[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 1]


 

lopa 1a

Fan fiction

Tittle: Love & Pain

Author: AyouLeonForever

Genre: gado-gado (pusing nentuin genre. Jadi tentuin sendiri pas baca)

Rate: PG15

Length: Chaptered

Main cast:

  • Byun Baek Hyun

  • Park Chan Yeol

  • Wu Yi Fan/ Kris

  • Kai

  • Kyung soo

  • Se Hun

  • Lu Han

  • Dan member exo lainnya yang kalau saya cantumkan di sini akan memakan banyak tempat *plaaakkk

Disclaimer: All member EXO itu milik SM, orang tuanya, dan Tuhan. Saya hanya mencantumkan nama mereka sebagai karakter dalam FF saya dan TIDAK bertujuan untuk membunuh(?) karakter asli, tujuan komersial dan sebagainya.

Copyright: AyouLeonForever™. Ide cerita dan karakter tambahan asli/murni dari pemikiran saya. Bila ada kesamaan cerita, itu murni kebetulan semata.

Ni FF Yaoi pertama saya… jadi bisa dibilang ini percobaan… jadi mian kalo nggak sreg… namanya juga baru coba bikin(?)

Summary: pesona Byun Baek Hyun si anak baru itu sukses meluluh lantakkan hati namja-namja populer Di EXO PLANET High School, mulai dari Kai, namja terhot, Se Hun namja tercool, Su Ho namja terkaya, dan banyak lagi. Tapi ada satu nama yang tidak tembus oleh pesona Baek Hyun. Park Chan Yeol si happy virus yang semenjak kehadiran Baek Hyun, sikapnya jadi berubah drastis. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Chan Yeol seperti tidak suka atau bahkan benci pada Baek Hyun? Apa karena pesonanya kalah? Lalu Kris… akankah sikap dinginnya akhirnya mencair setelah bertemu Baek Hyun? Check this out

                                                                    Author POV

 

 

 

 

“Annyeonghasimnika, jheoneun Byun Baek Hyun imnida, usiaku 17 tahun. Salam kenal dan mohon bantuannya,” ucap namja berparas malaikat itu di depan kelas.

 

Sambutan teman sekelasnya pun meriah. Kyung Soo sampai menekuk bibirnya karena namja di sebelahnya bertingkah layaknya tengah melihat Miss Universe yang tengah melakukan Show di panggung.. “Kai…,” tegurnya. tapi namja sexy itu tetap memandang ke depan dengan mata membesar dan mulut menganga.

 

Se Hun mengusap-usap bibirnya. “Cantik!”

 

Lu Han langsung menoleh,. “Gomawo chagi.”

 

Se Hun tersentak, seketika menoleh pada kekasihnya itu. “Ah ne… cheonma.”

 

“Baek Hyun-hakseng, silakan ambil bangkumu di sebelah siswa berambut keriting itu.”

 

“Ne sonseng-nim.” Baek Hyun pun melangkah santai menuju bangku ke 3 dari depan, persis di sebelah Chan Yeol.. “Hai…”

 

Chan Yeol melengos, kemudian kembali asyik membaca buku.

 

 

~***~

 

 

Hanya berselang 3 detik sejak Sonsaeng-nim keluar, bangku Chan Yeol sudah layaknya sebuah toko yang mengadakan Diskon besar-besaran. Semuanya berkumpul, dan alasannya jelas bukan karena Chan Yeol . Walau namja itu amat sangat tampan, tapi masa-masanya sudah lewat untuk dikerubuti seperti ini.

 

Namja di sebelahnya itulah penyebab utamanya.

 

“Baek Hyun-shii, salam kenal, aku Kai.”

 

“Bangapda Kai-shii.”

 

Se Hun langsung menggeser Kai,. “Aku Thehun… salam kenal Baek Hyun-shii.”

 

“Ha? Thehun?”

 

“Bukan… The… The… aish… Thehun.”

 

Baek Hyun terkekeh.. “Salam kenal Se Hun-shii.”

 

“Nah itu.”

 

“Aku Lu Han, kekasihnya Se Hun.”

 

Bangapda Lu Han-shii, kalian pasangan yang cocok, yang satu tampan, yang satu sangat cute.”

 

Seketika wajah Lu Han memerah.. “Gomawo.”

 

“Aku Kyung Soo… ketua club musik dan vocal di sekolah ini. dan yang bernama Kai tadi adalah kekasihku, dia ketua club dance,”

 

“Wah… sempurna. Boleh bergabung ke Club mu Kyung Soo-shii?” tanya Baek Hyun ramah. Sangat ramah, dan itu membuat Kyung Soo meleleh, seketika  sikap dinginnya tadi mencair.

 

“N…Ne, tentu saja. Kita biasanya latihan setiap selasa, kamis, dan sabtu sore.”

 

“Baiklah, jadi nanti sore yah.”

 

“Ne, kita bisa pergi bersama,” tawar Kyung Soo akhirnya.

 

Chan Yeol hanya memutar bola mata, kemudian menggeser kerumunan itu.. “Minggir, aku mau lewat.”

 

“Mau kemana Chan Yeol-shii?” tanya Baek Hyun.

 

“Kantin…. wae?”

 

“Aku ikut.”

 

“Akh, pergi saja sendiri.” Chan Yeol melangkah cepat meninggalkan kelas.

 

“Ish… tidak sopan sekali Chan Yeol itu,” desis Se Hun geram.

 

“Baek Hyun-shii, kita ke kantinnya bersama saja, kebetulan aku…” Kai melirik Kyung Soo sejenak.. “Maksudku, kami juga akan ke kantin.”

 

“Tidak menganggu kah?”

 

“Tentu saja tidak. Iyakan chagi?” tanya Kai pada Kyung Soo.

 

“Um, ne…”

 

“Kami juga, ayo pergi bersama saja,” seru Se Hun.

 

Kai menatapnya tajam.. “Kenapa kau ikut-ikutan?”

 

Se Hun angkat bahu kemudian membuka jalan untuk Baek Hyun.

 

 

 

~***~~

 

 

Namaneun neol mideojugo jikyeojugo dallaejulkke nipyeoni doelkke nigyeoteseo jeoldae antteona,” lantunan suara indah berikut lengkingan khas Baek Hyun membuat semua orang yang menyaksikannya hanya bisa terngaga dengan takjubnya. Kyung Soo bahkan menelan ludah mendengar suara seindah itu.

 

Dan Lay, sejak kapan dia masuk Club Vocal?, lebih-lebih Kai dan Se Hun. Mereka anak club dance tapi tersesat di dalam ruang club vocal yang entah kenapa sore itu terlihat sangat ramai, padahal di atas kertas anggota baru hanya bertambah satu orang.

 

Lu Han menatap Baek Hyun dengan penuh kekaguman, Chen yang disebelahnya hanya bisa mengatur nafas. Bertambah lagi saingan baru.

 

“Nyanyikan satu lagu lagi Baek Hyun-shii,” pinta Se Hun penuh harap.

 

“Ah, itu… tenggorokanku sedikit serak mungkin pengaruh keletihan menempuh perjalanan dari Jepang ke Korea.”

 

Su Ho anak kelas 3 alias ketua club Music tahun lalu langsung berlari keluar ruangan, semua langsung heran menatapnya. Tak berapa lama kemudian dia kembali masuk sambil membawa sebotol air mineral dan permen mint. Dengan tubuh mungilnya, dia sangat mudah melangkahi beberapa siswa yang terpaksa duduk di lantai karena kursi yang seharusnya genap utnuk anggota tetap telah dimonopoli oleh anggota gadungan.

 

“Ini, Baek Hyun-shii.” Su Ho  menyerahkannya pada Baek Hyun tanpa sungkan.

 

“Ah hyung, gomawoyo.”

 

Di sudut ruangan sana. Chan Yeol hanya memutar-mutar stick drumnya sambil melengos kesal.

 

 

 

~***~

“Pulang dengan kami saja Baek Hyun-shii,” tawar Kai saat dia dan beberapa temannya lagi mengepung Baek Hyun di depan gerbang sekolah.

 

“Ng.. itu…”

 

“Dengan kami saja Baek Hyun-shii.” Kali ini Se Hun.

 

“Ya! Kalian sudah punya namjachingu masing-masing tapi masih menggoda namja lain.” Su Ho membentak.. “Baek Hyun-shii, kebetulan aku pulang sendiri, bagaimana kalau pulang denganku?”

 

Yang lain langsung melengos.

 

“Ng, sebenarnya aku senang dengan ajakan kalian semua, tapi aku tidak mau merepotkan. Aku bisa pulang naik bis.”

 

Mereka semua membelalak.. “Mwo??? Bis? Kau bisa diculik.”Pekik Se Hun tidak terima.

 

Baek Hyun terkekeh,. “Aku tidak selemah itu Se Hun-shii, aku juga bukan anak-anak. Tapi terima kasih perhatiannya.”

 

BRUM…BRUM… BRUM….

 

Kerumunan itu langsung terhambur saat sebuah motor besar hendak melintas.

 

Mata Baek Hyun membulat,. “Park Chan Yeol… aku ikut denganmu saja bagaimana? Aku ingin naik motor.”

 

Chan Yeol menghentikan motornya tepat di sebelah Baek Hyun.. “Helmku hanya satu, dan lagi. Kenapa kau tidak ikut saja dengan salah satu dari mereka?” balas Chan Yeol ketus.

 

“Aih… dingin sekali.” Baek Hyun menoleh pada kerumunan itu.. “Ada yang punya Helm tidak? Boleh pinjam untuk satu hari?”

 

“Jangan naik motor Baek Hyun-shii, bahaya,” tegur Kyung Soo.

 

“Tapi aku ingin naik motor.”

 

Lu Han memandangnya cemas,. “Kalau kau terjatuh bagaimana?”

 

“Tidak akan, aku akan memeluk Chan Yeol dengan kuat.”

 

Semua mata membelalak. Su Ho langsung pergi dan bersembunyi di balik tembok pagar. “Eomma… eomma, belikan aku motor. Besok aku mau bawa motor ke sekolah,” serbunya begitu ia berhasil menghubungi eommanya.. “Motor yang besar… okay. Saranghae.”

 

“Jadi, tidak ada yang mau meminjamkan Helm untukku?”

 

Kai dan Kyung Soo bertatapan, bingung. Masalahnya mereka naik mobil, jelas tidak punya Helm, begitupun Se Hun dan Lu Han. Lay lebih-lebih karena dia dijemput supirnya.

 

Chan Yeol mendengus kesal,. “Hei pendek… pakai ini.” Chan Yeol melepas helmnya dan memberikannya pada Baek Hyun.

 

“Lalu kau?”

 

“Naik saja, jangan cerewet.”

 

Baek Hyun menerimanya dan memakainya cepat. Kemudian dengan sedikit kesusahan dia memanjat(?) naik ke motor besar Chan Yeol.. “Okay… jalan.”

 

BRUM…. BRUM….

 

Baek Hyun langsung mengeratkan pelukannya di perut Chan Yeol begitu motor besar itu mulai melaju meninggalkan gerbang sekolah.

 

Kai, Se Hun, Lay dan beberapa namja lain (yang terpaksa harus menyimpan perasaan pada Baek Hyun diam-diam, berhubung mereka sudah punya pasangan masing-masing) menatap kepergian motor besar itu dengan dongkol.

 

“Mimpi apa anak itu semalam? Kalau aku tidak salah menangkap, Chan Yeol lumayan ketus terhadap Baek Hyun, tapi kenapa Baek Hyun malah pulang dengannya? Aish jinjja,” protes Kai.

 

“Sudahlah chagi, ayo pulang. aku lapar.” Kyung Soo merangkul lengan Kai.

 

Kai menghela nafas.. “Ne, kajja.”

 

 

~***~

Chan Yeol masuk ke kamarnya setelah membanting pintu, melempar tas nya sembarangan dan langsung terjun bebas ke atas kasurnya.

 

Beberapa detik kemudian Baek Hyun menyusul. Ia memungut tas Chan Yeol dan meletakkannya di atas meja belajar yang memisahkan tempat tidur mereka.. “Chan Yeollie… kau tidak enak badan?” tanya Baek Hyun.. “Oh, pasti kau masuk angin. Aku ke bawah dulu membuat air jahe.”

 

“Aku tidak butuh.”

 

“Kau kenapa?”

 

“Berhenti bertanya, aku ingin tidur.”

 

“Kau tidak makan siang dulu?”

 

“Diam!!”

 

“Kau bisa sakit, ayo kita makan.”

 

“Sudah kubilang, aku ingin tidur.”

 

“Chan Yeol … eomma sepertinya masak enak siang ini.”

 

Tepat di titik rawan, Habis sudah kesabaran Chan Yeol. Ia bangkit dari tempat tidurnya, menarik kerah baju Baek Hyun dan menghempaskannya ke dinding kamar cukup keras. Ia menatapnya tajam seperti hendak membunuh. Anehnya Baek Hyun tidak takut dengan tatapan itu. Baek Hyun malah tersenyum.

 

“Emosimu semakin labil akhir-akhir ini… adikku.”Lirih Baek Hyun penuh makna.

 

“Aku bukan adikmu… Byun Baek Hyun!”

 

Baek Hyun tersenyum, sebuah senyuman yang selalu dan selamanya akan membuat siapapun yang melihatnya akan luluh. “Kau tetap adikku karena aku lebih tua beberapa bulan darimu.”

 

“ARRRGGGHHHH….” Chan Yeol meluapkan emosinya dengan meninju tembok persis di samping telinga Baek Hyun. Timbul retakan parah di sana, dan beberapa detik kemudian, merembeslah darah yang keluar dari punggung jari-jari tak bersalah itu.

 

 

~***~

 

 

Baek Hyun merawat luka Chan Yeol dengan sabar, sementara namja tinggi itu hanya mematung, membiarkan Baek Hyun membalutkan kain perban di tangannya.

Seorang yeoja paruh baya berwajah lembut masuk membawakan nampan berisi makan siang untuk Chan Yeol.. “Sebenarnya kenapa tanganmu bisa terluka Chan Yeol-ah?” tanya yeoja itu.

 

“Bukan urusanmu… ahjumma,”Jawab Chan Yeol ketus.

 

Yeoja itu bertatapan dengan Baek Hyun, kemudian menghela nafas. “Eomma keluar dulu sayang, makanlah dan beristirahat sesudah itu.”Lanjutnya sembari mengelus puncak kepala Chan Yeol.

 

Chan Yeol jelas menepisnya. “Kau bukan eommaku, dan selamanya tidak akan pernah menjadi eommaku. Ara???”

 

PLAK!

 

Baek Hyun jelas tidak terima eomma kandungnya dikatai seperti itu dengan kasar. Ia sudah cukup bersabar karena Chan Yeol tidak bisa menerima pernikahan eomma Baek Hyun dan Appa Chan Yeol beberapa bulan yang lalu. Tapi ini sudah keterlaluan, setidaknya Chan Yeol bisa sedikit menghargai orang yang lebih tua darinya.

 

“Byun Baek Hyun! Apa yang kau lakukan??? Kenapa kau menampar adikmu?” pekik eomma Baek Hyun.

 

“Tapi eomma… ucapannya sudah keterlaluan.”

 

“Ck, tapi bukan berarti kau boleh menamparnya. Ini juga salah eomma… dan… ngh… maaf,” yeoja itu berlari keluar kamar karena tidak kuasa lagi membendung air matanya. Ia jelas sakit hati mendapatkan penolakan keras dari anak tirinya.

 

Baek Hyun mengeluh. Ia menoleh pada Chan Yeol yang terus menunduk, masih memendam amarah. “Lihat perbuatanmu. Apa salah eommaku sampai kau tidak menerimanya?”

 

Chan Yeol tidak menjawab.

 

“Kau membenciku, tidak masalah. Tapi aku mohon, jangan benci eommaku.” Baek Hyun hendak melangkah pergi, tapi tangan yang dibalut perban itu mencekalnya.

 

“Aku tidak membencimu, aku tidak membenci eommamu.” Masih dengan tertunduk. “Aku hanya benci takdir yang mempersatukan kita sebagai saudara,”Lirihnya dengan suara pelan.

 

Baek Hyun menghela nafas, kemudian kembali duduk di sebelah Chan Yeol. “Tuhan punya caranya sendiri Chan Yeollie… mungkin kita memang tidak cocok sebagai sepasang kekasih…”

 

Chan Yeol tidak menjawab lagi. Baek Hyun melihatnya… namja bertubuh tinggi itu… menangis, tanpa isakan.

 

 

~***~

Flash back

Seorang anak berusia 10 tahun tengah meringkuk di pojok gang sempit saat beberapa anak nakal mengepungnya. Tubuhnya sudah penuh dengan luka dan lebam.

 

“Lihat… tubuhmu saja yang tinggi, tapi kau tidak bisa apa-apa melawan kami.hahahahahaha.

 

“Sekarang serahkan uangmu pada kami.”          

 

Anak itu semakin meringkuk. “Jangan… uang ini adalah uang tabunganku, aku ingin membelikan kado untuk eommaku.”

 

“Anak manja…” salah satu dari anak nakal itu menjambak rambutnya.

 

“YA! Lepaskan dia,” pekik seorang anak lagi yang tiba-tiba saja muncul di ujung gang. Anak itu seketika berlari kencang menuju tempat anak yang dihajar tadi.

 

“Gawat, itu Byun Baek Hyun. Kita bisa mati, ayo kabuuurrr.” anak-anak nakal itupun berlari sekencang-kencangnya meninggalkan tempat.

 

Anak bernama Baek Hyun langsung menghampiri anak yang babak belur tadi.. “Gwenchanayo?”

 

Anak itu mengangguk lemah. “Ne, gwenchana. Kamsahamnida.

 

“Aku baru pertama kali melihatmu di kompleks ini, kau anak baru?”

 

Anak itu menggeleng. “Aku kebetulan lewat sini, aku ingin membeli sesuatu di toko itu.” ia menunjuk sebuah toko pakaian di seberang jalan.

 

“Oh… seharusnya kau berhati-hati. Kompleks ini banyak anak nakal. Kau bisa berdiri?”

Anak itu menggeleng. “Kakiku sakit.”

 

Baek Hyun tersenyum dengan sangat manis. Senyum yang bisa membuat siapa saja meleleh dengan kehangatannya.. “Siapa namamu?”

 

“Aku, Chan Yeol,” jawabnya gugup.

 

“Aku Baek Hyun. Senang berkenalan denganmu Chan Yeollie. Berapa umurmu?”

 

Chan Yeol semakin gugup, terlebih saat Baek Hyun memanggilnya seakrab itu. “Sep… sepuluh tahun, Baek Hyun-shii.”

 

“Wah… kita seumur… kita bisa jadi teman baik.”

 

“Ne…”

 

“Ayo kuantar, kau mau membeli apa?”

 

“Sapu tangan untuk ibuku. Besok dia ulang tahun.”

 

“Wah… baik sekali. Besok ibuku juga ulang Tahun, sayangnya uang tabunganku habis, jadi tidak bisa membelikannya kado. Jadi aku berniat membuatkannya kue saja…”

 

Mata Chan Yeol membulat. “Ng… ka..kalau begitu, bagaimana kalau kita membuat kue tart saja sebagai kado ulang tahun untuk ibu kita. Kau tahu bagaimana caranya?”

 

Baek Hyun mengusap tengkuknya. “Tidak juga, tapi aku akan minta ahjumma untuk membantuku.”

“Boleh aku ikut? Uang ini bisa kita pakai untuk membeli bahan-bahannya saja,”

 

Baek Hyun tampak berpikir.. “Ide bagus…”

 

Dan sejak pertemuan pertama itu, mereka menjadi dekat.

 

Sangat dekat!

 

 

~***~

 

“Chan Yeollie…” seru Baek Hyun saat melihat siswa SMP kelas 3 keluar dari gerbang sekolahnya

Mata Chan Yeol membulat. “Baek Hyun? Wah kau menjemputku?”

 

Baek Hyun mengangguk. “Ayo ikut denganku ke suatu tempat.”

 

“Kemana?”

 

“Ikut saja,” Baek Hyun menarik tangan Chan Yeol menuju halte bis dan membawa mereka ke suatu tempat yang di rahasiakan Baek Hyun.

 

Baek Hyun membawa Chan Yeol ke sebuah bukit, dan sukses membuat nafas Chan Yeol tersnegal-sengal seperti orang asma. “Kau jalan terlalu cepat Baek Hyunnie,”

 

“Kau yang terlalu lamban kaki panjang. Ayo.” Baek Hyun menarik tangan Chan Yeol hingga mereka tiba di puncak bukit di mana ada sebuah pohon Mapple besar dan rindang.. “Rasa lelahmu akan terbayarkan di sini.” Baek Hyun menarik Chan Yeol untuk duduk bersandar di bawah pohon itu.

 

“Aahhh… segar sekali udara di sini,” ucap Chan Yeol sambil merentangkan tangan panjangnya.

 

“Apa kubilang, kau senang kan?”

 

“Ne… sangat. Hanya saja aku sedikit tidak mengerti kenapa Baek Hyunnie mengajakku kemari?”

 

Baek Hyun terkekeh kemudian mengeluarkan sesuatu dari ranselnya. “Kita piknik.”

 

“Wooaaah… kau yang memasak ini?” Chan Yeol menatap takjub pada bekal makanan yang isinya beraneka ragam.

 

Baek Hyun mengusap tengkuknya. “Sebenarnya dibantu ahjumma.

 

“Yang penting ini buatan Baek Hyun.” Chan Yeol menyumpit sepotong kimbab dan menyuapkannya kemulut sendiri. “Whoooaaahh… daebak. Baek Hyun juga makan.” kemudian ia menyuapi Baek Hyun.

 

Angin semilir, ditambah pemandangan indah membuat dua namja tampan dan manis itu merasakan ketenangan yang luar biasa. Chan Yeol sebenarnya masih tidak tahu harus bersikap apa di hadapan Baek Hyun karena 2 bulan yang lalu, Baek Hyun kehilangan Appanya. Appa Baek Hyun meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Dan Chan Yeol melihat sendiri bagaimana terpuruknya kondisi Baek Hyun.

 

Baek Hyun sempat mengurung diri di dalam kamar selama 2 hari, dan Chan Yeol satu-satunya orang yang bisa membujuknya dan menenangkannya.

 

Kini di hadapannya, Baek Hyun tersenyum sepertia biasa, tertawa bahagia dan… seolah tidak adalagi kesedihan yang tampak di matanya. Itu sedikit aneh karena…

 

“Chan Yeollie,”Panggil Baek Hyun membuat lamunan Chan Yeol terhenti.

 

“Ne?”

 

“Besok… aku akan ke Jepang,”

 

Chan Yeol tersedak. “MWO???? Untuk apa ke Jepang? Berlibur?” jadi ini alasan ekspresi aneh Baek Hyun itu.

 

Baek Hyun menggeleng sambil tersenyum. “Sejak appa meninggal, eomma harus berganti peran menjadi kepala keluarga, dia harus bekerja mencari uang untuk nafkah kami berdua. Dan kebetulan, eomma mendapatkan tawaran yang sangat bagus. Dia diangkat menjadi seorang Manager di perusahaan Jepang yang bercabang di Korea. Eomma di tarik ke perusahaan pusat, dan letaknya di… Jepang,”

 

“Tunggu… tunggu, jadi maksudmu, kau dan eommamu akan pindah ke Jepang?”

 

Baek Hyun mengangguk. “Tapi aku akan kembali kalau sudah tamat SMU, aku akan berkuliah di sini bersama Chan Yeollie, iyakan?”

 

“Ta… tapi, itu masih empat tahun lagi Baek Hyunie,”

 

“Yang penting kan Chan Yeol terus setia menungguku, itu tidak akan ada kendala lagi.”

 

Chan Yeol semakin gelisah. “Tapi aku… aku…”

 

Baek Hyun meraih pipi Chan Yeol ke arahnya dan mengecup bibirnya singkat. “Chan Yeol akan tetap menungguku kan?”

 

Chan Yeol mengerjapkan mata. Ini pertama kalinya Baek Hyun menciumnya. “Te… tentu saja,”

 

“Nah, untuk itu Chan Yeol harus mendukungku. Doakan aku agar sukses di Jepang, dan akan kembali ke Korea setelah aku cukup dewasa.

 

“N…ne,” Chan Yeol masih berusaha mengontrol kegugupannya.

 

Baek Hyun tersenyum, kemudian mengusap pipi Chan Yeol. “Aku… aku menyukai Chan Yeol.”Lirihnya.

 

Mata Chan Yeol membulat bahagia. Ini adalah kata-kata yang ia nantikan sejak dulu, hanya saja dia menyayangkan karena Baek Hyun mengatakannya di saat mereka akan berpisah untuk sementara. “Aku juga menyukai Baek Hyun. Aku mencintai Baek Hyun.”

 

Baek Hyun tertawa. “Jangan selingkuh yah?”

 

“Ne… kalau Baek Hyun kembali, aku akan berubah menjadi seorang namja yang tampan dan gagah, aku sudah ikut kelas beladiri seperti yang kau sarankan, dan aku sudah menguasai beberapa tekhnik beladiri. Jadi suatu saat, aku yang akan menyelamatkan Baek Hyun kalau kau dalam bahaya,”

 

Baek Hyun tertawa. “Ne… ne… ne… 4 tahun. Jangan bosan menungguku yah?”

 

Chan Yeol mangangguk pasti. “Ng, bolehkah aku yang menciummu?”

 

Baek Hyun menghentikan tawanya, diganti dengan senyuman. Melihat itu Chan Yeol bergeser sedikit, meraih tengkuk Baek Hyun dan mengecup bibirnya lembut. Sedikit heran kenapa Baek Hyun menggeliat geli saat jari-jari Chan Yeol bermain di sekitar tengkuknya.

 

 

~~***~~

 

Baek Hyun cemas. Tidak biasanya Chan Yeol mengabaikan teleponnya satu harian, SMS nya pun tidak dibalas. Ia jadi panik sendiri, belum genap setengah tahun dia di Jepang tapi Chan Yeol sudah mulai mengabaikannya.

 

“Apa dia sudah punya pacar baru?” gumamnya curiga. Sampai ketika ia kembali berusaha menelpon Chan Yeol. Akhirnya tersambung juga.

 

“Yeoboseyo.” sahut suara di seberang, serak dan… berat.

 

Baek Hyun yang sudah bersiap mengumpat habis-habisan langsung membatalkan niatnya. “Cha… Chan Yeollie, kau sakit?”

 

“Ani.”

 

“Kenapa dengan suaramu?”

 

Tidak ada jawaban.

 

“Chan Yeollie, gwenchana? Tidak terjadi sesuatu kan?”

 

Masih tak ada jawaban.

 

Sampai beberapa detik kemudian Baek Hyun mendengar suara isakan dari seberang. Ia jelas panik.

 

“Chan Yeol… kenapa? Ada apa? Kau menangis?”Serbu Baek Hyun panik.

 

“Eomma… eomma…” suara Chan Yeol bergetar hebat.

 

Firasat Baek Hyun buruk akan hal ini. “Ne, kenapa dengan omoni?”

 

“Eomma meninggalkanku Baek Hyun… eomma meninggalkanku.”

 

Leher Baek Hyun tercekat. “M…mwo?”

 

“Eomma menderita sakit parah dan selama ini menyembunyikannya. Sampai pagi tadi aku menemukannya tergeletak di dapur dan… saat membawanya ke rumah sakit…” suara Chan Yeol semakin tak terdengar. “Eomma… meninggal….”

 

Baek Hyun luruh ke lantai. “Chan Yeol…”

 

“Aku harus bagaimana Baek Hyun? Ini terlalu tiba-tiba… aku…”

 

Baek Hyun terdiam sejenak, mencoba mencari kalimat yang tepat untuk menghibur kekasihnya ini. mengingat ia pernah berada di posisi yang sama.. “Kuatkan dirimu Chan Yeol… aku tahu rasanya, aku juga perah mengalaminya saat kehilangan appa. Tapi kita harus kuat. Karena walau bagaimanapun, kita tetap tidak bisa melawan takdir.”

 

Chan Yeol kembali terisak. “Aku membutuhkanmu… jeongmal…”

 

Baek Hyun menelan ludah berusaha agar tidak menangis. “Kau sudah makan?”

 

“Aku tidak lapar…”

 

Baek Hyun mendesah berat. Dia paham posisi Chan Yeol, dia juga pernah mengalaminya. Untuk itu dia tidak mau mendesaknya, karena dia paham betul bagaimana kesedihan itu.. “Kunyanyikan sesuatu yah,”

 

“Ne, aku merindukan suaramu.”

 

 

~***~

 

Tok..tok..tok…

 

“Sudah kubilang aku tidak ingin makan…”Pekik Chan Yeol dari dalam kamarnya.

 

“Jadi kau menolak makan denganku?”

 

Mata Chan Yeol membulat. “Baek Hyun?” ia segera menerjang pintu kamarnya, dan begitu ia membukanya, sosok namja seindah malaikat tengah berdiri di sana.

 

Tanpa banyak bicara Chan Yeol langsung menarik tangan Baek Hyun masuk, kembali menutup pintu dan langsung memeluk Baek Hyun erat.

 

“Hei…hei, aku tahu kau merindukanku, tapi tidak usah berlebihan begini. Kau ini sudah kelas 1 SMU, jadi jangan cengeng,”

 

Chan Yeol tidak menggubris, ia semakin mengeratkan pelukannya. “Aku sangat merindukanmu.”

 

“Hm, nado. Maaf baru bisa menemuimu sekarang. Sekolahku sangat ketat, jadi izin saja sulit.”

 

“Hm, gwenchana, aku sudah sangat bersyukur kau datang menemuiku.”

 

“Um, ayahmu mana? Aku tidak melihat siapa-siapa di sini kecuali pembantumu.”

 

“Dia ke Jepang, itu yang membuatku kesal karena dia tidak mau mengajakku. Padahal kupikir aku bisa menemui mu di sana.

 

“Kalau begitu bersyukurlah, karena kalau kau ikut, kita pasti tidak akan bertemu.”

 

Chan Yeol terkekeh. “Jadi kau menginap di sini?”

 

“Ani, apartemenku tidak dijual, jadi aku akan menginap di apartemenku.”

 

“Kau di sini saja, aku sangat kesepian.”

 

Baek Hyun menghela nafas. Ia paham kata itu. sejak kematian eomma Chan Yeol 5 bulan yang lalu, Chan Yeol pasti merasakan puncak-puncak kerinduannya. Sama seperti Baek Hyun yang kehilangan appanya setahun lebih yang lalu.. “Baiklah…”

 

“Baek Hyunnie… aku lapar.”Itu suara manja Chan Yeol seperti biasanya.

 

Baek Hyun terkekeh. “Ne, kulihat pembantumu memasak enak malam ini. Kajja.

 

 

====

 

 

 

“Sudah tidur?” tanya Chan Yeol yang memperhatikan wajah Baek Hyun yang berbaring di sebelahnya.

 

“Bagaimana bisa aku tidur kalau kau selalu bertanya seperti itu tiap 30 detik,”jawab Baek Hyun dengan mata terpejam.

 

“Temani aku begadang Baek Hyunnie. Kau hanya 3 hari di Seoul, jadi jangan menyia-nyiakan waktu hanya untuk tertidur.”

 

Baek Hyun membuka mata, dan menoleh. “Kau sadar sudah jam berapa sekarang? Jam 12. Jam tidurku sudah lewat 2 jam yang lalu.”

 

“Nah, berhubung sudah lewat, kita lanjutkan saja dengan begadang.  Inikan libur sekolah, jadi tidak apa-apa kalau besok kita bangun terlambat.”

 

“Park Chan Yeol…”

 

“Ayolah, atau aku akan mengelitik tengkukmu.”

 

“Arasso… arasso. Sekarang kau mau apa?”

 

“Kita mengobrol.”

 

“Tentang apa?”

 

“Tentang perasanku pada Baek Hyun.”

 

BLUSH

 

“Aku… aku mencintaimu.”

 

“Hm, aku tahu, bukankah kita sudah mengatakannya sebelum aku berangkat ke Jepang.

 

“Baguslah kalau kau sudah tau, jadi jangan protes yah.

 

“Protes ap___?”

 

Chan Yeol sudah lebih dulu mengunci bibir Baek Hyun dengan menciumnya. Kali ini sedikit berbeda karena ciuman Chan Yeol terlalu….

 

“YA!… apa yang kau lakukan?”Akhirnya Baek Hyun bisa menyuarakan protes setelah berhasil mendorong Chan Yeol.

 

“Hehehehe… kau suka? Aku belajar ini dari Kai.”

 

“Kai? Nugu? Kekasih barumu?”

 

“Bukan, teman sekelasku. Dia punya namjachingu yang cukup manis. Aku pernah memergoki mereka tengah berciuman di dalam toilet. Dan sebagai imbalan tutup mulut. Aku minta diajari tekhnik itu.”

 

Baek Hyun membelalak. “Jadi kau mempraktekkannya dengan Kai.”

 

“Tentu saja tidak. Bibirku ini hanya akan menyentuh bibir Baek Hyun… aku hanya diajari teorinya saja.

 

“Aigo… jangan belajar yang aneh-aneh. Cepat tidur.”

 

“Ah, tunggu. Aku ingat satu hal lagi.”

 

“Apa itu?”

 

“Aku pernah melihat bercak merah kebiruan di leher Kyung Soo, dan itu perbuatan Kai. Dan saat kutanyakan bagaimana caranya…” Chan Yeol tersenyum licik.

 

“Chan Yeol, jangan macam-macam…”

 

Tapi sayang, Chan Yeol sudah menyerang Baek Hyun sambil menekan tengkuknya agar namja mungil itu tidak melawan. Dan anehnya, itu berhasil. Baek Hyun tidak hanya pasrah, tapi juga menikmati setiap manuver Chan Yeol.

 

Sebenarnya hanya sampai situ. Bukan karena Chan Yeol tidak ingin melanjutkannya ke tahap yang lebih intim. Tapi karena dia belum tahu caranya.

 

 

 

~***~

 

 

 

Baek Hyun menangkap gelagat aneh eommanya belakangan ini. bahkan ketika eommanya itu harus pulang larut karena lembur, yang di tangkap Baek Hyun bukanlah wajah lelah dan letih sehabis bekerja, tapi wajah cerah dan ceria seolah eommanya mendapatkan sesuatu yang sangat berharga. Itu adalah senyuman pertama sejak kepergiannya appanya 2 tahun yang lalu.

 

“Eomma… naik pangkat yah?”

 

“Ha?” tanya eomma Baek Hyun saat tengah berhadapan dengan anak satu-satunya itu di meja makan.

 

“Eomma terlihat bahagia sekali beberapa hari ini.”

 

Eomma Baek Hyun tersenyum. “Baek Hyun-ah…”

 

“Ne?”

 

“Apa kau bahagia tinggal berdua dengan eomma.

 

“Tentu saja. Memangnya kenapa?”

 

Eomma Baek Hyun tampak gelagapan. “Maksud eomma, kau tidak kesepian karena keluarga kita tidak lengkap?”

 

Senyum Baek Hyun memudar. Dia sudah cukup dewasa untuk paham pembicaraan ini. “Eomma mau  menikah lagi?”

 

Eomma tersentak. “Itu… ng, maksud eomma…”

 

“Eomma sudah melupakan appa?”

 

“Baek Hyun—ah, bukan begitu.”

 

Baek Hyun membanting sendok dan garpunya di meja,. “Aku berangkat ke sekolah dulu. Annyeong,”

 

“Baek Hyun-ah, dengarkan eomma dulu nak…”

 

Baek Hyun tidak peduli. Dia sakit hati. Baru dua tahun appanya meninggal, eommanya sudah berniat menduakan cinta appanya. Itu jelas membuatnya sangat marah. Ia merasa eommanya terlalu cepat melupakan namja yang telah mengisi hari-harinya selama belasan tahun. Sangat tidak rasional.

 

 

~***~

 

Suatu malam, Baek Hyun terbangun dari tidurnya. Padahal ia baru tidur selama beberapa menit karena sebelumnya ia habis mengobrol dengan Chan Yeol via telepon berjam-jam. Aneh saja, dia seperti mendengar sesuatu di luar kamarnya.

 

Perlahan, Baek Hyun membuka pintu kamarnya dan perlahan mengendap-endap mencari asal suara. Ternyata tidak jauh-jauh. Di ruang tengah, ia menangkap sosok eommanya tengah duduk bersandar di sofa. Mengenggam sebuah Ponsel dan meletakkannya di telinga.

 

Ruangan itu memang gelap, karena eomma Baek Hyun sengaja tidak menyalakan lampu. Tapi… Baek Hyun bisa melihat jelas apa yang tertangkap oleh matanya.

 

Eommanya… menangis.

 

Sambil terisak ia berbicara lirih dengan seseorang via ponsel itu. Baek Hyun perlahan mendekat untuk mendengar percakapan itu.

 

“Mianhaeyo… mianhaeyo. Bagaimanapun juga, kebahagiaan anakku adalah segalanya,”

Baek Hyun membelalak. Siapa yang ditelpon eommanya ini?

 

“Ne… anakku tidak setuju kalau aku menikah lagi. Dan kurasa dia benar. Aku baru kehilangan suamiku 2 tahun lebih, aku tidak boleh secepat itu berpaling.

 

Baek Hyun tercekat. Apa berarti eommanya membatalkan rencana untuk menikah lagi?

 

“Aku juga mencintaimu. Tapi… aku lebih mencintai anakku. Aku memikirkan pernikahan ini karena menempatkan kebahagiaan anakku di tempat pertama. Kupikir karena dia kesepian, dia membutuhkan sosok seorang ayah, untuk itu aku mempertimbangkan hal ini. tapi sejak anakku tidak menyetujuinya… aku tidak punya alasan lain untuk menikah denganmu.”

 

Baek Hyun menelan ludah dengan susah payah. Ia menyadari keegoisannya. Eomma nya ingin menikah bukan karena dia telah melupakan mendiang suaminya, tapi karena dia tidak ingin anaknya merasa tidak lengkap, tanpa sosok seorang ayah.

 

Baek Hyun kembali tertampar, bagaimana ia sadar kesulitan eommanya mencari nafkah. Ia harus menangung 2 peran sekaligus. Sebagai ibu dan juga sebagai seorang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga. Seharusnya Baek Hyun mempertimbangkan hal itu. mempertimbangkan hal yang paling penting…

 

Kebahagiaan eommanya!

 

“Mianhaeyo… kumohon jangan hubungi aku lagi.”

 

KLIK

 

Eomma Baek Hyun menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah, menangis di sana dengan suara teredam. “Yeobo… mianhae… aku tidak bermaksud menduakanmu… mianhae… aku hanya berusaha melakukan apapun demi anak kita… mianhae…”

 

Perih!

 

Itu yang dirasakan Baek Hyun, melihat eommanya sendiri meneteskan air mata kepedihan. Masih bisakah ia bertahan dengan egonya? 

 

 

~***~

 

 

“Eomma…,” tegur Baek Hyun saat ia tengah sarapan dengan eommanya.

 

“Ne Baek Hyun-ah,”

 

“Siapa nama ahjushi itu?”

 

“Ahjushi yang mana?”

 

Baek Hyun menghembuskan nafasnya pelan. “Calon ayahku.”

 

“Uhuk…”Eomma Baek Hyun tersedak rotinya, ia buru-buru meneguk segelas susu dan menatap anak satu-satunya itu. “Kau bilang apa tadi?”

 

“Siapa nama calon ayahku?”

 

“Baek Hyun-ah???”

 

“Katakan padanya aku menyetujui pernikahan kalian.” Baek Hyun melirik arlojinya. “Ah, aku hampir terlambat. Aku harus ke sekolah, eomma,” Baek Hyun bergegas pergi, tapi baru beberapa langkah, eommanya langsung menyusul kemudian memeluk anaknya.

 

“Gomawo Baek Hyun-ah… gomawo…”Ia menangis dalam dekapan anaknya.

 

“Ne eomma… seharusnya aku meminta maaf karena telah bersikap egois.”

 

“Jadi kau menyetujui eomma untuk menikah lagi?”

 

“Ne…”

 

Eomma Baek Hyun melepas pelukannya dan menatap wajah anak kesayangannya itu. “Namanya Park Jung Soo… dia seorang pengusaha di Korea, jadi dengan begini kita bisa kembali ke Korea sayang!”

 

Lihatlah binar itu, binar yang tidak mungkin membuat Baek Hyun tega meredupkannya tapi  tunggu, Park Jung Soo… kdengaran sangat familiar. Ah mungkin hanya kebetulan. “Ne eomma, tapi ada satu syarat.”

 

“Apapun itu sayang?”

 

“Namaku tetap Byun Baek Hyun. Bukan Park Baek Hyun.”

 

Eomma tersenyum. “Ne chagi…. kau tetap Byun-Baek Hyun.”

 

Baek Hyun balas tersenyum.

 

“Oh iya, eomma hampir lupa. Dia juga punya anak laki-laki yang seusia denganmu?”

 

“Jinjja? Aku akan punya saudara?”

 

“Ne…”

 

“Siapa namanya???” Baek Hyun antusias.

 

“Park Chan Yeol…”

 

 

 

FLASH BACK END

 

 

~***~

 

 

Baek Hyun membuka matanya, lamunan panjang itu kembali hadir di mimpinya. Saat di mana ia terpaksa memasang senyum bahagia saat pertemuan keluarga pertama kali berlangsung beberapa bulan yang lalu di jepang. Dan dia ingat betul saat ia harus berkenalan dengan saudara barunya. Dengan mata membelalak Chan Yeol menatapnya. Chan Yeol langsung menolak mentah-mentah pernikahan itu. tapi siapa yang mau mendengarnya… terlebih Baek Hyun mendengar kabar bahwa setibanya di Korea, Chan Yeol dihajar habis-habisan oleh ayahnya atas ketidak sopanannya saat pertemuan keluarga itu. dan sampai detik inipun Chan Yeol tetap tidak menerima pernikahan itu. ia sendiri tidak datang saat acara pernikahan berlangsung, dan keadaan selanjutnya… seperti inilah.

Chan Yeol berubah menjadi pribadi yang dingin dan kaku. Terutama terhadap Baek Hyun dan eommanya!

 

Baek Hyun membalikkan badannya. Ia menatap namja yang terbaring di ranjang sebelah. Sedikit terkejut karena mata namja itu terbuka lebar dan entah sejak kapan ia menatap Baek Hyun.

 

“Kenapa kau menyetujuinya?” tanya Chan Yeol lirih.

 

“Kita sudah membahasnya ribuan kali Chan Yeollie…”Itu jawaban Baek Hyun.

 

“Aku… tidak ingin menjadi saudaramu.”

 

“Aku sudah menjadi saudaramu.”

 

“Aku tidak pernah menyetujuinya,”

 

Baek Hyun berusaha tersenyum. “Tidurlah… Nae Namdongsaeng.”

 

“Jangan harap aku akan memanggilmu Hyung.”

 

“Gwenchana, kita masih seumur.”

 

 

 

 

~***~

Chan Yeol turun dari lantai dua setelah berpakaian seragam lengkap. Sedikit heran kenapa yang menempati meja makan hanyalah Baek Hyun dan eom…. ng… ahjumma itu.

 

“Mana ayahku?” tanya Chan Yeol setelah duduk di sebelah Baek Hyun.

 

Aboji berangkat pagi-pagi sekali ke kantor, katanya ada rapat.” Baek Hyun yang menjawab.

 

Chan Yeol manatapnya tajam. “Dia ayahku…”

 

Baek Hyun menghela nafas. “Ne…ne…ne. eomma, kau sudah membuat omelet untuk Chan Yeol?” tanya Baek Hyun.

 

“Ne…” eomma Baek Hyun meletakkan sepiring omelet di atas meja. “Makan yang banyak Chan Yeol-ah.”

 

Chan Yeol menerimanya dengan malas, dan menyantapnya setengah-setengah. “Masakan eommaku lebih enak.” ia kemudian meneguk susunya kemudian beranjak dari situ.

 

Baek Hyun dan eommanya saling bertatapan. “Sabar yah eomma,” ucap Baek Hyun sambil tersenyum.

 

Ne chagi.” eomma Baek Hyun balas tersenyum. Bisa dilihat ada aura kesedihan di sana.

 

Baek Hyun berpamitan pada eommanya kemudian menyusul Chan Yeol. “Chan Yeollie, aku ikut…”

 

“Kau naik bis saja. Mereka akan keheranan kalau mereka melihat kita ke sekolah bersama.”

“Loh, tidak apa-apa kan? Kita kan saudara.”

 

 

GREP!

 

 

Chan Yeol langsung mencengkram kerah kemeja seragam Baek Hyun. “Kalau mereka tahu kau adalah sudara tiriku… aku akan menghajarmu.”

 

Baek Hyun tersenyum. “Arasso… asal kau senang saja.”

 

Chan Yeol melepaskan cengkramannya dan mendorong Baek Hyun cukup kasar. Ia pun melajukan motornya dan meninggalkan Baek Hyun.

 

“Sampai ketemu di sekolah Chan Yeollie…” seru Baek Hyun. “Saudaraku….” lirihnya ikhlas.

 

 

~***~

 

 

Baek Hyun mengerutkan keningnya saat ia mendapati bangkunya sudah penuh dengan pernak-pernik aneh. Mulai dari mawar segala warna, boneka berbagai ukuran, kotak kado beraneka bentuk, juga beberapa surat yang kesemuanya memakai inisial. Inti suratnya sama. Kata-kata gombal yang norak dan menjijikkan. Mawar ini tak seindah dirimu, bisakah ia mendampingimu agar ia sedikit bisa tertular keindahanmu?. Atau Teddy bear ini lucu, tapi tak selucu dirimu, kuharap kau mau merengkuhnya penuh kasih sayang agar aku tahu sehangat apa dirimu. Yang lebih parah adalagi. Jikalau engkau membuka kado ini dengan senyuman, maka itu artinya kau menyukaiku.

 

Anehnya kesemua surat-surat konyol itu berasal dari orang-orang tanpa nama, tak ingin diketahui siapa. Hanya ada beberapa yang mencantumkan inisial yang bisa ditebak sendiri oleh Baek Hyun. KJI alias Kim Jong In, OSH alias Oh Se Hun, Zang Yi Xing yang terakhir Baek Hyun tau itu nama aslinya Lay, sedikit heran juga ada kotak makanan yang memonya tertulis. “Kubuat dengan sepenuh hati Baek Hyun-shii… DKS.” dan jelas itu punya Do Kyung Soo. Memo yang bertuliskan KJM yg diselipkan dimawar sudah pasti Kim Joon Myeon alias Su Ho.

 

“Chan Yeollie…” panggil Baek Hyun. Yang dipanggil langsung menoleh tajam. “Ah mian, maksudku, Chan Yeol-shii, bisa pinjam lacimu? Laciku sudah penuh.”

 

“Kau lihat kotak besar di balik pintu itu? letakkan barang-barang ini di sana.”

 

Baek Hyun melirik arah yang ditunjuk Chan Yeol, seketika membelalak. “Itu kan tempat sampah…”

 

Chan Yeol tidak menggubris, dia asyik mendengarkan musik di I podnya.

 

Baek Hyun menghela nafas, kemudian ia memasukkan barang-barang yang muat di ranselnya. Sisanya, boneka, kotak kado dan barang yang cukup bisa menarik perhatian guru yang sebentar lagi akan masuk terpaksa ia angkut keluar kelas. “Mungkin bisa kutitip dulu di ruang club,”lirihnya.

 

Sialnya, Baek Hyun terlalu buru-buru, sampai lupa bahwa ruang club vocal terkunci, dan jelas kuncinya ada di Kyung Soo. Padahal ia sudah kerepotan membawa barang-barang itu.

 

Ia berdecak kesal, kelas nya dengan ruang klub cukup jauh, karena ruang club berada di lantai 4 gedung sekolah itu, sementara kelasnya ada di lantai 2. “Harus kukemanakan barang-barang ini?”Seketika ia teringat. “Ah ppabo, Kai dan Se Hun kan punya mobil. Mungkin bisa  titip di mobil mereka.”

 

Baek Hyun pun kembali melangkah dan mulai menuruni tangga menuju lantai bawah. Membawa barang-barang yang cukup banyak dan besar tentu saja tidak semudah kelihatannya, pandangan Baek Hyun terhalangi, sampai ketika kaki mungilnya tidak sengaja menapak di anak tangga yang salah, ia pun limbung dan alhasil lantai beton siap menyambut tubuh mungilnya beberapa meter di bawah.

 

GREB!!

 

Prak… brugh…pak…pak…

 

Semua barang-barang yang di pegangnya tadi jatuh berhamburan di lantai bawah, sementara tubuh mungil Baek Hyun masih tetap berada di anak tangga paling atas.. “Eh… aku bisa terbang???” tanya Baek Hyun bodoh. sampai akhirnya ia menyadari sebuah tangan kokoh melingkar di perutnya.

 

Saat ia menoleh…

 

Sesosok namja tampan dengan ekspresi datar tengah menatapnya

 

“Ah… gomawo,” ucap Baek Hyun lega. Bayangkan kalau kepalanya tadi mendarat di lantai yang jaraknya ada 5 meter dari tempatnya berdiri sekarang. Kemungkinan terkecil mungkin saja dia akan geger otak.

 

Namja tampan yang menolongnya kemudian menarik tubuh Baek Hyun agak menyudut di anak tangga yang lebih luas. Dan setelah memastikan kondisi Baek Hyun sudah tidak apa-apa, dia kembali melangkah pergi.

 

“Ng… chamkkanman…”Baek Hyun meraih tangan namja itu.

 

Namja tampan itu menoleh, masih dengan expresi datar.

 

Baek Hyun mengulas senyum termanisnya, senyum yang bisa membuat siapa saja luluh. “Namaku Baek Hyun… terima kasih telah menolongku.”

 

Deg!

 

Senyum itu…

 

Namja itu membelalak, seketika merengkuh kedua pundak Baek Hyun dan menghempaskannya ke tembok. Belum sempat Baek Hyun mengaduh ataupun protes, ia seketika dikejutkan dengan tindakan tiba-tiba namja tampan itu.

 

Ia… melumat bibir Baek Hyun cukup kasar.

 

Baek Hyun jelas tercengang, sampai ketika ia cukup mampu mengumpulkan kesadarannya, ia memberontak dan mendorong namja tinggi itu sekuat tenaga. “IGE MWOWAAAAA????” pekik Baek Hyun sambil mengusap bibirnya yang dicium paksa tadi.

 

Namja tinggi itu kelihatan aneh. Ia masih membelalak dengan nafas memburu. Sampai ketika sesuatu menyadarkannya, ia menunduk. “Mianhae… jeongmal mianhae…. kukira kau adalah… dia…”Lirihnya dengan suara bergetar.

 

Baek Hyun memicingkan mata. Ada yang aneh dengan namja di hadapannya ini. “Dia? Siapa? Dan kenapa kau langsung menciumku begitu saja?”

 

Namja itu mengangkat wajah. Tidak ada air mata di sana yang menggambarkan perihnya luka hatinya. Tapi tatapan dingin, sendu dan tajam itu menggambarkan jelas bahwa ada segores luka di sana yang masih berdarah. “Mianhae,”

 

~***~

 

 

Baek Hyun menyodorkan sekaleng minuman dingin pada namja tampan yang kini duduk dengannya di taman belakang sekolah. Cukup aneh mereka berada di situ sementara bel masuk sudah berbunyi 10 menit yang lalu.

 

“Maaf, tadi aku menciummu,” ucap namja tampan itu membuka suara.

 

“Sebenarnya aku marah, tapi sepertinya kondisimu sedang tidak stabil. Jadi lupakan saja. Berhubung kau juga sebelumnya sudah menolongku.”

 

Namja itu menunduk. “Aku bukan namja seperti itu…”

 

“Aku tahu, kelihatan sangat jelas. Mungkin kau melihat sosok orang lain pada diriku sampai kau berbuat begitu.”

 

Namja itu terdiam, tidak berani menatap Baek Hyun karena ia takut pernyataan Baek Hyun barusan adalah benar.

 

“Namaku byun Baek Hyun. Kelas 2A.”

 

“Aku tahu, kau sudah mengatakannya tadi.”

 

Baek Hyun tertawa. “Lalu kau?”

 

“Kris… panggil saja begitu. Dan aku kakak kelasmu.”

 

“Ah… mianhae, sunbae-nim.”

 

“Jangan sungkan padaku. Berbicaralah seperti tadi.”

 

“Ah ne… ng, Kris hyung?”

 

Namja yang bernama Kris itu menghela nafas pelan. “Kurasa begitu lebih baik.”

 

Suasana menjadi canggung, tidak ada lagi yang berniat memulai obrolan. Baek Hyun juga sudah mulai gelisah karena dia baru 2 hari bersekolah di situ, mana mungkin dia mencari masalah dengan membolos.

 

“Kembalilah ke kelasmu,” ucap Kris tanpa menatapnya.

 

“Eh, kau sendiri?”

 

Kris lag-lagi mendesah. “Kalau aku sudah begini, percuma saja mengikuti pelajaran.”

 

Baek Hyun jadi tidak tega sendiri. Dia semakin penasaran dengan sosok di sebelahnya ini. jelas saja dia juga ingin tau alasan konkrit kenapa namja ini tiba-tiba menciumnya dengan kasar?… sebenarnya bukan kasar juga, hanya seperti sebuah luapan emosi yang melambangkan kerinduan yang menumpuk.. “Ng… hyung,”

 

“Hm…”

 

“Kalau kau butuh teman untuk mengobrol, aku bersedia. Datang saja ke kelasku, dan temui aku setelah jam istirahat.”

 

Kris menoleh dan senyuman itu lagi-lagi menyambutnya. Senyum yang sukses membuat hatinya meleleh. “Baek Hyun…”

 

“Ne?”

 

“Bolehkah aku memelukmu? Sebentar saja.”

 

Baek Hyun jelas terkejut. Ini sungguh tidak biasa, tapi melihat ekspresi sakit itu, Baek Hyun jelas tidak tega. Perlahan dilurukan tangan mungilnya dan menyambut kepala Kris yang mulai bersandar di bahu kecil Baek Hyun. Kris tidak tinggal diam, di ulurkan kedua lengan panjangnya hingga melingkar di pinggang ramping namja mungil itu.

 

Menit-menit berlalu, Baek Hyun merasakan bahwa namja yang dipeluknya ini sudah merasa lebih baik. Tapi ada yang aneh… pundaknya basah, dan samar-samar terdengar oleh telinganya, suara isakan halus yang sukses menyayat hati. Baek Hyun berani bertaruh, namja tampan yang tengah dipeluknya ini telah melewati sesuatu yang membuatnya seterluka ini.

 

“Kau bukan dia… tapi pelukan ini pun…. “ Kris tidak melanjutkan ucapannya, bukan tidak mau, tapi tidak sanggup.

 

Baek Hyun serasa dituntun untuk mengusap punggung Kris. “Siapapun orang yang kau maksud itu… ng, kupikir dia juga akan merasakan kerinduanmu ini.”

 

Kris tidak menjawab, ia semakin mengeratkan pelukan itu. “Mianhae…”

 

Gwenchana… mulai sekarang aku adalah temanmu hyung.

 

Kris merasakan ada sesuatu yang hangat singgah di dalam hatinya. Apa itu, ia sendiri tidak bisa memastikannya. Yang jelas, ia sangat tenang berada di dekat namja mungil ini.

 

Tak jauh dari sana, sepasang mata menangkap pemandangan itu dengan penuh amarah. Ia meremas kesepuluh jarinya hingga buku-buku jarinya memutih. Tampak rembesan darah dari balik kain perban yang tadi bersih melilit di tangannya.. “Byun Baek Hyun… kau…”

 

 

 

~***~

 

Bel pulang berbunyi, Baek Hyun kembali kerepotan dengan barang-barang dari penggemar-penggemar yang berpura-pura rahasia itu yang entah kenapa semakin bertambah jumlahnya. Ia juga harus menahan sabar setiap kali ditegur oleh guru yang mengajar karena bangkunya sudah layaknya stand pernak-pernik barang cantik. Tapi mungkin itu hanya satu hari saja karena dengan cerdik Baek Hyun sengaja bergumam dengan keras. “Aigo… aku sangat berterima kasih karena pemberian ini, tapi aku jadi kerepotan. Kalau saja mereka berhenti memberikan kado-kado ini, aku lebih senang lagi.”

 

“Kubantu membawanya Baek Hyun-ah… aku bawa mobil.”Tawar Kai begitu guru jam terakhir sudah keluar.

 

“Ah…gwenchana, aku bisa naik taxi.”

 

“Tapi kau tampak kerepotan.”

 

“Ah aku saja…” Se Hun buru-buru mengajukan diri.

 

Dan kemudian bangku Baek Hyun kembali dikerubuti oleh beberapa namja yang bahkan namanya tidak diketahui oleh Baek Hyun.

 

BRAAAAKKKK!

 

Seketika suasana menjadi hening setelah Chan Yeol menggebrak meja. “Kalian berisik. Minggir.” dan Kyung Soo hampir saja terjatuh karena di dorong oleh Chan Yeol kalau saja Kai kekasihnya tidak segera menangkapnya.

 

“YA kau… Park Chan Yeol…”Kai sudah berniat memberi pelajaran tapi Kyung Soo melarangnya.

 

“Gwenchana chagi,… biarkan saja.”

 

Belum sempat suasana mendingin, seosok namja tinggi lainnya menampakkan diri di balik pintu. Otomatis ia berpapasan dengan Chan Yeol yang baru saja hendak keluar.

 

Namja itu adalah Kris. Ia hendak melangkah masuk, tapi tiba-tiba kerah bajunya dicengkram oleh Chan Yeol.

 

Semua mata menatapnya tercengang. Mereka sudah sangat keheranan melihat perubahan drastis Chan Yeol si happy virus beberapa bulan ini. tapi lebih mengejutkan lagi, kenapa tiba-tiba Chan Yeol seolah hendak mencari masalah dengan namja terdingin di sekolahnya. Tentu saja Kris, yang jangankan berbicara dengannya, menatap matanya sajapun orang-orang akan ketakutan. Itu sebabnya dia tidak punya teman.

 

Kris mengangkat alisnya atas perbuatan Chan Yeol yang tiba-tiba.

 

“Hati-hati dengan sikapmu… Kris Wu,” ancam Chan Yeol yang pastinya tidak dimengerti Kris.

 

“Kau mengajakku berkelahi?”Balas Kris.

 

“Tidak…” Chan Yeol tertawa sinis. “Lebih tepatnya belum!” Chan Yeol menggerakkan bola matanya ke arah kiri, tepatnya ke arah Baek Hyun yang tengah memeluk boneka beruang putih. Kemudian ia kembali menatap Kris. “Kau mengerti?”

 

“Cih… aku tidak takut.”

 

“Hm, baiklah… kita lihat saja nanti.” Chan Yeol melepaskan cengkramannya dengan cukup kasar kemudian berlalu begitu saja meninggalkan kelas.

 

Kris membetulkan kerah bajunya kemudian melangkah mendekati bangku Baek Hyun. Seperti tongkat yang membelah lautan, kerumunan itu membuka jalan untuk namja tampan ini.

 

“Sini kubantu, kau tampak kerepotan,” tawar Kris.

 

Semua mata kembali membelalak. Beruntung tulang tengkorak Kyung Soo  masih cukup kuat menopang kedua bola mata indahnya, kalau tidak, maka dua bola mata itu akan meloncat keluar saking besarnya ia membelalakkan mata.

 

Mungkin sedikit berlebihan, tapi ini adalah Kris… Kris yang bicaranya paling sedikit. Yang tidak tahu cara berteman dan berinteraksi dengan siapapun. Dan hanya 2 hari kehadiran Baek Hyun di sekolah itu, membawa perubahan drastis bagi Kris.

 

“Ng ne, gomawo hyung,” ucap Baek Hyun girang.

 

“HYUNG????” pekik Kai, Se Hun, Lu Han, Kyung Soo dan yang lainnya tanpa sadar.

“Kajja!” Kris membantu Baek Hyun membawakan ranselnya yang sudah seperti karung beras. Baek Hyun hanya ia biarkan membawa boneka beruang dan 2 kotak kecil. Sisanya Kris mengatasinya sendiri.

 

2 namja berbeda ukuran tubuh itu pun beranjak meninggalkan kelas. Menyisakan keheranan berjuta kali lipat dimata teman-temannya.

 

“Baek Hyun memanggil Kris dengan sebutan hyung? Akrab sekali.” seru Se Hun tak percaya.

 

“Mereka tidak mirip. Terlebih Kris itu keturunan China,”balas Lu Han.

 

“Bukan berarti mereka saudara kan? Baek Hyun juga langsung memanggil Su Ho dengan sebutan hyung padahal baru satu hari kenal.”Kai menimpali.

 

“Ajaib!”

 

 

 

~***~

Chan Yeol menutup kaca helm nya. Tak jauh di sana ia melihat Baek Hyun masuk ke dalam mobil Kris sambil tersenyum girang. Itu jelas membuat hatinya panas. Tapi ia berusaha tidak peduli, melihatnya sama saja dengan menyiksa diri. Ia melajukan motornya, dengan sengaja melintas dengan kecepatan tinggi di depan mobil Kris yang sudah mulai melaju.

 

“AH Sh*t… Park Chan Yeol…” umpat Kris saat ia terkejut karena ulah Chan Yeol yang melintas begitu saja di depan mobil Kris.

 

“Hyung…” Baek Hyun menenangkannya.

 

“Kau tidak apa-apa?”

 

“Ne… hanya kaget.”

 

“Ah syukurlah. Kalau kau kenapa-napa, kubunuh anak itu.”

 

Baek Hyun tersenyum.. “Dia tidak akan membuatku celaka, tenang saja.”

 

Kris mengerutkan kening, tapi ia tidak mau ambil pusing.

 

 

~***~

“Maaf yah hyung, sedikit berantakan karena aku belum selesai berbenah,” ucap Baek Hyun setelah meletakkan minuman kaleng di meja tamu. Ia sengaja mengajak Kris ke apartemen lamanya karena jelas saja ia tidak boleh membawa Kris ke rumah ‘baru’ nya.

 

“Kau tinggal sendiri? Di sini?”

 

“Kalau di sini aku sendiri. Tapi aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ayah tiriku.”

 

“Ha?”

 

“Ini apartemen milik mendiang ayahku. Kami sengaja tidak menjualnya karena berharap suatu saat akan kembali ke Korea. Yah, walau eomma sudah menikah lagi dan punya rumah baru, aku tetap suka tinggal di sini.”

 

“Ah maaf, aku sepertinya terlalu banyak bertanya dan sudah menyinggung hal yang cukup sensitif”

 

“Gwenchana, aku saja yang banyak bicara,” Baek Hyun terkekeh.

 

“Aku juga sepertinya mulai banyak bicara.”

 

“Itu bagus hyung. Kudengar kau tidak punya teman akrab.”

 

Kris mendesah. “Mereka semua menyusahkan.”

 

Baek Hyun tersenyum, kemudian pindah duduk ke sebelah Kris. “Ingin bercerita sesuatu?”

 

Kris menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa, menuntun wajahnya menghadap langit-langit. Setelah itu ia memejamkan matanya. “Panjang… sangat panjang.”

 

“Aku tidak terburu-buru. Aku bisa menjadi pendengar yang baik.”

 

Kris terdiam. Melihat itu Baek Hyun menghela nafas. Jelas saja Kris tidak akan menceritakannya secepat itu.

 

“Ah mungkin lain kali saj__”

 

“Namanya Tao… Huang Zi Tao,” ucap Kris tiba-tiba. Masih dengan mata terpejam.

Baek Hyun membetulkan posisinya hingga menghadap Kris. Bisa ia lihat struktur wajah Kris dari samping dengan garis yang nyaris sempurna.. “Zi Tao.” gumam Baek Hyun. “Chinese?”

 

“Ne… sebelum pindah ke Korea 2 tahun yang lalu, aku memang tinggal di China.”

 

“Hm… Long distance?”

 

“Sangat sangat jauh… karena aku tidak akan bisa bertemu dengannya lagi.”

 

Baek Hyun terhenyak. Kata-kata Kris tidak jauh-jauh dari kata mati.. “Ah mianhae.”

 

“Dia namja terpolos yang pernah kutemui selama ini… sangat polos.”

 

“Kris hyung pasti sangat mencintainya.”

 

“Hm… sangat mencintainya.”

 

“Ng, apa yang terjadi dengan Zi Tao?”

 

“Dia adalah anak seorang mafia kelas atas di negaraku.”

 

Baek Hyun membelalak, sepertinya cerita tentang Tao baru saja akan di mulai.

 

 

 

TBC

 

 

bagaimanakah? apakah diriku ini bisa membuat FF yaoi?

put your comment below juseyo

 

373 thoughts on “[FF] Love & Pain-//YAOI// [Chapter 1]

  1. BBH mengalihkan dunia mereka semua. ……………..kkkk… ngga kebayang pasti d.stu bbh yeoppeo bgett… si thehun kenalan aja susah amat thehun_the_thehun (makannya cadel jgn dipelihara) #eh? … hadiahnya banyak baget ehh…
    jadi pcy sma bbh mereka saudaraannn??!!! dan pernah pacaran???? aaaa kenapa takdir begitu jahat pada mereka….wae??? wae??!!!! #anggry
    krisseu knp km lgsg cium bbh seenak jdat lu… aigoo!!! pcy jadi cemburukann #huft …. semoga chanbaek bisa bersatu dehh ♥♥♥♥♥♥

  2. Baca lagi dan komen lagi~
    aku udah pernah ngomen sebelumnya tapi yah ulangin aja deh dan kebetulan udah lama ngasih komennya :3
    oh jadi ini ya ff yaoi pertama kak ALF? Haha kakak udah punya bakat alami bikin ff yaoi😀
    untuk ff yaoi pertama ini sangat bagus, aku kira waktu itu sebelumnya kakak udah pernah bikin yaoi. Ternyata ini yg pertama, iyakan?!

    Ceritanya dibikin banyak konflik, masalah cinta yg rumit dan menyedihkan. Chanyeol Baekhyun yg awalnya pacaran tetiba jadi saudara karena ayah Chan dan ibu Baek ketemu di Jepang kemudian jatuh cinta lalu memutuskan untuk menikah, damn! Aku jadi keinget drama taiwan yg Devil Beside You, jadi kangen itu drama deh aku :3

    dan juga Kai, Sehun gk punya malu udah ada pacar masing2 juga tetep aja ya terang2an mau ngedeketin Baekhyun. Untung aja Kyung sama Han gk cembolu berat, malah ngasih perhatian juga sama Baekhyun. Hehe Byun Baekhyun kau adalah Alpha (Wo)Man :’v
    baru aja sehari dua hari berada disekolah baru udah jadi pusat perhatian, digemari, menjadi populer. Pengen kek gitu deh :3
    bagian yg konyol itu pas didalem ruang club vocal, berasa ngakak ngebayangin adegannya padahal itu biasa aja kalo dipikir2, tapi narasi cerita dan percakapan yg kakak buat itulah yg membuatnya berasa konyol xDD
    ah sama adegan yg pulang sekolah Suho langsung nelpon eomma nya wkwkwk holang kaya mah terserah xD

    kalo adegan yg masuk area serius sih ya waktu2 dirumah ChanBaek dan banyak deh :3
    nice banget tau gk ficnya

    aku next chapter ya kak😀

  3. gmn ga sakit hati kecewa, benci, atau apapun itu., jika orang yg kita cintai malah jd saudara.
    yeol sikapnya kaya gitu emang wajar, dia mencintai baekhyun. tp baekhyun malah setuju ibunya menikah sm ayahnya yeol.
    aduh…. temen2nya baekhyun udah kyk semut di kasih gula. pada ngeroyok bakhyun semua.
    ada kris di sini. jd pahlawannya baek, n bikin yeol cemburu.
    hiii hhiikk jd terhibur sm cinta mereka nich…

  4. Ga mauu ngerasain cinta kayak Baekhyun sama Chanyeol >< itu rasanya pasti sakitttttt. Wah, mengalihkan perhatian dunia(?) Chanyeol yang sabar ya, Baekhyun juga sabar ya, Kris juga. Jangan ada berantemnya deh Kris Chanyeol, Chanyeol ayo terus berjuang! Jodoh ga akan kemana:v Kris mundur aja ya, Baekhyun milik Chanyeol/plak/ hohohohoho, ceritanya keren ka ALF, ini cerita pertamanya aja keren, em keep writing yaap^^

  5. ah gila … chanyeol nyeremin mau main pukul aja kasiankan baekhyun…
    baekhyun kau terlalu baik sampe nyusahin diri sendiri, tapi kayak ya karakter kamu di sini harus kayak gitu deh jadi yang sabar uri baekhyun …❤
    ALF-jjang emang hebat kalo cerita soal ff baekhyun-chanyeol-kris …
    ALF-JJANG …………
    *eonni nanti kalo comeback jangan lama-lamanya
    <3<3<3

  6. ooh jadi itu alasan chanyeol benci sma baekhyun, krna dulu mereka pacaran dan skrg jadi saudara. chanyeol dingin bgt, beda drastis sama pas dia masih pacaran sm baekhyun.
    duh gusti, baekhyun cantik bgt ya pasti. kai sama sehun aja klepek klepek (?) segitu mereka udh pada punya pacar.
    kris yaampun masa baru prtama ketemu baekhyun lgsg main nyosor aja wkwk kan lucu

    keep writing kak, buruan comeback yoh ^^

  7. Kak ALF? Ini FF yang pernah di posting di FP ya kalau ndak salah(?) /slaped/
    Aku review disini saja ya, kak? /nawar lagi -,-/
    Eumm.. Apa ya, aku pikir sikap Chanyeol benar-benar sulit di terka deh..
    Dan Ya Allah..
    Sehun dan Kai.. Selingkuh terang-terangan! Ndak kasihan noh sama Teteh Luhan jeung Neng Kyungsoo?? /kenapa jadi nyelip sunda? -,-/ *abaikan*
    SuHolang kaya beraksi /backsong : Kotak – Beraksi/ Ada-ada aja dengan sikap Jun Ma Hao.. Bak pahlawan, ngambilin minum belum lagi lansung nelfon emak-nya biar dibeliin motor gede.. Emang kakinya nyampe? /dirajam/
    .
    .
    Flashback-nya agak nganu(?)
    Yang jadi pertanyaan kak.. Kan Chanyeol pacaran sama Baekhyun agak lama.. Nah bapaknya Chanyeol ndak tau??
    Aduh akhirnya berdampak ndak baik deh😦
    .
    .
    Waks..
    Ada bang Naga /read : Kris/
    alamat deh konfliknya bakal setajam golok.. Siapin mental deh aku.
    Semangat terus kak ALF🙂🙂
    Keep writing and fighting!

  8. Ai kak Leon ^.^/
    aku panggil leon yeth…biar keren😀
    ini pertama kali aku baca FF kakak -.-v
    .
    thehun kalau perkenalan the–the–thee . :v :v
    .
    sehun sama kai juga pada terpesonah/? ama baekhyun, emang sih :3 gua juga kok :v
    .
    jadi- ntu chanyeol pertamanya pacaran ama baek, terus putus gegera mereka sodara-an ?? njiirr…. orang tuanya juga gitu. gak peka banget :3
    .
    terus waktu chanyeol ngehantam/? maksudnya ngehempasin :3 baekhyun kedinding … chan kagak kasian apa sama istri sendiri -.-/ tobat yeol :v
    .
    yeaaayy…. tebakan gua bener….
    pasti ada abang Kris!! *elu ganggu aja bang*
    .
    Bang chan kalo cemburu bilang aja :3 gak usah nyerempet-nyerempet mobil. -_-
    .
    and… tao..
    aku tebak pasti pacarnya abang kris..
    ya kan ??

    btw..
    FFnya keren kak leon, baru chapter 1 aja, udah bikin gua greget sendiri…
    udah ya kak..
    mau lompat ke chapter 2 :v :v
    #Ngilang

  9. Ah akhirnya nemu ff Chanbaek lagi yuhuuu dan hasil karya pertama ff yaoi author ALF ya hehe. Duh ini ff yaoi pertama tapi udah bagus deh, ah emang udah bakat kayaknya, hehe
    ini Chanbaek nya sodara tiri? Ah tidaakkk, tapi dulunya mereka pacaran OMG sepertinya bakalan rumit ini *sok tau haha* duh Baekhyun kenapa setuju setuju aja sih orangtuanya nikah lagi, nah kan jadi sodaraan sama Chanyeol nya duh, ah Chanyeol nya dingin banget ama Baekhyun nya, ah tapi nggak papa haha dan haha Suho suho gue tau lu kaya ampe langsung minta motor ke emaknya segala buat bareng sama Baekhyun wkwk dan oh sialll Kris maen nyosor aja sih ah pasti si Naga entar jadi penganggu Chanbaek pasti ih kesel sama Kris da hiaksss, hehehe aku telat banget ya baca ff nya tapi ini ff nya bener bener keren banget, sukaa banget sama ff nya hehe fighting authornim🙂

  10. Ini ni, yang sedih tapi bikin greget..

    Tambah ada Kris..

    Apalagi itu,, mafia,, ya.. Walau dari kisah masalalu Kris.

    Tetep saja..
    Udah ah, next ke Chapter next

    Terimakasih🙂
    Karena ternyata aku masih nemui ff ChanBaek yang belum kebaca..atau akunya aja yang gak pandai nyari..

    Tapi pokoknya nih ff CB menghibur sangat…

  11. aku ga tau yah ini baru chap 1 tapi ko udah nyesek sih. apalagi krisbaek nya haduhhh :”
    gatau kenapa agak kesel sama baekhyun di sini. sebenernya dulu dia cinta ga sih sama cy. ck
    terus terus pas baek bilang sodaraku atau apalah itu seolah negesin (?) banget kalo dia emang sodaranya meskipun dia jg kaya ga rela sih. dan itu nyesekin bgt. heuheu :”

    ngakak pas bagian junmyeon. wkwk :v yaampun janda… sekaya itukah engkau sampe2 langsung minta dibeliin motor. ckck /yaudah sih yah org kaya mah bebas/

    dan ahh krisbaeek. hwaaa :” ga relaaa
    terakhir, Zitao udah mati??

    yuhuu lanjut ke chap 2 aja kali yah :v
    well ini ff ke 2 ka ALF yg aku baca /sekedar info aja sih. dan ini ga penting. eww -_-/

    keep writing author-nim^^

  12. telat banget nggak sih kak baru baca ini sekarang??
    hahaha

    waaaa ini bagus. aku suka suka. Baekki baru pertama pindah udah jadi Primadona. sampai-sampai semua namja ngejar2 dia.

    awalnya ku kira PCY kenapa gitu kok agak sensian ama Baekki. kupikir PCY punya dendam apa gitu sama cowok cantik(?) ehh ternyata mereka sodaraan tiri. nggak nyangka sih.
    mana sebenere mereka saling jatuh cinta lg. kasihan. tragis amat yak.

    ini juga si KaiHun pada nggak punya malu apa ya. padahal udah ada pacar masing2. tp masiiihh aja caper ke Baekhyun.

    part yang bikin ketawa ngakak pas bgian Suho yang dengan absurdnya minta dibeliin motor ma emaknya. itu sumpah nganu(?) banget.
    hahaha. holang kaya mah suka gitu ya.

    suka klo Kris yang jd pihak ketiga hubungan ChanBaek. walau sbenere lebih suka Kai. hihihi.
    yasudah kak Alf sekian dulu ngebacotnya.
    batrey hpku low. power bank jg low. mati lampu pula.
    takutnya ntar nggak kesampaian read chapter 2. (kok jd curhat)
    hahahaha.
    pokoknya, Hidup ChanBaeeeekkkk ♡♡♡

  13. I like it i like it! Chanbaek krisbaek in one pack. Oww so perfecto#slap.. Dan dsini yeol meranin namja cool lg. Ayy ayy captain im melting ughh. Dan ini incest tp gak sedarah(?),, rapopo lah yg pnting mreka sodara tiri-an(?) doang. Sperti biasa penggunaan bhs yg asik bikin reader mkin klepek klepekk. Haa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s