[FF Frelance] Yaoi_Kray || Always Love You ||


A_dERPUCIAAaT08 (1)

ALWAYS LOVE

Author: Ryn a.k.a ChanBaeKrAy

Cast :   Wu Yi Fan a.k.a Kris

Zhang Yi Xing a.k.a Lay

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Kim Jong In a.k.a Kai

Do Kyungsoo

Kim Joon Myun a.k.a Suho

Length: Onew shoot

Genre: YAOI, PG 17

Disclaimer: FF ini aku buat berdasarkan imajinasiku sendiri, kalaupun ada kesamaan dengan ff lain itu adalah ketidak sengajaan. Dan mianhae kalau banyak typonya…Enjoy reading…^_^

***

Cinta datang…

Kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan.

Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.

Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya

Dan…

Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

*RYN*

Sekolah telah usai beberapa menit yang lalu, namun sepertinya seorang namja cantik masih enggan meninggalkan tempatnya. Tangan lentiknyamasih memainkan tuts-tus piano yang ada dihadapannya. Sesekali mulutnya mengeluarkan suara yang merdu, mengikuti irama yang dibuat oleh jari-jarinya. Kedua matanya terpejam menikmati setiap alunan nada yang memenuhi ruangan musik itu. begitu terlarutnya dia dalam permainannya, hingga dia tidak menyadari sesosok namja tampan yang tengah berdiri menyandar pada sisi pintu. Namja tampan itu tersenyum, sambil mendekati namja cantik yang masih sibuk dengan dunianya sendiri.

Grebb…

Namja cantik itu mendadak menghentikan permainannya saat sepasang lengan kekar tengah memeluk lehernya dari belakang. Detik berikutnya dia sudah merasakan hembusan hangat yang menggeletik kulit lehernya.

“menungguku lagi, ehm…?”ucap namja tampan itu mempererat rangkulannya. Kini pipinya menempel pada pipi namja cantik itu.

Namja cantik itu menghela napas “Kris, bisakah kau berhenti melakukan ini? kau tau, aku sangat mengkhawatirkanmu…”

Perlahan namja tampan bernama Kris itu melepas pelukannya. Dia lalu memutar kursi namja cantik itu dan berlutut di hadapannya. Kris kini bisa melihat dengan jelas wajah namja cantik itu. wajah yang selalu memancarkan aura malaikat. Putih, bersih, bening…Polos. Kris bahkan tidak berkedip sedikitpun memandangi sosok sempurna dihadapannya. Terkadang dia menjadi sosok buruk rupa saat berada di samping namja cantik itu. Padahal ketampanan Kris berada di atas garis rata-rata untuk ukuran manusia.

“Kris…”ucap namja cantik itu sambil mengusap pipi Kris yang terlihat lebam, sangat kontras dengan kulitnya yang putih.

“aku hanya memberi mereka pelajaran tambahan, yang tidak mereka dapatkan di sekolah…”

“dengan menghajar mereka?”

“itu lebih efektif dari pada memberi mereka ceramah panjang lebar. Bukankah lebih baik mempraktekkan langsung, dari pada hanya sekedar berteori…”ucap Kris lalu tersenyum.

“mianhae, sudah membuatmu cemas, Lay. Tapi, percayalah ini ku lakukan hanya untuk melindungimu. Lagi pula perkelahian seperti itu tidak akan membuat ku mati. Buktinya, sekarang aku sudah berdiri dihadapanmu…”lanjutnya sambil tersenyum lebar.

Lay, namja cantik itu, hanya bisa menghela napas melihat kekasihnya. Dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Memang Kris tidak pernah kalah untuk hal-hal seperti itu, tapi tetap saja Lay tidak sanggup melihat Kris yang selalu pulang dalam keadaan yang mengenaskan setelah melakukan hobinya itu. bahkan Lay pernah hampir pingsan saat menemukan Kris tergeletak dengan sebuah pisau tertancap di perutnya. Beruntung saat itu nyawa Kris bisa diselamatkan, kalau tidak mungkin Lay akan mati saat itu juga.

“Lay…”ucap Kris lembut saat melihat Lay hanya tertunduk sambil memainkan jari-jarinya. Tangan Kris bergerak menggenggam tangan mungil Lay.

Tes…

Kris sedikit terkejut saat cairan bening membasahi punggung tangannya, membuat kulitnya seperti membeku. Bahu Lay bergetar pelan menahan isakannya. Segera Kris menarik tubuh Lay ke dalam pelukannya. Tangis Lay pecah dalam pelukan Kris.

“aku…hiks…aku takut…Kris….”ucap Lay disela-sela tangisannya. Kedua tangannya meremas punggung baju Kris dengan kuat.

“apa yang kau takutkan, ehm?”ucap Kris lembut, sesekali tangannya mengusap punggung Lay yang bergetar berusaha untuk membuat namja cantik itu lebih tenang.

“…aku takut..hiks…aku takut, aku tidak bisa melihat mu lagi Kris…hiks…aku taku, kau akan meninggalkanku…hiks…”Isakan Lay semakin keras di akhir kalimatnya.

“Lay, bukankan aku sudah berjanji. Walau apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu. Sekalipun aku harus kehilangan segalanya, aku tidak akan beranjak dari sisimu. Kau percaya padaku, kan?”Kris mengusap pelan rambut coklat Lay. setiap tetes air mata Lay seolah-olah menjadi jarum yang menusuk hatinya, membuat hatinya terasa perih.

Beberapa detik kemudian Lay mengangguk perlahan dalam dekapan Kris. Di kecupnya puncak kepala Lay, lalu melepas pelukannya.

Kris menatap wajah Lay yang telah basah oleh air mata. Matanya sembab, hidung dan bibirnya terlihat memerah. Bahkan air mata juga tak mampu melunturkan kecantikan namja yang ada dihadapannya. Membuat Kris berusaha keras untuk menahan dirinya untuk tidak mencium Lay saat itu juga.

Kris meletakkan kedua tangannya di pipi Lay “Kau boleh menghukum ku saat aku tidak menepati janjiku…”

Lay kembali mengangguk sambil menatap Kris. Masih terdengar isakan kecil keluar dari mulutnya. Dan sialnya isakan itu membuat mata Kris terpaku menatap bibir Lay. Darah Kris berdesir saat Lay mengigit bibirnya untuk meredakan isakannya. Detik itu juga pertahan Kris runtuh.

“Lay, bolehkah aku mengisi tenaga ku sebentar? “ pinta Kris tanpa melepas tatapannya dari bibir Lay.

“ne?”

Tanpa berkata apa-apa lagi, Krismeraih tengkuk Lay lalu mendaratkan bibirnya tepat di bibir Lay.

“mmmffftttthhhh…”

Desahan tertahan terdengar dari mulut Lay akibat ciuman tiba-tiba dari Kris. satu tangan Kris merangkul pinggang :ay, sementara tangan yang lainnya menekan tengkuk Lay. membuat ciuman mereka bertambah dalam.

Sementara Lay hanya bisa pasrah. Kalau dia menolak, yang ada Kris akan menjadi liar. Lay tidak mau lehernya menjadi sasaran bagi Kris. Yang bisa di lakukannya saat ini hanya memejamkan mata, menikmati sentuhan lembut yang diberikan oleh Kris.

***

Tinn…tin.…

Bunyi klakson itu membuat Lay mengikat sepatunya dengan asal. Kemeja sekolahnya bahkan belum terkancing dengan benar. Dengan terburu-buru dia mengunci pintu rumahnya, dan dengan sedikit berlari dia menuju halaman depan. Di sana sudah ada seorang namja tampan menunggunya diatas sebuah motor besar.

“lama sekali…”ucap namja itu yang tidak lain adalah Kris.

“Mianhae, aku tidak tahu kalau kau akan menjemput…”ucap Lay dengan nafas agak terputus-putus, mungkin efek karena tadi dia berlari.Sementara Kris hanya menyeringai. Lengan panjangnya menarik tubuh Lay untuk mendekat kearahnya.

“sebenarnya berapa umurmu Zhang Yi Xing. Mengancing baju saja tidak bisa…”ucap Kris sambil membenarkan kancing kemeja Lay.

Lay menunduk malu. Bukan karena sindiran Kris, tapi karena perhatian Kris padanya. Dan itu sukses membuat jantungnya berdegup kencang.

Kris tertawa pelan saat matanya melihat semburat merah menghiasi wajah Lay. jari telunjuknya menyentuh dagu Lay. dengan lembut Kris menggerakan telunjuknya ke atas, membuatnya dapat melihat wajah Lay yang memerah dengan jelas.

”Mian, aku tidak memberi tahumu lebih dulu. Kalau aku memberitahu mu, pasti kau akan menolak. Iya kan?”ucap Kris sambil mengangkat kedua alisnya. Lay berusaha keras menahan jantungnya yangs eperti ingin melompat keluar dari rongga dadanya. Tatapan Kris seolah menelanjanginya saat itu juga.

“bu…bukan seperti itu…a..aku…”ucap Lay gugup, keringat dingin mengucur membasahi pelipisnya.

Satu-satunya alasan yang membuat Lay menolak ajakan Kris, adalah status Kris. Berangkat bersama preman sekolah sama saja dengan menceburkan diri ke sarang buaya. Lay terlalu takut menjadi incaran musuh-musuh Kris, yang mungkin saja melihatnya berjalan bersama namja tampan itu. Lay tidak mungkin mengatakan hal itu pada Kris, karena mungkin saja Kris akan memutuskan Lay saat itu juga. Dan Lay tidak ingin hal itu terjadi. Walaupun untuk terus berada di samping Kris, taruhannya adalah nyawa, Lay tidak berniat sedikit pun untuk putus dari Kris. Ada sesuatu pada diri Kris yang membuat Lay begitu mencintai namja tinggi itu. Lay tidak tahu apa itu. Lagi pula bukan kah cinta tidak membutuhkan alasan untuk mencintai.

“sudahlah…. ayo naik…”perintah Kris sembari memakai helmnya. Dengan patuh Lay menanggauk, lalu duduk di belakang Kris. Kedua tangannya bergetar saat memeluk pinggang Kris, efek samping dari debaran jantungnya yang semakin menggila.

Dan sepertinya Kris salah menafsirkan sikap Lay.

“Tidak usah takut… walaupun aku terbilang gila dalam mengendarai motor, aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikit pun”ucap Kris sambil menyentuh tangan Lay yang ada di perutnya.

“ne..” ucap Lay sambil menyembunyikan senyumnya di balik punggung lebar Kris.

Lay memang tidak tahu alasan mengapa ia begitu mencintai Kris. Tapi satu hal dapat dia pastikan. Bersama Kris, yang dia rasakan hanyalah kebahagiaan. Hal itu sudah cukup bagi Lay. Dia tidak memerlukan apapun lagi, selama pusat kebahagiaan itu terus bersamanya.

***

Setelah bel istirahat berbunyi, Lay segera melesat keluar kelas sebelum Kris datang dan menyeretnya pergi entah kemana.

Mata bening Lay menatap sekeliling ruangan yang dindingnya dilapisi cermin berukuran besar.

“kai…”panggilnya lalu menghampiri namja yang sedang melakukan pemanasan di sudut ruangan.

“kau akan ikut festival akhir tahun?“tanya Lay saat melihat poster yan tertempel di depannya.

“ne, hyung…”ucap Kai sambil tersenyum.

“aku yakin dengan kemapuanmu kau pasti menang..”ucap Lay sambil menepuk pundak namja yang lebih tinggi darinya itu.

“aku juga berharap seperti itu hyung…”ucap Kai sambil menunduk. Kedua tangannya saling meremas. Lay yang sudah hafal gelagat Kai yang sudah dianggapnya seperti dongsaengnya sendiri itu, tahu kalau Kai sedang memendam sesuatu.

“ada yang ingin kau katakan, Kai?”tanya Lay dengan suaranya yang lembut.

“er…itu…aku mau minta tolong pada hyung. Boleh?”tanya Kai gugup.

Lay tersenyum manis membuat ceruk kecil dipipinya “memangnya aku punya alasan untuk menolak, ehm? Katakan saja…”

Kai lantas menatap Lay dengan pandangan berbinar. Dengan semangat Kai menjelaskan keinginannya pada Lay. sesekali Lay mengangguk menanggapi perkataan Kai.

“bagaimana hyung?”tanya Kai di akhir penjelasannya.

Lay berpikir sejenak”ehm…sebenarnya aku agak ragu. Tapi aku akan membantumu semampuku…”

Kai tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya saat Lay mau membantunya.

“hyung, gomawo…”ucap Kai sambil menarik tubuh mungil Lay ke dalam pelukannya.

“YA! LEPASKAN TANGANMU…!!!”

Sebuah teriakan yang amat nyaring mengusik telinga Kai. Sementara Lay, telinganya sudah kebal dengan terikan-teriakan mengerikan seperti itu. Kris dengan langkah terburu-buru menghampiri mereka, dan langsung menarik tubuh Lay menjauh dari Kai.

“Jangan berpikir untuk melakukan hal ini untuk yang kedua kalinya. Atau aku akan mematahkan tanganmu…!!!”ucap Kris sambil melempar tatapan membunuh ke arah Kai.

“m-mianhae, Kris sunbaenim…”ucap Kai takut, sambil menunduk. Tidak berani melihat kobaran api di mata Kris.

Lay menyentuh tangan Kris yang merangkul pinggangnya “Kris, kau membuatnya takut…”

Kris mendecak kesal“Ck…itu lebih baik. Jadi dia tidak berani memelukmu lagi…”ucap Kris lalu menarik Lay pergi. Masih sempat Lay menggumamkan kata maaf, dan dibalas dengan senyuman oleh Kai. Setidaknya itu membuat Lay menghapus prasangkanya, kalau Kai akan menjauhinya.

***

Banyak hal di dunia ini yang tidak dapat di tangkap dengan akal sehat. Saat kau memaksakan akal mu untuk memahami sesuatu, yang ada hanya membuatmu tenggelam dalam kebingungan. Terkadang akal sehat tidak dibutuhkan untuk dapat mengerti dan memahami, dan ketika saat itu terjadi maka hatilah yang memegang kendali.

“aku lapar…” ucap Kris santai. Sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi orang yang sedang kelaparan. Lay yang berdiri di hadapan Kris menghela napas pelan. Terkadang Lay tidak dapat menebak apa yang ada di pikiran Kris, walalupun Kris adalah kekasihnya. Belum cukup setengah jam yang lalu Kris memperlihatkan sisi mengerikannya saat mengancam Kai. Sekarang, entah setan apa yang merasuki Kris hingga membuatnya bersikap manja. Lihat saja bagaimana sikapnya saat menarik Lay lalu membenamkan wajahnya di perut Lay. sikap Kris yang tidak masuk akal, terkadang membuat Lay merasa kesal. Sebesar apa pun cintanya pada namja aneh itu, tetap saja Lay seorang manusia biasa yang tidak luput dari rasa kesal dan marah.

Lay melepas rangkulan tangan Kris di pinggangnya “Mwo? Lalu kenapa kau ketempat seperti ini. memangnya apa yang bisa kau makan ditempat seperti ini, eoh? Kecoa?”

Kekesalannya itu semakin bertambah saat Kris membawa Lay ke gudang belakang sekolah. Tempat penyimpanan barang-barang bekas itu adalah tempat romantis bagi Kris. Tapi saat mereka ada di tempat itu tidak ada kesan romantis yang ditangkap oleh Lay. bagaimana mungkin tempat yang lebih mirip sarang tikus itu disebut romantis. Bahkan, yang ada Lay menjerit histeris saat melihat serangga menjijikkan berkeliaran dengan bebas di tempat itu.

Lay menatap bingung ke arah Kris yang dengan santainya duduk di salah satu sofa usang. Bagaimana bisa Kris yang nota bene anak orang kaya, tahan duduk di atas sofa tidak layak pakai itu, seolah-olah dia sedang duduk di atas singgasana.

“apa kau masih marah?”tanya Lay.

“ku rasa tidak”jawab Kris masih dengan nada santainya.

Lay menatap Kris dengan mata menyipit “apa kau lupa letak kantin dimana?”

“ehm…aku masih mengingatnya”

Lay mendecak.”lalu kenapa kau ketempat ini, pabo…?”ucap Lay geram. Dia bahkan tidak sadar sudah mengeluarkan kata keramat yang membuat telinga Kris sedikit berdengung. Sepertinya Lay sedang kesal, lebih tepatnya sangat kesal. Kris menyeringai, baru kali ini Lay memperlihatkan sisi seperti itu. dan kris tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

“sudah ku bilang kalau aku lapar…”ucap Kris.

“Wu Yi Fan… bisakah kau menghargai jasa orang yang membangun sebuah tempat bernama kantin untuk menampung orang-orang sedang kelaparan seperti mu. Seharusnya kau ke tempat itu, pabo… Bukan malah mendekam di tempat mengerikan ini…”ucap Lay dengan lancar. Dia bahkan tidak menyadari seringaian di wajah Kris semakin melebar.

Kris menatap Lay dengan tatapan tajam “sepertinya mulutmu perlu ku hukum, karena dari tadi kau terus mengataiku bodoh…”

Ucapan Kris suskses membuat Lay membeku di tempatnya. Dalam hati dia terus merutuki kebodohannya yang membuatnya tidak bisa berkutik saat tangan Kris mulai menyentuh kulitnya.

“kau harus bertanggung jawab Lay, karena kau sudah membuat ku sangat kelaparan…”

Detik berikutnya tubuh mungil Lay sudah tergelatak di atas pangkuan Kris.

“Kri—mmppphhhhh….”

Tidak memberikan kesempatan pada Lay untuk menyelesaikan kalimatnya Kris segera mengunci bibir Lay dengan ciuman. Agak kasar Kris melumat bibir Lay, membuat Lay mengerang tertahan.Dengan mata terpejam, Kris melakukan kegiatan ‘makan’ siangnya dengan lahap.

***

Suasana kelas saat itu terlihat lengang. Bel pulang telah berbunyi lima menit yang lalu, namun sepertinya namja cantik itu masih enggan meninggalkan bangkunya. Tangannya bergerak lincah menyalin coretan yang di tinggalkan sonsaengnim ke buku tulisnya.

Drttt….drttt….

Namja itu menghentikan saat melihat ponsel yang tergeletak di atas meja bergetar. Dengan cepat dia mengangkat telpon itu, saat melihat nama id yang muncul dilayar ponselnya.

“Lay…”sahut suara di seberang telpon.

“kau akan pergi lagi….”ucap Lay terdengar sendu. Tangannya meremas ponselnya dengan kuat.

“tidak usah khawatir, aku pasti akan kembali…”

“awas saja kalau kau mengingkari janjimu. Aku tidak akan memaafkanmu, Kris” ucap Lay mengancam. Walau nada suaranya lebih terdengar seperti rengekan dari pada ancaman.

”arasso…pulanglah, jangan menunggu ku lagi…ne?”balas Kris.

Dengan polos Lay mengangguk ” kau akan ke tempat ku malam ini?”

“tentu saja…”

“baiklah, hati-hati…”

“ne…”

piip

Lay menatap ponselnya. Di layar ponselnya terpampang foto Kris yang saling tersenyum. Dan hal itu membuat Lay tersenyum dengan sendirinya.

Drtt…drt…

Ponsel itu kembali bergetar. Lay mengerutkan kening saat melihat nomor yang tertera di layar ponselnya. Dengan ragu Lay mengangkat telpon itu.

“ne…siapa?”tanya Lay .

“ini aku hyung, Kai…”sahut suara diseberang telpon.

“oh, kai ada apa menelpon?”tanya Lay sambil memasukkan bukunya ke dalam tas.

“hyung apa kau lupa, kau kan akan membantuku sore ini…”

Lay mengehentikan kegiatannya. Diletakkannya jari telunjuknya dibibir. Sedetik kemudian dia berseru keras, membuat Kai harus menjauhkan ponselnya dari telinga sebelum telinganya rusak.

“ahh…mianhae, Kai. Aku lupa…hehehe…”ucap Lay sambil terkekeh.

“jadi bagaimana hyung, jadi tidak?”balas Kai.

“tentu saja jadi. Tunggu aku di ruang latihan…”

“ne, hyung jangan lupa lagi…”

“arasso…”

Pip

Dengan terburu-buru, Lay merapikan buku-bukunya lalu bergegas ke luar kelas. Dilihatnya jam tangannya sudah pukul setengah 4 sore. Berharap semoga saja dia masih sempat untuk berbelanja dan memasak untuk makan malam nya dengan Kris.

***

Lay pov

“hyung…tangkap”

Kai melemparkan sebotol air mineral padaku. Dalam hitungan detik hampir separuh air di botol itu telah berpindah ke tubuhku. ternyata membantu Kai cukup menguras tenagaku. Tubuhku sudah basah karena keringat. Ah, ingin sekali rasanya segera pulang dan mandi.

Eh…tunggu dulu. Sepertinya aku melupakan sesuatu. Tapi apa? Aish…Zhang Yi Xing, kenapa memori otak mu sangat lambat untuk mengingat.

Segera ku cek isi tas ku satu per satu.

“ada apa hyung?”tanya Kai yang duduk di hadapanku.

“molla…sepertinya aku melupakan sesuatu yang penting…”ucapku tanpa menatapnya.

“apa hyung punya janji dengan seseorang? Biasanya hyung mudah lupa tentang hal seperti itu…”sahut Kai.

Janji? Tunggu dulu, sepertinya aku memang punya janji. Tapi dengan siapa?

Deg…

Seketika tubuhku merinding begitu otakku mengingat dengan siapa aku memiliki janji malam ini. Andwe… aku bisa ditelannya hidup-hidup kalau aku melanggar janjiku. Dengan terburu-buru aku kembali memasukkan isi tas ku yang berhamburan.

“Kai, aku pulang sekarang…”ucap ku sambil menyampirkan tasku di punggung.

Ku lirik jam tangan ku. Mwo? Sudah jam 6 lewat. Gawat, ini pertanda buruk.

“biar ku antar hyung…”tawar Kai.

Tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi, aku menerima tawaran Kai.

***

Motor Kai berhenti tepat di depan rumahku. Kulihat keadaan rumah ku yang masih gelap. Itu berarti Kris belum datang. Huft, syukurlah. Setidaknya malam ini aku bisa lolos dari amukannya.

“gomawo kai…”ucap ku, begitu aku turun dari motor Kai.

“gwencana hyung. Besok masih bisa kan?”tanya Kai.

Aku mengangguk ”ne…”

Kai tersenyum lalu mengusap kepalaku “gomawo Lay hyung…”

Kai lalu menyalakan mesin motornya. Dia sempat melambai ke arah ku sebelum melajukan motornya. Aku masih berdiri ditempatku sampai motor Kai menghilang dibalik tikungan.

Dengan langkah cepat aku memasuki rumah. Perasaan ku tiba-tiba menjadi tidak enak saat melihat pintu rumahku tidak terkunci. Aku memang pelupa, tapi aku tidak akan pernah lupa untuk mengunci pintu rumahku.

Perasaan tidak enak mulai membayangiku. Bagaimana kalau ada perampok? Hwuaah…andwe…!!

Dengan langkah hati-hati aku memasuki rumah yang agak gelap itu, hanya sinar bulan yang menerobos masuk dari gorden jendela menjadi penerang untukku.

Zett…

Ruangan itu tiba-tiba menjadi terang. Tubuhku mendadak kaku saat meliha sosok namja tampan yang berdiri menyandar pada tembok. Tidak perlu aku jelaskan siapa yang menyalakan lampu, karena di rumah ini hanya ada aku dan namja itu.

Aku menelan ludah ku dengan susah payah ”Kris…”lirihku dengan suara tercekat. Ingin sekali rasanya aku segera kabur dari tempat ini. Tapi seperti ada lem super yang membuat kaki ku menempel dengan kuat di lantai. Bergeser sedikit saja sulit.

“aku sudah menyuruhmu langsung pulang. apa kau tidak mengingatnya?”ucap Kris, nada biacaranya terdengar dingin. Tatapan tajamnya itu seperti ingin mengulitiku hidup-hidup.

“a-aku…”

“tadi kau habis bermain bersama siapa?”tanya Kris sambil melangkah mendekat. Suara langkah kakinya seperti suara petir yang memekakan telinga ku.

“i-itu…” aku masih sulit mengeluarkan kata-kata. Atau lebih tepatnya, aku tidak tahu harus berkata apa. Aku seperti pencuri yang tertangkap basah oleh tuan rumah.

Aku menunduk, tidak mampu menatapnya. Sosoknya saat ini lebih mirip malaikat maut yang akan mencabut nyawaku. Mengerikan.

“kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku, Zhang Yi Xing?”ucapnya pelan tepat ditelingaku. Helaan nafasnya begitu mencekam. Seolah-olah akan mencekikku.

“Kris…m-mianhae…a-aku…”

“Tatap aku Yi Xing-ah…”bisiknya.

Saat dia memanggilku dengan sebutan itu, entah kenapa aku merasakan firasat buruk.

Dengan secuil keberanian yang aku miliki, aku menangkat wajahku.

Deg…

Author pov

Lay terpaku melihat wajah kris yang ada dihadapannya. Lay tahu kalau Kris saat ini sedang marah. Tapi, kenapa saat dia menatap Kris, ada perasaan lain yang terpancar dari mata tajam Kris. Lay tidak tahu perasaan apa itu, tapi tatapan itu membuat dada Lay terasa sesak.

“kau belum menjawab pertanyaanku, Yi Xing…” ucapan Kris membuat Lay tersentak.

“mi…mianhae. Aku lupa memberitahu mu kalau akau ada janji dengan Kai un—“

“KAI??!! Bocah tengik itu masih berani mengganggumu? Sepertinya dia benar-benar ingin aku mematahkan tangannya…”ucap Kris geram.

Lay mencoba untuk menangkan namja tinggi itu “Kris…dia tidak mengangangguku, dia hanya—“

“Dan sekarang kau membelanya?!? Bocah itu sepertinya perlu ku beri pelajaran untuk tidak menganggu kekasih orang lain…”

Lay menghela napas. Percuma menjelaskan pada Kris saat ini. Semua ucapan Lay tidak didengarkannya.

“kau mau kemana?” Lay menarik ujung baju Kris saat namja tinggi itu ingin melangkah.

“memberi sedikit pelajaran pada bocah itu…”ucap Kris sambil tersenyum sinis.

“aku tidak akan membiarkanmu pergi…”ucap Lay tegas.

Kris menatap Lay dengan mata menyipit “Lay…jangan katakan padaku kalau kau menyukai anak itu?”ucap Kris.

“ck…kalau pun aku menyukai Kai, aku hanya mencintai satu orang. Kau…Kris…Wu Yi Fan…”ucap Lay smabil meletakkan telunjuknya didada bidang Kris.

Kris terpaku menatap Lay.

“sudahlah, lebih baik memasak dulu…”ucap Lay lalu menarik Kris dan menyuruhnya duduk di sofa.

Lay kemudian berjalan menuju dapur, dan mulai mengeluarkan satu persatu bahan makanan yang bisa di masaknya.

Greebbb…

Lay agak terkejut saat Kris memeluknya dari belakang, membuat sayuran yang di pegangnya terjatuh ke lantai.

“mianahe, aku sudah bersikap bodoh…”gumam Kris di balik pundak Lay.

“ehm…gwencana…”ucap Lay sambil memegang tangan kris yang melingkar diperutnya.

“Lay…aku lapar..”ucap Kris dengan manja. Lay tersenyum, sepertinya amarah Kris mulai mereda.

“baiklah, aku menyiapakan makan malam dulu…”ucap Lay lalu mencoba melepas pelukan Kris. tapi Kris tidak juga melepas lingkaran tangannya itu.

“aku tidak mau makanan seperti itu…”

Kris perlahan meregangkan pelukannya dan memutar tubuh Lay menghadap ke arahnya. ditatapnya Lay tepat dimanik matanya. Bukan tatapan dingin dan mencekam seperti tadi. kali ini tatapan Kris lebih hangat, hanya saja…ada sesuatu di balik tatapan itu yang membuat Lay merinding.

“Kris…jangan bilang kalau makan yang kau maksud itu…mmmmppphhh…”

Lay tidak bisa melanjutkan ucapannya saat bibir Kris mulai melumat bibirnya. Ciuman yang lembut, tapi terkesan menuntut. Lay agak kewalahan mengimbangi manuver yang dilancarakan oleh Kris.

“itu sekaligus hukuman untuk mu karena tidak mendengarkan ku…”ucap Kris sambil membelai pipi Lay.

“Dan jangan membuat ku marah lagi, atau…kau tidak akan bisa bernapas lagi…”ucap Kris lalu kembali melanjutkan acara ‘makan’ malamnya.

***

Sejak tadi Lay terus menatap ke arah pintu kelasnya. Biasanya Kris akan mengunjungi kelasnya. Tapi hari ini bahkann saat kelas telah usai, Kris sama sekali tidak muncul. Lay sudah mengecek ke kelas Kris, tapi dia tidak ada. Kris juga tidak menelpon atau memberikan kabar pada Lay. Hal itu membuat Lay semakin gelisah. Berkali-kali dia menghubungi nomor Kris, namun yang menjawab hanya operator telpon.

“apa Kris masih marah?”gumamnya.

Kreekkk…

Lay segera menoleh ke arah pintu. Saat melihat sosok yang berdiri di depan pintu, bahu Lay merosot.

“Kai…”ucapnya lirih.

“hyung..kkaja…”

Lay menghela napas pelan “ne…”

Dan dengan langkah di seret Lay mendekati Kai. Mereka berdua lalu berjalan bersama ke ruang latihan.

***

Kris berkali-kali mengeluarkan umpatan untuk namja tinggi yang sedang mengobati lukanya.

“sudah ku bilang jangan bertindak bodoh. bagaimana kalau aku tidak datang?”

“Aish…kau sangat cerewet Park Chanyeol. aku tidak akan mati di tangan namja brengsek itu…”ucap Kris.

Chanyeol menghela napas.Entahlah, memiliki sahabat kaya dan tampan tapi berwatak keras seperti Kris, adalah sebuah keberuntungan atau malah kutukan untuk Chanyeol.

“aku tidak peduli kau mati atau tidak. Tapi, bagaimana kalau musuh-musuh mu itu mengincar Lay. Kris dia tidak main-main dengan ancamannya. Kau sudah membuat sekarat salah satu temannya, tentu dia akan menuntut balas. Lihat saja, mereka bahkan berkeliaran di sekitar rumah Lay”ucap Chanyeol.

Kris terdiam. Rahangnya mengeras, membayangkan ucapan Chanyeol membuat darah Kris berdesir hingga ke ubun-ubunya. Membuat api amarahnya seketika membara.

“aku tidak akan membiarkannya hidup, kalau sampai tangan kotornya itu menyetuh kulit Lay..”ucap Kris dingin.

Chanyeol kembali menghela napas lalu menggeleng pelan “terserah kau saja…”

***

“hari ini lebih baik…”ucap Lay setelah turun dari motor Kai.

“ne, hyung. Semua berkatmu…”ucap Kai sambil mengusap pelan rambut Lay.

“besok dilanjutkan lagi. Sekarang pulanglah…”ucap Lay sambil tersenyum.

Setelah Kai pergi dengan motornya, Lay membalikkan tubuhnya.Dia hendak melangkah, namun matanya menangkap sosok namja yang belum dilihatnya sejak tadi pagi.

“Kris…”

Lay agak terkejut melihat Kris sudah berdiri di dekat pagar dengan tatapan tajamnya.

“s-sejak kapan kau ada disitu?”ucap Lay agak takut.

“cukup lama untuk melihat mu bermesraan dengan anak itu..”

Deg…

Sindiran Kris seperti palu yang memukul Lay tepat didadanya. Membuat namja cantik itu terdiam.

Kris berjalan mendekati Lay.

“sudah ku katakan padamu, untuk tidak membuat ku marah Zhang Yi Xing. Apa kau pikir aku main-main dengan ucapanku?” suara Kris sangat dingin. Hal itu membuat tubuh Lay semakin membeku.

Lay mengangkat wajahnya perlahan. dan…

Deg…

Tiba-tiba dada Lay terasa sesak. Saat menatap Kris, perasaan aneh itu kembali muncul. Selain rasa marah, ada perasaan lain yang terpancar dari mata Kris. Dan itu adalah… Perasaan terluka. Lay merasakan perih dihatinya saat menyadari hal itu. rasa perih yang semakin memuncak itu membuat aliran kepedihan di wajah Lay. dia tidak sanggup lagi menahannya, dan hal itu membuatnya memeluk Kris dengan erat.

“m..mianhae, Kris…mianahe…hiks…mianahe….”ucap sambil terisak.

Kris sedikit terkejut melihat Lay tiba-tiba memeluknya dan menangis “Lay…”

“mianhae…aku tidak bermaksud melukai mu…hiks…mianahe…Kris…mianhae…” tangis Lay semakin kencang. Tubuhnya yang bergetar, membuat pelukannya di tubuh Kris semakin erat.

Kris memejamkan matanya, mencoba untuk meredakan gemuruh yang ada didadanya.

“aku memberi mu kesempatan satu kali lagi. Dan aku harap kau tidak menyia-nyiakannya…”ucap Kris sambil membalas pelukan Lay.

Lay mengangguk “aku..hiks…tidak akan mengulanginya…”

“aku percaya padamu…”ucap Kris lalu menunduk dan mencium bibir Lay tanpa melepas pelukannya.

***

Lay memijat kepalanya yang sejak tadi terus berdenyut. Wajah Kris terus terbayang di kepalanya, membuatnya tidak bisa tidur. Posisinya saat seperti berdiri di tepi jurang, salah bergerak maka dirinya akan terjatuh.

“kau baik-baik saja?”sahut sebuah suara di sebelah Lay.

Lay tersenyum ”ne, Baekhyun-ah…”

“apa kau sedang ada masalah Kris?”

Satu nama yang keluar dari mulut Baekhyun menghantam keras kepala Lay, membuatnya semakin berdenyut. Dia bahkan tidak tahu keadaan kekasihnya itu.

Lay menggeleng lemah ”tidak…”

Sebeanrnya Baekhyun ingin bertanya lebih janjut, tapi melihat kondisi Lay yang memprihatinkan dia mengurungkan niatnya dan kembali membereskan buku-bukunya.

“Lay aku pergi dulu Chanyeol sudah menunggu ku. Kau benar-benar tidak apa-apa?”tanya Baekhyun sambil memsang tasnya.

Lay mengangguk ”ne, gwencana…pergilah, nanti Chanyeol kepanasan menunggumu terlalu lama”sahut Lay bercanda sambil mengulas senyum.

“ne..”ujar Baekhyun lalu melangkah ke luar kelas.

Drtt…drtt…

Getaran ponsel di sakunya membuat Lay tersentak, buru-buru dia mengangkat telpon.

“Kris…!!!”ucap Lay setengah berteriaktanpa melihat nama id yang terpampang di layar ponselnya.

“hyung ini aku…”ucap suara diseberang,

“ah..Kai…mianhae…”ucap Lay lemas.

“apa hyung ada masalah?”tanya Kai. Sepertinya semua orang sudah tahu kalau Lay memang sedang bermasalah dengan Kris.

“Kau sudah di ruang latihan?”ucap Lay mengalihkan pembicaraan.

“tidak…”

“lalu, hari ini tidak jadi?”sahut Lay sambil mengerutkan keningnya.

“karena itu aku menelpon hyung. Kalau bisa, hyung datang ke rumah ku. Kebetulan kyung soo juga ada di sini…”ujar Kai terdengar senang.

“oh..arasso, aku akan ke sana…”

“ne, hyung. Apa perlu aku jemput?”

“tidak usah, aku berangkat sendiri saja…”

“hati-hati hyung…”

Pip

Lay terpaku memandangi layar ponselnya.

“Kris…aku sangat mencintai mu, apa itu belum cukup untuk mu?”ujarnya pilu.

***

Langit berwarna kekuningan, menandakan bulan akan segera menggantikan posisi matahari. Keindahan langit sore itu sangat berbeda dengan keadaan di sebuah gedung yang tidak terpakai. Beberapa namja berseragam terlihat sedang ‘bermain’. Walaupun permainan yang mereka lakukan termasuk berbahaya. yang kalah dalam permainan itu harus rela daerah kekuasaannya di ambil oleh pemenang. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, kalau saja tidak ada yang menyulut api. Dan si penyulut api itu sedang menerima eksekusinya di tangan seorang namja tinggi. Dia bahkan masih terduduk di atas namja naas itu sambil mengeluarkan pukulan bertubi-tubi ke arah namja di bawahnya.

“Kris, cukup…”Chanyeol menahan lengan kris sebelum namja tampan itu kehilangan kendali.

“kalau sampai aku melihat mu lagi berkeliaran di tempat itu. ku pastikan kau akan meninggalkan dunia ini…” ucap Kris lalu menendang tubuh tidak berdaya itu.

“tunggu pembalasan ku, Kris…”

Hampir saja Kris kembali menyerang namja itu, kalau Chanyeol tidak segera menyuruh namja naas itu pergi. Saat emosi menguasai, Kris bisa melakukan apa saja. Sebelum Kris melakukan tindakan bodoh, Chanyeol segera membawa Kris pergi.

“apa yang terjadi?”tanya Chanyeol, saat mereka sudah berada di rumah Chanyeol.

Kris yang terduduk di sofa hanya terdiam sambil merebahkan kepalanya di sandaran sofa.

Chanyeol meletakkan dua kaleng minuman di atas meja lalu duduk disamping Kris “apa ini tentang Lay?”ucap Chanyeol lalu meneguk minumannya.

“belakangan ini dia tidak mendengarku…”ucap Kris sendu, kedua matanya terpejam.

Chanyeol mengerutkan keningnya” bukankah Lay sangat penurut padamu. Apa kau sudah melakukan kesalahan?”

Kris menghela napas”entahlah. Tapi belakangan ini dia sering terlihat bersama Kai…”

“Kai? Bocah berkulit hitam itu?”

Kris mengangguk pelan.

“wah…berani juga anak itu mendekati kekasih preman seperti mu. Tidak usah berpikiran buruk. mungkin saja Lay memiliki urusan dengan anak itu, dan tidak ingin melibatkan mu. Kau kan tahu sendiri sifat Lay seperti apa”ucap Chanyeol lalu membuang kaleng minumannya ke sembarang tempat.

“tapi tetap saja itu menggangguku. Di tambah lagi dengan ancaman namja brengsek itu…”

“kalau itu memang mengganggumu. Kenapa tidak kau bicarakan langsung pada Lay? aku yakin dia pasti punya alasan sendiri. lagi pula Lay itu namja baik-baik, tidak mungkin dia menusuk mu dari belakang”

Perlahan Kris menegakkan tubuhnya. Perkataan Chanyeol ada benarnya.

“kalau kau terus bersikap seperti orang bodoh, kau tidak akan bisa melindungi Lay. lebih baik kau bergerak cepat sebelum waktu mendahuluimu…”ucap Chanyeol sembari menepuk pundak Kris, membuat namja berambut blonde itu tersadar.

Kris lantas memeluk Chanyeol erat ”gomawo Park Chanyeol, tidak kusangka berpacaran dengan Baekhyun membuatmu sedikit ber’otak’…”

“YA!! Lepaskan…sialan…”gerutu Chanyeol.

Sebelum Chanyeol melempar Kris dengan kaleng minuman, namja itu segera menghilang dibalik pintu.

“Zhang Yi Xing…Zhang Yi Xing…Zhang Yi Xing…”

Nama itu terus diucapakan Kris. Tidak peduli dengan derasnya hujan yang mengguyur tubuhnya malam itu, Kris melajukan motornya ke rumah Lay.

***

Pletarrr…

Suara gemuruh itu begitu nyaring. Cahaya kilat yang menyertai petir itu membuat seorang namja berdiri dengan kaku di tempatnya. Mata tajamnya menatap ke arah depan, lebih tepatnya ke arah sosok namja yang sedang merangkul namja cantik yang sangat di kenalnya. Walaupun air hujan menghalangi pandangannya, tapi matanya menangkap dengan jelas sosok namja bertubuh mungil yang sedang berada dalam dekapan namja lain.

Hatinya bergemuruh. Kedua tangannya mengepal kuat. Dengan langkah terburu-buru dia menghampiri sosok itu dan menarik tubuh namja mungil itu.

“K…Kris…”ucap namja mungil itu menatap tidak percaya ke arah namja yang menariknya barusan.

“BRENGSEK…!!!”Kris hendak menghantamkan pukulannya ke arah namja yang memeluk namja mungil tadi.

“Hentikan Kris… Kai tidak salah apa-apa…”ucap Lay yang sudah berdiri di depan Kai. Melindungi namja itu dengan tubuhnya.

“hyung…”ucap Kai sambil menatap namja yang lebih pendek darinya itu.

“Lay, meyingkir sekarang juga, atau kau akan membuatku semakin marah…”ucap Kris tajam. Nafasnya memburumenahan luapan emosi yang meledak-ledak di dalam dadanya. Derasnya air hujan tidak mampu memadamkan api amarah yang menyelubungi tubuh Kris.

Lay menggeleng.”tidak akan, sebelum kau mengurungkan niatmu…”

Grebbb…

Bruukkk…

Kai menatap tercengang saat Kris mencengkram pundak Lay dan menghempaskan tubuh Lay ke pagar. Lay meringis kesakitan, saat tubuhnya membentur pagar besi itu.

“hyung…”ucap Kai.

“pulanglah…”gumam Lay tanpa suara.

Kai awalnya tidak berniat untuk meninggalkan Lay dalam keadaan seperti itu. Tapi melihat bagaimana keadaan Kris saat ini, keberadaannnya hanya akan memperburuk keadaan.

Setelah memastikan Kai sudah pergi, Lay menatap wajah yang ada dihadapannya. Wajah yang selalu ingin dilihatnya setiap saat. Wajah yang selalu memberinya kebahagiaan walau hanya dengan memandangnya. Wajah yang basah itu kini memperlihatkan aura mencekam.

“Kris…”panggil Lay lembut. Lengannya terasa sakit karena cengkraman Kris yang begitu kuat.

Kris tertunduk. Perasaannya berkecamuk, membuat dadanya terasa sesak.

“akusudah memberimu satu kesempatan Lay. Tapi kenapa kau menghancurkanny? Aku pikir aku bisa mempercayai mu. Tapi, kenapa kau menghianatiku…?”ucap Kris lirih. Matanya terasa berat menahan gumpalan kepedihan yang membuat hatinya sakit.

“K..Kris…bukan seperti itu. Aku dan Kai sama sekali tidak ada hubungan apa-apa. Dia hanya—“

“apa aku melakukan kesalahan padamu Lay? Kenapa kau memperlakukan ku seperti ini?”ucap Kris terdengar lirih. Dan detik itu juga kepedihan yang ditahannya mengalir bersama air hujan yang membasahi wajahnya.

“bukan seperti itu, ini—”

Kris mengangkat wajahnya menatap wajah Lay yang juga basah, sama sepertinya. Lay tercekat saat melihat kilatan amarah dimata Kris.

“Apa yang Kai laukan hingga membuatmu seperti ini, hah?! Katakan…!! Apa yang telah kalian lakukan di belakangku?! Apa kalian sudah ti—”

Plakkk

Teriakan Kris terputus saat sebuah tamparan mendarat mulus di pipinya.

“cukup, Kris…hikss…cukup…jebal…hiks…kau menyakitiku… ”ucap Lay dengan suara bergetar. Hatinya terasa remuk. Dia tidak menyangka Kris menganggapnya serendah itu.

Kris meraba pelan pipinya. Perih. Tapi perih itu bukan berasal dari bekas telapak tangan Lay, melainkan berasal hatinya. Ada sebuah luka yang menganga disana.Dan luka itu membuatnya merasakan sakit yang luar biasa.

Kris mundur selangkah “baiklah, aku mengerti. Mianhae, aku sudah menyakitimu. Ku harap kau menemukan namja yang tidak akan membuat mu tersakiti…”

Dengan senyuman penuh luka Kris melangkah pergi.

“Kris…”

Lay hanya mampu menangis. Kakinya terasa lemas membuat tubuhnya seketika jatuh ke tanah yang basah.

“Kriiiissssssss…..”raung Lay saat suara motor Kris mulai menghilang.

***

Drttt….drttt….

“ehmmmhh…chan…yeolli…hmmm…ponselmu…”

Chanyeol sepertinya tidak peduli dengan ucapan namja yang ada dibawahnya itu. dia masih sibuk dengan kegiatannya melumat bibir Baekhyun.

Drrttt….drttt….

“Chanyeolli…cu…kup…”dengan usaha keras, Baekhyun berhasil mendorong tubuh Chanyeol membuat ciuman panas itu terlepas.

“Pengganggu sialan…!!!”umpat Chanyeol lalu meraih ponselnya yang tergelatak di atas nakas.

“nugu?…kris?…ah, ne… ne, mianhae merepotkan…aku akan kesana, gamsahamnida…”

Chanyeol segera bangkit dari posisinya. Dengan cepat dia mengambil bajunya yang ada di lantai lalu memakainya dengan cepat .

“ada apa?”tanya Baekhyun sambil menatap kekasihnya itu dengan bingung.

“Kris… dia melakukan hal bodoh lagi…”

“oh…”ucap Baekhyun sambil mengangguk.

“tidurlah. Lain kali kita lanjutkan lagi, ne…”ucap Chanyeol lalu mengecup bibir Baekhyun.

***

Chanyeol memarkir mobilnya sembarangan,d an dengan langkah terburu-buru dia memasuki salah satu klub malam yang cukup berkelas itu.

Mata besar Chanyeol melebar saat melihat keadaan namja yang membuat acaranya dengan Baekhyun terganggu. Chanyeol tahu kalau Kris itu pandai berkelahi, tapi melawan lima orang bertubuh besar sama saja cari mati. Tapi sepertinya akal sehat sudah meninggalkan Kris.

Kris terus menerjang orang dihadapannya dengan liar, padahal kondisinya sendiri sudah sangat mengenaskan. Darah segar mengalir dari hidung dan sudut bibirnya. Di tambah lagi dengan lebam yang ada di pelipisnya.

Chanyeol segera menghampiri Kris, menghadang orang bertubuh besar yang sedang menghajar sahabatnya itu.

“kau siapa?”tanya orang yang tadi menghajar Kris.

“aku temannya…”

“lebih baik kau bawa pulang teman mu ini, sebelum aku mengirimnya ke rumah sakit. Dia sudah mengganggu pelanggan kami…”lanjut orang itu.

Chanyeol mengangguk lalu membawa Kris pergi.

“aku namja bodoh…aku menyakitinya…aku…tidak berguna…”ucap Kris lemah.

Chanyeol hanya bisa menatap prihatin sahabatnya itu. Kris yang terlihat kuat dimatanya kini menunjukkan sisi terlemahnya.

***

Lay berjalan semopoyongan memasuki halaman sekolah. Berhujan-hujan semalaman membuatnya demam. Kepalanya berdenyut keras. Wajahnya terlihat pucat. Mungkin orang yang melihat Lay saat ini pasti akan mengira Lay adalah pasien yang kabur dari rumah sakit.

“kau…Lay-ssi…”

Lay menoleh dengan lemah ke arah seorang namja yang menyapanya.

“ne, ada apa?”tanyanya lebih terdengar seperti bisikan.

“Kris ingin bertemu denganmu…”

Mata Lay membulat “benarkah?”

“ne, silahkan ikut saya…”

Tanpa pikir panjang Lay membiarkan orang asing itu membawanya ke suatu tempat. Dan pastinya bukan atas perintah Kris.

***

Kris menyandarkan tubuhnya di tembok pembatas. Matanya menatap ke arah langit yang terlihat cerah. Berbanding terbalik dengan keadaannya saat ini, yang tertutupi awan hitam pekat. Sebenarnya Kris tidak berniat ke sekolah hari ini. Tapi namja cerwet bernama Park Chanyeol terus mengusirnya. Kris bukannya namja pemalas, hanya saja dia tidak ingin bertemu seseorang.

Kris meraba pelan pipinya. Hatinya terasa perih tiap mengingat kejadian malam itu. hal yang membuatnya semakin terluka adalah saat melihat wajah Lay yang sangat tersiksa.

“apa aku sungguh menyiksamu, Lay?”

Tes…

Setetes air mata mengalir membasahi wajahnya. Kris tidak mampu menahannya lagi. Dia tidak menyangka melepas orang yang sangat dicintainya, memberikan luka separah ini. bahkan luka yang ada ditubuhnya tidak bisa menutupi rasa sakit dihatinya.

Drttt…drttt….

“CK…SIAL…!!!”

Pranggg….

Kris melempar benda persegi itu hingga hancur berantakan di lantai.

“arggghhhh….”

Kris menjambak rambutnya. Perasaannya kacau. Mungkin dia akan terjun dari atap saat itu juga kalau saja tidak ada yang menendang pintu yang ada di samping Kris.

Braakkk…

Kris menoleh ke arah pintu yang dibuka paksa oleh Chanyeol. Lebih tepatnya ditendang oleh namja tinggi itu.

“Kris, Lay di—“

“cukup Chanyeol. Aku tidak ingin bertemu dengannya…”ujar Kris sambil menunduk, menyembunyikan air matanya.

“Tapi, Kris…”

“Kalau kau memaksa lebih baik kau melempar ku ke lantai bawah. Aku tidak sanggup melihatnya, Chanyeol. Aku tidak punya hak lagi, bahkan untuk melihatnya…”

“brengsek…”

Chanyel mencengkram kerah Kris. dia merasa gemas sekaligus kesal melihat Kris yang terus memotong ucapannya dengan seenaknya.

“Kris, apa kau tahu sebodoh apa dirimu? Dan karena kebodohan mu itu, Lay sekarang dalam keadaan bahaya. Suho, namja yang kau hajar hingga sekarat waktu itu kini menuntut balas…”

Mata Kris membelalak“MWORAGO..?!?”

“aku benar-benar akan menghajarmu kalau aku masih melihatmu merenung seperti orang bodoh…”

Tak perlu menunggu Chanyeol melaksanakan ucapannya, Kris segera melesat pergi.

***

“tidak kusangka namja bebal seperti Kris memiliki kekasih yang sangat cantik…”ucap Suho sambil membelai pipi Lay.

Lay hanya terdiam. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Kedua tangan dan kakinya di ikat ke kursi yang di dudukinya. Mulutnya di tutup dengan lakban. Beruntung Suho tidak menutup hidungnya.

Suho melirik jam tangannya”ehm, sambil menunggu kekasihmu datang, bagaimana kalau kita bermain sebentar, cantik..??”ucap Suho seraya menumpukkan salah satu tangannya ke sandaran kursi Lay.sementara tangan lainya membuka lakban yang menutup mulut Lay.

“jangan, aku mohon….”ucap Lay terisak. Air mata membasahi wajah Lay yang semakin pucat. Rasa sakit di kepalanya dan rasa takut membuatnya sangat tersiksa.

Plakkkk….

Suho menampar pipi Lay, lalu menjambak rambut belakang Lay. membuat kepala Lay ikut tertarik.

“aku tidak menyuruh mu menangis,cantik. Kau harus merasakan apa yang sudah kekasihmu lakukan terhadapku…”ucap Suho sambil tersenyum sinis.

Lay hanya mampu memejamkan matanya saat wajah Suho mulai mendekat.

“kris…tolong aku…”jerit Lay dalam hati.

Bruukkk….

“arkhhh…..”

Suara jeritan Suho membuat Lay membuka matanya. Dilihatnya Suho tersungkur di hadapannya.

“NAMJA BRENGSEK…!!!BERANINYA KAU MENYENTUH KEKASIHKU DENGAN TANGAN KOTOR MU…!!!”

Deg…

Suara berat itu membuat jantung Lay berdegup kencang. Lay menatap ke arah Kris yang sedang menghajar Suho.

“kekasih…dia…masih menganggapku…kekasihnya…”

Pikiran itu membuat seulas senyum terukir di bibir Lay.

“DASAR BRENGSEK…AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU HIDUP…KAU HARUS MATI…”Kris yang terduduk di atas tubuh Suho terus menghajar namja itu tanpa ampun.

“KRISS…!!”seru Lay, menghentikan amukan Kris. Mendadak tubuh Kris bergetar mendengar suara lembut itu menyebut namanya. Dengan gugup dia menoleh ke samping. Tanpa pikir panjang Kris segera menghampiri Lay, dan melepas ikatan di tubuh Lay.

“mianhae…ini semua salahku…”ucap Kris memeluk tubuh Lay dengan erat.

“ehm…tidak, ini bukan salah mu…”balas Lay yang juga memeluk Kris.

“aku mencintai mu Lay, sangat…”

“ehm, aku juga men—KRIISS …!!!”

Mata Lay membulat saat melihat Suho berdiri di belakang Kris sambil mengarahkan sebuah balok ke tubuh Kris.

Srettt…

Brukkk….

Kris terpaku menatap tubuh Lay yang berada di atasnya.

“Kris…”ucap Lay lemah, sebelum memejamkan matanya.

“LAY….BANGUN LAY…..JEBALL….”Kris mengguncang pelan tubuh Lay. Namun Lay tidak bergerak sedikitpun. Perlahan Kris memindahkan tubuh Lay ke pangkuanya, sambil terus memanggil nama Lay. tapi Lay tidak juga membuka matanya.

“NAMJA SIALAN…!!!”ucap Kris lalu menerjang Suho. Kris mendesak tubuh Suho ke tembok, mencekik lehernya hingga membuat kaki Suho tidak menapak di lantai.

“UGHHH….!!!”Suho menjerit tertahan saat cengkraman Kris semakin kuat.

“KRISSS…!!!”

Chanyeol yang datang bersama Baekhyun segera menghentikan aksi Kris. sebelum namja itu membunuh Suho.

“Jangan menghalangi ku, kalau kau juga tidak ingin bernasib sama dengannya..”ucap Kris dingin tanpa memandang sedikitpun ke arah Chanyeol.

“Dasar bodoh…!! selamatkan lay dulu baru kau membunuhnya…”ucap Chanyeol.

Mendengar itu, Kris lantas melepas cengkramannya lalu menghampiri Lay yang ada dipangkuan Baekhyun. Dia lalu menggendong tubuh Lay, dengan tangan bergetar. Air mata tumpah begitu saja, menciptakan aliran sungai kecil di wajahnya.

“sayang, buka matamu…jebal….Zhang Yi Xing…hiks…Tuhan, ku mohon jangan bawa dia pergi…hiks…”

***

Suasana sekolah siang itu terlihat ramai. Para siswa memadati halaman sekolah untuk melihat penampilan anggota klub seni. Festival yang dilakukan setiap tahunnya itu akan menyuguhkan pertunjukan yang dinanti oleh para siswa, sebagai media untuk melepas kepenatan dalam belajar. Selain itu festival itu juga menyediakan berbagai hadiah yang cukup menggiurkan. Para siswa terlihat begitu bersemangat menikmati setiap pertunjukan.

Namun bagi seorang namja cantik pertunjukan itu tidak lebih menarik dibandingkan sosok yang ada di sampingnya. Lay tidak akan pernah lupa saat melihat Kris menangis terisak ketika menunggunya sadar. Bahkan Lay harus mencium namja tinggi itu agar tangisannya reda. Lay tidak menyangka Kris begitu menyesal. Saat Lay sadar Kris terus mengucapkan kata maaf berulang kali. Tapi jujur semua perhatian Kris padanya membuatnya semakin mencintai namja itu. rasa sakit yang pernah di dapatkannya dulu, kini tergantikan dengan perasaan bahagia yang meluap-luap di hatinya. Membuat senyuman terus menghiasi wajah manisnya.

“aku tahu aku memang tampan. Tapi kau tidak perlu menatapku seperti itu…”ucap Kris tanpa menoleh ke arah Lay.

“ck…siapa yang menatap mu? Aku sedang melihat Kai…” Lay menunjuk ke arah namja berkulit gelap yang sedang berjalan menuju panggung.

“KAIII….!!!.”Lay bersorak gembira. Kai tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Lay.

Kris mendengus sebal.”kau masih berhubungan dengan anak itu?”

“ckckck…kenapa kekasihku ini mudah sekali cemburu…”ucap Lay gemas sambil mencubit pipi Kris. Membuat namja tinggi itu menyembunyikan wajahnya yang malu-malu saat Lay memanggilnya dengan sebutan kekasih.

“Kai sudah ku anggap seperti dongsaengku sendiri…”ucap Lay

“lalu kenapa kau sering bersamanya?”

“itu karena Kai memintaku untuk mengajarinya beberapa gerakan dance untuk pertunjukan ini. kau tahu untuk apa?”

Kris mengangkat bahu tidak peduli.

“untuk menyatakan perasaannya pada namja itu…”Lay kembali menunjuk ke arah panggung. Disana Kai sudah berdiri di atas panggung bersama seorang namja manis. Mereka terlihat membicarakan sesuatu, hingga namja manis itu menangguk dan dibalas dengan pelukan erat dari Kai.

“wah…sepertinya Kyungsoo menerima cinta Kai…”ucap Lay sambil bertepuk tangan gembira.

Kris juga ikut tersenyum, bukan untuk kebahagian Kai dan psangannya barunya itu. Melainkan untuk dirinya sendiri. Kai sudah punya kekasih, itu berarti tidak ada yang akan mengganggunya hubungannya dengan Lay lagi.

“wae?”tanya Lay saat melihat Kris senyum-senyum sendiri sendiri.

“ayo ke gudang…”ajak Kris sambil mengedipkan sebelah matanya.

“ANDWE…!!!”

Belum sempat Lay melarikan lengan panjang Kris sudah menangkap tubuhnya, lalu menggendongnya di pundak.

“Chanyeol tolong aku…!!!”teriak Lay sambil menatap memelas ke arah Chanyeol yang kebetulan melintas di depannya.

“ah…mianhae, Lay. aku ada urusan dengan Baekhyun…”ujar Chanyeol lalu menarik Baekhyun menjauh, saat Kris memberinya tatapan membunuh.

“hahaha….tidak ada yang bisa menolong mu, sayang…”ucap Kris,dan mulai melangkah.

“Kris…turunkan aku…Kau kejam…”seru Lay sambil memukul punggung Kris.

“ah…bagaimana kalau kita langsung ke hotel saja?”

“WU YI FAN…..!!!!”

End

Ryn’Speak: ehemmm….Anneyong, Ryn imnida…sebelumnya, mianhae kalau ceritanya berantakan dan tidak jelas, soalnya Ryn masih terbilang amatir dalam hal menulis ff yaoi. Ah, mian kalau Suho appa aku buat karakternya jadi jahat disini…hehehe..*istri suho jangan bunuh saya..*…feel KrAy-nya dapat gak? Kalau tidak, silahkan masukin author ke dalam karung lalu paketin ke dorm EXO…hehehe…gamsahamnida…^_^

Share by Nilam

37 thoughts on “[FF Frelance] Yaoi_Kray || Always Love You ||

  1. finally ada epep kray di KC
    huaaaaaa#throw confetti

    welah,kris posesif amat sma lay…saking cinta ya kah?????
    kekeke

    eummm,sdkt ada typos author-ssi dan kalo soal feelnya,menurut abel pribadi sih masih kurang…emosi abel pas kray berantem ga kepancing…sdkit kurang greget gtu…^^

    tpi abel mau ngucapin makasih buanyak sma author-ssi yg udh buat epep kray…yeayyy
    next time bkin lg ya,,seperti pepatah bilang bisa krna biasa,jd bnyak2’n aja bkin epep kray ya jadi semakin sering bkin kan jd semakin terlatih skill menulis ya author-ssi dan bisa terus menjadi lebih baik lg
    hehehehe

    hwaiting author-ssi…^^

  2. keren bnget thor ff nya!!!! aku kirain bakalan sad ending trs lay nya mati… huaaaaaa menguras emosi ffnya!! daebak thor!! (^.^)/ apalagi waktu kris berantem sama lay karna cemburu sama kai.. tegang waktu krisnya mau nyelametin lay.. kris cemburuan amat sama kai wkkkk ngomong2 kayanua suho ga cocok jd jaat deh min Hehehe

  3. Wuuaaa critanya kris jadi badboy ya.
    Cocok banget daahh.

    Thour berasa alurnya kecepetan iia.
    Keren thour aku suka cerita ini,
    melakukan apapun demi pacar.

  4. Huh, akhirnya disini ada FF KRAY juga😀
    Bagus thor🙂 tapi jujur agak belum dapet feel .. hehehehehe
    Tapi serius~ bagus kok🙂

    Hem, waktu pertengkaran Suho dan kris itu kurang menegangkah sih thor ..
    tapi sukses bikin terharu. wkwkwkwkwkwk😀
    Kris disini pencemburu + prevent banget .. hahaha ..
    #pukpukYixing

    Hahahahaha~ ketawa guling2 waktu `acara` chanyeol dan baekhyun harus di gangu kris .. xD
    Hahahaha, gak bisa bayangin deh marahnya chanyeol #ditabokKris

  5. aku jadi suka couple ini waw jalan ceritanya keren , aku suka bgt pkoknya haha ada chanbaek sm kaisoo top deh thor😉

  6. Wahh Kray (ˆڡˆ)
    Seru juga thor..
    Ada baekyeol jg ..”̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮
    Ini kan kray yah.. Tapi serius dehhh.. Masa aku trbayangnya mukanya luhan masa (˘▿˘).♉
    Ga tau kenapa ┐(˘–˘ )┌

    Jjangeyo thor !!

  7. aih dasar Kris namja pervert + posesifnya itu loooo… kelewat taraf normal(?)
    hah !! iyaa byangin appa suho jd preman
    , ak bner2 g dpet gambarannya ~ jinjja^^

    my first Kray🙂
    not bad ^^.

  8. annyeong author-nim,anna imnida slam knal ne.. *bow
    mana suaranya kray shipper YUHUUUUU~~ this is fanfic for you guys (sok inggris) akhem~ anna termasuk istrinya suho nih thor *plak >.<
    bru pertama bwt ff yaoi, pengalaman pertama bkalan jadi kenangan, jadi anna komennya agak sesuatu author-nim ^^v mian kalo agak rancu..

    Yg anna tangkep, critanya tntng seorang yg lembut (tatapannya lay sesuatu *nosebleed) yg punya kekasih preman posesif pula widiih~ gokil nih, gmn perasaan was-was nya lay yg ngeliat kris dgn tingkah laku kekasihnya itu yg err..agak diluar kendali maklum preman brantem mulu pulang babak belur tinggal di goreng *plak dikira telur digoreng -_- abaikan..part awal pas lay nangis gegara ngeliat kris memar2 feelnya nyampe ke anna, jadi mojok sendiri, rasanya gmn gitu pedih khawatirnya lay terasa bnget pas takut kehilangan preman guanteeng ini T^T ini part favorit anna sama part akhir yg lay ngeliatin kris dan kris dgn PD nya bilang dia tampan tp jgn segitunya dong lay ngeliatin dia itu anna ngakak hadeuh~ kris PD bnget sih..ada typo author-nim dibeberapa bagian, ada juga part2 yg feelnya kurang dapet, part kray debat tntng kai itu tinggal dikit lagi bneran deh poles dikit WOW jadi deh, dikit lagi author-nim tp anna jadi mikir apakah author-nim ini suka bkin yg manis2 kali yah jd part manisnya nyampe ke anna #eaaa

    (mian kalo ada kata2 yg salah dan kurang berkenan dihati, tolong dimaafkan)
    SEMANGAT AUTHOR-NIM DITUNGGU CERITA SELANJUTNYA, KEEP WRITING ^^9

    CHU~
    #deepbow

  9. horay…kray…hasek..kray….
    bt authornya bkin kray yg bnyak y…aq sk kray-nya..
    td dr awal aq udh nebak kirain kris or lay bkal mati gr2 ada yg bkal balas dendam,tp trnyata g ada yg mati.syukurlah…hwakakakakakakakakakakak
    tp itu kris g elit bgt kencan d gudang,haduh…kecoak dan tikus yg menjadi saksinya,hwakakakakakakak

  10. Ughhhhh!! Ini keren author-nim!!!
    Feel nya dapetttttt!!!!!
    Mauu deh pny pcr yg posesif begitu (ʃ⌣ƪ) eh, tp nga deh -_- ssh jg klo mw dket sm cwo laen *eh? *plak! #abaikan
    Gyahahha~
    Betewe(?), sering2 buat FF Kray ya thor~
    Kray Shipper nhi~ *bbuing2 *author bяb ke toilet muntah

  11. annyeonggggg
    sumpah ini baru pertama kali baca ff kray loh kakwak xDD
    eh tapi lumayan ngepil sih thorr….
    kris disini pervert yeee, masa iya makan siang sama makan malamnya begituu x_x mana pecemburu berat pula x_x sabar-sabar ajeeh jadi lay maaah..
    lay juga saoloh mau-mau ajah kawkwak tapi kalo nolak mah lebih-lebih deeh’-‘?
    baekyeol momentnya kyaaaa>< wakw walopun dikit tapi kan pas eheeem yaah walopun kurang banyak sih *maunya apasih?*
    kai saolooh coba kalo sampe kris berantem ama kai, beuh mungkin lebih tegang lagi kali yeee.. kasian juga dia ga ada apa-apa sama lay tapi malah dicemburuin kris'-'?
    adoooh abang suhoo saoloohh ;'3 aku terharu akhirnya kamu dapat peran nista jugaaa ;'3 selama ini kan kamu jadi orng baik terusss akhrnya dapet juga yaaa…alhamdulillah gitu baaangg;'3 *goyang gayung brng sooman*

    awkaw udh segitu ajaah'-'v paiting thoooorrrrrr~~

    assalamualaikooomm

  12. Hiihii..
    Seruu epep kraynya..

    Kris cemburuan parahh..
    Kasian lay..
    Pi lay jg udah cinta bener sama kris..
    Yasudahlah..

    Suka2 mereka..
    Pi kerenn inii..
    Krisnya jadi preman gitu (˘⌣˘ʃƪ)
    Walopun kris bilang ga mw ketemu tetep aj nyelamatin.. Hihii emang dah namanya cinta susah..

    Whaiting thor..
    Walopun masih baru.. Pi ini udah mantep..
    Semoga epep berikutnya semakin menggelegar ya thor..
    (•̀_•́)ง

  13. aku suka sama posternya author…. hehehe😀 *ngapa jadi ngomongin poster ya*

    ff-nya daebak banget. aku pikir Kris bakal meninggal terakhir-terakhirnya. tapi untung aja nggak. jadinya happy end deh…
    tapi, kok adegannya KRAY cuma kissing scene doang sih??? kenapa ga ada adegan yang kaya BAEKYEOL gitu??? kan PG-17 ratingnya… *yadong mode: on*

    satu kata yang bisa aku ucapkan just DAEBAK!!!

  14. YEAAAYYYY!!!!!!!!!!! jingkrak jingkrak….. hehe..
    akhirnya ada ff kray jg….
    SUKA bgt dg couple ini… tp, mrsa sdih jg coz sdkit yg buat ff ttg kray couple…
    request buat sequel dunk.. hehehe….
    ksihan abang Lay yg slalu ngadepin ke-PERVERT-an abang naga.. kekeke….
    tp suka sm Kris yg nunjukin rsa syange sm Lay.. wlaupun sdkit kterlaluan jg alias pencemburu tingkat akut… hahaha…
    inget sm drama BBF jg wktu bc ff ini…
    DAEBaK thor…
    SEQUEL!!!!! SEQUEL !!!!!!! SEQUEL!!!!!!!!!!! @bwa spanduk KRAY SHIPPER
    hehehe…

  15. Omo Kris kau bnr2 namja mesum hahahahaha
    Kasian amt lay punya co kaya lo ,, di modusin trus ! Mana mesum nya kaga elit gitu ώªκªκªκªκª =))ώªκªκªκªκª=)) ώªκªκªκª

    Tp pengorbanan kris sweet bgt ,,
    Aduhh yeol parah amt ank org dibilang item , walau fakta si *diGaplok kai* ♉(ˆ▽ˆ)

    Suka sama ff nya ,, seru ! Gk bosen pas dibaca😀

  16. Waah ff nya daebak feelnya juga dapet banget Maklum KRay Shipper ;D Hihhi..
    Keep writing and banyakin ff KrisLay nee😉

  17. aigooooooooooooo,,
    Kris so sweeetttttt bangeeeettt,,
    Ckckckcckckkcck,,
    Lw ad Preman kegh suho,,
    Q rela diculik oleh preman,,

    Hehehehe,,
    Park chanyeoll,,

    Kkekkekeekekekeke,,,,
    Kris pecemburu,suka motong pembicaraan orang,,
    Lay-ssi,,,yang sabar ne,,,

    Feel.a dapet thor,,
    Lucuuuuuuuuuuu,,
    I like it,,

  18. aaaaaaaa kray! kece thor ff nya! walau ada sedikit typo tapi dapet feelnya. tapi kenapa si kris jadi cemburuan sama nafsuan ya? sikap coolnya gak begitu keliatan, justru chanyeol malah adem ayem kalem gimana gitu, bertolak belakang dari biasanya tapi aku suka~
    setangkep aku sih thor, percintaan si kris sama lay disini dramatic banget, saking sayangnya kali ya sampe si lay gak bisa ngejelasin ke kris kalau dia emang gak ada apa-apa sama kai. belum lagi kris yang emang gak sabaran banget, kerjaannya motong pembicaraan mulu, pake ngotot dan tatapan membunuh gak mau tau itu dia yang salah atau orang lain. kadang jadinya kesel sama kris, tanggung jawab loh thor
    suhonya jahat bin nafsuan ya, aku baru sadar kalau disini author bikin characternya beda sama imej mereka selama ini. suho yang dengan senyuman malaikatnya malah jadi jahat. daebak thor lanjutkan ya!

  19. hehehe Kray Moment…
    OK lah OK punya … feel ceritamya bagus juga, ga sangka Kray bisa diangkat dengan gaya yg nyentuh and romantis juga, Kris jadi preman sekolah keren juga ya nampaknya hehehehe.
    Plus jadi Pervert namja hahaha liat bibir Lay dikittt aja jadi pengen nyium haduh anak ini bener2 deh.
    tetep ada Kaisoo and BaekYeol juga disini, jadi tambah rame deh FF nya.
    Bikin Shipped lain donk thor… HunHan gitu juga ok deh..
    overall bagus FF nya, Cinta, Dendam dan Pengorbanan aw aw aw

  20. AaaaAaaaaaa..
    ada epep kray.
    tambah cintah sama keluarga cemara..
    CHANBAEKRAY kopel dedemenan ane, ai lop yu bgt dah ah author nim..
    ok back to cerita, asik bgt ceritanya LAYki ane lembut bgt di sini, si krisnya kaya preman bgt
    keras and pervert abiiiss.. tpi ane suka ‘v’b

    feelny dpt bgt, bagian kris yg marah2 ane ikutan tegang. yg di gudang ane senyum2 gaje ahahai -////-v
    apelagi yg adegannya (?) baekyeol, dpt abiss.
    yeolli ayuk qt timpukin kris gangu acramu sama baek
    thor bwt chanbaekray lagi hhe

  21. nah! KrAy lebih baik dari KrisBaek’-‘)b justru aku malah lebih suka KrAy dari pada SuLay hihi.. kris disini ngingetin aku sama chanyeol di NRL deh, sama2 preman soalnya😄 hehe.. but overall, OK’-‘)b

  22. Wohooo…..kray…hasek..kray….
    Keren2….cople yg atu ne ane demen…si bongsor ma si mungil😄 #dbakar kris *loch mang bner kan???
    Om kris preman ya…cocok2 deh….tampangnx itu ngena banget😄
    tp itu om kris kok ga elit bgt ya…… kencan d gudang sekolah…,haduh…*klo ane pilih tempat deh#plaaak..digampar Kai
    Lay dsini bantuin Kai bwt nembak mama kyungie…yaaaay….tp om kris cembukor dluan…hadeeh…
    Wooiiii suho laki ane…abis dhajar om kris gak gak ganteng lg #cerain suho *djewer suho…
    Akhirnx happy end…
    Lanjutkan…. Nice epep…. ^^

  23. KRAY….!!!!!!!!!!!!!
    aaaaaaaaaaaaaaaa………………………akhirnya…..muncul
    wuah kris tetep jadi preman keren
    tapi suho napa jadi preman kayak kris juga???g bisa ngebayangin wajah angel tapi jiwa preman
    kekekekekekekekeke…….😀
    itu pas scene lay di iket di kursi langsung keinget meteor garden sama city hunter, tapi asik kok ceritanya
    ntu kris “makanan” nya tetep sama ya thor????
    gak siang, gak malem tetep aja yg “dimakan” Lay
    wkwkwkwkkwkwkwkwkwk
    tpi thor pas kris lagi “makan” lay kok di skip seh..???
    bikin kray lagi yah thor……yang buanyakkkkkkkkkkkkkk
    he…he…he…he…he…he…he…he… ^.^

  24. Pertama mau ngucapin terima kasih dulu buat author udah bikin kray . .

    Coz nemu fanfic kray it susah , ,anak kray shipper pada kurang asupan gizi semua ,

    fanficnya bgus , tp ada sdkt typo . .truz penulisan juga udah baik , feel kray nya dpet kok , kris jadi bad boy and lay jd anak baik . .cocok sm muka. .
    Tp pas krislay berantem, kurang greget dkt lagi . .

    Kris disini jadi pacar posesif banget , , ngak ada yg boleh dket lay sdkt pun , deket dikit langsung cemburu. .
    Gmana seandainya kalo lay it mati ya pas ke hantam balok , ,yakin kris nya bkal kek orang gila . .

    Nice ff , ditngu next fanfic . .bkn kray lg ya . .

  25. kyaaaaaaaaaaaaaaaaa,…. kerendddddddd,..

    TIDAKKKKKKKK,.. EMAK n BABE saya TIDAK BERSATUUU,.. (read: SULAY),.. T____T,.. FF nya asyik dibaca,…

    kekekeke-

    pokok nya aku suka banget nich,..

    sequel nya dong thor,..

    oh ya thor,,,..

    buat juga ,. waktu cara mereka pacaran dong,. aku kan penasarann ,..

    trus trus trus,..

    kenapa Kris jadi preman?,.. apakah faktor keluargaaa??

    pokok nya sequelll,…

    daebakkk,. d-_____-b

  26. ahhhhhh, KRAYYYYYYYY. Ffnya kereeeen banget onn. Sumpah. Akhirnya Kray muncul juga. Rada sulit cari ff KRay. Oke onnie lanjut bikin pairing KRAY couple. Feelnya dapet banget. Aku KRAY shipper *kibarkan bendera gambar naga gigit unicorn*PLAK. Hahaha

  27. Ff’y bagus kok,.bru pertama kali ni baca ff kray jg si,.tp cukup bagus kok,..semangat ya buat bikin ff yg lain’y,.^^

  28. Bhahahahahaha😄. Endingnya kocak! Chanyeol kau seperti angel, selalu ada disaat yg tepat -__-! Suho!! Kenapa kamu jadi preman?! O_O! Astaga mukamu gak cocok bang angel kkk~. It’s Dae to the Bak DAEBAK! ^^

  29. kyaaaaaaaaaa ff KRAY COUPLE……
    Akirnya ada jugaaaaaaaaa…
    Yeay,
    seneng bnget palagi ceritanya keren,
    biasanya stiap nemu ff kris pasti TAORIS,
    BOSAN,
    hahaha
    ni ff keren thor suwer,
    kris jadi badboy and pervert, gila napsu kali ama lay dia,,
    haha

    gak nyangka ternyata kai minta bntuan lay tu untuk nembak si d.o,
    hahaha
    pasti soosweet bnget di tembak sma cwo skeren kkamjong trus pkai ngedance lagi..
    Hadeuh,
    eh trs itu ternyata org yg ber muka malaikat bisa jga ya jadi jahat*read:suho,

    ff ny daebak deh thor pkoknya…

  30. eeh trnyta add ff Kray tha…
    biatin dhe yg pntg adda baekyeol momennya…
    mzkipun sedikit tpi akk suka….

    ffnya jga bgus…
    krna akk jga ska am kris jdi akk ska ffnya…hhhee piieess…

    kris dsini jdi preman yak…
    srem amat yak..truz dya jga posesif bget am lay…

    aplagi klau itu yg meranin chanyeol am baekhyun huuaa tmbah mantap…hheee
    baekyoel shippernya kumat…

    lnjuut truz bkin ff yg ddaebak²….
    fighting

  31. ceritanya bagus…..
    wahhh berarti pas yg digedung itu mereka ngelakuin ‘this and that’ yah kyaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s