[FF YAOI] No Regret Life | ChanBaek Ft All Couple | – Chapter 1


NRL 2

Fanfiction-EXO Couple

Tittle: No Regret Life [Machine]

Author: AyouLeonForever

Cover pic/poster edited by: AyouLeonForever

Genre: Yaoi, drama(?), Romance, Sad (?) Romance, action(?) dll

Length: Chaptered tergantung peminat

Rating: TTM (?)

Main Cast:

  • Byun Baek Hyun

  • Park Chan Yeol

  • Kim Jong In/Kai

  • Do Kyung Soo

  • Oh Se Hun

  • Lu Han

  • Kris

  • Huang Zi Tao

  • Su Ho

  • dll

 

Disclaimer: GOD

Copyright: AyouLeonForever™

Summary: “Mereka kumpulan anak terabaikan, merasa tak berarti ditengah-tengah keluarga, sampai sebuah pemikiran membuat mereka sadar, ini hidup, yang menjalaninya adalah diri sendiri, bukan orang lain. Intinya adalah menjalani hidup sesuai keinginan, tanpa tuntutan, agar nantinya tidak ada penyesalan”

 

Warning: Boys Love, Out of character, Little bit lime, Bad Words, Not for kids (GUE SERIUS, WALOPUN BUKAN LEMON, TAPI AGAK MENJURUS, KATA-KATANYA JUGA AGAK KASAR, VULGAR DAN BURUK, SECARA LATARNYA ANAK BERANDALAN(?), YA… 15+ LAH YANG BISA MENCERNA DENGAN BAIK. ABIS ITU ISTIGHFAR YE… ALF GAK MAU JADI AUTHOR SESAT). JADI YANG MERASA NGGAK SREK SAMA BAHASA YANG ALF PAKE DI SINI, MENDING GAK USAH BACA, KARENA ANGGAP SAJA INI BANMAL VERSI INDONESIA *PLAK.

ALF special Note: Judul… simple sih, itu nama J-band aliran rock (Kalo ALF bilang J-Rocks pan berasa band Indo) yang udah cukup berumur, secara personilnya seusia Tao Ming Tse. Ini ALF ngomong apa sih? Gak ngerti. ALF cuman mentok aja, sesuatu nih nama bandnya… dan lagi ALF demen setengah mampus ama satu lagunya dengan judul “Nakushita Kotoba”.

Sebenarnya ALF nggak asal pungut judul loh (kecuali Payphone, yang di awal cerita rada nggak nyambung, tapi percaya deh ke belakang-belakang Readers-nim bakal ngerti kenapa  judulnya Payphone), No Regret Life, artiin sendiri deh. Bahasa Inggrisnya ALF cukup parah.

Jangan bosen ama main cast nya ye, secara FF nya ALF gak terasa afdol(?) kalo gak ada suaminya ALF, si pembawa pencerahan, readers-nim setianya ALF taulah siapa yang dimaksud.

Udah ding… semoga suka…

 

 

 

ALL Baek Hyun POV

 

Aku mengganti-ganti channel TV itu dengan malas, bukan karena siarannya tidak menarik, ayolah sejak kapan aku bosan dengan program musik dan film action. Entahlah, pikiranku terus melayang ke tempat di mana namja sialan sekaligus brengsek tapi sangat kusayangi itu tengah menjalani hobby sekaligus jobnya. Dia seorang pembalap, jadi jangan tanyakan apa hobbynya.

 

Tapi bukan berarti dia seperti Valentino Rossi, Stoner, Lorenzo atau sebagainya yang melakukan Racing di arena balap resmi tingkat internasional. Walau Namja sialan itu juga sudah sampai tingkat Internasional, tapi sangat jelas kalau setiap turnament yang ia lakukan adalah turnament gelap dan tidak resmi, tapi lagi… hasil yang dia dapatkan setiap kali menang tidak bisa diremehkan, setara dengan kelas pembalap resmi, bahkan bisa lebih.

 

“Tidak pulang Baek Hyun-ah?”

 

Suara itu menyadarkanku dari lamunan yang membosankan, itu Kyung Soo, rekan sejawatku karena sama-sama merana menantikan sang kekasih yang berjuang di arena balap tanpa bisa kami tahu kondisinya bagaimana. Bukan tanpa alasan kami cemas, ini bukan perkara menang atau kalah, tapi selamat atau tidak selamat. Mengingat resiko seorang pembalap, kalau bukan cacat ya…. wafat.

 

“Mereka akan baik-baik saja, bukankah memang selalu begitu?” Seolah tahu pikiranku, Kyung Soo duduk di sebelahku dan menepuk pundakku. Dan aku hanya tersenyum padanya.

 

“Aku akan menginap di sini Kyung Soo-ya, menemanimu. Siapa tahu mereka pulang subuh atau sekalian pagi,”  ucapku sambil meremas tangannya, karena kuyakin dia justru lebih cemas dibandingkan diriku. Mengingat apa yang pernah ia alami hampir satu tahun yang lalu.

 

“Gomawo…” balasnya sambil tersenyum, sesekali membetulkan syal di lehernya.

 

Eum… ini musim panas. Bahkan jika malam haripun akan terasa gerah. Tapi Kyung Soo betah memakai syal karena dia memiliki alasan tertentu. Hm… ada bekas luka di sisi kiri leher dekat tengkuknya hingga bahu kiri. Didapatkan kurang dari setahun yang lalu. Dan kurasa aku sendiri cukup ngeri mengingatnya.

 

“Ck, bagaimana yah hasilnya?” tanyaku berusaha mencairkan suasana tegang ini. padahal aku justru membahas sesuatu yang pastinya akan menambah ketegangan.

 

Kyung Soo melirik arlojinya. “Masih jam 12 malam, kurasa balapannya masih berlangsung.”

 

“Ck, susahnya balapan liar, kenapa mereka tidak ikut turnament resmi saja sih?” keluhku.

 

Kyung Soo tersenyum. “Kurasa kau paling tahu bagaimana sikap Chan Yeol yang tidak suka terikat pada sesuatu.”

 

Aku memutar bola mata, mendengar Kyung Soo menyebut namja brengsek dan sialan tetapi kusayangi itu kembali meningkatkan kecemasanku padanya. “Akan kubahas lagi dengannya, tidak bisa kubayangkan aku akan seperti ini sepanjang tahunnya, mencemaskan Chan Yeol keparat itu.”

 

Kyung Soo tertawa. “Terkadang aku dan Kai sedikit bingung dengan hubungan kalian. Unik sekali, panggilan sayang saja begitu.”

 

Mau tidak mau aku tersenyum, mengingat bagaimana setiap harinya kami habiskan waktu dengan bertengkar, saling membentak dan mengejek. Bagaimana tidak? Aku bisa menjadi kekasihnya pun dengan sangat terpaksa. Sekali lagi TERPAKSA… Itupun tidak ada romanis-romantisnya sama sekali.

 

Tidak pernah… satu kalipun.

 

Tapi jangan kira kami tidak pernah bermesraan. Kami pernah berciuman.

 

 

Err… cukup sering sih. Tapi hanya begitu, kami tidak seperti Kyung Soo dan Kai yang sejak mereka berpacaran. Atau tepatnya sejak Kyung Soo mulai sembuh hampir satu tahun yang lalu, mereka sudah tidur satu kamar. Ya secara Kyung Soo juga tinggal di Villa ini.

 

Hm… Villa. Chan Yeol keparat, Kai, Kyung Soo, dan sahabat kami yang satunya lagi, si tampan tapi bisu bernama Se Hun itu juga tinggal di Villa ini. villa yang di dapatkan setelah tragedi yang menimpa kelompok ini, tepatnya Kyung Soo dan Kai hampir satu tahun yang lalu. Villa ini punya nama, Red Villa, atau Vila merah. Artinya sederhana tapi mempunyai makna dalam. Yang merah itu adalah darah, karena memang villa ini didapatkan dengan darah.

 

Mengerikan bukan? Tapi bukan berarti kami mendapatkannya dengan membunuh. Tidak… Chan Yeol memang brengsek, suka menghajar orang sampai babak belur, tapi dia tidak pernah membunuh.

 

Semoga…

 

Kai  juga begitu, dia juga suka ikut namja brengsek itu untuk bertarung dengan genk nakal lainnya, ah dan jangan lupa Se Hun, entah kenapa namja yang terlihat polos itu bisa diseret ke kelompok ini. ah, tidak juga… kubilang kelompok ini adalah kumpulan orang yang hampir patah arah, putus asa dan menyerah.

 

Kecuali aku yang berlatar belakang keluarga baik-baik dan sejahtera, yang karena namja brengsek bernama Park Chan Yeol, aku bisa masuk dalam kelompok ini.

 

Mungkin aku akan membahasnya satu persatu, mulai dari orang yang pertama kali disesatkan Chan Yeol.

 

Tentu saja Kim Jong In atau lebih dikenal dengan nama Kai… yang kutahu dari dia adalah, dia sangat membenci kakaknya.

 

Alasannya tidak bisa di tebak. Mungkin orang lain mengira Kai membenci kakaknya karena kakaknya penjahat, pembunuh, suka menganiaya atau semacamnyalah. Tapi sebenarnya tidak. Aku pernah bertemu dengannya satu kali di sebuah toko buku saat aku menemani Kai mencari referensi untuk tugas.

 

Kakaknya sangat tampan, percayalah. Jangan heran karena Kai juga sangat tampan, hanya saja mereka berbeda di ukuran tinggi badan dan warna kulit. Kai lebih tinggi dengan kulit sedikit lebih gelap.

 

Kembali mengenai kakaknya. Kupikir saat kami bertemu, dia akan mengeluarkan pisau lipat untuk menikam kami atau sebagainya (Aku terpengaruh sikap Kai yang begitu membenci kakaknya), tapi tidak. Dia tersenyum sangat hangat dan menyapa Kai dengan lembut. Dia bahkan bilang betapa ia rindu pada Kai dan meminta Kai untuk pulang. lalu di mana letak kesalahannya?. Dan setelah Kai langsung menyeretku meninggalkan toko buku itu (Juga mengacuhkan kakaknya bagai sampah), aku mendesaknya untuk mengatakan alasan sebenarnya mengapa Kai membenci kakaknya.

 

Dan setelah memaksanya (dengan ancaman aku akan melompat dari motor), akhirnya dia pun mengatakan alasannya.

 

..

 

Karena Hyung terlalu sempurna.”

 

 

Itu… aku jelas tidak lupa kalimat pendek dan memusingkan itu. Kai membenci kakaknya karena dia terlalu sempurna?

 

Tidak percaya? Oh Percayalah karena itu benar.

 

Namanya Kim Joon Myun, tapi kudengar Kai lebih sering memanggilnya Su Ho Hyung. Sejak kecil namja itu selalu membuat bangga kedua orang tuanya dengan sikap penurutnya dan juga prestasi akademiknya. Su Ho Hyung itu… sekali lagi dia sempurna, dan kesempurnaan itulah yang membuat posisi Kai tersudut.

 

Bukannya Kai bodoh, percayalah… di antara kami (selain aku tentunya), hanya Kai lah yang mementingkan pendidikan, aku sering bertemu dengannya di sekolah, aku bahkan pulang bersamanya kalau si keparat Chan Yeol tidak ke sekolah dan tertidur sampai sore di villa ini. Sekali lagi, Kai tidak bodoh, dia bahkan pandai. Hanya saja tidak lebih pandai bahkan tidak sepandai kakaknya. Itulah bebannya.

 

Kalimat yang dibenci Kai dari kedua orang tuanya adalah.

 

Andai kau bisa seperti kakakkmu.”

 

See? Bahkan akupun akan murka jika terus-terusan ditekan seperti itu. dan bukan hanya itu. setiap kali Kai mendapatkan peringkat di kelas, orang tuanya akan mengatakan.

 

“Hm? Waktu kakakmu seusiamu, nilainya jauh lebih tinggi dari ini. belajarlah lagi pada kakakmu agar kau bisa seperti dia.”

 

… hufftt…

 

Hati anak mana yang tidak terluka? Dan kurasa masih banyak lagi beban yang dipendamnya. Aku tidak ingin tahu lebih banyak, karena kurasa itu akan membuatnya semakin terluka.

 

Entah Kai beruntung atau justru sial saat usianya 14 tahun dan duduk di bangku SMP, ia bertemu dengan Chan Yeol di sebuah daerah di mana Chan Yeol dikepung preman-preman yang masih SMU. Jangan tanya kenapa, karena pastilah gara-gara Chan Yeol yang mencari masalah, anak nakal itu memang pantas dikepung. Yang kuherankan, kenapa Kai tidak ikut anak-anak SMU itu untuk mengepung Chan Yeol? Kenapa ia justru kena sial hingga ia membantu Chan Yeol menghabisi sekiranya 9 orang (sesuai cerita Chan Yeol) waktu itu?. dan itulah alasan kenapa Kai akhirnya bisa bersahabat dengan Chan Yeol dan ikut ajaran sesatnya.

 

Jadi cerita untuk Kai yang mendapat musibah hingga menjadi orang pertama yang disesatkan Chan Yeol adalah seperti itu.

 

Selanjutnya adalah Se Hun. Ini sedikit tragis. Sebenarnya Se Hun tidak bisu secara fisiologi, karena dokter bilang tidak ada gangguan pada pita suaranya. Hanya saja, trauma psikis yang ia alami di masa lalu membuatnya tidak ingin atau tidak bisa berbicara.

 

Aku cukup ngeri menceritakannya, tapi intinya, Se Hun mulai kehilangan suaranya saat usianya 12 tahun.

 

Ayahnya membunuh ibunya di depan mata kepalanya sendiri. Se Hun berteriak histeris sampai suaranya habis. Setelah itu, ayahnya meminta maaf pada Se Hun dan akhirnya bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Se Hun kehilangan kesadarannya, dan saat ia bangun ia sudah berada di rumah sakit dan begitulah… ia tidak bisa berbicara saat polisi meminta keterangan darinya.

 

Se Hun sempat tinggal di panti asuhan sampai ia berusia 15 tahun,. Dan di usia ke 15 itulah dia bertemu si brengsek Chan Yeol dan Kai di sebuah bengkel tempat Se Hun bekerja part time. Chan Yeol keparat dan Kai begitu takjub dengan kemampuan Se Hun mereparasi dua motor besar milik Chan Yeol sialan dan Kai. Dan sekali lagi, entah kesialan apa yang menimpa Se Hun hingga ia rela direkrut oleh Chan Yeol. Jadi begitulah kenapa Se Hun bisa menjadi anggota ketiga kelompok ini.

 

Hm, ada satu yang sangat penting. Kenapa kami bisa tahu masa lalu Se Hun sementara dia itu sudah bisu sejak Chan Yeol keparat dan Kai menemukannya? Jadi jelas kami tidak bisa mendengarnya bercerita. Hm… Itu karena kejadian kurang dari setahun yang lalu itu. dokter yang menangani Kyung Soo adalah dokter yang sama yang pernah menangani Se Hun. Kami heran kenapa dokter itu begitu kenal dan sedikit heboh melihat Se Hun. Ternyata… dia pernah berniat mengadopsi Se Hun, hanya saja Se Hun sudah lebih dulu menghilang. Dokter itulah yang menceritakan pada kami kejadiannya, dan kenapa dokter itu tahu kejadiannya? Tentu saja dari pihak penyidik. Lalu dari mana pihak penyidik tahu?

Jangan tanyakan padaku, karena kalau aku tahu, sekarang aku akan memutuskan untuk berhenti sekolah dan memilih menjadi tim penyidik saja kalau aku punya kemampuan itu.

 

 

Lalu Kyung Soo…

 

 

Eum… aku agak tidak enak membahasnya.

 

Ini berawal dari… oh tentu saja si keparat Chan Yeol yang mulai belajar minum-minum padahal dia baru satu bulan menjadi anak SMU waktu itu. Kasihan Kai dan Se Hun yang menjadi pengikut setianya, walau kulihat mereka juga sama saja dengan Chan Yeol, suka minum, membuatku pernah satu kali hampir membakar berkaleng-kaleng dan berbotol-botol bir yang Chan Yeol sembunyikan di garasi. Untung aku mengingat pelajaran Kimia bahwa alkohol itu mudah terbakar, makanya aku membatalkan niat membakar minuman mereka, karena aku sayang Villa ini.

 

Kembali lagi pada Kyung Soo…

 

Kasihannya dirimu Kyung Soo, satu-satunya manusia yang kuanggap normal di kelompok ini.

 

Jadi aku sempat bersyukur, untung saja waktu itu si keparat Chan Yeol mempunyai ide untuk belajar menyentuh minuman beralkohol. Saat mereka memilih sebuah club malam, yang berhasil mereka masuki dengan memalsukan identitas (Siapa yang bisa percaya, 3 namja tinggi itu adalah anak SMU? Kalau aku dan Kyung Soo yang masuk, mungkin akan segera di usir karena disangka anak SMP).

 

Di situ, Kyung Soo yang memang dipaksa bekerja oleh pemilik club yang membelinya, membawakan minuman untuk Chan Yeol keparat dan kawan-kawan. Itu kontak pertama mereka, sampai seorang namja dewasa mengajak Kyung Soo ke sudut ruangan.

 

Beberapa menit kemudian, Kai yang pertama kali melihat, di sudut ruangan yang cukup gelap itu, ia melihat seseorang meronta-ronta, sesekali hendak berlari tapi ditarik lagi ke sofa. Itupun tidak jelas terlihat karena sandaran sofa itu membelakangi tempat Chan Yeol dan kawan-kawan.

 

Kubilang saja ini jodoh, karena Kai menghampiri tempat itu, Chan Yeol keparat dan Se Hun juga penasaran. Dan katanya mereka melihat Kyung Soo… eum… diperkosa… atau hampir diperkosa oleh namja dewasa itu.

 

Ada hikmahnya juga Chan Yeol itu cepat naik darah, karena dia duluan yang menarik namja mesum itu dan membantingnya ke lantai. Terakhir, Kai dan Se Hun menghajarnya sampai babak belur.

 

Entah uang dari mana yang dipunya Chan Yeol, dia membeli Kyung Soo dari pemilik club itu, sampai akhirnya, kali ini kubilang Kyung Soo beruntung bertemu dengan Chan Yeol dan kawan-kawan. Hingga dia adalah anggota keempat kelompok ini di usianya yang ke 16.

 

Lalu aku?

 

Sebenarnya aku malas membahas ini, karena kasusku hampir sama dengan Kyung Soo, sama-sama hampir diperkosa. Hanya saja aku lebih sial, karena aku berakhir menjadi kekasih dari namja yang hampir memperkosaku.

 

Aneh bukan? Tapi itulah kenyataannya.

 

Kejadiannya hampir satu tahun yang lalu. Aku terlambat pulang karena aku di suruh merapikan ruang UKS sepulang sekolah, karena memang piketku yang menjaga hari itu. rekanku yang sama-sama menjaga ruang UKS tidak datang hari itu.

 

 

~*N*R*L*~

 

 

Flash back.

 

Baek Hyun POV

 

“Hey…”

 

Aku langsung menoleh saat ada yang memanggilku.. “Ne?”

 

“Siapa namamu?”

 

“Aku?

 

“Ne, memangnya ada orang lain lagi di sini?”

 

Sialan… siswa ini menjengkelkan juga rupanya. Dan sepertinya aku tidak pernah melihatnya di sekolah ini.. “Hm, aku… namaku Byun Baek Hyun.”

 

“Oh, nama yang bagus. Aku Park Chan Yeol.”

 

“Lalu apa yang bisa kubantu Chan Yeol-shii?”

 

Ia mendekat. “Tidak banyak, mulai sekarang kau kekasihku!”

 

Mataku membulat. “Ne?”

 

“Kau tuli yah? Oh bagus… setelah namja bisu, sepertinya kelompokku akan menerima namja tuli.”

 

“YA SIAPA YANG TULI? KAU YANG GILA… SIAPA YANG KAU SEBUT KEKASIHMU?”

 

Namja bernama Chan Yeol itu mengusap daun telinganya. “Suaramu mengerikan. Aku sedang mencari orang untuk dijadikan kekasih. Kau manis juga, kurasa kau cocok.”

 

Aku memutar bola mata. “Dan kau berpikir aku mau menjadi kekasihmu dengan begitu mudahnya?”

 

“Ini bukan tawaran sayang, ini perintah.”

 

“Siapa kau berani memerintahku?”

 

“Kubilang aku kekasihmu.”

 

Aku naik pitam, segera kuambil sebuah kotak besi dan hendak menghantamkannya di kepala orang gila ini. “Pergi kau namja  mesum kurang ajar… tidak tau diri.”

 

Tep~

 

Sialnya dengan mudah ia menangkap tanganku.

 

“Kau mau kuperkosa dulu baru mau menjadi kekasihku? Agresif sekali,”  ucapnya santai sembari melepas kancing kemejanya.

 

Mataku membulat sempurna. “MWORAGO?”

 

“Tidak perlu berteriak, suaramu mengerikan,” ia langsung mendorongku hingga terhempas ke salah satu brankar UKS itu. dan tanpa jeda namja gila itu ikut naik dan menindihku. Menatapku datar. “Aku akan berhenti sampai kau bilang kau mau jadi kekasihku.”

 

“APA KAU GILA? MANA MUNGKIN AKU MAU MENJADI KEKASIH__mmmppphhhfff” dan detik selanjutnya namja brengsek itu mengunci bibirku dengan bibirnya. Sedikit kasar karena aku meronta. Kukira dia hanya bercanda, tapi tidak. Terbukti dia berhasil meninggalkan belasan kissmark di leher dan dadaku, dan hampir melepas seluruh pakaianku kalau saja aku tidak segera berteriak dan mengiyakan untuk menjadi kekasihnya.

 

“Ppabo, coba kau bilang dari awal. Kau tidak perlu sok-sok menolak begitu, buang-buang tenaga saja.”

 

Hendak rasanya kupatahkan leher namja ini setelah ia mengatakan hal menengkelkan itu. segera kubetulkan kancing seragamku dan menahan air mataku agar tidak semakin menderas.

 

“Ayo kuantar pulang.”

 

“Tidak usah.” Tolakku tegas.

 

“Kubilang ini bukan tawaran, tapi perintah. Atau kau mau kita lanjutkan yang tadi?”

 

Aku membelalak. “Ba… Baiklah, antar aku pulang.”

 

“Begitu, aku tidak suka orang yang sok-sok menolak kebaikan orang lain.”

 

Siapapun bawa aku ke rumah sakit jiwa sekarang, aku hendak gila saja rasanya.

 

Aku terkejut saat namja brengsek itu mendekat, dan hendak menyentuh bibirku dengan tangannya, segera kutepis tangannya waspada.

 

“Itu, kau jorok sekali, air liurmu bertebaran di dagu,” ucapnya tanpa perikemanusiaan. Dia pikir ini hanya liurku?.

 

Aku mengambil tissue di trolli terdekat dan menghapusnya kasar. Ingin rasanya aku berteriak dan menangis keras, tapi aku jelas tidak mungkin menangis di hadapan namja gila ini.

 

“Oh ya… sebelum kuantar pulang, ikut denganku dulu ke markas.”

 

Aku terkejut lagi, markas? Apa itu artinya di sana ada kumpulan orang-orang seperti dia? Oh aku lebih baik mati dari pada ikut dengannya ke sarang pemerkosa.

 

“Ini juga perintah.” Tegasnya.

 

“Chan Yeol-shii… apa salahku padamu sampai kau mau mencelakaiku? Kau mau uang? Akan kuminta ayahku memberikan uang padamu, tapi jangan celakai aku…” raungku.

 

Sialnya lagi, namja brengsek ini justru berdecak. “Cengeng… aku tidak mau uang hasil meminta. Kajja, aku hanya ingin mengenalkanmu pada teman-temanku.”

 

Aku langsung menangis histeris dan menolaknya. “Jebal… jangan celakai aku, kumohon.”

 

“YA! Siapa yang mau mencelakaimu? Aku memang brengsek, tapi tidak akan mencelakai orang bodoh sepertimu. Kajja…”

 

“Aku namja baik-baik… kumohon, apapun akan kulakukan asal jangan memperkosaku beramai-ramai.”

 

Namja itu menatapku dengan alis terangkat. “Aku betul-betul akan memperkosamu kalau kau terus menangis. Sudah kubilang aku tidak akan mencelakaimu. Kau sekarang kekasihku, nakal-nakal begini juga aku tau adab berpacaran. Akan kupatahkan leher siapapun yang mencelakai kekasihku. Kajja…”

 

Anehnya kalimat terakhirnya itu membuatku berhenti menangis.

 

 

 

~*N*R*L*~

 

 

Aku mencengkram kuat lengan namja brengsek itu saat ia membawaku ke sebuah rumah yang sederhana, dan terlihat sangat mengerikan bagiku karena tempatnya di gang yang sepi. Di sana sudah ada 3 namja yang menunggu.

 

Yang satu, namja manis bermata bulat yang tersenyum padaku, satunya, namja putih dan sangat tampan, hanya melihatku datar. Satunya lagi…

 

“KAI???” Pekikku melihat orang kukenal itu, dia adalah teman seangkatanku di kelas sebelah.

Ia juga terkejut menatapku. Sontak kulepas cengkraman tanganku di namja brengsek bernama Park Chan Yeol itu dan berlari memeluk Kai.

“Selamatkan aku Kai, namja itu jahat, hiks…”

“A… ada apa ini? Chan Yeol? Kau apakan anak ini?”Kai mengusap-usap punggungku.

“Hey lepaskan tanganmu, dia kekasihku,” kurasakan tanganku ditarik dari belakang hingga aku terlepas dari Kai.

“Siapapun asal jangan anak ini, dia tidak cocok di kelompok ini. dia dari keluarga baik-baik,”

Aku mengangguk membenarkan perkataan Kai, walau aku tidak tahu kenapa dia membawa-bawa latar belakang keluarga, apa itu berarti Kai dan 3 orang lainnya di sini bukan berasal dari keluarga baik-baik?.

“Ah, aku malas mencari, yang jelas mulai sekarang dia kekasihku. Oh ya siapa tadi namamu?”

Lihat cara namja brengsek ini memperlakukanku, bagaimana mungkin aku bisa menjadi kekasihnya, sementara namaku saja sulit diingatnya.

“Hiks… Byun… Baek Hyun.”

“Ne, Byun Baek Hyun… dia kekasihku, dan minggu depan, dia yang akan  mendampingiku di turnament itu.”

Mataku membelalak. “Turnament apa?”

Namja brengsek itu tertawa, sampai kemudian kulihat Kai menghela nafas pasrah, dan namja bermata bulat menyerahkan secarik kertas padaku dan menepuk pundakku.

“Selamat bergabung Baek Hyun-shii…”

 

 Flashback End

 

~*N*R*L*~

 

 

Itu kisah tragisku, bisa sebanding dengan kisah tragis Kai, Se Hun dan Kyung Soo bukan? Dan kenapa aku tetap meneruskan peranku sebagai kekasih Chan Yeol sementara sebenarnya kalau dipikir, sangat gampang menghindarinya?

 

Jawabannya hanyalah satu.

 

Park Chan Yeol itu brengsek.

 

Dia selalu menemukanku di sekolah, dan dia selalu mengancam dengan ancaman yang sama setiap kali aku berusaha menghidarinya.

 

“Kau betul-betul ingin diperkosa?

 

Ne, itu ancamannya setiap kali ia menemukanku bersembunyi di toilet, gudang sekolah, balkon atap, ruang ganti GOR, bahkan dia pun bisa menemukanku saat bersembunyi di dalam loker.

 

Tidak hanya sampai di situ, saat kulaporkan pada guru dan Chan Yeol kena tegur, akhirnya imbasnya terkena padaku. Dan kupikir saat itu adalah terakhir kalinya aku hidup karena kalau saat itu Chan Yeol berhasil memperkosaku, aku akan bunuh diri.

 

Tapi tidak. Sekali lagi setelah meninggalkan belasan kissmark, dia menatapku tajam dan mengancamku. “Ini yang terakhir, kalau kau berulah… akan kuperkosa kau didepan umum.”

 

Dan akhirnya niatku untuk melaporkannya pada ayahku juga sirna. Diperkosa saja itu sudah musibah besar, apalagi di depan umum? Dan begitulah kuterima nasibku sebagai kekasihnya.

 

“Kajja, kita tidur saja Baek Hyun-ah, sudah jam 2,” teguran Kyung Soo membuyarkan lamunan panjangku.

 

“Ne… aku tidur di kamarmu yah!” Pintaku.

 

Ia tertawa. “Bukankah kamar Chan Yeol kosong?”

 

“Tapi siapa yang bisa menjamin dia tidak pulang? takutnya saat aku terlelap dia pulang dan menyerangku.”

 

Kyung Soo semakin tertawa. “Chan Yeol itu baik dan berprinsip, walau dia memang kacau dan berandalan sih, tapi kulihat dia sangat menyayangimu.”

 

Aku hanya bisa berdecak,. “Aku tetap tidak siap.”

 

“Sudahlah, yang seperti itu memang akan terjadi begitu saja pada waktunya. Seterusnya kau akan terbiasa.”

 

Aku menelan ludah, Kyung Soo yang sepolos ini saja sudah melakukannya beberapa kali dengan Kai, dan dia tidak kenapa-napa. Hubungannya dengan Kai justru terlihat makin dekat, bahkan sangat romantis.

 

“ARRRGGHHH TIDAAAAKKKK.”

 

Kyung Soo kembali tertawa.. “Kajja, kita tidur.”

 

Akupun mengikuti langkah Kyung Soo menuju kamarnya dan Kai di lantai dua, persis di sebelah kamar Chan Yeol.

 

Kamar mereka begitu bersih dan rapi, karena Kyung Soo memang orangnya sangat bersih dan teliti, pantas Kai betah berlama-lama di kamarnya karena memang sangat nyaman. Salah satu alasan juga kenapa aku tidak mau tidur di kamar Chan Yeol.

 

Er… tidak jorok sih, hanya saja tidak rapi. Dan lagi masuk ke sana keselamatanku juga patut dipertanyakan.

 

Aku merebahkan tubuhku di ranjang king size itu, diikuti Kyung Soo yang tidur di sebelahku setelah melepas syalnya. Dan saat seperti itulah bekas luka Kyung Soo terlihat jelas. Luka parut menyebar di leher, juga bekas jahitan memanjang dari tengkuk hingga bahu kiri.

 

“Wae? Lukaku masih semengerikan itu?,” tegur Kyung Soo  menyadari aku memperhatikannya.

 

“Ani… itu sudah sedikit mengempes, tidak sakitkah?” perlahan kusentuh bekas luka yang timbul itu.

 

“Kau tidak jijik Baek Hyun-ah?”

 

“YA! Kenapa aku harus jijik? Ini hanya bekas luka, bahkan semengerikan apapun itu aku tidak akan jijik, karena kau sahabatku. Lukamu adalah lukaku.”

 

Ia tersenyum. “Gomawo, tetap saja aku masih tidak berani tanpa syal.”

 

“Ayolah, jangan menyiksa diri, kalau di villa tidak perlu pakai syal.”

 

“Aku hanya berani melepasnya di depan Kai.”

 

Aku tertawa, berniat menggodanya. “Bukankah Kai sudah melihat semuanya, jelas saja kau berani.”

 

“Karena Kai melarangku menutupi bekas luka ini saat berdua saja dengannya,” ralatnya sendu.

 

Aku terdiam, sekali lagi tragedi yang terjadi hampir satu tahun yang lalu memang merubah penuh kehidupan Kyung Soo, dia berhenti sekolah, dan hanya menghabiskan waktunya di Villa saja menjalani aktivitas seperti seorang ibu rumah tangga, atau tepatnya seperti seorang istri untuk Kai.

 

“Terkadang aku berpikir Baek Hyun-ah… Kai tidak sepenuhnya mencintaiku.”

 

Mataku membelalak sempurna. “Kyung Soo-ya, bicara apa kau? semua juga tahu bahwa Kai mencintaimu.”

 

Ia memejamkan mata. “Kurasa ini hanya rasa iba. Dia begitu kasihan padaku, dan menganggap cacatku ini adalah sepenuhnya kesalahan yang ia perbuat.”

 

“Kyung Soo-ya… tidak begitu, Kai… sangat… mencintaimu. Bukankah hubungan kalian sudah lebih intim seperti sepasang suami istri?”

 

“Bukan itunya Baek Hyun-ah, kau tidak akan mengerti. Setiap Kai menatapku, maka objek pertama yang ia lihat adalah bekas luka menjijikkan ini,”  Kyung Soo menyentuh pundak kirinya.. “Saat ia mencumbuku pun, yang pertama kali ia lakukan adalah menciumi bekas lukaku, dan akhirnya aku sadar… semua itu ia lakukan sebagai bentuk pertanggung jawabannya karena merasa dialah penyebab ini semua.”

 

Aku bergeser, kemudian memeluk Kyung Soo erat. “Jangan berpikir begitu Kyung Soo-ya, Tidak ada yang namanya iba dalam sebuah hubungan, aku saksinya. Kai betul-betul mencintaimu. Oh baiklah, mengenai tragedi itu, Kai memang memvonis dirinya sebagai penyebab ini semua, tapi bukan itu alasannya dia menjadikanmu kekasihnya, bukan semata-mata karena dia iba atau sebagai bentuk pertanggung jawabannya. Semuanya… hanya karena Kai mencintaimu. Sangat mencintaimu. Jadi jangan memikirkan hal yang aneh-aneh lagi.”

 

Kyung Soo tidak menjawab, ia menyentuh punggung tanganku yang melingkar di depan dadanya. Bisa kulihat ia meneteskan air mata dalam keadaan terpejam, kurasa ia berusaha mencerna kata-kataku.

 

Semoga…

 

Hm… kurasa aku memang tidak bisa mengabaikan peristiwa penting yang terjadi hampir satu tahun yang lalu. Karena memang, semuanya bermula dari situ. Aku juga semakin terikat dengan Chan Yeol… bermula dari situ.

 

 

 

~*N*R*L*~

 

Flashback.

 

Baek Hyun POV

 

 

 

Aku hanya bisa membuka mulut lebar-lebar, tak peduli asap knalpot yang mungkin saja sudah menumpuk di paru-paruku.

 

Ini tidak bercanda… aku berada di sebuah daerah terpencil di pinggir kota Seoul dengan kondisi jalan berliku dan menanjak. Tapi bukan itu masalahnya. Di sekelilingku sudah berjejer motor-motor besar aneka warna dengan bunyi yang memekakkan telinga. Salah satu pemilik motor berwarna merah itu si keparat Chan Yeol. Entah apa yang dia lakukan bersama Se Hun di sana, ia mengecek mesin motornya, mungkin.

 

Dan kuharap dia bercanda mengajakku ikut di boncengannya untuk ajang balapan ini.

 

“Hai manis… dengan siapa?”

 

Aku menoleh begitu mendengar sapaan genit itu. seorang namja dengan rambut mohawk tinggi berwarna-warni, dengan piercing penuh di telinga, hidung, bibir dan alis, tatto di mana-mana dan oh Tuhan, bau alkoholnya menyengat sekali.

 

“A… aku dengan…”

 

Dengan siapa? Apa aku harus menjawab dengan kekasihku? Demi seluruh makhluk di muka bumi, aku tidak sudi menganggapnya kekasihku.

 

“Bersenang-senang denganku yah…” Namja mengerikan itu hendak menyentuh wajahku dan itu membuatku menyeringai ketakutan dan memajamkan mata rapat-rapat.

 

PRAAAAKKK….

 

Brughhh~

 

Aku terkejut bukan main saat membuka mata, dan kulihat namja mengerikan tadi ambruk ke tanah dengan kepala bocor. Maksudku, kepalanya bersimbah darah. Dan saat aku mencari tahu penyebabnya, sudah kulihat Chan Yeol yang berdiri di dekatku sambil menenteng balok kayu yang ada lelehan darah di sana, jadi bisa kutebak, kenapa kepala namja tadi bisa sampai seperti itu.

 

Beberapa orang langsung mengerumuni kami, termasuk Kai, namja bermata bulat bernama Kyung Soo, dan namja tampan tapi bisu bernama Se Hun.

 

“Ada apa ini?” tanya namja yang lebih dewasa.

 

“Hyung… kontrol anak buahmu, jangan seenaknya melecehkan pacar orang,” namja keparat Chan Yeol merangkul pundakku, menarikku lebih rapat ke arahnya.

 

“Ah mian, akan kuurus. Kuharap tidak merusak moodmu Chan Yeol-ah…”

 

“Sedikit, kalau kau tidak mengenyahkan namja sialan itu. Lihatlah, dia membuat pacarku ketakutan.”

 

Aku selalu kaget saat Chan Yeol menyebutku sebagai pacarnya, sumpah itu mengerikan.

 

Namja yang lebih dewasa tadi meminta beberapa orang untuk membopong korban Chan Yeol. Kuyakin dia pingsan, dan kuharap dia tidak mati.

 

“Jadi, kalian sudah bisa ambil posisi,”  ucap namja dewasa tadi.

 

“Ne…”

 

Kerumunan bubar. Kulihat Chan Yeol berpelukan sebentar dengan Kai, juga Kyung Soo dan Se Hun. Sungguh aku tidak menyangka kenapa 3 orang itu bisa begitu betah menjadi sahabat dari namja keparat bernama Chan Yeol.

 

“Kajja…” ajaknya membuyarkan lamumanku.

 

“Kemana?”

 

“Ck, tentu saja ke arana balap, ppabo…”

 

Aku langsung diseretnya melewati beberapa barisan motor besar sampai kami tiba di sebuah motor merah yang tidak bisa kuelakkan adalah motor terkeren dari puluhan motor yang berbaris.

 

Motor hitam Kai ada di barisan paling kiri, sudah ada Kyung Soo bersamanya, karena Kyung Soo adalah pendampingnya Kai, sementara aku menjadi pendamping namja sialan ini.

 

“Jangan gugup. Rileks saja dan peluk aku selama racing di mulai, kau bisa menutup matamu kalau takut, dan rapatkan kepalamu di punggungku,” jelasnya.

 

Aku justru semakin takut mendengar instruksinya. Apa sebaiknya aku tukaran saja dengan Kyung Soo? Kurasa bersama Kai lebih aman.

 

Chan Yeol memasangkan jacket kulit tebal padaku. “Astaga, ini bahkan sudah ukuran terkecil, kenapa tetap kebesaran di tubuhmu?”

 

Aku hendak protes, tapi mana mungkin aku berani?

 

Setelahnya ia mengangkat tubuhku dengan sangat mudah ke atas jok motor, aku dbiarkan duduk menyamping dulu, dan Chan Yeol memposisikan tubuhnya berdiri di hadapanku, dan menatapku intens.

 

“Kau kekasihku, Heum!”

 

Aku memejamkan mata sejenak, menghembuskan nafas pasrah. “Kalau aku bilang bukan, kau juga tidak akan terima. Jadi mau tidak mau akan kubilang iya saja.”

 

Ia tertawa. “Oh photografernya datang.”

 

“Kenapa bawa-bawa photografer?”

 

“Mr.X yang mengadakan event ini ingin memastikan bahwa setiap pembalap membawa kekasihnya, bukan orang sewaan.”

 

“Lalu hubungannya dengan photografer?”

 

Chan Yeol semakin tertawa, mencurigakan. Terlebih ia menuntun lenganku untuk memeluk lehernya. “senyum sajalah.”

 

“Chan Yeol-shii… dalam hitungan 3.” seru photografer itu yang sudah berdiri di dekat motor Chan Yeol.

 

Oh jadi harus mengambil gambar sepasang kekasih dan motor? Manis sekali sebenarnya.

 

“Satu… dua… Tiga.”

 

CHU~

 

CKLIK….

 

Mataku membelalak…

 

Chan Yeol menciumku saat orang tadi mengambil gambar.

 

“Wah, posenya keren sekali, motormu juga membuatnya semakin keren,” ucap namja itu, tapi kami tidak menggubrisnya, mana bisa menggubrisnya sementara Chan Yeol sibuk mengulum bibirku.

 

“Aigo… panas sekali.”

 

Sindiran photografer tadi sebelum pergi membuat pipiku ikut memanas, berkali-kali mengimbangi ciuman Chan Yeol yang cukup… er… menuntut.

 

Bunyi decakan halus mengakhiri ciuman itu. nafasku tersengal, dan kurasa pipiku sudah semerah tomat sekarang.

 

“Manis sekali,”  ucap Chan Yeol sambil tersenyum, dan sial… aku baru menyadarinya. Namja keparat ini ternyata sangat tampan.

 

“Kita harus menang yah, kalau juara satu kita bisa dapat Villa dan uang 30 juta Won. Lumayan unuk markas baru kan? Kai dan Kyung Soo biar juara dua saja, hadiahnya juga lumayan 20 juta won.”

 

“Ne,” Jawabku seperti orang bodoh. masih terpengaruh ciuman tadi.

 

“Kalau kau jinak begini, aku jadi membayangkan bagaimana kalau kemenangan nanti kita rayakan di villa baru.”

 

Aku mengerutkan kening. “Pesta, begitu?”

 

“Hm, pesta. Untuk kita berdua.”

 

“Berdua? Kai, Kyung Soo dan Se Hun tidak diajak.”

 

“Ppabo, jadi kau mau diperkosa beramai-ramai?”

 

Mataku membelalak. “MWORAGO? JADI YANG KAU MAKSUD DENGAN PESTA ADALAH… S*X????”

 

“Kubilang jangan berteriak, suaramu mengerikan. Ne, aku tidak akan menyentuhmu, aku hanya bercanda.”

 

Aku langsung bernafas lega, persendianku lemas karena betul-betul terkejut. Hampir saja aku terlena dengan sikap manis namja sialan ini, ternyata sekali brengsek tetap brengsek.

 

Chan Yeol mengambil Helm yang ia letakkan di kaca spion tadi, hendak memasangkannya padaku.. “Menang…,” ucapnya tegas, kemudian mencium bibirku sejenak sebelum memasangkan helm itu di kepalaku.

 

Sudahlah… aku tidak kaget lagi mendapatkan ciuman tiba-tiba dari namja keparat ini. berbicara tentang ciuman? Jadi Kai dan Kyung Soo juga berciuman sambil dipotret kan? ah kenapa tadi aku tidak melihatnya saat dipotret. Setahuku mereka tidak berpacaran, hanya dekat saja karena Kai tidak seperti Chan Yeol yang kurang kerjaan menyeret orang tidak bersalah sepertiku menjadi kekasihnya. Kai dan Kyung Soo sepakat bekerja sama saja, lagipula hanya berciuman itu bagi mereka bukan kendala selama mereka sudah sangat dekat.

 

“Betulkan posisimu,” tegur Chan Yeol . “Aku ambil Helm dulu di sana.”

 

“Ne,”jawabku dengan suara teredam karena helm berat dan besar ini.

 

Dugh~

 

Tak sengaja kakiku menyenggol seseorang di sebelah, dan itu adalah juga peserta balap malam ini.

 

Aku membungkuk berkali-kali meminta maaf, tapi racer bermotor hitam di depannya turun dari motornya dan menghampiriku karena ternyata aku menendang kaki kekasihnya.

 

Yang dibonceng pasti kekasihnya kan?

 

“Hati-hati kakimu anak kecil,” bentaknya.

 

Aku terkejut (juga tersinggung karena mengataiku anak kecil). “Mianhae, aku tidak sengaja,” ucapku takut-takut. Sungguh berada di dunia ini tidak ada aman-amannya sama sekali, sedikit-sedikit kena betak, sedikit-sedikit dilecehkan, sedikit-sedikit perkelahian dan apalah.

 

“Kau menendangnya brengsek,” bentaknya lagi, membuatku ketakutan.

 

Greb~

 

“Kau mau mulutmu sobek?”

 

Suara berat itu jelas kukenal, itu Chan Yeol… kekasihku, ia tengah mencengkram kerah jacekt namja yang hampir sama tingginya dengan Chan Yeol. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena ia mengenakan helm.

 

“Oh… kekasihmu Park Chan Yeol? Tidak heran karena dia sama kurang ajarnya denganmu,” ucap namja itu.

 

Segera kubuka Helmku, turun dari motor(dengan melompat) dan membungkuk berkali-kali pada namja tinggi tadi.. “Mianhae… aku tidak sengaja.”

 

Orang itu itu menoleh padaku, walau aku tidak bisa melihat wajahnya yang tertutup helm, aku yakin dia menatapku. Membuatku kembali menunduk. “Aku tidak sengaja, jadi kumohon jangan diperpanjang,” aku memberanikan diri menarik tangan Chan Yeol hingga ia bergeser ke arahku dan melepaskan cengkramannya.

 

Namja tinggi tadi tidak merespon, dia hanya diam.

 

“Gege, sudahlah… ini hanya masalah sepele dia memang tidak sengaja, sebentar lagi mulai, bersiaplah,” tegur seorang namja tinggi lainnya yang masih duduk di boncengan motor itu. aku bisa melihat sosoknya karena dia belum memakai helmnya. Dia namja yang cukup manis, rambutnya hitam legam, tatapannya tajam, tapi dia melempar senyum padaku. Aku balas tersenyum padanya.

 

“Baiklah,” ucap namja yang membentakku tadi kemudian menghampiri kekasihnya dan mengambil posisi di sana.

 

Menakutkan sekali.

 

“Kau tidak apa-apa?” Chan Yeol menatapku.

 

“Ne.. tidak sempat dihajar, tapi tadi cukup menakutkan juga.”

 

“Nanti akan kubereskan dia kalau semuanya selesai.”

 

Aku terkaget. “Ah sudahlah tidak perlu, ini juga masalah sepele.”

 

“Hei… membentak kekasih Park Chan Yeol itu sama saja dengan membentakku, artinya juga cari mati.”

 

Aku menelan ludah dengan susah payah, mendengar hal itu justru membuat jantungku berdegup kencang. “Sudahlah, tidak apa. Kita harus menang, itu saja,” ucapku bodoh. sejak kapan aku jadi bersemangat untuk menang, sementara selamat sampai tujuan saja masih dipertanyakan dulu.

 

“Hm, arasso… pakai kembali Helmmu,” perintah Chan Yeol sembari membantuku memakai helm berat itu. juga membantuku menutup kacanya.

 

Chan Yeol melakukan hal yang sama, kemudian kulihat ia menyetel sesuatu di sisi kiri helmnya.. “Chek… chek… kau mendengarku ppabo?”

 

Aku membelalak, seperti sedang menggunakan earphone, aku mendengar suara si brengsek Chan Yeol dengan jelas, dan dia memanggilku apa barusan? Ppabo? Oh baiklah…. “Aku mendengarmu, sialan.”

 

Ia tertawa, dan itu kedengaran jelas. “Panggilan sayangmu manis sekali, biasanya aku akan langsung merontokkan gigi orang yang mengataiku begitu.”

 

Seketika sekujur tubuhku membeku. Tamatlah riwayatku.

 

Tapi terdengar lagi suara tawanya. “Panggil aku sesukamu, karena aku suka kalau kau yang mengataiku begitu, ppabo.”

 

Apa begini gaya pacaran orang gila seperti Chan Yeol? Tuhan… kupikir karena dia begitu melindungiku, maka akan kudapatkan sesuatu yang romantis darinya. Sekali lagi, Chan Yeol memang brengsek.

 

“Penemuan Se Hun keren juga kan? dia yang memodif ini,”  ucapnya sangat jelas di telingaku.

 

“Ne, keren sekali.”

 

“Kita juga bisa berkomunikasi dengan Kai dan Kyung Soo, karena Se Hun memang membuat ini 4 buah.”

 

“Benarkah?”

 

“Tunggu… kusambungkan dengan mereka.”

 

Terdengar sedikit bunyi ‘pip’ dan ‘sreek’.

 

“Kim… Kim Jong In dan mantan pelacur… kau mendengarku?”

 

Aku terbatuk mendengar suara Chan Yeol yang memanggil Kai dan Kyung Soo seperti itu. Kim Jong In jelas nama Kai, lalu mantan pelacur?

 

“Brengsek kau Park Chan Yeol…” itu suara Kyung Soo. “Ne aku mendengarmu keparat.”

 

Oh… baiklah, sepertinya aku akan terbiasa dengan semua kata-kata kasar ini.

“jadi Kai, kau sudah tahu rencananya?” suara Chan Yeol mulai terdengar serius.

 

“Ne, kususul kau di tikungan ke tiga.”

 

“Betul, oh ya, si China tepat di sebelahku.”

 

“Aku tahu, dia memang mengincarmu, jadi hati-hati. Kudengar dia juga bawa orang, mungkin 2 atau 3 motor.”

 

“Kalau begitu kau juga hati-hati, mungkin mereka masih dendam karena turnament terakhir.”

 

“Hm… kuawasi kau dari belakang saja.”

 

“Gomawo, kau juga jaga dirimu.”

 

Oke, sekarang aku tahu seerat apa persahabatan Chan Yeol dan Kai, walau aku sama sekali tidak mengerti apa isi pembicaraan mereka.

 

“Baek Hyun-ah.. kau mendengarku, ini aku Kyung Soo,” Suara lembut itu menyapaku.

 

“Ne Kyung Soo-shii…” jawabku.

 

“Jangan tegang yah. Chan Yeol memang gila saat membawa motor, tapi dia tidak pernah jatuh, jadi tenang saja.”

 

“Kau mengatakan itu aku jadi tidak bisa tenang.”

 

“Kau hanya perlu memejamkan mata dan memeluknya erat, juga mengimbangi berat motor, setelahnya serahkan pada Chan Yeol. Arajjhi?”

 

Aku menghembuskan nafas pasrah. “Ne… aku bukan pihak yang diberi pilihan Kyung Soo-shii.”

 

Aku lupa bahwa Chan Yeol juga mendengarnya, terbukti tawanya cukup mengganggu telingaku. Lalu apa yang kudapatkan setelahnya. Chan Yeol memelukku erat sambil menepuk-nepuk punggungku.. “Kau akan baik-baik saja bersamaku.”

 

Itu suara Chan Yeol…

 

Dan entah kenapa suara iblisnya justru menghangatkan hatiku.

 

 

 

~*N*R*L*~

 

Aku mengeratkan pelukanku di perut Chan Yeol. Dari balik bahunya bisa kulihat seorang yeoja bertubuh semampai tengah mengangkat slayer merah ke udara, Chan Yeol bilang saat slayer itu terlepas dari tangan yeoja tadi… turnament dimulai. Aku sama sekali tidak mengerti jadi ikut saja.

 

Aku bisa merasakan bokongku bergetar saat Chan Yeol meninggikan gas motornya tanpa melepas kopling nya, derunya pasti sangat keras bahkan bisa terdengar olehku yang memakai helm besar kedap suara.

 

Kueratkan lagi pelukanku diperutnya karena yeoja di depan sudah bersiap melempar slayernya.

 

“Saranghae…”

 

Aku membelalak. “Ne?”

 

 

BRUM…..

 

Tubuhku hampir terpental kalau saja aku tidak berpegangan kuat. Seperti instruksinya, aku memeluk erat perut Chan Yeol dan merapatkan kepalaku di punggungnya.

 

Motor Chan Yeol langsung melesat seperti terbang ke udara, bisa kurasakan itu dari terpaan angin di sisi tubuhku yang tidak terhalang tubuh Chan Yeol.

 

Mengerikan… aku bersumpah ini sangat mengerikan, jalanannya berkelok-kelok, dan ada beberapa tanjakan walau tidak terlalu menukik,  salah satu poin menyeramkan dari balapan liar.

 

Tapi menit-menit selanjutya, aku seperti terbiasa… ini seperti telah menyatu dengan Chan Yeol dan juga motornya.

 

Kyung Soo benar, Chan Yeol ini gila saat mengendarai motornya, tapi… ini sungguh menegangkan, dan… menyenangkan. Aku bahkan sudah berani membuka mataku, melihat sisi jalan yang terlewati hanya dalam hitungan sepersekian detik.

 

Aku tidak pernah membayangkan bahwa menantang maut ternyata semenegangkan ini… sialnya aku suka…

 

Lihat… tidak ada motor di depan kami, entah kami tertinggal jauh atau justru kami yang meninggalkan mereka di belakang. Aku tidak peduli, aku hanya suka sensasi ini.

 

“Chan Yeol-ah… kau mendengarku?”

 

Itu suara Kai yang putus-putus.

 

“Ne… Waeyo Kai?”

 

“Si China persis di belakangmu.”

 

Aku mengerutkan kening, kemudian menoleh. Itu membuat motor Chan Yeol goyang.

 

“YA PPABO! APA YANG KAU LAKUKAN? JANGAN BERGERAK! KAU MAU KITA MATI!???” bentak Chan Yeol hampir memecahkan gendang telingaku.

 

“Ma… maaf, aku hanya ingin melihat siapa yang dimaksud Kai dengan si China,” kubetulkan kembali posisiku dan itu membuat motor kembali stabil.

 

“Bukan urusanmu, kau diam saja dan peluk aku.”

 

“Ne…”

 

“Chan Yeol-ah… aku berada di belakang si China, satu anggotanya di belakangku,” lapor Kai lagi.

 

“Hati-hati Kai, kau bisa dicelakai.”

 

“Ne, kau juga… beberapa kilo lagi sampai ke tikungan ketiga, kususul kau di sana.”

 

“Lepas dulu yang menyusulmu.”

 

“Bisa… jaraknya puluhan meter, dia tidak akan menyusulku.”

 

“Bagus, kutunggu kau di garis finish.”

 

“Ne…”

 

Ini seperti mendengar live report sebuah turnament balapan resmi. Sungguh keren, dan lebih keren lagi aku bisa terlibat di dalamnya.

 

Beberapa menit berlalu dan Chan Yeol sudah meninggalkan motor yang menyusul kami di belakang, cukup jauh karena bisa kuintip dari spion Chan Yeol, tidak ada tanda-tanda keberadaan motor lain di belakang.

 

“Ck… sial.”

 

“Waeyo?” tanyaku kaget saat Chan Yeol mengumpat.

 

“KAI? KAU MELIHAT SI CHINA?” seru Chan Yeol.

 

“Ne, persis di depanku.”

 

“Itu jebakan Kai, dia bukan mengincarku, tapi kau.”

 

“Ne?”

 

“Aku sudah hampir finish, kau tidak perlu juara Kai, turunkan kecepatanmu,” tegas Chan Yeol. Aku jadi gugup sendiri karena percakapan itu. setelah melewati tikungan ketiga yang dimaksud, aku bisa melihat di ujung sana lampu-lampu dan kerumunan orang menunggu, itu garis finish dan memang kami yang terdepan.

 

“Kai? Kau mendengarku, Villanya di tangan. Jadi kau hati-hati saja sampai ke sini.”

 

Motor Chan Yeol melesat sempurna, dan menembus pita sebagi garis finish.

 

Bunyi decitan keras, perpaduan antara ban dan aspal menandakan Chan Yeol menghentikan motornya. Ia sedikit memutar motornya hingga menghadap ke arah berlawanan dari garis finish tadi. Masih belum ada tanda-tanda motor yang menyusul.

 

“KAI? KAU MENDENGARKU?”

 

Tidak ada sahutan, sampai kemudian…

 

 

 

 

 

BRUUUUUAAAAAAAAKKKKK

 

DHUAAARRRR….

 

Chan Yeol membuka helm dan melemparnya ke aspal.

 

Aku tercengang mendengar suara tabrakan yang begitu keras, dan bisa kulihat dengan mata kepalaku sendiri sekitar beberapa kilo di depan terdapat ledakan dengan semburan api berasap ke udara. Semua orang panik, dan bergegas menuju sumber ledakan.

 

“SIAAAALLLLLL…” maki Chan Yeol, ia kembali melajukan motornya lebih gila dari yang tadi, membuat kami tiba di tempat itu lebih dulu dalam hitungan detik, kami sempat berselisih jalan dengan 2 motor yang kuyakin salah satunya adalah motor si China yang dimaksud Kai dan Chan Yeol tadi.

 

Terkejutnya aku bukan main saat kulihat motor yang kukenal itu menghantam tebing dan terbakar. Jadi kurasa itulah sumber suara tubrukan dan ledakan tadi. Chan Yeol tidak menghampiri motor itu, dia menepikan motornya di tepi jalan dekat pembatas jalan dan jurang, dan…

 

 

Oh Tuhan, aku hampir pingsan melihat Kai memeluk Kyung Soo yang bersimbah darah dan tak sadarkan diri. Pembatas jalan itu bengkok dan rusak parah, entah tubuh Kai atau Kyung Soo yang terhantam di sana.

 

“KYUNG SOO-AAAAHHHH…. BANGUN… KYUNG SOO-YAAA.” Raungan Kai membuatku semakin gemetar. Aku mengikuti Chan Yeol berlari menghampiri mereka.

 

Kakiku langsung lemas, dan aku terduduk dan bersimpuh di aspal saat melihat kundisi Kyung Soo lebih dekat. Kai terus menekan sisi leher kiri Kyung Soo, karena kuyakin sumber darah yang keluar menderas itu dari sana.

 

“BRENGSEEEEKKKK,” Pekik Chan Yeol kemudian berdiri dengan murkanya menuju motornya. Dan tak perlu mengenalnya bertahun-tahun untuk tahu watak Chan Yeol. Kuyakin sekarang dia akan menghajar si China yang dimaksud.

 

“Park Chan Yeol… Selamatkan dulu Kyung Soo baru kau habisi mereka,” tegurku.

 

“Lihat apa yang dia perbuat… lihat….”

 

Aku meradang, bisa-bisanya Chan Yeol begitu bodoh sampai tidak tahu mana yang lebih dulu harus didahulukan. Dengan kekuatan penuh aku menghampirinya kemudian menamparnya keras-keras. “NAMJA KEPARAT!!! SELAMATKAN KYUNG SOO DULU BARU MENGHABISI MEREKA… KAU MENGERTI PPABO?” bentakku mendarah daging, membuatnya tercengang melihatku.

 

Sebuah mobil ambulans datang, dan itu membuat kami yang sempat mematung sambil bertatapan tajam langsung terperanjat. Beberapa petugas langsung membawa Kyung Soo, dan Kai yang awalnya meronta karena tak ingin di tandu, dia terus meneriakkan nama Kyung Soo.

 

Aku langsung menarik tangan Chan Yeol dan ikut masuk ke dalam ambulance itu. menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri Kai melompat dari tandu kemudian menggenggam tangan Kyung Soo selama dalam perjalanan menuju rumah sakit.. “Mianhae Kyung Soo-ya… mianhae….”

 

Raut penuh penyesalan terpancar di sana. Siapapun di posisi Kai pasti akan merasakan hal yang sama. Sementara Chan Yeol…. ia terdiam di sebelahku. Tangannya mengepal kuat dan wajahnya merah. Kurasa menahan tangisnya.

 

Kuberanikan diri menggenggam tangan kirinya, membuatnya menoleh padaku. Kuanggukkan kepalaku seolah memberi isyarat agar dia tenang, dan… ajaib…

Itu berhasil. Raut wajahnya yang sangat keras kini melunak, dan perlahan air mata yang ditahannya mulai meleleh.

 

Sekarang aku semakin yakin… Park Chan Yeol, namja brengsek ini sebenarnya punya hati. Karena mana mungkin dia sampai seperti ini melihat sahabatnya sekarat.

 

 

Flashback END

 

~*N*R*L*~

 

 

 

Baek Hyun POV

 

Aku membuka mataku perlahan, tragedi itu sampai terbawa mimpi. Tapi aku terbangun bukan karena mimpi itu, Entah kenapa aku merasa sesak sekali, padahal seingatku tempat tidur Kyung Soo berukuran besar, terlebih aku memeluknya tidak begitu erat, tapi kenapa aku merasa sangat terhimpit?.

 

Aku menoleh ke kanan dan kulihat Kyung Soo tertidur sangat lelap. Dan ehh….

 

 

… ada seseorang di belakangnya yang memeluknya erat. Itu … tentu saja Kai, suaminya. Tapi sejak kapan dia masuk ke kamar ini dan tidur di sini? ya Tuhan… jadi kami tidur bertiga? Tega sekali Kai menerobos masuk, setidaknya dia bisa menumpang dulu di kamar Chan Yeol atau Se Hun.

 

 

Aku mencoba bangkit, ingin pindah ke ruang tamu saja karena kuperkirakan ini masih dini hari, tapi sesuatu yang berat di perutku membatasi gerakku.

 

Mataku membesar saat kulihat lengan kekar melingkar di perutku, dan saat aku menoleh ke kiri, Wajah keparat Chan Yeol sudah terpajang sempurna di depanku.

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA,” jeritku membuat mata besarnya terbuka dan membelalak.

 

“Ya! Neo Ppaboya? Kau tahu jam berapa sekarang? Aku baru bisa tidur 15 menit yang lalu dan kau sudah mengusik begini? Bukankah sudah berjuta-juta kali kubilang jangan berteriak dengan suara melengking, telingaku sakit,”  protesnya.

 

“Kenapa kau ada di sini? pergi… pergi, lepaskan? Aarrghh dan mana bajumu? Kenapa kau tertidur tanpa baju?”

 

“Panas, Ppabo,” namja keparat itu menarik lebih merapat di dada bidangnya.

 

“Arrrggghhh lepassssss…”

 

“Diam… atau kuperkosa.”

 

Seketika aku membeku.

 

“Bisakah kalian diam? Kalau mau bertengkar pindah saja ke kamar kalian,” tegur Kai karena kulihat Kyung Soo juga ikut terbangun. Kyung Soo membalikkan tubuhnya dan menoleh pada Kai. Kai menyambutnya dengan memeluknya mesra, menciumi Kyung Soo berkali-kali, wajah dan juga tempat bekas lukanya. Jadi aku sudah bisa membuktikan ucapan Kyung Soo yang mengatakan kalau Kai suka mencium Kyung Soo di situ.

 

Tuhan… kondisi apa yang menimpaku ini? lihat bagaimana Chan Yeol juga sudah kurang kerjaan dengan menciumi pipiku berkali-kali.

 

“Tidurlah brengsek… atau kutendang kau.”

 

“Ne Ppabo…, aku juga sudah lelah jadi tidak bisa menjamahmu.”

 

“Kau menyentuhku, akan kubakar phoenix mu.”

 

“Kau menyentuh Phoenix, akan kuperkosa kau di depan ayahmu.”

 

Plak`

 

Kupukul punggung tangannya yang masih betah memeluk perutku. “Kenapa ancaman mu selalu seperti itu? tidak adakah yang lebih elit sedikit?”

 

“Setidaknya hanya itu yang bisa membuatmu mati kutu, dan jangan kira aku hanya sekedar mengancam. Kalau kau membuatku betul-betul marah dan libidoku naik, kau tidak akan selamat walau sesuka apapun aku padamu.”

 

“Sialan…”

 

“Bilang apa?”

 

“Brengsek keparat mesum kurang ajar…”

 

“Ne… Ppabo gila.”

 

 

“Eungh…”

 

Aku terkaget saat mendengar Kyung Soo mendesah. Aku tidak berani menoleh untuk tahu apa yang dilakukan Kai padanya hingga dia mengeluarkan suara semengerikan itu.

 

“Kim Jong In… eungh.. mmmppphh.”

 

Seketika aku merasakan dampak pertengahan musim panas. Seluruh tubuhku panas, dan aku gemetar. Aku betul-betul merinding mendengar suara Kyung Soo, membayangkan apa yang dilakukan Kai padanya dengan sangat beraninya tanpa mempedulikan keberadaanku dan Chan Yeol di sebelah mereka.

 

“Akh… jebaaalll.”

 

Kini Kyung Soo menjerit, membuatku sontak memalingkan wajah ke kiri dan…

 

Blush~

 

Wajah Chan Yeol yang juga memerah, menyambutku. Ia menatapku, sama tidak enaknya denganku.

 

“Kita pindah,” bisiknya.

 

“Ne…,” balasku. aku pun bangkit dari tempat tidur, di susul Chan Yeol. Aku tidak berani menoleh, karena suara Kyung Soo semakin jelas terdengar.

 

“DASAR GILA!” umpat Chan Yeol yang melempar bantal ke arah mereka. Aku buru-buru menarik Chan Yeol keluar dari kamar Kai dan Kyung Soo.

 

 

 

~*N*R*L*~

 

Ternyata masih jam 3 subuh… sekarang aku justru semakin kepanasan tidur di kamar Chan Yeol. Bagaimana tidak, Chan Yeol tidur dengan tengkurap, aku di sebelahnya menghadap langit-langit sambil berusaha memindahkan tangannya yang menapak di dadaku. Bukan perkara menapak saja, masalahnya… jarinya bergerak, dan sebelum tangannya kupatahkan, maka kupindahkan saja tangan kurang ajarnya itu. dan setelah kupastikan ia sudah tertidur, barulah aku bisa tidur dengan tenang.

 

 

~*N*R*L*~

 

Ini hari minggu, jadi jangan heran kenapa Red Villa masih sepi padahal sudah jam 8 pagi. Ne, penghuninya tertidur termasuk aku yang memang sengaja menginap dengan alasan untuk menemani Kyung Soo, tapi ternyata… yang terjadi tidak sesuai rencana karena sekarang, saat aku terbangun, tubuhku sudah dipeluk erat oleh namja keparat yang sialnya adalah kekasihku ini.

 

“Brengsek… lepaskan aku, aku mau bangun,” bisikku.

 

Chan Yeol tidak merespon, dia betul-betul lelap. Makanya aku tidak tega langsung membentaknya. Sepertinya aku memang harus lepas dengan usaha sendiri. Dan itu kulakukan. Aku menjauhkan wajahku yang berhadapan langsung dengan dada bidangnya, perlahan kulepas lengan kekarnya yang memelukku posesif, dan setelah aku bebas, aku sedikit bergeser ke tepi dengan sangat pelan, sebelum akhirnya beranjak keluar.

 

Aku menemukan Kai tengah membongkar isi kulkas, tumben sekali bukan Kyung Soo yang bangun duluan. Kurasa Kai melakukan hal yang aneh-aneh padanya tadi malam hingga Kyung Soo betul-betul terlambat untuk bangun.

 

“Kau membuang kaleng bir lagi?,” tegur Kai.

 

“Ne, kuganti dengan susu dan jus buah, coba itu. itu lebih sehat diminum saat pagi dari pada bir.”Jawabku kemudian mengambil air di dispenser.

 

Kai berdecak dan menatapku malas. “nanti kalau Chan Yeol memberimu pelajaran, kau tidak akan kutolong.”

 

Aku membelalak. “Ya! Kenapa begitu? Aku juga melakukan hal itu untuk kepentingan kalian juga, aku tidak melarang kalian minum, hanya saja jangan setiap saat, pagi siang sore malam minum terus, kalian bisa terserang penyakit.”

 

Kai mengambil sekotak susu cair dan meneguknya asal-asalan, kemudian ia menghampiriku dan menepuk puncak kepalaku. “Terima kasih manis, tapi tidak perlu sampai seperti itu, kau melarang kami minum sama saja melarang kami bernafas, arajjhi?”

 

“Sampai seperti itu?”

 

“Hm…” Kai menyambar gelasku dan meneguk sisa airku di sana.. “Dan kau meminta kami minum susu? Ini saja sudah sukses membuatku mual.” Kai kembali meletakkan kotak susu tadi di atas meja, kemudian meninggalkanku setelah mengacak rambutku.

 

Ah Kai sama saja, walau tidak sebrengsek Chan Yeol, tapi dia juga menyebalkan.

 

Puk~

 

Aku menoleh saat ada yang menepuk pundakku, dan Se Hun sudah berdiri di sana dengan wajah datarnya.

 

Ia menggunakan bahasa isyarat yang sudah sedikit kumengerti.

 

‘aku lapar’ itu yang kutangkap dari gerakan tangannya.

 

“Oh, tunggu kubuatkan bibimbab karena Kyung Soo belum bangun.”

 

‘Cepatlah, perutku sakit, dan juga ambilkan 2 kaleng bir

 

“Birnya kubuang…”

 

Matanya membelalak ‘akan kulaporkan pada Chan Yeol agar dia memperkosamu’

 

Bahkan Se Hun sudah tahu ancaman apa yang paling kutakuti.

 

“Nanti kubelikan, tapi siang saja, jangan minum bir pagi-pagi. Arasso!” bentakku.

Ia memutar bola matanya. ‘Terserah saja, cepat buatkan makanan, aku lapar

 

Se Hun langsung ambil posisi di salah satu kursi meja makan. Dia tidak brengsek, hanya saja menyebalkan, tapi di bidang otomoif dia yang paling jenius, semua aksesoris perlengkapan dan service motor Kai dan Chan Yeol, ditangani Se Hun dengan mudahnya. Sebenarnya dia bisa membuka bengkel skala besar dengan kemampuannya itu, atau kalau perlu bekerja di sebuah perusahaan otomotif ternama, bukannya menjadi bagian dari kelompok ini.

 

Tapi kulihat Se Hun baik-baik saja, dia senang-senang saja menjalani tugasnya. Sudahlah… asal dia tidak bunuh diri saja.

 

Kuletakkan sepiring penuh bibimbab di atas meja makan. Aku tahu Se Hun punya selera makan paling besar di antara kami, terkadang aku sendiri yang sakit perut saat melihatnya makan. Dia mudah sekali lapar, dan kenyangnya susah, beruntung sekali kami tidak pernah kehabisan bahan makanan. Simpanan Chan Yeol dan Kai setiap kali menang turnament itu tidak tanggung-tanggung, bisa kubilang mereka sudah jadi orang kaya, beruntung juga mereka sedikit waras dengan menyimpannya beberapa untuk nanti keperluan mendadak, mengingat bagaimana borosnya mereka kalau sudah menyangkut masalah motor.

 

“Se Hunnie… kau tidak berniat cari pacar?” tanyaku membuka obrolan.

 

Dia menggeleng mantap.

 

“Kenapa? Kau tidak iri melihat Kai dan Kyung Soo?”

 

Ia menghentikan makannya dan menatapku.

 

‘Aku justru tidak berniat berpacaran setelah melihat kau dan Chan Yeol.’

 

Aku berdecak kesal. “Kami memang bukan contoh yang baik, contohi saja Kai dan Kyung Soo.”

 

Ia menggeleng lagi. ‘sendiri lebih enak.’

 

“Oh begitu?”

 

‘lagi pula, punya pacar atau tidak punya pacar apa bedanya? Kau dan Kyung Soo sudah cukup. Kalian menyayangiku, dan memperhatikanku, jadi kurasa aku tidak butuh lagi.’

 

Aku terkekeh. “Bedanya, kalau ada acara khusus, kau tidak punya pasangan. Kyung Soo jelas bersama Kai, dan aku jelas terkena sial bersama namja keparat Chan Yeol, kau pasti sendiri.”

 

Se Hun menghentikan gerakannya mengunyah makanan sementara mulutnya masih penuh. Ia menatap langit-langit, kemudian menggeleng. Ia kembali berkomunikasi denganku dengan bahasa isyaratnya. ‘Aku tidak keberatan. Pacar Chan Yeol pacarku juga.’

 

Aku membelalak. “Mwo?”

 

‘Bedanya, kalau aku menciummu  aku akan dibunuh Chan Yeol.’

 

“Hanya aku? Kenapa kau juga tidak menghitung Kyung Soo?”

 

‘Kyung Soo sudah kujadikan kakak, jadi mana mungkin aku menghitungnya.’

 

“Lalu aku?”

 

‘Aku menyukaimu.’

 

Sekali lagi aku membelalak, kuharap kali ini aku salah menerjemahkan gerakan Se Hun.. “KAU BILANG APA?”

 

Ia berdecak, kemudian mengulangi gerakannya. ‘Aku-menyukai-mu.’

 

“Kau bercanda?“

 

Se Hun menggeleng polos ‘Chan Yeol menyukaimu, Kai menyukaimu, kenapa aku tidak boleh menyukaimu?’

 

“Maksudmu?”

 

Se Hun menghela nafas, ‘Sudahlah, lupakan… aku mau makan.

 

Lihat ulahnya. Jadi… salahkah aku jika kubilang hanya Kyung Soo yang waras di kelompok ini? karena sepertinya aku juga sudah mulai gila.

 

 

 

 

~*N*R*L*~

 

“Hey keparat… antar aku pulang,” pintaku siang itu saat kudapati Chan Yeol tengah mencuci Phoenixnya di depan Villa.

 

Ppabo… kenapa kau baru minta pulang sekarang saat aku sedang cuci motor?” protesnya.

 

“Kau tidak mau? Ya sudah aku pulang sendiri.”

 

“Tunggu… aku ganti baju dulu.”

 

Aku langsung menahan senyum kemenanganku,. “Cepatlah, panas sekali.”

 

“Kau mau cepat? Ya sudah, kau yang menggantikan bajuku,” Chan Yeol akhirnya menyeretku kembali masuk ke dalam Villa.

 

“Ya… Ya… Shireo…”

 

“Chan Yeol-ah…” seru Kai, membuat kami menghentikan langkah persis di bawah tangga.

 

“Wae?”

 

“Si China… dia ada korea.”

 

Detik berikutnya kurasakan hawa-hawa panas di sekitarku, bagaimana tidak, sudah hampir satu tahun Kai dan Chan Yeol mencari jejak si China yang sudah mencelakai Kyung Soo itu. aku bahkan berani bertaruh, kalau memang si China itu ketemu, Kai dan Chan Yeol tidak akan melepaskannya lagi.

 

“Tahu dari mana?” tanya Chan Yeol berusaha menahan emosi.

 

Kai menyerahkan secarik kertas. “Turnamen lagi, bawa pasangan lagi. Dan kau tahu sendiri Si China memang suka turnament seperti ini.”

 

“Hm, Bagus… kau tidak usah ikut.”  Chan Yeol menyambar ketas itu, membacanya sekilas kemudian meremukkannya,. “Jangan beritahu Kyung Soo, biarkan saja dia tahu saat kita sudah meyeret si China dalam keadaan babak belur ke hadapannya.”

 

“Aku ikut Chan Yeol-ah…” tegas Kai.

 

“Dengan siapa? Kau membawa Kyung Soo lagi?”

 

Kai terdiam. “Seperti yang kau bilang, Kyung Soo tidak boeh tahu. Aku akan mencari orang lain. Lagipula masih minggu depan kan? aku pasti menemukan orang yang bisa kuajak kerja sama.”

 

Ini seperti dejavu, kali ini Kai yang akan mencari orang dengan dadakan, sebagaimana Chan Yeol memintaku dulu.

 

“Eum… Kai, lalu bagaimana kalau misalnya orang yang kau pilih nanti akhirnya terikat denganmu. Eum, seperti kasusku dengan namja keparat ini. tidakkah itu justru akan menyakiti Kyung Soo?” tegurku.

 

“Tidak akan… Hidupku hanya untuk Kyung Soo, bukan orang lain,” tegasnya Final.

 

 TO BE CONTINUED

ALF special note: Bagaimana readers-nim? Kacau gak? Hahaah, sebenernya ALF pernah bikin cerita dengan latar begini waktu SMA kelas 1, filenya masih ada. Tapi ini sedikit lebih sadis karena memang bahasanya agak kasar dan lime nya bertebaran. Gak papa yah kecut-kecut dikit tapi manis *plak.

Jadi setelah L&P End… ALF bakal ngusung ini sebagai penggantinya, mudah-mudahan peminatnya gak kalah kea L&P. Komennya yah, makin banyak yang suka, makin semangat juga ALF mempertahankan FF ini. oke… readers-nimm tersayang…put your cooment below juseyo

 

1.039 thoughts on “[FF YAOI] No Regret Life | ChanBaek Ft All Couple | – Chapter 1

  1. Ijin baca ffnya ya thor, Aku reader baru ni hehe.. salam kenal ya
    Aku suka banget ffnya
    Chanbaek bener bener pasangan yg unik
    Suka sama chan disini ni,walau liar tapi manis
    Keep writing thor🙂

  2. Haii annyeong thor, mngkin udh telat bgt wt tau ff ini, tp kenalin deh q reader baru nih dsini. Awal nemu ff ini krn q lg cari2 ff chanbaek n bnyak yg rekomendasiin ff ini sbg must read. Truz lgsg deh q googling n akhir’a ktemu jg, langsung q baca n q suka ma gaya bahasa author. Mnurut’q ff ini agak ekstrim dkit oz nyeritain dunia berandalan, tp menarik. Ini nyeritain ttg awal2 mreka kenal, seru n tragis skaligus, terutama sehun. Btw thor, sehun bilang dy suka ma baek, it bneran ap bcanda,? Dy jg blg kl kai jg suka baek,? Suka dlm arti yg gmn nih,? Jgn2 kai ga syg ma d.o, n cm ngarsa brslah,? Kasian d.o kl gt.

  3. Haii annyeong thor, mngkin udh telat bgt wt tau ff ini, tp kenalin deh q reader baru nih dsini. Awal nemu ff ini krn q lg cari2 ff chanbaek n bnyak yg rekomendasiin ff ini sbg must read. Truz lgsg deh q googling n akhir’a ktemu jg, langsung q baca n q suka ma gaya bahasa author. Mnurut’q ff ini agak ekstrim dkit oz nyeritain dunia berandalan, tp menarik. Ini nyeritain ttg awal2 mreka kenal, seru n tragis skaligus, terutama sehun. Btw thor, sehun bilang dy suka ma baek, it bneran ap bcanda,? Dy jg blg kl kai jg suka baek,? Suka dlm arti yg gmn nih,? Jgn2 kai ga syg ma d.o, n cm ngarsa brslah,? Kasian d.o kl gt.

  4. Gak tau apa udah ada komen gw sebelumnya apa belon dengan uname yg berbeda susah bgt ninggalin komen, anggap aja ini yg pertama, iya gw udah gila karna ff ini huwaa/ somplak

    Annyeong~ kenapa gw baru baca ff ini? Kenapaa? Huwaaa padahal udah banyak rekomenin keseringan baca ffn gw mah yaudah last better than never. Ya ampun suka banget sama karakternya.
    Omo ch 1 aja udah begini apa kabar ch yg lain? Manis banget si chanbaek padahal gaya pacarannya kek gitu suka banget, meski gw gak terlalu suka ama ff yg pake sudut pandang karakternya tapi gw enjoy banget baca ff kece ini. Gw seperti di bawa masuk ke ff ini(?) iyah.

  5. sekalipun chanyeol berandalan tapi dia sayang bgt sama baekhyun .. suka bgt lihat nya walaupun sering berantem ..

    awal pertemuan baekhyun sama chanyeol itu lucu bgt .. kesan nya pemaksaan tapi akhir nya jadi pasangan yang manis bgt .

    kalau lihat mereka berdua kaya joonpyo sama jan di di bbf .

    kisah sehun tragis bgt tapi nanti sehun bicara kan .. iya kan

    jongin segitu benci nya sama kakak nya . padahal kan bukan salah joonmyeon

    dan kyungsoo aku turut prihatin mengenai kecelakaan yang di alami oleh mu . kenapa gk operasi aja biar kyungsoo bisa sekolah lagi .

    aku gk tahu gimana perasaan jongin ke kyungsoo. dia kayaf tanggung jawab saja soal kecelakaan itu tapi gk sepenuh nya cinta sama kyungsoo

  6. sekalipun chanyeol berandalan tapi dia sayang bgt sama baekhyun .. suka bgt lihat nya walaupun sering berantem ..

    awal pertemuan baekhyun sama chanyeol itu lucu bgt .. kesan nya pemaksaan tapi akhir nya jadi pasangan yang manis bgt .

    kalau lihat mereka berdua kaya joonpyo sama jan di di bbf .

    kisah sehun tragis bgt tapi nanti sehun bicara kan .. iya kan

    jongin segitu benci nya sama kakak nya . padahal kan bukan salah joonmyeon

    dan kyungsoo aku turut prihatin mengenai kecelakaan yang di alami oleh mu . kenapa gk operasi aja biar kyungsoo bisa sekolah lagi .

    aku gk tahu gimana perasaan jongin ke kyungsoo. dia cuma tanggung jawab saja soal kecelakaan itu tapi gk sepenuh nya cinta sama kyungsoo

  7. he he in I juga kerennnn thor anyeong reader lama tapi baru bisa review mian . aku selalu ngakak liat chanbaek bertengkar itu kaya ada asem manis manisnya gitu wkwk *korban iklan* keren thor gue kasian sama hubungannya kaisooo sebenarnya kai cinta gak sih sama kyungsoo gue greget jadinya kan kasian dio nya kalo kai cuma mengasihani dio weleeeh kaisoo masih abu2 hubunganya thor . eh si sehun bakal punya kopel gak nih kasian sehun jones mulu gak di real live yg di tinggal minggat luhan ke cina gak di ff jones evrywhwere haha *plakk di tonjook sehun* okeh ijin baca next neeee tangkyuuuuuuuu♡♡♠ヽ(´▽`)/

  8. ekhem ekhem… tes tes… satu dua tiga yo.. yo…
    oke lemme screaming… *kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa*
    huft… huft… (ceritanya tarik nafas). oke cukup pembukaannya.

    pertama-tama biarkan aku menyapamu dulu kak ALF. Haaaaaai…. My favo author. please say hei to me sometimes. akhirnya setelah berbulan bulan menjadi siders tak berperikemanusiaan di blog kamu, akhirnyaaaa aku bisa berbangga hati berhasil bikin akun dan mulai koment disini. yeyeye lalala yeyeye lalala

    aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena baru komen setelah melahap hampir semua ff di blog kamu. pliss jangan sumpahi atau kutuk aku. aku mau bilang kalo kamu KE to the REN and DAE to the Bak… sip ya kak… pokoknya aku selalu baca note note kamu baik itu di awal ff atau diakhir dan itu semua bikin expectasi aku melambung tiggi tentang gimana sih sebenarnya kepribadian si kak ALF ini. dan ugh,,, pingin bgt bisa chat2 ke kamu kak.

    kak,,, NRL ini sungguh menyiksaku… aku sukaaaaa banget sama semua karakter yang ada di ff ini. pilihan katanya juga oke walau bahasa yang digunakan memang untuk dewasa tapi aku udah dewasa koook. ahahaha *ketawasetan* walaupun aku udah baca sampe chapter 6 kecuali chapter 5 yang dengan tak berperikemanusiaa kamu PW😥 *nangisdiketekchan* tapi aku mau komen disetiap chapternya. oke kak

    nah untuk chapter 1 ini astagaaaaa,,,, itu si baek sok galak tapi cengeng. hahaha gak prihatin samasekali sama nasib baek yang mujur banget hampir diper*o*a sama chan *disumpelcabesamabaek* itu cpertemuan paling konyol yang pernah aku baca disetiap ff chanbaek yang pernah aku baca.

    beberapa kali aku baca ff ini dan aku selalu penasaran sama sehun yang bilang kalau dia menyukai baekhyun karena chanyeol dan kai pun menyukai baek… aku mengharapkan sesuatu dari situ tapi sampai ke chapter 6 belum ada tanda2 sesuatu yg muncul ya. aku juga kaget pas tahu masa lalunya sehun. itu tragis banget kenapa dia bisa sampe bisu gitu. dan mudah-mudahan sehun bisa bicara lagi ya. jadi gak perlu nepuk-nepuk pundak baek kalau mau bicara.

    dan satu lagi kopel tersekseh dan tersensual di ff ini. kai pliss jangan mainin perasaan kyungsoo. mungkin kai berpikir setiap kali kai nyentuh kyungsoo, maka kyungsoo akan menganggap kai mencintainya tapi emang dasar kyungsoo pekaaa banget anaknya tetep aja ngerasa berbeda sama kai. dan mudah-mudahan kak ALF gak kejam ya dengan memisahkan kai sama kyungsoo dan bikin nangis kyungsoo dipelukan aku. ahahaha

    overall untuk chapter 1 aku puas binggo…. dan ini ff favorite aku lohhh… prok prok *tepuk tangan buat kak alf* haduuuuh segitu dulu ya kak coment aku yang panjang kali lebar samadengan luas dan isinya gak penting semua. and kissbye dari jauh untukmu… tetap berkarya.

    Adios…. Salam Pramuka

  9. Aku suka karyamu…

    Aku baru di dunia chanbaek..
    Makanya ditempatmu(?)
    Banyak crack pair

    KrisBaek» aku suka.. Secara Kris manusia paling gentle disini#ditendang chanyeol

    KaiBaek» pair ini sexy!
    Kai manusia paling lembut Ÿª♌g pernah aku tau#dijambak chanyeol

    HunBaek» pair ini manis..
    ┼ά̲p̅ȋ … Aku suka mereka sama-sma bocah!
    Walau aku tau Sehunnie lebih dewasa dari Baek#dibakar baekhyun

  10. Chap pertama nya keren thor, bnyak yg ngrekomendasiin ni ff, ternyata emang crita nya bguss.. tpi knapa hrus d WP, udah kbiasaan d ffn soalnya,. Ok ah mou dilnjut k Chap 2 .. 😂😂

  11. halo halo kak Alf.. baru sempet baca ini setelah marathon Love and pain dalam 2/3 hari.

    suka banget sama tema dan latar belakang yang Kak Alf pake buat FF ini. bahasanya juga berbau berandalan gitu. jadi nggak ngebosenin.
    apalagi kelakuan Chanyeol yang absurd banget ke Baekhyun. dikit2 ngancem. dikit2 ngancem. Baekhyun mentalnya kuat banget ye! hahaha

    Sehun walaupun sama kak Alf dibikin bisu tapi dia tetep mempesona.

    KaiSoo mesra amat deh. tp masih agak bingung juga Kai tuh beneran sayang sama Kyung Soo atau cm karena rasa bersalah doang?

    lalu soal rekan balapan Kai buat kompetisi balap yang akan datang itu, aku mikirnya kok Luhan yaa. Luhan blm muncul jg di chapter ini.

    pertemuan Baekhyun sama Chanyeol tuh gitu banget yaa. mau dong jadi Baekhyun. hhahaha/diinjek Yeol/

    yasudah kak Alf. aku mau cabut ke chapter dua dulu. kepo nih.
    akhir kata kak Alf.
    wassalam.

  12. I love you senpai and your story. This story is a gold. You have no idea how much i love this story. Such a brilliant idea. Aku suka banget ide cerita yg u punya senpai. Bener bener suka. Srsly, aku gk punya tbakan seluas apa bagian kreatifitas yg u punya in ur head. I have no idea. But pastinya You ARE amazing!! Beruntung bgt kita punya author yg levelnya stara ama author jindeul/sohbet/exobubz ato mngkn lbih. Intinya speechless sama smua hasil dri your brilliant ideas. Thank you bgt ne~

  13. Padahal udah baca 2x baca nya tapi ttp aja feel dari ceritanya ilang . Sebenernya telat bangt tau ada ff sekeren ini hehe kalo ga iseng” cari di gogle fanfic chanbaek yang bagus ga akan tau fanfic ini .
    Well dsni setiap masing” pemain punya karakter yang kuat . Suka bangt sama cara chanbaek nunjukin rasa sayang mereka . Setiap chanbaek debat jatohnya manis bangt ah pokonya suka sama karakter chanbaek dsni.
    Daebak buat authornya 👍

  14. Aaa ini ff bagus banget setelah lama gak baca ff chanbaek. sumpah bagus banget gak nyangka si baek bakal pacaran sama si chanyeol tapi penasaran nih knpa si sehun gk bisa bicara ya?

  15. ka alf…. duhh sumpah bener kata ka han (hsji) kalo ff buatan kaka tuh keren pake banget bin super duperrrr bikin penasaraaaaannn😍

    kalo baca dipertengahan bkin bingung emang~ etapi pas baca dari awal tuh ya allah❤ bkin gregetttt :g gemesss :g penasaran serasa penasaran pengen liat chanbaek real♡

    semoga cepet end ya ka ff chapt no regret life sama lacrimosa cepet diupdate biar gabikin mati penasarann*/(?) grrr~ hoho😂
    oiya maaf ya ka reader baru disini„ makasih udah bikin ff yang bikin ngefeel dan mati penasaran😹

  16. Waaaaaaaahhh ffnya daebak!👍 itu panggilan sayang nya chanbaek keren amat ya/?😁 dan itu si kai tolong nafsu dan hasratnya dikondisikan😂😂
    Kak alf faighting ya buat ffnya💪

  17. Helloooo kak Alf. Author yang sukses bikin aku terkagum-kagum ngelebihin kagum aku pas liat jidat chanyeol. Baru baca chapter 1 aja udah gelindingan gini yaampun demi apapun ini ff bagusssssss bangeeetttt. Mantapozz lezatoozzz.
    Karakter Chanyeol disini sumpah bikin aku gigit pacar eh salah maksudnya gigit anu eh gigit itu./plakkk/ apasih gaje banget gueeee /ditabok kak alf/
    Chanyeol tuh apa yaaa bajingan tapi tulus gtu deh yaaa sayang banget sama baekhyun. Mau juga kalik disayang chanyeol/pundung/ /digaruk baekhyun/
    Tapi serius kak nih ff sukses menjungkar balikan/? feel gueee. Bayangin chanyeol sebastard itu cool pembalap nakal urakan tapi sayang pacar uhh ganteng pula bikin gue nangis kejer. Baekhyun disini demi apaaa judes bgt galak gtu sama chanyeol uhh gemesss.
    Plisslah kak kalau bikin ff jangan semanis ini bikin aku diabetes tau gakT.T
    Cieee juga buat kaisoo yeaaayyy
    Kasian kyungsoo dapet koreng/? gegara kris si naga cina jahat bgt sih huhu
    Sehun kasian yaa kak bisu gtu. gkpapa sih yang penting cakep wkwk
    pokoknya aku langsung jatuh cinta sm nih ff sama author nya juga:* /kedipcantik/
    Otw chapter 2 yeayyyyy

  18. Badasss kkkk ceritanyaaa kerennnn :33

    Suka sama karakter chanyeol. Duhh badass tapi manis kalo sama baekhyun. Kkkk ngakak sih pas pertama chanbaek kenal wkwk baek bilang kisah dia tragis setragis kisah kyungsoo wkwk tapi kok gue malah ngakak tau dia mau di perkosa chan wuakakak

    Flashback nya kaihunsoo ngeri TT duhh scene kai paling bikin jleb TT duhh di beda bedain gitu tug gak enak, selaku dibandingin itu gak enaklah, kai pasti ngerasa tertekan TT

  19. Sebenernya ak nggak suka dan jarang baca ff yg bukan re life exo di dorm. Tapi begitu baca ff inii woowww suka bangeeeett nget nget! Bagus banget cara deskripsinya, suka liat baekhyun menderita tp sayang sm chanyeol hihi. Perlu banget dibuat cerita kaya giniii lagiii hihi❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s