[FF YAOI]- PAYPHONE~ KrisBaek//BaeKris~ [Chapter 4]


payphone 4

FF KrisBaek-ChanBaek

Tittle: Payphone

Author: AyouLeonForever

Genre: whatever -__-

Rate: TTM (?)

Length: Chaptered (sesuai peminat)

Main cast: Byun Baek Hyun-Kris-Park Chan Yeol

Main pair: KrisBaek/BaeKris

Slight: Baekyeol

Other cast: Find them… ^^

Disclaimer: GOD

Copyright: ALF

 

            ~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE** ~~~~~~~~~~~~~~~

           

 

 Chan Yeol POV

 

 

Aku menghentikan gerakan jariku di tuts keyboard, ada sesuatu yang mengganjal pikiranku, terlebih ekspresi sendu Baek Hyun sebelum ia pergi meninggalkan ruanganku.

Tidakkah aku sedikit keterlaluan? Dia hanya ingin mengajakku pulang dan makan bersama, karena memang baru kusadari, kebersamaan kami belakangan ini cukup sedikit.

Eum… baiklah, sangat sedikit.

 

Kuraih gagang telepon di meja kerjaku, dan menghubungi asisten pribadiku, “Manager Jung, aku tidak jadi lembur, aku pulang duluan”

“Ne, Sajang-nim. Aku yang akan menutup restorannya”

Kuletakkan gagang telepon itu di tempatnya, mematikan laptop secepat mungkin dan membereskan berkas yang bisa dibereskan.

Bodoh… Park Chan Yeol bodoh, memangnya untuk apa aku berjuang sampai seperti ini? jelas untuk kebahagiaan Baek Hyun, dan jika pekerjaan ini justru membuatnya bersedih, aku jelas harus bertanggung jawab.

 

kupacu laju mobilku menuju rumah kami. Tempat di mana orang yang paling kucintai tengah menungguku dalam kesepiannya. Harusnya kusadari itu sejak awal, aku bahkan tidak memenuhi permintaannya satu kalipun.

Oh sungguh, bukan karena aku tidak mau, tapi… aku betul-betul tidak percaya diri setiap kali ingin menyentuh tubuhnya, dan kelemahanku itu tampak begitu nyata. Aku betul-betul khawatir tentang hal itu. sangat khawatir.

 

Aku memasukkan mobil ke dalam pekarangan rumah kami yang cukup luas, terus hingga ke garasi karena aku memang tidak berniat keluar lagi.

Byun Baek Hyun… menungguku.

 

Cklek… cklek…

 

Alisku terangkat saat kucoba menggerakkan handle pintu, tapi tidak bisa. Terkunci, apa secepat itu Baek Hyun tidur?

Aku sudah memencet bel beberapa kali tapi tidak ada sahutan, padahal kupikir Baek Hyun cukup sigap membuka pintu setelah mendengar sahutan bel sekeras ini.

“Kemana dia?” Tanyaku bodoh pada diri sendiri. Mengingat bahwa Baek Hyun tidak memegang ponsel, dan itu membuatku semakin cemas.

Aku baru saja hendak beranjak keluar, tapi telingaku menangkap suara deru mobil yang berhenti tepat di depan rumah, dan aku kenal betul siapa pemilik mobil itu.

Penyelamat kami… Tuan Kris.

Dengan langkah sedikit kupercepat, aku berniat keluar pagar, tapi kakiku berhenti bergerak saat melihat siapa yang baru saja turun dari jok depan dan disambut oleh Tuan Kris…

Itu… itu Baek Hyun-ku…

Sebenarnya bukan perkara besar melihat Tuan Kris mengantar Baek Hyun pulang, tapi… kenapa sikap mereka sangat…

Aneh.

Lihat bagaimana mereka berhadapan dan bertatapan, mengobrol sangat ringan dan hangat. Terakhir… lihat bagaimana Baek Hyun tersenyum padanya yang kupikir senyuman seperti sangat jarang. Senyum manis dengan kedua pipi memerah biasanya hanya ia tunjukkan padaku, tapi kenapa ini???

“Um, Baek Hyun-ah…”

“Ne?”

“Bolehkah aku memelukmu?”

 

Deg~

 

Mataku membelalak mendengar percakapan mereka. Peluk? Ini lelucon kan? tapi lihat.. Baek Hyun-ku terdiam seperti orang bodoh dengan wajah memerah.

 

Tuan Kris terlihat menggaruk kepalanya canggung “Ah… sungguh payah, kenapa aku meminta yang aneh-aneh? Tentu saja kau keberat__”

 

Greb~

 

Langkahku mundur ke belakang, seolah hampir limbung melihat pemandangan di depan.

Baek Hyun-ku… lebih dulu mengulurkan tangannya dan menarik tubuh Tuan Kris ke dalam pelukannya. Dan yang menjadi masalah… itu bukan dalam waktu yang sebentar. Kedua mataku sendiri bisa menangkap ekspresi terkejut Tuan Kris, tapi menit selanjutnya ia membalas pelukan Baek Hyun sangat erat, bahkan mengecup puncak kepala Baek Hyun.

Pelukan apa itu? salahkah aku jika kukatakan pelukan itu memiliki makna? Pelukan itu… adalah pelukan yang seharusnya hanya diberikan Baek Hyun untukku, bukan orang lain.

“Jaga kesehatanmu Tuan, jangan memaksakan diri”

Oh Tuhan… Baek Hyun mengatakan itu pada Tuan Kris…

“Ne, kau juga… kalau butuh teman lagi, jangan lupa menghubungiku”

“Kamsahamnida”

“Cheonmaneyo, aku pulang”

“Hati-hati menyetir Tuan…”

 

Percakapan mereka sungguh membuatku gila. Tidakkah aku berlebihan jika kukatakan perilaku mereka layaknya sepasang kekasih yang hendak berpisah sejenak?

Maksudku Byun Baek Hyun… sadarkan dia akan statusnya? Sadarkah dia bahwa dirinya sudah ada yang memiliki? Maka pantaskah ia bersikap seterbuka itu pada namja lain?

Lihat bagaimana pandangannya ke ujung jalan di mana mobil Tuan Kris sudah menghilang beberapa menit yang lalu… ekspresi macam apa itu?

Dan lihat bagaimana Baek Hyun tidak sepenunya menyadari bahwa sejak tadi aku sudah berdiri di dekat pagar, dan menyaksikan semua perbuatannya.

“Jadi… Bisa aku tahu dari mana saja kau bersama Tuan Kris?” Tegurku… dingin. Masih bisakah aku bersikap tenang setelah melihat hal itu?

Dan lihat bagaimana ia terperanjat kaget “Cha… Chanyeollie?”

Kuhembuskan nafasku cukup panjang dan menatapnya lekat, “Aku menunggu penjelasanmu Baek Hyun-ah… juga… kenapa kalian berpelukan seperti itu”

“A… Aku…”

Kegugupannya itu justru melukaiku, “Ada sesuatu yang harus kuketahui Baek Hyun-ah? jika iya, aku siap mendengarnya”

“A… Aku dan Tuan Kris, tidak… ada apa-apa. Aku… bertemu dengannya di jalan, dan dia… mengantarku pulang” Jawabnya tanpa berani menatapku secara langsung.

Ia meremas ujung sweaternya, hal yang kutahu bahwa ia sangat gugup dan ketakutan. Melihatnya seperti itu, aku justru ditempatkan pada posisi seseorang yang terlalu mengekang pasangannya sementara aku sendiri juga tidak betul-betul menjalankan peranku sebagai suaminya.

Jika ini kuteruskan, dan jika Baek Hyun melawan, maka di situlah kekalahanku. Karena memang aku yang lebih dulu mengabaikannya. Yang bisa kulakukan hanyalah membuat sebuah pertaruhan bahwa… memang Baek Hyun tidak memiliki apa-apa dengan Tuan Kris.

Kututup mataku rapat-rapat dan mengatur nafas sebisa mungkin. Aku marah, oh jelas, siapa yang tidak marah melihat orang yang dicintai berpelukan dengan namja lain? Tapi… kusadari keegoisanku jika kulakukan hal itu.

“Aku percaya” Ucapku pelan, membuat Baek Hyun mengangkat wajahnya cepat.

“Ne?”Tanyanya memastikan.

“Aku percaya apapun yang kau katakan, jadi… lupakanlah dan ayo kita masuk”

Bibirnya bergetar, dan jelas saja dia ingin menangis. Entah terharu atau sejenisnya, lalu kutarik tubuh mungilnya ke arahku dan kupeluk ia erat. Barulah tangsnya pecah di sana.

“Mianhae Chan Yeol-ah… mianhae…”Raungnya teredam di dadaku.

Aku hanya bisa mengusap punggungnya dan mengecup puncak kepalanya berkali-kali “Gwenchana, karena nyatanya… akulah yang harus minta maaf karena mengabaikanmu”

Baek Hyun terisak, dan bisa kurasakan tangan mungilnya memelukku lebih erat.

“Sudah makan?” Bisikku saat kusadari dia agak tenang.

Ia menggeleng “Aku lapar…” Keluhnya dengan suara manja yang sudah jarang kudengar.

Aku…

Tuhan… tidak bisa kusembunyikan senyum bahagiaku “Ne… ayo masuk”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Baek Hyun POV

 

Kenyang sekali, sudah cukup lama aku tidak menikmati masakan hasil eksperimenku dan Chan Yeol, dan yang tadi itu tidak buruk, walau bayam yang ia campurkan tadi dengan cabikan ayam terasa sedikit pahit di lidah, tapi tidak mengapa, tetap enak karena kunikmati bersama Chan Yeol.

Ini sudah pukul 1 malam, kami bahkan tidak sadar karena sehabis makan, Chan Yeol sempat-sempatnya mengajakku menonton.

“Langsung tidur?” Tanya Chan Yeol saat aku membenahi selimut.

“Ne, sudah jam satu” Jawabku sembari melepas jacketku, dan merebahkan tubuhku di atas tempat tidur kami.

“Bisa berikan aku kesempatan 15 menit?”

“15 menit untuk apa?”

Chan Yeol kelihatan salah tingkah “Er… mencobanya lagi”

“Apanya?”

Chan Yeol berdecak, lalu kulihat ia menanggalkan kemeja dan celana panjangnya sekaligus dan langsung menghampiriku hanya dengan menggunakan celana pendeknya.

“Cha… Chan Yeol?”Aku jelas gelagapan, aku betul-betul tidak ada persiapan, aku bahkan tidak mandi.

“Kita coba lagi, Ne…” Bisiknya kemudian mulai menarik selimut dan menutupi tubuh kami.

Jujur aku betul-betul gugup saat aku dan Chan Yeol mulai mencoba melakukan hal itu lagi. Walau kesemuanya gagal, tapi aku berharap banyak pada kesempatan kali ini.

Tubuhku menegang saat Chan Yeol membuka kaosku dan memberikan sentuhan di sekitar pinggangku. Bibirnya yang terlatih memanjakan bibirku, juga jemarinya di tubuhku.

Kugigit bibirku kuat-kuat saat namja ini mulai menjamah leherku, memberi sensasi aneh di setiap inchi kulit leherku. Cukup lama…

Tapi…

Saat kupejamkan mataku… bayangan itu muncul tiba-tiba…

Bayangan di mana Tuan Kris menjamahku dengan setiap sentuhannya yang hangat dan penuh perasaan, sempat membuatku lupa bahwa saat aku menyerahkan diriku dulu adalah sepenuhnya kulakukan untuk suamiku.

“Eungh…. Tuan… Jebaaalll” Keluhku saat kurasakan ia menyentuh titik tersensitifku di leher.

Hening…

Sensasi yang diterima tubuhku berhenti, dan saat aku membuka mata, sudah kudapati wajah Chan Yeol yang berpeluh persis di atasku.

“Wae? Kenapa berhenti?”Tanyaku kecewa.

“Kau… sejak kapan kau memanggilku Tuan?”

Aku  membelalak kaget, benarkah kupanggil dia Tuan? “Kau salah dengar Chan Yeol-ah…”

“Ani Byun Baek Hyun… Tuan siapa yang kau maksud?”

Tidak mungkin, oh baiklah… aku memang memikirkan sentuhan-sentuhan Tuan Kris, tapi tidak berarti aku mendesahkan namanya saat Chan Yeol ingin menyetubuhiku. Itu… sungguh… ironis. “Tentu saja kau… Tuanku, Park Chan Yeol…”Lirihku sembari menyeka tetesan keringatnya yang dingin.

Ia menyeringai “Ara… aku Tuanmu, layani aku” Ia mengangkat tubuhku agar berpindah posisi, karena kini aku yang menindihnya.

“Ah, ini tidak apa-apa?”Kusentuh bagian dada kirinya yang masih menampakkan bekas jahitan memanjang itu.

“Gwenchana, bantu aku Baek Hyun-ah”

Aku tersenyum “Hm… kali ini pasti bisa”

Kubenamkan wajahku di lehernya, mencari beberapa titik yang kuharap bisa meningkatkan libidonya, sedikit saja, dan berharap kali ini berhasil.

 

$#%^#@&$!&*%(!^#)m3rIndiN6d15c0jUn6ki12b4lik(&(!#*(%&$^!#&^%(^)*ASDFGHLHJGKDGJDJ~@*~^@~%&$&*#~^$&%#*~&(~)*~)_^(

 

Author POV

 

Jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Tapi sepasang namja itu belum juga memejamkan matanya. Salah satu dari mereka, namja dengan tubuh yang lebih mungil terus menerus menggigit ujung selimutnya, pandangannya kosong ke meja nakas, sayu… dan… entahlah, sulit mengartikannya.

Sementara namja jangkung yang berada di belakangnya, berbaring memunggunginya juga melakukan hal yang sama. Tatapan namja ini terbaca, penuh penyesalan dan rasa bersalah, karena beberapa kali ia mengumpat dirinya sendiri akan ketidak berdayaannya.

“Mianhae….” Itu suara pertama setelah beberapa jam lalu keheningan menghantui pasca kegagalan mereka.

Namja mungil itu menelan ludah, berusaha agar suaranya terdengar wajar, walau dalam dirinya tertumpuk penuh kekecewaan “Gwenchana Chan Yeol-ah… kita bisa mencobanya lagi, kita… tidak boleh putus asa”

Namja jangkung itu, Chan Yeol merutuki dirinya hingga tak bisa lagi menuntun dirinya untuk menyampaikan permintaan maaf lebih dalam lagi.

Sampai ketika tangan mungil itu melingkar di perutnya, dan sebuah dagu runcing menapak di ceruk lehernya, ia tahu bahwa walaupun ia telah membuat namja mungil itu kecewa, masih selalu ada kesempatan untuk dirinya.

“Saranghaeyo Chan Yeol-ah….”bisik namja mungil itu lembut, kemudian ia kecup pelan pipi Chan Yeol.

Namja jangkung itu sendiri memejamkan matanya, berusaha tersenyum “Nado saranghae… Baek Hyun-ah…”

 

~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

Siang itu Kris mengunjungi restoran milik Chan Yeol… tepatnya Baek Hyun, karena memang namja mungil itu selalu membuatnya rindu. Dan senyumnya langsung mengambang saat ia menemukan Baek Hyun di dalam ruang kerja Chan Yeol.

“Sibuk sekali kelihatannya” Tegur Kris membuat namja mungil yang mengamati laptop itu langsung mengangkat wajah.

“Ah Tuan, silakan masuk. Maaf tidak menyadari kedatanganmu” Sambut Baek Hyun hangat.

“Tidak mengganggu kah?”

“Tentu saja tidak, aku hanya memeriksa pekerjaan Chan Yeol, sebenarnya apa yang membuatnya lembur sampai beberapa minggu ini?”

Kris duduk di sofa panjang, sementara Baek Hyun menelpon manager Jung untuk membawakan minuman untuk Kris.

“Mana suamimu?”

Baek Hyun menghampiri Kris dan duduk di sebelahnya, “Keluar. Katanya ada pertemuan dengan perusahaan yang medistribusikan berpak-pak pasta ke restoran ini perbulannya, mungkin ada sedikit kesalahan dalam kesepakatan”

“Hm? Apa nama perusahaannya? Akan ku periksa”

“Tidak perlu Tuan, biar kami saja yang menanganinya”

Kris mengangguk-angguk “Kau sehat?” Tanya Kris. Dan detik berikutnya ia baru menyadari bahwa pertanyaannya tadi terdengar bodoh. entah kenapa ia merasa tidak punya bahan yang masuk akal untuk mengajak Baek Hyun mengobrol.

“Ne Tuan… aku sehat”

Kris mengangguk-angguk, dan berlagak memperhatikan seisi ruangan itu. sebenarnya tujuan Kris ke tempat itu memang hanya untuk menengok Baek Hyun. Berharap kalau ada Chan Yeol di situ karena dia bisa membahas mengenai perusahaan dan restoran dengan Chan Yeol, itu jelas tidak akan ada habisnya. Sementara Baek Hyun? Ia tidak punya pembahasan yang cocok dengannya, kecuali Kris nekat dan membahas perihal kebersamaan mereka waktu itu karena jujur saja, bahkan sampai detik inipun setiap kali Kris melihat Baek Hyun, yang yang terlintas pertama kali di benaknya ada kejadian itu. saat di mana ia menjamah tubuh indah Baek Hyun.

“Ini kopinya Tuan”

Kehadiran manager Jung membuatnya tersadar dari lamunan, mungkin ini bisa sedikit membuatnya memutar otak dan mencari bahan obrolan.

“Permisi” pamit manager Jung, padahal Kris baru berniat mengajaknya mengobrol.

“Anda tidak sibuk Tuan?”Tanya Baek Hyun.

“Ah, tidak. Kenapa?”

“Ya aku hanya berpikir, bukankah ini masih jam kerja? Tapi Tuan sudah berkeliaran”

Kris pun tertawa “Jadi kau ingin mengusirku?”

Baek Hyun langsung terperanjat “Ah tentu saja tidak Tuan… aku hanya itu… eum… itu”

“Arasso, aku hanya bercanda. Mungkin kau sedikit sibuk. Aku kembali saja kalau begitu”

Baek Hyun refleks menarik ujung jas Kris “Ah jangan…”.

Kris kembali terduduk, dan menatap Baek Hyun “Wae?”

“A… ani…” segera ia lepas tangannya. “Aku hanya tidak ingin anda tersinggung Tuan”

Kris menggumam, kemudian menyembunyikan senyumnya “Kalau begitu, maukah kau menemaniku jalan-jalan siang ini? moodku memang sedang buruk”

Baek Hyun mengangkat wajahnya “Ah ne, baiklah”

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Kris tidak bisa menyembunyikan degupan jantungnya setiap kali melihat Baek Hyun menatap wahana permaianan dengan terpukaunya. Dan entah sadar atau tidak, Baek Hyun langsung menarik tangan Kris untuk menaiki wahana Roller coaster dengan medan yang cukup ekstrim.

Baek Hyun juga bersorak histeris selama menaiki wahana itu. Belum lagi saat menaiki bianglala, Baek Hyun sampai merapatkan wajahnya di dinding kaca untuk melihat pemandangan kota dengan ekspresi kekagumannya. Bahkan dengan mulut tak henti-hentinya terbuka.

Kris sendiri berpikir, masa kecil Baek Hyun mungkin sedikit suram, atau mungkin juga masa kecilnya tidak cukup dia lewati dalam periode 20 tahun, hingga masih bersisa karakter anak kecil pada dirinya.

“Kapan terakhir Chan Yeol mengajakmu berkencan?” Tanya Kris tiba-tiba.

Baek Hyun menoleh, kemudian kembali duduk di bangku dalam bianglala itu, “Eum… aku lupa, semenjak di Beijing kami lebih sibuk mencari uang”Jawabnya masih dengan wajah cerah.

“Benarkah?”

“Beijing sangat luas ternyata” Baek Hyun masih belum bisa menyembunyikan keterpukauannya.

“Hm, kalau aku ada waktu luang lagi, akan kuajak kau keliling Beijing”

Baek Hyun tersentak, kemudian menatap Kris yang duduk berhadapan dengannya “Ah tidak perlu Tuan…”

“Jangan sungkan, anggap saja sebag__”

 

Krek…Krekk…

 

Sebuah guncangan kecil terasa oleh mereka, dan detik berikutnya bianglala itu berhenti berputar, sementara mereka persis berada di puncak tertinggi.

“A… ada apa ini? kenapa berhenti?”Tanya Baek Hyun panik.

“Mungkin ada kerusakan kecil, tenanglah, ini tidak akan lama”Jawab Kris santai, padahal sebenarnya dia juga tidak setenang itu. ia berjanji akan mencari pemilik taman bermain ini dan menuntutnya.

 

“Check….check… pengunjung yang terhormat, maaf atas ketidaknyamanan ini. ada kerusakan kecil pada mesin, dan kami akan segera memperbaikinya. Dimohon kepada pengunjung untuk tetap tenang dan bersabar”

 

Kris mengangkat alisnya, memastikan Baek Hyun juga mendengarnya. Setidaknya agar namja mungil itu sedikit lebih tenang.

“Kira-kira tingginya berapa meter yah Tuan?”tanya Baek Hyun. Wajahnya sudah mulai memucat ketakutan.

“Entahlah, puluhan meter mungkin, yang jelas tidak sampai 100 meter”Kris masih menjawab dengan tenang.

“Kalau kita terjatuh bagaimana?”

Kris mengangkat alis, ternyata Baek Hyun memang mudah dihantui prasangka-prasangka buruk, dan hal seperti itulah yang membuat seseorang biasanya lebih mudah takut bahkan fobia akan sesuatu. “Tidak akan, kecuali ada gempa besar dan wahana ini rusak, baru kita akan jatuh”

Baek Hyun membelalak “Kalau terjadi gempa bagaimana Tuan?”

Kris merutuki dirinya, Baek Hyun justru terlihat makin takut, terbukti saat tangannya menggenggam sisi tempat duduknya dengan cukup kuat.

“Tidak akan mudah jatuh, karena… karena…. eum karena wahana ini kuat, sudah diuji jadi tidak mudah jatuh bahkan kalau skala gempanya cukup tinggi”jawab Kris yang sebisa mungkin menenangkan Baek Hyun walau itu tidak masuk akal.

“Be…. begitu? Syukurlah…”

Kris tertawa “Kau takut?”

Baek Hyun seketika menggeleng kuat “Tidak…”

“Tenanglah, kau tidak sendiri”

 

Ces~

 

Baek Hyun menunduk, seolah ada yang membuat hatinya sejuk, dan itu justru membuatnya semakin gugup.

“Kau masih takut?”Tanya Kris.

Baek Hyun tidak menjawab, hanya menunduk.

“Kemarilah” Kris mengulurkan tangannya.

Namja mungil itu kembali gugup, ditatapnya tangan Kris yang ingin menyambutnya, dan dengan sedikit ragu ia menapakkan tangan mungilnya di atas telapak tangan Kris.

“oh God… tanganmu dingin sekali”Ucap Kris sembari menuntun Baek Hyun perlahan berpindah dan duduk di sebelahnya. Walau sempat membuat wahana itu miring beberapa derajat, tapi selanjutnya mereka sudah terbiasa.

 

Hening… tanpa suara. Kris bahkan khawatir Baek Hyun akan mendengar debar jantungnya yang tidak keruan. Sementara namja mungil itu terlihat mulai tenang.

Beberapa menit seperti itu, hingga Kris menyadari ada sesuatu yang aneh. Baek Hyun menyandarkan kepalanya di lengan Kris, dan terasa sedikit berat. Setelah Kris sedikit membungkuk dan menoleh ke wajah Baek Hyun…

Ia membelalak kaget. Baek Hyun tertidur, dan terlihat sangat pulas. Hal itu menuntun Kris untuk mengulas senyumannya.

“Hebat… kau bisa tertidur juga”Lirihnya pelan. Kemudian ia mengubah posisi tidur Baek Hyun agar leher namja mungil itu tidak sakit. Kris bergeser sedikit merapat di pinggir, dan ia membiarkan Baek Hyun tidur di pahanya. Cara itu cukup berhasil karena tidur Baek Hyun terlihat semakin nyaman, terlebih Kris bisa dengan leluasa melihat wajah Baek Hyun dari samping.

Ia bahkan berharap wahananya terus rusak seperti ini sampai besok agar ia bisa menghabiskan waktu yang lebih lama lagi bersama Baek Hyun.

“Salahkah jika aku mencintai namja ini Tuhan?”Bisiknya tulus. Dan dengan sangat hati-hati ia membungkuk, dan mengecup pipi mulus Baek Hyun yang terpajang sempurna itu. dan selanjutnya Kris cepat-cepat membetulkan posisinya karena takut ketahuan kalau ia mencuri-curi kesempatan.

Tapi beruntung, Baek Hyun betul-betul tertidur pulas, sampai ia tidak menyadarinya.

 

~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Harapan Kris tidak terkabul, karena wahana kembali berputar 15 menit kemudian, dan itu membuat Baek Hyun terbangun.

“Ah, mian… kenapa aku bisa tertidur?” Seru Baek Hyun sembari mengusap kedua matanya.

“Gwenchana… santai saja”Balas Kris.

“Jam berapa sekarang Tuan?”

“Eum, jam 4 sore, wae? Kau mau pulang?”

Baek Hyun tersenyum “Padahal tadi rencananya aku yang menemanimu jalan-jalan Tuan, tapi kenapa sekarang justru anda yang menemaniku bermain?”

Kris balas tersenyum “Sama saja, aku justru lebih senang” Ucapnya sembari memebetulkan rambut Baek Hyun yang sedikit kusut.

“Ah ne… syukurlah”

 

~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

Baek Hyun POV

 

Tuan Kris mengantarku sampai depan restoran, karena memang dia tidak bisa mampir. Sudah terlalu lama meninggalkan kantor, jadi dia memang harus kembali secepatnya.

Sebenarnya ada satu hal yang tidak bisa kupungkiri. Seharian berjalan-jalan dengan Tuan Kris sangat menyenangkan. Walau hanya di taman bermain, tapi aku betul-betul… ah susah membahasakannya karena aku betul-betul senang.

 

Aku sedikit keheranan saat mendapati Chan Yeol dan menager Jung tengah sibuk mengutak atik laptop di ruang kerja Chan Yeol, dan terlihat jelas wajah mereka serius, bahkan wajah Chan Yeol terlihat keras.

“Chan Yeol-ah, kapan kau kembali?” sapaku saat aku baru saja masuk.

Chan Yeol mengangkat wajah, masih dengan ekspresi dinginnya “Dari mana saja?”

“Hm, jalan-jalan dengan__”

“Tuan Kris?”Potongnya mendahuluiku.

Aku  terhenyak, kemudian mengangguk pelan dengan kepala tertunduk.

“Kita bahas itu nanti, sekarang katakan padaku siapa yang menyentuh laptopku saat aku pergi?”

“Ne? apa terjadi sesuatu?” aku mendekat ke arah Chan Yeol dan ikut memperhatikan laptop itu.

“Laptopku bermasalah, dan semua fileku rusak, tidak bisa dibuka. Kau tahu siapa yang mengacak laptopku?”Tanya Chan Yeol serius.

Deg~

Seingatku, memang aku yang terakhir menyentuh laptopnya, dan karena Tuan Kris datang, aku lupa mematikannya, tapi tidak mungkin karena hal itu kan?, “I… Itu, tadi aku membuka file-filemu dan…”

Chan Yeol membelalak “KAU YANG MERUSAKNYA???”

Aku tersentak ke belakang mendengar bentakan Chan Yeol. Jujur ini pertama kalinya Chan Yeol membentakku seperti itu, dan itu membuatku gemetar, “Tidak… aku hanya… membuka filemu dan memeriksa format data keuanganmu dan… hanya itu, aku tidak merusaknya…”

“TAPI SEKARANG FILENYA TIDAK BISA DIBUKA” Lanjut Chan Yeol masih dengan nada marah, Chan Yeol memarahiku…

“Aku tidak tahu Chan Yeol-ah…”

Chan Yeol makin meradang, matanya berkilat-kilat marah seolah akan menerkamku, membuatku makin gemetar ketakutan “KALAU KAU TIDAK TAHU APA-APA, JANGAN IKUT CAMPUR. LIHAT APA YANG KAU LAKUKAN? KAU JUSTRU MENGACAUKAN SEMUA PEKERJAANKU? APA KAU TAHU BERAPA LAMA AKU MENGERJAKAN ITU? KAU TIDAK TAHU SEBERAPA LELAHNYA AKU…..”

Aku mundur ke belakang dengan kepala tertunduk menyembunyikan wajahku “Mi… Mian… aku… tidak…” Suaraku bergetar, dan air mataku sudah tidak bisa kutahan. Walau kuhapus berulang-ulang tetap saja air mataku itu keluar bergerombol.

“Baek Hyun-ah… itu…”

“Aku…. tidak akan menyentuh laptopmu, aku tidak akan ikut campur, aku tidak akan mengacau, aku tidak akan… hiks…” Tangisku pecah, dan aku sudah tidak tahan lagi. Detik selanjutnya aku meninggalkan ruangan Chan Yeol dan terus berlari meninggalkan restoran itu.

Masih bisa kudengar Chan Yeol meneriakkan namaku, tapi aku tidak menggubrisnya. Dia bukan Park Chan Yeol, dia bukan suamiku. Karena kalau dia Park Chan Yeol, mana mungkin dia membentakku dan memarahiku hanya karena sesuatu yang sepele, dan kuyakin bukan sepenuhnya kesalahanku.

~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~

 

Kris POV.

 

“Tampaknya anda bahagia sekali hari ini Tuan?” Tanya Chen saat ia membawakan beberapa dokumen yang seharusnya kuperiksa sejak tadi siang. Tapi karena aku membolos, terpaksa aku harus menyelesaikannya sampai malam.

“Hm, tadi aku mengajak Baek Hyun jalan-jalan. Entahlah, melihatnya tersenyum bahkan tertawa, aku sendiri jadi tidak bisa berhenti tersenyum”Jawabku jujur.

“Anda memang terlihat cerah belakangan ini Tuan, seperti bukan Tuan Kris yang biasanya”

Aku mengangkat alis, menatap Chen “Apa aku yang sebelum ini terlihat menyeramkan?”

“Ah maaf Tuan, bukan seperti itu, hanya saja…”

“Sudahlah, kau jangan takut begitu. Moodku memang selalu baik kalau mengangkut soal Baek Hyun”

Chen tersenyum padaku “Kurasa memang anda sudah mulai mendapatkan harga atas kesabaran anda selama ini Tuan”

“Hm?” aku meletakkan penaku dan menyandarkan punggungku di kursi kerjaku itu, “Menurutmu… apa aku licik Chen?”

“Licik? Dalam artian apa Tuan?”

“Ayolah, kita tidak boleh munafik. Restoran, juga rumah itu, kuberikan Cuma-Cuma pada mereka apakah aku terkesan licik?”

“Tergantung niat anda Tuan”

Kris menggumam “Niat awalku adalah, aku ingin membuat Chan Yeol punya kesibukan hingga mengabaikan Baek Hyun, dan kurasa itu berhasil. Chan Yeol mulai gila dengan pekerjaannya sampai membuat Baek Hyun berkali-kali melewati hariya dengan seorang diri. Dan aku berharap saat dia sendiri, dia akan mengingatku dan berlari ke sisiku. Seperti yang ia lakukan belakangan ini”

“Hm, aku mengerti Tuan, tapi apa maksudnya dengan niat awal? Apakah ini berarti niat anda telah berubah”

Aku mengangguk sebagai pebenaran “Benar… itu hanya niat awal, tapi lama-kelamaan aku merasa itu tidak lagi penting. Entahlah, aku tidak ingin mengatakan kalau aku tulus, karena aku tidak pantas untuk itu. aku terlalu licik jika dikatakan tulus. Tapi… apa kau percaya? Bahkan jika aku tidak bisa mengambil Baek Hyun dari Chan Yeol, aku tetap merasa bahagia asal anak itu terus tertawa seperti yang kulihat tadi siang. Aku betul-betul tidak suka melihatnya murung, apalagi menangis Chen”

Chen tersenyum padaku “Anda betul-betul mencintainya Tuan”

Kuhembuskan nafas panjangku, lega… “Kurasa begitu, sayangnya cinta pertamaku justru adalah orang yang tidak bisa kumiliki. Ironis memang, tapi selama aku masih bisa seperti ini, selalu melihatnya tertawa, meluangkan sejenak waktu bersama, walau hanya sekedar mengobrol dan tertawa bersama, aku rasa sudah cukup”

“Sayang sekali Baek Hyun tidak bisa menjadi pendamping anda, karena kurasa akan semakin sempurna bila anak itu terus bersama anda. Mood anda sangat bagus belakangan ini, anda juga sudah jarang minum, dan… entahlah Tuan, kehadiran Baek Hyun sepenuhnya membawa dampak positif untuk anda”

Aku tertawa, entah itu pujian atau sindiran “Oh iya, tanggal berapa sekarang?”

“Tanggal 4 Tuan, kenapa?”

“Tidak…” Aku menyeringai kemudian memejamkan mata “2 hari lagi dia ulang tahun”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

Baek Hyun POV

 

Aku menghentikan lariku, menapakkan tanganku pada tiang lampu jalan sebagai penyangga karena aku seperti akan kehabisan nafas akibat berlari terlalu lama, dan kurasa ini sudah sangat jauh.

Dengan ragu aku menoleh ke belakang, tapi nihil. Untuk apa aku berlari, untuk apa aku pergi, nyatanya Chan Yeol pun tidak berniat mengejarku.

Rasanya sesak sekali, bukan karena nafasku yang tersengal-sengal, tapi perlakuan Chan Yeol padaku. Hanya karena sebuah laptop, dia memarahiku sampai seperti itu. Baiklah mengerjakannya memang susah, tapi tidakkah itu berlebihan sampai dia memperlakukanku seperti itu?

Chan Yeol… jahat…

 

Aku melanjutkan langkahku, kali ini sangat pelan karena sepertinya aku sudah kehabisan tenaga. Dan begitu terkejutnya aku saat menyadari di mana sekarang aku menapakkan kaki.

Oh God… kenapa setiap kali aku terluka, setiap kali aku putus asa, aku selalu berhenti di tempat ini? di dekat hotel milik Tuan Kris, atau lebih tepatnya di depan bilik telepon umum itu.

Ada apa antara aku dengan bilik telepon ini? dan kenapa harus tempat ini?

Oh baiklah… ini seperti penghubung antara aku dengan Tuan Kris karena memang semuanya bermula dari sini. Tapi… entah ada apa dengan bilik telepon ini, setiap aku melihatnya, benda itu seperti memanggilku dan memintaku masuk, menyentuh gagang telepon, memasukkan koin dan menekan deretan angka yang kuhapal di luar kepala.

Dan benar saja, aku melakukan semua hal itu.

Tersambung!!!!

“Baek Hyun-ah?” sapa suara Tuan Kris di ujung sambungan.

“….” Aku ingin membuka suara, tapi aku tidak tahu apa yang harus kukatakan?.

“Kau baik-baik saja? Kau menangis?”

Aku sangat yakin isakanku tak terdengar, tapi kenapa Tuan Kris begitu tahu akan hal itu?

“Tunggu aku, aku segera kesana menjemputmu”

“Andweyo…”Cegatku.

Hening…

“Kau… ada masalah?”Tanya Tuan Kris lagi.

“A… ani” jawabku, masih berusaha menghentikan tangisku.

“Ceritalah… aku mendengarmu. Kau tidak sendiri”

Kupejamkan mataku kuat-kuat, kenapa setiap kali Tuan Kris mengatakan hal itu, jantungku langsung berdegup kencang, rasa sesakku kini bertambah “Aku… aku mengacau”rintihku.

Hening sejenak.

“Mengacau apa?”

“Mengacau pekerjaan Chan Yeol…”

Hening lagi…

“Chan Yeol memarahimu?”

Kubungkam mulutku kuat-kuat karena saat Kris menebak itu, aku seperti ingin menangis keras dan mengadu padanya.

“Aku akan menegurnya”

“Andweyo… Biarkan saja Tuan…”

“Baiklah, bisa kau ceritakan dengan jelas? Mungkin aku bisa membantumu menyelesaikannya”

Aku terisak, beruntung sekali karena Tuan Kris masih bersabar, menungguku hingga tangisku reda, “Aku merusak laptopnya. Semua file penting di dalam sana rusak, dan tidak bisa dibuka”

Hening…

“Hanya seperti itu?”

Aku mengangguk, walau tahu Tuan Kris tidak akan melihatku “Ne… tapi Chan Yeol marah karena ia mengerjakan itu berminggu-minggu dan aku merusaknya dalam kurun waktu tak cukup sehari”

“Tenangkan dirimu Baek Hyun-ah, itu bisa diperbaiki. Aku pernah mengalaminya beberapa kali, tapi tidak berlangsung lama karena Chen langsung mengatasinya dengan baik. Akan kukirim Chen ke sana untuk memperbaikinya”

Mataku membulat “benarkah Tuan? Benarkah itu bisa diperbaiki”

“Hm, tentu saja. Benda itu dibuat oleh manusia, jadi tidak mungkin tidak ada kelemahannya, itu bisa ditangani, percayalah”

Kuhapus sisa air mataku dengan cepat “Kamsahamnida Tuan Kris… jeongmal kamsahamnida”

“Jangan sungkan, sudah kubilang kalau kau butuh sesuatu, katakan saja padaku. Ah tunggu, itu Chen”

Perlahan kudengar sayup-sayup Tuan Kris menyuruh Chen melakukan sesuatu, yang kutahu ia pasti menyuruh Chen untuk ke restoran dan memperbaiki laptop milik Chan Yeol.

“Chen segera ke sana, jadi kau tenanglah”

“Ne Tuan… kamsahamnida”

“Mau kujemput?”

“ne?”

“Jarak rumahmu dengan telepon umum itu cukup jauh. Aku akan ke sana dan mengantarmu pulang”

“Ah tidak perlu Tuan, aku bisa pulang sendiri”

“Tunggu aku di sana, aku ingin membawa sapu tangan. Matamu pasti bengkak seperti badut yang tadi kita lihat di taman bermain”

Itu tidak lucu, tapi sungguh aku tertawa kecil dibuatnya, “Kamsahamnida…”ucapku masih sesenggukan di sisa tangisku.

“Hm, aku masih di kantor, tapi tidak lama. Masuklah ke hotel kalau kau lelah menunggu. Akan kuminta seseorang menyiapkan kamarmu”

“Tidak perlu Tuan, aku akan menunggumu di sini. Aku… aku suka di sini”Jawabku jujur.

Ia tertawa “Kupikir tempat itu justru membawa kenangan buruk untukmu, karena aku melakukan kesalahan di situ”

Pipiku memanas “Tidak Tuan… tempat ini… um… tempat ini bersejarah”

Hening…

“Tunggu aku Baek Hyun-ah…”ucapnya tegas.

“Ne…”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Author POV

 

Chan Yeol kembali ke dalam restoran dengan wajah kusut, nyatanya dia tidak berhasil mengejar Baek Hyun, selain karena namja mungil itu sudah terbiasa berlari hingga larinya cepat dan sulit terkejar, Chan Yeol sendiri juga tidak boleh terlalu keras  memacu jantungnya karena walaupun operasinya berhasil, dia tetap masih lemah untuk hal-hal seperti itu.

“Anda menemukan Baek Hyun, sajang-nim?”Tanya manager Jung.

Chan Yeol menggeleng, kemudian menghempaskan duduknya di sofa ruang kerjanya, “Aku betul-betul keterlaluan. Sudah kutahu bahwa dia tidak bisa dibentak, aku justru membentaknya dan memarahinya habis-habisan”

“Um, bukan bermaksud ikut campur Sajang-nim, tapi anda benar, tadi memang anda sedikit keterlaluan. Kalau memang Baek Hyun yang merusak laptop anda, kurasa itu betul-betul tidak disengaja, dia hanya ingin menunjukkan pada anda bahwa dirinya berguna”

Chan Yeol terdiam kemudian memijat keningnya “Aku marah sebenarnya bukan sepenuhnya karena perkara itu”

“Lalu?”

Chan Yeol menghela nafas panjang “Dia… terlalu sering bersama Tuan Kris, dan itu membuatku takut”

Manager Jung meghampiri Chan Yeol dan duduk di sebelahnya “Maksud anda?”

“Entahlah… ada perasaan aneh yang menyergapku saat melihat Baek Hyun sangat dekat dengan Tuan Kris. Ini seperti prasangka buruk, bahkan sejak aku masih koma dulu”

“Aku… masih tidak mengerti?”

“Kuharap ini hanya mimpi, tapi selama aku Koma, Baek Hyun selalu bercerita bagaimana usahanya mendapatkan uang untuk operasi jantungku”

Manager Jung terdiam, memberi kesempatan Chan Yeol menyelesaikan ceritanya.

“Tapi ada satu kalimat yang membuatku khawatir, dan kuharap itu hanya mimpi”

“Apa itu?”

Chan Yeol menarik nafas “Saat Baek Hyun mengatakan ini… walau ragaku telah dijamah oleh namja lain… tapi seluruh jiwaku, hanya untukmu Chan Yeol-ah… sepenuhnya

Manager Jung tersentak kaget “ah mungkin anda salah dengar, atau mungkin karena anda begitu khawatir, yang kutahu saat orang sedang koma, sulit membedakan antara dunia nyata dan dunia mimpi, karena sekatnya sangat tipis, antara hidup dan mati”

“Hm… Kuharap begitu Manager Jung, karena aku tidak ingin berprasangka bahwa kalimat itu…” Chan Yeol terdiam sejenak dan menatap Manager Jung “Ada sangkut pautnya dengan Tuan Kris”

“Ja… Jangan berprasangka begitu Sajang-nim, Baek Hyun sangat mencintai anda, jadi tidak mungkin kalau….”

“Benar… saking besarnya cinta Baek Hyun padaku, kurasa dia rela melakukan apapun”

“Sajang-nim, kumohon berhentilah berprasangka,  bukan hanya karena Baek Hyun, tapi juga karena Tuan Kris, berikut semua kebaikannya pada anda”

“Dan kau percaya ada orang di dunia ini yang memberikan rumah, mobil, bahkan restoran semewah ini dengan Cuma-Cuma? Kurasa itu mustahil”

“Dan lebih mustahil lagi kalau anda mengira bahwa Tuan Kris melakukan semua ini hanya untuk Baek Hyun”

Chan Yeol menggeleng “Tidak ada yang mustahil dalam cinta, manager Jung… tidak ada”

“Lalu anda tidak percaya pada cinta anda sendiri?”

Chan Yeol terdiam…

Manager Jung menepuk pundak atasannya itu “Selesaikan masalah anda secepatnya, dan hilangkan prasangka itu”

“Permisi… Chan Yeol-shii”

Chan Yeol langsung menoleh ke pintu ruangannya yang memang tidak tertutup “Ah, Chen… silakan masuk”

Chen tersenyum, kemudian masuk sembari membawa sebuah ransel, “Kudengar dari Tuan Kris, komputer anda bermasalah?”

Chan Yeol mengangkat alis takjub, ia sempat bertatapan dengan Manager Jung kemudian kembali menoleh pada Chen “Dari mana Tuan Kris tahu bahwa laptopku bermasalah?”

Chen hanya tersenyum, “Kalau Tuan Kris memperhatikan seseorang, maka ia akan langsung tahu kesulitan yang di alami orang tersebut. Aku datang untuk membantu anda Tuan”

“I… Itu… Oh God… apalagi yang harus kuucapkan pada Tuan Kris? Bahkan sejuta terima kasihpun tidak akan cukup”

Chen kembali tersenyum. “Tuan Kris akan sangat senang jika orang yang diperhatikannya juga senang. Itu saja Chan Yeol-shii”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

Kris melajukan kecepatan mobilnya, entah kenapa jantungnya berdegup kencang, hatinya hangat, bahkan panas. Satu-satunya hal yang ingin dia lakukan saat ini adalah melihat wajah Baek Hyun setelah ia mengatakan hal tadi.

“Tidak Tuan… tempat ini… um… tempat ini bersejarah”

 

Demi Tuhan, ingin sekali Kris mengetahui makna lebih lanjut dari kalimat itu. maka dari itu, begitu mobil Kris memasuki area parkir Hotel miliknya, ia memarkirnya asal-asalan dan segera turun dari mobil dan berlari ke bilik telepon umum itu. tempat yang dikatakan Baek Hyun sebagai  tempat bersejarah.

Kris menapakkan tangannya di pintu box telepon itu, nafasnya memburu, dan ia terbatuk beberapa kali untuk memperlancar saluran nafasnya. Dan detik selanjutnya ia membuka pintu box telepon itu, menerobos masuk dan menutupnya kembali.

“Tuan? Kenapa anda berlari?”Tanya Baek Hyun.

“Baek Hyun-ah… bisakah… hosh…hosh… bisakah aku memelukmu?”

Baek Hyun terhenyak “Ada apa ini Tuan?”

“Jebal… satu kali saja…”

“I… itu… baiklah, tidak apa-ap__”

 

Greb~

 

Kris tidak menunggu Baek Hyun menyelesaikan kalimatnya, karena kini ia sudah menenggelamkan tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. “Aku mencintaimu… aku mencintaimu… aku mencintaimu. Byun Baek Hyun aku mencintaimu…. aku sangat mencintaimu”

Mata Baek Hyun membelalak saat mendengar penuturan langsung dan bertubi-tubi itu “Mwo?”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Anda tidak apa-apa Chan Yeol-shii?”tanya Chen saat melihat Chan Yeol merengkuh dada kirinya.

“Ah, tidak… mungkin pengaruh terlambat minum obat”Jawab Chan Yeol asal, ia masih memperhatikan Chen yang berusaha memperbaiki program komputernya.

“Sebaiknya anda pulanglah beristirahat. Ini bisa saya selesaikan secepatnya, percayakan saja padaku”

“Tidak apa-apa Chen”

“Pulanglah sajang-nim, beristirahatlah. Aku yang akan menemani Tuan Chen di sini”Usul manager Jung.

“Hm, baiklah… mungkin aku memang harus berbicara dengan Baek Hyun agar aku merasa lebih lega, sebaiknya aku meminta maaf padanya”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

Baek Hyun sedikit meronta, meminta Kris untuk melepaskan pelukannya, “Tuan… ada apa ini?”

“Sebentar lagi Baek Hyun-ah, jebal…”

“Tapi Tuan, apa yang baru saja anda katakan? Lelucon apa ini?”

“Ini bukan lelucon, aku mencintaimu”

“Tapi Tuan, aku sudah punya suami dan aku sangat mencintai suamiku, jadi hentikan ini… ini sungguh… salah….”

“Ani… cinta tidak pernah salah, aku mencintaimu, sangat mencintaimu”

“Tapi Tuan, aku tidak bisa…”

Kris semakin merapatkan pelukannya “Tenanglah… cintaku tidak menuntut apa-apa. Jadi kumohon biarkan saja seperti ini dulu sampai gemuruh di dadaku reda, karena kalau kaupun tidak menolongku dan membiarkanku sekarat seperti ini, maka aku tidak bisa menjamin bahwa aku tidak akan melakukan sesuatu untuk merebutmu dari Chan Yeol”

Baek Hyun menghentikan gerakannya, diam mematung.

“Jadi kumohon, biarkan saja dulu seperti ini. Tidak lama, sampai gemuruh ini mereda”

Namja mungil itu menurut. Ia biarkan Kris memeluknya segenap jiwa raga. Dan benar juga, di dalam dada Kris terdengar gemuruh yang begitu keras, debaran jantung juga desiran darah, dan lagi nafasnya yang memburu menandakan bahwa benar perasaan Kris begitu menderanya.

Baek Hyun betul-betul merasakannya, merasakan cinta yang bergemuruh itu. cinta yang begitu besar dan megah, tapi tidak menuntut. Membuatnya memejamkan mata dan merapatkan telinganya di dada bidang Kris.

Waktu bergulir begitu cepat, kedua insan itu bahkan tidak menyadari sudah berapa rotasi jarum jam terlewatkan dalam diam. Sampai ketika gemuruh itu betul-betul mereda, Baek Hyun pun menghembuskan nafas panjangnya.

“Maafkan aku telah membuatmu seperti ini”Lirih Baek Hyun tulus.

Kris mengangguk, kemudian mengecup puncak kepala Baek Hyun, betul-betul penuh perasaan. “Tidak apa… karena aku memang tidak menuntut apa-apa”

“Aku… mencintai Chan Yeol”

“Aku tahu…”

Baek Hyun terdiam sejenak, seolah mengumpulkan keberaniannya “Aku… aku… menyayangimu Tuan…”

Mata Kris membulat, ia lepas pelukannya dan menatap Baek Hyun hangat “Kau… bilang apa?”

“Ini konyol, tapi… aku betul-betul menyayangimu. Aku… suka… berada di dekatmu”

Kris merasakan nafasnya sempat tercekat, tapi detik berikutnya ia tertawa tidak percaya, “Tidak apa-apa… itu tidak buruk. Kau menyayangiku itu lebih baik dari pada kau tidak merasakan apa-apa padaku”

Baek Hyun pun tersenyum, “go… gomawoyo…”

Kris kembali memeluk Baek Hyun, “Kuantar kau pulang”

“Ne… Tuan…” Baek Hyun mengulurkan tangannya kemudian memeluk punggung kokoh Kris. Hatinya lega, seperti telah melepaskan berkarung-karung beban  yang menumpuk di hatinya.

Betul-betul lega.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Baek Hyun melangkah masuk ke dalam rumahnya, masih dengan perasaan lega. Ia langsung menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa membuat teggorokannya segar.

 

“Darimana?”

 

Suara berat itu mengejutkannya, seketika menoleh. Dan wajahnya yang tadi cerah kembali mendung. Ia tidak menjawab pertanyaan itu, lebih memilih membereskan gelas yang tadi ia pakai minum.

 

“Maafkan aku”

 

Deg~

Gerakan Baek Hyun yang mencuci gelas seketika berhenti. Ia bahkan mendengar langkah pelan menghampirinya. Dan sedikit terkejut saat dua lengan kekar itu memeluk perutnya dari belakang, ia ingin menoleh, tapi sebuah dagu tumpul menapak di bahu sempitnya.

“Hukum aku…”Tambahnya lagi.

Baek Hyun mengatupkan bibirnya yang kembali bergetar.

“Aku bodoh telah membentakmu, aku bodoh karena memarahimu. Maka hukum aku Baek Hyun-ah…”

“Chan Yeol-ah…”suara Baek Hyun terdengar serak, karena memang dia sudah cukup banyak menangis sebelum ini.

“Kau bersedia memaafkanku kan?”

“Kau membuatku takut Chan Yeol-ah… kau membentakku dan… kau terlihat sangat membenciku. Itu menyakitkan”

Chan Yeol mengeratkan pelukannya “Maafkan aku, aku khilaf. Tidak akan kuulangi, aku berjanji”

“Bukan aku yang merusak laptopmu, aku hanya memeriksa filemu…aku hanya__”

“Aku tahu, aku percaya. Kalau perlu akan kuhancurkan laptop itu karena sudah membuatku memarahi Baek Hyun-ku”

Baek Hyun akhirnya kembali menangis, dan detik berikutnya ia berbalik dan memeluk Chan Yeol erat, “Jangan memarahiku Chan Yeol-ah… jangan pernah marah padaku, hatiku sakit”

Chan Yeol mengusap punggung Baek Hyun dan mengecup keningnya berkali-kali “Hm, aku berjanji. itu yang terakhir kalinya aku berbuat bodoh karena memarahimu”

“Aku mencintaimu Chan Yeol-ah…”

“Hm, aku juga mencintaimu… sangat”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Baek Hyun terbangun cukup pagi, hari itu. dan betapa bahagianya ia karena hari ini ia disambut oleh wajah Chan Yeol yang masih terlelap di sampingnya. Ia menarik selimut yang menutupi tubuh polosnya dan Chan Yeol, berniat bermalas-malasan dulu pagi itu untuk memandangi wajah suaminya.

Mereka mencobanya lagi tadi malam, tapi tetap seperti itu, hanya sampai semi s*x. Walau bagaimanapun, Baek Hyun tetap menghargai usaha Chan Yeol.

“Saranghae…” Bisiknya.

“Hm… nado…”

Mata kecilnya membulat “Kupikir kau masih tidur”

Chan Yeol tersenyum, masih dengan mata terpejam, lalu ia raih tubuh mungil itu lebih merapat padanya, ia tapakkan tangan lebarnya di pipi kanan Baek Hyun dan mengusapnya dengan ibu jari. Sementara Baek Hyun meletakkan jari telunjuknya di bibir tebal Chan Yeol dan menggelitiknya sesekali.

“Tidak usah disentuh, cium saja kalau mau”ucapnya.

Baek Hyun terkekeh kemudian mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Chan Yeol pelan.

“Bangunlah, mandi dan kubuatkan sarapan”

“Sebentar lagi Baek Hyun-ah…”

“Hm? Chan Yeol–ku bermalas-malas begini ada apa?”

“aku ingin dimanja oleh Baek Hyun-ku”

Baek Hyun terkekeh lagi “Salahmu kenapa lebih sering bermanja-mana dengan laptopmu”

Kedua mata Chan Yeol terbuka dan menatap Baek Hyun sedikit kesal.

“Wae?”

“Ck, mendengarmu menyebut-nyebut laptop, aku langsung teringat bahwa aku harus lembur lagi hari ini”

“Shireo… jangan lembur, kau harus pulang sore”

“Waeyo?”

“Anieyo, karena malam harinya kau harus menemaniku”

“Hm… kalau aku pulang jam 1 malam boleh?”

“Tidak boleh, kau sudah harus di rumah sebelum pukul 12, eum ah tidak, pukul 10”

“seperti cinderella saja, arasso. Kuusahakan, jadi kau mau ikut ke restoran?”

Baek Hyun menggeleng “Tidak, ada yang harus kuurus di rumah”

“Apa itu?”

“Rahasia…”

Chan Yeol mengangkat alisnya “Jadi Baek Hyun-ku sudah pandai bermain rahasia-rahasia sekarang?”

Baek Hyun tertawa kemudian menggigit hidung Chan Yeol cukup keras.

“YA… APPOOO…”

Setelahnya Baek Hyun berlari menuju kamar mandi sebelum Chan Yeol membalasnya.

“Baek Hyun-ah… pakai handuknya” Seru Chan Yeol dengan wajah memerah.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Baek Hyun POV.

 

Aku memeriksa semua bahan-bahan yang ada dapur, jelas saja untuk membuat kue tart untukku yang akan berulang tahun besok, tapi akan kurayakan dengan Chan Yeol jam 12 malam nanti. Jadi saat dia pulang, akan kubuatkan pesta kejutan, walau sebenarnya ini terbalik, seharusnya dia yang membuat pesta kejutan untukku. Tapi tidak mengapa, asalkan bisa melewatkan hari special dengan Chan Yeol, itu yang terpenting.

Tuhaaannnn aku sudah tidak sabar lagi merayakannya, sudah lama kami tidak pernah berpesta.

 

 

Sialnya bahan-bahan untuk kue ku tidak lengkap. Tepung dan menteganya tidak ada, belum lagi bahan untuk krim dan hiasannya. Sepertinya memang aku harus berbelanja, sekalian membeli pernak-pernik pesta seperti balon, terompet, spray pita…dan…

 

Ting Tong…

 

Aku cukup terkejut saat bel rumahku berbunyi, apa Chan Yeol melupakan sesuatu?.

“Ne… tunggu sebentar” Seruku sambil berlari menuju pintu kemudian membukanya dengan gerak cepat.

“Selamat pagi Baek Hyun-ah…”

 

Deg~

 

Aku hanya bisa membelalak tak percaya saat melihat siapa yang datang “Tu… Tuan?”

“Kenapa kaget begitu? Apa aku terlihat seperti hantu?”

“Ti… Tidak, tapi bukankah ini jam kerja? Kenapa anda…”

Tuan Kris tertawa kecil “Aku membolos lagi, but anyway… aku tidak dipersilakan masuk?”

“Ah Mian… aku lupa, silakan Tuan”

“Ne…” Tuan Kris masuk kerumahku, errr… ini sedikit janggal, bukankah ini adalah rumah pemberiannya? Jadi tidak sepantasnya aku memperlakukannya seperti tamu, tapi pemilik rumah yang sesungguhnya.

“Tunggu di sini Tuan, kubuatkan minum”

“Air putih saja, lambungku bermasalah akhir-akhir ini”

Aku menghentikan langkah “Wae?”

“Hm, entahlah”

“Anda sudah sarapan?”

“Belum, makanannya tidak mau masuk”

Aku berdecak kesal “Ikutlah ke dapur Tuan, tadi aku sempat masak soup”

“Wah, kesannya aku seperti menumpang untuk makan”

“Aku yang menumpang Tuan, ini kan rumah anda…”

“Ck Byun Baek Hyun, jinjja…”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Kau ingin membuat kue?”Tanya Tuan Kris sembari menikmati sup buatanku.

“Kenapa anda bisa tahu?”

“Bukankah peralatan itu untuk membuat kue? Mixer, microwave, dan apa itu? aku tidak hapal namanya”

“Ne Tuan, aku ingin membuat kue Tart”

“Hm, untuk kue ulang tahunmu?”

Mataku membelalak kaget “Kenapa anda bisa tahu?”

Ia justru tertawa, kemudian meneguk segelas air “Kubilang aku mencintaimu, dan itu tidak main-main. Jadi mana mungkin aku tidak tahu hari terpenting dalam hidupmu”

Aku menunduk dengan wajah memanas “Tuan… jangan membahas itu, aku jadi tidak enak hati”

“Baiklah, anggap saja angin lalu. Hm jadi kapan kau membuat kuenya?”

“Bahan-bahanku kurang, rencananya aku ingin berbelanja di supermarket hari ini. sekalian membeli pernak-pernik pesta”

“Pesta?”

“Hm, pesta kecil-kecilan, eum… bersama Chan Yeol…”

Tuan Kris tersenyum “Baiklah kalau begitu, Kajja…”

“Ke… kemana?”

“Tentu saja ke supermarket, dan ke toko-toko lain yang menjual pernak-pernik pesta”

“Ta… Tapi Tuan…”

“Ayolah… sebenarnya aku juga ingin mengajakmu jalan-jalan hari ini, karena besok kau pasti akan menghabiskan waktumu seharian dengan suamimu. Anggap saja hari ini adalah hari khusus teman”

“Teman?”

“Hm… aku temanmu bukan? Bukankah kau bilang kau menyayangiku?”

Aku tertawa kecil dibuatnya “Ne… banyak yang ingin kubeli hari ini, dan kurasa aku akan membuat bagasi mobilmu sesak Tuan”

“Tidak mengapa, kalau perlu akan kuminta Chen membawa satu mobil lagi”

“Ah tidak perlu, satu saja cukup, tadi itu aku hanya bercanda. Aku tidak seboros itu”

“Ck” Tuan Kris menarik tanganku kemudian beranjak pergi “Sekarang adalah hari boros, kau ingin membeli apapun tunjuk saja, akan kubelikan”

Mataku membulat sempurna “Tapi Tuan…”

“Anggap saja hari ulang tahunmu kau rayakan denganku hari ini. kau ingin membuat pesta yang sempurna dengan Chan Yeol kan? hm, aku akan membantumu menghiasi rumahmu nanti”

“Tuan…”

“Jangan banyak protes, kajja…”

Dan aku hanya bisa tersenyum dengan semua perhatian ini. benarkah ada cinta seperti ini di dunia? Cinta yang begitu megah, hangat, mendera, tapi tidak menuntut apa-apa…

Cinta dari Tuan Kris…

Cinta yang membahagiakan…

Cinta yang membuatku hanya bisa tersenyum tanpa ada tangisan.

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Author POV

 

Kris tak henti-hentinya menyungingkan senyuman saat melihat Baek Hyun kebingungan memilih bahan kue. Ia bukannya tidak sabar, hanya saja sedikit gemas melihat tingkah Baek Hyun yang betul-betul bimbang, hanya karena krim strawberry dan pisang.

Ia menatap sekotak bahan krim itu bergantian, telunjuknya ia letakkan di bibir, sesekali menggigitnya.

“Ambil saja dua-duanya” Usul Kris saat itu.

“Tapi masalahnya, selera kami beda Tuan. Aku suka strawberry, dan Chan Yeol suka pisang”

“Kau buat saja dengan dua krim, setengahnya strawberry, setengahnya pisang”

Mata kecil Baek Hyun membulat kemudian menatap Kris dengan sangat takjub “Kau jenius Tuan…”

Dan lagi-lagi Kris hanya bisa menyembunyikan tawanya melihat tingkah polos Baek Hyun.

“Beres…. semuanya sudah lengkap, tinggal membeli pita, balon, terompet, spray salju, dan… apalagi yah?” Baek Hyun terus menggumam sambil berjalan di depan, sementara Kris masih setia mendorong trolli berisikan belanjaan Baek Hyun.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Debuman itu terdengar saat Kris menutup bagasi mobilnya sementara Baek Hyun baru saja keluar dari sebuah toko karena menunggu uang kembalian.

Namja mungil itu menghentikan langkahnya saat melihat Kris memegang perutnya dengan tangan kiri sementara tangan kanannya menumpu di kap mobil, ia sedikit membungkuk dan terlihat jelas ia meringis kesakitan.

Baek Hyun menghampirinya “Anda tidak apa-apa?”

Kris buru-buru mengubah posisinya, ia berdiri tegap sambil memasang senyuman “Ne tidak apa-apa, masih ada yang kurang?”

Baek Hyun terdiam, ia memandangi Kris yang begitu pucat saat itu. Kemejanya bahkan sedikit basah karena berkeringat.

“Ya… kenapa diam? Masih ingin membeli sesuatu?”tegur Kris lagi.

“Kalau anda sakit, seharusnya beristirahat. Bukannya memaksakan diri menemaniku berbelanja, Tuan”Lirih Baek Hyun sendu.

“Siapa yang sakit, sudahlah… kajja”

 

Tep~

 

Kris langsung menoleh saat Baek Hyun mencekal tangannya “Wae?”

“Aku tidak suka melihatmu memaksakan diri”

“Me… memaksakan diri apanya?”

Baek Hyun menghela nafas, kemudian sedikit mendekat untuk menyeka peluh yang menetes di pelipis Kris, “Pasti sangat sakit Tuan, kau bahkan berkeringat dingin”

Kris tertegun melihat Baek Hyun begitu memperhatikannya, “Hanya… sakit perut biasa Baek Hyun-ah, bukan apa-apa”

Tangan mungil Baek Hyun kini menapak di pipi Kris “Sayangnya wajah anda berkata lain, lihatlah… anda begitu pucat”

Sentuhan itu seperti membawa sesuatu, berupa getaran kecil yang menjalar melalui kulit Kris dan menembus jantungnya, dan hal itu menuntunnya mengangkat tangan dan menyentuh punggung tangan Baek Hyun yang masih menapak di pipinya.

 

Wo Ai Ni

 

Dan Baek Hyun hanya bisa tersenyum, karena memang Kris tidak membutuhkan jawaban sebagai balasan.

Wo Ai Ni…

Kalimat itu adalah pernyataan tegas, bukan pertanyaan untuk dijawab. Bukan sesuatu yang menuntut keharusan, terlebih dengan struktur kalimat yang sama. Hanya untuk memberitahu…

Bahwa Kris… mencintai Baek Hyun.

Hanya itu.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Berarti tiap minggunya, kita akan mendapatkan pasokan minyak goreng dari toko ini” Ucap Chan Yeol saat ia menghampiri manager Jung di pelataran parkir sebuah toko besar. “Hey kau mendengarku?” Tegurnya begitu melihat manager Jung tidak menggubrisnya.

“Ah maaf sajang-nim, aku tidak fokus” Balas manager Jung kemudian menoleh pada Chan Yeol, sesekali masih memperhatikan objek yang membuatnya tidak fokus di seberang jalan itu.

“Apa yang kau lihat?”

“Ah ani, mungkin mataku sudah agak rabun, tapi aku seperti melihat Tuan Kris dan Baek Hyun di sana?”

Deg~

Mata Chan Yeol membelalak “Mana?” Chan Yeol pun bergeser dan meneliti fokus pandangan Maager Jung.

“Mungkin bukan, hanya mirip”

Chan Yeol tidak menggubris karena nyatanya ia sudah tidak bisa mendengar apa-apa lagi. Pemandangan di depannya yang hanya berjarak beberapa meter cukup membuatnya hampir terkena serangan jantung.

“Sajang-nim, ayo kembali”

Masih tidak menggubris, mata Chan Yeol semakin membesar saat melihat sosok Baek Hyun menyentuh pipi Kris dan bertatapan intens dengan jarak yang begitu dekat, dan lebih mengejutkan lagi Kris pun menyentuh tangan Baek Hyun di pipinya saling melempar senyuman bermakna. Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil dan mulai meninggalkan tempat itu.

“Manager Jung, bisakah kau kembali ke restoran lebih dulu dengan menggunakan taxi? Aku ada keperluan”

“Tapi Tuan..”

“Ini penting… Maaf” Chan Yeol menerjang pintu mobilnya, dan dengan tergesa-gesa ia membanting setir dan melajukan mobilnya untuk membuntuti mobil mewah di depannya.

 

Baek Hyun-ah jebal… patahkan prasangkaku… tegaskan bahwa kau hanya untukku… jangan mengkhianatiku sayang….

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

Kris menghentikan mobilnya di pelataran parkir hotel miliknya, karena itulah tempat yang terdekat. Ia menyimpan banyak pakaian dan obat beserta vitaminnya di kamar pribadi miliknya, yang sering ia tempati jika ia jengah bekerja di kantor atau di rumah.

Kamar yang sama di mana ia pernah menghabiskan satu malam bersejarah dengan Baek Hyun dulu.

“Jangan dilihat terus, box telepon itu tidak akan meledak” Tegur Kris saat mendapati Baek Hyun memandangi bilik telepon umum yang jaraknya beberapa meter dari tempatnya berdiri.

Namja mungil itu tertawa kecil “Entahlah, box telepon itu kelihatan indah dari sini”

Kris mengacak rambut Baek Hyun sambil tersenyum, “Kajja… aahhhh”

“Gwenchanayo Tuan?” Tanya Baek Hyun panik saat ia mendapati Kris membungkuk sambil memegangi perutnya bagian kiri.

“Ah ani, hanya nyeri sedikit”

“Ck” Baek Hyun bergeser, kemudian menuntun tangan kanan Kris untuk melingkar di pundaknya, dan ia sendiri memeluk pinggang Kris  “Kupapah sampai ke kamar, Ne” Tawarnya lembut.

Kris justru tertawa “Kau yakin kuat memapahku?”

“Jangan meremehkanku Tuan… aku tidak selemah itu”

“Arasso… Arasso” Kris mengeratkan rangkulannya di pundak Baek Hyun, membenturkan pelan keningnya di puncak kepala Baek Hyun masih dengan tertawa lepas “Kajja…”

“Siap Tuan…”

 

 

Tak jauh dari situ, sepasang mata lebar menatap tercengang pemandangan yang tak jauh di depannya. Ia meremas kemudi mobilnya dengan penuh emosi, tubuhnya yang bergetar menandakan ia tengah menahan gejolak emosi yang mulai melandanya.

Bagaimana tidak? Ia mendapati namja yang begitu ia cintai berangkulan mesra dengan namja lain, terlihat begitu bahagia dan bersenda gurau bersama. Dan yang lebih penting…

 

Mereka memasuki hotel…

 

Namja itu… Park Chan Yeol menghapus air mata yang diam-diam menetes, dan dengan mengumpulkan kekuatan, ia turun dari mobilnya dan berniat membuntuti dua orang itu. berharap masih ada sesuatu yang bisa meyakinkannya bahwa … Byun Baek Hyun… namja yang paling dicintainya itu tidak berkhianat.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Kris menghentikan langkahnya begitu tahu siapa yang berdiri di depan kamarnya.

“Lu Han?”Lirihnya pelan.

Baek Hyun sempat menoleh ke Kris untuk memastikan pendengarannya.

“Ni Hao…” Lu Han membungkuk sopan “Aku sudah menunggumu cukup lama Tuan”

“Ada apa mencariku?”

Lu Han tampak grogi, terlebih ia tidak hanya berdua dengan Kris. Ia bisa melihat ada namja cantik lain yang tengah dirangkul Kris, walau sebenarnya itu bukan sepenuhnya rangkulan, hanya bentuk pertolongan karena memang Baek Hyun berniat memapah Kris.

“Aku hanya tidak ingin anda menganggapku sebagai orang yang lupa akan janji Tuan, aku sudah beberapa kali menemui anda untuk membayar janji, tapi Tuan Chen selalu mengatakan kalau anda sibuk. Jadi, mungkin kita bisa mengatur jadwal, berhubung suamiku juga tidak berada di Beijing sekarang”

Kris tersentak, sedikit kurang nyaman karena ada Baek Hyun di situ. Sebenarnya ia sudah hampir lupa dengan namja yang satu ini, “Ah tentang uang 200 juta itu, tidak apa-apa. Kau tidak perlu menggantinya”

Mata kecil Lu Han membelalak “Tapi Tuan? Aku belum satu kalipun melayani anda…”

Kris terbatuk, “Itu… itu tidak penting. Sudahlah…”

“Lalu… bagaimana aku membayar hutang-hutangku Tuan? Aku jelas tidak bisa memberikan apa-apa selain tubuhku”

Kris terbatuk makin keras, berharap sosoknya tidak semakin buruk di mata Baek Hyun. “Kubilang lupakanlah, anggap kita tidak pernah membuat janji itu. uang 200 juta itu anggap saja bantuanku. Sebagai gantinya, kau dan suamimu harus betul-betul menggunakan uang itu dengan baik”

Lu Han terdiam, menatap Kris dengan tak percaya “Benarkah itu Tuan?”

“Hm, jadi kau boleh pergi, karena aku ingin beristirahat”

Tangis Lu Han pecah, iapun membungkuk berkali-kali “Xei Xei ni…. Xei Xei ni”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

 

Chan Yeol menyandarkan punggungnya di sebuah tembok yang mengantarai pertigaan koridor hotel lantai 12. Ia betul-betul melihatnya, Baek Hyun dan Kris masuk ke sebuah kamar, berdua.

“Permisi…”Tegur Chan Yeol saat seorang namja cantik melintas di depannya. Ia tahu namja itu yang mengobrol dengan Kris di depan kamar hotel tadi.

“Aku?”

“Benar, anda… eum… bolehkah aku bertanya tentang pria yang anda ajak bicara tadi di sana?”

Lu Han mengangkat alis “Oh Tuan Kris?”

“Benar, apa anda tahu siapa yang diajak Tuan Kris masuk ke dalam hotel? Apa kekasihnya?”

Lu Han menggeleng ragu “Aku tidak begitu tahu Tuan, tapi kurasa pria cantik tadi merupakan alasan kenapa Tuan Kris menolak untuk kulayan__ eh maksudku kutemui”

Mata Chan Yeol membulat, tapi ia usahakan menyembunyikan keterkejutannya itu “Maksud anda?”

“Ah, aku ingat… pria cantik tadi yang kutemui di depan rumah Tuan Kris saat aku betul-betul putus asa dan memutuskan meminjam uang pada Tuan Kris”

“Me… meminjam uang?”

“Benar, kurasa pria cantik tadi bernasib sama denganku. Tuan Kris itu begitu kaya, dan dia bisa membeli apa saja dengan uangnya. Saat itu sepertinya dia juga melakukan hal yang sama denganku, meminjam uang dengan memberikan jaminan… eum.. tertentu” ujar Lu Han, terdengar sekali kalau ia sangat hati-hati dalam mengeluarkan kata-kata.

 

Deg~

 

“Bi… Bisakah kutahu lebih jelas”

Lu Han menggaruk kepalanya “Kurasa ini sedikit privasi Tuan”

“Kumohon… ini demi kelangsungan rumah tanggaku…”Pinta Chan Yeol.

“Eum… pria cantik tadi apakah…”

“benar, aku adalah suami dari pria cantik yang anda maksud”

Lu Han langsung membungkam mulutnya “Ah maaf, aku harus pergi”

“Tunggu, tolong jelaskan padaku, apakah dia melakukan sesuatu untuk bisa mendapatkan uang?”

Lu Han jadi ragu sendiri, tapi melihat kekalutan dari Chan Yeol, iapun terpaksa memberitahunya, “Aku tidak begitu yakin, tapi kurasa begitu. Waktu itu dia juga terlihat sangat putus asa dan sepertinya sangat membutuhkan uang, dan saat kuberitahu bisa meminjam uang pada Tuan Kris dengan jaminan tertentu, kurasa dia juga melakukannya. Eum, mungkin anda bisa mengingatnya sendiri, apakah pria cantik tadi pernah memberi anda uang yang cukup banyak? jika iya, berarti memang uang itu ia dapatkan dari Tuan Kris… dan tentu saja setelah…”

Chan Yeol menatap Lu Han dengan tatapan memohon, agar Lu Han lebih memperjelas kalimatnya.

“eum… menjadikan tubuhnya sebagai jaminan”

Chan Yeol membelalak, seolah ada yang menghantam jantungnya dengan keras “Tu… Tubuh?”

“Benar… maaf, bukan bermaksud ikut campur, tapi tolong jangan menyalahkan pasangan anda, karena kurasa dia sama sepertiku. Orang yang putus asa dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi hingga menjadikan tubuh kami menjadi pertaruhan terakhir”

Chan Yeol mundur ke belakang, hingga punggungnya membentur tembok.

“Ma… Maaf… aku tidak bermaksud. Aduh, aku permisi” Lu Han buru-buru pergi begitu melihat Chan Yeol terkejut bukan main. Pandangannya mencekam dan, wajahnya seketika pucat.

 

Jadi… biaya operasi itu…. kau dapatkan dengan…. menjual diri???

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~**PAYPHONE**~~~~~~~~~~~~~~~

To Be Bersambung

 (Bukan TBC yah, jadi nggak bakal marah… wkwkwkwkwkwkw)

 

So… I really need your comment ‘bout my crazy imagination guys… give me you love below…. *Throw Heart

280 thoughts on “[FF YAOI]- PAYPHONE~ KrisBaek//BaeKris~ [Chapter 4]

  1. Hai kak alf,q muncul lg nieh,’

    Kasian yah si yeol,hati ny porak-poranda dan penuh prasangka #apasich?’
    Yeol bntak it smata2 bkn krna laptop ajh kan sbnerny tpi pas dia tau baek bis jln2 ma kris,’
    Ya dsni emang krisbaek q jga suka krisbaek,tpi saking kbwa prasaan sama yeol #ciee ,q sebel jga ma baek,udh pnya suami jga mau2ny ajh d ajak jln ma cwo laen,yah mskpun dia pnolog chanbaek kan ttp ja bkin yeol ksel,g pake izin atau blg dlu lg.’mana dia blg sayang,trus kotak tlfn yg hrusny bkn trauma mlah d blg brkesan manis, baekhyun cabee -kuuu

    Tpi akhrny yeol tau jga,gmana nanti ny ya,’
    Yg q tkt kan it kbhagiaannya yeol,dia kan cinta bgt ma baek ,

    Kak alf smgat ya ,tlisan kka g pernah bkin q bosen,trtma NRL
    Tpi ff laen jga bgus smua kog.’

  2. di sni adegan pling sweet tu wktu si baekhyun ama si bang kris kencan trus naik buanglala.. trus biang lalanya rusak n bang kris berusaha nenangin baekhyun. kyaaaa sweet bgt. d tmbah lgi baekhyun yg tdur d pangkuannya bang kris. perfact. tpi wktu laptop si chanyeol rusak baekhyun nya kshan. tga bgt sih lu yeol mrahin baekhyun smpe s gtunya. smpe akhirnya baekhyun pergi k ‘tempat bersejarah’ trus nge-hubungin bang kris n bang kris blang klo dia cinta ama baekhyun. kyaaaaa itu jga sweet.
    lu si yeol terlalu sibuk sma pkerjaan lu. mungkin baekhyun merasa terabaikan. tpi si yeol jga jhat sma manager jung wktu dia liat baekhyun megang pipinya bang kris. msa sruh plang sndiri naik taxi sih? klo brangkat brng plang jga brng dong yeol..
    tpi deg degan jga tuh wktu si chanyeol udh mulai curiga ama hubungan antara si baekhyun ama si bang kris. deg degan jga wktu si chanyeol ngikutin baekhyun ama bang kris ampe msuk hotel trus ktmu ama luhan n luhan crita smuanya k chanyeol. mulai panik ni sya

    mksh buat ka ALF yg udh ngsih pw nya ni ff. mian jga udh bkin ksel^^

  3. di sni adegan pling sweet tu wktu si baekhyun ama si bang kris kencan trus naik buanglala.. trus biang lalanya rusak n bang kris berusaha nenangin baekhyun. kyaaaa sweet bgt. d tmbah lgi baekhyun yg tdur d pangkuannya bang kris. perfact. tpi wktu laptop si chanyeol rusak baekhyun nya kshan. tga bgt sih lu yeol mrahin baekhyun smpe s gtunya. smpe akhirnya baekhyun pergi k ‘tempat bersejarah’ trus nge-hubungin bang kris n bang kris blang klo dia cinta ama baekhyun. kyaaaaa itu jga sweet.
    lu si yeol terlalu sibuk sma pkerjaan lu. mungkin baekhyun merasa terabaikan. tpi si yeol jga jhat sma manager jung wktu dia liat baekhyun megang pipinya bang kris. msa sruh plang sndiri naik taxi sih? klo brangkat brng plang jga brng dong yeol..
    tpi deg degan jga tuh wktu si chanyeol udh mulai curiga ama hubungan antara si baekhyun ama si bang kris. deg degan jga wktu si chanyeol ngikutin baekhyun ama bang kris ampe msuk hotel trus ktmu ama luhan n luhan crita smuanya k chanyeol. mulai panik ni sya…

    mksh buat ka ALF yg udh ngsih pw nya ni ff. mian jga udh bkin ksel^^

  4. Yeayy akhir nya bisa baca chap 4 nya juga horeee #tebarconfetti

    aduh gemess sumpah ya ampun disini banyak chanyeol pov nya dan makin kerasa? Aja sakit nya chanyeol disini, dan OMOO ternyata chan ngedenger baek yg bilang pas dia koma itu aduhh kasian yeol nya #pukpuk

    jalan jalan nya krisbaek seruuu baek nya ampun kaya bocah banget apalagi pas dia takut kejebak di bianglala itu aishh sweet, dan kris udah ungkapin perasaan dia ke baek, yeayy meskipun agak nyesek karna baek jawab nya cuman sayang doang, #akurapopo

    abis ini langsung baca ke next chap nya yohoo ~
    keep writing dan tetap semangat yah ka alf😀

  5. Hayoooooo ketahuan. kok skrg kerasa.y kaca chan yg miris sih huweeee chan aaahh.
    bingung mau komen apa lg. udah paling keren aja ff ff di wp ini mah. udh paling recommended aja deh. hahah si_l nya sy telat baca ff ff disini. duh serasa di gunung. ff bgni br tau skrg stlah Exo banyak prahara rumah tangga *akurapopo *aq teu kunanaon* heuu.
    FF yg lainnya lanjut yaa, aq nunggu yg sehun.y jd detektif, blm d.lanjut lg yaa? *Kecantol sehun gara2 Avengers fault* HA. Sukses yaa dan Semangat lanjutin ff nya yaaa. Terimakasiihh sekalii

  6. Suka banget sama krisbaek moment nya!
    Dan btw ini chap yang bikin jantung deg deg ser!
    Aah pokoknya ini daebak dan saya suka banget ka alf!
    Disini yeol udah tau kan?
    Gimana sama kelanjutannya? Aahhh ka alf chap ini benar2 menebarkan pokoknya

  7. Omg..
    I’m so freaking love this story..
    And chanyeol know now.
    Penasaran sama nasib baek dan rumah tangga mereka..
    Kris nya gimana?
    ok move to next chap..

  8. Hah, tell me plis d mana aku bisa temukan cinta seperti itu …
    Aku bingung aku galou harus kurestui dg siapa baekhyun-ku itu >_< Aigoooo malang nian nasib mu nak
    berharap jd sama chan ^_^ iya aja si kak yayaya .. Tp dari judulnya Krisbaek😦
    oke aku akan bahagia kris sm baek kalo si canyul d singkirin dulu . Eh 'disingkirin' bukan maksud d sengaja , tp yaaa d buat g mana gt sama kak ALF biar dia ga sakit ngliat baekkris .. Hehe kebanyakan oceh yak aku nyh :v oke terserah kak ALF bae dah
    #SARANGHANDA ALF

  9. Tuh kan, Chanyeol sakit hati..
    Tak tega saya…

    Tapi disini KrisBaek, jadi ya…..
    Saya menikmati alur saja.. Bagus sih, tapi tetep ga tega..

    Bagaimana ChanBaek nanti?
    Penasaran juga gimana KrisBaek nanti bersatu..

    Udah ah,

    Terimakasih~~

  10. Sakit hati chanyeol:” hiks
    Yang sabar chanyeol-ssi… relakan baekhyun relakan .no

    Aku mau komentar banyak tapi jadi lupa hm:”
    Sering sering bikin ff krisbaek dong ALF kkk
    Terus berkarya/?:”

    Sekian.

  11. Sumpah gue diabetes waktu liat mereka main ke taman bermain TvT apalagai pas di bianglala TvT gue langsung teringat sama lagu yang di cover IU waiting you. Uuuuuuu TvT tapi lagi, gue tetap ngerasa bersalah buat Chanyeol :”

  12. Tuh kan bener dugaan awal kalo sibuknya chanyeol itu taktiknya kris ah kasian chanyeolnya dnsi.
    Setiap chapternya bagus ga mudah ketebak ah suka banget sama cerita nya author alf

  13. Hai kak alf ….
    Nanti ya aku mau nyelesaiin tangisku dulu
    ~
    ~
    ~
    ~
    ~ HUWAAAAA
    oke syudah .
    Chanyeol ngbentak baek cuma gegara masalah laptop >__< demi apa aku suka bgt ff chanbaek VS krisbaek itu … Kaya karya kakak yg LOVENPAIN ah love it . Tapi stelah baca payphone ini spertinya berubah, sumpah sakit hati bgt aku kak .. Karna bnyk krisbaek disini (iyalah org pairnya mereka)😀 Jujur sekali aku CBHS❤ huks
    hati chanyeol bner2 di remas-remas/? Apalagi di part akhir ini , yampooon nak nak ..
    Tapi aku suka kata2nya kris yg 'tenanglah, cintaku tak menuntut apa-apa' aaaaa yampuuuun .. Mimisan gue hahaha oke sgitu aja kak, fighting :-*

  14. Hai kak alf ….
    Nanti ya aku mau nyelesaiin tangisku dulu
    ~
    ~
    ~
    ~
    ~ HUWAAAAA
    oke syudah .
    Chanyeol ngbentak baek cuma gegara masalah laptop >__< demi apa aku suka bgt ff chanbaek VS krisbaek itu … Kaya karya kakak yg LOVENPAIN ah love it . Tapi stelah baca payphone ini spertinya berubah, sumpah sakit hati bgt aku kak .. Karna bnyk krisbaek disini (iyalah org pairnya mereka)😀 Jujur sekali aku CBHS❤ huks
    hati chanyeol bner2 di remas-remas/? Apalagi di part akhir ini , yampooon nak nak ..
    Tapi aku suka kata2nya kris yg 'tenanglah, cintaku tak menuntut apa-apa' aaaaa yampuuuun … Mimisan gue hahaha oke sgitu aja kak, fighting :-*

  15. Aduhhhh demi tuhan jantung ku mau lepassssss pas baca ending part nya mih. Yaolohhh thorr. Kok bisa punya pemikiran buat ff sekece badai ini. Hikssssss baekkie. Kasian jadi serba salah. Pasti pas pulang baekkie nya???? Ahhhj tidakkkkk.
    Plissssss kris rebut baekkie. Haha *ketawajahat*
    E betewe. Ini ff. Dari part ke part kaga ada bosan2 nya. Beneran. Gatau mau muji gimana lagi. Krna alu telat bacanya😢 daebak level 2000 ajalahh

  16. KETAHUAN!! oh my! aku deg” an bacanya wkwwk
    kyaknya dsni chanyeol salah sangka eoh
    .yoshh tuh kan ..knpa baik chanyeol ataupun kris sama sama punya rasa cinta ke baekhyun?!
    aku gak kuat tiap baekhyun harus nentui. hatinya buat siapa ..hueee aku suka semuaaa
    T.T

  17. Gilaaaaaaaaaaaaa…………
    Knpa chanyeol lngsung prcya aja sih sma baekhyunn? Hrusnya baekhyun di introgasi smpe ngakuu. Smpe baekhyun crita kejadian yg sbnernyaa
    Trs knpa skrang chanyeol jdi ksar gtu sma baekhyunn? Smpe berani bntak” baekhyun gra” laptonya rusakk? Aduhhh… chanyeol kok jdi berubah gtu yaaa.. mulai khawatir nih sma hubungan mrkaaa
    Aku sih pling deg-degan wktu chanyeol udah mlai criga bgt sma kedeketan krisbaek, udh sneng bgt ps bgian itu.. tpi chen mlah dteng trs ngehapus kecurigaan chanyeol tntang kdktan krisbaekk..
    Kris jga knpa udh blang cinta sma baekhyun? Kan baekhyun udh pnya suamiii. Baekhyun jga knpa blang syang sma kriss? Chanyeolnya gmnaaa??
    Tpi wktu chanyeol ngikutin krisbaek ke hotel dan untungnya ktmu sma luhann.. aduhhhh deg degan ps d stu. Aku mkirnya chanyeol bkal langsung gebukin kris.. trnyata enggak. Tpi gpp, yg pnting chanyeol udh tau kjdian yg sbnernya.. ksihan sihh sma chanyeoll..
    Tpi abis aku pkir” nnti klo chanyeol kumat gmna? Trs skit lgi kya dlu? Atau chanbaek cerai? Akhhhhhhhhh jgn smpe chanbaek pisahhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s