Precious Gift || KrisBaek


pg copy

Tittle: Precious Gift

Author: AyouLeonForever

Genre: Suka-suka ALF

Rate: Semau ALF.

Length: Tergantung Mood ALF

Main cast: Wupan(?). wkwkwkw

*Kris Wu

* Byun Baek Hyun

Main pair: ALF demam KrisBaek

Other cast: Temukan mereka yang beruntung

Disclaimer: Byun Baek Hyun dan Wu Fan alias Kris punya emak abahnya, Titipan Tuhan Yang Maha Kuasa, bernaung di SM, dan ALF suka pake nama mereka.

Copyright: Ide cerita, alur/plot, OC murni dari otak korslet ALF. Jika ada kesamaan nama, karakter, cerita, itu murni kebetulan semata. Dilarang memperbanyak, mengedarkan, menyebarluaskan, dan menjiplak baik sebagian, maupun seluruh isi FF ini (beuh… udah kea penerbit aja ini mah)

 

Summary: Kenapa Tuhan Membiarkan Hatiku kosong dalam jangka waktu yang cukup lama…

Karena menunggu untuk kau isi dengan sebuah rasa yang kita sebut dengan nama cinta.

 

ALF Note: Yuhu… spadaaa.. anybody home…(?) <— Kumat.

ALF is Baek…

ALF is Baek… uhuk Hyun

ALF is… oke… ALF punya FF baru.

FF special buat teman sejawat ALF yang suka KrisBaek… Ayo kumpul… kita mabok2an(??) KrisBaek…

*Diarak keliling Kampung

Nyebelin pan ALF nya wkwkwkw. Gegara ada yang “uhuk” di Payphone kemaren, eh jiwa KrisBaek Shipper ALF kumat, dan terciptalah FF ini.

Dan gegara ALF sering dengar rumor yang bikin telinga dan mata sakit perihal Kris… makanya ALF mau apdet FF ini. Sebenernya proyek Januari. Tapi AF baru post sekarang. Soalnya takut dirajam, yasudahlah. Sedikit aja.

 

ALF kayaknya bakalan sok-sokan bijak lagi di FF ini, soalnya ngangkat beberapa masalah sosial *plak… kagak kok, lagi rese aja

gak usah banyak cingcong… happy reading.

Becikooottt…

 

WARNING: YAOI, AU, BOY X BOY, BL

 INI FF KRISBAEK… ALF SUKA KRISBAEK, JADI YANG GAK SUKA KRISBAEK GAK USAH BACA. GAK SUKA KRISBAEK YA CLOSE TAB AJA, JANGAN BASH KRISBAEK, APALAGI NGEBASH ALF… DOSA!

KALO ALF NEMU KOMEN YANG MENGANDUNG UNSUR BASHING BAIK KE CAST APALAGI KE ALF, LANGSUNG MASUK KE SPAM!

 

PROLOG

 

Seorang anak berusia 12 tahun berlarian penuh semangat saat pertama kali turun dari mobil.

Tuan muda, jangan berlarian. Anda bisa terjatuh.

Ayo cepat Kim Ahjushii, atau Appa akan berangkat lagi.

Tuan muda yang dimaksud itu langsung menghambur ke dalam rumah dengan nafas tersengal-sengal.

Appa… apa kau di rumah? serunya dengan penuh semangat. Ia terus berlarian mengitari rumah megah itu.

Dan langkah kecilnya terhenti di sebuah ruangan yang dipenuhi lemari buku, juga sebuah meja kerja yang terlihat seperti tempat keramat karena begitu banyak berkas penting yang bertumpuk di sana.

Appa!!! seru anak itu.

Seorang namja paruh baya yang sedang sibuk dengan pembicaraannya di telepon langsung menoleh. Mengulas sedikit senyum pada putra tunggalnya itu dan kembali  melanjutkan pembicaraan dengan koleganya.

Appa… Appa! Aku dapat nilai A di ujian matematikaku, Sainsku juga mendapatkan nilai A, dua kali berturut-turut, yang lainnya B plus, ah tidak, bahasa Inggrisku juga A plus, dan ah… aku menang bertanding basket melawan anak kelas 9,lapornya semangat, ia bahkan terus menarik-narik ujung jas ayahnya.

Sebentar… Sebentar Kris, Appa sedang bicara.

Tapi Appa.

Nanti Appa temui di kamarmu.

Jinjja? Tapi jangan ingkar lagi, kemarin Appa bilang akan mengajakku mengobrol, tapi ternyata Appa tiba-tiba berangkat ke Jepang.

Kris… Appa sedang sibuk, jadi tunggu Appa di kamarmu.

Arasso Appa… aku menunggu.

.

.

.

10 menit

 

15 menit

 

Setengah jam

 

Satu jam

 

3 jam

 

Dan Kris pun tertidur hingga petang. Tapi tak ada tanda-tanda ayahnya akan menemuinya.

Dan saat makan malam tiba, Kris lagi-lagi mendapat kabar dari paman Kim bahwa ayahnya terbang ke Beijing 4 jam yang lalu. Bahkan tanpa memberi tahu Kris.

.

.

.

.

Appa!! Kapan datang?

Baru saja.

Tapi kenapa bersiap-siap lagi? Mau pergi lagi?

Namja paruh baya itu menghentikan gerakannya mengancing kemeja kremya dan menatap putra semata wayangnya itu. Ia berjongkok, menyejajarkan pandangan mereka.

Kris tahu kan apa yang Appa kerjakan?

Hm, Appa mengelola perusahaan besar yang nantinya akan diwariskan padaku.

Betul, jadi Appa harap Kris mengerti, mengelola perusahaan itu tidak mudah, kadang memang harus ada yang dikobankan. Dan dalam hal ini, tentu saja… waktu.

Kris mengangguk paham.

Itu membuat ayahnya sedikit merasa bersalah. Nanti sore kita jalan-jalan. Tunggu Appa di taman bermain.

Mata Kris membulat tak percaya. Jinjja?

Hm, Appa janji.

Siap kapten.

.

.

.

Paman Kim memasukkan ponselnya ke saku, kemudian menghampiri tuan mudanya yang duduk termenung di sebuah bangku taman.

Eum, Tuan muda… Ayah anda sudah berangkat ke Shanghai sejam yang lalu.

 

Deg~

 

Oh, geure. Appa memang sibuk. Ayo pulang Ahjushii.

Tuan muda… gwenchanayo?

Hm, ini bukan sekali dua kali kan? Jadi aku akan baik-baik saja.

.

.

.

Kris..

Ne Appa…

Wali kelasmu menelpon, prestasimu menurun tahun ini.

Mianhae Appa.

Bisa Appa tahu apa yang terjadi?

 

Deg~

 

Kris tercengang, ini seperti mukjisat saat Appanya memberi isyarat bahwa ia akan mengobrol dengannya dalam durasi yang agak lama, bukan percakapan singkat seperti biasanya.

Aku tidak tahu Appa.

Apa kau ada masalah?

tidak.

Kau sakit?

Tidak.

Lalu kenapa ujian matematikamu justru mendapatkan nilai C?

 

Deg~

 

Aku tidak tahu Appa. Tapi apakah Appa juga akan menanyakan hal yang sama jika matematikaku dapat A?

Mata ayahnya membelalak. Kris wu… bicara apa kau?

Tidak bermaksud apa-apa, hanya sekedar bertanya.

Dengar, saat ini Appa yang bertanya, kau harus menjawab.  Mengerti?

Ne Appa.

.

.

.

Jika aku melakukan sesuatu yang baik… kau tidak meresponku…

Tapi saat aku berbuat kesalahan, responmu sungguh luar biasa.

Aku bahkan sangat senang saat kau marah padaku…

Jadi jangan salahkan aku karena aku lebih suka kau marah padaku dari pada kau mengacuhkanku… Appa…

 

PRECIOUS GIFT

 

PRECIOUS GIFT

 

 Sendirian saja kakak? tanya anak kecil yang tampak lebih muda dari Kris saat itu.

Hm, Aku sedang menunggu Appa, jawab Kris yang saat itu masih berusia 12 tahun.

Appa? yang itu? tunjuk anak kecil tadi pada seorang pria paruh baya berjas hitam.

Bukan, itu paman Kim.

Udara panas sekali, kakak. Berteduhlah di bangku itu. Anak tersebut menggenggam tangan Kris dan menariknya menuju sebuah bangku taman di bawah pohon.

Kau bersama siapa? tanya Kris juga pada akhirnya.

Dengan teman-temanku, mau bergabung?

Kris tersenyum kemudian mengusap puncak kepala anak tadi. Aku sedang menunggu Appa, mungkin lain kali saja kita bermain.

Oke, aku ke sana dulu kakak, Appa pasti cepat datang.

Walau Kris sedikit bingung kenapa anak itu juga memanggil Appa pada ayahnya, tapi ia tetap mengulas senyumnya, setidaknya anak itu sangat ramah. Ne… terima kasih adik kecil.

Annyeong.

Ah tunggu…

Anak itu kembali menoleh pada Kris yang berlari menghampirinya. Waegureyo?

Kris melepaskan gantungan kunci tasnya yang berbentuk boneka beruang putih kecil kemudian memberikannya pada anak itu. Ini…

Eh?

Ini masih baru, oleh-oleh dari Appa.

Kenapa diberikan padaku? Nanti Appa marah.

Appa tidak akan marah, karena aku punya banyak oleh-oleh darinya, ini hanya salah satunya.

Heum… cantik sekali kakak. Aku suka.

Ini mirip denganmu. Kris tertawa. Ambillah.

Gomapseumnida… Kalau aku besar nanti dan punya banyak uang, aku akan memberikanmu hadiah juga kakak.

Kris tersenyum. Ne, aku tunggu.

Eum… Begini saja. Aku berikan Poppo sebagai ucapan terima kasih.

MWO?

 

Chu~

 

Mata Kris kecil membelalak saat anak itu mengecup pipinya kemudian berlari sambil tertawa.

Sampai jumpa kakak…

Kris terdiam sejenak, sampai kemudian senyum simpul terukir di bibirnya, Sampai jumpa…

 

 

#1

 

 

Author  POV

 

Namja tampan itu meraih sebuah papan di tumpukan barang-barang rongsokan di belakang gedung sekolah. Dipatahkannya papan itu hingga sepanjang lengan orang dewasa kemudian meletakkannya ke atas rumput yang cukup lembab pagi itu karena sepertinya tadi malam memang hujan.

 

Sedikit helaan nafas lega mengantarnya untuk duduk di atas papan itu. Tanpa menunggu posisinya nyaman, ia mengeluarkan sekotak rokok di saku jas sekolahnya, tak lupa pemantik besi favoritnya.

 

Sebatang rokok terselip di bibir tebalnya yang warnanya masih pink alami, padahal dia perokok, menandakan ia baru memulai kebiasaan itu dalam waktu dekat ini.

 

Kepulan asap tebal melayang ke udara begitu ia menghembuskannya dengan cukup puas, dengan gerakan teratur, ia menyandarkan punggungnya di tembok pagar sekolah yang cukup berlumut. Matanya terpejam setiap kali ia menikmati jutaan jenis racun yang mulai menyerang paru-parunya itu setiap tarikan nafasnya.

 

Brugh~

 

Mata tajamnya kembali terbuka saat ia mendengar suara benda yang terjatuh, dan saat ia melihatnya, sebuah tas sekolah yang modelnya tidak begitu bagus tergeletak tak jauh dari kakinya yang sengaja diluruskan.

 

Keningnya terangkat sebelah saat ia merasakan ada sesuatu yang menghalangi cahaya matahari yang menerpanya. Dan sedikit demi sedikit ia bisa melihat siluet hitam yang tergambar di atas rumput yang tak jauh dari kakinya. Itu menuntunnya mendongakkan kepala ke atas, dan benar saja di atas sana ada sesosok namja yang tengah berjuang mati-matian untuk memanjat tembok pagar yang sebenarnya sangat tinggi itu.

 

“Hey…” tegur namja itu bermaksud agar sosok yang memanjat tadi sadar bahwa ada manusia di bawahnya, mengusir kemungkinan kalau saja ia melompat dan menimpanya.

 

Sialnya, teguran itu justru memperburuk keadaan, sosok yang memanjat tadi terkejut, dan itu membuat keseimbangan tubuhnya hilang dan akhirnya limbung.

 

Sreet

 

BRUGH!!!

 

Dan alhasil, sesuatu yang seharusnya bisa dihindari dari teguran itu justru terjadi dan bahkan lebih parah.

 

Sosok itu terjatuh dan mendarat persis di atas namja tampan tadi.

 

Kedua mata mereka bertemu, jarak wajah mereka hanya dibatasi sekat udara sekitar 3 senti meter. Hanya wajah, karena bagian tubuhnya dimulai dari dada kebawah seolah tertempel seperti magnet di atas tubuh namja tampan itu.

 

“Awwww….”

 

Sungguh, keluhan yang cukup terlambat mengingat ia terjatuh sekitar 2 menit yang lalu.

 

Namja tampan yang menjadi landasan pendaratan tadi hanya bisa mendesis, karena sebenarnya ialah korban yang menderita sakit dua kali lipat.

 

“Tunggu…” cegah namja tampan itu saat namja pendek yang menimpanya hendak bangkit.

 

“Apa?”

 

Namja tampan itu menangkup pipi namja pendek tadi kemudian membuatnya menoleh ke belakang. Terlepas dari posisi mereka yang segaris permukaan tanah alias horizontal, maksud namja tampan itu adalah agar namja yang menimpanya tadi bisa melihat apa yang tersangkut di kawat besi pagar tembok yang dipanjatnya tadi.

 

Si namja pendek mengaduh tanpa suara sembari memejamkan mata, seiring pula dengan semburat merah yang perlahan memenuhi kedua pipinya.

 

Terjatuh di atas tubuh namja tampan ini saja sudah sukses membuatnya malu luar biasa dan tidak tahu harus mengucapkan apa untuk menyertai permintaan maafnya. Sekarang ada yang lebih parah dari itu semua.

 

Di sana… sangat jelas tertangkap oleh matanya, sebuah celana panjang seragam sekolah yang seingatnya memang tadi pagi ia kenakan. Tapi letaknya sudah berpindah, bukan lagi menutupi tubuh bagian bawahnya, tapi tersangkut di sebuah kawat besi yang sekiranya sangat kokoh hingga bisa membuat celana itu terlepas dari tempat seharusnya. Salah satu peyebab juga mengapa ia terjatuh tadi.

 

“Bagaimana ini?” keluhnya frustasi.

 

Terdengar decakan kesal dari namja yang masih ditindihnya, kemudian dengan gerakan kecil, ia merasakan tubuhnya sedikit terangkat.

 

“Eh… Eh, mau apa kau?” tanya namja pendek itu cukup panik, terlebih melihat namja yang ditindihnya itu melepas jas sekolahnya.

 

“Kita tidak akan selamanya begini kan?” jawabnya santai kemudian berniat menutupi tubuh bagian bawah namja pendek itu dengan jas sekolahnya.

 

 

“APA-APAAN INI??? APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN???” pekik seseorang membuat dua namja itu menoleh.

 

Sebenarnya sangat gampang menjawabnya, cukup mengatakan, kami tidak melakukan apa-apa, dan beres…

 

Tapi masalahnya hanya orang bodoh yang akan percaya begitu saja dengan jawaban itu, melihat posisi nista yang tengah diperagakan mereka.

 

Namja tinggi berada di bawah, dengan satu siku sebagai pengangga agar punggungnya tidak rapat ke tanah berumput, jas sekolahnya terlepas dan tergenggam di tangan yang satunya lagi, 4 kancing kemejanya terbuka menampakkan dada bidang yang sebenarnya ia lakukan karena memang kegerahan saat ia merokok tadi. Kaki kirinya lurus dengan betis merapat di tanah berumput, sementara kaki kanannya ditekuk dan munumpu tanpa sengaja menutupi area terlarang namja pendek yang berada di atasnya yang terperangkap di antara kedua kaki panjang namja tinggi tadi, dan tentu saja tekukan kaki namja tampan itu tidak sepenuhnya menutupi area terlarang, karena nyatanya orang yang memergoki mereka tadi bisa dengan jelas melihat paha dan betis mulus namja pendek yang sekarang tengah memasang tampang terkejut itu, dan tampang itu semakin mendukung bahwa memang sepertinya terjadi sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh siswa terpelajar.

 

Dan perkenalkan…

 

Namja tampan berpostur tinggi yang berada di bawah bernama Kris Wu.

 

Namja pendek berkulit mulus yang berada di posisi atas bernama Byun Baek Hyun.

Dan jangan lupa, orang yang memergoki mereka adalah, Lee Sonsaeng, guru badan konseling yang paling dihindari semua siswa sekolah itu.

 

Dan tempat tujuan mereka selanjutnya adalah…

 

*~KrisBaek~*

 

Ruang Konseling.

 

Sudah sekitar 10 menit posisi mereka bertahan seperti itu. Kris dan Baek Hyun duduk bersebelahan di hadapan Lee Sonsaeng yang menatap mereka tajam seolah akan menguliti mereka hidup-hidup.

 

Kris sedikit acuh, ia hanya bersandar di kursi sembari melipat tangan di dada, sementara Baek Hyun mati-matian membetulkan jas sekolah Kris yang melilit di pinggangnya menutupi paha mulusnya.

 

Baek Hyun sudah cukup risih ditatap aneh oleh Lee Sonsaeng, semakin bertambah saat guru-guru sengaja melintas dan berlalu lalang di sebelah meja Lee Sonsaeng hanya untuk melihat wajah Byun Baek Hyun, ‘pasangan’ Kris wu saat melakukan hal yang tidak senonoh di belakang gedung sekolah.

 

Belum lagi sekumpulan siswa yang berdesakan di luar ruangan, berebut untuk mengintip di jendela untuk melihat siapa namja yang bernama Byun Baek Hyun itu?

 

Apakah dia seksi? Apakah dia cantik? Manis? Mulus? Atau apapun itu sampai bisa memperdaya Kris Wu, siswa terpopuler sekolah mereka yang juga terkenal acuh pada siapa saja yang ingin mendekatinya. Jadi mereka berpikir, pasti Byun Baek Hyun semacam malaikat berwujud manusia yang jatuh ke bumi dan membuat Kris tergoda olehnya.

 

Tapi kebanyakan orang yang telah melihat wajah aslinya, akan merespon seperti ini.

 

“Mwo? Kris suka orang seperti itu? Aku bahkan lebih seksi darinya.”

 

“Kukira dia semanis apa? Ternyata biasa saja.”

 

“Dia pasti sudah menjebak Kris.”

 

Dan kalimat-kalimat menjengkelkan lainnya yang membuat telinga Baek Hyun panas.

 

“Sonsaeng-nim…” seru Baek Hyun akhirnya karena jengah sidang tidak juga dimulai.

 

“Jadi kau yang mewakili Kris hakseng untuk mengakui perbuatan bejat yang kalian lakukan di sekolah?”

 

Baek Hyun sempat terbatuk, mencoba sabar akan tuduhan tidak manusiawi itu.

 

“Begini, ada kekeliruan di sini. Kami… maksudku, kakak kelas dan aku, tidak melakukan apa-apa,” ujarnya berusaha membela diri. Kris memang duduk di kelas 3, sementara dirinya masih kelas 1. Dan mendapat citra buruk di tahun pertamanya menginjak bangku SMU jelas betul-betul mengancam masa depannya di sekolah itu.

 

“Tidak melakukan apa-apa? Atau tidak sempat melakukan apa-apa karena kalian sudah ketahuan lebih dulu sebelum melakukannya?”

 

Kali ini Baek Hyun memijat pelipisnya sembari menahan emosi yang betul-betul membakarnya.“Tapi aku dan kakak kelas betul-betul tidak berniat melakukannya, itu murni kecelakaan. Anda lihat celanaku tersangkut di pagar, itu yang membuatku terjatuh dan menimpa tubuh kakak kelas yang memang sedang beristirahat di bawah…ku”

 

“Hm, kau ikut kelas drama? Aktingmu bagus sekali Byun Baek Hyun.”

 

“Tapi sonsaeng-nim… apa yang anda lihat tidak seperti dengan apa yang anda bayangkan. Celanaku tersangkut hingga terlepas, aku terjatuh dan menimpa tubuh kakak kelas, dan saat kakak kelas ingin memberikan jas sekolahnya untuk menutupi tubuhku, anda sudah lebih dulu memergoki kami, yang sebenarnya tidak melakukan apa-apa.”

 

Lee Sonsaeng berdecak berkali-kali. “Mengenai celana yang tersangkut, betul-betul ide yang brilian untuk mengelak, bisa saja Kris Hakseng sengaja menggantung celanamu di pagar setelah membukanya kan?”

 

~Oke, sebenarnya siapa yang mesum di sini?~

 

“Tapi sonsaeng-nim, itu sama sekali tidak masuk akal. Yang terjadi sebenarnya adalah sesuai dengan yang kujelaskan tadi,” lanjut Baek Hyun, kali ini dengan nada sedikit ditinggikan.

 

Lee Sonsaeng tidak menggubris, ia kemudian menoleh pada Kris yang sejak tadi bersikap biasa saja.

 

“Jadi… setelah merokok, membuat keonaran, mengajak siswa lain berkelahi, mengacau dalam kelas, akhirnya kau pun mencoba kenakalan lain dengan mengajak kekasihmu melakukan perbuatan mesum di sekolah? Begitu?”

 

Kris mendesah berat, seolah bosan dengan semua ini, “Lalu kenapa memangnya kalau aku melakukan hubungan s*x dengan anak ini di sekolah? Sekolah ini juga punya Ayahku, jadi aku bebas melakukan apa saja.” Itu jawaban Kris dan sukses membuat Baek Hyun menganga tak percaya.

 

“Oh jadi hanya karena kau anak pemilik sekolah jadi kau bebas melakukan apa saja? Termasuk menjadikan tempat ini sebagai tempat prostitusi?”

 

Baek Hyun semakin menganga mendengar ucapan guru konseling itu.

 

“Terserah.”

 

Rahang Baek Hyun seolah terlepas mendengar lanjutan kalimat kurang ajar Kris.

 

Lee Sonsaeng mengangat alis. “Begitu? Kurasa kali ini memberimu hukaman saja tidak akan mampan,” ucapnya sambil mengangkat gagang telepon.

 

Kris tersenyum. “Percuma menelpon ayahku, dia orang sibuk.”

 

“Mari kita lihat.”

 

Klek

 

Yeoboseyo…” sapa suara di seberang. Suara yang cukup familiar namun sudah sangat asing terdengar di telinga Kris belakangan ini.

 

Cwesonghamnida Sajang-nim. Ini dari pihak sekolah.”

 

“Kenapa lagi? Anak itu membuat masalah lagi? Sudah kukatakan hukum saja seberat-beratnya agar dia jera, karena dia__”

 

Cwesonghamnida Sajang-nim, tapi kali ini perbuatannya sudah melampaui batas, dan telah merusak citra baik sekolah.”

 

Ada sekitar puluhan detik berlalu hanya dengan kesenyapan yang mencekam sampai terdengar sahutan kembali di seberang. “Apa yang dilakukan anak itu?”

 

“Se… Sebenarnya ini sangat tidak etis membicarakannya di telepon, sajang-nim. Tapi… Anda memang harus tahu agar anak ini tidak menjadi-jadi.”

 

“Langsung saja Sonsaeng-nim, saya tidak punya banyak waktu luang.”

 

“Begini… Anak anda… Eum… Anak anda tertangkap basah melakukan perbuatan asusila dengan adik kelasnya di belakang gedung sekolah tepat di saat pelajaran sedang berlangsung.”

 

Baek Hyun hampir terjatuh dari kursinya mendengar laporan palsu itu, sementara Kris tidak menunjukkan respon berarti. Hanya menguap lebar dan masih melipat tangannya di dada.

 

“KAU BILANG APA??? ANAKKU MELAKUKAN APA???”

 

Baek Hyun merinding mendengar amukan itu, bahkan tanpa mengaktifkan speakerpun, suara itu terdengar jelas olehnya.

 

“Maaf sebesar-besarnya Sajang-nim, tapi itulah kenyataannya. Anak anda dan adik kelasnya sedang melakukan hubungan… seperti ‘itu’ di belakang sekolah dan saya sendiri yang memergokinya. Jadi harap, selaku pemilik sekolah anda bersikap tegas walaupun terhadap anak sendiri, karena ini sudah sangat merusak nama baik sekolah.”

 

Pip…piip…piipp…

 

Lee Sonsaeng menghela nafas. “Kurasa sebentar lagi kau akan mendapat panggilan untuk pulang, Kris Wu.”

 

Kris mendesis. “Jadi proses ini selesai bukan?”

 

“Kenapa? Apa kau merasa terganggu dengan ini?”

 

Kris semakin bersikap acuh, ia menoleh pada Baek Hyun yang sudah hampir menangis dan terus mengacak-acak rambutnya.

 

“Ne, aku sangat terganggu.” Namja tampan itu langsung menarik tangan Baek Hyun untuk pergi dari situ.

 

“Eh… Eh…” Baek Hyun jelas kesulitan mengiimbangi langkah besar Kris sementara ia juga harus tetap menjaga jas sekolah yang menutupi tubuh bagian bawahnya.

 

“MAU KEMANA KALIAN??? CEPAT KEMBALI!!”

 

Kris hanya malambai tanpa menoleh.

 

“SISWA KURANG AJAAARR!!!”

 

*~KrisBaek~*

 

Kris terus mengepulkan asap rokoknya ke udara sembari memejamkan mata, seperti betul-betul menikmatinya. Padahal telinganya menangkap jelas suara raungan tangis dari namja pendek berwajah manis yang dipaksa duduk di sebelahnya itu.

 

“Kenapa kau menangis?” tanya Kris setelah 3 jam berlalu sejak ia mengajak Baek Hyun ke balkon atap dan mengunci pintu masuknya agar tidak ada yang mengganggu.

 

“Apa ada alasan untuk tidak menangis? Ini tahun pertamaku di SMU, dan aku sudah mendapatkan kasus yang cukup buruk, beasiswaku akan putus karena aku dianggap siswa yang tidak bermoral, aku akan dikeluarkan dari sekolah sementara aku ingin menyelesaikan studiku sampai tingkat Universitas. Aku sudah cukup bersabar saat aku dianggap tidak layak bersosialisasi dengan siswa-siswa berada dan punya nama besar, setelah kasus inipun kurasa aku akan semakin dikucilkan,  terakhir… aku harus mengatakan apa pada Ibu pemilik panti untuk menjelaskan semua ini?”

 

Kris membuka matanya. “Kau tinggal di mana?” tanyanya tanpa menoleh.

 

“Di panti asuhan, itupun sebenarnya usiaku sudah lewat setahun untuk masih tetap tinggal di sana.”

 

“Mana orang tuamu?”

 

“Saat kau berada di panti, itu artinya karena kau tidak punya orang tua, atau orang tuamu tidak mengiginkanmu. Aku sudah di sana sejak aku masih bayi. Jadi aku tidak tahu apakah orang tuaku sudah meninggal atau masih hidup.”

 

Kris mendesis setelah hisapan terakhir rokoknya. Ia membuang puntung rokok itu cukup jauh darinya.

 

“Namamu Byun Baek Hyun? Benar?”

 

Ne Sunbae-nim.

 

Heum, geure… Tinggallah bersamaku.”

 

“M… Mwo?”

 

“Kurasa kau tidak punya pilihan lain karena aku tahu watak Ayahku.”

 

“Ma… Maksudnya?”

 

Kris melirik arlojinya, dan berpikir sejenak. “Kurasa Ayahku sudah tiba.”

 

Dan bertepatan saat itu, ponselnya pun berdering.

 

“Ini dari Ayahku,” ucapnya sembari mengeluarkan ponsel itu dari sakunya. “Ne Appa.”

 

Kurasa kau tahu apa yang akan kau hadapi Kris Wu!

 

“Hm…”

 

Bawa anak itu juga.

 

Piip…piip…pipp

 

Kris menghembuskan nafasnya cukup panjang kemudian berdiri dari duduknya. Sedikit mengibas-ngibaskan debu yang menempel di celananya.

 

Kajja…”

 

“Kemana?”

 

“Ikut saja,” perintahnya sembari mengulurkan tangan.

 

Baek Hyun menatap lekat telapak tangan Kris yang cukup besar dan kokoh itu, dan dengan sedikit ragu iapun menyambutnya. Menggenggamnya erat saat Kris menariknya berdiri.

 

Baek Hyun tidak menyadari, bahwa kontak pertamanya dengan Kris saat itu adalah awal di mana ia akan memulai kehidupan barunya. Saat takdir telah menuliskan garis yang seharusnya ia jalani, tepat di tengah-tengah ada nama Kris Wu di sana.

 

Kris juga sebenarnya tidak menyadari, bahwa ajakannya itu adalah suatu langkah awal yang akan merubah hidupnya. Dan siapa yang menyangka bahwa Baek Hyun tidak jatuh begitu saja tanpa alasan di hadapannya.

 

Takdir mempertemukannya dengan Baek Hyun. Dan takdir pulalah yang memberikan Kris sebuah hadiah berharga dari Tuhan, dalam bentuk sosok seorang namja mungil yang akan sekiranya dapat memberi Kris kebahagiaan luar biasa yang tidak pernah ia dapat sejak ia kecil.

 

Dan yang paling jelas… di masa depan, tidak akan adalagi kata ‘kesepian’

 

 

*~KrisBaek~*

 

 

Anak kurang ajar!”

 

Plak….

 

Baek Hyun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan saat ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, Kris ditampar telak-telak oleh Ayah kandungnya.

 

Kris tidak menunjukkan respon apa-apa, tidak ada ekspresi bersalah dan menyesal di sana karena telah mengecewakan orang tuanya. Hanya tatapan datar seperti biasa dan itu membuat ayahnya semakin jengkel.

 

“Appa tidak pernah melarangmu melakukan hal-hal yang kau sukai selama ini, karena Appa tahu kau tidak punya telinga. Tapi apa betul kau juga tidak punya otak??? Melakukan hal seperti itu di sekolah??? Kau mau membuat nama Appa rusak??”

 

Lagi-lagi Kris tidak merespon, membiarkan Ayahnya sendiri berbicara dengan nada tinggi padanya. Setidaknya di saat seperti itu, ia merasa bahwa memang ia mempunyai seorang Ayah.

 

“Dan kau bahkan melakukannya dengan anak-anak? Apa kau betul-betul tidak punya otak?”

 

Anak-anak?__ Baek Hyun kebingungan karena jelas objek yang dimaksud adalah dirinya,

 

“Dan kau!”

 

Baek Hyun terperanjat saat Ayah Kris menunjuknya.

 

“N… Ne… Sajang-nim…”

 

Ayah Kris memijat keningnya. “Kau anak SMU?”

 

“N.. Ne… Sajang-nim.”

 

“Berapa usiamu?”

 

“Tu… Tujuh belas tahun, beberapa bulan lagi, Sajang-nim”

 

“Di mana orang tuamu?”

 

“A.. Aku…  Aku tidak…”

 

“Dia tidak punya orang tua. Dia anak panti asuhan,” Kris yang menjawab.

 

Ayah Kris kini memijit tengkuknya, merasakan tekanan kuat di area itu. “Kris Wu… Kau!”

 

“Dia akan tinggal bersamaku, terserah Appa mengizinkan atau tidak.”

 

Kali ini Ayahnya tidak sanggup lagi menahan emosi. Ia langsung menyambar tongkat golf yang berada di dekat lemari, dan tanpa banyak bicara langsung ia hantamkan benda itu di lengan atas anaknya.

 

“Anak kurang ajar…!!”

 

Pukulan…

 

“Tidak tahu diri!”

 

Pukulan lagi.

 

“Anak durhaka!”

 

Pukulan lagi.

 

“Di mana sopan santunmu sebagai anak?”

 

TAP~

 

Alis Kris sedikit terangkat saat ia tidak lagi merasakan hantaman di lengannya yang sudah pasti membiru. Sosok mungil itu kini berdiri di hadapannya sembari menangkap togkat golf yang hampir menghantamnya lagi itu.

 

“Sa… Sajang-nim, tolong jangan pukul lagi,” ucap Baek Hyun dengan suara gemetar.

 

Dan itu sukses membuat suasana mendadak hening dalam kurun waktu beberapa menit.

 

Ayah Kris menarik kembali tongkat golfnya dan membuangnya ke lantai.

“Siapa namamu?”

 

“Byun… Byun Baek Hyun, sajang-nim.”

 

Ayah Kris mengusap wajahnya yang tadi mengeras, kepalanya masih sakit sebenarnya, dan jika ia semakin memperturutkan emosinya, mungkin ia akan langsung dilarikan ke rumah sakit sebentar lagi karena pembuluh darah otaknya pecah.

 

Geure, semuanya sudah terjadi dan tidak ada jalan lain untuk membersihkan masalah ini,” ujar namja paruh baya itu berusaha menenangkan diri.

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya tidak mengerti.

 

“Kris Wu… Appa akan berada di Korea selama dua hari, dan selama itu pula, Appa akan mengurus pernikahan kalian.”

 

Mata kecil Baek Hyun membulat penuh. “Pe… Pernikahan???”

 

Kris tidak memberi respon berarti, hanya menatap datar sang Ayah.

 

“Satu-satunya jalan membersihkan nama keluarga. Kalian harus menikah. Setidaknya terdaftar dulu di pemerintahan. Setelah kalian lulus SMU, kalian ingin mengadakan resepsi sebesar apapun tidak masalah. Asal nama kalian bersih dulu.”

 

“Ta… Tapi Sajang-nim.. menikah?”

 

“Lalu kalian ingin terus seperti ini? Berhubungan seintim itu tanpa ikatan pernikahan dan merusak nama keluarga?”

 

“Ta… Tapi kami tidak__”

 

“Hm, Aku setuju. Appa urus saja pernikahan kami,” potong Kris cepat.

 

Dan Baek Hyun hanya bisa memijat keningnya karena ia merasa bumi tempatnya berpijak tidak lagi rata.

 

*~KrisBaek~*

 

“Sunbae-nim,” panggil Baek Hyun cukup lirih. Sedikit ragu karena orang yang dipanggilnya memang sedang tertidur di atas ranjang berukuran besar itu.“Sunbae-nim… Bisakah… Kita bicara. Ini betul-betul, tidak masuk akal. Maksudku, menikah? Dan usiaku bahkan baru 17 tahun. Err.. beberapa bulan lagi sebenarnya, tapi tetap saja ini sungguh….”

 

“Kau punya kekasih?” tanya Kris tanpa membuka matanya, bahkan tanpa tahu bahwa Baek Hyun sudah duduk bersimpuh di dekat tempat tidurnya. Seperti orang yang ingin memohon pengampunan.

 

“Kekasih? Tidak punya… teman saja hanya beberapa, dan kurasa aku akan semakin kehilangan teman setelah ini.”

 

“Itu saja, kurasa tidak ada kendala.”

 

“Tapi sunbae-nim.”

 

Kris membuka matanya, kemudian menoleh ke arah Baek Hyun yang masih bersimpuh di dekat tempat tidurnya. Namja mungil itu seketika menunduk saat ditatap setajam itu.

 

“Mi… Mianhamnida Sunbae-nim

 

“Kenapa kau tidak ingin menikah denganku?”

 

“Eh?”

 

“Kau bersikeras menolak karena kau tidak ingin menikah denganku kan?”

 

“Pointnya bukan di situ Sunbae-nim, tapi… baiklah selain umur dan apa-apa yang ada padaku kesampingkan dulu. Tapi.. alasan kita menikah sungguh tidak masuk akal. Kita dikira melakukan perbuatan yang… kau tahu apa maksudku, padahal kita sama sekali tidak melakukannya, belum lagi, bukankah pernikahan itu adalah sebuah ikatan yang sakral, menyatukan dua insan yang saling mencintai dan…”

 

“Percayalah, itu hanya teori.”

 

“NE?”

 

“Mereka yang mengatakan menikah karena saling mencintai, itu hanya teori. Kalau memang benar mereka menikah karena saling mencintai, lalu kenapa mereka berpisah?”

 

Baek Hyun membuka mulut, tapi terkatup kembali karena tidak tahu apa yang ingin dia katakan.

 

“Kemari…” panggil Kris sembari menggerakkan empat jarinya untuk meminta Baek Hyun mendekat.

 

Namja mungil itu berdiri dari duduknya dan menurut saja saat Kris memintanya duduk di tepi tempat tidur di mana Kris berbaring santai di sana.

 

“Bagiku, menikah adalah ketika kau ingin punya seseorang untuk mendampingimu, dan kau punya hak akan orang itu agar tidak disentuh oleh siapapun selain dirimu.”

 

Baek Hyun menelan ludah dengan susah payah, tidak berani menatap langsung pada mata Kris. “Tapi aku…”

 

“Aku juga tidak punya teman.”

 

“Ne?”

 

“Karena aku benci mereka yang mendekatiku hanya karena nama besar Ayahku yang melekat pada namaku.”

 

“Lalu kenapa kau memintaku menjadi temanmu?”

 

Kris menghela nafas, “Molla, mungkin karena kita senasib.”

 

“Senasib?”

 

“Kau tidak punya orang tua kan? Hm, kita senasib.”

 

Mata kecil Baek Hyun membulat, dan tanpa sengaja ia memberanikan diri menatap Kris. “Ba… Bagaimana mungkin Sunbae-nim mengatakan tidak punya orang tua sementara kau masih punya Ayah?”

 

Kris mendesis acuh, ia kembali memejamkan matanya, dan menumpukan lengan kanannya di kening, sementara lengan kirinya –entah sejak kapan- menumpu di paha Baek Hyun yang masih dilapisi jas sekolah milik Kris.

 

“Bagiku sama saja, aku tidak punya kenangan apa-apa tentang Ayahku selain kesibukannya mengelola perusahaan yang dia tempatkan di posisi pertama dalam hidupnya itu, jadi… punya Ayah ataupun tidak, kurasa sama saja.”

 

“Ba… Bagaimana dengan ibumu?”

 

“Ibuku? Molla…”

 

“Maksudnya?”

 

“Aku sudah tidak punya ibu sebelum umurku sudah cukup fasih untuk mengingat, Ayahku hanya mengatakan kalau aku tidak butuh ibu. Tapi terakhir kuketahui ternyata ibuku meninggalkan Ayahku demi namja lain, kukira aku tahu alasannya.”

 

“Sunbae-nim.”

 

Helaan nafas panjang terdengar, ia tatap wajah mungil Baek Hyun dengan cukup datar, kalau ia pikir-pikir, wajah Baek Hyun manis juga, itu yang membuatnya sedikit tertarik saat ia pertama kali bertatapan langsung dengan namja mungil itu di belakang gedung sekolah.

 

“Tinggallah bersamaku, mengenai biaya sekolahmu dan segala kebutuhanmu, aku yang akan menanggungnya.”

 

Leher Baek Hyun tercekat. “N… Ne?”

 

“Tapi… kau harus mau menjadi pendampingku. Dan menemaniku sampai batas yang tidak bisa kutentukan.”

 

“Ja… Jadi pernikahan itu?”

 

“Hm, anggap saja formalitas. Agar statusmu kokoh di sisiku.”

 

Baek Hyun menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, setelahnya ia menggaruk sebelah alisnya seperti sedang berpikir keras. “La… Lalu mengenai peranku di sisimu… selain menemanimu?”

 

Sebenarnya Kris adalah tipe orang yang selera humornya buruk, ia bahkan betul-betul tidak tertawa saat menonton acara lelucon, tapi entah kenapa melihat ekspresi Baek Hyun, terlebih ucapan polosnya membuat ia sedikit tergelitik, walau pada akhirnya ia tetap menunjukkan ekspresi datar.

 

“Kalau kita menikah, kau jadi pendampingku bukan? Itulah peranmu.”

 

Mata kecilnya kembali membulat, ditambah kedua pipinya yang merona merah. “Termasuk… Tidur denganmu???” pekiknya tertahan.

 

Kris membuang muka ke kanan, dan tanpa sepengetahuan Baek Hyun, namja kurang ajar itu tertawa tanpa suara. Setelahnya, ia kembali menoleh dengan wajah datar. “Wae? Ada yang buruk tentang hal itu?”

 

“Te… Tentu saja sunbae-nim… Jangankan sampai melakukan hubungan seperti itu, berciumanpun aku belum pernah.”

 

Kris mengangkat alisnya tinggi-tinggi. “Hm? Begitu?”

 

“Ne… Jadi mana mungki aku bis__”

 

Kali ini kelopak mata Baek Hyun terbuka dengan sangat maksimal. Bagaimana tidak, ia bahkan tidak sempat menduga saat Kris bangkit untuk duduk di hadapannya, dan tiba-tiba saja menarik tengkuknya cepat hingga akhirnya bibir mereka menyatu tanpa sekat.

 

Baek Hyun mengerjapkan mata mungilnya itu sesekali, dan keningnya sedikit berkerut saat Kris menggerakkan bibirnya untuk mengulum bibir tipis namja itu.

 

“Ada lagi?” tanya Kris santai setelah melepas ciuman yang cukup renyah itu.

 

Baek Hyun menggeleng seperti orang yang kebingungan, matanya fokus ke depan, entah tertuju pada apa. Nafasnya tersengal, belum lagi mulutnya terbuka sedikit menambah kesan bahwa ia betul-betul bingung.

 

Fisrt kiss?” Kris menyeka sekitaran bibir tipis Baek Hyun yang cukup basah. “Kurasa cukup manis.”

 

Baek Hyun mengangkat wajahnya, menatap Kris masih dengan penuh kebingungan.

 

“Kau tidak diberikan pilihan lain selain menikah denganku Byun Baek Hyun.”

 

“Aku… Tidak masalah mengenai soal itu, hanya saja masa depanku…”

 

“Kupikir selama kau tidak mempunyai kekasih, sama sekali bukan kendala. Tapi jika suatu saat kau mencintai orang lain, mungkin akan kupertimbangkan untuk melepasmu.”

 

Deg~

 

“Apa ini suatu kesepakatan?”

 

“Hm, kalau kau memang menganggap hal konyol seperti cinta sebagai hal yang penting, maka kurasa aku harus mempertimbangkannya untukmu.”

 

Baek Hyun masih berpikir, mata kecilnya tak lepas dari mata tajam Kris yang terus menguncinya. Dan terakhir, sebuah helaan nafas berakhir pada sebuah keputusan penting yang betul-betul merubah kehidupannya.

“Baiklah… Aku bersedia menikah denganmu, Kris Sunbae-nim”

 

*~KrisBaek~*

 

Baek Hyun berpikir, karena Ayah Kris mengatakan bahwa upacara pernikahannya akan dibuat sesederhana mungkin, jadi yang hadir pastilah hanya beberapa orang.

 

Ternyata, upacara sederhana yang dimaksud adalah, upacara sakral yang diadakan di pekarangan rumah pribadi keluarga Kris yang luasnya memang tidak tanggung-tanggung, dan yang datang adalah beberapa kolega Ayah Kris baik dari dalam maupun luar negeri. Dan yang dimaksud dengan beberapa orang adalah bukan belasan, tapi puluhan, bisa jadi ratusan, ditambah pihak sekolah yang harus menjadi saksi ‘pembersihan nama’ itu. Lee sonsaeng tentu saja, beberapa guru, juga teman sekelas Kris dan Baek Hyun yang entah kenapa jumlahnya jadi dua kali lipat lebih banyak.

 

Dan jangan lupakan ibu panti yang datang bersama rekannya sesama pengurus panti sebagai wakil dari keluarga Baek Hyun. Walaupun cukup terkejut karena pernikahan itu betul-betul mendadak, toh mereka betul-betul senang karena pada akhirnya Baek Hyun bertemu dengan orang yang sekiranya bisa memenuhi semua kebutuhannya.

 

Bukan bermaksud untuk berpikir matrealistis, tapi di zaman sekarang itu justru realistis. Selain cinta dan apa saja yang menjadi alasan untuk mengikat sebuah hubungan, materi dan tentu saja ekonomi berperan sangat penting di masa depan. Itulah yang dimaksud.

 

 

 

Dan saat upacara berakhir, dilanjut dengan perjamuan, Kris memilih masuk ke rumah karena memang tidak begitu tertarik dengan interaksi sosial seperti itu.

 

‘Tidak terbiasa’.

 

Baek Hyun tiba-tiba memiliki banyak teman. Sangat banyak, karena tidak terhitung jumlahnya. Ia lupa sudah berapa siswa yang menghampirinya memberi selamat dan tentu saja kado, dan Baek Hyun yakin tidak betul-betul tahu apakah mereka berasal dari sekolah yang sama dengannya.

 

“Mana suamimu?” tanya Ayah Kris saat melihat Baek Hyun seorang diri menjamu kawan-kawannya.

 

“Di dalam, Sajang-nim,” jawab Baek Hyun hormat.

 

Ayah Kris terdiam sejenak, kemudian sedikit mendekat dan memeluk tubuh mungil Baek Hyun cukup erat.

 

“Sa… Sajang-nim?”

 

“Kenapa masih memanggilku seperti itu?”

 

“A… Aku…”

 

“Walaupun kita dipertemukan dalam keadaan buruk akibat perbuatan anak itu, bukan berarti kita juga harus memiliki hubungan yang buruk. Mulai sekarang kau menantuku, dan aku berharap banyak padamu untuk menemani anak kurang ajar itu. Kupikir walau ini terlalu dini, tapi ini memang jalan satu-satunya agar kenakalan anak itu tidak semakin menjadi-jadi.” Ayah Kris melepas pelukannya. “Mulai sekarang kau juga anakku, jadi panggillah seperti Kris memanggilku.”

 

Pipi Baek Hyun merona, sebenarnya cukup asing di lidahnya jika ia mengatakan. “Ne… Ap… Appa…”

 

Ada getaran tersendiri di sudut hatinya, ia bahkan tidak pernah menyangka akan diberikan sosok Ayah yang cukup sempurna di matanya.

 

Ayah Kris tersenyum. “Hm, mohon bantuanmu Baek Hyun-ah.”

 

 

*~KrisBaek~*

 

Kris baru saja keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Tubuh atletisnya dibalut baju mandi berwarna biru pudar dan cukup tebal.

 

Keningnya berkerut tatkala ia mendapati sosok Baek Hyun yang duduk di atas sofa sambil memeluk boneka beruang besar dan dalam keadaan senyum-senyum sendiri.

 

“Apa menikah denganku memang semenyenangkan itu?” tanya Kris saat ia baru saja menghempaskan duduknya di atas tempat tidur.

 

Baek Hyun menoleh, masih tak melepaskan senyum manisnya. “Bukan begitu. Ah maksudku, aku tidak pernah mengalami hal semenyenangkan ini. Memakai baju mewah dan mahal, makanan yang enak-enak, dikelilingi orang-orang kelas atas, bahkan diajak mengobrol dengan mereka. Aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa mengobrol dengan beberapa presiden direktur perusahaan besar. Kau tahu Sunbae-nim? Ayahmu memperkenalkanku pada mereka, kupikir aku tidak punya apa-apa untuk dibanggakan, tapi Ayahmu punya cara beda, entahlah… untuk pertama kalinya aku merasa benar-benar dipandang sebagai manusia.”

 

Kris menghentikan gerakannya mengeringkan rambut, terdiam sejenak kemudian memandangi wajah Baek Hyun yang cukup merona malam itu.

 

“Kau suka bersosialisasi dengan orang-orang kaya?”

 

“Eum, sebenarnya bukan hanya orang-orang kaya. Aku suka berinteraksi dengan semua orang. Karena aku memang berasal dari lingkungan seperti itu. Panti asuhan itu sangat ramai, jadi terkadang aku akan lupa bahwa aku adalah salah satu anak yang kurang beruntung karena ditelantarkan oleh orang tua kandungku. Tapi.. saat pertama kali aku melakukan kontak langsung dengan lingkungan luar, aku sempat terkejut bukan main. Statusku sebagai anak panti asuhan membatasi gerakku untuk bersosialisasi. Aku baru tahu kalo pandangan orang kaya terhadap anak pasti sepertiku cukup…” Baek Hyun mengangkat bahunya sejenak. “Jadi aku sempat shock beradaptasi dan merubah lingkungan dari yang awalnya sangat ramai, menjadi sangat sepi.”

 

Kris terdiam lagi, menelaah kata demi kata yang sebenarnya cukup sarkastik dan bisa menjadi teguran untuk orang-orang seperti dirinya.“Itu alasan hingga kau tidak punya teman?”

 

“Untuk teman di luar panti memang tidak banyak, hanya beberapa yang mungkin seperti dirimu, sedikit cuek dengan derajat sosial. Dan kupikir rata-rata mereka mau berteman denganku karena aku tidak sungkan mengerjakan PR mereka. Yah walaupun imbalannya harus seperti itu, kurasa tidak apa-apa selama aku tidak betul-betul dikucilkan.”

 

“Sampai sekarang pun begitu?”

 

“Apanya?”

 

“Tentang orang-orang yang berteman denganmu karena ingin kau mengerjakan PR mereka?”

 

“Hm, masih banyak, beberapa.”

 

Kris mengangguk-angguk. “Sebenarnya hidup sebagai orang kaya tidak semenyenangkan yang kau bayangkan. Bisa jadi kondisi kita terbalik. Kau merasa ramai saat pulang ke panti, dan merasa sepi bila kau keluar lingkungan. Berbanding terbalik dengan kondisiku. Diluar memang terasa ramai, sangat ramai bahkan kau akan muak akan semua hal itu, tapi saat kau pulang, akan lebih muak lagi karena kau merasa betul-betul sendiri di dunia ini.”

 

“Kenapa Sunbae-nim tidak mencari teman?”

 

Kris tertawa acuh. “Ada satu lagi kesamaan kita. Baik itu kau, maupun aku yang kondisinya bertolak belakang, kita tetap sama-sama kesulitan menemukan orang yang tulus untuk menjadi teman. Kalau mereka memanfaatkanmu karena kecerdasanmu, merekapun melakukan hal yang sama karena nama besar Ayahku yang melekat pada namaku.”

 

“Hm… Aku baru tahu hal itu. Kupikir menjadi orang kaya itu betul-betul menyenangkan.”

 

“Sebut saja begini. Kebutuhan ragamu terpenuhi, bahkan lebih, tapi kebutuhan batinmu tidak, justru sangat kekurangan.”

 

Baek Hyun berpikir sejenak, kemudian mengangguk. “Kurasa aku mengerti. Walau kondisinya berbeda, tapi kita merasakan hal yang sama.”

 

Kris menatap Baek Hyun sejenak, sebenarnya ia cukup takjub. Ini pertama kalinya ia bersikap seterbuka ini pada orang asing yang bahkan baru 2 hari ia kenal. Ia pikir pasti ada sesuatu yang istimewa dengan namja mungil yang sudah dinikahinya itu, dan mengingat percakapan mereka sebelumnya, Kris merasa di masa depan, mereka akan saling mengerti satu sama lain. “Kemari…” Panggilnya.

 

Baek Hyun menurut, ia membawa boneka beruang putih yang ukurannya hampir menyamai tubuhnya itu dan berdiri persis di depan Kris yang duduk di tepi tempat tidur itu.

 

Kris mengambil boneka Baek Hyun dan meletakkannya di lantai berkarpet, ia kemudian menarik tangan Baek Hyun lebih mendekat ke arahnya. “Hubunganku dan Ayahku tidak begitu baik, kau pasti bisa melihatnya dengan sangat jelas.”

 

“Hm.”

 

Kris meraih kedua tangan Baek Hyun dan menghirup aroma bayi yang ia tangkap dari pergelangan tangan mungil itu. “Kau… Temanku.”

 

“Ne?”

 

“Kita berteman.”

 

Geure! Aku juga sangat ingin berteman denganmu sunbae-nim.”

 

“Sesama teman tidak bersikap seformal itu. Panggil aku Kris…”

 

“Ta.. Tapi aku lebih muda dua tahun darimu.”

 

“Ya sudah, panggil aku Hyung.”

 

Baek Hyun tersenyum kemudian duduk di sebelah Kris. “Ne… Kris Hyung.”

 

Kris balas tersenyum, walau sangat tipis dan hanya berbentuk sebuah garis yang nyaris lurus sempurna. “Kau tidak mandi?”

 

Baek Hyun menggeleng. “Aku tidak terbiasa mandi di malam hari, takut kedinginan.”

 

“Apa di panti juga tidak tersedia air hangat untuk mandi?”

 

Baek Hyun terkekeh malu. “Begitulah.”

 

“Tidak apa-apa, baumu sudah seenak ini bahkan tanpa mandi sekalipun”

 

“Eh?”

 

Sudah sangat jelas, Kris yang memulai. Namja tampan itu yang lebih dulu bergeser, mendekatkan wajahnya, dan saat puncak hidung mancung mereka bertemu, Kris memiringkan sedikit kepalanya agar aksesnya menggapai bibir tipis itupun semakin mudah.

 

Baek Hyun memejamkan matanya rapat-rapat saat Kris mulai menggerakkan bibirnya dan mengulum bibir tipisnya.

Pikirannya berkecamuk, terlebih saat Kris sudah bergerak melepaskan kancing piyamanya.

 

“Tu… Tunggu…” tegur Baek Hyun setelah berhasil melepas ciuman bergairah itu.

 

“Apa?”

 

“Ini… Apakah dalam status petemanan juga harus melakukan ini?”

 

Kris tersenyum simpul, kemudian dengan gerakan kecil ia menyentuh pundak Baek Hyun dan merebahkannya di tempat tidur. “Bukankah selain berteman, kita juga sudah menikah? Jadi apa salahnya?”

 

“Kupikir… ini hanya… formalitas?” keluh Baek Hyun saat bibir Kris mulai bermain di sekitar rahang dan lehernya.

 

“Awalnya kupikir begitu, tapi… Belakangan aku sadar, kau manis juga.”

 

“Mwo?”

 

“Kau kuat terjaga hingga subuh?”

 

“Untuk apa?”

 

“Jangan khawatir, aku tidak akan berbuat lebih dari ini. Kurasa aku akan bercerita banyak denganmu, sangat banyak.” Kris sedikit mengangkat tubuh ringan Baek Hyun untuk membetulkan posisi tidurnya hingga ia mudah memeluknya di balik selimut yang akan menghangatkan mereka.

 

“Besok… Kita tidak sekolah?” tanya Baek Hyun saat Kris betul-betul memeluknya di sana.

 

“Bukankah kita pengantin baru, setelah menikah seharusnya bulan madu, bukan kembali beraktivitas.”

 

Baek Hyun tertawa kecil. “Kau bisa memulai ceritamu Hyung.”

 

“Hm.” Kris memejamkan matanya dan menghirup aroma lembut dari rambut Baek Hyun. “Aku sebenarnya bukan sepenuhnya anak nakal, ini hanya sebuah bentuk pemberontakan saat aku ingin betul-betul diperhatikan. Kelalaianku adalah, aku melakukan pemberonakan saat usiaku berada pada masa peralihan, dari anak-anak menjadi remaja, itu sebabnya pemberontakanku justru berakibat buruk pada perkembangan mentalku.”

 

Baek Hyun sesekali mengangguk. Dan malam itu, ia betul-betul menjadi pendengar yang baik saat Kris menceritakan semua hal tentangnya. Dan sedikit banyak ia bellajar bahwa… menjadi orang kaya tidak sepenuhnya sempurna. Seperti mimpinya selama ini.

 

*~KrisBaek~*

 

 

Pagi itu, Kris membuka matanya terlebih dahulu. Awalnya ia sedikit terkejut karena untuk pertama kalinya saat ia terbangun, sudah ada seseorang yang tertidur di dekapannya.

 

Sosok namja mungil dengan wajah murni seperti malaikat. Terlihat begitu polos seolah kanvas tanpa goresan cat warna.

 

Dan itu adalah kesan yang sama saat pertama kali ia bertatapan langsung dengan namja ini di pertemuan pertama mereka. Dan seperti sebuah sugesti, bahwa seharusnya… namja ini memang akan menemaninya.

 

Ternyata tidak sulit, karena saking polosnya namja ini, Kris mampu dengan mudahnya menyeret namja ini dalam kehidupannya yang betul-betul berantakan. Dan berharap sangat banyak bahwa namja ini bisa membantunya kembali menyusun runtuhan itu untuk kembali kokoh seperti sedia kala.

 

Pelan…

 

Sangat pelan dan hati-hati ia meraih tangan lentik yang menapak di dadanya yang sedikit terbuka karena memang ia tertidur dengan mengenakan baju mandi. Dan dengan tempo yang betul-betul diperlambat ia mengecup jemari lentik itu dan meletakkannya di pipi sendiri. Tidak banyak hal yang ia lakukan, hanya betah memandangi garis indah dan sempurna yang membentuk wajah malaikat mungil berwujud manusia itu.

 

Tipis…

 

Terulas senyum tipis setelahnya.

 

~*~KrisBaek~*~

 

 

Baek Hyun tidak heran lagi saat pagi itu, hanya ia dan Kris yang berada di ruang makan (jika 4 pelayan tidak dihitung).

 

Paman Kim bilang, bahwa Ayah Kris sudah berangkat ke Eropa sejam yang lalu, dan ia menitipkan salam pada sepasang pengantin baru itu.

 

Baek Hyun jadi sedikit mengerti dengan apa yang Kris maksud semalam dengan istilah ‘suasana meja makan seperti pemakaman’ karena betul-betul senyap dan sepi.

 

Kris sedikit kaget saat Baek Hyun mengajaknya bicara, dan Baek Hyun kembali sadar bahwa Kris betul-betul tidak terbiasa berbicara saat sedang makan.

 

“Hyung…”

 

“Hm…”

 

“Apakah kita akan di rumah saja seharian?”

 

“Kau mau kemana?”

 

“Entahlah, jalan-jalan mungkin. Dan sepertinya taman bermain tidak cukup buruk.”

 

Kris meneguk jus buahnya dan menatap Baek Hyun datar. “Aku punya kenangan buruk tentang taman bermain.”

 

Baek Hyun tersenyum. “Tentang kau dicampakkan Appa di sana?”

 

Kris tidak menjawab.

 

“Bagaimana kalau program pertama hari ini adalah, menghapus kenangan buruk itu.”

 

Sedikit tertarik, Kris mengangkat alisnya. “Caranya?”

 

“Seperti saat kau melukis, dan kau melakukan kesalahan dalam pembubuhan warna yang sebenarnya tidak kau inginkan. Cara menghapusnya bukan dengan menghilangkannya karena itu susah dan bisa merusak kanvas, tetapi caranya adalah dengan membubuhkan warna baru yang sekiranya bisa menjadikan lukisan itu tampak cantik.”

 

Kris menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dan menatap Baek Hyun yang duduk di seberang meja, berhadapan dengannya. “Kau betul-betul masih kelas satu?”

 

Kening Baek Hyun berkerut, jelas sekali tidak mengerti apa relasi dari tanggapan Kris barusan dengan pernyataannya sebelum itu. “Maksudnya?”

 

“Bicaramu terlalu dewasa untuk ukuran anak yang 17 tahun saja belum genap.”

 

Dan sebenarnya itu adalah pertengahan antara sindiran dan pujian, Baek Hyun memilih bangga untuk hal itu.

 

“Aku suka belajar, dan lebih suka lagi mengaplikasikan apa yang kupelajari itu ke kehidupan. Jadi tidak sia-sia.”

 

Kris mengangguk. “Baiklah. Dan kuharap metodemu berhasil, karena kau akan merasakan dampak negatif saat moodku menurun drastis.”

 

“Tidak apa-apa, aku akan terbiasa. Bukankah aku temanmu?”

 

Kris mencoba menahan senyumnya. Baek Hyun betul-betul memberi nuansa baru di kehidupannya, dan percaya saja, itu masih hari pertama sejak mereka resmi berteman dan tentu saja menikah, dan Kris tidak menyesalinya.

 

See You Next Time~

ALF cuap-cuap: sebenernya ALF mau ngepost ini pas Payphone udah amat, tapi beneran… Kris bener-bener bikin ALF pengen nelen lappy. demi apa coba… jadi takut OL gegara rumor kembali merebak perihal Kris. Entahlah, ALF gak mau bikin pertaruhan, tapi kalo semisal bener nantinya Kris ninggalin EXO… haih…. ALF mungkin berenti Fangirlingan dulu deh, termasuk nulis juga, entahlah. ini ngaruh banget soalnya ama otak ALF, dan itu yang selama ini bikin ALF gak konsen nyelesein FF, apalagi yang castnya diluar KrisBaek.
ALF ama Ilam udah ribuan kali bahas Kris ini, tapi kalo mentok lagi perihal rumor itu, kita jadi panik sendiri dan cari pengalihan lain. sialnya ini KRis bener-bener asdfghjkl deh. ah udah ah, gak mau bahas lagi.

ALF gak tau nih mau ngomong apa…. Tapi FF ini tetep dikomen ye. Mengenai NRL, ALF seneng banget banyak yang suka, cuman itu… komenlah pada tempatnya(?). di FF ini yang dikomen FF ini, Jangan tanyain NRL dulu please, semakin didesak, ALF justru semakin gak konsen ngetik. serius… doain aja moodnya ALF balik. Doain rumor Kris itu gak benar. dan… Ah sudahlah. Komennya yang panjang ye… serius ALF butuh review🙂

251 thoughts on “Precious Gift || KrisBaek

  1. Seonsaemgnim’y suzon aja deh,orang ga ngapa”n juga dtuduh yg kga”,udh djlasn ttp aja ga prcya dasar batu.ini kisah yang unik ktmu dengan cara yg ga wajar sampe akhrnya dinikahn gra” dtuduh melakukan hal yang iya” dskolh,mna thun prtma msuk sma pula si baekhyun udh lngsng dpt musibah atau mngkn bsa dsebut rejeki juga nikah ama orang ganteng,kkkk.
    semoga mreka bsa sling cinta dan rumh tangganya langgeng.

  2. Unnnn…banyak moment krisbaek terutama pas ke China kemaren,,#sebelum2nya juga banyak sihh *,*
    di hotel, di Happy camp..ahhh
    udahh jatuh cinta sama copel ini,dan tiba2 jadi inget ff eon yang ini..
    cocok banget memvisualisasikan mereka..
    dilanjut juseyooo..abis peyphone ye Un,,
    EXO..saranghaja!!!

  3. wahhh wkwkwkwkwkwkwahhh wkwkwkwkwkwkwahhh wkwkwkwkwkwkwahhh wkwkwkwkwkwkwk
    kris sbar y,,,kjam bnget tu appa u,,,ckckckck,,.
    Hahaha asyik” ng.rokok mlh dpt rjeki eh msiba,,,rjeki ap msibah y,,ahhh dua”.a lah…wkwkwkwk
    guru korseling.a jg parahhh,,,!!!

    Akhirrr.a krisbaek nikah jg,,,,bru” bkin krisbaek junior y,.wkwkwkwkwkwk,,eh ntr dlu,,ntr aj dh bkin.a klw dh lu”s SMU …wkwkwkwkwk,,.

    Kris trpesona jg tuh ma baekhyun#lirikkris…
    Baekhyun fighting bwt ng.rubah pola hdup.a kris yg klewat baik(buruk),,,,fighting” #angkatb

  4. kris kecil kesepian.
    si appa ini, kris berprestasi dicuekin. giliran kris nakal diperhatiin.

    hai kakak.. itu dedek kecilnya itu baekhyun yahh?

    baekkie serius bgt manjat temboknya, di sapa kris sampe segitu kagetnya.
    dan..
    BRUUUUK!!
    celana nyangkut! LOL

    baekkie susah payah membela diri, tp jawaban kris menghancurkan semua pembelaan.. (bahasa kacau!)
    hayolooh iti guru ngadu ke bokap nya kris. wkwkwk..
    cupcup baekkie, nangis 3 jam kyk apa mata kamu nanti.

    okay. ini anak sama bapak seenak jidatnya aja memutuskan itk pernikahan.

    POKOKNYA FF INI SO SPECIAL!!😀
    sekian dan terima kasih..

  5. Aduhhhhh author ALF !!! Cepetan di lanjutin nyaaaaa .. Aaaaaa krisbaek disini asdfghjkl banget !!!!? Aaaaaaaa
    aduhh aku byangin clana bekhyun yg nyangkut itu ngakak tau gak !! Hahhahahaha ,
    tru baek 17 thun blumm genap ,,, nah sama kya aku dong !!!
    Aaaa envy ni sma crta .. Mau nya aku ajah gantiin baekhyun !! Wkwkwkwk😀

  6. this fanfic satisfies my thirst of KrisBaek *ooo*
    keren banget huhu gimana karakter Kris yg kecilnya unyu unyu itu bikin gemes banget dan gimana Kris pas beranjak dewasa jadi berandalan(?) gitu ugh cocok banget sama image dia skrng, macam preman gitu😄
    dan Baekhyun yg pinter tapi polos itu gak ngebantu my feels sama sekali OTL imut banget bikin aku dan Kris greget lol
    pas ayah Kris ngomong nitipin anaknya ke Baekhyun itu juga duh gak kuat;;;; dan Kris juga udah mulai terbuka sama dia HUHUHU
    Baekhyun semangat ya buat ngembaliin Kris yang dulu, kamu pasti bisa :’)
    nice fic, author-nim😀

  7. aq suka sma judul FF.a LOVE NEED REASON..
    wah..gak nyangka baekhyun jadi sosok player disini..ckckck baekkie nakal deh
    tapi keren kok, kan jarang banget ada FF dimana baekhyun punyak watak yang jauh dari kata *angel*..

    di sini baekhyun kan punya milticouple..and seru.a setiap couple punya tingkah yg beda
    kyk sehun yg possesif, chanyeol yg panteng nyerah, kris yg rich dan suka manjaain baekhyun, ada jg kai yg pemalu gitu..
    so..aq sangat curious siapa yg bakaln jd pasangan baekhyun dan buat baekhyun ngerti arti cinta..?
    ***feeling sih kai yg jdi couple baekhyun di end story soal.a kai selalu ngatain bahwa cinta itu butuh alasan***

    but..itu terserah author.a deh..
    ok..aja aja fighting🙂

  8. Woahh gurunya suudzon nih gakmau di denger dulu omongan murid nya malah dipojokin.
    Agak miris liat kris di getok tangan nya make tongkat golf tapi die nya diem aje. Bener bener dah si kris wkwkwk

    baekhyun-ah, enggak ngerti deh ini sial atau malah rejeki buat mu wkwkwk semangat bikin kris berubah!!! *bawa obor

    lanjut thor. Ff nya seruuuuu.

  9. yang mesum pasti gurunya #di getok hahahaha, soalnya udah di jelasin se detail deail nya ama baek, tp tetep aja ngotot kalo krisbaek beneran ngelakuin asusila😄 sabar ya baek,, #prayforbaekhyun
    eh tp kalo gak gitu pasti gak bakal ketemu and saling suka deh krisbaek, jadi rada rada seuju ama si guru😄 *labil*

    pertama ketemu ayahnya rasanya pengen getok kepala nya deh -_- jaha bener ama kris, sampe di pukul tongka segala, #prayforkris tp seelah ke bawah bawah baru au kaalo aayahnya tuh gak sepenuh nya jahat, dia cuma kehabisan cara bua ngadepin kris yang nakal nya kelewat lewat, p salah ayahnya juga sih, siapa suruh acuh in kris *emosi sendiri ._.v*
    eh tp kayaknya aku telat komen and baca crianya nih, wolf udah keluar eh aku baru baca, hehehehe, mian eon, aku readers baru ^^v
    oh ya info aja *gapen* aku udah ad fb nya nilam eonni, tp ALF eonni belom mian ‘-‘v besok aku add deh, sekalian ngirim pesan minta pw #modus ^^v
    pay pay eon….

  10. Aq suka banget ma ceritanya, ringan tapi dalem banget….
    oke chingu, aq tunggu kelanjutannya y…
    aq juga nggak tau knapa semenjak sering baca ff krisbaek di sini aq jadi suka ma couple ini. padahal biasanya hanya suka yang official couple aj……
    gumawo……..

  11. wkwkwk ff.a daebak jarang banget ada crta kyk gini slain suka chanbaek sy jga suka krisbaek guru.a sedikit keterlalua suka bgt kata2 kris yg blg lbh suka appa.a mrh drpd cuekin dia …..
    kata2.a menusuk bgt..
    baru baca ff ini ff.a blm di lanjutkah?…
    tadi bagian appa.a kris
    sdkt trkejut appa.a kris meluk baek
    dlm pikiranku appa.a kris jgn2 suka sma baek…wkwkwk tapi trnyata slh cuma sbgai menantu…
    di ff byk bgt chanbaek mngkn chanyeol mnjdi org ke 3???
    biar bikin kris cemburu..ckckck

  12. kris oppa jngan macam2….
    baekhyun oppa masih polos….
    jngan kau racuni….
    ceritanya lucu….
    gak sabar baca chapter selanjutnya…..
    chingu di tunggu kelanjutannya….

  13. Kris kasian banget ya .. Dari kecil udah kurang perhatian . Mungkin itu sebabnya dia jadi err nakal gitu
    Baekkie tinggal dipanti ? Kasian banget
    Aku ngebayangin boneka yang dipeluk sama Baekkie .. Kaya nya cakep + gede banget ya ? Jadi kepengen

  14. author lanjutanny mna y? So sweat bnget, cpet dipost dong jebaL *mohondgnaegyo😀
    Ak tunggu low author scepatny ya? Ya ya ya?

  15. waahh ff krisbaek. sblum na sya agk ngerasa aneh krna ff krisbaek, biasa na baekyeol. krna pnasaran y jdi pngen bca ….
    trnyta crita na jga ngga klah seru ma baekyeol. tpi d sni si kris kshan bnget krang mndpat prhtian n ksh syang dri ortu na ( lbh tpat appa na ) wktu kcil ….
    jujur, appa na kris tu mw na pa ????
    kris dpat prestasi baik d acuh kn, lalu prstasi na mrosot bru d mrah”. hmm aneh
    dan jga appa na tu syang ngga sih ma kris????
    kek na lbh memntngkan pkrjaan dri pda ank na sndri. smpe” kris brbuat yg tdk” d sklh tuk mndpatkn rspon dri sang ayah. hmm -__-
    d bgian gru bp, rsa na pngen d hjar hbs”an. msa dia ngga bsa prcya ma baekhyun sih klo dia mmang tdk mlakukan na. bkan kh dia bsa mlhat baekhyun tu org na sprti. apkah dia ngga brpkir pa mngkin baekhyun mlkukan hal tu #mklum k bwa suasana ….
    gra” tdhan yg ngga bnar mreka jdi nkah muda. ehh tpi kek na baekhyun bnar” msa dpan na kris. inti na ff ne seru + bgus bnget. jdi pnsran ma chptr slnjut na. d tnggu klnjtn na

  16. kyaaaaaa pengantin baru yg menurut ku sangat manisss…
    suka bgt sama karakter n crt nya thorrr
    wuuuaaahhhh pokok nya harus cepet update y thorrr

  17. Itu seasongnim ngeyel amat yak -,-”

    Kyaaa…..
    Nggak apa-apa Baekhyun dirimu difitnah(?) sama tuh seasongnim,
    Kan akhirnya nikah sama Kris xD
    *tebarbunga*

    Semoga keduanya bisa saling melengkapi🙂
    Aku mendukungmu nak..
    #plakkk

  18. Annyeong..^^
    sya readers bru ni dsni..
    Sbnar,a g bru” bgt jga sih,,
    v sya bru tw cra,a komen d sni gimna..*katro bget dah*

    ocee lnjut ke ff…
    FF,a DAEBAK..!!
    Author,a wow bgt dah..
    Ska bgt sma ff krisbaek yg ini..
    Si baek polos bgt lgi..
    Trus si kris wlaupun hdup bergelimang kemewahan tpi hti,a tndus..*apadah*
    g ngbayangin gimana waktu kris nyeret” baek kemna” pdalah si baek g lgi g pke clana cma pke jas,a kris doang..*apa ini#plak

    oke dah smpe sni dlu komenan dri sya.. Dripda mlah ngelantur g jlas,,
    hehee…😉

  19. oprek2 ff.nya pnya kmu….. kangen bgt sma ff ini……udah prnah bca tpi blm smpet coment krna kuota abis…#curcol
    pnasaran next.nya krna bner2 ga ktabak jln crita.nya….diluar pndangan aku bner2 beuhhhhhhhh, ide crita.nya jga aku ska bgt….salut bgt bkin alur yg ga mudah ditebak gmna nti jln crita.nya lgi……pko.nya klw ada kta yg drajat.nya lbih tinggi dri krennn….itu aku pke buat kmu chingu….hwaiting buat next ff ya….^_^

  20. KAKAAAAAAAAAKK DEMI APA AKU PERTAMA LIAT JUDUL SAMA CAST FF INI LALNGSUNG TERTATIK GITU ;A;

    Manis banet ya itu Kris kecil waktu ditaman, terus dipoppo sama yang ngajak teduh, itu baekhyun bukan ya? ;u;

    Njir -_- kris berubah drastis setelah dewasa /yaeyalah/ pertemuan pertamanya sama byun asdfghjkl
    Disini gurunya yang mesum, haha tapi berkat itu guru krisbaek nikah QAQ haha
    Ceritanya menarik kak. Sukasukasukaaaa~
    Keep writing kak.

  21. Awww =_= guru konseling pikirannya jorok(?) Padahal uda dijelasin kalo ga ngapa-ngapain kan .–.

    Iyaaa, jadi orang kaya itu ga sepenuhnua enak hohohoho
    Mungkin kris harus belajar banyak dari baekhyun #plak

  22. yaAllah demi apa udh endinggggg.mau lanjutannyaT T
    bagus ih ff nya.walaupun awalnya agak aneh,nikah karena insiden kecil.kekeke tapi cukup unik.tauga tauga tauga //abaikan// aku jd suka krisbaek garagara baca ff-ff nya alf; ; tanggung jawab ihㅡwㅡ padahal aku suka bgt chanbaek((dulu)) skrg sukaku terbagi/? ke krisbaek hikseu.ah jd curhat #sekali_lagi_abaikan intinya ff ini lanjut ya thorrrr.semangatttt kris ga bakal ninggalin exo kok sblm kontraknya sama sm habis/? kkk

  23. jiahhh cara bertemu yang begitu ekstrim .. hahahaha😀 Lucuu ..
    lho lho lho itu emang gurunya aja yang berfikir Omesh .. aduuuhh Pak pak ..

    tapi berkat guru itu juga yang laporin ke Papa nya kris akhirnya Krisbaek menikah ,.

    Kris yang kesepian karena gak ada perhatian dari orang tua membuatnya menjadi berandalan ,
    tapi setelah menikah dengan baekki hihhihi hidupnya sedikit lebih berwarna .. percayalah kris hidupmu kedepannya akan jauh lebih indah dengan adanya baekhyun disisimu .. #apeulah aku ini .. kkekke😀

    Ditunggu kelanjutannya ALF^^
    Hwaiting !!🙂

  24. new reader dtg lagi..hehhehehehe miane menuh2hin komennya🙂 dd suka suka suka bgt ma certanya apalg klo kris jd anak brandlan.. baru part 1 udah seru kyk gini apalg selanjutnya hehehehe ^^, oia dd manggil authornya sp ni?? salam knl ya… penasaran anak kecil yg kris ngasih gantungan kunci itu sp?? n penasaran kehidupan krisbaek selanjutnya kyk gmn..ditunggu lanjutannya.. gomawo❤

  25. udah bca lbih dari 3x. dan ga prnah bosen sebenernya saia udah koment lama bgt…tpi krna ganti email saia hrus lngkapin ulang koment.nya…^_^
    …..suka bgt sma karakter kris.nya acuh tpi lonely……kado terindah.nya bner2 indah……
    baekhyun…….chukae….moga langgeng ye sma kriseu…..
    tpi miris bgt idup.nya bang krisss……untung.nya bner2 ktmu baekhyun….haihhh….sayang.nya bakhyun mnikah dibawah umur…masih unyu2…..polos bgt…..huaaaaaa…..krisseu kumohon baek.nya jgn di apa2in dlu yeee….ckck…….
    sikap baekhyun.nya bner2 suci polos brsih…..suka bgt….cocok sma wajahnya….huhu…..ga heran kris.nya takjub denger baekhyun ngomong kya orang dewasa pdhal usia blm genap 17…..hihi……
    hm……blm ada cast lain untuk saia bhas….jdi saia tunggu next chapt.nya….hwaiting…\>_</

  26. ffnyaaa unyuuuuuu bgt ~
    sukaaaa sukaaaaa
    krisbaek oh krisbaek

    kacian kris kesepian gara2 appa.y sibuk kerja mulu

    but tenang az setelah ada sibyunbaek dijamin hidupmu

    akan berubah menjadi lebih cerah kris hehehe

    gak bisa nahan ketawa pas byunbaek jatuh n celana.y nyangkut di pagar haha~

    bayangin gimana malu.y byunbaek saat itu

    udah jatuh tertimpa tangga pula hoho

    sibyunbaek polos bgt sech,yaampun pengen culik nech anak satu

    ngeri bgt bayangin saat kris dipukul appa.y

    gilaa itu pasti sakit bgt tuch….

    appa.y kris keren yee,main suruh nikah az

    mereka nikah si kris yg dapat keberuntungan menikah dg namja sepolos n secantik byunbaek hoho~

    pertanyaan byunbaek itu membuat aq tertawa ngakak haha~

    itu pertanyaan bener2 polos bgt,bikin aq gemes pengen cubit pipinya byunbaek

    lanjut eonni,jangan lama2🙂

  27. huwaaa jinjja demi apa nii ff kece benerr.. kak ALF emang kerennn deh.. makan apa sih kok pintar banget..
    suka bnget ama karakter mreka brdua disinii,si kris tuh dingin” es batu(?) n si baekki anget” opor ayam *abaikan..
    Ooh my bacon,polos.y dirimuu nak jdi pen gigit auuw..
    ini msih ada lanjutan.y gak? sumpah pnasaran ama lanjutann kisah pernikahan mreka,semoga sja gak ada of ketiga yg bakal buat kris lepasin baekki *lu kate ayam..
    cara mnta PW gmana sihh .. aq bkan sider kok. aq pengen baca smua ff dsini.

  28. Aku tauuu ini comenan paliiiinggg telat yang nemplok disini. Rasa penasaran dan juga “the lack of krisbaek”… berakhirlahhh kakiQ napak disini.

    Biasanya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, tapi disni ada juga fitnah yang malah bikin berkah(?)
    Iyalah berkah, nikah ma Kris gitu. Sapa yg kagak mau?

    Erghh suka gemess kalo Baek udah mulai sok2 act innocent, kalo gue gak inget lu udah married ama kris. Udah tak culik lu trus gue masukin ke kandang/eh?/ kamar maksudnya.

    Belum kelihatan konflik kaya apa yang bakal ngampirin mereka, eum mungkin nih perkiraan gue.

    “Kupikir selama kau tidak mempunyai kekasih, sama sekali bukan kendala. Tapi jika suatu saat kau mencintai orang lain, mungkin akan kupertimbangkan untuk melepasmu.”..

    Pasti nih. Udah pasti bakal ada orang ketiga/sokyakinlu/. Ntar orang itu bakal suka sama baek, atau mngkin Baek juga bakal terpesona ma tuh orang. Tapi yang lebih parahnya, kalo sampai saat itu Baek belum juga menyadari perasaan sebenarnya sma Kris. Orang yang paling menyesal dengan ucapannya yang dulu ya pasti Kris.

    Siap siap deh lu kris, gue jamin deh sampai kapanpun lu kagak bakal rela nglepas si Baek.

    Mohonnn banget eon… tetep lanjutin ff ini, ntah kapanpun itu* asal jangan mpe ntar kiamat aja* *plak* aku bakal setia nungguin….

  29. Dapet ilham darimana baekhyun langsung nikah sama kris pas pertama kali bertemu??? Asdfghjklm -_-

    ini baru chapter satu tapi udah menarik banget buatku, apalagi kris kan orang yang gak pernah dapet perhatian pastikan nanti mereka berdua sering lovey dovey an dong hihihi /dijitak

    please dilanjutin kak /bbuing bbuing?

  30. keren! pling suka sm ff dmn baek jd tkoh yg lemah/kurang bruntung dlm hidup aka miskin*plakk, sdngkn si seme penuh kkuasaan, tajir, kaya#sama ajh, misterius, dingin, cool..

    back2comment..
    ada apa dibalik ke’orphan’-an baekhyun? secara author selalu penuh dngn kejutan. jd gk agak was was sama status or ms lalu baek. dan tmn kecil kris yg nyuri ciuman d pipinya itu baek bukan tuh. aku gk yakinT T. balik lg alasannya, krn author pnuh kjutan. gak nyangka, dibalik sikap yg trkesan gk peduli ama anaknya itu, ayahnya kris ternyata sayang bgt sm kris. poor kris gk nyadarin itu. good ff… keep writing sensei.. ganbatte!

  31. wowww pertemuan yang singkat tapi berkesan.
    Dalam waktu singkat, mereka langsung menjadi suami istri.
    semoga Baekhyun bisa merobah semuanya, termasuk hubungan Kris dan ayahnya.
    Jadi pensaran dengan kehidupan mereka di sekolah, hihi pasti seru.
    Ditunggu lanjutannya…..

  32. Pak guru bawaan ny berburuk sangka pan KrisBaek gak ngapa2in, eh tp kalo posisinyd gtu wajar aja sic sang guru souzon.

    Entah kenapa aku suka karakter Kris d sini, kalo Baek mah jangan d tanya karakternya unyu2 gmn gtu. Apa rata2 anak dari kalangan atas bersikap seperti itu ya ketika mereka mecari perhatian dan memerlukan kasih sayang orang tua yg terlalu sibuk dgn dunia mrk sendiri?

    Anak yg d temui Kris d taman pasti Baekhyun, jadi pengen tahu reaksi Kris kalo dy tahu Baekhyunlah yg memberikan poppo. Ih baek waktu kecil aja udah ngegemesin.

  33. suka bgt sama karakter kris, suka bgt!!! sempet sedih, pas baca bagian kris yg msh kecil. kasian gtu sm kris yg ga dipeduliin sm ayah nya.
    apa rasa nya coba menikah di usia 17! haha si appa kris ga nanggung2 lgsng nikahin mereka berdua.

    seruuu bgt thor sungguh! pengen baca kelanjutannya, penasaran sma kisah krisbaek pas mereka udh menikah. pliis lanjut yaa ^^

  34. Aduhhh seriuss ini seru banget, suka banget sama karakter kris yg dingin sama brandal kaya kitu, dan sebrandal nya kris pasti nanti luluh sama pesona nya baekhyun yg polos dan ceria AAAAAAA INI SWEEET BANGETTT KA ALF😉😉

    seongsaenim jeball otak nya mesum banget cuman karna pose yg ambigu KRISBAEK dia nuduh nya kaga kira kira, hiks ;( kan kasian baekhyun nya tpi kalo ga gitu baek ga bakal nikah sama kris #haduhplinpalnnya

    precious gift nya kris itu baekhyun :* :*

    aku kira appa nya kris bkal jahat sama baekhyun eh ternyata dia baik dan udah keliatan kya yg sayang sama baekhyun huwaaa mertua yg baik, baekhyun beruntung udah dapet kris yg cool dan tampan sbg suami trus mertua yg sayang dan baik sama dia,, AAA lengkap nya kebahagian buat mu baek, moga sampai nanti selalu bahagia kehidupan nya sama kris AMIN #berdoabarengKRISBAEKhardshipper

    ditunggu next chap nya ka ALF keep writing dan tetap SEMANGAT !!!

  35. ini demi apa kak ALF, dari awal sampe akhir aku ngakak aja terus baca ni ff /sampe banting2 bantal, untung bukan laptop yang dibanting/

    ga ngerti itu baek celananya nyangkut dipager terus nindihin kris pula.. elaaaahh aku yang bacanya malah jadi malu sendiri coba.. makanya make celana jangan kedodoran dong baek, aku tau km mungil, tapi ga usah pake celana gede juga, emang nih baek selamanya lebih cocok pake celana merah SD hahaha

    dan lagi posisi nista2nya ketahuan guru konseling, bagus! hahaha etapi ternyata yang mesum tuh justru lee seonsaeng nya…

    aduh malang sekali sih nasib baek, tapi kocak hahaha dan sikap kris yang dingin juga lebih kocak lagi hahaha sumpahnya aku sakit perut

    anak panti miskin tertimpa sial gegara kris bukannya ngebela malah bersikap tidak acuh… terus dikatain anak-anak pulaaa.. lalu tiba2 mereka harus nikah pula, masya allah… masalah kecil bisa jadi heboh begini yak

    “Termasuk… Tidur denganmu???” –> Huaaaa baek polos banget :”

    untung aja ayah kris mau nerima baek, dan engga nganggap baek itu murahan.. yeay!! crying confetti!

    akhir kisahnya manis.. suka banget suka banget
    eh ini bukan one shoot ya?
    next nya ditunggubanget🙂

  36. Ini awalan yang sangat manis manis bikin penasaran gitu..

    Pas Kris bilang kalau Baek jatuh cinta pada orang lain bakal mempertimbangkan.

    Dan setelah itu banyak semoga-semoga muncul dibatin saya..
    Salah satunya semoga mereka segera saling mencintai dan dan dan….

    Ditunggu lanjutannya kakak..

    Terima kasih..🙂

  37. pertemuan keduanya yang aneh Tapi berkesan nya manis ..
    baekhyun nya polos bgt . pengen di bawa pulang ..
    kris nya jadi berandalan karena gk di perhatiin sama ayah nya .

    yang bikin penasaran anak kecil yang cium pipi kris itu siapa .
    apa itu baekhyun ..

    ayah nya baekhyun untung setuju aja kalau kris nikah sama baekhyun . dan walaupun sibuk kaya nya ayah nya tuch sayang sama baekhyun

    semoga cara baekhyun buat hilangin kenangan buruk kris berhasil ..

    kaya nya aku kebanyakan ngomong .
    makasih buat ff nya

  38. Finally yeay. After waiting for a loooooooong timeee KC syudah dibuka. Yeaaay!🎉 Gw gatau kak kalo ini wp uda aktip lagi, dan ini firs ff yg gw baca stlah skian lama ga mengunjungi kc. Terakir gw baca alpherats in andromeda dan stlahnya gw ga bisa ngunjungin kc lagi, dan saat ini gw ampir nyelesein skolah d3, gw baru ngunjungin kc lagi😭😭😭😭 gw smpe lupa kk dulu komen pake nama paan😞😑*curhat* dan tentusajalah gw sllu melted am tulisan kk alf, ntah karena ini ff krisbaek kali yaa😂😂 ff ini temanya mayan berat ga sih kak? Tapi lu always bikin kalimat2 yg ringan tp berkelas bgt. Ada penjelasan dr stiap kejadian. Kek nya lu jg bljar psikologi kak yaaahh? hal yg begituan kd pertimbangan bgt, jd tulisann kk alf logis bgt, kek knp kris jd pemberontak pdhl dia dulunya rajin, dan lansung kejawab dr sisi psikologisnya. Lu emg jjaaaaaang bgt deh kaak!! Gue in love with your bakat menulis deh pkoknya. Im yor penss ya kaaak😘😘😘 ditunggu ini kelanjutannya. Gw gatau mau komen apa slain muji tulisan lu kak, udah kebawa suasana baca ceritanya, uda sepikles lah kalo kata org bule mah, mangat terus nulisnya kaaak💪💪💪

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s