[FF-YAOI-HunBaek//BaekHun] Avenger’s Fault [part 2-end]



FF YAOI-HunBaek-

 Title: Avenger’s fault

Author: AyouLeonForever

Cover pic/psoter edited by: AYouLeonForever

Genre: Thriller, romance, tragedy

Length: 2shot

Rate: T, NC17 (untuk scene kekerasan ama darah-darahan(?), and a lil’ bit lime maybe)

Main cast:

  • Oh Se Hun (yang demi kelancaran cerita, di beberapa bagian marganya diganti jadi Park Se Hun)

  • Byun Baek Hyun

  • Kai

  • Wu Yi Fan/Kris

  • Se Hun’s older brother yang tidak akan dibahas di cerita ini

  • Se Hun’s best (…) yang hanya sedikit dibahas di sini.

Support cast:

Kyung Soo.

Byun Tae Hwang (OC)

Park Jung Soo as Se Hun’s father

Kang Sora as Se Hun’s Mother

Disclaimer: All member EXO itu milik SM, orang tuanya, dan Tuhan.

Copyright: AyouLeonForever™. Ide cerita dan karakter tambahan asli/murni dari pemikiran saya. Bila ada kesamaan cerita, itu murni kebetulan semata.

Summary: Aku hanyaah manusia biasa, takdir yang merubah kehidupanku menjadi seorang Avenger. Dan takdir pula yang membuatku lalai akan tugas sebenarnya dari seorang Avenger.

Kesalahan seorang Avenger….

Chapter 2

 

*~<Avenger>~*

Pagi itu, Baek Hyun mengunjungi cafe milik Kyung Soo, tanpa tahu ternyata sejak tadi Kai membuntutinya, dan sekarang ia terlihat senang karena mengira ia bertemu dengan Kai secara tidak sengaja di cafe itu.

“Kai….”seru Baek Hyun kemudian mengajak Kyung Soo menghampirinya di meja paling pojok.

“eh Baek Hyun-shii? Kebetulan sekali bisa bertemu di sini”balas Kai pura-pura  kaget.

“ne, aku juga tidak menyangka. Kai tinggal di sekitar sini?”

“tidak juga, tadi aku jalan-jalan dan melihat cafe ini sepertinya sangat menarik”

Baek Hyun bersorak girang “ini temanku, pemilik cafe ini, namanya Kyung Soo. Berkenalan lah”

“ah ne, hai Kyung Soo-shii, namaku Kai”

Kyung Soo menjabat tangan Kai “bangapda Kai, aku Kyung Soo, sahabat Baek Hyun sejak kecil”

“ne… kami sudah bersama sejak kecil, bahkan kami berdua bersekolah di jepang bersama-sama, setelah lulus kami pindah ke Korea 3 tahun yang lalu”

Kai sebenarnya sangat tidak tertarik dengan pembahasan tidak penting ini, tapi sikap antusias Baek Hyun membuat cerita tidak penting itu terlihat menarik. ‘tidak heran kenapa Se Hun sangat menyukaimu’__lirih Kai.

*~<Avenger>~*

Se Hun mengerutkan kening saat malam itu ia baru pulang dari kantor dan masuk ke apartementnya tetapi Baek Hyun tidak ada. “apa dia pulang ke rumahnya?” tapi begitu Se Hun menelpon ke rumah Baek Hyun, kepala pelayannya mengatakan bahwa Baek Hyun tidak pernah pulang ke rumah. Se Hun semakin cemas karena ponsel Baek Hyun juga tidak aktif.

Sebuah nama langsung tertancap di otaknya “Kai..” serunya tertahan. Ia segera menjatuhkan semua dokumen-dokumen yang tadi dibawanya, kemudian dengan sedikit berlari ia menuju ruang kerjanya, mencari sebuah benda di dalam lemari besi kemudian menyelipkannya di dalam jas hitamnya.

*~<Avenger>~*

 

Se Hun mempercepat langkahnya menyusuri koridor hotel lantai 8. Mencari kamar nomor 8021 sesuai info yang dia dapat dari orang suruhannya.

Se Hun menggedor kasar pintu itu dengan sangat tidak sabar. Sampai ketika sosok Kai membuka pintu, Se Hun tidak menunggu waktu bergulir lebih lama karena ia segera mencengkram kerah baju Kai dan menghempaskan punggungnya ke tembok.

“whoa…whoa… tamu yang kurang sopan, ada apa ini Park Se Hun?”tanya Kai santai.

“dimana Baek Hyun? Kau apakan dia?”balas Se Hun berang. Matanya menyala dan nafasnya memburu.

“namja cantik itu?”Kai tersenyum licik “waeyo? Kau cemburu karena seharian ini dia bersamaku?”

Se Hun makin naik pitam, ia langsung mengeluarkan senjata dari balik jasnya dan menodongkan benda itu ke dagu Kai “apa yang kau lakukan padanya? HA???”

Kai masih tersenyum “Baek Hyun-ah, Se Hun mencarimu” seru Kai dengan suara sedikit ditinggikan.

Detik berikutnya Baek Hyun keluar sambil memegang stick game tanpa kabel milik Kai “Se Hunnie?”tanya Baek Hyun.

Se Hun menatapnya tajam, melihat Baek Hyun yang sepertinya tidak kenapa-kenapa, ia segera memasukkan pistol tadi kembali ke dalam saku jas nya “sedang apa kau di sini?”tanya Se Hun marah.

“ng, Kai mengajakku main”

“YA! BYUN BAEK HYUN… JANGAN PERNAH PERGI DENGAN SIAPAPUN TANPA PERSETUJUANKU, ARASSO???”

Baek Hyun tercekat “ng… ne…”

“Pulang!” Se Hun menarik tangan Baek Hyun dan keluar dari kamar hotel Kai itu.

“sampai jumpa Baek Hyun-ah, kapan-kapan main lagi”

“ne Kai…” seru Baek Hyun sambil berusaha mengimbangi langkah Se Hun dengan terpontang panting.

*~<Avenger>~*

Se Hun betul-betul murka. Setelah membanting pintu kamar apartementnya, dia mendorong tubuh Baek Hyun hingga terhempas kasar di atas tempat tidurnya.

“APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KAI???? HA???” bentak Se Hun setelah ia merengkuh kedua pundak Baek Hyun dan menekannya lebih kuat hingga Baek Hyun seolah akan tenggelam di tempat tidur Se Hun.

“aa…a… aku…ha… hanya… bermain dengannya”jawab Baek Hyun ketakutan. Ini pertama kalinya Baek Hyun melihat Se Hun marah besar.

“mwo? Bermain?” Se Hun berdecak, menggeleng pelan tanpa menatap Baek Hyun. Setelahnya ia tatap Baek Hyun lebih tajam “kau ingat berapa usiamu sekarang?”

“du… dua puluh satu”jawab Baek Hyun polos

“KAU SUDAH DEWASA BAEK HYUN-AH… APA PANTAS KAU BERSIKAP KEKANAK-KANAKAN BEGINI????”

Baek Hyun menelan ludah, matanya sudah berkaca-kaca. Ini pertama kalinya ada yang memarahinya sampai seperti itu. “mianhae…. tidak akan…hiks… kuulangi”

“jangan temui Kai lagi”ancam Se Hun dengan mata menyala.

“hiks… ne…”Baek Hyun mengangguk cepat. Berusaha mati-matian agar air matanya tidak keluar lebih deras.

“kali ini aku memaafkanmu, tapi lain kali… aku tidak akan mengampunimu” Se Hun menurunkan zipper jacket Baek Hyun “hapus air matamu, dan lakukan apapun agar emosiku tidak semakin berlarut-larut”

“tapi Se Hunnie…”

Se Hun menyeka keringat yang menetes di kening Baek Hyun “maaf, tapi aku betul-betul emosi. Aku cemburu kau bersama Kai tanpa izinku” Se Hun menerjang leher Baek Hyun “tahan lah, karena sepertinya aku akan bermain sedikit kasar kali ini”

“Se Hunnie… hiks”

*~<Avenger>~*

Baek Hyun menggeliat malas, sesekali meringis kesakitan. Saat ia membuka mata, Se Hun sudah tidak berada di sebelahnya. Mungkin sudah berangkat ke kantor. Ia pun bangkit, dan dengan sangat hati-hati ia bersandar di tepian tempat tidur. Matanya memandang kosong ke depan, dan seketika air matanya jatuh membasahi punggung tangan yang tergeletak lunglai di atas selimut yang menutupi tubuh bawahnya. “Se Hunnie jahat, jinjja shireoyo Se Hunnie”

“katakan sekali lagi”

Baek Hyun tersentak kaget. Di depannya kini Se Hun tengah berdiri kokoh mengenakan baju mandi putih, dengan sekaleng bir di tangannya.

“se… Se Hunnie… tidak ke kantor?”tanya Baek Hyun takut-takut.

“kau betul-betul membenciku?”Se Hun tidak menggubris.

Baek Hyun menunduk, kemudian kembali menangis “aku mencintaimu, tapi aku benci kalau Se Hun berbuat kasar padaku”

Se Hun menghela nafas, kemudian menghampiri Baek Hyun setelah meletakkan kaleng birnya di atas nakas. Ia duduk di sebelah Baek Hyun, perlahan membelai rambut cokelat gelapnya dengan sayang “mianhae… aku tidak bermaksud menyakitimu”

Baek Hyun terus terisak. Hal itu menuntun Se Hun untuk meraihnya dalam pelukan.

“aku mencintai Baek Hyun. Sangat mencintai Baek Hyun, aku juga tidak tahu kenapa tapi aku marah saat ada namja lain yang menyentuh Baek Hyun”

“aku… dan Kai…hiks… hanya berteman”

Se Hun melepaskan pelukannya, menatap Baek Hyun serius “siapapun itu Baek Hyun-ah, aku setuju, asal bukan Kai…”Se Hun menelan ludah “asal bukan salah satu dari mereka”

“ta… tapi, bukankah Kai adalah sahabatmu?”

Se Hun mengangguk pelan “tapi penyebab terburuk dari rusaknya suatu hubungan biasanya justru diakibatkan oleh orang terdekat, apalagi kalau dia berpotensi”

Baek Hyun menghela nafas “tapi yang aku cintai itu Se Hun, dan tidak akan berubah. Kai lebih cocok jadi sahabatku”

Se Hun menggeleng “jangan terlibat lagi dengannya yah”

Baek Hyun akhirnya mengangguk, kemudian tersenyum “ternyata Se Hun cemburu”

“tentu saja… kau pikir apa?”Se Hun menyentil pelan kening Baek Hyun.

“kupikir Se Hun marah karena sesuatu hal. Hm, aku senang karena Se Hun cemburu, berarti Se Hun betul-betul mencintaiku”Baek Hyun membenamkan tubuhnya di pelukan Se Hun yang hangat.

Se Hun sendiri menghela nafas panjang “aku sendiri juga tidak mengerti Baek Hyun-ah… kenapa aku terlalu mencintaimu”lirihnya. kenapa harus kau… orang yang seharusnya kubunuh bersama Byun Tae Hwang”

 

*~<Avenger>~*

Baek Hyun kembali ke rumah orang tuanya atas permintaan Se Hun, dan tentu saja itu demi keselamatannya. Tempat teraman saat badai bukankah dibawah pusat tornado? Dan itulah prinsip Se Hun.

Pagi itu, ia dan Byun Tae Hwang sedang meninjau sebuah lokasi untuk proyek baru mereka. Alangkah terkejutnya Se Hun saat ia tahu di mana kakinya menapak.

bekas lahan rumah mereka. Betul-betul tak bersisa.  Bisa jadi setelah kebakaran hebat itu, Byun Tae Hwang menggusur sisa bangunan rumah mewahnya.

Se Hun mati-matian menahan air matanya agar tidak menetes, juga menahan lututnya agar tidak bergetar, terlebih Byun Tae Hwang menatap lokasi yang cukup luas itu dengan senyum sumringah, penuh kemenangan dan tak terlihat ada rasa penyesalan di sana.

“mungkin kau heran Se Hun-ah, kenapa ada beberapa puing tembok dan abu hitam” Tae Hwang menoleh pada Se Hun “di sini dulunya adalah rumah yang berdiri dengan sangat megahnya” Tae Hwang menghela nafas, seolah sedih “rumah mendiang sahabatku.

Se Hun meremukkan kesepuluh jarinya. Sahabat kau bilang???__lirihnya membatin. “ng, rumah sahabat anda?”

“ne… rumah keluarga Park. Yang musnah dalam peristiwa kebakaran itu”

Se Hun menelan ludah, ini dia. Sebenarnya ia cukup penasaran bagaimana kasus pembunuhan kedua orang tuanya tidak diperpanjang “apa yang terjadi pada keuarga tuan Park?”

Byun Tae Hwang menoleh “kau tahu mereka?”

Se Hun terpaksa menggeleng dengan sangat meyakinkan “saat itu, aku tidak sengaja menemukan sebuah berkas di ruangan dokumentasi. Aku cukup heran kenapa nama perusahaan kita 5 tahun yang lalu bernama PJS Group? Setelah kubaca, ternyata presiden direktur sebelumnya, sekaligus founder perusahaan itu adalah orang yang bernama Park Jung Soo, disingkat PJS”

Byun Tae Hwang mengangguk santai. Terlihat bahwa ia sudah terbiasa menjawab pertanyaan itu “dialah sahabatku. Jung Soo” Tae Hwang menatap langit yang cukup cerah pagi itu “kuharap arwahnya, istri dan kedua anaknya tenang di alam sana”

Terdengar suara remukan tangan Se Hun, ia betul-betul berjuang menahan dirinya agar tidak menarik pistol di dalam jas nya dan meledakkan kepala namja biadab ini.

“peristiwa itu terjadi di suatu malam 5 tahun yang lalu. Seorang teman sekantorku menghubungiku tengah malam bahwa rumah keluarga Park musnah terbakar.  Tanpa peduli apa-apa lagi aku segera ke tempat ini dan” Byun Tae Hwang mengangkat bahu “rumah ini sudah menjadi arang. Ironisnya, sahabatku beserta seluruh keluarganya dan beberapa pelayanannya ikut mati terbakar”

Se Hun mengontrol nafasnya. Namja tua ini betul-betul biadab “ng, bisa saya tahu apa penyebab kebakaran itu? kenapa tidak diusut?”

“ini murni kecelakaan. Anak-anak Jung Soo sangat bebal dan sulit di atur. Penyebab kebakarannya adalah, kedua anak itu bermain senjata api dan tidak sengaja menembak tabung gas di dapur mereka. Bukti otentik menunjukkan, ada satu unit senjata api yang tergeletak di dapur. Walau keadaannya sudah menjadi debu, wujudnya masih bisa dilihat jelas” Byun Tae Hwang menoleh “sahabatku itu sangat baik, dia penyayang, mungkin karena sikap lembutnya itu, maka anak-anaknya tidak pernah ditegasi”

Se Hun mengangguk membenarkan. Padahal dalam hati ia mengutuk semua fitnah yang dibuat namja tua ini. “lalu kenapa penyidik mengatakan itu adalah perbuatan anak-anak Tuan Park? Bisa jadi ada teroris yang menyerang mereka, atau sejenisnya”

“hm, supir kepercayaan mereka Lee Hyun Jin satu-satunya orang yang selamat dalam kebakaran itu. sebelum diminta oleh Jung Soo untuk membeli sesuatu di luar, Hyun Jin sempat melihat anak-anak Jung Soo bermain senjata api di dapur, dia tidak menegurnya karena ia kira itu adalah pistol mainan. Tapi setelah ia kembali… rumah ini sudah hangus terbakar”

Se Hun kembali menghembuskan nafas. Ia mengutuk Byun Tae Hwang sekali lagi. Ini jelas kebohongan, selama hidupnya di rumah itu, Se Hun tidak pernah memiliki supir bernama Lee Hyun Jin. Bisa jadi ia juga kaki tangan namja tua ini.

“ah sudahlah, ini kenangan yang paling menyakitkan di masa lalu. Belum hilang keterkejutanku atas kematian sahabatku dan keluarganya, PJS Group jatuh pailit. Aku sendiri tidak menyangka bahwa sebelum ajalnya, Jungsoo dan Sora istrinya mempercayakan segenap kekuasaannya padaku. Dan dengan kerja kerasku, aku bisa membangkitkan kembai PJS Group dengan nama baru”

“ne sajang-nim, aku sering mendengar itu, tapi aku tidak tahu bahwa ada kisah tragis dibalik kesuksesan anda”

Tae Hwang tersenyum, kemudian menepuk pundak Se Hun “kau tahu, aku sedikit terkejut karena kau memiliki nama yang sama dengan anak sahabatku yang bernama Park Se Hun”

Se Hun pura-pura terkejut “benarkah sajang-nim? Kebetulan yang tidak terkira. Padahal nama itu pemberian Kris hyung, maksudku Wu Yi Fan. Sebenarnya namaku Xie Xuen”

“hm, aku tahu. Kau terlalu tampan bila disamakan dengan anak itu”

KRAK…

Buku-buku punggung jari Se Hun memutih, karena ia mati-maian menahan emosinya “ah kamsahamnida”

“beruntung Baek Hyun kami tidak sebebal itu. walaupun dia terlambat dewasa, aku tetap bersyukur”

Se Hun menelan ludah, hatinya seolah meledak saat nama Baek Hyun terucap oleh namja biadab itu. kenyataannya kini, ia tidak boleh mengelak bahwa Baek Hyun juga bagian dari keluarga Byun, ia juga menikmati seluruh kekayaan yang dirampas dari keluarganya yang dipertaruhkan dengan darah kedua orang tuanya.

“oh aku hampir lupa menanyakan ini. kalian baik-baik saja kan? Aku sedikit heran kenapa Baek Hyun kembali ke rumah padahal sebelumnya dia merengek untuk tinggal denganmu”

Se Hun berusaha tersenyum “hubungan kami sangat lancar sajang-nim. Aku yang memintanya pulang karena aku cemas dia akan bosan di apartementku”

Byun Tae Hwang tertawa “aku bisa dimarahi anak itu karena telah menyita waktumu hampir sehari full tiap minggunya. Mau bagaimana lagi, kau adalah orang kepercayaanku, dan termasuk pekerja yang paling berprestasi”

“ah kamsahamnida sajang-nim, aku selalu berusaha memberikan yang terbaik”

*~<Avenger>~*

Malam itu, tidak biasanya Kai menelpon Se Hun. Dan ia tahu, Kai bukan orang yang suka basa-basi, jadi pasti ada berita penting.

“yeoboseyo”sapa Se Hun

“sajang-nim akan tiba di seoul besok pagi, aku hanya memeberitahumu untuk bersiap-siap. Jangan sampai sajang-nim tahu wujud Baek Hyun atau dia akan lebih dulu melenyapkan mainanmu. Itu saja, aku khawatir ponselku disadap. Kerjakan tugasmu secepatnya”

Piiippp…

Mata Se Hun membulat, bukankah target waktu yang diberikan untuknya masih seminggu lagi. Dengan panik ia menghubungi nomor Kris, dan beruntung Kris langsung menjawabnya.

“jadi Kai sudah memberitahumu? Ah padahal aku ingin memberimu kejutan”

“apa tujuan hyung ke korea?”serbu Se Hun langsung.

“hanya ingin tahu sejauh mana persiapanmu”

“sudah 80 %”

“itu beum cukup Se Hun-ah, aku ingin mendengar sesuatu yang sempurna”

Se Hun menelan ludah “arasso, 3 hari lagi kau akan membaca berita utama tentang tewasnya Keluarga Byun di halaman utama surat kabar”

Kris tertawa “arasso, jadi kutunda keberangkatanku?”

“terserah kau hyung, asal jangan campuri urusanku”

“hm, sangat menarik. Baiklah… kutunggu kabar darimu”

PIIPPP~

Se Hun menghela nafas, ia tatap deretan pistol yang kesemuanya sudah terisi peluru. “Baek Hyunnie, maaf…. aku mencintaimu, tapi dendam tetaplah dendam yang harus dibaas, karena aku… adalah seorang avenger

*~<Avenger>~*

Malam itu Se Hun menginap di rumah Baek Hyun, karena Byun Tae hwang melakukan perjalan dinas satu hari ke Jepang bersama istrinya. Dan tentu saja sebagai orang kepercayaan, Se Hun diberi kebebasan keluar masuk di rumah itu, didukung oleh kemauan Baek Hyun sang tuan muda.

“apa Se Hun sedang marah lagi?”tanya Baek Hyun saat mendapati Se Hun hanya menatap keluar jendela sambil sesekali meneguk bir nya.

“ani, hanya saja sedang ada yang kupikirkan”jawab Se Hun santai.

“tentang apa?”

Se Hun menghela nafas, dan menarik tubuh Baek Hyun untuk dipeluknya “kematian”

Baek Hyun tersentak “ke… kematian?”

“apa Baek Hyun takut mati?”

“ng… ne. sebenarnya bukan takut mengenai kehilangan nyawaku, aku hanya takut berpisah dengan orang-orang yang kucintai. Apalagi dengan Se Hun”

Se Hun mengeratkan pelukannya “kalau misalnya kita mati bersama, kau mau?”

“hidup bersama lebih bagus Se Hunnie, kenapa membicarakan kematian?”

Se Hun menelan ludah “kalau misalnya kau harus dihadapkan pada kematian? Apa yang akan kau lakukan?”

Baek Hyun menggumam “entahah, kupikir itu takdir, aku mau lari kemanapun kalau Tuhan menakdirkanku untuk mati, ya aku tidak akan bisa mengelak”

Se Hun merenggangkan pelukannya, menatap mata Baek Hyun dengan sangat intens “kalau misalnya… Tuhan menakdirkanmu mati di tanganku dengan alasan tertentu? Apa pendapatmu?”

Baek Hyun memiringkan kepalanya “Se Hun mau membunuhku?”

Se Hun jelas tersentak dengan pertanyaan polos tapi 100 % akurat itu “ma… maksudku, misalnya, hanya pengandaian. Kita tidak bisa menebak ajal dan kita mati di tangan siapa”

Baek Hyun mengangguk-angguk “mungkin pertanyaan Se Hun salah. Konteksnya mungkin seperti ini” Baek Hyun berdehem kemudian berakting, mengikuti cara Se Hun menatap lawan bicaranya “Baek Hyunnie, apa kau rela mati untukku?” Baek Hyun kembali berdehem setelah menirukan suara Se Hun “dan aku akan menjawab tanpa ragu. Ne Se Hunnie, apapun itu asal Se Hun bahagia

Se Hun memejamkan matanya, tidak sanggup melihat kepolosan kekasihnya ini.

“apakah yang menganggu pikiran Se Hun adalah ini?”tanya Baek Hyun.

Se Hun mengangguk “aku takut kehilanganmu Baek Hyunnie, dan lebih takut lagi jika aku kehilanganmu karena perbuatanku sendiri”

“kalau begitu, akan kuminta pada Tuhan agar Se Hun tidak kehilanganku. Dan kalau Tuhan sudah menakdirkan aku mati, entah di tangan siapa, mungkin aku akan rela mati bersama Se Hun”

“ma… mati bersama?”

“ne, seperti Romeo And Juliet”

Se Hun kembali memeluk tubuh Baek Hyun “gomawo Baek Hyunnie”

“eh?”

“kau sudah menenangkan pikiranku”

Baek Hyun tertawa “baguslah, berarti aku tidak cukup buruk menjadi seorang kekasih”

“kau yang terbaik. Percayalah”

“Se Hun juga…”

“saranghae…”

“nado saranghae”

*~<Avenger>~*

“butuh bantuanku?” tanya Kai saat ia melihat Se Hun tengah mempersiapkan beberapa unit pistol yang diselipkan di dalam jacket kulitnya. Ia juga memasukkan beberapa benda aneh ke dalam ranselnya.

“tidak perlu, ini sangat mudah. Kau tunggu saja hasilnya”jawab Se Hun

Kai meneguk bir kaleng yang ia ambil di kulkas sudut milik Se Hun “jadi kau sudah punya cara khusus bagaimana melenyapkan Baek Hyun?”

TRAK~

Se Hun mengacungkan pistolnya ke arah Kai “sudah kubilang jangan ikut campur”

“hm, arasso… sayang sekali namja cantik itu harus mati”

Se Hun menghembuskan nafas panjang kemudian kembali memasukkan pistol tadi ke balik jacketnya. “Kai…”

“ne…”

Se Hun memakai ranselnya kemudian menghampiri Kai “kau tahu kan kesalahan seorang Avenger?”

Kai mengangguk pasti “ne, wae?”

Se Hun mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya dan menyerahkan pada Kai “kalau aku melakukan kesalahan itu, kumohon kau jangan memperbaikinya, walaupun itu perintah langsung dari Kris hyung”

Kai menatap tak percaya pada benda yang ia pegang “jadi?”

“ne, Kris hyung jelas tidak suka bila ada urusan yang tidak bersih dan tersisa”Se Hun menghela nafas “bila aku benar melakukan kesalahan… berikan itu padanya

Kai mengangguk “aku sebenarnya paling tidak suka melakukan hal cengeng seperti ini, tapi kurasa kau benar, bisa jadi Kris sajang-nim meminta orang lain memperbaiki kesalahanmu”

“hum, dan benda itu bisa menghalanginya”

Kai tersenyum “tidak percuma kau dididik oleh Kris sajang-nim, kau cukup mengenalnya”

Se Hun balas tersenyum “tolong, karena hanya kau yang bisa kuberi amanah ini”

“jadi kau yakin akan melakukan kesalahan itu?”

Se Hun menghembuskan nafas “entahlah, kuharap tidak. Hanya jaga-jaga”

“arasso, pergilah”

*~<Avenger>~*

“Oh, Tuan muda Se Hun… tumben sekali berkunjung malam-malam begin__”

Jleb~

“apa yang??”

Jleb~…

Crasss…

Brugh~

Se Hun langsung menyeret jasad kepala pelayan itu ke balik sofa ruang tamu sebelum darahnya merembes kemana-mana.

“ah tuan muda Se Hun” 3 pria berjas hitam yang biasanya menjaga rumah itu menghampiri.

“Baek Hyun ada?”tanya Se Hun berlagak santai. Pisau yang berlumuran darah tadi ia sembunyikan di balik jacketnya

“ada tuan muda… silakan temui beliau di atas”

“ne… tapi sebelum itu”

Doorr

Doorr…

Doorr...

BRUGH~

Kepala memang target terbaik karena tidak akan menyiksa korbannya terlalu lama. 3 namja itu ambruk dan tewas di tempat dengan darah merembes kemana-mana.

Sebelumnya Se Hun sudah menghabisi 8 penjaga di luar dengan sangat mudah. Terlalu mudah sejak kau punya akses keluar masuk rumah itu.

Se Hun menutup pintu depan dan menguncinya rapat, memastikan tidak ada celah untuk kabur atau apapun.

Setelahnya ia berjalan cepat menuju ruang kerja di ruangan paling ujung sebelum suara tembakan tadi menyadarkan pemilik rumah akan kehadirannya.

tOk…tok…tok…

“nuguseyo?”seru seseorang dari dalam, jelas sekali itu suara Byun Tae Hwang

“ini aku sajang-nim. Oh Se Hun”jawab Se Hun

“oh masuklah”

“ne”

KLEK~

BLAM~

“tidak biasanya Se Hun datang tengah malam begini. Ada yang perlu diselesaikan?”tanya Byun Tae Hwang tanpa curiga dengan penampilan Se Hun yang menggunakan kostum hitam-hitam saat itu, terlebih topinya.

“ne, tahap terakhir penyelesaian dendam”jawab Se Hun.

Drap….drap…drap…

BRUAK…

“YEOBO…YEOBO… DI LUAR ADA TIGA MAYAT YANG__”

Doorr….

BRUGH~

Tubuh yeoja paruh baya itu ambruk ke lantai dengan kepala ditembusi peluru hingga darahnya berceceran kemana-mana, bahkan ada yang terciprat ke wajah Se Hun.

Byun tae Hwang tercengang melihat istrinya ambruk tak jauh dari tempat Se Hun berdiri. “Yeo…. YEOBOOOOO!!!”

Trak~

“Tetap di tempat… ayah mertua”ancam Se Hun sambil mengacungkan pistol itu ke arah Byun Tae Hwang

“KAU!?”

“jangan terkejut seperti itu ayah mertua, kau juga akan menyusul ibu mertua setelah ini, tapi aku ingin bersenang-senang dulu”

Byun Tae Hwang membelalak “terkutuk kau Oh Se Hun…”

Se Hun berdecak berkali-kali “apa sebaiknya aku memperkenalkan diri?” Se Hun membuka topinya dan melemparnya ke sembarang tempat, mengacak rambutnya yang selama ini ia model agar ia terlihat lebih tua dari usianya yang sebenarnya “aku… Park Se Hun, putra kedua dari Park Jung Soo dan Kang Sora yang 5 tahun lalu kau renggut nyawa mereka seperi itu” Se Hun menunjuk jasad Nyonya Byun tak jauh darinya.

Byun Tae Hwang hampir ambruk ke lantai “k…kau… kau tidak…”

“ne… aku tidak mati, aku dan kakakku berhasil keluar dari rumah itu saat kau mulai membakarnya”

Byun Tae Hwang gemetar “kau…. kau…”

“biar kubantu kau mengingatnya”

“BIADAAAB…”

Door~….

Sebuah peluru menembus pundak namja tua itu. ia berteriak kesakitan hingga menggema ke seluruh ruangan.

ah maaf, aku memang mudah emosi kalau ada yang membentakku” Se Hun mengangkat alis “sudah ingat? Kata-kata yang kau ucapkan setelah menembak pundak ayahku”

“Park Se Hun…. kau akan membayarnya”

Se Hun mengangguk “akan kubayar dengan darah seluruh anggota keluargamu”

“Se Hunnie?” itu suara Baek Hyun. Tapi Se Hun tidak menoleh. Ia tersenyum ke arah Tae Hwang.

Namja tua itu terkejut bukan main. “Baek Hyun-ah, lari nak… lari”perintahnya histeris.

“waeyo appa?”Baek Hyun justru mendekat dan seketika terkejut melihat eommanya tergeletak dilantai dengan berlumuran darah. “EOM… EOMMA????” jerit Baek Hyun. “EOMMA….”

“Baek Hyunnie, kemari chagi” perintah Se Hun.

Baek Hyun sudah menangis histeris di sana “tapi eomma… eomma…”

“tenang saja, kau akan kembali bersamanya sebentar lagi”

“Park Se Hun… berani kau menyentuh anakku, kuhabisi kau….”

Se Hun kembali berdecak “sepertinya kau tidak paham situasi orang tua. Yang berhak mengancam di sini adalah aku, dan tugasmu sekarang hanyalah memohon. Lagipula, aku sudah menyentuh anakmu berkali-kali, kenapa baru sekarang kau protes?”

“BIADAB!”

Door…~

Kali ini peluru itu melesat di pundak yang satunya lagi.

“APPAAA!” jerit Baek Hyun kemudian berlari menghampiri ayahnya, tapi tangan Se Hun lebih cepat menjeratnya, dan menariknya ke dalam pelukan.

“jangan ke sana sayang, dia jahat”bisik Se Hun dengan seduktifnya di telinga Baek Hyun.

“kenapa? Kenapa Se Hun menembak appa? Apa Se Hun juga yang membunuh eomma?”Baek Hyun terisak

“bukan sayang… ini namanya takdir, hidup eomma hanya sampai hari ini”

“tapi… kenapa Se Hun yang membunuh eomma?”

“karena Tuhan yang sudah menakdirkanku untuk melakukannya. Jangan menangis lagi yah, masih ada tahap selanjutnya” Se Hun menyempakan diri menciumi wajah Baek Hyun.

TRAK~

“lepaskan tangan kotormu dari anakku, Park Se Hun…”ancam Byun Tae Hwang sembari menodongkan pistol yang baru saja diambilnya diam-diam dari laci.

Se Hun mengangkat alis “berani juga kau orang tua. Aku salut”

“Baek Hyun-ah, kemari nak”pinta Tae Hwang.

Se Hun memutar tubuh Baek Hyun dan memeluk lehernya dari belakang, kemudian ia tempelkan ujung pistol tadi di pelipis Baek Hyun “aku sedikit tidak menyangka, namja sebengis dirimu juga punya titik kelemahan” Se Hun menarik pelatuknya.

“jangan mengancamku Park Se Hun. Posisimu sekarang terdesak”

Se Hun melengos “mwo? Bisa kau ulangi? Siapa yang terdesak di sini?”

“Biar kutebak… 3 bunyi tembakan di luar tadi, satu di kepala istriku, 2 di pundak kanan dan kiriku, semuanya berasal dari senjata yang sama kan?” Byun Tae Hwang mendekat, keluar dari meja kerjanya “dengan kata lain, pistol yang kau genggam sekarang… tidak berisi peluru sama sekali”

Se Hun mengangat alis. Sedikit takjub bahwa namja tua itu lebih cermat dari perkiraannya “siapa yang bisa menebak itu ayah mertua, bisa jadi aku mengganti pistolku sebelum masuk ke sini”

“baiklah… kita buktikan perkataan siapa yang benar” Byun Tae Hwang menarik pelatuknya, sementara Se Hun tersenyum di sana.

“kau bisa saja menembak anak kesayanganmu ini, namja tua”

“tenang saja, aku penembak yang cukup jitu. Kau masih fasih mengingat kejadian 5 tahun yang lalu kan?”

Emosi Se Hun tersulut, tapi tidak ia tampakkan.

PIIIP~

Se Hun menekan tombol yang sejak tadi digenggamnya di tangan kiri. Dan

DHUUUAAARRRR…

Ledakan itu terdengar memekakkan telinga, dan seketika sekeliling rumah itu di kepung api  yang menyala cukup tinggi. “terima kasih tentang ide tabung gasnya namja tua. Tapi… aku tidak sepelit itu, aku menggunakan bubuk mesiu, juga bensin untuk meledakkan dan membakar rumahmu”

“KAU!!! SEJAK KAPAN KAU MERENCANAKAN INI???”

Se Hun pura-pura berpikir “aku lupa, tapi bukankah ini cukup matang?”

Door~

Byun Tae Hwang menembak pundak Se Hun karena ia memang lebih tinggi dari Baek Hyun.

Baek Hyun yang hanya bisa menangis sejak tadi akhirnya menjerit “APPA… JANGAN!”

Se Hun tersenyum “matematikamu cukup bagus Byun Tae Hwang, tapi kau salah dalam menebak”

Byun Tae Hwang membelalak dan…

DOOORRRR….

Peluru itu melesat menembus jantung seseorang, menciptakan percikan darah kemana-mana.

Dan…

Byun Tae Hwang ambruk ke lantai setelah mengumpat Se Hun habis-habisan “terkutuk kau Park Se Hun, terkutuk semua keluargamu, terkutuk kau dan… kakak…muuuhhh”

Namja menyedihkan itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Baek Hyun menghentikan tangisnya, walau masih terisak ia menunduk lemah “jadi sekarang… giliranku kah?”

Se Hun mengangguk, kemudian kembali memutar tubuh Baek Hyun untuk menatapnya “mianhae…”

Baek Hyun menyeka air matanya, kemudian menggeleng “aku yang seharusnya meminta maaf. Ayahku telah menghabisi keluargamu, dan tentu saja kau harus membalaskan dendammu” Baek Hyun mengulurkan tangan, meraih tangan Se Hun yang menggenggam pistol dan menuntun pistol itu agar mengarah ke dadanya sendiri “tuntaskan dendammu”

Se Hun tercekat “Baek Hyunnie…”

“aku sudah mengatakannya, aku rela mati demi kebahagiaan Se Hun”

“tapi…aku…”

Baek Hyun menyeka peluhnya, karena udara di sekitarnya semakin panas akibat kobaran api di luar “cepatlah, setelah itu kau keluar dari pintu belakang”

Se Hun berdecak, situasinya mendesak. Ia mulai menarik pelatuknya dan…

“Arggghhhh” ia menggenggam tangan Baek Hyun dan berlari keluar dari ruangan itu. api sudah menjalar ke ruang utama, tirai-tirai mewah itu terbakar, memudahkan apinya menyebar ke mana-mana. Asap juga mulai mengepul, mengganggu pernafasan dan penglihatan. Tapi bukan Se Hun namanya kalau ia tidak bisa lolos dari situasi ini. latihannya selama bertahun-tahun memang untuk hari ini.

BRUAAAKKK!

Se Hun menendang pintu belakang, masih merangkul Baek Hyun, ia keluar dari rumah yang mulai rubuh itu.

SRAAK!

Se Hun luruh ke tanah berumput di halaman belakang yang sekiranya api tidak akan mencapai tempat itu.

“Se Hunnie?”tegur Baek Hyun

SLAB!~

“peluruku habis, makanya aku tidak membunuhmu tadi”ucap Se Hun dingin.

Baek Hyun mengangguk “pisau ini juga tidak buruk. Lakukanlah” Baek Hyun memejamkan mata saat pisau itu sudah ditempelkan oleh Se Hun di leher Baek Hyun.

Se Hun mengutuk dirinya bekali-kali. Sebenarnya sangat mudah, hanya menggerakkan pisau itu cepat, dan tenggorokan Baek Hyun akan putus, dan dia akan mati dalam hitungan menit. Tapi sialnya, hatinya seolah menahan gerakannya, jangankan untuk menyayat leher Baek Hyun, melihat kulitnya meneteskan darah sedikitpun ia tidak rela.

“AAARRRGGGGHHHH” sekai lagi Se Hun melakukan kesalahan, ia membuang pisau itu, dan dengan gerakan cepat ia rebahkan tubuh Baek Hyun ke tanah dan ia lumat bibirnya kasar. “WAE???WAE??? KENAPA AKU TIDAK BISA MEMBUNUHMU BYUN BAEK HYUN???” jerit Se Hun sambil menangis.

Baek Hyun membuka matanya, menatap sepasang mata berair di atasnya. “pejamkan matamu, dan ledakkan senjatamu di kepalaku”

“Byun Baek Hyun… kau kira aku sanggup?”

“kau harus, karena aku adalah anggota keluarga Byun. Tuntaskan balas dendammu, agar kau tidak menyesal”

Se Hun meninju tanah berumput di sebelah Baek Hyun hingga menimbulkan cetakan di sana “aku mencintai ayah dan ibuku, tapi sialnya… aku juga mencintaimu…”

Baek Hyun tersenyum “lakukanlah, aku ingin bertemu kedua orang tuamu”

SRAK~

Se Hun mengambil sebuah pistol lagi di balik jacket kulitnya dan menodongkannya di dahi Baek Hyun “kalau aku tidak melakukan ini, aku akan menyesal seumur hidup. Bayangan kematian orang tuaku akan terus menghantuiku”

Baek Hyun mengangguk “jangan ragu lagi Se Hunnie”

Se Hun menelan ludah. Air matanya sudah membanjiri wajah Baek Hyun di bawahnya. “Mianhae… appa… eomma… hyung….”Se Hun terisak “saranghae, Baek Hyunnie”

DOOORRRR….

*~<Avenger>~*

Seorang pemuda berpakaian serba hitam menatap kaku sebuah gundukan yang masih basah. Ia meletakkan sebuket mawar putih di depan pusara itu kemudian melepas kacamatanya.

“bagaimana kabarmu sayang? Apa kau sudah tenang di sana?”lirihnya.

Srak…

Srak…

Srak…

Pemuda itu menoleh saat ada sosok pemuda lain berjalan mendekatinya.

“Kai?”serunya tertahan.

Kai tersenyum, kemudian menghampirinya “aku ke sini mau pamit”

“pamit? kemana?”

“kembali ke Beijing. Aku tidak punya urusan lagi di sini”

Pemuda itu mengangguk “hm”

“tapi sebelum itu, ada yang ingin kuserahkan”

“apa?”

Kai tersenyum “amanah terakhir dari…. Se Hun

Pemuda yang bernama Baek Hyun itu terhenyak “a… amanah terakhir?”

“ne, malam sebelum ia menyerang rumahmu, ia menitipkan amanah untukku yang harus kuberikan padamu kalau ia melakukan sebuah kesalahan sebagai seorang Avenger

Flash Back

 

Se Hun mengambil sebuah pistol lagi di balik jacket kulitnya dan menodongkannya di dahi Baek Hyun “kalau aku tidak melakukan ini, aku akan menyesal seumur hidup. Bayangan kematian orang tuaku akan terus menghantuiku”

Baek Hyun mengangguk “jangan ragu lagi Se Hunnie”

Se Hun menelan ludah. Air matanya sudah membanjiri wajah Baek Hyun di bawahnya. “Mianhae… appa… eomma… hyung….”Se Hun terisak “saranghae, Baek Hyunnie”

DOOORRRR….

 

 

SPLASSSHHHH…

Darah itu menyembur dan terciprat ke wajah Baek Hyun.

Namja manis itu merasa tidak ada yang sakit di tubuhnya, seketika ia membuka mata, dan ia sudah melihat Se Hun tersenyum dengan rembesan darah keluar dari mulutnya.

Baek Hyun membelalak saat tahu bahwa Se Hun menembak dadanya sendiri “SE HUNNIEEEE” pekiknya kemudian menangkap tubuh Se Hun sebelum ambruk ke tanah. “apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan???”jerit Baek Hyun saat ia meletakkan kepala Se Hun di pangkuannya.

“aku… tetap… tidak bisa… Baek Hyunnie… aku… terlalu… mencintaimu” Se Hun terbatuk, kemudian mengeluarkan darah yang cukup banyak.

Baek Hyun semakin histeris, tangannya bergetar hebat menyeka sebisanya darah yang mengotori wajah Se Hun “jebal… jangan tinggalkan aku… jangan mendahuluiku… kita… kita mati bersama”Baek Hyun sudah bersiap mengambil pistol yang digunakan Se Hun tadi, tapi Se Hun menangkap tangannya.

“kalau kau melakukannya, aku tidak akan memaafkanmu”

“tapi Se Hunnie…”

“begini… lebih baik Baek Hyunnie, dendamku… sudah terbalas… mengenai nyawamu… aku yang akan menggantikannya… untuk itu… kau harus tetap hidup”

“ANDWAE…. aku tidak mau… aku tidak mau”

Se Hun membelai pipi Baek Hyun yang banjir air mata dan darah “appa, dan eomma akan memaafkanku… tumbuhlah menjadi namja dewasa yang kuat. Maafkan aku tidak bisa melindungimu sampai akhir… kau harus.. berjuang sendiri…”

“Se Hunnie…”

“aku akan melindungimu dari atas sana…”

“jebal…”

Se Hun tersenyum “ah, aku hampir lupa” Se Hun terbatuk “usiaku… bukan 24 tahun, tapi 21 tahun. Kita seumur…”

Baek Hyun semakin histeris saat melihat pandangan Se Hun semakin redup.

“aku sangat senang saat pertama kali kau memanggilku kakak tampan… aku merasa….hhhh…hhh…”nafas Se Hun mulai tercekat. Maut mulai menyambutnya.

“jangan pergi Se Hunnie, jangan pergi…”

“merunduklah”

Baek Hyun langsung menurut, ia tundukkan wajahnya, dan membiarkan Se Hun menggapai bibirnya dan mengulumnya lembut.

“saranghae… jeongmal…”

Baek Hyun membelalak saat Se Hun tak lagi bergerak. Ia pun berteriak dengan segenap luapan emosinya…

Se Hun… yang tidak rela membunuhnya, justru menghabisi nyawanya sendiri sebagai gantinya.

Ia… melanggar sumpahnya sebagai seorang Avenger demi melindungi namja yang begitu dia cintai.

 

Tak jauh dari situ, di dalam mobil berkap hitam mengkilat, Kris berdecak berkali-kali “sudah kubilang, cinta itu menjijikkan. Saat cinta sudah merasukimu, inilah endingnya. Kau melakukan kesalahan”

Kai mengangguk dalam diam “lalu apa rencanamu sajang-nim. Kau akan menghabisi namja itu?”

Kris menoleh “tenang saja Kai, sudah kubilang aku tidak akan turun tangan sendiri untuk urusan anak-anak seperti kalian. Kau juga tidak perlu cemas kalau kuperintahkan kau menghabisi namja cantik itu”

“sa… sajang-nim”

“beruntung, ini bukan urusanmu. Kalau saja iya, aku khawatir kau juga akan melakukan kesalahan karena sepertinya, kau menyukai anak itu”

“tentu saja tidak sajang-nim”

Kris tertawa “santai sajalah, biarkan anak itu bernafas dulu. Setelah aku menyusun rencana, saatnya menjalankan tahap selanjutnya”

“ne sajang-nim”

 

Flash Back END

 

Baek Hyun menatap sebuah kalung di tangan Kai, masih tidak berani mengambilnya. Perlahan air matanya mulai menetes.

“Se Hun sudah tahu bahwa ia tidak akan bisa menuntun hatinya untuk membunuhmu. Karena itu, dia menitipkan ini padaku”tutur Kai

“wae? Wae?”Baek Hyun mulai terisak.

Perlahan Kai mendekat, memasangkan kalung itu di leher Baek Hyun dan menggenggam kedua pundak namja cantik itu “kesalahan seorang penuntut balas, adalah ketika perasaan yang bernama cinta merasukinya, dan itulah yang dialami Se Hun. Dia tidak bisa menuntaskan dendamnya menghabisi seluruh keluarga Byun termasuk kau. terakhir, sebagai gantinya ia menggunakan nyawanya sendiri sebagai pengganti nyawamu yang seharusnya ia lenyapkan”

Baek Hyun sesenggukan, wajahnya kini banjir air mata.

Kai menyeka air mata itu sebisanya “Kris sajang-nim adalah orang yang berprinsip. Beruntung dia tidak memerintahkanku untuk menuntaskan dendam Se Hun… tapi…”

Baek Hyun mengangkat wajah “Kai?”

“masih ada seorang lagi yang tersisa, Kris sajang-nim jelas tidak akan membiarkanmu”

“ma… maksudmu?”

Kai menghela nafas “aku bisa saja melindungimu, tapi aku lebih setia pada perintah Kris sajang-nim” Kai menyentuh kalung yang menjuntai di leher Baek Hyun “saat orang itu datang untuk mencelakaimu, kuharap kalung ini bisa menghentikannya”

“a… aku masih belum mengerti Kai”

Kai menelan ludah “tidak bermaksud menakutimu, tapi… waspadalah dengan keselamatanmu. Bukan dalam waktu dekat, tapi percayalah orang itu akan datang dan menjadi seorang Avenger yang sebenarnya”

“siapa orang itu? kenapa kau mengatakan orang itu akan datang mencelakaiku”

Kai tersenyum “bukan sekarang, jadi tenanglah”

Baek Hyun menghembuskan nafasnya, mencoba menghentikan tangis “Kai…”

“aku harus pergi. Jangan terlarut dalam kesedihanmu. Se Hun pasti sudah tenang di sana. Jadi jangan biarkan perngorbanannya sia-sia”

Baek Hyun mengangguk ragu dengan bibir bergetar.

Kai tersenyum “sayang sekali aku juga punya urusan sendiri, kalau tidak…”

Baek Hyun mengangkat wajah “kalau tidak?”

Kai menyentuh pipi Baek Hyun, sedikit menunduk kemudian mengecup bibir Baek Hyun dengan lembut “aku tidak ingin seperti Se Hun…”

Baek Hyun menatap Kai lekat, “Kai?”

“sudah yah… kapan-kapan kita pasti akan bertemu dengan kondisi yang berbeda. Tetaplah tersenyum. Yeppo” Kai mengusap pipi Baek Hyun kemudian pergi dari tempat itu.

Tinggallah Baek Hyun yang menatap kepergian Kai dengan perasaan berkecamuk. Kenapa Kai menciumnya dan pergi begitu saja.

Tapi ada satu yang Baek Hyun mengerti.

Kesalahan seorang avenger adalah jatuh cinta pada target balas dendam. Seperti Se Hun yang melakukan kesalahan. Dan sangat jelas Kai mengatakan bahwa ia tidak ingin seperti Se Hun. Artinya…. dia juga seorang avenger. Entah seperti apa, tapi sepertinya setelah kematian Se Hun, posisinya belum sepenuhnya aman.

Baek Hyun menatap pusara di depannya “Se Hunnie… apa ini artinya sebentar lagi aku akan menyusulmu???”

Mengenai orang itu… yang Baek Hyun tidak tahu siapa, mungkin suatu saat akan datang padanya,. Sosok dengan tujuan yang hampir sama dengan Se Hun,

AVENGER!!!

Avenger’s fault END…

just wait for after story… with the same Background..

Tittle “AMATERASU”

 

 

AyouLeonForever special note: ah, beginilah endingnya  *plak… gak bermaksud apa-apa sebenarnya, tapi walaupun Avenger’s Fault udah tamat, tapi kisah Baek Hyun belum selesai. Sudah ane bilang di awal, ada kakaknya Se Hun, dan juga “The Best” nya Se Hun tidak akan di bahas di sini, tapi akan muncul di “Amaterasu”. Udah lah,… yang penting pesan dari FF ini kesampaian. Yaitu… wahai reader yang baik hati…

 

 

 

BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA! *slap

 

Eh, ane gak bercanda, Se Hun itu cinta kebersihan di sini. walopun dia suka minum bir, pasti setelah kalengnya kosong, dia buang di tempat sampah *plakPlakPlak

 

Itu aja ching… komen ye, kalo kagak komen, ane bakal berubah jadi Avenger. wkwkwkwkwkwkwkwk

 

 

478 thoughts on “[FF-YAOI-HunBaek//BaekHun] Avenger’s Fault [part 2-end]

  1. beuhhhhh…..serasa nton film action…..krasa nyata…..sdkit ga rela sehunn.nya almarhum……tpi, tragis bgt mati krna cinta……huweeeeee….T_T……kai coba kau gntiin posisi sehun buat baekkie………huaaaa….kya.nya akan ada pngganti sehun yg lain…..kreeennnnn bgt pko.nya…..kren sumfehhhh….hwating buat kmu…..insyaAllah aku reader setia kmu ALF …….^_<

  2. Ending yang bikin aku penasaran
    Ending yang bikin igit2
    #semoga tahu apa arti igit2
    Ending yang . . .
    Komen yang bagus lainnya karena aku bingung kasih istilahnya
    ==a
    Yang tabah ya Baek Hyun
    Aku menyetujui kau dengan siapapun di sekuel selanjutnya asal kau bahagia
    #apaan coba
    ==”

  3. Omooo sehunnie huhuhu
    ngga karuan baca ini part

    hmmmm salah sangka sama kai
    dia ngga jahat2 amat ternyata hihihi
    kai-ah mohon lindungi baekhyun

    yang dateng nanti siapa?siapa?
    kaka.y sehun tah ???
    ah lanjut baca.y lagi dah hehe

  4. Beehh.. keyeeen keyeennn

    Inilah FF yg sesungguhny, kalau mau buat cerita udh ada descripsi atau apalah sebelumnya.
    jd nunggu kelanjutannya pun tidak ampe lumutaan.. Banyak sekali yg buat FF baru 1chapter eh pikiranny dh buntu,yak terpaksa hrs nunggu ampe berminggu2 atau berbulan2 ampe lupa ma ceritqnya.. hehe^^
    #sok pinter lho #ditabokin para authoor

    Menurutku inilah pembuat FF terkeren di indonesia..!! Tepuk tangan buat min ALF #plok plok plok
    Yeyeye..
    Lanjut ke squel yuk~

    Fighting !!

  5. kenapa juga thor ada anak diciptakan selugu baekhyun
    nggak tau apa dia jadi incaran banyak orang
    ckckck gemes aku sama baekhyun
    yang datang nnt itu kakak.y sehun??
    baekhyun yang sabarya
    author yang semangat ya ??

  6. ALF author bener2 bikin aku kebanyakan nahan napas baca ini..
    Pengorbanan si sehun itu bener deh, aduh.. ampe ngorbanin nyawanya sendiri -melting-
    pas sehun udah nembak dirinya sendiri itu kan dia ngeluarin darah dari mulutnya, terus dia kisyu sama baek, itu gimana rasanya thor.. asin basah becek unyu(?) hohoho😀
    tbh aku belom ngerti maksud omongannya kai yang “sayang sekali aku juga punya urusan sendiri, kalau tidak…” sama “aku tidak ingin seperti Se Hun…”
    Kai naksir baek(?) dia kok kecup2 baek.. eiyo kaibaek -_-

  7. ah beneran suka banget sehun disini TTTT A TTTT
    baekhyun-nya……hah menegangkan o<-< sehun-nya kenapa bunuh diri padahal tinggal sedikit lagiii //sudah takdir//plak
    ah tapi asik asik
    untung ada sequelnya kekeke //cus ke amaterasu//

  8. Baek Hyun terlalu polos. jadi bikin Sehun gak bisa bunuh di.
    Cerita tentang actionnya kayak di film, pokoknya seru ceritanya.
    Sequel nya, semoga tambah seru dari ini

  9. sehun cemburu sama kai,,,,,, wow

    baekhyun juga terlalu cepat percaya sama orang,, jadinya dimanfaatin gk sadar dia.
    ini juga ceritanya tambah keren, ada sekuelnya juga kan?

    tapi sedih juga aksi balas dendamnya begitu, brutal,,,
    abis itu mlah bunuh diri si sehunnya,,,

    mau lanjut baca dulu ya sekuelnya,,

  10. hiks, , akhirnya sehun yang mati T.T
    Sadis bener waktu sehun nembak semua org di rumah baekhyun. . . Kirain baekhyun jg bakalan mati. . . Duh, nhy ff sukses buat aq tegang bacanya. . . Lanjut baca sequelnya dulu dech. . .

  11. beuhhhhh…..serasa nton film
    action…..krasa nyata…..sdkit ga
    rela sehunn.nya almarhum…ANDWAEeeeeeeeee…..……tpi,
    tragis bgt mati krna cinta……
    huweeeeee….T_T……
    sehun….huaaaa…..gimana ini…ktrusan sedih…
    kai coba kau
    gntiin posisi sehun buat
    baekkie………huaaaa….kya.nya
    akan ada pngganti sehun yg
    lain…..tapi jangan brakhir kya sehun….nyesek bgt saia…
    kreeennnnn bgt
    pko.nya…..kren
    sumfehhhh….hwating buat
    kmu…..insyaAllah aku reader
    setia kmu ALF …….\>_</

  12. tidak….tidak….tidak….ANDWAEEEEE Kenapa Sehun harus mattiiiiiiii…… TT____TT Hun mending kamu biarin aja tuh si Baek bunuh diri sekalian kalo emang nanti ada avenger baru yang coba bunuh dia. deeeeh sama aja kalo kamu mati, tetep gabisa lindungin Baek. ato itu mau kamu? kamu gabisa bunuh baek jadi biar baek dibunuh orang lain terus nanti kamu bisa bahagia di alam sana sama baek? betul begitu? apakah ada saksi? #apacobakomeninigakbanget lol

    Sehun keren banget….pinter banget….cinta banget sama Baek…..;;;;___;;;;; I love you too Sehun❤❤ awwww

    Sehun : "siapa juga yang ngomong cinta sama lo"

  13. Kesalahan avenger.. Jatuh cinta pada target-nya.. ._.
    Baby Baek udah di sentuh(?) berkali2 sama Sehun.. WHUT??!!😮 #tersedak

    Sehun yang telah membunuh bernyawa2(?) tak sanggup membunuh orang yang dicintainya.. Dan nyawanya sendiri yang melayang..😦
    Sehun romantis bangetttt~ >.< #ngek

    Nah! Si Kai ngapain nyosor2 ga jelas.. -_- Orang lagi berkabung juga..
    Hyung & The Best akan muncul!! HYAAAA~
    #terjunkeAMATERASU

  14. gw berasa lagi nnton cinta fitri *plak.. mksud.yy berasa lgi nnton film beneran.. kebawa perasaan bnget.. gw malah nahan napas saat adegan sehun melancarkan aksi.y dirumah baeki..
    saoloh sehunn knp kau harus mati sygg.. baeki kan jadi janda.. *apadeh..
    sumpah deh beneran kalo bca ff di blog ini gak tau mau blang apa.. kemampuan author.y gak perlu diragukan lagi..
    jadii iriii.. wkwkwk

  15. Kak ALFFFFFFFF~!!! /teriak pake TAO(?)/
    .
    .
    Aku suka chapter ini! Beneran sukaaaa~!!
    Mumumumu :* :*
    emosi aku kayak ikut-ikutan naik turun, kak😀
    dan eumm..
    Aku malah kurang memahami karakter Kai ;_; mianhaeee /sungkem/
    Entahlah, disatu sisi aku perhatikan dia baik.. Tapi disisi yang lain dia juga kan anak buah bahkan tangan kanan Kris..
    Itu yang bikin aku bingung /menggelinding/
    .
    .
    “aku… dan Kai…hiks… hanya berteman”

    Se Hun melepaskan pelukannya, menatap Baek Hyun serius”siapapun itu Baek Hyun-ah, aku setuju, asal bukan Kai..”Se Hun menelan ludah “asal bukan salah satu dari mereka”

    “ta.. tapi, bukankah Kai adalah sahabatmu?”

    Se Hun mengangguk pelan “tapi penyebab terburuk dari suatu hubungan biasanya justru diakibatkan oleh orang terdekat, apalagi dia berpotensi”

    Ya Allah..
    Aku paling greget sama scene di atas. Menurutku, kata-kata Se Hun pas banget, kak..
    Dan pada kenyataannya memang justru orang terdekat (apalagi berpotensi) patut di waspadai dalam suatu hubungan ><
    apalagi kalau kayak temanku sahabatnya sendiri yang merebut cowok temanku :'v kan kamvret /curcol/
    .
    .
    "apa Baek Hyun takut mati?"

    "ng..ne, sebenarnya bukan takut mengenai kehilangan nyawaku, aku hanya takut berpisah dengan orang-orang yang kucintai. Apalagi dengan Se Hun"

    uhuhuhu…
    Bekyun ngomongnya kalem tapi artinya dalem /dor!/
    kata-kata yang polos tapi sukses merontokan dinding dendam di hati Se Hun :'3

    Kak, Se Hun mati? Terus gimana sama Byun Baek-nya? :'v gimana?
    Aku penasaran dan kepo X3
    jempol buat Kak ALF..
    Keep writing and fighting! :* :*

    – Salam Pramuka!
    /disepak/

  16. Kak ALFFFFFFFF~!!! /teriak pake TAO(?)/
    Aku suka chapter ini! Beneran sukaaaa~!!
    Mumumumu :* :*
    emosi aku kayak ikut-ikutan naik turun, kak😀
    dan eumm..
    Aku malah kurang memahami karakter Kai ;_; mianhaeee /sungkem/
    Entahlah, disatu sisi aku perhatikan dia baik.. Tapi disisi yang lain dia juga kan anak buah bahkan tangan kanan Kris..
    Itu yang bikin aku bingung /menggelinding/
    .
    “aku… dan Kai…hiks… hanya berteman”

    Se Hun melepaskan pelukannya, menatap Baek Hyun serius”siapapun itu Baek Hyun-ah, aku setuju, asal bukan Kai..”Se Hun menelan ludah “asal bukan salah satu dari mereka”

    “ta.. tapi, bukankah Kai adalah sahabatmu?”

    Se Hun mengangguk pelan “tapi penyebab terburuk dari suatu hubungan biasanya justru diakibatkan oleh orang terdekat, apalagi dia berpotensi”

    Ya Allah..
    Aku paling greget sama scene di atas. Menurutku, kata-kata Se Hun pas banget, kak..
    Dan pada kenyataannya memang justru orang terdekat (apalagi berpotensi) patut di waspadai dalam suatu hubungan ><
    apalagi kalau kayak temanku; sahabatnya sendiri yang merebut cowok temanku :'v kan kamvret /curcol/
    .
    .
    "apa Baek Hyun takut mati?"

    "ng..ne, sebenarnya bukan takut mengenai kehilangan nyawaku, aku hanya takut berpisah dengan orang-orang yang kucintai. Apalagi dengan Se Hun"

    uhuhuhu…
    Bekyun ngomongnya kalem tapi artinya dalem /dor!/
    kata-kata yang polos tapi sukses merontokan dinding dendam di hati Se Hun :'3

    Kak, Se Hun mati? Terus gimana sama Byun Baek-nya? :'v gimana?
    Aku penasaran dan kepo X3
    jempol buat Kak ALF..
    Keep writing and fighting! :* :*

    – Salam Pramuka!
    /disepak/

  17. Kak ALF~!! /teriak pake TAO(?)/
    Aku suka chapter ini! Beneran sukaa~!! Mumumumu :* :*
    emosi aku kayak ikut-ikutan naik turun, kak😀
    dan eumm..
    Aku malah kurang memahami karakter Kai ;_; mianhaeee /sungkem/
    Entahlah, disatu sisi aku perhatikan dia baik.. Tapi disisi yang lain dia juga kan anak buah bahkan tangan kanan Kris..
    Itu yang bikin aku bingung /menggelinding/
    .
    “aku… dan Kai…hiks… hanya berteman”

    Se Hun melepaskan pelukannya, menatap Baek Hyun serius”siapapun itu Baek Hyun-ah, aku setuju, asal bukan Kai..”Se Hun menelan ludah “asal bukan salah satu dari mereka”

    “ta.. tapi, bukankah Kai adalah sahabatmu?”

    Se Hun mengangguk pelan “tapi penyebab terburuk dari suatu hubungan biasanya justru diakibatkan oleh orang terdekat, apalagi dia berpotensi”

    Ya Allah..
    Aku paling greget sama scene di atas. Menurutku, kata-kata Se Hun pas banget, kak..
    Dan pada kenyataannya memang justru orang terdekat (apalagi berpotensi) patut di waspadai dalam suatu hubungan ><
    apalagi kalau kayak temanku; sahabatnya sendiri yang merebut cowok temanku :'v kan kamvret /curcol/
    .
    .
    "apa Baek Hyun takut mati?"

    "ng..ne, sebenarnya bukan takut mengenai kehilangan nyawaku, aku hanya takut berpisah dengan orang-orang yang kucintai. Apalagi dengan Se Hun"

    uhuhuhu…
    Bekyun ngomongnya kalem tapi artinya dalem /dor!/
    kata-kata yang polos tapi sukses merontokan dinding dendam di hati Se Hun :'3

    Kak, Se Hun mati? Terus gimana sama Byun Baek-nya? :'v gimana?
    Aku penasaran dan kepo X3
    jempol buat Kak ALF..
    Keep writing and fighting! :* :*

    – Salam Pramuka!
    /disepak/

  18. Sehunieeeeee,, andwaeee thor akhir’a knapa ginih thor aku😥 sumpah sehun tulus bgt cinta ama baek’a ampe rela nuker nyawa’a demi baek #terharu.. Ini FF sukses memporak-porandakan perasaan aku dr senyum2 pas bc adegan hunbek lovely doveely’a trus tegang pas adegan bunuh2an’a selajut’a nangis sesunggukan pas sehun mati dan terakhir dibuat penasaran krna sosok kk sehun itu yg akan melanjutkan dendam’a.. HEBAT thor!!

  19. sedih juga sih kenapa sehunnya mati-___- namanya cinta ya kak apapun bakal dia lakuin/? padahal sehun udah ganteng T^T baekhyun kamu dipelukan mami aja aman kok gakan ada yg godain kamu/?

    appanya baekhyun disini kejam banget asdfghjkl pantes aja sehun dendam banget ama ini orang emang gatau diri-_-

    caw mau baca sequel’-‘)/

  20. Kyaaa say end ny saoloh,walau udh baca d grup fb tp tetep az feelny dapat. Huft malang sekali nasibmu baek,setelah ini hidupmu akan semakin terancam. Bersiaplah menghadapi avenger yg sebenarnya/bukan bearti sehun gk bener ya/

    Aku suka karakter kai,walau dy juga seorang avenger tp sepertiny kai akan melindungi baekhyun secara tak langsug tentunya krn tak ada seorang pun yg bisa lepas dari pengawasan seorang kris wu.
    Ah Kai aku padamu,sumpah kali ini aku suka dgn karaktermu dan ku harap kau akan terus spt itu,dan seperti biasa imajinasiku akan sosok kah d sini keren.

    Ternyata kekuatan cinta mang dahsyat y sampe Sehun tdk sanggup menuntaskan dendam ny krn terlalu mencintai baekhyun,dan untuk byunbaek kau benar2 malaikat,kau rela mati demi Sehun.
    Ah aku terharu dgn pengorbanan kalian satu sama lain.

    Last,aku mau cuss ke sequel dlu ya.

  21. kak alf huwaaa … sehunnya is dead. baekhyun bnr2 lemes dsni mah. cinta sehun terlalu dahsyat kkkk.. saranku baekhyun nanti ada part kepojok aj kak trus mau ga mau dia jg harus bs make pistol entah di situasi apa haha .. makin mantaps pasti. capcus ke sequel ahaii

  22. ff ini udh lama tapi baru baca wwkwkwk emang rada aneh akuny…
    . serius eonn sekali lagi aku mau ngmng ff eonn itu selalu menegangkan fell ny nyata emosinya dapet..romantisme nya dapet komplit dah nggak pernah kecewa sama ff eonn alf..
    .
    bahasa yang eonn pake sebenernya terlalu berat untuk aku soalnya ku nggak terlalu mengerti bahasa indonesia yang baik dan benar wkwkwk tapi anehnya ff kak alf itu bisa buat aku larut dalam ceritanya.
    . bahasayang eonn pake emang berat tapi aneh nya sangat mudah di pahamin.
    . kedua aku suka karakter setiap cast ny..kalo kakak buat ff itu pasti setiap cast itu punya konsep yang berbeda walaupun endingnya sama tapi eonn buat dalam kemasan yang lebih menarik sumpah kece badai.
    . ff ini sih jujur eonn udah pasaran banget anehnya dalam bentuk yang menarik ff ini jadi luar biasa walaupun endingnya kebaca tapi kayak ada sesuatubyang bikin penasaran deg degan nya. dan itulah yang paling aku tunggu di setiap ff eonn alf.
    . sukses terus eonn
    ff eonn selalu jadi favorit hehhe

  23. Bener bener balas dendamnya… Persis!! Sama total!! Seperti waktu kakak adik park nyaksiin sendiri gimana biadabnya byun tae hwan nyiksa park jung soo sebelum ditembak mati. Males banget sebenernya denger (baca) kisah palsunya byun tae hwan tentang sahabat (palsu) nya dulu, gimana dia mati, malah pake bilang anak anaknya bebal lagi, hihhhh tak pites tuh mulut.
    Tapi pas sehun ngebunuh byun tae hwan dengan cara yang sama bahkan gunain teori palsu penyebab kebakaran rumah keluarga park dulu dengan nembakin tabung gas bener bener buatku terkesan. Emang bener ya, sesuai karakter sehun emang ‘punya otak’ buat ngerencanain semuanya. Yah walopun ada sedikit gangguan dengan hadirnya ‘si malaikat’.

    Dan bagian ending. Hum… Teorinya bagus. Sehun gantiin nyawa anak keluarga byun yang tersisa. Iyasih emang udah bisa dianggap tuntas. Ih pinter banget sih sehun kenapa coba kita gak ketemu pas di TH group? Padahal aku juga lagi ngelamar kerja waktu itu… Jadi office girl😦 /mabok aqua/

  24. ngga ngerti lagi sekanak2an itu kah baek? hayu hayu aja diajak kai maen.. padahal kai ada maksud.. dasar baek polos banget..
    sehun marah juga bukan karena dia pengan baek mati di tangannya bukan tangan kai, tapi karena emang beneran cemburu ko.. hahaha

    bagus banget tae hwang bikin alibi, anak2 jungsoo nakal jadi rumahnya kebakaran.. gak tau dia kalo sehun tuh anak jungsoo..

    emang ya pesona baek emang ga ada yang bisa ngalahin, sampai avenger kaya sehun aja ga bisa bunuh dia dan malah jadi bunuh diri..
    dan aku yakin avenger selanjutnya, park chan yeol, juga ga bisa bunuh baek.. iya kan? *so tau*

    disini masih ada yang misteri..
    soal best nya sehun itu siapa..
    dan masa lalu kris, siapa sih sebenernya dia.. kenapa jadi orang yang ngerekrut orang2 yang ingin balas dendam?
    dan kai juga kenapa bisa sesetia itu sama kris?

    cusss ahhh baca amaterasu dulu

  25. Gila mamen. Si sehun bikin dag dig dug ser abis kak;; sampe nembak diri sendiri masa. Polos ditambah yang kaya sehun. Mantep lah suka!!

    Si kris yang brengsek, tetep jd fav! Kaihun peran jadi avenger ya cocok banget kak. Eheyde. Suka lah suka suka suka haha

  26. Satu kata, WOW!
    Sebenarnya awal-awal saya baca cerita ini agak ngebosenin.. Alurnya juga ketebak hehe peace ‘-‘v. Tapi yang bikin saya salut itu adalah pembangunan karekter dari authornya yang ngebuat saya jadi pengen terus lanjut baca… Good job, kak! I love this fic *love sign*

  27. Aw aw… Ini kekuatan cinta ahay.. Jadi makin ngerti… Dan tercengang… Kris pgn gue gotong aja gt kerumah.. Belajar jalan biar makin gemez . . . keren nun… Semoga muncul lg ff keren bingitzz

  28. Wahhh hahahah keren bingo..
    Aduhh baek kasian skrng sudah tdk pnya spa2 lg dehh, huhuhu cup cup cup, sini sama aku ajah *plakk
    Berharap sihh sequel nya CHANBAEK!!
    CAPCUSS KE SEQUEL *KABOOOORRRRR 😄😄😄😄

    OH YAHH BUAT AUTHOR ALF KEEP WRITING NE 😊 SEMNGAT TERUS!! LAHIRKAN KARYA2 FF YG KECE2 OKE 😉😄😄😄😄

  29. kirain pas waktu sehun mau bunuh baekhyun lagi dikelilingin api, trnyata ngga ya.. iyalah.. yg dikelilingin api kan chanyeol, kan dia yg maen(?) di amaterasu, ini pan bagiannya sehun ya.. *ngocehgaje

  30. endingnya msh bersambung.
    sampe nahan napas waktu ngebaca ff ini.
    sehun… knp harus mati?
    nangis badai…
    kukirira dia mau nembak baekhyun. tp ternyata nembak dirinya sendiri. aduh ga nyangka cinta bs ngalahin dendam.
    kai ternyata suka sm baek. n parahnya kris tau.
    kris kayak cenayang tau apapun.
    hmmm siapa ya yg jd avenger berikutnya?

  31. Aihhhh, pengorbanan ya, em Kai engga suka tuh ke Kyungsoo:3 ah, jadi geregetan sama Kris, sebenarnya dia itu pasti punya maksud terselubung *abaikan, Baekhyun harus hati-hati, go ke sequel nya hoho, dan em keep writing yaap^^

  32. aaa well done bgt!!!gak nyangka bakal bagus, aku kira avenger semacem superman/?gk

    hmm awalnya aku agak gk myaman sama tingkah baek yg terlalu ‘anak anak’ mengingat dia udah 21, tp ternyata kan emg di setting gitu, dan karena ceritanya bagis aku tetep suka😀
    mungkin klo baek sifatnya dewasa konfliknya lebih greget, mungkin….hehehe

    well gak sabar baca amaterasu… aku baca dulu ya alf🙂 hehe terus ciptain karya karya yg bagus, fighting ‘-‘)9

  33. Ishh sehun itu kalo cemburu nyeremin brah? Pake pistol segala duhhh bahaya,😮

    and finally sehun ga bisa ngebunuh baek karna rasa cinta nya sama baek udah dalem banget, aduhh feel hunbaeknya sweet meskipun berakhir tragis hiks hiks ;( ;( ;(

    aduh abis ini marathon? Baca amaterasu hehe😀😀

    okedah ka alf apapun yg kau tulis kaya nya karya mu selalu keren🙂 dan nyampe? Ke pembaca, keep writing dan tetap SEMANGAT!!! ^^

  34. Mworago ?! Itu.. Itu. Sehunnie gua.. Sehunnie mati ? ANDWAEEEEEE*NangisLebayAlayHalilintarPetirPohonTumbangMobilTerbalikUlala
    Okay, itu dramatis-_-
    Jailah, Hun, kalo lu mati, Baekama sopo ? Sama aku ?*DikeroyokMassa
    Tapi, tapi, tapi, Thor, lu tega bikin bias gua yang paling ketjeh IS DEAD !
    Lu tega, Thor ! Tega !*AlayModeOn
    Okay, itu mulai nyampah again-_-
    Kita persingkat-_-
    Intinya :
    ‘Dia’ itu sopo ? Aku ?*GRTingkatDewa
    Baekhyunnie ama sopo ?
    Kai gimana ?
    Kris gimana?
    Idup Baek tenang-tenang aja gitu sekarang ?
    Itu ajah, ntar sampah ini terlalu berat untuk kutanggung eh, diketik ding maksudnya-_-
    Fighting ! Aku nagih sequel-_-

  35. Udh smpet bca ff ini di salah satu fb, tp ttp komen di sini biar afdoll, haha

    G tau knp aq sneng akhirnya k putusan sehun juga bisa ngerubah keputusan sang kakak nantinya… Sehun baby, kmu bnr2 so sweeett,, beraaa bngt feel nya karena emang akhir2 ini hunbaek moment mulai bertebaran.. ^_^

  36. lanjutan nya Amaterasu? kaya nama jurus itachi dan sasuke di naruto hahahah kebetulan jg aq lg suka jurus itu mka.y langsung inget naruto. sebenernya sebel sih klo ending dr org2 yg sakit hati malah sad. ohunn bihun ohse hunnie *apalah* km keren nak, hrs.y km bunuh aja si baek hahah. gpp deh km mati yaa, kan km udah grepe grepe baek hahaha. aduuhh sy d.marahin gara2 megang hp mulu haha dr siang smpe maghrib trs aja buka wp ini haha bsk d lanjut lagi deh *cium kai* *flying kiss ke kriss* haha sequel.y gimana yaaa *megap megap*

  37. Chapter 2 …makin daebaakkkkkkk ……

    Baru tau kesalahan avenger itu jatuh cinta ya …..sehun nya berkorban banget gitu ….terharu kalo di bkin film seru juga nih pasti ….imajine liar ku langsung bereaksi ini ….

    Kata-kata penulisan nya simple enak di baca ngga membingungkan ….cuma tetep teka teki banget ya kris itu …misterius banget …trus bkin penasaran juga karakter kai n tugas kai di avenger itu juga kaya gimana ….

    Ga sabar baca amaterasu ….

    Daebak ALF …

  38. TDP, berhubung d chapt 1 aku bilang lanjutin ke sini, nah pas baca ini senyum sendiri, terus cukup geli karena adegan anunya tapi untung alfeon gak nulisnya bener-bener tapi gue biasa aja sih cuma geli, wkwk, #gajelu, oh ya pas yang ujung aku ngira kalau si sehun bakal bunuh beki terus dia biar mati bersama kaya romeo dan juliet. terus tentang kalung itu ???????? apa ada surat ?????????? terus yang akhirnya bener nyucur air mata gue jir kan baper gue bacanya, dihadepin pacar paling disayangi terbunuh karena kita sendiri itu menyakitkan nusuk banget ke hati anjr kan -_- sedih gue sampe adek nanyain kenapa gue lgsg jawab patah hati. -___- yawla ga bisa ngebayangin sehun kaya gitu, dia bias peralihanku T–T tq alfeon yang membangkitkan jiwa chanbaek shipperku dan juga kecintaanku akan sehun #bahasalopls.

  39. Ping-balik: LIST FF CHANBAEK FAVORITE | Shouda Shikaku's World

  40. Ga sanggup Sehunnyaaaa….. aaaaaaaaa……..
    Sehunnnnn emg susah ya kalau udh cintaaa…. Baek jg maen nyerahin diri aja…
    Itu kenapa harus ayahnya Baek lagi yg jahat…hhheee
    Siapa nih avenger selanjutnyaaa…. Kai kayanya bakal ngelindungin Baek nih… Harus ya kai… awas pokoknya kalau Baek ampe knp2….
    So sweettttttt bgt ini mskipun berakhir tragisss….. #lapingus
    Keep writing cantik….🙂

  41. 0ougghh,jd begitu kisah cinta hunbaek..
    gag kalah tragis ma di amaterasu..
    Jangan salahkan dirimu jd anak byun tae hwang,nak,,tp salahkan auth0r yg ngbwt dirimu jd anak sep0l0s itu,,jtak,kaga nyambung,,
    cinta sehun tulus bnget,m0ga p’juangan’a gag sia2.

  42. The best hunbaek/sebaek’s fanfic ever. Endingnya mengejutkan. Tebakan ending ff ini bkln angst dengan akhir sehun ngbunuh baek lalu dia bunuh dirinya sndiri. But i was wrong. Hal yg palng ngjutin sehun malah ngeganti nyawa baek dngn nyawanya sndiri. Dan di part sehun bilang “tumbuhlah menjadi namja dewasa yang kuat. Maafkan aku tidak bisa melindungimu sampai akhir… kau harus.. berjuang sendiri…” stab me right in my kokoro#gettingslaped.. Intinya ff ini memuaskan bgt. Suki suki sukii.. Ide cerita yg fresh, chara2 yg kuat, jln cerita yg gak bs ditebak dngn mudah, ending yg mngejutkan. Dan yg gak kalah penting. Penggunaan bahasa yg bikin reader nyaman. Kata apalagi yg bisa nggambarin ff ini selain kata ‘mengagumkan’?

    Duh komenq ngbosenin ya. Hehhesorry.. I just tell what i feel about this amazing story. Mian klo komennya ngbosenin#bow.. Keep writing and fighting nee~

  43. Eeeh????? This story has a sequel??? Sankyuuu authooorrr.. I love youuuuuuuu emmmmuaacchhhhh#kissUdeeply#gettingstab.

  44. bagian ini dua kali bikin aku mewek u.u
    ukkhhh sehun dan sbentar lagi si amaterasuuu!!
    kyaaa cius aku gak sedikitpun bocen ma ni story!
    baper banget euh bacanya

  45. Cinta oh cinta 😂😂😂 nyesek sampe berkaca kaca ini ya tuhan….

    Sehun milih mati, gak rellaaaaa sebenernya tapi TT huweee
    Maksud kai masih ada orang lain itu pasti kakak nya sehun ya? Njir bahaya lagi TT

    Gue gak tau mau komen apa tapi okay ini jelas jelas berasa gue ikut ada dalam. Cerita wkwk kerasaaaa banget.

    Otw amaterasu hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s