[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 2]


Fan fiction

Tittle: Love & Pain

Author: AyouLeonForever

Cover Pic/Poster edited by: AyouLeonForever

Genre: gado-gado (pusing nentuin genre. Jadi tentuin sendiri pas baca)

Rate: PG15

Length: Chaptered

Main cast:

  • Byun Baek Hyun

  • Park Chan Yeol

  • Wu Yi Fan/ Kris

  • Kai

  • Kyung soo

  • Se Hun

  • Lu Han

  • Dan member exo lainnya yang kalau saya cantumkan di sini akan memakan banyak tempat *plaaakkk

Disclaimer: All member EXO itu milik SM, orang tuanya, dan Tuhan. Saya hanya mencantumkan nama mereka sebagai karakter dalam FF saya dan TIDAK bertujuan untuk membunuh(?) karakter asli, tujuan komersial dan sebagainya.

Copyright: AyouLeonForever™. Ide cerita dan karakter tambahan asli/murni dari pemikiran saya. Bila ada kesamaan cerita, itu murni kebetulan semata.

Summary:” Kenapa Tuhan menghukumku dengan cara seperti ini?”

~***~

PART 2

“Kris hyung pasti sangat mencintainya”

“hm… sangat mencintainya.”

“ng, apa yang terjadi dengan Zi Tao?”

“dia adalah anak seorang mafia kelas atas di negaraku”

Baek Hyun membelalak, sepertinya cerita tentang Tao baru saja akan di mulai

Flash Back

 

“gege… ada yang ingin kukatakan padamu” ucap Tao saat ia tiba-tiba saja menampakkan diri di depan pintu apartement Wu Fan

“ada apa Dear? Masuklah dulu, kau kelihatan cemas”

Tao berdecak, terpaksa mengikuti langkah Wu Fan yang mengajaknya masuk dan duduk bersebelahan di sofa ruang tamu.

“hm, katakanlah dengan pelan”

 “Gege… aku mencintaimu, gege tau hal itu kan?”

“tentu saja, karena aku juga mencintaimu” Wu Fan baru saja hendak mencium Tao karena sangat gemas, tapi Tao buru-buru menghindar

“dengarkan aku dulu gege”

“hm, baiklah, katakanlah”

Seolah memberi jeda sejenak, Tao menaap Wu Fan intens “tinggalkan Beijing secepatnya”

Wu Fan membelalak “ah, jangan bercanda sekarang Dear, kenapa kau mengusirku dari negaraku sendiri?”

“Gege…”Tao menelan ludah dengan susah payah, keringatnya bercucuran “papa… hhh… papa sudah tau hubungan kita, dan dia tau siapa Gege dan keluarga Gege”

Wu Fan menanggapinya santai “bagus lah, jadi aku tinggal mempersiapkan diri untuk menemuinya” ia mencubit hidung Tao

“gege… jauh sebelum aku bertemu denganmu, papa sudah menentukan perjodohanku dengan anak dari teman baiknya”

“Ta… Tao…” Wu Fan membelalak “kau tidak pernah mengatakan ini sebelumnya”

“maafkan aku Gege… aku ingin mengatakannya padamu sebelum ini tapi, … aku terlalu bodoh. aku berharap bisa terus bersamamu bahkan lari ke suatu tempat yang tidak terjangkau oleh papa. Tapi… aku yang seharusnya tau betul pengaruh besar Papa justru tidak memikirkannya matang-matang”

“Tao… sebenarnya apa inti pembicaraan ini?”

Tao menatap Wu Fan dengan tajam “Papa akan melenyapkan siapa saja yang menghalangi jalannya, untuk itu… Gege, tinggalkan Beijing. Bawa semua keluarga Gege dari negara ini”

“Tao…” Wu Fan terlihat frustasi “ini.. akh… tidak bisakah dibicarakan baik-baik? Aku akan menemui ayahmu”

“JANGAN!!!! Itu sama saja dengan gege menyerahkan nyawa gege pada Papa… malam ini… tinggalkan Beijing. Aku akan berusaha sebisa mungkin mengalihkan perhatian Papa. Gege tau? Papa sudah merencanakan semuanya untuk melenyapkan Gege sekeluarga”

Wu Fan mendesis. Ia pernah mendengar tentang siapa ayah Tao, tapi… apa mafia memang sesadis itu? “Tao… tidak adakah cara lain? Aku mana mungkin meninggalkanmu”

“tidak ada Gege, gege harus pergi” tiba-tiba ponsel Tao berbunyi “ada apa Tuan Li?… APA??? Ba… baiklah, aku segera ke sana”

“ada apa Tao?” tanya Wu Fan panik.

“Orang suruhan Papa sudah menginvasi rumah keluargamu Gege”

Wu Fan membelalak. Seketika ia menyambar kunci mobilnya di meja dan bergegas pergi.

“GEGE… TUNGGU!!!”

~***~

 

Wu Fan tercengang dengan keadaan rumah megahnya yang isinya sudah tak sesempurna sebelumnya. Lebih tercengang lagi dengan banyaknya rembesan darah yang berceceran di mana-mans.

“MAMA… PAPA…” pekik Wu Fan dengan air mata terburai, dengan panik ia menyusuri rumah besar itu. dan saat matanya menangkap 2 sosok yang sangat familiar di matanya tengah tergeletak di ruang tengah dengan bermandikan darah, persendiannya seolah lumpuh“M…Ma… Mama??? Pa…Papa?” suaranya bergetar hebat. Dan baru saja ia hendak meneghampiri jasad kedua orang tuanya. 3 orang berkostum hitam-hitam muncul tiba-tiba dari balik pintu dapur.

“selamat datang Tuan Muda Wu…”sambut seseorang di antaranya.

Wu Fan menelan ludah, sesegera mungkin mengusap kasar air matanya yang menghalangi pandangan. ia tidak pernah menyangka menjalin hubungan dengan Tao harus membayar mahal dengan cara seperti ini. “Kalian….” geram Wu Fan dengan mengatupkan rahang kuat-kuat.

“GEGE…” pekik Tao yang baru saja muncul dengan tuan Li

“Oh Tuan muda Huang sudah tiba. Apa tuan muda ingin menyaksikan sendiri pembantaian keluarga Wu sampai habis?”

“Hentikan semua ini, aku sudah putus dengannya, jadi beritahu Papa lepaskan Wu Fan Gege”seru Tao yang langsung berdiri di hadapan Wu Fan

Namja tinggi yang mendengarnya itu langsung tersentak “putus?”lirihnya

“Gege… maafkan aku. Aku tidak bisa menyelamatkan orang tuamu, tapi… setidaknya kau harus selamat. Pergilah dengan Tuan Li”

“tidak… aku tidak akan pergi begitu saja dan meninggalkan orang-orang yang menghabisi keluargaku”

“Gege… demi kesalamatanmu…kau harus__”

Wu Fan menggeser Tao, seketika memungut sebuah tongkat golf yang tergeletak di lantai dan melemparkannya ke arah 3 mafia itu. salah satu dari mereka terkena persis di kepala.

“Brengseeeekkkk”

Tao melihatnya, 3 buah pistol sudah mengacung ke arah Wu Fan kesihnya yang sangat ia cintai. Tanpa memikirkan apa-apa lagi, Tao menerjang Kris dan memeluknya.

DOOR…

DOOR…

DOOR…

3 bunyi tembakan bersahutan. 2 di antaranya tepat sasaran. Menembus punggung kiri Tao, sementara satunya meleset, hanya menyambar bahu Tao dan tembus ke lengan atas Wu Fan.

Semua yang ada di situ tercengang. Dua namja yang tertembak itu ambruk ke lantai dengan posisi Tao yang berada di atas.

“kenapa kau menembak tuan muda?”

“kau yang menembaknya…”

“Celaka… habislah kita”

3 mafia itu kabur, sementara tuan Li bergegas menghampiri 2 namja muda yang mulai bersimbah darah

“Ta… Tao… apa yang kau lakukan?” dengan suara bergetar Wu Fan menegur Tao

“maafkan aku Gege… aku… tidak… bisa menyelamatkan orang tuamu… uhuk…Gege…”

“Tao bertahanlah…Oh Tuhan…” Wu Fan sekuat tenaga bangkit dan mememeluk tubuh Tao “Tuan Li… apa yang harus kita lakukan sekarang”

“kita ke rumah sakit tuan muda”

Tao langsung menangkap tangan Tuan Li saat ia sudah bersiap mengangkatnya “sudah terlambat Tuan Li”

“Tao… kumohon.. bertahanlah, kita harus ke rumah sakit” Wu Fan sudah meraung dengan tangisan kepiluan

“Gege… pergilah. Tinggalkan Beijing bersama Tuan Li. Hapus jejakmu sebagai Wu Yi Fan agar Papa tidak menemukanmu” Tao terbatuk, mengeluarkan darah yang cukup banyak. Membuat Wu Fan tercengang

“TAAAOOO…”

“Gege… kumohon. Aku… sangat mencintaimu, dan aku hanya bisa melakukan sampai tahap ini untuk keselamatanmu”

“Tao… jangan tinggalkan aku… aku juga mencintaimu.. kumohon” Wu Fan mulai hilang kendali, air matanya terburai, ikut merembes dengan darah yang mengotori tubuh Tao.

Tao tersenyum sangat ikhlas. Senyum yang menampakkan eye smiled yang menenangkan hati “Gege… demi aku… tetaplah… hi…dup”

Wu Fan melebarkan matanya “Ta… Tao?” ia mengguncang-guncang tubuh Tao tapi tak ada respon “Tao bangunlah Dear…” ia menepuk-nepuk pipi Tao tapi tak juga ada reaksi. “Tao…”

“Tuan muda telah pergi.. ikhlaskanlah”suara lembut Tuan Li akhirnya menyadarkan Wu fan

“TAAAAAAAOOOOOOOOOOOOO…..!!”

 

<Flash back End>

“malam itu juga, Tuan Li membawaku pergi. Meninggalkan China. Aku tidak tahu apa yang terjadi selama perjalanan karena aku kehilangan kesadaran akibat luka tembak di lenganku. Dan saat aku mulai membuka mata, aku sudah terbaring di sebuah rumah sakit yang para tenaga medisnya berbicara dengan bahasa asing” Kris berhenti sejenak “aku menghapus jejakku sebagai Wu Yi Fan, dan atas saran Tuan Li yang kini sudah kuanggap ayahku sendiri, aku berubah nama Menjadi Kris Wu. Dan selanjutnya… kau bisa melihat. Aku adalah Kris … yang tidak punya teman, kesepian dan… terluka” masih dengan mata terpejam, ia bercerita.

Baek Hyun melihatnya, di sela mata indah yang terpejam itu, mengalirlah buliran kristal bening dan murni, menetes hingga membasahi pipi dan merembes di seragam sekolahnya. Baek Hyun tidak bisa menyembunyikannya, ia ikut menangis. Ia sangat mengerti arti kehilangan. Sejak kehilangan Appanya, juga setelah kehilangan cintanya… Chan Yeol.

Seolah ada yang menuntunnya, jemari lentik Baek Hyun terulur dan menyeka lembut air mata yang membasahi pipi namja tampan itu.

Kris merasakannya, sentuhan yang begitu lembut dan… tulus. Perlahan ia membuka mata dan menoleh, Baek Hyun menangis… Baek Hyun ikut bersedih, untuk pertama kalinya.. ada orang yang bersedia menangis dan bersedih untuknya. Bibir Kris mulai bergetar, tidak bisa ia tahan lagi, air matanya tidak berhenti, malah semakin menderas.

“Hyung….” Baek Hyun sigap meraih Kris ke dalam pelukannya. Dan di sanalah Kris menumpahkan segalanya. Segala kepedihan yang selama 2 tahun menjamur di hatinya, membuatnya tertutup dan tidak ingin terlibat lagi dengan siapapun. Bersikap tegar, dan kuat seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak ingin memperlihatkan pada siapapun bahwa sosok tegar dan kuat itu ternyata rapuh hanya satu kali sentuh.

Tapi kenapa? Kenapa di hadapan Baek Hyun ia tidak bisa menyembunyikan semuanya? Kenapa di hadapan Baek Hyun ia tidak bisa bersikap tegar? Apa yang dimiliki namja mungil ini hingga bisa meruntuhkan pertahanan yang selama ini dibangun Kris dengan susah payah. Hanya dengan seulas senyuman, berubah menjadi sebuah martil yang menghantam tembok derita, yang selama 2 tahun menghimpit hati Kris. Dan tangis itu, air mata itu seperti embun yang membasahi hatinya yang haus akan kasih sayang.

Kris merenggakan pelukan itu, ingin sekali menatap wajah malaikat kecil di hadapannya. Masih sambil menangis, ia tapakkan tangan besarnya di wajah mungil Baek Hyun yang penuh air mata. “kau.. menangis untukku?” lirihnya dengan suara bergetar.

Baek Hyun mengangguk, masih tak bisa menghentikan aliran sungai kesedihan dari matanya.

Kris terisak, dan tanpa mengatakan apa-apa lagi ia menggapai bibir mungil Baek Hyun dan melumatnya dengan lembut.

Kali ini, Baek Hyun tidak menolak, tapi tidak juga membalas. Ia hanya terdiam, membiarkan Kris yang terluka itu mengulum bibirnya. Semakin lama, semakin dalam, hingga sukses menyandarkan punggung Baek Hyun ke atas sofa dan menindih tubuh mungilnya. Posisi seperti itu berhasil memperdalam ciuman kesedihan itu.

Kris sendiri tidak tahu apa yang ia lakukan saat itu. yang ada di benaknya hanyalah satu… ia sangat menyayangi namja yang bersedia menangis untuknya ini.

“Hyung…”

Sampai terdengar keluhan dari Baek Hyun karena ia merasa sesak. Barulah Kris melepas ciumannya, kemudian ia benamkan wajahnya di leher Baek Hyun “mianhae… mianhae… aku…”

“ne.. hyung. Aku mengerti”

“kumohon biarkan aku memelukmu sedikit lagi”

Baek Hyun menghembuskan nafasnya. Dengan pelan ia mengulurkan tangannya dan memeluk punggung namja itu dengan sayang. “aku di sini Hyung. Untukmu…”

~***~

“aku pulang…” seru Baek Hyun saat ia masuk ke dalam rumah ‘baru’ nya

“kenapa baru pulang sayang? Chan Yeol sudah pulang sejak tadi” sambut eommanya

“aku singgah sebentar di apartement kita, eomma. Ada yang mau kubenahi”

“oh… sudah makan?”

“ne, tadi diajak makan sama teman”

“ya sudah, cepat mandi dan ganti pakaianmu. Juga panggil Chan Yeol untuk makan malam”

“siap eomma”

Baek Hyun masuk ke kamarnya, dan mendapati Chan Yeol tengah sibuk atau lebih tepatnya berusaha menyibukkan diri membaca buku.

Baek Hyun tidak menegurnya, dia melepas pakaiannya dan meletakkannya di keranjang pakaian kotor. Mengambil handuk dan kemudian masuk ke kamar mandi.

Sementara itu Chan Yeol, di balik buku yang menutupi wajahnya yang sudah merah padam terpaksa berjuang mati-matian mengatur nafasnya. Kenapa kau membuka pakaian seenaknya di depan mataku ppabo!__bentaknya dalam hati.

~***~

Beberapa hari berlalu. Chan Yeol merasa ada yang aneh dengan tingkah Baek Hyun. Dia sudah jarang berdebat dengannya, menegurnya pun sesekali. Terlebih Baek Hyun sering bersama Kris. Berangkat pagi-pagi sekali dengan ayahnya, dan pulang cukup sore.

Sampai ketika Chan Yeol cukup penasaran, ia menanyakan itu pada ayahnya sendiri yang saat itu tengah membaca koran di teras belakang

“Aboji…”

“hm…”

“aku sering melihatmu berangkat bersama Baek Hyun pagi-pagi sekali. Tapi setiap sampai ke sekolah, aku tidak menemukannya, aku selalu tiba di sekolah lebih dulu dari pada dia”

“Baek Hyun singgah di apartementnya sebelum ke sekolah”

“kenapa?”

“katanya ada teman yang menjemput”

“siapa?”

“molla, mungkin pacarnya”

Chan Yeol membelalak “dan aboji membiarkannya begitu saja?”

“kenapa? Baek Hyun sudah dewasa, berpacaran untuk seusianya kurasa wajar”

“tapi aboji…”

Ayah Chan Yeol melipat korannya dan menatap Chan Yeol “kau yang tidak mengijinkan temanmu atau siapapun tahu kalau kalian bersaudara kan?”

Chan Yeol melengos “apa anak itu mengadu?”

“tidak, tidak pernah. Bahkan saat kutanyakan ini padanya, dia mengelak dan membelamu. Tapi ayahmu ini tidak bodoh dan tidak buta. Baek Hyun sengaja berangkat pagi-pagi dan singgah di apartementnya, agar teman yang menjemputnya itu mengira Baek Hyun tinggal di situ”

“akh…” Chan Yeol beranjak dari duduknya dan meninggalkan ayahnya. Ia sempat mendengar ayahnya itu mengumpat.

“YA PARK CHAN YEOL… MANA SOPAN-SANTUNMU!”

~***~

“kau pacaran dengan Kris hyung?” tanya Chan Yeol akhirnya

Baek Hyun menoleh “tidak… hanya dekat” kemudian ia kembali berkutat dengan PR matematikanya

Chan Yeol mengatur nafas, berusaha mengontrol emosi “sejak kapan?”

“um… sudah 2 minggu”

Chan Yeol meremukkan tangannya “kenapa kau selalu pulang sore?”

“karena Kris hyung mengajakku keliling-keliling dulu sebelum pulang ke apartement”

“Kris bukan namja yang baik”

“dari mana kau tahu?”

“dia sudah beberapa kali menyakiti namja maupun yeoja yang menyatakan cinta padanya”

“itu karena mereka tidak bisa membaca situasi”

”kau Tahu Xiu Min? Dia kini mengalami gangguan psikis karena Kris menolaknya”

Baek Hyun tertawa “dan kau mengira aku sebodoh itu untuk berubah menjadi orang gila hanya karena patah hati?”

Chan Yeol merasa tersinggung “kau menyindirku?”

Baek Hyun memutar kursinya agar berhadapan dengan Chan Yeol yang berbaring di tempat tidurnya “bagian mana dalam konteks kalimatku yang menyindirmu? Apa sekarang kau menjadi orang gila karena patah hati?”

“Kau…”

Baek Hyun angkat bahu dan kembali mengerjakan PR nya.

“kau menyukai Kris?” tanya Chan Yeol lagi

“um… bisa dibilang begitu”

“sudah sampai di mana hubungan kalian?”

Baek Hyun menggumam, menatap langit-langit sejenak, kemudian kembali mengerjakan PR “aku tidak tahu bagaimana menyebutkan hubungan kami. Tapi kami sudah sampai pada tahap ciuman”

Chan Yeol membelalak, hampir melompat dari ranjangnya. Tapi ia masih berusaha bersabar. Sebenarnya dia sendirilah yang menyulut api di dalam hatinya. Pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan justru akan menceburkannya ke dalam kawah kecemburuan yang sangat… panas. “ciuman? Bibir?”

Baek Hyun mengangguk santai “berhentilah bertanya kalau kau merasa tersiksa”

“siapa yang tersiksa???”

“aku merasakan ada hawa panas di sini, padahal aku sudah menyetel AC cukup dingin”

Sindiran itu cukup telak. “akh… aku mau tidur”

“PR mu sudah kau kerjakan?”

“sekalian saja kau kerjakan PR ku”

“hhh… dasar”

~***~

Entah dapat ilham dari mana, Chan Yeol terbangun subuh-subuh sebelum alarm Baek Hyun berbunyi. Ia menoleh ke ranjang yang berjarak 5 langkah dari ranjangnya. Namja manis berparas malaikat itu tertidur sangat pulas dan penuh kedamaian. Mata mungil yang terpejam itu, hidung mancung dan…. bibir yang begitu ia rindukan untuk sekedar dikecupnya itu membuat hatinya seolah remuk redam.

Kenapa Tuhan menghukumku dengan cara seperti ini?__lirihnya dalam hati.

Ia bangkit dari tempat tidurnya dan sengaja mematikan alarm Baek Hyun. Perlahan dan sangat hati-hati ia menghampiri tampat tidur Baek Hyun, berjongkok di lantai hingga ia bisa menyejajarkan wajahnya dengan wajah Baek Hyun. Tuhan… aku merindukan namja ini.__batinnya lagi.

Ia mengulurkan tangannya, sangat hati-hati ia membelai helaian rambut yang sedikit menutupi matanya. Kini pandangan Chan Yeol tertuju sepenuhnya pada wajah yang bersinar walau dalam keadaan gelap itu “saranghae… jeongmal”lirihnya tertahan.

Chan Yeol sedikit menunduk, dan dengan sangat pelan ia mengecup bibir Baek Hyun. Sempat ia berpikir untuk tidak melepasnya sampai namja itu terbangun, tapi… itu salah. Sangat salah.

Bibirmu ini milikku Baek Hyun-ah… jangan serahkan pada siapapun__batinnya setelah ia melepaskan ciuman singkat itu. setetes air mata jatuh perlahan dan membentuk garis kesedihan di pipinya. Entah sampai kapan ia bertahan dengan kondisi seperti ini.

~***~

Chan Yeol turun ke lantai bawah. Dan mendapati ayahnya dan eomma Baek Hyun tengah sarapan sambil bercengkrama mesra.

“ehem.” Chan Yeol berdehem, membuat kedua orang itu menoleh

“oh Chan Yeol. Tumben sekali kau turun lebih dulu. Sudah siap ke sekolah? Mana kakakmu? Belum turun?”sambut ayahnya

“kakakku? Siapa? Aku tidak punya kakak. Aku anak tunggal” Chan Yeol mencomot roti panggang yang sudah siap di meja

“Park Chan Yeol…”geram ayahnya

“ahjumma… roti bakarmu gosong. Rasanya pahit sekali”

“PARK CHAN YEEEOLLL”bentak ayahnya.

Eomma Baek Hyun langsung menenangkan suaminya dengan menyentuh kedua pundaknya “gwenchanayo yeobo” eomma Baek Hyun mengulas senyum pada Chan Yeol “nanti akan kubuatkan ulang sayang, duduklah dulu”

“tidak perlu, aku bisa terlambat kalau menunggu. Biar roti pahit ini saja yang menjadi sarapanku” Chan Yeol tertawa sinis “roti saja bisa hangus”

BRAKKK

Ayah Chan Yeol menggebrak meja “di mana sopan santunmu?”

“yang mengajariku sopan santun sudah meninggal. Jadi sopan santun sudah tidak berlaku lagi di rumah ini…”balas Chan Yeol santai.

“Park Chan….”

BLAm…

Drap..drap…drap….

“PARK CHAN YEEEOLLL… kau yang mematikan alarmku?”serbu Baek Hyun begitu ia sudah berada di ruang makan

“kau punya bukti?”Chan Yeol sekali lagi mencomot roti bakar yang dikatakannnya pahit itu.

“lalu siapa lagi? Aku sudah menyetelnya tadi malam”

“kau mungkin lupa”

“Park Cha…”

“Baek Hyun-ah, sarapanlah dulu sayang. Kalau kau mengomel kau akan semakin terlambat”potong eommanya

“Ani eomma… aku buru-buru”

“tidak ikut denganku pagi ini?”tanya ayah Chan Yeol

Baek Hyun membungkuk hormat “gamapseumnida Aboji, aku naik bis saja. Aku berangkat…”

“aish… anak itu tidak sarapan” keluh ayah Chan Yeol, kemudian menatap tajam pada anak semata wayangnya itu “kau mengerjai kakakmu lagi?”

Chan Yeol meraih segelas susu meneguknya asal-asalan kemudian membanting gelasnya ke lantai “harus berapa kali kubilang, dia bukan kakakku” pekik Chan Yeol geram

Ayahnya sudah bersiap menampar, tapi ditahan oleh eomma Baek Hyun.

“Chan Yeol-ah, berangkatlah sayang, jangan membuat ayahmu marah pagi-pagi”tegur eomma Baek Hyun lembut

Chan Yeol tertawa sinis “kau tahu ahjumma? Sebelum kau hadir dalam kehiduapn kami, Ayahku tidak pernah memukulku. Memarahikupun tidak pernah… sekarang kau menghancurkan semuanya, dan kau berlagak menjadi seorang pahlawan… hah, ironis. Kau betul-betul tidak sebanding dengan ibuku”

“PARK CHAN YEEEOLLL……….”

“ah sudahlah… aku berangkat” Chan Yeol melangkah santai meninggalkan ruang makan yang sukses dia hancurkan atmosfernya saat itu.

“anak kurang ajar…”

“yeobo… sudahlah…”

Ayah Chan Yeol mengeluh “mianhae yeobo, Chan Yeol sebenarnya tidak seperti itu”

“aku tahu, dia hanya belum menerima ada yang menggantikan posisi eommanya”

“mianhae”

~***~

“kau kemana saja?”tanya Kris saat mendapati Baek Hyun menghampirinya di depan pintu apartement yang terkunci

“itu…hosh..hosh… aku……aku terlambat bangun”jawab Baek Hyun dengan nafas tersengal-sengal

Kris mengangkat alis “kau berlari ke sini?”

“ne… aku khawatir kau akan menunggu lama”

“ck, kenapa kau tidak mengizinkanku menjemputmu di rumah mu itu?”

“mian, aku merasa tidak enak pada ayahku”

“ayah tirimu kejam?”

“tidak… dia sangat baik padaku. Karena itu aku merasa tidak enak”

Kris menghela nafas “kau sepertinya lelah sekali. Apa kita bolos saja?”

“Andwae… aku masih siswa baru, tidak boleh bolos”

Kris mengangguk “arasso. Kajja” ia menggenggam tangan Baek Hyun dan mengajaknya pergi.

Baek Hyun sendiri tidak protes. Ia justru suka posisinya sekarang. Sedikit kejam kalau ia mengatakan bahwa ia menggunakan Kris sebagai pelariannya, tapi… jauh di lubuk hatinya yang terdalam, di sebelah nama Chan Yeol, sudah ada nama Kris.

“ah tunggu” Kris melepas genggamannya, membuka ransel dan mengeluarkan sebungkus roti “makan ini”

“wae? Apa aku terlihat seperti orang kelaparan?”

Untuk pertama kalinya, Kris mengulas senyuman, walau tipis tapi itu sangat manis “bukan seperti orang kelaparan. Hanya feeling, kau pasti belum sarapan”

Wajah Baek Hyun memerah “dari mana kau tahu?”

“aku tidak suka membahas ini, tapi Baek Hyun sangat mirip dengan Tao”

“Oh…” Baek Hyun membuka bungkus roti itu dengan malas, dan mencomotnya. Entah kenapa saat Kris menyama-nyamakannya dengan Tao, ada rasa kesal di hatinya.

Kris mencubit pipi Baek Hyun yang menggembung itu “Tao lebih tinggi, hampir menyamai tinggiku, rambutnya hitam, ada lingkaran hitam di bawah matanya, makanya aku sering memanggilnya panda”

“hm…”

“Baek Hyun walau lebih pendek, matanya kecil, bibirnya kecil, tapi ada kesan tersendiri. Sangat manis” Kris menyeka selai cokelat yang menempel di sudut bibir Baek Hyun “bibir ini, yang selalu mengulas senyuman… dan hanya melihatnya saja… aku seolah tidak pernah merasakan kesedihan lagi”

Blush!

“Hyung…”

“terus tersenyum yah, aku suka senyumanmu yang seperti ini”

Kadang Baek Hyun heran sendiri. Ada apa dengan senyumannya? Kenapa orang-orang selalu mengatakan bahwa senyumnya sangat menawan? Apa benar begitu? Chan Yeol juga pernah mengatakan bahwa ia pertama kali jatuh cinta pada Baek Hyun saat Baek Hyun memperkenalkan diri sambil tersenyum waktu itu.

“melamunkan apa?”tegur Kris membuat Baek Hyun tersadar. Ia bahkan sudah berada di samping mobil Kris. Sejak kapan?

“ah ani… kajja”

~***~

“Kai-shii”

“AH NAE!”

Baek Hyun mengerutkan kening “kau kenapa kaget begitu?”

Kai salah tingkah sendiri, sejak tadi ia memandangi Baek Hyun, dan saat Baek Hyun menegurnya, jelas saja ia terkejut begitu “ah tidak… ng, ada apa Baek Hyun-ah?”

Baek Hyun meneguk air mineral botolnya “di sekolah ini ada Club beladiri?”

Kai mengangguk “ne… kenapa? Baek Hyun mau ikut?”

“ada club Hapkido kah?”

Kai menggeleng, kemudian menatap Kyung Soo, yang di tatap juga menggeleng “hanya Taekwondo, kebetulan aku anggotanya”

“ada juga Anggar dan Kendo”sambung Kyung Soo

“hm, begitu. Ah aku mau bergabung di klub Taekwondo”

“Baek Hyun-shii, itu kan olahraga yang cukup keras, kau bisa terluka”tegur Lu Han

“ah tidak apa-apa. Waktu SD sampai SMP aku sudah menguasai Hapkido”

Mata Kai membulat, tapi tak sebesar mata di sebelahnya (*poor D.O) “Woaaahh… mengagumkan”

“Kai bisa mengantarku kan?”

“ne, tentu saja. Sebenarnya gampang, karena Chan Yeol itu ketua Club nya”

“eh?”

~***~

Sore itu, ruang latihan Taekwondo cukup padat juga, dan sangat tidak biasa. Maksudnya sebelum ada anggota baru, barisan yang ada hanya beberapa. Rekor terbanyak hanya 3 baris dengan 5 orang ke belakang. Sore ini beda, karena ada 6 baris dengan 7-8 orang ke belakang.

Masalahnya, ada Lu Han dan Kyung Soo juga di situ, yang awalnya hanya berniat menonton tetapi malah disuruh berbaris oleh pelatih. Se Hun juga tiba-tiba ingin ikut bergabung. Dan Lay… bukankah anak itu dilarang melakukan aktivitas berbahaya?

Di depan sana, di sebelah pak pelatih, ada Chan Yeol yang berdiri dengan kokohnya. Bukan tanpa alasan dia diangkat menjadi ketua club, karena di antara mereka, Chan Yeol lah yang terbaik.

Pak pelatih yang wajahnya tampak cerah melihat ruangan latihannya cukup padat langsung memberi arahan “taekwondo itu adalah itu adalah seni beladiri yang tujuan utamanya bukan untuk melukai, tapi melindungi diri. Gerakan terfokus pada tendangan yang__”

“Sonseng-nim, kami sudah mendengar ini berulang-ulang”potong Kai

“tapi banyak anggota baru di sini. jadi mereka jelas harus tahu dasarnya dulu”

“bukankah praktek lebih berguna dari pada sekedar teori? Itu kan yang sonseng-nim katakan berkali-kali”

“arasso… arasso. Chan Yeol. Lakukan sedikit gerakan dan tunjukkan pada mereka”

“Ne sonsaeng-nim. Tapi saya butuh partner dalam hal ini”

“geure? Pilih saja sesukamu”

Chan Yeol menahan senyumnya, sektika matanya tertuju pada namja mungil yang berada di barisan paling depan.

Baek Hyun jelas tahu arti tatapan itu “biar saya saja sonsaeng-nim”

“eh, bukan kah kau anggota baru?”

“ne sonseng-nim. Tapi saya sedikit paham dasarnya”

“baiklah”

Lu Han dan Kyung Soo berpelukan cemas “bagaimana ini? Baek Hyun bisa terluka”

“ne… dia kan lemah”

Baek Hyun mengencangkan sabuknya dan berdiri berhadapan dengan Chan Yeol di depan. Barisan bubar dan agar menepi agar memberi ruang.

Baek Hyun dan Chan Yeol membungkuk memberi hormat, kemudian memasang kuda-kuda.

Kening pak pelatih berkerut melihat kuda-kuda Baek Hyun. Hm… bukan amatir, menarik.

Baek Hyun cukup lama menunggu tapi Chan Yeol tidak juga menyerang. Sampai ketika Chan Yeol menggerakkan jarinya, meminta Baek Hyun menyerang duluan, barulah Baek Hyun mulai bergerak.

“Whhhoooaaaahhh” seru penonton tegang, saat tiba-tiba Baek Hyun melayangkan tendangan dan berhasil di tangkis dengan lengan kokoh Chan Yeol. Mereka berputar sambil waspada terhadap serangan lawan.

“hum… cukup kuat” Chan Yeol merenggangkan lengannya bekas tendangan Baek Hyun.

“aku sudah cukup lama tidak melakukan ini, jadi maaf kalau terlalu kaku”balas Baek Hyun.

Mereka pun saling menyerang, dan menangkis, belum ada satupun pukulan atau tendangan yang lolos(?) mengenai lawan.

Lu Han sudah pingsan sejak tadi karena tidak sanggup melihat pemandangan di depannya. Dan terpaksa Lu Han di larikan ke UKS oleh Se Hun. (*mianhae Lu Han-shii).

“kau cukup pesat juga Park Chan Yeol”puji Baek Hyun. Jelas saja seperti itu karena mengingat pertemuan pertama mereka, Chan Yeol hanyalah anak kecil yang lemah. Sekarang berbeda 180 derajat. Chan Yeol terlihat gagah dan kuat.

“seperti janjiku pada seseorang”balasnya.

Penonton hanya bisa berbisik-bisik tidak mengerti dengan obrolan samar itu.

Sampai ketika mata Baek Hyun melihat seseorang berdiri di depan pintu yang terbuka lebar, pertahanannya lemah “Kris hyung?” lirihnya. Dan namja itu malah berhenti di sana dan menyunggingkan senyum langka.

BLUSH

Chan Yeol jelas melihatnya. Sedikit emosi dia langsung menyerang Baek Hyun, memutar tangannya dan dengan sedikit bantingan, kini Baek Hyun sudah lumpuh di lantai dengan punggung yang lebih dulu mendarat. Chan Yeol tidak tinggal diam, ia mengunci pergerakannya di atas, dengan posisi yang… err… sedikit…

“mau apa kau?” seru Baek Hyun tertahan karena wajah Chan Yeol terlalu dekat di atas wajahnya

“kalau Kris melihatku menciummu, kira-kira apa tanggapannya?”

Mata Baek Hyun membulat “kalau kau melakukannya, akan kukatakan pada semua orang kalau kau adalah saudaraku”

“silakan, aku tidak takut. Kita bisa menanggung malu bersama. Oh iya, dan aku bisa sedikit menambahkan kesan dramatis. Um, apa sebutannya? Oh iya, cinta terlarang”

“Park Chan Yeol…”

“tutup matamu sayang, aku akan melakukannya dengan lembut”

“Park Chan Yeol… ini tempat umum, lihat ada pak pelatih”

“aku bisa menciptakan situasi seolah ini adalah kecelakaan di matanya”

“Park Chan Yeol…”

“waeyo byun Baek Hyun?”

Baek Hyun semakin panik begitu Chan Yeol menundukkan wajahnya.

Deg…deg…deg…

DUGH!

“AAAAAAARRRRGGHHHHHHH…” pekik Chan Yeol memenuhi isi ruangan.

Baek Hyun langsung berdiri sementara Chan Yeol berguling-guling di lantai sambil memegang… ng…. itu

“Ah maaf, aku tidak sengaja. Lututku bergerak sendiri dan menghantam itumu”ucap Baek Hyun sok merasa bersalah

“awas kau byun Baek Hyun”

“itu pelanggaran Baek Hyun-shii”

“cwesonghamnida sonsaeng-nim”

“baiklah, itu adalah beberapa gerakan sederhana yang diperagakan teman kalian. Kecuali yang terakhir itu”

Baek Hyun menoleh ke pintu, Kris masih ada di sana, melipat tangan di dada dan bersandar di pintu sambil tersenyum.

~***~

“oke, cukup hyung. Aku jengah, ada apa dengan wajahku sampai kau menatapku seperti itu?”tanya Baek Hyun kesal saat Kris mengajaknya makan siang di sebuah restoran sepulang sekolah.

“hanya tidak menyangka saja”jawab Kris santai, sesekali menyeruput Jus jeruknya.

“tidak menyangka apa?”

“setahuku Baek Hyun sangat manis, tapi tadi aku melihat sisi yang berbeda”

Baek Hyun mengerutkan kening “ng, maksudnya?”

“Baek Hyun cukup handal dalam ilmu beladiri”

Baek Hyun melengos “ah, kukira ada hal yang aneh, ternyata hanya itu. ne hyung, aku memang sudah belajar ilmu beladiri sejak SD”

“lalu Chan Yeol?”

Baek Hyun tersedak “Chan Yeol? Apa hubungannya dengan anak itu?”

“aku hanya merasa ada sesuatu dengan kalian. Maksudku… aku kenal Park Chan Yeol karena aku juga ikut club taekwondo selama setahun di sekolah, hanya saja aku keluar karena, kau tahulah aku malas bersosialisasi”

“lalu?”

“aku tidak banyak mengenalnya, tapi… sikapnya tadi terhadapmu…”

“itu bukan apa-apa hyung, dia hanya mengerjaiku”

Kris mengangguk-angguk “Hm, bukan tanpa alasan dia dijuluki happy virus”

Baek Hyun menghela nafas panjang. Sayang sekali julukan itu sudah mulai tidak berlaku lagi untuk Chan Yeol.

“hyung… kutunggu di luar yah” ucap Baek Hyun saat Kris sedang mengantri di kasir

“ne, cari tempat yang teduh, di luar agak panas”

Baek Hyun terkekeh “SIAP!”

Kris mengacak rambut Baek Hyun sejenak sebelum namja mungil itu keluar.

Baek Hyun memilih berteduh di bawah pohon yang terletak di depan restoran itu. sedikit sejuk memang, karena wilayah itu tidak begitu padat seperti pusat kota Seoul. Tanpa sengaja mata Baek Hyun tertuju pada seseorang… ah bukan, dua orang yang sedang… bertengkar? Memang terlihat seperti itu. namja mungil yang seumuran Baek Hyun tengah meronta saat seorang ahjushi memaksanya masuk ke dalam mobil.

Mata Baek Hyun membulat saat ia memastikan siapa namja mungil itu “Kyung Soo???”pekiknya. ia langsung melempar minuman kalengnya dan berlari ke tempat itu “YA! Ahjushii, lepaskan tanganmu”

Dua orang itu menoleh.

“Baek Hyun-ah…” seru Kyung Soo dengan mata sembabnya. Sontak ia melepaskan cengkraman ahjushii itu dan berlari ke arah Baek Hyun, terakhir ia bersembunyi di belakang Baek Hyun sambil menangis.

“jangan ikut campur anak kecil… ini urusan keluarga. Ya! Do Kyung Soo, ikut Appa sekarang juga”

Kyung Soo menggeleng sambil meneremas jas sekolah Baek Hyun, tangannya gemetar, dan Baek Hyun bisa tahu bahwa namja ini ketakutan “anda lihat sendiri Ahjushii… Kyung Soo menolak ikut dengan anda”

“bukan urusanmu, dia itu anakku”

Baek Hyun menoleh ke Kyung Soo “itu benar?”

Kyung Soo mengangguk lemah “tapi aku tidak ingin ikut dengannya, dia jahat”

Baek Hyun geram, terlebih melihat beberapa bekas luka di sekitar lengan dan wajah Kyung Soo “pergilah ahjushii, aku tidak akan membiarkan Kyung Soo ikut denganmu”

“anak sialan…” ahjushii itu sudah bersiap menyerang, Baek Hyun sendiri sudah pasang kuda-kuda.

Dan…

GREP…

“berani kau menyentuh kulitnya sedikitpun, kurontokkan seluruh gigimu” ancam Kris yang tiba-tiba saja muncul di situ dan menangkap pergelangan tangan ahjushi tadi yang siap menampar Baek Hyun.

Ahjushii yang melihat tubuh tinggi tegap serta sorot mata tajam mencekam itu akhirnya menyerah “akan kubuat perhitungan dengan kalian nanti” ia menyentak tangannya hingga terlepas dari genggaman Kris.

Kris mengangkat alis “nanti?” ia menggulung lengan jas sekolahnya “sekarangpun aku siap meladeni anda”

Ahjushii itu gelagapan “Kk…kau…sigh” ahjushi itu langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi begitu saja.

“gwenchanayo Kyung Soo-ya?”tanya Baek Hyun cemas. Terlebih wajah Kyung Soo terlihat pucat

“aku pasti dibunuhnya” seketika Kyung Soo menangis

Baek Hyun menoleh pada Kris “ottokheyo?”

“apartementmu kosong kan?”

Baek Hyun mengangguk

“sekalian saja bawa dia ke apartementmu. Oh dan juga,… hubungi Kai”

“andwe, jangan sampai Kai tahu hal ini”cegat Kyung Soo

“wae… dia kan kekasihmu”

“aku tidak mau dia tahu Baek Hyun-ah… dia pasti semakin marah dan akan menghajar appaku”

“mau tahu satu hal Kyung Soo? Kai akan lebih marah lagi kalau kau menyembunyikan hal ini darinya”ujar Kris.

Kyung Soo menunduk.

~***~

Baek Hyun meletakkan secangkir kopi untuk Kris saat mereka tengah mengobrol di dapur apartement milik Baek Hyun.

“kau sebaiknya pulang untuk beristirahat hyung, kau pasti lelah, sudah malam”ucap Baek Hyun

“aku baik-baik saja. Lagipula Kai masih ada di dalam kan menemani Kyung Soo. Kau bisa mati kebosanan kalau tidak ada yang menemanimu”

Baek Hyun terkekeh “aku sudah terbiasa”

Kris mengusap puncak kepala Baek Hyun “aku betul-betul akan membunuh ahjushi tadi kalau dia berani memukulmu”

“aku tidak akan selengah itu hyung, kau lihat kan… aku cukup handal dalam ilmu beladiri”

Kris menghela nafas “Tao sangat ahli dalam Wushu, tapi lihat… dia tetap tidak bisa melindungi dirinya”

“tapi dia berhasil melindungimu hyung. Melindungi orang yang ia cintai… Itu yang terpenting”

Kris mengalihkan pandangannya. Tidak seharusnya ia membahas hal sensitif ini.

“ah… aku kembali lapar. Kumasakkan Ramyeon mau?”tawar Baek Hyun saat meihat suasana sedang tidak nyaman.

Kris hanya mengangguk, mengulas senyum yang terkesan dipaksa.

“Kai dan Kyung Soo juga pasti belum makan” Baek Hyun beranjak dari duduknya, menuju kompor dan siap memasak. Ia sibuk membuka bungkus Ramyeon yang memang sudah ia persiapkan beberapa hari yang lalu untuk menghadapi situasi-situasi mendesak seperti ini.

Baru saja Baek Hyun hendak meletakkan panci berisi air di atas kompor, dua lengan kokoh terulur dan melingkar di perutnya. Belum sempat menoleh, ia merasakan dagu yang cukup runcing menapak di bahunya. Membuat jantungnya berderu kencang.

“H..Hyung… waegureyo?”tanya Baek Hyun gugup

“Mollayo… aku hanya ingin memelukmu. Aku takut kehilanganmu”jawab Kris lirih

“tapi aku kan di sini hyung…”

“aku tahu rasanya kehilangan Baek Hyun-ah, dan aku tidak ingin hal itu terjadi kedua kalinya”

“Hyung… aku…”

“saranghae..”

Baek Hyun membelalak “H…hyung?”

“jeongmal saranghae Baek Hyun-ah”ulangnya.

Baek Hyun menelan ludah dengan sangat susah payah. Ini mengejutkannya… sangat! “hyung…”

“hm…”

“kau mencintai diriku yang mana?”

“apa maksudmu?”

“kau mencintaiku sebagai Baek Hyun… atau mencintai diriku yang mempunyai sedikit kesamaan dengan Tao?”

Kris terhenyak “bicara apa kau?” ia memutar tubuh Baek Hyun hingga bisa menatap wajahnya.

“kita  dekat karena saat itu hyung langsung menciumku setelah menolongku, alasan hyung menciumku pun karena teringat oleh Tao. Hyung selalu mengatakan kalau aku mirip dengan Tao, senyumku, gerak-gerikku, dan semuanya… makanya aku merasa kalau hyung tidak sepenuhnya mencintaiku, hyung hanya mencintai bagian dari diriku yang mengingatkan hyung pada Tao…”

Kris terdiam, menatap sepasang manik mata yang mulai berkaca-kaca. Bagaimana mungkin Baek Hyun berpikiran seperti itu.

“ah, kita kan mau makan, aku bahkan belum menyalakan kompornya. Duduklah hyung, aku memasak dulu” Baek Hyun melepas genggaman tangan Kris di pundaknya. Mencoba mengalihkan pembicaraan

“kau bukan Tao…”lirih Kris

“ne?”

“kau bukan Tao… aku memang mengatakan kalian punya kemiripan, tapi kalian adalah pribadi yang berbeda”

“H…hyung”

“aku menatap mata Baek Hyun, bukan Tao. aku memeluk Baek Hyun, bukan Tao. Aku mencium Baek Hyun, bukan Tao. Jadi mana mungkin kau berpikir aku melihatmu sebagai sosok Tao?”

Baek Hyun menunduk, matanya mulai panas.

“yang membuatku jatuh cinta padamu, bukan karena senyummu mirip Tao… tapi… senyummu mengobati luka di hatiku. Senyum dari bibirmu, bukan dari Tao”

Baek Hyun mulai menangis.

“jadi berhentiah beranggapan bahwa aku mencintaimu yang mempunyai kemiripan dengan Tao. Aku mencintai sosok ini, sosok Baek Hyun”

Baek Hyun menggigit bibir agar isakannya tidak terdengar.

Kris menyentuh dagu Baek Hyun dengan sisi jarinya dan mendongakkan wajah mungil itu untuk menatapnya. Ia mengecup kening Baek Hyun “ini kening Baek Hyun” kemudian mengecup kedua kelopak mata Baek Hyun, membuatnya terpejam “ini mata Baek Hyun, ini hidung Baek Hyun, ini pipi Baek Hyun” kemudian Kris beralih ke bibir mungil Baek Hyun “ini bibir Baek Hyun… bukan Tao…” lalu dikecupnya lembut bibir itu.

Air mata Baek Hyun terus mengalir. Ini kali ketiga Kris menciumnya, tapi sama seperti ciuman sebelumnya, kali ini juga di hiasi air mata.

Kyung Soo mengerutkan keningnya saat Kai kembali masuk ke kamar yang di tempatinya untuk beristirahat, padahal tadi Kai pamit untuk mengambil air minum

“ada yang salah chagi?”tanya Kyung Soo, jelas heran karena Kai langsung menutup pintu, bersandar di sana dengan nafas memburu dan wajah bersemu merah “kau melihat sesuatu?”

“chagi-ah… apa Kris hyung dan Baek Hyun pacaran?”tanya Kai

“molla, tapi sepertinya begitu. Mereka sering bersama. Pulang pergi sekolah bersama, dan sebelum mereka menyelamatkanku, sepertinya mereka makan siang bersama. Memangnya kenapa?”

Kai menghampiri Kyung Soo dan menarik tangannya “jangan berisik yah, ada tontonan gratis” Kai mengajak Kyung Soo keluar kamar, dan mengendap-endap menuju dapur.

“memangnya ada apa?”

“Husssttt… jangan berisik” Kai menjulurkan kepalanya untuk mengintip di balik tembok pemisah antara ruang tengah dan dapur. “Oh God, mereka masih berciuman”seru Kai tertahan

Kyung Soo ikut mengintip, ia hampir menjerit kalau saja Kai tidak langsung membekap mulutnya

“sudah kubilang jangan berisik”

Kyung Soo mengangguk cepat, barulah Kai melepas tangannya dari mulut Kyung Soo. “tapi chagi-ah… ciuman mereka terlihat sangat heboh untuk ukuran pasangan yang baru kenal belum satu bulan”

“jangan berkomentar,… lihat-lihat..  ciuman mereka semakin panas, tangan Kris mulai nakal”

Kyung Soo menggetok kepala Kai “seharusnya kita tidak mengintip orang lain, ayo masuk”

Kai melirik kekasihnya itu dengan evil smirk “maksudmu, kita lebih baik melakukannya juga?”

Sekali lagi Kyung Soo menggetok kepala Kai “tidak sopan. Ini apartement milik orang, aku juga ditampung di sini karena tidak ada tempat lain, masih bersyukur aku bisa menginap di sini”

Kai berdecak kesal “wah, Kris hyung tampaknya sangat profesional. Aku perlu belajar”

DUGH….

Prang…..

Tanpa sengaja Kyung Soo menendang tempat sampah besi di sudut ruangan. Kegaduhan yang cukup menggema di ruangan yang hanya terdengar helaan nafas memburu itu. seketika Kris dan Baek Hyun menghentikan aktiivitas mereka dan menoleh ke sumber suara.

Kai dan Kyung Soo yang sudah sangat terlambat untuk kabur, terpaksa membeku di tempat sambil memasang wajah tanpa dosa. Mereka malah tertawa garing. “Mi…mian mengganggu, silakan dilanjutkan” Kyung Soo langsung menarik tangan Kai dan kembali ke dalam kamar Baek Hyun.

Kris mendesis kesal “anak-anak itu…”

Sementara Baek Hyun hanya bisa menunduk malu. “hyung… tanganmu, sudah bisa dilepas?”

Kris menoleh, dan seketika membelalak saat mendapati tangannya sudah menyusup masuk ke dalam kemeja seragam Baek Hyun. Ia segera menarik tangannya dengan wajah memerah “ma… maaf… ti… tidak sengaja”

Baek Hyun tertawa kecil, sebenarnya masih malu“sepertinya aku harus berhati-hati. Kris hyung cukup bersemangat juga dalam hal ini”

“bu… bukan begitu”Kris mati kutu.

Baek Hyun merapikan rambutnya “duduklah hyung, aku memasak dulu”

Kris mengangguk. “ah, ne… sekalian saja kupanggil kedua orang itu. takutnya mereka melakukan hal yang aneh-aneh di kamarmu”

Baek Hyun terkekeh “terserah kau saja hyung”

Kris mengusap tengkuknya “ng… yang tadi aku serius. Aku mencintaimu”

Baek Hyun menangangguk “ne,”

“apanya yang ne… aku mencintaimu”

“nado saranghae Kris hyung”

Barulah Kris tersenyum simpul.

~***~

Chan Yeol gelisah. Sudah pukul 9 malam tapi Baek Hyun belum juga pulang. dia ingin menelponnya, tapi Baek Hyun pasti tidak akan menjawab teleponnya. Terlebih apa yang terjadi di ruang latihan taekwondo tadi siang.

Dan saat kegelisahannya sudah tidak bisa dibendung, namja tinggi itu pun memberanikan diri turun ke lantai bawah dan menuju dapur.

“Ahjumma…”tegur Chan Yeol

Eomma Baek Hyun yang tengah menyusun peralatan makan di rak (berhubung pembantu rumah itu cuti selama beberapa bulan karena sedang mengandung) langsung menoleh “waeyo Chan Yeol-ah? Butuh sesuatu?”

“Baek Hyun tidak pulang?”

“oh, dia tadi menelpon. Ingin menginap di apartementnya. Katanya ada temannya yang kesusahan dan terpaksa harus menampungnya untuk sementara”

Chan Yeol membelalak “siapa?”

“kalau tidak salah ingat… K…Ky… aduh, eomma lupa sayang, huruf awalnya K”

Chan Yeol meremukkan tangannya. Pasti Kris_batinnya. “mana ayahku?”

“dia lembur, baru bisa pulang tengah malam”

“hm, aku pergi dulu. Aku akan kembali sebelum aboji pulang”

Eomma Baek Hyun mengulas senyum melihat Chan Yeol yang sepertinya mulai mengajaknya berinteraksi tanpa tarik urat. “sedikit lagi” lirihnya dengan perasaan yang mulai lega.

~***~

“maaf yah, hanya ada ramyeon” Baek Hyun meletakkan sepanci besar ramyeon di atas meja, Kyung Soo yang memang sudah ahli di bidang ini sudah lebih dulu menyiapkan peralatan makan.

“gwenchana, kondisinya kan dadakan. Lagipula Ramyeon tidak seburuk itu” jawab Kai saat Kyung Soo sudah menyuguhkannya semangkuk Ramyeon yang masih panas.

Mereka berempat. Baek Hyun, Kris, Kai dan Kyung Soo duduk berhadap-hadapan di meja makan persegi itu. jelas saja Baek Hyun dan Kris duduk bersebelahan, sementara di hadapan mereka ada Kai dan Kyung Soo.

“kelihatannya Kyung Soo sudah mulai agak tenang”Baek Hyun membuka obrolan

“ne, ini berkat kalian juga. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa kalau appa betul-betul menyeretku pulang”balas Kyung Soo lemah

Kris menelan makanan yang ada di mulutnya “ayah kandungmu?”

Kyung Soo menggeleng “ayah tiri”

“hm sudah kuduga”

Baek Hyun langsung menoleh “hei, tidak semua ayah tiri sekejam itu”

“arasso… arasso” Kris menepuk puncak kepala Baek Hyun “ini tentang Kyung Soo, bukan tentangmu”

“ayah tiri Kyung Soo sangat kejam” Kai menimpali, bisa dilihat raut wajahnya yang memendam amarah “aku sering mendapati tangan Kyung Soo penuh dengan luka-luka, yang sialnya dia berhasil menipuku dan mengatakan itu karena eksperimen gagalnya di dapur”

“Kai….”

Kai menoleh pada Kyung Soo “aku tidak bercanda chagi-ah, kalau aku bertemu dengan appamu, kuhabisi dia”

“Kai jangan… walau bagaimanapun, dia adalah suami dari eommaku”

“apa dia pantas di sebut suami? Apa dia pantas di sebut appa? Kau hampir diperkosa olehnya beberapa kali dan kau masih menyuruhku tenang?”

Kris dan Baek Hyun terbatuk bersamaan “diperkosa?” pekik mereka juga bersamaan.

Kyung Soo jadi gelagapan sendiri “ng… bu…bukan seperti itu, kau berlebihan Kai… hanya percobaan …ng… pelecehan seksual”

Kai membelalak, jengkel “apa bedanya????”

Kyung Soo tidak menggubris “Maksudku, Tuhan masih melindungiku. Setiap kali appa hendak melakukannya, eomma pasti akan pulang dari kantornya dan langsung menemuiku”

“dan ahjushi sialan itu akan berpura-pura baik seolah tidak terjadi apa-apa” Kai menambahi, terlihat sangat jelas ia marah “sudah kubilang tinggalkan rumah itu, kau tetap tidak mau mendengarku”

“aku tidak punya tempat tinggal lain Kai… itu satu-satunya rumahku, aku tidak bisa berbuat apa-apa…”

“rumahku… sudah kubilang aku akan menampungmu di rumahku”

Kyung Soo mengulas senyuman tipis “keluargamu adalah keluarga terhormat Kai, jangan karena keberadaanku di sana yang bukan kerabatmu, timbul issue-issue yang merugikan keluargamu”

“tapi…”

“Kyung Soo bisa tinggal di sini”potong Baek Hyun

Mata Kyung Soo membulat “Ji… jinjja?”

“ne… aku hanya sendirian di sini, itupun aku tidak sering di sini. karena aku tinggal di rumah ayah tiriku. Ng, maaf… ayah tiriku orang baik kok, jadi jangan menanamkan persepsi kalau semua ayah tiri itu jahat”

Kris menangkupkan tengannya di depan mulut, berusaha menyembunyikan tawa kecilnya. Baek Hyun selalu begitu kalau sudah menyangkut ayah tirinya.

“ne… ayah tiriku  saja yang kejam”Kyung Soo menunduk

“chagi..” Kai mengusap punggungg Kyung Soo.

TING….TONG…

Kris menoleh ke Baek Hyun “kau punya tamu?”

Baek Hyun angkat bahu “tidak biasanya…” Baek Hyun meletakkan sumpitnya dan hendak beranjak

“biar aku saja. Lanjutkan makanmu”Kris lebih dulu beranjak meninggalkan meja makan kemudian berjalan santai menuju pintu depan

TING…TONG….

TING…TONG…

“Ne…ne… tunggu sebentar”Kris mempercepat langkahnya. Tidak sabaran sekali tamu ini.

Kris membuka pintu depan, “cari siap__….”mata Kris membelalak “Park Chan Yeol?”

Chan Yeol lebih-lebih membelalak. Ia langsung mencengkram kerah kemeja Kris dan menatapnya tajam “apa yang kau lakukan di apartement Baek Hyun malam-malam begini?”hardiknya

Kris jelas tidak berniat menjelaskan, anak ini memang perlu diberi pelajaran “apa urusanmu? Ini apartement kekasihku. Apa salahnya?”

“KAU!!”

“YA Park Chan Yeol!” seru Baek Hyun yang tiba-tiba saja keluar dari arah dapur

Chan Yeol menatap Baek Hyun sinis. Kepalan tangan yang sudah hampir menghantam pelipis Kris ia turunkan, berikut cekalannya di kerah Kris yang ia lepaskan “Kau bilang hanya sampai pada tahap ciuman? Lalu apa ini? tinggal bersama?” Chan Yeol meludah, dan itu membuat Kris naik pitam

Kris ganti mencengkram jacket Chan Yeol dan menatapnya tajam “jaga mulut mu Park Chan Yeol.. atau kuhabisi kau”

Kai dan Kyung Soo ikut keluar karena mendengar ada ribut-ribut. “ad…. ada apa ini?” Kyung Soo memeluk lengan Kai dengan ketakutan.

Chan Yeol memicingkan mata “kenapa kalian ada di sini?”

Kyung Soo gelagapan “Baek Hyun mengizinkanku tinggal di sini”jawabnya takut-takut karena sepertinya pertanyaan itu memang tertuju padanya“karena aku kena musibah”

“kau sendiri? Apa yang kau lakukan di sini?”ganti Kai yang bertanya.

Chan Yeol mendengus kesal. Ia mendorong tubuh Kris hingga cengkramannya terlepas. Ia berjalan ke arah Baek Hyun dan menatapnya tajam “Ahjum… maksudku, orang tuamu mencarimu. Pulanglah”

“aku sudah menelpon eomma, dan dia mengizinkanku”

Chan Yeol menggerang kesal “lalu ayahmu? Kau pikir dia tidak akan mencemaskanmu?”

“ayahku? Ayahku sudah meninggal 2 tahun yang lalu”

Chan Yeol semakin kesal, ini seperti menjilat ludah sendiri “ayah tirimu”

Baek Hyun mengulum senyumnya “Oh, ayah tiriku. Jadi dia adalah ayahku juga?” Baek Hyun sengaja mengerjai Chan Yeol yang selama ini tidak terima kalau Baek Hyun mengklaim ayah kandungnya sebagai ayah Baek Hyun.

Chan Yeol jelas naik pitam “Akh… terserah kau saja” Chan Yeol beranjak pergi setelah menatap tajam ke arah Kris. Yang hampir membuat Kris berang adalah Chan Yeol menyempatkan diri menendang pot bunga di dekat pintu sebelum keluar. Kalau saja Baek Hyun tidak memegang lengannya, sudah dia hajar anak itu sejak tadi.

“kenapa anak itu?” Kai dan Kyung Soo jelas kebingungan.

“ah sudahlah, ayo kita ke dalam dan lanjutkan makan. Setelah itu selain Kyung Soo dan aku, semuanya harus pulang ke rumah masing-masing”usul Baek Hyun

“yah, aku juga ingin menginap”mohon Kai

“tidak boleh…”

Kai mengeluh, kemudian kembali ke dapur bersama Kyung Soo.

“Baek Hyun-ah” panggil Kris saat Baek Hyun juga hendak masuk

“ne?”

“apa hubunganmu dengan Chan Yeol?”tembak Kris langsung.

Baek Hyun jelas terkejut “itu… ng…”

“aku tidak pernah punya masalah dengannya sebelum ini. jadi pasti ada alasan kenapa dia terlalu membenciku.”Kris menatap Baek Hyun tajam, sangat tajam, seolah ia akan mencabik-cabik namja mungil di depannya ini “Dia… mantan kekasihmu?”

BINGO!

Baek Hyun tersentak, seketika menunduk, tidak berani menatap mata elang itu. sangat jelas bahwa cukup sulit menyembunyikan apapun dari namja sepeka Kris. “mianhae… aku…”

“kenapa kalian putus?”

Baek Hyun mengangkat wajah, mungkin memang harus ada orang lain yang tahu hal ini selain ia dan Chan Yeol. Baek Hyun berjalan mendekat, kemudian memeluk Kris. Ia sandarkan kepalanya di dada bidang Kris “kami putus… bukan suatu kemauan hyung… tapi suatu keharusan”

Kris mengertakkan rahangnya“bisa kutahu alasannya lebih jelas?”

Baek Hyun mengangkat wajah, menatap Kris dengan mata berkaca-kaca “eommaku, dan appa Chan Yeol… menikah”

TBC

338 thoughts on “[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 2]

  1. MWOH? MAFIA.? MAFIA APA?
    #kagetjungkirbalik
    Yaaa tao mati gegara nyelatin kriss uh kasian ama tao.a

    Suho, kai dan sehun rebutan baekhyun hahaha kasian bnget pcr.a tapi tetep kris yg mendpatkan baekhyun dan chanyeol yg mndptkan hati baekhyun

  2. halo ALF kembali bertemu dengan idiexot lagi hehehe😀
    oh ternyata kronologi hubungan Tao sama Kris yang terpisah gara gara itu yaya /manggut manggut/
    waktu yang chanyeol sama baekhyun adu battle/? kenapa gak chanyeol dicumin aja sih ALF biar kris nya terbakar api cemburu wqwq /evil/ terus waktu baekhyun nendang anunya/? chanyeol itu bagian lucu menurutku karena aku tertawa HAHA😀
    kris udah mulai suka sama baekhyun terus baekhyunnya juga pasrah gitu lah terus chanyeol dikemanain ALF?!?!?!?!?!?!?????!!!!!!????? ngenes kali ya jadi chanyeol di ff ini udah jadi saudara direbut lagi ish-_- sebel sendiri. ending chap ini bikin sedikit tegang sedikit umm jadi sebentar lagi kedok chanyeol terbuka dan diketahui sama kris oke gapapa ini baru permulaan belum inti permasalahannya. segitu dulu pendapatku ALF kalo ada salah kata mohon dimaafkan yaa hehe😀 sampai berjumpa di chapter selanjutnya dadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah

  3. Bnr2 nangisss pas adegan krisbaek, cemburuuuu gak tega dan gak rela chanyeol disakiti gitu TT__TT
    Knp baekki bisa semudah itu sih? sdgkan yeollie aja msh sayang dan gak bs hilangin perasaan itu. Dan apa sih thor yg buat baekki akhrnya bs ngebalas perasaan kris? hny krn kris ganteng? oke mungkin disini karakter baekki adlh sosok yg realistis, yg berpikir udahlah toh udah terlanjur gue sama chanyeol telah jd saudara, tapiii jeball masa gak ada satu adegan pun di part ini yg gambarin baekki jg sebenernya gak tega gituin chanyeol.

    Kebanyakan protes yah? baiklah dgn membuka harapan gue baca part selanjutnya.

  4. Aaaaaaaaaaaa ALF!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!! Aaaaa ini miris bgt chanyeol nya … Aduhhh aku sebel sndiri baca nya baekhyun nya chanyeol nya kris nya … Pingin aku plintir-plintirr !!!!!! Aaaa kelakuan mereka .. Aduhh hah .. Syukur deh kris uda tau siapa chanyeoll …. Yg lain jga prlu tau itu .. Aaa jjang-jjang-jjang !!!!

  5. Waaaaaa…..
    Greget😄
    nnt akhirnya sama siapa ya??😄
    chanyeol gampang bgt cemburu😄, bapaknya kyungsoo kyk pengin diinjek -,-“

  6. di Chapter ini aku kembali unjuk gigi,,
    maslah alur plot ama lain lain aku ngk bisa koment karna memang sudah DAEBAk,,
    so, aku cma ikutan koment aja biar rame,,
    *_*

  7. ADUH KRISBAEK JADIAN?! /pelukYeol/. Gilaaaa adegannya asdfghjkl banget itu. Mana diintipin Kaisoo lagi. Jangan diintip mending langsung dipraktekin ajaaaa /digetokpanci. Chanyeol keliatan banget cemburunya;D mampus sukur kapok siandehlu(?) Sampe mati kutu gara-gara digodain Baekhyun. Jilat ludah sendiri kan /tawanistabarengbaek. Tapi mesti saya bahagia banget Chanyeol disiksa, tapi berharap juga bakalan ada moment chanbaek yang manis-manis nyelekit(?).

    Baekhyun kayaknya cepet banget move on, udah main sama Kris ajeegile. Chanyeol yang susah move on, stuck sama masa lalu. Tapi salah dia juga sih ngediemin sama ngejutekin Baek. Aduh reader ngaco, abaikan saja-_-v

  8. Ikh sumpah aku rada kesel baca fg ini..
    Kenapa kayaknya chanyeol kesiksa banget..
    Kenapa baek gak pernah bisa tegas bahkan untuk bilang enggak
    .emang dya gak tau apa kalo chayeol masih cinta ama dia..

    .aku rasa chanyeol kayak kepojok banhet dengan adanya kris..
    .baekhyun gak suka lagi emang ama chanyeol
    .sebel liat chanyeol jadi bahan penindasan dari keluarga maupun baekhyun
    .aduhh
    Kris aku kok ngerasa perannya jadi memperkeruh masalah chanyeoll
    .sumpah aku bingung
    Gak tega liat chanyeol ketindas huhuhu

    .luhan pingsan kacian*poor luhan

  9. Hiks, , nangis paca baca part tao yg mati kena tembak buat lindungin kris. . . T.T
    Baekkie-ah, , knapa km pacaran sama kris? Chanyeol km kemanain? Hwaah, ,😦 Padahal chanyeol masih cinta n lum bisa move on. . . Entah knapa aq pengen bgt ada chanbaek moment lg di ff ini. . .😦

  10. akhirnya dd baca part 2 nya hehehehe maaf y klo ngebet dd bacanya abisnya penasaran bin akut dd ^^ hehehehehe

    ternyata kronologis tao mati kyk gtu..kasiaaaaaan bgt my baby panda tao.. *hiks
    kris itu ternyata orgnya rapuh tp nutupin dgn jd namja cool n cuek..
    kasiaaaaaaan liat chanyeol tersiksa kyk gtu..dia nggak benci sama omma nya baekki n baekki dia cmn gk rela harus jd saudara tiri..
    salahkan appa chanyeol nikah lg hehehehe udah tua msh mikirin nikah *plakk *abaikan *dd makin ngawur..

    kris n baekki jadian??? kyaaa~~~ dd sukaa trus ad adegan hot kiss nya tp sayang dd gk dibolehin ngintip bareng kaisoo..

    trus gmn nasib channie???hwa dh mulai berasa konfliknya
    dd suka semua karakternya disini..
    semoga part 3 tidak menguras perasaanku *dd OOC
    dd lanjut y author yg cute ^^

  11. What? Tao terbunuh karena mafia? Dan mrk anak buah ayahny sendiri? Ironis.

    Kalo boleh ku jujur y aku kurang suka dgn karakter baekhyun,entahlah terlalu cepat saja perasaan ny berubah menurut ku,dan aku kasian sama chanyeol, memang dy jg salah krn tdk bisa menerima kenyataan tp itu wajar sic siapa pun org yg mengalaminya pasti jg akan melakukan hal yg sama..entah mau d bawa kemana hubungan krisbaekyeol nantinya.

    Penderitaan yg d alami chanyeol aku seperti merasakan ny jua say,hehe. Entah kenapa aku jd berpikir akan lebih baik chanyeol mengalah trz pergi dri kehidupan baekhyun.

    Huaa chanyeol Yg sabar y nak.

  12. kasian kris kisah cintanya hrs berakhir tragis seperti itu … ㅠㅠㅠㅠ #:(
    kris sama baek udah mulai deket nihh… chanyeol apa apaan matiin tuh alarm baek.. ckckck pasti ga rela baek bngun pagi2 cuma buat kris… #hihi
    baekkie km lbh baik dri siapapunn… km ngga prlu dibanding2kan dgn orang lain..🙂 :*
    perasaan lay cs anak dance kan ngpain nyasar ke club vocal… ??? -_-
    si chanyeol berani juga tuh mw cium baek di dpn smw orang.. waww
    kris kyanya sayang banget sma baek.. ♥♥♥♥ ttp tetep chanbaek dong #eaa

  13. kasian kris kisah cintanya hrs berakhir tragis seperti itu … ㅠㅠㅠㅠ #:(
    kris sama baek udah mulai deket nihh… chanyeol apa apaan matiin tuh alarm baek.. ckckck pasti ga rela baek bngun pagi2 cuma buat kris… #hihi
    baekkie km lbh baik dri siapapunn… km ngga prlu dibanding2kan dgn orang lain..🙂 :*
    perasaan lay cs anak dance kan ngpain nyasar ke club vocal… ??? -_-
    si chanyeol berani juga tuh mw cium baek di dpn smw orang.. waww
    kris kyanya sayang banget sma baek.. ♥♥♥♥ ttp tetep chanbaek dong #eaa ..

    ini ff keren bangett … jjang deh nihhh… daebakk…

  14. Perasaan Baek cengeng banget deh hahaha xD
    Kris ah mesum juga langsung cium Baekhyun dengan ganas didapur pula kena intip KaiSoo deh.
    Dan Chanyeol aku akan mendukung mu buat ngedapetin Baekhyun lagi karena aku udah tau pada akhirnya lu bakalan sama Baekhyun juga wkwkwkwk /udah pernah baca soalnya/

  15. uhh sedih baca kisah cintanya kris. dia jd anti sosial krn kepergian tao, kekasih yg sngt dicintainya. kris bahkan kehilangan kedua orang tuanya, gmn ga kebayang hancurnya dia?
    jd, tao sudah meniggal dan itu krn melindungi kekasihnya kris. keluarga mafia emang kejam….
    chanyeol knp dia jht bng n bersikap kekanakan, over protektif sm baekhyun tp ga sadar klo dia udah nyakitin baekhyun, juga dia kurang ajar sm omma tirinya yg sangat sayang ma dia.
    ccckkkk keterlaluan si chanyeol ini.
    lagi lagi modelnya krisbaek itu ya…. kisssing dulu br jadian kepergok sm si kai lg yg otak yadongnya parah.
    ha ha ha tp sukuuurrrr tuh anak sm kyungsoo nabrak tempat sampah.

  16. Masalahnyaudah rumit banget di chapter ini …
    Aku suka kata2 kris manis banget + gombal banget …
    Baekhyun + chanyeol sama2 cemburuan … ah sweet banget buat kalian
    ALF eonni udah bekerja keras … boleh aku jadi penggemarmu …
    Apa nama penggemarmu eonni ?………..
    ALF-jjang

  17. Baekhyun sensitif amat kalo kris bahas tentang tao. krisbaek makin sweet yaaa, trus gmana sama chanbaek? ah semoga chanyeol bisa berubah dan semoga pd akhir nya dia bisa nerima eomma baekhyun.

    kyungsoo kasian ya, ayah tiri nya jahat smpe mau merkosa dia! kai harus nya udh bunuh tu orang dr dulu wkwk

    dan terakhir, baekhyun akhir nya cerita tentang hubungan dia dengan chanyeol. kira kira gimana coba reaksi kris? semoga kris bisa nerima dgn lapang dada (?) wkwk

    next ah thor, keep writing *chu😀

  18. Ya! Kak ALF~~~
    Nyesek nyesek nyesek!! /ala iklan Kitkat/
    Itulah kalau Chanyeol, Baekhyun dan Kris berdampingan😥 /lebay/
    Aku baca scene Flashback KrisTao malah ingat adegan tembak menembak di drama Sweet Spy /dor/
    Dan Ehem.. kissue-nya ><
    belum ada ikatan, bikin panas dingin *LOL*
    .
    Baek Hyun tidak menegurnya, dia melepas pakaiannya dan meletakkannya di keranjang pakaian kotor. Mengambil handuk dan kemudian masuk ke kamar mandi.
    Sementara itu Chan Yeol, di balik buku yang menutupi wajahnya yang sudah merah padam terpaksa berjuang mati-matian mengatur nafasnya. Kenapa kau membuka pakaian seenaknya di depan mataku ppabo!__bentaknya dalam hati.
    ^
    ^
    ^
    Pftt.. Bhaq~ Baekhyun-nya juga ndak lihat SitKon.. buka baju main buka aja..
    Chanyeol pasti sudah ada keinginan buat ngiya-iyain ByunBaek itu😀😀
    Kalau ndak berpikir matag-matang.. BOOM!! Baekhyun pasti ndak virgin(?) lagi wkwkwkwkkwkwk😀😀 /dilempar bakiak/
    .
    Chanyeol mulai deh ngajak Baekhyun berantem. Eh, ndak bisa disebut berantem juga sih.. yang ada Chanyeol ngerecokin Baekhyun😀😀

    ”kau Tahu Xiu Min? Dia kini mengalami gangguan psikis karena Kris menolaknya”
    Baek Hyun tertawa “dan kau mengira aku sebodoh itu untuk berubah menjadi orang gila hanya karena patah hati?”
    ^
    ^
    ^
    Ya Illahi, kau terlalu frontal Byun Baek :3
    Jelas saja Chanyeol merasa tersindir. Sejauh ini sikapnya yang berubah bak alter ego juga karena Sakit hati, tha?
    Kau yang dicintai Chanyeol sepenuh hati justru harus berbelok(?) mencinta orang lain /Backsong : Yovie Nuno – Sakit Hati/ *seketika Rilakkuma melayang dari Gangnam/
    Apa yah.. agak-agak gimana sama Baekhyun😦
    .
    Ia mengulurkan tangannya, sangat hati-hati ia membelai helaian rambut yang sedikit menutupi matanya. Kini pandangan Chan Yeol tertuju sepenuhnya pada wajah yang bersinar walau dalam keadaan gelap itu “saranghae… jeongmal”lirihnya tertahan.
    Bibirmu ini milikku Baek Hyun-ah… jangan serahkan pada siapapun__batinnya setelah ia melepaskan ciuman singkat itu. setetes air mata jatuh perlahan dan membentuk garis kesedihan di pipinya. Entah sampai kapan ia bertahan dengan kondisi seperti ini.
    ^
    ^
    ^
    Kak~ demi apa aku nangis Kak😥
    Jadi Chanyeol yang harus rela mempertahankan cinta seorang diri (aku menarik kesimpulan demikian karena sikap Baekhyun berbanding terbalik gitu sama Chanyeol, ndak heran sih kenapa Kak ALF ngasih judul Love and Pain) sakit banget pasti..
    apalagi bapaknya Chanyeol juga kayak masa bodoh gitu ㅠㅠ
    Nyerina di dieu, di jero hate abdi.. ningal Kang Chanyeol geus nyeri hate wae~~ /ditabok Kak ALF/ (*Sakitnya disini, didalam hatikuuuu -uhuk- liat Chanyeol udah sakit hati aja~~)
    Abaikan kak -_-" [aku emang norak ih :v]
    .
    “silakan, aku tidak takut. Kita bisa menanggung malu bersama. Oh iya, dan aku bisa sedikit menambahkan kesan dramatis. Um, apa sebutannya? Oh iya, cinta terlarang”
    “Park Chan Yeol…”
    “tutup matamu sayang, aku akan melakukannya dengan lembut”
    ^
    ^
    ^
    Nah lho, aku malah nganggep ini sweet *blushing* Chanyeol… bisa saking gilanya dia menghalalkan segala cara, eoh??
    Ah komen aku ngawur sekali..
    Next chap cuss deh..
    dan Aku No Comment sama scene terakhir -_-
    Keep writing and fighting❤❤

  19. HAI KAK LEOONN…
    AKU MENDARAT LAGIII
    .

    HUUWAAAA KRRIISS…
    ELUUUU !!!!
    Baekhyun itu punya chanyeol :3
    elu jan asal nyambar aja :3
    .
    Baeekhyuuunn
    peka pleaseeee
    chan itu masih cinta sama elu..
    .
    beneran kak ..
    di chapter ini Fell nya kerasa banget.. apalagi waktu chan nyium baek di kamar.. uwaaaa… nyesek banget, walaupun aku cuma baca, aku bisa ngerasain nyeseknya jadi chanyeol.

    Teleport ke chapter 3

  20. Hahihuuu duh duh bersiap koment hehe
    aish si Naga kasian banget duh, kisah cinta yang sangat miris hahaha*eh koq ketawa ya* duh Panda nya kenapa mati huaaaa kasian banget, aishh aslinyaaaa Kris itu nyosor nyosor mulu sama Baek sih ugh kesel dan lagi oh my Baek kenapa kau begitu menyebalkan, santai banget depan Chanyeol bilang ‘sudah sampai tahap ciuman’ aish sepertinya Chanyeol banyak tersakiti disini huaaa Chanyeollie kau harus bersabar huaaa aslinya kasian sama Chanyeol, dan tuh kan lagi lagi nggak suka sama Krisbaek nya huaaa nah kan malah pacaran ah bete dan Kyungsoo nya kasian banget dia always disiksa sama ayah tiri nya duh Kai jagain dia yaa. Dan itu si Baek kenapa dikasih tau sama Kris kalo dia sama Chanyeol sodaraan, ih entah kenapa disini kesel sama Baekhyun dah duh suka tapi ceritanya fighting

  21. DEMI APA GUE NANGIS GARA2 PART NYA KRISBAEK. OMG OMG OMG :”’ NYESEK SENYESEK NYESEKNYA ORANG NYESEK (?)
    HWAAAA MAMAH GA RELAAAA BAEKHYUN PACARAN SAMA KRIS. HEUHEU /nangis bombai/
    Sumpah cy nya ngenes bgt disini. ugh
    dan Byun bitchyun.. kau… asataga kesel kesel kesel. baekhyun bodoh ga peka udah tau cy masih cinta sama elu. malah seenak jidat pacaran sama si naga itu. hih dasar jalang /oke abaikan/
    terlalau terbawa suasan jadi gini nih :3
    gatau mau ngomong apa lagi. pokonya ff nya sukses buat readers nya ga karuan macem saya . heu :’ kereeeennn. keep writing yah ka ALF ~

  22. haloo kak Alf yang baik~
    chapter ini feelnya dapet banget. si PCY jelas masih sayaaaaang banget sama Baekki tapi Baekki nya gak peka. hihhhh. siapa yang nggak sakit hati juga kalo gitu.

    belum lagi Baekki malah enak-enakkan sama Kris smentara si PCY sendiri gagal move on. *diinjek Chan Yeol*

    momen KrisBaek itu sweet banget. jadi ntah knp kasihan sama PCY. nelangsa kamu nak!!

    KaiSoo tambah mesra nih. walopun diem2 aku masih ngeship KaiBaek. ahahaha
    yasudahlah.
    aku move on ke chapter 3 dulu kak Alf.
    CRING!!! *what the-?*

  23. Adegan diruang latihan itu sexy bgt. Moga di chapt selanjutnya banyak lg adegan semi(?) smuty. Dan makin suka sama ff ini krn ada semi(?) angstnya jugaa. Woohoo.. Dan entah knapa tersa nyesek dikit tiap bc part yg dimana yeol brsikap dingin or jutek sm baekhyun. Poor my baby .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s