hubungan kita sudah berjalan 2 tahun?”

 

“Dan kurasa bukan hanya aku yang menganggap bahwa 2 tahun itu bukan waktu yang sebentar.”

 

Baek Hyun mendesis acuh, ia tepis tangan Kris  dan bergerak menjauh. “Lalu apa maumu? Itu sudah tidak berpengaruh Hyung.” Baek Hyun tertawa pahit, terlebih melihat cincin yang melingkar kuat di jari manis Kris.

 

“Berpengaruh Byun Baek Hyun, sangat berpengaruh.” Kris mendekat, seiring langkah Baek Hyun yang bergerak mundur hingga pinggangnya membentur sisi washtafel. “Terserah kau akan menganggapku apa, tapi… jika aku tidak mencintaimu, aku tidak mungkin tetap mempertahankanmu sampai akhir.”

 

Baek Hyun tidak tertegun, apalagi terpengaruh. Ia hanya tertawa pelan, melirik bunga mawar hias yang terselip di saku jas putih Kris yang menjadi satu-satunya warna lain di tempat itu. “Leluconmu bahkan lebih payah dari Jong In, Hyung. Sampai akhir kau bilang? Mencintaiku? Secinta apa? kalau kau memang mencintaiku, kau tidak akan menikah dengan orang lain.”

 

“Aku tidak diberi pilihan lain.”

 

“Dan kurasa kau memang sudah memilih Lay sejak awal. Jadi kita hentikan semua ini sebelum aku berteriak dan membuka kedokmu di hadapan pengantinmu.”

 

“Byun Baek Hyun… kita bisa menyelesaikan semua ini. Aku punya solusinya, jadi tolong dengarkan aku.”

 

“Apa? dengan berselingkuh?”

 

Kris bungkam, dan bungkamnya Kris membuat Baek Hyun terperangah karena itu sebagai bukti bahwa tebakannya benar.

 

“Kau gila Hyung, betul-betul gila,” maki Baek Hyun sebelum ia mendorong tubuh Kris hingga menjauh agar ia bisa lewat.

 

“Dan kurasa kau tahu siapa yang harus bertanggung jawab akan ini,” cegat Kris kali ini mencengkram bahu Baek Hyun dan mendorongnya kembali ke sisi washtafel.

 

“Lepas, atau aku akan berteriak,” ancam Baek Hyun sesekali menggunakan tenaganya untuk mendorong tubuh Kris agar menjauh darinya.

 

“Aku membutuhkanmu Byun Baek Hyun…” tegas Kris saat ia akhirnya menarik Baek Hyun ke dalam pelukannya untuk menghentikan pemberontakannya.

 

“Lepas…”

 

“Aku mencintaimu…”

 

Baek Hyun terus mengelak. Berusaha mati-matian agar pelukan familiar dan bisikan cinta penuh perasaan itu tidak mempengaruhinya. Seperti kata Jong In, ia datang ke tempat itu untuk memperlihatkan pada Kris bahwa bukan dirinyalah pihak yang dicampakkan karena ia tidak serapuh itu.

 

“Aku mencintaimu… sangat mencintaimu…”

 

Namun bisikan Kris yang tepat di telinganya membuat pertahanannya goyah. “Aku membencimu Hyung… sangat membencimu…” dan tangisnya pun pecah, seiring pemberontakannya yang perlahan melemah.

 

Dan Kris mengeratkan pelukannya saat ia merasakan tubuh mungil itu melemas. Terisak dalam dekapannya dan terus mengatakan benci padanya. “Aku mencintaimu…” bisik Kris sekali lagi, memberikan penegasan bahwa ia ingin mendengar kalimat yang sama. “Baek Hyun-ah…”

 

Baek Hyun tidak memberi respon berarti, ia hanya terus menangis dalam dekapan Kris.

 

“Semuanya akan baik-baik saja… percayalah,” lirih Kris lembut kemudian mengecup puncak kepala Baek Hyun.

 

Baek Hyun masih menangis, dan tenggorokannya terlalu sakit  untuk terus mengatakan betapa ia membenci pria yang terus membuatnya terluka ini.

 

Kris perlahan merenggangkan pelukannya, menangkup pipi Baek Hyun yang basah akan air mata dan berusaha menghapus jejak air mata itu. “Semuanya akan baik-baik saja, aku berjanji. Ini tidak akan sulit selama kau percaya padaku, karena aku betul-betul mencintaimu.”

 

Baek Hyun menggeleng lemah, masih enggan menatap Kris. Menggigit bibir bawahnya cukup kuat agar tangisnya berhenti.

 

“Baek Hyun-ah,” Kris menuntun wajah Baek Hyun untuk mendongak, memastikan –mantan- kekasihnya itu menatap lekat di manik matanya. Dan saat Kris berhasil mengunci tatapan mereka, ia pun menunduk, seolah menghipnotis hingga Baek Hyun perlahan memejamkan matanya. Kris mengecup kening Baek Hyun dengan lembut, membuat pemuda mungil itu terhenyak bahkan tersentak ke belakang hingga tangannya menggapai sesuatu yang terbungkus plastik yang seingatnya memang ia letakkan di dekat kran air. Ia genggam benda itu kuat-kuat seiring nafas Kris yang ia rasakan mulai menyapu sekitaran wajahnya. Semakin menguat saat ia merasakan puncak hidung Kris sudah menyentuh pipinya.

 

Dan seolah ada yang menegurnya, Baek Hyun pun mengalihkan wajahnya hingga Kris hanya mampu menggapai sudut bibirnya. Dan detik di mana Baek Hyun membuka matanya, detik itu pulalah ia menangkap sosok Jong In tengah berdiri di dekat pintu toilet dengan tatapan yang… sulit terbaca.

 

“Ini yang menahanmu cukup lama Baek Hyun-ah?” sindir Jong In telak.

 

“Jangan berpikiran yang macam-macam Kim Jong In, ini tidak seperti yang kau bayangkan,” elak Baek Hyun setelah melepaskan rengkuhan Kris.

 

“Jangan khawatir, aku bukan tipe orang yang akan repot-repot memikirkan berbagai macam kemungkinan mengenai apa yang kau lakukan di sini dengan pria dewasa yang sudah menikah.”

 

Wajah Baek Hyun memerah, sudah jelas tersindir telak.

 

“Tenanglah sayang, aku mempercayaimu karena aku melihat semuanya. Kau hanya terlalu lemah melawan tubuh Kris Hyung yang lebih besar, jadi biar aku yang mewakilimu untuk melawannya,” tegas Kai sebelum ia berjalan santai ke arah Kris, sedikit mendongak karena dirinya pun tidak bisa menyaingi tubuh tinggi Kris. “Kau pecundang terpayah yang pernah kukenal Hyung, dan aku menyesal mendapati kenyataan bahwa kau adalah kakak kelasku yang paling kuhormati dulu.”

 

“Jangan ikut campur Kim Jong In. Ini urusanku dengan Baek Hyun.”

 

Jong In tersenyum tipis kemudian menggeleng. “Urusanmu adalah dengan orang yang telah kau nikahi sebelum ini. Orang yang kau sebut namanya di hadapan Tuhan sebagai janji bahwa kau akan menjaganya. Dan setahuku, kau menyebut nama Zhang Yi Xing, bukan Byun Baek Hyun.”

 

“Kau…”

 

Bugh~

 

Baek Hyun menutup mulutnya refleks untuk meredam teriakan melengkingnya. Semuanya terjadi dalam hitungan detik saat Kris hendak memukul wajah Jong In tapi pria yang selalu mengaku sebagai pria seksi itu lebih cepat menangkap tangan Kris dan berganti memukul Kris tepat di pelipisnya, hingga tubuh jangkung itu tersungkur dengan punggung membentur tembok.

 

“Aku hanya menghormati Lay hingga aku tidak membuat wajah pasangannya babak belur dan membuatnya malu di hadapan para tamu. Jadi berhentilah menjadi seorang pengecut dan hadapi semua hal yang sudah kau pilih jauh-jauh sebelumnya,” tegas Jong In  betul-betul serius. Setelahnya ia menoleh pada Baek Hyun hingga Pemuda mungil itu tersentak. “Kurasa kau juga semakin sadar bahwa tempatmu bukan di sini. Urusan kita dengannya sudah selesai bukan?”

 

Seolah terintimidasi, Baek Hyun mengangguk cepat. Bahkan tidak menolak sama sekali saat Jong In meraih dan menggenggam tangan kirinya.

 

“Selamat menempuh hidup baru Hyung, semoga kau dan Lay berbahagia,” ucap Jong In sebelum ia beranjak bersama Baek Hyun.

 

“Tunggu… Kim Jong In. Urusanku… dengannya belum selesai,” cegat Kris sesekali meringis karena ia merasa punggungnya seolah retak.

 

Jong In menoleh, otomatis membuat Baek Hyun ikut menoleh. “Dengannya? Dengan Baek Hyun?”

 

Kris mengangguk, berusaha berdiri.

 

“Urusan kalian sudah selesai 2 bulan yang lalu. Tapi mungkin kau butuh penegasan bahwa kalian tidak ada hubungan apa-apa lagi.” Jong In melepas genggamannya, kemudian merangkul pundak Baek Hyun cukup erat. “He is mine,” tegas Jong In dengan tatapan tajam. “Dan saat kubilang dia milikku, maka dia betul-betul milikku. Aku tidak terbiasa mengancam seseorang, tapi percayalah, kau akan menyesal kalau kau mengabaikan peringatanku. Urusi dirimu sendiri dan jangan mengusik Baek Hyun lagi.”

 

Kris terdiam, bukan sepenuhnya karena ancaman Jong In, tapi sosok yang berdiri di belakang mereka.

 

Lay…

 

Pemuda itu selalu menunjukkan kelembutan tatapannya. Langsung berlari menghampiri Kris dan memapahnya. “Kau tidak apa-apa?”

 

Kris tidak menjawab. kondisinya bahkan sudah lebih buruk daripada seorang pecundang yang tertangkap basah. Terlebih karena Lay ada di  sana.

 

“Ah maaf Lay-shii, ada insiden kecil. Ini biasa terjadi karena aku tipe pencemburu, dan itu sudah sangat kronik. Maaf,” ucap Jong In sambil membungkuk beberapa kali.

 

“Tidak masalah Jong In-shii, aku mengerti. Akan kuatasi sisanya.”

 

Jong In tersenyum sekali lagi membungkuk. “Terima kasih pengertianmu Lay-shii.”

 

Dan Jong In pun betul-betul pergi membawa Baek Hyun. Meninggalkan hening yang cukup mencekam bagi Kris dan Lay.

 

Lay cukup cekatan saat ia memapah Kris keluar toilet, mencari ruangan terdekat dan membantu Kris duduk saat ia menemukan sebuah sofa panjang. Di sudut ruangan ada kulkas pendek, dan ia cukup lega saat menemukan beberapa butir es dalam wadahnya.

 

Kris tidak banyak bicara saat Lay kembali dan duduk di dekatnya. Sedikit meringis saat Lay mengompres memar di pelipisnya dengan es yang dibungkus sapu tangan putih miliknya. Semuanya dalam hening. Kris bahkan terlalu sungkan untuk meringis nyeri.

 

“Memarnya terlihat jelas, sebaiknya kau istirahat saja. biar aku yang menjamu para undangan.” Lay beranjak setelah membereskan perlengkapannya. Tapi tak cukup 2 langkah, ia kembali menoleh karena Kris menggenggam pergelangan tangannya. “Masih butuh sesuatu?”

 

Kris tidak segera menjawab, ia hanya merunduk, membiarkan rambut pirangnya menutupi memar di pelipisnya.

 

“Yi Fan… Kau baik-baik saja?” tanya Lay sekali lagi.

 

“Maafkan aku…”

 

Hening~

 

Dan itu berlangsung cukup lama. Lay menunggu Kris melanjutkan kalimatnya, dan Kris justru menunggu tanggapan Lay secepatnya.

 

Dan pada akhirnya, Lay lah yang berinisiatif memecah hening itu. Ia kambali duduk di sebelah Kris dan menyandarkan dagunya di bahu pria itu. “Tentang Baek Hyun?”

 

Kris tidak menjawab.

 

“Kalau kubilang aku memaafkanmu, apa kau mau berjanji untuk tidak membahas ini lagi?”

 

Kris tersentak, langsung menoleh hingga ujung hidungnya langsung menyentuh ujung hidung Lay. “K… Kau sudah tahu?” tanya Kris saat Lay membetulkan posisinya.

 

“Sebenarnya sudah lama. aku tidak sebodoh itu untuk tidak tahu posisi Baek Hyun bagimu saat kau begitu antusias menceritakan pribadinya padaku. Aku hanya menunggumu untuk jujur, dan ternyata aku harus menunggu 2 tahun sampai kau mau membuka mulut, itupun setelah kita menikah.”

 

Kris kembali memalingkan wajahnya, menunduk dengan penuh rasa bersalah. “Maaf… Aku…”

 

“Aku memaafkanmu. Tapi, aku hanya ingin tahu satu hal.”

 

“A… Apa itu?”

 

Lay mengulurkan tangannya, menyentuh pipi Kris hingga pemuda itu kembali menoleh padanya. “Apa kau mencintaiku?” tanya Lay serius.

 

Kris mengangguk, dan itu sama sekali tidak bohong. Karena Lay bisa membacanya masih dengan tatapan mata terikat.

 

“Heum, baiklah aku percaya. Karena kalau kau bohong, mana mungkin kau masih mau melanjutkan pertunangan kita sampai ke tahap ini.”

 

“Tapi aku… Baek Hyun… Aku…”

 

“Aku paham. Kau juga mencintainya. Tapi percayalah tidak sebesar yang kau bayangkan. Kupikir, karena waktu itu kita terpisah cukup jauh. Ada yang kosong di sini, dan Baek Hyun hadir di saat aku tidak sepenuhnya ada untuk mengisi tempatku sendiri di hatimu dan membiarkannya kosong. Jadi yah… bukan sepenuhnya salahmu,” terang Lay sambil mengelus dada kiri Kris.

 

“Zhang Yi Xing…”

 

Lay tersenyum, kemudian mengecup ringan pipi Kris. “Tapi jujur saja aku tidak ingin diduakan. Untuk itu kuminta kau memilih dengan tegas. Kalau kau memilihku, maka tetaplah di sini. Tapi kalau kau masih berniat menjalin hubungan dengan Baek Hyun, maka tinggalkan aku dan kejarlah dia.”

 

Deg~

 

“Bicara apa kau?”

 

“Hanya mencoba untuk realistis. Aku memang bisa memahamimu, tapi tidak sekuat itu jika kau masih menyimpan niat untuk bersama orang lain selain aku.”

 

“Zhang Yi Xing…”

 

Lay masih tersenyum walau Kris membentaknya. “Atau Byun Baek Hyun?”

 

Kris menggeram, butuh waktu hampir 5 menit Kris terdiam dan menatap Lay serius. Pemuda itu tetap menyambutnya dengan senyum manis, hal yang tidak mungkin Kris lupakan sejak ia baru pertama kali mengenalnya. Kris memejamkan matanya sejenak, menyelelami sesuatu di palung terdalam hatinya. Cukup lama hingga ia menyadari bahwa ada nama seseorang yang memang lebih menguasai hatinya.

 

Ia pun menghembuskan nafas berat kemudian beranjak meninggalkan Lay  yang tidak melepaskan senyumnya. Karena Kris sudah jelas tidak akan meninggalkannya. 2 tahun Kris membiarkan hatinya dikuasai orang lain, sebenarnya bukan apa-apa jika dibandingkan dengan kebersamaan mereka sejak kecil. 2 tahun itu bisa lenyap dengan mudah karena ada kenangan belasan tahun yang tidak bisa ia abaikan begitu saja.

 

Blam~

 

Cklek~

 

Terbukti saat Kris kembali setelah menutup dan mengunci pintu ruangan itu.

 

“Jadi?” sindir Lay.

 

“Masih belum jelas?” Kris mengurungnya dengan rentangan tangan hingga Lay tersudut di sandaran sofa. “Aku mencintai Baek Hyun.”

 

“Eh?” Lay membelalak kaget.

 

“Tapi kau benar… kurasa karena waktu itu kita terpisah cukup jauh. Dan sebenarnya aku lebih mencintaimu dari siapapun.”

 

Dan Lay mendapat penegasan itu saat Kris menciumnya dengan sangat lembut. Dan…

 

 

 

 

Seharusnya mereka tidak melanjutkannya karena masih banyak tamu undangan yang belum mereka sapa.

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

Tidak biasanya Jong In setenang itu menyetir mobil saat ada Baek Hyun di sebelahnya. Jong In yang tidak bersuara sama sekali, pandangan lurus ke depan, tajam dan mencekam… sungguh di luar bayangan Baek Hyun tentang sosok Jong In yang biasanya. Dan jujur saja, Baek Hyun kurang nyaman.

 

Ia menggenggam tangkai lily yang sudah patah itu dan memberanikan diri untuk bersuara. “Dia yang memaksaku.”

 

“Tapi kau meladeninya,” balas Jong In spontan.

 

__oh cemburu?__

 

“Aku tidak bisa melawan, bukankah kau sendiri yang bilang kalau dia lebih besar dariku?”

 

“Kalau kau benar-benar ingin melawan, ukuran tubuh tidak akan jadi masalah. Aku saja yang lebih tinggi darimu sering kau hajar habis-habisan.”

 

“Itu karena kau menjengkelkan.”

 

“Oh jadi pria yang membohongimu selama dua tahun, mencampakkanmu tepat di hari peringatan 2 tahun hubungan kalian, membiarkanmu mabuk-mabukan di tengah jalan, tidak cukup menjengkelkan untuk kau hajar?”

 

“Kim Jong In!!!”

 

“Kenapa? Aku salah bicara? Bagian  mana?”

 

Baek Hyun menggeram, kemudian melemparkan bunga lily putih itu ke wajah Jong In.

 

“Ya!! Kau mau kita mati ha?” bentak Jong In saat lemparan tadi membuatnya terkejut dan hampir membuyarkan konsentrasi menyetirnya. Tapi saat ia menoleh sejenak, iapun bungkam. Sebenarnya dalam konteks kalimat yang baru saja diucapkannya, itu sama sekali tidak salah. Tapi ia baru menyadarinya, bahwa bukan pada tempatnya ia mengatakan hal itu.

 

Baek Hyun memandangnya dengan mata berkaca-kaca dan bibir bergetar. “Tau apa kau Kim Jong In? Kau bisa saja mengatakan semua itu dengan mudahnya karena bukan kau yang mengalaminya. Kau selalu mengatakan kalau kau mencintaiku kan? Coba bayangkan jika kau berada pada posisiku. Jika aku membalas cintamu, dan kita menjalin hubungan selama 2 tahun, dan pada malam perayaan hari jadi kita, kukatakan bahwa aku sudah bertunangan dan akan segera menikah, apa yang kau lakukan? Kau akan membenciku bukan? Tapi sekuat apa rasa bencimu sampai bisa menghapus kenangan 2 tahun itu?” tutur Baek Hyun dengan nada tinggi, sudah hampir menjerit.

 

Jong In jadi panik sendiri, ia segera menepikan mobilnya sebelum Baek Hyun berniat memberontak di dalam mobil dan menyebabkan laju mobil tidak terkendali dan pada akhirnya mereka tidak akan melanjutkan perdebatan itu karena nyawa mereka melayang. Jong In betul-betul menghindari kemungkinan itu.

 

“A… Aku mengerti, maaf aku salah bicara. Baek Hyun-ah tenanglah,” seru Jong In sesekali menghindari pukulan Baek Hyun.

 

“Setelah apa yang kau katakan seenaknya, bagaimana mungkin aku bisa tenang? Kenapa semua orang menganggap posisiku terlalu mudah. Ini sungguh sulit Kim Jong In… ini sakit…” pekik Baek Hyun lagi.

 

“Aku mengerti, aku paham… aku minta maaf… aduh…” Jong In semakin panik, ia membuka laci dashboard untuk menemukan apa saja yang bisa menghentikan amukan Baek Hyun. “Ini … makan permen ini,” dan Jong In betul-betul serius memberikan permen yang ia dapat itu.

 

“KAU ANGGAP APA AKU HA???”

 

Jong In semakin mengaduh karena ia justru membuat amukan Baek Hyun semakin parah. Ia mengaduk-aduk isi laci dashboard dan mengeluarkan apa saja yang didapatnya di sana. “Ini cokelat…”

 

“AKU TIDAK MAU COKELAT!!! KAU PIKIR AKU ANAK KECIL???”

 

“Ya Tuhan… apa lagi, aduh… ini lihat, ini foto kekasih bosku, dia sangat manis. Matanya bulat, lihat… lucu bukan?”

 

“PERSETAN DENGAN BOSMU, AKU MEMBENCINYA, AKU MEMBENCI KEKASIHNYA, AKU LEBIH-LEBIH MEMBENCIMU… AKU BENCI SEMUA ORANG!!!”

 

Jong In memucat saat Baek Hyun benar-benar terlihat seperti orang kesurupan. “Ini… apa ini? Kau mau ini? Ah benda apa ini? Bagaimana membaca tulisan aneh ini?… Rasa… Strawberry.” Jong In berbinar, mengingat bahwa Baek Hyun sangat suka strawberry. “Lihat, ini rasa strawberry,” Jong In membolak-balikkan bungkusan metalik itu dan terus memicingkan matanya untuk membaca, setidaknya agar bisa sedikit tahu tentang gambaran benda rasa srawberry di tangannya itu. “Kon… dom…” Mata Jong In membelalak dan segera melempar benda itu sebelum Baek Hyun yang lebih dulu berinisiatif melemparnya keluar mobil. Masih dalam keadaan panik ia mengitarkan pandangannya ke seisi mobil dan matanya membulat saat melihat lily putih tadi tergeletak dekat kakinya. Dengan sedikit berusaha, ditambah bonus terbentur setir mobil, ia membungkuk dan meraih lily putih itu, “Ini Baek Hyun-ah. Cup… cup… cup…”

 

Baek Hyun masih terisak. Menatap tangan Jong In di mana sebuah lily putih yang mulai koyak terpajang di sana. “Aku… benci…”

 

Mendengar suara Baek Hyun yang sekiranya sudah turun beberapa oktaf, Jong In akhir bisa sedikit bernafas lega. “Lilynya sudah rusak, kau ingin kubawa ke suatu tempat yang banyak lily putihnya? Aku yakin kau suka.”

 

“Aku membencimu Kim Jong In…” lirih Baek Hyun masih sesenggukan.

 

“Tidak apa-apa. Benci saja, asal tidak untuk selamanya.”

 

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

 

 

Jong In tersenyum sambil melipat tangannya di dada. Ia masih bersandar di sebuah pohon yang daunnya cukup rindang, memandangi Baek Hyun yang berjongkok di hadapan populasi lily putih yang tumbuh dengan indahnya di dekat danau.

 

Baek Hyun jika dilihat dari jauh, terlebih dengan setelan putih-putihnya, tampak begitu menyatu dengan lily putih di sekitarnya, mungkin karena mereka memiliki banyak kesamaan. Polos dan murni, hingga banyak orang yang tidak bertanggung jawab dengan mudah memanfaatkannya.

 

Baek Hyun begitu payah saat berbohong. Seperti saat ia mengatakan benci… sebenarnya ia suka. Itu terbukti saat Baek Hyun mengatakan benci dengan bunga berkabung, nyatanya justru bunga itu yang bisa menenangkannya.

 

Sudah hampir petang, dan sebenarnya Jong In gelisah karena ia hanya meminjam mobil bosnya sampai acara resepsi pernikahan Kris selesai, dan itu terjadi sejak 2 jam yang lalu. Ia sengaja mamatikan ponselnya karena ia tetap akan dimarahi habis-habisan, jadi sekalian saja ia menyelesaikan tugas sampai akhir. Sampai Baek Hyun benar-benar melepaskan semuanya. Dan ia yakin, tempat ini sangat cocok.

 

“Ada tempat yang hebat untuk menyaksikan matahari terbenam, mau melihatnya?” tawar Jong In saat ia ikut berjongkok di sebelahnya.

 

“Bunganya…” lirih Baek Hyun pelan.

 

“Petik saja, tapi jangan merusak yang lain.”

 

Baek Hyun mengangguk kemudian mengulurkan tangannya pada satu tangkai lily putih yang kelopaknya terbuka.

 

“Eh, jangan seperti itu, kau bisa mencabutnya sampai ke umbi kalau caramu seperti itu,” cegat Jong In kemudian beralih menggantikan Baek Hyun. “Saat kukatakan petik, ya seperti ini, karena kau hanya butuh satu. Jangan mencabutnya. Yang lain bisa rusak.”

 

“Ah maaf, aku tidak tahu.”

 

“Tidak masalah, aku saja yang terlalu sok tahu karena bekerja di toko bunga.”

 

Baek Hyun mengambil setangkai lily yang dipetikkan oleh Jong In, kemudian mengirup aromanya perlahan.

 

“Ayo, tempatnya tidak jauh. Ada dermaga kayu di tepi danau, pemandangannya keren dari situ,” ajak Jong In sambil mengulurkan tangannya.

 

Baek Hyun mendongak saat Jong In sudah berdiri di dekatnya. Menatap wajah Jong In dan uluran tangannya secara bergantian. Seperti berpikir.

 

“Ah, kalau kau tidak mau bergandengan tangan yah…”

 

Greb~

 

Jong In tersenyum saat Baek Hyun menyambut uluran tangan itu di tempat terakhir.

 

“Kurasa aku memang ingin menanyakan banyak hal.”

 

“Boleh… ayo.”

 

Dan Jong In pun menarik tangan Baek Hyun pelan. Menuntunnya menyusuri tepi danau yang berumput pendek hingga mereka betul-betul sampai di sebuah dermaga kayu yang tidak begitu besar. Sedikit tidak terawat memang karena tidak pernah digunakan. Dulunya dermaga itu hanya sebagai tempat berlabuh perahu kecil yang digunakan untuk melihat-lihat sekeliling danau, tapi lama-kelamaan tempat itu sudah jarang dikunjungi. Sudah terlampau banyak taman bermain dan hiburan lain di kota, hingga tempat membosankan seperti itu akhirnya terlupakan.

 

Jong In menghentikan langkahnya tepat di ujung dermaga, menghirup udara bersih dan aroma khas kayu lembab. Ia melepas sepatunya dan menempatkannya agak ke tengah, menghindari kemungkinan sepatunya yang tidak ada duanya lagi itu terjatuh ke danau.

 

Baek Hyun memperhatikan Jong In dalam diam, setiap tindakan sederhana Jong In betul-betul membuatnya tertarik. Pria tampan itu bahkan mengabaikan kain celananya yang berwarna putih karena detik selanjutnya ia duduk di tepian dermaga dan menurunkan kakinya hingga jari-jarinya terendam di air.

 

“Duduklah,” ajak Jong In hangat.

 

Baek Hyun menatap susunan papan yang agak lembab itu dengan ragu. Seperti sedang mempertimbangkan sesuatu.

 

“Ah maaf, aku lupa.” Jong In pun dengan cekatan melepas jas putihnya dan meletakkannya di sebelah tempatnya duduk, mengibas-ngibaskannya hingga melebar sebelum ia tersenyum dan mendongak menatap Baek Hyun. “Duduklah.”

 

Mata Baek Hyun melebar, sebenarnya bukan itu maksudnya. “Kim Jong In.. apa yang kau lakukan? Itu kotor.”

 

“Tidak apa-apa, jasku tidak semahal punyamu, jadi bukan masalah. Buka sepatumu dan duduklah.”

 

“Tapi…”

 

“Tenang saja, bahannya memang murahan, tapi aku jamin, kotoran papan ini tidak akan bisa menembusnya dan mengotori celanamu.”

 

Baek Hyun semakin menggigit bibirnya. Jong In sudah memperlakukannya seistimewa itu, dan Baek Hyun sama sekali tidak menyambutnya baik. Terlepas bahwa Kim Jong In memang menyebalkan, tapi sebenarnya dia pria yang sangat bertanggung jawab.

 

Baek Hyun akhirnya mendesah berat. Ia sedikit berjongkok untuk melepas sepatunya dan meletakkannya di dekat sepatu Jong In, setelahnya ia meraih jas putih Jong In, dan duduk tanpa alas di sebelah pemuda tampan itu.

 

“Eh… Celanamu bisa kotor.”

 

Baek Hyun tersenyum sinis. “Kenapa? Kau  pikir aku semanja itu untuk mempermasalahkan noda pada celananku? Lagipula setelan ini tidak semahal yang bayangkan. Bisa jadi kita membelinya di tempat yang sama.”

 

Dan Jong In pun tertawa, kemudian mengacak rambut Baek Hyun yang tadi masih tersisir rapi. “Bukankah kau ingin menanyakan banyak hal? Tanyakanlah sambil menunggu matahari terbenam.”

 

Baek Hyun ikut menurunkan kakinya, menggerakkannya di atas permukaan danau hingga terbentuk riak kecil. “Aku ingin jawaban yang serius. Bukan lelucon yang tidak lucu.”

 

“Memangnya kapan aku tidak serius?”

 

Baek Hyun mendesis, kemudian menoleh pada Jong In. “Sebenarnya kenapa kau menyukaiku?”

 

Jong In mengangkat bahu, pandangannya lurus ke depan, memperhatikan batas cakrawala di ujung pandangannya. “Tiba-tiba saja.”

 

“Sejak kapan?”

 

“Sejak pertama kali melihatmu saat kita masih menjadi siswa baru. Sebenarnya aku ingin langsung menyatakannya, tapi kau sudah cukup terkenal saat itu karena sudah menjalin hubungan dengan Kris Hyung. Kupikir itu curang, kau sengaja menjalin hubungan dengan anak kelas 3 yang bahkan mantan Presiden sekolah, agar kau tidak menjadi korban bully kakak kelas.”

 

“Kami memang sudah berpacaran 2 minggu sebelum hari pertama masuk sekolah, jadi jangan menganggapku curang. Lagipula itu sudah… 2 tahun yang lalu. Jangan membahasnya lagi. Aku hanya penasaran kenapa kau bisa sesuka itu padaku sampai-sampai kau terus menggangguku walau kau tahu aku sudah menjadi milik orang lain.”

 

“Hei… Kau salah besar, kapan Kris Hyung memiikimu? Dia hanya terlalu pandai berbohong hingga kau terpedaya dan menjadi kekasih gelapnya.”

 

“Kim Jong In…”

 

Jong In mengangkat kedua tangannya. “Kau yang memulai.”

 

Baek Hyun mendesis jengkel, sampai kapanpun ia tidak akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.  “Lalu kenapa kau masih mengerjarku padahal aku sudah jutaan kali mengatakan kalau aku tidak menyukaimu.”

 

Jong In tertawa nyaring, mengulurkan telapak tangannya ke belakang hingga menapak kokoh sebagai tumpuannya. “Kau yakin tidak menyukaiku sama sekali?”

 

Deg~

 

“A… Aku bahkan sangat membencimu.  Jadi bagaimana mungkin aku bisa menyukaimu,” elak Baek Hyun langsung membuang mukanya ke arah yang berlawanan.

 

“Benci dan cinta itu sebenarnya tidak jauh beda. Menurutku bedanya hanya satu ruas jari. Selebihnya sama.” Jong In semakin tertawa saat melihat tangan lentik Baek Hyun meremuk tangkai lily putihnya. Betul-betul payah saat berbohong.  “Ya sudah, tidak apa-apa. Mungkin memang belum saatnya kau menyukaiku.”

 

Hening…

 

Baek Hyun mengembalikan pandangannya ke depan, menikmati pemandangan riak danau yang tenang. “Kenapa tempat ini jarang dikunjungi orang?” tanya Baek Hyun sebenarnya lebih kepada diri sendiri. Bagaimana mungkin orang-orang mengabaikan tempat seindah itu.

 

“Entahlah, mungkin karena danau ini banyak buayanya.”

 

Baek Hyun tersentak kaget bukan main. Ia langsung menaikkan kakinya dan tanpa sadar sedikit memutar tubuh hingga kedua kakinya bertumpu di atas pangkuan Jong In. “Kenapa tidak bilang dari tadi? Bagaimana kalau buayanya datang dan melahap kakiku, ha?”

 

Jong In tertawa penuh kemenangan, kemudian menatap Baek Hyun yang masih panik. “Aku hanya bercanda, kalau memang danau ini ada buayanya, berarti sudah lama aku kehilangan kedua kakiku karena aku sering berada di tempat ini sambil merendam kaki.”

 

Baek Hyun akhirnya bernafas lega, kembali membetulkan posisinya dan menurunkan kembali kakinya hingga bergelantungan menyentuh permukaan air. “Berarti… Sudah lama kau tahu tempat ini?”

 

“Eum… SMP kelas 3, saat orang tuaku meninggal.”

 

Baek Hyun terbatuk, merasa tidak enak hati. “Ah maaf, aku tidak tahu.”

 

“Tidak apa-apa. aku juga jarang punya teman berbagi. Waktu itu kedua orang tuaku mengalami kecelakaan lalu lintas, dan yah…. siapa yang tidak shock mendapati dirinya menjadi yatim piatu di saat usianya belum genap 15 tahun? Usai pemakaman aku kabur dari rumah. Dari orang-orang yang hanya berpura-pura bersimpati padaku. Dan tanpa kusadari, kakiku berhenti di tempat ini. Di sana, di tempat kau memetik lily tadi. Rasanya damai, aku memperhatikan bunga-bunga itu selama berjam-jam dan mendapatkan ketenangan bersama mereka. Padahal niat awalku adalah bunuh diri di danau ini hahahaha.”

 

Baek Hyun mengeluh dalam hati. Cara Jong In bercerita betul-betul menjengkelkan, bagaimana mungkin ia bisa tertawa sementara yang diutarakan barusan adalah kisah dramatis yang menyedihkan?

 

“Itulah mengapa aku mencintai lily putih,” lanjut Jong In dengan senyum lebarnya.

 

Baek Hyun terdiam, menghabiskan waktu sekitar 6 menit untuk merenung. Kemudian ia mengernyit bingung. “Kim Jong In, kuharap aku salah tebak. Kau ingat julukanku di masa Orientasi Siswa baru dulu?”

 

Jong In mengangguk pasti. “White llily…”

 

“Jadi?” mata Baek Hyun melebar, menatap intens wajah Jong In dari samping.

 

“Makanya kubilang aku menyukaimu tiba-tiba. melihat tulisan White Lily di papan namamu, ditambah kau memang sangat memukau, kupikir itu yang dikatakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan sepertinya memang ada keterikatakan antara Lily putih dan kita.”

 

“Jadi itu sebabnya kau mengatakan Lily putih sebagai bunga kita?” terka Baek Hyun, sebenarnya agak geli menyebut kalimat itu.

 

Yes baby… Kau selalu menjadi yang terbaik dalam menebak. Tapi begitu payah untuk menyadarinya lebih awal.”

 

Baek Hyun terdiam, kemudian menunduk. Memperhatikan kelopak indah lily putihnya yang masih segar. Kim Jong In itu… orang baik. Ia tidak pernah betul-betul mengganggu Baek Hyun dan merugikan dirinya. Jong In benar, Baek Hyun terlalu payah untuk menyadari semuanya. Ia bahkan bisa menghitung berapa kali ia menangis sejak ia berpisah dengan Kris. Pertama, malam di mana ia dicampakkan, kedua adalah beberapa jam yang lalu saat mereka kembali bertemu. Artinya, selama  dua bulan Kim Jong In tidak pernah membiarkannya terlarut dalam kesedihan, tidak pernah membiarkannya sendirian dan selalu mengusiknya. Sebenarnya tujuan Jong In adalah… untuk menghiburnya. Dan sekali lagi Baek Hyun terlalu payah menyadarinya. Itu cara Jong In membuatnya lupa akan kesedihannya. Yah… walau terkadang ulah Jong In cukup membuatnya stress. Setidaknya itu jauh lebih baik dari pada meringkuk di balik selimut dan menangis.

 

Blush~

 

Pipi Baek Hyun kontan memerah seketika membayangkan bagaimana senyuman Jong In menghiasi masa-masa tersulitnya. Berikut ulah kekanak-kanakannya, sifat tidak tau malunya, dan… sebenarnya… genggaman tangan Jong In begitu hangat.

 

“Baek Hyun-ah lihat… mataharinya mulai terbenam,” seru Jong In antusias.

 

Baek Hyun tersentak, langsung mengangkat kepalanya dan memandang lurus ke depan.

 

Asdfkkggsl;(&%#$@$6

 

Rahang Baek Hyun hampir terlepas, matanya bahkan tak berkedip karena untuk pertama kalinya ia melihat matahari begitu bulat dan tidak menyilaukan matanya. “Ya Tuhan ya Tuhan… itu matahari? Kenapa warnanya merah? Ah jingga, ah kuning ah… merah… orange…”

 

Jong In tersenyum kemudian menoleh. Memperhatikan lekukan sempurna yang membentuk garis wajah Baek Hyun dari kening hingga dagunya yang runcing. Sunset adalah pemandangan favorit Jong In sejak kecil, tapi dibandingkan menatap fenomena mata dewa itu, Jong In jutaan kali lebih menyukai bentuk wajah Baek Hyun.

 

“Lihat Kim Jong In, mataharinya seperti tenggelam di ujung danau, itu di garis apa itu namanya…”

 

“Cakrawala…”

 

“Benar… Cakrawala. Ya Tuhan ya Tuhan… Kau melihatnya Kim Jong In?” Baek Hyun menoleh sejenak, memastikan bahwa Jong In memang melihatnya.

 

Deg~

 

Hanya sejenak menoleh ke pemuda di sebelahnya, dan kembali menatap sang matahari yang akan menyinari belahan bumi lainnya. Tapi saat ia sadar Jong In justru tengah menatapnya, ia kembali menoleh dan saat itulah pandangan mereka bertemu.

 

Saat diam berubah menjadi nyanyian merdu yang hanya terdengar oleh mereka. Saat waktu hanya bergulir di sekitar mereka, dan saat jarak menjadi terlalu jauh jika hanya sebatas 2 jengkal.

 

Pemuda tampan bermarga Kim itu perlahan mendekatkan wajahnya, masih mengunci pandangan mereka, seolah cemas… Baek Hyun akan lari darinya jika ia tidak mempertahankannya.

 

Baek Hyun meremas tangkai lily putih yang selalu menjadi pelampiasannya saat ia tidak bisa mengandalkan diri sendiri. Gelisah… tentu saja, ia tidak sebodoh itu untuk tidak tahu bahwa Jong In akan menciumnya. dan untuk pertama kalinya Baek Hyun tidak berpikir sedikitpun untuk menampar wajah tampan dihadapannya itu.

 

Jong In berhenti saat pucuk hidung mereka bersentuhan. Dan Baek Hyun semakin gelisah saat Jong In tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi pembatas itu. Lagipula, kenapa Jong In berhenti saat jarak bibir mereka hanya sebatas satu ruas jari?

 

Baek Hyun melihatnya, kelopak mata tegas di bawah naungan alis tebal serta bertahtakan manik hitam itu  tertuju padanya, memperlihatkan refleksi wajahnya di sana, bahwa sejak lama… mata itu memang selalu mengamatinya. Ada dunia di sana, dunia yang dipersiapkan Jong In untuknya… dunia… yang seharusnya ia tuju tanpa menoleh ke siapapun lagi.

 

Cemas itu hilang, gelisah itupun redup. Baek Hyun sedikit memiringkan kepalanya dan perlahan menggapai sepasang bibir yang menantinya itu. Menuntunnya memejamkan mata, seiring sentuhan tangan Jong In di sisi telinganya.

 

Itu bukan ciuman pertama Baek Hyun, karena ia tidak akan bisa menghapus kenangan bahwa Kris lah yang pertama kali membuatnya merasakan ciuman pertama, itu juga bukan pertama kalinya ia mencium Jong In. Tapi tidakkah itu hebat jika Baek Hyun ingin mengukir kenangan baru, bahwa ciuman lembut penuh perasaan itulah yang paling berkesan selama hidupnya. Hal terhebat yang pernah ada hingga mataharipun malu untuk menunjukkan sinarnya.

 

 

Baek Hyun menarik bibirnya lebih dulu, masih dengan jarak yang hanya dibatasi sekat udara ia bisa menyaksikan Jong In tersenyum penuh arti padanya. Itu bukan senyum jahil seperti biasa. Itu senyum termanis yang pernah Baek Hyun lihat dari bibir Jong In. Dan senyum itu terlalu memperdayanya sampai ia tidak bisa berbuat apa-apa saat Jong In mengulurkan tangan dan menyeka sudut bibirnya.

 

“Aku tidak pernah tahu kalau ini bisa begitu manis,” lirih Jong In masih mengusap bibir Baek Hyun dengan ibu jarinya. “Dan kalau kau sudah seperti ini, maaf-maaf saja kalau aku betul-betul akan menjadi pria pencemburu. Mulai sekarang, ini hanya milikku.”

 

Terkesan pemaksa dan egois. Tapi Baek Hyun sadar itulah Kim Jong In.

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

 

Baek Hyun meringis setiap kali ia menyentuh dahinya, ia bahkan khawatir dahinya membiru, mengingat ia membenturkannya puluhan kali ke dinding bilik shower pagi itu. Bukan untuk alasan yang spesifik seperti kelainan jiwa. Atau bisa jadi ia mendekati penyakit itu. Sejak semalam itu tidak bisa tidur. Bagaimana mungkin ia bisa tidur setelah satu harian diperlakukan semanis itu oleh pria yang dulu dianggapnya pengganggu? Lagipula kenapa Jong In baru memperlihatkan sisi pribadinya yang manis itu, kenapa tidak dari dulu?

 

Dan sebuah potongan kecil dari reka kejadian kemarin sore itu kembali berputar-putar di otaknya. Bibir Jong In yang lembut, hangat… manis…

 

“Argh…“ Baek Hyun mengacak-acak rambutnya yang sudah sangat berantakan sebenarnya, padahal tadi pagi ia sudah cukup bersabar untuk merapikan rambutnya agar memar di keningnya itu tidak kelihatan. “Kim Jong In brengsek…” makinya entah pada siapa, membuat penampilannya justru semakin buruk karena orang-orang yang ikut berjalan memasuki gerbang sekolah menatapnya aneh.

 

“Selamat pagi cintaku,” seru seseorang yang langsung menyodorkan setangkai lily putih lengkap dengan plastik dan pitanya.

 

Blush~

 

Tentu saja Kim Jong In, dan Baek Hyun sudah hapal betul kalimat menggelikan itu. Tapi entah kenapa baru kali ini ia merasa pipinya panas setelah mendengarnya.

 

“Eh? Kau sakit?” Jong In langsung menghadang jalannya, berdiri tepat di hadapan Baek Hyun dan menangkup kedua pipinya.

 

Puk~

 

“Ah…. tidak demam,” lirih Jong In saat ia menunduk dan menempelkan keningnya di kening Baek Hyun. “Kau agak pucat. Sialan Kris itu, sebenarnya apa yang dia lakukan padamu sampai kau terus memikirkannya seperti ini?” degus Jong In jengkel.

 

Kau yang sialan, bodoh, apa yang kau lakukan padaku sampai aku seperti ini?__ Keluh Baek Hyun dalam hati.

 

Baek Hyun sedikit meronta agar ia terlepas dari rengkuhan Jong In, setelahnya ia pergi begitu saja. Bahkan tanpa menyentuh  Lily putih pemberian Jong In pagi itu.

 

“EH… Eh kau kenapa?” tanya Jong In heran, masih berusaha menyejajarkan langkahnya dengan Baek Hyun.

 

“Jangan menggangguku dulu Kim Jong In, kepalaku sakit. pergilah…” dan itu jujur, kepalanya memang sakit karena ulahnya sendiri.

 

“Jadi betul-betul sakit? kenapa memaksakan diri untuk ke sekolah? Mau kuantar pulang? Atau kuantar ke klinik sekolah?”

 

“Aku hanya butuh kau pergi menjauh, maka aku akan sembuh, jadi tolong pergilah.”

 

“Ah… jangan begitu Baek Hyun-ah. Jangan karena kau sudah dicampakkan orang lain maka kau menjadikan alasan itu untuk mencampakkanku. Lagipula kau kejam sekali, bagaimana mungkin kau tega mencampakkanku setelah kau menciumku dua kali.”

 

Blush~

 

“Kim Jong In!!! Jangan membuatnya semakin tampak memalukan.”

 

“Apanya yang memalukan? Yang kemarin itu hebat, walau aku masih terus memikirkan yang pertama. Tentu saja malam itu, yang kau merampas ciuman pertamaku. Aku jadi pusing sendiri dua-duanya favoritku. Ciuman Baek Hyun yang liar, dan ciuman Baek Hyun yang manis. Atau kau masih punya versi lain? Ayo kita coba…”

 

Bugh~

 

Dan akhirnya Jong In mendapatkan pukulan tepat di perut setelah beberapa hari Baek Hyun absen memukulnya. “Bisakah kau menjauh dari hadapanku?”

 

Jong In sedikit meringis karena pukulan Baek Hyun bukan main-main. “Kalau itu tidak bisa. Aku suka datang ke sekolah karena itu satu-satunya kesempatan agar aku bisa bertemu denganmu. Kalau kukunjungi ke rumahmu, sudah pasti kau mengusirku, apalagi mengajakmu untuk bertemu di luar, kau pasti tidak akan datang.”

 

“Tahu begitu kenapa kau masih memaksa?”

 

“Memaksa bagaimana? Bukankah itu wajar untuk sepasang kekasih?”

 

Baek Hyun mati-matian mengontrol detak jantungnya agar tidak meledak dan membuatnya semakin kacau. “K… Kapan aku bilang mau menjadi kekasihmu?”

 

“Secara verbal memang  tidak pernah, baby.” Jong In membungkuk hingga wajahnya sejajar dengan wajah Baek Hyun. “Tapi matamu mengatakan semuanya, terlebih…” Jong In tersenyum jahil saat pandangannya mengarah ke bibir Baek Hyun.

 

Deg~

 

Baek Hyun langsung mendorong tubuh Jong In agar menjauh darinya. “J… Jangan salah paham, kemarin itu bukan apa-apa. aku masih kacau, dan a… aku tidak tahu harus berbuat apa.”

 

“Dan kata hatimu yang berbicara kan? Ayo cium… cium pria tampan dan seksi itu. Benar begitu kan?”

 

“Eh? Siapa yang berciuman?”

 

Baek Hyun dan Jong In menoleh bersamaan pada seorang siswa tampan lainnya yang berhenti tak jauh dari mereka berdiri. Begitu mencolok memang berdiri di area yang dilalui siswa menuju gedung sekolah.

 

Senyum Jong In melebar, saat ia sudah bisa menebak suara siapa itu. “Tentu saja kami, Se Hun-ah,” jawab Jong In lantang dan dengan santainya merangkul pundak Baek Hyun.

 

Pemuda bernama Se Hun itu melebarkan matanya. “KAU SERIUS? BERCIUMAN LAGI? DI BIBIR? KALI INI SIAPA YANG MABUK?” serbu Se Hun antusias.

 

No no no… Kali ini dua-duanya dalam keadaan sadar sepenuhnya. Kuharap kau tidak iri karena begitulah seharusnya dua orang yang saling mencintai. Benar begitu baby?”

 

Wajah Baek Hyun sudah sepenuhnya memerah, terlebih Se Hun sudah menampakkan senyum iblisnya.

 

“Wah… Sepertinya memang benar, ini pemandangan langka saat Baek Hyun tenang-enang saja dipeluk olehmu Kim Jong In. Waaah… jadi kalian sudah resmi berpacaran? Selamat kalau begitu, dan sepertinya Tao harus memberiku 20 ribu won karena aku menang taruhan, aaahhh akhirnya,” seru Se Hun heboh sendiri.

 

“Benar… sekarang dia resmi menjadi kekasihku,” balas Jong In bangga.

 

Se Hun sudah bersiap menyebar berita bahagia itu sebelum Baek Hyun mencegatnya. “T… Tunggu, tolong jangan membuat segalanya semakin parah,” protes Baek Hyun setelah ia berhasil melepas rangkulan Jong In. “Aku bukan kekasihnya, sungguh. Jadi tolong jangan menyebar berita bohong.”

 

“Ah, jangan terlalu gengsi sayang. Kurasa pamorku akan naik setelah akhirnya bisa mendapatkanmu dengan perjuangan bertahun-tahun.”

 

Baek Hyun gelagapan. Ini bukan tentang gengsi. Atau… mungkin benar dia gengsi. Dia tidak ingin terlihat seperti orang bodoh yang begitu mudahnya jatuh ke tangan Jong In hanya karena sebuah… ciuman… “Jangan mengada-ada Kim Jong In, aku tidak pernah mengatakan kalau aku mau jadi kekasihmu.”

 

“Bukankah kita tadi sudah membahasnya. Matamu mengatakan segalanya…”

 

“Tidak… Aku tidak menyukaimu…”

 

Jong In tertawa, dan Se Hun yang ikut terkekeh membuat posisi Baek Hyun semakin tersudut. “Katakan alasan kenapa kau tidak menyukaiku? Hm? Aku tampan, aku seksi, aku romantis, bertanggung jawab dan dapat dipercaya, aku baik hati, seksi, tampan, eh… seksi dan tampan sepertinya sudah kusebutkan. Jadi aku juga periang… banyak bakat…”

 

Baek Hyun mengacak rambutnya frustasi, semakin stress dengan rentetan penjabaran Jong In tentang dirinya. “Aku tidak menyukaimu. Bagaimana mungkin aku bisa menyukaimu sementara kau tidak bisa memberiku apa-apa selain lily putih? kau hanya pedagang bunga di sebuah toko yang bahkan bukan milikmu…”

 

Deg~

 

Baek Hyun membelalak saking tak percayanya dengan ucapannya sendiri barusan. Semakin parah karena Jong In dan Se Hun berhenti tertawa. Se Hun bahkan menggaruk tengkuknya dan buru-buru pamit ke kelas karena suasana itu begitu…. tidak mengenakkan.

 

Jong In tidak bersuara. Dan itu berita buruk. Dia memang masih tersenyum, tapi tatapan matanya…

 

“J… Jong In… A…”

 

Baek Hyun tidak bisa menyelesaikan kalimatnya karena bel tanda pelajaran pertama dimulai berbunyi nyaring, membahana sampai ke seisi sekolah.

 

“Ah, sampai jumpa Byun Baek Hyun.” Jong In mengulas senyumanya sekali lagi sebelum berbalik dan sedikit berlari menuju koridor yag berlawanan arah dengan kelas mereka. Dan Baek Hyun merasa semuanya justru semakin parah karena ucapan spontannya yang tidak dipikir panjang.

 

Jong In tidak membalasnya, Jong In tidak tertawa keras, Jong In menyebut nama lengkapnya sebelum pergi, dan Jong In tidak menggodanya lagi.

 

Sudah jelas… Jong In tersinggung.

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

 

Kedua tangan Baek Hyun berkeringat dingin saat kelas pertama sudah dimulai sejak setengah jam yang lalu. Tapi penghuni bangku di belakangnya tak juga muncul. Baek Hyun mengutuk dirinya berkali-kali atas ucapannya pada Jong In. Dan dia tidak bisa tenang karena sampai kelas pertama berakhir  Jong In tidak juga menampakkan diri.

 

Dan kecemasan Baek Hyun semakin meningkat saat bel pulang berbunyi. Tapi tetap… Pemuda itu tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali.

 

Baek Hyun membenturkan keningnya beberapa kali ke meja sebelum ia bangkit dari duduknya dan menyeret langkah keluar kelas.

 

“Baek Hyun-shii…” seru seseorang tepat di depan kelas.

 

“Ada apa?” tanya Baek Hyun lemah pada seorang siswa kelas sebelah yang menghampirinya.

 

“Ini, tadi pagi aku bertemu Kim Jong In sebelum ia masuk ke ruang guru. Dia menitipkan ini, katanya harus kuberikan padamu.”

 

Baek Hyun membelalak menyaksikan setangkai lily putih di tangan siswa itu, seingatnya Jong In memang memberikan itu padanya tadi pagi, tapi Baek Hyun tidak menerimanya. “K… Kenapa harus dia titipkan padamu? Kenapa tidak memberinya langsung?” tanya Baek Hyun mulai panik.

 

“Eum, kalau itu aku tidak tahu. Sepertinya dia tidak punya kesempatan karena kulihat dia sedikit terburu-buru.”

 

Persendian Baek Hyun melemah, ia limbung hingga punggungnya sukses menghantam tembok.

 

“Ya Tuhan, kau baik-baik saja Baek Hyun-shii?”

 

Baek Hyun menggeleng lemah, ia meraih lily putih itu dan menggenggamnya. Setelah itu melepas pegangan tangan siswa tadi yang membantunya berdiri tegak. Selanjutnya ia membungkuk satu kali sebelum menyeret langkahnya meninggalkan tempat itu.

 

Kim Jong In… pasti membenciku.

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

 

Sudah genap 4 hari sejak kemunculan terakhir Jong In di sekolah. Baek Hyun terlihat semakin kacau. Ia juga tidak bisa makan dan tidur dengan baik selama itu, dan tentu saja karena ia terus memikirkan Jong In. Terlebih tidak ada satupun yang bisa memberinya informasi jelas tentang keberadaannya. Ia sudah bertanya ke seisi kelas tapi tidak ada yang betul-betul tahu.

 

“Ada yang bilang dia meminta izin untuk keluar kota, ada yang bilang dia sudah mengurus surat pindah, tapi entahlah, kupikir dia betul-betul terpuruk karena ucapanmu tempo hari.” Itulah jawaban yang ia dapat dari Se Hun saat ia sudah memutuskan untuk tidak memperturutkan gengsi lagi. Seperti tertegur telak, dan itu karena ulahnya sendiri. Ia tidak hanya kehilangan cintanya untuk yang kedua kali. Lebih dari apapun, Baek Hyun kehilangan penyemangat hidupnya. Belum pernah ia merasa seterpuruk itu. Bahkan saat Kris mencampakkannya dulu, setidaknya ada Kai yang selalu menghiburnya. Tapi sekarang… ia betul-betul sendiri, dan betul-betul paham apa itu kehilangan.

 

“Lagipula kalau kau memang menyukainya, kenapa kau berbohong? Seolah mempertahankan gengsi, padahal Jong In itu ratusan kali lebih hebat dari mantan kekasihmu,” tegur Se Hun membuat Baek Hyun semakin menunduk.

 

“Aku tahu, itu karena aku bodoh,” jawabnya kemudian beranjak meninggalkan bangku kantin tempatnya mengobrol dengan Se Hun.

 

“Hei… mau ke mana? Habiskan dulu makan siangmu.”

 

Tapi Baek Hyun mengabaikan seruan itu, ia meneruskan langkahnya kembali ke kelas dan… merenung.

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

Baek Hyun sedang melamun di halte bis saat Se Hun menghampirinya. Se Hun menepuk pundak Pemuda manis itu hingga akhirnya tersadar dari lamunannya.

 

“Kau tidak pulang?”

 

Baek Hyun menggeleng pelan kemudian menghela nafas. “Apa kata-kataku saat itu sangat keterlaluan Se Hun-ah?”

 

Se Hun bergumam sejenak kemudian mengangguk. “Kalau itu aku, sudah pasti aku tersinggung. Tapi kita bisa mempertimbangkannya sejak orang itu adalah Kim Jong In yang begitu mencintaimu.”

 

Baek Hyun mengeluh, kemudian menoleh pada Se Hun, menampakkan wajah kusutnya. “Kau sama sekali tidak membantu.”

 

Se Hun tertawa kemudian mengusap punggung Baek Hyun pelan. “Kalau kau begitu mencemaskannya, kenapa tidak kau tanyakan saja di tempat dia bekerja?”

 

Baek Hyun mengerjap beberapa kali, dan untuk pertama kalinya sejak beberapa hari belakangan ini ada binar harapan di kedua matanya. “Di tempat kerjanya?”

 

Se Hun mengangguk pasti. “Di toko bunga tempatnya bekerja, hanya sebagai pedagang bunga. Di Toko yang bahkan bukan miliknya,” sindirnya yang seolah mengulang ucapan Baek Hyun waktu itu.

 

“Oh Se Hun…”

 

“Maaf… maaf, hanya masih tidak percaya kalau waktu itu kau tega mengatakannya. Semua orang tahu bahwa kekasihmu yang terdahulu memang kaya raya, dan Jong In bukan apa-apa kalau kau bandingkan dengannya. Tapi mantan kekasihmu itu kaya raya karena harta orang tuanya. Bukan hasil jerih payahnya sendiri. Dan Jong In…”

 

“Tolong hentikan Oh Se Hun atau kau akan mendapati aku bunuh diri sekarang karena sesalku semakin berlipat-lipat akibat ucapanmu.”

 

Se Hun tertawa kemudian menepuk pipi Baek Hyun pelan. “Ya sudah kalau begitu. Carilah dia, dan berjanji padaku bahwa kau akan langsung mengatakan cinta padanya di detik pertama kau melihatnya lagi.”

 

Baek Hyun mengangguk cepat. “Tapi apa kau yakin dia ada di sana?”

 

“Eum belum pasti, tapi bisa jadi kau mendapatkan info tentang keberadaannya dari sana.”

 

Baek Hyun kembali menunduk lesu sambil menghembuskan nafas lelah. “Kim Jong In bodoh… di mana kau?”

 

Se Hun tersenyum simpul dan menepuk pundak Baek Hyun. “Kau pasti menemukannya, berjuanglah.”

 

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

“Selamat datang, silakan masuk. Kami menyediakan berbagai jenis bunga hidup. Bisa dipesan dan… eh?” penjaga toko itu terkejut begitu menyadari siapa yang baru saja masuk.

 

Baek Hyun membungkuk sopan, sebenarnya ikut kaget kenapa penjaga toko itu menghentikan sambutannya dan menatap Baek Hyun kaget.

 

“Sepertinya pernah melihatmu di suatu tempat,” ucap penjaga toko yang seorang pemuda manis itu.

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya bingung, ia yakin tidak pernah bertemu dengan pria yang tingginya tidak jauh beda dengan dirinya itu, umurnya juga kelihatan tidak jauh beda dengannya, bisa jadi mereka sebaya. Tapi matanya yang bulat dan jernih itu cukup familiar.

 

“Aha… kau pasti Byun Baek Hyun.”

 

“Eh, bagaimana kau bisa tahu?”

 

“Bagaimana mungkin aku tidak tahu kalau Kim Jong In terus memamerkan fotomu padaku dan Su Ho Hyung. Dia selalu menyebut namamu hampir ratusan kali per harinya, dan dia selalu bersikeras kalau kau itu kekasihnya. Apa benar begitu?”

 

Wajah Baek Hyun merona karena pipinya memanas, tapi ia sudah berjanji tidak akan memperturutkan gengsi. “Benar, aku kekasihnya.”

 

Dan mata Pemuda itu semakin membesar karena takjub. “Ya Tuhan, berarti anak itu tidak berbohong,” serunya sambil mengangguk berkali-kali. “Oh ya, hampir lupa. Aku Do Kyung Soo, panggil saja sesukamu karena kita seumur.”

 

Baek Hyun tersenyum kemudian menjabat tangan Kyung Soo. Ia akhirnya ingat bahwa ia memang pernah melihatnya di sebuah foto yang diperlihatkan Jong In padanya saat ia meminjam mobil bosnya. Dengan kata lain, Kyung Soo adalah kekasih dari pemilik toko ini. “Senang mengenalmu Kyung Soo-shii, tapi sebenarnya tujuanku kesini ingin menanyakan sesuatu.”

 

“Tentang apa?”

 

“E… Eum, tentang Jong In. Apa kau tahu dia ke mana? sudah 5 hari dia tidak masuk sekolah.”

 

Kyung Soo terkejut, kemudian menutup mulutnya. “Jadi dia juga tidak ke sekolah?”

 

“Juga? Maksudnya?”

 

“Ah maksudku… kupikir dia terlalu sibuk dengan urusan sekolahnya sampai dia tidak pernah datang ke toko lagi. Lihat, aku yang harus menggantikan tugasnya selama 5 hari belakangan ini.”

 

“Ja… Jadi dia juga tidak pernah ke sini?”

 

Kyung Soo menggeleng polos. “Kau tidak tahu dia ke mana?”

 

“Aku ke sini justru ingin mencari informasi tentang keberadaannya.”

 

“Ah sayang sekali Baek Hyun-shii, aku tidak bisa membantu.”

 

Baek Hyun menghela nafas lelah sudah bersiap untuk pamit tapi matanya menangkap sebuah keranjang bunga yang kesemua isinya adalah lily putih. Kesannya memang aneh memasuki ke toko bunga dan tidak membeli apa-apa. “Kyung Soo-shii, bisa kau rangkaikan bunga lily itu untukku? Lily di kamarku sudah agak layu.”

 

“Oh tentu saja. tapi berbicara tentang lily, ini bunga kesukaan Jong In. Kurasa kalian begitu terikat, bahkan selera bunga punsama.”

 

“Kalau boleh jujur, aku awalnya haya suka saja, tapi karena Kim Jong In, rasa sukaku berubah menjadi cinta.”

 

“Ah manisnya…”

 

Baek Hyun tersenyum kemudian menerima satu buket lily putih itu dari Kyung Soo. “Berapa?”

 

“Untukmu gratis.”

 

“Eh… tapi ini terlalu banyak, kau bisa rugi.”

 

“Tidak masalah, Jong In adalah rekan kerja kami yang sangat rajin, dan dia begitu periang karena ada kau sebagai penyemangatnya. Anggap saja itu hadiah dariku.”

 

Baek Hyun terharu. Sungguh… lily putih terlalu banyak memberinya kebahagiaan. Dan kebahagiaan terbesarnya tentu saja Kim Jong In. Dengan begitu banyak orang yang mendukungnya, jelas saja ia tidak akan menyerah meraih kembali kebahagiaannya. “Terima kasih banyak Kyung Soo-shii.”

 

“Sama-sama. lain kali datanglah kembali bersama kekasihmu.”

 

Baek Hyun mengangguk, “Segera, setelah kutemukan pria bodoh itu.”

 

 

__~*KaiBaek~*__

 

 

 

Baek Hyun berhenti di depan sebuah pagar rumah minimalis. Cukup familiar dengan pagar besi yang pernah ia tendang malam itu. Rasanya seperti baru kemarin Jong In keluar dari rumahnya sambil mengusap-sap matanya karena tidurnya terganggu. Baek Hyun tertawa sendiri mengingatnya, saat Jong In membukakan pagar untuknya dan menyuruhya masuk, tapi Baek Hyun justru membentak-bentaknya dan terakhir, menarik kerah piyamanya dan mencium Jong In di bibirnya.

 

Baek Hyun menghentikan tawanya, digantikan senyum pahit. Perlahan ia membuka pagar yang tidak dikunci itu dan berjalan pelan ke pintu depan rumah yang cukup sederhana itu.

 

 

Baek Hyun mendesah berat, kemudian bersandar di pintu yang terkunci itu. Membiarkan tubuhnya luruh ke lantai dan membawa buket lily putihnya di atas pangkuan. Sedikit menghabiskan waktu untuk termenung sampai ia melipat lututnya dan mengapit belasan tangkai lily putih itu antara kedua lutut dan wajahnya yang terbenam di sana. Memanjakan hidung dengan aroma khasnya.

 

Betapa ia… merindukan Kim Jong In. Merindukan tawa jahilnya, merindukan rangkulannya, merindukan lelucon tidak lucunya. Semuanya… ia rindu semua hal yang berhubungan dengan Kim Jong In. Ia bahkan merindukan suara khasnya saat menyebut nama…

 

“Baek Hyun-ah?”

 

Benar… seperti itu. Baek Hyun bahkan terlalu merindukannya hingga ia merasa suara itu begitu nyata. Begitu jelas terdengar mengatakan…

 

“Baek Hyun-ah? Sedang apa?”

 

Dan sekarang Baek Hyun semakin khawatir dengan kondisi jiwanya karena ia sudah tidak bisa membedakan mana realita dan mana ilusi.

 

Greb~

 

 

Oke, serindu apapun Baek Hyun pada Jong In, ia tetap akan takut jika tiba-tiba saja ia merasakan ada yang merengkuh kedua pundaknya.

 

“Hei, kenapa duduk di sini? Sudah malam, kenapa berkeliaran sendiri?”

 

Eh?

 

Baek Hyun langsung mengangkat wajahnya cepat. Dan… seperti bermimpi, sudah ada sosok Jong In yang berjongkok di hadapannya. Lengkap dengan koper pakaian di sebelahnya. “K… Kim Jong In? Benarkah?”

 

Jong In mengernyit heran, kemudian sedikit menunduk untuk menempelkan keningnya di kening Baek Hyun. “Wah, ternyata memang demam.” Jong In merogoh saku jeansnya kemudian membuka kunci pintu yang ada di belakang Baek Hyun. Selanjutnya tanpa meminta persetujuan lagi, Jong In menggendong tubuh Baek Hyun ke dalam, langsung menuju kamarnya. “Sudah berapa lama di luar?” tanya Jong In lembut.

 

Baek Hyun tidak menjawab. ia masih merasa ini seperti mimpi. Tapi aroma maskulin Jong In begitu nyata menyapa hidungnya yang menempel di perpotongan antara bahu dan leher Jong In.

 

Srak~

 

Jong In sedikit kesusahan saat merebahkan tubuh Baek Hyun ke tempat tidurnya karena pemuda mungil itu terus memeluk lehernya. Dan pada akhirnya Jong In justru kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa tubuh Baek Hyun. “Hei hei… kenapa ini baby? Jangan-jangan kau mabuk lagi?”

 

“Jangan pergi Kim Jong In.”

 

“Eh?”

 

“Aku tahu ucapanku salah. Aku betul-betul tidak bermaksud mengucapkanya. Sungguh… itu karena aku begitu malu. Bukan karena tidak ingin diakui sebagai kekasihmu, tapi… aku bodoh. Sungguh… aku bodoh.”

 

Jong In menyentuh punggung tangan Baek Hyun yang melingkar di lehernya, isyarat agar Baek Hyun melepasnya sejenak, setelahnya Jong In bisa mengangkat wajah dan menatap mata Baek Hyun yang membuatnya tertegun karena mata itu sudah dibanjiri air mata. “Sebenarnya kau sedang membicarakan apa? Aku tidak mengerti”

 

“Kau membenciku, kau pasti sangat membenciku karena ucapanku waktu itu di sekolah,” seru Baek Hyun di tengah isaknya.

 

“Yang mana?” tanya Jong In sembari menghapus jejak air mata Baek Hyun yang mulai menggenang.

 

“Aku tidak sengaja mengatakannya, itu juga tidak sepenuhnya benar. Seperti kata Se Hun, walau kau hanya seorang penjaga toko bunga, kau jauh lebih hebat dari Kris Hyung yang masih mengandalkan harta orang tua. Dan aku bohong saat kukatakan bahwa kau tidak bisa memberiku apa-apa karena nyatanya kau sudah memberiku segalanya Kim Jong In. Kebahagiaan itu, tidak ada yang lebih berharga dari itu.”

 

Jong In terdiam sejenak, seperti berpikir, selanjutnya ia tertawa geli. “Oh… jadi yang itu? Jadi kau kira aku memikirkan perkataanmu itu? Dan kau kira aku tersinggung?”

 

Baek Hyun mengangguk, masih terisak.

 

“Ya Tuhan, bagaimana mungkin kau berpikir bahwa aku tersinggung karena ucapanmu? Aku tahu kalau kau hanya mengada-ada.”

 

“Jadi… kau… tidak marah?” tanya Baek Hyun sesenggukan.

 

“Untuk apa aku marah padamu baby?

 

“Lalu kenapa kau langsung menghilang setelah aku mengucapkan kalimat bodoh itu?”

 

“Menghilang bagaimana? Hari itu aku memang sengaja datang ke sekolah hanya untuk meminta izin selama satu minggu untuk keluar kota.  Bosku membuka cabang baru untuk tokonya di Jeju.  Pasokan bunganya lebih mudah di dapat karena bosku sudah membeli lahan yang sudah ada rumah kacanya. Ah intinya ini urusan bisnis.”

 

Baek Hyun terdiam sejenak, masih berpikir. “Lalu kenapa kau tidak memberitahuku?”

 

“Aku buru-buru karena pesawatnya berangkat pagi-pagi sekali. Eh aku justru bertemu denganmu di gerbang, dan kau tahu kan, aku bisa lupa segalanya kalau aku melihatmu. Dan ah… seharunya aku berterima kasih dengan ucapanmu waktu itu, karena aku langsung ingat dengan tujuanku ke sekolah. Kalau saja kau tidak membahas soal toko bunga, aku pasti sudah lupa.”

 

Wajah Baek Hyun memerah. Ia bahkan tidak menyangka bahwa ini hanya salah paham. “Kau tidak menelponku, tidak memberiku kabar, makanya kupikir kau pasti tersinggung karena ucapanku, makanya kau menghindariku.”

 

“Bodoh, aku mana mungkin menghindarimu hanya karena masalah sepele. Ini saja aku sudah hampir gila karena hampir seminggu penuh tidak melihatmu. Aku tidak menelponmu karena sampai sekarang kau masih tidak memberiku nomor ponselmu. Bikin stress saja.”

 

“Kenapa tidak memintanya di orang lain? Se Hun  punya nomor ponselku.”

 

“Kupikir kau pasti menolak panggilanku, kau kan selalu begitu. Lagipula ini aneh, aku sudah menelpon Se Hun untuk memberitahumu tepat saat aku tiba di Jeju. Memangnya dia tidak bilang apa-apa?”

 

“Apanya? Se Hun justru menakut-nakutiku dengan mengatakan kau mungkin sudah pindah sekolah.”

 

“Ya Tuhan, anak itu sepertinya memang perlu diberi pelajaran. Dia pikir siapa dia berani-beraninya membohongi kekasihku?”

 

Blush~

 

“K… Kyung Soo juga. Kekasih bosmu itu juga tidak bilang apa-apa. dia justru mengatakan bahwa dia tidak tahu keberadaanmu”

 

Jong In pun akhirnya tertawa keras. “Ya Tuhan… Bagaimana mungkin kau bisa tertipu oleh 2 orang sekaligus? Kyung Soo itu sepupunya Se Hun, Baek Hyun-ah. Astaga… mereka ternyata mengerjaimu.”

 

Baek Hyun menekuk bibir bawahnya kemudian memalikan wajah ke samping. Menyembunyikan semburat merah yang semakin menebal di kedua pipinya.

 

“Tapi dari pada memarahi mereka, sepertinya aku justru harus berterima kasih. karena kalau tidak begitu, kau tidak akan repot-repot merindukanku.”

 

“Siapa yang merindukanmu? Aku hanya khawatir kau tersinggung, itu saja.”

 

“Payah… Kau pembohong terburuk yang pernah kukenal.”

 

“Aku membencimu Kim Jong In.”

 

Jong In tersenyum kemudian mengecup ringan pipi merona Baek Hyun. “Aku juga mencintaimu Byun Baek Hyun.”

 

“Sekali lagi kau membuatku seperti ini, aku akan membunuhmu.”

 

“Bunuhnya nanti saja, karena aku begitu merindukanmu.” Jong In mengecup sudut bibir Baek Hyun agar Pemuda itu menoleh padanya. “Oh ya, hampir lupa. Aku punya sesuatu untukmu.” Jong In langsung beranjak meninggalkan Baek Hyun yang kebingungan, kemudian kembali lagi ke kamar setelah menyeret koper dan ranselnya. Ia membongkar kantung ranselnya dan mengeluarkan sebuah kota perhiasan berlapis beludru hitam, kemudian menghampiri Baek Hyun yang duduk di tepi tempat tidur.

 

“Eh… itu cincin?” tebak Baek Hyun takjub.

 

“Wah, maaf sekali mengecewakanmu sayang. Tapi ini bukan cincin.” Jong In membuka kotak perhiasan itu dan memperlihatkannya pada Baek Hyun. “Ini hiasan untuk jas putihmu nanti saat kita menikah.”

 

Baek Hyun tertegun. Ia bahkan tak berkedip sedikitpun. Ada pantulan spectrum warna di lensa matanya, menandakan bahwa benda itu adalah logam mulia yang dihiasi berlian kecil di tengah. Itu memang bukan cincin, tapi demi Tuhan, Baek Hyun bersumpah maknanya lebih indah dan lebih mendalam dari sekedar cincin. Hanya hiasan untuk jas, bisa pula dijadikan penjepit dasi. Tapi… bukan mengenai fungsinya, tapi… bentuknya yang tentu saja adalah bunga mereka. Lily putih dengan kelopak terbuka, dengan berlian asli di ujung putik bunganya. “Kim Jong In…” dan mata Baek Hyun kembali berkaca-kaca.

 

“Kau tahu, ini benda termahal yang pernah kubeli dengan uangku sendiri. Ini juga limited, karena di toko perhiasaan itu hanya ada satu. Itu berlian asli, dan behubung warnanya perak, dan tidak ada lily perak, jadi kupikir ini adalah lambang bunga kita.White lily. Bagaimana? Kau suka?”

 

Dan diluar dugaan, Baek Hyun justru menangis.

 

“Y… Ya… Ya… Ya… kenapa kau menangis? Ya Tuhan… bagaimana ini? Kau tidak suka modelnya? Atau tidak suka warnanya? Akan kuminta seseorang untuk menggantinya, aduh,” keluh Jong In panik sendiri.

 

“Apa kau gila? Aku menyukainya bodoh, aku sangat menyukainya. Aku menyukai semua hal tentang Kim Jong In. Aku suka semuanya, termasuk tentang lily putih. Aku bahkan mencintainya. Karena aku mencintai Kim Jong In…” raung Baek Hyun, terus menangis.

 

Deg~

 

“Kau bilang apa barusan?”

 

“Aku mencintaimu bodoh… aku mencintaimu…”

 

Jong In tertawa tidak percaya. “Ternyata kalau kau mengatakannya secara jelas… begitu membahagiakan. Aku jadi ingin ikut menangis.”

 

“Apa kau benar-benar bodoh? Kalau kau juga menangis, lalu siapa yang akan membuatku berhenti menangis?”

 

Jong In menghentikan tawanya, sudah ada air mata haru sebenarnya yang menggenang di pelupuk matanya. Tapi ia hapus begitu saja karena selanjutnya ia mengeluarkan hiasan itu dan menyelipkannya di ujung saku depan kemeja Baek Hyun. Begitu kontras karena kilapannya, bahkan jika dipasangkan dengan pakaian putih.

 

Baek Hyun mengusap air matanya karena ingin melihat benda cantik itu, masih sesenggukan ia menyentuh dada kirinya, tempat dimana benda itu tertempel. Jika dipikir-pikir, letaknya sejajar dengan jantungnya. Dan itu membuatnya tersenyum bahagia di sela tangisnya. “Indah… dua hal yang kucintai. White lily and you.”

 

Jong In balas tersenyum, menyentuh pipi Baek Hyun kemudian menggeleng. “No baby.White lily and us, because you and I belong together,” dan Jong In mengukuhkan kalimat itu dalam sebuah ciuman yang berbeda. Lebih lembut, lebih dalam, dan lebih intens. Dan Jong In sudah menemukan versi ciuman favorinya, yaitu pertengahan antara ciuman pertama dan ciuman kedua mereka.

 

Selebihnya… biar mereka saja yang melanjutkannya.

 

 END

ALF note: Aha… 12k words untuk sekali dor wkwkwkwk isinya apaan aja doh… kamfret semua pasti ye. Dari judul udah alay lebay jablay, isinya juga gak jauh-jauh beda. Tapi eiiiittsss jangan salah. ALF gak pernah maen2 kalo nulis FF, walopun jatuhnya ancur lebur, tapi ya ALF berusaha semaksimal mungkin. Typo bertebaran ye… maklum si lappy memang sudah saatnya minta pensiun. Ini juga ane telat ngepost soanya tadi sore si lappy mati dengan seenak jidatnya dan ALF nggak ngesave sekitar 10an lembar terakhir. Dan ngetik ulanglah jadinya, dan yah… enah, rasanya ada yang kurang karena ALF rasa ini sedikit beda dari yg gak kesave itu wkwkwkw kemfret kan.
 
Oye… seperti yang ane bilang di atas, ini FF special, 1st anniversarynya ALF ama Ilam… wkwkwk apaan anniversary. Yaaaahh gak kerasa udah setahun sejak Ilam nongol di KC plakplak perasaan baru kemaren ye LOPA tamat -_-
 
Yah berhubung kite berdua lagi demam kaibaek (masih keanya), ya jadinya KaiBaek, walau kareakter Kai rada diluar jalur(?) yang biasanya sih wkwkwkkw ini Chan Yeol banget, tapi ALF maunya Kai, hohoho mau protes? Langkahin dulu selangkangan Kris wkwkwkwkwkw #dikeroyok.
 
Ya udah deh. Yang kemaren ada utang komen silakan dibayar. Ini juga, jangan karena oneshot dan gak dipw jadi malas komen. Kalo ALF ngambek, KC ta’ gembok ape? Trus jangan coba-coba COPY PASTE apapun dari KC, mau copas kemanapun DILARANG KERAS!!! Mau jadi koleksi pribadi kek yah… dulu boleh sekarang kagak, -_-
Perkara dia kenanya pas KC digembok, apa susahnya bersabar dulu asdfghahskahkshajlgdjlk
 
Ya sudah, tetep ane gak ladenin pw dulu Ilam juga, soalnya dia susah login. Hari minggu deh. Minggu sore baru ane ladenin PW. Okeh…
 
Yang abis baca langsung kabur apalagi yang berani copas, hohoho… ane malas nyumpahin. Oke cukup curcolnya… adiossss
 
ILAAAAMMM UDAH SETAHUN…. <— masih heboh sendiri
 

 

 

153 thoughts on “[Special Fic] White Lily and Us || KaiBaek

  1. kyaaaaaaaa……….
    aq pengen teriak2 abis baca ff ini (lebay mode on)……
    sumpah y kak ALF aq suka banget ma ceritanya, ma pairnya juga….
    gimana kerasnya perjuangan jongin buat ngeluluhin hati baekhyun…
    dengan sedikit konflik yang bikin deg2an, n endingnya sweet banget…..
    pokoknya suka banget ma ff ini, kak ALF emang paling TOP…..
    gumawo…..

  2. so sweet banget!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    gila, pinter amat ya mengkait-kaitkan antara ide cerita sama bunga lili…ckckck…
    romantis banget, aku sampek bis abayangin gimana romantisnya tempat kai sama baekhyun ciuman waktu matahari tenggelam itu…

  3. Makathih makathih banget udh nyempilin couple favoritku thor .. YES IM KRAY SHIPPER !!!😀 ohh Tuhan ituh adegan singkat mreka udh bkin gw hampir lupa nafas .. XDD
    DAN SUNGGUH KaiBaek dsni bkin gw gelisah bacanya .. Manis banget asli thor .. Ya ampuuunn gw bnr2 bisa membayangkan .. Keren dah thir :*

  4. huaaaaaaaaaa…
    bener2 yah eon,,, keren banget ff mu yang satu ini,,, ini ffmu yang paling sweet,, dari ff mu sebelum-sebelumnya, terlebih ini KaiBaek,,, couple fav aku…
    bener2 manis,,, bikin meleleh…
    kainya emang OOC banget, tapi seru juga yah ngebayangin kai yang tiba2 jadi absurd gitu,,, pengganggu tampan gitu…kkk~~~
    oh ya,,, Happy Anniversary buat ALF eon & Ilam…
    kk~~~ meskipun terpisah pulau, tapi tetep bisa bersatu bikin wp yang cetar membahana gini… semoga bertahan lama,, selama2nya kalo perlu…
    dan semoga demen KaiBaeknya bertahan lama, biar eon bikinin ff kaibaek yang lain, yang lebih cetar membahana…

  5. kalo dari karakter asli (yg ditunjukin selama ini) ini emang kaya chanyeol bgt… tp cara penyapaian karakter yg ngena juga mempengaruhi, dan kai cocok” aja dijadiin karakter begini…
    jd ceritanya disini kris jadi orang ‘sadis’ yg udah ngebohongin baekhyun gtu kan ya, tp lay itu baik bgt udah tau kris gtu msh aja maafin kris.
    imbang lah kris punya lay, baekhyun akhirnya nerima (perjuanga kai selama ini yg jatuh bangun) kai.
    ya berterimakasih sama sehun kyungsoo jg sih kalo ga gtu, kan ga bakal sedramatis itu baekhyunnya kkkkkkkk….
    tp happy ending~~~yeeeeyyy….
    ngomong” baekhyun, dia cocok kok di pairing sama siapapun di exo hahahaha, tp bbrp pairing yg ga bgtu ‘nampak’ msh susah buat di bayangin sih klo di ff, kaya chenbaek,xiubaek,baekho itu klo di ff’n gmn kkkkkkkk

  6. Baru baca beberapa kalimat aja aku udah ketawa. Lebih suka karakter narsis kai di sini daripada (sok) cool kayak yg biasa di ff. Wuaaa . . . Seneng banget ALF eonnie buat Ff kaibaek yg manis kyak gini . . . Eon ff mu bikin aku semangat lagi di tengah kepenatan tugas yg menumpuk. Baca sambil bayanginnya tuh bikin dada jadi adem. Suka yg pas ending, eh . . Semua nya suka deh. Apalagi dg omongan narsis kai dg adegan2 romantis-nya. Suka . . Suka . . Suka . . . Love this ff . . . Bikin lagi yaa eon, ff kaibaek . . Banyak2 ee . . . Terakhir . . Happy 1st anniversary . . .

  7. Arght Jinjja
    saya frustrasi ama FF ini,ah kim jong in kenapa begitu baik dan pengertian
    out of character ya?tapi gak juga ah, klise memang tapi cinta itu emang membolak-balik sikap dan sifat orang kok hehe
    ah om kris jangan ganggu baekhyun lagi,kau kan punya lay,biarkan uri baekhyun ama jongin eoh
    ah,setuju ama sikap nya sehun dan kyungsoo kalau gak ada mereka yang nakutin baekhyun pasti baekhyun gak bakal sadar tentang perasaannya ke jongin

    intinya mah ya ni FF beneran Daebak,saya beneran suka,Nice ALF ssi~

  8. Kyaaaaaa sumveh/? Kai romantis bgt aaahhh~ ya walopun bner kata ALF klo keknya sifat kai di sini ketuker sma chanyol wkwkwkwk Tp gpp GUE TETEP SUKA bwahahaha.

    Btw btw sempet nyessel liat sad krisbaek aahh brharap kris gue /? ga kek gtu wks. Tp brhubung emg kris ga sepenuhnya salah dan krislay jg so sweet manis2 madu/? Dan kaibaek jg manis2 madu di tambah gula pasir di campur gula merah (ini apa?) semuanya komplit bkin diabetes wkwkwk

    Ah speechless ga bsa ngmg apa2 emg klo ttg epep karya ALF T.O.P B.G.T ><
    Eh iya typonya blom di pel yak ALF? Kkk~ ._.v

  9. sipa yang ogeb di ff ini?? bekyun?? kai?? kris?? suho?? sehun? atau malah yang baca?????? wkwkwk. menghibur banget duh jonginku lopelope♡♡♡ bekyun juga sok sok jual mahak padahal juga murah-_- #plak wkwkwkwk. keren lah pokoknya!!!

  10. LOL… baru pertama baca udah ngakak sama kelakuannya si jongin. Wkwkwk! Lucu ih, masa lubang idungnya besar terus bulu hidungnya offside -_-
    Esumpah gak nyangka baekhyun pas lagi mabok agresif juga. Pantesan aja digodain mulu sama jongin. Tapi kok bisa sampe ke rumah jongin ya. Bener juga kata jongin, kalo pergi ke rumah om-om mesum gimana -_-

    Tumben jongin melakukan sesuatu yang bener(?) *abis baca not behind me* di ff sebelah kan dia nyebelin banget. Wkwk. Mana gokil banget dah jongin. Absurdnya astaga. Wkwk.
    Alah, baekhyun pake ke toilet segala. Jadi ketemu sama kris kan. kris juga deh, udah nikah mau main selingkuh-selingkuhan ya -_- duh, lay baik hati banget masa. Masih tetep cinta sama kris. Pake kris disuruh milih segala. Duuuh~
    Baekhyun sebenernya cinta sama jongin kan itu. Pas jongin ngilang aja dicariin sampe kebingungan. LOL

    Sumpah akhirnya bikin ngakak. Jongin dengan tampang tak berdosa bilang kalo dia pergi gara-gara urusan bisnis. Sumpah! Kalo jadi baekhyun pasti malu aku. Hahaha

    ALF eonni sama ilam udah setahunan(?) yaa~ chukka! *telat*
    Aku juga dulu punya banyak adik di dumay, tapi sekarang udah ga ketemu lagi. Ah jadi kangen sama mereka :c
    Sehat selalu buat ALF eonni, buat ilam juga hehe. Ditunggu karya-karya eonni yang lain. Fighting ‘-‘)9

  11. im hir eon😀 cos becos ane belum komen ni ff jadi ane mampir kesindang cyiinnnn :33
    jongong romantizz yee, mau juga digombalin <///////3
    bebek pendek akhirnya luluh dengan pesona jongos :*
    happ anniv ya eon :** moga long last sama ilam jung :** moga akoh sama beki cepet kawin :** amiiinnnnn

  12. Test..
    Test 1 2 3
    Test Te*disumpelamabikinibaek*

    Okeeh..
    SI ITEM DI FF INI PINGIN GUA SUMPEL AMA TESSY..
    Sikapnya naudzubillah deh.. Yang jelas sepatu pingin gua daratin ke wajah sok sekseh yang aslinya juga sekseh itu

    DAN OMAIGATNYA..
    DENGAN TIPISNYA RASA KEMALUAN YANG DIA PUNYA SI ITEM DIA NDEKETIN BYUNBAEK DENGAN CARA YANG SUMVEH KAMVRET BANGET..

    OKEH LUPAKAN SI ITEM. BIAR GIMANAPUN GUA ASLINYA JUGA TRIMA-TRIMA AJA KALO SI KAMVRET ITEM ITU AMA ANAK KESAYANGANKU *TUNJUK BYUNBAEK*

    OKEH SEKARANG KENAPA DENGAN CAPSLOCKKU?? PERASAAN TADI KAGAK KENAPE-NAPE DEH

    SEKARANG GILIRAN GUA NGEREVIEW SI BULE BIRD(?).
    KRES WOT HEPEN WID YU?? ABIS NYAMPAKIN BYUNBAEK SEKARANG LO DOYAN(?) LAGI AMA DIE GITU?? LO KAGAK PUAS APE AMA LAY YANG UNYU IMUT BAEK SETIA GITO HAH?? DAN KENAPA PADA AKHIRNYA KALIAN MALAH BEGITUAN?? O.O

    REVIEW SI ANAKKU BYUNBAEK.
    NAK TEGANYA DIRIMU MENGATAI SI ITEM KAYAK GITU. SEHARUSE JANGAN KAYAK GITU. YANG BAIK ITU LEBIH KEJEM LAGI #loh

    REVIEW BAYI PUTIH HUN.
    NDUK(?) KOWE LAPO DADI PENIPU??

    DEMI LUHAN YA EON..
    INI FF KECE BADAI ULULALAA~~
    SUKAK AMA KARAKTER MEREKAA SEMUAA..

    OKEH SEKIAN ..
    CAPSLOCK GUA MINTA DIHAJAR

  13. KAIBAEK!!!
    Komat kamit baca ff ini doh, so sweet banget. Apalagi pas ciuman di danau. Baekhyun nyosor ;;-;;

    Pas bagian jongin pergi gajelas. Ya itu, nyangkanya dia marah. Eh gataunya -______-

    Bagus thor, lanjutin!!

  14. KYAAAA…
    Sebelum ini jiwa2 kaibaek ship gw udah berkobar, dan setelah baca ff ini. Gahhhh jiwa kaibaekship gw gak tertahankann.. /apadeh

    ohkai. Aku baru tahu hari ini kalo ternyata eon ALF udah gak gak hiatus lagi. Yeayy /throwconfeti
    sumpah demi apa, gw kangen banget sama blog in /sobs

    ohkai .baekto cerita…
    Di awal2 aku udah ngakak gegara si kkamjong itu yg kePDan…
    Tapi yah gw maapin lah bang, untung lu ganteng, kalo nggak udah gw tendang!

    Dan bner banget karakter kai di sini emang cocok bwt chan, tp berhubung jiwa kaibaekship gw lagi kumat(lagi). Apapun karakternya, it’s okai yg penting KAIBAEK.

    Si bebek pake acara ‘GENGSI GEDE-GEDEAN’ lagi,…kena kan! Akhirnya ngaku juga kalo lu emang suka ma kai.

    Oh iya, jangan lupakan 2saudara -yg sebenernya diragukan kebenarannya- yang pinter bner! /nunjukHunSoo(?) I LUP YU

    errr.. Ini komen gak mutu banget sumpah!

    DAEBAK!
    1000thumbs!

  15. apa ini apa ini apa ini kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~ love iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt… suka ceritanya suka castnya pokoknya perfectooooooooooooooo…

    gak nyangka klo ceritanya kyk gini…terharu dd..dd suka ma karakternya kai disini daebaaaaaaaakk~ author.. ceritanya itu loh..dari awal ampe akhir bener2 dech!!! baekki apalagi..imuuuuuuuuuuuut n ngegemesin ^^,

    kris ma lay jg sweet bgt..hiks * lay selalu seperti unicorn

    author suka suka suka

    oiamaaf y klo dd OOC bgt hehehehehe ^^

  16. KAK ALF SERIUSAN INI KETJEH NAUDZUBILLAH!!!
    baca ff ini bikin ngakak-senyum2-nangis kejer

    mewek beneran pas endingnya, sumpah feelsnya dapet bgt lawak terharu fluffy2 gimana gitu bikin geli2 diperut wqwqwq
    jongin ooc bgt ya, ngakak klimaks aja pas scene ini:
    “Ini… apa ini?
    Kau mau ini? Ah benda apa ini?
    Bagaimana membaca tulisan aneh
    ini?… Rasa… Strawberry.” Jong
    In berbinar, mengingat bahwa
    Baek Hyun sangat suka
    strawberry. “Lihat, ini rasa
    strawberry,” Jong In membolak-
    balikkan bungkusan metalik itu
    dan terus memicingkan matanya
    untuk membaca, setidaknya agar
    bisa sedikit tahu tentang
    gambaran benda rasa srawberry
    di tangannya itu. “Kon… dom…”
    demi apah jongin ooc lawak bangeeeeettt!

    emosi aja sama kris, kesannya egois kan kalo cinta sama dua org dan pengen pertahanin kedua2nya /kick yipan/
    dan lay seperti biasa karakternya istri solehah banget muahahaha

    sempet ngira pas kaibaek didanau kirain itu udah mau end taunya pas scroll kebawah langsung nyebut… sumfeeeehhhh ini panjang banget dan herannya ini bener2 GAK NGEBOSENIN KAK!
    makin jauh kita baca makin kerasa bgt kaibaek, aaaaakkhh otp otp otp /ketjup kaibaek/

    oke, the last pengen ngucapin happy 1st anniv kak alf dan nilam, semoga langgeng dan semangat trus bikin ff menakjubkan *esp kaibaek ^^
    aduh telat banget ya gue .___.

  17. kkkk kyungsoo sehun😄 evilnya gak ketulungan kasian anak dari keluarga byun di bully gitu hampir gila sehun sekali lagi kau hebat wkwk
    aish si kai narsis nya juga ketulungan iya deh yang tampan seksi romantis brrtanggung jawab iya aja aaa si kai emang rada sangat manis di sini <33333
    baekhyun udah lah lupain si tiang bule mulut ada maju dikit /ehpis
    mungkin karna waktu pacaran sama kris itu masa orientasi di kurangin jadi sekarang kena bully sehun dan kyungsoo deh
    emang sih cocokkrakternya buat si chanyeol tapi kai juga harus cocok di sini

  18. anyonk ALF…
    Aq iseng2 nyari ff kaibaek trus nemu ini
    kmu kaibaek shiper jg trnyt ,aq jg lhoo #gknanya
    ni ff bagus bgt,critany ringan tp ngena bgt
    aplg kai ny jd kocak gt,aq rasa mgkn kai dkhidupan nyata jg gt
    aq suka kaibaek and kray
    gmn y aq gk bsa ngmg apa2,sumpah ffmu keren bgt aq sukaaaaaaa
    salam kenal y ALF,aq jg dah follow twittermu
    ok aq akn mulai menelusuri blogmu (mw baca peraturan dulu)
    mw ijin dulu sama tuan rumahny,hehehe
    salam kenal skali lg,aq reader barumu ~_~

  19. Huaaaaa….sumveh ni ff cucok banget
    .pengen punya co kayak jong in ngebahagia.in seseorang dengan kerja kerasnya sendiri
    .ceritanya romantis and sad banget suksek buat air mataku berlinang.
    .aku suka karakter kai yang gak pernah nyerah buat nunjukin bahwa dia sayang baek
    .sebenernya karakter baek agak dikit nyebelin tapi itu justru jadi pemanis buat ff ini
    .kai yang romantis
    Baek yang jual mahal
    .kris yang sakitin baek
    Lay yang ramah dan pengertian
    Sehun ama d.o yang jail bikin aku ngakak sekaligus nangis bacanya
    .
    Ff nya daebak kalo aku punya 10 jempol aku bakal kasih 1
    .upz gak ding aku bakal kasih 10 nya…

  20. dohh ini udah sulit buat komen. karakter jongin bikin ngakak sumpah. yang paling lucu waktu baek nangis terus jongin berusaha buat ngebujuk baek pake permen lah, cokelat lah, bahkan kondom/eh. ahh.. beneran gak keduga kalo ceritanya kayak begitu. sebenernya dulu udah baca seperempat, eh malah ketiduran. dan parahnya besoknya gitu kc digembok -__- hemeh. keep writing aja!! ^.^

  21. Kai yang menyebalkan, kepedeean, trlalu percaya diri tp romantis bgt. Baekhyun g usah gengsi deh, lw suka lngsung bilang ja
    G suka kris, kris jht ms baekhyun d sakiti. Tp lw kris g jahat, ntr baekhyun g jd m kai dong . Hahaha
    Ff’a daebak thornim. Buat trus ff dngn cast baekhyun, soal’a sy sk bgt m dia. Khamsahamida …

  22. XBSDJCKHDVBFKJVBFOVFBVKJFVHNFKJVLNB Serius thor…aku mau bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet punya pacar kaya Jongin. ya ampun itu bocah….itu bocah…..aduh udah kekurangan kata-kata buat deskripsiin si Jongin. diapa-apain gak marah. sayang banget sama Baek. sweet banget. ya ampun…coba ada Jongin yang kaya begitu disini. ya paling enggak yang kw lah aok aok aok. lmao…

    KRAAAYYYYYY…..suka suka suka…untung bukan Taoris. #APA Aduh Kray sebenernya sweet banget tapi kenapa Kris harus begitu coba. dasar namja babo…Kris itu kalo bahasa RM, “another handsome babo” sejenis deh sama Kim Soohyun Yoo Ah in Kim woo bin. lmao

    kenapa bahas begituan. yah pokoknya intinya Kris itu BABO.. #ngambeksamaKris

    ohiyaaaa…itu itu itu itu….first kissnya Kaibaek awwww…..2nd kiss nya romantis banget aduh…mau….mau…..-garuk tanah-

  23. aduh aduh alf bikin kaibaek. sering2 ya alf bikin kaibaek yg fluff hihi. suka bgt karAkter jongin dsni ih emg sih yeol bgt tp aku suka dia yg bgni^-^ ih lucu bgt srslyyyyyy. suka ah!!!! pas bgt sm baek yg bgtu. tak kenal lelah*?*

  24. Happya anniv ALF sama Ilam😄 ditunggu undangannya -eh
    karakternya jongin ooc bingit waks -_- meskipun gitu aku tetep bisa nikmatin ceritanya karena ff ini emang nikmat -eh /hedeh/

    as usual as always as usual-always always-as-usual asdfghjkl pokoknya ff mu selalu keren thor, gatau tuh ide kayaknya kagak pernah abis. dan soal banyaknya ff kece kaibaek yg betebaran diluaran sana idk, ini ff pure kaibaek yg pertama kali aku baca tbh (dan aku kepincuuut) AAA

    tau dah nasib pr aku gimana, gegara ini ff jadi gabisa konsen, niatnya buka lepi mau ngerjain pr eh malah buka kc ketemu ff kaibaek, ini semua salah kamu thor (tunjuk ALF) -ditonjok Ilam- <— ini paragraf curhat btw

    Okeh keep writing. brb nyari video kaibaek di yutup.

  25. Nah loh sebenernya aku dah baca ini sebelum skandal(?) plagiat datang dan bikin blog ini tutup sementara. tpi sialnya pas mau komen malah udah terlanjur tutup blognya…
    jadi yah setelah berminggu2 akhirnya buka juga lapaknya😄

    KYAAAAAAA aku mo tereakk dulu karena nemu ff kaibaek lagi… nh otp favorite aku juga. dan haha iya disini si Kai OOC banget, emang klo disamain karakternya lebih cocok buat Chan, tapi whateperlah yang penting ini Kai sama Baek!

    itu juga si HunSoo reseh banget ngerjain orng mpe segitunya, wkwk tapi seru juga. nah kalo gak gitu si baek gak bakal mau jujur sama perasaannya…

    duhhh mo ngomong apa lagi yah??? aku terlalu kehabisan kata-kata karena dah dikeluarin buat baca nih ff _-??

    pokoknya DAEBAK!!!!! 1000thumbs!!!
    ditunggu FF FF KAIBAEK LAINNYA🙂

  26. hiks hiks jinjja ane terhura…..

    uda bolak balik bca ff ALF msi gk bsa gk mewek… *jedotin pala

    Author pling gileeee paporite ane emg ni org bsa bkin ff daebak gni rsaX kyak nano nado ada asem, manis, pedes, pait lol

    ALF fighting ndee… bnyakin KaiBaek n KrisBaek nye.. kopel sehidup semati ane niy.. *tcivok author

  27. Demi apaaaaaaa??? Ane cinta ama bonusnyaaaaa…. ane musti beli apa biar bisa dpat bonus other pairing kyak gtu???
    Ini bikin geregetan daaahh… jongin,, sikap nya itu..
    Oke,, mulai dri yg mna ya.. kaget jga wktu tw kris nyelingkuhin baekhyun (y walo yg bnar baekhyun yg jdi slngkuhan sih). Seorang tuan kris slingkuh dblakang baekhyun???!! Ini g mungkin terjadi, tuan kris itu SETIA!! *beda FF Woooyyy
    Demi apa,, Lay dewasa bangeett.. untung yg jdi tunangannya Lay❤ “Mata Jong In membelalak dan segera melempar benda itu sebelum Baek Hyun yang lebih dulu berinisiatif melemparnya keluar mobil.” xD#RLAB.
    Jengkel juga sama baekhyun wktu dia ngehina kai,,y walau tjuan aslinya bkan ngehina cma bwt ngehindarin salting,, tapi tetep aja..errr -____- untung si kai bibir tebal*eh?,,
    bersyukur mustinya itu dpat orng yg bner-bner tulus suka sama kau nak. Si kris emang ganteng, tinggi, kaya, cma bwt ff ini dia miliknya lay y nak*ceramahin baeky
    yg penting smua berakhir dngan bahagia! ~yeyeye lalala yeyeye lalala*ngtreoll bareng chen
    HIDUP KAIBAEK!! KAIBAEK JAYA!!
    ANE PILIH CIUMAN 1 2 3!!!!

  28. sumpeh demi apapun di awal cerita aq di suguhi btapa romantis dan gigih ya kai *peluk kai* mendptkan hati baekii..

    trus tiba tiba hrus nangis dan ngabisin tisu satu box *lebbehh* gara gara kata baekhyun ku yg cute gx ketulungan bilang kai cuma penjual bunga di toko yg bahkan bukan milik nya.
    ..oh betapa sakit hati ku ini #peluk kai smbil sesengukan*

    .tapi akhir a setelah 1 minggu di tnggal kai baekii sadar juga btapa berarti a kai untk baekii *duhh nie comen pa curhat sih,panjang amat*
    …inti nya nangis darah, terharu,bahagia ..jdi satu ..selmat berbhagia kaibaek…#cium kai di tendang baekii..
    ..#bow..

  29. whatt? jadi sbnar.y kak ALF dan ilam itu gak 1 daerah?
    astaga pdahal kmaren gw sempat mikir gini
    “enak banget ye jdi ilam bsa dkat gitu ma Kak ALF,psti mreka sring nongkrong breng ngobrol tntang ff atau moment2 couple favorit mreka,psti seruu.. mana si ilam kek udah dpat kepercayaan bnget lgi dri ALF”
    mianhe udah mikir gituu.. tpi jujur aq btul” mikir kek gitu.. bahkan aq pikir kalian sodaraan.. jdi agak shock tdi *lebay.. pas tau kalo ilam di sulawesi.. aq jga org sulawesi tepat.y sulawesi tenggara. oh dan satu lgi aq pikir ALF org jakarta.. saoloh gw sok tau bnget ye… oke sdah ckup salah fokus.y!

    Kyaaa.. ni ff sumpah manis.y keterlaluan.. gw jdi pengen pnya pcar kek karakter kai dsinii.. pengenn bngettt.. ada gk yah cwo kek gitu.. dan tdi wktu kai tiba2 ngilang,gw pikir dia beneran trsinggung n prgi buat bukti’in kalo dy bisa sukses. *tuh kan sok tau lgi..
    Dan lucuu bnget adegan si baekhyun nangis didlam mobil trus si kai ngasih kondom rasa strawberry. bwahaha demi luhan itu lucu bnget..
    dan yg pling bkin gw iri nih adegan sunset.. mereka ciuman astapiruloh romantis.y! kpan gw kyak gitu? KAPANNN? *drama..
    oke udah ckup cuap2.y dan akhir kata ‘salahkah jika aq berharap bsa seberuntung ilam’ *ditabok.

  30. Thank you for make me flying so high Alf #lebay hahahaha
    Ceritanya so sweet, karakternya kai itu loo
    Suka bgt ff kaibaek punyanya Alf ini..
    Pngen deh punya pcr kyk kai hahaha
    Saya new reader disini, udah lama pngen buka kc, eh blognya tiba2 di lock ㅠㅠ

  31. Astaga astaga astaga kim jongin item alai lebai !
    Thanks alf and ilam buat karakternya si item !!!! Berasa kayak nemuin udara seger setelah kebosanan dengan karakter kaibyang sejenis kayak romantis menye menye… Kalo perlu bikin karakter jongin yang antagonis sebagai main cast #gubrak 😂😂😂😂
    Gomaseubnida ! *bow*

  32. ceritanya lucu bercampur sosweet’-‘)b
    kai karakternya ceria yaoloh ngakak(?) tapi cocok sih:/
    baekhyun sok2 ga mau tapi akhirnya cinta jongin juga wkwk xD
    nice ff kak alf>< hehe

  33. Aaaaaaaa kaibaek yeay,, ff kaibaeknya sweet bgt bgt bsa dibetes nih thor🙂 jd ngebayangin sifat kai ky bgitu, klo diliat2 kai mah tipe org yg klo suka ama org tuh cma bsa ngeliatin org itu dr jauh ya walaupun dy mau ngelindungi gtuh pling jtoh’a jd sahabat ga mungkin tingkah’a sangklek gtuh.. Iya aku setuju ama author ini mah sifat’a Peceye bgt dah.. Tp nama’a ff mah bebas sesuka imajinasi🙂 keep writing thor

  34. huaaaa…..
    kai-yaaaaaaaaa, I’m yours…#dzig
    kai.nya jetreeeeee sangat sangat sangat sukaaaaaaa, ngebayangin itu bibir tebel senyum terus doooohhhhhh, beruntungnya bekyun disini…
    #karunginkaibawapulang
    hey…namja tamvan berkulit sangat sangat sehat dengan bibir seksehhh, tingkat kepercayaan dirimu sangat tinggi sekali ngalahin tinggi badannya pappy krisseu tersayang~

    “kapan terakhir aku sadah bahwa aku begitu sekseeehhh..?” yaampun bebh, minta di thifok aku yakk…=_=”
    sukaaaa banget karakternya kai, emang bner kta kmu ini chanyeol bgt tpi ngebayangin kai yg karakternya bgini malah lucu sendiri…doohhh, jdi gemessss…
    dan yg paling bkin aku nyengir sampe muncratin es yg lgi aku minum…whatssssssss, this is kodomo eh kondom, yaelahhhh dikira apa udah ada rasa strawberry segala…bikin aku jungkir balik, huahahaha…si babeh junmen juga ck, nyimpen bgituan di mobil, siap sedia ya behhh? hadoohh babeh kacauuu…
    untuk bekyun kaga ngeh ntu barang rasa strawberry, kai kai kai…sini sini peluk sma akuuuuu, jdi kesayangan nih.
    si anak setan ganteng juga ni (ehm, maaf ini panggilan kesayangan aku buat sehun)…jailnyaaaa, dokyung ikut2an juga ish ish ish…ih, nakalllllllllllL
    pappy krisseu, ternyata ternyata bekyun selingkuhan yaaaaaa? ugh…jahatnya, udah mah ditinggal kawin minta ngajak selingkuh lgi pula…bener bener minta diiket ya diranjang? o,O
    buat layyy…yang sabar ya punya laki tamvannya over…dijaga bae2 kalo perlu dirante diranjang #plak

    pdahal tdi deg2an saiah…bekyun udah asal jeplak lgi ngomong ke kai, pke negesin cuma kerja di toko bunga, ugh…cicitata sekali ya kai hiks #sakitnyatuhdimanamana.T_T
    dan alhamdulillah…akhirnya bersatu juga #sujudsyukurbarengkai

    oh iya, yang lanjutin scene terakhir kai sma bekyun bisa diganti aku ga bekyunnya?…huehehe -_-‘
    gimana pun juga happy 1st aniv ya ka ALF sma ka ILAM (?)…itu yg 2013, and happy aniv yg ke 2nd di 2014 ini…di 2015, huhu…itu akan menyusul nti oktober…
    ttep semangat…fighting~

    SALAM KAEBSONGGGG~

  35. Ngakak guling2 lht karakter kai,saoloh kenapa tuc bocah jd narsis amat ya? Ah tinggi nya kepercayaan dirimu mengalahkan tingginya namsan tower.
    Dan itu kegombalan ny pasti belajar dari chanyeol dah,dpt duit berapa lu yeol dari kai krn udh nularin kenarsisan mu padanya?

    Lucu,plus nyebelin dan jg sweet bgt.
    Lucu ny wktu kai bingung sampe ngubek2 isi laci mobil cuma buat nenangin baekhyun yg berakhir dgn ditemukan ny sebuah *piiip*. Eh tunggu itu kan mobil bosnya kai kan alias si uri guardian, nah kalo kai nemuin*piiip* d laci mobilnya nah ketahuan bearti suho suka*piiip*

    Nyebelin nya,ampun dah byunbaek mulutmu nyerocos aja ya, gk nyadar apa itu kalimat bisa buat org tersinggung,untung itu kai lho yg udh tertular sifatny chanyeol so kg bkalan tersinggung,coba yg kmu gtuin sehun wuih bokongmu bs kena tendangan itu bocah dah.

    Sweetny mah smw yg d lakuin jongin ke baek, yg katanya nyebelin tp berkesan dan pny arti tersendiri. Kangenkan lu baek d tinggal sm kai ah blg cinta aja gengsimu setinggi menara pisa/eh?

    Awawaw Kyungso dan sehun ngerjain baek ya. Haha good job guys.

  36. huwaaaaa astaga ini manis bangett

    aaaaa kimkaaaaa romantisnya dirimu, byunbaek mah suka gitu gengsi gengsi ujungnya jg cinta😀

    sehun sok”an nakut”in tp malah berperan jg, kyungsoo jg ikut”an pula -.-

    asli deh, baca awal udah sebel sama krisse pengen nampol aja tp pada akhirnya kembali jg sih sama lay^^

    kaibaek uye^^

  37. huwaaaaa astaga ini manis bangett

    aaaaa kimkaaaaa romantisnya dirimu, byunbaek mah suka gitu gengsi gengsi ujungnya jg cinta😀

    sehun sok”an nakut”in tp malah berperan jg, kyungsoo jg ikut”an pula -.-

    asli deh, baca awal udah sebel sama krisse pengen nampol aja tp pada akhirnya kembali jg sih sama lay^^

    kaibaek uye^^..

  38. di awal bner2 bkin ngakak hahahah kulang ajal di bilang bulu hidung baek offside hahah ngakak ngebayangin.y. iih ky.y klo punya pacar ky kai bakal seneng bgt, dia bkn org kaya tp bisa bkin kita bahagia. ngaaaahh kimjoongg km tuuhhh.. udh mah km teh di dunia nyata diem2 cool *bkn cooleheu* ngahah. tipeee bangeett. hghg.
    ttep crta.y gk bsa d.tebak. kirain kai itu anak org kaya hahah aduuuhh kriiissss. kiss me! hahah :’|

  39. asiiikkk… suka banget nih sama kai yang ceria, dan narsis.. iya iyaa kai aku tau banget kalo lu emang sekseh sekaleee.. tapi aduh ini narsisnya naudzubillah ga ketulungan..

    Kris brengsek!
    bisa-bisanya selingkuh di hari yang sama saat ia sudah mengucapkan janji pernikahan dengan orang lain. dan waktu lay ternyata ada di toilet juga, aku seneng, kirain lay bakal marah sama kris.. eh taunya ya ampun… lay sampai kapan kamu akan terus jadi malaikat nak? pokoknya ga bisa gitu! kamu juga manusia, marah lah kalau diginiin!
    kris lagi-lagi minta dihajar aja tuh orang, kalo aku ada di situ ta’ jitak tuh orang! //jitaknya pake martil//

    oke untungnya cerita tentang kris tidak berlangsung lama //karena bisa-bisa laptopku jadi bahan amukan kalo kris si brengsek muncul terus menebar kebrengsekannya//

    untunglah kai yang narsis ini mengobati sedikitnya rasa marah karena kris. ada-ada aja tingkahnya kai, tapi kayanya asik ya punya pacar seceria kai.. udah gitu sesering apa baek ngata2in kai, tp kai nya ga pernah pundungan.. suka kai disiniiiiii!!

    apalagi waktu kai nawarin kondom rasa strawberry itu padahal baek lagi ngamuk!! //wah ternyata suho sama kyungsoo maenannya udah yang kaya gitu//

    dan waktu jongin bilang aku bertanggung jawab dan dapat dipercaya, aku malah langsung mikir ke dasa darma pramuka coba… wkakakakakak

    ini senyum2 ketawa2 sendiri kaya orang gila aku bacanya.. manis banget aku suka ff nya..😀

  40. AAAAAAA….. Bunuh gue kak!!!!
    Kg tau deh mesti ngomong apaan.. tiap baca karya kak alf psti kek org gila.
    Senyum2 sendiri.. dan dlm skejap bs nangis meraung-raung/?
    lama2 gw pen nyulik elu kak.. gw bawa pulang.

    jujur, gw emang baru baca krya lu yg NRL (ff yg buat gw kg bs move on) trus, Get merried (maaf kak,gw belom review D ff itu,tiap mw review..ad aj gangguan ny.tp tenang aj gw ttp bakal review kq) yg terakhir.. ff ini.
    tp gw yakin bgt.. kalo krya2 lu yg lain jg gk kalah keren. gw lom baca semua, bukan krna apa.. ,,cuma kalo baca ff lu tu butuh waktu banyak. krna panjaaaaaaaaaaaaang bgt. baca yg ini aj butuh waktu 1 setengah jam. smpe pintu kamar D gedor2 ma emak gw -_-

    Oh.. kek ny gw bnyk omong disini.
    pko’ ny ni ff keren bgt.!!!!!!!!!
    gw chanbaek shiper. tp kalo baca ff lu.. mw siapa pair ny.. tetep bikin gw meleleh.
    ok stop. kalo gw lanjutin.. bisa2 pnjang ny ngalahin ff lu. kkk~
    sekian.bye.

  41. aaaaaaaaaaaaaa…………. kerennnnnn bgttttt……
    Panjanggg tp gak sedikitpun ngebosenin… seriusan…..
    Nangisss bacanya pake bgt, ngga tau knp….
    Kerasa bgt cinta tulusnya Kai… #pelukcium
    Dan baekhyun… hah.. untung Kai orgnya gitu… Baek hati2 ah klau bicara… jleb bgt itu kata2nya… hhheee…. Kalau gengsi emg suka gitu sh, nyesel dh akhirnya.. #akujgprnah😦
    Suka bgt karakter kai di siniiiiiiii…. sukaaaaaaaaaaaaaaa……
    Mau dh ktemu org kaya gitu……. dmn ya???
    Bayangin aja itu perjuangan Kai… udh di banting2 sgala teteppppp aja nempel… cintamu jong…
    G Kepikiran sehun n kyung bakal ngrjain Baek….. tp cara yg bagusss jdinya baek sadar dehhhhh…..
    Gak sia2 pengorbanan Kai…#Hi5
    Emg ya bakal gmpang lupain org yg kta suka dripada ngelupain org yg slalu ada…. sayang kaibaek….
    Kerennnn pokok nyaa…..
    Keep writing cantik…🙂

  42. KAK ALF DEMI APA INI EPEP YAWLAH GUA KAGAK TAU GMANA NGEJABARINNYA -.- INI EPEP AMAJENGG /? THEKALEHH /ditendang berisik cuk / xD .. bneran ini epep amazeng tapi sialnya stelah gua baca ff yang lain dimari napa gua baru baca ff iniii kenapaaa /dramatis/? oke ini lebay abaikan dah -.- … well bang kai /? aka jongitem aka kaitem/? lu ooc banget sumveh demi kerang ajaib/? karakter lu yng sering gua baca di ff lain lu cool cool cool dan cool :v dimari lu narsisnya yaaloh ampir ngalahin tingginya mnara dubai (?) lu lawak banget sih beb :v lu blajar dari mane bhak :v karakter yang biasa ditempel (?) ke bang tiang kedua (?) di exo (lirik peceye) bhak xD tapi gua malah suka banget ama karakterlu bhak brasa banget klop ama baekhyun :v yehet ~! sibaekhyun yang sok gengsi tapi suka xD greget gua ama dia :v …. well adegan paling ngakak kalo gua pas di mobil pas baekhyun ngamuk trus sikai di jadin sasaran .. dikasih permen,coklat, stroberry yang nyatanya itu bhak anjuu ngakak parah kalo inget itu xD … well krisseu lu jadi orang yang nyampakkin baek dimari/? hmmm sudah kuduga :’v kris nasiblu dapet pran itu mulu :v udah dichanbaek, skarang kaibaek hhmmm bisaa mereunnn xD .. kray yehet jrng2 pair itu jadi psangan pan :3 .. btw adegan fluff di taman atau danau itu kok baver :’ anjuu adegan itu manis manis kek dodol /? ama ucapan jong yang mereka udah ciuman yang kedua kalinya bkin fly /? ( first kiss jong yang baek mabok pan :v bhak baekhyun agresif kalo mabok maen nyosor2 ae untung ke jongin coba kalo om om mesum bhak kelar dah iduplu baek :’v ) .. well pas konflik itu gua agak degdegan juga hikseu .. baek pedes amat dahhh omongannya level brapa itu neng /? smpet nyangka kalo jong bakal kesinggung lah omongannya baek nyess amat bhak :v taunya yeee namanya cinta jong malah kagak kesinggung kkkkk~ .. apa banget sehun ama kyungsoo daar duo epil lu titisan epil — bkin anak orang makin bersalah aje bhak :v bisa banget ngerjainnya -.- … lol ama moment kaibaek di akhir kagak nyaho gua lol aja tapi fluff banget gua lol yang prnyataan jong kalo dia abis ngebisnis ke jeju makanya kagak ke skolah ama baekhyun yang nyangka kalo jong pergi gara2 ucapan dia bhak bhak :v salah paham :’v.. dan buat ending hmmm fluff ampe bkin gua baver xD .. sumvah suka banget ama sifat jongin yawlahh pria idama akhirnye yeee stelah banyak berjuang daperun baekyyun lu daperin dia juga kkkkk .. chukae yuhuuu happy end >< … trakhirr kak alf ka ilam smangat truss dahhh gua suka ff buatan para kakak aotuhor dimari .. pokoknye love dahh smangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s