HIDDEN HEART- KaiBaekYeol


Untitled-1 copyd

KaiBaek-ChanBaek Fanfiction

Tittle: Hidden Heart

Author: AyouLeonForever

Genre: Gado-gado

Length: Oneshot

Rated: TTM (?)

Main Cast:

      Kim Jong In- Kai EXO K

      Byun Baek Hyun EXO K

      Park Chan Yeol EXO K

      Do Kyung Soo- D.O EXO K

      Kim Joon  Myeon- Su Ho EXO K

      Oh Se Hun EXO K

Disclaimer: God, Agency

Copyright: AyouLeonForever™

 

ALF sepcial Note: *sungkem… beneran ALF minta maaf gegara belom kelarin FF lain, malahan brojolin(?) FF baru. Ini karena pas ALF sumpek(?) eh kepikiran ide ini. dari pada nguap ke angkasa dan tidak di abadikan(?) dalam bentuk FF ya lebih baek ALF berbagi imajinasi kan? kaibaek lagi kaibaek lagi (Bukan sepenuhnya kaibaek sih, lebih ke ChanBaek malah), Hooh, ALF ama Ilam lagi mabok KaiBaek gegara akhir-akhir ini nemu Kaibaek moment yang bejibun. ChanBaek ketimbun sih, dan ternyata saudara-saudara, KaiBaek lumayan banyak momentnya juga tuh, serius… tanya aja Ilam kalo nggak percaya. (Ilam: kok gue dibawa2).

Yasudahlah… ane malas nyerocos, mumpung otak lagi seger, ini cuman Oneshoot kok, ini juga ringan pake banget, santai (sebenarnya gak ringan-ringan juga sih… hehehe, ada lime nya sebagai bumbu, tenang saja, ALF tahu selera pasar sekarang), jadi anggap aja komersial Break. Okeh…

Oh iya, berbeda dari FF ALF lainnya, backgroundnya ini EXO Life, menceritakan kehidupan mereka sebagai member EXO, hanya saja ini 100 % khayalan, bukan beneran, jadi gak usah ditanggepin serius (Readers: bacot lu, siapa yang nangepin serius coba?)

Maap…maap… oke, BaeKaiYeol….

 

 

~Hidden Heart~

Kai menghela nafas lelah, mungkin juga pasrah kemudian ia mematikan PC nya dan beranjak menuju tempat tidurnya. Masih terbayang mengenai beberapa Artikel yang dia temukan adi di internet. Niatnya hanya ingin menyaksikan ulang perform-perform MAMA mereka beberapa waktu yang lalu, karena jujur saja ia sedikit rindu untuk perform selanjutnya dengan lagu baru.

 

Kenapa SM terlalu mengistimewakan Kai? Lalu kenapa kalau dia main dancer? Lalu kenapa kalau dia adalah dancer favorit Lee Soo Man? Bukan berarti dia harus dianak emaskan!

 

Alasan kenapa saya lebih prefer ke EXO M adalah karena formasi mereka rata dan adil. Lay, Xiu Min, Lu Han, Bahkan Kris yang notabenenya bukan main dancer juga kebagian untuk berada di tengah. Berbeda dengan EXO K yang bahkan jika bukan partnya, Kai selalu berada di tengah.

 

Baek Hyun atau Su Ho yang bernyanyi di belakang, Kai yang menjadi sorotan di depan, tidak adil.

 

Sekali lagi Kai menghembuskan nafas lelahnya, kemudian memejamkan mata. Selama ini, ia menikmati perannya sebagai Main dancer, juga Visual EXO K yang memang tugasnya harus berada di tengah, tetapi ia tidak menyangka bahwa ada sekelompok penggemar mereka yang tidak suka akan hal itu.

 

Sedikit membenarkan, terkadang ia juga merasa tidak enak saat harus berada di depan sendirian memimpin gerakan kelima member lainnya, bahkan jika mereka berduabelas pun, Kai tetap berada di tengah dan di depan.

 

“Apa itu salah?” gumamnya seorang diri.

 

Cklek~

 

Ia menoleh begitu ada yang membuka pintu kamarnya. Dan sebuah cengiran khas yang menenangkan langsung menyambutnya.

 

“Jong In-ah, kau melihat Kyung Soo?” tanya Sosok itu.

 

“Mungkin di dapur Hyung, waeyo?” jawab Kai balas tersenyum.

 

“Kami dipanggil ke studio, katanya untuk rekaman Backsong sebuah stasion radio. Mau ikut?”

 

Kai menggeleng,“Terima kasih Hyung.”

 

Sosok itu terdiam, mengamati ekspresi Kai. “Ada sesuatu?”

 

Dan Kai tidak takjub lagi kenapa salah satu hyung nya ini langsung tahu apa yang dipikirkannya. “Hanya hal kecil?”

 

Sosok itu bergumam, ia memutuskan untuk mengajak Kai mengobrol dulu sebelum mencari D.O, karena memang rekaman itu tidak mendesak. Sosok itu duduk di sebelah Kai dan menatapnya hangat. “Coba cerita.”

 

“Bukan perkara besar hyung, percayalah”

 

Puk~

 

Sebuah tepukan kecil mendarat di pundak Kai. “Cerita,” desaknya.

 

Kai mengeluh, dan akhirnya menyerah. “Arasso… Arasso, Baek Hyun hyung…”

 

Sosok hangat yang memang adalah Baek Hyun itu menyunggingkan senyum indahnya. “Aku siap mendengar.”

 

“Hanya masalah artikel.”

 

“Ha? Artikel lagi?”

 

“Lagi?”

 

Baek Hyun mengangguk. “Tempo hari mood Chan Yeol turun drastis karena sebuah artikel.”

 

“Artikel apa?”

 

“Aih… kenapa kau justru mengalihkan pembicaraan, cepat ceritakan masalahmu. Artikel apa yang membuatmu murung?”

 

Kai berpikir sejenak, sedikit menggigit bibirnya, karena ia memang agak ragu menceritakannya. Takutnya Baek Hyun akan menganggapnya childish. “Eung… Hyung… menurutmu, apa aku memang terlalu mendominasi di EXO K?”

 

“Mendominasi? Dalam hal apa? Dance? Hm… Memang! Lalu?”

 

Kai mengangkat alis mendengar respon yang sesantai itu. “Jadi Hyung juga keberatan kalau aku yang selalu berada di depan?”

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya, bingung. “Eh? Keberatan? Kenapa?”

 

Kai menghempaskan punggungnya ke tempat tidur, memandang langit-langit kamar dengan wajah murung. “Akhir-akhir ini, aku menemukan beberapa artikel tentang diriku. Banyak komentar miring tentangku. Salah satunya adalah karena aku terlalu mendominasi di EXO K, selalu di depan dan beda sendiri, terlalu mencolok dan terkesan diistimewakan, padahal aku tidak pernah meminta hal itu, aku hanya mengikuti apa yang ditetapkan agensi.”

 

“Siapa yang bilang begitu?”

 

“Fans.”

 

Puk~

 

Baek Hyun menepuk paha Kai, membuat namja itu menoleh. “Kita semua sudah mendapatkan part sesuai keahlian masing-masing. Wajar kalau kau selalu di depan karena memang yang paling bisa memimpin dance hanyalah kau.”

 

“Tapi… ada komentar yang mengatakan bahwa, aku tidak adil, saat kau dan Su Ho, dan Kyung Soo  hyung bernyanyi di belakang, aku yang di sorot di depan.”

 

“Itu karena kau tetap menari kan? kesannya memang janggal kalau yang di tengah itu diam, dan memang saat menyanyi kita harus mengontrol suara jadi tidak bisa terlalu fokus pada gerakan.”

 

“Hyung…”

 

“Sudahlah… komentar-komentar seperti itu jangan kau pikirkan. Jangan membuatmu down, itu seharusnya membuatmu semakin bersemangat untuk menunjukkan pada mereka bahwa memang hanya kaulah yang pantas memimpin dance di depan. Jangankan di antara member EXO K, diantara seluruh member EXO pun kau yang terbaik dalam hal dance. Dan lagi, saat kau di tengah dan di depan, gerakanmu yang sempurna memberikan kesan bahwa seluruh member EXO K itu juga terlihat sempurna, terlihat menguasai dance, itu karena auramu yang di depan terpancar dan menutupi kekurangan kami.”

 

Kai tertegun, ia memang selalu mendengarkan pujian mengenai keahlian dance nya, tapi entah kenapa kali ini pujian Baek Hyun justru mengena di hatinya, seperti termotivasi dan… entahlah, ada sesuatu yang berbeda.

 

“Kalau masalah suara yah… maaf-maaf saja.” Baek Hyun tertawa, menampakkan eyesmilednya yang membuat siapapun yang melihatnya merasa hangat.

 

Tentu saja salah satunya adalah Kai, beban yang tadinya menumpuk di pundaknya tiba-tiba saja lepas, dan entah kemana. “Suaraku tidak seburuk itu Hyung.” Kai bangkit dari pembaringannya.

 

Danceku juga tidak seburuk itu.”

 

Kai mengangkat alis. “Mau battle dance?”

 

“Mau Battle singing?”

 

Dan ruangan itupun dihiasi gelak tawa yang hangat, terlebih Kai sudah merasa agak baikan.

 

“Jadi Hyung, berbicara tentang artikel, memangnya artikel seperti apa yang membuat mood Chan Yeol hyung menurun drastis?”

 

Baek Hyun melirik arlojinya. “Bukan hal penting, aku juga sudah menenangkannya, dia juga sudah agak baikan. Oh ya, aku ke dapur dulu mencari Kyung Soo.”

 

“Hm, Ne hyung.”

 

“Jangan memikirkannya lagi, ara!” Baek Hyun mengusap puncak kepala Kai.

 

“Ne Hyung!”

 

 

 

 

~**Hidden Heart**~

 

 

 

Kai POV

 

Aku sangat tahu hal ini, sangat-sangat tahu. Tapi aku baru menyadarinya akhir-akhir ini.

Kenapa Chan Yeol hyung begitu betah bersama Baek Hyun hyung. Memang karena Baek Hyun hyung pembawaannya hangat, bersama dengannya tidak pernah bosan, dia bukan hanya sekedar mood maker, dia seperti obat penenang di kala kita sedang stress. Senyumnya saja sudah cukup membuat kepenatanku hilang entah kemana.

 

“Hyung…” panggilku sembari menyodorkan sekaleng minuman pada Baek Hyun Hyung saat kami tengah berada di Bandara Incheon sehabis perform di China.

 

“Ah Gomawo, kebetulan aku haus,” sambutnya, lagi-lagi hangat.

 

“Aku juga haus.” Chan Yeol hyung langsung menyambar kaleng itu dan meneguknya lebih dulu. Setelahnya baru ia berikan pada Baek Hyun hyung.

 

“Gila…” umpat Baek Hyun hyung sambil tertawa, dan memang Chan Yeol hyung juga tidak menanggapinya serius.

 

Gulp~

 

Baek Hyun Hyung meminumnya tanpa sungkan. Itu….. bekas bibir Chan Yeol hyung…

 

 

Oh baiklah, kami memang sering minum dari botol atau kaleng atau bahkan gelas yang sama dengan bergantian, tapi aku baru menyadari sesuatu…

 

Itu… bukankah…

 

Ciuman tidak langsung?

 

“Kau tidak haus?”

 

Teguran Baek Hyun hyung mengagetkanku. “Ah ne… eung, aku… ha..us.”

 

Sial, aku gugup.

 

“Ini, masih banyak.” Baek Hyun hyung menyodorkan kaleng itu padaku.

 

Deg…

Deg…

Deg…

 

Ini bekas bibir Baek Hyun hyung.

 

“Arrrrssshhh Haus sekali, Kai minta.”

 

Sret~

 

Kyung Soo hyung langsung menyambar kaleng minuman di tanganku dan menenggaknya sampai habis. “Ah, aku tertolong.” Dan dengan santainya ia memasukkan kaleng itu pada Trash Bin di dekat pilar.

 

Itu…

 

Bibir Baek Hyun…

 

“Waeyo?” tanya Kyung Soo hyung padaku.

 

“A… Ani…” jawabku langsung membuang muka.

 

“Hahahah Kai, otakmu transparan. Kau menginginkanku?”

 

“Hyung… ini tempat umum.”

 

“Arasso, nanti setiba di dorm baru kita…” Kyung Soo hyung mengangkat-angkat alisnya di hadapanku.

 

“Ne… Ne hyung, jangan sekarang.”

 

Aku menoleh, menyaksikan Baek Hyun hyung dan Chan Yeol hyung bersenda gurau dengan hangatnya, terkadang aku bingung, apa mereka tidak bosan terus bersama. Entah itu di dorm, hotel, back stage, bahkan di bandara mereka selalu bersama.

 

Oh baiklah, apa hakku untuk protes. Mereka memang pasangan, sama sepertiku dan Kyung Soo hyung. Hanya saja…

 

Aku…

 

Ah sudahlah. Aku sudah punya Kyung Soo Hyung, jadi untuk apa memikirkan hal yang mustahil.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Pesona Byun Baek Hyun…

 

Silau…

 

Bukan tanpa alasan dia diberikan simbol elemen cahaya karena pada kenyataannya, pesonanya memang menyilaukan. Setiap gerakan-gerakan kecilnya membuatku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya… sedikitpun. Entah itu di panggung, fan meeting, interview atau acara apa saja, seperti remote control otomatis, atau bisa saja magnet, aku refleks menoleh padanya dan menatapnya ketika ia sedang berbicara dengan gesturenya yang khas. Tertawa dengan menampakkan eyesmiled yang memukau.

 

Dan yang paling kusenangi dari Baek Hyun Hyung adalah, dia easy going, playfull dan… entah apa sebutannya, hingga beberapa kali aku memanfaatkan sikap keterbukaannya itu. aku memeluknya di panggung, merangkulnya hangat, tersenyum padanya, bahkan bermain bersamanya saat konser akbar SM Town digelar. Dia menyambutku hangat, untuk itu aku tidak bisa menghentikan keinginanku untuk terus bersamanya. Lagipula Kyung Soo hyung tidak protes, dia juga sering bermain bersama Baek Hyun hyung, lebih banyak waktu malah, karena mereka Main vocal lines. Pihak agensi juga lebih suka memasangkan mereka dalam hal apapun.

 

Tapi tetap saja, pasangan sebenarnya adalah Chan Yeol hyung…

 

Sungguh beruntung Chan Yeol hyung memiliki kekasih seperti Baek Hyun hyung. Ah, aku sedikit menyesal karena bukan aku orang pertama yang menyambutnya saat Baek Hyun hyung pertama kali masuk trainee.

 

Seandainya saja…

 

Ah… apa-apaan aku ini. kenapa aku memikirkannya sampai seperti ini?

 

Bodoh!

 

 

~**Hidden Heart**~

 “Chan Yeollie….” seru Baek Hyun sambil mengejar Chan Yeol.

 

Aku dan Kyung Soo langsung menoleh. Mendapati wajah Chan Yeol begitu masam, dan Baek Hyun juga sedikit cemas. Padahal mereka baru saja dipanggil oleh pihak management.

 

BRAAAKKK~

 

Aku dan Kyung Soo  hampir melompat dari sofa begitu mendengar Chan Yeol membanting pintu kamarnya. Bisa kulihat Baek Hyun menyusul Chan Yeol dan menutup pintunya dengan pelan.

 

Setelah mendengar suara kuncian pintu, maka samar-samar kudengar suara bass Chan Yeol yang sepertinya…

 

Marah!

 

Apa dia memarahi Baek Hyun hyung?

 

Ah… tidak boleh, dia tidak boleh memarahi Baek Hyun hyung.

 

“Mereka kenapa?” tanya Kyung Soo membuyarkan rasa cemasku.

 

“Entahlah, sepertinya bertengkar,” jawabku.

 

Kyung Soo menghela nafas, kemudian kembali bergelayut manja di lenganku, melanjutkan tontonan film kesukaan kami, Pororo.

 

“Paling sebentar lagi mereka juga baikan.” Ucapan Kyung Soo hyung sedikit membuatku lega. Memang dua member yang menjadi mood maker di kelompk kami itu tidak akan pernah tahan marahan lebih dari 3 hari. Jadi kurasa tidak ada yang perlu dicemaskan.

 

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Author POV

 

 

Pintu kamar ChanBaek baru terbuka pukul 9 malam. Sosok mungil nan indah itu keluar lebih dulu menuju dapur.

 

Dua pasang mata menyambutnya di ruang tengah, itu adalah Su Ho dan Se Hun. Mereka tidak berani menegur karena sepertinya  kondisi Baek Hyun juga tidak memungkinkan untuk ditegur.

 

Kai yang saat itu sedang membantu Kyung Soo cuci piring langsung menoleh begitu ia mendapati Baek Hyun membuka kulkas dan mencari air dingin. Sedikit takjub kenapa keadaan Baek Hyun cukup… ah tidak, justru sangat berantakan malam itu.

 

Tubuhnya berkeringat, terlihat dari kaos abu-abunya  yang basah di beberapa tempat, rambutnya acak-acakan, wajahnya masih memerah, dan lagi bagian lehernya…

 

“Sepertinya Chan Yeol ingin membunuhmu Baek Hyun-ah,” tegur Kyung Soo sambil tertawa.

 

Baek Hyun menoleh, bisa terlihat matanya sayu dan tampak sangat kelelahan. “Kalau aku melawan, baru aku akan mati,” jawabnya setelah meneguk segelas air dingin. “Beruntung besok tidak ada jadwal perform.”

 

Kai mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Dia jelas tahu betul, diantara mereka, pasangan yang hubungannya paling intim adalah Baek Hyun dan Chan Yeol, jadi ia tidak heran lagi kenapa tadi Baek Hyun keluar dengan jalan terpincang sambil meringis, juga dengan keadaan sangat berantakan dan kelelahan.

 

“Apa Chan Yeol hyung memang selalu bermain kasar padamu hyung?” tanya Kai dengan nada tidak suka yang sulit disembunyikannya.

 

Baek Hyun menatap Kai sejenak, bingung, “Tidak selalu, hanya saat moodnya jelek saja. Tapi dia tidak sekasar yang kau bayangkan.”

 

“Dan kau santai-santai saja menghadapinya?”

 

Baek Hyun dan Kyung Soo bertatapan sejenak, seolah ingin menyampaikan pertanyaan –ada-apa-dengan-Kai?-

 

“Eum.. selama itu bisa membuatnya lebih baik, kurasa tidak apa-apa,” jawab Baek Hyun masih meladeni.

 

Kai hendak menyerukan protes lagi, tapi sosok yang dibicarakan langsung muncul dengan keadaan tak kalah berantakannya dari Baek Hyun. Kondisinya bahkan lebih mengenaskan karena dia hanya mengenakan jeans yang tidak dikancing sempurna.

 

Ppabo… apa yang kau lakukan?” bentak Baek Hyun saat Chan Yeol menghampirinya dan merebut botol air minum di tangannya.

 

“Haus.” Setelah meneguk air itu, ia kembali meletakkan botolnya di atas meja, dan mengecup pipi Baek Hyun sekilas. Setelahnya ia kembali ke kamarnya dengan sesekali mengangkat celananya.

 

“Ish… Jinjja…” umpat Baek Hyun.

 

Hening…

 

Karena memang moment singkat tadi sukses mengumpulkan hawa-hawa panas dan mengelilingi mereka.

 

“Eum… kau sudah makan Baek Hyun-ah?” tanya Kyung Soo.

 

“Belum, aku mau cari snack,” jawab Baek Hyun santai.

 

“Tidak sekalian makan saja?”

 

“Tidak usah.”

 

Namja mungil itu kemudian menuju lemari yang memang khusus menyimpan makanan ringan, setelah menadapati snack 2 bungkus, plus satu kotak es krim di kulkas tadi, namja mungil itupun kembali ke kamarnya dan Chan Yeol.

 

Kai hanya menatap punggung kecil itu dalam diam.

 

Ada rasa ngilu di sudut hatinya. Entah kenapa? Padahal ia tidak punya hak akan hal itu. kalau memang iya, kenapa baru sekarang? Sementara hubungan Baek Hyun dengan Chan Yeol sudah satu tahun lebih.

 

“Kai…” tegur Kyung Soo.

 

“Ne Hyung.”

 

“Mereka sudah melakukannya berkali-kali tapi kita__”

 

“Hm, aku mengantuk Hyung, aku tidur duluan. Akan kuminta Su Ho hyung menemanimu cuci piring.”

 

 

 

~**Hidden Heart**~

 “Mwo kena teguran? Hanya karena kalian terlalu ribut?” tanya Su Ho saat pagi itu mereka berenam tengah sarapan dan ChanBaek tengah diinterogasi mengenai alasan kenapa mereka dipanggil.

 

“Ne Hyung, jadi untuk sementara, di luar dorm aku dan Chan Yeol tidak boleh terlihat sering bersama,” lanjut Baek Hyun.

 

“Tapi kenapa? Oh Tuhan, kalian pasti tersiksa.”

 

“Tidak juga hyung, selama kami masih satu kamar, kurasa tidak apa-apa.” Chan Yeol menimpali, sambil tertawa puas. Berbeda dengan raut wajahnya kemarin.

 

Sementara itu Kai berusaha mencerna penyampaian itu. ChanBaek di pisah? Bukankah itu berita baik untuknya? Jadi ia bebas bersama Baek Hyun tanpa harus khawatir Chan Yeol akan menghampiri mereka dan berdiri ditengah-tengah.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Chan Yeol mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Hanya perasaannya saja atau memang sikap Kai sedikit mengusiknya.

 

Merangkul,

 

Memegang,

 

Menyentuh dagu,

 

Tertawa bersama,

 

Membisikkan sesuatu…

 

Kesemuanya dengan Baek Hyun. Bukan Kyung Soo kekasihnya sendiri. Chan Yeol bahkan mengira Kai lupa ingatan karena dia lebih banyak bersama Baek Hyun dari pada Kyung Soo. Lihat bagaimana santainya Kai merangkul pundak Baek Hyun saat mereka berenam tengah berada di Bandara menuju Jeju.

 

Puk~

 

Chan Yeol menoleh saat merasakan ada yang menepuk pundaknya. “Kyung Soo-ya.”

 

“Kau kenapa? Murung sekali,” tegur namja mungil itu.

 

“Tidak, aku hanya membiasakan diri tidak di dekat Baek Hyun.”

 

Kyung Soo tertawa kecil. “Kelihatannya sulit.”

 

Chan Yeol mengangguk. “Membosankan, sungguh.”

 

“Kutemani?”

 

“Eh?”

 

Kyung Soo  mengangkat bahu. “Kai lebih banyak bersama Baek Hyun, kupikir mungkin karena dia melihat Baek Hyun kesepian, sedikit melengkapi saja, aku juga akan melakukan hal yang sama, lagi pula hanya di depan publik kan? setelah kamera tidak menyorot kita lagi, semuanya akan kembali normal.”

 

Chan Yeol mendengarkan semua ucapan bijak Kyung Soo itu. “Hm, ne… kurasa kau benar.” Ia pun merangkul pundak Kyung Soo dan menyusul keempat member mereka yang sudah agak jauh di depan.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Chan Yeol sedikit gelisah. Di situ ada Baek Hyun yang bernyanyi dengan merdunya saat konser berakhir. Sedikit-sedikit ia berdiri di belakang Kyung Soo dan Su Ho, tapi tanpa sadar kaki panjangnya kembali melangkah ke belakang Baek Hyun dan memegang pundak kekasihnya itu, lalu kembali lagi ke balakang Kyung Soo saat ia melihat sang manager tengah menatapnya.

 

Sedikit-sedikit ia melihat Kai yang berada di sebelah Baek Hyun. Menangkap tatapannya yang tak jengah mengarah pada wajah cantik kekasihnya, ia tidak ingin berprasangka, hanya saja….

 

Oh baiklah, seperti kata Kyung Soo, Kai hanya melihat Baek Hyun kesepian dan ingin melengkapi saja.

 

Kai merangkul Baek Hyun. Ini bukan sekali dua kali, entah sudah keberapa kalinya, dan itu sedikit membuat Chan Yeol jengah.

 

Greb~

 

Chan Yeol merangkul Kyung Soo agak merapat padanya, bermaksud untuk menarik perhatian Kai. Tapi nihil… herannya, kenapa Kai justru bersikap tidak peduli.

 

Apa perlu kucium Kyung Soo di depanmu, baru kau peduli?__bentaknya dalam hati.

 

Dan saat konser betul-betul berakhir, mereka serempak berjalan menuju backstage. Chan Yeol sempat kaget saat tiba-tiba fans menjerit histeris, ia kira karena fanservise yang ia lakukan dengan merangkul Kyung Soo.

 

Tapi saat ia menoleh…

 

Oh baiklah, pantas mereka menjerit, lihat bagaimana Kai merangkul Baek Hyun dari belakang dan menuntunnya membentuk heart sign bersama.

 

Fanservise? Yah mungkin… itu yang diharapkan Chan Yeol.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

 “Eyelinermu tebal sekali di sini,” ucap Chan Yeol sembari memperlihatkan layar Ipad nya pada Baek Hyun.

 

“Salahkan make-up artistnya,” balas Baek Hyun juga sibuk dengan I-pad nya.

 

Chan Yeol tertawa. “Kau cantik, ppabo…”

 

“Well…well…well.”

 

Mata Chan Yeol membulat saat ia menemukan salah satu foto di mana Kai memeluk Baek Hyun. Ia tidak langsung memperlihatkannya pada kekasihnya itu, ia memilih keluar kamar dan dan bersantai di sofa ruang tengah.

 

“KaiBaek? What the hell.” Matanya semakin membulat saat ia menemukan fansite khusus untuk Kai dan Baek Hyun. “Sial…”

 

Ia meletakkan Ipad nya di sofa dan kembali ke kamar dalam keadaan marah.

Mengunjungi fansite khusus KaiBaek tadi membuatnya muak. Dimana kesemuanya adalah foto-foto dan video-video yang mengabadikan moment Kai dan Baek Hyun.

 

BRAKKK~

 

Baek Hyun terlonjak kaget saat melihat Chan Yeol masuk dan membanting pintu. “WAEGUREYO???” kejutnya.

 

“Aku sudah tidak tahan!” keluh Chan Yeol dengan wajah merah.

 

“Tentang apa?”

 

“Tentang ini semua… lalu kenapa kalau kita terlalu ribut? Ini juga untuk menghibur yang lain kan? Kalau ada yang terganggu ya sudah tegur saja, jangan malah memisahkan kita. aku tidak suka!”

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya melihat Chan Yeol begitu emosi. “Drastis… ada apa sebenarnya?” Baek Hyun menyimpan I-padnya dan menghampiri Chan Yeol yang terduduk di tepi ranjangnya, menangkupkan kedua tangan di depan bibir dengan tatapan mencekam. Terlihat bahunya naik turun mengatur nafas.

 

“Kau kenapa?” tanya Baek Hyun lagi.

 

Chan Yeol tidak menjawab. Masih terbayang-bayang sejumlah foto dan video Kai dan Baek Hyun yang membuat otaknya panas.

 

“Chan Yeollie,” lirih Baek Hyun sembari menuntun dagu runcing Chan Yeol agar wajah mereka berhadapan.

 

Chan Yeol menghela nafas, seolah menghembuskan semua emosinya ke udara. Lihat bagaimana wajah kekasihnya itu menyambutnya hangat.

 

Greb~

 

Chan Yeol langsung meraih tubuh mungil itu ke dalam pelukannya, mengecup pundak sempitnya berkali-kali, mengekspresikan perasaan takut kehilangannya.

 

Baek Hyun terkekeh. “Kau kenapa?”

 

“Aku mecintaimu.”

 

“Apa cinta itu begini?”

 

“Cinta itu rumit Byunbaek…”

 

“Arasso, jangan mengajariku.”

 

Chan Yeol mengulur pelukannya dan mengusap wajah Baek Hyun yang begitu segar sore itu. “Menurutmu, siapa yang lebih tampan. Aku atau Kai?”

 

Baek Hyun terdiam, menatap mata Chan Yeol serius, tidak ada ciri-ciri lelucon di sana, maka dari itulah tawanya meledak. “Pertanyaan apa itu Chan Yeollie?”

 

“Aku serius… siapa yang lebih tampan, aku atau Kai?”

 

“Hm, sulit.”

 

Chan Yeol mencubit lengan Baek Hyun. “Apanya yang sulit, aku ini kekasihmu apa susahnya langsung menjawab bahwa aku yang lebih tampan.”

 

“Jadi kau lebih suka kalau aku bohong?”

 

Mata Chan Yeol membulat sempurna. “Mwo?”, ia sudah bersiap-siap marah.

 

“Maksudku begini. Kalian sama-sama tampan, dan daya tarik kalian berbeda satu sama lain. Bagaimana menyebutkannya, kharisma Kai begitu kuat, tidak ada yang bisa menyangkalnya. Dan kau, ayolah… kau sangat tampan, apalagi saat kau tersenyum.”

 

Chan Yeol terdiam. Perlahan-lahan semburat merah berkumpul di kedua pipi chubbynya. “Kau… serius?”

 

Ne… kau tampan. Kalau kau jelek, mana mungkin aku mau denganmu.”

 

“Hya!”

 

Baek Hyun tertawa lagi, menampakkan deretan giginya yang rapih dan bersinar, membuat Chan Yeol harus bersabar untuk tidak langsung menyerangnya.

 

“Menurutmu, siapa yang lebih baik? Aku atau Kai?”

 

Baek Hyun kembali mengerutkan kening. “Dalam hal apa? Dance? Jelas saja Kai.”

 

“Bukan…”

 

“Lalu apa? Suara? Kalian setara.”

 

“Ck, bukan… tapi sifat. Sifaaattt.”

 

“Um… tidak ada yang lebih baik. Sama seperti pertanyaan pertama, kalian punya ciri khas masing-masing. Dan sudah cukup membandingkan dirimu dengan Kai, aku semakin pusing dengan tujuanmu sebenarnya.”

 

Chan Yeol tertawa kecil, sedikit lega karena ternyata Baek Hyun memang masih miliknya.

 

“Kau sudah merasa baik kan? Aku ke dapur dulu mencari es krim.”

 

Tep~

 

Baek Hyun menoleh saat Chan Yeol menangkap tangannya. “Apalagi?”

 

“Kau tidak butuh es krim, percayalah”

 

“Eh?”

 

Chan Yeol sedikit tersenyum, kemudian beranjak dari duduknya, berdiri di hadapan Baek Hyun yang membuat namja mungil itu otomatis mendongak.

 

Selanjutnya, kurasa kalian tahu apa maksud Chan Yeol dengan Es krim.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Kai langsung melompat saat ia merasakan ada yang mengganjal bokongnya saat ia hendak duduk di sofa ruang tengah.

 

“Ck, Chan Yeol hyung sembrono,” umpatnya kemudian mengambil I-Pad itu.

 

Deg~

 

Matanya membulat sempurna saat ia menemukan foto yang terpajang di dalam sana. Foto dirinya dan… Baek Hyun.

 

“K… Kaibaek?” lirihnya sembari membaca alamat situs itu.

 

Sedikit penasaran, ia membuka semua file yang ada di dalam. Full… semuanya full momentnya dengan Baek Hyun, membuatnya tidak bisa menahan bibirnya untuk tidak tersenyum.

 

“Aku tidak menyangka, respon mereka seperti ini,” lirihnya jelas bahagia. “Apa Baek Hyun hyung sudah melihatnya?”

 

Kai berdecak setelah meneguhkan hatinya. “Baek Hyun hyung harus lihat.”

 

Dengan langkah semangat ia menuju ke kamar ChanBaek, tentu saja dengan niat memperlihatkan apa yang dia temukan.

 

Cklek~

 

“Hyung… coba lihat In__”

 

Deg~

 

Mata Kai membelalak begitu ia menangkap pemandangan di depannya. Ia tahu serutin apa Chan Yeol mencumbu(?) Baek Hyun, tapi ini pertama kalinya Kai menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri Chan Yeol melumat bibir tipis Baek Hyun.

 

Dugh~

 

Baek Hyun mendorong tubuh Chan Yeol agar ciuman mereka terlepas, karena memang ia sendiri yang menyadari kehadiran Kai. Chan Yeol? Memang masa bodoh dengan kondisi sekitarnya.

 

“K… Kai? Ada apa?” tanya Baek Hyun gelagapan. Sesekali membetulkan kancing kemejanya yang entah sejak kapan terbuka seperi itu.

 

Kai tidak langsung menjawab. Ia shock, tentu saja.

 

“Ck, mengganggu saja,” umpat Chan Yeol kemudian menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, mengabaikan kehadiran Kai.

 

Baek Hyun serba salah, ia langsung menghampiri Kai yang wajahnya memucat. “Ada apa Kai?” ulangnya lagi.

 

“A… ani… ini aku hanya ingin…” Ia menatap I-pad milik Chan Yeol setelah menutup tab situs tadi. “Ini, aku ingin mengembalikan ini.”

 

Baek Hyun mengambil I-pad itu kemudian tersenyum. “Gomawo…”

 

“A… Aku pergi…”

 

Ne…”

 

 

~**Hidden Heart**~

Kai meletakkan telunjuknya di bibir bawah, sedikit menekannya kemudian menggigitinya.

Adegan live ciuman ChanBaek membuatnya berpikir.

 

Bahagianya jadi Chan Yeol hyung_lirihnya dalam hati.

 

Bukan berarti dia tidak pernah berciuman. Dia sering melakukannya dengan Kyung Soo, tapi… Baek Hyun memang sedikit menguasai pikirannya belakangan ini, untuk itulah dia sampai seperti ini memikirkannya.

 

“Kai… makan,” seru Kyung Soo dari luar kamar mereka.

 

“Aku tidak lapar…”

 

“Eh tumben sekali.”

 

Kyung Soo menghampirinya dan duduk di sebelahnya. “Kau sakit?”

 

Kai hanya menggeleng.

 

“Lalu?”

 

“Hanya tidak nafsu makan.”

 

Kyung Soo tertawa,. “Aku akan menyuapimu, kajja.”

 

“Sudah kubilang aku tidak lapar…”

 

“Ayolah…”

 

“Tinggalkan aku sendiri, jebal

 

Kyung Soo menatap Kai terperangah, Kai memang mengucapkannya lembut, tapi maknanya sangat dalam. Bisa-bisanya Kai memperlakukannya seperti itu. Sayangnya ini bukan pertama  kalinya, tapi sudah beberapa kali, dan itu membuatnya sedikit merasa terabaikan.

 

Arasso….”

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Baek Hyun merasakan ada yang salah dengan sikap Kai. Biasanya kalau ia sedang sendiri, Kai langsung menghampirinya dan merangkul pundaknya dengan akrab. Ini tidak lagi, ia jadi sedikit janggal berjalan sendiri di belakang. Chan Yeol kebanyakan dengan Se Hun, Kyung Soo dengan sang leader, sementara Kai bersama manager Hyung.

 

Beruntung itu tidak berlangsung lama saat mereka tiba di lokasi fanmeeting.

 

“Kyung Soo-ya, Kai sakit?” bisik Baek Hyun saat acara fanmeeting tengah berlangsung.

 

“Tidak, waeyo?” balas Kyung Soo sembari menandatangani album yang disodorkan fans mereka.

 

“Dia jadi pemurung belakangan ini, kalian ada masalah?”

 

Kyung Soo langsung menoleh. “Kau merasakannya juga?”

 

Ne… biasanya dia akan menghampiriku kalau aku sendirian.”

 

Kyung Soo berdecak. “Aku khawatir.”

 

“Tentang apa?”

 

Kyung Soo menatap Baek Hyun ragu. “Jangan ceritakan pada siapapun.”

 

“Tentu…”

 

Kyung Soo sedikit bergeser kemudian membisikkan sesuatu di telinga Baek Hyun.

 

“Mwo? Kau gila???”

 

“Husssttt…. Jangan keras-keras.”

 

Baek Hyun menatap Kyung Soo tidak percaya. “Tapi ini….”

 

“Aku bimbang, kau tidak mengerti perasaanku jadi mungkin kau akan menyalahkanku.”

 

Baek Hyun terdiam sejenak, masih menatap Kyung Soo. “Ck, pantas saja.”

 

Kyung Soo menghela nafas. “Dia yang lebih dulu mengabaikanku.”

 

“Kalian sudah membicarakannya?”

 

“Kurasa dia tidak akan peduli. Jadi kulanjut saja, selama aku menemukan ketenangan.”

 

“Lebih baik kalian bicarakan dulu, jangan sampai Kai yang tahu lebih dulu sebelum kau memberitahunya.”

 

“Aku akan memberitahunya kalau waktunya sudah tiba.”

 

“Kapan itu?”

 

“Ketika aku sudah jengah.”

 

“Jangan kejam begitu Kyung Soo-ya.”

 

“Dia yang mulai Baek Hyun-ah, aku hanya tidak ingin terus-terusan seperti ini, seolah tidak dianggap.”

 

Baek Hyun menghela nafas, ia juga tidak berhak menyalahkan Kyung Soo karena ini permasalahan hati. “Ya sudah, nanti aku bicara padanya, apa yang membuatnya seperti itu.”

 

“Kurasa sudah terlambat.”

 

“Maksudmu?”

 

Kyung Soo menoleh, mengarahkan pandangannya pada Su Ho di ujung sana, dan jelas sekali Baek Hyun mengerti arti tatapan itu.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

 

TUK~

 

Kai menoleh saat ia melihat ada yang meletakkan segelas cokelat panas di atas meja.

“Nonton apa?” tanya Baek Hyun yang menghampirinya malam itu.

 

“Movie,” jawab Kai singkat kemudian kembali memfokuskan pandangannya ke layar TV.

 

“Menarik?”

 

“Aku baru menontonnya.”

 

“Hm, tentang apa?”

 

Molla, aku baru menontonnya.”

 

“Oh…”

 

Baek Hyun menaikkan kedua kakinya di atas sofa, bersebelahan dengan Kai kemudian ikut menonton.

 

Berselang beberapa menit kemudian, suasana hening itu pecah oleh tawa Baek Hyun.

 

“Lihat…lihat, kepalanya terimpa buku,” serunya heboh.

 

Kai menoleh, memandangi tingkah sederhana Baek Hyun yang dimatanya sangat… istimewa. Entah sejak kapan, arah tontonannya kini berubah, film yang tengah tayang di TV itu mendadak tidak lagi menarik karena kini, orang disebelahnya jauh lebih menarik perhatiannya.

 

“Lihat itu Kai… apa dia bodoh atau buta? Bisa-bisanya dia tersandung tempat sampah sebesar itu,” seru Baek Hyun sambil menepuk-nepuk pahanya.

 

Seulas senyuman tergambar di bibir Kai.

 

Cantik_ lirihnya dalam hati. Sampai ketika matanya tertuju pada bibir tipis Baek Hyun, kejadian itu kembali menyeruk di pikirannya. Bagaimana ia menemukan Baek Hyun berciuman dengan Chan Yeol dengan cukup… heboh di kamar mereka.

 

Dan jujur saja itu membuat kepalanya sakit.

 

“Kai… mau kemana?” tanya Baek Hyun saat Kai memutuskan untuk pindah saja.

“Keluar, cari udara segara,” jawab Kai acuh.

 

“Aku ikut.”

 

Kai menghentikan langkahnya di sebuah taman kota yang cukup sepi malam itu, mungkin karena cuacanya sangat dingin hingga orang-orang malas berkeliaran di taman kota.

 

“Kai…”

 

Suara lirih itu membuat matanya terpejam. Baek Hyun memang mengikutinya, dan sejak tadi Kai tidak berniat bersisian jalan dengan salah satu hyung nya itu.

 

“Kau dan Kyung Soo ada masalah?” tanya Baek Hyun membuka percakapan.

 

Namja tinggi berkulit tan itu menyandarkan punggungnya di sebuah pohon mapple yang daunnya mulai berkurang, ia tatap namja mungil di depannya itu dengan sangat datar. “Tidak ada,” jawabnya singkat.

 

“Lalu… kenapa sikapmu sedikit aneh belakangan ini?”

 

Kai tidak menjawab, ia memalingkan wajahnya, menatap kolam air mancur yang riaknya terdengar sampai di tempatnya dan Baek Hyun berdiri. Mungkin karena memang tidak ada suara lagi yang mendominasi.

 

“Kai…”

 

“Aku tidak apa-apa hyung, pulanglah. Cuaca sangat dingin.”

 

“Aku tidak akan pulang sebelum kau mengatakan apa yang mengusik pikiranmu.”

 

Namja tampan itu kembali menatap Baek Hyun, sarat akan makna mendalam, membuat namja mungil di depannya itu iba.

 

“Ceritalah.”

 

Kai terdiam sejenak, sebenarnya ia enggan, tapi menyimpan beban seorang diri memang sangat sulit. “Hyung… apa pendapatmu tentang seseorang yang sudah punya kekasih, tetapi justru menyukai orang lain.”

 

Baek Hyun tersentak mendengarnya. “Ja… jadi kau sudah tahu?”

 

Kini giliran Kai yang kebingungan. “Ne?”

 

“Tentang… Kyung Soo… dan… Su Ho hyung,” kata Baek Hyun sangat hati-hati.

 

Mata Kai sempat membulat sejenak, karena memang itu cukup mengejutkannya. Jelas saja ia membahas tentang dirinya sendiri yang menyukai Baek Hyun sementara ia sudah punya Kyung Soo. Lalu kenapa tanggapan Baek Hyun justru menyangkut Kyung Soo dan Su Ho?. Tapi berhubung Baek Hyun memang sudah salah sangka sejak awal, ini bisa ia gunakan untuk mengorek lebih dalam apa yang Baek Hyun maksud dengan Hubungan Kyung Soo dan Su Ho?

 

Ne… kurasa, mereka menyembunyikan sesuatu dariku,” balas Kai, seolah memang itulah topik yang ingin ia bahas.

 

“Ta… tapi ini memang bermula darimu Kai. Kyung Soo merasa bahwa kau mengabaikannya.”

 

Kai tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, seperti tertampar telak-telak. Ia bahkan tidak sadar akan hal itu, yah memang… hubungannya dan Kyung Soo sedikit merenggang belakangan ini. “Jadi… maksudmu, Kyung Soo mencari pelarian?”

 

Baek Hyun menggeleng. “Tidak… tapi Kyung Soo menemukan tempatnya di sisi Su Ho hyung.”

 

Kai terdiam. Tidak sanggup berkata apa-apa. Betul-betul tidak sadar bahwa ia telah kehilangan Kyung Soo. Ia terlalu disibukkan oleh pikiran-pikirannya tentang Baek Hyun. Pesona Baek Hyun telah membuatnya terbuai hingga ia lupa akan hal yang seharusnya ia jaga.

 

Hubungannya dengan Kyung Soo.

 

“Kurasa belum terlambat Kai, kau bisa membicarakan hal ini dengan Kyung Soo dan memperbaiki kembali hubungan kalian.”

 

Kai menunduk. Sebenarnya di pikirannya kini tengah ada dua cabang yang memusingkannya. Masing-masing berujung pada nama yang berbeda, walau sumbernya memang satu.

 

Hati…

 

Bercabang pada dua nama…

 

Kyung Soo, dan juga Baek Hyun.

 

Kajja… mungkin yang lain sudah pulang dari supermarket.”

 

Kai tidak merespon. Dan itu membuat Baek Hyun menghela nafas, kemudian  panjang, ia memeluk maknae kedua setelah Se Hun itu.

 

Deg~

 

Kai jelas terperangah, berusaha mati-matian agar degup jantungnya tidak terdengar oleh Baek Hyun.

 

“Bersemangatlah Kai… kau bisa, aku percaya itu.”

 

“H… Hyung…”

 

 

 

 

~**Hidden Heart**~

 

Kai POV

 

Apa ini Tuhan?

 

Mukjisat?

 

Keajaiban?

 

Mungkin salah satunya. Betapa aku mendambakan pelukan ini yang kupikir hanya akan dilakukan Baek Hyun hyung dengan kekasihnya.

 

Perlahan kuulur tanganku dan merengkuh punggung sempitnya agar lebih merapat padaku. Kejamkah ini? kujadikan kedok kekecewaanku agar Baek Hyun hyung memperhatikanku.

kurasa…. Tidak… semua orang berhak akan harapan. Setiap perasaan tulus, berhak mendapat balasan.

 

 

Benar… perasaanku memang tulus pada Baek Hyun hyung, siapapun tidak boleh meragukannya, karena kalau memang aku tidak setulus itu, sudah kurebut dia secara paksa dari Chan Yeol hyung.

 

Aku tulus…

 

 

Mencintainya.

 

Dalam diam…

 

Tersembunyi…

 

Di dasar hatiku yang paling dalam.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Author POV

 

“Dari mana?” itu sambutan Chan Yeol saat Kai dan Baek Hyun baru saja masuk ke dorm.

 

“Menemani Kai mencari udara segar,” jawab Baek Hyun sembari mengelus pipi Chan Yeol sejenak.

 

“Oh” Chan Yeol langsung menarik tangan Baek Hyun, menjauh dari Kai.

 

Namja tampan itu hanya bisa tersenyum, terlebih saat Baek Hyun menoleh dan melambai padanya, dan dengan gerakan bibir, hyungnya itu berucap. “Jaljayo ne…

 

Kai mendesah pelan, ia memang merasakan kelegaan di dadanya. Semacam titik temu akan rasa sesak yang melandanya belakangan ini.

 

Cinta tidak harus memiliki,…

 

Ia sempat jijik akan kalimat itu, tapi sialnya kalimat itu justru memberinya sedikit pelajaran bahwa memang kalimat itu tidak sepenuhnya salah dan menggurui. Setidaknya dia memang harus belajar akan hal itu.

 

Karena kalau ia memaksakan kehendak, ia tidak hanya akan kehilangan orang yang ia cintai, ia juga akan kehilangan salah satu sahabatnya, dan itu jelas akan menimbulkan keretakan dalam kelompoknya.

 

Tidak..

 

Ia memang harus menghindari hal itu.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Kai POV.

 

 

Tenggorokanku kering, haus sekali. Walau kantukku juga tidak bisa tertahankan, tapi tetap rasa hausku memaksaku untuk bangun dari tempat tidurku.

 

Sedikit heran karena Kyung Soo tidak berada di tempat tidurnya. dan semalam… ah benar, kami berbicara banyak. Sangat banyak sampai aku lupa membahas tujuan utamaku mengajaknya bicara. Tentu saja mengenai hubungannya dengan Su Ho Hyung.

 

Kupikir, istilah Eomma dan Appa yang mereka gunakan untuk diri mereka hanya sebuah panggilan lucu atau sejenisnya, Kyung Soo memang Eomma kami, dan Su Ho hyung adalah Appa kami, hanya sampai di situ, tapi terakhir kusadari… bukankah Eomma dan Appa adalah pasangan?

 

Tidak menutup kemungkinan itu juga yang menjadi label Kyung Soo dan Su Ho Hyung.

 

Cklek~

 

Aku membuka pintu kamarku perlahan, dan dengan langkah berat berjalan menuju dapur. Mungkin air dingin cukup untuk__

 

“Besok akan kukatakan pada Kai tentang hubungan kita, jadi kumohon jangan marah…”

 

“Hm… baiklah, aku juga tidak boleh mendesakmu, karena memang sejak awal kalian memang pasangan.”

 

“Tapi sekarang tidak lagi…. Saranghae… Hyung…”

 

Nado saranghae… Kyung Soo-ya…”

 

Mataku membelalak melihat pemandangan di depanku. di tengah percakapan itu Kyung Soo mengalungkan lengannya di leher Su Ho hyung dan…

 

Mereka berciuman.

 

Dan bisa aku pastikan hubungan mereka bukannya baru saja di mulai, tapi sudah berjalan sejak…

 

 

Aku tidak tahu kapan, tapi tampaknya sudah sangat lama, karena mana mungkin Kyung Soo bisa sebegitu mudahnya berpaling ke Su Ho hyung, terlebih ciuman mereka sangat…

 

Greb~

 

Aku terkejut begitu merasakan ada yang menggenggam lenganku, saat aku menoleh, sosok dengan wajah putih bersinar menyambutku. Detik berikutnya ia menarikku menjauh dari tempat itu.

 

Ne… tidak sepantasnya aku di sini, menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri pengkhinatan dari kekasihku sendiri.

 

Sakit?

 

Bohong besar kalau aku tidak merasakan sakit. Siapa yang bisa memungkiri hal ini? walaupun hatiku telah berpaling, tapi kenangan yang kuukir bersama Kyung Soo tidak bisa kuabaikan begitu saja. maka beberapa penggal kenangan itulah yang kini menyayat-nyayat hatiku. Memintaku untuk merintih kesakitan…

 

Dalam kebungkaman yang memilukan.

 

Karena memang, aku tidak akan menampakkan rasa sakit itu pada mereka.

 

Kekasihku… dan namja yang paling kusegani.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Kuperkirakan saat itu jam menunjukkan pukul 2 dini hari, terbukti dengan hawa yang makin mendingin juga kesenyapan yang menyelimuti taman itu.

 

Aku duduk di ayunan, menapakkan kakiku pada tumpukan pasir halus, dan menggerakkan pelan ayunanku tanpa irama berarti.

 

Di sebelahku, sosok Hyung dengan wajah bersinar terus memandangiku, kutahu hal itu karena bisa kutangkap dengan ekor mataku.

 

“Kai…” lirihnya setelah sekian menit berlalu dalam kebisuan. Mungkin ia jengah karena aku tidak mengatakan apa-apa sejak tadi.

 

Aku menoleh dan menatapnya sayu. Terdapat dua lingkaran semburat merah muda di wajah putihnya, kabut tipis berkali-kali keluar dari hidung dan mulutnya, menandakan cuaca memang sangat dingin malam ini,. “Kembalilah Hyung, kau bisa sakit.”

 

Ia menggeleng. “Aku ingin menemanimu.”

 

“Aku baik-baik saja.”

 

“Wajahmu tidak meyakinkanku kalau kau baik-baik saja.” Ia turun dari ayunannya, kemudian melangkah pelan dan kini berdiri di hadapanku.

 

Aku bisa merasakannya, perlahan jemari lentiknya yang dingin itu menyentuh pipiku, membuatku mendongak dan menatap wajah indahnya yang bahkan mengalahkan terangnya cahaya bulan malam ini.

 

“Hyung…” lirihku tanpa suara, bisa kurasakan kabut hangat itu keluar dari mulutku.

Ia tersenyum, kemudian meraihku dalam pelukan hangatnya. Kusandarkan wajahku di dada sempitnya, merasakan irama jantungnya yang teratur dan damai, tidak seperti degup jantungku yang menderu keras. “Menangislah Kai, itu manusiawi.”

 

Kupejamkan mataku, dan detik itu juga kurasakan ada yang bergerombol di mataku, menetes… membentuk garis lurus dan menganak sungai di pipiku. “Aku pantas menerima hukuman ini Hyung, aku telah mengabaikan Kyung Soo, dan kini… tanpa aku sadari ia telah lenyap dari sisiku, semua karena kelalaianku yang tidak bisa menjaga hubungan kami.”

 

Pelukan itu semakin erat tatkala namja mungil yang mendekapku ini ikut merasakan perihnya hatiku. “Kai…”

 

“Aku tidak marah, aku tidak menyalahkan mereka. Kyung Soo berpaling, karena memang ia tidak menemukan kebahagiaan saat bersamaku, dan kurasa… memang aku pantas tercampakkan.”

 

Pelukan itu meregang, kupikir ia sengaja, karena selanjutnya ia menapakkan kedua tangan indahnya di wajahku, menuntunku untuk mendongak dan ia sendiri sedikit membungkuk,. “Mau tahu sesuatu?”

 

Aku tidak menjawab, berharap sosok malaikat yang diberi nama Byun Baek Hyun ini mengerti bahwa apapun yang ia katakan, aku akan mendengarnya.

 

“Kai itu… merupakan sosok namjachingu yang sangat sempurna. Kau tampan, dengan skill yang sangat luar biasa, kau bisa bersikap Manly  dan cute diwaktu yang bersamaan. Bersama Kai tidak akan pernah bosan. Jadi kuharap kedepannya nanti, Kai akan menemukan sosok yang lebih tepat untuk mendampingi Kai…”

 

Ces~

 

Aku mendengarnya,…

 

Seperti tetesan embun yang membasahi hatiku yang tandus. Tidakkah ia bisa menebak bahwa kuharap orang itu adalah dia.

 

“Jangan bersedih lagi, ne! aku akan selalu bersama Kai, menghibur Kai, sampai Kai melupakan kesedihannya,” ucapnya lagi.

 

“H… Hyung…”

 

“Tapi mengenai hubunganmu dengan Kyung Soo, kurasa kalian memang harus memperjelasnya.”

 

Aku menunduk. “Ne, seperti yang kudengar tadi, besok dia akan mengajakku berbicara. Kuharap kami bisa berakhir dengan baik.”

 

PUK~

 

Baek Hyun hyung menepuk pundakku. “Tidak ada yang berakhir Kai, hanya berubah sedikit. Kita semua tetap bersama. Ara!”

 

Kutatap lagi kedua matanya yang tak jengah membentuk eyesmiled bulan sabit.

 

Menenangkan.

 

Arayo.. Hyung.”

 

“Bagus… itulah Kai… Kajja… kita kembali. Dingin sekali di sini.”

 

Aku tersenyum, kemudian melepas jacket kulitku, berdiri di hadapannya dan memasangkan jacket itu di tubuh mungilnya.

 

“Eh… kau bisa kedinginan…” ia hendak mengelak.

 

“Tidak akan…” Akupun duduk berjongkok membelakanginya sambil menepuk-nepuk punggungku. “Naik Hyung.”

 

“YA! Kau kira aku anak kecil?”

 

“Kau sudah menggigil begitu, setidaknya aku bisa sedikit menghangatkanmu. Coba saja, punggungku hangat.”

 

Lama, tak ada sahutan. Sampai ketika aku merasakan dua tangan terulur melewati bahuku dan memeluk leherku, akupun tersenyum. Kupegang kedua lipatan lutut Baek Hyun Hyung hingga ia lebih merapat di punggungku. “Hup… Kajja!”

 

“Rasanya beda…”

 

“Apanya?”

 

“Saat Chan Yeol menggendongku tidak begini.”

 

Deg~

 

“Apanya yang beda?”

 

Baek Hyun hyung mengeratkan pelukannya di depan dadaku. “Kai benar… punggung ini hangat.”

 

Aku menyunggingkan senyumku, aku bahagia.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Cklek

 

“Bisa aku tahu kenapa kalian meninggalkan dorm di jam seperti ini?”

 

Aku tidak terkejut lagi saat Chan Yeol hyung menghadang di ruang tamu.

 

“Cari angin Hyung…” jawabku asal.

 

“Dan membawa Baek Hyun?”

 

“Baek Hyun Hyung menyusul” Aku menoleh, merasakan suara nafas teratur di pundakku, hm, Baek Hyun Hyung tertidur.

 

Chan Yeol hyung menatapku dalam diam, seperti ada yang ingin disampaikan tapi ia ragu.

Akupun berbalik, berniat mengoper(?) Baek Hyun Hyung pada kekasihnya ini. dan ia juga langsung tanggap, bisa kulihat Chan Yeol hyung langsung menggendong tubuh mungil itu ala bridal.

 

“Selamat tidur Hyung…” ucapku santai, kemudian berjalan pelan menuju kamarku dan… Kyung Soo.

 

Cklek…

 

Blam…

 

“Kai? Dari mana?” itu sambutan Kyung Soo…

 

“Cari angin,” jawabku asal kemudian langsung menghempaskan tubuhku di atas tempat tidur.

 

“Kai… ada yang ingin kukatakan padamu, ng.. mengenai… hubunganku dan…”

 

“Hm, aku merestui kalian. Semoga kalian bahagia.”

 

“Ne???”

 

“Selamat tidur Kyung Soo… hyung.”

 

 

 

~**Hidden Heart**~

 

Author POV

 

 

Kening Chan Yeol berkerut melihat ulah kekasihnya yang entah kenapa pagi itu terlihat sangat perhatian pada Kai.

 

Lihat bagaimana ia mengoleskan selai pada roti dan meletakkannya di piring Kai, setelahnya ia menuangkan susu, dan juga ah… apa itu, Baek Hyun menyeka selai yang menempel di sudut bibir Kai dengan ibu jarinya.

 

“Byunbaek… Kau amnesia?” teguran Chan Yeol menandakan bahwa ia sudah tidak tahan.

 

Mworago?” balasnya.

 

“Yang kekasihmu itu siapa? Aku atau Kai? Mana rotiku?”

 

“Kau kan punya tangan, ambil sendiri saja.”

 

Chan Yeol meradang. “Lalu Kai tidak punya tangan?”

 

“Ck, tidak bisa membaca situasi?. Kau mengertilah sedikit.”

 

Arasso… Arasso…” Chan Yeol menyambar roti di piring Kyung Soo karena dia pikir ini semua adalah ulahnya. “Lagipula salahmu sendiri Kai, kenapa mengabaikan Kyung Soo, makanya dia berselingkuh dengan Su Ho hyung.”

 

Kelima member lainnya terbatuk bersamaan.

 

Baek Hyun langsung melempar serbet pada Chan Yeol. “Kau ini betul-betul tidak bisa membaca situasi?”

 

Su Ho berdehem, kemudian menatap Kai. “Mianhae Jong In-ah, harusnya kukatakan ini sejak awal.”

 

Gwenchanayo Hyung, aku tidak apa-apa. Kau memang yang terbaik untuk Kyung Soo,” balas Kai bijak.

 

“Kuharap ini tidak mempengaruhi persahabatan kita.”

 

“Tentu saja tidak, hyung. Tidak akan ada yang berubah. Hanya saja, status namjachingu Kyung Soo… bergeser padamu,” ucap Kai diselingi tawa. Entah kenapa ia memang tidak ada beban dalam mengatakannya.

 

Baek Hyun tersenyum kemudian menggenggam tangan Kai yang menapak di atas meja makan, membuat namja tampan itu menoleh.

 

Dalam beberapa detik, mereka bertatapan hangat. Ya, hanya beberapa detik karena selanjutnya Chan Yeol menginterupsi.

 

“Cukup Kai dan Kyung Soo saja yang putus yah!” sindirnya.

 

Baek Hyun menoleh kemudian tertawa. “Ara… ara, kau ini, mana piringmu.”

 

Chan Yeol akhirnya sumringah saat Baek Hyun mengoleskan selai cokelat pada 2 lapis roti dan meletakkannya di piring Chan Yeol. “Terima kasih, my Baby…”

 

“Menjijikkan, cepat habiskan. Karena setelah ini, kau yang cuci piring.”

 

“Mwo? Kenapa aku?”

 

“Karena kau terlalu ribut.”

 

Kai menyaksikannya. Baek Hyun dan Chan Yeol memang lebih banyak bertengkar, tapi disitulah letak keistimewaannya, mungkin itu sebabnya tidak ada kata bosan dalam hubungan mereka. Dan jujur saja…

 

Kai merasa… iri.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

 “Hyung… saranghae.”

 

“Ne…????”

 

“Alasan kenapa aku mengabaikan Kyung Soo adalah, karena aku mencintaimu.”

 

“Ta… Tapi… aku sudah punya Chan Yeol…”

 

“Lalu kenapa? Bisakah kau melakukan hal yang sama denganku? Bisakah kau melepaskan Chan Yeol dan melanjutkan hubungan ini denganku?”

 

“Aku tid__”

 

Chu~

 

“Saranghae… jeongmal”

 

 

 

 

~**Hidden Heart**~

Kai POV

 

 

Pesona Baek Hyun hyung kini tidak hanya memenuhi alam sadarku, tapi juga alam bawah sadarku. Sudah beberapa minggu ini mimpi aneh itu terus menghampiriku berulang-ulang.

Menyatakan perasaanku pada Baek Hyun hyung dan menciumnya…

Oh Tuhan aku sudah gila, bahkan jika itu hanya sebuah mimpi, kesan yang tertinggal di hatiku begitu nyata. Bukan hanya sekali dua kali aku mati-matian menahan perasaanku saat Baek Hyun hyung terang-terangan tertawa di hadapanku, merangkulku hangat dan perlakuan manis lainnya, yang aku tahu dia hanya melakukan hal itu padaku karena dia menganggapku adiknya, lagipula dia juga sudah menegaskan bahwa dia akan menemaniku sampai aku melupakan kesedihanku.

 

Padahal sebenarnya aku sendiri sudah lama lupa alasan kenapa aku sempat bersedih, karena perasaan yang mendominasi di hatiku saat ini adalah perasaan cintaku pada Baek Hyun Hyung.

 

Malam itu, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam dan aku masih terbangun. Tepatnya tidak bisa tidur karena memang aku tidak punya tempat. Tidur di sofa juga lumayan dingin. Terakhir, aku hanya bisa duduk seperti ini sambil termenung.

 

Su Ho Hyung menginvasi kamarku, dan saat aku sendiri masuk ke kamarnya, Se Hun tengah menelpon Lu Han hyung, dan tentu saja itu cukup menganggu untuk orang sepertiku yang ingin tidur. Terlebih banyak yang kupikirkan belakangan ini.

 

Cklek~

 

Aku menoleh saat ada sebuah pintu terbuka, dan itu adalah kamar Baek Hyun dan Chan Yeol Hyung. Aku bisa melihat sosok mungil keluar dari sana sambil menggosok-gosok matanya, jalannya gontai karena mungkin dia sangat mengantuk, hingga tidak melihatku yang hanya berjarak beberapa meter darinya.

 

Ia melangkah menuju dapur, mungkin minum atau sebagainya, dan aku tak hentinya mengarahkan pandanganku kemanapun ia melangkah.

 

Sampai ketika kegiatannya selesai, ia bermaksud kembali ke kamar, tapi langkahnya terhenti saat pandangan kami bertemu. Ne, dia menyadari kehadiranku.

 

Ia mengucek matanya untuk memastikan penglihatan. “Kai? Tidak tidur?” ia pun menghampiriku dan duduk di sebelahku.

 

“Aku tidak bisa tidur Hyung, suara Se Hun terlalu mengusik,” jawabku.

 

“Se Hun?”

 

Ne, aku sekamar dengan Se Hun karena Su Ho hyung minta tukaran kamar satu malam ini.”

 

Bibir tipisnya membulat sebagai respon ucapanku.

 

“Kenapa tidak kembali tidur hyung?” tanyaku.

 

“Kau tidak ingin kutemani?”

 

Aku tertawa kecil. “Gwenchana, aku juga akan tertidur kalau sudah mengantuk.”

 

“Kalau begitu, kutemani sampai kau mengantuk.” Baek Hyun hyung mengusap rambutku.

Sungguh… perlakuan-perlakuan kecil seperti ini yang membuatku semakin gila.

 

“Berbaringlah di sini.” Baek Hyun hyung menepuk-nepuk pahanya, dan itu membuatku menelan ludah dengan sangat susah payah.

 

Ne?”

 

“Agar kau cepat tertidur. Waktu-waktu luang seperti ini sangat jarang Kai, jadi kita harus memanfaatkan betul waktu istirahat kita.”

 

“Eum, Ne…” Dengan sedikit gugup, kurebahkan tubuhku dan menyandarkan kepalaku di atas paha Baek Hyun Hyung. Dan dengan posisi seperti ini, aku bisa melihat wajahnya begitu dekat karena ia juga menunduk, sembari mengusap lembut rambutku.

 

“Hyung…”

 

Ne…”

 

“Apa kau sangat mencintai Chan Yeol Hyung?” tanyaku tiba-tiba dan aku sendiri tidak menyadarinya kenapa aku bertanya seperti itu.

 

Bisa kulihat ia terkejut sekaligus bingung dengan pertanyaanku. “Ne… aku mencintainya, waeyo?”

 

“Hanya bertanya, karena kulihat hubungan kalian sangat kuat.”

 

“Hm, kau masih memikirkan hubunganmu dengan Kyung Soo?”

 

Aku tidak menjawab. Mengapa setiap aku membahas masalah seperti ini, Baek Hyun Hyung langsung mematok bahwa arah pembicaraanku adalah Kyung Soo?.

 

“Sebenarnya dalam menjaga suatu hubungan itu yang terpenting dari segalanya adalah rasa saling percaya. Dan tentu saja menjaga perasaan saling mencintai,” tambahnya.

 

Aku menghela nafas kemudian memejamkan mata. ini isyarat bahwa memang hubungan Chan Yeol hyung dan Baek Hyun hyung tidak akan berakhir.

 

Lama kami seperti itu, sampai kudengar suara nafas Baek Hyun hyung mulai teratur. Kubuka mataku untuk memastikan dan memang ternyata Baek Hyun hyung sudah tertidur dengan kepala menumpu di sandaran sofa.

 

Ia bersuara sesekali, seperti suara anak anjing, dan bagiku itu sangat lucu. Ini pertanda kalau Baek Hyun Hyung sangat lelah, dan kurasa aku tidak akan mempertanyakan kenapa ia sangat lelah.

 

Lehernya penuh jejak yang tentu saja oleh Chan Yeol Hyung, ia juga cukup berkeringat dan rambutnya berantakan. Dan… hm sudahlah, bukan urusanku.

 

Kubetulkan posisiku hingga kembali duduk di sebelahnya. Kupandangi wajahnya yang begitu bersinar walau lampu sama sekali tidak dinyalakan.

 

Kelopak matanya yang tipis, bulu matanya yang pendek, alis tipisnya, hidungnya yang runcing, kulitnya yang mulus, dan… bibirnya yang… mungkin rasanya manis… semuanya tak kunjung membuatku jengah memandanginya.

 

Sebuah ide gila langsung menyergapku. Dia tertidur sangat pulas, jadi kurasa ia tidak mungkin menyadarinya.

 

Gulp~

 

Aku menelan ludah dengan susah payah, dengan kegugupan luar biasa, seolah ini adalah pertaruhan antara hidup dan mati.

 

Ne… sekali saja, aku ingin menciumnya… di bibir itu.

 

Ini memang sedikit kejam karena aku terkesan mencuri-curi, tapi kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali.

 

Kuatur nafasku sebisa mugkin, kemudian perlahan kudekatkan wajahku ke arahnya.

 

 

Dan…

Lembut…

 

Hangat…

 

Manis…

 

Itulah kesan yang kudapat pertama kali saat bibirku menempel di bibir tipisnya.

 

Sial, aku tidak ingin melepas ciuman ini, bahkan jika aku tidak mendapatkan respon apapun, tetap saja aku tidak bisa melepasnya.

 

Dengan sangat hati-hati kupegang pipinya dan kuperdalam ciumanku di bibir tipisnya itu. Dan itu membuatku semakin hilang kendali dan semakin melumat bibirnya tanpa perlawanan.

 

“Eungh…”

 

Aku terkejut bukan main mendengar keluhan itu. Segera kulepas ciumanku dan membetulkan posisi hingga terlihat wajar.

 

“Ah… mian, aku justru tertidur duluan,” ucapnya sambil mengusap kedua matanya.

“N… Ne Hyung… maksudku… gwenchana.”

 

“Kenapa belum tidur?”

 

“Ng, A… Aku akan tidur, mungkin Se Hun sudah selesai menelpon.”

 

“Hm, tidurlah, kau butuh banyak istirahat.” Baek Hyun Hyung mengusap puncak kepalaku. “Jaljayo ne…”

 

“Ne Hyung… Jaljayo.”

 

Ia tersenyum singkat sebelum kembali ke kamarnya.

 

Blam      ~

 

Begitu pintu kamarnya tertutup, aku luruh ke lantai dengan nafas putus-putus. “Oh Tuhan… nyaris saja…”

 

Apa tanggapan Baek Hyun Hyung nantinya kalau ia tahu aku menciumnya diam-diam? Oh Tuhan, dia pasti membenciku kalau dia sampai tahu.

 

Benar, ini akan kurahasiakan sampai kapanpun.

 

 

 

~**Hidden Heart**~

 

Akhir-akhir ini pikiranku mulai tenang, perasaanku damai. Entah bagaimana aku mendeskripsikannya.

 

Kalau kubilang karena aku telah mewujudkan keinginanku untuk mencium Baek Hyun Hyung…. Sebenarnya iya. Tapi terkadang aku merasa bersalah karena menciumnya diam-diam.

 

Tapi… apa ini memang sepenuhnya salahku?

 

Kudengar cinta tidak pernah salah. Selama kita tidak mempergunakan cinta untuk melakukan sesuatu yang salah.

 

Aku tidak berniat memisahkan Baek Hyun hyung dari Chan Yeol hyung, walau aku memang berharap hubungan mereka berakhir dengan sendirinya hingga aku bisa menyatakan perasaanku pada Baek Hyun hyung.

 

Hanya sampai di situ, aku tidak pernah menyusun rencana agar mereka berpisah, tidak sama sekali, karena aku tahu Baek Hyun Hyung lebih banyak tersenyum dan tertawa saat bersama kekasihnya itu. Dan lagi pernyatannya bahwa dia sangat mencintai Chan Yeol hyung sudah menjadi tolak ukur bagiku bahwa…

 

Aku tidak punya celah untuk bisa memiliki Baek Hyun hyung sepenuhnya.

 

Pagi itu saat sarapan, kulihat Baek Hyun Hyung tengah melamun, padahal kekasihnya tengah berceloteh di sebelahnya. Dan itu berlangsung cukup lama sampai ia ditugaskan merapikan alat makan. Aku mengajukan diri membantunya mencuci piring untuk sekedar mencari informasi, kenapa ia melamun cukup lama.

 

“Memikirkan sesuatu Hyung?” tanyaku saat kami berdua berada di dapur.

 

“Hm, Ne… tapi bukan sesuatu yang besar,” jawabnya.

 

“Bukan sesuatu yang besar tapi kenapa membawa pengaruh besar bagi mood maker kita?”

 

Ia tertawa kecil mendengar sindiranku. “Hanya sebuah mimpi aneh Kai.”

 

“Mimpi aneh?”

 

“Hm, sebenarnya sudah lama, hanya saja baru kupikirkan saat ini.”

 

“Mimpi tentang apa?”

 

Kulihat ia mengigit bibirnya. “Malam itu, saat aku menemanimu di sofa ruang tengah, aku sempat tertidur, bahkan sempat bermimpi.”

 

Ne?”

 

Baek Hyun hyung menatapku, sedikit ragu dan perlahan wajahnya memerah. “A… Aku bermimpi, Kai menciumku.”

 

DEG~

 

“M… Mwo?” jelas saja aku terkejut. Jadi dia menyadarinya? Ah tidak, dia mengira itu mimpi.

 

“Ne… mimpi yang aneh bukan?”

 

Ne Hyung… a… aku mana berani menciummu.”

 

Baek Hyun hyung mengerutkan kening. “Kenapa tidak berani?”

 

“Karena aku sudah punya kekasih.”

 

Ia kemudian terkekeh. “Kau benar, mana mungkin kau menciumku. Mimpi itu benar-benar mustahil.”

 

Aku menghembuskan nafas lega… syukurlah Baek Hyun Hyung betul-betul menganggapnya mimpi. Aku tidak ingin karena hal ini ia akan menjauhiku dan membenciku, aku tidak ingin karena perasaanku ini, ia akan risih padaku dan tidak akan sudi menemaniku lagi.

 

Begini saja sudah cukup. Dekat dengan Baek Hyun hyung sebagai sahabatnya, sebagai orang yang sangat diperhatikannya, tidak masalah jika aku tidak bisa mengekspresikan cintaku sebebas Chan Yeol hyung kepadanya, tidak masalah selama aku masih bisa di sisinya. Merangkulnya, tertawa bersamanya, berbagi cerita dengannya, dan tak kalah penting, mendapatkan perhatian lebih darinya.

 

Tidak mengapa jika selamanya aku menyembunyikan perasaanku ini padanya, menyimpannya di dalam sebuah ruang di hatiku, relung tersembunyi di lubuk terdalam hatiku.

 

Bungkam bukan berarti menyerah…

 

Membisu bukan berarti pasrah…

 

Hanya saja ini lebih baik daripada aku betul-beul kehilangannya.

 

Mungkin aku akan semakin menyukai aktivitas baruku di waktu senggang, mengunjungi situs web khusus yang memuat artikel diriku dan Baek Hyun. Mungkin aku akan memperlihatkannya sesesakli pada Baek Hyun Hyung dan bisa kujadikan lelucon bersama.

 

“Byunbaek…”

 

Seruan itu menghentikan aktivitas kami mencuci piring, atau lebih tepatnya aktivitas Baek Hyun Hyung karena aku sendiri lebih sibuk memandanginya.“Waeyo Park Chan Yeol???” serunya.

 

“SARANGHAEEEEE….” balas Chan Yeol Hyung yang mungkin berada di ruang tengah karena suara kedengaran jelas.

 

Kulihat Baek Hyun hyung terkekeh, sangat jelas bahwa ia bahagia dengan setiap tingkah aneh kekasihnya.

 

Sanggupkah kurenggut kebahagiaan itu?

 

Jelas saja tidak. Karena aku tidak mungkin mendapakannya seceria ini kalau bukan saat dia bersama Chan Yeol Hyung.

 

“Pergilah Hyung, biar aku yang menyelesaikannya,” saranku.

 

“Eh?”

 

“Chan Yeol Hyung membutuhkanmu.”

 

“Tapi…”

 

“Tapi ada syaratnya…”

 

Matanya membulat. “Syarat?”

 

Aku mengangguk antusias, sedikit saja ingin mengerjainya. “Berhubung kau sudah memimpikan aku menciummu, bagaimana kalau dijadikan kenyataan saja, kau yang menciumku.”

 

“Oh, jadi kau sudah ingin melihatku mati?”

 

“Mati?”

 

“Hm, kalau Chan Yeol melihatnya, aku akan dibuang ke lantai bawah.”

 

Aku tertawa. “Sadis sekali.”

 

Ia ikut tertawa kemudian mengeringkan tangannya.

 

“Merunduklah,” pintanya.

 

“Ne?”

 

“Merunduklah sedikit.”

 

“Untuk Ap__”

 

Chu~

 

Aku membelalak ketika bibir tipis itu menyentuh keningku.

 

“Aku sayang Kai, tetap tersenyum yah!” ucapnya setelah mengecup keningku dan mengacak rambutku.

 

Dan akupun hanya bisa tersenyum melihat ia menghilang di antara tembok pembatas dapur dan ruang tengah. Detik berikutnya terdengar suara cekikikan dan tawa lepas dari Baek Hyun hyung yang tentu saja sedang bersama kekasihnya.

 

Aku sayang Kai

 

Kurasa tidak buruk. Makna kata sayang memang tidak seintim kata cinta, tapi setidaknya itu membuatku bahagia. Kata sayang itu seolah memberiku penegasan bahwa aku punya akses kuat untuk terus berada di dekat Baek Hyun Hyung.

 

Kata sayang itu seperti sebuah surat izin agar aku bisa terus berjalan di sisinya, merangkulnya, tertawa bersamanya, bermain bersamanya, dan melakukan hal-hal menyenangkan bersamanya, terlebih akses untuk mendapatkan perhatiannya.

 

Aku…. Hm, aku tetap akan menjaga perasaanku ini, tetap dengan perasaan cinta di dalam hati yang tersembunyi.

 

Mencintainya dalam diam…

 

 

 

 

 

END

Akhir kata… jangan bunuh saya… *kabuuurrr

 

141 thoughts on “HIDDEN HEART- KaiBaekYeol

  1. Waaaa,bgus…
    Aku ska,bakhyun,kmu ama aku aja sini*karunginbaek
    tpi intinya,bagus bgt.. Bwt lgi ya alf yg bginian…

  2. khu… khu…khu… setuju mah, moment nya kaibaek emang lebih banyak dri baekyeol apalagi kaisoo😦
    aku nya sih setuju2 aja kkamjong nempel kek prangko ke baek , cuman jelas lbih suka baekyeol apalagi KrisBaek kkk~😀
    tapi … bener deh kaibaek baaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyyaaaakkk bangetttt*lebay momentnya , syang nya aku baru nyadar*ngeekk -_-
    itu yang buat aku tertarik bagian saat baek hyun ngasih saran yg paling panjang, pkok nya yg ngebuat kai tertegun.., dari :: “Sudahlah… komentar-komentar seperti itu jangan kau pikirkan. Jangan membuatmu down, ibla…bla….bla…itu karena auramu yang di depan terpancar dan menutupi kekurangan kami.”
    nah nasehat kek gitu entah sdar apa gak, persis ama nasehat yg pernah appa ku ucapin ke aku, aigoo aku jdi terharu~ >.< cumn kalimat nya beda sesuai ama keadaan kku waktu itu.., tapi benar2 terdengar sama… aiihh… aku bnar2 terharu…😀 cz itu bener2 membekas ampek skrang trus jadi motifasiku (curhat ini mah -_-)
    kasian kai… aku … sbener nya suka kaibaek habis nya moment mereka tiap harinya bukan nya surut malah makin nambah ,, pertma nya iseng aja gitu cari kaibaek eh, pas nemu 0_0
    jadi AGAK uhuukk … eum… suk… err.. suka tapi gak ampek nge-ship mereka krna hal itu dilarang oleh abang kris -_-
    ah, itu kai bener2 memanfaatkan situasi nyium2 pacar orang, kkk~ untung gak ketahuan*plakk
    selama gak ketahuan chan yeol gak papa2 dong, ahoooyy kyakyakyak*sarap😀
    aku heran kaibaek yg moment nya bejibun kek gitu koq aku nge-search ff kaibaek jumlah nya … aihh sdikit amett -_- kasian kan kai nya udah usaha nyolong2 moment sweet2_an ama baek (gak tau baby baek hyun-ku nyadar apa gak _) tapi gak ada yg nyadar klau kai itu ke baek kayak real gitu rasanya*merinding
    ah ayolah hnya tuhan dan kai yg tau.. tapi..
    apa kgak ada yg nyadar gitu yah?
    atau belum ada yg dapat pencerahan
    butuh ceramah dari mamah dedeh kali yah? =_=

  3. Huaaa ngenes ama kai.. Kasian ga ama baeki tapi sebel juga kai ga ama D.O ;( . Lucu banget cemburunya si chanyeol.. Pd ksimpulannya ini ff yang nyesek dan ngenes banget.. Daebak!!!

  4. Ecciieeehh, ternyata ada KaiBaek nyempil lagi,. Hoho, laki gue selingkuh ini mahh,. *getok pala Kai* tapi. Tapi. Tapi, dari judulnya udah keliatan kalo ini tentang persaan ‘rahasia’ kayaknya, wkwk,
    Okke, here we go….
    Firstly, gue rada setuju sama deskripsi lo pas awal-awal cerita mak, yang tentang Kai berasa kek dianak emasin dan diperlakukan istimewa oleh manajemen, kadang juga gue ngerasa “kok Kai mulu siih yang nongol”, tapi berhubung dia laki gue yaa gue anteng-anteng aja, tapi serius, kadang gue juga eneg kok tiap nonton EXO perform dia muluu yang di shoot kamera plus liatian mukanya dia yang sok-sok’an seksehh minta dicipok pass lagi perform, gue lebih suka Kai pas lagi out of stage, keliatan manis bin unyu banget. Kadang bingung sama itu anak, semacam punya kepribadian ganda gitu.
    Heeuuhh, beruntungnya Baekhyun itu sifatnya mengayomi bangett, bisa nenangin suasana hati yang sedang gundah gulana biar ngga jadi setress, hufftth, andai gue dirumah punya piara’an macam Baekhyun, ngga bakalan tua mendadak gue gegara frustrasi ngerjain tugas kuliah yang seabreg ituu,. Soo Man ohh Soo Man,. Paketin Baekhyun buat gue napeeeee …..
    Wooooo. Itu Baekhyun sama Chanyeol abiss ngapain itu hayoo,. Mencurigakaannn,. Naah kan udah keliatan aura-aura panasnya Kai waktu liat Baekhyun abiss ‘ekhem’ sama Chanyeol. Eh tapi, Chanyeol serem juga yaa alo lagi ngamuk, kesian Baekhyun ahh, jadi pelampiasan (?) kemarahan Chanyeol, trus Baekhyunnya juga pasrah-psrah aja lagii, aahhhh Baek, lo emang istri idaman para lakii,. Lol~
    Wow, jadi Chanyeol ngamuknya gara-gara ngga boleh terlalu mengubar kemesraan di depan publik, dan Kai manfaatin buat bisa deket sama Baekhyun, kesempatan dalam kesempitan ini mahhh,. Wkwk, itu Chanyeol udah mulai ‘gerah’ sama kelakuan Kai nohh, sampe ngomong (dalam hati) apa perlu Kyungsoo gue cipok baru lo nyadar,. Lol~ lo kok nanggung banget siih Yeoooll, Cuma mentok di niat, coba lo cipok beneran itu sii Kyugsoo, bakalan rame tuhh,.
    Hiihhh,. Scene pass Chanyeol negesin kalo dia masih pemilik hatinya Baekhyun itu sumpah unyu maksimaalll,. Pake nanya cakepan sapa, kerenan sapa,. Aishh,. Coba lu nanyanya ke gue Yeooll, pasti lo dapet jawaban yang beda,. Wkwkw. Naahhh, kalo eskrim nya begituan gue juga pengen wehh,. Hkhkhkh
    Disini Kyungsoo ngenes banget yaahh nasibnya, . dicuekin sama Kai gara-gara Kai lagi galau tentang perasaanya sama Baekhyun,. Kaii, galau lo nyakitin orang lain tau ngga, untung itu sii Kyungsoo cepat menemukan ‘pelabuhan’ lain yang bisa buat dia nyaman,. sekarang ditinggal selingkuh kan loo,.
    Aaaaaaa,. tAdi sempet maki-maki Kai gegara nyuekin Kyungsoo dan bikin dia berasa kek ngga dianggep,. Tapi sekarang gue malah jadi kasin sama Kaiii,. Dooohh ,. Udah bakalan sulit (atau malah ngga bakalan mungkin) buat dapetin Baekhyunn, eehh, sekarang ditinggal Kyungsoo pulaa,. Haaaaa,. Bebeb, akhir cerita emang lo pasti berakhir ke pelukan gue kok,. Wkwk,. Tapi ini maknanya dalem banget loohh makk,. KADANG LO SIBUK MENGGAPAI APA YANG SUSAH BUAT LO DAPETIN SEMENTARA LO NGGA PEKA SAMA SEKITAR LO., eeuuwwhhh., jlebb banget ini mahh,
    And then disanalah Baekhyun, selalu jadi sandaran Kai pass dia lagi down, ngga tambah kesengsem gimana coba sama Baekhyun kalo Cuma dia doank yang bisa ngertiin perasaannya Kai,. Lucu yaa, Kai galau gara-gara Baekhyun, tapi orang yang bisa nenangin Kai yaa Baekhyun itu sendiri. ,. Dan apaaa ituuuu ??? Kaii, ngapain lo pake acara gendong-gendong Bekhyun segalaaa,. Punggung lo itu Cuma buaat gueeee,. #plaaakkkk #fangirlingKumat. Seriuss, itu sweet banget pake piggy back-piggy back an segala kesannya maniss bangett, lebih manis daripada bridal (menurut gue pribadi siih)
    Secene pass sarapan,. Heuuhh, demi tuhan pengen banget nggampar mulut baskomnya sii Chanyeol, kagak ngerti sikon banget siih itu anak, cemburu siih boleh-boleh ajalah yaa, tapi kan musti pada tempatnyaa,. Itu untung sii Kai udah ikhlas lair batin, coba kalo ngga ??? siap-siap perang duna ke III ini mah,.
    Mwooyaaa ???? itu Kai nyuri-nyuri kisseu di bibirnya Baehyun, DAN NGGA CUMA DIKECUP BIASAA ??? asdfghjklmnopqrtuvwxyz,. Demi tuhan Kai, lo dapet nyali darimana coba ?? utung yaa itu Chanyeol ngga tau, coba kalo tau, bakalan dicipok sepatunya Chanyeol lo ntar,. Tapi gue gemess banget ini sama sii Baekhyun, masak manja-manjain Kai biar dia bisa tidur eehhhh malah dia duluan yang ketiduran,. Hmmm, abis maen berapa ronde lo sama Chanyeol ,. ?? #plaakkk
    Ciiieee,. Ukhuyyy,. Itu menjelang-menjelang ending sumpah maniss bangett,. Dapet forehead kiss dari Baekhyun SECARA SADAR DAN SUKARELA.,tambah bonus “aku sayang Kai”,. Goosshhh,. Kurang manis gimaa coba sii Baekhyun,. Dooh, tambah napsuu gigit itu anak deh jadinya,.
    Akhirnya, ini gue bingung sebenernya happy ending apa bukan,. Happy ending mungkin kalo Kai bisa dapetin Baekhyun, tapi disini Kai tetap bahagia biarpun ngga bisa dapetin Baekhyun, dia juga tau seberapa cinanya Baekhyun sama Chanyeol makanya ngga sepantasnya dia misahin itu duo,. Yaahh, balik lagi kalo ‘cinta itu tak harus memiliki’, jadi gue simpulin aja ini termasuk happy ending,. 
    Yuhuuww,. Udahan ah, udah pegel ni tangan, MAAAKKK TANGGUNG JAWAB LOO,. SINII PIJITIN GUEEEE,.
    Okke fine, bye~

  5. Ohohoho, berasa baca kejadian nya beneran! Hahaha
    Feelnya dapet bgt!!!! XDDD dan moment kaibaek itu emg bnyak bgt (yah meskipun baekyeol tetep plg banyak sih haha)
    Aku cinta baekyeol! Krisbaek! Kaibaek! Hunbaek! Pokonya segala baek deh hahahaha!
    Terima kasih author-nim~

  6. Ntah kenapa kalau lagi bad mood aku selalu pengen mampir kesini buat baca ff karya ALF yg selalu bisa bikin moodku agak mendingan….

  7. pannnjjjjjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggggggggggggggggggggggg amat thor … aku baca awalnya..trus ending.. baru tengah tengahnya .. *nahloh*
    >< … padahal lagi tergila gila sama kaisoo.. seketika berubah jadi ke kaibaek😄
    sukseeessssss !!!

  8. KaiBaek…finally aq membaca nya jugaaaaaa…
    uahhh boo ini KaiSoo putusss kacian bgt nasip bangKai disini duhhh puk puk puk…
    *kecupbibirKai #digorokKrisHan

    cukuppp ardena cukup jgn kau biarkan si Kai menguasai muuuu…

    ok ceritanya ini ringan tp ciyusss aq pernh mngalami nasib yg sma dgn Kai cm bedanya pada akhirnya aq yg mundur sendri dan merasa nyesal udh khlangn nmja chingu ku hnya demi perasaan bodoh ku pda kekasih shbt ku..wlupum mrk jg putus pda akhirnya duhhh epep bgt kish ku yeee…*curcol

    penyesalan selalu dtg diakhir crt tp ku harap kai tdk bgtu *ini hanya crt ardena bkn real…

    Ahhhh ini da sequelnya boo???
    boo efect Kaibaek ngalahin kaisoo itu bnr haha

  9. Aku bener2 suka sama ff ini, bahasanya ringan ALF-nim, seringan badannya Sehun #plak #ditornadoinsehun (?)
    Kasian Kai diselingkuhin oleh Kyung Soo, salah Kai sendiri sih yang mengabaikan Kyung Soo jadinya diselingkuhin kan?
    Kai kesempatan banget cium Baek waktu Baek lagi tidur, mencari kesempatan dalam kesempitan tuh kai :p
    Entahlah, aku senyum2 sendiri waktu baca bagian BaekYeol yang lagi bercanda ria, terkesan so sweet banget tuh Baekyeol😀
    Kyungsoo ama Suho pacaran udah berapa lama ya? Jadi penasaran seberapa lama Kai tidak menyadari kalau dia kehilangan Kyungsoo😦
    Asli Baekhyun itu bikin gemes banget >< Setuju banget sama Kai yang bilang kalau senyumnya Baekhyun bisa bikin tenang. Setiap aku liat foto Baekhyun lagi senyum atau ketawa terus eyesmile nya muncul hati rasanya tentrem banget, damai😀
    Ada sequel gak ALF-nim?

  10. nysek bgt kai disini, pengen meluk kai jadinya >.<
    kai itu haus kasih sayang deh kayanya, cuma kepentok(?) baekhyun jd malah salah ngertiin perhatian baekhyun, ibarat kata anak gaul lg labil(?) hehehhe
    ujung'y kyungsoo ninggalin kai kan,,
    kai itu cari kesempatan dalam kesempitan, tp emang kalo ga gtu ya dia ga bsa di perhatiin baekhyun.
    tp ttp aja ujung"y mencintai dalah dia itu ga enak, apalagi baekhyunnya udah punya chanyeol. trs kai ama sapa dong?? baek udah ama yeol, suho ama kyungsoo, sehun sama luhan… ahhhh kai sama lay aja gmn..kkkkkkkkk

  11. DAEBAKK!!! cerita panjang and bagus, Aq sempet takut Baekkie bakal direbut Kai, atau Kai bakal ngerebut Baekki dari Yeollie, tapi Kai bijak banget ternyata.T_T kasian juga dia nggak ada pasangan gitu.Hheheh, tapi ini yg terbaik pasti :’)

  12. oneshot yang sangattttttt panjang>< aaah bener kata kai cinta emang ga harus memiliki hiks nyesek kalo diposisi kai. kyungsoo? dia gasalah dia lebih milih suho karena kai emang sedikit ngabaikan dia,poor kai dia kehilangan kekasih dan kaya punya rasa cinta yg gantung buat bekyun. tapi bener juga kata kai/? lebih baik dalam posisi mencintai tanpa harus memiliki daripada merusak hubungan orang yg kita sayang. banyak pesannya hehehe. pighting!

  13. Aduh Kai Pabo!! Kenapa g kau bilang kau cinta ma baeki?? Bodoh bodoh bodoh,..
    Tapi gpp juga ah g dblg,.. Aq lbh suka chanbaek..
    Aduh chanyeol manggil byunbaek…
    Swit bgt pgilan syangnya…
    Keren ceritanya thor#uda pasti, smua crita yg dtulis author Keren ceritanya thor#uda pasti, smua crita yg Keren ceritanya thor#uda pasti, smua crita yg dtulis author Keren ceritanya thor#uda pasti, smua crita yg dtul

  14. wew disini chanyeol cemburuan banget ye…tapi suka banget ama sikap chanyeol yang overprotek ke bebek, dan bebeknya dewasa bisa menyeimbangkan sifat kekasihnya (chanyeol) akh keren berasa ini real,,ah tambah cinta ama ChanBaek couple…sabar ne kai, sama aku aja? Tapi maaf hatiku sudah direbut lebih dulu oleh zelo #plak apadeh.
    ChanBaek is reall !!

  15. Nasib lu kai sian amat dah
    Mau tidur aja susah ckckck
    Tp dapet juga kan yg lu pengen hahaha
    Baekhyun dsn malaikat bgt dah pantes kai kesemsem smpe galau ga berujung gitu..

    Park Chanyeol lu napsu apa gmn sm baekhyun?
    Baekhyun pas dikandungan, emaknya ngidam apesih.. Sampe si baekhyun bs bkin orng ketagihan, ada zat adiktif kali ye –‘

    Galaunya pas sesuai takaran /?
    Gua suka ceritanya semua mantaf

    Keren dah.. Galaunya

  16. kkamjong, yang sabar yah tem.. nyesek juga sih jadi kai.. baekhyun ngga dapet, d.o pun pergi TT .. hanya bisa mencintainya dalam diam. ugh bener bener daebak.. suka momen pas chanyeol cemburu.. “kau amnesia byunbaek? yang kekasihmu itu aku atau kai?” “cukup kai dan kyungsoo saja yang putus yah” kkk.. daebak

  17. aku kirain ini sekuel ff posesif ternyat bda lg ya,, aigoo kai nekat bgt ini suka sama baekhyun,, pengen dibunuh chanyeol ya,,

    Banyak skinshipnya lagi, peluk rangkul, cium ga ada ya,, msh untung yg sabr ya mama soo *pukpuk mama soo* c kai emng rese!! *jambak kai*

    YAAAAA! Ada sudo copel,,, bapak sm bersatu,,hahahahaha

    Akhirnya emng baek hrs sm chanyeol,,

    Kai ; jd ujungnya gw jombli ni?
    Me ; ga kai lu kan sm gw *uek ada yg muntah ni,, knp mlh jd bkin ff dsni* maaf,,,

    Untuk mlm ini cukup,, dlu ah,, siang lnjut ngubek lg,, aku bca ff 1shot dlu yg chaptered blakangn cz btuh wktu bnyk untuk itu,,

  18. siapa yang gak suka sama baekhyun kalo baekhyunnya selalu perhatian kayak gitu awawawa ….
    kamjong km beruntungnya diperhatiin sama baekhyun meskipun cuma sayang aja
    tapi gak enak juga nie kamjong hanya bisa mencintai diam-diam sedangkan baekhyun uda punyak Chanyeol …
    yang sabar ya kai ;;__;;
    dan apa itu ternyata kyungsoo juga selingkuh ma suho? o,o
    aaaaaa karna kai uda jarang perhatiin dia hya~~~ /ngeneslah….
    kya~~ kai nyium baek bener waa~ dan baek ngira itu mimpi kkkkk
    ok deh baca yang “Stay quietly” dulu ..
    ini kereeeeeeeen ffnya suka🙂

  19. Widiiihhhh sebenernya yg hebat disini itu baekhyun karena dengan skinship seintens itu ama kai.. Nggak ngebuat dia punya perasaan lebih ke kai.. Soalnya kai ajah yg diperhatiin baekki sedikit langsung berubah haluan.. Berarti baekki hebat mampu ngejaga hatinya buat chanyeol..

    Huaaaaaaaaa baekyeoolllll sukaaaaaaa… Tapi.. Tapi.. Kesian banget ama kai.. Diselingkuhin ma kyungsoo.. Walaupun dia juga udah nyelingkuhin hatinya ke baekhyun huhuhu…

    Nyesek sih jadi kai tapi bangga soalnya dia gak mau ngerebut baekki dari tangan chanyeol.. Daebaaakkk

    Buat authornimnya.. Ini bagus banget.. Bahasanya ringan aku suka.. Semangaaatt yaaa..

  20. Author daebak! Aku ga bisa berenti baca ffnya!! The best lah pokoknya! haha Untung Chanyeol ga ngamuk sama Kai gara” keluar jam 2 pagi bareng Baekhyun, hahaha Ini keren, semua yang udah aku baca keren!

  21. /BUNUH ALF/
    /CINCANG/
    /GORENG/
    /MAKAN
    –“”””””””

    Aaaggghhhhhhh!!!!!!
    Udah tertera di atas, KAIBAEK.
    Tapi aku masih bandel aja ya ._.
    Kenapa tadi harus baca coba?? Kenapa???
    Poteq <//////////3😥😥
    Cius aku nangis omegaaat ._.😥
    Kenapa coba tadi ga ada yang nyegah aku biar ga baca??
    Ini sungguh tak adil/?, nanti bisa mampet ni idung ampe tumveh tumveh kek sungai ciliwung -_,-v
    Nyess itu pas kai nyium baek, langsung "piso mana piso?" -,-
    Tau dah ga mau tau pokoknya nih, skrg aku mau stalk(?) search keyword baekyeol lbih kebawah, harus kawaii pokoknya ff nya ;A; /maksa/

    Inti komenan ku:
    "Aku baekyeol shipp kretek baca ni ff, tapi ff nya keren ye ;_;"
    Oke aku cabut dulu qaqa bubey muaah :3

  22. daebak thor! ff nya bagus banget (y) ngingetin gue sm seseorang yg dkt banget sm gue… moga2 dia bs seperti kai yg tetap dgn perasaan cinta nya, mencintai dlm diam…
    gue copy blh nggak thor??

  23. Kai , nyesek amat hidupmu naakk
    bener tuh , gk ada yg bisa menolak pesonanya bang baek❤
    coba gua yg jadi kai , aduuhh , pingsan seketika . DAEBAKK bgt FF nya ,
    Keep Writing Thor
    Fighting (9^0^)9

  24. Waaaaaaaaa endingnya kenapa kaya gini;( jleb banget kaibaek gakbersatu. Sebanyak apapun moment baekyeol atau kaisoo, menurutku–inget lho menurut–gak ada yang semanis KAIBAEK. Gabisa komen panjang lebar, bingung duluan mau ngetik apa. Pokoknya ini bagus meski endingnya baekyeol tetep bersatu dan Kai ditinggal Kyungsoo. Keep writing, fighting ya authornim!

  25. mnurutku yg paling ngenes dsini ya emakDio yah :! meskipun akirnya dio bisa sama orang yg bner2 lebih dia sayangi, tapi mendapat perlakuan selalu di cuekin kai yg notabene masih status pacarnya, juga harus ngerasa bersalah karena merasa udah selingkuh dibelakang kai, padahal kai yg patut buat di salahin! >o<
    no coment sih buat perasaan terpendam kai, keren! :3

  26. KOM JONGIN YEYEYE KIM JONGIN YEYEYE KIM JONGIN YEYEYE…

    Hadeeehhhh Kkamjong. kenapa Kkamjong selalu menarik perhatianku belakangan ini? kau seme berkualitas Kim Jongin #apa ahahahaha

    aku ngerti kok perasaan si Jongin. gimana rasanya kalo hati bercabang #ea hahahaha…emang akhirnya harus milih salah satu. tapi disini ceritanya beda. karena akhirnya gadapet siapa-siapa. poor you Kim Jongin sini sini sama aku aja ea ea ea #modus hahahaha

    ALF lagi doyan HunBaek sama Kaibaek ya? eaeaea…hahahaha aku mah siapa aja asal sama Baek. kikikikikiki…

  27. secret admirer jdnya ini kai. kalaupun dia suka tpi gk ada niat ngerebut, arrrgghhh suka sama karekternya. kalau chanyeol selingkuh baru rebut aja noh baekhyun nya kai.
    nice ff thor *^▁^*

  28. sumpah. ini ff kerennn bnget.
    feel.y terasaa bnget.. soal.y khidupan mreka dsini mmang sprti khidupan nyata.. apalgi gw suka banget yg dorm life ginii..
    biasa.y dlam ff itu pengkhianatan cinta psti brakhir tragis n lebay.. drama banget.. tpi ini gak.. di ff ini qt diajarin jdi og yg bijaksana, yg gak egois dan lebih menghrgai apa yg qt miliki..

    trus dsini tuh feel.y terasa bnget krn emang skrang chanbaek tuh jrang ada moment.y trus dgar kbar kta.y mreka emang sngajaa dipisah, trus skrang marak.y kaibaek dan chansoo.. trus adegan chansoo tdi kek ngejawab galau gw kalo chanyeol emang hnya shbatan ma dio.. krn jujur gw gk suka ama chansoo.. bkan benci dio loh ya.. trus tntang si kai,kalo diliat dri moment.y emang kyak.y kai doang yg pnya prasaan istimewa ke baek, kalo si baek mah fine” aja.. jdi pas bnget ma ni ff..

    ahh pokok.y cinta bnget ma ff ini.. sukaaaa bngett..

  29. Aigo, jonginie 😭😭😭 pukpukpuk
    Chanbaek gak akan mati ! Bahkan walau dihantam badai shipship-an kaibaek dll pasti chanbaek bakal muncul ditengah2nyaaaa…..
    #ngomongapasihlu
    Okee pokoknya intinya ceritanya bagusnya begitunya *lah ngapa pake nyanyanya* 😒😒😒
    Maap alf kebanyakan omong *bow*

  30. Biarkan aku bernapas dulu y krn ini ff panjang bingit.

    Huft,oke aku mw review apa an ya?*mikir*
    Well kalo d ff sebelum ny aku sebel sama Kai tapi d ff ini aku kagum dengan ny, cinta tidak harus memiliki mang benar adanya,asal kan org yg qita cintai bahagia qt jg pastiny akan bahagia. Dan itu pun berlaku untuk kai d cerita ini.

    Penyesalan datang terlambat serta qt baru menyadari sangat menyayangi seseorang kalau qt sdh kehilangan ny juga berlaku utk kai./d cerita ya maksudny

    Dan aku suka bgt sama kalimat “Sanggupkah kurenggut kebahagiaan itu?”
    Bukan kah itu menunjukkan bahwa sang magnae ke 2 d exo itu dewasa? { gak tw dah realnya hehe}

    Weel setelah kasus date kemaren yg membuat fans bhkn shipper meradang,kok Chanbaek makin kesini makin mesra aja ya? Seakan sulit terpisahkan mah kalo boleh ku bilang. Moment mrk bertebaran d mana2 terlebih wktu d Spain kemaren,pasti dah Shipperny pada jingkrak2*termasuk aku*. Dan perlakuan Chanyeol pada Kyungsoo semakin memperjelas persepsiku kalau mereka cuma teman.

    Ah sepertiny review an ku udh keluar dari konteks yg d inginkan. Abz aku bingung mw review apa an? So apa yg ada d otak ku itulah yg ku ungkapkan. Mian aku nyampah d kolom review

    Ohkai sebelum ku tutup kicauan ku aku mau bilang

    HIDUP CHANBAEK 4EVER

  31. kaaaaaaaaaiiiiiiiiii>_<
    sempet kesel sama kai gara gara nemplokin/? bekyun mulu. setelah bacalagi kai kasian ya:'v tapi salut sama kaitem:*

    cinta emang gak harus memiliki kai wks😄

  32. Ahhhhhhhhh bagusnya ini ff keren banget asli so sweet sekali ahh sudah 3 hari ini saya masuk blog alf dan ff semuanya bagus dan keren sukses bkin orang nangis ahhh aku akan berlangganan sma nih blog asli cerita ff nya bagus semua aku suka apalagi ff PAYPHONE GILA ITU KEREN BANGET ENDINGNYA BKIN NANGIS TERUS MAKASIH SUDAH MENGHIBUR SAYA…

  33. aduuh si kai kamu ikhlas banget sih kayagitu🙂
    trus nanti gimana sama chanyeolnya? beneran yang putus cuma kai sama kyungsoo aja ?
    apapun yang terjadi aku tetap dukung kamu kok kai . yeyyyy😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s