[FF] BYC_ Sweetest Thing [OneShot]


FanFiction

Tittle : “BYC_ Sweetest Thing [OneShot]

Author: AyouLeonForever

CoverPic/ Poster edited By: AyouLeonForever

Genre: Romance, Scool Life, Sad(?) Romance

Rating: PG 15

Lenght: OneShot

Main cast:

*Byun Baek Hyun

* Lee Eun Yoo (OC)

*Wu Yi Fan/ Kris

                         Other Cast: Find It By Your Self

Disclaimer: EXO members belong to himself, parents, agency, and GOD.

Copyright: The story and OC pure from my imagination! No Copy paste without permissions!

warning: Typho(s) every where

 

Summary: obat paling mujarab untuk orang yang patah hati adalah, degan jatuh cinta lagi. “jadi pacarku yah!” simple…

 

Story begin!

Kris berlari tergesa-gesa menuju gerbang sekolahnya, di sana telah berdiri seorang yeoja berpostur tinggi, kulit putih, rambut blonde, dengan pakaian super minim, jeans sepaha, tank top yang memperlihakan pusar, dan hanya di lapisi cardigan berlubang-lubang seperti jala yang hanya bisa menjerat ikan paus atau ikan lain seukurannya.

Eve… what’re you doing here?” sergah Kris dengan nafas terengah.

“Kris…. I miss you” yeoja yang dipanggil Eve oleh Kris barusan langsung menghambur memeluk leher Kris.

“YA!… apa yang kau lakukan???”

“Why? What’s wrong?”

“ck… kenapa kau datang tiba-tiba sekali? Dan kenapa kau mendatangi sekolahku?”

Eve masih bergelayut manja di leher Kris “apa kau tidak mendengarnya?” Eve melepaskan kacamatanya dan menyelipkannya di atas kepala “aku merindukanmu… my bad boy”dikecupnya ringan bibir Kris.

“ck…”lagi-lagi Kris hanya bisa berdecak “pulanglah, aku akan menemuimu sepulang sekolah nanti”

“kau tahu tempatnya kan? Kamar hotel Se__”

“aku tahu… pulanglah”

Eve tersenyum kecil kemudian menuruti keinginan Kris. Masih banyak hal yang perlu ia persiapkan untuk menyambut Kris nanti.

Kris hanya menatap sosok yeoja itu yang masuk ke dalam taxi dan menghilang di balik ujung jalan seiring melajunya taxi yang ia tumpangi. Kris menghembuskan nafas lelah, menunduk sambil memejamkan mata rapat-rapat “It’s show time. Hal yang paling kutakutkan akan segera terjadi”

Tak jauh dari situ, di balik tembok pagar tembok yang tinggi menjulang, seorang yeoja berpostur tidak terlalu tinggi tengah mati-matian membungkam mulutnya agar suara isakannya tidak terdengar. Wajahnya kini telah banjir air mata dan… merah padam. Apa yang baru saja dilihatnya persis di depan mata adalah sebuah kenyataan yang betul-betul tidak bisa ditangkap oleh nalarnya.

Kris… kekasihnya… mempunyai yeoja lain!

Balkon atap sekolah. Satu-satunya tempat di mana ia bisa menangis sekeras-kerasnya tanpa khawatir ada yang melihatnya. Di sana, satu-satunya tempat di mana ia bisa menjadikan angin sebagai sahabatnya, menenangkan pikirannya. Di sana, satu-satunya tempat di mana ia bisa menatap awan, sahabat yang satunya lagi,  mengadu padanya betapa ia sangat terluka. Di sana juga, satu-satunya tempat di mana ia menerima sambutan hangat cahaya matahari yang menerpa langsung kulitnya. Menggoda melanin kulitnya untuk menumpuk di beberapa titik, ia hiraukan karena ia memang butuh kehangatan itu untuk mengusir hawa dingin yang menyerang hatinya.

Tanpa ia sadari, sepasang mata menatapnya dalam diam, sepasang bibir tipis terkulum menahan senyum. Sesedih itukah kau sampai tidak menyadari ada orang lain di sini selain angin, awan dan sinar matahari?

~***~

“Chagi-ah…” seru Kris saat ia menemukan yeojanya di kantin yang tengah meneguk air mineral dari botol “aku mencarimu kemana-mana”

Eun Yoo, yeoja yang dipanggilnya tadi menyunggingkan senyum “aku haus, makanya membeli ini”Eun Yoo memperlihatkan botol yang digenggamnya pada Kris.

“eh, kenapa matamu?” Kris segera menyentuh kedua pipi Eun Yoo, menatap kedua matanya lamat-lamat.

“wae? Ada yang salah?”

“kau habis menangis?”

Eun Yoo angkat bahu “apa seperti itu?” kemudian tersenyum, dan menggamit lengan Kris “kajja, sebentar lagi bel masuk berbunyi”

“ng… kau yakin tidak sedang menyembunyikan sesuatu?”

Eun Yoo menatap Kris dengan penuh makna “kalau aku bertanya dengan kalimat yang sama? Kau akan menjawab apa?”

Kris seketika tercekat, seolah tertampar telak-telak “i…itu…”

Eun Yoo tertawa kecil “tentu saja jawaban kita juga akan sama. Aku jelas tidak menyembunyikan apapun Chagi. Dan kau akan mengatakan padaku, ah aku percaya, tentu saja aku percaya padamu”

Kris menelan ludah dengan sangat susah payah “Ne, kau benar”

“itulah alasan mengapa aku mencintaimu, kau sangat mengerti aku. Ayo kembali ke kelas”

“Ne…”

Kris hanya bisa mengikuti langkah Eun Yoo masuk ke dalam kelas dengan perasaan berkecamuk. Ia merasa, hari-harinya akan buruk.

~***~

Kris terbangun cukup kaget saat melihat jarum jam di arlojinya sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Dengan sangat berhati-hati ia meggeser kepala Eve yang menjadikan lengan Kris sebagai bantal.

“emmm…. kenapa bangun sepagi ini?” Eve yang menyadari bahwa Kris sudah terbangun langsung menggeliat.

“aku terlambat ke sekolah Eve, aku harus mandi dan bersiap-siap. Bisa tolong aku rapikan seragam sekolahku?”

Eve malah beringsut memeluk dada bidang Kris yang terekspos sempurna, selimut yang mereka kenakan hanya menutupi bagian vital saja “hari ini kau membolos saja, aku masih merindukanmu”

“Eve, jangan begini, aku harus ke sekolah” Kris berusaha melepaskan diri, meraih baju mandi yang tergeletak tak jauh darinya kemudian menyelubungi tubuh nakednya.

“baiklah, tapi sepulang sekolah kau harus kembali menemuiku di sini. kita habiskan satu malaman lagi bersama”

Kris menghela nafas panjang “akan kulihat jadwalku”

Eve menatap Kris tajam “kau masih bersama yeoja bodoh itu”

Kris terpaku “Eve… jeball…”

“kupikir kau sudah memutuskannya sebelum keberangkatanku ke Canada bulan lalu”

“tapi Eve, kau tahu kan aku sudah lebih dulu berpacaran dengannya jauh sebelum kita bertemu”

“memangnya apa yang bisa kau dapatkan dari yeoja bodoh itu. aku bahkan tidak bisa menjamin kalau dia bisa membalas ciumanmu.”

“Eve…”

“putuskan dia”

Kris terhenyak “Ta… tapi”

“3 hari cukup?”

Kris menghela nafasnya pasrah. Ia tidak ingin menyakiti Eun Yoo, tapi tidak bisa ia pungkiri, Eve memberikan segalanya yang Kris butuhkan. “akan kupikirkan caranya Eve, jangan mendesakku. Kumohon”

~***~

“lelah?”

Teguran Eun Yoo membuat Kris menoleh “ne?”

“tampaknya kau lelah”

“tidak… aku hanya kurang tidur”

Eun Yoo mengangguk “Oh…” kemudian ia kembali membuka suara “sepulang sekolah, bisa kau menemaniku ke toko buku? Ada yang ingin kubeli”

Kris tersentak “i…itu, ng”

“sepertinya kau sudah ada janji”

“bu… bukan begitu, aku hanya…”

“baiklah, lain kali saja”

Kris menghela nafas lega. Bagaimana mungkin Kris tega mencampakkan yeoja ini “maaf, besok aku janji akan menemanimu kemanapun. Besok kan hari minggu”

Eun Yoo mengangguk, kemudian tanpa sengaja matanya menangkap sesuatu “Kris…”

“ne?”

Eun Yoo mengulurkan tangan, dan dengan perlahan menurunkan sedikit kerah seragam sekolah Kris “ini apa?”

“apa?”

“ada bercak… kemerahan”

Mata Kris membulat.ah sial… yeoja itu… “ini… um, gigitan serangga, aku mengusapnya terlalu kasar, jadinya begini”

Eun Yoo mengangguk-angguk “mm… arayo. Kupikir sama seperti tanda yang kau tinggalkan di leherku beberapa minggu yang lalu”

Mata Kris semakin membelalak “je… jelas saja bukan seperti itu. hahahahaha” Kris tertawa garing.

“ne, aku mempercayaimu, karena aku mencintaimu”

Lagi. Kris hanya bisa mengeluh dalam hati “arayo, karena aku merasakan hal yang sama”

Di sana, tempat di mana ia bertemu sahabat-sahabatnya, lagi-lagi ia menunjukkan kelemahannya, perasaannya yang sebenarnya, air mata yang seharusnya ia keluarkan sejak tadi. Ia menangis tersedu-sedu, dengan isakan yang bisa membuat orang yang mendengarnya tersayat. “angin-shii, dia mengira aku bodoh. aku tidak senaif itu sampai tidak tahu bahwa yang ada di lehernya itu adalah kissmark” ia menggigit bibir “awan-shii, apa karena aku tidak memberikannya hal itu, maka ia mencari yeoja lain?” ia usap air matanya yang menganggu penglihatan, ia biarkan sekali lagi sinar matahari menghangatkan wajahnya, berharap dengan begitu air matanya cepat mengering “matahari-shii, aku begitu mencintainya, kumohon tetap biarkan hatiku hangat agar bisa bertahan dengan sikap baik-baik saja-ku ini”

Sepasang mata yang mengamati itu semakin menyipit. Dengan sepasang bibir tipisnya kini mengembangkan senyum geli. Kejam, ia tersenyum melihat seorang yeoja yang mengadu di sana dengan sangat terlukanya. Menolehlah… karena saat itu tiba, akan kubuat kau melupakan cinta yang menyakitkanmu itu.

Sayangnya yeoja itu tidak menoleh. Setelah memastikan air matanya kering, ia meninggalkan balkon atap dan kembali ke kelasnya.

Sepasang mata yang mengamati itu terpejam, masih tersenyum. “mungkin belum saatnya” lirihnya sendiri kemudian kembali bersenandung dengan suara indahnya.

~***~

Kris menepati janjinya seharian itu Kris menemani Eun Yoo tidak hanya ke toko buku. Ia bahkan menemaninya ke taman bermain, toko pernak-pernik, cafe, toko es krim, dan tempat-tempat lain yang dianggap menyenangkan oleh mereka.

Dan setelah langit mulai memerah, Kris mengantar Eun Yoo pulang “kau senang?”tanya Kris.

“tidak begitu senang”jawab Eun Yoo santai, sambil memeluk boneka beruang yang sempat di dapatkan Kris saat singgah di sebuah stand bermain di taman bermain tadi.

“wae? Ada yang kurang?”

Eun Yoo tersenyum “hum, penutup” dan Eun Yoo memejamkan matanya sambil menghadapkan wajahnya ke arah Kris.

Kris tertawa “kau ini…” dan dengan perlahan ia menggapai bibir mungil itu dan mengulumnya singkat. “sampai jumpa besok Eun Yoo-ah”

Eun Yoo mengangguk “ne” kemudian ia turun dari mobil Kris.

~**~

“aku… lelah Eve. Bisa kita lakukan ini lain kali saja?” tolak Kris saat Eve sudah mulai memainkan manuver lidahnya.

Eve membetulkan posisinya hingga duduk di pangkuan Kris “kau mencintaiku?”

“Eve…”

“kau mencintaiku?”ulangnya karena ia tidak mendapat jawaban yang ia mau

“hm, aku mencintaimu”

“lalu?”

Kris memejamkan matanya sejenak, kemudian ia membuka kemejanya “aku mengerti, lakukanlah”

~~~***~~~

“Kris… kau sakit?”

Kris menggeleng lemah “kurang tidur” kemudian ia tersenyum dan mencubit pipi Eun Yoo sejenak.

Eun Yoo menangkupkan kedua tangannya di pipi Kris “kemarin tidak begini”

“apanya?”

“bibirmu, terluka”

Kris mendesah berat “tergigit”

“oleh?”

Kris menelan ludah “olehku sendiri”jelas saja ia berbohong.

“perih?”

Kris mengangguk manja.

Eun Yoo merogoh saku tasnya, mencari salep berbentuk jel dan mengoles tipis di sekitar bibir Kris yang terluka “lain kali hati-hati. Pelan-pelan saja saat melakukannya”

Kris terbelalak “me… melakukannya apa?”

Eun Yoo memiringkan kepalanya “makan. Tentu saja. Kau menggigit bibirmu sendiri saat makan kan? Atau ada hal lain?”

Kris menelan ludah “Ne, kau benar hahahahahah”ia tertawa garing lagi “aku akan pelan-pelan saat makan”

~***~

 

Eun Yoo POV

Lagi-lagi hanya bisa seperti ini, menangis, dan mengadu pada angin, awan, dan sinar matahari “aku tidak sanggup… aku sudah tidak sanggup. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa terus seperti. Aku bisa mati. Haruskah kuakhiri semua ini? dengan cara apa aku mengakhirinya? Dan lagi… setelah ini berakhir, apa aku bisa melewatinya??” aku menempelkan keningku pada pagar kawat pembatas itu. menangis sekaras-kerasnya di sana, menumpahkan semuanya karena setelah ini aku harus kembali tersenyum dan tertawa di hadapan Kris, memasang wajah aku baik-baik saja di hadapannya dan bersikap seolah tidak mengetahui apa-apa. “aku mencintainya… sangat mencintainya….”

Eun Yoo POV End

 

Sekali lagi, sepasang mata itu mengamati dalam diam. Bahkan ketika Eun Yoo beranjak meninggalkan balkon atap, sepasang mata itu hanya menampakkan eyesmile yang menenangkan. “Apa aku duduk terlalu jauh?”lirihnya seorang diri. Kemudian memandang langit yang begitu cerah siang itu. “tidak hujan… tapi aku seperti basah kuyup setelah melihat air matanya”

~***~

Author POV

“masih belum putus juga?” Eve tiba-tiba berdiri di hadapan Kris yang sedang memasang sepatu sekolahnya.

“Eve”Kris mendongak, dan bisa ia lihat Eve memegang ponsel milik Kris. Sedikit menyesal kenapa Kris tidak menghapus semua pesan masuknya, juga pesan keluarnya untuk Eun Yoo.

“butuh bantuan?”

Kris menghela nafas “tidak perlu Eve, aku juga berniat memutuskannya sore ini”

great, that’s what I meant

~***~

“Eun Yoo-ah…”

“ne?” Eun Yoo menoleh, masih dengan ekspresi aku baik-baik saja-nya

“kita… um”

“waeyo Kris? Ada yang menganggu pikiranmu?”

Kris mengeluh dalam hati. “ada yang ingin kubicarakan”

Eun Yoo melihatnya, kedua mata itu menatapnya sendu dan… Eun Yoo sangat tahu artinya. Mungkinkah Kris sudah ingin mengakhirinya “Kris… kau tahu? Eomma dan appaku tidak di rumah malam ini, dan 3 malam berikutnya”

Kris terpaksa menunda sejenak kalimat yang tersendat di ujung lidahnya, melihat Eun Yoo seperti ingin megalihkan pembicaraan “kemana mereka?”Kris menyeruput Cappuchino pesanannya di cafe langganannya dan Eun Yoo saat mereka kencan.

“Appa dinas keluar negeri, eomma ikut. Jadi 4 hari ini aku akan sendirian di rumahku”

Kris mengangkat alis “mau kutemani?”

“ne… malam ini menginaplah di rumahku”

Kris tersedak “aku hanya bercanda Eun Yoo-ah, ajaklah Minji atau siapapun untuk menemani__”

“2 tahun kan? Jadi kurasa tidak apa-apa kalau kita melakukan ‘itu’”

Kris membelalak “Eun Yoo-ah… kau mengerti dengan apa yang kau bicarakan barusan kan?”

Eun Yoo mengangguk “aku memang naif Kris, tapi aku tidak sebodoh itu. aku hanya tidak ingin kau meninggalkanku”

Kris memejamkan matanya. Bahkan sebelum ia mengatakannya, Eun Yoo sudah bisa membaca isi kepalanya “Eun Yoo-ah, mengenai apa yang ingin kukatakan___”

“Kris, sepertinya mendung sekali, ayo pulang”

“Eun Yoo-ah…”

Eun Yoo menatapnya, dalam “jeball”

Seperti tercabik-cabik. Kris tidak tega melihat sepasang mata berlensa cokelat terang itu, seperti hendak menumpahkan sesuatu, dan itu adalah hal yang paling tidak ingin dilihat Kris “baiklah, ayo pulang”

~***~

“ayo masuk” Eun Yoo hendak membuka pintu mobil Kris tapi Kris yang duduk di sebelahnya langsung mencekal tangan Eun Yoo, membuat yeoja itu membatalkan niatnya.

“Eun Yoo-ah” Kris memulai, tapi pandangannya tidak tertuju pada lawan bicaranya, ia hanya menatap jalan lurus di depan yang terbias oleh kaca yang mulai tampak berkabut karena rintik hujan.

Eun Yoo bisa membaca situasi “masuklah dulu ke rumah, lihatlah, sudah mulai gerimis. Dan sekalian saja kita makan malam di si__”

“kita akhiri saja sampai di sini”ucap Kris dingin

PLETAAARRR.

Suara petir menyambar berserta hujan yang mulai turun dengan derasnya.

Eun Yoo terhenyak, merasa kecolongan, buru-buru ia ubah air mukanya dan berusaha tersenyum “ah benar, besok saja kita lanjutkan. Kencan hari ini kita akhiri saja sampai di sini. annyeong” Eun Yoo buru-buru keluar dari mobil Kris sebelum namja itu mempertegas segalanya.

Dan baru saja Eun Yoo ingin menggeser pagar, dua pasang lengan kokoh terulur memeluknya dari belakang “mianhae…”lirihnya, sangat jelas bahkan tidak teredam oleh derasnya air hujan yang menerpa tubuh mereka.

“K… Kris… hujannya sangat lebat, a… ayo masuk. Kau bisa sakit”balas Eun Yoo dengan suara bergetar. Kini tidak ada yang bisa membedakan bahwa air yang membanjiri wajahnya adalah air hujan atau air mata.

“jeball… aku tidak bisa mengatakannya untuk kedua kalinya”

“Kris… itu…”

Kris mengeratkan lingkaran lengannya di perut Eun Yoo “kita… putus, Eun Yoo-ah”

PLETAAARRRR

Sekali lagi petir menggelegar, kini terdengar bersahutan.

“K… Kris…”Eun Yoo hendak melepas pelukan Kris dan ingin menatap wajah namja itu tapi Kris menolak.

“jangan menoleh, jangan…. aku tidak ingin melihatnya”

“Kris… aku mencintaimu”rintih Eun Yoo, lebih kepada memohon.

Tujuan Kris sebenarnya agar Eun Yoo tidak melihanya menangis, ia tidak rela melepas yeoja ini, tapi ia harus “aku tahu, karena aku juga mencintaimu”

“lalu kenapa?” kini suara Eun Yoo sudah terdengar seperti raungan panjang kepedihan.

Kris menelan ludah dengan susah payah, mencoba agar suaranya tidak terdengar bergetar “aku mencintaimu… tapi saat bersamanya aku merasa menjadi diriku sendiri”

Eun Yoo memejamkan matanya. Akhirnya Kris mengatakan hal itu juga “apa yang diberikan yeoja itu dan aku tidak memberikannya? Tubuhku kah? Sudah kukatakan aku akan memberikannya malam ini, atau kapanpun kau mau”

“Lee Eun Yoo… jaga ucapanmu”

“lalu apa? Aku harus apa agar kau tidak meninggalkanku?”

Kris merenggangkan pelukannya, memutar tubuh Eun Yoo agar ia bisa melihatnya. Raut wajah itu, sakit, terluka, dan kecewa “mianhae… semua salahku”

“Kris… jebal…”Eun Yoo sudah lebih dari sekedar memohon, tapi mengemis.

“kau masuklah, hujan semakin deras. Kau bisa sakit”

“shireo… aku ingin bersamamu”

Kris mengatupkan rahangnya rapat-rapat “mianhae…”

“Kris…”

“ini yang terakhir Eun Yoo-ah. Kita… berhenti sampai di sini saja, kita sebaiknya berteman”

“shireo…shireo….”

“Eun Yoo-ah… jebal”kali ini Kris yang memohon.

Melihat hal itu Eun Yoo tidak bisa lagi berkata apa-apa. Ia menunduk dalam, dengan bahu terlihat bergetar hebat karena ia masih sesenggukan.

Kris mengangkat wajah Eun Yoo, menapakkan tangan kanannya di pipi Eun Yoo. Membungkuk sedikit dan mengecup bibir dinginnya lembut. Setidaknya itu memberikan kesan bahwa mereka berpisah baik-baik.

“saranghae… gomawo… mianhae”ucap Kris setelah melepaskan ciuman itu.

Kalimat yang sangat sempurna untuk sebuah perpisahan yang menyakitkan!.

“Kris….”

Dan Eun Yoo hanya bisa menatap pasrah mobil Kris yang sudah melaju pergi dengan kecepatan tinggi.

Eun Yoo menunduk dalam, masih tak beranjak dari tempatnya, memandang ujung sepatu yang basah dan kotor karena percikan air bercampur tanah. “aku… mencintaimu, apa itu saja tidak cukup?”lirihnya di sela tangisan.

Seketika ia merasakan ada yang aneh. Ia masih mendengar deruan hujan deras di sekelilingnya, tapi kenapa hujan berhenti menerpa tubuhnya. Dan lagi, di depan ujung sepatunya, juga ada sepasang ujung sepatu kets dengan merek yang cukup terkenal. Itu jelas bukan sepatu milik Kris walau Eun Yoo tahu Kris juga punya jenis sepatu yang sama. Itu jelas bukan sepatu Kris karena ukurannya cukup kecil.

Eun Yoo mendongak, dan seketika itu juga sepasang mata mungil menyambutnya, mata mungil yang melengkung ke bawah menampakkan eyesmiled yang begitu mengagumkan. Selaras dengan sepasang bibir tipis yang melengkung ke atas, pertanda sosok itu menampakkan senyuman yang sangat menawan.

Apa dia malaikat maut? Entahlah, Eun Yoo masih ragu karena untuk ukuran malaikat maut, malaikat di hadapannya ini terlalu indah.

Dan sebelum tubuh Eun Yoo ambruk ke tanah, ia masih bisa merasakan sebuah dekapan yang begitu hangat dan… lembut.

~***~

Eun Yoo mengerjapkan matanya saat sinar matahari pagi mengintip di balik tirai yang tidak tertutup sempurna. Ia menatap langit-langit kamar, mencoba menelaah apa yang sebenarnya terjadi.

Mimpi kah?

Ia merengkuh dadanya, rasa sakit itu masih terasa sangat jelas. Pertanda bahwa moment di mana Kris memutuskannya sepihak bukanlah sebuah mimpi. Tapi ada hal yang mengganjal di hatinya selain rasa sakit itu. sesosok wajah yang begitu… indah, dan belum pernah dilihat Eun Yoo.

Dengan sedikit malas ia bangkit dari tidurnya. Dan seketika ia ingat sesuatu. Sesegera mungkin ia menyibak selimut dan mendapati tubuhnya mengenakan kaos lengan panjang dengan bawahan hot pants hitam. “aku tidak mengenakan pakaian ini kemarin. Lalu…” matanya membelalak.

CKLEK!

Pintu kamarnya seketika terbuka, dan sosok Minji, sahabatnya sekaigus tetangganya muncul dengan membawa nampan berisi sarapan “aku yang menggantikan pakaianmu, kau kacau sekali kemarin”

Eun Yoo mengerjapkan matanya berkali-kali, ia yakin bukan sosok Minji yang ia lihat sebelum kesadarannya hilang. Ia bisa memastikan kalau sosok itu lebih kepada seorang namja, walau ia tahu bahwa sosok itu sangat cantik dan indah. (-__-)

“putus?”tanya Minji tanpa perasaan

“ne…”jawab Eun Yoo pasrah.

Minji menyerahkan segelas air putih untuk Eun Yoo “sudah kubilang, jangan tertipu tampang. Aku tahu bule itu tampan, tapi tetap saja dia terlihat seperti buaya”

“Minji-ah…”

“jangan protes, kau tahu kan aku tidak pandai menghibur. Cari saja namja lainnya. Obat yang paling mujarap untuk orang yang patah hati memang adalah dengan jatuh cinta lagi”

Eun Yoo  mengeluh “mana bisa semudah itu”

“mudah… namja cute, manis, tampan seperti gula-gula yang kemarin itu saja. Aku setuju”

Eun Yoo mendongak, menatap Minji penasaran “Na… namja yang mana?”

“ya tentu saja namja yang menolongmu sebelum kau terkapar dan disangka mayat tergeletak di depan rumahmu. Namja yang langsung menyerbu rumahku dan menyeretku ke sini. dan terakhir, apa yang dia katakan yah? Oh dia bilang begini… kau jelek saat menangis. Dan memang, aku setuju ucapannya”Minji tertawa penuh kemenangan.

Eun Yoo tidak memusingkan ledekan Minji, hanya saja… “si… siapa namja itu?”

~***~

Eun Yoo seketika menghentikan langkah saat ia tahu tengah berpapasan dengan siapa di depan pintu kelas.

Kris!

“se… selamat pagi Eun Yoo-ah”sapa Kris canggung.

Eun Yoo mati-matian menelan ludah “selamat pagi” kemudian langsung masuk tanpa berani menatap Kris.

“mianhae”lirih Kris seorang diri sambil memejamkan maa

~***~

Eun Yoo POV

“wae? Wae?wae? kenapa aku harus menderita seperti ini? kenapa? Kenapa dalam hubungan tidak cukup hanya dengan rasa saling mencintai saja? Kenapa? Angin-shii, Awan-shii, Sinar Matahari-shii, kumohon salah satu dari kalian… jawablaaaahhhhhhhhhhhhh” aku membenturkan pelan keningku di pagar kawat pembatas balkon atap sekolahku. Air mataku sudah terburai sejak tadi, dan aku tidak bisa lagi menghentikannya bahkan dengan bersaha mati-matian sekalipun.

“Hey…” Seru seseorang dengan lirih.

Aku menoleh dan…

CUP~

GLEK…

Aku membulatkan mataku, mencoba menelaah satu persatu apa yang sedang terjadi.

Tadi, aku menoleh, melihat seorang namja yang tersenyum langsung menempelkan bibirnya di bibirku, bukan hanya itu, mulutku seolah terisi sesuatu, bundar, dan… manis.

“ah… akhirnya berhenti juga”ucap namja itu girang

“a…aahwa huaksudmhu?”aku jelas tidak mengerti. Untuk memarahinya nanti saja dulu. aku masih tidak mengerti.

“kau bicara apa?” namja ini mengerutkan kening.

Ah sial, benda bulat manis di dalam mulutku ini menganggu lidahku untuk berbicara dengan benar.

“tunggu… bukan begitu cara mengeluarkannya”cegat namja itu, dan tanpa sempat aku bertanya, ia sudah menangkupkan tangannya di kedua pipiku, menempelkan bibirnya di bibirku (sekali lagi), menekan kedua pipiku dan bisa kurasakan benda bulat manis tadi berpindah ke mulutnya. “nah, swekarwang bwicaralah” sekarang aku bisa membayangkan wujud benda iitu yang kini menonjol di sebelah pipinya.

Aku mengerjap-ngerjapkan mata “ada apa ini?”

“aphwa sekwarwang gwilirankwu?”

Aku membelalak “chakkaman” cegatku ketika ia kembali ingin meraih wajahku.

Ia hanya tersenyum, dan sungguh, senyum itu sungguh…. tidak bisa membuatku marah “twunggu”

Kemudian kudengar bunyi gemeretak dari dalam mulutnya. Dia menggigit benda yang kuperkirakan adalah permen itu bulat-bulat dan menelannya. Woah…

“nah, kau ingin bertanya apa?” ia kembali tersenyum.

“itu… kenapa… kau melakukan itu padaku?”tanyaku sambil menundukkan wajah. senyum itu seperti memukul-mukul dadaku hingga membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Senyum yang… sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat.

“maksudmu… mengapa aku mememberimu permen?”

Aku mengangguk.

“supaya kau berhenti menangis. Ibuku biasanya melakukan ini padaku saat aku menangis”

“ta… tapi kau men… menci…”

“menciummu?”

Aku mengangguk

“um… kenapa yah? Padahal eomma tidak mengajarkan cara itu. entahlah, karena kupikir kalau aku langsung melemparnya ke mulutmu, kau akan mati tersedak” ia tertawa, menampakkan deretan giginya yang rapih “tapi berhasil kan? Kau berhenti menangis”

Benar, aku bahkan hampir lupa alasan kenapa aku menangis “aku sudah punya kekasih”kemudian aku menunduk “tapi dia meninggalkanku untuk yeoja lain”

“aku tahu. Sahabat-sahabatmu sudah memberitahukannya padaku”

Aku mengerutkan kening “sa… sahabatku?”

“ne. angin-shii, awan-shii, dan sinar matahari-shii”jawabnya dengan senyum geli.

Sontak wajahku panas. Oh malunya “a… aku pergi dulu”

Namun sebuah tangan mencekal pergelangan tanganku, membuatku batal pergi “lepaskan saja..”

Aku terhenyak dengan pernyataan lirih barusan. Seketika aku menoleh padanya. Ia malah menatap langit.

“awan-shii, angin-shii, dan sinar matahari-shii bilang… mereka lelah mendengar keluhanmu, mereka memintaku menyampaikan ini” namja itu menatapku, sedikit menarikku hingga terhempas kecil ke dadanya. Masih menatap lekat ke manik mataku membuatku hanya bisa menelan kegugupanku “angin-shii bilang namanya Kris?”

Seolah terhipnotis oleh tatapan matanya, aku mengangguk tanpa alasan.

“lepaskan saja yah… setelah kau yakin sudah bisa melepaskannya dengan ikhlas… temui aku, dan akan kuberitahu apa yang perlu kau lakukan agar kau tidak menangis lagi karenanya”

Seolah tercekat, leherku tak bisa mengeluarkan suara apa-apa.

“um… ah, begini saja. Kuberikan kau gambarannya” kemudian ia menyentuh pipiku dengan lembut, dan perlahan ia menundukkan wajah untuk mencium bibirku.

Lembut… sangat lembut.

Dan untuk pertama kalinya aku merasakan sensasi yang cukup berbeda selama aku berpacaran dengan Kris. Tidak terhitung berapa kali Kris menciumku. Tapi, tidak pernah satu kalipun Kris menciumku seperti ini, ciuman yang membuatku seperti melayang dan… tidak merasakan beban sedikitpun.

Anehnya, aku tidak bisa menolak, bahkan jika namja yang tengah mengulum bibirku ini adalah namja asing yang namanya saja tidak kuketahui.

“Byun Baek Hyun”lirihnya sejenak

“ha?” dia membaca pikiranku?

“namaku Byun Baek Hyun. Panggil saja sesukamu.”ia tersenyum

~***~

Beberapa hari berlalu sejak Kris memutuskanku, dan sejak namja malaikat itu… menciumku di balkon atap. Aku sering mencarinya, tapi tidak kutemukan. Aku juga tidak tahu dia kelas berapa, yang kutahu dia juga siswa di sekolah ini karena memakai seragam dengan logo sekolah ini.

Aku sering mencarinya di balkon atap, tapi dia tidak ada. Apa jangan-jangan, dia adalah malaikat asli, yang bisa terbang begitu saja. Dan akan datang padaku saat aku terluka? Kalau benar iya, kurasa aku sudah benar-benar gila.

Aku cukup tersentak saat melihat seseorang dari arah berlawan berjalan mendekat. Aku hampir saja berlari, tapi terakhir kusadari, untuk apa berlari, untuk apa menghindar, semuanya sudah berakhir, bukankah lebih baik memang seperti ini?

Aku melanjutkan langkahku dan masuk ke dalam kelas.

“Eun Yoo-ah” sapaan yang begitu kurindukan itu mampir di telingaku.

Aku menoleh “ne?”

“ah, tidak apa-apa. Aku lupa”

Aku menghela nafas “sulit Kris, sama halnya denganku, aku juga kadang lupa. Jadi kuharap kita bisa memulai untuk membiasakan diri”aku melanjutkan langkahku masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku yang tak lagi berada di sebelah Kris. Hm, Kris memilih pindah tempat duduk. Itu cukup baik!

Jalan terbaik!

Untuk dua orang yang saling mencintai, tapi merasa belum cukup!

Entah kenapa… aku tidak merasakan sakit itu lagi. Aku sendiri takjub bisa mengatakan hal tadi dengan sangat lancar. Apa aku sudah bisa… melepaskannya?

Melepaskan Kris dengan… ikhlas?

~***~

Author POV

Eun Yoo berdiri di balkon atap, menegadahkan wajah menatap langit yang begitu cerah. “awan-shii, kau sangat cantik hari ini”lirihnya

“tapi tidak secantik kau saat tersenyum”sambung seseorang

Eun Yoo langsung menoleh ke sebelahnya “Baek Hyun-shii? Sejak kapan kau…”

“Sekitar beberapa menit yang lalu, jadi sudah lepas?”

Eun Yoo menghembuskan nafas panjang “kurasa begitu, walau belum sepenuhnya”

Baek Hyun menyambutnya dengan senyum mengambang “mau permen?”

Eun Yoo mengangguk “boleh”

Baek Hyun menyodorkan sebungkus permen bundar pada Eun Yoo. Tapi Eun Yoo menolaknya “loh… bukankah kau ingin permen?”

“tempo hari kau memberikannya tidak seperti ini”

Baek Hyun seketika tertawa “aku lupa” ia membuka bungkusnya, memasukkannya kedalam mulut, kemudian ia raih wajah Eun Yoo dan dengan cara yang sama ia pindahkan permen itu dari mulutnya ke mulut Eun Yoo.

Eun Yoo tersenyum, ini memang sangat tidak lazim, mereka berciuman tapi… terasa seperti tidak ada yang aneh dengan hal itu “Baek Hyun-swii”

“hum?”

“swebenarnya kwau kwelasw bwerapa?”

Baek Hyun mengguman “aku? Kelas 1”

Eun Yoo hampir tersedak permennya. Melihat itu, Baek Hyun sigap ‘mengambil’ permen dari mulut Eun Yoo  “jadi kau lebih muda 2 tahun dariku?”tanya Eun Yoo lancar

Baek Hyun mengangguk mantap. Sambil (lagi-lagi) menggigit bulat-bulat permen itu

“oh Tuhan… kau adik kelasku…”

“lalu?”

Eun Yoo menghela nafas “ah… kupikir…”

“kau pikir apa?”

“sudahlah… sekarang katakan apa yang harus kulakukan setelah melepaskan Kris?”

“sekarang perasaanmu seperti apa?”Baek Hyun malah balik bertanya.

“sakit…”lirih Eun Yoo “tapi lega”

“hm… jadi sekarang kau suka dipanggil apa? Jhagi-ah, honey, dear, darling, baby, atau namamu saja?”

Eun Yoo mengerutkan kening “maksudmu?”

“aku memintamu melepaskan Kris bukan tanpa alasan” Baek Hyun menarik tangan Eun Yoo hingga yeoja itu terhempas ke pelukan Baek Hyun “jadi pacarku yah!”

Simple. Tanpa bunga, boneka, cincin dan sebagainya. Hanya dengan sebuah senyuman tipis tapi sukses membuat hati meleleh “secepat ini?”

“apa salahnya? Kita sudah berciuman beberapa kali”

“itu, bukan berarti__”

“oke, kau sudah resmi jadi pacarku”

“tapi kau lebih muda dariku…”

“apa salahnya?”

“ck… bahkan lebih muda 2 tahun dariku”

“aih…”Baek Hyun merangkul pinggang ramping Eun Yoo “hei, kau merasakanya? Angin-shii menghembus pelan, artinya dia mendukungku”

Eun Yoo mengulas senyuman “ya sudah… akan kupikirkan lagi”

Baek Hyun tersenyum “arasso… aku akan menunggu sedikit lagi. jadi kau mau dipanggil apa? Jhagi? Honey, dear, sweet heart, baby? Atau…”

“terserah kau saja, asal jangan memanggilku noona”

Sontak Baek Hyun tertawa “aku juga tidak ingin memanggilmu noona. Aku bahkan berharap kalau kau mau memanggilku oppa”

“apa kau gila?”

“secara psikis tidak. Tapi sepertinya aku sudah tergila-gila olehmu Eun Yoo-shii”

Kontan wajah Eun Yoo memanas.

~***~

Sore itu, Minji mengajak Eun Yoo jalan-jalan dengan tujuan yang tidak jelas. Sebenarnya Minji melakukan itu untuk menghibur Eun Yoo yang selama beberapa hari ini murung dan hanya bermalas-malasan di rumah.

“Minji-ah…” seru seseorang membuat Minji, juga Eun Yoo menoleh.

“Jong Dae-ah? Kenapa bisa ada di sini?”mata Minji membulat saat namja manis bernama Jong Dae itu menghampirinya.

“aku mencarimu ke rumah, tapi omoni bilang kau keluar dengan Eun Yoo-shii”Jong Dae membungkuk pada Eun Yoo  “annyeonghaseyo Noona”

“annyeonghaseyo Jong Dae-ah, mau mengajak Minji kencan?”

Jong Dae mengusap tengkuknya sambil tertawa kecil “tapi sepertinya kalian sedang bersenang-senang”

“ah tidak juga, Minji yang menyeretku pergi, ah begini saja, berhubung kalian sudah di sini, sekalian saja ajak Minji pergi”

Minji membelalak pada Eun Yoo “Hya… lalu kau akan kemana?”

Eun Yoo angkat bahu “aku akan jalan-jalan sebentar kemudian pulang”

“tapi…”

Eun Yoo berkacak pinggang “Jong Dae-ah, cepat bawa yeoja cerewet ini”

“Eun Yoo-ah” Minji membelalak tajam

“Jong Dae-ah…”

“arasso Noona…” Jong Dae meraih lengan Minji “kajja…”

“Ya… lepas, aih… Eun Yoo-ah, kau pulang dengan siapa?”

“tenang, aku bisa pulang sendiri. Selamat bersenang-senang…” Eun Yoo melampai puas. “setidaknya ada yang berbahagia…”

Eun Yoo kemudian masuk ke sebuah toko buku, sebenarnya dia tidak berniat membeli apa-apa, entahlah, ia hanya ingin masuk untuk melihat-lihat.

Matanya membulat saat ia melihat sebuah rak buku yang cukup menarik perhatiannya. Dengan pelan ia menghampiri rak itu dan meraih sebuah buku yang tidak begitu tebal. Matanya semakin membulat “Making Love, how to reach a great sex” ia langsung membungkam mulutnya sendiri setelah membaca judul buku itu. Seketika sebuah tangan terulur dari belakang, memeluk lehernya, dan tangan yang satunya lagi menyambar buku yang dipegang Eun Yoo dan meletakkannya kembali di rak.

“belum saatnya kau belajar ini sayang”bisik suara indah itu.

“Ba… Baek Hyun-shii, aku tidak bermaksud membacanya, aku hanya…”Eun Yoo jelas gelagapan, seolah tertangkap basah.

Baek Hyun terkekeh “tunggu sampai aku berusia 17 tahun dan aku akan mengajarkanmu caranya”

“kapan itu?”tanya Eun Yoo polos, seketika ia sadar “Ya! Apa kau gila???”

Baek Hyun terkekeh lagi “aku tidak gila, hanya sedang bercanda”

Eun Yoo mengeluh kesal

“mau permen?”

Eun Yoo menggeleng “berat badanku naik belakangan ini, aku menghindari yang manis-manis”

Baek Hyun mengangguk-angguk “oh pantas”

“pantas apanya?”

“pantas kau menghindariku belakangan ini. aku kan sangat manis”

Sontak Eun Yoo tertawa mendengar kenarsisan namja di hadapannya ini.

“wah, sepertinya sinar matahari-shii memberikan sedikit tipsnya padamu untuk terlihat sangat cerah hari ini”

Eun Yoo menghentikan tawanya dan menatap Baek Hyun dalam “kau yang sangat hangat Baek Hyun-shii, aku akan seperti ini saat bersamamu”

“makanya, kita pacaran saja supaya kau terus merasakan kehangatanku”

Eun Yoo meninju ringan lengan Baek Hyun “pervert”

“um, mau ke suatu tempat?”

“kemana?”

“ikut saja” Baek Hyun menarik tangan Eun Yoo keluar dari tempat itu.

Tak jauh dari situ sepasang mata menangkap sosok mereka dengan tidak sengaja.

“What’s wrong? Ayo jalan…” tegur seorang yeoja yang mendapati kekasihnya berhenti mendadak.

“ah, tidak apa-apa, mungkin aku salah lihat”jawabnya.

“Kris…”

“hm, aku baik-baik saja Eve. Kita pulang sekarang”

~~~***~~~

Eun Yoo tak henti-hentinya mengerjapkan mata “Whoooaaaaahhh”

“128”

Eun Yoo menoleh “ha?”

“128 kali kau mengatakan Whoooaaaaahhh

Eun Yoo terkekeh “Baek Hyun-shii… aku tidak pernah tahu kalau pantai sangat keren saat musim panas”

“mana bisa kau menyadarinya kalau di matamu hanya ada namja blaster itu”

Eun Yoo mengerucutkan bibirnya “merusak suasana saja” ia kembali menghadapkan tubuhnya ke arah lautan lepas itu. merentangkan tangan selebar mungkin, membiarkan angin sahabatnya menghembus ke arahnya. Kemudian ia memejamkan mata “ah… segarnya”

Eun Yoo seketika tersentak saat jari-jari lentik bermain di sekitar pinggangnya, belum sempat protes, kedua lengan mungil itu sudah memeluk erat perutnya dari belakang

“kau suka?” lirih Baek Hyun persis di telinga Eun Yoo, ia menopangkan dagunya di bahu kecil Eun Yoo, membuat si pemilik bahu hanya bisa menarik hembuskan nafas dengan cepat.

Gugup! “su… suka”

“masih belum bisa menerimaku?”

“menerima apa?”

“sebagai namjachingumu”

“Baek Hyun-shii, ini masih saat-saat terpurukku. Aku khawatir kehadiranmu akan kujadikan sebagai tempat pelarianku dari kesedihan”

“gwenchana, asal aku tidak melihatmu menangis lagi. Aku hanya bosan melihatmu menangis, kau lebih cocok tersenyum”

“Baek Hyun-shii”

“arasso, aku juga tidak memaksa. Tapi jangan larang aku memelukmu”

Eun Yoo mengangguk lemah, dan ia biarkan dua tangan itu semakin memeluk perutnya erat “tapi… sekedar informasi” Eun Yoo menoleh, langsung berhadapan dengan wajah Baek Hyun yang masih menapak di bahunya

“apa?”

“ng… perutku… ng…”

“kenapa perutmu?”

“ter…termasuk area…. se… sensitif”

Bisa dilihat Eun Yoo, semburat-semburat merah perlahan muncul di sekitar pipi Baek Hyun. “benarkah?”

“ne.. jadi… bisa kau pindahkan tanganmu?”

“apalagi selain perut?” tanya Baek Hyun antusias

“kau ini kenapa?”

“hanya sekedar bertanya. Jawablah”

“itu namanya membuka aib, kau kan bukan pacarku”

“sekarang memang bukan, tapi nanti. Cepat katakan”

“aih… jinjja”Eun Yoo melepas paksa lingkaran tangan Baek Hyun yang memeluk perutnya, tapi ia gagal, tak disangka namja itu cukup kuat juga, tubuhnya saja yang kecil, tapi tenaganya O.O

“aku tidak akan melepasmu kalau kau tidak menjawab”

“arasso… arasso. Perut, leher, dan tengkuk. Jangan sentuh itu”

Baek Hyun mengangguk-angguk “perut, leher, dan tengkuk”

“sekarang lepaskan”

“tunggu, kupastikan dulu”

“MWORAG___”Eun Yoo membelalak saat Baek Hyun sudah menancapkan bibirnya di leher samping Eun Yoo, seperti seorang vampir yang menghisap darah korbannya. Setelah itu ia melepasnya dan beralih ke tengkuk Eun Yoo. Bisa ia saksikan Eun Yoo menggeliat kegelian, dan hampir jatuh ke pasir kalau saja Baek Hyun tidak menahannya.

“nah cukup…” Baek Hyun melepas pelukannya dari Eun Yoo, membuat yeoja itu langsung melompat dan seketika mengusap leher dan tengkuknya sambil merinding. Baek Hyun malah menyeringai nakal “tunggu beberapa bulan lagi baru aku memastikannya lebih jelas”

“Byun Baek Hyun! Kau gila” pekik Eun Yoo.

Baek Hyun tertawa “kita punya area sensitif yang sama” Baek Hyun mengedipkan sebelah matanya membuat wajah Eun Yoo memanas

~***~

Tak terasa beberapa bulan berlalu, dan nama Kris seolah tidak pernah terukir lagi di hati Eun Yoo. Hanya saja dia juga belum menerima Baek Hyun sebagai kekasihnya. Masih ada yang ia pertimbangkan, walaupun ia sangat menyukai namja manis itu.

“kau ini kenapa?” tanya Minji saat melihat gelagat aneh sahabatnya yang belakangan ini suka tersenyum-senyum sendiri tanpa alasan yang jelas.

“kenapa? Aku tidak kenapa-kenapa” jawab Eun Yoo singkat sambil memandangi sebungkus permen strawberry yang ia dapatkan dari Baek Hyun kemarin sore.

“kupikir kau sudah sembuh. Ternyata semakin parah sampai mirip orang gila begitu, aih, orang putuh cinta memang mengenaskan”

“Ya! Jaga bicaramu, aku tidak gila”

“lalu kenapa sejak tadi kau tertawa-tawa sendiri”

Eun Yoo menoleh “Minji-ah, kau lebih tua dari Jong Dae kan”

Minji mengerutkan kening “ne, setahun lebih. Lalu?”

“apa tidak aneh berpacaran dengan anak yang lebih muda?”

“aneh apanya. Jong Dae memang lebih muda dariku, tapi sifatnya jauh lebih dewasa dari namja berusia 25 tahun sekalipun”

Eun Yoo mengangguk-angguk

“kenapa? Apa kau menyukai namja yang lebih muda darimu?”

“entahlah…”

Mata Minji membulat “Whhoooaaahhh jadi ini sebabnya kau mirip orang gila? Kau jatuh cinta lagi?”

Wajah Eun Yoo memanas“ah sudahlah, aku mau tidur”

~***~

Eun Yoo merapikan bukunya begitu pelajaran terakhir selesai. Dan seketika ia terkejut dan hampir melempar semua barang-barangnya ketika tanpa aba-aba ada seorang namja yang memeluknya dari belakang dan mengecup pipinya. Beruntung kelasnya sudah sepi.

“Byun Baek Hyun! Berapa kali kubilang jangan mengejutkanku dengan cara ini”

“maaf-maaf, aku terlalu senang” Baek Hyun langsung duduk di atas meja Eun Yoo, kemudian memperlihatkan sebuah benda di depan Eun Yoo “aku sudah dapat SIM”

Eun Yoo melengos “pasti dengan cara menipu”

“tidak lah, ini hadiah ulangtahunku. Besok aku berusia 17 tahun!”

Mata Eun Yoo membulat. Ia bahkan tidak pernah menanyakan kapan ulang tahun Baek Hyun “eh… saengil chukkae”

“katakan itu saat pergantian hari nanti malam”

“mwo?”

“temani aku yah. Ayo kuantar pulang, pukul 8 malam nanti bersiaplah, aku akan menjemputmu”

“tap…tapi..”

“tidak ada penolakan atau…” Baek Hyun mengangkat alis

“atau apa? Kau pikir aku takut ancamanmu?”

Baek Hyun tertawa “baiklah, pilih saja. Perut, leher atau tengkuk”

BLUSH

Eun Yoo menyesal membuka aibnya sendiri “arasso… arasso”

“dandan yang cantik yah”

“aih… jinjja”

“kajja” Baek Hyun langsung merangkul pundak Eun Yoo dengan mesra.

Baru beberapa langkah, mereka berhenti karena melihat sosok tinggi berdiri di ambang pintu kelas, otomatis menghalangi langkah mereka.

“punya kamus?” bisik Baek Hyun ada Eun Yoo

“ne..”

“cepat berikan padaku”

Walau bingung, Eun Yoo segera memberikan kamus pada Baek Hyun.

Namja mungil itu dengan cekatan membolak-balik lembarannya “Excuse me sir… can… can… you… um.. let” Baek Hyun serius membolak-baik kamusnya “ah, can you let us pass?”

Tanpa bisa ditahan Eun Yoo, tawanya meledak seketika. Tapi begitu melihat wajah dingin Kris, ia segera membungkam mulutnya.

“Eun Yoo-ah, bisa kita bicara?”tanya Kris datar

“Whooaaah… kupikir dia tidak bisa bahasa kita”Baek Hyun takjub sendiri. Dia memang belum pernah melihat sosok Kris secara langsung.

“bicara apa Kris?”tanya Eun Yoo

“tidak di sini”

“di sini saja, di luar panas” usul Baek Hyun, atau lebih tepatnya melarang Kris membawa Eun Yoo pergi.

“empat mata” Kris masih tajam menatap Eun Yoo.

Baek Hyun langsung menutup kedua matanya dengan telapak tangan. Sementara Eun Yoo mati-matian menahan tawanya. “silakan bicara”

Kris akhirnya menyerah “siapa namja pendek ini?”

Baek Hyun langsung membuka mata dan membelalak “Ya! Ucapanmu sangat tidak mengenakkan”protesnya “jangan mentang-mentang kau tinggi dan kau bebas mengataiku. Aku pacarnya Eun Yoo”

“Mwo?? Kelas berapa kau?”

Baek Hyun mengumpat dalam hati, kenapa jadi kelas yang dibawa-bawa, apa salahnya memacari kakak kelas? “kurasa tidak ada hubungannya”

“sejak kapan kalian berpacaran?” tanya Kris murka

Baek Hyun berlagak menghitung “berapa lama kau memutuskan Eun Yoo? Kalau kau ingat itu, itulah jawabannya”

Kris semakin mengerang kesal, kemudian menoleh pada Eun Yoo “kau mau berpacaran dengan anak kecil ini?”

Harga diri Baek Hyun semakin terinjak-injak. Sudah dikatai pendek, adik kelas, dan lagi anak kecil. Dengan geram ia mencengkram kerah kemeja Kris “bukan urusanmu lagi, tiang listrik”umpatnya dengan mata menyala. Eun Yoo bahkan menghentikan tawa kecilnya. Ini pertama kalinya ia melihat Baek Hyun semarah itu.

“tanganmu…” Kris menatap tajam ke arah Baek Hyun yang cukup telak lebih pendek darinya.

“aku sudah lama ingin melakukan ini, bahkan kalau tidak ada Eun Yoo di sini, sudah kupatahkan tulang hidungmu”

“lepas…” Kris berusaha menepis cengkraman Baek Hyun, tapi sekali lagi ada yang membuat Eun Yoo takjub. Bahkan Kris tidak bisa melepaskan tangan Baek Hyun. Sekuat apa namja mungil ini sebenarnya?

“berhenti bersikap sok keren di hadapan yeoja yang pernah kau buat menangis. Kau tahu? Air matanya terlalu berharga hanya untuk namja brengsek sepertimu”

BUGH!

“Kyaaa!!” pekik Eun Yoo begitu Kris sukses menghantam pelipis Baek Hyun. Namja itu mundur beberapa langkah saking kerasnya pukulan itu. “Baek Hyun-shii” Eun Yoo hendak mendekat

“menyingkir dari situ Darling, aku tidak ingin kau terluka”cegat Baek Hyun sambil meregangkan lehernya.

Darling??? Sejak kapan?__pikir Eun Yoo. “kumohon jangan berkelahi”

“jadi kau mau aku dipukul gratis tanpa melawan? Oh darling… Kau sungguh tega?”

Eun Yoo berdecak dalam hati berkali-kali. Kapan namja itu akan serius. Padahal suasana ini sangat tegang.

“Eun Yoo-ah, ikut denganku” Kris langsung menggenggam tangan Eun Yoo dan berniat mengajaknya pergi.

“lepaskan tanganmu namja brengsek!” pekikan Baek Hyun menggema seiring pukulannya yang mendarat telak di pipi mulus Kris.

Eun Yoo menjerit lagi. Ia bisa-bisa gila”HENTIKAAAANNNNN”

Kris bangkit, meludah ke sampng karena ia rasa dinding rongga mulutnya sobek akibat pukulan namja mungil itu. ia bergegas menyerang, tapi Baek Hyun lebih cepat menangkis. Bertubuh mungil tidak selamanya menyusahkan, itu justru memudahkannya bergerak lincah, memutar tangan panjang Kris ke belakang dan membantingnya ke lantai dengan tekhnik Hapkido yang ia kuasai. Mereka pun bergumul di lantai dan membuat Eun Yoo hampir pingsan karena tidak tahu harus melakukan cara apa untuk memisahkan kedua namja itu.

Sayang, Baek Hyun cukup lengah hingga tak menyangka kaki panjang Kris menendang perut nya, membuat namja mungil itu terpental dan membentur dinding kelas hingga menimbulkan bunyi debuman keras. Terdapat cetakan sepatu bersol gerigi di seragam Baek Hyun, dan itu sukses membuatnya terbatuk parah dengan nafas hampir raib.

Kris yang lebih dulu bangkit langsung mengangkat bangku kayu dan bersiap menghantamkannya ke arah Baek Hyun kalau saja Eun Yoo tidak bergerak cepat memeluk Baek Hyun dan menjadikan punggungnya sendiri sebagai tameng.

Kris membelalak, dan hampir saja menghantamkan bangku itu ke arah Eun Yoo kalau saja dia tidak buru-buru menahan tangannya dan melempar bangku itu ke arah lain “apa yang kau lakukan Eun Yoo-ah… menyingkir…”

Eun Yoo menoleh dengan pandangan mata berkilat marah “apa lagi maumu sekarang, ha???”

Kris melihatnya, ini pertama kalinya Eun Yoo menatapnya semarah itu. apa karena namja pendek itu? “ikut denganku, kita bicara”

Eun Yoo menoleh sebentar ke Baek Hyun “gwenchana?”

“jangan pergi. Atau aku marah…”

“sepertinya aku memang harus bicara dengannya”

Baek Hyun menangkap tangan Eun Yoo dan menggenggamnya. “pastikan hasil pembicaraanmu dengannya tidak merubah apapun”

Eun Yoo menghela nafas “jemput aku jam 8” ia sempat membelai pipi Baek Hyun kemudian mengikuti langkah Kris keluar kelas.

Baek Hyun mengumpat kasar berkali-kali “kalau kau membuatnya menangis lagi, kupatahkan lehermu”

~***~

“jadi anak itu yang membuatmu mengabaikan kehadiranku selama ini?”tanya Kris saat ia mengajak Eun Yoo mengobrol di sebuah cafe langganan mereka.

“dia bukan anak-anak. Dia sudah 17 tahun, bisa membedakannya?”balas Eun Yoo ketus “lagipula, kenapa kau mempermasalahkannya? Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi wajar kalau aku mengabaikanmu”

“Eun Yoo-ah, maksudku… bahkan saat kita berada di dalam kelas, kau mengacuhkanku”

“lalu apa yang harus kulakukan? Menghampiri bangkumu? Mengajakmu mengobrol?” Eun Yoo melipat tangan di dada, merapatkan punggungnya di sandaran kursi “sekarang katakan padaku, siapa yang lebih dulu membuat dinding pemisah? Aku?”

“Eun Yoo-ah…” Kris kehilangan kata-katanya, ucapan Eun Yoo satu hurufpun tidak ada yang salah, jadi mana mungkin dia bisa mengelak.

“bagaimana kabar Eve?”tanya Eun Yoo berniat menyindir.

Kris menghela nafas “dia sudah kembali ke Canada sebulan yang lalu”

Eun Yoo tertawa sinis “pantas…”

“Eun Yoo-ah, apa maksudmu”

“pantas kau mencariku karena kau sudah kembali merasakan kesepian”

“bi… bicara apa kau?”

Eun Yoo menyeruput cappuchinonya “sudah sore, aku harus pulang dan bersiap-siap. Baek Hyun akan menjemputku malam ini. kalau kau tidak berniat mengantarku pulang, gwenchana, aku bisa naik bis atau taxi. Sampai jumpa. Dan oh, terima kasih kopinya”

“Eun Yoo-ah…” Kris mencekal tangan Eun Yoo yang melintas di sebelahnya”

“ada apalagi? Kris-shii?”

Kris menelan ludah yang seperti karang, Eun Yoo bahkan mulai mempertebal tembok pemisah antara mereka. “Aku… mencintaimu. Still, and always

Eun Yoo mendesis sambil memutar bola mata “lagu lama”Eun Yoo menepis tangan Kris dan beranjak pergi meninggalkan cafe itu.

“aku serius!” lirih Kris seorang diri. Berikut penyesalan yang mulai menggerogoti hatinya sedikit demi sedikit.

~~~***~~~

Eun Yoo POV

Kau menyesal kah? Maaf, aku tidak senaif itu lagi!

TING TONG!!!

Jam 8 tepat. Namja itu betul-betul tepat waktu. Aku sedikit berlari ke pintu depan dan membukakannya untuk tamuku.

“Hai…” sapanya ramah seperti biasa. Hanya saja ada yang merusak pemandangan. Lebam dipelipis sudah menjadi, biru.

“masuklah…”ajakku

“ne…”

“aku ambi tas dulu”

“ne”

Penurut sekali, dan tumben tidak banyak bicara. Aku segera naik ke lantai dua, dan mengambil tas ku. Memastikan penampilanku sekali lagi di cermin, kemudian turun ke bawah menemui Baek Hyun.

Aku mengernyit heran melihat sikapnya “kau tidak enak badan?”

“ha? Tidak… ehm.. berangkat sekarang?”

Aku menghela nafas “ne, tapi bawa aku dulu ke suatu tempat”

“kemana?”

“ikuti saja perintahku”

Baek Hyun menatapku kesal saat aku mendorongnya masuk ke dalam ruang pemeriksaan sebuah rumah sakit. Dan saat pemeriksaan selesai, aku duduk di sebelahnya, berhadapan dengan Dr. Lee yang tidak lain ada pamanku sendiri.

“temanmu ini jangan banyak bergerak dulu. Pukulan di perutnya cukup keras, dia harus banyak istirahat”itu ucapan dokter

“hum… tapi tidak parah kan paman?”tanyaku memastikan.

“tidak separah itu, tapi aku betul-betul menyarankannya untuk istirahat” dokter kembali menatap Baek Hyun yang wajahnya sudah ditekuk 500 “dadamu masih sakit?”

“sedikit”

“ini resep obat yang bisa kau tebus di apotek. Habiskan semuanya dan harus rutin”

~***~

Aku memapah Baek Hyun keluar dari rumah sakit. Moodnya betul-betul jelek, sampai berjalan saja susah.

“kau kenapa sih?”tanyaku kesal

“aku sudah mempersiapkan semuanya Eun Yoo-ah, dan kau dengan gampangnya merusak segalanya”protes Baek Hyun lebih kesal.

“semua akan lebih berantakan kalau kau memaksakan diri. Kau bisa tewas”

“kondisiku tidak separah itu…”

“sudahlah, masuk ke mobil. Biar aku yang menyetir”

Baek Hyun berdecak “kau ini, melarangku memanggilmu noona, tapi sikapmu seeolah kau adalah noonaku saja”

Aku membelalak “berani bicara lagi, aku pulang sekarang”

“arasso… arasso” Baek Hyun masuk ke mobil dan duduk di jok sebelah driver. Aku cukup kaget saat Baek Hyun masuk kemudian membanting pintu mobilnya. Anak ini betul-betul menyebalkan kalau marah.

Aku tidak berhenti menganga melihat sebuah rumah megah di hadapanku.

“i… ini rumahmu?”tanyaku tak percaya.

“bukan, rumah majikanku” jawabnya ketus. Ish!

Aku mengikuti langkahnya masuk ke dalam istana itu, dan seorang pria berjas dan berdasi menyambut kami.

“selamat datang tuan muda… apa acara jalan-jalannya menyenangkan? Kenapa cepat sekali?”sambutnya

Tu… tuan muda?

“Noona itu mengacaukan semuanya” tuduh Baek Hyun, kemudian bergegas menaiki tangga. Tapi sebelum menyusulnya, aku membisikkan sesuatu pada namja berjas dan berdasi tadi. Ia mengangguk setuju dan tersenyum ramah.

Akupun menyusul Baek Hyun masuk ke sebuah kamar yang luasnya 5 kali luas kamarku. Tapi aku tidak punya banyak waktu mengaguminya. “YA! Nae Namdongsaeng” seruku.

Ia duduk di tepi tempat tidurnya dan menatapku heran “sejak kapan aku jadi adikmu?”

Aku melipat tangan di dada dan berdiri di hadapannya “bukankah kau memperkenalkanku sebagai Noonamu pada ahjushi tadi?”

Baek Hyun berdecak kesal “aku semakin benci hari ulang tahunku” kemudian ia menghempaskan tubuhnya di tempat tidur king size itu. ia tidur tengkurap sambil membenamkan wajahnya di bantal. Dia kesal sekali rupanya.

Aku menghela nafas panjang kemudian menghampirinya, duduk di tepian tempat tidurnya dan mengelus lembut rambut cokelat tuanya “marah?”

“tidak… aku sedang tertawa terbahak-bahak”balasnya dengan suara teredam. Itu membuatku terkekeh, Baek Hyun punya segala macam cara untuk mempertahankan senyumku. Bahkan ketika ia kesal begini.

“kenapa kau benci ulang tahunmu?”

Dia tidak menjawab.

“kau tidak pernah merayakannya?”

“untuk apa? Kalau ujung-ujungnya aku hanya akan merayakannya sendiri”

“di mana orang tuamu?”

“Jepang, Beijing, Malaysia, Thailand, Eropa, Amerika, akh entahlah. Yang kutahu mereka hanya beberapa hari di Seoul lalu pergi lagi ke luar negeri”

Aku mengulum senyumku. Anak ini kesepian. “adik kecil… bagaimana kalau malam ini kau merayakan ulang tahunmu dengan Noona ini”godaku.

“jangan merayuku, Noona jahat”

Aku menjitak kepalanya “kau betul-betul memanggilku Noona???”

“aku mau tidur. Kau pergi saja dengan tiang listrik itu”

“tiang listrik? Maksudmu Kris?”

whatever

Aku menghela nafas lagi “kau cemburu?” dia pasti berpikir ada sesuatu di balik pembicaraanku dengan Kris sore tadi.

Baek Hyun tidak menjawab.

“dia bilang.. dia masih mencintaiku”

Baek Hyun sontak membetulkan posisinya dan menatapku dengan tatapan membelalak “lalu kau bilang apa?”

“tidak banyak…”

“tidak banyak itu seperti apa? Kau bilang kau juga mencintainya?”

“kau berpikir begitu?”

“tentu saja… yeoja mana yang tidak luluh dengan namja setampan itu”

Aku terkekeh, baru kali ini aku melihat orang memuji rivalnya sendiri sampai seperti itu “aku tidak menggubrisnya, karena aku buru-buru pulang untuk berdandan. Kita kan mau merayakan ulang tahunmu”

Baek Hyun berdecak kesal “tapi kau mengacaukannya”

“hei, belum jam 12 kan? Masih 3 jam lagi”

“lalu apa? Apa aku harus melewai hari ulangahunku hanya dengan tertidur?”

“sudah kubilang… rayakan saja dengan Noona”

Mata sipit Baek Hyun membulat “di sini? di tempat tidurku?”

“jangan berpikiran aneh-aneh… ikuti saja kataku”

~***~

Author POV

Baek Hyun menatap kue ulangtahun di hadapannya tanpa kedip sekalipun. Padahal itu hanya Tart sederhana yang di bawa kepala pelayan rumahnya tadi setelah mengatakan “maaf Agashi, saya hanya menemukan ini”

“gwenchanayo ahjushi, ini sudah lebih dari cukup”itu jawaban Eun Yoo sebelum kepala pelayan itu meninggalkan mereka berdua di balkon kamar Baek Hyun yang cukup luas.

Eun Yoo menatap Baek Hyun sambil menahan senyum “baru kali ini melihat kue tart yah?”

Baek Hyun menggeleng “yang ini banyak strawberrynya”

“Baek Hyun-shii… make a wish”perintah Eun Yoo setelah melirik arlojinya.

Baek Hyun mengangguk mantap “Tuhan… semoga Noona cantik di hadapanku ini sembuh dari buta matanya”

Eun Yoo  membelalak “Hya! Apa maksudmu? Memangnya aku buta?”

“aish, kau tidak melihat aku sedang berdoa? Itu salah satu alasan kenapa aku mengataimu buta. Alasan lebih jelasnya, karena kau tidak pernah melihat ketulusan namja tampan ini dan terus saja menyuruhku menunggu untuk sesuatu yang tidak jelas”

Eun Yoo mengulum senyumnya “ya sudah, lanjutkan doamu, aku tidak akan menginterupsi”

Baek Hyun kembali memejamkan mata “Tuhan… semoga Noona cantik di depanku ini melupakan namja brengsek yang sialnya sangat tampan dan tinggi itu. Kau pasti tahu namanya, Kris… terakhir… um, Tuhan… semoga kado ulang tahunku kali ini adalah kado terhebat melebihi kado yang pernah kudapatkan sebelumnya. Amin”

Eun Yoo terkaget. Ia bahkan lupa menyiapkan kado.

Baek Hyun sibuk menghitung lilin kecil warna-warni yang menancap indah di kue tart nya “15, 16, 17, ah…genap 17 . huuuufffttt” Baek Hyun meniup lilinnya, disambut tepuk tangan oleh Eun Yoo.

“kenapa aku merasa sedang merayakan ulangtahun anak SD yah?”goda Eun Yoo.

“kau sendiri kan yang menyiapkan ini, padahal rancanganku jauh lebih romantis”

“apa rancanganmu?”

Baek Hyun tampak berpikir “pertama, aku akan membawamu ke depan N Tower”

“menjiplak drama”

“jangan memotongnya” Baek Hyun mengeluarkan 17 bungkus permen strawberry yang ukurannya lebih kecil dari biasanya “lalu kuberikan permen pertama dengan cara kita”

Wajah Eun Yoo memerah.

“dan aku tidak akan melepaskan bibirmu sampai permennya habis. Intinya, satu pemen, satu ciuman manis. Jumlahnya ada 17. Jadi 17 tempat, 17 permen dan…”Baek Hyun tertawa licik “17 ciuman”

Eun Yoo mengelus dada “untungnya rancanganmu itu batal”

“kalau aku mau, aku akan melakukannya sekarang. Aku tidak akan melepaskan bibirmu sampai 17 permen ini habis”

“kalau aku menolak?”

Baek Hyun melipat tangan di dada “jadi tinggal pilih saja. Perut, leher atau tengkuk. Kebetulan kemarin aku belajar dari Chan Yeol bagaimana cara meninggalkan kissmark”

Mata Eun Yoo semakin melebar, seketika merinding “Hya! Kenapa kau mau saja mendengarkan namja mesum itu?” (*authornya minta dirajam)

“tapi tenang saja, berhubung rancanganku gagal total, kita ikuti saja rancanganmu. Sekarang apa selanjutnya?”

Eun Yoo baru bisa bernafas lega “potong kuemu”

Baek Hyun tampak bersemangat “baiklah, potongan pertama untuk cinta pertama”

BLUSH!

Baek Hyun terkadang terlalu blak-blakan, tapi itu sukses membuat lawan bicaranya mati kutu. Seperti yang dialami Eun Yoo saat ini.

“ah… aku punya ide”Baek Hyun menjentikkan jari tiba-tiba.

“ide apa lagi? Kenapa perasaanku merasa tidak enak? Sepertinya akan ada hujan lebat”

Baek Hyun cemberut berat “hari ini ulangtahunku, kau tahu? Bisakah kah mendengarkanku saja dan jangan protes?”

“arasso… arasso, aku hanya waspada”

Baek Hyun memotong kuenya dengan potongan kecil, meletakkannya di piring, kemudian beranjak dari duduknya sambil membawa pipirng kue tadi ke dekat Eun Yoo “candy kiss diganti saja yah”

“maksudmu?”

Baek Hyun mengedipkan sebelah mata “kau akan segera tahu, baby…

“baby? Mengerikan”

Baek Hyun sengaja menyendok bagian kue yang krim nya banyak “buka mulutmu”

“aku disuapi?”

“buka…”

Eun Yoo melengos sambil memutar bola mata. “Aaaa”

Baek Hyun tersenyum kemudian menyuapkan kue itu ke mulutnya sendiri.

Merasa dikerjai, Eun Yoo jelas kesal “Kau…”

Tapi tak berlangsung lama, karena detik berikutnya Baek Hyun menyentuh dagu Eun Yoo, membuatnya mendongak dan ‘menyuapi’ Eun Yoo dengan kue yang tadinya ada di dalam mulutnya.

Eun Yoo hanya bisa mengerjap-ngerjapkan mata karena tidak bisa mengelak.

Baek Hyun melepas kulumannya di bibir Eun Yoo, menatap wajah yeoja itu yang sudah bersemu merah. Baek Hyun membelai pipi Eun Yoo dengan sisi luar jari indahnya, menyeka  sisa krim yang menempel di sudut bibirnya, kemudian menatap matanya intens “There’s something that sweetest than anything… you know what’s that, baby? We called it Love”

BLUSH…

Kini seluruh wajah Eun Yoo sudah mirip kepiting rebus.

“ah payah, kau bilang lebih tua dariku, tapi kau bahkan tidak bisa membalasku dalam hal ini”sindir Baek Hyun berniat melucu. Tapi ditanggapi lain oleh Eun Yoo karena itu tepat di titik rawan.

Eun Yoo memalingkan wajahnya ke arah lain “ne… aku memang terlalu naif.  Alasan itulah kenapa Kris meninggalkanku”

Baek Hyun menepuk keningnya, sepertinya dia salah bicara “maksudku bukan begitu… itu…”

“Baek Hyun-shii, kajja” Eun Yoo langsung mengubah air mukanya, untuk apa mengingat Kris di saat-saat indah seperti ini, ia pun menarik tangan Baek Hyun untuk merapat di pagar besi balkon kamar Baek Hyun. Mereka berdua berdiri bersebelahan “lihat ke atas yah…”

“ke mana?”

“ke langit”

“apa di sana? Gelap, tidak ada bintang sama sekali”

“tunggu…” Eun Yoo berdehem-dehem tidak jelas, membuat Baek Hyun kebingungan.

“kau sakit?”tanya Baek Hyun.

“ck… EHHHHEEEEMMMM” Eun Yoo berdehem lebih keras. Kemudian terdengar suara-suara samar di bawah mereka. Eun Yoo tersenyum. “Baek Hyun-shii. Lihat ini” Eun Yoo memperlihatkan kepalan tangannya di depan wajah Baek Hyun

“apa itu?”

“ini bintang”

“coba kulihat…”

Eun Yoo tersenyum, kemudian berlagak melempar sesuatu ke atas, bersamaan dengan itu…

SHIIIUUUUUUUUUUUU…. WUUUUUSSSSHHHH PLETAAARRR… BYAAARRR (*bayangin aja bunyi kembang api yang meletus di udara, -___-)

Baek Hyun menatap kembang api berwarna-warni itu dengan mata berbinar dan mulut menggumamkan kekaguman.

Petasan dan kembang api bersahutan di udara, seakan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk seorang namja manis dan indah yang menatap langit tanpa berkedip.

“kau suka?”tanya Eun Yoo.

Baek Hyun mengangguk antusias, masih memandangi langit yang tampak ramai dengan hiasan kembang api itu.

“kau tidak pernah lihat kembang api?”

“sering, tapi … yang ini beda, betul-betul indah”

“syukurlah kalau kau suka. Aku tidak bawa kado, jadi.. aku hanya mempersiapkan ini”

Baek Hyun menoleh, setelah tak ada lagi kembang api yang menghiasi langit gelap itu. “kau bicara apa? Kehadiranmu saat ini sudah melebihi apapun. Tuhan mendengar doaku, ini adalah kado terhebat yang pernah kudapat”

“tetaplah tersenyum adik kecil. Karena senyummu itu sudah menyelamatkanku”

“kau juga, Noona cantik. Banyak-banyaklah tersenyum”

Eun Yoo terkekeh dan mengacak rambut Baek Hyun.

Baek Hyun membetulkan posisi, hingga berhadapan dengan Eun Yoo, diraihnya tangan yeoja itu dan menggenggamnya erat “jadi?”

“jadi apa?”

“jadi pacarku kan?”

Eun Yoo menghela nafas “Baek Hyun-shii…”

“sebenarnya apa yang menganggu pikiranmu? Namja blaster itu?”

Eun Yoo menggeleng pasti “bukan…”

“lalu?”

Eun Yoo tertunduk malu “katakan saja aku bodoh. tapi… aku takut”

“takut? Apa yang kau takutkan?”

“aku takut memiliki” Eun Yoo mengangkat wajah “karena aku pasti kehilangan…”matanya mulai berkaca-kaca.

“apa maksudmu?”

“aku menyukaimu Baek Hyun-shii, sangat. Tapi… kalau kau menjadi kekasihku, dan membiarkanku mencintaimu dengan segenap hatiku. Aku akan merasa bahwa kau adalah milikku”

“tidak apa-apa. Aku memang milikmu”

Eun Yoo menggeleng, “saat kau menjadi milikku… hal yang paling tidak bisa kulakukan adalah… melepasmu”

Baek Hyun berdecak, menatap Eun Yoo datar “kau betul-betul naif Eun Yoo-ah. Kenapa kau langsung memikirkan perpisahan di saat kita baru memulai?”

Eun Yoo kembali menunduk “aku takut”

Baek Hyun mendesah berat “kapan-kapan, kalau aku bertemu dengan tiang listrik itu, akan kupatahkan hidungnya”

“Baek Hyun-shii…”

“gara-gara namja itu, kau jadi punya prinsip sesat begini” Baek Hyun menangkupkan kedua tangannya di pipi Eun Yoo, menuntun yeoja itu untuk beradu pandang “I need you, and You want me! I’m yours, and You’re mine. Cukup! Aku tidak pandai mengumbar kata-kata menyebalkan yang membuat bulu kudukku merinding. Tapi Eun Yoo-ah, aku serius. Aku mencintaimu, dan aku tidak ingin melihatmu menangis dalam kesedihan dan keterpurukan seperti saat pertama kali aku melihatmu di balkon atap itu”

“tapi…”

“ck, bukan tapi, nado saranghae”

“Baek Hyun-shii”

“ah sudahlah, kau memang tidak menyukaiku” Baek Hyun berlagak kesal, ia memutar tubuhnya hendak meninggalkan Eun Yoo.

“chakkaman”

Baek Hyun mengulum senyumannya saat ia memunggungi Eun Yoo. “wae?”tanya Baek Hyun pura-pura ketus

“kau berjanji tidak akan meninggalkanku demi yeoja lain?”

Baek Hyun menoleh “aku bukan orang yang suka mengumbar janji. Tapi percayalah, aku betul-betul mencintaimu. Tidak ada yang lebih penting dari itu”

“Kris meninggalkanku karena aku tidak bisa melakukan ‘itu’ dengannya. Dan saat ia menemukan yeoja lain yang bisa memberikan segalanya, dia mencampakkanku. Apa kau juga akan melakukan hal yang sama?”

Baek Hyun mengeluh “mendengarmu mengatakan itu, aku semakin ingin mematahkan hidungnya. Kau tahu? Cinta itu ada di sini” Baek Hyun menunjuk dadanya. “bukan di… errr.. ah sudahlah. Yang jelas cinta dan nafsu itu beda. Kalau hubungan yang awalnya memang dilandasi nafsu dan obsesi, memang akan berakhir seperti itu” Baek Hyun tampak berpikir sejenak “okay, aku memang terkadang berbuat hal yang aneh-aneh padamu. Tapi serius, pelukanku itu bermaksud untuk melindungimu, ciumanku itu untuk menenangkanmu, dan memberitahumu bahwa aku akan selalu ada untukmu”

Eun Yoo menunduk dalam, kata-kata Baek Hyun seolah menghangatkan seluruh tubuhnya termasuk kedua matanya, itu membuat genangan air yang menumpuk sejak tadi akhirnya membentuk sebuah aliran di kedua pipinya.

Baek Hyun menghela nafas panjang. Perlahan ia menyentuh pundak yeoja itu menariknya lebih mendekat dan terakhir memeluknya erat “kau menangis karena sedih atau bahagia? Kalau kau menangis karena sedih, maka aku akan mematahkan hidungku karena telah termakan omonganku sendiri”

Eun Yoo terkekeh dalam tangisnya, namja ini selalu saja punya cara untuk mempertahankan senyumnya “aku bahagia, ppabo. Kris tidak mengatakan hal ini saat ia memintaku jadi pacarnya”

“jelas saja, aku kan keren”

“ani… kau manis Baek Hyun-shii. Kau bilang ada sesuatu yang lebih manis dari apapun, dan kita menyebut itu cinta” Eun Yoo mengangkat wajah, menatap Baek Hyun yang sudah menyambutnya dengan senyuman manis “sekarang aku bisa mengerti, karena aku bisa menempatkanmu di kata terakhir kalimat tadi”

Baek Hyun tertawa “sebenarnya aku lebih senang dikatakan tampan dari pada manis. Tapi karena itu kau, ya sudahlah. Jadi aku tidak perlu bertanya lagi kan? Jadi kau sudah menjadi pacarku sekarang?”

“setelah mendengar ocehanmu, apa aku berani menolak?”

Baek Hyun mempererat pelukannya, ada kelegaan yang ia rasakan bergejolak di hatinya “saranghae… jeongmal saranghae…”

“Na… Nado saranghae… tapi sebesar apapun cintaku itu, aku harus tetap pulang karena ini sudah pukul setengah 1 dini hari. Dan bisa saja kita betul-betul berpisah di saat kita baru memulai, karena kujamin kedua orang tuaku akan menguburku hidup-hidup”

Baek Hyun terkekeh “arasso… aku ini namja yang bertangugung jawab, aku yang akan menjelaskannya pada mereka. tapi sebelum itu” Baek Hyun mengeluarkan sebungkus permen strawberry dari sakunya “kita habiskan ini dulu yah”

Eun Yoo ikut tertawa kecil, sampai kemudian Baek Hyun membuka bungkus permen itu dan ‘berbagi’ bersama Eun Yoo. Sebenarnya Eun Yoo berpikir, tanpa permenpun ciuman mereka sudah lebih dari sekedar manis.

Sangat manis!

“Sweetest Thing” END

38 thoughts on “[FF] BYC_ Sweetest Thing [OneShot]

  1. aigo … gemes jdinya bayangin Baekhyun kayak gitu..
    diem aja udah menggemaskan … apa lgi brsikap kaya gitu .. hehehe

    lagipula , gpp diputusin lelaki sempurna yg gak setia kyak Kris,
    qlo ujung2ny dpt namja kyeopta kyak Baekyunn .. hhehhe

    ouh ya, td ada kata yang sedikit berlebihan dibacanya yak.. tp, bukn msalah besar .. krna author udh berhasil bikin aye nyengir2 sndiri .. hehe

  2. Cikiciew!! Weh weh.. swit swit.. /siul failed/ xD
    Ahey Baekhyun, boleh bagi tuh permen?? /kick/ ^_^v

    ‘tiang listrik’ pergi, si pengendali(?) cahaya pun mengganti xD /eaaa/yang penting samasama bisa nyalain lampu(?)/

    Sweet bener thor😀

    Tapi kenapa ini si ‘tiang listrik’ selalu jadi orang ketiga ya??

  3. Aaa.. Kehilangan Kris tapi dapet Baekhyun~
    :3
    Aih.. Dapet dua”a juga gpp..
    Berbayang Baekhyun kaya gitu..
    Aish, mau culik Baekhyun deh :*

    Kok saya yang jadi merasakan pukulan tepat di Jantung ya..
    Jadi Berdegup kencang gini^^

  4. wah Kris oppa!……….

    baekhyunnya suka ngasih permen langsung dari mulutnnya… ‘enak banget tuh EUn Yoo’ aku juga mau kaya EunYoo baekkie oppa#plak ‘ngarep’

    sweet banget ceritannya ‘khusus buat Baekhyun dan Eunyoo’ kris oppa terabaikan… kris oppa ma aku aja, asal jangan ngarep aku ngasih milikku untuk oppa#PLAK ‘PD abisss..’

    keren thor…

    bikin iri…..

  5. Jiah….tanggung jawab nie authornya…uda bikin aq ketwa,senyum2 sndiri….ampek temn q bilang gila’…pdahal aq kyak gitu gara baca Ff nie……adoh Baehyun _ssi namja cute, manis, tampan seperti gula-gula….wkwkwkwkwkwkkk

  6. WAHH….lucu thor di Love n Pain BaeKris cinte2an ehhh disini tonjok2an…haha
    udh lama gak baca ff straight, rada aneh aja awal2 baca..hehe
    knp sih Kris itu selalu jadi sosok yg..err…gak bisa tegas soal perasaan..!!!ujung2nya dia nyesel kan.!!
    aku suka kisah baekkie disini, sama brondong…ugh…aku ngebayangin cewenya pasti mungil bgt scara baekki aja udh mungil…haha

  7. kiakkiakkiakk… ni ff manis bgt sih kyak Baekhyun.. Aigoo aku jdi pngen pnya pcar kyak Baekhyun #ngarep..
    thor tdi ak ketawa kenceng lho thor pas Baekhyun lgi di cgat sma Kriss trus dia ngelucu,,sumpah tu anak pinter bgt sih ngelucu’y.. hadoohh.. diabetes sya baca ini sking manis’y ni ff..
    well,,awal’y emg nyakitin bgt sih.. bner” gk hbis pikir sma si Kriss,,masa’ mau sih sma yeoja centil kyak gtu.. ihh.. tp untung akhir’y manissss bgt kyak Baekhyun,,senyum” terus ak baca’y..
    btw,,ak jdi mau nih mkan permen pkek cara’y Baekhyun sma Baekhyun oppa #plakk,yadong on.
    aaiihhh.. pokok’y ni ff manis bgt lah,,kkak ALF emg pinter bgt bkin ff manis;asam,asin,pait (?)#nyasar. Daebakk !! ^^

  8. Ngekk ni gw baca ampe 2x tapi ga bosen>.<
    Ihh akting ny eun yoo keren-_-)b trs petir ny kek disengajain gitu—'
    Kris ny jaat'-' sukur lu ditolak(?)
    nt kpn2 gw pen ah galau di atep sklh, spa tau diperhatiin namja kek bebek /plak/
    Tp ciyus dah disini gw anggep si bebek bukan kek ank umur 17taon-_- kek bocah asli-___-v
    Ni ank terlalu blak2an-_- kata2 ny singkat tapi dalem adaw/.\
    Jadi pen liat reaksi si bebek pas ngeliat kue ama kembang api waks–'
    Btw pas si bebek minta kamus kirain pen digetok si wupan, ternyata malah pen ngomong english doh lawak=))

    Kek ny ini bukan sad romance=)) tp humor romance(?)😄 like this yo'-')b

  9. aaa… kereeennn bgt thorrr…
    pengen juga dong dikasih permen sama baekhyun #wink
    pasti manissss…. hahaha #yadong
    seru bgt thorr ffnya so sweeet bgt >,< feel nya dpt ^^
    senyum senyum sendiri habis lihat ff ini thorr kkkkk
    cuman kasian kris selalu jadi korban TT.TT
    tetep fighting thorr.. ^^

  10. Wwkwkwkkw (dateng dateng ketawa-___-)

    Eehh ehh mak ada satu pertanyaan yang ane kepo kepo bingitttt…

    Ehemm itu yang di covernya photonya baekhyun sama eunyoo, eunyoonya itu photonya emak kah? Wks secara kan lee eun yoo nama korea nya emak wkoawkkk~

    Udah kepo bener nih mak wkkwkw

  11. Whooaaaaaaa . . . . . . .
    Manis semanis manisnyaaaa, sweet yg se’sweet sweetnya…
    KYAAAAA……….. Si bacon gemesin banget euy . . . .

    Bener benr sweetest thing dahh..
    Mau dong dibagi ciumannya… *kekeke >,<

    baru baca FF ini nih ALF..
    Aku seringny baca FF yg yaoi disini,
    lagi bosen banget nih, gag bisa tidur, begadang nungguin ibu di rumah sakit *malah curhat
    trus aku kan emang ya kalo sehari kagak buka blog KC minimal 5x tuh belum afdol kaya'ny nih hidup,hehehe

    tadi baca 'Blank Sheet' yg miris tp manis trus sekarang baca 'Sweetest Thing' yg manisny sumpah bisa bikin diabetes..😄

    so sweet banget itu baconnya..
    Bisa aja ciptain gaya baru dalam berkissing ria, wkwkwkwkwk

    DAEBAK !!!

  12. kangen sama KC.. *hug

    ke crita..
    dan PERUTKU PERUTKU PERUTKU KAKA YA ALLAH ADA KUMBANG PADA TERBANG KAKA AH KAKA INI MANIS BAEKYOO COUPLE MANIS BANGEEEEET AAAAAAAA~ KAKA ANA DIABETES NIH #Heboh

    Entah yah ini ngebayanginnya baek dsni manis narsis romantis (3 ..is) PERFECT gitu kaka dan pas kata2 “jadi pacarku yah?” aaahh ana gemeteran kak, itu smbil pelukan gtu SIMPLE BANGET ITU no flower no chocolate no diamond uwaaaaaaa~ hadeuh pngen ana paketin lwat JNE baekhyun ama eunyoo ke rumah..ini sesuai ama jdulnya sweetest thing kyaaaaaaaaaaaa~ ulalaaaaaaaaaaaa~ tolong ana diabetes akut nih kyaaaaaaaaaa~ #MendadakHebohSendiri

    dan kris ama eunyoo msh cinta yah tp krn beda prinsip jd ga sejalan, pacaran jg ga all out krn terbebani, dan berakhr eunyoo jd berpikir putus sblum mulai err trauma *plak kalo dipikir2 kasian hubungan kea bgini yah jd ngebuat ketakutan tersndri akan kehilangan org yg sangat dicintai << pdhal sndrinya jg blm pernah sih -_- kecuali cinta ga nyampe tp udh jauh *mojok

    arrgghhhhh cinta cinta cinta kris nyesel kan kmu naga, klise memang kalo dibilang cinta dari hati tp ga dipungkiri hati abadi slamanya bang ga habis kemakan waktu kalo napsu err lansia jg ud ga bisa *dorr* akh manis romantis kaka doooh kaka walo dkit pait jg wktu eunyoo diputusin kris dan terenyuh jg part eunyoo curhat sma angin matahari sinar matahari ah itu ana lemes..

    Dan AYANGKU YG MEMANG MUKA AMA UMUR GA SINKRON INI CHENCHEN ANA JD MINJI YAH KAKA, PAS CREWETNYA KAN *PLAK oh my~ ana pngen jd minji masa u.u sifat kea org berumur 25 iya emang kak dya mah tua sblum wktunya *diinjek chen* tp ana cinta kmu bang #eaaa

    manis manis kaka :****
    daebak ini banget..
    #deepbow

  13. Baekhyun dibilang manis, imut kaya gula gula sama Minji. Astagaaaaaaaaaaaa,, kaya gula gula? tapi setuju aja deh,haha. Beneran deh, pertama Eun Yoo tau Baekhyun langsung dapet candy kiss, tapi dia gak marah sama sekali, iyalah secara yang ngasih dia candy kiss manis plus imuuuuuuuuuuuuutt,, aku juga mau dapet candy kiss dari Baekhyun #nosebleed

    Baekhyun beneran deh, face and personality totally sweet and cute, bikin Eun Yoo gampang ngelupain Kris.

  14. aigoo~…

    Romantis bnget si Baekhyun…..
    17 permen,17 tempat n’ 17 ciuman..
    wuuuaaaa….jd ng.fly ng byangin baekhyun mkn prmn brdua ma eun yoo ,,,,

    Cinta emg buta,,g mmndang materi dan Usia…

    Kris..jht gliran eun yoo prgi ,,,bru dch dy nyesel..ckckcckckck npha bkn si eve tu aj yg d’ptusin,,,kn ksian si eun yoo,.yg cma jd plarian doang…

    Baekhyun,,,emg pnuh dg k’jutan…^^

    kreeennnn thor,,,Full romance,,,^^

  15. saoloh. Bias gua udah polos jadi makin polos :” patjar gua noh ._.
    Sumpah tor, gua rada ga cocok sama ff yg normal. Gua mending yaoi deh ._.
    Ff ginian bikin gua enpi.
    Ehtapi entar gua mau beli permen yang banyak ah, entar gua kasih ke si bebep bacon unyoh tercinta *ngok
    sequel, tapi main cast yg cewenya gua aja -3-

  16. Aigooo~ ane melting :$
    Aiiing, malu sendiri baca fic ini >///< dari mulai part baekhyun-oppa nya muncul smpai end, jantung yun ga berenti dagdigdug. Ya ampun. Fic ini asik banget. Penyampaian karakter yg berbeda tanpa membuang karakter asli. Aaaa~ gemaaaas. Ocol bgt sih tingkah baekhyun-oppa nya, tpi kesan manis nya gak ilang😀 awal baca masih anteng2 aja, blum kerasa si, tpi pas masuk adegan nyerempet2 baekhyun oppa nya lngsung greget. Bikin senyam senyum sendiri. Eee~ yun ngefly baca ini fic. Rasanya ntu eunyoo itu yun gitu xD haha
    TOP bgt kak Alf😀
    Keep writing ya kak Alf! Next time smoga karya2nya makin kece. Fighting! ^^

  17. aaa… Daebak,daebak,daebak bget ni author’a😀
    baca’a jadi nyengar nyengir sendiri lo thor..
    Itu si abang baekhyun kok romantis bget ya? Mau deh pnya namjachingu kyak abang baek😉

    thor, ini ff bener” romance bget. Satu”nya ff dari segala ff yg paling berkesan buat aku.

    Keep wriring thor😀
    sering” bikin ff cast’a sehun ya🙂

  18. Wey bca komen yg diatas lumayan heboh,
    haha
    tpi pkoknya…
    BAEKYOO COUPLE COCOK BANGEEEEEEEEEEEEEEET…
    Aaaaaaaaaaa
    serius thor bru smpet bca skarang ff mu yg bkan yaoi, n aku bru nemu nih ff, sumpeeeeh kereeen..
    Aaaa
    manis banget,
    pengen dah dicium sma baekkie#plakk,
    haha
    paling lucu adegan pas baekkie menistakan si kris, sumpah itu dalem,sadis bin tajem banget..
    Ya ampuuun, keren ni ff,
    daebak thor,
    udah dh sgitu aja komennya, gak tau mw komen apa lg..
    Haha

  19. aaa~ manis banget masa kayak judulnya😀 kayak authornya juga😄 *nggombal*
    kris mah tega bener, kalo ngga ada baekhyun, pasti eun yoo galaunya ga ilang – ilang deh. baekhyun baekhyun, masih sempet – sempetnya kamu becanda padahal lagi brantem, ckck. ngledek bener ini bocah(?). tapi aku suka perannya baekhyun disini, pervert manis(?) gimana gitu, wkwk

  20. dasarnya kak ALF demen ama baek jadinya apa pun adegan yang manis kebanyakan sama baek :p manis kak, kenapa kakak ga ngecoba bikin straight lagi? ah😦

  21. baekkie, aku juga mau dong permen strawberrynye :3
    hehe…ffnya bagus banget min, baekhyun sumpah narsis beudh…
    romance (y), tak ada kesalahan lagi…
    kecuali bagian terlarangnya gara2 aku masih umur 14
    #itu sih salah lo umurnye masih 14
    hehe… ffnya keren, gue malah bayangin kalo dibikin pilem-_- haha

  22. kris uda lewat …..
    baekhyun bener-bener “Sweetest Thing”
    kya~~ manis banget kamu baekhyun ….
    aku juga mau dong 17 candy, and 17 kiss wkwkwk /dilemparsandal ….

    suka bgt sama dialog ini “lepaskan saja yah… setelah kau yakin sudah bisa melepaskannya dengan ikhlas… temui aku, dan akan kuberitahu apa yang perlu kau lakukan agar kau tidak menangis lagi karenanya”
    jiaaah~~~~ demi apa itu manis banget kayak baekhyun … meskipun kesannya gak serius dan agak gombal tapi kata2 itu bikin melting kkkkk
    dan Eun Yoo beruntung banget
    love this fic ^^ suka banget🙂

  23. Astagaaa… Soooo sweeeet..!!!! Akhirnya kharisma Kris kalah sama ke-unyu-annya Baekhyun!! >.< Aku nyesek banget pas bagian Kris minta putus dari Eun Yoo, karena kebayang banget perasaannya Eun Yoo ga rela ngelepasin cowoknya, apalagi seorang Kris yang semuanya almost perfect gitu=') Tapi… untunglah Baekhyun jadi malaikat disini dan bantuin EunYoo sembuh dari sakit hatinya, hahaha Bener", judulnya pas banget deh, Thor! Sweetest Thing. Baekhyun disini super manis, EunYoo is so lucky wkakaka

  24. sumpahhh DAEBAKKKKKKK!! gw salting sendiri thor bacanyaa duhh , gwa malah mau sampe nangiss feel nya dapet bgt kacau juh ff gabisa tidur kan gue wkwks , semangat yaa thor keep writing , ditunggu ff selanjutnyaa yang ga bisa bikin gw tidur kebayang bayang ‘lagi’ i love you thorr /muah/ daebakkk ,ini ff favorite gw sekarabf ,walaupun maincastnya bukan kyungsoo tapi feelnya tetep buat greget ,udh ah nt kepanjangan author marah lagi hehe makasyii.thorrr bmgua cinta sama eluu😄

  25. Lagi iseng cari ff.. eh ketemunya yang ini..
    haduh baekhyun cute banget sumpah…
    manis.. Kayak permen :3😀
    nice ff! Aku suka banget sama ffnya! Hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s