[FF FREELANCE] TEARS-CHANBAEK [SEQUEL TEARS TAORIS]


 

Annyeonghaseyo… ALF’s here… ane bawa FF titipan, ya pasti taulah yang judulnya Tears itu, ini sequelnya dan ini Versi BaekYeolnya… ALF juga punya proyek sih untuk Chan yeol’s birthday tapi ya itu… kekek belum kelar. jadi nantikan saja. (Oh ya mian, Ane gak sempat editin poster, selain karena photoshop ALF bermasalah, ALF juga gak ada waktu, jadi make poster yang di atas aja… mudah-mudahan ngena ama ceritanya, berhubung ALF belum baca *Plak)

Dan ini ada Fic yang pastinya kece badai… jadi jangan lupa RCL nya yah… ALF serahin ke Author Hyominstal dulu… okeeeehh

TEARS – SEQUEL

Author: Hyominstal

Genre: sad, romance, dan…. *apa ya? Reader pikirin aja deh*

Rating: PG-14

Cast: Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Kris Wu

a.n: ini udah direncanai sejak awal, kalo aku mau bikin birthday project buat dua pacarku *Kris & Chanyeol*

nah kan yang Kris udah dishare tuh, sekarang yang Chanyeol, mudah-mudahan kalian dapet feel mengenai ff ini. maaf jika banyak topo, karena hyominstal malas buat ngedit -_- . MOHON PERHATIAN UNTUK MEMBACA FF YANG SEBELUMNYA!

_____

Aku melihatnya..

Melihat bagaimana sosok itu rapuh menangis dalam diam.

Hanya isakan yang terdengar.

Menyesakkan hati.

Aku membutuhkan oksigen, hatiku sesak mendengar isakannya.

Dan aku akan mengirimkan oksigen itu padanya.

Sosok mungil itu menunduk dalam. Sudah satu jam lebih Chanyeol memperhatikannya di balik jendela ruang guru. Ruangan apalagi yang belum terkunci pada jam seperti ini selain ruang guru? Masih ada guru yang berjaga sore seperti ini, hanya saja ia tidak tahu keberadaan mereka.

Belum genap dua hari dia bersekolah di sini, dan… ouh perhatiannya seakan tak lepas dari namja yang tengah menangis terisak. Tentu saja ia mengetahui kenapa alasan Baekhyun menangis.

Kris Wu.

Ia tidak terlalu mengenal nama itu, tapi banyak orang yang mengatakan jika Kris adalah umm.. pangeran sekolah. Benarkah? Ia tidak yakin itu setelah ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana lelaki berambut blonde itu mencampakkan Baekhyun.

Kreeettt

Bunyi decitkan pintu membuat Baekhyun sesegera mungkin mengusap air matanya cepat dan menatap lelaki tinggi yang kini berjalan ke arahnya dan duduk di sampingnya.

“jangan menangis lagi ya…” Chanyeol menepuk-nepuk punggung Baekhyun lembut. Lelaki cantik itu menatap Chanyeol dengan mata sipitnya. Ya Tuhan… Chanyeol berani bersumpah ia melihat kehancuran Baekhyun kini.

Mata itu…

Mata yang hanya akan membentuk garis melengkung indah yang pernah Chanyeol lihat, kini tidak ada lagi. Air mata, pengganggu eyesmile itu.

“sakit…”

“maka dari itu, kau harus bertahan. Aku… aku tidak tahu harus membawamu kemana, karena rumah sakit pun, kau tidak akan sembuh meski puluhan dokter mengobatimu. Aku mohon… bertahanlah”

Chanyeol mengusap air suci yang dianugerahi tuhan yang kini mengalir melewati pipi Baekhyun. “jangan menangis lagi ya…” kembali Chanyeol melantunkan kata-kata pertamanya.

Klik

Klik

“eh?” Baekhyun menyipitkan matanya ketika blitz kamera tertangkap matanya. Silau.

“aku hanya ingin mengabadikan fotomu tanpa kaca mata. Tapi malah ketika waktu menangis, hahaha tak apa, ini bagus” Chanyeol memandang hasil karyanya.

Baekhyun baru menyadari jika sedari tadi Chanyeol membawa kamera DSLR nya dan mengalungkan kamera itu di leher jenjangnya.

“cantik…” Chanyeol menarik senyuman tipis masih dengan mata tak lepas dari kameranya. “Byunnie cantik, apalagi jika tidak menangis pasti akan tambah cantik”

“hahaha… gombal”

“eh? Kau tertawa?”

“Ani..”

“jangan bohong! Kau bahagia kan?”

“Aniyo..”

“lalu itu apa? Bibir melengkung ke atas dengan indah. Bukankah kau bahagia?”

“baiklah, aku bahagia karena telah mengenal Park Chanyeol”

“karena aku Happy Virus! Virus pembawa kebahagiaan bagi semua orang”

.

X

.

Oke, kejadian itu sudah 2 minggu yang lalu. Kini baik Chanyeol maupun Baekhyun hidup sepertinya biasanya. Hanya saja, Baekhyun kekurangan satu hal. Kris, lelaki itu kini tidak ada dalam kehidupannya lagi. Jika berpapasan dengan Baekhyun, mungkin namja imut itu akan senantiasa berbelok ke arah lain atau memalingkan wajah.

“Ah! Baekhyunnie”

Chanyeol dengan suara beratnya berteriak dari ambang pintu. Baekhyun yang memang duduk di bangku paling belakang, menatap Chanyeol bingung. Karena pasalnya, Chanyeol tumben sekali sebahagia ini, meski setiap hari dia sering memperlihatkan ‘kebahagiaannya’ tapi tidak sebahagia ini.

“ada apa Yeollie?”

Chanyeol tersenyum, memperlihatkan deretan giginya yang nyaris sempurna terbentuk. Kaki panjangnya berloncat-loncat kegirangan menghampiri Baekhyun. Tangan kanannya mengibas-ngibaskan sebuah kertas.

“aku akan bergabung dengan tim basket. Bagaimana? Kau senang kan?”

Basket?

Itu berarti Chanyeol akan terus bertemu dengan Kris!

Dan secara tidak langsung juga nanti ia akan bertemu dengan Kris, karena Chanyeol adalah sahabatnya!

“Baekkie? Kau senang kan?”

“ahh.. ah ne~ aku senang Yeollie”

“oh ya, aku dengar kapten basketnya Kris. Bisa tidak ya, aku sepopuler dia?”

“kau ingin populer Chanyeol?”

“aku tidak tahu. Tapi ketika aku mengenalmu, aku tidak mau menjadi populer, aku takut melupakanmu”

Baekhyun hanya tersenyum tipis, terlalu tipis malah. Hingga mungkin sedikit meragukan jika Chanyeol melihatnya atau tidak.

“jadi Baekkie setuju kan jika aku bergabung dengan tim basket?”

Baekhyun mengangguk cepat. “tentu”

“aku harus menemui Kris sekarang! Aku harus menyerahkan formulir ini padanya. Sampai jumpa Baekkie” Chanyeol mengacak-ngacak rambut Baekhyun sebelum kaki panjangnya kembali membuat langkah.

Baekhyun tersenyum dengan tingkah Chanyeol yang seperti itu. ia usap rambut yang tadi diacak Chanyeol. Ada perasaan senang yang kini melandanya. Entahlah, ia tidak tahu makna kebahagiaan itu.

“Baekkie”

Chu~

Baekhyun membelalakkan matanya kaget, dan ia usap pipinya. Dimana Chanyeol menciumnya. Ia kini memperhatikan Chanyeol, lelaki itu kini telah keluar kelas. Sepertinya ia harus memperhatikan kelakuan lelaki itu, bahkan ia sudah keluar kelas atau belum.

Dia tidak ingin kejadian ini terulang kembali. Dimana Chanyeol kembali dan mencium pipinya. Aahhh memalukan!

.

X

.

Chanyeol memperhatikan ke sekeliling lapangan basket. Bukannya penuh dengan pemain, malah penuh dengan semua fans Kris.

“huwaa Kris-hyung punya banyak fans ya”

Chanyeol tersenyum memperhatikan semua fans Kris yang meneriaki nama ‘Kris Wu’.

“seperti itulah” Kris tersenyum pada Chanyeol. Tentu ia mengenali namja yang sama-sama tinggi sepertinya. Ia adalah teman sebangku Baekhyun. Ia ingat di mana ia memutuskan Baekhyun, sebelumnya namja manis itu berpamitan pada Chanyeol.

“tapi sepertinya mereka salah mengidolakan Kris-hyung yang telah menyakiti hati orang lain” gumam Chanyeol pelan, hampir tak terdengar.

“apa maksudmu?”

“ah tidak, aku tidak berbicara apa-apa, hahaha” Chanyeol tertawa keras setelah menyelesaikan perkataannya.

“ya sudah, ayo kita berlatih. Kau sudah tahu…”

“semuanya tentang basket aku mengetahuinya. Aku juga pemain basket di sekolahku yang dulu, jadi jangan meremehkanku Kris-hyung” potong Chanyeol. Hingga kemudian Chanyeol berlari ke posisinya.

Tanpa Kris sadari, Chanyeol tengah tersenyum meremehkan. “kita lihat, bagaimana seorang Kris Wu menemui….

Kehancurannya

Semuanya telah siap pada posisi masing-masing. Peluit pertanda di mulai latihan sudah dibunyikan. Dan ouh, Kris belum apa-apa sudah menunjukkan karismanya hingga membuat para fans-nya berteriak dengan keras.

Chanyeol bahkan berpikir, seperti apakah esok suara para fans jika suaranya telah habis untuk meneriaki orang yang bahkan bukan artis sekali pun!

Brukk

Kaki Chanyeol tanpa sengaja menendang lutut bagian belakang Kris, hingga membuat lelaki yang hampir memasukkan bolanya ke ring jatuh ke lapangan. Benar-benar tidak sengaja dan itu membuat semua fans Kris membelalakkan matanya kaget dan berteriak menyemangati Kris.

Dan sekarang Chanyeol memanfaatkan keadaan, ia tahu dari beberapa orang jika Kris adalah seorang pemarah besar. Jadi tentu saja kesalahannya yang memang tidak disengaja ini tidak bisa dimaafkan oleh Kris.

Dia tersenyum sinis pada Kris sebelum akhirnya tangan panjang itu ia ulurkan untuk membantu kapten basket. “kau sakit? Atau malu?”

Kris mengangkat wajahnya dan menatap Chanyeol yang wajahnya masih dihiasi oleh senyuman sinis-nya. Tangannya terkepal kuat seolah seluruh kekuatannya berkumpul di sana, dan bisa saja meninju wajah Chanyeol ini kapan saja ia mau.

Dengan satu kali sentakan, tangan Kris menepis tangan Chanyeol. Fans Kris terdiam, tak ada kini yang berteriak histeris, mungkin hanya beberapa yang membisik-bisikkan sesuatu.

“jangan sentuh aku… ayo kembali berlatih” Kris kembali berdiri dan berlari ke arah Minho tapi sebelumnya, ia menabrak bahu Chanyeol membuat lelaki itu sedikit memundurkan tubuhnya.

Pelatihan kembali dimulai, dan sejak saat itu juga, Kris benar-benar mengalami kehancuran. Ketika ia tengah mendrible bola dan hendak memasukkannya ke dalam ring, Chanyeol tiba-tiba mencuri bola itu dan memasukkannya padahal mereka satu tim.

Fans Kris kini terdiam, tidak ada yang berteriak, mereka bergerombol seperti mendiskusikan sesuatu. Sampai pada akhirnya yang mereka teriaki adalah…

“Park Chanyeol… Park Chanyeol… saranghae”

Chanyeol berhenti mendrible bolanya, tak peduli bola itu telah dicuri oleh lawan. Ia memperhatikan para gerombolan itu yang kini meneriaki namanya. “kau hancur sekarang Wu Yi Fan”

.

X

.

Klik

Klik

“Yeollie… habiskan makananmu, jangan memotretku terus…” Baekhyun mengembungkan pipinya lucu. Mereka berdua kini tengah menghabiskan waktu istirahat dengan makan siang di kantin. Dan seperti biasa, Chanyeol akan lebih dahulu mengabadikan berbagai ekspresi Baekhyun ketika makan sebelum ia memakan makanannya sendiri.

“kau terlalu manis untuk diabadikan Baekkie, apalagi jika kau membuka kacamata minus mu”

“maka aku tidak bisa melihat dengan jelas!”

“mengapa kau tidak operasi lasik saja?”

“terlalu banyak efek sampingnya Chanyeol..”

“hm~ kau benar” Chanyeol mengangguk-ngangguk mengerti dan memakan jatah makan siangnya.

“cepat habiskan makananmu, waktu istirahat akan habis”

“baik Baekhy…”

“eh itu Park Chanyeol!!!” teriak salah satu siswi membuat Chanyeol menghentikan perkataannya. Siswi itu berjalan ke arah Chanyeol dan Baekhyun beserta 2 temannya. Dua diantara mereka duduk di kursi kosong dekat Baekhyun dan Chanyeol.

“ya! Kau pindah ke meja lain!” usir salah satu yeoja yang tidak kebagian kursi. Baekhyun membenarkan letak kacamatanya dan memandang siswi itu dengan datar.

“shirreo!”

“hey… hey.. Byun Baekhyun, kau tidak tahu aku? Cepat pergi sana!”

“aku tahu! Kau adalah Lee Sang Hee, apa yang harus aku takutkan?” Baekhyun kembali memasukkan jus stroberi ke kerongkongannya yang terasa kering.

“ya! Kau cepatlah pergi!!” Sang Hee menarik tangan Baekhyun hingga membuat lelaki itu berdiri, kemudian Sang Hee mendorong tubuh kecil Baekhyun hingga Baekhyun tersungkur ke meja samping. Lelaki manis itu mengerucutkan bibirnya, dan duduk dengan malas di meja samping.

Baekhyun menatap Chanyeol dengan sudut mata indahnya. Bisa ia lihat, lelaki itu terlalu ‘asyik’ dengan ketiga pelayannya yang sibuk memasukkan makanan ke mulut Chanyeol.

Baekhyun meremukkan ke sepuluh jari lentiknya. “eggyeol menyebalkan…” geramnya.

.

X

.

Baekhyun mengembungkan pipinya memandangi pemandangan yang seharusnya err…menurut Baekhyun tidak boleh dilihat. Sejak ia dan Chanyeol memutuskan untuk ke kantin, tiba-tiba sekelompok yeoja menarik paksa Chanyeol. Hingga membuatnya tertinggal jauh di belakang lelaki tinggi itu.

“menyebalkan” Baekhyun menggertakkan giginya. Oh apalagi ini? Chanyeol terlihat bahagia sekali ketika para yeoja itu menyentuh pipinya hangat.

“ia benar-benar bisa membuat fansku berpaling padanya”

“eh?” refleks Baekhyun memutar tubuh kecilnya hingga matanya menangkap dada seseorang, ia mengangkat kepalanya dan menemukan sosok Kris yang tengah tersenyum manis padanya.

“bagaimana kabarmu Baekhyun-ah?”

“aa… ku.. ak-ku.. aku baik-baik saja” Baekhyun memutar kembali tubuhnya hingga membelakangi Kris. Demi apa, dia benar-benar tidak bisa mengontrol kegugupannya ketika bertemu Kris, apalagi berbicara seperti ini setelah lebih dari 2 minggu mereka tidak bertemu.

“Baekhyun-ah…” Kris berjalan selangkah untuk menyamakan posisi berdirinya dengan Baekhyun. Dia meraih tangan Baekhyun, dan menyelipkan jari-jari kekarnya di celah jari-jari lentik Baekhyun.

Sekali lagi Baekhyun tersentak.

“Kris…”

“maafkan aku”

“aku sudah memaafkan Kris, bagaimana keadaan Tao? Apa dia sudah pulang?”

Kris menghela nafas panjang, tangannya masih terus menggenggam tangan Baekhyun. “panda kecil itu benar-benar membuatku gila…” Kris menengok sebentar ke arah Baekhyun. “ketika ada berita dia telah sadar, sebenarnya dia sudah berada di Seoul, dia telah sadar satu bulan yang lalu”

“syukurlah jika seperti itu…”

Baekhyun berusaha melepaskan tangan Kris yang melekat dengan tangannya. Tapi, jemari Kris mencengkram erat jari lentik Baekhyun, seolah jari-jari itu telah diborgol. Kris kembali maju selangkah dan membuat tubuhnya berhadapan dengan Baekhyun.

Mata elangnya menatap tajam manik mata Baekhyun. Jelas, Baekhyun terus saja menghindari agar matanya tak bertemu dengan mata Kris yang seolah mengulitinya.

“bisakah Kris melepaskanku?” Baekhyun menunduk, sungguh ia tidak bisa menatap Kris dengan leluasa jika kini jarak diantara mereka semakin dekat.

Grebb

“ah Baekhyunnie, ayo cepat temani aku makan! Semua orang sudah tidak mengejarku lagi”

Baekhyun mengangkat wajahnya, kini bukan Kris yang berhadapan dengannya tapi Chanyeol. Manik matanya melirik ke belakang Chanyeol dan menemukan Kris ada di sana dengan menatap garang punggung Chanyeol.

Sepertinya tadi Chanyeol mendorong kuat tubuh Kris, sehingga lelaki yang sama-sama tinggi sepertinya itu terpengkal ke belakang.

“ah, ne Yeollie”

.

X

.

Klik

Klik

“Yeollie, tidak bisakah kau membuatku tenang? Aku makan di sini, agar aku tenang! Agar tidak diganggu oleh fans-mu” Baekhyun memasukkan suapan penuh nasi ke dalam mulutnya dan mengunyahnya teratur karena makanan yang ia masukkan terlalu banyak.

“karena aku suka berbagai ekspresi yang kau buat… ah yang ini juga!”

Klik

Klik

Baekhyun mendelik kesal ke arah Chanyeol, dan mendesis pelan.

“ah… ekspresi seperti ini juga bagus, aku tidak punya fotomu yang seperti ini!”

Klik

Klik

“ya! Park Chanyeol hentikan! Kepalaku jadi pusing gara-gara melihat blitz kameramu!”

“apa aku menyakitimu? Baiklah aku akan berhenti”

Chanyeol kembali mengalungkan kamera itu di leher jenjangnya dan menatap Baekhyun yang tengah memakan makan siangnya. Chanyeol tentu saja yang pertama menghabiskan bekalnya, hingga dia bisa lebih leluasa mengabadikan momen itu.

“Yeollie, matamu sedikit merah..” Baekhyun menatap mata Chanyeol taat. Mata itu sedikit merah.

“mwo? Benarkah? Pantas saja sedikit perih” tangan Chanyeol menggosok matanya yang memang terasa panas, kering dan perih. Sesaat kemudian ia kembali melihat wajah Baekhyun.

“Baekhyunnie sangat cantik dengan ekspresi apa pun!”

Uhuk

Kaget bukan main dengan penuturan Chanyeol, Baekhyun terbatuk keras ketika hampir memasukkan seluruh makanannya ke kerongkongan.

Sesegera mungkin Chanyeol menyerahkan air mineral pada Baekhyun. “hati-hati Baekhyunnie..”

“kau yang membuatku kaget Yeollie”

“tapi memang benar, kau sangat cantik melebihi kecantikan wanita pada umumnya”

“jika seperti itu, aku dan Sang Hee cantikan mana?”

“tentu Baekhyunnie”

Suasana hening seketika. Baekhyun memasukkan makanannya kembali. Sampai ketika Chanyeol kembali memulai percakapan dengan topik yang beda tentunya.

“umm Baekhyunnie, setiap kali aku memanggilmu seperti itu dan kau memanggilku Yeollie, kita seperti sepasang kekasih ya”

Beruntung makanan di mulut Baekhyun telah habis, hingga dia tidak terbatuk untuk kedua kalinya. “ap.. ap-pa maksudmu? Yang pertama kali memanggilku dengan panggilan seperti itu adalah kau! Aku hanya… hanya mengikutimu saja!”

“dan biasanya sepasang kekasih juga, selalu memanggil nama pasangannya dengan panggilan sayang seperti itu”

Baekhyun diam. Bisa-bisanya Chanyeol mengatakan hal yang aaahhh sepertinya bingung untuk dia jawab. Apakah Chanyeol terlalu polos? Pantas saja ia meragukan jika Chanyeol seumur dengannya.

“umm~ Baekhyunnie, aku ke sana sebentar. Jangan mengikutiku ya!”

Chanyeol mengacak rambut Baekhyun, dan pergi dari sana.

Baekhyun mengendikkan bahu dan membereskan makanan yang sudah sepenuhnya habis.

“Baekhyunnie~”

Chu~

Kembali. Chanyeol kembali mencium pipi Baekhyun dan kembali melesat pergi sebelum namja manis itu mengomelinya habis-habisan.

Kali ini benar-benar Baekhyun harus memperhatikan kepergian Chanyeol terlebih dahulu.

.

X

.

Senyum tak pernah hilang dari wajah rupawan Kris, dia selalu tersenyum bahkan bibirnya kering sekalipun ia akan tetap seperti itu. di kanan dan kiri Kris ada dua fans yang masih setia padanya dan tiga orang di belakang mengekori tiga orang di depannya.

Chanyeol berdiri di belokan koridor sekolah, mencegat Kris tentunya. Inilah tujuannya kenapa tadi ia melarang Baekhyun untuk mengikutinya.

Tanpa menunggu waktu Kris sampai di hadapannya, ia melangkah dengan jarak langkah yang panjang. kedua tangannya dia simpan di kedua saku celana seragamnya. “masih ada fans rupanya”

Kris tersenyum meremehkan. “tentu saja, mereka setia padaku dan…” Kris melangkah sedikit hingga jaraknya dengan Chanyeol semakin dekat. “mereka tahu siapa yang pantas untuk diidolakan”

“benarkah? Oh sungguh, perkataanmu membuatku takut Kris Wu… hahahaha”

“diam kau Park Chanyeol!” geram Kris.

“oh baiklah, semuanya aku pergi… Park Chanyeol sayang kalian” Chanyeol menatap satu persatu kelima fans Kris dan detik berikutnya, ia mengedipkan sebelah matanya.

Dan siapa orang yang bisa tahan jika diperlakukan seperti itu oleh seorang Park Chanyeol – siswa baru yang populer di sekolah. *hyominstal juga kayanya gak bisa tahan deh*

Chanyeol bersenandung kecil dan meninggalkan mereka berenam. Hanya beberapa langkah, tapi ia sudah mendengar teriakan fans Kris yang menyebut nama dirinya. “Park Chanyeol… saranghae”

Dan Chanyeol tentu saja sangat puas.

.

X

.

Chanyeol menyunggingkan senyuman meremehkannya ketika sosok itu telah masuk ke dalam kelas. Sudah dua Minggu ia tak melihat Kris. Memang itu merupakan suatu kebahagiaan karena Baekhyun tidak dapat melihat Kris, tapi… sepertinya Chanyeol merasa kesepian karena tidak ada yang bisa ia kerjai untuk mengusir rasa bonsannya.

“contoh kapten basket yang buruk…” kemudian ia melengos pergi tanpa sempat menyapa Kris dan mengolok-olok lelaki itu.

….

….

“Kris.. kau kemana saja hah selama dua Minggu ini?” pelatih basket langsung mencegat Kris di lapangan ketika hendak berlatih.

“mianhae… selama dua Minggu ini aku pergi ke China” Kris menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat.

“pasti pacaran dengan pacar di China itu ya Kris?” Kris memutar kepalanya dengan sekali sentakan.

Siapa yang berani berbicara lancang seperti itu?

Dan tentu Kris bisa menebak siapa orangnya..

Park Chanyeol!

Tapi, dari mana lelaki itu tahu jika ia mempunyai kekasih orang China? Benar-benar menyebalkan!

“benarkah itu Kris Wu?”

Kris kembali tersadar dengan pikirannya tentang Chanyeol, ia kembali menundukkan kepalanya.

“diam berarti benar. Oh! Kris Wu, berarti benar tebakanku?”

Kris menggertakkan giginya sebal melihat Chanyeol yang kini sudah duduk di dekat pelatih. Tidak bisakah sekali saja Chanyeol tidak membuat emosinya naik?

“mianhaeyo pelatih…”

“dua Minggu terakhir ini, ada dua pertandingan dan kau tidak ada! Untung saja sekolah kita menang karena ada Chanyeol”

Kris melirik sedikit keberadaan Chanyeol. Rupanya lelaki itu tengah tertawa penuh kemenangan ketika pelatih menyebutkan nama dirinya.

“Kris, maaf… kapten basket harus diganti”

“APA?!”

Mata elang itu membelalak kaget mendengar penuturan pelatih. Kali ini mata itu menatap Chanyeol tajam yang tengah tertawa menunjukkan deretan gigi putihnya.

Sial!

.

X

.

“eh itu Byun Baekhyun kan?”

“ya, itu dia! Chanyeol selalu memanggilnya Baekhyunnie, padahal dia bukan siapa-siapa Chanyeol”

“jelas dia bukan siapa-siapa, karena jika Baekhyun sudah memiliki Chanyeol, maka aku akan menarik rambutnya sampai botak!”

Baekhyun merinding mendengar perkataan terakhir yeoja itu. menarik rambutnya?

“oh astaga” ia memegangi kepalanya dengan wajah panik.

Baekhyun memutar bola matanya, pikirannya melayang jauh. Ia memikirkan bagaimana jika para fans Chanyeol menjambak rambutnya dengan kuat hingga rambutnya rontok dan..

Botak.

“tidak” Baekhyun menggelengkan kepalanya cepat. Ia mengusap-ngusap rambutnya pelan. Dan menghela nafas lega. “ternyata rambutku masih ada, hehehe”

“Byun Baekhyunnie…” Chanyeol merangkul akrab bahu yang lebih pendek darinya. Baekhyun jelas terlonjak kaget terbukti dengan bahunya yang naik tiba-tiba.

Ia terdiam, memikirkan kata-kata yeoja tadi.

jelas dia bukan siapa-siapa, karena jika Baekhyun sudah memiliki Chanyeol, maka aku akan menarik rambutnya sampai botak!

“aahh… Chanyeol-ah” Baekhyun melepas dengan paksa meski lembut tangan Chanyeol dari bahunya.

“kenapa Baekhyunnie?” Chanyeol menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja gatal, entah karena pengaruh rasa bingungnya pada sikap Baekhyun yang kini tengah memegangi kepalanya.

“aduh.. jangan sampai kepalaku botak”

“bo.. botak?! Hahaha kenapa harus botak heum?” Chanyeol mengacak rambut hitam Baekhyun. Tapi dengan sigap Baekhyun kembali menurunkan tangan kekar Chanyeol.

“kau kenapa?”

“di sini banyak sekali fans-mu, aku takut mereka menarik rambutku…”

“kenapa mereka harus menarik rambutmu? Kau lebih mengenalku ketimbang mereka. Akan aku tunjukkan pada mereka siapa kau” Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun dan hendak melangkah memamerkan kemesraan mereka pada publik.

“ya! Park Chanyeol hentikan!” Baekhyun sebisa mungkin menahan kakinya pada satu tumpuan, dan dia berhasil! Lelaki tinggi itu akhir berhenti menarik tangannya.

“aku tidak mau!”

“baiklah.. ah nanti siang aku ingin mengajak Baekhyunnie pergi ke rumahku, bisa kan?”

“tentu”

.

X

.

“akhirnya sampai juga” Chanyeol melempar tas selempangnya ke kursi samping dan sesaat kemudian ia menghempaskan tubuhnya lelah. Baekhyun datang paling akhir dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Chanyeol.

“aku baru kali ini ke rumahmu Chanyeollie..”

“hm~ ah Baekhyunnie, kau mau minum apa?”

“tidak usah, aku tidak haus. Kau mengajakku ke sini untuk apa?”

“untuk…” Chanyeol menggigit bibir tebalnya dan menggaruk tengkuknya. Sepertinya ia harus hati-hati dengan mengatakan hal ini. “untuk..

Mengajakmu berfoto”

“APA?!”

“kau jangan marah… Baekhyunnie” gumam Chanyeol pelan setelah merasakan deru nafas Baekhyun yang naik turun. Sepertinya Baekhyun marah besar padanya.

“kau mengajakku kemari hanya untuk itu?” Baekhyun menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Dia mengelus dadanya pelan. Benar-benar, Chanyeol itu menyebalkan!

Tapi tetap saja ia masih tetap menyayangi Chanyeol.

“iya Baekhyunnie, selama ini kita belum pernah berfoto berdua, hanya kau saja yang aku foto. Ya Baekhyunnie, aku mohon” Chanyeol membuat matanya sedemikian sayu agar terlihat memelas di depan Baekhyun.

Jelas Baekhyun tidak bisa menolak permintaan Chanyeol jika sudah seperti ini. seperti perkataannya, dia menyayangi Chanyeol. Bahkan lebih. Tapi, itu bukan cinta, anggap saja diambang kata sayang dan kata cinta. Tidak perlu untuk mengetahui apa perasaannya pada Chanyeol, dia hanya perlu memahaminya.

“ck, Baiklah”

.

X

.

“tahan sebentar hyung, aku akan mengatur timernya dulu”

Baekhyun mengetuk-ngetukkan kakinya bosan. Ia sudah berpose dari tadi, dan Chanyeol masih terus mengatur timernya dari tadi. Sedikit menyesal memang karena tadi dia menyetujui untuk berfoto dengan Chanyeol.

“nah sudah..”

Chanyeol berlari ke arah Baekhyun dan merangkul bahu yang lebih pendek darinya. Bibirnya melengkung ke atas dan menunjukkan gigi rapi nan putihnya.

Klik

Klik

Klik

“tunggu sebentar hyung…” kaki panjang Chanyeol kembali berlari ke arah kamera dan mengoreksi foto yang tadi.

“hahaha… Baekhyunnie benar-benar lucu” mata Chanyeol masih fokus memperhatikan foto di dalam kamera itu. jika Baekhyun perhatikan, kenapa mata Chanyeol merah? Waktu itu juga ia melihat mata Chanyeol merah, tapi tidak semerah sekarang.

“Chanyeol, matamu…” jari lentik Baekhyun menunjuk ke arah mata Chanyeol.

“oh? Ah iya, mataku perih lagi hyung” Chanyeol menggesek matanya dengan tangan. Bukannya berhenti memerah, malah mata Chanyeol semakin merah.

“kau periksalah ke dokter”

“sudah”

“bagaimana katanya?”

“ak.. ku hanya sakit mata.. bisa saja hyung! Ah ayo kita berfoto lagi, ini yang terakhir. Aku akan mengatur timernya”

Baekhyun mengangguk ragu, dan mengerjapkan matanya lucu. Ia kembali ke posisinya semula siap untuk difoto.

Chanyeol berlari ke arahnya dan berdiri di sampingnya. timer mulai berjalan, tapi Chanyeol tetap belum menampakkan gayanya. Hingga pada hitungan terakhir.

Chu~

Klik

Klik

Deg

Pandang Baekhyun membulat ketika ia merasakan bibirnya sedikit basah. Manik matanya menatap Chanyeol yang kini mengusap bibirnya dengan ujung jempolnya.

“Yeollie…”

“hehehe, aku menginginkan foto kita yang unik” Chanyeol kembali berlari menghampiri kameranya dan melihat hasil fotonya.

Baekhyun menyentuh bibirnya yang basah. Chanyeol menciumnya. Di bibirnya. Dan ouh, dadanya kini bergemuruh hebat. Apa ini?

Apa yang ia rasakan kini?

Park Chanyeol…

Orang yang baru-baru ini ia kenal.

Sudah bisa menggeser posisi Kris di hatinya!

.

X

.

Langkah Baekhyun terlihat mengabsen satu persatu tanah yang ia pijaki. Ia terlihat ceria, sedari tadi dia loncat-loncat (?) untuk sampai di kelasnya.

Mungkinkah efek dari ciumannya kemarin?

Ah ia sendiri tidak tahu.

Tapi kini ia sudah menemukan jawabannya.

Dia akan mencintai Chanyeol, dan melupakan Kris!

Ia berhenti melangkah ketika sampai di pintu kelasnya yang tertutup. Sepertinya hari ini ia datang pagi, buktinya hanya beberapa orang siswa yang ia temui. Apalagi Chanyeol, lelaki itu akan memilih datang semenit sebelum bel berbunyi. Benar-benar pemalas.

Ceklek

Byurr

Baekhyun membelalakkan matanya kaget ketika air bekas jatuh dari atas pintu dan hampir membasahi seluruh seragamnya.

“setelah tindakan ini, apakah Baekhyunnie kita akan menjauhi Park Chanyeol?” seorang wanita yang tentu saja Baekhyun kenal sebagai Lee Sang Hee datang bersama segerombolan teman-temannya (baik lelaki maupun perempuan). Ia sengaja menekankan kata ‘Baekhyunnie’ sesuai dengan nama panggilan Chanyeol pada Baekhyun.

Baekhyun menunduk dalam, bahunya bergerak naik turun. Sepertinya ia tengah meredam emosinya kuat. Tubuhnya yang memang bisa dikatakan ‘sensitive’ terhadap suhu rendah seperti ini, hanya bisa menggigil kuat.

Sang Hee dan teman-temannya semakin mentertawakan Baekhyun. Ia menghela nafas panjang dan dalam keadaan menunduk ia berbalik badan. Sepertinya ia harus membersihkan diri di kamar mandi.

“Baek… hyunnie” Baekhyun mengangkat wajahnya dan menemukan Chanyeol yang tengah berlari ke arahnya. Ia melirik ke kiri dan ke kanan memilih kemana ia harus menghindari Chanyeol.

Namun, terlambat. Tangan panjang Chanyeol telah lebih dulu mengunci pergelangan tangan Baekhyun.

“kau kenap— YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH?” suara berat Chanyeol membahana di sekitar itu. ia menatap tajam semua orang yang ada di sana kecuali Baekhyun yang kini lebih baik menunduk.

“Baekhyunnie, kau tidak apa-apa?” Chanyeol mengusap lembut rambut Baekhyun yang basah. Namun, dalam satu kali sentakan, Baekhyun menepis tangan Chanyeol kasar.

“jangan.. sentuh”

“tapi.. Baekhyunnie, aku mengkhawatirkanmu”

“secara tidak langsung… aku… aku diperlakukan seperti ini olehmu Park Chanyeol”

Demi apa, Chanyeol tidak pernah melihat manik mata Baekhyun menatapnya tajam seperti ini. mata Baekhyun yang cokelat dan indah di mata Chanyeol, akan selalu mengeluarkan aura kelembutan

padanya, meski mungkin Baekhyun kesal pada Chanyeol, mata itu masih menunjukkan kelembutannya.

Namun kali ini tidak, mata itu menatapnya tajam. Chanyeol tidak bisa menemukan Baekhyun-nya di sorot mata seperti itu. ke mana Baekhyun? Siapa yang menyembunyikannya?

“mianhae…”

“mungkin lebih baik kita tidak dekat Chanyeol, aku takut mereka memperlakukan hal yang lebih dari ini”

Deg

Mana? Mana panggilan ‘Chanyeollie’ yang selalu Baekhyun sebut dengan suaranya yang indah? Apakah ini memang salahnya karena terlalu populer?

Padahal ia ingin membalas perlakuan Kris pada Baekhyun dengan menurunkan popularitas Kris. Hanya itu, kenapa Baekhyun malah memarahinya?

Dan.. ouh, melarang dia dekat dengan Baekhyun? Hari-hari tanpa Baekhyun akan menjadi seperti hari-hari di neraka.

“tapi aku mencintaimu Baekhyunnie”

Baekhyun menatap penuh makna wajah Chanyeol. Awalnya hari ini juga ia akan mengatakan hal yang sama pada Chanyeol. Ia ingin mengatakannya, sungguh.

Namun, bibirnya berkhianat, ia malah mengatakan hal yang seharusnya tidak boleh untuk terucap kembali.

“maaf, aku tidak bisa Chanyeol. Aku masih mencintai Kris”

Baekhyun melangkahkan kakinya satu langkah. Dua langkah berjalan, tangan kekar Chanyeol kembali mengunci pergelangan tangan Baekhyun.

“ya! Byun Baekhyun, BERI AKU ALASAN YANG JEL..”

“KURANG JELAS EOH? AKU, BYUN BAEKHYUN! MASIH SANGAT MENCINTAI WU YIFAN!”

Baekhyun melepas dengan kasar tangan Chanyeol, tapi jelas ia kalah tenaga melawan Chanyeol. Lelaki itu malah semakin mempererat pegangan tangannya dan menarik tubuh Baekhyun, hingga dadanya menempel dengan dada Chanyeol.

Plakk

“hentikan Park Chanyeol” tangan Baekhyun sepertinya panas setelah menampar Chanyeol. Apa sebegitu kerasnya kah? Berarti pipi Chanyeol akan lebih panas dari apa yang dia rasakan pada tangannya.

“mungkin benar, sebaiknya kita jauh Chanyeol, mungkin ini yang mereka inginkan” Baekhyun menunjuk Sang Hee dan kawan-kawan dengan ujung dagunya.

“mianhae, aku pergi”

.

X

.

Satu bulan setelah kejadian itu, baik Baekhyun maupun Chanyeol seperti tidak pernah kenal. Bangku mereka kini terpisah, Chanyeol kini bersama Luhan dan Baekhyun bersama Kyungsoo.

Jujur saja, Baekhyun merindukan bagaimana blitz kamera tertangkap matanya. Chanyeol memang masih setia mengalungkan kamera di leher jenjangnya. Hanya saja, yang ia jadikan object bukan ia lagi, melainkan couple yang mungkin membuat Baekhyun iri di kelas. Sehun dan Luhan.

Chanyeol terlalu sering menjadikan mereka object. Apalagi ketika ia mengetahui jika Sehun dan Luhan ada pasangan paling narsis di kelas, ia terus menerus membidik fotonya.

Chanyeol dan dia sudah tidak saling berinteraksi lagi.

Bahkan, ketika kelulusan angkatan Kris, mereka masih seperti tidak saling mengenal. Senyum pun mungkin akan mereka lontarkan dalam keadaan terdesak saja.

Atau jika mereka kebagian untuk satu kelompok, Chanyeol akan lebih memilih pulang dan mengerjakan tugasnya sendiri, begitu juga sebaliknya.

.

X

.

“aish! Kenapa aku kesiangan hah?” dari arah tangga, Chanyeol mengancingkan seragam sekolahnya. Dia memang benar-benar telat kali ini.

Tap

Tap

Tap

Kaki panjangnya menuruni anak tangga, tangannya masih sibuk mengancingkan seragam sekolahnya. “ya! Ahjumma, kau di mana hah?” kaki panjang Chanyeol menuruni anak tangga dengan cepat, hingga menimbulkan suara yang sedikit menggema di rumah megah itu.

“ini tuan sarapan nya” seorang wanita paruh baya berjalan cepat ke arah meja makan dengan terburu-buru dan menaruh segelas susu hangat dan roti panggang. Sama seperti Chanyeol, sepertinya wanita itu juga terlambat bangun.

“kenapa semua orang di rumah ini terlambat bangun hah?” mata Chanyeol melirik Hwang ahjussi yang mungkin menurutnya baru bangun dari tidurnya. Chanyeol memang kesal pada kedua pembantunya, tapi tak dapat dipungkiri ia juga menyayangi mereka.

Mereka selalu ada jika Chanyeol kesusahan, mereka sudah seperti orang tua bagi Chanyeol. Karena orang tua Chanyeol, telah lama bercerai dan memiliki pasangan baru lagi. Dan Chanyeol hanya tinggal sendiri di rumah besar ini bersama ke dua pembantunya.

“aku akan sarapan di sekolah, sampai jumpa ahjumma – ahjussi”

Chanyeol berlari keluar tapi kemudian berbalik kembali untuk menyeruput susu hangatnya. Meski itu satu tegukan, tak masalah, selama ia masih bisa merasakan susu buatan Kim ahjumma.

.

X

.

Brukk

Sepeda Chanyeol menabrak pot di dekat gerbang rumahnya. Ahh.. itu masalah nanti, yang jelas sekarang ia harus pergi ke sekolah dengan cepat!

Kakinya mengkayuh sepeda itu cepat hingga keluar dari pekarangan rumah Chanyeol. Ia melirik jam tangan yang melilit di pergelangan tangan kanannya. 10 menit lagi sekolah akan masuk.

“aish! Bagaimana ini?”

Kakinya semakin mempercepat kecepatan menggayuh sepedanya. Sedikit ia menyesali karena tidak memakai mobil ke sekolah karena lupa.

“eh?”

Kecepatan sepeda Chanyeol semakin menipis, padahal ia sudah sekuat tenaga mengumpulkan tenaganya untuk mengkayuh sepeda itu lebih cepat. “aish! Kenapa ini? oh tuhan~ aku mohon, jangan ada rintangan sedikit pun”

Karena ia merasa sudah tidak kuat mengkayuh sepedanya yang dua kali lebih berat, Chanyeol lebih memilih menuntun sepeda itu dan berhenti di halte bus.

“ya, ban-nya kempes” Chanyeol menghela nafas panjang, membuang semua beban yang ada di pikirannya, meski itu mustahil. Ia melirik arlojinya dan mendapati kini sudah kurang 5 menit dari bel sekolah.

Ia mengacak-ngacak rambut yang belum sempat ia sisir tadi. Jika ia terlambat, aahhh ia akan kena omel guru nanti, mana sekarang ia sudah di tahun terakhir sekolah. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menunduk dalam.

Tep

Chanyeol tak memperdulikan suara langkah itu, ia masih setia menutup wajahnya dan menunduk. Ia sedang berpikir keras saat ini. apa lebih baik Chanyeol meninggalkan sepedanya di sini, dan menyuruh Hwang ahjussi agar mengambil sepedanya, sementara ia pergi dengan menggunakan bis saja?

Terlihat Chanyeol yang tengah menggeleng-gelengkan kepalanya, sepertinya ia benar-benar berpikir keras. Lelaki manis itu tersenyum, menampilkan eyesmile yang pasti akan membuat semua orang hanyut ke dalamnya.

Tidd… Tidd

Chanyeol mengangkat wajahnya dan melihat sebuah bus di hadapannya. Ia beranjak dari duduknya dan hendak memasuki bus itu.

Namun entah karena langkah kakinya bersamaan dengan lelaki lain di samping atau bagaimana hingga saat mereka masuk, BERSAMAAN!

Mata mereka bertemu untuk beberapa saat. Dalam, seolah berusaha memasuki dunia yang telah lama mereka tinggali. Ouh, Chanyeol begitu merindukan lelaki ini.

Ia mengalihkan pandangnya ke arah lain, membuat Baekhyun sedikit kecewa.

“hey, kalian cepat!”

“ah ya! Tunggu sebentar” sahut keduanya bersamaan. Bahkan ketika mereka melangkah untuk masuk, kembali bersamaan.

Chanyeol menghela nafas panjang, dan mundur satu langkah, membiarkan Baekhyun menaiki bus terlebih dahulu. “masuklah”

Baekhyun mengangguk ragu dan langsung saja tubuh mungilnya masuk sepenuhnya ke dalam bis. Chanyeol menghela nafas panjang sebelum akhirnya kaki ia melangkah masuk bis.

.

X

.

Baekhyun memeluk erat gulingnya. Bibirnya tak henti menyunggingkan senyuman bahagianya. Ouh, siapa orang lain yang bisa membuat Baekhyun bisa senyum sendiri seperti ini ketika tidur?

Dan jawabannya hanya satu.

Park Chanyeol.

Baekhyun tengah memimpikan Chanyeol, bermimpi ketika Chanyeol membonceng tubuhnya dengan sepeda Chanyeol. Sepeda itu terbang, tinggi sekali hingga Baekhyun berpegangan erat pada pinggang Chanyeol.

“Chanyeol, jangan tinggi-tinggi aku takut. Baekhyunnie takut Yeollie” tangan mungil Baekhyun tambah mengeratkan pelukannya pada guling.

Dalam mimpi, Baekhyun menyandarkan kepalanya pada punggung Chanyeol dan menghirup kuat bau parfum lemon dari tubuh Chanyeol.

Lemon?

Baekhyun menajamkan indra penciumannya, benar ini wangi parfum lemon. Dan… kini ia baru sadar, jika Chanyeol tidak pernah memakai parfum lemon.

“Ch.. Chanyeollie?” mata Baekhyun perlahan terbuka, walaupun tidak sepenuhnya. Tapi, ia sadar tadi itu hanya mimpi belaka. Tidak Chanyeol, ini hanya ruangan kamarnya saja. Dan wangi lemon tadi, itu adalah parfum yang selalu Baekhyun pakai!

“hehhh, Park Chanyeol”

Baekhyun melempar asal guling itu ke sembarang tempat. Matanya perlahan menjadi merah, dan berkas bening menempel di sana. Gelapnya malam dan kamar tidur Baekhyun, tentu tidak akan ada yang mengira Baekhyun menangis.

Ia menangis dalam diam, bahkan untuk terisak pun ia sepertinya tidak bisa, hatinya terlalu sakit. Sangat~

.

X

.

Hari Kelulusan

Tampak Baekhyun yang tengah bersenda gurau dengan kedua orang tuanya. Senyum tak lepas dari wajahnya, membuat semua orang senang berada di dekatnya. Termasuk lelaki yang kini berdiri di dekat Kyungsoo yang tengah berceloteh ria.

Ia sama sekali tak menanggapi perkataan Kyungsoo, Sehun, maupun Luhan yang tengah bernostalgia mengenai kenangan di sekolah ini selama 3 tahun.

Ia masih ingin terus menatap mata indah itu, apakah ia masih bisa melihat mata indah itu suatu hari nanti? Sepertinya tidak. Karena ia berencana akan berkuliah di Jepang, tentu saja Chanyeol ini termasuk jajaran anak pintar di sekolahnya yang sekarang.

“Chanyeol, itu kau dipanggil” Kyungsoo menyenggol lengan Chanyeol, membuat sang empu terlonjak kaget.

“dipanggil? Untuk apa?” Chanyeol yang sepertinya dari tadi tak memperhatikan, hanya menatap bingung Kyungsoo Sehun dan Luhan bergantian.

“aish! Jika aku jadi kau, aku sudah dari dulu naik ke atas. Kau mendapat nilai tertinggi di tahun ini”

“benarkah?”

“ya! Cepatlah kau ke sana! Semua orang telah menunggumu” Kyungsoo memukul keras lengan Chanyeol. Meski tidak sakit, tapi tetap Chanyeol meringis membuat lelaki bermata indah di sana, tersenyum tipis. Terlalu tipis.

“arraso.. baiklah, kawan-kawan aku pergi”

Chanyeol mulai melangkah menghampiri para guru yang sudah berdiri menyambutnya.

“nah ini dia Park Chanyeol, siswa teladan sekolah ini” direktur sekolah menarik tangan Chanyeol, hingga tubuhnya kini berhadapan dengan mike.

“A—Annyeong” Chanyeol menggerakkan tangannya ke kiri dan ke kanan. Tubuhnya sedikit menunduk, karena memang mikenya lebih pendek dari dia. Chanyeol menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja gatal.

Duh, apa yang harus Chanyeol katakan?

“aku sangat kaget ketika direktur memanggilku kemari…” Chanyeol memandangi semua orang yang kini menatapnya juga, menanti perkataan yang akan ia lanjutkan.

Dan ia, paling payah dengan hal berpidato.

“tidak disangka, kita sudah menuju akhir sekarang. Aku pasti akan merindukan kalian. Terlebih…”

Oops! Kenapa ia mengatakan kata terakhir itu?

Terlebih? Terlebih pada siapa?

“terlebih… pada seseorang” hanya itu yang Chanyeol bisa katakan. Tidak perlu diberitahu, Chanyeol sudah tahu jika semua orang akan memikirkan siapa ‘seseorang’ itu.

“sebelum acara ini berlangsung, bukankah kita disuruh untuk menuliskan impian kita masa depan, dan menggantungnya di pohon ini?” tangan Chanyeol menunjuk pohon kecil yang ada di sampingnya. semua orang mengangguk mengiyakan.

“kita akan membukanya 5 tahun lagi. Banyak sekali impianku di sana, mungkin kalian juga akan bosan membacanya. Tapi dari sekian banyak impianku, hanya satu yang ku inginkan. Orang itu. orang, yang amat aku sayangi, dan aku ingin melindunginya. Tapi ia malah menjauhiku” Chanyeol menunduk dalam, semua orang terdiam sepertinya mereka terharu akan kisah Chanyeol. “andai ia tahu ini semua, dan tidak salah paham..”

Klik

Klik

Mata Chanyeol menangkap blitz kamera dari para wartawan yang melihat acara kelulusan di sekolah ini.

“untuk orang itu, terima kasih karena sudah menjadi orang spesial di hatiku. Bahkan, dibandingkan orang tuaku, orang itu adalah orang yang spesial”

Klik

Klik

“aku menyayanginya, sangat. Bahkan aku menyayanginya melebihi nyawaku sendiri”

Baekhyun terpaku diam. Semua perkataan Chanyeol seolah menohok hatinya. Apa yang dimaksud Chanyeol itu adalah dirinya?

“aku mencintainya. Hey, kau pasti mendengarkan ucapanku kan? Aku mohon, percayalah padaku, aku mencintaimu dan hanya akan seperti itu”

Klik

Klik

Pandang mata Chanyeol semakin kabur, semua blitz itu mengganggu penglihatannya!

“aku ingin kau membaca suratku di pohon itu, aku ingin kita tetap bersama. Untuk terakhir kalinya, aku ingin bernyanyi. Suaraku memang tak sebagus suara ‘dia’, tapi lagu ini khusus untuknya”

Chanyeol mengambil gitar yang memang sudah tersedia di sana. Menarik kursi, kemudian mendudukinya. Dan petikan gitar mulai mengalun, membuat orang hanyut akan musik itu.

“You said goodbye

I fell apart

I fell from all we had

To I never knew

I needed you so bad

You need to let things go

I know, you told me so

I’ve been through hell

To break the spell

Why did I ever let you slip away

Can’t stand another day without you

Without the feeling

I once knew

I cry silently

I cry inside of me

I cry hopelessly

Cause I know I’ll never breathe your love again

I cry

Cause you’re not here with me

I cry

Cause I’m lonely as can be

I cry hopelessly

Cause I know I’ll never breathe your love again

If you could see me now

You would know just how

How hard I try

Not to wonder why

I wish I could believe in something new

Oh please somebody tell me it’s not true (oh girl)

I’ll never be over you

Why did I ever let you slip away

Can’t stand another day without you

Without the feeling

I once knew

I cry silently

I cry inside of me

I cry hopelessly

Cause I know I’ll never breathe your love again

I cry

Cause you’re not here with me

I cry

Cause I’m lonely as can be I cry hopelessly

Cause I know I’ll never breathe your love again

If I could have you back tomorrow

If I could lose the pain and sorrow

I would do just anything

To make you see

You still love me

I cry silently

I cry inside of me

I cry hopelessly

Cause I know

I’ll never breathe your love again

I cry

Cause you’re not here with me

I cry

Cause I’m lonely as can be I cry hopelessly

Cause I know I’ll never breathe your love… love… again”

BRUKK

Semua orang yang ada di sana terlonjak kaget mendengar bunyi suara keras itu. gitar yang dipegang Chanyeol, jatuh begitu saja dari tangan si penyanyi.

Mata Chanyeol benar-benar merah, matanya berair, dia terdiam di atas sana. Matanya…. ouh, matanya susah untuk berkedip.

‘tolong aku…’ hanya bisa membatin.

BRUKKKKK

Kali ini bunyi itu semakin keras, karena sekarang, Chanyeol lah yang jatuh dari kursi dan berbaring di sana dengan tak sadarkan diri.

Semua orang berlari ke atas podium dan menolong Chanyeol.

Hanya satu orang yang masih diam, dan memperhatikan kejadian itu.

Byun Baekhyun.

Lelaki itu terdiam, senyuman tipis terlukis di wajahnya yang manis. Bukan, bukan karena ia senang melihat Chanyeol seperti ini.

Tapi ia masih hanyut dalam permainan gitar Chanyeol yang memukau.

“Ya! Baekhyun-ah, itu lihat! Chanyeol jatuh!”

Kyungsoo menepuk bahu Baekhyun. Mungkin itu sudah keberapa kalinya, tapi kali ini ia menepuk sedikit keras hingga sang empunya sadar.

“MWO?”

.

X

.

“bagaimana keadaannya?”

Baekhyun berhambur menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.

“kau temannya?”

“ya. Bagaimana?”

“kami harus mengoperasi matanya..” dokter itu menghela nafas panjang, seolah terbiasa menangani hal seperti ini. “sebelumnya ia melakukan operasi lasik, hanya saja menurutku, ia terkena efek samping operasi itu”

“lasik?” Baekhyun membenarkan letak kacamatanya. “berarti Chanyeol itu minus ya?”

“mungkin”

“jika seperti itu, lakukan operasi saja dokter”

“maaf, akan terlalu berisiko”

“jadi bagaimana?”

Dokter itu tersenyum manis, dan mengacak rambut Baekhyun gemas.

“Dokter, pasien itu mengerang kesakitan. Matanya juga tambah merah” seorang suster menghampiri mereka, dan menjelaskan tentang mata Chanyeol.

“sekarang yang menjadi pilihan, kau ingin Chanyeol dioperasi, atau sakit seperti ini?”

.

X

.

5 Tahun Kemudian

Bunyi petikan gitar berakhir. Namja tampan itu menghela nafas ketika sebuah lagu sudah selesai ia mainkan. Hanya tinggal mengirim lagu ini ke perusahaan musik.

Park Chanyeol. Lelaki itu kini menjadi seorang komposer lagu. Beruntung ia masih bisa melakukannya di tengah kekurangan yang ia miliki.

Tokk… tokk

“masuk saja!” teriaknya, tidak terlalu keras, tapi cukup tegas dalam penekanan katanya.

“Yeollie!!!”

Chanyeol tersenyum, ketika dirasakannya tangan mungil itu memeluk lehernya kuat. Tentu ia mengenali wangi parfum jeruk nipis ini. parfum kekasihnya.

“hmm~ Baekhyunnie, ada apa hm?”

“aish, kau lupa jika hari ini ada acara di sekolah kita yang dulu..”

“acara apa?”

“ya! Acara untuk membuka surat pohon itu Chanyeol, kau lupa eoh?”

Chanyeol tersenyum miris. “aku tidak pernah melihat kalender Baekhyun..”

“kau ini!” Baekhyun jadi serba salah sendiri membalas ucapan Chanyeol.

“Baekhyunnie!”

“hm?”

“kenapa kau ingin menjadi kekasihku? Padahal aku…”

“aku tidak melihat kekuranganmu itu Chanyeol, meski kau buta, aku akan tetap berada di sampingmu. Aku mencintaimu” Baekhyun menyimpan telunjuknya di bibir Chanyeol.

“aku pun begitu Baekhyun, saranghae”

Chu~

Mata besar Chanyeol membulat ketika merasakan sesuatu yang basah pada bibirnya. Ciuman yang singkat.

“aish, kau mulai nakal Baekhyunnie”

“yang penting kau mencintaiku.. hey! Cepatlah siap-siap, kita akan berangkat sekarang!”

“baiklah. Eh iya! Itu lagunya sudah selesai, dan kau tinggal menyanyikannya”

“kau hanya akan terus membuat lagu untukku Chanyeollie”

“dan kau hanya akan menyanyikan lagu buatanku Baekhyunnie”

.

X

.

To Baekhyunnie

Aku senang melihatmu tersenyum Baekhyunnie.

Kau akan terlihat seperti bunga matahari ketika tersenyum, maka teruslah tersenyum.

Aku berencana akan berkuliah di Jepang, aku ingin mengambil jurusan arsitek. Kau bangga padaku kan? Semoga iya.

Baekhyunnie, kenapa kita jadi saling menjauhi seperti ini?

Aku ingin kita seperti dulu.

Aku tersiksa dengan keadaan seperti ini.

Tanpamu, aku seperti di neraka!

Otakku seakan penuh dengan bayanganmu, kau benar-benar menyiksaku.

Aku ingin, suatu hari nanti, kita akan selalu bersama Baekhyunnie, bahkan jika dunia ini berhenti berputar, aku hanya ingin selalu bersamamu.

Hanya itu.

Kau mau kan?

#END

Itu lagunya westlife yang I CRY, aku suka banget lagunya >.<

40 thoughts on “[FF FREELANCE] TEARS-CHANBAEK [SEQUEL TEARS TAORIS]

  1. cieeeeehhhh,,,, BaekYeol couple hehe
    di awalnya chanyeol nya menurutku terkesan agak licik hehe tapi aku suka hehe
    kasihan baekhyun nya di foto terus sama chanyeol haaha,,
    #chanyeol,, minta fotonya Baekhyun donk hahaha😀

    ceritanya daebakkkkkkkkkkkkkkkkk
    tapi nasibnya Kris gimana??? (>_<")

  2. chan……….yeollooooooooooooooooo…………………………….dy jd buta,hiks….
    andai tu kumpulan mak lampir g ngeganggu baebaek,g bkalan mrk brdua menjauh.kalaupun mrk dr awal g menjauh trs pd akhirnya yeol akan manjadi buta tp stidaknya mrk msh bs menikmati indahnya melihat semua yg mereka sukai bersama2
    krisssssss……mati kau

  3. Hah? Chanyeol jadi butaaa??? Kirain operasinya berhasil dan baekhyun ikut chanyeol ke jepang terus hidup bersama bahagia selamanya….
    Tapi gapapa tetep happy ending ^^
    Daebak author ^^ di tunggu ff lainnya :3

  4. waaaa keren..!

    Ahh dr awal aku uda curiga wktu mata yeolli tiba” merah..
    Trnyata bner dia sakit mata…oprasi emang slalu brdampak..!

    Yeaah baekkie…saranghae..
    #dbekepchanyeol

    owh ya “SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA YEOLLIE”

  5. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaa
    Gila ini so sweet abissss!!! Walopun aku asalnya kesel ke kris sama si yeoja2 menyebalkan yg bikin baekHyun bilang dia masih suka kris /bejekbejekyeojamenyebalkan/
    aiiiiisssssh si chan jadinya buta garagara blitz itu? Kasiaaaaan
    Tapi akhirnya baekyeol bersatu!!!!
    Yeaaaay
    Naiseu fanfic!!!!!

  6. ada versi baekyeolnya jg to…. daebak.. aku ska alur ceritanya…
    eh,, eh,,, chanie-ya bleh mnta foto2nya baekki??.. kekekek….
    aq jd org aneh nih,, bc yg ff ini tp tdk bc yg Taoris ver… hehehe..
    mian jg coz krg ska dg couple itu,, lbh ka kray couple…
    oh iya buat ff kray (kris-lay) couple donk thor… hehe

  7. waaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh daebaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkk ^_^
    aku sukaaaa!!!!
    aku kira ga ada sequelnya eh ternyata ada aaaaakkkkhhhh kereeennn
    akhirnya BAEKYEOL/CHANBAEK BERSATU *kibar bendera baekyeol🙂
    eooon ayo cepet lanjut ff yg lainnya,,,,,,
    love & pain, ameterasu, ma payphone ^_^
    *padahal payphone baru kemarin di update *plaaak xD
    tapi aku tetap pengen cepet di update lagi🙂
    *koq jadi ke ff payphone? mian🙂

  8. Ending nya yeol buta ( ⌣ ́_ ⌣ ̀) ,, sedihh si tapi bahhagia juga chanbaek bersatu !!
    Aduhhhhh apa2 itu jahat ke baekie ! Dsr fans freak (゚o´(┗┐ヽ(>.̯┌┐<)•°

  9. Tadinya bingung,kok ini squel tp gk ada awalnya…eh kali udah baca setengah br inget sama cerita sebelumnya.
    tp perasaan ini beda author ya???
    BaekYeol cetarrrrrr membahana….untung sekarang mata Chanyeol udah gk apa-apa,
    padahal mata Chanyeol kan indah bgt,gk nyangka dia pernah operasi lasik.
    wajah Baekie cocok bgt ya bt peran mengenaskan kyk gini.

  10. KYAAAAA~„BAEKYEOL…..:D
    ngomong2 tuh chanyeol evil bnget yah klo ama kris,kkk~XD
    Wktu chanyeol cium baekkie tuh so cwett bnget eon…:3,
    trus itu knapa baekhyun jauhin chanyeol cuma gra2 fans chanyeol yg buat baekhyun menderita,T.T
    tpi ttep dong baekyeol bersatu,,#eciyeee baekyeol,~^O^~
    Huahh? Chanyeol Buta?,T.T,,,,tp sneng bnget baekhyun bsa nerima chanyeol apa adannya,~„yeyeye,~„Happy ending baekyeol,,,thanks eonni,:)

  11. langkah pertama
    tinggalin jejak..XD

    huaaa akhirnya happy ending,,, hampir mikir ad yg meninggal trus donorin matanya,#huhuu aiiiisshhhh
    sukaaaa

  12. chanyeollie daebak unnie mengganti posisi kris dalam hitungan minggu ..
    aiii gege kau kalah khekhekhe .. tapi tidak di mata tao *eh:P*

    mwoyaaa aku kalo jadi baekhyun unnie tuh yeoja ngedorong aku ,, aku dorong balik daa ..
    gak liat apa baekkie tuh lagi makan .. huuh dasar penggangu ..
    eiii gege jangan megang” tangan baekkie gt ahhh ,, nati tao liat sedih loh …
    bwahahaha yeollie gaktau diri*miyanhae yeolie* tadi keasikan ama fans.a eh liat baekhyun ama gege ku kaya gt langsung dateng … khekhekhe cemburu yeee ><

    kereen unnie ff.a😀

  13. yeyeye BaekYeol muncul lg.
    Tp ksian yeol nich knp jg matanya hruz buta.,
    jd inget berita itu lg..

    #hmmm tenang ga akn trjdi apa2 ama yeol koq
    hehe

    bguz thor ff ny ngena bgt.. Ditunggu krya slnjutnya ya.. Fighting..

  14. YA! Kenapa komen dikit banget ya?
    Sumpah tadi ngetiknya banyak lho~
    ada apa ini?!
    Author-ssi, suka banget sama Chanbaek-nya ><
    Mereka so sweet banget, terutama Chanyeol
    Dia tulus banget sama Baekhyun, dan kayaknya bener" cinta gitu deh sama Baekhyun
    Pengen deh jadi Baekhyun😛
    Aku juga mau dibikinin lagi sama Chanyeol kkk~~ #ditabok Baekhyun
    Oke, seperti yang ada diatas, buat Chanbaek lagi ya thor🙂
    HWAITING~!

  15. Endingnya ….. Kenapa Yeol harus buta !?!? T^T
    Saya gak terima thor *lemparin meja* (?)
    Tapi syukurlah ChanBaek ku bersatu ><
    Kris apa kabarnya wkwkwk

  16. aku belum baca yang tears itu, tapi setidaknya aku suka sama ff nya hehe, sweet banget… chanyeol nya jail abis kekeke, kris nya di bikin keki mulu… dan lagunya aduhhh bikin sedih, westlife i cry itu lagu fave aku loh*gaknanya*

    baekhyun itu disini kayk yang kuper gitu y? ahh kris ninggalin baekhyun karna tao? aihh sepertinya nanti aku harus baca yang pertama biar makin ngerti sama masa lalu KrisBaek^^

  17. fansnya Chanyeol kok genit2 banget sihh..
    apalagi yang namanya SANG HEE..
    andaikan aku ada di dalam cerita.. nanti aku jambak!! aku cakar!! aku tendang!! aku pukul!! yang namanya SANG HEE itu..
    *istighfar bu*

    berani sekali si SANG HEE memisahkan BAEKYEOL..ngga tau apa disini ada BAEKYEOL SHIPER *nunjuk ke diri sendiri*

    kok tumben ya kai ga ada dicerita!!
    biasanya kai ga pernah ketinggalan -_-
    apa jangan2 kai lagi kencan sama taemin ya??

    akhir yang mengharukan.. hiks.. hikss T_T

    Chanyeol buta tapi Baekhyun masih cinta Chanyeol apa adanya *1000 jempol buat Baekhyun*

  18. astagahhhh ;AA; endingnya sweeettt bgt thorrrr;;; AAA kereeeeennnn.. Btw, kemana kris? LMAO XDXD
    yahhhh…… chanyeol ”blind” :’ untung ada baekkie;_; akhirnya… Ending mereka pacarannnnn ‘-‘)/ horaayyyyyyyyyyy<3

  19. njirrr authornya cakeeep bangettt *lah
    aku suka bgt karakter yeol polos2 manis2 licik2 gimanaaaaaa~ gitu.sbnernya aku gk ngrti ceritanya soalnya blum baca yg versi taoris.hahahaha
    kak alf,kak alf,kak alf heeelloooo….aku nitip salam sama authornya.mau kenalan gimana caranya…

  20. iy aku juga suka lagunya..gegalau breng yuk author hyominstal..jiaaahh😄 ~

    baekyeol bebarengan lagi yeaaah~ *acungin tangan ke udara* kkk~ awalny bruk ye yeol mau bales dendam ama kris nusuk dri blakang tapi demi baek jg sih etapi tetep aja curangkan ama kris untung kris ga mengeluarkan jurus tenaga dalam naga(?) bwt ngangkat bangku dri tanah *inget L&P/kkk~ mian/sungkem ke author-nim*

    okay..yg pnting bahagia 22nya ya kris lulus skolah balik ama baby panda ke china mungkin ye *sotoy*..baek blik lg sma yeol wlwpun smpet pisah bentar sih gegara yeoja2 edan itu tu aih *seret yeoja2 edan ke sumur ceburin atu atu* wlwpun oppa ga bsa liat lg tpi oppa msih bisakan ngeliat cinta tulus baek salah ngerasain mungkin ye :p.. Okay (gegara kseringan dger lagu sistar ‘loving u’ jejadinya eyke terbyng part rapp si bora trus aish~)

    baik author-nim FIGHTING ^^9 DITUNGGU FF MENDATANGNYA YAAAA *teriak breng chen* YG INI KEYEEN ABISZT..

    CHU~
    #deepbow

  21. ohhh…

    so sweet…

    tapi kasian Chanyeolnya buta…

    aku pikir Baekhyun bakalan kasiin matanya ke Chanyeol!#sok tau…

    Krisnya kemana ya!…

    endnya benar-benar Sweet dan endnya BaekYeol pacaran..

    semangat yah Thor buat bikin FF lainnya….

  22. waaaaa,,,telat bacaaaaa…….
    chanbaek nih kak….
    nahlooohhhhhh…..ceritanya chanyeol jd pelipur lara nih ye
    *genjreng gitar* adoooohhhhh tampol aja itu si kris,,tampol
    chaannn…
    suurin lu kris,,,ni ngomong2 chanyeol cocok juga d bayangin jadi
    rada antagonis,,gegara balas dendam sama kris hahahaha,,,g
    kebayang chanyeol ngeganjenin cewek2,,bisa2 pulang d gebukin
    baekhyun noh… adoohhh mulae dah kliatan mewek,,,bakal jd angst
    gegara mata chanyeol tuh,,,adoohhhhhh waaaaaaa….itu poto smbil
    kissuan???boleh bangeeetttt manaaaa,,sini krirm softfile fotonya ke
    akuuuuhhhh d jual ke chanbaek shipper pasti laku…
    suka pas chan bilang sayang baek melebihi nyawanya,,,aiiisshhhh
    hyaaaa itu ceritanya chan buta ato gimana kak endingnya???
    adoooohhhhhhh….suraatnyaaa adoohhhhh alaaahhh,,yg penting
    heppi ending lah ><

  23. Chanyeol misterius bget see, polos, fun. Dasar happy virus bisa aja bkin baek oppa ku trsnyum. Kekeke

    bgus thour, tpppi kurang pnjang, kesan’y jdi kcepetan

  24. MANA TISSU MANA TISSU???!!!
    thor ini ff DAEBAK! akhirnya baekyeol bersatu lagi , hah walau chanyeol buta tapi gpp yg penting baekki tetep cinta :* :* love bgt dah sama author

  25. ya amplun.. sos sweet deh thor~
    gue kira si baek bakal diem’an terus ama si yeol😦
    dan ternyata kok yeol juga minus?? yawoh… tapi happy ending n gue suka baekyeol bersatu!!!
    hurraaaaay~

  26. \(´▽`)/ yyyyeeeeeyy.. Yuhuuuww
    Park chanyeoll!!!
    Park chanyeol!!!
    -(ˆ▽ˆ)/ -(ˆ▽ˆ)- \(ˆ▽ˆ)-

    Akhirnya datng jg..

    ini so cuiitt bgd..
    Walopun chanyeol jadi begitu baekhyun akhirnya sama dia..
    (っ˘﹏˘)っ #hug baekyeol..

    Thor hyominstal..
    Epepnya kurang lama.. #kurng panjang maksudnya..
    Aku ngebayanginnya samar2..
    Hihiii..
    Pii suka critanya.. (♥-̮♥)

  27. Yeyyyyyyyyy \(´▽`)/

    Park chanyeol!!
    Park chanyeol!!
    -(ˆ▽ˆ)/ -(ˆ▽ˆ)- \(ˆ▽ˆ)-

    Ini pensnya kris ada2 aj iia..
    Langsung berubah haluan ke chanyeol..

    Dann krisss menghilang..
    Lanjutanny baekyeol..

    Agak monoton.. Gara2 si chanyeol sama baekhyun diem2an.. Kan ga seru jadinya..

    Shockkk…
    Chanyeol sakit..
    Pii ini bikin baekhyun kembali ke sisinya..
    diakhir pokoknya bersama..

    Thor hyominstal..
    Ini critanya kurangggg panjang..
    Terlalu singkat bagi aku..
    Mwnya yg banyak..
    Mengingat perasaan baekhyun yg abis disakitin kris trus sama perasaan baekyun setelah nampar chanyeol..
    Pokoknya baekhyun udah suka aj sama chanyeol..
    Mentang2 tao udah dateng kris menghilang dari cerita..
    Ini ga adilll.. T,T.
    *misnn bawell..

    Abisan udah tamat aj.. Hikss..

    Yang penting mah #like this
    –b buat author hyominstal..

  28. ‘park chanyeol… saranghae……’
    suara fansnya chanyeol tuh…

    aku udah duga ada sesuatu yang ga beres sama matanya chanyeol
    dan bener aja matanya emang bermasalah
    tapi tak apa lah, selama baekhyun jadi matanya chanyeol

    kaka author semangat ya
    terus berkarya…

  29. Huwaaaaa, ini keren banget thooor
    Daisuki deesuuuuuuu!!!
    Ih keren banget toh, semua yang ada di cerita bikin aku berekspresi yang gila-gilaan. Suer deh thor.
    Demi apa itu fans kris minta ditabok satu-satu, trus dikuliti hidup-hidup trus dibuang entah ke sungai mana gitu.
    Aku gemes banget sangking gemesnya aku sampai gigit bantal bacanya -_-
    Ah, daebak thor ceritanya, sayang banget chanyeol jd buta, tapi gag papa, baekhyun tetep cinta kok, aku juga kok. (Ditabok baekhyun)
    Siip, ditunggu next ff-nya thor ^^

  30. T.T chanyeol kenapa selalu jd orang yg merana,.lebih tepat’y jd orang yg selalu tersakiti,.ff’y keren thor,.^^
    udah punya firasat,psti ada apa” dngan mata chanyeol,.dan akhir’y firasatku benar,.semoga dibuat ff lnjutan’y,.hehehe berharap chanyeol bsa melihat lagi,..dan melanjutkan keromantisan mereka lebih bnyak lagi,..mian thor bnyk permintaan,.pkok’y ff’y keren thor,. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s