[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 3]


Note: sebenernya ane malas publish kalo begini mah. di dashboard ntu kecantum jumlah viewers perharinya, yg part 2 kemaren aja viewersnya sampe 70 puluhan, kemaren… (readers: jadi gue harus bilang wow gitu???). ya maksudnya, gini, masa diantara 70an viewers ntu yang ninggalin jejak cuman seorang. kalo ane berhak ngasih reward (atau award ya? bingung sendiri) ane bakal persembahin buat reader setia blog KC Azyah Tri Astiningsih. yasud-lah… dari pada ane ngomong sendiri gak didengerin juga, gue sumpahin juga percuma… palingan nanti cara satu-satunya ya di protect. tapi ini ane masih baik hati. intinya begini… reader yang baik adalah, reader yang meninggalkan sesuatu untuk authornya. (duit juga boleh…)… ng… ng,,, yasud-lah (perasaan tadi udah)… monggo…

Fan fiction

Tittle: Love & Pain

Author: AyouLeonForever

Cover Pic/Poster edited by: AyouLeonForever

Genre: gado-gado (pusing nentuin genre. Jadi tentuin sendiri pas baca)

Rate: PG15

Length: Chaptered

Main cast:

  • Byun Baek Hyun

  • Park Chan Yeol

  • Wu Yi Fan/ Kris

  • Kai

  • Kyung soo

  • Se Hun

  • Lu Han

  • Dan member exo lainnya yang kalau saya cantumkan di sini akan memakan banyak tempat *plaaakkk

Disclaimer: All member EXO itu milik SM, orang tuanya, dan Tuhan. Saya hanya mencantumkan nama mereka sebagai karakter dalam FF saya dan TIDAK bertujuan untuk membunuh(?) karakter asli, tujuan komersial dan sebagainya.

Copyright: AyouLeonForever™. Ide cerita dan karakter tambahan asli/murni dari pemikiran saya. Bila ada kesamaan cerita, itu murni kebetulan semata.

Warning: Kissing scene, Boys love, Boy x boy.

Summary:“bukan karena aku masih mencintainya. Bukan… tapi karena namja itu terlalu mengenalku, berikut kelemahanku hyung”

PART 3

Kris memukul setir mobil yang tidak bersalah itu bekali-kali. Juga mengumpat berkali-kali. Ia sudah bisa memperkirakan bahwa ada sesuatu antara Baek Hyun dan Chan Yeol. Hanya saja ia tidak pernah berpikir bahwa akan serumit ini.

Maksudnya… alasan mereka putus, seperti yang dikatakan Baek Hyun adalah suatu keharusan, dan bukan karena kemauan mereka. Arti lebih jelasnya adalah….

Mereka masih saling mencintai.

“SIALLL!” umpatnya lagi. Ia seperti kecolongan, awalnya dia berpikir Baek Hyun hanya akan mencintainya. Tapi mengetahui keadaan sebenarnya, ia merasa posisi Baek Hyun di sisinya itu tidak akan sekokoh yang ia kira. Bisa jadi ia akan kehilangan Baek Hyun dengan cara yang berbeda.

Baiklah… mereka memang sudah menjadi saudara. Tapi melihat bagaimana kerasnya Chan Yeol… bisa saja ia mengabaikan hal penting itu dan membawa Baek Hyun kemanapun yang ia bisa agar mereka bisa bersama.

BRAK…

Sekali lagi Kris memukul setir mobilnya.

Dan lagi, tatapan Baek Hyun saat menjelaskan bahwa ia dan Chan Yeol sudah menjadi saudara sangatlah… menyakitkan. Seperti ada sorot kekecewaan, sakit, dan tidak rela di sana. Itu yang membuat Kris berang dan memutuskan untuk pulang saat itu juga tanpa menunggu Kai.

Ia sudah tiba di depan rumahnya sendiri, tapi ia belum mau turun dari mobil, pikirannya masih kacau, dan itu jelas tidak ingin ia tampakkan di hadapan Tuan Li.

If You wanna scream yeaaaahhhh… Let me know and I’ll take you there…”

Ponselnya berdering nyaring. Itu dari Baek Hyun. Kris hanya menatap layar ponselnya itu dengan sendu. Tapi sebuah kerinduan memaksanya untuk menekan tombol hijau dan meletakkan ponsel itu di telinganya.

“Hm…” sahutnya terkesan malas

“Hyung… kau marah?”tanya suara indah itu.

“ani…”

“lalu kenapa kau pergi begitu saja?”

Kris menghela nafas “aku sangat terkejut Baek Hyun-ah, bisa kah kau mengerti sedikit?”

“Hyung… aku mencintaimu, dan aku tidak bercanda”

“hm, tapi tetap saja… perasaanmu pada anak itu…”

“dia hanya adikku, dan selamanya akan seperti itu hyung…”potong Baek Hyun cepat tapi kedengaran sangat tegas.

Kris menghembuskan nafas panjang, seperti ada kelegaan setelah Baek Hyun mengatakan itu “mianhae… aku sangat kekanak-kanakan”

“anieyo… kau tahu hyung, aku justru merasa senang”

Kris mengerutkan kening “kau senang kalau aku marah?”

Terdengar suara tawa kecil di seberang “Ne… kau marah artinya cemburu. Dan itu artinya kau sangat menyukaiku”

Tidak bisa disangkal Kris, dan itu membuatnya tersenyum “aku tidak hanya menyukai mu Baek Hyun, sudah kubilang aku mencintaimu”

“Ne…ne… arasso… jadi hyung sudah tiba di rumah?”

“mmp… ne, aku baru mau masuk ke rumah”

“ah ya sudah, masuklah. Dan selamat tidur. Kai juga sudah mau pulang, kuantar dia ke depan dulu”

“ne… dan apapun alasan anak itu, jangan biarkan dia menginap di situ”

“arasso… annyeong”

“hm, saranghae”

“nado…”

KLIK

Kris merenggangkan tangannya, rasanya sangat lega setelah Baek Hyun menjelaskannya dengan cara seperti itu “Tao… kau lihat? Gege sudah mendapatkan orang yang bisa membahagiakan gege…terima kasih Tao… wo ai ni”

~***~

BLETAAAAKKK

“ADAAAAWWWW APPOOOO” Pekik Kai saat sebuah majalah tebal mendarat di kepalanya. Dan saat menoleh, sosok namja tinggi putih berambut blonde sudah berdiri di sana sambil melipat tangan di dada “K… Kris  hyung, sejak kapan?”

“baru saja, tapi cukup lama untuk merasa jengah melihat kalian bercumbu di apartement orang lain”sindirnya telak.

Kyung Soo langsung menunduk dan menggeser tubuh Kai  yang sedikit menghimpitnya.

Kai malah terkekeh “mencari Baek Hyun?”

“ne, siapa lagi. Di mana dia?”

“dia pulang ke rumahnya pagi-pagi sekali, akan kembali lagi sore ini”

“ke rumahnya?”

“ne, rumah ayah tirinya”

Kris mengangguk. “oh ya, kau tahu rumah Chan Yeol?”

Kai mengerutkan kening “ne, aku tahu, memangnya kenapa?”

“tidak, aku hanya ada urusan dengannya”

Kai membelalak “kau ingin menghajarnya?”

“tidak sampai seperti itu. ada saja, urusan namja”

Kai memandangnya curiga “kau yakin?”

“ne… cepat berikan alamatnya” Kris menatapnya tajam, tapi seketika berubah jahil setelah melihat Kyung Soo “tekhnikmu salah. Kau bisa membunuh Kyung Soo kalau kau tidak memberinya jeda untuk bernafas”

Kyung Soo langsung menutup wajahnya dengan telapak tangan saking malunya. Bagaimana tidak malu saat seseorang memergoki mereka berciuman panas.

“ah cepat pergi” Kai mengusir Kris setelah ia memberi secarik kertas yang bertuliskan alamat rumah Chan Yeol.

Kris pun pergi sambil tertawa “payah”

“aku merinding. Gunung es mencair bukankah itu sebuah musibah?” ucap Kai

“kenapa kau tidak menutup pintunya? Aku malu sekali”

Kai tertawa “lanjut?”

“aku tidak mau. Aku lapar”Kyung Soo beranjak dan melangkah cepat ke dapur.

“Ya… chagi-ah..”

~***~

Eomma Baek Hyun mengerutkan kening saat ada namja tinggi, putih, pirang, dan tentu saja tampan tengah berdiri di depan pintu rumahnya “ng, cari siapa anak muda?”

“ah, Annyeonghasimnika omoni. Baek Hyun ada?”tanya Kris ramah. Sangat ramah. Dan dia bisa langsung mengenali eomma Baek Hyun hanya dengan tatapan mata dan senyuman itu. mirip…

“ah, ada di dalam, akan kupanggilkan. Silakan masuk”

“ah, kamsahamnida” Kris masuk dan duduk di ruang tamu.

Rumah ini cukup minimalis, tapi sangat elegan. Ia bisa menebak pemilik rumah ini adalah orang yang bersahaja. Kris jadi yakin kalau ayah tiri Baek Hyun memang orang yang cukup baik. Pantas saja Baek Hyun selalu mempertegas hal itu.

Baek Hyun membelalak seketika melihat siapa yang bertamu “H…Hyung???”

Kris menyambutnya dengan senyuman “selamat pagi yeppo”

Baek Hyun panik. Chan Yeol juga ada di dalam, sedang sarapan. “kenapa hyung tidak menelponku?”ia segera menghampiri Kris dan duduk di sebelahnya.

Kris angkat bahu “aku mencarimu di apartement, tapi yang kudapati hanya Kai dan dan Kyung Soo yang sedang bercumbu”

“aish… jinjja..”

“kenapa kau setakut itu?”

Baek Hyun semakin gelisah, tentu saja karena Chan Yeol ada di dalam. Tapi sepertinya Baek Hyun sudah tidak patut gelisah. Karena objek yang di cemaskannya kini tengah berdiri di sana, di ambang pintu pemisah antara ruang tamu dan ruang tengah. Dengan sepotong roti yang masih terselip di mulutnya. Chan Yeol menatap Baek Hyun dengan datar, tapi sejujurnya itu tatapan yang lebih mematikan dari pada tatapan tajam sekalipun.

Aku betul-betul akan mati_lirih Baek Hyun dalam hati.

“aku sudah tahu kalian bersaudara, jadi jangan memandang kami begitu. Jangan meremehkanku karena aku tidak sebodoh itu untuk tidak tahu apa yang disembunyikan oleh kekasihku”sindir Kris telak

Chan Yeol menelan rotinya “oh, geure? Baguslah, karena aku sudah tidak perlu repot-repot menjelaskan padamu untuk tidak macam-macam pada…” Chan Yeol menatap Baek Hyun, masih dengan tatapan yang seperti tadi “kakakku”

DEG!

“Arasso… adik ipar”Kris tidak mau kalah

DEG!

Dampaknya paling dirasakan Baek Hyun. Karena aura-aura mencekam yang keluar dari Kris dan Chan Yeol lebih menyiksanya.

Sampai ketika yeoja paruh baya dengan sikap hangatnya membawa nampan berisi minuman dingin dan diletakkan di atas meja membuat atmosfer kembali tenang “senang sekali rasanya Baek Hyun punya teman setampan ini”puji eomma Baek Hyun

“ah, kamsahamnida omoni”balas Kris ramah

Chan Yeol mengangkat alis “omoni?””lirihnya yang hanya bisa didengarnya sendiri.

“biar kutebak… namamu pasti Kris?”

Kris mengangkat alis, kemudian menatap Baek Hyun yang sudah sejak tadi menunduk “ng, apa Baek Hyun yang…”

“ne, Baek Hyun selalu menceritakan semuanya tentang Kris padaku. Sepertinya Baek Hyun sedikit salah dalam mendeskripsikanmu, Kris tidak hanya tampan, tapi sangat sangat tampan”

“ah kamsahamnida omoni…”Kris tersenyum, penuh kemenangan, terlebih Chan Yeol sudah menghilang sejak tadi. !

~**~

“kau mau kemana?” tanya Chan Yeol keheranan saat malam itu Baek Hyun membereskan buku-bukunya dan juga beberapa pakaiannya

“hm? Aku? Aku ingin tinggal sementara di apartement. Ada Kyung Soo di sana”jawab Baek Hyun santai.

“berapa lama?”

“entahlah, aku tidak bisa memastikannya. Kai juga sedang mencari cara agar menyadarkan eomma Kyung Soo kalau suaminya itu bejat. Kyung Soo sudah beberapa kali hampir dilecehkan”

Chan Yeol melengos “itu karena eomma Kyung Soo terlalu dibutakan cinta sampai tidak memikirkan kebahagiaan anaknya sendiri”

Baek Hyun menghentikan gerakannya dan menatap Chan Yeol “eomma Kyung Soo tidak tahu apa-apa, suaminya terlalu licik dan dengan sangat mudah membuat eomma Kyung Soo percaya padanya. Lagipula alasan megapa eomma Kyung Soo menikah lagi adalah untuk kelangsungan hidup anaknya”

“itu hanya alasan. Orang dewasa memang selalu mengatakan itu. melakukan sesuatu demi kepentingan anak-anaknya, sigh… alasan basi”

Baek Hyun menghela nafas, mencoba menyabarkan diri dan tidak termakan pancingan Chan Yeol “aku tidak berniat bertengkar Chan Yeollie” Baek Hyun merapatkan kancing ranselnya, dan mengenakannya segera. “aku sudah pamit pada eomma dan aboji… Ah, maksudku ayahmu tadi sore… sampai ketemu di sekolah besok”Baek Hyun menarik koper kecilnya

“kau pergi dengan siapa?”

“Kris. Aku sudah menelponnya, mungkin sebentar lagi dia akan kesini”

GREB..

Baek Hyun terhenyak begitu tangannya dicekal Chan Yeol “kau ini kenapa?”

Chan Yeol menatapnya tajam “aku tidak suka kau berhubungan dengannya. Putuskan dia”

Baek Hyun kembali mencoba untuk sabar “kau mengatakan ini sebagai adikku, atau…”

“jangan membuatku marah Byun Baek Hyun…”

“Chan Yeollie, kita sudah menjadi saudara. Jadi kuharap kau bisa melupakan semua hal yang terjadi di antara kita sebelum ini. aku sudah ikhlas menerimamu sebagai adik” Baek Hyun melepas cekalan tangan Chan Yeol dan menepuk pundak ‘adiknya’ itu dengan lembut “bisa kau melakukan hal yang sama? Ini demi masa depan kita juga. Kita tidak sepatutnya seperti ini terus”

“Byun Baek Hyun!”

“aku juga sudah mulai memikirkannya… apa sebaiknya kuganti namaku menjadi Park Baek Hyun?”

Chan Yeol semakin emosi, direngkuhnya kerah jacket Baek Hyun dan menghempaskan namja itu ke dinding “berani kau mengatakan hal yang aneh-aneh lagi, aku tidak akan sungkan-sungkan terhadapmu”

Baek Hyun tersenyum “pukullah aku kalau itu bisa membuatmu melepaskanku. Aku tidak akan melawan”

“apa kau sudah betul-betul melupakanku?”

“aku masih mencintaimu Chan Yeollie…”

Ada rasa hangat menyelimuti hati Chan Yeol mendengar penuturan lembut itu.

“tapi sebagai adikku”lanjut Baek Hyun.

Chan Yeol terhenyak. Seperti dibawa terbang ke angkasa dan seketika di hempaskan ke bumi dengan begitu kerasnya. Sakit!

“aku pergi dulu.. sampai ketemu di sekolah”

Baek Hyun hendak beranjak, tapi Chan Yeol belum melepaskan cekalannya.

“Chan Yeollie, jeball”

“aku tidak bisa”

“Chan Yeollie”

“aku tidak bisa…”

Baek Hyun tidak punya cara lain “aku mencintai Kris”lirih Baek Hyun akhirnya.

Mendengar nama itu, emosi Chan Yeol justru memuncak. Dengan kasar ia menarik ransel Baek Hyun hingga terlepas dari punggung namja mungil itu.

“ma… mau apa kau?” Baek Hyun gelagapan saat Chan Yeol menatapnya dengan sangat… menakutkan.

“sudah kubilang aku tidak bisa melepasmu. Untuk itu, aku harus melakukan sesuatu agar kau tidak bisa lari dariku lagi”

Baek Hyun membelalak mendengar penuturan itu “Park Chan Yeol… apa kau sudah gila?”

“ne… aku sudah gila, dan itu adalah karena kau”

Chan Yeol tidak menunggu lama lagi sampai Baek Hyun menyerukan protes. Ia menghempaskan tubuh mungil Baek Hyun ke atas tempat tidurnya dan mulai menindihnya sebelum namja yang lebih pendek darinya itu melawan. Baru saja Baek Hyun hendak menggerakkan tangannya, Chan Yeol lebih cepat bergerak, merengkuh kedua pergelangan tangannya dan menindihnya persis di samping telinga namja mungil yang kini tak berdaya itu.

Cukup terkejut karena Chan Yeol betul-betul kuat. Dan saat Chan Yeol mulai menundukkan wajahnya, Baek Hyun membelalak.

“CHANYEOL! KAU TIDAK BOLEH MELAKUKAN IN___MMMMPPHHH” makian Baek Hyun terputus setelah Chan Yeol sukses membungkam bibirnya dengan ciuman kasar. “Lepp…aass…”Baek Hyun memberontak. Tapi Chan Yeol sangat mengenalnya. Ia menekan tengkuk Baek Hyun yang merupakan area tersensitifnya, membuat namja mungil itu seketika kehilangan tenaga untuk sekedar meronta.

Chan Yeol semakin hilang kendali, ia menyentak jacket Baek Hyun hingga zipper nya rusak parah, dan seolah tanpa jeda, ia merobek kaos Baek Hyun dan mulai menyerang leher dan dada namja mungil itu.

“Chan Yeol… kau…tidak…” Baek Hyun seolah kehabisan nafas akibat perlakuan Chan Yeol. Ini sedikit ironis karena Chan Yeol terlalu mengenalnya, berikut hal-hal apa yang bisa membuat namja mungil ini terangsang. “aku… akan berteriak…”

“silakan… kau pikir akan ada yang mendengarmu? Aboji tidak di rumah, dia mengajak eommamu pergi entah kemana. Jadi.. kita hanya berdua saja baby!”Chan Yeol semakin agresif meninggalkan kissmark di kulit leher Baek Hyun yang tadinya mulus.

“breng….sss…ek”

Tiba-tiba ponsel Baek Hyun berbunyi. Ia  kalah cepat, karena Chan Yeol tanpa sungkan menarik ponsel itu yang awalnya ada di saku jeans Baek Hyun.

Chan Yeol mengangkat alis kemudian menatap wajah Baek Hyun yang sudah merah padam dan dibanjiri keringat “Kris… kekasihmu menelpon. Hm, kita bisa sedikit main-main di sini”

“jebal… jang__mmmppphhh” Chan Yeol kembali menyerang Baek Hyun, dan tak lupa ia gunakan sedikit manuver untuk membuat namja mungil ini tak berdaya selain mendesah. Melihat itu, Chan Yeol merasa waktunya cukup tepat.

“yeoboseyo?” sapa Chan Yeol setelah menjawab telepon itu, tapi tangannya tak henti menggerayangi(?) tubuh Baek Hyun. Membuat namja mungil itu tak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk sekedar meraih ponselnya.

“kAu? Kenapa kau yang menjawab telepon? Mana Baek Hyun?”

Chan Yeol tersenyum licik “slow down… Baek Hyun ada di sini, bersamaku… di… bawahku”

Kris tercekat “APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA… SIALAN???”bentaknya

no…no…no. seharusnya kau bertanya, apa yang kami lakukan sebelum kau menganggu, dengar ini…” Chan Yeol meletakkan ponsel itu di dekat Baek Hyun.

“Kris… jeball… jangan perca__mmmpphh… ah..”

Chan Yeol kembali menyerang bibir namja mungil itu, dan dengan sangat terlatih ia menjalarkan ciumannya ke leher, dada, dan beberapa tempat sensitif lainnya. Baek Hyun sudah mati-matian menggigit bibir agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Tapi, dia lupa siapa yang sedang ia lawan saat ini.

“kau mendengarnya??? Baek Hyun sedang tidak bisa di ganggu. Menelponlah di lain waktu, kami sedang sibuk… bye-bye”Chan Yeol semakin berulah, kemudian melempar ponsel itu hingga membentur tembok dan pecah berhamburan.

“kau iblis Park Chan Yeol” maki Baek Hyun dengan mata sayunya. Ia betul-betul kehabisan tenaga hanya dengan perlakuan luar Chan Yeol.

“ini belum apa-apa sayang, dan kau sudah seperti ini. atau kita langsung ke intinya saja?”

Plak…

Baek Hyun berniat menampar, tapi dengan tenaga seminim itu, tamparannya lebih mirip belaian. Dramatis!

“kuanggap itu undangan untukku, dear” Chan Yeol kembali mengunci bibir Baek Hyun. tApi tidak sekasar tadi, karena kali ini Chan Yeol tidak berniat memberi pelajaran pada namja yang dicintainya ini. ia hanya merindukan namja ini, ah bukan hanya, tapi sangat. Untuk itu kali ini dia mencium Baek Hyun dengan segenap kerinduan yang menumpuk di hatinya. Ia tidak peduli bahkan ketika Baek Hyun sudah menangis sejak tadi.

.

.

.

BUGH…. BUGH… BRUUUAAAKKKK

Seketika sosok Kris yang menerjang pintu kamar itu masuk, dan tanpa jeda ia menarik baju Chan Yeol dan menghantam pelipisnya hingga namja tinggi itu tersungkur ke lantai dengan punggungnya menghantam dinding “NAMJA BIADAB!!!” maki Kris dengan mata menyala(?).

Chan Yeol yang merasa rahangnya retak, meludah ke samping, bisa ia lihat ada darah yang menyertai ludahnya. “pengganggu rupanya…” ia berdiri sambil merilekskan rahangnya.

Kris meradang, ia sudah hampir menerjang Chan Yeol kalau saja Baek Hyun tidak memanggilnya.

“hyung…”lirih Baek Hyun dengan suara bergetar.

Miris… itulah yang dilihat Kris. Baek Hyun terlentang di atas tempat tidur, dengan kaos sobek dan kancing jeans yang terbuka, tanpa daya dan… sangat lemah. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, ia sempatkan menarik selimut dan menyelubungi tubuh Baek Hyun yang penuh tanda dari Chan Yeol itu.

Chan Yeol menatapnya tercengang, kenapa ia merasa bahwa posisinya sekarang layaknya seorang penjahat yang hendak memperkosa dan akhirnya tertangkap basah. Lihat bagaimana Kris memeluk Baek Hyun dengan sangat prihatin.

Yang paling ia sesalkan adalah ekspresi Baek Hyun yang begitu terluka. Kemana perasaan cinta Baek Hyun terhadap dirinya, sampai-sampai ia memasang tampang seolah Chan Yeol akan mencelakainya?

“kita pergi sekarang?”tanya Kris

Baek Hyun mengangguk, masih dalam tangisnya.

Kris  menggendong tubuh Baek Hyun yang bergetar itu, dan meninggalkan Chan Yeol yang masih menatap tercengang. Tapi sebelum Kris betul-betul keluar dari kamar itu, ia menoleh pada Chan Yeol “kalau kau berani menampakkan wajahmu di hadapan Baek Hyun, terlebih di hadapanku. Kuhabisi kau saat itu juga”

~***~

Kai dan Kyung Soo membelalak saat mendapati Kris membawa Baek Hyun dalam keadaan… mengenaskan.

Baek Hyun memang sudah tertidur, tapi, adakah yang lebih ironis dibandingkan pemandangan itu? Baek Hyun yang dibungkus selimut, keadaannya berantakan dan tengah digendong dengan bridal style oleh Kris, masuk ke kamar dan merebahkannya di tempat tidur.

“hyung… Baek Hyun kenapa?”tanya Kai panik

“nanti kujelaskan. Tolong ambilkan air hangat dalam wadah dan handuk”jawab Kris lemah

“ne hyung..”

“dan setelah itu” Kris memandang Kai dan Kyung Soo, “tutup pintunya”

Kai dan Kyung Soo bertatapan sejenak “ah ne, kami mengerti”

Kris mengusap leher Baek Hyun dengan handuk yang sudah sedikit di rendam air hangat tadi. Bercak-bercak merah kebiruan di sana membuat hatinya terluka. Dan ketika ia menurunkan selimut Baek Hyun, bercak itu terlihat semakin banyak, memenuhi dada hingga pusar nya. “akan kubunuh kau, Park Chan Yeol…”lirihnya dengan suara bergetar. Seketika matanya panas, dan air mata yang tadinya hanya berani menumpuk di pelupuk mata, kini mengalir tanpa halangan di sekitar pipinya. “mianhae… mianhae…” Kris tertunduk, dan tanpa daya menumpukan keningnya di atas tempat tidur, persis di samping tangan Baek Hyun. Ia terisak, dan menangis di sana.

Baek Hyun yang merasakan ada seseorang yang menangis di sebelahnya, langsung membuka mata. Ia mengarahkan tatapannya ke samping, dan itu rambut pirang Kris yang terkulai lemah. “bukan salahmu”lirih Baek Hyun sambil mengusap rambut Kris.

Namja tampan itu mengangkat wajah, menatap Baek Hyun yang sudah terbangun “gwenchanayo? Mana yang sakit?”

Baek Hyun menggeleng. Bibir pucatnya yang bengkak mengulas senyuman paksa “aku baik-baik saja. Kau datang di saat yang tepat”

“bagaimana mungkin kau mengatakan seperti itu. keadaanmu sudah seperti ini dan kau masih..”

“huussst” Baek Hyun meletakkan telunjuknya di bibir Kris “yang penting aku baik-baik saja dan tidak terluka

Kris menghela nafas, sedikit membungkuk kemudian memeluk erat tubuh Baek Hyun “aku akan menghabisi Chan Yeol…”

“Hajima…”

“wae? Kau masih mencintainya?”

“dia adalah adikku…”

“tapi Baek Hyun-ah…”

“kumohon jangan menghajarnya. Dia adalah keluargaku”

Kris berdecak, “ini yang kau katakan bisa melindungi diri???”

Baek Hyun menghela nafasnya berat “mollayo Hyung. Aku berani menghajar siapapun di dunia yang mau mencelakaiku. Tapi entah kenapa aku tidak bisa berbuat apa-apa saat berhadapan dengan Chan Yeol…”

“Baek Hyun…”

“bukan karena aku masih mencintainya. Bukan… tapi karena namja itu terlalu mengenalku, berikut kelemahanku hyung”

Kris mengeratkan pelukannya “jangan temui dia lagi”

“sebisaku hyung… karena walau kuhindari dengan cara apapun, dia tetaplah saudaraku”

~***~

Chanyeol merendam wajahnya di dalam washtafel yang ia biarkan airnya tergenang. Sudah hampir satu menit ia begitu tapi ia tak juga mengangkat kepalanya. Sampai ketika ia merasa paru-parunya sudah kosong, barulah ia mengangkat wajahnya dengan nafas tersengal-sengal. Di tatapnya wajah tampan itu di cermin yang berkabut. Air yang membasahi wajahnya tak juga mampu meredakan emosi yang bergejolak hingga ke ubun-ubun.

“Byun Baek Hyun! Wae….???”pekiknya seorang diri

Kali ini luka di hatinya semakin menganga. Kenyataan tadi betul-betul menamparnya. Ia ingat bagaimana ia berjanji dengan sungguh-sungguh akan berubah menjadi namja yang kuat dan gagah agar mampu melindungi Baek Hyun nantinya dari orang-orang yang hendak mencelakai Baek Hyun. Tapi lihat, apa yang telah dia lakukan. Justru dialah orang itu, ia memanfaatkan kekuatannya untuk menyakiti Baek Hyun. Dan seolah tidak punya muka lagi, ia menunduk, membiarkan air matanya menyatu dengan genangan air di washtafel itu. “tidak bisakah kau mengerti sebesar apa cintaiku padamu!?”

~***~

Kai dan Kyung Soo langsung berpura-pura melakukan aktivitas saat melihat Kris keluar dari kamar Baek Hyun sembari mengusap-usap wajah. Bahkan ketampanan Kris tidak luntur saat ia baru saja bangun tidur.

“kalian sedang apa?”tanya Kris saat mendapati tingkah aneh 2 namja itu.

“ini, kami sedang mengepel”jawab Kai yang betul saja ia menggunakan taplak meja untuk mengepel

Sementara Kyung Soo entah apa sedang ia lakukan dengan pot bunga di sudut ruangan itu.

“kalian tidak ke sekolah?”tanya Kris

“tentu saja kami akan ke sekolah. Hyung tidak ke sekolah?”tanya Kai balik

Kris menggeleng santai “aku akan menjaga Baek Hyun. Oh kalian kan teman sekelasnya, sekalian absenkan dia hari ini”

Kai dan Kyung Soo bertatapan “Ng, sebenarnya Baek Hyun kenapa hyung?”tanya Kyung Soo.

“dia sakit, kapan-kapan akan kujelaskan” Kris berjalan menuju dapur untuk mencari air minum.

“chagi… aneh bukan? Pasti ada sesuatu”Kai langsung menyerbu Kyung Soo.

“ne, ekspresi Kris hyung sangat aneh. Dan lihat, matanya sembab. Pasti habis menangis. Aigo.. Baek Hyun sakit apa sebenarnya?”

“aku cemas, tapi Kris hyung melarang kita masuk ke kamarnya”

“sudahlah, ayo siap-siap ke sekolah”

~***~

Baek Hyun absen hari ini, tidak perlu dipertanyakan lagi alasannya oleh Chan Yeol. Bahkan saat kelasnya heboh mengerumuni bangku Kai dan Kyung Soo, tetap saja dua namja itu bungkam. Mereka menjawab samar-samar, dan jelas saja para penggemar Baek Hyun semakin gemas.

“Baek Hyun sakit apa sebenarnya?”tanya Se Hun

“molla… kami tidak diizinkan melihatnya”jawab Kai

“oleh siapa?”

“Kris hyung”

Kerumunan langsung heboh “mereka tinggal bersama?”

Kyung Soo mencubit lengan Kai “ah tidak… tadi saat kami ke apartement Baek Hyun pagi-pagi sekali, Kris hyung juga menjenguknya”

“kalau begitu beri kami alamat Baek Hyun, kami ingin ke sana”

“silakan, kalau kalian mau berhadapan dengan Kris hyung!”ancam Kai.

Kerumunan itu saling pandang. Jelas saja mereka mengindahkan ancaman itu. siapa yang berani berhadapan dengan namja dingin itu.

Sementara di bangkunya, Chan Yeol menumpukan kepalanya di atas meja, dengan lengannya sebagai bantal. Ia betul betul merasa lelah hari ini. ia cemas, ia khawatir dengan keadaan Baek Hyun dan ingin sekali menengoknya.

Ia bukannya takut berhadapan dengan Kris, hanya saja ia tidak punya muka lagi untuk bertemu Baek Hyun!.

~***~

“aku sudah kenyang hyung…” ucap Baek Hyun saat Kris hendak menyuapkan bubur itu ke mulut Baek Hyun

“tapi kau baru makan sedikit”

“aku kenyang”

Kris menghela nafas “arasso…” ia menyentuh kening Baek Hyun “kupikir semalam kau demam, tidak juga yah!”

“hm, berkatmu” Baek Hyun mengulas senyumnya sembari mengelus pipi Kris.

“butuh sesuatu?”

Baek Hyun mengangguk “hm, aku mau mandi”

“eh, kubantu mandi?”

“ck, maksudku keluarlah. Aku mau mandi”

Kris tertawa “ah kupikir. Ya sudah, aku keluar dulu” Kris mengecup bibir Baek Hyun sejenak kemudian keluar dari kamar Baek Hyun.

Namja mungil itu tersenyum “gomawo hyung…”

~***~

Dua hari berikutnya, barulah Baek Hyun muncul di sekolah. Di sebelahnya ada Kris, sementara di depan mereka ada Kyung Soo dan Kai. Seperti di kawal masuk ke dalam kelas. Meihat itu siapa yang berani mendekat.

“kau duduk dengan Kyung Soo saja”pinta Kris, atau lebih tepatnya memerintah.

“lalu aku?”tanya Kai.

“duduk di tempat Baek Hyun”

“di sebelah Chan Yeol?”

Kris angkat alis “keberatan?”

“tidak… tidak. Aku akan duduk di sebelah Chan Yeol”

Baek Hyun dan Kyung Soo duduk bersebelahan, cukup jauh dari bangku Chan Yeol.

“aku ke kelas dulu, kalau ada apa-apa, hubungi aku”ucap Kris sembari menatap dingin ke seisi kelas.

“Kris… aku baik-baik saja, percayalah”ucap Baek Hyun sembari mengulas senyuman.

Kris membungkuk, mengecup puncak kepala Baek Hyun dengan sayang, kemudian keluar dari kelas tapi sebelumnya sempat bertatapan tajam dengan Chan Yeol.

“Kris hyung sangat menyayangi Baek Hyun yah”ucap Kyung Soo seperti iri.

“hm, seperti Kai menyayangi Kyung Soo”

“itu karena kami sudah mengenal cukup lama, tahunan. Tapi Baek Hyun dan Kris hyung baru sebulan”

“sudahlah… waktu bukan satu-satunya tolak ukur untuk bisa mencintai seseorang” Baek Hyun melirik ke arah samping, tempat Chan Yeol. Tapi namja itu hanya duduk di bangkunya sambil mendengarkan musik. Lupakan aku Chan Yeollie… jeball.

~***~

Kris menyiapkan selimut dan meletakkannya di atas sofa kamar Baek Hyun seperti kemarin-kemarin. Sudah pukul 10 malam, dan ia harus tidur agar Baek Hyun tidak ikut begadang.

“seingatku, aku hanya menampung Kyung Soo… kenapa jadi bertambah seorang lagi?”sindir Baek Hyun.

Kris menoleh “kau mengasah lidahmu tadi siang?”

“heh?”

“kata-katamu tajam sekali, yeppo”

Baek Hyun terkekeh “kau tidak dicari Tuan Li?”

Kris menghempaskan tubuh jangkungnya di atas sofa empuk itu, ia sengaja menggesernya ke sebelah ranjang Baek Hyun agar dia bisa melihat kekasihnya itu dari dekat saat tertidur. “kubilang padanya, aku menginap di rumah teman untuk beberapa hari. Dia setuju, lagipula Tuan Li punya banyak pekerjaan. Perusahaan yang dia bangun setahun lebih yang lalu mulai menunjukkan tanda-tanda sukses. Yah, beruntung orang tuaku sudah menginvestasikan sebagian besar hartanya untukku, itu kujadikan modal dan kupercayakan sepenuhnya pada Tuan Li… jadi… aku tidak terlantar saat ini”

“hm… hormat, tuan muda Wu” Baek Hyun bertingkah.

Hendak sekali rasanya Kris meompat dari sofa itu dan mencubit pipi Baek Hyun “sebenarnya kita sedikit kejam pada Kai” Kris memulai obrolan baru

“wae?”

“kita tidak mengizinkannya tinggal di sini bersama Kyung Soo”

“dia kan punya rumah sendiri”

“aku juga punya rumah sendiri. Itu yang dia permasalahkan. Kau tau kan pikiran anak itu bagaimana. Melihat kita tidur sekamar, dia pikir kita bebas melakukan hal itu”

Wajah Baek Hyun bersemu merah, takjub juga kenapa Kris dengan lancarnya mengatakan hal yang sevulgar itu “kau belum sikat gigi?”

“heh?”

“kata-katamu sedikit….” Baek Hyun mengidikkan bahu.

Kris tertawa karena kekasihnya ini ternyata membalas “tidurlah… setelah memastikan kau sudah agak baikan, aku akan pulang ke rumahku”

“aku tidak mengusirmu loh. Aku hanya mengingatkan”

“ne…ne… aku mengerti. Tidurlah, besok Kai pasti datang subuh-subuh lagi”

“Ne… tapi kau duluan yang menutup matamu”

“ani, aku ingin melihatmu tidur duluan”

Baek Hyun melengos “ya sudah” Baek Hyun membaringkan tubuhnya, menarik selimut dan memejamkan mata.

Kris tersenyum melihatnya “Ippoda”

“tidurlah hyung…

“ne…jaljayo”

~***~

Beruntung hari itu adalah hari minggu. Karena kalau tidak, 4 orang ini akan bolos sekolah.

Kyung Soo duduk diapit Kai dan Baek Hyun. Kris duduk di sofa tunggal, sementara eomma Kyung Soo duduk di sofa panjang yang memang biasanya ditempati tamu.

Benar, eomma Kyung Soo datang berkunjung. Akhirnya… dan tidak perlu dipertanyakan siapa yang membawanya ke situ.

Kai!

Eomma Kyung Soo masih menangis, tidak tega memulai pembicaraan.

“Mianhe eomma” ucap Kyung Soo lirih.

“kenapa kau meminta maaf sayang?”tanya eomma Kyung Soo dengan nada sakit.

“karena aku… kalian bercerai”

Eomma Kyung Soo menggeleng cepat “seharusnya kau katakan ini pada eomma sejak awal. Kalau kutahu namja itu sebejat ini, aku sendiri yang akan membunuhnya”

“eomma…”

“aku menikah dengannya karena kupikir dengan begitu, ada yang membantu menafkahi kita, terutama kau… tidak pernah eomma sangka, eomma justru menyediakan neraka untukmu”

Kyung Soo beranjak dari duduknya, dan beralih ke sebelah eommanya “eomma… itu tidak benar, aku tahu eomma sebisa mungkin melakukan hal terbaik untukku, hanya saja… namja itu bukan appa yang tepat untukku…”

Eomma Kyung Soo mengusap air matanya, kemudian memeluk Kyung Soo “sekarang kau tidak perlu cemas lagi sayang, eomma sudah bercerai dengannya. Eomma akan mencari sebuah apartement kecil untuk kita berdua. Eomma tidak masalah bekerja seorang diri, selama ini kita masih baik-baik saja. Walau tidak semewah saat ada namja itu… kita pasti masih bisa bertahan sayang”

“eomma…”

“eomma akan berusaha sebaik mungkin untuk kelangsungan hidup kita”

“ng… omoni…, saya tidak keberatan kalau anda dan Kyung Soo tinggal di sini”tawar Baek Hyun

“ah, aniya Baek Hyun-ah. Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu”tolak Kyung Soo halus.

“tapi aku tidak merasa kerepotan, kau justru membantuku banyak membereskan apartementku”

Kyung Soo tersenyum, kemudian menatap eommanya.

“Gomapta Baek Hyun-ah…”ucap eomma Kyung Soo “tapi kalau boleh tahu, apa gedung ini memiliki apartemen tipe menengah ke bawah? Maksudku, satu atau 2 tipe di bawah apartementmu ini. kalau aku dan Kyung Soo sepertinya hanya butuh apartement yang agak kecil”

Baek Hyun menggumam “kalau itu aku kurang tahu omoni, tapi akan kuusahakan mencarinya. Kebetulan aku kenal baik dengan pemilik mension ini”

“ah gomapda Baek Hyun-ah…”

“jadi omoni, untuk sementara tinggal saja di sini”

~***~

Malam itu… Baek Hyun mengantar Kris sampai di tempat di mana mobil mewahnya terparkir “padahal aku masih mau menginap satu malam lagi” keluh Kris, sebenarnya hanya bercanda.

Baek Hyun tertawa “kalau begitu aku saja yang menginap di rumahmu. Aku belum pernah ke rumahmu”

Kris mengangkat alisnya, menarik “serius?”

“hm.. tapi lain kali saja. Besok aku juga sudah pulang ke rumahku”

Kris menutup kembali pintu mobilnya yang sudah dibuka setengah tadinya. “kau bilang apa tadi?” Kris membetulkan posisinya hingga berhadapan dengan Baek Hyun.

Baek Hyun menghela nafas kemudian membetulkan jacket kulit Kris “Kyung Soo dan eommanya sudah menemukan apartemen yang mereka cari tadi sore, jadi besok mereka sudah pindah. Ng… intinya… aku tidak punya alasan lagi untuk tetap tinggal di apartementku”

“keberadaan namja brengsek itu di rumahmu, apa tidak bisa kau jadikan alasan untuk tidak kembali ke sana?”

“hyung…. dia saudaraku”

“saudara? Apa dia menganggapmu saudara?”

Baek Hyun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tapi Kris menggenggam kedua pundaknya, memaksa namja manis itu untuk menatapnya.

“Baek Hyun-ah… dengar, aku mencintaimu. Dan itu tidak main-main. Di dunia ini hal yang paling tidak ingin kulihat adalah mendapatimu terluka. Sampai detik inipun aku selalu memastikan kau harus baik-baik saja barulah aku bisa tenang”

Baek Hyun menghembuskan nafas panjang, kemudian tersenyum “kalau yang kau cemaskan itu adalah sikap Chan Yeol terhadapku, kurasa kau bisa melihatnya sendiri. Chan Yeol bahkan tidak pernah menegurku di sekolah. Saat kami berpapasan tanpa sengaja pun, Chan Yeol yang lebih dulu menghindar. Jadi…” Baek Hyun menempelkan telapak tangan indahnya di pipi Kris “jangan cemas lagi yah…”

Kris hanya bisa menghela nafas lelah, lebih tepatnya menyerah “arasso, asal kau senang saja”

“dan asal kau tidak marah saja” Baek Hyun terkekeh.

“hm, aku pulang” Kris mengecup pundak kepala Baek Hyun sejenak kemudian masuk ke mobilnya dan melaju meninggalkan pelataran parkir yang cukup luas itu.

Baek Hyun menghembuskan nafasnya, “aku ingin mengatakan satu hal hyung… aku tidak ingin lari dari kenyataan. Aku… masih mencintai Chan Yeol… tapi aku masih berusaha untuk melenyapkan rasa itu. menghindarinya justru akan semakin membuatku rindu padanya. Yang bisa kulakukan adalah, berada di dekatnya dan meyakinkan diriku bahwa dia adalah adikku. Itulah cara yang kupilih agar kau satu-satunya namja yang bisa memiliki hatiku… Kris hyung!”

~***~

“sini kubawakan” Kris mengambil ransel Baek Hyun yang terlihat begitu berat untuk tubuh mungilnya.

“kau sudah kerepotan dengan koper itu, biar aku saja yang membawa ranselku”tolak Baek Hyun halus.

“ranselmu terlalu berat, punggungmu bisa sakit”

“kalau begitu, biar aku yang membawa koper itu”

“tidak perlu… aku saja”

Baek Hyun berdecak kesal “lalu aku pegang apa? Kau jadi terlihat seperti orang suruhan. Beruntung kau sangat modis dan tampan, sehingga aku tidak mengataimu kuli”

Tawa Kris pecah “kau gamit saja lenganku, tidak usah bawa apa-apa”

“ck… arasso”

~***~

“aku pulaaaannnggg” seru Baek Hyun membahana.

Eommanya langsung berlari keluar dan menyambut anak tercintanya “kenapa lama sekali sayang? Eomma rindu”eomma Baek Hyun memeluk anaknya itu dengan penuh kasih sayang.

“um, tidak ada hal aneh yang terjadi kan selama aku tidak ada?”

Eomma mengangguk “walau dia tidak menegurku, tapi dia tidak pernah marah-marah lagi”

Baek Hyun mengangguk, jelas paham siapa yang dimaksud dengan dia.

“ah… pangeran tampan. Silakan masuk”

“ne omoni” Kris masuk sambil menenteng ransel Baek Hyun dan kopernya.

“taruh di situ saja hyung, aku yang akan membawanya ke atas”

“ini berat, kau bisa terjatuh dari tangga”

Baek Hyun bertolak pinggang dan menatap Kris “aku tidak sepayah itu…”

“aku yang akan membawanya ke atas” tegas Kris.

Baek Hyun hanya mengeluh “ne… terserah kau saja” Baek Hyun menoleh ke eommanya “Chan Yeol mana?”

“ada di dalam, sedang makan”

Baek Hyun bernafas lega “aku naik dulu eomma”

“ne chagi-ah, eomma bikin minum dulu”

“ah tidak usah omoni, aku tidak lama”

“aish… jangan begitu. Duduk dulu sebentar baru kuijinkan kau pulang”

Kris mengusap tengkuknya “ne omoni, gomawo”

`

`

`

Sedikit beruntung mungkin, karena sampai Baek Hyun mengantar Kris ke mobilnya, Chan Yeol tidak menampakkan diri. Tidak bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau dua namja tinggi itu bertemu.

“kalau ada sesuatu, jangan lupa menghubungiku” pesan Kris.

“ne… jangan terlalu khawatir hyung, aku baik-baik saja”

Kris berdecak “kalau dia menyerangmu lagi?”

“aku akan lari ke rumahmu. Bagaimana? Itu sudah cukup meyakinkan kah?”

Dengan sebuah helaan nafas panjang Kris menarik Baek Hyun ke dalam pelukannya “apa aku terkesan menekanmu?”

Baek Hyun menggeleng “tidak juga”

“kau tahu kan aku melakukan semua ini karena aku begitu mencemaskanmu”

“ne, arayo”

Kris memejamkan matanya “Tuhan… lindungi namja yang kucintai ini”

Baek Hyun tersenyum di balik pelukan itu “Tuhan… terima kasih telah mengirimkan satu malaikatmu untukku”

Kris merenggangkan pelukannya. Menatap Baek Hyun penuh makna “ah…”

“heh?”

“chakkaman” Kris menurunkan sedikit zipper jacketnya, meraih sesuatu di lehernya dan menariknya keluar. “pakai ini”

Baek Hyun menatap sebuah kalung berbandul peluru yang baru saja dipasangkan oleh Kris “apa ini?”

“kalung”

Baek Hyun memutar bola mata “aku tahu ini kalung, tapi kenapa memberikannya padaku”

Kris mengangkat bandul peluru itu dan memperlihatkannya pada Baek Hyun “ini peluru yang menyambar bahu Tao, dan menembus lenganku. Aku menggunakannya sebagai jimat pelindung. Ng… aneh mungkin, tapi kuharap ini juga melindungimu, sebagaimana ia melindungiku selama ini”

Baek Hyun menatap Kris dengan… sendu “Hyung… ini kan…”

“ne, itu benda yang paling berharga untukku. Satu-satunya benda yang mengingatkanku pada Tao. Tapi… kau lebih berharga dari apapun,, untuk itu kulakukan apapun agar bisa melindungimu. Ara?”

Baek Hyun menggigit bibir. Selalu… namja ini selalu membuatnya terharu.

Kris yang melihat Baek Hyun yang seolah menahan tangis itu seketika tersenyum. Ia tempelkan dua ibu jarinya di kedua sudut bibir Baek Hyun “bibir ini kalau melengkung kebawah sedikit jelek” ia mengangkat sudut bibir Baek Hyun “nah, kalau melengkung ke atas, baru cantik”

“hyung…”

Kris menangkupkan satu tangannya di pipi Baek Hyun, dan satunya lagi di pinggang namja manis itu. “saranghae…” kemudian perlahan ia kecup bibir mungil di depannya itu.

Baek Hyun memejamkan mata, menerima ekspresi cinta Kris yang berikan spesial untuknya

Tap…

Tap…

Tap…

Srak…

Kris melepaskan ciumannya, kemudian menatap seseorang yang baru saja keluar dari pagar rumah Baek Hyun sambil membawa keranjang sampah. Kris tersenyum, sedikit memanfaatkan posisi Baek Hyun yang membelakangi orang itu, dan lagi, sepertinya Baek Hyun tidak menyadari ada orang yang berdiri tak jauh di belakangnya.

Dengan  seduktif Kris  mengangkat wajah Baek Hyun, dan kembali dikulumnya bibir mungil itu.

Sengaja? Mungkin saja… karena kini orang yang berdiri di belakang Baek Hyun menatap mereka dengan sangat dingin. Tangannya mengepal kuat menahan gejolak amarah yang hampir mencapai ubun-ubun.

“ng…mmppp… hyung wae?”tanya Baek Hyun yang merasa ciuman Kris sedikit berbeda. Terkesan sedikit… bernafsu.

“anieyo… Baek Hyun terlihat sangat manis malam ini”lirih Kris kemudian kembali melumat bibir Baek Hyun.

“Hyung… aku… sulit… bernafas…”keluh Baek Hyun masih berusaha mengimbangi ciuman ‘beda’ itu.

“mian…”Kris melepaskan kulumannya, menatap kepergian orang tadi, yang meninggalkan keranjang sampah di depan dan kembali masuk ke dalam rumah.

“kau kenapa hyung?”tanya Baek Hyun berusaha mengatur nafasnya.

Kris tersenyum, sesekali menyeka sudut bibir dan dagu Baek Hyun yang basah “apa aku melukaimu?”

Baek Hyun menggaruk kecil kepalanya “tidak juga sih… tapi…” wajah Baek Hyun memerah. “sesuaikan tempat yah Hyung, kalau ada yang memergoki kita tadi, aku bisa habis”

“dan aku akan ganti menghabisi orang yang mau menghabisimu”

Baek Hyun terkekeh “arasso… pulangah, sudah malam”

“hm… selamat tidur”

“telpon aku kalau sudah sampai”

Kris mengangguk, kemudian mengacak rambut Baek Hyun sebelum ia pergi.

~***~

Baek Hyun masuk ke kamarnya, membawa keranjang sampah dan meletakkannya di belakang pintu. Sedikit heran juga kenapa keranjang sampah tadi bisa berada di luar.

“kau sudah tidur dengannya?”

Baek Hyun menoleh “ha?”

Chan Yeol sudah berdiri di hadapannya dengan wajah memerah menahan emosi “selama ini Kris menginap di apartementmu kan?”

Baek Hyun mengangguk jujur.

“jadi kau sudah tidur dengannya?”

Baek Hyun menatap langit-langit sejenak “kalau yang kau maksud tidur sekamar memang benar, tapi kami tidak tidur seranjang. Sudahlah Chan Yeol… jangan campuri urusanku”

Chan Yeol langsung mencekal tangan Baek Hyun sebelum namja itu masuk ke kamar mandi “inikah yang kau inginkan?” menatapnya tajam… sangat tajam, seolah dengan begitu Baek Hyun akan merasakan seberapa sakit luka yang ia berikan pada namja yang terus ditegaskan sebagai sudaranya ini.

“Chan Yeollie…”

“INIKAH YANG KAU INGINKAN???” ulang Chan Yeol, lebih tepatnya untuk memastikan kalau dia sedang serius.

Baek Hyun menghela nafas “Ne….”

Chan Yeol melepaskan cekalannya, mundur beberapa langkah kemudian menunduk. Terlihat dengan amat sangat jelas bahwa namja itu sedang mengontrol emosinya, dari caranya menaik turunkan bahu, mengepalkan tangan kuat-kuat dan…

“arasso…” Chan Yeol mengangkat wajah…

SLASH

Mana tatapan tajam tadi…??? lenyap.

Ia justru mengulas senyuman yang….

Sulit diartikan. Ia memandang Baek Hyun cukup lekat dengan pandangan bersahaja “gomawoyo… jeongmal gomawo….. Baek Hyun….” Chan Yeol menelan ludah, masih dengan ekspresi itu “Hyung…”

Mata Baek Hyun membelalak mendengar Chan Yeol memanggilnya seperti itu. seketika seluruh tubuhnya dingin, ada getar-getar aneh yang menyerang hatinya. Seperti firasat buruk, dan Baek Hyun benci hal itu.

Chan Yeol menghembuskan nafas panjang… “Hyung… kerjakan PR ku yah, aku mengantuk” Chan Yeol menepuk kepala Baek Hyun dengan akrabnya, kemudian berjalan santai menuju tempat tidurnya. “aku tidur duluan hyung, bangunkan aku besok pagi. Hoaaahhmm…. jaljayo Hyung…”

Chan Yeol tertidur. Pulas! Tanpa beban!

Baek Hyun baru sadar dari keterpakuannya selama beberapa menit, kemudian bergerak mundur sampai punggungnya menghantam tembok. Apa yang terjadi? Kenapa Chan Yeol bersikap seperti itu?

Dan kenapa Baek Hyun merasakan hatinya seperti dihimpit batu karang berton-ton melihat ekspresi Chan Yeol???

“ada apa ini?” lirihnya seorang diri.

~***~

Baek Hyun menatap sepiring roti selai strawberi di depannya. Pagi itu sungguh adalah pagi teraneh yang penah ia alami seumur hidup. Tentu saja karena Chan Yeol… adiknya!

Baek Hyun jelas masih ingat rentetan kejadian sebelum ia akhirnya bisa duduk tenang di atas kursi untuk sarapan pagi.

Saat Chan Yeol dengan seenak jidatnya melepas pakaian sementara Baek Hyun baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.

YA! Apa yang kau lakukan? Kenapa membuka pakaianmu sembarangan?”jerit Baek Hyun

Chan Yeol tertawa “santai saja hyung, kita kan saudara. Ah, handukku kotor, bisa pinjam handukmu?”

Baek Hyun membelalak, seketika berlari saat Chan Yeol sudah berniat menarik handuknya. “YA! Apa yang kau lakukan, aku belum pakai apa-apa”

“jangan pelit sama adik sendiri Hyung…”

“Park cha___” terlambat. Chan Yeol menarik handuk Baek Hyun dan berlari masuk ke kamar mandi. “KUBUNUH KAU!!!”

Dan lagi, saat mereka berpakaian

“Hyung… kau lihat jas sekolahku?”tanya Chan Yeol manja

“eomma sudah mencucinya, cari di lemarimu”jawab Baek Hyun sembari memperhatikan bayangannya di cermin.

“Hyung… sepatuku?”

“ada di rak sepatu”

“ah… kaos kakiku belum dicuci, Hyung jangan bilang pada siapapun yah”

“sigh… jinjja..”

“Hyung, aku pakai tas warna hitam, cokelat atau abu-abu?…”

“kenapa tanya padaku? Kau lebih suka mana?”

“ah benar juga… hitam saja. Karena cokelat sudah sedikit rusak dan abu-abu sudah kupakai beberapa kali”

“ck…”

“Hyung… itu”

Baek Hyun jengah “Hyung…Hyung…hyung… wae????”

Chan Yeol  terkekeh dan menepuk puncak kepala Baek Hyun “tidak buruk, menyenangkan punya kakak”

 

Dan kini, Baek Hyun menghela nafas panjang berkali kali dan mencomot rotinya dengan sedikit malas.

“kau sakit sayang?” tanya eomma Baek Hyun

“aniyo eomma…”jawab Baek Hyun lemah

“dia rindu dengan pacarnya,…. eomma…” tambah Chan Yeol.

“Uhuk…”

Eomma Baek Hyun dan appa Chan Yeol terbatuk bersamaan.

“ne?” tanya eomma Baek Hyun memastikan.

“nah, sudah kubilang kan hyung. Jangan pacaran dulu, kau belum direstui sama eomma”Chan Yeol makin bertingkah.

Eomma Baek Hyun dan appa Chan Yeol bertatapan “Eom… eomma? Hyung?”tanya mereka serempak.

Chan Yeol mengerutkan kening, memasang wajah innocent “wae? Ada yang salah?”

Appa Chan Yeol memijit keningnya “sepertinya aku kurang tidur tadi malam”

Eomma Baek Hyun juga mengusap tengkuknya “tekanan darahku mungkin terlalu rendah.”

“eomma… aboji…” ucap Baek Hyun “aku juga shock… entah apalagi ulah anak ini…tapi, sepertinya Chan Yeol sudah menerima semuanya”

“MWO?”

Baek Hyun mengangguk.

Chan Yeol menelan rotinya “aku berangkat duluan eomma… aboji…” Chan Yeol menarik tangan Baek Hyun “berangkat bersamaku saja hyung, aku sudah membelikanmu Helm”

Dan setelah kedua anak itu keluar. Eomma Baek Hyun jatuh pingsan.

.

.

.

“Ne… aku berangkat dengan Chan Yeol”ucap Baek Hyun yang saat itu tengah menelpon Kris, tentu saja Chan Yeol yang memaksa “ng… tidak kenapa-kenapa, nanti akan kujelaskan saat tiba di sekolah.___ Ne… sudah kubilang tidak apa-apa, dia tenang-tenang saja. Dan kau pasti tidak akan menyangka. Anak itu seperti … ng, ah entahlah. Kuberi kau satu petunjuk. Dia sudah memanggilku dengan sebutan Hyung, memanggil eommaku dengan sebutan eomma, juga tidak melarangku memanggil ayahnya dengan sebutan Aboji…___ ne, aku juga kaget. Untuk itu biarkan saja dulu, nanti akan kujelaskan. ___Ng… ne, nado saranghae” Baek Hyun memasukkan ponselnya ke dalam saku, kemudian menoleh pada Chan Yeol yang sudah cengar-cengir seak tadi.

“kakak ipar bilang apa?”

Baek Hyun memutar bola mata. Kakak ipar? Apalagi ini? “dia mengizinkan”

Chan Yeol bersorak girang “YEEEAAAAHHHH”

“Chan Yeollie…”

“ne Hyung…”

Baek Hyun berdecak “ah sudahlah, mana helmnya”

Chan Yeol tersenyum, dan menyerahkan Helm satunya lagi pada Baek Hyun “Ini hyung….”

~***~

“HA??? BERSAUDARA???” pekik satu kelas saat Chan Yeol menjelaskan alasan mengapa dia memanggil Baek Hyun dengan sebutan hyung sepanjang hari. Sementara sang ‘Hyung’ hanya bisa memijit keningnya sambil terduduk lemah di bangkunya.

Chan Yeol menepuk pundak hyung nya itu sambil tertawa bangga “kalian pasti iri kan? Hahahahahahahahaha”

“tapi kenapa kemarin-kemarin kau seperti membencinya?”tanya Se Hun

Chan Yeol berlagak berpikir “kenapa yah? Ah tentu saja karena aku merasa kalah, hyungku terlalu cantik dan mempesona. Pamorku jatuh… hiks…hiks…”

Baek Hyun merasa bumi tempatnya berpijak sedang bergejolak. Kepalanya betul-betul pusing dengan perubahan drastis dari sikap Chan Yeol.

Kyung Soo yang menyadarinya pertama kali “gwenchanayo Baek Hyun-ah?”

Baek Hyun mengangguk lemah “Ne… hanya sedikit pusing”

Chan Yeol mendengarnya “Gawat… Baek Hyun hyung sakit… UKS… UKS… harus kubawa ke UKS”

Baek Hyun menggetok kepala Chan Yeol saat anak itu sudah berniat mengangkat Baek Hyun “sekali lagi kau bersikap aneh, kupatahkan lehermu”

Chan Yeol tertawa “ah… hyungku sangat manis”

CHU~

Baek Hyun membelalak saat Chan Yeol tiba-tiba saja mencium pipinya.

“KYAAAAAAAAAAAA!” pekik Lu Han gemas.

“Kau curang Chan Yeol-ah… curang…” seru Se Hun tidak terima

“wae… kau mau juga? Anda belum beruntung”

“akh kepalaku…” Baek Hyun kembali memijit keningnya.

~***~

Ada pemandangan aneh di kelas 2A. Beberapa orang mengerumuni bangku Chan Yeol. Baek Hyun jelas sudah keluar dari tadi, karena Kris mengajaknya mengobrol di kantin.

“aku tidur sekamar dengan Baek Hyun hyung, kalian pasti iri” tutur Chan Yeol bangga.

“aish… jinjja… lalu kau sering mengobrol dengan Baek Hyun sepanjang malam?”tanya Se Hun seperti memelas

“tentu saja. Sejak pulang sekolah, sampai paginya ke sekolah lagi, kami sering mengobrol… namanya juga kakak adik yang akrab”

“Chan Yeol-ah…jadi kau tahu semua kebiasaan Baek Hyun?”tanya Kai

“ne… kalau tidur dia akan bersuara seperti… ng… mendengung, seperti anak anjing… aaaaa neomu kyeopta”

Se Hun mengacak rambutnya frustasi “jadi kau bisa melihatnya saat tertidur?”

“tentu saja…”

Kai berdecak “aku juga pernah melihatnya satu kali, tapi waktu itu dia digendong Kris. Wajahnya cantik sekali saat tertidur…” kemudian Kai menoleh ke Kyung Soo “tapi Kyung Soo-ku jelas lebih cantik”

Se Hun tersadar sendiri kemudian memeluk namja di sebelahnya yang masih berpikir tentang tali persaudaraan Baek Hyun Chan Yeol yang sedikit… aneh. “Lu Hannie juga jauh lebih cantik, apalagi kalau tersenyum”

Sementara itu Chan Yeol, yang baru saja mendengar penuturan Kai langsung mengubah ekspresi wajahnya. Sial….!

~***~

Baek Hyun menyeruput jus jeruknya setelah mengakhiri penjelasannya “jadi begitu… aku sendiri shock saat Chan Yeol tiba-tiba saja berubah sedrastis itu”

Kris menatap Baek Hyun penuh selidik. Sepertinya itu sudah semuanya, tidak ada yang disembunyikan Baek Hyun “kau yakin , Chan Yeol tulus melakukan itu semua?”

Baek Hyun angkat bahu “semoga…”

Kris melipat tangan di dada “apa ini?”

“heh?”

“ada ekspresi terluka yang kutangkap”

Baek Hyun gelagapan “apa maksudmu?”

“bukankah perubahan sikap Chan Yeol ini seharusnya membuatmu senang? Dia menerimamu menjadi saudaramu bukankah itu yang kau mau? Lalu kenapa kau terlihat sangat tidak ikhlas?”

Baek Hyun terbatuk “bukan seperti itu… aku hanya shock. Coba saja kau berada di posisiku. Mendengar Chan Yeol memanggilku hyung hampir 300 kali, Aku bahkan ditelepon oleh aboji kalau eommaku pingsan tadi pagi. Syukurlah eomma baik-baik saja, Chan Yeol memang membuat keadaan rumah heboh dengan sikapnya”

“hm… begitu”

“ayolah hyung, kenapa kau mencurigaiku?”

“ani.. aku tidak curiga. Hanya… ah sudahlah”

Baek Hyun berdecak “sepulang sekolah bawa aku jalan-jalan. Aku merasa kepalaku mau pecah”

“hm…”

~***~

Kris mendapati Chan Yeol yang tengah bermain basket di dalam GOR bersama Kai, Se Hun, dan teman lainnya.

“Park Chan Yeol…” seru Kris dingin

Chan Yeol menoleh, kemudian mengoper bola pada Kai. “Hei… kakak ipar”balas Chan Yeol dengan senyuman lebarnya.

Kakak Ipar? What the__

Chan Yeol sedikit berlari menghampiri Kris “ada apa? Mau ikut main?”

“ani… bisa kita bicara sebentar”

“tentu saja bisa… tentang apa, kakak ipar?” Chan Yeol menyeka keringatnya dengan handuk putih yang tergantung di bahunya.

“ikut denganku”

“wah… pembicaraan rahasia, neomu jhoa. Apa ini tentang kakakku? Butuh tips dariku?”

Kris menatapnya tajam

“arasso… arasso… ayo pergi”

`

`

`

Kris menatap Chan Yeol yang terus cengar-cengir sejak tadi. Ia sengaja membawa Happy Virus yang bangkit dari kuburnya itu ke belakang gedung sekolah, karena itu satu—satunya tempat yang cukup sepi. Tempat yang sangat cocok kalau saja Kris kehilangan kendali kemudian menghajar namja yang sejak tadi menunjukkan deretan giginya yang rapi itu.

“sebenarnya apa yang kau rencanakan?”Tanya Kris langsung

jheoyo?” Chan Yeol menunjuk dadanya

Kris memutar bola mata “aku bukan tipe orang sepertimu yang suka bercanda”

“arasso…arasso…” Chan Yeol yang merasa sudah tidak perlu berpura-pura lagi di hadapan rivalnya ini langsung menegakkan tubuhnya. Ia menatap Kris tak kalah dingin “hanya mengingatkan… Byun Baek Hyun itu milikku”

Kris tidak menunggu sampai jarum detik berpindah, ia segera merengkuh kerah baju Chan Yeol dan menghempaskannya ke tembok “apa yang kau rencanakan?”

Chan Yeol mengangkat bahu, tidak ada ekspresi takut sama sekali di matanya “hanya menuruti keinginan namja yang kucintai itu. sekaligus ingin memastikan, apa betul itu yang dia inginkan. Dan sepertinya… aku sedikit tahu jawabannya” Chan Yeol menunjukkan evil smirknya

“Kau!…”

“kau pikir hubunganmu yang baru berjalan sebulan lebih bisa mengalahkan kenangan yang sudah kami lewati selama bertahun-tahun?” Chan Yeol kembali tersenyum sinis “kau hanya pelarian saja” ia mengangkat alis, semacam ekspresi intimidasi “kakak ipar”

Kris hendak melayangkan tinjunya, tapi Chan Yeol menangkapnya dengan mudah “apa aku harus melapor pada kakakku tersayang kalau kakak ipar memukulku?” Chan Yeol mulai bertingkah.

Kris menepis tangannya “hati-hati dengan ucapanmu Park Chan Yeol…”

Chan Yeol mendorong tubuh Kris hingga cengkramannya terlepas “hm… akan kujaga ucapanku Kris Wu… dan kau… siap-siap saja kehilangan Baek Hyun” Chan Yeol hendak beranjak, tapi kemudian ia kembali menoleh “ng, sepertinya kata kehilangan tidak tepat. Bukankah sejak awal… Baek Hyun bukan milikmu?”

“Park Chan Yeol…”

Chan Yeol tertawa “Baek Hyun masih mencintaiku… kurasa kau bisa melihatnya. Itupun kalau kau tidak buta” kemudian ia pergi begitu saja.

Kris meremukkan kesepuluh jarinya hingga terdengar gemeretak menakutkan “tunggulah Park Chan Yeol… akan kubuktikan padamu siapa pemilik hati Baek Hyun sebenarnya”

TBC

343 thoughts on “[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 3]

  1. Sifat Yeol berubah sama Baek ternyata ad maunya toh? Ck .. Tp nae bahagia krna sifat happy virusnya udah bangkit dari kubur😄

    Kasian eomma Baek sampe pingsan gitu #poor eomonim.
    Aduhh Kris,Baek itu emang milik Yeol.Kmukan udh punya Baby Panda ._. jd jgn coba2 ambil Baek dari Yeol huhuhuhu U.u

    Tp pas awal2 ad lucunya juga ne. waktu Kris getok (?) palanye bang Kai.. Wkwkwk :V emang apes nasib Kai disini -_- #Poor Kai

    Udh’ah Cuap cuapnya.. See U next chap thor :* #cipokpaksaHun

  2. Wah, Park Chanyeol!! Aku kira dia kesambet apa, ternyata… itu cara dia ngetest feelnya Baekhyun… Ahaha Jenius! Aku suka banget sama bagian Kris kasih kalung pelurunya buat Baekhyun, secara selama ini kalung itu kan Kris yang make sebagai jimat perlindungan diri dia sendiri, tapi setelah dia kasih Baekhyun, berarti jimat itu ga ngelindungin dia lagi kan? Tapi justru ngelindungin Baekhyun=)) Wah, wah… daebak!

  3. hai ALF ketemu dengan saya hhehe😀 jangan bosen bosen ngeliat saya ya kkk
    umm ALF disini nyesek dari ff ini mulai kerasa apalagi part chanyeol yang mulai manggil baekhyun dengan sebutan hyung jujur aku disitu nangis netesin air mata sambil ngebayangin di posisi chanyeol. sebenernya aku juga sempet mikir kalo chanyeol itu cuma ngikutin kemauannya baekhyun dan bikin suatu permainan/? mungkin bahasanya manas manasin kris wqwq. kayanya chapter selanjutnya bakal seru serunya nih waaaah sampai ketemu di chapter selanjutya ALF byebye~~

  4. tau ff ni di facebook,begitu ngikutin emang bagus ceritanya.
    baekhyun gampang bnget percaya ma chanyeol,tpi apa yg mo di lakuin chanyeol selanjutnya ya ,,,
    ChanBaek jjang !!!

  5. Waaaaa chanyeol bangkit !!!!! (?) gue senaaaaaaaaang !!!!! Spirit chanyeol !!! Wahhhh bagus chanyeol !!! Hahah aduhh thor seneng bgt aku nya ff nya bener2 buat aku termnung byangin gmna klo ini mmng knyataan .. Eh tp bkan buat chanbekkris .. Buat orang lainn . Hhaha aduhhh ini nano-nano banget fic nya ? Kyahahahhah

  6. sumpah Thor ff mu buat aku nangis, kwan aku aja heran, aku ngk pernah nangis lau bca cerita tapi ff author benar nguras air mata ku,,
    *curhat*
    Athor semangat ya,,
    jebal,,
    masih banyak yg menanti ceritamu,,
    lope u author,,
    *_*

  7. Konfliknya keren kak, wah se sampai bingung sendiri perihal baek sama siapa ntar, haih…

    Pas yeol berubah jadi ceria gitu gak enak banget, se aja sampe sakit hati bacanya, kirain yeol bener2 nyerah ama baek tapi ternyata perjuangan masih berlanjut, yeaaaahhhhh!!

    Yeol aku mendukungmu! *pinjam tangan kris*

  8. HAPPY VIRUS BANGKIT DARI KUBUR!!!!! Aduh pengen ketawa denger Chanyeol dikit-dikit manggil hyung hyung hyung pas mau berangkat sekolah. Gemes sendiri. Pengenn nabok/? Kerasa deh gimana pusingnya baek mesti ngadepin Yeol:D hasek dua tiang listrik lagi ngerebutin kurcaci /digamparBaek. Chanyeol licik juga ya-_- hhh aku masih gakyakin kalau Kris bener-bener cinta sama Baek. Aku juga gakyakin kalau Baek bener-bbener udah bisa ngelupain Yeol. Kesannya emang kaya saling jadi pelampiasan /readersotil:”’ makin lama makin seru deh.

  9. hya chanyeol ble’e >.< T.T adegan krisbaeknya aku skip-skip T,T g kuat bener dah biasanya d ff tuh aku plg seneng bully chanyeol n plg benci klo yeol dah jd org k tiga atau pemeran utama yg mulai nyakitin baek sedikitpun tp ini?!?! hyaaaaaaaaaa krissss matilah kau T.T yeol kalo aku jd kamu aku bakal bunuh diri T.T apaapaan coba kris nyadar kamu harus nyerahin baek buat yeol meski baek cinta ma kamuuu T.T kenangan bertahun2 emg susah ilangnya T.T yeol berjuanglah dptin baek dengan cara yg sehat dan berhenti nyiksa kamu sendiri T.T

  10. Aku bingung entah perasaan aoa yang kurasakan saat ngebaca ff ini..
    .disatu sisi aku sebel ama baekhyun selalu nutupin diri dan gak pernah sepenuhnya mengakui kalo dia masih cinta sama chanyeol..
    .aku kasian banget sumpah ama chanyeol secara din bias kedua aku setelh baekhyun..
    .aku kesel dengan kris..ndo kenapa selalu ikut campur urusan chanyeol kenapa selalu pukul chanyeol..
    .kenapa selalu jelekin chanyeol depan baekhyun
    .
    D.o akhirnya dapat bahagia dengan eommanya
    .kai jangan ganjen akh khan udh ada kyungsoo
    Sehun kan luhan lebih unyu dari baek npa cemburu sm chanyeol “tapi sayangnya menurut sehun cendiri kekeke
    .
    Aku penasaran dengan apa yang sedang direncanakan chanyeol..
    .sumpah aku bakal cedih bnget kalo chanyeol disakitin lagi
    .

  11. hahh, , lega bgt pas tau chanyeol ngerubah sikapnya cuma buat ngetes baekkie. . . Kirain dia udah menyerah tapi ternyata. . . Semangat chanyeol! Aq mendukungmu! Semoga chanbaek bisa bersatu. . . Amin. . .

  12. OMOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~…. apa ini apa ini???ckckckckckck..
    pertempuran antara kris ma chanyeol..dua tianglistrik hadeuuh makin seru ni konflik

    tbc nya pas banget wkwkwkwkwk

    chanyeol agresif bgt kasiaan kn baekki..
    dd gk suka ma kata2y chanyeol..mengenal n mencintai lumayan lama blom menjamin klo itu jdodoh qta..

    apapun endingya dd ttp berharap happy ending untuk baekki kris ma chanyeol..

    kelakuan hunhan ma kaisoo..luchuuuuu bgt bikin rame..klo nggak ada mereka pasti g seru *sigh
    skrg dh terjawab klo baekki msh cinta ma chanyeol hehehehehe
    cuma mu ingetin chanyeol..pdhal bisa kn cara dia buat nyari tw baekki msh cinta cukup dgn cari namja lain buat manas2in *plak abaikan

    tetep membuat dd penasaran..jd drpddd banyak cincong dd lanjut part 4 ya ya ya
    makasiiiiiiiiiiiiiiiii❤

  13. Jebal jebaaallll 😭😭😭😭 kenapa chanyeollie seperti itu? Tapi itu sakit banget rasanya kalo jadi chanyeol.. Gomaweo thor buat ceritanya :’)

  14. Mwo? Ini apa? Kenapa jadi semakin rumit y ceritanya,aigo sepertinya penyakit kurang darah eomma baekhyun menular padaku.

    Hmmm akan lebih baik jika chanyeol melupakan cintanya pada baekhyun dan menerima kenyataan krn sungguh aku gk tega melihat chanyeol seperti itu.

    Ya kris wu,aku tahu kamu mencintai baekhyun dan ingin menunjukkan ny pada chanyeol tapi apa harus dgn cara seperti itu?

    Ku rasa cinta segitiga ini akan menyakiti salah satu pihak,eh bukan ny memang begitu ya kalo cinta segitiga. Hehehe.

    Entah apa rencana d balik perubahan sikap chanyeol sebenarnya selain yg d ungkapkan ny td tp semoga saja itu tdk membuat hatinya lebih terluka.

  15. kris kasian masa dia harus kehilangan orang yg dicintai untuk yg k.2xnya.. #sabarkris tapi emang bener jg sei, baek dri dlu milik yeol… aku ngga ska baek membohongi perasaannya sendiri…😦
    waktu kris k.rumah chanbaek, yeol keliatan bgt ngga suka sma kriiss..
    baek, aku setuju km mw ganti nama jd park baekhyun asalkan km hrs mnikah dngan yeol… #😉
    ommo hampir aja baek diperkosa sama yeoll… untung kris cepet dteng…😦 #tpkalobaekbenerandiprkosamayeolnggapapajg ; )
    krisbaek romantus bangettt ♥♥♥♥♥

    itu demi apah yeol bertobat tuhhh????!!!
    # ternyata cuma akal2nya yeol aja …. huft … chanyeol ayo rebut hati baekhyun kembali… # fighthing

    ♥♥♥♥♥♥ LOVE THIS CHAPTER ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

  16. lega kyungsoo sudah aman, krn omma appanya bercerai.
    ngakak sma tingkahnya kai yg ketaua ciuman.
    kaiii emang ga tau tempat.
    aduch kris… kris wu… cr gara2 aj ya bikin chanyeol naik darah, manas2sin pake ciuman mesra segala.
    nich orang ga sadar kalo chanyeol itu temperamental.

    sifat chanyeol berubah 360 derajat, kepalanya kebentur kali ya?
    hyung… omma…. sebenernya manis, tp sekali lg itu cuma akal2lannya saja.
    emang ga bs berubah kalo udah cinta mati itu.

  17. Di part ini aku cuman mau bilang chanyeol bener2 ngga waras + gila + jahat … mianhe oppa …. T T tapi ini emang karaktermu disini … aktingmu bener2 Daebak … horas yeay ….
    Maaf aku engga bisa comment pangjang … aku engga tau mau ngoreksi ff ini karna emang udah BAGUS + KEREN ada faighting nya …
    Buat ALF eonni semangat …

  18. yaampun chanyeol hampir merkosa baekhyun, bner2 tuh anak! kan itu bisa ngebuat baekhyun tambah benci ke dia.

    krissseu, suka bgt sama karakter kris disini. bner bener keliatan tulus ngelindungin baekhyun. malaikat penjaga nya baekhyun🙂

    shock pas tba2 chanyeol manggil baekhyun ‘hyung’ trus blg ‘eomma’ ke ibu baekhyun. wtf eomma baekhyun aja sampe pingsan coba:D

    dan ternyata chanyeol berubah itu ada mau nya juga. apa nnti nya baekhyun bakal cinta lagi sma chanyeol? terus nasib kris gimana?
    ah sudahlah~

    keep writing thor *chu

  19. Ah! Aku nyaris berteriak dini hari -_-
    Kak~ aku geregetan syekaleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee~~~~~
    .
    Kris memukul setir mobil yang tidak bersalah itu bekali-kali. Juga mengumpat berkali-kali. Ia sudah bisa memperkirakan bahwa ada sesuatu antara Baek Hyun dan Chan Yeol. Hanya saja ia tidak pernah berpikir bahwa akan serumit ini.
    Maksudnya… alasan mereka putus, seperti yang dikatakan Baek Hyun adalah suatu keharusan, dan bukan karena kemauan mereka. Arti lebih jelasnya adalah….
    Mereka masih saling mencintai.
    ^
    ^
    ^
    Ja! igeo~~
    Aku semakin yakin kalau mereka masing punya perasaan yang kuat
    Apalagi Baekhyun juga ngakunya mereka berpisah karena sebuah keharusan.. bukan keinginan~ /joget hula-hula/ /dijitak/
    .

    “apa kau sudah betul-betul melupakanku?”
    “aku masih mencintaimu Chan Yeollie…”
    Ada rasa hangat menyelimuti hati Chan Yeol mendengar penuturan lembut itu.
    “tapi sebagai adikku”lanjut Baek Hyun.
    Chan Yeol terhenyak. Seperti dibawa terbang ke angkasa dan seketika di hempaskan ke bumi dengan begitu kerasnya. Sakit!
    ^
    ^
    ^
    Nah ini, ini yang membuatku menangis bombay Kak ALF😥😥😥 /guling-guling/
    sakit banget pasti.. ndak kebayang bagaimana hancurnya Chanyeol..
    /Backsong : Yovie and Nuno – Sakit Hati (again)/
    .
    “Byun Baek Hyun! Wae….???”pekiknya seorang diri
    ^
    ^
    ^
    Aku juga tak tahu Park Chanyeol ._. /watados/ tanyakan saja pada Kak ALF😀😀
    Nano-nano baca FF ini xD xD
    aku antara nangis, ngakak, senyum GJ pokoknya gitu lah.. kadang pengin lempar bantal ke Lappy/eh?/
    .

    “YA! Apa yang kau lakukan? Kenapa membuka pakaianmu sembarangan?”jerit Baek Hyun
    Chan Yeol tertawa “santai saja hyung, kita kan saudara. Ah, handukku kotor, bisa pinjam handukmu?”

    ^
    ^
    ^
    Hohoho~ kau merasakan apa yang Chanyeol rasakan, eoh Byun B??😀😀
    Dugeun-dugeun tha ngeliat orang yang disuka buka-bukaan dihadapanmu??
    Gila, aku sampai tampar bibi sendiri *blush*

    Dan emaknya Byun B pingsan??
    Ngahahaha ucul ucul(?) /dihapkido Baekhyun/
    .
    .
    Uh, ternyata Chanyeol merencanakan sesuatu?? boleh, boleh..
    Ditunggu perkembangannya saja Dobbi…
    Keep writing and fighting Kak ALF❤❤ :*
    -uhuk emot terakhir Ya Allah😀

  20. HUWEEE…
    Kak leon.. maap yeth, baru comen sekarang :3 sebenarnya kemaren mau baca, eh tiba-tiba aja guru masuk kelas, -.- Ntu guru ganggu aja :3 *plaaak.. jadi buru-buru close tab.. dan aku Cuma baca setengah waktu aku molai bosen dengerin/? Kok gua malah curcol ya :v :v
    Waaah.. ntu kaisoo kalau ‘ANU’ gak sadar kalo kris liatin mereka :v :v
    .
    Sumvah jadi chanyeol itu nyesek juga ya~
    Yaa~~ gua gak nyalahin chanyeol kalau chan ngelakuin itu ke baek, secara… siapa yang gak emosi coba, waktu lihat orang yg sangaat di cintai sejak lamaaaaa , bilang cinta sama orang lain. Duuh.. Bang.. yang sabar yeth.
    .
    Apalagi … waktu chan baru keluar dari pager itu, langsung lihat adegan LIVE.. LIVE. MASIH PANAS/? Dduuhh… sumvah adegan ini ngefeell banget kaak… 5 jempol deh
    .
    Waktu chan bilang “INIKAH YANG KAU INGINKAN?” njiirr kak.. gua tadi nebak, chan bakalan nyerah, terus pergi dari kehidupan Baek… tappiiii TEBAKAN GUA SALAH -_- :3 dan kak leon tau ??? GUA NANGIS DIBAGIAN INI KAK!!! Ya~ walaupun Cuma setetes sih :3 tapi tetep aja nangis :3 3 (soalnya aku pas dengerin lagunya, galaaauu banget, jadi kebawa suasana T.T)
    .
    What the…….. ITU CUMA PURA-PURA ???? (OKE KAK.. SEJAK KAPAN CAPSLOCKNYA NYALA?) -.- abang chaaann elu ituuuuuuuuuuu………………. CERDAAASS !!!! DAN GUA SUKA AKAL ELU !!! MERDEKAAAA/?
    .
    Kak leon..
    ANDA TAO ???
    TBC-NYA PAS BANGET KAK !!
    BIKIN AKU RADA
    “AAAA… KOK TBC SEEHH HHAAA… PADAHAL KAN LAGI SERU-SERUNYAAAA ”
    OKE KA…
    GUA MAU TELEPORT DULU KE CHAPTER 4

  21. huwaaaaaa duh duh entah kenapa selalu kesel kalo sama Kris duh entah nggak suka banget sama dia disini*maaf naga hehe* abis nggak suka dia deketin Baek huks huks kan kasian Chanyeollie nyaa huaaa dan uh oh Chanyeol ah mau ngapain Baekhyun tuh asyeekk mau iya iyain Baekhyun ya lanjutkan bang*eh dan ah si Naga mah ganggu mulu dan nyebelin ah, Dan Lagi terjadi peristiwa terperih yang harus kujalani *eh mala nyanyi* abis lagunya itu cocok banget buat Chanyeol huks dan ah pokoknya interaksi KrisBaek selalu bikin kesel kesel kesel Baek nya nggak kasian sama Chanyeol dih dia mah nggak ngerti kalo Chanyeol cinta banget sama dia OMG. dan Kyungsoo semoga kau bahagia nak hehe. dan yayaya Chanyeol berubah ttantan awalnya pas baca bagian itu perut aku kayak dipelintir(?) sakit banget huhu si Chanyeol nya pasrah banget gitu, dan pas baca akhir akhir ternyata dia cuma ngikutin alurnya Baekhyun doang baguss bang semangatt rebut lagi Baekhyun nya buat dia balik lagi sama lo hehe dan musnahin Kris *eh haha fighting😉

  22. nyesek pas baek bilang masih cinta sama cy tapi sebagai adek. astaga /nangis again/
    kriss.. naga sialan itu berani2nya dia nyium baek pas cy ada disana. sialan

    disaat seperti ini gue butuh kyungsoo buat manas2in baek /kibarin bendera chansoo/ padahal aslinya chansoo adalah couple yg paling gue benci.. tapi disinii… ah sudahlah

    serius kesel sama baek. kalo dia emang masih cinta sama cy kenapa pake nyiksa cy segalaaaa. arrghh

    dan well bagus juga strategimu tuan park. aku mendukungmu babe. ayooo rebut baek kembali. karena dia emang milikmu park.

    see you next chap ka ALF. byebye

  23. nahh ini nih yang namanya tarik ulur. Chan Yeol top banget itu caranya mngetahui gimana perasaan Baekki yang asli ke dia.

    entah knapa aku lebih suka interaksi ChanBaek yang kerasa kakak-adiknya gini.
    habis Chan Yeol yang manja ke Baekki itu ughhhhhh gemesss banget. .

    dan lagi, seneng aja rasanya Baekki dipanggil ‘hyung hyung’ gitu. ahahaha

    pas part ini:
    Baek Hyun berniat menampar, tapi dengan tenaga seminim itu, tamparannya lebih mirip belaian. Dramatis!

    ahahaha. demi apa aku ngakak kejer. ketahuan banget kalo Baekki itu uke yang gak punya kekuatan buat sekedar ngelawan seme barang sedikiiiiiit aja.
    hahaha.

  24. Di chapter ini nyeseknya kerasa bgt. Aq emg suka krisbaek, tp klo basic ceritanya kyk gini si aku lbih pro chanbaek. Alnya mereka pisah bkn krn mslh org ke3. Tp karna memang keadaan yg maksa. Jd gak tega buat ngbenci salah satunyaa. Cool!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s