[FF Special Birthday] KaiSoo | Waiting For The Diviner


kaisoo wftd

FF YOI KaiSoo//KaiD.O

Tittle: Waiting For the Diviner

Author: AyouLeonForever

Genre: sesuka readers

Rate: T

Length: OneShot

Main cast: Do Kyung Soo- Kim Jong In/Kai

Main pair: KaiSoo

Other cast: Find them… ^^

Disclaimer: GOD

Copyright: ALF

WARNING: BOYS LOVE, OOC (pake banget), dan banyak hal tidak masuk akal lainnya bertebaran di dalam sini.

ALF spesial note: Wkwkwkwk akhirnya terpenuhi juga keinginan ALF buat ngepost FF ini di Tanggal keramat(?) yaitu tanggal yang mengantarai ultahnya Kyung Soo ama Kai… yiiihhhaaaa… padahal ini FF udah lama jadi, wkwkwkwkwkwkwk (napa ane ngakak?), intinya SAENGIL CHUKKA HAMNIDA D.O SAYANG… KAI SAYANG JUGA… HAPPY BIRTHDAY YE… MOGA MAKIN KECE-KECE LO PADE, OKEH…

Back to FF

membaca judulnya “Waiting For the Diviner” kalian pasti mikir bakal ada hal-hal mistik di sini, tapi gak juga, Diviner-nya cuman kedok kok *slap. Intinya ini FF Pedophilia *dikubur D.O.

Berhubung ini kapel(?) yang menurut ALF dapet banget feelnya setelah BaekYeol dan juga HunHan, serta berhubung D.O ini bias ketiga ALF setelah Bek Hyun dan Kreeaseu , maka apa salahnya ALF buatin satu untuk dia(?). jangan heran di FF ini nyelip nama Baek. Ya secara FF yaoi ALF gak afdol rasanya kalo ini anak nggak dipake(?). *ditalak Baek Hyun. Yah walopun penampakannya(?) hanya beberapa detik… yang penting eksis lah…

Inspirasi… um, ALF pernah baca Novel waktu ALF masih SMP (jangan dihitung, pasti ada yang belom lahir). Bacanya sepintas, soalnya keburu diambil yang punya (jyah… gak modal, cuman bisa minjam). ALF cuman ngangkat latarnya aja kok,  isinya 80 % berbeda, jadi kalo ada di antara kalian yang juga pernah membaca novel yang sama, pasti akan menemukan kemiripan. *Tos

Ya udah ding… dari pada ini satu halaman isinya curhatan ane semua yaSuHodahlah… capcus….

Ah lupa… kalo ALF bikin BaekSoo, yang seme ntu Baek Hyun ye… wkwkwkw itu aja. Capcus…

 

BaeKaiD.Ot

 

Waiting For The Diviner

 

 

Kyung Soo POV

 

KREEEK~

 

Aku menutup pintu ruang perawatan sebuah rumah sakit swasta di Seoul.  Sebuah ruangan dengan bau obat yang sangat tajam, di mana Baek Hyun… tunanganku di rawat sejak setengah tahun yang lalu.

Sempat kupikir apa yang terjadi dengan Baek Hyun sebenarnya? Setelah operasi pengangkatan sel kanker di otaknya, dia justru tidak sadarkan diri sampai sekarang. Dokter bilang, dia hanya tertidur. Atau orang-orang sering menyebutnya “Koma”.

Aku menghela nafas sepanjang mungkin, kemudian duduk di kursi depan ruangan itu.

Merenung…

Kapan Baek Hyun akan sadar.

Kapan Baek Hyun akan membuka matanya…

Dan kapan Baek Hyun dan aku bisa meresmikan hubungan kami dalam sebuah tali pernikahan…

Tuhan… bukakan jalanku.

 

DUGH~

 

“Ah…” aku terkejut saat ada seseorang, atau lebih tepatnya sesuatu yang menabrakku.

Sebuah kursi roda, di mana seorang anak kecil duduk di atas sana sambil memandangku penuh selidik.

“Ah maaf adik kecil, aku menghalangi jalanmu?”tanyaku.

Tapi anak itu tidak menjawab. Tatapannya lurus ke arahku, mengamatiku, seolah aku akan ditelannya setelah ini.

“A… adik kecil? Gwenchanayo?”

Anak itu menghela nafas seperti prihatin “Jangan terlalu bersedih. Kehilangan bukan berarti kau telah bertemu ujung jalan yang buntu. Kau hanya menemui sebuah percabangan di mana kau harus memilih, terpuruk atau melanjutkan hidupmu” anak itu menoleh ke arah pintu yang sedikit terbuka di belakangku. Ruang perawatan Baek Hyun “Dia juga sedang dihadapkan pada sebuah pilihan. Dan kurasa dia berhenti pada pilihan terakhir. Hm… Menyerah… daripada membuat orang di sekitarnya menderita”

Aku membelalak kaget setelah mendengar kalimat aneh yang dilontarkan anak yang kuperkirakan berusia 12 tahun. “Anak kecil… tunggu” seruku saat anak itu mulai menjalankan kursi rodanya.

Ia menoleh “Ada yang ingin kau tanyakan?”

Aku menelan ludah, tatapan itu begitu tajam, begitu mengawasi, walau aku ragu bahwa tatapan itu untuk mengintimidasi “Baek Hyun belum mati, dia masih bersamaku”

Anak itu mengangguk “Teruslah bersamanya sampai waktunya tiba. Itu yang terbaik”

Aku semakin membelalak. Apa-apaan anak ini?

Kenapa dia seolah menegaskan bahwa Baek Hyun akan…

Mati???

 

~***~

 

Kutatap tubuh Baek Hyun dengan sangat tak percaya…

Saat tangan dokter itu menaikkan selimut bahkan sampai menutupi seluruh wajah tampannya.

Seolah kehilangan daya untuk menopang tubuhku, kusaksikan para perawat itu melepas semua peralatan medis yang selama 6 bulan ini menunjang kehidupan Baek Hyun.

Suara tangisan pecah dari Ibu Baek Hyun menyadarkanku… ayah Baek Hyun langsung menenangkan istrinya, kedua adik Baek Hyun berpelukan, sementara aku…? aku tanpa Baek Hyun… Aku kehilangan…

..

..

Baek Hyun telah pergi…

 

 

Baek Hyun meninggalkanku…

 

 

Baek Hyun tidak ingin bersamaku…

 

 

Baek Hyun telah meninggal…

 

 

Baek Hyun… telah…. Menyerah

 

 

 

DEG~

 

Me… menyerah?

 

 

Seketika aku teringat anak itu… anak dengan tatapan sangat tajam dan…

 

Oh tuhan… anak itu di sana. Di luar pintu, masih duduk di atas kursi rodanya, dan menatapku tajam.

Seperti mendapat serangan tiba-tiba. Aku langsung menerjang pintu dan menghampiri anak itu. Berdiri di hadapannya dan membalas tatapan super tajam itu.

“Darimana kau tahu bahwa Baek Hyun akan meninggal?”suaraku bergetar, tanpa sengaja aku juga membentaknya.

Tapi anak itu tidak takut sama sekali, masih mendongakkan kepalanya untuk menatapku “Aku melihatnya”

Mataku membelalak, “Kau???? melihatnya? Maksudmu?”

“Aku melihatnya menghembuskan nafas terakhirnya”

“Tidak… tidak, bukan itu maksudku. Baek Hyun baru saja meninggal hari ini, tapi kau sudah mengatakannya kemarin. Dari mana kau bisa tahu hal itu?”

Anak itu mengidikkan bahu “Aku melihatnya”

Emosiku seketika tersulut, aku berlutut kemudian mencengkram kedua pundaknya “KAU MEMBUNUHNYA??? HA??”

Anak itu tetap memandanganku dengan tatapan yang sama “Apa yang bisa dilakukan anak 12 tahun ini untuk membunuh?”

“LALU KENAPA KAU BISA TAHU BAHWA BAEK HYUN AKAN MENINGGAL HARI INI?”

“Aku tidak bilang hari ini, aku hanya bilang bahwa kau akan kehilangan, dan yang kukatakan tentang dia hanyalah… dia sudah menyerah. Itu saja”

“Kau!”

“Begini… anggap saja aku tahu lebih dulu karena memang aku diberikan kemampuan, atau juga kutukan tentang hal itu. Jadi jangan menyalahkanku, Kyung Soo-ah”

Aku melepaskan cekalan tanganku karena aku tercengang. Semuanya benar, semua kata-katanya benar. Anak itu menatapku sejenak kemudian berlalu begitu saja.

Anak yang betul-betul tidak sopan. Dan di saat aku betul-betul berduka, anak itu justru mengusikku. Dan lihat, mana sopan santun anak itu. dia berusia 12 tahun, sementara aku berusia 22 tahun. Tidakkah dia diajari di sekolah bagaimana cara berbicara formal kepada orang yang lebih tua? Kalau dia enggan memanggilku Ahjushi, setidaknya panggil aku Hyung… bukan memanggilku dengan namaku sa__.

DEG~

TUNGGU, DARIMANA DIA TAHU NAMAKU???

 

~***~

 

“Oh, anak yang dirawat di sebelah kamar perawatan Baek Hyun? Ah, maksudku, mendiang Tuan Baek Hyun?”

Walau masih kacau, aku tetap mengangguk “Ne…”

“Anak itu. namanya Kim Jong In dan setahuku dia biasa dipanggil dengan nama Kai. Usianya 12 tahun. dia juga menderita tumor otak Seperti Baek Hyun,. Hanya saja ini sedikit lebih ringan karena ini masuk kategori tumor jinak. Hanya saja, letakknya ini yang menyulitkan. Kenapa kau menanyakan anak itu Kyung Soo-shii?”

“Anak itu… sangat aneh, dokter. Sehari sebelum Baek Hyun meninggal, dia sudah memperingatkanku sejak awal, seolah dia sudah tahu. Dan entah kenapa itu begitu mempengaruhiku sehingga saat Baek Hyun betul-betul meninggal, keterkejutanku masih bisa kukendalikan, karena aku sudah bisa menduganya. Karena anak itu… dan lagi, dia langsung tahu namaku padahal aku belum pernah berkenalan dengannya”

Ada senyum tipis yang kutangkap dari bibir Dokter “sebenarnya ini melanggar kode etik jika kubeberkan sebuah informasi tentang pasien. Tapi selama ini tidak merugikannya, kurasa tidak apa-apa”

“Ne Dokter, kumohon katakanlah”

“Hm… anak ini… mempunyai sedikit keistimewaan. Entahlah, aku sebenarnya masih tabu dengan hal ini. Tapi… anak itu termasuk anak indigo”

Aku membelalakkan mata “A… Anak indigo?”

Dokter mengangguk pasti “Hm… seperti mempunyai indera keenam atau sejenisnyalah, karena anak ini bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata orang normal. Bahasa sederhananya…. um… Anak ini… bisa membaca masa depan seseorang”

Aku semakin tidak percaya “Ja… jadi anak itu… peramal?”

“Sebut sajalah begitu”

Entah kenapa aku sedikit merinding dengan hal ini, tapi… rasa penasaranku terhadap anak itu justru memuncak.

Bukan karena dia tahu namaku… tapi… kenapa dia langsung memanggilku Kyung Soo , tanpa sebutan khusus orang yang lebih tua darinya.

 

~***~

 

Aku tidak menemukan anak yang bernama Kim Jong In itu dua hari ini. hm, kemarin adalah prosesi pemakaman Baek Hyun yang menguras seluruh tenaga dan emosiku. Dan entah kenapa sejak bertemu dengan anak yang bernama Kim Jong In  itu, terlebih setelah kematian Baek Hyun, bayangan anak itu selalu mengusik kepalaku. Anggap aku gila, karena saat pemakaman saja, konsentrasiku buyar dan tidak terfokus pada prosesi itu, berulang kali orang tua Baek Hyun menegurku, dan beruntung mereka mengira kekacauanku saat itu adalah dikarenakan keterkejutanku kehilangan Baek Hyun. Tapi sebenarnya tidak sepenuhnya begitu.

Dan lihatlah aku. Baru sejam yang lalu kuantar kedua orang Tua Baek Hyun dan saudara-saudara Baek Hyun ke Bandara, dan sekarang aku sudah berkeliling di Rumah sakit seperti orang bingung.

“Merindukanku, Kyung Soo-ah?”seru seseorang saat aku sedang terduduk lemah di bangku taman Rumah sakit.

Aku menoleh, dan anak itu sudah di sana, duduk di kursi rodanya, tak jauh dariku. Lagi-lagi, dia hanya memanggilku Kyung Soo. Bukan ahjushi, ataupun hyung. Padahal umur kami terpaut 10 tahun “Kim Jong In!” balasku.

Anak itu menggerakkan kursi rodanya, hingga kini kami duduk berhadapan “Kenapa mencariku? Kau penasaran terhadapku?”

Kutatap ia penuh selidik. Aku curiga, dia bukan sepenuhnya anak-anak. Kenapa dia bisa berbicara sesantai itu padaku, yang notabenenya jauh lebih tua darinya “Siapa yang mengajarimu bersopan santun?”

“Appa, dan juga eomma. Waegure Kyung Soo-ah?”

“Kau tahu berapa usiaku?”

“22 tahun”

“Berapa usiamu?”

“12 tahun”

“Berapa perbedaan umur kita?”

“10 tahun”

Aku menghela nafas, membantu Jong In berdiri dan memintanya duduk di sebelahku “Kenapa kau tidak memanggilku Hyung saja?”

“Kenapa? Aku hanya suka memanggilmu Kyung Soo. Bukankah itu lebih mesra?”

Aku mengerutkan kening. “Me… mesra?”

Ia mengangguk antusias. Kemudian mulai menghitung jarinya “10 tahun lagi yah…”

“Apanya?”

“Sampai usiaku sama denganmu”

Aku tertawa kecil “10 tahun lagi, usiaku akan bertambah menjadi 32 tahun”

“Tidak apa-apa, dalam cinta itu tidak mengenal apapun. bahkan umur sekalipun”

“Tu… tunggu… kenapa kau membahas cinta?”

Ia mengidikkan bahu.

Seketika aku teringat sesuatu, bukankah anak ini peramal “KAU MELIHAT SESUATU TENTANG MASA DEPANKU?”

Ia tersenyum, sangat manis, dan sialnya aku baru sadar itu, “Aku terkadang bisa melihat sebuah kejadian yang akan dialami orang lain di masa depan, termasuk Baek Hyun Hyung tempo hari.  Tapi… aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi padaku di masa depan”

“Bicara apa kau?”

“Masih tentangmu Kyung Soo-ah, dan juga tentangku” ia menarik nafas dan menghembuskannya panjang “Aku mengidap tumor otak sejak kecil, dan kedua orang tuaku akan membawaku ke Jerman untuk melakukan operasi. Tapi aku takut Kyung Soo-ah, aku takut kalau operasinya gagal, aku akan mati. Aku takut karena aku tidak tahu tentang masa depanku”

“J… Jong In-ah…”

Jong In meraih tanganku, dan meletakkannya di pipinya. Lihat bagaimana gerak-gerik kami, seolah kami adalah sepasang kekasih yang sebentar lagi akan berpisah, dan sialnya… kenapa aku justru terhanyut. Entah apa yang dipunyai anak ini, aku seperti telah mengenalnya bertahun-tahun dan sangat dekat dengannya.

“Saat aku pertama kali melihatmu… aku langsung melihatnya. Dan aku tahu bahwa ternyata aku tidak akan mati dalam operasi itu, karena aku akan bersamamu 10 tahun lagi”

Aku jelas membelalak “Be… bersamaku? Maksudmu?”

“Ne… kau jodohku”

Aku semakin terkejut “Tapi… usia kita berbeda 10 tahun”

“Lalu kenapa?,”

“oh baiklah… kalau memang kita berjodoh, kenapa harus 10 tahun lagi?”

Ia kembali tersenyum, sedikit bergeser kemudian memelukku erat “Karena 10 tahun lagi, aku akan bertemu dengan Kyung Soo  sebagai sosok Kim Jong In yang dewasa. Aku jelas tidak bisa berpacaran denganmu sekarang karena usiaku masih dini kan?”

“Jong In-ah… a… aku…. bingung”

Jong In melepaskan pelukannya, menatapku lamat-lamat “Aku punya sesuatu agar kau tidak bingung” ia menyentuh pipiku, dan menarikku sedikit ke arahnya. Ia sendiri sedikit mendongak saat ia mempersatukan bibir kami.

 

Aku…

 

Aku… berciuman dengan Kim Jong In.

 

Aku berciuman dengan anak laki-laki berusia 12 tahun.

 

Aku berciuman dengan anak yang baru kukenal seminggu terakhir…

 

Aku…

 

Bunuh aku karena sepertinya aku semakin gila karena mencintai anak berusia 12 tahun.

“Masih bingung?”tanya Jong In setelah melepaskan ciumannya. Ng… atau kusebut sebagai ciuman kami.

“Kenapa bisa begini?”tanyaku balik.

“Hm… 10 tahun lagi yah…”

Sialnya… kenapa aku merana? Bukankah ini isyarat perpisahan? Aku… seperti tidak rela.

“Jong In-ah…. bisakah kuantar kau ke kamarmu?”

Ia mengangguk “Hm… boleh”

“kugendong…”

Ia tertawa kecil, menampakkan deretan giginya yang rapih dan bersinar. Sangat hangat. Dan… tampan “Ne…”

 

Lihatlah aku…

 

Seharusnya kuperlakukan anak ini sebagai anakku…

Atau kalau aku masih terlalu muda untuk itu, seharusnya kuperlakukan anak ini sebagai adikku. Bukan menggendongnya ala bridal syle, menatap wajahnya sambil tersenyum dan terus menciumi wajah tampannya.

 

Kenapa denganku Tuhan?

 

Kenapa?

 

Kenapa di usiaku yang ke 22 aku justru jauh cinta pada seorang anak berusia 12 tahun yang kupikir belum tahu apa-apa tentang cinta.

Apa yang dipunyai anak ini? dan kenapa saat ia memanggilku dengan namaku, aku merasa sudah sangat dekat dengannya sejak lama?.

Bahkan bayangan Baek Hyun terhapus seketika di otakku oleh kehadiran anak ini.

 

~***~

 

 

Pagi itu, aku berniat menjenguk Jong In di kamar perawatannya, tapi nihil, ia tak ada. Kamarnya sudah rapi seolah memang tidak ada lagi pasien yang dirawat di sini.

“Suster, pasien bernama Kim Jong In sudah keluar?”Tanyaku pada seorang perawat yang melintas.

“Benar Tuan, orang tuanya menjemput pasien tersebut tadi malam, dan mungkin sudah berangkat ke Jerman untuk melanjutkan pengobatan”

Mataku membulat sempurna “Ne???”

“Um, apa anda bernama Do Kyung Soo?”

Aku mengangguk pasti, sebenarnya masih terkejut.

“Ini ada surat titipan dari pasien Kim Jong In”

Kuterima sebuah amplop bersampul biru itu dan menatapnya nanar.

“Saya permisi tuan”

“Ne…”

Perlahan kubuka amplop surat itu dan membacanya perlahan. Oh Tuhan, apa benar namja yang kucintai ini berusia 12 tahun? Aku bahkan berani bertaruh bahwa tulisan tangannya lebih rapi dibandingkan punyaku.

Hanya sederet kalimat singkat tapi membuatku tersentuh, dan memang akan kujalani seperti katanya.

Menunggu sampai 10 tahun.

 

~***~

 

Ten years later

 

Aku menyalami seorang namja yang begitu dekat denganku. Wajahnya tampan dan pembawaannya begitu hangat.

“Selamat atas pernikahanmu Su Ho Hyung” Ucapku tulus. Kulirik pasangannya yang juga tengah sibuk menjamu teman-temannya dari China, karena memang pasangan Su Ho hyung berasal dari China.

“Seharusnya bukan kau yang memberiku selamat Kyung Soo-ah? seharusnya kaulah yang mendampingiku sebagai mempelaiku”Balasnya sambil tersenyum, yang kutahu jelas itu tidak bercanda.

Entah sudah berapa kali aku menolak lamarannya, dan akhirnya Su Ho hyung pun menyerah, dan memilih seseorang yang membuatnya tertarik saat ia tengah dinas ke China.

Hm, namanya Zhang Yi Xing, tapi dia sering dipanggil Lay. Dia sangat manis, dan sangat baik. Cocok untuk Su Ho hyung.

“Berbahagialah Hyung… kau sudah bertemu jodohmu”Ucapku lagi.

“Dan tolong, saat kau bertemu jodohmu itu, kabari aku. Aku ingin tahu sehebat apa dia sampai kau tidak sedikitpun mau menerimaku”

Aku tertawa kecil “Mianhae… tapi percayalah, dia tidak seistimewa kau Hyung..”

“Jangan memuji, kalau dia tidak seistimewa diriku, mana mungkin kau betah menunggunya sampai sekarang. Ingat usiamu Kyung Soo-ah”

“Ne Hyung…”

 

 

Sebenarnya aku tidak begitu yakin mengenai penantianku. Ini konyol, usiaku sudah 32 tahun dan semua angkatanku kesemuanya telah memiliki pasangan.

Ini buruk? Tidak… karena aku betul-betul memegang janji pada anak 12 tahun yang membuatku jatuh cinta padanya.

 

Menantinya…

 

Menunggunya…

 

Sang peramal itu.

 

~***~

 

Hari-hari berlanjut. Sama seperti di tahun-tahun sebelumnya di mana Kim Jong In belum juga menemuiku sementara usiaku sudah 32 tahun. Seperti janjinya 10 tahun yang lalu, mengatakan bahwa dia akan bersamaku 10 tahun lagi. Tapi mana? Sudah lewat beberapa bulan sejak usiaku menginjak 32 tahun tapi tetap, sosok Kim Jong In tidak juga muncul di hadapanku.

 

Hari ini adalah hari ulang tahun sekaligus pertunangan adik bungsu Baek Hyun bernama Lu Han. Setelah 10 tahun sejak aku tak lagi punya kontak dengan keluarga mereka, aku tetap diundang dalam acara itu. dan memang sudah 10 tahun aku tidak bertemu mereka.

Dia tumbuh begitu cepat, atau aku yang tidak menyadari perguliran waktu? Setahuku dia hanya anak 12 tahun sejak aku bertunangan dengan mendiang kakaknya. Dan lihat, dia tumbuh menjadi seorang namja yang begitu menawan dan… cantik.

“Saengil chukkae Lu Hannie, wah 10 tahun tidak melihatmu kau sudah besar sekarang”Ucapku sambil memeluknya.

“Gomawo Kyung Soo Hyung, kau bahkan tidak berubah sejak terakhir aku melihatmu”balasnya.

“Wah curang, kau mendahuluiku…” Sindirku.

Ia tertawa “Kau saja yang menunda-nunda. Kudengar kau sudah beberapa kali menolak lamaran orang lain yah? Apa pesona kakakku tidak juga pudar di benakmu?”

Aku hanya bisa tersenyum, walau benar kenangan yang ditinggalkan Baek Hyun untukku masih kuat, tapi bukan itu alasan kenapa aku mempertahankan status single ku. “Oh Ya, mana calon adik iparku?”

“Molla… aku tidak tahu dia ke mana” Ia menarik tangaku mengelilingi sebuah ball room hotel yang sangat luas itu.

“Siapa namanya?” Tanyaku.

 

“Ah… Kai…” Seru Lu Han pada seseorang.

 

Seketika aku terhenyak, nama itu sepertinya sangat familiar. Dan saat aku menoleh pada seseorang yang di panggil oleh Lu Han tadi,…

 

 

 

Deg~

 

Persendianku seolah lumpuh, dan nafasku tercekat.

Ternyata bukan hanya namanya yang familiar, tapi sosoknya pun…

“Haih, kemana saja kau?”Bentak Lu Han.

“Mian, dari toilet, kepalaku pusing” Jawab namja bernama Kai itu. kemudian menoleh padaku. “Lama tidak bertemu, Kyung Soo-ah”

 

Seolah hampir pingsan, semua yang ada pada dirinya berubah. Tinggi badan, suara, model rambut, wajah, semuanya terlihat semakin sempurna. Aku hanya bisa mendongak agar bisa menatap matanya karena dia begitu tinggi. Dia bukan lagi anak berusia 12 tahun, tapi namja tampan berusia 22 tahun. Tapi dari semua hal itu, ada satu yang tidak berubah. Yaitu cara dia memanggilku.

“Ne… Kai” balasku dengan suara yang kuusahan terdengar normal.

“Kalian saling kenal?”Tanya Lu Han lagi, seolah menamparku untuk menyadari sesuatu yang lebih penting dari apapun.

Tunangan Lu Han adalah… Kai.

….

 

Setelah 10 tahun aku menunggu, 10 tahun aku bersabar, 10 tahun aku bertahan. Lalu yang kudapatkan adalah ini?

Kai atau Jong In telah kembali, memang telah kembali dan bertemu denganku. Tapi dengan status sebagai milik orang lain. Dan tidak tanggung-tanggung, dia adalah tunangan dari adik mantan tunanganku.

 

Baiklah… untuk apa aku di sini?

 

“Ah Lu Hannie, aku keluar sebentar. Di sini padat sekali, kepalaku sedikit pusing”

“Waeyo hyung… sebentar lagi acara mulai, tinggal menunggu Se__”

“Aku akan segera kembali, sampai jumpa”

Kupercepat langkahku meninggalkan ruangan itu. karena ada sesuatu yang tidak bisa kutahan lebih lama lagi.

Air mataku.

 

~***~

 

Beruntung taman ini sepi, bahkan kosong. Kurasa semua tamu memang sudah berkumpul di dalam. Jadi tidak akan ada yang melihat sosok rapuhku. Menangis seperti orang bodoh, meratapi kesia-siaan yang berkedok harapan palsu.

10 tahun itu bukan jangka waktu yang sebentar. Terlalu banyak hal yang kulewati dan kusia-siakan hanya untuk menunggu sesuatu yang… akhirnya justru melukaiku dengan begitu kejamnya.

Aku menunggu 10 tahun bukan untuk menerima Jong In sebagai milikku, tapi melihatnya menjadi milik orang lain.

 

 

 

Kutapakkan keningku di batang pohon. Mengadu betapa kecewanya aku, betapa sakitnya aku akan harapan kosong ini, membiarkan lelehan air mataku menderas dan membasahi rumput tempat kedua kakiku menapak.

 

Greb…~

 

Mataku membelalak begitu kurasakan dua lengan kekar memeluk perutku dari belakang, aku hendak menoleh tapi terhalang karena ada yang menapakkan dagunya di bahuku.

“Kenapa kekasihku menangis?”Lirih suara itu, yang telah kuhafal bahwa itu suara Kai.

Aku tidak menjawab, hanya mengatupkan mulutku rapat-rapat. Kenapa dia masih bisa mengatakan bahwa aku kekasihnya sementara dia telah memiliki tunangan?.

“Kyung Soo-ah, aku merindukanmu”Bisiknya lagi sembari mengecup sisi leherku.

Aku memejamkan mata, rasanya justru semakin sakit “Waeyo Kai?”

“Kenapa apanya?”

“Kenapa kau memperlakukanku seperti ini?”

“Seperti apa?”

 

Cukup… aku jengah.

 

Kutepis tangannya hingga pelukannya terlepas, dan kubalikkan badanku agar bisa menatapnya dengan tajam.

“Masih bisakah kau bersikap sesantai itu setelah semua hal yang kau lakukan padaku?”Jeritku, “10 tahun Kai… 10 tahun, kau pikir itu waktu yang sangat sebentar untuk menunggumu? Lalu saat aku akhirnya bertemu denganmu, mimpi yang terus menjadi harapanku kini berbeda bahkan berbanding terbalik dengan kenyataan yang kau perlihatkan. Jodohku apanya? Kau bahkan bertunangan dengan adik dari Baek Hyun yang notabene nya adalah mantan tunangan__”

Kata-kataku terpotong, seketika leherku tercekat saat tahu alasan kenapa kata-kataku terpotong.

Ada sesuatu yang membungkam bibirku.

Lembut, hangat dan… manis…

Dan saat kufokuskan pandanganku juga kesadaranku, akhirnya aku tahu apa atau siapa yang membungkam bibirku.

 

 

Kai…

 

 

Dengan ciumannya.

 

 

“Kau tidak berubah Kyung Soo-ah” Lirihya persis di wajahku.

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, menelaah apa yang terjadi “Kau gila Kai… kau akan bertunangan tapi justru berciuman denganku di sini”

“Aku memang akan bertunangan” ia tersenyum sementara aku semakin merana.

“Jadi kau ingin mempertegas perpisahan ini?”Tanyaku tanpa menatap matanya, sementara ia menempelkan keningnya di keningku.

“Aku memang akan mempertegas sesuatu, tapi bukan perpisahan. Tapi awal yang baru”

Aku menghembuskan nafas lelah “Ne… selamat atas pertunanganmu”

“Belum, kita belum mencari cincin”

Aku mengerutkan kening, “Ne?”

Ia justru tertawa dan mencubit hidungku “Aku memang akan bertunangan, tapi denganmu”

Mataku membelalak “Mwo? Aku???”

“Kau pikir siapa lagi?”

“Lalu Lu Han?”

“Hm, kenapa dengan Lu Han? Dia itu tunangannya Se Hun, adik sepupuku”

“MWO???”

“Jadi ini yang membuatmu menangis? Kau pikir aku akan bertunangan dengan Lu Han?”

“Ta… Tapi tadi… dia memperkenalkanmu…”

“Hm, memangnya Lu Han bilang apa?”

Aku terdiam, memang Lu Han tidak bilang apa-apa mengenai siapa nama tunangannya, kurasa memang Kai hanya kebetulan melintas bertepatan saat aku bertanya siapa nama tunangan Lu Han.

“Jadi beginikah namja berusia 32 tahun? Cepat menarik kesimpulan tanpa mencari tahu kepastiaannya?” Sindir Kai telak, dan itu sukses membuat wajahku memerah sempurna karena malu.

 

Saranghae...”lirihnya, membuatku semakin malu.

Aku hanya bisa menunduk dalam, menyembunyikan semburat merah yang menghiasi kedua pipiku.

“Kenapa tidak menjawab?”

“Bukankah kau sudah tahu jawabannya. Mana mungkin aku tetap menunggumu sampai 10 tahun kalau aku tidak mencintaimu”

Ia tertawa kemudian memelukku erat. “Maaf membuatmu menunggu terlalu lama”

Aku tersenyum, meresapi aroma tubuhnya yang begitu manly. Bukan lagi aroma cologne bayi yang ia pakai 10 tahun yang lalu.

“Gwenchana… karena penantianku terbayar”

“Hm… tumor  di otakku berhasil diangkat, dan aku pulih. Sebenarnya aku ingin buru-buru menemuimu, bahkan sejak aku sudah sembuh, tapi… bukankah sesuai janji, aku akan menemuimu saat usiaku 22 tahun? Karena sekarang, aku bukan lagi anak-anak. Tapi namja dewasa yang pantas untukmu. Aku adalah Kim Jong In, seorang pengusaha muda yang siap melamarmu”

Kusembunyikan tawaku di dada bidangnya “Dan aku justru terlalu tua untukmu”

“Siapa yang bilang?” Ia melepas pelukannya dan menatapku. Manangkup kedua pipiku dan mengcup bibirku sejenak, “Wajahmu masih seperti remaja berusia 20 tahun”

 

Blush~

 

“Tapi tetap saja aku lebih dewasa darimu”

Kai mengangkat alisnya, “Hanya usia yang lebih tua dariku, bukan berarti lebih dewasa dariku”

“Maksudmu?”

Ia tersenyum, sangat mencurigakan, “Aku sudah memesan 1 kamar untuk kita berdua”

Mataku membelalak sempurna “MWORAGO???”

“Kajja… kita ke dalam, mereka sudah akan melakukan prosesi tukar cincin, setelah itu kau tidak perlu pulang, karena kita akan langsung ke kamar” Kai merangkul pundakku dan mengajakku masuk.

“Tapi Kim Jong In… untuk apa kamar itu?”

“Lihat… ini yang kau sebut lebih dewasa? Bahkan yang seperti itupun kau tidak mengerti”

“Tapi Kim Jong In memangnya apa yang akan kau lakukan padaku?”

Ia tertawa lebih keras “Tidak akan kukatakan… tapi akan kutunjukkan”

“Shireo…”

“Tidak mengapa kan? aku akan menikahimu bulan depan, jadi bulan madunya sekarang saja”

“AAAAAAAAAAAAAA SHIREOOOOO”

Dan ia semakin melebarkan tawanya. Salah satu hal yang sepertinya pun tak berubah darinya. Masih menganggapku miliknya. Hm, sepertinya memang aku hanya ditakdirkan sebagai jodohnya. Bahkan sebelum aku bertemu dengannya. Dan seperti yang sudah ia ramalkan 10 tahun yang lalu. Sejak aku menantikan kembalinya sang peramal ini.

 

 

To my beloved Kyung Soo:

 

10 tahun dari sekarang, maukah kau menyimpan statusmu untukku kelak. Kau jodohku Kyung Soo-ah… tunggu aku…

 

The Diviner

 

 

End

 

ALF special note: Pendek? Bukan gayanya ALF yah? Wkwkwkwkwk tapi semoga pesan(?) dan feelnya dapat. Huhuhuhu… sekali lagi Happy birthday buat KaiSoo sayang… Cipok bolak-balik

 

RCL :*

 

 

 

 

113 thoughts on “[FF Special Birthday] KaiSoo | Waiting For The Diviner

  1. woaaaaa……..ngeri pas kai bisa liat bbaekki mnhmbuskan nafas trakhir.nya……..merinding yeeee…….selalu kreeennnnnn ff.nya……..mungkin krna oneshot jdi alur.nya agak cepet ya ……tpi feel.nya dpt…..wokelah…..saia bingung klw mau coment panjang mau coment apalagi…..hwaiting selalu chingu…^_^

  2. asli thor saya kirainnya kai tunangan betulan dengan luhan
    hampir aja kyungsoo mati bunuh diri
    ckckck tegang thor
    untung aja
    oh iya agak aneh sih thor sebenarnya umur kyungsoo ketuaan disini

  3. akhirnya open lagi blog nya >_<
    terakhir aku kesini udah bc yg ini tpi pas ngasih komentar udah terlanjur ke protek T.T
    D.O bner2 manis dsini xD apalagi dihadapan Kai yg notabene jauh lebih muda tp pikirannya jauh lbih dewasa, diliat dr D.O yg polosxDwkwkwk
    alurnya terkesan ngebut, tpi bagusnya dsini gak terlalu banyak konflik xD mkanya aku bilang ini manis bgt !! :3

  4. wah wah wah…. Kyungsoo setia sekali… 10 tahun boo… 10 tahun dia jadi jomblo senior haha…

    untung kai balik dengan penampilan kece nya…
    tapi ff nya keren lah… manis manis gimana gitu….

    dan Jongin, mau dong di ramal hahaha (abaikan ini)

  5. Waw kai anak indigo,boleh lah. Tapi tetep y otak mesum ny kaga berubah. Hei kalo udah blg “udah pesan kamar,dan bulan madu ny sekarang” hayoo udh pasti mrk blablabla.
    Don’t negative thinking.hehehe

    Y ampun Kyungsoo otak polosmu d kalahkan dgn otak mesum namja berusia 22 tahun. Ah yg sabar y puny namja se mesum kai. Trus juga tahan amat kamu nunggu sampe 10 tahun,ntar kalo kai lupa sama janjinya gimana? Mau jd perjaka tua kmu soo?

    Awalny sempat kaget wktu Luhan manggil Kai,jangan2…. Ah tp gk mgkn dah nic ff berubah genre kan.hehe
    Tapi thor itu kenapa Baekhyun cuma numpang nama doang ya,udah gtu metong pula? Aku smpt mikir kaisoo sampe nikah trz gk sengaja kyungsoo melihat arwah baekhyun d hari pernikahan mereka yg tersenyum bahagia dgn imajiner cahaya yg menyilaukan. *kebykn ngayal

    Well scene kaisoo yg mw end bikin aku senyum2 lho, sok suit mah

  6. aku senyum2 sendiri baca ff ini.. manis bangett..
    ahhh ga habis pikir.. kai baru kenal kyungsoo 1 minggu, tapi udah nekat nyium.. dan kyungsoo juga langsung jatuh cinta padahal baru aja kehilangan baek..
    agresif banget nih kai, kyungsoo aja yang 10 tahun lebih tua masih polos.. wkwkwk
    tapi sukaaaa banget.. ngebayangin kai 12 tahun unyu munyu, terus 22 tahun jadi ganteng jangkung maco.. walaaaaaahhhh…
    suka juga sama kyungsoo yang setia banget nunggunya..
    aahh suka suka sukaa🙂

  7. kyaaaaaaa benci banget waktu baca tulisan ‘END’..

    ini nggak bisa di bilang keren, tapi keren kelewat bangeeeeeeett.. sweet banget ceritanya, feelnya dapet..

    nggak kepikiran kecil nya jong in gimana, ko masih kecil udah romantis aja sih.. membuat hatiku ber bunga – bungaaaa #ketularan princeeessss syahrini. pas gedenya jugaaa.. uuuuuuhhh ngebayanginnya jong in jadi keren + ganteng banget. baca nya sambil ngeblush – ngeblush gituu.. bikin jantung deg degan, ampe mau copot kaya naek roll coster rasanya.. gemes banget.. whooohooo keren banget deh poko nya.

    tapi sayang, ceritanya pendek banget. lanjut aja ka.. sebenernya endingnya nggak nggantung, tapi alur nya cepet banget kaya kereta malam.. kesannya pengen buru buru sampe ke ending.. di lanjut aja ka.. pasti lebih keren..

  8. Hahaha, kurang panjang>< Kaisoo..haha, duh ALF sekali-kali bikin fanfic BAEKSOO berchapter dong:"" aku pernah beberapa kali baca fanfic baeksoo dan itu udh dapet bgt feelnya, apalagi kalo ALF yang bikin pasti makin kerasa, udh dewanya fanfic:)) Kaisoonya manis, tapi masih kurang kebayang pas Kai umur 12 tahun tapi songong gitu ke yg lebih tua:'v hahaha, keep writing author, you da one, love ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s