Not Behind Me || KrisDo-KrisBaek||KaiBaek-KaiSoo || Chapter 2


nbm

Tittle: Not Behind Me.

Author: AyouLeonForever

Genre: What the hell is going on? My brain totally in mess

Rate: Not for bocah. INI SERIUS.

Length: Gak mau ambil resiko lama-lama

Main cast:

Do Kyung Soo (?)

Kris Wu (?)            

Byun Baek Hyun

Kim Jong In

Main pair: Maunya BaekYoo (?), tapi gak eksis -_-

Disclaimer: God, Parents, Agency…
Copyright: Keluarga Cemara – ALF

 

 

 

||Not Behind Me||

2

Kyung Soo tidak bisa berkonsentrasi penuh bahkan sejak mata kuliah pertama dimulai. Mungkin pengaruh otaknya yang berpikiran tidak-tidak tentang kenapa Baek Hyun tidak masuk kelas sementara tadi mereka bertemu di depan? Kemana ia dan Kai pergi?

 

Tapi Kyung Soo mungkin akan mengakui satu hal bahwa ia tidak sepenuhnya memikirkan itu. Ini lebih kepada keterkejutannya saat ia sadar beberapa menit saat ia duduk di kursinya.

 

Aku menciumnya? aku mencium Kris Hyung? pekiknya dalam hati.

 

Ia menggeleng-geleng frustasi memikirkan seribu macam kemungkinan tanggapan Kris tentang insiden itu. Sungguh, kalau boleh jujur, Kyung Soo hanya ingin membuat Kris merasa lebih baik, dan entah kenapa otaknya justru berhenti pada satu hal yang terlambat ia pikirkan resikonya.

 

Kris Hyung pasti menganggapku gila,” pikirnya lagi.

 

Dan kelihatannya ia terlalu sibuk berpikir dan menghabiskan banyak waktu untuk berpikir hingga ia tidak sadar bahwa ia melewatkan banyak mata kuliah bahkan jam istirahat hanya dengan … yah sekali lagi berpikir. Dan ia baru sadar akan hal itu setelah dosen mata kuliah terakhir mengakhiri kelasnya. Demi apapun, belum pernah ia merasa waktu bergulir begitu cepat kecuali saat ia bersama Kai di malam hari.

 

Ia memilih untuk menenangkan diri sejenak. Mengaplikasikan metode relaksasi sederhana dari Kris untuk setidaknya membuatnya sedikit lebih siap untuk…

 

“Ya Tuhan… apa Kris Hyung betul-betul menungguku di parkiran?” pekiknya kali ini sadar penuh. Dengan gerakan buru-buru ia membenahi semua perlengkapannya dan meninggalkan kelas secepat mungkin. Dan tujuannya tentu saja…

 

 

◁◈▷

Lapangan parkir…

 

Kyung Soo menghela nafasnya cukup panjang. Dia tidak kecewa saat kedua matanya tidak menangkap sosok jangkung Kris di sana. Hanya saja ia semakin khawatir bahwa tindakan cerobohnya saat mencium Kris justru berdampak buruk. Bisa jadi Kris menganggapnya sebagai pria kurang ajar atau yang suka bertindak seenaknya tanpa pikir panjang.

 

“Selamat siang manis, butuh tumpangan?”

 

Kyung Soo memejamkan matanya sejenak sebelum menoleh cukup malas. “Terima kasih, tapi aku bisa pulang sendiri,” tolaknya berusaha ramah.

 

“Hei tunggu.” Sosok yang menegurnya itu kini berdiri tepat di hadapannya menghalangi Kyung Soo untuk melanjutkan langkah. “Kudengar kau sudah putus dengan Kai, benar begitu?”

 

Kyung Soo tidak menjawab, ia berusaha acuh dengan menghindari namja berperangai berandalan yang tidak diketahui namanya. Yang jelas dia tahu, namja iu memang sudah sering menganggunya sejak ia berkuliah di tempat itu. Dan status Kyung Soo yang sekarang tanpa perlindungan Kai lagi kini semakin mempersulitnya.

 

“Hei… jangan jual mahal begitu. Kuberitahu sesuatu, kau tahu alasan kenapa Kai lebih memilih Baek Hyun dari pada kau?”

 

Kyung Soo tercekat, spontan menoleh dengan kedua bola mata membesar. “Apa?”

 

Namja itu tersenyum penuh kemenangan kemudian semakin mendekati Kyung Soo. “Itu karena menurut Kai…” namja itu menunduk untuk menyejajarkan wajahnya dengan wajah Kyung Soo. “Baek Hyun lebih seksi darimu.”

 

Kyung Soo mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Sedikit menyesal saat ia memilih untuk meladeni namja kurang ajar itu. “Aku pergi.”

 

“Hei tunggu, kita belum selesai bicara. Akan kuajarkan sesuatu yang akan menambah daya pikatmu. Yakin saja, satu malam bersamaku kau akan terlihat lebih…” namja itu menjilat bibir sambil memasang tampang pemangsanya.

 

“Lepas atau aku akan berteriak agar orang-orang menghajarmu.”

 

“Ayolah, jangan jual mahal begitu, ikut denganku dan kau tidak akan menyesal.”

 

“Kubilang lepas…” Kyung Soo berusaha menyentak tangannya yang dicengkram kuat oleh namja itu, tapi ia lupa, ia tidak sekuat namja kebanyakan hingga melepas cengkraman tangan itu saja ia sangat  kesulitan. “Lepaasss…”

 

Ini tidak akan pernah terjadi kalau Kai ada di dekatku.

 

 

“Lepaskan dia…” seruan pelan tapi tegas itu membuat Kyung Soo dan namja kurang ajar itu menoleh bersamaan. Dan betapa girangnya Kyung Soo saat tahu siapa yang berdiri tak jauh darinya di sana.

 

“K… Kris Hyung…” serunya penuh harap.

 

“Jangan ikut campur kau. Urusi saja dirimu yang tidak cukup baik hingga pacarmu direbut terang-terangan di depan matamu,” sindir namja itu.

 

Kris tidak menunjukkan perubahan ekspresi yang berarti. Bukan karena tidak terpengaruh oleh sindiran telak itu. Ia hanya berpikir, meladeni namja tidak berotak seperti itu sama saja dia sekelas dengannya. Dengan santai ia mencengkram tangan bertatto yang terlihat menyakiti pergelangan tangan Kyung Soo itu. “Kau ingin lepas sendiri atau kupatahkan tanganmu?” ancamnya dengan nada dingin.

 

“Untuk apa… aaakkhhh….” pekik namja itu berikut bunyi retak tulang-tulangnya yang diremuk oleh Kris, “Akan kulepas… akan kulepas…. jadi lepaskan tanganku.”

 

Kris menyentak namja itu setelah ia melepas cengkaramannya. Namja itu terhuyung dan membentur ban mobil jeep yang terparkir di dekatnya. “Jangan mengganggunya. Dia bersamaku.”

 

Deg~

 

“A… aku mengerti…” dan namja itu pun lari terpontang panting sambil memegangi lengannya yang terkilir parah.

 

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kris saat ia menghampiri Kyung Soo di sana.

 

“A… iya, aku tidak apa-apa. kau datang tepat waktu Hyung.”

 

“Ah soal itu maaf, tadi ada tambahan waktu di jam terakhir.  Jadinya justru kau yang menunggu.”

 

Kyung Soo menunduk kikuk sembari memainkan tali ranselnya dengan ibu jari. “Tidak apa-apa… aku juga baru sampai ke sini.”

 

“Oh baguslah. Ayo kuantar pulang.”

 

“T… Terima kasih Hyung.”

 

“Oh ya… Kau sekarang tinggal di mana?”

 

“Eh?”

 

“Itu, maaf…maksudku… setahuku itu rumah Kai, jadi kupikir.”

 

Kyung Soo sedikit mengangkat bahu dan tersenyum maklum. “Kai bilang rumah itu dia berikan padaku. Lagipula… apartemenku sudah kujual, jadi aku tidak punya tempat tinggal lain selain rumah itu.”

 

“Oh…”

 

◁◈▷

Tidak banyak percakapan sepanjang perjalanan pulang. Lagipula Kris sudah tahu alamat rumah Kai yang mulai sekarang adalah rumah Kyung Soo. Jadi tidak mungkin Kyung Soo membuka obrolan tentang alamat rumahnya atau hal basa-basi lainnya. Sebenarnya ia lebih banyak berpikir tentang, kenapa Kris terlihat biasa-biasa saja sementara Kyung Soo sendiri sudah keringat dingin sejak tadi karena terus teringat insiden ciuman itu. Mungkin bagi Kris itu hal biasa atau bisa saja Kris tidak terlalu mempermasalahkannya.

 

“Oh ya, soal yang tadi aku…”

 

Kyung Soo tersentak bukan main saat Kris mulai membuka obrolan. “Maafkan aku Hyung, maafkan aku. Aku tahu aku sedikit kurang ajar tapi sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu saat menciummu. Aku hanya ingin sekali melepaskan resah yang terlihat jelas di matamu makanya aku…”

 

Kekehan geli dari Kris membuat Kyung Soo menghentikan ucapannya.

 

“A… Kenapa?”

 

“Tidak… tidak. Aku hanya heran kenapa kau bisa berpikir bahwa aku keberatan soal… eum ciuman itu. Kalau boleh jujur, aku suka caramu.”

 

Deg~

 

 

“Ah maksudku bukan dalam artian aku suka yang seperti itu. Err… itu, jujur saja aku jauh lebih baik setelah kau menciumku, ma… maksudku jauh jauh jauh lebih baik dari pada aku melakukan tekhnik relaksasi sampai 100 kali.”

 

Dan itu membuat Kyung Soo menunduk dengan rona merah menghiasi kedua pipinya. “A… Aku sebenarnya tidak berpikir panjang. Aku sendiri heran pada diriku sendiri kenapa aku justru memilih cara itu. Tapi sungguh, aku hanya ingin membalas perlakuanmu yang membuatku lebih baik saat memelukku. Tapi.. kupikir kedua tanganku tidak akan sampai untuk memeluk punggung lebarmu.”

 

Kris menoleh takjub. Jujur saja kalimat Kyung Soo bukan sepenuhnya lelucon, tapi itu membuatnya tergelitik untuk tertawa. “Kenapa kau berpikir tanganmu tidak akan sampai?”

 

“Karena tanganku cukup pendek dan kau selain tinggi.. juga terlihat sangat besar.”

 

“Gemuk?”

 

“Bukan… bukan gemuk. Hanya seperti ini…” Kyung Soo memperagakannya dengan tangan, membentuk proyeksi ruang lingkaran dengan kedua tangannya. “Dan tanganku tidak akan sampai jika memelukmu.”

 

“Kenapa tidak dicoba?”

 

Kyung Soo menoleh kaget, membuatnya terbatuk cukup telak. “Ha?”

 

“Kalau kuperhatikan, kau tidak lebih mungil dari Baek Hyun. Tapi dia bisa memelukku dengan tangan kurusnya itu.”

 

“Benarkah?”

 

Kris kembali terkekeh kemudian menepikan mobilnya di depan sebuah restoran yang cukup ramai. “Sudahlah, kesannya aku seperti ingin sekali dipeluk olehmu.”

 

Blush~

 

Kyung Soo berniat mengalihkan pandangannya keluar tapi cukup terkejut karena menyadari bahwa Kris tidak menghentikan mobilnya di depan pagar rumahnya. “Eh Hyung?”

 

“Maaf, sejak tadi malam aku belum makan. Dan aku  juga belum makan siang. Sekarang aku baru merasakan dampaknya. Lapar sekali.”

 

“Tapi kenapa aku…”

 

“Makan sendiri tidak asyik. Percayalah.”

 

Dan itu membuat Kyung Soo akhirnya mengangguk dengan senyum lebar. Kalau boleh jujur dia juga tidak cukup makan akhir-akhir ini. Bukan karena dia kehabisan bahan makanan. Hanya saja sejak kehilangan Kai, ia pun kehilangan nafsu makannya. Anehnya, ia baru merasakan kelaparan luar biasa saat ini.

 

Dan terakhir di saat yang bersamaan, baik Kris maupun Kyung Soo juga baru menyadari sesuatu.

 

Mereka banyak tersenyum bahkan tertawa hari ini.

 

 

 

◁◈▷

 

 

Langit terlihat memerah. Kris membukakan pintu mobilnya, memudahkan Kyung Soo untuk turun dan kini berjalan beriringan hingga ke depan pintu rumahnya.

 

“Sepertinya aku tidak akan makan malam, aku kenyang sekali Hyung,” ucapnya sedikit malu.

 

“Bagaimana tidak kenyang. Kau menghabiskan 3 porsi, belum lagi makanan ringan yang kau pesan.”

 

“Setidaknya tidak sampai 5 porsi sepertimu Hyung.”

 

Dan sekali lagi mereka tertawa cukup lama sampai Kris berhenti lebih dulu, sedikit mengatur nafas dan menatap Kyung Soo lembut. “Terima kasih.”

 

“Ah… seharusnya aku yang berterima kasih Hyung. Aku sudah diberi tumpangan, bahkan sudah ditraktir makan sepuasnya. Sungguh, lain kali aku yang akan mentraktirmu.”

 

“Baiklah, kuanggap itu janji. Tapi sungguh, hari ini sangat menyenangkan. Aku sudah lupa kapan aku tertawa sebanyak ini.”

 

Kyung Soo menggigit bibir bawahnya, kemudian mengalihkan pandangan. “A… aku juga.”

 

Dan itu membuat Kris sedikit gemas hingga dengan santainya ia mengusap puncak kepala Kyung Soo dengan lembut. “Besok kujemput?”

 

“Eh… tidak perlu Hyung, aku bisa naik bis.”

 

“Oh… begitu. Eum baiklah..”

 

Dan Kyung Soo sedikit merutuk dalam hati kenapa ia menolak terlalu cepat. “M… Maksudku, aku tidak ingin kau kerepotan.”

 

“Sama sekali tidak. Rumah kita searah, kupikir akan menyenangkan kalau aku punya teman mengobrol dalam mobil. Bagaimana?”

 

Kyung Soo kembali merutuk dalam hati, kenapa Kris terkesan menyerahkan semua keputusan padanya? “Ya kalau kau tidak keberatan, aku justru senang karena bisa sedikit berhemat biaya transportasi.”

 

“Baiklah, sudah ada kata sepakat bukan?”

 

“Eum.”

 

“Ya sudah. Aku pulang dulu, sudah sore, Baek Hyun pasti sudah menungg–…” Kris membelalak sejenak sampai kemudian ia menyadari ucapannya. “Ma… maksudku,  sebaiknya aku pulang atau kita tidak akan berhenti mengobrol,” ralatnya kikuk.

 

Kyung Soo hanya tersenyum maklum sebagai respon dan membiarkan Kris membalik badannya dan berjalan pelan menuju mobilnya. Sampai pada akhirnya Kyung Soo mengambil sebuah keputusan penting bahwa…

 

Ia tidak akan membiarkan Kris terlarut dalam lukanya.

 

“Ah Hyung, sebentar.”

 

Kris kembali menoleh melihat Kyung Soo sedikit berlari menghampirinya. “Ada apa? melupakan sesuatu?”

 

“Eum, sebenarnya aku masih sedikit penasaran.”

 

Kris mengerutkan keningnya tidak mengerti. “Maksudnya?”

 

Kyung Soo sedikit kikuk sambil meluruskan kedua tangannya ke depan. “Kupikir tanganku tidak sependek itu.”

 

Dan Kris pun akhirnya tertawa kecil karena sedikit tidak menyangka bahwa Kyung Soo masih memikirkannya. “Baiklah, bagaimana kalau kita taruhan. Kupikir tangan itu bisa memelukku sepenuhnya.”

 

“Kalau tidak?”

 

“Ya mudah saja, lain kali tidak usah memikirkan untuk memelukku lagi. Tapi kalau ternyata kau bisa memelukku dengan tangan mungilmu itu…”

 

“Aku akan langsung memelukmu kalau suatu saat kau membutuhkannya.”

 

“Baiklah…” Kris menegapkan punggungnya, menunggu Kyung Soo mendekat dan merentangkan kedua tangannya cukup canggung. Sayangnya lengan Kris terlalu kekar hingga menjadi penghalang saat kedua tangan Kyung Soo melingkarinya. Kedua tangannya betul-betul tidak sampai bertemu di punggung lebar itu ketika ia memeluk Kris.

 

“Wah, sepertinya betul-betul pendek,” keluh Kyung Soo setelah melepaskan pelukannya dan menatap miris kedua tangannya.

 

Kris tersenyum. Sebenarnya gemas, kemudian dengan lembut ia meraih kedua tangan Kyung Soo untuk kembali memeluknya. Kali ini dengan cara berbeda. Tangan  itu melingkar melewati pinggang Kris dan betumpu di punggung Kris saat namja jangkung itu menarik Kyung Soo merapat di dadanya. Dan tangannya sendiri melingkar di punggung sempit Kyung Soo. “Sekarang bisa kan?”

 

Kyung Soo tersenyum rikuh dan malu-malu saat ia bisa merapatkan kedua tangannya di punggung Kris. Ia sedikit mengusap wajahnya di dada bidang Kris yang memang sangat menenangkan. “Kalau cara seperti ini memang bisa. Tapi kau tidak keberatan jika kupeluk seperti ini?”

 

“Tidak… sama sekali tidak. Aku suka.”

 

Kyung Soo menghela nafas panjang kemudian mengulas senyum. “Hyung…”

 

“Eum…”

 

“Tidak apa-apa jika masih menganggapnya ada. Aku juga sering lupa, tapi aku yakin semakin lama… kita akan terbiasa tanpa mereka.”

 

Deg~

 

Kris pun ikut menghela nafas. Sedikit takjub setelah akhirnya ia sadar bahwa Kyung Soo melakukan ini karena ingin menenangkannya. Bagaimana mungkin ia lupa dengan metode yang sering ia lakukan sendiri untuk lebih tenang. “Sejak aku punya teman untuk berbagi, kurasa tidak akan sesulit itu. Jadi tidak salah jika aku berterima kasih padamu.”

 

Kyung Soo tidak menjawab hanya tersenyum lembut, sesekali mengeratkan pelukannya di punggung Kris itu. Karena jujur saja, selain memberi ketenangan, Kyung Soo juga mendapatkan hal yang sama di sana. Bisa jadi ini kabar baik, bahwa kedepannya Kyung Soo tidak akan menghabiskan harinya dengan menangis saat teringat bagaimana Kai mencampakkannya.

 

Mencoba berpikir positif bahwa ini bukanlah sebuah akhir, dan bisa saja ini justru adalah sebuah awal yang baru.

 

 

◁◈▷

 

 

 

Pagi itu, untuk kesekian kalinya Kai terbangun dengan sendirinya. Walau bukan untuk pertama kalinya, ia masih tetap merasa sedikit kaget saat pagi itu ada yang masih tertidur pulas di sebelahnya. bukannya berniat untuk mengingat bahwa Kyung Soo tidak pernah membuat Kai bangun lebih dulu, yah setidaknya Kai pikir kekasihnya kali ini tidak akan membangunkannya dengan rutin untuk menyuruhnya mandi dan sarapan pagi lebih awal.

 

Kai mengulas senyumnya memperhatikan raut wajah bersinar di sebelahnya, salah satu hal yang membuatnya tergila-gila, mana mungkin ada sosok manusia dengan paras seindah itu dan kini bukan suatu kemustahilan saat ia tetapkan Byun Baek Hyun sebagai miliknya.

 

Buktinya, ia terbaring di sebelahnya, masih memeluk perutnya hangat, dan saat Kai sedikit bergeser untuk menggoda sepasang bibir tipis itu, yah semuanya nyata. Dan itu sempurna.

 

“Masa bodoh denganmu Do Kyung Soo, aku tidak peduli lagi,” lirihnya setelah mengusap wajah Baek Hyun yang bahkan tidak terusik saat dia menciumnya.

 

Kai beranjak dari tempat tidur, berjalan gontai sambil mengacak rambutnya, hanya mengenakan celana pendek menuju dapur untuk mencari sesuatu. Matanya mengerjap berkali-kali untuk mengembalikan kesadaran penuhnya bahwa meja makan masih kosong, sama seperti pagi sebelumnya sejak ia bersama Baek Hyun. “Lalu kenapa memangnya kalau tidak sarapan pagi dengan makan berat?” dengusnya seorang diri. Sampai kemudian ia hanya meraih gelas dan mengisi perutnya dengan air putih sebelum ia kembali ke kamarnya.

 

Senyumnya mengambang saat ia melihat Baek Hyun sudah duduk di tepi tempat tidur sembari merenggangkan otot-ototnya yang kaku. “Selamat pagi sayang. Bagaimana tidurmu?”

 

Baek Hyun menguap lebar, sesekali membetulkan kaos longgar milik Kai yang dikenakannya. “Heum, lumayan nyenyak.”

 

Kai menghampirinya, sedikit terkekeh saat Baek Hyun bermanja-mana di pelukannya. “Melihatmu begini, aku jadi malas ke kampus.”

 

“Jangan begitu, akhir-akhir ini kuliah kita terbengkalai. Kau tidak mau kan Kris Hyung dan Kyung Soo menertawai kita karena kuliah kita berantakan?”

 

“Hei tentu saja tidak. Yang seharusnya tertawa itu kita. Mereka itu seperti orang yang tidak punya tujuan hidup. Memangnya tidak ada orang lain lagi sampai mereka memilih berpacaran begitu?”

 

Baek Hyun terhenyak, langsung melepas pelukannya dan menatap Kai kaget. “Mereka berpacaran?”

 

Kai memutar bola matanya malas, kemudian mencubit hidung Baek Hyun. “Kau tidak melihatnya kemarin? Mereka berciuman, dan mana mungkin mereka berciuman seperti itu kalau tidak berpacaran?”

 

“Ya bisa saja mereka sengaja membuat kita terpengaruh kan?”

 

“Kau terpengaruh?”

 

Baek Hyun menggeleng santai, sekali lagi menguap cukup lebar. “Dalam hidupku, ada dua keputusan besar yang telah kulakukan. Pertama, menolak ajakan keluargaku untuk pindah ke Jepang dan lebih memilih tinggal bersama Kris Hyung di Korea. Yang kedua, dan kuharap ini akan bertahan selamanya, yaitu keputusanku meninggalkan Kris Hyung demi bisa bersamamu.”

 

Kai tersenyum, sesekali mengusap pipi mulus Baek Hyun yang menjadi favoritnya. “Yang kedua itu adalah yang paling benar. Dan tidak akan kubuat kau menyesalinya.”

 

“Heum, aku sudah merasakan kesempurnaan sejak bersamamu Kai, jadi tidak akan ada kata menyesal.”

 

“Baiklah, dan akan lebih sempurna lagi kalau misalnya kau bangun dan membuatkan kita sarapan.”

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya bingung, tapi terakhir dia paham, Kai bukan orang seperti Kris yang selalu memperhatikan Baek Hyun bahkan dari hal terkecil termasuk sarapan. Menurutnya, bersama Kai justru meletakkan dirinya menjadi sedikit lebih dewasa. “Ah benar juga, tapi aku tidak begitu pandai memasak. Kubuatkan susu dan roti mau?”

 

“Eum… tidak masalah. Roti dan susu di pagi hari lebih bagus dari pada makanan berat yang sering disiapkan Kyung Soo.”

 

“Hei…”

 

“Eum?”

 

“Ada bagusnya kita tidak membahas salah satu dari mereka dalam sebuah obrolan.”

 

Kai tertawa dan akhirnya menggendong Baek Hyun menuju dapur. “Sepakat…”

 

 

 

◁◈▷

 

Kyung Soo POV

 

Aku tidak akan mengatakan ini sempurna, karena nyatanya memang kesempurnaan itu telah raib saat Kai meninggalkanku. Tapi, kurasa aku punya hak untuk bertanya… kenapa Baek Hyun menyia-nyiakan pria sesempurna Kris Hyung?

 

Ini minggu ke 3 sejak kami berteman, atau… entahlah aku tidak menemukan kata yang tepat untuk mendeskripsikan seperti apa hubungan yang kujalani dengan Kris Hyung. Maksudku, ini bukan tentangku, tapi tentang Baek Hyun yang entah berpikiran apa saat ia melepaskan Kris demi Kai…

 

Baiklah… jangan dari sudut pandangku karena akan kukatakan bahwa Kai sempurna. Anggap saja aku bukan Do Kyung Soo yang menilai, bukan mantan kekasih Kim Jong In yang dicampakkan karena aku tidak lebih baik dari pada Byun Baek Hyun. Sekali lagi ini bukan tentangku. Oh Tuhan, aku tidak bisa menjelaskannya lagi.

 

“Bagaimana kuliahmu tadi? Lancar?” seperti biasa, Kris Hyung akan dengan hangatnya menanyakan itu padaku saat kutemui ia di pelataran parkir usai kuliahku. Aku bersumpah, Kai tidak pernah satu kalipun menanyakan hal sederhana tapi sangat hangat itu padaku.

 

“Lancar Hyung, aku mendapatkan nilai A+ untuk kuis kemarin, bagaimana denganmu?” jawabku kemudian masuk ke mobil Kris Hyung setelah ia dengan gentle-nya membukakan pintu untukku.

 

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang kuliahku. Aku masih yang terbaik di angkatanku,” Kris Hyung baru menjawab saat ia duduk di jok kemudinya. “Jadi… Kau ingin mencoba restoran Itali yang kukatakan padamu minggu lalu?”

 

“Eum… Kalau tujuanmu hanya untuk makan spagetti kurasa aku punya ide yang lebih bagus Hyung.”

 

“Eh benarkah? Kau menemukan restoran yang lebih bagus?”

 

“Sebenarnya bukan restoran,” lirihku malu-malu. “Eum… Homemade. Ta… Tapi itupun kalau kau mau.”

 

Kris Hyung menoleh kaget. “Apa kau bercanda?”

 

Dan responnya itu ikut membuatku kaget. “Ti… Tidak… aku tidak bercanda. maksudku, walaupun tidak seenak makanan restoran, tapi aku bisa memasaknya.”

 

“Bukan begitu. Maksudku… ya Tuhan bukankah menikmati masakan sendiri itu lebih menyenangkan? Kita bisa membuat acara masak bersama untuk hari ini.”

 

Aku mengerjap takjub, responnya sedikit di luar perkiraanku. Seolah memasak bersama itu sesuatu yang langka untuknya sampai ia seantusias itu. “Jadi kau setuju?”

 

“Kenapa tidak?”

 

“Di rumahku atau…”

 

“Di rumahmu saja. agar kau lebih leluasa.”

 

“Ah iya, bukankah aku yang mengajak?” ucapku malu sendiri. Dan entah karena gemas atau apa, setiap kali aku bersikap seperti ini, Kris Hyung akan mengulurkan tangannya untuk mengelus puncak kepalaku dengan hangat. Rasanya memang menyenangkan mempunyai seseorang kekas… maksudku teman  yang lebih dewasa. Sangat hangat, seperti… ah entahlah, aku takut mendefenisikannya.

 

“Kalau begitu ayo kita ke supermarket dulu membeli bahan-bahannya.”

 

Dan aku pun mengangguk setuju.

 

 

◁◈▷

 

 

“Saos tomat, sawi putih, daging, wasabi, eh siapa yang mengambil minuman kaleng?”

 

Kris Hyung terkekeh sambil mengacungkan tanda V di sebelah wajahnya. “Sekalian saja sampai acara makan malam.”

 

“Oh ternyata.”

 

Dan dia tertawa kecil lagi kemudian mendorong belanjaan kami menuju kasir.

 

“Astaga pastanya Hyung,” tegurku setelah melihat-lihat isi belanjaan kami dalam troli.

 

“Benar juga, kau ingin membuat spagetti tapi melupakan bahan utamanya. Ya Tuhan.”

 

“Kau ke kasir saja duluan, aku mengambil pastanya dulu.”

 

“Jangan terlalu lama.”

 

Aku  mengacungkan jempol sebelum berlari kecil menuju tempat dimana tersusun berpak-pak pasta di sana. Seperti sudah sangat menghapalnya di luar kepala karena aku memang sering berbelanja di sini.

 

Srak~

 

Aku menoleh refleks saat 2 bungkus mie instan terjatuh persis di dekat sepatuku, sepertinya seseorang di sebelahku yang menjatuhkannya. Dan secara naluriah aku merunduk spontan dan memungut 2 benda itu dan menyerahkannya kepada…

 

“Eh terima kas…”

 

Tubuhku langsung mematung saat pandangan kami bertemu, kurasa bukan hanya aku saja yang kaget setelah menyadari keberadaannya, diapun sama.

 

“Oh, Kyung Soo. Maksudku, terima kasih,” ucapnya antara ketus dan… entahlah, dia masih tersenyum tapi tidak seperti biasanya. Tentu saja karena dia adalah pihak yang… merebut.

 

“Sama-sama, Baek Hyun-ah,” dan mulut bodoh ini akan selalu berucap seperti itu. Tidak bisakah aku berubah menjadi sedikit lebih kejam. Tidak perlu sampai punya keberanian untuk memukul wajahnya, aku hanya ingin sedikit lebih tegas dan berucap ketus padanya. Tapi demi Tuhan sangat mustahil kulakukan.

 

Aku masih memperhatikannya. Ia terus mengambil beberapa jenis makanan instan dengan berbagai rasa padahal dalam troli belanjaannya sudah bertumpuk cukup banyak. Mungkin bagiku itu bisa jadi persediaan satu tahun karena aku cukup jarang mengkonsumsi makanan instan. Tentu saja selama aku bisa memasak makanan yang lebih sehat, kenapa harus memakan makanan seperti itu?

 

“Ada apa?” tanya Baek Hyun padaku, mungkin karena telah menyadari bahwa aku cukup lama memperhatikannya.

 

“Ti… Tidak apa-apa. eum… ba… bagaimana kabarmu dan Kai?” sekali lagi ucapan bodoh.

 

“Oh, kami baik-baik saja. sangat baik. Kalau kau?”

 

“A… Aku baik-baik saja.”

 

Baek Hyun terdiam sejenak setelah mengambil 5 bungkus mi instan lainnya dan memasukkannya ke dalam keranjang. “Kudengar, kau dan Kris Hyung menjalin hubungan?”

 

Aku menggeleng cepat, sementara aku tidak tahu kenapa aku begitu ingin menyangkal. “Tidak… ah maksudku, kami memang berteman.”

 

“Oh…”

 

Baek Hyun sudah hendak beranjak pergi tapi tanganku refleks memegang lengannya, membuatnya menoleh dengan kening berkerut.

 

“Ada apa?”

 

Aku menggigit bibir cukup kikuk, dan memandangnya ragu. “A… Apa kau dan Kai… sering makan itu?” tanyaku tampak semakin bodoh.

 

“Apa?” Baek Hyun menatap bingung ke arahku yang justru mengarah pada troli belanjaannya. “Oh ini? Kenapa memangnya? Ada masalah denganmu?”

 

“Bukan seperti itu. Hanya saja… eum, Kai itu seorang dancer yang cukup aktif, dan dia sering ada kegiatan 4 kali seminggu. Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu. Jadi di hari-hari seperti itu  biasanya aku menyiapkan makanan berat untuk menjaga staminanya. Yah tidak sampai terlalu berat. Biasanya aku memasakkan…”

 

“Tunggu, apa kau bermaksud menyindirku karena hanya menyiapkan makanan instan untuk Kai setiap harinya?”

 

Aku membelalak kaget, “Se…. Setiap hari?”

 

Baek Hyun melengos sambil memutar bola matanya malas. “Bisakah kau bersikap biasa saja? kau terlalu berlebihan. Seolah aku meracuni Kai setiap hari saja.” Baek Hyun melipat tangan di dada dan menatapku tajam. “Dengar Do Kyung Soo, kau dan Kai sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi jangan pernah ikut campur urusannya lagi karena sekarang, Kai itu adalah urusanku. Dan lagi, kau tidak perlu memamerkan keahlian memasakmu karena nyatanya Kai tidak pernah mengeluh tentang apapun yang kumasakkan untuknya. Sikapmu sekarang sungguh menjengkelkan, seolah Kai tidak bisa hidup tanpa masakanmu saja. Jadi kuminta kau berhenti bersikap sok tahu karena Kai tidak membutuhkan apapun darimu. Mengerti?”

 

Aku hendak membuka mulut tapi melihat Baek Hyun menatapku tajam membuat mulutku terkunci rapat. Sungguh, pikiranku masih diberatkan oleh kondisi Kai yang harus sarapan makanan instan setiap pagi sementara kegiatannya sangat banyak. Aku jarang melihatnya secara jelas belakangan ini jadi aku tidak tahu kondisinya, dan itu membuatku semakin khawatir.

 

“Sudah selesai? Ayolah antriannya panjang sekal…”

 

Aku tidak heran lagi kenapa Kris Hyung yang baru saja datang dan menepuk pundakku tiba-tiba menghentikan ucapannya. Jelas karena Baek Hyun masih di sana, dan aku tahu seperti apa atmosfer di sekitar kami kalau Kris Hyung bertemu dengan orang yang masih dan akan selalu dicintainya itu.

 

Kejamnya… Baek Hyun justru tertawa kecil yang kesannya seperti meledek atau menyindir. Dan itu dibenarkan oleh ucapannya. “Oh baiklah, kalian memang tampak serasi jika bersama.”

 

Aku diam-diam menoleh ke arah Kris Hyung, memperhatikan perubahan drastis raut wajahnya. Senyum itu hilang, dan ekspresi dingin sekaligus terluka itu kembali menghiasi wajahnya. Dan aku… tidak suka itu.

 

“Kau tampak sangat sehat Hyung, artinya kau memang cocok jika bersama Kyung Soo,” lanjutnya lagi, masih tidak melepas senyum meremehkannya.

 

Kris Hyung tidak berbuat banyak, hanya menatap Baek Hyun tanpa berkedip. Seolah memanfaatkan setiap detik dia bisa melihat Baek Hyun sedekat itu.

 

“Ya Tuhan, apa yang kulakukan berlama-lama di sini?” keluh Baek Hyun kemudian mengibaskan tangannya di depan wajah sebelum berbalik dan mendorong trolinya.

 

Greb~

 

Kurasa bukan hanya Baek Hyun yang terkejut saat tiba-tiba Kris Hyung menangkap pergelangan tangannya dengan cepat. Menurutku itu refleks, bisa jadi perintah hati karena Kris Hyung sendiri bingung dengan tindakan tiba-tibanya.

 

Baek Hyun terpaksa menoleh dengan kening berkerut. “Sungguh, bahkan kelakuan kalian sama persis. Kau pun mencegatku Hyung, dan kuharap itu cukup penting. Ada apa?”

 

Kris Hyung tetap tidak memberi respon berarti, membuat Baek Hyun terlihat cukup jengah dan menepis genggaman tangannya.

 

“Kurasa kau harus paham situasi Hyung. Aku datang bersama Kai dan dia menungguku di luar.”

 

Dan aku bisa melihat Kris Hyung seolah tertampar telak di wajahnya. Ia melepas tangannya cukup lemah dan bergerak mundur, berdiri di sebelahku.

 

“Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini. Tapi… kuharap kalian bahagia agar tidak lagi mengusik kami. Aku pergi,” dan Baek Hyun pun melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi. Bisa kulihat Kris Hyung masih ingin mencegahnya tapi kurasa dia sama sepertiku jika aku berada di posisinya. Keinginan begitu kuat, tapi terlalu pengecut untuk mereaisasikannya.

 

“H… Hyung?” tegurku hati-hati, perlahan menggenggam tangannya.

 

Kris Hyung tidak menjawab, hanya menoleh padaku dengan tatapan lama yang menyakitkan. Sungguh, kurasa butuh waktu lagi membuat namja ini kembali tertawa. Dan kurasa aku berhak marah atas sikap Baek Hyun tadi. Walau pada akhirnya aku tetap hanya bisa seperti ini. Seorang pecundang yang tidak bisa berbuat apa-apa. untuk Kai, terlebih untuk Kris Hyung.

 

 

◁◈▷

 

 

 

Tidak banyak percakapan sepanjang perjalanan pulang. Atau kusebut saja tidak ada kata-kata apapun yang terucap dari bibir Kris Hyung sejak dari supermarket sampai mobilnya terparkir di depan rumahku. Aku bahkan sempat khawatir konsentrasinya buyar saat menyetir tadi. Tapi syukurlah kami masih selamat saat tiba di tujuan.

 

Aku masih bergeming karena menunggu Kris Hyung membukakan pintu mobilnya untukku seperti biasa. Tapi kurasa situasi sekarang sudah berbeda dari biasanya. Aku bahkan ragu acara memasak kami akan dilanjut.

 

“Dia kelihatan kurus,” ucapnya tiba-tiba,membuatku spontan menoleh padanya.

 

Ne?”

 

Kris Hyung menghela nafas panjang kemudian menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobil. “Tangannya tidak sekurus itu sejak terakhir aku menggenggamnya. Pipinya agak tirus dan wajahnya agak pucat.”

 

Dan sekarang aku baru mengerti apa yang dipikirkan Kris Hyung sejak tadi. “Apa karena dia tidak cukup makan dengan benar?”

 

Kris Hyung menoleh lemah padaku. “Maksudmu?”

 

“Tadi… aku melihat belanjaan Baek Hyun, kesemuanya makanan instan. Aku khawatir mereka hanya mengkonsumsi itu hampir sebulan ini.”

 

Dan Kris Hyung tidak membalas lagi. Ia hanya menghela nafas berat kemudian turun lebih dulu dari mobil sebelum berjalan ke sisi pintu sebelahku dan membukakannya untukku.

 

Aku masih memperhatikan sikapnya, dan tidak kutangkap sedikitpun senyum di sana, karena memang situasinya sudah berbeda. Saat ia mengeluarkan belanjaan kami dari jok belakang pun dia tidak bersuara. Aku semakin yakin acara malam ini akan batal. Tapi aku masih sedikit bersyukur saat tangan kanan Kris yang tidak memegang belanjaan langsung menggenggam tanganku dan mengajakku masuk ke rumah. Intinya, Byun Baek Hyun adalah manusia terbodoh di dunia yang menyia-nyiakan pria sempurna yang penuh tanggung jawab ini. Kris Hyung bahkan yang membawa belanjaan kami ke dapur. Dan setelah memastikan semuanya lengkap, ia kembali menemuiku di ruang tengah.

 

“Maaf, mungkin acara memasaknya lain kali saja. kuharap bahan-bahannya tidak akan rusak dalam 3 hari.”

 

“Ah tidak apa-apa Hyung, aku juga tidak begitu lapar sebenarnya. Jadi kau akan langsung pulang?”

 

Kris Hyung mengangguk sebelum kuantar ia ke depan dan mengenakan sepatunya kembali. “Besok ada kuliah pagi?”

 

“Iya, tapi kalau kau cukup lelah, tidak usah menjemputku, aku bisa naik__”

 

“Akan kujemput. Aku hanya butuh waktu satu malam untuk istirahat total. Kepalaku pusing sekali.”

 

Dan aku berusaha tersenyum maklum. Kurasa Kris Hyung memang butuh waktu untuk merenung. Dan sekali lagi aku menyesali tindakan Baek Hyun tadi padanya.

 

Ada jeda yang menciptakan hening beberapa detik saat aku dan Kris hanya berdiri kikuk di depan pintu keluar dengan pikiran masing-masing yang melayang entah kemana. Sampai kemudian sebuah helaan nafas panjang keluar dari mulut Kris Hyung menandakan bahwa ia memang harus pergi secepatnya, sebelum sesak itu membunuhnya. “Sampai ketemu besok,” pamitnya setelah mengusap pelan pipi kananku.

 

Terkadang tindakan sederhana itu meninggalkan sesuatu. Kalau boleh jujur, Kai tidak pernah melakukan hal-hal sederhana tapi sangat hangat itu padaku. Berciuman di bibir tentu saja tidak dihitung, walau kukatakan itu adalah hal termanis dan tak terlupakan yang sering dilakukan Kai untukku… dulu. Kris Hyung itu… entahlah, aku tidak punya persediaan kata-kata lagi untuk menjelaskan betapa nyamannya aku berada di dekatanya. “Sampai jumpa…” balasku sembari mengantarnya sampai ke depan pagar.

 

Tidak seperti biasanya. Saat aku mengantarnya kemarin-kemarin, ia tidak pernah tertunduk selesu itu, bahunya juga tidak selemas itu. Dan aku benci saat tidak bisa berbuat apa-apa sementara kulihat Kris Hyung sangat membutuhkan sesuatu.

 

Dan entah apa yang mendorongku, saat Kris Hyung baru menyentuh handle  pintu mobilnya, aku sedikit berlari hingga sukses memeluknya dari belakang. Dan bisa kurasakan ia sedikit tersentak dan akhirnya mematung.

 

“Hyung…” lirihku pelan. “Bertahanlah…”

 

Dan detik itu aku seperti mendengar degup jantung Kris Hyung seolah tembus di punggung kirinya, tempat di mana aku meletakkan telingaku. Degupannya cepat dan keras, dan aku tidak melepaskan tanganku yang memeluk perutnya sampai gemuruh itu mereda.

 

Melewatkan menit dalam kebisuan pun tidak mengapa, asal bisa kupastikan bahwa pelukanku ini cukup berguna untuknya.

 

“Kyung Soo-ya…” panggilnya saat ia berusaha melepaskan tanganku agar ia bisa menoleh.

 

Aku mengangkat wajah dan menatapnya, menunggu kelanjutan kalimatnya.

 

“Terima kasih…” dan itulah ucapan yang kudengar berikut senyum tipis yang setidaknya menjelaskan bahwa ia sudah lebih baik sekarang.

 

“Jangan berterima kasih Hyung, bukankah aku sudah berjanji, akan langsung memelukmu jika kau membutuhkannya.”

 

“Dan yang membuatku takjub,” Kris Hyung sedikit membungkuk hingga wajah kami sejajar. “Kenapa kau tahu aku membutuhkannya?”

 

Blush~

 

Ingin rasanya aku kabur dari tempat itu dan menyembunyikan wajahku agar tidak terihat olehnya. Ya uhan… ini sungguh memalu__

 

Greb~

 

 

Mataku membelalak saat wajahku sudah terbenam di dadanya yang bidang. Kris Hyung memelukku, membawaku ke tempat favoritku. Pelukannya yang menenangkan.

 

“Terima kasih… aku sungguh berterima kasih,” bisiknya dan kurasakan kecupan ringan di puncak kepalaku setelahnya.

 

Akupun akhirnya tersenyum dan kembali mengulurkan tangan untuk mengeratkan pelukan kami. “Apapun Hyung, asalkan kau merasa lebih baik.”

 

“Bagaimana kalau melanjutkan acara memasak?” tawarnya setelah melepaskan pelukannya.

 

“Kau serius? Sudah tidak merasa pusing?”

 

“Kurasa aku akan semakin pusing kalau menyendiri di rumah.”

 

Akupun tersenyum geli, sedikit malu lebih jelasnya. “Kau benar, dan jujur saja sebenarnya aku sangat lapar.”

 

“Aku tahu, makanya aku ingin kita memasak sekarang karena perutmu sudah berbunyi beberapa kali.”

 

“H… Hyung…”

 

“Hanya bercanda, ayo kita memasak…”

 

Senyum itu kembali, dan beruntungnya, tidak memakan waktu yang cukup lama untuk mengembalikannya.

 

 

 

 

 

 

◁◈▷

 

 

 

Author POV

“Ayo satu gelas lagi, kau baru minum sedikit sudah menyerah begitu.”

 

“Aku sudah tidak sanggup Kai, perutku panas… mual sekali,” tolak Baek Hyun saat Kai mendekatkan segelas bir ke bibirnya.

 

“Pertama memang begitu, lama-lama akan menyenangkan. Sehabis ini kita ke lantai dansa, tunjukkan pada mereka kita pasangan yang paling hebat,” desak Kai lagi.

 

“Hei, jangan memaksanya. Kau tidak lihat pacarmu itu sudah hampir pingsan? Dia sudah mabuk berat,” tegur Se Hun sebenarnya cukup prihatin.

 

“Bukankah permulaan memang selalu begini? Akan kubuat dia terbiasa,” balas Kai acuh kemudian kembali membujuk Baek Hyun agar menenggak bir segelas lagi.

 

“Baiklah… tapi satu gelas saja. setelah itu bawa aku pulang.”

 

“Ayolah sayang, ini masih jam 11, kita bahkan belum menunjukkan pada mereka kalau kita keren saat berdansa.”

 

“Kai…”

 

“Ayolah Baek Hyun-ah…”

 

Baek Hyun menghela nafas panjang, mata sayunya berkedip lemah kemudian mengagguk pasrah sebelum mendekatkan bibirnya ke gelas yang disuguhkan Kai.

 

That’s my love…” dan Kai pun tertawa bangga setelah Baek Hyun menghabiskan gelas terakhirnya. Se Hun hanya menggeleng berkali-kali, berusaha maklum dan terakhir memilih menyibukkan diri memperhatikan seisi bar miliknya.

 

 

◁◈▷

 

 

“Huah… kenyang sekali,” seru Kris saat Kyung Soo mengantarnya keluar.

 

“Bagaimana tidak, kau bahkan memintaku memasaknya sampai 2 kali,” balas Kyung Soo sambil bersandar di sisi pintu pagar sementara Kris berdiri di hadapannya.

 

“Aku mana tahu kalau tangan kecilmu itu bisa melakukan magic dan menciptakan makanan selezat itu. Dan kejamnya, kau baru menunjukkannya sekarang, kenapa tidak dari dulu?”

 

Kyung Soo terkekeh geli, sebenarnya sedikit malu akan pujian itu. “Aku tidak percaya diri Hyung, takutnya tidak sesuai seleramu.”

 

“Jangan merendah, sungguh. Itu pasta terlezat yang pernah masuk ke perutku. Serius…”

 

“Kalau mau akan kubuatkan lagi besok-besok.”

 

“Tentu saja, aku tidak akan menolak.”

 

“Dan sepertinya kali ini kau harus pulang karena tidak ada alasan lagi untuk mencegatmu,” goda Kyung Soo.

 

“Kecuali kau mengundangku untuk menginap,” balas Kris yang langsung membuat Kyung Soo salah tingkah. “Hahaha hanya bercanda, aku pulang,” lanjutnya sambil mengusap puncak kepala Kyung Soo.

 

“Ha… Hati-hati di jalan.”

 

“Heum, besok kujemput. Sampai jumpa.”

 

Kyung Soo melambai pelan saat Kris masuk ke mobilnya. “Ne Hyung… sampai jumpa.”

 

 

 

◁◈▷

 

 

“Baek Hyun-ah… kau tidak ke kampus?”

 

Tidak ada sahutan.

 

“Ini sudah pukul 9, bukankah kau ada kuliah pagi?”

 

Masih tak ada sahutan. Sampai kemudian Kai berinisiatif menarik selimut Baek Hyun dan membalikkan badannya yang sebelumnya tidur tengkurap. “Eh? Kau sakit?”

 

“Kai… tolong jangan menggangguku, kepalaku pusing sekali.”

 

“Oh, masih pengaruh mabuk?”

 

“Sepertinya. Dan jangan menekan perutku, atau aku akan muntah.”

 

Kai tertawa kemudian menggeser tubuhnya yang tadi menindih Baek Hyun. “Biasanya kalau aku mabuk seperti ini, Kyung Soo akan membuatkanku susu hangat, sederhana memang tapi biasanya manjur. Mau kubuatkan?”

 

Baek Hyun membuka matanya pelan dan menatap Kai dengan alis terangkat. “Kenapa kau membawa nama kekasihmu pagi-pagi begini? Kau tahu? Itu membuatku bertambah pusing.”

 

“Hei hei… jangan sinis begitu, aku hanya memberi usul.”

 

“Dan aku tidak suka usul itu karena itu menyangkut tentang Kyung Soo.”

 

“Ya sudah, jadi ingin bolos kuliah?”

 

Baek Hyun menggeram frustasi sambil mengacak-acak rambutnya. “Oke oke Kim Jong In, aku akan ke kampus. Kau tunggulah di luar sambil membuatkanku sarapan.”

 

“Hey jangan bercanda, aku bahkan tidak bisa menggoreng telur.”

 

“Siapkan saja apa yang ada. Perutku masih panas, karena isinya hanya ada minuman sialan itu.”

 

Kai tertawa kemudian menciumi wajah Baek Hyun dengan gemas. “Baiklah, aku akan ke minimarket untuk membeli beberapa bungkus roti dan selai. Semua yang kau beli kemarin itu sudah kadaluarsa.”

 

“Yang benar saja. berarti supermarket itu penipu.”

 

“Dan kau kurang teliti manis.”

 

“Siapa suruh kau tidak menemaniku masuk?”

 

“Ya karena kupikir kau bisa berbelanja sendiri, bukankah itu mudah? Kyung Soo saja bahkan tidak pernah kuantar saat berbelanja.”

 

Baek Hyun terdiam, dan Kai menyadarinya. Ia menghentikan gerakannya menciumi Baek Hyun dan menatapnya grogi.

 

“Maaf, maksudku… ya karena itu adalah  kau makanya kuantar.”

 

“Kuharap ini bukan ciri awal bahwa kau mulai membandingkanku dengannya Kai.”

 

“Hey tentu saja tidak. Kau yang terbaik. Tolong jangan menatapku seperti itu.”

 

Baek Hyun menghela nafas panjang kemudian menggeser tubuh Kai agar ia bisa bangkit dari tempat tidur.

 

“Jangan bilang kau marah hanya karena masalah sepele tadi.”

 

“Tidak jika kau berjanji bahwa ini terakhir kalinya aku mendengar kau menyebut nama Kyung Soo.”

 

“Oh baiklah… dan sebenarnya aku suka kau yang pencemburu.”

 

Dan tanpa Baek Hyun duga, Kai sudah menerjang tubuhnya dan menggendongnya ke kamar mandi. “YA APA YANG KAU LAKUKAN?”

 

I think you need my help, dear.

 

Dan Baek Hyun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum rikuh, kemudian meninju ringan dada Kai.

 

 

◁◈▷

 

 

Kyung Soo tampak begitu gelisah. Bersembunyi di dinding pertigaan koridor yang mengarah ke gedung besar yang digunakan anak fakultas seni untuk berlatih. Termasuk satu ruangan khusus untuk club dance.

 

Ia tahu ini akan sia-sia, tapi ia tidak bisa menolong dirinya yang terus mencemaskan keadaan Kai. Mengingat Baek Hyun bisa sekurus itu, bisa jadi Kai juga mengalami hal yang sama. jadi ia berpikir tidak ada salahnya untuk sekedar mengintip atau melihat Kai diam-diam, setidaknya untuk memastikan bagaimana kondisinya sekarang.

 

Matanya hampir keluar dari tempatnya saat ia melihat sekumpulan orang keluar dari ruang latihan dance. Dan namja mungil itu sepertinya kaget saat bertemu muka dengan Taemin yang langsung melambai dan sedikit berlari ke arahnya. Kyung Soo terkejut bukan main, buktinya ia hampir saja kabur kalau saja Taemin tidak menangkap tangannya. “Ingin menemui Kai?”

 

Kyung Soo menggeleng cepat sembari menggigit bibir bawahnya.

 

“Ayolah, tidak apa-apa. anak nakal itu juga sepertinya tidak bisa apa-apa tanpa ada kau yang mendampinginya.”

 

“Eh?”

 

“Stamina Kai menurun drastis sebulan belakangan ini, dan itu jelas sejak ia tidak lagi bersamamu. Kupikir kekasihnya yang sekarang tidak cukup peduli dengan kesehatan Kai.”

 

“Be… Benarkah Hyung?”

 

Taemin mengangguk yakin. “Ayolah, kalian jangan kekanak-kanakan. Mencari suasana baru dalam suau hubungan itu memang wajar, tapi tidak harus mencari pengganti seperti ini. Kai terlalu bodoh kalau membiarkan kondisi itu berlarut-larut.”

 

Kyung Soo menunduk dalam, meremas tas plastik yang berisi kotak bekal makan siangnya.

 

“Sudahlah, temui dia. Anak itu betul-betul seperti orang yang yang tidak pernah tidur selama 2 minggu.”

 

“Ke… Kenapa?”

 

“Masuk saja ke dalam, dan lihat sendiri.”

 

 

 

◁◈▷

 

 

Kyung Soo mengira, keadaan Kai tidak seburuk yang ia pikirkan. Tapi, sejujurnya ini mengenaskan. Kai terlihat sangat lelah di sana, berbaring tengkurap di pojok ruang latihan dengan menggunakan lipatan handuk putih sebagai alas kepalanya. Seingat Kyung Soo, lengan Kai cukup kekar dan memiliki otot yang seksi, ia masih tidak bisa melupakan kekarnya lengan itu saat Kyung Soo  menjadikannya pegangan seiap kali mereka tidur bersama. Bukan lelucon yang lucu, karena ini betul-betul bukan saat yang tepat jika ia membayangkan masa-masa indah itu. Nyatanya, setiap malam ia akan menemukan dirinya sendirian di atas tempat tidur mereka.

 

Kyung Soo menghela nafas pendek, kemudian memberanikan diri untuk menghampiri Kai. Duduk di dekatnya kemudian meletakkan tas plastik itu tak jauh darinya. Demi Tuhan, ia rindu namja ini. Rindu saat tertawa bersamanya, mengobrol bersama,  makan bersama, dan jika Kyung Soo sedikit beruntung mendapati mood Kai sedang baik, mereka akan menghabiskan waktu senggang untuk berjalan-jalan di tempat yang romantis. Ia merindukan semua itu, dan kerinduan yang menumpuk itu membawa tangan kanannya untuk bergerak menyeka peluh yang menetes di sekitar pelipis Kai.

 

Greb~

 

Kyung Soo terkejut saat tangan Kai refleks menggenggam punggung tangannya. Dan detik berikutnya kelopak mata tegas itu terbuka, dan langsung menikam Kyung Soo dengan tatapan tajamnya.

 

“Apa yang kau lakukan di sini?”

 

Dan Kyung Soo tidak punya keberanian untuk menjawab.

 

 

◁◈▷

 

 

 

Kris sedang berjalan santai menuju taman baca di samping gedung fakultas seni yang biasa ia kunjungi jika ingin bertemu Kyung Soo di jam istirahat. Ia semakin bersemangat karena Kyung Soo bilang, ia menyiapkan bekal makan siang untuk mereka. Bukankah itu hebat? Selama ia di Korea belum pernah ada yang mau repot-repot membuatkan bekal makan siang untuknya. Dan lebih hebatnya lagi, ini adalah Kyung Soo, yang membuat Kris jatuh cin… suka dengan makanan yang disebut Spaghetti.

 

Srak~

 

 

Langkahnya terhenti begitu saja saat kedua matanya menangkap sosok yang tidak asing di sana, hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri.

 

Byun Baek Hyun.

 

Dan namja mungil itu tidak tampak sehat. Ia berjalan dari arah koridor yang berlawanan. Tangan kanannya memegang perut dan tangan kiri menutup mulutnya. Suatu keadaan yang tidak bisa disebut baik-baik saja. dan perkiraan Kris, namja itu baru saja meninggalkan toilet.

 

Tap~

 

Baek Hyun pun melakukan hal yang sama saat matanya menangkap sosok Kris di hadapannya. Ia berhenti dan mematung di tempatnya.

 

Ini tidak hanya disebut canggung. Lebih buruk dari apapun saat Kris begitu ingin merengkuh tubuh rapuh yang semakin kurus itu. Dan yang lebih menyedihkan dari itu, Baek Hyun kembali mengacuhkannya. Namja mungil itu kembali melanjutkan langkah dan tepat di saat ia hampir melintasi Kris, bahu mungilnya justru menubruk dada Kris di depannya.

 

Kris refleks menangkap tubuh mungil itu saat ia menangkap gerak-gerik aneh yang menurutnya tidak biasa. Ia bahkan yakin bahwa Baek Hyun bukannya sengaja menabrakkan dirinya tadi. Dan ia menemukan jawabannya saat ia kembali menatap wajah Baek Hyun yang pucat.

 

“K… Kau baik-baik saja?” tanya Kris panik. Masih merengkuh kedua pundak Baek Hyun agar namja itu bisa berdiri tegap.

 

“Lepas…” jawab Baek Hyun acuh. Ia bahkan menepis tangan Kris hingga rengkuhannya terlepas.

 

“Kau sakit? kau kelihatan sangat pucat? Apa kau sudah ke dokter?” serbu Kris masih tidak bisa menyembunyikan kecemasannya.

 

“Hyung… Cukup. Kita sudah berakhir, jadi berhenti bersikap seperti itu padaku.”

 

“Baek Hyun-ah…”

 

“Aku baik-baik saja, dan itu bukan urusanmu, jadi biarkan aku pergi.”

 

Kris mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Belum pernah ia melihat kondisi fisik Baek Hyun selemah ini sebelumnya, dan jujur ia sangat tidak terima. “Ikut denganku.”

 

Baek Hyun cukup memberontak saat Kris menggenggam tangannya dan membawanya pergi dari tempat itu. “Apa-apaan kau? Lepas…”

 

“Apa kau tidak lihat kondisimu? Kau seperti orang yang mengidap penyakit parah.”

 

Baek Hyun mendesis marah. Ia menarik paksa tangannya hingga genggaman Kris terlepas. “Ini yang kubenci darimu Hyung, kau selalu menganggapku selemah itu. Dan apa yang kau bilang barusan? Seperti orang yang mengidap penyakit parah?” Baek Hyun menghembuskan nafas cepat lewat mulut, mencoba untuk sedikit mengontrol emosinya. “Dengar, aku tidak sakit. ini hanya sebagian dari dampak kecil karena semalam aku minum cukup banyak dengan Kai. Kau tahu, itu menyenangkan, sangat menyenangkan. Menghabiskan setiap malam dengan bersenang-senang dengan Kai itu menyenangkan.”

 

“Minum? Kau mulai belajar menyentuh minuman?”

 

Baek Hyun tertawa acuh, sesekali menyeka peluh yang menetes di pelipisnya karena jujur saja ia masih tidak merasa baik dengan kondisi tubuhnya. “Belajar? Bukan belajar, aku mulai menikmatinya.”

 

Kris menatapnya dalam diam. Tidak menyembunyikan benci yang terpancar jelas di matanya, karena memang ia benci bahwa Baek Hyun melakukan hal yang yang merugikan dirinya sendiri.

 

“Aku mencintai Kai, semua yang kuinginkan ada padanya. Ia bahkan tahu banyak tentang apa yang kusukai saat kami sedang bersama di tempat tidur. Dan kurasa, aku lebih menerima diriku sebagai pria dewasa saat bersama Kai. Jadi berhentilah ikut campur urusanku karena kau bukan siapa-siapa untukku.”

 

Itu tidak hanya menjadi tamparan telak untuk Kris. Setiap kalimat tajam yang dikeluarkan Baek Hyun barusan, sukses mengoyak perasaannya. Kris hanya terlalu pengecut untuk tidak mempedulikan semua itu. Bisa saja ia bersikap egois dan membawa Baek Hyun pergi bersama, entah dalam keadaan mau atau tidak. Tapi untuk apa… untuk apa memperlihatkan cinta kalau ujungnya hanya membawa luka?

 

“Ini yang terakhir Wu Yi Fan Hyung. Jangan mengangguku, dan berhenti menampakkan sikap seolah aku masih milikmu. Karena persepsimu salah besar. Saat kukatakan kita sudah berakhir, maka itu betul-betul berakhir. Dan lihat, aku bahagia bersama Kai. Jauh… jauh lebih bahagia saat aku denganmu. Dengan sikap pengekangmu.”

 

Baek Hyun menganggap bungkamnya Kris sebagai lampu hijau bahwa ia tidak akan mencegatnya lagi. Untuk itu ia pun berbalik dan berjalan angkuh meninggalkannya. Ada yang mengganjal memang. Ia berpikir akan merasakan kelegaan yang luar biasa setelah mengatakan itu semua, tapi tidak bisa ia pungkiri ada suara-suara kecil dari dalam hatinya yang hendak mengingatkan bahwa apa yang ia ucapkan pada Kris tidak semuanya benar, tidak semuanya sesuai kata hati. Ironisnya, Baek Hyun memilih untuk tidak peduli. Terus melanjutkan langkah ke tempat dimana ia tidak lagi melihat Kris.

 

 

◁◈▷

 

Kyung Soo menggigit bibir bawahnya saat Kai tidak melakukan hal buruk seperti yang ia takutkan. Tapi sesuai perngharapan sebenarnya, Kai terlihat tenang-tenang saja saat membetulkan duduk dan membuka kotak bekal yang ada di dekatnya.

 

Bibir seksi itu mengulas senyum, yang Kyung Soo tahu bukan untuknya, ia rasa Kai hanya terpukau dengan design unik makanan dalam kotak itu. “K & K untuk Kai dan Kyung Soo?” tanya Kai memastikan setelah melihat huruf yang dibentuk dari kacang polong yang berjejer rapi di atas nasi yang berbentuk hati.

 

Dan Kyung Soo mengutuk dirinya dalam hati, bagaimana mungkin ia lupa hal penting itu? Sebenarnya ia tidak betul-betul serius membuat hati dengan inisial K&K di atasnya, saat ia membuatnya pagi itu, ia hanya iseng untuk menggoda seseorang. Dan Kyung Soo tidak akan memilih jujur bahwa bekal itu untuk sebenarnya untuk makan siangnya bersama Kris, dan tentu saja K&K itu adalah inisial untuk Kris dan Kyung Soo.

 

“Kenapa kau membuat bekal untukku?”

 

Kyung Soo tidak menjawab, karena ia tidak punya jawabannya. Terakhir, ia hanya menunduk dalam sambil meremas tangannya yang berkeringat dingin. Nyatanya, bekal itu bukan untuk Kai sebenarnya, tapi berhubung Kai terlihat menginginkannya, bukankah itu justru terlihat lebih baik?

 

Namja mungil itu sedikit memberanikan diri untuk mengangkat wajah saat Kai dengan santainya meraih sumpit yang disiapkan Kyung Soo di tas plastiknya. Dan sedikit tidak menyangka bahwa Kai tanpa sungkan memakan bekalnya.

 

Hatinya bergejolak, hangat dan… ia sulit menemukan kata yang tepat bagaimana bahagianya ia melihat Kai tampak menikmati bekal buatannya. Semuanya dalam diam, hanya terdengar suara Kai yang mengunyah dan menelan makanan, dan sesekali meneguk air mineral yang juga disiapkan Kyung Soo di dalam tas plastiknya. Terakhir, Kai bersendawa cukup keras setelah menghabiskan bekal itu tanpa sisa sedikitpun. Bahkan wortel yang sengaja Kyung Soo bentuk seperti bunga mawar itupun habis dilahapnya.

 

“Terima kasih,” ucap Kai masih santai setelah menyerahkan kembali kotak kosong itu pada Kyung Soo.

 

“Sa… Sama-sama.”

 

“Kau belum menjawab pertanyaanku.”

 

“Y… Yang mana?”

 

“Kenapa kau membuat bekal untukku? Bukankah itu sedikit aneh mengingat kita sudah berpisah?”

 

Kyung Soo kembali menunduk dan menggigit bibir bawahnya cukup gugup. “A… Aku hanya…”

 

“Ah lupakan, lagipula aku sudah menghabiskannya. Pergilah, kalau Baek Hyun melihatmu bersamaku di sini, dia akan salah paham.”

 

Dan Kyung Soo tidak merasakan apa-apa selain sebuah belati yang menancap sempurna di jantungnya. Bahkan sampai sejauh ini Kai tetap memprioritaskan Baek Hyun di tempat pertama. “A… Aku mengerti. sampai jumpa…” Kyung Soo bergegas merapikan tas plastiknya kemudian berdiri, hendak beranjak tapi sebuah cekalan di tangan kanannya menghentikan gerakannya.

 

“Apa maksudmu dengan sampai jumpa? Kau ingin membuatkanku makanan lagi?”

 

Kyung Soo kembali gelagapan, demi Tuhan cengkraman kuat dan tatapan itu membuatnya seperti kehilangan kemampuan menyangga tubuh. Dan jangankan untuk bersuara dan menjawab, mempetahankan kontak mata saja ia sudah tidak punya kekuatan.

 

“Sudahlah, lupakan. Pergilah dan jangan mengatakan apa-apa lagi,” tegas Kai. Dan itu membuat Kyung Soo mengangguk sebelum berlari keluar ruangan.

 

Di sana, di pojok ruangan, Kai menghembuskan nafas panjang, melipat tangan di dada kemudian tersenyum simpul.

 

Tapi senyum itu langsung lenyap saat matanya kembali mengarah ke pintu, tapi di sebelah kiri, berlawanan dari arah Kyung Soo pergi dengan tergesa-gesa. Dan detik selanjutnya Kai buru-buru menyambar ransel dan jacketnya saat orang yang dilihatnya itu berbalik dan berlari meninggalkannya.

 

“Baek Hyun-ah tunggu…”

 

◁◈▷

 

 

Kyung Soo memperlambat larinya saat ia merasa sudah cukup jauh dari ruang latihan itu. Ia merengkuh dada kirinya yang seolah akan meledak karena debaran jantungnya menggila. Saat ia menemukan tiang terdekat, ia memilih bersandar di sana dan dan mengusap-usap dadanya dengan harapan agar ia bisa sedikit lebih tenang.

 

Love is crazy.

 

Dan Kyung Soo tidak bisa mengelak dari hal itu. Bahkan setelah disakiti berkali-kali, ia tetap merasakan debaran cinta itu sampai sekarang. Entah sampai kapan.

 

Drrt…drrt…

 

Kyung Soo sedikit terlonjak saat ponselnya bergetar di saku jeansnya. Dan setelah memeriksa sebuah pesan yang masuk, matanya pun membelalak.

 

From: Kris Hyung

 

Kau dimana?

 

 

Dan Kyung Soo pun merutuk lagi dalam hati karena melupakan janjinya dengan Kris untuk bertemu di taman baca. Dan ia semakin panik saat mengingat bahwa bekal makan siang yang rencananya ingin ia bagi bersama Kris pun sudah habis tanpa tersisa. Dan akhirnya ia memilih membuang tas plastiknya di tempat sampah sebelum berlari ke tempat Kris yang mungkin masih menunggunya. Sekalian mencari-cari alasan apa yang tepat untuk memberitahu Kris perihal raibnya kotak bekal miliknya.

 

 

◁◈▷

 

 

Langkah Kyung Soo berhenti seketika saat kedua mata besarnya akhirnya menangkap keberadaan Kris. Di sana, di pohon pinus yang rindang, namja tinggi itu berdiri sambil menyandarkan punggung kekarnya. Pandangannya jatuh pada ujung sepatunya, dan kedua tangannya ia selipkan di dalam saku jacketnya.

 

Bukan pemandangan yang baik. Dan Kyung Soo semakin merasa bersalah karena ia tidak membawa apa-apa yang sekiranya bisa sedikit mengalihkan perhatian Kris yang entah dari apapun yang membuatnya terlihat sangat muram.

 

“Hyung…” panggil Kyung Soo saat ia sudah berjarak beberapa jengkal darinya.

 

Namja itu menoleh, langsung memberinya tatapan sendu dan terluka.

 

“A… Apa yang terjadi?” tanya Kyung Soo cemas. Ia semakin merasa buruk karena beberapa menit yang lalu ia justru berbahagia karena sempat merasakan kebersamaan dengan Kai, sementara Kris di sini terpuruk… entah karena apa.

 

Kris menggeleng sebagai jawaban, tapi bukan berarti artinya tidak apa-apa. terbukti tanpa bisa diduga Kyung Soo, namja tinggi itu langsung menarik Kyung Soo ke dalam pelukannya. Merengkuhnya erat dan membenamkan wajahnya di atas pundak Kyung Soo.

 

“H… Hyung?” Kyung Soo jelas terkejut. Bukan karena pelukan Kris terlalu menyesakkan. Tapi ia hendak menduga-duga bahwa Kris seperti ini bisa saja karena Baek Hyun. “Terjadi sesuatu?”

 

Kris tetap tidak menjawab. Hanya seperti itu, memeluk Kyung Soo dengan erat seolah tidak akan melepaskannya. Dan yang ditangkap oleh Kyung Soo adalah, Kris tengah berjuang meredam gemuruh yang menyiksa di dadanya. Dan akhirnya ia memilih diam. Mengulurkan lengan kurusnya untuk melingkar di punggung rapuh Kris. Sesekali mengusapnya agar gemuruh yang menyesakkan itu perlahan mereda.

 

 

◁◈▷

 

 

“Sudah tidak marah lagi kan?” tanya Kai hati-hati saat ia sedang berjuang mati-matian membujuk Baek Hyun yang baru bisa ia temukan di pelataran parkir.

 

“Masih. Bukankah sudah kubilang jangan berhubungan lagi dengan Kyung Soo, sama seperti aku yang sudah memutuskan hubungan dengan Kris secara jelas,” jawab Baek Hyun masih ketus.

 

“Ya Tuhan, harus bagaimana lagi membuatmu percaya bahwa aku tidak berhubungan lagi dengannya. Siapa yang bisa menyangka kalau dia tiba-tiba duduk di dekatku saat aku tertidur, kemudian memberikan bekal makan siang tepat di saat aku betul-betul lapar. Maksudku begini, siapapun itu, Kyung Soo atau bukan, kalau ada yang menawariku makanan seenak itu disaat aku lapar, mana mungkin kutolak. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan perasaan, ayolah… hanya lapar.”

 

Baek Hyun membuang muka, melipat tangan di dada dan mengerucutkan bibirnya. Membuat Kai gemas dan langsung memeluk pinggang kekasihnya itu sebelum menggoda bibirnya. “Jangan menciumku, aku masih marah.”

 

“Baek Hyun-ah, tolong jangan marah. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Atau begini, bahkan kalau aku sudah hampir mati kelaparan dan Kyung Soo menawarkanku makan, aku akan menolaknya dan memilih mati saja, bagaimana?”

 

Sebenarnya itu sangat tidak lucu, tapi cara Kai membujuknya membuat Baek Hyun tidak bisa menahan senyumnya.

 

“Hei… hei… begitu saja. wajahmu itu jelek kalau marah, kalau senyum begini membuatku ingin sekali memakanmu.”

 

“Bukankah kau sudah kenyang karena makanan Kyung Soo? Kenapa masih ingin memakanku?”

 

“Ya Tuhan, kenapa masih membahas itu?”

 

“Karena aku belum memaafkanmu.”

 

“Baiklah… Baiklah. Katakan apa yang harus kulakukan ?”

 

Baek Hyun mengangkat alis setelah mendengar tawaran yang cukup menantang itu. Rasanya bisa ia manfaatkan sekalian mencari tahu sebesar apa Kai mementingkannya. “Kau serius akan melakukan apapun yang kumau?”

 

“Asal kau tidak marah lagi.”

 

Baek Hyun akhirnya mengembangkan senyumnya, kemudian dengan manja memeluk leher Kai. “Tidak sulit. Tapi aku ingin lihat apa kau sanggup melakukannya? Terlebih… aku sedikit tidak betah.”

 

Kai balas tersenyum, sebenarnya sedikit menerka-nerka apa keinginan Baek Hyun. Tapi ia memilih tidak peduli karena bibir tipis berwarna cerah itu kembali menggodanya.

 

 

◁◈▷

 

 

Kyung Soo menggigit bibir bawahnya cukup gugup. Bukan karena apa-apa, hanya saja ini sudah sekitar seengah jam sejak Kris teridur di pangkuannya. Bukan masalah besar juga sebenarnya, hanya saja taman baca itu tidak cukup sepi. Banyak yang berlalu lalang dan memperhatikan mereka. Kyung Soo yang duduk bersandar di bawah pohon pinus, dan Kris yang berbaring di pangkuannya, lengan kanan menutup bagian matanya, dan tangan kirinya menggenggam tangan Kyung Soo persis di atas dadanya, seolah meminta Kyung Soo untuk merasakan debaran jantungnya yang mulai teratur. Posisi yang… yah… membuat pipi Kyung Soo merona.

 

Pahanya kram tentu saja, tapi sekali lagi itu bukan masalah. Ini bukan perkara sebutan yang pantas untuk hubungan mereka. Demi Tuhan, Kyung Soo tidak peduli. Hanya merasa tidak adil jika ia berada pada posisi berbagi.

 

Tentu saja tentang perasaannya pada Kai, yang Kyung Soo yakini akan sia-sia jika mempertahankannya. Tapi apa salahnya berharap jika suatu saat Kai akan menyadari bahwa tempatnya kembali adalah pada Kyung Soo. Dan yang membuanya sedikit tidak mengerti adalah suara kecil yang terus membisikkan hatinya bahwa, Kris juga punya posisi di hatinya. Entah dalam artian apa, tapi Kyung Soo sangat mementingkannya. Sekali lagi… berbagi.

 

Kyung Soo sedikit tersentak dari lamunannya saat Kris menggeliat perlahan. Memindahkan lengan kanannya dan memijit batang hidung pertengahan kedua matanya.

 

“Aku tidak tahu kau bisa tidur senyenyak ini bahkan di tempat yang… tidak mendukung,” ucap Kyung Soo sambil tertawa kecil.

 

Kris membuka kelopak matanya perlahan, disambut wajah lembut Kyung Soo di atasnya, membuat Kris menyunggingkan senyum hangat. “Ah aku ketiduran, maaf.”

 

“Terpaksa aku harus membolos di kelas terakhir.”

 

“Dan sepertinya maaf saja tidak cukup.”

 

Kyung Soo kembali tertawa, kemudian mengusap pelan rambut Kris. “Tidak apa-apa Hyung, sungguh. Sebenarnya aku agak malas mengikuti kelas Professor Kim.”

 

Kris mengangguk-angguk kemudian merenggangkan tangan sebelum bangkit dan duduk bersandar di sebelah Kyung Soo.

 

“Sudah agak baikan?” tanya Kyung Soo lagi.

 

“Heum, kau tidak akan percaya, tapi rasanya segar sekali,” jawab Kris sesekali memijat tengkuknya.

 

“Baguslah… walaupun sebenarnya aku masih penasaran kenapa kau tiba-tiba seperti… tadi.”

 

Kris menghentikan gerakannya memijat tengkuk. Dan wajahnya kembali menunjukkan ekspresi datar.

 

“A… Aku hanya bercanda, tidak cerita juga tidak apa-apa. anggap saja aku tidak berta__”

 

“Kyung Soo-ya, bisa kuminta sesuatu?”

 

“Apa itu Hyung?”

 

Kris menoleh, menatap Kyung Soo cukup dalam dan tak terbaca. Sontak membuat Kyung Soo gugup karena sepertinya permintaan Kris cukup tidak biasa. “Aku… Kurasa aku sudah memutuskan untuk melepas Baek Hyun sepenuhnya.”

 

Kyung Soo mengerutkan kening, karena ia tahu bahwa kalimat Kris belum selesai. “La… Lalu?”

 

Kris tidak langsung menjawab, ia menurunkan pandangannya ke tangan Kyung Soo dan langsung meraihnya lembut. Setelahnya ia sedikit bergeser kemudian pelan namun tak terbaca, ia mengecup kening Kyung Soo tak kalah lembut. “Jadilah… Kekasihku,” lirih Kris setelahnya.

 

Hening…

 

Entah kenapa Kyung Soo mendadak kehilangan fungsi normal pendengarannya. Ia mengerjap berkali-kali dengan pikiran kosong. “Ng… K… Kau bilang apa barusan Hyung?”

 

Kris tersenyum tipis kemudian mengusap pipi Kyung Soo perlahan. “Baiklah, situasinya sungguh tidak romantis. Bagaimana kalau nanti malam kujemput kau untuk makan malam, dan akan kuperjelas agar kau mengerti.”

 

“Ta… Tapi itu… Tadi… Kau… Itu…”

 

Kris semakin geli mendengar ucapan kacau Kyung Soo. Sedikit gemas ia akhirnya mencubit pipinya. “Atau kita makan malam di rumahmu. Siapkan makan malam seromantis mungkin dan akan kuperjelas nanti malam, oke?”

 

Kyung Soo tidak bebricara lagi, pikirannya masih kosong, namun terakhir ia mengangguk. Setelahnya ia merasakan sesuatu yang aneh menyapa hatinya saat sekali lagi Kris menariknya ke dalam pelukan hangat.

 

 

◁◈▷

 

 

Kai sengaja memperlambat langkahnya menuju basement gedung apartemen tempat tinggalnya. Bahkan setelah keluar dari pintu lift, ia memilih berbelok ke tangga darurat dan duduk di sana.  Keraguan besar langsung menghimpit dadanya tepat di saat Baek Hyun mengutarakan keinginan terbesarnya tadi siang. Permintaan itu memang tidak berdampak besar baginya, tapi… entahlah. Rasanya sangat berat.

 

Ia pun memejamkan mata. Membayangkan wajah Baek Hyun yang tersenyum dan terus merengek untuk segera dikabulkan permintaannya. Kai sudah berkali-kali meyakinkan Baek Hyun untuk memikirkan ulang permintannya itu, tapi sepertinya kekasih cantiknya itu sudah sangat gigih dengan apa yang diinginkannya sekarang.

 

Sangat.

 

“Maafkan aku Kyung Soo-ya…” lirihnya pelan. “Aku mencintai Baek Hyun,” tegasnya berikut langkah pasti yang ia ambil setelah berdiri dan menuju mobilnya yang terparkir. Di sana sudah ada Baek Hyun yang menunggunya dengan sangat tidak sabar.

 

“Kenapa lama sekali?”

 

Kai langsung merangkul pinggang kekasihnya itu dan memberinya kecupan riangan di bibir. “Maaf, maaf sayang. Perutku sakit, jadi aku ke toilet dulu sebelum keluar.”

 

“Ah, selalu saja. ayo cepat.”

 

“Kau yakin tidak ingin ke suatu tempat dulu?”

 

“Tidak.”

 

“Ke restoran mungkin. Atau kita bersenang-senang dulu di bar Se Hun.”

 

“Kubilang tidak ya tidak. Kalau kau terus menunda-nundanya sekarang maka aku tidak akan memaafkanmu.”

 

“Oh baiklah, aku hanya berusaha menyenangkanmu.”

 

“Aku akan senang kalau kau melepaskan tanganmu sekarang, masuk ke mobil dan kita pergi.”

 

“Oke oke… jangan marah terus atau wajahmu akan berkerut.”

 

“Kim Jong In.”

 

“Arasso Byun Baek Hyun, baby.

 

 

◁◈▷

 

 

 

 

Kyung Soo memperhatikan dengan seksama tatanan meja makannya malam itu. Sesekali ia berdecak saat posisi lilinnya agak ke tengah. Ia memastikannya saat duduk di salah satu kursi yang ia persiapkan untuk posisinya nanti. “Aih, lilin ini menghalangi pandanganku dan Kris Hyung nanti,” kemudian ia mengegsernya agak ke tepi, dan memindahkan vas bunga kristal berisi setangkai mawar hidup ke tempat awal lilin tadi. “Eum perfect.” Dan saat ia memikirkan akan menghabiskan makan malam romantis dengan Kris, rona merah di kedua pipinya semakin menebal. Ia membayangkan bagaimana tampannya Kris datang membawa sebuket bunga, menyerahkannya pada Kyung Soo dan mengatakan … “Be my lover…” dan setelah itu menciumnya di bibir.

 

Kyung Soo menggeleng cepat sambil menepuk-nepuk pipinya yang panas karena berpikiran terlalu jauh. “Apa-apaan kau Do Kyung Soo… kendalikan dirimu atau kau akan mempermalukan dirimu di hadapan Kris Hyung,” tegurnya pada diri sendiri.

 

Bunyi dentingan halus terdengar dari arah dapur, membuat Kyung Soo sedikit berlari untuk memeriksa ayam panggangnya di microwave.  Ia tersenyum puas saat masakannya tidak kalah seperti yang ada di majalah resep masakan. Ia baru saja ingin memindahkannya ke piring lebar saat terdengar bel depan berbunyi.

 

“Ya Tuhan, kenapa Kris Hyung datang lebih awal?” serunya panik sendiri kemudian bergegas berlari ke pintu depan, buru-buru melepaskan apron-nya. Ia menyentuh handle pintu dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya ia letakkan di dadanya yang bergemuruh tidak teratur, nafasnya juga berantakan, dan ia tidak ingin membuat semuanya menjadi lebih buruk karena membiarkan Kris menunggu terlalu lama di luar.

 

Clek~

 

“Kenapa datang lebih awal Hyung? Masih ada satu jam lag___”

 

“H… Hai Kyung Soo-ya.”

 

Mata Kyung Soo hampir lepas dari kelopaknya. Rahangnya pun seolah lepas, dan itu berlangsung beberapa detik sampai kemudian ia tersadar dan langsung menutup mulut. “K… K… Kai?” pekiknya teredam.

 

“Hai…” ulang namja itu lagi, kelihatan cukup kikuk. “Kau ada janji? Kau terlihat sangat rapi malam ini.”

 

“Itu aku… sebenarnya… itu… malam ini…”

 

Kai menahan senyumnya mendapati Kyung Soo masih sangat kikuk seperti dulu, tidak berubah sedikitpun. Sampai terdengar deheman keras di sebelahnya barulah Kai berusaha terlihat tegas.

 

Kyung Soo baru menyadarinya. Ada Baek Hyun di sana, yang detik selanjutnya langsung menggenggam lengan Kai seolah mempertegas posisinya.

 

“Boleh kami masuk?” tanya Kai sedikit diketus-ketuskan.

 

“Te… Tentu saja, silakan,” jawab Kyung Soo kemudian sedikit bergeser agar tamunya itu bisa masuk ke dalam.

 

Ada sesuatu yang hangat menyapa hati Kai saat ia menapakkan kakinya kembali di rumah itu. Rasanya memang seperti… pulang kembali ke tempatnya. “Kau merawat rumah ini dengan sangat baik,” ucapnya setelah ia ia melepaskan genggaman Baek Hyun dan namja mungil itu langsung menyamankan posisi duduknya di sofa ruang tamu.

 

“Se… Sebisaku Kai. Duduklah dulu, akan kubuatkan minum.”

 

“Ah tidak perlu. Aku… maksudku kami, memang datang kesini untuk membicarakan sesuatu denganmu.”

 

“Tentang apa?”

 

Kai memejamkan mata sejenak, menghembuskan nafas berat kemudian menelan ludah yang seperti karang. “Rumah… rumah ini. A… Aku dan Baek Hyun… ingin tinggal di sini.”

 

Dan sekali lagi Kyung Soo hanya bisa termangu. Berharap bahwa memang fungsi pendengarannya cukup terganggu satu harian ini.

 

 

◁◈▷

 

 

“Untuk kekasih?” tanya Ahjushii pemilik toko bunga, tempat Kris membeli buket mawarnya.

 

Namja tampan itu tersenyum rikuh sembari menggaruk tengkuknya. “Belum… tapi semoga.”

 

“Oh, baru ingin menyatakan?”

 

“Begitulah.”

 

“Sepertinya baru pertama kali, kau tampak sangat gugup anak muda.”

 

“Sebenarnya bukan. Tapi rasanya memang baru pertama kali melakukan hal seperti ini.”

 

“Eh memangnya yang pertama biasa saja?”

 

Kris terdiam beberapa detik kemudian memaksa untuk mengulas senyumnya. “Yang pertama… hanya menggunakan ini,” lirih Kris sambil menunjuk dada kirinya.

 

“Oh… Seperinya lebih berkesan.”

 

“Dan tak terlupakan,” lanjutnya sambil menghembuskan nafas lelah.

 

 

◁◈▷

 

 

Kyung Soo mati-matian menahan air mata yang memaksa untuk keluar. Ia bahkan menggigit bibir bawahnya cukup kuat hingga dikhawatirkan akan berdarah.

 

“Kau tidak perlu buru-buru mengemasi barangmu malam ini. Ka… kami bisa tidur di kamar tamu dulu. Besok akan kuantar kau pulang ke apartemenmu.”

 

Kyung Soo hendak berteriak, dan mengatakan apa saja agar Kai berhenti mencabik-cabik hatinya. Tapi tenggorkannya seolah terhimpit karang besar, sakit… bahkan membuatnya kesulitan untuk bernafas.

 

“A… Atau mungkin kami bisa kembali besok pagi saja,” tawar Kai akhirnya saat ia menoleh pada Baek Hyun yang masih tenang-tenang saja duduk di sofa. Namja itu memberi Kai tatapan tajam, pertanda ia tidak setuju usul terakhirnya.

 

“Tidak apa-apa Kai, aku bisa pindah malam ini juga,” lirih Kyung Soo dengan getaran hebat pada suaranya. Dan itu terdengar jelas di telnga Kai. Begitu menusuk.

 

“Akan kubantu mengemasi barangmu.”

 

“Tidak perlu, aku bisa mengambilnya lain kali.” Kyung Soo langsung beralik, dan berlari ke arah pintu keluar. Karena satu detik saja ia berlama-lama di tempat itu, maka ia tidak bisa menjamin bisa mempertahankan kesadarannya. Nyatanya ia merasakan seluruh persendiannya lumpuh, dan itu semakin menyiksa saat Kai mencekal tangannya persis saat ia sudah meraih handle pintu.

 

“Akan kuantar.”

 

Kyung Soo menarik tangannya hingga terlepas, kemudian bergegas keluar dari rumah itu tanpa menoleh lagi. Alasannya hanya satu. Ia tidak ingin terlihat semakin bodoh dengan menampakkan air matanya.

 

“Kyung Soo-ya… !!!” seru Kai hampir mengejarnya tapi sebuah cekalan menghentikannya dari belakang. Ia pun menoleh dan mendapati Baek Hyun tersenyum puas ke arahnya. Kai menatapnya tajam, “Ini yang kau mau kan???”

 

Baek Hyun mengangguk santai. “Walaupun aku masih merasa bahwa kau terlalu lembut padanya.”

 

Kai memejamkan mata sejenak, iba-tiba merasakan nyeri di kepalanya. “Kau tidak melihat Byun Baek Hyun? Aku sudah melukainya habis-habisan dan kau masih mengatakan itu lembut???”

 

Baek Hyun melipat tangan di dada dan mengangkat alis. “Kau marah? Padaku?”

 

Kai mengatupkan rahangnya rapat-rapat dan mencoba meredam emosi. “Tidak… Tapi aku sudah terlalu kejam padanya.”

 

Baek Hyun tertawa kemudian menarik Kai kembali masuk ke dalam rumahnya. Menutup pintu dan menyandarkan punggung Kai di sana. “Akan kubuat kau tidak memikirkannya lagi,” dan detik selanjutnya Baek Hyun menumpukan kedua tangannya di dada bidang Kai, sedikit berjinjit kemudian mencium bibir Kai cukup… liar.

 

 

◁◈▷

 

 

Kris berlari tepat setelah ia keluar dari pintu mobil dan berhenti persis di depan pintu rumah Kyung Soo sambil berusaha mengibas-ngibaskan air hujan yang menempel di jas hitamnya. Ia tersenyum karena menurutnya, hujan justru akan menambah kesan romantis malam itu.

 

Ia mengatur nafas sekali lagi. Membanahi rambut dan juga  kemeja putih yang dilapisi jas hitamnnya. Berdehem beberapa kali agar tenggorokannya lega kemudian menyunggingkan senyum selembut mungkin.

 

Setelahnya ia memencet bel pintu rumah itu yang biasanya akan langsung dibuka Kyung Soo ak cukup 20 detik.

 

Kening keris mengerut karena sedikit tidak biasa ia memencet bel yang ketiga kalinya tapi Kyung Soo belum membukakannya juga.

 

Mungkin tidak kedengaran karena dia sibuk menyiapkan makanan__ pikirnya sembari melirik arlojinya. Pukul 7.30 tepat, ia bahkan tidak terlambat semenitpun.

 

Ia pun kembali menekan bel beberapa kali dan mengetuk pintu beberapa kali karena mengira belnya rusak. Tapi saat ia kembali ingin mengetuk, terdengar bunyi kuncian pintu yang dibuka dan daun pintu itupun bergerak terbuka.

 

“Selamat mal….” dan leher Kris akhirnya tercekat saat sadar siapa yang membukakan pintu untuknya.

 

Di sana, tak cukup 2 meter dari tempatnya berdiri. Pria mungil yang begiu dicintainya berdiri dengan ikut tercengang. Hanya mengenakan kaos longgar dan celana pendek dengan penampilan sangat… berantakan. “Hyung?” serunya kaget. “Untuk apa kau disini?” tanyanya ketus.

 

Kris berusaha menekan perasaan pribadinya dan sekali lagi memaksa dirinya untuk sadar bahwa ia idak seharusnya memperlihatkan sikap seolah masih mengharapkan Baek Hyun kembali. “Bisa kutanyakan hal yang sama?”

 

Baek Hyun mendesis acuh mendengar respon Kris yang cukup berbeda. “Ini rumah Kai, rumah kekasihku. Rumah kami.”

 

Kris menggeleng tidak percaya. “Ini rumah Kyung Soo.”

 

“Oh, jadi kau datang kemari untuk menemuinya?”

 

Ada nada suara yang mengisyaratkan tidak terima dari Baek Hyun, tapi Kris menampiknya, karena ia adalah pihak yang dibuang, jadi tidak mungkin Baek Hyun bersikap seperti itu. “Kurasa aku tidak punya alasan lain.”

 

Baek Hyun tampak menggeram marah. “Jadi pergilah, karena orang yang kau cari tidak ada di sini.”

 

Baek Hyun sudah hampir menutup pintu tapi Kris menahannya. “Dimana dia sekarang?” tanya Kris tegas.

 

“Kenapa kau tanyakan padaku?”

 

Kris mengatupkan rahangnya kuat-kuat, hendak membuka mulut sekali lagi bertepatan saat Kai muncul dari belakang Baek Hyun.

 

“Apa yang menahanmu selama itu Baek Hyun-ah?” keluh Kai langsung memeluk Baek Hyun dari belakang dan membenamkan wajahnya di leher Baek Hyun tanpa menyadari siapa yang ada di hadapan mereka sekarang.

 

“Ngh… sebentar Kai, orang ini mencari kekasihnya,” balas Baek Hyun lebih kepada menyindir.

 

Barulah Kai mengangkat wajah dan menyaksikan sosok Kris yang menatapnya murka. Mungkin karena penampilan Kai sekarang yang jauh lebih berantakan dari Baek Hyun. Ia hanya mengenakan jeans panjang yang tidak terkancing sempurna sementara tubuh atasnya terekspos sempurna. “Kenapa kau tahu Baek Hyun ada di sini?” tanya Kai sinis.

 

Baek Hyun mencubit lengan Kai yang masih memeluk perutnya. “Dia mencari Kyung Soo.”

 

“Oh… Dia sudah tidak tinggal di sini lagi. Dia pulang ke apartemennya.”

 

Dan habislah kesabaran Kris.

 

Greb~

 

Bugh~

 

Semuanya dalam hitungan detik. Baek Hyun berteriak karena tidak begitu waspada saat Kris tiba-tiba menerjang Kai dan menghantam rahangnya hingga namja berkulit sehat itu terhuyung ke belakang dan terhempas menabrak rak sepatu.

 

Belum sempat Kai merintih kesakitan, sepatu dengan sol yang cukup kasar mendarat di dada telanjangnya, dan itu membuatnya merintih tertahan. “Kupikir manusia seperti apa kau sampai membuat Baek Hyun berpaling dariku. Ternyata kau bahkan tidak pantas disebut manusia.”

 

“Apa yang kau lakukan Hyung, lepaskan dia…” pekik Baek Hyun sembari menarik lengan Kris agar melepaskan Kai.

 

Kris memilih tidak peduli, ia semakin menekan sepatunya ke dada Kai sampai membuat namja itu berteriak kesakitan. “Manusia macam apa kau? Meninggalkan orang yang telah bertahun-tahun bersamamu hanya untuk orang lain yang tidak betul-betul kau kenal seluk beluknya. Manusia macam apa kau mengabaikan cinta tulus hanya untuk kepuasan sesaat???” maki Kris, mengarah kepada Kai tapi cukup membuat Baek Hyun terhenyak. Kris membungkuk, kemudian sekali lagi menghantam pelipis Kai hingga namja itu kembali merintih kesakitan. “Apa hakmu mengusir Kyung Soo dari sini? Mengusirnya dari rumah yang sudah kau berikan padanya setelah kau perlakukan ia seperti sampah. Apa hakmu bajingan!!!!”

 

“Wu Yi Fan!!! Hentikan!!!” pekik Baek Hyun masih berusaha menarik lengan Kris, tapi tenaganya sungguh tidak membantu banyak untuk pria yang lebih besar darinya itu.

 

“Dan dengan santainya kau bilang dia pulang ke apartemennya?” Kris mendesis kemudian kembali memberikan bogem mentah di pelipis Kai. “Dia sudah menjual apartemennya, brengsek. Karena dia tertipu oleh orang brengsek sepertimu yang menjanjikan rumah ini sebagai miliknya.”

 

Deg~

 

Plak~

 

Kris tak merespon cukup berarti saat tangan mungil Baek Hyun yang sering bertumpu padanya kini justru menamparnya telak-telak.

 

“Pergi Hyung!!! Pergi dan jangan mengusik kami lagi…” pekik Baek Hyun mendarah daging, berikut gejolak amarah yang menyerangnya tiba-tiba.

 

Kris mengusap pelan pipinya yang panas, kemudian meludah ke samping saat dirasakannya pipi bagian dalamnya sobek. Ia menoleh pada Baek Hyun sejenak, menatapnya dalam dan… sulit diartikan. Setelahnya ia melepaskan Kai namun masih berdiri di hadapannya. “Fine… Ingatkan aku bahwa ini adalah kontak terakhirku dengan kalian. Dan kau Kai… Percayalah tidak akan ada lain kali jika kau berniat menyakiti Kyung Soo lagi,”  tegasnya sebelum berbalik dan meninggalkan rumah itu tanpa menatap Baek Hyun yang sebenarnya tercengang.

 

“Dia pikir siapa dia? Berani-beraninya dia memukulku hanya karena Kyung Soo,” maki Kai setelah memastikan Kris telah meninggalkan rumah itu dengan tergesa-gesa. Sudah pasti mencari Kyung Soo.

 

Baek Hyun terhenyak kemudian menoleh pada Kai.

 

“Apa? kenapa kau hanya diam dan tidak membantuku?”

 

Barulah Baek Hyun tersadar  dan segera menghampiri Kai. Membantunya bangkit dan duduk bersandar di dinding. “Kau tidak apa-apa?”

 

“Kurasa rahangku patah. Padahal dari dulu aku sudah bersiap-siap kalau saja dia menghajarku karena merebutmu. Tapi saat aku lengah begini,  dia justru menghajarku dengan alasan yang tidak masuk akal. Pria brengsek…”

 

Baek Hyun terdiam. Jelas karena kata-kata Kai. Bukan mengenai makiannya, tapi arti dari kalimat itu sendiri. Benar… Kris tidak pernah menunjukkan murkanya sejak Baek Hyun meninggalkannya demi Kai. Lalu kenapa dia semurka itu hanya karena… Kyung Soo?

 

“Tapi terima kasih karena kau sudah menamparnya. Pria kurang ajar itu memang pantas menerimanya.”

 

Sekali lagi Baek Hyun merenung. Mengenai alasan kenapa dia menampar Kris… menampar pria yang sudah berbagi kehidupan bersamanya hampir 5 tahun. Menamparnya hanya karena… Kris begitu murka setelah Kai mencampakkan Kyung Soo? Pernahkah Kris bersikap seperti itu di hadapan Kai karenanya?

 

“Baek Hyun-ah… sudahlah, jangan kau pikirkan lagi. Aku tidak apa-apa, dan ini bukan salahmu. Sebaiknya kita masuk karena aku lapar. Sepertinya aku mencium bau masakan di dapur.”

 

Baek Hyun masih terdiam sejenak, kemudian menoleh ke arah pintu dimana sebuket mawar merah yang begitu cantik dan segar tergeletak begitu saja. ia bahkan tidak ingat Kris pernah bersikap seromantis itu untuknya… dan kini… untuk Kyung Soo…

 

“Baek Hyun-ah?”

 

Baek Hyun terhenyak, kemudian menoleh pada Kai. “Ah… benar, aku juga lapar. Lupakan pasangan menyebalkan itu, setidaknya seperti yang dia bilang, tadi itu terakhir kali mereka mengusik kita.”

 

Kai mengangguk tegas, tapi kembali meringis saat merasakan nyeri hebat di pelipis dan rahangnya. Dan terima kasih atas itu, Baek Hyun beringsut dan mengecup pelan kedua tempat di mana Kai merasakan nyeri, dan itu membuat namja tampan itu tersenyum. “Jauh lebih baik… Ayo ke dapur.”

 

“Sebentar…” pamit Baek Hyun sejenak. Berjalan pelan ke arah pintu untuk menutupnya, namun gerakannya terhenti saat matanya kembali menatap buket mawar merah yang… sangat cantik itu.

 

Masih berhak kah ia marah?

 

“Hei… Tutup pintunya, memang apalagi yang kau tunggu?”

 

Dan teguran Kai itu membuatnya meremukkan gagang pintu sebelum ia memilih menedang buket mawar merah yang sialnya sangat cantik itu hingga tergeletak jauh ke halaman depan dan rusak diguyur hujan. “Hanya menyingkirkan sesuatu yang merusak pemandangan. Kajja.”

 

“Sebenarnya aku masih penasaran, apa mereka memang sudah berkencan?” tanya Kai saat Baek Hyun memapahnya masuk ke dapur.

 

“Kenapa harus kujawab. Aku tidak peduli,” jawabnya ketus. Dan lehernya pun tercekat saat ia dan Kai menyaksikan apa yang tertata rapi di meja makan.

 

Kai tertawa kemudian duduk di salah satu kursi, meneguk segelas wine yang sepertinya memang sudah disediakan untuk dua orang. “Brengsek… Kyung Soo tidak pernah menyiapkan makan malam seromantis ini untukku. Betul-betul brengsek meraka,” lanjut Kai masih tertawa.

 

Pakaian Kris yang sangat rapi, penampilannya yang tampan, sebuket mawar merah yang sangat cantik, makan malam romantis dengan lilin, wine… juga setangkai mawar merah di vas bunga kristal.

 

“Kai… aku ke kamar mandi dulu,” pamit Baek Hyun dengan langkah cepat.

 

“Eh kenapa?”

 

“Perutku sakit. Tidak akan lama, tapi kalau kau lapar, makan saja duluan.”

 

“Akan kutunggu, aku tidak tahu caranya memotong ayam panggang ini.”

 

Baek Hyun langsung menerobos pintu kamar mandi dan menguncinya rapat. Bersandar di sana dan memejamkan mata rapat-rapat. “Air mata sialan!!!” makinya pada diri sendiri.

 

◁◈▷

 

 

 

Kris menyetir uring-uringan. Masih berusaha memaksa penglihatannya keluar, berharap ia cukup beruntung menemukan sosok pria mungil di tengah hujan lebat dan malam yang gelap. Sungguh, ia tidak ada ide sama sekali kemana Kyung Soo pergi. Ponselnya jelas tidak aktif, karena Kris yakin namja itu pergi tanpa membawa apa-apa. masih bisa ia bayangkan bagaimana kondisi Kyung Soo yang harus menerima keadaan bahwa Kai menginginkannya pergi dari rumah itu.

 

Brak~

 

Tidak terhitung sudah berapa kali ia memukul setir mobilnya saking frustasinya ia. Merasa tidak cukup ia hanya memukul Kai sebanyak 3 kali setelah perlakuan apa yang pria brengsek itu berikan pada Kyung Soo…

 

Pada Baek Hyun.

 

Kris menggeleng kuat. Ia sudah meyakinkan pada dirinya sendiri tidak ada lagi nama Baek Hyun sebagai pertimbangannya. Karena yang paling penting sekarang adalah bagaimana caranya ia menemukan Kyung Soo.

 

Dan tidak lama saat ia meneguhkan nama Kyung Soo di pikirannya, ia pun menangkap sosok itu. Meringkuk di sebuah bangku halte bis yang bahkan tidak cukup untuk tubuh mungilnya berteduh, karena nyatanya ia tetap terguyur hujan selebat itu. “Oh God…” desis Kris sebelum ia memarkir mobilnya asal-asalan dan berlari ke arah pria bertubuh mungil yang membenamkan wajahnya pada lipatan lututnya. “Kyung Soo-ya!!!” seru Kris saat ia berjongkok di hadapannya dengan satu lutut menyentuh tanah, kemudian merengkuh kedua pundaknya yang bergetar. Tentu saja Kyung Soo menggigil. Ini sudah hampir 2 jam sejak Kris mencarinya, dan untuk tubuh selemah itu berada di tengah hujan lebat… ah Kris tidak bisa lagi membayangkannya.

 

Perlahan Kyung Soo mengangkat wajahnya, dan Kris tidak tercengang lagi melihat bibir Kyung Soo bahkan sudah membiru dan menggigil. Matanya sembab dan…

 

“Hyung… Hyung… Mereka… Mereka mengusirku… Mereka…”

 

Kris tidak menunggu lagi jarum detik bergeser karena detik itu juga ia menurunkan kedua kaki Kyung Soo agar ia lebih mudah meraih namja sekarat itu ke dalam pelukannya. Berusaha sebisa mungkin agar tubuh itu hangat. “Sudah… Lupakan mereka. Lupakan rumah itu, lupakan keegoisan mereka. Lupakan…” serbunya dengan nafas terengah.

 

“Hyung…”

 

Kris melepaskan pelukannya kemudian menangkup pipi Kyung Soo dengan kedua tangan besarnya. Menghapus jejak air mata di wajahnya, kemudian tanpa menunggu lagi ia menarik wajah Kyung Soo seiring wajahnya sendiri yang mendekat. Mempersatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman hangat dan… lembut.

 

Sempat Kris rasakan tubuh mungil itu tersentak.  Dan tangan mungil itu refleks menumpu di bahunya. Menyalurkan kehangatan melalui permukaan kulit bibirnya mengirimkan langsung melalui pembuluh darah menuju jantungnya hingga berdetak lebih cepat dari biasanya.

 

Ciuman yang begitu asing… tapi… sungguh menenangkan. Hangat…

 

Decakan halus itu terdengar saat Kris melepaskan tautan bibir mereka, namun tak membiarkan wajah mereka terlalu jauh karena Kris masih menempelkan keningnya di kening Kyung Soo. Menyatuhan nafas yang memburu, memperlihatkan masing-masing rona merah yang menghiasi pipi mereka.

 

“Lupakan mereka… dan ikut denganku Kyung Soo-ya… jadilah… jadilah kekasihku.”

 

Bibir Kyung Soo semakin bergetar, kali ini bukan karena menggigil. Namun karena tak kuasa lagi menahan tangisnya. Dan detik selanjutnya ia mengangguk berkali-kali, berikut tetesan air matanya yang menyatu dengan derasnya hujan yang masihmengguyur tubuh mereka.

 

Kris mengulas senyum lega sebelum meraih tubuh mungil itu dalam pelukannya. Hanya sejenak karena selanjutnya ia menggendong tubuh itu menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mereka.

 

Tujuannya adalah pulang…

 

Ke rumah Kris…

 

Rumah mereka…

tbc

No cuap2… just for my Kyung Soo yang semoga image antagonisnya gak melekat sejak FF fenomenal 2013. #peluk Kyungsoo . Oke…. ane mau lanjutin Peypon chap akhir dulu… terus…. #smirk

133 thoughts on “Not Behind Me || KrisDo-KrisBaek||KaiBaek-KaiSoo || Chapter 2

  1. whoaaa daebakkkk thorrr ~~~ tuuu si itemm jahatt bangett…. si baekhyun juga same ajeee kasiaaa krisdo…. :(((( udah thorrr krisdo jadiin aja lagian mereka.cocok =DDD :))))))

  2. katanya twoshoot kak -.-
    tapi nyatanya ada to be continued nyaaa…. haha

    soal permintaan baekhyun ke kai aku udah tebak. ngusir kyungsoo dan aaahhhh…. aku mau mau cabik2 kai sm baekhyun rasanya !!!!!

    kris bener2 cocok sm perannya. semua cocok !!!!
    ah dulu ada ftv kyk gini terus ibu ngomel2. hhahaha….

    aduh tp bakalan miris klo akhirnya mereka balikan. ngga boleeehhh jangan ka!!! krisoo aja ya?? haaha aduh seenaknya aja gue.

    dilanjut kaaaa… apdet asap xD

  3. OMG !!!! BEGO !! BEGO !! BEGO !!! KAIBAEK BEGO !!!! KESSSSEEELLL !!!! yaa ampunnnn eon … Eon bner2 nistain bgt kaibaek disini ,, !!!! Sumpahhh geregetan ,, kessel gemess ,, pinginn getooooookkkkk !!?!!!!!
    Aku suka sama pair nya krisoo /? .. Mereka cocokk un ,, nggk tau mngkin ini efek krna tokoh nya pas penokohan atau gmna .. Pokok nya feel nya dapatttt !!! Aku suka tragis bgt .. Gila baek dsini knpa jdi serem bgtu .. Kyungsoo di usir .. Hell . Dan lagi kaibaek itu terlalau buta .. Trlalu dgan nafsu .. Yakinn deh di akhir psti nyesel ! …
    Dan lgi ksian kyungsoo . Ini gak chap trakhir kn thor ?? Bukan kan ??? Masihhh pengen dilanjut ini … Dilanjut ya thorr !!!!!! >/<

  4. FINALLY!!!!! akhirnya nyadar kalo ALF udah kambek dari hiatusnya/?

    enggak ding. demi apa coba ku nungguin ff ini. selain amaterasu, payphone, h2s, etc. dari beberapa ff yang aku tungguin, cerita sebelum tbc yang aku inget ya cuma ini hehe.

    suka sama karakternya kris. bisa bisa itu tipe pacar idaman :3

    itu kai sebenerny gak rela gitu ya nyakitin kyungsoo? hmmm mungkin

    oya, demi sempak pororonya chanyeol/? baek disini antagonis banget. kalo jadi kyungsoo, beneran pengen ditonjok.

    oke oke. intinya kekerenan. next…..!!

    FIGHTING ALF!!

  5. author kangen bgt sama blog ini ahirnya comeback juga looh
    lama bgt hiatusnya T.T
    keren dah ya aku sukaa bgt sama ceritanya
    knp kalo baca FF emak jarang bgt nemu TYPO
    teliti bgt ya emak daebak!
    btw sekarang susah bgt ya mau comment biasanya lewat account FB bisa skrg harus log in dulu atau gmna sih?
    sampe” aku buat wordpress loh emak hehe
    gpp lah perjuangan baca FF emak ini.

    okedeh lanjut aja emak FF nya ditunggu🙂

  6. huaaaaa……baekhyun jahat banget minta kai ngusir d.o dari rumahnya,jelas2 waktu itu kai udah kasih rumahnya k d.o… aigoo kris… aku berharap kalau d.o ma kris bner2 saling jatuh cinta nanti ^_^… smoga aja s baekhyun ma kai nyesel nanti hehe….
    lanjut ff nya ya eon^_^
    sangat ditunggu

  7. huaaaaa…..udah bca 3x
    sumfehhhhh ga bosen2 sma ff
    ini…….msih nunggu bgt sma next
    chapt……yaampun…..mleleh
    ngebayangin lembut.nya kris
    sma kyungsoo…..aihhhh…sweet…
    …aigooooo knpa
    hrus diusir segala soo.nya….?
    ckck….tega.nya tega.nya tega
    nya tega.nya….kau
    kamjong…..ksel sma kamjong jdi
    pengen narik kamjong ke kamar
    trus aku sekep dan kunci.nya
    ku buang….trus ngelonin
    kamjong bobo…#eh.o_O
    kamjong ga nyadar yee….pisah sna kyungsoo mlah jdi nelangsa….mkan mie trus….ckck….lain kali ane msakin telor…
    baekhyun juga ….nyadar kga yeee….sgitu enaknya idup sma kriss lngsung jubgkir balik pas sma kai….aihhh….
    greget.nya dapet bgt dauh….ga
    akan prnah bosen bca ff.nya
    kmu punya chingu… hwaiting ne
    for next chapt….\>_</

  8. DEMI APA AJSUEKAJDUDHAKSHDCSKSU DKAK KAK AKU NANGIS BACANYAAAAA. ..
    ugh…. ini kaibaek ya ampun jahat banget sih. Aku ga paham, ini jahat banget mereka. Ih aku kesel aku ga tau mau marah sama ngedukung siapa.

    Kyungsoo ah ngapain sih baik amat sama kai. Biar aja itu dia mati kelaparan /HAHAHJAHATAMAT/ ini krisoo saling menguatkan gitu ya. Duh suka waktu kyungsoo meluk kris dari belakang duh so swit mamah aku ga kuat ah..
    Sumpah pengeen nusuk jidat baekhyun sumpah… duh kamu kenapa jadi antagonis gini beybey.,, gaya pacaran kaibaek duh-_-
    h
    Dan part the best yang bikin aku nangis, beneran nangis sampe aku nge-pause bacaan dulu karena air mata aku ngalinin pandangan adalah yang kai ngusir kyungoo.
    ASTAGA KSHDUNNSJDKDMSHS RASANYA PENGEN DORONG SI KIM JONGIN KE JURANG TERUS AKU DADAH DENGAN SENYUM BAHAGIA DARI ATAS JURANG
    Ah demi disitu kejem banget. Ya ampun ini nyeseknya kerasa kak. Banget. Aku kasih seribu jempol buat ff kamu yang berhasil banget ngacak ngacak hati aku.. nyesek, blushing, seneng, ga bisa move on ini ada semua kak.
    dan puncak aku nangis adalah waktu kris dateng terus nge bogem kai Rasanya pengen ketawaa keras sambil lamperinn itu bocah sendal swallow. Kata kata kris itu loh kak.. ngena banget ya ampun, kris aku sayang bangetlah. Itu kata kata kris terngiang ngiang terus kak dikepala., kayak se-precious itukah kyungsoo?

    Dan ah kesel sama kaibaek ah.., si lu berdua gue jepit idungnya entar juga. Nakal ah. Tobat coba /eh/
    Demi kak nungu KC ke unprotect ya ampun… aku gregeettt banget aw… ttapi ahhhh finallyy kebuka jugaaa.

    Ini nembaknya duh ya ampun, hahahahahahah walaupun begitu aku blushing duh,…
    Cie ah yang udah jadian. Ah.
    Gajsjuduhsjis aku menunggu bangetkak kelanjutannya yaaaaaa..

  9. jujur ea thor aku suka ceritanya!
    Tapi entah karma aku baca via hp atau bukan, aku agak gx suka tampilan barunya! Soal.a gx bisa kebaca tulisan.a!

  10. alf ni ff keren banget gue ampe nangis sedih nyesek bacanya berasa kebawa kedalam ceritanya #ngefeel banget😥
    itu kai ngapa jd pede bgt orng bekel buat kris juga -_- untung kyungsoo baik hati dan tidak sombong(?) kalo gue udah udah gue bilang “heh jangan pede itu bukan buat lo wkwk” biar malu sekalian >,<
    setuju gue tadi sama kata2 taemin #kasih jempol (y)
    baek jahat bgt ngapain sih dia pake segala punya ide begitu kai juga udh ngasih rumah masa diminta lg -_- ehh untungnya kyungsoo jd tinggal sama kriss #horee😀
    mampus kan mereka mulai ngerasa kehilangan cuma masih pada munafik aja
    KAIBAEK gue sumpahin lu NYESELL udah nyianyiain KRISSOO
    alf penantian panjang nih nungguin kisah selanjutnya😀

  11. yeyeyeyeye part 2 makin joss..hehehehehe
    kebersamaan krisdo sweet banget & dd sukaaaaaa..dd takutya klo cinta kaibaek itu hanya cinta sesaat..n mereka bakalan nyesel😦
    gk nyangka dd pas si kris nembak d.o “berasa dd yg ditembak *abaikan..
    kaibaek perannya disini jahat n egois bangeeeeeeeet..kasiaaaaaan si polos d.o
    kata2y baekki ma kris jg jahat bgt *hiks
    tp slalu dan slalu dd suka kata2y kris.. *nancep banget

    semoga di part 3 nanti banyal momen krisdo.. kris ma d.o itu saling melengkapi klo diliat dr ceritanya.. pacarannya sweet..tenaaang bgt..
    pokoknya masih penasaran ma couple pair ni???
    ditggu part 3 nya author cantik ^^,

  12. aihh akhirnya KC COMEBACK *tiupterompet
    aaaaa senangnyaaaaa, not behind me updet pulaaa.

    aish krisso makin manis aduh, kris emang benar2 sempurna ya ampuuun. walaupun ttp yaa mrk blm bisa ngelupain mantannya masing2 ah tp ttp tdk mengurangi kemanhsannya hihi
    ah krisso jadian tinggal serumah juga, udah gpp lupain mantan, move on ayoo huaaaa– semangat!! Akhirnya kaibaek mulai ngerasa kehilangan, ngaku pd cemburu tsk dasar muna nih ah. Nyesel nanti pasti ah syukurin, rasakan.
    Chap 3 ditunggu ayo, cepetan yaaa

  13. moment suwit waktu kai makan bekal dr baekhyunn >_< dan mulai saat itu aku pikir kai mulai sadar kalo keberadaan dio slama ini bner2 berpengaruh sama kehidupannya

    kok rasanya sebel banget ya sama baek dsini T.T jahaat
    tapi kris cakep #eh

  14. demi apa!!! saya geregetan!!!!!
    ya Tuhan!!! emosi sendiri jadinya,
    ayo author nya di lanjut cepetan!!!! jangan lama-lama,
    buat krisdo nya saya suka banget, kesan sakit hatinya berasa banget!
    buat kaibaek kesan antagonisnya juga kena banget dihati!
    mau tau kelanjutan hubungan krisdo seperti apa,,
    buat authornya FIGHTING!!!

  15. di chap 2 nie kyak nya dh mulai tumbuh benih” cinta antara kris dan D.O sweet…

    ….heuh baek jgn ksh suamiku *kai* mkanan instan trus lah..bza ilang ntar sexy a.. *nangis lah aq*#plakk…

    ..duh..kshan skali D.O hrus prgi dri rumah yg dah kai ksh bwt D.O…*peluk dio*

    baekhyun bner” jahat di sini.. sisi cute n manis nya ilag dah *di tendang baekii😀
    kris ampek ngamuk gx karuan gra” taw dio pergi..

  16. demi apa ? disini baek kejem bgt ga sama kayak aslinya wk. tapi entah kenapa disini peran nya baek sama dio cocok bgt . eonni buat Krisdo bahagia. buat Kaibaek nyesel eon cz udah nyianyiain orang orang yg syg beneran sama mereka . buat mereka nyesel en jangan satukan mereka lagi !
    satukan krisdo aja eon *terbawa suasana :v
    semangat buat ngelanjutin ya eonni ^^

  17. aigoo..
    Sumpah! Aku benci bnget sm kai dan baekhyun..
    Mrka ngak ada rs brslh sm skali, kasian kyungsoo nya..
    Kris and kyungsoo udh menetapkan ht msng” smga mrka ngak tergoyahkan lg ama kai n baekhyun n memulai hidup baru brsma.

  18. oke part yang ini lebih MENUSUK KAYA PISAU DAPUR NYOKAP GUA YANG BARU ASSAH *Abaikan…
    kali ini alf gua kasian banget ama si kyungsoo udah sakit hati kayanya hidup dia penuh dengan kesengsaraan….
    dan gua cemburu sama kyungsoo karena dia meluk-meluk SUAMI GUA INGAT SUAMI GUA…..KRIS WU YI FAN ITU SUAMI GUA TAPI PADA MASA DEPAN…….
    dan alf lu HARUS dan WAJIB buat chap selanjutnya dan INGAT DAN REMEMBER KRIS DAN BACON HARUS BERSATU GAK BOLEH BERDUA APALAGI BERTIGA karena kata nenek itu berbahaya *katanya sih gua juga kaga tau tapi terserah dialah…
    okelah sekian dan terima kasih… /KEEP SMILE/ We are one🙂
    ALF SARANGHAE❤
    NB ; JANGAN LUPA KRISBAEK HARUS BERSATU HAHAHAHAHAHSAHAHAHSA
    OKESIP :* :*

  19. jujur fanfic lu kren bnget,ya tuhan lu dpet inspirsi darimna smpe bsa bkin fanfic skeren ini.?
    dan gue nunggu chapt slnjutnya dan harus krisbaek yg brstu…mrka hrus brstu…
    ok alf gue tnggu,keep writing..:)
    fighting..

  20. alf sekali lagi gue kgum sma fanfic lu..itu kenpa kaibaek jhat bnget lu brhsil bkin gue bnci sma pair favorite gue.dan sdih krena lu psahin krisbaek pair(favorite gue yg lain).
    dan gue udah nyuruh skelas buat bca fanfic lu ini.dan gue blang ama mreka klo endingnya bklan krisbaek.jdi lu hrus bkin gmna pun critanya krisbaek brsatu lagi..dan untuk prtma klinya trpksa gue rela kaisoo brstu..demi krisbaek…
    oh iya,thor bleh gk requst chapt selnjutnya dipkein ost.lagu apa gitu yg cocok pokoknya…oke..keep writing..!fighting thor yg kren…
    saranghae…<3

  21. Gak tau kenpa dadaku nyeri banget kak. Gak tau antara gk rela kris ngelepas baek, atau krn baek perannya bener2 jahat bingit…
    Huweee T_T
    BAEKKKHYUNNN…
    .
    Aduh kris ama d.o udah jadian ye..
    Chukkae aja deh..
    Hehehe
    .
    Ah keknya baek ama kai nanti bakal nyesal deh. Tapi udah gak bisa keulang lagi. Semua udah berakhr.
    Krn kris udah pergi huweee…
    Ah knap sya jadi melow gini.

  22. MANTAAP …. Kak ALF udah sukses bikin pairing paporit aku jahat… dan buat aku benci sama bias sendiri di fanfic ini,… aduuh kaibaek tega sekali kalian ngusir kyungsoo malam -malam untung ada kris yang nolongin …
    Eeh … KrisDo belom bisa move on dari Kaibaek aku sumpahin Kris ngga bisa move on dari Baekhyun selamanyaaaaaaa….
    Aaaaaaaaahhh .,…….. biar bagaimanapun gue pengen nantinya Krisbaek dan Kaisoo balik lagi seperti dulu dan berakhir happy ending…..

  23. Anyeoong ALF !! Aku komen lg disiniii…
    Dan kesan buat chapter 2 WOW!! KrisDo Moment bertebaraaan.. yuhuuuu…
    Disini Dio + Kris menyedihkan banget disakitin teruuus…
    Baekhyun dan Kai kekanakkan banget.. mereka sama2 jenuh dengan kekasih mereka sendiri… jadinya kayak gini deh -_-
    Disini Baekhyun kelihatan banget Egoisnya dan sikap pegang kendalinya.. Kai jugaa nurut banget sama Baekhyun…
    yang paling keren itu Kris lepas kontrol cuman karena Dio !! Woaah
    Kenapa Dio ga dibuat sedikit kuat, ngenes deh baca Dio kehujanan + kedingin di halte TT…
    Disini peran Sehun hanya sebagai teman Kai kah??

  24. ampoooonn byuncabe.. pedess gilak.. bener2 ya, cabe rawit.. bikin panas ati!! but.. kai sexy banget kebayangnya xD
    pas bayangin emak nangis ingetnya waktu dia d drama yg ono noh, agak susah ya jadinya karna yg d drama nangis bocahnya keliatan banget *ngelantur *mulailavar
    baiklah.. kita k depan dulu yuk :))

  25. Aaaaaa akhirnya krisdo bersatuuuuuuu!!! Sumpah kesel bgt sm kaibaekkkk! Semoga mereka akhirnya nyesel ah ninggalin krisdo dulunya. Berharap sih akhirnya krisdo aja soalnya uda kelewatan bgt mereka nyakitin krisdo nya huhuhu #nangisgulung2 lanjut dulu ah baca chap 3~~~~

  26. daaan ternyataa aku blm komen disiniiii huhuhuuu
    yuk cusss.
    dasar pasangan kai dan baekhyun yg tidak tau diri! kalian akan mendapatkan karma di chapter selanjutnya (?) hahaha. bingung mau komen apaan, begini nih kalo dari dulu udah baca tp g keburu komen dan udah baca chapter selanjutnya tanpa ngecek udah komen di chapter ini apa blm. ya udahlah, selamat menderita buat kaibaek aja. dapet salam tuh dari kris sama kyungsoo yg udah mulai move on di chapter 3~ paiiiii~ pyong!

  27. hhhhh kyungsoo diajari relaksasi krisnya malah dicium malu sendiri kan jadinya aduh cute banget.tapi aku seneng akhirnya dy jadi tambah dekat sama kris.itu sumpah fluffy banget sih mereka berdua bikin diabetes krisnya keren abis sumpah disini husband material banget deh pokoknya.tapi kayaknya dua duanya belum bisa move on ya namanya aja pacarannya lama.suka banget pas part krisoo pelukan sebelum masak dirumah soo.juga suka banget pas kris tidur di pangkuan soo ngebayanginnya sweet banget.tapi itu kasihan juga ya byun baekhyun pas dy dipaksa minum alkohol sama kai.kayaknya kaibaek agak nyesel juga ya uda ninggalin pasangan masing masing. suka banget chapter 2 ini beberapa part sampe aku baca ulang pas masak masak , pas kris tidur pas soo ngobrol sama taemin pas kai makan bekal sama itu walaupun kata kata kai ngejleb juga uda dikasih makan masih ngomongin baek. sumpah nangis lagi pas soo diusir sama kaibaek.baekhyun kenapa dibikin jahat banget disini n asli kris keren banget pas pukuli kai biar tau rasa kai. baekhun juga sedih kan kalo kris belain cowok lain.sok sok bahagia padahal nangis juga. n makasih ya alf itu soo sama kris dibikin jadian terharu banget keren asli keren chapter dua ini banyak krisoo momentnya soalnya.

  28. Hanjir sebel beneran sama kaibaek!!! Gila kebawa banget sama ceritanya;; jahat bangetlah. Nangis sendiri bayangin kyungsoo

    Untung ada kris;;; sumpah doh mailop keren pisan. Kris sama baekhyun mau jadi peran apa aja cocok. Serius deh, yang begini aja suka banget.

    Cuma karna kyungsoo tulus banget sampe yang baca nangisan begini. Ahh kaibaek mah ngeselin banget-bangetan tapi fav!!!

    Tapi btw muka baekhyun kalo jadi antagonis gini lucu juga kayanya ahayde

  29. wahh baek ama kai nekat beneran toh ternyata, baek ninggalin kris mungkin krn pikirannya baek lum dewasa kali ya, jadi masih childish mungkin jadi apa ada kemungkinan baek nantinya bakal balikan ama kris? what the hell hubungannya kris ama soo??? hanya ingin saling melengkapi krn keduanya sama-sama dari pihak yg tercampakkan, iya kan? atau malah nanti si kris ama soo beneran cinta? hadeuhh kalo iya ya si baek bisa nyesel lah ninggalin orang setulus n seperhatian kris, bahkan sekalipun baek dah juhut bgt gitu ama kris tapi si kris masih aja sayang+cinta+care+++ ama si baek.
    perfect kris! cowok idaman bgt eoh! seru liat hubungannya kaibaek, mereka mah gitu tegaaa bgt, tapi tumben-tumbenan kan liat baek juhut gitu, wkwk, ff-nya daebakkk! berhubung ak reader baru kagak ngeh manggil si authornya apa? thor kali yak? okay! hwathing ya thor! semangat terusss!!!❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s