[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 11] Final Chapter


lp end

CHAPTER 11 Final Part

Tittle: Love & Pain

Author: AyouLeonForever

Genre: gado-gado

Rate: PG15

Main  pair: ChanBaek – KrisBaek

Slight: KrisTao

Embel-embelnya sama seperti kemarin sajalah… (malas ngetik)

Warning: OOC pake banget. Terutama Tao. Ini anak unyu-unyu polos minta dicium, tapi dengan seenak jidatnya ALF ngubah dia jadi Preman masuk kampung(?), maksudnya… arh, ALF mau sungkem ke Tao soalnya ngubah karakternya jadi sadis. Okeh… no Bash Please.

 

ALF special Note: Ehem Ending nih… errr… sebenernya gak rela juga nih ngakhirin(?) FF ini, tapi kalo gak di END ya gak selesai-selesai (lagian pada sebel TBC sih ya jadi END aja wkwkwkwkw). Ehem… ini sebenernya ALF galau banget dengan endingnya, padahal ending udah ada bahkan sebelum ceritanya mulai(?) ini ciyus loh. Setiap FF nya ALF sebelum mulai, yang kepikir malah endingnya dulu. Kea Amaterasu itu, bahkan sebelum ngetik Avenger’s Fault, yang kepikir udah endingnya Amaterasu, ya cuman itu, jalan menuju endingnya yang susah (Plak, kenapa bawa-bawa Amaterasu?).

Balik ke Final chapter(alah bahasa gue) Love And Pain, FF yang udah ngundang readers-nim maen ke BLOG KC, FF Yaoi perdananya ALF yang ALF gak nyangka Apresiasinya readers akan sehangat ini *terharu liat jumlah komenan tiap chapnya. Hiks… hiks… *peluk cium readers-nim satu-satu, Mian kalo selama ini ALF bawel dan nyuruh2 readers buat komen tiap part, itu karena ALF mau tau apresiasinya readers ama tulisannya ALF kek gimana sih? dan Alhamdulillah ternyata banyak yang suka juga. Thanks for my beloverd readers… (Kok berasa pidato perpisahan?). 

Karena ini Ending, dan berhubung endingnya udah ALF pikirin sejak awal, walopun banyak yang gak sesuai ama kemauan readers-nim tercintah… tapi mau gimana lagi, otaknya ALF udah nentuin begini, jadi maap bila gak sesuai harapan readers-nim. Habis baca, trus blognya mau di bakar nggak papa, ALF terima, asal sisain member EXO nya buat ALF yah (nah loh?)

Oke, keanya cuap-cuap ALF kepanjangan deh, dan ALF yakin cuman sebiji dua biji yang baca, soalnya pada kepo ama isi ceritanya *Gubraaakkkk. Jadi… check this out aja… semoga terhibur(?)

 

 

 

Preview…

 

“Kini yang kusesali bukan karena Tuhan menakdirkan kita menjadi saudara… tapi… Tuhan membiarkanku terus mencintai namja sepertimu.”

 

“Atau apa? Kau mau apa? Membunuhku? Geure… lakukanlah. Kau pikir hanya kau yang menderita? Kau pikir hanya kau yang terluka? Tahukah kau bagaimana aku menyambut pagi setiap harinya? Selalu, dalam nafasku kuminta pada Tuhan agar Ia terus mengingatkanku bahwa kau adikku, bahwa kau adalah seseorang yang tidak bisa kucintai, dan pada malamnya aku hanya bisa meminta maaf pada Tuhan karena walaupun Ia terus mengingatkanku bahwa kau adikku… perasaan cinta ini tak kunjung sirna. Selalu… hanya bisa melihatmu sebagai Park Chan Yeol yang sejak dulu kucintai…”

 

“Aku masih mencintai Tao, aku tidak munafik. Tapi jika kubiarkan Tao terus bersamaku sementara aku sudah sangat mencintaimu, aku yakin hanya akan membuatnya menderita, karena setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik kehidupanku… aku hanya memikirkanmu.”

 

“MEREKA SALING MENCINTAI… MEREKA TERLAHIR BUKAN UNTUK MENJADI SAUDARA… TAPI SEPASANG KEKASIH….”

“Welcome Home Gege, semoga kau suka hadiahku.”

 

Love And Pain

Last Chapter

 

Author POV

Kris luruh, dengan kedua lutut lebih dulu menghantam lantai. Tidak begitu banyak perubahan pada kamarnya, dan bukan perubahan itu yang ia cari dan membuatnya sampai hampir kehilangan nafasnya dengan pandangan mencekam ke depan.

Bau anyir ini..

Darah!!!

 

Dan memang darah itu berceceran di mana-mana, ada bangkai kucing angora berwarna putih dengan kepala tertembak di atas tempat tidurnya. tapi bukan itu… bukan itu yang membuat Kris shock.

Tapi…

Sebuah foto berukuran besar tertempel di dinding kamarnya, foto Kris dan Baek Hyun berciuman, yang entah dari mana asalnya hingga bisa jatuh di tangan Tao dan di cetak sebesar itu. Kagetnya… pada foto Baek Hyun di lumuri darah sedemikian rupa, juga beberapa lubang sebesar diameter peluru di area kepala. Kris makin terperangah saat sadar inilah suara ledakan pistol yang di dengar pelayannya, dan itu berarti…

 

Tao akan….

 

Seluruh tubuhnya bergetar hebat, dalam hitungan detik wajahnya memucat pasi dengan keringat dingin bercucuran. Air matanya mulai keluar bergerombol, dan nafasnya mulai tidak beraturan, bola matanya bergerak ke sana kemari menandakan bahwa dirinya memang tidak sedang fokus saat itu, sekelebat bayangan menakutkan langsung menyergap otaknya hingga membuatnya hampir meledak, dan ini tidak main-main. Karena ini adalah bencana…

“Tao… jebal… andwae…” Kris mengumpulkan seluruh tenaganya, menghampiri nakas dan membongkar barangnya di sana. Matanya menangkap sebuah benda, dan detik selanjutnya ia menyambar benda itu dan berlari sekuat tenaga meninggalkan rumahnya.

“Tuhan… selamatkan Baek Hyun-ku… selamatkan kekasihku,” ujarnya terus menerus dengan kedua mata terus mengeluarkan tangis.

 

~~***~~ 

 

Baek Hyun POV

 

Aku tidak ingin seperti ini, sungguh. Hal yang paling tidak ingin kulihat di dunia ini adalah air mata Chan Yeol. Tapi apa yang kuperbuat? Bahkan ketika aku berusaha untuk melakukan hal yang terbaik untuk kami berdua, selalu saja akan berujung seperti ini.

 

Luka.

 

Chan Yeol masih bersimpuh di depanku dengan kepala tertunduk, kedua tangannya menggenggam kedua pergelangan tanganku sebagai tumpuan, bahunya yang bergetar menandakan bahwa ia betul-betul sudah tak sanggup lagi mengontrol kesedihannya.

Park Chan Yeol menangis.

Aku yang membuatnya menangis. Aku… namja yang mengaku sangat mencintainya justru membuatnya menangis.

“Siapa kau Byun Baek Hyun… siapakah kau? Aku betul-betul tak lagi mengenalmu.”

Kata-kata Chan Yeol bagai tamparan keras di wajahku, meremuk redamkan hatiku. Lihat betapa aku telah menyempurnakan kekecewaan Chan Yeol terhadapku hingga ia mengeluarkan kalimat menyakitkan itu. Dan yang bisa kukatakan setelah kami terdiam cukup lama ditemani tangis memilukan hanyalah…

 

Jeongmal… mianhae…”

 

Dan setelah aku mengatakan hal itu, kurasakan genggaman tangan Chan Yeol melemah hingga akhirnya ia menjatuhkan tangannya ke lantai tanpa daya.

“Aku… membencimu Byun Baek Hyun…” lirihnya dengan nada dingin.

Aku memejamkan mataku dan merapatkan kepalaku ke dinding, mengatur nafas sebisa mungkin agar aku mampu mengeluarkan suara, “Jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik. Maka bencilah aku Park Chan Yeol… bencilah aku sesukamu.”

“Aku membencimu. Akupun tidak bisa menerimamu sebagai kakakku, jadi… jangan pernah muncul di hadapanku lagi, jangan mengurusiku, jangan menegurku, dan jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di depanku.”

Aku hanya bisa bungkam, membiarkan Chan Yeol mengeluarkan semua emosinya.

“Pergilah dengan Kris, tinggallah bersamanya. Minta dia agar membawamu kemanapun, jauh dari pandanganku, karena… kalau kau masih juga di sini…” Chan Yeol mengangkat wajah, dan menatapku. Akupun menundukkan wajah untuk balas menatapnya dan….

 

Krak~

 

Aku memang selalu melihatnya terluka, tapi pancaran matanya kali ini sungguh memperlihatkan betapa dalam dan parahnya luka yang ia derita, dan itu spontan membuatku hanya bisa menahan nafas, seolah dadaku akan meledak jika aku menghembuskan nafas sedikit saja.

“Dan jika aku sudah tak sanggup lagi mengontrol rasa sakit ini… maka akan kuabaikan apapun Byun Baek Hyun. Akan kuabaikan apapun… eomma, aboji, takdir, bahkan Tuhan sekalipun, akan kuabaikan semuanya dan menjadikanmu sepenuhnya milikku, bahkan jika kau menangis dalam penolakanmu, tetap akan kuabaikan,” tuturnya penuh keseriusan yang mencekam.

“Park Chan Yeol…” lirihku tanpa suara.

“Jadi pergilah…” lanjutnya sembari memalingkan wajah.

 

Krak~

 

Sekali lagi luka itu menganga, tapi kali ini dariku. Inilah jalan terakhir yang diambil Chan Yeol. Melepasku sepenuhnya. Betul-betul melepasku karena iapun tak sudi lagi menatapku sebagaimana dia dulu menatapku dengan penuh perasaan.

Aku menghembuskan nafasku panjang, tapi sesaknya masih sangat terasa. “Maafkan aku…”

“Jangan mengatakannya, jangan meminta maaf…”

“Maafkan aku karena aku mencintaimu, dan karena cintaku melukaimu.”

“Byun Baek Hyun berhenti mengucapkan kalimat itu.”

“Terima kasih… terima kasih atas cintamu, terima kasih atas cinta yang begitu besar, begitu megah, begitu perkasa, hingga akupun tak mampu mempertahankannya.”

Chan Yeol terdiam.

 

Gomawo…” kuremukkan kedua tanganku, “Mianhae…” bibirku bergetar… “Saranghae…” dan akupun meninggalkan Chan Yeol sebelum tangisku betul-betul pecah di sana.

“Byun Baek Hyun…”

Masih kudengar ia melirihkan namaku, tapi tidak bermaksud memanggilku kembali. Hanya sebuah isyarat bahwa sekiranya ini yang terakhir ia menyebut namaku seperti itu.

 

 

 

 

 

Doooorrrrr….

 

DEG~

 

Langkahku terhenti persis di depan pintu kamar seketika mendengar suara ledakan itu. Selanjutnya kudengar langkah berat Chan Yeol di belakangku.

“Apa itu?” tanyaku dengan suara parau.

Chan Yeol berjalan, mendahuluiku membuka pintu, “Tunggu di sini, akan kuperiksa.”

 

Tep~

 

Kucekal tangannya cepat, “Aku ikut.”

Ia hanya menatapku datar, tanpa ekspresi. Kemudian ia tepis tanganku dan berlalu begitu saja keluar kamar.

Kurasa… inilah akhirnya…

Ah bukan… tapi awal… awal baru dari sikap Chan Yeol terhadapku, yang betul-betul sudah tidak mengenalku.

 

Aku hanya mengikuti langkahnya dari belakang, menuruni tangga, menuju ruang tengah, kemudian ruang tam__

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ab…. ABOJIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII………!!!!!!!!!!” Pekikku dan Chan Yeol bersamaan.

 

~***~

 

Author POV

 

Kris memacu mobilnya dengan tidak sabaran, beberapa kali menyerempet kendaraan yang disalibnya, laju mobilnya bahkan tidak terkendali, kadang keluar jalur dan… apapun itu sebagai bukti bahwa ia dalam keadaan panik.

Tangannya gemetar, keringat dinginnya bercucuran  dan firasatnya semakin buruk akan hal ini.

“Tidak akan tertolong…” Keluhnya masih gemetar. Kemudian ia meraih ponselnya dan menelpon seseorang. “Aboji… Tao melakukan sesuatu___ Baek Hyun dan Tao… sepertinya aku memang harus menyelamatkan salah satunya, dan melepas yang satunya lagi. dan jika aku berhasil melakukannya… aku ingin Aboji melakukan sesuatu___ Ne, jadi tolong dengarkan aku sampai selesai.”

 

 

~***~

 

“Yeobooooooooooo………… Bangun Yeoboooooo,” pekik eomma Baek Hyun yang tengah memeluk suaminya yang terkapar bersimbah darah.

Chan Yeol dan Baek Hyun berdiri mematung karena memang mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain itu. Nyatanya, kini sang penembak tengah duduk santai di atas sofa sembari menodongkan ujung senjata di kepala eomma Baek Hyun yang terus meraung dan menangisi jasad suaminya. Dan jika Chan Yeol ataupun Baek Hyun medekat sedikit saja, maka tidak menutup kemungkinan, eomma mereka pun akan menyusul.

“Kau akan membayar ini biadab…” pekik Chan Yeol tertahan, ia katupkan rahangnya rapat-rapat hingga wajahnya mengeras dan memerah, urat-urat di keningnya timbul saking kerasnya ia menahan emosi, air matanya berjatuhan tanpa penahan, dan tubuhnya yang bergetar itu sebagai bukti bahwa ia mati-matian menahan diri agar tidak menerjang namja yang telah melenyapkan nyawa ayahnya dengan begitu mudahnya.

“Tenang, akan kubayar dengan harga yang setimpal. Aku sudah membeli sebuah area pemakaman khusus untuk keluarga kalian, jadi ada ayah, ibu, kakak, dan adik, wah… hangat sekali bukan?” balas namja itu.

“Apa maumu Huang Zi Tao? Jika itu adalah aku, maka lenyapkan saja aku, jangan libatkan keluargaku,” bentak Baek Hyun dengan suara nyaris tak terdengar karena tangisnya yang mendominasi.

“Hm… bukankah tokoh utama memang harus mati terakhir? Tunggulah karena ini bergilir. Bukankah setelah ayah… harusnya ibu?” namja yang memang adalah Tao itu kembali menarik pelatuk pistolnya dan menempelkannya di kening eomma Baek Hyun.

“Kau sentuh eommaku, kupatahkan tanganmu namja biadab…” ancam Chan Yeol yang sebenarnya pun percuma.

“Eomma? Bukankah dia eomma Baek Hyun? Kenapa kau yang ingin mematahkan tanganku? harusnya Byun Baek Hyun kan?” Tao semakin berulah, ia menarik rambut yeoja itu hingga mendongak. Sempat membuatnya meringis, masih dalam tangis pilunya.

Chan Yeol refleks bergerak, tapi Tao lebih cepat mengarahkan pistolnya ke Chan Yeol.

“Jangan mendahului, Park Chan Yeol… tunggulah giliranmu. Setelah kuantar ibu tirimu ke surga menyusul suaminya, barulah kau yang akan menyusul”

“Iblis kau Huang Zi Tao…” hardik Chan Yeol tertahan.

Tao tertawa lebar, “Bukan… Bukan iblis… Tapi malaikat. Aku sudah mengantar beberapa orang ke surga ataupun neraka. Jadi aku bukan iblis. Iblis itu Byun Baek Hyun karena mengusik kehidupan orang lain. Bukan begitu Byun Baek Hyun?”

Baek Hyun terisak, ia pandangi Tao dengan tatapan memilukan, memelas, memohon, bahkan mengemis, “Kalau ini tentang Kris, kurasa kau salah besar Tao… aku tidak pernah mengusik kehidupan orang lain. Kau meninggalkan Kris dalam kekosongan, dan aku hadir mengisi kekosongan itu, sampai sekarang pun aku dan juga Kris masih sal__”

 

Doooorrrrr…

 

Mata Chan Yeol membelalak melihat Tao dengan sebegitu mudahnya melesatkan peluru bahkan tanpa berkedip akibat letusannya.

“Baek Hyun-ah…. Chagiiiii” Seru eomma Baek Hyun saat melihat anaknya ambruk ke lantai sambil memegangi pundak kanannya.

Chan Yeol melompat dan menahan tubuh Baek Hyun sebelum ia betul-betul menghantam lantai.

“Ah maaf-maaf… tanganku bergerak sendiri. Aku memang sedikit sensitif kalau kau membahas Kris gege.” ucap Tao santai.

Chan Yeol menggeram dengan emosi meluap-luap, melihat Baek Hyun memejamkan mata rapat-rapat dan meringis kesakitan akibat luka tembak di pundak kanannya, Chan Yeol justru merasakannya jutaan kali lipat.

“Kubunuh kau… Huang Zi Tao…” geramnya tertahan.

Tao melirik arlojinya “Hm perkiraanku, Gege akan kemari, jadi akan kuselesaikan ini dengan cepat, karena aku ingin memberi hadiah terindah baginya. Hm, kau ingin luka tembak di mana Byun Baek Hyun? Kepala, leher, atau dada kiri?” Tao berdiri kemudian melangkah pelan ke depan, “Tapi sebelumnya, kita habisi saja orang dewasa agar mereka tidak menganggu.”

Mata Chan Yeol semakin membelalak dan,

“ANDWAEEEEEEEEE… Jangan bunuh eommaku… bunuh saja aku,” pekik Baek Hyun mendarah daging.

Tao mengangkat alisnya tinggi-tinggi, menatap Baek Hyun yang terlihat tak ubahnya seorang pengemis. Dan sebuah ide gila muncul di otaknya, “Hm… bisa kupertimbangkan. Tapi tergantung usahamu.”

“Apapun… apapun akan kulakukan”

“Hyung…” tegur Chan Yeol tertahan. Baek Hyun menoleh, ditatapnya Chan Yeol dengan pandangan sayu, kemudian sebuah anggukan kecil mengisyaratkan bahwa, semua akan baik-baik saja.

“Bagus, kalau begitu kemarilah”

“Ne?”

“Kemarilah, anggap saja ini pertukaran. Ibumu selamat, dan kau ke sini”

Baek Hyun mengangguk cepat, bersiap untuk berdiri.

“Andwaeyo chagi,” cegat sang ibu. biar eomma saja yang mati, kalian harus hidup. Kalian… kalian harus terus melanjutkan apa yang seharusnya kalian lakukan”

“Eomma…”

“Ne… kesalahan yang kami perbuat, memang seharusnya kami bayar seperti ini. Baek Hyun-ah, Chan Yeol-ah… maaf telah memisahkan kalian sayang, untuk itu… eomma akan membayar semuanya dengan cara ini”

Mata Chan Yeol membelalak “Eomma… apa yang kau lakukan?” pekiknya saat melihat ibunya itu melepas cincin di jari manisnya, juga melepaskan cincin di jari manis mendiang suaminya.

“Chan Yeol-ah… aku bukan lagi ibumu sayang, walau begitu, aku tetap akan menyayangimu selayaknya anak kandungku sendiri. Jebal, maafkan kesalahan yang telah kami perbuat, dan tolong… jaga Baek Hyun”

“Eom… Eomma?” lirih Chan Yeol tanpa suara.

Tao tertawa sendiri melihat drama singkat yang dilakoni keluarga kecil ini, “Sepertinya aku ketinggalan cerita, ada apa ini? oh… cinta terlarang kah?”

“Tolong… jangan sakiti anak-anakku. Aku yang akan membayarnya, maka bunuhlah aku,” pinta eomma Baek Hyun, masih dengan tangis yang mendominasi.

“Andwaeee… bunuh saja aku Huang Zi Tao… aku… karena memang aku yang ingin kau lenyapkan, jangan libatkan keluargaku…” pekik Baek Hyun histeris.

Chan Yeol berdiri dari tempatnya, maju beberapa langkah di depan Baek Hyun, “Jangan sentuh mereka Huang Zi Tao. Bunuh saja aku.”

Tao berdecak berkali-kali, “Kalian membuatku muak. Semuanya ingin dibunuh, baiklah… jadi siapa yang ingin dibunuh setelah ini?” Tao menodongkan pistolnya ke kening Eomma Baek Hyun, membuat yeoja itu memejamkan matanya pasrah.

“Huang Zi Tao… Kau sentuh ibuku, aku akan___”

 

DOOOORRRRR

 

Seolah kehilangan nafas, Chan Yeol tercegang. Sekali lagi ia menyaksikan seseorang dengan begitu mudahnya melesatkan peluru tanpa berkedip, bahkan di bibirnya terulas senyuman kepuasan tanpa sesal sedikitpun.

 

BRUGH…

 

Tubuh yang baru saja kehilangan nyawa itupun ambruk di atas jasad sebelumnya, bersama meregang nyawa, sebagai bayaran atas kesalahan yang tidak mereka sadari.

 

“Eom…. EOMMMMAAAAAAAAA…” pekik Baek Hyun mendarah daging, nyaris memutuskan pita suaranya.

“Bagaimana kalau kita lakukan ini dengan cepat?”

 

TRAK~

 

Tao menodongkan pistol ke arah Chan Yeol.

Andwae… andwae… andwae….” Baek Hyun berdiri dengan sisa tenaga yang ada, kemudian berlari dan memeluk Chan Yeol, berniat melindungi Chan Yeol dengan punggung sempitnya.

Chan Yeol membelalak, baru tersadar akan keterpakuannya. Ia menunduk, menyaksikan tubuh bergetar itu dalam dekapannya. Pundak kanannya masih terus mengeluarkan darah, dan itu kembali membuat Chan Yeol meradang, seolah akan mematahkan leher Tao saat ini juga.

“Manis sekali, tenang saja Byun Baek Hyun. Masih ada 3 peluru, lebih dari cukup untuk kalian berdua,” Tao menarik pelatuknya, dan…

 

DOOORRRR…

 

Sebuah peluru lagi sukses melesat, menembus lapisan kulit dan daging di area punggung seseorang.

 

Deg~

 

Baek Hyun membuka mata, nyatanya lengan kekar Chan Yeol kini tengah merengkuhnya erat.  “Ap… Apa yang kau lakukan Chan Yeolie?” lirih Baek Hyun dengan suara bergetar dan pandangan mencekam ke arah Chan Yeol.

Namja itu pun menatapnya sendu. “Sebisaku Baek Hyun-ah…untukmu…” Chan Yeol luruh ke lantai, tapi Baek Hyun menahannya. Barulah ia sadar bahwa sebelum peluru itu melesat, Chan Yeol menukar posisi hingga yang tertembak adalah punggung kanannya.

“Heroik sekali, aku suka. Masih ada dua lagi. bagaimana kalau kita bermain sedikit agar lebih menarik,” tawar Tao yang kelihatannya semakin menikmati tindakannya.

Chan Yeol terbatuk, karena nyatanya rasa sakit akibat timah panas yang bersarang di punggungnya kini menjalar ke seluruh syarafnya, “Apalagi maumu Huang Zi Tao?”

“Hei… Hei, aku hanya ingin berniat baik di detik-detik terakhir kematianmu, akan kutawarkan sesuatu” Tao menatap pistolnya “Di dalam bersisa dua peluru, eum… kulihat kau cukup tangguh menahan tembakan dengan tubuhmu, bagaimana jika kutawarkan ini?” Tao menyunggingkan senyum iblisnya. “Hadang 2 peluru ini, dan jika kau berhasil sampai akhir, akan kulepaskan Baek Hyun.”

Namja betubuh mungil itu seketika membelalak. “Andwae…. Chan Yeollie, jangan menerimanya, kalaupun kau harus mati, aku akan mati bersamamu.”

Chan Yeol terbatuk lagi “Ani… Baek Hyunnie… seperti pesan eomma, aku akan menjagamu, dan tidak akan membiarkan apapun menimpamu”

“Chan Yeollie hajima…”Rintih Baek Hyun masih dengan tangis pilunya.

Tao melebarkan senyumannya, “Peluru datang Park Chan Yeol…”

Chan Yeol membelalak karena memang ia belum siap. Tao sudah menarik pelatuknya dan…

“Chan Yeollie Andwaeeeeeeeeeeee!!!!!”

 

DOOOOORRRRRRRRR

 

 

 

Akhir…

Kata itu selalu menghantui…

Marasuk dan menggetarkan sukma…

Membentuk sekelebat bayangan ketakutan…

Karena sekiranya, akhir yang dimaksud adalah,

akhir dimana mataku tak mampu lagi menangkap bayanganmu.

 

Akhir…

Bahkan jika aku membuka mata dan aku bertemu dengan kata itu…

Kuharap bukan matamu yang tepejam sebelum-ku…

Kita rangkai kata itu bersama sayang…

Kita gapai akhir bersama…

Kita pejamkan mata bersama…

Kita hembuskan nafas terakhir bersama…

Menggapai akhir…

Bersama…

 

[Last Word-AyouLeonForever-2008]

 

 

Ap… Apa yang…” Tao menarik nafasnya yang seolah tercekat,

 

 

 

 

APA YANG KAU LAKUKAN GEGEEEEE…!!!!!” Pekiknya seluruh jiwa raga.

Chan Yeol dan Baek Hyun membuka mata akibat teriakan itu. Saling menatap dengan penuh makna. Seolah ingin menyampaikan kalimat yang tak kunjung mampu keluar…

 

Kau baik-baik saja?

 

 

Dan jeritan tadi berikut keadaan Chan Yeol yang masih seperti tadi, menyadarkan mereka akan sesuatu, bahwa…

 

Bukan Park Chan Yeol yang tertembak…

 

Chan Yeol menoleh ke belakang, itu membuat Baek Hyun yang terus memeluknya pun mampu melihat apa yang terjadi di sana. Dan ketika ia melihat siluet itu, berdiri dengan tegapnya memunggungi mereka, Baek Hyun pun hanya mampu membungkam mulutnya dengan mata membelalak.

!!!

 

 

 

Kris…” Pekiknya tertahan.

“Berhenti… sampai… di…. Sini, Tao…”Lirih Kris dengan nafas putus-putus karena nyatanya, peluru itu persis menembus dadanya.

Tao tercengang, tangannya bergetar hebat, itu membuat pistol yang ia pegang akhirnya jatuh tanpa daya. “Gege… kau…”

Kris menyeret langkahnya untuk maju. Sedikit tertatih, masih dengan pandangan lurus, sendu, penuh rasa sesal, juga kecewa. Tatapan yang lebih menyakitkan dari pada hunjaman peluru bertubi-tubi, dan itu dirasakan Tao.

“GEGEEEE” pekik namja berambut hitam itu sembari menangkap tubuh Kris yang ambruk ke pelukannya.

“Jangan lagi… melukai… siapapun… Tao…” lirih Kris dengan suara yang hampir redup.

“TIDAAAAAAAAAKKKK… GEGEEEE JANGAN TINGGALKAN AKUUU”Pekik Tao, memenuhi isi ruangan, tangisnya pecah, dan itu membuat pandangannya kabur. Bahkan tidak bisa lagi memproyeksi bayangan Baek Hyun dan Chan Yeol yang terduduk di sana, dari balik punggung Kris, Tao hanya menyaksikan dua namja itu masih tercengang dengan keadaan yang menimpa mereka.

“Yang salah… bukan Baek Hyun… bukan keluarganya… tapi aku… dengan kenaifanku… keegoisanku, karena aku… sangat mencintai Byun Baek Hyun”

Namja mungil yang dimaksud itupun akhirnya memejamkan matanya, merengkuh pundaknya yang semakin sakit. Chan Yeol yang melihatnya hanya bisa bungkam, dan meraihnya dalam pelukan.

Bedanya bagi Tao adalah, ia tidak mampu mendengar kata-kata itu, justru membuatnya semakin naik pitam, “Kau hanya mencintaiku Gege, hanya mencintaiku. Akan kulenyapkan siapapun yang ingin memisahkan aku darim__”

 

 

Mata sipit Tao membulat penuh saat ia merasakan ada sesuatu yang menancap di dada kirinya.

“Aku mencintaimu… tapi… maafkan aku… karena cintaku pada Baek Hyun lebih besar dari apapun”Lirih Kris lagi kemudian melepas pelukannya dengan susah payah.

Tao bergerak mundur, dan bisa ia saksikan darah merembes dari dadanya, dari sisi pisau lipat yang sukses ditancapkan Kris beberapa detik yang lalu.

“Gege kau…”Suara Tao teredam, air matanya jatuh begitu saja, menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri namja yang begitu ia cintai, memaksanya pergi dengan cara seperti ini.

Tao terbatuk, dan mengeluarkan darah. Nyatanya tusukan itu persis mengenai organ paling penting, penyokong kehidupan manusia.

Namja yang tersakiti jiwa raga itu menatap sang kekasih dengan pandangan nanar. Rasa sakit yang diterima jiwanya, jauh lebih besar dari rasa sakit di dadanya itu.

Lurus ke manik mata hitam milik Kris, mencari sesuatu di sana… sesuatu yang pernah menjadi milik Tao sepenuhnya.

 

Cintakah itu?

Dibangun di atas pondasi sebuah kepercayaan…

Dilindungi oleh dinding kejujuran…

Dinaungi atap kesetiaan…

Benar… cintakah itu?

 

Seonggok keinginan itu ada untuk menggapainya

Setumpuk harapan itu nyata untuk sebuah asa

Segunung rasa itu hadir sebagai bukti maya

Mereka ada untuk memilih prinsipal dan hak

 

       Kegelisahanku kini semakin dalam, semakin kuat

Hingga sanggup berubah menjadi sebuah nyanyian panjang

Mewakili ungkapan samar yang tak kunjung terdengar,

Menggema hingga ke seluruh rongga dunia…

Mencoba sekuat tenaga menembus sebuah ruang yang teredam…

Tapi… tak kunjung terdengar…

 

Aku tak ingin gagal…

Aku tak ingin kecewa…

Menepis segala lelah dan dertia…

Hingga kugapai kebahagiaan…

Dengan asa yang masih bersisa…

 

Hanya ingin diketahui…

Hanya ingin dimengerti…

Hanya ingin disadari…

Hanya ingin didengar…

 

Sebelum ia lelah…

Sebelum asa memudar…

Sebelum rasa hanya menjadi seonggok mimpi tak berarti…

Sebelum ia roboh… menyerah… jatuh kedalam keterpurukan

Dan…Sebelum semuanya hanya menjadi sebuah keinginan

yang tak terwujud…

 

 

 

[Tentang sebuah keinginan-AyouLeonForever-2010]

 

 

BRUGH…

 

Tao jatuh, dan terduduk persis di hadapan Kris, menatapnya dengan sangat terluka “Masihkah… kau… mencintaiku?”Tanya namja itu dengan suara bergetar, mengabaikan rasa sakit yang teramat sangat di dadanya, pun di hatinya.

Kris berjalan mendekat, ikut duduk bersimpuh di hadapan Tao, menatapnya lama-lamat, kemudian tersenyum dalam tangis “Tue, Wo Ai Ni…”Lirihnya.

Tao memejamkan mata, memberikan akses bagi tumpukan air matanya untuk bergulir bebas, semakin membasahi wajahnya.

“Cinta itu menyakitkan Tao…” Kris meraih pistol yang tadi dijatuhkan Tao, dan manatapnya sendu “Bukan karena setiap luka fisik yang bisa ia timbulkan, tapi seperti ini” Kris mengarahkan pistol itu ke dada Tao, dengan bibir bergetar dan air mata yang tak kunjung berhenti “Kau lakukan ini karena cinta, bukan? Maka kulakukan inipun karena cinta”

Tao mengatupkan bibirnya yang juga terus bergetar, menatap wajah pucat Kris yang sepertinya juga mulai kehilangan banyak darah. Terlihat dari kemeja putihnya yang dirembesi darah hampir sepenuhnya di bagian depan.

“Tak apa Gege, tapi bisakan kuminta satu hal padamu?”

“Apapun itu dear…”

Tao menelan ludah dengan susah payah, “Bersamaku… kumohon”

Kris terdiam dalam kurun waktu cukup lama, kemudian mengangguk setelahnya.

Barulah Tao menyunggingkan senyum ikhlasnya. Ia mendekat, kemudian memeluk erat tubuh Kris “Aku mencintaimu… dulu, sekarang, dan mudah-mudahan sampai di kehidupan selanjutnya gege”

 

Tulus, tak ada janji di sana, hanya sebuah harapan dari lubuk hati terdalam.

 

Kris pun mengangguk, “Di kehidupan selanjutnya Tao…”

 

 

DOOORRRR….

 

 

Kris memejamkan mata saat cipratan darah itu mengenai wajahnya, “Kuharap kita bertemu lagi”

 

Chan Yeol mengeratkan pelukannya pada Baek Hyun, menghindarkan namja mungil itu dari pemandangan yang mencekam. Tao di sana, bertumpu di pundak Kris, tersenyum ikhlas, dengan mulut mengeluarkan darah dalam jumlah yang banyak.

Tapi ada satu bukti di sana…

Benci, amarah, dendam

Semuanya sudah…

Lepas…

 

Kris menjatuhkan pistol yang baru saja melesatkan peluru, dan mengantar kekasihnya itu meninggalkan bumi. Tangan kekarnya yang bergetar ia gunakan untuk merengkuh tubuh kekasihnya, erat dan penuh perasaan. “Mianhae… Gomawo… saranghae” Lirihnya tulus. Kemudian ia rebahkan tubuh Tao di lantai, dan membantunya memejamkan kelopak mata yang masih terbuka. “Annyeong nae sarang…” ucapnya lagi setelah mengecup kening Tao.

 

“Uhhhuuukkk…” Kris terbatuk, dan mengeluarkan banyak sekali darah.

Baek Hyun yang melihatnya langsung terlonjak kaget, seketika melompat dan bergegas menyeret langkahnya menghampiri Kris, “Kris gwenchana???” Tanya Baek Hyun panik.

Kris menoleh, menatap satu lagi kekasihnya yang membuatnya seperti ini. ia menyunggingkan senyum dan menyenuh pipi Baek Hyun dengan tangannya yang berlumuran darah, “Maafkan aku Baek Hyun-ah… semua salahku”

Baek Hyun menggeleng cepat “Bukan salahmu Kris, jebal…”

“Kau… mencintaiku?”

Namja mungil itu mengangguk cepat, membuat air matanya bergulir lebih cepat “Ne, aku mencintaimu”

Kris tertawa kecil, itu menyebabkan dadanya semakin sakit. Ia pun menoleh ke arah Chan Yeol yang menghampiri jasad orang tuanya, tak jauh di sana.

“Baek Hyun-ah. Sampai sekarangpun, kuletakkan namamu persis di depan nama Tao, bukan di sampingnya, tapi di depannya, karena iya… kau menutupi nama Tao”

“Kris…”

“Lalu, jika kutanyakan hal yang sama, apakah aku juga akan mendapatkan jawaban yang sama?”

Baek Hyun terdiam kemudian menunduk.

“Tak apa… aku ingin kau jujur. Bukan karena aku akan meregang nyawa sehingga kau berbohong untuk menyenangkanku. Katakan padaku… namaku dan nama Chan Yeol… siapa yang berada di depan”

Baek Hyun menyentuh tangan Kris dan mengenggamnya erat “Namamu Kris… kuletakkan di depan nama Chan Yeol”

“Baek Hyun-ah…”

Namja mungil itu terisak, dan ia tatap mata Kris dengan sendu, “Tapi… nama Chan Yeol begitu megah, begitu besar… hingga walau kau berada di depannya, namamu tak sanggup menutupinya sempurna. Dan itu karena kelalaianku”

Kris terdiam sejenak, menoleh pada Chan Yeol yang tertegun di sana. Karena memang ucapan Baek Hyun sama saja dengan sebuah pengakuan.

“Begitu?”

“Hm… tapi aku tidak bohong saat kukatakan aku mencintaimu”Tegas Baek Hyun.

“Ne, aku tau itu…” Kris menyentuh dadanya, kini ia semakin kesulitan menarik nafas, karena sepertinya darah sudah mulai menyumbat paru-parunya. “Kemarilah…”

Baek Hyun menurut, ia bergeser kemudian membawa Kris ke dalam pelukannya.

“Ironis… Baek Hyun-ah… kita semua, mendapatkan luka itu”Keluh Kris yang sebenarnya menangis dalam pelukan Baek Hyun.

Baek Hyun tidak menjawab, karena ia lebih fokus mengontrol tangisnya agar tidak pecah.

Ia menyadari sesuatu, bahwa….

 

Kris… sudah tidak lama lagi bersamanya.

 

“Baek Hyun-ah…”

“Hm…”

“Maafkan aku… kau kehilangan orang tuamu, itu karenaku. Karena keegoisanku mempertahankan cintaku padamu… kau… Kau pasti menyesal karena telah mengenalku”

Baek Hyun menggeleng, bibirnya sudah membiru karena mati-matian menahan tangis agar tidak semakin pecah.

Kris terbatuk lagi, kali ini mengeluarkan lebih banyak darah, dan nafasnya makin putus-putus, pandangannya pun mulai redup. Baek Hyun yang menyadarinya seketika panik, dan membiarkan Kris terbaring di pangkuannya, menatap wajah kekasihnya yang mungkin saja akan meninggalkannya beberapa menit lagi.

“Kris… bertahanlah, kita ke Rumah sakit”

Kris tersenyum “Jangan membodohiku, orang yang akan meninggal, biasanya paling tahu tentang apa yang akan ia alami setelahnya, jadi… jangan membuatku menyia-nyiakan waktu ini Baek Hyun-ah”

“Kris… jeballll”

“Uljima…” Kris mengangkat tangannya, dan menyeka air mata Baek Hyun walau itu sama sekali tak berguna, karena nyatanya Baek Hyun tak kuasa membendung air matanya.

“Jangan pergi Kris… jebal…”

Kris tertawa lagi, kemudian berusaha sekuat tenaga menyentil kening Baek Hyun, walau itu hanya berupa sentuhan lembut “Harus ada yang pergi di sini Baek Hyun ah, dan itu adalah aku dan Tao. Bukan kau dan Chan Yeol…” Kris menoleh ke jasad Tao di sebelahnya, kemudian berusaha meraih tangannya dan menggenggamnya, “Aku sudah berjanji untuk menemaninya, dan aku tidak akan mengingkari janji itu”

“Kris…”

“Akupun berjanji padanya, akan bertemu lagi dengannya di kehidupan berikutnya” Kris berusaha mengontrol nafasnya yang sepertinya mulai mencapai lehernya, “Tapi… ada satu permintaanku pada Tuhan….” Kris kembali menoleh pada Baek Hyun dan menatapnya sendu “Kuminta agar di kehidupan berikutnya, aku masih ingin diberikan anugerah sebesar ini. yaitu…. bertemu denganmu dan… mencintaimu

“Kris….”Rintih Baek Hyun lagi, semakin pilu.

“Jadi bisakah di kehidupan  berikutnya… kau… menjadi… milikku?”

Baek Hyun mengangguk cepat “Ne… aku akan memintanya pada Tuhan…”

Kris menghela nafas lega “Baguslah… kalau begini, aku… bisa… pergi… dengan tenang…”

“Kris…. jebal…”

Namja tampan itu berusaha menarik nafasnya, “Park… Chan Yeol…”Panggilnya lirih.

Namja yang dipanggil itupun mendekat, dan duduk di sebelah Baek Hyun.

“Kau… Tolong…. Jaga Baek Hyun-ku…”Pinta Kris sambil tersenyum.

“Kenapa? Kenapa kau yang menyuruhku menjaga milikku sendiri?”Balas Chan Yeol yang sebenarnya juga tak sanggup menahan tangisnya.

Kris tersenyum “Geure! That’s Park Chan Yeol… Aku akan mengawasimu dari atas sana, kalau kau biarkan Baek Hyun-ku menangis, aku akan mencabut nyawamu”

“Ne… Kris Hyung…”

Sekali lagi Kris menyunggingkan senyum ikhlasnya “Sebenarnya aku kesal kau memanggilku Hyung, tapi tidak mengapa sejak aku adalah kakak iparmu” ia terbatuk, dan nafasnya semakin sesak.

“KRIS….!!!” Pekik Baek Hyun semakin mengeratkan genggamannya di tangan kanan Kris, karena tangan kiri Kris tangan menggenggam erat tangan Tao, seolah akan mengajaknya pergi.

“Baek Hyun-ah, dear… aku… akan pergi… jadi… bisakah kau… memberiku… ciuman perpisahan???”Pinta Kris hampir tak terdengar lagi.

Baek Hyun mengangguk cepat, kemudian dengan menahan sakit di bahunya ia menunduk, menyejajarkan wajahnya dengan Kris hingga ia bisa menggapai bibirnya yang berlumuran darah.

Chan Yeol memalingkan wajahnya ke arah lain, walau ia tahu dan paham perasaan kedua namja ini, tetap saja ia tidak bisa menuntun hatinya untuk menyaksikan ciuman perpisahan itu dengan mata kapalanya sendiri.

Kris meraih pipi Baek Hyun, kemudian menjauhkan wajah namja mungil darinya, dengan ibu jarinya ia usap bibir Baek Hyun yang penuh darah darinya “Aku… mencintaimu…. Baek Hyun-ah… walau cintaku memberimu luka… tapi percayalah… cintaku sangat besar terhadapmu”

Buliran air mata murni milik Baek Hyun jatuh tanpa penghalang, merembes dan menyatu dengan darah di wajah Kris “Nado Kris… nado saranghaeyo…”

Namja tampan itu mengulas senyum lepas, kemudian memejamkan matanya perlahan, “Sampai ketemu lagi… di kehidupan berikutnya… Byun… Baek Hyun… cinta….ku….”

 

Tep~

 

Tangan Kris jatuh dengan lemasnya. Sebuah senyuman lepas terukir di wajah tampannya, dengan nafas yang meninggalkannya, ia pun menyusul Tao yang lebih dulu pergi.

 

Cahayamu redup…

Menandakan Skenario kita telah berakhir.

Dimensi waktu menunggu di depan,

Hadir untuk memaksa semua memori lenyap hingga akhirnya lupa,

Memudar hingga tak lagi bercahaya.

 

Senyummu membentuk sebuah portal kenangan

Tertancap kokoh sangat dalam,

Setiap elusan dan belaian akan membentuk raut kesedihan,

Tersusun dalam sebuah irama lagu di malam kelam,

Saat kau menjadi bintang

 

Farewell…

 

[AyouLeonForever-2012]

 

 

Leher Baek Hyun seolah tercekat, ia tatap wajah kekasihnya yang memutih, seolah kehilangan sinar. Ekspresi kepergian yang ikhlas tanpa beban, karena nyatanya ia meninggalkan separuh dari jiwanya, dan separuh lagi pergi menghadap Tuhan.

“Kris…. bangunlah, jangan bercanda… Kris…”Baek Hyun mengguncang-guncangkan tubuh Kris, menantikan sebuah respon tapi nihil. Ia sangkal seperti apapun, kenyataan bahwa Kris telah pergi sudah berada di depan matanya.

“Baek Hyunnie…”Lirih Chan Yeol sembari merengkuh pundak Baek Hyun yang tak terluka, “Kris hyung… sudah pergi”

Baek Hyun tidak menggubris, ia justru semakin histeris dan mengguncang-guncang tubuh Kris, “Aniya Chan Yeollie, dia pasti bercanda, dia selalu seperti ini…”

“Hyung…”

“Kriiissssssssssssssss”  Raungan panjang itupun mengantar kepedihan menuju perpisahan.

Pada akhirnya… ada harga yang harus dibayar untuk satu kebahagiaan utuh.

 

Mendengarku???

Sayang… di sini…

Bahwa cinta itu di sini, di sebuah ruang tak terlihat…

Melalui nyanyian panjang yang tak lagi akan terdengar

 

Berpisah???

Bukan…

Dimensi ruang dan waktu hanya ilusi.

Nyatanya…

Aku juga akan tetap berada di sisi mu

Selama kau memiliki perasaan itu.

 

Ketika Kau menangis,

Kau akan baik-baik saja, karena Aku ada di sisimu,

Ruang memisahkan raga…

Waktu memisahkan jiwa…

Tapi aku akan tetap di sini, bersamamu…

 

[For You_AyouLeonForever-2008]

~**LOVE AND PAIN**~

Srak…

Srak…

Srak…

 

Sosok tinggi itu menoleh begitu ia mendapati 2 orang namja berjalan menghampirnya dan berhenti hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri. Seorang namja berparas indah mendekatinya. Sosok tinggi tadi melepas kaca mata hitam yang menyembunyikan mata sembabnya. Ia ulurkan tangan kekarnya, menyambut malaikat yang tersesat itu.

“Sudah selesai?”

“Ne…” Namja cantik itu menggenggam uluran tangan di depannya, berjalan sedikit mendekat agar bisa sejajar dengan namja tinggi tadi, dan menghadap 2 pusara yang berdampingan.

Namja cantik itu memejamkan mata sejenak, mengatur nafas, kemudian berucap lirih, disertai doa dalam hati, “Eomma…Aboji…. Berbahagialah di alam sana, jangan mengkhawatirkan kami, karena kami akan baik-baik saja. Eomma akan bertemu appa, Aboji akan bertemu omonim… Dan kurasa Tuhan sudah punya caranya sendiri menyatukan jiwa yang sempat terpisah”

Namja tinggi berparas tampan itu menoleh, seketika menyunggingkan senyum, “Jangan menangis, kau sudah menangis selama 2 hari ini”

“Aku tidak menangis, aku hanya… lelah”

Sebuah hembusan nafas panjang, menandakan rasa lelah itu nyata.

“Kalau kau lelah, beristirahatlah… tempatmu ada di sini” Namja tinggi itu melebarkan tangannya, memberi akses pada namja di sebelahnya untuk ternggelam di sana.

“Hm… pada akhirnya aku memang akan kembali ke sini. Dalam dekapanmu… Chan Yeollie”

Chan Yeol meraih tubuh mungil itu dan memeluknya erat, mengecup puncak kepalanya dengan penuh perasaan, kemudian menengadah ke langit, “Ini berat Baek Hyunnie… tapi, kurasa Tuhan memang telah menyusun takdir seperti ini. bertemu, bersama, dan berpisah, kurasa hanya sebuah siklus yang memang harus di jalani”

Baek Hyun mengeratkan tangannya di punggung Chan Yeol, merapatkan telinganya di dada Chan Yeol, mendengar irama jantung yang berdetak keras namun teratur, “Hm… aku tidak menyangka, untuk kebersamaan ini, kita harus membayarnya dengan harga yang sangat mahal, yaitu kehilangan besar-besaran”Baek Hyun memejamkan matanya, membuka sebuah kotak memori di mana ia menyimpan proyeksi wajah-wajah orang terkasih, “Eomma, aboji, juga Kris…”

Chan Yeol menghela nafas, meregangkan pelukannya dan menatap wajah berparas malaikat itu “Hm…Setelah kehilangan itu… Jadi… kau bukan lagi kakakku? Baek Hyunnie”

Namja cantik bernama Baek Hyun itupun mengangkat wajah, menggumam sebentar kemudian tersenyum, “Aku kakakmu, Chan Yeollie”

Mata Chan Yeol membulat “Mwo? Ta…Tapi eomma…”

“Hm, eomma mengatakan itu. Tapi masih ada yang perlu kita ingat Chan Yeollie, hukum sosial masih berlaku, pikiran kita jelas tidak sama dengan persepsi orang luar”

Chan Yeol masih tidak mampu menguasai keterkejutannya “Baek Hyunnie… lalu apa arti semua ini?”

“Banyak… dan jika kujabarkan satu-satu, kau akan semakin tidak mengerti”

“Byun Baek Hyun…”

Baek Hyun tersenyum kemudian menyentuh pipi Chan Yeol dengan lembut “Biarkan dimensi ruang dan waktu yang menjawabnya Chan Yeol, akan ada saat dan tempat di mana kita akan bersama, tapi bukan sekarang, dan bukan di sini”

Chan Yeol terdiam, menatap Baek Hyun tidak percaya, juga tidak terima.

“Kris pergi… bukan berarti aku bisa semudah itu melupakannya. Kubilang… aku mencintainya dan itu tidak bohong. Butuh waktu Chan Yeollie untuk menetralkan perasaanku, agar saat aku bersamamu, bayangan Kris tidak lagi mengusik pikiranku”

Chan Yeol semakin gelisah dengan penuturan tersirat itu “Lalu kapan? Kapan kau akan kembali ke sisiku”

Baek Hyun memejamkan mata sejenak “Satu bulan, dua bulan, satu tahun, dua tahun, tidak bisa kupastikan Chan Yeolli. Akan kuserahkan pada dimensi ruang dan waktu” Baek Hyun menoleh pada 2 pusara mendiang orang tuanya “Eomma dan Aboji menginginkan yang terbaik untuk kita bukan? Dan sekiranya, yang terbaik adalah menunggu waktu yang tepat, sampai aku melupakan Kris, dan… sampai orang-orang lupa bahwa kita pernah menjadi saudara”

“Tap… Tapi Baek Hyunnie…”

Namja mungil itu menoleh pada satu namja dewasa yang berdiri tak jauh darinya.

“Baiklah Tuan Muda, akan kutunggu di mobil”Ucap namja itu paham.

“Ne… Abonim, kamsahamnida”Balas Baek Hyun.

Namja tadi tersenyum kepada Chan Yeol kemudian beranjak pergi.

“siapa dia?”Tanya Chan Yeol cemas.

“Seseorang yang akan membimbingku Chan Yeollie…”

“Untuk apa? Kau masih mempunyai aku, kau tidak butuh orang lain, jebal”Mohon Chan Yeol, kegelisahan di wajahnya kini berubah menjadi kepanikan. Akankah ini isyarat perpisahan? Bukankah Baek Hyun mengatakan ini adalah kebersamaan mereka setelah membayar mahal dengan 4 nyawa?

“Aku tidak lupa itu Chan Yeollie… nyatanya aku tidak lagi menyalahkan takdir, karena hakikatnya…. Walau Ia mempermainkan kita, tetap saja ia akan mempertemukan kita, bersama di akhir”

“Baek Hyunnie… apa ini? komohon jangan mempermainkanku”Mata Chan Yeol mulai berkaca-kaca.

“Kau mencintaiku?”

Chan Yeol berdecak “Kenapa kau yang bertanya? Kaulah yang paling tahu”

“Itu cukup” Baek Hyun menyentuh mulutnya sejenak, kemudian sedikit mendekat dan menangkup pipi Chan Yeol. Sedikit berjinjit hingga ia mengapai bibir itu.

Chan Yeol hanya bisa membelalak, berusaha menelaah tentang apa yang dilakukan Baek Hyun. Seperti menyampaikan sesuatu, dan kesannya sangat bermakna.

Detik berikutnya iapun memejamkan mata, dan perlahan mengulurkan tangan untuk memeluk pinggang dan tengkuk Baek Hyun, memperdalam ciuman mereka yang entah kenapa terasa seperti ciuman perpisahan.

Baek Hyun menjauhkan wajahnya lebih dulu kemudian merapatkan tumitnya kembali ke tanah. Ia menatap Chan Yeol penuh makna, sedikit gerakan kecil dari ibu jarinya menghapus sudut bibir Chan Yeol yang basah, “Saat kita bertemu lagi, jadilah Park Chan Yeol yang dewasa dan sukses, tapi tetap menjadi Park Chan Yeol yang mencintaiku”

Chan Yeol tidak menjawab, hanya bisa menatap Baek Hyun dengan gusar.

Namja mungil itu tersenyum menepuk pipi Chan Yeol sejenak “Aku mencintaimu Park Chan Yeol… dan aku serius. sampai jumpa lagi” kemudian ia beranjak pergi karena  ada seorang namja dewasa berjas kelabu tengah menantinya di luar pemakaman.

Lama Chan Yeol seperti itu, diselimuti kegalauan, kebimbangan, dan kesangsian. Apa arti sikap Baek Hyun? Apa arti perpisahan ini? kenapa Baek Hyun menyurunya untuk berteman dengan waktu? Sampai mereka bisa bertemu kembali? Semuanya penuh tanda tanya.

Sampai ia merasakan ada sesuatu di dalam mulutnya hingga ia tidak bisa bersuara, benda yang diberikan Baek Hyun lewat ciuman tadi. Ia pun mengeluarkannya dan menadahnya dengan telapak tangan.

Matanya sayunya membulat sempurna saat ia tahu benda apa itu, “Byun Baek Hyun… kau” ia mengangkat wajah dan bisa ia saksikan Baek Hyun yang berdiri beberapa meter darinya, mengangkat tangan kiri dan menunjuk sebuah logam mulia yang melingkar indah di jari manisnya, “TUNGGU AKU PARK CHAN YEOL…” serunya bersemangat.

Chan Yeol akhirnya mengerti, dan detik selanjutnya iapun tersenyum, “SAMPAI KAPAN PUN AKAN KUTUNGGU KAU… BYUN BAEK HYUN…”

Namja mungil itu melambai, kemudian melanjutkan langkahnya keluar pemakaman.

Chan Yeol kembali menatap benda di tangannya, sebuah logam mulia dengan ukiran yang sama dengan yang dikenakan Baek Hyun di jari manisnya. Masih dengan tersenyum, Chan Yeol menyematkan benda itu di jari manisnya sendiri dan menatapnya kagum.

“Kurasa Eomma berniat mengikat kita dengan cara lain Baek Hyunnie… bukan dengan tali persaudaraan… tapi tali cinta. Akan kutunggu kau namja pendek… karena kemanapun kau pergi, tempat terakhirmu tetaplah di sisiku. Bersamaku

 

 

Baek Hyun berhenti di depan seorang namja yang menunggunya dari tadi.

“Sudah siap berangkat Tuan muda?”Tanya namja itu.

“Kemana kau akan membawaku Abonim? Ah maksudku… Tuan Li?”Tanya Baek Hyun kembali

“Kemanapun anda mau Tuan muda. Tempat di mana anda bisa menenangkan diri, dan membentuk pribadi baru bagi anda. Mempersiapkan diri anda menjadi sosok dewasa dan matang saat kembali lagi ke sini, bersama seseorang yang anda kasihi”

Baek Hyun menghela nafas “Bagaimana dengan Park Chan Yeol? Sudahkah anda mengurus segalanya?”

Tuan Li mengangguk, “Telah kuutus seseorang untuk mendidiknya sekaligus menjaganya, sampai ia mampu mengelola sendiri perusahaan yang ditinggalkan ayahnya, dan anda tidak perlu khawatir mengenai biaya hidupnya, karena memang seluruh harta keluarga anda memang atas nama Park Chan Yeol”

Baek Hyun tersenyum “Terima kasih Tuan Li, entah bagaimana jadinya kami tanpa anda”

Namja itu balas tersenyum, “Saya… hanya menjalankan amanah terakhir dari Tuan Muda Kris saat itu. Kenyataannya, tuan muda Kris sudah memprediksi apa yang akan Tuan Muda Tao lakukan pada keluarga anda, untuk itu dia memberikan pesan terakhir ini pada saya, bahwa jika terjadi sesuatu pada dirinya dan tidak bisa menjaga anda sampai akhir, maka tugas itu harus dilanjutkan oleh saya. Menjaga anda, dan juga Park Chan Yeol”

Baek Hyun memejamkan mata, sembari menghembuskan nafas panjang “Kris…”

“Dan yang paling penting adalah, sejak Tuan muda Kris yang sudah saya anggap sebagai anak kandung saya telah meninggal, dan ia menitipkan anda pada saya, maka… tuan muda Baek Hyun… mulai sekarang, anda adalah anak saya”

“Ne?”

“Saya mungkin akan mengganti nama marga anda, berharap anda tidak keberatan, karena mulai sekarang saya adalah ayah anda. Kurasa anda tahu alasan kenapa tuan muda Kris meminta saya untuk mengangkat anda sebagai anak”

Baek Hyun menggeleng ragu.

Tuan Li tersenyum hangat “Mengenai… hubungan anda dengan Park Chan Yeol, agar nantinya tidak terhalang oleh nama keluarga yang sama”

Mata kecil Baek Hyun membulat, Kris bahkan sampai mempertimbangkan hal sedetail itu, ia bukan hanya pergi untuk menyelesaikan masalahnya dengan masa lalunya sendiri, tapi ia pergi, menitipkan sebuah kunci sebagai penyelesaian masalah Baek Hyun di masa depan.

“Jadi untuk sementara, ikutlah dengan saya, berada di bawah pengawasan dan didikan saya, sampai anda siap untuk kembali”

“N… Ne… Tuan Li…”

Tuan Li tersenyum “Kuharap anda akan terbiasa memanggil saya dengan sebutan ayah”

“Dan kuharap anda berhenti bersikap seformal ini pada anak sendiri”

“Ne… akan sa… akan kuusahakan… Baek Hyun-ah”

Baek Hyun balas tersenyum “Kamsahamnida, Aboji”

 

Sama seperti biasa,

ketika aku memutari sudut itu,

Aku bergabung ke dalam kumpulan orang-orang

dan menghilang secara perlahan

tidak menjadi apa-apa sama sekali

 

Aku kehilangan diriku sepenuhnya,

dan tidak dapat menemukan kata-kata untuk dikatakan

Namun, satu hal, suaramu

masih tersisa, masih tersisa

 

Segala sesuatu tentangmu, senyum, kemarahanmu …

Aku terus berjalan maju

Jika Aku hanya melihat ke atas, di mana awan mulai beristirahat …

Aku rasa , Kau tahu apa yang ku maksud?

Aku rasa , Kau tahu apa yang ku maksud?

 

Setelah tinggal dalam kebimbangan

Hatiku belum dewasa,

Tapi …Semuanya baik-baik saja, lihat! Di luar

Seseorang yang penting menanti

 

Jika kau tersesat,

Aku mungkin akan menjadi pemandumu

 

Aku memiliki cara untuk memastikannya

Kau harus percaya diri dari sekarang

Jangan takut

 

Cahaya dibebaskan dan terkumpul di langit

 Kau dapat memahaminya

Dan jalan yang aku lalui

Mungkin akan lebih bersinar

 

Di manapun

 

Aku menyentuh rambutmu, suaramu, mulutmu, ujung jarimu

Bahkan sekarang baik-baik  saja

 

[Aluto – Michi To You All]

 

 

~**EPILOG**~

 

 

 

7 tahun kemudian…

 

“Selamat pagi Sajang-nim…”

Deretan maid berpakaian seragam, menyambut seorang pria tampan yang baru saja turun dari lantai 2 istananya sembari membetulkan dasinya.

Seorang namja dewasa menghampirinya dengan membawa 2 buah map dan satu note tebal “Rapat dengan dewan direksi pukul 9 pagi, makan siang dengan Presdir Kim di Restoran hotel milik beliau pukul 1.30 siang, observasi lokasi pabrik baru pukul 3 sore, janji dengan Presdir Han bermain Golf pukul 4.30 sore, makan malam dengan putri Presdir Shin di__”

“Cancel yang itu”

“Ne?”

“Makan malam dengan Putri presdir Shin batalkan saja, aku tidak pernah membuat janji seperti itu”

“Tapi sajang-nim, presdir Shin itu…”

“Tidak apa, aku masih punya banyak kolega, lagipula aku paling tidak suka tipe penjilat seperti dia, mengirim putrinya untuk mempererat kerjasama perusahaan, benar-benar tindakan seorang penjilat”

Namja dewasa itu mengangguk-angguk “Jadi anda akan makan malam di rumah, sajang-nim?”

“Hm mungkin, kosongkan saja jadwalku di situ”

“Ne, saya mengerti”

“Oh ya, Ahjushii… kudengar ada perusahaan lain yang juga mengincar lokasi pabrik itu”

“Ne sajang-nim. W group, sebuah perusahaan lama yang sempat dibekukan beberapa tahun karena lebih fokus pada perusahaan induk di Jepang”

“Lalu kenapa bisa aktif kembali”

“Ne, W group di Korea mulai dipimpin oleh Presdir baru sejak setahun yang lalu, tapi Presdir tersebut belum menginjakkan kakinya di Korea sejak ia diangkat jadi presiden direktur yang baru, sajang-nim”

“ck, tidak paham aturan main, angkuh…”

“Ne sajang-nim?”

“Ah, ani… Lalu kapan presdir angkuh itu ke Korea?”

“Kurasa hari ini sajang-nim, dan sore ini dia sudah berada di Korea karena beliau mengambil penerbangan siang”

“Hm, begitu? Jadi bisa kau atur jadwalku? Buatkan janji makan malam dengan Presdir angkuh itu, tapi jangan dalam waktu dekat ini”

“Ne, saya mengerti Sajang-nim, akan saya usahakan”

“Oh… aku lupa, siapa namanya? Berapa usianya?”

Manager Choi membaca kembali notenya “Tidak terlampir, sajang-nim, tetapi seluruh karyawan W group memanggilnya dengan Presdir Li muda karena usianya masih 25 tahun, seperti anda”

“25 tahun? Li muda? Jadi ayahnya Li tua?”

Manager Choi hanya terdiam.

“Ah mian, hanya terdengar aneh di telingaku. Atur ulang jadwalku secepatnya, dan ingat… besok kosongkan semua jadwalku”

“Ne sajang-nim”

 

~***~

 

Namja tampan itu dan tinggi itu turun dari Mercy putihnya, sedikit membetulkan jas yang sedikit kusut seraya merilekskan otot tengkuk, rapat dewan direksi selama 4 jam tadi sukses membuat tengkuknya tegang karena beberapa perserta rapat beradu pendapat dengan dewan direksi lainnya. Beruntung ia cukup tangguh dan sedikit mengabaikan bahwa dialah yang paling muda dalam ruangan rapat tadi.

Ia dididik oleh manager Choi selama bertahun-tahun juga untuk hari-hari seperti itu, menantang semua orang yang meremehkannya. Hanya menegaskan bahwa peningkatan laba perusahaan sebesar 20 % selama setahun terakhir itu adalah sejak perusahaan dipimpin langsung olehnya, dan semua peserta rapatpun bungkam dengan wajah memerah, karena nyatanya mereka meremehkan orang yang salah.

“Selamat datang Park Sajang-nim” Sambut namja paruh baya yang tengah menunggu di sebuah meja khusus yang tampaknya memang disiapkan untuk orang-orang penting.

“Ah, maaf membuat anda menunggu Presdir Kim, harap anda maklum”Balas Namja tampan itu.

“silakan duduk Park Sajang-nim, dan silakan memesan makanan sesuai selera anda”

“Jangan terlalu kaku Presdir Kim, nyatanya umurku masih jauh di bawah anda”

Namja paruh baya itupun tersenyum “Baiklah kalau begitu… Chan Yeol-shii”

Pemuda tampan, dengan postur tubuh sempurna itupun tersenyum “Sedikit lebih baik Presdir Kim. Jadi… mengenai lokasi itu, semoga hanya kabar aneh yang singgah di telingaku, tapi apa benar ada perusahaan lain yang mengincarnya?”

Presdir Kim tertawa kecil, kemudian meneguk Wine nya “Bukan mengincar Chan Yeol-shii, lebih kepada menawarkan dengan eum… harga yang lebih tinggi”

Chan Yeol mengangkat alisnya, ia jelas tidak lupa di mana dunianya sekarang. dikelilingi oleh kumpulan penjilat yang selalu haus akan materi, walau sebenarnya mereka sudah bermandikan harta, “Jadi… Apa mungkin anda mengundangku makan siang untuk menolak tawaranku?”

“Sss… Bukan dibilang menolak, ini sangat sederhana Chan Yeol-shii. Perusahaan anda saat ini puluhan kali lipat lebih besar dan lebih sukses dari masa sebelumnya. Bertolak dari ketelitian anda Chan Yeol-shii, anda jelas tidak akan melepaskan proyek ini hanya karena… perbedaan harga yang tipis”

Chan Yeol menyandarkan punggungnya di kursi itu, menangkup tangannya di depan bibir seraya menyembunyikan senyum gelinya. Bagaimana mungkin ia tidak menganggap orang-orang ini penjilat kalau dari wajahnya saja sudah terlihat jelas bahwa ia sedang menjilat, “Sayang sekali anda benar presdir Kim. Aku akan tetap mempertahankan lokasi itu, bukan karena lokasinya yang strategis, tapi memang itu sudah masuk dalam proyek besarku sejak setahun ini”

“Hm, senang bernegosiasi denganmu Chan Yeol-shii”

“Berapa perbandingannya?”

Presdir Kim tersenyum, jelas mengerti yang dimaksud Park Chan Yeol, “Hanya 10 persen dari harga awal”

“Aku mengerti, kutambah 20 persen dari harga awal”

“Menarik, akan kubicarakan lagi dengan Presdir baru W group, berhubung pembicaraan terakhir kami sudah lewat seminggu sejak dinasku ke Jepang”

Oh, Presdir angkuh itu?__Batin Chan Yeol, “Kapan anda akan membicarakan ini dengannya? Bukankah lebih baik kita berbicara dalam forum saja? tanpa perantara seperti ini, setidaknya agar ada titik temu, karena kupikir pihak W group juga tidak akan melepaskan lokasi itu”

Presdir Kim mengangguk-angguk, “Hari ini Presdir W group akan ke Korea, sepertinya akan menetap dalam waktu yang cukup lama, berhubung beliau akan kembali menggerakkan perusahaannya di sini. Bagaimana kalau besok?”

“Besok? Sepertinya tidak bisa presdir Kim, aku ada janji”

“Janji? Ah maaf aku lupa. Anda sukses di karir jelas saja karena ada yang mendukung di belakang bukan?”

Chan Yeol hanya tertawa “Bukan masalah seperti itu Presdir Kim… hanya saja, besok adalah hari ulang tahun mendiang ibuku”

“Ah, maaf atas kelancangan saya”

“Bukan perkara besar. Jadi anda atur jadwal saja di hari selanjutnya lagi”

Presdir Kim tertawa kecil “Senang bekerja sama dengan 2 pengusaha muda yang berpendirian teguh, entah hanya firasatku, atau memang kalian sangat cocok. Ehem… Sedikit membahas tentang presdir muda dari W group” Namja paruh baya itu mencondongkan wajahnya ke depan dan meletakkan kelima jarinya di samping bibir seolah berbisik, “Dia… namja yang sangat cantik”

Chan Yeol mengangkat alisnya “Maaf…?”

“Santai sajalah Chan Yeol-shii, anda ini masih sangat muda dan tampan, dan Presdir muda dari W group juga masih sangat muda dan mempesona, mungkin kalian bisa menjadi rival di bisnis tapi di luar bisa saja menjadi sepasang keka__”

“Maaf… tapi aku tidak tertarik”

Presdir Kim terkejut atas respon Chan Yeol, dan akhirnya gelagapan sendiri “Ah, maaf… maaf atas kelancangan saya”

“Hm, aku memang sedikit sensitif jika membahas ini…”

“Bukan bermaksud apa-apa Chan Yeol-shii, hanya mencairkan obrolan. Tapi jangan ditanggapi serius, karena sebenarnya itu juga tidak mungkin”

“Ne?”

“Maksudku… Presdir W group sudah mempunyai tunangan. Jawaban itu yang kudapat saat kupromosikan putraku padanya”

Chan Yeol menyunggingkan senyum, “Satu lagi alasan kenapa aku malas membahas hal seperti itu, karena kebanyakan para pengusaha muda yang merupakan penerus, rata-rata sudah ditetapkan pendampingnya oleh kedua orang tua mereka”

Presdir Kim tersenyum kikuk “Ah, sampai lupa, silakan dinikmati sajian kami Chan Yeol-shii”

“Ah ne… gomapseumnida”

 

~***~

 

Chan Yeol POV

 

Kutatap pusara yang sudah cukup berumur di hadapanku, tempat di mana ibu kandungku beristirahat dengan damai. Sebuket bunga warna-warni sudah kuletakkan di sana, juga sudah kukirimkan doa dan kata-kata cinta untuknya. Setelahnya, aku pergi bersama Manager Choi ke area pemakaman lain di mana Eommaku yang satunya lagi dikebumikan.

Entah ini sebuah keberuntungan atau memang takdir, bahwa Eomma kandungku dan Eomma tiriku lahir di hari yang sama, hingga setiap aku ingin mengunjungi mereka, akan kulakukan di hari ulang tahun mereka.

“Sajang-nim”Tegur Manager Choi saat kami menyusuri area pemakaman elit bagian luar.

“Ne Ahjushii?”

“Apa Presdir Oh sudah menghubungi anda?”

Aku menghentikan langkah, Presdir Oh bukannya… “Belum, wae?”

Manager Choi menyerahkan sebuah undangan berwarna perak untukku “Besok malam, adalah hari pertunangannya”

Aku tersenyum simpul, “Kurang ajar dia, hari H nya besok dan undangannya baru datang hari ini? tunggu sampai kupatahkan tanganmu Oh Se Hun”

“Ne?”

“Ah ani… kajja, setelah itu kita kembali ke Seoul”

“Ne Sajang-nim”

 

 

Alisku sedikit terangkat saat kusaksikan dua pusara Orang tuaku begitu bersih dan rapi. Eum, maksudku, aku memang membayar seseorang untuk membersihkan makam orang tuaku perminggunya, tapi…

“Sepertinya ada yang baru saja berkunjung ke sini Sajang-nim”

Aku menoleh pada manager Choi yang sekiranya sependapat denganku, “Hm… tapi ini sangat jarang, bahkan sebuah fenomena”

“Mungkin sahabat dari orang tua anda, atau sahabat anda”

“Hm, bisa jadi. Mungkin juga Se Hun dan Lu Han yang sebentar lagi akan bertunangan, mengingat Lu Han sangat dekat dengan eommaku”

“Ne sajang-nim”

“Kau bisa tunggu di mobil Ahjushii, kalau aku curhat pada eommaku yang ini, memang sedikit lama”

Manager Choi tersenyum “Saya mengerti Sajang-nim, permisi”

“Ah, kamsahamnida”

 

Akupun meletakkan sebuket Lily putih di atas pusara eomma tiriku, di sebelah buket lily lainnya yang mungkin dibawa Se Hun dan Lu Han. Sedikit bahagia karena makamnya terawat.

“Saengil chukka hamnida, eomma… kau bahagia di sana? Ah tentu saja bahagia, karena aku selalu memimpikanmu tersenyum. Aku tidak bisa memberikanmu apa-apa, karena kuyakin apa yang kau dapatkan dari Tuhan jauh lebih hebat dari apapun. Yang bisa kuberikan hanyalah cintaku, yang tidak akan memudar sampai kapanpun eomma” kuusap pusara itu dengan penuh cinta, berharap tersampaikan pada eommaku.

Aku terdiam beberapa menit, kemudian mengubah air muka. Kondisi hatiku yang sebenarnya selama beberapa tahun ini, sepi.

“Eomma… si kejam itu belum juga kembali, dan lihat… sudah berapa tahun berlalu sejak terakhir ia memintaku menunggu, sudah belasan bahkan puluhan kali aku harus terlihat angkuh di depan kolegaku yang ingin menjodohkanku dengan anak-anak mereka, semua itu hanya demi si kejam itu eomma, kupikir dia hanya memintaku menunggu beberapa bulan, atau paling tidak setahun dua tahun. Tapi ini??? 7 tahun eomma… bayangkan, aku bahkan tidak sadar sendiri bahwa usiaku sudah menginjak 25 tahun” kuhembuskan nafas lelahku sembari mengusap lembut pusara eommaku, “Aku… merindukannya eomma… sangat merindukannya. Tolong katakan padanya untuk segera kembali, karena kalau tidak… maka aku akan menerima salah satu anak dari kolegaku untuk menjadikannya pendamping”

Aku terdiam lagi, merenung… “Ah sepertinya tidak akan bisa, eomma. Aku terlalu mencintainya, bahkan jika dia memang memintaku menunggunya beberapa tahun lagi, pasti akan kutunggu. Tapi lihat saja, saat ia kembali, aku akan memberinya hukuman yang tidak akan bisa dia lupakan seumur hidupnya”

 

Di mana kau Byun Baek Hyun? Di mana kau kekasihku?

Kembalilah…

 

~***~

 

“Hey… kenapa baru menelponku sekarang? kau sengaja? Kau ingin aku mengacau di acara pertunanganmu?”

Terdengar suara cekikikan di sana, dan aku yakin Se Hun jelas menertawaiku, “Maaf… Maaf, aku hanya ingin memberimu kejutan”

“Kejutan apanya? Ini sama sekali bukan kejutan, bahkan tukang kebun ku pun tahu bahwa kau akan bertunangan dengan Lu Han. Yang kejutan itu kalau kau bertunangan dengan orang lain”

“Oh, jadi kau mau aku bertunangan dengan orang lain?”

“Hm, boleh… dan Lu Han nya buatku”

“Hm, boleh… dan aku juga akan mencari Baek Hyun untukku”

Aku menggumam, “Kau ingin mati sebelum acara pertunanganmu oh Se Hun?”

Ia tertawa lagi, “Maaf… maaf. Bercanda, kau sendiri yang mulai. Sudahlah, yang jelas sudah kuberitahu. Dan kalau kau tidak datang, akan kubuat perusahaanmu bangkrut”

“Arasso… arasso, aku akan datang, aku sengaja mengosongkan jadwalku besok”

“Ne… Ne. Oh ya… aku sudah mengundang Kai dan Kyung Soo”

“Ah benar, bagaimana kabar 2 anak itu? Sudah setahun lebih tidak kudengar kabar dari mereka. Keasyikan bulan madu?”

“Entahlah… mereka itu cari masalah, sudah kuundang tapi mereka bilang tidak bisa datang, katanya sangat sibuk di Belgia. Dan kalau nanti saat acara pernikahanku mereka juga tidak datang, akan kubuat mereka menyesal seumur hidup”

“Tidak perlu semenyeramkan itu, aku yang akan ke Belgia dan menyeret mereka kembali ke sini. Sudah setahun lebih aku tidak melihat batang hidung mereka”

“Jinjja? Akan kutagih nanti, kalau mereka betul-betul tidak datang”

“Ne… untuk itu, tutup teleponnya, aku mau tidur”

“Tunggu… kau ini sombong sekali, kita sudah jarang mengobrol. Aku masih ingin menanyakan sesuatu”

Aku menghela nafas lelah, menandakan bahwa aku sudah hapal betul apa yang akan ditanyakan Se Hun, “Belum… belum ada kabar darinya”

Se Hun terdiam di sana, “Aku sebenarnya ingin mengundangnya juga Chan Yeol-ah, tapi aku tidak tahu harus mengantar kemana undangannya, dia betul-betul lenyap, seolah ditelan bumi”

“Hm… tapi aku percaya, dia pasti kembali”

“Kalau dia kembali dengan status masih sendiri yah, itu akan baik-baik saja. tapi kalau dia sudah punya pasangan, bagaimana?”

Aku tertawa cukup keras, kuyakin Se Hun akan menjauhkan gagang teleponnya “Gampang… akan kuteror suaminya, kalau perlu kukubur hidup-hidup. Berani-beraninya mencuri milikku”

Se Hun balas tertawa “Itulah Park Chan Yeol, kupikir karena menunggunya selama 7 tahun kau akan berubah menjadi pribadi yang menjengkelkan. Ternyata tidak juga. cepatlah temukan Baek Hyun dan susul kami”

“Arasso… arasso… kalaupun dia kembali dan tidak mau menikah denganku, akan kupaksa dia sampai dia mau”

“Bagus… bagus, akan kutunggu kabar itu”

“Ah hampir lupa. Se Hun-ah, apa tadi pagi kau dan Lu Han mengunjungi makam orang tuaku?”

“Eh, tidak.. kami memang berkunjung ke sana, tapi bulan lalu saat aku sudah melamar Lu Han”

“Mwo? bulan lalu? Tapi kenapa bunga lily yang kalian bawa masih sangat segar?”

“Lily apa? Kami bawa Crisan putih, dan kuyakin sudah layu dan dibersihkan ahjushi yang merawat makam orang tuamu”

Aku terhenyak, hanya bisa menggumam.

“Memangnya kenapa Chan Yeol-ah?”

“A… Ani, tadi pagi aku mengunjungi makam orang tuaku, dan di makam Eomma tiriku ada sebuket Lily putih, sejenis dengan yang kubawa”

“Hm, Eommamu suka Lily putih?”

“Ne…”

“Aku dan Lu Han tidak tahu itu, berarti yang membawa bunga itu adalah orang yang tahu kesukaan eommamu”

Aku tersentak kaget “Jangan bercanda, yang tahu kesukaan eommaku hanyalah aku, mendiang ayahku, dan juga…” Mataku membelalak.

Terdengar suara Se Hun tercekat, “Chan Yeol-ah… jangan bilang kalau…”

“Ti… Tidak mungkin…”

“Ayolah… Park Chan Yeol… apa salahnya berharap”

“Tapi kalau bukan dia, bagaimana????”

“Hm, mari  kita lihat. Berita pertunanganku dengan Lu Han sudah tersebar di seluruh Seoul, kalau dia memang sudah kembali, dia pasti datang walau tak kuundang”

Aku menelan ludah dengan susah payah, entah kenapa jantungku langsung berdegup kencang, berlomba dengan derasnya aliran darahku, dan semua proses metabolisme itu membuatku berkeringat dan gugup luar biasa.

“Ka… kalau benar dia sudah kembali… percayalah, dia tidak akan kulepaskan lagi”

 

~****~

 

Pertunangan Se Hun dan Lu Han di adakan di sebuah hotel ternama miliknya, di tengah kota Seoul.

Siapa aku sampai bisa seenak hati masuk ke sebuah kamar di mana Se Hun dan Lu Han mempersiapkan diri mereka. Oh jangan lupakan aku, Park Chan Yeol yang punya akses kemana-mana, kecuali ke tempat seseorang yang betul-betul ingin kupeluk saat ini juga.

“Hei kau kenapa? Yang akan bertunangan itu kan kami, kenapa kau yang gugup?” tegur Se Hun saat melihatku mondar-mandir di dalam kamar hotel tempat mereka bersiap-siap.

“Ck, bagaimana aku tidak gugup? Ini masalah pembicaraan kita semalam”Jawabku kemudian duduk di sofa, lalu berdiri, kemudian duduk di atas tempat tidur, kemudian pindah lagi.

“Tenanglah… itu hanya perkiraan. Dan berharap saja itu benar”

“Semoga… Ya Tuhan… semoga dia benar-benar sudah kembali”

Se Hun dan Lu Han menertawaiku, lihat ulah mereka, berpelukan semesra itu di hadapanku, yang aku tahu jelas mereka hanya ingin menggodaku. “Aku duluan, kalian membuatku ingin muntah”

 

~***~

 

“Sudah terlihat?” bisik Se Hun disela kegiatannya menyapa undangan yang memberinya ucapan selamat.

“Belum, sungguh keterlaluan, bahkan melewatkan prosesi tukar cincin kalian”Keluhku masih berusaha mengedarkan pandanganku ke segala arah.

“Hei, bukankah kau punya akses kemana-mana? Kenapa kau tidak telusuri keberadaannya kalau memang dia sudah berada di Seoul?”

“Ck, sudah. Aku bahkan sudah meminta Manager Choi mengecek semua nama penumpang dari negara manapun 3 hari ini, aku kenal semua pemilik maskapai penerbangan di negara ini, dan kesemuanya tidak membantu. Tidak ada nama Byun Baek Hyun dari daftar nama penumpang di maskapai penerbangan manapun”

“Betul-betul ditelan bumi”

Aku menghela nafas pasrah, “ Mungkin perkiraan kita salah. Dia belum kembali”

“Ayolah, jangan patah semangat begitu”

“Ck, aku cari minum dulu, kau sapa saja tamu kalian”

“Ne, kembalilah secepatnya, akan ada perjamuan keluarga setelah ini”

“Aku keluargamu?”

Se Hun tertawa, atau tepatnya menertawaiku “Ayolah, kenapa sejak kau kehilangan keluarga, kau jadi sensitif begini? Aku tidak masalah menganggap anak yatim piatu sepertimu sebagai keluargaku”

Kutatap Se Hun dengan malas, dan kuharap dia mengerti arti tatapanku.

“Maaf… maaf, bercanda. Kau terlalu kaku saat ini”

“Untung ini hari spesialmu, kalau bukan, sudah kuceburkan kau di kolam renang”

Se Hun masih tertawa sambil menepuk pundakku, segera saja kutinggalkan ia dan menuju sebuah meja yang menyediakan minuman.

 

“Ah Chan Yeol-shii, kebetulan sekali anda di sini”Seru seseorang membuatku menoleh.

“Presdir Kim? Oh tentu saja aku ada di sini, Se Hun… eum, maksudku presdir Oh dan Tunangannya itu adalah sahabatku”

“Hm, pantas. Jadi sekarang ada perkumpulan pengusaha muda di acara ini?”

“Ne?”

“Itu, maksudku Presdir W group ada di sini, entah kemana tadi. Katanya ingin menyapa Presdir Oh”

Aku mengangkat alis tinggi-tinggi, “Mungkin kita bisa membicarakan mengenai lokasi itu dengan beliau”

“Di sini?”

“Bukan secara resmi, maksudku kita bisa mengobrol ringan bukan?”

“Ah… geure”

 

“CHAN YEOL… CHAN YEOL!!! PARK CHAN YEOL!!!!”

Aku menghela nafas lelah, itu suara Se Hun yang memanggilku, dan kurasa dia sudah tidak waras memanggilku setidak sopan itu di tengah kerumunan orang.

Akupun menoleh, dan kulihat ia berlari menghampiriku dengan nafas tersengal-sengal.

“Kenapa Oh Se Hun???”Tanyaku sembari menatapnya tajam.

“Dia… hosh…hosh… dia…”

“Apa? Dia apa?”

“Dia… di sini… dia…”

“Siapa?”

“ppabo… Byun Baek Hyun!!!”pekiknya tertahan.

!!!

“MWO???” kujatuhkan gelasku dan mengabaikannya begitu saja. segera kucengkram pundak Se Hun dan mengguncang-guncangnya “DI MANA? DI MANA DIA???”

“Oh Presdir Li… ini Presdir Park yang kuceritakan sebelumnya” Seru Presdir Kim pada seseorang di belakangku. Apa yang dimaksud adalah presdir angkuh itu? Dan kenapa juga Se Hun seperti orang yang baru saja melihat hantu.

Lama tidak berjumpa… Park Chan Yeol…”

Deg…

Deg,…

Deg…

 

Suara itu… aku bersumpah tidak bisa melupakan suara indah itu. Suara yang selalu membuat hatiku bergetar saat aku mendengarnya, suara yang seketika membuatku seperti orang yang tersambar petir jutaan volt, membuatku terdiam, terpaku, dan membeku di tempat.

Seperti orang bodoh, padahal aku bersumpah akan langsung menyeretnya ke dalam pelukanku saat aku bertemu lagi dengannya. Tapi apa yang kulakukan? Bahkan menoleh untuk memastikan siapa dia pun tak sanggup kulakukan.

Bukan karena aku pengecut, ataupun pecundang… aku hanya… tidak ingin menerima jika saja ini adalah ilusi.

Seperti sebuah robot tua, aku memutar tubuhku dengan sangat kaku. Dan…

Deg…deg….deg…~

!!!

Oh Tuhan…

 

Malaikat-Mu terjatuh persis di hadapanku.

 

“Chan Yeol-ah… dia… dia kembali…” Seru Se Hun akhirnya, walau aku sudah tidak perlu lagi penjelasannya, karena nyatanya… orang itu sudah berdiri di hadapanku.

“Apa kalian berdua saling kenal?” Presdir Kim ikut bersuara, tapi juga kuabaikan. Mataku terlalu sibuk memproyeksi sosok di depanku ini, mengirimnya ke otakku dan memaksaku sadar bahwa dia nyata. Dia hadir di sini, di depanku.

“Kenapa jadi berdiam-diam begini?” Teguran Lu Han yang tengah menggenggam lengannya pun kuabaikan.

“Hm, mungkin Chan Yeol tidak mengharapkan kedatanganku, aku kembali ke Jepang saja kalau begitu”

Aku membelalak, “Sekali lagi kau pergi, kupatahkan kakimu Byun Baek Hyun!!!”Pekikku tanpa sadar.

Sosok itu…

 

Namja itu…

 

Manusia yang paling aku cintai di dunia ini…

 

Byun Baek Hyun…

 

Ia tersenyum sembari memandangku hangat, “Apa kabar Presdir Park… mohon kerjasamanya”

 

Ces…~

Suaranya betul-betul bagai tetesan embun.

Demi Tuhan… kalau saja ini bukan tempat umum, sudah kutenggelamkan namja ini ke dalam pelukanku.

Betapa aku merindukannya,

Betapa aku ingin mendekapnya,

Betapa aku ingin protes padanya,

Betapa aku ingin…

Tunggu…

Ada yang salah di sini, “Kau… Jangan bilang kalau kaulah Presdir angkuh itu?”

Baek Hyun menatapku bingung, “Presdir angkuh?”

“Ah, bukan… maksudku… Presdir Li muda dari W Group?”

Ia kembali tersenyum, kemudian mengulurkan tangan indahnya, “Ne, senang mengenalmu Presdir Park. Namaku… Li Bo Xian”

Kujabat uluran tangannya yang lembut itu, “Li? Li apa?”

“Li Bo Xian”

Mataku membelalak sempurna, jadi ini alasan kenapa aku tidak bisa mengakses keberadaannya? Karena ia tidak lagi menggunakan nama aslinya?

“Chinese?”

“Hm… Ayahku memang orang China” Ia mengedipkan sebelah matanya padaku dan aku mengerti apa maksudnya.

“Oh ya Presdir Li… anda datang sendiri?” Tanya Presdir Kim yang baru kusadari memang berada di sebelahku.

“Ne… Ayahku masih di Jepang menangani perusahaan induk di sana”

“Maksudku… di mana tunangan anda?”

Aku tersentak mendengar itu, benar… aku ingat Presdir Kim mengatakan bahwa Presdir muda W group telah memiliki…

 

“TUNANGAN????” Pekikku, Se Hun, dan Lu Han bersamaan.

 

Dan sialnya, Baek Hyun tidak terlihat seperti orang yang akan meralat pernyataan itu, masih dengan senyuman manisnya, ia melirik arlojinya dan menatap Presdir Kim “Kapan-kapan akan kuajak dalam sebuah pertemuan resmi, Kim Sajang-nim, karena kurasa dia sedang sibuk”

“Hm, begitu. Oh ya… mengenai lokasi itu___”

“Ne, kurasa akan kubahas secara pribadi dengan presdir Park”Potong Baek Hyun kemudian menatapku yang sebenarnya masih tercengang.

“Kau… harus… menjelaskan sesuatu, Byun Baek Hyun…!!!” Seruku tertahan dengan wajah memerah menahan emosi.

“Baiklah, sekalian akan kuperkenalkan kau dengan tunanganku” ia menghampiri Se Hun, kemudian membisikkan sesuatu. Sampai kulihat Se Hun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, kemudian memberikan sesuatu pada Baek Hyun.

“Bisa ikut aku sebentar, Park sajang-nim?” Ajaknya dengan sikap sangat formal.

Aku hanya bisa mengangguk, karena jika aku bersuara… pastilah yang keluar adalah makian.

7 tahun aku menunggu… dan dia kembali dengan status barunya.

Baiklah, seperti janjiku pada Se Hun… walau itu terkesan bercanda, tapi… aku betul-betul akan merealisasikan kata-kataku untuk mengubur hidup-hidup siapapun yang berani merebut milikku.

 

~***~

 

Aku hanya bisa bungkam, seperti orang bisu dan mengikuti setiap langkah Baek Hyun yang ternyata mengajakku ke sebuah kamar di hotel milik Se Hun ini. tidak jauh-jauh, ini adalah kamar yang tadi digunakan Se Hun dan Lu Han untuk bersiap-siap.

“Kenapa sikapmu begitu Park Chan Yeol? Kau tidak merindukanku?” Tegurnya setelah menutup pintu.

Ia menghampiriku, dan kini berdiri di depanku dengan begitu santainya. Seolah pernyataannya tadi bukan apa-apa.

Aku menatap sosoknya, masih tidak percaya bahwa ia nyata, tapi pernyataannya tadi, mengenai tunangannya, langsung menamparku telak-telak hingga aku sadar, dia memang nyata, “Berapa lama ini Byun Baek Hyun?”Tanyaku dingin.

“Ne?”

“Berapa detik yang sudah terlewati? Pernahkah kau menghitung berapa lama waktu yang kuhabiskan hanya untuk menunggumu untuk pertemuan ini?”

“Chan Yeollie…”

“Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku baik-baik saja menunggumu? Apa karena aku terlihat seperti berpura-pura bahwa penantian ini sama sekali tak menyusahkanku? Katakan alasanmu, karena aku masih punya waktu mendengarmu hingga pagi”

Ia justru tertawa, padahal aku di sini seperti sebuah kaca yang pecah berhamburan.

“Lucukah aku Byun Baek Hyun? Apa aku terlihat begitu bodoh di hadapanmu? Kau tertawa sementara di sini aku berjuang mati-matian untuk tidak menangis. Oh… baiklah, Kupikir seberapa tahu kau mengenai arti air mata ini”

Ia menghampiriku, kemudian menyentuh pipiku “Untuk apa kau menangis?”

“Apa ada alasan untukku agar tidak menangis? Kau memintaku menunggu dalam kurun waktu yang tak terlihat, dan setelah menunggumu 7 tahun, kaupun muncul dihadapanku dengan status sebagai milik orang lain? Apa kah aku bisa tertawa karena hal itu?”

Mata kecilnya membulat, kemudian ia betul-betul tertawa “Jadi karena ini?”

Kutatap ia datar, sudah tak bisa lagi meresponnya.

“Ingin kukenalkan pada tunanganku?”

Sekali lagi tidak kujawab.

“Baiklah… ikut denganku”

“Kau pikir aku akan membiarkan tunanganmu hidup setelah kau mengenalkannya padaku?” Ancamku saat ia sudah berniat menarik tanganku.

“Kau tidak akan berani membunuhnya”

“Aku serius Byun Baek Hyun…”

“Aku juga, aku berani bertaruh kau tidak akan berani membunuhnya, karena kau juga akan sangat menyukainya”

Alisku terangkat, “Aku… mengenalnya?”

Ia tersenyum, kemudian mengangguk “Ne, sangat mengenalnya”

“Siapa?”

“Untuk itu, ikutlah denganku” Ia kembali menarik tanganku dan mengajakku ke kamar man__

“Kau menyembunyikan tunanganmu di dalam kamar mandi?”seruku tidak percaya.

Ia kembali terkekeh “Ne, agar kau bisa leluasa melihatnya”

“Sejelek itukan tunanganmu sampai kau menyembunyikannya?”

“Hm, dia sangat jelek, tapi aku sangat mencintainya”

 

Tep~

 

“Ayolah Park Chan Yeol…”

“Kupikir aku sudah tidak akan mendengar kalimat itu lagi. Siapa lagi setelah Kris?”Tanyaku dingin.

“Ck, jangan mengungkit masa lalu, kajja” Ia pun menarikku dengan paksa memasuki kamar mandi itu.

Siapapun dia… aku berjanji akan membunuhnya saat ini juga.

“Mana?” Tanyaku jengkel karena nyatanya kamar mandi itu kosong.

“Di sana” Baek Hyun masih terus menarik tanganku menuju sebuah washtafel dengan cermin besar di atasnya. “Ini dia… perkenalkan… tunanganku, Jelek bukan?”

Aku menatap ke cermin itu, jelas saja ada bayanganku dan Baek Hyun di sana, karena cermin ini besar. “Byun Baek Hyun… aku tidak bercanda”

“Kau kira aku bercanda? Lihat baik-baik, itu” Dia menunjuk cermin, tepatnya bayanganku, “Itu… namja yang jelek itu adalah tunanganku, silakan di bunuh karena aku juga akan membunuhnya karena tidak peka sama sekali”

Aku mengerjap-ngerjapkan mata. Baiklah, sekarang aku terlihat semakin bodoh, tampak jelas di cermin itu, “Ja… jadi…”

“Silakan dibunuh… bukankah kau ingin membunuh tunanganku?”Ia berkacak pinggang di sebelahku.

“Tap… Tapi… tunangan??”

Baek Hyun menghela nafas, kemudian memutar tubuhku hingga berhadapan dengannya, “Jangan-jangan berita bahwa Park Chan Yeol sang pengusaha muda ternama di Korea itu hanya sebuah rumor, nyatanya aku masih menemukan Park Chan Yeol dengan otaknya yang lemah”

Mataku membelalak sempurna “Ya… jangan samakan hal itu dengan urusan kita”

Ia tersenyum kemudian memperlihatkan tangan kirinya, di mana sebuah logam mulia dengan ukiran indah melingkar di jari manisnya. Cincin milik eomma kami, ah bukan… tapi eomma Baek Hyun. Dan pasangannya lagi, cincin milik Aboji ada padaku.

“Apa ini artinya aku bukan tunanganmu Park Chan Yeol?” Lirihnya.

Nafasku tercekat, mana mungkin bisa kulupakan hal istimewa sebelum ia pergi 7 tahun yang lalu itu.

“Kulihat kau tidak memakainya, jadi kau menghilangkannya?”

Aku menggeleng cepat, “Aku menyimpannya… sebuah lambang yang mengikat kita, dan itu bukan  lagi tali persaudaraan bukan?” kulepas dasiku, dan perlahan membuka kancing kemejaku.

 

Tring~

 

Suara gesekan cincin dan rantai kalungku itu terdengar saat kukeluarkan dari balik kemejaku, “Kau… bukan tunanganku Byun Baek Hyun!”

Mata kecilnya membesar, dan itu terlihat sangat lucu bagiku, “Mwo? Kau membalas__ Huaaaaaa”

“Tapi istriku” Tidak kuberi ia kesempatan untuk protes, karena nyatanya aku sudah menggendong tubuhnya keluar dari kamar mandi.

“Mau apa kau Park Chan Yeol?”

“Menghukummu, Byun Baek Hyun!”

“Atas kesalahan apa?”

“Banyak, dan aku akan sabar menjabarkannya”

 

Kurebahkan tubuh mungilnya itu di atas tempat tidur, dan kukurung dengan kedua tanganku, menatapnya intens.

“Pertama, karena meninggalkanku saat itu, kedua… membuatku menunggu selama 7 tahun, ketiga karena kau mengganti namamu hingga aku sulit menemukanmu, keempat… kau mengerjaiku, kelima.. kau mengataiku jelek, keenam… kau membuatku kehilangan kontrol, Byun Baek Hyun”

“Chakkaman…”Pekiknya saat aku mulai membenamkan wajahku di lehernya.

“Apalagi?”

“Kau tidak memberiku waktu untuk pembelaan?”

Aku tertawa kecil, kemudian melonggarkan dasinya yang terlihat ketat itu, “Baiklah… tersangka Byun Baek Hyun, saatnya menyerukan pembelaan”

“Arasso. Pertama, aku tidak meninggalkanmu, karena sebenarnya kita sama-sama butuh waktu untuk menetralkan keadaan, kedua… aku sekolah, kuliah, dan berlajar menghandel perusahaan sendiri hingga aku tidak sadar bahwa waktu yang kubutuhkan untuk itu semua sampai 7 tahun, ketiga… kalau aku tidak mengganti namaku, nama Aboji akan melekat di namaku, yaitu Park Baek Hyun, berhubung tuan Li sudah mengangkatku sebagai anak, maka ia memberiku nama khusus, salahmu sendiri kurang teliti mencariku, keempat… aku tidak mengerjaimu, kau saja yang tidak peka, kelima… kau memang jelek dan aku mencintaimu walau sejelek apapun kau, dan yang terakhir… itu salahmu”

“Sudah selesai?”

“Hm, lalu apa keputusanmu yang Mulia?”

Aku tersenyum penuh arti, “Kau tetap bersalah, dan hukumanmu adalah… melunasi penantianku selama 7 tahun, dengan melayaniku selama 7 jam”

“Mwo?”

“Interupsi ditolak, selamat menikmati eksekusimu Byun Baek Hyun”

“Tung__mmmpppfff”

Tidak kuberi ia lagi kesempatan untuk menyerukan protes, karena sudah kubungkam ia dengan ciumanku yang sudah kusimpan selama 7 tahun.

Hm, benar… 7 tahun bukan waktu yang sebentar. Kerinduanku sudah memuncak, dan aku tidak bisa menunggu lagi untuk menjadikan Baek Hyun menjadi milikku sepenuhnya.

Seperti yang kukatakan padanya saat itu, saat kami mengalami kehilangan besar-besaran, bahwa sebenarnya pertemuan, kebersamaan, dan perpisahan itu hanya sebuah siklus. Kami betul-betul membayar harga yang sangat mahal untuk kebersamaan yang awalnya kukira sangat mustahil ini. tapi pada akhirnya? Siapa yang menyangka bahwa yang berada di sisi Baek Hyun adalah aku, saudara tirinya? Tapi itu dulu, karena aku bukan lagi saudaranya. Seperti yang dia bilang. Aku tunangannya.

Kupikir tali persaudaraan kami akan selamanya menjerat di sekeliling kami, hingga baik aku maupun Baek Hyun tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyatukan cinta kami.

Tapi tidak…

Eomma mengatakan bahwa aku dan Baek Hyun bukan lagi saudara, dan periode 7 tahun ini kurasa sudah membuat orang-orang lupa bahwa aku pernah memiliki kakak bernama Byun Baek Hyun.

Mengenai sahabat-sahabat terdekatku, seperti Se Hun, Kai, Lu Han dan Kyung Soo, mereka mendukungku. Bahwa aku dan Baek Hyun tidak seharusnya diikat dalam tali persaudaraan. Untuk itu, akan kuikat dia dengan cara lain, menjadikan ia seutuhnya milikku.

Dengan begini, ia tidak akan lari. Karena aku akan mengikatnya dengan sesuatu yang lebih kuat dari apapun.

 

Cinta`

 

~***~

 

Baek Hyun POV

 

Pagi itu, saat aku membuka mata kupikir Chan Yeol masih tertidur. Tapi tidak, wajahnya persis di depan wajahku dengan mata terbuka lebar.

“Selamat pagi sayang? Tidurmu nyenyak?”

Aku tersenyum padanya, pada namja yang begitu kurindukan hingga aku memaksa kembali ke Korea dan menunda program pendidikan S3 ku di Jepang, “Hm… walau hanya 2 jam”Jawabku sembari mengusap pipi Chan Yeol dengan lembut.

Aku bohong saat mengatakan kalau dia jelek. Dia sangat tampan, tapi kalau aku mengatakannya, dia akan semakin bangga.

“Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan”

“tanyakan saja Chan Yeollie…”

“Eum… kupikir hanya perasaanku saja, atau memang… yang semalam itu adalah pertama kalinya kau melakukannya? Dan itu denganku?”

Blush~

“Kenapa kau menanyakan hal semesum itu pagi-pagi?”

“Jawab saja, aku penasaran. Bukankah dulu kau sering menginap di rumah Kris dan pulang dalam keadaan yang mencurigakan? Kupikir…”

“Aku akan menjawabnya satu kali, dan jangan bertanya lagi”

“Ne…”

Aku membalikkan badanku dan tidur memunggunginya, kutarik selimut yang menutupi tubuh polos kami dan menggigit ujungnya dengan sangat kikuk, “Aku… dan Kris… tidak pernah melakukannya”

“MWO? JINJJA?”

“Sudah kubilang akan menjawabnya satu kali, jadi jangan bertanya lagi”

 

Greb~

 

Kurasakan lengan kekar Chan Yeol memeluk perutku cukup erat, dan kehangatan kembali menjalar saat punggungku menyentuh dadanya, memberi sensasi aneh yang sempat membuatku lupa diri.

“Ayo kita menikah” Bisiknya persis di telingaku.

“Tidak mau…”

“Kenapa tidak mau?”

“Bukankah aku sudah menjadi milikmu? Untuk apa menikah lagi?”

“Agar seluruh dunia tahu bahwa kau  milikku”

Diam-diam aku tersenyum, 7 tahun berlalu memang merubah banyak hal. Pola pikir yang sekiranya menuju ke arah yang lebih dewasa, bagaimana kami menyikapi hidup, juga semakin menghargai waktu kebersamaan.

Chan Yeol semakin dewasa, semakin tampan, dan semakin baik dalam hal apapun. Tapi… ada satu hal yang tidak berubah darinya. Yaitu sikapnya saat mengekspresikan cintanya padaku.

“Chan Yeollie”

“Hm…”

“Apa 7 tahun ini juga merubah cintamu padaku?” tanyaku di sela kegiatan Chan Yeol menciumi tengkukku.

“Hm… ne.”

“Mwo???”

“Jelas berubah. Kalau dulu aku mencintaimu, sekarang aku semakin mencintaimu. Setiap harinya berubah. Karena cintaku padamu semakin bertambah dari hari ke hari”

Aku terkekeh, tapi tidak bisa kusembunyikan bahwa aku tersipu akan kata-katanya “Chan Yeollie”

“Apalagi? Diamlah sebentar, kau semakin cerewet Presdir Li”

“Aku… ingin ke makam Kris…”

Chan Yeol berhenti menciumi tengkukku, kemudian membalikkan tubuhku hingga kami berhadapan lagi, “Untuk apa?”

“Kemarin… aku tidak sempat berkunjung karena kupikir  akan lebih bagus jika aku ke sana bersamamu, agar kau tidak cemburu”

Chan Yeol mengangguk “Jadi benar, kau yang meletakkan lily putih di makam eomma?”

“Ne…”

“Dan kenapa kau tidak menungguku?”

Aku tertawa kecil dan mencubit hidungnya, “Aku sudah di sini bersamamu, kenapa masih mempermasalahkan itu? atau kau mau aku kembali ke Jepang?”

“Coba saja… akan kupatahkan kakimu”

“Aih, Park Chan Yeol…”

“Jadi diamlah, aku masih merindukanmu. Mengunjungi Kris kita lakukan sore saja, karena aku masih ingin memelukmu beberapa jam lagi”

Aku terdiam sejenak, dan menatapnya sambil tersenyum, “Aku milikmu Park Chan Yeol… bukan untuk beberapa jam”

“Aku tahu… jadi diamlah”

“Arasso…”

 

~***~

 

“Hai Kris… merindukanku? Hm, aku juga merindukanmu. Apa kabarmu di sana? Kuharap kau juga bahagia bersama Tao” aku menoleh sejenak pada Chan Yeol yang duduk bersimpuh di sebelahku, “Seperti aku dan Chan Yeol” aku menggumam, kemudian mengusap pusara itu, “Sebenarnya aku sudah mengatakan ini 7 tahun yang lalu sebelum pergi berbenah diri, tapi… aku tidak akan bosan mengatakannya”

Chan Yeol mengusap pundakku, memberiku kekuatan, mungkin karena mendengar suaraku yang mulai bergetar.

“Kris… nae namjachingu…”

Chan Yeol terbatuk, dan aku tahu itu disengaja.

“Hei… Kris memang kekasihku, kau itu suamiku, jadi diamlah”Tegurku kesal, merusak konsentrasi saja.

“baiklah… baiklah, berhubung aku adalah suami yang pengertian, walau melihat sang istri selingkuh terang-terangan”

Aku berdecak, kemudian memutuskan untuk mengabaikannya, “Kris… kau tahu sesuatu. Kukatakan pada Chan Yeol bahwa aku pergi karena aku butuh waktu untuk melupakanmu, tapi… betapa bodohnya aku, bahkan setelah kuhabiskan waktu selama 7 tahun, aku masih saja mengingatmu. Sampai akhirnya aku sadar, bahwa tidak semudah itu melupakanmu, karena nyatanya, cinta memang tidak bisa dilupakan, karena letaknya di hati, tersimpan sangat rapat hingga sulit membuangnya” kuhembuskan nafasku panjang, “kau mengajarkanku banyak hal, memberiku perhatian juga kasih sayang berlimpah, jadi mana mungkin aku bisa melupakannya. Terlepas dari perasaan cintaku yang lebih besar pada Chan Yeol… aku tetap tidak bisa memungkiri bahwa aku juga mencintaimu. Semua hal sudah kita lewati, tersenyum, tertawa, bersedih, dan menangis bersama semuanya kita lewati, dan pada akhirnya kau tetap mempertahanku Kris, sekali lagi mana mungkin bisa kulupakan hal itu. kau sebagai penyemangatku untuk tertawa, kau sebagai pelindungku saat aku terpojok, kau pengobatku saat aku terluka, dan kau yang menghapus air mataku saat aku menangis. untuk itu… Terima kasih atas semuanyaKris…” Aku memalingkan wajah saat sadar aku mulai meneteskan air mata.

Chan Yeol meraih tanganku dan menggenggamnya erat, memberiku kekuatan.

“Mianhae… awalnya kujadikan kau pelarian dari deritaku, tapi aku bersumpah bukan seperti itu maksudku. Karena ternyata keberadaanmu di sisiku juga kokoh, tidak serapuh sebuah tempat yang dinamakan pelarian. Mianhae… karena kesangsianku akan perasaanku dulu membuatmu tersakiti, mianhae karena aku membuatmu terluka berkali-kali, mianhae… karena aku memberimu cinta yang disertai rasa sakit” kuusap air mataku dan kembali tersenyum, “Saranghaeyo Kris… semoga kau mendengarnya, mintalah pada Tuhan agar kita kembali dipertemukan di kehidupan berikutnya. Hm… sekali lagi, Gomawo… Mianhae… Saranghae”

“Tambahan, Kris… Hyung”Chan Yeol ikut bersuara. Membuatku menoleh padanya, “Eum… Hyung, aku memanggilmu seperti itu bukan karena aku menganggapmu kakak iparku, hei… Baek Hyun bukan lagi kakakku, tapi istriku, kau dengar hyung? Jadi jangan bangga karena aku memanggilmu hyung. Ini semata-mata formalitas karena kau lebih tua dariku, walau umurku sebenarnya lebih tua darimu. Karena sekarang aku sudah 25, dan bukankah kau berhenti di usia 19 tahun?”

“Chan Yeol…” Tegurku.

“ah mian, hanya bercanda. Yang ingin kukatakan sebenarnya adalah… Aku juga berharap kita bertemu di kehidupan selanjutnya, aku tidak bosan menjadi rivalmu, karena kau sangat sportif, aku suka itu. jika kau minta ada Tuhan agar kau dan Baek Hyun bersama di kehidupan berikutnya, hm… kurasa akan kuminta hal yang sama. Di kehidupan ini, Baek Hyun milikku, dan di kehidupan berikutnya dan berikutnya dan berikutnya lagi aku tidak akan pernah bosan meminta pada Tuhan agar aku tetap mencintai orang yang sama, seterusnya”Chan Yeol menoleh padaku, kemudian tersenyum, “aku mencintai Byun Baek Hyun, baik buruknya dia. Entah dia membuatku tertawa, atau menangis, entah dia membuatku bahagia, atau justru menderita, entah dia memberikan kehangatan atau justru luka, aku tidak peduli karena aku mencintai Byun Baek Hyun. Kurasa kau mengerti karena kau juga merasakan hal yang sama. Jadi… itu saja, sampai ketemu lagi di kehidupan berikutnya”

Aku menahan senyumku mendengar penuturannya. Betul-betul bahagia.

“sudah petang Kris, kami harus pulang. perdebatan kami mengenai lokasi pabrik itu belum selesai, Chan Yeol ternyata tidak ingin mengalah padaku”

“Hey, itu proyekku sudah setahun lebih, mana mungkin aku mengalah begitu saja?”

“Tapi lokasi itu sangat subur, dekat sungai dan… ah pokoknya akan mencemari lingkungan kalau kau mempertahankan pabrikmu di sana”

“Aku jelas sudah mempertimbangkan soal limbahnya, sayang. Jadi jangan membahas hal itu lagi, okay?”

Aku berdiri, mengusap pelan pusara milik Kris kemudian beranjak pergi.

“Byun Baek Hyun… tunggu aku, jadi bagaimana, lokasi itu milikku kan?”

“Hm… begini saja, berhubung Presdir Kim menjualnya dengan sangat mahal, bagaimana kalau kita kerjai dia sedikit”

“Maksudmu?”

“Di antara kita, jangan ada yang membeli lokasinya dulu, bilang saja kita sudah menemukan lokasi yang baru, dan tunggu sampai Presdir Kim mengembalikan harganya menjadi normal, baru kita membelinya”

“Wah, licik sekali yah…” Chan Yeol menyentil hidungku pelan.

“Bukan licik, ini taktik. Yang licik itu dia memanfaatkan persaingan kita agar harga tanahnya naik”

“Hm, jadi… boleh kujadikan lokasi itu sebagai pabrikku nanti?”

Aku tertawa, “Tidak boleh…”

‘Ya.. Byun Baek Hyun… kalau sampai rumah, kuhukum kau”

“Aku punya rumah sendiri. Ayahku, Tuan Li bilang, rumah yang ditempati Kris dulu adalah juga rumahku, karena atas namaku”

“Tidak, kau itu istriku, jadi tempatmu itu di rumahku”

“Tidak mau…”

“Harus mau… atau kubuat kau lumpuh”

“Coba saja”

“Baiklah, nanti malam kau tidak akan selamat”

Aku tertawa sembari meledeknya, berniat kabur tapi dia sudah memelukku dari belakang dan menggelitik tengkuknya. Selanjutnya Chan Yeol menggendongku menuju mobil yang terparkir di luar area pemakaman.

Menuju masa depan yang menanti kami. Masa depan yang ingin kami tuju setelah sebelumnya menghadapi segala bentuk rintangan.

Kurasa tidak mengapa kami membayar cukup mahal untuk kebahagiaan ini. karena memang kebahagiaan kami saat ini tidak akan bisa ternilai dengan apa-apa lagi. Kalau kubilang ini sempurna, mungkin Tuhan akan murka. Tapi aku besrumpah, inilah anugerah terbesar dalam hidupku.

Besama belahan jiwaku…

 

 

 

 

Park Chan Yeol.

 

~***~

 

Cinta itu materi yang abstrak…

Di mana kebahagiaan dan penderitaan hanya dibatasi sekat tipis…

Di mana tawa dan tangis hanya berjarak tak lebih dari satu ruas jari…

Di mana kau belajar untuk egois dan pengertian dalam waktu bersamaan…

Percaya dan cemburu…

Setia dan ragu…

Dan segala bentuk emosi di dalamnya.

Cinta bisa merubah hal yang mustahil, menjadi betul-betul terjadi,

 

Begitu banyak teori tentang cinta,

Dan sebenarnya berlaku cukup berbeda bagi tiap insan yang mengalaminya.

Khusus cinta yang kualami…

Dua cinta yang begitu kuat…

Dua hati yang berbagi dua rasa.

Cinta… dan rasa sakit…

Tapi tak ada sesal…

Karena cinta yang membawa luka…

Kini berujung kebahagiaan abadi…

 

 

[Love and Pain- AyouLeonForever-2012]

 

Love And Pain

FIN

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

ALF special note: Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………….. fiuhhh selesai juga akhirnya.

Readers: “Apa-apaan ini?”

*banting meja (╮°-°)╮┳━┳ (╯°O°)╯ ┻━┻

 

Hihihi mian, endingnya jadi norak begini, tapi ALF udah memberikan yang terbaik loh, walau ujung-ujungnya juga seperti ini. *nangis dipelukan suami… So komennya yah, kalau bisa sepanjang-panjangnya, kan ini udah ending loh wkwkwkwkwk

 

Warning:

NO COPY PASTE… GAK BOLEH NYEBARIN PW, SIDERS KE LAUT AJA, YG DAPAT PW TAPI GAK KOMEN, ANE SUMPAHIN BISULAN 7 TAHUN(?)

 

SEKIAN… SALAM lOVE aND PAIN

263 thoughts on “[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 11] Final Chapter

  1. akhirnya selesai juga baca ff yang udah selesai duluan sebelum aku baca🙂
    pengorbanan buat cinta ChanBaek besar banget, ya? tapi, yang penting happy ending untuk mereka berdua. yah, walau harus nunggu lama dulu, tapi mereka udah tunangan, kan? sebelum berpisah 7 tahun yang lalu.
    untuk KaiSoo dan HunHan yang udah nikah duluan dari ChanBaek, aku ucapin selamat…untuk Kaisoo khususnya, gimana bulan madu kalian? menyenangkan?
    dan untuk TaoRis, semoga kalian juga ikut bahagia dengan pengorbanan yang sudah kalian lakukan demi ChanBaek.
    untuk kakak ALF, semoga bisa lebih banyak nulis cerita yang bagus kayak gini! (untuk author yang lain juga…)
    sebenarnya, aku mau kirim ff buatanku, tapi cerita buatanku memang gak terlalu bagus…mungkin, aku mau kirim ff freelance buatanku waktu ada Lay birthday project, atau Chan Yeol…
    hehehehe…itupun kalau aku jadi dan berani buat ngirim ff buatanku itu.

  2. akhirnya mereka bahagia juga..
    butuh waktu lama buat mrka balik lagi..
    daebakk chingu🙂
    keep writing and me keep coment kkk~
    daebak 10jempol buat alf^^

  3. yeahh akhirnya baekyeol bersatu #jogetbarengbaekyeol😀 hahaha
    Daebak banget lah thor kirain baek ga bakalan bersatu sama chan, bener bener harus ada pengorbanan.😀 aku suka banget ffnya thor hehe jjang buat author😀
    keep writing thor😀

  4. wohooow, berhasil~ utk ff kali ini nangisnya cuma di tengaah2 doang, akhirannya gk nangis bweee :p
    channie romantis ya, pengen deh punya pacar yg kyk gitu, berhubung belum pernah merasakan cinta juga, jadi mudah2an dapet yg kyk gitu deh nantinya kkk~
    oh iya buat ALF jgn bosen bikin ff seru kyk gini ya, tapi jgn akhirannya sedih mulu, kebanyakan ff nya sad endding semua nih -_-
    mudah2an kedepannya ff ini bisa diterbitin jadi buku atau apalah yg sejenisnya hehe, utk menghibur kita-kita ini~ macem SM salah gaul gitu hehe
    ditunggu ff selanjutnya, fighting ‘-‘)9

    ngomong2 amaterasu sama no regret life nya diterusin dong ._.

  5. pengorbanan cinta chanbaek besar banget ne
    takdir cinta itu membingungkan
    cinta itu akan terombang ambing
    bagai botol dilautan
    bagai daun yang tertiup angim
    tapi keyakinan kita akamn cinta pasti terbalas diwaktunya nanti
    percayalah tuhan punya rencana untuk kita dimasa depan

    cinta tao dan kris disatukan disurga
    oh iya selamat buat kaisoo dan hunhan yang udah nikah duluan
    sayangnya kaisoo gak dikeluarin dipart akhir

    dikehidupan selanjutnya semoga cinta tao, kris, baekhyun, chanyeol berakhir dengan indah tanpa ada kematian lagii

    yyyeeeeyyy happy end

  6. hiks hiks, maaf thor baru komen sekarang. jujur, saya bukan anak warnet dan ga bisa on tiap hari. jadi aku ga bisa on tiap hari.
    tapi jujur, ceritanya so sweet😄
    akhirnya chanbaek bisa bersatu #kibarbenderachanbaek
    sumpah, ceritanya ga ketebak loh. aku aja waktu baca awal2 takut terakhirnya bukan chanbaek tapi malah krisbaek. padahal ngeliat chanyeolnya udah menderita kayak gitu. thor, liat komen aku ya. biar aku bisa minta pw lagi. rasanya ditolak waktu minta pw itu nge-jlebb thor T.t
    ini juga salah aku juga sih. tapi ga papalah.
    lanjuttin ff chanbaek yg lain ya..
    anyyeong ^^

  7. Hihi siap juga baca’e~ gak bosan” baca ini epep..😀

    ALF~ pernah kepikiran gak ni epep mo dibkin sequel? ._.

    Ayo dong Alf~ bikin sequel’e yg oneshoot. ceritain kisah chanbaek yg udah nikah, cerita mereka yg manis” gitu😀 yah yah yah~ (‘o’/\) khkhkhkhjh

  8. endingnya bener-bener dehh ..
    nangis dan nangis .. aku udah deg”an aja kalo baekhyun bakalan jadi sama kris .. dan chanyeol meninggal ..
    tapi ternyata itu ga benar , justru krislah yang menyelamatkan baekyeol ..
    kris mati .. yeyyyyy bahagia #ditembakkris ..

    sempet ngerasa kesel juga waktu baekhyun mau ninggalin chanyeol padahal chanyeol udah mati-matian mempertahankan baekhyun disisinya tapi ini malah pergi
    tapi baca alasannya aku jadi ngerti dan dukung-dukung aja ..
    ending yang begitu membahagiakan ..
    ngakak juga waktu chanyeol bilang baekhyun selingkuh terang-terangan .. hahaha
    hahaha dasar sama orang yang udah meninggal aja cemburunya samapai segitunya .. kkeke
    happy baekyeol ..😀

    ALF KEREEEEEENNNNNNN🙂

    • Buahahah maap nyepam(?)

      Ya ampun ga nyangka banget ini ff chaptered ALF pertama yang udah ‘end’. Aku kehabisan kata-kata pokoknya. Ini daebak!! Bener-bener daebak!! Ending ga nora kok kalo di maenin sama ChanBaek buahahaha.. Jatuhnya… (jawaban ada di bawah)

      Cekidot~

      DOOORRR~ (appa ChanBaek)

      DOOORRR~ (eomma ChanBaek)

      DOOORRR~ (bahu Baek Hyun)

      DOOORRR~ (punggung Chan Yeol)

      DOOORRR~ (dada Kris)

      DOOORRR~ (dada Tao)

      Keenam peluru itu bener-bener habis keluar semua. Yang 4 melayangkan nyawa.

      Sumpah ALF, ini adegan yang menegangkan T.T

      Ga nyangka akhirnya bakal kaya begini. Banyak orang yang meninggal. Terlebih eomma ChanBaek yang udah tau semua masalahnya. Di tambah dia baru tahu masalah anaknya. Ngenea banget itu  ibu dibunuh dengan seketika. Baek Hyun, Chan Yeol, arrrghhh aku ga tau kalo ada diposisi mereka. Ngeliat orang tua di tembak astagah😦

      Kris.. Hiks.. Jebal.. Hidup lagi (lho?)
      Nyayat hati banget pokoknya dah bagian detik-detik akhir Kris mau pergi sama Tao(?) kata-katanya itu loh. Astagah… *elap airmata* :’)

      Cukup terkejut karena dikira bakal final di makam itu.. Baek Hyun ga bisa milih Chan Yeol. Ck ternyata kagak. Kalo iya gitu, pasti reader bakal demo minta sequel hahaha..

      Daaan akhirnya ChanBaek lah yang bersatu. Ditambah HunHan dan KaiSoo.

      Hmmm.. Sebenernya aku udah ngeuh bakalan ChanBaek karena ada epilog kelanjutan hubungan Chanbaek.
      Tapi engga juga, dari kemarin (aku lupa chap brp?) yang diselipin alf special note, dan ALF bilang ke Chan Yeol(?) “semua akan indah pada waktunya.” dan dari situ aku sedikit berekspektasi kalo akhirnya bakal ChanBaek.

      Tapi ga nyangka kalo ternyata, Kris Tao bakalan meninggal.

      Aku ga mau bahas epilog itu. Itu udah mewakili semua ending dari ChanBaek hahaha.. Perjuangan 7tahun nunggu Baek Hyun dateng, bukan hal yang mudah loh. Bayangkan. 7 tahun hmmm…

      Lebih-lebih Baek Hyun hilang bak ditelan bumi. Makin bingung aja tuh si Chan Yeol pastinya.

      Moment mereka ketemu lagi pas di pesta pertunangan HunHan. Serius bikin aku degdegser banget. Ikutan tegang kaya Chan Yeol hahahhaah..

      Dan di akhir.. Sweeeeeeeetttt pake banget ya Alloh ampun dah.. Akhirnya mau nikah yeay!!

      Kata-kata Baek Hyun di makam Kris. Nyes~ banget. Aku bacanya kaya yang beneran aku yang ngalamin kehilangan Kris. Juga, mewakili kesedihan atas ff ini yang sudah berakhir. Ga ada lagi ChanKrisBaek yang saling bersiteru, HunHan yang selalu saling cemburu, KaiSoo yang selalu errr di apartement Kyung Soo #plak

      (katanya ga akan bahas tapi dibahas juga *bow*)

      Initinya dah kejawab tentang endingnya? Ga nora tapi manis bener. 
      Dan daebak! Daebak! Daebak!

      Sedih LoPa berakhir T.T

      Udah ah.. Aku mau merenung dulu perpisahan sama LoPa.

      Sekian ALF.. Aku mohon maaf kalo ada salah-salah kata dalam komenan aku, sedikit kesel sama Tao, tapi aku tetep cinta Tao kok hahaha..
      Makasih buat Ilam yang udah ngasih PW nya😀 mian kalo ganggu Ilam pas aku minta PW hehe. Maapin ya..

      Oke deh, jadi sedih beneran berasa ga bakal ketemu ff ALF lagi hahaha. Masih banyak tapinya. Hmmm Amaterasu sama Payphone yang bentar lagi tamat. Sedih lagi deh T.T

      Hmmm cukup deh.. Sekian..
      Di tunggu ff yang lainnya..
      H2S, Amaterasu, Payphone, LNR, dan NRL. Dan tambah trilogi Forbidden Love itu sama Diliges Sispecta.
      Aku ga nuntut cepet kok, biar menghasilkan hasil yang terbaik. Yg penting semua di lanjut😀

      Oke dari tadi udah udah udah tapi kagak beres-beres komennya..
      Sekian ^^

  9. Fiiuuuuhhh~
    Akhirnya selesai juga bca nifh ff .
    Crta yg penuh dgn tawa,tangis,luka,cinta #lebay
    ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
    Ini ending yg daebaaaaakkkkkkkk!!!
    Pengorbanan chanbaek slma ini gak sia2 .
    Smpe nangis ih bca nya .
    (^̩⌣ƪ)
    Chukkae chanbaek couple .
    ♥(>̯┌┐<)•°

  10. Akhirnya selesai juga bca nifh ff .
    Crta yg penuh dgn tawa,tangis,luka,cinta #lebay
    ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
    Ini ending yg daebaaaaakkkkkkkk!!!
    Pengorbanan chanbaek slma ini gak sia2 .
    Smpe nangis ih bca nya .
    (^̩⌣ƪ)
    Chukkae chanbaek couple .
    ♥(>̯┌┐<)•°

  11. AAAAA ending yang mengharukan:”””” ya semuanya gada yg diposisi terluka. walopun kris harus korbanin nyawanya buat bekun its okey(?) akhirnya malam pertama bekun cuma buat yeol seorang;333333 aaaa li bo xian kau membuat ku mabokkkk-_____- thanks for pw kalo gadikasih pw mungkin ane bakal kalang kabut(?)

  12. BAEKYEOL BERJAYA YEEEIIII!!!!!
    meskipun harus di bayar dengan harga mahal sekalipun, gapapa chanyeol kan kaya #pplaakkk~ dasar pabo.. hahahaha
    semua hal yang udah di lakuin kris buat baekhyun bikin aku terhuraaa,,,huhuhuhu
    berharap dapet suami kaya kris, tapi bagian tembak tembakannya di delete,,ennak aje gue di tinggal matii….

    daaaaannn….akhirnya mereka bahagia, meskipun harus nunggu 7 tahun…haaaahhh
    jadi orang suksess…#eike jadi iri cyyyynnn #alaahopoiki
    semuanya terbayar sudah…
    ngemeng ngemeng kamar tempat mereka ~~tiiitt~ itu kamarnya hunhan yaaahh???
    buuahahahahaha presdir park tidak mampu menyewa kamar rupanya… hahahaha
    udaaah ah,, mau lanjut senyum senyum dulu..

    i like happy ending.
    chanbaek happy ending..
    hunhan happy ending..
    kaisoo happy ending..
    taoriis happ..eerrr meskipun dengan cara yang berbeda..yaaa anggap saja happy ending hahaha
    sumfehh ini komen terpanjang yang pernah ane tulis..paypay author eonni….

  13. Atur susunan komen dulu yak..😀
    1. SAD!! Wae? Karna tragis bgt noh scene bunuh-bunuhan..😀 sedih bgt masa.. T.T aku mewek tau! Ckckck.. Tao sadis! Kyak psyco.. =.= kris tabah bgt disitu.. Bunuh org yg dicintainya.. -mewek lg- babaek sma chanchan sdih yak? Liat ortu mereka mati di depan mata.. Itu tragis! T.T kalo aku d posisi mreka mgkn bkal pingsan dan trauma berkepanjangan..😀

    2. SWEEET!!😀 jinjja!! Suka bgt wkt babaek nyium chanchan sambil transfer cincin.. Heran deh sama author.. Kok bisa yah kpikiran yg bgituan.. ^^v

    3. FUNNY!!😀 persahabatan sehun, luhan, kai, kyungsoo sama chanchan bkin ngiri.. Heran(lagi) sama author alf.. Kok bisa(lagi) buat percakapan antara sahabat yg sebegitu ngalirnya kayak sungai gak mampet(?)😀 #plak trus2.. Lucu bgt wkt chanchan cemburu gaje dan wkt mau hukum babaek..

    4. AGAK HOROR!!😀 nah endingnya knapa aku blg gtu? Karena eh karena~ mereka mau nempuh hidup baru stelah liat jalan kluar KUBURAN! Knp bahagia-bahagiaan setting kuburan.. =.= hahaha..😀 tapi kok aku malahan SUKA BGT!! Tau gak knp thor?
    Karena eh karenaaaa.. Kebayangnya tuh kyak nemuin pintu sorga..😀 untuk khidupan yg lbih indah dari yg kelam.. *re:settingkuburan

    AUTHOR ALF MMG DAEBAK!!😀
    sekin dan trimakasih.. #bow

    curcol: tangan pegel nih ngetik d hp.. T.T

  14. finally selesai juga~~~ Ya Tuhan indah banget fanficnya. thor i love u thor (?) xD

    Taoris nya…. gabisa di jelasin lagi mereka bener2 pengorbanannya…. gak bisa di jelasin lagi yaaaaaaaaaaaaa…

    kaisoo nya kurang sebenernya. kaisoo udah nikah belum ni? udah ya? bulan madu di belgia? wah sombongnya kaisoo gamau datang ke acara hunhan.
    Sehun itu gimana sih teriak2 CHANYEOL CHANYEOLSSI di acara tunangannya sendiri -_- gak malu apa HAHAHAHA

    CHANHUN new otp xD disini feelnya ngena banget. chanhun kalo jadi sahabat itu cocoknya……… brothership deh…..

    chanbaeknya udah gakngerti lagi. gatau mau ngomong apa. chanbaek bebas lakuin sesuka kalian haha.

    pokoknya ff L n P keren suwer. makin cinta sama authornya doh :3

  15. *tepar* *pingsan* *mimisan*
    kenapa tkdir bgitu melilit yaa?? bca kisah krisbaekyeol bkin aku mrsakan hdup yg sbenernya. sekali lagi, Kak ALF bkin aku menangis *pundung* aku suka pake bangt sma ff ini. epilog itu ush bkin prasaanku yg slama ini trsakiti jadi lega. wlppun aku sedih krena kris hrus ninggalin baek. krena tekadang aku udh trbiasa sma kris baek. tapi, ff ini ttep daebak!! aku trharu sma chanyeol, dia bner2 namja yg kuat. hikss..😦
    Kak ALF aku tunggu karya2 yg baru yaa~ fighting!!🙂

  16. ahhh akhirnyaa selesai jugaa..setelah proses panjang dapet PW.ahahah.
    Setelah ikutin sinetron..eh FF yang menguras hati,pikiran, airmata, and kegalauan ini. nggak kerasa uda Fin. ngikutin perjuangan Yeollie dari awal..penuh luka.Aiss bahasanya.
    seneng akhirnya semua bahagia, semua kebagian cerita, seruu banget lahh, walaupun ini ending kurang greget.cz nggak nikah atau hidup bahagia gimana gitu,,tapi MEMUASKAN ALF.
    tapi sedih juga uda nggak ada FF yang aq baca. di tunggu FF daebak lainnya yaa ALF biar nggak perlu liat sinetron2 aneh di tv.ahahha.baca FF gini aja lebih bagus buat otak saya.di tunggu ASAP ff baru2nya><

  17. haaaaaaaa ending ding ding ding dong ding dong(?)
    chanbaek moment gue ngakak ding-,- tp sian sama kris, tao juga hiks. itu tao beuhhhhhh bengis tjoy, nembak tanpa kedip, kaga sakit apa matanya uhuk:,: si kris juga ngapain nancepin piso ke tao?? sian juga weh pasti sakit😦
    btw itu ending kenapa kaga ada kaisoo momentnyaaaaaaaaaaaa alf :AAAAAAAAA: yaowoh bener deh cuma hunhan ukh jahat /ditabokalf u,u

  18. FF-nya KEREEENNN GILA!!
    xD

    Awalnya udah mewek baca adegan Kris pamitan(?) sama Baekhyun..
    Belum lagi ternyata Kris sudah mempersiapkan semuanya untuk Baekhyun tercinta.
    Bener-bener good job Kris! #plakkk

    Ecieee…
    Endingnya akhirnya Baekhyun dan Chanyeol bersatu xD
    Jodoh gak kan kemana bang.. xD

    FF ini pokoknya Dae~~BAK! *ajunginjempoltetangga*
    ALF-ssi bener-bener bisa menyampaikan cerita dengan baik..
    Ditunggu karya yang lainnya ^^

  19. Author, serius, bagian pertumpahan darah dri rumah Baekhyun sama Chanyeol jadi bagian favorit aku sepanjang chapter ini!! HUWWAAA…!!
    Disitu aku bacanya sampe geter+merinding, keren banget!! Aku suka banget pas Kris nyelamatin BaekYeol dari peluru itu dan dia ngebunuh Tao pake pisaunya! Astaga!!
    Dan untuk pertama kalinya aku kasian sama Tao, hiks
    Miris banget jadi dia…=”(
    Karena setelah berjuang di ambang kematian, pada akhirnya nyawanya harus berakhir di tangan Kris, yang notabene orang yang paling dicintai dan alasan satu-satunya untuk dia hidup kembali. Apalagi Kris ngelakuin itu demi nyelamatin Baekhyun, sosok yang bahkan dikenal Kris ga lebih lama daripada dirinya sendiri!! Astaga>.<
    Ah, dan aku juga terharu sama beberapa kalimat disini:

    “Kau lakukan ini karena cinta, bukan? Maka kulakukan inipun karena cinta”

    “Tue, Wo Ai Ni…”.

    “Cinta itu menyakitkan Tao…”
    “Bukan karena setiap luka fisik yang bisa ia timbulkan, tapi seperti ini”
    “Kau lakukan ini karena cinta, bukan? Maka kulakukan inipun karena cinta”

    “Tak apa Gege, tapi bisakan kuminta satu hal padamu?”
    “Apapun itu dear…”
    “Bersamaku… kumohon”
    “Aku mencintaimu… dulu, sekarang, dan mudah-mudahan sampai di kehidupan selanjutnya gege”

    Masih banyak lagi Author, hampir semuanya malah!! Ahaah Keren abis! Ya, walaupun aku sempet gregetan waktu Baekhyun tiba-tiba ngucapin perpisahan ke Chanyeol pas dikuburan, (abis sebel banget, masa udah menderita sampe sebegitunya, dan setelah berhasil berdua, harus pisah lagi? =( ) Tapi untunglah segera teratasi dengan akhir membahagiakan. hehe

    Beh, aku udah ga ada kata lain selain Daebak, Thor! haha Ga sabar baca yang lain=)) Keep writing and Fighting!~^o^~

  20. ff ini loh yg aku kangenin ya allah ampun dah, ff ini nih yg bikin aku jd krisbaek shipper huhuhu~ sebagus apapun ff yg pernah aku baca 48 hours pun runner up diotak aku /ditikam/ tp tetep aja nyantol di ff ini “duh kangen lopa” hadudududuuuuuuuuhh~ ampun kaka jgn santet aku yah pliiiisss~ aku mw bernostalgia dgn masa lalu huhuhu

    Mendengarku???
    Sayang… di sini…
    Bahwa cinta itu di sini, di sebuah ruang tak terlihat…
    Melalui nyanyian panjang yang tak lagi akan terdengar
    Berpisah???
    Bukan…
    Dimensi ruang dan waktu hanya ilusi.
    Nyatanya…
    Aku juga akan tetap berada di sisi mu Selama kau memiliki perasaan itu.
    Ketika Kau menangis, Kau akan baik-baik saja, karena Aku ada di sisimu,
    Ruang memisahkan raga…
    Waktu memisahkan jiwa…
    Tapi aku akan tetap di sini, bersamamu… <- aku mw minum aquarium masa, ini bagus banget kak, tulus..

    Sumpah aku aneh banget yah, ga jelas..

  21. DEMIIIIII APAAAAAAAAAAAAAAAA THOR ITU KRIS NINGGAL OHMAIGOD !!!!!! SUMPAH !!!! GAK SAMPE KESINI BGT PIKIRAN AKU KALO KRIS AKHIRNYA NINGGALIN BAEKHYUN UNTUK SELAMA NYA ,,,, THOR AKU OIKIR DIA BAKALAN NGERELAIIN DAN MILIH TAO DAN NGELAKUKAN SESUATU BUAT TAO AGAR TAO SADAR , MEMNG ! KRIS NGELAKUIN SESUATU BUAT TAO , BAHKAN LUAR BIASA DAR YG SEBELUMNYA AKU KIRAKAN , THOR , SUNGGUH-SUNGGUH YAOLOH THORR ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; BACA CHAP INI PENUH DENGA EMOSI

    KEBAYAR BGT , AKU SBG READER JUGA TERBAYAR NYAKSIIN NYESEK NYA CHANYEOL MY BUNNY , TP THORR SKLI LGI GK NYANGKA KRIS AKHIRNYA BGTU . AHHH . /maaf thor capslock KEINJEK -___- .

    tapi thor slalu dan slalu ff author emang gila anjayy !! kerrren !!!!
    suka bgt sma kseuruhannya . di awalnya ngenesssss bgt , gk kuat wktu baca proses pembantaian dari tao ,, pingin cepat2 selesai baca bagaian itu . trus setelah itu baek ninggali chanyeol 7 tahum , 7 TAHUN THOR ,,,WAKTU YANG PASS , tapi gak bisa banyangi gmna perasaaan dan galau nya chanyeol ,,, aku nunggu org 15menit aja jamurrrannnn smpe gk bsa diilangin wlo pke racun skalian keselnya ,,, dan ini aaaaaaa karakter nya aku suka bgt !!!

    pas bgian pengakuan baek ke kris wktu di akhir2 wktu kris thorr , sumpahh !!! gak tau gmna rasanya , aku aja yg reader ngrasa campur adukk sam ani perasaan aplg main cast nya
    Baek Hyun menyentuh tangan Kris dan mengenggamnya erat “Namamu Kris… kuletakkan di depan nama Chan Yeol”

    “Baek Hyun-ah…”

    Namja mungil itu terisak, dan ia tatap mata Kris dengan sendu, “Tapi… nama Chan Yeol begitu megah, begitu besar… hingga walau kau berada di depannya, namamu tak sanggup menutupinya sempurna. Dan itu karena kelalaianku”

    Kris terdiam sejenak, menoleh pada Chan Yeol yang tertegun di sana. Karena memang ucapan Baek Hyun sama saja dengan sebuah pengakuan.

    “Begitu?”

    “Hm… tapi aku tidak bohong saat kukatakan aku mencintaimu”Tegas Baek Hyun.

    “Ne, aku tau itu…” Kris menyentuh dadanya, kini ia semakin kesulitan menarik nafas, karena sepertinya darah sudah mulai menyumbat paru-parunya. “Kemarilah…”

    Baek Hyun menurut, ia bergeser kemudian membawa Kris ke dalam pelukannya.
    “Ironis… Baek Hyun-ah… kita semua, mendapatkan luka itu”Keluh Kris yang sebenarnya menangis dalam pelukan Baek Hyun.

    aaaaaaaa thor gila ,, aku emng gak sempat nagis atau gmna krna kau memang susah buat nangis / gknanya . but ni part kerasa betul2 klimaksnya tau gmna ya thor , aku jga gk ngrti smua nya kerasa klimaks , wkwkwkw w/ ngaur bener2 cnta yang MAHAL

    DANNNNNNNNNNNNNNNNNNN suka bgt wktu bgian ini
    “Kris… nae namjachingu…” /ADUHH BAEK

    Chan Yeol terbatuk, dan aku tahu itu disengaja.

    “Hei… Kris memang kekasihku, kau itu suamiku, jadi diamlah”Tegurku kesal, merusak konsentrasi saja. / ENAKKKK BGT JADI BAEKHYUN KLO DIPIKIR2 HAHA /

    “baiklah… baiklah, berhubung aku adalah suami yang pengertian, walau melihat sang istri selingkuh terang-terangan” ”

    HAHAHAHAHAH aduhh masih sempat bgtuan ,, ini dia CHANBAEK NYA bener CHANBAEK klo bgtu adegannya . wkkwkkwk enak bngitttt jadi baek , chanyeol suami nya , kris kekasih nya ,,, maoloh pa baekhyun heh . -__- ,,, .>.///////////////////////////<
    dan amaf atas kebanyaknn typo di komen , HAHAHAHA MAKLUM LAH THOR , DIKEJAR EMOSI PAS NGETIK /APA

  22. kris terima kasih udah mau ngelepas baekhyun di kehidupan nyata dan biar bagaimanapun ane mau ucapin buat tao terima kasih udah akting di sini pake action(?)
    sempat ane ngira kalau si chanyeol yang mati dan ane udah mikir dalan hati “ini mungkin udah pilihan chanyeol dan akhirnya chanyeol gak bakal ngerasa sakitnya si pain” dan alf berkata lain chanyeol hidup tapi kris mati :”
    si baekhyun hampir bikin nyesek pas bagian di ciuman perpisahan dan untung lah itu bukan erpisahan sebenarnya
    tuan muda lu bao xian terima kasih udah bikin chanyeol shock lagi😄 demen dah ngeliat chanyeol shoked
    tuan park dan tuan muda li tetep darah pinternya ngalir buat ngerjain presdir kim wkwk
    ini yang malam pertama seharusnya hunhan malah chanbaek kyaaa keperawanan baekhyun ilang gak sia sia si kris ngejaganya(?)
    ending yang so sweet sampe gak rela udah tamat kaisoo miss you yaaa

  23. ya Tuhan akhir nya selesai juga,,,
    no coment,,
    aku bingung,,
    jiwa aku masih melayang,,
    apa ini,,??????
    *lirik author yg cetar membahan*
    ya eonni ALF kw berhasil mempermainkan perasaan ku,,
    ya tuhan ff ini benar benar daebakkk, eonni aku syang pada mu, aku cinta padamu, hati ku hanya untukmu,*dikubur hidup hidup ama eonni ALf*

    eonni ending nya daebak,,
    aku suka,,
    sumpah
    ngk bohong,,
    terus bekarya ya eonni, aku selalu mendukung mu,,
    Gumawo eonni atas critanya,,

    sebelum aku go out dri ff ini aku mo ngsih hadiah untuk eonni, kuharap eonni liat dan prhtikan baik baik,,
    1
    2
    3
    chu,,,
    soo baby dan Baekkie scra bersamaan nyium pipiku,,
    *kabur sebelum dihajar eonni Alf*
    *_*

  24. huwaaaaahhhhh ending nya seperti yang ane harapin kok eon hehehee…
    BAGUS….KEREN….DAEBAKKK…..UNBELIVEBLE BANGET!!!!!!
    Tao sadis banget, santai banget ngebunuh orang abis ngebunuh nyengir lagi ckckckc baby panda….
    ini ff pas banget sama judul nya love and pain, baca ff ini dari awal sampe akhir jadi tau bentuk sakit dari mencintai /?
    miris ngeliat chanyeol pas di makam, udah di tingggal bonyok nye eh baekhyunnya ninggalin dia juga…. ngenes….
    moment chanyeol ketemu lagi sama baekhyunnya keren, paham banget perasaan chanyeol yang udah di suruh nunggu 7 tahun tapi yang di tunggu malah balik dengan status baru… ngejleb pasti wkwkwkw….
    untung banget happy ending walaupun banyak yang mati, tapi itu chanbaek baru ketemu lagi udah anu aja ye wkwkwkwk
    cobaan cinta chanbaek yang penuh penderitaan (banget buat chanyeol) akhirnya bisa terlewatkan dan mereka bersatu bukan dengan ikatan persaudaraan tapi dengan ikatan pernikahan…..
    sempet takut baca endingnya gara2 takut endingnya bakal nyesek…. tapi ternyata enggaa
    pokok nya ini ending udah pas banget dah eon….
    KEREN….
    KEREN….
    KEREN….

    ALF KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEN
    makasih pw nya eonn….. lopeklopeklahhhh heheheheheeh

  25. Hua..
    Ff nya keren banget..
    Cie akhirnya ending ff ini seperti yang benar” kuharapkan..
    .akhirnya chanbaek bersatu kembali meskipun harus kahilangan kedua orang tua yang mereka cintai
    .
    Terharu banget karna banyak orang yang berkorban agar cinta chanbaek bersatu kembali bahkan krispun mengorbankan hanya dan cintanya sendiri..
    .aduh gak bis ngebayangin kalo itu terjadi sama aku..
    Pasti aku orang yang paling beruntung
    .
    Baek beruntung banget dicintai oleh banyak orang walaupun cinta yang ia jalanin menyakitkan dirinya termasuk orang yang mencintainya
    .
    Tapi sumpah deh aku kagum sam ketulusan chanyeol yang setia menuggu sang pujaan hati selama 7 tahun..
    .bahkan 7 tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu seseorang belum tentu orang itu kembali
    .
    Tapi benar” cinta itu membawa kebahagiaan yang tiada tara jika kita mampun bertahan dan menunggu waktu yang tepat kayak cintanya chanbaek
    .
    Prokk…prokk

  26. Huaaa akhiny ChanBaek bersama kalo udah jodoh mah mau d apain pun tetap aja bersama. Suka bgt sama kalimat Baekhyun“Tapi… nama Chan Yeol begitu
    megah, begitu besar… hingga walau kau berada di
    depannya, namamu tak sanggup menutupinya
    sempurna” sesuatu bgt lah kesan nya.

    Tebakan ku 50% meleset dan 50% ny lagi bener,meleset krn ku pikir Chanyeol yg akan tewas dan benar ternyata kris yg mengorbankan diriny demi baekhyun. Oke kriss d chapter ini ak bangga padamu.

    Chanyeol y walau udah d tinggal selada 7 tahun tetep aja mah otaknya rada2 kalo menyangkut Baekhyun. Ah tdk apa2 namany jg ketemu org yg sgt d rindukan so wajar lah otak ngeblenk.

    Ah aku gk tahu say mw review apa an yg jelas emosi ku campur aduk. Hidup Chanbaek.

  27. OMGGGGG tao bener2 jahaattttt… aku ngga nyangka kris nusuk tao huft kasian kristao…. aaaaaa akhirnya chanbaek bisa bersatu lagi… chanyeol udah nngu 7thn … wawww endingnya romantis bangetttt….

    ♥♥♥♥♥♥♥♥

  28. tau gk aku jadi korban sakit hati baca chapter akhirnya, sampe nangis sesegukkan, bantal aku juga jadi basah, kakak juga aku sumpahin sialan gegara bikin ff yg ughh soo sad, soo hurt and soo soo yg lain T.T
    soal yg kakak aku sumpahin itu aku minta maaf kak, aku cuman bilang ‘Kak Alf sialan banget’ sambil nangis2 lebay nutupin muka pake bantal.
    Itu nyesek banget loh kak, hampir dari paragraf awal sampe yg Kris gugur itu aku leaking terus T.T
    dan aku marah banget sama Tao diff itu, beneran! Pengen aku karungin, terus sirem air panas lalu taburin semut api dan semut2 gede2 lainnya! Sumpah marah banget wkwkwk konyol ya kak xDD
    dan aku puas sama ff kakak karna ceritanya tuh panjang, waktu yg aku habisin buat baca aja kurang lebih 2 jam-an itu pun aku ada jeda bentar, baca ff seru tuh enaknya dihayati colonthree emotikon
    buat prolog ntahlah diadegan Chan yg pada akhirnya ketemu Baek itu aku kurang sreg masa ._.v don’t be angry ya kak~~ aku cuman mau jujur hehe tapi pas adegan mereka berdua kepemakaman Kris, aku leaking lagiiii~ *dasar cengeng*
    dan kalimat yg aku favorite-in diff kakak yg itu tuh, tentang yg letak2in nama itu aku suka banget >///<
    emang the best deh kak Alf mah grin emotikon
    dan sekarang aku bingung gimana caranya aku mengakhiri status ini dengan tepat, ya udah ah segini aja dulu. Makasih xDD *sungkeman*

  29. huuuueeeee. meweeekkk….
    ending yg bahagia tp juga sedih, gmn yah… soalnya pada mati semua kena doooorrr.
    Tao mati. Tetep aj kesel soalnya dia tega ngebunuh cm buat obsesi cintanya dan br sadar klo orang yg ia cintai mengorbankan diri sendiri bukan.
    Appa baekhyun sebelum ketembak dia kayaknya belum engeh sm penjelasan istrinya soalnya Baekhyun dan Chanyeol.
    Omma baekhyun. emang omma yg baik yg punya niat menyatukan anak2nya yg walaupun sempat berpikir dg cara cerai. tp endingnya lain dia mati kena tembakan Tao.
    Kris. sayang bngt ya, kalo dia mati, tp klo ga mati bakal susah buat hubungan rumit, kris, baekhyun n chanyeol. sungguh dia bener2 hebat bs memprediksi sampai akhir n berpesan ke tuan li buat ngurus semua.

    sempet mewek di chap awal, kris mati dg menggenaskan, n dian ngebunuh Tao. Tao mau mati aj br sadar sm kesalahannya. Kris sungguh pengorbananmu, melindungi baekhyun n chanyeol dari kematian. dia kan bisa aj ngebiarin chanyeol ketembak lalu ngebunuh tao. bersatu dech dia sm baekhyun. tp dia bener2 is the best n rela berkorban.

    Oh so sweet, akhirnya setelah satu 7 thn baekhyun kembali. dan ketemunya manis bngt. sukses bikin chanyeol kayak orang bodoh, mangsekali – kali dia perlu dikerjain. kira bekhyun punya tunangan lain. emang otaknya udang klo udah menyangkut baekhyun.
    ngakak sm obrolanya baekhyun n chanyeol di makamnya kris, dan sekali lg chanyeol ga mau ngalah dan mengklaim baekhyun tetap miliknya. cccckkk dasar rakus.
    so…. selamat buat chanbaek yg akhirnya bersatu walaupun harus dibayar dg harga yang mahal.
    ff daebak kak ALF.

  30. ya tuhaaaaan sweet bgt!! Happy ending🙂
    setelah penantian panjang Chanyeol, akhir nya dia dipersatukan juga dengan Baekhyun.

    Walau banyak sekali waktu yang harus dikorbankan, 7 tahun? gilaak aja lama amat. Tapi aku seneng karena dalam jangka waktu yg lama itu, rasa cinta mereka gk pernah pudar dan gak tergantikan.

    Dan juga harus dengan banyak nyawa melayang, kris eomma dan appa. kris, dia bner2 tulus cinta sama baekhyun, gak rela bgt dia tewas gitu thor. kasian…

    Aih ga di ceritain adegan ranjang nya wkwk padahal aku pengen banget baca haha abaikan. Baekhyun udh diperawanin (?) sama chanyeol tuh. dia udh gak perjaka lagi. perawan atau perjaka ya nyebut nya (?) abaikan wkwk😀

    sekali lagi!!! mau Jerit sambil jingkrak jingkrak, karena akhir nya fanfic ini HAPPY ENDING!!! DAN CHANBAEK BERSATU!! gak ada yg lebih so sweet dr chanbaek, chanbaek jjang!!

    buruan comeback kak alf, aku kangen sama fanfic kakak yg penuh inspirasi(?) haha maaf lebay😀
    kak alf jjang!!

    ps. maaf thor ak bru komen sekarang padahal mnta pw nya udh dr kemarin2. bkn krena males komen atau apa, karena memang baru sempet baca nya sekarang kak. kalau lg ada wkt luang. sekali lagi kak alf jjang!! ^^

  31. Fine… Sebelumnya aku ucapin terima kasih kakak sudah bersedia memberiku password dan berkenan menerim,a ocehan2 aneh-ku yang tertera di kolom komentar😀😀 /jeduagh/
    .
    .
    Please jangan membuat-ku menjadi sosok masocist hanya karena menganggap scene awal bunuh2an di FF ini keren😮😮
    Kebahagiaan ChanBaek benar-benar harus dibayar mahal.
    Waw yang di pemakaman benar2 Hot *o* /kipas2/
    ehem. Ciyeee Baekhyun ngasih cincin ke Chanyeol-nya anti main stream :3 lewat ciuman, bray :3 :3
    .
    .
    Wow!
    7 Tahun??? Keren yah ChanBaek..
    Bertahan dalam waktu 7 tahun..
    Co cweet…❤❤
    Semangat ya Kak ALF
    Lanjutkan karyamu..
    Keep writing and Fighting :3

  32. ehem ehem ini ending nih? oke keep calm tarik napas-hembuskan-trik napas-hembuskan dan AAAAAAAAAA AYEEEEY FINALLY ENDINGNYA CHANBAEK MAAAAN. SUMPAH BAHAGIA BANGEEET. YUHUUUU AYEE AYEE

    haaaah akhirnya setelah semua pengorbanan seorang park chanyeol, byun baekhyun menjadi miliknya dan memang seharus nya jadi miliknya. :v
    dan yeah semoga taoris juga bahagia..
    kebayang di kehidupan selanjutnya kaya gimana. bakal serumit sekarang kah?

    hai ka ALF~ serius ff nya bener bener kereeeeeenn (y)
    suka sama jalan ceritanya dari awal sampe akhir. konfliknya rumit tapi tetep keren.
    ah pokonya TOP bgt deh buat ff ini (y)
    good job ka buat ff chanbaek yg lainnyaa. lain kali bikin yg fluff boleh dong /kedipkedip/
    biglove fou u author-nim❤❤❤
    keep writing & fighting author-nim ^^

  33. finally.. selesai juga baca Love and Pain setelah ngebut beberapa hari yang bahkan semalem pas lagi ngetik komenan buat chapter 9 aku ketiduran. dan baru kebangun jam setengah 4 pagi. langsung keinget dan buru-buru lanjutin komen. habis itu tidur lagi. *ditampol gara2 curcol*

    chapter ini chapter yang paling menguras air mata buatku. pas adegan KrisTao yang pada mati di rumah ChanBaek itu. ya ampuuunn aku bener2 parah banget nangisnya.

    kak Alf nulisnya keren banget. feelnya dapet!! endingnya keren. dengan banyak nyawa yang harus dibayar demi kebahagian ChanBaek.

    aku suka. pokoknya Sukaaaaaa.
    ahahaha.
    part yang nama Kris diletakkin di depan nama ChanYeol tp nama Chan Yeol begitu megah. begitu besar. itu part paling sweeeeet menurutku.

    habis ini jadwalku bca No Regret Live. hahaha *peluk Kris*

    buat kak Alf makasih yaaa udah bikin FF sebagus, se-hurt(?), se-drama FF ini.
    sukses terus buat kak Alf. semoga karyanya semakin banyak. semakin bagus. semakin cinta ChanBaek.
    akhir kata kak.
    wassalam.
    *lempar kolor Kai*
    *dikubur D.O*

  34. Endingnya manis bgt 😭😭 padahal tadi dipertengahan sempet juga mengumpat tao. Poor tao.. Tp diakhir malah berakhir dengan”thanks to tao”. Karena gimanapun tao punya peranan penting buat pemersatu(?) CB. Endingnya unpredictable. As always. Makin betah main disini.. Moga juga author senpai penulis admin gak ada bosen bosennya nerima notif dari komen komen gak jelas dari saya ini… Gimanapun thank you-nya buat nyiptain ff2 berkualitas(tinggi) ini.. Moga semangatnya gak surut buat ttp brkreasi nyiptain ff2 CB/KB/HB yg lainnya. Ganbatte nee~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s