[FF FRELANCE//YAOI//TAORIS] “When You Go” -OneShot


ALF Special Note: Annyeonghaseyo reader-nim yang tersayang… ini ada FF titipan Author laen. um… artinya bukan ane yang bikin (reader: iye tauuuuu) … jadi segala komennya nanti akan saya sampaikan pada author aslinya… silakan di komen yah kalo udah baca. capcus…

Title : When You Go

Main Cast :

  • Huang Zi Tao
  • Wu Yi Fan

Genre : Angst amburadul

Length : Oneshoot

Author : PIRE [ @Vampire_Kris ]

Summary : “Gege, apa jika kau pergi, kau akan tenang?”

Sekedar FF.

Yaoi pertama buataan otak yang galau nemuin FF Tao terus-terusan mati.

OOC.

TYPO detected.

Drama mode ON.

Silahkan baca.

Jangan lupa komentar.

1 komentar sangat berarti~

Happy reading

Dapat terlihat seorang namja bermata panda kini sedang menatap kosong seseorang yang terbaring di atas ranjang rumah sakit.

Hei , kenapa? Kenapa dia menatap seperti itu?

Tentu saja bodoh!

Namja itu terlalu kehilangan jiwanya.

Jiwa?

Jiwanya. Ya jiwanya.

“Kris gege.. hiks”

Kris?

“Gege ayo bangun gege.. Hiks gege.. Tao merindukan gege.. Hiks”

Tao. Kris.

Mereka sepasang kekasih. Kedengarannya mungkin aneh.

Mereka sama-sama namja.

Tapi sepertinya cinta sudah membutakan segalanya.

Membutakan kenyataan bahwa itu terlarang.

Racun bernama madu.

Racun yang menipu, racun yang di larang, racun yang tidak boleh di konsumsi.

Racun yang berubah menjadi madu, racun yang menjadi candu bagi mereka, racun yang indah.

“Gege.. Hiks” Tao terus-terusan menggenggam tangan Kris yang lemah itu. Menciumnya , berharap Kris segera bangun dari tidur panjangnya.

Tidur panjang?

“Gege.. hiks ayo bangun gege.. Hiks.. Kumohon..” Lagi, Tao mencium tangan Kris yang terdapat tancapan selang infus.

Terlihat matanya sembab, raut wajahnya begitu menyedihkan.

Tak terpancar lagi kebahagiaan di wajah namja panda ini.

Yang ada hanya sebuah raut penyesalan, kerinduan, kekacauan, kehilangan. Tersiksa.

Penyesalan, kenapa saat itu Kris harus menyelamatkannya.

Kerinduan, kenapa hingga saat ini Kris belum membuka matanya.

Kekacauan, betapa ia begitu terpukul dengan kejadian ini.

Kehilangan, ia begitu kehilangan sosok Kris yang selalu memanjakannya, sosok Kris yang selalu menyayanginya, sosok Kris yang selalu mengecup bibirnya dengan lembut, sosok Kris yang selalu menggenggam erat tangannya, sosok Kris yang selalu memeluknya dengan kehangatan.

Tersiksa, ia sungguh tersiksa. Batin maupun fisiknya sangat tersiksa dengan kejadian ini.

Sudah satu bulan lamanya Kris mengalami koma.

Yang hingga saat ini tak kunjung sadar.

 

Flashback

KRIS.

K

“Kau tahu baby? Aku begitu mencintaimu. Sungguh, aku tak ingin kehilanganmu”

“uwaaa gege gombal!” Tao dengan sigap langsung menonjok pelan pipi Kris

“Hei baby panda, lihat mataku dalam-dalam. Apa kau menemukan kebohongan di mataku?”

Tao kemudian menatap mata Kris, mencari kebohongan di mata elang itu. Sedangkan Kris menatap Tao sambil tersenyum. Jari-jari panjangnya mengelus lembut pipi sang kekasih.

“Gege”

“Hmm?”

Tanpa menjawab, Tao langsung memeluk Kris dengan erat.

Menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Kris.

Menghirup nafas dalam-dalam dari leher jenjang itu, sedangkan Kris membiarkan namja yang 3 tahun lebih muda darinya itu bermanja-manja padanya sembari mengusap rambut hitam yang indah itu.

“Aku tahu, cinta kita ini racun.. tapi entah kenapa ini madu bagiku baby.. Aku sungguh mencintaimu”

“Tao juga mencintai gege, sangat” ucapnya sambil mengangkat kepalanya. Kembali menatap mata Kris dengan sungguh-sungguh.

“Wo ai ni Huang ZiTao”

Senyum, sebuah senyuman terukir di bibir mungil milik Tao.

“Wo ye ai ni Wu Yi Fan gege” balasnya dengan penuh keyakinan.

Sedetik kemudian bibir Kris sudah menempel di bibir mungil Tao.

Bibir itu awalnya hanya menempel saja, namun entah sejak kapan Kris mengubahnya menjadi lumatan-lumatan kecil yang lembut.

Seolah ia tak ingin menyakiti Tao, ia melakukan lumatan itu dengan manis.

R

“Rasanya aku hampir gila. Kau begitu candu bagiku. Tanpamu, aku kehilangan arah”

“Tao juga begitu ge, tanpa gege, Tao seperti sebuah raga tanpa jiwanya” ucap Tao sambil merebahkan kepalanya di atas dada bidang Kris.

Kris terlihat tersenyum. Dengan penuh kasih sayang, tangan besar miliknya memilin-milin rambut hitam itu.

“Hmm, tak dapat gege bayangkan jika suatu saat harus berpisah denganmu, Baby”

Ucapan Kris sontak membuat Tao terdiam.

Hening.

“Eh? Apa ini?”

Kris merasakan bahwa bajunya basah.

Ya, Tao menangis. Menangis dalam diam.

“Baby waeyo?”

“Hiks.. anni Kris ge”

Oh ayolah, ini yang paling Kris benci.

Dia benci jika melihat setetes air mata jatuh membasahi pipi Tao.

Grep

“Uljima baby, gege disini, berhentilah menangis” Kris memeluk Tao dengan erat. Sangat erat. Seolah tidak ingin terpisahkan dari namja bermata panda itu.

“Gege bo..”

Belum sempat Tao menyelesaikan kalimatnya, lagi-lagi bibir Kris sudah duluan mengunci bibir Tao.

Tidak ada nafsu di ciuman mereka.

Hanya ada sebuah perasaan.

Perasaan tulus, perasaan cinta, perasaan takut kehilangan, perasaan yang benar-benar sulit di ungkapkan dengan sebuah kata-kata.

Perlahan Kris melepaskan tautan bibirnya, beralih memegang pipi Tao dan menatap dalam mata ‘panda’ sang kekasih.

“Harus berapa kali gege bilang bahwa gege tidak ingin berpisah ataupun kehilanganmu my baby panda?”

Tao hanya terdiam, menunduk.

CUP

Kris mencium kening Tao yang sedang menunduk, lalu membawanya ke dalam pelukan hangat.

Tao melingkarkan tangannya dengan erat di pinggang Kris, sedangkan Kris terus mengecupi wajah Tao dengan gemasnya.

“Hihi gege geli” ucap Tao sambil menggeliat kecil ketika Kris terus saja mengecupi wajahnya.

Kris hanya terkekeh mendengar penuturan Tao, namun dalam hati Kris sedang bergumam dengan pikirannya sendiri.

“Bagaimana bisa Tuhan menciptakan namja semanis dan sepolos dia?”

“Kris ge”

“Hmm?”

“Tetaplah bersama Tao, sampai kapanpun, tetaplah bersamaku ge”

“Tentu saja, my baby panda”

I

“Inikah yang kau inginkan ge? Lakukanlah jika ini membuatmu puas!”

Bentakan Tao membuat hati Kris tersayat.

Kris, entah kemasukan setan darimana, hari ini dia bersikap lebih agresif dari biasanya.

Bagaimana bisa Kris yang setiap saat ingin menjaga baby pandanya itu kini berbuat kasar?

Bagaimana bisa perasaan sayang Kris pada Tao berubah menjadi nafsu yang menggebu?

Bagaimana bisa Kris menyakiti perasaan Tao?

Bagaimana bisa?

“Tao..” Kris terhenyak menatap Tao yang hampir ‘naked’ karena ulahnya.

“Hiks.. La..kukanlah ge..” nada bicara Tao begitu memilukan.

Tanpa ba-bi-bu Kris langsung merengkuh Tao, memeluk namja itu.

“Maaf, gege menyakitimu” bisik Kris tepat di telinga Tao.

“Lakukanlah ge, asal kau puas”

NYUT

Hati Kris berdenyut semakin nyeri mendengar ucapan Tao.

Lakukan agar dirinya puas?

Hei! Tao itu kekasihnya!

Bagaimana bisa dia memanfaatkan kekasihnya demi kepuasan dirinya?

Tidak, Kris bukan orang yang seperti itu.

“Tidak akan baby, aku tidak akan melakukannya. Aku mencintaimu, sungguh. Maafkan orang bodoh yang memelukmu ini”

Kris memeluk Tao semakin erat.

Dari pipinya, mengalir tetesan air mata.

Air mata kesedihan.

Air mata penyesalan.

Air mata ketakutan.

Kesedihan, karena telah membuat orang yang ia sayangi menangis karena sikapnya.

Penyesalan, karena telah menyakiti perasaan orang yang ingin ia lindungi. Perasaan sesal karena nafsu membodohinya dan melukai perasaan kekasihnya.

Ketakutan, karena khawatir kasih sayang dan cinta kekasihnya akan memudar akibat perbuatan bodohnya.

“Gege”

Tao menyadari isakan Kris di pelukannya.

Meskipun sangat kecil, namun terdengar jelas di telinga Tao.

Tao tahu, Kris hanya khilaf.

Tao tahu itu.

“Maaf” bahu Kris bergetar.

“Gege, sudahlah Tao tidak apa-apa. Ku mohon berhentilah menangis ge” Tao mengeratkan pelukannya pada tubuh hangat Kris yang bergetar terisak itu.

Hangat.

Nyaman.

Tenang.

Penuh Kasih sayang.

Penuh ketulusan.

Itu yang mereka rasakan dalam pelukan mereka.

“Aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi baby” Kris melepaskan pelukan mereka. Beralih menatap dalam mata Tao. Menatapnya dengan penuh kesungguhan dan keyakinan.

Tao tersenyum.

“Ne gege, Tao percaya” jawabnya sambil tersenyum lebar.

Dan senyuman itu kini membuat perasaan Kris kembali tenang.

S

“Selalu, dan untuk selamanya”

Kris menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Tao.

Ya, mereka sedang berjanji.

Akan mencintai satu sama lain sampai ajal memisahkan mereka.

PUKPUK

Kris menepuk pahanya, mengisyaratkan agar Tao duduk di pangkuannya.

Tao mengerti, segera ia berdiri lalu duduk di pangkuan Kris.

GREP

Kris langsung dengan manjanya memeluk Tao dan menenggelamkan kepalanya di dada Tao.

Tao menyerengit bingung, kenapa Kris tiba-tiba bersikap seperti ini?

“Izinkan aku bermanja dengan kekasihku ini” Seolah bisa membaca fikiran Tao, Kris mengatakan demikian.

Tao mengangguk paham.

Di elusnya dengan penuh kasih sayang rambut pirang keemasan itu.

Sesekali ia mencium puncak kepala Kris.

Harum.

Tao sangat menyukai aroma shampo yang di kenakan Kris.

Begitu khas.

Tao pernah mencoba memakai shampo Kris, namun harumnya tidak sama dengan aroma yang di keluarkan Kris.

Sepertinya memang berbeda.

“Gege” panggilnya sambil memilin rambut pirang itu.

“Hmm” hanya deheman yang di balas oleh Kris.

“Tao suka aroma tubuh gege, nng.. berbeda dari yang lain” Ucap Tao sambil tersenyum kecil.

“Benarkah?”

“Ne gege”

“Tentu saja berbeda, aku kan tampan dan istimewa baby”

Mendengar jawaban Kris yang sangat percaya diri itu, Tao kemudian mengecurutkan bibirnya.

‘dasar menyebalkan, di puji sedikit langsung seperti itu!’ batin Tao.

-Tao POV-

Sabtu , 8 September 2012

Hari ini Kris gege mengajakku berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan.

Tentunya Kris gege juga berjanji bahwa ia akan membelikanku tas Gucci keluaran terbaru.

Aku sangat senang, karena Kris gege selalu membelikanku sesuatu setiap kami jalan bersama.

“Hari ini aku harus tampil menggemaskan di depan Kris ge, aku ingin lihat ekspresinya yang tidak kuat melihatku berpenampilan imut!” ucapku semangat.

Terbayang di otakku bagaimana sosok tampan dan dingin itu berubah drastis ketika melihatku melakukan aegyo, terlihat konyol!

Hahaha , tapi aku menyukainya.

Tidak.

Aku tidak menyukainya.

Aku mencintainya.

“Uhuk! Uhuk!”

Argh sial, sepertinya flu yang ku derita masih belum sembuh.

Baiklah aku minum obat dulu.

Ku langkahkan kakiku ke dapur untuk mengambil minum, lalu ku ambil obat yang di berikan dokter beberapa hari yang lalu.

PRANG!!

“Eh?” aku membalikkan badanku.

Itu.. Mug panda pemberian Kris gege.

Kenapa? Kenapa bisa terjatuh?

Bukankah mug itu tidak aku taruh di pinggir meja?

Perasaanku tidak enak.

Aku segera mendekati pecahan-pecahan mug itu lalu ku punguti.

“Aw!” aku terpekik ketika jariku tertusuk pecahan kaca itu.

Darah terus mengalir dari jariku, entah kenapa perasaanku sungguh tidak enak.

Jantungku berdegup cepat, nafasku memburu.

Di fikiranku hanya terbayang Kris gege.

Apa maksud dari semua ini?

Apakah sesuatu terjadi dengan Kris gege?

Andwae! Tao kau jangan berfikiran buruk!

Kris gege pasti baik-baik saja, dia mencintaimu.

Aku segera berlari keluar rumah dan menyetop taxi tanpa membersihkan lukaku .

Kalut , gelisah , tidak tenang.

Aku tidak bisa menunggu hingga jam 1!

Ya , Kris gege berkata bahwa jam 1 dia akan menjemputku, tapi aku sudah tidak tahan.

Belum lagi kejadian tadi benar-benar membuat perasaanku tidak tenang.

15 menit kemudian

Aku sudah sampai di depan apartemen Kris gege, semoga tidak terjadi sesuatu padanya.

Perlahan aku memasuki kawasan apartemen mewah itu.

Langkahku memburu, nafasku menderu.

Begitu sampai di depan pintu apartemen Kris gege, aku menekan bel apartemen Kris gege dengan tidak sabar.

Ting Tong

 

Ting Tong

 

Ting Tong

‘Aish kenapa lama sekali di bukanya?’

Ting Tong

Perasaanku semakin gelisah tak menentu.

‘Kris ge, cepatlah buka. Ku mohon’

Tap

 

Tap

 

Tap

“Hei anak muda, kau mencari siapa? Hh” Tiba-tiba seorang lelaki paruh baya mendekatiku

‘Ukh , bau ini. Alkohol. Sepertinya orang ini sedang mabuk’

Aku dapat merasakan aroma menusuk dari mulut lelaki itu, memuakkan.

Kris ge, a..aku takut.

Ting Tong

“Huh? Kau berani sekali mengabaikan pertanyaanku anak muda. Hh”

Ya Tuhan, lelaki itu mendekatiku!

Kris ge, dimana kau bodoh!

“Wah, kau manis juga ya. Tubuhmu harum” Lelaki itu mendekatiku, ia mengendus-enduskan nafasnya di leherku.

“Ja..jangan dekati aku!” bentakku sambil mendorong tubuhnya.

“Oh ayolah, jangan galak begitu manis. Kkk~” seringaian kecil terbentuk di bibir hitam lelaki itu, nampaknya ia perokok aktif.

“Mau apa kau?!” bentakku saat lelaki itu semakin mendekat padaku, oh tidak. Kini ia juga menoel daguku!

‘Kris ge, tolong aku’

“Aku? Aku menginginkanmu manis. Haha” sedetik kemudian lelaki itu dengan brutal mencengkram bahuku. Mencoba mencium bibirku.

Aku berani bersumpah bahwa lelaki ini begitu menakutkan.

Sekuat tenaga aku mencoba melepaskan cengkramannya di bahuku.

Tapi tidak bisa, lelaki ini lebih kuat dariku, pengaruh alkohol sepertinya membuatnya semakin liar.

“Lepaskan!” aku meronta-ronta semakin menjadi.

“Kris gege! Kris gege! Kris gege tolong aku!” aku berteriak sekeras mungkin , berharap Kris gege keluar dari apartemennya dan menyelamatkanku.

“Haha sudahlah manis, percuma berteriak seperti itu, lebih baik kita bersenang-senang saja” ucap lelaki itu sambil terus berusaha menciumku.

“Ukh pergi kau!” aku terus berusaha memberontak darinya.

“Pergi? Tidak akan manis. Haha”

Aku semakin takut, tak sadar air mataku mengalir.

Aku , aku membutuhkan Kris gege.

Dimana dia?

Aku membutuhkannya, lelaki ini sangat menakutkan.

Aku tidak ingin dia menyentuhku.

BUAGH!

“Apa yang kau lakukan brengsek?!” Eh? Suara ini.

Kris gege.

“Lepaskan tanganmu bajingan!”

BUAGH!

Sedetik kemudian aku melihat Kris gege sudah memukuli lelaki itu.

“Kau berani sekali menyentuhnya!”

BUAGH!

“Brengsek! Bajingan! Jalang kau!”

BUAGH!

Kris gege, dia datang.

Lelaki itu lalu tersungkur dengan wajah lebam, sudut bibirnya mengalirkan darah segar.

Ah, aku lupa.

Kris gege sangat menyeramkan bila marah.

“Baby!” dia memelukku. Khawatir, aku membaca raut wajahnya.

“Hiks.. gege” aku memeluknya erat-erat.

Aku takut.

“Maaf, gege tadi sedang keluar. Maaf membuatmu seperti ini. Apa yang dia lakukan?” Kris gege dengan penuh penyesalan menatapku.

“Aku, aku tidak apa-apa ge” Aku kembali memeluknya.

Hangat.

“Bodoh, kalian berdua sialan. Rasakan ini!” eh?!

Suara itu!

Lelaki itu lagi!

Sedetik kemudian terdengar suara teriakan dari Kris gege.

“AAAARGH!!”

Dia!

Dia berhasil menusuk Kris gege dengan pisau lipat yang entah di dapatnya darimana.

“Andwae! Kris gege!”

Kris gege jatuh terperosot di lantai depan apartemennya.

Bau amis mencemari hidungku.

Darah segar itu semakin deras mengalir dari pinggang kiri Kris gege.

“Baby..” Lirihnya sambil membelai pipiku.

Tangannya penuh darah.

“Gege! Ku mohon bertahanlah!”

“SIAPAPUN, TOLONG!” aku tidak tinggal diam, segera aku hubungi petugas keamanan di apartemen ini dengan menekan tombol darurat di dekat pintu apartemen Kris ge.

“Haha sekarang kekasihmu akan mati! Mati haha! Kau dengar itu, MATI! Haha!” Lelaki itu tertawa puas setelah berhasil menusuk pinggang kiri Kris gege.

“Ada apa ini?!” tiba-tiba beberapa petugas keamanan datang menghampiri kami.

“Dia! Cepat bawa dia ke penjara! Dia membuat Kris gege seperti ini! Cepat amankan dia!” Titahku pada petugas keamanan tersebut.

Beberapa orang lalu membantuku membawa tubuh Kris gege ke rumah sakit terdekat.

“Hiks gege bertahanlah” aku terus menggengam erat tangan Kris gege.

Kris gege hanya membalas lemah genggaman tanganku.

“Tao, maafkan gege.. Ma..af.. Gege hari ini tidak bisa membelikan Gucci terbaru”

“Gege sudahlah, ku mohon ge”

“Ma..af  baby.. Maaf”

“Gege! Ku mohon! Berhentilah! Aku tidak membutuhkan Gucci ge! Gege lebih dari segalanya! Ku mohon ge bertahanlah demi Tao.. Kumohon ge… Hiks”

Aku kemudian merasa ada sesuatu yang mengelus pipiku, dan itu tangan Kris gege.

“Ja..jangan menangis.. Kau tak boleh me..nangis baby”

“Ge, gege berjanji tidak akan meninggalkan Tao. Ku harap gege menepatinya. Kau harus bertahan ge.. Hiks”

Tangan itu terjatuh, matanya tertutup.

Namun masih ada hembusan nafas yang terasa. Walaupun begitu lemah.

“Hiks gege! Gege… Gege bertahanlah gege!! Gege”

“Maaf, lambung pasien mengalami luka yang cukup serius. Dan lagi kondisinya begitu kritis karena kehilangan banyak darah. Kami sudah mencoba melakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan untuk pasien. Kami tidak tahu apakah pasien bisa bertahan lama dengan kondisi yang seperti ini”

ZRUT

Tubuhku terperosok di lantai rumah sakit setelah mendengar penjelasan dokter Kim barusan.

“Dokter, katakan padaku bahwa Kris gege baik-baik saja! Kau bohong kan dokter! Kau bohong!”

“Saya tidak berbohong ZiTao, pasien benar-benar kritis. Kemungkinan ia bertahan hidup juga sangat tipis mengingat luka tusukan itu sangat dalam merobek organ tubuhnya”

“BOHONG! KRIS GEGE PASTI AKAN BERTAHAN LAMA!”

“Bersabarlah, berdoa. Semoga Tuhan memberikan keajaiban untuknya”

Flashback END

 

-Normal POV-

Tes

 

Tes

 

Tes

“Hiks gege, ayo bangun! Gege bodoh ayo bangun! Gege!”

“Gege bangun! Gege! Kau bilang kau mencintaiku, kau bilang tak ingin kehilanganku!”

“Bangun gege! Bangun! Hiks.. ge..ge… bangun ge.. hiks”

Tao terus saja menangisi Kris yang terbaring lemah di ruang ICU.

Suster dan dokter yang biasa memeriksa keadaan Kris juga ikut tersiksa melihat Tao begitu terpukul melihat sikap Tao yang begitu menyalahkan dirinya sendiri .

“Kris ge, apa kau ingat? Saat kita dulu pergi membeli ice cream strawberry? Kau membelikanku 2 porsi besar. Dan aku sangat senang sekali”

“Kris ge, apa kau ingat? Dulu kau memberikanku sebuah boneka panda yang sangat besar. Katamu, panda itu adalah penggantimu untuk ku peluk saat kau tak ada”

“Kris ge, aku ingat dulu kau pernah memberikanku sebuah kejutan saat ulang tahunku yang ke 18. Kau membuatkanku sebuah kue tart berbentuk panda. Dan aku sangat menyukai kue tart itu. Bahkan aku tak tega untuk memotong tart itu hanya karena bentuknya.. errr lucu, dan kau membuatnya susah payah”

“Kris ge, dulu aku pernah ngambek padamu karena kau tidak menepati janjimu untuk membelikanku tas Gucci. Dan ekspresimu waktu itu benar-benar menyebalkan. Terlihat konyol ketika aku mengambek padamu.

“Kris ge, apa kau tahu? Aku sangat rindu padamu. Aku rindu dengan aegyo konyolmu. Cepatlah sadar kris ge, bbuing bbuing”

“Bbuing bbuing gege, apa kabar? Apa kau tidur nyenyak?”

“Bbuing bbuing gege, aku merindukanmu. Ku mohon bukalah matamu ne? Bbuing bbuing”

“Gege, cepat bangun.. Tao ingin makan ice cream bersama gege lagi. Bbuing bbuing”

Begitulah keseharian Tao, berdialog dengan Kris yang mungkin kini lebih pantas di sebut sebagai mayat hidup.

Dia mayat.

Tidak bergerak.

Tidak membuka matanya.

Tidak peka terhadap sekelilingnya.

Tapi dia hidup.

Dia masih hidup.

Masih ada detak jantungnya yang lemah.

Masih ada hembusan nafasnya.

Dan lagi. . .

Masih ada cinta yang tersimpan untuk Tao.

31 September 2012

“Dokter cepat!”

Terlihat beberapa orang suster di rumah sakit itu sibuk bermondar-mandir di dalam ruang ICU.

Yang lebih tepatnya adalah ruang perawatan Kris.

Ya.

Kondisi Kris semakin hari semakin melemah.

Tidak ada tanda-tanda akan kesadaran dari tidur panjangnya.

Tao?

Tao kini hanya bisa diam.

Air matanya sudah habis.

Air matanya kering.

Kering menangisi Kris yang tak kunjung sadar dari tidur panjangnya.

Jiwanya kosong.

Kosong tanpa kehadiran Kris.

Kosong tanpa kasih sayang Kris.

Kosong tanpa perhatian Kris.

Bingung.

Apa yang harus ia lakukan tanpa Kris?

Apa yang harus ia lakukan jika Kris meninggalkannya?

Apa yang harus ia lakukan jika Kris pergi, dan tak kembali?

Entahlah.

Tao kini pasrah pada kehendak Tuhan.

Tao berdiri di depan ruang rawat Kris.

Ia menatap nanar ke dalam ruangan itu.

“Ah suster, bisakah aku masuk?”

Sepertinya Tao memang tidak bisa menahan diri untuk menunggu di luar.

“Baiklah, tapi anda tolong memakai pakaian yang telah di sediakan”

Tao mengangguk paham.

“Maaf, sepertinya tidak ada harapan lagi. Ini sudah terlalu lama. Kondisinya juga semakin menurun. Dia bisa pergi kapan saja”

NYUT

Ucapan dokter Kim terus terngiang-ngiang di benak Tao.

“Gege, apa jika kau pergi, kau akan tenang?”

“Ku mohon, jawab aku ge. Kali ini saja”

“Jika kau pergi, apa kau bisa terbebas dari rasa sakit ini?”

 

TES

 

TES

 

TES

“Ge, jika kau pergi, aku tak tahu ge, apa masih bisa aku tersenyum. . .”

“Apa masih bisa aku tertawa. . .”

“Apa masih bisa a.. aku.. aku merasakan cinta yang tulus?”

“Apa masih bisa aku merasakan indahnya di butuhkan. . .”

“Apa masih bisa aku menemukan orang sepertimu. . .”

“Ah, aku rasa aku tidak akan mungkin menemukan orang sepertimu lagi ge”

“Wu Yi Fan”

“Kevin Wu”

“Kevin Li”

“Kris Wu”

“Hanya ada satu”

“Yaitu kau, Kris ge”

“Maafkan aku ge, telah membuatmu seperti ini”

“Andai saja, aku bisa menjaga diriku sendiri, kau pasti tak akan seperti ini”

Tao kemudian bangkit dari duduknya.

Ia menggenggam erat tangan Kris

CUP

Ia mencium kening Kris.

CUP

Ia mencium kedua mata Kris yang tertutup.

CUP

Ia mencium hidung mancung Kris.

CUP

Terakhir, ia mencium bibir Kris.

Dingin.

“Wo Ai Ni Wu Yi Fan”

Tao tau, sesuatu yang buruk akan terjadi hari ini.

Hatinya seolah berkata, bahwa Kris akan meninggalkannya selamanya.

Sejam berlalu, Tao masih saja menatap tubuh Kris yang terbaring lemah.

Tangannya masih setia menggenggam tangan lemah yang lebih besar dari tangan mungilnya.

Sesekali di kecupnya punggung tangan itu.

Keadaan sangat hening, hingga suatu suara panjang berbunyi.

“TIIIIIINNNNNN”

DEG

 

DEG

 

DEG

 

DEG

 

Bunyi itu.

Bunyi yang Tao takutkan.

Bunyi yang paling menyakitkan untuk seorang Huang Zi Tao.

Bunyi yang sama sekali tidak ia harapkan.

Bunyi yang sungguh ia benci.

“Kris ge, apa kau bahagia sekarang?”

Lagi.

Air mata itu menetes dengan derasnya dari mata indah Tao.

Air mata kepedihan yang begitu menyakitkan.

Kematian, begitu menyakitkan.

Bagaimana bisa aku menjalani hidup tanpamu di kemudian hari?

Bagaimana bisa aku berusaha tersenyum tanpamu?

Sedangkan kau adalah satu-satunya alasanku untuk tersenyum.

Kau satu-satunya alasan yang membuatku begitu menikmati hidup di dunia.

Lalu kini?

Kini kau pergi.

Kau pergi ke tempat yang tak akan mungkin aku temukan di dunia ini.

Tempat yang tak akan mungkin bisa aku datangi hingga waktu menjemputku.

Apakah harus aku membunuh hidupku?

Ah. . . aku lupa.

Aku sudah tidak memiliki kehidupan lagi.

Kehidupanku sudah mati.

Mati. . .

Bersama jiwamu.

Bersama ragamu.

Yang tersisa hanyalah puing-puing kenangan antara aku dan dirimu.

Kenangan yang begitu indah.

Namun sungguh sangat menyakitkan untuk ku ingat.

Mengingat dirimu kini tidak akan ada lagi di sampingku.

Mengingat dirimu tidak akan bisa lagi memelukku saat aku merindukanmu.

Mengingat dirimu tidak akan bisa lagi menghapus air mataku jika aku menangis.

Mengingat dirimu tidak akan bisa lagi memberikanku sebuah ciuman yang aku rindukan.

Mengingat dirimu tidak akan bisa lagi hadir di kehidupanku. 

1 Minggu kemudian

Tap

 

Tap

 

Tap

“Ni hao Kris ge, hari ini aku datang lagi”

Tentu, itu Tao.

Sore ini dia mengunjungi gundukan tanah yang masih segar itu.

WU YI FAN’

Nama yang tertera di batu nisan itu.

Tubuhnya semakin kurus, semenjak Kris pergi meninggalkannya.

“Ge, hari ini aku membawa ice cream strawberry. Apa kau mau?”

“Ah, aku rasa gege pasti akan menjawab ‘Aku sudah kenyang dengan melihatmu melahap ice cream itu baby’ , begitu kan ge?”

“Ckck aku tahu jawabanmu selalu begitu ge”

“Yasudah aku makan sendiri saja”

“Ah, tapi ice cream ini terlalu banyak ge, aku tak mungkin bisa menghabiskannya, ku mohon gege juga ikut makan ya?”

“Ayolah gege, satu suap saja ne?”

Tao mengulurkan tangannya untuk menyendok ice cream yang ia bawa.

“Ayolah gege”

Ia menyendokkan ice cream itu ke batu nisan Kris.

Bodoh.

Suasana begitu hening.

“Ah maaf ge, aku bodoh”

“Ku rasa gege tidak akan mungkin bisa memakan ice cream bersamaku lagi”

“Kau sudah pergi ge”

Tangan Tao melemas, sendok ice cream yang ia pegang pun jatuh di atas gundukan tanah Kris.

Air mata lagi-lagi membasahi pipinya.

Hyuuuuuuu

Angin sore menerpa kasar wajah yang suram itu.

“Baby”

Suara itu, begitu familiar di telinga Tao.

“Baby panda”

Tao yakin ia sedang berhalusinasi.

“Oh ayolah Huang Zi Tao”

Tapi, entah kenapa suara itu begitu nyata.

Tao menengadahkan kepalanya ke atas.

Dan bingo!

Ia menemukan sosok yang ia rindukan itu.

“Ge..ge”

Benar.

Itu Kris.

“Baby pandaku sedang apa disini? Tidak baik untukmu berada disini , angin musim gugur bisa membuatmu sakit.”

“Gege! Aku merindukanmu. . Hiks benarkah itu kau ge?”

Kris terpaku.

Ia tau bahwa Tao begitu terpukul.

Tapi apa bedanya ia dengan Tao?

Mereka berdua sama-sama kehilangan.

Dan tak ada yang bisa mengembalikan semua itu.

Tuhan, sudah berkehendak lain.

“Benar baby, ini aku. Maafkan aku tidak bisa menepati janjiku kepadamu. Maafkan aku yang pergi meninggalkanmu. Maafkan aku, ini bukan keinginanku baby”

“Ini semua salahku ge, andai saja waktu itu aku bisa menjaga diriku, pasti gege tidak akan menjadi korban”

“Hey baby, berhenti menyalahkan dirimu sendiri, Tuhan memang sudah berkehendak lain. Dunia kita kini berbeda, tapi percayalah, aku begitu mencintaimu. Dari dulu hingga kini, masih ada namamu di hatiku.”

“Gege, bisakah kau bawa aku kesana? Ke tempatmu berada. . .”

Kris terlihat berfikir panjang. Hingga akhirnya ia berbicara.

“Dengarkan aku. Aku hanya roh, aku bukan Tuhan baby, aku bukan malaikat pencabut nyawa. Aku hanyalah jiwa seorang Wu Yi Fan yang telah terpisah dari raganya. Ku mohon, jika kau mencintaiku, tetaplah hidup seperti biasanya. Dan jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri atas semua kejadian ini.”

“Kau menyuruhku hidup seperti biasanya? Bagaimana bisa. . . Sedangkan aku bisanya hidup denganmu ge”

Lagi, Kris terdiam.

“Baby, jika mengingatku membuatmu sakit, maka lupakanlah aku jika itu bisa membuatmu hidup lebih baik.”

“Aku hanya ingin kau berbahagia, meski tanpaku. Cukup aku yang menderita harus terpisah denganmu disini.”

Tangisan Tao kembali terdengar.

“Gege. . . Jangan pernah memaksaku untuk melupakanmu, kau sangat berarti di hidupku ge.”

“Jika benar begitu, jangan pernah menangisiku seperti ini lagi baby. Tak tahukah kau aku disana tidak tenang ketika kau terus-terus menangis karenaku? Hhmm.”

“Maafkan aku ge. . .”

“Ku maafkan, asal kau berjanji tidak akan bersedih seperti ini terus, my baby panda.”

“Ne gege, aku. . . berjanji.”

“Bagus, sekarang pejamkanlah matamu.”

“Eh?”

“Sudah cepat pejamkan.”

Tao lalu memejamkan matanya.

Sedetik kemudian ia merasa sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya.

Ia hafal betul sesuatu yang lembut itu adalah bibir Kris.

Dua detik.

Bibir itu melumat bibirnya dengan lembut dan kerinduan yang mendalam.

Tiga detik.

Tautan bibir itu terlepas.

“Sampai jumpa lagi my baby panda, aku tunggu kau disini. Wo Ai Ni.”

Hyuuuuuuu

Angin kembali bertiup dengan kencang.

Perlahan Tao kembali membuka matanya.

Meraba bibirnya.

Begitu nyata.

Sesudah itu ia tersenyum.

Ia memutuskan untuk terus menjalani hidupnya hingga ajal kembali mempertemukannya dengan Kris.

Karena ia sadar, tidak hanya dia yang terluka.

Namun Kris juga terluka, dan bahkan Kris tak akan pernah tenang jika ia terus-terusan menangisi kepergian Kris.

Tao menatap batu nisan Kris.

Tangannya mengelus nisan baru itu.

Kemudian ia tersenyum.

Senyum yang terlihat tulus.

“Wo Ye Ai Ni Kris gege.”

-END-

 

 

ALF special Note: kiak…kiak…kiak… ane nongol lagi, grecokin suasana aja ane… cuman mau ngasih info, buat Author2 di luaran sana, kalo mau nitip FF nya sama kayak FF di atas *elap ingus dulu… bisa kok..

caranya… ada di sini… https://keluargacemaraexolovers.wordpress.com/terima-author-freelance/

 

udah itu aja, ane gak mau ngacau dulu… lagi good mood soalnya *plak…

 

eh jangan lupa dikomen yah, awas loh kalo gak komen, ntar authornya ngambek ke ane *plak

21 thoughts on “[FF FRELANCE//YAOI//TAORIS] “When You Go” -OneShot

  1. huwaaaa gak mau ;(
    Kris ge ku!!!!!
    paling ngena itu pas Tao bbuing-bbuing waktu Kris koma, OMG!
    hey! Kris itu suka ngeliat Tao kalo bbuing-bbuing dan waktu Tao ngelakuin itu, dia tidak bisa membuka matanya sekadar untuk melihat!

  2. *lirik author/toel2..
    Thor frustasi y tao mati mulu, eh mkin deprsi dy bkin si abang naga mati juga hdeeh*pukpuk author
    aku ngakak pas kris narsis aku kn tampan n istimewa baby, jd inget arti nma’a kta tmn wu fan=tidak biasa tp kta yi nya tak tw ape *melayu mode on.
    Tp nyesek pas “apa aku hrz membunuh hdupku? Ah aku lupa hdupku telah mati, mati brsama jiwamu, ragamu” jleb..
    Aigoo..
    Suka kta2 yg dlm nge-jleb(?)gt kyk’a memiris2 hati *apa deh, mian y komen gaje ni..
    Lg galau ga mkin galau bca ni.. Author vampire hwaiting..

  3. hah sungguh nyesek ya, kasian tao😦 aku ga tau mesti coment apa lg yg jelas ff ini pas kena hatiku thor🙂 taorisssss

  4. njir ini ff hebat bikin gua bercucuran air mata siapa aja yg bikin ni ff bikin lagi dong ff yg lebih dalem ngena ke hati FF DAEBAAAK!!!

  5. waaaa ;;;——;;; gak kuat bacanya ;A;
    duh airmata koeh :””” *elap ingus* ini epep nya kerenn top klop banget daahh ancung 10 jempol buat author-nim!! flesbek nya bikin gue nangis pelangi (?) :”c eh tapi ciyus ini keren banget miapa ciyus cumpah .. kasian si kipas wuyi yg tidak bersalah itu mati gara” tukang mabok”an keparat :< siapa sih tuh orang? nyari gara" tusuk tusuk cowo gue *eh maksudnya cowo tao *gulung baju (?)* duh gatega ama tao yg makin kurus …. kalo tao galau pasti mata pandanya tambah besar ;-; gue paling demen ama bagian tulisan yg di bold apalagi yg "DEG" "TAP" ama "CUP" (?) biar aneh tapi gue suka HAHAHA (maklum gue nya juga aneh) .. untunglah pada akhirnya tao "ku" bisa ngejalanin hari" kayak biasa lagi meskipun gaada si kipas wuyi :c .. ini ff pertama thor? ciyusan? daebak banget dah kyk pro ampe bisa nyayat2 hati ane .. bikin lagi deh yaa ditunggu hohoho *ketawa breng suho* bye ~

  6. TAOOO!!
    MY BABY PANDAAA

    CUTENESS OVERLOAD!!😀😀

    SUKA BANGEEET PAS TAO NGAJAKIN KRIS NGOBROL MULU DENGAN BBUING2-NYA

    AAAAARRGGHHH
    TAO!!❤

    SEBENERE AKU LEBIH SUKA HAPPY ENDING.
    TAPI YASUDAH TAK APA2.
    YG JELAS INI "DAEBAAAAAK" ^^

  7. Ekan bca ni ff jam 12
    malem udh oaaaahem
    oaaaaheeem, tp mata
    lngsg ngeJRENG gr2 bca
    ni ff, maha dasyat pngruhnya
    dan skrg…..Eka bkalan
    ksusahan buat tidur T T
    *resiko nekat bca*

    my comment ⇩
    “Lakukanlah ge, asal kau puas”
    NYUT
    Hati Kris berdenyut
    dan hati Eka pun ikut berdenyut
    sakit bcanya T T
    it knp lg si Kris koq tiba2
    bs jd agresif gt smpe buat Tao skit hati 😦

    haha~ ksihan pandaku, batu nisan diajak ngmong😦 *ketawa miris*

    jujur, feel nya cm dpt pas bgian awal aj, slbihya kyk udh biasa aj Eka baca^^
    but good job!~ (≧▽≦)b

  8. Ehhhhh ALF !!! Gua baru sadar ini FF nya si PIRE yah? Ada disini dulu udh pernah baca tapi gatau kalo ternyata ini KC😮

    Ternyata FF pire ada disini yah😮

  9. Huuaa,, bikin meweek inii FF,, Tao harus kehilngn Kris,, cwo it siapa,? Kq bsa dia kacaukan smua,?
    Tao setia bgt sma Kris,, wktu dia koma ajjh dia lkukan hal yg psti kris snang,,
    Kreeen,, trlebih akuu taoris shipper😀

  10. huaaaa
    nangis s.jadi2.a
    hati gue sakit., sakit bnget
    neomu appa … appa… appa
    #ng.galauwith_2ne1
    daebak thor., hnya itu yg bsa keluar dari lbuk hati q yg pling dlam
    *plakk (di lmpar Tao)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s