[FF YAOI]- PAYPHONE~ KrisBaek//BaeKris


FF KrisBaek

Tittle: Payphone

Author: AyouLeonForever

Genre: whatever -__-

Rate: T (ng…. menjurus ke M mungkin, entahlah, gak tau)

Length: (?)

Main cast: Byun Baek Hyun-Kris-Park Chan Yeol

Main pair: KrisBaek/BaeKris

Slight: Baekyeol

Other cast: Find them… ^^

Disclaimer: GOD

Copyright: ALF

WARNING: BL, BOY X BOY, KISSING SCENE AND LIME (?) HERE, KRISBAEK FIC. DON’T LIKE IT? DON’T READ. SR??? CLOSE THIS TAB!

ALF special note: Sebenernya ini judul ama isi FF nya nggak nyambung (PAKE BANGET). ALF cuman pusing aja kenapa mentok di judul itu, gegara sering denger lagunya Maroon 5 mungkin. yasudahlah itu aja. ALF juga menceritakan kehidupan rumah tangga di sini, jadi jangan heran kalau ada kata suami (yang jelas nggak ada istri, merinding aja gitu jadiin Baek Hyun sebagai istri -___-), pernikahan, atau apalah sejenisnya.

Ah iya, mohon diperhatikan yah, ini FF KrisBaek a.k.a BaeKris. Bukannya BaekYeol, jadi ALF gak bakal ngegubris pertanyaan “Kenapa BaekYeol dibuat menderita?” “kenapa Kris berada ditengah2 BakYeol?” atau sejenisnya lah.

Nggak suka KrisBaek… um, ALF saranin gak usah baca yah… ALF sebenernya BaekYeol Shipper kok, hanya saja… ALF juga suka KrisBaek couple, jadi dibikinin biar FF ALF bukan BaekYeol terus. Okeh… capcus

 

 

PROLOG

Baek Hyun POV

“dia menderita penyakit Jantung Koroner. Gagal jantung stadium III”

 

Berhenti…

Kumohon berhenti…

Air mata bodoh… berhenti…

“angka harapan hidup cukup kecil, mengingat ini memang penyakit Kongenital”

 

Aku harus kuat… aku harus tegar… berjuang demi kesembuhannya

“kami bisa melakukan beberapa cara untuk menanganinya, tapi tidak banyak untuk menolong hidupnya”

 

Hanya aku yang ia punyai di dunia ini, dan hanya dia yang kumiliki di dunia ini. kami hanya berdua… dan aku tidak ingin kematian memisahkan kami.

“sebenarnya ada jalan terakhir untuk mengatasinya”

Harapan… aku hanya mengandalkan itu.

“Transplantasi jantung…”

Bahkan jika aku harus memberikan jantungku, akan kulakukan.

“cukup beruntung karena bulan ini banyak daftar nama pendonor yang sekiranya salah satu dari mereka cocok untuk pasien ini”

Apapun… akan kulakukan.

“selaku dokter, saya tidak bisa munafik. Tapi operasi seperti ini tingkat kesulitannya tinggi, dan tingkat keberhasilannya masih dibawah rata-rata, tapi tidak sedikit pula yang sukses. Jadi kuharap anda mengerti mengenai biayanya”

 

Apapun akan kutukarkan…

“jika anda setuju, sediakan biaya operasinya dalam waktu dekat ini,tanda tangani surat ini, dan silakan urus administrasinya”

Ini kejam jika harus mematok harga dari kehidupan namja yang paling kucintai di dunia ini.

“Tidak lebih dari seratus juta, anda pasti bisa memenuhinya”

 

Geure! Jika aku adalah orang kaya. Angka itu bukan apa-apa. Tapi bagi diriku yang lusuh ini… seratus juta adalah biaya makan kami selama berpuluh-puluh tahun. Aku harus apa? Aku harus menjual apa? Bahkan jika aku bekerja satu hari 24 jam pun tidak akan bisa mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.

Aku harus bagaimana???

Dengan cara apa lagi aku harus menyelamatkan namja yang sangat kucintai ini?

Kekasihku…

Belahan jiwaku…

Pendamping hidupku…

Nafasku…

Nyawaku…

Park Chan Yeol

 

~*PAYPHONE*~

 

Author POV

Sudah berjam-jam namja mungil itu di sana. Duduk di sebelah branker. Tempat seorang namja tampan tengah terbaring lemah tak sadarkan diri, dengan beberapa alat medis penopang kehidupan menempel di sekujur tubuhnya.

Bahu namja mungil itu masih bergetar. Bahkan dari belakangpun, seluruh dunia sudah tahu, bahwa namja mungil itu menangis dalam kepiluannya. Meratapi belahan jiwanya yang tengah berjuang mempertahankan kehidupannya di sana.

“aku harus apa Chan Yeol-ah? Harus apa?” lirihnya pilu. Matanya yang sembab itu sudah menjadi bukti nyata bahwa sudah berliter-liter air mata yang telah ia kuras untuk menangisi kerapuhannya.

“ah… tidak…” namja mungil itu menghapus air matanya dengan cepat “aku seharusnya tidak boleh hanya berdiam diri dan menangis. Aku harus mencari uangnya. Aku harus… berjuang untuk menyelamatkanmu”

Namja mungil itu meraih tangan Chan Yeol yang tidak ditempeli jarum infus. Mengaitkan jari kelingking mereka dan mempertemukan jempol yang berbeda ukuran itu “Chan Yeol… Baek Hyun… selamanya”ucapnya lirih. Kemudian dengan sedikit menunduk, ia kecup bibir pucat Chan Yeol sebelum meninggalkan ruangan itu.

~*PAYPHONE*~

“Hallo… keluarga Kim di sini, ada yang bisa saya bantu?”

Baek Hyun tersenyum saat ia mendengar suara yang cukup familiar itu menjawab teleponnya “Kyung Soo-ah…”

“eh… dengan siapa?”

“kau lupa suaraku? Ini aku, Baek Hyun”

“Whooaaahhh… Baek Hyun-ah… lama tidak mendengar suaramu. Bagaimana kabarmu sekarang? Bagaimana hubunganmu dengan Chan Yeol? Apa kau sudah direstui? Bagaimana kehidupan kalian setelah menikah?”

“hey…hey, satu-satu”

“ah maaf, aku terlalu senang. Aish sayang sekali Kai baru saja pergi ke kantor, dia juga pasti senang mendengar suaramu. Bagaimana kabar kalian. Ah iya, kudengar kau pindah ke Beijing?”

“hm, setelah menikah, aku dan Chan Yeol pindah ke Beijing 1 tahun yang lalu”

“whoaah, keren sekali, lalu bagaimana orang tuamu? Mereka sudah setuju?”

Baek Hyun menghela nafas “aku ikut Chan Yeol ke Beijing juga karena aku di usir. Aku bahkan sudah dihapus dari daftar anggota keluarga Byun”

Kyung Soo tercekat “ah… maaf”

“gwenchana, setidaknya aku sudah memilih jalanku, dan aku tidak menyesal”

“hm, sepertinya sebentar lagi aku akan mendengar kisah romantis. Ah iya, mana Chan Yeol? Dia ke kantor?”

“tidak… Chan Yeol bukan pekerja kantoran”

“lalu?”

“aku dan Chan Yeol memiliki sebuah kedai ramen di pinggir jalan. Lumayan untuk kebutuhan sehari-hari”

“aigo… Baek Hyun-ah. Kau jauh-jauh ke Beijing hanya menjadi pedagang kecil seperti itu? kembalilah ke Korea, lebih baik menderita di negeri sendiri dari pada mati di negeri orang lain”

“hm kami sudah mencobanya. Tidak cukup sebulan setelah kami menikah, orang tuaku menutup semua akses kami untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan Chan Yeol yang lulusan terbaik di kampusnya pun tidak bisa berbuat apa-apa”

“aku turut bersedih Baek Hyun-ah. Aku paham dan sangat mengerti kekuasaan orang tuamu”

“gomawo… setidaknya aku dan Chan Yeol masih beruntung karena mempunyai teman-teman sepertimu dan Kai”

“selalu Baek Hyun-ah, kami selalu mendukung kalian”

Baek Hyun memutar kabel telepon umum itu dengan ujung jarinya. Gugup, tentu saja. Selama hidupnya ia tidak pernah semenderita ini, jadi ia sedikit merasa hina untuk mengatakannya, tapi… demi Chan Yeol, untuk apa mempertahankan gengsi “Kyung Soo-ah”

“ne…”

“kudengar Kai sudah menjadi pengusaha sukses”

“hm, tidak sesukses itu, dia hanya baru saja diangkat sebagai Manager divisi Marketing”

“keren sekali…”

“hehehe, itu karena usahanya juga”

“dan tentu saja atas dukunganmu sebagai pendampingnya”

“ah sudahlah, kau dan Chan Yeol juga tidak kalah”

Baek Hyun menelan ludah nya dengan susah payah “Kyung Soo-ah”

“ne?”

“aku… ng…” Baek Hyun menggigit bibirnya, sungguh tidak tahu harus mengatakan apa.

“kau butuh sesuatu Baek Hyun-ah?”

“ng… Ne…”

“apa itu? kalau aku bisa, aku akan membantumu”

Baek Hyun menarik nafas panjang dan mengeluarkannya “Chan Yeol… sedang dirawat di Rumah sakit”

Terdengar suara Kyung Soo tercekat “Oh Tuhan… Chan Yeol sakit apa?”

“aku tidak terlalu mengerti dengan ucapan dokter itu, tapi… Chan Yeol menderita penyakit gagal jantung stadium III”

“Oh Tuhan…”

“untuk kesembuhannya, Chan Yeol harus menjalani operasi transplantasi Jantung”

“ya sudah, Baek Hyun-ah, lakukan secepatnya demi keselamatan Chan Yeol”

Baek Hyun menelan ludah lagi dengan susah payah “Ne… bisa dilaksanakan secepatnya, hanya saja… aku… terkendala biaya”

Kyung Soo terdiam sejenak “berapa biayanya?”

“dokter itu bilang, seratus juta”

“Oh Tuhan.. semahal itu?”

“ne… di tabungan kami hanya ada 5 juta lebih. Kyung Soo-ah, bisakah aku meminjam uangmu?”

“tentu saja bisa. Hanya saja, aku tidak sekaya itu Baek Hyun-ah. Aku dan Kai bisa meminjamkanmu maksimal 10 juta”

Baek Hyun menghembuskan nafas kecewa “geure?”

“ne… andai bisa membantu lebih”

“gwenchana, aku masih berusaha mengumpulkan uang”

Kyung Soo terdiam “Aigo… bagaimana ini?”

“sudahlah Kyung Soo-ah, jangan terbebani masalahku”

“apa-apaan kau ini, saudaraku ada masalah tentu saja aku memikirkannya”

Baek Hyun tersenyum “gomawo…”

“kirimkan aku nomor rekeningmu, akan kutransfer uangnya secepat mungkin, ah dan aku akan meminta Kai mencari pinjaman di koleganya”

Bibir Baek Hyun bergetar hebat, dan nyaris tak mampu bersuara lagi “gomawo… gomawo…”

~*PAYPHONE*~

“Chan Yeol-ah… sedikit lagi, setengah bulan ini aku sudah mendapatkan hampir mendekati setengahnya. Hm, aku memang meminjam ke sana kemari, tapi mengembalikannya akan kita pikirkan bersama setelah kau sembuh. Berjuanglah melawan penyakitmu, dan aku akan berjuang lagi mendapatkan sisanya. Ara”

Jelas saja Chan Yeol tidak menjawab, karena namja tampan itu memang sedang tidak sadarkan diri.

Tapi melihat wajah bersinar Chan Yeol, Baek Hyun merasa bahwa itu adalah sebuah motivasi untuk dirinya lebih giat lagi mencari uang.

“aku pergi dulu Chan Yeol-ah, aku akan kembali lagi setelah mendapatkan kabar gembira” Baek Hyun mengusap pipi Chan Yeol kemudian mengecup bibirnya “doakan aku sayang… saranghae”

~*PAYPHONE*~

Hari sudah sangat sore, berjam-jam Baek Hyun berkeliling tanpa arah, ia tak juga mendapatkan hasil. Ditabungannya sudah terkumpul 30 juta lebih, masih jauh dari target, sementara tubuhnya yang sudah sangat letih seolah memaksanya untuk menyerah saja

Sampai keletihannya itu sudah limit, ia tak sanggup lagi berjalan hingga ia berhenti di depan sebuah rumah mewah yang diyakini sebagai rumah termegah di kota itu.

Baek Hyun merapatkan tubuh lelahnya di pilar besar pagar tembok rumah itu seraya mengatur nafasnya, sampai ketika seorang namja cantik keluar dari pagar sembari memeluk tasnya dan meletakkan ponselnya di telinga “Se Hun-ah… yeobo, aku sudah mendapatkan pinjaman uangnya, 200 juta hanya dengan jaminan rumah kecil kita. Sayang, perusahaan kita tidak akan bangkrut”

Mata Baek Hyun membulat saat ia yakin bahwa tas yang dipeluk namja cantik itu berisi uang 200 juta yang dia maksud.

Ni Hao ma…, bisakah aku bertanya?”tegur Baek Hyun dengan nafasnya yang tersengal-sengal.

“Hm, ada apa?” namja itu meletakkan ponselnya di dalam tas.

“betulkah anda baru saja mendapatkan pinjaman uang sebanyak 200 juta?”

namja itu mengerutkan kening, mungkin karena bahasa mandarin Baek Hyun masih berantakan, tapi setidaknya namja itu mengerti “Tue... kenapa?”

“aku juga sedang membutuhkan uang, bisakah anda memberitahuku bagaimana cara meminjam uang itu?”

Namja itu mengangguk kemudian menyodorkan sebuah kartu nama padanya “kalau kau punya sesuatu yang bisa digadaikan, tidak akan sulit. Katakan saja langsung pada orang itu dan kau akan mendapatkan uang”

“benarkah”

“Hm… cobalah, aku juga hampir putus asa karena perusahaan suamiku terancam bangkrut, beruntung aku menemukan orang ini”

“ah Xie Xie ni…”

~*PAYPHONE*~

Seorang pria berjas hitam menatap Baek Hyun dengan kening berkerut “ingin bertemu siapa?”

Baek Hyun membaca kartu nama yang didapatkannya tadi “K…Kris. tuan Kris”

Pria berjas hitam itu menatap Baek Hyun dari ujung rambut sampai ujung kaki “kau sedikit kotor, kau yakin ingin bertemu Tuan besar dengan kondisi seperti ini?”

“ah… maaf, aku akan pulang untuk berganti pakaian”

“hm, begitu lebih baik”

KLEK~

Pintu rumah megah itu terbuka, dan muncullah seorang pria jangkung dengan wujud nyaris sempurna. Sedikit terkejut karena jalannya di halangi oleh seorang namja pendek yang cukup… berantakan.

“siapa ini Chen?”tanya namja itu.

“ah maaf Tuan besar. Anak ini ingin bertemu anda, tapi kuminta dia membersihkan diri dulu lalu kembali”

Namja tampan itu mengamati Baek Hyun dari ujung rambut hingga ujung sepatunya “siapa namamu? Dan apa keperluanmu?”

“Na… namaku Byun Baek Hyun, dan aku ingin bertemu dengan Tuan Kris”jawab Baek Hyun terbata.

“Hanguk saram?”

Baek Hyun membulatkan matanya “kau bisa berbahasa Korea?”

Chen langsung membelalak pada Baek Hyun “jaga bicaramu orang asing, kau pikir dengan siapa kau bicara?”

“tenanglah Chen, bukan perkara serius” namja tampan itu mengangkat tangan kirinya, meminta Chen tenang.

Melihat itu, Baek Hyun langsung menunduk penuh sesal “ma… maaf, aku hanya terkejut saat tahu bahwa Tuan ini bisa berbahasa korea”

“ne, aku punya banyak Kolega di korea selatan, dan aku pernah cukup lama di sana. Dan ah, aku lupa. Namaku Kris”

Baek Hyun membelalak “anda Tuan Kris?”

“hm, kenapa?”

“ma… maaf, aku hanya tidak menyangka bahwa tuan Kris ternyata masih semuda ini. kupikir karena kesuksesan anda, usia anda juga sudah sangat matang”

Kris tertawa “baiklah Byun Baek Hyun, ikut denganku”

“ke… kemana?”

“bukankah kau ada urusan denganku?”

“ng, sebenarnya hanya urusan yang bagimu pasti sangat tidak penting, tapi bagiku,ini tentang nyawa”

“hm, aku mengerti. Aku sudah bertemu dengan orang sepertimu beberapa kali” Kris langsung menarik tangan Baek Hyun dan meminta namja itu berjalan di sebelahnya.

“a… aku mau dibawa ke mana Tuan?”

“aku sedang ada keperluan, jadi kuselesaikan dulu keperluanku baru kita bicara”

“er… haruskah aku ikut? Tidakkan sebaiknya aku menunggu anda di sini saja?”

“agak lama, mungkin juga aku akan menginap di luar, jadi sebaiknya kau ikut”

“ng, baiklah tuan”

~*PAYPHONE*~

 

Baek Hyun terkejut saat tahu kemana Kris membawanya. Kamar hotel kelas 1 dengan fasilitas terlengkap di sana.

Awalnya Baek Hyun paranoid, tapi setelah tahu bahwa sudah ada 4 orang berjas formal di dalam kamar itu, Baek Hyun bisa kembali santai.

Sebenarnya ini tidak seperti kamar hotel juga, lebih seperti apartemen mewah, ada ruang tamu khusus, dan kamarnya terpisah, jadi kamar sebenarnya memang ada di dalam.

“kau mandilah dulu, bersihkan dirimu, sudah kuminta Chen menyediakan pakaianmu di kamar”ucap Kris pada Baek Hyun

“eh?”

“tidakkah kau merasa gerah? Kau berpeluh dan…”

“ah benar juga, aku kotor…”

Kris tersenyum “bergegaslah, dan tunggu aku di dalam, ada urusan yang harus kuselesaikan dengan kolegaku”

“baik Tuan”

~*PAYPHONE*~

 

“mainan barumu, Kris?”tanya Lay rekan bisnis Kris

“mana?”

“pria cantik tadi”

Kris tertawa “hanya salah satu dari sekian banyak pecundang yang mengemis padaku”

“kulihat kau mengistimewakannya”tambah Tao

“tidak juga, dia hanya terlihat polos, dan aku ingin tahu seberat apa masalahnya sampai dia tersesat dan datang padaku”

“sepertinya orang Korea”

Kris mengangguk sebagai pembenaran ucapan Tao.

“cantik… bisa kau oper padaku setelah ini?”

Kris tertawa “mana berkas yang harus kutanda tangani”

Dan jika Kris sudah berkata seperti itu, rekan bisnisnya yang lain tidak akan berani memperpanjang permbicaraan tadi.

~*PAYPHONE*~

 

Baek Hyun terkesiap saat Kris membuka pintu kamar dan nya sudah duduk di sebuah sofa panjang dekat balkon.

“pakaianmu cocok?”tanya Kris kemudian menghampiri Baek Hyun dan duduk di sebelahnya.

“cocok, tuan”jawab Baek Hyun sopan.

“oke, kita bisa mulai. Ada keperluan apa mencariku?”

“ng, sebaiknya aku langsung saja, berhubung kau sangat sibuk”

“tidak masalah, malam ini schedule-ku kosong, jadi santai saja”

Baek Hyun memberanikan dirinya “ng, tuan Kris… bisakah aku meminjam uang padamu?”

Kris tersenyum tipis, dia sudah hapal betul orang-orang seperti Baek Hyun “berapa?”

Baek Hyun mengangkat wajah saat menemukan secercah harapan itu “seratus juta….ng, maksudku aku butuh seratus juta, tapi aku sudah punya 30 juta, jadi masih sekitar 70 juta lagi”

“hm, untuk apa anak sepertimu meminjam uang 100 juta?”

“Ng, tuan… aku bukan anak-anak. Usiaku 23 tahun”

Mata Kris membulat “Benarkah? Ah maaf”

“tidak apa-apa Tuan, bukan kali pertama aku dikira anak-anak”

“jadi… untuk apa uang 100 juta itu?” Kris meraih segelas wine yang memang sudah disiapkan di atas meja deka sofa itu.

“ng… untuk biaya operasi suamiku”jawab Baek Hyun pelan.

Kris tersedak wine nya “kau sudah menikah?”

“Ne… 1 tahun yang lalu”

Kris meletakkan gelas wine nya dan menatap Baek Hyun lamat-lamat “begini. Aku memang tidak sungkan meminjamkan uang pada orang lain, tapi bukan berarti aku asal meminjamkan saja”

“aku mengerti, tuan…”

“lalu apa jaminanmu?”

“ka… kami punya sebuah usaha kecil-kecilan, dan hanya itu yang bisa kujadikan jaminan, karena kami tidak punya rumah permanen”

“hm, usaha kecil-kecilan? Restoran? Rumah makan?”

“ng… ke… kedai ramen, ng… kapasitas 8 pengunjung”

Kris tertawa “kau bercanda? Aku meminjamkan uang 100 juta hanya untuk kedai ramen yang harganya mungkin hanya 5 juta?”

Baek Hyun menunduk dalam.

“oh baiklah… dari mana kau tahu bahwa aku bisa meminjamkan uang pada orang lain?”

“namja yang tadi sore…”

Kris mengangkat alis “maksudmu?”

“aku berpapasan dengan seorang namja cantik yang sekiranya berusia 24 tahun di depan rumah anda. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraannya dengan suaminya lewat telepon. Dan yang aku tangkap, dia menerima pinjaman dari anda setelah menggadaikan rumah kecilnya”

Kris tertawa lagi “dan kau percaya itu?”

“ne?”

“200 juta untuk rumah kecil yang hanya bisa kugunakan sebagai kandang anjingku kau pikir aku sebodoh itu?”

Baek Hyun menelan ludah. Posisinya semakin terdesak, dan harapannya untuk mendapatkan pinjaman uang kini seolah musnah.

“Baek Hyun-shii… selalu ada harga yang harus dibayar untuk gambling ini”

“ma… maksud anda?”

“namja itu, namanya Lu Han. Sebenarnya tidak menggadaikan rumahnya saja” Kris memajukan tubuhnya hingga sedikit mengapit tubuh mungil Baek Hyun ke pegangan sofa. “hanya dalam periode tertentu” Kris tersenyum tipis “dia harus melayaniku dengan tubuhnya itu sampai aku merasa 200 juta itu lunas”

Baek Hyun membelalak, kemudian mendorong tubuh Kris sekuat tenaga hingga ia bisa beranjak dari sofa itu “Tuan… aku tidak sehina itu”

Kris mengangkat alis, kemudian melonggarkan dasinya “benarkah? Lalu mengemis padaku seperti ini bukankah sudah sangat hina?”

Baek Hyun terkesiap, kemudian ia tersadar akan posisinya. Ia menunduk dalam, berusaha mati-matian agar ia tidak pecah berhamburan dan memperlihatkan kelemahannya pada Kris.

“pulanglah, dan pikirkan lagi jika kau setuju dengan penawaranku. Aku tidak memaksa, berhubung aku masih punya namja bernama Lu Han itu”

Baek Hyun menelan ludahnya dengan sangat susah payah “Ka… kamsahamnida, tuan… tapi aku tidak bisa megkhianati suamiku”

Kris mengangguk “Geure, kau boleh pergi, akan kuminta Chen mengantarmu pulang, mungkin Lu Han akan datang sebentar lagi”

“tidak perlu Tuan… aku bisa pulang sendiri. Sekali lagi terima kasih”

Kris menatap kepergian Baek Hyun dengan sudut bibir terangkat, ia melirik arlojinya kemudian tertawa “paling lama, 12 jam, kau akan kembali padaku, cantik”ucapnya seorang diri.

Beberapa menit kemudian Chen masuk ke kamar itu dan membungkuk hormat “Tuan besar… pria bernama Lu Han sudah datang”

Kris menoleh “anak itu tepat waktu juga… hm, katakan padanya kembali saja besok-besok, aku sedang tidak bergairah”

~*PAYPHONE*~

sore itu, sehabis mencari pinjaman ke sana-kemari (yang hasilnya tentu saja nihil) Baek Hyun menyeret langkah putus asanya di sepanjang koridor rumah sakit. Pikirannya kacau, dia sudah bertemu dengan jalan buntu dan tidak ada persimpangan lagi, kecuali dia mundur ke belakang, mengemis pada orang tuanya yang sudah pasti akan mengusirnya. Ia juga sudah bersumpah untuk tidak lagi terlibat dengan orang tuanya.

Memang jalan di depannya tidak sepenuhnya buntu, masih ada celah yang bisa ia lewati, hanya saja untuk melewati celah itu, ia harus menukarkannya dengan

harga dirinya sendiri. Lebih kejam lagi kalau Baek Hyun mengatakannya menjual diri. Tapi jelas sekali Baek Hyun akan meletakkan opsi itu sebagai pilihan terakhirnya jika ia betul-betul sudah menyerah.

Baek Hyun terkejut saat banyak orang berlalu lalang di depan kamar perawatan Chan Yeol. Jelas telah terjadi sesuatu di sana. Baek Hyun mempercepat langkahnya dan menghadang seorang dokter yang memang biasanya menangani Chan Yeol “terjadi sesuatu dengannya?”tanya Baek Hyun panik.

“kondisi tuan Park semakin memburuk, dia harus segera dioperasi… tapi…”

Mata Baek Hyun membelalak, tangisnya langsung pecah “kumohon… kumohon, lakukan operasi sesegera mungkin… kumohon…”

“tapi… administasinya?”

“akan kulunasi… akan kulunasi”

“bukankah sudah kita bicarakan sebelumnya Tuan, biayanya…”

“seratus juta, aku tahu… aku akan pergi mengambil uangku, lakukan operasi secepatnya”

“baiklah… paling lambat besok pagi, anda harus melunasinya”

Baek Hyun mengangguk cepat “tolong dia dokter, tolong selamatkan nyawanya”

“hm… baiklah”

~*PAYPHONE*~

Langit sudah cukup gelap sementara Baek Hyun berlarian dalam keadaan panik. Hingga ia sampai di depan sebuah rumah megah yang kemarin di datanginya.

“Hey orang asing, ada urusan apa kau?” tanya seorang security.

“aku ingin bertemu dengan tuan Kris…”jawab Baek Hyun cepat.

“dia tidak di rumah sekarang”

“lalu di mana?”

“beliau keluar sejak pagi, dan belum kembali”

Baek Hyun sudah menangis sejak tadi, dan kini ia semakin histeris. Sekali lagi ia berlari sekuat tenaga, mencari apa saja yang bisa memberitahunya perihal

keberadaan Kris. Hampir setengah jam berlari, ia hampir ambruk di depan sebuah hotel tempatnya dibawa oleh Kris kemarin.

“Tuan… Tuan…” Baek Hyun bersimpuh di depan seorang satpam hotel “apakah Tuan Kris ada di sini?”tanya Baek Hyun penuh pengharapan.

“maksudmu, Tuan Kris Wu? Pemilik hotel ini?”

“benar… tolong aku, kami harus bertemu”

“tapi dia tidak ada di sini”

Baek Hyun sudah hampir pingsan “lalu di mana?” bibirnya sudah pucat pasi dan bergetar hebat.

“saya tidak tahu, adik kecil. Mungkin di rumahnya”

Baek Hyun kembali menangis. Chan Yeol sedang berjuang mempertahankan hidup, sementara ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“kenapa tidak kau hubungi saja nomornya kalau urusanmu betul-betul sepenting itu”tegur satpam itu.

“ah benar…” Baek Hyun merogoh saku jeans nya dan mendapatkan kartu nama Kris di dalam dompetnya.

Ia langsung mengedarkan pandangannya ke segala penjuru, sampai matanya menangkap sebuah Box telepon umum di ujung jalan. “tuan… anda punya uang koin?”

Satpam itu mengangguk sambil tersenyum “semoga ini bisa membantumu adik kecil” satpam itu memberikan beberapa uang koin pada Baek Hyun.

Xie Xie ni… Xie-Xie nie… jeongmal kamsahamnida”

Satpam itu tersenyum “Cheonmaneyo

Mata kecil Baek Hyun membulat. Ia merasa telah ditolong oleh Tuhan karena bertemu dengan saudara satu negaranya. Dengan cepat ia mengusap air matanya, membungkuk berkali-kali sebelum ia berlari terpontang panting ke arah bilik telepon umum itu.

~*PAYPHONE*~

Kris menatap heran ponselnya. Siapa yang berani menghubunginya saat ada rapat sepenting itu dengan koleganya. “lanjutkan saja” ucap Kris karena persentase dari Xiu Min tadi terpotong akibat dering ponsel Kris yang memekakkan telinga.

Kris me-reject panggilan itu, tetapi beberapa detik kemudian panggilan itu masuk lagi. Ia sudah hampir menonaktifkan ponselnya sampai ia teringat sesuatu.

Kris tersenyum simpul, kemudian menatap rekan-rekan bisnisnya “maaf, aku harus menerima telepon. Rapatnya dilanjutkan saja tanpa aku”

“baik direktur…”

Kris duduk di kursi ruangannya, ia menatap ponselnya dan sudah ada 7 panggilan tidak terjawab di sana “hhm… genap satu hari, di luar perkiraan” ucapnya dengan senyum penuh arti. Sampai pada panggilan ke delapan, Kris pun menjawab panggilannya.

“Hallo”sapanya ramah.

“Tuan… tuan… tuan Kris…”

Kris menahan tawanya. Suara sekarat ini sudah bisa ia duga “benar. Aku Kris, ini dengan siapa?”

“aku… aku byun Baek Hyun. Orang yang menemui anda kemarin sore”

“ah, byun Baek Hyun. Ada apa?”

“tolong aku tuan…. tolong aku”

“hm, akan kutolong. Apa mengenai uang 100 juta itu?”

“benar tuan… pinjamkan aku kumohon”

“jaminanmu?”

“tubuhku, jiwaku, ragaku, nyawaku… apapun…. ambillah semua. Kumohon tuan”

Kris menyunggingkan senyumnya. Suara Baek Hyun memang terdengar sangat pilu, menyakitkan dan putus asa, tapi Kris justru suka mendengarnya.

“baiklah… di mana kau sekarang?”

Suara isakan di sana masih terdengar jelas “aku… di dekat hotel milik tuan”

“tepatnya?”

“di sebuah bilik telepon umum”

“hm, aku mengerti. Tunggu aku di sana”

“baik Tuan….”

Kris mematikan ponselnya, masih dengan senyum yang mengambang di wajahnya.

Ia menekan sebuah tombol pada mesin penerima dan penjawab pesan “Chen… ke ruanganku sekarang”

Tak cukup semenit, pria berjas hitam pun masuk ke ruangan Kris “ada apa Tuan?”

“siapkan mobil, aku ingin keluar”

“me… menyetir sendirian, tuan?”

“benar. Malam ini istirahatlah”

“ba… baik Tuan”

~*PAYPHONE*~

Baek Hyun duduk di dalam box telepon umum itu. memeluk lutut sambil berusaha menenangkan dirinya agar tidak terus menangis.

Selamatkan Chan Yeol-ku Tuhan… selamatkan nyawa Chan Yeol-ku…

Ampuni aku atas kelemahanku Tuhan… tapi aku tidak mampu lagi berbuat apa-apa…

Maafkan aku Chan Yeol-ah… maafkan aku tapi kulakukan ini sepenuhnya hanya untuk bisa melihatmu sehat kembali.

Baek Hyun meremas tangan kirinya, dimana sebuah cincin melingkar di jari manisnya. Ia kecup cincin itu berkali-kali kemudian meletakkannya di dada “maafkan aku Chan Yeol-ah… maafkan aku”

Ia pun menumpukan keningnya di atas kedua lututnya yang ditekuk. Persis orang yang menyerah dan putus asa, karena memang kenyataannya dia sudah berada dalam posisi itu.

Tidak ada pilihan lain!

Kris menghentikan mobilnya di depan sebuah bilik telepon umum. Sudut bibirnya terangkat saat ia mendapati sosok rapuh yang terduduk di sana sambil memeluk lutut dan membenamkan wajahnya.

Kris turun dari mobilnya dan melangkah pelan menuju bilik itu.

Tok…tok…tok…

Baek Hyun mengangkat wajah, dan sedikit terkejut karena ia mendapati Kris sudah berdiri di luar sana. Ia pun segera bangkit dan membuka pintu bilik telepon itu. niatnya ia ingin keluar, tapi Kris justru masuk lebih dulu dan mendesak tubuh Baek Hyun di salah satu sisi dinding kaca bilik telepon itu.

“Tu… Tuan…”

“hm…?” Kris meraih pinggang Baek Hyun dan menarik tubuh namja mungil itu hingga merapat ke arahnya.

“tidakkah kau akan mengajakku ke suatu tempat yang lebih tertutup?”

“tunggu sebentar” Kris menarik rambut belakang kepala Baek Hyun, membuat kepalanya menengadah, hingga leher putihnya yang mengkilat karena keringat pun terekspos sempurna.

Kris tersenyum saat melihat jakun kecil di bawahnya bergerak karena Baek Hyun menelan ludah dengan susah payah.

“Tu… Tuan… aku sedikit kotor”elak Baek Hyun saat Kris mulai membenamkan wajahnya di leher jenjang Baek Hyun.

“tidak masalah, bukankah kau memang sudah siap untuk dikotori?”

“tu… tuan…” Baek Hyun menggigit bibirnya saat Kris sedikit memainkan manuver lidahnya di sekitar leher Baek Hyun.

“setahuku keringat itu asin… tapi keringatmu sangat manis…”

Baek Hyun kembali menelan ludahnya dengan susah payah. Seketika ia membelalak saat Kris membuka zipper jacketnya.

“Tuan… kumohon jangan di sini…”

“kenapa? Aku sudah malas berpindah tempat. Bukankah bercinta di dalam bilik telepon itu cukup menantang?”Kris meremas punggung Baek Hyun sambil terus menyerang lehernya.

“tapi tuan… orang-orang akan melihat betapa hinanya aku…”

Kris menghentikan gerakannya, kemudian memandangi wajah Baek Hyun yang penuh keringat dan telah memerah sempurna. “baiklah… lagipula di sini sempit”

Kris menarik tangan Baek Hyun keluar dari bilik telepon umum itu kemudian membawanya masuk ke dalam hotel miliknya.

Baek Hyun sempat memberi hormat pada satpam yang menolongnya tadi, dan dibalas senyuman oleh satpam itu.

~*PAYPHONE*~

Srak…sret….

 

“Tu… Tuan.. tidak bisakah kau membiarkanku membersihkan tubuhku dulu dari peluh ini?”elak Baek Hyun saat Kris sudah mulai menyobek pakaian namja mungil itu.

“tidak… sudah kubilang, kau justru terlihat lebih menggairahkan saat berkeringat” Kris mendorong tubuh Baek Hyun hingga terhempas di atas tempat tidur mewah kamar hotel itu.

“Tuan… tunggu, biarkan aku bernafas dulu…” keluh Baek Hyun saat Kris sudah menindihnya dan menyerang lehernya.

“mendesahlah… dan itu adalah suara nafas yang ingin kudengar”

“ba… baiklah, tapi sebelum itu… bisakah aku meminta satu hal?”

Kris mengangkat wajahnya dan menatap Baek Hyun kesal “apalagi, ha?”

“maafkan aku Tuan, tapi bisakah kau tidak menciumku di bibir?”

Kris mengerutkan kening “waeyo?”

Baek Hyun menelan ludahnya “aku dan suamiku tidak pernah berhubungan intim sejak kami menikah. Karena setiap kali kami ingin melakukannya, ia akan pura-pura ada keperluan mendadak. Terakhir kuketahui, alasannya adalah karena suamiku memang tidak bisa melakukannya sejak ia menderita kelainan jantung”

Mata Kris membulat “bukankah kalian sudah menikah satu tahun lebih?”

Baek Hyun mengangguk “benar. Tapi suamiku belum pernah satu kalipun menyentuhku selain di bibir. Jadi bisakah kusisakan bibirku untuknya? Setidaknya aku masih mempunyai bagian dari tubuhku yang tidak kujual dan akan kusimpan hanya untuknya”

Kris menatap Baek Hyun tidak percaya “aku belum pernah bertemu orang sepertimu”

“maafkan aku… kalaupun tidak bisa… aku… aku tidak akan apa-apa. Anggap saja itu adalah permintaan bodohku untuk namja yang sangat kucintai”

Seolah terhimpit batu karang, Kris merasakan sesak di dadanya. Ada apa ini, kenapa ia begitu miris melihat namja cantik di bawahnya ini “baiklah… akan kukabulkan permintaanmu. Tapi aku juga punya permintaan”

Ada binar di mata Baek Hyun yang berkaca-kaca itu “apapun itu tuan”

Kris melepaskan kaos Baek Hyun yang sudah sobek itu, kemudian ia ciumi sekujur tubuh Baek Hyun “sepanjang malam ini, lupakan dulu suamimu, dan terus sebut namaku”

“Tuan…”

Kris menggigit kulit bahu Baek Hyun yang putih mulus itu “bukan… tapi Kris”

“ng, ne…”

Kris mengangkat wajahnya, menatap wajah indah Baek Hyun yang telah merah padam dibanjiri keringat “kau sangat cantik, Baek Hyun-ah” kemudian kembali ia tenggelamkan wajahya di leher jenjang Baek Hyun.

“Tu… ng… Kris…. jeballllhhh”

Seluruh tubuh Kris menegang saat ia mendengar desahan pertama Baek Hyun sambil menyebutkan namanya. Dan kini ia tidak akan menarik niatnya lagi menjamah tubuh yang ia beli dengan 100 juta ini.

@#&)(&%$@%%^&*()*^$@!~asdghjkll@$%&I!

~***~ -____________________- ~***~

 

Kris meneguk wine nya perlahan, matanya yang dingin tak jengah mengawasi tubuh polos berkulit putih yang tertidur dibungkus selimut putih sutera yang mengkilat. Cahaya lampu kota yang tidak sengaja mengintip di balik tirai yang tidak tertutup sempurna, mengarah ke sosok itu, membentuk sebuah jembatan cahaya dan menciptakan sebuah landscape seolah sosok itu baru saja terjatuh dari surga dan tertidur di sana.

Ini kali pertamanya Kris merasakan hal seperti ini. biasanya sehabis menjamah tubuh-tubuh namja cantik yang ia beli, ia akan langsung pergi setelah meletakkan uang yang diminta namja-namja cantik itu.

Tapi ini tidak. Sudah pukul 3 dini hari dan Kris masih saja duduk di atas sofa berbalutkan handuk putih dan terus memandangi tubuh Baek Hyun yang bagian dadanya tidak tertutup selimut. Berbagai bentuk tanda merah keunguan yang ia lukiskan di sana menambah kesan bahwa tubuh mungil yang baru saja ia beli itu sungguh indah di matanya.

Wajah itu terlihat resah dan gelisah, sesekali meringis, mungkin juga mengigau saat rasa sakit menyerang tubuhnya. Bibirnya bahkan sedikit pucat, dan itu mengundang Kris untuk menghampirinya.

Ia rebahkan tubuh jangkungnya di sebelah Baek Hyun, tidur menyamping hingga bisa berhadapan dengan wajah Baek Hyun.

Dengan perlahan ia sentuh wajah Baek Hyun dengan jari telunjuknya, sempat ada gerakan kecil dari Baek Hyun tapi tak membuatnya terbangun. Kris melanjutkan gerakannya hingga jarinya berhenti di bibir tipis berwarna pink itu.

“kenapa aku tidak bisa menyentuh ini???”lirihnya seorang diri.

Dan tanpa ia sangka, suaranya itu justru membuat sepasang mata kecil di depannya itu terbuka.

“Tuan…”

“hm…”

“apa aku membuat anda terbangun?”tanya Baek Hyun lemah.

Kris mengerutkan kening, bukankah justru ia yang harus bertanya begitu “tidak, aku memang sudah terbangun sejak tadi”

Baek Hyun membetulkan posisinya, sedikit kesusahan ia bangkit dan duduk di atas ranjang “aaasssshh…”

“kau baik-baik saja?”tanya Kris cemas saat ia juga membetulkan posisinya hingga mereka duduk berhadapan.

Baek Hyun mengangguk lemah, berusaha tersenyum “tidak apa-apa tuan” ia menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Sempat terkejut juga karena ada bercak darah yang tercetak di selimut sutera itu “ah tuan… maafkan aku”

“untuk apa?”

“aku mengotori selimutmu”

Kris tersentak. Bisa-bisanya namja dihadapannya ini mengatakan hal semiris itu “kenapa kau memikirkan hal seperti itu. ini sama sekali bukan apa-apa. Selimut ini bisa kubeli bahkan sampai beratus-ratus lembar sekalipun”

Baek Hyun tersenyum “ah, terima kasih tuan. Aku terlalu khawatir dengan barang-barang mahal sekarang. Semua barang-barangku sudah habis kujual, jadi aku cemas harus dengan cara apalagi aku mengganti benda mahal ini”

Bagai teriris pedang panjang, hati Kris terasa ngilu mendengar hal itu. dan siapa yang bisa menebak, hal apa yang menuntunnya hingga sedikit bergeser dan memeluk tubuh mungil di hadapannya itu “maaf telah mengotorimu”

Baek Hyun menggeleng saat wajahnya masih menempel di dada bidang Kris “bukan anda yang mengotoriku, aku sendiri yang membuat diriku kotor. Akan kupertanggung jawabkan hal ini di hadapan suamiku dan Tuhan”

Kris mengeratkan pelukannya “jangan bicara lagi, sudah cukup”

“apa aku membuatmu tersinggung, tuan?”

“kubilang diam…”

Baek Hyun menghela nafas kemudian mengangguk.

“sekarang tidurlah. Pagi-pagi sekali akan kuminta Chen membawa uangnya”

“terima kasih, tuan”

~*PAYPHONE*~

Pagi itu, saat Baek Hyun membuka matanya, ia sudah tidak menemukan sosok Kris di sebelahnya. Yang ada hanya sebuah koper yang Baek Hyun yakini berisi uang 100 juta yang dimaksud. Baek Hyun sedikit bergeser dan menarik sebuah memo yang tertempel di sana.

Selamat pagi Baek Hyun-ah

Maaf aku pergi lebih dulu, aku ada rapat penting dengan kolegaku. Aku ingin berpamitan dulu denganmu tapi kau tertidur sangat pulas, mana mungkin aku tega membangunkanmu.

Ah, sudah kuminta Chen menyiapkan uangnya di koper itu. jumlahnya 150 juta. Bukan bermaksud apa-apa, tapi anggap saja itu sebagai hadiah dariku. Ah, dan juga, sudah kuminta Chen menyiapkan sarapan untukmu, juga pakaian gantimu. Jika kau butuh apa-apa lagi, hubungi saja nomorku.

 

Kris

 

Baek Hyun menghela nafas, kemudian meraih pena yang ada di atas nakas. Menuliskan beberapa deret kalimat kemudian beranjak menuju kamar mandi.

~*PAYPHONE*~

Baek Hyun meletakkan sekoper penuh uang tunai di atas meja bagian administrasi rumah sakit “mana yang harus kutandatangani?”

“ng… dengan siapa?”

“Byun Baek Hyun. Keluarga pasien bernama Park Chan Yeol”

“ah tunggu sebentar”

Baek Hyun menerima beberapa lembar kertas di dalam map, ia bubuhkan tanda tangannya kemudian pergi dari tempat itu.

Langkahnya yang tertatih memperlambat gerakannya. Entahlah, dia masih merasakan ngilu di tubuh bagian bawahnya.

Matanya membelalak sempurna, saat ia tahu siapa yang berdiri di depan ruang perawatan Chan Yeol. Dengan mengabaikan rasa sakitnya, ia berlari sekuat tenaga dan menghampiri mereka.

“Kyung Soo…. Kai” serunya.

Kyung Soo dan Kai menoleh bersamaan, dan kedua orang itupun menyambut Baek Hyun. Kyung Soo yang lebih dulu memeluk sahabatnya itu. “dari mana saja kau?”

“aku mengurus biaya operasi Chan Yeol”jawab Baek Hyun dengan suara nyaris tak terdengar karena teredam tangis

“ha? Padahal Kai sudah mendapatkan pinjaman 20 juta, jadi genap 50 juta. Artinya setengahnya lagi, kupikir bisa dijadikan sebagai uang muka”

“gomawo Kyung Soo-ah, Kai” Baek Hyun melepas pelukannya dan mengusap air matanya “aku sudah mendapakan pinjaman. Dan sudah kuselesaikan administrasinya”

Kai mendekat dan mengusap puncak kepala Baek Hyun “bertahanlah, Chan Yeol sudah selesai menjalani operasinya. Dan dokter mengatakan operasinya lancar. Tinggal menunggu ia sadar dulu”

“jeongmal?”

Kai mengangguk

“Terima kasih Tuhan… terima kasih…”

Kai beralih memeluk Baek Hyun, mengusap punggung namja yang lebih kecil darinya itu. dan gerakan itu membuat Kyung Soo yang berdiri di sebelahnya langsung menangkap sesuatu.

“Ng… Baek Hyun-ah…”

Baek Hyun menoleh setelah melepas pelukan Kai “ne?”

“dari mana kau mendapatkan pinjaman?”

Baek Hyun tersentak kaget, tapi buru-buru di tutupinya “kedai ramen milik kami, kujadikan jaminan untuk meminjam uang pada seseorang”

“benarkah?”

Baek Hyun mengangguk. Tapi dia lupa bahwa sahabatnya itu terlalu mengenal dirinya.

Kyung Soo menangkap tangan Baek Hyun “ikut aku” kemudian ia menoleh pada Kai “yeobo, jangan lupa hubungi kami kalau ada apa-apa”

“kalian mau kemana?”tanya Kai bingung.

“ada urusan penting, hanya sebentar”

“hm baiklah”

~*PAYPHONE*~

Kyung Soo menatap Baek Hyun dengan sangat tajam “apa aku perlu bertanya dua kali?”

Baek Hyun menunduk, tidak berani menatap Kyung Soo.

“inikah caramu untuk berjuang menyelamatkan namja yang kau cintai?”

Baek Hyun makin menunduk. Bahunya sudah bergetar hebat.

“oh bagus Baek Hyun-ah. Saat suamimu berjuang antara hidup dan matinya, kau justru sibuk melacurkan dirimu”

Baek Hyun tersentak, seketika mengangkat wajahnya dan menatap Kyung Soo tak percaya “Kyung Soo-ah… kau tidak tahu apa-apa”

“Mwo? Aku tidak tahu apa-apa?” Kyung Soo berdecak, kemudian ia menarik kerah baju Baek Hyun hingga menampakkan leher jenjangnya yang dipenuhi kissmark yang dilihat Kyung Soo tadi.“dimana otakmu Baek Hyun-ah? Di mana pikiranmu Sampai kau menyerah seperti ini? bagaimana mungkin kau tega menjual tubuhmu untuk mendapatkan uang?”bentak Kyung Soo dengan suara bergetar menahan tangis.

Perih melihat sahabatnya rusak.

Sangat parah.

“aku tidak punya pilihan lain Kyung Soo-ah… tidak ada”balas Baek Hyun lemah.

“mana mungkin tidak ada? Aku dan Kai juga sudah berusaha mencarikan jalan keluar meminjam uang kesana kemari. Tidak kusangka justru kau sendiri yang menyerah, bahkan melakukan perbuatan hina”

Baek Hyun menatap Kyung Soo dengan sebuah tatapan yang sangat sulit diartikan “hina…”

“lalu aku harus menyebutmu apa? Kami bersusah payah mencarikanmu pinjaman, sementara kau….”

Baek Hyun menarik nafasnya. Perih “tenang saja Kyung Soo-ah… aku akan mengembalikan uangmu itu secepatnya. Sangat mudah, melacur satu malam bisa mendapatkan 100 juta. Bukankah itu lumayan?”

PLAK~

Kyung Soo tercengang, karena tanpa sadar ia telah menampar sahabatnya.

Baek Hyun tertawa dalam tangisnya “sehina apa aku sebenarnya? Bahkan kaupun menganggapku sampah”

“Baek Hyun-ah, jaga ucapanmu. Apa kau sudah gila?”

“ne… aku sudah gila. Kewarasanku sudah hilang sejak Tuhan memberiku cobaan berat ini”

“Baek Hyun-ah…”

“sudahlah, kalau kau pun jijik terhadapku, maka tinggalkan aku”

“BYUN BAEK HYUN… JAGA UCAPANMU!”

Baek Hyun menarik nafas panjang dan menghembuskannya berat, ia tepis tangan Kyung Soo dan menatapnya tajam “kau tidak akan pernah mengerti karena kau tidak berada di posisiku Kyung Soo-ah, tidak akan… karena kau tidak tahu bagaimana rasanya kesusahan. Semua barang-barang berharga kami sudah kujual, dan tetap saja itu tidak cukup, kedai kecil kami, siapa yang mau membelinya? Dan kau pikir semudah itu meminjam uang 100 juta dalam waktu singkat? Rumah sakit sialan ini mematok nyawa Chan Yeol-ku dengan harga seratus juta kau pikir semiris apa aku? Kemarin Chan Yeol-ku sudah berada di ambang kematian dan jalan satu-

satunya adalah operasi, masih bisakah aku bersabar? Masih bisakah aku menunggu? Manusia mana yang rela menjual tubuhnya begitu saja? Kau tahu? Demi Chan Yeol-ku, bukan hanya tubuhku yang akan kujual, bahkan nyawaku rela kujual demi menyelamatkannya? Dan sekarang kau mengataiku hina?” Baek Hyun memalingkan wajahnya, air matanya sudah keluar bergerombol “silakan, mengataiku hina, mengataiku pelacur, mengataiku jalang. Katakan aku sekotor apapun, karena sampai kapanpun kau tidak akan mengerti semenderita apa aku”

Kyung Soo tercekat, tidak bisa berkata apa-apa “Baek Hyun-ah”

Baek Hyun tertawa sakit “masih ada lagi yang ingin kau katakan tentangku Kyung Soo-ah? Kalau sudah tidak ada, aku ingin pergi… Aku ingin melihat kondisi Chan Yeol”

Namja mungil itupun beranjak meninggalkan Kyung Soo, tapi langkahnya terhenti karena sahabatnya itu langsung memeluknya dari belakang.

“Baek Hyun-ah… jeballll….”Kyung Soo menangis dipunggung Baek Hyun “mianhae… tapi kumohon jangan seperti ini”

Baek Hyun memejamkan matanya “aku sudah seperti ini Kyung Soo-ah, tidak bisa merubahnya kembali”

“tapi kau bisa menghentikan semuanya kan?”

Baek Hyun melepaskan pelukannya, kemudian menatap Kyung Soo “kau pikir aku menjual tubuhku untuk apa? Kulakukan ini hanya untuk keselamatan Chan Yeol-ku. Kau pikir aku gila menjadikan ini sebagai profesi? Harus dengan cara apa aku menatap wajah suamiku nanti?”

Kyung Soo menyeka air matanya “maafkan aku, aku terlalu menyayangimu, aku shock saat tahu kau seperti ini”

Baek Hyun menghela nafas “akupun merasa telah kehilangan jati diriku sendiri. Tapi selama ini untuk Chan Yeol, cara apapun kuarasa sudah benar”

 

~*PAYPHONE*~

 

“maafkan aku Tuan, tapi bisakah kau tidak menciumku di bibir?”

Kris menghentikan gerakan tangannya yang tengah menandatangani beberapa dokumen. Sejak kemarin, pikirannya memang melayang-layang dan sulit berkonsentrasi.

“aku dan suamiku tidak pernah berhubungan intim sejak kami menikah. Karena setiap kali kami ingin melakukannya, ia akan pura-pura ada keperluan mendadak. Terakhir kuketahui, alasannya adalah karena suamiku memang tidak bisa melakukannya sejak ia menderita kelainan jantung”

Kris semakin kacau, ia tumpuk berkas-berkas itu di depannya dan menanda tanganinya kilat

“suamiku belum pernah satu kalipun menyentuhku selain di bibir. Jadi bisakah kusisakan bibirku untuknya? Setidaknya aku masih mempunyai bagian dari tubuhku yang tidak kujual dan akan kusimpan untuknya”

Sret…sret…sret… bahkan tanpa sadar Kris menandatangi selembar kertas yang sebenarnya tidak dibutuhkan tandatangannya. Iapun meremas kertas itu dan membuangnya asal “Chen, cepat print out kan berkas dari Perusahaan J”

“baik Tuan” Chen pun bergegas keluar

 

“tuan…”

“terima kasih tuan…”

“tu…ng… Kris… jeballlhhh”

 

ARRRRGGGGHHHH……..” Kris memekik frustasi. Ia mengacak rambutnya dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi miliknya. Ia pejamkan mata lelahnya dan mencoba berpikir.

Siapa namja yang bernama Byun Baek Hyun itu? kenapa ia begitu mempengaruhinya?

Kris semakin tidak habis pikir saat kemarin sore ia kembali ke kamar hotel miliknya, ia menemukan selembar memo balasan dari Baek Hyun, berikut uang tunai sejumlah 80 juta di atas nakas.

 

Tuan… terima kasih atas pertolonganmu, tapi aku hanya mengambil 70 juta sesuai kebutuhanku. Sisanya kutinggalkan.

Sekali lagi terima kasih…

Byun Baek Hyun

 

Kris semakin mengacak rambutnya “Byun Baek Hyun… kau membuatku gila…”

To Be Continued

 

ALF’s special note: Hum… ini rencananya mau dibikin multi chapter tergantung peminat(?), kalo misalnya gak banyak yang suka KrisBaek, yah… mungkin ini bakal END di chapter 2 aja, alias Twoshot. Ya udah ding… komen…komen….komen….

oh iya, Amaterasu Chap 3 besok yah, trus love and pain chapter 8 hari minggu (tapi gak janji bwakakakakak)

460 thoughts on “[FF YAOI]- PAYPHONE~ KrisBaek//BaeKris

  1. Baekki…. kasihan sekali dirimu nak(?)…
    kalau aku jadi kamu, saya cuma bisa nangis di kamar sampai chanyeol sembuh…(emang bisa?)
    Fanfic nya menyentuh banget… baek harus nanggung 2 beban sekaligus..:(
    chan chan tolong mengerti baekki ya..
    keren fanfic x..🙂

  2. krisbaek!! disini feel mereka lebih kerasa di.banding perjuangan baek untuk yeol, gatau napa absurd aja ngebayangin nya =_= malah yg waktu mohon 2 sama kris n akhirnya ngejual dirinya buat ngedapatin uang itu,, huee ~
    krisbaeknya udah kerasa pdahal baru chap 1 >0< keyen!

  3. nangis……ALF…..kenapa selalu membuatku nangis? aduh ya ampun…….itu waktu Baekhyun dikatain hina…itu ya ampun….langsung netes ini air mata. mana gak ada tissue…mau beli tissue dulu deh sebelum lanjut ke chapter 2….. TT___TT

    Kalo aku jadi Baekhyun…udah gak ngerti lagi harus ngapain. 100juta itu kan gede banget…..apalagi kalo dirupiahin. aduh…. -koin cinta Chanbaek- hahahahaha

    ciyeeee…..Kris….Kris…baru begini begitu sekali sama Baek udah langsung terpesona. ya iyalah…nae Baekhyun kan emang teramat sangat mempersona….

    ah udah ah. mau nangis lagi dulu…..

  4. hehehe. baca ulang ff ini dulu biar feel nya sedapet dulu pas baca ini pertama kalinya.

    tapi serius deh baekhyun. kenapa se baik dan sejujur ini? kalo oranng kebanyakan mungkin udah ngambil bulet bulet 150 jeti. tapi ini malah diambil sebagian. benar-benar luwarrr biasa, bikin saya demen tapi rada gemes sama baekhyun (?)

    begitu baca nih ff udah lgsg demen peran kris yang keluar jiwa seme nya. apalagi pas sama baekhyun. oh jadi kris demennya sama yang polos polos menggemaskan (? plak)

    okey gotta read the next chapter ‘-‘)b

  5. Berasa nostalgia lagi gue…
    Ternyata masih tetep seru walo dibaca ulang kke~~
    Padahal baru chap 1 , tapi angst-nya udah berjejeran dari atas mpe bawah. Mulai dari PCY yang sekarat, trus Baek yang juga makin sekarat karena musti ngumpulin uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Trus, penyerahan(?) Harga dirinya si Baek sama Mr.Wu.
    Dan kayaknya kris juga ikut sekarat karena trus2 kepikiran si bocah polos yang ngakunya gak pernah berhubungan intim ma suaminya. Apalgi kagak boleh ikutan nyicipin bibirnya juga.

    Behhh lengkap sudah semua penderitaan para cast yang ada disini.

    Dan ahh part yang paling gue demen pas mereka ada di payphone. Kalo aja waktu itu cuacananya pas lagi ujan deresss wuihhh pasti seru tuhh /otakperv/

    Aduhhh babysoo, jangan marahin Baek mulu dong, coba kalo posisi lu ada diBaek. Pas bakal ngelakuin hal yang sama. Lagian ini antara idup dan matinya orang yang paling kita cintai. Berasa, segalanya akan kulakukan demi kamu sayang…/eaa/

  6. Yaampun kasian banget baekkie sama yeollie 😭😭 segitu gak setujunya sampek semua akses pekerjaan ditutup.. 😢😢😢
    Cintanya kuat banget sampek rela ngasih semuanya ke kris.. Krisnya ish gemes deh.. Kualat kan jadi jatuh cinta wkwk
    Thankyou alf selalu bikin kejutan di setiap ff yg km bikin .. .. 😘😘

  7. Rasanya tuh jleb banget saat tau keadaan Baekhyun~ T^T
    Hhh~ sabar ya nak #puk puk

    Awalnya udah mulai kesel sama karakternya Kris tapi ternyata dia masih punya hti nurani(?)
    Kyungsoo juga langsung hina aja tanpa denger penjelasan Baekhyun~
    Sakitnya tuh disana *tunjukdadaBaekhyun*

    Nice epep~ ^^
    *chusch2*

  8. baru aja aku bilang mau berhenti baca ff dulu sampai UAS kelar, tapi malah baca lagi sekarang.. haha.. habis gimana.. ff ALF selalu sukses bikin aku gatel pengen baca.. kkkk~

    miris banget sih jadi baekhyun.. udah gak disetujuin pernikahannya, diusir dari keluarganya, ga bisa kerja di korea, jadi orang miskin di china, suaminya sakit, sampe harus jual diri buat biaya operasi chanyeol..
    baekhyun yang tabah yaaaa… aku bersamamu /loh/
    sempet gapercaya dan kecewa juga waktu baekhyun akhirnya setuju penawaran kris, tapi akhirnya terharu juga sama perasaan tulusnya baek buat chan..

    ah beneran ini, udah negatif thinking duluan aku sama kris pas di awal-awal.. jangan2 kris orang yang bener2 brengsek, apalagi aku baru baca nrl.. tapi ternyata dia masih punya hati..

    pokonya ini gabisa ditunda.. langsung cuss baca chap 2..

  9. payphone.. jadi ingat lagunya maroon 5.. pengorbanannya baek buat chanyeol nesar banget TwT sampe ngerelain tubuhnya buat kris demi keselamatan chanyeol..

    huhuhu sedih ToT
    feelnya ngenaaaa bangett!
    kereeeenn..

    capcus to chap 2^w^
    #ppyong

  10. Sebenernya udah berkali-kali baca ff ini, dan mungkin udah nulis komentar berkali-kali di ff ini :’))) tapi yagitu lupa nama sama email(?) <- curhat atuhlah ]]
    entah kenapa baca ff payphone itu made my day, walau ujung-ujungnya berakhir dengan menangis kaya orang stres(?) ya kali pas orang lewat liat diriku nangis gara2 liat hp bzzz-_____-

    dari dulu sampe skrg tetep alf yang paling fav mwahh :* /?
    Dari mulai alf brojol (?) sampe skrg tetep yg paling spesial pake telor mata dio/? x3

  11. baca ulang lagi (~’-‘)~ aduh baekhyunnn kesian banget kenapa iduplu selalu kesian sih T^T jual diri buat engko2/? tapi demi suami lu lu lakuin…. makin sayanggggg kris aja ampe uring2an inget elu baek pesonalu emang kuadh sih/? pcy yg sabar ya kan ini demi lu juga…

    baekhyunku sudah tidak perawan lagi…T^T

  12. huhuhu,, baekhyun sudah tak perawan lg TT yang merawanin si krisu menang byk tuh si kerisu😀 ya ampun baek cinta bgt ama peceye demi menyelamatin dy baek rela ga perawan lg😥 tp ini nanti si peceye bangkit dr koma’a lf kan ga makan gaji buta cm meranin jd org sakit yg cma tidur doang? haha. aku penasaran gmn perasaan peceye pas tau baek udh ga perawan,,

  13. Argh krisbaekkkkk otp paporit juga nih:::) gila itu sampe jual diri man. Kebayang banget muka baekhyun cemas basah air mata gitu wkwkwkwks kris yang frustasi. Bah!

    Persahabatan para uke erat banget cyin. Gila macem gadis ngets. Ini nih sukanya ngeyaoi. Imut-imut gitu deh;; haha

  14. bekyun, cium dulu sini nak/?
    bek kamu kesian banget bekT_T
    betapa cintanya elu bek sama laki gua canyol/bakar/ well aku sebenernya baekyeol shipper banget/? tapi entah kenapa aku tertarik baca yang ini._. uhuyy^3^/?

  15. ommo chanyeol sakit parah… huweee… ㅠㅠ
    jadi duli baek anak orang kaya? trus hubungannya sama yeol ngga direstuin…. miris sama mereka … baek yg sabar ya… walaupun baek harus nyerahin tubuhnya untuk kris… semoga kris ngga jahat sama baek…

    ffnya keren author~ aku suka banget sma ceritanya… ♥♥♥

  16. huaaa kasian baekhyun harus rela nyerahin tubuhnya ke kris demi chanyeol/? T^T

    chanyeol kelainan jantung?! harus dioperasi, trus mahal lagi biayanya sampe 100jt D:
    tapi tapi udah dioperasi akhirnyaaa

    salut sama baekhyun berkorban demi chanyeol :’)
    kaisoo baik banget sih huhu

    ff nya keren kak alf kkk
    nice banget!!’-‘)b

  17. gila gila gila gila gila.. sumpah gila bgt taruhannya. bcanya smpe tercekat-cekat! miris bgt hdup lu baek? lu rela nyerahin diri lu ke orng yg blm lu knal demi nyelametin nyawa suami lu? hmmmm… yg sbar aja ya baek..

  18. Mian aku baru nimbrung lg,hehe belakangan agak sdkt susah nyari waktu yg pas.{kaga ada yg nanya}.

    Jujur siapa pun pasangan Baek aku gk masalah selama ceritanya bener2 pas,dan sejauh ini cerita yg kmu angkat {?} memang bagus siapa pun pasangan Baekhyun.

    Ohkai.
    Pertama aku sempat mikir kok ada Chanyeol d sini bukan kah pairing ny KrisBaek,atau aku yg salah lht. Nah ku cek ulang kan pairing ny dan memang KrisBaek,so aku mikir{lagi} oh dgn ada ny Chanyeol d sini bearti itu langkah awal bagi Baekhyun bertemu dgn Kris.

    Kedua, say aku nyesek lh bc ny sumpah,ngenes bgt hidup Baekhyun. Tp baek bnr demi org yg d cintai,rela melakukan apa saja. Setuju dgn pendapat itu.

    Ketiga, thor jgn blg y next chanyeol sembuh trs dy tahu kebenaran nya lalu menyerahkan Baekhyun kpd kris krn chanyeol merasa tdk bs membahagiakan baekhyun dan merasa bersalah krn demi keselamatan ny baek rela menyerahkan tubuhnya.{korbansinetron}. Hahai

    Keempta,awawawaw virus baekhyun telah menyerang kris. Hebat kan baek tuan Wu.

  19. Sbnerny q shock jga pas tau keadaan baek yg d ambang kematian, bkn ny q g suka KrisBaek,bgiku Baek x Everyone is okey,’
    Tpi q galau jga gmana klo ntar pas Yeol bgun trus kris msh minta tubuh baek lg,’ trus Yeol tau dia hdup krna ngejual tbuh baek, trus Baek kan jga cinta mati ma Yeol gmana nasib Cinta Kris slanjtnya dong,’

    Pas moment baek menyerah sumpah sdh bgt pa lg pas dia blg “benar. Tapi suamiku belum pernah satu kalipun menyentuhku selain di bibir. Jadi bisakah kusisakan bibirku untuknya? Setidaknya aku masih mempunyai bagian dari tubuhku yang tidak kujual dan akan kusimpan hanya untuknya” ya ampuun miris bgt dlm keadaan kya gtu dia msh melindungi sesuatu yg hnya milik yeol,mgkn saat ini g cma bibir tpi hati ny jga.’

    Q suka KrisBaek tpi smga ja stlah nie Yeol bsa mengerti atau stdakny dia jga menemukan kebhagiaan ny,’
    G tega q liat yeol khlangan baek ,’
    Ap yeol meninggal ajh.(dlm crita)
    Mauj,q g tega,

  20. Aih, ceritanya bisa bikin aku emosi gimana gt, kasian juga:( keren banget (y)
    Baekhyun nya menderita lagi:3 Baekhyun yang sabar ya darl:) Chanyeol cepet sembuh ya:) Kyungsoo, Kai makasih:D Kris kamu itu udah cinta sama Baekhyun:v Orang Tua Baekhyun tega banget itu ih, cepet sadar ya-_- jeballl jeballl duh, ok dari pada makin gj, em keep writing yaap^^

  21. Aduh sedihnya jadi baekhyun ;;
    Maaf baek, tapi aku malah seneng kamu digituin sama kris/? /nahlo
    Semoga kris jadi naksir baekhyun. Semoga baekhyun juga jadi naksir sama kris ;’3
    Paling yahud pas bagian mereka mau nganu. Doh si baek ko polos amat ngomong gitu ;;
    Etapi kasian juga yah sama chanyeolnya yg lagi sakit :” dia berjuang melawan penyakitnya dan ternyata oprasi yg dia jalani duitnya dapet dari hasil baekhyun nganu sama kris ;-;/
    Ga akan sanggup deh kalo jadi chanyeol :”
    Sedihnya ff ini. Bikin nyesek tapi malah ketagihan/? Semangat alf ‘-‘)/

  22. Demii apaa dari awal mewekkk,,, aduhh perjuangan baek buat chanyeol bisa operasi bener bener bikin aku nangis, karakter baek disini kuat banget, ahhh ka alf sukses deh di chap awal aja udah mewek kek gini gimana chap selanjut nya ;( huaaa nangis darah kayanya #sigh

    efek baekhyun ke kris gilaaa bikin kris terbayang bayang, ya ampunnn,,

    aku suka chanbaek tapi kalo ada krisbaek aku galonn, soal diantara seme exo yg paling cocok buat baek ya dua tiang ini hehe #myopini tapi karna ini krisbaek tetep aku sukaa ahhh karna jrng banget nemu ff krisbaek yg model gini #lho

    keep writing dan tetap SEMANGAT!!! Ka alf ^_^

  23. ini ko kesan nya miris bgt ya? si baek nyerahin diri buat si kris? orng yg blmgnap sehari dia knal? aduh.. merinding deh. chan yeol jga kshan bgt, skit-sakitan. aduh.. cemas aku mkirin nya. demi chanyeol baekhyun rela—. yah bagitulah..

  24. Yeol, cepet sadar, cepet sehat*NangisBergalonGalon
    Kris, lu manfaatin uri kyeopta Baek ?-_-
    Lu minta dikeroyok, eoh ?-_-
    Lu enak bener, mencari kesempatan dalam penderitaan Baek-_-
    Nggak bisa gituh, langsung ngasih aja ?:v
    Susah bener jadi orang*Dibakar
    Okayy, saya menunggu bagian Kris bilang ‘Saranghae’ dan Baekhyun akan menjawab ‘Nado saranghae’
    Jangan banyak konflik yee, kasian idup Baek udah cukup miris tanpa konfik-_-
    Fighting Thoor*PelukCiumAuthor

  25. Aku baca lagi, padahal garis besar cerita ini masih aku ingat.
    Penasaran juga kenapa dulu aku nangis tersedu-sedu karena ff ni (lebay).
    Kirain kalo baca kedua kali, ga mungkin nangis sampe segitunya, ternyata salah.
    haduuuuhhhhh benar-benar hatiku ikut sakit bacanya.
    seolah aku ikut ngerasain gimana perasaan Baekyun, mirisnya keadaan Baekyun.

    Penulisan FF ni, hebat banget, Aku benar-benar terbawa ma cerita ff ni.

  26. Kasian iih baek. kasian sekaligus tol_l 1 tahun nikah blm ngelakuin apa2. makin miris saat tau yg nyentuh baek prtma kali bukan suaminya si chan tp mlah kris. huaaaa ituu miris bgt, seenggaknya klo udh d.sentuh chan kan kris cma dpet sisa.y. cobaaa apa-apaan mlah kris yg prtma dan suami.y dpet bekas.y :””((
    Kereen menguras emosi pdhal cma prolog. Chan cepet sembuh okee :”’))

  27. Huaaaaaaa miris banget sih baekhyun……..
    Sabar ya na……..
    Gapapa sih kalo ke kris mah, asal jangan ke orang tua aja… haha…….
    Kayanya kris udah suka baek dari pandangan pertama yah…… selamat baek.. eh…
    Luhan kok gitu sih? Maksudnya apa tuh boong? Tapi boongnya ngebawa keberuntungan ya… haha..

  28. Aaaaaaaa! Demi apa ini ka alf! Ff nya so feel banget! Aiggoo feel nya dapet banget banget! >.
    Angst angst gitu! Dan suka banget sama karakternya baek yang polos2 baik lugu kya anak perawan gimana gitu *apahubungannya*
    pokoknya suka banget de
    btw disini kris udah timbul benih2 cinta ne? Ahh ga sabar buat baca kelanjutannya

  29. Wah..
    Setelah mencari cari akhirx dapat juga ff krisbaek yg bagus..
    Ceritanya bagus.. Suka karakternya kris..
    Penasaran gimana krisbaek bs jatuh cinta nnti..

  30. Huaaaa baek kenapa dirimu selalu menderita nak >_< kalo kak ALF yg bikin ff baekny ternistakan terus ;-( tapi aku malah suka hohoo maafkan ade mas , tp ini demi kebaikanmu ,,(ape bae dah)
    uuhuhu imajinasimu kaaak, aku ga tau harus kasi brapa jempol ! Tp aku cuma punya 4 (y) (y) (y) (y) sisany aku kirim lewat pos /? aku padamu kak AyuLeon :-*
    terhura pas dioh nyampein rasa kecewany k baek ;-(;-(
    nganu banget pas denger permintaan baek sm kris #EAAAA
    hahha wkt kris masih ada/eh juga orang ketiga d hubungan chanbaek ya memang mas Wuyipen =D
    fighting kak ALF !! Selesein LNR-ny yak plis *sungkem juga Amaterasu-nya hueee d tunggu sekaleh
    oke sekian terima bekyun :-*
    #SARANGHANDA ALF
    #salam rinduku untuk LOVE N PAIN :-*:-*

  31. Nyeseg

    Udah

    Gitu aja..

    Apalagi Baek pas dimarahi..

    Padahal biasanya kalo ada siapapun yang dipasangin ke Baek. Trus ada Chanyeolnya. Langsung tutup. Gatega dama Chanyeol.

    Tapi mungkin karena ini beda..

    Terimakasih, terima kasih, terima kasih…🙂

  32. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA /?
    SUKA FF NYA ALF YANG SATU INI ;–;
    baru baca chap 1 udah dapet feel nya , ngebayangin gimana gantengnya kris di ff itu nghiks/? suka cara alf narasiin /? ceritanyaaaa xD gak bikin males baca /ketauan gak suka baca/ sumpah kerennnnnnn T…T *standing applause* yeayy krisbaekyeol ::3

  33. Haaaai, aku new reader, salam kenal author:”
    Akhirnya, akhirnya aku nemu/? Ff krisbaek yang dapet feelnya, terharu hm:’ wkwk
    Kris disini kesannya kaya banget sumpah:” wkwk

    Oiyaaa, aku suka banget gaya penulisannya ALF nih kkk

  34. hallo aku reader baru disini , aku suka ff apa aja yang penting main cast nya Kris aku juga suka Baekhyun dia itu imut-imut gimana gitu *kyaaaa haha😀

  35. uuuuh gue baca ulang ini ff T_T karena selama gue ngubek google nyari ff krisbaek nggak ada yg sekeren ff ALF . anyeong gue reader lama lho dulu jadi sider ALF karena dulu gak tau cara buat komentar hehe #plakMalahCurcol hehe haduuuuuuh ff alf daebakkkkkkkkkkk lah keepwriting nee

  36. Yashhhh!!!!! Akhirnya nemu juga FF KRISBAEK YANG MEMENUHI STANDAR baik dari ide cerita sama penulisannya >< love love love banget lah. Aku suka banget cara AFL menggambarkan setiap moment. Dan yg bikin ak senang lagi, ff ini udh end yeah!!!!

  37. Haiss…

    Baca beginian..
    Dengan alunan Hurt
    Makin njleb..

    Kecup baeki..
    Get well my giant channie
    Rasain kena batunya ntu si cool Kris..

    Good job dear..!

  38. Aah uuh ahh yaampun udah k-3 kalinya aku bca ff ini tapi feelnya ga berubah aslee
    baru d awal chap aja langsung disuguhin sama adegan yg euuh/? banget .. Dilema cup dilema
    baek tabahkan dirimu nak, insyaallah itu semua memang jalan ceritamu dari Alf wkwkkw kalo merasa terlalu dinistakan silahkan protes sama kak Alf aja *hak
    perjuangan seorang istri/? untuk org yg sangat dicintai bah gemes sama kata2nya baek wakt mau anu sm kris ## adudu d real life ada ga ya org yg kaya gtu😀 Eeyy kris sudah terjerembab dalam katung asmaranya baek wkwkk semangat kris untk memperebutkan baekcun .
    Alf yg terbaik, terimakasi kak :-*

  39. Ya ampunnnnnn… sdih bgt hdupnya mreka berduaa😥
    Udh gk dpet restu dri orangtua, di usir, di hapus dri daftar nma kluarga, gk bsa nyari kerja, cma pnya kedai ramen kcil d pnggir jlan, udh gtu si chanyeol skit jantung… wahhh lengkap sdah pnderitaan mreka
    Blm lgi baekhyun berjuang pontang-panting nyari pnjeman sna-sni buat biaya oprasi chanyeol, kshan bgtttt
    Trs baekhyun dg gk sngaja dteng ke kris, sbnernya sih aku udh brhrap pnuh sma kris. Aku mkirnya kris bkal nolongin baekhyun dg ikhlas. Tapi trnyata…. akhhhhhhh… dg entengnya kris merebut segala-galanya mlik baekhyunnnnn.. ya ampunnn gk kuat deh ps bgian itu.. brat bgt hdup mrekaaa,,
    Msih pnsran sma chap slnjutnya
    Baekhyun emng trllu plos. Dksih lbih mlah gk mau
    Aku sih curiganya jgn” kris mlai ska sma baekhyun trs ngrbut baekhyun dri chanyeol
    Aaaaaaaaaaaa……… andweeeeee…..
    Serakah bgt kris klo smpe bnran kya gtu. Smga jgn smpe kya gtu deh.. aminnnn🙂

  40. Ya ampunnnnnn… sdih bgt hdupnya mreka berduaa😥
    Udh gk dpet restu dri orangtua, di usir, di hapus dri daftar nma kluarga, gk bsa nyari kerja, cma pnya kedai ramen kcil d pnggir jlan, udh gtu si chanyeol skit jantung… wahhh lengkap sdah pnderitaan mreka
    Blm lgi baekhyun berjuang pontang-panting nyari pnjeman sna-sni buat biaya oprasi chanyeol, kshan bgtttt
    Trs baekhyun dg gk sngaja dteng ke kris, sbnernya sih aku udh brhrap pnuh sma kris. Aku mkirnya kris bkal nolongin baekhyun dg ikhlas. Tapi trnyata…. akhhhhhhh… dg entengnya kris merebut segala-galanya mlik baekhyunnnnn.. ya ampunnn gk kuat deh ps bgian itu.. brat bgt hdup mrekaaa,,
    Msih pnsran sma chap slnjutnya
    Baekhyun emng trllu plos. Dksih lbih mlah gk mau
    Aku sih curiganya jgn” kris mlai ska sma baekhyun trs ngrbut baekhyun dri chanyeol
    Aaaaaaaaaaaa……… andweeeeee…..
    Serakah bgt kris klo smpe bnran kya gtu. Smga jgn smpe kya gtu deh.. aminnnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s