[FF YAOI]- PAYPHONE~ KrisBaek//BaeKris~ [Chapter 3]


FF KrisBaek

Tittle: Payphone

Author: AyouLeonForever

Genre: whatever -__-

Rate: TTM (?)

Length: Chaptered

Main cast: Byun Baek Hyun-Kris-Park Chan Yeol

Main pair: KrisBaek/BaeKris

Slight: Baekyeol

Other cast: Find them… ^^

Disclaimer: GOD

COPYRIGHT: SEMUA ISI, ALUR/PLOT, IDE CERITA, OC, DAN DI LUAR DARI KARAKTER ASLI ITU MURNI PEMIKIRAN ALF (AyouLeonForever). JIKA ADA KESAMAAN CERITA, APALAGI KALO BENER-BENER MIRIP, CUMAN ALIH BAHASA AJA, ITU PERLU DIPERTANYAKAN (masih!). DILARANG MENJIPLAK, MENGEDARKAN, MENGKOPI PASTE, MENGALIH BAHASAKAN, TANPA SEIZIN PEMILIK.

Warning: There’s Lime inside, Bocah istighfar aja….

 

~**PAYPHONE**~

Author POV

“Hati-hati Chan Yeol-ah…”ucap Baek Hyun saat ia memapah Chan Yeol keluar dari rumah sakit.

“Hey… jangan berlebihan, aku tidak apa-apa”balas Chan Yeol berusaha melepas lingkaran tangannya di pundak kecil Baek Hyun.

“Dadamu masih sakit kan?”

“Aku justru sakit kalau dipapah oleh orang pendek, aku harus membungkuk dan…”Chan Yeol menghentikan ucapannya saat ia dapati sepasang mata kecil di sebelahnya itu menatapnya tajam “Mian…mian, aku hanya bercanda, kau jangan terlalu khawatir. Aku baik-baik saja. Ara…”ia sentil pelan kening Baek Hyun, bermaksud untuk meyakinkannya.

“Jadi kau tidak ingin di papah?”

“Tidak perlu, aku bukan orang cacat” Chan Yeol langsung melepaskan rengkuhan kecil Baek Hyun di lengannya, kemudian ia raih jemari Baek Hyun untuk digenggamnya. “Kalau berpegangan tangan begini, aku mau”

Baek Hyun diam-diam tidak bisa menyembunyikan senyumnya “Arasso… kajja”

Mereka pun melanjutkan langkah, berniat menyetop Taxi yang lewat, tapi seorang pria berjas hitam sudah menunghadang langkah mereka di luar pintu.

“Silakan ikut saya, Tuan Muda…”

Mata Baek Hyun membulat “Tuan Chen… ada apa ini?”

“Ah maaf, tolong jangan panggil saya dengan sebutan Tuan Chen, saya tidak pantas”

“Tapi lebih tidak pantas lagi kalau kau memanggilku Tuan muda, aku bukan Tuan Muda”

“Maaf Tuan Muda, ini perintah langsung dari Tuan Kris untuk membawa anda dan suami anda ke rumah baru kalian”

Baek Hyun terhenyak, kemudian bertatapan dengan Chan Yeol. “Rumah baru?”tanya mereka bersamaan.

“Benar Tuan muda. Biar saya yang membawa barang anda” Chen berniat mengambil ransel dan tas tentengan Baek Hyun, tapi namja mungil itu menolak.

“Tidak perlu… ka… kami punya rumah sendiri dan…”

“Tolonglah… Tuan Kris sudah menunggu kalian di sana”

Baek Hyun semakin pusing, tampaknya setelah ia terlibat sangat dalam dengan Kris, ia tidak akan sebegitu mudahnya terlepas dari namja berkuasa itu.

“sudahlah Baek Hyun-ah, kita ikut saja. Mungkin kita bisa mebicarakan ini dengan Tuan Kris, beliau sudah terlalu baik, jadi kita tidak boleh menolak tawarannya dengan cara seperti ini, sebaiknya kita bicarakan langsung saja dengannya”

Dan ucapan Chan Yeol itu semakin mendesaknya hingga ia akhirnya mengangguk dengan pasrah.

~**PAYPHONE**~

Baek Hyun POV

Menolak…

Sejak kapan aku sudah kehilangan hak untuk menolak? Apa sejak aku kehilangan harga diri dan kehormatanku?

Kenapa aku tidak boleh mengatakan tidak?

“Betul, letakkan di situ, ya… TV nya di letakkan saja di ruang tengah. Ah, sofa itu  masukkan ke dalam ruang kerja”

Aku hanya bisa menatap pasrah bagaimana Kris memberi perintah pada orang-orang suruhannya untuk membenahi “Rumah baru” ku dengan Chan Yeol.

“Tuan Kris, untuk apa ruang kerja itu?”

Lihat bagaimana Chan Yeol berinteraksi dengan Tuan Kris. Lihat bagaimana semangatnya dia menerima semua pemberian ini.

“Tentu saja kau juga membutuhkan ruang kerja. Restoran yang akan kau kelola nanti ini berskala besar, kau tidak harus terjun langsung di dapur, kau adalah pemiliknya, pengelola, jadi segala bentuk administrasi keuangan dan sebagainya, kau mengurusnya sendiri”

Mata Chan Yeol berbinar “A… Aku harus mengatakan apa tuan. Bahkan jika aku harus mengucapkan sejuta terima kasih itu tidak akan cukup”

“Jangan katakan apapun” itu balasan Tuan Kris, dan detik berikutnya ia menoleh padaku yang hanya bisa berdiri di sudut ruangan dengan sangat kebingungan.

DEG~

Jangan bilang Tuan Kris menginginkan pamrih…

“Jaga saja kesehatanmu, dan berbahagialah”lanjutnya kemudian menepuk pundak Chan Yeol.

Demi Tuhan… setiap kalimat yang diungkapkan tuan Kris selalu membuatku refleks menahan nafas, seperti terintimidasi, walau tidak terealisasi.

“Oh ya Baek Hyun-shii, kenapa tidak kau ajak suamimu beristirahat di kamar kalian?”

Lagi-lagi aku hanya bisa terlonjak kaget “N…Ne?”

“Suamimu masih dalam masa pemulihan, kamar kalian sudah di benahi sejak awal, jadi bisa langsung kalian tempati. Selebihnya serahkan saja padaku Chen, biar kami yang mengaturnya”

“Ta… tapi Tuan… ini betul-betul”

Tuan Kris menyunggingkan senyumannya “Kau pasti lelah…”

Deg~

Senyuman itu sukses membuatku refleks menundukkan wajah. “Te… terima kasih Tuan” buru-buru aku menghampiri Chan Yeol dan menuntunnya naik ke lantai dua memasuki kamar “kami”.

~**PAYPHONE**~

“Baek Hyun-ah…”

“Ne…”

“turunlah ke bawah dan temani Tuan Kris”

Sontak aku menghentikan gerakanku yang membetulkan selimut Chan Yeol “kau bilang apa barusan?”

“Tidakkah kau merasa bahwa sikap kita keterlaluan? Rumah ini adalah pemberian, dan kita biarkan Tuan Kris sampai turun tangan sendiri mengatur perabot rumah ini? Manusia macam apa kita?”

“Kau tidak dengar tadi? Tuan Kris memintaku membawamu ke kamar untuk beristirahat, karena kau masih dalam proses pemulihan”

“Yang sakit itu hanya aku Baek Hyun-ah…”

Aku menatapnya serius. Aku tidak berharap Chan Yeol mengerti posisiku, karena kalu dia mengerti, kuyakin dia akan terkena serangan jantung lagi “Arasso…”

“Baek Hyun-ah…”

Kuhembuskan nafas beratku sambil membalas tatapannya “Aku mengerti Park Chan Yeol… jadi jangan menatapku seperti itu”

Ia pun tersenyum “Entah karena apa Tuhan mengirimkan orang sebaik Tuan Kris… Dan kita jelas tidak boleh mengabaikannya seperti ini”

“Berhentilah berceramah, karena kubilang aku mengerti”

Chan Yeol menarik tanganku dan mengecupnya pelan, “Jangan marah… aku hanya tidak ingin kita terlihat seperti pasangan yang memanfaatkan kebaikan Tuan Kris dan tidak tahu berterima kasih”

Sekali lagi kuhembuskan nafasku dengan berat. Aku sedikit membungkuk, meraih pipi Chan Yeol dan mengecup bibirnya singkat “Diam!”

Ia pun tertawa kemudian mengangguk.

“aku akan turun ke bawah, kalau ada apa-apa panggil aku”

“aku akan beristirahat Baek Hyun-ah, tidak akan menyusahkanmu”

“Park Chan Yeol…”

“Ara… Ara…Jadi pergilah”

~**PAYPHONE**~

Rikuh, grogi, dan… oke baiklah, siapapun yang berada di posisiku akan seperti ini. Harus kutaruh di mana wajahku saat bertatap muka dengan Tuan Kris.

Katakan aku gila, tapi saat bertemu dengannya, hal pertama yang muncul di benakku adalah….

Kejadian malam itu.

Memori itu begitu kuat, tertancap dengan begitu dalamnya di otakku, tidak bisa kuabaikan begitu saja bahkan jika Tuan Kris bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa pada kami berdua.

Aku… maupun tuan Kris tetap tidak bisa menyangkal, bahwa kami memang terikat oleh sebuah rantai yang hanya aku dan Tuan Kris yang bisa melihatnya. Rantai yang begitu kuat, membelenggu, dan tak bisa kulepas begitu saja bahkan dengan sebuah penolakan keras.

Nyatanya… raga kami pernah menyatu oleh sebuah hubungan yang…

Di luar nalar.

Kulihat Tuan Kris masih saja sibuk memberi komando pada pekerja-pekerja yang ia sewa untuk mendekor rumah kami. Rumahku dan Chan Yeol.

Aku tidak ingin berprasangka, hanya saja aku berpikir bahwa tuan Kris menyimpan sesuatu di balik ini semua.

Ketika tubuh jangkungnya itu berbalik ke arahku, pandangan kami bertemu. Dan percayalah ada sensasi tersendiri yang di timbulkannya.

Di sini… di dada kiriku. Berbentuk sebuah degupan yang sulit kukontrol, terlebih saat sepasang bibirnya yang pernah mengecap tubuhku itu… menyunggingkan senyuman hangat.

Bunyinya Dug…

Seperti ledakan kecil di dadaku, tapi sukses membuatku gelagapan.

Bukan karena aku merasakan sesuatu padanya, bukan. Ini lebih kepada…

Um…

Errr…

Oh baiklah, sulit kejelaskan, yang jelasnya ini sedikit menyiksaku.

Tep…

Tep…

Tep…

Aku bahkan menelan ludah dengan susah payah saat ia mendekat. Refleks aku mundur ke belakang dan…

“Baek Hyun-ah… awas” serunya yang entah bertujuan apa.

Dan saat aku menoleh ke belakang, sebuah tangga besi lipat limbung ke arahku. Sudah persis di atas kepalaku dan….

Greb~

BRAAAKKK!!!

Hangat!

Dan aku mendengar bunyi degupan yang begitu cepat dan keras.

Saat kubuka mataku, kudapati diriku telah berada dalam pelukan tuan Kris yang…

Hangat!

“Gwenchanayo?” tanyanya panik setelah melepas pelukannya.

“N… Ne… tapi” aku menoleh ke samping, dan kulihat tangga lipat itu membentur lantai dan, sediki bengkok pada satu sisinya.

“SIAPA YANG MELETAKKAN TANGGA LIPAT DI SINI?” Pekik tuan Kris…

Marah!

2 orang pekerja langsung berlari menghampiri kami dan membungkuk berkali-kali.

“Cwesonghamnida, saya yang meletakkannya, tadi untuk memasang lampu Tuan”ucap salah satu dari mereka.

“BRENGSEK… GEGABAH! KAU…”

“Tuan..” tegurku sambil menyentuh pergelangan tangannya.

Sedikit terkejut karena kudapati ia meringis. Dan semakin terkejut lagi saat kulihat punggung tangannya memar dan membengkak.

Sekarang aku tahu alasan kenapa salah satu sisi tangga itu bengkok.

“Ada apa ini, Tuan anda tidak apa-apa?”tanya Chen saat menghampiri kami.

Aku sedikit panik, masih memegangi tangan Tuan Kris dengan hati-hati.

“Di perusahaan mana kau menyewa jasa mereka?”bentak Kris masih berang.

“Z furniture Tuan…”jawab Chen hormat.

“Begitu? Ingatkan aku bahwa ini terakhir kalinya kita menyewa jasa mereka”

Dua pekerja itu terlonjak kaget, membungkuk berkali-kali dan mengucapkan kata maaf.

“Tuan…” lirihku “Aku yang ceroboh, mohon jangan menanggapi hal ini dengan serius”

Tuan Kris menatapku “Kau hampir celaka Baek Hyun-ah, dan aku tidak mungkin berdiam diri begitu saja”

“Tu… Tuan, aku baik-baik saja. Yang patut dicemaskan itu adalah Tuan sendiri”Aku menunduk, berniat memperlihatkan punggung tangan Tuan Kris yang membengkak.

“Ck, ya sudah… kalian berdua pergilah. Lain kali hati-hati. Chen… awasi mereka”Perintah tuan Kris akhirnya.

“Terima kasih Tuan” dan kedua pekerja itupun beranjak pergi dengan tergesa-gesa, melanjutkan pekerjaannya mengatur perabot yang belum selesai.

“Tuan, tangan anda harus dikompres”Ucapku.

“Ini bukan apa-apa, kau beristirahatlah” Tuan Kris mengusap puncak kepalaku dengan tangannya yang satu lagi.

“Tidak…” Tegasku, kemudian mengajak tuan Kris ke dalam dapur. Berharap bahwa semua perabot memang sudah tersedia dengan lengkap.

Aku membantu tuan Kris duduk di salah satu kursi meja makan, kemudian beranjak menuju kulkas.

Sedikit takjub. Daging, buah, sayuran dan semua perlengkapan lengkap di dalam sana. Dan Hey, bahkan di Freezer pun sudah berjejer benda yang kucari.

Es batu!.

Dengan cekatan aku mencari sesuatu, semacam handuk kecil atau apapun, dan kutemukan itu di lemari atas washtafel. Aku mengeluarkan beberapa bongkah es dan membungkusnya dengan handuk tadi hingga membentuk sebuah gumpalan.

Setelahnya aku mengeret kursi di sebelah tuan Kris. “Maaf Tuan…” kuraih tangannya kemudian mengompresnya dengan lembut.

Tuan Kris sedikit meringis saat kutempelkan benda tadi di punggung tangannya, kuperhatikan perubahan mimik wajahnya karena aku khawatir tuan Kris menahan rasa sakitnya.

“Tuan, apa tidak sebaiknya anda memeriksakan ini ke rumah sakit?”usulku.

“Tidak perlu, aku yakin ini tidak akan apa-apa”

“Tapi tuan, ini adalah tangan kanan anda”

“Lalu kenapa? Aku lebih baik kehilangan tanganku daripada melihatmu celaka”

Deg~

“Ah maaf, aku tidak bermaksud__”

“Tuan… kumohon jangan seperti ini”potongku kemudian melepas genggamanku di tangannya. Kuletakkan dengan hati-hati di atas meja.

Tuan Kris tidak menjawab, ia hanya menatapku serius, dan yang bisa kulakukan hanya menunduk.

“Apa ini salah Baek Hyun-ah?”Tanya Tuan Kris sendu.

Kuangkat wajahku dan kusaksikan ekspresi sendunya itu.

“Apa aku tidak punya hak untuk sekedar mencemaskanmu?”

“Bukan begitu Tuan, hanya saja…”

“Aku tahu kau adalah milik orang lain, aku tidak berniat merebutmu dari Park Chan Yeol… aku hanya ingin menunjukkan padamu bentuk perhatianku pada orang yang…” Tuan Kris menggantung kalimatnya, dan gilanya aku, entah kenapa aku menerka-nerka apa kelanjutan kalimat itu. “Aku… sayangi”

Sekali lagi sesuatu memukul jantungku. Dan itu membuatku tertegun.

“Mungkin kau sedikit bingung dan curiga dengan sikapku ini, tapi Baek Hyun-ah, akupun tidak bisa menolong diriku sendiri. Entahlah, kalau memilikimu adalah sesuatu yang mustahil, kurasa aku masih mempunyai kesempatan untuk sekedar memperhatikanmu, dan kalaupun itu juga tidak bisa, apa mungkin kau pun keberatan jika aku mengamatimu dari jauh”

“Tuan…”

Ia meraih tanganku dan menggenggamnya, dan jujur aku tidak punya keberanian untuk langsung menepisnya, “Melihatmu berbahagia dan tetap tersenyum, bagiku itu sudah cukup”

Cukup… aku sudah tidak mampu meresponnya.

“Baek Hyun-ah…”

“Ne…”

Tuan Kris tersenyum, sangat hangat dan itu sampai ke hatiku. Perhatiannya padaku…. Oh Tuhan… sadarkan aku bahwa tidak selayaknya ini mempengaruhiku.

“Jika kau butuh sesuatu… jangan sungkan memintanya padaku”

Sungkan?

Kurasa itu bukan kata yang tepat…

Jika aku masih punya muka, maka akan kulakukan hal itu.

Meminta…

~**PAYPHONE**~

Aku menatap takjub ruang kerja yang disediakan tuan Kris untuk Chan Yeol, kubilang ini berlebihan, untuk apa pedagang kecil seperti kami memiliki ruang kerja seperti ini?

“Itu ruangan apa?” Tanyaku pada Tuan Kris.

“Kamar mandi”jawabnya santai. Ia beranjak dari sofa panjang yang tadi ia tempati untuk duduk.

“Kamar mandi? Bukankah di rumah ini sudah ada 3, kenapa harus ada di sini juga?”

Tuan Kris tertawa “Ayahmu tidak punya kamar mandi di ruang kerjanya?”

Aku terdiam, bukannya tidak ingin menjawab, tapi kurasa tuan Kris sudah membahas hal yang tabu di telingaku.

“Ah maaf, aku tidak bermaksud…”

“Gwenchanayo Tuan…. aku hanya tidak terbiasa saja”

Tuan Kris tersenyum lagi lalu mengajakku ke kamar mandi itu. “Percayalah, saat kalian berada di puncak kesibukan kalian nanti, kalian akan membutuhkan hal-hal sekecil ini. kau tahu, di ruang kerjaku bahkan tersedia lemari pakaian, dan juga sofa panjang untuk tempatku beristirahat. Biasanya aku memang sudah malas ke kamar dan memilih tidur di ruangan kerja”

Aku terus mengikuti langkah tuan Kris. Memeriksa setiap perlengkapan yang ada di dalam kamar mandi. Ini berlebihan (lagi-lagi), untuk kamar mandi cadangan, kurasa ini terlalu lengkap. Bath up, bilik shower, washtafel, WC, dan lemari kecil itu yang kuyakin adalah peralatan mandi di dalamnya. “Apa Tuan mengelola perusahaan sendiri?”

“Hm, bisa dibilang begitu”

“Um, Orang Tua anda?”

“Mereka di luar negeri, kurasa ingin menikmati masa-masa tua mereka”

“Anda anak tunggal?”

Tuan Kris menoleh, kemudian tertawa kecil “Sebenarnya aku malas membahas privasiku dengan orang asing, tapi entah kenapa aku nyaman-nyaman saja menceritakannya padamu”

Aku langsung menunduk dalam “Maaf”

“Ah sudahlah, lagipula…” Tuan Kris mendekat dan menepuk kedua pundakku, membuatku mendongak. “Bagiku… kau bukan orang asing lagi”

Deg~

Ampuni aku Tuhan… ada apa dengan dadaku di bagian kiri?

Tuan Kris tetap pada senyuman hangatnya, kemudian melangkah pelan menuju bath up, memeriksa setiap kran airnya. “Tidak buruk”

Aku menggumam, lalu kulangkahkan kakiku menuju bilik shower yang kelihatan elegan itu.

Bilik shower…

Deg~

Ah… apa yang kupikirkan, kenapa saat aku berada di sini, aku justru mengingat kejadian di bilik telepon umum itu? bagaimana Tuan Kris langsung menerobos masuk, mendekapku, membuka jacketku, dan… menciumi….

Ah tidak… tidak. Kenapa aku mengingat itu. ah sial, bilik shower ini memiliki atmosfer yang sama dengan bilik telepon itu.

“Kran nya berfungsi?”

Teguran itu mengejutkanku. “Ah… akan kuperiksa” aku sontak memutar kran besi itu. dan entah karena aku yang terlalu lemah, atau kran ini yang terlalu keras.

“Tidak bisa diputar?”tanya Tuan Kris.

“Bisa, aku saja yang lemah” jawabku.

“Hey, tidak harus sekuat tenaga kan? minggir sedikit” tuan Kris ikut masuk, dan kini ia berdiri di dekatku.

Dekat, wajahku bahkan sejajar dengan lehernya…

Deg~

Tidak terhitung berapa kali aku mengalami hal seperti ini saat aku berada didekat Tuan Kris. Kemejanya tidak terkancing penuh, aku bahkan bisa menyaksikan dada bagian atasnya yang mulus dan kokoh.

Sadarlah Byun Baek Hyun… kau sudah mulai gila.

“Keras juga”Keluh tuan Kris, ia bahkan sedikit kesulitan karena memutar kran dengan tangan kiri. Jelas saja karena tangan kanannya cedera.

“Jangan dipaksa Tuan, mungkin memang rusak”

“Tunggu, sepertinya bis__”

Prakkk~

Byuuuurrrrr…

Aku membelalak saat kran itu justru patah, dan air mengucur (?) deras dari patahan pipanya.

Kami berdua panik, terlebih semburan air itu sukses mengenai kami. Aku sudah menumpuk telapak tanganku di pusat semburan air, tapi tidak cukup, sampai tuan Kris ikut menumpukkan telapak tangannya di atas punggung tanganku, barulah sekiranya semburan itu berhenti…

Sedikit…

Karena aku masih melihat semburan kecil dari balik sela-sela jari tuan Kris, terciprat ke wajahnya yang memang sudah basah…

Kuyup.

Tatapan kami bertemu, sialnya sentuhan tangannya di punggung tanganku memberi sensasi aneh dan membuat sekujur tubuhku gemetar. Terlebih tubuhnya dan juga tubuhku yang dalam keadaan basah, membuat keadaan kami terlihat sedikit…

Sensual.

Aku membelalak begitu tuan Kris melepaskan tumpukan kedua tangannya, dan terpaksa aku kewalahan menutup sumber cipratan air itu. lebih terkejut lagi saat kulihat tuan Kris melepas kemejanya yang basah itu.

a… apa yang akan dia lakukan? Jangan bilang kalau… dia akan…

“Kuhitung sampai 3, kau lepaskan tanganmu”Ucapnya.

“Ne?”

Ia tertawa “Kita jelas tidak bisa selamanya menyumbat ini dengan tangan kan? akan kugunakan kemejaku untuk menyumbatnya”

Barulah aku mengerti “Ne…”

“Bersiaplah, satu… dua, Tiga…”

Tuan Kris dengan cekatan menyumbat sumber air itu. berhasil memang, tapi tidak dengan kami. Maksudku… kami sudah  terlanjur basah kuyup.

“Kau naiklah ke kamarmu dan berganti pakaian, kalau berlama-lama dalam keadaan basah begitu, kau bisa sakit”

Lagi… selalu memperhatikan keadaanku.

“Bagaimana dengan anda Tuan?”

“Hm, sudah sore, aku akan pulang saja sekalian. Akan kuminta Chen mengurusi sisanya, dan juga memindahkan barang-barang mu dari rumah lamamu”

“Itu… Tuan…”

“Jangan sungkan, aku melakukannya dengan senang hati”

Tep~

Telapak tangan Tuan Kris yang hangat kembali menyentuh pipiku.

Aku tidak bohong, walau tangannya basah, kesan yang diterima kulitku tetap hangat.

“Aku pulang… sampai ketemu lagi”ucapnya masih dengan senyum hangat yang terpatri di wajahnya.

Kutatap punggung yang kokoh itu..

Menjauh…

Meninggalkan sesuatu yang aneh, lagi-lagi di dada kiriku…

Di dalam sana, dan bunyinya melemah saat sosok Tuan Kris tak terlihat lagi.

Ada apa denganku???

~**PAYPHONE**~

Sehabis berganti pakaian, aku langsung menghampiri Chan Yeol yang tertidur pulas di ranjang kami. Kurebahkah tubuhku di sebelahnya, dan kupeluk ia erat.

“Aku mencintaimu Chan Yeol-ah… sangat mencintaimu”bisikku.

“Nado…”

Aku terkejut karena kulihat matanya terbuka “Kau tidak tidur?”

“Kau membangunkanku sayang…”

“Maaf…”

“Hm, kenapa rambutmu basah?”

“Itu, kran shower di kamar mandi bawah rusak, dan aku terguyur air saat hendak memeriksanya bersama Tuan Kris”

“Aigo…” Chan Yeol mengacak-acak rambutku, kemudian meraihku lebih rapat dalam pelukannya.

“Chan Yeol-ah…”

“Ne…”

“Operasinya berjalan lancar, apa itu berarti kau akan pulih total?”

“Hm, mungkin. Kenapa kau bertanya begitu?”

Aku menggigit bibir, tapi untuk apa malu mengatakannya di depan suamiku sendiri “Jadi… um, kita sudah bisa melakukannya kan? kau tidak akan menghindar lagi kan?”

“Eh…?”

Aku mendongak, menatapnya serius. Karena ini memang permasalahan serius. Sudah setahun lebih kami menikah, tapi kami belum pernah melakukan hal itu, bukankah itu salah satu alasan kuat untuk mempertahankan rumah tangga?.

Dan sebenarnya aku punya kekhawatiran lain. Tentu saja tentang hal itu. mengenai tubuhku yang sudah pernah disentuh oleh namja lain yang bukan suamiku. Dan aku tidak ingin munafik, kekhawatiran itu semakin menjadi kalau misalnya saja Chan Yeol selamanya tidak bisa memenuhi kebutuhan batinku, dan aku akan…

Ah tidak, jelas tidak. Aku tidak akan berselingkuh. Karena aku sangat mencintai Chan Yeol.

“Chan Yeol-ah… kita bisa melakukannya kan?”tanyaku sekali lagi.

Iapun menghembuskan nafas sambil tersenyum “Nanti setelah lukaku sembuh, kita akan mencobanya lagi”

“Ne?”

“Hm… bersabarlah” Chan Yeol mengecup bibirku sejenak. Satu-satunya hal yang bisa kudapat darinya.

“Ne”

“hey, kenapa tertidur, kita tidak makan malam?”

“Sebentar lagi. Aku ingin memelukmu. Tidak tahu saja kau bahwa aku sangat merindukanmu”

Ia terkekeh, kemudian mendekapku lebih erat “Arasso… arasso. 10 menit”

Benar… aku mencintai Chan Yeol…

Namja inilah yang mengisi relung hatiku.

Namja inilah yang seharusnya memberikan sensasi aneh di dada kiriku.

Bukan Tuan Kris.

~**PAYPHONE**~

Beberapa minggu berlalu, keadaan Chan Yeol sudah pulih. Terlihat dengan aktivitas barunya yang ia mulai seminggu yang lalu. Dan hari ini adalah hari pertama restoran kami dibuka.

Waktu pertama kali Tuan Kris menunjukkan restoran ini pada kami, aku hampir saja pingsan. Kupikir saat ia bilang akan membukakan restoran berskala besar untuk kami, dipikiranku terlintas sebuah gedung restoran dengan kapasitan maksimal 20 atau 30 orang, tapi tidak.

Ini betul-betul skala besar. Restoran 2 tingkat, bahkan ada out door. Kapasitas lebih dari 200 pengunjung, dan tuan Kris bahkan menyediakan 10 orang chef khusus, dan 20 waiters berpengalaman untuk bekerja di restoran kami. Aku dan Chan Yeol hanya menyediakan resepnya, sedikit malu juga karena kami terkesan mengajari 10 orang chef bertaraf internasional. Selebihnya, mereka sendiri yang akan berinovasi dengan menu lainnya.

Chan Yeol begitu bahagia. Belum pernah kulihat ia tertawa selepas itu, seolah tidak ada beban lagi. Mana pernah kami membayangkan bahwa kami akan berada dalam satu meja dengan kumpulan orang-orang kalangan atas seperti Tuan Kris dan beberapa rekannya yang masing-masing memiliki perusahaan sendiri. Terlepas dari latar belakang keluarga yang memang dari kalangan atas, aku masih merasa ini adalah sesuatu yang baru untukku.

Launching perdana, pembukaan restoran kami betul-betul sukses. Belum apa-apa, salah satu perusahaan telah memesan tempat untuk perayaan ulang tahun perusahaan mereka bulan depan.

Semuanya berkat siapa?

Tentu saja Tuan Kris…

Restoran kami juga langsung tenar karena nama besar tuan Kris yang menaungi kami. Dan itu berjalan selama beberapa bulan sampai Tuan Kris betul-betul melepas restoran itu untuk kami kelola sendiri.

Sukses?

Ini bahkan lebih dari sekedar sukses.

~**PAYPHONE**~

Aku melirik jam di dinding kamarku dan Chan Yeol. Sudah pukul 9 malam dan Chan Yeol belum pulang. biasanya ia akan pulang jam 5 sore dan menyerahkan sisanya pada Manager Jung (Orang kepercayaan Chan Yeol) untuk mengelola Restoran sampai tengah malam.

Apa yang dia lakukan?.

Dan karena merasa cemas, aku memutuskan untuk menengoknya di restoran. Benar saja, ia masih berkutat dengan beberapa tumpukan map dan Laptop di depannya.

Aku masuk ke ruang kerjanya kemudian menutup pintu.

“Chan Yeol-ah… sudah malam, kenapa tidak pulang?”Tegurku kemudian menghampirinya.

“Masih ada yang harus kukerjakan. Ini sudah memasuki akhir bulan, semua pemasukan harus dikalkulasi dengan teliti, agar bulan depan para pekerja sudah bisa menerima gajinya” jawabnya tanpa memandangku sama sekali.

“Apa tidak bisa diserahkan pada orang lain saja?”

“Tidak, ini adalah data keuangan, jadi tidak sembarang orang yang boleh menanganinya, belum lagi laba yang kita dapatkan perbulan harus dipersenkan dan nantinya akan dibagi dengan perusahaan Tuan Kris, oh Ya… umben sekali hari ini tuan Kris tidak mampir untuk makan siang”

“Kudengar dia ada rapat besar di Jeju” Aku berdiri di belakangnya dan memijit punggungnya. Ia sedikit mengerang saat aku berhasil merilekskan ototnya yang kaku. “Jangan memaksakan dirimu Chan Yeol-ah, kau sudah pulih tapi belum menjamin kondisimu juga sudah bisa disamakan dengan orang normal”

“Hey… kau tidak pernah melihat penyakitku kambuh kan? jadi sudahlah… jangan terlalu cemas. Ne”

Aku terdiam sejenak “Kalau dilanjutkan besok saja bagaimana? Aku akan membantumu”

“Tanggung, besok masih ada pekerjaan lain yang menunggu. Pulanglah lebih dulu, mungkin aku akan selesai tengah malam”

“Tapi Chan Yeol-ah…” kukerjai dia sedikit dengan menggelitik lehernya.

“Ayolah Baek Hyunnie… jangan mengangguku, ne”

“Jadi kau lebih mencintai pekerjaanmu dari pada aku?”

Chan Yeol berhenti mengetik, kemudian memutar kursinya hingga kami berhadapan. Selanjutnya ia menarikku hingga terhempas ke pangkuannya “Pertanyaan bodoh”

“Lalu kenapa kau tidak menuruti keinginanku?”

“Aku tidak sering lembur bukan? Hanya di hari-hari seperti ini saja. Logikanya begini. Dalam 1 bulan waktuku, 28 harinya adalah untuk bersamamu, dan 2 harinya untuk pekerjaanku”

Aku tertawa meledek “Ada yang salah dengan logikamu, itu terbalik, kalau dikalkulasi, waktumu satu bulan itu hanya 2 hari bersamaku”

Chan Yeol mengangkat alis “Benarkah?” ia mulai membenamkan wajahnya di ceruk leherku. Membuatku menengadah sambil memejamkan mata.

“Hm, benar. Hitung saja, dari pagi sampai sore kau di Restoran, belum lagi kalau ada event special, kau bahkan akan menginap di sini, kau di rumah hanya saat makan malam saja”

“Tapi aku pernah makan siang di rumah”

“Pernah…hanya sekali dua kali” aku menjauhkan wajah Chan Yeol dari leherku, kemudian menatapnya. Berniat memberinya ciuman tapi dia lebih cepat dariku.

Bagaimana mungkin aku tidak merindukan hal seperti ini. setiap kali Chan Yeol pulang bekerja, ia akan sangat lelah. Dan tentu saja aku tidak ingin banyak menuntut sementara ia juga masih dalam tahap pemulihan.

Sayangnya, Chan Yeol hanya sampai di situ, itupun tidak cukup semenit kemudian ia melepas ciuman kami. Ia tersenyum kemudian menyeka bibirku yang basah, “Tidak hari ini yah…”

Aku kecewa… tentu saja, tapi sudahlah. Aku juga tidak ingin banyak menuntut. “Ya sudah, kau lanjutkan saja kencanmu dengan laptopmu itu” Aku turun dari pangkuannya dengan wajah merengut kesal.

“Baek Hyun-ah…”

“Ara… Ara, aku akan pulang dan tidak akan protes”

“Tidurlah duluan, Ne”

“Hm…” aku mengusap pipinya sejenak sebelum keluar dari ruangan itu.

~**PAYPHONE**~

Besoknya dan besoknya lagi, terus seperti itu, bahkan ini sudah berjalan seminggu dan memasuki bulan baru.

“Chan Yeol-ah…” Tegurku kala itu berniat mengajaknya pulang.

Chan Yeol tidak menyahut, restoran kami memang mendapakan tender besar hingga pemasukannya juga lumayan besar. Lihatlah Chan Yeol tidak pernah berhenti dari laptopnya.

“Chan Yeol-ah… kajja, aku sudah menyiapkan makan malam”Ulangku kemudian memijit punggungnya. Kali ini ia bahkan tidak bereaksi. “Chan Yeol-ah…”

Chan Yeol menghentikan ketikannya dan menoleh padaku “Baek Hyun-ah, bisakah kau tidak mengangguku sebentar saja? Bagaimana mungkin ini cepat selesai kalau yang kau lakukan hanya mengangguku?”

Aku refleks melepaskan tanganku dari pundaknya, bergerak mundur “Ma… Maaf…”

Chan Yeol menghela nafas, kemudian menarik tanganku “Mengertilah dear… jebal”

“Ne… aku mengerti, aku akan pulang. akan kuminta seseorang menyiapkan makanan untukmu”

Ia mengecup punggung tanganku sejenak kemudian kembali berkutat dengan pekerjaannya.

Sepertinya aku memang harus sedikit lebih bersabar.

~**PAYPHONE**~

Malam itu itu pulang dengan berjalan kaki, bukan karena aku tidak melihat taxi, entahlah… hanya ingin menikmati udara malam yang idak begitu dingin. Akhir-akhir ini Chan Yeol semakin sibuk dengan pekerjaannya, aku bahkan mengira dia sudah lupa padaku. Dan lagi… ini sudah beberapa bulan sejak keberhasilan operasinya, dan… sampai sekarang pun dia belum pernah menyentuhku. Cukup sekali aku meminta, dan tidak untuk kedua kalinya, kuharap ia sendiri yang mengerti dan menyadari tugasnya.

Ah sudahlah, mungkin memang belum saatnya.

Tap…

Tap…

Tap…

Langkahku terhenti saat mataku teruju pada sebuah benda yang sangat tidak asing di mataku.

Deg`

Bilik telepon umum itu, dan tidak tanggung-tanggung itu adalah bilik telepon yang sama, dan di lokasi yang sama.

Oh Tuhan… kemana sebenarnya arah kakiku ini melangkah? Dan lihatlah, bukannya aku berbalik arah, aku justru mendekati bilik telepon itu. masuk ke dalam dan…. menyentuh gagang telepon itu.

Seperti dialiri listrik, seluruh tubuhku menerima sensasi aneh. Bukankah ini adalah tempat di mana aku menyerah? Putus asa dan… akhirnya memberikan segalanya pada tuan Kris. Seharusnya aku langsung pergi tapi… kenapa yang terjadi justru sebaliknya?.

Entah siapa yang menuntunku, kurogoh saku jeansku dan menemukan beberapa uang koin di sana, memasukkannya di tempat semestinya dan kutekan deretan nomor yang sepertinya betul-betul kuhapal di luar kepalaku.

!!!

Tersambung…

Aku mendengarkan nada panggilan masuk itu, tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda bahwa teleponku akan di jawab olehnya.

Sampai pada nada terakhir dan akhirnya terputus, aku pun meletakkan kembali gagang itu di tempatnya.

Memangnya apa yang kupikirkan ini? untuk apa aku menghubunginya? Aku jelas tidak mungkin merindukannya. Dia pasti tidak berada di Seoul saat ini, mengingat sesibuk apa dirinya.

Oh God… pikiran macam ini? jangan karena aku merasa tercampakkan oleh Chan Yeol, hingga pikiranku justru beralih pada namja lain.

Tap…

Tap…

Tap…

Langkahku berhenti tepat di depan pintu bilik telepon umum itu. niatku untuk pergi kini terhenti saat itu juga.

Sosok tinggi dan tampan itu ya Tuhaaannnn….

~**PAYPHONE**~

Author POV

Ponsel Kris berdering nyaring sementara ia masih berkutat dengan tumpukan dokumen di meja persegi itu. awalnya ia mengacuhkannya, tapi entah kenapa ada yang mendorongnya untuk sekedar melihat penelpon yang berani menganggunya malam-malam begini.

Deg~

Matanya membelalak saat ia menyaksikan layar ponselnya.

“Payphone???” lirihnya tertahan. Ia ingat betul nama kontak itu karena ia sendiri yang menyimpannya dengan nama itu, nomor yang dipakai Baek Hyun saat menelponnya dulu. Nomor kontak sebuah bilik telpon yang menjadi saksi bisu saat Baek Hyun menyerahkan dirinya pada Kris.

Tanpa menunggu lagi, Kris melempar ponselnya itu di atas sofa kemudian berlari keluar kamar hotel tempatnya menyelesaikan semua berkas-berkasnya.

“Mau kemana Tuan?” sambut Chen di depan. Tapi Kris tidak menggubrisnya, ia terus berlari secepat yang ia bisa, berharap bahwa memang… Namja yang membuatnya tergila-gila itu sedang membutuhkannya sekarang.

Matanya langsung membulat saat ia menangkap sosok itu di dalam bilik telepon yang tak jauh dari hotel miliknya. Walau tidak begitu dekat juga, tapi hatinya langsung membenarkan bahwa sosok itu adalah…

Byun Baek Hyun!

Kris mempercepat langkahnya karena ia melihat sosok itu telah meletakkan kembali gagang ponselnya, dan bersiap pergi.

Tap…

Tap…

Tap…

Langkah kakinya berhenti tepat di depan pintu bilik telepon itu, hanya berjarak beberapa meter dari sosok pujaannya itu.

Demi Tuhan… ingin sekali Kris memeluknya, merengkuh tubuh mungil itu dan kembali menyesap aroma tubuhnya yang membuatnya hampir gila.

“tu… Tuan?” Lirih sosok itu.

“Baek Hyun-ah…” balas Kris dengan nafas terengah “Kau… baik-baik saja?”

Mata Baek Hyun membulat saat Kris menanyakannya seperti itu “Ng, Ne… a… aku baik-baik saja”

“Lalu… kenapa kau menelponku?”

Baek Hyun menunduk, sembari meremas jari-jarinya “A… Aku tidak tahu…”

Kris memejamkan mata kemudian menyambar lengan Baek Hyun “Ikut aku…”

“Ke… kemana tuan?”

“Kamar itu” Kris menatapnya “Kamar kita”

Mata Baek Hyun membulat “Tapi Tuan aku tidak__”

“Aku tahu, kau sedang butuh teman mengobrol kan? aku akan menemanimu”

Baek Hyun tidak menjawab, karena ternyata memang Kris bisa membaca pikirannya.

~**PAYPHONE**~

Baek Hyun menyesap cokelat hangat yang di bawakan Chen tadi. Kini ia hanya berdua dengan Kris di dalam kamar hotel mewah itu. Baek Hyun duduk di sofa tunggal sementara Kris di sofa panjang yang kanan kirinya di kelilingi tumpukan map yang pastinya tidak dipahami Baek Hyun apa fungsinya.

“Apa sebaiknya aku pulang saja Tuan, kau pun nampak sibuk” Tegur Baek Hyun saat melihat Kris sedari adi memerika berkas-berkasnya, menandatanganinya dan mencocokkannya dengan data di Laptopnya.

“kelihatannya saja aku sibuk, tapi telingaku aktif. Aku bahkan lebih senang jika aku punya teman mengobrol, itu lebih ampuh dari pada kopi untuk mengurangi kantukku” balas Kris sambil tersenyum.

“Sekarang aku mengerti apa arti kata sibuk itu. tapi kurasa kesibukan Chan Yeol tidak sampai seperti ini juga”

“Maklum sajalah, restoran yang kalian kelola betul-betul sukses, itu sangat jarang”

“Semua berkat anda Tuan”

Kris tersenyum “Jangan sungkan, aku juga menerima laba dari kesuksesan kalian. Anggap saja setimpal”

“Tetap saja tuan…”

“Ah sudahlah…” Kris mengeluarkan 2 lembar foto berukuran 10R pada Baek Hyun.

“Apa ini Tuan?”

“WYF group akan membuka sebuah Resort di Jeju. Fasilitas lengkap mengalahkan hotel bintang 5. Itu adalah 2 design gedung yang diserahkan arsitek terkenal padaku. Menurutmu mana yang bagus?”

Mata Baek Hyun membulat “Ah Tuan, untuk proyek sebesar itu, anda mana mungkin seceroboh ini menyuruh orang sepertiku memilih. Aku tidak tahu apa-apa tentang hal ini. aku sangat amatir”

Kris mengangkat alis “Aku hanya pusing menentukannya, kupikir kalau aku meminta pendapat orang lain, aku bisa menentukannya secepatnya”

“Tapi Tuan…”

“Tinggal pilih saja, mana yang menarik di matamu”

Baek Hyun menggumam kemudian memperhatikan dua foto sketsa yang berbeda. “Hanya perasaanku saja atau dua sketsa ini bertolak belakang”

Kris menahan senyumnya mendengar analisa Baek Hyun “Ne, teruskan”

“Yang ini… menurutku Tuan Kris akan memilih ini karena design luarnya mewah elegan dan menunjukkan kelasnya”

“Lalu…”

“Eum… tapi entah kenapa aku lebih suka ini” Baek Hyun menunjukkan lembaran yang satu lagi.

“Alasannya?”

Baek Hyun tertawa kikuk “Hanya alasan sederhana Tuan, Bentuknya minimalis, sederhana, tapi tidak menghilangkan kesan elegannya. Orang yang melihatnya pertama kali langsung merasakan kesejukan dan ketenangan di waktu yang bersamaan, jadi kupikir orang-orang tidak akan berpikir dua kali untuk memilih menginap di resort ini”

Kris kembali tersenyum, sungguh pemikiran yang sederhana, tapi justru itulah yang dibutuhkan Kris, sudut pandang dari orang luar, bukan darinya yang memang mengejar segala sesuatunya yang terbaik.

“Hm” Gumamnya kemudian mengambil kembali dua lembaran itu. seelahnya ia mengambil i-padnya dan mengutak-atiknya sebentar. “Oke selesai”

“Ne?”

“Aku setuju dengan pilihanmu, aku mengirimkan sketsa yang kau pilih tadi pada Arsitek itu, jadi pengerjaannya bisa dimulai bulan depan”

Mata Baek Hyun membulat “Tapi tuan… itu…”

Kris tersenyum “Aku suka pilihanmu, dan aku suka pemikiranmu”

Baek Hyun menunduk malu.

“ah, sudah pukul 11 malam, kuantar pulang?”

“Tidak perlu tuan, aku bisa naik taxi, lagipula aku…”

Greb~

Kris menggenggam tangan Baek Hyun “Kajja… takutnya Chan Yeol akan mencemaskanmu”

Baek Hyun menghela nafas “Chan Yeol lebih mencemaskan pekerjaannya”

Kris terkekeh kemudian mengacak rambut Baek Hyun “Kajja…”

“Ne…”

~**PAYPHONE**~

Baek Hyun turun dari mobil Kris setelah namja tampan itu membukakan pintu untuknya.

“Terimakasih banyak Tuan” Ucap Baek Hyun yang saat itu berhadapan dengan Kris.

“Kenapa berterima kasih? Justru aku yang seharusnya berterima kasih. Kau sangat membantuku”

“Tuan, itu sama sekali bukan apa-apa, aku hanya orang biasa dan sangat amatir dalam hal itu”

“Benarkah, tapi sebenarnya pemikiranmu tadi justru menunjukkan kelasmu. Tidak ada yang bisa menutupi latar belakangmu Baek Hyun-ah”

“Tuan… bisakah kita tidak membahas ini lagi?”

“Baiklah…. Baiklah”

Hening…

Baek Hyun hendak melangkah masuk, tapi seperi ada yang tertinggal, entah apa.

“Um, Baek Hyun-ah…”

“Ne?”

“Bolehkah aku memelukmu?”

Deg~

Baek Hyun tidak merespon, ia cukup terkejut dengan permintaan itu.

“Ah… sungguh payah, kenapa aku meminta yang aneh-aneh? Tentu saja kau keberat__”

Greb~

Mata Kris membulat saat namja mungil itu meraihnya dalam pelukan hangat. Seketika degup jantungnya berlomba dengan aliran darahnya yang menderas ke kepala. Dan tanpa menunggu lagi Kris mengulurkan lengannya yang kokoh itu untuk merengkuh punggung sempit Baek Hyun, lebih merapatkannya di dekapan hangat iu dan sesekali mengecup puncak kepalanya yang begitu harum.

Hangat!

Lagi-lagi itulah kesan yang ditangkap Baek Hyun mengenai nama yang tengah memeluknya ini. mulai dari senyuman, sentuhan, tatapan, genggaman bahkan pelukan darinya pun hangat dan menenangkan.

Kesan yang berbeda yang ia dapatkan dari Chan Yeol.

Baek Hyun mengulurkan pelukannya, membuat Kris otomatis juga melepas rengkuhan itu. “Jaga kesehatanmu Tuan, jangan memaksakan diri”

“Ne, kau juga… kalau butuh teman lagi, jangan lupa menghubungiku”

Baek Hyun mengangguk “Kamsahamnida”

“Chenmaneyo, aku pulang”

“Hati-hati menyetir Tuan…”

Kris tersenyum kemudian kembali ke dalam mobilnya. Selanjutnya ia melesat membelah malam dengan perasaan bahagia yang menguasai hatinya.

Baek Hyun menghembuskan nafas panjang, entah keapa ia merasa sangat lega, terbukti senyuman di bibir tipisnya yang tidak pernah lepas. Ia pun membalikkan badannya memasuki pagar rumahnya yang juga adalah pemberian Kris itu.

“Jadi… Bisa aku tahu dari mana saja kau bersama Tuan Kris?”

Baek Hyun terperanjat begitu mendengar suara berat itu. ia makin membelalak saat ia dapati sosok jangkung itu berdiri di depan pintu rumah sambil melipat tangan di dada “Cha… Chanyeollie?”

“Aku menunggu penjelasanmu Baek Hyun-ah… juga… kenapa kalian berpelukan seperti itu”

Deg~

To Be Continued

Kabuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

oh iya… chap 4 nya di protek nanti yah… heheheh <—- demen

407 thoughts on “[FF YAOI]- PAYPHONE~ KrisBaek//BaeKris~ [Chapter 3]

  1. kris baik bgettt tp jga modus

    chanyeol jd ngelupain baekhyun gra” pekerjaan doang ntar baekhyun diambil kris lohhh…itu knpa jga mereka pelukan kan ketahuan chanyeol

    next chap di protek lg heungggg…

  2. Halo eperibodih (?) #ingglisnya kacang qaqa :’v

    gue here
    i say baek you say hyun
    baek hyun ouo
    i say kris you say wo
    kris wu
    i say kris you say baek
    kris baek ouo
    /prokprokprok

    ehh tau ga cyin :’v si gue salah komen masa (?) gegera ep ep ini daebak nya daebak banget
    spesial pake telor 200000000 (?) jadi salah review elah😥
    habisnya gue baca ff dolo baru rcl (?) /sungkeman
    maaf ya mbeb alf :’o kretek <///3

    chanyol(?) udeh tau ya kalo bek selingkuh?😮 ciyus ||miapah|| miyabi ~('-'~)

    terus kris ngasih rumah masa '-' what a rich people ouo

    terus bekyun berpeyukan ama kris
    dan chanyol melihat :'o /jengggjeenggg jeenngg
    ap yang kan terjadi? Mari kita tanyakan pada om suman/? Yang lagi tari ubur-ubur aoks :'v

    yodah segitu dulu eaps/? Bubay moaahhh :*
    see you in the next chap :*

  3. aku mw ngomen apalagi ya? kyanya q uda kehabisan kata2.. ck ottokee?
    kalo q bilang bagus, itu komen uda numpuk kali… daebak? lebih dari itu aku g tau lge.. hehe
    adaikan persamaan schodinger disamain sama baca ff kek bgini , pasti nyelesainnya jadi lebih gampang n dg pnuh snyuman…🙂 bkan kepala berkepul gegara Schodinger kurang kerjaan ngitung pergerakan elektron….
    krisbaek kerasa bget alf… q jdi ikutan blushing…. n snyam senyum sndiri.. hheehe
    tpi q juga kesian ama chan..😦
    klo chan tau baek uda pernah gitu ama si keris yak apa ya? 0.0a
    pasti sakit bget….😦 kesian….

  4. aaaaahhhh thor ini ngubek perasaan banget sih…baekhyunnya sumpah…jangan2 nanti suka sama kris beneran lagi??kasian chanyeolnya atulah udah mah penyakitan, ga sadar2 nah baekhyunnya kayak gitu (︶︿︶) ,
    thor aku ga bisa baca part 4nya, aku ga mau baca yg lainnya sebelum baca part 4 nya, klo mau minta PW nya gimana??

  5. hadeuhhhhhhhhh…….gregetannnnn…..
    yakk krisseu…..udah, bwa kabur aja baekkie.nya………aish…..dan krisseu……saia disini bner2 bayangin wu yifan is very perfect…….baekhyun sma kriss bner2 udah trikat yeee….scra tdak lngsung sma2 membutuhkan….lalu chanyeol gimana nasibnya……#mewek.breng.chanyeol
    …….haihhhh….sabar ya tampan #lirik.chanyeol……blm saatnya kmu tau hubungan mreka….sembuh dlu bru nti dikasih tau ALF….#eh
    mau puas2in kriss.baek moment….
    dan tadi saia udah ngebayangin yg “iya2” pas ada adegan basah2an….#otak.yadong…
    hueheheh…..hm….nanti koment sepanjang kereta apinya saya lanjut di next chapt deh…..udah susah ngungkapin dengan kta2 klw koment ff kmu punya……hwaiting ne…\>_</

  6. ddd gk nyangka dd bisa se semangat ini bc ff…gregeeeeeeeeeeeeett..mulai dh konfliknya…kris perhatianmu..bener2 dech..dd aja udah lulh dluan kya~~
    kris itu dingin tp klo sm baekki koq jd hangat gtu y..
    chanyeol..knp gk mw lakuin sm baekki..saking sibuknya ya??
    hati2 loh..baekki nya direbut kris..
    tbc nya ituuuuuuuuuuu..huwaaaaaa~~ membuat dd penasaran..
    semoga channie gk mikir macam2 soal baekki ya..
    scene yg di payphone itu ampuuuun sukaaaa bgt..
    kris hanya dipeluk aja seneng bgt apalg dicium..
    author dd dibolehin lait part 4 nya ya ya ya
    author yg baaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ^^ makasi

  7. Minny’s back, Minny’s back😄 #ala_Minho Shinee
    haha kata Minho oppa Minny kembali :v
    huaah lagi, lagi dan lagi. Oh my KrisBaek feels~ >_<
    Alf eonnie IQ mu berapa sih?? Pinter banget bikin fic tau gk :3
    ugh tadi ada typo eon diawal awal cerita. Yg typo itu kata 'menunghadang' but over all is perfect (y)
    lanjut ke chap 4 ah~

  8. Di chapter3 ini akhirnya kondisi chanyeol mulai membaik yeee yeeq(prok prok,

    Dan si kris baik banget yha chanyeol pulang dari rumah sakit dijemput

    Langsung dikasik rumah baru dan diberi modal usaha cuma cuma lhooo baik bangt yha

    Tapi kayak yha ada hal lain atau kris meminta imbalan atas pemberianny yaa
    Entah lah

    Tapi di chapter ini kris memaparkan sikap peduli nya pada baekhyun sangat jelas
    Dan sikap angkuh dan berkuasa yaa pun sangat jelas

    Pasangan chanyeol am baekhyun aneh juga lho
    Kenapa chanyeol gak mau nyentuh istri nya dalam tanda kutip menjamah istri mungkin faktor chanyeol sakit kali yha

    Wahhh chanyeol keren banget dalam mengolah restorannya walaupun baekhyun harus jadi korban baekhyun yang sabar yhaaa
    Cup cp

    Baekhyun kenapa harus menghampiri kris sih
    Dan buat chanyeol hati hati baekhyun diambil kris

    Aaa chapter 3nya keren banget author pengen ngelanjutin baca chapter 4 dech udh gak sabar

    10 jempol buat author

  9. chanyeollie knapa km segitunya ma baekkie? Saking sibuknya sampai lupa. . . Hiks. . . Gak heran baekkie lari ke kris. . . Gmana lanjutannya yah? Hwaah, q penasaran tp chap 4nya diprotek. . . Author, , plis bales pesaNq ;(

  10. seneng rasanya pas tau chanyeol dah mulai membaik n mereka dah balik dari rumah sakit, chanyeol qm jangan sakit lagi kasihan sibaekki tuh sedih bgt pas qm sakit,,,

    aaa moment chanbaek manis bgt seh saoloh aq pun ikut tersenyum saat chanyeol menggenggam jemari baekki sambil bilang“Kalau berpegangan tangan begini, aku mau” aaa so sweeet sueeeer hehe

    huiiih~ chanbaek dapet rumah baru dari kris O.O
    itu murni karena pengen bantu chanbaek atau kris ada mksud lain neh?? #mikir #dijitakkris
    hadeeeh~ chanyeol apa qm masih bisa sesenang n sebaik itu ma kris kalau qm tau dia udah menyentuh baekki orang yg qm cintai,,,
    waah~ jangan bilang sibaekki juga mulai ada rasa ma kris,asthgaa baekki inget suamimu naak~
    waaduuh~ serem juga yaah liat kris marah gara2 kecerobohan pekerja itu,dia rela terluka hanya demi seorang baekhyun waaw~ cinta dah membutakan sgalanya,,,
    kata2 kris yg ini“Lalu kenapa? Aku lebih baik kehilangan tanganku daripada melihatmu celaka” bikin kelepek2 itu secara gak langsung kalau dia bilang dia mencintai baekki n rela ngorbanin apa az demi baekki #plaak sotoy deh

    yaah yaaah~ krisbaek moment dikamar mandi,apa2an itu hayooooo~
    haha~ sibaekki mikir yg enggak-enggak dah tuh wktu kris lepasi bajunya hoho~

  11. Sumpah keren banget ceritanya..
    .
    Aduh perasaan udah berapa ff di KC yang udh aku bilang ceritanya keren..tapi emang semua cerita di blog KC kece bhadaiii..
    .
    Cerita ini mengacu pada sisi romantis yang kece bangett…
    .enggaj hanya 1 pihak yang romantis
    Tapi semua pemain ff payphone menunjukkan sisi romntis itu..
    .
    Keren banget saat baekhyun yang memilih ditendang keluarganya dan hidup miskin untuk orang yang dicintainnya..
    .hua baekhyun to twitt banget..
    .
    Terus kris yang tergila-sama baekhyun sampai memberikan rumah.membuatkan sebuah restoran.mempromosikan restoran itu akh kris romantis banget..
    .
    Apalagi saat kris tetep senyum dan bahagia saat dia melihat baekhyun dan chanyeol..
    .terus pas kris ngomong sama baekhyun dia melakukan semua itu agar baekhyun bahagia..
    .to twitttt
    Gak kebayang dah kalo itu terjadi sama aku…
    .
    Tapi cerita kehidupan baekhyun pas dirinya ditendang dari kastil mewahnya
    Omo..calo mertuaku ternyata sangat menakutkan “ckckck

    Apakah chanyeol akan tau hubungan baekhyun dan kris

  12. entah kenapa aku cinta krisbaek disini…maksudnya, meskipun chanyeol baekhyun suami suami…tapi..errrrr…chanyeolnya nyebelin sih. diiiiih kerja mulu…huuuuu…

    kayaknya Baek mulai suka nih sama Kris eciyaaaaaaaattttt Kris penantianmu akhirnya akan membuahkan hasil ohohohoho… tapi apaan tuh chanyeol tiba-tiba di depan rumah? hadeehhhh ganggu aja #digetokchanyeol hahahaha habisnya tadi disiapin makan malam malah bilang begitu….diih jahatnyo. pasti sakit hati tuh baekhyun…baek aja rela ninggalin istananya demi chanyeol. masa chanyeol lebih mentingin kerja daripada makan malam sama suami. dih….dasar chanyeol…

  13. ketauan kaan?!?! kya di chapter2 sbelumnya, krisbaek moment nya kerasa bgt >_<
    chanyeol udah mulai nunjukin keegoisannya yg lbih mmilih pkerjaan ktimbang suami dia,
    kamu punya kesempatan buat nikung baek!!! *ndukung* #hajar! wkwkwwk xD

  14. hehe baca ulang nih ff. biar inget feelnya keak gimana pas baca nih ff dulu.

    kalo misalnya orang terlalu baik itu patut dicurigai loh, tuan park. esumpah bayangin kalo seandainya chanyeol orangnya curigaan dan negative thinking mulu mungkin udah keburu jantungan duluan kali ya (?)

    tapi gapapa chanyeol. KERJA AJA TERUS BIAR KRIS BISA MODUSIN BAEKHYUN MUAHAHAHAHAAHHAAHAHAHAH ga lah canda asli ga maksud mengundang keributan

    okey lanjut ke chapter berikutnya~

  15. ASDFGHJKL itu knpa si pcy udah ada dirumah aja, hah. Apalagi mergokin istri(?)nya lagi berpelukan ma Tuan Kris. Biasanya gue bakal nebak2 reaksi apa yang bakal chan kasih ke Baek, tp sumpah ini sulit banget nebaknya.

    Chan juga, sok sibuk banget sih ma pekerjaan mpe istri sendiri di campakin, tersiksa dengan tekanan batin(?). Biar tahu rasa aja ntar kalo besok Kris langsung nyambar baek. Beruntung kalo jantugnya kagak kumat. Nah kalo tiba2 kena seranga jantung dan langsung — tamat sudah riwayat lu yeol. Tapi berhubung chap ini maaih panjang jadi jan mati dulu/eh?/ nungguin mereka ngungkapin kebenaran yang menyakitkan dulu.

    “Aku tahu kau adalah milik orang lain, aku tidak berniat merebutmu dari Park Chan Yeol… aku hanya ingin menunjukkan padamu bentuk perhatianku pada orang yang…” Tuan Kris menggantung kalimatnya, dan gilanya aku, entah kenapa aku menerka-nerka apa kelanjutan kalimat itu. “Aku… sayangi”

    Seperti kata pepatah, ‘Ada udang dibalik bakwan(?)’ Semua perhatian dan apa aja hal yang udah Kris kasih apalgi dengn cuma2, pasti ada maunya. Ya mau apa lagi kalo bukan si bocah yang udah dicampakin suaminya/dengan secara tak sadar/ itu.
    Tapi berhubungun pak uztad Chen nyuruh dia buat bersabar dalam menghadapi cobaan/loh?/maksudnya, berdabar kalo mauu dapetin Baek seutuhnya. Jadi bersikap baik(dan banyak modus) kaya gitu, perlahan Semuanya bakal berbuah manis.
    Semanis keringet baek – itu kata Tuan Kris.

    Aahhh yasudahlah… pengen langsung tancap ke chap 4. Dan MAKASIH SEKALI BUAT PW-NYA^^ ♡

  16. Gyahahaha ketahuaaannn. Akhirnyaaaa~~~
    Yeollie kenapa pake sibuk gitu sih, baek kan jadi kesepian.. Dan kris doang yg bsa jadi temen curhatnyaa.. Dan itu perasaannya mulai mengembang kyaaakkk jebal jebal ~~~~

  17. huanjirr sebegitu tergila-gilanya kah kris sampe langsung beliin rumah dan restoran buat baek n chan lengkap dengan perabotannya??
    gemesss baca momen krisbaeknyaaa.. baek juga kayanya udah mulai suka sama kris.. lucu ngeliat baek yang ketar-ketir takut kalo kris ngebocorin rahasianya ke chanyeol..
    udah laah aku ngedukung krisbaek aja, daripada chan yang lebih mentingin kerjaannya.. huuuuuhhhh, jadi sebel malah.. gak tau apa perjuangan baek ngedapetin uang buat biaya operasimu chan? sampe baek jual diri hanya demi kamuuu.. dan gimana susahnya baek buat ngadepin kris hanya demi cintanya sama kamu, chan??
    ah nyeseknyaa jadi baek.. serba salah.. di saat sedih, kris selalu ada buat baek tapi baek tetep lebih milih suaminya yang justru gak bisa ngasih apa yg baek pengen..
    sadar dong chan! awal retaknya sebuat hubungan itu adalah karena minimnya interaksi.. kalo kamu cinta sama baek, tunjukin.. sesibuk apapun itu.. jangan sampe baek diambil orang! (karena aku pernah mengalami hal yang sama di kehidupan nyata)😥

    duh jadi ini aku sebenernya dukung siapaa? chanbaek atau krisbaek?
    ah siapapun pokonya asal bisa bikin baek seneng, aku juga bakalan seneng (?)

  18. aaaaa.. kepergok kepergok kepergok kepergokT^T entah kenapa makin kesini jadi ga suka karakternya chanyeol.. dia ga ngehargai baekhyun #tendang chanyeol kelaut #dibakar

    aahh..udah, putusin aja#plakk
    asli penasaran.. huaaaa.. oje capcus ke chap 4#kalo udah dpat Pw #plakk

  19. Kukukuku~~
    Apakah kesibukan Chanyeol adalah salah satu strategi Kris untuk mendapatkan Baekhyun?
    Ataukah itu hanya kebetulan semata?
    *mikirkeras*

    Aduh… kayaknya Baekhyun udah lopelope deh sama Kris -__-
    Terus nasib Chanyeol gimna?
    Penasaran!!

    Nice epe pokoknya!! ^^
    *semedinunggupw*

  20. Daebaaakkk
    berkali-kali baca, berkali-kali juga bilang waw(?)
    sebenernya kalau ngeliat chap ini, rasanya pengen bilang ‘udahlah bikin aja krisbaek(?) jangan chanbaek(?)’ tapi apalah daya diriku hanya seorang reader muahaha xD
    apalagi pas ngeliat chanyeol menduakan baekhyun sama laptopnya rasanya pen teriak depan muka baekhyun ‘udah sana pergi ke tuan kris’ (?) atau ceraikan saja chanyeol terus minta dipulangin ke ayah atau ibuku <- macem lagu :')))

    ngeliat baekhyun kalau lagi fantasi begitu, berasa pengen liat kalau alf bikin ff ns rate 25 /g :'v
    yekan kali aja ada inspirasi bikin ff nc ya(?)
    lumayan lah kaya hindangan pembuka /g

  21. hayoloh ketauan pelukan ama kris hayoloh/? baek sih nyabe mulu disentuh ama kris jadi kedoyanan kan lu ngaku gak/?

    kris yaampun pasti cinta banget ama baekhyun ya lu:’) demi baekhyun lu lakuin apapun tapi lu gamau ngerebut paksa dia aduh kekasih idaman banget…

  22. Kris baik bgt ama baekhyun tp tetep ye modus😛 knpa si peceye ga bsa ‘mnjalankan tgas’a sbg seorang suami’ ka? dy py kelaian kah? Penyakit lain selain jantung kah? Atau trauma? Kasian kan si baekhyun jadi suami kurang kasih sayang gtuh ntar baekhyun nyeleweng ama keris baru tau rasa tuh si peceye.. Itu aja udh berani peluk2 ntar berani cium2 trus berani bobo brg lg ^^

  23. Hahaha mampus ketahuan chanyeol. Tuh ya kalo baca cerita yang kaya ini tuh semangat banget bacanya. Tegangnya dapet banget!!!!

    Sumpah ya si kris tuh dikasih peran apa aja oke. Trus si chanyeol sok sibuk banget hoaaan;; kan kasian dek baekhyunnya kak wkwk. Oh iya meskipun krisbaek belum ada status begini aja bacanya udah greget. Gimana kalo ada statusnya asddfghjkl. F.a.v! Ahay

  24. canyul gua bilangin ya beb, jangan nyia nyiain bekyun wehh–” ntar baek di ambil kris:’v uhuk tapikan ini ff krisbaek. yaudah yeol elu sia siain aja bekyun biar baek jadi sama kris wks/?

    aku pengen koreksi dikit/? ini latarnya lagi di china kan? kenapa pekerja furniture z/? ngomong bahasa korea*lupakan ^3^

    tuhkan tuhkaaaan krisnya akkkk aku suka banget dia di sinih*-*

  25. aww kris baik banget beliin rumah baru lengkap sma perabotan nya.. ♥♥♥ baek juga udh mulai keliatan suka sama kris..🙂🙂
    kris bener2 romantis banget ke baek… #melted
    baek jangan bimbang dong.. sama kris aja yahhh~
    chanyeol jd berubah lbih mementingkan pekerjaannya dari pada baek.. huhh #sebel
    ya elah pelukan didepan rumah jd ketauan chanyeol kan… gmn dong~

  26. Disadari atau tidak semua yg d lakukan Kris membuat hubungan ChanBaek merenggang yg tentu saja Chanyeol akan lbh sibuk dgn pekerjaan nya.

    Nah kan bener dah Baek mulai suka dgn Kris. Walak kerenggangan hubungan ChanBaek mgkn d sebabkan oleh Chanyeol sndiri tp aku tetap merasa Chanyeol lah yg paling tersakiti selain Baekhyun,sejauh yg ku baca ya kan smw bisa berubah. Y gk bisa kebayang kan betapa sakitnya kalo org yg qt cintai memberikan tubuhnya pada orang lain hanya demi kesembuhan dirinya. Itu pemikiran ku ya,tp pan spt ku blg td smw bisa berubah.

  27. Hati Baek udh mulai goyah,tpi mnrt q ini salahny yeol jg sich,’
    Trlalu sibuk ma pkerjaannya,’
    Baek kan jd trabaikan,’
    Klo gni keadaanny mgkn bsa d trimalah klo baek brpaling,’
    Tpi smga ja mskpun baek g ma yeol,yeol ttp bhagia,’

    Lagian Kris udh brubh bgt kan,jd g berat lg lah menyerahkan Baek k Kris,’
    Tpi~~~~ kasian jg y si yeol #puk puk puk

    Dan Alf pnter bgt menempatkan tbc nxm, mana q blm dpet blsan pw ny lg,’
    Sumpah penasaran bgt q,

    Brdoa deh smga Alf buka fb,’

  28. Aihhhh, Kris jangan modus deh-_- Chanyeol inget istrimu itu nak-_- arggghhh mau komentar apa lagi coba, serasa mau ngebantingin hp nin-___- Baekhyun sini aku jewer darl-_- cus ah, keep writing yaap^^

  29. AAAA demi apa krisbaek nyaa ihhh bikin gemes? Serius, suka sam sipat nya kris yg care abis sama baekhyun huwaaa #sungkemkechanyeol

    aduh yeol kamu itu yah walaupun sibuk mesti nya kamu tetep care sama baeknya supaya baeknya ga mikir in namja lain dan nyamperin namja lain, kan jadinya gitu deh :>

    ahhh nunggu moment krisbaek yg sweet, dan scene kris yg minta peluk nya baekhyun itu sweet meski agak nyesek juga sih #halahplinplan

    dan kebimbangan baekhyun bikin aku pengen jitak? Dia greget banget #ditimpukShiners #dijewercabe disaat baek mulai kepikiran sama kris dan segala perhatian nya kris gegara chan yg kurang merhatiin dia, aduhhh siap siap ngegalon aja yah yeol kalo misalkan bini mu itu mendua? #eaaaa

    okedah ka alf keep writing dan tetap SEMANGAT!!!

  30. ini chanyeol udh tau klo si baekhyun selingkuh? trs si kris mlah tmbah baek sma si baekhyun? o-oooo.. nasib chan gmna? bahkan si chanyeol jga dpt getah(?) dri ke baikan kris.. tpi chanyeol kya sibunk sndri sma pkerjaan barunya.. jdi lupa deh sma si baekhyun…

  31. Baek, lu bikin gua greget sumpah-,-
    Aaaaaarrrrggghhhttt, ini FF KrisBaek terkece yang pernah gua baca, beneranXD
    Baek, sadar nak, sadar, Kris itu cinta ama lu, jadi cepet bilang nado saranghae supaya gua nggak greget !
    Baek : Kok aku ? Salahin Author dong
    Ye udeh, Thor, jangan bikin aku greget dongsss, beneran deh, bacanya ampe gigit boneka*KayakBocah-,-
    Itu aja dewh, ntar nyamah disini-_-
    Fighting Thor !*TebarSpandukBarengBaek

  32. suka suka suka deh ALF eoni epep.ny.tmbah ♡krisbaek deh.
    tpi ksihan si chan jga udh cinta baekki tpi kyak di khianati.

  33. JADI SEBENERNYA KRIS INI JAHAT ATAU ENGGA SIIHH??? bacaaanya bikin stresseu hahahah. curiga ulah si chen yg komat kamitin kris spya pakai cara sabar tp liicik spya chan jd sibuk. Tp curiga jg chen nasehatin klo kris emang pure cinta “bahagia itu klo liat org yg kita cinta bahagia”. duuhh haha.
    Baek hayoloohh.naksir paps kris gue yaaa? hahah.

  34. Aduh saya baca nya cc! Alias cenatcenut!
    Ini sebenernya kkris ga jahat kan?
    Btw kok yeol kyanya ngabaiin baek gtu ya? Jd baek ke kris kan?
    Dan aahh itu pas adegan terakhirnya bikin jantungan. Chanyeol bakal tau kah?

  35. Sweet..
    Tapi ada sdkt rasa bersalah jg sm chanyeol kalau ada krisbaek moment gini..
    Yah.. Mau gmna lagi ini pairing krisbaek jd chanyeol tersakiti dikit ngak pa”..

  36. Di Chap ini, keadaan masih mendebarkan..
    Oh, jangan sampai Chanyeol sakit hati, tapi kayanya itu sudah pasti.

    Izz, Baek goyah deh..
    Pasti Kris seneng..

    Tapi disini KrisBaek, tetep dukung mereka.. !

    Udah ah, lanjut ke.. Selanjutnya.

    Terimakasih..🙂

  37. Udah baekhyun selingkuh aja selingkuuuh *ampun
    Aaaaaaaaaa ko keren ya krisnya/?:’ wk

    Tapi kasian juga sana pcy:” *oke,ini labil*

  38. Gue udh was was liat KrisBaek pelukan dan gue makin was was pas baca kalau Chanyeol ngeliat adegan itu. Ada rasa bersalah banget gue(?) Sama Chanyeol karena lebih mendukung KrisBaek TvT makasih banget ya ALF uda buat ff sekece ini :” sayang banget gue baru nemu jni ff :’ dan dari sini, gue bisa liat kalau Kris berbuat begitu banyak kebaikan supaya dia tetap berhubung dengan Baekhyun. Perjuangan, tapi pada orang yang salah :”

  39. Apa kesibukan chanyeol adalah startegi kris buat hubungan chanbaek ? Ntah lah yang jelas suka sama dua”nya haha suka baekhyun sama chanyeol suka juga baekhyun sama kris
    Selalu suka sama cerita alf ceritanya selalu bkin greget sama ga gampang di tebak jalan ceritanya

  40. Cara keris mulus bgt , terkesan perfec buat ngambil bini org dg cara ah entahlah daku kehabisan kata2 kak ..
    Beda bgt wkt baca love n pain sama bc payphone ini .. Di love n pain persaingan chan ama kris aku masih bisa ketawa soalnya masih ada lawak2nya gitu hahhah beda bgt sm payphone sepanjang jalan kenangan bca ni ff , air mataku mewer aja >_> LOVE N PAIN :-*

  41. Cara keris mulus bgt , terkesan perfec buat ngambil bini org dg cara ah entahlah daku kehabisan kata2 kak ..
    Beda bgt wkt baca love n pain sama bc payphone ini .. Di love n pain persaingan chan ama kris aku masih bisa ketawa soalnya masih ada lawak2nya gitu hahhah beda bgt sm payphone sepanjang jalan kenangan bca ni ff , air mataku mewer aja >_> LOVE N PAIN :-*..

  42. Haiihhhh.
    Chanyeol bodoh!!!!! Dengan kau seperti itu. Bisa bisa baekkie selingkuh.
    Tapi gapalah. Lebih ngedukung krisbaekkk. Mereka so swettttttttt huwaaa😢😢😢
    Krisssssssss. Hiksss, kerennnnn
    Sekali lagi aing nyesel baca nye telat hiks hiks.
    Tapi daebakkkk!!! Jeongmalllllll daebakkkk!!!! Semoga baekkie jadinya sama kris *penuh harap*

  43. Di chapter ini, aku lebih suka Kris.
    Keramahannya pada Baekhyun terasa hangat, sehangat cintanya#lebay#
    Tapi beneran, Kris baik banget, bener-bener mengutamakan Baekhyun.
    Segala hal dilakukan agar Baekhyun tersenyum, haduuuhhhhh jadi iri dicintai oleh lelaki seperti itu.
    Harusnya Chanyeol jangan lengah, jangan sampe Baekhyun mencari kenyamanan dari orang lain.

  44. Whatt???
    Kris ngsih rumah sma chanbaek?
    Wahhhhhh bner” caper nih nmanyaaa
    Aduhhh gmes bgt sma si chanyeol. Terlaluuu.. akhhhh gk tau deh jelasinnya gmna. Trllu ksenengan bgt sma kebaikan krisss
    Trs knpa kok baekhyun smpe blang klo smua sntuhan kris itu hangat?
    Jgn” baekhyun mlai ska jga sma kris?
    Trs klo baekhyun ska sma kris, chanyeolnya gmna?
    Yahhhhhhhh jgn donggg jgn smpe baekhyun ska sma krisss
    Tpi wktu kran kmar mndinya bocor
    Widihhhhhhhh sweetnya gk ketulungannn😀
    Dan pda akhirnya restoran itu skrang jdi sukses, trs chanyeol sibuk buat ngelola restoran itu. Gk ada wktu lgi dehh buat baekhyunn. Baekhyun jdi kspian kannn.. dann jeng jeng jengggg…… datanglah kris sbg ksatria berkuda yg siap untuk mnmani hri” yg sunyi bgi baekhyunn
    Heummm sudah ku duga. Ini cma akal”annya kris doang biar bsa dket sma baekhyunn
    Pnter bgt sihh krisss
    Cri cra biar chanbaek brjauhan, trs bsa dpet ksmpatan buat dket” sma baekhyun
    Aduhhh baekhyunnya jga sihh msak mlai ska sma kris smpe mau buat mluk kris gtuuu. Untungnya ktahuan sma chanyeoll. Smga chanyeol mrahh trs ngelarang baekhyun buat ktmu kris lgii😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s