Alpheratz in Andromeda || KrisBaek ||


aia

KrisBaek Fanfiction

Tittle: Alpheratz in Andromeda

Author: AyouLeonForever “yang sebentar lagi bakal dihajar massa gegara keluarin FF baru dan gak selesein FF lama”

Genre: Yaoi, Romance, lil’ bit fantasy, Rujak deh… Rujak

Rated: T

Length: bentaran aja yah.

Cast:

      Byun Baek Hyun

      Kris Wu

      Lu Han

      Oh Se Hun

      dll

Disclaimer: Walopun Baek Hyun ntu laki ane, dan Kris ntu selingkuhan ane, di tambah Lu Han sebenernya dan faktanya mereka itu ciptaan Tuhan. Mereka punya emak abahnya, dan agensi mereka. ALF cuman minjam nama.

Copyright: Ide cerita, ALur/plot ntu hasil ngegalau beberapa hari gegara bang toyib gak pulang-pulang. Bermodalkan mitologi dan dongeng juga sih dikit. Hohoho

ALF special note: eum… mungkin kebanyakan reader udah pada tau apa tuh maksud judul di atas. ALF sebenernya gak asal pungut juga, ya lagi kepikiran ke rasi bintang aja dan nyambung-nyambungin ama dongeng(?).

Andromeda: ntu sebuah galaxy atau rasi bintang. Kalo di mitologi Yunani ntu dia Putri cantik, anaknya Capheius dan Cassiopeia.

Alpheratz: Salah satu bintang di rasi Andromeda.

Perseus: rasi bintang juga, kalo mitologinya yah seorang pahlawan gagah yang melawan medusa dan bla..bla..bla lah.

ALF cuman nyambung-nyambungin dikit. Kalo dongengnya gak sesuai ya harap maklum, ya cuman nambahin nilai estetikanya aja, wkwkwk gak yakin. Lagian dongengnya cuman prolog kok. Hehehehehe. Okeh!

 

Oh ya, keanya juga ada film tentang ini. Kalo gak salah judulnya Wrath of the Titans, cuman ALF blom nonton. *plak. Lagian banyak cerita legenda tentang motologi Yunani, termasuk tentang Andromeda ini.

Udah ah, lama amat bacotan ane.

WARNING: YAOI,  BL, AU, DON’T LIKE DON’T READ. NO BASH NO FLAME NO WAR!!!

~Prologue~

 

Andromeda duduk terikat pada karang besar menanti sang ombak menghempas tubuh indahnya. Tak ada raut ketakutan di sana, ia bahkan tersenyum menanti sang maut berwujud raksasa yang akan menjadikannya sebagai tumbal demi menyelamatkan negerinya dari amukan Dewa Poseidon.

 

Perseus terhenti begitu saja melihat seberkas cahaya terpantul di pedang besinya. Di sana… di atas batu karang, sosok yang menciptakan cahaya gemerlap, menyapa hatinya.

 

Andromeda menoleh pada sosok Perseus yang berdiri di belakangnya. Tidaklah Perseus menyatakan Dewi Aphrodite tengah mengerjainya, karena di detik pertama ia menatap wajah Andromeda, perasaan suci bernama cinta langsung menyergapnya.

 

Jika Dewa Poseidon menipu Andromeda, maka ia menganggap ini adalah tipuan terhebat baginya. Akankah sosok monster raksasa yang akan menghempas nyawanya ke dalam amukan ombak adalah sosok pangeran setampan Perseus? Maka ia betul-betul akan pergi meninggalkan Ethiopia dengan ulasan senyum kebahagiaan.

 

Hanya membutuhkan sedikit perguliran waktu, hingga sosok monster yang sebenarnya muncul, hanya dengan gerakan kecil, terlihat gelombang besar yang hampir menghempas dua tubuh tak besar namun mulia itu.

 

Perseus tidak akan berpikir panjang untuk mempertimbangkan apa yang akan ia lakukan, karena nyatanya ia bergerak begitu saja dan menghunuskan pedang agungnya dan melenyapkan maut yang akan merenggut cintanya.

 

Selanjutnya… ini bukan tentang Dewa Poseidon yang takjub akan keberanian Perseus. Namun ini adalah mengenai alasan kenapa Perseus jatuh ke dalam pesona Andromeda di detik pertama ia melihatnya…

 

Cinta yang begitu kuat dan abadi hingga Andromeda dan Perseus diangkat ke langit menjadi gugusan atau rasi bintang yang indah menghiasi ruang hampa luas di angkasa.

 

 

 

 

[n/: Aphrodite: Dewi cinta. Poseidon: Dewa penguasa lautan]

 

~Alpheratz in Andromeda~

#1

 

Baek Hyun POV

 

 

Aku melihat kepanikan semua siswa yang terlibat dalam pementasan drama di festival sekolah malam ini. Jelas saja panik, bahkan lebih. Pementasan akan berlangsung sekitar 20 menit lagi sementara kami baru saja mendapat kabar bahwa salah satu pemain utama di pementasan drama nanti yaitu Oh Se Hun mengalami kecelakaan lalu lintas, dan sekarang sedang ditangani di rumah sakit.

 

Su Ho Hyung, ketua panitia festival tahun ini lebih pusing lagi karena yang mengusung pertunjukan drama berjudul Andromeda sebagai acara puncak adalah idenya.

 

“Tidak ada jalan lain, kita harus mencari pengganti Se Hun secepatnya,” putus Su Ho Hyung, dan detik itu juga arah pandangan kami tertuju pada satu titik. Salah satu siswa yang paling berpengaruh di sekolah, sang ketua OSIS yang sebentar lagi jabatannya akan digantikan oleh Su Ho Hyung. Dia hanya duduk di kursi pojok sembari membaca susunan acara. Dan aku yakin ia menyadari bahwa semua paniia tengah menatapnya.

 

“Aku tidak mau.” Jawabnya tegas, bahkan tanpa mengangkat wajahnya.

 

Su Ho Hyung langsung menghampirinya dan duduk di sebelahnya, “Ayolah Sunbae, kumohon! Ini… ck, kalau kau tidak membantuku, maka semuanya akan berantakan. Nama sekolah akan jatuh karena tamu yang hadir kesemuanya adalah dari pihak yayasan. Dan…”

 

Sang ketua OSIS bernama Kris Wu itu pun menutup map nya kemudian berdiri, sempat berhenti di depan Lu Han, pemeran Andromeda yang berdiri persis di sebelahku, “Aku juga tidak yakin kau mau jika aku mengambil peran Perseus.” Ucapnya dingin, sedingin tatapan matanya yang mencekam.

 

Lu Han Hyung melipat tangannya di dada, “Sangat mengenalku Kris Wu? Dan aku suka itu.”

 

Su Ho Hyung mengacak rambutnya frustasi, “Kalian berdua. Bisakah kalian menyesampingkan masalah pribadi dulu? Tolong! Demi nama sekolah. Drama yang akan kalian perankan ini akan diliput oleh sebuah stasiun TV terkenal, dan… Ya Tuhan bagaimana aku harus menjelaskannya. Nama sekolah… Nama sekolaaahhhh…”

 

Aku mengerti sefrustasi apa Su Ho Hyung, proyek ini sudah ia kerjakan hampir setengah tahun, jadi kurasa dia benar-benar akan gila jika semuanya berantakan. Mengingat tingkat loyalitasnya terhadap sekolah patut diacungi jempol, jadi tidak akan ada yang meragukan niatnya yang memang semata-mata demi nama sekolah.

 

Dan di saat seperti itulah Kyung Soo, kekasihnya langsung menggeggam jemarinya, memberi dukungan lewat sebuah senyuman yang biasanya sangat berhasil membangkitkan semangat Su Ho Hyung. Kurasa kali ini tidak begitu berhasil.

 

“Alasan yang sama kenapa aku tidak ingin mengambil peran sebagai lawan mainmu, Lu Han-SHII!!”

 

Penekanan suara Kris Hyung saat menyebut nama Lu Han Hyung seformal itu kurasa memang semata-mata untuk menyindirnya. Maksudku… siapa yang tidak tahu hubungan mereka? Sepasang kekasih yang akhirnya berpisah dengan alasan yang hanya mereka berdua yang tahu. Yang jelas… 2 bulan yang lalu, seisi sekolah dikejutkan dengan kejadian Lu Han Hyung dan Kris Hyung bertengkar hebat di pelataran parkir.

 

“Kalian berdua… Tolong….!!!” kali ini Su Ho Hyung sudah lebih kepada mengemis. “Demi sekolah…”

 

Kami semua terdiam. Sebenarnya sedikit tegang karena Lu Han dan Kris Hyung bertatapan cukup tajam. Siapa yang bisa mengira bahwa tatapan yang pernah diselimuti cinta kini berubah drastis menjadi tatapan kebencian.

 

“Aku… Terserah saja, siapapun lawan mainku, aku akan bersikap seprofesional mungkin, karena aku tidak suka bersikap kekanak-kanakan.” Tutur Lu Han hyun akhirnya.

 

Kulihat Kris Hyung mengangkat sebelah alisnya, “Oh, jadi kau kira aku childish? Aku hanya tidak ingin membuat semuanya semakin berantakan, tapi kalau kau bisa diajak kerjasama, kurasa tidak apa-apa sesekali membuang-buang waktuku dengan beradu akting denganmu.”

 

Lu Han Hyung menggeram kesal. Aku yang berada di sebelahnya lebih menyadari hal itu, “Baiklah, kurasa kita sudah menemukan kesepakatan. Tapi privasi tetap saja privasi.” Lu Han Hyung menoleh pada Su Ho Hyung yang terlihat mulai antusias. “Aku tidak mengambil 3 scene terakhir.”

 

“MWO?”

 

Tidak hanya Su Ho Hyung yang memekik kaget. Akupun demikian walau sudah kusembunyikan dengan tanganku.

 

“Tapi itu kilmaks ceritanya, 3 scene terakhir adalah saat Perseus bertemu Andromeda, menyelematakannya dari serangan monster dan… Eum… berciuman…” Keluh Su Ho.

 

“Dan kurasa kalian tahu kenapa aku menghindari semua itu. Jadi kalian cari saja seseorang yang mau menggantikanku melakukan adegan itu.”

 

Kembali, Lu Han dan Kris Hyung bertatapan dengan sangat tajam.

 

Namun detik kemudian, kulihat seulas senyuman yang sangat tipis dari bibir Kris Hyung setelah menoleh ke arahku yang persis berada di sebelah Lu Han Hyung.

 

“Su Ho-ya.” Panggilnya.

 

“Ne sunbae-nim?”

 

“Kau masih punya atribut cadangan seperti yang Lu Han kenakan?”

 

Su Ho Hyung tampak bingung atas pertanyaan itu, namun ia mengangguk, “Ada, sekalian untuk persiapan kalau saja ada kostum yang rusak.”

 

“Bisa ambilkan wig yang serupa dengan yang dikenakan Lu Han?”

 

Su Ho Hyung memberi kode pada Kyung Soo, dan langsung dimengerti oleh kekasihya itu. Terbukti tak cukup semenit, Kyung Soo langsung mengeluarkan sebuah wig dari dalam koper dekat meja rias.

 

Kris Hyung tidak buang-buang waktu. Ia langsung mengambil wig itu dan…

 

 

BERJALAN KE ARAHKU????

 

 

Aku terkejut saat tanpa aba-aba Kris Hyung memasangkan wig panjang berwarna keemasan itu padaku, kemudian menggumam singkat.

 

“Baiklah, kurasa kalian tidak perlu mencari jauh-jauh. Andromeda yang lain sudah ditemukan.” Ucapnya lantang.

 

“M… MWO???” pekikku tak sadar.

 

“Apa maksudnya sunbae-nim?” tanya Su Ho Hyung mewakili keterkejutanku.

 

Dan detik itu, detik dimana aku pertama kali melakukan kontak langsung dengan kulit Kris Hyung. Ia menarik tanganku dan merangkul pundakku, “tiga scene terakhir, akan kulakukan dengannya.”

 

 

Ini seperti tertimpa emas berkubik-kubik. Maksudku, emas itu adalah rejeki, tapi tertimpa emas apalagi di kepala itu termasuk musibah. Lihat bagaimana orang-orang menatapku, terlebih tatapan Lu Han Hyung. Maksudku… kurasa mereka berdua masih terikat sesuatu, dan saat aku menjadi seseorang yang terpaksa berada di tengah-tengah… itulah musibah sebenarnya.

 

“Kau yakin sunbae-nim? Maksudku… adegan terakhir itu tidak main-main. Itu… berciuman.”

 

Aku mengangguk menyetujui pertanyaan Su Ho Hyung. Tentu saja tenang berciuman itu. Berakting saja belum tentu bisa, apalagi ditambah berciuman.

 

“Kenapa dengan berciuman? Itu hanya akting.” Kris Hyung melepas rangkulannya dari pundakku, kemudian meraih daguku untuk mendongak agar bisa menatap wajahnya yang sempurna. Tipis, kulihat senyuman aneh itu, dan hanya beberapa detik karena tiba-tiba Kris Hyung melenyapkan sekat udara di antara wajah kami.

 

“KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

 

 

Seharusnya aku yang memekik itu, bukan mereka. Tapi bagaimana bisa aku berteriak kalau mulutku dibungkam oleh…

 

 

Bibir Kris Hyung?

 

 

“Bagaimana? Kurasa sudah beres. Waktu pementasan tinggal beberapa menit lagi. Aku hanya mengusulkan hal ini, dan sepertinya tidak ada alasan untuk tidak setuju.” Tegas Kris Hyung, membuat semua orang mengangguk walau ragu.

 

Aku…

 

Mereka jelas meragukanku, karena aku bukan aktor handal seperti Lu Han Hyung, aku hanya siswa kelas satu yang bergabung menjadi panitia festival sekolah karena Su Ho Hyung mengajakku. Tapi apa ini? Aku bingung.

 

Apa yang terjadi barusan? Bukankah saat bibir Kris Hyung menyentuh bibirku, itu artinya dia menciumku?

 

Mencium bibirku?

 

Mencium bibir orang yang belum tentu ia tahu namanya?

 

Di depan belasan pasang mata?

 

Di depan ‘mantan’ kekasihnya?

 

 

Dan kupikir saat aku memutuskan bergabung dan mengambil peran untuk membantu Su Ho Hyung dalam proyeknya, maka aku akan mendapatkan lebih banyak kenalan di kalangan kakak kelas, terutama Lu Han Hyung yang aku idolakan selama ini. Tapi kurasa… sebaliknya. Aku bukannya akan akrab dengan Lu Han Hyung, tapi akan menjadi musuhnya.

 

 

~α♥α~

 

 

“Baek Hyun-ah… Angkat tanganmu, jangan melamun terus, aku mana bisa memakaikanmu gaun Andromeda ini?” Tawar Kyung Soo,  satu-satunya panitia selain aku yang masih duduk di kelas satu.

 

“Aku… Akan tamat Kyung Soo-ah. Kenapa Kris Hyung melibatkanku dalam hal ini?” keluhku masih tidak bisa fokus.

 

“Ck, apanya yang tamat? Bisa jadi karirmu baru akan dimulai setelah ini, kau akan diliput oleh salah satu stasiun TV terkenal, dan kudengar banyak utusan dari berbagai agency yang akan hadir menonton pertunjukan nanti.”

 

“Bukan tentang karir… tapi riwayatku yang akan tamat. Kau tidak menyadari perubahan atmosfernya setelah Kris Hyung men… men… men…”

 

“Menciummu?”

 

Mendengarnya saja sudah cukup membuatku merinding. Ya Tuhan… dicium seorang Kris Wu? Oh baiklah aku tidak munafik, siapa yang tidak luluh akan pesonanya. Tapi jujur, aku lebih memilih hidupku yang tenang dari pada terlibat dengannya. Terlebih tatapan Lu Han Hyung tadi padaku…

 

Riwayatku betul-betul akan tamat.

 

“Jangan dipikirkan terus. Berusahalah tunjukkan yang terbaik, 5 menit lagi pentas dimulai, dan kau juga harus bersiap di backstage sebelum 3 scene terakhir.”

 

Aku hanya bisa menghela nafas pasrah, “Kenapa harus aku?”

 

Kyung Soo memutar tubuhku, mengikat sesuatu di belakang hingga bentuk pinggangku terlihat seperti seorang yeoja.

 

“Eum, kurasa karena Kris Hyung juga menyadarinya.”

 

“Apanya?”

 

Kyung Soo kembali memutar tubuhku dan menghadap ke arahnya, ia tangkup kedua pipiku dan tersenyum, “Kau dan Lu Han Hyung sedikit mirip.”

 

Mataku membelalak tak percaya, “Jangan bercanda, aku mana mungkin menyamai kesempurnaan wajah Lu Han Hyung? Ya Tuhan… Wajahnya yang cantik, manis, sempurna, dan bukan tanpa alasan ia menjadi seorang artis idola bahkan sejak umurnya masih 14 tahun.”

 

“ya tetap saja, serupa tapi tak sama. Ah sudahlah, kalau kulanjut pasti kau akan tersipu malu. Su Ho Hyung bahkan sering memujimu karena kau sangat manis.”

 

“Kyung Soo-ya…”

 

“Sudah, sekarang pejamkan matamu, akan kupakaikan eyeliner.”

 

~α♥α~

 

 

Lihat betapa anggunnya Lu Han Hyung, betapa pantasnya ia menjadi sosok Andromeda. Aku bahkan terhanyut melihat aktingnya, tak bisa membedakan bahwa ini akting atau kenyataan. Aku semakin tidak percaya diri akan kemampuanku. Dan aku terlihat semakin menyedihkan saat yang kulakukan hanyalah mengintip dari balik tirai merah di sisi kiri panggung, menunggu satu scene menuju giliranku.

 

Dewa Poseidon murka, keselamatan Ethiophia terancam. Permohonan maaf Capheus tak juga membuatnya luluh. Dan satu-satunya cara menyelamatkan Ethiophia adalah menyerahkan tumbal. Putri Andromeda yang rupawan, yang sangat mencintai rakyatnya.” Suara indah Chen yang bertindak sebagai Narator terdengar sangat jelas memenuhi ruangan.

 

 

 

Deg~

 

“Baek Hyun-ah… giliranmu.” Tegur Su Ho Hyung membuyarkan lamunanku.

 

“Ya Tuhan… Ya Tuhan… Ya Tuhan..” Keluhku berkali-kali saat beberapa orang mengikatku dengan rantai palsu di sebuah karang yang terbuat dari bahan gabus. Setelah lampu sorot panggung padam, properti karang (berikut diriku yang terikat di sana) di pindahkan ke tengah panggung dengan bantuan alat.

 

Tuhan… Bantu aku.

 

~α♥α~

 

 

Perseus terhenti begitu saja melihat seberkas cahaya terpantul di pedang besinya. Di sana… di atas batu karang, sosok yang menciptakan cahaya gemerlap, menyapa hatinya. Andromeda menoleh dengan anggunnya, dan…

 

 

Aku tidak begitu mendengar narasi yang dibacakan Chen. Bisa jadi karena aku sudah menghapalnya di luar kepala. Jelas karena aku selalu mengikuti mereka saat latihan berminggu-minggu. Bahkan berbulan-bulan.

 

Maksudku, aku tahu ini hanya drama, semua properti ini hanya buatan dan sama sekali tidak terlihat seperti asli. Tapi Tuhan… aku betul-betul terbawa suasana panggung ini. Dan entah sejak kapan, tiba-tiba saja mataku tak lagi menangkap adanya penonton, tak lagi melihat panggung, lampu sorot, Su Ho Hyung yang menggenggam gulungan kertas dengan wajah panik di pinggir panggung, semuanya… tak terlihat.

 

Kris Wu masuk ke stage dengan kostum Ksatria Yunaninya, dan… seperti melewati sebuah portal, aku menuju ke zaman Yunani kuno.

 

 

 

Sosok tampan itu menatapku lekat, dan akupun menatapnya dengan seksama. Dengan gagahnya ia melompat ke atas karang, dan melepas rantai yang membelit tubuhku hanya dengan sekali tebasan.

 

“Siapa namamu? Dan apa yang kau lakukan di sini wahai Dewi agung?” Hormatnya di hadapanku.

 

“Aku… Andromeda… Aku bukan seorang dewi, hanya seorang anak yang berbakti kepada orang tua, dan seorang putri yang mencintai rakyatnya. Keberadaanku di sini untuk memberikan nyawaku sebagai tumbal demi keselamatan rakyatku.”

 

“Dengan keagungan Ayahku Dewa Zeus, tidak layaklah seorang putri mengorbankan nyawa demi rakyatnya dengan cara seperti ini.”

 

“Inilah pembalasan atas kelalaian Ibuku menyombongkan diriku atas kecantikan yang kumiliki. Para Nereid, putri-putri Poseidon penguasa samudera murka karena mendengarnya. Untuk itu, di sinilah aku menebus kesombongan ibuku karena rupaku.”

 

Detik berikutnya sosok monster raksasa muncul dari permukaan laut, menghempaskan ombak yang hampir menerjang tubuh kami, namun lengan kekar pemuda ini menarikku hingga merasa aman dalam dekapannya.

 

Dan hanya satu kali kedipan mata, sosok tampan itu menghunuskan pedangnya menembus jantung Ketos, monster raksasa hingga ia terhempas, dan lenyap terbawa amukan ombak yang ia ciptakan sendiri.

 

“Dewa agung… siapakah namamu?” Tanyaku pelan membuat sosok gagahnya menoleh dan menatapku.

 

“Perseus,” Ia maraih tanganku menggendongku menuruni karang, “Dewi Aphrodite sungguh mempermainkanku, tapi… kurasa ini bukan tentang waktu. Karena… Aku mencintaimu, Andromeda.”

 

Tersipu… Penuturannya membuatku tersipu.

 

“Aku… Juga…”

 

“Biarkan cinta yang bicara dengan caranya sendiri.”

 

Ia menundukkan wajahnya ke arahku, menuntun kedua mataku untuk terpejam, hingga kurasakan sentuhan lembut di permukaan bibirku.

 

Ciuman penuh cinta, di depan keagungan Poseidon yang menghentikan murka.

 

“Dan jika tidak keberatan. Perkenankanlah aku membawamu ke negeriku dan jadilah pendampingku, Andromeda.”

 

Aku tersenyum, memberikan penghormatan pada ksatria yang menyelamatkanku ini, “Dengan segenap hidupku wahai Perseus yang agung.”

 

 

Sekali lagi sentuhan lembut bibirnya menyapa…

 

 

 

 

Bibirku, menyentuh daguku dan menarikku ke arahnya untuk memperdalam ciuman kami.

 

Gemuruh tepuk tangan dan sorakan bersahutan, seiring lampu sorot yang meredup.

 

 

 

Deg~

 

 

 

Namun kenapa Kris hyung masih terus mengulum bibirku? Bukankah dramanya sudah usai? Aku yakin sudah tidak ada lagi mata yang mampu melihat adegan ini dalam kegelapan.

 

“H..Hyung mmmppphhh…” Keluhku mulai kesulitan bernafas.

 

You’re a good kisser, Andy.”

 

“A… Andy?”

 

“Kerja bagus… Kerja bagus. Ayo semua, sambutan terakhir.” Seruan Su Ho Hyung terdengar jelas, membuat Kris yang entah kenapa terlihat bercahaya dalam kegelapan itu tersenyum ke arahku.

 

Dan detik berikutnya lampu kembali menyala, semua orang yang berperan dalam festival tadi berkumpul di atas panggung, sambil bergenggaman tangan dan memberi hormat pada penonton yang terus bersorak heboh. Lu Han Hyung juga ada, jadi kurasa identitasku sebagai Andromeda palsu akan terkuak 2 hari lagi. Saat sekolah kembali aktif.

 

Tapi ada yang lebih kutakutkan dari hal itu…

 

Kisah Andromeda dan Perseus memang berakhir di panggung ini. Namun ada yang menggelitik hatiku hingga dengan lancangnya aku berharap bahwa kisah ini tidak betul-betul berakhir. Maksudku… walau aku hanya pemeran pengganti, tapi tidak memungkiri kenyataan bahwa aku juga adalah Andromeda. Dan jika suatu saat Perseus harus memilih. Siapakah Andromeda yang akan ia genggam tangannya?

Untuk saat ini memang ada dua Andromeda yang mendampinginya, aku di sisi kiri, dan Lu Han Hyung di sisi kanan. Berbaris sambil bergenggaman tangan dan memberi hormat pada penonton. Dan sepertinya, kisah Andromeda bukannya berakhir, tapi baru dimulai di sini.

 

~α♥α~

 

 

 

 

Festival ulang tahun sekolah berakhir sukses. Drama singkat yang berjudul Andromeda sebagai acara inti betul-betul memukau banyak orang. Aku masih ingat celotehan Su Ho Hyung yang tidak henti-hentinya memuji kami. Maksudku, Lu Han Hyung, Kris Hyung, dan aku selaku pemeran utama, walau aku hanya mengambil 3 scene terakhir dengan durasi beberapa menit, tapi kurasa aku cukup berperan penting karena memerankan tokoh utama di klimaks cerita. Ah, tidak salah kan berbangga sedikit untuk beberapa saat?

Lu Han Hyung langsung pulang karena ia harus beristirahat lebih awal, berhubung ia ada jadwal pemoteran besok pagi. Aku juga tidak melihat Kris Hyung setelah acara selesai, mungkin mereka pulang berdua…

 

Err… entahlah, itu bukan urusanku jika mereka kembali berhubungan. Hei aku hanya menjadi kekasih Kris Hyung beberapa menit, dan itu hanya akting, jadi aku tidak berhak mengetahui urusan pribadinya.

 

Lagipula kenapa kalau mereka kembali berhubungan? Mereka serasi… oh ayolah Byun Baek Hyun, apa alasanmu untuk merasa kesal. Tidak… tidak…

 

Jika Andromeda dan Perseus memang bersatu, Andromeda itu bukan aku.

 

 

 

~α♥α~

 

 

Halte yang kutempati menunggu sudah sangat sepi, aku bahkan sudah tidak lagi melihat orang berlalu lalang. Taxi pun tak ada karena malam memang sudah sangat larut.

 

“Belum pulang?”

 

Aku terkejut saat ada yang menegurku. Dan saat aku menoleh ke kanan, aku melihat Kris Hyung turun dari mobilnya dan menghampiriku.

 

“Ah Perseus.” Aku membelalak kaget, mungkin karena pengaruh mengantuk atau masih terbawa suasana di drama tadi, aku malah memanggilnya dengan nama itu. “Mianhae sunbae-nim…” aku bediri dan membungkuk berkali-kali.

 

Dan legenda bahwa seorang Kris Wu yang tidak pernah tertawa pun terpatahkan detik itu juga. Dengan mata kepalaku sendiri kusaksikan bibir tebalnya mengulas senyuman, dilanjut dengan suara tawa geli darinya.

 

“Lugu sekali, Andy.”

 

“Andy?”

 

Benar, kenapa dia memanggilku Andy? Sama seperti di panggung tadi.

 

“Hm… Andromeda terlalu panjang.” Ia pun duduk di bangku halte, menarik tanganku hingga ikut duduk di sebelahnya.

 

“Tapi aku bukan Andromeda, aku hanya pemeran pengganti.”

 

“Sama, aku juga bukan Perseus, hanya menggantikan Se Hun yang masih dirawat di rumah sakit.”

 

“Tapi tetap saja, bukankah sebelum ini memang kau yang ditunjuk jadi pemeran Perseus, dan karena kau menolak, maka Se Hun lah yang ditunjuk. Jadi intinya, kau tetap sosok Perseus yang mengambil  tahtamu.”

 

“Oke, cukup tentang dongeng itu, aku sudah sangat bersyukur bahwa semuanya sudah selesai, jadi jangan membahasnya lagi.”

 

Ah ne Hyung, mianhaeyo.”

 

Sekali lagi, hal yang kupikir akan mustahil kulihat, kini terpampang jelas di depan mataku. Kris Sunbae tersenyum dengan begitu hangatnya.

 

“Menunggu bis?”

 

“Ne…”

 

“Bis terakhir sudah lewat sejam yang lalu.”

 

Aku tersentak kaget, “Ya Tuhan!”

 

“Tidak usah panik, aku bawa mobil.”

 

“Eh?”

 

“Sekalian ingin tahu, di mana Andromeda tinggal.”

 

“Tapi aku bukan…”

 

“Kajja…”

 

 

 

 

 

 

Kukira ini masih di dunia mimpi. Tuhan… semobil dengan Kris Hyung, duduk di sebelahnya, mencuri-curi pandang saat ia tengah sibuk menyetir, dan Tuhan… Aku bahkan tidak pernah berani bermimpi bisa mengobrol bebas dengan Kris Hyung.

 

“Oh ya, namamu Baek Hyun kan?”

 

Ya Tuhan… Ya Tuhan… Ya Tuhan…, Kris Hyung tahu namaku, “Ne Hyung, Byun Baek Hyun imnida.”

 

“ Hm, namamu manis. Seperti kau.”

 

Cukup, aku tidak berani terbuai lagi. Kurasa ini waktu yang tepat untuk menanyakan hal itu. Hal yang cukup membuatku tidak percaya. Juga alasan kenapa aku bisa selancar ini berbincang dengannya.

 

“Eum, Hyung… Boleh bertanya sesuatu?”

 

“Hm, silakan.”

 

“Ke… Kenapa kau me… Memintaku… eum… Menjadi…”

 

“Andromeda?”

 

“Ne, itu. Kenapa aku? Apa karena kebetulan aku berdiri di sebelah Lu Han Hyung? Atau… seperti yang dikatakan Kyung Soo bahwa aku mirip dengannya?”

 

“Hm?  Mirip Lu Han?”

 

Aku tertawa garing, betul-betul terlalu percaya diri jika aku merasa mirip dengan Lu Han Hyung, “Hahaha mustahil kan Hyung? Kyung Soo memang suka mengada-ada.”

 

“Tidak… Tidak, maksudku, Lu Han memang cantik. Tapi Baek Hyun lebih dari itu.”

 

“Eh?”

 

“Masih tentang Andromeda,” Kris Hyung menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah minimalis yang kukenal sebagai tempat tinggalku, tapi jangan dulu. Aku masih menunggu kelanjutan kalimatnya.

 

“Kenapa dengan Andromeda?”

 

“Bukan tentang mitologi Yunani, tapi tentang rasi bintang.”

 

Kukerutkan keningku tanda tak paham, “Aku… tidak mengerti Hyung.”

 

“Ini tentang kenapa Andromeda terlihat sangat cantik dan bersinar. Eum… kau tahu susunan rasi bintang Andromeda?”

 

Aku menggeleng jujur, “Aku tidak begitu paham Astronomi.”

 

“Bintang yang disimbolkan sebagai kepala atau wajah Andromeda, kau tahu?”

 

“Tidak Hyung.”

 

Ia tersenyum (lagi), sedikit bergeser dan membantuku melepas seatbelt ku. Dengan jarak yang sedekat ini aku semakin merasa bahwa tempatku sekarang bukan di bumi. Jantungku juga semakin tidak normal sejak tadi. Tidak… Tidak, aku tidak punya banyak waktu mendeskripsikan apa yang kurasakan sekarang, aku merasa sekarat, itu saja. Siapa yang bisa mengendalikan diri di posisi seperti ini, terlebih saat tangan kanan Kris Hyung menapak di sandaran jok tempatku duduk, membuatku sedikit terkurung oleh tubuh atletisnya.

 

“Nama lainnya Alpheratz. Bintang yang paling terang di galaxy Andromeda.”

 

Aku semakin tidak mengerti tentang arah pembicaraan ini, yang kuwaspadai sekarang hanyalah bagaimana caranya agar jantungku tidak meledak karena jarak wajah Kris Hyung dariku hanya beberapa senti meter.

 

Ia tersenyum, menambah tingkat keparahan kondisiku, “Andromeda terlihat cantik karena Alpheratz.”

 

“H… Hyung.”

 

“Tidakkah kau ingin tahu kenapa Perseus jatuh cinta pada Andromeda tepat di pandangan pertama?” tanyanya santai, dengan satu tangan lagi menyeka peluh yang menetes di pelipisku, menandakan kondisiku yang semakin menyedihkan.

 

“Bu… Bukankah seperti skenario pada drama? kecantikan Andromeda membuatnya luluh,” aku hanya berusaha mengimbangi, setidaknya sebisa mungkin tidak terlihat semakin bodoh di hadapannya.

 

“Wajahnya bersinar Baek Hyun-ah, itu mengapa Alpheratz adalah bintang yang paling terang, karena melambangkan kecantikan Andromeda yang sangat bercahaya.”

 

Aku mengangguk setuju, “N… Ne. Seperti Lu Han Hyung.”

 

Kris Hyung menghembuskan nafas panjang, itu persis menyapu kulit wajahku, “Lu Han sangat cantik, siapapun bahkan aku tidak akan mengelak akan kebenaran itu.”

 

Aku bergeser sedikit, dan berhenti saat belakang kepalaku sudah menyentuh kaca jendela mobil, artinya tidak ada ruang lagi untuk menghindar, “Hm, benar… untuk itulah tidak ada yang pantas menjadi sosok Andromeda selain dirinya.”

 

“Begitu?”

 

“Se… Seperti yang kau bilang kan Hyung? Tidak ada yang bisa mengelak akan kecantikannya.”

 

Kris Hyung tersenyum cukup hangat, kemudian mengusap rambutku pelan, “Pernahkah kau menyadari sesuatu Baek Hyun-ah?”

 

“Tentang?”

 

Mataku membulat saat tiba-tiba Kris Hyung sudah menundukkan wajah dan membenamkannya di sisi leherku, “Dirimu.”

 

“H… Hyung?” aku semakin gelisah, karena ini sungguh tidak biasa.

 

“Lu Han memang cantik, tapi…”

 

“Ugh.” Keluhku saat kurasakan sesuatu yang hangat, yang kuperkirakan adalah bibirnya seperti tertancap di kulit leherku.

 

“sudah kubilang bukan? Baek Hyun lebih dari itu.”

 

Blush~

 

 

Kris Hyung berhenti mengerjaiku, ia mengangkat wajahnya dan menatapku lekat, “Aku selalu melihat Lu Han sebagai namja yang sangat cantik dan menarik, tapi belum pernah kulihat ia begitu bercahaya sebelumnya. Dan saat kusadari penyebabnya, ternyata karena kau berdiri di sebelahnya? Kaulah yang memiliki cahaya itu. Hm… jadi bagiku, Baek Hyun adalah Alpheratz di galaxy Andromeda.”

 

“A… Alpheratz?”

 

“Hm…” Kris Hyung menyentuh daguku dengan lembut, “Baek Hyun memiliki cahaya Alpheratz.”

 

 

Deg… deg…deg….

 

 

Dan untuk kali ketiga, bibir itu menyentuh bibirku. Dalam satu hari, bahkan dalam rentan waktu tak cukup 3 jam, aku mendapatkan ciuman pertamaku, ciuman kedua dan ketiga dari orang yang sama.

 

Kris Wu!

 

 

 

 

 

 

~α♥α~

 

Kupikir saat menjadi Andromeda dalam durasi beberapa menit akan merubah segalanya. Kupikir saat mengobrol cukup banyak dengan Kris Hyung maka akan ada kabar baik mengenai hubungan kami ke depannya. Kupikir karena Kris Hyung menciumku sebanyak 3 kali di bibir dan meninggalkan sebuah jejak di sisi leherku menandakan kami bisa menjalin suatu hubungan layaknya Perseus dan Andromeda.

 

Tapi tidak…

 

 

Semuanya bahkan jauh dari dugaanku. Sangat jauh… mendekati sedikitpun tidak sama sekali.

 

2 hari setelah festival sekolah usai, dan sekolah kembali aktif, aku membuktikan semuanya bahwa aku terlalu berharap banyak. Semua yang kulalui satu harian itu ternyata tidak menyisakan apa-apa. Mungkin hanya membekas di hatiku, tapi tidak bagi Kris Hyung.

 

“Wah… Kris dan Lu Han kembali berbaikan.”

 

“Ne, mereka betul-betul pasangan yang sangat serasi.”

 

“Kudengar mereka kembali tinggal bersama.”

 

“Tentu saja, tadi kulihat mereka datang ke sekolah bersama dan Lu Han kembali bergelayut di lengan Kris. Mereka memang keren sekali saat berdua.”

 

Kalimat-kalimat itulah yang memporak-porandakan anganku menjadi beberapa serpihan yang sulit kukumpulkan kembali, dan semuanya justru terbang ke udara saat kedua mataku betul-betul melihatnya.

 

Jemari indah Lu Han Hyung bergelayut manja di lengan Kris Hyung, mereka berdua berjalan, membelah kerumunan orang yang tak sengaja berkumpul di pelataran parkir. Siapa yang mampu mengabaikan pesona mereka. Bahkan aku…. Si bodoh yang terlalu berharap. Sebuah sampah ruang angkasa yang bermimpi menjadi bintang Alpheratz yang cemerlang.

 

Lalu salahkah aku jika memimpikan hal itu sementara Kris Hyung yang menuntunku? Menyediakan memori kuat hingga berubah menjadi bunga-bunga mimpi indah penghias tidurku. Dan ia membangunkanku 2 hari  kemudian dengan cara yang betul-betul…

 

Menyakitkan!

 

“Hei adik kelas!” Sapa Lu Han Hyung menyadarkanku akan sebuah kebodohan terbesarku. Berdiri di tengah koridor sembari memeluk buku Astronomi yang belum habis kubaca sejak 2 hari ini.

 

“Se… Selamat pagi Hyung.” Sapaku tanpa berani mengangkat wajah bodohku. Lagipula, aku tak lagi melihat senyuman Kris Hyung yang sempat membuatku sekarat dan tak tertolong.

 

“Boleh kami lewat?”

 

Bodoh, betul-betul bodoh. Tentu saja Lu Han Hyung mengatakan itu karena aku menghalangi jalan mereka.

 

“Ah mianhamnida.” Ucapku lagi kemudian bergeser hingga ke tepi, bahkan sampai punggungku menyandar tembok.

 

Gomawo.” Balas Lu Han Hyung, dan kembali kulihat pasangan sempurna itu melintasiku. Dan yang membuatku kembali hancur adalah, Kris Hyung sama sekali tak berniat menoleh, apalagi menatapku.

 

~α♥α~

 

 

Perseus dan Andromeda memang tercipta untuk bersama. Seperti Kris dan Lu Han Hyung, sekalipun aku di tempatkan pada posisi yang sama, tetap saja aku hanyalah pengganti, bukan yang asli. Pengganti adalah seseorang yang ditempatkan pada suatu posisi yang ditinggalkan pemilik asli, dan jika pemilik asli kembali, maka sosok pengganti itu juga harus pergi.

 

Wah… Itu menyedihkan. Terkesan kejam bukan? Tapi kurasa itu aku. Memangnya apa yang kupunya hingga selancang itu bermimpi menempati posisi Lu Han Hyung, sang Andromeda yang asli? Walau Kris Hyung mengatakan bahwa aku memiliki cahaya Alpheratz itu, tetap saja yang dicintai Kris Hyung adalah Lu Han Hyung…

 

Srak!

 

Aku menoleh dengan terkejut saat ada seseorang yang bersandar di pohon tempatku juga bersandar. Dan semakin kaget lagi saat kutahu siapa dia.

 

“Kris Hyung?” pekikku tertahan.

 

“Suka menyendiri di taman sekolah?” tanyanya sambil memejamkan mata. Dari sini bisa kusaksikan garis sempurna yang membentuk wajahnya dari samping.

 

“Ha… Hanya mencari tempat yang nyaman untuk membaca.” Jawabku asal, dan segera kupalingkan wajahku saat mata bodohku tertuju pada bibir indahnya. Mengingat bahwa benda itu pernah menempel cukup lama di bibirku sebanyak 3 kali.

 

“Membaca apa?” Kris Hyung merebut buku dari tanganku. “Oh, Galaxy Andromeda.”

 

“Ha… Hanya iseng Hyung.”

 

“Alpheratz.”

 

Deg~

 

“Bintang yang paling terang di Andromeda.” Ia menoleh padaku, sementara aku sebisa mungkin menghindari kontak mata. Aku bahkan terlihat semakin bodoh saat mengambil daun kering dan menyobeknya dalam potongan-potongan kecil.

 

“A… Aku membacanya sedikit karena penasaran.”

 

“Hm, sebenarnya ini menarik untuk dipelajari. Teruskanlah membaca, aku mengantuk sekali.”

 

 

Puk~

 

Mataku membelalak saat Kris Hyung tanpa permisi merebahkan kepalanya di atas pangkuanku.

 

“H…Hyung.”

 

“Sebentar saja, 10 menit. Aku betul-betul mengantuk.”

 

“Ta… Tapi.”

 

Kris Hyung membuka matanya, dan terjadi kontak mata langsung antara aku dengannya detik itu juga.

 

“Kau berisik sekali.”

 

“Ma… Maaf, aku hanya khawatir ada yang melihat dan Lu Han Hyung akan salah paham.”

 

Ia mengerutkan keningnya, dan aku tahu ada senyum tertahan di bibirnya, “Salah paham karena apa?”

 

“I… Ini…”

 

“Wajahmu lucu saat merona. Manis sekali.”

 

Deg…deg…deg…

 

“Jangan berisik, aku betul-betul ingin tidur sejenak. Kalau kau malanggar, aku akan menciummu.”

 

“M… Mwo?”

 

“Untuk itu diamlah.” Kris Hyung pun memejamkan matanya sembari melipat tangan di dada. Dan aku akan semakin bodoh karena di hadapanku terpampang kesempurnaan wajah seorang Kris Hyung. Menyuruhku untuk membaca jelas tidak bisa kulakukan karena percuma. Bagaimana bisa aku berkonsentrasi membaca dalam posisi seperti ini?

 

Ya Tuhan, sebenarnya apa yang ada di pikiran Kris Hyung? Kenapa dia suka sekali mengerjaiku seperti ini? Tidak tahukah ia bahwa aku hampir mati karena kesulitan mengontrol detak jantungku yang menggila? Juga nafasku yang berat. Ini seperti… Ah aku sulit membahasakannya. Karena di otakku kini tercipta tanda tanya besar akan namja ini. Mengenai apa yang ia rasakan padaku hingga yang dengan santainya bersikap seperti ini seolah ini wajar-wajar saja.

 

Begini… Aku ini namja baik-baik. Tidak pernah berniat sedikitpun merusak hubungan orang lain, tapi kalau sudah begini, tidakkah aku akan terlihat sebagai seseorang yang mengganggu kekasih orang lain?

 

Aku bersumpah, tidak pernah berniat merebut siapapun dari siapapun. Aku juga tidak mengerti kenapa sikap Kris Hyung seperti ini terhadapku. Maksudku, jika ada pihak yang ingin disalahkan… maka salahkan saja…

Siapa? Kris Hyung juga tidak bilang kalau dia menyukaiku. Jadi kurasa ini bukan berselingkuh. Ya benar, mungkin begini sikap Kris Hyung terhadap teman, walau aku tidak yakin bahwa ia sudah menganggapku teman.

 

Dan 10 menit itu betul-betul kuhabiskan hanya untuk memandang wajah Kris Hyung. Sampai mata lelahnya terbuka, dan tersenyum padaku.

 

“A… Apa aku berisik Hyung?” tanyaku takut karena kukira ia terbangun karenaku.

 

“Tidak, bukankah aku hanya ingin tidur 10 menit?? Kurasa 10 menit sudah lewat. Aku harus kembali ke kelas atau namja itu akan kebingungan mencariku.” Jawabnya kemudian bangkit sembari merenggangkan otot lehernya.

 

Aku tahu betul siapa yang ia maksud dengan ‘namja itu’

 

“Ah begitu…” Responku canggung.

 

“Sampai jumpa besok Alf!

 

“A… Alf?”

 

“Hm… Alpheratz terlalu panjang.” Ia pun tersenyum kemudian melambai sebelum beranjak pergi.

 

Kris Hyung ini… Entahlah, seharusnya aku merasa sesak bersamanya karena aku seperti dipermainkan. Anehnya aku merasa nyaman.

 

Dia tidak lagi memanggilku Andy untuk Andromeda, kurasa karena aku memang bukan Andromedanya.

 

Tapi Alf untuk Alpheratz… Kurasa ada makna di balik itu.

 

Semoga!

 

~α♥α~

 

~Author POV

 

 

“Kris…”

 

“Eum?”

 

“Kita sudah berbaikan bukan?”

 

“Menurutmu?”

 

Lu Han sedikit berpikir. Ia memang tengah berada di kamar Kris, menyaksikan namja tampan itu mengeringkan rambutnya dengan handuk, melihat tubuhnya yang hanya dibalutkan baju mandi, dan kesemua itu jelas tidak bisa terjadi kalau saja mereka masih bertengkar.

 

“Menurutku… Kau tidak sepenuhnya menerimaku kembali.”

 

Kris menoleh, menatap datar sosok Lu Han yang terduduk di atas tempat tidurnya, hanya ditutupi selimut tebal yang menyembunyikan tubuh polosnya dari dada hingga kaki. Biasanya Kris akan sangat terpana akan pemandangan indah itu, tapi kali ini benar-benar datar, bahkan jika ia menyadari bahwa Lu Han semakin cantik akhir-akhir ini.

 

“Menurutku kau juga tidak sepenuhnya berniat untuk kembali.” Balasnya terkesan acuh.

 

Itu membuat Lu Han membelalak, “Kris!!! Kau bahkan tidak pernah seacuh itu padaku saat kita masih berhubungan.”

 

“Lalu kenapa kau meminta kembali denganku? Apa karena mainan barumu itu terancam cacat?”

 

“Kris!!!”

 

“Oh Se Hun. Karena namja itu kan kau meminta berpisah, dan kurasa masih alasan yang sama saat kau meminta kembali.” Kris melipat tangan di dada sembari bersandar di pintu lemari, memperlihatkan sosok angkuhnya di hadapan Lu Han.

 

Lu Han memijat pelipisnya yang terasa nyeri, “Baiklah aku mengaku salah. Aku menyukai anak itu, tapi terakhir aku menyadari, itu hanya sekedar suka, tidak seperti aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.”

 

Kris memutar bola mata, menyibukkan diri memilih pakaian, “Jadi cukup. Dari dulu kau selalu saja ingin dimengerti. Kurasa ini bisa menjadi sedikit pelajaran. Sangat bagus untuk pemulihan mentalmu.”

 

Lu Han mendesis marah, ia meraih kemeja biru milik Kris yang tergeletak di dekatnya dan memakainya asal-asalan kemudian menghampiri Kris dengan langkah kesal, “Jadi kau kira aku sakit??”

 

Kris tersenyum, mengusap puncak kepala Lu Han dan berjalan ke kamar mandi sembari membawa sepasang pakaian.

 

“Kris… kita belum selesai bicara”

 

“Percayalah, kau tidak akan suka melanjutkan obrolan ini, karena prediksiku, kita betul-betul akan ‘selesai’ jika kau masih bersikeras mengajakku membicarakannya.”

 

Lu Han mengatupkan rahangnya rapat-rapat, ia pun nekat menyusul Kris ke kamar mandi, “Karena anak itu kan?”

 

“Siapa?”

 

“Byun Baek Hyun.”

 

Kris mengangkat bahu, “Jangan bawa-bawa dia.”

 

“Kau menyukai anak itu kan?”

 

Kris sedikit menggumam, “Benar.”

 

 

DEG~

 

 

“Aku tidak suka.”

 

Whatever.” Kris berusaha tidak peduli, ia menanggalkan baju mandinya dan mengenakan celana panjang yang ia bawa tadi.

 

“Kris…”

 

“Apalagi?”

 

Lu Han menatapnya serius, “Kau mencintai anak itu?”

 

“Sudah kubilang jangan pernah membahas cinta.”

 

“Jawab saja. Kupikir ini masih pengaruh drama murahan itu. Karena kenyataannya, hanya ada satu Andromeda untuk Perseus.”

 

“Jadi kau memintaku untuk memilih?”

 

“Ne, dan kurasa kau tahu saat aku katakan kau akan kehilanganku jika kau memilihnya. Betul-betul ‘kehilangan’.”

 

Kris berdecak, membuang nafas lewat mulut, mekanisme pengendalian emosi, “Iniah alasan kenapa kukatakan kau sakit. Kau tidak pernah mencintai siapa-siapa Lu Han… Kau hanya mencintai dirimu sendiri.”

 

“AKU MENCINTAIMU KRIS WU!!! Kau yang tidak pernah sedikitpun mengatakan bahwa kau mencintaiku.”

 

“Cinta itu tidak untuk diumbar. Dan jangan memutar balikkan apapun. Nyatanya,  apa yang kau lakukan selama ini selalu untuk kepentinganmu sendiri. Kau pikir seterkejut apa aku saat kau menyuruhku menolak peran Perseus hanya karena kau ingin Oh Se Hun yang mengambil peran itu, terakhir… hanya satu bulan kalian berlatih drama bersama, kau tiba-tiba meminta untuk berpisah denganku. Dan sekarang… Hanya karena kau melihatku dekat dengan Byun Baek Hyun, kau memintaku kembali?”

 

Lu Han tersenyum simpul, “Itu lumrah Kris,” Ia mengalungkan tangannya di tengkuk namja jangkung itu dan menatapnya intens. “Dari dulu, sampai kapanpun… Kau itu milikku.”

 

 

Kris menggelengkkan kepalanya pelan, “Kau sakit…”

 

“Itu karenamu, tuan Kris.” Sedikit berjinjit, ia pun menggapai bibir Kris dengan bibir tipisnya.

 

Kris memalingkan wajah, tapi Lu Han betul-betul benci penolakan. Untuk itu ia menyentuh rahang Kris, memaksanya kembali menoleh untuk melanjutkan ciuman mereka.

 

 

Tidak ada yang tahu bahwa sepasang kekasih ini memang mempunyai Black hole dalam hubungan mereka. Berusaha saling mengisi, tapi tidak saling mengerti. Dan nyatanya pihak yang mampu membuat hubungan itu terus bertahan hanyalah Kris, karena dirinyalah yang selalu mengalah.

 

Untuk waktu yang lama mungkin tidak, karena kejenuhan mulai menyerangnya. Ia hanya butuh sedikit waktu mengatasi Lu Han kalau saja ia betul-betul menampakkan sifat buruknya itu.

 

Posesif.

~α♥α~

Baek Hyun tidak lagi terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang berbaring di pangkuannya sementara ia sedang sibuk membaca di taman belakang sekolah yang sepi.

 

Baek Hyun tidak bersuara, hanya membiarkan namja itu tertidur di pangkuannya seperti kebiasannya seminggu belakangan ini.

 

“Aku lapar.” Ucap Kris masih dengan mata terpejam.

 

“Kau tidak sarapan Hyung?”

 

“Tidak sempat. Lu Han juga tidak bisa memasak.”

 

“Lalu selama ini, siapa yang memasak untukmu?”

 

“Kami lebih sering makan di luar. Untuk sarapan, hanya roti selai, dan aku bosan itu.”

 

“Kenapa kau tidak kembali saja ke rumah orang tuamu Hyung? Bukankah di sana pelayannya banyak? Atau setidaknya kau menyewa satu pelayan untuk tinggal di apartemenmu.”

 

“Aku tidak suka tinggal dengan orang lain.”

 

Baek Hyun tersenyum, sedikit menyadari sesuatu bahwa Kris lebih memilih tinggal dengan Lu Han dari pada dengan keluarganya sendiri.

 

“Aku bawa bekal.” Lirih Baek Hyun ragu.

 

Kedua mata Kris terbuka dalam sekejap, ia tatap wajah bersinar yang berjarak cukup dekat di atasnya. Inilah alasan kenapa Kris suka berbaring di atas pangkuan Baek Hyun, karena saat ia membuka mata, maka ia akan melihat bintang di siang hari, wajah Baek Hyun yang bersinar dengan latar langit di atasnya.

 

“Bekal apa?”

 

“Hanya Sandwich, itupun rasanya tidak dijamin enak.”

 

“Mana?”

 

Baek Hyun meraih ransel yang ia letakkan di sebelahnya, dan megeluarkan sekotak bekal yang ia buat pagi-pagi bersama eommanya. Tak lupa ia memakai Hand Sanitizer yang selalu ada di saku ranselnya.

 

“Bangunlah Hyung, agar kau lebih leluasa makan.”

 

“Begini saja, dan suapi aku. Aaaa….”

 

Baek Hyun menelan ludah susah payah, mati-matian agar tangannya tidak gemetar saat ia membuka tutup kotak bekalnya, mengeluarkan sepotong sandwich dan menyuapkannya ke dalam mulut Kris.

 

“Eum, enak.” Ucap namja tampan itu dengan mulut penuh, “Eum, apa ini? Keju?”

 

“N… Ne Hyung, apa kau tidak suka?”

 

“Mungkin aku akan mulai memakannya.”

 

Baek Hyun tersenyum lega. Masih dengan tatapan yang saling mengikat satu sama lain, Baek Hyun terus menyuapi Kris hingga potongan terakhir sandwichnya.

 

Kris langsung menangkap tangan Baek Hyun, kemudian menjilat ujung jarinya, “Saat kukatakan ini enak. Ini benar-benar enak.”

 

 

Blush~

 

 

“Hyung… “

 

“Nanti sore kau ada waktu luang?”

 

“A… Aku hanya sibuk hari senin sampi kamis sore, karena ada latihan Vocal. Waeyo Hyung?”

 

“Datanglah ke apartemenku.”

 

Baek Hyun tersentak, seketika membelalak, “Untuk apa?”

 

Kris yang melihatnya langsung tertawa, “Jangan panik begitu, aku suka Sandwich buatanmu. Aku ingin makan lagi, kalau bisa sekalian membuatkanku makan malam.”

 

“Tapi aku tidak cukup baik dalam hal memasak.”

 

“Tidak apa-apa, ramyun pun juga boleh.”

 

“Eum…”

 

“Akan kusuruh Su Ho menjemputmu dan mengantarmu ke apartemenku.”

 

“Eh?”

 

Kris bangkit dari pembaringannya, mengusap puncak kepala Baek Hyun sejenak kemudian tersenyum,  “Nanti sore kutunggu.”

 

“Tapi…”

 

“Kutunggu! Annyeong.”

 

Baek Hyun hanya mendesah pelan,  entah sejak kapan, tapi sepertinya ia memang sudah terikat dengan Kris. Terikat oleh tali apa, ia pun tak tahu, yang jelas untuk sekedar menolak, ia tidak bisa menemukan kalimat yang cocok untuk diungkapkan.

 

Datang ke Apartemen Kris, jelas saja itu adalah suatu hal yang perlu dipertanyakan. Bukan berarti itu akan baik-baik saja. Bagaimana jika Lu Han ada di sana? Bagaimana jika terjadi sesuatu?

 

Tapi tetap saja, Baek Hyun tidak bisa menolak, lebih tepatnya… Tidak ingin menolak.

 

 

 

~α♥α~

 

 

 

Itu apartemennya, pencet saja belnya dan Kris akan keluar.”

 

Baek Hyun langsung menangkap tangan Su Ho setelah mendengar kalimat barusan, “Apa itu berarti kau menyuruhku masuk sendirian Hyung?” tanyanya panik.

 

“Tidak sendirian, ada Kris di dalam.”

 

“Itu sama saja dengan sendirian.”

 

“Ck, tidak akan terjadi apa-apa, masuklah.”

 

“Kalau Lu Han Hyung ada?”

 

Su Ho tertawa cukup geli, “Ya lebih ramai kan?”

 

“Hyung!!!”

 

Arasso… Arasso, Lu Han tidak di sini, kudengar dari Kris, ia ada syuting sebuah iklan, tengah malam baru selesai.”

 

“Tapi…”

 

Su Ho mendesis tak sabaran, ia menyeret Baek Hyun ke depan pintu apartemen Kris dan memencet belnya berkali-kali, “Sudah ya, aku mau ke rumah Kyung Soo dulu, Annyeong…”

 

“YA! Hyung!!” Pekik Baek Hyun bertepatan saat Kris membuka pintunya.

 

“Hei, masuklah.”

 

Deg~

 

Kondisi semakin parah. Rasanya ia tidak perlu mencemaskan ada Lu Han di sana, karena yang patut ia cemaskan adalah jantungnya yang memburu dan pikirannya yang melayang kemana-mana. Bagaimana tidak? Baek Hyun langsung disambut oleh pemandangan seorang Kris yang hanya mengenakan celana panjang tanpa atasan, menampakkan dada bidang dan otot perutnya yang kokoh.

 

Gulp~

 

Bahkan untuk menelan ludahpun sangat susah. Dan melihat kondisi Baek Hyun yang hanya diam mematung di depan pintu, Kris pun menyeretnya masuk dan memintanya duduk di atas sofa besar ruang tengah. Bukan ruang tamu.

 

“Bawa apa?” tanya Kris yang langsung membuka bungkusan besar yang ditenteng Baek Hyun dari adi.

 

“Ma… Ma… Makanan. Kubuat bersama eommaku tadi.”

 

“Woah…. Banyak sekali, pasti enak-enak,” Kris sedikit antusias meletakkan 4 kotak makanan  ke atas meja yang tadinya tersusun rapi. “Daebak… Daebak…” serunya bersamaan dengan tangan kanannya yang menggerakkan sumpit dari kotak makanan ke mulutnya, mencicipinya dengan tidak sabar.

 

“Hyung… hati-hati, kau bisa tersed__”

 

“Uhuk…” dan Kris betul-betul tersedak. Ia memukul-mukul dadanya, berharap makanan yang mengganjal di kerongkongannya bisa lolos ke lambung.

 

Baek Hyun sedikit panik, kemudian berlari ke arah dapur untuk mengambil air minum, setelahnya ia kembali dengan tergopoh-gopoh dan menyodorkan segelas air minum untuk Kris.

 

Masih dalam keadaan cemas, Baek Hyun memperhatikan gerakan Kris yang meminum air tersebut dalam tegukan-tegukan besar.

 

Gwenchanayo Hyung?” tanya Baek Hyun memastikan.

 

Kris menyerahkan kembali gelasnya pada Baek Hyun dan mengambil sumpitnya, “Lucu sekali, aku hanya tersedak.”

 

“Tersedak itu juga sangat bahaya. Ada banyak kasus manusia yang meninggal karena tersedak, jadi hati-hati saat makan, Hyung. Jangan terburu-buru.”

 

Kris menahan senyumnya, kemudian menarik namja mungil itu hingga terhempas ke pangkuannya, “Kau mencemaskanku?”

 

Baek Hyun terlihat gelisah, sedikit menjauhkan wajahnya saat di rasa jarak mereka terlalu dekat, “Ha… Hanya khawatir, Hyung.”

 

“Cemas dan khawatir apa bedanya?”

 

Deg~

 

Baek Hyun ppabo__Baek Hyun mengeluh dalam hati.

 

“Apa aku pernah bilang, saat wajahmu merona, kau manis sekali.” Tanya Kris santai, sementara namja mungil di pangkuannya itu sudah keringat dingin.

 

“pe… Pernah Hyung.”

 

“Ya sudah, tidak apa-apa kan diulangi. Kau betul-betul manis.” Dan Kris merealisasikan kata-katanya itu dengan menjilat pipi Baek Hyun.

 

“Hyung…”

 

“Aku masih lapar, jadi sebelum aku memakanmu, lebih baik kau menyuapiku.”

 

“Eh.”

 

“Aaaa…”

 

~α♥α~

 

 

Kegelisahan Baek Hyun semakin meningkat. Sekarang sudah pukul 9 malam, tapi ia masih berada di apartemen milik Kris. Di atas sofa, di atas tubuh Kris yang memeluknya posesif. Dan si ‘pemeluk’ sedang tertidur pulas.

 

Dilihat dari jauh, Baek Hyun seperti sebuah boneka beruang putih yang dipeluk seseorang yang tertidur dalam posisi terlentang, dan Baek Hyun  betul-betul tidak bergerak di sana, hanya menempelkan telinganya di atas dada kiri Kris dan mendengarkan irama jantung yang teratur dan menenangkan. Tidak seperti jantungnya yang sejak tadi tidak terkontrol.

 

Perlahan, Baek Hyun mengangkat wajah, cukup takjub juga Kris tidak mengeluh karena tubuh Baek Hyun menindihnya sejak tadi. Entah karena Kris yang tidak ambil pusing, atau memang berat badan Baek Hyun yang betul-betul tidak terasa.

 

Deg~

 

Baek Hyun sedikit tersentak saat matanya tertuju pada bibir merah muda milik Kris, bibir yang menciptakan kenangan indah dan kuat di benaknya, dan tak akan ia lupakan sampai kapanpun.

 

Ia tersenyum, sungguh. Saat melihat Kris dengan mata terpejam, ia justru membayangkan seorang pangeran yang tertidur. Ia terkikik kecil membayangkan bahwa saat ia mencium Kris, maka pangeran itu akan terbangun, seperti sebuah dongeng.

 

“Hey pangeran tidur… Bangunlah. Atau kau perlu kucium dulu?” bisiknya pelan. Karena ia hanya berniat untuk bermonolog sendiri, mengajak orang tidur bicara, bukankah tidak akan mendapat respon.

 

Don’t talk to much, go ahead and kiss me!”

 

Baek Hyun hampir terjatuh ke lantai mendengar Kris berbicara dalam tidurnya. Berharap agar namja itu hanya mengigau.

 

TEP~

 

Baek Hyun makin membelalak saat pelukan Kris terlepas dan digantikan dengan Kris yang menangkup kedua pipinya, “Kenapa diam? Ayo cium.” Dan Kris memang tidak mengigau. Matanya terbuka, walau terlihat agak merah karena betul-betul mengantuk.

 

“A… Aku hanya bercanda Hyung, mianhaeyo.” Balasnya gelagapan.

 

“Jadi tidak mau menciumku?”

 

“Bukan… tapi…”

 

“Ya sudah…”

 

Srak~

 

BRUGH~

 

Mata Baek Hyun membelalak saat Kris menukar posisi cukup cepat.

 

“Kalau kau tidak mau menciumku, biar aku yang menciummu.”

 

“Tu… Tunggu Hyung, aku hanya bercan__mmmpppfffttt.”

 

Sepertinya ‘menolak’ betul-betul tidak bisa dilakukan Baek Hyun. Sekali lagi, bukan tidak bisa. Tapi tidak ingin.

 

Ia tahu ini tidak boleh, tidak wajar, tidak biasa, dan apapun yang mewakili kalimat bahwa apa yang ia lakukan sekarang tidak seharusnya ia lakukan. Bukan karena alasan yang cukup spesifik hubungan terlarang atau sejenisnya, hanya saja ia dan Kris tidak ada hubungan apa-apa, terlebih Kris masih berstatus kekasih Lu Han.

 

Baek Hyun mengeluh saat ia merasakan ciuman Kris terlalu menuntut, itu membuatnya memalingkan wajah, bermaksud mencari oksigen sebanyak-banyaknya, tapi itu justru memberi akses bagi Kris untuk memanja lehernya.

 

Namja mungil itu mencengkram lengan Kris kuat-kuat saat dirasakannya Kris berniat meninggalkan jejak di kulit lehernya.

 

“Hyung…” Keluhnya.

 

 

 

 

Brak~

 

Baek Hyun terlonjak kaget saat mendengar bunyi bantingan barang. Kris melepaskan ciumannya dan menoleh pelan. Ia berdecak sedikit kesal kemudian membetulkan posisinya. Sementara Baek Hyun yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, langsung berdiri dan buru-buru membetulkan 3 kancing bajunya yang entah sejak kapan terlepas.

 

“Kris!!!” Bentak Lu Han dengan wajah memerah menahan emosi.

 

“Wae?” tanya Kris acuh.

 

Lu Han semakin meradang, ditatapnya Baek Hyun seolah ingin menelannya hidup-hidup. Baek Hyun bergerak mundur dan menunduk semakin dalam, ia meremas tangannya yang gemetar dan berkeringat.

 

“DASAR JALANG!!!” Pekiknya mendarah daging kemudian berniat menyerang Baek Hyun. Namun Kris yang berada di dekat Baek Hyun langsung berdiri dan menangkap tangan Lu Han.

 

“Jangan menyentuhnya, atau kau akan mendapatiku menghabisimu.” Tegur Kris.

 

Lu Han membelalak tidak percaya, air matanya mulai menggenang di pelupuk mata, “Kau lebih memilih namja jalang ini?”

 

Kris memejamkan mata sejenak, berusaha mengatur nafas, karena memang harus ada pihak yang tetap terlihat tenang di sini, “Kita berakhir, betul-betul berakhir. Dan kali ini, kuharap kau bisa mendengarku.” Lirihnya tenang.

 

“KRIS WU!!!”

 

“Kita hanya membuang-buang waktu dalam hubungan ini, kita tidak pernah menemukan titik temu. Dan kau yang paling tahu itu.”

 

“Tidak… Hubungan ini sempurna Kris… sempurna.”

 

“Lu Han sadarlah, ini percuma.”

 

Lu Han menggeleng cepat, air matanya mulai menderas dan membasahi pipinya, “Apa karena Oh Se Hun? Kau cemburu kan? Kau marah kan? Itu karena kau mencintaiku Kris, aku yang kau butuhkan. Hanya aku.”

 

“Lu Han…”

 

“Aku dan Se Hun tidak betul-betul berhubungan, ini kulakukan hanya untuk membuatmu cemburu Kris, agar kau sadar bahwa kau tidak bisa hidup tanpaku.”

 

“Lu Han, cukup. Ini bukan tentang Se Hun, bukan tentang aku yang cemburu, bukan tentang aku yang mencintaimu karena setelah kau meninggalkanku, entah itu hanya pura-pura atau apapun, aku akhirnya sadar bahwa memang kita tidak ditakdirkan untuk bersama.”

 

“Kris!”

 

Namja tampan itu menghembuskan nafas panjang, menarik tangan namja mungil di belakangnya dan menggenggamnya erat. Dingin sekali, karena memang Baek Hyun betul-betul ketakutan.

 

“Kurasa saat kau memberiku jeda itu, secara tidak langsung kau membuka mataku hingga aku menemukan seseorang yang betul-betul bisa membuatku… Jatuh cinta.”

 

Deg!

 

Kris menoleh pada Baek Hyun, menatapnya lembut, “Aku mencintai Byun Baek Hyun.”

 

“Bohong… Kau bohong.” Lu Han menggeleng pelan sambil mundur beberapa langkah hingga punggungnya menabrak lemari, “KAU BOHONG… KAU HANYA MENCINTAIKU!!! SEHARUSNYA HANYA MENCINTAIKU!!!”

 

“Lu Han.” Kris hendak mendekatinya, karena namja cantik itu mulai kalap, terlihat pandangan matanya tidak fokus, ia bahkan mengacak rambutnya sendiri.

 

“Kau hanya milikku Kris…”

 

“Lu Han jebal, jangan begini. Sadarlah.”

 

Lu Han menggeleng cepat, matanya bergerak kesana kemari seolah mencari sesuatu, dan saat ia menemukan pisau buah di atas meja sudut, ia langsung menyambarnya.

 

“LU HAN!!!” Kris tersentak saat Lu Han menggenggam pisau itu dan mengacungkannya ke depan.

 

“Kau akan melihatku mati Kris.”

 

“Lu Han… Kau sudah gila…”

 

“Kau yang membuatku gila!! Selama dua tahun lebih Kris, sampai detik ini kau tidak pernah mengatakan bahwa kau mencintaiku, dan hanya dalam hitungan minggu, dengan santainya kau mengatakan bahwa kau mencintai namja jalang itu???”

 

“Lu Han!!!”

 

“Katakan kalau kau hanya mencintaiku, dan putuskan namja jalang itu.”

 

Baek Hyun semakin gemetar, ia bahkan tidak pernah menyangka akan berada pada situasi seperti ini. “H… Hyung, Jangan gegabah, a… Aku dan Kris Hyung tidak ada hubungan apa-apa.” Ucap Baek Hyun memberanikan diri.

 

“Diam kau namja jalang!!” Lu Han mengacungkan pisau itu ke arah Baek Hyun, namun Kris menarik namja mungil itu ke belakangnya.

 

“Lu Han, hati-hati dengan pisau itu, kau bisa melukai orang lain.” Tegur Kris waspada.

 

Mendengar itu, Lu Han justru tertawa pahit. Air matanya tak kunjung berhenti, “Melukai orang lain Kris? Bahkan sampai detik ini pun yang kau khawatirkan adalah orang lain!!! BUKAN AKU???” Pekiknya dan langsung menempelkan sisi tajam pisau itu di atas pergelangan tangan kirinya.

 

Kris membelalak, dan hendak melompat ke arahnya untuk merebut pisau.

 

“Jangan mendekat!!” Pekik Lu Han histeris.

 

“Lu Han… Lepaskan pisau itu.”

 

Lu Han terisak, menampakkan kesakitan yang sejak lama dipendamnya, “Katakan Kris… Katakan bahwa kau mencintaiku… Jebal….” Pinta Lu Han dengan suara bergetar pilu. Baek Hyun bahkan memejamkan matanya karena tidak sanggup melihat kondisi itu.

 

“Baik…. Baik. Aku mencintaimu, jadi tolong lepaskan pisau itu.”

 

Lu Han memejamkan mata, bahkan saat ia sekarat pun Kris tetap tidak bisa mengatakannya dengan tulus.

 

“Kau… Brengsek Kris…!!!”

 

“LU___”

 

 

SLAAASSHHH~

 

“LU HAAANNNNN!!!!!”

 

~α♥α~

 

 

Kris terduduk lemah di kursi tunggu. Menumpukan sikunya di atas paha, dan dengan telapak tangannya ia menutupi wajahnya. Terlihat seperti sedang menangis, tapi tak terdengar suara isakan apapun, dan Baek Hyun yang melihat kondisi itu justru semakin pilu. Baginya, Kris lebih baik menangis dari pada seperti itu.

 

Lu Han sudah ditangani. Dan dokter mengatakan, Lu Han berhasil diselamatkan tepat waktu, setidaknya itu yang didengar Baek Hyun dari dokter yang menangani Lu Han 20 menit yang lalu. Namun sampai sekarang Kris justru tidak berani masuk ke ruang perawatan Lu Han, ia terus seperti itu, lebih kepada orang yang betul-betul menyesal.

 

“Hyung…” Tegur Baek Hyun memberanikan diri.

 

“Aku hampir membunuhnya Baek Hyun-ah.” Ucap Kris dengan suara teredam.

 

“Hyung, jangan salahkan dirimu, semua ini terjadi… Bukan… Karenamu.”Ucap Baek Hyun ragu, ia tidak ingin erlihat seperti orang yang sok bijak, nyatanya ia juga merupakan penyebab semua ini. Kalau saja otaknya masih bisa berpikir jernih, tidak memperturutkan ego, maka ini pasti tidak terjadi.

 

Ia sudah tahu bahwa Kris itu kekasih Lu Han, namun kenapa ia masih nekat meladeni Kris? Ia hanya mengandalkan harapan dan kenangan singkatnya bersama Kris, dan itu betul-betul tidak cukup jika dibandingkan hubungan Kris dan Lu Han yang sudah terjalin selama beberapa tahun. Di situ letak kesalahannya.

 

Ia bahkan masih terlalu takut untuk mengatakan bahwa sebenarnya, ia ‘juga’ mencintai Kris.

 

Juga…

 

Karena Kris yang lebih dulu mengatakan bahwa ia mencintai Baek Hyun. Entah tulus ataukah hanya untuk memberi Lu Han pelajaran. Baek Hyun tidak berani menebak.

 

“Baek Hyun-ah…” Lirih Kris setelah melepas tangannya yang menutupi wajahnya.

 

“Ne… Ne Hyung, waeyo?”

 

“Aku… Mencintaimu.”

 

 

DEG~

 

“A… Aku, ju__”

 

“Tapi aku tidak bisa meninggalkan Lu Han. Namja itu betul-betul berani melakukan apa saja jika keinginannya tidak terpenuhi,” Kris meraih tangan Baek Hyun dan menggenggamnya. “Maaf, tidak bisa menjanjikanmu apapun.”

 

Leher Baek Hyun tercekat, ini bahkan lebih menyakitkan dari pada sepasang kekasih yang hubungannya putus di tengah jalan. Baek Hyun lebih tragis karena ia baru saja mendapat harapan untuk memulai, tapi berakhir di detik itu juga.

 

“Satu sifat Lu Han yang sudah menguasainya sampai seperti ini. Dia begitu egois, apapun akan dia lakukan agar ia senang, termasuk memancing emosiku agar aku cemburu. Kukira aku akan merasakan kehampaan saat Lu Han meninggalkanku, tapi tidak ada yang berubah karena memang sejak lama, aku sudah merasakan kehampaan itu.”

 

“Hyung.” Baek Hyun bergeser kemudian meraih kepala Kris untuk disandarkan di dadanya.

 

“Tidak ada cinta antara aku dan Lu Han. Yang ada hanya keegoisan. Dan hubungan seperti itu tidak akan bertahan lama. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa Baek Hyun-ah, aku juga tidak ingin Lu Han celaka karena ulahku. Memang bukan cinta, tapi aku menyayanginya.”

 

“Aku mengerti Hyung…”

 

Kris terdiam sejenak, kemudian memejamkan mata, “Maaf karena melibatkanmu dalam hal ini. Tapi semua yang pernah kukatakan padamu tidak ada kebohongan sama sekali, termasuk bahwa aku mencintaimu, karena memang orang yang berhasil mengisi kekosonganku, adalah kau, dengan cahayamu.”

 

Baek Hyun mengeratkan pelukannya pada Kris, ia merasakan firasat buruk di balik kalimat Kris yang baru saja ia dengar.

 

“Lu Han… membutuhkanku.”

 

DEG~

 

 

“Lu Han pernah mengatakan padaku, hanya ada satu Andromeda yang seharusnya bersama perseus. Sungguh, aku menginginkan Andromeda yang memiliki cahaya Alpheratz, dan itu kau. Tapi ini bukan saatnya memilih Baek Hyun-ah.”

 

Baek Hyun mengangguk dengan mulut terkatup rapat, menahan sakitnya ternggorokannya. Ia juga mati-matian menahan air matanya agar tidak terjatuh, namun itu mustahil, dan akhirnya pertahanannya runtuh detik itu juga.

 

“Aku… Akan membawa Lu Han kembali ke China.”

 

Baek Hyun tersentak, hendak melepaskan pelukan namun Kris menolak untuk lepas.

 

“Hyung!!!”

 

 

“Kita tidak bisa tinggal di ‘galaxy’ yang sama Baek Hyun-ah.”

 

“Tapi Hyung… Kenapa harus ke China? Aku… aku, aku berjanji tidak akan menampakkan diriku di hadapan kalian, aku akan menghindar kalau kita akan berpapasan atau apa saja agar kau dan Lu Han Hyung tidak melihatku. Tapi tolong, jangan pergi sampai sejauh itu, aku tidak bisa__”

 

“Jangan dilanjutkan. Jangan katakan apapun yang membuatku kembali goyah.  Jika akupun ikut mementingkan egoku, maka Lu Han akan semakin terluka.” Kris melepaskan pelukannya dan menatap wajah Baek Hyun yang telah banjir akan air mata.

 

“Tapi Hyung … Aku juga mencin__”

 

“Kumohon Baek Hyun-ah, jangan lanjutkan.” Kris membungkam mulut Baek Hyun dengan telapak tangannya dan menggeleng berkali-kali, “Jangan katakan. Jebal…”

 

Baek Hyun memejamkan matanya, dan semakin terisak.

 

“Aku sudah menelpon Su Ho untuk menjemputmu. Pulanglah.”

 

Baek Hyun tidak berkata apa-apa lagi. Walau ini bukan penolakan yang sebenarnya, tetap saja ia merasakan sakitnya.

 

“Selamat tinggal Baek Hyun-ah.”

 

Baek Hyun memejamkan matanya rapat-rapat saat Kris beranjak dari duduknya hendak memasuki ruang perawatan Lu Han.

 

“Kenapa hanya kau yang boleh mengatakannya?”

 

Kris mendesah pelan, meremukkan kesepuluh jarinya, “Mianhae… Katakanlah saat kau sudah memastikan bahwa aku tidak akan mendengarnya.”

 

Kejam…

 

Baek Hyun ingin berteriak bahwa Kris kejam terhadapnya, namun ia sudah sampai limit. Untuk itu, sebelum ia betul-betul tak tertolong, ia pun memutuskan pergi dari tempat itu.

 

Setiap langkah dari kaki mungilnya, setiap tarikan nafasnya, setiap detakan jantungnya, dan setiap desiran darahnya, terselip nama Kris di sana. Namja yang memberikannya banyak hal, dan yang terbaik dari itu semua adalah, Kris memberinya kesempatan untuk mengenal apa itu cinta, apa itu berharap, dan apa itu bermimpi. Walau Kris pada akhirnya memberikan luka sebagai penutup.

 

Dimulai dari cahaya Alpheratz yang dimilikinya, meluluhkan hati Kris, mengisi kekosongannya, dan menciptakan kenangan bersama tak lebih dari satu bulan, namun kokohnya mengalahkan kehampaan yang dirasakan Kris bersama Lu Han selama dua tahun lebih. Dan di sanalah Kris membenarkan bahwa dimensi waktu tak sekuat itu.

 

Ia menemukan sebuah bintang yang begitu terang, bukan dari kekasihnya yang disebut-sebut lebih pantas menjadi Andromeda, namun pada sosok polos dan lugu. Berharap akan ada cerita panjang untuk mereka. Namun sebuah penegasan muncul di benaknya. Kisah Perseus dan Andromeda yang memiliki cahaya Alpheratz… Berakhir sampai di sini.

 

 

 

~α♥α~

 

 

Beberapa bulan kemudian~

 

 

Sudah sekitar 10 menit  Baek Hyun menatap lembaran buku yang sama. Sebuah tabel rumit yang berisi susunan rumus. Sebuah kacamata berbingkai kotak menambah kesan bahwa namja itu betul-betul serius membaca. Tapi setelah diperhatikan, halaman yang dibacanya dengan serius itu adalah tabel nama-nama bintang di galaxy Andromeda, diurut mulai dari yang paling terang lengkap dengan jarak tahun cahaya.

 

Matanya hanya fokus pada deretan huruf di urutan paling atas. Bintang Alpha And yang nama lainnya adalah Alpheratz.

 

Sedikit aneh karena beberapa bulan belakangan ini Baek Hyun terlihat semakin serius mendalami Astronomi, dan anehnya, ia tidak bosan mengulang-ulang halaman yang membahas tentang galaxy Andromeda.

 

 

Pluk~

 

Baek Hyun terkejut saat sebuah remukan kertas terjatuh di atas bukunya. Mengangkat wajah, dan muncullah Su Ho sambil tersenyum penuh arti.

 

“Apa ini Hyung?” tanya Baek Hyun bingung.

 

“Pesan rahasia dari seseorang.”

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya tidak mengerti, “Pesan rahasia? Dari siapa?”

 

“Entahlah, secret admirer mungkin.”

 

“Ck, sudah kubilang Hyung, aku tidak ingin berpacaran dul__”

 

“Kali ini bukan orang biasa. Percayalah kau akan mengatakan bahwa dia namja tertampan di dunia.”

 

“Hyung!”

 

“Kau tidak akan menyesal. Jadi baca pesannya. Oke, aku pergi dulu sebelum disangka kaki tangan. Berjuang yah.”

 

“Eh… Eh… Hyung tunggu.”

 

“Nanti mengobrol lagi, aku harus menemani Kyung Soo ke kantin. Annyeong.”

 

Baek Hyun menghela nafas pasrah kemudian menatap remukan kertas di tangannya itu. Akhir-akhir ini ia memang banyak menerima ‘gangguan’. Sejak kepergian Kris dan Lu Han ke China, semakin banyak yang mendekatinya.

 

Tidak perlu menghitung beberapa agency yang tiba-tiba saja mengajak Baek Hyun bergabung dengan mereka. Dan Baek Hyun tetap pada pendiriannya dengan tidak menerima satupun dari tawaran mereka.

 

Ini tentang beberapa siswa yang terus mengejarnya. Keberadaannya di perpustakaan sendirian itupun dengan penuh perjuangan. Tapi Baek Hyun tidak ingin memikirkannya lagi. Ia sudah cukup jengah.

 

Diliriknya kembali remukan kertas aneh itu. Sebenarnya ia ingin mengabaikannya, tapi kalau memang itu dari salah satu siswa yang mengejarnya, mana mungkin Su Ho harus repot-repot menyampaikan pesan itu untuknya? Sementara Su Ho juga sudah cukup banyak membantu saat Baek Hyun kewalahan menghadapi mereka.

 

Baek Hyun berdecak kesal, remukan kertas itu membuatnya penasaran. Dan akhirnya dengan sedikit malas ia pun membukanya perlahan.

 

 

Melihat Alpheratz di tempat tertinggi.

 

 

 

 

 

 

 

Mata Baek Hyun membelalak.

 

 

ALPHERATZ???

 

 

Ia langsung berdiri dari tempatnya dengan sangat tercengang. Ini jelas bukan dari siswa-siswa itu, karena ini tentang hal yang hanya diketahui oleh ia dan….

 

 

 

KRIS!!!

 

 

 

“Melihat… Alpheratz di tempat tertinggi?” gumamnya sembari merengkuh dada yang bergemuruh. Bukankah ini semacam pesan rahasia dari Kris untuknya? Dan ia percaya memang ada sesuatu di balik itu semua. Dan ia merasa bahwa…

 

 

Kris kembali! Dan dia berada tak jauh darinya.

 

Alpheratz… Itu adalah dirinya dari pandangan Kris. Melihat Alpheratz artinya tentu saja Kris ingin bertemu dengannya.

 

Tapi jika benar Kris ingin bertemu dengannya, di mana ia sekarang?

 

Di tempat tertinggi. Tempat tertinggi untuk melihat Alpheratz yang tak lain adalah nama bintang. Dan bintang itu bukankah berada di langit? Jadi tempat yang yang tertinggi dan bisa melihat langit… di sekolah itu bukankah….

 

 

Deg~

 

 

~α♥α~

 

 

~Balkon atap!

 

 

 

Baek Hyun menghentikan langkah pontang-pantingnya di sana. Nafasnya terengah-engah seolah paru-parunya akan meledak. Dan sungguh, ia hampir ambruk saat kedua mata mungilnya menangkap sosok itu.

 

Perseus dan Andromeda memang tidak membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa saling memahami.” Kris meletakkan minuman kalengnya di samping. Menyambut Baek Hyun yang melangkah ragu mendekatinya yang sedang terduduk dan bersandar di tembok pembatas balkon atap.

 

“Aku hanya… Menebak.” Balasnya gugup.

 

“Kemarilah.”

 

Baek Hyun kembali bingung. Apa maksud semua ini? Kenapa Kris ingin mengajaknya bertemu? Apakah ada yang ingin disampaikannya? Ia betul-betul tidak tahu. Dan tidak berani menebak.

 

Namun di hadapannya kini, ada Kris yang tengah tersenyum padanya. Sama seperti saat ia hanya berdua dengannya di panggung, di halte, di mobil, di taman belakang sekolah, dan di apartemennya. Kris tersenyum hangat padanya. Tidak memandangnya terluka dan memintanya pergi seperti hari itu.

 

“Kenapa hanya diam? Kubilang… kemarilah.” Ulang Kris karena Baek Hyun tak juga beranjak.

 

“Aku… Bingung Hyung, tidak percaya. Betul-betul tidak mengerti dengan semua ini.”

 

Kris menghela nafas, cukup sadar mengenai apa yang dirasakan Baek Hyun. Tentang kebingungannya, juga keterkejutannya.

 

“Mengenai  aku dan Lu Han? Dan kenapa aku bisa berada di sini?”

 

Baek Hyun menunduk sambil menggigit bibirnya, kembali merasa tidak pantas mencampuri urusan pribadi mereka.

 

“Kami… Berpisah.”

 

DEG~

 

Baek Hyun mengangkat wajahnya dengan sangat terkejut, “MWO?”

 

Kris mengangguk santai, “Aku dan Lu Han berpisah. Apa tidak jelas?”

 

Baek Hyun semakin membulatkan matanya, “Kenapa?” Tanyanya antusias, dan saat ia sadar bahwa pertanyaan itu bukan pada tempatnya, ia pun menunduk kembali. “Maaf.”

 

Kris tersenyum. Ia pun bangkit dari duduknya, sedikit menepis debu di celananya kemudian berjalan menghampiri Baek Hyun, “Kenapa? Kurasa tidak penting, karena aku tidak ingin membahas orang itu. Tapi.. yang ada di hadapanku sekarang.”

 

Deg~

 

“Hyung… Aku… Tidak mengerti. Tolong…”

 

Kris kembali tersenyum kemudian menyentuh pundak Baek Hyun. Sempat dirasakannya tubuh namja mungil itu tersentak, mungkin masih pengaruh tidak percaya bahwa Kris ada di hadapannya sekarang, “Perseus mencintai Andromeda kan? Dan memang tidak pernah ada dua Andromeda di hati Perseus.”

 

 

“Hyung…”

 

“Sudah, jangan dibahas. Aku hanya ingin melihat Andromeda yang memiliki cahaya Alpheratz.” Kris menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya, menyandarkan dagunya di bahu sempait itu.

 

Baek Hyun menggigit bibirnya cukup kuat, tatkala Kris menolehkan wajah dan menciumi sisi leher nya.

 

“Tetaplah bersamaku, Baek Hyun-ah?” bisik Kris persis di telinga Baek Hyun.

 

“Ta… Tapi Hyung… bukankah kau dan Lu Han…”

 

Kris melepas pelukannya, menatap Baek Hyun cukup dalam, “Di sini tidak ada Lu Han.”

 

“Tapi Hyung… Bagaimana mungkin? Bukankah kalian seharusnya berada di China dan__Mmmppff”

 

Baek Hyun hanya bisa terkaget-kaget menerima setiap perlakuan Kris. Termasuk kebiasaannya mencium Baek Hyun dengan tiba-tiba.

 

Brugh~

 

Punggung Baek Hyun terhempas ke dinding sementara Kris terus mengulum bibirnya, keluhan kecil Baek Hyun pun ia abaikan. Sedikit maniak jika Kris mengatakan bahwa bibir Baek Hyun membuatnya gila, tapi itulah kenyataannya, ia betul-betul merindukan namja yang membuatnya tidak bisa bertahan itu.

 

Kris melepas ciumannya, dan menatap wajah Baek Hyun yang memerah sembari terengah-engah, “Aku di sini, bukan di China. Aku di sisimu, bukan dengan Lu Han. Dan mulai hari ini, aku kekasihmu, bukan kekasih Lu Han.”

 

Baek Hyun menatap lekat manik mata Kris yang seolah mengikatnya, dan seolah terhipnotis, ia pun mengangguk walau keraguan besar memenuhi kepalanya.

 

Dan Kris memegang kata-kata Baek Hyun itu, mengukuhkannya dalam sebuah ciuman sebagai janji kuat mereka.

 

 

 

~α♥α~

 

 

“Kau yakin ini yang terbaik?”

 

Lu Han hanya menghela nafas, matanya akhirnya menyerah untuk menyaksikan dua orang yang berciuman mesra di sana, “Kris tidak sebahagia itu saat bersamaku.”

 

“Sebenarnya aku kaget dengan keputusanmu ini, tapi Hyung. Aku… bangga padamu.”

 

Namja cantik itupun tersenyum, “Kris benar, aku egois. Sangat egois. Dia bilang aku tidak mencintainya, aku hanya terlalu mencintai diriku sendiri, dan karena diriku ini menginginkan Kris, maka aku bersikeras mengatakan bahwa aku mencintainya. Aku memang bisa memiliki raga Kris, tapi tidak dengan jiwanya. Kau tidak akan tahu semenderita apa aku tinggal bersama orang yang seperti robot. Kris terus menuruti keinginanku, apapun itu, tapi saat aku meminta hatinya, dia bilang dia tidak bisa, karena hatinya telah ia berikan pada orang lain.”

 

“Hyung…”

 

Lu Han tersenyum, “Cinta itu adalah melakukan apapun agar orang yang kita cintai bahagia. Dan aku sedang menunjukkan cintaku itu untuk Kris… Se Hun-ah.”

 

Se Hun pun balas tersenyum, diraihnya tubuh yang lebih kecil darinya itu ke dalam pelukannya, “Jadi… Sudah bisakah aku menunjukkan cintaku untukmu?”

 

Lu Han terkikik dalam pelukan Se Hun, “Walau kau tahu siapa yang kucintai?”

 

“Hm… Bukankah kau bilang cinta itu adalah melakukan apapun agar orang yang kita cintai bahagia? Jadi aku ingin membuatmu bahagia Hyung, dengan caraku.”

 

Lu Han melepas pelukannya dan menangkup pipi Se Hun agar bisa menatapnya fokus, “Oke, tidak malasah. Jadi… langkah pertama. Tolong bawa aku dari sini sebelum aku pingsan melihat mereka terus berciuman.”

 

Se Hun hampir tertawa keras kalau tidak mengingat ia bisa mengganggu pasangan di sana itu, “Arasso, bagaimana kalau ke rumah sakit dulu? Kurasa gips di tangan kiriku sudah bisa dibuka, bukankah kau juga harus memeriksakan kesehatanmu Hyung?”

 

“Tidak romantis sekali, kupikir kau akan membawaku ke tempat romantis.” Lu Han sedikit memanyunkan bibirnya, membuat Se Hun gemas sendiri.

 

“Setelah ini Hyung. Oke!”

 

“Baiklah, kurasa malam ini aku akan menginap di apartemenmu, karena aku tidak mungkin tidur bertiga dengan Kris dan Baek Hyun kan?”

 

Se Hun terbatuk mendengar ucapan itu, “Te… Tentu saja Hyung.”

 

 

 

Andromeda itu memang untuk Perseus. Dan sebenarnya sejak awal memang ada dua Andromeda dan dua Perseus. Bukankah peran Perseus yang sebenarnya adalah untuk Se Hun? Khusus untuk mereka, biarkan mereka mengukir kisah Andromeda dan Perseus versi mereka sendiri.

 

Sementara Kris yang melihat sosok Baek Hyun sebagai bintang Alpheratz di Andromeda, betul-betul jatuh ke dalam pesonanya pada pandangan pertama. Baek Hyun pernah berharap bahwa kisah mereka tidak berakhir hanya di atas panggung, namun dimulai di kehidupan nyata. Dan sepertinya, kisah mereka betul-betul baru dimulai.

 

 

““““““““““““““““““

 το τέλος

 

 

 

ALF: HA???? APA INI?FF macam apa ini???

AAARRRGGGHHH JANGAN BUNUH ALF, ALF LAGI KACAU!!!

240 thoughts on “Alpheratz in Andromeda || KrisBaek ||

  1. whoaaa ini ff sweet bgt.. sumpah terharu bgt baca nya
    min alf bisa bgt dah nyempilin namany buat jd panggilan baekhyun – –
    sempet kshan aq sma luhan gege eh pas tw kenyataanny bahwa luhan egois.. malah gregetan aq sma luhan..
    kris ge sweet bgt.. aah melting
    mimin alf dae to the bak bgt…. lanjutkn min

  2. GUE DAPET BANGET FEEL KRISBAEK DISINI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! OMG OMG!
    gue suka banget gaya kris yang dingin gitu. terus luhan yang sejenis beauty charismatic.
    dan gue ngakak suho berasa babu nya kris di suruh suruh mele.
    pokonya keren thor. feel nya dapet banget astaga, apalagi gue tau aja tentang rasi bintang

  3. mikir lama mau komen apa =_=’
    agak kurang paham tentang gimana kris bisa jatuh cinta ke luhan ._.
    entah karena fase ini terllu ngebut ato akunya yg lemot jadi gak dapet feel..
    feelnya yg kerasa banget itu ya pas momen kris sama baek di depan ruang rawat luhan🙂
    nyesek yang manis, ucapan kris yang terdengar seperti orang putus asa, dan baek yg seolah memberontak krna hak nya untuk mengungkapkan perasaannya dicabut :’)
    daebak thor! suka

  4. Weehhh, keren banget dek!! Haduhhh aku mimisan!!!

    Sweet-sweet-sweet aku suka bangeeettt…akhirnya aku nemu FF KrisBaek yang bagus, dan itu si Luku asdfghjkl egois banget *tendang si sulung*

    Tapi syukurlah akhirnya Lulu sadar dan bisa ngelepasin Kris, dan YEHET YEHETTTT HunHan bersatu!!!! ♡♡♡♡♡♡

    Oke sipp!! Aku mao menjelajah lagi ke FF laen, mao baca yg chaptered tapi banyak yg di protect huhuhuhu TT____TT gue kudu piye?

  5. Weehhh, keren banget dek!! Haduhhh aku mimisan!!!

    Sweet-sweet-sweet aku suka bangeeettt…akhirnya aku nemu FF KrisBaek yang bagus, dan itu si Lulu asdfghjkl egois banget *tendang si sulung*

    Tapi syukurlah akhirnya Lulu sadar dan bisa ngelepasin Kris, dan YEHET YEHETTTT HunHan bersatu!!!! ♡♡♡♡♡♡

    Oke sipp!! Aku mao menjelajah lagi ke FF laen, mao baca yg chaptered tapi banyak yg di protect huhuhuhu TT____TT gue kudu piye?

  6. Niat awal sih mau baca ff Altar in Aquila, tapi eh ternyata ada previous story-nya toh…
    Ya udah dari pada bngung gtw awal ceritanya, langsung cabut deh di ff ini.
    Masalah rasi bintang, jujur aku gtw apa2 sumpah *yahh pling dkit doang*. Kke~~ tapi karena baca ff jadi paham deh.

    Dohhh Kris disini doyan banget main nyosor2 aj ama baek. Lulu juga, posesif agresif, egois campur aduk deh pokoknya bikin gue pngen lempar aja ke laut. Tp karena dia termasuk bias kesayangan gue, mna mungkin tega..?

    Alurnya emang rada kecepetan, jd gk terasa waktu berlalu pas baca ini/lebeybangetgue/
    Tapi yang penting masih ada sweet and fluffy2nya.
    Ya udah dehhh, langsung pngen baca squelnya… penasaran bngettt

  7. krisbaek, krisbaek, krisbaek….
    fiuuhhh…..
    sweet bgt,,,,
    baekhyuuuuunnn…. haduuuhhh…..
    aku jadi ketagihan baca krisbaek….😀
    alf, you did a great job !!!
    gimna bisa bikin cerita yunani yunanian begini? kereeenn banget!!!
    moment kris uda jarang, ahkan bisa dibilang g da… tpi q masih dapet feelsnya.. fiuuhhh..
    daebak buat ALF..😀
    keep writing…

  8. Aaaaakkhh sumpah keren bingo… aku jadi kangeen sama yifan haaiyaaaah… kangen krisbaek moment juga… mentang-mentang baekhyun nya polos kris main nyosor-nyosor aja ya… dan akhirnya krisbaek bersatu dan jangan lupakan Hunhan juga…

  9. Aaaaaaaaaa………. Ini oneshoot??? Hahahah jrg2 alf buat oneshoot aku pikir ini chapteredd. Eh trnytaa… Ini singkat padat dan jelass. Hehehhe …. Tp wlaupun emng alurnya kecepatan sih aku pikir…. Heheheh tbtb uda 10 bulan aja… Tp penjabarannya nutupi itu smuahhh.. Aduhh gmna yah blgnyaa….
    Okehhh mian ini pendekk.. Hehehh soalnya ini login dr mobile.. Jd gabisa copas klimat2 yg mau dikomeniinn.. Miaaannnnnnn aku mau lanjut baca sequelll heheheh

  10. krislu kyak lagunya BBB aja putus nyambung:D.
    ternyata rasi bintang itu menarik juga ya, aku jd tertarik sama rasi bintang gara2 cerita ini.
    Kris kirain cuma memberikan harapan palsu, setelah dia udah beraninya nyium baekhyun bahkan memberikan tanda merah di leher (haha) beberapa harinya lg dia balikan sama luhan aduh #BaekhyunRapopo. tapi kris jd beneran cinta ke baekhyun,horayyy.
    Dan akhrnya cerita ini happy ending.
    sukaaaaaa sama cerita ini😀

  11. Tdnya sih mau baca altar in aquila soalnya kt tmen ku bagus.. Eh ga tau’a ada cerita sebelum’a.. Wahh,, Krisbaek OMG OMG aku kangen bgt ama moment krisbaek apalagi ad luhan’a jg😥 .. Sweet bgt ka cerita’a ku kira kris ga akab blik lg ke bebek eh ternyata oh ternyata.. Haha

  12. Well, baru sempet komen. Mian~ *bow*

    Ceritanya keren!
    Jarang ada cerita yang ngambil tema tentang hal-hal yang berbau(?) Yunani😀

    Tapi sedikit gak suka dengan karakter Luhan yang egois dan Kris yang sepertinya tidak tegas meskipun mungkin itu untuk kebaikan mereka(?)
    Ikut nyesek sama Baekhyun pas baca part di rumah sakit.
    Rasanya udah terbang tinggi terus BRUK! jatuh gitu aja T^T

    Namun, akhirnya KrisBaek bersatu! Yay!! ^^
    Nice epep^^

  13. kak alffff aku nongol lagi/? itu kak alf semacem puitis gitu pas adegan kris ngomong sama baekhyun/? wkwkwk mana baekhyun getol gitu baca astronomi bzz-__- kan kak luhan nyebelin lagi/? pengen tak gigitttttttttt untung aja akhirnya luhannya sadar huhuhu luhannie sama sehunnie aja:’)

    lanjutin baca ff yg lainnn

  14. Mitologi yunani.

    Tdk byr author yg mau mengangkat tema seperti itu dlm karya ny entah lah mgkn krn agak ribet atau gimana tp utk aku pribadi aku senang cerita2 dgn genre seperti itu,seakan2 aku d bawa ke jaman prasejarah {krn mang dasarny ku suka sic sama cerita zaman dulu}

    Astaga kenapa Luhan jd egois gtu? Asli awalny gk suka sama karakternya,yah tp untunglah akhirny dy sadar dan melepaskan Wufan, cinta tak harus memiliki. Tp yg ptgkan sekarang udah ada Sehun d samping ny maka Kris bisa meraih cinta sejatinya.

    Dalam crt ini gk mw nyalahin siapa2 krn pd dasarny cinta segitiga memang rumit,tp kalo slh satu ada yg mengalah sepertiny akan terasa lbh mudah.

    Well awalny jg kupikir KrisBaek gk akan bersatu krn mgkn selepas kepergian Kris tiba2 muncul sosok lain yg menggantikan Kris d hati Baekhyun,atau Baek yg yah tetap sendiri gtu but ternyata ff ny tetap tertuju pada pairing yg udh d tentukan.

  15. Annyeong… Aku suka dengan Mitologi Yunani yg di selipkan(?) dicerita ini…
    Nambah nambah wawasan kita…
    Luhan ngotot dan nekat banget…
    Ketika Kris dan Luhan pergi ke China, Gimana nasib Sehun ?

  16. dooh bisa diabetes aku :v
    keren iiiihh so sweet~~ krisnyaaaa gak nahan deh xD
    kirain akhirnya mau jadi hunbaek *ngaco
    salut banget tapi waktu kris mutusin bakal k cina bareng luhan TT.TT gentle banget kan berarti hehe..

  17. aku suka banget dongeng2 dewa2 yunani.. jarang2 ada ff yang ngadopsi dongeng2 kaya gini kan? kak ALF emang daebak deh ide2nya keren2 melulu..

    iya iya aku ngerti ke-frustasian suho.. drama udah mau mulai, nih dua orang kekasih yang sudah putus malah ribut aja.. untung ada baek disana, kalo engga, acara bisa dibatalkan, bubar bubaaarrr /suho bunuh diri/

    waktu baca yang ini —>
    Tapi Tuhan… aku betul-betul terbawa suasana panggung ini. Dan entah sejak kapan, tiba-tiba saja mataku tak lagi menangkap adanya penonton, tak lagi melihat panggung, lampu sorot, Su Ho Hyung yang menggenggam gulungan kertas dengan wajah panik di pinggir panggung, semuanya… tak terlihat. Kris Wu masuk ke stage dengan kostum Ksatria Yunaninya, dan… seperti melewati sebuah portal, aku menuju ke zaman Yunani kuno.

    sejak pertama kali exo debut aku selalu ngebayangin kris itu pangeran tampan dari planet lain /yang berada di tengah-tengah cowo-cowo boyband yang cantik-cantik/ dan sekarang aku ngebayangin ini lagi.. kris sang pangeran mengenakan kostum ksatria yunani, bawa pedang, menyelamatkan nyawa sang putri dengan gagahnya.. pliiiisss nyerah /angkat bendera putih/

    di ff2 kak ALF yang aku baca kris selalu aja iseng maen nyium baek.. dan disini nyuri2 kesempatan nyium baek pas panggungnya gelap, terus di mobil juga..

    waktu ciuman di mobil itu ya, kalo jadi baek berasa dibawa terbang ke andromeda terus dihempas keras2 ke tengah samudra dan diamuk poseidon.. baru aja kemaren romantis2an di mobil, eh tau2 udah mesra2an sama luhan😦

    alpheratz disingkat jadi ALF?? wah ini kak ALF bisa aja deh bikin cerita wkwkwkwk soalnya ga mungkin kan alpheratz disingkat jadi DIS (Dessy Iztamia Shema) /nama aku/ /ngarep/ /sensor/ kkkkkk~

    luhan terlalu! mainin kris.. liat cowo ganteng dikit (sehun) eh pengen deket2 alibi aja pengen buat kris cemburu.. terus giliran sehunnya terancam cacat, dia nyamperin kris lagi zzzzzz banget

    errrgghhh luhan egois baget sih..! jadi gemes pengen nyubit /pake tang beracun/
    ya kalo kris emang gak cinta kenapa harus dipaksa.. lebih baik mendengar penolakan tapi tulus dari dalam hati, dari pada pengakuan cinta tapi kebohongan.. /aduh ini kata2 siapa ya/

    kris terus yang harus ngalah bahkan sampe merelakan cintanya sendiri.. syukurlah akhirnya luhan ngerti.. untung sehunnya sembuh.. syukur akhirnya happy ending /prok prok prok/

  18. Sebenernya bener-bener gatau soal rasi dan segala macem itu. Jadi pas baca prolog ya baca aja ngga ada feel. Soalnya cuma tau poseidon, zeus, aprodit dsb. Ngga sampe ke andromda,preseus sama alpheratz. Tapi makin ke cerita makin ngerti soalnya diumpama sama pairing exo (gila favorit banget wkwkwkkws) eh lama-lama ngerti sendiri.

    Soal peran kris, selalu suka lah. Meskipun mesum banget disini. Trus baekhyunnya polos banget hiiiwwww sampe gemes sendiri.

    Luhan tuh kalo jadi uke liatnya kaya putri banget deh. Mau dapet peran angkuh ataupun baik ya cocok aja.

    Sifat kris tuh asdfghjkl romantis banget hoooisssssh sebel sendiri waktu dia milih ke china. Terus si sehun juga…. Setipe sama baekhyun tapi jiwa seme banget. Udah ah fav bangets!!!

  19. Sambil nunggu pw dri alf bca2 dlu,eh ad ff krisbaek’
    Entah knpa bhsa penyampaian alf it beda bgt ma ff pda umum ny,gak pasaran,mudah d mengerti tpi bhsa ny jga g norak,’
    Best bgt deh,’
    Pa lg pas nemu karakter kris ny gni bgt,’
    Gemes jd ny~~~~
    D PHP cwo ganteng kya kris gmana rasanya ya,hehehe

  20. AAAAAA IGE MWOYAAA😮, aduhh ka alf itu selalu ya bikin gado gado in perasaan mulu, ya tuhannn dari awal udah sweet baca nya sambil senyum senyum, eh di kenapa pas asik bca yg sweet langsung di jatohin lagi sama angst ituuuuu,,, aduhhhh aku nangisss, ;(

    kris tega banget PHP sama ngegantung baekhyun dengan kejam gitu #timpukKris apalagi dia ngelarang baek buat ngutaraan? perasaan nya #doubleJLEB? Hiks hiks kebayang gimana sakit nya uri baekhyun huhuhu ;( ;(

    tapi karna emang ini ff krisbaek and finally, their are live happly ever after, AAAAA akhirnya itu sweet bangettt , suka sama kris cara pengungkapan nya itu beda dari yg lain aduhhh di aduk aduk lah persaan kuhhhhh😡

    okelah ka alf keep writing sama tetap SEMANGAT!!!

  21. Sebenarnya aku gak pinter ngomong. Cuma banyak omong-_- tapi sumpah ni ff bagus banget. Gemes banget sama luhan.dia egoisnya pake bingitz. Tapi akhirnya krisbaek harus selalu bersama:D
    Okey sekian dulu. Keep writing min alf. *PYONG*

  22. KRIIISSSSS hahahahahahah puas bgt sy! ini bener niat bgt bkin crta.y. lumayan nambah wawasan juga hahah. kangeeenn krisseuu :”3 bagus pkok.y mah, gak ketebak jalan cerita.y hghghg. itu bagian pas kris manggil baek jd “alf” langsung mikir “bisa bgt bisa” hahahah

  23. Untuk pertama kalinya..
    Saya jatuh suka/? Sama ff KrisBaek
    Karena saya sebelumnya kukuh menjadi ChanBaek shipper.. [Sekarang masih sama sih]

    Udah, gitu aja..
    Karena ini menakjubkan

    Terima kasih untuk cerita apik, sweet, dan mengesankan. Karena sekali lagi, saya baru menyukai KrisBaek sekarang.

  24. Waha hoyaaaaaaaa
    baekkris egeeeeen ah alf eoni *kibarkanbendaraKRISBAEK , kea ny demen banget sih un😀
    aku suka penjabaran nya, mereka memerankan cerita d jaman yunani, hah aku bayangin nya dg rambut panjang dg memakai mahkota, gaun mekar ala bunga bunga , aaaah cantik banget baek ..
    Kris:-* , di sini, disana, dan disitu selalu dewasa aku seneng (PAYPHONE. L&P)
    dan luhaeeen, memang cocok dg peran antagonis, cepat punya cucu ya hunhan :-*
    dan waktu adegan d mana baekkris d atas panggung , aku histeris sendiri un CHANYEO0O0O0O0O0LLL EODIGASOYEOO0O, aigooo baekhyunmuuuuuu
    oke sekian dari saya terima bekyun
    FIGHTING ALF SARANGHANDA :-*

  25. Ini kerennnnnnn bgt.. serius deh…
    Suka bgt FF yg ngmbil cerita astronomi2 gitu… hhee
    Akhirnya Krisbaek bersatu (?)…. Hunhan jg…😀
    Happy Endingggggg….
    Nyesek pake bgt adegand RS ituuu….
    Luhan akhirnya bisa nerima keadaan…. lebih baik bersama org yg mencintai kta dripada yg kta cintai #apaini???…
    Tapi lebih baik saling mencintaiiiii….
    Baekhyun emg manisssss bgt.. ngga kuat jadinya… kkkk
    Keep writing cantik….🙂

  26. OMONAAAA OMONAAA!!!!! Sweettttttt angetttt. Sampe sampe tetangga sebelah diabete (lah?)
    Jadi ngeshipppp krisbaek. Tpi sayang. Ya sayang. Sayang aja. Krisnya skrg…….. ah sudalah. Haha
    Aigoooooo author alf. Cari kesempatan dlam ksmpitan eahh(?)
    Nyempilin nama di antra kris baek. Hahaaha
    Tapi bagusss ko. Lanjutkannn karyamu(y)

  27. Setelah sekian lama tak berkunjung ke KC, setelah sekian lama tak membaca FF shounen-ai, ALF kembali mengusik jiwa fujo saya :””

    Byun Baekhyun, biasanya rara tak suka dirimu karena kau selalu dijadikan orang ketiga, tapi disini, rara suka kamu bangeeeeeeeeeeeeeeeeeet(?) 😂

    Eonnie *lambai-lambai* FFnya daebak! (seperti biasa) dan.. rara kurangajar ngga bisa dapetin feel Luhan yang entah mengapa jadi menyebalkan di sini X””D apalah dayaku~ yang tulisannya masih amburadul~ :”” huhu /ngganyambung/

    Untuk Kris, oh mantan kekasih, kamu forever chicken nae style aniya kok :” hahaha
    Bayangin Kris dempetin rara di mobil… no I have to stop that crazy imagine 😭

    Jja jja~ tulisannya sedikit berubah ya? Atau hanya perasaan rara aja? 😂 faito faito, eonnie-ya~

    Salam hangat, pervvyrara yang sedang hibernasi menulis /5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s