[FF FREELANCE] – BAEKYEOL // LOVE BYE LOVE // ONESHOOT


CREDIT PIC: BaekYeol sketchby ~LuxuriousRaven Devianart (source)

Annyeonghaseyo ALF’s Here… ini ada FF titipan Nae Dongsaeng, Author JinYeol yang punya FF “Dangerous Love” itu… ada FF lagi karyanya dia, masih pairing BaekYeol. jangan lupa RCL yah… Nanti komenan kalian bakal ALF send langsung ke Author JinYeol… Oke…. here we go… Author JinYeol silakan

 

 

Title : Love Bye Love

Author: JinYeol

Pairing : Baekyeol

Genre : Dirahasiakan :p

Length : Oneshoot

 

 

Saya bingung musti ngomong apa..Ini saya ngebut bikinnya jadi maap kalo feel nya kagak dapet

Saya jugakagak nyangka epep nya bakal sepanjang ini -_- maap yak

 

 

 

Oke cekidoooot…

 

 

 

Meski hidupku sepi…

Meski hidupku tak seramai orang lain…

Meski hidupku hanya ada aku seorang…

Aku bahagia dengan kehidupanku…

 

 

Jika aku mati…

Akankah aku terlahir kembali ?..Menjadi aku yang sekarang ini…?

 

 

Tidak…

Aku tak menginginkan reinkarnasi…

Aku tak ingin lahir kembali…

Aku takut…

Jika aku lahir kembali…Aku akan lahir sebagai orang lain…Bukan sebagai diriku yang sekarang ini…

Aku takut…

Jika aku menjadi orang lain…Aku tak akan merasakan perasaan ini lagi…

Aku takut kehilangan ketulusan ini…

Ketulusanku…

Mencintai malaikat hatiku…

 

 

 

Baekhyun pov

 

 

Dimalam yang begitu gelap ditemani rintik hujan mataku bertahan menerawang jauh kesana.Tak peduli seberapa lama ia pergi,tak peduli seberapa lama ia akan kembali aku akan tetap menunggunya disini.Berdiri dibalik jendela memandang sebuah rumah yang masih terlihat gelap tanpa setitik cahaya lampu untuk meneranginya.

 

Meski dingin menusuk tulang,meski kaki ini tak sanggup lagi menopang tubuh kecilku tak membuatku berniat untuk beranjak dari tempat ini.Meski raga ini terasa lemas,meski mata ini tak sanggup lagi untuk bertahan diriku enggan untuk menutup tirai jendela lalu pergi mengistirahatkan raga dan mata ini  tanpa melihat nya kembali.

 

 

Seulas senyum tergerai dibibir tipisku ketika potret wajahnya tertangkap oleh manik mataku.Raga ini kembali bertenaga,kaki ini tak lagi terasa lemas dan mata ini kembali terjaga ketika apa yang aku tunggu kini tampak didepan mata meski jarak kami terlampau jauh.Akan tetapi seketika aku termurung saat ia memasuki rumahnya menutup pintu dan menghilang dari pandanganku.Namun aku masih tetap bertahan tak berniat menutup tirai ini sebelum memastikan jika pemuda itu akan terlelap..

 

Rumah itu kini tersinari cahaya lampu.Bayangan tubuhnya terlihat mondar-mandir dibalik tirai jendela.Bahkan hanya dengan melihat bayangan tubuhnya saja mampu membuatku menarik kedua ujung bibir ini kembali tersenyum karenanya.Apa aku benar-benar mencintainya ?.Entahlah,hampir setiap malam aku melakukan hal ini,berdiri dibalik jendela hanya ingin melihat wajah tampannya.Dan perasaan seperti inilah yang selalu menghinggapiku.

 

Kututup tirai jendela lalu beranjak pergi setelah rumah itu kembali gelap.Kulangkahkan kaki menuju kamar kecilku segera tidur berlari kearah mimpi indah yang tengah meyambut kedatanganku.

 

 

 

***

 

 

 

“Baekhyun-ah tolong kau potong sayuran itu”.

 

“Ne ahjumma”.

 

 

Inilah aku,Byun Baekhyun seorang pemuda yang begitu pendiam dan hidup hanya seorang diri.Bekerja dikedai milik tetanggaku untuk menyambung hidup setelah tuhan memanggil kedua orang tuaku.Meski diriku nyaris tak pernah keluar rumah selain untuk bekerja keberadaanku tetap diakui oleh semua orang di desa ini.Namun sebaliknya,aku justru tak pernah menganggap mereka ada didunia ini.Dunia ku hanya ada aku,ahjumma dan pemuda itu…

 

 

 

“Cobalah berbaur dengan orang-orang yang seumuran denganmu Baekhyun-ah”.

 

“Nde ?”.Tanyaku karna tak begitu jelas mendengar apa yang ahjumma katakan namun tetap fokus pada sayuran yang tengah aku potong.

 

“Kau..Cobalah berbaur dengan pemuda lain. Apa kau tak ingin mempunyai teman eum ?”.

 

Aku tersenyum menanggapi perkataan ahjumma..

 

“Aniya..Aku sudah nyaman hidup seperti ini ahjumma.Lagipula aku malu jika berbaur dengan mereka”.Jawabku ramah.

 

“Kau harus mencobanya,pemuda di desa ini semuanya baik dan ramah kau tak perlu merasa malu.Ahjumma ingin sekali melihatmu berbaur dengan orang-orang didesa ini.Ahjuma tidak ingin kau terus-terusan menutup diri seperti ini”

 

“Baiklah lain kali akan kucoba”.Jawabku tersenyum mencoba membuat ahjumma sedikit merasa lega.

 

“Haissh setiap hari kau selalu bilang akan mencobanya tapi sampai sekarang kau belum juga melakukannya”.

 

Aku hanya terkekeh mendengar pernyataan ahjumma yang mencibirku..Kadang aku berpikir kenapa aku harus mempunyai teman jika aku sudah mempunyai ahjumma yang begitu baik padaku.Aku sudah menganggap beliau sebagai ibuku sekaligus temanku jadi kurasa aku tak memerlukan orang lain lagi dikehidupanku.Emm aniya,aku ralat.Aku membutuhkan satu orang lagi dihidupku…Yah,pemuda jangkung itu…

 

Mengingat pemuda itu terbesit dikepalaku untuk menanyakan sesuatu pada ahjumma perihal pemuda itu..

 

“Ahjumma”.Panggilku lirih.

 

“Ne ?”.

 

“Apa ahjumma mengenal pemuda yang tinggal didepan rumah ku itu ?”.Tanyaku masih fokus memotong sayuran.

 

“Oh pemuda yang tinggi itu ?Tentu saja ahjumma mengenalnya dia kan tetangga kita”.

 

“Boleh aku tau siapa namanya ?”.Kini aku menatap wajah ahjumma bersiap-siap terkekeh lagi atas reaksi yang akan ahjumma berikan.

 

“Astaga Baekkie-yaaaa.Sudah dua tahun lebih pemuda itu tinggal tepat didepan rumahmu tapi bagaimana bisa kau sampai tidak mengetahui namanya huh ?”.

 

Bingo !…

Tebakanku tepat sekali bukan ?.

 

Ahjumma menggelengkan kepalanya melihat ku yang justru terkekeh seperti ini.Mungkin ahjumma berpikiran jika aku benar-benar keterlaluan.Sediam apapun orang akan sangat keterlaluan jika hanya nama tetangganya saja ia tidak tau.Terlebih orang itu kini bersemayam dihatinya.

 

“Memangnya ada apa kau menanyakan namanya ?.Jarang-jarang kau menanyakan seseorang..Apa kau ingin berteman dengan nya?”.Lanjutnya antusias.Terpancar sedikit kebahagiaan diraut wajah ahjumma.Sepertinya ia benar-benar menginginkan aku berteman dengan seseorang.

 

Aku mengangguk seraya tersenyum… Bukan hanya ingin menjadi temannya tapi aku juga ingin menjadi seseorang yang ada dihatinya.

 

Dan bisa kulihat semburat kebahagiaan semakin terpancar diraut wajahnya…

 

“Namanya Park Chanyeol.Ia berasal dari kota dan tinggal disini karena harus menjaga nenek dan empat sepupunya yang tinggal didesa sebelah”.Jelas ahjumma.

 

“Neneknya tinggal didesa sebelah lalu kenapa dia tinggal disini ?Seharusnya dia tinggal bersama mereka kan ?Dan..Kenapa ia rela pindah dari kota ke desa untuk menjaga neneknya sedangkan sudah ada empat sepupunya yang tinggal disana ?”.Tanyaku merasa bingung.

 

“Mungkin karena keadaan rumah neneknya yang tidak memungkinkan dia untuk tinggal disana.Dan dari yang ahjumma dengar sepupunya itu masih anak-anak itu sebabnya ia datang kesini untuk menjaga mereka.Setiap pagi ia pergi kesana lalu pulang pada malam hari”.

 

 

Aku hanya membulatkan bibirku setelah mendengar penjelasan dari ahjumma.Dan aku semakin yakin jika aku tak salah pilih orang untuk ku sukai.Kurasa dia pemuda yang baik dan punya kepedulian tinggi.

 

 

 

***

 

 

 

Malam ini aku kembali berdiri dibalik jendela menunggu pemuda itu.Tapi entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang berbeda.Aku merasa ada sesuatu disekitarku.

 

Kulirik jam dinding yang berada tepat dibelakangku.Aku menghela napas ketika jarum jam sudah menunjukan pukul sebelas malam namun rumah itu masih tampak sepi dan gelap.Tidak biasanya ia pulang selarut ini.Atau jangan-jangan ia tidak akan pulang ?.Aku kembali menghela napas,sepertinya benar aku tidak akan melihatnya malam ini.Kututup tirai jendela dan memutuskan tak menunggunya lagi. Melangkah dalam keputusasaan menuju kamar untuk beristirahat.

 

Deg…

 

Baru selangkah aku berjalan namun langkah ini tiba-tiba terhenti..Ada apa ini kenapa tiba-tiba aku merasa takut ?.

 

Deg…

 

Langkah kedua kembali terhenti…

Aku merasa ada seseorang yang mengikutiku..

 

Deg…

 

Langkah ketigaku juga terhenti…

Ya tuhan kenapa tiba-tiba wajah kedua orangtua ku muncul dikepala ku ?.

 

Deg…

 

Langkah ke empat…Rasa takut ini semakin menguasai diriku..

 

 

Segera kuedarkan pandangan kesegalah arah memastikan keadaan.Namun aku tak menemukan tanda-tanda keberadaan seseorang disekitarku.Tapi aku sangat yakin jika ada seseorang yang tengah mengawasiku.

 

Kucoba untuk membuang rasa takut ini dan bersikap setenang mungkin lalu berjalan menuju kamar kemudian berbaring diatas tempat tidurku.Namun sial,ketakutan ini justru semakin menjadi.Sungguh rasanya ingin sekali aku menangis.Perasaan ini benar-benar menyiksaku.Aku takut,aku ingin keluar dan berlari dari rumah ini.Aku tak ingin sendirian,aku butuh seseorang untuk menemaniku,aku butuh seseorang untuk menjagaku.Tuhan kumohon lindungi aku jangan biarkan sesuatu yang buruk menimpaku.

 

Aku menutup mata berharap mata ini cepat terlelap berlari menuju mimpi yang akan membantuku melupakan ketakutan ini.Namun…

 

Deg..deg..deg…

 

Tuhan sebenarnya apa yang akan terjadi?.Kenapa jantungku berdetak secepat ini dan kenapa napasku sulit sekali?.Sungguh aku benar-benar ingin menangis dan pergi dari rumah ini.Tapi aku tak mampu  pergi dari rumah ini karna aku takut meninggalkan tempat ini.Aku takut jika ditempat lain aku akan semakin merasa takut.Sangatlah yakin jika ada seseorang telah mengikuti dan dialah penyebab ketakutanku.

 

 

Deg..deg..deg…

 

 

Tuhan apa yang harus aku lakukan .Tubuhku serasa kaku dan bergetar.Air mata ini..Air mata ini benar-benar tak bisa ku bendung lagi…Aku bangkit namun masih duduk diatas tempat tidurku membenamkan wajah dan memeluk kedua lututku.

 

 

Hiks…

 

Aku terisak.Menangisi hal yang tak kuketahui.Jika benar ada seseorang yang tengah mengikutiku kenapa ia sehebat itu membuatku sampai seperti ini.Benarkah apa yang aku rasa jika ia bukan manusia?.

 

 

Tok tok tok…

 

 

“Baekhyun-ah apa kau sudah tidur ?”.

 

Kuangkat wajahku dan mennghapus air mata yang kini membanjiri pipiku lalu menengok ke arah tembok yang searah dengan ruang tamu.

 

“Ahjumma ?”.Gumamku lalu bangkit segera berlari keluar kamar.

 

Saat pintu rumah kubuka dan terlihat jelas jika ahjumma yang ada dihadapanku,aku langsung  berhambur memeluk erat tubuhnya kembali terisak seakan mengadu padanya jika ada sesuatu yang terjadi padaku.

 

“Astaga kau kenapa nak?”.

 

Tak mampu kujawab.Air mata ini seakan membekap bibirku untuk tidak berbicara.

 

“Ya sudah,kajja kita masuk kedalam”.

 

Ahjumma membawa ku duduk disofa.Dan kini isakan ku ulai terhenti hanya tersisa air mata yang terus mengalir.Beliau terus mengusap-usap punggungku mencoba menenangkan diriku.

 

“Kau tau ?Malam-malam seperti ini ahjumma datang kerumahmu karna tiba-tiba saja perasaan ahjumma merasa tidak enak dan saat itu ahjumma terus memikirkanmu karna takut terjadi sesuatu padamu.Dan sepertinya itu benar.Jadi berbicaralah,katakan apa yang terjadi !”.

 

Aku masih terbungkam…Rasanya sulit sekali hanya untuk sekedar membuka mulut.

 

“Ahjumma aku takut”.Ucapku lemah menatap kosong kearah lantai.

 

“Apa yang kau takutkan eum ?”.

 

“Molla,aku merasa ada seseorang yang mengawasiku.Aku bahkan merasa dia ada disampingku”.Jelasku masih lemah mengeluarkan beban dipikiranku dan sesuatu yang mengganjal dihatiku.

 

“Apa maksudmu Baekhyun-ah ?”.

 

“Aku merasa ada sosok yang mengikutiku”.

 

“Maksudmu ?”.

 

Kudengar ahjumma menghela napas sebelum ia melanjutkan kalimatnya..”Ahjumma rasa itu hanya perasaanmu saja.Kau butuh istirahat.Jadi tidurlah,ahjumma yakin besok kau akan merasa lebih baik”.

 

Aku menggeleng lemah…

 

”Perasaan jauh lebih kuat dibandingkan dengan mata,ahjumma”.Ucapku tanpa sadar dari mana aku mendapatikan kalimat itu.

 

Kembali kudengar ahjumma menghela napas..”Tapi ini sudah malam lebih baik sekarang kau istirahat saja.Ahjumma akan menemanimu sampai kau tertidur.Jadi jangan merasa takut lagi”.

 

Sekilas kutatap ahjumma yang masih mengusap-usap pelan punggungku kemudian mengangguk lemah menuruti keinginan orang yang sudah kuanggap sebagai ibu kandungku”.

 

 

 

***

 

 

“Dari tadi kau hanya melamun.Apa kau tidak enak badan ?Jika memang begitu istirahatlah biar kedai ini ahjumma sendiri yang urus”.

 

“Ahh gwenchana..Aku hanya sedikit lelah ahjumma”.

 

“Kau lelah ?Ya sudah kau duduk saja disini dan jangan mengerjakan apapun”

 

“Ahh andwe !Nanti ahjumma kerepotan..Ahjumma tenang saja aku masih bekerja meski sudah lelah”.

 

Aku beranjak menuju dapur mengerjakan apapun yang bisa kukerjakan sebelum ahjumma semakin melarangku untuk bekerja.Sesungguhnya aku berbohong.Aku tidak merasa lelah sama sekali hanya saja perasaan takut ini masih mengikutiku membuatku sulit untuk fokus bekerja.Tadinya aku mengira dengan bekerja dan berada ditengah keramaian akan membuat perasaan aneh ini menghilang dengan sendirinya tapi ternyata tidak.Perasaan ini masih saja mengikutiku.Bukan hanya perasaan ini tapi aku juga merasa masih ada seseorang yang mengikutiku.

 

 

***

 

 

 

Hangatnya senja tak membuat hatiku ikut merasakannya.Langkah kaki yang terbiasa diiringi senyuman kini hampir musnah digantikan wajah datar lengkap dengan tatapan penuh kesenduan.Tetap melangkah tertunduk menatap batu-batu kerikil seakan mereka memiliki magnet menarik mataku untuk terus menatap nya.

 

Disampingku,wanita tua yang selalu menemaniku pun seakan ikut merasakan apa yang aku rasakan layaknya perasaan seorang ibu yang selalu ingin merasakan segala sesuatu yang putra mereka rasakan.Tampak jelas wajah kekhawatiran nya yang begitu mendalam.Dan inilah yang membuatku semakin tertunduk tak kuasa melihatnya seperti itu.

 

Saat menapaki halaman rumah kulihat ia masih setia disampingku mengukuti langkah yang tak teratur ini.Sesuatu merasuki pikiranku menyuruhku melakukan suatu hal pada wanita tua ini.

 

Ketika langkah ini terhenti ia mengikuti apa yang aku lakukan.Tubuh kami saling berhadapan membuatku begitu jelas melihat sorot mata sayu nya.Sorot mata kesedihan dari seorang ibu.

 

Kedua kakiku melangkah secara bergantian memotong jarak diantara kami.Mulai kurengkuh tubuh wanita itu membenamkan wajahku sendiri di atas bahunya.Kembali sesuatu merasuki pikiranku untuk mengatakan suatu hal padanya.

 

“Jika aku mati ahjumma tidak akan lagi ikut menderita seperti ini”.

 

“Ya bicara apa kau huh ?”.

 

Ia memukul pelan punggungku sebagai balasan apa yang aku katakan padanya.Namun ini tak membuatku takut untuk melanjutkan kalimatku…

 

“Berjanjilah jika aku tidak ada ahjumma akan mengurus rumahku seperti ahjumma mengurusku.Rumah itu harus bersih meski tak berpenghuni.Atau kalau perlu suruhlah putri ahjumma beserta keluarganya untuk tinggal dirumahku nanti agar rumah itu tetap terawat”.

 

“Ya Baekhyun-ah kau ini bicara apa huh ?Kenapa kau berbicara seperti itu”.

 

Ia berusaha melepaskan tubuhnya yang kurengkuh namun dengan sigap aku mengeratkan kedua tanganku yang menyatu dipunggungnya.

 

“Karna aku takut jika besok aku mati,aku tidak akan sempat mengatakan ini pada ahjumma”.

 

“Siapa yang akan mati huh ?Kau itu selalu ngawur..Berhentilah berbicara seperti itu!Kau ini masih muda dan juga sehat,kau tidak akan mati,arra !”

 

“Ani,semua orang pasti akan mati ahjumma termasuk aku,meski aku sehat tapi jika tuhan menghendakiku harus mati besok maka itu akan terjadi ahjumma”.

 

“Arraso..Tapi kau tak boleh berbicara seperti itu !Pokoknya kau tidak boleh mati sebelum ahjumma mati !”.

 

Aku semakin tersenyum miris.Entahlah aku tak tau dengan apa yang terjadi padaku dan kenapa aku bisa bicara seperti itu.

 

 

 

***

 

 

 

Lagi.Malam ini aku kembali berdiri memandang rumah yang masih tampak gelap itu didepanku.Kali ini bahkan aku berani menunggunya di depan rumah tak seperti biasanya yang hanya berani mengamatinya dari dalam rumah berdiri dan sembunyi dibalik jendela.Kumasukan kedua tangan kedalam saku celana mengurangi rasa dingin yang menyerang tubuhku.

 

Mulai kugembungkan pipi ini atas rasa lelah yang kurasakan setelah tiga jam berdiri disini namun pemuda itu tak juga muncul.Apakah malam ini aku akan kembali tak melihatnya ?.Ahh tidak,aku begitu merindukan sosoknya jangan sampai aku kembali tak melihatnya.

 

Empat jam sudah aku berdiri disini namun aku masih belum melihat tanda-tanda kemunculannya dijalanan sekitar.Rasa khawatir mulai menghinggapiku.Aku takut pemuda itu tidak akan muncul lagi.Aku takut bahwa diriku tak akan bisa melihat nya lagi.Aku takut jika malam itu adalah malam terakhirku melihatnya didepan mataku.Dan aku takut jika malam ini adalah malam terakhir aku bisa menunggunya seperti ini.

 

Aku menghela napas putus asa ketika enam jam sudah aku menunggunya namun ia masih belum juga menunjukan batang hidungnya.Malam ini sepertinya aku kembali tak akan melihat nya.Sungguh aku sangat merindukan pemuda itu,aku benar-benar ingin melihatnya malam ini juga karna aku takut aku…ahh tidak aku pasti bisa melihatnya lagi.

 

Karena rasa lelah yang tak bisa ku tahan lagi akhirnya aku memutuskan mengakhiri menunggunya malam ini.Aku percaya masih ada hari esok bagiku untuk kembali melihatnya seperti malam-malam sebelumnya.

 

Dengan senyum datar aku memutar posisi tubuhku bermaksud untuk masuk kedalam rumah…

 

 

Deg…

 

 

Kulihat seseorang berdiri tepat dihadapanku.Ia tersenyum manis seolah tengah menyambutku…

 

Jadi ini jawaban atas rasa takut yang aku rasakan tadi malam hingga sekarang…

 

Baiklah aku mengerti…

 

 

Kulewati orang tersebut tanpa menatapnya lagi.Sesampai dikamar langkahku menuju pada sebuah lemari yang terisi buku-buku lamaku.Kuambil selembar kertas lalu mulai mengerakan tanganku menulis sesuatu dikertas tersbut.

 

Air mataku menetes begitu saja membasahi kertas ini seolah ia ingin terlibat menyampaikan sesuatu didalamnya.Kenapa aku begitu malang ?Secepat inikah takdirku ?.Ahh tidak..Aku tidak boleh seperti ini,aku harus tetap tersenyum dan bahagia pergi menuju dunia baruku.

 

Setelah merasa cukup lelah aku mengakhiri apa yang aku tulis.Kuletak kan kertas ini diatas meja samping tempat tidurku lalu meletakan sebuah bingkai fotoku diatasnya.Kulanjutkan dengan membaringkan tubuh ini diatas kasur.Berbaring lurus menyatukan kedua tangan diatas perut menatap langit-langit kamarku.Sekilas terlintas bayangan wajah ahjumma dikepalaku.

 

Aku menghela napas…

 

Rasanya berat bagiku jika harus meninggalkan wanita tua itu.Jika aku pergi siapa lagi orang yang akan membantunya menjaga kedai miliknya.Siapa lagi orang yang akan menemaninya berbelanja.Tiap malam ia selalu datang hanya untuk sekedar menanyakan apa aku sudah makan.Lalu jika aku pergi siapa lagi orang yang akan ia tanyai seperti itu ?.Haaah aku tidak akan bisa membuatnya kerepotan lagi.Pasti aku akan sangat merindukan moment seperti itu.

 

Dan…

 

Entahlah aku harus merasa senang atau justru sebaliknya…

 

Ini mengenai pemuda itu.Aku senang sebentar lagi dia akan tau siapa aku.Namun aku sedih karna sebentar lagi aku tak bisa melakukan hal seperti tempo hari.Berdiri dibalik jendela mengamatinya secara sembunyi-sembunyi.Dan yang paling aku sesali adalah disaat-saat terakhirku ia justru menghilang.Sudah beberapa hari ini aku tidak melihatnya.Aku tak tau sesungguhnya ia ada dimana.Tapi aku berharap semoga ia kembali lagi kedesa ini dan berharap ia mau menemuiku dirumahku yang baru.

 

 

Aku kembali menghela napas.Kulirik seseorang yang ada dihadapanku.

 

Sudah saatnya…

 

 

Eomma,appa aku datang untuk berkumpul lagi dengan kalian…

 

 

 

Author pov

 

Seorang wanita tua berusaha memejamkan mata namun usahanya selalu gagal.Seberapa lama matanya terpejam tetap tak membuatnya terlelap.Bahkan sekarang ia diliputi perasaan aneh yang mengganjal hatinya.Perasaan ini..Perasaan ini sama dengan yang ia rasakan saat terjadi sesuatu pada Baekhyun kemarin malam.

 

“Baekhyun-ah ?”.Gumamnya pelan kemudian segera bangkit dari tempat tidurnya.Ia berjalan keluar hendak menuju tempat seseorang yang tengah ia khawatirkan.

 

 

 

Tok tok tok..

 

“Baekhyun-ah”

 

 

Tok tok tok..

 

 

Tak ada jawaban..

 

Berkali-kali ia mengetuk pintu namun tetap tak ada jawaban dari dalam.Ia terus mengetuk pintu mencoba membangunkan sang pemilik rumah yang ia yakini tengah asik bermain-main dialam mimpinya.

 

 

Setelah cukup lama ia berdiri didepan pintu seperti ini akhirnya ia memutuskan untuk menyerah.Mungkin Baekhyun benar-benar terlalu asik dengan dunia mimpinya hingga tak mendengar seseorang yang mencoba membangunkannya.

 

Ketika ia hendak memutar tubuh meninggalkan rumah ini tangannya tak sengaja memegang kenop pintu..

 

 

Cklek

 

 

“Eoh ?”Ia menatap bingung pintu yang tak sengaja terbuka akibat tangan bebasnya yang memegang kenop pintu tersebut.Ia masuk begitu saja ketika pintu itu ternyata tak terkunci.Segera ia melangkah kearah kamar seseorang yang sudah ia anggap sebagai putranya.

 

Ia tersenyum lega ketika melihat wajah kecil itu tengah terlelap dengan tenangnya.Ia menghampiri lalu duduk disampingnya.Senyum itu kembali terkembang dibibirnya ketika ia mulai membelai lemut rambut Baekhyun hingga pada akhirnya senyum itu menghilang ketika ia sadar akan sesuatu hal.

 

Dipandanginya posisi tidur Baekhyun yang sedikit tidak wajar.Sedikit panik ia menggoncang-goncang tubuh Baekhyun namun tak ada reaksi apapun dari pemuda itu.

 

“Baekhyun-ah..Baekhyun-ah !”.Ia menepuk-nepuk pipi Baekhyun berharap pemuda itu akan bangkit dan menatapnya.Namun nihil,pemuda itu tetap tak bereaksi sedikitpun.

 

“Baekhyun-ah bangunlah !Bangun !Kau jangan bercanda seperti.Baekhyun-ah bangun !”.

 

Wanita ini mulai terisak ketika Baekhyun tetap tak mau membuka matanya.Ia terus mencoba mengguncang tubuh kecil itu masih berharap pemuda itu akan bangkit dan memeluknya.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Chanyeol pov

 

Aku berjalan dengan lagkah kecil diiringi senyum yang tak bisa kulepaskan.Malam begitu dingin namun jiwa ini justru merasakan kehangatan yang begitu dalam.Setelah beberapa hari kembali ke Seoul aku kembali ketempat ini.Tempat yang sangat aku sukai.Aku begitu merindukan tempat ini.Merindukan kesunyian desa ketika malam tiba.Dan juga merindukan seseorang yang kini bersemayam dihatiku.

 

 

Langkah demi langkah memotong jarak antara tubuhku dengan tempat tinggalku.Dan kini aku bisa melihat dengan jelas sebuah rumah yang selalu aku rindukan dimana sang pemilik selalu berdiri menungguku.Apa beberapa hari ini dia tetap menungguku ?Ahh aku jadi merasa bersalah padanya.

 

Kupandangi rumah itu yang kini terlihat begitu gelap tanpa setitik cahaya.Mungiknkah ia sudah tidur ?.Tapi ini masih terlalu sore untukya mengingat tempo hari ia rela berdiri sampai tengah malam hanya untuk menungguku.Apa ia tak menungguku lagi karena beberapa hari ini aku menghilang ?.Apapun itu aku berharap setelah tau aku kembali ia masih mau melakukan hal yang selalu membuatku sulit tertidur karna terus memikirkannya.

 

 

Sesampai didalam rumah aku meletakkan tas diatas kursi lalu membanting tubuh ini keatas kasur.Sebaiknya aku istirahat sekarang mempersiapkan mata ini untuk bekal besok malam ketika aku begadang karna tak bisa memejamkan mata akibat melihat tingkah konyolnya yang selalu berdiri sembunyi-sembunyi mengamati rumahku seperti itu.Sepertinya aku sudah jatuh hati padanya.

 

 

 

xxx

 

 

 

Berkali-kali aku mondar-mondir membuka tirai jendela melihat rumah itu yang masih saja tampak begitu gelap.Kenapa rumah itu sepi sekali seakan tak berpenghuni.Apa dia sedang tidak ada dirumah ?.Rasanya tidak mungkin jika dia keluar rumah.Aku tau betul pemuda itu jarang bahka tidak pernah keluar rumah selain untuk bekerja.Tapi kenapa rumah itu mendadak sepi ?.Kemana dia yang selalu menungguku ?.

 

 

“Haaaaah”

 

Aku mengacak rambut frustasi.Sungguh aku benar-benar merindukannya,merindukan tingkah konyolnya.Kenapa dia tidak menungguku lagi?.Apa dia kesal karena aku menghilang begitu saja?.Tamatlah aku jika ia menghentikan apa yang selalu ia lakukan untukku.

 

Merasa cukup lelah membuka-tutup tirai ini berharap rumah itu telah disinari cahaya lampu aku memutuskan untuk istirahat saja.Besok aku harus bangun pagi-pagi dan siap-siap berdiri didepan rumah untuk menunggu nya membuka pintu rumahnya dan muncul dihadapanku.

 

“Park Chanyeol semangat !”.Ucapku menyemangati diriku sendiri.

 

 

Tok tok tok…

 

 

Keningku berkerut ketika mendengar seseorang mengetuk pintu rumahku…

 

“Siapa yang datang malam-malam seperti ini ?.Jangan-jangan ?”.

 

Kulebarkan senyumanku dan berlari kecil segera membuka pintu itu berharap dan sedikit yakin jika dia adalah pemuda itu..

 

 

Cklek

 

 

Kujatuhkan pundakku dengan lemas ketika kenyataan tak sejalan dengan harapanku.

 

“Annyeong haseyo”.Sapa seseorang dihadapanku dan hanya kubalas dengan satu anggukan.

 

“Maaf malam-malam begini mengganggumu.Aku hanya ingin mengantarkan ini”.Ucapnya seraya menyodorkan sebuah amplop padaku.

 

“Apa ini ?”.

 

“Ibu ku yang memberikannya.Aku tidak tau itu isinya apa.Ibuku hanya bilang jika dia belum pulang sedangkan kau sudah kembali aku harus segera menyerahkan ini padamu”.

 

“Memangnya siapa ibumu ?”.Tanyaku sembari mengambil amplop itu dari tangannya.

 

“Kau tau pemilik kedai yang ada disebelah toko yang cukup besar itu ?Dia ibuku”.

 

Kutautkan kedua alis ini mencoba berpikir untuk mengingat seseorang..

 

“Ahh ahjumma yang selalu bersama pemuda yang tinggal didepan rumahku itu ?”.

 

“Ne”.

 

“Ahh baiklah akan kuterima amplop ini.Khamsahamnida kau sudah mau mengantarkannya”.Ucapku berterima kasih seraya membungkuk padanya.

 

“Cheonma..Kalau begitu aku permisi.Annyeong!”.

 

 

Setelah orang itu pergi segera kubuka amplop ini.Aku penasaran apa isinya kenapa tiba-tiba ahjumma itu memberikan ini padaku.Berhubungan dengan pemuda itukah ?.Entahlah,lebih baik kubuka sekarang…

 

 

“Eoh ?Foto ?”.

 

Sungguh aku terkejut ketika membuka amplop ini ternyata berisi sebuah foto.Dan bukankah ini foto pemuda itu ?

 

Kubulatkan mataku ketika tau itu benar-benar foto pemuda itu.Kini mataku tertuju pada satu benda lagi yang masih ada dalam diamplop itu.Segera kubuka kertas itu yang kuyakini jika ini sepertinya adalah surat.

 

Sejenak aku mematung…

 

Aku tersenyum membayangkan apakah ini surat dari pemuda itu untukku ?.Apakah ini surat…errr cinta ?.Apa dia menyatakan cintanya padaku ?.Dengan semangat aku membuka surat ini berharap jika apa yang aku harapkan adalah benar.

 

 

 

Annyeong haseyo Chanyeol-ssi..

 

Perkenalkan namaku Byun Baekhyun.

Apa kau mengenalku ?.Ck kurasa tidak🙂

Baiklah aku akan memperkenalkan diri lebih dulu…

 

 

 

Ak tersenyum sebelum kulanjutkan membaca surat ini..Jadi dia mengira jika aku tidak mengenalnya..Dia salah besar..Aku bahkan tau semua hal tentangnya..

 

 

Aku adalah Byun Baekhyun..Tetanggamu dan tinggal tepat didepan rumahmu.Ahh bukan..Setelah kau membaca surat ini aku tidaklah lagi menjadi tetanggamu karena aku pasti sudah pergi jauh..

 

 

Deg…

 

Apa maksudnya dia menulis seperti itu ?..

 

 

Hmm apa kau pernah melihatku Chanyeol-ssi?.Kurasa secara tidak sengaja kau pernah melihatku saat pagi-pagi kau akan pergi kerumah nenekmu..

 

Ahh ya kau pasti bingung kenapa tiba-tiba aku mengirim.mu surat…

Jawabannya sangat sederhana…

Karena aku ingin kau mengenalku Chanyeol-ssi..

Dan aku juga ingin mengatakan sesuatu hal padamu.Emmm sebenarnya aku malu untuk mengatakannya akan tetapi jika tidak kulakukan mungkin aku akan menyesal dan tidak akan tenang didunia baruku..

 

Chanyeol-ssi aku menyukaimu dan bahkan mencintaimu..

Setiap malam aku selalu menunggumu hanya untuk melihat wajahmu..

Satiap malam pula aku berharap mendapat sebuah keajaiban agar kita bisa bertatap muka dan saling berbicara.Kau tau ?Betapa inginnya aku berbicara denganmu.Dua tahun yang lalu sejak pertama kali aku melihatmu aku  merasa ada sesuatu yang aneh dengan perasaanku.Setiap kali teringat wajahmu terasa sulit bagiku untuk bernapas seakan kau menutup jalan oksigen untuk masuk kedalam paru-paruku.Dan anehnya itu tak membuatku merasa tersakiti.Yang kurasakan justru sebaliknya,aku menikmati perasaan ini.

 

Chanyeol-ssi…

Sesungguhnya aku ingin sekali dekat denganmu..Tapi takdir berkata lain.

Tuhan tak membiarkan aku untuk mengenalmu lebih jauh..Tuhan bahkan tak membiarkan aku untuk menunggumu lagi setiap malam.Berdiri dibalik jendela.Mengamatimu secara sembunyi-sembunyi.Ck ini sedikit konyol memang.Tapi jika tak melakukan hal itu maka aku tidak akan melihatmu.Dan jika tidak melihatmu itu akan membuatku sulit untuk memejamkan mata.Seperti beberapa hari ini aku tidak bisa tidur nyenyak karna tidak melihatmu.Sebenarnya kau kemana Chanyeol-ssi ?.Kau tau betapa cemasnya aku ketika beberapa hari kau tak muncul dihadapanku.Aku takut Chanyeol-ssi..Aku takut jika aku tak akan lagi bisa melihatmu..

Dan itu menjadi kenyataan…:(

 

Chanyeol-ssi…

Maukah kau menjengukku dirumah baruku ?.

Kumohon datanglah..

Aku ingin kau datang kerumah abadiku meski aku tak bisa melihatmu…

Setidaknya untuk memenuhi keinginan terakhirku…

 

Haaah..Kau tau Chanyeol-ssi ?.

Menulis surat ini sangatlah menyiksaku.Dimalam yang begitu sunyi ketika semua orang tengah tertidur lelap aku justru tak bisa memejamkan mataku.Aku juga harus menulis surat ini secepat mungkin karna waktu sedang mengejarku,terlebih malaikatku sudah ada bersamaku.

 

Sesungguhnya aku ingin menangis…

Kenapa tuhan tak membiarkanku untuk mengenalmu lebih dulu sebelum ia memanggilku..

Aku masih ingin bersembunyi dibalik cendela untuk menunggumu Chanyeol-ssi..

Aku menyukai moment itu…

Aku masih ingin melihatmu…

 

Ini memang sedikit menyiksaku..Tapi disisi lain aku mendapatkan kebahagiaan..Setidaknya tuhan masih memberiku waktu untuk menulis surat ini sebelum aku pergi..Dan kebahagiaan terbesarku adalah bahwa aku bisa bertemu dengan kedua orang tuaku.

 

Aku bahagia Chanyeol-ssi…

Ketika aku harus melepas cintaku,cinta lain datang padaku…

Yah..Tentu saja itu adalah cinta dari kedua orang tua yang tengah menyambut kedatanganku disisi mereka..

 

Chanyeol-ssi…

Aku lelah..Kurasa cukup sampai disini saja aku berbicara denganmu.

Malaikatku juga tak sabar lagi untuk membawaku…

Terima kasih berkat kau aku bisa merasakan bagaimana rasanya mencintai seseorang..

Dan terima kasih kau sudah masuk dikehidupanku..

 

-Byun Baekhyun-

 

 

 

Hujan deras berasal dari mataku membanjiri kedua pipi ini memusnahkan segala kebahagiaan yang hampir saja aku dapatkan.Aku tak tau harus bagaimana.Ini terlalu tiba-tiba untuk kuketahui.Aku masih tidak percaya dengan semua ini.

 

Segera aku berlari keluar menuju kerumah seseorang membawa air mata ini bersamaku…

 

 

Tok tok tok…

 

 

“Permisi”.Teriakku bersama deru napas yang tak bisa ku atur.Aku butuh penjelasan atas surat ini.

 

 

“Ahh kau..Ada kau datang kemari ?Apa ada sesuatu ?K-kau kau menangis ?”.

 

“Noona apa kau tau kemana pemuda yang tinggal didepan rumahku itu pergi ?”.Tanya tak memperdulikan apa yang ia katakan.

 

“Maksudmu Baekhyun ?”.

 

Aku mengangguk…

 

“Jadi kau belum tau ?Dia sudah meninggal dua hari yang lalu!”.

 

“Mwo ?”.Ucapku melemah.Jadi dia benar-benar sudah pergi ?.Jadi dia benar-benar tak bisa lagi menungguku seperti tempo hari ?.

 

“Ne.Dia benar-benar sudah meninggal..Kami juga sedikit terkejut atas kematiannya.Dia tidak sakit dia juga tidak mengalami kecelakaan tapi tiba-tiba ia pergi begitu saja.Itu sebabnya ibuku pergi untuk menenangkan diri setelah kematianya karna ibuku sangat menyayangi Baekhyun”.

 

 

***

 

 

Ditengah teriknya matahari aku berdiri menatap nanar gundukan tanah yang ada dihadapanku.Disini dimakam ini seseorang yang aku cintai tengah terlelap merasakan kedamaian selamanya.Kutatap gambar wajahnya yang tengah tersenyum bahagia sama seperti yang ia katakan.Aku masih berdiri mematung.Aku tak tau harus bagaimana.Ingin menangis tapi air mata ini telah mengering.

 

“Baekhyun-ssi aku datang memenuhi keinginanmu”.

 

“Kau tersenyum sangat manis apa kau benar-benar bahagia diatas sana ?Syukurlah kalau begitu…Tapi tidak denganku Baekhyun-ssi..Aku sedih karna mulai malam ini tidak akan lagi ada seseorang yang menungguku pulang.Tidak ada lagi seseorang yang berjam-berjam berdiri sembunyi dibalik jendela untuk mengamatiku.Tidak ada lagi seseorang yang tidak akan tidur sebelum cahaya dirumahku padam..Bagaimana aku bisa menjalani hidup jika tidak ada lagi seseorang yang bisa menyemangatiku Baekhyun-ssi?…Aku bertahan hidup didesa ini sesungguhnya karna ada dia dibelakangku…Tapi kini dia sudah pergi..Dia bilang padaku jika sebenarnya dia ingin bertatap muka dan berbicara denganku…Tapi kau tau ?Setelah aku datang dia justru tak bisa melihatku…Sekarang aku menemuinya dan berbicara padanya tapi ia tak bisa mendengarku.Katakan padaku Baekhyun-ssi apa yang harus aku lakukan ?.Aku tak sanggup jika setiap malam aku pulang rumah itu tertutup rapat tanpa ada seseorang yang bersembunyi didalamnya untuk mengamatiku.Aku tak sanggup melihat gelapnya rumah itu yang kini tak berpenghuni..Melihat rumah itu,melihat jendela itu pasti akan mengingatkan aku pada orang itu Baekhyun-ssi..Jadi bantu aku..Katakan padaku apa yang harus aku lakukan ?.Kenapa dia begitu kejam meninggalkan aku tanpa membuat kenangan indah bersamaku..Haruskah aku merelakannya ?Tidak..Aku belum bisa merelakannya karna dia belum mengetahui perasaanku..Dia tidak tau jika aku juga mencintainya..Dia tidak tau bahwa tiap malam aku juga selalu mengamatinya..Katakan padaku Baekhyu-ssi bagaimana caranya agar aku bisa menemuinya dan mengatakan perasaanku padanya ?Haruskah aku ikut bersamanya ?Tidak..Aku masih punya tanggung jawab didunia ini..Aku belum bisa menemuinya sekarang..Baekhyun-ssi apa mau membantuku menyampaikan semua ini padanya ?Ahh aku yakin kau pasti bisa..Kau pasti bisa menemuinya dan mengatakan jika aku juga mencintainya..Tolong katakan juga padanya Baekhyun-ssi,suruh dia untuk menungguku ada bersamanya”.

 

 

 

Kematian sesunggunya ada didepan mata…

Ketika lonceng telah berbunyi..

Seseorang..

Baik sehat maupun sakit harus menghadapinya..

Meninggalkan dunia manusia dan kekal di alam sana…

Karna kematian adalah hidup yang sesungguhnya..

 

-END-

 

Maap yak endingnya kacau..Dan tolong jangan pada nanya kenapa Baekhyun matinya  tanpa sebab kaya gitu karna itu sudah kehendak author dan seperti itulah kematian..

Bagi yang paham kalimat terakhir di epep ini segeralah bertobat #plakkk

 

ALF’s Special Note: Oke readers… Komennya yah… nanti ALF sampaikan ke authornya. oke… Adioosss salam pramuka

48 thoughts on “[FF FREELANCE] – BAEKYEOL // LOVE BYE LOVE // ONESHOOT

  1. huaaaaaaaa,,,, TT
    gimana yaahhh,,,
    kasian BaekYeol,,, belum ketemu tapi si Baek udh mati duluan

    bwt author :: misalnya nih cerrita di panjangin lagi bisa gk?? cz itu aQ blum pham knap si Baek tba2 mati??? hehe

    gomapta,,
    fighting😀

  2. Huuuwwaaaaaaaaaaa TT.TT
    ini menyedihkan *buang ingus* apalagi baca suratnya baekki berasa kita sndiri yg ngalamin…
    Authornya daebak…

  3. sedih bgt.
    tp aQ blm rela ni ff gk lnjt,psan moral’a dpt bgt..tp mslh’a,bgmna cra kita mnjlni hdup sblm kmatian,agar kita bs mempertnggung jwbkan smua prbuatan kita d dpn-NYA

  4. yaaaa WAEYOOOO..!

    jd slama yeollie prgi baekki ku.*plakk*
    ralat baekki d.ikuti ma malaikat maut ne…
    Wae…wae…wae..!
    Pdhal mreka blum brtatap muka scr langsung…

    Akh aku smpet merinding jg bc ni ff…

    Kmatian baekkie tu bener” misterius…

    Yeolli cpatan ne susul baekkie changi…
    *d.gampar author*

    DAEBAKKKKK ..!

    sad ending… TT_TT

  5. bentarrr… *ngelap ingus*
    kematian yang tiba-tiba itu emang sakit. tapi kita tetep harus ikhlas, karena itu memang udah takdir :’) *sesi ceramah selesai*
    *mulai ke komentar*….. Baek sma Yeol bahkan belum pernah ketemu, tapi Baek udah pergi duluan.
    mencintai dalam diam dan orang yang kita cintai itu gak pernah tau perasaan yang kita miliki buat dia *aku udah pernah ngerasain :'(* *jangan curhat >,<*
    mungkin didunia BaekYeol gak bersatu, tapi didunia yang kekal, cinta mereka akan abadi ^.^
    pesan moral yang ada di ff ini bagus😀

    walaupun sad ending tapi aku suka ^.^
    ff nya daebak, thor (^.^)b

  6. kematian adalah kehidupan yang sesungguhnya..kehidupan itu juga hanya panggung sandiwara bagi para pelakonnya *eaaeaa..
    Cinta yg dipendam di hati emng bikin sakit hati, tpi cinta emang ga harus memiliki cukup dengan mendoakannya dari jauh #haahh, napa curcol gini#.
    Setidaknya sebelum baekki meninggal, dy punya kenangan bersama Yeolli😦😦.
    Bikin yg angst beginian lgi thor plus disisipin pesan moralnya, ff kece badai ^^b

  7. hwaa
    kalu di sini ni aq rela deh jadi ajuma2 itu,, biarin aja jdi ajuma2… bener relaa,,,
    soalnya kan selalu nemenin baekhyun sama chanyeol lagii…,,,, dy gk butuh orang lain lagi,,, bener2 relaaaaa….. hahha…

    hwaaa,,, baekkie semoga kau mendengan apa yang chanyeol katakan,,,, hikz,,,😦

  8. Kasian si Chanyeol belum pernah berinteraksi dgn orang yg dicintainya.,eh malah mati.. Kalau sama2 suka kenapa ga cepat dikatakan,keburu maut menjemput..
    Bener ni author.. Jika Tuhan sudah berkehendak..qt ga bisa apa2.. Makasih thor

  9. Oke readers yang baik hati dan tidak sombong…
    ALF’s here bawain pesannya Author JinYeol.

    jadi Author Jinyeol nyampein terima kasih banyak atas apresiasi readers-nim sekalian… dan yang minta sequel, Author JinYeol minta maaf soalnya ini katanya memang udah Fin, tamat, The End, udah gak ada after storynya, pan BaekHyun nya udah… hiks…
    oke readers… ALF juga mau berterima kasih karena udah mampir,

    oke… adiossss

  10. hiksss T.T
    Baekhyun T.T
    Chanyeol yg sabar ne,,

    Kematian adalah hal yg paling menyedihkan,,,
    Hua,,,

    Pkk.a daebak buat author,,,
    Daebak,,,,🙂

  11. ini ff nya.. Ya ampun
    Sumpah kaga bisa nahan
    Baca aja susah kehalang air mata (?) ckck
    Nyesek banget doh
    Tapi bagus banget ini ffnya ~

  12. huaaa aku menagisss karna ff ini~
    sedih banget kenapa baekyeol gag bisa bersatuuu,, aaaaaa
    baekki kenapa dirimu terus tersakiti di ff,,-.-
    daebak thorrr

  13. Huwaaaa~~~ daebakhaeyo~~~!!
    Kisah BaekYeol tragis banget . Belum sempet buat kenangan tapi di tinggal duluan .
    Kasian Chanyeol😥
    Bikin BaekYeol lagi dong! Lebih angst ya? #ditabok BaekYeol
    Kkk~

  14. jangan tanya kenapa gue tanya baekhyun mati kenapa[?] BAEKHYUN KENAPAAA MATI ESALAH KENAPA MENINGGAL?? *goncangin tubuh author* oke ini lebay. Haha jujur aja sih feelnya kurang dapet. tapi ini udah kece koo cuma kecepetan aja kali ya jadi kurang dapet feelnya. haha😀 oke thor good job. lanjutin karyanya :]

  15. Thor mungkin agak dipanjangin dikit.. Keren kok thor😀 tapi masih ga ngerti kenapa Baekhyun meninggal😦 itu aja sih koreksinya ^^

  16. Nyesek waktu pas tau baekhyun nya meninggal tapi blm sempet tatap muka bahkan ngomong sama chanyeol.aku baca nya sampe nangis untung udh nyiapin tisu sebelum baca tapi ini ff nya ending nya sedih huweeeee T_T.btw ini ff bagus,nge-jleb gitu.ya udh lah thor mau lanjutin nangis huweee T_T salam pramuka

  17. kok ane baru nemu ff ini yaa…. pdhal kyknya ini udh lama.. #abaikan
    ff nya daebaakk ;;;ww;;; sukses bikin ane tobat (?) . ak bacanya ampe merinding thor … serem banget diikutin malaikat maut ….tadinya kirain itu chanyeol yg ngikutin, taunya… ;;; kenapa disini baekhyun kasian banget.. udh ditinggal ortu, hidupnya sempit dan pendek pula .. (?)

    keren deh ini epep sukses menggado-gadokan hati ku (?)
    sbenernya kepengen baekhyun bisa ketemu & ngobrol ama chanyeol… tapi trnyata Tuhan dan author berkehendak lain … iya ya pdhl baekhyun masih bugar gitu tapi ternyata malah mati ;—; takdir emng slalu mempermainkan hidup manusia… mana takdir gabisa dilawan lagi … cuma bisa pasrah dan ikhlas .. “live like there’s no tomorrow”. untung pas akhir baekhyun sempet nulis surat buat yeoll .. kalo nggak kasian banget chanyeol ngegantung gitu perasaannya ;; aaaaaa chanyeoolll kenapa kau pake acara pergi2 segalaaa didetik2 kematian baekhyun T___T
    ngmng2 author jinyeol kayaknya demen bgt bikin ff ada castnya yg mati ._. di “dangerous love” chanyeol yg mati, skarang tukeran tempat (?) iya nih plotnya agak ngebut cuma keren feelnya tetep dapet kok ‘-‘

  18. Aaa ceritanya nyesek thorrr.. TT.TT
    Dalem banget gitu ceritanya (?) muehehe😀
    Kasian baekhyun thorr… jadi merinding thorrr…
    Jadi yang ditemuin baekhyun itu malaikat maut ya thorr TT..TT
    Ngerii thorr.. >,<
    Baekhyunnie TT.TT jjang deh author nya muahahaha TT.TT

  19. waooooooooooooooow………. =-O

    jujur aq gak ngerti…….*dzighhh
    koq baekki bisa tahu malaikat udh jemput dia???????o_O

    huks….sedih dehhh😥

    Baekyeol tak bersatu…..

    ffnya kereeeeeeeeennnnnnnnnnn ;-):-DO:-)<3<3<3<3<3<3

  20. Hiyaaaaaa sedih bnget thor…
    Sumpeh, awalny emang bikin bingung, aku kira si baekie itu punya penyakit gtu, shingga dia jadi antisosial, eh trnyata gak gtu..
    Kasian pake bnget deh chan2, blm bilang kalo dia suka ama si baekkie, tpi baek ny udah pergi duluan,
    hadeuh..
    Terkadang sebuah cerita tak selalu berakir dengan HAPPY Ending.
    Bener kan thor..
    Haha

    keren deh thor ffny,
    pkokny daebak deh

  21. pntesan genre nya
    dirahasiakan T T *bnuh author*
    Eka nyesek bcanya
    krn genre nya angst
    ⇨ Eka bnuh Author
    ⇨ Authornya msuk neraka
    ⇨ tp krn Eka suka mnabung,
    tak sogok sang pncabut
    nyawanya spy author
    msuk surga ⇨ tp krn author
    psti sneng diem disurga,
    tak sogok lg malaikat2
    dsana buat ngidupin author lg
    *yaaaah stidaknya author sdh bs mrsakan surga……..hayalan….hahhahhahaa xD*
    #ceetaak!
    my comment ⇩
    ”Perasaan jauh lebih kuat
    dibandingkan dengan
    mata,ahjumma”
    Suka ma nih kalimat!!^_<b

    Emg ngebingungin endingnya_=“

    yaaaaaaaaaaaah~ pdhl
    BaekYeol blm smpet
    bertemu dan berbicara
    scr lgsung,eeeeh Baekhyunnya
    malah mati dluan……
    haish! g seru nih malaikat
    yg udh mncabut nyawanya
    Baekhyun😥, pngn Eka getok!
    *digetok balik pke palu_=*

    Eka msh bingung yg
    plg ngenes ni siapa_=…………
    emm apkh Baekhyun atau
    si Chanyeol yg udh
    mnggebu2 pgn liat
    Baekhyun tp Baekhyunnya
    udh mati?? klo Eka scr
    pribadi yg plg ngenes
    it si Chanyeol…:'(, gni loh…

    囟 It si si Chanyeol knp
    ga pngn kenal Baekhyun
    scr lngsung yah ??
    knp diem2 gt coba?_=
    smisalkan yah…brkunjung
    keq kerumahnya Baekhyun
    yaah~ skedar basa basi
    gt atau slg bersilatuhrami
    ma tetangga, trlebih lg
    si Chanyeol ini jg suka
    ma Baekhyun , shrusnya
    Chanyeol ini py inisiatif dong!
    wlpun mislkan yah Chanyeol
    ni sibuk, yah luangkan
    wktu dong! *Eka ngeyel_=*
    Skrg ngenes aj Eka bca
    pas si Chanyeol ditmpt
    pemakaman T T

    囟 Wktu si Chanyeol pulang
    kan lngsung ngebayangin
    tuh tingkahnya Baekhyun
    yg sll mngintipnya dibalik
    tirai jndela, dikiranya yah
    ma si Chanyeol klo
    Baekhyun tuh bkalan
    ngelakuin hal yg sma
    stlh Chanyeol pulang, tp
    g kunjung2 nyala jg
    tuh lampu dikamarnya
    Baekhyun *Deg!, pas bca
    part ini Eka mlai ksihan
    ma Chanyeol : ( *
    gmna g ksihan cb? lg asyiknya nungguin Baekhyun malah
    ad yg ketok pintu ngsh
    amplop T T dan ngenesnya,
    Chanyeol kira it amplop
    berisi surat cinta dr
    Baekhyun tp Ga!
    haish!~ *boro2 surat cinta,
    yg ad stlh org bca surat
    cinta psti sneng tp ini nyakitin T T *

    Hebat ff nya ^_<
    goo job!!~ d(≧▽≦)b

  22. Hwaaaaaaaaaaaaaaaa,, astagaaaaa,, saya mewek bacanya, ini gimana bisa yah. tadi udah deg degan kirain tentang hantu beneran, udah siap siap mo keluar kamar gituuuu…. ternyata malaikat pencabut nyawa, tapi agak aneh juga ya gak langsung mati gitu, masih sempet nulis surat buat Chanyeol segala, kekekeke,, tapi asli deh, bikin mewek banget >.<

  23. Hiks.. Hiks..
    TISSUE! Mana tissue? #nangis gulung-gulung
    Huaaa… TT.TT kenapa Baekkie mati secara tiba-tiba gitu
    Oya, malaikatkan -read:Baekkie- emang udah seharusnya di surga #astaga, aku nyesek sendiri ngomongnya
    Udah ahh cukup! Cukup! #lari peluk Baekkie
    FFnya keren, feel-nya juga kerasa banget.. Asdfhj!
    Ditunggu FF BaekYeol lainnya^^
    Kalau bisa happy ending dong thor
    Ppyong~

  24. sumpah ini ff daebak bgt T_T
    bikin nangis gk brhenti2
    kasian ya baekhyun nya. gk kenapa-kenapa tiba2 langsung gitu T_T

  25. Sedihhh bangeeeet, aq sampai nangis bacanyaaaaa hikssss😦
    Baekhyun-ah ,,,,,,,,,,
    Kenapa sii harus sad ending ? Tp idup emng sllu sad ending sihh hiksss….

    Chanyeol jg knpa sii gak prnh nyapa baek, memangx ada yaa idup bgtu puxa ttngga tp gak prnh slg nyapa ? *yaiyalah contohnya gue wkwk
    Ini crta sma bgt kyk aq , tp sygx aq gak prnh naksir ttngga dpn rmh wkwkw

    Ffx kereeennn nyentuhh bangettt,, u,u

  26. Gila ni ff debak bngt ampe ngebuat aq nangis;(bru kli ni da ff yg bsa mmbuat aq nangis….isi srt baekki oppa itu loh yg brhsil buat aq mnangis…..authornya debakkkk…

  27. huuaaaa Baek mati… hiks..
    kasian padahal yeol sama baek belon pernah ngobrol secara langsung, tapi keburu meninggal duluan😦
    aku udah mulai sedih(?) waktu baek ngerasa ada yang ngikutin dia… err.. jadi ngikut takut wkwkwk😀
    Daebakk thor.. ff nya keren.. ditunggu karya author yang lainnya yah…
    Hwaiiting!!😉

  28. Kirain endingnya yeol mati nyusul baek :v
    Ternyata engga mati ne ._.
    Sequel thor! Buat si baek idup lagi dan mereka cinta cintaan(?)
    Aissh jinjja baek kudet ne nama tetangganya aja kaga tau -,-v
    Tapi gimana lagi ne, udeh nasib nye si baek ._.b

    Oke duluan ya jeng/? Dadah :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s