[Freelance] Little Deer’s Day || KrisLu || byunchan


 

911967_173001106189472_1003786970_n

Username        : byunchan

Title                 : Little Deer’s Day

Author             : byunchan/maru [ @byunchan92 ]

Main Cast        : Luhan – Kris

Support Cast   : exo member

Genre              : Yaoi, Romance, manis manis gula kapas ^^

Rating             : aman

Summary         :

~LUHAN B’DAY PARTY PROJECT~

By Maknae Evil Line – Sehun, Kai, Tao

TARGET UTAMA : LUHAN HYUNG

DEADLINE : SAMPAI MALAM ULTAH LUHAN HYUNG

PELAKU : SEMUA MEMBER EXO

MISI : MEMBUAT LUHAN HYUNG MENANGIS!!

 

@#$%^&*

“Bagaimana ini, hyung?” Chen terlihat panik melihat keadaan sekitarnya dan terus bergerak-gerak dengan gelisah.

 

“Ini semua salah Sehun, dia yang mempunyai ide gila ini.” Kai menunjuk maknae EXO yang baru saja merayakan ulang tahunnya seminggu yang lalu.

 

“Ya! Kita kan menyepakati semua ini bersama-sama, Kkamjong!” Sehun yang ditunjuk segera protes.

 

“Tapi kau yang paling bersemangat membuat Luhan hyung menangis, kan?” Kai masih menyalahkan Sehun atas insiden yang barusan terjadi di dorm EXO.

 

Hari ini tanggal 19 April 2013. Tinggal beberapa jam lagi sebelum salah satu member EXO berulang tahun. Luhan.. tahun ini namja manis itu akan berusia 23 tahun. Dan sebagai wujud cinta kasih dari member EXO pada Luhan, mereka sengaja membuat sebuah rencana untuk menyemarakkan hari ulang tahun Luhan. Dengan cara….

 

Membuat Luhan menangis.

 

Ide ini datang dari si evil maknae Sehun. Si bungsu di keluarga EXO itu ingin sekali melihat hyung kesayangannya itu untuk pertama kalinya menitikkan air mata di hadapan para member EXO. Entah datang dari mana ide aneh itu. Tapi memang diantara semua member, hanya Luhan yang tidak pernah terlihat mengeluarkan air matanya di hadapan mereka. Begitu pandainya Luhan mengendalikan emosinya. Secara tidak langsung mereka merasa ingin melihat satu sisi lemah dari Luhan, walaupun hanya sekali.

 

“Berhenti berkelahi kalian berdua.” Suho menegur maknae line dengan suara berwibawanya. Dia duduk di sofa di sebelah Lay.

 

“Yahh.. setidaknya misi kita sudah berhasil, kan?” sambung Baekhyun dengan cengiran lebar menghiasi wajah manisnya. Dia hanya bermaksud mencairkan suasana tegang diantara mereka. Tapi justru death glare yang dia dapatkan dan ditambah lagi sebuah jitakan dikepalanya.

 

“Akh! Appo Chanyeol-ah” Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu sambil mengusap-usap kepalanya yang barusan dijitak Chanyeol.

 

“Jangan bercanda disaat seperti ini Baekkie.” Chanyeol menatap Baekhyun dengan ekspresi serius (tumben)

 

“Aku hanya bermaksud mencairkan suasana. Kekasih macam apa kau ini yang tega memukul kekasihnya seperti itu.” Baekhyun menjauh dari Chanyeol dengan kesal tapi buru-buru ditahan Chanyeol.

 

“Hehehe, mianhae.. Sakir kah?” Chanyeol mengusap-usap kepala Baekhyun dengan lembut.

 

“Ne, sepertinya aku merasa gegar otak. Aku mulai tidak mengenalimu, Chanyeol-ah.” Ucap Baekhyun mulai berlebihan.

 

“MWO?! Separah itu kah, Baekkie? Kita harus ke Rumah Sakit sekarang. Kajja!” Chanyeol menanggapi tak kalah berlebihannya.

 

“Kalian berdua juga, hentikan lah drama konyol kalian.” Suho menghela nafas lelah. Sedangkan kedua tersangka tadi hanya terkekeh pelan sambil saling melingkarkan lengan ditubuh satu sama lain. Saling berlovey dovey ria.

 

“Walau bagaimana pun juga, Kris hyung yang paling bertanggung jawab atas insiden ini.” D.O mengembalikan fokus pada topik utama mereka.

 

Kris yang ditunjuk hanya diam saja. Ekspresinya tidak terbaca. Semua oaring di ruang tengah dorm itu menatapnya dengan ekspresi menunggu. Tapi tetap saja, tidak ada yang keluar dari bibir sang Duizzang EXO M itu. Setengah jam lalu, mereka semua benar-benar dikejutkan dengan sebuah bentakan dari Kris dan isakan tertahan dari Luhan. Sepuluh pasang mata menjadi saksi jatuhnya air mata dari seorang Xi Luhan. Tidak ada yang merasa senang karena misi mereka pada akhirnya berhasil terlaksana, yang ada mereka merasa terluka melihat air suci itu menetes deras di pipi namja yang selama ini selalu menghibur mereka dengan suara tawa kerasnya dan juga senyum manisnya. Dan kalau saja mereka tahu, tidak ada orang yang lebih menyesal melihat kejadian itu selain Kris.

 

Kris diam bukan berarti dia tidak perduli. Dia diam bukan berarti dia tidak menyesal. Bukan.. bukan itu alasan sebenarnya kenapa dia sedari tadi hanya berdiam diri tak menunjukkan ekspresi apapun. Dia diam karena dia sedang menyembunyikan rasa khawatir dan menyesalnya. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya Kris rasakan. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa Luhan adalah orang terakhir yang ingin dilihatnya untuk menangis. Kris benar-benar tidak ingin melihat hal itu. Tapi jusru hal yang paling tidak diinginkannya itu terjadi karena dirinya. Ironisnya. Kris ingin sekali berteriak. Mengutarakan rasa penyesalannya. Orang macam apa yang membuat orang yang paling dicintainya menangis?!

 

Kris bangkit dari duduknya. Semakin lama dia berdiam diri, semakin kacau pikirannya. Semakin tersiksa batinnya memikirkan apa yang sedang Luhan lakukan. Sedang dimana Luhan berada sekarang. Dan seterluka apa Luhan karenanya. Demi Tuhan, Kris tidak pernah bermaksud membentak namja itu. Salahkan kenapa hatinya begitu dikuasai rasa cemburu saat itu.

 

“Hyung, mau kemana?” tanya Xiumin saat melihat Kris beranjak pergi.

 

“Mencari Luhan” jawab Kris singkat.

 

“Aku ikut, ge” Tao ingin menyusul langkah Kris tapi langkahnya dihentikan oleh Lay. “kenapa, ge?” tanya Tao bingung. Lay tersenyum simpul menunjukkan lesung pipinya.

 

“Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Kita tidak boleh ikut campur.” Lay menarik tangan Tao dan mendudukkannya kembali disebelahnya.

 

“Masalah?” ulang Tao masih dengan raut bingung terpampang diwajahnya.

 

“Ne,” Lay kembali tersenyum “masalah perasaan.” Kini pandangannya terlihat menerawang. Diantara semua member EXO. Lay lah orang yang paling peka. Seberapa kerasnya 2 rekannya itu berusaha menyangkal perasaan masing-masing tapi itu tidak membuat Lay buta dengan perasaan apa yang sebenarnya Kris dan Luhan rasakan.

@#$%^&*

[Luhan pov]

 

“Berhenti tertawa! Hentikan suara tawamu yang bodoh dan menyebalkan itu. Apa kau begitu bahagianya bersama bocah ini sampai kau tertawa seperti orang gila?!”

 

Suara berat yang terdengar marah itu terus saja mengganggu pikiranku. Nada marah itu. Ekspresi muak itu benar-benar menghimpit dadaku. Sakit.. Aku bahkan tidak sadar mengeluarkan air mataku tadi. Sudah satu jam berlalu sejak kejadian Kris membentakku di ruang makan tadi. Aku tidak tahu pasti kenapa Kris membentakku seperti itu. Seingatku tadi aku sedang bercanda dengan Sehun seperti biasa. Kami sedang menonton video rekaman pesta ulang tahun Sehun minggu lalu dan sedang menertawakan adegan dimana Suho dan aku sedang mengcover dance lagu dari SISTAR – ALONE. Aku tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya. Aku hanya ingat, setelah Kris membentakku tadi, air mataku keluar dengan deras. Aku bangkit dari kursi yang kududuki dengan tergesa dan berlari keluar pintu dorm. Berlari tanpa mengamati arah yang kutuju. Aku tidak menjawab semua panggilan yang ditujukan padaku. Aku tidak memperdulikan piring berisi makananku yang belum kusentuh padahal sedari sore aku sudah mengeluh pada D.O kalau aku kelaparan. Semua inderaku seakan berhenti bekerja. Aku tuli akan panggilan teman-teman satu grupku, aku tidak merasa lapar lagi, aku tidak mengeluarkan suaraku untuk sekedar berpamitan pada Lay yang berpapasan denganku di pintu ruang tengah. Satu-satunya yang bisa kurasakan adalah sakit yang teramat sangat di dalam dadaku.

 

Apakah aku memang semenyebalkan itu dimata Kris? Sebenci itukah dia padaku?

 

Tes

Tes

Tes

 

“Luhan, kau bodoh.. kenapa harus menangis seperti ini?” aku mengusap air mata yang membasahi pipiku dengan kasar.

 

Sudah hampir dua jam aku berdiam diri di ruang praktek menari di gedung SM ini. Aku tidak tahu kenapa langkahku membawaku ke tempat ini. Tapi setidaknya tempat ini bisa sedikit membuatku tenang. Dan kebetulan aku sudah berada disini, aku putuskan untuk sedikit berlatih gerakan baru sendiri. Berdiam diri hanya akan membuatku semakin memikirkannya.

 

Kris…

[Luhan pov END]

@#$%^&*

 

“Bodoh, angkat telponnya..” Kris bergumam pada diri sendiri. Entah sudah keberapa kalinya dia menghubungi nomor ponsel Luhan dan hanya mailbox yang menyambutnya. Kalau boleh panik, Kris benar-benar panik sekarang. Dia sedang menyusuri trotoar disekitar dorm. Ini sudah ketiga kalinya dia memutari blok dormnya. Dia masih tidak mendapatkan petunjuk dimana kira-kira Luhan berada. Jadi hanya ini yang bisa dia lakukan. Berputar-putar tak tentu arah sambil terus berusaha menghubungi Luhan.

 

“Kau benar-benar berhasil membuatku khawatir rusa kecil. Dimana kau?” Kris mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Dia benar-benar berjanji pada dirinya bahwa ini adalah terakhir kalinya dia membuat Luhan menangis. Lain kali, betapa pun cemburunya dia pada Sehun yang terus saja menempel pada Luhan, dia tidak akan pernah membiarkan dirinya dikuasai perasaan cemburu itu. Kris menyukai Luhan. Cukup baginya menyimpan perasaan ini seorang diri. Dia tahu perasaannya tidak akan pernah terbalas. Bagi Luhan mungkin memang Sehun yang terpenting. Kris tidak akan pernah mempermasalahkan perasaan sepihak yang dirasakannya ini lagi. Selama Luhan bisa terus tersenyum dan tertawa. Jangan pernah air mata terkutuk itu sampai mengalir lagi diwajahnya. Tiba-tiba Kris teringat sesuatu. Mungkin ini lah yang disebut ilham dari Tuhan.

 

‘Aku sangat menyukai ruangan ini. Begitu luas dan membuatku benar-benar merasa sedang terbang di awan, haha’

 

Kalimat yang pernah diucapkan Luhan pada Kris sewaktu mereka masih menjadi trainee. Mungkinkah…?

 

Tanpa berpikir panjang, Kris segera memacu langkahnya menuju gedung SM yang terletak satu blok dari gedung dormnya. Dengan berlari dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai kesana. Kris mengerahkan segenap kekuatannya untuk mencapai gedung itu secepat yang dia bisa.

@#$%^&*

Tubuh Luhan terus bergerak mengikuti irama music yang terdengar dari speaker. Suara music yang keras sedikit menulikan telinganya. Beat music yang kencang memukul-mukul dadanya dengan keras. Ada sensasi tersendiri saat peluh mulai membanjiri tubuhnya. Membasahi t-shirt abu-abu yang dikenakannya. Membuatnya merasa, bebas.. untuk sejenak, Luhan melupakan kesedihannya. Melupakan bebannya. Melupakan segala jenis masalahnya. Tapi.. tetap saja dia tidak bisa melupakan sosok terpenting dalam hatinya. Alasan kenapa dirinya sekarang sampai bisa berada diruangan ini alih-alih di kamar dormnya.

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.45 pm waktu setempat. Dan itu artinya sudah lebih dari 4 jam Luhan menari tanpa henti. Entah apa yang membuatnya kalap sampai seperti ini. Darimana datangnya tenaga yang menopangnya untuk terus bergerak sedari tadi? Hanya satu yang Luhan pikirkan. Jika dia berhenti. Dia akan kembali menangis. Dan Luhan benci menjadi lemah. Cukup sekali ini dia terlihat lemah. Ini yang terakhir kalinya dia membiarkan orang lain melihat air matanya.

 

Music yang menjadi pengiring tariannya tiba-tiba berhenti. Menyisakan keheningan di ruang luas itu. Luhan refleks menghentikan gerakan tubuhnya. Baru disadarinya kakinya sudah sangat lelah. Dan dengan adanya jeda ini, kaki Luhan tak mampu menopang tubuhnya lagi. Dia jatuh terduduk dilantai marmer yang dingin. Nafasnya terengah-engah. Peluhnya meluncur dengan deras dari dahinya. Dadanya serasa akan meledak karena terlalu keras berdebar.

 

“Sepertinya aku datang disaat yang tepat.” Suara berat ini sukses membuat Luhan terperanjat.

 

“K..Kris?” Luhan menengadah menatap sosok sempurna itu. Di sudut hatinya dia merasa sangat senang melihat kehadiran sosok ini. Tapi melihat namja ini, dia teringat kembali kejadian beberapa jam yang lalu. Kejadian yang membuatnya berakhir dilantai marmer ini.

 

“Kau bisa berdiri?” Kris sedikit membungkukkan badannya untuk melihat wajah Luhan.

 

Luhan menundukkan wajahnya, menghindari tatapan Kris. Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tidak tahu harus merespon sepeti apa. Luhan tidak bisa mengeluarkan suaranya. Luhan kembali tersentak kaget saat Kris tiba-tiba berjongkok di hadapannya.

 

“Lu.. maafkan aku.” Suara Kris mengalun lembut ditelinga Luhan. Membuatnya menatap Kris dengan tatapan tidak percaya.

 

“Kris, aku..” Luhan ingin mengatakan sesuatu. Tapi tidak tahu apa itu, pada akhirnya hanya meninggalkan sebuah kalimat yang menggantung.

 

“Aku tidak seharusnya membentakmu seperti tadi.” Kris melanjutkan permohonan maafnya.

 

Ada jeda setelah kalimat terakhir Kris barusan. Mereka berdua sama-sama tidak tahu apa yang harus mereka katakan. Walau sebenarnya banyak sekali yang ingin mereka ungkapkan antara satu sama lain. Tapi apa daya, mulut mereka memilih bungkam. Mungkin masih menunggu sampai hati mereka yang berbicara.

 

“A.. Apa kau membenciku?” kalimat panjang pertama Luhan yang keluar itu sukses membuat Kris tertegun.

 

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, Luhan. Maksudku.. aku tadi membentakmu. Berteriak padamu dihadapan semua member. Aku berpikir kau pasti sangat membenciku karena itu.” Kris terlihat kesulitan merangkai kalimatnya. Luhan yang masih terus mengamati Kris sedikit menyunggingkan senyumnya.

 

“Duizzang tidak mungkin membentakku kalau aku tidak melakukan kesalahan. Dan kalau sampai duizzang marah seperti tadi, itu berarti aku sudah melakukan kesalahn yang sangat besar.” Kris menatap Luhan dengan takjub. Benarkah dia berpikir kalau semua ini kesalahannya? Bagaimana mungkin bisa dia berpikir seperti itu? Hal itu justru membuat Kris semakin merasa bersalah. Dan Luhan.. apa namja ini benar-benar bodoh atau bagaimana? Tidakkah dia membenci Kris sedikitpun karena telah membentaknya sedemikian rupa tadi? Kris mengeluh dalam hati.

 

“Luhan, aku tidak marah padamu. Aku benar-benar tidak bermaksud membentakmu tadi. A.. aku hanya.. Aku hanya merasa tidak suka melihatmu begitu dekat dengan Sehun. Tertawa bersamanya. Bercanda bersamanya setiap saat. A.. aku.. benar-benar merasa bodoh.” Kris bangkit berdiri dari posisi jongkoknya.  Dia merasa sangat malu pada Luhan atas pengakuannya barusan.

 

“Duizzang~” tarikan ringan pada celananya membuat Kris melihat kebawah. Ke tempat dimana Luhan masih terduduk. Namja yang 7 bulan lebih tua dari Kris itu sedang menatapnya dengan tatapan sedikit merajuk. Entahlah, sepertinya Kris salah lihat. Luhan tidak mungkin menatapnya seperti itu. Kris mengembalikan fokusnya pada namja dibawahnya itu.

 

“Aku tidak bisa berdiri…” Luhan tersenyum canggung sambil mengulurkan kedua tangannya kearah Kris, bermaksud untuk meminta bantuannya untuk menariknya berdiri.

 

Kris gapai kedua tangan yang tidak lebih besar dari tangannya itu. Menggenggamnya erat kemudian menariknya lembut sehingga sekarang Luhan bisa berdiri di hadapannya.

 

“Jangan lepaskan tanganmu, duizzang. Kakiku gemetar. Hehe” Luhan masih menggenggam erat tangan Kris. Untuk kali ini, Luhan ingin bergerak sesuai apa yang hatinya inginkan.

 

“Sudah berapa lama kau menari, eoh? Apa kau sudah makan?” seketika raut khawatir terlihat diwajah Kris. Terlihat sangat jelas, bahkan Luhan pun menyadarinya. Dan hal itu semakin membuatnya tersenyum lebar.

 

Luhan menggelengkan kepalanya pelan sambil memasang ekspresi merajuknya sekali lagi. Untuk kali ini, Kris benar-benar yakin bahwa ini adalah ekspresi merajuk Luhan. Dia mati-matian berusaha menyembunyikan debaran jantungnya dan tetap memasang ekspresi datarnya. “Duizzang, begopah~”

 

Jangan pernah percaya pada siapapun yang mengatakan bahwa Luhan tidak bisa melakukan aegyo. Pada kenyataanya, ekspresi yang ditunjukkan namja manis itu lebih dahsyat efeknya daripada aegyo siapapun. Setidaknya itu lah yang berlaku bagi Kris.

 

“Kau benar-benar menyusahkan rusa kecil” Kris menarik tangannya dari genggaman Luhan. Membuat Luhan sedikit kecewa. Ekspresi sedihnya tertangkap oleh ekor mata Kris. Dan hal itu membuat Kris seakan melambung tinggi keangkasa. Bukankah barusan bisa dikatakan sebagai tanda bahwa Luhan tidak ingin Kris melepaskan genggamannya?

 

“Aku akan mencari sesuatu untuk dimakan, bisakah kau tetap berada disini sebentar?” ucapan Kris itu mendapatkan sebuah senyuman indah dari namja manis di hadapannya.

 

“Tentu. Cepatlah kembali.” Luhan tersenyum lebar membuat Kris yang melihatnya tidak bisa menghentikan tangannya untuk bergerak menyentuh pipi lembut itu dan mengusapnya sekali sebelum dia akhirnya pergi, meninggalkan Luhan sendiri yang hanya bisa termangu sambil memegang pipi kirinya yang masih terasa hangat karena sentuhan Kris.

@#$%^&*

 

Dan seperti inilah akhirnya. Mereka berdua menikmati semangkuk ramen instan di lantai atas gedung SM. Hanya berdua ditemani semilir angin dan kilauan indah dari bulan dan bintang. Luhan menikmati waktu kebersamaanya dengan Kris. Dia merasa dipergantian umurnya ini, Tuhan telah memberikannya hadiah yang sangat indah.

 

“Lu?” panggilan Kris menyadarkan Luhan dari lamunannya. Dia menoleh pada sosok tegap disebelahnya.

 

“Ne?” Luhan menunggu kalimat selanjutnya yang akan diucapkan Kris.

 

“Selamat ulang tahun. Sepertinya aku mendapat kesempatan untuk menjadi orang pertama yang mengucapkannya.” Entah karena alasan apa, wajah Luhan memanas. Dia tertawa pelan untuk menyembunyikan kegugupannya.

 

“Terima kasih, duizzang. Aku sangat bahagia malam ini.” Lagi-lagi senyum itu. Tidak sadarkah kau Luhan, kalau senyumanmu sangat berbahaya? Setidaknya bagi Kris yang merasa jantungnya berhenti berdetak untuk sepersekian detik setiap kali melihat senyum itu.

 

“Sekali lagi aku minta maaf karena telah membentakmu. Aku tidak akan melakukannya lagi tanpa alasan yang masuk akal.” Kris membuat janji pada Luhan dan terlebih pada dirinya sendiri.

 

“Dan apakah Sehun termasuk alasan yang tidak masuk akal sehingga kau meminta maaf seperti ini?” Luhan sedikit menekankan kalimat tanyanya barusan. Dia benar-benar ingin mendapakan jawaban atas kebimbangannya akan perasaan Kris padanya.

 

“Aku meminta maaf bukan karena Sehun. Aku meminta maaf karena telah membuatmu menangis, Lu. Aku memang tidak suka melihatmu bersama Sehun sepanjang waktu. Tapi jika dengan bersamanya aku bisa melihatmu terus tersenyum, maka aku akan lebih memilih untuk membiarkanmu terus bersamanya. Aku benar-benar benci melihatmu menangis seperti tadi. Terlebih lagi akulah orang yang telah membuatmu menangis seperti itu.” Kris menundukkan wajahnya. Teringat kembali wajah Luhan yang sedang menangis.

 

“Aku memang akan selalu tersenyum jika bersama Sehun,” Luhan menggantung kalimatnya. Membuat Kris menatapnya dengan tatapan menunggu penuh harap. “tapi aku akan jauh lebih sering tersenyum jika kau lah yang berada disisiku,” Luhan mengakhiri kalimat pamungkasnya dengan sebuah senyum manis. Membuat Kris merasa akan mati seketika.

 

“Luhan?” Kris tidak tahu apa yang harus dia ucapkan. Bahagia kah? Tentu saja. Bahkan lebih dari yang dia bayangkan.

 

“Jadi, jangan lepaskan aku dan membiarkan aku terus bersama orang lain yang tidak benar-benar aku inginkan untuk bersamaku.” Luhan menegaskan kalimat terakhirnya dengan sedikit nada memohon didalamnya.

 

“Tidak akan. Mulai saat ini, aku lah orang yang akan selalu berada disisimu.” Tegas Kris sambil membawa Luhan kedalam pelukannya.

 

Keduanya bertahan dalam posisi itu untuk sementara tanpa kata. Membiarkan perasaan masing-masing yang berbicara. Sampai akhirnya Luhan melepaskan diri dari pelukan Kris dan menatap namja yang sekarang menjadi miliknya itu dengan wajah menggemaskan.

 

“Duizzang~” nada merajuk itu lagi.

 

“Ne?”

 

“Mana kadoku? Hehe” Luhan menadahkan kedua telapak tangannya didepan wajahnya. Membuat Kris benar-benar gemas dengan tingkahnya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, dia menarik tengkuk Luhan dan menyatukan jarak yang memisahkan mereka. Kris mencium Luhan dengan sepenuh hatinya. Dia curahkan segala perasaan yang selama ini dia simpan seorang diri. Luhan menikmati sentuhan lembut dibibirnya itu. Dia membalas ciuman Kris, membalas pesan yang telah tersampaikan oleh bibir Kris itu.

 

 

THE END

Author note : Annyeong~ FF Birthday Project buat suami saya tercinta~ abang Lulu.. haha

Cepet comeback ya bang.. jangan nakal dinegeri orang. Wkwk😄

Buat KC, makasih kalo FF ku sampe di publish.. tambah jaya dah KC, sepanjang masa tetap KeCe selalu.. ALF-ssi, Ilam-sii gamsahamnida udah bikin blog sebagus ini *deep bow

Akhir kata~ HAPPY BIRTHDAY RUSA KECIL ~ ^^

 

 

Nilam note: muahahaha nyempil lagi.. Jangan lupa tinggalin jejak kaki abis baca yah mameeeen~

61 thoughts on “[Freelance] Little Deer’s Day || KrisLu || byunchan

  1. ahaydeuhhhhh krishan krishan bertebaran wkwkwk
    sayang euy baru baca/? padahal udah lumayan lama nih ffnya😄
    sehun bener-bener deh idenya aneh-aneh aja-____-
    apa pula ngebuat orang nangis di hari spesialnya
    itu gak lucu.. tapi kalau akhirnya jadi kayak gini sih sah-sah aja wkwkwk
    jadi, kalau kris sama luhan… sehun sama siapa? .____.
    sama tao? ._________________________________. (mikirin ga penting)

  2. Rusa nangis?? O.O
    rusa mungil ane di bentak masa–.–” *tabok(?) dduijang
    ini nih ulah maknae, THEHUNAAAAAA~
    keepilan mu kali ini meleset(?)
    rusa nangis beneran T~T/pukkpukk rusa/
    aiih biarlah *nahlhoo
    soalnya akhirnya maniss banget
    rusa nunjukin sifat manjanya ma dduijang, apalagi…….
    Rusa merajuk? Di catat MERAJUK mamen kyaaa
    mau liat, pasti bikin makin gemeeeezzzzz *gile, klo udah nyangkut rusa ane bakal hilang kendali /dhuaag

    maru-sama..!!
    Inipun ff.a enak banget :3
    alurnya bener” bagus, mengalir tenang(?) *lu kira sungai hehehe
    maklum saya ga pinter muji

  3. ya ampun ya ampun ya ampun aku nggak tahan bacanya aaa mereka kenapa bisa se so sweet ini aduh jangan so sweet so sweet kenapa?
    Keren thor aku sampe deg degan bacanya hehe😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s