Amaterasu (The Undying Flames)|| ChanBaek || Chapter 2


amaterasu end

ChanBaek Fanfiction
Tittle: Amaterasu (The Undying Flames) – After story Avenger’s Fault
Author: AyouLeonForever
Cover pic/poster edited by: AyouLeonForever
Genre: Yaoi, Romance, Thriller, crimes, Tragedy.
Length: Chaptered-
Rating: T, NC 17 (untuk adegan kekerasan dan darah-darahan(?), dan juga… ehem, a lil’ bit lime, maybe *evil smirk).
Main Cast:
·                 Park Chan Yeol
·      Byun Baek Hyun
·      Kim Jong In/Kai
·      Lu Han
·      Wu Yi Fan/Kris
Support Cast:
·      Oh Se Hun (yang dalam cerita ini udah almarhum)
·      Do Kyung Soo
·      Kim Joon Myun Myeon /Su Ho
·                 Dan seseorang yang akan diungkap di akhir cerita.(sok misterius)
Disclaimer: GOD
Copyright: AyouLeonForever
Summary:. “Bantu aku membuat Baek Hyun jatuh cinta padaku, tergila-gila padaku, dan aku akan membunuhnya perlahan-lahan dengan perasaan yang sangat menjijikkan itu.”
Amaterasu Chap 2

 

Author POV

 

Seorang pemuda berjas hitam memasuki ruang perawatan tempat di mana Kyung Soo dan Baek Hyun berada.

Kyung Soo melebarkan mata bulatnya saat tahu siapa yang baru saja masuk itu. “Su Ho hyung!” serunya antusias.

“Bagaimana kabarmu Kyung Soo-ya?” pemuda tampan bernama Su Ho itu membuka kacamatanya dan menghampiri Kyung Soo.

“Seperti inilah, aku masih hidup karena tembakannya meleset dan hanya mengenai lenganku,” jawab Kyung Soo sambil tersenyum.

Su Ho menggeret kursi hingga bisa duduk di dekat Kyung Soo. “Siapa yang mencelakaimu?”

“Hm… alasan mengapa aku meminta tolong padamu adalah untuk kasus ini. Temanku Baek Hyun sedang ada yang mengincar, dan aku juga terancam diincarnya karena aku sangat dekat dengan Baek Hyun.”

Su Ho mengangguk-angguk kemudian menatap Baek Hyun. “Kau punya musuh Baek Hyun-shii?”

Baek Hyun menunduk.

“Tentu saja tidak ada hyung, pemuda selembut Baek Hyun mana mungkin punya musuh?” ralat Kyung Soo.

“Orang mengincar nyawamu jelas bukan tanpa alasan. Kalau saja ia hanya mengincar kekayaanmu yah bisa jadi ini hanya ulah orang searakah, tapi nyawa? Jelas ada alasan kuat di balik ini.”

Baek Hyun menelan ludah. “Ini… bisa kubilang adalah dendam keluarga yang membentuk sebuah rantai yang tidak akan putus sebelum aku… satu-satunya keluarga Byun mati.”

Su Ho dan Kyung Soo bertatapan. Kyung Soo memberi anggukan agar Su Ho terus mendengarkan cerita Baek Hyun lebih jelas.

“Berawal dari perbuatan ayahku yang baru-baru ini kuketahui… ia dengan keserakahannya melenyapkan seluruh anggota keluarga Park tanpa tahu bahwa ia menyisakan 2 anak keluarga Park yang masih hidup.” Baek Hyun menarik nafas dan menghembuskannya. “Lebih dari setengah tahun yang lalu seorang pemuda bernama Oh Se Hun datang ke perusahaan ayahku, berkerja dengan ayahku dan akhirnya berhasil menjadi orang kepercayaannya… juga… orang yang sangat kupercayai. Terakhir…” Bibir Baek Hyun bergetar, tak sanggup melanjutkan cerita. Kyung Soo menepuk pundaknya, kemudian menoleh ke Su Ho.

“Pemuda bernama Oh Se Hun itu ternyata adalah salah satu dari anak keluarga Park yang bernama asli Park Se Hun. Bisa kau tebak Hyung, dia ternyata datang dan masuk ke dalam kehidupan Baek Hyun untuk membalaskan dendam keluarganya. Terakhir, dengan tangannya sendiri Se Hun menghabisi seluruh keluarga Byun kecuali…” Kyung Soo menoleh pada sahabatnya. “Byun Baek Hyun. Dan sebagai gantinya Park Se Hun membayar dendam itu dengan melenyapkan nyawa sendiri sebagai ganti nyawa Baek Hyun.”

Su Ho mengangguk-angguk. “Aku turut bersedih dengan apa yang menimpa keluargamu Baek Hyun-shii.”

Baek Hyun menunduk lemah, masih berusaha menahan tangisnya.

“Lalu… di mana anak Tuan Park yang satunya lagi?”

Baek Hyun dan Kyung Soo menatap Su Ho bersamaan. “Apa?”

“Kau bilang ada 2 orang yang tersisa, anak-anak Tuan Park. Yang satu bernama Park Se Hun, yang kau katakan barusan, lalu yang satu lagi?”

Baek Hyun menelan ludah. “Se Hun tidak pernah bercerita banyak tentang kakaknya padaku, dia cukup tertutup. Aku bahkan tahu kalau Se Hun punya kakak yang melanjutkan studi di Argentina itu dari Kai, sahabat Se Hun di Beijing.”

Su Ho mengangguk lagi. “Bermarga Park, Argentina, Beijing.” Su Ho menuliskan sesuatu di Note nya. “Untuk sementara akan kuminta orangku mengawasi kalian berdua. Jadi jangan berkeliaran tanpa pengawasan, terutama kau Baek Hyun-shii.”

“Terima kasih… Su Ho hyung.”

“Aku pergi dulu, nanti aku kembali.”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

“Aku melihat cukup banyak polisi di sekitar gedung ini Baek Hyun-shii, apa ada pembunuhan lagi?” tanya Chan Yeol saat itu yang tengah mengadakan rapat dengan Baek Hyun.

“Kemarin malam ada penyerangan di depan cafe Kyung Soo, dan tidak tanggung-tanggung, sahabatku itu yang menjadi korbannya.”

“Oh Tuhan…” Chan Yeol jelas pura-pura terkejut.

“Polisi-polisi itu adalah orang suruhan Su Ho hyung untuk mengawasiku, padahal kupikir ini cukup berlebihan. Apa mereka menyusahkanmu Chan Yeol-shii?”

Chan Yeol menggeleng. “Aku hanya sedikit kaget saat ingin masuk ke kantormu, aku digeledah mereka.”

“Ah maaf atas ketidak sopanan itu Chan Yeol-shii, aku akan menegur mereka setelah ini.”

Chan Yeol tersenyum kemudian menyeruput kopi yang disuguhkan untuknya.

“Ah tanganmu kenapa Chan Yeol-shii?” tanya Baek Hyun kaget saat melihat tangan kanan Chan Yeol yang dililit perban.

“Oh ini, terjepit pintu kamar mandi. Aku memang orang yang cukup ceroboh.”

“Kelihatannya parah sekali, masih berdarah. Kenapa tidak memeriksakannya ke dokter?”

“Ck, luka seperti ini bukan apa-apa, seminggu dua minggu juga akan hilang.”

Baek Hyun menggumam. “Tunggu di sini sebentar,” Baek Hyun berjalan menuju lemari kaca di dekat pintu keluar ruangannya, mengeluarkan kotak P3K di sana kemudian duduk di sebelah Chan Yeol.  “Siapa yang membalut ini?”

“Lu Han…”

“Ah aku tidak melihatnya sejak tadi, di mana dia?”

“Kusuruh menunggu di mobil.”

Baek Hyun menggumam lagi kemudian membuka perban yang memang ikatannya agak longgar itu. “Ya Tuhan… bagaimana kau memperlakukan tanganmu? Ini parah sekali Chan Yeol-shii, kulit tanganmu koyak.”

Chan Yeol tertawa. “Aku pernah mendapatkan luka yang lebih parah dari ini.”

Baek Hyun mendongak, menatap Chan Yeol sedikit jengah. “Kau bukan orang yang ceroboh, kupikir kau orang yang sangat tidak peduli.”

DEG~

Chan Yeol menelan ludah, entah apa yang memukul jantungnya tadi. Tatapan Baek Hyun kah? Atau sentuhan Baek Hyun yang sangat lembut itu? Entahlah… ia hanya merasa semakin dan semakin ingin membuat pemuda indah ini bermandikan darah.

Dengan cukup terlatih Baek Hyun mengolesi luka Chan Yeol dengan obat antiseptik kemudian kembali membalutnya lebih rapi dari sebelumnya. “Jangan kena air dulu.”

“Ng… Iya…”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Chan Yeol sedang membersihkan senjata-senjatanya di ruang kerjanya saat Lu Han masuk membawa sebuah ponsel.

“Kris sajang-nim menelpon.”Lapor Lu Han.

“Oh…” Chan Yeol meraih ponsel itu dan meletakkannya di telinga dengan cukup malas. “Kenapa Hyung?”

“Kau membunuh berapa orang hari ini?”

“Kau menelpon hanya untuk menanyakan itu?”

“Hanya penasaran.”

“Aku sudah tidak membunuh orang satu minggu ini.”

“Satu minggu tanpa membunuh? Tidak seperti Chan Yeol yang biasanya.”

“Moodku sedang baik, jadi malas membunuh. Lagipula di perusahaan Baek Hyun banyak polisi berkeliaran, aku jadi tidak bebas keluar masuk membawa senjata.”

“Hm… bagaimana hubunganmu dengan Baek Hyun?”

“Cukup lancar.”

“Maksudku, apa dia sudah menyukaimu?”

Chan Yeol menghentikan gerakannya yang masih membersihkan pistolnya, kemudian ia membetulkan posisinya, mengambil sekaleng bir dan meneguknya cepat. “Apa maksudmu?”

Kris berdecak di sana. “Bukankah kuminta kau menyerang hatinya?”

“Aku tidak mengerti.”

Kris tertawa. “Sudah kuduga, daya tangkapmu tidak seperti Se Hun. Salahku juga kenapa tidak menjelaskannya secara detail.”

“Langsung ke intinya saja Hyung.”

“Ini sudah intinya Park Chan Yeol. Yang kumaksud dengan serang hatinya adalah… buat dia jatuh cinta padamu, bertekuk lutut padamu, dan di saat dia sudah menganggapmu sebagai nafasnya, lenyapkan nyawanya saat itu juga. Maka itulah kematian yang paling layak untuk pemuda yang mengoyak hati adikmu dan membuatnya terbunuh.”

KRAK~

Kaleng yang ia pegang remuk seketika. “Sebenarnya bagaimana cara Baek Hyun membunuh adikku?” tanya Chan Yeol penuh emosi.

“Simpulkan saja sendiri. Pemuda bernama Byun Baek Hyun itu sukses membuat adikmu terpedaya, mabuk akan perasaan terkutuk yang mereka namakan cinta, dan saat detik itu tiba, saat di mana seharusnya Se Hun meledakkan pistolnya di kepala Baek Hyun dan menuntaskan dendamnya, dengan topeng malaikatnya Baek Hyun semakin memperdaya Se Hun sehingga adikmu itu beralih melenyapkan nyawanya sendiri demi pemuda yang mengiminginya racun berkedok cinta. Jadi…” Kris menggantung kalimatnya sejenak, merasakan bahwa lawan bicaranya sudah tidak mampu mengontrol nafasnya, ia suka sekali membuat pemuda ini murka karena pasti Lu Han akan menyampaikan berita bahwa Chan Yeol akan pulang bermandikan darah korbannya kalau ia sedang marah.

Kris berdehem. “Jadi… tidak salah kan kalau kukatakan, Se Hun mati di tangan pemuda yang bernama Byun Baek Hyun. Pemuda yang membuatnya terbunuh akan perasaan terkutuk itu.”

Chan Yeol tidak merespon, ia masih meremukkan kaleng bir nya tanpa sadar bahwa bagian runcing kaleng itu telah melukai tangannya. Menyebabkan rembesan darah dari tangannya.

“Membunuh Baek Hyun, bagimu hanya seperti menginjak kecoa. Tapi bukan itu kematian yang pantas untuknya. Lakukan hal yang sama dengan yang menimpa adikmu. Buat pemuda itu tidak bisa bernafas tanpamu dan lenyapkan ia dengan tanganmu.”

Tanpa diketahui Kris, dan hanya Lu Han yang melihatnya. Pembunuh berdarah dingin bernama Chan Yeol itu meneteskan air matanya. ada titik yang bisa menyentuh hati beku Chan Yeol yang kebal itu… benar. Adik kesayangannya, Park Se Hun. “Akan kubalas perbuatan pemuda jalang itu… akan… kulenyapkan dia dengan… cara yang sama dengan yang dia lakukan pada adikku,” ucapnya tertahan karena suaranya bergetar.

“Itu yang ingin kudengar dari seorang Park Chan Yeol,” balas Kris tentu saja senang karena sekali lagi ia tanamkan doktrin kuat dibenak Chan Yeol yang memang sangat mudah dihasutnya.

Chan Yeol mematikan ponselnya dan menjatuhkannya begitu saja. “Lu Han…”

“Ya Chan Yeol-shii.”

“Kemari kau.”

Lu Han menurut, ia pun menghampiri Chan Yeol. “Butuh sesuatu?”

“Bagaimana cara membuat Byun Baek Hyun jatuh cinta padaku?”

Lu Han mengangkat alis. “Maksudmu?”

Chan Yeol menarik tangan Lu Han, membuat pemuda cantik itu terhempas di pangkuannya. “Bantu aku membuat Baek Hyun jatuh cinta padaku, tergila-gila padaku, dan aku akan membunuhnya perlahan-lahan dengan perasaan yang sangat menjijikkan itu.”

“Chan Yeol-shii…”

Chan Yeol tersenyum iblis. Diusapnya wajah Lu Han dengan tangannya yang sebenarnya penuh dengan darahnya sendiri setelah meremuk kaleng tadi. Lu Han bersusah payah agar tidak muntah dengan bau anyir darah yang sudah sukses menghiasi wajahnya. “Pemuda cantik memang sangat cocok bermandikan darah,” ia mencengkram dagu Lu Han, kemudian untuk kesekian kalinya ia lampiaskan emosinya itu pada bibir Lu Han yang sebenarnya masih terluka.

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Baek Hyun membawa Chan Yeol ke pabrik, tempat di mana produk keluaran terbaru TH group diproduksi. Mengingat bahwa perusahaan ini bergerak di bidang furniture, tidak heran pabrik itu begitu berisik dengan suara mesin pemotong kayu, penghalus, pemaku dan sebagainya.

“Target bulan ini adalah memasarkan lebih dari 600 unit, dan berkat produk baru yang juga kau luncurkan, kurasa target ini akan tercapai dalam waktu singkat,” ujar Baek Hyun dengan suara keras berhubung suara mesin cukup mendominasi ruangan itu.

Chan Yeol hanya tertawa karena memang sebenarnya dia tidak banyak mengerti tentang hal ini. sedikit menyesal kenapa ia meminta Lu Han menunggunya di mobil, karena biasanya Lu Han lah yang terus meladeni Baek Hyun berbicara soal perusahaan.

Chan Yeol berlagak profesional dengan mengetuk-ngetuk sebuah produk yang baru saja selesai dibuat. “Bahannya cukup kuat rupanya.”

“Tentu, kami menggunakan bahan berkualitas tinggi, jadi sedikit memberi kepuasan konsumen yang rela membayar dengan harga yang cukup tinggi.”

Chan Yeol mengangguk-angguk lagi, masih mengikuti langkah presiden direktur muda bernama Byun Baek Hyun itu.

ia sedikit membelalak saat seorang pekerja hampir menghantamkan balok kayu di kepala Baek Hyun karena ia tidak melihatnya. Seketika Chan Yeol menarik pinggang Baek Hyun hingga terhempas ke pelukannya, dan dengan tangan kirinya ia menangkap balok kayu itu agar tidak terjatuh menimpa siapapun.

DEG~

Baek Hyun terperangah begitu wajah tampan Chan Yeol begitu dekat dengannya.

“Perhatikan jalanmu Ahjushii,” tegur Chan Yeol sedikit marah.

“Ah cwesonghamnida, saya tidak melihat anda,” ucap ahjushii itu.

“Kau hampir melukainya,” Chan Yeol melepaskan pelukannya pada Baek Hyun.

“Ah Direktur, apa anda baik-baik saja? Mana yang terluka?” ahjushii itu tanpa sungkan menyentuh tangan Baek Hyun, memeriksa sekujur tubuhnya, bahkan dengan sedikit berani menyentuh pipi Baek Hyun.

GREB~

“Tanganmu orang tua,” tegur Chan Yeol sambil mencengkram tangan Ahjushii tadi yang menempel di pipi Baek Hyun.

“Ma… Maaf, saya hanya panik.”

Hampir saja Chan Yeol kumat dan mematahkan tangan ahjushii tadi kalau saja Baek Hyun tidak menyentuh tangannya membuatnya tersadar bahwa aura pembunuhnya hampir menguasainya semenit yang lalu. Dengan sedikit kasar ia hempaskan tangan Ahjushii itu.

“Anda bisa kembali bekerja,” perintah Baek Hyun lembut.

Itu membuat ahjushii tadi membungkuk padanya sambil tersenyum. “Anda baik sekali Direktur.” Ahjushii itupun pergi.

“Kau baik-baik saja?” tanya Chan Yeol.

Baek Hyun mengangguk dengan wajah memerah. “Terima kasih menolongku, kau cukup cepat juga tadi, aku bahkan tidak sadar bahwa balok tadi hampir menimpaku.”

“Beruntung kau tidak apa-apa,” mata Chan Yeol memicing, saat melihat kotoran menempel di pipi mulus Baek Hyun. Entah kenapa dia jadi emosi, dengan cepat ia mengeluarkan sapu tangannya dan menyeka pipi Baek Hyun. “Aish… Ahjushii tadi.”

“Oh…” Baek Hyun tertawa kecil. “Maklum sajalah, tangan pekerja di pabrik mana ada yang bersih.”

“Tahu begitu kenapa dia berani menyentuh wajahmu?”

“Seperti yang dia katakan tadi, dia panik.”

Chan Yeol mengangkat alis. “Kau tidak marah? Kau tidak keberatan orang rendahan tadi menyentuhmu?”

Baek Hyun tersenyum sangat simpul. “Sebenarnya derajat hanyalah sebuah sekat sosial yang cukup menganggu, kupikir apa gunanya mempermasalahkan derajat sementara Tuhan memandang kita semua sama. Kita sama-sama makhluk ciptaannya.” Baek Hyun menoleh ke arah ahjushii tadi pergi. “Aku hanya sedikit lebih beruntung dari orang itu. hanya itu saja, tidak ada yang lebih.”

Chan Yeol menelan ludah, tidak bisa ia pungkiri pola pikir sederhana Baek Hyun justru membuatnya takjub. Sayangnya ia tidak suka itu. ia bosan dengan doktrin-doktrin yang sukses mencuci otaknya, hingga tak sanggup lagi menampung prinsip baru.

Hanya satu yang sangat jelas.

Ahjushii tadi… harus mati.

Sekali lagi Chan Yeol tidak butuh alasan, ia hanya merasa pandangannya terusik karena ahjushii tadi, dan kalau ia tidak melaksanakannya secepatnya, ia akan marah.

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

“Hai ahjushii…” sapa Chan Yeol dengan senyum ramah saat mendapati Ahjushii tadi tengah menyusun balok di gudang paling belakang yang memang hanya satu orang yang berada di dalam.

“Ah anda yang tadi bersama direktur?”

“Benar sekali, ingatan yang cukup kuat”

“Ng… ada urusan apa tuan?”

Chan Yeol tertawa kecil. “Hanya urusan sederhana, tadi aku bertemu dengan malaikat maut dan menyampaikan pesan untukmu.”

Ahjushii itu jelas mengerutkan kening. “Maksudmu?”

“Dia bilang… hari ini kau harus mati.”

Ahjushii itu membelalak dan…

Sebuah besi runcing dan panjang tertancap sempurna di dada kiri ahjushii itu. Chan Yeol jelas sudah hapal betul di mana letak jantung, untuk itu, ahjushii tadi langsung ambruk setelah besi itu sukses menembus jantungnya dan mencipratkan darah ke mana-mana.

Chan Yeol tertawa kemudian menginjak tangan kanan ahjushii itu hingga remuk. Setelahnya ia melepas mantel plastik yang ia kenakan, menyelubungi tubuh ahjushi itu dan membiarkannya dijatuhi berpuluh-puluh balok.

Dan sebelum ada yang melihat, Chan Yeol keluar dari gudang itu tanpa kentara.

“Siapa suruh kau berani menyentuh Baek Hyun dengan tangan kotormu itu,” omelnya sendiri, kemudian senyum iblis tercetak di sana. “Baek Hyun… hanya aku yang boleh menyentuhnya. Raganya, jiwanya, hidup dan matinya, akulah yang menentukannya.”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

“Maaf lama.” Chan Yeol masuk ke dalam mobilnya, dan memasukkan sarung tangan hitam yang baru digunakannya tadi membunuh ke dalam laci dashboard.

“Kau ada gangguan percernaan Chan Yeol-shii? Setiap kali kita akan pergi akan siang, kau selalu pamit dulu ke toilet,” tegur Baek Hyun.

“Mungkin, sudah kubilang ini syndrome sebelum makan siang bersama pemuda cantik sepertimu.”

Baek Hyun berdecak. “Sudahlah, aku bukan orang yang mudah dirayu. Ayo jalan.”

Chan Yeol terkekeh. “Aku mengerti.”

“Eh… apa tidak apa-apa meninggalkan Lu Han?”

“Sudah kuminta dia pulang lebih dulu.”

Baek Hyun mengangguk. “Ya sudah…”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

“Terima kasih untuk hari ini Chan Yeol-shii…”

Chan Yeol mengangkat alis.

“Maksudku, semua bantuanmu di pabrik, kau juga sempat menolongku yang hampir celaka, ah dan terakhir, terima kasih traktirannya.”

Chan Yeol tersenyum. “Di tempatku, bukan begitu caranya berterima kasih.”

“Eh?”

Chan Yeol membungkuk sedikit, meraih pipi Baek Hyun dan mengecup bibirnya ringan. “Terima kasih untuk hari ini, yeppo,” lirihnya seduktif sembari membelai pipi mulus Baek Hyun.

Pemuda mungil itu mengerjap-ngerjapkan mata. “Cha… Chan Yeol-shii?”

“Kau sudah punya pacar?”

Baek Hyun membelalak. “A.. Apa?”

“Hanya bertanya… ya sudah, besok aku menemuimu lagi. Kapan-kapan akan kuajak makan malam lagi.”

Baek Hyun tidak merespon, sebenarnya ia masih sedikit shock.

“Ya sudah… kau sepertinya lelah. Selamat malam…” Chan Yeol tersenyum sangat manis sebelum ia kembali masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi.

Tinggallah Baek Hyun terperangah di tempat

“Se…Se Hunnie?? Bu… bukan… ,” lirihnya masih tak percaya.. “Di…dia Park Chan Yeol… bukan Park Se Hun…”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

 

“Kau dari mana saja Chan Yeol-shii?” tanya Lu Han yang baru saja menyambut kepulangan Chan Yeol.

“Menjalankan rencana. Sesuai saranmu, langkah awal membuat BAek Hyun jatuh cinta padaku,” jawab Chan Yeol sumringah.

“Jadi… sudah ada tanda-tanda?”

Chan Yeol melepas jas nya dan melemparnya ke arah Lu Han. “Aku sudah menciumnya.”

“Reaksinya?”

“Dia seperti orang bodoh, sepertinya kaget”

“Kau sepertinya sangat senang membuat orang terkejut dengan ciuman tiba-tibamu.”

Chan Yeol menoleh setelah ia duduk di atas sofa. “Jadi aku harus meminta izin dulu sebelum menciummu?”

Lu Han tersentak, dan tidak bisa berkata apa-apa.

“Hey, Lu Han… kau itu sudah menjadi tangan kananku. Dan persepsiku mengenai tangan kanan adalah, seseorang yang seluruh jiwa raganya akan dia abdikan padaku. Kau paham? Jadi untuk apa aku meminta izin hanya untuk sekedar menggunakanmu?”

Lu Han menelan ludah, kemudian menunduk. “Maaf…”

“Sudahlah, lupakan. Siapkan air hangat, aku ingin mandi.”

“Baik, Chan Yeol-shii.”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Pagi itu, Baek Hyun dikejutkan dengan kerumunan orang-orang di depan gudang pabrik. ia, Chan Yeol dan Lu Han baru saja ingin mengecek jumlah produk yang baru saja selesai di produksi sampai ketika kehebohan itu terjadi.

“Ada apa ini Ahjushii?” tanya Baek Hyun pada salah seorang karyawannya,

“Ah direktur… itu… jasad salah seorang pekerja khusus penggudangan ditemukan tewas di bawah timbunan balok, yang mengerikan ada sebuah besi yang menancap di dada hingga tembus jantungnya.”

“Hhhuukkk.” Baek Hyun membungkam mulutnya dengan telapak tangan. Menyadari itu Chan Yeol langsung menangkap pinggang Baek Hyun yang hampir luruh ke lantai.

“Sudah kalian hubungi polisi?” tanya Chan Yeol

“Sudah sajang-nim… mereka dalam perjalanan kemari.”

“Ke… kenapa bisa begini… bisa aku melihatnya?” pinta Baek Hyun dengan wajah pucatnya.

“Kau gila? Mendengarnya saja kau sudah hampir muntah, apalagi melihatnya,” tegur Chan Yeol.

Baek Hyun menoleh. “Aku hanya ingin tahu siapa karyawanku yang terbunuh itu.”

“Dia adalah Lee Young Shik, sajang-nim. Memang bekerja di gudang,” ahjushii tadi yang menjawab

Baek Hyun memejamkan matanya, kepalanya sangat pusing.

“Kau baik-baik saja?” tanya Chan Yeol

“Iya… Aku baik-baik saja.” Baek Hyun menoleh pada sekertarisnya. “Bawakan aku data pribadi Lee Young Shik.”

“Baik sajang-nim…”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Baek Hyun membelalak begitu mengetahui siapa karyawan yang bernama Lee Young Shik itu. “Chan Yeol-shii…”

“Ya?”

“Kemari.” Baek Hyun tanpa sadar memerintah.

Lu Han terkejut melihatnya, selama ini Chan Yeol tidak pernah berada pada posisi diperintah, kecuali dari Kris, itupun tidak bisa dibilang memerintah. Tapi Chan Yeol kelihatan tidak murka, bahkan terlihat santai, itu yang membuat Lu Han heran, dan lebih mengejutkan lagi karena ia melihat Chan Yeol  berjalan menghampiri Baek Hyun dan berdiri di sebelahnya, layaknya ia seorang asisten.

“Ada apa?”

“Lihat foto ini…” Baek Hyun menyerahkan selembar format data pribadi Lee Young Shik. “Dia adalah ahjushii yang hampir mencelakaiku di pabrik tempo hari.”

“Oh Tuhan.” Chan Yeol terkejut… atau dalam hal ini pura-pura terkejut.

Baek Hyun terlihat frustasi kemudian mengacak rambutnya. “Apa yang sebenarnya menimpaku? Kenapa justru karyawan-karyawan tidak bersalah seperti dia yang harus mati? Apa sebenarnya tujuan dari Avenger baru ini?”

Chan Yeol mengangkat alisnya. “Avenger baru?”

Baek Hyun menghela nafas. “Aku pernah satu kali bertemu dengan seseorang yang mengatakan dirinya sebagai seorang Avenger, awalnya aku tidak mengerti apa maksudnya… tapi… setelah kematian kedua orang tuaku, aku akhirnya paham… seperti apa Avenger itu…”

Chan Yeol menyipitkan matanya memandang ekspresi sendu Baek Hyun. Entah apa sebabnya, setiap kali Baek Hyun membahas tentang Se Hun adiknya, ekspresinya akan seperti itu… terluka dan… ada penyesalan.. “Siapa Avenger itu?”

Baek Hyun menunduk tidak berani menjawab.

Oh tentu saja, Chan Yeol berpikir Baek Hyun jelas dihantui rasa bersalah setelah membunuh Se Hun. Dan entah kenapa, dendam itu kembali membakar hatinya, hampir membuatnya kehilangan akal dan menancapkan ujung pulpen yang dipegangnya di tengkuk Baek Hyun kalau saja Lu Han tidak menyadari gerak-gerik Chan Yeol  sejak awal.

“Chan Yeol-shii… apa tidak sebaiknya kita kembali?” tegur Lu Han.

Chan Yeol tersentak, kemudian mengatur nafasnya. “Ah iya, kau benar…”

“Sepertinya aku juga harus melewati hari yang cukup panjang lagi… aku benci berurusan dengan polisi dan tim penyidik,” keluh Baek Hyun dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.

“Kau… mau kutemani?” tawar Chan Yeol.

Baek Hyun menoleh. “Ah tidak perlu Chan Yeol-shii, aku tahu kau juga sibuk dengan perusahaanmu. Maaf membuatmu terlibat dengan perusahaan yang bermasalah ini.”

“Ah… bukan masalah besar. Bukankah kita rekan bisnis?”

Baek Hyun mengangguk lemah. “Terima kasih…”

Sedikit aneh, Chan Yeol merengkuh pundak Baek Hyun dan mengatakan. “Bersabarlah, semua masalah pasti ada jalan keluarnya.”

Baek Hyun tersenyum, menyentuh punggung tangan Chan Yeol yang menapak di pundaknya. “Sekali lagi… terima kasih.”

Tok…Tok…Tok…

“Masuk.”

Pintu ruangan Baek Hyun terbuka, dan Kyung Soo bersama Su Ho langsung masuk ke dalam.

Mata Baek Hyun membulat, dengan segera ia menghambur memeluk Kyung Soo dan menangis di sana.

“Kyung Soo-ya… terjadi lagi… orang itu membunuh keryawanku yang bahkan tidak tau apa-apa… kenapa? Kenapa harus orang yang tidak bersalah?” rintih Baek Hyun.

“Tenangkan dirimu, aku ada di sini… semua akan segera terungkap.”Kyung Soo mengusap punggung Baek Hyun. “Jangan menangis…”

“Kenapa bukan aku saja yang dibunuhnya? Kenapa harus orang-orang yang tidak bersalah yang kebetulan ada di sekitarku?”

Kyung Soo semakin mengeratkan pelukannya. “Tenangkan dirimu, semua akan baik-baik saja.”

Chan Yeol menatapnya, sedikit tercengang karena sepertinya Baek Hyun yang ia lihat saat bersama Kyung Soo adalah Baek Hyun yang sebenarnya, yang memperlihatkan apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Sementara Baek Hyun saat bersamanya adalah Baek Hyun yang memakai topeng ketegaran, tidak takut apa-apa dan kuat. Tapi ternyata Baek Hyun hanyalah sosok yang lebih lapuk dari dari kayu usang. Sosok itu begitu rapuh, seperti gumpalan debu yang akan terbang berhamburan kalau angin meniupnya.

Lu Han menghampirinya. “Ayo kita pergi sajang-nim, kita juga ada urusan sendiri.”

Chan Yeol tersentak. “Ah iya.”

“Baek Hyun-shii, kami permisi,” pamit Lu Han.

“Ah iya Lu Han-shii,” Baek Hyun melepas pelukannya dan mengusap air matanya. “Maaf tidak bisa mengantar kalian.”

“Aku baik-baik saja, kau punya tamu,” Lu Han membungkuk, kemudian bersama Chan Yeol ia keluar dari ruangan itu.

Su Ho menoleh pada sosok yang baru saja hilang dari balik pintu itu. auranya pekat sekali… panas__lirihnya dalam hati.

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

“Chan Yeol-shii,” tegur Lu Han saat mereka baru saja keluar dari ruangan Baek Hyun

“Hm…”

“Kendalikan dirimu.”

“Sulit… entah kenapa insting pembunuhku semakin pekat saat sudah menyangkut tentang Byun Baek Hyun.”

“Kita masih belum tahu alasan itu kan?”

Chan Yeol menoleh. “Alasan apa?”

“Alasan kenapa Se Hun tidak bisa membunuh Baek Hyun.”

“Bukankah sudah kukatakan padamu, Baek Hyun menggunakan tipu muslihatnya, memperdaya adikku dengan perasaan menjijikkan bernama cinta.”

“Jadi… Se Hun mencintai Baek Hyun?”

TEP~

Chan Yeol menghentikan langkahnya. kaget….. “Mencintai?”

Lu Han mengerutkan kening,. “Iya… ada yang salah dengan pertanyaanku?”

Chan Yeol menggeleng ragu. “Aku tidak mengerti. Seperti apa mencintai itu. kenapa Se Hun terbunuh hanya karena ia memiliki perasaan itu?”

Lu Han menghela nafas, dengan sedikit berani menyibak poni Chan Yeol yang menutupi alisnya. “Untuk itulah kita harus mencaritahunya.”

Chan Yeol menatap Lu Han penuh arti. “Cinta? Seperti apa itu?”

 

Chan Yeol dan Lu Han menoleh saat tanpa sengaja mereka mendengar percakapan yang dikeluarkan oleh 2 karyawan wanita tak jauh dari tempat Chan Yeol dan Lu Han berdiri.

“Benar… sejak Baek Hyun sajang-nim menjadi pemimpin perusahaan ini, ada saja musibah yang menimpa kita,” ujar salah seorang dari mereka

“Kau benar. Dia itu membawa petaka. Wajahnya saja yang seperti malaikat, tapi auranya seperti iblis, bahkan malaikat maut betah berkeliling di perusahaan ini.”

Aigo, kau mengatakan itu membuatku merinding.”

“Kau pikir aku tidak? Ck, kalau bukan karena aku membutuhkan pekerjaan ini, sudah lama aku mengundurkan diri.”

KRAK…KRAK…KRAK

Lu Han mendengarnya, suara remukan jari-jari Chan Yeol yang buku-bukunya kini memutih.

Lu Han langsung menangkap lengan Chan Yeol begitu pemuda tampan itu hendak menghampiri 2 karyawan tadi.

Chan Yeol menoleh, dan matanya sudah berkilat marah. Tatapan yang sudah Lu Han hapal kalau atasannya itu sedang haus darah.

“Chan Yeol-shii, mereka hanya wanita,” tegur Lu Han.

“Mereka sampah…”

“Chan Yeol-shii… kau marah karena mereka menggunjing Baek Hyun?”

Chan Yeol mengangkat alis. “Marah?” ia tertawa sinis. “Hanya aku yang berhak mengatakan apa saja tentang Baek Hyun. Sudah kubilang, seluruh yang ada pada diri Baek Hyun itu ada dalam genggamanku.”

Lu Han menghela nafas kemudian melepaskan cekalannya.

“Kau duluanlah, ini tidak akan lama.”

“Tidak, kadang aku ingin melihat caramu menghabisi korbanmu.”

Chan Yeol tersenyum sinis. “Kalau itu yang kau mau, kuharap kau tidak menyesal.” Chan Yeol meraih secangkir kopi yang baru saja dibawa office boy yang sebenarnya hanya melintas. Akhirnya office boy itu hanya kebingungan dan kembali ke belakang untuk membuat dua cangkir kopi lagi untuk tamu direkturnya.

“Untuk apa kopi itu?”

Chan Yeol tertawa lagi. “Aku jelas tidak akan membunuh mereka di tempat terbuka kan? Aku yakin sekali ada CCTV di setiap sudut ruangan ini.

“Lalu?”

Chan Yeol meneguk sedikit kopinya. “Seperti biasa. Toilet”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Luhan hanya bisa terperangah dan membungkam mulutnya kuat–kuat saat melihat Chan Yeol dengan senyum iblisnya menguasai dirinya.

Chan Yeol dengan jiwa “Seni” tingkat tingginya membuat dua jasad yang sudah dibunuhnya tadi terlihat seperti saling menikam satu sama lain di salah satu bilik WC. Satu yeoja memegang pisau yang tertancap di leher rekannya, dan rekannya itu memegang pisau lain yang menancap di dada kiri yeoja tadi. Toilet yeoja itupun dibuat sekacau mungkin oleh Chan Yeol, agar kesannya terlihat bahwa 2 yeoja ini telah melakukan pertengkaran hebat hingga akhirnya saling menikam.

“Indah bukan? Lu Han?” tanya Chan Yeol dengan senyum kepuasan di wajahnya.

Lu Han mati-matian menahan dirinya agar tidak muntah. Dan melihat keadaan Lu Han itu, Chan Yeol menghampirinya.

“Salahmu sendiri kenapa ingin melihatku.” Chan Yeol memeluk tubuh Lu Han dan mengusap-usap punggungnya. “Ayo… sebelum ada yang melihat kita berada di toilet ini.”

Lu Han mengangguk cepat, sebenarnya sedikit merinding saat Chan Yeol memeluknya tadi.

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

“Maaf mengajakmu keluar malam-malam begini Chan Yeol-shii,” keluh Baek Hyun saat ia dan Chan Yeol tengah makan malam di sebuah restoran yang menyajikan hidangan western.

“Aku baik-baik saja, teman sedang ada masalah, jelas saja aku harus siap menemani.”

Baek Hyun memijit kepalanya. “Tadi siang, 2 karyawanku ditemukan meninggal di toilet”

“Oh Tuhan…”

“Su Ho hyung sudah menyelidikinya… dugaan sementara Kali ini mereka tidak dibunuh, hanya saja mereka saling membunuh. Dan terakhir kuketahui bahwa dua pekerjaku ini sebenarnya terlibat sebuah masalah di luar perusahaan.”

Chan Yeol menyantap spagetinya. “Masalah apa itu?”

“Kudengar mereka menyukai pemuda yang sama, dan kurasa hal itu berlarut-larut sampai akhirnya mereka saling membunuh.” Baek Hyun menghentikan ceritanya karena perutnya mual.

“Aku tidak mengerti kenapa manusia sering dibutakan dengan hal menjijikkan yang bernama cinta.” Chan Yeol meneguk winenya dengan santai.

Baek Hyun cukup takjub karena selera makan Chan Yeol sama sekali tidak terganggu, padahal mereka baru saja membahas tentang hal yang cukup mampu membuat mual.

“Kenapa kau mengatakan bahwa cinta itu menjijikkan?” tanya Baek Hyun jelas tidak terima.

“Hm… entahlah, mungkin karena aku kebal dengan perasaan itu, tidak pernah merasakannya.”

“Benarkah? Bagaimana dengan cinta yang kau miliki terhadap orang tuamu?”

PRAK~

Chan Yeol tidak sengaja memecahkan gelas yang ia genggam.

Baek Hyun terkejut melihatnya, seketika menyambar tangan Chan Yeol dan mengusap darahnya dengan sapu tangan miliknya. “Ma… maaf, sepertinya aku membahas tentang sesuatu yang sensitif.”

Chan Yeol tersenyum. “Tidak masalah, kau benar. Mungkin seperti itulah cinta.”

“Ter… terjadi sesuatu dengan keluargamu?”

Chan Yeol mengangguk pelan. “Mereka meninggal, tapi aku tidak bisa membahasnya sekarang. Mungkin kapan-kapan.”

“Ah Maaf, aku tidak bermaksud__”

“Sudahlah, lupakan saja.”Chan Yeol mengacak rambut Baek Hyun. Membuat pemuda mungil itu tersentak… “Eh, kau kenapa?” Chan Yeol jelas heran.

“Ah tidak… aku memang seperti ini kalau teringat pada seseorang.”

“Seseorang?” Chan Yeol memicingkan matanya. “Sepertinya orang yang cukup penting.”

“Hm… sangat penting.”

Dan Chan Yeol mulai menerka-nerka siapa yang dimaksud oleh Baek Hyun ini.

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

“Baek Hyunnie? Benar kan?”

Baek Hyun menoleh dan membatalkan niatnya membuka pintu mobil Chan Yeol. Seketika matanya melebar saat mendapati seorang pemuda tampan yang berdiri tak jauh darinya.

“L…Lay hyung??” serunya terkejut. Ia segera berlari menghampiri pemuda itu.

“Benar Baek Hyun? Oh Tuhan…” pemuda tampan bernama Lay itu langsung memeluk Baek Hyun erat. “Apa kabarmu anak kecil?”

Baek Hyun meninju ringan lengan Lay. “Siapa yang anak kecil… aku sudah dewasa… kau tahu.”

Lay mengacak rambut Baek Hyun. “Aku hampir tidak mengenalimu, kau sangat cantik sekarang.”

“Aih, apa-apaan ini… aku bosan mendengar itu.”

“Mau bagaimana lagi, wajahmu memang sudah cantik mengalahkan kecantikan seorang wanita.”

Baek Hyun tertawa. “Bagaimana kabarmu?”

“Baik-baik saja, kau lihat? Aku sekarang sudah menjadi seorang Dancer.”

“Whoaaah… sudah bisa kuduga, tapi kenapa kau ke Korea? Bukankah kau cukup sukses di Jepang?”

“Peluang di Korea lebih menjanjikan.”

Baek Hyun tertawa lagi. “Jadi sebentar lagi Lay hyung ku ini akan menjadi serang artis?”

Lay tersenyum, menampakkan lesung pipit yang selalu membuat Baek Hyun damai melihatnya. “Kita lihat saja nanti,”Lay mencubit pipi Baek Hyun gemas. “Eh… kau dengan siapa?”

Baek Hyun menepuk keningnya. “Hampir lupa,” Baek Hyun menoleh, dan sudah mendapati Chan Yeol yang bersandar di kap mobilnya sambil melipat tangan di dada. Baek Hyun segera menarik tangan Lay dan mengajaknya berkenalan dengan Chan Yeol.. “Chan Yeol-shii, ini temanku dari Jepang, namanya Lay”

“Hai Chan Yeol-shii, aku Lay,”Lay mengulurkan tangan.

“Aku Park Chan Yeol, senang mengenalmu Lay-shii.”

Lay tersenyum sangat manis, sesekali melirik ke arah Baek Hyun. “Wah, Baek Hyunnie, kekasihmu sangat tampan.”

BLUSH~

“Apa-apaan kau ini, dia ini rekan bisnisku,” ralat Baek Hyun dengan wajah bersemu merah.

“Ah benarkah? Syukurlah kalau begitu. Kau hampir membuatku mati cemburu.”

Baek Hyun terkekeh. “Ada-ada saja kau hyung.”

Lay melirik arlojinya. “Ya ampun… aku harus bergegas, bisa-bisa aku terlambat latihan.”

“Hm… bergegaslah,” Baek Hyun menepuk pundak Lay.

“Ah sampai jumpa Chan Yeol-shii… maaf tidak bisa mengobrol lama.”

“Tidak apa-apa… mungkin lain kali.”

Lay tersenyum kemudian beralih ke Baek Hyun. “Sampai ketemu lagi yeppo.” dengan santai ia mengecup kening Baek Hyun kemudian berlari sebelum pemuda cantik itu mencubit lengannya.

“Aih…ada-ada saja Lay hyung ku itu.”

“Kalian akrab sekali yah.”

Baek Hyun menoleh ke Chan Yeol. “Hm… dia kakak kelasku waktu aku bersekolah di Jepang.”

“Dia kelihatannya menyukaimu.”

“Dia memang dari dulu seperti itu. ah sudahlah, ayo pulang. sudah malam.”

Okay...”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Chan Yeol mengantar Baek Hyun sampai ke depan pintu rumahnya.

“Terima kasih Chan Yeol-shii… pikiranku sudah lebih rileks sekarang,” ucap Baek Hyun.

“Hm? Bukankah sudah kukatakan, di tempatku bukan seperti itu caranya berterima kasih.”

Baek Hyun menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. “Tapi… di tempatku, berciuman apalagi di bibir itu hanya untuk sepasang kekasih.”

“Benarkah? Jadi kau harus menjadi kekasihku dulu agar aku bisa menciummu?”

DEG~

Chan Yeol tersenyum.

Sangat manis…

senyum yang menutupi kedok aslinya, senyum yang membuat Baek Hyun terperangah sampai ia tidak bisa melakukan apa-apa saat tangan kekar Chan Yeol meraih pinggangnya.

Senyuman yang begitu menghipnotisnya sampai ia hanya bisa terdiam saat Chan Yeol mulai membungkuk dan mengulum bibirnya, bukan mengecupnya singkat seperti waktu itu.

Senyuman yang kini berganti ciuman yang begitu memabukkan hingga menuntun Baek Hyun memejamkan mata, mengalungkan tangannya di leher Chan Yeol dan membalas ciuman itu.

Baek Hyun terhuyung ke belakang, saking kuatnya Chan Yeol menciumnya. Dengan cepat Chan Yeol memegang kepala belakang Baek Hyun sebelum pemuda mungil itu membentur tembok pagar. Tanpa merasakan sakit akibat benturan tembok di punggung tangannya yang masih diperban, Chan Yeol terus mengulum bibir Baek Hyun yang entah kenapa membuatnya tidak bisa mengingat apa-apa. .

Dan saat Chan Yeol merasakan pemuda mungil ini gelisah karena kesulitan bernafas, barulah ia melepas ciuman itu.

Wajah Baek Hyun memerah dan panas, seketika ia menunduk seperti orang bingung.

“Terima kasih.” Chan Yeol menyempatkan diri mengecup singkat bibir Baek Hyun sebelum ia betul-betul pergi.

Dan setelah Chan Yeol meninggalkan tempat itu, Baek Hyun merengkuh dadanya yang bergemuruh. “Apa ini? Chan Yeol? Kenapa aku… ah… apa yang terjadi denganku?” ia kemudian memejamkan matanya

“Se Hunnie, kau mendengarku? Apa yang terjadi denganku? Kenapa aku berciuman seperti itu dengan Park Chan Yeol????” Baek Hyun menarik nafasnya kuat-kuat

“Kenapa aku… seolah menemukan dirimu di dalam sosok Park Chan Yeol???”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Lay berjalan santai melewati gang sempit menuju rumah kontrakannya. Sambil bersenandung dan sesekali memperagakan beberapa gerakan dance yang baru saja diciptakannya ia terus menyusuri gang yang gelap dan sepi itu.

“Selamat malam Lay-shii…” sapa seseorang membuat Lay menoleh. Sedikit terkejut ia mendapati seorang pemuda tinggi yang mengenakan jaket hitam, topi hitam, celana hitam dan sarung tangan hitam berdiri tak jauh darinya.

“Ng… siapa?” tanya Lay.

Pemuda tinggi itu berjalan mendekat. “Kita baru bertemu beberapa jam yang lalu, kenapa kau bisa lupa?”

“Eh? Si… siapa?”

Pemuda tinggi itu menyunggingkan senyum dan..

 

Sebuah tusukan pisau menancap di perut Lay.

“Sudah ingat?” lirih pemuda tinggi itu setelah membuka topinya

“Cha… Chan Yeol-shii?”

“Tepat sekali…”Chan Yeol mencabut pisaunya, membuat darah dari  selaput perut Lay terciprat ke tanah. Ia terhuyung ke belakang sambil terbatuk. Iapun luruh ke tanah sambil memegangi perutnya yang tak henti-hentinya mengeluarkan darah.

“A…ap…a… yang…”

Chan Yeol mendekat lagi. “Aku tidak bisa tidur. Entah kenapa tindakanmu tadi mengusikku.”

“Tindakan… ap…a?”

Chan Yeol berjongkok di hadapan Lay. “Kau cukup tampan juga.”  Chan Yeol menyayat wajah Lay dengan santai, membuat pemuda berlesung pipit itu mengerang kesakitan luar biasa. “Siapa suruh kau mencium Baek Hyun.”

Lay membelalak. “KAU?”

JLEB~

Satu tikaman lagi, dan kali ini di dada kirinya.

Lay pun ambruk ke tanah dan akhirnya tewas.

“Ckckckckckck… menyedihkan, padahal kudengar kau ingin jadi artis.” Chan Yeol pun meninggalkan gang sepi itu dengan senyum puas yang tercetak di bibirnya.

“Salahmu sendiri kenapa muncul di tengah-tengah rencanaku… Baek Hyun itu harus mencintaiku. Jadi… jangan mengacau…”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Baek Hyun tercengang memandangi foto Lay yang terpajang di tengah-tengah ruangan rumah duka pagi itu. Kyung Soo langsung menangkap tubuhnya saat Baek Hyun sudah hampir ambruk ke lantai.

Dengan tubuh bergetar hebat ia menatap Kyung Soo. “Bahkan Lay hyung… bahkan orang yang tidak tahu apa-apa… Lay hyung bahkan tidak tahu bahwa orang tuaku sudah meninggal… tapi…”

Kyung Soo memeluk Baek Hyun erat. “Tenangkan dirimu, Su Ho hyung masih menyelidikinya. Dugaan sementara bahwa kematian Lay hyung bukan karena orang yang mengincarmu itu, ini ulah perampok karena semua barang berharga milik Lay hyung lenyap.”

Baek Hyun menggeleng cepat. “Bukan… bukan… pasti orang itu… pasti orang itu.”

“Baek Hyun-ah… kendalikan dirimu.”

Baek Hyun mendorong Kyung Soo agar terlepas dari pelukannya. “Jangan mendekatiku Kyung Soo-ya… atau kau juga akan mati.”

“Byun Baek Hyun… jaga bicaramu.”

“Tidak… demi keselamatanmu,” Baek Hyun mengusap kasar air matanya. “Jangan pernah terlibat denganku,” Baek Hyun berlari keluar dari rumah duka itu. dengan sangat kalut ia menyetir dan meninggalkan tempat itu.

Kyung Soo hendak mengejarnya, tapi Su Ho menahan pundaknya. “Biarkan… dia butuh ketenangan.”

“Tapi kalau dia gegabah?”

“Kurasa dia bukan orang yang berpikiran pendek, kalau memang begitu, dia pasti sudah bunuh diri sejak dulu.”

Kyung Soo menunduk, kemudian menghela nafas. “Kapan kau akan terbebas dari belenggu itu Baek Hyun-ah.”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Lu Han mencengkram pegangan sofa saat Chan Yeol menindihnya dan mencium kasar bibirnya. Entah kenapa malam itu Chan Yeol murka lagi.  Dan lihat akibat yang diterimanya. Beberapa menit lagi dia diperlakukan seperti itu maka Lu Han akan mati kehabisan nafas.

Ponsel Chan Yeol berdering, dan itu membuat Chan Yeol menghentikan siksaannya. Barulah Lu Han bebas menghirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-parunya yang seolah kosong.

“Byun Baek Hyun?” kening Chan Yeol mengerut, kemudian dengan tenang ia menjawab telepon itu. “Ada apa Baek Hyun-shii.”

“Cha… Chan Yeol-shii… hiks… Chan Yeol-shiii.”

Chan Yeol membelalak. “Ada apa denganmu? Kenapa kau menangis?”

Tolong… tolong…”

“Kau kenapa?” Chan Yeol berdiri karena terkejut.

Tolong… aku… hiks… takut”

“Takut???”

“Aku… aku takut… aku takut kau juga diincarnya.”

“Diincar? Siapa? Aku tidak mengerti, bicaralah dengan jelas.”

Terdengar suara sesenggukan di sana, Baek Hyun masih berusaha menahan tangisnya. “Chan Yeol-shii, demi kesalamatanmu, jangan pernah terlibat lagi denganku, mengenai kontrak itu, batalkan saja… aku tidak ingin kau berakhir seperti Lay hyung.”

“Maksudmu?”

“Sekarang aku tahu tujuan orang itu. dia sengaja membunuh orang-orang di sekitarku. Kecuali karyawan-karyawanku, kurasa targetnya saat ini adalah orang-orang yang dekat denganku. Kyung Soo, dan terakhir Lay hyung… dia ingin menyiksaku dan membunuhku perlahan-lahan.”

“Baek Hyun-shii…”

“Kumohon… aku tidak ingin kau mati.”

DEG~

“Kau… bilang apa barusan?”

“JANGAN TEMUI AKU LAGI… KAU DENGAR???”

Piiippp

“Ya Byun Baek Hyun…. ah sial…” Chan Yeol memasukkan ponsel itu ke sakunya, kemudian menyambar jacket yang tergeletak di atas sofa.

“Kau mau kemana Chan Yeol-shii?” tanya Lu Han.

Chan Yeol menoleh tajam.”Yang tadi itu belum cukup sebagai teguran?”

“Aku hanya menjalankan tugas sebagai tangan kananmu.”

Chan Yeol berdecak. “Jangan mengurusiku… obati saja luka di bibirmu.” Chan Yeol menyambar kunci mobilnya kemudian keluar dari apartement itu.

Lu Han menghela nafas. “Kau kasar Chan Yeol-shii, sangat kasar… tapi… kau masih peduli.”

 

*~~<Amaterasu>~~*

 

Baek Hyun mengusap kasar air matanya begitu ia mendengar pintu kamarnya diketuk, bahkan digedor. Sedikit heran kenapa orang yang bertamu ini langsung mengetuk pintu kamarnya yang jelas-jelas berada di lantai dua?

Dengan langkah gontai ia menuju pintu kamarnya, membuka kunci dan…

KREEKK~

Baek Hyun membelalak

“Park Chan Yeol?”

Chan Yeol dengan nafas memburu memandangnya tajam. “Kenapa kau melarangku menemuimu? Kenapa kau melarangku mendekatimu? Kenapa kau melarangku terlibat lagi denganmu? Kenapa kau takut kalau aku juga diincar oleh orang itu… kenapa kau bilang kau tidak ingin aku mati…. “

Baek Hyun gelagapan, ia bukannya tidak ingin menjawab tapi ia tidak tahu harus menjawab yang mana dulu.

Chan Yeol merengkuh kedua pundak Baek Hyun kemudian mendorongnya dan menghempaskannya ke tembok. ”jawab aku Byun Baek Hyun… atau kau akan menyesal.”

Baek Hyun mengerjapkan matanya,

tatapan itu…

tatapan dingin itu, adalah tatapan yang sama ketika Se Hun akan menembakkan pistol di kepalanya tapi berakhir dengan menembak dadanya sendiri…

tatapan itu…

sama… dengan tatapan milik pemuda yang tidak sanggup membunuhnya karena rasa cinta yang dimilikinya lebih besar dari pada dendam itu…

“Byun Baek Hyun…. jawab aku…” rahang Chan Yeol bergetar karena menahan emosinya.  Matanya merah dan begitu terkejutnya Baek Hyun melihat setetes air murni menetes di pipi Chan Yeol itu

“Aku… aku…”

“Byun Baek Hyun… jangan membuatku murka atau…”

“AKU TIDAK TAHU… AKU TIDAK TAHU…” pekik Baek Hyun histeris.

Chan Yeol membelalak, seketika ia merasa ada yang memukul dadanya tepat di jantung.

Baek Hyun menghempaskan dirinya ke pelukan Chan Yeol. “Aku takut… aku takut kau juga akan mati…”

“Kenapa?… kenapa aku?”

“Aku tidak tahu… kumohon jangan bertanya karena aku tidak tahu.”

Chan Yeol menelan ludah. Jawaban yang sama jika ia diberi pertanyaan kenapa Chan Yeol begitu kalut dan menemui Baek Hyun malam ini.

Chan Yeol tidak tahu.

Nafasnya makin memburu, emosinya meluap-luap. Tapi bukan titik itu, bukan dendam yang membara itu. ada yang lain di sebelahnya, sedikit ragu Chan Yeol menyelami apa titik kecil yang berada di sebelah dendamnya itu. Dan itu yang menuntunnya menciumi sekitaran telinga Baek Hyun, turun ke lehernya, ke wajahnya yang basah akan air mata dan terakhir mencium bibirnya. Semua dilakukan dengan tergesa-gesa, seolah jika ia memperlambat temponya, Baek Hyun akan raib darinya. Dan Chan Yeol tidak tahu kenapa itu begitu membuatnya gusar.

“Chan Yeol…” keluh Baek Hyun saat ia merasakan ciuman Chan Yeol terlalu dalam. “Ke…napa?”

Chan Yeol melepas ciumannya sejenak, masih dengan jarak yang begitu dekat dengan ujung hidungnya menyentuh pipi Baek Hyun. Nafasnya masih memburu. “Kau juga… jangan bertanya, jangan bertanya… kumohon…”

Baek Hyun menurut, ia tidak bertanya karena nyatanya ia juga tidak sepenuhnya membutuhkan jawaban. Kedua manusia itu memiliki pertanyaan yang masing-masing tidak mampu dijawab oleh mereka.

Terlebih Chan Yeol. Bahkan ketika tangan kekarnya merobek kaos Baek Hyun dan mengangkat tubuh pemuda mungil itu ke atas tempat tidur, ia tetap tidak bisa menjawab kenapa ia melakukan itu.

Kenapa ia tidak melepaskan bibir Baek Hyun, kenapa ia terus menjamah tubuh mungil itu… dan terakhir… kenapa ia melakukan hal itu dengan Baek Hyun yang notabene nya adalah manusia yang seharusnya ia lenyapkan karena telah merenggut nyawa adiknya.

Begitu banyak pertanyaan… dan jawabannya tetap sama…

Tidak tahu!

 

TO BE CONTINUED

 

ALF special Note: tensi gue naik kayaknya… kok panas? Hosh…hosh…hosh… aih ini makin Gaje ceritanya, gak tau kenapa… aih lihat aja deh nantinya gimana.

oh iya, ini gak ane protek dulu. karena yah… readers tau lah, diriku ini orangnya baik hati dan tidak sombong. tapi percaya aja, chap 3 di protek. mau tau alasannya? *evil smirk…

udah deh, komen aja yang panjang. otak ane mumet. Love and Pain Chap 8 nyusul belakangan. besok atau lusa *GAK JANJI

 

ADIOOOOOSSS

*~~<Amaterasu>~~*

 

 

498 thoughts on “Amaterasu (The Undying Flames)|| ChanBaek || Chapter 2

  1. Baca part ini aku langsung mkr

    CHANYEOL! WHAT HAPPEN WITH YOU?
    Cemburu kah? Possesif kah? Atau memang kamu tdk ingin ada yg menyentuh Baekhyun selain dirimu? Ah membingungkan dah sifat Yeollie.

    Cieee udah mulai jatuh cinta nic sm bebek,eh tp tunggu jatuh cinta atau cuma bagian dari rencana agar baek terpesona dan masuk ke dalam perangkap yg kau buat yeol?*mikir. Tp kalo cuma akting ya gk mgkn ah yeol panik gtu saat baek blg jangan temui aku lg.ah yakin dah itu Yeol cinta sama Baekhyun.

    Kyaaa sang guardian muncul jg,jd detektif pula. Eh tp itu Suho pny indra kd enam ya? Kok bisa merasakan aura panas dari chanyeol? Atau memang aura chanyeol yg terlalu kentara?

    Yahyahyahyah, lay muncul tp lgsug innalillahi, malang bgt nasibmu lay baru nongol tp udh pergi lg.

    Oh y say,seperti ny aku nemuin beberapa typo, tp tak papalah ceritany tetep keren. So aku mw lanjut dlu ya.

  2. ciyee chanyeol udah mulai suka sma baekhyun ciyee .. ihirr aww .. omg feel chanbaek kerasa bgt dsni. aura panas chanyeol sbgai avenger emg ga terkalahkan secara dia sndri rajanya api punya phoenix goreng pula #plak
    emg ga ada alasan untuk mencintai bunda cabe, iya kan papa tiang ? hahah .. okeh saya mau lanjut komen part berikutnya lagi. cayoo amaterasu

  3. Nah kan, dengan rencana kris yang nyuruh chanyeol buat bikin baek jatuh cinta malah jadi begini kan, ancur deh semua! /esmosi/

    bagian ending chap ini yang paling berkesan, keren banget yang bagian ‘gak tahu’ sama ‘jangan tanya’ wahahah jadi pengen…

  4. pertama aku cuap2 dulu yaaa..
    aku salut sama baek yang masih cinta sehun padahal sehun udah ngehabisin semua keluarganya..
    tuh chan, liat baek.. dia gak ada dendam sama sekali.. justru malah masih mencintai sehun..
    sumpahnya adegan waktu sehun mau bunuh baek tapi bimbang, terus baek bilang “bunuh aku, tuntaskan dendammu atau kau akan menyesal” itu sumpah keren banget.. sisi paling dewasa dari baek.. soalnya kalo anak kecil kan pasti histeris2 aja kalo dalam situasi kaya gitu, dan baekki disitu nunjukin sikap dewasanya, meskipun di cerita ini dia karakternya kekanak-kanakan..

    dan disini juga waktu baek bilang “Sebenarnya derajat hanyalah sebuah sekat sosial yang cukup menganggu, kupikir apa gunanya mempermasalahkan derajat sementara Tuhan memandang kita semua sama. Kita sama-sama makhluk ciptaannya.”
    thumbs up buat baek! dia udah jauh lebih dewasa daripada waktu di avenger’s fault..

    back to this story, ngga kerasa udah 12 orang yang dihabisin chanyeol, tanpa menimbulkan kecurigaan sama sekali. aneh, padahal kan jelas2 orang yang dibunuh chan itu yang baek temui kalo lagi sama chan.. tapi ngga curiga sampe kesitu nih baek.. beda sama suho yang langsung ngerasain hawa panas waktu ketemu chanyeol.

    tapi hebatnya chan lagi, semua pembunuhan yang dia lakuin selalu bisa direkayasa dan dibuat serapi mungkin sampai polisi aja salah duga.. pekerja mati karena kecelakaan kerja, lay mati karena perampok, 2 pegawai mati karena bertengkar memperebutkan namja..
    gila nih chan pembunuh kelas dewa banget..

    waktu baek nelepon chanyeol.. ya aku ketawa ketiwi aja.. ini baekhyun nelepon chan supaya engga diincar avenger, padahal avengernya tuh chanyeol..
    udah deh aku tau jawabannya chan, kenapa kamu gelisah gitu.. karena km udah cinta sama baek kan.. kkkk~
    engga sabar nungguin gimana chan kalo udah bener2 ngaku kalo dia cinta sama baek..
    oke lanjut chap 3😀

  5. wah wah… itu adegan akhirnya…. pasang mupeng…

    cara bunuhnya aku suka. ga serem tapi ngena (?)..
    bilang aja yeol cemburu… haduh…

  6. Itu chan berdarah dingin pisan. Eta muka meuni watados yaoloh… Gue suka gaya lo chan.. Diem2 perhatian eeaa.. Gue takut luhen nyimpen rasa euy.

  7. mulai ada benih2 nih yeeeee.. kesian amat si lay, udah pikun, metong lagi *digoroklay
    baek lucu, imut plus gemesin yah. ciyus deh. haha.. jadi kangen sehun *loh

    aku kedepan dulu ya.. *pamitkeparapemain(?)

  8. Sumpaaaahhhh thor ini mah blm seberapa hot nye…
    Pgen liat NC nya *yadongModeOn 😄
    Seruuuuuu…
    Tuhh kan gue udh ngira pasti CY jatuh cinta sma Baek…
    Aduuuhh gue ngeri pas ada dara2han, sumpaahhh yaaa itu bikin gue merinding, CY sadis bgt huhuhu
    Huuwaaaa ntah lahh bagaimana nasib mereka di chap selanjutnya…

  9. Tsah! Ajarin gua jadi avenger donk Chan sama ajarin gua jadi pembunuh kelas internasional :v
    bersih banget pembunuhan yg lu lakuin.
    Dan aku cukup kasian sama Luhan disini, cep cep cep~ yg tabah dan sabar ya Lu, nikmatin aja apa yg dilakukan Chanyeol sama kamu kkk~ xDD

    itu Ixing-ku dibikin matek T.T
    ahhh sayang banget~
    adegan terakhir awww.. Rrrrr~ banget deh xDD
    anuan ya kalian, aduh Chan kamu itu udah mulai dugen dugen sama Baekhyun..

    Ceritanya keren kak, aku mau lanjut dulu

  10. Tsah! Ajarin gua jadi avenger donk Chan sama ajarin gua jadi pembunuh kelas internasional :v
    bersih banget pembunuhan yg lu lakuin.
    Dan aku cukup kasian sama Luhan disini, cep cep cep~ yg tabah dan sabar ya Lu, nikmatin aja apa yg dilakukan Chanyeol sama kamu kkkk~ xDD

    itu Ixing-ku dibikin matek T.T
    ahhh sayang banget~
    adegan terakhir awww.. Rrrrr~ banget deh xDD
    anuan ya kalian, aduh Chan kamu itu udah mulai dugen dugen sama Baekhyun..

    Ceritanya keren kak, aku mau lanjut dulu

  11. sebenernya chanyeol itu sadis, tapi sedikit agak polos polos gimana gitu yaaa,,, wkwkwkwkwkwk

    seneng bangeet chapter ini banyak chanbaek momentnya yang lumayan sooo sswweeetttt.
    suka banget sama karakter baekhyun yang benar benar lembuuut disini, nggak salah deh chanyeol sempet ngira dia malaikat pas pertama kali ketemu.

    hihihi,,, itu chan udah mulai suka ya ama baek???? siapa juga si yang nggak suka sama makhluk tuhan paing imuuutttt yang satu itu.

    dan baek apa???? kenapa sebegitu pedulinya sama chanyeol????? semoga bukan karena dia ngeliat bayangan sehun aja yahhh

    makin penasaran iniiiii,,,, next chapter….

  12. Ngebyangin tiap x yeol ngebunuh orang tu slalu ja ngeri,kejam bgt ngebunuh ny,ap g ad yg lbh manusiawi yeol, ckckckck tpi u kog cocok jga y jd karakter gni,pdhal idiot it kan jati dirimu bgt.

    Mpe aura panas ny yeol kbca jga ma suho, cemburu.?’

    Entah knpa kak alf it slalu bsa bkin q msk dlm crita yg d buat, tpi q msh kebyang2 ma sehun ,pa lg adegan trakhr #ranjang
    Muehehehehehe#KetawaMesum

  13. ah… si lay lesung pipit… syang cm muncul dikit n harus mat gara2 sikap cemburunya yeol.
    disini aku kasihan sm luhan yg cuma jd pelampiasan amarh chanyeol.
    baek kok ga ada curiganya sedikitpun kan chanyeo punya marga park sm kaya sehun – park sehun.
    tp yah… mungkib krn baekhyun emang kelewat polos.
    huh si chan chan ngapain coba kabur nemuin baekhyun gara2 baekhyun ngelarang dia deket2 dgnya lagi.
    dia blm sadar kalo ia cinta sm baekhyun.

  14. Baekhyuuuuuuuunnnnn aih, yang tegar ya darl:3 Chanyeol ini cemburu deh, cuma ya harga diri sama dendamnya aja.Kalung yang dikasih Sehun kemana lagi itu:3 Baekhyun polos bangett;* Luhan, malang sekali nasib mu nak-_-. Ceritanya seperti biasa, keren bangeett. Em, keep writing yaap^^

  15. CIE CIE ADA YANG CEMBURU NIH WKWKWK. aduh gimana ya chanyeol makin kesini makin horror etdah kasian luhan selalu dijadiin pelampiasan huhu;((
    mampus lu yeol gara gara tingkah lu baekhyun gamau lagi ketemu sama lu, makanya tobat mz/?
    etdah kasian lay baru muncul bentar udah end aja;((
    keep writing thornim, ffnya DAEBAKKKK~„~

  16. jih kok? chanyeol! berani2 nya kamu nidurin baekhyun? gilaaaa
    hwah sperti nya chanyeol mulai suka gtu sama baek, dia aja lgsg nyamperin baek setelah baek nelpon smbil nangis. kok sifat chan kyk berubah gtu ya pas deket sm baekhyun, berubah jadi lembut gtu. dia sperti ngelindungin baekhyun bgt.
    oh ya, itu pas bagian chanyeol bunuh2 org itu sadis loh!

    keep writing ^^

  17. Untung kyung nya ga kenapa napa
    Itu yeol doyan ama bibir luhan ato apa sih
    Dikit dikit maen nyium , kasar lg sampe berdrh gt
    Astaga naga chanyeol ahjussi pekrj pabrik aja dibnh nya

  18. aduhhh si chanyeol knapa? cemburu? apa mulai ska sma si baekhyun? ah, tnggal blang aja ama si baekhyun klo lu ska ama diaaa.. apa lgi ps kematian si lay, baekhyun blang ”jgn tmuai aku lgi” eh, si chan mlah lngsung– pdhal si lay gk slah apa”. ko mlah d bnuh

  19. WHATTTT CHANYEOL KAMU NGAPAIN BAEKHYUN ITU AAAAAAAAAAAAA😮 #lostcontrol

    gila chanyeol kamu ga kira kira , marah karna baek minta buat ngejauhin dia eh chanyeol malah ke rumah baek dan nganu? Sama baek aigoo :> yeol kalo suka bilang aja jgn sok jual mahal ah #apasihgua #ngarang

    baek nya juga sih pasrah aja deh kalo di iya-iya in sama abang ceye #gelenggelengkepala #pusingpalacabe

    yo wis aku bingung mau coment apalgi yg jelas ff nya ka alf yg ini bkin greget abis ishhh , konflik konflik nya aduhh😮 bkin panas dingin hohoho

    okedeh ka alf keep writing dan tetap SEMANGAT!!!

  20. Aduuhh chanyeol..padahal lu udah ngebunuh banyak orang. Masak arti cinta aja gak tau?-_- *kayak gue tau aja:D
    Sebenarnya ngarepin ada laybaek momentnya. Mereka kencan kek. Pacaran juga boleh. Tapi lay baru aja nongol langsung almarhum. . Ckckck kasian
    Tapi ni ff DAEBAEK..
    ehh daebak maksudnya.. *nyengirkuda:D
    Okey sekian..*PYONG

  21. aiihh jgn di proteekk😦. chan bawa2 sehun mulu *kan adek.y -.- *ditoyor penulis.y* aq kan jd gk bsa lupain sehuuun. pengeen cekik chan disiniii ya ampuuun. semoga chan mati.y d.cekik cinta baek *bahasa nyaaa* hahah. bingung mau komen apalgi gw. yaaaa kereen deh kereeen. kmna aja org2 yg suka rekomendasi in ff tp mlah ff luar muluu. kreatifitas anak asli negri yg beginii yg hrs d.tenarkan.
    saking sering.y gw baca rekomen ff yg isi.y ff luar smpe mles baca ff luar *loh. adiooss kantonyooos barabadooss koronyooosss bagoooss!! hahahah
    p.s: jgn di protek
    p.s.s: krisseu.y keluariinn
    p.s.s.s: kai nyaa jugaa keluarin
    hahahah
    ps4: tlong cekik chan kali kali di ff.y
    :’V

  22. Huaaaa chanyeol ..
    Gue muati deskripsiin chanyeol gimana yah….
    Yg jelas chanyeol SETAN IBLIS banget karakter nya …..shit !!! I love his character in here….

    Sumpah panas dingin gue baca nya mpe jempalitan di kasur gue …..

    Baekhyunnn yah selalu lah namja ini bkin gue makin iri sama kecantikan diaaa ….
    Di apa dia beruntung bgt yha lepas dari sehun dia dpt chanyeol mulaaa….

    Chapt 2 ini udah makin lumayan bkin panas …..ujung” nya ttep scene ranjang ……panjangin lagi aja adegan hot di chapt selanjut nya biar readers pda sukaaa….

    Okeeee ….gomawo ALF buat ff nya ….. peace

  23. Abis sehun dapet chanyeol pula. naif lo dasar chanyeol bilang aja sukaaaaak😦 kurang ajar gue suka sama chanyeol disini sok tegar sok pemberani sok sok apalg ya😦 itu si chanyeol bunuh di toilet, sebenernya mau ketawa tapi galucu, entah pengen ketawa aja pas baca toilet, payah emang sama orang yg gatau cinta itu gimana -_- dibaca dsri chapt 1 harusnya beki udah nebak kalo itu si chan si avenger itu. tapi kok dia gapeka ya ? tapi gue juga kebawa arus bacanya sampe lupa tebakan gue. gila bener chan disitu maunya bunuh mulu kek vampir danya haus darah cuma cara yang beda -_- udah gitu aja, gue bingung mau bahas apa lg, karna lupa tebakan tebakan gue tadi siang, ah gue mulai jatuh cinta sama ini ff tapi yang no 1 itu emang si NRL *-*/\

  24. Ping-balik: LIST FF CHANBAEK FAVORITE | Shouda Shikaku's World

  25. Woaaaa wowowooo PARK CANYUUUUUUL JAGA TINDAKANMU NAK !!! AWAS SAJA SAMPAI BAEKHYUNKU KAU APAAPAKAN , MATI KAU !!!
    Kak ALF suka protec protec aaah,
    si baek namja paling beruntung d dunia, abis sehun yg guanteng ny masyaallah, sekarang giliran canyul yg nyebelin tp rumantisny muasyaallah😀 Nak bekyun, oke keluarkan jurusmu untk menyadarkan si tiang itu (y)
    fighting Kak AYU LEON
    #SARANGHANDA<3

  26. OMG#speechless..

    Chanyeolah.. Geez dia udah mulai jtuh cnt sm baek tp msh blm nyadar#poormyoda.. Baru nyadar, sikap/sifat baekhyun di AF sm di amaterasu berubah total. Disini dia lbih calm, mature, dan lbih sexy#slapmyhead.. Dan diakhir part,, omgomgomg.. Smuuutyyy smuuuttyy.. Save this chapie.. Ohya,, aq suka banget bahasa tulisan di ff ini dan ff dan d ff sblmnya. Keren. Sbg reader kita dpt bgt kpuasan bc ffnya..
    Skali lagi,,, KEREN. keep writing nee~

  27. hiehh kenapaaaa!!
    humh beneran deh aku heran ma author ni..kenapa chanyeol cium luhan terus u.u
    lay padahal baru sebentar muncul..ehh uda mati pula -_-
    perasaan terkutuk ya..cinta yg mulai kelihatan

  28. Chanyeol aktingnya yoii bgtt, jadi ga sabar nunggu chanyeol bener2 suka sama baekhyun. Wkwk jiwa fujoshinya keluar dehh hihihi oiyaa thor luhan knp sering bgt dicium yaa? Aku yg bukan baekhyun aja cemburu aplgi baekhyun yaa? Wkwkwk

  29. ARGHHHHH EMOSI YAWLAAAAAA EMOSIIIII

    tuh kan akhirnya begini 😂😂😂 sama sama gak tau rasanya. ITU CINTA WOY CINTA *gampar xD
    Ini sebenernya chanyeol udah beneran ada rasa suka sama baek ya, duhh masih abu abu. Tapi kayanya beneran jatuh cinta deh. Rumit kan ribet kan ah si kris mah pake nyuruh jatuh cinta dulu kan jadi ribet TT

    Awww suho datang menjadi penyelamat(?) kira kira dia bakal tau gak kalau yg selama ini ngincer baek itu chanyeol. Duhh otw ch 3 wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s