Heart 2 Soul || ChanBaek – KrisBaek || Chapter 4


946866_212138122272627_2004425171_n

Fanfiction-ChanBaek || KrisBaek

Tittle: Heart 2 Soul

Author: AyouLeonForever

Cover pic/poster edited by: AyouLeonForever

Genre: Yaoi, Horror(?), Mistery, Fantasy, Romance

Length: Chaptered-

Rating: TTM (wkwkkw doyan)

Main Cast:

      Byun Baek Hyun

      Park Chan Yeol

      Wu Yi Fan/Kris

And others

 

Disclaimer: All Member EXO belong to His agency, Parents, and God.

Copyright: Based story from Japanesee Manga By Chika Shiomi, “Yurara’s Moon”

But the plot is from my imagination.

Summary: “Aku… selama hidupku belum pernah menyukai orang sampai terlihat sebodoh ini. Artinya… aku serius.”

“Pelukan ini untukmu, khusus untukmu. Kalau kau melihatku memeluk orang lain dengan cara seperti ini. Pukul saja kepalaku, karena aku pasti sedang amnesia.”

“Aku… Aku jatuh cinta, kakek.”

 

Preview

 

Kedua mata Kris membelalak. Namun tidak kuberi ia kesempatan untuk bertanya karen detik berikutnya aku berjinjit dan menggapai bibirnya. Mengulumnya lembut. Ia bahkan tersentak kaget saat pertama kali kesentuh bibirnya. Dan inilah dia yang kusuka darinya. Di balik sosoknya yang dingin dan tenang bagai danau tanpa riak, dia juga bisa terlihat berbeda saat riaknya terlihat.

 

Aku… suka… Kris…

 

Suka…

 

Kris?

 

Kenapa aku… suka… padanya..?

 

Bukankah aku suka pada…

 

 

Sring~

 

 

Chan Yeol!!!

 

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Bisa kulihat tanganku masih menumpu di dadanya, wajah kami juga sangat dekat, bisa kulihat sisa keterkejutan di wajahnya yang memerah itu, dan bibirnya yang basah sebagai bukti bahwa… semuanya nyata… semuanya…

 

Aku…

 

Mencium Kris… di bibir…

 

 

Srak~

 

Aku bergerak mundur dengan tangan gemetar. “A… Aku pergi. Sa… sampai jumpa,” ucapku kemudian beranjak secepat mungkin meninggalkan Kris yang kurasa masih berusaha menelaah apa yang terjadi.

 

Sungguh! Aku sendiri juga tidak mengerti dengan apa yang telah kulakukan? Apa yang telah kuungkapkan? Ini tidak mungkin…

 

Saat aku menjadi diriku yang ini, yang kusukai adalah Chan Yeol. Tetapi kenapa saat aku menjadi diriku yang satu lagi, aku justru dengan seenaknya menyatakan suka pada Kris?

 

Lalu siapa yang sebenarnya kusukai ini???

 

 

 

 

||Heart2Soul||

Chapter 4

Author POV

Jessica menatap horror pemandangan di hadapannya. Adik sulungnya, Kris tengah bersiul-siul sembari menyiram bunga di taman belakang rumah besar mereka. Krystal adik bungsunya tidak kalah takjub. Ia menarik-narik sisi kain pakaian kakaknya masih dengan tatapan tak lepas ke taman belakang rumah mereka.

 

“Apa karena sejak dulu dia terus membahas soal roh dan hantu, sampai pada akhirnya dia sendiri yang kesurupan, eonni?” tanya Krystal terlihat sangat shock.

 

“Ini bahkan lebih horor dari cerita-cerita seramnya tentang roh penunggu kamar di lantai 2, juga tentang hantu tanpa kepala yang katanya mengikuti kita sejak dari pemandian air panas. Kris yang bersenandung, ini seperti… malapetaka,” jawab Jessica tak kalah shock.

 

“Apa mungkin terjadi sesuatu di sekolahnya? Mungkin dia mengalami kecelakaan sampai menyebabkan kepalanya terbentur atau sejenisnya.”

 

“Bisa jadi. Tapi sungguh, bulu kudukku merinding melihatnya.”

 

Kris mematikan kran air dan menggulung selang air, terakhir meletakkannya agak menepi agar tidak mencelakakan orang. Ia melirik arlojinya kemudian tersenyum hangat. Ia masih seperti itu bahkan saat melintasi saudari-saudarinya itu.

 

“Mau kemana Kris?” tanya Jessica saat adiknya itu meraih sebuah jaket yang seppertinya memang sudah disiapkan sejak tadi di sofa. Jadi memang ada alasan kenapa sore-sore begitu penampilan Kris sudah cukup rapi.

 

“Menjenguk teman yang sakit. Aku pergi…” jawabnya masih dengan tersenyum dan itu membuat dua saudarinya saling bertatapan dengan wajah pucat.

 

“Sepertinya gula darahku turun. Aku harus menemui dokter Choi sekarang,” ucap Jessica yang berjalan limbung menuju kamarnya.

 

“Aku ikut eonni, sepertinya juga ada yang salah dengan kesehatanku.”

 

 

◁◈▷

Kris mengerutkan keningnya saat kedua mata tajamnya menangkap sosok tidak asing yang berjalan dari arah berlawanan, kemudian berhenti tepat di hadapannya yang memang sebagai tempat tujuan Kris.

 

“Mau apa kesini?” tanya Chan Yeol, orang yang berpapasan dengan Kris di depan sebuah pagar rumah yang cukup minimalis.

 

“Aku ingin menjenguk Baek Hyun, tadi dia tidak masuk sekolah karena sakit. Kau sendiri kenapa ada di sini?” tanya Kris balik.

 

“Wah… kau peniru sekali. Menjenguk Baek Hyun itu adalah ideku, kenapa kau suka meniruku?”

 

“Apa itu masalah? Baek Hyun teman sekelasku, jadi wajar jika aku menjenguknya.”

 

Chan Yeol memicingkan matanya, mengamati penampilan Kris dari atas sampai bawah. “Aku mencium sesuatu yang mencurigakan.”

 

Kris memutar bola matanya malas dan memilih mengabaikan Chan Yeol. Setelahnya ia menggeser pagar rumah minimalis itu dan memencet bel pintu depan.

 

Cklek~

 

“Hai…” sapa Kris hangat saat pintu itu terbuka dan sosok mungil Baek Hyun yang mengenakan kaos rumahan dan celana pendek terpajang di sana.

 

Hanya 3 detik sampai kemudian pintu itu kembali tertutup dan terkunci.

 

“Bwahahahaha… Dia tidak mau bertemu denganmu, ya Tuhan… apa ini, kau pasti terlihat norak dengan penampilanmu itu,” ledek Chan Yeol yang mati-matian menahan tawanya.

 

Kris menoleh jengkel, hendak melempar Chan Yeol dengan sepatunya. “Berhenti mengoceh.” Dan sekali lagi Kris memencet bel rumah Baek Hyun beberapa kali tanpa tahu bahwa dibalik pintu itu Baek Hyun mati-matian mengatur nafasnya karena betul-betul tidak menyangka bahwa Kris akan datang ke rumahnya.

 

Ini bukan perkara Kris terlihat sangat tampan dengan pakaian kasual. Sebenarnya ini termasuk alasan kenapa ia memilih bolos sekolah satu hari. Tentu saja karena insiden ciuman kemarin. Sungguh, sampai sekarang pun ia tidak mengerti dengan tindakannya yang tiba-tiba saja menarik kerah baju Kris dan menciumnya cukup renyah saat itu. Ia suka Kris, dan tidak bisa ia sangkal karena memang saat itu ia betul-betul menyukai Kris. Tapi perasaan itu sekali lagi berubah setelah ia kembali menjadi dirinya sendiri, dan itu sangat jelas karena saat ia menjadi Byun Baek Hyun yang sekarang, perasaannya justru lebih condong ke Chan Yeol, dan memang dia sudah menegaskan bahwa ia menyukai Chan Yeol.

 

Lalu kenapa dengan ciuman itu???

 

“Baek Hyun-ah, kau tidak apa-apa? Ini aku, Kris.”

 

Dan sekali lagi ia terkaget-kaget saat mendengar suara berat itu.

 

“Hei, kau ini pemaksa sekali. Dia membencimu, kau pulang saja.”

 

Itu suara Chan Yeol, masih sejenis dengan suara berat Kris tapi Baek Hyun sudah cukup bisa membedakannya.

 

“Ada alasan apa dia membenciku sementara kemarin…”

 

Baek Hyun membelalak kaget. Firasatnya buruk akan kalimat yang diucapkan Kris itu. Tanpa pikir panjang lagi ia kembali membuka pintu dan menyapa kedua namja tinggi yang kini berdiri kokoh di depan pintunya.

 

“Kris-shii… Chan Yeol… silakan masuk!” serbu Baek Hyun cepat sebelum Kris melanjutkan kalimat tadi. Sudah bisa ia tebak kelanjutan kalimat itu dan jelas saja ia tidak ingin Chan Yeol tahu bahwa kemarin ia dan Kris telah berciuman. Ini bukan perkara besar sebenarnya, tapi Chan Yeol juga sudah mengatakan suka padanya, itu artinya mereka sudah menjalin hubungan bukan? Dan kalau Chan Yeol tahu bahwa Baek Hyun berciuman dengan Kris di hari yang sama mereka meresmikan hubungan, itu jelas malapetaka.

 

“Hai Baek Hyun baby… aku merindukanmu,” sahut Chan Yeol lembut sudah bersiap untuk menghambur memeluk Baek Hyun. Namun tangan Kris sudah lebih cepat menarik kerah jaketnya, membuat namja itu mundur.

 

“Jangan berbuat aneh, dia sedang sakit.”

 

“Dasar pengganggu. Katakan saja kau iri.”

 

Dan Baek Hyun hanya bisa menghela nafas melihat dua ‘sahabat’ itu mulai bertengkar. “Masuklah, akan kubuatkan minum dulu.”

 

“Ayah dan ibu mana?” tanya Chan Yeol dengan santainya mengikuti Baek Hyun menuju dapur.

 

Kris yang baru saja hendak duduk di sofa tamu merasa ada yang menusuk telinganya.

 

Ayah dan ibu? Sejak kapan Chan Yeol sok akrab begitu?__pikirnya.

 

“Mereka sedang keluar kota, menghadiri pernikahan kerabat di sana,” jawab Baek Hyun yang masih bisa didengar oleh Kris.

 

“Eh? Jadi kau sendirian di rumah?”

 

“Bisa dibilang begitu.”

 

“Wah… bahaya sekali. Aku tidak apa-apa jika kau memintaku menginap. Tempat tidurmu cukup luas kan? Jadi kita bisa__”

 

Pletak~

 

“Arrrggghhh…” pekik Chan Yeol yang betul-betul tidak tahu dari mana datangnya asbak kayu yang mendarat sempurna di kepalanya. Dan saat ia menoleh, ia sudah melihat sosok Kris yang berdiri sambil mengangkat alis tinggi-tinggi. “KAU INI KENAPA HA?” bentak Chan Yeol tidak terima.

 

“Apa yang bahaya? Baek Hyun justru akan lebih bahaya jika ada orang sepertimu yang menginap di rumahnya,” balas Kris acuh.

 

“Bilang saja kau juga mau. Dasar peniru. Pulang saja sana, siapa yang mengajakmu ke sini?”

 

“Siapa yang peniru? Kau yang maniak, otakmu itu transparan sekali. Terlihat jelas pikiran-pikiran buruk yang sedang kau rencanakan.”

 

“Rencana buruk apa? Kami hanya akan menginap bersama, kau urusi saja dirimu sendiri. Pulang sana.”

 

“Eum…. Kalian, tunggu saja di ruang tamu. Aku bisa membuat minuman sendiri. Jangan bertengkar di sini, atau kakekku akan datang dan mengusili kalian,” potong Baek Hyun mencoba menengahi.

 

Kris dan Chan Yeol bertatapan sejenak, kemudian kembali menoleh pada Baek Hyun. “Kakek?”

 

“Iya, kakekku. Yang mewarisiku kekuatan untuk bisa berkomunikasi dengan roh, dan yang membimbingku sejak kecil tentang segala hal yang menyangkut soal roh. Juga… yang membantu  roh Byun Baek Hyun untuk bersemayam dalam tubuhku.”

 

Kris dan Chan Yeol terdiam, sepertinya memang mereka belum tahu betul asal mula kenapa ada dua roh dalam tubuh sekecil Baek Hyun. Dan sepertinya, orang yang bisa menjelaskannya dengan lengkap memanglah orang yang menyebabkan semua itu terjadi.

 

Kakek dari Baek Hyun.

 

“Dimana beliau sekarang?” tanya Kris sopan.

 

“Dia sudah meninggal 3 tahun yang lalu,” jawab Baek Hyun yang sepertinya sudah agak lebih tenang dan kembali berani menatap Kris.

 

“Lalu maksudnya kakekmu akan datang?” kali ini Chan Yeol yang bertanya.

 

“Ah aku lupa, kalian juga bisa melihat roh. Itu dia, ada di belakang kalian.”

 

Dan dua namja tampan itupun menoleh. Mendapati sosok roh seorang kakek berambut pendek dan sangat tipis yang kesemuanya berwarna putih tengah melayang-layang sambil tersenyum ke arah mereka. “Jadi siapa diantara kalian yang menjadi pacar cucuku? Apa kau anak muda? Kau terlihat kuat, tapi anak muda yang satu lagi terlihat pintar. Wah cucuku ternyata player juga.”

 

Kris sedikit mengerutkan keningnya melihat tingkah kakek Baek Hyun. Sungguh, ia seperti melihat Chan Yeol 60 tahun kemudian. Sikap mereka beda tipis.

 

“Kakek!!! Sudah kubilang jangan mengusik mereka. Tolong pergilah dulu,” protes Baek Hyun dengan wajahnya yang memerah.

 

Hei… mereka berdua tampan, tapi kau harus konsisten dengan satu pilihan nak, tidak baik bersikap serakah.”

 

“KAKEEEKKK!!!!”

 

 

 

◁◈▷

 

 

Baek Hyun terduduk lesu di sofa ruang tamu, menghadap sofa panjang yang sudah dihuni Kris dan Chan Yeol yang terlihat sangat langka duduk bersebelahan dengan akrab. Mungkin mereka terlalu fokus pada kakek Baek Hyun yang berceloteh tidak jelas di dekat mereka.

 

“Jadi… yang bernama Park Chan Yeol adalah pengguna api hitam?” tanya kakek Baek Hyun yang kali ini terlihat cukup serius.

 

“Benar… itu aku, kakek,” jawab Chan Yeol mantap.

 

Dan pengguna api merah bernama Kris?”

 

Kris mengangguk sopan sebagai jawaban.

 

Ini sungguh fenomena langka. Maksudku, pengguna api hitam dan merah  berada pada satu dimensi yang sama, ini hanya terjadi beberapa ratus tahun sekali. Mengingat selalu ada yang terjadi jika kedua roh berkekuatan seperti ini dipertemukan pada kehidupan yang sama.

 

Kris dan Chan Yeol bertatapan sejenak, kemudian kembali fokus pada kakek Baek Hyun yang terlihat seperti duduk di sebelah cucunya.

 

Di masa lalu, ada dua keluarga dengan level tekanan roh tertinggi. Yaitu pendahulu kami, pengguna kekuatan cahaya, dan pendahulu kalian pengguna kekuatan api. Tidak akan kuceritakan mengenai keterkaitan dua kekuatan ini, tapi ada satu yang kalian harus tahu. Di masa lalu, tepatnya 700 tahun yang lalu, Byun Baek Hyun, dan dua orang bersaudara pengguna kekuatan api adalah 3 manusia yang bertahan saat roh penguasa kegelapan memperlihatkan eksistensinya di bumi. Kurasa, mereka hanya masih terlalu muda hingga pada akhirnya pun diperdaya oleh kegelapan dan mereka tewas dengan keadaan yang sangat rumit.

 

“Maksudnya, mereka kalah oleh roh penguasa kegelapan?” tanya Chan Yeol antusias.

 

Tidak sepenuhnya kalah, karena roh penguasa kegelapan itu berhasil disegel setelah 2 bersaudara pengguna kekuatan api mengorbankan diri mereka untuk mengeluarkan segel level yang paling tinggi.”

 

Wah… mereka mati terhormat. Keren, segel level tertinggi itu bukankah level 10? Aku dan Kris pernah mencoba level 5 saat menyegel ratusan roh di gedung tua, alhasil kami tidak bisa menggerakkan tangan dengan benar hampir satu bulan.”

 

Itu benar, pengguna api memang terkenal dengan segel apinya. Dan semakin tinggi tingkatnya, semakin tinggi pula resikonya. Dan yang teringgi itu resikonya adalah nyawa.

 

“Lalu bagaimana dengan Byun Baek Hyun? Maksudku, yang di masa lalu,” tanya Kris ikut tertarik.

 

“Setahuku, dia mati terbunuh sebelum roh kegelapan itu disegel. Untuk kronologis lengkapnya aku tidak tahu, karena nenekku juga tidak menceritakannya. Atau berhubung dia ada di sini, tanyakan saja padanya. Aku juga sebenarnya sudah dari dulu penasaran, apa yang dimaksud dengan kematian rumit 3 orang itu?

 

Chan Yeol dan Kris langsung menoleh pada Baek Hyun dan menatapnya serius, seolah menunggu jawaban yang dimaksud oleh kakeknya.

 

“Kenapa kalian menatapku? Aku mana tahu? Mengenai dongeng itu, aku bahkan baru mendengarnya dari kakek.”

 

“Itu bukan dongeng, itu sejarah. Dan kakek juga diceritakan hal itu saat usia kakek menginjak 24 tahun, yang pada zaman kakek sudah dikatakan sebagai manusia dewasa. Kalau zaman sekarang anak-anak cepat sekali dewasa, jadi tidak masalah kakek menceritakannya karena kebetulan 2 pengguna kekuatan api juga ada di sini.”

 

“Lalu kenapa kakek menyuruh mereka bertanya padaku sementara aku tidak tahu sama sekali tentang sejarah itu?”

 

“Siapa yang ingin bertanya padamu? Yang kumaksud adalah kau yang satunya lagi. Byun Baek Hyun.

 

Baek Hyun semakin pusing dan mengacak-acak rambutnya. “Lagipula kenapa nama kami juga harus sama? aku sudah ratusan kali keliru mengenai siapa yang kakek maksud saat menyebut nama Byun Baek Hyun.”

 

“Ya karena memang sudah takdir, roh Byun Baek Hyun kembali muncul saat kau lahir. Ternyata memang sejarah itu akan terulang lagi.

 

“Maksudnya?” tanya Baek Hyun, Chan Yeol, dan Kris serempak.

 

“Saat dimana dua pengguna kekuatan api berada pada dimensi kehidupan yang sama, dan ditengah mereka ada seorang pengguna cahaya. Kurasa memang Byun Baek Hyun akan diberikan kesempatan kedua untuk menyelesaikan hal yang tertinggal di masa lalu.”

 

Baek Hyun, Chan Yeol dan Kris saling bertatapan dengan ekspresi yang sama. kemudian mereka pun menggeleng bersamaan, pertanda tidak satupun dari mereka yang menangkap maksud kalimat barusan.

 

“Ah sudah kubilang tanyakan saja pada Byun Baek Hyun. Dia tahu yang lebih lengkap, lagipula kalau kuceritakan dengan caraku dan itu salah, aku pasti akan menyesatkan kalian.

 

“Lalu bagaimana cara kami menanyakannya?” tanya Baek Hyun bingung.

 

Ya tanyakan langsung saat roh itu menguasai tubuhmu. Atau paling tidak, saat kau menjadi Byun Baek Hyun yang sangar itu, buatlah dirimu mengenang masa lalu itu. Kalian bisa berbagi pikiran dan kau akan tahu semuanya tanpa repot-repot menanyakannya.”

 

“Tidak seperti itu kakek. Kami memang berbagi pikiran, tapi memori yang ada adalah semua kejadian dan kenangan yang pernah kualami dengan tubuh ini, tak sedikitpun ada ingatan di masa lalu itu.”

 

“Hm begitu? Kakek rasa… sedikit demi sedikit kakek mulai mengerti tujuan roh itu. Ini sudah kakek pikirkan sejak lama. Byun Baek Hyun ingin melindungimu jelas dengan tujuan tertentu. Dia bukan tipe roh yang mau repot-repot melindungi orang lain dari roh-roh tersesat yang menurutnya merepotkan. Yah walau kuakui dia cukup serius saat membantu roh-roh itu. Tapi pasti ada alasan kuat di balik itu semua. Dan pastinya… ini juga berhubungan dengan keterikatanmu dengan dua pengguna api yang tampan ini.

 

“Kakek…

 

Kakek serius. Waktu itu, saat kau lahir. Kakek memang punya firasat bahwa ada sesuatu yang kau punyai, sejak kau adalah generasi penerus pengguna kekuatan cahaya yang terpilih. Dan itu hanya terjadi beberapa ratus tahun sekali. Dan semuanya dikuatkan saat roh Byun Baek Hyun tiba-tiba muncul di dekatmu dan meminta kakek membuat portal penyatuan antara dua roh kalian. Dan dia hanya mengatakan kau punya kekuatan besar, dan jika tidak ada yang menuntunmu untuk menggunakannya maka kau akan celaka. Dan dia mengatakan akan melindungimu sampai kau mampu untuk menggunakan kekuatanmu sendiri.”

 

“Pasti keren sekali,” ucap Chan Yeol disertai decak kagum.

 

Siapa yang keren?

 

“Tentu saja roh Byun Baek Hyun itu.”

 

“Kalau tipe roh pemarah itu kau sebut keren, itu salah besar. Byun Baek Hyun itu menyeramkan, tidak tahu sopan santun pada orang tua, walau kutahu usianya memang lebih tua dariku. Yang kumaksud adalah dia tidak perlu membentak-bentak saat aku menolak menyatukannya dengan raga cucuku. Aku hanya tidak ingin mental cucuku rusak karena perangai bengisnya. Roh berhati dingin itu jelas sangat bertolak belakang dengan cucuku yang lembut dan penyayang, kalian pasti pernah melihatnya bukan? Suaranya mengerikan, tatapan matanya lebih-lebih, tidak bisa lembu pada siapapun karena memang dia bukan roh penyayang, mungkin karena waktu itu dia mati tanpa sempat berpacaran, jadi tidak merasakan apa itu percintaan. Dia memang menyedihkan, tidak seperti cucuku yang pesonanya sangat luar biasa sampai ada dua manusia tampan yang terpikat padanya dan… eh eh… apa ini gempa bumi? Kenapa aku merasakan getaran kuat di sekitarku?”

 

Siapa yang kau katakan berperangai bengis, pemarah, tidak punya sopan santun, suara mengerikan, menyedihkan, dan mati sebelum sempat berpacaran dan merasakan percintaan?”

 

Kakek Baek Hyun, Kris, dan Chan Yeol menoleh pada Baek Hyun yang entah sejak kapan sudah berdiri sambil melipat tangan di dada. Dan tidak perlu menanyakan Byun Baek Hyun mana yang sekarang mereka lihat, karena sudah jelas dari tatapan yang memang bengis itu.

 

“E… Eh itu… hai Byun Baek Hyun-nim, lama tidak berjumpa. Auramu semakin kuat saja. Kau butuh sesuatu? Di sini tidak ada roh jahat, jadi kau bisa istirahat dulu.

 

“Bisa kau ulangi siapa roh yang kau maksud dengan semua sebutan mengerikan itu?”

 

“I… itu, roh tetangga yang belum sempat kau antar pulang. Wah sepertinya auraku juga sedikit meredup. Aku istirahat dulu, sampai ketemu lag__”

 

Greb~

 

Mau kemana kau orang tua mesum?” cegat Baek Hyun setelah berhasil mencekik roh kakeknya itu.

 

A… Ampun, aku hanya bercanda. Tolong… aku belum mau musnah dulu sebelum melihat cucuku menikah, lepas… tolong… Park Chan Yeol… Kris, tolong…” ronta kakek Baek Hyun.

 

Dua namja tampan yang dimaksud langsung bergerak refleks menghampiri mereka. Chan Yeol berusaha melepaskan tangan Baek Hyun sementara Kris ikut melakukan hal yang sama dari belakang, dan karena Baek Hyun yang itu sangat kuat, pilihan terakhir adalah Kris memeluknya dan menariknya mundur.

 

Brugh~

 

Cekikan itupun terlepas dan Chan Yeol terlempar bersama roh kakek Baek Hyun ke samping sofa. Sementara Kris masih sibuk menghentikan amukan Byun Baek Hyun.

 

“Orang tua mesum? Kau pikir kau sedang berhadapan dengan siapa ha? Kalau bukan karena aku, sudah sejak lama cucumu yang bodoh ini mati ditangan roh-roh brengsek itu. Kau pikir aku melakukan ini semua demi siapa ha? Dasar orang tua tidak tau terima kasih… musnah saja kau brengsek…”

 

Chan Yeol dan kakek Baek Hyun bergidik ngeri, mereka bahkan bergerak mundur sambil merayap ke pojok ruangan saking menyeramkannya aura yang diperlihatkan Byun Baek Hyun.

 

“Byun Baek Hyun kendalikan dirimu,” tegur Kris masih kewalahan menghentikan amukan Baek Hyun.

 

“Tidak akan kubiarkan sampai roh kakek sialan itu meminta ampun padaku, dasar orang tua gila…”

 

Oh cucuku yang malang… bersabarlah nak sampai roh mengerikan itu lepas dari tubuhmu.

 

APA KAU BILANG???”

 

“Kris… bawa dia masuk atau rumah ini akan runtuh!”

 

 

 

◁◈▷

 

 

“Dia pikir dia siapa? Hanya karena aku menggunakan tubuh cucunya bukan berarti dia bisa meremehkanku begitu saja. Apa dia tidak pernah berpikir bahwa menyeimbangkan tekanan 2 roh dalam satu raga itu sangat susah? ini bukan tanpa alasan, jelas karena aku dan Baek Hyun yang bodoh ini memang sudah saatnya terikat pada satu kehidupan dan….”

 

Kris mengerutkan keningnya saat Baek Hyun tiba-tiba saja menghentikan omelannya. “A… ada apa? Keluarkan saja kalau kau masih kesal.”

 

“Tidak apa-apa, hanya saja kurasa…. sepertinya aku benar-benar menyukaimu.”

 

Kris hampir ambruk saat mendengar ucapan santai dan tiba-tiba itu.

 

“Iya, sepertinya aku memang menyukaimu. Bukan Chan Yeol yang bodoh itu,” dan Baek Hyun tanpa sungkan mengalungkan lengannya di leher Kris dan menatapnya intens. “Kenapa kau tidak terkejut? Kau sudah tahu?”

 

“I… Itu… Entahlah, kurasa memang begitu. Biasanya kau begitu segan padaku, bahkan mengacuhkanku. Tapi saat kau menjadi Baek Hyun yang ini, kau cukup memperhatikanku. Jadi…”

 

Baek Hyun terkekeh, sedikit mendorong tubuh namja jangkung itu hingga terjatuh sampai punggungnya membentur sisi tempat tidur. “jadi bukan tanpa alasan aku menyukaimu. Aku lebih suka pria yang cerdas dan tenang.”

 

Kris mengerjapkan matanya berkali-kali saat Baek Hyun mendekatinya, duduk di pangkuannya dan menapakkan kedua tangan indahnya di dada Kris, sedikit mendekat hingga jarak antara wajah mereka hanya dibatasi oleh sekat udara yang sangat tipis. “Ta… Tapi bagaimana dengan Chan Yeol? Bukankah kau juga menyukainya?”

 

Tangan kanan Baek Hyun terangkat, sedikit menapak di sisi rahang Kris yang kokoh. “Kau terlalu banyak pertimbangan Kris. Sekarang ini aku menyukaimu, bukan Chan Yeol. Jadi… kenapa kita tidak memanfaatkan kesempatan?”

 

Kris menelan ludahnya gugup, dan sedikit demi sedikit mendongak seiring tangan Baek Hyun yang menarik wajahnya untuk mendekat. Dan…

 

 

 

 

Sring….~

 

 

DEG~

 

 

“Kyaaaa…. mau apa kau?” pekik Baek Hyun setelah ia berhasil menampar Kris yang sudah hampir menggapai bibirnya. “Ya Tuhan… ma… maaf Kris-shii, aku tidak sengaja.”

 

Namja tampan itu hanya bisa menghela nafas dan mengusap wajahnya. “Kau terlalu cepat kembali.”

 

“Apa?”

 

Kris menatap Baek Hyun lelah masih dengan posisi Baek Hyun yang duduk di atas pangkuannya. “Jadi sekarang yang kau sukai adalah Chan Yeol?”

 

Baek Hyun menunduk dengan wajah memerah. “Maaf…”

 

Kris terdiam, menatap namja mungil yang terlihat sangat lemah di hadapannya itu. “Sebenarnya apa yang kau sukai dari Chan Yeol? Apa ada hal istimewa yang dipunya orang itu dan aku tidak memilikinya?”

 

Baek Hyun mengangkat wajahnya, membalas tatapan sayu Kris. “Aku tidak tahu. Hanya saja, aku merasa sangat tenang saat melihatnya tersenyum tulus. Dan berada di dekatnya, aku merasa bahagia.”

 

“Dan itu tidak kau dapatkan dariku?”

 

Baek Hyun tidak menjawab.

 

“Tadi… saat kau menjadi Baek Hyun yang satunya lagi, kau bilang kau lebih menyukaiku karena aku lebih pintar dan terlihat tenang. Kupikir, bukan hanya perangai kalian yang berbeda, tapi perasaan kalian pun…”

 

“Maaf, aku tidak bisa mengendalikannya.”

 

Kris menghela nafas panjang, kemudian dengan lembut ia mengusap pipi Baek Hyun, membuat namja mungil itu menatapnya serba salah. “Mungkin suatu saat kita akan menemukan jalan keluarnya. Maksudku, kita tidak akan mungkin terus seperti ini. Aku dan Chan Yeol jelas ikut tersiksa menghadapi perasaanmu yang terus berubah-ubah.”

 

“Maafkan aku.”

 

“Tidak apa-apa. yang jelasnya aku sudah cukup banyak tahu tentang keadaanmu. Setidaknya, ada bagian dari dirimu yang masih menyukaiku.”

 

Dan Baek Hyun kembali menunduk dengan wajah merona.

 

Braaakkk~

 

Kris… Baek Hyun-ah, aku ingin memasak kari, kalian mau… eh? Apa yang kalian lakukan?”

 

Baek Hyun membelalak, langsung melompat saat ia baru sadar kalau ia masuh duduk di atas pangkuan Kris. Buru-buru ia meraih buku di atas meja belajarnya dan membacanya dalam keadaan terbalik.

 

“Aku sedang senam,” jawab Kris sekenanya.

 

“Oh… itu. Sudah hampir malam. Kakek bilang kita sekalian makan malam di sini saja. Kau mau membantuku memasak?” tanya Chan Yeol lagi.

 

“Baiklah. Aku juga sudah lapar.”

 

“Aku juga Chan Yeol-ah, akan kubantu. Kalian itu tamu, seharusnya aku yang menjamu kalian.”

 

“Tidak usah Baek Hyun-ah, kau itu sedang sakit jadi istirahatlah. Terlebih tadi kau sempat marah-marah, energimu pasti habis.”

 

“Ah itu… di mana kakek? Aku ingin meminta maaf padanya.”

 

Chan Yeol tersenyum dan itu bukan senyum yang dikenal Baek Hyun.

 

 

 

◁◈▷

 

 

“Terima kasih untuk jamuanmu Baek Hyun-ah, malam ini menyenangkan,” seru Chan Yeol semangat saat ia sudah berdiri di luar pagar rumah bersama Baek Hyun. Kris sudah berjalan lebih dulu ke tempat mobilnya terparkir di depan.

 

“Justru aku yang harus berterima kasih pada kalian. Aku tidak tahu kalau kalian kerja sama di dapur akan menghasilkan masakan yang luar biasa enak,” sahut Baek Hyun lembut.

 

Chan Yeol sedikit menunduk ke arah Baek Hyun dan berbisik, “Ah, Kris hanya bagian mencuci sayuran. Sisanya aku kerjakan semua.”

 

“Benarkah?”

 

Chan Yeol mengangguk mantap. Masih tersenyum seperti tadi.

 

“Chan Yeol-ah…”

 

Yes Baby…”

 

“Kau… tidak apa-apa?”

 

“Apanya?”

 

Baek Hyun menghela nafas kemudian menyentuh pipi Chan Yeol. “Kau terlihat memaksakan tersenyum lagi.”

 

Chan Yeol tersentak, sampai kemudian ia berdecak sedikit kesal. “Apa terlihat jelas begitu?”

 

Baek Hyun mengangguk pelan.

 

“Susah juga ternyata menyembunyikannya darimu. Sebenarnya aku hanya… ah sudahlah, akan kita bicarakan lain kali.”

 

“Mengenai Kris dan aku?”

 

Chan Yeol tidak menjawab.

 

“Aku punya penjelasannya Chan Yeol-ah, jadi akan kujelaskan saat aku merasa sudah siap.”

 

Chan Yeol akhirnya tersenyum, dan perlahan meraih tubuh mungil Baek Hyun dalam pelukannya. “Aku mempercayaimu. Jadi tenang saja.”

 

“Terima kasih…” dan Baek Hyun mengulurkan kedua tangannya untuk membalas pelukan hangat Chan Yeol malam itu. Tanpa sadar bahwa sekitar beberapa meter dari mereka, di dalam sebuah mobil sport berwarna merah, Kris melihatnya semuanya dengan perasaan berkecamuk.

 

Tidak boleh seperti ini…__Batinnya terluka.

 

 

 

◁◈▷

 

 

Baek Hyun kembali berlari ke pintu depan saat ia mendengar suara bel  rumahnya bersahutan. Ia menebak itu Chan Yeol lagi yang sebenarnya sudah pulang 10 menit yang lalu. Tapi saat ia membuka pintu, sosok tinggi yang berdiri di depannya bukan Chan Yeol, tapi  Kris.

 

“K… Kris-shii? Kau melupakan sesuatu?” tanya Baek Hyun bingung.

 

Kris menggeleng, dan detik berikutnya ia menarik tangan Baek Hyun keluar dan menutup pintu rumahnya agar ia bisa menyandarkan punggung Baek Hyun di sana.

 

“A… ada apa ini?” tanya Baek Hyun jelas terkejut.

 

“Aku sudah menemukan jalan keluarnya Baek Hyun-ah,” jawab Kris lirih namun tegas. Terpancar dari sorot matanya yang tajam seolah menguliti Baek Hyun hidup-hidup.

 

“Ja… Jalan keluar apa?”

 

“Tentang perasaanmu yang terus berubah-ubah. Kurasa sebelum kau terjerumus cukup jauh ke dalam sebuah perasaan yang nantinya tidak bisa kau pertanggung jawabkan untuk dua orang, mungkin ada baiknya kau melenyapkannya dulu satu diantaranya.”

 

Baek Hyun semakin membelalak, berharap bahwa apa yang ia dengar itu tidak sesuai dengan apa yang diterjemahkan otaknya. “Ma… Maksudmu?”

 

“Kau yang sekarang menyukai Chan Yeol?”

 

Baek Hyun mengangguk jujur.

 

“Apa kau yang sekarang, membeciku?”

 

Kali ini Baek Hyun menggeleng, tapi ia tidak mengerti kenapa Kris menanyakan hal aneh itu.

 

“Jadi kurasa ini tidak terlalu sulit.” Kris meraih pinggang Baek Hyun, menarik tubuh mungilnya agar lebih merapat padanya.

 

“K… Kris-shii, mau apa kau?”

 

“Sudah kubilang memberimu jalan keluar agar semuanya tidak semakin rumit.” Ia tangkup pipi Baek Hyun dengan tangannya yang bebas, memastikan namja mungil itu hanya fokus pada matanya. “Byun Baek Hyun, baik kau ataupun yang satu lagi, jangan pikirkan orang lain selain aku.”

 

“Kris-shii…”

 

“Dengan begitu, kau tidak akan kesulitan dengan perasaanmu yang berubah-ubah. Lenyapkan Chan Yeol dari pikiranmu, dan hanya pikirkan aku seorang.”

 

Baek Hyun menelan ludah susah payah. Masih waspada dengan tatapan mematikan Kris.

 

“Kau mengerti?” bisik Kris saat jarak wajah mereka hanya sebatas satu ruas jari.

 

“Ta… Tapi…”

 

“Tidak ada tapi, Byun Baek Hyun. Ini adalah jalan keluar agar aku, kau, dan Chan Yeol tidak terikat dalam hubungan yang rumit.”

 

“Maksudku, tidak semudah itu melupakan perasaan sukaku pada Chan Yeol, terlebih aku tahu bahwa dia juga menyukaiku.”

 

Kris menggeleng pelan namun memperlihatkan penegasan. “Chan Yeol suka siapa saja. Asal orang itu menarik perhatiannya, maka dia akan suka. Karena tidak ada yang bisa menepis kenyataan bahwa satu-satunya orang yang dia cintai hanyalah Kyung Soo.”

 

Deg~

 

Baek Hyun tersentak, sempat dirasakan Kris yang masih merengkuh tubuh mungil itu dalam dekapannya.

 

“Aku… selama hidupku belum pernah menyukai orang sampai terlihat sebodoh ini. Artinya… aku serius. Berbeda dengan Chan Yeol,” tambah Kris saat ia mulai melihat riak di mata Baek Hyun yang tadinya begitu teguh akan keyakinannya. “Kau mengerti?”

 

Baek Hyun tidak menjawab, hanya membisu dengan tatapan tidak fokus kemanapun setelahnya ia menunduk bingung.

 

“Byun Baek Hyun.”

 

“A… Aku. Berikan aku waktu untuk memikirkannya Kris, sungguh, aku betul-betul bingung.”

 

Kris menghela nafas pelan. Ia tidak akan mendesak lebih jauh karena ia sadar bahwa ucapannya sudah sedikit mempengaruhi Baek Hyun. “Baiklah, aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir. Selama itu terjadi aku tidak akan mengusikmu. Tapi jika kau sudah menentukan pilihan, datanglah padaku dan katakan dengan tegas.”

 

Baek Hyun hanya mengangguk lemah sebagai jawaban.

 

Kris mengulas senyum tipis. Ada sedikit kelegaan yang menghampirinya, dan itu menuntun tangannya untuk mendongakkan wajah Baek Hyun. “Istirahatlah, aku pulang.” Dan ia pun menunduk, mendekatkan wajahnya pada satu objek tujuan.

 

Bibir Baek Hyun.

 

Namun saat ia sudah hampir menggapainya, Baek Hyun memalingkan wajah hingga ia hanya bisa mengecup sudut bibirnya. Dan Kris pun berusaha untuk maklum. “Selamat tidur,” ucapnya setelah ia beralih mengecup kening Baek Hyun dan meninggalkannya di situ. Mematung dengan segunung tanda tanya di kepalanya.

 

Apa yang harus kulakukan?__keluhnya sembari merengkuh dada kirinya.

 

 

 

◁◈▷

 

 

 

 

“Eh? Kris tidak masuk?” tanya Baek Hyun saat mendapati bangku di belakangnya masih kosong sementara pelajaran sudah hampir dimulai.

 

Chan Yeol menoleh ke Baek Hyun sambil tersenyum puas. “Kris berangkat ke china pagi ini, kudengar ada kerabatnya yang meninggal dunia tadi malam.”

 

“Ya Tuhan, aku tidak tahu. Sepertinya aku harus menelponnya jam istirahat nanti.”

 

Chan Yeol beranjak dari duduknya, langsung mengurung Baek Hyun dengan kedua kaki panjangnya saat ia duduk di atas meja milik Baek Hyun. “Tidak usah kaku begitu, Baek Hyun-ah. Seharian ini kita bersenang-senang saja. Karena jarang sekali orang menyebalkan itu tidak masuk sekolah. Jadi… kita memanfaatkan kesempatan saja.”

 

“Y… Ya Park Chan Yeol… ini di dalam kelas,” protes Baek Hyun saat Chan Yeol mulai menangkup pipinya dan membuatnya mendongak.

 

“Santai sajalah, anggap mereka hanyalah raga-raga tak bernyawa.”

 

Baek Hyun menoleh panik, terlebih di seberang sana perkumpulan Sung Ha dan kawan-kawan sudah melayangkan tatapan membunuh kepadanya.

 

“Cha… Chan Yeol-ah lepaskan.”

 

“ya sudah, nanti kita lanjutkan di toilet. Aku kabur dulu, bukankah jam pertama itu Matematika?”

 

“K… Kau mau kemana?”

 

“Sabarlah baby, aku tidak akan lama. Temui aku di toilet saat jam istirahat. Bye… bye..”

 

Chu~

 

Dan Baek Hyun hanya bisa menutup wajahnya dengan satu tangan saat Chan Yeol berhasil mencuri cium di pipinya. Dan pertanda bahwa riwayatnya akan tamat di tangan Sung Ha dan kawan-kawan sudah sangat jelas membayanginya di depan mata.

 

 

 

◁◈▷

 

 

“Sial… Sial… Sial. Sebenarnya apa yang dilihat Chan Yeol dari namja pendek itu? Hendak rasanya kutarik seluruh rambutnya sampai kulit kepalanya terlepas,” bentak Sung Ha setelah berhasil mematahkan 3 bangku rusak di belakang gedung sekolah.

 

“Yang kuherankan, Byun Baek Hyun tidak hanya secentil itu dihadapan Chan Yeol. Kudengar kemarin Kris sampai repot-repot menjenguknya saat ia sakit”

 

“Ah itu hanya alasannya, namja murahan itu bisa melakukan apa saja untuk memikat Chan Yeol dan Kris. Aku yakin, dia melakukan sesuatu yang kotor sampai dua pangeran tampan kita langsung terikat dengannya.”

 

“Apa benar dia bisa seperti itu? Kelihatannya dia tidak selicik itu. Dia bahkan terlihat cukup bodoh.”

 

Sung Ha berdecak angkuh, menapakkan sepatunya di atas bangku rusak dan melipat tangan di dada. “Dia itu berkepribadian ganda? Kalian tidak lupa bukan bagaimana dia menunjukkan sisi kasarnya beberapa hari yang lalu. Kurasa begitu caranya menarik perhatian Chan Yeol dan Kris. Bersikap polos di luar, namun saat ia sudah menjerat mereka, maka ia menunjukkan sikap menjijikkannya.”

 

Ketiga rekannya megangguk-angguk setuju, dan itu semakin membuat mereka membara dan ingin menghabisi Baek Hyun saat itu juga.

 

“Sepertinya kita memang harus bertindak Sung Ha-ya, kalau kita diamkan terus-terusan, Baek Hyun akan semakin bertingkah.”

 

“Itu yang akan kulakukan. Kita hajar saja dia beramai-ramai. Seret dia ke tempat ini dan beri dia pelajaran.”

 

Ketiga rekannya tersenyum licik, seolah sejak lama menantikan perintah itu. Dan ketiganya pun beranjak pergi meninggalkan tempat yang mereka rencanakan untuk menghajar Baek Hyun nanti.

 

Sung Ha menarik nafasnya dalam-dalam, mempersiapkan diri untuk sesuatu yang besar. Perkara akan berurusan dengan pihak sekolah itu urusan belakang, yang jelas ia betul-betul ingin menghabisi Baek Hyun sekarang.

 

Setelahnya ia tersenyum puas, sedikit tertarik saat ia menoleh ke sebelah kirinya. Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa, hanya saja seperti ada sesuatu di sana. Ia pun menghampiri sebuah pohon mapple tua tunggal di dekat tembok pagar yang mengelilingi lingkungan sekolah. Menghentikan langkah saat ujung sepatunya menginjak  juntaian akar yang menebal.

 

Ia terkejut saat tangannya tiba-tiba bergerak ke depan tanpa diperintah oleh sistem sarafnya. Mengelus batang pohon yang keras itu sampai…

 

Wusssshhhhh~

 

 

Dan Sung Ha pun jatuh terduduk dengan pandangan kosong ke depan.

 

 

◁◈▷

 

 

 

Baek Hyun POV

Ini adalah jam istirahat, dan aku sudah lebih dulu kabur keluar kelas sebelum Sung Ha dan kelompoknya menyeretku ke gudang dan membakarku hidup-hidup.

 

Maksudku, itulah yang kurencanakan. Namun saat aku sudah merasa cukup aman di perpustakaan, 3 teman Sung Ha langsung menghadangku. Kupikir para siswi tidak akan punya keberanian untuk mengintimidasi orang lain. Tapi nyatanya, entah aku yang terlalu lemah atau justru tidak tega pada mereka saat dengan paksa mereka menyeretku ke belakang gedung sekolah yang kata mereka, Sung Ha menungguku di sana. Mungkin ini juga alasan kenapa aku menurut. Ada baiknya kubicarakan baik-baik dengan Sung Ha, setidaknya menanyakan hal yang membuatnya sangat benci padaku.

 

Dan benar juga. Sung Ha di sana, di dekat pohon mapple tua, berdiri membelakangi kami dengan…

 

Tunggu… aura apa ini?

 

“Sung Ha-ya, kami sudah membawanya, lalu kita apakan dia sekarang?” tanya salah satu dari rekan Sung Ha yang menyeretku ke sini.

 

Sung Ha menoleh, dan sorot matanya yang kosong namun mencekam itu membenarkan firasatku.

 

Bunuh… Bunuh…”

 

Bisa kurasakan ketiga teman Sung Ha yang mencekal tanganku terperanjat kaget setelah mendengar suara Sung Ha yang… mengerikan.

 

“Su… Sung Ha-ya, aku tahu kita membenci Byun Baek Hyun sampai-sampai kita ingin membunuhnya, tapi… bukan berarti kita harus betul-betul membunuhnya kan?”

 

Sung Ha tampak menarik nafasnya dalam-dalam, dan dengan langkah cepat yang tampak melayang ia pun menghampiri kami, berdiri persis di depanku dan langsung mencekik leherku.

 

“SUNG HA-YA … APA YANG KAU LAKUKAN??? DIA BISA MATI!!!” pekik ketiga temannya. Dan akhirnya satu hal kembali membenarkan firasatku bahwa memang ada yang tidak beres dengan Sung Ha. Hanya dengan satu tangannya, ia berhasil menghempas ketiga temannya hingga menghantam tumpukkan bangku rusak. Dan terakhir, ketiga orang itu tidak bisa bergerak dan bersuara, tapi aku tahu mereka sepenuhnya sadar karena mata mereka terbuka dan terlihat sangat mencekam.

 

Tekanan rohku tidak stabil, sudah pasti bukti bahwa yang mengontrol raga Sung Ha adalah roh lain. Dan reaksi lambat yang ditunjukkan diriku yang satu lagi juga sebagai bukti bahwa roh ini punya kekuatan hingga diriku yang satu lagi tidak muncul-muncul sampai sekarang, bahkan ketika aku sudah sangat sekarat karena seluruh kekuatanku habis entah karena apa.

 

“Sung Ha… Sadarlah… Kuatkan dirimu… Ja…ngan membiarkan roh itu… mengambil alih tubuhmu,” pintaku sekuat tenaga karena Sung Ha masih mencekik leherku.

 

Sempat kulihat Sung Ha tersentak, namun itu hanya sekitar 4 detik yang kupastikan adalah Sung Ha yang asli merespon suaraku.

 

“Lawan dia…” pintaku sekali lagi, namun kali ini sudah tidak ada respon apa-apa. yang ada, aku justru semakin kehilangan kekuatanku dan tidak bisa menggerakkan tubuhku sendiri.

 

 

“Baek Hyun-ah… Yuhuuuu… jawab aku baby, kau bersembunyi di mana?”

 

Aku membelalak kaget saat kedua telingaku menangkap suara khas yang sangat familiar itu. Tentu saja itu Chan Yeol. Tapi saat aku hendak menyahut, tenggorokanku justru terkunci, yang ada Sung ha justru menyeretku ke tempat 3 temannya yang membeku tanpa bisa bergerak dan bersuara, sama halnya denganku. Terakhir, Sung Ha menyelubungi kami dengan terpal putih hingga bisa kujamin Chan Yeol tidak akan menemukanku.

 

“Eh Sung Ha? Kau lihat Baek Hyun?”

 

Ya Tuhan… itu suaranya, dan terdengar sangat jelas karena bisa kupastikan ia sedang berhadapan dengan Sung Ha sekarang.

 

“Aku mencintaimu, tolong jangan tinggalkan aku lagi.”

 

“Eh? Apa? Cinta siapa? Aku sedang mencari Baek Hyun, jadi__”

 

“Tolong… cium aku.”

 

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Berharap yang terjadi selanjutnya tidak seperti yang kukhawatirkan.

 

 Jangan Park Chan Yeol. Kumohon, dia itu bukan Sung Ha yang asli. Dia kerasukan roh jahat.__ Keluhku dalam hati karena kuusahakan dengan cara apapun tetap saja suaraku tidak bisa keluar.

 

“Cium? Eum… boleh sajalah.”

 

Deg~

 

Chan Yeol menyetujuinya? Tuhan… apa yang sebenarnya terjadi. Kupikir karena Chan Yeol mengatakan bahwa dia menyukaiku maka dia tidak akan semudah itu mencium orang lain. Maksudku… apa sebenarnya arti kata suka bagi Chan Yeol?

 

Bukankah ini berarti bahwa apa yang dikatakan Kris itu benar? Bahwa… Chan Yeol bisa menyukai siapa saja… namun untuk cinta… dia hanya punya satu nama untuk perasaan agung itu.

 

Do Kyung Soo.

 

Dan semua hal itu kembali menyadarkanku bahwa, aku terlalu berharap saat kupikir bahwa arti kehadiranku di sisi Chan Yeol itu cukup penting. Tapi…

 

Sepertinya aku salah besar.

 

 

“Orang yang minta cium tentu saja tidak boleh ditolak.”

 

Suara Chan Yeol kembali terdengar dan memporak-porandakan perasaanku.

 

“Sudah kukatakan, yang kumaksud adalah orang…”

 

Blaaarrr….

 

“Bukan roh tidak bertanggung jawab yang menggunakan tubuh manusia untuk menadapatkan keinginannya.”

 

Deg~

 

Chan Yeol… menyadarinya. Dan… apa ini? Tubuhku, sudah bisa kugerakkan… dan… tekanan rohku.

 

Sring~

 

 

 

 

“Padamkan apimu Park Chan Yeol…” perintahku tegas saat aku menyibak terpal yang menyelubungi tubuhku dan ketiga rekan Sung Ha. Kutatap mereka satu persatu dengan tegas, kemudian memberi isyarat agar mereka berdiri. “Bawa teman kalian pergi dari sini,” perintahku lagi.

 

Ketiga orang itu mengangguk cepat, setelah kupastikan kekuatan roh yang membatasi gerak mereka telah hilang, jelas karena roh yang mengendalikan mereka itu tengah di bakar oleh Chan Yeol di sana.

 

Dan dalam waktu sekejap, ketiga orang itu langsung mengambil Sung ha dari pelukan Chan Yeol dan membawanya pergi dari tempat itu.

 

“Lambat sekali reaksimu Baek Hyun haraboji,” sindir Chan Yeol setelah ia menarik kembali kobaran api hitamnya.

 

“Jangan banyak bicara. Menyingkir dari situ,” bentakku keras membuat Chan Yeol mengangkat kedua tangannya kemudian bergerak mundur. Aku melangkah maju, menghampiri sosok roh yang meringkuk di dekat pohon sambil menangis. Dan jujur aku tidak suka mendengar jeritan roh yang seperti ini karena sangat…

 

Menyedihkan.

 

“Hai… Aku Byun Baek Hyun, dan aku di sini untuk menolongmu. Apa yang menghambatmu sayang?” lirihku setelah menyentuh pipi roh itu.

 

Aku membencinya, aku membenci sahabatku. Saat aku terbaring koma di rumah sakit ia justru dengan teganya merebut tunanganku. Aku mendengar semuanya saat ia dan tunanganku merencanakan masa depan mereka jika saja saat itu aku tidak bisa melewati masa kritisku. Bagaimana mungkin dia bisa melakukan semua itu padaku sementara kami bersahabat sejak kecil? Sungguh aku membencinya, dan aku tidak bisa lepas selama aku tidak membalasnya.”

 

“Siapa namamu?”

 

“Aku… Shin Chae Rin.”

 

“Baiklah Chae Rin-ah, dengarkan aku. Mengenai balas dendam, lupakan itu karena balas dendam tidak akan menghasilkan apa-apa selain permusuhan berantai. Lagipula, jika kau berhasil menemukan sahabatmu, dan mencelakainya, lalu apa yang akan kau dapat? Kau hanya akan mengotori rohmu, dan kesempatanmu untuk dipertemukan kembali dengan cinta sejatimu akan semakin tipis.”

 

Chae Rin mendongak kaget, ia pun menggeleng takut dan menatapku penuh harap. “Lalu apa yang harus kulakukan?”

 

Aku tersenyum kemudian mengelus pipinya, sedikit demi sedikit memulihkan tekanan rohnya. “Lupakanlah dendam itu. Bebaskan dirimu dari kebencian, bersihkan hatimu dari semua yang membuatmu marah. Lepaskan semuanya. Setelah itu, bersiaplah untuk kembali ke tempat seharusnya kau berada, bersiap untuk bereinkarnasi dan bertemu dengan cinta sejatimu di kehidupan yang selanjutnya.”

 

Apa aku masih punya kesempatan untuk itu?

 

“Kenapa tidak? Aku yakin cinta sejatimu sudah menunggumu di kehidupan yang akan datang.”

 

Chae Rin mengusap air matanya kemudian menangguk pelan. “Tolong aku Byun Baek Hyun-nim.”

 

Aku pun tersenyum, masih menyentuh pipinya pelan. “Lihatlah ke atas, dan beristirahatlah sementara waktu,” lirihku pelan kemudian sekali lagi mengantar roh yang terluka karena perasaan dengki yang tidak seharusnya menjadi penghambat kebahagiaannya.

 

Roh itupun lenyap ke atas setelah berkas cahaya indah menyelubunginya kemudian meredup. Memperlihatkan bias gemerlap yang membawa kabar baik untukku. Bahwa benar Chae Rin akan bertemu dengan cinta sejatinya di kehidupannya yang akan datang.

 

“Aku sungguh tidak bisa berhenti untuk mengagumimu Byun Baek Hyun. Kau keren.”

 

Aku menoleh setelah mendengar suara menyebalkan itu. “Urusi saja dirimu bodoh, jangan gunakan apimu terlalu banyak untuk membakar roh. Tidak semuanya roh itu menyusahkan.”

 

“Kalau tidak kubakar, kau tidak aka terbebas dari kekuatannya.” Ia berjalan santai untuk menghampiriku. Dengan sok akrabnya menyentuh pundakku dan tersenyum. Memperlihatkan deretan giginya yang besar-besar.

 

“Kenapa kau tertawa? Siapa yang menyuruhmu tertawa?”

 

“Kadang aku berpikir, ada baiknya kita meluangkan waktu berdua, manis. Aku ingin mendengar banyak hal tentangmu.”

 

Aku menepis tangannya kasar, kemudian melipat tangan di dada. “Aku tidak punya banyak waktu meladenimu, bodoh. Jadi pergilah.”

 

“Ayolah, sebentar saja. Mumpung kau masih Byun Baek Hyun yang ini.”

 

Aku sedikit tersentak saat menyadarinya. “Benar juga, kenapa aku masih belum bertukar roh? Ada apa dengan aku yang satu lagi.”

 

“Eh?”

 

Aku mengabaikan keterkejutan Chan Yeol kemudian memejamkan mata. Memusatkan tekanan rohku pada satu tempat di mana  2 rohku bersatu dalam satu wadah.

 

Hati.

 

Sring~

 

Dan ini dia. Baru kali ini aku tidak suka dengan degup jantungku saat menatap Chan Yeol.

 

“Welcome back, baby…” serunya girang langsung memelukku erat.

 

Aku tidak menjawab. entah masih pengaruh terluka, atau… ah sungguh, aku tidak paham dengan perasaanku sekarang.

 

“Eh… mau kemana? Ayo kita bermesraan, tempatnya sangat mendukung,” ajaknya sambil menarik tanganku menuju pohon mapple tua itu.

 

“Lepaskan aku Park Chan Yeol,” pintaku pelan.

 

“Eh kenapa? Tidak suka tempatnya? Eum, baiklah lain kali akan kuajak ke suatu tempat yang lebih romantis. Hotel misalnya, atau penginapan khusus anak muda atau…”

 

“Aku tidak mau…”

 

Aku masih sempat melihat Chan Yeol tersentak, sampai kemudian ia tertawa dan menepuk pipiku. “Aku hanya bercanda.  jangan terlalu serius begitu. Seolah kau tidak tau aku saja.”

 

“Tapi aku serius Chan Yeol-ah. Kau selalu seperti ini. Terlalu banyak hal yang kau suka sampai aku sendiri bingung dimana kau tempatkan.”

 

Chan Yeol mengerutkan keningnya, menatapku bingung. “Maksudmu?” Kurasa dia baru sadar dengan perubahan sikapku. Tapi jujur, aku harus memperjelasnya karena aku ingin tahu siapa yang serius padaku. Maksudku… Oh sungguh sampai sekarangpun perkataan Kris masih terngiang-ngiang di otakku. Dan aku bohong besar jika tidak sedikitpun membenarkannya. Kris sudah tegas mengatakan bahwa dia menyukaiku, bahkan berusaha mencari jalan terbaik antara aku, dia dan Chan Yeol. Lalu, pantaskah aku mengabaikan keseriusan Kris dan mengikuti permainan Chan Yeol yang menempatkanku bahkan sejajar dengan orang-orang dia sukai. Maksudku… dia Chan Yeol, tidak pernah menolak apapun yang menurutnya menyenangkan. Termasuk tadi, saat roh yang mengontrol tubuh Sung Ha memintanya berciuman.

 

“Kau selalu seperti ini. Menyukai segala hal yang membuatmu senang. Terakhir aku tahu, mungkin saat kau mengatakan suka padaku, itu hanya karena aku terkesan lucu untukmu. Tidak berarti spesial karena kaupun melakukan hal yang sama dengan orang lain.”

 

Chan Yeol mengangguk-angguk, masih terlihat santai sambil melipat tangan di dada. “Apa yang membuatmu berpikiran begitu?”

 

“Semuanya Chan Yeol-ah. Sikapmu terhadapku, juga terhadap orang lain yang menyukaimu. Kau memperlakukan kami sama. untuk itu, aku semakin mempertanyakan apa arti suka sebenarnya bagimu?”

 

Chan Yeol tidak segera menjawab. ia menggunakan jeda untuk menatapku lamat-lamat, dan sialnya itu justru membuatku semakin gugup. Oh Tuhan, bahkan saat aku sedang seperti ini pun aku tidak bisa mengontrol detak jantungku di dekatnya.

 

“Jadi kau cemburu?”

 

Dan terkaannya itu sukses membuat jantungku meledak. Hampir menuntunku untuk meraih balok kayu dan memukul kepalaku. Ya Tuhan, sememalukan itu kah aku di hadapannya? “Aku pergi,” pamitku sebelum aku terlihat semakin memalukan di hadapannya.

 

“Hei tunggu, kita belum selesai bicara.”

 

Aku terkejut saat dengan santainya Chan Yeol memeluk perutku dari belakang. Dan sekarang aku baru sadar dengan perbedaan tinggi kami yang mencolok. Ia menapakkan dagunya di atas kepalaku, masih memelukku dari belakang, meminimalkan segala kemungkinan jika aku pergi begitu saja. “Chan Yeol… aku…”

 

“Tidak masalah kalau kau cemburu. Aku justru senang.”

 

“Aku tidak… cemburu,” lirihku ragu. Karena itu bohong. Maksudku… sial, dia benar bahwa aku cemburu.

 

Chan Yeol melepas pelukannya kemudian memutar tubuhku untuk berhadapan dengannya. “Oh ya? Jadi kenapa kau seperti ini?”

 

Aku menunduk malu, menghindari kontak mata dengan Chan Yeol, seolah ia telah menangkap basah diriku berbuat sesuatu yang memalukan. “Aku… hanya… tidak suka.”

 

Chan Yeol justru tertawa, sekali lagi dengan santainya mencubit kedua pipiku dan memintaku menatapnya. “Coba katakan, bagian apa saja yang kau tidak suka. Akan kuubah.”

 

“Eh?” jelas aku terkejut. Ya Tuhan, aku memang tidak suka jika Chan Yeol memperlakukan orang lain sama sepertiku, artinya aku tidak punya tempat istimewa di hatinya. Tapi bukan berarti aku punya hak untuk merubah sikapnya itu.

 

“Aku memang seperti ini Baek Hyun-ah. Sebelum Eomma, dan Kyung Soo meninggal, aku memang seperti ini. Yah kecuali bagian aku terpuruk kemarin, semua yang kau lihat tentangku, itu murni jati diriku. Tapi kalau memang ada bagian dari diriku yang tidak kau suka, aku berjanji akan merubahnya, kalau bisa menghilangkannya. Karena aku serius,” Chan Yeol menangkup kedua pipiku dan menyatukan kening kami. “Saat kubilang bahwa aku menyukaimu.”

 

Blush…

 

Oh Tuhan… wajahku…. jantungku.

 

“Jadi katakan, apa yang tidak kau suka?”

 

Aku menggigit bibir cukup kikuk. Tapi jika Chan Yeol sudah seperti ini, lalu apa salahnya jika aku jujur. “Me… Mengenai kau tidak akan menolak siapa saja yang memintamu menciumnya. dan saat orang lain memintamu mengatakan suka padanya. Pelukan, senyuman, dan tatapan hangatmu, entah kenapa aku tidak suka saat orang lain juga menerima hal yang sama.”

 

“Oh hanya begitu?”

 

Aku mengangguk malu. “Tapi bukan berarti aku ingin merubahmu Chan Yeol-ah. Aku hanya ingin kau memperjelas bahwa kau lebih menyukaiku dari pada orang-orang yang mengejarmu. Maksudku… eum…”

 

“Baiklah, aku akan mengklarifikasinya satu persatu. Kau sedikit salah paham, manis. Mengenai senyuman, heheheh apa senyumku memang semenggoda itu? Tapi bedakan saja. Senyumku saat bersamamu itu lebih lepas dari pada saat bersama mereka.”

 

“Benarkah?”

 

“Perhatikanlah.” Dan Chan Yeol melebarkan senyumnya, memperlihatkan ada dua versi senyum yang dia bilang khusus untukku, dan untuk orang lain. Jujur saja, senyum Chan Yeol yang lebih lepas itu memang favoritku. “Mengerti?”

 

Aku mengangguk paham dengan wajah merona.

 

“Selanjutnya.. eum Tatapan?” Chan Yeol berdehem sejenak, kemudian menatapku dengan serius. “Aku hanya akan memperlihatkan tatapan ini padamu. Ini tatapan penuh perasaan.” Kemudian ia tertawa lepas lagi. “Kalau dengan orang lain Oh jelas saja aku hanya sekedar mempergunakan kedua mata untuk melihat kan? Atau aku perlu menutup mataku untuk orang lain?”

 

“Tidak… tentu saja bukan begitu.”

 

“Nah, yang penting kau mengerti, tatapan penuh perasaan itu hanya untuk Baek Hyun. Nah kalau untuk orang lain, apa lagi Kris, seperti ini,” Chan Yeol mendesis dan memutar bola matanya malas. Kembali membuatku merona dan kali ini mulai tersenyum lega. Yah walaupun penjelasannya sedikit konyol, tapi dia sepertinya benar, dia memang serius.

 

“Pelukan… eum. Sebenarnya kapan aku memeluk orang lain sejak kau muncul? Aku lupa. Karena kau lebih nyaman dipeluk dari pada orang lain. Tapi kalau ini juga perlu diklarifikasi, ya bolehlah.” Chan Yeol kembali meraihku dengan lengan kekarnya dan merapatkan wajahku di dadanya, terakhir kurasakan lengannya yang hangat itu merengkuh punggungku. “Pelukan ini untukmu, khusus untukmu. Kalau kau melihatku memeluk orang lain dengan cara seperti ini. Pukul saja kepalaku, karena aku pasti sedang amnesia.” Chan Yeol melepas pelukannya dan kembali menatapku hangat.

 

Oh Tuhan, kurasa ini sudah cukup. Chan Yeol tidak perlu menambahnya lagi atau hatiku akan meleleh.

 

“Apalagi tadi? Ah menyatakan suka. Yah walaupun tadi pagi aku bilang suka pada adik kelas yang memberiku bekal. Anggap saja aku lalai, karena aku suka makanannya, bukan orang yang memberikannya. Tapi kalau ini juga harus diklarifikasi, baiklah. Mulai sekarang, aku hanya akan mengatakan suka padamu. Hanya pada Byun Baek Hyun.”

 

“Chan Yeol-ah…”

 

“Kenapa?”

 

Aku menunduk dengan wajah merah sempurna. “Kurasa kau sudah bisa menghentikannya atau aku betul-betul akan akan terlihat semakin bodoh di hadapanmu.”

 

“Sayangnya ada hal terakhir yang lebih penting untuk di klarifikasi.”

 

Kali ini aku mengangkat wajah dan menatapnya penasaran. “Apa?”

 

Dan seharusnya aku sudah bisa menebak arti senyum Chan Yeol itu. Ada jahil di sana, dan terakhir memang semacam ada rindu atau… entahlah. Pikiranku langsung kosong saat tanpa bisa kuduga Chan Yeol sudah menunduk, meraih tengkukku dan menyatukan bibir kami cukup lembut.

 

Deg~

 

Kukerjapkan mataku berkali-kali, mencoba menelaah apa yang sedang terjadi sebenarnya. Chan Yeol menciumku lagi. Di bibir, dan sungguh ini sangat berbeda dari pertama kali ia menyentuh bibirku. Maksudku, Ya Tuhan… aku sungguh menyukai Chan Yeol, dan reaksi yang diperlihatkan tubuhku inilah buktinya. Detak jantung, deru nafas, dan desiran darahku semuanya bertambah berkali-kali lipat hanya karena Chan Yeol menciumku di bibir dengan cara yang…

 

Lembut.

 

“Kau pernah melihatku mencium orang lain seperti ini?” tanya Chan Yeol setelah melepaskan ciuman kami, persis di depan wajahku.

 

Aku menggeleng masih dengan wajah memanas.

 

“Karena aku tidak suka mencium bibir orang lain selain bibirmu.”

 

Blush~

 

Chan Yeol tersenyum kemudian menangkup kedua pipiku. “Jadi, jangan cemburu lagi, karena aku tidak akan mencium orang lain selain kau.” Setelahnya ia kembali meraihku lebih merapat dan kembali menyatukan bibir kami dengan caranya yang…

 

 

Ah..

 

Sungguh, Chan Yeol sukses membuatku kehilangan kata-kata. Siapa yang tidak tahu dia? Chan Yeol yang tidak suka berpikir terlalu banyak. Lebih suka sepak bola dan basket dari pada Matematika. Suka mengerjai orang lain, juga suka membuat dirinya menjadi penghibur untuk orang lain. Melakukan berbagai macam hal yang tidak masuk akal sampai terkadang aku mempertanyakan kewarasannya.

 

Tapi kali ini Chan Yeol memperlihatkan sisi berbedanya. Yah… selalu, Chan Yeol memperlihatkan sisi berbedanya padaku. Lukanya, tangisnya, dan kali ini… sisi lembut dan penyayangnya.

 

Inilah Chan Yeol. Baik buruknya dia, kelebihan dan kekurangannya. Semuanya yang ada pada Chan Yeol, aku menyukainya. Karena dia adalah Park Chan Yeol. Maka aku menyukainya.

 

Ya… aku sudah memikirkannya, dan aku sudah menemukan jawabannya. Dan kurasa memang sejak awal…

 

 

Tidak ada yang salah dengan apa yang dipilih oleh hatiku…

 

 

Park Chan Yeol.

 

 

◁◈▷

 

 

 

“Auranya indah sekali malam ini Baek Hyun-ah. Hal menyenangkan apa yang terjadi di sekolah nak?” tanya kakek saat ia mendapatiku tengah memeluk bantal di tempat tidurku.

 

“Aku… Aku jatuh cinta, kakek.”

 

Dan kakek justru menertawaiku. “Warna roh yang sedang jatuh cinta memang yang terindah. Jadi siapa dia? Yang api hitam atau merah?”

 

Aku tersenyum, kemudian menyembunyikan wajahku di bantal. “Park Chan Yeol…”

 

“Oh sudah kakek duga. Anak itu memang terlihat sangat ceria. Dia juga sopan, dan menyenangkan diajak mengobrol. Walau sedikit bodoh, tapi dia punya tekanan roh yang luar biasa. Kakek setuju.”

 

“Eh? Jadi kakek tidak suka Kris?”

 

“Bukan tidak suka. Hei, kakek juga suka dengan Kris, dia sangat pandai. Akan sangat membanggakan kalau dia bisa jadi bagian dari keluarga ini. Tapi sesuka apapun kakek padanya, tetap saja orang yang paling tepat untukmu itu ya Park Chan Yeol.”

 

“Heum… sebenarnya memang ada yang harus kukatakan padanya agar semuanya jelas.”

 

“Apanya?”

 

“Ya mengenai ini. Mengenai siapa yang kusukai. Kris harus tahu ini lebih awal sebelum perasaannya padaku tidak semakin dalam dan berakhir dengan menyakitinya.”

 

Kakek mengangguk-angguk, yang kutahu bahwa ia setuju dengan pendapatku. “Jadi kau sudah memastikan bahwa Chan Yeol dan Kris memang menyukaimu?”

 

“Tentu saja. Bukankah kakek sudah melihatnya sendiri. Mereka sangat perhatian padaku, artinya mereka sangat menyukaiku.”

 

“Hm, kakek bisa meihatnya, tapi ada satu yang kakek takutkan.”

 

Aku mengerutkan keningku, kemudian buru-buru membetukan duduk saat kulihat kakek mulai serius. “Apa itu?”

 

Kakek beranjak dari duduknya, kemudian melayang ke arah balkon, membelakangiku dan memandangi bulan yang hampir purnama di luar sana. “Mereka sudah pasti menyukaimu, tapi…” kakek menoleh dengan ekpresi yang baru kali ini sedikit sulit kubaca. “Menyukai dirimu yang mana?”

 

Deg~

 

Aku membelalak kaget, sebenarnya bisa langsung menangkap maksud kakek, tapi. “A… Apa maksudnya diriku yang mana?”

 

Kakek kembali menghampiriku, duduk di dekatku dan menggenggam tanganku lembut. “Kakek tahu kau mengerti. Sejak awal, ada dua Byun Baek Hyun dalam tubuhmu. Di sini,” kakek menyentuh dada kiriku. “Ada dua jiwa di sini. Wujud kalian sama, tapi sifat kalian berbeda. Mengenai kau yang satu lagi, kakek tidak bisa mengelak bahwa sosokmu sempurna. Tegas, dingin, kuat, terkadang tanpa perasaan tapi sungguh mempesona. Dan sejak dahulu Byun Baek Hyun yang itu sudah cukup banyak memikat orang lain. Jadi… kakek sedikit khawatir tentang dua anak manusia yang menyukaimu. Jika benar mereka menyukaimu, kakek harap, mereka menyukai dirimu yang ini, bukan yang satunya lagi.”

 

Aku terperangah, sungguh tidak pernah sedikitpun berpikir ke arah itu. Tapi justru ini point utamanya. Sejak aku kecil, aku sudah sering menghadapi kenyataan bahwa aku dihindari karena dianggap aneh. Makanya aku cukup terkejut saat ada dua orang yang langsung memberikan perhatian lebih padaku bahkan di hari pertama kami bertemu. Kupikir karena diriku yang lemah ini mengundang simpati mereka. Tapi…

 

Oh Tuhan, kenapa aku bisa selalai ini? Kakek benar, jika mereka memang menyukaiku. Diriku yang mana? Tidak akan bisa kulupakan bagaimana tatapan takjub Chan Yeol dan Kris saat aku menjadi Baek Hyun yang satu lagi. Bagaimana antusiasnya mereka berinteraksi denganku jika aku berubah menjadi sosok yang tegas itu.

 

Diriku yang satu lagi. Kakek betul bahwa memang diriku itu sempurna. Membuat Chan Yeol melupakan kesedihannya setelah kehilangan Kyung Soo, juga sukses membuat Kris yang dingin menjadi terlihat bodoh hanya karena jatuh cinta. Dan Oh… semuanya, bukan karena aku yang ini…

 

Tapi…

 

 

Diriku yang satunya lagi.

 

 

 

◁◈▷

 

 

Pagi itu, aku memang bisa bersikap biasa saja. Walau Kris sudah kembali masuk sekolah, aku tetap bersikap seperti biasanya. Bukan karena aku melupakan hal yang sangat penting. Tapi aku sedang berpikir bahwa, semua ini memang harus kuperjelas. Karena jika memang Chan Yeol maupun Kris hanya menyukai roh pelindung dalam tubuhku, itu artinya aku harus melepaskan perasaanku pada mereka. Terutama pada Chan Yeol.

 

“Bisa kita bicara?” tanyaku pada Kris saat jam istirahat pertama dimulai.

 

“Hm, tentu saja,” jawabnya serius karena kurasa ia memang sudah menunggu sejak lama.

 

“Hei, kemana kalian?” cegat Chan Yeol saat mendapatiku dan Kris melintasi bangkunya.

 

“Ada yang harus kami bicarakan,” jawabku datar, dan sorot mata Chan Yeol yang kebingungan sebagai bukti bahwa aku sanggup bersikap serius di hadapannya.

 

“Boleh aku ikut?” tanyanya ragu.

 

Aku menggeleng kemudian mengulas senyum tipis. “Aku juga ingin membicarakan satu hal denganmu Chan Yeol-ah, tapi setelah ini. Jadi tunggu aku di balkon atap.”

 

Chan Yeol mengangguk walau terlihat jelas ia masih bingung. Dan aku tidak bisa berlama-lama. Kulanjutkan langkahku keluar kelas dengan Kris yang terus mengikutiku dari belakang. Dan tempat yang kurasa cukup tepat untuk berbicara dengannya adalah, ruang kesehatan yang saat itu memang sepi.

 

“Jadi, kau sudah menentukan pilihanmu?” tanya Kris setelah ia menutup pintu ruangan itu.

 

Aku mengangguk. Menatapnya serius saat kami berhadapan. “Tapi sebelum itu, ada hal yang juga ingin kutanyakan padamu Kris-shii.”

 

Ia tersenyum cukup hangat, melangkah sedikit ke arahku hingga ujung sepatu kami bertemu. “Tanyakanlah.”

 

Di jarak yang sedekat ini, aku tetap mempertahankan kontak mata dengan mendongak. “Kau… betul-betul menyukaiku?” tanyaku langsung.

 

“Tentu saja. Karena jika aku tidak menyukaimu, maka aku tidak akan repot-repot untuk terlihat bodoh seperti ini di hadapanmu.”

 

Aku menghela nafas perlahan, inilah saatnya. “Diriku yang mana Kris-shii?”

 

Kris menatapku kaget, dan juga bingung. “Maksudmu?”

 

“Kau bilang kau menyukaiku. Tapi kau termasuk salah satu orang yang sangat tahu bahwa… di dalam ragaku, tidak hanya ada satu Byun Baek Hyun. Jadi kurasa ini memang harus kutanyakan. Kau menyukai diriku yang mana?”

 

Kris sempat membelalak sejenak, dan kebungkamannya menunjukkan bahwa iapun baru menyadari hal itu.

 

Aku memejamkan mataku, merasa terluka tepat di hatiku. Kupikir saat Kris mengatakan ia serius mennyukaiku, maka yang ia sukai adalah betul-betul aku. Diriku yang ini, yang tengah kecewa padanya. “Kau… menyukaiku aku yang…” kusentuh dadaku tepat di kiri, memusatkan fokus tekanan rohku yang makin lama makin bisa kukontrol dengan konsentrasi penuhku.

 

Srinnngg…~

 

“Ini… betul begitu, Kris?” tanyaku tegas dengan tatapan mata tajam dan lurus ke manik matanya.

 

Tatapan mata Kris semakin mencekam, wajahnya yang pucat serta bibirnya yang terkatup rapat tanpa bisa mengeluarkan kata-kata itu sudah menjadi pembenaran bahwa sejak awal tebakanku sepenuhnya benar.

 

“Kau…bodoh.” Aku mendesis acuh kemudian meninggalkannya dalam keterpanaan yang kuharap bisa menyadarkannya. Bahwa ia seharusnya tidak mempermainkan perasaan seorang manusia polos bernama Byun Baek Hyun. Bahwa… ia seharusnya tidak menyukai…

 

Sesuatu yang bersifat semu.

 

 

◁◈▷

 

 

Chan Yeol langsung menoleh begitu ia mendengar langkah kakiku mendekatinya yang tengah bersandar di tembok pembatas balkon atap sembari meneguk minuman kalengnya.

 

“Apa yang membawamu Baek Hyun haraboji? Apa ada roh jahat di sekitar sini?” tanyanya padaku, bahkan ketika aku belum berbicara padanya. Kupikir ia sudah semakin hapal tekanan rohku. Dan dari ekspresi wajahnya yang begitu antusias menyambut diriku yang ini, maka kuyakin… bahkan Chan Yeol pun menyukai aku yang ini.

 

“Aku tidak akan berlama-lama karena saat ini, baik Kris maupun kau tidak ada bedanya di mataku.”

 

Chan Yeol hanya tersenyum, dan aku tidak akan heran karena dia memang selalu menghadapi apapun dengan tersenyum. Salah satu alasan kenapa aku yang sau lagi menyukainya. Tapi… yang lebih penting dari itu semua… “Melihat ekspresimu yang seserius itu, kupikir kau tidak butuh berada di sekitar roh jahat untuk berwujud setegas itu. Jadi katakanlah apa yang membawamu ke sini, dan apa yang ingin kau sampaikan padaku.”

 

Aku melangkah sampai tercipta jarak hanya beberapa jengkal dari tubuh tinggi Chan Yeol. Mendongak ke wajahnya hingga aku bisa mengunci kedua manik matanya dengan tatapan tajamku. “Kaupun sama Park Chan Yeol. Apa betul kau menyukaiku?”

 

Chan Yeol mengangkat sebelah alisnya, respon berbeda dari Kris yang akan langsung menjawab iya. “Kenapa kau bertanya?”

 

“Karena aku ingin tahu. Jika benar kau menyukaiku, maka… kau menyukai aku yang mana?”

 

Ada beberapa detik berlalu begitu saja dalam hening. Atmosfer yang sama yang kudapatkan saat menanyakan ini pada Kris. Bedanya hanyalah, Chan Yeol tidak melepaskan senyumnya.

 

Tapi, diamnya sudah menjadi jawaban yang tegas, dan aku tidak butuh lagi penegasannya. “Hm, aku mengerti. sejak awal kau dan Kris memang tidak ada bedanya. Munafik.” Dan aku pun berbalik, meninggalkan satu lagi manusia yang tidak menggunakan hatinya untuk melihat perasaan tulus.

 

“Tunggu, sebelum aku menjawabnya, bisakah kau menjawab pertanyaanku lebih dulu?” cegatnya membuatku menghenitikan langkah dan menoleh dengan pandangan dingin.

 

“Apa?”

 

Ia masih seperti itu. Tersenyum tanpa ada keraguan sama sekali. Maksudku, ia terlalu santai untuk dihadapkan pada sebuah pilihan yang seharusnya membuatnya terkejut karena baru menyadarinya. “Aku akan akan menjawabmu setelah kaupun bisa menjawabku dengan jujur. Mudah saja, karena kau akan menemukan jawabanku, dari jawabanmu.”

 

“Baiklah, katakan.”

 

Chan Yeol melangkah pelan ke arahku, berdiri persis di hadapanku dan kali ini, matanya yang tersenyum itu mengunci kedua manik mataku. “Waktu itu, di tempat ini. Saat sekali lagi Kyung Soo meninggalkanku. Byun Baek Hyun mana yang memintaku untuk meluapkan semua emosiku? Byun Baek Hyun mana yang memintaku menangis untuk menumpahkan semuanya, bukan tertawa untuk menyembunyikan luka?”

 

Deg~

 

“Byun Baek Hyun itulah yang aku sukai. Jadi siapa diantara kalian yang mengatakan semua itu? karena saat Byun Baek Hyun  mengatakan hal itu padaku, saat itu pulalah aku pertama kali jatuh cinta.”

 

 

Deg~

 

 

Penegasan Chan Yeol…

 

Menjawab segalanya…

 

Aku menunduk, memejamkan mataku saat ada perasaan aneh di sudut hatiku. Dan untuk pertama kalinya bukan roh ini yang mengontrol tubuhku, tapi… pemilik tubuh ini… yang sebenarnya.

 

Srriiinngg~

 

“Yang mengatakannya…” lirihku dengan suara bergetar. “Adalah aku…” dan akhirnya tangisku pecah.

 

Hanya beberapa detik Chan Yeol membiarkanku menangis seorang diri, karena selanjutnya ia meraihku dalam pelukannya. “Selamat datang kembali, Baek Hyun ku.”

 

Aku ingin bersuara, aku ingin berteriak betapa aku menyukai Chan Yeol. Betapa aku mencintainya. Tapi tenggorokanku terlalu sakit untuk bersuara.

 

“Tidak apa-apa, aku tahu. Untuk itu, jangan pernah mempertanyakan perasaanku lagi. Aku mencintaimu, aku mencintai Byun Baek Hyun yang mencintaiku.”

 

Dan tangisku semakin pecah setelah ia mengatakannya. “Aku mencintaimu… aku mencintai Park Chan Yeol. Aku tidak mencintai Kris… aku tidak…”

 

Usapan hangat di punggungku, pelukan yang semakin erat, juga kecupan lembut di puncak kepalaku. “Heum, aku juga mencintaimu.”

 

Tuhan… aku tidak akan meragukannya lagi. Aku mencintai Park Chan Yeol.

 

 

 

◁◈▷

 

 

Author POV~

 

Pemandangan itu terlalu nyata, berwujud pedang yang menebas habis hatinya. Untuk pertama kalinya ia jatuh cinta, untuk pertama kalinya pula ia terluka.

 

Mencintai sesuatu yang semu.

 

Kris luruh ke lantai saat matanya tak sanggup lagi memproyeksi apa yang terjadi di luar sana. Saat sosok roh yang terperangkap dalam tubuh mungil menyadarkannya akan semua perasaan maya yang memabukkannya. Benar… ia mencintai Byun Baek Hyun yang itu. Byun Baek Hyun yang membuatnya mengabaikan phobianya terhadap air dan mempertaruhkan segalanya untuk menyelamatkannya. Ia mencintai Byun Baek Hyun yang menyentuh pipinya dengan lembut dan mengatakannya keren saat ia merasa bahwa dirinya tidak berguna karena phobianya. Ia mencintai Byun Baek Hyun yang selalu membuatnya takjub akan ketegasannya yang membuatnya menjadi penurut. Ia mencintai Byun Baek Hyun yang mampu menyaingi tatapan dinginnya. Ia mencintai Byun Baek Hyun menerima sifat kekanak-kanakannya. Benar… ia mencintai roh pelindung Byun Baek Hyun.

 

Kris… sangat mencintai roh itu. Bukan Baek Hyun yang satunya lagi.

 

Namun salahkah Kris jika ia menempakan perasaannya pada wadah dimana roh itu ditampung? Dan salahkah Kris jika hatinya sakit saat melihat dengan jelas bagaimana Chan Yeol memeluk erat tubuh mungil itu? Mengecup keningnya dan dengan leluasa mengucapkan kata cinta? Terakhir… salahkah Kris jika ia mengharapkan sesuatu yang lebih nyata untuk roh yang ia cintai itu?

 

Hanya satu raga… namun menampung dua jiwa. Dan Byun Baek Hyun yang ia cintai akan menjadi nyata jika rohnya yang menguasai raga itu.

 

Krak~

 

Pintu kayu yang digenggam Kris dengan erat itu menimbulkan retak. Seperti patahan hatinya saat ini. Dan Kris tidak akan tertolong jika bukan ia yang menolong dirinya sendiri.

 

“Aku mencintaimu Byun Baek Hyun… dan kau yang membuatku seperti ini.” Keluhnya sakit. Kemudian beranjak meninggalkan tempat itu sebelum hatinya semakin hancur melihat Chan Yeol dan Baek Hyun berpelukan semakin erat.

 

 

◁◈▷

 

 

Baek Hyun sudah tertidur sangat damai sejam yang lalu. Wajahnya tak melepaskan senyum kebahagiaan, terlebih setelah Chan Yeol menelponnya sebelum tidur hanya untuk mengucapkan selamat malam dan kalimat aku mencintaimu sebagai pengantar tidur. Jadi bukan tanpa alasan kenapa tidurnya begitu tenang dan damai.

 

Namun detik berikutnya, tubuh Baek Hyun diselimuti chaya, dan perlahan meredup saat ada sesuatu yang lepas darinya.

 

Roh Byun Baek Hyun yang satunya lagi.

 

Ia melayang di atasnya. Menatap tubuh mungil yang mengingatkannya pada dirinya sendiri saat ia masih hidup. Tidak ada yang berbeda, mungkin benar jika Byun Baek Hyun yang sekarang adalah reinkarnasinya. Baek Hyun yang sekarang adalah perbaikan dari dirinya di masa lalu. Tapi… ia jelas tidak bisa melepaskan tanggung jawab dari …

 

Hal yang ia tinggalkan di masa lalu.

 

Kenapa kau keluar dari tubuh cucuku?”

 

Baek Hyun menoleh saat suara familiar itu mengusiknya. “Ada yang ingin kubicarakan padamu.

 

Kakek Baek Hyun terdiam sejenak, memandangi Baek Hyun yang tertidur dan Baek Hyun yang melayang secara bergantian. Kemudian mengangguk. “Baiklah, katakan.”

 

Baek Hyun menoleh ke belakang, tempat di mana Baek Hyun yang satunya lagi tertidur. “Kurasa tidak di sini. Ikut aku keluar.

 

Tapi cucuku?”

 

“Dia kuat, dia tidak akan apa-apa jika kutinggalkan sejenak.”

 

Dan kedua roh itu pun meninggalkan tempat itu tanpa jejak kehadiran sedikitpun.

 

 

◁◈▷

 

 

Melihatmu seresah itu, sebenarnya cukup langka untuk orang berhati dingin sepertimu. Ada apa?” tanya kakek Baek Hyun saat ia dan roh Byun Baek Hyun melayang berdampingan di atap sebuah gedung tinggi di daerah perumahan itu.

 

Ini mengenai… kedua namja pengguna api itu.”

 

“Kenapa? Apa kau juga menyukai salah satunya?”

 

Baek Hyun tidak menjawab, ia mengarahkan padangannya ke arah lain.

 

Sebenarnya apa keterikatanmu dengan kedua pemuda itu?”

 

Baek Hyun masih bungkam, sampai kemudian ia akhirnya menoleh dan menatap kakek Baek Hyun dengan pandangan sendunya. “Ada hal yang kutinggalkan di masa lalu yang menyebabkan rohku terkurung ratusan tahun di sebuah wadah yang menjadi benda pusaka keuarga Byun. Dan aku bisa keluar dari tempat itu saat aku mendengar tangisan pertama Baek Hyun yang baru lahir. Di situlah aku yakin bahwa harus ada yang kulakukan di kehidupan ini. Melihat Baek Hyun yang bahkan memiliki kekuatan yang sama denganku itu mengisyaratkan bahwa hal itu akan terulang lagi. Dan aku… harus melindunginya.”

 

“Hal apa?”

 

“Hal… Ah tidak, kuharap itu tidak akan terjadi, karena Byun Baek Hyun yang sekarang kurasa akan memperbaikinya. Hatinya lebih murni, dan aku bisa merasakannya. Bahwa dia lebih menghargai perasaan yang bernama cinta.”

 

“Jadi… hal yang kau tinggalkan di masa lalu berhubungan dengan dua pemuda itu?”

 

Baek Hyun tidak menjawab.

 

“Sebenarnya aku tidak berhak mengatakan ini, tapi Byun Baek Hyun-nim. Kau yang sekarang, terlihat lebih baik dari sebelumnya.”

 

Baek Hyun mengangguk lemah, kemudian menatap bulan yang hampir sempurna di atas sana. “Ini karena aku terus bersama cucumu yang lembut. Dan berkat dirinya… aku bisa mengenal sebuah perasaan yang dulunya kuabaikan.”

 

“Jadi benar, kau juga mencintai salah satunya?”

 

Baek Hyun kembali terdiam, tapi diamnya itu sudah merupakan jawaban yang tegas. “Tapi… untuk kehidupan yang ini. Harapan terbesarku adalah, ‘dia’ tidak melakukan kebodohan yang bisa berdampak besar bagi mereka bertiga.”

 

Baek Hyun memejamkan matanya, mencoba merasakan tekanan roh yang ia kenal berada cukup jauh darinya. Namun ia bisa merasakannya dengan jelas. Auranya memekat, karena rasa sakit yang melandanya.

 

Kris… jangan…

 

 

 

 tbc

230 thoughts on “Heart 2 Soul || ChanBaek – KrisBaek || Chapter 4

  1. AAAAAAAAHHHHHHHHHHHKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKkkk,,,,,,,,,,,,
    uhuk uhuk uhk,,*efek teriak*

    eonni kau membuat aku gial,
    sumpah ini keren,,
    jalan crita nya mudah dimengerti padahal aku yakin pasti susah bahkan teramat susah nulis cerita beginian,,
    tapi eonni segitu bagus nya menuangnkan kata kata,,
    ah eonni aku pada mu,,

    sebenarnya apa sih yg terjadi dimasa lalu, aku sebnarnya agak bisa nebak sih, cma kurang yakin jadi lebih baik nunggu lnjutannya aja,,

    suka ama chanyeol, SUMPAH,,
    *aku hanya akan memelukmu seperti ini jika kau melihat aku memeluk orang lain seperti ini pukul aku karena aku pasti sedang amnesia*
    OMIGOT kata kata nya,,,
    DAEBAKKKK,,

    setiap nulis ff pasti ada kta kta yg bikin hati bergetar, belajar dmna sih,,???

    eonni kelnjutannya jngn lma lma ya,,
    i lope u,,

    *_*

  2. Hah kirain si kris ngasih solusi yang bener ternyata menyesatkan
    setelah banyak rintangan akhr.y baekhyun baby menetapkan hati milih chanyeol

    tapi tapi dulu baekhyun harabeoji milih siapa ???
    yang di maksud dia siapa ?
    kris kah ?
    beneran masa lalu baekhyun harabeoji harus cepet terungkap

    dan itu kris ngapain ngdeket ???
    kakek,baekhyun harabeoji cepet kembali

  3. baekhyun haraboji juga bisa cinta-cinta’an
    aku kira ntar pacaran sama kris ternyata sma chanyeol,kris suka baekhyun haraboji bukan baekhuun yg itu

    kenapa tbc disaat bagian ygpenting…
    ditunggu chapter selanjutnya

  4. ih kesel sama roh baekhyun yg satu lagi.lama-lama jd kayak permainin baekhyun.kan kasian hatinya milik orang tapi tubuhnya milik 2 orang(??) ah knp roh yg satunya lg ga musnah aja;____; //banting hape//
    perintahnya kris juga sepihak…….egois…….jelas jelas yg suka kris itu roh tua 700thn huft //tendang guling//
    AHHH knp tbc disitu TTT w TTT gantung banget alf huaaaaa feelsku ngambang TTT A TTT

  5. ommo…..bneran rumit kisah cinta.nya.
    fantasy.nya bneran krasa
    nyata…..mudah dibayangin ga bkin pusing…..
    dan kriss……knpa itu..? ada apa sbnernya sma krisseu sma baekhyun.NIM dmsa lalu…#huehe.serasa.tua
    pnasaran bgt….

    chan……please….walaupun dikau rada abstrak….#eh…
    maksudnya….yah, karakter.nya di bkin sdkit aneh…..murah senyum ya..ah, klw chanyeol mah boros senyum…….tpi suka banget pas ngegombal….
    #ecieeee…..
    “Byun Baek Hyun itulah yang aku
    sukai. Jadi siapa diantara kalian
    yang mengatakan semua itu?
    karena saat Byun Baek Hyun
    mengatakan hal itu padaku, saat
    itu pulalah aku pertama kali jatuh
    cinta.”….#aeyyyyy……>__</

  6. jiah~~~
    akhirnya keluar juga h2s!😀 seneng bgt…

    setelah dipikir-pikir, keren juga ya bisa punya 2 nyawa dalam 1 jiwa.. yah, walaupun ribet kaya si bebek gitu..

    mmmm~~ kris… chanyeol.. memang susah buat milih dua orang itu😀 abis dua-duanya cakep >_<
    ampun, pas si kris minta supaya bang baek cuma mikirin dia dan lupain chanyeol…… jezzzzzzzzz….. rasanya dag-dig-dug nunggu reaksi baek..

    setelah dipikir-pikir /lagi/ emang baru sadar, sebenarnya chanyeol dan kris itu suka sama baekhyun yg mana? yg unyu kaya anak esde atau yg kakek-kakek garong itu :3
    dan cara chanyeol… jawab itu…. sesuatu! :p

    pas dikonfirmasi, "memintaku untuk meluapkan semua emosiku, memintaku menangis untuk menumpahkan semuanya, bukan tertawa untuk menyembunyikan luka. saat Byun Baek Hyun mengatakan hal itu padaku, saat itu pulalah aku pertama kali jatuh cinta"
    asdfghjkl~~~
    #RollLikeABuffalo~
    sweet bgt..
    dari tadi bacanya cuma bisa ngulum senyum :p

    eh, emangnya itu dulu ada apa sih antara ByunBaekHyun si kakek garong dengan dua pengendali kekuatan api hitam dan merah itu? emang apaan? lof triangel kaya yang sekarang ye? kejadian lagi ye??

    ah.. eonni, aku nunggu lanjutannya dah.. pokoknya gak sabar.. pngn tau kelanjutan kisah chan-baek-kris yg rumit ini ._.
    oh ya, eon, betewe, aku kangen ama NRL~ kapan2 apdet ya? :p #plaakk!!
    okeh.. si yu neks in chapter~~

  7. daebakkkkkkkkk
    daebak banget, suka sama part yang ini, ayo lanjut dong, kris nya kasian banget di sini, dan aku lebih suka kris yang suka sma baek hyun yang satu nya lagi, hehehe
    lanjut lanjut lanjuttt

  8. masih penuh misteri T.T ga bisa nebak.. bener2 ff yang menantang ^^ akhirnya byun baekhyun baby dan chanyeol bersatu #pelukchanbaek

    masih banyak yg belum dijelaskan tentang kris dan baekhyun haraboji.. penasaran. hwaiting authornim!!

  9. Idiiiiiiiiihh kesyeeeeeel baru baca chapter 4 padahal pas liat tanggal udah dipost tahun 2013 silam😥
    kirain chapter baru pas KC buka, huwaaa.

    Ih, mas kris… Terkesan maksa kasih jalan keluar buat pilih dia aja, tapi syukurlah baekhyun membuat pilihan yang tepat. Fiyuuhh~ *ngerasa udah bener ngedidik anak

    itu pas tbc kenapa? Kris kenapa kok di ‘jangan’ in, apa jangan jangan… Kris…

    Cepet apdet~~~

  10. Kyaaa daebak, jeongmal.

    Aku gk tahu mw review apa an krn menurutku crtny mudah d mengerti yah walau penuh mistery.

    Kris ku mohon jgn bertindak bodoh,jgn melakukan kesalahan hanya krn cinta mu sepihak. Tuh kan ku jd mkr stlh ini Kris pasti menghindari Chanbaek udah gtu d manfaatin pula sm roh2 jahat. Ah jgn sampai dah. Oh y ktny 2 penguasa api tdk bisa hidup d dunia yg sama krn akan terluka salah satu nya,itu bearti kejadian d masa lalu akan terulang dong.

    Apa mgkn urusan d masa lalu yg belum terselesaikan hingga membuat roh baek tdk bisa kembali ke tempatnya ada hubungan ny dgn Kris?

    Hahaha kakek baekhyun kocak,udah tua juga tapi ky gtu kelakuan ny. Tapi thor y aku smpt mikir jg kalo yeol memilih mengalah dan membiarkan roh baekhyun menguasai raganya krn baekhyun yg asli itu tdk sekuat rohny dan dy perlu perlindungan dgn kata lain membiarkan kris yg bersama baekhyun.

    Ah molla,lumayan rumit jg percintaan mrk. Terlalu byk misteri. Wlw typo beberapa kali d temukan tp tdk mengurangi jalan cerita nya.

  11. ini semakin rumit tapi juga senakin menarik. ini udah masuk ke konflik yg sbenernya kah. tapi aku harap gk akan cepet2 tamat. soalnya ff H2S ini adalah salah stu dari ff2 unggulan yg dimilik wp KC#imo.. tp aku beneran penasaran sama roh baekhyun yg satunya(yg tegas n sexy#plakk), ‘dia’? kris?… wah beneran deh.. ada apa dimasa lalu baek tegas dengan si ‘dia’ ato kris laen(?).. please author, klo gk keberatan, ceritain juga tentang masalalu roh baekhyun tegas. keep writing ne… ganbatte.

  12. Aaaaa,mkin ksni mkin bkin gregetan,’
    Agk gmana gtu pas ad moment baek haraboji ma kris brmesraan,’
    Tpi untglah baek baby muncul tpat wktu jga,

    Kris cemburu,tpi dia gak brniat memiliki baek baby jga kan.?’ Kog dia marah bgt liat baek baby ma yeol pelukan,’

    Pas baek haraboji pergi otomatis cma ad baek baby untk yeol,’
    Tpi q msh penasaran ma kejadian 700 taun lalu,’
    Trus knpa pas tbc blg ‘kris jangan’ emang kris mau ngapain.?’ Dia g mau brniat jahat ma yeol or baek baby kan.?’
    Iya kan.?’

    Btw alf ini lnjtin gak.?’
    Dtggu dech,bkal sbar mpe alf lnjt lah,’
    Critanya bgus mpe kebwa2 mimpi,’

  13. Asdfghjkl krisbaek momentnya tuh bikin nganu banget. Eh ya baekhyunnya tiba-tiba berubah. Sumpah greget banget kalo liat krisbaek, mana krisnya jadi nurut juga kan.

    Soal chanbaek tuh ya gimana ya. Udah lumrah banget liat mereka romantisan sampe bikin auwga”&%±dya.

    Sebenernya ngga begitu ngerti soal masa lalu. Intinya ya soal tiga itu. Tapi serius suka banget temanya. Baekhyunnya bertolak belakang. Nungguin krisbaeknya;;

  14. emng sdah seharusnya baek milih chanyeol. memilih seseorg yg mncintai dirinya yg sebenarnya. bkan dirinya yg lain. sperti kris. tp kak, apa sih maksud dr kata ‘DIA’? apakah ada org keempat selain baekhyun, chanyeol, dan kris speperti yg dkatakan baek yg dingin itu? kak…lanjutin dong ceritanya. dn jgn diproteksi. aku reader baru dn blm tau cara dpt paswordnya….:-(

  15. kyaaaaaaaaaaaa aduh.. ini tbc nya nanggung bgt.. bingung jdinya. tpi sneng jga akhirnya si baekhyun mlih chanyeol. horeeeeeeee asik deh jdinya. tpi gk tega jga klo si kris sendirian. eh, kn msh ada nenek moyangnya si baekhyun?

  16. Aku fikir aku sudah comment, tapi entahlah /slaped/
    Fine, Aku ngakak pas scene awal, kak.. Chanyeol sama Kris yang terus saja adu argumen benar-benar err.. begitulah.😀
    belum lagi aku bayangin Kris yang senyum GJ sambil nyiram kembang😀😀

    Pfft.. otak Chanyeol lama-lama benar-benar rusak karena kepalanya terus Kris pukul.

    “Jadi siapa diantara kalian yang menjadi pacar cucuku? Apa kau anak muda? Kau terlihat kuat, tapi anak muda yang satu lagi terlihat pintar. Wah cucuku ternyata player juga.”
    .
    .
    .
    nah, kata-kata kakek Baekhyun yang ini juga membuatku ngakak. Masa nistain cucu sendiri sampai segitunya😀😀
    Kok bisa, Baekhyun punya kakek begitu?? /dijitak/
    Dan Pfftt.. sepertinya Chanyeol 60 tahun mendatang bisa lebih parah dari kakek Baekhyun, Kris ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ LOL

    “Hei… mereka berdua tampan, tapi kau harus konsisten dengan satu pilihan nak, tidak baik bersikap serakah.”
    .
    .
    Ngaks, ini apalagi. Lagian, kan sebetulnya bukan serakah sih yang aku tangkap. pribadi yang menyukai juga berbeda, bukan??? cuma ya itu, karena badannya cuma satu orang kesannya serakah /plak/
    Ciyeee~ yang peka sama mood yayangnya :3 :3 /colek Baekhyun/
    Dan agak err.. sama Kris. Huffft… Baekhyun terpancing sepertinya.

    “Pelukan ini untukmu, khusus untukmu. Kalau kau melihatku memeluk orang lain dengan cara seperti ini. Pukul saja kepalaku, karena aku pasti sedang amnesia.” Chan Yeol melepas pelukannya dan kembali menatapku hangat.
    .
    .
    “Karena aku tidak suka mencium bibir orang lain selain bibirmu.”
    ^
    ^
    ^
    YAYAYAYAYAYAYAYAYAYYAYAYA, KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!!!!!!!!!
    Huasyem Chanyeol membuatku loncat-loncat, guling-guling, senyam-senyum sampe pipi aku pegel❤❤
    aduh, bahkan aku ndak segan buat nampar pipiku sendiri kak, ngahahaha😀😀
    Baekhyun~ beruntungnya dirimu ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    .
    .
    Dan satu penggalan palin favorite, Kak. PALING FAVORIT! /plak/
    .
    .
    “Byun Baek Hyun itulah yang aku sukai. Jadi siapa diantara kalian yang mengatakan semua itu? karena saat Byun Baek Hyun mengatakan hal itu padaku, saat itu pulalah aku pertama kali jatuh cinta.”

    “Tidak apa-apa, aku tahu. Untuk itu, jangan pernah mempertanyakan perasaanku lagi. Aku mencintaimu, aku mencintai Byun Baek Hyun yang mencintaiku.”
    .
    .
    YA~!!!! Aku blushing parah (o*3*o)
    Dan scene terakhir..
    Ada apa dengan Kris?? Apa dia berniat melakukan sesuatu yang berbahaya?? Apa itu kan membuat kejadian di masa lampau terulang kembali??? ㅠㅠ
    Andwaeee~~ Krisseu~ Jangan lakukan, itu ㅠㅠ …. Jangan tusuk aku dari belakang~~ karena rasanya itu sakit bukan main, sakit minta ampun! /ditendang Kak ALF/
    Ya Salam, semoga Kris ndak ngapa-ngapain???
    Next Chapter ditunggu, Keep writing and fighting^^
    AISHITERUYOOOOOOOOOOOOO, ALF Nee-saannnn❤❤

  17. ughh.. bner2 ini butuh flashback dari masa lalu baekhyun haraboji (minjem panggilannya chanyeol XD) nih… pnasran bngt d khidupan dlu baek haraboji suka chan ato kris..

    kris, kasian jg liat dia broken heart, atau jngn2 dlu cinta kris jg bertepuk sblh tangan??
    pliss kris jngn dendam sma baekhyun ato chanyeol yy.. #g baek lho

    ahh.. g tau knp aq suka bngt sma partnya chanyeol yg bilang cinta sma baek, feelmya lbih krasa lgi gra2 dia update IG ngucapin ulyah k baek.. ugghh #chanbaekfeels #jiwashipperkeluar ^_^ #HappyBaekhyunDay

    okke author, d tunggu kelanjutannya
    keep writting
    fighting!!

  18. aiiiihhhhh aq naksiirr pol sm ff inii. kriiisssss sm baek yg galak kok aduh bkin aq ngakak sendiri hahah. baek yg lembut kesan.y ngebosenin dan dgn chan bsa lbih hidup haha

    atulaaaah itu tbc apaan sih kurang sopan bgt tiba2 namplok bgtuuuu.
    klo masalah pilih memilih mah aq bisa miliih. ky di ff payphone mending baek sm kris scra ksihan yeol kan baek.y udh cinta sm kris. atau mending baek aja yg mati.

    untk ff ini mending baek sm chan soal.y yg pnya raga.y kan baek yg cinta chan. justru kasian klo jd.y krisbaek krn baek maupun kris gk “saling cinta” *dipakein kutip*.
    yaaa klo kris smpe macem2 pling ntr kris mati trs roh dia sm roh baek bisa reinkarnasi trs jadiaaaaann deeh. dan alf dgn sangat baik hati mau memberikan sequel buat si roh baek dan roh kris HAHAH jiirr sy ngerusak kerangka crta bgt :V
    eksistensi kris di ff ini bner2 bkin aq melepas kangen sm kris :’3 disini kria ituu tipe2 yg ky sasukeee. aq suka kris di sini hahahah secara klo aq jd baek aq bner2 gk suka org berisik. org tenang itu berkali kali lipat lebih ganteng *menurut sy* hahah.

    alf yg aq gk tau km umur brp. toloong inii di lanjuuttkaaan doong *kedipkedip* gpp lamaa asal jgn lupakan ff ini. Semangaaat!! dan terimakasiihh ^^

  19. Ping-balik: LIST FF CHANBAEK FAVORITE | Shouda Shikaku's World

  20. Kak!! Gue suka posternya!

    Kakeknya baek itu sebenarnya sesuatu bgt, masa cucunya masih polos begitu di kepoin yang berbau chanyeol(re:mesum)
    -hey! Gue ga bau! –
    Oke oke, kakeknya baek itu emang sesuatu, berani bnget ngatain byun baekhyun terang2an, bisa mati dua kali nnti dirimu, kek. Terus yang pas kakeknnya ceritain tentang masa laluny byunbaekhyun, yang : “Itu bukan dongeng, itu sejarah” otak gue langsung loading “ i need you and you want me” sambil dangdutan gue, hahhaha asli gue orangnya random banget, ampun deh. Soalnya itu sifatnya gue dari dulu2, ga bisa diubah lagi,

    -emang ada yg nnyaa?—

    Ternyata byun baekhyun bukan Cuma roh penjaganya baekhyun, krn ada hal yang harus ia lakukan dikehidupan sekarang, eaa..

    Dan diparagraf ini yang hawa-hawanya memekat(?) tanda konflik akan segera dimulai (?):
    “Baek Hyun memejamkan matanya, mencoba merasakan tekanan roh yang ia kenal berada cukup jauh darinya. Namun ia bisa merasakannya dengan jelas. Auranya memekat, karena rasa sakit yang melandanya.

    Kris… jangan…”

    Sebenarnya gue udah ada byangannya, soalnya dimanganya—ini mah spoiler#plakk
    Yang pastinya gue nunggu kelanjutan berbeda dari kak alf, soalnya yeah, siapa yang gatau kak alf, selain sifatnya yang—“mau musnah sebelum mati lu?!”
    langsung datang byun baekhyun buat belainn kk alf, dan gue dicekik T.T

    gue becanda kok, kak. Yang pastinya kelanjutann ceritanya ga main2 seerunya. ada satu hal yg gue ga ngeh, paragraf ini:
    “Namun salahkah Kris jika ia menempakan perasaannya pada wadah dimana roh itu ditampung? Dan salahkah Kris jika hatinya sakit saat melihat dengan jelas bagaimana Chan Yeol memeluk erat tubuh mungil itu? Mengecup keningnya dan dengan leluasa mengucapkan kata cinta? Terakhir… salahkah Kris jika ia mengharapkan sesuatu yang lebih nyata untuk roh yang ia cintai itu?”
    Maksudnya apa? Apa kris mencintai roh byunbaekhyun, tp dia juga cinta ama baekhyunnya? Wadah dimana roh itu ditampung kan baekhyun kan? Dia cemburu saat chanyeol meluk ama cium dia, berarti dia juga mencintai baek kan? Kalo iya berarti kris itu maruk—SLAP
    I really confused, author-nim. Can i take baek home, so those two giant asses wouldn’t fight over him—PLAKK
    GUE YANG AKAN MUSNAHIN ELU KALO ELU YANG BAWA PULANG ANAK BODOH ITU. GUE NUMPANG DITUBUH DIA, KALO LU BAWA PULANG, GUE OGAH TINGGAL AMA LU, HEH!
    Ampun byun-nim, gue becanda kok, iya beneran. Gue masih sayang nyawa, gue belum sarjana, belum sempat ambil magister di jepan—ehh..

    And do you know, saat baek bilang ke yeol, yang nyuruh yeol itu nangis bukan tertawa untuk menyembunyikan luka, dan chanbaek pelukan—yeayyy!— otak gue nge-loading sendiri lagunya maybe by yiruma, sumpeh demi apa! Itu bener2 mendukung suasana romantisnya..
    “disuatu atap gedung sekolah angin berhembus sepoi-sepoi, sepasang pemuda berpelukan disana. penuh kupu-kupu, pelangi, balon, dan iringan melodi piano yang berasal entah dari mana, maybe by yiruma –end—”

    —tarik nafas—
    —hembusin nafas—
    HAHAHAHHAHHHAHA*LMAO

    Dan gue turut berduka ama kris, soalnya lengkap udah ke-jones-annya dia—
    C: gapapa krisseu, nanti lu dikasih yang cantik2 ama author yg cantik itu*kedip2. Soal perasaan lu ama baek nanti kelamaan hilang juga, take it easy, okay?—PLAKK
    K: itu semua gara2 elu, gue benci! Tao-ya, temanin gege jalan-jalan yuk,
    C: dasar kris, tiang playboy.

    —hening—

    C: eh lanjut aja reviewnya, kris udah pergi hehe
    —hening lagi—
    C: elu kenapa, nis? Okay2 gue pergi juga. Bye~
    —masih hening—
    —tarik nafas—
    —hembusin nafas—
    Hiks,.. You are the best author nim! Ommgggg I have no words to express my feels Thank you so much for writing this! You’ve gained a new fan really!! I’m looking forward to your another awesome story author-nim ~~

    Luv ya~

  21. uuh eotteokhae.. kisah cinta mereka makin rumit. walaupun sekarang chanbaek udh bner bner saling cinta, terus permasalahannya disini itu gimana nasib hati kris dan baekhyun yg satu nya? kalo dipikir-pikir gimana cara mereka bersatu.

    bisa kebayang sakit hati nya kris, pas tau yang dia cinta adalah baekhyun yg semu, bukan baekhyun yg nyata T.T

    persatukan mereka kak, buat happy ending yaa ^^ keep writing

  22. Hadduh hadduh… Ini aku belum bisa menerka-nerka selanjutnya *songongbangeeeet

    Tapi pas Baek butuh penjelasan.. Sudah kuduga itu si Chanyeol.. *yayy..

    Tinggal menunggu yang terbaik buat si Kris.
    Bagaimana dia akhirnya…

    Karena dia masih di tbc sama penulis ..

    Dan belum dilanjutkan…

    Oke, Kak Alf yang pinternya buat ff itu Wow banget..

    Terima kasih..🙂
    Jadi pengen bisa deh.. Kkk ~/OOT deh/
    Ff nya ga pernah berbelit-belit..

  23. finally, what I’ve been waiting for revealed.
    makin kesini jadi makin sakit kepala bacanya,
    “dia terlihat seperti chanyeol 60 th kemudian” itu kode ya? aku juga baru ngeh soal mereka tuh menaruh hati sama baekhyun yang mana my mind get messed up sumpah keliyengan nebak2 nantinya jadi kayak gimana. sakit sih jadi kris perasaanya dibolak balik gitu, hik. semoga dapet pencerahan di chapter berikutnya ynag gak tau bakal lanjut kapan heheheheheheheheheh. ok deh kak ALF thank you for such a amazing fiction, see you next chapter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s