[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 6]


Fan fiction

Tittle: Love & Pain

Author: AyouLeonForever

Cover Pic/Poster edited by: AyouLeonForever

Genre: gado-gado (pusing nentuin genre. Jadi tentuin sendiri pas baca)

Rate: PG15

Length: Chaptered

Main cast:

  • Byun Baek Hyun

  • Park Chan Yeol

  • Wu Yi Fan/ Kris

  • Kai

  • Kyung soo

  • Se Hun

  • Lu Han

  • Dan member exo lainnya yang kalau saya cantumkan di sini akan memakan banyak tempat *plaaakkk

Disclaimer: All member EXO itu milik SM, orang tuanya, dan Tuhan. Saya hanya mencantumkan nama mereka sebagai karakter dalam FF saya dan TIDAK bertujuan untuk membunuh(?) karakter asli, tujuan komersial dan sebagainya.

Copyright: AyouLeonForever™. Ide cerita dan karakter tambahan asli/murni dari pemikiran saya. Bila ada kesamaan cerita, itu murni kebetulan semata.

Warning: Kissing scene, Boys love, Boy x boy. a lil’ bit lime (maybe)

Summary:

“dan terakhir aku sadari, mungkin hanya ini yang bisa kulakukan demi kebahagiaannya. Beginilah caraku menunjukkan betapa aku… sangat mencintainya…”

Mencintai…

Byun Baek Hyun…

kakak tiriku.

Maafkan aku karena saat kita bersama, aku justru memikirkan Chan Yeol. Aku mencintaimu, tapi bayangan Chan Yeol masih kuat di benakku. 

“APA RENCANAMU SEBENARNYA NAMJA BIADAB???”

PART 6

Annyeong nae… sarang. Good bye… my love”

Sehari sejak perpisahan nyata itu, Chan Yeol sudah tidak tinggal di rumahnya. Dia tidak kabur, tentu saja tidak, Chan Yeol bukan namja pengecut seperti itu. tapi siapapun yang berada di posisinya pasti akan memilih jalan itu. tinggal serumah saja dengan Baek Hyun ia tersiksa, apalagi sekamar. Bisa-bisa ia kembali menarik kata-katanya. Untuk itu ia butuh tempat. Menyendiri, berpikir jernih, dan… tentu saja melupakan.

Melupakan?

Melupakan Baek Hyun?

Hapus saja kalimat itu karena itu sangatlah mustahil.

Ia pamit pada keluarganya untuk tinggal di sebuah apartement dengan alasan ingin konsentrasi belajar. Eomma Baek Hyun awalnya menolak, karena ia baru saja merasakan penerimaan oleh Chan Yeol. Tapi akhirnya, setelah untuk pertama kalinya Chan Yeol memeluk eomma tirinya itu, iapun ikhlas.

“tinggallah di apartement itu sayang. Apartement itu adalah milik Baek Hyun, kakakmu, jadi juga milikmu”itu ucapan eomma Baek Hyun.

“tapi eomma…”

“aku eommamu kan? Eomma mohon”

Chan Yeol akhirnya menghela nafas dan menerimanya “ne eomma, agar eomma bisa sering mengunjungiku”

~***~

Baek Hyun dan Chan Yeol juga tak lagi sebangku. Dengan perjuangan ekstra akhirnya Chan Yeol sukses memisahkan Se Hun dan Lu Han. Bukan secara harfiah, hanya masalah tempat duduk. (awalnya Chan Yeol ingin memisahkan Kai dan Kyung Soo, tapi dua anak manusia itu menolak mentah-mentah. Um, lebih tepatnya Kai yang menolaknya mentah-mentah, karena ia masih khawatir mengenai ancaman Chan Yeol tempo hari bahwa ia akan mencium Kyung Soo)

“duduk bersamamu? Seorang Park Chan Yeol??? Ah bisa-bisa aku tinggal kelas, mana mungkin aku bisa mengandalkanmu saat ujian” tolak Se Hun saat Chan Yeol memintanya duduk bersama.

“jangan begitu Se Hun-ah, kau tidak mau kan kalau aku meminta Lu Han duduk denganku?”

“memangnya kau dan kakakmu kenapa?”

Cukup tajam. ‘kakakmu’. Chan Yeol menghela nafas “tidak kenapa-kenapa. Si bule itu selalu cemburu mengenai kedekatanku dan Baek Hyun”

“aih, tapi duduk denganmu sama saja dengan petaka”Se Hun masih tidak terima.

“aku duduk di lantai saja kalau begitu”potong Baek Hyun tiba-tiba karena merasa tidak punya tempat duduk lagi.

Se Hun dan Lu Han jelas terkejut “ah jangan…”

“lihat kan” Chan Yeol mempertegas.

Se Hun berdecak kesal. Frustasi. Ini bukan perkara mudah, selama ini yang membantunya dalam memberikan jawaban saat ujian kan Lu Han, dan kalau mereka pisah tempat duduk artinya…

“atau begini saja, Baek Hyun-ah, kau duduk dengan Se Hun saja. Aku dengan Chan Yeol”putus Lu Han akhirnya

“eh?”

Lu Han menatap kekasihnya “Baek Hyun kan lebih pandai, dia juga tidak pelit memberi jawaban”

Se Hun menggaruk kepalanya “tapi, tidak apa-apa kah?”

Lu Han mengangguk “setelah apa yang terjadi, kurasa ini juga salah satu cara untuk menebus kesalahanku”

“Lu Hannie…”

“Se Hunnie…”

Chan Yeol tiba-tiba menjulurkan wajahnya di antara kedua namja itu. alhasil, Chan Yeol mendapatkan 2 kecupan gratis di pipi kanan dan kiri.

Se Hun membelalak “aaah… cuih…cuih… arrrggghhh….”

“kalian lupa kalau ini kelas?”tegur Chan Yeol.

Lu Han sendiri hanya terkejut, kemudian menunduk malu.

“ck, itu alasan lain kenapa aku tidak mau duduk denganmu, kau gila” Se Hun masih kesal.

“jadi? Aku tetap duduk di lantai?”potong Baek Hyun lagi.

Se Hun akhirnya menyerah. “arasso, Lu Hannie, hati-hati dengan namja mesum itu”

Lu Han terkekeh “ne Se Hunnie, dan jangan lupa beritahu aku kalau kau dapat angle baru fotonya Baek Hyun”

Baek Hyun hanya bisa menghela nafas, kemudian tanpa sengaja matanya bertemu dengan Chan Yeol. Sedikit terlambat untuk menghindar karena tatapan itu seolah menguncinya. Sampai ketika Chan Yeol mengulas senyuman, barulah Baek Hyun bisa lepas.

~***~

“Kris… cukup” Baek Hyun sedikit mendorong tubuh Kris yang menghimpitnya.

Kris menatapnya heran, ini sudah ke sekian kalinya ia mendapati Baek Hyun tidak betah berciuman dengannya. Ada-ada saja alasannya. Sesak nafaslah, sariawan, lupa sikat gigi, atau apa saja yang sebenarnya sangat tidak masuk akal. Dan Kris sudah bosan untuk mengatakan –oh maaf, kita lanjutkan saja di lain kesempatan

Kali ini ia merespon dengan konteks berbeda “kau kenapa?”

“ini, aku kurang asupan Vitamin A hingga sariawan ku bertambah parah”jawab Baek Hyun.

“bisa kulihat?”

“ng… letaknya sangat jauh di dalam, perih sekali aduh…. Shhhh”

“hm, arasso. Masuklah kalau begitu. Kau juga mungkin sudah sangat mengantuk sampai salah menyebutkan nama Vitamin yang cocok untuk sariawan”

“eh?”

“vitamin C Baek Hyun-ah…”

Baek Hyun tersentak “hahahaha, benar vitamin C. aku bodoh yah”

Kris menghela nafas, kemudian mengusap puncak kepala Baek Hyun “kau sudah mengambil keputusan yang tepat, dan tidak akan kubiarkan kau menyesalinya”

Baek Hyun menunduk “aku tidak menyesal… aku hanya… merasa bersalah”

“sudahlah, kurasa Chan Yeol sudah sangat dewasa karena mengambil sikap tegas ini. jujur aku kagum padanya. Keputusan yang ia ambil ini tidak mudah, tapi dia berani menanggungnya”

“ne…”

“untuk itu… hargai keputusan Chan Yeol. Jangan merasa bersalah”

“ne…”

“besok hari minggu, kujemput jam 8, kita jalan-jalan”

“ne…”

got you

“eh, kau bilang apa tadi?”

“kau sudah menyetujuinya, besok kita jalan-jalan”

“tapi…”

“tidak ada tapi-tapian, kau sudah mengiyakan”

Baek Hyun menghela nafas “arasso…” ia melepas seatbeltnya, mengusap pipi Kris sejenak kemudian turun dari mobil.

BLAM~

“hati-hati menyetir”

“ne, selamat malam”

“hm, selamat malam”

Baek Hyun menghela nafas, kemudian melanjutkan  langkah menuju pagar rumahnya. Ia membelalak begitu melihat siapa yang baru saja menggeser pagar.

“Cha… Chan Yeol?”serunya tertahan.

“ah, hyung. Baru pulang?”balasnya santai

“ne, kau sendiri?”

Chan Yeol tertawa kecil “habis mengantar eomma. Tadi sore dia menjengukku di apartement, aku baru mengantarnya pulang, dan sekarang aku sudah ingin kembali”

Baek Hyun menelan ludah yang seperti karang. Ada kekecewaan yang melandanya “geure?…”

“aku dapat banyak makanan dari eomma? Padahal tadi sudah dimasakkan seheboh-hebohnya”

“hm…”

Chan Yeol menggaruk tengkuknya. Suasana yang betul-betul canggung “aku pulang dulu hyung, sepertinya kau lelah, kapan-kapan saja mengobrolnya”

“ne.. hati-hati di jalan”

“ng, ne…” Chan Yeol mulai melangkah, melintasi Baek Hyun yang baru saja ingin masuk.

DEG~

Baek Hyun menolehkan kepalanya ke arah kiri, kemana punggung Chan Yeol mulai menjauh darinya. Tidak bisa ia sangkal, ia tidak ingin seperti ini, tapi sekali lagi, ini keharusan… bukan kemauan. Ia pun melakukan hal yang sama, melanjutkan langkah dan masuk ke pekarangan rumahnya setelah menutup pagar. “Chan Yeol… bukan hanya aku yang memberimu luka…. Kau juga memberiku luka” lirihnya dengan penuh perasaan. Perasaan cinta… yang disertai rasa sakit. Kemudian ia masuk ke dalam rumahnya.

Chan Yeol menghentikan langkahnya sejenak. dadanya sesak sekali. Ia bahkan terbatuk, seperti ada yang menyumbat di saluran pernafasannya. Sakit sekali… “bertahanlah Chan Yeol… bertahanlah… kau akan terbiasa”  ucapnya pada diri sendiri.

Ia kemudian menoleh, ke arah di mana namja terpenting dalam hidupnya tadi berdiri. Kosong… dan itu membuktikan bahwa Baek Hyun tidak akan pernah lagi menoleh padanya. “sakit Baek Hyunnie… sakit…”keluhnya pada udara. Ia memejamkan mata, membuat beberapa tetes air yang diam-diam menumpuk di pelupuk matanya tadi akhirnya meluncur bebas meninggalkan perih tadi.

I realize the screaming pain

Hearing loud in my brain…

But I’m going straight ahead

With that scar

 

~Sign-FLOW~

 

~***~

“lihat boneka kelinci itu, mirip Baek Hyun saat tertawa” seru Kris saat ia mengajak Baek Hyun jalan-jalan di sebuah taman bermain.

Baek Hyun hanya mengulas senyuman.

“kau ingin aku mendapatkannya untukmu?”

“eh”

Kris langsung menarik tangan Baek Hyun mendekati sebuah stand yang menawarkan permainan semacam bowling, tapi ini bolanya dilempar, tidak digelindingkan, jaraknya juga agak jauh, jadi tingkat kesulitannya agak tinggi. “ahjushii, aku harus menjauhkan berapa pion untuk mendapatkan boneka itu?”

“10 pion anak muda. Kau ingin memberikannya pada kekasihmu yang cantik itu?”

“ne ahjushi” Kris tampak bersemangat.

“ini silakan” Kris menukarkan sebuah kupon yang dibelinya tadi untuk 2 bola. Artinya 2 kali lemparan.

Lemparan pertama hanya mengenai satu pion di sudut. Itu membuatnya jadi gugup. Dan saat ia melempar untuk kedua kalinya, bola itu justru mengenai ruang kosong dan mendarat di jala penghalang belakang pion itu. “yah gagal…” ia menoleh pada Baek Hyun yang pandangannya tetap kosong ke depan. “Baek Hyun-ah chagi…”

Baek Hyun menoleh “ne?”

“aku gagal”

“arayo, tidak usah dipaksakan. Ayo kita ke stand lain”

“ayolah, aku ingin melakukan sesuatu agar kau tidak seperti ini terus”

Baek Hyun mengerutkan kening “aku kenapa memangnya?”

Kris menoleh pada ahjushi penjaga stand tadi “ahjushii, dia bertanya dia kenapa”

Ahjushii itu tersenyum “kau terlihat bersedih anak muda, sementara kekasihmu berusaha menghiburmu”

Baek Hyun mengerjapkan mata kaget “ti… tidak begitu, aku… aku…”

Kris mengusap puncak kepala Baek Hyun “bahkan orang luar pun tahu, jadi jangan membodohiku lagi” Kris menunduk, menyejajarkan wajahnya dengan wajah Baek Hyun “masih memikirkan Chan Yeol?”

Baek Hyun menggeleng dengan wajah panas.

“jadi, apa yang harus dilakukan oleh kekasihmu ini agar kau tidak bersedih lagi?”Kris mencubit pipi Baek Hyun.

“aku… tidak bersedih… aku… hanya…”

Kris menghembuskan nafas setelah mendengar suara Baek Hyun yang bergetar tadi. “ayo pulang”

“hm?”

“seharian ini aku hanya mengajak tubuh Baek Hyun ke taman bermain untuk bersenang-senang, tapi aku tidak melihat jiwanya ada di sini, entah ditinggalkan di mana… di tempat Chan Yeol mungkin”

Baek Hyun terhenyak “bicara apa kau?”

“tapi benar kan? Sepanjang hari kau bersamaku, tapi pikiranmu terus terfokus pada Chan Yeol. Sedang apa dia, apa dia sudah makan? Apa dia sehat-sehat saja? apa dia merindukanku, apa dia…”

“Kris hyung! Hentikan”bentak Baek Hyun marah.

Kris melipat tangan di dada “kudengar, suatu penyangkalan kuat, adalah pembenaran yang nyata”

“Kris… cukup. Aku tidak ingin bertengkar soal Chan Yeol”

“apa kita pernah bertengkar soal lain? Selalu Chan Yeol karena memang namja itu yang menjadi sekat antara aku denganmu”

Baek Hyun berdecak “sudahlah, aku tidak ingin berdebat lagi. sesuai usulmu saja, kita pulang”

~***~

“terima kasih jalan-jalannya, maaf merusak moodmu. Besok tidak usah jemput, aku berangkat ke sekolah dengan ayahku. Hati-hati menyetir, kutunggu teleponmu nanti malam. Bye” Baek Hyun hendak membuka pintu mobil Kris.

“chakkaman…”

Baek Hyun menoleh, dan Kris sudah mengecup bibirnya lembut. Hanya beberapa detik kemudian ia tatap wajah kekasihnya itu dalam, penuh makna.

“ah, kupikir”

Baek Hyun mengerutkan kening “kau pikir apa?”

“kupikir kau menolak untuk kucium”

“kenapa aku harus menolak?”

Kris tersenyum, kemudian menggeleng “tidak kenapa-kenapa. Aku mencintaimu”

Baek Hyun menghembuskan nafasnya, kemudian perlahan menarik tubuh Kris untuk dipeluknya “maafkan aku membuatmu resah belakangan ini. bukan karena aku memikirkan Chan Yeol, um… mungkin benar iya, tentang Chan Yeol, tapi bukan seperti yang kau bayangkan. Apa ini masuk akal Chan Yeol yang pergi sementara itu adalah rumahnya. Bisa dibilang aku hanya menumpang karena ayahnya sudah menjadi ayahku juga. hanya itu Kris, itu yang kusesali kenapa Chan Yeol pergi… bukan karena alasan apa-apa”

Kris mengangguk “aku tahu, aku hanya tidak ingin kau terlalu memikirkannya hingga mengabaikanku berkai-kali. Aku seperti tercampakkan”

“makanya aku minta maaf, tidak akan kuulangi”

“ne, tenangkan saja dirimu dulu. Don’t blame yourself dear

“hm… kuusahakan” Baek Hyun melepas pelukannya, mengusap pipi Kris sejenak “sampai jumpa besok”

“ne… annyeong… saranghae”

Baek Hyun tersenyum. Senyum yang sudah lama tidak dilihat Kris belakangan ini “nado saranghae…”

~***~

CLICK…

CLICK…

CLICK…

Baek Hyun menghela nafas jengah kemudian menoleh “Se Hun-ah, apa memori ponselmu tidak penuh hanya dengan potret wajahku di dalamnya?”

Se Hun terkaget kemudian tertawa aneh “hehehehe, kupindahkan ke komputer, dan kubagi dengan Lu Han”

“kau tidak bosan memotret objek yang sama setiap harinya? Wajahku akan begini-begini terus”

Se Hun menggeleng polos  “wajah cantik Baek Hyun memang tidak akan berubah, kalaupun berubah sekiranya akan bertambah cantik. Hanya saja ada beberapa sudut pengambilan gambar yang berbeda-beda, jadi melihatnya pun tidak bosan sedikitpun”

“bahkan jika kau melihatku setiap hari di sekolah?”

“ne…”

“cukup kau saja yang maniak Se Hun-ah, jangan ajak-ajak Lu Han”

“tapi dia yang memaksaku mengumpulkan fotomu. Kau tahu, Lu Han suka melihat fotomu yang memakai jacket putih. Katanya kau seperti malaikat”

Baek Hyun menyerah, kemudian ia kembali berkutat dengan soal-soal sejarah yang ditinggalkan Lee Sonsaeng sebelum keluar kelas dengan alasan ada keperluan mendadak.

CLICK…

CKLIK…

CKLIK…

~***~

“kau ada masalah dengan Baek Hyun?”tanya Lu Han lembut.

Chan Yeol menoleh “tidak, kenapa kau bertanya begitu?”

“ya… hanya aneh saja, biasanya setiap ke sekolah kau akan terus menempel pada hyung mu itu dan membuat kepalanya pusing mendengar ocehanmu”

Chan Yeol tertawa kecil “apa aku semenyusahkan itu?”

“kalau aku melihatnya begitu, beruntung Baek Hyun cukup sabar menghadapimu”

Chan Yeol menghela nafas “aku tidak ingin merusak hubungan Baek Hyun dan kekasihnya”

Lu Han mengerutkan kening “merusak hubungan? Bukankah kau adalah adik Baek Hyun, bagaimana perkaranya kau merusak hubungan mereka”

“sudah kubilang, Kris cemburu dengan kedekatanku dan Baek Hyun”

“aih, tidak masuk akal sekali Kris hyung itu, posesif. Jangan kau pikirkan Chan Yeol-ah, Baek Hyun itu kakakmu, tidak ada yang berhak melarangmu dekat dengan kakakmu sendiri, bahkan jika itu adalah Kris hyung sendiri yang notabene nya adalah kekasih Baek Hyun”

Chan Yeol tersenyum “gomawo Lu Hannie, tapi… aku sudah memutuskannya”

Lu Han menghela nafas “arasso… aku hanya tidak suka melihatmu kelihatan bersedih”

“aku tidak akan bersedih lagi…” Chan Yeol menoleh ke arah kiri, menatap sebuah objek yang terletak beberapa bangku dari bangkunya. Namja cantik di sana yang mengurut keningnya karena tampaknya ia pusing dengan terpaan blits kamera Se Hun yang bertubi-tubi.

~***~

Kris dan Baek Hyun menyusuri koridor lantai dua sambil bergenggaman tangan, mereka baru saja dari kantin.

“nanti kutegur Se Hun untuk tidak terus-terusan memotretmu”ucap Kris tegas.

“eh tidak perlu… biarkan saja”

“tapi kau kan jelas terganggu…”

“tidak sampai terganggu, hanya merasa tidak enak. Konsentrasinya belajar jadi buyar karena sibuk memotretku. Se Hun merasa di atas awan karena Lu Han sendiri yang memberinya lampu hijau”

Kris menghentikan langkahnya, memegang kedua pundak Baek Hyun dan menatap kekasihnya itu “siapa suruh kau cantik”

Wajah Baek Hyun bersemu merah “harusnya kau bangga”

“aku bangga, dari dulu aku bangga. Siapa yang tidak bangga memiliki kekasih yang banyak diidolakan sepertimu. Hanya saja, aku jengkel melihat cara namja-namja mesum itu menatapmu, hendak kucongkel saja mata mereka”

Baek Hyun tertawa kemudian mengelus pipi Kris “sama kalau begitu, aku sedikit malas melihat bagaimana yeoja-yeoja itu memandangimu. Susah juga punya kekasih tampan”

Kris mencubit pipi Baek Hyun, jangan salahkan dia kenapa dia gemas melihat kekasihnya yang sangat indah ini. dengan sedikit membungkuk ia berencana mengabaikan belasan pasang mata yang memperhatikan mereka, dan hendak memberikan sedikit kecupan ringan di bibir manis namja itu… tapi…

“Hyung… kakak ipar…” seruan bass berikut cengiran khas itu membuat Kris menghentikan gerakannya. Ia pun menoleh dan mendapati namja yang hampir menyamai tingginya itu kini berdiri di hadapan mereka sambil cengar-cengir tidak jelas.

“ada apa Park Chan Yeol?”tanya Kris datar.

“ada apa yah? Ah aku lupa…”jawabnya santai, masih terkekeh tidak jelas.

“sudah makan Chan Yeollie?”tanya Baek Hyun hangat.

“sudah hyung, Lu Han membawa bekal, sebenarnya untuk Se Hun, tapi dia memberikannya untukku”

Baek Hyun mengangguk “baguslah… perhatikan pola makanmu, jangan sampai terlambat makan”

“siap hyung…” Chan Yeol mengacak rambut Baek Hyun kemudian menatap Kris “sampai jumpa kakak ipar…” kemudian ia berlalu begitu saja.

Kris jelas sadar kalau happy virus gadungan tadi sengaja menginterupsinya. Dan lihat, tindakan kecilnya itu berhasil mengacaukan mood namja mungil di sebelah Kris. Bisa dilihat Baek Hyun menghela nafas berkali-kali sambil memegangi dadanya.

Hal itu membuat emosi Kris tersulut. Ia benci melihat Baek Hyun yang tadinya ceria kini berubah cukup murung. Hanya karena kehadiran Park Chan Yeol.

Tapi ia cukup bersabar, sedikit menghargai usaha Park Chan Yeol yang memutuskan untuk mundur. Setidaknya itu sudah cukup bagus untuk melebarkan jalan Kris sebagai pemilik satu-satunya akan hati Baek Hyun…

“Baek Hyun-ah…”lirih Kris

Baek Hyun menoleh “ne?”

“aku mencintaimu…”

Baek Hyun cukup terhenyak, jarang-jarang Kris mengatakan hal itu, terlebih dengan ekspresi sendunya, dan itu menyadarkan Baek Hyun kalau telaga tenang di hati Kris kembali terusik, dan ia tidak mau itu. “nado saranghae Kris hyung” ia pun memeluk Kris dengan lembut, berharap ia kembali bisa menenangkan talaga itu yang mulai beriak.

~***~

Chan Yeol duduk bersandar, di tembok pembatas balkon atap sekolahnya. Ia menatap langit yang cukup cerah hari itu, sedikit silau memang, tapi entah kenapa ia ingin melakukan itu untuk menyiksa matanya.

Sepasang mata yang sampai saat ini masih tidak bisa menerima pemandangan di mana Kris dengan leluasanya menyentuh Baek Hyun, membelai wajahnya, bahkan menciuminya. Ia mengutuk dirinya begitu perasaan panik menyergapnya saat Kris hendak mencium Baek Hyun di koridor tadi?

Ia bahkan tidak mengerti, kenapa ia berseru dan menghentikan gerakan Kris. Dan ketika ia berhasil… ia justru blank saat ditanya oleh Kris. Yang bisa ia lakukan hanya itu, sebisanya tidak melihat kemesraan Kris dan Baek Hyun.

“Chan Yeol?”

Suara lembut itu mengagetkan Chan Yeol, dengan kilat ia menghapus air matanya yang entah sejak kapan menetes pilu seperti itu “ah Lu Hannie, waeyo?”

Lu Han  menggaruk kepalanya yang sebenarya tidak gatal “aku mencari Se Hun , aku tidak menemukannya di manapun” ia mendekat, kemudian duduk di sebelah Chan Yeol “gwenchanayo??”

Chan Yeol mengangguk, berusaha tersenyum “ne, gwenchana”

“tapi wajahmu berkata lain”

“eh?”

Lu Han menyeka sisa air mata yang menempel di pipi Chan Yeol “seorang Park Chan Yeol menangis… pasti ada sesuatu yang sangat penting hingga membuatmu gundah”

Chan Yeol mengeluh, kemudian menunduk.

“aku siap mendengarkan…”

Chan Yeol menoleh, dan dengan bibir bergetar, akhirnya kedua mata itu kembali menunjukkan kerapuhannya. Pecah… dan membiarkan Lu Han melihatnya.

Lu Han  mengangkat tangannya, dan menyeka buliran air mata itu “karena Baek Hyun?”

Chan Yeol terhenyak mendengar tebakan Lu Han  .

“benar kan?”

Chan Yeol mengalihkan pandangannya.

Lu Han menghela nafas “aku benci menjadi diriku yang merupakan tipe pemikir. Kau tahu, aku menghubung-hubungkan semua perubahan sikapmu beberapa bulan belakangan ini, dan kau tahu apa yang bisa kutarik sebagai kesimpulan? Nama Baek Hyun ada di sana”

Chan Yeol menoleh masih tak bersuara.

“sepertinya Baek Hyun bukan hanya sebagai seorang kakak untukmu, atau bisa jadi… kau justru membenci hal itu”

Strike~

“kau… ng… tidak mencintai Baek Hyun kan?”tanya Lu Han  hati-hati.

Double Strike~

Dan itu membuat Chan Yeol memejamkan mata, menyebabkan genangan air di pelupuk matanya akhirnya sukses meluncur bebas dan kembali membasahi pipinya.

Lu Han  membungkam mulutnya dengan telapak tangan karena tebakannya 100 % benar. Ekspresi Chan Yeol sudah mengiyakan dengan sangat meyakinkan.

“Lu Hannie… aku sudah menyerah… tapi aku tetap tidak  bisa menolong diriku dengan perasaan sakit ini…. apa yang harus kulakukan?”lirih Chan Yeol pilu.

~***~

Se Hun  mengerutkan keningnya melihat kekasihnya begitu perhatian pada Chan Yeol. Lihat bagaimana Lu Han dengan telatennya membantu Chan Yeol merapikan buku-bukunya, bahkan sampai mengancingkan tas nya.

Di pelataran parkir pun terlihat lebih aneh lagi, sebenarnya dalam kasus ini siapa yang kekasihnya Lu Han?

Lihat bagaimana namja cantik itu membantu Chan Yeol mengenakan jacket kulitnya, menaikkan zippernya, membantunya memasang helm dan dengan lembutnya mengatakan “hati-hati mengemudi Chan Yeol-ah… jangan ngebut”

“ne Lu Hannie” dan Chan Yeol pun mengusap puncak kepala Lu Han  sebelum namja tinggi itu tersenyum pada Se Hun dan melaju meninggalkan pelataran parkir dengan motornya.

Lu Han menghembuskan nafas panjang, kemudian kembali menggandeng lengan Se Hun “kajja”

Se Hun   jelas tidak beranjak, ia menatap kekasihnya cukup serius “hanya perasaanku saja atau kau dan Chan Yeol terlihat semakin akrab?”

Lu Han memiringkan kepalanya “kami memang akrab kan? Kalian juga akrab”itu jawaban Lu Han .

“ada sesuatu yang terjadi dan tidak kuketahui?”

Lu Han menggeleng “apa terlihat begitu?”

“sangat… sejak kapan kau seperhatian itu pada Chan Yeol?”

“Chan Yeol tinggal sendiri chagi-ah, dia sudah tidak tinggal di rumahnya”

“dan berikan aku alasan lebih konkrit lagi kenapa hal itu begitu mempengaruhimu?”

Lu Han terkekeh “kau cemburu?”

Se Hun  berdecak “cemburu? Aih menggelikan… mana mungkin aku cemburu hanya karena namja gila seperti itu”

“lalu kenapa kau marah?”

“aish jinjja… ara…ara… aku cemburu. Jadi bisa kau tidak bersikap selembut itu lagi pada Chan Yeol?”

Lu Han  tertawa kemudian memeluk lengan Se Hun “teman ada masalah jelas harus dibantu kan? Seperti Baek Hyun membantuku menyelesaikan masalah kita, aku juga akan membantu adiknya”

“dia ada masalah?”

Lu Han mengangguk pelan “suatu saat aku akan cerita, yang jelasnya ini tidak ada hubungannya denganku, jadi kau tidak perlu bertanya. Kajja”

Se Hun  menghela nafas, kemudian  menyerah “arasso… asal kau tidak selingkuh saja”

“aigo… aku mana mungkin selingkuh setelah mempunyai namjachingu setampan dirimu”

Dan itu sukses membuat wajah Se Hun memerah “akan kuhukum kau namja cantik… aku tidak mau tahu, yang jelas sore ini aku akan menciummu sampai kau kehabisan nafas”

“ish, menyeramkan”

~***~

Malam itu, Chan Yeol kembali ke rumahnya karena eomma tirinya menelpon. Ayahnya dinas lagi ke Jepang sementara Baek Hyun, tidak perlu di tanya, dia jelas pergi berkencan dengan Kris. Chan Yeol tidak tega membiarkan eomma tirinya itu sendiri di rumah sampai tengah malam.

Dan sebenarnya Chan Yeol cukup rindu dengan masakan eommanya itu, lihat bagaimana meja makan kini penuh dengan aneka jenis hidangan khusus dipersiapkan eomma tirinya itu.

“aku jadi pusing harus makan yang mana dulu, semuanya tampak enak”keluh Chan Yeol.

“makan satu-satu saja Chan Yeol-ah, mau eomma suapi?”

“ah tidak perlu eomma…” Chan Yeol mulai menyantap ayam rebus yang warna cukup merah itu. “whooaaah… daebak…”

Eommanya tersenyum melihat Chan Yeol tak lagi mencela masakannya.

“ini malam minggu, kenapa Chan Yeol tidak berkencan?”

Chan Yeol tertawa “aku tidak punya pacar, eomma”

“benarkah? Mana mungkin Chan Yeol yang setampan ini tidak punya pacar?”

“eh, banyak yang menyukaiku kok, hanya saja aku pilih-pilih”

“memangnya pacar yang seperti apa yang Chan Yeol sukai?”

Chan Yeol sedikit menerawang, sebenarnya tidak menyangka hubungannya dengan eomma tirinya semakin mencair, dia sudah tidak perlu bertanya dari siapa Baek Hyun memiliki pribadi hangatnya, tentu dari yeoja yang hangat ini “ng… pacar idamanku … wajahnya cantik, matanya kecil, hidungnya runcing, kulitnya putih, bibirnya tipis, tidak mengapa kalau dia pendek, karena dia imut, suka tertawa, pandai bernyanyi, main piano, hebat dalam ilmu beladiri, dan… apalagi yah?”

Eommanya terkekeh “hanya perasaan eomma saja atau ciri-ciri yang kau sebutkan itu justru menjurus ke kakakmu?”

Chan Yeol terbatuk kemudian ikut tertawa “Hyung sangat perfect eomma, dia tipe idealku”

Eommanya mengangguk-angguk “Baek Hyun pernah punya teman kecil yang tidak pernah eomma lihat, karena setiap Baek Hyun mengajaknya ke apartement, eomma tidak ada. Sejak kelas 5 SD, Baek Hyun selalu menceritakan perihal teman kecilnya itu pada eomma, dan ada-ada saja cerita yang ia sampaikan setiap harinya”

Chan Yeol menelan makanannya, dan hanya bisa tersenyum saat eomma tirinya itu mengenang masa lalu yang tidak dia sadari bahwa Chan Yeol terlibat dalam cerita itu, karena dialah teman kecil Baek Hyun itu.

“Baek Hyun punya banyak teman, karena pribadinya hangat, tapi eomma tidak pernah mendapatinya membahas perihal temannya seantusias itu. Bahkan saat ayahnya meninggal, dan terpaksa eomma membawanya ke Jepang, hal pertama yang dia sampaikan pada eomma adalah, ia tidak ingin berpisah dengan temannya ini”

“apa hyung tidak mengatakan siapa nama temannya ini eomma?”

Eomma sedikit berpikir “pernah mungkin, tapi sudah sangat lama, jadi eomma lupa. Dia lebih sering mengatakan ‘teman spesialku’ . lagipula, sudah hampir setahun sejak terakhir eomma mendengar Baek Hyun membahas perihal teman spesialnya ini. mungkin karena dia sudah punya kekasih”

TUK~

Chan Yeol meletakkan gelasnya cukup keras “ah maaf, tanganku licin”

Eommanya tersenyum “Chan Yeol punya teman spesial juga, atau ada orang yang kau sukai sekarang? ceritakanlah pada eomma, eomma ini pendengar yang baik, dan pandai menyimpan rahasia”

Chan Yeol menghela nafas kemudian balas tersenyum “kisah cintaku tidak sesukses Hyung, eomma. Bisa dibilang aku bertepuk sebelah tangan”

“waeyo?”

“entahlah, orang yang kusukai ini banyak sekali yang suka, dan dia juga sudah punya pacar”

“aigo” eomma mengelus rambut Chan Yeol “jadi Chan Yeol menyerah?”

“awalnya tidak..”

“Ne?”

“aku tidak takut apapun eomma, tidak mencemaskan apapun, aku berani merebutnya dari pacarnya, aku berani menghajar semua namja yang mengganggunya, tapi terakhir aku sadar, ada sesuatu yang tidak bisa kulewati untuk bisa bersamanya”

“apa itu sayang?”

Chan Yeol tersenyum miris “takdir, eomma”

“takdir? Eomma tidak mengerti”

“takdir yang tidak bisa membuatku bersatu dengannya” Chan Yeol menatap eommanya “dan terakhir aku sadari, mungkin hanya ini yang bisa kulakukan demi kebahagiaannya. Beginilah caraku menunjukkan betapa aku… sangat mencintainya…”

Mencintai… Byun Baek Hyun…

kakak tiriku.

~***~

DEG!

Baek Hyun membelalakkan matanya begitu bayangan Chan Yeol muncul di otakknya. Dan dengan tenaga ekstra ia mendorong tubuh Kris yang menindihnya, menyebabkan ciuman mereka terlepas.

Ia turun dari tempat tidur Kris dan berlari menuju sofa dengan hanya mengenakan celana pendeknya. Ia meringkuk di sana sambil membenamkan wajahnya yang dipenuhi peluh di atas lututnya.

Kris yang kebingungan hanya bisa memandanginya seperti itu. Nafasnya masih memburu, bukan perkara mudah mengontrol gairah yang terlanjur memuncak. Bisa-bisanya Baek Hyun menghentikan kegiatan mereka padahal mereka baru saja memulainya beberapa menit yang lalu.

Dengan perasaan campur aduk, terlebih setelah berhasil mengontrol nafsunya, Kris yang juga hanya menggunakan boxernya menghampiri Baek Hyun dan membelai rambut cokelat gelapnya “sudah kubilang, kau belum siap”

“mianhae…”lirih Baek Hyun dengan suara serak.

“sudahlah, lain kali jangan memaksa lagi. kau tidak tahu bagaimana tersiksanya aku saat kau menghentikannya tiba-tiba. Kau masih butuh waktu Baek Hyun-ah…”

Baek Hyun mengangkat wajahnya, menatap Kris dengan sendu “maafkan kepayahanku Kris, aku hanya berusaha memberikan yang terbaik untukmu”

Kris tersenyum “tapi bukan dengan memaksakan diri, sayang” Kris meraih handuk yang tergeletak di atas sofa kemudian menutupi tubuh atas Baek Hyun yang sudah penuh tanda darinya.

“mianhae…”

“sudahlah, kau tidak salah, untuk apa minta maaf?”

Baek Hyun menghempaskan dirinya ke pelukan Kris.

Maafkan aku karena saat kita bersama, aku justru memikirkan Chan Yeol. Aku mencintaimu, tapi bayangan Chan Yeol masih kuat di benakku__batinnya, karena itulah alasan mengapa ia meminta maaf.

~***~

Hari itu, pagi-pagi sekali, Kris mengantar Baek Hyun pulang. Chan Yeol yang berniat membuang sampah di luar langsung bersembunyi di balik tembok pagar saat melihat Kris memeluk Baek Hyun dengan sangat sendu.

Ekspresi yang mencurigakan.

Terlebih setelah Kris melepaskan pelukannya, ia menangkupkan kedua tangannya di pipi Baek Hyun dan mengecup keningnya, bukan bibirnya!. Itu letak keanehannya.

Mata Baek Hyun juga sembab, ekspresinya juga sendu…

Sedikit-sedikit Chan Yeol menajamkan telinganya, berharap bisa menangkap informasi dari percakapan mereka.

“gwenchanayo?”tanya Kris pelan

Baek Hyun mengangguk “ne…”

“yang semalam…”

“mianhae…”potong Baek Hyun cepat

“aku yang seharusnya meminta maaf. Seharusnya aku tetap bertahan untuk menolak bahkan jika kau memaksa”

“tetap saja aku yang bersalah”

Kris menghela nafas “jangan salahkan dirimu Baek Hyun-ah, aku yang akan mengutuk diriku kalau karena kenapa-kenapa”

Dan sebuah kekhawatiran menyergap Chan Yeol…

Jangan bilang kalau…

Mereka…

Telah melakukannya.

“masuklah beristirahat. Kau pasti lelah” ucap Kris

“ne, kau juga…”

Sekali lagi Kris mengecup kening Baek Hyun, mengusap punggungnya kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi.

Baek Hyun menghembuskan nafas berat kemudian berjalan menuju pagar rumahnya.

Chan Yeol terhenyak, kemudian mundur sedikit, berlagak baru saja keluar dari pintu rumah.

“eh hyung? Baru pulang?” sapa Chan Yeol saat melihat Baek Hyun membuka pagar.

“Chan Yeollie? Kau menginap di rumah?”balas Baek Hyun

“ne… eomma sendirian di rumah. Aboji dinas ke Jepang”

“Oh Tuhan, anak macam apa aku ini membiarkan eommaku sendiri di rumah?”Baek Hyun mengutuk dirinya.

“gwenchana hyung, dia juga eommaku, jadi jangan sungkan”

Baek Hyun tersenyum, lebih tepatnya berusaha tersenyum “eomma mana?”

“tadi keluar, katanya ke supermarket untuk membeli bahan makanan, kau sudah makan?”

Baek Hyun mengangguk “hm, aku ke atas dulu”

“Ne… aku membuang sampah dulu”

~***~

Chan Yeol membelalak begitu melihat apa yang menyambutnya di kamar.

Baek Hyun…!

Ia tergeletak di lantai kamar dan tak sadarkan diri.

Dengan secepat kilat ia menghampiri tubuh mungil itu, menggendongnya dan meletakkannya di atas tempat tidur. Chan Yeol panik, terlebih karena mendapati tubuh Baek Hyun demam “Hyung… hyung… gwenchanayo?”

Baek Hyun terlihat gelisah, wajahnya pucat dan keringatnya membanjir. Ia mengigau tidak jelas dengan mata masih terpejam.

“Hyung… aduh Ya Tuhan… kenapa eomma belum pulang?”keluhanya makin panik. Iapun nekat melepas kemeja Baek Hyun yang sudah banjir oleh keringat. Dan begitu terkejutnya ia mendapati tubuh namja yang dicintainya itu dipenuhi kissmark yang bertebaran di leher hingga dadanya.

Dengan penuh emosi ia meremukkan ke sepuluh jarinya “sialan kau Kris…”

“Chan Yeollie… Chan Yeollie” racau Baek Hyun gelisah masih dengan mata terpejam.

Chan Yeol tersentak “ne hyung… aku di sini”

“sakit Chan Yeollie… sakit…”

“mana yang sakit hyung?”

Baek Hyun tidak menjawab, karena memang sepertinya anak itu tidak sedang fokus berinteraksi dengan Chan Yeol. Ia menggerakkan kepalanya dengan sangat gelisah “sakit Chan Yeollie”

Chan Yeol menelan ludah, dan ia sudah tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak memeluk Baek Hyun, karena nyatanya namja itu kini membungkuk dan memeluk tubuh Baek Hyun sangat erat “apa Kris menyakitimu? Kalau benar, akan kubunuh dia…”

“sakit Chan Yeollie… hatiku sakit…”

Chan Yeol tersentak “Baek Hyunnie…”

Baek Hyun mengeluh dengan nafas terengah “aku telah membuat Chan Yeollie kesakitan dan terluka… aku yang membuat Chan Yeollie menderita… aku… aku sakit melihat Chan Yeollie terluka… aku… tersiksa…”racaunya lagi.

Chan Yeol memejamkan matanya. Kini ia temukan jawabannya, bukan Kris yang menyakiti namja ini, tapi dirinya sendiri “Baek Hyunnie… apalagi yang harus kulakukan untuk membuatmu bahagia???” air matanya jatuh, membasahi pundak Baek Hyun di bawahnya.

“aku mencintai Kris hyung… tapi aku tidak sanggup melihat Chan Yeollie terluka karenaku… aku… aku…”

Chan Yeol melepaskan pelukannya, dan memandangi wajah Baek Hyun yang masih gelisah dengan mata terpejam “akan kulakukan sesuatu Baek Hyunnie… akan kulakukan sesuatu untukmu… tidak akan kubiarkan kau kesakitan karena cintaku lagi… tidak akan…”

“sakit… sakit sekali…”

Chan Yeol beranjak ke dapur, mengambil wadah berisi air hangat dan handuk. Setidaknya ia harus merawat Baek Hyun dulu sebelum pergi karena ia jelas tidak boleh membiarkan eommanya melihat keadaan Baek Hyun seperti itu.

Setelah mengompres tubuh Baek Hyun, Chan Yeol menggantikan pakaiannya dengan sebuah sweater dengan kerah yang menutupi leher.

“jebal… jangan menderita karenaku… karena aku melakukan ini demi kebahagiaanmu” air mata Chan Yeol luruh begitu saja setelah melihat Baek Hyun akhirnya bisa tertidur dengan pulas.

~***~

“kau sakit? Kau tampak pucat”tegur Kris saat ia dan Baek Hyun tengah makan di kantin.

“ani… hanya sedikit pusing”jawab Baek Hyun sembari menyeruput susu strawberry nya dengan sedikit malas.

“mau ke suatu tempat?”

Baek Hyun menggeleng “sore ini aku ingin di rumah saja”

“hm arasso” Kris mengelus punggung tangan Baek Hyun yang menapak di meja. Namja cantik itupun tersenyum, kemudian mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.

Seketika sepasang mata kecilnya menangkap sosok yang teramat familiar baginya. Sosok namja tinggi dengan cengiran khas yang selalu terpasang di bibirnya. Namja tinggi itu menggandeng dua yeoja sekaligus, di kanan dan di kiri. Dan itu membuat Baek Hyun membelalak.

Kris menyadarinya, ia pun menoleh ke arah pandangan Baek Hyun. Sedikit marah karena mengetahui bahwa Baek Hyun terkejut, bahkan terpengaruh melihat itu.

“Ah… hyung… kakak ipar” seru Chan Yeol, yang terpaksa tidak melambai karena kedua tangannya sibuk merangkul dayang-dayangnya.

“Cha… Chan Yeollie”balas Baek Hyun.

“Channie-ah… kau bilang kita akan ke taman belakang sekolah”pinta yeoja cantik bernama Sulli di sebelah kanan Chan Yeol.

“ne… Channie pembohong”tambah yeoja cantik lainnya di sebelah kiri bernama Krystal.

“ah… tentu saja yeppo… kita ke sana”

Chup~

Chup~

Namja tinggi itu sukses menghadiahkan 2 kecupan di pipi masing-masing dayangnya. Dan itu semakin membuat Baek Hyun melebarkan mata kecilnya.

“Hyung… aku ke sana dulu yah…, kakak ipar… jangan terlalu mesum pada hyungku. Annyeong” dan dengan santai Chan Yeol melenggang meninggalkan Kris dan Baek Hyun yang menatap kepergiannya dengan sangat tercengang.

“apa-apaan namja gila itu”umpat Kris.

“Kris… aku… aku… aku ke toilet dulu” Baek Hyun segera meninggalkan tempatnya dengan sedikit berlari. Namun ia gagal menyembunyikannya. Kris masih sempat melihat buliran air mata itu sebelum Baek Hyun menunduk dan meninggalkan tempat.

Kris meremukkan kesepuluh jarinya, emosinya memuncak dan dia tidak bisa mengontrolnya lagi.

~***~

“Channie-ah, sambil menunggu krystal membeli minuman, bagaimana kalau kita bermain-main dulu”rayu Sulli

Chan Yeol mengedipkan sebelah matanya “boleh…” dan dengan sedikit santai ia menyambar bibir pink Sulli itu.

Ciuman itu sebenarnya hambar, tapi Chan Yeol sudah terlanjur menjerat salah satu yeoja itu untuk mengikuti alur permaianannya. Walau Baek Hyun tidak melihat ini, setidaknya ini bisa dibilang latihan untuk menyiapkan hatinya.

~GREB~

~BUGHHHH~

Sulli sedikit terkejut saat ciuman Chan Yeol terlepas darinya dengan tiba-tiba, dan saat ia membuka mata, ia sudah menyaksikan Chan Yeol tersungkur di tanah berumput dengan sudut bibir mengeluarkan darah.

Ia semakin membelalak begitu ia mendapati Kris masih merengkuh kerah kemeja Chan Yeol dan menatapnya marah.

“APA RENCANAMU SEBENARNYA NAMJA BIADAB???” makinya murka.

Sulli langsung berlari ketakutan karena melihat atmosfer di sekitar Kris dan Chan Yeol begitu mencekam.

Chan Yeol menatap Kris datar “rencana apalagi kakak ipar? Tidakkah kau lihat aku sudah menyerahkan Baek Hyun sepenuhnya padamu?”

~BUGH~

Satu lagi bogem mentah ia hadiahkan pada Chan Yeol.

“KAU SENGAJA MELAKUKAN INI UNTUK MEMBUAT BAEK HYUN CEMBURU KAN???”

Chan Yeol tertawa, masih menatap Kris datar “jadi Baek Hyun cemburu kalau aku meladeni yeoja-yeoja itu? Jadi… itu persepsimu?” Chan Yeol meludah ke samping, bisa terlihat darah yang menyertai ludahnya “apa itu berarti, kau mengiyakan kalau Baek Hyun masih mencintaiku?”

Kris tersentak, “BIADAB KAU!” Kris menarik kerah Chan Yeol hingga namja itu berdiri, kemudian dengan penuh emosi ia hantam pelipis Chan Yeol lagi, hingga namja tinggi itu kembali tersungkur ke tanah “ini yang kau bilang mundur? Kau sengaja kan? Kau sengaja menyerang Baek Hyun diam-diam, kau sengaja merusak hubunganku dan Baek Hyun dengan cara seperti ini? kau menjijikkan Park Chan Yeol…sangat menjijikkan”

“lalu apa bedanya denganmu? Kau memanfaatkan statusmu sebagai kekasih Baek Hyun untuk menjamahnya… Kau tidak kalah menjijikkannya dariku Kris” Chan Yeol berusaha berdiri “bersyukurlah karena Baek Hyun mencintaimu, karena kalau tidak, sudah kuhabisi kau dari dulu”

Kris mengangkat alis “apa ini undangan perang?”

Chan Yeol tertawa pahit “tidak usah berperang Kris.. aku sudah kalah langkah darimu. Sekeras apapun aku mempertahankan Baek Hyun… Tuhan sudah berada di pihakmu” Chan Yeol menyeka darah di sudut bibirnya “Baek Hyun adalah kakakku”

“Lalu apa maksudmu memperlihatkan kemesraanmu dengan yeoja-yeoja itu di hadapan Baek Hyun?”

Chan Yeol tertawa “Hei apa ini? kau marah padaku yang sebenarnya berusaha menyerahkan kakakku sepenuhnya ke tanganmu?” Chan Yeol berdecak berkali-kali “ckckckckckck….kau kurang berusaha Kris Wu, kau terlalu naif. Tidak bisakah kau lakukan sesuatu agar kekasihmu tidak terus memikirkan mantan kekasihnya?” Chan Yeol mengangkat alis “atau jangan-jangan… benar bahwa Baek Hyun tidak bisa melupakanku karena dia masih sangat mencintaiku?” ia kembali tertawa meremehkan “atau dengan kata lain… kau hanya pelarian saja Kris Wu… jadi berusahalah sedikit agar Baek Hyun sepenuhnya berpaling padamu walau itu sulit”

Kris meradang “BRENGSEK KAU PARK CHAN YEOL….”pekiknya kemudian kembali menghajar Chan Yeol.

Betul-betul tidak biasanya, Chan Yeol tidak melawan. Ia hanya tertawa setelah menerima pukulan Kris yang bertubi-tubi, bahkan ketika wajahnya sudah babak belur dan sudah tidak punya tenaga lagi untuk berdiri, ia masih tertawa. Dan itu membuat Kris semakin kesetanan menghajar Chan Yeol karena ekspresi Chan Yeol begitu meremehkannya.

Kris mundur ke belakang dengan nafas tersengal-sengal. Dia tidak habis pikir, dimana indera perasa seorang Park Chan Yeol dia letakkan. Ia sudah memukulnya puluhan kali tapi namja itu masih terus tertawa, walaupun wajahnya sudah babak belur dan berdarah.

Kris terduduk di tanah, dengan keringat bercucuran di pelipisnya “namja seperti apa sebenarnya kau Park Chan Yeol…”

Chan Yeol tertawa lagi “hanya namja biasa Kris Wu… namja yang dipermainkan oleh takdir, dan tidak bisa lagi berbuat apa-apa untuk memperjuangkan cintaku dan Baek Hyun”

“Park Chan Yeol… Baek Hyun adalah milikku”

“itu tergantung usahamu Kris… kalau benar dia milikmu, buktikan padaku. Kalau dia milikmu, jangan biarkan dia terpuruk karena terus memikirkanku…” Chan Yeol tertawa pahit “kalau dia milikmu… buat dia sepenuhnya mencintaimu, bukan membiarkannya menderita karena melihatku… namja yang dicintainya tersiksa”

Kris kembali meradang, ia bangkit “Baek Hyun hanya mencintaiku…” nafasnya memburu “BAEK HYUN HANYA MENCINTAIKUUUU……” ia mengambil bangku kayu yang sebenarnya tertancap di tanah, tapi dengan kekuatan penuh ia mengangkatnya hingga tercabut, dan dengan emosi yang menguasainya penuh, dia melayangkan bangku kayu itu ke arah Chan Yeol dan…

GREB~

Tangan Kris berhenti di udara, bangku kayu itu tidak berhasil mengantam kepala Chan Yeol. Karena ada yang menggenggam tangannya.

“jangan melukai adikku… jebal”lirih Baek Hyun dengan ekspresi sendunya.

Kris terpaku melihatnya, kemudian tanpa daya melepaskan genggamannya hingga bangku kayu itu terjatuh ke tanah dengan bunyi debuman keras. “Baek Hyun-ah” suara Kris bergetar hebat.

“apa yang membuatmu gusar?”tanya Baek Hyun.

“kau… masih mencintainya…” Kris tertunduk. Itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan.

“aku mencintaimu” Baek Hyun meralatnya dengan lembut.

Kris menggeleng “tidak pernah kulihat kau seterluka ini setelah melihat Chan Yeol melepaskanmu sepenuhnya”

Baek Hyun menelan ludah “kau tidak akan melihatnya lagi… aku milikmu seutuhnya” Baek Hyun meraih wajah Kris ke arahnya, dan dengan yakin ia menyambar bibir Kris dan mengulumnya pasti.

KRAK~

Chan Yeol di sana… hanya bisa menatapnya dengan hati remuk. Baek Hyun dan Kris berciuman cukup dalam di depan matanya, dan tidak ada yang bisa ia lakukan selain meninggalkan tempat itu dengan langkah tertatih.

Ini sudah sampai limitku Baek Hyunnie… sudah cukup… sudah cukup. Jadi jangan menampakkan rasa sakit itu lagi di hadapanku, atau kau akan membunuhku secara perlahan._batinnya

~***~

From: Chan Yeol

“Lu Hannie… tolong…”

 

Lu Han membelalak begitu membaca pesan masuk di ponselnya. Kenapa Chan Yeol tidak ada di bangkunya sekarang, pasti terjadi apa-apa. Baek Hyun juga tidak ada, jadi jelas sekali ada sesuatu yang terjadi “Sonseng-nim, aku permisi ke toilet”

“ne silakan, jangan lama”

Lu Han sedikit berlari keluar, kemudian menghubungi nomor Chan Yeol. Dan ia sedikit lega saat Chan Yeol menjawab teleponnya “kau di mana?”

“balkon… atap”sahut Chan Yeol dengan nafas terputus-putus

“ne, aku segera kesana”

.

.

.

Betapa  terkejut Lu Han begitu melihat sosok itu terduduk sambil bersandar di tembok dengan wajah penuh lebam dan darah “Chan Yeol-ah… gwenchanayo?” ia segera menghampirinya

Chan tidak menjawab, ia hanya menatap Lu Han dan pandangan sayu.

Lu Han  berdecak berkali-kali kemudian membantu Chan Yeol untuk bersandar di pelukannya “jadi kau membolos karena ini?”

Chan Yeol tidak menjawab.

Lu Han menyeka darah yang menetes di sudut bibir Chan Yeol “kau berkelahi dengan siapa? Kris hyung?”

Chan Yeol tetap tidak menjawab.

“aku juga tidak melihat Baek Hyun di kelas. Apa terjadi sesuatu padanya? Sebenarnya aku sangat cemas karena belakangan ini dia jadi pemurung”

Barulah Chan Yeol mengangkat wajahnya “itu terakhir kalinya kau melihat Baek Hyun murung, dia akan kembali ceria”

Lu Han  menghela nafas “jadi Baek Hyun lagi?”

Chan Yeol memejamkan matanya, lemah “selalu…”

“lihat dirimu, kau sudah babak belur begini tapi kau tetap menyiksa dirimu dengan terus memikirkan Baek Hyun. Berhentilah Chan Yeol-ah, seperti yang kau bilang, mustahil kau mempertahankan cintamu pada kakakmu sendiri”

Chan Yeol mengangguk lemah “ini yang terakhir Lu Hannie… benar-benar yang terakhir. Baek Hyun sudah sepenuhnya memilih Kris, aku sudah bisa tenang sekarang”

Lu Han  prihatin, ia mengusap rambut Chan Yeol dan menggenggam tangannya “Tuhan pasti akan menunjukkan jalan yang terbaik untukmu. Percayalah…”

Chan Yeol tersenyum pahit.

“ayo, kita ke UKS, lukamu harus diobati”Lu Han hendak beranjak. Tapi..

GREB~

Lu Han  terkejut begitu merasakan 2 tangan kokoh terulur memeluknya erat“tolong aku… tolong aku… aku sekarat”raung Chan Yeol yang tanpa Lu Han melihatnya pun ia sudah tahu bahwa namja itu sedang menangis. Terbukti karena pundak Lu Han basah.

Dan ia tahu apa maksud Chan Yeol, bukan mengenai kondisi fisiknya yang sekarat, tapi hatinya yang hancur lebur. “kau sudah melakukan yang terbaik Chan Yeol-ah… yang terbaik. Aku tahu kau adalah namja yang kuat, maka bertahanlah”

“Ne… semampuku Lu Hannie… semampuku”

Tak jauh dari sana, Se Hun melihat pemandangan itu dengan emosi bergemuruh. Hendak rasanya ia langsung menerjang dan menghajar Chan Yeol, tapi ia menunggu… bersabar dan bertaruh. Sejauh mana Lu Han bersikap jujur padanya nanti.

~***~

Baek Hyun dengan telaten membalut tangan kanan Kris yang lebam dan lecet, sementara namja tinggi itu terus terdiam di atas sofa kamarnya.

“sekali lagi kau melakuan hal bodoh seperti ini, aku sendiri yang akan mematahkan tanganmu”ucap Baek Hyun setelah selesai membalut tangan Kris.

“kau memarahiku bukan karena aku memukuli Chan Yeol?”

Baek Hyun menatapnya kemudian berkacak pinggang “dua-duanya. Siapa yang mengajarimu gegabah seperti ini? setahuku Kris hyung adalah namja yang tenang dan tidak mudah tersulut emosi. Tapi apa yang baru saja kusaksikan ini”

Kris mengangkat wajahnya, menatap Baek Hyun yang berkacak pinggang di depannya. Sedikit ada kelegaan bahwa kekasihnya ini sudah kembali seperti dulu, tidak terlihat lagi kegundahan di sana “mianhae… aku tidak tahan lagi melihatmu menderita karena Chan Yeol”

Baek Hyun menghela nafas “sudahlah… lupakan saja, seperti yang kubilang, ini terakhir kalinya kau melihatku seperti itu”

Kris pun menyunggingkan senyumnya, kemudian menarik tangan Baek Hyun hingga namja mungil itu terhempas ke pangkuan Kris. Ia memeluk kekasihnya erat, seakan tidak mau melepasnya lagi.

“kau kenapa?”tanya Baek Hyun seperti menahan tawanya. Ia cukup geli setiap kali mendapati Kris bermanja-manja padanya.

“biarkan begini dulu Baek Hyun-ah… biarkan. Aku merindukan sosokmu yang ini”lirihnya dalam dekapan Baek Hyun.

“arayo…”Baek Hyun mengusap punggung Kris seolah berusaha menenangkannya “Kris… aku ingin makan es krim”

“baiklah, berhubung kita sudah membolos, ayo kita jalan-jalan, sudah lama sekali rasanya kita tidak jalan-jalan”

Baek Hyun terkekeh “maaf… mulai sekarang kau bisa mengajakku jalan-jalan sepuasnya”

~***~

Baek Hyun memandangi ujung sepatunya. Ia menunggu Kris yang sedang antri membeli es krim di sebuah kedai tak jauh dari tempatnya berdiri.

Satu helaan nafas ia hembuskan, kemudian tersenyum. Begini lebih baik… Chan Yeol sedang berusaha… aku juga harus berusaha…, aku bahagia, Kris bahagia, dan Chan Yeol juga akan bahagia … begini lebih baik…__lirihnya dalam hati.

DUGH!

“ah maaf…”ucap seseorang yang tidak sengaja menabrak Baek Hyun. Dan menumpahkan es krim di baju Baek Hyun.

“ah gwenchana” Baek Hyun membungkuk hendak memungut dompetnya yang terjatuh, tapi namja yang menabraknya lebih cepat. Sedikit panik Baek Hyun gelagapan begitu namja itu memungut dompet lipatnya yang terbuka tanpa sengaja. Dengan sigap Baek Hyun menyambar dompetnya dan menyimpannya di saku “gomawo”

“kekasihmu?”tanya namja itu.

“eh?”

“namja tampan di foto itu… kekasihmu?”

Baek Hyun menggaruk kepalanya, sedikit kurang nyaman membahas hal pribadi dengan orang asing “ng, ne…”

“ah tentu saja, bodohnya aku. Jelas sekali kalau dia kekasihmu, karena kalau bukan, mana mungkin kau menyimpan foto bermesraan kalian di dompetmu”

Wajah Baek Hyun memerah “dia yang menyelipkan ini di dompetku, aku tidak pernah protes karena aku selalu lupa. Lagipula biarkan sajalah, dari pada dia marah kalau aku mengeluarkan foto mesum ini”

Namja itu mengangguk-angguk, kemudian menyerahkan sapu tangannya pada Baek Hyun “maaf mengotori bajumu”

“ah ne” Baek Hyun baru sadar bajunya kotor, kemudian menggunakan sapu tangan itu untuk membersihkan bajunya.

“kau menunggu kekasihmu itu?”

“ne, dia sedang beli es krim untukku”

Namja itu mengangguk-angguk “manisnya”

Baek Hyun tertawa, kemudian mengamati namja itu “ng… mianhae, apa kita pernah bertemu di suatu tempat?”

Namja itu terlihat bingung “ini pertama kalinya aku ke Seoul, jadi kurasa tidak mungkin kita pernah bertemu”

Baek Hyun mengangguk-angguk “mungkin hanya perasaanku saja, kau terlihat cukup familiar, tapi.. ah sudahlah…”

“oh ya, aku pergi dulu yah, buru-buru. Nanti kalau kita bertemu lagi, kita akan berkenalan secara resmi…. Ah, sampaikan salamku pada kekasihmu… katakan padanya agar dia selalu menjagamu… Bye..”namja itupun beranjak

Baek Hyun mengerutkan kening “eh… benar juga, kita belum kenalan, namaku Byun Baek Hyun… siapa namamu?”

Namja itu terus berjalan, sempat tersenyum sebelum ia semakin menjauh.

“ramah sekali…”lirih baekhyun

“ini es krimnya” ucap Kris sambil menyerahkan es krim strawberry kesukaan Baek Hyun.

“ah gomawo…”

“mengobrol dengan siapa?”

“eh?”

“tadi kulihat dari jauh, kau mengobrol dengan seseorang, nuguya?”

Baek Hyun angkat bahu “tidak kenal. Dia tidak sengaja menabrakku dan menumpahkan es krim di bajuku” Baek Hyun  memperhatikan sapu tangan milik namja tadi “astaga, aku lupa mengembalikannya”

“apa?”

“sapu tangan ini miliknya… wah, sapu tangannya cantik sekali. Ada bordiran panda nya”

DEG!

Panda????

Kris langsung menyambar sapu tangan itu dan memperhatikannya. Ia seketika membelalak begitu membenarkan bahwa memang ada bordiran kepala panda di sudut sapu tangan itu “Baek Hyun-ah, bagaimana ciri-ciri namja tadi?”sergah Kris kelihatan panik.

Baek Hyun mengerutkan keningnya bingung “ng… dia tinggi, rambutnya hitam, matanya sipit, hidungnya mancung, dan dia sangat manis saat tersenyum. Ah dan lagi, ada lingkaran hitam di bawah matanya, mungkin dia suka begadang”

GLEK~

“kau yakin tidak sempat bertanya siapa namanya?”

Baek Hyun menggeleng “ani… ah, dia sempat bilang sesuatu yang membuatku bingung”

“apa itu?”

“ng… dia menitip salam untukmu, katanya kau harus selalu menjagaku. Aneh sekali kan..”

Kris semakin paranoid, dengan takut-takut ia mendekatkan sapu tangan itu ke hidungnya dan…

Oh GOD…

Parfum ini…

Kris langsung mengedarkan pandangannya ke segala penjuru dengan sangat panik, tapi sosok yang dicarinya tidak ketemu juga.

“ada apa Kris?”

“ah ani… kita pulang saja yah, kepalaku pusing…”

Baek Hyun menyentuh pipi Kris “iya, kau terlihat pucat dan wajahmu dingin”

Kris mengangguk, kemudian segera menyeret Baek Hyun untuk masuk ke dalam mobilnya, masih dengan tatapan waspada ke segala penjuru.

Kris berusaha mengatur nafasnya, kemudian melajukan mobilnya. Ia remas sapu tangan itu dengan tangan gemetar.__ ada apa ini Tuhan??? Kenapa dia bisa kembali???__ lirihnya penuh ketakutan dalam hati.

Tak jauh dari situ, seorang namja keluar dari sebuah gang sempit kemudian bersandar di tembok café sambil melipat tangan di dada, ia tersenyum kemudian merogoh saku untuk mencari ponselnya “dengar… namanya Byun Baek Hyun. Dia seorang namja, tingginya sekitar 175 cm, kulitnya putih, rambutnya kecokelatan, kuperkirakan dia satu sekolah dengan Wu Fan gege, ah jangan lupa… Dia namja yang sangat cantik, kau akan mudah mengenalinya, pastikan dapatkan informasi lengkap tentangnya. … kutunggu secepatnya”

Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku masih dengan senyum penuh arti yang tercetak di bibir tipisnya, ia masih menatap ujung jalan di mana mobil Kris sudah menghilang beberapa menit yang lalu “Gege… apa kau merindukanku? Sepertinya tidak… Um… melihat kau sudah punya kekasih yang sangat cantik, kurasa kau sudah sepenuhnya melupakanku” ia pun tersenyum “kalau aku jelas tidak, gege… jadi… tunggu saja…”

Ia mengeluarkan dompetnya dan memandangi sebuah foto di sana “biar kutebak… foto di dompetmu sekarang, adalah foto yang sama dengan yang dimiliki Byun Baek Hyun tadi kan? Jika benar…” ia tersenyum “bersiaplah menghadapiku, gege sayang”

TBC

 

ALF special Note: komen ye,… awas kalo gak komen, aye mogok nulis..

readers: mogok aja

*plaaakkkk

part 7 lamaan dikit ye (semingguan mungkin)… ini tuh butuh konsentrasi penuh buat ngerjainnya, klo buru2 hasilnya gak bakal bagus *plak… jadi jangan sms-in ane cuman buat nanyain kapan part 7 rilis… seriusan deh, pernah satu kali ane terlelap dalam tidur (mulai deh jiwa author….) ada sms masuk, HP pas di bawah bantal, eh isinya “Thor… part 6 kapan publish, cepetan yah…” *slap/.

ane gak marah kok, suer… resiko jadi orang tenar *dibakarIdup2.

ya cuman itu, jangan jam tidur deh…. kekekekekekekekek. ini bakal di protect di final part, jadi awas aja gak komen, gak bakal ane kasih pass nya… kekekekekekek

 

oke… adiosss… mmmuuuuaaaahhh

Readers muntah

304 thoughts on “[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 6]

  1. OH GOD!! CHANCHAN!! NIAT BAIKMU DISANGKA JAHAT AMA KRISSIE!!!!
    chanchan bener2 kasian deh di pukulin gitu!
    cih!
    kris gak mikir panjang!!
    untung ada baekhyun!!
    perubahan sikap chanchan buat baekhyun galau yak?
    nah kan masih cintaaa~ T.T susah bgt bersatu yak??
    huh~
    itu tao kan?? :O
    mau apa dia??
    kenapa bisa idup lagi?? :O
    pnasaran!! lanjut!!

  2. DEMII TUHANN TAO BANGKIT DARI KUBUR??? #DiGamparALF, adohh ada apa ini itu tadi laki2..yang nabrak Baekkie bukan Tao kan??Tao kan uda ketembak??nah loo makin galau. ini kalau beneran Tao, paling enggak Baekkie bisa ama Yeollie ><

  3. TAO BANGKIT DARI KEMATIAN ?! SETUJU !! Tao ambil Kris lagi dari Baekhyun. dan Baekhyun kembali ke Chanyeol. Sumpah eonnie, ni ff bikin aku nangis kalo dalam posisinya Chanyeol. aku seneng banget pas bagian Chanyeol bermesraan sama Krystal, Sulli (Tapi ini juga ‘nyesek’). Chanyeol bermesraan sama KrySull sedangkan Baekhyunnya cemburu. Cemburu artinya CINTA. Kyaa~.. Kris itu kayak pemaksa dalam cintanya sama Baekhyun. sementara Baekhyun cintanya itu kayak terpaksa😦 . Baekhyun cinta Chanyeol. KEREN

  4. Ah, Lupa. Eonnie, minta password chap.5 dong. aku belum baca. Nanti aku baca ulang lagi ^^v. No. HP nya ALF Eonnie berapa? ada Kakao Talk atau Kik gak? Ada Instagram atau apalah.. Aku lupa password FB sama Twitterku ._.v. Atau Eonnie SMS aku ya : 087812291049

  5. “takdir yang tidak bisa membuatku bersatu dengannya”
    langsung ngejleb baca itu. tahu bnt gmna prasaan chanyeol. sakit? pasti, terluka? pasti. dia bner2 org yang kuat dlm ff ini. sukaaaaa~ bnget sma krakter chanyeol. andaikan aku seperti itu *ngelantur
    eeii?? itu… chanyeol di pukuli kris?? oh, sudahlah tuan muda wu… chanyeol mnyerah. dia udh gk bkalan gangguin baekhyun-MU lagi (nngis dalam hati). aku dkung chanyeol, walaupun aku gk suka chanbaek pisah. tpi ini demi baekhyun laki gue, dia hrus bhagia. chanyeol ama gue *modus sebenernya -_-
    panda?? jngan bilang itu tao..
    *kejang2*

    udahlah, bingung mau komen apa lagi. ff ini daebak bngt ><

  6. *sobs* gak tega ngeliat keadaan chanyeol begitu.. Betapa tersiksanya ia…. Aaaa T__T kris jahatlah :” negative thinking mulu sama chanyeol :”| mukulin ampe babak belur gitu lagi.. Untung gajadi ngelempar bangku kayu itu ke chanyeol. Kirain pas baekhyun dateng itu… Dia bakalan lari ke chanyeol gitu.. Eh gataunya…. Malah ciuman didepaaan…. Aduh chanyeol… Sabar ya, nak T__T
    untung ada luhannie yg seenggaknya bisa jadi pegangan buat chanyeol :” tapii…. Andwaeee!! Sehun salah paham nih… :33

    eh itu… Endingnya… Tao? Kok? Bukannya disini dia ceritanya udah gak ada? Kok bisa idup lagi?
    Eh terus.. Itu apa? Dia ngerencanain sesuatu ke baekhyun? Aah.. Mengingat dia anak seorang mafia.. Pasti buruk nih! Matilah awak..
    Astaga… Kris.. Hidupmu… Terancam

    next chap!

  7. ohhh my goddddd *slap. kayanya perang dunia 3 mau di mulai pas chap 7 wkwk ada panda lewat sih -.- juga masalah magnae noh cemburu same chanlu. apaan si sehun ga tau apa gue lbh cemburu liat kaisoo????:/ *okeiniapa *abaikan
    chanyol T,T hiks sian banget aku sedih loh *gananya beneran ga tega, si bule jg ngeh bgt main nyamber aje sian tauk si ojan, kena hipno tau rasa :p
    si tao jg ngapain muncul tb2? bukannya udh tinggal nama? *amit2 *slap yaAllah maapin ye. doh tau ah gelap kalo cuap2 tao –v😀

  8. HUWAAAAA TAO MUNCUL LAGI, TAO HIDUP LAGI,!!!!!!
    berasa ada aura buruk, apapun author please jangan jadiin kris merana, aku gak tega liatnya…. T___T
    |Ketauan bgt biasnya Kris|
    pasrah sajalah.. pada author yang kejeh..

  9. Cukup menguras emosi membaca epep ini TT_TT
    Semakin rumit dan menyesakkan hati(?)

    MWO? TAO COMEBACK??
    Aniiii…..
    Baekhyun baru saja bahagia bersama Kris,
    Tao jangan rusak kebahagiannya… T_T
    *sodorinbonekapanda*
    xD

    FF-nya Dae~~Bak!^^

  10. Author, aku nangis… Aku baca ini sambil dengerin lagunya EXO “Baby, Don’t Cry” hiks… Kenapa mereka harus sesedih itu? Takdir itu kejam… Tapi aku suka… aduh, bingung jadinya. Sekarang Tao kembali dan semuanya jadi kayak karma buat Kris. =”( Kayaknya giliran Baekhyun yang harus nahan emosi. CLBK (Cinta lama belum kelar)nya sama Chanyeol, belom lagi Sehun yang jealous liat Luhan sama Chanyeol, eh udah muncul si Tao. Fyuh… Entah cinta segi berapa ini.. Tapi tetep, bagus Thor!=)

  11. ALF chap 5 komentnya nanti aja ye? #nyengir

    Chap ini wa nangis lagi T_T apalagi waktu Chan diatap tdi.pilu bener rasanya.
    Thehun jgn salah paham ok?Lulu cuman cinta Thehun kok !

    Hmm.. Tao is Back !! Yeaayy.. Akhirnya Tao kembali ! Tp kok bisa gitu? Wa kira tau udh mati -_-
    Apa yg akan dilakukan Tao ya? penasaran ane ! tp lanjutinnya besok aj dah.udh malam #gkdaygnanya

  12. Oh iya Tao sekarang gk polos lg ya? Kyaknya bkal ngerebut Kris dri Baek !

    Bagus deh #plakk
    Jd ChanBaek bisa bersatu lagi🙂

  13. Thor gue baca part 6 ini tanpa baca part 5 krn di protect dan lo lagi hiatus gak meladenin permohonan PW, dan gue gak sabaran bgt hahhaa makanya nekat langsung baca part ini. Emosi yg lo hadirkan sukses bgt thor, gue sampe sesek liat kegamangan hatinya Baekki. Sekarang kl Tao balik, posisi Baekki bakal terancam di hatinya Kris. Gue sih ekspektasinya Baekki yg skrg akan tersiksa ditinggal Kris dan Chanyeol. Biarin abisnya my baby smurf tega bgt sama cenyol :”(

  14. Wahhhhhhhhhh tao kambekkk !?!!!!?!! Ada kesempatan ending nya kris sma tao dan ada jga chanbaek !!!!!!!!!?!!?!? Waaaaaaaaaa aku senang … Dn ini prtama kali nya feeling aku bnar mngenai ff kc yg satu ini tao akan kmbek !!! Biasa nya mh melencengggg !!!!!!!!
    Eh ada konflik bru lg sprtnya .. Hah sehun luhan dan chanyeol

  15. chanyeol serba salah udah ngejauh si baekhyun malah terluka mau nya si baekhyun itu apa? bikin chanyeol yang terluka ngeliat mereka bersama? chanyeol kuatkan dirimu nak tapi jangan bawa sulli krystal jadi pelarian :”
    si baekhyun ah entahlah semacam tukang php kadang bawa chanyeol setinggi langit abis itu empasin chanyeol ke laut(?) gitu juga ke kris -_-”
    luhan makasih udah bantuin chanyeol dan maaf udah bikin sehun cemburu hihi
    chanyeol pertahanin perjuanganmu
    ah ottokhe tao comeback? dia jadi jahat atau baik? korban yang tersakiti nimbul satu lagi deh

  16. apakah itu tao,,?
    OMG aku senang kalau tao ngk jadi mati,,
    rasa nya pengen loncat loncat pas bca tao hidup,,
    my baby panda, aku padamu,,
    *_*

  17. Kyaaaa
    .kayaknya serunih..
    .sumpah kris ngeselin banget..
    Chan niat baikmu selalu jahat dimata kris..
    .tidakkah dia tau bahwa kau sangat berusahan sampai menyakiti diri sendiri hanya untuk malihat baekhyun bahagia.
    .
    Akh..
    Apa tao beneran dayeng lagii aku mau ending mai baekhyun jadi milik chanyeol lagi dan eomma nya mengizinkan cinta mereka tersambung kembali…
    .tanpa ada penghalang khan jadinya heppy ending🙂 *woy yang buat cerita siapa
    .mav.mav
    Hehehe
    Kris kalo masih cinta ama tao kenapa harus cinta ama baekhyun dan membuat dilema menghampiri hati baekhyun..
    .apakah baekhyun akan ngerasain sakit hati..kumuhon jangan cukup chanyeol biaske2 aku yahyah
    .
    Baekhyun kenapa kau tidak memperdulikan chanyeol Yang ada disampingmu
    .kenapa kau cium kris didepan matanya tepat saat chanyeol babak belur..kenapa baekhyun malah belain kris bukan chanyeol..
    .luhan and sehun jangan bertengkat donk kan luhan cuma bantu yeol aja sehun
    .jangan bikin chanyeol tambah dilema dan ngerasa sakit lagi yya

  18. Chanyeol-ah jebal 😭😭😭 kamu benar2 terluka kah? Sampai kau tidak melakukan apapun waktu kris memukulmu habis habisan.. Sampai kau hanya bisa tertawa karena hanya itu yang bisa kau perbuat.. Atau jangan2 kau sudah cukup mati rasa buat ngerasain apa yang namanya sakit itu?
    Kris, please please.. Benar banget kata chanyeol.. Kamu gak berusaha bikin baekhyun sayang sama kamu, kamu hanya menanti dan menunggu baekhyunbuntuk mencintaimu dengan kata2mu. Kamu tidak berusaha keras membuat agar baekhyun tulus mencintaimu dengan sikap atau kenangan yang sudah kalian buat agar baek lupa dengan cintanya pada yeol…
    Kyaaakkk jadi tao masih idup. OMG OMG !!! Warning warning ⚠ someone call the doctor~~
    Apa rencana mu tao ??

  19. Oh god aku kembali meneteskan air mata. Nyesek ny saoloh bagai ketindihan beban 10.000 ton.

    Hayyyah Sehun cembokir,jgn sampe tuc anak gelap mata juga. Saoloh yeol niat baikmu malah d anggap rencana buruk,sabar ya yeol orang baik mah byk cobaan nya.

    What? Itu Tao hidup lagi? Kok bisa? Bagaimana caranya Tao bangkit dari kubur? Hehe abaikan.
    Jd selama ini Tao masih hidup ya. Tapi itu apa rencana Tao kayakny dia penasaran bgt sm Byun Baek, ah moga Baek gk kenapa2.

    Heol bakal ada badai besar nic yg akan menerpa hubungan KrisBaek.

  20. OH GOODDDD!!!! Ini semakin rumittt😥
    bertahanlah chanyeol oppa~ jangan menyakiti dirimu sendiri… kris knp km jd menyebalkan seperti itu.. knp km bikin chanyeol babak belurr eoh?
    masalahnya tambah lagi sehun cemburu dan itu TAOOO???!!! dia hidup lagi apa dia dulu emg blm meninggal?? tao rebut aja kris kembali, tapi jangan sakiti baekhyun. ..

  21. AKU NANGIS………… TT^TT
    yasalam sungguh menyakitkan kisah cinta Chanyeol, beneran aku nangis baca chapter yg ini pas bagian dari Kris ngehajar Chanyeol sampe bagian Chanyeol dibalkon atap sama Luhan, kalo didunia nyata semisal aku jadi Luhan. Mungkin aku bakalan nangis heboh ngeliat temen aku kayak gitu, seriusan. Gk tega banget rasanya, menyedihkan.
    Park Chanyeol berusaha yah, semangat!😀
    dan itu aku tau, Tao kembali. Itu tadi yg nabrak Baekhyun Tao, hahaha aku tau xDD

    dih Tao kembali, bakalan Kris lagi yg nyakitin hati Baekhyun..
    Arggh aku mau baca next chapter ya kak~😀

  22. chanyeol miris bngt kisah cintamu. udah berusaha buat ngejauhin baekhyun n melupakan cintanya tp tetep aj ga bisa. malah semakin tersiksa. dan dia lebih kasian lg krn kris yg emosi gara2 mood baekhyun yg berubah. baekhyun jg sich harusnya dia ngntrol hatinya saat bersama kris. biar kris ga marah n mengajar chanyeol sampe babak belur.
    dan lg kayaknya sehun cemburu dan salah paham sama kedekatannya luhan sm baekhyun.
    tao kembali muncul. tp bukannya dia udah ketembak n mati.
    dia msh hidup. n mencari kris. kayaknya pertanda buruk nich.

  23. chanyeol miris bngt kisah cintamu. udah berusaha buat ngejauhin baekhyun n melupakan cintanya tp tetep aj ga bisa. malah semakin tersiksa. dan dia lebih kasian lg krn kris yg emosi gara2 mood baekhyun yg berubah. baekhyun jg sich harusnya dia ngntrol hatinya saat bersama kris. biar kris ga marah n mengajar chanyeol sampe babak belur.
    dan lg kayaknya sehun cemburu dan salah paham sama kedekatannya luhan sm baekhyun.
    tao kembali muncul. tp bukannya dia udah ketembak n mati.
    dia msh hidup. n mencari kris. kayaknya pertanda buruk nich.
    br bs nerusin baca ff ini. moga aj cepet kelar baca di sela2 kesibukan ane nich.

  24. Jinjja daebak eonni cerita nya
    tao datang – kris kalap,
    baekhyun belajar melepaskan – chanyeol kesakitan,
    kayak ya tao nanti bakal nyeremin deh…
    buat chanyeol oppa kesayanganku(?) kasian sekali dirimu kuatkanlah dirumu oppa …
    masih kaya chapter sebelumnya klo part ya chanyeol kebawa emosi jadi nangis lagi dehh .. TT
    ALF-jjang

  25. usaha chanyeol bner2 ya, susah payah dia lakukan demi lupain baekhyun. tapi tetep aja gak membuahkan hasil. sediiiih T_T kenapa mereka harus saudaraan sih thor? author mah kejem ah. wkwk

    semoga chanbaek bersatu. dan tadi aku ngerasa moment krisbaek sangat hambar (?) ya hambar, dan ga semanis dulu.

    wtf! itu tao kan thor? kok bisa? perasaan dia udh mati, apa aku yang slah baca ya? kok kayaknya tao ada niatan jahat ke baekhyun. pasti bakal rumit lagi. apakh nti kris bakal balik lg ke tao? ah molla

    keep writing ya thor, jaga kesehatan ya hehe

  26. Bantalku basah😥😥😥
    Ya Illahi…
    Hati Chanyeol terbuat dari apa, eoh?? Benarkah kau benar-benar menyerah Chanyeol-a?? Udah gitu babak belur lagi dipukulin Kris..
    Huh.. Harapan Chanyeol emang tinggal Luhan. Eh, Sehun salah paham deh sepertinya:/
    Semoga Sehun ndak macam-macam.
    .
    .
    Eh…
    Itu yang nabrak Baekhyun? O.o
    Panda??
    PANDA?!
    Jadi Tao hidup lagi?????
    Kyaaaaaa…
    Seru-seru!
    Kita lihat, sejauh mana Kris akan memegang teguh ucapannya, kkkkkk /dilempar/
    Keep writing Kak ALF❤

  27. Kaak.. baru baca kak, gak sampe 10 menit.. AKU NANGIS LAGI MATHAA :3 tapi Cuma setetes :3.. apalagi waku chanyeol nengok baekhyun sambil bilang “ “ duh kakk.. nyesek kak…. nyesek kak…

    AAA… EOMMANYA CHAN GAK PEKA!!
    YANG DIMAKSUD CHAN ITU BAEKHYUN !! BAEKHYUUN!! AAAAA..
    Jadi emosi sendiri :3
    .
    Kan… baek itu nyembunyiin perasaannya, menolak segala pernyataan kalau dia itu masih cinta sama chanyeol! Menurutku….. baekhyun terkesan egois :3 lebih mentingin hati-nya sendiri daripada chanyeol.. akhirnya….. mereka sama-sama terluka… karena perasaan masing-masing.

    Baek Hyun menelan ludah “kau tidak akan melihatnya lagi… aku milikmu seutuhnya” Baek Hyun meraih wajah Kris ke arahnya, dan dengan yakin ia menyambar bibir Kris dan mengulumnya pasti.
    KRAK~
    Chan Yeol di sana… hanya bisa menatapnya dengan hati remuk. Baek Hyun dan Kris berciuman cukup dalam di depan matanya, dan tidak ada yang bisa ia lakukan selain meninggalkan tempat itu dengan langkah tertatih.
    Ini sudah sampai limitku Baek Hyunnie… sudah cukup… sudah cukup. Jadi jangan menampakkan rasa sakit itu lagi di hadapanku, atau kau akan membunuhku secara perlahan._batinnya
    BAEKHYUN PABBOOOOOO!!!!! CHAN ITU MASIH DIEM DITEMPATT!!! NGAPAIN PAKE NYIUM KRIS ?? HAHH !!
    KAK LEOON!!!! KAKAK KOK KEREN BANGET SIH !! INI AKU NANGIS LAGI LHO KAK… NANGIS !! HUHUHUHUU KASIHAN ABANG GUAA ELU PERMAININ BAEK…
    ELU TARIK, JATUHIN LAGI, TARIK, JATUHIN LAGI.. ELU ENGGAK MIKIR PERASAAN CHANYEOL !! DIA HAMPIR SEKARANG GEGARA ELUU!!!
    Dan ia tahu apa maksud Chan Yeol, bukan mengenai kondisi fisiknya yang sekarat, tapi hatinya yang hancur lebur. “kau sudah melakukan yang terbaik Chan Yeol-ah… yang terbaik. Aku tahu kau adalah namja yang kuat, maka bertahanlah”
    Luhan kelihatan kejem, kalau ku jadi chanyeol, mungkin aku udah mati di atap… mana kuat digituin sama orang yg dicintai, di PHP kayak gitu, nah ini lebih parah.. kayak diberi harapan tinggiiiiii terus jatuhnya cepet, sampe kerasa sakit banget..

    Oh…
    KOK ADA TAO ?? BUKANNYA TAO UDAH MATI YA ?? TERUS ?? KOK BISA HIDUP LAGI ?? AAAAAA??? Ohh.. mungkin TAO punya 9 nyawa kucing :3 #PLLAAAAAKKK

  28. Ya tuhan ya tuhan ya tuhaann, chapter ini sukses bikin nangis ya tuhaaaannn pasti Chanyeol sakit hati banget, dan rasanya pengen cekek(?) Baekhyun ya tuhan, Baek kenapa lo selalu nyakitin Chanyeol sih, dan OMG Kris rasanya pengen banget musnahin kauuuu aarggh chapter ini sukses ngobrak ngabrik(?) perasaan banget duh huks dan ah pasti Hunhan entar salah paham lagi yah *soktau* hehe
    Kau hancurkan aku dengan sikapmu tak sadarkah kau telah menyakitiku, lelah hati ini meyakinkanku, cinta ini membunuhku *nyanyi sambil lap ingus sama Chanyeol* chap ini bener bener menyakitkan huaaa tapi bagusss :”” dan itu akhirnya APAAAA? TAO BALIK LAGI? ALHAMDULILLAH *sujud syukur

  29. Wtf yah byunbaek..serius ga ngerti sama elu. cy bertahan salah, ngerelain salah. mau elo apa sih? asdfghjkl….

    Tao idup lagi?? bagus rebut kris dari baek tao-yaaa. aku mendukungmu sepenuhnya :v
    gue udh ga peduli akhirnya jadi chanbaek ato engga. terlalu sakit cy nya kasian. haaaah semoga ending nya cy bahagia deh. semoga.. yeah semoga… huftt

  30. Kakkkk penasaran banget sama chap ini . Loh/? Iya kak belum baca. Masih nunggu pw chap 5 . Pleasee kak😦 syedih ini. Kak on dong kak. Tadi ngintip dikit ehehe tp ga sampe bawah kak. Takut baper. Kak aku janji deh bakal review terus kak suer muehehe asal dikasih pw nya wkwkw. Kak hoy kak wkwkw love u kak

  31. alamakk TAO BANGKIT LAGI ITU?? SERIUS??
    YEAYYYYY…
    jadi Tao bisa rebut Kris dr Baekki. biar Baekki blik ama Chan Yeol lg. ahahaha *ketawa setan*
    tp gmna yaa. Mereka kan udaah jd sodara juga.

    tp semoga Tao nggak berbuat yang nggak2 ke Baekki deh. mengingat dia itu anak gangster/mafia.

    Chan Yeol merana banget disini. mnurutku dia yang paling malang. paling bikin sediiihhh. paling ngenessss.
    Baekki merana juga. tp dia ada Kris yg buat pelariannya. Kris yg sedih ditinggal Tao juga ada Baekki yg bisa bikin dia nggak sedih lg.
    tapi Chan Yeol???
    (ini bkn karena aku ngebias Chan Yeol kok kak Alf-biasku Baekhyun, bytheway)

    Sehun juga. knp pula ikut ikutan galau. Luhan cuma bantuin Chan Yeol.
    ini ceritanya jadi cinta segi banyak(?)
    yasudah kak Alf. aku mau teleport ke next chapter. hahaha
    *ngilang bareng Kai*

  32. Bener bener sperti judulnya. Yg mreka rasain jg cmn cinta n luka. Gak tau deh, jadi ilang rasa(??) ama krisbaek. Terlebih skr ada pandaboy. Lengkaplah sudah jd pro chanbaek. Owh god. Tapi mustahil bgt klo ntar mreka bkln brsatu. Gpp lah mreka gak brsatu juga. Yg pnting ntar endingnya jngn tragis. Takut bgt klo ntar ending slh stu dri CB bkln bnuh diri ato mti krn pnykit, terus yg atu mlh idup ngegantung(?), ato lbih mnyedihkan lg mlh nyusul(?). Moga tbakan q gak bener deh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s