[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 9]


Tittle: Love & Pain

Author: AyouLeonForever

Genre: gado-gado

Rate: PG15

Main pair: BaekYeol Vs BaeKris

Slight: KrisTao/TaoRis

Embel-embelnya sama seperti kemarin sajalah… (malas ngetik)

Summary:

Waktu bergulir dalam diam…

Bahkan suara anginpun terdengar lebih keras

dari pada jeritan kesakitan di hati mereka.

Dua hati yang berbagi dua rasa.

Cinta… dan rasa sakit.

[Love and Pain- AyouLeonForever]

 

Author POV

“eh… bukankah itu Kris hyung?”

Baek Hyun menoleh, ternyata bukan Baek Hyun saja yang melihatnya “se… sepertinya iya”

“ah mungkin bukan, mana mungkin itu Kris hyung dengan namja lain?”

Chan Yeol melihat gerak-gerik aneh dari dua namja tinggi yang berdiri di samping mobil tak cukup jauh dari tempatnya dan Baek Hyun berdiri. Salah satu dari mereka, Chan Yeol yakini mirip Kris, tapi tidak mungkin itu Kris, tidak mungkin namja yang mengaku tidak bisa hidup tanpa Baek Hyun itu tengah berdiri berhadapan dengan namja tinggi lainnya yang tengah memeluk lehernya.

Baek Hyun sudah lebih dulu mempercepat langkahnya, dan Chan Yeol sigap mengikutinya.

Dan gerak-gerik aneh itu semakin nyata tatkala namja tinggi berambut hitam itu menarik wajah namja yang cukup familiar di mata Chan Yeol , kearahnya… dan…

Chan Yeol membelalak “Hyung…”serunya langsung menarik tangan Baek Hyun hingga tubuh namja mungil itu terputar ke arahnya dan terhempas ke dadanya.

Chan Yeol tercengang…

Dua namja tinggi itu berciuman… di bibir, dan itu jelas membuat Chan Yeol hampir melepaskan kedua matanya dari tengkorak kepala.

“Chan Yeollie… lepas” keluh Baek Hyun karena nyatanya, Chan Yeol memeluknya dan menenggelamkan wajah Baek Hyun di dadanya dan menekan belakang kepala Baek Hyun agar tidak bisa menoleh sedikitpun..

Chan Yeol tidak menggubris. Ia masih menajamkan matanya pada pemandangan yang membuat nafasnya memburu dan darahnya berdesir, seolah berlomba naik ke kepala.

“PARK CHAN YEEEEOOLLL LEPASKANNN!!” pekikan Baek Hyun itu membuat dua orang yang berciuman tak jauh di sana langsung menghentikan aktivitas mereka dan menoleh.

`

SLAAAASSSHHH~

`

Bagai teriris. Mata Chan Yeol memejam karena tidak sanggup melihat siapa namja itu.

Namja itu, namja pirang, tinggi, putih, dan tampan itu… sudah pasti Kris. Menatap Chan Yeol tak kalah tercengang. Wajahnya memucat seketika dan tubuhnya gemetar.

“lepaskan aku Chan Yeollie… aku mau ketemu Kris…”keluh Baek Hyun.

Tatapan Chan Yeol lurus ke depan. Datar, dingin, kaku, dan… entahlah… siapa yang bisa membaca makna setetes air yang lepas dari kedua matanya “bukan hyung… bukan… itu bukan Kris hyung”

“tapi… postur tubuhnya, rambutnya dan…”

“dia orang lain… bukan Kris hyung, karena Kris hyung jelas-jelas bukan orang yang sebegitu mudahnya melanggar janji”

`

KRAK`

`

Bohong kalau Kris tidak mendengarnya, walau samar bagi Tao, tapi Kris jelas mendengarnya bagai sambaran petir bertubi-tubi yang menghancurkan kedua gendang telinganya. Kris dan Chan Yeol bertatapan. Tapi jelas tatapan mereka tidak sama, berbeda 180 derajat, karena kenyataannya, Chan Yeol menatap Kris seolah hari inilah terakhir kalinya Kris bisa menghirup udara di dunia.

Dan Kris membenarkan tatapan itu. terbukti keterpakuannya, wajahnya yang memucat dan keringatnya yang bercucuran.

“Gege… ada apa?”tanya Tao.

Kris tercekat, ia tatap Tao lamat-lamat “akan kujelaskan di rumah. Kita pergi dulu dari sini”ucapnya lemah.

Chan Yeol menarik nafasnya, menatap kepergian Range Rover hitam itu yang membawa 2 namja tinggi di mana salah satunya adalah orang yang sudah ia berikan kepercayaan, tapi ia hancurkan begitu saja dalam hitungan hari.

Percayalah Kris…aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku, apapun penjelasanmu tentang hal ini, yang akan kau temukan hanyalah satu. KEHANCURANMU__lirihnya bergemuruh dalam hati

~***~

Chan Yeol menyerahkan segelas minuman dingin pada Baek Hyun yang duduk sambil merengut di sebuah bangku panjang di bawah pohon.

“hyung jebal… jangan marah terus” pinta Chan Yeol.

“bagaimana aku tidak marah? Tadi itu Kris kan? Dan gara-gara kau memelukku, dia pasti kesal, cemburu, dan pergi meninggalkan tempat ini. aku tidak mau tau, yang jelasnya kau harus bertanggung jawab”

Chan Yeol menghela nafas setelah mendengar omelan kakaknya. Ia pun duduk di sebelah Baek Hyun dan menatap langit musim gugur itu “aku akan bertanggung jawab hyung… sampai akhir”

DEG~

Baek Hyun terkejut melihat ekspresi suram itu “a… aku hanya bercanda Chan Yeol-ah… jangan ditanggapi serius, ne,… aku percaya yang tadi itu bukan Kris. Jangan begini lagi yah, aku takut melihatmu”

Chan Yeol menoleh, menatap Baek Hyun serius “secinta apa kau pada namja itu?”

“eh?”

“aku tahu kalau kau sudah sangat familiar dengan hal ini hyung. Tapi… jika sekali lagi kau dihadapkan pada sebuah kondisi di mana kau harus memilih, apa yang hyung akan lakukan?”

“Cha… Chan Yeollie…”

Chan Yeol menelan ludah, masih menatapnya intens “menderita… atau melepaskan?”

Baek Hyun mengerutkan kening “terjadi sesuatu Chan Yeol-ah?”

Chan Yeol menggeleng “hanya perumpamaan hyung. karena aku sudah bersumpah, akan menghancurkan siapa saja jika membuatmu terluka”

Baek Hyun menahan nafasnya “Chan Yeol-ah…”

“ah sudahlah… ayo kita main. Selagi kita masih di sini”

“ta… tapi Kris?”

Chan Yeol menarik tangan Baek Hyun, hingga namja yang lebih pendek darinya itu berdiri berhadapan dengannya “sepertinya Kris hyung ingkar janji”

“tidak mungkin, kalau memang dia ingin membatalkan janji, dia pasti menelponku. Atau kutelpon saja dia dulu”Baek Hyun sudah merogoh sakunya mencari ponsel.

“Andwae… biar aku saja” Chan Yeol lebih cepat, kemudian mengutak-atik ponselnya.

“telepon yang anda tuju, sedang tidak aktif”

Chan Yeol mengumpat dalam hati. Tapi ia jelas tidak boleh mengatakan pada Baek Hyun tentang hal itu. dengan sedikit berlagak, ia memutar tubuh hingga membelakangi Baek Hyun “Ne Hyung… ini aku, Chan Yeol. Kau di mana? Kami sudah sampai di Taman bermain… Mwo? Tidak jadi??? … oh… ada urusan dengan Tuan Li… hm arasso, akan kusampaikan pada hyungku. Ne… selamat bertugas” Chan Yeol langsung mematikan ponselnya setelah menyelesaikan monolog tipuannya.

“Kris ada urusan?”tanya Baek Hyun kecewa

“ne hyung, katanya ada yang harus diurus dengan Tuan Li”

Baek Hyun menghela nafas. Dan Chan Yeol jelas melihat kekecewaan itu.

“Hyung… apa aku pernah bilang kalau kau itu sangat jelek saat cemberut?”

“Ne?”

Chan Yeol menyunggingkan senyumannya kemudian menarik tangan Baek Hyun “ayo kita bermain sepuasnya…” pekiknya girang

~***~

“selamat datang tuan Mu………da?” mata Tuan Li membelalak saat ia tahu siapa yang dibawa oleh Kris.

Tao langsung berlari dan memeluk Namja paruh baya itu “Tuan Li… aku merindukanmu…”

“Tu… Tuan muda… Tao?”tanya Tuan Li tidak percaya.

Tue… ini aku”

“ta… ta… tapi”

Tao melepas pelukannya dan menatap Kris yang berdiri di belakangnya “Gege tidak bilang pada Tuan Li kalau aku masih hidup?”

Kris menggeleng lemah. Jelas saja dia tidak memberitahunya. Dengan cara apa dia memberitahunya sementara selama ini Tuan Li tau bahwa Kris menjalin hubungan yang serius dengan Baek Hyun. “Aboji… maksudku, Tuan Li sangat sibuk di perusahaannya, aku tidak punya kesempatan untuk memberitahunya”

Tao kembali menatap Tuan Li “wah Tuan Li, kau sudah mengelola perusahaan sendiri?”

Tuan Li mengangguk hormat “ini semua aset milik Tuan Muda Kris. Bisa dibilang, aku hanya mengembangkannya. Tapi Tuan muda… bagaimana bisa anda…”

“nanti akan kuceritakan… waktu masih sangat panjang, aku mungkin akan lama di Korea”

“baiklah Tuan muda… anda pasti sangat lelah, silakan beristirahat”

Tao tersenyum “terima kasih atas kesetiaanmu tuan Li”

“dengan segenap hidupku”

“Gege… ayo”

“kau duluanlah, ada yang ingin kubicarakan dengan tuan Li sebentar”

“hm, baiklah, kutunggu di kamar”

Kris hanya mengangguk lemah, dan menatap punggung Tao yang mulai menjauh dan menghilang di anak tangga teratas lantai dua.

“Aboji…” lirih Kris lemah.

“apa Tuan muda Tao sudah mengetahui tentang hubungan anda dengan Tuan Muda Baek Hyun?”

Kris mengangguk “tapi kubilang padanya kalau aku sudah putus dengan Baek Hyun”

“lalu apa yang akan anda lakukan selanjutnya?”

“aku tidak tahu aboji… aku tidak bisa melepas keduanya. Aku terlalu mencintai Baek Hyun, dan Tao… aku jelas tidak bisa melupakan bahwa dia adalah namja terpenting dalam hidupku. Aku bimbang…” Kris menunduk kemudian menutup wajahnya dengan satu tangan.

“mau tidak mau, anda harus melepas salah satunya, tuan Muda…”

“apa Tao akan menerimanya kalau aku melepas dirinya dan memutuskan tetap bersama Baek Hyun? Lalu kalau aku meninggalkan Baek Hyun sementara posisiku sekarang sudah menjadi sandarannya, bisakah ia kembali berdiri tegak?”

“tuan muda…”

“aku… tidak bisa meninggalkan Baek Hyun. Tapi… melepas Tao…”Kris menelan ludah “nyawa Baek Hyun akan berada dalam bahaya”

Tuan Li membelalak “a… apa maksud anda?”

“tidakkah Aboji heran kenapa anak itu bebas berkeliaran ke Seoul sementara kita tahu seketat apa ayahnya?” Kris menatap Tuan Li serius “dengan tangannya sendiri, Tao membunuh ayahnya, itu dia lakukan karena ia ingin bersamaku. Dan kalau ayah kandungnya sendiri saja tanpa sungkan ia lenyapkan, bagaimana dengan Baek Hyun-ku?”

Tuan Li tidak bisa merespon.

“untuk sementara, aku hanya bisa seperti ini. merasahasiakan keberadaan mereka masing-masing. Menjalin hubungan di belakang mereka. Mencintai mereka, dan mengkhianati mereka dalam waktu bersamaan”

“Tuan muda…”

“aku tahu, ini sangat kejam. Tapi ini satu-satunya cara yang bisa kulakukan saat ini. tolong aku Aboji… tolong aku”

Tuan Li menghembuskan nafasnya kemudian menepuk pundak Kris “aku sudah bersama Tuan Muda Tao sejak ia masih berusia 5 tahun, dan akan kulakukan apapun yang ia kehendaki termasuk menjaga anda”

Kris menghela nafas pasrah, benar juga… upaya yang tolol kalau ia justru meminta pertolongan pada orang yang mengabdi pada Tao.

“tapi… belum pernah aku merasakan memiliki seorang anak, setelah aku bertemu dengan anda”

Mata Kris membulat “A… aboji”

“anda memanggilku dengan sebutan ayah, jadi mana mungkin aku membiarkan anakku sendiri menderita”

Bibir Kris bergetar ia tatap nanar ke arah tuan Li.

“apapun keputusan anda, aku akan mendukung”

“ABOJI…” Kris langsung menghempaskan pelukannya pada namja paruh baya itu “aku tidak tahu harus mengadu kepada siapa lagi… aku… aku…”

“Ne… aku ayahmu”

Kris melepaskan pelukannya “tolong aku… aboji” pinta Kris penuh harap

 

~***~

“orang itu dengan seenaknya saja menipuku, dia tidak tahu dengan siapa dia berhadapan. Siapa suruh dia membuatku emosi, kuhancurkan saja kepalanya”ujar Tao santai, saat petang itu ia bermanja-manja dengan Kris di sofa balkon kamarnya kemudian bercerita tentang rekan bisnisnya di China.

Kris menelan ludah dengan susah payah “ke.. kenapa kau mudah sekali membunuh orang, Tao?”

“karena aku tidak suka mereka”Tao masih menjawab santai, sesekali ia mengeratkan pelukannya di lengan Kris.

“tapi membunuh…??”

“itu pantas untuk seorang penipu”

GLEK~

Leher Kris semakin tercekat.

“oh ya Gege… kau sudah memutuskan Byun Baek Hyun kan?”

“ng… ten… tentu saja. kami sudah lama putus”

“benarkah? Kau yakin?”

“T….Tue… aku yakin”

Tao tersenyum, seperti menguliti Kris hidup-hidup untuk membuka kedoknya, tapi Kris selalu saja bertahan dengan kebohongannya “Gege…”

“hm…”

“kau mencintaiku?”

“tentu saja Tao… pertanyaan macam apa itu?”

“jadi Gege tidak akan pernah membohongiku?”

Kris terdiam sejenak “ti… tidak akan”

Tao membaringkan kepalanya di pundak kekar Kris “Gege tau kan aku tidak suka pembohong, jadi sebelum aku sendiri yang mengetahui apa yang Gege sembunyikan, lebih baik Gege jujur padaku”

Kris semakin keringat dingin “ke… kenapa Tao menganggap kalau aku menyembunyikan sesuatu?”

“hm, hanya feeling, sudah kubilang aku terlalu mencintaimu, saking dalamnya perasaanku, aku bisa merasakan sesuatu bila Gege memang berniat mengkhianatiku”

“Ti.. tidak akan, Tao… tidak akan”

“bagus”

“ng Tao… sudah hampir malam, dan aku belum mandi. Bisa melepasku sebentar?”

Tao tersenyum “kau merasa terkekang?”

“Ti… tidak… kupikir, bagaimana caranya aku mandi kalau kau terus memelukku?”

Tao tertawa kecil “mandi bersamaku saja”

Kris menghela nafas pasrah. Sepertinya Tao betul-betul tidak memberinya ruang, lalu bagaimana caranya ia menghubungi Baek Hyun kalau posisinya sudah seperti ini. “baiklah…”

~***~

Baek Hyun POV

“telepon yang anda tuju, sedang tidak aktif”

Untuk kesekian kalinya, itulah jawaban yang kudapat saat berusaha menghubungi Kris. Jika kuhitung berapa kali aku bermondar mandir di dalam kamarku, mungkin sudah cukup untuk mengelilingi lapangan sepak bola sebanyak 10 kali.

Aku tidak bisa bohong…

Aku tidak bisa bersikap biasa-biasa saja…

Karena sebenarnya…

Aku tidak buta!.

Mataku mungkin bisa saja salah, tapi hatiku tidak.

Siapapun mungkin akan mengatakanku berlebihan tapi, sebenarnya ada sensasi tersendiri yang mampir di hatiku saat aku berada dekat dengan Kris. Jadi aku tahu bahwa namja tinggi, berkulit putih dan berambut pirang yang dipeluk oleh namja tinggi lainnya di pelataran parkir taman hiburan tadi sore itu adalah…

Kris!

Dan pembenaran itu semakin nyata saat Chan Yeol langsung menarik tanganku dan memelukku erat. Berada sangat rapat di dadanya, mendengar deru nafasnya yang memburu, dan jantungnya yang berdebar kencang seolah akan meledak… menandakan bahwa… ada sesuatu yang tidak seharusnya kulihat.

Aku diam… bukan karena aku tidak peka. Hanya saja, aku menghargai tindakan Chan Yeol yang melindungiku dari… sesuatu.

Entah itu apa, tapi kuyakin ini tentang Kris dan apa yang ia lakukan hingga tidak menemuiku tadi sore.

Oh baiklah… ini sudah cukup. Aku tidak suka seperti ini, gelisah tanpa alasan yang jelas.

Aku langsung menyambar kunci mobil Chan Yeol yang ada di atas meja belajar dan bergegas turun ke bawah.

“eh hyung? Mau kemana?”tanya Chan Yeol saat aku berpapasan dengannya di tangga.

“itu… aku ingin ke apartement Kyung Soo, ada yang terlupa. Pinjam mobilmu yah”jawabku berbohong.

“aish jinjja… itu bukan mobilku. Aboji membelikannya untuk kita berdua. Tapi kau jangan pergi sendiri biar kuantar”

“a… aku tidak lama, hanya sebentar”

“karena itu, aku saja yang menyetir. Lagipula ini sudah pukul 9 malam”

Aku mendesah pasrah, aku mana mungkin meminta Chan Yeol mengantarku ke rumah Kris, jelas saja dia melarangku. “ah ya sudah, kau ganti baju dulu. ku tunggu di depan”

Chan Yeol tertawa “arasso… tunggu yah, aku juga ingin cuci muka”

Aku balas tersenyum sebelum Chan Yeol melanjutkan langkahnya menaiki tangga dan masuk ke kamar.

Tepat saat Chan Yeol menutup pintu, aku langsung berlari keluar, mengeluarkan mobil dari garasi dan sempat menabrak 2 pot kesayangan eomma saking buru-burunya aku. Meminta maafnya nanti saja, karena ini sangat penting.

Tentang Kris…

Dan aku!

 

~***~

Chan Yeol POV

“Hyung… aku sudah sele__”ucapanku terpotong saat kulihat di garasi hanya ada mobil aboji dan motorku.

“oh Sh*t…” umpatku kesal. Baek Hyun menipuku, ini seharusnya sudah bisa kuduga, dia pasti pergi menemui Kris. “sial…sial…sial…”

Dengan tergesa-gesa aku masuk ke dalam menuju kamarku, menyambar kunci motor di atas meja belajar dan bergegas mengejar Baek Hyun.

Sudah kubilang, tidak akan kubiarkan Baek Hyun terluka, bahkan jika aku harus bersikap tolol dengan menyembunyikan kedok perselingkuhan Kris.

Perkara menghancurkan dan Menghabisi Kris nanti saja, tujuan utamaku sekarang adalah jangan sampai Baek Hyun tahu apa yang diperbuat Kris dibelakangnya.

Motorku melesat kencang menembus padatnya jalanan kota seoul malam itu. Aku tidak peduli, yang ada di kepalaku sekarang hanyalah Baek Hyun!

Jangan sampai dia menangis…

CKIIIITTT~~~

Aku berhenti mendadak di pinggir jalan. Sepertinya ada satu hal yang sangat penting tapi aku melupakannya.

Chegiral… Ne…

Aku tahu Baek Hyun pasti ke rumah Kris… tapi…

Di mana rumah Kris?

“ARRRRGGGHHHHH SIAAAAAAAAAAAALLLLLLLLLL…”

~***~

Baek Hyun POV

“selamat datang Tuan Muda Baek Hyun…” sambut seorang pelayan wanita.

“Kris ada?”

Pelayan itu memasang wajah kebingungan “ada… tapi…”

“tapi?”

“di kamarnya… Tuan muda… itu…”

“ah iya, Tuan Li ada di rumah?”

“Tuan besar baru saja keluar Tuan muda”

Mataku langsung melebar “lalu mobil putih di garasi itu milik siapa?”

Pelayan wanita itu menunduk, meremas kedua tangannya di depan dan kelihatannya tidak tenang.

“ah Gwenchana, biar aku cari tahu sendiri”

Cwesonghamnida Tuan Muda…”

“hm…” akupun melanjutkan langkahku meninggalkan ruang tamu, menaiki tangga menunju kamar Kris.

Entahlah, apa yang sejak tadi memukul-mukul dadaku hingga aku segugup ini. jantungku bekerja lebih cepat dan lebih keras dari biasanya. kalau kusebut ini firasat, sudah pasti ini firasat buruk. Tapi…

Kris sangat mencintaiku, dan aku juga mencintainya, memangnya hal buruk apa yang bisa terjadi di antara kami?

GLEK~

Aku menelan ludah dengan sangat susah payah. Aku bahkan baru sadar pelipisku meneteskan keringat saking gugupnya aku.

Kris jebal… patahkan firasat buruk ini… aku sangat mempercayaimu…jebaaalll

Setelah mengumpulkan segenap kekuatanku, kupegang kenop pintu kamar Kris dan perlahan kuputar.

Lihat… tidak dikunci. Kalau memang Kris ingin berbuat macam-macam di belakangku, mana mungkin dia tidak mengunci kamarnya.

KREEEEK~

Aku baru membukanya setengah ketika telingaku menangkap suara-suara aneh yang membuat seluruh tubuhku menegang.

Itu adalah suara nafas dan… desahan…

Suara Kris memang…

Tapi… ada suara lain yang menemaninya, suara desahan yang lebih keras dan jelas.

Mataku mulai panas, detak jantungku semakin cepat dan seluruh darahku seolah naik ke kepala.

KREEEEEEK~

Kulebarkan pintu itu tidak berani menerka-nerka apa yang kira-kira akan menyambutku di depan…

dan… saat pandanganku mulai fokus… yang ku dapatkan adalah…

~***~

Chan Yeol POV

Aku memencet bel apartement Kyung Soo dengan sangat tidak sabar. Kenapa dia lama sekali membuka pintu.

“iya…iya… tunggu sebentar”

KLEK~

Aku sudah tidak kaget lagi saat menemukan Kai yang membuka pintu dengan keadaan yang cukup berantakan.

“kau tahu di mana rumah Kris?”serbuku langsung.

“kenapa?”

“jangan bertanya, cepat berikan padaku”

Kai melengos kearahku “kau malam-malam begini mengganggu hanya untuk sesuatu yang tidak penting? Kau akan membayarnya suatu hari nanti Chan Yeol-ah”omel Kai sembari mengeluarkan sesuatu dari dompetnya, dan itu adalah sebuah kertas kecil “ini…”

“ah gomawo… silakan lanjutkan kegiatanmu” aku segera berlari meninggalkan Kai, tidak peduli sekasar apapun dia mengumpatku di belakang.

Baek Hyun… jebal… kuharap tidak terjadi apa-apa denganmu

~***~

Baek Hyun POV

Tuhan…

Ini mimpi….

Ini hanya ilusi…

Hanya halusinasi…

Katakan bahwa namja yang di sana itu bukan Kris… kekasihku yang sangat kucintai.

Katakan bahwa namja yang menatap sambil terperangah ke arahku itu bukan Kris… kekasihku yang sangat kupercayai.

Katakan bahwa namja yang langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan namja di bawahnya itu bukan Kris. Kekasihku yang selalu membuatku bahagia.

Katakan bahwa namja yang berada di atas tempat tidur dan menindih namja berambut hitam itu bukan Kris. Kekasihku yang selalu melindungiku dari apapun.

Katakan bahwa namja yang kulihat tengah bercinta dengan namja lain itu bukan Kris… kekasihku yang bersumpah akan selalu mencintaiku dengan segenap hatinya.

“B…Baek Hyun-ah…”

Oh Tuhan.. katakan pula bila itu bukan suaranya.

“kau yang di sana… tidak bisakah kau melihat kalau kami sedang sibuk? Pergilah dan tutup pintunya” namja berambut hitam itu membentakku, menambah pukulan keras di jantungku.

“mi…mi…” sialnya aku hanya bisa seperti itu, mematung dengan leher tercekat. Air mataku sudah keluar bergerombol “mi…an…” kuusap kasar air mataku yang mengganggu penglihatan “mianhae…” tangisku langsung pecah, dan akupun berlari tanpa sempat menutup pintunya.

Apa ini Tuhan?

Teguran apa ini?

Hukuman apa ini?

Apa karena aku terlalu menikmati kebahagiaan yang kau kirimkan padaku Tuhan?

Bukankah Kris adalah malaikat yang kau kirimkan padaku untuk memberiku kebahagiaan setelah keterpurukanku kehilangan cintaku?

Bukankah Kris Kau kirimkan padaku untuk membantuku terbebas dari penderitaan?.

Kupikir Kris adalah sosok yang Kau kirimkan khusus untuk menemaniku tertawa bahagia dan mengusap air mata kesedihanku.

Kupikir…

Kupikir Kris Engkau ciptakan khusus untuk mendampingiku.

Tapi apa ini Tuhan…? Kau bahkan memperlihatkan pengkhianatan Kris di depan kedua mataku dengan cara yang membuatku…

Hampir mati…

~**~

Author POV

“Baek Hyun-ah…”seruan Kris begitu lirih, ia berada pada posisi ternistanya, betul-betul membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa selain tercengang. Sampai ketika Baek Hyun menunduk, mengusap air matanya dengan cepat dan mengatakan “mianhae” sebelum berlari meninggalkan kamar itu, Kris langsung terperanjat.

“BAEK HYUN-AAAAHHH” pekiknya. Ia langsung meraih baju mandi dan memakainya kilat.

~TEP~

“mau kemana Gege?”cegah Tao sambil menangkap tangannya.

“aku harus mengejarnya”jawab Kris panik.

Tao tersenyum sinis“kenapa kau ingin mengejarnya?”

“lepaskan aku Tao… aku harus menjelaskan ini pada Baek Hyun”

“kenapa kau harus menjelaskannya?”

Kris semakin frustasi. Ia pejamkan matanya rapat-rapat, mengontrol nafasnya yang sangat tidak stabil, kemudian ia tatap Tao dengan keberanian penuh

KARENA AKU MENCINTAINYA” bentak Kris.

Inilah yang dinantikan sekaligus yang dikhawatirkan Tao…

“kau bilang apa barusan, gege?”

Kris menghembuskan nafasnya, kemudian melepaskan cekalan tangan Tao pelan-pelan “aku… oh baiklah kau boleh mengataiku apapun, karena kenyataannya Aku memang masih mencintaimu Tao, tapi… aku tidak bisa hidup tanpa Baek Hyun. Akupun sangat mencintainya dan…”

“kau sadar dengan apa yang kau katakan?”potong Tao dengan nada dingin. Sedingin tatapannya.

“Tao… kumohon pahami posisiku. Kau telah lama meninggalkanku dalam keadaan kosong, hampa, seolah tanpa nyawa lagi, dan tepat di saat terakhir aku hampir menyerah, Baek Hyun hadir di sisiku, mengisi kekosongan itu dengan senyumannya, menutup retaknya. Aku sangat mencintainya, aku sangat membutuhkannya, bahkan setelah kau hadir pun… posisinya di hatiku tidak bisa kugeser sedikitpun”tutur Kris dengan tulusnya, matanya bahkan sudah memerah.

Tao tersenyum penuh makna, yang mungkin hanya dirinyalah yang tahu “Good…that’s what I want to know….” Tao menyibak selimutnya dan menutupi tubuh polosnya dengan handuk.

Kris terkesiap saat namja itu menuju lemari pakaian Kris “kau mau kemana?”

“sudah kukatakan aku benci penipu”

Kris semakin panik “Tao kumohon, jangan seperti ini, aku masih mencintaimu dan aku tidak berbohong”

“ini bukan tentang kau Gege, aku jelas tidak akan mencelakaimu” Tao menarik sepasang pakaian dan meletakkannya di atas ranjang. Setelahnya ia menuju ke koper besar miliknya di dekat nakas, Kris mengikuti setiap langkahnya bagai seorang budak.

“lalu apa yang akan kau lakukan? Kau mau kemana?”

“yang jelasnya kau tidak akan terluka. Berhubung ada orang lain yang membuatmu harus membohongiku…” Tao menoleh sambil tersenyum licik “orang itu harus kulenyapkan”

DEG~

Kris membelalak “Tao!!”ia langsung menangkap tangan namja berambut hitam itu.

“kenapa?”

“jangan sedikitpun menyentuh Baek Hyun!”tegas Kris dengan mata menyala.

Miris! Karena ini pertama kalinya Tao melihat Kris menatapnya seperti itu. Sialnya, hal itu justru menambah kemarahan Tao “aku tidak akan menyentuhnya” Tao mengeluarkan

sesuatu dari dalam kopernya, dan hal itu membuat Kris semakin membelalak “kalau menggunakan pistol ini, aku tidak akan menyentuhnya langsung kan?”

HUANG ZI TAO!!!” bentak Kris.

Tao menghela nafas pendek sambil berdecak “kau membentakku, gege? Kau membentakku hanya karena orang itu?”

Kris jadi serba salah sendiri, entah sudah berapa kali ia mengacak rambutnya frustasi “bukan begitu Tao… aku…”

TRAK~

Tao mengecek peluru pistolnya, dan setelah semuanya lengkap, ia tersenyum “jangankan orang itu yang tidak kukenal sama sekali, gege! Papa pun kulenyapkan tanpa berpikir dua kali karena dia seenaknya memisahkan kita”

“tapi Tao… Baek Hyun tidak tahu apa-apa”

Tao beranjak ke tempat tidur dan mengenakan semua pakaiannya. Tak lupa ia menyelipkan pistol itu di sakunya “aku sudah cukup bersabar dengan berpura-pura tidak tahu bahwa kau masih berhubungan dengannya. Sekarang sudah sampai limit…” ia tatap Kris tajam “dia harus mati… Gege!”tegas Tao, final.

BRUGH~

Tao terkejut bagitu ia mendengar suara itu!

kumohon… jangan lakukan apapun pada Baek Hyun”lirih Kris dengan suara bergetar.

Tao tercengang melihat apa yang tengah dilakukan kekasihnya itu.

Kris!

Generasi terakhir keluarga terpandang bermarga Wu!

Seorang pria berwibawa!

Berasal dari kalangan atas!

Bisa memiliki apapun dengan kekayaannya!

Kini!

Berlutut…

Bersimpuh…

Memohon…

Mengemis…

Hanya untuk byun Baek Hyun!

Seseorang yang hanya terhitung beberapa bulan bersamanya???

“GEGE APA YANG KAU LAKUKAN???” bentak Tao.

Kris masih dengan posisinya, berlutut bagai seorang budak yang tidak lagi mempunyai derajat “jangan… jangan sakiti… Baek Hyun-ku. Kumohon…”

KRAK~

Kata-kata itu sukses menggilas habis perasaan Tao. Tidak hanya sakit, tapi mematikan!

TEs`

Tes`

Tes`

Tao memejamkan matanya, sakit!

Ia ingat kapan terakhir Kris menangis. 2 tahun lebih yang lalu, di ambang kematian Tao. Tapi belum pernah Tao menyaksikan Kris semenyedihkan ini. pilu, terluka, dan… membuatnya muak.

PRAK`

Pistol itu jatuh ke lantai tanpa daya

“kau hanya mencintaiku, gege…” lirih Tao juga dengan suara yang hampir tak terdengar. Namja itu menangis “Hanya aku… hanya aku…”

Kris menunduk, tapi bahunya yang bergetar masih bisa disaksikan Tao bahwa kekasihnya itu tidak bisa membenarkan perkatannya. Hal itulah yang membuat tangis Tao semakin pecah.

KAU HANYA MENCINTAIKU GEGE… KAU HANYA MENCINTAIKU!!!” pekiknya mendarah daging.

“Tao…” hanya seruan bodoh dan begitu lirih yang bisa ia keluarkan. Menatap Tao yang tak jauh berdiri di depannya. Sekali waktu ia seolah menemukan Tao nya yang dulu. Begitu polos, lugu, dan murni, yang karena bercak dan noda darah! Tao-nya berubah drastis.

Perlahan Kris berdiri dan melangkah pelan menghampiri Tao yang menundukkan wajah sambil menangis terisak bagai anak kecil.

Lengannya yang kokoh terulur dan merengkuh panda kecilnya itu “Maafkan aku, Tao Baby… maafkan aku”

Tao tidak bisa bicara, tenggorokannya terlalu sakit, ia terus terisak, terlihat dari bahunya yang turun naik tak beraturan.

“jika ada yang seharusnya mati di sini… orangnya adalah aku. Manusia bodoh yang tidak bisa tegas pada sebuah pilihan” Kris mengeratkan pelukannya. “jika ada yang harus bertanggung jawab di sini… orangnya adalah aku. Manusia yang tidak berguna karena tidak bisa berbuat apa-apa”

“aku membencimu gege… aku benci”seru Tao dengan suara putus-putus teredam tangis.

“maka bencilah aku Tao… bencilah aku”

“aku benci Gege karena menangis untuk orang lain, bukan untukku”

“Tao…”

“aku benci karena Gege menggeser posisiku di hati gege, dan menggantikannya dengan orang yang masih terhitung baru di kehidupan gege”

Kris tidak merespon lagi.

“aku benci karena gege lebih mencintainya dari pada aku”

Stop it Tao! Aku tidak ingin mendengarnya lagi”

“aku tidak bisa seperti ini… Gege…”

Kris tidak menjawab, hanya mengusap pundak Tao dan mengecup puncak kepalanya.

Tok…tok…tok…

Kedua namja itu langsung menoleh ke arah pintu kamar yang memang ditinggal oleh Baek Hyun tadi dalam keadaan terbuka.

Di sana sedang berdiri seorang pelayan wanita yang menunduk patuh “Cwesonghamnida… Tuan muda Kris…”

“Ne… ada apa”Kris melepaskan pelukannya pada Tao.

Pelayan itu membungkuk “kata penjaga, di depan ada seorang namja yang membuat keributan, dia memaksa masuk dan ingin bertemu dengan anda. Para penjaga sudah mengusirnya, tapi dia bersikeras untuk menemui anda Tuan muda”

Kris menghela nafas. Ia sudah bisa menduga bahwa anak itu akan datang, tapi tidak bisa ia perkirakan akan secepat ini “akan kuurus, katakan pada mereka, biarkan dia masuk”

“Ne, Tuan muda…” pelayan itu pun pamit dengan hormatnya.

Kris menoleh pada Tao dan menatapnya lembut “Tao… tunggu di sini, ada yang harus kuurus”

“Tidak… kau tidak boleh pergi”

“Tapi ada yang harus kuselesaikan”

“Tentang Baek Hyun?”tanya Tao dengan nada ancaman.

Kris menghela nafas, kemudian menuntun Tao untuk duduk di tepian tempat tidur “aku berjanji setelah menemukan titik temu masalah ini, aku akan segera memberitahumu, dan sampai detik itu tiba, kumohon jangan lakukan apapun”

“Gege…”

Wo Ai ni… dan aku tidak bercanda” dikecupnya pelan bibir tipis Tao sebelum Kris meraih pakaiannya dan memakainya kilat.

~***~

LEPASKAN!!! AKU INGIN BERTEMU NAMJA SIALAN ITU… LEPASKAN!!” berontak Chan Yeol saat 2 bodyguard menahan pergerakannya di depan pintu rumah megah Kris.

“Seret dia keluar” perintah salah satu dari para penjaga itu.

“Chakkamanyo… Tuan muda memintanya masuk” cegat seorang pelayan wanita yang berlari tergopoh-gopoh ke depan.

“Tapi anak ini memberontak”

“itu sudah perintah langsung dari tuan muda”

Chan Yeol tertawa sini “KALIAN DENGAR ITU? LEPASKAN AKU” bentaknya.

Dua bodyguard itu bertatapan sejenak sebelum melepaskan cekalan mereka. “Mianhamnida…”

“Akan kuminta Kris memecat kalian” ucap Chan Yeol sinis. Ia benci telah diperlakukan bagai pemberontak, padahal sebenarnya memang sudah seperti itu.

Chan Yeol melangkah masuk dengan langkah-langkah panjang “KRIS WU… DI MANA KAU NAMJA BRENGSEK!!” teriaknya membahana.

Sampai ketika seseorang turun dari tangga dengan langkah dipercepat kemudian menghampiri Chan Yeol.

Emosi Chan Yeol langsung memuncak, tanpa menunggu Kris menghampirinya lebih dulu, ia sudah menghantam pelipis Kris hingga namja tampan itu tersungkur dan hampir terbentur pegangan tangga.

Tak sampai di situ, Chan Yeol langsung menarik kerah baju Kris dan menghempaskan tubuhnya ke tembok “DI MANA KAKAKKU??”

“dia… baru saja pergi” ucap Kris datar, atau lebih tepatnya ia sudah tidak punya cara lagi untuk menunjukkan ekspresinya saat ini.

Chan Yeol meradang “INI YANG KAU SEBUT DENGAN JANJI? INI YANG KAU SEBUT DENGAN MENJAGA BAEK HYUN??? HA???”bentaknya dengan wajah merah menahan emosi yang meluap-luap.

Kris terbatuk saat ia merasakan cengkraman tangan Chan Yeol terlalu kuat di lehernya. Ia tidak berniat melawan, karena memang ia tidak pantas melawan.

“KAU BILANG SANGAT MENCINTAI KAKAKKU, TAPI APA INI???” sekali lagi Chan Yeol menghantam perut Kris dan membuatnya kembali terbatuk “kalau tidak mengingat bahwa kakakku sangat mencintaimu… kubunuh kau detik ini juga”

“GEGE!!!” pekik seseorang dari tangga teratas.

“Jangan ke sini Tao…”perintah Kris masih berusaha menahan sakitnya.

Chan Yeol menoleh dan menyaksikan seorang namja bertubuh tinggi berambut hitam sedang menatapnya tercengang.

Itu semakin menambah kemarahan Chan Yeol, ia lepaskan cengkramannya di leher Kris dan sekali lagi menghadiahkan bogem mentah di pelipisnya “Jangan bilang kalau kakakku sudah melihatmu bercumbu dengan selingkuhanmu itu…”

Kris meringis kesakitan, ia menyeka darah yang menetes di sudut bibirnya “Chan Yeol-ah… untuk membunuhku bisa kau lakukan kapan-kapan, tapi… sekarang yang harus kau lakukan adalah menyusul Baek Hyun”

Chan Yeol mundur ke belakang, menatap Kris tidak percaya “jadi betul kakakku melihat kalian?”

“Chan Yeol-ah…”

“dan kau masih sempat bersantai di sini?”

“Ada sesuatu yang tidak kau mengerti yang tidak akan selesai hanya dengan sebuah penjelasan. Jadi kuharap kau temukan Baek Hyun secepatnya”

“NAMJA BRENGSEEEKKK!” Chan Yeol meraih kerah baju Kris dan menghantamnya sekali lagi “Ingat… urusan kita belum selesai. Dan aku akan menghitung berapa tetes air mata yang dikeluarkan kakakku, dan akan kubuat kau membayarnya dengan darahmu”

BUGH~

Chan Yeol menghempaskan tubuh Kris hingga menghantam tembok dan luruh ke lantai tanpa daya. Setelahnya Chan Yeol menatap Tao yang masih berdiri di atas tangga. Mereka saling memandang dengan tatapan dingin yang mencekam seolah hanya mereka yang tahu apa makna tatapan mengerikan itu.

~***~

Chan Yeol POV

“jadi Hyung belum pulang?”tanyaku pada eomma saat aku menelponnya.

“Belum sayang, memangnya dia kemana? Tadi tidak pamit”sahut eomma di seberang.

“ah, aku lupa eomma, dia ke apartement Kyung Soo. Aku akan mencari hyung di sana. Annyeong”ucapku berbohong

“Ne… jangan terlalu malam, ini sudah pukul 10”

“Ne eomma”

Piip…

Di mana aku harus menemukan Baek Hyun? Di rumah Lu Han tidak ada, Se Hun juga tidak ada, di rumah Kai lebih-lebih karena Kai sendiri menginap di apartement Kyung Soo karena eomma Kyung Soo ke luar kota, dan sebelum ini aku sudah menelpon Kyung Soo, yang ada.. aku justru di maki Kai karena mengganggunya. Sialan anak itu, tidak tahu saja bahwa aku sangat panik sekarang.

Ini semua karena namja sialan bernama Kris itu. Lihat saja, akan kuhancurkan orang itu sampai ke tulang-tulangnya.

Kalau terjadi apa-apa dengan Baek Hyun… kupastikan dia akan membayarnya beratus-ratus kali lipat.

Dan sekarang… kemana lagi aku harus mencari Baek Hyun?

DEG~

Ya Tuhan… kenapa aku tidak mengingat tempat itu?

Baek Hyun pasti di sana…

Di bukit itu!

~***~

Author POV

SRAK… SRAK… SRAK…

Langkah kaki itu membuat Baek Hyun menghembuskan nafasnya perlahan, ia merapatkan punggungnya dan bersandar di batang pohon yang tidak terlalu besar. Ia pandangi kelamnya malam saat itu.

SREK~

“Chan Yeollie” tanpa menoleh, Baek Hyun langsung tahu, siapa yang sedang ikut bersandar di batang pohon persis di belakangnya.

“Ne hyung….”

“dia… Kris…”

“hm, aku sudah tahu…”potong Chan Yeol cepat.

“dia bahkan tidak mengejarku Chan Yeollie, bahkan saat aku memperlambat laju mobil, aku tidak melihatnya mengejarku, setidaknya untuk menjelaskan apa yang baru saja kulihat…”keluh Baek Hyun dengan suaranya yang bergetar.

Chan Yeol tidak menjawab. Hanya mengatur nafasnya.

Baek Hyun menelan ludahnya yang seperti karang, air matanya yang sempat berhenti tadi kembali terburai. Dan isakan memilukan itu terdengar bagai raungan kematian bagi Chan Yeol. Begitu menyiksa, membuat dadanya sesak.

Ia pun memantapkan sandarannya di batang pohon itu, menatap langit yang kehilangan pendarnya, karena entah kenapa, bintang dan bulanpun telah memalingkan wajahnya, menutup mata dan enggan memberi mereka cahayanya.

PUK~

Baek Hyun mengulurkan tangan kanannya ke samping, dan menyentuh punggung tangan kiri Chan Yeol yang menapak di sana. Merasakan bahwa jemari mungil itu mendingin, Chan Yeol langsung menggenggamnya erat, mengisi sela-sela jari Baek Hyun yang memang Tuhan ciptakan sebagai tempat jari-jari Chan Yeol menumpu

“Chan Yeollie…”

“ne hyung…”

“apa rasanya memang sesakit ini?”

Chan Yeol menghela nafas setelah menggigit keras bibirnya agar suaranya tetap terdengar wajar “Ne hyung… sakit, sangat sakit”

“apa sakitnya memang membuat kita sesak? Seperti teriris di bagian dada, perih di bagian mata, sakit di bagian tenggorokan, dan seperti himpitan batu di kepala?”

“Ne Hyung”

“seolah hampir… mati?”

Chan Yeol menelan ludahnya “Ne hyung”

Terdengar helaan nafas panjang dari Baek Hyun “Maafkan aku Chan Yeollie”

“untuk apa?”

“aku tidak pernah menyangka, bahwa rasanya akan sesakit ini. tidak kusangka aku sempat menjadi manusia yang sangat kejam karena membuatmu tersiksa dan terluka seperti ini, dan lihatlah… Tuhan pun membuatku merasakannya”

“Hyung… bukan kau yang menyakitiku, aku sendiri yang tidak sanggup menutup luka itu”

Baek Hyun mengeratkan genggamannya ketika semilir angin malam menusuk pori-porinya “apa yang harus kulakukan Chan Yeollie? Bagaimana caranya menghilangkan rasa sakit ini?”

Chan Yeol merengkuh dada kirinya dengan tangan kanannya yang bebas “Rasa sakitnya tidak bisa hilang hyung, hanya bisa seperti ini… bertahan”

“lalu aku harus bagaimana? Aku tidak bisa… menahannya…”

Chan Yeol memejamkan matanya

kirimkan padaku Hyung… kirimkan semua rasa sakit itu padaku. Biar aku yang menanggungnya, biar aku sendiri yang merasakannya” tuturnya tulus sembari mengeratkan genggamannya di tangan Baek Hyun.

Baek Hyun tidak bersuara lagi. ia masih berusaha menguasai tangisnya.

Bahkan jika malam ini bulan menutup mata

Jika aku seorang pria yang berbeda

jika aku mempunyai bagian dalam komedi

aku akan membakar semua luka yang kau buat bersamanya

sayang jangan menangis, malam ini

setelah kegelapan ini diangkat

sayang jangan menangis, malam ini

ini akan seperti tak pernah terjadi

kau tak kan pernah terluka

akhirnya kau tak perlu tau

jadi sayang jangan menangis

karena cintaku akan melindungimu

[Baby Don’t Cry- EXO K]

Waktu bergulir dalam diam…

Bahkan suara anginpun terdengar lebih keras

dari pada jeritan kesakitan di hati mereka.

Dua hati yang berbagi dua rasa.

Cinta… dan rasa sakit.

[Love and Pain- AyouLeonForever]

“Chan Yeollie…”lirih Baek Hyun dengan suara serak.

“Hm…”

“bisa kupinjam bahumu?”

Chan Yeol tidak menjawab. Ia mengontrol nafasnya kemudian bergeser hingga ia duduk persis di sebelah Baek Hyun dan tidak lagi membelakangiya. Berbagi sandaran pohon di sisi yang sama, kini tidak lagi mengantarai mereka.

Baek Hyun merebahkan kepalanya yang penat di bahu bidang Chan Yeol yang dulu menjadi tempatnya bersandar.

Demi siapapun, ia rindukan tempatnya ini… di sisi Chan Yeol.

“kau kedinginan hyung?”tanya Chan Yeol pelan.

“Ne Chan Yeollie… sangat dingin”jawabnya sambil memejamkan mata.

“Tunggu sebentar” Chan Yeol membuka jacket tebalnya, membuat Baek Hyun membetulkan posisinya. Setelah itu ia memasangkan jacket itu pada Baek Hyun “kau tidak akan kedinginan Hyung” ucapnya sambil menatap Baek Hyun penuh makna. Mata sembab yang mewakili luka itu sebenarnya menggilas habis hatinya, tapi alangkah semakin terlukanya Baek Hyun jika Chan Yeol mengalihkan pandangannya. Ia pun meraih Baek Hyun dan membaringkan tubuh mungil itu di pelukannya. Membuat punggung mungil itu bersandar di dada bidang Chan Yeol.

Deepest backhug ever…

“orang itu… Tao…”Baek Hyun kembali membuka suara.

Chan Yeol sebenarnya tidak ingin mendengarnya tapi ia sudah berjanji akan menanggung rasa sakit Baek Hyun, jadi ia harus mendengarkan semua jeritan kesakitan Baek Hyun.

“aku akhirnya ingat pada namja yang sangat dicintai Kris itu sebelum ia pindah ke Korea. Kris bilang Tao sudah meninggal 2 tahun lebih yang lalu, tapi… entah apa yang sebenarnya terjadi, aku betul-betul tidak mengerti kenapa namja itu kembali?”

Chan Yeol menghembuskan nafas, mengulurkan kedua tangannya untuk melingkari tubuh Baek Hyun dan bertemu di depan dada Baek Hyun. Setelahnya ia ia miringkan kepala Baek Hyun hingga ada ruang di sela bahu sempit itu sebagai tempat Chan Yeol menumpukan dagunya. “Kris bilang, ada penjelasan tentang hal ini, tapi aku sama sekali tidak menyarankanmu untuk mendengarkan bualannya lagi”

Baek Hyun memejamkan mata, menikmati hembusan nafas hangat Chan Yeol di sisi kiri lehernya. Perlahan ia mengangkat tangannya dan menyentuh dua lengan kokoh milik Chan Yeol yang mendekapnya. Merasakan kehangatan yang begitu ia rindukan “Chan Yeollie…”

“Hm…” sesekali Chan Yeol menempelkan hidungnya di leher Baek Hyun, menyesap aroma yang pun ia rindukan.

“kau ingat apa yang kau tanyakan padaku?”

“tentang apa hyung?”

“apakah seseorang bisa mencintai dua orang sekaligus dalam waktu bersamaan?”

“aku ingat, juga jawabanmu”

“bisakah aku meralat jawabanku?”

Chan Yeol terdiam.

“Chan Yeollie… namamu… bukan berada di belakang nama Kris…”

DEG~

“Aku yang memaksa agar nama Kris menutupi namamu, tapi… namamu telah tertancap dengan begitu megahnya di hatiku, dan nama Kris tidak mampu menutupinya dengan sempurna”

“Hyung…”

“Chan Yeollie… aku… masih mencintaimu”

DEG~

Aku masih tak bisa menghapusmu

Aku terus memikirkanmu

Aku benar-benar merindukanmu

Sosokmu dari belakang yang meninggalkanku di jalan berhujan ini

Karena aku tak bisa melakukan apapun lagi,

Aku menyesalinya setiap hari.

Maafkan aku,

Aku berdoa,

Aku ingin kau kembali.

[0330- U-Kiss]

KRAK~

Akhirnya luka yang dipaksakan Chan Yeol untuk mengering kini kembali terkelupas. Darahnya mengalir keluar dan tak mampu lagi dibendungnya “kau tahu jawabanku hyung. Dulu, sekarang, dan semoga sampai aku tidak bernyawa lagi, atau mungkin di kehidupan selanjutnya pun, perasaanku tetap sama. Aku… sangat mencintaimu”lirihnya semakin mengeratkan pelukannya di tubuh mungil Baek Hyun.

Mereka kembali terdiam, menyelami perasaan masing-masing. Mengacuhkan dinginnya malam dengan kehangatan dekapan itu.

 

 

“sudah larut hyung, cuaca juga semakin dingin. kajja, kita harus pulang”Chan Yeol hendak merenggangkan pelukannya

Shireo…” Baek Hyun langsung menangkap lengan Chan Yeol hingga pelukannya tak terlepas “aku tidak mau pulang… aku tidak mau menghadapi kenyataan”

“tenanglah Hyung… tidak akan kubiarkan Kris menemuimu lagi”

Baek Hyun menghela nafas, kemudian menolehkan wajahnya hingga ia bertatapan dengan Chan Yeol dengan jarak yang sangat dekat “Bukan… bukan tentang dia Chan Yeollie… tapi kita”

Chan Yeol mengerutkan kening “a… aku tidak mengerti hyung”

“aku tidak ingin pulang, karena saat aku sudah berada di rumah, aku tidak bisa lagi menampik bahwa kau adalah adikku”

DUGH~

Seolah ada yang memukul jantung Chan Yeol saat itu.

“aku tidak ingin pulang, karena saat aku bertemu dengan eomma dan aboji, maka aku akan kembali teringat bagaimana mereka mengikat kita dengan tali persaudaraan”

“h…hyung”

“dan aku tidak ingin di rumah karena saat kau memanggilku seperti itu, aku merasa betul-betul menjadi kakakmu”

Chan Yeol terdiam.

“di sini… di bukit ini. dunia kita… hanya ada kita berdua. Hanya di sinilah aku tidak bisa menganggapmu sebagai adikku”

Chan Yeol memandang Baek Hyun dengan penuh makna, ia akhirnya tahu kenapa di saat mereka berada di tempat ini, mereka mengabaikan tali persaudaraan itu, seolah tidak pernah ada. ia ingat terakhir ia mencium Baek Hyun, adalah di tempat ini juga. Ia ingat terakhir Baek Hyun membalas ciumannya, adalah di tempat ini. dunia mereka…

“B… Baek Hyunnie…”lirih Chan Yeol tanpa suara. Entah kapan terakhir ia memanggil Baek Hyun dengan nama itu.

Perlahan tanpa sempat di sadari Chan Yeol, Baek Hyun mengangkat tangan kanannya dan menyenuh pipi Chan Yeol. Sentuhan yang hampir Chan Yeol lupakan seperti apa rasanya, dan Chan Yeol tidak bisa menunggu lagi sampai Baek Hyun menarik wajahnya, karena detik itu juga, Chan Yeol sendiri yang menundukkan wajahnya dan menggapai bibir tipis Baek Hyun dengan bibirnya sendiri.

Ciuman lembut yang mewakili segalanya.

Ciuman lembut yang mengalihkan segalanya…

Ciuman lembut yang meredakan rasa sakit itu.

Ciuman lembut yang lama-kelamaan diubah Chan Yeol menjadi sebuah ciuman yang cukup dalam, mewakili kerinduan yang selama ini menumpuk bagai susunan besi tajam berkarat yang menusuk hatinya.

“Saranghae… jeongmal…”ucap Chan Yeol terputus-putus di sela ciuman panas itu.

“N…nado…”balas Baek Hyun berusaha mengimbangi.

~***~

“Dari mana saja kalian?”tanya Ayah Chan Yeol dengan nada tegas saat mendapati dua anak laki-lakinya baru pulang jam 1 dini hari. Lebih marah lagi karena dia menyaksikan Chan Yeol tengah menggendong Baek Hyun di punggungnya dalam keadaan tertidur.

“Mianhaeyo Aboji, Hyung tertidur di rumah Kyung Soo, inipun aku harus membawanya pulang dalam keadaan seperti ini”

“Kau taruh di mana otakmu Park Chan Yeol? Kenapa tidak kau biarkan saja kakakmu menginap di sana, lihat keadaannya, setidaknya kau bisa menelpon ke sini agar ayah dan eommamu tidak khawatir”

“Mianhaeyo aboji, tidak akan kuulangi”

“cepat bawa kakakmu ke kamar dia terlihat pucat sekali”

“Ne aboji”

~***~

Chan Yeol POV

Pagi itu aku terbangun dengan sangat terkejut karena aku bermimpi melihat Baek Hyun menangis tersedu-sedu setelah menyaksikan Kris bercumbu dengan selingkuhannya, dan bengisnya, namja sialan itu justru merangkul selingkuhannya dan meninggalkan Baek Hyun dalam keadaan terpuruk.

Baiklah itu hanya mimpi, dan aku benci wajah sialan namja biadab itu muncul di mimpiku.

CKLEK~

Aku langsung menoleh ke arah pintu kamar mandi dan sosok Baek Hyun yang hanya berbalutkan handuk putih sudah keluar sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

“Ah, kau sudah bangun? Selamat pagi Chan Yeollie”sapanya hangat.

Aku memperhatikan dengan seksama gerak-geriknya. Mengamati setiap perubahan sikapnya, dan kurasa dia sudah cukup lebih tenang sekarang. Tidak percuma aku menahan gejolak rasa sakit di hatiku tadi malam saat melihanya menangis, setidaknya Baek Hyun sudah agak baikan “selamat pagi hyung”balasku kemudian menyibak selimut dan melipatnya asal.

“Kau punya plester luka?”tanya Baek Hyun sembari bercermin.

“kau terluka?”

“bukan… aku hanya baru sadar kalau kau meninggalkan jejak”

Mataku membulat kemudian bergegas menghampirinya “Mana?”

Baek Hyun menoleh, kemudian memiringkan lehernya, memperlihatkan sisi leher bagian kiri “ini, dan cukup jelas terlihat, jadi aku tidak mungkin menutupinya dengan mengatakan bahwa ini gigitan nyamuk”

Blush~

“Ma… maaf hyung, aku…”

“sudahlah, tidak apa-apa. Lagipula kalau memang aku keberatan, aku akan menolak saat kau menciumku”

Wajahku semakin memerah. Bisa-bisanya Baek Hyun mengatakan hal itu dengan nada terlalu santai. Padahal aku mati-matian menahan diri agar tidak berteriak kegirangan.

Oh baiklah, memang hanya berciuman, hanya satu malam, dan hanya di bukit itu. di dunia kami… tapi itu adalah kebahagiaan terbesarku setelah sekian lama mencoba bersikap layaknya seorang adik.

Pertahananku runtuh?

Sedikit, karena kenyataan yang selalu terpampang jelas di depan mataku bahwa Baek Hyun adalah kakakku, sudah menjadi penegasan bahwa kami tidak bisa bersatu dalam artian khusus. Tapi setidaknya aku tahu, bahwa Baek Hyun juga masih mencintaiku sebagaimana aku masih mencintainya.

“Hei… kau dengar? Tolong berikan aku plestermu”

“ah iya… iya hyung, tunggu. Aku punya satu”

“cepat berikan padaku dan bergegaslah mandi, kita tidak boleh terlambat ke sekolah”

“Ne hyung…” ucapku riang karena walaupun mata Baek Hyun masih sembab, dia sudah terlihat lebih baik sekarang. Aku tidak peduli dia masih memikirkan Kris atau tidak, yang jelasnya, aku bersumpah tidak akan membiarkan namja sialan itu mendekati Baek Hyun lagi.

~***~

AUTHOR POV

Pagi itu, kelas masih kosong. Kecuali maskot kelas seperti Kai-Kyung Soo, serta Se Hun-Lu Han sudah duduk rapih di tempatnya itu di hitung. Empat pasang mata itu memandang aneh ke arah sepasang adik kakak paling fenomenal di sekolah. Bukan perkara besar, tapi tumben sekali kedua anak itu masuk ke kelas bersamaan, berangkulan pula dengan sangat hangatnya.

Kai-Kyung Soo, Se Hun-Lu Han langsung menghadang di depan bangku mereka.

“kalian datang bersama?” Kyung Soo yang memulai interogasi.

“Hm….”jawab Chan Yeol santai. Masih melingkarkan lengan nya yang panjang di bahu Baek Hyun.

“Baek Hyun-ah, kau tidak apa-apa? Kenapa matamu sembab?”tanya Lu Han.

Baek Hyun hendak menjawab, tapi didahului oleh Chan Yeol “Hyung memang cengeng belakangan ini, jadi tidak perlu ditanya”

Baek Hyun mendesis kesal ke arah Chan Yeol, di balas senyuman hangat dari namja tampan itu.

“Chan Yeol-ah… kau tidak takut dibunuh Kris hyung?”tegur Kai karena melihat Chan Yeol terlalu santai merangkul Baek Hyun sementara seluruh dunia tahu betapa posesifnya Kris terhadap Baek Hyun.

“ck, jangan bahas dia. Lagipula aku tidak takut padanya, justru dia yang ingin kubunuh saat ini”

“Chan Yeollie” tegur Baek Hyun dengan pandangan sendu.

“Aish… jinjja, lihat ulah kalian. Sudah kubilang jangan bahas tentang namja sialan itu”

Keempat temannya saling bertatapan “kau baru saja menegurku tadi, kami mana tahu kalau nama Kr.. err… nama orang itu itu boleh disebut”timpal Kai bingung.

“Apa terjadi sesuatu pada kalian? Baek Hyun-ah?” tanya Lu Han.

“sudah jangan bahas lagi, hyungku dan namja itu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, mereka sudah putus”

Keempat temannya membelalak bersamaan “MWORAGO??? PUTUS???”

“siapa yang putus?”

Suara bass itu memecah keterkejutan mereka, seketika mereka mengalihkan pandangan ke arah pintu kelas di mana seorang pria tinggi berambut pirang tengah berdiri di sana. Lebih mengejutkan lagi karena wajah tampannya kini dihiasi lebam di beberapa tempat.

Chan Yeol lasngsung waspada dan menarik tangan Baek Hyun hingga namja mungil itu bersembunyi di belakangnya.

Kris melanjutkan langkahnya dan memberanikan diri berhadapan dengan Chan Yeol “siapa yang kau katakan putus?”

“siapa lagi? Aku mana mungkin menyebutkan Kai dan Kyung Soo , atau Se Hun dan Lu Han kan?”

“aku dan Baek Hyun belum putus?”

Chan Yeol tertawa sinis “bagimu? Tidak bagiku”

“jangan ikut campur Park Chan Yeol… ini urusanku dengan Baek Hyun”

“Oh tidak lagi, urus saja selingkuhan China mu itu”

Keempat orang yang tidak tahu betul perkaranya hanya bisa saling pandang dengan keterkejutan yang hanya bisa mereka tahan sendiri. Sepertinya situasi memang cukup genting.

“Park Chan Yeol…”

“Wae… Kris Wu? Atau harus kupanggil kau Wu Yi Fan?”

Kris menghembuskan nafas lelah, menghadapi Chan Yeol memang tidak akan berhasil kalau tidak memakai tangan. Dan ia jelas harus menahan emosinya karena kali ini dia berada di posisi bersalah. “Baek Hyun-ah, kita harus bicara” itu satu-satunya cara yang dilakukan Kris, meminta pada orangnya langsung.

Sayangnya Baek Hyun tidak merespon, ia masih berada di belakang Chan Yeol, menggenggam jas sekolah Chan Yeol dan meremasnya setiap kali ia mendengar suara Kris. Nyatanya, ia tidak sanggup melihat Kris saat ini.

“lihat… ini jawabannya. Jadi pergilah sebelum aku kehilangan kesabaran dan berakhir merontokkan gigi-gigimu”ancam Chan Yeol.

“minggirlah Park Chan Yeol, ada hal yang harus kuselesaikan dengan Baek Hyun”pinta Kris lagi.

“bukankah semuanya sudah selesai? Kau mengingkari janjimu, kau mengabaikan peringatanku, kau hancurkan amanah yang kuberikan padamu, maka pergilah kau dengan namjamu itu… karena kau dan Baek Hyun sudah berakhir. It’s over”

Kris akhirnya tidak bisa lagi bersabar. Ia menggeser tubuh Chan Yeol dan sempat menangkap tangan mungil yang bersembunyi di belakang Chan Yeol itu.

BUGH!

Namja pirang itu tersungkur ke belakang hingga membentur deretan meja setelah mendapat pukulan telak dari Chan Yeol.

“MASIH TIDAK MENGINDAHKAN ANCAMANKU???” hardik Chan Yeol murka.

Kris mendesis kesakitan di pelipisnya yang memang sudah lebam. Tapi ia tidak menggubrisnya, ia bangkit dan bersikeras menghampiri Baek Hyun.

BUGH~

Sekali lagi Chan Yeol menghadiahkan pukulan telak yang kali ini mendara di perut Kris hingga membuatnya terbatuk.

“Chan Yeol-ah… jangan di sini, kau bisa diseret lagi ke ruang BP” tegur Kai sembari menahan lengan sahabatnya itu.

“ne Chan Yeol-ah, kau betul-betul bisa di skors sebulan kalau kau terlibat perkelahian lagi” timpal Se Hun yang juga menahan lengan Chan Yeol yang satunya lagi.

Lu Han dan Kyung Soo yang serba salah langsung membantu Kris berdiri.

“Hyung… kau pergilah dulu, kalian bisa menyelesaikan ini di luar”tegur Kyung Soo.

“aku tidak akan pergi sebelum bicara dengan Baek Hyun”tolak Kris bersikeras.

“Oh… baiklah, dan aku tidak akan berhenti menghajarmu sebelum kau angkat kaki dari sini” tepat setelah Chan Yeol menyelesaikan kalimatnya, ia langsung menerjang Kris dan menghajarnya membabi buta. Kyung Soo dan Lu Han bahkan hampir terjatuh kalau saja kekasih mereka tidak segera menangkap tubuh mereka.

“Aish Jinjja…” Se Hun langsung berlari menutup pintu kelas sebelum perkelahian itu terekspos keluar. Kai kebingungan, harus dengan cara apa menghentikan Chan Yeol.

“Se Hun-ah… cepatlah”

“Arasso… arasso…”

Dua namja itu berusaha menghentikan pergerakan Chan Yeol, tapi mereka kurang tenaga, Chan Yeol saat marah memang sangat menyeramkan.

“Baek Hyun-ah… hentikan dia” pinta Lu Han saa ia mendapati Baek Hyun berdiri dengan wajah memucat.

“Jangan… takutnya terulang kejadian yang sama di mana Baek Hyun terluka setelah mengatasi perkelahian Se Hun dan Chan Yeol dulu”cegat Kyung Soo cemas.

“lalu kita harus bagaimana?”

Kai dan Se Hun ikut tersungkur ke belakang saat mereka hendak menghentikan Chan Yeol. Kris sudah sekarat di sana, terbatuk dengan wajah babak belur dan penuh darah.

“INI UNTUK BAEK HYUN!!”

Bugh~

“INI UNTUK KAKAKKU!”

Bugh~

“INI UNTUK NAMJA TERPENTING DALAM HIDUPKU”

Bugh~

“Baek Hyun-ah… hentikan adikmu. Kris bisa mati” Lu Han mengguncang-guncang tubuh Baek Hyun yang masih mematung.

“Cha… Chan Yeollie” seru Baek Hyun pelan.

Lu Han jadi frustasi sendiri dibuatnya. “Baek Hyun-ah!!! Kau tidak ingin Chan Yeol menjadi pembunuh kan?”

Baek Hyun membelalak, seketika tersadar dari keterpakuannya. Ia pun bergegegas menghampiri Chan Yeol. “Chan Yeol Hentikan”

“jangan hentikan aku Hyung… namja brengsek ini harus mati”

“Chan Yeollie jebal..”

BRUGH!

Chan Yeol menarik kerah baju Kris dan menghempaskan tubuh Kris ke papan tulis hingga patah,. Ia tatap namja itu dengan tajam “setelah kau berselingkuh di belakang kakakku, setelah dengan seenaknya kau membuatnya menangis, dan seenaknya pula kau datang untuk menjelaskannya? Seperti katamu, hal ini tidak akan selesai hanya dengan sebuah penjelasan”

Kris terbatuk, kesadarannya sudah diambang batas “Kau tidak tahu apa-apa Park Chan Yeol”

“Mwo? Apa yang tidak kuketahui? Kau pikir aku buta? Kau berciuman dengan namja itu di depan kedua mataku lalu kau bilang aku tidak tahu apa-apa? Kusembunyikan semua kebusukanmu itu dari kakakku dan kau sendiri yang membukanya kembali dengan perbuatan yang lebih menijikkan, kau bilang aku tidak tahu apa-apa? Ha?”

Kris menghela nafasnya disela ringisan sakitnya “Aku… melakukan itu semua… karena aku… tidak ingin terjadi apa-apa pada Baek Hyun”

Mata Chan Yeol melebar penuh “kau bilang apa? Kau sadar dengan kalimat yang baru saja kau keluarkan? Kau berselingkuh di belakang kakakku karena kau tidak ingin terjadi apa-apa padanya?” Chan Yeol mendesis sambil menggelengkan kepalanya.

“itulah yang kusebut kau tidak tahu apa-apa. Karena aku sangat mencintai Baek Hyun”

Darah Chan Yeol seolah mengalir semua ke kepala “Oh baiklah… katakan selamat tinggal pada nyawamu”

Baek Hyun yang mendengar ucapan Chan Yeol yang sudah pasti tidak main-main itu membuatnya terkejut. “Chan Yeollie… Andwae!!!” pekiknya

BUGH~

Chan Yeol menghantam perut Kris hingga ia tersungkur ke meja guru.

Chan Yeol seperti kesetanan, mencari apa saja yang bisa ia pakai untuk menghabisi Kris. Sampai matanya tertuju pada Pot bunga yang cukup besar di dekatnya, ia langsung mengambilnya.

Mata Baek Hyun membelalak, segera ia tangkap tangan Chan Yeol dan memandangnya tajam “Jangan lakukan itu Chan Yeolilie atau aku akan marah”

“ini bukan hanya karena pekhianatannya terhadapmu hyung. Tapi juga karena dia menghancurkan kepercayaanku. Dan kukatakan padanya, bahwa setiap tetes air matamu, akan dia bayar dengan darahnya” Chan Yeol menepis tangan Baek Hyun dan melangkah cepat ke arah Kris sambil mengangkat pot besar itu.

“Chan Yeol jangan!!!” pekik keempat temannya yang sudah kehilangan akal lagi untuk menghentikan Chan Yeol.

Baek Hyun panik, Otaknya buntu, sampai ketika Chan Yeol sudah bersiap menghandapkan pot itu ke kepala Kris, Baek Hyun terperanjat dan entah apa yang mendorongnya hingga ia dengan kilat menarik tangan Chan Yeol hingga menghadap ke arahnya dan…

PRAK~

Pot itu jatuh ke lantai dan berserakan di sana.

Tapi bukan itu yang membuat Kai-Kyung Soo, Se Hun-Lu Han dan terutama Kris tercengang seolah melihat sesuatu yang tidak bisa diterima akal sehat.

Cara Baek Hyun menghentikan Chan Yeol adalah…

 

 

Dengan menciumnya.

Di bibir…

Sepasang adik kakak itu… memperlihatkan sesuatu yang mereka langgar…

Dan di depan 5 orang itu yang menatap mereka tercengang.

TO BE CONTINUED

ALF’s special note: Oke readers tersayang dan tercintaaahhh, ternyata perkiraan ALF meleset. Targetnya Love and Pain bakal end di Chap 10 ternyata setelah ALF perhitungkan (berikut perkara dalam FF yang belum kelar), ini bakal end di chap 11, jadi sisa 2 chapter lagi. Cckckckck panjang ternyata(gak heran kenapa ALF suka yang panjang2)

Walaupun ini terlalu awal, tapi makasih atas kesetiaan readers-nim sekalian dan kesabarannya menunggu FF ini rilis (?) tiap chapternya. Maaf kalo selama ini ane bawel dan ngebetein, nyusahin readers dan apalah, ya mau gimana lagi. Jiwa antis saya sudah melekat terhadap Silent reader *slap.

Oke… RCL yah… dan dilarang Bash… mau castnya, apalagi ngebash authornya itu haram(?) di sini, soalnya ALF itu sensitif, bisa-bisa makan orang(?).

Ah satu lagi! Jebal… jangan mention, jangan PM, SMS, atau terang-terangan Wall ke FB cuman buat nanyain KAPAN CHAPTER SELANJUTNYA RILIS??? [yah kecuali langsung di blog yah, disertai komentarnya, ALF masih merasa enak(?)] Serius lama-lama ALF stress loh (gak tau kenapa, berasa dikejar-kejar rentenir), bukannya bisa cepat ngerjain, malah terbebani otak ALF dan tersendatlah (?) pengetikan FF ini karena otak mumet. Oke readers… jadi jangan heran kenapa PM, SMS, Mention, sama pesan dindingnya gak ALF balas, karena ALF cuman bisa jawab “TIDAK TAHU…” (jadi inget amaterasu nih)

Ah sudahlah, bawaan kesel ini… Adioosssssss

Reviewnya yang panjang yah kekekekeke 

ah masih ada satu lagi (banyak amat satunya)…

dimohon dengan sangat bagi readers yang mau ngajakin chingu nya buat baca, ya ajak aja baca di blog ini, trus ajakin juga review di sini, jangan malah …….

errrrr….. oke cukup … keanya ALF udah berlebihan banget… *Bow 123456789 kali

ALF gak marah kok, cuman ya berasa sia-sia aja dong ALF nge protek beberapa chapter kalo ujung-ujungnya di sebar dengan cara seperti ini. seneng deh kalo ALF bisa berinteraksi langsung ama Readers… jadi mohon yah yang udah ALF kasih password jangan disebar, kalo ada teman yang mau baca, ajakin main ke sini, dengan senang hati ALF bakal kasih tw PW nya kalo dia juga ikut ngasih apresiasinya…

Oke… dari pada Readers-nim makin BT ama ALF maka sekian dan terima kasih telah mendengarkan (membaca) curahan hati ALF yang teramat sangat gak penting ini. akhir kata…

WASSALAM!!!

314 thoughts on “[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 9]

  1. KERRIS SAKTII/? ELU APAIN KAKAK IPAR (baekhyun) GUAAA !!! HUWAAA!!! #SEJAKKAPANCAPSLOCKNYAJEBOL. Elu gak bisa jaga amanah ya keris -.-/ udah jelas-jelas chan bilang dulu~ jan bikin baek terluka, eh~ elu ngelakuin yang lebih parah … selingkuh :3
    .
    Tapi apa ini Tuhan…? Kau bahkan memperlihatkan pengkhianatan Kris di depan kedua mataku dengan cara yang membuatku… Hampir mati…

    Entah kenapa aku emosi sendiri. Chan lebih parah baeekk!!! (Dan entah kenapa aku mesti ngebelain chanyeol disetiap chapter-.-v)
    .
    “kirimkan padaku Hyung… kirimkan semua rasa sakit itu padaku. Biar aku yang menanggungnya, biar aku sendiri yang merasakannya” tuturnya tulus sembari mengeratkan genggamannya di tangan Baek Hyun.
    Kak… hobi kakak tersalurkan lagi, yaitu kembali buat aku nangis mathaaa T.T
    Pokoknya, bagian ini kebawah. Aku gak bisa komen lebih lanjut kak -.- mian T.T terlalu aduuh… gimana ya jelasinnya.. haduh pokoknya bagus banget deh.

  2. YEHEEETTT AKHIRNYAAA YIPPPIIII KRISBAEK ayolah segera berakhir dan berganti CHANBAEK, YEEESSS akhirnya Baekhyun ngeliat si Kris selingkuh yes yes yes. dan yahh Baekhyun lagi sakit hati sama Kris bilang masih cinta sama Chanyeol Ya tuhaaann, kadang ga ridho juga kalo Baek balik sama Chanyeol, Chanyeol terlalu baik*eh
    “ kirimkan padaku Hyung… kirimkan semua rasa
    sakit itu padaku. Biar aku yang menanggungnya,
    biar aku sendiri yang merasakannya” tuturnya tulus
    sembari mengeratkan genggamannya di tangan
    Baek Hyun.
    nah tuh kan liat betapa baiknya, sayangnya, cintanya sama Baekhyun, tapi si Baek terus aja nyakitin Chanyeol, ayolah sadar Baek Chanyeol lebih segalanya dari apapun. dah uh oh si Kris mau apalagi udah sama Tao aja sana, dan itu Baek nyium Chanyeol dan TBC aaaaa tidaaakk *buru buru ke chapter 10

  3. aku ga ngerti yah ko ada cowo sebaik, sesabar, sesayang itu sama orang yg selalu nyakitin dia tapi sialnya dia sayang bgt sama org yg udah nyakitinnya. (read CY)
    serius baek, setelah semua yg cy lakuin dan elu baru ngaku elu jg cinta sama dia disaat elu liat pacar elu sendiri selingkuh. wtf

    semoga ending nya chanbaek. amin amin amin~~ /gini nih kalo udah hard shipper nya chanbaek/

    sekali lagi ka ALF ini ff nya bener2 kereeeen (y) pokonya sukses terus deh buat ff chanbaek selanjutnya ^^

  4. Demi apaaaa habis baca chapter ini bawaanya kayak diaduk aduk(?) hatiku. antara frustasi. kesel. bahagia dan beberapa perasaan absurd(?) lainnya.
    frustasi nya gara-gara Tao yang punya niat jahat sama Baekki. okeh. aku mmang suka peran Tao disini. karena dia peran penting buat berpisahnya KrisBaek. tapi please lha Tao jangan bikin Baekki berada dalam bahaya. tuh orang bias gueeee
    T_T
    keselnya gara-gara Baekki yang ntah knp di part ini seolah-olah ngejadiin Chan Yeol sebagai pelarian ketika Kris nya kayak gitu.
    iya. tau sih kalo Baekki masih sayang sama Chan Yeol. tp ya nggak segitunya jg kali. jadi kesannya kayak Baekki mau enaknya aja *ditendang*
    hahaha

    lalu bahagianya ya udah pasti karena ChanBaek bakalan balik lagi. u yeahhh.

  5. Finally finally.. Hehhehe.. Waktu diawal awal sbrnernya smpt jengkel sama yeolda. Knapa gak dibiarin ajah baby B liat kristao. Tapi pd akhirnya berucap, bless u senpai. Setimpal bgt balesan buat kris. Lebih nyakitin dari kena sabetan(?) pot dikepala pastinya. Karna yg di lakuin baby B udah ngwakilin smua. Fakta kalo baby B masih cinta sama chanyeolie. Rasakeun kris rasakeun. Hahaha#slapslapslap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s