Heart 2 Soul – ChanBaek || KrisBaek Chapter 2


h2sch2

Fanfiction-ChanBaek || KrisBaek

Tittle: Heart 2 Soul

Author: AyouLeonForever

Cover pic/poster edited by: AyouLeonForever

Genre: Yaoi, Horror(?), Mistery, Fantasy, Supernatural, comedy(?), Romance

Length: Chaptered- Sequel

Rating: TTM (wkwkkw doyan)

Main Cast:

      Byun Baek Hyun

      Park Chan Yeol

      Wu Yi Fan/Kris

And others

 

Disclaimer: All Member EXO belong to His agency, Parents, and God.

Copyright: Keluarga Cemara (?)

Inspired From Japanese Manga, “Yurara’s Moon”

ALF’s Note: Hihihi… (mentang2 perihal roh, tawanya juga sesuatu). Seneng deh Experimennya(?) ALF banyak yang suka juga wkwkwkwkwkw. Pokoknya ALF lagi kepo, pengen nyobain semua(?) genre. Jadi readers gak bakal ngecap(?) ALF sebagai author tergalau hahahahahah*kok bangga?. –___–

Hm… begini, keanya reader bakal bingung kalo semisal si Baek Hyun berganti(?) roh. Dan untuk menghindari pengulangan kalimat terus-menerus, ALF bakal beri kode khusus semacam efek suara(?) kalo semisal Baek Hyun berganti roh, berganti kepribadian menjadi dirinya yang satu lagi.

 

Sriiinnngg~  <—  anggap aja bunyi Cahaya gemerlap yang muncul gimanaaa gitu. Sepakat? (lah apa ini maen tawar-tawaran?)

Udah ding, capcus nyoooooo….

 

 

Heart2Soul

Namaku Baek Hyun, usiaku 17 tahun, sejak lahir aku telah diberi kemampuan untuk bisa berkomunikasi dengan sesuatu yang… “halus”. Kemampuan seperti ini tidak semua orang memilikinya, sebut saja ini kemampuan khusus, dan karena kemampuan istimewa ini pula aku akhirnya dijaga oleh roh pelindung yang sudah bersemayam dalam tubuhku bahkan sejak aku lahir.

Roh pelindung, yang dalam hal ini adalah…

Aku… di masa lalu.

Byun Baek Hyun!!!

Chapter 2

Langkahku ragu saat menaiki sebuah Bus tujuan sekolahku. Aku hanya bisa berhenti di lorong bus dan mematung bagai orang bodoh. siswa lain tidak sedikit yang menoleh dan menatapku heran. Hm… mungkin mereka berpikir…

“Kenapa anak ini berdiri saja di lorong sementara masih ada kursi yang kosong di belakang?

Kira-kira seperti itu pikiran mereka. Sebenarnya mereka tidak salah, kursi di belakang itu memang kosong oleh manusia, tapi… kurasa hanya aku yang bisa melihat sosok yang duduk di sana, menatapku tajam sembari meremas bukunya.

Ingin kudekati, tapi auranya kelam sekali, bukan ciri roh yang mudah ‘diantar’ hanya dengan berkomunikasi saja. Walaupun aku punya roh pelindung, kurasa akan sangat kontras jika aku langsung berubah kepribadian di sini, bagaimana kalau diriku yang satu lagi murka, dan protes ke semua penumpang dan menyuruh siswa yang duduk di depan untuk pindah tempat duduk ke belakang. Mana mau diriku yang satu lagi ini duduk di belakang

Aku… yang satu lagi memang tegas, dan… harus selalu sesuai dengan keinginannya. Berbeda 180 derajat dengan aku yang… lemah, tidak bisa berbuat apa-apa dan… terkadang sulit untuk menolak.

Hakseng, duduklah… bis sudah mau jalan” Tegur pak supir.

“N… Ne Ahjushii” Jawabku gugup. Ah sudahlah, kalaupun aku akan kenapa-napa, masih ada diriku yang satu lagi  untuk menolongku.

Dengan takut-takut aku mendekat, dan bisa kulihat roh itu semakin tajam menatapku.

Grrrrrr~

Bahkan geramannya sangat terdengar jelas.

Tap~

Kuhentikan langkahku karena tiba-tiba saja roh itu melesat kearahku dengan tatapan marah. Kupejamkan mataku rapat-rapat berharap diriku yang satu lagi mengendalikan situasi ini.

Greb~

 

Blaaarrr~

Aku mengerjapkan mata, dan pandanganku langsung terpaku pada sosok roh yang terjapar tak berdaya diselubungi api hitam.

Api hitam? Ah bukankah..

“Chan Yeol?” Seruku tertahan karena pemilik api hitam itu sudah berada di belakangku sembari memeluk perutku.

“Pagi manis, duduk denganku yah…” Tawarnya, kemudian kembali menarik apinya setelah roh itu musnah. Hatiku cukup perih melihat roh musnah, kupikir kalau roh itu mau diajak bekerja sama, maka aku akan mengantarnya ke tempat seharusnya ia berada.

“Eum, tempat duduknya hanya satu” Keluhku, berusaha melepaskan tanganya di perutku.

“Tidak apa-apa, kau bisa duduk di pangkuanku kan?”

“Eh?”

Dan seperti yang ia katakan, sesaat setelah Chan Yeol duduk di tempat itu, ia menarikku hingga duduk di pangkuannya. Dan lebih aneh lagi, aku duduk menyamping, dengan tangan (dipaksa) melingkar di bahunya.

“Begini kan romantis, aigo… manisnya…”

Lagi, aku hanya bisa pasrah saat Chan Yeol mencubit pipiku.

Ini aneh…

Maksudku, walau Chan Yeol memang sedikit kurang ajar, sebenarnya dia bermaksud melindungiku. Ah… rancu… Maksudku begini, setahuku Chan Yeol itu kaya, walau tidak sekaya Kris, terbukti dia ke sekolah dengan menggunakan mobil, lalu kenapa kali ini dia naik bis? Apa dia sengaja mengikutiku?

“Eum… Chan Yeol… kau tidak bawa mobil?”Tanyaku agak risih sebenarnya dengan posisi ini, terlebih walau tidak ada roh jahat di sini, aku merasakan hawa-hawa pekat karena sudah pasti seluruh penumpang yang kebanyakan yeoja di bis ini telah mengumpatku habis-habisan.

“Bawa” Jawabnya singkat, kurasa dia lebih sibuk menusuk-nusuk pipiku dengan jari telunjuknya. Dikiranya aku adalah sebuah boneka. -_-

“Lalu?”

“Kutinggal di jalan, karena kulihat tadi kau naik bis sendirian”

“Mwo? Kau meninggalkan mobilmu di tengah jalan?”

“Bukan di tengah, tapi di tepi”

“Ya maksudku begitu, kau tidak khawatir mobilmu diderek?”

“Sudahlah, jangan memikirkannya. Sudah kutelpon seseorang untuk mengambilnya, karena memang mobilnya mogok”

Hampir saja aku terjatuh dari pangkuannya kalau saja aku tidak bertumpu di pundaknya.

Konyol… tapi itulah Park Chan Yeol!

~*H*2*S*~

“Um… Kriss-shii, kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanyaku saat aku dan Kris tengah membaca buku di perpustakaan.

“Ani…”Jawabnya santai kemudian melanjutkan kegiatan membacanya.

“A… Apa terjadi sesuatu?”

Kris menutup bukunya dan melepas kacamatanya, “Aku ingin bertanya”

“Silakan”

“Ini mengenai kau… dan… kau yang satunya lagi”

Aku mulai gugup, entah kenapa aku merasa Kris akan menanyakan hal yang cukup sulit kujawab.

“Begini, saat roh pelindungmu itu mengambil alih tubuhmu, kau yang satunya lagi kemana?”

Aku menggaruk keningku dan menatap langit-langit, “Aku… tetap berada dalam tubuhku”

“Maksudku, apa kau menyadari semua yang dilakukan, dipikirkan, dan dirasakan oleh kau yang satunya lagi?”

“Mmm kurasa begitu. Misalnya saja saat kejadian di sungai minggu lalu itu, saat Kris menolongku memusnahkan roh-roh jahat itu, aku ingat semuanya, karena aku juga menyaksikannya. Maksudku seperti ini, walaupun di tubuhku ada dua roh, tapi kami berbagi pikiran dan perasaan yang sama. Sulit kujelaskan”

Kris mengangguk, mungkin mengerti sedikit.

Setelahnya Kris tidak bicara lagi, ia kembali memasang kacamatanya dan melanjutkan bacaannya. Obrolan dengan Kris memang tidak akan bertahan lama, kecuali dia punya cerita hantu lagi untuk menakut-nakutiku.

“Baek Hyun-ah…”

Chu~

Aku membelalak saat sesuatu yang lembut dan hangat menempel di pipiku. Mendadak wajahku panas, dan tanpa menoleh ke samping pun aku sudah tahu pasti siapa yang baru saja mengecup pipiku.

“Baek Hyun-ah… aku ingin bertemu haraboji, ayo berubah. Sudah agak lama aku tidak melihat Baek Hyun yang keren” Rengek Chan Yeol sembari bergelayut di pundakku. Aku bahkan hampir terjatuh dari kursi saat Chan Yeol melimpahkan semua beban tubuhnya ke arahku.

 

Dugh~

“YA!!! Appo…” Pekik Chan Yeol saat sebuah buku tebal mendarat di kepalanya. Pelakunya sudah pasti Kris.

“Kalau kau ingin mengacau keluarlah, kau sangat berisik”Protesnya tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan dari bukunya.

“Siapa yang mau mengacau? Aku ingin mengobrol dengan Baek Hyun” Chan Yeol langsung menangkup kedua pipiku, “Ayo berubah”

“Mwo?”

“Ayolah… Aku ingin bertemu haraboji… Pleaseeee….”

“Jadi… Chan Yeol hanya ingin berteman dengan diriku yang satunya lagi?”

Kening Chan Yeol terangkat sedikit, “Aku salah yah? Aku hanya ingin mengobrol cukup lama, kurasa tidak apa-apa kan?” Chan Yeol menatap langit-langit, “saat kau berubah ke sosok itu, kau sangat keren, menawan, tegas, dan… ugh… membuatku ingin memakanmu”

“Kau makin mirip ahjushi-ahjushi mesum, Park Chan Yeol” Sindir Kris telak.

“Bilang saja kau iri…”

Pletak~

Kris langsung menarik tanganku meninggalkan Chan Yeol yang tersungkur di bawah meja setelah sebuah buku tebal mendarat di kepalanya.

“Kajja, kita kembali ke kelas”

“Tapi Chan Yeol sepertinya pingsan…”Cemasku.

“Biarkan saja, semoga setelah dia sadar dia akan berubah menjadi namja yang lebih waras”

“Kris-shii… kasihan dia…”

“Ayolah… Aku punya cerita menarik untukmu”

Mataku membelalak, firasatku buruk akan hal ini “A… Aku… Aku ke kantin saja…”

“Ceritanya memang tentang hantu wanita penunggu bangku pojok kantin dan sebenarnya, meninggalnyapun tragis…”

“Kris jebal….”

“Jadi waktu itu…”

“Huwaaaaaaaaaaaa….”

~*H*2*S*~

Sore itu, sepulang sekolah, aku, Chan Yeol dan Kris tengah berjalan beriringan melewati koridor lantai 3 menuju ruang musik. Entah ini salah siapa, tapi karena kejadian minggu lalu di kolam renang, kami dikira bisa mengusir sesuatu yang berbau mistis, jelasnya… guru musik kami meminta kami meneliti ruangan yang sedang kami tuju sekarang ini. Baiklah alasannya begini.

Setiap kali Kim sonsaeng (guru seni musik) hendak masuk ke ruang musik, ia selalu mendengar suara dentingan piano yang mengalun lembut tapi membuat bulu kuduk merinding, tapi saat Kim sonsaeng membuka pintu, seperti biasa ruangannya memang kosong karena dia yang memegang kunci.

Setiap kelasnya berlangsung, selalu saja ada siswa yang pingsan setelah memainkan piano, belum lagi keluhan dari semua siswi yang selalu merasakan ada yang mengelus paha mereka.

“Hahahaha sepertinya ini langkah awal bagi kita sebagai Tim pembasmi roh”

“Pembasmi roh?” Tanyaku dan Kris bersamaan, jelas sedikit aneh mendengar Chan Yeol memberikan nama senorak pada tim kami. Dan itu, sejak kapan kami menjadi satu tim?

“Ne, ada yang salah?”

“Kurasa kita bukannya membasmi roh, tapi menyelamatkan mereka yang tersesat” Ralatku.

“Ah… yang punya kekuatan seperti itu kan hanya kau manis” Chan Yeol meraih pundakku, membuatku lebih rapat dengannya.

“Ja… Jadi selama ini kalian memusnahkan roh? Tidak mengantar mereka ke tempat mereka?”Tanyaku lagi.

“Tidak semua. Yang musnah hanya roh menyebalkan saja”Jawab Chan Yeol santai, “Sisanya kami hanya mengusirnya dengan menggunakan segel agar mereka tidak kembali”

“Er… Chan Yeol, bisa kau lepaskan tanganmu? Aku kesulitan berjalan kalau begini”Keluhku

“Mau kugendong, sini…”

Tuk~

“Perhatikan sikapmu namja mesum” tegur Kris setelah berhasil memukul kepala Chan Yeol dengan botol air mineral.

“Bilang saja kau iri, aku dan Baek Hyun kan dekat”

Kulihat Kris hanya melengos dan kembali melanjutkan langkah.

“Lagipula siapa yang menyuruhmu ikut? Yang disuruh kan hanya aku dan Baek Hyun, berhubung yang mengusir roh di kolam renang itu hanya kami”

Kris menoleh lagi, “Wae? Keberatan? Aku hanya khawatir kau kelepasan lagi dan membuat Baek Hyun kewalahan, masih untung kalau dirinya yang satu lagi muncul tepat waktu”

“Ah alasan, dasar pengganggu”

Aku tersenyum sendiri melihat sepasang ‘sahabat’ ini. walaupun mereka lebih banyak bertengkar, tapi menurutku mereka sangat akrab.

 

~*H*2*S*~

Author POV

Baek Hyun memegangi kepalanya saat ia memasuki ruangan itu.

“Ugh pekat sekali” Keluhnya.

“Kurasa rohnya tidak hanya satu” Chan Yeol melanjutkan langkah dan menghampiri satu set drum dan memainkan sticknya. Kris menyibak tirai, membiarkan cahaya masuk.

“Manisnya…. kau bahkan lebih cantik dari yeoja…”

Baek Hyun seketika merinding saat ada yang memeluknya dan menggerayangi seluruh tubuhnya.

Kris dan Chan Yeol membelalak, “Baek Hyun… Roh it__”

Sriiiinnngg~~

BUGH… BUGH… DUGH… BRAAAAKKKK

“ROH BEJAT, BIADAB…. KAU PIKIR SIAPA YANG SEDANG KAU SENTUH HAH???” Pekik Baek Hyun sembari menghajar roh itu hingga babak belur.

Deg`

Chan Yeol menelan ludahnya susah payah, “Baek Hyun Haraboji menyeramkan kalau marah”

“Apa kau masih berniat berbuat mesum padanya? Lihat itu” Tunjuk Kris pada roh ahjushi yang dihabisi Baek Hyun tanpa ampun.

“BRENGSEK… APA KAU MAU MUSNAH???” Pekik Baek Hyun lagi membuat roh ahjushii itu terlempar. Kemudian melesat pergi menembus jendela.

Chan Yeol dan Kris bisa melihat kebringasan Baek Hyun, betul-betul tidak bisa percaya bahwa ada roh seperti itu di dalam tubuh Baek Hyun yang polos dan lembut.

“Aku akan memasang segel di sini agar roh itu tidak kembali, kupikir keluhan para siswi yang merasa ada yang mengelus paha mereka, pastinya perbuatan roh ahjushi genit itu” Ucap Kris.

“Haih… apa ini? kenapa aku jadi terlibat dengan anak-anak seperti kalian di tempat seperti ini?” Keluh Baek Hyun saat mendudukkan dirinya di bangku dekat piano.

“Haraboji… Kita ini tim pembasmi roh”Sahut Chan Yeol yang menghampirinya.

Baek Hyun mengangkat wajah dan menatapnya tajam “Siapa yang haraboji?”

“Hei, kau kan lebih tua ratusan tahun dariku, lagipula kau sendiri yang mengatakan kami anak-anak”

“Haih… aku malas berurusan denganmu”

“Hey jangan pergi dulu, ayolah aku mau mengobrol lebih lama denganmu, kau keren sekali…”

Baek Hyun mendesis  acuh.

Sriiiinnnggg~~

“Ugh…” Keluh Baek Hyun sambil memegangi kepalanya.

Chan Yeol tersenyum menyambut Baek Hyun yang satu lagi. Dari pandangan mata saja sudah berbeda. Pandangan mata Baek Hyun yang ini sangat lembut dan menenangkan, sementara Baek Hyun yang tadi begitu tajam seperti akan menerkam apa saja di depannya. Tapi tetap saja itu keren bagi Chan Yeol.

“Gwenchana?” Tanya Kris yang saat itu menghampirinya setelah memasang segel di jendela.

“Hm… Kurasa diriku yang satu lagi sedang kesal, aku bisa merasakan efeknya di sini” Baek Hyun menyentuh dadanya.

“Itu wajar, karena kalian berbagi satu tubuh”

Chan Yeol mengangguk-angguk mendengar penuturan Kris, “Jadi kalau Baek Hyun Haraboji marah, Baek Hyun yang ini juga akan marah begitu?”

Kris memutar bola malas, “Apa kau melihat Baek Hyun yang ini marah? Kubilang Baek Hyun hanya menerima efek kemarahan Baek Hyun yang tadi, dia tetap Baek Hyun yang lembut”

Plok~

Chan Yeol menepuk tangannya, “Jadi kalau Baek Hyun yang ini kupeluk, dia tidak akan marah seperti tadi?”

Kris melipat tangan di dada “Coba saja, dan kuharap Baek Hyun yang satunya lagi akan muncul dan menghajarmu seperti roh tadi”

Chan Yeol menoleh pada Baek Hyun yang masih terduduk bingung, seketika ia merinding, “Tidak ah… mengerikan”

“Jadi… ini sudah selesai?” Potong Baek Hyun.

“Kurasa belum, rohnya bukan hanya satu” Jawab Kris kembali mengelilingi ruangan mencari keberadan roh itu. Chan Yeol sendiri malah sibuk menyusun kursi dan merebahkan tubuhnya.

“Bangunkan aku kalau sudah ketemu”

Kris melengos tidak peduli.

“Eum Kris-shii, bukankah Kim sonsaeng bilang selalu terdengar suara lantunan piano?”

“Ne”

Baek Hyun menggumam sebentar, kemudian membetulkan posisinya hingga duduk berhadapan dengan piano itu. sedikit melemaskan jari-jarinya, kemudian dengan lembut ia sentuh tuts-tuts piano itu dengan jemari indahnya.

[Beethoven – Fur Elise]

 

Deg~

Kris menoleh, Chan Yeol pun terbangun mendengar lantunan indah itu, terlebih Baek Hyun memainkannya penuh penghayatan. Bagaimana bisa lantunan musik itu seperti membawa mereka melayang, seolah berada di sebuah padang rumput yang sejuk, dikelilingi bunga-bunga dan kupu-kupu. Terlebih Chan Yeol yang memang posisinya tengah berbaring, saat ia memejamkan mata, ia merasakan tengah berbaring di atas rumput, merasakan sejuk dan damai.

Kris di sana, menyandarkan punggungnya di tembok sembari melipat tangan di dada dan tersenyum.

“Bagaimana bisa…”

Baek Hyun menghentikan permaianan pianonya dan mendongak, tatkala melihat sesosok roh tengah melayang di atas piano.

“Chan Yeol…” tegur Kris sembari melempar buku Not ke arah Chan Yeol hingga namja itu terbangun dengan kening memerah terkena sudut buku tadi.

“Bagaimana bisa kau memainkan piano ini seindah itu? bagaimana bisa permaiananmu lebih bagus dariku? Aku sudah berlatih sejak usiaku 5 tahun, aku bahkan memenangkan banyak pertandingan, selalu dipercayakan untuk mewakili sekolah dalam ajang pertandingan siswa berbakat, bagaimana bisa permainanmu jauh lebih bagus dariku?”

Baek Hyun berdiri dan menatap roh itu, “Apakah kau tersesat karena ini?”

Aku… Kalah diputaran final”

“Kurasa kalah bukanlah akhir dari segalanya, kalah itu adalah langkah awal untuk menjadi lebih baik lagi”

TAHU APA KAU??? KAU PASTI TIDAK TAHU RASANYA KALAH? ITU SEPERTI SAAT KAU SUDAH KEHILANGAN NYAWA!!”

“Tapi__”

ITU SEMUA KARENA ORANG SEPERTIMU… ORANG YANG MEMILIKI KEMAMPUAN TANPA HARUS BERLATIH DAN BERJUANG MATI-MATIAN SIANG DAN MALAM… AKU BENCI… AKU BENCI ORANG SEPERTI KAAAUUUU!!!”

WUSSSSHHH~

Baek Hyun terhempas ke belakang, beruntung Kris lebih cepat menangkap tubuhnya sebelum menghantam tembok.

“Cari masalah roh ini” Kesal Chan Yeol.

 

BLAAARRRR~

Roh itu terhempas ke sudut ruangan dengan api hitam menyelubunginya.

Sriiinnggg~

Kris mengerjapkan matanya, saat Baek Hyun di pelukannya membuka matanya. Sepasang mata tajam, dingin dan sedikit sulit dibaca menyambutnya.

Deg~

“Padamkan apimu… Park Chan Yeol…” Tegur Baek Hyun dingin.

Kris yang tertegun dengan tatapan itu seketika membantu Baek Hyun berdiri.

Gugup!

“Yeah… Baek Hyun haraboji kembali” Seru Chan Yeol, kemudian dengan mengarahkan tangan kanannya ia melenyapkan api hitam itu hingga menguap di udara.

Baek Hyun berjalan pelan menuju roh yang tersudut itu, menangis sembari memeluk lutut.

HiksKau tidak tahu apa-apa. Orang tuaku memarahiku karena aku kalah di putaran final, mereka menganggapku anak tidak berguna karena mempermalukan mereka, padahal aku sudah berusaha semampuku”

Baek Hyun menyentuh pipi roh itu, “Siapa namamu?”

Sora

“Baiklah Sora… Aku Byun Baek Hyun, temanmu. Aku juga menyesali tindakan orang tuamu, mereka seharusnya bangga akan usahamu, dan kupikir setelah kepergianmu, orang yang paling menyesal di dunia ini adalah orang tuamu”

“….”

“Mau mencobanya lagi?”

Roh itu mengangkat wajahnya, “Apa masih ada kesempatan lagi?”

Baek Hyun mengangguk sembari tersenyum, “Selalu ada kesempatan kedua Sora-ya, kalau di kehidupan ini kau gagal, di kehidupan selanjunya kau pasti berhasil. Dan ingatlah, kalah bukan berarti kau sudah berakhir, kalah artinya kau harus melewati beberapa tahap lagi untuk mencapai puncak, tapi ingat, jangan hanya karena kalah satu kali kau langsung  terpuruk dan mengakhiri hidupmu, tetaplah berjuang, dan kuharap kau akan dikelilingi orang-orang yang mendukungmu di kehidupan yang akan datang”

Roh itu tersenyum, sembari mengusap air matanya, “Benarkah?”

“Hm, percayalah padaku”

“ne… Aku… percaya padamu Byun Baek Hyun, tolong aku

“Dengan senang hati Sora-ya” Baek Hyun meraih Sora ke dalam pelukannya yang hangat.

Seketika cahaya indah terpancar dari mereka berdua, hingga detik berikutnya roh Sora meredup dan akhirnya terbias oleh cahaya gemerlap yang begitu indah.

Baek Hyun berdiri, menatap gumpalan cahaya yang semakin lama semakin meredup itu, “Hm… Ia akan sukses di kehidupan selanjutnya” Lirihnya.

“Wow… Keren…” Puji Chan Yeol tanpa sadar. Dan sepertinya bukan dia saja yang terkesima, Kris di sana, dengan kedua mata tak berkedip, sampai ketika Chan Yeol menyadari hal itu, ia melempar buku Not hingga ujungnya mengenai kepala Kris, membuat namja itu sadar dari keterpakuannya. Dan saat ia menoleh pada si pelaku, namja  yang memang selalu menggodanya itu mengedipkan sebelah matanya sembari menunjuk Baek Hyun dengan dagu. Isyarat mengatakan bahwa…

Dia keren kan?

Seketika wajah Kris memerah, dan kembali melempar buku itu hingga menghantam wajah Chan Yeol.

“Hey Kau…” Tegur Baek Hyun sambil menunjuk Chan Yeol.

“Ah Haraboji, kau memanggilku?” Chan Yeol buru-buru menghampirinya.

Bugh~

Baek Hyun meninju perut Chan Yeol dan mencengkram kemejanya, “KUBILANG JANGAN SEMBARANGAN MEMBAKAR ROH… LAGIPULA API HITAMMU ITU LEVEL TINGGI…APA KAU JUGA MAU MUS__ ugh…”

Sriiiinnnggg~

Brugh~

Chan Yeol langsung menangkap tubuh Baek Hyun sebelum jatuh ke lantai, “Haih, Haraboji terlalu banyak mengeluarkan energinya hanya untuk marah-marah”

Kris mendekat, “Dia… sangat kuat. Mengantar roh ke tempatnya… itu jelas level tingkat tinggi”

“Hei usianya sudah 700 tahun lebih jadi wajar saja”

“Baek Hyun yang ini juga…”

“Maksudmu?”

“Tubuh sekecil ini, menampung dua roh, kau pikir itu mudah? Dan lagi… Aku belum pernah satu kalipun mendengar roh berbicara, tapi karena kemampuan anak ini, kitapun bisa mendengarnya”

Chan Yeol tersenyum, kemudian membetulkan posisi Baek Hyun agar memudahkan ia menggendongnya ala bridal style. “Ne… dia juga kuat”

 

~*H*2*S*~

Baek Hyun POV

“Chan Yeol…” Tegurku takut-takut.

“Ada apa manis?”

“Aku… Minta maaf”

Chan Yeol menatapku bingung, “Dalam rangka apa?”

“Kemarin… aku… memukulmu dan membentakmu”

Chan Yeol malah tertawa, “Ayolah, aku tahu itu bukan kau”

“Tapi tetap saja… Itu juga aku”

Chan Yeol menarik tanganku hingga terhempas ke pangkuannya, membuatku tersentak, “Yang membentakku, dan yang memukulku itu Baek Hyun haraboji, bukan Baek Hyun Baby. Lagipula…” Chan Yeol meraih tanganku dan mengecupnya, “Tangan ini terlalu mungil, kau memukulku berkali-kalipun tidak akan terasa”

Aku tertunduk malu, Astaga… apa yang dilakukan Chan Yeol ini? matilah aku karena setelah ini pasti aku akan diculik oleh penggemar Chan Yeol dan dibakar hidup-hidup dengan api asli.

Dugh~

“Apa yang itu juga tidak terasa?” Tanya Kris setelah berhasil memukul kepala Chan Yeol dengan kamus yang tebalnya lumayan.

Chan Yeol meringis sembari mengusap kepalanya, dan Kris menarikku berdiri hingga menjauh dari Chan Yeol.

“Kenapa kau selalu memukulku??? Ayahku saja tidak pernah memukulku”

“Itu karena ayahmu tidak tahu semesum apa kau di sekolah. Sekolah itu untuk belajar, bukan untuk mengganggu siswa lain” balas Kris, kemudian menoleh padaku, “Kau duduk di tempatmu” Tegurnya.

“A… A… Ne…” Jawabku kaget-kaget, kemudian bergegas ke tempat dudukku.

“Hey… sejak kapan kau protes dengan sikapku? Dulu saat aku menggoda semua siswa dan siswi bahkan guru-guru di sini, kau tidak pernah protes dan ikut campur, kenapa saat Baek Hyun kugoda, kau malah protes dan marah-marah?” Chan Yeol menatap Kris sedikit curiga, “Aha aku tahu… jangan-jangan kau menyuka__”

Bugh~

 

“Arrrggghhh sakiiitttt….” Pekik Chan Yeol saat kamus tebal tadi mencium kepalanya lagi.

“Berani mengatakan hal yang macam-macam lagi, kubuat kepalamu terbelah dua” Bentak Kris kemudian kembali ke tempatnya, di belakang bangkuku.

“Tiang listrik sialan” Pekik Chan Yeol kemudian menoleh padaku, “Baek Hyun-ah, jangan dekat-dekat dengannya, kau bisa dimakan”

“Aku mendengarmu Park Chan Yeol…”

Dan Chan Yeol langsung memutar tubuhnya menghadap depan sambil bersiul-siul setelah mendapat teguran dari Kris.

Aku jadi pusing sendiri saat mereka bertengkar. Eum… maksudku aku harus membela siapa? Aku memang senang saat Kris menyelamatkanku dari gangguan Chan Yeol, tapi kupikir Chan Yeol tidak sejahat itu sampai harus dipukul kan?

Ah sudahlah, aku netral saja.

 

~*H*2*S*~

Author POV

“Kekekekeke cantiknya…

Baek Hyun tersentak, seketika menghentikan kegiatannya menyalin soal yang tertera di papan tulis.

Eh… suara tadi?__batinnya.

“Ck, Roh tadi” Bisik Kris di belakangnya, membuat namja manis itu menoleh.

“Roh yang mana Kris-shii?”Tanya Baek Hyun bingung.

“Aku merasakan hawanya di sekitar sini. Roh yang… berbuat kurang sopan padamu tempo hari di ruang musik”

“Um… Roh Ahjushii itu? Mungkin aku bisa menemuinya dan mengantarnya kembali”

“Bodoh, dia itu ingin mengganggumu”

“Aku? Kenapa aku? Apa aku berbuat kesalahan padanya?”

Kris berdecak, bisa-bisanya Baek Hyun tidak sadar bahwa roh itu mengincarnya karena dia… eum… unik. Sebenarnya Kris ingin mengganti kata unik menjadi cantik, tapi itu bukan gayanya memuji seseorang, walaupun hanya dalam hati.

“Roh itu seperti Chan Yeol, mesum”Itulah jawaban Kris.

“Aku mendengarnya…”Seru Chan Yeol di bangkunya, padahal ia sedang tertidur.

Kris mendesis “Byun Baek Hyun, apapun yang terjadi, jangan pergi sendirian, pulang sekolah nanti akan kupasangkan segel api di tanganmu”

“Kenapa?”

“Sudah kubilang roh itu mengikutimu”

“Maksudku… kenapa harus memasang segel api padaku? Aku punya roh pelindung”

“Reaksinya lambat, itu saja, jangan cerewet”

“Ah ne, gomawo Kris-shii”

 

~*H*2*S*~

“Byun Baek Hyun… Aku ada keperluan di ruang guru, kau jangan kemana-mana. Kalaupun kau ingin pergi, minta Chan Yeol menemanimu”Pesan Kris.

“Eum… Ne Kris-shii”

“Aku tidak main-main, ingat itu”

“Aku mengerti”

 

Tuk~

Chan Yeol langsung mengusap-usap kepalanya saat Kris memukulnya dengan buku, “Waeyo… kenapa kau tidak bisa sedikit saja membuatku bahagia?”

“Kau tidak puas tidur 8 jam di rumahmu? Ditambah 3 jam di sini, sebenarnya kau ini manusia atau bukan?”

“Wah Kris, saking perhatiannya kau padaku, kau sampai hapal waktu tidurku”

Bugh~

“Ya!!! Sakit” Pekik Chan Yeol lagi saat kepalanya kembali dihantam buku.

“Sudah sadar. Sekarang jangan tidur lagi, jaga Baek Hyun, aku mau pergi!”

“Ya sudah pergi saja”

“Aku serius, roh kemarin mengincar Baek Hyun!”

“Arasso… Arasso, pergilah… menyebalkan sekali”

“Ya sudah, aku akan kembali secepatnya” Kris langsung pergi meninggalkan kelas, seperti yang ia katakan, ada keperluan.

Ada yang sedikit mengganjal sebenarnya. Pemirian Baek Hyun seperti ini … Kris itu dingin, tapi perhatian juga. dia terkadang memarahi Baek Hyun  kalau ia meladeni Chan Yeol yang bersikap kurang ajar padanya, tapi Kris  masih sering mengganggu Baek Hyun  dengan menceritakan hal yang seram. Dia ketus, tapi manis. Susah menjelaskan bagaimana sikapnya. Intinya Baek Hyun bisa melihat sisi positifnya dengan sangat lekat.

Kris… perhatian padanya…

Itu saja.

.

.

Tolong… hiks… tolong aku.. aku tersesat… tolong”

Baek Hyun tersentak saat suara itu terdengar lagi,

sepertinya Kris salah, roh ini hanya ingin meminta bantuanku, bukannya menggangguku.__Batinnya.

Baek Hyun memekamkan mata sejenak dan berusaha berkomunikasi dengan roh itu.

Kau di mana?”

“Balkon atap”

“Hm, tunggulah…”

Namja manis itu menghampiri  Chan Yeol yang beberapa menit lalu kembali tertidur, padahal dia sudah 4 kali terkena lemparan spidol dan penghapus oleh guru. Ditambah timpukan buku Kris, dan sepertinya tidurnya masih pulas.

“Chan Yeol… Bangun, temani aku ke suatu tempat”

“Hm… Sabar Baby, nanti saja yah. aku tidak akan bisa All out berkencan kalau sedang mengantuk”Jawabnya masih dengan mata terpejam.

“Bukan begitu, ada roh yang_”

“Jangan bahas roh dulu…. Hoaaaaahhhmmm”

Baek Hyun menghela nafas pasrah, “ya sudah… aku pergi sendiri saja”

“Jangan jauh-jauh dan jangan lama-lama atau Kris betul-betul akan membelah kepalaku”

“Ne…”

 

~*H*2*S*~

“Hei… kau dimana?” Seru Baek Hyun pelan saat kakinya sudah menapak di balkon atap belakang sekolah yang sepi.

Angin cukup kencang kala itu, surai cokelat gelapnya bergerak indah mengikuti arah angin, membuatnya tampak begitu menawan saat sesekali ia membetulkan rambutnya itu.

Greb~

“Kau betul-betul cantik… Baumu pun wangi. Belum lagi warna rohmu yang indah, usia rohmu pasti sudah ratusan tahun”

Baek Hyun tersentak saat ada yang memeluknya dari belakang. Kali ini bukan Chan Yeol, karena Chan Yeol tidak sekurang ajar itu menggerayangi tubuhnya.

“A… Ahjushi tolong jang__”

Sriiinnnnggg~

Bugh~

Dalam hitungan detik, roh itu ambruk ke lantai saat Baek Hyun memelintir tangannya dan membantingnya. Setelah itu, Baek Hyun menapakkan kakinya di leher roh ahjushi itu sembari melipat tangan di dada, “Untuk ukuran roh yang sudah kuhajar, kau cukup berani ahjusi gila. Memanggilku ke sini, sama saja kau memintaku memusnahkanmu”

“Kekekekekek… selain cantik, warna rohmu indah, kuat, ternyata kau juga sangat percaya diri”

Wussshhh~

Roh itu menghilang, membuat sepatu Baek Hyun menapak ke tanah tanpa pengganjal lagi.

Greb~

 

Brugh~

“Tapi kau lupa satu hal cantik. Roh itu sangat halus, selain manusia yang mempunyai kemampuan khusus, roh itu tidak bisa disentuh. Roh bisa menghilang dan muncul sesuka hati, seperti… saat ini” Ucap Roh itu menantang, setelah sukses mengunci kedua tangan Baek Hyun di belakang dan menghempaskannya ke tembok pembatas.

Baek Hyun sempat mengerang kesakitan saat dada dan pipinya menghantam tembok yang kasar, terlebih ada sesuatu yang aneh. Tenaganya seolah lenyap, bahkan untuk sekedar berbalik dan meninju roh itupun seperti tidak ada daya, “Lepaskan atau kuminta temanku membakarmu”

Roh itu tertawa, sesekali meniup telinga Baek Hyun, “Kau bukan dalam posisi yang pantas untuk mengancam manis, aku bukan roh lemah yang bisa kau usir dengan mudah. JAdi bukan hanya rohmu yang mempunyai kekuatan khusus. Bagaimana? Kau masih bisa menggunakan kekuatan cahayamu? Hahaha kurasa tidak, karena aku sedang menyerapnya, cantik!”

“Lepasss…”

“kekekeke… ayolah roh cantik, bermain bersamaku”

~*H*2*S*~

Dugh~

“YAA… kenapa kau selalu memukul kepalaku?”Pekik Chan Yeol saat Kris yang baru datang tiba-tiba menghantam kepalanya dengan buku yang ia bawa.

“Bukankah sudah kubilang untuk mengawasi Baek Hyun? Sekarang di mana dia berada?”

“Kau ini berlebihan, dia hanya ke toilet, lagipula kalau aku membuntutinya, kau juga akan menghajarku karena sudah pasti aku akan melakukan sesuatu padanya”

“Sialan” Kris sudah bersiap melayangkan bukunya lagi, tapi Chan Yeol berhasil menangkapnya.

“Tidak kena… hahahahahaha”

“Ck, salahku juga kenapa memberi amanah padamu” Kris membalikkan badan dan menepuk pundak seorang siswa yang melintas. “Kau lihat Baek Hyun?”

“Byun Baek Hyun? Kalau tidak salah aku tadi berpapasan dengannya di tangga menuju balkon atap”

Deg~

Brughhh…

Kris membelalak saat Chan Yeol menerobos hingga ia hampir terjungkal. Terlihat sangat jelas kalau Chan Yeol sangat buru-buru sampai ia tidak memperdulikan sudah berapa siswa dan siswi yang ia tabrak. Detik berikutnya Kris sadar penyebabnya.

“Balkon atap..” Matanya membelalak, “Oh sial… Park Chan Yeol…. Tunggu!!!”

~*H*2*S*~

“Lepaskan aku biadab… atau kumusnahkan kau”Pekik Baek Hyun saat roh itu mulai bertindak kurang ajar dan menggerayangi pinggangnya, masih dengan posisi terjepit di tembok pembatas.

“Jangan melawan, kau ini susah sekali diajak bermain”Balas roh itu, masih berusaha menciumi sekitaran bahu Baek Hyun yang berhasil ia buat terbuka karena kemejanya sudah sobek di bagian itu. Sensasinya sama, hanya saja saat roh itu memberikan kecupan di sana, tidak akan meninggalkan jejak apa-apa.

“Tunggu sampai kekuatanku pulih dan kuantar kau ke neraka”

“Jangan percaya diri begitu manis… ayolah… kita sedang bersenang-sen__”

BLLLAAARRRRR~

Baek Hyun terhempas pojok saat cekalan roh itu terlepas. Matanya membelalak saat gumpalan api hitam skala besar menyelubungi roh itu. Bisa ia lihat roh itu menggeliat tersiksa saat sedikit demi sedikit api hitam itu menggerogoti sosoknya.

Dan dengan api level tinggi itu jelas roh mesum tadi musnah dalam hitungan detik, seiring api hitam yang mulai padam.

“Rasakan kau dasar roh mesum gila” Baek Hyun berdiri sembari membetulkan kemejanya, walau sudah tidak selamat lagi di bagian bahu. Ia menyunggingkan senyum tipis pada Chan Yeol yang menghampirinya dengan nafas memburu dan sangat tergesa-gesa.

“Kau ada gunanya juga Park Cha__”

PLAAAKKK!!!!

Baek Hyun memegangi pipinya dalam keadaan tercengang, “YA! KENAPA KAU MENAMPARKU NAMJA BIAD__”

Chan Yeol langsung mencengkram kerah baju Baek Hyun, membuat namja mungil itu sedikit mendongak ke atas, “SIAPA YANG MENYURUHMU NAIK KE SINI? APA KAU TIDAK TAHU TEMBAT INI BERBAHAYA? BUKANKAH SUDAH KUBILANG BERKALI-KALI JANGAN MELAKUKAN HAL GEGABAH, JANGAN PERGI KE ATAP SEORANG DIRI, MENURUTI KEINGINAN ROH DAN__”

Greb~

“Park Chan Yeol… kendalikan dirimu..” Tegur Kris yang baru tiba di tempat itu dan langsung mencengkram tangan Chan Yeol.

“TAHU APA KAU!!! AKU TIDAK AKAN TINGGAL DIAM… AKU TIDAK AKAN__”

“Park Chan Yeol… dia Byun Baek Hyun….”Tegur Kris lagi, kali ini lebih tenang, dan dengan sorot mata yang meyakinkan.

Chan Yeol kembali menatap Baek Hyun dengan nafas memburu, melayangkan tatapan tajam di sepasang manik mata yang menyiratkan kebingungan di sana. Detik berikutnya ia sadar akan sesuatu, kemudian melepas cengkramannya dengan perlahan.

“Ma… Maaf…” Lirihnya kemudian pergi begitu saja. menimbulkan sebuah tanda tanya besar di benak Baek Hyun yang hanya bisa mematung memandangi kepergiannya.

Sriiinnggg~

Tatapan dingin itu berubah nanar saat Baek Hyun yang satunya lagi menatap punggung Chan Yeol yang menjauh, terlihat sekali bahwa namja itu tidak seperti Park Chan Yeol yang biasanya.

“Kris-shii… ada apa sebenarnya?”

Kris menghela nafas, kemudian mengusap puncak kepala Baek Hyun, “Percayalah, tidak sebaiknya kau tahu urusan pribadi orang lain”

“Tapi…”

“Chan Yeol baik-baik saja”

Sebuah helaan nafas panjang dan lelah terdengar saat Baek Hyun menatap Kris, “Aku… tidak suka tatapan Chan Yeol yang tadi”

Kris tidak menjawab, ia hanya menarik tangan Baek Hyun dan mengajaknya ke UKS.

~*H*2*S*~

Chan Yeol meletakkan sebuah kantong plastik berisi minuman dan makanan di atas troli kosong tepat di sebelah barnker tempat Baek Hyun duduk bersandar, “Lihat aku bawa banyak makanan… hahaha makan besar” Ucapnya riang.

Baek Hyun hanya tersenyum tipis terus mengamati perubahan sikap Chan Yeol yang beberapa menit lalu bersikap seolah bukan dirinya.

“Aku keluar dulu, sebenarnya urusanku tadi belum selesai” Ucap Kris kemudian meninggalkan tempat duduknya.

“Ah, sekalian carikan baju seragam untuk Baek Hyun. Kalau dia dalam keadaan seperti ini terus-terusan, imanku bisa goyah”Balas Chan Yeol entah bercanda atau serius.

Kris mendesis, hampir melempar Tromol berisi kapas alkohol di atas meja, “Aku tidak akan lama, jadi jangan berbuat aneh”

“Beres… pergilah, aku malas melihat wajahmu” Chan Yeol menggeret kursi yang tadi dipakai Kris.

“Aku lebih malas lagi melihat wajahmu”Balas Kris sebelum ia betul-betul keluar dan menutup pintu UKS

“Sudah baikan?” Tanya Chan Yeol, Kemudian membuka tutup botol air mineral dan memberikannya pada Baek Hyun, “Minumlah, air bisa memulihkan kekuatan rohmu dengan cepat”

“N… Ne… gomawo”

“Aneh, kenapa kau bisa kalah dengan roh murahan seperti itu?”

“A… Aku tidak tahu, saat dia mencekal tanganku, aku langsung merasa lemas dan seperti tidak punya tenaga lagi”

Chan Yeol mengangguk-angguk, “Mungkin dia bisa menyerap kekuatan roh lain”

“Dia juga bilang begitu”

“Kekuatan seperti itu kurasa hanya dipunyai roh yang usianya cukup tua, mungkin usia rohnya juga ratusan tahun” Chan Yeol terus mengangguk-angguk sok jenius dengan analisisnya.

Baek Hyun terus memperhatikan gerak-geriknya, dan lidahnya terasa gatal jika hanya mendiamkannya sementara ribuan pertanyaan bertumpuk di kepalanya.

“Hei kenapa menatapku begitu? Aku tahu aku tampan, bahkan lebih tampan dari Kris, tapi kalau kau melihatku begitu, aku jadi merasa terpancing” Goda Chan Yeol yang kali ini justru duduk di tepi tempat Baek Hyun duduk bersandar.

“Eum ani… aku hanya ingin bertanya”

“Wah… bertanya? Tentang apa?”

Baek Hyun menelan ludah gugup, “Eum… Chan Yeol… kenapa tadi kau seperti… orang lain? Kenapa kau menamparku, membentakku, dan memarahiku hanya karena aku pergi ke balkon atap?”

Chan Yeol tersenyum, tapi bukan senyum yang biasanya, “Tidak akan kujawab, ganti pertanyaannya”

“Aku hanya penasaran… apakah ini ada hubungannya saat kau membakar roh anak kecil yang mengaku kesepian itu?”

Chan Yeol menggumam, “Ini juga tidak akan kujawab, ganti lagi”

“Tapi aku ingin tahu…”

“Tapi aku tidak ingin memberi tahu…”

“Chan Yeol sudah beberapa kali menyelamatkanku, jadi kupikir kalau aku bisa tahu masalahmu, aku bisa membantumu”

Chan Yeol tertawa lagi, “Diam saja. dengan begitu kau sudah membantuku”

“Tapi aku ingin kau menjawab pertanyaanku…”

“Tidak mau diam?”

“Bukan tidak mau… aku hanya ingin memban__”

Chu~

Mata Baek Hyun membelalak saat Chan Yeol dengan santainya menarik tengkuknya dan mengecup bibirnya cukup lama.

“Ah akhirnya diam juga, ternyata dari tadi kau memang minta dicium”

Baek Hyun membungkam mulutnya dengan kedua tangan, matanya masih membelalak dan wajahnya memerah sempurna.

 

Ciuman pertamaku__pekiknya dalam hati.

 

“Aigo… manis sekali…”

Baek Hyun buru-buru menepis tangan Chan Yeol yang mengusap pipinya dan langsung melompat, meningglkan tempat itu.

Bruk~

 

“Ah mianhaeyo…” Baek Hyun langsung mendongak saat ia menabrak seseorang persis di depan pintu UKS

“Bajumu” Ucap Kris, namja yang ditabrak Baek Hyun itu.

Namja manis itupun meraih sebuah tas plastik yang diserahkan Kris, kemudian menunduk malu, “Kau… ng, tidak melihat__”

“Aku melihat semuanya…” Potong Kris.

“Huwaaaaaaaaaa….” Pekik Baek Hyun kemudian berlari dan meninggalkan tempat itu menuju toilet terdekat.

Sementara itu Kris menatap kepergiannya dengan ekpresi yang…

 

 

suli dibaca.

“Sial… kenapa aku marah?”

~*H*2*S*~

Baek Hyun POV

Arrgghh… mataku berkantung, dan ini karena siapa?

Karena Park Chan Yeol….

Apa yang dia lakukan kemarin padaku justru membuatku tidak bisa memejamkan mata barang sekejappun sejak tadi malam. Dia menciumku Ya Tuhan… di bibirku Ya Tuhan… dan itu ciuman pertamaku Ya Tuhan…

“Tidak ke sekolah Baek Hyun-ah?”

Aku menoleh, dan sosok kakekku yang tengah membaca buku pelajaran Anatomi milikku terlihat jelas di sana.

“Mataku berkantung… bagaimana ini Kakek?”Tanyaku sembari memelas.

“Hey… Kenapa kau mempermasalahkan itu, bukankah di zaman ini hal-hal seperti itu bisa dengan mudah dimanipulasi? Pakailah sesuatu yang bisa mempertajam garis matamu”

“Eyeliner?”

“Apa saja sebutannya”

Aku mengeluh, “Ya sudah… Ah kakek, jangan membongkar tas ku…”

“Kau payah, usiamu sudah 17 tahun tapi aku tidak menemukan majalah-majalah panas di tas sekolahmu”

Mataku membelalak, “AKU TIDAK SEMESUM ITU KAKEEEKK!”

.

.

.

“Wajahmu kusut sekali Baek Hyun-ah, ada apa sayang?” tegur eomma saat kami sarapan.

“Kakek menggangguku eomma” laporku kesal.

Eomma dan Appa bertatapan.

“Hm… mungkin kita harus mengunjungi makamnya besok, kakek mungkin kesepian di sana, jadi kita harus ke sana dan mengirimkan doa agar arwah kakek tidak mengusikmu lagi Baek Hyun-ah”

“A… maksudku bukan mengganggu dalam hal seperti itu, dia terus menggodaku, dia masih di kamarku sekarang, membongkar meja belajarku dan mencari majalah-majalah namja dewasa padahal aku tidak punya hal seperti itu”

Eomma dan appa terdiam sejenak.

“Sayang… Kakek sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Bukankah sudah berulang kali eomma dan appa katakan?”

Aku tersenyum geli, andai saja mereka juga bisa melihat roh kakek, mereka juga pasti terkejut bukan main. Kakek yang sekarang terlihat lebih akif dari pada kakek yang saat itu masih hidup dan terbaring lemah di rumah sakit. Setidaknya beliau masih terus bersamaku, dan selalu memberikanku arahan saat aku sudah betul-betul buntu dengan hal-hal yang berkaitan dengan roh ini.

“Ne… tapi kakek masih ada di sini Eomma…” Aku menunjuk dadaku, “Kita tidak boleh melupakannya”

Eomma tersenyum, kemudian mengusap puncak kepalaku “Besok kita akan mengunjungi makamnya”

“Siap eomma…”

.

.

.

Aku menghentikan langkahku tidak jauh dari kelas. Entah kenapa aku begitu gugup. Bagaimana kalau nanti aku bertemu dengan Park Chan Yeol? Lalu bagaimana kalau Park Chan Yeol membahas perihal ciuman itu?

Akh… aku bisa gila.

Lagipula untuk apa aku gugup?

Maksudku begini, aku memang semakin akrab dengan Chan Yeol dan juga Kris. Dan bisa jadi kegugupanku ini adalah sebuah alasan bahwa aku menyukai salah satunya.

Menyukai Kris misalnya. Dengan segala perhatiannya padaku, dan… ayolah dia begitu sempurna. Dia tampan, dia gagah, tubuhnya tinggi, belum lagi dia cerdas dan bertanggung jawab, sekali lagi kukatakan dia sempurna, dan sangat menyenangkan jika  aku… menyukainya.

Tapi… Park Chan Yeol?

“Ayo semuanya… lihatlah aku…”

“Chan Yeol…. Chan Yeol… Chan Yeol… ayo goyangkan pinggulmu”

“Kalian ingin tarian erotis?”

“NEEEE….”

Hhhh… lihat, mana mungkin aku menyukai namja setengah waras itu. Lihat kelakuan labilnya. Dari mana ia mendapatkan gaun yeoja berwarna merah yang begitu pas di tubuhnya, dan lihat bagaimana ia memakai make up layaknya seorang yeoja penggoda, menari di atas meja guru, meliuk-liuk bagai penari erotis di sebuah club malam.

Dan kurasa pemandangan ini akan berlangsung cukup lama karena jam pertama memang kosong.

Tentu saja Kris tidak ada, dan kurasa ia memang menghindari hal-hal seperti, karena bisa jadi ia berada di perpustakaan sekarang.

“Baek Hyun baby… yuhuuuu” Chan Yeol melambai padaku dengan seruan menggodanya. Lihat bagaimana kontrasnya penampilan dan sikapnya. Ia melompat dari meja guru dengan gagahnya, sedikit khawatir dengan gaun yang ia kenakan akan robek.

“A… ada apa?” tanyaku gugup.

“Temani aku ke toilet dan bantu aku menghapus make ini”

“Eum.. kenapa harus kutemani?”

Mata Chan Yeol membulat, “Wah Baek Hyun baby melawan, sini kukecup dulu”

Aku mengelak dengan melangkah mundur.

Anehnya Chan Yeol malah tertawa, “Baek Hyun sekarang mulai menghindar yah. Jangan lupa, aku itu seperti kucing, kalau kau menghindar artinya kau memancingku, hehehehe Baek Hyun pandai memancing juga… miaaauuuwww” Chan Yeol langsung menangkapku dan memikul tubuhku dengan begitu mudah, keluar dari kelas. Bisa kulihat Sung Ha dan teman-temannya menatapku tajam seolah akan menikamku setelah ini.

Ah sudahlah… Baik di kalangan roh maupun manusia, keselamatanku memang harus kupertanyakan.

~*H*2*S*~

AUTHOR POV

Kris tidak terganggu saat sekumpulan yeoja masuk ke perpustakaan dan menghempaskan duduk mereka di deretan bangku persis di belakang Kris.

“Aku jengkel dengan Byun Baek Hyun”

“Aku juga, lihat bagaimana Chan Yeol langsung menghampirinya saat ia baru datang. Anak itu betul-betul mendapatkan keajaiban, sudah duduk di bangku keramat antara Chan Yeol dan Kris, sekarang justru mendapat perhatian lebih dari mereka berdua. Kudengar dua namja populer kita itu terlihat panik saat Baek Hyun berbuat ulah dengan pura-pura berniat bunuh diri di balkon atap, jelas sekali dia cari perhatian”

“Kau lihat bagaimana murahannya Byun Baek Hyun? Dipegang Kris dan dipeluk Chan Yeol kurasa dia tenang-tenang saja dan tidak pernah menolak”

“Arrgghh terlebih melihat kemesraannya dengan Chan Yeol… aku hendak mencekiknya…”

Mesra?

 

“Kau lihat cara Chan Yeol menggendongnya kan? Arrgh… apa mereka pacaran?”

Pacaran?

 

Mana mungkin aku tidak melihatnya, bukankah Chan Yeol hampir menciumnya tadi?”

CIUM?

 

“Eh… eh… kenapa ini? kau tidak merasakan tiba-tiba hawa ruangan ini panas?”

“N… Ne.. bulu kudukku merinding, ada apa ini?”

“Tiba-tiba saja aku merasa tidak enak badan”

“Ne… Kajja… kita keluar saja, kudengar perpustakaan ini memang ada penunggunya”

“Kyaa… kenapa kau membahasnya sekarang, ayo pergi”

Kris meletakkan bukunya ke atas meja kemudian melepas kacamatanya, menatap kepergian sekumpulan yeoja penggosip yang dipimpin oleh Sung Ha teman sekelasnya itu.

“Lalu apa pengaruhnya untukku? Kenapa aku semarah ini?” Keluhnya seorang diri.

 

~*H*2*S*~

Baek Hyun POV

Puk~

“HUWAAAAAAAAAAAA…” Pekikku saat ada yang menepuk pundakku dari belakang.

“Kenapa kau selalu berteriak?”Tanya pelaku itu yang ternyata adalah…

“Kris-shii… kau selalu mengagetkanku…”

“Siapa yang mengagetkanmu? Aku mendapatimu melamun di sini, kau kenapa?”

“A… Ani… Aku sedang menunggu Chan Yeol, dia sedang mengambil mobilnya. Dia ingin mengajakku ke rumahnya, ingin memerkenalkanku pada keluarganya”

Kris menghela nafas pendek kemudian menarik tanganku, “Kau pulang bersamaku saja”

“Eh… Tapi Chan Yeol…”

“Biar saja, apa kau mau menanggung resiko saat ia berbuat kurang ajar padamu nanti di mobil?”

“Ah itu…”

“Kajja, lagipula ada yang ingin kukatakan padamu”

“Tapi..”

Kris menatapku datar, “Tentang masa lalu Park Chan Yeol”

Deg~

.

.

.

Aku sudah berada di dalam mobil Kris, dan sejak 10 menit yang lalu dalam perjalanan pulang tetap saja dia tidak mau membuka mulut padahal tujuanku ikut dengannya karena aku memang ingin mendengar cerita tentang masa lalu Park Chan Yeol yang selalu menjadi tanda tanya besar untukku.

Aku ingin bertanya tapi aku khawatir kalau ini adalah topik yang cukup serius sampai Chan Yeol sendiri saja tidak mau memberitahuku. Tapi mengingat bahwa Kris sudah mengenal Chan Yeol sejak SMP, dan melihat ‘keakraban’ mereka, kupikir dia cukup tahu banyak tentangnya.

 

“Namanya Do Kyung Soo”

Aku terkejut saat tiba-tiba Kris membuka obrolan, “Ne?”

“Seseorang di masa lalu kami… atau lebih tepatnya seseorang di masa lalu Chan Yeol”

“Do Kyung Soo?”

“Ne, salah satu teman kami, yang juga memiliki kekuatan roh seperti aku, Chan Yeol dan kau”

“La… Lalu?”

“Chan Yeol… sangat…… mencintainya”

 

DEG~

 

“Mereka tidak berpacaran, tapi hubungan mereka jauh lebih dekat Dari pada sepasang kekasih, terlebih sejak kematian eomma Chan Yeol, Kyung Soo selalu ada di sisinya”

Aku bungkam, ini terlalu… mengejutkanku.

“Kyung Soo adalah orang yang paling mengerti keadaan Chan Yeol. Saat ia bersedih, Kyung Soo tahu cara agar membuatnya tertawa, saat susah pun Kyung Soo selalu ada untuknya, jadi aku tidak heran kenapa Chan Yeol begitu… mencintai Kyung Soo”

Aku menelan ludah dengan susah payah, menatap Kris serius, “Lalu… Apa yang terjadi pada Kyung Soo?”

Kris menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumahku. Ia menoleh padaku dan menatapku datar, “Kyung Soo telah meninggal beberapa bulan sebelum kami lulus SMP”

Mataku membelalak, “MWO???”

“Dia bisa berkomunikasi dengan roh, tapi kekuatannya tidak sebesar milikmu, dia hanya bisa berinteraksi dengan roh tanpa melibatkan orang-orang di sekitarnya. Sampai ketika saat itu,…”

 

Flash back

 

Author POV

 

“Park Chan Yeol…” Seru Kris saat ia menemukan Chan Yeol engah bermain basket di GOR.

“Waeyo…”

“Kyung Soo, dia berada di balkon atap sekarang, tengah berkomunikasi dengan sesosok roh yang auranya sangat pekat. Kyung Soo menangis tanpa sebab, dan kupikir ada yang dikatakan roh itu sampai Kyung Soo menangis”

Mata Chan Yeol membulat dan seketika ia membanting bola basketnya dan berlari sekencang mungkin menuju tempat yang dimaksud Kris.

Dan alangkah terkejutnya Chan Yeol saat matanya menyaksikan pemandangan mencekam di sana.

“Kyung… Kyung Soo-ah… Apa yang kau lakukan?” Pekik Chan Yeol saat melihat Kyung Soo tengah berdiri di atas tembok pembatas, berada dalam pelukan sesosok roh yang dilihat dari wujudnya mungkin ia meninggal di usia yang sama dengan mereka.

Sosoknya tinggi, tampan, dengan ekspresi wajah datar menatap Chan Yeol dan juga Kris yang baru saja tiba di tempat itu dengan nafas tersengal-sengal.

“Dia kesepian Chan Yeol-ah… dia butuh teman”Ucap Kyung Soo sendu, masih memeluk roh berwujud tampan itu.

“Kyung Soo-ah jebal, jangan bertindak bodoh, kau hanya diperdaya olehnya, dia roh jahat”Jerit Chan Yeol lagi, perlahan mendekat ke arah pembatas tembok berharap ia punya waktu agar sempat manrik Kyung Soo turun.

Kyung Soo menggeleng, “Dia sangat membutuhkanku Chan Yeol-ah… aku tidak bisa membiarkannya sendirian, dan kesepian”

“Kyung Soo… jebal…”

“Selamat tinggal… Chan Yeol-ah..”

“Hajimaaa… Andwaeeee…”

 

Flash back END

 

Baek Hyun POV

 

“Dan roh itupun menarik tubuh Kyung Soo hingga terjatuh dari balkon atap dan menghantam lantai pekarangan sekolah beberapa meter di bawah” Kris mengakhiri ceritanya dengan tatapan nanar.

Aku hanya bisa membungkam mulutku dengan satu tangan, membayangkan betapa terpukulnya Chan Yeol saat itu.

“Chan Yeol membenci roh yang mengaku kesepian, karena roh sejenis itulah yang merenggut Kyung Soo darinya, Chan Yeol marah dan menamparmu saat kau berada di balkon atap sendirian karena di tempat seperti itulah ia terakhir kali melihat Kyung Soo. Semuanya… karena Kyung Soo, seseorang yang begitu dicintai Chan Yeol sejak dulu, dan kurasa sampai saat inipun dia masih sangat mencintainya”

Aku menunduk, mencoba mengontrol degup jantungku yang tidak beraturan.

“Sehari setelah pemakaman Kyung Soo, aku tidak melihat Chan Yeol menangis, tidak melihatnya bersedih, tidak terpukul, dan sama sekali tidak menampakkan diri sebagai sosok yang tengah berduka. Seperti Chan Yeol yang kau lihat biasanya, ia hanya bisa tertawa, membuat lelucon dan hal apa saja yang membuktikan bahwa ia begitu ceria. Tapi terakhir kusadari, itu cara Chan Yeol menutupinya… mengubur luka yang begitu menyiksanya. Tertawa dalam tangis yang berkepanjangan. Itulah Park Chan Yeol…”

 

~*H*2*S*~

Author POV

Kris masih belum menjalankan mobilnya, padahal Baek Hyun sudah masuk ke rumah sejak setengah jam yang lalu. Ia masih memikirkan semua ucapannya yang begitu lancar tadi pada Baek Hyun.

Sampai kemudian ia menghela nafas panjang…

“Kenapa hari ini aku begitu banyak bicara?” Ucapnya bagai orang bodoh, kemudian ia memutuskan untuk pulang.

.

.

.

Chan Yeol menyandarkan punggung kokohnya pada sebuah tiang ring basket di dalam sebuah GOR, sekolahnya waktu SMP. Sore itu memang sudah sangat sepi karena semua siswa pulang, dan tidak cukup banyak kegiatan ekstrakurikuler sesudahnya.

Tangannya terlipat angkuh di depan dada, ekspresi wajahnya dingin dan tatapannya fokus ke ring yang tak jauh di depannya itu.

Sebuah atmosfer mengingatkannya pada setumpuk kenangan yang sulit bahkan mustahil ia lupakan, saat di mana tangan kekarnya mengusap sayang rambut seorang namja mungil bermata indah di depannya yang berhasil menembakkan bola ke ring setelah percobaan ke 7 kalinya. Juga kenangan saat di mana deretan gigi rapi yang terlihat sangat ceria, memberi kesan hangat dan damai bagi yang melihatnya, terutama Chan Yeol. Kenangan saat Chan Yeol tertawa karena namja mungil bermata bulat itu lebih merasa nyaman berada di dekatnya dan merasa canggung saat bersama Kris. Semuanya terputar dalam satu reka kenangan di dalam kotak memori otaknya.

“Kenapa kau meninggalkanku hanya karena roh kesepian itu?” Lirihnya pilu, namun tak tampak setetespun air mata yang mewakili kepiluan itu. Hanya tatapan datar, dingin dan penuh luka di sana.

 

Wusshhh….

 

Desisan halus mengusik telinganya, namun sosok halus yang menyapa kulitnya itu tak memberi efek apa-apa pada bulu kuduknya. Sosok roh mengelilinginya, menarik tangan, kaki, dan wajahnya, memaksanya melihat kesendirian yang mencekam…

Sendiri…

 

Takut…

 

Kesepian…

 

Dan butuh teman.

 

BLAAARRRR…

 

“Musnahlah bersama apiku… roh sialan…” Lirihnya kemudian pergi meninggalkan sesosok roh kesepian yang menunggu gedung itu. Roh itu terkapar dalam keadaan tersiksa dikelilingi api hitam, sampai akhirnya musnah tak bersisa.

“Dengan begitu, kau tidak akan kesepian lagi” Lanjutnya masih dengan tatapan dingin mencekam.

.

.

.

.

.

.

.

TBC YAH… HIHIHIHIHI (~’0′)~

ALF SPECIAL NOTE: hehehe Request-annya Ilam nih… jadi ane kelarin ini dulu wkwkwkw, jangan tanya kenapa, ini rahasia antara kami berdua *nah Loh(?)

Oh iya, Ane udah baca Reviewnya readers, ada beberapa yang emang udah baca Yurara’s Moon hohohoho, Tapi ane nggak sepenuhnya samain(?) ama itu manga, cuman ngangkat temanya aja lah.. selebihnya… *nepok dada Baek… serahin ama ALF wkwkwkwk

Oh iya, ada beberapa juga yang request ini, request itu… eum pengalaman di NRL 3 gegara ganti POV malah feelnya gak sekuat(?) chapter sebelumnya, begini… ALF suka banget loh kalo banyak yang ngasih masukan, TAPI kadang dalam 1 FF masukannya bertentangan satu sama lain, Reader yang satu maunya ini, yang satu maunya itu, ada lagi mau yang lain, nah ujung-ujungnya kan kacau.

ya intinya begini… bukannya ALF gak mau menuhin keinginan readers, tapi kembali lagi, kalo ALF bikin FF itu udah ada kerangkanya, alur dan jalan ceritanya menuju ending, jadi Moop kalo ada yang request ampe Please-please gitu tapi ALF gak kabulin karena ALF punya jalan pikiran sendiri. hahahaha pan yang bikin cerita nya ALF, kalo misalnya gak sesuai kerangka, gimana kelarinnya coba -_-😦

Ya tapi tetep ALF nampung semua masukannya loh, asal gak berniat ngubah jalan cerita aja… hehehe. 

oh iya, satu lagi yang paling penting. wahai reader yang baik hati dan tidak sombong, siapapun dirimu hehehe ALF ama Ilam mau ngucapin terima kasih. ALF ama Ilam kemaren dapat durian runtuh, (bukan durian beneran sih), hohohoho makasih udah dikirimin pulsa ye… ini pulsanya ane pake buat paket internet, hohohho … semoga ALLAH membalas kebaikanmu berlipat-lipat. We Love You dah…

oke… segitu dulu, RCL tetep ye soalnya ALF bakal ke proyek selanjutnya… *lirik yang belom nongol-nongol.

adiosss , H2S –> Harap-Harap Sambung(?)

salam pancasila(?)

312 thoughts on “Heart 2 Soul – ChanBaek || KrisBaek Chapter 2

  1. uhuy langsung loncat ke part 2 nih,
    kalem kalem baca langsung tersedak pas baca baekhyun baby omg LOL
    heran deh berapa kali ditimpug pun kenapasih chanyeol gak bisa baca keadaan padahal udah sama kris dari SMP. and about chanyeol’s FG, suka penasaran, kalo baekhyun deket2 chanyeol author pasti bilang mereka pada jealous, biasanya kalo jealous gitu kan cewek korea suka bully, tapi kenapa cuma digosipin doang ya? semoga bisa terjawab di chapter berikutnya, thank you ALF, keep writing, Jiayou!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s