[FF] ANOTHER CHANCE [PART 9]


FANFICTION

Tittle : Another Chance [PART 9]

Author : AyouLeonForever

Cover pic/poster edited by : AyouLeonForever

Genre: Romance, Angst, Tragedy, Suspense

Length: Chaptered / Series Fic

Rating: PG15, T

Main Cast:

*Do Kyung Soo

*Lee Hana

* Kim Joon Myun

*Wu Yi Fan/Kris

*Park Min Yeong

Other Cast: Find them by your self :p

Disclaimer: All off the cast(s) belong to his/her self, parents, agency, and GOD

Copyright: The story and OC belong to me!No Copy paste without permissions!

warning: Typo(s) every where

PART 8

AUTHOR POV

Sosok itu awalnya terdiam, dan dengan tangan sedikit bergetar ia merogoh jacketnya, dan mengeluarkan sebuah benda. Ia memperlihatkan sebuah kalung dengan cincin yang tersemat di dalamnya. apa kau mencari benda ini???

*ia bergerak mundur ke belakang dengan tubuh bergetar ke…kenapa cincinku bisa ada padamu? Di… dimana kau mendapatkannya? *ia mencoba agar pikirannya tenang, karena kalau sampai orang ini tahu, maka tamatlah semuanya.

bukan aku yang menemukannya duluan, tapi… Do Kyung Soo

Seperti terkena serangan jantung, *ia terkejut bukan main sambil menekan dadanya ti… tidak mungkin

sejak awal teror itu, aku memang mencurigaimu, tapi saat Hana mengatakan pelakunya mungkin seorang namja, aku menarik kembali kecurigaanku dan sempat bersyukur… namja itu mendekat dengan tatapan nanar bersyukur karena kukira orangnya bukan kau…

*ia mencoba tertawa, walau itu terlihat sangat tidak wajar bicara apa kau? Teror apa? Kau sedang membicarakan apa? Kau pasti sedang kedinginan hingga pikiranmu kacau *ia menghampiri namja itu di luar saljunya cukup lebat, kau basah… biar kubantu melepas pakaianmu.

enyahkan tanganmu dari tubuhkubentak namja itu bertepatan saat ia menepis tangan*nya yang mulai menapak di dadanya berhenti menutupinya karena aku ke sini bukan tanpa alasan

bicara apa kau? Aku sama sekali tidak mengerti

Lee Hana

Hanya dengan nama itu *ia langsung bergerak mundur ke belakang. Tidak bisa lagi mengelak.

KENAPA KAU INGIN MEMBUNUH LEE HANA???? bentak namja itu.

Nama itu semakin menggerogoti pikirannya, membuat darahnya mendidih dan naik ke kepala tidak ada gunanya lagi menutupi semuanya KARENA AKU MEMBENCINYA… AKU MEMBENCINYA… AKU SANGAT MEMBENCINYA pekiknya histeris

WAE??? WAE???namja itu bertanya dengan nada sakit. kenapa harus Lee Hana?

*ia tertawa, padahal air matanya mulai mengalir deras kau tanya kenapa? Kau … Kim Joon Myun, bertanya padaku kenapa??? *ia menghentikan tawanya, menatap namja yang tidak lain adalah Su Ho itu dengan tajam Lee Hana merebut semua yang kuinginkan… semuanya… semuanya… perhatian semua orang… namja yang sanga kucintai… dan sekarang kau… kau juga mencintainya kan? Kau sangat mencintainya kan???? *ia kembali histeris, seperti orang gila.

Su Ho  mendekat, mencengkram kedua pundak*nya PARK MIN YEONG…. SADARLAH…. bentaknya.

~***~

Kyung Soo POV

“Kyung Soo-ya… Kyung Soo-ya”

Aku menggeliat, membuka perlahan mataku dengan malas “ng?”

“sudah pukul 8 malam, kau tidur sejak tadi siang, dan belum makan apa-apa”Hana menatapku cemas, ia duduk di bawah, persis di samping sofa tempatku terbaring tadi.

“aku tidak lapar”jawabku “aku mengantuk”

“Kyung Soo-ya”

Aku kembali memejamkan mataku. Apa sejak tadi Hana di sini menemaniku? Yah, tepat setelah Kris hyung mengantar kami pulang, aku langsung menghempaskan tubuhku di sofa ruang tamu, bahkan untuk ke kamarpun aku sudah tidak punya tenaga. Jadi aku tidak tahu apa-apa setelah itu. Aku hanya ingin tidur, itu saja.

“Kyung Soo-ya” Kurasakan Hana menyentuh puncak hidungku dengan ujung jarinya

“ng… aku mau tidur”

“makanlah dulu sedikit, setelah itu kau boleh kembali tidur”

“Hana-ya…”

“ne…”

“bahkan kalau itu kau yang menganggu tidurku, aku tidak akan mengampunimu”

“tapi perutmu bisa sakit kalau kau tidak makan apa-apa seharian…”

“Hana-ya… besok aku akan makan”

“tapi…”

“Hana…”

“Kyung Soo-ya”

Dia mengira aku memanggilnya, padahal aku sedang menghitung “deul…”

“ha?” dia mulai tidak mengerti.

“set…”aku membuka mata kemudian dengan sigap menarik dan mengangkat tubuh Hana, terakhir menghempaskannya di atas sofa dan memeluknya di sana.

“Kyung Soo-ya, apa yang kau lakukan?”ia meronta saat kugunakan tubuhnya sebagai bantal peluk.

“sudah kubilang aku tidak akan mengampuni siapapun yang mengganggu tidurku” ucapku berniat melanjutkan tidurku.

“Kyung Soo-ya…”

“arasso… 10 menit. Jadi diamlah, setelah itu aku akan bangun untuk makan”

Hana mengeluh “janji… hanya 10 menit”

Aku mengangguk dengan mata terpejam. Dan akhirnya Hana berhenti meronta, membiarkanku memeluknya.

Tetaplah seperti ini Hana-ya, tetaplah berada di pelukanku, agar orang lain tidak bisa lagi mencelakaimu. Kalaupun ia memaksa, aku tidak akan tinggal diam walaupun aku harus menukarnya dengan nyawaku.

“Kyung Soo-ya” lirih Hana

“ne…”

“sudah sepuluh menit”

“kenapa secepat itu?”

“bangunlah…”

Aku masih memejamkan mata, sambil tersenyum “aku adalah snow white

“jangan bercanda, bangunlah”Hana menepuk-nepuk pipiku

“aku tertidur setelah memakan apel beracun dari nenek sihir”

“akan kucarikan penawarnya, sekarang lepaskan aku”

Aku semakin mempererat pelukanku “penawarnya ada di bibirmu”

“Hya… kau genit sekali”

“aku tidak akan bangun sebelum kau memberi penawarnya”

“Kyung Soo-ya…”

“aku menunggu…”ucapku masih memejamkan mata.

Hana mendesah berat, dan itu bisa kurasakan menyapu wajahku “sebenarnya apa yang terjadi?” Hana menyentuh pipiku.

“tidak ada yang terjadi, tidak AKAN ada yang terjadi. Tidak akan ada lagi yang berani menyakitimu, aku berjanji”

Hana tidak menjawab. Kupikir kenapa, sampai ketika aku merasakan sesuatu yang hangat dan lembut menyentuh bibirku, aku baru membuka mataku. Hana menciumku. Aku baru ingin menarik wajahnya, tapi dia sudah melepasnya lebih dulu “Hana-ya, kenapa berhenti?”

“bukankah kau sudah bangun… ayo makan. Supnya pasti sudah kembali dingin”

“payah” aku mengeluh, melepas pelukanku kemudian dengan malas-malasan bangkit dari sofa dan menyeret langkah menuju dapur.

Hana menyuguhkanku segelas air hangat sebelum menyiapkan makananku. Aku meneguknya perlahan sambil memperhatikan setiap gerakan Hana.

“Hana-ya”

“ne…”

“bagaimana kalau kita menikah saja”

Hana terbatuk “apa kau gila? Kau ingat Berapa usiamu?”

“20”

“dan kau pikir itu adalah usia yang cukup matang untuk menikah?” Hana mengetuk pelan keningku dengan sentilannya “pikirkan dulu karirmu, dan kau bisa kembali menanyakan hal itu padaku 7 tahun lagi”

Aku tersedak “mworago? 7 tahun? Kau memintaku menunggu sampai 7 tahun?”

Hana mengangguk polos, sepertinya dia sedang tidak bercanda “27 tahun kurasa sudah cukup matang”

Aku tertawa tidak percaya “7 tahun itu lama sekali Hana-ya, aku bisa saja sudah mati selama menunggu sampai usiaku 27 tahun”

“sebenarnya apa bedanya? Aku kan tetap berada di sisimu selama itu”

Aku semakin tertawa tak percaya “jelas beda Hana-ya, kalau kita menikah, kita bisa tinggal bersama dalam satu atap”

Hana duduk di sebelahku kemudian menggeser mangkuk ke depanku yang sudah diisi makanan olehnya “bukankah kita sudah tinggal satu atap”

“Hana-ya, aku tidak bercanda”

“aku juga tidak bercanda, gedung ini memiiliki satu atap. Apartementku dan apartementmu berada dalam satu atap”

Aku menepuk keningku. Obrolan kami terlalu santai dan terlalu ringan untuk orang yang baru saja diteror. Maksudku Hana, apa dia lupa tadi siang nyawanya hampir saja melayang? Dan lihat bagaimana dia bisa sempat-sempatnya bercanda denganku. ”kalau aku mengatakannya secara jelas, kau pasti mengataiku jorok”

“memangnya apa yang kau pikirkan?”

“tentu saja kita bisa melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri kalau kita sudah menikah”

Hana menangguk-angguk, aku jadi ragu dia mengerti atau tidak “kita juga bisa melakukannya sekarang”

“uhuk…”aku tersedak nasi.

Hana berdecak berkali-kali “kau mimisan lagi”Hana langsung menyerahkan beberapa lembar tissue padaku.

Ah kenapa aku mimisan lagi? Apa karena memikirkan hal ‘itu?’. Semoga Hana masih tidak menyadarinya.

“itu karena kau membuatku terkejut Hana-ya. Apa maksudmu dengan kita juga bisa melakukannya sekarang?”

“memasak bersama, berbelanja bersama, mencuci bersama. Bukankah itu yang dilakukan sepasang suami istri”

Hendak rasanya kutelan langsung mangkuk yang ada di depanku ini. Hana betul-betul tidak mengerti apa yang kumaksud “sudahlah, kau memang tidak ingin menikah denganku. Jadi untuk apa berdebat” aku membuang tissue tadi di tempat sampah dekat meja makan. Kali ini perdarahan di hidungku tidak terlalu banyak

“siapa bilang aku tidak ingin menikah denganmu? Baiklah… aku berjanji. aku hanya akan menikah dengan Do Kyung Soo”

“kapan?”

“7 tahun lagi”

“oh” Kulanjutkan saja makanku. Pembahasan ini tidak akan selesai. Tapi sebenarnya aku sudah merasa sedikit lebih baik. Berdebat dengan Hana dalam hal apapun memang menyenangkan, selalu membuatku tenang. Walau aku terlihat sedang marah, tapi efek yang diterima tubuhku justru positif, aku merasa sudah lebih rileks. Makanya aku tidak pernah bosan mengobrol apa saja dengan Hana. Entah itu bercanda, bertengkar, atau apa saja, asal bersama Hana, karena yeoja ini selalu bisa mengimbangiku.

“kenapa kau menatapku seperti itu?”tanyaku pada Hana saat menyadari sejak tadi ia memperhatikanku dengan seksama.

“tidak kenapa-kenapa, aku hanya ingin memastikan apakah kau sudah merasa lebih baik sekarang?”jawabnya.

“ne… berkat leluconmu”sindirku.

“Kyung Soo-ya”

“ne…”

“sebenarnya ada yang ingin kubahas denganmu, tapi… aku tidak yakin karena ini pasti akan membuatmu semakin tidak tenang”

Aku menatap Hana, dia terlihat sangat serius. “katakanlah”

“akan kukatakan, tapi habiskan dulu makananmu”

~***~

“tadi siang… saat kau pergi mengurus sesuatu yang aku tidak tahu. Aku dan Kris oppa sedang membahas sesuatu” Hana membuka obrolan seriusnya begitu aku selesai makan, Hana telah membersihkan meja dan kembali duduk di sebelahku.

“tentang apa?”

“awalnya tentang peneror itu”

Aku mengerutkan kening “awalnya? Maksudmu?”

Hana mengangguk takut-takut “dan entah kenapa pembahasan Kris oppa justru beralih pada Su Ho”

Aku tercekat. Nama itu… nama yang kini sangat tabu di telingaku “ke.. kenapa dengan Su Ho?”

Hana terlihat sangat gugup, seperti ragu hendak menyampaikannya atau tidak “ini hanya pendapat Kris oppa yang menurutku sangat tidak masuk akal. Dia bilang… ng… dia bilang”

“katakanlah Hana-ya. Tidak apa-apa” aku sudah bisa sedikit menebak apa yang akan disampaikan Hana. Karena ini adalah pendapat Kris hyung, jadi kurasa dia sudah tahu, walau itu hanya sebuah dugaan.

Hana meraih tanganku dan menggeggamnya “aku jelas tidak percaya perkataannya, karena kutahu Su Ho adalah sahabatmu”

Aku tidak merespon.

“Kris oppa bilang kalau… Su Ho…” Hana menggigit bibir “dan peneror itu… adalah orang yang sama”ucapnya pelan dan takut-takut,

Sudah kuduga, Hana akan mengatakan ini.

“tapi kau tenang saja, aku sudah bilang pada Kris oppa kalau itu tidak mungkin. Su Ho sangat baik padaku dan selalu melindungiku saat kau tidak ada. Jadi aku tidak percaya kata-katanya” Hana berusaha tertawa, dan kurasa itu adalah caranya untuk menenangkanku. Aku menghembuskan nafas, sebenarnya Hana tidak sebaiknya tahu hal ini. karena kalau dia tahu, dia tidak akan bisa menerimanya.

“itu hanya dugaan Kris hyung, belum tentu benar”ucapku terpaksa.

“ne, aku sependapat denganmu. Kris oppa tidak mengenal Su Ho, makanya dia segampang itu menuduhnya. Dan lagi, Kris oppa semakin tidak waras saat dia mengatakan kalau Su Ho punya perasaan khusus padaku, hanya dengan berlandaskan alasan tidak masuk akal, seperti sorotan mata Su Ho saat menatapku. Dan… ah… Tidak masuk akal bukan?”

Aku terhenyak, tapi buru-buru kututupi dan berusaha bersikap santai. Kris hyung, tidak salah aku mengagumimu, kau jenius. “Hana-ya, kau hebat. Setelah membuatku, dan Kris hyung jatuh cinta padamu, bahkan Su Ho ikut terpesona denganmu”

“Kyung Soo-ya, itu jelas-jelas tidak masuk akal. Mustahil… tidak mungkin”tegas Hana.

“ya sudah, kalau mustahil, kau tidak perlu memikirkannya”

Hana menghembuskan nafas “kau benar… Su Ho tidak mungkin menyukaiku. Hanya orang bodoh yang mau menyukaiku”

Aku berdehem.

“apa aku salah? Kau kan memang bodoh sampai menyukai yeoja sepertiku”

“dan kau lebih bodoh lagi. Sudah tahu aku bodoh, kenapa kau masih mau menerimaku?”

“kalau aku tidak menerimamu, aku bukan lagi bodoh. tapi gila”

Lihatlah, Hana kembali membuatku tertawa kecil padahal sebelumnya obrolan kami cukup sensitif. “kau terlihat cukup santai untuk ukuran orang yang baru saja melewati musibah dan hampir menjemput maut”

Hana langsung terdiam. Dan itu sangat spontan karena raut wajahnya berubah tegang.

“ah mian… mian. Bukan bermaksud mengingatkanmu pada hal itu. Aku hanya takjub”ralatku cepat-cepat.

“ne… kau benar. Aku sendiri juga tidak tau, padahal tadi itu… aku betul-betul takut”

“Hana-ya”

“saat aku sedang bersamamu, aku tidak merasakan takut sedikitpun. Entahlah, mungkin karena aku tahu bahwa aku akan aman selama aku bersamamu. Lain halnya lagi kalau aku sendirian”

Aku meraih tangan Hana dan menggenggamnya “makanya kubilang, kita menikah saja”

“Hya… apa hubungannya?”

“sangat berhubungan. Kalau kita menikah, bahkan saat malam haripun kita akan tetap bersama”

pervert

Aku tertawa, kemudian melirik arlojiku “sudah pukul 10. Kau menginap saja di sini”

Hana melengos, kemudian memakai mantelnya “merenunglah, akhir-akhir ini kau sering berpikiran jorok”

Aku menangkap tangannya “aku tidak bercanda” kutatap ia serius.

Hana terdiam, sepertinya sadar bahwa aku tidak sedang main-main “a… tapi Kyung Soo-ya…”

“kau tidurlah di kamarku. Aku akan tidur di sofa. Aku jelas tidak akan membiarkanmu sendirian. Ini tidak main-main Hana-ya, aku betul-betul tidak tenang kalau membiarkanmu sendiri”

“tapi Kyung Soo-ya, selama ini aku aman di apartementku”

“siapa yang bisa menebak kau akan tetap aman. Setidaknya aku sendiri bisa menjamin keamananmu saat kau berada dalam pengawasanku”

Hana sedikit berpikir, “baiklah…”Hana kembali menatapku “tapi aku tidak akan membiarkanmu tidur di luar”

Aku membelalak “Hana-ya…”

Hana tersenyum “kau juga harus tidur di kamar”

~***~

Author POV

Su Ho  mendekat, mencengkram kedua pundak*nya “PARK MIN YEONG…. SADARLAH….” bentaknya. “kau sudah seperti orang gila”

Min Yeong menatap Su Ho tak percaya “dan sekarang kau mengataiku gila?….”

“lalu apa lagi sebutan yang pantas untukmu? Psikopat??? Pembunuh berdarah dingin? Hanya karena rasa iri, kau mau membunuh orang lain?”

Min Yeong menepis tangan Su Ho “lalu kenapa? Kenapa kalau aku ingin melenyapkan Hana? Kenapa? Kau takut kehilangannya??? Karena kau terlalu mencintainya?”Min Yeong melengos “kurasa posisi kita tidak jauh beda. Kita melakukan apa saja demi orang yang kita cintai. Hanya saja kau tidak seberani itu mengambil resiko untuk melenyapkan Kyung Soo agar kau bisa bersama Lee Hana”

PLAAAKKK!

Su Ho refleks menamparnya “JAGA UCAPANMU PARK MIN YEONG”

Min Yeong memegangi pipinya kemudian menatap Su Ho tercengang.

“aku mencintai Hana…, sangat mencintainya, tapi sebesar apapun cintaku padanya, tetap tidak akan menuntunku segila itu untuk melenyapkan sahabatku sendiri. Tanamkan itu di otakmu”

“lalu kau pikir aku bisa sepertimu, bersikap seolah tidak ada apa-apa sementara aku tersiksa melihat Kyung Soo dan Hana berciuman di depan mataku. Kau pikir aku sanggup?”

“tapi membunuh…. itu sama sekali tidak masuk akal… membunuh dengan alasan cemburu itu betul-betul tidak masuk akal”

“LALU AKU HARUS APA? AKU HARUS APA????” Min Yeong menarik nafas di tengah isakannya “apa aku harus berpura-pura tenang? Berpura-pura merasa baik-baik saja? berpura-pura bahagia? sementara Lee Hana bebas bergelayut sesuka hatinya di lengan Kyung Soo??? namja yang sangat kucintai?”

Su Ho menghela nafas “Min Yeong-ah…”

Min Yeong bergerak mundur, membuang muka “dan kau… aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kau memanggilku  seperti itu”

Su Ho mengabaikan sindiran itu “aku tidak tahu sebesar apa cintamu pada Kyung Soo, tapi… sadarlah, kau tidak akan punya kesempatan secuilpun untuk berada di tengah-tengah mereka. Kyung Soo sangat mencintai Hana, begitupun sebaliknya”

“itulah alasannya kenapa aku ingin melenyapkan Hana. Kalau Hana mati, maka aku bisa merebut cinta Kyung Soo”

“siapa yang menjamin bahwa Kyung Soo akan dengan mudah berpaling?”

“di dunia ini tidak ada yang kekal Su Ho-shii… tidak ada yang kekal”

Su Ho menatap Min Yeong dengan nanar “sama halnya dengan obsesimu terhadap Kyung Soo. Sampai kapan kau akan menunggu agar Kyung Soo mau berpaling padamu? 2 tahun akan berakhir sebentar lagi Min Yeong-ah. Aku… dan juga kau tidak akan bisa berbuat apa-apa”

Min Yeong balas menatap Su Ho “setidaknya dalam 2 tahun yang akan berlalu ini, masih bisa kulewati bersama orang yang kucintai”

Su Ho menghembuskan nafas panjang “Min Yeong-ah, jeball… kau bukan orang seperti itu…”

Min Yeong mengusap air matanya kemudian tertawa pilu “sudahlah… kau tidak perlu memohon agar aku menghentikan semua ini. sudah sejauh ini, dan kau juga sudah mengetahuinya” Min Yeong menatap kalung yang digenggam Su Ho “kau bilang Kyung Soo yang menemukannya kan? Jadi… semuanya sudah berakhir, bahkan bila aku tidak ingin menghentikannya… usahaku memang harus berhenti sampai di sini. Aku hanya akan tinggal di sini dan menunggu sampai polisi menyeretku masuk ke penjara”

Su Ho terdiam sejenak, masih menatap lurus ke Min Yeong “kau tidak akan menyangka hal ini tapi… kau masih beruntung. Kyung Soo masih belum tahu bahwa kaulah dalang di balik teror itu”

“ma… maksudmu?”

Su Ho memasangkan kalung berbandul cincin itu di leher Min Yeong “beruntung, aku tidak mengenakan kalungku tadi pagi. Dan setahu Kyung Soo, benda ini adalah milikku”

Min Yeong tercekat “ja.. jadi maksudmu?”

“ne, Kyung Soo menyangka akulah peneror itu”

Min Yeong hampir limbung andai Su Ho tidak memegang kedua bahunya “lalu kau…”

Su Ho mengangguk “kubiarkan dia berpikir seperti itu”

Min Yeong makin tidak percaya “tapi Su Ho-shii…hubunganmu dan Kyung Soo?”

“aku tidak bisa memastikannya. Tapi aku berharap masih bisa memperbaikinya”

Min Yeong menunduk tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa. Hanya bisa menggeleng berkali-kali.

“anggap saja ini sebagai budi yang harus kau balas. Aku tidak akan meminta apapun, tidak juga memberatkanmu. Hanya satu… berhenti mencelakai Hana”

Min Yeong tidak menjawab. Ia masih shock. Ia tidak menyangka Su Ho akan rela melakukan hal itu demi melindunginya. Su Ho rela mengakui kejahatan yang tidak ia lakukan…

“aku sedikit kaget saat tahu bahwa kau juga menggunakan metode yang sama denganku untuk menyembunyikan cincin ini. satu keuntungan lagi untukmu, cincin kita memang dibuat dengan model, ukiran, bentuk dan ukuran yang hampir sama. Jadi tidak heran Kyung Soo mengira cincin ini adalah milikku, karena aku selalu memakainya sebagai hiasan kalungku. Jadi… untuk sementara, simpan cincinmu ini, jangan memakainya kecuali kalau kau bertemu orang tuaku”

Min Yeong masih tidak merespon, pikirannya masih kacau.

“kalau Kyung Soo tahu bahwa kau juga punya cincin ini, dan tahu bahwa cincin yang jatuh di balkon saat ia beradu dengan peneror itu adalah milikmu… kau tidak akan selamat, karena aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi”

Min Yeong mengangkat wajah “Su Ho-shii…”

Su Ho menghela nafas panjang “tidak ada orang lain di sini Min Yeong-ah, hanya ada kau dan aku”

Min Yeong menelan ludah “arayo.... Joon Myun-ah. Gomawo…”

“sekali lagi kuingatkan… jangan sedikitpun menyentuh Hana. Karena kalau sampai hal itu terjadi… aku sendiri yang akan membuat perhitungan denganmu” Su Ho menundukkan wajah, menyejajarkan pandangannya dengan Min Yeong “aku tidak peduli walaupun itu kau …. tunanganku sendiri. Jadi hentikan teror ini”

Min Yeong mengangguk cepat “aa…arassoyo…”

Su Ho membetulkan posisinya “dan mengenai Kyung Soo, sebaiknya kau harus mulai belajar menghindarinya. Itu satu-satunya cara agar kau tidak sakit hati melihat kedekatannya dengan Hana. Ingatlah, 2 tahun itu bukan waktu yang cukup lama, kau tidak akan menyadarinya saat kurun waktu itu sudah berakhir”

Min Yeong menunduk “arassoyo… akan kuusahakan”

Su Ho terdiam sejenak, melihat Min Yeong memegangi perutnya “sudah kau obati?”

Min Yeong terkaget “nae?”

“perutmu”

“itu…”

“Kyung Soo sempat memukulmu di situ kan?”

“ba… bagimana kau bisa tahu?”

“sudah kubilang, Kyung Soo mengira peneror itu adalah aku. Sebelum dia meninggalkanku, dia sempat meminta maaf karena telah memukul perutku, walau kutahu arti permintaan maaf itu sendiri memiliki makna khusus”

“mianhae…”

“lupakanlah… kau masih punya obat gel itu kan? Oleskan di perutmu, dan besok periksakan ke Rumah sakit. Istirahatlah, aku juga harus pulang” Su Ho berbalik, kemudian beranjak pergi.

“Joon Myun-ah” seru Min Yeong bertepatan saat ia berlari dan memeluk Su Ho dari belakang.

“a… apa yang kau lakukan?”Su Ho tersentak dan berusaha melepaskan pelukan Min Yeong, tapi Min Yeong menolak.

“Joon Myun-ah… walaupun aku mencintai namja lain… kenyataan bahwa 2 tahun lagi aku akan menjadi istrimu tetap tidak bisa terelakkan oleh siapapun. Entah itu kau, bahkan aku”

“Min Yeong-ah, itu… masih 2 tahun lagi, dan selama kurun waktu itu, sesuai perjanjian, kita bebas menghabiskan masa itu dengan siapa saja yang kita cintai”

“aku tahu. Kita memang tidak beruntung karena masa depan kita tidak bisa ditentukan oleh kita sendiri. Tapi… sampai saat ini, aku tidak pernah menyesal bahwa aku telah dijodohkan denganmu”

“Min Yeong-ah”

“aku tidak menentang perjodohan ini bukan hanya karena ini adalah amanah terakhir dari mendiang orang tuaku, tapi juga karena aku percaya, di masa depan, kau akan mendampingiku dan melindungiku”

Su Ho menghentikan usahanya melepaskan pelukan Min Yeong dari belakang. Ia biarkan saja posisi itu selama beberapa menit. Ia terdiam.

“kau tidak menyukaiku, aku tahu hal itu. Tapi terakhir aku sadar, kau tidak sekesal itu padaku. Di depan orang-orang, kau bisa saja sukses menunjukkan sikap seolah kau tidak mengenalku, atau paling tidak kau hanya menganggapku sebatas teman satu jurusan. Tapi tanpa kentara, kau melindungiku dari situ. Aku tahu hal itu”

Su Ho melepas pelukan Min Yeong, kemudian berbalik “aku melakukan itu karena aku tahu sebenarnya kau adalah yeoja yang baik, kau hanya dihadapkan pada keadaan yang memaksamu berubah menjadi pribadi yang dingin dan keras” Su Ho berhenti sejenak “mau tau satu hal? Kau sebenarnya sangat mirip dengan Hana. Punya masa lalu yang menyiksa batinmu. Hanya saja, kau sedikit lebih beruntung dari Hana. Kau kehilangan orang tuamu karena kecelakaan itu, sementara Hana… karena keadaan yang memaksa. Ayahnya yang membunuh ibunya”

Air muka Min Yeong berubah “bisakah kau tidak membahas Hana sekarang? Aku masih tidak bisa merubah kebencianku padanya”

“aa..arasso… sepertinya aku salah bicara”Su Ho mengusap pelan lengan atas Min Yeong “sudah malam, aku harus pulang. jal jayo” Su Ho hendak beranjak.

Tapi sekali lagi Min Yeong mencegahnya. Ia menangkap tangan Su Ho, membuat namja itu berbalik “Joon Myun-ah…”

“a… ada apa lagi?

“apa kau juga menyadarinya? sejak kita bertunangan, hubungan kita semakin kaku dan canggung, terlebih setelah kita membuat perjanjian itu”

Su Ho sedikit salah tingkah “ha… hanya sementara Min Yeong-ah. Walau kita sudah mempunyai orang yang kita cintai masing-masing. kuharap saat hari itu tiba, kita mulai bisa belajar untuk menerima satu sama lain”

“Joon Myun-ah…”

“ne?”

“Kyung Soo… memang memukulku di perut? Tapi, aku merasakan sakitnya di tempat yang berbeda”

Su Ho mengerutkan kening “ma… maksudmu?”

Min Yeong mengangkat wajah, menatap Su Ho dengan sendu. Berharap agar Su Ho langsung mengerti hanya lewat sorotan mata.

“Min Yeong-ah, ini aneh. Kita sama-sama tahu bahwa sudah ada orang lain yang masing-masing kita cintai”

“akan kubantu kau menyelaminya, kenyataan bahwa kita ditakdirkan untuk bersama di masa depan, bukanlah suatu kebetulan”

“Min Yeong-ah… ini tidak___”

Min Yeong berhasil menghentikan usaha Su Ho untuk menyuarakan protes dengan sebuah ciuman.

“Min Yeong-ah…” lirih Su Ho di sela ciuman itu “kau betul-betul sakit

Min Yeong tersenyum pilu “dan kau tahu resikonya kalau kau bersikeras pergi dan meninggalkanku dalam keadaan sakit kan?”

Su Ho memejamkan mata dan menghembuskan nafas perlahan “tidak seharusnya aku menyetujui perjanjian itu…”

“bukankah kau sendiri memanfaatkan kesempatan itu? Lihat dengan hasil yang kau dapatkan, kau mencintai yeoja lain”

“itulah alasan kenapa aku menyesalinya… ini sangat gila. Ini seperti bertaruh, apakah nantinya cintaku pada yeoja lain cukup kuat untuk menolak perjodohan ini? begitupun bagimu, apakah cintamu pada Kyung Soo cukup kuat sampai nantinya kau akan berani meninggalkanku di altar pernikahan dan terus mengejar Kyung Soo?”

Min Yeong mulai melepaskan jacket Su Ho “masih ada dua tahun lagi. Anggap saja ini gambaran kehidupan kita 2 tahun kemudian”

“Min Yeong-ah…”

“cuaca sangat buruk Joon Myun-ah, bisa saja ada badai salju malam ini. Aku memang tidak mencintaimu, maksudku belum sepenuhnya mencintaimu. Tapi aku tidak akan berani mengambil resiko membiarkan calon suamiku kehilangan nyawa”

Su Ho terdiam, tidak tahu harus menggunakan cara apalagi untuk membalas yeoja yang sakit ini. tidak ada cinta, tapi ia tidak ingin melihat yeoja ini semakin terluka. Karena ia tahu, yeoja ini bisa melakukan apa saja kalau ia tidak suka akan sesuatu, atau keinginannya tidak terpenuhi.

Su Ho mengambil keputusan itu mendadak, tapi sebenarnya ia sudah mempertimbangkan jauh sebelum ia memprediksikan bahwa situasi ini akan ia hadapi. Ia tidak ingin mengambil resiko lebih besar lagi. Tidak masalah kalau tumbalnya adalah kebahagiaannya sendiri, tapi ini ia lakukan juga demi kebaikan semua orang “baiklah… kalau begitu kita mulai dari sini” lirih Su Ho akhirnya

Min Yeong menatapnya bingung. “maksudmu???”

Su Ho terdiam sejenak. “lupakan Kyung Soo… sama seperti aku yang akan melupakan Hana. Kita sudah cukup dewasa untuk bisa berpikir rasional. 2 tahun ke depan, jangan lakukan apapun selain belajar mencintaiku. Dan Akan kulakukan hal yang sama”

Min Yeong tersenyum “ini demi aku, atau…. Lee Hana?”

Su Ho menelan ludah “demi kau…” lirihnya “Lee Hana, Kyung Soo, dan juga… aku”

Min Yeong tidak merespon, hanya menatap Su Ho tepat di manik matanya.

“di mana obat itu?”tanya Su Ho

“obat?” awalnya Min Yeong tidak mengerti, sampai ketika ia dapatkan jawaban dari sorot mata Su Ho “di laci meja tidur”balasnya.

Su Ho menghembuskan nafas panjang, kemudian perlahan menggendong tubuh Min Yeong dan membaringkannya di atas tempat tidur. Su Ho mencari sesuatu di laci meja nakas dan menemukan obat gel itu di sana. “di pesta ulang tahunmu nanti, katakan pada semua orang tentang pertunangan kita”

“ne…”

“aku serius…”

“aku juga tidak bercanda. Aku akan mengumumkannya”

Su Ho bergumam “kau suka Jepang, atau Eropa”

“maksudmu?”

“Sudah kubilang kita mulai dari sini. Seoul bukan tempat yang tepat untuk kita. Yang kita butuhkan adalah tempat di mana kita tidak akan bisa berinteraksi dengan Kyung Soo, maupun Hana”

“Joon Myun-ah… itu sedikit berlebihan..”

“saat aku sudah memutuskan sesuatu, aku tidak akan tanggung-tanggung melakukannya Min Yeong-ah”

“arasso… terserah kau saja. Kau sudah menolongku sampai seperti ini, bahkan mengorbankan persahabatanmu dengan Kyung Soo, lalu… apa aku masih punya alasan untuk menolak permintaanmu?”

Su Ho beringsut, dan duduk persis di sebelah Min Yeong yang terbaring di tempat tidurnya “akan ada masa di mana Kyung Soo akan mengetahui semuanya. Dan kuharap, di saat masa itu tiba, kau sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik agar Kyung Soo bisa memaafkan semua tindakanmu” Su Ho menaikkan ujung baju Min Yeong, memperlihatkan perut mulus dan ramping seorang Min Yeong yang terlihat membiru. Su Ho mulai  Mengoleskan obat gel itu di sana.

“Joon Myun-ah”

“memarmu cukup parah. Besok kau tidak perlu ke kampus, kau di rumah saja, akan kupanggilkan dokter Choi untuk memeriksa keadaanmu besok” Su Ho kembali menurunkan ujung baju Min Yeong setelah selesai mengolesi obat. “istirahatlah”

Min Yeong langsung menangkap tangan Su Ho sebelum namja itu beranjak pergi “kau mau kemana? Jangan pulang”

“aku tidak akan pulang, aku hanya akan tidur di kamar sebelah”

“tetaplah di sini…”

“jangan gila Min Yeong-ah…”

“untuk itu tetaplah di sini, pastikan kegilaanku pada Kyung Soo tidak memaksaku berlari dari sini dan melakukan apa saja untuk mencelakai Lee Hana”

Su Ho tercekat “Min Yeong-ah”

“kurasa, sekarang atau 2 tahun ke depannya tetap tidak ada bedanya”

“tapi__”

Sekali lagi Min Yeong menghentikan usaha Su Ho untuk menyuarakan protes, ia menyentak namja itu hingga terhempas ke arahnya dan menyambutnya dengan sebuah ciuman. Anehnya kali ini Su Ho tidak berniat menghentikan semua itu. Dia betul-betul memulainya dari situ.

~***~

Hana POV

Kris oppa mengerutkan kening saat pagi itu ia mendapati aku yang membuka pintu apartement Kyung Soo. Ia sempat melirik arlojinya sebentar dan semakin bingung “kau di sini sudah sejak subuh?” tanya Kris oppa setelah aku mempersilakannya masuk dan duduk di sofa ruang tamu.

“sejak kemarin siang”

Kris oppa terbatuk “maksudmu… kau tidak pulang sejak semalam? Kau menginap di sini?”

Aku mengangguk polos.”Kyung Soo melarangku pulang”

Kris oppa membelalak “lalu kemana anak itu?”

“tadi sudah kubangunkan… entahlah kenapa dia belum keluar”

“tunggu… tunggu. Bukankah kamar di sini hanya ada satu”

Aku mengangguk lagi.

Kris oppa mengitarkan pandangannya ke sekeliling ruang tamu, aku tahu apa yang dia cari.

“Kyung Soo juga tidur di kamar. Aku melarangnya tidur di luar, karena cuacanya sangat dingin, sementara pemanas ruangan hanya ada di kamar Kyung Soo”

Kris oppa kembali terbatuk “ka… kalian tidur sekamar?”

“jangan berpikiran aneh hyung, tidur sekamar bukan berarti tidur seranjang”Kyung Soo yang menjawab. Ia muncul sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Hebat, dia bisa keramas dengan cuaca sedingin ini.

“jadi?”

“awalnya aku juga berharap lebih” Kyung Soo duduk di sebelahku “siapa yang tidak kaget saat seorang yeoja membiarkanmu tidur di kamar yang sama, kupikir itu sebuah undangan… ah… nyatanya”

“dari pada kau tidur di luar. Kedinginan…”ucapku.

“aku lebih baik kedinginan dari pada tulang belakangku remuk karena harus tidur di lantai”balasnya tidak terima.

“bukankah selimut yang kau pakai cukup tebal?”

“selimut setebal apa yang bisa menyamai empuknya tempat tidurku?”

“siapa suruh kau memintaku menginap”

“jadi kau lebih memilih ditikam peneror itu dari pada tidur denganku? Ah maksudku… hanya tidur bersamaku… ah maksudku, tidur di sebelahku dan tidak melakukan apa-apa”

Aku jelas tidak mengerti dengan ucapan kacau Kyung Soo barusan “kau bicara apa?”

“ah sudahlah, kau memang tidak pernah betul-betul mengerti apa yang kuinginkan”

“bagaimana aku bisa mengerti kalau kau tidak mengucapkannya secara jelas. Ah… kecuali permintaanmu yang tidak masuk akal, aku jelas tidak bisa semudah itu mengiyakannya”

Kyung Soo berdecak berkali-kali, kemudian membuang muka “dan kau sendiri kenapa hyung? Kenapa kau tertawa-tawa sendiri? Kau menertawaiku?”Kyung Soo melampiaskan kekesalannya pada Kris oppa.

“ah aniyo… kalian sangat lucu. Aku… tidak pernah membayangkan kalau Lee Hana punya sisi ini”

Aku menunduk malu. Apa benar seperti itu? Apa aku sudah mulai terlihat konyol seperti Kyung Soo?.

“itu sindiran atau pujian?”tanya Kyung Soo curiga.

Kris oppa masih tertawa “tidak bermaksud membanding-bandingkan, tapi… Lee Hana yang saat itu bersamaku tidak pernah membalas ocehanku seperti dia membalasmu. Dia lebih sering mengatakan iya dari pada menolak sesuatu dengan ocehan panjang. Hanya itu”

“Hana selalu menuruti keinginanmu hyung?”Kyung Soo terlihat tidak terima.

Kris oppa mengangguk santai “aku bahkan tidak ingat kapan Hana mengatakan tidak padaku”

Kyung Soo langsung menatapku dengan death glare.

Aku harus cepat-cepat meralat “bukan seperti itu oppa. Kyung Soo saja yang selalu bersikap konyol dan meminta hal yang aneh-aneh. Jelas saja aku menolak permintaan anehnya”ralatku.

Kyung Soo masih menatapku tajam “dasar kau musuh dalam selimut”bisiknya tertahan.

Kris oppa memiringkan kepala “permintaan aneh? Seperti apa?”

“banyak, kalau kusebutkan satu-satu hanya akan membuatku malu. Tapi contoh paling konkrit saja, dia selalu mengajakku untuk menikah”

Kris oppa tertawa.

Kyung Soo protes “memang apa anehnya saat seseorang melamar yeojachigunya???”

Aku kembali menatap Kyung Soo “umur…. umur…”tekanku sekali lagi

“kenapa memangnya kalau aku mau menikah diusia 20 tahun? Itu sudah bukan fenomena langka, bahkan ada yang sudah menikah di usia yang belum menginjak 20. Kau saja yang berlebihan”

“Kyung Soo-ya” aku mencubit lengannya, berharap dia sudah tidak melanjutkan protesnya.

“Kyung Soo-ya, mau tau satu hal?” Kris oppa kembali membuka obrolan, dan aku sedikit curiga dengan ekspresinya.

“tentang apa?” Kyung Soo jelas tertarik.

“usiaku saat itu masih 17 tahun saat aku menanyakan pada Hana apa dia mau menikah denganku setelah lulus SMU?”

Aku membalak. Oh Tuhan, itu jelas berbeda, sangat berbeda. Waktu itu aku tidak mempertimbangkan banyak hal, maksudku… apa asalan masuk akal yang akan di sampaikan seorang gadis berusia 16 tahun, sebatang kara, dan tidak punya apa-apa untuk menolak lamaran namjachingunya yang sudah menjadi tumpuan hidupnya sejak itu?. ne,… aku memang hanya mengangguk waktu itu tanpa penolakan sama sekali. Tapi kutekankan, kondisinya berbeda. “oppa… itu” aku berniat menghentikannya.

Tapi sial, Kyung Soo sudah mulai termakan kata-kata Kris oppa. Ia melirikku tajam sejenak, kemudian kembali menaap Kris oppa “lalu apa jawaban Hana?”

“dia__”

“wah… aku sampai lupa, aku sudah menyiapkan sarapan. Oppa, kau sekalian makan saja di sini”

Kyung Soo menepuk pundakku “berhenti mengoceh atau aku akan menghukummu”

Ne, ne, ne… dan siapapun pasti tahu hukuman yang dimaksud Kyung Soo tidak jauh-jauh dari pelukan, ciuman, atau apa saja yang menjurus ke situ. Tapi aku mengabaikannya. “oppa, kubuatkan minuman hangat?”

“tidak perlu, aku juga tidak akan lama”

Kyung Soo terus menatapku tajam sebelum kembali menatap Kris oppa “dia bilang apa?”

“waku itu Lee Hana hanya butuh waktu 10 detik untuk berpikir dan kemudian mengangguk malu-malu” sialnya Kris oppa melanjutkan ocehannya tanpa sempat kucegah.

Kyung Soo membebelalak “MWO? HANYA 10 DETIK DAN DIA SETUJU?”

Kris oppa mengangguk santai. Aku tidak tahu sebenarnya apa maksud oppa mengatakan hal ini. dia memang terlihat sudah menerima hubunganku dan Kyung Soo, tapi membuat lelucon seperti ini aku rasa akan membawa sedikit dampak negatif untukku dan Kyung Soo.

Kyung Soo mendengus kesal “dan saat aku melamarnya, dia menyuruhku menunggu 7 tahun. Itupun juga tanpa kepastian”

Kris oppa tertawa, “7 tahun? Kau bisa mati

“ne, itu dia…”Kyung Soo melirikku kesal “bertahan 7 tahun? Hana betul-betul ingin membunuhku”

Kris oppa lambat laun menghentikan tawanya “tapi Kyung Soo-ya, aku justru iri padamu. Saat Hana bersamaku dulu, dia memang jarang mengatakan kata tidak padaku” Kris oppa menatap kami bergantian “tapi menurutku, aku lebih baik mendengar kata tidak yang berasal dari hati dari pada mendengar kata iya dalam keadaan terpaksa”

Aku menunduk dalam. Wajahku merona. Ini sebuah kalimat sindiran, bahwa sebenarnya saat bersama Kris oppa, aku hanya membentuk pribadiku menjadi seorang yeoja penurut, dan saat bersama Kyung Soo lah aku menjadi diriku sendiri. Tanpa beban… tanpa kekhawatiran bahwa namja ini tidak akan suka kalau aku bersikap begini dan begitu. Karena Kyung Soo sudah menegaskannya padaku, juga memperlihatkan sikap penerimaannya padaku, bahwa dia suka apapun tindakanku, asal itu kulakukan atas keinginan hatiku.

Kyung Soo mengangguk-angguk. Kupikir dia memang mengerti. Ia menatapku, mengangkat wajahku dengan sisi jarinya, tentu saja tidak dengan lembut karena kami tidak sedang berdua “kau mau menikah denganku?”

Pertanyaan ini lagi. Aku hanya mengangguk polos “tapi tidak sekarang”

“arasso… aku suka jawabanmu” ia mengacak rambutku sambil tersenyum. Senyum yang menghangatkan pandanganku.

“ah… sudah pukul 8, aku ada jam mengajar di jam pertama. Sebaiknya aku pulang dulu” pamit Kris oppa

“tidak sekalian sarapan dulu oppa?”tanyaku.

“lain kali saja, tadi aku sudah sarapan sebelum ke sini” tolaknya, kemudian tersenyum. Aku mengantarnya sampai ke pintu depan, sementara Kyung Soo menyusul di belakangku. “Kyung Soo-ya”panggil Kris oppa

“ne hyung”

Kris oppa menepuk pundak Kyung Soo “jaga senyumannya. Ini sangat langka”

Kyung Soo langsung terawa “ne… pasti”

Dan aku hanya bisa mengerutkan kening dengan isi permbicaraan mereka.

“sampai ketemu di kampus”

“ne hyung, hati-hati”

Aku menutup pintu begitu Kris oppa sudah berbelok di ujung koridor menuju lift. Saat aku berbalik, Kyung Soo sudah mengurungku dengan kedua rentangan tangannya yang menapak di pintu. “kenapa lagi?” tanyaku

“kau menyuruhku menunggu selama 7 tahun kan? Dan kau juga harus terbiasa menerima setiap manuverku selama 7 tahun itu”jawabnya dengan tatapan mesum yang entah dia pungut dari mana.

“menjijikkan. Enyahlah, aku mau sarapan”

Bukannya melepaskanku, Kyung Soo justru merapatkan rengkuhannya di pinggangku dan mendesakku hingga punggungku menghempas daun pintu.

“YA Do Kyung Soo… kau mau membunuhku?”protesku karena hempasan itu sukses membuat kepalaku terbentur. Tidak sakit memang, tapi tetap saja itu sudah masuk dalam kategori kasar.

“sepertinya Kris hyung benar. Kalau sedang bersamaku, Lee Hana akan menjadi betul-betul Lee Hana. Bagaimana kalau satu hari ini saja kau menjadi Lee Hana yang penurut”

Aku memiringkan kepala “penurut? Maksudmu?”

“turuti 3 permintaanku sekarang”

“itu tergantung tingkat keanehan permintaanmu”

“tidak aneh, aku hanya meminta kau memejamkan matamu, diam, dan jangan melawan”

“kau mau apa?”

“tidak akan kuberitahu, tapi akan kutunjukkan. Jadi turuti permintaanku”

Aku tidak bodoh, namja ini ingin menciumku,semua yeoja yang ada di posisiku pasti juga bisa menebak hal itu. “arasso…” toh pada akhirnya kuturuti saja keinginannya. Aku memejamkan mataku setelah menghembuskan nafas panjang.

Tidak menunggu sampai bermenit-menit. Dan aku sudah merasakan sentuhan hangat dan lembut yang sudah mulai familiar di bibirku. Seperti permintaannya. Aku hanya memejamkan mata, diam, dan tidak melawan.

“Lee Hana” serunya setelah melepaskan ciumannya

“wae…?”sahutku masih memejamkan mata, diam, dan tidak melawan.

“kenapa kau hanya diam saja?”

“bukankah kau yang menyuruhku diam?”

Kyung Soo berdecak “maksudku bukan diam seperti itu”

“aku hanya menuruti permintaanmu”

“arasso… sekarang lakukan kebalikannya”

“kebalikannya?”

“kau mengerti maksudku kan?”

Aku membuka mata. Dan wajah tampan Kyung Soo sudah menyambutku. “kau semakin pervert akhir-akhir ini”

“salahkan dirimu karena menjatuhkan vonis padaku untuk menunggumu selama 7 tahun”

Aku tertawa kecil “arasso, aku siap menerima hukuman”kukalungkan kedua lenganku di tengkuknya.

yes, My lady… dan Kyung Soo tidak membutuhkan responku lagi untuk segera membenamkan bibirnya di bibirku. Mianhae do Kyung Soo, aku akan melakukan kebalikannya, tapi aku jelas tidak bisa berciuman dengan mata terbuka.

Anehnya, aku merasakan bahwa Kyung Soo tersenyum saat bibir kami masih bertautan. Apa dia mengerti apa yang baru saja kukatakan dalam hati.

Whatever… selama namja yang mengulum bibirku ini adalah Do Kyung Soo, aku tidak akan apa-apa.

Sampai ketika aku merasakan cairan hangat menetes dan menyentuh area pipi dan philtrumku, aku cukup terhenyak. Ini jelas bukan air mata karena ini sedikit kental dan… anyir.

“Kyung Soo-ya, kau mimisan” tegurku setelah dengan sukses melepaskan ciuman itu.

Kyung Soo membelalak, dan segera menyeka tetesan darah dari hidungnya “ah sial… kenapa selalu seperti ini?”keluhnya. ia segera beranjak meninggalkanku dan berlari ke kamar mandi.

Aku sempat menyambar kotak tissue di meja tamu dan menyeka darah yang ikut tertempel di wajahku, kemudian menyusul Kyung Soo ke kamar mandi. “gwenchanayo?”

Kyung Soo membasuh wajahnya di air kran washtafel “ne, gwenchana”

“akhir-akhir ini kau sering mimisan. Kau yakin tidak apa-apa?”

Kyung Soo menghentikan gerakannya, menerima handuk yang kusodorkan dan mengeringkan wajah dan sisa tetesan darah di hidungnya “sepertinya aku harus mengakui satu hal”

“apa itu?”

“ini memalukan Hana-ya, tapi… aku sadar belakangan ini aku akan mimisan kalau… otakku menuntunku berpikiran ke…ng…”

“ke…?”

“ke situ…”

Aku menatap ke sekeliling kamar mandi “ke situ? ke mana?”

Kyung Soo berdecak, kemudian mengecup bibirku sejenak “ke sini” kemudian kedua pipiku “ke sini” lalu turun ke sisi leherku “ke sini dan… seterusnya” ia kemudian menatapku. “mungkin karena yang kuhadapi adalah Lee Hana, makanya aku seperti ini”

Tindakannya itu membuatku tertawa “mungkin juga itu teguran agar otakmu jangan mengarah ke hal yang aneh-aneh terus. Kupikir kau kenapa, ternyata hanya pikiran mesum”

“Hana-ya… jangan mengatakannya sevulgar itu, sekarang aku tak ubahnya lelaki mesum di hadapanmu”

“gwenchana, asal itu hanya kau lakukan di hadapanku”

Kyung Soo membelalak “jeongmal…”

Aku menarik tangannya “ayo sarapan…”

“woaaah…. ternyata bukan hanya aku yang terlihat mesum. Lee Hana juga”

“berhenti mengoceh atau aku akan membuatmu mimisan lagi”

Kyung Soo tertawa “itu kuartikan dengan kalimat lain Hana-ya” ia merangkul pundakku.

“maksudmu?”

“kau ingin membuatku mimisan artinya…” Kyung Soo menunduk dan membenturkan pelan keningnya di keningku “I need you and you want me

PLETAK…

“Awww… appo”

“itu arti sebenarnya untuk membuatmu mimisan. Kajja, aku sudah membuat nasi goreng china. Kalau sudah dingin tidak akan enak lagi” aku menarik tangan Kyung Soo, tapi ia tak juga beranjak. Kupikir ia mau mempermainkanku, tapi saat aku menoleh padanya, kulihat ia menunduk sambil memegangi kepalanya dan memejamkan mata rapat-rapat.

Aku jelas kaget “gwen…chanayo?” tanyaku cemas.

Kyung Soo tidak menjawab, dan itu membuat kecemasanku berubah menjadi kepanikan.

“Kyung Soo-ya” aku menyentuh pipinya, dan… dingin sekali. “Kyung Soo-ya” seruku.

Got You  Lee Hana…”balasnya dengan seruan tak kalah keras

“kau… mengerjaiku?”

Ia tertawa kecil “kau sadis, tapi tetap mencemaskanku seperti itu. coba kau tunjukkan dengan cara lain, jangan menjitak kepalaku”

Aku mengangguk cepat, wajahnya terlihat cukup pucat “ne… ne, mianhae, aku tidak akan mengulanginya”

Kyung Soo menghentikan tawanya “aku hanya bercanda, jangan ditanggapi serius. Ayo makan” Kyung Soo menarik tanganku.

“kau… betul-betul… tidak apa-apa kan?”tanyaku masih ragu.

Kyung Soo tersenyum, dan itu senyuman yang tidak biasanya “aku lapar, kajja”

Secara keseluruhan dia terlihat baik-baik saja, tapi… ah sudahlah, hanya perasaanku saja “arasso”

~***~

Special POV. Min Yeong

Aku menggeliat malas, seberkas cahaya menerpa wajahku. Ugh…. siapa yang membuka tirai? Ng?. Oh aku memang tidak menutupnya semalam. Tidak sempat.

Aku mulai membuka mata, dan mengembalikan semua fokus inderaku. Aku tersenyum simpul saat pemandangan yang pertama kali menyambutku adalah, sisi wajah Su Ho yang begitu bersih. Aku beringsut sedikit dan menyandarkan kepalaku di atas dadanya.

Mungkin karena gerakanku itu, Su Ho terbangun “Min Yeong-ah?”

“ne..”lirihku pelan. Aku mendongak dan menyambut wajah Su Ho yang terbangun itu dengan senyumanku yang rikuh dan malu-malu.

Su Ho memijit keningnya sejenak, kemudian balas menatapku “kau… baik-baik saja?”

Aku mengangguk. “hanya sakit… sedikit”

“mainhae….”

Aku menggeleng, beringsut lebih dekat untuk memberikan Su Ho sedikit kecupan selamat pagi. “aku akan terbiasa”

Ia terdiam sejenak, hanya menatapku “aku mandi dulu, ada kuliah jam 10”

Aku mengangguk kemudian bergeser dari tubuhnya agar ia bisa bangun.

Ia menatap ke sekeliling mencari sesuatu.

“handuk?”

Ia menoleh padaku “ne…”

“di lemari”

Su Ho menatap lemariku yang jaraknya ada beberapa langkah dari tempat tidur.

Aku hendak menyibak selimutku, tapi Su Ho lebih dulu menangkap  tanganku dan membetulkan selimutku, menutupi hingga dadaku “kau mau apa?”

“mengambilkan handuk untukmu, kau terlihat canggung”

“dan kalau kau yang mengambilnya kau pikir aku tidak akan semakin canggung?”

Aku tersenyum “kau bisa menutup matamu”

“sudahlah” ia kembali mengitarkan pandangannya di sekeliling tempat tidur, “Min Yeong-ah….”

“ne?”

“tolong…” ia menunjuk kain yang tergeletak di ujung kakiku. Aku meraihnya, dan aku baru sadar kalau ini adalah celana boxernya. “gomawo” ia pun memakainya tanpa kentara di balik selimut, kemudian beranjak menuju lemari mengambil handuk dan melilitkannya di tubuhnya. “kau mau mandi dulu atau langsung sarapan?”

“kau ingin aku mandi bersamamu?”

Su Ho mencegahku dengan cepat begitu aku hendak menyibak selimutku lagi “bukan… bukan begitu. Maksudku, setelah aku mandi aku akan menelpon dr. Choi untuk memeriksamu. Jadi mungkin lebih baik kau mandi dulu”

“ne…”

“dan itu… seingatku aku punya beberapa pasang pakaian di rumahmu, itupun kalau tidak kau buang”

“masih ada di lemari”

“geure? Tolong siapkan untukku” ia pun beranjak masuk ke dalam kamar mandi. Itu membuatku tidak bisa menahan senyumku. Su Ho betul-betul memulainya dari sini. maksudku, memulainya sejak semalam.

Kurasa gambaran kehidupan kami 2 tahun kemudian bisa seperti ini. dan kurasa ini sudah cukup membantu untuk menghilangkan kecanggungan dari awal.

Tidak begitu buruk.

Aku meraih piyamaku yang tergeletak acak di lantai, dan memakainya, kemudian berjalan pelan menuju balkon kamarku. Menghirup udara pagi yang dingin dan menenangkan. Aku bahkan tidak sadar sudah menikmati indahnya pagi ini selama beberapa menit.

Kalau orangnya bukan Su Ho, mungkin aku akan meringkuk kedinginan dalam penjara sekarang. Kalau orangnya bukan Su Ho, Kyung Soo akan datang padaku, memakiku dan mungkin tega berbuat kasar padaku. Dan kalau orangnya bukan Su Ho… aku jelas tidak akan mungkin menyerahkan… semuanya pada namja hangat itu.

Aku tertawa kecil… Sedikit tidak menyangka bahwa semalam…

“apa yang kau lakukan di sini? cuaca di luar sangat dingin”tegur Su Ho.

Aku langsung menoleh, ia sudah selesai rupanya, “pagi ini sangat indah”aku menggenggam bongkahan salju dengan tangan telanjang “bahkan saljunya terlihat sangat indah”

Su Ho menatapku “masuklah, kau bisa sakit berada di luar dengan pakaian setipis itu”

Aku mengembangkan senyumku. Terkadang aku cukup rindu masa-masa ini. bersama teman masa kecilku. Kim Joon Myun. yang karena kedekatan kami sejak kecil, disangka lain oleh kedua orang tua kami. dan beginilah jadinya, beberapa tahun yang lalu, tepat di hadapan ayahku yang hampir menjemput ajal, memintaku berjanji satu hal. 2 cincin dengan ukiran rumit yang sama sekali tidak terlihat sebagai cincin tunangan itu di serahkan masing-masing kepadaku dan Su Ho. meminta kami untuk saling menjaga, dan melangsungkan pernikahan begitu kami menyelesaikan perguruan tinggi. aku bukannya tidak menyukai Su Ho, sebaliknya, aku menyukainya… sangat. tapi… kami butuh waktu beradaptasi dengan perubahan status yang mendadak itu. dari yang awalnya hanya sebatas kakak adik, kini menjadi tunangan. dan tinggal menunggu 2 tahun lagi, maka aku akan menjadi istrinya.

entah apa yang merasuki otakku pada saat pemakaman itu. dalam pelukan Su Ho kukatakan dengan jelas padanya.

*flash back

“Joon Myun-ah… sampai saat itu tiba, mau kah kau mengabulkan satu keinginan terbesarku?” saat itu suho hanya diam, dan aku rasa karena dia sudah sangat mengenalku, dia bisa tahu apa yang akan kuminta padanya. “sampai saat itu tiba, bisakah aku menghabiskan masa-masa mudaku bersama namja yang kucintai?

“Min Yeong-ah… aku bukannya menolak, tapi… aku khawatir nantinya akan menyulitkanmu saat kau sudah terlanjur jatuh cinta pada namja lain dan kenyataan yang mengharuskan kita untuk menikah sudah di depan mata”

“tidak masalah”aku melepaskan pelukan Su Ho. “hanya beberapa tahun lagi… sampai aku menemukan namja yang kucintai, menghabiskan sisa masa lajangku bersamanya sebelum aku menikah denganmu”

Su Ho menatapku “setidak suka itu kah kau padaku? sampai kau tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang hanya beberapa tahun lagi ini bersamaku”

bukan begitu…”aku kembali memeluknya. “”agar aku tahu… seperti apa itu cinta, dan saat aku nanti mendapatkannya, kuharap aku bisa mencintaimu lebih dari yang kurasakan pada namja yang kutemui kelak”

“Min Yeong-ah”

“dan selama waktunya belum tiba” kulepas lagi pelukanku, dan menatapnya “anggap saja kita tidak pernah bertemu sebelumnya”

“Min Yeong-ah… ini kekakank-kanakan”

“tolong aku, Su Ho-shii”

“Su Ho-shii????”

“ne… Su Ho-shii”

*flashback end

aku masih terlalu naif saat itu, masih terlalu polos, tidak mempertimbangkan keadaan mendesak, seperti yang kuhadapi saat ini. mencintai sahabat tunanganku sendiri. kekhawatiran Su Ho benar, bahwa aku akan menghadapi hal sulit saat aku sudah terlanjur jatuh cinta pada namja lain sementara aku akan berakhir di altar pernikahan bersama Su Ho.

tapi aku yakin akan satu hal…

Su Ho…. aku akan tetap menjadi istrimu, secinta apapun aku pada Do Kyung Soo.

“Min Yeong-ah, masuklah”

aku terhenyak, aku melamun cukup lama “ah…ne…”

Su Ho langsung menangkap pinggangku begitu aku hampir terjatuh “kenapa denganmu?”

“maksudmu?”

“ke… kenapa jalanmu terpincang?”

Aku menatapnya serius “seharusnya kau yang lebih tahu”

Ia terlihat tegang “se…sesakit itu?”

Aku mengangguk pelan, menahan senyumku. namja ini mencintai Lee Hana, tapi dia tidak bisa menutupi perasaannya sendiri bahwa sampai sekarang dia terus mengkhawatirkanku “gwenchana… kudengar ini cukup wajar. Nanti sakitnya juga akan hilang sendiri”

Ia terdiam, menatapku penuh rasa bersalah.

“jangan kau pikirkan, aku akan membiasakan diri”

“ani… ani, yang tadi malam itu adalah yang terakhir”

Aku langsung memeluk Su Ho “sudah kubilang tidak apa-apa”.

Su Ho menghela nafas, kemudian menggendongku masuk ke dalam kamar dan merebahkanku di atas tempat tidur. “di mana pakaianku?”

“ah mian, aku lupa menyiapkannya”

“gwenchana, aku bisa ambil sendiri. Di mana?”

“lemariku, pintu tengah tergantung dengan hanger merah”

“hm, gomawo”

“Su Ho-shii” seruku.

Ia menoleh “Su Ho-shii?”

“maksudku, Joon Myun-ah”

“ada apa?”

“gomawo”

Ia tersenyum, walau terlihat kaku “ne, cheonma”

~***~

Kyung Soo POV

Aku refleks menarik tangan Hana dan menyembunyikannya di belakangku saat tanpa sengaja kami berpapasan dengan Su Ho di pelataran parkir.

Dia menatapku, datar dan… ah tidak, ada sorot sendu di sana.

“selamat pagi Su Ho-shii” Hana malah menyapanya saat ia mengintip di balik bahuku. Sial, dia malah beranjak dari  punggungku dan berdiri di sebelahku.

“se… lamat pagi Hana-shii”balas Su Ho terbata-bata. Oh jelas saja, mungkin insting membunuhnya mulai kumat. Aku merangkul pundak Hana dan menariknya lebih rapat di sisiku. Sedikit waspada, jangan sampai Su Ho menyembunyikan sebilah pisau di balik jacketnya dan berniat menikam Hana kalau ada kesempatan. “sampai ketemu di kelas, Hana-shii” ia menoleh padaku “Kyung Soo-ya”

Aku tidak membalas. Mengalihkan pandangan dan membiarkannya berlalu meninggalkan kami.

Hana menyikutku “kau kenapa?”

“tidak kenapa-kenapa”

“lalu kenapa kalian sekaku ini?”

“benarkah? Menurutku biasa saja”

“hei, aku tidak bodoh. sikap yang kalian tunjukkan sama sekali bukan sikap sepasang sahabat”

“kelas Kim sonseng sudah hampir mulai, kajja” aku menarik tangan Hana menuju kelas kami. Aku bisa mendengarnya mengeluh, tapi aku pura-pura tuli saja untuk sementara waktu.

Hana semakin menatapku aneh saat aku duduk di sebelahnya saat kelas Kim sonseng hampir di mulai. Tinggal menunggu yang mulia  itu untuk tiba di sanggasananya.

“kenapa lagi?” tanyaku jengah

“justru aku yang harus bertanya, kenapa kau duduk di sini sementara ini bukan kelasnya Kris oppa”balasnya.

“so what? Memangnya statusku sebagai pacarmu hanya berlaku di kelasnya Kris hyung?”

“maaf tuan. Alasan anda tidak diterima. Kembali lah ke bangkumu di sebelah Su Ho”

“Hana-ya…” aku berpikir kelas mencari alasan “aku hanya ingin memastikan keselamatanmu”

“masih dengan alasan yang tidak masuk akal Kyung Soo-ya. Peneror itu tidak bodoh. menerorku di dalam kelas dengan puluhan pasang mata yang bisa mengawasi di sini, itu namnya dia menyerahkan diri”

“tapi Hana-ya…”

“kau yang pindah, atau aku”

Aku membelalakkan mataku. Hana tidak tahu saja kalau Su Ho adalah orang yang selama ini mengincar nyawanya. Aku jamin, kalau dia tahu hal itu, tidak akan mungkin dia memintaku duduk di sebelah pembu__ akh, aku tetap tidak bisa menuntun hatiku untuk mengatai Su Ho pembunuh.

“Kyung Soo-ya” tegurnya lagi.

“arasso… arasso. Kau hanya suka melihatku menderita” aku menggandeng ranselku, beranjak dari bangku sebelah Hana, berjalan dengan tidak ikhlas menuju bangku di sebelah Su Ho, dan duduk di sana, masih dengan tidak ikhlas.

Bisa kulihat dia terkejut dan menoleh.

“Hana yang meminta, jadi jangan berharap banyak”ucapku lirih tanpa sudi menatapnya.

“hm, gomawo”

Apa dia bilang? Untuk apa dia berterima kasih?

Lama kami terdiam seperti itu, kaku dan… sangat tidak menyenangkan.

“Hana… baik-baik saja?” entah apa alasan Su Ho membuka obrolan itu.

“untuk apa kau bertanya begitu? Apa kau tidak sesenang itu melihat Hana baik-baik saja setelah kau gagal membunuhnya?”balasku ketus.

kami memang mengobrol pelan tapi tak saling menatap. Su Ho terdiam.

“untuk sementara, aku tidak ingin mendengar nama Hana dari mulutmu”tegasku.

“ne… arasso”

Dia menurut, tanpa perlawanan. Apakah peneror yang identitasnya sudah diketahui akan bersikap seperti ini? terkesan aneh dan… aku semakin tidak suka. Tidak suka kepura-puraan.

Kelas Kim sonseng usai. Aku kembali menghampiri bangku Hana dan mencubit pelan pipinya. “kuis tadi susah?”

“sangat… kau kan tahu aku buta membaca note dan tangga nada. Kenapa Kim sonseng memasukkan itu dalam kuisnya”

“coba saja kita tadi duduk bersama”

“hei, bukan penyontek”

Aku tertawa. Seketika merasakan pusing di kepalaku.

“kau kenapa?” Hana menyadarinya.

“pusing sedikit. Mungkin karena kurang tidur”

“bukankah semalam tidurmu pulas”

“tau apa kau? Kau yang pulas karena tidur di ranjang. Akh, tulang belakangku pasti bermasalah”

“need some help?”

Aku ingin sekali mengerjainya sedikit, tapi aku merasakan perutku mual tiba-tiba. Aku menepuk pundak mahasiswi yang duduk di depan bangku Hana, kalau tidak salah namanya Han… Han… “Han Byul-shii?”

Yeoja itu menoleh “ne Kyung Soo-shii”

“aku titip Hana sebentar, tolong awasi dia. Bisa kan?”

Yeoja itu tampak bingung, tapi dia tetap mengangguk “ng, ne… tentu saja”

Hana menatap cemas kepadaku “kau mau kemana?”

“toilet, panggilan alam. Jangan kemana-mana. Kalau aku kembali dan kau tidak ada, aku pasti menghukummu”

“ne…”

Aku langsung berlari keluar kelas. Perutku bergejolak. Sepertinya protes berat. Kepalaku betul-betul pusing.

Tidak tanggung-tanggug kudobrak pintu toilet namja, membuat 3 orang penghuninya menoleh kaget. Aku tidak punya banyak waktu meminta maaf. Kuhampiri wahstafel terdekat dan …

Muntah habis-habisan di sana.

3 namja tadi buru-buru mengakhiri kegiatannya dan keluar dari toilet. Jijik? Ah mereka tidak tahu saja bahwa rasa mual betul-betul tidak mengenakkan.

Tunggu…

Kenapa aku pusing? Kenapa aku mual? Kenapa aku muntah. Ini tidak seperti yang kubayangkan bukan?. Kutatap wajah pucatku di cermin

Do Kyung Soo, jangan bilang kalau kau hamil!.

Kutampar pipiku sendiri setelah pikiran gila itu menghampiriku. Aku ini namja. Tulen, tanpa kelainan. Lagipula kalaupun seorang namja bisa hamil… ayolah, aku bahkan tidak pernah melakukannya dengan Hana barang satu kalipun.

Lalu dari mana asalnya morning sickness ini? ah sial… hidungku berdarah lagi. Pasti karena memikirkan hal itu.

Lebih sialnya lagi, tissue di toilet ini habis. Aku tidak membawa sapu tangan dan….

“pakai ini”

Selembar sapu tangan biru muda terpajang di depanku. Dari suaranya saja aku sudah tahu kalau itu “Su Ho-ya”lirihku tanpa suara.

“ini tidak ada obat biusnya. Cepat bersihkan hidungmu sebelum pakaianmu kotor”

Dengan terpaksa kusambar sapu tangan itu dan menempelkannya di hidungku.

“kau tidak apa-apa?”

Aku tidak menjawab. Masih sibuk menyeka darah di hidungku.

“sepertinya ini bukan pertama kalinya kulihat kau mimisan dalam waktu dekat ini”

Aku masih tidak merespon.

“kau baik-baik saja?”

Aku menghentikan gerakanku. Membuang sapu tangan itu ke dalam washtafel yang kubiarkan airnya tergenang “berhenti bersikap sepeduli itu… aku semakin ingin muntah” aku beranjak meninggalkannya.

“Kyung Soo-ya…” lirihnya tanpa menoleh padaku. Aku bisa melihatnya dari bayangan cermin. Sialnya aku malah berhenti saat dia memanggilku. “datanglah bersama Hana ke ulang tahun Min Yeong besok malam. Aku mengharapkan kedatangan kalian”

Aku mengerutkan kening, seketika menoleh “hanya perasaanku saja, atau memang kesannya kau yang mengundang kami untuk pesta ulang tahun Min Yeong? Yang ulang tahun itu, Min Yeong kan?”

Su Ho juga berbalik menatapku. Terakhir dia hanya tersenyum kemudian lebih dulu meninggalkanku.

What the___

~***~

Author POV

Min Yeong memperhatikan replika wajahnya di cermin meja rias kamarnya.

Ia Memandangi wajahnya beberapa menit, sampai terlihat di sana sudut bibir kananmya mencuat ke atas. Park Min Yeong… mata mu bengkak, kau terlalu serius menangis tadi malam. Haruskah kau lebih sering mengikuti kelas akting?.__batinnya penuh kelicikan

Matanya beralih turun, memandangi sekitaran leher dan bahu yang terbuka lebar, karena ia hanya mengenakan handuk yang melilit menutupi dada hingga pahanya. Beberapa bercak merah kebiruan tercetak di sana. Itu membuatnya tertawa penuh kemenangan.Bahkan kau Kim Joon Myun, tidak bisa berbuat apa-apa. Apa kau betul-betul mencintai Lee Hana?” ia berbicara dan tertawa sendiri layaknya orang gila “Aku ragu… karena tak cukup beberapa menit aku sudah bisa membuatmu jatuh ke pelukanku dan kembali mempercayaiku”

Ia menghembuskan nafas lega, bencana tidak jadi menimpanya. Su Ho sudah tahu betul dialah dibalik topeng peneror itu, tapi beruntung, Su Ho masih selemah itu untuk rela mengorbankan persahabatannya dengan Kyung Soo demi melindungi tunangannya sendiri yang tidak sepenuhnya ia cintai.

Min Yeong tertawa lagi “Gomawo Joon Myun-ah… tapi aku tetap pada perjanjian awal, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu yang tinggal 2 tahun ini.

Dan sebuah ide menarik mampir ke otaknya. Pribadi seperti Kim Joon Myun bisa jatuh ke pelakukannya dengan begitu mudah, bagaimana dengan Do Kyung Soo? Di dunia ini semua pria sama saja, perbedaannya hanyalah bagaimana mereka menampakkan sikap mereka masing-masing. Ujung-ujungnya mereka juga tetap pada hakekatnya seperti kucing yang tidak akan berdaya saat ditawari ikan.!

Ia meraih ponselku, dan Mengontak nomor pria yang sudah bekerja dengannya selama beberapa bulan itu.

“selamat pagi nona Park”sapanya di seberang.

“aku sudah menemukan cincinku”

“oh begitu? Padahal aku baru berencana mencarinya malam ini”

“aku sudah menemukannya, dan kurasa jejakku aman”

“lalu bagaimana tentang rencana pembunuhan itu?”

Ia tersenyum sangat licik “tetap jalankan… hanya saja, undur waktunya”

“jadi maksudmu, aku tidak jadi membunuhnya di acara ulang tahunmu?”

Min Yeong mengerutkan kening “sejauh mana persiapanmu?”

“90 %, dan kalau kau mau bekerja sama sedikit agar timingnya pas, semuanya akan menjadi 100 %”

Ia tampak berpikir. Sedikit beresiko memang kalau melakukannya dalam waktu dekat, tapi persiapannya sudah 90 %, ia merasa sangat sayang jika disia-siakan.

“nona Park…”

“aku sedang berpikir…”

“lalu bagaimana rencanamu?”

Min Yeong tersenyum semakin licik saat ia menemukan ide lebih cemerlang “lakukan seperti perintahku…”

[…]

[…]

[…] “jadi lakukan seperti itu. saat aku mengontak ponselmu, itu artinya kau sudah harus bersiap di tempatmu”

“hm arasso… ini akan semakin mudah dengan rencanamu itu”

“dan ingat, jangan menggunakan mobil itu. Su Ho sudah sudah tahu akulah dalang di balik ini, jadi jangan memakai mobil yang sama”

“aku mengerti. Tapi siapa lagi Su Ho itu?”

“tunanganku, satu dari 3 pelindung Hana. Jadi hati-hati”

“jadi kau sudah punya tunangan? Dan masih bersikeras merebut namja yang sudah punya kekasih? aku semakin tidak mengerti”

“kau tidak perlu mengerti urusan pribadiku. Yang harus kau mengerti adalah, melenyapkan Hana, kau terima uang dariku dan tinggalkan negeri ini selama kurun waktu tertentu”

Namja di seberang tertawa “arasso… itu mudah sekali”

“ya sudah, akan kuhubungi lagi untuk semakin memperjelasnya”

“kutunggu”

KLIK…

Min Yeong meletakkan ponselnya di atas meja, kembali menatap replika wajahnya di cermin “aku tidak akan berhenti sampai kau betul-betul jatuh ke pelukan… Do Kyung Soo. Jangan salahkan aku kenapa aku harus melenyapkan Hana, salahkan yeoja itu kenapa dia menghalangi jalanku untuk memilikimu!!!” ucapnya seorang diri dengan sudut bibir kanan mencuat ke atas. “Lee Hana… bersiaplah”

TBC.

*Epilepsi

40 thoughts on “[FF] ANOTHER CHANCE [PART 9]

  1. waduuuhhh.. Kok firasat saya agak buruk ya /sok/ xD

    Itu si Min Yeong kurang apalagi coba si Suho, ckckck

    Kyung Soo, waduh! Thor, plis biarin Hana sama Kyungsoo bersatu, jgn matikan(?) satu diantara mereka ya ya ya /puppy eyes/

    lanjutkan thor ^^

  2. Ish.. Minyeong..
    Yaaa!!! Kau membuat posisi Suho..
    Yang disalahkan!!!
    Aishh..

    Author berhasil menyulut emosi hhahhaa..
    Daebak~

  3. kasian suho oppa, hrus menanggung beban itu, padahal bukan dia pelakunya…
    Minyeong jaht banget !! :@

    itu kyany D.O oppa ada penyakt lain deh. Msa cpat bgt mimisan? Hana aja heran

  4. Aih, bikin penasaran aja.. Ternyata cincinnya ada 2 toh, ternyata suho-minyeong tunangan toh.. Mereka abis ngapain tuh dikamar? Wkwk:D Kyungsoo:” dia saaakiit:” aaaa” min yeong jahat banget sih, kapan dia baik? Aaaaa feelnya dapet thor;) bagus!

  5. Kyung soo di phpin hana😀 menikah 7 thun lagi.. Wkwkwkwk
    Keren part ini, smpe ngungkap kepribadian suho, tapi knpa hrus tunangan sma yg jahat (⌣́_⌣̀) suho ku.
    😀 next part ya thor. Daebak smua part’y… (y)

  6. jadi min yeong toh peneror’a?? & min yeong ama suho udah tunangan?
    Padahal udah tunangan ama suho tp knp msh ngejar2 cinta’a kyung soo??
    Ah…itu knp lg kyung soo’a jd sering mimisan lg..??

  7. apaaaaaaaa ??????????????????? jadi si Min Yeong ama Suho tunangan + peneror hana +D.O
    gila ini mah makan temen ya namanya..
    kurang apa sih suho ma minyeong cakep iye cantik iya… trus apalagiiii maunya mereka ampe neror hana+D.O ??
    kurang kerjaan lagi
    masih lama lagi nunggu 2 taun lagi aji gile deh ALF makin penasaran gue sih lah.

    BTW ilam udah kasi PW nya ya ALF yg Love and pain 5 cuman gue masi penasaran ama FF yg ini wkwkwkwkkwkw..
    FF lo bikin addictid aje..

    JJANG !!

  8. hoooaa si minyeong pabooo.. suhoo itu gantengg.. kyaaaaaaaaaaaaaaaa…
    waduuhh kasihan suho sama aku aja nakk..
    kasihan si suhoonyaaa.. kok jadi dia yg mau matiiiii.. unii smoga part akhir agg berakhir akhir mata

  9. Minyoung??
    Ooohhhh…
    Tebakan aku salah dari awal… hueee..
    Padahal adegan romantis minyoung ama suho di atas udah berasa bgt.. taunya si minyoung masssiiihh aja keukeuuh mau bunuh hana…
    Sakit emang nih yeoja! Hehehe.. abang suho lho yg blg…

    Suho emang angel booo..
    I love you bang!
    Jadi suami aku aja yah yah yah??
    Drpd ama minyoung? Diakan jahat bang…
    Hehehe.. #abaikan

    Trs si d.o itu mimisan efek dr kepalanya yg kena pot itu kali yaaah??
    Sakit donk d.o nya #bukan sakit kayak minyeong
    Jangan mati donk d.o nya, ntar balikan lagi ama kris?
    Firasat aku gitu sihhh…..
    Tp please, jgn,,,, d.o hana udh mendarah daging (?)

  10. MWO?? tunangan?? ah jinjja~
    suho ya~ teganya kau menyelingkuhiku ㅠㅠ #abaikan
    appa ituh??! si suho tidur sama minyoeng dan paginya dia nyari2 boxernya?! omg! apakah mereka….. #yadongkumat
    sumpah gatel banget sama minyeong. psikopat tuh. awas kau!

    masih semangat baca selanjatnya.. fufufuf

  11. Aaa… aku salah ternyata yang jahat min yeong aarrghh..
    min yeong jahat bgt sih min TT..TT
    Gag bisa apa biarin d.o sama hana bahagia TT…TT
    Neomu neomu daebak thorr heheh ^^

  12. min yeong?
    aku kira itu suhoo…
    mereka tunangan??

    minyeong udah mulai suka sama suho?
    waawwww..

    kyung soooooo..
    😦

  13. Kok perasaanku gak enak yah?.kenapa aku merasa kalau kyungsoo itu akhirnya bakalan mati#plakkk#
    Tpi kok suho gampangan banget sih?.
    Ck…Minyeong,dasar yeoja bermuka dua.harusnya yang mati itu minyeong,bukan Hana.
    Ih..ih…nyebelin minyeong itu.
    Thor,aku berdoa,smoga ga kecewa d ending,amin…
    Hehe

  14. Park min yeong! Ternyata kamu adl org jhat itu! Peneror itu! Kurg ajar! #asah golok :@

    ksihan suho oppa ngerelain persahabatannya cma buat ngelindungi tu org..😦 suho oppa baik bgt..

    kris gege udaa baik🙂 bgus ge, pertahankan *plaak!😀

    jadi gitu?? Suho dan minyeong itu tunngan? Dan mreka…….. Habis melakukan ‘itu’.. Minyeong kok murahan bgt sih?! Wjar aja kyungsoo oppa ga suka ama kmu wlwpun kyungsoo ga tau apa” ttg kmu yg bgitu -,-

    ya allah, aku kirain kamu bneran udaa baik, trnyata msih busuk aja tuh akal! Ish, minta beneran ditebas nih anak! :@

    aku mau teleport lagi deh ke part slanjutnya! Ksel bgt ama minyeong! Ck! -,-

  15. Aish.. jinjja.. Dasar nenek sihir..!!
    Su Ho-ya.. Kenapa kamu mau ditunangkan dengan wanita seperti iblis itu..?? Banyak yeoja cantik dan baik yang bisa kamu pilih.. kenapa harus dengan nenek sihir itu..???!!!! AAAAAAAAAAAAAA………..

    Aih.. Banyak sekali namja yang terluka hatinya disini..
    Aigoo..

    aku tahu cowok juga rapuh.. tapi.. TT.TT

  16. waduh thor sedikit demi sedikit jd kebuka semuanya yah, ternyata suho tunanganya sie min yeong. Waduh mau ngapain lagi tuh yeoja sialan?

  17. ahhh saya salah sangka berat sama suho. mianhaeyoo~ ini karna part sebelumnya udah emosi duluan bacanya. hahahahah *ditampar* *dirajam*. kembali pada persepsi awal kalo suho itu emang orang baik dan bukan peneror. dan ga nyangka ternyat suho dan minyoung itu TUNANGAN!! wah ga nyangka aku kak alf. ga nyangka. berat jadi kris, berat lagi jadi suho. dan kris pun ntah kenapa kayaknya udah merelakan hana sama kyungsoo.
    suho dan…minyoung .__. aku kira setelah melakukannya minyoung bakal berubah jadi baik dan ga macem macem lagi sama hana. tapi ternyataaaa……
    dan kyungsoo, sakit apa dia? kanker? dia mimisan terus. apa yang terjadi sama kyungsoo kak alf? apa kyungsoo bakal mati? jangaaannnn!~ T.T
    oke ini berlebihan. saya hanya tinggal baca part selanjutnya. hahaha

  18. What the.??? Jd min yeong itu tunangan suho.. Wah semakin menarik n komplit ajah eon.. Dan suho itu trlalu baik atau bgaimana,rela mengorbankan pershabtan ny dgn kyungso demi menyelmatkan tunangan ny yg jahat.. Sungguh besar pengorbnan nya tp sxang min yeong msh melanjutkan rencananya.. Dsar psikopat..

  19. Dannnnnnn semua tebakan melesetttt ngenggggg -_______-

    Itu minyeong errrrrrr bener bener gila wehhh… Kenapa aku malah jadi kasian sama joonmyun disini _-_

    Nyampek part ini aku baru bener bener ngerasa karakter tokoh utama disini emang pas banget buat dio aokaok suka mimisan wkoawkkk

  20. tuh kan bnr minyoung pelakunya…..
    junmyun knp dg dirimu, ya ampuuun pengorbanan mu kali ini bakal sia” kayanya…
    sweet bgt si kyungsoo-hana ya ampuuun umur kalian 20 tp kelakuannya hahaha, trs apa pula kris pke ikut ngegodain mrk, kaya ga tau kyungsoo kaya apa.. sweet dan kekanak-kanakan lah pokoknya😄
    tak kira minyoung bakal tobat beneran, ternyata….
    trs juga kyungsoo mimisan mulu, jgn blg dia penyakitan….. semoga cuma tebakanku aja…

  21. Ternyata pelaku nya bukan suho *ngelusdada
    minyeong ternyata tunangan nya suho oppa ?
    Angel dapat devil kekeke jahat bgt miyoung eonni 
    ALF eon chap ini keren😀

  22. min yeong psikopat, gila bgt… su ho bgaikn mlaikt, bkin kgum.. tpi ksihn jg su ho hrus mnerima akibt perbuatan min yeong yg gangguan jiwa…
    knp dg kyung soo? ksehtanny mkin membruk,smoga ja gpp🙂
    hana semoga kau selamt dri kgilaan min yeong🙂
    berhrap happy ending🙂

  23. Gak nyangka ya sebenernya minyoung itu yang mau ngebunuh hana
    Kan kasian hananya
    Masa gara” cemburu doang si hana mau dibunuh
    Wahh si D.O kenapa tuh? Hamil? (?) wkwk
    Semoga si D.O gak kenapa”. Amin

  24. do kyungsoo kenapa sih?.______. hamil(?) ._.
    minyeong gue kira udah bener bener insaf(?)errrrrr-___–

  25. huaaaaaaaaaaaa ternyata tebakan awal aku yang betuuuul…
    Iii author ny emang btl2 deeh,buat pusing aku aja…
    Udah mondar mandir kesini kesana#plak,
    tapi ternyata tebakan awal yang btl,

    suer deh thor aku gak nyangka penerornya itu minyong,
    trus juga, masalah kalung liontin cincin itu aku gak kepikiran sama sekali kalo itu ternyata cincin pernikahannya suho sama minyong..

    Trus aku juga gak nyangka ternyata si suho sama minyong tu emang udah di jodoin,
    semuanya emang btl2 kebetulaaan…

    Trus juga…
    Gak nyangka aja sama suho,
    masa dia mau ngelakuin “itu” sama minyong..
    Ya ampuun thoor..
    Suer deh makin keren aja ni crita,
    trus juga si minyong ngerencanain apa lagi coba buat ngebunuh si hana, gak kasian apa sama suho yang udah nolong dia kaya gtu..
    Hadeeuuh…
    Kerenn

  26. thor…kyung soo nya jng sakit dong…kan kasian cintax hana…:-(

    ishhh…..si min young nyebelin banget, su ho di jadikan kambing hitam . hatix jg di mainin….

    su ho….ma aq aja yuh ( di lempar sendal sama author )

  27. Jadi MinYeong?!?!?!?!

    Iya kayaknya ada yang aneh sama Kyungsoo
    Dia sakit yah? Itu penghuni toilet kayak baru pertama lihat orang muntah aja
    ‘hamil’ pemikiran seorang namja yang sangat sangat sangat bodoh -_-

    Suho baik bangett ternyata, dia rela berkorban demi orang2 yang teramat sangat disayanginyaa

    MinYeong, yeoja macam apa kau? Jahat banget
    Tapi memang masalah kecemburuan, iri dan semacamnya.. YEOJA lah yang paling BERBAHAYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s