Livin’ With Heartsick [Chapter 1]


Title: Livin’ With Heartsick

Author: Nisha_bacon627

Genre: Romance / Angst / Friendship

Main Cast:

  • Byun Baekhyun
  • Park Chanyeol
  • Do Kyungsoo

Length: Chaptered

Warning: YAOI [BOY X BOY]

Previous Chapter:

Prolog

 

Di dalam sebuah kamar dengan desain interior minimalis tapi dengan kesan mewah yang kental, terlihat dua orang namja berbaring bersama di atas satu-satunya tempat tidur dengan ukuran king size di kamar itu.

Namja cantik di antaranya berada di dalam pelukan namja lainnya yang memeluknya erat, seakan-akan tak ingin melepasnya walaupun untuk se-inci saja.

“Baekhyun-ah…”

Namja cantik yang dipeluk itu mendongak sedikit ke atas, melihat wajah sang kekasih yang memanggilnya, “Eum..wae?”

“Aku mencintaimu…” Namja cantik bernama Baekhyun itu tersenyum ketika mendengar penuturan kekasihnya dan merasakan kecupan lembut pada puncak kepalanya.

“Aku juga Chanyeol-ah…”

Chanyeol tersenyum simpul seraya membelai rambut halus milik Baekhyun. Tuhan, sungguh dirinya mencintai lelaki manis dalam dekapannya ini. Dan entah apa yang akan terjadi pada dirinya jika tak ada lagi Baekhyun disisinya.

DRRT…DRRT…
Sedikit tak rela Chanyeol melepas sedikit pelukannya dan meraih handphonenya yang bergetar di atas nakas yang berada tepat di sampingnya.

Awalnya ia tak berniat mengangkatnya begitu melihat siapa si pemanggil dari id caller yang terlihat pada layar handphonenya, tapi suara hatinya tak menuruti permintaan sang otak dan malah menekan tombol hijau yang menandakan bahwa ia menjawab panggilan tersebut.

“Ada apa Soo-ah?”

Kali ini wajah Baekhyun yang terlihat sedikit tak rela. Ok! Baiklah, bukan sedikit tak rela, tapi sangat tak rela, dan tak bisa dipungkiri kesedihan lebih tercetak jelas disana.

“Baiklah, aku kesana sekarang hm? Kau tenang saja, tunggu aku.”

Sambungan terputus tepat setelah Chanyeol melemparkan handphonenya asal-asalan kembali pada nakas, lalu mengambil kunci mobil yang terletak pada sofa dan segera pergi menuju ke tempat orang yang meneleponnya barusan, sebelum ia menyadari ada seseorang yang ia tinggalkan dengan air mata yang telah sukses meluncur pada kedua pipi putihnya.

“Benarkah kau mencintaiku Chanyeol-ah?” Tak ada Chanyeol disana. Pintu telah tertutup menandakan Chanyeol telah menghilang dibaliknya ketika ia juga mengeluarkan pertanyaan pilu yang Baekhyun sendiri tak tahu jawabannya seiring dengan isakan kecil yang terdengar darinya.

-oo00oo-

“Baekhyun-ah…”

Baekhyun menoleh ke belakang dan mendapati sahabatnya Kyungsoo tersenyum melambaikan tangan ke arahnya dengan edikit berlari untuk menyamakan posisi dengan dirinya.

“Tumben kau datang pagi-pagi sekali. Soo-ya.” Baekhyun mengerutkan dahinya. Ada yang salah pada sahabatnya ini. Ya, sahabat terbaiknya bernama lengkap Do Kyungsoo yang notabene dijuluki raja dari seluruh keterlambatan di setiap pelosok, hari ini menampakkan diri sebelum waktu menunjukkan pukul 07.00, waktu dimulainya pelajaran pertama dan ia akan datang paling cepat dua tiga puluh menit setelahnya.

“Kau tak suka sahabatmu ini berubah menjadi lebih baik eoh?” Sedikit memajukan bibirnya cemberut Kyungsoo menjawab, membuatnya lelaki imut terlihat semakin imut lagi.

“A..ani, bukan seperti itu maksudku. Ta..tapi kau kan-” Kyungsoo tersenyum melihat Baekhyun panik, lucu sekali pikirnya.

“Haha..aku bercanda kok.”

Baekhyun menghela nafas lega mendengarnya.

“Jadi, jam wekermu berhasil selamat kali ini?”

Baekhyun meringis pelan ketika Kyungsoo menjitaknya pelan, “Ya, jam wekerku yang kau khwatirkan itu selamat kali ini.”

Setelah percakapan kecil itu, mereka diam sejenak. Sepertinya mereka sibuk memikirkan topik apa lagi yang akan mereka bicarakan seraya berjalan menuju kelas mereka yang memang sama, sampai Kyungsoo menepuk pundak Baekhyun dan tersenyum, “Baekki, ada yang ingin aku ceritakan padamu.”

“Apa itu?” Melihat Kyungsoo yang bersemangat tentang topik yang akan ia bicarakan kali ini Baekhyun juga ikut menjadi antusias.

“Kemarin aku meminta Chanyeol ke rumahku dan kau tahu apa yang terjadi?”

Baekhyun menggeleng.

“Kami…. eum, chu~” Kyungsoo menyatukan jari-jarinya dan saling mempertemukannya dengan ujung-ujung jari pada tangan lainnya.

Baekhyun kali ini mengerti, “Kalian berciuman?”

Kyungsoo menunduk malu sambil mengangguk pelan. Bisa terlihat jelas rona merah disana, pada wajahnya.

“Senangnya punya pacar baru.” Baekhyun menyenggol Kyungsoo sedikit, berniat meledekinya.

“Carilah pacar Baekhyun-ah, aku tak mau kau kesepian.”

“I..iya. Ah! Kyungsoo, kau pergilah ke kelas. Aku ingin ke toilet dulu. See ya~”

Baekhyun dengan cepat berlari meninggalkan Kyungsoo yang masih terpaku pada tempatnya dan beberapa detik setelahnya setelah melihat Baekhyun menghilang berbelok pada ujung koridor, barulah ia melanjutkan langkahnya menuju kelasnya.

-oo00oo-

BRAK

Baekhyun menutup salah satu pintu bilik toilet cepat. Bukan, bukan karena ia memang mempunyai ‘urusan’ dengan toilet ini, tapi karena air mata yang telah memaksa untuk jatuh.

Kami…. eum, chu~

Perkataan dan sikap Kyungsoo tadi membuat hatinya sakit. Sangat sakit hingga ia merasa seolah-olah tak ada lagi udara yang bisa dihirup di sekitarnya. Hatinya sesak, bahkan jika oksigen bisa dikumpulkan sebanyak-banyaknya, itu tak akan sanggup membuatnya bernafas lega.

Baekhyun bersandar pada pintu toilet, menopang tubuhnya agar tak roboh. Kakinya sudah terlalu lemas. Sungguh efek yang sangat besar baginya, walaupun bagi Kyungsoo mungkin itu hanya sebuah perkataan dan sikap kecil, tapi baginya itu sebuah hantaman keras.

Ini semua tak akan terjadi jika saja ia menyerah, ia menyerah dan memilih untuk terpuruk dalam kesendirian. Setidaknya tak akan sesakit ini bukan? Sakit karena dengan rela menngizinkan orang yag kau cintai kepada sahabatmu sendiri, tanpa sepengetahuannya. Salah, mungkin bukan ‘rela mengizinkan’ kata-kata yang pantas untuk mengungkapkan kesalahanya, tapi karena ‘rela membagi’.

~FLASHBACK~

TING TONG

Baekhyun melirik pada arah pintu rumahnya begitu mendengar suara bel berbunyi.

Ada orang yang bertamu, tentu saja.

Dengan cepat ia mematikan TV yang ditontonya dan beranjak membuka pintu bagi sang tamu yang entah siapa. Lagipula sekarang masih pukul tujuh malam, waktu yang wajar untuk bertamu.

CKLEK

“Yeol?”

Kaget bercampur senang mendera Baekhyun. Chanyeol, kekasihnya sekarang berdiri dihadapannya.

“Hai Baekki.” Dengan cepat Chanyeol member kecupan singkat pada pipinya yang membuatnya bersemu merah tentu saja.

“Ada apa Yeol? Tumben kau tak meneleponku dulu.”

“Baekki, kau tak membiarkan kekasihmu ini masuk dulu hm? Diluar dingin.” Memang benar, lelaki itu sekarang sedang menggosok-gosok dan sesekali meniup kedua tangannya agar sedikit hangat. Baekhyun pun merasakannya. Yeah, wajar saja, di musim gugur yang sedikit lagi berganti menjadi musim dingin tentu saja kondisi udara juga mulai merendah.

Baekhyun tersenyum dan membuka pintu lebih lebar lagi agar Chanyeol bisa masuk.

“Kau duduk saja dulu, aku akan menyiapkan coklat hangat untukmu.” Baru saja Baekhyun akan melangkahkan kakinya menuju dapur, Chanyeol yang sekarang telah duduk menarik pergelangan tangannya, “Ani, tak perlu. Kau disini saja, ada yang ingin aku bicarakan.”

Sedikit heran sebenarnya, tapi Baekhyun menurut dan mengambil tempat duduk tepat di samping Chanyeol.

Baekhyun diam. Tak biasanya Chanyeol seperti ini, terlalu formal untuk dirinya dan Chanyeol yang telah berpacaran dua tahun lamanya. Biasanya Chanyeol tak akan menolak jika ia menawarkan sesuatu, bahkan lelaki itu selalu membantunya dan meneminya di dapur ketika ia menyiapkan sesuatu. Intinya, rumah kekasih masing-masing telah mereka anggap sebagai rumah mereka sendiri.

“Apa itu?”

Entah kenapa, tiba-tiba perasaannya sesak, takut sesuatu yang buruk ‘telah’ terjadi atau ‘akan’ terjadi.

“Maafkan aku.” Tubuhnya seketika masuk ke dalam dekapan Chanyeol yang tiba-tiba memeluknya, erat, bahkan sangat erat. Kedua tangannya hanya ia biarkan pada kedua sisi tubuhnya, terlalu terkejut dengan perlakuan Chanyeol yang tiba-tiba seperti ini.

‘Eh? Kenapa?”

“Maafkan aku.”

Baekhyun kali ini diam, tak lagi bertanya. Biarkan Chanyeol mengatakannya sendiri, karena ia tahu lelaki itu sekarang sedang kacau dari bahunya yang bergetar.

Chanyeol menangis.

Ya, lelaki tegar yang dirinya kenal kini terlihat sebaliknya. Untuk kedua kalinya dalam hidupnya ia melihat Canyeol menangis, ketika Ibunya menghadap sang kuasa dan sekarang.

Apakah ini sesuatu yang sangat buruk hingga Chanyeol seperti ini? Baekhyun harap tidak, walaupun harapannya itu berbalik dengan apa yang dilihatnya sekarang.

“Maaf Baekhyun-ah… Aku, aku tak bisa.”

“T..tak bisa apa Yeol-ah?”

“Aku tak bisa meninggalkanmu, tapi aku juga mencintainya.”

DEG

“Me..mencintainya?”

“Maafkan aku telah mencintai Kyungsoo.”

Untuk beberapa saat pikirannya blank, tak terkendali. Chanyeolnya mencintai Kyungsoo, sahabat satu-satunya? Ia sungguh mengharapkan jika sekarang ia sedang bermimpi.

Tapi ini semua terlalu nyata, pelukan Chanyeol dan isakan pilu lelaki itu terlalu nyata untuk sebuah mimpi.

“Yeol-ah, ini bukan April fool. Kau tak tepat membuat lelucon seperti ini.” Walaupun ia tahu ini semua nyata, tapi apa salahnya berharap jika semuanya adalah kebohongan belaka? Ia berharap Chanyeol akan tersenyum kepadanya dan mengatakan bahwa semua yang dikatakannya, semua pengakuannya adalah untuk mengerjainya.

Chanyeol melepaskan pelukannya pelan lalu kedua tangannya ia tangkupkan pada wajah Baekhyun, meminta namja cantik itu untuk menatapnya, memintanya untuk mencari arti kebenaran semua ucapannya di dalam matanya sendiri.

“Maafkan aku.”

Pertahanan yang dibangun Baekhyun runtuh sudah. Airmatanya yang sedari menggenang pada pelupuk matanya kini telah menerobos perrtahanannya.

Hanya satu kata yang terucap dari bibir mungilnya, “Kenapa?”

Chanyeol tahu arti dari satu kata yang terucap itu telah mewakili seluruhnya. Seluruh pertanyaan yang dapat membuat Baekhyun mengerti.

“Aku mencintainya Baekki. Aku tak bisa tanpanya.”

………………….

Hening untuk beberapa saat, sampai Baekhyun buka suara,

“Tinggalkan aku.”

Mata Chanyeol membulat. Kata-kata yang diucapkan Baekhyun begitu penuh ketegasan dan keteguhan. Tak ada isakan walaupun airmatanya masih terus mengalir pada kedua pipi mulus itu.

“Tinggalkan aku.”

“Tida-”

“TINGGALKAN AKU!”

GREP

Lagi, Chanyeol memeluk tubuh kecil Baekhyun lebih erat dari sebelumnya hingga Baekhyun sedikit merasa sesak.

Entahlah, ia tak tahu jika sesak yang dirasakannya karena semua penuturan Chanyeol padanya atau karena pelukan Chanyeol.

“Aku juga tak bisa tanpamu Baekki. Tak bisa.”

“…………………..”

“Kalian sama berartinya untukku. Aku juga tak ingin kehilanganmu.”

“…………………..”

Baekhyun masih tak membalas. Ia masih terlalu sibuk memikirkan dan menelaah semua perkataan Chanyeol.

Aku juga tak bisa tanpamu Baekki

Kalian sama berartinya untukku

Aku juga tak ingin kehilanganmu

Sama. Semua perkataan Chanyeol sangat sama dengan apa yang dirinya rasakan.

Ia mencintai lelaki itu. Ia juga tak bisa kehilangannya.

Dan akhirnya, hari itu juga, dalam pelukan sang kekasih, ia mengucapkan balasannya. Balasan yang berkebalikan dengan apa yang dimintanya dari Chanyeol sebelumnya.

“Benarkah semua yang kau katakan?”

“Eum…”

“Aku….juga tak ingin kehilanganmu.”

~END OF FLASHBACK~

 

Malam itu ia membuat keputusan bodoh. Bodoh karena keputusan yang di ambilnya malam itu, tepat seminggu yang lalu, membuat hidupnya tersiksa. Dan tentu saja itu hanya dirinya, dirinya dan hatinya yang merasakan.

Kyungsoo? Tak perlu menyalahkannya. Sahabatnya itu memang tak tahu apa-apa, tak tahu tentang semua hubungannya dan Chanyeol. Backstreet? Yah, bisa dikatakan seperti itu. Mereka belum terlalu siap untuk memberitahu kepada dunia bahwa mereka menjalin hubungan.

Andai saja mereka tak merahasiakannya, mungkin kejadiannya tak akan seperti ini.

Ia tak akan tersakiti dan hidup dalam dunia sandiwara di hadapan sahabatnya sendiri.

Yang paling penting, tak akan ada yang tersakiti. Baik untuk dirinya yang sekarang, atau untuk Kyungsoo di masa depan nantinya.

Tapi sia-sia belaka, semuanya telah terjadi. Chanyeol dan Kyungsoo yang telah menjalin hubungan seminggu terakhir, dan ia dan Chanyeol yang masih mempertahankan hubungan mereka dan bersandiwara di depan Kyungsoo seolah tak ada apa-apa di antara keduanya.

-oo00oo-

 

Baekhyun’s POV

Andai saja aku bisa lari dan menghilang saat ini juga, aku akan pergi ke tempat dimana tak ada yang bisa menemukanku.

Rasanya begitu sakit dan sesak duduk di hadapan kekasihmu sendiri dengan dirinya merangkul sahabatmu sendiri dengan mesra.

Entah kenapa aku merasa di kantin yang begitu ramai dipenuhi siswa-siswi yang sedang menggunakan waktu istrihatmya dengan baik, hanya ada kami bertiga dan aku seperti orang bodoh diantaranya. Tak bisa melakukan apa-apa, hanya bisa mengalihkan pandangan ketika mereka saling bercanda dan tersenyum satu sama lain.

“Baekhyun-ah…kenapa diam saja?” Kyungsoo tersenyum menatapku.

Kusempatkan meneguk seteguk orange juice sebelum merespon pertanyaan Kyungsoo, “Haha… Jadi aku harus menganggu pengantin baru begitu?” Aku sedih mengucapkannya. Alasannya? Karena itu hanya sandiwara, walaupun aku ikut merasakan kebahagiaan melihat sahabatku senang.

“Kami belum menikah Baekhyun-ah.”

“AW!~ Kau jahat Soo-ah…” Ia menjitakku main-main dan kami tertawa bersama.

Ya, kami, hanya aku dan Kyungsoo. Chanyeol kulihat hanya diam dan ada tatapan menyesal dimatanya saat aku mendapatinya menatapku.

Apakah ia menyesal karena aku yang tersakiti? Atau karena menyesal telah menyembunyikan sesuatu di belakang Kyungsoo? Entahah, hanya ia dan Tuhan yang tahu jawabannya.

“Yeol-ah, kenapa kau lagi yang diam? Kalian berdua ini aneh.” Kyungsoo cemberut, aku diam, tak tahu harus berkata apa. Kupikir, Kyungsoo masih terlalu polos untuk menebak suasana yang dingin dan canggung di sekitarnya, antara aku dan Chanyeol. Dan aku berharap ia tak kehilangan kepolosonnya, karena jika begitu, maka dirinya akan tersakiti mengetahui kenyataan yang sebenarnya.

Biarlah diriku yang sakit.

Aku rela, demi sahabatku satu-satunya dan juga kekasihku, karena aku menyayangi mereka.

“Jangan cemberut begitu Soo-ah… Ini~” Chanyeol mencubit pipi Kyungsoo gemas dan mengambil sesumpit bbimbap dan menyuapkannya kepada Kyungsoo.

Diam-diam aku tersenyum miris mengingat bahwa sebelum dua minggu terakhir dimana semuanya masih baik-baik saja, sikapnya sama seperti ini kepadaku.  Sekarang telah terbagi kepada orang lain, sikapnya, perlakuannya, kasih sayangnya, dan juga cintanya.

Aku rasa aku harus menguatkan hatiku jika tak ingin rapuh dan retak di depan kedua orang yang kusayangi ini.

Biarlah ini menjadi penderitaan dan sakit hati yang kutanggung sendiri.

Baekhyun’s POV END

 

-oo00oo-

 

Waktu terus berjalan seiring dengan bergantinya hari, bersama dengan itu pula semua rahasia dan kesandiwaraan mereka, Chanyeol dan Baekhyun, masih tertutup rapat.Sedikitpun mereka mencoba untuk tak lengah dengan semua yang telah mereka simpan baik-baik.

Dunia kesandiwaraan itu hanya milik mereka berdua.

Ya, hanya berdua. Tak boleh ada yang tahu.

Karena jika ada, neraka duania bagi keduanyalah yang akan naik ke permukaan.

Dua bulan lamanya sudah waktu berlalu dengan mereka melewatinya dengan sabar. Waktu bersama berkurang, tak seperti mereka dulu. Tapi itu adalah suatu keharusan konsekuensi yang harus mereka terima dan jalani.

Waktu Chanyeol tersita sepenuhnya oleh Kyungsoo.

Memang, setiap hari ia bertemu dengan Baekhyun, tapi itu di sekolah yang menyatakan bahwa mereka hanyalah teman biasa, bukan sepasang kekasih.

Seperti sekarang, Baekhyun hanya tersenyum miris melihat Kyungsoo dan Chanyeol berjalan bergandengan tangan dari jendela kelasnya.

Sungguh sangat manis, pikirnya.

Jujur, ia juga ingin seperti itu. Berjalan dan bergandengan tangan bersama, dengan mukanya yang akan memerah karena godaan dari setiap orang yang melihat mereka, persis yang terjadi pada Kyungsoo sekarang.

Bisakah ia memutar waktu kembali? Sekali saja, hanya itu keinginannya.

Ya, hanya itu.

-oo00oo-

“Soo-ah, aku ke kelas sebantar hm?”

“Ada apa? Kau mau kutemani?”

“Aku ingin mengambil sesuatu. Kau disini saja, aku tak mau kau capek.”

CUP… Chanyeol si pelaku yang sekarang membuat seolah darah Kyungsoo semua naik ke kepalanya setelah mendaratkan kecupan singkat di pipinya, membuat wajahnya bersemu, kini telah berlari ke arah kelas, meninggalkannya yang duduk pada bangku di tepi lapangan basket.

Tak ia perhatikan para pemain basket yang mendribble dan membawa bola dengan gagahnya. Matanya hanya memandang Chanyeol yang sedikit berlari ke arah kelasnya dan setelah itu menghilang ke dalam kelas.

PLUK

“Kyungsoo-ssi…”

Sentuhan bola yang mengenai kakinya bersamaan dengan seseorang yang memanggilnya yang membuatnya otomatis mendongakkan sedikit kepalanya.

Seorang namja dengan pakaian tim basket sekolah berdiri beberapa meter di hadapannya, “Bisakah kau ambilkan bola itu?”

Kyungsoo mengangguk singkat lalu mengambil bola berwarna oranye yang berada tepat di samping kakinya dan melemparkannya pada namja itu.

“Thanks…”

Dengan senyuman manis namja itu meninggalkan Kyungsoo yang masih memandang lurus pada punggungnya yang semakin menjauh.

Ia tak pernah melihat namja itu sebelumnya disini, di sekolah ini.

Apakah ia anak baru?

Tapi kenapa wajah itu begitu familiar baginya? Bahkan hatinya…

-oo00oo-

 

“Baekhyun-ah…”

Baekhyun menoleh dari pemandangan sekolah diluar jendela yang dilihatnya sedari tadi kepada seseorang yang memanggil namanya.

Orang itu berdiri tepat di pintu kelasnya.

Dengan suaranya yang berat memanggilnya.

“Chanyeol…” Ia berbisik pelan, masih terdiam di tempatnya.

“Kau tak ingin memelukku hm?”

Baekhyun kemudian tersadar, hanya ada mereka berdua disana, tak ada orang lain. Dia dan Chanyeol, hanya mereka, waktu mereka yang tak boleh disia-siakan.

Tanpa pikir panjang ia berlari menerjang tubuh kekasihnya itu dan memeluknya, menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang kekasih.

Ia dapat merasakan Chanyeol balas memeluknya erat dan mengelus kepalanya lembut, membuatnya tersenyum.

Hatinya terasa begitu tenang sekarang, tak ada lagi rasa berat yang ia rasakan sebelumnya, semuanya seolah terlupakan.

“Aku merindukanmu Yeol-ah…”

“Hm…Aku juga.”
‘Tuhan, untuk sesaat saja, kumohon biarkan kami seperti ini.’

 

To Be Continue

105 thoughts on “Livin’ With Heartsick [Chapter 1]

  1. Asap chap 2nya
    Ini ga gatau mesti berada dipihak mana😦
    Dua2nya kasian.
    Semoga chanyeol bisa milih diantara mereka.
    Yg main basket tadi jongin/?
    Pasti ada cerita masa lalunya deh.

  2. OMG….

    Chanyeol….
    Kau sialan sekali, duain Baekhyun…

    Aigoo…
    Kasihan Baekhyun ama D.O

    Huweee… Eonnniiii…
    Aku nangis beneran nih…
    Gara2 lihat Baby Byunku diduain ama Happy Virus sialan itu…

    Sumpeh deh..
    Melas banget nasib Baekhyun disini…

    Lanjuuuut Eoooon!!!!!
    Fighting, ndee!!!!

  3. Ping-balik: Rekomendasi FF (Baekyeol) III | White Glow

  4. ya tuhan chanyeol jahat banget…. kasihan si baekhyun😦
    sabar yah baekhyun… hidup ini memang berat #eh #abaikan….

    oke thor….ini keren.. aku suka.aku suka.aku suka. oyeeeee
    lanjutkannnn :-D:-*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s