Love & Pain- ChanBaek-KrisBaek [Chapter 5]


Fan fiction

Tittle: Love & Pain

Author: AyouLeonForever

Cover Pic/Poster edited by: AyouLeonForever

Genre: gado-gado (pusing nentuin genre. Jadi tentuin sendiri pas baca)

Rate: PG15

Length: Chaptered

Main cast:

  • Byun Baek Hyun

  • Park Chan Yeol

  • Wu Yi Fan/ Kris

  • Kai

  • Kyung soo

  • Se Hun

  • Lu Han

  • Dan member exo lainnya yang kalau saya cantumkan di sini akan memakan banyak tempat *plaaakkk

Disclaimer: All member EXO itu milik SM, orang tuanya, dan Tuhan. Saya hanya mencantumkan nama mereka sebagai karakter dalam FF saya dan TIDAK bertujuan untuk membunuh(?) karakter asli, tujuan komersial dan sebagainya.

Copyright: AyouLeonForever™. Ide cerita dan karakter tambahan asli/murni dari pemikiran saya. Bila ada kesamaan cerita, itu murni kebetulan semata.

Warning: Kissing scene, Boys love, Boy x boy. a lil’ bit lime (maybe)

Summary:“Bahkan jika itu kau Baek Hyunnie… tidak dapat mengelak bahwa aku masih kokoh di hatimu” 

“jika Chan Yeol bukan saudara tiriku??? Apa aku masih mencintai Kris???”

“bukankah sudah kukatakan padamu sebelumnya, Bahkan jika tali persaudaraan kalian putus dengan cara apapun, dan Chan Yeol memintamu kembali… aku tidak akan menyerahkanmu padanya”

Chan Yeol POV

Hajima… jebal

Suara itu tidak hanya mampir di telingaku, tapi tembus ke dadaku. Kuharap tangan mungilnya yang melingkar di perutku tidak merasakan gemuruh yang ditimbulkan jantungku.

Tuhan… kuatkan aku agar aku tidak langsung menoleh untuk merengkuh tubuh mungilnya. Karena, kalau itu terjadi, aku tidak bisa menjamin akan sanggup melepasnya.

Namja biadab yang kuinjak sejak tadi ini bergerak, dan itu membuatku kembali emosi. Kusepak wajahnya hingga kulihat ia tak mampu lagi mempertahankan kesadarannya.

“Chan Yeollie…. jebal…”ucapnya lagi.

Kueratkan genggamanku di gagang pisau itu, membuat darahku semakin merembes dan menetes ke tanah. Kupejamkan mataku rapat-rapat…

Tuhan… kapan terakhir namja ini memelukku? Kenapa aku begitu….

Aaakkkh… persetan dengan semuanya.

Aku menoleh, membuat pelukan Baek Hyun terlepas. Kutatap matanya lamat-lamat, dan aku seperti telah menemukan Baek Hyun ku kembali, milikku, namja yang paling kucintai yang sebenarnya juga masih mencintaiku.

Matanya itu, bias air matanya di sana… bukti ketulusan bahwa sebenarnya ia mencemaskanku. Dan itu membuatku tidak bisa membuang waktu lama-lama lagi, kutarik tubuh mungilnya dan kupeluk ia dengan erat. Tuhan tidak mendengar doaku, pertahananku hampir runtuh. Aku tidak bisa… sangat tidak bisa mengacuhkan perasaanku yang kini bergejolak di dadaku, seolah akan melenyapkanku dalam ledakan yang hanya menunggu hitungan detik.

Byun Baek Hyun… bahkan jika kau sudah berada dalam dekapan namja lain… hatimu maasih untukku.

“Chan Yeollie” ia melepaskan pelukanku dengan pelan, dan  mengulurkan tangannya untuk menggenggam tanganku yang terluka, seolah itu bisa menghentikan perdarahannya “kita ke rumah sakit, tanganmu harus di obati”ucapnya dengan suara sedikit bergetar, karena aku sangat tahu, itu adalah sikapnya saat berusaha menahan tangis.

Byun Baek Hyun… kau masih mencintaiku, kau sangkal seperti apapun… tidak akan bisa menutupi kenyataan bahwa aku masih pemilik hatimu.

>>>***<<<

Aku keluar dari ruang pelayanan gawat darurat, dan hendak menghampiri Baek Hyun, Kai, Se Hun, Kyung Soo dan Lu Han yang menungguku di luar. Kulihat Kai mengusap-usap punggung Kyung Soo, bersama Baek Hyun, ketiga orang itu menyaksikan Se Hun dan Lu Han berpelukan dalam tangis.

“mianhae… seharusnya kujelaskan sejak awal padamu”ucap Se Hun. Aku bisa mendengarnya karena aku berdiri tak jauh dari mereka. Mungkin pembicaraan mereka cukup serius sampai tidak menyadari keberadaanku.

“a… aku yang seharusnya meminta maaf. Aku terlalu kekanak-kanakan. Aku tidak seharusnya cemburu, aku harusnya bisa berpikir lebih jernih dan membicarakannya denganmu, dan…”Lu Han masih terisak

“ani, tetap saja aku yang salah”

“Se Hun-ah, berhenti minta maaf. Sebaiknya kau hapus foto-fotoku sebagai bukti nyata bahwa kau bukan maniak. Aish jinjja… Menyeramkan sekali”tegur Baek Hyun yang sebenarnya tidak kumengerti.

“andwae… jangan di hapus. Aku juga ingin mengoleksinya”tolak Lu Han

Kulihat mata kecil Baek Hyun membulat “Lu Hannie???”

“aku dan Se Hun akan bekerja sama menjadi penggemar Baek Hyun…” Lu Han melepas pelukannya dari Se Hun, dan menatap Baek Hyun sambil tersenyum “seperti Se Hun… aku juga mengagumi Baek Hyun”

Namja cantikku itu kelihatan salah tingkah. Terakhir dia mengacak rambutnya saking frustasinya dia. Tidakkah dia sadar, bahwa sosoknya membuat orang-orang di sekitarnya merasa terpesona. Jadi jangan salahkan kegilaanku karena terlalu mencintainya. Salahkan dia kenapa dirinya begitu indah.

“jadi sekarang kau mengerti kan? Sekedar menyukai itu beda, dengan mencintai. Kita menyukai Baek Hyun, sedangkan kalau cinta…”Kyung Soo melirik Kai, kemudian tersenyum. “sudah mengerti kan Lu Hannie?”

Lu Han mengusap sisa air matanya “Ne…” ia memeluk Baek Hyun erat “mianhae Baek Hyun-ah, aku sangat menyusahkan yah”

“anieyo… aku yang merasa tidak enak pada kalian”

“lain kali, kalau ada yang mengganjal di pikiranku, aku akan langsung mengatakannya, aku tidak akan diam, karena aku sudah tahu, mendiamkan masalah hanya akan membuatnya bertambah parah. Dan lagi, seharusnya aku tidak meragukan cinta Se Hun padaku. Cinta yang kami bina selama beberapa tahun, jelas tidak akan mudah terhapus oleh rasa suka sesaat”

Aku menyunggingkan senyum. Kuharap perkataan Lu Han itu sukses mengetuk hati Baek Hyun. Dan kalau anak itu betul-betul tidak mengerti, maka dia bukan manusia.

“ng… ne..” Baek Hyun gugup. Dan kurasa kata-kata Lu Han sudah sampai padanya.

“eh, Chan Yeol… kau sudah selesai?” seru Kai yang pertama kali menyadari keberadaanku.

Aku mengangguk kemudian menghampiri mereka.

“bagaimana tanganmu?”tanya Baek Hyun langsung

Aku mengangkat bahu, “sembilan atau sepuluh jahitan, aku tidak begitu yakin”

Baek Hyun menatapku sendu.

“sudahlah… ini bukan apa-apa. Ini tidak sebanding kalau pisau tadi melukai wajahmu”aku menepuk puncak kepala Baek Hyun seolah akulah hyungnya.

“mianhae..”

“sudahlah, tidak apa-apa”

“kalian ikutlah denganku, aku antar pulang” tawar Se Hun yang memang tadi aku dan Kai nebeng di mobilnya ke lokasi kejadian. Kami sedang latihan basket saat tiba-tiba ponsel Se Hun berdering sangat nyaring. Dan isi SMS masuknya sangat mengejutkan. Dari Lu Han yang katanya mereka dalam bahaya. Beruntung Se Hun hapal alamat cafe yang ditempati 3 namja cantik itu. dan kelanjutannya, seperti inilah. Aku hampir saja membunuh namja gemuk brengsek itu karena hampir melukai wajah namja yang paling kucintai di dunia ini.

“Ne, antarkan saja aku ke sekolah. Motorku masih di sana”jawabku.

Drap…drap…drap… “Baek Hyun-ah”

Aih jinjja… mood ku drop dengan sangat drastis melihat bule itu berlari ke arah Baek Hyun dan langsung memeluknya.

“gwenchanayo? Apa kau terluka? Mana yang sakit? Sudah kau periksakan?”serbu Kris sembari mengamati seluruh tubuh Baek Hyun.

“gwenchanayo hyung, yang terluka itu Chan Yeol karena menyelamatkanku”jawab Baek Hyun sabar.

“ah syukurlah” Kris kembali memeluk Baek Hyun.

Apa katanya? Syukurlah? Tidak tahu saja bahwa telapak tanganku hampir terpotong karena pisau itu, demi menyelamatkan Baek Hyun.

“jadi… kalian pulang dengan Kris hyung?” tanya Se Hun lagi.

Aku membelalak. Aku naik mobil Kris??? Demi seluruh makhluk yang bernafas di bumi, aku tidak sudi.

“Ne… kalian pulanglah dulu, aku dan Chan Yeol akan ikut di mobil Kris hyung. Lagipula Se Hun-ah, masih banyak yang perlu kalian bicarakan”ucap Baek Hyun sambil menatap Se Hun dan Lu Han bergantian. Tapi bukan itu yang merusak mataku. Masalahnya Baek Hyun menyetujui untuk pulang bersama Kris. Sialnya, aku ikut!

“aku ikut kau saja Se Hun-ah” ucapku akhirnya.

“jangan sungkan adik Ipar. Ikut saja denganku. Aku sangat berterima kasih karena telah menyelamatkan Baek Hyun”ucap Kris.

Aku mengangkat alis dan menatapnya “itu sudah tugasku, kakak ipar. Jadi kau juga tidak perlu sungkan. Lagipula aku ingin mengambil motorku di sekolah”

“kau jelas tidak bisa mengemudi dengan tangan seperti itu. akan kusuruh orangku untuk mengambil motormu”

Hm.. menarik. Bukankah kesempatan ini cukup bagus untuk mengerjainya “ah kau benar. Tanganku sakit sekali”

Baek Hyun langsung melepaskan tangan Kris yang sebenarnya masih memegang pundaknya. Namja cantikku itu menghampiriku “sampai sepuluh jahitan, jelas saja lukanya sangat lebar. Kau harus intirahat full hari ini”

“ne hyung”ucapku kemudian menyentuh pipinya. Hanya gerakan kecil, tapi bisa membuat namja tinggi dan pirang itu mengangkat alis dan menatapku tajam.

~***~

Author POV

Kris membukakan pintu depan mobilnya untuk Baek Hyun sampai ketika Chan Yeol menubruk sisi mobil Kris dengan cukup keras.

Baek Hyun membelalak “Chan Yeollie… gwenchanayo?”ia segera menghampiri Chan Yeol yang hampir ambruk ke tanah.

“kepalaku pusing hyung? Sepertinya tadi aku kehilangan banyak darah”keluhnya.

Baek Hyun gelisah, “kita kembali ke dalam?”

“tidak usah, aku sudah di beri obat berbagai macam. Salah satunya pasti tablet tambah darah”

Baek Hyun berdecak, kemudian membantu Chan Yeol untuk masuk ke mobil dan duduk di jok tengah “kau pucat”

Chan Yeol mengeluh kesakitan “ah pusing sekali” ia membaringkan tubuhnya di  jok tengah.

Baek Hyun bergeser, menggunakan pahanya sebagai alas kepala Chan Yeol “kau tidur saja di pangkuan ku dulu”

“ne…”

Kris melihatnya. Sangat jelas, bagaimana Chan Yeol tersenyum penuh kemenangan saat Baek Hyun tidak fokus melihatnya. Dan lihatlah keadaan Kris sekarang, ia sudah layaknya seorang sopir yang mengantar seorang namja terluka dan seorang lagi yang sejak tadi cemas.

Di balik spion tengah, ia bisa menangkap cengiran khas Chan Yeol. Penuh kemenangan.

“hyung, apa tidak apa-apa kau membiarkan kakak ipar duduk sendiri di depan?”tegur Chan Yeol sok tidak enak.

“gwenchana adik ipar, asal kau senang dulu” Kris yang menjawab, dan tentu saja ada makna di balik itu.

“senangnya punya kakak ipar yang sangat pengertian”

~***~

“mianhae Kris… aku tidak bisa ke rumahmu malam ini”ucap Baek Hyun penuh sesal saat ia mengantar Kris sampai ke mobilnya

“gwenchana, masih ada lain kali. Rawat saja dulu adikmu itu”balas Kris terlihat maklum.

“hm, terima kasih pengertianmu”

Kris mengusap puncak kepala Baek Hyun, sebelum ia masuk ke mobilnya. Sepertinya Chan Yeol sudah maju lagi satu langkah di depannya. Dan itu membuat Kris gusar.

Park Chan Yeol… sepertinya kau bukan lawan yang mudah…__lirihnya kemudian melajukan mobilnya dengan perasaan berkecamuk.

~***~

Baek Hyun POV.

Aku terbangun tengah malam. Selain karena aku kedinginan, aku juga mendengar suara rintihan di ranjang sebelah. Itu Chan Yeol… dia mengeluh kesakitan, padahal matanya terpejam.

Aku tidak tega melihatnya. Segera kuhampiri Chan Yeol dan duduk di tepi ranjangnya. Dia berkeringat, dan semakin gelisah, bibirnya pucat, dan kurasa dia pasti merasakan pusing karena sempat kehilangan banyak darah tadi siang.

Dengan hati-hati, kuseka keringat yang menetes di kening dan pelipisnya.

Deg…

Ke…kenapa denganku, jantungku…

Ah… pasti karena aku takut dia terbangun, makanya aku gugup begini. Ne… pasti begitu. Lagipula aku sudah ikhlas menerimanya sebagai saudara.

Aku seharusnya tidak perlu seperti ini… aku…

GREB…

“jangan pergi… jangan pergi” racau Chan Yeol tidak jelas. Ia terlihat sangat gelisah, dan kalau saja aku tidak melihat matanya masih terpejam, aku tidak akan yakin kalau dia sedang bermimpi.

“Ch… Chan Yeol?”

“jangan pergi… jangan pergi dengannya… tetaplah di sini bersamaku”keluhnya lagi.

Hatiku sakit melihatnya. Apa yang sedang kau mimpikan Park Chan Yeol?? Masih aku kah?

Aku memejamkan mata, kemudian dengan satu helaan nafas, kuputuskan untuk membiarkan Chan Yeol seperti ini. ku lepaskan genggamannya dengan pelan “mianhae Chan Yeollie…”

“Baek Hyunnie…. jebal…”

Aku menatapnya, dan seketika menangkap sesuatu yang membuat hatiku semakin sakit,

… air matanya…

Chan Yeol…

Menangis!

Bahkan dalam tidurnya….

~***~

Pagi itu aku betul-betul serba salah. Bukan karena mengingat peristiwa tadi malam. melihatnya begitu risau dalam tidurnya, aku jamin dia pasti bermimpi tentangku… sudahlah, aku tidak akan membahasnya lagi, karena yang membuatku serba salah pagi ini adalah kondisi Chan Yeol… Aku melihat Chan Yeol kesulitan membuka kancing piyamanya karena tangan kanannya terluka (tentu saja). Saat kulihat ia memaksa jari tangan kanannya bekerja, ia meringis sangat kesakitan. Dan aku jelas tidak boleh bersikap tidak peduli, sejak itu adalah ulahku. Setidaknya aku harus menunjukkan perhatianku sebagai bentuk tanggung jawab. Kurasa tidak apa-apa. Dia kan… adikku!

“Cha… Chan Yeollie… butuh bantuanku?”tawarku takut-takut. Takut Chan Yeol salah paham maksudku.

“ah, ne hyung. Susah sekali… tanganku sakit”balasnya santai.

“ne aku tau, makanya aku menawarkan bantuan” aku menghampirinya, dan dengan tangan sedikit gemetar, kulepaskan satu-satu kancing piyamanya dan membantunya melepaskan piyama itu dari tubuh jangkungnya.

“yang ini juga” Chan Yeol menunjuk baju you can see hitam nya.

Gulp~

Chan Yeol sudah mengangkat kedua tangannya ke atas, menungguku membukakan baju dalamnya itu. aih, Baek Hyun… santai sajalah. Anggap kau sedang membantu anak kecil membuka bajunya.

Akupun mengulurkan tanganku, memilin ujung bajunya sedikit dan mengangkatnya ke atas.

BLUSH!!!

DAMN you Park Chan Yeol… sejak kapan tubuhmu seatletis ini???

“waeyo hyung? Kenapa berhenti?”tegurnya

Aku jelas tersentak, seolah kedapatan memandangi dada bidangnya “kau terlalu tinggi membungkuklah sedikit agar aku bisa mengeluarkan bajumu”

“ah ne…” Chan Yeol membungkuk, betul-betul membungkuk. Dan posisi itu justru membuatku semakin gelagapan. Wajahnya sudah berada persis di depan wajahku.

“ma… maksudku, jongkok, bukan membungkuk begini”

“oh, makanya perjelas kata-katamu” Chan Yeol berjongkok di depanku, memudahkanku menarik ke atas bajunya dan mengeluarkannya dari tubuhnya. “yang ini?” Chan Yeol menunjuk celananya.

Aku membelalak, melempar baju tadi ke wajah Chan Yeol kemudian beranjak menuju lemariku “buka saja sendiri” umpatku sambil membelakanginya. Padahal ini satu-satunya cara agar Chan Yeol tidak melihat wajahku yang kuyakin sudah semerah apel.

“kau sangat manis hyung… aku gemas”

Gulp~

Kris… Kris… kita harus bertemu, harus.!

~***~

“bagaimana keadaan tanganmu sayang?”tanya eomma, jelas kepada Chan Yeol

“sulit digerakkan, kram dan sakit sekali”jawab Chan Yeol.

Eomma menatapnya cemas “habis sarapan jangan lupa minum obatmu”

“ne eomma”

“sini, biar eomma suapi”

Chan Yeol terhenyak “ti… tidak perlu eomma, aku bisa dengan tangan kiri”

Eomma bergumam, sepertinya kecewa. Aku jelas tahu sekali eomma masih berusaha mendekati Chan Yeol.

“atau, hyung saja yang menyuapiku”

Aku tersedak nasi goreng ku “kenapa harus aku lagi?”

“tanganku sakit hyung…” Chan Yeol memelas. Dan oh… baiklah, siapa yang tega melihatnya.

“arasso…”

`

`

Chan Yeol mengeluh saat ia menstarter motornya. Jelas saja. Jangankan mengemudikan motor, yang harus menggunakan tangan kanan untuk menarik gas, memegang gelas saja tadi dia kesulitan, sampai aku lagi yang harus membantunya minum.

“atau kau tidak usah ke sekolah saja? Kau juga tidak bisa menulis dengan tangan seperti itu”saranku

“tidak bisa. Hari ini ada mata pelajaran Matematika. Dan berhubung nilai matematikaku anjlok, Cho sonseng memberikanku lampu kuning, tujuannya agar aku waspada. Jadi aku tidak boleh bolos”

“akan kumintakan izin, kau kan sakit”

“aih… tetap saja”

“lalu bagaimana?”

Chan Yeol menyerah kemudian turun dari motor besarnya “kita naik bis saja”

Aku merogoh sakuku, mencari ponsel “akan kuhubungi Kris hyung untuk menjemp__”

TEP~

Chan Yeol langsung menangkap tanganku “jangan…”

“eh?”

“jangan menghubunginya” ucapnya tegas. Bisa kulihat dari sorot matanya yang…

Tajam…

“Cha… Chan Yeol”

Seketika ia merubah air mukanya “maksudku, jangan merepotkan kakak ipar. Arah rumahnya dan rumah kita kan berlawanan, sangat boros. Kita naik bis saja, kajja” tanpa meminta persetujuanku, Chan Yeol langsung menarik tanganku pergi.

Deg… deg… deg,,,,

Aku tidak gugup…

Deg… deg…deg

Aku tidak gugup..

Aku santai saja… yah… aku sangat santai. Fiuuuhhh… tenangkan dirimu Byun Baek Hyun… tenang, ini bukan pertama kalinya Chan Yeol menggenggam tanganmu.

~***~

“hyung mau kekantin?”tanya Chan Yeol saat aku membereskan buku matematikaku

“ne, mau ikut?”

“tidak, kau dengan kakak ipar kan? Aku tidak ingin mengganggu. Lagipula aku tidak begitu lapar, aku makan banyak tadi pagi”ia tersenyum… menampakkan deretan giginya yang rapi itu.

Oh Tuhan… kenapa denganku? “ne…”

.

.

.

“kau sakit?” tanya Kris saat aku tengah makan bersamanya di kantin

Aku menggeleng.

“lalu kenapa kelihatan lesu sekali?”

“Chan Yeol” jawabku begitu saja. Padahal aku tidak pernah memerintah lidahku untuk mengatakan itu. sial… hatiku sepertinya memegang kendali penuh diriku belakangan ini.

Dan lihat kebodohanku, Kris menatapku sambil mengangkat alis “Chan Yeol???”

Aku berusaha bersikap sewajar mungkin dan terlihat tidak gugup “aku… merasa bersalah padanya”

“wae?”

“tangannya… itu karena kelalaianku…”

Kris berdecak “itu bukan salahmu Baek Hyun-ah, jadi jangan terlalu memikirkannya. Beruntung bukan wajahmu yang tersayat pisau”

“tapi tetap saja, hal itu membuat Chan Yeol terbatas dalam aktivitasnya”

Kris meraih tanganku “begini…”Kris menatap-ku serius “kau mencemaskan dia, tidak apa-apa. Tapi hanya sebatas itu… hanya cemas, tidak lebih”

Hm, aku tahu bagaimana perasaan Kris sekarang, dia khawatir, terlebih dia dan Chan Yeol masih belum sepenuhnya berbaikan “arasso… aku memang… memang hanya sekedar mencemaskannya, dia kan adikku. Dan luka di tangannya itu adalah karena dia berusaha melindungiku, jadi anggap ini hanya sebuah bentuk tanggung jawab dariku sebagai kakaknya. Jangan risau lagi yah” aku mengulas senyuman, yang biasanya selalu berhasil menenangkannya. Dan kali ini juga masih berhasil.

“hm, aku mengerti. Aku juga tidak berhak melarangmu”

Aku tertawa dibuatnya “sudahlah. Sepulang sekolah ajak aku jalan-jalan”

Kris pun tersenyum. Akhirnya… “ne”

~***~

Author POV

Beberapa minggu berlalu, tangan Chan Yeol sudah mulai pulih, jahitan luar dan perbannya sudah di lepas, hanya saja dia sering mengeluh kesulitan menggerakkan jari-jarinya.

Malam itu seperti biasa, Baek Hyun mengajari Chan Yeol Matematika, kebetulan besoknya ada kuis dadakan dari Cho sonseng. Jadi tiap siswa akan dipanggil satu-satu untuk mengerjakan soal di papan tulis.

“jadi selesaikan persamaan a dulu dengan metode eliminasi, kemudian subtitusikan ke persamaan b. Setelah mendapatkan nilai x nya, barulah kita memasukkan nilai ke salah satu persamaan ini untuk mendapatkan nilai y nya, kau menger___”

Baek Hyun menghela nafas. Mulutnya sudah hampir berbusa menjelaskan panjang lebar, sementara murid didikannya ini malah tertidur, menumpukan kepalanya di atas meja bundar berkaki pendek yang mereka letakkan di lantai antara ranjang Baek Hyun dan ranjang Chan Yeol.

“tertidur” guman Baek Hyun. Ia menutup bukunya kemudian bergeser mendekati Chan Yeol yang tadinya berhadapan dengannya. Perlahan ia mengulurkan tangan mungilnya dan menyibak poni Chan Yeol yang kali ini sengaja dia luruskan. “kau semakin tampan Chan Yeollie”tambahnya lagi.

Dan dengan tenaga ekstra, ia berusaha mengangkat tubuh Chan Yeol dan membaringkannya di atas tempat tidur “dan juga semakin berat” keluhnya sambil merilekskan pinggangnya. Baek Hyun menarik selimut dan menutupi tubuh Chan Yeol hingga dadanya “jaljayo ne… semoga mimpi indah, kumohon jangan bermimpi tentangku lagi”

Baek Hyun tersenyum melihatnya… dan

CHU~

Deg!

Baek Hyun terkejut.

a… apa yang kulakukan barusan???__pekiknya dalam hati.

Baek Hyun mundur ke belakang dan menghempaskan duduknya di tempat tidurnya sendiri.

Kenapa…

….

kenapa aku mencium Chan Yeol???__lirihnya lagi semakin tidak percaya akan tindakannya barusan. Entah apa yang menuntunnya tadi, ia mengusap rambut Chan Yeol dan mengecup bibirnya sejenak. Dan jelas itu dia lakukan tanpa kendali dari otaknya. Sekali lagi, hatinya mengambil penuh atas kontrol dirinya saat ini.

“Byun Baek Hyun… kau gila” kali ini dia bersuara, tapi pelan.

Dengan perasaan berkecamuk ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, menarik selimut hingga menutupi kepala dan memaksa matanya untuk tepejam. Ini pasti karena aku merindukan Kris… benar, aku mencium Chan Yeol karena aku merindukan Kris… tidak ada alasan yang lain… hhhh… semoga__batinnya.

Sementara itu di ranjang sebelah Chan Yeol membuka matanya, menatap langit-langit dengan sedikit tercengang tak percaya. Dan detik berikutnya ia menyunggingkan senyumnya. Dengan wajah memerah ia menyentuh bibirnya dengan sisi jari telunjuknya.

Manis…

Itu yang ia rasakan. Dan ia tau apa penyebabnya. Chan Yeol menoleh pada ranjang sebelahnya, melihat sang ‘kakak’ menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, Chan Yeol menyunggingkan senyumannya.

Bahkan jika itu kau Baek Hyunnie… tidak dapat mengelak bahwa aku masih kokoh di hatimu.__batinnya.

~***~

“HYUNNNNGGGG!” pekik Chan Yeol sambil memeluk Baek Hyun dari belakang.

“HUWAAAAAAA….” Baek Hyun jelas kaget dan melempar semua buku-buku yang baru saja hendak dimasukkan ke dalam ransel. Ia menoleh dan mendorong tubuh Chan Yeol yang basah habis mandi, sialnya namja jangkung itu hanya menggunakan handuk di pinggangnya “APA YANG KAU LAKUKAN???” Baek Hyun murka

“aku kedinginan… brrrr…” Chan Yeol masih bertingkah “peluk yah!”

“kau mendekat, kupatahkan lehermu”

“ah, tidak asyik” Chan Yeol berjalan menuju lemari, sukses mengerjai Baek Hyun pagi-pagi membuatnya semakin bersemangat. “hyung…”

“aku sibuk, jangan menggangguku” Baek Hyun memunguti buku-buku yang ia hamburkan tadi.

“aku sayang hyung”

DEG!

Baek Hyun menoleh kaget, dan Chan Yeol menyambutnya dengan cengiran khas yang hangat. Baek Hyun berusaha mengatur nafas, sesegera mungkin membereskan ranselnya, dan mengenakannya kilat “aku duluan”

“loh tidak menungguku?”

Baek Hyun menoleh “kau sudah sembuh. Kris menjemputku pagi ini. sampai ketemu di sekolah”

BLAM!

Chan Yeol menatap pintu yang tertutup itu setelah melenyapkan keberadaan Baek Hyun. Ia memejamkan mata sejenak. “bersabarlah Chan Yeol… Tuhan pasti menunjukkan jalan yang tepat untukmu”hiburnya pada diri sendiri.

Sementara itu, Baek Hyun menyandarkan punggung di sisi pintu yang baru saja ia tutup. Ia merengkuh dadanya yang bergemuruh. Kata-kata Chan Yeol tadi… ‘aku sayang hyung’

Baek Hyun menampar pipinya sendiri, memaksa agar segera sadar, bahwa itu tidak seharusnya mempengaruhinya. Ia memejamkan mata sejenak “Kris… I need your help

~***~

Plok….plok…plok…

Chan Yeol menepuk-nepukkan telapak tangannya di celana seraya mengibaskan debu kapur yang menempel di sana. Dengan senyum lebar ia kembali duduk ke bangkunya karena dengan sangat sukses menyelesaikan deretan soal matematika di papan tulis.

“kau ada kemajuan Park Chan Yeol… sangat pesat”puji Cho sonsaeng setelah memeriksa hasil pekerjaan Chan Yeol yang tak ada cacat sedikitpun.

“itu karena saya punya personal tutor terhebat sonsaeng-nim”ucap Chan Yeol bangga sambil menepuk-nepuk punggung Baek Hyun.

Baek Hyun memutar bola mata, kesal.

“hm, tidak heran. Ya sudah, selanjutnya, Oh Se hun”

~***~

Jam istirahat pertama di mulai, tapi sayang sekali Baek Hyun tidak bisa keluar dari kelas karena bangkunya dikepung. Pernyataan Chan Yeol di kelas tadi membuat teman sekelasnya berkumpul mengeilingi bangku Baek Hyun.

“Baek Hyun-ah, tolong ajari aku Matematika, aku juga ingin belajar denganmu seperti Chan Yeol. Punya privat tutor sepertimu, aku mau…”

“aku akan meminta eomma memecat guru les ku, Baek Hyun-ah… maukah kau menjadi guru lesku? Jeball…”

Se Hun menatap Baek Hyun lemah “kau ada waktu kosong? Jam berapa biasanya kau mengajari Chan Yeol? Boleh aku ikut? Cho sonseng betul-betul membuat otakku meledak”

Baek Hyun berusaha bersikap sabar “Lu Han lebih pandai dariku, belajar saja dengannya”

“kalau aku belajar dengan Lu Han, tidak akan jadi-jadi, karena ujung-ujungnya kami pasti bercum__”

Lu Han membekap mulut Se Hun dengan tangannya “jangan di dengar, anak ini memang asal bicara” Lu Han tertawa aneh.

“aku punya usul” seru Kai membuat semuanya menoleh “Baek Hyun-ah, kau buka kelas Matematika saja di rumahmu, jadi kami bisa ikut.kami akan membayar kok, bagaimana?”

“bukankah ini berlebihan? Kenapa kau tidak meminta Cho sonseng saja untuk membuka kursus?”tolak Baek Hyun.

“tapi kalau kau yang mengajari, kami pasti mudah mengerti. Chan Yeol saja yang seppabo itu langsung bisa”

Chan Yeol mengangkat kepalanya yang sejak tadi ia tumpukan di atas meja, ia sempat-sempatnya tertidur saat bangkunya di serbu “kau bosan hidup Kai?”

Kai terkekeh “kukira kau tidur”

“aku memang tidur, tapi telingaku aktif. Berani bicara lagi, kucium Kyung Soo mu”ancam Chan Yeol tidak bermutu.

“MWO??? Kenapa Kyung Soo ku?” Kai langsung menarik Kyung Soo dan merangkulnya.

“kenapa? Aku jelas tidak sudi menciummu”

“kau…”

“aku mau tidur, kalau kau menganggu, aku betul-betul akan mencium Kyung Soo” Chan Yeol menatap namja bermata bulat itu sambil mengedipkan sebelah mata, kemudian kembali tertidur.

Kai membelalak menatap Kyung Soo “kalian???”

Kyung Soo menggeleng cepat “ani…ani… aku tidak ada apa-apa dengannya. Aku juga shock mendengarnya”

“Kyung Soo baby…”

“Kai… percayalah…”

Kerumunan langsung bubar melihat drama lawas yang diperankan Kai-Kyung Soo itu.

Chan Yeol tertawa di tempatnya, dan Baek Hyun melihatnya.

“jangan mengerjai orang seperti itu Chan Yeollie”

Chan Yeol menoleh pada Baek Hyun di sebelahnya, masih menumpukan pipinya di meja “aku hanya berpikir, apa tidak sebaiknya aku cari pacar juga?”

DEG!

“hyung sudah punya Kris, Se Hun dengan Lu Han, Kai dengan Kyung Soo, dan baru-baru ini kudengar bahwa Su Ho jadian dengan Lay karena sama-sama patah hati. Aku… ung, apa hyung punya kenalan?”

Baek Hyun menelan ludah “kau mengigau?”

“ani, aku betul-betul ingin punya pacar. Carikan aku hyung. Yang matanya indah seperti hyung, hidungnya semancung hyung, wajahnya secantik hyung, dan bibirnya… semanis bibir hyung”

DEG!

“ca…. cari saja sendiri” Baek Hyun meninggalkan bangkunya dan berjalan cepat keluar kelas.

Chan Yeol kembali tertawa “kau curang hyung, kenapa hanya kau yang berhak cemburu?”lirihnya seorang diri, kemudian melanjutkan tidurnya.

~***~

“Hyung…” seru Chan Yeol yang mendapati Baek Hyun tengah membaca buku di teras belakang rumahnya.

“ne”sahut Baek Hyun tanpa menoleh.

“pinjam uang”

“mana uangmu?”

Chan Yeol tertawa “habis, kupakai untuk service motorku”

“kenapa tidak minta di aboji?”

“masih beberapa hari lagi sebelum aku diberi uang saku, dia pasti memarahiku karena boros”

“lalu uangnya untuk apa?”

“jajan hyung, aku mau ke rumah Se Hun”

Baek Hyun menghela nafas “ambil di dompet”

“Siap!… bulan depan kukembalikan” Chan Yeol bersorak girang kemudian berlari menuju kamar mereka.

Wait a sec….

TAP!

Baek Hyun menutup bukunya segera, karena ia teringat sesuatu “Oh God…” ia melempar bukunya asal-asalan kemudian berlari menyusul Chan Yeol ke kamarnya. Sial, anak itu terlalu cepat.

BRUAAKKK…

Baek Hyun membuka pintu kamar dengan sebuah bantingan “Park Chan Yeol jang___”

Terlambat. Chan Yeol melihatnya. Kini di tangannya tengah bertengger dompet cokelat itu. terbuka lebar dengan tatapan Chan Yeol tidak luput sedetikpun dari benda itu. melihat tatapan datar namun mencekam itu, Baek Hyun sudah tahu apa yang disaksikan Chan Yeol.

Baek Hyun menghampirinya, menyambar dompet itu dan bergegas pergi.

TEP!

Chan Yeol menangkap tangan namja mungil itu.

“tidak ada penjelasan untuk foto ini. kau bisa paham dengan melihatnya sendiri”ucap Baek Hyun tegas.

“jadi kalian sudah melakukannya?”tanya Chan Yeol dingin

Baek Hyun masih tidak ingin menoleh, tidak ingin menatap mata Chan Yeol secara langsung “maksudmu?”

“kalian sudah melakukan hal itu? tidur bersama?”

“haruskah kujawab?”

Chan Yeol menyentak tubuh Baek Hyun hingga namja mungil itu menoleh dan terhempas di dada bidangnya, tak lupa ia merengkuh pinggang ramping Baek Hyun agar namja itu tidak bisa memberontak. Ditatapnya tajam kedua manik mata indah itu, seakan ingin mengulitinya hidup-hidup “kau… sudah tidur dengannya????”tanya Chan Yeol, sedikit lebih menegaskan.

Baek Hyun menelan ludah, kemudian menggeleng jujur. Untuk pertama kalinya ia ketakutan melihat tatapan bengis Chan Yeol.

“apa ini bisa dipercaya?”

Baek Hyun mengangguk cepat “ka… kami hanya berciuman. Dan hanya sampai di situ”

Chan Yeol memandangi Baek Hyun, dari kening hingga lehernya “bisa kulihat, tidak ada jejak sedikitpun. Arasso… aku percaya”

Baek Hyun mendorong tubuh Chan Yeol dengan keras hingga ia terlepas “lagipula kenapa kau yang marah? Kris itu kekasihku, jadi apapun yang kulakukan dengannya bukan urusanmu”

Chan Yeol mengidikkan bahu “aku hanya diam hyung, bukannya tidak tahu dan tidak peduli” ia berjalan mendekat, sedikit membungkuk untuk menyejajarkan wajahnya dengan Baek Hyun “malam itu…” Chan Yeol mengusap bibirnya “masih rasa yang sama”

Baek Hyun makin membelalak. Seketika wajahnya memerah, dan akhirnya menunduk. Dia… tertangkap basah!

Chan Yeol menepuk puncak kepala Baek Hyun sambil tertawa “kalau masih cinta, bilang saja. Jangan cari pelarian. Kasian dia…” Chan Yeol sudah hendak beranjak.

“Kris bukan pelarian…”ucap Baek Hyun dingin, masih menunduk

Chan Yeol menoleh, untuk memastikannya.

“Kris bukan pelarian. Aku… tulus mencintainya”

“apa mungkin seseorang bisa mencintai 2 namja sekaligus dalam satu periode?”

Deg!

Kalimat yang persis sama, dan kini Baek Hyun sudah bisa menemukan jawaban yang tepat “kau masih di sini Chan Yeollie…”Baek Hyun memegang dadanya “tapi percayalah, nama Kris hyung, sudah kuletakkan di depan namamu”

“Kau!”

“dan lagi… aku tidur dengannya atau tidak… kau tidak berhak melarangku”Baek Hyun beranjak meninggakan kamar

“Byun Baek Hyun!”

Baek Hyun menoleh sejenak “aku serius… aku mencintai Kris…”

BLAM

Chan Yeol menatapnya dengan tercengang. Mata itu… benarkah?

~***~

Kris keheranan, saat pulang sekolah, Baek Hyun meminta agar dibawa ke rumah Kris. Ingin menginap katanya. Jelas saja itu mengejutkan.

Kris meletakkan tasnya di atas sofa, dan berniat mengajak Baek Hyun duduk. Tapi begitu menoleh, Baek Hyun sudah memeluknya erat.

“aku mencintaimu… aku mencintaimu”ucap namja mungil itu tegas

Kris semakin heran “arayo, nado saranghae. Tapi bisa kutahu ada apa ini?”

“aku merindukanmu, kita jarang pergi bersama karena aku harus merawat Chan Yeol selama ini”

Kris terkekeh “salahmu sendiri kenapa mengabaikanku”

Baek Hyun mendongak, “mianhae…”

“aigo, sudah kubilang bibir itu jangan melengkung ke bawah” Kris menunduk, mengecup ringan bibir Baek Hyun “masih melengkung ke bawah?” Kris mengulanginya.

Sampai Baek Hyun tersenyum kemudian memukul ringan dada Kris.

“nah, begitu…” ia mengusap sayang rambut cokelat Baek Hyun. “ayo makan”

Baek Hyun mengangguk mantap “ne…”

~***~

Baek Hyun POV

Aku  menatap bayangan diriku di depan cermin washtafel kamar mandi Kris. Aku tidak bisa mengelak dari kenyataan bahwa sebenarnya pikiranku masih kacau. Setelah meyakinkan diriku bahwa benar, aku mencintai Kris, kini sebuah pertanyaan yang sudah sukses ku jawab 2 kali kembali mengusikku.

Apa mungkin, seseorang bisa mencintai dua namja sekaligus dalam satu periode?

Ini bukan tentang seberapa besar aku membagi cinta untuk Chan Yeol dan Kris. Yang menjadi bebanku saat ini adalah, kenapa di saat aku bersama Chan Yeol, bayangan Kris seolah lenyap. Dan sebalikya, saat aku bersama Kris, Chan Yeol seolah tidak pernah ada.

Terakhir, saat aku berada di suatu tempat yang memaksa untuk bertemu dua namja itu sekaligus, aku akhirnya tidak bisa mengangkat wajah, karena sebuah kekhawatiran langsung menyerangku.

….

Siapa yang seharusnya ku tatap?.

Jika disuruh memilih, aku jelas akan memilih Kris karena hubungan kami tidak ada hambatan sedikitpun, sementara Chan Yeol…

Tali itu sudah terikat kuat, melilit di sekitar ku dan Chan Yeol, menyatukan kami dalam sebuah kenyataan yang tidak bisa terelakkan oleh siapapun. Persaudaraan.

Dan sekarang… jika seandainya Chan Yeol bukan sudara tiri ku…

Jika Chan Yeol bukan adikku??

Aku membelalak menatap bayangan diriku di cermin “jika Chan Yeol bukan saudara tiriku??? Apa aku masih mencintai Kris???”tanyaku pada diri sendiri.

Dan pertanyaan itu membuatku hampir ambruk ke lantai. Oh Tuhan… aku… aku… aku mencintai Kris, aku tidak menjadikannya pelarian… aku tidak…

Oh Tuhan…

~***~

Author POV

Baek Hyun langsung berlari keluar kamar mandi setelah ia membasuh wajahnya. Ia mencari sosok Kris yang ternyata sedang mencari kaos longgar untuk dipakai tidur.

Masih dengan ketakutan yang menyerangnya, Baek Hyun berlari dan memeluk punggung Kris yang masih membelakanginya.

“eh, Baek Hyun-ah? Waeyo?”tanya Kris kaget saat tiba-tiba Baek Hyun memeluknya dengan nafas tersengal-sengal

“aku mencintaimu, aku serius. Aku mencintaimu”ucap Baek Hyun dengan suaranya yang bergetar.

Kris mengerutkan kening, kemudian melepaskan pelukan Baek Hyun agar ia bisa menatap wajahnya “ada apa?” Kris menyentuh kedua pipi Baek Hyun “kau pucat sekali”

“aku mencintaimu Kris, dan aku serius tentang hal itu, tidak ada alasan lain dibaliknya. Aku ingin bersamamu tulus dari dalam hatiku bukan karena aku…”suara Baek Hyun tercekat, ia jelas tidak bisa mengatakan kalimat itu, bahwa ia bersama Kris hanya untuk dijadikan pelariannya agar bisa melupakan cintanya pada Chan Yeol.

Kris melihat kekhawatiran itu, tercetak jelas dibalik sepasang bingkai mata Baek Hyun yang kecil “ini… bukan tentang Chan Yeol kan?”

Baek Hyun tersentak kaget, dan Kris jelas langsung bisa membacanya.

“apa yang dia katakan padamu?”

Baek Hyun menunduk “kau tidak akan suka mendengarnya”

“katakanlah…”

Baek Hyun berusaha menahan kegugupannya “dia bilang, aku masih mencintainya, dan aku menjalani hubungan dengan Kris hanya sebagai pelarian”

Kris terdiam. Dan Baek Hyun paling takut dengan reaksi itu.

“tapi aku mencintaimu, tulus… percayalah…”

“ne, aku percaya”

“aku takut suatu saat Chan Yeol akan datang padamu, mengatakan sesuatu hal yang aneh dan membuatmu percaya dengan semua kata-katanya”

Kris menghela nafas kemudian memeluk Baek Hyun dengan erat “bukankah sudah kukatakan padamu sebelumnya, Bahkan jika tali persaudaraan kalian putus dengan cara apapun, dan Chan Yeol memintamu kembali… aku tidak akan menyerahkanmu padanya”

“Kris…”

“dan bahkan bila kau sendiri yang memohon, aku tetap tidak akan menyerahkanmu padanya”

Baek Hyun mengangguk cepat “ne…. untuk itu…”

“hm?”

“aku memintanya”

“meminta apa?” Kris melepaskan pelukannya dan menatap Baek Hyun serius.

Baek Hyun menelan ludah yang seperti karang, membalas tatapan serius Kris “kita lakukan saja hal itu. jadikan aku milikmu sepenuhnya”

“NE?”

“aku minta.. ng,, kau tidur denganku”

“Baek Hyun…”

Baek Hyun mengeluh, bisa terlihat sangat jelas kugundahan di matanya “aku mencintaimu… dan aku tidak pernah satu kalipun berniat menjadikanmu pelarian, untuk itu… aku akan membuktikannya”

Kris memejamkan mata sejenak, kemudian kembali memeluk namja mungilnya itu “kau tau konsekuensinya saat melakukan itu kan?”

Baek Hyun mengangguk mantap “aku akan menanggungnya”

Kris mengusap rambut Baek Hyun “tidak..”

“mwo?”

“aku tidak bisa melakukannya dengan Baek Hyun”

Baek Hyun tersentak, kemudian melepaskan pelukan Kris dengan kasar “WAE???? Kau pikir aku tidak siap melakukannya???”

“bukan begitu…”

“lalu apa? Apa karena aku tidak sebanding dengan Tao?”

“Byun Baek Hyun, jaga ucapanmu”

Baek Hyun tertunduk, kemudian menangis “aku ingin melakukannya dengan Kris, aku ingin menjadi milik Kris sepenuhnya, agar tidak ada kebimbangan lagi dalam diriku, aku…”

Kris memegang pundak Baek Hyun, menuntun namja itu untuk menatapnya “alasan sebenarnya adalah… Baek Hyun terlalu berharga. Sangat berharga, untuk itu aku tidak ingin merusaknya”

Baek Hyun terhenyak “berharga? Merusak?…”

Kris mengangguk “bukan berniat membandingkanmu dengan Tao… tapi, entah kenapa aku khawatir akan menyakitimu kalau kita melakukannya”

“aku…”

“Baek Hyun tidak perlu harus tidur denganku sebagai bukti kalau kau mencintaiku. Cukup berada di sisiku… dan aku akan merasakan cintamu itu”

Baek Hyun menelaah setiap kata-kata Kris yang menyapa telinganya. Benar, selama Kris percaya bahwa Baek Hyun mencintainya, ia tidak perlu melakukan apa-apa lagi. Ia tidak perlu khawatir, tidak perlu cemas, karena Kris tidak akan pernah melepasnya.

Baek Hyun memejamkan matanya sejenak, kemudian menghembuskan nafas lega. Ada kehangatan yang menjalar di dadanya. Ia semakin yakin, bahwa sebenarnya ia mencintai namja yang sangat bertanggung jawab ini. Baek Hyun pun memeluk Kris dengan sangat erat. “mianhae”

“gwenchana, lupakan saja yah. Kita akan melakukannya suatu saat, kalau waktunya sudah tepat”

Baek Hyun mengangguk, kemudian mempererat pelukannya di dada Kris “aku tidak akan ragu lagi dengan perasaanku sekarang”

Kris tersenyum melihat Baek Hyun sudah mulai tenang “wah ada apa ini? manja sekali”

Baek Hyun tertawa kecil “tapi cukup memalukan juga… aku ditolak”

“eh?”

“tubuhku tidak sekeren Tao, makanya kau menolak”

TUK!

Kris mengetuk kepala Baek Hyun pelan “berani mengatakan hal yang aneh-aneh lagi akan kuhukum kau”

Baek Hyun merenggangkan pelukannya, menatap wajah tampan Kris sambil tersenyum.

“jangan senyum-senyum begitu. Aku bisa mati”

Baek Hyun tertawa lagi “ini namanya senyum maut”

“kau betul-betul mau dihukum?”

Baek Hyun berjinjit mengecup bibir Kris sejenak “aku siap dihukum tuan muda Wu”

“aish… jinjja…” akhirnya Kris menggendong tubuh Baek Hyun dan merebahkan tubuh mungil Baek Hyun di atas ranjang king sizenya, terakhir ia mengurungnya dengan rentangan kedua tangannya yang menumpu di atas ranjang, persis di samping bahu Baek Hyun “begini saja, agar kau tidak merasa ditolak, akan kuberikan kau gambaran luarnya”

“gambaran luar?”

“ne, ini tidak akan menyakitimu, tidak akan merusak apapun pada dirimu” dan Kris pun mulai mengekspresikan cintanya itu dengan mengecup bibir Baek Hyun yang entah kenapa semakin ia rindukan belakangan ini.

Baek Hyun tersenyum, ia suka cara Kris memberikan gambaran luarnya. Ia pun memejamkan mata seiring kelembutan yang ia terima dari bibir Kris…

Saat ciuman itu semakin intens, tangan Kris menjalar ke atas meja nakas, mencari sebuah tombol dan…

BATS!…

Kris mematikan lampunya hingga hanya mereka yang tau kelanjutannya.

~***~

Baek Hyun memicingkan mata saat sinar matahari mengintip di balik tirai yang tidak tertutup sempurna. Padahal rasa kantuk masih memenuhi kantung matanya.

Ia sedikit menggeliat, dan mengerjap-ngerjapkan matanya. Aroma tubuh Kris yang maskulin langsung menyambutnya. Ia masih enggan menggeser kepalanya yang masih menumpu di atas dada bidang Kris, tempat favoritnya, karena itu sangat menenangkan. Irama jantung Kris yang teratur seperti melodi piano yang sering ia mainkan, ah tidak… ini lebih merdu. Betul-betul sangat menenangkan.

Baek Hyun menggeser sedikit tubuhnya, hingga ia bisa melihat wajah Kris yang tertidur. Ia betul-betul suka melihat wajah Kris dari samping. Garis yang terbentuk dari puncak dahinya, terus ke puncak hidung, phyltrum, bibir indah, hingga dagu runcingnya. Sebuah garis yang sangat sempurna. Dan hal itu menuntun jari lentik Baek Hyun untuk menarik garis itu, dari dahi, turun ke hidung, bibir, dan dagu.

“ibumu makan apa saat kau masih dalam kandungannya? Kau sangat tampan”lirihnya pelan. Ia kembali mengusap pelan bibir Kris, dan itu membuatnya teringat kejadian tadi malam.

Sebenarnya tidak sampai pada tahap yang ia harapkan. Hanya sebatas bibir, leher, dan dada. Kris betul-betul hanya memberikannya gambaran luar. Dan Baek Hyun hanya bisa menerka-nerka sendiri bagaimana kelanjutannya.

“saranghaeyo… jeongmal”lirihnya lagi.

“arayo… jadi bisakah kau pindahkan jarimu dan menggantinya dengan bibirmu?”

Baek Hyun membelalak “kau sudah bangun?”

“Ne… sejak tidak adalagi beban yang menindih dadaku, aku terbangun. Kau cukup berat juga rupanya”Kris menoleh

“aish…”

Kris tersenyum, karena berhasil membuat Baek Hyun kesal pagi-pagi, dan itu membuatnya gemas hingga ia tidak bisa untuk tidak memberinya morning kiss. “kita kemana hari ini?”

Baek Hyun beringsut dan memeluk dada Kris dengan manja “aku tidak ingin kemana-mana, aku hanya ingin bersamamu”

“aigo, ada apa ini?”

Baek Hyun tidak menjawab, hanya mengeratkan pelukannya.

“arasso… kita di sini saja”

.

.

.

“aku pulang” seru Baek Hyun dengan wajah bersinar sore itu.

“sudah pulang sayang? Bagaimana acara menginapnya?”sambut eomma Baek Hyun

“menyenangkan, rumah Kris sangat mewah, seperti istana”

Eomma Baek Hyun tersenyum “Chan Yeol selalu menanyakanmu”

“lalu eomma bilang apa?”

“seperti permintaanmu, eomma menjawab jujur”

Baek Hyun bernafas lega “gomawo eomma. Aku ke atas dulu” ucapnya pelan. Ia naik ke lantai dua, membuka pintu kamarnya dan mendapati Chan Yeol tengah duduk di samping jendela dan memandangi halaman belakang rumahnya.

Baek Hyun sedikit membuka kancing kemejanya, sengaja memperlihatkan beberapa tanda yang ditinggalkan Kris tadi malam di leher dan dadanya “aku pulang”ucap Baek Hyun pelan.

Chan Yeol menoleh, hanya sejenak. Menatap Baek Hyun datar kemudian kembali memandang ke luar jendela.

Baek Hyun menghela nafas, usahanya sia-sia. Tapi Baek Hyun tidak peduli lagi, Setidaknya keadaan Chan Yeol seperti itu lebih baik dari pada ia mengamuk dan menghancurkan apapun di sekitarnya. Akhirnya Baek Hyun juga acuh. Ini sudah teguh pada pilihannya, juga sudah menegaskannya. Ia sudah memilih Kris, dan tidak akan menoleh pada Chan Yeol lagi, apapun yang terjadi.

~***~

Makan malam Keluarga Park saat itu sedikit aneh, tidak ada celoteh aneh lagi dari Park Chan Yeol, dan tidak ada keributan dari 2 pemuda tampan dan manis di rumah itu.

“Baek Hyun-ah” sang ayah membuka obrolan.

“ne aboji”

“kau berteman dengan Kris Wu?”

Uhuk~

Baek Hyun dan Chan Yeol terbatuk bersamaan.

“ne aboji, ada apa?”

“rekan bisnisku yang bernama Li Xiau Feng, punya anak bernama Kris Wu”

“ng, ne… lalu?”

Sang ayah tertawa kecil “Tuan Li selalu membahasmu saat tahu bahwa kau adalah anakku. Dia sangat menyukaimu, dan kau tahu Baek Hyun-ah, karena hal itu, Tuan Li tidak sungkan-sungkan bekerja sama dengan perusahaan ayah dalam pengembangan bisnis ke depan. Padahal ayah pikir, akan sangat sulit bergabung dengan perusahaan miliknya berhubung dia orang China”

Baek Hyun hanya tersenyum, tidak tahu harus merespon bagaimana.

“bisa ayah tau seperti apa hubungan kalian?”

Baek Hyun menelan ludah “Ne?”

“hm, kau dan Kris Wu itu”

Entah hanya perasaan Baek Hyun saja, atau memang meja makannya bergetar. Sosok di sebelahnya tampak menyeramkan, mengeluarkan aura pekat dan sangat panas sehingga Baek Hyun sendiri berkeringat dibuatnya “ka… kami, ng, kami dekat aboji”

“dekat dalam artian?”

Baek Hyun mengeluh “ng… dalam artian… ka… kami… sepasang …ng, kekasih”

Sang ayah tertawa cukup lebar “sudah kuduga, pantas saja tuan Li selalu membicarakanmu, ternyata kau calon menantunya”

Uhuk~

Baek Hyun menepuk-nepuk dadanya, dia betul-betul tersedak.

“Kris itu sangat tampan, aku juga sangat menyukainya yeobo. Dia sopan, ramah dan kelihatan sangat menyayangi Baek Hyun”tambah sang eomma.

Ayah mereka mengangguk-angguk masih dengan wajah cerah “kapan-kapan ajak Kris Wu ke rumah. Ayah ingin mengobrol banyak dengannya”

Baek Hyun segera meneguk air “ne aboji”

BRAK!

Chan Yeol meletakkan sendok dan garpunya ke meja dengan sedikit bantingan “aku selesai. Eomma terima kasih makan malamnya. Selamat tidur” ia kemudian beranjak menuju kamarnya, meninggalkan ruangan yang membuatnya hendak meledak.

“kenapa anak itu?”tanya ayahnya.

“mungkin Chan Yeol sedang mengalami permasalahan cinta, ada baiknya kau juga mengajaknya bicara tentang hal itu. dia mungkin iri karena kau lebih memperhatikan Baek Hyun”jawab eommanya

“hm, nanti kuajak anak itu bicara”

Sementara Baek Hyun hanya bisa menghela nafas. Rumit!

~***~

Chan Yeol POV

Selalu seperti ini, dan hanya bisa begini. Menatap replika wajahku di cermin washtafel yang berkabut.  Aku benci wajah itu, aku benci. Wajah yang dulunya selalu disentuh oleh jemari lentik Baek Hyun, pelupuk mata itu… yang selalu mengeluarkan air mata untuk Baek Hyun. pipi itu, tempat di mana Baek Hyun melampiaskan rasa gemas nya dengan sebuah cubitan. Dan terakhir… bibir itu. tempat di mana aku menyalurkan cinta pada Baek Hyun… dalam sebuah ciuman lembut, bahkan kasar sekalipun. Semuanya… mengingatkanku pada namja yang sukses memberiku cinta dan rasa sakit. Berikut luka yang makin lama kian menganga dan berdarah.

Ini sudah sampai pada limit, segala usaha sudah kulakukan. Mulai dari memohon, mengemis, bertindak kasar, mengabaikan karma, semuanya… tetap tidak membuatku berhasil kembali menjadikan Baek Hyun sebagai milikku. Membuatnya berada dalam dekapanku. Tidak berhasil…

Semuanya…

Gagal…

TES~

Pyung~

Air mataku menetes, dan jatuh ke tengah-tengah genangan air di washtafel, menyebabkan sebuah riak tenang berbentuk lingkaran, hingga akhirnya menghilang sebelum tetesan air mataku yang berikutnya.

Kenapa aku menangis? Kenapa hanya bisa seperti ini? kenapa? Tidak adakah yang bisa kulakukan?.

Sekali lagi, kuangkat wajahku, dan kutatap replika wajah mengenaskan itu.

Aku…

Menyerah…

~***~

Author POV

 

Masih pukul 8 malam, tapi Chan Yeol  sudah terbaring, sementara Baek Hyun duduk kokoh di atas tempat tidurnya sambil bersandar, ia sedang membaca buku yang mungkin judulnya tidak penting, tapi cukup ampuh mengalihkannya dari suasana canggung itu.

Tinggal Chan Yeol yang gelisah karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengusir kecanggungan itu. sampai akhirnya ia tak tahan lagi. Dan menyerah adalah satu-satunya cara agar ia bisa melakukannya… pilihan terakhirnya.

“hyung!”.

“hm..” Baek Hyun hanya menggumam

“aku ingin bicara”

“bicara saja”

Chan Yeol bangkit dari tempat tidurnya, kemudian menghampiri Baek Hyun dan duduk di sebelahnya “tidak di sini”

“lalu?”

“ikut aku ke suatu tempat”

“kau lihat sudah jam berapa sekarang?”

“aku jamin ini tidak akan sampai 2 jam”

Baek Hyun berdecak kemudian menutup bukunya “kemana?”

Chan Yeol tersenyum “ikutlah”

.

.

.

Baek Hyun mengeratkan pelukannya di perut Chan Yeol. Tidak biasanya Chan Yeol mengebut dengan kecepaan yang betul-betul di luar nalar. Sedikit saja kesalahan, maka motor besar itu akan terlempar jauh dengan sebuah gesekan parah di aspal dan akan melenyapkan nyawa kedua namja ini.

Sempat terpikir oleh Chan Yeol, kalau saja ia dan Baek Hyun mati saat ini, mungkin mereka bisa bersama di sana. Entah itu surga atau neraka, di mana mereka tidak perlu peduli tentang tali persaudaraan,

Tapi Chan Yeol masih bisa berpikir jernih, ia masih waras dan tidak segila itu sampai tidak memikirkan ketakutan Baek Hyun. Saat jalan mulai lurus dan lengang, ia sempatkan melepaskan tangan kirinya dan memegang punggung tangan Baek Hyun, memastikan namja mungil itu tidak kedinginan. Karena kalau itu terjadi, ia akan mengutuk dirinya sendiri.

~***~

Baek Hyun berusaha mati-matian menahan air matanya saat ia tahu kemana Chan Yeol mengajaknya.

Bukit itu…

Tempat di mana pertama kali mereka menyatakan perasaan mereka, pertama kali mereka berciuman, dan perpisahan pertama mereka. Tempat yang begitu bersejarah hingga tidak sanggup membuat wajah Baek Hyun berekspresi datar seperti sebelumnya.

Chan Yeol berjalan lebih dulu, merentangkan tangannya selebar mungkin, membiarkan angin malam menyapa tubuhnya. “anginnya tidak berubah, Baek Hyunnie”ucap Chan Yeol.

Baek Hyun memejamkan matanya, mengalihkan rasa sakit dari luka yang baru saja sembuh tapi kembali menganga akibat satu kata. Baek Hyunnie. Kapan terakhir Chan Yeol memanggilnya seperti itu.

“kemarilah” ajak Chan Yeol pelan.

Baek Hyun membuka mata, angin malam itu cukup kencang, rambut coklatnya berkumpul ke arah kiri, kemana angin bertiup.  Ia berjalan pelan, menyusuri pematang yang rumputnya tidak pernah meninggi. Ia berdiri di sebelah tubuh jangkung Chan Yeol.

“Seoul sangat indah dari sini”ucap Chan Yeol.

“bisa langsung ke intinya saja Chan Yeollie? Aku kedinginan”balas Baek Hyun tanpa menoleh. Satu-satunya cara agar Chan Yeol tidak melihat luka-nya.

“Baek Hyunnie… bisakah kukatakan semuanya sambil memelukmu?”

Baek Hyun tidak merespon.

“jebal… karena aku sedang berusaha”

Baek Hyun menghela nafas, ia sudah bisa menerka-nerka apa yang akan dikatakan Chan Yeol. Melihat sikapnya yang setenang ini, ia bisa menebak, bahwa Chan Yeol sudah menyusun semuanya. Baek Hyun pun menoleh, kemudian lebih dulu memeluk Chan Yeol sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang itu. mendengarkan irama yang sangat ia rindukan.

Detak jantung Chan Yeol, yang akan bekerja 3 kali lipat saat Baek Hyun ada di dekatnya seperti ini.

Chan Yeol mengulurkan tangannya, melingkari punggung kecil Baek Hyun, erat… seolah tidak berniat melepasnya sedikitpun.

Baek Hyun merasakannya, Chan Yeol betul-betul sedang berusaha… untuk itu, Baek Hyun mendiamkannya, biar Chan Yeol yang mengatakannya sendiri dengan jelas.

“aku…” Chan Yeol menelan ludah, berusaha agar suaranya tidak terdengar memilukan “aku mencintaimu. Dulu, sekarang, dan aku tidak akan sungkan meminta agar tetap mencintaimu bahkan di kehidupan selanjutnya”

Baek Hyun menggigit bibirnya, agar ia tidak menangis. Kalimat itu begitu tulus. Tidak ada kebohongan, bahkan janji di sana, hanya harapan sepihak yang… membuat Baek Hyun semakin terluka.

“ada satu hal yang kusesali dari pertemuan pertama kita” Chan Yeol memberi jeda.

“apa?”respon Baek Hyun dengan suara serak.

Chan Yeol mengeratkan pelukannya karena mengira suara Baek Hyun serak karena kedinginan “yang kusesalkan adalah, aku pertama kali bertemu Baek Hyunnie sebagai sosok namja yang lemah”

“bukankah itu adalah awal keakraban kita?”

“ne… sejak saat itu aku berjanji akan berubah menjadi namja yang sangat kuat seperti Baek Hyunnie, dan nantinya akan bisa melindungi Baek Hyunie saat dalam bahaya”

“kau sudah melakukannya, janjimu terpenuhi”

Chan Yeol mengangguk “dan kurasa, aku akan kembali menyesali sesuatu” Chan Yeol mengatupkan rahangnya rapat-rapat. Air matanya sudah siap-siap bergerombol keluar. “aku…”

“tidak usah dikatakan Chan Yeol…”

Chan Yeol makin mengeratkan pelukannya “yang akan kusesalkan adalah… aku akan kembali menjadi sosok yang lemah saat berpisah denganmu”

“Chan Yeollie… cukup”

Chan Yeol melepaskan pelukannya, menatap wajah Baek Hyun yang ternyata sudah banjir air mata sejak tadi, sama seperti dirinya. “apa kau berbahagia bersama Kris?”

Baek Hyun memalingkan wajah. Chan Yeol bisa melihatnya, buliran itu menetes, membiaskan cahaya remang hingga membuatnya terlihat seperti butiran kristal.

“jawablah, karena jawabanmu sangat berpengaruh dengan keputusanku”pinta Chan Yeol, yang suaranya juga mulai serak.

Baek Hyun kembali menoleh padanya “Ne… aku bahagia bersamanya” ia jujur, tapi tetap menyisakan luka saat menjawabnya.

Chan Yeol menghembuskan nafas “geure!” ia mengangguk-angguk dengan pandangan tidak fokus. “gomawo…”

“Chan Yeol, jebal…”

“terima kasih Baek Hyunnie, atas cinta… juga luka yang kau berikan padaku”

KRAK~

Baek Hyun seolah mendengar suara hatinya yang retak. “Chan Yeol…”air matanya semakin membanjir.

“untuk terakhir kalinya…” Chan Yeol menelan ludah “bisakah aku menciummu?”

Baek Hyun memejamkan matanya. kata-kata itu… Sakit sekali….

“Baek Hyunnie, jeball… hanya untuk yang terakhir kalinya”

Baek Hyun membuka matanya, menatap Chan Yeol nanar “ne, lakukanlah… dan jangan melepasnya kalau kau belum ikhlas”

Chan Yeol menangkupkan kedua tangannya di wajah Baek Hyun “maaf, aku tidak bisa menepatinya, karena kalau kau menungguku untuk ikhlas, maka aku tidak akan melepasmu untuk selamanya…”

“Chan Yeol__mmmppphhh”

Chan Yeol sudah lebih dulu mengulum bibir Baek Hyun yang dingin sebelum namja mungil itu menyuarakan tegurannya. Ciuman Chan Yeol cukup dalam, cukup intens tapi kesannya tetap menyakitkan, karena kedua namja itu menangis. Bahkan saat Baek Hyun mengulurkan kedua tangannya dan memeluk leher Chan Yeol untuk membalas ciumannya, tetap saja kesannya lebih dari sekedar menyakitkan.

Sampai ketika dua namja itu merasa tidak sanggup lagi melanjutkannya, karena mereka betul-betul merasakan sesak, bukan hanya di dada, tapi hati mereka. Perpisahan itu akhirnya ditandai dengan sebuah pelukan dan ucapan…

Annyeong… nae sarang. Good bye… my love” oleh Chan Yeol.

T_T T_T T_T

TBC

Koment yah Ching… ane nyesek pas ngetik ini. kira2 kenyesekan(?) ane tersampaikan kah?.

*elap ingus di rambut Chanyeol

264 thoughts on “Love & Pain- ChanBaek-KrisBaek [Chapter 5]

  1. yippie~ slamat tinggal Chanbaek selamat datang Krisbaek. senang diatas penderitaan Chanyeol yang akhirnya merelakan baekhyun menjadi keluarganya dan kekasih kris yesssssssssss (y).

  2. huwee…annyeong ChanBaek couple…walau aku gak ngedukung kalian buat berpisah, tapi aku harus menghargai keputusan Chan Yeol…dan, akhirnya HunHan sedikit berbaikan. dan apa tadi? Chan Yeol mau nyium Kyung Soo? kyaa! ChanSoo moment!
    semoga Chan Yeol menemukan kebahagiannya…

  3. Annyeong..
    Bru dpt pw, jd bru baca. Haha sbnarnya ane dluan bca yg final, gkapa2 deh, soalnya ane ttap pnasaran ama n ff. Sbnarnya ane pnasarn ama hunhan d chap ini tpi trnyata hunhannya sdikit. T_T gkapa2lah ttap daebak kok. Soalnya moment chanbaeknya otp bgt. Top dah hehe😉,

  4. sumpahhh kereenn bgtt…
    chanyeol kasian ihhh,chanyeol sma gua ajaa /?
    baekhyun jan dilema dong /? kasian chanyeol sma krisnya..
    kris sabar yah,aku lebih setuju krisbaek tapi baekyeol jga ga papa eh tapi /?
    sehun maniak /? wkwkwk

  5. AgHHHHhhhh,,,,Chanyeol MENYERAH
    Tidaakkkkkk,,,
    Yeolli jgn nyerah dong,,,,,
    kasian baget km Yeolli,,,,#ma Q jha ya hehe
    tp Q bner2 berharap km jgn nyerah krna Q mendukungmu selalu #ceileh

    And tentu saja juga tetap berharap the and nya still ChanBaek,,

  6. sip berhasil menitikan air mata ketika channie melepas baekki huweee kenapa begitu menyakitkan? haruskah mereka seperti ini? tidak bisakah mereka bersama kembali?

    yah menyakitkan memang, tapi tetap semangat channie, jalani hidupmu tanpa baekki~ ‘-‘)9

  7. perpisahannya sumpah bikin nangis
    sampai kebayang kalau aku ada diposisi kedua anak adam yang saling mencintai itu

    disatu sisi chanyeol pasti susah untuk melepas cintanya hidupnya nafasnya
    bahkan sampai chanyeol bilang Dulu, sekarang, dan aku
    tidak akan sungkan meminta agar
    tetap mencintaimu bahkan di
    kehidupan selanjutnya” bikin terharu
    terus si baekhyun yang bimbang diantara dua pilihan
    cinta lamanya yang putus karna terpaksa dan dibatasi persaudaraan dan kris namja yang baru juga cinta barunya

    ya tuhan aku pasti mati kalau jadi salah satu diantara mereka
    hiks.hiks.hiks hhhuuuwwwweeee…

  8. hiks hiks hiks .. gag kuat baca ceritanya chanbaek waktu di akhir ,,
    mungkin ini berlebihan tapi aku merasakan sakit ALF ..
    gag mau pokoknya endingnya harus CHANBAEK .. hiks hiks
    tapi kris kasian ..

    selamat tinggal chanbaek couple dan selamat datang awal penderitaan yang begitu dalam untuk ke2nya ..

  9. sebel ih sebel ama part ini. yg sukses bikin nangis sesegukan T___T padahal udah pernah dibaca tapi feels’e masih aja berasa.

    Hueeee chanyeol ;((((( hiks hiks~ sakiiiit……banget! T______________________T *pelukyeollie* hiks

  10. maaf thor baru komen sekarang. saya bukan anak warnet dan saya ga bisa on tiap hari. pliss thor liat komen aku ya. rasanya ditolak waktu minta pe itu nge-jlebb banget thor T.T tapi itu juga salahku sih.
    jujur, saya kesian liat chanyeolnya. baekhyun pengen gue jitak rasanya. padahal aku chanbaek kopel. cuma ya itu. aku gedek ama kris di sini..
    saya bingung mau cuap apa lagi. yaudah semangat buat lanjutin ff chanbaek yg lain ya..
    anyyeong ^^

  11. Astagah astagah aku sedih banget baca chapter ini. Merinding sumpah ALF aduuuh T.T full ChanBaek, but hurt… Eh ga full ding, pan ada KrisBaek pas mau ngelakuin ‘itu’ tapi ga jd hahaa..

    Oiya, makasih ya Lam udah ngasih PW hehehe😀

    Tuhkan, perkiraan aku bener. Baek Hyun bakal ngerasa bersalah banet karena udah bikin Chan Yeol tangannya luka, bahkan sampe di jait. Sepuluh jahitan, dan itu sedikit linu membayangkannya x_x

    HunHan hahaha, akhirnya mereka baikan hihi.. Yaaa ini memang ff ChanBaek dan KrisBaek, jadi cerita HunHan yaaa buat bumbu pelengkap aja. Tapi chapter kemaren aku tetep kasian sama Luhan hiks.. Eeeh ternyata, sekarang Luhan juga mau ngoleksi foto Baek Hyun huahahaha..

    Kembali ke.. ChanBaek..
    (duh napa jd blank ya mau komen apa?) hmmm oiya.. Scene pas Baek Hyun ngebantuin Chan Yeol buka baju wkakaka. Aku deg-degan juga loh #plak
    Ikut ngerasain apa yang di rasain sama Baek Hyun saat itu.O_o badan Chan Yeol. Untung ga mimisan tuh Baek Hyun, hahaha. Dan Chan Yeol!! Modus ya ente minta bukain celana hahahaha..

    Scene pas belajar matematika itu… Ya Alloh Baek Hyun tanpa sadar nyium Chan Yeol..

    ALF aku bener-bener ngerasain kebimbangannya Baek Hyun. Dia masih aja ga bisa memungkiri kalau dia masih ‘cinta’ sama Chan Yeol. Tapi pas sama Kris, dia ngerasa kalau dia ‘cinta’ juga sama Kris.
    Perilaku Baek Hyun yang tiba-tiba main peluk Kris dan bilang kalo dia cinta Kris pake banget, justru kalo aku di posisi Kris, bakalan sakit da. Hahaha.. Soalnya Itu nunjukin banget ke Kris, kalo Baek Hyun lagi bimbang. Untung Kris orangnya bijaksana banget dah. Dia ga mau ngelakuin ‘itu’ juga walau Baek Hyun yang minta, karena takut bikin Baek Hyun sakit, ‘atas pilihannya’. Tapi yaaaa gambaran luarnya juga panas sih wkakaka.. Sampe batas dada juga hmmm #abaikan

    Ane paling demen nih bagian akhir ini. Ajigile.. Ini yang bikin aku sedikit meneteskan air mata. Pas baca kata ‘menyerah’ di scene Chan Yeol pas di kamar mandi. Itu udah sukses bikin aku merinding.

    Dan di ajak keluar… Dan sampai lah di bukit kenangan hahaha.. Semua perkataan Chan Yeol.. Speechless ah aku. Ga bisa komen apa-apa lagi. Terlalu sakit untuk di ungkapkan #plak
    Ciuman, pelukan, harus Chan Yeol lepaskan. Dan dia ga bs ngerasain itu lagi. Karena dia udah nyerah. 

    Dan ada sedikit curiga, Baek Hyun dan Kris akan di jodohkan. Oke.. Kita lihat nanti saja hahaha..

    Daebak!!!

    Akhir kata, wassalamualakum~

    oiya, ditunggu semua ff nya ya😀
    Dan NRL. Hidup NRL!!
    (ALF pasti udah bosen nih baca komenan aku yang ada NRL mulu wkakak)

    Oke dadah~

  12. Chanyeol bner2 daebak!!!
    Dia bsa ngelepasin cinta nya walaupun blm sepenuhnya ikhlas .
    (^̩⌣ƪ)
    Baekhyunnie,,
    Kau bkal menyesal telah melepaskan chanyeollie .
    (º̩̩́ںº̩̩̀)

  13. Ya Tuhan keren banget. Awalnya berjalan manis karena KrisBaek moment tapi lama2 hurt banget ChanBaek T_T aku nangis beneran huweee Good Bye My Love.. Kalo aku jadi Baek Hyun ya gak bisa milih juga, dua2nya ganteng T_T milih Se Hun aja (?)
    tapi itu ada lucunya juga waktu Chan Yeol ngancem mau cium Kyung Soo haha poor Kai😄
    keren thor, fabulous.

  14. tanganmuu yeollii….fufufu sini aku obatin pake cintaakuu.hehehe
    weeehh… jauh jauh darii luhan tapi deketnya mau nyium kyungsoo??? ahahahaha
    kaaiiiii bawaaa kyungsoo jauuh jauuuhhh chanyeol mengerikaan sumpah…

    pasti berat banget jadi baekhyun ama chanyeol..
    baekhyun yang bingung sama perasaannya,,, mencintai 2 namja dalam satu waktu bukan hanya sulit tapi mustahil sebenernya,, sampai kapanpun ga akan bisa ngelepasin salah satunya kurasa..
    sedangkan chanyeool.. liat kris pegang tangan baekhyun, meluk baekhyun, bahkan nyium baeekhhyunn..miiiihh. gimana nggak teriris tu hatinyaa berulang kali mengiklaskan baekhyun tapi ujung ujungnya pasti tetep ga bisa..
    yeolli..kalo ini terjadi di kenyataan aku ga bisa bayangin betapa hancurnya dirimu,,hikss….
    author eonni tega yee ame yeolii,,#bakarleppi

  15. HUHUHUHU~ aku turut bersedih chanchan~ cini cini ama umma~ #plak
    author mantap bener dah~ alurnya tuh bikin reader kebwa terus dan penasaran kelanjutannya pas nemu tulisan laknat(?) yang dinamakan tbc#apadah
    krisbaek mantap!
    noh kan luhan baru tau kan alasan sehun??😀 jgn slah paham lagi deh~
    chanchan kcian bgt.. T.T
    akhirnya dia nyerah..
    aku penasaran bgt deh..
    lanjot~

  16. Yoss koment yang panjang*SenamJariDulu*: pertama thor ALF (Leon),aq rada bingung kenapa thor ilam nggak bisa nemuin email q??~_~, katanya email q gak ada di koment, padahal yaa email itu yg aq pakek, kan jadii gak enak..dikiranya tipu2 lagi.ahaha, tapi yakin deh thor ilam salah ketik,cz pernah kasus gini juga.><
    Yaakk sekarang koment soal FF, oyaa makasii sebelumnyaa uda di kasii pw.thor alf daebak deh. ini galau mau koment apa soal ffnya berhubung ini uda tamat,tapii aq harap yeollie bahagia, walaupun nggak ikhlas jugaa Yeollie ngelepas and nyerah *SapaGuee??* waktuu Baekki maksaa Kris buat "itu" nahh loo nie bocah beranii banget,lagii galau malah minta begituan jelas aja Kris nolak. tapii alasan Kris okelahh, biar nggak rusak kann??ahhaha liat sejauh apa dia bisa tahan *DiSemburNaga*.HunHan juga uda baikan..tinggal nyari pasangan buat Yeollie aja..semogaa dapet yang baek, tinggi, and tidak sombong *TunjukDiri*..Yakkk sekian komen panjanggg sayaa Thor alf..uda panjang tooo??langsung cuz qe part 6 yaa.

  17. CHANYUURRR!!
    TANGANMU KENAPA BEB?? T_T
    Udaahhh… Jngan brkorban lagi naak~ Baekhyun bnar2 bkan mlikmu. Cukup cintai dia, kita bagi rasa sakitnya brsama *lol
    Ya Allahh… Kak ALF brhasil buat sya mnangis tk yg ksekian kalinya. Smpe nyesek kyak gini. Sumpah~Kak ALF keren!!

    Part favoritku disini itu wktu di bukit,rsany ngejleb bnget soalny. Hati lnsung *krreek* patah dgn tidak elitnya. aku bneran ngerasain prasaan Chanyeol. bner2 sakit dn terluka, kata2-nya… ddooohh~ bkin trharu u,u

  18. kyaaa waktu tangan chanyeol sakit, masih aja bisa modus ke baekhyun. wkwk
    ini ff bener2, wah :’)
    iya, waktu di bukit bikin saya mewek(?) :’) kasian banget.
    rasanya pasti ngjleb(?) :’) go to next chap :’)

  19. Bagian awalnya udah bikin ngeri, tengahnya bikin merinding, akhirnya bikin sekarat.

    Merinding… Pas baekhyun minta ‘itu’ ke kris.. Sebagai tanda kalo baekhyun itu emang punya kris. Kirain kris bakal nerima, untungnya engga. Ya walopun pada akhirnya dikasih gambaran luar. Saya yg cuma sebagai reader, ngerasa nyesek bacanya. Sama kyk chanyeol. Tapi pasti lebih nyesek dia daripada saya.. Ck mulai dari situ chanyeol udah… Apaya sebuatannya.. Entah, thor.. Mungkin lelah hati(?) *alaah* apalagi… Pas lg makan malam keluarga Park itu.. Sumpah demi apapun.. Ngebayangin kalo itu nyata, chanyeol udah bener2 sakit bgt itu pasti. Aduh ya ampun… Sampe endingnya itu… Asli thor saya gemeteran bacanya.. “aku………….. Menyerah….” beeeeuuhh!!

    “jebal.. Karena aku sedang berusaha….”

    “aku mencintaimu. Dulu, sekarang, dan aku tidak akan sungkan meminta agar tetap mencintaimu.. Bahkan dikehidupan selanjutnya..”

    “terimakasih baekhyunnie.. Atas cinta.. Juga luka dan rasa sakit yg kau berikan padaku..”
    aduuhh.. Gw gakuat, thor…

    “untuk terakhir kalinya… Bisakah aku menciummu?”

    “annyeong nae… Sarang. Good bye… My love”

    JEDAAARRRR!!!!!
    chanyeol-ah… Itu serius?? Gak nyangka, thor.. Sumpeh!! *sekarat*

  20. hadoh hadoh hadoh hadoh >.< yaowoh alf kai gueeeee ituu jan bikin esmosi peulis entar imbas ke saya u,u btw kurang 4 chap lagi yg nyampe bagian paling nge-JLEBnya huaa *kabor *ditimpukalf. cuap:*

  21. alffffff chanbaek momentnya ohhhh yaowohh tragis bet chanyol gueehhhhh sian ‘-‘/ nggak nyangka awal macem gila2an liat tingkah chanyol begitu bareng laki gue /gandengkai/ akhirnya nge-JLEB JLEB JLEB ngedenger chanyol ngemeng begeto ke baekhyunn uhuk T,T
    nggak usah ditanya ffnya alf pasti di awal seneng nyampe tengah(?) langsung ngejleb, akhirnya seneng lagi dah. padahal saya bukan chanbaek shipper bener tp kalo baca ff alf pasti chanbaek shipper nongol ahaydeu ><

  22. Bagian awalnya aku ketawa ketiwi bayangin tingkah Chanyeol,
    Dia pintar memanfaatkan kesempatan dalam peluang besar(?) xD

    Masih tetep senyum2 geli bagian Baekhyun nyium Chanyeol dan scene KrisBaek.

    Tapi bagian akhirnya aku mewek TT_TT
    Aigoo~ Yeol, kenapa engkau harus menderita nak? *elapingus*

    Sabar ya~ *pukpukpuk*

  23. Bagian awalnya aku ketawa ketiwi bayangin tingkah Chanyeol,
    Dia pintar memanfaatkan kesempatan dalam peluang besar(?) xD

    Masih tetep senyum2 geli bagian Baekhyun nyium Chanyeol dan scene KrisBaek.

    Tapi bagian akhirnya aku mewek TT_TT
    Aigoo~ Yeol, kenapa engkau harus menderita nak? *elapingus*

    Sabar ya~ *pukpukpuk*

  24. Chap ini lupa mau ngoment apa -_-

    Cuma bisa ngomong ini chan penuh air mata Chan (?)
    Chan,beneran ikhlas ngelepas Baek? Tp wa nggk #somplak
    Chan jgn terlalu bersedih !! masih ad wa disamping Chan ._.

    Kalimat terakhir itulohh yg paling menyedihkan (?)
    “Annyeong nae… sarang. Good bye… my love”

  25. YA AMPUN THORRRRRR !!!!!!!!!!!!!!!! APAAN ???? CHANYEOL NYERAHHH ??? ANDWE !!!! GILAAAA !!! GZZZZZZ CHAP INI KEREN AAAAAA SEMOGA NGGAKK > JANGAN KAN CHANYEOLL AKU JGA NGGK IKHLAS ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; but bnyak jga part yg aku suka dan bsabuat greget

    Baek Hyun bergeser, menggunakan pahanya sebagai alas kepala Chan Yeol “kau tidur saja di pangkuan ku dulu”

    “ne…”

    Kris melihatnya. Sangat jelas, bagaimana Chan Yeol tersenyum penuh kemenangan saat Baek Hyun tidak fokus melihatnya. Dan lihatlah keadaan Kris sekarang, ia sudah layaknya seorang sopir yang mengantar seorang namja terluka dan seorang lagi yang sejak tadi cemas.

    Di balik spion tengah, ia bisa menangkap cengiran khas Chan Yeol. Penuh kemenangan.

    “hyung, apa tidak apa-apa kau membiarkan kakak ipar duduk sendiri di depan?”tegur Chan Yeol sok tidak enak.

    “gwenchana adik ipar, asal kau senang dulu” Kris yang menjawab, dan tentu saja ada makna di balik itu.

    “senangnya punya kakak ipar yang sangat pengertian”

    Daaaaaaaaaaaaaaaann bagian ini juga thor !!

    “Cha… Chan Yeollie… butuh bantuanku?”tawarku takut-takut. Takut Chan Yeol salah paham maksudku.

    “ah, ne hyung. Susah sekali… tanganku sakit”balasnya santai.

    “ne aku tau, makanya aku menawarkan bantuan” aku menghampirinya, dan dengan tangan sedikit gemetar, kulepaskan satu-satu kancing piyamanya dan membantunya melepaskan piyama itu dari tubuh jangkungnya.

    “yang ini juga” Chan Yeol menunjuk baju you can see hitam nya.

    Gulp~

    Chan Yeol sudah mengangkat kedua tangannya ke atas, menungguku membukakan baju dalamnya itu. aih, Baek Hyun… santai sajalah. Anggap kau sedang membantu anak kecil membuka bajunya.

    Akupun mengulurkan tanganku, memilin ujung bajunya sedikit dan mengangkatnya ke atas.

    BLUSH!!!

    DAMN you Park Chan Yeol… sejak kapan tubuhmu seatletis ini???

    “waeyo hyung? Kenapa berhenti?”tegurnya

    Aku jelas tersentak, seolah kedapatan memandangi dada bidangnya “kau terlalu tinggi membungkuklah sedikit agar aku bisa mengeluarkan bajumu”

    “ah ne…” Chan Yeol membungkuk, betul-betul membungkuk. Dan posisi itu justru membuatku semakin gelagapan. Wajahnya sudah berada persis di depan wajahku.

    “ma… maksudku, jongkok, bukan membungkuk begini”

    “oh, makanya perjelas kata-katamu” Chan Yeol berjongkok di depanku, memudahkanku menarik ke atas bajunya dan mengeluarkannya dari tubuhnya. “yang ini?” Chan Yeol menunjuk celananya.

    Aku membelalak, melempar baju tadi ke wajah Chan Yeol kemudian beranjak menuju lemariku “buka saja sendiri” umpatku sambil membelakanginya. Padahal ini satu-satunya cara agar Chan Yeol tidak melihat wajahku yang kuyakin sudah semerah apel.

    “kau sangat manis hyung… aku gemas”

    Gulp~

    Kris… Kris… kita harus bertemu, harus.!

    Hahahahahah aku senyum2 sendiri ,,, tpi ending nya knpa kris juga .. hemmehh , tpi chanyeol bener2 jail atau gmna
    dan lagi tiba-tiba baek nyium chanyeolll aaaaaa jangan kan chanyeol aku aja shooooock !!! ayolahhh baekk kau masih mencintai chanyeolll >////< wjkwkwkwkww

    kenapa aku mencium Chan Yeol???__lirihnya lagi semakin tidak percaya akan tindakannya barusan. Entah apa yang menuntunnya tadi, ia mengusap rambut Chan Yeol dan mengecup bibirnya sejenak. Dan jelas itu dia lakukan tanpa kendali dari otaknya. Sekali lagi, hatinya mengambil penuh atas kontrol dirinya saat ini.

    ITU PART MENDUKUNG BANGET YA TUHAN !!! GUE SUKA ELOOOOO THORRR !!!
    kadang juga thor aku suka bgt sam atingkah chanyeol yang sooooookkkkkkkk imutt sama baek , hahah ngrasa gmna gtu , apa lagi di dpan krease , wkwkwwk ..
    BUT thor !!! setiiiiiiiiiiiiaaaappppp chanyeol kedapatan part bahagia /? hemmmeh next nya pasti yahh kris nganggu lah , aduuhhh ini crta bikin greget bgt ,, smpe2 auny bca nya lam , bec trik nafas keluarin nafas dlu klo uda bgtu crta nya . –____–

    DAN LAGI NEMU2 PART YANG BUATT SEMUA GALAU GAK BAEK GK READERS KALI YAH .. authorr pinterer bgt buat suasana jdi gmna gtu wktu yeol nemuin foto yg di dompet itu dan brlanjut kepengakuan klo chanyeol sadar baek nyium diaa aaaaaaa itu suatu yg cukup "WAH' thorr . HaHaHaHaHaH tpi ya gtu sprti yg aku blg tdi pda akhirnya yeol jga yg sakitt HUEEEEEEEE TT_TT . kadang suka bgt bagian baek galau , hahaha supaya di ngrasaain juga gmna yeol rasain /contoh readers termakan cerita x) /nguqnguq

    trus thor paling ak yahan wktu keluarga chanyeol lagi di meja makan ngomongi kirs !!! huaaa aku aja uda pengen cpat-cpat branjak dari part itu apalgi chanyeol yg dsana , huee kan kasian -___- /apa

    takut banget pas part ini
    Ini sudah sampai pada limit, segala usaha sudah kulakukan. Mulai dari memohon, mengemis, bertindak kasar, mengabaikan karma, semuanya… tetap tidak membuatku berhasil kembali menjadikan Baek Hyun sebagai milikku. Membuatnya berada dalam dekapanku. Tidak berhasil…

    , takut chanyeol gk mau nyari-nyari cinta nya chanyeol
    baek sih ..

    keseluruhannnnnnnnnnnnnnnnnnnnn DAEBAK as always !!! uuu ALF AUTHORNIM SERING_SERING BUAT FF BGNI -___-

    ini kepanjangan , serah deh thor kbnyakan ngutip part kali yah ..wkwkwk

  26. baekhyun hebat bisa bikin chanyeol pangeran idiot bisa pinter matematika. bah si luhan yang sebelumnya cemburu sama baekhyun malah jadi fans baekhyun xD jadi guru privat kaisoo hunhan awas ntar jadi obat nyamuk
    baekhyun sebenarnya isi hatinya itu siapa? :v chanyeol mending cari pelarian juga /plak
    demi ini pas bagian akhir nyessss banget
    “terima kasih Baek Hyunnie, atas cinta… juga luka dan rasa sakit yang kau berikan padaku” chanyeollie yang sabar ya ane tau ini berat lebih berat dari shindong tapi tetep semangat walaupun dikit
    authornim pas bagian “Annyeong nae… sarang Good bye… my love” ane hampir nangis gak pake boong demi apa chanyeol udah nyerah gitu aneh sedihhh T.T ane galau mau dukung krisbaek apa chanbaek di sini

  27. komenan ane kepotong sebagian -_- jadi lupa dah kan tadi ngetik apaan
    pokoknya chanyeol jangan nyerah gitu harus perjuangin tapi si kris juga jangan nyerah perjuangin cinta kalian

  28. sesadis itukah kisah cinta mereka,,,?
    kasian baekhyun,
    kasian chanyeol,
    kasian kris,,
    lagi lagi aku terbuai dengan ff yg ada di KC ini,,
    feel nya selalu dpat, sukses selalu buat para author,,
    *_*

  29. keputusan yang salah banget baca ff ini pas lagi jam kuliah, nangis di liatin temen2 di kira orang gila ane……
    ASLI SUMPAH INI INI CHAP SEDIH PARAH eh semua chap lopa emang sedih parah deng….
    Chanyeol nangis?? happy virus nangis??
    chanyeol nelangsa banget sumpah udah tangan nya luka pake hatinya luka juga T.T
    part yang baekhyun mesra2an sama kris harus nya romantis entah kenapa ane malah nangis ke inget chanyeolnya….
    adegan di bukit itu asli sumpah sedih gila berasa nyata banget ..chanyeol nyerah, iya udah canyeol nyerah aja dah dari pada sakit… kata2 nya asli ngejleb banget. alf emang bener dah pinter banget mainin kata2 yak…..
    baekhyun pake bilang “jangan lakukan kalo kau belum iklas” maksdunya apa bek,, chanyeol ga boleh nyerah hm? tapi lu nya gitu bek ahh kejam…..
    “Annyeong nae… sarang. Good bye… my love” /peluk chanyeol/ /pukpuk/

    selalu ff alf emang paling kece dah kalo sedih, sedih banget, romantis, romantis banget dapet banget feel nya…… saya suka saya suka saya sukaaaaaaaaaaaaaa :*

  30. Sumpah nangis lagi. Nangis lagii
    .adeh kenapa musti disensor bagian kris melakukan penggambatan kkke..
    .sumpah gak nyangka baekhyun bakal senekat itu mengataka bahwa ia mau tidur dengan kris..
    .oh my god
    Apa kau sudah tertular aki baekhyunnie
    .
    Chanyeol kau membuatku meneteskan beribu air mata
    .sumpah kasian banget liat chanyeol
    Kenapa musti dia yang selalu tersakiti..
    Kenapa dia yang selalu salah dimata baekhyun
    .cinta memang tak mudah dilepas baekhyun..
    .kasian yahhh cinta tulus chanyeol yang tak pernah hilang terhalang oleh keegoisan orang tua
    .
    Kasian chanyeol yang tak pernah bisa menggantikan posisi baekhyun
    .kasian liat chanyeol yang selalu ngerasa sakit dengan hal yang dilakukan baekhun
    .
    Baekhyun jangn bimbang..
    Kalian khan hanya sodara tiri..kenapa memang..bukanya kalian tak ada hubungan darah..
    Tak taukah kau chanyeol selalu sakit..
    .

  31. Baekhyun-ah jebal… Knapa kamu rumit banget sih, nak… Kalo emang sayang, bilang gak usah disangkal2 lagii.. Itu nyakitin banget, bahkan yg sakit gak cuma kamu.. Tapi kris sama yeolli jugaa.. Kamu kayak ngasih harapan ke chanyeol tapi kamu juga mencari pelarian dengan brrusaha meyakinkan diri untuk mencintai kris (walau kamu gak bener2 yakin) #aishngomongapalah 😢😢
    Waktu yg pas scene si chanyeol menyerah dengan cintanya ke baekhyun, aku gak boong aku nangis.. Rasanya itu sakitttt banget kalo udah pasrah atau membiarkan cinta kita bahagia buat orang lain tapi dengan kondisi yg dirasakan chanyeol ini, mencintai tapi takdir ‘memaksakan’ mereka harus berpisah…
    Cinta mereka begitu tulus dan suci dengan dasar ingin melindungi satu sama lain.. Tapi Tuhan berkehendak lain…
    Tapi disatu sisi, cinta kris juga tulus dan menyejukkan.. Tapi sayang hati baekhyun tidak sepenuhnya berada pada kris..
    Annyeong nae… sarang. Good bye… my love”

  32. Saoloh thor itu scene akhirnya membuatku mengeluarkan air mata,sumpah nyesek bgt.

    Dgn amat sangat terpaksa dan menguras air mata dan kesedihan akhirny chanyeol melepas baekhyun, itu lebih bgus yeol dgn begitu kau tdk akan semakin terluka nantinya. Menerima kenyataan itu memang pahit dan sakit tp akan lebih menyakitkan jika kau mengingkarinya.

    Setelah ini untuk memulihkan hatimu, pergi lah kesuatu tempat yg bisa membuatmu tenang dan damai dan buka lah hatimu untuk org lain/astaga ini aku review apa an ya,gk jelas bgt/ y sdh aku kg tw nic mw review apa an yg jelas chapt ini pas mw tebece bikin aku nangis.

  33. chanyeol lucu dehhh ♥♥♥
    sdfghjkl aku nangis masa’, baca ff ini
    apalagi pas bagian akhirnya.. nyesek banget… kasian chanbaek… chanyeol jangan nyerah dong~ huhuhu😥😥
    aku harap chanbaek bisa bersatu… kasian mereka
    semua berawal dari status “persaudaraan”
    kenapa juga harus jd saudara. .. huft😦😦

  34. Oww~ chapter ini drama banget haha.. #plak
    waktu adegan Baek peluk Chan dari belakang buat berhenti nyiksa penjahat yg ngeganggu Baek serasa drama Korea banget~
    dan pas adegan itu juga aku jadi pengen ChanBaek bersatu!!
    Tapi Kris kasian juga sih, ah sabodoh Tao nanti bangkit juga dari kubur wkwkwk xDD

    kisah cintanya disini sama kayak kisah cintaku, dan aku berada diposisi Baekhyun.
    Cuman aku ma mantan gk jadi soradaraan, putus gegara keluarga gk setuju aja *lah malah curhat*

    dan waktu Chan nyerah sama cintanya, itu pilihan tepat biar Baek ngerasa gimana gitu..

    Ya dah deh aku mau next chap

  35. Oww~ chapter ini drama banget haha.. #plak
    waktu adegan Baek peluk Chan dari belakang buat berhenti nyiksa penjahat yg ngeganggu Baek serasa drama Korea banget~
    dan pas adegan itu juga aku jadi pengen ChanBaek bersatu!!
    Tapi Kris kasian juga sih, ah sabodoh Tao nanti bangkit juga dari kubur wkwkwk xDD

    kisah cintanya disini sama kayak kisah cintaku, dan aku berada diposisi Baekhyun.
    Cuman aku ma mantan gk jadi soradaraan, putus gegara keluarga gk setuju aja *lah malah curhat*

    dan waktu Chan nyerah sama cintanya, itu pilihan tepat biar Baek ngerasa gimana gitu..

    Ya dah deh aku mau baca next chapnya dulu~

  36. huweeeee…… mewek baca part terakhir waktu chanyeol ngajak baekhyun kebukit yg katanya bersejarah buat mereka. ga bisa ngebayangin hancurnya perasaan mereka, rasa cinta mereka harus kandas krn tali persaudaraan. keputusan baekhyun buat mengalah demi kebahagiaan orang tuanya malah bikin ia dan chanyeol hancur. mengorbankan rasa cinta dan memilih sakit hati krn hrs menghilangkan perasaan cinta mereka yg butuh mungkin seumur hidup mereka tak mungkin bs hilang.
    kissing perpisaan mereka bikin nyesek.
    chanyeol apa bener2 akan menyerah? apa ia bisa?
    kris itu emang namja yg baik. dia ga tega ngerusak baekhyun krn baekhyun terlalu berharga. ga heran baekhyun begitu mencintainya…

  37. Keren banget
    Chanyeol oppa aku menyukaimu …. yang pas lawan preman itu bener2 kebawa emosi
    Eonni Daebak
    Aku suka kata-kata terakhir
    “Siapapun… sadarkan dia agar pertahanannya tidak runtuh!“  like banget eonni
    ALF-jjang

  38. sediiih T_T chanbaek nyaa huhuhu

    pas aboji ngebahas tentang kris di hadapan chanyeol, dan chanyeol nangis di washtafel, itu nyeseeeeek bgt😥 hiks chanyeol smpe nyerah gitu. aku yakin sebenernya di hati baekhyun, chanyeol msh ttp jadi no satu di depan nama kris.

    tambah seru, dan tambah sedih. semoga chanbaek bersatu

    keep writing kak *chu

  39. Huhuhuhuhuhuhu Aku benar-benar ndak tau musti komen apa, Kak /lho??/
    hatiku sakit, dan jujur aku Galau… Galauuuuuuuuuuuuuuuuuu!!! /slaped/
    Apa yah? Pengorbanan Chanyeol terkesan sia-sia begitu..😥😥😥
    Chanyeollie bertahanlah… Ya Allah, aku nangis lagi😥😥😥
    Kris-nya juga err.. Aku suka sama kata-kata dia yang katanya akan menjaga, bukan merusak😦 /plin plan kamu, La:/ /
    .
    .
    Kakak…
    Nyesek banget elah chapter ini..
    Huhuhuhu😥😥 /guling-guling/
    Next chapter chap cuss..
    Keep writing!! /kibarin Tissue/

  40. Dari tingkahnya aja, udah aku duga, BAEKHYUN MASIH SUKA SAMA CHANYEOL… Cuma, dia terlalu munafik buat ngungkapin perasaanya. Hubungan krisbaek disini merenggang yeth… gegara tangan chanyeol kena jahit.. dan entah kenapa saya senang sekali ^_^/ baekhyun jadi lebih merhatiin chanyeol daripada kris.
    Waktu baekhyun nyium chanyeol waktu Chanyeol tidur… aku excited sendiri, senyum-senyum GJ..
    Dan waktu chan bilang mau cari pacar, aku yakin si-Baek cemburu !!.
    “dan lagi… aku tidur dengannya atau tidak… kau tidak berhak melarangku”Baek Hyun beranjak meninggakan kamar
    “Byun Baek Hyun!”
    Baek Hyun menoleh sejenak “aku serius… aku mencintai Kris…”
    Njir kak… sumvah.. di sini nyesek banget, kerasa banget fell nyaa… T.T

    CHAN ?? ELU NYERAAHH ??
    AARRRGHHH!!! …
    Kagak bisa dong :3 masa elu nyerahin baekhyun ke Keris sih :3 :3 duuhh… tapi, aku nyadari kok.. mungkin chanyeol udah sadar, kalau nge-gapai baekhyun itu sulit banget :3 makanya dia nyerah.
    Kak leon..
    DAEBAAKK..
    Waktu chan sama Baek di bukit itu, AKU NANGIS KAK !! AKU NANGIS!! Chanyeol kayak ngibarin bendera putih, dan nyerahin baekhyun ke kris.. aduh.. apalagi ciuman mereka, kak ..
    FELL NYA DAPET KAKK
    FELL NYA DAPET !!

  41. aahhh Baekhyun kan emang sempurnaaaaa pantes aja mereka pada suka sama Baekhyun, Baekhyun gitu lohh, hehe dah ah si Chanyeol itu emang pinter banget menfaatkan keadaan ah suka banget hehe.
    “Park Chan Yeol… sepertinya kau bukan lawan yang
    mudah…” Kris Kris tentu ajalah, Chanyeol dilawan cckck aduh duh.
    dan BAEKHYUNNN berenti ngelak kalo kamu itu masih SUKA sama CHANYEOL ih kesel banget sih KRIS itu cuma PELARIAN baek saya yakin seyakin yakinnya percaya deh *lah kenapa saya jadi ngotot hehe*
    ku harus pergi meninggalkan kamu yang telah hancurkan aku sakitnya sakitnya oh sakitnyaa *nyanyi bareng chanyeol dipojokan* sakit ya Chan duh kerasa koq sama aku juga, Baek kenapa sih demen banget nyiksa Chanyeol, itu sakit loh Baek sakit banget sampe aku yang baca aja nangis aslinya, ah Chanyeol kenapa kamu menyerah gitu aja sih😦

  42. TERNYATA CHAP INI LEBIH BANGSAT. ASTAGAAA KEREEEN. GILA FEEL NYA DAPET BANGET. SUMPAH GUE NANGIS PAS CY NGEIKHLASIN BAEK. HAAAAAA SAKIIIIT TUHAAAN :”
    “terima kasih Baek Hyunnie, atas cinta… juga
    luka yang kau berikan padaku” ini yaampun nyes bgt gilaaaa.. gue musti gimana hwaaaa :’ mamah ga ikhlas klo akhirnya krisbaek. heuheu :’
    tapi tapi sempet agak lega juga sih cy ngelepasin baek. gatau kenapa. haaah

    dan pas baek minta kris buat tidur bareng. kesel kesel kesel. ih dia bodoh

    Aaaaa ka ALF sumpah ini keren bgt. gue bisa ngerasain ko gimana nyeseknya.. haaah
    good job deh buat ff yg lainnya (y)
    see you. byebye
    dan ah ya jgn bosen liat review gue yg ga jelas ini yah :b

  43. T_T
    *sroooottt
    *lap ingus
    NYESEK BANGET INI. GILAAA. NYESEK BANGET!!
    AKU MENDADAK PILU BACA INI.
    MENDADAK MERANAAA.
    KASIHAN CHAN YEOL.. HUWEEE *Capslock jebol*

    maaf kak Alf. aku ngalay di atas. habiiis aku blm pernah baca FF ChanBaek langsung nangis gini. biasanya cuma jengkel. mangkel. kesel. frustasi gitu doang.
    ga sampe nangis begini.
    feelnya dapet banget Kak. serius.

    aku jadi bisa ngerasain gimana merananya Chan Yeol.
    dia akhirnya menyerah. dan memilih buat melepaskan Baekki. mungkin dgn gitu Baekki jadi sadar kalo sebenere dia masih cinta sama Chan Yeol.

    pas part ini kak T_T

    aku mncintaimu. dulu. sekarang. dan aku tidak akan sungkan untuk meminta mencintaimu bahkan di kehidupan yang selanjutnya. (bner gak sih ya pokoknya pas part ini. bikin mewek)

    ya nasib. kasihan banget lu Yeol.
    semoga di ending lu bahagia ma Baekki ye.
    *peluk PCY*

  44. Duhh byun bacon. Ughh. Biarpun u adalah biasku, tapi disini u nybelin sangat. Pdhl kan cmn sodara tiri, kalian gk ada ikatan darah, jadi knapa mlh nyiksa prasaan stu sm lain coba. Good job senpai, reader ngrasain nano nano(?) stelah bc chapter ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s