Heart 2 Soul – ChanBaek || KrisBaek Chapter 3


h2s3 copy

 

 

Fanfiction-ChanBaek || KrisBaek

Tittle: Heart 2 Soul

Author: AyouLeonForever

Cover pic/poster edited by: AyouLeonForever

Genre: Yaoi, Horror(?), Mistery, Fantasy, Romance

Length: Chaptered-

Rating: TTM (wkwkkw doyan)

Main Cast:

      Byun Baek Hyun

      Park Chan Yeol

      Wu Yi Fan/Kris

And others

 

Disclaimer: All Member EXO belong to His agency, Parents, and God.

Copyright: Based story from Japanesee Manga By Chika Shiomi, “Yurara’s Moon”

But the plot is from my imagination.

Summary: Saat aku menjadi diriku, aku menyukaimu. namun saat aku menjadi diriku yang satunya lagi, aku justru menyukainya.

 

 

 

Baek Hyun POV

 

 

“Namanya Do Kyung Soo ___ Seseorang di masa lalu kami… atau lebih tepatnya seseorang di masa lalu Chan Yeol ___ Salah satu teman kami, yang juga memiliki kekuatan roh seperti aku, Chan Yeol dan kau ___ Chan Yeol… sangat mencintainya”

 

 

Ini sudah kesekian kalinya aku memikirkan ucapan Kris. Aku sendiri bingung kenapa aku begitu memikirkannya, terlebih di bagian kalimat ‘Chan Yeol… sangat mencintainya’. Aku tidak tahu dengan diriku, ada sesuatu yang aneh jika memikirkan hal itu.

 

Maksudku… aku tahu Chan Yeol sering menggoda dan mempermainkan siapa saja, termasuk aku. Tapi… sikapnya padaku selama ini membuatku…

 

Ah aku tidak tahu apa yang kurasakan. Tapi terakhir, saat kuketahui alasan kenapa Chan Yeol begitu memperhatikanku, kukira memang karena kehadiranku cukup spesial baginya, ternyata… karena ia menempatkanku seperti orang di masa lalunya yang bernama Do Kyung Soo.

 

Kris bilang kami banyak kemiripan. Dari ukuran tubuh, juga kemampuan untuk mampu berkomunikasi dengan roh. Aku tidak tahu banyak tentangnya… tapi yang membuatku sedikit sesak adalah…

 

Chan Yeol begitu melindungiku… karena ia menganggap aku adalah Do Kyung Soo.

 

Aku… Tidak suka…

 

 

 

 

“Hai Baek Hyun Baby… Selamat pagi…”

 

Lihat bagaimana Chan Yeol menyapaku pagi ini. Lihat bagaimana cerianya dia. Siapa yang bisa percaya bahwa sosok secerah itu ternyata menyimpan masa lalu yang bergitu menyakitkan. Sungguh… saat Kris mengatakan bahwa Chan Yeol bahkan tidak pernah menangis setelah kehilangan orang yang dicintainya itu… aku merasa berjuta kali lipat merasakan kesakitan itu.

 

“Pagi,” sapaku singkat, kemudian melintasinya begitu saja.

 

Greb~

 

“Akhir-akhir ini Baek Hyun Baby suka memancingku yah, sini kucium dulu!”

 

Pletak~

 

Dan sekarang aku sudah tidak tahu, harus kasihan atau apa saat lagi-lagi Kris memukul kepala Chan Yeol dengan buku.

 

“Lama-lama aku dilarikan ke rumah sakit karena gegar otak. Kau tahu, ayahku saja tidak pernah memukul kepalaku. Ibuku bilang kalau memukul orang tepat di kepala itu bisa membuat seseorang menjadi bodoh.”

 

“Bukankah kau sudah bodoh? Jadi itu tidak akan berpengaruh. Kajja Baek Hyun-ah,” ucap Kris sembari menarik tanganku dan membantuku duduk di bangkuku sendiri.

 

“Gomawo Kris-shii.”

 

Dan bisa kulihat Chan Yeol  hanya mendengus, masih sempat menepuk bokongku sebelum ia sendiri duduk di bangkunya.

 

 

 

 

“Selamat pagi anak-anak, hari ini Ibu akan langsung bagikan hasil kuis minggu lalu, karena setelah ini ada rapat guru.”

 

Bisa kulihat rata-rata teman sekelasku berseru ria, padahal bukankah ini sebuah kerugian kalau sehari saja kita tidak menerima pelajaran dari sekolah? Ah sudahlah. Aku bukannya terlalu sibuk memikirkan orang lain karena mataku dari tadi terfokus pada satu titik di depanku. punggung yang begitu kokoh walau ia tidak dalam keadaan tegak. Kurasa dia sedang bersiap-siap untuk tidur lagi.

 

Dia.. tentu saja Park Chan Yeol.

 

“Choi Sang In 87, Kim Chae Rin 90, Choi Kwang Sang 70, Byun Baek Hyun 100, dan terakhir, baiklah di sini sepertinya ada kekeliruan. Kris Wu 30 dan Park Chan Yeol 100. Bisa jelaskan ini?”

 

Park Chan Yeol berdiri dengan bangganya dan melambaikan tangan ke seisi kelas. Walau sepertinya memang ada yang janggal di sini. Bukan mengenai Chan Yeol mendapatkan nilai 100, itu bisa-bisa saja. bukankah tidak ada yang mustahil di dunia ini? tapi seorang Kris Wu mendapat nilai 30? Kurasa ada yang sal__

 

“Benar-benar kurang kerjaan. Kau pikir aku idiot Park Chan Yeol? Kau pasti mengganti lembar jawabanku denganmu kan?”

 

“Akuilah kekalahanmu Kris Wu. Gunung tidak selamanya tinggi.”

 

Dan aku hanya bisa terdiam saat dua orang yang berada di depan dan di belakangku ini bertengkar hebat, walau kutahu itu tidak sepenuhnya serius, tapi tetap saja posisi di tengah-tengah mereka.

 

Lihat Park Chan Yeol. Bagaimana mungkin aku bisa menyukai namja bebal sepertinya? Tidakkah seharusnya aku menyukai Kris karena dia memang memiliki segalanya yang seharusnya membuatku suka padanya?

 

Deg~

 

Apa? Menyukai? Ah tidak mungkin… ini tidak…

 

Mungkin…

 

Ya Tuhan…

 

“Kris Wu, Park Chan Yeol, berhenti membuat keonaran di kelas! Kalian dihukum, Park Chan Yeol jangan tinggalkan kelas sebelum kau menyelesaikan soal-soal itu dengan benar!”

 

“Rasakan!”

 

“Dan Kris Wu, jangan pulang sebelum kau berhasil mengajari Park Chan Yeol menyelesaikan soal-soalnya. Mengerti!!”

 

“Hahahah kau yang rasakan Kris!”

 

Lihat… bahkan Kris yan cerdas akan terlihat bodoh jika bersama Chan Yeol. Jadi mana mungkin aku… menyukainya.

 

 

~*H*2*S*~

 

 

“Aku… pulang dulu,” pamitku pada Kris dan Chan Yeol yang masih menjalani hukuman mereka.

 

“Hm, hati-hati. Ini akan sangat lama mengingat kapasitas otak Chan Yeol yang__”

 

“Kau yang tidak berkompeten untuk menjadi guru, dari tadi kerjamu hanya memarahiku.”

 

“Untuk apa bersikap lembut padamu? Yang ada soal-soal ini tidak akan selesai sampai besok, cepat kerjakan!”

 

“Huwaaa… Baek Hyun Baby, aku dimarahi…”

 

GREB~

 

Aku terbelalak saat ‘lagi-lagi’ Chan Yeol memelukku tanpa aba-aba. Masalahnya, dia tidak hanya memelukku erat, tapi tangannya menapak di…

 

“Kau ingin mati Park Chan Yeol? Singkirkan tangan mesummu itu.”

 

Dan aku cukup berterima kasih saat Kris menarik tanganku hingga aku terlepas dari rengkuhan Chan Yeol, juga terlepas dari sentuhan ‘anehnya’ di bokongku.

 

“Wuah… Kris cemburu. Sayang sekali saudara-saudara, Baek Hyun Baby menyukaiku, benar kan manis?” kali ini Chan Yeol mencolek daguku.

 

Blush~

 

“A… Aku pulang, a.. annyeong!” seruku cepat kemudian beranjak pergi dengan langkah cepat. Masih kudengar suara tawa puas dari Chan Yeol, dan suara teguran Kris, tapi sungguh, wajahku betul-betul akan meleleh jika Chan Yeol terus bersikap seperti itu.

 

Alasannya???

 

Aku tidak begitu yakin, tapi kurasa perlakuan Chan Yeol selama ini padaku justru membuatku semakin terikat dengannya. Ini seperti terbiasa. Mengenai pelukan, dan mungkin juga ciuman tiba-tibanya. Maksudku.. Ya Tuhan bukankah aku harus protes dan marah akan setiap tindak kurang ajarnya itu? Tapi sungguh, kenapa jika itu adalah Chan Yeol, aku tidak bisa berbuat apa-apa?

 

Terlebih setelah tahu masa lalu Chan Yeol, entah kenapa aku sendiri merasa sakit. Secinta apa Chan Yeol pada sosok bernama Do Kyung Soo yang Kris bilang mempunyai banyak kesamaan denganku?

 

Do Kyung Soo… Bukankah ia telah mati? Lalu kenapa aku seolah merasakan Chan Yeol menyimpan perasaan kokoh abadi dalam hatinya pada namja itu? Terlihat saat ia menunjukkan sosok berbeda dan memperlihatkan kebenciannya pada roh ‘kesepian’ yang mengajak Kyung Soo pergi, juga bagaimana murkanya ia padaku saat aku pergi sendiri ke balkon atap, bahkan menamparku saat itu juga. Dan ternyata ia tidak sepenuhnya mengkhawatirkanku, tapi kembali teringat pada sosok yang hampir sama denganku.

 

Sosok… yang begitu ia cintai.

 

Tap~

 

Langkahku terhenti tepat di koridor lantai satu. Sebenarnya sekolah sudah sepi, karena para siswa kebanyakan sudah pulang, dan guru-guru mengadakan rapat di aula yang terletak 2 gedung dari tempatku berdiri sekarang. Artinya, yang menyebabkan langkahku terhenti bukanlah karena dihadang oleh seseorang. Namun… sesosok.

 

Demi Tuhan, belum pernah kulihat sosok roh yang begitu indah. Ia melayang hampir menyentuh langit-langit dengan cahaya gemerlap yang menyelubungi sosok indahnya. Wajahnya datar, tanpa ekspresi. Namun tatapannya lurus ke arahku.

 

Lalu, jika ia telah seindah itu, apa yang menghalangi dirinya hingga rohnya tetap mengambang di antara dunia manusia dan roh?.

 

“Si… Siapa kau?” tanyaku pelan, namun tetap waspada. Karena firasatku tidak begitu baik mengenai roh indah ini.

 

“Aku… Do Kyung Soo…” jawabnya lirih, bahkan sangat lembut. Namun sukses membuatku hampir ambruk di tempat.

 

Kyung Soo… bukankah…

 

Deg~

 

Chan Yeol!!!

 

 

 

~*H*2*S*~

 

 

Auhor POV

 

 

“Aku menyeraaaahhh….” Seru Chan Yeol sembari membenturkan keningnya di atas meja.

 

“Aku tahu kau bodoh, tapi kumohon jangan menyusahkan orang lain, kau sisa menyalin jawabanku dan kita bisa pulang!” balas Kris menahan sabar.

 

“Itupun susah, tulisan tanganmu membuatku gila. Aku mati saja.”

 

“Ck, bahkan jika kau betul-betul mati, akan kupaksa kau menyelesaikan ini.”

 

“Dasar jahat, tidak setia kawan.” Dengan dongkol Chan Yeol kembali meraih penanya dan berkosentrasi menatap lembar jawaban Kris dan memindahkannya ke lembar jawaban sendiri.

 

Sementara itu, di tempatnya, Kris menatap Chan Yeol dalam diam. Mengamatinya hingga tak ada celah yang terlewat olehnya.

 

“Jangan memandangiku begitu, atau kau akan jatuh cinta,” tegur Chan Yeol sembari menahan senyumnya. Namun Kris tidak terpengaruh, ia berdehem dan memasang tampang serius.

 

“Chan Yeol-ah, apa kau punya seseorang yang kau sukai?”

 

GUBRAK~

 

“Kenapa kau justru menanyakan itu? Ih… aku jadi merinding karena melihat wajahmu.”

 

“Tidak, ini bukan tentang aku. Maksudku, aku serius menanyakannya. Apa ada orang yang kau… eum, cintai saat ini?”

 

Chan Yeol menghela nafas, menoleh ke jendela dan tertawa kecil. Setelahnya ia kembali memasang senyum khas seperti biasanya. “Bukankah kau adalah salah satu orang yang paling tahu hal ini?”

 

“Chan Yeol-ah…”

 

“Benar, ada. Namun dia sudah tidak ada di dunia ini.”

 

Kris tidak lagi membalas. Sebenarnya Chan Yeol yang tersenyum seperti itu adalah pemandangan Chan Yeol yang menangis. Dan dia cukup mengerti untuk tidak semakin memperparah keadaan itu.

 

 

Deg~

 

“Kris…” seru Chan Yeol tiba-tiba.

 

“Apa?”

 

“Tekanan roh ini!”

 

Kris mengerutkan kening melihat reaksi Chan Yeol yang menurutnya berlebihan. Namun saat ia ikut merasakan ‘tekanan’ roh yang dimaksud, iapun membelalak. “Tidak mungkin, dia sudah__”

 

“Apa yang tidak mungkin Kris… Aku harus menemuinya,” tegas Chan Yeol kemudian beranjak meninggalkan Kris dengan langkah tergesa-gesa.

 

“Tunggu, bisa jadi ini tipuan, Chan Yeol-ah…”

 

 

~*H*2*S*~

 

“Kyung Soo? Do Kyung Soo? Teman… Park Chan Yeol dan Kris?” tanya Baek Hyun memastikan.

 

Roh itu mengangguk. “Teman mereka adalah aku. Dan kau merebut posisiku.”

 

Baek Hyun terperanjat mendengar tuduhan itu. “Tidak, aku tidak bermaksud.”

 

“Mereka milikku. Terlebih Park Chan Yeol!”

 

“Tapi, aku tidak…”

 

“Jangan berani sedikitpun untuk menyukainya.”

 

Deg~

 

“Aku…”

 

“DIa milikku!”

 

Baek Hyun menelan ludah dengan susah payah, dikumpulkannya keberanian untuk mengangkat wajah dan menatap roh itu dengan tegas. “Tapi kau telah… mati. Roh dan manusia ada materi yang berbeda. Kau tidak bisa bersatu dengan Chan Yeol, karena kau hanya akan menyiksanya.”

 

“Kau tidak tahu apa-apa. Chan Yeol mencintaiku… sangat mencintaiku.”

 

Baek Hyun menarik nafasnya dalam, kemudian menghembuskannya panjang. “Maka… Akan kubuat Chan Yeol melupakan cinta yang menyiksanya itu.”

 

Samar, bahkan Baek Hyun tak menyadari seulas senyuman penuh makna yang terulas sepintas oleh roh Kyung Soo.

 

“Tidak akan, tidak akan kubiarkan!” seru Kyung Soo kemudian melesat ke arah Baek Hyun yang dalam sekejap berubah menjadi sosok dirinya yang satu lagi.

 

Ia sudah bersiap mengarahkan tangannya ke depan berikut seberkas cahaya menyilaukan yang timbul dari telapak tangan indahnya.

 

“Byun Baek Hyun berhenti!” seru seseorang yang sudah diyakini Baek Hyun sebagai Chan Yeol.

 

Dan benar, setelah berhasil menghentikan Baek Hyun, Chan Yeol berdiri di tengah, persisi di depan Baek Hyun, dan menghadap ke roh Kyung Soo yang berhenti di sana.

 

Gwenchanayo?” tanya Kris pada Baek Hyun saat ia juga tiba di tempat itu.

 

“Jangan urusi aku bodoh, singkirkan temanmu itu atau dia terluka!” bentak Baek Hyun, membuat Kris terlonjak kaget karena menyadari Baek Hyun yang mana yang menyambutnya itu.

 

“Tidak akan bisa dihentikan jika sudah menyangkut Kyung Soo, bahkan jika kau memusnahkan Chan Yeol sekarang,” tegas Kris.

 

“Tapi aura roh itu begitu kuat, ini bukan aura netral, ini lebih kepada… ah tidak ada waktu menjelaskannya, lihat rohku yang bereaksi kuat terhadap keberadaannya.”

 

“Tapi Kyung Soo bukan roh jahat.”

 

Baek Hyun berdesis kesal, ia mengembalikan fokusnya ke depan di mana Chan Yeol begitu terperangah menyaksikan keberadaan roh Kyung Soo.

 

“Chan Yeol!” panggil Baek Hyun keras. “Mundur, dia berbahaya.”

 

Chan Yeol menggeleng, matanya menatap lekat sosok di hadapannya itu. “Kyung Soo-ya! Kau…” lirihnya tak percaya.

 

“Hm, ini aku Chan Yeol-ah. Tidakkah kau merindukanku?” balas roh itu seiring jarak mereka yang semakin dekat.

 

“Aku… sangat…”

 

“Benar-benar gila!” bentak Baek Hyun kemudian memfokuskan kekuatan cahayanya di telapak tangan kanan. Kris juga bersiap di belakangnya, bukan untuk menyerang, hanya berjaga-jaga kalau saja Baek Hyun dalam bahaya.

 

Roh Kyung Soo jelas menyadari hal itu. “Tidak akan ada yang berani memisahkan kita Chan Yeol-ah, tidak ada… karena kita akan terus bersama, selamanya.”

 

Baek Hyun dan Kris membelalak ketika menyaksikan apa yang terjadi persis di hadapan mereka. Chan Yeol dengan begitu cerobohnya meruntuhkan pertahanan saat roh Kyung Soo mendekat dan akhirnya berhasil merasuki tubuh Chan Yeol.

 

Chan Yeol ambruk sambil terbatuk dan memegangi dadanya. Wajahnya seketika pucat saat menerima reaksi roh lain yang begitu kuat dalam tubuhnya.

 

“BODOH!!!” Baek Hyun buru-buru menghampiri Chan Yeol, mengarahkan tangannya ke dada Chan Yeol, namun namja tinggi itu menepis dengan kasar.

 

“Jangan…” larangnya dengan suara sediki tercekat.

 

“Apa kau gila? Roh itu merasukimu bodoh! Dan itu berdampak negatif pada dirimu sendiri,” bentak Baek Hyun lagi.

 

“Ini… Kyung Soo… dan selama ini roh Kyung Soo, maka aku tidak akan apa-apa.”

 

“Bodoh! Kau tahu resikonya kan? Eksistensi rohmu sendiri akan melemah sedikit demi sedikit sampai kau betul-betul kehilangan kekuatan rohmu.”

 

Chan Yeol mengangkat wajahnya yang pucat, dan menatap Baek Hyun dingin. “Biarkan!”

 

Dan penegasan itu membuat sosok Baek Hyun yang lebih tegaspun terdiam. Kris ikut terduduk di dekat Chan Yeol dan menepuk pundaknya. “Apapun, asal tidak mencelakakanmu Chan Yeol-ah.”

 

Chan Yeol terbatuk satu kali, kemudian mengulas senyum. “Tidak akan!”

 

Baek Hyun mendesis kesal, kemudian menoleh pada Kris. “Ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. aku benci hal-hal seperti ini.”

 

“Kurasa kita tidak bisa melakukan apa-apa, walaupun kita paksa mengeluarkan roh Kyung Soo dari tubuh Chan Yeol, sementara Chan Yeol sendiri menolak, maka kita juga akan celaka.”

 

“Untuk itu kubilang ini tidak boleh dibiarkan. Sebaiknya kau mengawasinya.”

 

“Ma… Maksudmu?”

 

“Awasi tindakannya, kurasa roh yang merasuki Chan Yeol sekarang bukanlah roh sembarangan. Bukan tentang ini adalah orang terdekat kalian dahulu, tapi aku merasakan hal buruk di sini.”

 

“Baek Hyun-ah… a… maksudku, Baek Hyun-shii, kau tidak berniat menyuruhku terus bersamanya seharian penuh kan?”

 

“Bukan hanya seharian, kurasa kau juga harus menginap di rumahnya.”

 

“Apa? Tidak! Melihatnya saja di sekolah sudah cukup menyusahkanku, apalagi harus menginap satu atap dengannya.”

 

Chan Yeol menyeka peluh di keningnya, kemudian menoleh pada dua orang yang berdebat itu. “Aku baik-baik saja, tidak perlu menyuruh Kris mengawasiku.”

 

“Siapa yang memberimu pilihan? Ini perintah!” tegas Baek Hyun.

 

“Kau pikir aku sudi mengawasimu?” tambah Kris merasa disepelekan.

 

“Dan kau pikir aku sudi diawasi olehmu?”

 

“Lagipula siapa yang mau mengawasimu? Menyusahkan saja.”

 

Baek Hyun melipat tangan di dada dan megangkat sebelah alisnya. “Kau tidak mau?” tanyanya pada Kris.

 

Kris mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan gugup. “Bukan tidak mau, tapi ini sungguh menyusahkan.”

 

“Kris, anggap saja aku minta tolong. Karena tidak ada yang bisa kupercaya di sini selain kau. Mengenai Chan Yeol, sungguh kita butuh kekuatan apinya. Aku tidak sudi kekuatan langka yang dia punya hilang begitu saja karena roh parasit. Jadi, kau mau kan?”

 

Deg~

 

“Ba… Baiklah.”

 

Chan Yeol berusaha bangkit dengan tertatih, Baek Hyun langsung menangkap lengannya saat terlihat ia hampir limbung. “Kau betul-betul menjengkelkan Park Chan Yeol.”

 

“Jangan mencemaskanku cantik. Ini tidak akan lama.”

 

“Bahkan saat kondisimu separah itupun kau tetap terlihat mesum,” tegur Kris merasa ‘tidak baik’ saat melihat Baek Hyun begitu peduli pada Chan Yeol.

 

“Oh ya? Tapi aku tidak semenyedihkan kau yang tiba-tiba berubah menjadi penurut.”

 

Seperti tertimpa karang besar tepat di ubun-ubun, dan itu membuat Kris gelagapan. “Siapa yang penurut. Ya sudah kau urusi saja dirimu sendiri.” Kris sudah berniat pergi namun…

 

“Kris,” panggil Baek Hyun.

 

“Ah ne!” jawabnya cepat.

 

“Tolong awasi chanyeol.”

 

“Baik.”

 

 

~*H*2*S*~

 

Baek Hyun menumpukan tangannya di pinggir washtafel kamar mandinya. Menatap sendu apa yang direfleksikan benda datar itu. Itu adalah wajahnya sendiri, sendu dan menyedihkan. Namun penyebabnya adalah orang lain di belahan bumi yang sama dengannya.

 

Park Chan Yeol tentu saja!

 

Bagaimana kabar namja itu? Apa terjadi sesuatu padanya?

 

Baek Hyun khawatir? Oh bahkan lebih dari itu. Chan Yeol kerasukan roh asing sementara tubuh namja itu tidak terbiasa dengan keberadaan lebih dari satu roh dalam tubuhnya. Bukan berarti bahwa Baek Hyun membanggakan diri, namun sejak ia bayi, dirinya memang telah dijaga oleh roh kuat hingga ia mampu bertahan hingga sekarang dengan 2 roh dalam tubuh mungilnya.

 

Namun Chan Yeol? Itu jelas hal baru, terlebih roh yang merasukinya adalah roh dari seseorang yang begitu ia cintai. Dulu… bahkan sampai sekarang.

 

Titik ini yang begitu sulit diterima Baek Hyun.

 

“Chan Yeol jebal… bertahanlah, dan jangan serahkan dirimu pada roh itu,” pintanya tulus dalam hati.

 

 

~*H*2*S*~

 

 

Baek Hyun menghentikan langkahnya di depan kelas. Bibir mungilnya mengulas senyum saat melihat sosok yang tengah duduk di bangku dekat jendela sembari menyandarkan kepalanya di meja. Tertidur mungkin. Dan dua bangku di belakangnya sudah ada Kris yang terlihat mengawasi dengan tenang.

 

Baek Hyun sengaja berputar lewat barisan belakang untuk menghampiri Kris lebih dulu. “Tidak terjadi sesuatu kan?”

 

Kris menoleh. “Bukan sesuatu, tapi banyak. Seperti perintahmu, aku menginap di rumah Chan Yeol dari kemarin untuk memastikan keadaannya.”

 

“Ma… Maaf menyusahkanmu Kris-shii, aku tidak bermaksud memerintahmu,” lirih Baek Hyun dengan wajah tertunduk. Sebenarnya sedikit tidak enak saat melihat kelopak mata bawah Kris sedikit berkantung dan terdapat lingkaran gelap.

 

“Aku tahu.”

 

“La… Lalu apa ada perubahan?”

 

“Sudah kubilang cukup banyak. Dan yang kudapat adalah, aku tidak bisa tidur sejak semalam karena dia berulah.”

 

“Maksudmu?”

 

“Chan Yeol berkali-kali mencoba untuk mencelakakan dirinya.”

 

Deg~

 

“Tidak mungkin…”

 

“Ini…” Kris menyingsingkan lengan jas sekolahnya, membuat Baek Hyun tersentak melihat goresan memanjang namun dangkal di lengannya. “Chan Yeol hampir mengiris urat nadinya dengan pisau dapur, kalau bukan aku, ayahnya, dan dua adiknya yang menghentikannya, mungkin dia akan mati sekarang.”

 

“Ya Tuhan… apa Chan Yeol menyadarinya?”

 

“Tentu saja tidak, itu efek kerasukan roh. Apa kau tidak tahu? Terlebih saat pikiran Chan Yeol kosong, maka roh parasit akan menguasainya. Yang kuherankan, tidak mungkin Kyung Soo yang menuntunnya sampai mencelakai dirinya sendiri.”

 

Baek Hyun menggigit bibirnya, entah kenapa ia tidak merasa baik jika membahas Kyung Soo.

 

“Tenang sajalah, Chan Yeol tidak selemah itu. Terlebih ada kita yang akan mengawasinya.”

 

Mata Baek Hyun berkaca-kaca, namun sungguh ia merasakan kelegaan setelah mendengar ucapan Kris barusan. “Terima kasih Kris-shii.”

 

Kris mengangkat alisnya bingung. “Kenapa berterima kasih?”

 

Itu jelas membuat Baek Hyun gugup karena ia sendiri tidak tahu kenapa ia semelankolis itu. “Ti… Tidak, hanya saja. Karena… Aku peduli pada Chan Yeol,” jawabnya gugup.

 

“Hanya peduli kan?”

 

Baek Hyun menggigit bibir sekali lagi, seperti ada nada harap dari pertanyaan Kris, dan itu membuatnya semakin tidak nyaman. “Ne… Karena Chan Yeol juga temanku, seperti Kris-shii.”

 

Kris menghela nafas kemudian tersenyum. “Coba hampiri dia, takutnya anak itu sudah mati.”

 

“Kris-shii…”

 

“Untuk itu lihat dia.”

 

“Baiklah.” Baek Hyun beranjak, meletakkan tasnya di bangku sendiri kemudian menghampiri Chan Yeol.

 

“Chan Yeol-ah…” sapanya lembut.

 

“Eung? Oh Baek Hyun Baby? Selamat pagi,” sahut Chan Yeol seketika terbangun dan mengusap-usap matanya.

 

“Selamat pag__”

 

Sring~

 

“HUWAAA!!! Aura roh ini… Baek Hyun Haraboji… aku merindukanmu,” pekik Chan Yeol langsung menghambur memeluk Baek Hyun dengan erat.

 

Bugh~

 

Baek Hyun meninju perut Chan Yeol hingga namja itu terjatuh kembali ke kursinya. Dan itu membuat kelas heboh.

 

“Jangan dekat-dekat bodoh, roh yang merasukimu itu bereaksi kuat denganku,” bentak Baek Hyun murka.

 

“Bukankah itu bagus? Aku bisa sering-sering bersamamu Baek Hyun Haraboji.” Chan Yeol sudah bersiap memeluk lagi, tapi Baek Hyun lebih cepat mengetuk kepala Chan Yeol cukup keras.

 

“Kau kira aku suka berlama-lama di sini? Menyusahkan saja.”

 

“Hya Byun Baek Hyun!!!” bentak Sung Ha. Pemimpin salah satu kelompok penggemar Chan Yeol yang tidak terima idolanya dianiaya orang lain selain Kris.

 

Baek Hyun menoleh dengan dinginnya sembari melipat tangan di dada. “Apa? Ada masalah?”

 

Deg~

 

Atmosfer kelas berubah beku dalam sekejap. Siswa yang membentak tadi hanya bisa mematung dengan wajah merah.

 

“Wow… keren!” Chan Yeol yang mewakili sebagian besar siswa yang mematung itu untuk mengemukakan apa yang tertancap di otak mereka melihat perubahan sikap Baek Hyun.

 

“Berhenti mengoceh, kau sudah cukup lama bersama roh parasit itu. Dan itu harus dikeluarkan,” tegas Baek Hyun.

 

Chan Yeol terdiam sejenak, menatap Baek Hyun dengan cukup dingin. “Dia… Kenapa kau menyebut roh Kyung Soo sebagai ‘itu’?”

 

“Karena roh itu bukan manusia! Sosoknya hanya menumpang pada tubuhmu!”

 

“Lalu kau? Kau juga ingin kusebut dengan panggilan benda?”

 

Baek Hyun kembali murka, ia sudah bersiap menyerang Chan Yeol tapi Kris lebih dulu menahan tangannya.

 

“Tenangkan dirimu Baek Hyun-shii. Dia bukan ‘sepenuhnya’ Chan Yeol, kau menyadarinya kan?” tegur Kris.

 

“Tapi aku tidak suka kata-katanya.”

 

“Bersabarlah.”

 

“Kau memintaku bersabar menghadapi orang keras kepala seperti dia?”

 

Chan Yeol tertawa sedikit kemudian beranjak dan menyandarkan diri di kusen jendela yang terbuka. Menyaksikan Kris dan Baek Hyun (berwujud tegas) tengah berdebat. Sampai pada detik selanjutnya, tawanya memudar, digantikan senyum yang begitu bermakna.

 

Perlahan ia memejamkan mata dan menyentuh dadanya.

 

Aku merasakanmu Kyung Soo-ya, begitu dekat di sini__Batinnya. Dan sekelebat bayangan masa lalu kembali menghiasi benaknya.

 

 

~~~

 

“Chan Yeol-ah, di sini kau rupanya. Aku mencarimu kemana-mana,” seru Kyung Soo yang mendapati Chan Yeol tengah duduk santai di pojok balkon atap.

 

“Ada apa?” tanya namja tinggi itu setelah menghembuskan kepulan asap rokok ke udara.

 

Kyung Soo tersenyum kemudian ikut duduk di sebalah Chan Yeol dan dengan lembut merebut sebatang rokok yang tinggal setengah dari tangan namja itu. “Apanya yang ada apa? Pelajaran Matematika sudah mulai sejak tadi, dan kau justru asyik merokok di sini, kau tahu? Anak SMP tidak boleh merokok,” tegurnya masih dengan sangat lembut.

 

Chan Yeol hanya mendesis kemudian mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya, mengambil sebatang lagi kemudian menyulutnya dengan pemantik yang sejak tadi digenggamnya.

 

Kyung Soo yang melihatnya hanya bisa menghela nafas. “Chan Yeol-ah kumohon, ini sudah 2 bulan lebih sejak Omoni meninggal, kau tidak boleh seperti ini.”

 

Chan Yeol menghisap rokoknya dengan tarikan kuat dan menghembuskannya ke udara membentuk kepulan tebal. “Lalu aku harus apa? Kau tidak tahu rasanya kehilangan Kyung Soo-ya.”

 

“Maafkan aku, tapi aku berusaha untuk mengerti keadaanmu.” Kyung Soo kembali merebut batang rokok Chan Yeol kemudian membuangnya. Ia tangkup kedua pipi namja tampan itu, membuat pandangan mereka terikat satu sama lain. “Jika kau merasa sedih, maka keluarkanlah emosimu, jangan memendamnya seperti ini karena ini akan membuatmu semakin terluka. Aku tidak memintamu menjadi pribadi yang cengeng, tapi.. menangis itu adalah hal yang sangat manusiawi saat kita bersedih.”

 

Chan Yeol terdiam, masih menatap sepasang manik mata indah di depannya.

 

“Keluarkanlah kesedihanmu Chan Yeol-ah, jangan memendamnya. Jangan membuat dirimu semakin tersiksa karena sesak yang kau tumpuk di dadamu.”

 

Perlahan mata jernih Chan Yeol mengabur. Kyung Soo menyaksikannya, sedikit demi sedikit mata itu mulai berkaca-kaca dengan gumpalan air yang menumpuk di pelupuk matanya, bersiap untuk jatuh.

 

“Chan Yeol-ah…” lirih Kyung Soo lagi.

 

Dan detik berikutnya Chan Yeol mendekatkan wajahnya dan menggapai bibir Kyung Soo dengan bibirnya. Kyung Soo jelas terkaget, hendak mengelak namun saat ia merasakan tangannya yang menangkup pipi Chan Yeol ikut basah, ia akhirnya mengerti bahwa ini cara Chan Yeol meluapkan emosinya, mungkin juga caranya agar Kyung Soo tidak menyaksikan langsung ia menangis dan terpuruk dalam kesedihan.

 

Kyung Soo pun menerima ciuman itu, masih dengan kedua tangan yang menangkup pipi Chan Yeol, sesekali mengusapnya saat ia rasakan air mata Chan Yeol menderas.

 

Tidak cukup lama, karena Chan Yeol segera melepas ciumannya dan menggantinya dengan sebuah pelukan erat di tubuh mungil Kyung Soo. Di sanalah Chan Yeol menumpahkan segalanya. Bahkan Kyung Soo mendengar isakan kecil persis di dekat telinganya. Kyung Soo pun mengelus punggung Chan Yeol untuk menenangkannya.

 

“Benar Chan Yeol-ah… jika kau sedih maka menangislah. Bukan tertawa untuk menyembunyikan luka.”

 

~~~

 

 

“Kyung Soo-ya…” lirih Chan Yeol pelan, tanpa membuka matanya.

 

 

 

“Jadi intinya, bahkan jika Chan Yeol menolak, aku akan mengeluarkan roh parasit itu dengan paks__”

 

“Baek Hyun-shii, lihat!… Park Chan Yeol, JANGAN GILA!!” pekik Kris langsung melompat ke dekat jendela saat Chan Yeol hampir membuat dirinya sendiri limbung ke luar jendela. Baek Hyun yang ikut terkejut juga melompat dan langsung menarik tangan Chan Yeol yang satunya lagi, dan dengan jengkel ia membanting namja tinggi itu ke lantai.

 

“APA KAU GILA???” bentak Baek Hyun.

 

Kris ikut terhempas ke lantai dengan nafas tersengal-sengal. Energinya sudah terkuras habis sejak menjaga Chan Yeol dari kemarin. Chan Yeol betul-betul tidak bisa membuatnya tenang sedikit saja.

 

“Aku kenapa?” tanya Chan Yeol polos. Dan itu membuat kelas yang tadinya ricuh menjadi hening mencekam.

 

Baek Hyun memejamkan matanya sesaat kemudian menarik tangan Chan Yeol hingga berdiri. “Setuju atau tidak, akan kukeluarkan roh itu dari tubuhmu,” tegasnya.

 

“Akan kubantu jika ia melawan,” tambah Kris berusaha berdiri dan menghampiri Baek Hyun dengan langkah tertatih.

 

“Kau baik-baik saja? sepertinya kau sedikit pucat Kris.”

 

“Tidak apa-apa Baek Hyun-shii, aku tetap bisa di percay__”

 

Brugh~

 

Baek Hyun buru-buru menangkap tubuh Kris sebelum namja itu menghantam lantai. “Hhh… pingsan,” keluhnya.

 

Chan Yeol terdiam sejenak, kemudian tersenyum. “Aku… akan bekerja sama, jadi tanpa Kris juga tidak apa-apa.”

 

“Bagus kalau kau sadar, kalau tidak. Akan kumusnahkan juga kau bersama roh parasit itu.”

 

“Aku penurut seperti Kris, jadi tenang saja.”

 

“Baiklah, bantu aku membawa Kris ke UKS. Dia butuh istirahat.”

 

 

~*H*2*S*~

 

 

Baek Hyun menaikkan selimut sampai ke dada Kris kemudian membelai rambut pirangnya perlahan. “Kau juga sudah berjuang di tempatmu. Terima kasih,” ucapnya kemudian mengecup ringan kening Kris.

 

Chan Yeol mengangkat alisnya bingung. Namun tidak ingin protes karena setelahnya, Baek Hyun manarik tangannya dan beranjak meninggalkan UKS menuju balkon atap yang sudah pasti sepi.

 

 

“Jadi Park Chan Yeol, kau sudah siap?” tanya Baek Hyun saat ia tengah berhadapan dengan Chan Yeol di balkon atap. Terlihat gumpalan cahaya kecil di telapak tangan indahnya yang masih terjuntai ke bawah.

 

“Lebih tepatnya, aku sudah selesai. Baek Hyun Haraboji.”

 

“Maksudmu?”

 

Chan Yeol tersenyum, sedikit melangkah ke belakang sembari menarik nafas sedalam mungkin dan…

 

“UHHHUUUKKK~”

 

Blarrr~

 

 

Mata kecil Baek Hyun membulat saat Chan Yeol nekat mengeluarkan sosok roh dari dalam mulutnya dalam keadaan terbakar. Artinya ia membakar roh itu dari dalam sebelum mampu mengeluarkannya.

 

“APA KAU BETUL-BETUL GILA? KAU BISA MATI BODOH!!” bentak Baek Hyun.

 

Chan Yeol terhuyung ke belakang kemudian mengarahkan tangannya pada roh Kyung Soo yang terbakar, dan betapa terkejutnya Baek Hyun saat melihat gumpalan api itu terangkat ke atas bersama sosok roh lain. Sementara roh Kyung Soo melayang tak jauh darinya, terbebas dari gumpalan api hitam dan justru diselimuti cahaya gemerlap seperti jubah pelindung.

 

“Seharian bersama roh parasit, akhirnya aku menyadari bahwa roh Kyung Soo dikendalikan roh lain. Roh yang merebut Kyung Soo dariku, roh yang membunuh Kyung Soo!” seru Chan Yeol dengan mata menyala.

 

“Chan Yeol! Hentikan, biar aku yang mengatasi roh itu.”

 

“Tidak, roh ini… harus musnah.” Gumpalan api hitam muncul di telapak tangan kirinya, siap ia arahkan pada roh yang sudah tersiksa di sana.

 

“Chan Yeol-ah… hentikan…”

 

Deg~

 

Suara lembut itu…

 

Chan Yeol menoleh dengan kaku. Roh Kyung Soo masih di sana, diselimuti cahaya indah yang menyilaukan matanya.

 

“Kumohon Chan Yeol-ah, jangan.”

 

“Tapi Kyung Soo-ya, aku tidak akan memaafkan roh yang telah mencelakakanmu.”

 

Roh Kyung Soo menggeleng. “Tidak, aku tidak dicelakai. Aku… yang telah setuju untuk menemaninya.”

 

“Kyung Soo-ya!”

 

Roh Kyung Soo mendekat, menggenggam kedua tangan chanyeol yang apinya telah padam, membuat roh yang terbakar tadi tergeletak di lantai dengan wujud kacau.

 

Aku… Tidak bisa pulang jika kau tidak merelakanku Chan Yeol-ah, aku akan terus berada di dunia ini dengan wujud seperti ini. tidak akan terbebas jika kau tak melepaskanku.”

 

“Tapi Kyung Soo-ya, aku begitu membutuhkanmu, aku sangat… mencintaimu.”

 

Kyung Soo tersenyum kemudian menyentuh pipi Chan Yeol lembut. “Kau tidak membutuhkanku, percayalah. Karena aku tahu Chan Yeol itu adalah sosok yang lebih kuat dari siapapun.”

 

“Kyung Soo-ya, jebal.. jangan lagi… jangan meninggalkanku lagi.”

 

Kau mencintaiku?

 

“Sangat… aku sangat mencintaimu!”

 

Kyung Soo masih tersenyum. “Maka tolonglah aku Chan Yeol-ah, relakan aku pergi. Jika kau mencintaiku, kau tidak akan membiarkan jiwaku tersesat di dunia ini. untuk itu, lepaskan aku maka aku bisa pergi dengan tenang.

 

“Tidak… bawa aku pergi bersamamu… tolong…”

 

Roh Kyung Soo terlihat sedikit melayang kemudian mengecup kening Chan Yeol dengan lembut. “Urusanmu masih banyak di dunia, jadi jangan menyia-nyiakannya. Yang kau butuhkan bukan aku, tapi seseorang yang akan mencintaimu dengan tulus. Dan yang membutuhkanku bukan kau… tapi,” Kyung Soo menoleh pada sosok roh yang tak berdaya di sana. “Dia… yang membutuhkanku. Menemani jiwanya yang kesepian.”

 

“Tapi…”

 

Kumohon…”

 

Dan saat Kyung Soo sudah meminta dengan ekspresi seserius itu, maka apalagi yang bisa dibantah Chan Yeol?

 

Kyung Soo pun tersenyum, membelai pipi Chan Yeol sejenak kemudian beranjak menuju roh yang terbakar tadi. “Sudah selesai Jong In-ah, aku sudah bisa menemanimu pergi,”ucapnya lembut.

 

Baek Hyun mendekat, ikut berjongkok di hadapan roh yang nyaris musnah itu. “Akan kubantu. Kyung Soo-shii, kau punya aura murni dan bersih untuk seorang roh, kurasa bisa kau gunakan untuk mengembalikan wujudnya.”

 

Kyung Soo mengangguk, ia pun menyentuh tangan kiri Baek Hyun, sementara tangan kanan Baek Hyun terarah pada roh yang tergeletak itu. Roh yang dipanggil Kyung Soo dengan nama Jong In.

 

Baek Hyun memejamkan matanya, seketika seberkas cahaya indah terpancar dari tangan kanannya, dan sosok roh Jong In berangsur pulih sebagaimana sosok rohnya sebelum terbakar.

 

“Gomawo, Byun Baek Hyun Sonsaeng-nim,” ucap Jong In kemudian meraih tangan Kyung Soo.

 

Akan kubantu kalian ‘pulang’.” Baek Hyun menyentuh pipi Kyung Soo sembari tersenyum.

 

“Kutitip Chan Yeol…

 

Baek Hyun mengangguk. “Tentu, serahkan padaku,” kemudian menuntun dua roh itu menatap langit, menuju tempat seharusnya roh mereka berada, dan bersiap untuk bereinkarnasi menyambut kehidupan baru mereka.

 

Chan Yeol hanya memandang kosong cahaya gemerlap yang melayang ke udara. Cahaya terindah yang pernah ia lihat selama ia bersama Baek Hyun mengantar roh tersesat ke tempatnya pulang.

 

“Hm, beginilah nasib Park Chan Yeol, lagi-lagi patah hati, hahahahha… payah,” ucap Chan Yeol santai sembari memasukkan kedua tangannya di saku celana.

 

Baek Hyun menoleh, pandangannya masih datar, namun seiring pergantian rohnya, tatapan itu berubah sendu.

 

“Apa karena ini Chan Yeol terus tertawa?”

 

“Eh?”

 

Mata Baek Hyun mulai berkaca-kaca. “Apa begini cara Chan Yeol menyembunyikan kesedihannya? Dengan tertawa?”

 

“B… Baek Hyun-ah.”

 

Dan air mata Baek Hyun pun menetes perlahan, membentuk dua garis sejajar di pipi kanan dan kiri. “Jika kau bersedih, maka menangislah. Keluarkan semua sesak yang kau pendam. Luapkan semua emosimu agar kau tidak terluka. Aku tidak memintamu menjadi manusia yang cengeng, tapi menangis ketika bersedih bukankah sesuatu yang manusiawi?”

Chan Yeol tersentak dengan mata membulat. Baek Hyun-ah…”

 

“Aku suka saat Chan Yeol tertawa, karena itu menunjukkan bahwa Chan Yeol adalah pribadi yang ceria. Tapi terakhir kuketahui, ternyata kau tertawa untuk menyembunyikan luka, sadarkah kau bahwa melihatmu tertawa seperti itu, aku justru tersiksa? Kau terus seperti itu, dan aku selalu berharap bisa membantumu. Tapi apa? Aku hanya bisa diam seperti orang bodoh sementara aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sakit yang dirasakan oleh orang yang kusukai!”

 

Deg~

 

 

Baek Hyun terkaget atas penuturannya sendiri. Dengan sigap ia mengusap air matanya. “M… Maaf, mungkin aku terlalu emosional. Se… sebaiknya aku kembali dulu.” Baek Hyun pun beranjak sembari mati-matian menahan tangis agar tak tampak semakin bodoh. Namun, saat langkahnya sudah sedikit lagi mencapai pintu, dua lengan kokoh langsung terulur dari belakang dan menariknya mundur.

 

Greb~

 

Baek Hyun tersentak saat tiba-tiba Chan Yeol menarik melingkarkan tangan kanannya di depan dada Baek Hyun dan tangan kiri melingkar di perutnya. Dan belum sempat ia bertanya, sesuatu tertangkap oleh indera pendengarannya. Begitu tipis dan sayup-sayup tapi Baek Hyun bisa menjamin bahwa itu adalah…

 

Suara isakan tangis.

 

Chan Yeol menangis…

 

Menumpahkan segala kesedihan yang ia pendam. Berikut luka yang berusaha ia tutupi. Di sisi Baek Hyun… ia luapkan semua emosinya. Dan itu membuat Baek Hyun mengangkat tangannya dan mengusap punggung tangan Chan Yeol yang menapak di depan dada dan perutnya.

 

“Benar… Menangislah Chan Yeol-ah. Saat kau bersedih, menangislah. Bukan tertawa untuk menyembunyikan luka. Karena itu sakit.”

 

Kalimat itu semakin menuntun Chan Yeol mengeratkan pelukannya, berjanji menumpahkan semuanya. karena besok, tidak adalagi tertawa dalam sakit. Tapi tertawa karena bahagia.

 

Itu janji.

 

 

~*H*2*S*~

Baek Hyun membungkus dirinya dalam selimut sementara roh kakeknya melayang-layang di atasnya.

 

Baek Hyun-ah, bangun. Kau tidak ke sekolah?

 

“Aku tidak mau ke sekolah… Aku sakit.”

 

Tapi tekanan rohmu baik-baik saja, kurasa fisikmu juga sedang baik. Tapi sepertinya kakek mendengar detak jantungmu lebih cepat dalam beberapa saat.”

 

Baek Hyun menyibak selimutnya, kemudian duduk bersila di atas ranjang memandang kakeknya. “Aku telah melakukan hal yang memalukan, kakek. Dan aku betul-betul tidak punya muka untuk ke sekolah lagi.”

 

“Apa itu? Apa itu? Apakah kau kedapatan berbuat mesum oleh gurumu di toilet?” terka Kakeknya antusias.

 

“Ck, bukan… itu mustahil. Aih, bagaimana menjelaskan ini?” Baek Hyun menggaruk kepalanya frustasi. “Kakek… aku harus bagaimana. Aku… tanpa sengaja menyatakan perasaan pada orang yang kusukai. Masalahnya dia mencintai orang lain, ya walau orang yang dia cintai sudah mati. Tapi… Arrrggghhh bagaimana ini, tolong aku kakek…”

 

“Oh, permasalahan cinta? Kau bertanya pada orang yang tepat Baek Hyun-ah.”

 

“Untuk itu kakek, beritahu aku. Apa yang harus kulakukan.”

 

Menurut kakek, dia juga menyukaimu.”

 

“Dari mana kakek tahu?” tanya Baek Hyun antusias.

 

“Hanya orang buta yang tidak menyukai cucuku ini kan?”

 

“Kakek… Aku tidak bercanda…”

 

Roh kakek Baek Hyun tertawa puas. “Kenapa kau yang cemas? Pergilah ke sekolah, dan saat kau bertemu lagi dengan orang itu, kau pasti mendengar kabar baik.

 

“Aku tidak yakin. Kurasa perasaan sukaku ini hanya sepihak.”

 

“Mau bertaruh?”

 

Baek Hyun terdiam sejenak. “Tidak mau, aku selalu kalah bertaruh dengan kakek.”

 

“Ya artinya kali ini tebakan kakek benar lagi. Bangunlah, jangan malas-malasan.

 

“Arassoyo… Arassoyo, tapi jangan menarik selimutku begitu!”

 

 

~*H*2*S*~

 

 

Baek Hyun begitu gugup saat ia mulai melangkahkan kaki mungilnya di koridor lantai dua menuju kelasnya. Bukan karena perkara serius, hanya saja ia merasa tidak punya muka untuk bertemu dengan Chan Yeol. Bagaimana tidak? Yang erjadi kemarin itu bukan hanya perkara Chan Yeol yang akhirnya bisa meluapkan emosinya dan berusaha lepas dari kesedihannya. Lebih penting dari itu semua, secara tidak langsung pernyataan Baek Hyun lebih kepada pernyataan cinta. Lalu apa yang bisa ia harap dari seorang Chan Yeol yang sudah begitu mencintai orang lain?

 

“Ah… Baek Hyun Baby sudah datang… Good morniiiinggg!!” seru Chan Yeol dari arah berlawanan membuat Baek Hyun tersentak kaget dan berniat kabur. Beruntung dia tidak sebodoh itu agar tidak tampak semakin menyedihkan di hadapan Chan Yeol.

 

“Se… Selamat pagi Chan Yeol-ah…” Sapa Baek Hyun gugup saat Chan Yeol sudah berdiri di hadapannya.

 

“Tumben sekali Baek Hyun Baby terlambat ke sekolah?”

 

“I… Itu kakekku membuat masalah.”

 

“Kakekmu? Maksudmu roh kakek yang ada di tubuhmu?”

 

“Bukan, bukan rohku yang satunya lagi, tapi roh kakeknya, Ayah dari ibuku.”

 

“Eum begitu.”

 

Baek Hyun diam-diam menghela nafas lega, karena sepertinya Chan Yeol bersikap seperti biasanya dan tidak memikirkan pernyataan cinta Baek Hyun kemarin.

 

“Oh ya Baek Hyun-ah.”

 

Baek Hyun tersentak kembali. “Apa? Apa?”

 

Itu jelas membuat Chan Yeol mengerutkan keningnya bingung. “Kenapa kau sekaget itu?”

 

“Ti… Tidak… Aku hanya… itu… Memangnya apa yang ingin kau katakan tadi?”

 

“Oh itu, jam pertama nanti adalah Matematika bukan?”

 

“Ha? Kau hafal jadwal mata pelajaran?”

 

“Hanya hafal jam yang ada Matemamatika-nya. Aku belum menyelesaikan soal-soal yang kemarin, untuk itu aku malas bertemu dengan Lee Sonsaeng. Aku akan sembunyi di UKS sekalian tidur. Kalau Lee sonsaeng bertanya, bilang saja aku tersesat atau apa. Oke!”

 

Baek Hyun mengangguk bingung, tapi ia usahakan terlihat paham.

 

“Nah begitu. Sampai jumpa di jam olah raga, manis.”

 

“N.. Ne.”

 

Sekali lagi Baek Hyun menghela nafas lega saat Chan Yeol beranjak pergi setelah mengacak rambut Baek Hyun. Sedikit bersyukur bahwa Chan Yeol tidak begitu peka.

 

~Tap

 

“Ah satu lagi,” ucap Chan Yeol karena dia memang belum jauh.

 

“Apa?” tanya Baek Hyun setelah menoleh.

 

Chan Yeol tersenyum kemudian kembali menghampiri Baek Hyun. Menatapnya lekat dengan air muka cerah yang begitu lepas. Dan itu membuat wajah Baek Hyun memerah setelah menyaksikannya.

 

Chu~

 

Baek Hyun membelalak saat Chan Yeol tiba-tiba saja mencium pipinya. Singkat, namun disaksikan cukup banyak siswa. “Aku juga menyukaimu, Byun Baek Hyun,” bisiknya lembaut.

 

Hampir membuat Baek Hyun luruh ke lantai dengan bodohnya.

 

“Byun Baek Hyun, Park Chan Yeol.. masuk ke kelas, jamku sudah mulai.”

 

“Ah gawat, itu Lee sonsaeng, aku kabur dulu Baek Hyun-ah, bye… bye. Ah yang tadi aku serius.”

 

“YA! YA! Park Chan Yeol! Odiga???”

 

“Perutku sakit sonsaeng-nim!” seru Chan Yeol kemudian mempercepat larinya dan hilang di pertigaan koridor.

 

Dan Baek Hyun hanya bisa mendengar teriakan Lee sonsaeng yang mengumpat Chan Yeol berkali-kali dengan sayup-sayup karena Baek Hyun tak lagi fokus. Padangannya kosong ke depan dan… wajahnya memanas.

 

Aku juga menyukaimu, Byun Baek Hyun!

 

Bukankah itu juga sebuah pernyataan? Dan artinya… perasaan Baek Hyun tidak sepihak karena…

 

Chan Yeol… juga merasakan hal yang sama.

 

“Chan Yeol-ah…” lirihnya seorang diri, masih tidak percaya.

 

~*H*2*S*~

 

 

Aku juga menyukaimu, Byun Baek Hyun…

 

Aku juga menyukaimu…

 

Juga menyukaimu…

 

Menyukaimu…

 

Menyukaimu…

 

Menyukaimu… Byun Baek Hyun…

 

“Byun Baek Hyun!”

 

Baek Hyun tersentak ketika ada yang betul-betul memanggilnya. “Ah, ne Sung Ha-shii.”

 

“Tidak bisakah kau fokus? Memangnya apa yang kau pikirkan?”

 

“Ma… Maaf.”

 

“Kau sungguh aneh, kemarin kau sangat keren, dan sekarang orang yang baru melihatmu dengan tampang seperti itu pasti tidak percaya kalau kau bisa menyaingi kepandaian Kris.”

 

“Itu… ada yang kupikirkan, jadi mungkin kau bisa mencari partner lain untuk bermain tenis, Sung Ha-shii.”

 

“Haih, kupikir karena kau bisa kelihatan keren seperti kemarin, makanya aku setuju dipasangkan denganmu. Ternyata image anehmu tetap tidak bisa dihilangkan.”

 

“I… Itu__”

 

Greb~

 

“Baek Hyun Baby, aku terjatuh di lapangan basket, lihat sikutku lecet, aku ingin disayang-sayang agar cepat sembuh.”

 

Baek Hyun tidak terkejut saat mendapatkan pelukan tiba-tiba Chan Yeol dari belakang, tapi kali ini ia 100 kali lebih sulit mengontrol detak jantung dan nafasnya. Dan demi keselamatan jantungnya, ia melepas paksa pelukan Chan Yeol dan berlari menuju ruang ganti.

 

“Wah, Baek Hyun Baby sedang menggodaku rupanya. Tunggu aku sayang,” seru Chan Yeol semakin menarik perhatian siswa lain yang berada di dalam gedung olahraga sekolah.

 

“Oh Byun Baek Hyun. Setelah kemarin dia membuat Kris terlihat sangat penurut, sekarang Chan Yeol terlihat terus mengekorinya. Sebenarnya apa yang dipunya namja aneh itu? Menyebalkan sekali,” keluh Sung Ha, disertai anggukan setuju dari beberapa rekanya yang buru-buru menghampirinya.

 

“Eum, Sung Ha-ya, kudengar ada yang melihat mereka berpelukan di balkon atap kemarin, dan tadi pagi aku sendiri melihat Chan Yeol mengecup pipi Baek Hyun dan membisikkan sesuatu, dan bisikan itu membuat Baek Hyun mematung. Mungkin sebuah pernyataan cinta?”

 

“Ah tidak mungkin, Chan Yeol itu suka pada siapa saja asal tidak mengganggunya.”

 

“Tapi sikapnya ke Baek Hyun…”

 

“Akh, kalian membuatku jengkel sendiri, sudah. Kapan-kapan kuberi pelajaran juga anak itu.”

 

Tak jauh dari mereka, Kris yang tengah menyeka keringatnya dengan handuk, mengarahkan tatapan serius pada kumpulan penggosip itu. Selain karena ia menyaksikan hal yang membuatnya ‘tidak baik’, ia juga semakin merasa ‘tidak baik’ dengan apa yang di dengarnya dari mereka.

 

Kemarin Chan Yeol memeluk Baek Hyun di balkon atap, dan saat itu aku sedang berada di UKS. Dan pagi ini… namja gila itu mencium Baek Hyun lagi?__Batinnya.

 

“Su… Sung Ha, kau merasakannya?”

 

“Benar… Ini hawa aneh yang kita rasakan di perpustakaan waktu itu.”

 

“A… Aku merasa tidak enak badan, sebaiknya kita pergi dari sini.”

 

“Ne… semakin panas… kajja.”

 

Sung Ha dan rekannya buru-buru merpaikan perlengkapan dan berlari keluar. Anehnya, yang merasakan hawa itu hanyalah orang-orang di area lapangan tenis, tepatnya dalam jangkauan tekanan roh Kris yang mampu dirasakan indera manausia ‘biasa’.

 

Aneh… kenapa tiba-tiba aku seperti ingin mencekik Chan Yeol? Ah tidak… tidak, aku harus melakukan sesuatu agar perasaan aneh ini hilang__Batinnya lagi.

 

~*H*2*S*~

 

 

Dalam sekejap, aktivitas yang terjadi di sepanjang koridor lantai 2 terhenti. Dan situasi mendadak dipenuhi suara bisik-bisik samar terlebih setelah penyebabnya berlalu beberapa langkah.

 

Tidak ada yang istimewa. Hanya saja ini adalah lingkungan sekolah, dan tidak ada pentas seni drama dalam waktu dekat ini. Tapi kenapa Chan Yeol dan Baek Hyun memperagakan drama berbasis dongeng dimana sang pangeran menggeondong sang putri melewati jalan menuju istana?

 

“Chan Yeol-ah… bisa turunkan aku? Aku bisa jalan sendiri,” pinta Baek Hyun merasa tidak nyaman dengan posisinya.

 

“Bisa jalan sendiri apanya? Kakimu kan terkilir. Ini karena kau berlari-lari genit menghindariku tadi.”

 

“Genit? Ah aku tidak__”

 

“Sudahlah, jangan banyak bicara. Sudah sampai,” potong Chan Yeol saat ia memasuki kelas mereka yang ‘tidak’ sepi dan mendudukkan Baek Hyun di bangkunya. Setelahnya, Chan Yeol berjongkok di lantai dengan satu lutut menyentuh tanah. Terlihat begitu gentle saat membuka sepatu olah raga Baek Hyun dan dengan perlahan mengurut pergelangan kaki Baek Hyun yang terkilir.

 

Pemandangan yang cukup membuat atmosfer mendadak dingin, terlebih bagi kelompok penggemar Chan Yeol yang mengawasi tak jauh dari mereka.

 

“Sudah agak baikan?”tanya Chan Yeol lembut.

 

“Eerr… sebenarnya yang terkilir bukan itu, tapi kaki sebelahnya,” jawab Baek Hyun dengan wajah memerah.

 

“Aduh, kenapa tidak bilang dari tadi? Padahal gayaku sudah keren.”

 

Dan mau tidak mau, Baek Hyun hanya bisa tertawa kecil.

 

“Chan Yeol-ah, kau dipanggil Lee sonsaeng,” lapor seorang siswa yang menghampiri Chan Yeol saat itu.

 

“Katakan kalau Park Chan Yeol sedang lupa ingatan,” balas Chan Yeol kemudian kembali memasangkan sepatu Baek Hyun setelah selesai memijatnya.

 

“Tapi__”

 

“Park Chan Yeol, Jung sonsaeng mencarimu,” lapor siswa lain. Dan kali ini tanggapan Chan Yeol berbeda. Jelas saja karena Jung sonsaeng itu adalah guru olahraga.

 

“Katakan bahwa aku akan ke sana dalam 30 detik,” balasnya semangat. Ia menoleh pada Baek Hyun sejenak, mengusap puncak kepalanya kemudian tersenyum sebelum beranjak pergi.

 

Baek Hyun pun mengulas senyum penuh makna, sedikit tidak percaya kabar baik mengenai hubungannya dengan Park Chan Yeol. Entahlah. Dia hanya merasa ‘baik’ di hatinya. Sangat baik.

 

 

~*H*2*S*~

 

 

“HYA! Siapa yang menebar butir kelereng di lantai???” pekik Chan Yeol dengan posisi horisonal alias terbaring di lantai sembari memegang kepalanya yang sukses menghantam lantai saat ia baru saja masuk ke gedung olah raga.

 

“Chan Yeol-ah… kau tak apa-ap__”

 

BYUUURRRR~

 

“AAARRGGGHHH!!!”

 

“Maaf… Maaf… aku tidak sengaja, kaki terpeleset,” pekik siswa yang tadi menghampiri Chan Yeol sembari menenteng seember air bekas mengepel lantai.

 

Chan Yeol mengusap asal wajahnya yang basah, dan berdiri secepat kilat dan sebisa mungkin menyingkirkan genangan air dari tubuhnya. Jelas saja itu sia-sia karena ia sudah terlanjur basah kuyup.

 

“Akan kubunuh siswa yang menipuku tadi. Apanya yang dipanggil Jung sonsaeng?” bentaknya marah-marah, entah kepada siapa.

 

“Lagipula kenapa kau percaya saja Chan Yeol-ah, bukankah Jung sonsaeng sudah pulang setelah jam olahraga selesai?”

 

“Ck, akh… aku pergi. Menjengkelkan,” keluh Chan Yeol kemudian meninggalkan tempat itu.

 

 

Bruk!!

 

“Oh God… kenapa aku sial sekali?” pekik Chan Yeol tertahan saat ia menubruk siswa yang membawa banyak tumpukan buku hingga ia tertimpa buku-buku itu.

 

“Ma.. Maaf Chan Yeol-shii, padahal aku tidak bermaksud lewat sini tadi. Aneh,” ucap siswa itu kebingungan, kemudian bergegas mengumpulkan bukunya sebelum Chan Yeol murka padanya.

 

“HYA!!! Kenapa tanganku bergerak sendir__”

 

 

BYURRR!!!

 

 

“AKU MENYERAH… AKU MENYERAH!!! SIAPAPUN KAU ROH JELEK… MUNCULLAH DAN AKAN KUBAKAR KAU!!” pekik Chan Yeol mendarah daging dengan tubuh dipenuhi organ-organ kodok sisa praktek pembedahan di Laboratorium biologi.

 

 

~*H*2*S*~

 

 

 

Aku sudah mengerjakan semua yang kau minta Kris-shii. Aku sudah membuatnya terjatuh, tersiram air bekas mengepel, tertimpa buku-buku, juga tersiram puluhan jasad kodok. Jadi, apa aku sudah bisa bebas?”

 

Kris menutup bukunya kemudian mendongak ke arah roh pemuda yang melayang di depannya. “Tapi kenapa aku masih merasa kesal?”

 

“Berarti bukan ini yang Tuan mau. Sebenarnya apa yang membuatmu kesal pada Chan Yeol?”

 

Kris membetulkan kacamatanya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, sepertinya berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah. “Enahlah, aku hanya kesal mendengar kabar bahwa Chan Yeol dan Baek Hyun semakin akrab dan terlihat seperti sepasang kekasih.”

 

“Oh, Tuan Kris  cemburu?”

 

“ Tahu apa kau, roh menyedihkan?”

 

Roh itu mengangguk-angguk. “Tapi ini jelas respon yang dikeluarkan oleh orang yang diselimuti api cemburu.”

 

Deg~

 

“Jangan bilang tuan Kris tidak menyadari perasaanmu sendiri? Kurasa kau kesal pada Chan Yeol dan ingin mengerjainya karena kau tak suka dia terus bersama namja yang kau sukai itu kan?”

 

Kris makin membelalak, jantungnya berpacu cukup cepat kali ini.

 

“Ya Tuhan. Ternyata ada juga sesuatu hal yang bisa membuatmu tampak bodoh Tuan Kris. Perkara pelajaran sekolah, mungkin kau bisa mendapatkan ribuan niai A, tapi khusus tentang cinta, kurasa nilaimu Error.”

 

Kris tidak mempedulikan ocehan roh yang ditawannya sejak beberapa hari yang lalu itu. Tapi ia betul-betul baru menyadari bahwa…

 

Ia menyukai Byun Baek Hyun.

 

Dan lebih bodohnya lagi. Otak cerdasnya tidak menuntunnya berpikir ke arah itu, dan ia justru disadarkan oleh roh bodoh yang tidak ada apa-apanya itu.

 

“Hm, aku pernah melihatnya satu kali. Rohnya begitu cantik, pasti karena usia rohnya sudah sangat tua. Mungkin aku bisa sedikit saja menggodanya. Selamat tinggal tuan Kris.”

 

Kris lengah, ia bahkan lupa untuk memasang kembali segel apinya pada roh itu. Erlambat, roh tadi sudah menghilang di balik tembok perpustakaan yanag betul-betul sepi saat itu.

 

“Brengsek!” pekiknya kemudian buru-buru mengejar roh tadi. Tentu saja untuk memastikan ia tidak mengganggu Baek Hyun.

 

 

~*H*2*S*~

 

Baek Hyun POV

 

 

Sudah sejam lebih sejak Chan Yeol pergi ke GOR, tapi sampai sekarang ia tidak juga kembali. Dan saat kuputuskan untuk mencarinya di sana, yang kutemukan justru beberapa orang yang tengah mengepel lantai. Dan saat kutanyakan keberadaan Chan Yeol, mereka justru menceritakan rentetan kejadian aneh yang menimpa Chan Yeol.

 

Bukannya aku berlebihan. Hanya saja aku sedikit cemas karena firasatku mengatakan ada yang tidak beres. Salah satu kerugian juga saat aku memiliki ‘kemampuan’ ini. Firasatku  puluhan kali lebih peka dari pada manusia normal.

 

“Byun Baek Hyun~.”

 

Langkahku terhenti di area pemisah antara gedung olah raga dan gedung kelas. Seperti ada yang memanggilku. Dan aku bisa memastikan 100 persen bahwa itu adalah panggilan dari roh tersesat, pastilah membutuhkan bantuanku.

 

Untuk itu kutuntun langkahku menyusuri jalan setapak menuju belakang gedung sekolah yang tampak seperti hutan. “Nu… Nuguseyo?” kuteruskan langkahku hingga aku cukup jauh beberapa meter ke dalam hutan. Mencoba merasakan tekanan roh di sekitarku. Mungkin dia ingin ditolong.

 

“Wah… Betul-betul cantik.”

 

Aku terbelalak saat tiba-tiba saja ada yang memeluk betisku dan…

 

 

 

 

Sring~

 

 

 

“Oh… Kau sudah ingin musnah roh sialan?”

 

BUGH~

 

 

Emosiku meningkat drastis, dan aku tahu bahwa ini wujudku yang satu lagi. Tapi tetap saja ini aku. Berbagi tubuh, pikiran, juga hati untuk bisa merasakan. Hanya saja, aku yang sakarang jauh lebih sensitif dan terlalu banyak hal yang tidak kusukai. Entahlah. Semakin lama, aku semakin mengerti tentang keadaanku.

 

Ayolah roh cantik, ikutlah bersamaku,” ucap roh sialan itu masih berusaha mendekatiku.

 

“Sepertinya kau ingin mati dua kali,” balasku kesal. Kusandarkan punggungku di batang pohon yang besar sembari melipat tangan di dada. Tak lupa kutatap ia dengan tajam, dan tentu saja waspada. Walau aku tidak merasakan roh jahat, tapi tetap saja roh seperti ini membuat tekanan kedua rohku tidak stabil.

 

Boleh, asal kuhabiskan dulu waktumu bersamamu. Bisakah?”

 

Aku meremukkan kesepuluh jariku, mencoba menahan sabar walau aku tahu saat wujudku seperti ini, bersabar adalah hal yang paling mustahil kulakukan. Aku sudah hampir menyerangnya karena kesal, tapi sesuatu tertangkap olehku.

 

Indera perasaku sebenarnya bukan hanya kulit. Namun jangkuan tekanan rohku yang bisa merasakan tekanan roh lain. Dan aku hapal betul pemilik tekanan roh yang begitu cepat datang ke tempatku ini.

 

Akupun tersenyum, masih dengan santai melipat tangan di dada. “Boleh, kau bisa melakukan apa saja padaku.”

 

“Eh, benarkah? Termasuk melihat keindahan tubuhmu itu?

 

“Hm, apapun. Tapi setelah kau mengalahkan dia.”

 

“Dia? Siapa?”

 

 

Srak~

 

“Pengguna kekuatan api. Kris,” ucapku santai saat sosok yang kumaksud langsung muncul di sampingku, menapakkan tangan kirinya di batang pohon yang kusandari dan terlihat ia sedang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

 

“Kau sentuh… dia… sedikit… saja… hhh… kumusnahkan… kau…” ancam Kris jelas tertuju pada roh bodoh di depan kami. Sebenarnya Kris terlihat lucu, untuk apa dia harus mengeluarkan ancaman dengan nafas yang inggal sedikit itu?

 

Ck, kau tidak asyik diajak kerja sama tuan Kris.”

 

“Kau tidak mau pergi??” bentak Kris sembari mengeluarkan api dari tangan kanannya.

 

Tuan… Sedikit saj__”

 

“Aku tidak bercanda!” tegas Kris. Dan itu membuat roh tadi bergerak mundur.

 

A… A…Arasso… aku pergi,” ucap roh itu kemudian menghilang.

 

Kris langsung menoleh ke arah Baek Hyun tadi, menghampirinya dan menyentuh kedua bahunya. “Gwenchana-yo Baek Hyun-ah? Maksudku… Baek Hyun-shii!”

 

Ini cukup lucu sebenarnya. Tidak pernah kulihat Kris sepanik ini sebelumnya. Kupikir dia yang paling tenang selama ini. Tapi…

 

“Kau tidak terluka kan? Sial, semua ini salahku. Seharusnya tidak kugunakan roh itu untuk…”Kris tersentak kaget, kemudian buru-buru menutup mulutnya dengan telapak tangan kanan.

 

Aku mengangkat alis setelah mencium ada sesuatu yang tidak beres. “Sepertinya ada yang harus kau jelaskan padaku Kris,” tuntutku, tentu saja dengan tatapan intimidasi.

 

Kris terlihat gelagapan, dan mengalihkan pandangan ke arah lain.

 

“Mengaku sendiri atau harus kupaksa?” ancamku lagi.

 

“I… Itu.”

 

“Kris Wu…”

 

Kris membalikkan badan hingga memunggungiku, terlihat jelas dia menyembunyikan wajahnya yang memerah. “Benar, aku menyuruh roh itu melakukan sesuatu.”

 

“Biar kutebak. Ini berhubungan erat dengan kejadian aneh yang menimpa Chan Yeol kan?”

 

Kris berdecak, masih memunggungiku. “Benar. Aku yang menyuruh roh itu mengerjainya. Karena aku marah pada Chan Yeol.”

 

Aku berjalan mengelilingi Kris seakan aku adalah seorang detekif yang menginterogasi tersangka. “Dan alasannya adalah…?”

 

Kris semakin terpojok. Aku menikmati ekspresinya yang tertangkap basah itu. Berbanding terbalik dengan image coolnya selama ini.

 

“A… Aku tidak ingin melihat Chan Yeol  terus mendekatimu.”

 

Aku mati-matian menahan senyumku, menghadapi Kris saat ini seperti menghadapi anak berusia 12 tahun. Namun aku tetap harus bersikap tegas padanya atas kenakalannya ini. “Tidak ingin melihat Chan Yeol mendekatiku? Apa kau itu sadar usiamu berapa? Kau sungguh kekanak-kanakan.” Kutarik lengannya hingga menghadap padaku dan menyentil keningnya dengan usaha yang cukup lumayan karena dia bahkan lebih tinggi beberapa sentimeter dari Chan Yeol. Sempat kulihat ia mengaduh dan mengelus keningnya. “Sekarang jelaskan alasan sebenarnya kenapa kau bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Ha?”

 

Kris kembali memalingkan wajahnya sekali lagi. Dan aku tidak mendapatkan respon sedikitpun.

 

“Kau punya telinga kan, Kris Wu?” teriakku persis di wajahnya. “Kenapa kau bersikapp kekanak-kanakan seperti ini?”

 

Ia terlihat makin frustasi, ia menatap mataku lurus-lurus dengan nafas tersengal-sengal. “Itu karena aku tidak ingin Chan Yeol merebutmu dariku. Aku tidak suka kau dekat dengannya, aku tidak suka melihat kalian terus bersama. Puas??”

 

“Eh?”

 

“Apa? Ne, benar aku kekanak-kanakan. Silakan katakan apapun sesukamu, karena aku sendiri juga takjub dengan perbuahan sikapku ini. Selama hidupku, aku belum pernah merasa sekonyol ini menghadapi orang lain. Terakhir kusadari ternyata karena aku telah menyukaimu, itupun jika saja roh tadi tidak menydarkanku, maka aku akan semakin bersikap bodoh untuk waku yang lama. Lalu sekarang apa? Katakan aku kekanak-kanakan karena aku menyukaimu tanpa sadar lebih awal, dan kau pasti tidak akan tahu secemas apa aku saat roh tadi hendak mengerjaimu? Kakiku tiba-tiba saja bergerak sendiri dan berlari secepat mungkin untuk menemukanmu. Benar, aku SUNGGUH kekanak-kanakan,” tuturnya dengan cepat namun kuyakin itu semua dari hatinya yang mendesak.

 

Tidak butuh penuturan lembut dan halus untuk memastikan bahwa ucapannya tulus, bahkan jika dia menjelaskan dengan bentakan seperti itu, aku justru menangkap ketulusannya. Aku bahkan tidak pernah menyangka, sosok yang selalu tenang akan bersikap seperti ini hanya karena jatuh cinta.

 

Nafasnya yang tersengal-sengal itu menadakan bahwa ia betul-betul memaksa dirinya berlari. Keringatnya bercucuran, kemejanya tidak beraturan, dan itu cukup kontras untuk seorang Kris Wu yang kuketahui sangat mementingkan penampilan. Dan itu justru membuatku sedikit tergelitik untuk menyadari semua perjuangan kecilnya.

 

Lucu, sungguh lucu. Tapi…

 

“Benar. Ini betul-betul di luar dugaan. Kau SUNGGUH kekanak-kanakan,” sindirku. Dan itu membuat ia terlihat sangat terpuruk. Wajahnya lesu dan sudah bersiap pergi. Betul-betul lucu. “Kris Wu…”

 

“Apalagi Baek Hyun-shii? Mungkin aku tidak akan menampakkan wajahku setelah ini.”

 

“Kenapa?” aku menarik kerah bajunya hingga ia sedikit membungkuk ke arahku, membuatnya tersentak dan membelalak. “Kenapa tidak ingin menampakkan wajahmu yang seperti itu? Kau tahu… Kau memang mengagumkan dengan sosok dinginmu. Bukankah dulu sudah kubilang bahwa kau sangat keren? Tapi… sosokmu yang kekanak-kanakanmu ini justru sangat manis, dan aku… suka bagian Kris yang ini.”

 

Kedua mata Kris membelalak. Namun tidak kuberi ia kesempatan untuk bertanya karen detik berikutnya aku berjinjit dan menggapai bibirnya. Mengulumnya lembut. Ia bahkan tersentak kaget saat pertama kali kesentuh bibirnya. Dan inilah dia yang kusuka darinya. Di balik sosoknya yang dingin dan tenang bagai danau tanpa riak, dia juga bisa terlihat berbeda saat riaknya terlihat.

 

Aku… suka… Kris…

 

Suka…

 

Kris?

 

Kenapa aku… suka… padanya..?

 

Bukankah aku suka pada…

 

 

Sring~

 

 

Chan Yeol!!!

 

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Bisa kulihat tanganku masih menumpu di dadanya, wajah kami juga sangat dekat, bisa kulihat sisa keterkejutan di wajahnya yang memerah itu, dan bibirnya yang basah sebagai bukti bahwa… semuanya nyata… semuanya…

 

Aku…

 

Mencium Kris… di bibir…

 

 

Srak~

 

Aku bergerak mundur dengan tangan gemetar. “A… Aku pergi. Sa… sampai jumpa,” ucapku kemudian beranjak secepat mungkin meninggalkan Kris yang kurasa masih berusaha menelaah apa yang terjadi.

 

Sungguh! Aku sendiri juga tidak mengerti dengan apa yang telah kulakukan? Apa yang telah kuungkapkan? Ini tidak mungkin…

 

Saat aku menjadi diriku yang ini, yang kusukai adalah Chan Yeol. Tetapi kenapa saat aku menjadi diriku yang satu lagi, aku justru dengan seenaknya menyatakan suka pada Kris?

 

Lalu siapa yang sebenarnya kusukai ini???

 

 

 

 

 

 

 

~TPA~

(Tanyakan Pada ALF)

 

 

ALF special note: bwakakakakakaka kacau bener… nunggunya lama, hasilnya kacau. Ah sudahlah. Komen…komen… komen. Kalo ada yang baca ini trus gak komen… heheheheheh, liat aja… *plak

 

ALF lagi kacau beneran deh, Kris is Baek, tapi berasa pengin nyekek dia -_-

Ya sudin… NRL, MATERASU, PAYPHONE, maybe NEXT TIME!!!

 

Adioss

 

Salam pramuka❤

mian kalo ada typo. laen kai ALF edit lagi *plak

302 thoughts on “Heart 2 Soul – ChanBaek || KrisBaek Chapter 3

  1. kenapa kebanyakan ff selalu masang chanyeol yg bodoh??? *frustasi bareng yeol*
    tapi emang dari muka udah keliatan *nahloh -_-
    suka banget part
    “Aku suka saat Chan Yeol tertawa, karena itu menunjukkan bahwa Chan Yeol adalah pribadi yang ceria. Tapi terakhir kuketahui, ternyata kau tertawa untuk menyembunyikan luka, sadarkah kau bahwa melihatmu tertawa seperti itu, aku justru tersiksa? Kau terus seperti itu, dan aku selalu berharap bisa membantumu. Tapi apa? Aku hanya bisa diam seperti orang bodoh sementara aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sakit yang dirasakan oleh orang yang kusukai!”
    kata-katanya ngena banget di hati :’)
    keep writing thor, aku akan selalu memperjuangkanmu (?)

  2. Aigo aigooooooo ternyata baekhyun haraboji ska ama kris, sedangkan baekhyun baby ska ama chanyeol. Ckckck ssah dong jdi ny..Dan bner2 drama pas scene ny seorang Park Chanyeol akhir ny menangis dipelukan Byun Baekhyun, aigoo itu romantis dn jga bkin sya iri. Kris teganian kmu ngebuat chanyeol kesusahan, tpi sya ska itu hahaha😀 Dan sya bru tau klo roh yg sdah mti jga bsa dimasukin roh lain yg sdah mti pula. Berarti wktu chanyeol dimasukin kyungsoo, ada 3 roh yg bersemayam ditubuh ny. Selamat jalan Kyungsoo ^^

  3. uwaaaa….. baekki galau…
    hayo siapa yang sebenarnya baekhyun suka???
    ah makin penasaran ma kelanjutannya…
    deabak deh….. paling suka waktu baekki jadi sosok yang tegas waktu dikelas… keren!!!!!!!!

  4. huaaa baekyun galau… hahaha siapa yg sebenernya dia suka?
    owh ya suka bgt sama kata2nya D.O yg … jika kau sedih maka
    menangislah. Bukan tertawa untuk menyembunyikan
    luka.”
    jadi penasaran….
    oke lanjut part 4. hahahaha

  5. BaekHyun yang umur 700 tahu itu mati karena apa? Cukup mangagetkan sebenarnya ketika ku baca BaekHyun 700 tahun itu mati di umur 17 tahun yang tergolong amat muda dan apa bisa Author ceritakan Flashback tentang kehidupanBaekHyun 700 tahun itu? Aku sungguh penasaran akan kehidupan BaekHyun 700 tahun itu.

  6. okay, sudah mulai mengerti jalan ceritanya dan judulnya. memang sih dijelaskan di awal tapi tetap saja harus membaca dengan seksama. pantas saja judulnya heart 2 soul, karena dalam satu hati ada dua kepribadian dan dua-duanya suka dengan orang yang berbeda.
    Saya senang di sini Kris digambarkan lebih manusiawi lagi. selain trauma yang nggak banget di chapter awal. disini digambarkan juga dia sampai iseng karena cemburu melihat keakraban baekyeol.
    Yeol juga disini lebih kuat. sudah siap move on dari D.O. Bagus itu yeol, hidup harus maju jangan melihat ke kaca spion terus nanti nabrak.
    Untuk Baekhyun, ya mungkin sudah nasibmu diperebutkan dua lak-laki ganteng ini. Saya tidak tahu mesti prihatin atau bagaimana dengan nasibmu. Dinikmati saja, pasti banyak fan girl yang iri dengan kamu.😀

  7. baekhyuuun.. jangan selingkuh sama kris.. si chanyeol mau di kemanain. nanti kalo baekhyun bneran ninggalin chanyeol, chanyeol bakal sakit hati dua kali dong. hikss..

  8. Duuuuuh… lagi dan lagi ya baekhyun di bikin jadi labil begini *plak
    lagi dan lagi chanyeol di bikin jadi orang bodoh *setuju ama komenan di atas*
    lagi dan lagi kris selalu jadi cowo cool, tenang, yang bagus2 deh..
    tapi aku suka karakter chanyeol.. chanyeol mah gak cocok kalo dapet karakter kris..
    Hahahahahahaha

    “Aku juga menyukaimu, Byun Baek Hyun… Aku juga menyukaimu… Juga menyukaimu… Menyukaimu… Menyukaimu… Menyukaimu… Byun Baek Hyun…”
    ASELI(?) SUKA BANGET PART INI. Dari tadi ampe tergiang-giang di telingaku…
    awalnya khawatir kalo chanyeol suka lagi sama kyungsoo… ternyata eh ternyata.. baekhyun yang dapet kabar baik.. kenapa aku yang loncat(?) -_- *abaikan
    eonni.. aku disini suka kebingungan.. susah membedakan mana baekhyun dan baekhyun haraboji.. efeknya kurang ngena kali yaaah…
    kadang tuh baekhyun yang asli(?) juga galak.. yang haraboji galak.. duh susah bedain..
    dan.. jujur ya.. bahasanya susah di mengerti.. u_u aku baca ampe di ulang2..

    Oh ya.. aku sedikit ganjal(?) disini. Kalo gak salah tuh chanyeol atau kris atau baekhyun sering banget tuh teriak2 “ROH.. ROH..” misalnya di depan murid2 yang lain.
    itu kayak chanyeol tadi ke tumpahan(?) organ kodok.
    kok murid2 lain kesannya kayak gak pernah denger chanyeol bilang kek gitu.
    rasanya ada yang jangal gitu.. tapi.. molla~ itu semua terserah sama author aja :DDD dakuh nurut🙂

  9. wah wah wah…
    flash back.nya ChanSoo saya suka banget..
    ternyata ya si Chanyeol itu cuman sok Ceria..
    lah pdahal hatinya rapuh gitu -__-
    dan waw, saya gk nyangka ternyata Roh kesepian yang ngajak Kyungsoo pergi itu si Jongin..
    duh pantes aja Kyungsoo mau di ajak pergi..
    kirain om om mesum yang ngajak Kyungsoo pergi..
    tapi keanya emang gk mungkin ya Kyungsoo mau diajak pergi kalo sma om om mesum-_-

    wah, Baekhyun dilanda galau ternyata…
    udah gak sengaja nyatain cinta ke Chanyeol..
    terus selalu deg2.n gk jelas gitu kalo Chanyeol udah ngegodanya..
    eh malah nyium si Kris
    terus bilang jg suka ke Kris..
    wah wah wah..
    yang sabar ne..
    dirimu ada dua sih..
    jd perasaan jg kebagi dua, ihihihi…
    tp ya untung lho untung yang km suka jg keanya suka k km..
    kalo Kris emang udah jelas suka ke km..
    tp entah km yg mana.,.
    nah kalo Chanyeol saya masi bingung tuh serius or ngga -_-
    apa dia emang udah ngerelain Kyungsoo?
    yasudin lah..
    saya lanjut ke Chap selanjutnya ya ^^d

  10. adaw.
    lbh suka sma roh byunie yg tegas..

    “Eerr… sebenarnya yang terkilir bukan itu, tapi kaki sebelahnya,” jawab Baek Hyun dengan wajah memerah.
     
    “Aduh, kenapa tidak bilang dari tadi? Padahal gayaku sudah keren.”

    entah knpa aku ktawa pas dialig itu.. :v
     critanya smakin keren.. (y)

  11. Wow .. Benerkan itu Kaiiii ….
    Untung si Chan sadar , lalo engga ? Beuuuhhh ..
    Roh nya membingungkan . Disisi yang ini Baek suka sama Chan . Tapi disisi lain , Baek suka sama Kris … Ane jdi bingung .. Tapi seru sih ceritanyaa daebak

    Keep writing thor .. Lanjut

  12. In sbenernya epep horor ap humor yk? Kq aku bca-ny smbil ngakak wkwk.. *dtabokauthor*

    aih aihH apa2an kau byun baek! Baek polos ska ma chan, baek ahjussi mlah suka ma kris. Jd lu mO mliH yg mna bek?? GREGET deh gw!

  13. sumpah aku ngakak baca kata” chanyeol yg
    “Akuilah kekalahanmu Kris Wu. Gunung tidak selamanya tinggi.”
    sumpah suka banget pas mereka berantem kayak sahabat yang sudah kenal luar dalem
    semakin baca nih ff kok kaya adegan humornya mendominasi ya??
    lanjut bca chap slnjutnya

  14. Chanyeol sial banget itu((: Kris tegaaaaa. Gimana ya, disini aku suka sama karakternya Chanyeol:$ tapi hatiku sudah pada Baekhyun /digampar. Oke ini gamasuk akal-_-

    Baekhyun mulai dilema yay!!! Berarti yang suka sama Kris itu roh penjaga nya Baekhyun dong?._. Apa gimana? Ah gatau deh yang jelas ini ke-ren. DAEBAeKhyun(?)

  15. Ini gmana ini. .
    Baekhyun yg tua# plak. Suka ama kris
    N baekhyun yg asli suka ama chnyeol. .
    Trus si baek mlih siapa? ?
    Nanti cp yg akn skit hti krna d tlak baek? Kris or chanyeol?
    Chanbaekris klian membuat aku gilaaa. .
    Lanjut. . . .

  16. duh kok baekhyun jadi dilema begini-_- itu juga roh ajussi mesum berani gilaaa gerayangin baek oh no;_;
    ya ampun kris bisa-bisanya lo suka sama baek!!!!!! mana image kris yang dingin hiks apaan ah
    chanyeol! keren! cium! baek! pipi! bibir! jidat! kepala! dll so sweet;_____; tingkah baek yang salting juga unyu ga bisa nahan feels mau mati T^T
    BAEKHYUN CIUM KRIS!!!!!!!!!! JANGAAAAAN AH SELINGKUH </3 eh emang chanbaek pacaran-_-
    “Aduh, kenapa tidak bilang dari tadi? Padahal gayaku sudah keren.” <— tbh ini kocak bgt chanyeol kok bisa bego gini ahahaha

  17. min, ff ini kalo dijadiin novel kayaknya lebih bagus deh soalnya ceritanya keren+menarik. dan kayaknya kalo dijual dipasaran gitu aku yakin pasti laku, dan pastinya aku bakal beli dan gak bosen-bosen untuk bacanya🙂

  18. Hyyyaaaa >.<

    Ini part berhasil bikin nae netesin air mata U.u apalgi sambil dengerin lagu snsd-tears.. Hiks hiks hiks

    Kasian amat Chan ! Kris tega bnget ngerjain Chan ampe segitunya !

    Dan,,dan,,dan #Apa?
    Kenapa Baek nyium Kris ? Dibir pula? Untung first kissnya diambil Chan !

    Jd intinya,, Baek polos sukanya ama Chan? Tp Baek haraboji sukanya sama Kris? Trus yg bkal dapetin Baek seutuhnya siapa? Huwwaa #Kepo akut

  19. Wah, Kris kasian banget, yang justru suka sama dia malah kakek-kakek umur 700 tahun!! haha Dan yang paling pusing udah pasti Baekhyun, badannya 1 tapi rohnya 2, jadi bingung kan mau nurutin roh yang mana, hehe Daebak Author!!^^

  20. KaiSoo emang ga bisa dipisahkan ya hmm~
    Seneng deh, kyungsoo bisa tenang juga akhirnya.
    Chanyeol ga akan tertawa dalam lukanya lagi, kasian beneran :’)

    Btw, parah juga kris sampe ngerjain chanyeol gitu.
    Hmm kira2 apa reaksi yeol kalo tau kris juga suka sama baekhyun ya.
    Baekhyun pilih siapa thor ???

  21. ciaciaciaaaa ternyata kyungsoo sama jongin, kaisoo gabisa dipisahin wakakaka
    baekhyun baby gemesin banget sih, baekhyun haraboji keren banget haha
    entah kenapa suka banget karakter chan sama kris ngahaha lucu
    ceritanya bener2 keren kak.

  22. Suka deh, krisbaek ^^
    udah bosan ama baekyeol *masukin yeol kekantong* hahaha

    eh baek kalo berubah jadi baek-ssi jadi laki bener ya, trus kris jadi manis2 gitu, hahaha pasti gue udah gilaaa😄

    lanjutnya jangan lama2 kak, oya accept aku difb juga, gak diaccept2 sih

  23. Omegattttt, baekhyun digoda lagi ama ahjussi ?? Dasar ahjussi mesum wkwk
    Menjauhlah, baekhyun milik chanyeol *plookk

    Dan dan, baekhyun yg satu nyium kris ?? Omg !! Ngga kebayang deh -_- chanyeol ngeliat lagi, hueee baby baek *puk puk puk

  24. tarek nafas dulu,,,

    ya Tuhan apa ini,,?
    baekhyun yg asli suka ama chanyeol,,?
    yg usia nya 700 thun suka ama kris,,?

    ahhkkk baekhyun pasti bakal stres,,
    sini baekhyun biar kubantuin, baekhyun nya ma aku ja biar chanyeol ama kris*digorok chanyeol*

    ah makin penasran aja,,
    oke lah saat nya terbang ke chapter 4,,
    *_*

  25. baru d omongin kyungsoo nongol
    tapi emang kalo bikin chanyeol metong malah bikin runyem ya
    pada jadi roh semua*abaikankomenini hahaha
    anjiiir chanyeol 2x kali d tgl kyungsoo huhuhu kasian kau nak

    gimana ini ?gimana ?
    yang satu suka chanyeol yang satu suka kris gmna bagi.y ?
    dibelah baekhyun.y hahaha

    suka chanyeol kelakuan konyol hebring begitu
    kris apalagi cemburu sampe nyuruh2 roh segala hahaha

  26. baekhyun galau mau milih chanyeol apa kris

    chanyeol jga udh move on dari kyungsoo cieee
    kris jga jahil ngejain si chanyeol
    suka kata
    “Jika
    kau merasa sedih, maka
    keluarkanlah emosimu, jangan
    memendamnya seperti ini
    karena ini akan membuatmu
    semakin terluka. Aku tidak
    memintamu menjadi pribadi
    yang cengeng, tapi.. menangis
    itu adalah hal yang sangat
    manusiawi saat kita bersedih.”

    suka sama kata kata yg ini ^_^

  27. ah do kyung soo knp muncul di saat-saat begini;____; chanyeol juga ceroboh huh kesel;____;
    ah akhirnya kayaknya alf lg berpihak(??) padaku(??) karna kayaknya main pairing disini chanbaek.iyakan alf? iya kan??? //maksa
    ah chanbaek moment nya;_____; ga chara di ff,chara di real,chanyeol kok kek gitu………….//hanyut// (??)
    dan itu apaaaaaaaaannnnnnn knp baekhyun nyium kris?!?!?! heh rumit sekali

  28. ehem ehem si byunbaek dah mulai jeles tuch mendengar kata kris kalau chanyeol sangat mencintai kyungsoo~
    haha~ yaampun pagi2 chanyeol dah dapat hadiah terindah dari kris
    bener katamu chanyeol lama2 qm emang bisa dilarikan kerumah sakit gara2 geger otak cuz ditimpuk(?) mulu ma kris naga pake buku.
    kris aah ganggu az dech,#tarik kris
    duh kris nilaimu dikalahin ma chanyeol yg qm bilang bodoh tadi,jatoh dah harga diri seorang kris dapat nilai 30 hahaha~
    tuhkan sichanyeol itu gak bodoh2 bgt kog #plaak nyata.y dia bisa ngalahin qm kris :p
    akhirnya byunbaek ketemu ma roh kyungsoo juga,
    sebel ma chanyeol mau2.y dirasuki ma roh kyungsoo~qm itu menyakiti dirimu ndri tau
    dan qm juga menyakiti byunbaek~ #jitak pala chanyeol
    heaaa~ byunbaek keceplosan mengatakan perasaannya ke chanyeol,but gpp aq suka byunbaek itu emang buat chanyeol kog #plaak kris :trus nasib aq gimana?? me: ma aq az yah Naga,gak tega liat byunbaek sedih #modus
    cinta byunbaek berbalas ternyata chanyeol juga menyukainya.
    iiih~ kris iseng dech kacian tuch chanyeol jadi ketiban sial gara2 qm. kalau jeles jangan gitu donk,masa nyuruh hantu buat ngerjain dia.
    kyaa~ byunbaek yg tua(?) malah suka kris n pake acara mencium kris lagi,aduuuh~
    naah~ sekarang byunbaek malah jadi bingung dia suka siapa?? aah~ ini gara2 byunbaek tua(?) itu yg seenak.y mencium kris hadoooh~

  29. huahahha….
    yaampun bangchan, rasanya pengen karungin kmu trus dibawa pulang…dooohhhh,
    sengkle’ banget kmu disini bangchan…
    segala salah mijet kaki bekyun….huahahaha,
    aku bneran guling2 itu ^o^…
    pappy krisseu juga, segala cemburunya childish banget…roh disuruh suruh, hehe…kesian bangchan udah bilang MENYERAH gitu ck…terlhalhu~
    dokyung masa lalunya bangchan ya…ga heran lah kmu rela mati buat roh yg kesepian itu, lah roh.nya bangKAI itu mah…saiah juga rela mati #dzig.amit2

    pappy krisseu lgi cembokur ngeri yeee~ hawa.nya panas kya deket kompor…hiiiiiii
    jadi jadi jadi…bekyun milih siapa nihhhh….
    ga mungkin kan dia macarin dua2nya tu cwo KETCEHHH…#buat.aku.satu#plak
    saiahhh bner bner gugullllllLLLLL (gundah gulana)
    sma bekyun…hadoohhhh, plisss jangan bkin salah satu laki saiahhhh nelangsa…T,T
    hehe…wiesss, semangat terus ya ka ALF…next chapt hwaitinggggg~

    SALAM KAEBSONGGGGGH~

  30. Heart 2 Soul, 1 raga 2 jiwa, dan dua jiwa yg berbeda menyukai orang yg berbeda pula.. kira2 siapa yg akan dipilih baekhyun?

    huaaaahh.. complicated banget! baekhyun baby suka sama Chanyeol, trus baekhyun haraboji suka sama kris.. kyaaa.. makin penasaran.. capcuss ke chap 4! #ppyong

  31. Baekhyun… Ohmygod baekhyun kamu mau dua duanya yah? Satu aja duh, mentang mentang dua duanya juga suka kamu, haduh…

    Tunggu tunggu… Chanyeol kok kea excited gitu sama baekhyun haraboji?? Halah, pusing. Mana kris udah nekat ngaku lagi sama baek.

  32. Chanyeol yg keren ada d not about dream,chanyeol yg jahat ada d Amaterasu,dan chanyeol yg setengah bodoh dan setengah keren ada d NRL,tp chanyeol yg bodoh ada d ff ini dan mgkn ff lain nya.

    Wah si baekhyun pasti bingung tuc milih antara menara eiffel atau namsan tower{eh?}, kalo d lht dri roh mgkn baek akan memilih kris krn roh itu abadi sdgkn manusia tdk,tp kalo d lht dr segi manusia mgkn baek memilih chanyeol, krn roh yg merasuki baekhyun suatu saat akan pergi ketempat seharusny jika tugasny sudah selesai.

    Mungkin kah nantinya Chanyeol dan Kris akan bermusuhan ya krn baekhyun dan itu d manfaat kan oleh para roh jahat?

    Dan ku rasa d antara teman2 ny d sekolah ada yg jahat deh.

    Kyaa chanyeol cuma d depan baekhyun bisa menampil kan sosok aslinya.

  33. keren bgt sumpah. paling gak bisa milih klo soal pair krisbaek n chanbaek. aku paling suka pair chanbaek/krisbaek/sebaek/kaibaek/lubaek. n hmpir smua pair itu ada disini#bersyukur.

    back to cmnt..
    finally… krisbaek kissing *Q*… gak nyanhka first kissnya baek justru ama kriss#salah perhitungan(lagi). aku ngerasain bnyk bgt ‘rasa'(?) di ff ini. kocak ada, seriusnya ada, romantisnya ada, bahkan dikiiit ada smpt rasa nyesek nyesek angstnya juga. mix. cool! mana ade ff lain yg bgini komplit. klopun ada, biasanya kesan ato ‘rasanya’ itu aneh. tapi gak di ff ini. semuanya terasa pas dan sesuai/tepat di porsi atau tempatnya masing2#ngomong apa sih. intinyamah keren lah. salut. keep writing author. fighting!

  34. Agak mrinding jga pas yeol kerasukan,kasiaan gtu kan,’tpi dgn bgtu dia melepas kyungsoo jgag.’

    Pas bca yeol d krjain kya gtu tuh q gak tau trnyta it roh,agk bingungin pas yeol trserang musibah bertubi2 kya gtu,’

    Tpi monent kya ChanBaek sweet bgt,mskpun bnyk konyolny,’
    Tpi ngomong2 soal konyol kris bisa jga ya brskap konyol,tpi g aneh mskpun penggambran dia ny kan slalu cool n tenang.alf binter nyusun kalimat sich,jdi kekonyolan kris msh kren lah,’

    Yg suka Baek haraboji it Yeol,tpi yeol malah dpet BaekBaby,trus Baek Haraboji mlah suka kris,’ untg baek lbh serng jd baby jd chanbaek kmgknan lbh bnyk,’

    Ehmm msa iya,pas mreka bsar ntar mreka menikah ber3, kris jga dpet jatah pas Baek haraboji dtg,hahahaha

  35. Krisbaek ciuman asdfghjkl seneng banget lah wkwkwkks trus soal masa lalu chanyeol gatega sendiri liat dia nangis;;;

    Ngomongin sungha. Kok ngebayangin sungha jung yak hahahahahhaha// serius deh gemes sendiri ngebayangin mereka. Baekhyun haraboji itu pasti jaman history!!!! Ahhh favfav

  36. Kak ALFFFFFf~ Kak ALFFF~ aku padamu, kak!!! *eh
    .
    .
    Eum.. Disini banyak kissue-nya, yeth… Meskipun cuman di pipi cukup buat diriku ikutan blushing kak xD xD
    sebenarnya agak nganu pas tau Chanyul punya hubungan sama Ucoo dulunya ._.
    But, whatever lah yang penting ChanBaek bersatu😀😀 /tebar menyan/
    uhuk…
    .
    .
    So, Is Kris Jealous??
    Pffftt.. Setuju lah sama omongan roh yang buat perjanjian sama Kris… Disemua pelajaran Kris bisa mendapat ribuan A…
    Tapi masalah cinta dapat Error😄😄 /joget bareng Hongbin *plak/
    .
    .
    Uh ah.. Katanya kan dalam satu Byun Baekhyun bisa berbagi pikiran, hati, dan perasaan ya, kak??
    Nah terus bagaimana dengan nasib cinta keduanya??
    Aaaaa aku berharap ChanBaek *o* /kibar banner/
    next chap I’m cominggggggg…

  37. hahahaahahaha gk bsa bayangin klo entar si kris pacaran ama nenek moyangnya baekhyun yg udh tuaa. msa udh tua msh aja naksir ama brondong.. aku si berharapnya ntar yg jdi chanbaek.. terserah deh si kris mau di kemanain

  38. Kriiissss. chap ini bner2 bkin happy :v dimulai dr diyo dan jongin, baek lemah dan chan, kris dan baek galak hahahaha aq kok lebih dpet feel.y si kris sm roh baek drpd chan yg sering gombalin baek jd kesan romantis.y kurang brmakna haha. cieee kriisss. iih keren klo kris ada bneran bgtuuu. gk sabar nunggu lanjutan.y wooo *tunjuk 4 jempol buat alf* ini jadiin drama koreaa ajalaaah. kereen soal.y haaaiihh *kiss pipi yg bkin crta* haha

  39. Ping-balik: LIST FF CHANBAEK FAVORITE | Shouda Shikaku's World

  40. “aku tidak tahu apa yang kurasakan. Tapi terakhir, saat kuketahui alasan kenapa Chan Yeol begitu memperhatikanku, kukira memang karena kehadiranku cukup spesial baginya, ternyata… karena ia menempatkanku seperti orang di masa lalunya yang bernama Do Kyung Soo.”

    Well, it’s hurt tbh. Saat ada orang yang memperhatikanmu, dan kau suka perhatiannya, dan saat kau sadari dia melihat dirimu sebagai orang yang pernah dia sukai, damn it! Gue pernah rasain hal itu dan sakitnya engga main-main, sumpah serapah dan berbagai kata-kata mutiara langsung meluncur deras#plakk
    Soalnya ga ada yang nanya, okeh fix!

    Dan arghh gue pengen teriak saat chanyeol meluk baek sambil nangis, my feel~ gue masih teringat yang meiwa dimasukin(?) ama sosok cewe yg disuka, terus dia ga lakuin apa2, sama kaya sidumbyeol, tp kenapa feelsnya ga sedaebak fic elu kak, gue baca fic h2s dulu habis itu baca lagi komikny yurara no tsuki tu, tp kenapa gue berasa fic elu kak yang menginspirasi itu manga, sumpeh deh,

    Gue masih ingat charanya yeol, yaitu si meiwa, oh god! Dia ganteng, tinggi dan juga gila, mungkin meiwa itu versi aslinya chanyeol huhu.. uhhh lupain dulu manganya, gue mau overdose kayanya -.-“

    Pas di paragraf ini : “Menangislah Chan Yeol-ah. Saat kau bersedih, menangislah. Bukan tertawa untuk menyembunyikan luka. Karena itu sakit.”
    Itu sebenarnya ahh…gimana cara ngejelasinnya, maksud gue, itu betul2 ahh gue spechless, mian. Pokoknya gue suka, walo menurut gue, baek ‘sedikit’ mengutip kata2nya kyungsoo, terserah deh, gue suka dan chanbaek jadian, so there’s no prob—plakkk

    Pas di paragraf ini juga: “Chan Yeol tersenyum kemudian kembali menghampiri Baek Hyun. Menatapnya lekat dengan air muka cerah yang begitu lepas. Dan itu membuat wajah Baek Hyun memerah setelah menyaksikannya.

    Chu~

    Baek Hyun membelalak saat Chan Yeol tiba-tiba saja mencium pipinya. Singkat, namun disaksikan cukup banyak siswa. “Aku juga menyukaimu, Byun Baek Hyun,” bisiknya lembaut.”

    OH MAMA SUHO,!! GUE PENGEN LIAT LIVE ITU MOMENT, GUE PENGEN JADI DINDING, JENDELA, LALAT YANG KEBETULAN LEWAT,ATAU BEKAS LOTIONNYA BAEKHYUN!! GUE PENGEN NONTON ITU SECARA LANGSUNG SAAT DUMBYEOL MENCIUM PIPI BAEK SAMBIL—hosh hosh

    Pokoknya keren deh, gue kehabisan kata2 buat ngereview fic ini, How do I thank all of you when words can’t even begin to clearly express how I feel right now, kak?!

    Sekian review gue, kalo ada kelebihan silahkan dibawa pulan—plakk
    Saranghaeyoo~~❤

  41. akhir nya roh kyungsoo keluar jga dr tubuh chanyeol. dan chanbaek pun udah menyatakan perasaan mereka😀 demi apa seneng bgt!!

    kris nakal bgt, pake yuruh2 roh lain buat ngerjain chanyeol karena cemburu ke baekhyun. poor chanyeol~

    dan apa!? baekhyun haraboji suka kris toh? tpi ..

    next ya thor, keep writing ^^

  42. Yaelah,

    Lagi seneng2 nya Chanyeol sama Baek..

    Eh, ada ada aja yang lain..

    Adduh,

    Apa ada sangkut pautnya sama masa lalu??

    Akan kucari di Chap selanjutnya..

    Hhe..

    Terimakasih..🙂
    Sudah membuat saya merasa di PHP.. Kk

  43. Bikin penasaran nih apa hubungan mereka dimasa lalu? Dan kyaaaa chanyeol bilang suka ke baekhyun! Akhirnya sempet takut juga sih kalo kalo chanyeol keduluan ama kris…. Ga rela
    Semoga dichap selanjutnya pertanyaan dikepala ku terjawab 😀

  44. oh ya pengen ngomen kayak gini di chap sebelumnya “nanti kalo bebeha pake eyeliner pasti makin terpikat deh itu dua cowok” tapi bagian ini kelupaan makanyajadi komen di chapter ini.

    ok then for this chapter, Sung Ha udah mulai dapet part disini, aku kira pas chanyeol dikecoh untuk dateng kelapangan basket itu idenya Sung Ha biar bisa bully BBH, tapi ternyata bukan, ini malah akal bulus kris buat ngerjain chanyeol.

    penasaran jongin ngomong apa, bujuk rayu apa yang telah ia lontarkan pada kyungsoo sampe dalam waktu singkat kyungsoo kayak di cucuk idung aja, padahal kyungsoo nya juga sayang sama chanyeol, tapi dia lebih milih jongin. aku gak yakin sih masalah ini bakal dibahas soalnya aku “rasa” part nya kyngsoo sendiri udah abis,

    sakit kepala aku dibuatnya, aku bilang emang susah kalo ada dua kepribadian dalam satu tubuh, satunya suka chanyeol satunya lagi kepincut sama kris, gimana cara nya hikhikhik.
    oh ya kak, kalo roh itu bereinkarnasi, how come baekhyun has 2 soul on his body, and both of them are himself even if they have different personalities this is quite make me curious, and how come it could be happened to him?

    aku mau menyambangi chap 4 dulu siapa tau dapet jawaban, atau mungkin akan terjawab di chapter berikutnya, keep writing ya Kak, well done as well. jiayou!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s