[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 8]


Tittle: Love & Pain –BaekYeol-BaeKris

Author: AyouLeonForever

Embel-embelnya masih sama seperti chapter sebelumnya.

 

ALF special note: Important! Warning! Atau apalah… BL, Boy x Boy, ini hanya Fanfic, semua karakter di sini kebanyakan OOC, cuman imajinasi jadi keluar dari karakter aslinya. Terutama Tao. 

Don’t like it? Don’t read!

No bash please…

Love And Pain chapter 8

Author POV

Baek Hyun menyipitkan matanya (yang sebenarnya sudah sipit) saat melihat di garasi rumahnya ada motor besar Chan Yeol yang terparkir. Ia berpikir sejenak..

Kemudian senyuman hangat terpancar di wajahnya.

“Aku pulaaaannnggg” serunya girang.

“selamat datang sayang…” sambut eommanya yang kebetulan saat itu sedang membersihkan ruang tamu. Walaupun tidak benar-benar kotor, tapi eomma Baek Hyun merasa rumahnya jadi berdebu setelah ditinggal seharian penuh kemarin.

“eomma… kenapa motor Chan Yeol ada di garasi?”tanya Baek Hyun setelah memeluk eommanya sejenak..

“kenapa? Memangnya tidak boleh? Ini kan rumahnya”

Baek Hyun memutar bola mata sambil berdecak “maksudku… bukankah dia tinggal di apartement? Apa dia menginap di sini?”

Eommanya tertawa kemudian mencubit hidung mancung Baek Hyun “cepat naik ke kamarmu, dan bantu adikmu membereskan barang-barangnya”

Mata kecil Baek Hyun membulat “Chan Yeol kembali tinggal di sini?”

Eommanya mengangguk antusias

“kenapa tidak memberitahuku?”

“bagaimana cara memberitahumu kalau kau sibuk berkencan terus dengan kekasihmu itu. masih berpacaran saja, Kris sudah menyita penuh waktumu. Bagaimana kalau kalian menikah nanti? Bisa-bisa eomma tidak akan bisa melihatmu sepanjang tahun”

BLUSH~

“eomma kenapa membicarakan pernikahan?? Aishh jinjja”

“sudah…sudah, cepat naik ke kamarmu”

“arassoyo”

.

.

Baek Hyun mengangkat alis ketika ia mendapati Chan Yeol tengah memasukkan pakaian-pakaiannya ke dalam lemari.

BLAM~

Chan Yeol menoleh karena mendengar suara pintu di tutup “eh hyung, sudah pulang?”

“ne…” Baek Hyun meletakkan ranselnya di atas meja belajar kemudian duduk di atas ranjangnya “jadi… kau kembali?”

Chan Yeol mengangguk “eomma memintaku pulang. dan sayangnya dia berhasil”

Tanpa diketahui Chan Yeol, itu justru membuat Baek Hyun senang “welcome back nae namdongsaeng”

Chan Yeol menghentikan gerakannya, kemudian menoleh “hyung…”

“ne?”

“ah tidak jadi…”

Baek Hyun berdecak “kau tahu kan kalau aku tidak suka dibuat penasaran”

Chan Yeol menggaruk kepalanya. Sedikit ragu ia berdiri dari tempatnya, kemudian menghampiri Baek Hyun dan duduk di sebelahnya “tadi… aku mau bilang kalau… ng..”

“Park Chan Yeol…”geram Baek Hyun.

Chan Yeol berdehem “aku sudah menerima diriku sebagai adikmu”

DEG~

“ng, ne?”

Chan Yeol mengangguk pasti “tidak buruk. Kali ini aku serius, aku akan menjadi adikmu, tidak akan pura-pura lagi”

Baek Hyun menghela nafas, kemudian tersenyum “gomawo…”

Chan Yeol balas tersenyum “jadi… bisa bantu aku menyeselaikan masalahku dengan Se Hun? Hehehehehe?”

Baek Hyun membelalak “oh rupanya modus… sialan”

“ah bukan begitu…”

“ara… ara, aku akan membantumu, karena secara tidak langsung aku juga terlibat”

“ah gomaw__” Chan Yeol hendak memeluk Baek Hyun, tapi tangannya tertahan di udara. Ia pun terkekeh dan menggaruk kepalanya “mianhae… aku terlalu sen__”

GREB~

Chan Yeol membelalak…

Baek Hyun memeluknya lebih dulu “adik dan kakak berpelukan apa yang salah?”

“n…ne hyung… kau benar. Gomawo” Chan Yeol pun membalas pelukan Baek Hyun dan tersenyum lega

“arasso… sekarang kita lanjutkan membereskan pakaianmu, kulihat sejak tadi kau hanya berkutat pada satu baju kaos saja dan tidak bisa melipatnya dengan benar. Kau memang selalu buruk dalam hal ini” Baek Hyun berjalan menuju koper Chan Yeol yang terbuka, memperlihatkan pakaian-pakaiannya yang berantakan

“kau juga sama buruknya dengan ku hyung” Chan Yeol terkekeh kemudian menyusul Baek Hyun.

~***~

“jadi nanti kau bantu aku bicara dengan Se Hun. Takutnya kalau aku yang bicara, anak itu akan semakin emosi” ucap Chan Yeol saat merapatkan zipper jacket kulitnya.

“yang penting kau juga tidak terpancing emosi. Kalau kalian sama-sama emosi, masalah akan semakin buruk”

“siap hyung…”

Baek Hyun tersenyum kemudian membantu Chan Yeol memasang helmnya.

CKIIIITTT~

BLAM…

 

Kris turun dari mobilnya dengan langkah cepat dan langsung menarik jacket Chan Yeol hingga turun dari motornya “apa yang sedang kau lakukan???”bentaknya.

Chan Yeol mengangkat kaca helmnya agar bisa melihat Kris dengan jelas. Dengan kening sedikit berkerut ia pun menjawab “yang sedang kulakukan? Memakai helm. Soalnya kalau aku tidak memakai helm, artinya aku melanggar peraturan lalu lintas”

Kris membelalak “KAU!”

“Kris…” Baek Hyun menarik tangan Kris hingga terlepas dari jacket Chan Yeol. “kenapa kau datang-datang langsung marah begini?”

“bagaimana aku tidak marah kalau pagi-pagi aku sudah melihat Chan Yeol mengusikmu”

“siapa yang mengusikku? Aku yang membantunya memasang helm. Apa salahnya?”

“Byun Baek Hyun….”

“Wu Yi Fan… jangan pernah lagi menyentuh adikku atau aku sendiri yang akan membunuhmu”

Kris shock mendengarnya “kau bilang apa barusan?”

“aku bilang apa? Ini tugas seorang kakak untuk melindungi adiknya. Walaupun kau adalah namjachinguku, tapi kalau kau memukul adikku lagi, aku akan membalasmu”

Kris terperangah, betul-betul tidak percaya.

Sementara itu Chan Yeol cekikikan di sebelahnya. Kris jelas mendengarnya.

“siapa yang menyuruhmu tertawa?”

Chan Yeol membungkam mulutnya, tapi tawanya tetap lolos “maaf… maaf kakak ipar. Aku hanya baru tahu kalau nama aslimu Wu Yi Fan. Hebat sekali namamu bisa berubah jadi Kris Wu”

Hendak rasanya Kris menguliti namja ini hidup-hidup kalau saja Baek Hyun tidak ada di situ.

“sudahlah Chan Yeol, kau juga jangan keterlaluan. Cepat berangkat ke sekolah. Kami akan menyusul”tegur Baek Hyun.

“Siap hyung” ia pun mengacak rambut Baek Hyun sejenak “sampai ketemu di sekolah kakak ipar… hati-hati menyetir karena kau membawa kakakku” ia pun naik ke motornya, dan melaju meninggalkan 2 orang itu.

What the hell” umpat Kris kasar.

Baek Hyun menepuk lengan Kris “keadaan sudah membaik Kris”

Kris menoleh mendengar penuturan lembut Baek Hyun “maksudmu?”

“anak itu… Park Chan Yeol sudah betul-betul menerima dirinya sebagai adikku”

Kris membuang muka sambil melengos “ini sudah yang ke berapa kalinya? Toh pada akhirnya dia tetap akan menujukkan penolakannya”

Baek Hyun menyentuh pipi Kris, menuntun namja tampan itu untuk menatapnya “kali ini dia serius. percayalah”ucap Baek Hyun lembut.

Dan oke, siapa yang tidak terhanyut dengan tatapan setulus itu. Kris jelas speechless dibuatnya.

~***~

“aku ke kelas yah”

“ne…”

Kris mengecup puncak kepala Baek Hyun sebelum ia meninggalkan namja mungil itu di depan kelas 2A.

Baek Hyun pun melanjutkan langkahnya ke dalam kelas, terpaksa mengacuhkan beberapa penggemarnya yang hanya bisa bersorak dari jauh (karena mereka takut bermasalah denganKris) atas kembalinya Baek Hyun ke sekolah. Padahal ia hanya satu hari absen.

Baek Hyun membelalak ketika Chan Yeol dan Se Hun sudah berhadapan di sudut ruangan dalam keadaan bersitegang. Lu Han menarik-narik lengan Se Hun tapi namja tampan itu tetap bertahan sambil menunjuk-nunjuk wajah Chan Yeol penuh emosi.

Baek Hyun segera berlari menghampiri mereka dan berdiri di antara mereka. Kini posisinya berada di tengah 2 namja tinggi, dan ia menghadap ke Se Hun, memunggungi Chan Yeol “Se Hunnie tenangkan dirimu”

“jangan ikut campur Baek Hyun-ah, ini urusanku dengan namja biadab ini”

“ini jelas urusanku juga karena Chan Yeol itu adikku”

Se Hun mendesis kesal “dan kau tahu apa kesalahan adikmu?”

Baek Hyun berusaha sesabar mungkin “memeluk Lu Han?”

Se Hun menatap Baek Hyun dengan sedikit terperangah “kenapa semua orang menanggapi hal ini dengan santai? Bahkan kau Baek Hyun-ah, kupikir kau akan mengerti hal ini karena kau juga punya kekasih. Coba tempatkan dirimu di posisiku… apa tanggapanmu jika kau melihat Kris hyung memeluk orang lain?”

“aku cemburu…”jawabnya jujur “tapi kalau dia mengatakan alasan kenapa dia memeluk orang itu, semisal alasannya sama dengan Chan Yeol dan Lu Han… aku akan menerimanya.Menurutku, posisiku sebagai kekasinya adalah bukan untuk mengekangnya. Selama aku percaya padanya, dan dia menjaga kepercayaanku, kurasa aku akan baik-baik saja”lanjutnya berusaha diplomatis.

Se Hun mendesis kesal lagi “kau juga Baek Hyun-ah, munafik…”.

“Oh Se Hun, jaga bicaramu” tegur Chan Yeol akhirnya. Jelas saja dia ikut meradang. Selama ini dia hanya diam kalau dirinya yang dikatai, tapi Baek Hyun?

Demi seluruh makhluk yang menghirup oksigen di bumi… Chan Yeol tidak menerimanya.

Se Hun mengangkat wajahnya, menatap Chan Yeol “oh… jadi kau marah kalau aku mengatai kakakmu? Sesayang itukah kau pada Baek Hyun?”

Chan Yeol terdiam, terlebih Baek Hyun menoleh dan memintanya bersabar.

“Se Hunnie, jebal… sudahi saja ini. harus kujelaskan dengan cara apalagi agar kau mengerti?”kali ini Lu Han yang bicara.

Se Hun menoleh pada kekasihnya itu “yang kusesalkan darimu Lu Han… kau tidak berkata jujur sejak awal. Akulah yang mengungkit ini lebih dulu baru kau seheboh ini meralatnya”

“Se Hunnie, aku mana mungkin terang-terangan mengatakan padamu kalau Chan Yeol memelukku. Dan kalau benar kukatakan itu sejak awal, apa kau tidak akan marah? Kurasa sama saja selama amarah menguasai logikamu”

“apa aku salah kalau aku marah? Melihat kekasihku berpelukan dengan namja lain, apa aku salah  kalau aku marah? Melihatmu terus memperhatikan Chan Yeol, apa aku salah kalau aku marah?”

Lu Han tercekat, seharusnya ia sudah bisa mempertimbangkan hal ini. ia lalai akan sesuatu… dan seharusnya ia bisa mencegahnya.

Se Hun memang pencemburu…

“sekarang apa maumu Oh Se Hun? Penjelasan pun tidak bisa meredakan kemarahanmu. Harus dengan cara apa kubuat kau percaya bahwa pelukan itu bukan apa-apa. Saat itu aku betul-betul sekarat, betul-betul terpuruk, dan Lu Han ada di situ…  hanya Lu Han yang bisa menarikku keluar dari keterpurukanku”tutur Chan Yeol.

Sialnya, itu justru membuat Se Hun meradang “apakah itu pengakuan Park Chan Yeol?”

“mwo?”

Se Hun menatapnya tajam, jelas sekali mata itu berkilat marah “KAU JADIKAN KEKASIHKU PELARIAN DARI MASALAHMU… BIADAB….”

BUGH~

Tanpa ada yang bisa mencegah sejak awal, Se Hun memukul wajah Chan Yeol, membuat namja itu terhuyung ke belakang.

Baek Hyun tersentak. Bersama Lu Han, ia mencoba menghentikan amukan Se Hun. Lu Han sudah memeluknya seerat mungkin, sementara Baek Hyun menangkap tangannya saat Se Hun hendak menghajar Chan Yeol lagi.

“LEPASKAN…” Se Hun memberontak, tapi Baek Hyun dengan tekhnik kunciannya, menghentikan pergerakan Se Hun. “Lepaaaasss” Se Hun meronta, dan itu membuat tubuh Lu Han yang memeluknya tersungkur ke lantai. Baek Hyun terkejut karena Lu Han hampir membentur meja di belakangnya. Karena itulah ia melepaskan Se Hun dan menghampiri Lu Han untuk membantunya.

“kasar sekali kau Oh Se Hun, bahkan kekasihmu sendiri tidak kau pedulikan”tegur Baek Hyun.

Se Hun tetap tidak mempedulikannya. Sekali lagi ia menghampiri Chan Yeol dan memukulnya bertubi-tubi.

“YA! Park Chan Yeol… kenapa kau diam saja” pekik Baek Hyun histeris karena kelihatannya Chan Yeol hanya membiarkan setiap pukulan Se Hun mengenainya. Terakhir Baek Hyun sadar, sepertinya Chan Yeol sengaja agar emosi Se Hun yang labil itu bisa mereda di setiap pukulannya.

“Baek Hyun-ah… hentikan Se Hun…. jebal…”pinta Lu Han dengan mata yang mulai berair.

“dengan cara aku bisa menghentikannya? Kau saja kekasihnya tidak digubris, apalagi ak__”

“SEHUNNIE… HAJIMAAAAA…” pekik Lu Han mendarah daging.

Baek Hyun jelas tersentak saat mengetahui apa yang membuat Lu Han berteriak.

Se Hun mengangkat sebuah kursi kayu dan bersiap menghantamkannya pada Chan Yeol.

Dan…

~***~

Brak~

“kudengar ada keributan di kelas 2A”ucap Su Ho setelah meletakkan bukunya cukup keras ke atas meja.

Ucapan Su Ho tadi langsung membuat Kris menoleh kaget “2A? bukankah itu kelasnya Baek Hyun?”

“benar, tapi tenang saja. bukan Baek Hyun yang membuat keributan. Kudengar Se Hun bermasalah dengan Chan Yeol, karena Chan Yeol kedapatan berselingkuh dengan Lu Han”

Kris tersenyum sinis “sigh, anak itu memang suka sekali merusak hubungan orang lain”

Su Ho menoleh kaget “maksudmu?”

“ah tidak… biarkan sajalah. Chan Yeol memang pantas mendapatkan ganjaran” Kris kembali berkutat dengan buku SAINS nya.

~***~

BRUUUAAAAKKKKK!!

Chan Yeol masih memejamkan mata. tapi…

Apa ini?

Ia sama sekali tidak merasakan sakit. Padahal jelas-jelas ia mendengar suara hantaman kursi itu dan ia yakin kursinya hancur berserakan. Apa mungkin nyawanya langsung melayang saat itu?

Perlahan ia membuka matanya dan…

Seketika ia membelalak.

BRUGH~

Seorang namja berparas indah langsung jatuh ke pelukannya dalam keadaan tak sadarkan diri lagi.

Leher Chan Yeol tercekat, jantungnya seolah berhenti berdetak, matanya hampir mencelat keluar, ia betul-betul tidak percaya…

Kai dan Kyung Soo yang baru saja masuk ke kelas langsung terkejut.

“BAEK HYUN-AH….” jerit Kyung Soo dan langsung menghampiri Baek Hyun yang pingsan di pelukan Chan Yeol. “Oh tuhan…”

Sekujur tubuh Chan Yeol bergetar hebat, air matanya langsung keluar bergerombol menumpuk di matanya yang mulai memerah dan panas. Dengan pelan ia menyerahkan Baek Hyun di pangkuan Kyung Soo, kemudian ia berdiri dengan sekuat tenaga.

Ia pandangi patahan kursi yang berhamburan di dekatnya, kemudian ia mengangkat wajahnya, mendapati Se Hun yang mematung dengan wajah pucat sementara tangannya masih memegang sisa patahan kursi tadi yang sukses menghantam punggung Baek Hyun.

Chan Yeol memejamkan matanya. Membiarkan air yang tadinya hanya berani menumpuk di pelupuk mata, kini meluncur deras… dan saat ia membuka matanya..

“KUBUNUH KAU OH SE HUN…. KUBUNUH KAU…” ia langsung menerjang Se Hun, membuat namja itu terhuyung ke belakang dengan punggung lebih dulu membentur lantai.

Tidak sampai di situ, Chan Yeol langsung menduduki perutnya, menghentikan pergerakannya, dan di hajarnya Se Hun habis-habisan. “KAU PIKIR APA YANG KAU LAKUKAN hah???…KAU PIKIR SIAPA YANG KAU CELAKAI ITU???… MATI KAU OH SE HUN…. MATIII…”hardiknya membabi buta.

Semua yang melihat itu tercengang. Dan beruntung Kyung Soo sadar dari ketercengangannya lebih dulu sebelum Se Hun betul-betul di antar ke akhirat oleh Chan Yeol.

“Kai… apa yang kau lakukan… kenapa diam saja di situ?? Cepat hentikan Chan Yeol…”Jeritnya.

Kai tersadar, kemudian melompat dan menghentikan pergerakan Chan Yeol dari belakang.

“KUBUNUH KAU… KUBUNUH…” Chan Yeol masih seperti itu, layaknya orang kesetanan menghajar Se Hun tanpa ampun.

“YAAAA! KALIAN BANTU AKU!” pekik Kai pada teman-temannya yang hanya menonton sejak tadi.

Dan akhirnya setelah dihentikan oleh 8 orang namja bertubuh besar seperti Kai, akhirnya Chan Yeol bisa juga di pisahkan dari Se Hun.

Lu Han langsung menghampiri Se Hun dan memeluknya. Ia menangis melihat kondisi kekasihnya yang babak belur dengan hidung serta sudut bibir mengeluarkan darah.

“LEPASKAAANNN … LEPASKAAANNN” Chan Yeol masih mengamuk.

“Chan Yeol-ah… tenangkan dirimu, lihat… Baek Hyun masih tidak sadarkan diri. Seharusnya kau bawa dia ke UKS”tegur Kyung Soo histeris.

Chan Yeol berhenti meronta, ia tatap Baek Hyun yang masih terbaring tak sadarkan diri dengan wajah pucat. Ia pun melepaskan kekangan teman-temannya dan menghampiri Baek Hyun.

Ia rebut tubuh kakaknya itu dari pelukan Kyung Soo, kemudian dengan panik ia menggendong Baek Hyun, menerobos kerumunan orang-orang yang menonton dan berlari menuju UKS.

Kyung Soo menghampiri Kai “firasatku buruk akan hal ini Kai”

“ne… belum pernah kulihat Chan Yeol semurka itu. Kajja… kita susul mereka”

~***~

Chan Yeol menatap tidak sabar seorang perawat sekolah yang memeriksa keadaan Baek Hyun. Sejak tadi perawat itu hanya memeriksa nadi, tekanan darah, pernafasan, suhu dan juga pupil mata Baek Hyun.

“dia kena pukul di bagian mana?”tanya perawat itu.

“di punggung, suster, dekat tengkuk”jawab Chan Yeol cepat.

Dengan sangat hati-hati perawat itu sedikit membalikkan tubuh Baek Hyun “ck… pantas parah begini. Sebelumnya dia sudah terkena pukulan di sini, lihat ini… sudah ada memar di sini”perawat itu menunjuk memar kebiruan di tengkuk Baek Hyun. Dan itu membuat Chan Yeol terkesiap.

“pa…parah suster?”tanya Chan Yeol ketakutan.

“tidak sampai mengancam jiwa. Tapi anak ini harus bed rest total dulu selama beberapa hari, pukulan di punggungnya cukup keras, di tambah memar yang memang sudah ada di tengkuknya yang sepertinya belum sembuh benar. Ada baiknya kau bawa dia ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut”

Chan Yeol tersungkur ke lantai, menatap kosong ke depan.

Perawat itu menghampirinya “tenangkan dirimu, dia baik-baik saja.. Ah… kau juga penuh luka, sini biar kuobati”

“tidak perlu suster, ini sama sekali tidak sakit…  tapi dia…”

Perawat itu menghela nafas, kemudian menghampiri Kyung Soo, sementara Kai sibuk menghadang pintu karena banyak teman-temannya yang ingin mengetahui keadaan Baek Hyun.

“tenangkan temanmu itu, kasihan dia. Sepertinya dia shock berat”

“ne suster. Kamsahamnida”

“aku harus ke Laboratorium dulu”

“maaf merepotkan anda”

“sudah tugasku nak”

~***~

Su Ho terkejut saat Lay, kekasihnya itu masuk ke kelasnya dengan nafas tersengal-sengal.

“waeyo chagi? Kenapa kau panik mencariku?”tegur Su Ho.

“miahae chagi, aku tidak mencarimu, tapi Kris hyung”

Su Ho mengangkat alis “waeyo?”

Kris melepas kacamatanya dan menutup bukunya “kenapa mencariku?”

“itu… itu” Lay masih berusaha mengatur nafasnya “Baek Hyun… Baek Hyun…”

Kris membelalak, seketika berdiri dan mencengkram kedua pundak Lay “kenapa dengan Baek Hyun-ku???”

“Baek Hyun… Baek Hyun pingsan.. sekarang dia di UKS…”

Kris tidak banyak bertanya lagi, ia melompati meja dan berlari secepat mungkin keluar kelas menuju UKS

~***~

“gawat.. Kris hyung datang….” Kerumunan itu langsung bubar, ketika dari ujung koridor muncul Kris dengan langkah tergesa-gesa menuju UKS. Ia langsung menerjang pintu dan menghampiri Baek Hyun yang terbaring di salah satu branker UKS. Terlihat Chan Yeol, Kyung Soo, dan Kai yang berdiri di sisi tempat tidur itu mengelilingi Baek Hyun.

“Baek Hyun-ah… dear… apa yang terjadi ini…Ya Tuhan…” Kris panik. Ia rengkuh tangan Baek Hyun dan meletakkannya di dada. Ia usap kepala Baek Hyun seolah itu akan membuatnya bangun.

“Hyung… tenangkan dirimu, Baek Hyun masih tidak sadarkan diri”tegur Kyung Soo lembut.

Kris mengangkat wajahnya “kenapa Baek Hyun bisa pingsan?”tanya Kris tajam.

Kyung Soo langsung menatap Kai, sementara kekasihnya itu juga hanya diam. Tidak berani menjawab.

“dia meleraiku dan Se Hun”

Kris langsung menoleh ke sumber suara yang cukup bass itu. Akhirnya dia baru sadar kalau memang Chan Yeol berdiri di sebelahnya. Ia mencengkram kerah kemeja Chan Yeol “harusnya bisa kuduga ini sebelumnya.. saudara macam apa kau membiarkan kakakmu terlibat masalahmu dan membuatnya seperti ini”

“jangan seenaknya bicara Kris Wu… kau pikir aku sengaja membiarkan Baek Hyun seperti ini? bahkan jika tanganku harus terpotong … akan kulakukan agar Baek Hyun tidak celaka, tapi ini di luar kendaliku. Aku tidak menyangka Baek Hyun langsung berdiri di depanku saat Se__” Chan Yeol menghentikan perkataannya. Ia sadar akan sesuatu.

Benar… kalau ia berkata jujur bahwa Baek Hyun pingsan karena pukulan Se Hun, dia yakin anak itu tidak akan selamat dari Kris.

“saat apa? HA?” Kris sedikit menyentak cengkramannya di kerah kemeja Chan Yeol.

Chan Yeol tidak menjawab.

“ini tetap kesalahanmu karena tidak menjaga Baek Hyun dengan baik”

Chan Yeol mengangkat alisnya “lalu kau sudah?”

Kris mengerutkan kening “maksudmu?”

“sigh… aku mundur karena kupikir kau bisa menjaga kakakku dengan baik. Tapi kau pun lalai”

“jangan bertele-tele Park Chan Yeol…”

Chan Yeol menatap Kris tajam “ada memar di tengkuk Baek Hyun, dan perawat tadi bilang, Baek Hyun sudah menerima pukulan di tengkuk sebelum insiden ini. dan sejak kemarin sore sampai sebelum insiden tadi pagi, Baek Hyun tidak pernah terjatuh atau kena pukul di tengkuknya” Chan Yeol menarik salah satu sudut bibirnya, tercetaklah senyum sinis di sana “dan kurasa, memar itu ia dapat saat bersamamu, curigaku adalah… dia tidak bersekolah kemarin karena hal itu”

DEG~

Kris meradang, ia sudah bersiap memukul Chan Yeol sampai ketika ada yang menarik jas ujung jas sekolahnya di bawah.

“Kris… hentikan…. jangan sakiti adikku”suara itu begitu lirih dan lemah.

Kris, Chan Yeol, Kai dan Kyung Soo langsung terkesiap. “Baek Hyun-ah… gwenchanayo?”

Chan Yeol kalah cepat oleh Kris. Namja pirang itu langsung duduk di tepian tempat tidur, membantu Baek Hyun untuk duduk dan menggunakan dada bidangnya sabagai tempat sandaranBaek Hyun.

“jangan berkelahi lagi, jebal…”lirih namja mungil itu.

Chan Yeol memalingkan wajah saat Kris memeluk Baek Hyun erat dan mengecup puncak kepalanya.

“kepalamu masih sakit?”tanya Kris lembut.

Baek Hyun mengangguk lemah. Matanya sangat sayu, bahkan sudah 80 % terpejam lagi “pusing sekali, dan punggungku sakit” jawab Baek Hyun jujur, karena kondisinya tidak memungkinkan dirinya untuk berbohong.

“kau harus ke rumah sakit hyung”pinta Chan Yeol.

Baek Hyun tidak merespon. Bukan karena dia acuh, tapi kesadarannya kembali hilang.

Kris berdecak panik. Dengan segera ia menggendong tubuh Baek Hyun dan beranjak dari tempat itu.

~TEP~

Kris menoleh karena mendapati Chan Yeol menangkap pundaknya “kenapa lagi Park Chan Yeol? Aku akan meladenimu kalau Baek Hyun sudah kubawa ke rumah sakit”

Chan Yeol menatapnya datar “aku ikut”

“untuk apa kau ikut?”

Chan Yeol melangkah lebih dekat, ia menatap wajah pucat Baek Hyun yang terlihat gelisah dalam gendongan Kris “aku… adiknya…”lirihnya tulus.

Kris sampai menelan ludah melihat ekspresi sedalam itu.

“Hyung… ada baiknya Chan Yeol juga ikut. Setidaknya ada yang menjaga Baek Hyun saat kau menyetir”usul Kai.

“menjaga Baek Hyun? Maksudmu memeluknya di mobil? Tidak… tidak akan kubiarkan namja brengsek ini memeluk Baek__”

“aku yang akan menyetir”potong Chan Yeol cepat.

Kris menatapnya, dan itu seperti hantaman telak di ubun-ubunnya. Benar, kenapa Kris masih seegois itu disaat yang sangat genting. “arasso…”putusnya final.

~***~

“Awww… pelan pelan Lu Hannie, sakit…” keluh Se Hun saat Lu Han mengobati luka-luka di wajahnya.

“kau masih berani mengeluh sakit?” mata Lu Han membulat marah “bayangkan rasa sakit yang diterima Baek Hyun akibat pukulanmu, apa kau tidak malu mengeluh sekarang?”

Seolah tertampar, Se Hun menunduk “mianhae…”

“jangan meminta maaf kepadaku, tapi pada Chan Yeol, dan terutama Baek Hyun”

“aku… tidak tahu kalau masalah sebenarnya adalah seperti itu”

Lu Han berdecak kesal“itulah kau Se Hunnie, kau sangat kekanak-kanakan, seharusnya kau bisa menyikapi hal ini dengan tenang. Aku sudah bersamamu selama bertahun-tahun, jadi kupikir kau akan mengenalku lebih jauh lagi, tidak akan mungkin aku mengkhianatimu. Kalaupun benar aku jenuh padamu, akan kukatakan langsung, tidak dengan berselingkuh di belakangmu seperti tuduhanmu itu”

Se Hun semakin merasa bersalah. Lu Han sampai memarahinya seperti itu artinya kesalahan yang sudah ia lakukan sudah teramat fatal. “aku… minta maaf… kalau kutahu hal itu sejak awal”

Lu Han menghela nafas kemudian menunduk “aku tidak memberitahumu sejak awal karena ini sangat rumit Se Hunnie. Ini pun Aku sudah sangat merasa bersalah pada Chan Yeol setelah menceritakannya padamu”

“tidak kau ceritakanpun aku bisa langsung tahu”

Lu Han menoleh bingung.

Se Hun menelan ludah, terlihat kecemasan di raut wajahnya “tatapan mata Chan Yeol tadi… belum pernah kulihat ia semarah itu sebelumnya. Jadi kupikir, ia marah seperti itu bukan hanya karena aku memukul kakaknya hingga pingsan” Se Hun menoleh ke Lu Han “itu… adalah reaksi seseorang jika melihat orang yang paling berharga melebihi nyawanya… terluka”

Lu Han terdiam.

“di situlah aku baru sadar… perasaan Chan Yeol ke Baek Hyun, tidak sebatas perasaan seorang adik ke kakaknya, tapi… ini murni, perasaan cinta”

Lu Han menyunggingkan senyum “kau paham arti kata sekarat itu sekarang?”

Se Hun mengangguk lemah.“maafkan aku… aku tidak pernah membayangkan bahwa perkaranya ternyata serumit ini”

“dan jika kau dalam posisiku, apa kau tega membiarkan Chan Yeol terpuruk dalam luka batinnya?”

Se Hun menggeleng “bisakah kau tidak semakin menyudutkanku? Aku betul-betul merasa bersalah sekarang”

Lu Han menghela nafas kemudiann memeluk Se Hun “mianhae, setidaknya buat ini sebagai pelajaran berharga untukmu”

“hm… dan sepertinya aku harus siap-siap dibunuh Kris hyung”

Lu Han melepas pelukannya, menatap Se Hun “dibunuh mungkin tidak, tapi kau lihat kondisi Chan Yeol? Kurang lebih kau akan berakhir seperti itu”

Se Hun seperti kehilangan kemampuan menopang tubuhnya. Seperti orang lumpuh “aku pasti mati”

Lu Han kembali tersenyum “tenanglah, kurasa Chan Yeol tidak akan membiarkannya. Chan Yeol itu setia kawan, tidak sepertimu. Jadi mungkin saja dia akan menutupi kesalahanmu”

“Lu Hannie”

“sudahlah… kau istirahat saja, akan kubuatkan makanan” Lu Han hendak beranjak dari sofa kamar Se Hun.

TEP~

Se Hun langsung menangkap tangan kekasihnya itu

“waeyo?”

“maafkan aku karena sikapku. Aku cemburu bukan tanpa alasan juga. Ini sepenuhnya kulakukan karena aku betul-betul mencintaimu. Jeongmal…”ucap Se Hun tulus.

Lu Han tertawa kecil, membungkuk sedikit kemudian mengecup bibir Se Hun yang sedikit terluka “gwenchana… aku juga mencintaimu, dan kuharap itu cukup untuk membuatmu percaya bahwa aku tidak akan pernah mengkhianatimu”

Barulah Se Hun merasa lebih baik. Dengan sentakan kecil ia tarik Lu Han hingga terhempas ke pangkuannya “kau di sini saja, tidak usah menyiapkan makanan”

“kau tidak lapar?”

Se Hun menggeleng “aku hanya ingin bersamamu” ia merapatkan wajahnya di dada Lu Han dengan manja.

“arasso…”

~***~

Chan Yeol menatap tubuh Baek Hyun yang terbaring lemah di atas branker sebuah ruang perawatan Rumah sakit seoul. Dokter baru saja memeriksanya, tangan kanannya kini di pasangi selang infus, karena sebelum ini Baek Hyun memang sempat sadar dan muntah berkali-kali.

Dokter bilang, Baek Hyun mengalami trauma kapitis  ringan, atau sebutan untuk benturan di kepala. Beruntung tidak mengenai organ vital. Tapi tetap saja Baek Hyun harus mendapatkan perawatan lebih intensif.

Chan Yeol meraih tangan kiri Baek Hyun, dan merengkuhnya. Dan…

TES~

Air matanya jatuh, mewakili apa yang ia rasakan di dalam hatinya. “Mianhae hyung… mianhae….”lirihnya sakit.

Ia mengecup punggung tangan Baek Hyun dan meletakkannya di pipi. Berharap dengan begitu perasaan khawatirnya tersampaikan.

Tidak kah ini aneh?

Kenapa Chan Yeol berani melakukannya sementara ia tahu seposesif apa Kris.

Tapi pada kenyataannya, namja tinggi dan pirang itu memang tidak berada di sana. Begitu ponselnya tadi berdering, ia langsung keluar entah kemana. Dan Chan Yeol tidak ingin ambil pusing tentang hal itu. Yang ada dipikirannya sekarang hanya satu.

Byun Baek Hyun … Namja yang sangat ia cintai…

dulu…

sekarang…

dan entah sampai kapan.

 Lebih dari kekuatan tanpa luka, kebaikan hati tak kan terluka
— Suara kesedihan ini di suatu tempat

— Seperti tombol yang salah
— Hati dan tubuh kita terpisah
— Genggamlah hatimu sekali lagi…

— Aku datang untuk menyampaikan padamu, menelusuri bekas luka itu
— Sebelum hancur tertimpa beratnya dunia
— Apa kau masih ingat? Bahwa langit menangis…
— Rasa sakit yang selalu melindungimu
— Dan rasa sakit ini akan selalu melindungimu

— Aku menemukannya, suara tangis itu
— Tak diragukan lagi adalah milikku sendiri
— Semua selama ini…
— Aku yakin kau sudah tahu dari awal
— Aku satu-satunya yang tak akan meninggalkanmu

— Kau menyadarinya, tanda yang aku tinggalkan untukmu

— Rasa sakit yang selalu melindungimu

~SIGN~ [FLOW] 

~***~

“kenapa lama sekali menjawab teleponku gege?”bentak Tao saat Kris baru saja menjawab panggilannya.”

“maaf… maaf Tao, tadi aku…. Tadi aku di kelas, inipun aku harus izin ke toilet baru bisa menjawab teleponmu”jawab Kris jelas bohong. Ia kini berada di sebuah koridor rumah sakit yang cukup jauh dari ruang perawatan Baek Hyun.

“ah benar, aku lupa. Kau masih bersekolah. Ck, aku sudah berhenti sekolah sejak menggantikan posisi Papa memimpin organisasinya. Jadi aku lupa masa-masa itu. Ah Gege… aku hanya ingin memberitahumu, hari ini aku tidak jadi ke Seoul, ada yang harus kuurus. Akan kurampungkan semua jadwalku sebulan ini jadi nanti saat ke sana, aku bisa berlama-lama”

GLEK~

Kris menelan ludahnya dengan susah payah “Hm, aku… ng akan menunggumu”

Terdengar suara tawa di seberang, dan itu Tao “kenapa kau gugup gege sayang?”

“tidak… a… aku tidak gugup”

“ayolah… aku terlalu mengenalmu, jadi jangan menyembunyikan apapun dariku”

Jantung Kris seolah berhenti berdetak. Setetes keringat mengalir di pelipisnya, menandakan bahwa namja itu tidak dalam keadaan tenang “tidak ada yang kusembunyikan,Tao…”ucapnya lancar. Berusaha tidak terdengar gugup.

“hum, begitu? Baiklah… tunggu saja aku. Mungkin 1 atau 2 minggu lagi dari sekarang”

Tue… Tao… jangan berlama-lama di sana”

Terdengar suara helaan nafas Tao.. seperti lelah “Gege…”

“hm…”

“kenapa kau tidak pernah lagi memanggilku Tao Baby?”

DEG~

“kau terus memanggilku Tao… Tao… dan tidak pernah lagi memanggilku dengan nama sayang”

Kris memejamkan matanya, mengontrol nafasnya dengan susah payah.

Sakit…

Betul sangat sakit. Ia baru menyadarinya. Ini sangat tidak adil. Tentu saja untuk Tao. Setelah dengan susah payahnya ia lolos dari maut, inikah perlakuan yang pantas ia dapat?.

Kris tidak bisa menyangkalnya. Ia cinta panda kecilnya itu. Ia cinta kekasihnya yang mengisi hari-harinya di masa lalu. Tapi…

Ada satu lagi hal yang tidak bisa ia sangkal.

Byun Baek Hyun!

Nama itu telah ia letakkan persis di depan nama Tao. Dan dia tidak bercanda saat mengatakan itu pada Baek Hyun. Dan sekarang, pertanyaan yang pernah ia lontarkan pada Baek Hyunkini justru menyerangnya.

Seperti menjilat ludah sendiri, dan ia merasa tertampar berkali-kali.

Apakah seseorang bisa mencintai 2 namja sekaligus dalam satu periode?

Dan kini ia merasa dirinya sangat munafik setelah memaksa Baek Hyun menjawab pertanyaan itu dulu. Karena kini, ia pun sulit menjawabnya.

Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan “Tao baby, My beloved panda… Wo Ai Ni” lirihnya penuh perasaan.

Perasaan cinta dan… sakit.

“aku… juga mencintaimu gege… sangat mencintaimu. Jangan menduakanku atau kau betul-betul akan menyesal”

Kris menghembuskan nafasnya sekali lagi, merasakan bahwa feeling Tao cukup kuat “hm… aku tidak akan menduakanmu”lanjutnya, jelas dengan amat sangat berat.

Baek Hyun-ah … dear… tolong aku___ lirihnya dalam hati

~***~

Kris masuk ke dalam ruang perawatan Baek Hyun. Dan sebuah pemandangan menyambutnya.

Jika berada dalam kondisi hati yang normal, ia jelas akan murka dan mengamuk. Tapi… ia sedang bimbang dan kalut. Untuk itu, ia hanya melangkah pelan dan mendekat. Mendapati Chan Yeol yang duduk di dekat branker tempat Baek Hyun tertidur dan meletakkan kepalanya di dekat pinggang Baek Hyun.

Chan Yeol tertidur di sana. Lelap, sambil menggenggam tangan kiri Baek Hyun.

Kris hanya bisa menghela nafas melihatnya. Wajah Chan Yeol yang dipenuhi lebam, dan juga bercak darah entah kenapa membuatnya prihatin. Ia melangkah lebih dekat, berdiri di sana dan menatap bergantian sepasang insan yang pernah atau bisa saja masih saling mencintai ini tapi terpisah karena sebuah keharusan.

Chan Yeol… bagaimana rasanya melepas Baek Hyun? Bagaimana caranya agar kau masih bisa bertahan hidup setelah melepasnya?__lirihnya membatin.

Bukan tanpa alasan ia bertanya begitu, karena ia takjub pada Chan Yeol. Ia tahu sebesar apa namja itu mencintai Baek Hyun yang telah menjadi saudaranya, jelas ia tahu karena ia juga merasakannya.

Yang ia salutkan adalah…

Chan Yeol bisa bertahan setelah ia melepaskan Baek Hyun sepenuhnya.

Kris memejamkan mata, mengundang air mata yang tadinya menumpuk di sana kini mengalir bebas membasahi pipinya.

Kalau itu aku Chan Yeol… aku tidak akan bisa… aku tidak akan mampu bertahan saat harus melepas Baek Hyun…

Kalau ia raib dari sisiku… Aku… pasti… akan

…mati__batinnya menangis.

Aku menyadari rasa sakit menjerit
— Terdengar keras di otakku
— Tapi aku akan lurus ke depan, dengan bekas luka

— Lebih baik jika kulupakan semua, lebih baik jika aku tak merasakannya
— Aku sudah menutup hatiku yang tergores

— Aku akan baik-baik saja jika aku terluka, karena aku tidak lagi merasa sakit
— Aku akan berjalan sambil menyeret kakiku

— Aku tak bisa melihat diri sendiri
— Hancur dalam suara berisik
— Ketika sadar, semua yang bisa kudengar hanya deru angin

— Aku datang untuk menyampaikan padamu, menelusuri bekas luka itu
— Sebelum hancur tertimpa beratnya dunia
— Apa kau masih ingat? Bahwa langit menangis…
— Rasa sakit yang selalu melindungimu
— Dan rasa sakit ini akan selalu melindungimu

~SIGN~ [FLOW]

~***~

Eomma Baek Hyun terkejut saat malam itu ia mendapati anak kesayangannya baru pulang sambil digendong oleh Kris, sementara Chan Yeol menyusul di belakang sambil menenteng ransel miliknya dan Baek Hyun.

“aa… ada apa ini? Baek Hyun kenapa???”pekik eommanya panik.

“gwenchanayo omoni, tadi Baek Hyun hanya pingsan di sekolah”jawab Kris berusaha menenangkan.

“kenapa bisa pingsan? Aigo Baek Hyun-ah… chagi”

“tenangah omoni, Baek Hyun sudah dirawat tadi, tapi dia harus melanjutkan istirahatnya”

Eomma Baek Hyun mengangguk cepat, matanya sudah berkaca-kaca “langsung bawa dia ke kamarnya, eomma akan menyiapkan makanan dulu”

“ne omoni”

.

.

.

Chan Yeol mengantar Kris sampai ke depan. Selama dalam perjalanan (baik ke rumah sakit, maupun pulang dari rumah sakit) mereka memang tidak saling menegur. Tapi setidaknya, atmosfer di sekitar mereka tidak lagi setegang dulu.

“sudah kusuruh orangku mengambil motormu di sekolah”ucap Kris saat ia baru keluar dari pagar rumah itu setelah Chan Yeol membukakannya.

“gomawo…”

“hm…” Kris berjalan menuju mobilnya.

TEP~

Ia kembali menoleh saat merasakan ada yang menyentuh pundaknya “ada apa?”

Chan Yeol memejamkan mata sejenak, seperti berusaha mengumpulkan tenaga “Hyung… tolong… jaga kakakku

Kris membelalak. Ini pertama kalinya Chan Yeol berbicara selembut itu di hadapannya. Bahkan memanggilnya hyung?

Oke baiklah, Chan Yeol memang sering memanggilnya ‘kakak ipar’, tapi seluruh dunia juga tahu, bahwa itu hanyalah sebuah bahan untuk ejekan. Yang ini berbeda… terdengar sangat tulus dan… ikhlas.

“N…Ne…”jelas Kris gugup. Bukankah ini amanah yang sangat berat?

“kuserahkan Baek Hyun padamu, kuserahkan orang yang paling kucintai di dunia ini melebihi nyawaku padamu, jaga dia baik-baik. Jangan membuatnya terluka sedikitpun. Terlebih membuatnya menangis, karena saat kutahu kau menyakitinya, membuatnya terluka dan menangis. Maka percayalah… detik itu juga kau akan bertemu dengan kehancuranmu. Aku serius…”tutur Chan Yeol.

GLEK~

Kris menelan ludah dengan susah payah. Walau tanpa diberitahupun, Kris jelas akan menjaga Baek Hyun dengan segenap jiwa raganya. Hanya saja, mendapat amanah langsung dari Chan Yeol… dari orang yang juga sangat mencintai Baek Hyun, kesannya justru lebih berat dari apapun. Ini bahkan lebih berat dari pada memikul tanggung jawab sebagai pemimpin sekumpulan umat terlantar, dimana nyawa dan kehidupan mereka ada di tangannya.

Berat…

Karena ada nama Huang Zi Tao yang membayangi langkahnya.

“percayakan padaku Park Chan Yeol” tapi dengan keangkuhannya, ia terima amanah itu.

Barulah Chan Yeol menghembuskan nafas lega “arasso, gomawo”

“tapi… selama dia tidak bersamaku, kutitip dia padamu”balas Kris.

Chan Yeol membulatkan matanya,,, Sebuah penerimaan kah?

Benar… itu sebuah penerimaan, bahwa Kris tidak akan murka lagi saat Chan Yeol berada di dekat Baek Hyun. Tapi dalam konteks kalimat nyata dan wajar. Chan Yeol hanya bersikap selayaknya seorang adik, tidak lebih!.

“Ne… gomawo”

~***~

Kris menatap langit-langit kamarnya. Ia tidak bisa tidur barang sekejap pun.

..

Byun Baek Hyun…. Huang Zi Tao….

Dua nama itu terus berputar di kepalanya.

Semua moment, kejadian dan kenangannya bersama kedua kekasihnya itu silih berganti tereka ulang di kepalanya. Dan Kris bersumpah ia tidak bisa melenyapkan salah satu dari kenangan itu.

Tao yang tersenyum saat Kris pertama kali membelikan boneka panda untuknya.

Baek Hyun yang tersenyum saat Kris mengacak puncak kepalanya.

Tao yang menangis saat mendapati Kris sedang sakit.

Baek Hyun yang menangis saat Kris untuk pertama kalinya memperlihatkan luka batinnya padanya.

Tao yang marah saat Kris terlambat menjemputnya.

Baek Hyun yang marah kalau Kris mengungkit-ungkit masalah Chan Yeol.

Semuanya berputar secara bergantian, seolah meminta Kris memilih kenangan siapa yang paling kuat.

Tapi… ada satu yang sangat jelas…

Kris berpikir, kalau ia memilih kembali bersama Tao meninggalkan korea dan tinggal di China lagi, itu artinya dia harus meniggalkan Baek Hyun.

Jawaban Kris adalah… Tidak…

Dia betul-betul tidak rela.

Tapi sebaliknya. Jika ia memilih mengacuhkan Tao, dan tetap bersama Baek Hyun…

Apa yang akan dilakukan Tao pada Baek Hyun?

Itu yang dicemaskannya. Ia tidak ingin Baek Hyun kenapa-napa.

Dua pernyataan itu sebenarnya sudah menunjukkan titik beratnya.

Benar…

Byun Baek Hyun.

Namja itu itu sukses menguasai hati dan pikiran Kris. Bahkan cintanya pada Tao tak juga mampu menuntun namja itu untuk melepas pesona Baek Hyun. Tidak…

Dia butuh Baek Hyun… dia tidak bisa tanpa Baek Hyun… ia sesak tanpa Baek Hyun… karena nyatanya… namja itu telah menjadi separuh dari nafasnya.

Kris mengambil ponselnya. Mencari nama Baek Hyun di kontak listnya. “My Soul”, kemudian ia ketikkan beberapa SMS untuk kekasihnya itu.

“Aku mencintaimu… sangat. Aku tidak bisa tanpamu”

Setelahnya ia meletakkan ponsel itu di dadanya seolah ia tengah memeluk Baek Hyun. Sampai ada sms balasan dari namja itu.

“Nado… tapi kau kenapa? Ada yang membuatmu gusar? Ingin mengobrol?”

Kris tersenyum. Kemudian mengetik balasannya.

“Anieyo… aku hanya merindukanmu. Besok saja mengobrolnya, kau harus banyak istirahat.”

Tak sampai semenit, balasannya sudah masuk.

“Ne… kau bisa ke rumahku sepulang sekolah”

Kris segera membalasnya.

“Yes dear… mana ciumku?”

Cukup lama, barulah balasan itu tiba.

“Chu~ >.<“

Kris terkekeh kemudian meletakkan ponselnya di atas nakas. Setidaknya ini sudah sedikit membuatnya tenang. Entah apa yang akan menyambutnya nanti di depan. Kris berusaha tenang karena ia yakin, akan ada jalan keluar dari semua masalah yang menimpanya.

Demi Baek Hyun… jiwaku.__lirihnya sebelum ia memejamkan mata.

~***~

Sekujur tubuh Se Hun menegang saat ia berpapasan dengan Chan Yeol di pelataran parkir. Chan Yeol baru turun dan motornya dan membetulkan rambutnya. Dan saat namja tinggi itu menoleh. Se Hun langsung menunduk. Takut!

“Bagaimana keadaanmu?”tanya Chan Yeol.

Se Hun jelas terhenyak “Ne? Jheoyo?

“hm, kau, siapa lagi? kemarin aku menghajarmu habis-habisan, kau tidak apa-apa?”

Se Hun menelan ludah “N…Ne… A… aku tidak apa-apa. Ba… bagaimana keadaan Baek Hyun?”

“tidak begitu parah… hanya saja dokter menyuruhnya istirahat total selama beberapa hari”

Se Hun menghela nafas, kembali menunduk dalam “aku… sangat menyesal, aku tidak tau kalau__”

PUK~

Se Hun mengangkat wajah, mendapati Chan Yeol menepuk pundaknya.

“lupakanlah… dan berjanji jangan bersikap kekanak-kanakan lagi. karena percayalah, Lu Han itu sangat mencintaimu jadi mana mungkin dia berani berselingkuh di belakangmu. Dan aku…mana mungkin aku menusuk sahabatku sendiri dari belakang”

Se Hun tidak bisa berkata-kata. Tenggorokannya sakit. Perkataan Chan Yeol justru membuatnya seribu kali lebih menyesal.

“sudahlah… ayo ke Ruang konseling. Park Sonseng sudah menunggu”

Se Hun jelas mengerti. Setelah perkelahian hoboh kemarin, dan terang-terangan pula dilakukan di dalam kelas, jelas berita itu sudah sampai di telinga Guru Konseling. Tapi Se Hun tidak ambil pusing, toh Chan Yeol tidak berniat memperpanjang masalah.

“Chan Yeol-ah…”

“hm…”

“maafkan aku…”

“sudah kumaafkan… jadi jangan cengeng. Ayo…”

“aku… tidak menyangka kalau ternyata kau dan Baek Hyun…”

Chan Yeol berdecak “bisakah kau tidak membahasnya lagi? kalau kau sudah tahu ya sudah, diam saja seperti Lu Han. Arasso?”

Se Hun mengangguk cepat “maaf…”

“Kajja” Chan Yeol merangkul pundak sahabatnya itu. Berjalan beriringan menuju ruang BP.

Cinta itu menyakitkan Chan Yeol-ah… aku takjub kau kuat menanggungnya__batin Se Hun, akhirnya bisa bernafas lega.

~***~

Kalau ada hal yang akan ditempatkan Kris di deretan pertama hal-hal yang paling membuatnya menyesal, maka… berbaikan dengan Chan Yeol adalah posisi pertama.

Bagaimana tidak. Lihat bagaimana namja itu terus menggodanya saat ia mengunjungi Baek Hyun sepulang sekolah.

“Aku mencintaimu… oh… sungguh aku tidak bisa tanpamu”ucap Chan Yeol dengan pendeklamasian yang sangat berlebihan. “aku merindukanmu… mana ciumku? Mmmmuuuaaahhh”

Kris berusaha mengontrol emosinya agak tidak mencekik namja yang duduk bersila di atas tempat tidur seberang.

“bisakah kau berhenti Park Chan Yeol?”tegur Kris masih berusaha sabar.

Chan Yeol tertawa “kau sungguh membuatku merinding hyung…”

“siapa yang menyuruhmu membaca SMS ku untuk Baek Hyun?”

Chan Yeol menunjuk Baek Hyun dengan sangat santai “dia menyuruhku, dia bilang tangannya lemas, dan tidak kuat mengetik SMS. Jadi aku yang mengetik semua sms balasan untukmu itu”Chan Yeol kembali cekikikan.

Kris seolah kehilangan harga dirinya. Dengan sedikit kesal ia menatap Baek Hyun yang masih duduk bersandar di atas tempat tidurnya dengan wajah yang terlihat masih pucat.

Namja itu terkekeh sambil menggaruk kepalanya “Mian… jangan marah yah”pinta Baek Hyun dengan ekspresi semanis mungkin. Yang kalau saja Kris tidak mengingat bahwa Chan Yeol ada di situ, maka sudah ditenggelamkannya kekasihnya itu dalam sebuah ciuman panas.

“sudahlah lupakan” Kris kembali menoleh pada Chan Yeol “bisakah kau keluar sebentar?”

Chan Yeol menggeleng, masih tak berhenti tertawa “ini kamarku. Lagipula aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal yang aneh-aneh terhadap kakakku karena dia sedang sakit” Chan Yeol terkekeh lagi “bersabarlah sampai kakaku sehat yah”

Kris berdecak kesal “tidakkah kau mengerti privasi? Kami ingin mengobrol”

“silakan mengobrol, aku tidak akan mengganggu. Ah, atau aku mendengarkan musik saja agar aku tidak terlibat dalam percakapan kalian” Chan Yeol langsung mengambil Headphonenya dan mengenakannya. Ia bersandar di sana sambil menumpukan satu kakinya di atas lutut.

Kris menghembuskan nafas pasrah, kemudian menatap Baek Hyun. Sementara kekasihnya itu hanya bisa membalas tatapannya dengan makna –kuharap-kau-maklum-

“Baek Hyun-ah… tadi itu aku__”

“Whooooaaaaaaaahhhhhh yeeeaaaahhhh”

Kris langsung menoleh kesal pada Chan Yeol yang sepertinya sangat menikmati lagu dari Ipod nya. Ia bahkan memejamkan mata, menggerak-gerakkan kaki sambil bersenandung, mengikuti lirik lagu yang awalnya dikira Kris adalah lagu berbahasa purba karena Kris belum pernah mendengar kalimat itu. Sampai ia menangkap sebuah kalimat dari Chan Yeol hingga ia tahu bahwa Chan Yeol menyanyikan lagu bahasa Inggris.

“Baby it’s all wrong….”

Suara bass dan berat Chan Yeol membuat telinga Kris sakit. Dan akhirnya ia menyerah. “sudah sangat sore Baek Hyun-ah, aku pulang saja”

“maaf… aku sedang tidak sehat jadi tidak bisa mengendalikannya” Baek Hyun menunjuk Chan Yeol dengan dagu.

“sudahlah… biarkan saja. aku tahu segila apa anak itu”

Baek Hyun terkekeh “aku senang hubungan kalian membaik”

Kris balas tersenyum kemudian mengusap puncak kepala Baek Hyun “aku pulang yah”

“ne”

Kris sedikit bergeser, menyentuh pipi Baek Hyun dan mengecup bibirnya lembut.

“Huwaaaaa… eommaaaaaa… Kris hyung berbuat mesum pada Baek Hyun hyung”pekik Chan Yeol sambil berlari ke pintu kamar.

Kris terlonjak kaget, seketika berlari untuk menangkap Chan Yeol dan mencekeknya dengan lipatan lengan dari belakang “adik kurang ajar… kapan aku berbuat mesum terhadap kakakmu ha?”

“ampun… ampun hyung… ampun…”

~***~

Beberapa hari berlalu…

“Chan Yeollie… kesini” pinta Baek Hyun saat Chan Yeol baru saja keluar dari kamar mandi.

“ada apa hyung?”

Baek Hyun megeluarkan sesuatu dari tas plastik yang baru saja di bawanya. “Taraaaaaa…. bagaimana menurutmu?” tanya Baek Hyun setelah memperlihatkan sebuah benda pada Chan Yeol. Senyum sumringah terus terpampang di sana.

Chan Yeol mengernyit bingung. Ia mengambil benda itu, memperhatikannya dari ujung ke ujung. “taplak meja?” tanya Chan Yeol ragu.

Senyum Baek Hyun langsung lenyap digantikan dengan ekspresi tidak percaya “mwo?”

“untuk apa hyung memperlihatkan taplak meja rusak padaku?”

Baek Hyun meradang, ia langsung menyambar benda itu dan kembali memasukkannya ke dalam tas plastik.

“Hei…hei, hyung kenapa marah?”tanya Chan Yeol panik.

Baek Hyun menatapnya. “ini syal tau! Dasar manusia tidak berperasaan. Bisa-bisanya kau mengatai hasil jerih payah orang lain” Baek Hyun memijit keningnya “taplak meja? Oh lebih kejam lagi, taplak meja rusak”

Chan Yeol membungkam mulutnya “Syal? Tapi wujudnya sangat… aneh, jadi kupikir…”

Baek Hyun cemberut berat “aku belajar merajut dengan Kyung Soo selama 2 hari penuh, dan kau mengatakan hasil rajutan pertamaku ini sebagai taplak meja rusak? Oh… bagus” Baek Hyun hendak beranjak tapi Chan Yeol menangkap tangannya.

“mianhae… mianhae hyung, aku hanya bercanda. Itu rajutan pertamamu? Whoaahh daebak… dan kau selesaikan selama dua hari itu rekor hyung, betul-betul hebat”

Baek Hyun menatap Chan Yeol, sedikit terpengaruh “jeongmal?”

Chan Yeol mengangguk antusias “coba kulihat ulang?”

Baek Hyun kembali mengeluarkan syal(?) tadi dari tas plastik dan menyerahkannya pada Chan Yeol.

“whoah… setelah diperhatikan baik-baik, ini memang syal. Ini betul kau yang merajutnya hyung?”

Baek Hyun mengangguk bangga.

“whoooahhh…. Daebak. Untuk rajutan pertama ini tidak buruk. Walau banyak bolongnya tetap saja ini mirip syal”

JLEB~

Baek Hyun menunduk lemah “taplak meja rusak, banyak bolongnya, mirip syal… padahal itu memang syal” Baek Hyun menghela nafas “padahal aku sudah berusaha”

Chan Yeol jadi panik sendiri “ta… tapi hyung ini sangat keren…”

“jangan menghiburku”Baek Hyun melangkah lemah menuju tempat tidurnya dan duduk di sana sambil memasang ekspresi kecewa.

Chan Yeol langsung menghampirinya dan duduk di sebelahnya “mianhae hyung…”

“sudahlah, tidak apa-apa. Aku justru senang kau jujur”

“ta… tapi ini tidak terlalu buruk”

Baek Hyun berdecak, kemudian menatap keluar jendela “sebentar lagi musim dingin akan tiba. Aku ingin sekali memberikan sebuah syal untuk Kris. Dan kukira akan lebih berkesan lagi kalau aku sendiri yang membuatnya. Makanya aku minta Kyung Soo mengajariku merajut” Baek Hyun menunduk pasrah.

Chan Yeol jadi ikut bersedih melihat Baek Hyun seperti itu “Hyung… sebenarnya hal yang paling bermakna dalam sebuah pemberian adalah niatnya, keikhlasan, ketulusan dari hati. bukan barangnya. Aku jamin Kris hyung akan sangat terharu kalau ia tahu hyung bahkan berlajar merajut demi membuat syal untuknya”

Baek Hyun menoleh, penuh harap “jeongmal”

Chan Yeol mengangguk antusias.

“tapi… syal ini terlalu jelek untuk dijadikan hadiah”

“Hyung coba saja lagi merajut, mungkin hasilnya akan lebih baik”

Baek Hyun pun tersenyum “benar, aku tidak boleh menyerah, mungkin hasil rajutan selanjutnya akan lebih baik”

“nah… itu baru hyungku”

Baek Hyun kembali bersemangat “Arasso…” ia menatap syal berwarna kelabu di tangan Chan Yeol itu “yang ini dibuang sajalah”

“eh jangan… dari pada dibuang mending hyung memberikannya padaku”

“eh… tapi ini kan jelek?”

Chan Yeol merapikan syal itu melipatnya agar tidak terlalu lebar, kemudian melilitkannya di leher “tidak terlalu jelek kok. Lihat, kalau dipakai dengan cara seperi ini, lubang-lubangnya tidak akan kelihatan”

Baek Hyun memiringkan kepalanya. Benar juga “kau serius ingin mengambil syal jelek ini?”

Chan Yeol mengangguk pasti “ini adalah rajutan pertamamu hyung… hasil jerih payahmu… jadi aku ingin memilikinya”

Blush~

“Chan Yeollie”

“eh… aku tidak bermaksud apa-apa hyung, hanya merasa sayang kalau benda berharga ini dibuang, aku hanya__”

“gomawo” potong Baek Hyun sambil tersenyum semanis mungkin.

Chan Yeol menghela nafas lega “cheonmaneyo hyung”

~***~

Kris melirik arlojinya, sudah pukul empat sore sementara Baek Hyun dan Chan Yeol belum juga muncul.

Dan Chan Yeol?

Benar… anak itu memaksa ikut.

Kris mengajak Baek Hyun untuk ke taman bermain. Sialnya Kris mengutarakan ajakan itu sementara Chan Yeol ada di situ, jelas saja anak itu merajuk pada kakaknya dan minta ikut.

Dan beginilah keadaannya. Berhubung rumah Kris dan Baek Hyun berlawanan arah, maka Chan Yeol (lagi-lagi) menyarankan agar mereka bertemu saja di taman hiburan. Karena Chan Yeol sendiri yang akan membawa Baek Hyun.

“lihat saja Park Chan Yeol, akan kurontokkan gigi-gigi mu saat kau muncul nanti sambil tertawa”geram Kris sambil melipat tangan, berdiri di pelataran parkir bagai orang bodoh.

GYUTS~

Kris tersenyum saat tiba-tiba saja ada yang menutup matanya dari belakang “Hm… mau mengerjaiku, sayang?”

Orang itu tidak menjawab.

Kris sedikit takjub karena Baek Hyun berhasil menggapai matanya, dari belakang pula, bukankah namja itu cukup pendek? Tapi Kris tidak ambil pusing “jadi kekasihku ini ingin dihukum ha?”

“baiklah… hukum saja aku… gege…”

Kris terlonjak kaget, seketika melepaskan kedua tangan yang menutup matanya itu dan langsung menoleh ke belakang “TAO???”pekiknya.

“hei… kenapa sekaget itu… kau merindukanku?”Tao bergelayut manja di lengan Kris.

Kris panik, ia memandang ke sekeliling, berdoa agar Baek Hyun belum datang.

Tao gemas sendiri. Ia menangkupkan kedua tangannya di pipi Kris dan memaksa namja tampan itu untuk menatapnya “kenapa panik? Kau menunggu seseorang?”

Kris gelagapan “ti…tidak… ng, Tao… bukankah kau bilang masih lama di Beijing? Kenapa baru 5 hari kau sudah kembali?”

Tao melepaskan tangannya, marah “kau tidak suka aku kembali?”

“bu… bukan begiu. Aku hanya kaget… lagipula kenapa kau tahu aku ada di sini?”

“tidak sulit, tadi aku ke rumahmu, dan pelayanmu bilang  ada janji dengan…”Tao mengangkat alis, membuat jantung Kris seolah melompat dari tempatnya.

Kris menelan ludah dengan susah payah, keringatnya menetes, kenapa Tao suka sekali menggantung kalimatnya dan membuat Kris seperti terpidana mati saat ini.

Tao mengalungkan tangannya di leher Kris “dengan seseorang di taman bermain. Tapi aku tidak peduli siapa orang itu. Dan berhubung kita sudah di sini, ayo kita bermain”

Kris berusaha mengontrol nafasnya “ba… bagaimana kalau kita cari restoran dulu untuk makan?”

“aku sudah makan… aku mau bermain”

.

.

.

“cepatlah Chan Yeollie, atau Kris akan marah”perintah Baek Hyun kesal

“sabar hyung, ini mobil baru, jadi harus hati-hati memarkirnya. Aboji pasti memenggalku kalau mobil ini tergores”balas Chan Yeol, masih konsentrasi memarkir paralel mobil yang dibelikan ayahnya 2 hari yang lalu.

“aish… jinjja, aku turun duluan saja”

“ck sedikit lagi, bersabarlah… nah… selesai. Kajja” Chan Yeol turun lebih dulu dan menyambut kakaknya di pintu sebelah. “kau janjian di mana dengan Kris hyung?”

“katanya masih di area parkir” Baek Hyun mengitarkan pandangannya ke sekeliling.

DEG~

“eh… bukankah itu Kris hyung?”

Baek Hyun menoleh, ternyata bukan Baek Hyun saja yang melihatnya “se… sepertinya iya”

“ah mungkin bukan, mana mungkin itu Kris hyung dengan namja lain?”

Baek Hyun tidak menggubris. Ia langsung berlari mendekati tempat Kris berdiri bersesama seseorang yang begitu asing di mata Baek Hyun. Sekitar beberapa belas meter dari tempat Baek Hyun dan Chan Yeol.

Tao melihat seseorang yang mendekat ke arah mereka, dan Kris masih belum menyadarinya. Dan Tao jelas tau siapa orang itu.

Sedikit tersenyum licik ia memeluk leher Kris dan menatapnya dengan tatapan semanis mungkin “aku sangat merindukanmu gege”

Dan Kris hanya bisa menghela nafas setelah luluh dengan tatapan itu. atau lebih tepatnya pasrah  “Hm, aku juga”

Kris tidak bisa mengelak saat Tao menarik wajahnya dan… mepersatukan bibir mereka penuh kerinduan.

Mereka berciuman.

Tanpa Kris tahu bahwa ada yang tercengang menyaksikan mereka.

Dan dia adalah…

TO BE CONTINUED

Author kabur sebelum dikeroyok….

 

292 thoughts on “[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 8]

  1. sekali lagi aku suka dengan tao,,
    ya tao hancurkan percintaan mereka biar pada balek ke couple nya mseng maseng,,
    chanbaek dan kristao,,
    tapi jngan terlalu kejam ya baby panda sayang baekhyun na,,
    klo kris ama chanyeol mah kagak peduli,,
    *_*

  2. Hua..
    .entah kenapa sumpah aku suka banget..
    Suka.dan suka banget sama ff ini
    .aduh setelah baerbagai konflik dan kelicikan tao kurasa kesan action.sad and romance di ff ini dapet banget..
    .
    Sehun kau jahat..
    Kenapa nyakitin chanyeolku lagi
    Dan chanyeol harus babak belur bahkan sebelum luka yang diberikan kris hilang cuahh..keyennn
    .
    Kris jangan hanya memikirkan perasaanmu sendiri
    .sedikit sebel sih ama kris jadi rasanya nyesek gimana gitu pas ngebaca
    .
    Baekhyun membela chanyeol dan bahkan mengorbankan keselamatan dirini
    Hua cocwitt
    .huh
    Ingin rasanya kalo ff ini di jadiin drama mungkin aku akan menjadi film favorit aku..

    Aku nobatkan nii ff favorit aku ke7
    Coz ff favorit aku ke2 no regret life
    .
    Ciee

  3. Astaga sehunnieeee !!! Jinjja jinjja !! Sikap cemburumu udah melebihi batas wajar ! Kau hampir membunuh chanyeol dan baekhyun ! 😈😈 Tapi akhirnya nih anak ngerti juga 😒😒
    Btw, chanyeollll… Aduh pas berantem sama sehun keliatan banget banget kalo kamu cinta sama baek..
    Tao lebih menyeramkan dari apapun 😢😢
    Oh My God !!! Mati kau kris !

  4. Setelah d chapt sebelum ny aku nyesek akhirny d chapt ini aku bisa sedikit lega, karena chanyeol kembali bertingkah konyol. Hahaha welcome back happy virus.

    Awawaw ChanBaek memergoki Kris maka bersiap2 lah menghadapi kematian mu tuan wu/artajim jahat amat/.

    Well walau aku salut dgn karakter tao yg tegas tp kuharap jgn terlalu menyakiti baekhyun ya, kasian uri baekki terluka utk ke 2 kalinya.

    Ah balik ke couple masing2 aja dah sono yg artinya tamat lah cerita d ff ini.

  5. OHSEHUN JANGAN KEKANAK-KANAKAN PLEASE~ chanyeol bener2 marah sama km hun. aku kira chanyeol bakalan mendiamkan sehun terus eh ternyata chanyeol malah udah maafin sehunn… chanyeol bener2 setia kawan dehhh… ♥♥♥♥♥
    hahh aku harap chanbaek bisa bersatu…
    Kenapa tao jadi berubah thor~ dia jd namja jahat licik…😦😦
    ya udh deh gapapa biar krisbaek pisah .. hohoho #ketawaEvil

  6. SEHUN AKU TIDAK SUKA SIKAPMU!
    Beneran gk tega sama nasibnya Chanyeol dichapter ini T.T
    Tao aku gk suka juga sama dia difanfic ini /kalo direal suka aja/ karakter jahat yg kakak ciptakan buat Tao kuat banget loh, ampun kejam gitu~
    dan Kris juga kasian ya posisinya ditempatin kak ALF jadi cowok yg emmm gitu deh xDD

  7. ckkk sehun… knp harus emosi membabi buta menghajar chanyeol, akibatnya baekhyun yg kena imbas pukulan sehun sampai pingsan lg.
    tp berkah jg, krn insiden itu chanyeol sm kris jd baikan.
    bukan hanya luhan yg tau hub chanyeol sm baekhyun. tp sehun sekarang jg udah tau.
    hee heee ngakak pas kris tau chanyeol yg ngetik balasan smsnya.
    malu, kesel, marah pastinya.
    sebenernya kalo kris dan chanyeol itu akur manis jg.
    Tao pasti sengaja muncul, padahal ia bilang 2 minggu br kembali kan? memanfaatkan situasi dengan mencium kris saat baekhyun ada.
    baekhyun pst bingung n terluka. dan chanyeol apa reaksinya melihat kris pelukan, ciuman sm orang lain padahal dia udah membeti kris amanah buat menjaga baekhyun?

  8. Yak chanyeol andwe jangan pukul kris pukul saja tao(?) Ou-Ou Mian tao oppa
    Tao bener2 licik, kris ya juga nih bener2 ngga gentle banget belajar tuh dari chanyeol oppa (ngebela banget sih aku!)
    *di chapter ini bener2 ngegemesin kebawa emosi jadi pengen mukul sesuatu(?) …
    Pokoknya ALF-jjang …
    Semangagt eonni ….

  9. kasiaaan bgt baekhyun nya. sampe pingsan gtu pas kena pukulan kayu dari sehun. demi chanyeol, demi keselamatan chanyeol. itu aja udah buat aku yakin kalo nama chanyeol emang masih di depan nama kris. baekhyun akan lebih peduli sma chanyeol. sweet~

    tao datang kembali bagai jalangkung, datang tak di undang pulang tak diantar. wtf! entah knp justru seneng kalo tao kmbli. kan jadi ada harapan untuk chanbaek kembali bersatu.

    keep writing *chu

  10. HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~
    Jadi Chanyeol benar-benar penuh pengorbanan yang beriringan dengan perasaan cintanya yang begitu tulus😥😥
    Ah, Chanyeol-ah~ Kan jarang ada cowok yang begitu /slaped/
    Meskipun di part awal aku ketawa-tawa, tetap aja mengganjal. apalagi disaat Chanyeol dengan rasa tulus dan ikhlas mengakui bahkan menerima jika dia itu adik Baekhyun.
    uuuu~ hatiku sakit😦😦
    Chanyeol, hatimu terbuat dari apa? Kisahnya kok bagaikan penjabaran translate-an Paramore – Brighter ya, Kak?
    .
    .
    Horror bayangin Chanyeol ngamuk-ngamuk ><
    Emang yeth orang yang emosi tenagannya jadi berkali-kali lipat:/
    sampai yang melerai 8 orang pula :O

    Kris harusnya harus bisa memutuskan. Pertanyaan yang dulu dia tujukan pada Baekhyun justru berbalik menjadi boomerang, tha?
    Next Chapter cuss~
    Fighting^^

  11. What the….. oke… jadi chanyeol beneran nyerah ?? atas baekhyun ?? uwaaahh.. kok elu patah semangat gitu sih yeol.. come on, kalahhin ntu naga jadi-jadian/?, jan nyerah gitu aja :3
    .
    UWOHH…. si-cadel kalau ngamuk hebat yeth, sampai banting banting segala, :3. Jan kasar-kasar hun -.-v . dan waktu baekhyun bilang “YAK.. park chanyeol kenapa kau diam saja?” pantes lah dia diem baek! Dia kan udah secara gak langsung bikin sehun cemburu beraat, jadi buat apa dia bales pukulannya sehun. Chan nyadar kalau dia yang salah, makanya dia kagak mukul balik ! *toyor Baek *digerebek Masa
    .
    Yang kena baekhyun ?? AAAA…. so sweet, baek sampe ngerelain dirinya sendiri buat jadi tameng nya chanyeol, akhirnya dia yang kena.. Uwaaa… aku spechless
    .
    Aku suka waktu chan nungguin baekhyun di RS, uwah.. kak leon ?? anda tau ?? saya nangis lagi :3 -.-v , aku gak mau ngitung berapa kali aku nangis di FF ini, nyesek kak jadi chanyeol.
    .
    Chan Yeol… bagaimana rasanya melepas Baek Hyun? Bagaimana caranya agar kau masih bisa bertahan hidup setelah melepasnya?__lirihnya membatin.
    Dibagian ini, aku nyerocos sendiri “elu kagak tau kris.. Chan sekarat gegara mau ngelepas baekhyun. !!. akhirnya elu tau gimana rasanya bingung waktu mau ngelepas baekhyun. Sama kayak chan, tapi…. chan lebih parah daripada elu!” kira-kira seperti itu ! -.-v dan kak leon tau?? Aku ngomong gitu sama Tab ku -.-/ *kok jadi curcol ??
    .
    Kriss… elu terlalu mementingkan image mu!! Kenapa elu terima amanah itu!! Kalau masih kebayang sama TAO, bilang aja “enggak.. gua ada masalah, titip baekhyun ya” #PLAAKKKK (Ditamper kak leon gegara ubah alur cerita)
    .
    Yang liat kris ciuman sama TAO, itu pasti BAEKHYUN !!!
    TAMPER AJA NAGA/? ITU BAEK!!! AKU MENDUKUNGMUU !!!! MERDEKAAAA/? #PLAAAKKKK

  12. Oh My God! SEHUNAAAAAAAA KENAPA KAU BEGITU KEKANAK KANAKKAN HAH????? aish Chanyeol nya Baekhyun digebukin huaaaaa Sehunnie jahat, dan yakkkk kenapa itu malah Baekhyun yang kena dan twis nah kan si Chanyeol murka jadi Sehunnie balik digebukin kan, syukurin suruh siapa cemburuan *eh
    “Kalau itu aku Chan Yeol… aku tidak akan bisa… aku
    tidak akan mampu bertahan saat harus melepas Baek
    Hyun…
    Kalau ia raib dari sisiku… Aku… pasti… akan

    …mati__ batinnya menangis.”
    Chanyeol itu setrong(?) Kris setronggg banget, saking seringnya tersakiti huaaaa *nangis bareng Chanyeol*
    Chanyeol gue tau pasti lo cuma pura pura nerima doang kan padahal hatinya sakit, duh Chanyeol aku kasian banget sama kamu sumpah deh, tapi saya suka interaksi nya Kris sama Yeol lucu hihihihi dan Krisbaek segera enyahlah, kembali kepada couple kalian masing masing, TAOYAAAA AYO PISAHKAN KRISBAEK, BAWA BALIK KRIS KE CHINA DAN JANGAN GANGGU CHANBAEK LAGI HUSH HUSH hehe😀

  13. hei park kamu beneran rela baek sama kris? serius? yakin? oh ayolah gue masih ngarepin chanbaek sampe sekarang. sialan

    Tao-yaaa rebut kris dari baek plis. tapi jgn sakitin dia juga lah kasian. bagaimanapun baek tetep bias gue :3

    sehun-ahh kendalikan emosimu nak. ckck

  14. YEAYYYYY
    HIDUUUUP TAO!!! UYEAHHH.
    pokoknya Tao, gue suka gaya lo. hahaha
    dukung banget Tao misahin KrisBaek. biarin Baekki galau-galauan. kan ada ChanYeol. kekeke *dibakar ChanYeol*

    seneng masalah ChanHunHan(?) udah kelar walau harus dilalui dengan tragedi berdarah(?)
    suka banget pas Baekki nolongin Chan Yeol waktu mau digebukki SeHun. trus Chan Yeol ngamuk.
    jujur itu adegan favoritku di part ini kak.

    Chan Yeol yang lagi marah besar itu kayaknya cool banget. hahaha.

    dan demi apa Kris malah nerima gitu aja amanah berat dari Chan Yeol sementara dia sendiri masih dilemma gitu.
    jangan egois lah Kris…
    jadi kasihan ChanBaek nihhh. *peluk Luhan(?)*

  15. Gak tau lagi musti ngomong apa. Harusnya yg ada diposisi baek saat nerima sabetan(?) dari sehun itu kris tao. Bukan baby B. Kayakne darah dah nyampe ke ubun ubun. Siap diledakin ke panda sama naga(?).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s