[FF YAOI]- PAYPHONE~ KrisBaek//BaeKris~ [Chapter 2]


FF KrisBaek

Tittle: Payphone

Author: AyouLeonForever

Genre: whatever -__-

Rate: T to M (maybe)

Length: Chaptered

Main cast: Byun Baek Hyun-Kris-Park Chan Yeol

Main pair: KrisBaek/BaeKris

Slight: Baekyeol

Other cast: Find them… ^^

Disclaimer: GOD

COPYRIGHT: SEMUA ISI, ALUR/PLOT, IDE CERITA, OC, DAN DI LUAR DARI KARAKTER ASLI ITU MURNI PEMIKIRAN ALF (AyouLeonForever). JIKA ADA KESAMAAN CERITA, APALAGI KALO BENER-BENER MIRIP, CUMAN ALIH BAHASA AJA, ITU PERLU DIPERTANYAKAN (KEBAWA-BAWA). DILARANG MENJIPLAK, MENGEDARKAN, MENGKOPI PASTE, MENGALIH BAHASAKAN, TANPA SEIZIN PEMILIK. OKE…. *ceritanya Gue tegas nih…

Bahasa Inggirsnya kurang lebih begini, berhubung ALF payah Bahasa Inggris nih, ralat kalo salah ye: ehem…

ALL THE THINGS ABOUT THIS STORY, EXCEPT THE ORIGINAL CHARACTER, ARE PURE FROM MY IMAGINATION, IF YOU FIND THE SAME STORY LIKE THIS, THAT HAVE TO BE QUESTIONED/INQUIRED(?). NO COPY PASTE, PLAGIARIZING, CADGED, TRANSLATED, WITHOUT PERMISSION FROM THE ORIGINAL AUTHOR.

(Fiuuhhh…, Daebak bener Breakfastcouple asdfghjklpoiuytre bisa ngetranslate sepanjang itu, ah ALF baru ingat, gak sepenuhnya chap 1 kok, cuman sampe Baek Hyun nabrak Se Hun aja. Dan kenapa Avenger’s Fault jadi nyasar di sini? oke… masih sisa emosi. Langsung aja ke TKP).

RCL Ye… kalo udah baca tapi gak komen, um… tenang, ALF gak sumpahin kea Breakfastasdfghjkl kok, cuman gak dikasih Password aja di chap 3. Oke… BaeKaiD.Ot….

 

~*PAYPHONE*~



Author POV

“maaf tidak bisa mengantar kalian ke Bandara” ucap Baek Hyun setelah melepas pelukannya pada Kyung Soo.

“Bicara apa kau? justru kami yang seharusnya meminta maaf karena tidak bisa menemanimu lebih lama dan menunggu sampai Chan Yeol sadar”balas Kyung Soo.

“Ne Baek Hyun-ah, perjalanan Dinasku ke Beijing hanya 2 hari, setelah ini pekerjaanku di kantor akan menyambutku”tambah Kai.

“Arasso… kalian jangan bersikap seperti ini… Chan Yeol sudah di operasi, masa kritis kami sudah lewat, dan itu juga berkat kalian”

Kyung Soo kembali memeluk Baek Hyun “jaga dirimu Baek Hyun-ah. Kalau ada apa-apa, hubungi kami. Dan jangan bertindak gegabah”

Baek Hyun menghela nafas kemudian mengusap punggung Kyung Soo “Ne… terima kasih perhatianmu. Ah, mengenai uangmu, mungkin aku agak lama baru bisa mengembalikannya”

“Ck… jangan memikirkan itu dulu, yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Chan Yeol”

“Kyung Soo-ah… Aku… tidak tahu lagi harus mengatakan apalagi padamu”

“jangan katakan apa-apa. Berbahagialah, dan akupun akan merasakannya”

Baek Hyun mengeratkan pelukannya pada sahabatnya itu “gomawo…jeongmal gomawo”

“jangan sungkan… ini tugasku sebagai sahabatmu”

“Kajja Yeobo…”

Kyung Soo melepas pelukannya seolah tidak rela “Ingat… jangan gegabah lagi”

“Arasso… arasso…”balas Baek Hyun sambil tersenyum. Ia pun melambai pada Taxi yang membawa Kai dan Kyung Soo meninggalkan gedung Rumah sakit itu.

 

~*PAYPHONE*~

 

Baek Hyun menatap tubuh Chan Yeol yang masih terbaring di atas branker ruang perawatannya dan masih memejamkan matanya. Secara keseluruhan kondisinya sudah stabil, hanya saja efek pasca operasi memang seperti ini, maksimal 3 kali 24 jam barulah Baek Hyun bisa melihat suaminya itu membuka matanya.

Seulas senyuman tersungging di bibir tipis namja mungil itu, di raihnya tangan kiri Chan Yeol dan dikecupnya ringan “setidaknya masa kritismu sudah lewat, sayang…”ucapnya tulus.

Tapi detik berikutnya ia kembali teringat tentang apa yang telah ia lakukan sebelum ini. melakukan hal paling hina hanya dengan kedok menyerah dan putus asa. Bahkan bila itu adalah terpaksa pun, Baek Hyun sudah merasa betul-betul mengkhiananti suaminya ini. membiarkan tubuhnya sendiri dijamah namja lain, bukankah itu pengkhianatan terbesar yang tidak akan pernah bisa dimaafkan? Walau ia tahu selembut apa suaminya, sebaik, sesabar, sepengertian apa suaminya, tapi tetap saja perbuatan Baek Hyun tidak layak untuk dimaafkan.

Tes… tes…

Air mata murni itu pun mengalir dan membasahi punggung tangan Chan Yeol yang masih ia genggam dan ia kecup sepenuh hati, berharap dengan begitu, rasa sesal dan permintaan maafnya tersalur di sana “Chan Yeol-ah… saranghaeyo… jeongmal saranghaeyo… kulakukan semua perbuatan ini… hanya untuk melihat mu sehat kembali, dan kita bisa bersama lagi melanjutkan kehidupan kita. Tidak peduli semiskin apa kita, aku tetap bahagia bersamamu… Chan Yeol-ah…”ungkapnya penuh perasaan “kuharap suatu saat kau akan memaafkan perbuatanku ini”

Diusapnya rambut Chan Yeol yang agak panjang menutupi keningnya, kemudian seperti biasa, dikecupnya bibir pucat itu “walau ragaku telah dijamah oleh namja lain… tapi seluruh jiwaku, hanya untukmu Chan Yeol-ah… sepenuhnya”

 

~*PAYPHONE*~

 

“Direktur… Mohon maaf direktur…”

Kris tersadar saat rekan bisnisnya menegur saat rapat penting tengah berlangsung “Ah, Maaf. Anda bilang apa tadi barusan?”

Hening sejenak. Rekan-rekan bisnisnya menatap bingung pada Kris yang menjadi pemimpin dalam rapat itu. sebuah fenomena langka saat seorang Kris, direktur muda dengan loyalitas kerja yang tidak pernah diragukan, melamun saat rapat akbar berlangsung?

“Apa anda kurang sehat hari ini, Direktur Wu?”tanya Lay.

“ah maaf, konsentrasiku buyar Direktur Zhang”jawab Kris sekenanya.

“anda terlihat lesu sekali”

Kris memijat keningnya “Maafkan aku, tapi bisakah rapat ini ditunda dulu?”

Rekan-rekan bisnisnya masih saling bertatapan penuh kebingungan “Tentu saja Direktur Wu, proyek ini tidak akan sukses tanpa anda”

“Terima kasih pengertian kalian. 2 hari lagi kita adakan rapat ulang. Aku harus beristirahat untuk memulihkan staminaku”

“semoga lekas sembuh direktur Wu” ucap beberapa orang rekan bisnisnya.

 

~*PAYPHONE*~

 

Kris membanting pintu mobilnya dan berjalan cepat memasuki rumah megahnya.

“Chen… carikan informasi tentang Byun Baek Hyun detik ini juga” perintah Kris dengan geramnya.

“Tapi Tuan, bukankah anda mengatakan hanya membeli Byun Baek Hyun untuk satu malam saja?”

Kris menghentikan langkahnya dan menatap Chen tajam “sejak kapan kau mulai berani membantahku?”

Chen langsung menunduk patuh “Maafkan saya Tuan, akan saya laksanakan secepatnya”

Orang kepercayaan Kris itupun kembali ke mobil dan melesat pergi, dan tentu saja untuk mengumpulkan data-data dari namja cantik bernama Byun Baek Hyun yang sukses membuat seorang Kris Wu tidak bisa tenang beberapa hari ini.

Kris melanjutkan langkahnya menuju kamar pribadinya. Deretan pelayan wanita langsung menyambutnya di tangga.

“selamat datang Tuan Muda…”

“salah satu dari kalian, siapkan air mandiku”

“sudah Tuan Muda”

Kris tidak merespon lagi, ia melanjutkan langkahnya menuju lantai dua tempat kamar megahnya berada.

BRAAAKKK!

Lagi-lagi ia melampiaskan emosinya dengan membanting pintu. Dengan tergesa-gesa ia melonggarkan dasinya, dan saat ia merasa dasi itupun ikut membuatnya stress, ia sambar gunting yang berada di laci nakas dan mengguntingnya hingga putus. “Dasi Murahaaannn” kain yang sebenarnya terbuat dari lapisan sutera mahal itupun menjadi korban pelampiasan emosi Kris. Seperti orang gila, ia menginjak-injak dan mengumpat dasi itu. setelahnya ia melempar kemeja hitamnya ke sembarang arah, terakhir ia menghempaskan duduknya di tepian tempat tidur dan mengusap-usap wajahnya dengan sangat tidak sabar.

“AAARRRRGGGHHHH….” erangnya sekali lagi.

Tatapannya lurus ke depan, tajam, dingin dan mencekam. “Byun Baek Hyun… kau apakan diriku??? Bahkan setiap detik pun bayanganmu selalu mengusikku…”ujarnya seorang diri.

Saat ia memejamkan mata, memori indah tentang kebersamaannya dengan namja cantik itu kembali tereka ulang. Seperti seseorang yang naif dan dibutakan cinta, di mana suara-suara indah Baek Hyun mengelus gendang telinganya, sentuhan-sentuhan lembut di kulit halus Baek Hyun dan membuatnya seperti melayang dan tidak berada di tempatnya.

Awalnya Kris hanya menganggap sosok itu sebagai salah satu dari kumpulan pecundang yang mengemis padanya, tapi… namja itu ternyata berbeda, Dimulai saat tubuh rapuh itu meringkuk di dalam sebuah Box telepon umum, entah kenapa Kris melihat ada sesuatu yang beda pada diri namja itu.

Namja itu menjual diri karena terpaksa, tapi ia begitu penurut, entahlah. Dari semua namja-namja cantik yang dibeli Kris, beberapa di antaranya adalah orang munafik. Mendapatkan uang, juga mendapatkan kepuasan, yang seperti itu akan ditinggalkan Kris dalam kurun waktu beberapa jam saja.

Ada pula namja cantik yang putus asa dan sangat terpaksa karena betul-betul membutuhkan uang, tapi yang bisa dilakukan namja itu hanyalah menangis saat Kris menjamahnya. Itu justru membuat Kris berang.

Tapi Baek Hyun tidak berada dalam dua kelompok itu. Baek Hyun tidak munafik karena sikap penurutnya, tapi dia tidak menangis karena sikap putus asanya. Oh baiklah, awalnya dia memang menangis setelah memutuskan untuk menjual diri, tapi… tidak saat Kris menjamah tubuhnya. Jika Kris meminta namja itu mendesah, dia akan mendesah, jika Kris meminta namja itu memejamkan matanya, dia akan memejamkan matanya, jika Kris meminta namja itu melupakan suaminya hanya untuk satu malam, ia menurutinya, saat Kris meminta namja itu memberinya kepuasan, dia melakukannya.

Tapi satu… dan Baek Hyun betul-betul menjaganya. Bahkan saat Kris kehilangan kendalipun, ia tidak pernah berhasil menyentuh bibir namja itu.

Seperti apa sebenarnya namja bernama Byun Baek Hyun itu??? kenapa namja itu begitu mempengaruhi pikiran Kris?? hal itulah yang terus berputar di kepala Kris.

Memikirkannya hingga berpuluh-puluh menit membuat kepalanya hendak meledak.

Dengan langkah panik ia membuka lemarinya, mencari tas plastik di mana ia menyimpan benda itu.

Matanya membulat penuh saat ia menemukannya. Setelah menyambar benda itu, ia bawa ke tempat tidur dan mengeluarkannya tergesa-gesa.

Siapapun akan mengatainya gila dan maniak. Lihat bagaimana ia menggenggam kaos sobek itu, menghirupnya berulang-ulang seperti orang yang kecanduan sesuatu.

Itu hanyalah kaos sobek yang dipakai Baek Hyun sebelum Kris membelinya, kaos sobek yang meninggalkan aroma tubuh Baek Hyun yang sangat khas. Jelas bukan parfum mahal, tapi tidak di hidung Kris. Itu adalah aroma terbaik yang pernah hinggap di hidungnya.

Semakin gila, ia peluk kaos itu seolah tengah mendekap Baek Hyun. Dan pikirannya kembali melayang kemana-mana saat ia merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata.

Suara-suara indah Baek Hyun, sentuhannya, segalanya, kembali berputar di otaknya. Dan itu justru membuat Kris semakin tidak bisa mengontrol dirinya.

Mau tidak mau, suka tidak suka, namja yang bernama Byun Baek Hyun itu harus menjadi miliknya.

 

~*PAYPHONE*~

 

Kris menatap datar sebuah kertas yang diserahkan Chen.

“Hanya begini?”

Chen membungkuk berkali-kali “Maafkan saya Tuan, Byun Baek Hyun dan suaminya bukan Warga Negara asli China, sehingga sulit mengumpulkan data-data pribadinya, tapi akan saya usahakan lagi tuan”

Kris berdecak “sudahlah… aku juga tidak peduli siapa keluarganya. Mengingat dia hanya berdua dengan suaminya di negara ini,  jadi mungkin mereka memang mengabaikan atau diabaikan oleh keluarga mereka. Ini sudah cukup, yang penting aku tahu alamat dan identitas Byun Baek Hyun”

“Terima kasih Tuan”

“sudah… kau boleh pergi. Besok antarkan aku ke kedai milik Byun Baek Hyun”

“Baik Tuan”

 

~*PAYPHONE*~

 

Baek Hyun bergegas memasuki kedai Ramen miliknya, membawa satu tas plastik penuh pakaian kotor miliknya dan Chan Yeol, meletakkannya di belakang yang memang sudah bersambung dengan rumah petak kecil sebagai tempat tinggalnya dan Chan Yeol.

“Aishh jinjja, kenapa aku bisa terlambat bangun?” keluhnya seorang diri. Beruntung ia sudah lebih dulu mandi di rumah sakit. Jadi waktu yang sempit itu dia gunakan betul-betul untuk mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat ramen yang akan segera dijual nantinya.

“Arrgghh… kapan aku bisa mencuci kalau begini?” keluhnya lagi masih dengan kedua tangan yang sibuk bergerak memasak kuah ramen, memotong-motong sayuran, dan mengeluarkan adonan mi yang sudah dicetak tadi malam sebelum menginap lagi di rumah sakit. Jadi bukan tanpa alasan kenapa Baek Hyun terlambat bangun. Kehidupannya yang cukup keras tidak bisa diimbangi oleh tubuhnya yang mungil itu.

Tepat pukul 8 pagi, ia  berlari keluar untuk membuka pintu kedai, kemudian ia menurunkan bangku-bangku plastik yang semalam sengaja ia telungkupkan di atas meja.

Plok…plok…plok…

Ia kibas-kibaskan debu di kedua tangannya “Beres… tinggal menunggu pelanggan”

Tring~

 

Lonceng kecil itu berbunyi tatkala ada pelanggan yang masuk dan menyibak tirai plastik di pintu depan itu.

Baek Hyun langsung memasang wajah secerah mungkin, untuk menyambut pelanggan pertamanya pagi ini. “Selamat datang tuan silakan pes__”

DEG~

Mata kecilnya membelalak begitu tahu siapa pelanggan pertamanya itu. refleks ia bergerak mundur hingga pinggangnya membentur meja. “Tu…Tuan?”serunya tidak percaya.

“selamat pagi Byun Baek Hyun”sapa pelanggannya itu, yang tidak lain adalah Kris.

Tadi ia bersama Chen.

Tadi… karena sekarang Chen sudah keluar dan menutup pintu kedai. Sudah pasti dia dan beberapa bawahan Kris menjaga di depan.

“U… untuk apa Tuan ke sini?”tanya Baek Hyun gelagapan.

“aku hanya ingin bertemu denganmu? Tidak boleh kah?”

“Bu… bukan begitu tuan. Aku hanya kaget, karena kupikir urusan kita sudah selesai”

Kris megangkat alis. Sungguh respon yang berbeda dari perkiraannya “Menyewamu satu hari lagi, kau tidak keberatan kan?”

Baek Hyun kembali terhenyak “Tuan… maafkan aku, tapi aku bukan pelac__”

“jangan berprasangka buruk dulu. Maksudku, aku menyewa waktumu seharian ini untuk mengobrol. Tentu saja aku akan membayar semuanya. Um, baiklah, seperti biasa, kita memulai dengan harga. Berapa pendapatanmu perhari?”

“tidak menentu Tuan, tergantung banyaknya pelanggan”

“pendapatan tertinggimu perharinya?”

“um, dua ratus sampai tiga ratus ribu”

Kris melirik arlojinya “Baiklah, lima ratus ribu untuk mengobrol denganku beberapa jam, kau mau?”

Baek Hyun meremas ujung celemeknya, sebenarnya ia sudah meneguhkan dirinya agar tidak terlibat lagi dengan namja yang sudah pernah menjamahnya ini, tapi… tidak bisa dipungkiri, justru orang inilah yang menolongnya di saat ia benar-benar putus asa. “N…Ne…”jawabnya juga pada akhirnya.

Senyum mengambang di bibir Kris. Ia pun menggeret kursi dan duduk di sana. Baek Hyun ikut menggeret kursi dan duduk di depan Kris yang terpisah oleh sebuah meja setinggi dada.

“bagaimana keadaan suamimu?”Kris mulai membuka obrolan.

“Operasinya berjalan lancar Tuan, berkat dana darimu”jawab Baek Hyun tanpa sedikitpun menatap Kris, ia lebih memilih tunduk atau menatap ke arah dapur.

Kris mengeluh dalam hati, bagaimana mungkin Baek Hyun berpikir bahwa Kris lah penolongnya, tidakkah Baek Hyun berpikir bahwa Kris juga mendapatkan keuntungan setelah menikmati tubuh Baek Hyun? Sekali lagi, itu yang membuat Kris menganggap Baek Hyun berbeda dari namja-namja jalang itu.

“dia sudah sadar?”

“belum tuan, kata dokter maksimal 3 kali 24 jam pasca operasi baru bisa diketahui langsung perkembangannya”

“berarti hari ini?”

“Ne, jadi mungkin aku akan menutup kedai lebih awal karena aku akan ke rumah sakit setelah ini”

Kris menganggukkan kepalanya “oh ya, bukankah kalian orang Korea? Kenapa kalian berada di Beijing?”

Baek Hyun meremas kedua tangannya yang berkeringat. Pertanyaan Kris sudah mengarah pada hal yang cukup pribadi. Tapi sekali lagi mengingat bahwa percuma menyembunyikan apapapun pada namja yang sudah menjamahnya ini, ia pun membuka suara “orang tuaku, tidak merestui hubungan kami”

Mata Kris sedikit membulat, mulai tertarik “alasannya?”

“O… orangtuaku tidak suka pada suamiku karena… suamiku adalah anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan tanpa identitas yang jelas. Ia mampu menyelesaikan pendidikannya pun karena beasiswa prestasinya”

“jadi… keluargamu adalah kalangan yang cukup berada?”

Baek Hyun menelan ludahnya “bisa… bisa dibilang begitu Tuan”

Kris sedikit mengguman “Byun… hm… tunggu, jangan bilang kau adalah anak dari presiden direktur Byun, pemilik perusahan Elektronik terbesar di Korea selatan dan punya banyak cabang perusahaan di Asia?”

Baek Hyun mengeluh dalam hati, siapa yang tidak mengenal sepak terjang dan kesuksesan ayahnya? “Benar… Tuan”

Kris membelalak “APA KAU BERCANDA???”

Baek Hyun terkejut “ma… maaf tuan, tapi a… aku tidak bercanda”

“Tunggu… bukan bukan, aku tidak bermaksud meragukanmu, maksudku… perusahaan milik ayahmu itu hampir sebanding dengan milik keluargaku, uang 100 juta bagi ayahmu, bukan apa-apa, tapi kenapa… kau justru…”

“Aku sudah bersumpah Tuan, apapun yang akan menimpa diriku dan suamiku, aku tidak akan mengemis pada orang tuaku. Karena jika itu kulakukan, maka aku akan menjilat ludahku sendiri. Kami lari ke Beijing pun agar kami bisa lepas dari kekuasaan ayahku yang menyiksa gerak kami. Namaku, dan juga nama suamiku sudah di Black list hampir di seluruh perusahaan dan perkantoran di Korea Selatan, hingga akses kami untuk mencari pekerjaan sudah sepenuhnya tertutup. Dan kupikir, setelah meninggalkan Korea, kami bisa lepas dari kekuasaan ayahku itu, tapi sayangnya tidak, aku lupa seberapa banyak Kolega ayahku di beberapa negara, mengkhusus di Asia. Dan beginilah Tuan, dengan modal terakhir kami, maka kami memutuskan untuk membuka kedai ini saja, asalkan cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kami rasa sudah sangat membahagiakan selama kami bisa terus bersama”

Kris hanya bisa tercengang setelah mendengar cerita panjang Baek Hyun. Bukan karena cerita itu cukup dramatis, ia bahkan pernah mendengar dan melihat langsung hal yang lebih menyedihkan dari ini, tapi… ia betul-betul tidak habis pikir. Entah Byun Baek Hyun ini terlalu polos atau justru bodoh hingga ia melepaskan segalanya demi bersama pria miskin yang telah menjadi suaminya saat ini. miskin, yatim piatu, ditambah lagi menderita penyakit jantung hingga tidak bisa menyetubuhi Baek Hyun. Sebenarnya apa yang bisa dilihat dari pria itu?.

“Ah Tuan, aku permisi ke dapur dulu, aku harus mengecilkan api kompornya karena sepertinya kuah ramennya sudah mendidih sejak tadi”

Kris tersadar dari pikirannya “Ah, ne… silakan”

“Apa anda ingin mencicipi ramen dari kedai kami Tuan? Aku bisa membuatkannya satu”

Kris mengangkat alis “Ramen?”

“ah maaf… aku lupa, anda mungkin tidak biasa memakan makanan murahan seperti ini”

“Byun Baek Hyun…”

“Ne?”

“mulai sekarang jangan mempermasalahkan sesuatu dengan berpatok pada harga saat kau bersamaku. Derajatku dan derajatmu sebenarnya sama, hanya saja kau mengabaikannya”

“Tuan…”

“aku ingin mencicipi ramen buatanmu, kebetulan tadi aku hanya sarapan sedikit”

“Ah baiklah…”

 

~*PAYPHONE*~

 

Baek Hyun tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat melihat Kris sudah menghabiskan ramen di mangkoknya yang ke tiga. Ia sempat kaget saat Kris meminta tambah bahkan sampai 3 mangkok.

“aku ingin lagi, tapi perutku sudah tidak bisa menampungnya”keluh Kris.

Baek Hyun dengan sigap membereskan meja dan meletakkan mangkuk kotor itu di washtafel “Jangan dipaksakan Tuan, perut anda bisa sakit”

“rasanya unik, seperti perpaduan antara hidangan khas China, Korea, dan Jepang”

“karena memang aku dan suamiku meracik semua resep dari ketiga negara yang anda sebutkan tadi”

“Hm, pantas. Berarti lidahku memang sudah ahli soal kuliner”

“Tidak juga Tuan. Aku masih memikirkan hal itu, pasti ada kelainan pada lidah anda saat mengatakan bahwa keringatku ini manis”

 

DEG~

 

GLEK~

 

Hening…

Baek Hyun tidak sadar bahwa ia membahas hal yang cukup sensitif hingga membuat Kris tegang dan gelagapan. Mati-matian ia mengontrol dirinya agar dia tidak berfantasi macam-macam, terlebih ini pertama kalinya ia melihat Baek Hyun tersenyum semanis itu.

“A… ada apa Tuan? Anda merasa mual? Apa anda kekenyangan?”tanya Baek Hyun. “Tunggu di sini dulu Tuan, aku akan ke dapur membuat ramuan herbal” Baek Hyun beranjak ke dapur, dan kembali 10 menit kemudian.

Baek Hyun menyuguhkan secangkir minuman herbal hangat pada Kris, “Minum ini, agar anda merasa lebih baik”

Masih dengan pikirannya yang kalut, Kris menerima cangkir itu dan menyeruputnya perlahan “Hugh…”

“Ah maaf-maaf, aku lupa bilang kalau rasa dan baunya memang tidak enak”ucap Baek Hyun sembari membantu Kris menyeka bibirnya dengan tissue serbet.

DEG~

Kris tertegun saat jemari lentik Baek Hyun tak sengaja menyentuh bibirnya.

“Ah maaf” Baek Hyun jelas menyadarinya, dan buru-buru menurunkan tangannya.

GREB~

Kris langsung menangkap tangan Baek Hyun saat namja cantik itu hendak beranjak.

“Tu… Tuan”Baek Hyun gelagapan karena Kris menatapnya cukup aneh.

SRAk…

BRUGHH…

Dalam hitungan detik, Kris sudah menghempaskan tubuh Baek Hyun ke tembok dan menatapnya lamat-lamat.

“Tuan… apa yang kau lakukan? Ini…”

“Baek Hyun-ah… jebal… satu kali lagi… bersamaku” ucap Kris putus-putus karena ia sudah mulai menyerang leher Baek Hyun.

Baek Hyun berusaha meronta, tapi kedua pergelangan tangannya sudah dikunci oleh Kris dan didesak ke tembok “Tuan jangan… kumohon, aku sudah…”

“jangan menolak Baek Hyun-ah…” Kris menyatukan dua pergelangan tangan Baek Hyun dan dikuncinya dengan satu tangan, sementara tangannya yang lain mulai bergerak melepas celemek dan beberapa kancing kemeja Baek Hyun.

“Tuan… tidak… jangan…”Baek Hyun menggigit bibir saat di rasakannya kecupan Kris begitu menuntut di lehernya.

“mendesahlah Baek Hyun-ah… seperti saat itu… sebut namaku” Kris memutar tubuh Baek Hyun dan menarik kemeja namja itu hingga terlepas sempurna, di rangkulnya leher Baek Hyun dari belakang, dan dengan terburu-buru ia tandai sekitaran tengkuk dan punggung Baek Hyun yang mulus itu. “sebut namaku… sebut namaku”

Baek Hyun mengatupkan mulutnya rapat-rapat, sambil berusaha melepaskan rengkuhan Kris di depan dadanya.

“Baek Hyun-ah jebal…”

Baek Hyun menggeleng kuat. “Park Chan Yeol…”

“bukan… bukan… sebut namaku Baek Hyun-ah… sebutlah dengan desahan indahmu itu”

“Park Chan Yeol… Park Chan Yeol…”

Kris semakin frustasi, ia putar tubuh Baek Hyun hingga menghadap padanya. Sekali lagi, ia mendapati wajah Baek Hyun yang memerah padam dan pelan-pelan mulai dibasahi peluh yang membuatnya terlihat lebih dan lebih menggairahkan lagi “siapa Park Chan Yeol???”

Baek Hyun menapakkan tangannya di dada Kris, menjaga jarak agar namja itu tidak terlalu menghimpitnya “suamiku… suamiku…”

 

KRAK~

 

Kris menatap nanar ke arah Baek Hyun, seketika memejamkan mata saat melihat mata namja cantik itu mulai berair. “Tidak bisakah kau memperlakukanku sekarang sama seperti malam itu?”

Baek Hyun menunduk “Mianhaeyo… aku sangat mencintai suamiku”

Kris seperti tertampar telak-telak, kini ia tidak tahu apalagi yang harus diperbuatnya. Pandangan matanya kosong dan tidak fokus “Geure… maafkan aku” ia kembali mengambil kemeja Baek Hyun yang di lepas paksa tadi dan memakaikannya pada namja cantik itu.

Semuanya dalam diam. Bahkan saat Kris berjalan mundur, meletakkan beberapa lembar uang di atas meja kemudian pergi dalam keadaan kalut… Baek Hyun terus terdiam.

Sampai ia mendengar suara deru mobil meninggalkan kedainya, ia pun dengan tertatih berjalan ke arah meja, menatap nanar tumpukan uang yang ia tahu jumlahnya lima ratus ribu sesuai perjanjian.

Detik berikutnya ia luruh ke lantai dan tangisnya pecah “lalu apa sekarang? Apa? Aku betul-betul tidak ubahnya seorang pelacur…” jeritnya tertahan.

 

~*PAYPHONE*~

 

Chen hanya bisa menatap iba pada atasannya yang terlihat sangat kacau siang itu. berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya, sesekali mengacak rambut seperti orang yang terserang depresi berat. Tak jarang pula ia menyambar cangkir kopinya, padahal cangkir itu sudah kosong beberapa menit yang lalu, dan akibatnya cangkir yang tak bersalah itu berakhir dengan pecah berhamburan di lantai.

“Tuan… apa sebaiknya kubawa Lu Han ke sini?”usul Chen, karena ia tahu bahwa saat atasannya sedang stress, pelampiasan terbaik memang adalah menerima pelayanan eksklusif dari namja-namja cantik yang dibelinya.

“TAPI DIA BUKAN BAEK HYUN!!! AKU INGIN BAEK HYUN!!!” itulah jawaban yang di dapat Chen.

“saya menunggu perintah anda tuan. Kapanpun anda mau, akan kubawa namja bernama Byun Baek Hyun itu pada anda”

Kris menggeleng, masih dengan tatapan tidak fokus “Tidak… tidak begitu. Aku tidak suka… aku ingin sosok Baek Hyun yang malam itu. datang padaku dengan menyerahkan seluruh raganya… aku ingin Baek Hyun yang itu… aku ingin… AAARRRRRGGGHHH”

 

~*PAYPHONE*~

 

Baek Hyun POV

“Chan Yeol-ah… kapan kau akan membuka matamu, sayang?”keluhku saat sore itu kujenguk lagi belahan jiwaku ini. “Bogoshippoyo… jeongmal

Kutundukkan wajahku, menumpu di atas ranjang tempatnya berbaring. “Aku…. tetap mencintaimu”

GREB~

Aku terkejut saat merasakan tangan Chan Yeol bergerak di genggamanku. segera kuangkat wajahku dan kutatap ia sekujur tubuh. Apa aku salah? Tapi tadi…

“Cha… Chan Yeol-ah?”tanyaku memastikan.

Sampai saat kurasakan genggaman tangannya di tanganku menguat, aku akhirnya tahu bahwa Chan Yeol-ku, merespon. Aku berdiri dari dudukku, segera mungkin mengusap kepalanya dan kutatap wajahnya lamat-lamat.

“kau mendengarku? Buka matamu sayang…”pintaku dengan mata mulai berkaca-kaca”

“Baek…. Hyunnie…”ia tidak bersuara, tapi aku bisa membaca gerakan bibirnya.

“Oh Tuhan… Chan Yeol-ah, ne.. ini aku sayang” kugenggam tangannya dan kurengkuh di dadaku.

Perlahan kulihat matanya bergerak, dan dengan sangat kaku kelopak matanya terbuka “Baek Hyunnie…”lirihnya lagi sangat lemah. Matanya terbuka perlahan, terpejam lagi, terbuka lagi, terpejam lagi. Dan kutahu ia masih berusaha beradaptasi dengan cahaya..

“Ne chagi-ah, aku di sini” kukecup ia berkali-kali, sampai kulihat bibirnya yang pucat menyunggingkan senyuman.

“3 kali sehari…”

“Ne?”

“Kau menciumku 3 kali sehari… kupikir itu lebih ampuh dari obat”lanjutnya

“Chan Yeol-ah…”

“Ne… aku hanya tidak sadarkan diri Baek Hyun-ah… tapi indera perasaku masih berjalan. Bogoshippoyo” ia mengangkat tangan kirinya dengan sangat lemah dan menyentuh pipiku, terakhir ia menarik wajahku ke arahnya, hingga bibir kami menyatu. Melepas segala rindu yang menumpuk di dada kami.

saranghaeyo… jeongmal”

“Nado saranghaeyo… Nae Baek Hyunnie..”

 

~*PAYPHONE*~

 

AUTHOR POV

“Tuan… berhentilah minum, anda sudah menghabiskan beberapa botol”pinta Chen saat Kris menyuruhnya menuangkan wine lagi.

“Chen… kau tahu… Kulitnya… kulitnya begitu lembut… halus…” respon Kris yang sudah di luar topik itu jelas membuktikan bahwa Kris sudah diambang batas kesadaran.

“Tuan… kendalikan diri anda, dan beristirahatlah”

“suaranya… saat ia mendesah menyebut namaku, itu lebih indah dari apapun” Kris tertawa dengan mata sayu, beruntung ia duduk di kursi kerjanya yang memang memiliki sandaran, sehingga Chen tidak perlu khawatir saat majikannya itu ambruk ke lantai.

Chen sudah kehabisan kata-kata, selama hidupnya menjadi orang kepercayaan Kris, ini pertama kalinya ia melihat atasannya itu kalah akan pesona seorang namja cantik. Ia tahu berapa puluh bahkan berapa ratus namja cantik di luaran sana yang bisa Kris dapatkan hanya dengan menyodorkan amplop, tapi sayang sekali, Kris justru jatuh dan terjerembab ke dalam pesona seorang namja yang tidak lagi mampu di beli Kris dengan uangnya yang berlimpah. Betul dia sudah pernah memilikinya, tapi tidak untuk selamanya.

“Aku ini tampan, aku ini kaya, aku tidak penyakitan… sigh… kenapa dia justru bertahan dengan suaminya yang tidak bisa apa-apa itu…” Kris meneguk lagi winenya sampai habis “dia tidak mau menyebut namaku… yang dia sebut hanya Park Chan Yeol…”

“Tuan… cukup” pinta Chen saat Kris kembali meraih botol baru.

“Hahahahah… tapi aku adalah orang yang pertama kali meniduri Baek Hyun… bukan suaminya…”wajah Kris kembali murung setelah tertawa “Tapi dia tidak mau dicium…. di bibirnya itu… berwarna pink…lembut… dan… pasti sangat manisssssssss”

BRUGH~

Kris ambruk dengan kepala lebih dulu membentur meja. Kesadarannya hilang.

Chen yang mengaduh karena melihatnya. Ia pun hanya bisa menghela nafas kemudian meminta bantuan pengawal pribadi Kris untuk membopongnya ke kamar.

Ironis… seorang Kris Wu kehilangan harga diri hanya karena seorang namja miskin bernama Byun Baek Hyun.

 

~*PAYPHONE*~

 

Pagi itu Chen cukup terkejut saat Kris keluar dari kamarnya dalam keadaan sudah sangat rapi, ekspresi angkuhnya seperti biasa tercetak di sana seolah yang semalam bertingkah layaknya orang tolol bukanlah dirinya.

“Chen… sudah kau siapkan kendaraan?”tanya Kris sambil membetulkan lengan jas nya.

“sudah Tuan, tapi bukankah ini masih terlalu pagi untuk ke kantor?”

“siapa yang bilang aku ingin ke kantor? Aku ingin ke rumah sakit”

“Anda sakit?”

Kris berdecak “kalau kau tidak bisa menyetir ya sudah, biar aku pergi sendiri”

“Bukan begitu Tuan, aku hanya…”

“sudahlah, jangan banyak bicara, antar aku ke rumah sakit”

Chen menghela nafas pasrah “baiklah. Tuan”

 

~*PAYPHONE*~

 

“Kata dokter kau sudah boleh pulang beberapa hari lagi”ucap Baek Hyun girang setelah mengantar dokter keluar.

“Hm, aku sudah tidak sabar”balas Chan Yeol sembari menarik tangan Baek Hyun untuk duduk di tepian tempat tidurnya.

“Hei… jangan begini, bekas operasimu masih belum kering”

“Aku tahu, tapi aku ingin memelukmu” ucap Chan Yeol sembari meraih tubuh mungil Baek Hyun dan menimangnya layaknya seorang bayi.

“wah ada apa ini? aku dimanja seperti ini pasti ada sesuatu”

Chan Yeol tersenyum “kau semakin kurus sejak terakhir aku melihatmu”

“benarkah? Aku tidak memperhatikannya”

Wajah Chan Yeol berubah sendu “Bagaimana mungkin kau memperhatikan dirimu, karena seluruh perhatianmu sudah kau curahkan pada suamimu yang menyusahkan ini”

“Ya! Siapa yang mengatakan kalau kau menyusahkan?”

“Tidak ada… tapi kalau ada yang melihat kondisi kita, pasti akan mengatakan hal itu”

“ck, bukankah kita sudah sepakat tidak akan mempedulikan apa kata orang lain?” Baek Hyun menyentuh pipi Chan Yeol “selama kita masih bisa bersama, tidak peduli bahkan jika kita menderita sekalipun, aku tidak akan apa-apa”

Chan Yeol menghela nafas “Terkadang aku bertanya, kenapa aku terlalu mencintaimu hingga nekat membawamu kabur dari istanamu dan memaksamu ikut menderita bersamaku”

“sudahlah, jangan dibahas. Kau tahu, hal yang kurasa paling benar di dunia ini adalah mengikuti kemanapun kau pergi”

Chan Yeol kehilangan kata-katanya lagi. Demi apapun, dia sangat mencintai namja yang tengah dipelukanya ini. ia tatap wajah Baek Hyun yang bersandar di dadanya. Dan dengan segenap perasaan ia meraih bibir mungil itu dan mengecupnya lembut.

“Hahahaha… aku lupa, morning kiss?” Baek Hyun mengangkat tangannya dan menarik tengkuk Chan Yeol hingga ciuman mereka semakin dalam.

“Tu… Tunggu, dari mana kau belajar menjadi seagresif ini?”

“Errr… itu”

“ah sudahlah, aku suka” Chan Yeol kembali mengulum bibir Baek Hyun yang entah mengapa terasa semakin manis dari hari ke hari.

 

Tak disadari oleh mereka, orang yang paling benci melihat hal itu justru tengah berada di pintu dan menyaksikan hal itu dalam keadaan tercengang. Ia meremukkan buket bunga yang sejak tadi ia genggam.

“Tuan… sebaiknya kita pulang”tegur Chen yang merasa suasana hati majikannya pastilah sangat tidak baik.

Kris… namja yang menyaksikan hal itu tidak bisa berkutik. Seluruh tubunya panas melihat bagaimana namja lain mendekap Baek Hyun seenaknya, menciumi wajahnya, dan yang lebih penting….

Bibirnya yang tidak boleh di sentuh Kris itu.

“Tuan…” cegat Chen saat melihat gerak-gerik Kris yang mulai tidak beres.

Kris menoleh, dan betapa terkejutnya Chen melihat dua bola mata yang biasanya hanya bisa menunjukkan ekspresi dingin, kini terlihat sangat terluka. Mungkin air matanya tidak menganak sungai, tapi… hati yang menangis terlihat sangat jelas di sana.

“Tuan… Byun Baek Hyun memang sudah dimiliki oleh orang lain”

“Tidak adakah yang bisa kulakukan Chen? Aku ingin dia…”

Chen menggeleng perlahan “Tenangkan dirimu Tuan, mungkin bukan sekarang anda bisa memilikinya”

“Bukan sekarang? Lalu kapan???”

“saya tidak bisa memastikan Tuan, tapi… selalu ada hal indah yang diterima dari setiap detik kesabaran”

“Sabar?”

“Iya Tuan… tunjukkan bahwa anda sangat…”Chen menggantungkan kalimatnya.

“sangat?”

“M… mencintai Byun Baek Hyun”

Mata Kris membelalak “Kau gila Chen? Kapan aku mengatakan bahwa aku mencintai Byun Baek Hyun?”

“Anda tidak mengatakannya secara langsung Tuan, tapi… sorot mata anda”

Kris bergerak mundur, pandangannya tidak fokus, kemudian ia rengkuh dadanya yang bergemuruh “Aku? Mencintai Byun Baek Hyun??”

 

~*PAYPHONE*~

 

Mata Chan Yeol membulat saat ia menangkap sesuatu… ah bukan, tapi dalam jumlah banyak saat Kaos Baek Hyun tersibak di bagian bahu. Sedikit iseng ia menurunkan kerah baju Baek Hyun hingga menunjukkan bagian leher dan dadanya secara utuh.

Merasakan hal itu, Baek Hyun langsung menepis tangan Chan Yeol dan segera membetulkan kaosnya.

“Apa itu Baek Hyunnie”

Baek Hyun gelagapan kemudian turun dari tempat tidur Chan Yeol “Apanya?”

“Leher, tengkuk, bahu dan dadamu, kemerahan”

“Ini… ah, ini kudapat saat aku ketiduran di kedai, kau tahu kan saat petang memang banyak nyamuk di sana”ujar Baek Hyun sekenanya.

Chan Yeol menatap Baek Hyun serius. “Benar seperti itu?”

Baek Hyun mengangguk pasti “Ne… memangnya kau pikir apa?”

“Ah tidak. Kupikir kau sakit atau mengalami gangguan kulit”

“Tidak… ini hanya gigitan nyamuk, jadi tidak usah khawatir”

“Hm, syukurlah kalau hanya gigitan nyamuk”

Baek Hyun yang pura-pura mengupas buah akhirnya hanya bisa mengutuk dirinya dalam hati. Bagaimana mungkin Chan Yeol begitu sangat mempercayainya sementara apa yang dilihatnya adalah salah satu bentuk dari pengkhinatannya.

Mati-matian namja mungil itu berusaha agar tidak menangis, karena kalau itu terjadi, maka Chan Yeol akan semakin mempertanyakannya.

 

Tok…tok…tok…~

 

Baek Hyun dan Chan Yeol menoleh bersamaan ke arah pintu, dan tampaklah seorang namja tinggi nan tampan dengan style yang sudah tidak patut diragukan lagi bahwa beliau adalah orang yang sangat berkelas.

PRANG~

Baek Hyun menjatuhkan pisau buah itu tanpa sengaja, matanya menatap terperangah pada sosok itu.

“sepertinya kehadiranku cukup membuatmu terkejut yah Baek Hyun-shii”

“Tu…Tuan Kris…???”seru Baek Hyun tertahan.

Kris masuk sembari membawa sebuket bunga disusul Chen yang membawa keranjang buah.

“Bagaimana keadaanmu Tuan Park Chan Yeol?” tanya Kris saat ia menghampiri Branker Chan Yeol. Chen segera meletakkan keranjang buahnya di atas nakas dan menggeret kursi untuk Kris duduk.

“A… Anda siapa?”tanya Chan Yeol kebingungan. Terlebih setelah melihat reaksi Baek Hyun yang seolah melihat hantu.

“Ah maaf, perkenalkan Saya Kris Wu, pemilik prusahaan WYF group generasi ke 6”

Chan Yeol menelan ludahnya dengan susah payah. “Tu… Tuan Kris Wu?”

“benar… tapi anda tidak perlu sesuangkan itu. panggil saja Kris”

“ba… bagaimana bisa orang seperti kami dikunjungi oleh anda?”

Kris tertawa “Dia… Byun Baek Hyun”

“n… Ne, kenapa dengannya tuan? Apa dia melakukan kesalahan? Apa dia berhutang pada anda? Ah benar juga, biaya operasi transplantasi jantung jelas tidak murah, dia pasti meminjam pada anda!”tanya Chan Yeol panik.

“Bukan… bukan begitu” Kris menoleh pada Baek Hyun sudah sudah mematung dengan wajah pucat “Baek Hyun memang meminjam uang, tapi dengan jaminan tertentu”

Baek Hyun seolah terkena serangan jantung. Ia semakin paranoid saat Kris membahas itu, jangan bilang kalau Kris akan memberitahu Chan Yeol bagaimana ia bisa mendapatkan uang.

“Kedai ramen anda” ucap Kris santai kemudian kembali menoleh pada Chan Yeol.

Seluruh tubuh Baek Hyun melemas, ia pikir ia akan mati setelah ini.

“Kedai ramen kami?”

“benar, kemarin aku singgah ke sana, mencicipi, um lebih tepatnya menyantap 3 mangkuk langsung, sangat sayang jika hidangan selezat itu hanya disediakan di dalam sebuah… maaf, kedai kecil”

“sebenarnya kami ingin membuka sebuah rumah makan, atau restoran Tuan, tapi, beberapa bulan yang lalu penyakitku semakin parah dan beginilah…”

“Hm, Baek Hyun sudah menceritakannya.”

“sepertinya anda sudah sangat mengenal Baek Hyun-ku Tuan?”tanya Chan Yeol. Tanpa ia sadari bahwa kalimat terakhirnya sudah sukses membuat Kris meremukkan kesepuluh jarinya.

Baek Hyun-ku

“Ne, aku suka caranya bernegosiasi denganku. Oh tentu saja perihal kedai ramen kalian”

Baek Hyun semakin keringat dingin setiap kali Kris membahas itu, seolah kedoknya akan terbongkar. Dan Baek Hyun berharap semoga Kris tidak setega itu mengatakan bahwa Kris  telah menidurinya untuk bisa mendapatkan biaya operasi Chan Yeol. Karena kalau itu sampai terjadi, siapa yang bisa menjamin kalau Chan Yeol tidak akan terkena serangan jantung?.

“A… aku masih tidak mengerti dengan tujuan anda Tuan”

“um begini. Aku ingin resep ramen kalian diciptakan dalam skala besar. Akan kubuatkan sebuah restoran di mana kalian sendiri yang mengelolanya. Anggap saja, aku sebagai investor, jadi keuntungannya bisa di bagi kalau kalian bisa menjalankan usaha ini dengan baik”

Mata Chan Yeol membulat “A… anda tidak sedang bercanda kan Tuan?”

“Untuk apa aku bercanda. Walaupun bidangku mengkhusus pada dunia perkantoran, ketertarikanku di bidang kuliner juga tidak bisa diremehkan, dan jujur saja, ramen buatan Baek Hyun sangat… lezat” Kris menatap Baek Hyun di akhir kalimat itu. dan seperti terintimidasi, Baek Hyun langsung menunduk dalam.

Chan Yeol tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa membuka mulut tapi suaranya tidak keluar.

“Terima kasih atas kebaikan anda Tuan, tapi kami masih baik-baik saja dengan kedai kecil kami” Baek Hyun yang membuka suara.

Mendengar itu, Chan Yeol jelas terkejut “Bicara apa kau Chagi” kemudian ia menoleh pada Kris “aku menerima tawaran anda Tuan… terlebih entah berapa besar pinjaman Baek Hyun pada anda, kurasa kami akan membayarnya pelan-pelan dengan usaha baru itu”

Kris menyunggingkan senyum “senang berbisnis denganmu Tuan Park Chan Yeol, kau mudah sekali tanggap”

“Justru aku yang sangat senang karena mendapakan tawaran langsung dari anda Tuan Wu… ini sungguh sebuah keajaiban”

Kris melirik arlojinya “Ah sayang sekali, aku sangat senang mengobrol denganmu Tuan Park, tapi sepertinya aku tidak bisa berlama-lama karena ada jadwal rapat pagi ini”

“Anda jangan sungkan tuan, kami justru sangat berterima kasih karena anda telah meluangkan waktu berharga anda untuk sekedar membantu kami”

Kris tersenyum kemudian menjabat tangan Chan Yeol yang tidak di pasangi selang infus “Semoga anda cepat pulih Tuan Park”

“Terima kasih banyak… terima kasih banyak Tuan” Chan Yeol langsung menoleh pada Baek Hyun “Chagi-ah, antar Tuan Kris ke depan”

Baek Hyun terkesiap. “n…Ne?”

“Aish jinjja, Baek Hyunnie…” Chan Yeol mengirimkan sebuah kode agar Baek Hyun bergegas.

“Ah baiklah…” walau enggan, Baek Hyun pun mengantar Kris keluar.

“tidak keberatan kalau kuminta Baek Hyun mengantarku sampai ke pelataran parkir?”

“ah tentu saja tuan, Baek Hyun akan mengantar anda sampai ke sana”balas Chan Yeol.

“ah terima kasih”

 

~*PAYPHONE*~

 

Kris sengaja memperlambat langkahnya, dan Baek Hyun tahu betul hal itu. mereka berdua berjalan bersisian sementara Chen ada di belakang.

“Tuan…”lirih Baek Hyun masih menunduk.

“Hm…”

“Ke… kenapa anda melakukan hal itu?”

“melakukan apa?”

“Memodali kami untuk mengembangkan usaha kami. Aku tahu bahwa alasan anda bukan sepenuhnya karena ramen buatan kami yang enak”

“tapi aku tidak bercanda, masakanmu sangat enak”

“Tapi tuan…”

Kris menghentikan langkahnya saat ia sudah tiba di dekat mobilnya yang mewah “Aku paling tidak suka orang munafik, karena aku pun tidak pernah bersikap munafik. Alasan utamaku jelas saja karena aku tidak ingin melihatmu terus menderita”

DEG~

“Tu… Tuan?”

“Hm… lihat wajahmu, kau sangat pucat, wajahmu tirus, kau sangat kurus, belum lagi kegiatanmu sehari-hari mengurus kedai juga suamimu yang sakit, kurasa tidak sebanding dengan tenagamu. Aku tidak tega melihatnya”

“Ta… tapi kenapa aku Tuan? Masih banyak orang-orang yang lebih menderita di luar sana dibandingkan aku”

Kris tersenyum simpul “Tapi mereka bukan kau…”

Baek Hyun menelan ludah, memberanikan diri untuk menatap wajah Kris yang sangat hangat pagi itu “kenapa aku… tuan?”

Masih dalam keadaan tersenyum, Kris mengangkat tangan kanannya dan menyentuh pipi Baek Hyun dengan sangat lembutnya “Tebaklah sendiri. Pria sibuk sepertiku masih punya waktu mengurusi hal-hal seperti ini kau pikir karena apa?”

Glek~

Baek Hyun menelan ludahnya dengan susah payah “Tuan…”

“Aku tidak akan merusak rumah tanggamu, tenang saja. Aku hanya ingin menunjukkan, bahwa aku punya hati. Ara”

Baek Hyun tidak berkutik lagi. Untuk sejenak ia merasakan kehangatan dari telapak tangan Kris yang masih menapak di pipinya.

“Aku pergi dulu, kalau kau membutuhkan sesuatu, tolong jangan sungkan memintanya padaku. Kau hapal nomor ponselku kan?”

Baek Hyun mengangguk.

“Bagus… sampai ketemu Baek Hyun-ah, jaga kesehatanmu”

Namja cantik itu hanya bisa tercegang menatap kepergian mobil Kris yang melaju perlahan meninggalkan pelataran parkir.

“Hangat…” lirihnya sambil menyentuh pipinya… bekas telapak tangan Kris tadi.

~*PAYPHONE*~

 

TO BE CONTINUED

Oke Readers-nim, segini dulu… maklum saja, yah… readers-nim knows lah, My brain is Blank right now (kenapa ane keseringan sok Inggris yah?).

Oh Ya… ALF lupa bilang ke Readers-nim, makasih banyak atas support kalian selama beberapa hari ini. sumpah, kemaren itu ALF down banget sampe beneran kepikiran buat berhenti nulis aja karena otak udah sumpek.

Bener deh setelah baca reply kalian di “dua chapter pengumuman pentingnya ALF” berasa gimana gitu… ternyata masih banyak raders yang ngedukung ALF buat nulis dan berkarya, seperti EXOtics untuk EXO, readers-nim sekalian untuk ALF.. ecieee…. sok kece banget gue.

Tenang aja Readers-nim… ALF gak bakalan berhenti nulis gegara masalah ini kok, sekali lagi ini membuktikan kalo ALF berpotensi jadi seorang Author FF, sampe karya ALF pake dijiplak segala.

Oke… cukup membahas penjiplakan…

AMATERASU Chapter 4 masih dalam tahap pengeditan. Mungkin hari minggu lah baru ALF post lagi. Masalah Love And Pain, ALF belum sentuh sama sekali, jadi mungkin agak lama yah, mungkin habis ALF di Wisuda kali yah tanggal 17.

Jadi begini…

Amaterasu chapter 4 sudah pasti ALF protek, ini udah pasti, gak bakal lupa lagi kea kemaren. Jadi yang belum ninggalin jejak di Avenger’s Fault chap 1 dan 2, serta di tiga chapter Amaterasu sebelumnya, Gak Usah minta PW ke ALF, soalnya gak bakal ALF kasih. pelit nggak ALF? Emang… siapa suruh ada yang namanya plagiators copastors.

Jadi sekarang ALF udah punya tangan Kanan nih, kea Kai ama Chen buat Kris, yang jelas bukan kea Lu Han buat Chan Yeol… brrrrr…

Dongsaeng ALF dengan U-name Jungtaem, pannggilannya Nilam, Ilam, atau Ilm…, jadi ALF bakal ngasih dia PW lebih dulu, jadi bisa minta ke dia gitu kalo semisal ALF nggak balas SMS, PM, atau Mentionnya, yah… ALF lagi bokek sekarang. Jadi nggak bisa balas SMS2 kalian.

SMS aja ke Ilam, ini nomornya 083196321116

Tapi belom toh, Amaterasu belum kelar juga. Cuman jaga-jaga, di save aja nomornya Ilam. Okeh…

Balik lagi ke Payphone, jangan lupa komennya… wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

422 thoughts on “[FF YAOI]- PAYPHONE~ KrisBaek//BaeKris~ [Chapter 2]

  1. Udah baca tapi tetep aja nangis
    Sedih banget keadaan Baek, tapi kasian juga ma Chanyeol dan Kris.
    Mereka sama-sama mencintai satu namja. Hoooo sekarang Kris dan Baeklah yang terluka. NAnti Chanyeol pun akan menyusul kalo dia udah tau yang sebenarnya. Kris bener-bener jatuh cinta, tapi nggak bisa memiliki, kasiaannnnn.

    Akhirnya bisa baca lagi, setelah sekian lama haha.
    Mungpung lagi libur, puas-puasin baca…..
    Selalu nggak bosan baca ff di blog ini, ceritanya bagus-bagus.

  2. Kannnnnnnnnnnnnn bner klo kris suka sma baekhyunnnn….
    Akhhhhhhhhhh….
    Kris gila smpe cium” bjunya baekhyunnnn..
    Wahhhhhhh kris udh gk waras nihhh. Dia gila gra” baekhyunnn
    Smpe” kris dteng k kedai ramennya baekhyunn
    Awalnya sihh cma ngobrol” doangg, nyewa waktunya baekhyunn, nyicipin ramen, dan dengan bodohnya baekhyun mengingatkan kris akan “hal itu”
    Akhhhhhhh
    Gemes bgt wktu bgian ituu
    Akhirnya kris k goda kann, mnta yg lbih kannn
    Aduhhh mengerikann
    Untungnya gk jdii😀
    Bgian pling bkin ngefly tu wktu chanyeol bgun, wahhhhhhh sweet bgt….
    “3 kali sehari”
    Ouwwwwwwwwww……….
    Tpi kris, hellowwwwwwwwww… smpe segutunya ngsih peluang usaha buat chanyeol sma baekhyun cma buat narik prhatian baekhyun doang?
    Tpi aku yakin kokk klo baekhyun bkal setia sma chanyeoll😀
    Smga nntinnya happy ending yaaa
    Sma chanbaek ttp brstuuu
    Hidup chanbaek!!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s