[FF] ANOTHER CHANCE [PART 5]


FANFICTION

Tittle : Another Chance [PART 5]

Author : AyouLeonForever

Cover pic/poster edited by : AyouLeonForever

Genre: Romance, Angst, Tragedy, Suspense

Length: Chaptered / Series Fic

Rating: PG12, T

Main Cast:

*Do Kyung Soo

*Lee Hana

 Kim Joon Myun

*Wu Yi Fan/Kris

*Park Min Yeong

Other Cast: Find them by your self :p

Disclaimer: All off the cast(s) belong to his/her self, parents, agency, and GOD

Copyright: The story and OC belong to me!No Copy paste without permissions!

warning: Typo(s) every where.

 

PART 5

Ia hadir bagai embun…

Membentuk bilur-bilur indah, menetes, membias, mengisi kekosongan ruang yang telah lama hampa. Mengalir begitu tenang hingga membentuk telaga kebahagiaan.

 

Dan kini Telaga yang mulai tenang itu kembali beriak…

Sisa kenangan pahit yang tersimpan rapat dalam kotak memori kini memaksa untuk keluar dan muncul ke permukaan, menebarkan riak yang lebih besar.

Mencoba menepis,

Mencoba mengenyahkan.

Tapi ia bukan ilusi, terpampang jelas penuh kenyatan membentuk sebuah martil derita yang sukses meruntuhkan tembok kebahagiaan yang baru saja dibangun.

 

Akankah ia masih utuh?

Dengan perjuangan panjang menghapus jejak masa lalu…

Dan saat derik itu kembali, menebarkan getaran sakit yang merajalela di hati…

Akankah ia masih mampu berdiri? Kembali mencoba berteman dengan hidup?

Tapi tidakkah ini ironis saat dunia mengkhianantinya?

Takdir membohonginya…

Dan kehidupan memperbudaknya.

Lalu dengan cara apalagi ia mampu lolos dari panggung derita itu?

 

Part 5

Kyung Soo POV.

“karena Hana… Lee Hana… adalah yeojachingguku” ucapan Kris hyung layaknya sebuah palu besar yang menghantam kepalaku, persis di ubun-ubun.

“Mwo… mwroragoyo?”aku seperti orang bodoh yang hendak memastikan pendengaranku.

“Lee Hana adalah kekasihku”ulangnya.

Aku meremukkan kesepuluh jariku. Darahku seolah mendidih “apa maksudmu dengan Hana adalah kekasihmu?”

“Hana memang kekasihku, karena tidak pernah ada kata perpisahan dalam hubungan kami”

Aku bisa mendengar suara rahangku menggeretak saking kuatnya aku berusaha menahan amarah “jadi kau namja itu… kaulah namja di masa lalu Hana yang memanfaatkan kerapuhannya??”

“apa maksudmu?”

“kenapa kau bertanya? Bukankah kaulah orang yang lebih tahu tentang tindakan bejatmu”

“Kyung Soo-ya, jaga bicaramu”Kris hyung terlihat tidak terima.

“lalu aku harus menyebutmu apa? Kurasa tidak adalagi sebutan yang pantas untukmu selain namja biadab”

Bisa kulihat Kris hyung ikut marah “berhenti membuat kesimpulan sendiri sementara kau hanyalah orang baru yang tidak tahu apa-apa. Entah apa hubunganmu dengan Hana sekarang, tapi Kyung Soo-ya, ada hal yang belum terselesaikan antara aku dan Hana”

“aku tidak peduli hyung, kau hanya masa lalu kelamnya, urusan Hana denganmu sudah selesai tepat di detik pertama saat kau mengenyahkannya bagai sampah”

“Kyung Soo-ya….”bentaknya dengan suara tinggi

“Kris hyung…”balasku “aku bukan lagi anak 12 tahun yang bisa kau bentak seenaknya. Aku menghormatimu. Untuk itu, sebelum aku lupa bahwa kau sudah kuanggap sebagai kakak kandungku sendiri, tinggalkan tempat ini”

Kris hyung tidak menjawab, ia menatapku tajam.

“Kris hyung, aku tidak bercanda dengan ancamanku”

“baiklah… tapi Kyung Soo-ya, urusan kita belum selesai. Hana… masih ada keterkaitan denganku”

“hyung… pergilah”

Kris hyung menoleh lagi pada Hana, dan aku cukup waspada untuk terus mengawasi pergerakannya, sampai saat Kris hyung kembali menatapku “kondisi Hana akan semakin parah kalau dibiarkan. Dia punya obat berbentuk botol kecil sejenis spray, semprotkan obat itu ke tenggorokannya sebanyak 2 kali. Lakukan secepatnya karena kalau menunggunya tenang sendiri, akan semakin memerparah kondisi fisik dan psikisnya” ucap Kris hyung begitu tenang sebelum ia meninggalkan apartement Hana.

Dan aku, berdiri layaknya orang bodoh yang mematung di tempat. Kris hyung bahkan tahu hal-hal tentang Hana sampai sedetail itu… sementara aku.

“Hya Kyung Soo-ya… apa yang kau lakukan. Hana sekarat”teguran Su Ho menyadarkanku.

Aku menoleh dengan sangat lemah. Antara sadar dan tidak melangkah mendekati mereka. “aku… tidak tahu harus berbuat apa”lirihku seolah tak berada di tempat.

Su Ho menamparku pelan, tapi cukup untuk menyadarkanku “kau jangan cemburu buta dulu, lihat yeojamu. Lakukan sesuai instruksi namja itu. Apa dia bilang tadi? Obat spray?”

Aku jadi panik sendiri setelah sadar “di mana aku harus menemukannya?”

“Kyung Soo-ya… seriuslah”

“apa kau pikir aku sedang bercanda sekarang? Dan lagi, KENAPA KAU MEMELUK Hana?”

Su Ho berdecak “Hana hampir terjatuh dan terkapar karena kau melepasnya, aku jelas tidak setega itu membiarkannya. Neo micchiosso?”

Aku sepertinya benar-benar gila. Kepalaku hendak meledak.

“ya sudah… gantikan posisiku, aku yang akan mencari obat itu. Aku baru tahu kalau kau sangat tidak bisa diandalkan saat panik”

Su Ho tidak salah, aku yang benar-benar payah “aku mengandalkanmu Su Ho-ya, mianhae” aku beringsut, dan menggantikan posisi Su Ho untuk memeluk Hana. Oh Tuhan, ada apa dengan yeoja ini. tubuhnya masih bergetar hebat, dan semakin dingin. Anehnya keringatnya justru bercucuran di pelipisnya. Aku terus memanggil namanya, memastikan bahwa Hana masih sadar.

Su Ho dengan gesitnya mencari benda yang dimaksud, ia membongkar isi tas Hana yang tergeletak tak jauh dari kami “pasti ini…” Su Ho kembali ke tempatku. “bagaimana cara penggunaannya?”

“Kris hyung bilang, semprotkan sebanyak 2 kali ke tenggorokannya”

Su Ho mengangguk kemudian membaca dengan cermat petunjuk penggunaannya di botol kecil itu “Kyung Soo-ya, ini disemprotkan melalui mulut”

“ya sudah, lakukan saja”

“kau tidak keberatan?”

“Su Ho-ya…”

“arasso… arasso…”

Dan aku hanya bisa menyaksikannya dalam diam, Su Ho dengan perlahan membukan mulut Hana dan memasukkan ujung corong kecil botol itu kemudian menyemprotkannya sebanyak 2 kali. “Hana-shii, kau mendengarku? Tarik nafasmu dalam-dalam”

Entah Hana menurut atau tidak, tapi… tidak butuh waktu lama sampai Hana berhenti gemetar, nafasnya mulai teratur, dan dia memejamkan matanya.

Aku langsung panik “a… ada apa ini? Hana pingsan?”

“bukan… dia hanya tertidur. Kubaca labelnya komposisi obat ini ada obat penenangnya”

“jadi, Hana sudah tidak apa-apa?”

Su Ho mengangguk “jadi sekarang giliranmu untuk menenangkan diri”

###

Aku tak henti-hentinya memandangi wajah pucat Hana yang terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Aku juga tak sedetikpun melepaskan genggaman tanganku di tangannya. Yeoja ini begitu… malang. Apa salah yeoja ini sampai Tuhan menghukumnya seperti ini?

“aku tidak pernah menyangka, sedikitpun tidak ada bayangan, bahwa namja yang pernah menyakiti Hana, justru orang yang begitu dekat denganku”tuturku.

Su Ho menepuk pundakku “aku paham posisimu, jadi jangan menyalahkan dirimu, kau sama sekali tidak punya tanggung jawab apa-apa mengenai tindakan namja itu”balasnya. Hum, aku memang sudah menceritakan semuanya pada Su Ho. Tidak bermaksud untuk membeberkan aib Hana, kulakukan itu hanya untuk memperjelas masalah yang meimpa Hana. Terlebih setelah mendengar ceritaku, Su Ho ikut bersimpatik.

“lalu bagaimana caraku mengambil sikap? Kris hyung sudah kuanggap seperti kakak kandungku sendiri. Tapi… apa yang telah dia lakukan pada Hana membuatku…”

“tenangkan dirimu, masih banyak jalan yang bisa ditempuh. Aku akan selalu mendukungmu”

Aku menoleh pada Su Ho yang duduk di sebelahku, “gomawo Su Ho-ya. Aku tidak tahu harus berbuat apa kalau saja kau tidak ada”

“jangan bersikap lemah begitu, kau harus kuat untuk Hana. Ayolah”

Aku mengangguk “aku akan berusaha”

Su Ho melirik jam “sudah tengah malam, Hana juga sepertinya sudah tidur sangat pulas. sebaiknya kita pulang. jadi besok saat Hana bangun, dia akan mengira bahwa kejadian malam ini hanyalah mimpi buruk. Jangan sampai keberadaanmu di sini kembali meyakinkannya bahwa pertemuannya dengan namja itu benar-benar terjadi”

Aku bergumam “kau benar” kurapatkan selimut Hana setelah kulepaskan genggamanku di tangannya.

“dan lagi, berusahalah sebisa mungkin agar pertemuan Hana dan namja itu terhindarkan. Bagaimana pun caranya, Hana tidak boleh bertatap muka dengan namja itu. Kau mengerti?”

Aku mengangguk “arasso”

“kajja…”

Aku menyempatkan diri mengecup kening Hana sebelum meninggalkannya, dan aku bisa melihat Su Ho menatapku tajam “hanya kening… lagipula dia sedang tidur, jadi tidak akan kalap”ucapku membela diri sebelum Su Ho mengataiku namja yang memanfaatkan situasi.

you need to control your self

“arasso… arasso…”

Hana POV

Aku terkejut bukan main saat alarmku berbunyi. Aku bahkan tidak sadar bahwa alarmku berbunyi sejak 15 menit yang lalu. Dan yang jelasnya, aku tidak boleh membuang waktu lebih banyak lagi karena kelas pertama di mulai pukul sepuluh.

Kenapa aku terburu-buru? Bukankah aku akan ke kampus bersama Kyung Soo hari ini? hum, aku tidak butuh lagi menjadi penghuni pertama kampus. Sebenarnya hal ini sudah berlangsung lama sejak Su Ho berubah profesi menjadi pengawal pribadiku, tapi hari ini beda, aku tidak perlu lagi merasa tidak enak hati saat mendapati Su Ho menungguku di gerbang kampus, karena mulai hari ini, aku akan berangkat ke kampus bersama Kyung Soo.

Tidak butuh waktu lama, sampai aku menyelesaikan 20 gulung kimbab yang siap kuantar ke minimarket. Saatnya bersiap-siap.

Tapi… seperti ada yang aneh, ada yang janggal. Terlebih saat mataku mengarah pada ruang tamu, tepatnya ke arah pintu depan. Sebenarnya aku takut mengungkapnya tapi… semalam itu aku merasa memiliki ingatan seolah-olah namja itu datang menemuiku. Dan…

Ah lupakan, itu pasti hanya mimpi. Mungkin juga sebuah tahap yang harus kulewati untuk bisa sembuh total.

Aku merengkuh dadaku. Tetap saja seolah ada yang masih bersisa. Aku memang selalu bermimpi tentang namja itu, mimpi yang sangat buruk, tapi ini untuk pertama kalinya terasa begitu… mendekati kenyataan. Sangat jelas, tanpa bayangan samar sedikitpun, seperti potongan kenangan yang betul-betul terjadi.

Ah tidak mungkin… Lagipula, di mimpiku itu ada Kyung Soo dan Su Ho yang datang menyelamatkanku.  Kalau di mimpi saja aku masih selamat, kurasa kenyataanpun akan demikian. Jadi… tidak ada gunanya mengenang namja biadab itu bahkan untuk satu detik sekalipun.

Betul, waktuku sekarang terlalu berharga untuk kusia-siakan.

###

“oh Hana-shii, kau datang pagi-pagi sekali” sambut Kyung Soo yang wajah dan penampilannya yang masih kusut.

“hei, ini sudah pukul sembilan, dan kau baru bangun? Dasar pemalas” aku mengikuti langkah Kyung Soo menuju dapur. Ia malah bermalas-malasan di meja makan.

“aku telat tidur”

“waeyo? Kau begadang? Memangnya apa yang kau lakukan semalam?”

Kulihat Kyung Soo tersentak kaget, dan kurasa cukup berlebihan untuk pertanyaan sederhana tadi “itu… ng, nae, aku begadang menyelesaikan essay Kim sonseng. Hari ini sudah harus kukumpulkan, aku jenuh melihat deretan huruf itu”

“kenapa kau tidak bilang? Aku bisa membantumu”

“jangan remehkan Kim sonseng, dia hapal betul tulisan tanganku”

“ya sudah, bergegaslah mandi dan bersiap-siap, aku akan menyiapkan sarapan”

“masih satu jam lagi Hana-shii”

“hey, jam pertama itu kelasnya miss. Ahn, kau tahu konsekuensinya kalau telat bahkan sedetik kan?”

“10 menit saja Hana-shii. Biarkan aku tidur 10 menit lagi”

Aku mendesah berat. Segera aku menghampirinya dan menarik tangannya “Kyung Soo-shii… bergegaslah”

Kyung Soo semakin berulah, ia tertidur, dan aku tahu itu hanya pura-pura. Sialnya totalitas aktingnya betul-betul maksimal, sampai-sampai saat aku menariknya, semua beban tubuhnya ia limpahkan padaku. Alhasil aku jatuh ke lantai dengan Kyung Soo berada sejengkal di atasku.

dia menggunakan telapak tangannya sebagai tumpuan di lantai persis dia letakkan di samping kedua telingaku hingga tubuhnya tidak menimpaku.

Aku menelan ludah, wajah Kyung Soo begitu dekat di atasku. Dan aku baru menyadari, bahwa phobia-ku belum sembuh sempurna. Tapi ini aneh, aku bukannya merinding ketakutan tapi…

Gugup.

Sampai ketika Kyung Soo mengulas sebuah senyuman yang sangat manis, aku tersadar kalau aku pasti sudah terlihat seperti orang bodoh.

“sudah sembuh?” tanya Kyung Soo

“ng?”

“perkembangannya pesat juga rupanya”

“kau sedang membicarakan apa?”

“jadi kapan-kapan… aku sudah tidak perlu meminta izin lagi untuk memelukmu?”

Wajahku langsung memerah. Segera kudorong tubuhnya menjauhiku dan secepat kilat aku berdiri membetulkan posisi “kalau kau melakukannya lagi aku tidak akan mau menemuimu”

“mianhaeyo, aku betul-betul mengantuk. Jangan marah”

“aku tidak marah. Untuk itu jangan bercanda lagi, bergegaslah”

“arassoyo… tapi bisakah aku minta pelukan sebagai ucapan selamat pagi?”

“KYUNG SOO-SHII”

Dan Kyung Soo akan tertawa terbahak-bahak sebelum menghilang ke dalam kamarnya.

Tinggallah aku, tertegun sembari merengkuh dada, aku bahkan merasa seolah bisa menggeggam jantungku. Degupannya keras sekali, dan sangat cepat. Aku tidak menyangka, berada sedekat itu dengan Kyung Soo akan memicu adrenalin sampai seperti ini.

Kyung Soo-shii… apa yang kau lakukan terhadapku?

###

“tunggu di sini, aku parkir mobil dulu, jangan kemana-mana. Kalau ada sesuatu langsung teriak saja” itu pesan Kyung Soo saat aku turun dari mobilnya setelah memasuki gerbang universitas kami.

Aku mengerutkan kening “kau sangat berlebihan”

“jangan cerewet, ikuti saja perintahku”

“sebenarnya siapa yang cerewet dalam kasus ini? bukankah akan lebih bagus lagi kalau kau sudah tancap gas dan memarkir mobilmu secepatnya?”

Kyung Soo tertawa lagi “arasso… arasso. Akhir-akhir ini yeojachinguku makin galak”

Wajahku langsung bersemu merah.

“tapi ini seribu kali lebih baik dari pada menyaksikan yeojachinguku menjadi manusia salju”

“manusia salju?”

Kyung Soo masih tertawa sebelum ia melajukan mobilnya menuju pelataran parkir.

Betul, aku menyadarinya. Semakin hari aku semakin banyak bicara. Mungkin karena aku sudah diam terlalu lama, sehingga saat bisa berekspresi seperti ini, persediaan kata-kataku keluar begitu saja.

“eh Hana-shii, kau sendirian?”

Aku menoleh, “ah Su Ho-shii, selamat pagi. Tidak, aku ke sini dengan Kyung Soo, dia sedang memarkir mobilnya”

“oh, dia sudah bisa ke kampus?”

Aku mengangguk “dia bersikeras, dan check kesehatan kemarin juga sudah membolehkannya kembali berkuliah”

“hum begitu. Lalu bagaimana keadaanmu?”

Aku mengerutkan kening “aku? Aku baik-baik saja”

“ah… iya betul juga”

“ada apa?”

“ah ani… ani. Aku senang kau baik-baik saja. Kau cukup cerah pagi ini”

Su Ho sepertinya bersikap aneh. Ada yang ganjil. Sikapnya tidak jauh beda dengan Kyung Soo saat aku menceritakan ada moment yang hilang semalam sebelum aku tidur. Maksudku, bukankah semalam aku berjanji mengantarkan makanan buatanku untuk Kyung Soo dan Su Ho, tapi ingatanku terhenti sampai ketika aku menyiapkan makanan itu, selebihnya antara nyata dan tidak, ingatanku bersambung pada mimpi buruk itu yang tidak ingin kubahas. Tapi Kyung Soo malah menceritakan bahwa aku sudah mengantarkan makanan itu ke apartementnya, dia bilang kami sempat makan malam bertiga sampai tiba-tiba aku mengantuk dan harus pulang lebih awal. Cerita Kyung Soo jelas sangat aneh, tapi aku percaya-percaya saja karena ia protes saat aku banyak bertanya. Mungkin karena tadi itu dia sangat mengantuk. Ah aku harus memperjelasnya nanti.

“hei kau, siapa kau. Berani-beraninya menggoda yejachinguku”

Kami menoleh bersamaan dan Kyung Soo sudah berjalan ke arah kami.

Su Ho tertawa terbahak-bahak.

“hei siapa yang menyuruhmu tertawa? Aku serius” tegur Kyung Soo.

“bukan itu, penampilanmu…” Su Ho sepertinya tidak bisa menahan tawanya.

“kenapa dengan penampilanku?”

“kau dan kupluk itu… aku seperti melihat anak SMP”

“sialan… asal kau tahu, aku memakai kupluk ini bukan tanpa alasan. Kalau aku melepasnya, kau akan melihat anak SD”

“ha?”

“perban di kepalaku, kalau dari jauh akan terlihat seperti pita”

Su Ho kembali tertawa. Dan melihat kedua namja ini begitu cerah, rasanya damai. Sedikit ada penyesalan bahwa aku pernah menempatkan namja sebagai makhluk paling biadab di dunia ini. lihatlah bagaimana kedua namja ini berhasil menghapus persepsi sesatku.

“Kyung Soo-shii… kau sudah sehat???” seru seseorang saat kedua namja ceria ini masih mengobrol.

Aku belum sempat memastikan siapa pemilik suara itu sampai ketika aku dikejutkan dengan tindakannya yang dengan seenaknya berlari dan memeluk Kyung Soo.

“Min… Min Yeong-shii… apa yang kau lakukan” Kyung Soo tampak gelagapan, dan bisa kulihat dia berusaha melepaskan diri.

“aku senang, aku senang kau sudah sembuh. Ah bagaimana keadaanmu? Bukankah masih ada beberapa hari lagi sampai masa pemulihanmu selesai?”

“akan kujawab, tapi lepaskan aku dulu”

“ah mianhaeyo… aku terlalu senang”

“bagaimana kalau kita membahasnya di kelas saja, karena beberapa menit lagi kelas miss.Ahn akan dimulai” ucapan Su Ho seolah menjadi sebuah pertolongan. Masalahnya aku tidak tahu sejak kapan aku merasa seaneh ini melihat Min Yeong memeluk Kyung Soo di depan mataku. Aku bahkan kembali teringat kejadian di mana aku mendapati mereka berciuman. Tapi seingatku waktu itu aku tidak apa-apa. Aku merasa biasa saja, tapi sekarang kenapa aku merasa…. sakit.

“benar juga. Kajja Kyung Soo-shii” Min Yeong semakin menujukkan tingkah menyebalkan, melihat ulah centilnya merangkul lengan Kyung Soo dan mengajaknya berjalan bersisian membuatku… kesal.

“Min Yeong-shii, aku bisa jalan sendiri, tidak perlu di tuntun. Lagipula yang tertimpa pot itu kepalaku, bukan kakiku” ini cara Kyung Soo menolak. Dan kurasa itu masih kurang tegas.

“kau… masih marah padaku yah?”

Baiklah, kuakui bahwa Min Yeong sangat cantik, dan bukan tanpa alasan dia mendapat predikat primadona kampus ini, tapi… kurasa sikap centilnya sangat berlebihan, sangat kontras dengan sikap dingin dan angkuhnya selama ini. setidaknya itu yang ditunjukkannya di hadapan orang lain, sehingga pamornya meningkat menjadi yeoja keren. ah seharusnya aku tidak lupa bahwa Min Yeong menyukai Kyung Soo. Dan saat seseorang sudah berada dalam kondisi itu, dia pasti akan melakukan apapun untuk bisa menarik perhaian orang yang disukainya. Tidak terkecuali bagaimana Min Yeong bersikap seperti itu di hadapan Kyung Soo.

“tidak… aku tidak marah, asal kau tidak mengulanginya lagi” Kyung Soo masih meresponnya. Dan perasaanku semakin… kesal.

“baiklah, aku berjanji. aku tidak akan mengulanginya. aku tidak akan menciummu duluan Sampai kau yang melakukannya lebih dulu,”

Su Ho terbatuk. Kurasa dia terkejut. Kyung Soo menoleh padaku, dan aku hanya menatapnya datar. Aku tidak tahu harus marah atau bagaimana. Aku betul-betul… tidak tahu.

“Su Ho-shii, sebaiknya kita ke kelas lebih dulu” ajakku, yang entah dari mana asalnya keberanianku ini.

“ah nae…” beruntung Su Ho adalah namja yang tercipta untuk selalu menolong temannya. Kamipun berjalan bersisian meninggalkan Kyung Soo dan yeoja centil itu.

“Ha… Hana-shii, chakkaman” bisa kudengar Kyung Soo terus memanggilku. Kemudian tidak sampai sepuluh langkah aku meninggalkannya, dia sudah berdiri di hadapanku, sambil tersenyum. Itu yang tidak kumengerti.

Aku bergeser ke kanan mencari jalan, dia juga ikut bergeser, menghadang jalanku. Yang membuatku semakin kesal adalah dia melakukannya masih sambil tersenyum. “aku mau lewat”

“manisnya…”

“apa?”

“kau cemburu?”

Dan mataku seketika membelalak. Cemburu? Oh Tuhan, itu kah kata yang tepat untuk mendeskripsikan perasaanku sekarang.

“salahmu sendiri kenapa kau tidak mau terang-terangan menampakkan kenyataan bahwa kita adalah sepasang kekasih”lanjutnya

Aku sungguh malu, sangat malu, terlebih pada Su Ho yang sejak tadi tertawa kecil di sebelahku.”untuk apa aku cemburu?”

“untuk apa? Itu kan hak mu. Karena aku namjachingumu”

Aku kehabisan kata-kata.

“Kyung Soo-shii…” lagi-lagi Min Yeong datang dan menempel di sebelah Kyung Soo.

“kajja Hana-shii” Su Ho malah menarik tanganku meninggalkan tempat, yang bisa kutebak dia sengaja mengerjai Kyung Soo. Sangat jelas saat mereka bertatapan sementara Su Ho masih tertawa.

“Su Ho-ya,…tanganmu” seru Kyung Soo yang masih mengikuti langkahku. Dia kembali menghadang jalan kami.

“waeyo… bukankah kau sedang sibuk dengan Min Yeong? Aku dan Hana ini Mahasiswa teladan, kami jelas tidak mau terlambat masuk kelas”

“berhenti mengoceh. Lepaskan tanganmu dari yeojachinguku” Kyung Soo menarik tanganku hingga aku terhempas ke arahnya.

“mworagoyo? Yeo… yeojachingu?” itu suara Min Yeong. Biasanya kalau ada situasi seperti ini, aku akan merasa sangat tidak enak. Tapi kenapa aku justru merasa lega?

“hei, sepertinya kau harus mengadakan konferensi pers” Su Ho menepuk pundak Kyung Soo dan berjalan lebih dulu meninggalkan kami.

“Hya… jangan kabur… aigo..” Kulihat Kyung Soo salah tingkah. Aku tahu Kyung Soo adalah namja yang baik, karena itu dia jelas tidak begitu tega mengumbarnya secara langsung bahwa kami berpacaran, sementara ia tahu Min Yeong juga sangat menyukainya. “mianhaeyo Min Yeong-shii…. sebaiknya kita ke kelas saja. Kalau kau butuh penjelasan, kau bisa menanyakannya padaku atau Su Ho. Annyeong” dan Kyung Soo langsung menarik tanganku, melanjutkan langkah memasuki gedung fakultas seni.

“apa ini tidak terlalu kejam?” tanyaku

“lebih kejam lagi kalau aku mempertegasnya di hadapan Min Yeong. Yeoja itu sangat baik, tidak bisa kupungkiri, dia juga banyak membantuku saat aku sakit. Biarkan saja dia dengan pikiran-pikirannya”jawab Kyung Soo yang kurasa cukup diplomatis.

“hum…”

“kau tidak apa-apa kan?”

“memangnya aku kenapa?”

“karena aku tidak memperjelasnya di hadapan Min Yeong”

“untuk apa aku mempermasahkannya? Kurasa Min Yeong sudah tahu dan tadi itu sudah cukup jelas”

“beruntungnya punya kekasih yang pegertian”

“jangan sok keren. Percepat langkahmu atau kita betul-betul akan disidang miss Ahn”

Dan atmosfer kelas yang tadinya riuh berubah hening saat aku dan Kyung Soo masuk ke kelas beriringan sambil berpegangan tangan. Ini bukan keinginanku, Kyung Soo yang bersikeras, dan lagi-lagi aku hanya bisa menunduk dalam sebagai tameng agar terhindar dari tatapan-tatapan mereka.

“selamat pagi semua” sapaan Kyung Soo juga cukup kusesalkan. Sejak kapan dia menyapa seisi kelas dengan begitu cerianya. Bukan kah ini pertanda kalau dia sengaja menarik perhatian orang banyak.

Dan aku bisa menangkap dengan ekor mataku, sosok Su Ho yang duduk di bangkunya, melipat tangan di dada sambil berusaha menahan tawa. Aku sungguh… malu.

“Kyung Soo-shii… kau dan Lee Hana??” entah siapa yang bertanya itu, aku tidak melihat wajahnya karena aku sibuk menunduk. Kenapa pula aku seolah kembali ke diriku yang sebelumnya saat aku sudah berhadapan dengan orang banyak.

“hum… kami pacaran”

Dan pernyataan Kyung Soo barusan langsung membuat heboh seisi kelas. Aku memejamkan mata saking tidak sanggupnya menahan rasa malu ini.

“tapi kenapa Lee Hana??” itu suara seorang yeoja, yang kuperkirakan adalah suara Sun Hwa

“kenapa Lee Hana? Ya jelas saja karena yang kusukai itu Lee Hana”Kyung Soo masih meladeni mereka.

“Kyung Soo-shii, hentikan saja sampai di sini. Sudah cukup”bisikku

“waeyo chagi-ah?”

Dan aku hampir jatuh ke lantai saat Kyung Soo memanggilku begitu. Apa lagi ulahnya setelah ini. “Kyung Soo-shii…”tegurku.

“arasso… arasso chagi-ah”

Aku pasrah saja. Do Kyung Soo… akan kuberi kau pelajaran setelah ini.

###

Aku bisa menjamin, setelah ini aku pasti akan ditikam, bukan hanya oleh peneror itu, tapi sebagian besar yeoja di kelas ini. dan ini pertama kalinya kuketahui bahwa Kyung Soo cukup populer di jurusanku. Terbukti saat pelajaran miss Ahn tengah berlangsung, aku merasakan hawa-hawa pembunuh bertebaran di sekitarku. Dan aku akan semakin keringat dingin saat tanpa sengaja mataku menangkap sosok Min Yeong yang menoleh ke arahku dengan tatapan datar, tapi lebih menakutkan dari pada ia menatapku tajam.

Pelakunya, yang tidak lain adalah Do Kyung Soo, malah asyik bergurau dengan Su Ho di bangkunya, sesekali akan menoleh ke arahku, mengedipkan mata dengan genitnya dan melayangkan fly kiss ke arahku, tanpa ia sadari itu justru menambah setumpuk alasan kenapa keselamatanku semakin terancam.

Yah… mungkin tidak sesadis peneror itu, tapi tetap saja, hawa cemburu lebih menakutkan dari apapun.

“ini hasil kuis minggu lalu, ada beberapa yang harus mengulang. Su Ho-shii tolong dibagikan”

“nae sonseng-nim”

“dan Do Kyung Soo, berhubung kau tidak ikut kuis minggu lalu, kau boleh ikut dengan Mahasiswa yang mengulang”

“nae sonseng-nim”

“oh Ya, bagaimana keadaanmu?”

so far so great sonseng-nim”

“syukurlah… soalnya, kelas terasa sangat kurang saat kau tidak ada”

Aku mengeluh, bahkan di kalangan dosen pun, Kyung Soo juga cukup populer.

Su Ho menghampiri bangkuku, meletakkan lembaran hasil kuisku yang minggu lalu “wow, A+, aku baru tahu kalau kau lumayan dalam Bahasa Inggris”

Aku mendongak “ini kebetulan, karena malam sebelum kuis ini aku belajar penuh”

Su Ho tersenyum, sampai ketika ia mengeluh karena sebuah gumpalan kertas mendarat di kepalanya. Kami sama-sama menoleh, ternyata ulah Kyung Soo, menatap kami sambil mengangkat alis. Su Ho kembali menoleh padaku “maklum saja, kau pacar pertamanya, jadi dia sedikit protektif, semoga kau terbiasa” ucapnya sambil menahan senyum.

“maaf telah menyusahkanmu Su Ho-shii” aku jadi tidak enak padanya karena ulah kekanak-kanakan Kyung Soo

“bukan masalah, aku sudah terbiasa dengan sikap aneh namja itu. Dan sepertinya aku harus kembali secepatnya sebelum Kyung Soo berpikir untuk menimpuk kepalaku dengan sepatunya”

aku tersenyum “nae…”

“jadi sekian kuliah hari ini. oh dan juga ada pengumuman penting. Mulai minggu depan aku sudah tidak mengajar di kelas kalian karena akan ada dosen pengganti”ucap Miss Ahn di depan kelas.

Seisi kelas langsung mengeluh “Yah… sonseng-nim, kenapa?”

“beban mengajarku cukup banyak, dan itu harus dikurangi karena terkadang aku keteteran dalam pembagian waktu”

“terus siapa dosen pengganti itu sonseng-nim?”

“tunggu saja info selanjutnya”

Kyung Soo langsung menghampiri bangkuku begitu miss Ahn keluar kelas “chagi-ah…” serunya

Aku tidak menggubris, aku lebih fokus membaca buku.

“wah… marah”

Aku mendongak “kau sungguh childish

Kyung Soo tertawa “aku tidak punya cara lain. Terlalu beresiko kalau aku bersikap keren dan sok formal”

“kenapa tidak kau diamkan saja? Semua juga akan berjalan sesuai alurnya”

“mian… mian, tidak akan kuulangi… chagi-ah”

“satu lagi, sejak kapan kau memanggilku chagi-ah”

“waeyo? Kau tidak suka? Kita kan sepasang kekasih, rasanya kaku sekali memakai bahasa formal”

“bukan tidak suka, hanya terdengar aneh karena sangat tiba-tiba. Itu membuatku merinding”

“lalu aku harus memanggilmu apa?”

“panggil saja dengan namaku, tidak perlu repot-repot. Aku tetap suka caramu memanggil namaku”

Anehnya Kyung Soo malah tersenyum.

“kenapa lagi?”tanyaku jelas tidak mengerti arti senyumnya itu.

“tidak, hanya saja… kau cukup romantis untuk ukuran seorang yeoja”

Aku mendesah berat “dan kau cukup kekanak-kanakan untuk ukuran namja berusia menjelang 20 tahun”

Lagi-lagi Kyung Soo tertawa “biasanya aku tidak begini”

“jadi menurutmu ini ulahku yang merubahmu menjadi kekanak-kanakan?”

Kyung Soo angkat bahu

“oh, whatever

“hey jangan membaca terus, kita mengobrol saja”

“jangan sekarang, lihat bagaimana semua yeoja di kelas ini menatapku penuh dendam”

Kyung Soo mengerutkan kening “kenapa mereka dendam padamu?”

Ajaib, Kyung Soo sendiri tidak menyadari kepopulerannya ini “cari saja jawabannya sendiri”

“galak sekali”

“kenapa kau tidak ikut Su Ho saja mencari kegiatan lain?”

“Su Ho? Yang menjadi kekasihku itu kan kau, bukan Su Ho. Untuk apa aku ikut dengannya”

Aku menutup buku ku dan menatapnya “kapan-kapan jelaskan padaku kenapa hari ini kau cerewet sekali. Seluruh isi ucapanmu sangat aneh, dan aku tidak mengerti semua maksudnya”

Kyung Soo terdiam. Dia menatapku dalam, seolah hendak mencari atau memastikan sesuatu, entah itu apa.

“a… ada apa?” aku jelas bertanya.

“ani… kau sangat cantik hari ini”

Dan bagaimana mungkin aku tidak curiga dengan sikapnya ini. terlalu aneh dan…

“Kyung Soo-ya, ikut denganku” Su Ho datang tiba-tiba dengan wajah cukup serius

“ada apa?”

“ikut saja”

“tapi Hana?”

Aku angkat suara “gwencahanyo, pergi saja. Sepertinya ada masalah serius”

“sangat serius” tambah Su Ho

“ba… baiklah. Hana-ya, aku segera kembali” Kyung Soo langsung pergi mengikuti langkah Su Ho yang tergesa-gesa.

Tunggu, Kyung Soo memanggilku apa barusan? Hana-ya?

Kesannya… manis sekali. Dan sepertinya aku juga harus terbiasa memanggilnya dengan… Kyung Soo-ya

“Lee Hana-shii, bisa kita bicara?”

Aku mendongak, dan ternyata Min Yeong sudah berdiri di sebelah bangkuku “a… ada apa Min Yeong-shii”

“kau bisa menebak apa yang ingin kubicarakan denganmu kan?”ia melipat tangan di dada, dan menatapku datar.

“tentang… Kyung Soo?” tanyaku takut-takut.

“ikut denganku”

Di sinilah aku, di dalam toilet yeoja bersama Min Yeong. Hanya kami berdua, karena Min Yeong sukses mengusir semua penghuni toilet ini tadi. Aku sudah tidak heran lagi, dengan predikatnya sebagai primadona kampus, kekuasaan seperti itu bukan hal yang mustahil.

“aku tidak suka berbasa-basi. Jadi langsung saja ke pertanyaanku” Min Yeong menarik nafas, dan aku melihatnya sebagai ancang-ancang untuk mengeksekusiku “ada hubungan apa kau dengan Kyung Soo?”

Aku menunduk dalam, aku takut melihat matanya.

“JAWAB!”

Aku bahkan tersentak ke belakang karena bentakannya “aku… aku…”

“apa benar kalian pacaran?”

Aku harus menjawab apa? Aku jamin kalau aku berkata jujur, Min Yeong tidak akan melepaskanku.

“Hana-shii, aku membawamu ke sini untuk bicara, bukan untuk menjadi patung. Jawab pertanyaanku…”

“be… benar”akhirnya kujawab juga

“sejak kapan?”

“be… beberapa hari yang lalu”

“dan kau sudah sedekat itu dengannya?”

Aku tidak lagi menjawab.

“kau menyukainya?”

Aku tetap diam. Kurasa tanpa menjawabpun dia tahu jawabanku.

“kau tahu kan kalau aku juga menyukai Kyung Soo?”

Aku masih diam.

“lepaskan dia”

Barulah aku berani mengangkat wajah dan menatapnya“apa maksudmu?”

“oh… aku baru tahu kalau kau bisa melawan juga”

“aku tidak bermaksud melawan, tapi… permintaanmu…”

“kenapa? Ada yang salah dengan permintaanku? Sudah kubilang, lepaskan dia”

“mianhaeyo Min Yeong-shii, tapi… aku tidak bisa memenuhi permintaanmu”

Min Yeong tertawa “baiklah, kalau kau tidak mau melepaskannya… aku yang akan merebutnya darimu” Min Yeong bergerak, menyambar pundakku dan bergegas meninggalkan tempat.

“Min Yeong-shii…”cegatku memberanikan diri. Min Yeong pun menoleh “aku tidak keberatan kalau kau ingin merebutnya, tapi… aku juga akan melakukan caraku untuk mempertahankannya”

Min Yeong tersenyum “aku suka… belum pernah aku mendapatkan tantangan seperti ini. baiklah Hana-shii, persaingan kita baru di mulai detik ini”

Aku mengangguk pasti. Kurasa ini lebih adil, dan kuharap Kyung Soo tidak keberatan aku mengambil langkah ini untuk mempertahankannya.

###

Kyung Soo POV

“kau bohong kan?” tanyaku sekali lagi untuk memastikan apa yang disampaikan Su Ho setelah ia berhasil menyeretku ke ruang auditorium.

“Kyung Soo-ya, apa tampangku tidak cukup meyakinkan. Kau bilang namanya Kris kan? Apa nama aslinya Wu Yi Fan?”

Aku hampir luruh ke lantai “dari mana kau tahu…”

“sudah kubilang aku tidak salah orang. Aku menemukan lembaran format data pribadi dosen pengganti itu di meja Miss Ahn saat aku membawakan buku-bukunya tadi. Fotonya sudah cukup jelas, mana mungkin aku salah lihat. Aigo… bagaimana menjelaskan ini. kalau kau tidak percaya ikut saja denganku menemui Miss Ahn untuk memperjelasnya”

Aku mematung, masih tidak percaya.

“kenapa sampai serumit ini? sekarang kesempatan untuk menghindari pertemuan Hana dan namja itu akan semakin menipis, ini jelas tidak bisa dihindari selamanya, karena namja itu akan menjadi dosen di kelas kita”tambah Su Ho, dan setiap kata-katanya semakin mengusik pikiranku. “Kyung Soo-ya…”

“nae… nae… aku sedang berpikir keras”

“padahal kulihat Hana baik-baik saja”

Aku mengacak rambutku “aaakkkhhhh aku bisa gila”

Su Ho menghela nafas “setidaknya Hana masih tidak menyadari bahwa dia telah bertemu namja itu semalam”

“percuma, karena nantinya tetap saja Hana akan bertatap muka dengan Kris hyung”

Su Ho menepuk pundakku “tenangkan dirimu, pasti ada cara lain”

“cara lain apa???”

“aku sedang memikirkannya, jadi kau harus tenang”

“sekarang bagaimana lagi aku mengambil sikap di hadapan Hana, kau pasti tidak bisa membayangkan bagaimana groginya aku saat Hana bertanya tentang kejadian semalam, dia sedikit menyadarinya karena ingatannya terhenti sebelum dia ke apartementku. Mengenai kejadian pertemuannya dengan Kris hyung, dia memang tidak membahasnya, tapi aku yakin dia sedikit curiga. Dan lagi, aku cukup payah dalam hal mengarang cerita, aku khawatir dia tidak percaya ceritaku. Makanya aku berusaha sebisa mungkin mengalihkan obrolan agar Hana melupakan topik itu, lihatlah… aku sudah seperti orang bodoh di hadapannya, parahnya dia sudah mengataiku childish”

“Kyung Soo-ya, usahamu berhasil. Hana tidak mempertanyakannya lagi kan?”

“yah… dan itu akan bertahan sampai kapan? Bisa kau bayangkan bagaimana reaksi Hana nanti saat Kris hyung masuk ke kelas dan menyampaikan bahwa dia adalah dosen pengganti di kelas kita?”

“masih ada waktu satu minggu Kyung Soo-ya, kita pikirkan caranya bersama-sama. Untuk itu tenangkan dirimu, kau butuh itu”

###

“gwenchanayo?” tanya Hana saat kami dalam perjalanan pulang.

“hum… gwenchana”jawabku tanpa menoleh, aku masih konsentrasi menyetir.

“apa terjadi sesuatu?”

“tidak”

“tapi Kyung Soo…-shii, sikapmu sedikit aneh”

“mungkin karena aku lapar”

Hana menyentuh tanganku yang bertumpu di atas tongkat perseneling “apa kata-kataku tadi di kampus, membuatmu tersinggung?”

“tidak sama sekali. Aku suka berdebat denganmu”

“tapi ini sangat drastis, setelah Su Ho-shii mengajakmu bicara, kau kembali dengan wajah murung”

Aku menghela nafas, kemudian membelokkan mobil memasuki area gedung apartement kami, terus menuju basement dan kuparkir rapi mobilku di tempat biasa. Aku menoleh pada Hana “aku baik-baik saja, percayalah”

“Kyung Soo-shii… tidak mengapa kalau kau tidak ingin cerita, tapi katakan padaku apa yang bisa kulakukan agar kau merasa lebih baik?”

Bisa kulihat ketulusan di mata Hana, dan itu membuatku merasa bersalah karena membuatnya khawatir “hum…. kalau begitu, bisa kau kabulkan satu permintaanku?”

“tentu saja, selama aku sanggup”

lets see… bisa kau merubah panggilanku menjadi lebih manis lagi?”

“ng?”

“Kyung Soo-shii… Kyung Soo-shii. Itu terlalu kaku di telingaku, sementara kau adalah yeojachinguku”

“um… akan kuusahakan…Kyung… Kyung Soo-ya”ucap Hana hati-hati sekali.

Aku tersenyum dengan usahanya “begitu lebih baik. Kajja, waktunya makan siang”

###

“Kyung Soo-ya… jeball”

Aku mengangkat wajah “wa… waeyo Hana-ya?”

“kau membuatku khwatir, aku yakin pasti ada sesuatu”

“tidak ada, lanjutkan saja makanmu”

“aku mana mungkin punya selera makan kalau kau hanya diam saja sejak tadi dan tidak meladeniku bicara”

Aku cukup tersentak, mungkin karena pikiranku begitu kalut sampai-sampai aku tidak menyadari bahwa Hana mengajakku bicara sejak tadi “maaf-maaf, kepalaku sedikit pusing”

Hana menghembuskan nafas berat, kemudian meletakkan sendoknya di meja ”sudah kubilang, seharusnya kau tidak ke kampus dulu hari ini”

“bukan karena luka di kepalaku, aku pusing karena… karena, oh itu banyak mata kuliah yang tertinggal”

Hana terdiam, menatapku datar, dan itu justru membuatku gelagapan.

“Hana-ya, percayalah”

“aku percaya, tapi kalau suatu saat kau sudah siap untuk cerita, kumohon katakan semuanya padaku. Aku mencemaskan keadaanmu yang sekarang, aku mana mungkin bisa berdiam diri sementara kau terlihat begitu kalut, seolah punya beban. Bukankah peran seorang kekasih juga sebagai tempat untuk berbagi kesusahan?”

Susah membohongi Hana. Awalnya karena kupikir dia pendiam dan dingin hingga mudah dibohongi, tapi semakin mengenalnya, aku semakin tahu bahwa Hana bukan pribadi yang seperti itu. Bukan dalam artian negatif, aku justru suka Hana yang ini. dia mungkin akan terlihat sangat lemah di hadapan orang lain, tapi di hadapanku dia adalah pribadi yang hangat dan tegar, hanya di hadapanku dan aku suka itu. Semakin memikirkannya, aku semakin ingin… melindunginya dari kenangan buruk masa lalunya. Tentu saja Kris hyung. Seperti yang dikatakan Su Ho, aku harus melakukan apapun agar Hana tidak bertemu dengan Kris hyung, karena kalau itu terjadi, Hana akan kembali jatuh ke dalam keterpurukannya. Aku paling menghindari itu. “gomawo Hana-ya, jeongmal gomawo. Aku tidak bermaksud menyembunyikan apapaun padamu, tapi terkadang, jalan terbaik untuk menghindari musibah adalah, dengan cara tidak tahu apa-apa

“Kyung Soo-ya…”

Aku meraih tangan Hana dan menggenggamnya “believe me, aku melakukan semuanya hanya untuk kebahagiaanmu”

“aku mempercayaimu, sangat. tapi Kyung Soo-ya, kumohon jangan sampai kau memaksakan dirimu dan berakhir mencelakai dirimu hanya untuk kepentinganku”

Aku tersenyum “hum… tidak akan. Karena kalau aku celaka, lalu siapa yang akan melindungimu? Jadi tenang saja”

Barulah kulihat kelegaan di pancaran mata Hana “arasso, aku tidak akan bertanya lagi”

Sepertinya aku tidak boleh menampakkan kekalutanku di hadapan Hana, karena ini akan semakin membuatnya curiga. Hum, ini sedikit sulit, tapi akan kuusahakan “oh ya, aku sedang berpikir, apa ini bukan pemborosan?”

“pemborosan apa?”

“maksudku, kita selalu makan berdua, mulai dari sarapan sampai makan malam. Dan di lakukan di satu tempat saja. Maksudku… Bagaimana kalau apartementmu ini dijual saja dan kau pindah ke apartementku”

Hana meneguk segelas air dan menatapku serius “kepalamu terbentur lagi?”

“ng?”

“jangan pernah mengeluarkan ide gila macam itu lagi atau aku yang akan membenturkan kepalamu ke tembok”

Barulah aku tertawa “apa salahnya?”

“semuanya salah. Kau pikir apa kata orang kalau kita tinggal serumah tanpa ada ikatan”

“jadi maksudmu, kau ingin aku menikahimu sekarang? Aku sih tidak masalah, tapi apa kau bersedia sementara aku belum bekerja?”

“Kyung Soo-ya…”

“menikah… wah, sepertinya menyenangkan”

“Kyung Soo-ya…”

“nae yeobo..”

“KYUNG SO-YA….”

Aku tertawa terbahak-bahak. Sangat lucu melihat kedua pipi Hana bersemu merah. Yah, begini lebih baik, agar dia tidak khawatir lagi.

###

~***~

 

“kenapa lagi? Bukankah kemarin kau sudah bersikeras untuk melindungi Hana, menjauhkannya dari namja yang bernama Kris itu? Kenapa sekarang kau terlihat patah semangat sekali?” tanya Su Ho saat aku mencarinya di ruang auditorium.

“aku butuh jeda untuk bernafas Su Ho-ya, bersikap biasa seolah tak terjadi apa-apa di depan Hana sungguh menyiksa. Dan aku butuh waktu untuk menetralkan sedikit keadaan ini, kepalaku hendak pecah saja rasanya”jawabku.

“lalu Hana kau tinggal sendiri?”

“kubilang aku ingin ke toilet”

Su Ho menepuk pundakku “need some help?

Aku mengangkat wajah dan menatapnya“kalau kau bersedia”

“apa itu?”

“kembalilah ke kelas lebih dulu, pastikan tidak ada yang menganggunya. Aku masih ingin menenangkan isi kepalaku”

“hum, baiklah. Tapi jangan lama-lama, jangan sampai Hana mencemaskanmu dan menyusulmu ke sini”

“tidak akan lama, hanya beberapa menit”aku melirik arlojiku. “atau sebaiknya aku bersitirahat di ruang kesehatan saja”

“ide yang baik, di sini masih banyak orang berlalu lalang, kau bisa terganggu”

“hum… bergegaslah, takutnya ada yang menjahili Hana, aku ke ruang kesehatan dulu”

“arasso…” dan Su Ho pun bergegas pergi. Beruntung di saat seperti ini masih ada yang bisa kuandalkan.

Ruang kesehatan terlihat kosong saat itu, aku tidak melihat dokter atau siapapun yang berjaga, ah justru lebih baik, aku bisa beristirahat dengan tenang.

Baru beberapa detik aku terbaring dan memejamkan mata di atas salah satu branker, kudengar seseorang menyibak tirai sehingga aku terbangun.

“Kyung Soo-shii, aku mencarimu kemana-mana” Min Yeong menghampiriku, dan berdiri di sebelahku.

Aku terpaksa bangkit dan duduk bersandar di sana“ada apa?”tanyaku tanpa semangat.

“eh, apa kau sakit, wajahmu pucat”Min Yeong tanpa sungkan memegang kedua pipiku.

Ini cukup ajaib, Min Yeong bisa menemukanku di sini“tidak, aku hanya ingin istirahat sejenak. Kepalaku pusing” dengan pelan serta hati-hati kutepis kedua tangannya

Min Yeong terdiam sejenak, kemudian entah apa alasannya hingga dia melengos kesal“apa sesulit ini berpacaran dengan Lee Hana?”

Aku menatap Min Yeong “kalau tidak ada yang betul-betul penting untuk dibicarakan, bisa kau tinggalkan aku? Aku ingin sendiri”

“aku ke sini jelas bukan tanpa tujuan Kyung Soo-shii, ada yang ingin kubicarakan dan kumohon, jangan mengacuhkanku lagi”

“tentang apa?”

Min Yeong terdiam sejenak, menatapku serius “aku tidak peduli kalau kau sudah punya Hana, tapi, sudah kuputuskan, aku tetap memilihmu sampai akhir”

Kutepuk keningku yang rasanya semakin sakit “Tuhan… apalagi ini?”

“selama hidupku, aku selalu mendapatkan apa yang kuinginkan, dan kuharap seterusnya juga seperti itu Kyung Soo-shii. Segalanya… tak terkecuali kau”

“wae? Kenapa aku? Masih banyak namja yang lebih keren bertebaran di luar sana, kenapa kau justru memilih namja biasa sepertiku?”

“aku menyukaimu, aku bahkan mencintaimu, hanya kau, Do Kyung Soo, bukan yang lain”

Aku mengeluh, bukannya bisa menenangkan diri, pikiranku semakin kalut “aku kembali ke kelas dulu”

“chakkaman” Min Yeong mencekal lenganku

“apalagi?”

“sebenarnya apa yang kau sukai dari Hana?”

Aku menghela nafas berkali-kali “bukankah kita sudah pernah membahas ini? sudahlah Min Yeong-shii, aku menghormatimu, dan jangan sampai sikap keras kepalamu ini membuatku benci padamu”

“Kyung Soo-shii…” lirihnya. Dan satu lagi hal yang membuatku hendak melompat saja dari balkon atap. Yeoja ini menangis. “kalau kau tidak bisa melepas Hana, gwenchana… aku bisa menjadi selingkuhanmu, atau apapun sebutannya, aku tidak akan apa-apa selama aku bisa berada di sisimu”

Aku membelalak kaget “Hya… neo micchiosso? Realistislah Min Yeong-shii, untuk apa kau mau menjadi selingkuhanku sementara kau bisa mendapatkan puluhan bahkan ratusan namja yang kau inginkan”

“aku tidak peduli dengan mereka… yang kuinginkan itu kau…”

Lee Hana, Peneror, Kris hyung, dan kini Min Yeong. Sekarang siapa lagi yang akan memenuhi otakku? “aku ke kelas dulu, aku sepertinya akan gila di sini”

“Kyung Soo-shii… jeball”dia masih mencekal tanganku. Dan sekarang, yeoja ini memohon. Sama sekali tidak membuatku bangga, tapi semakin gila.

“sesuka apa kau padaku?”

“aku… aku sangat menyukaimu, dan aku tidak bisa mengukurnya”

“arayo… jadi bisakah kau memberiku waktu untuk menenangkan diri? Kondisiku sekarang sedang kalut dan tidak bisa berpikir jernih”

Entah bagian mana dari kata-kataku membuat Min Yeong tersenyum dan berbinar “apa itu artinya kau memperimbangkanku? Apa kau memintaku untuk menunggumu? Arassoyo… akan kuturuti kemauanmu, aku akan bersabar sampai saat itu tiba, saat di mana kau tidak menolakku lagi untuk berada di sisimu”

Aku membelalak “a… aniya… bukan begitu…maksudku… aigo”

“annyeong…”Min Yeong segera beranjak, bahkan tanpa bisa kuhindari ia berjinjit dan mengecup pipiku sejenak sebelum ia benar-benar meninggalkan ruangan itu.

Kini, tinggallah aku seperti orang bodoh yang hanya bisa mematung dengan mulut terbuka. Apa-apaan ini? kenapa Min Yeong justru menarik kesimpulan seperti itu? Bagaimana kalau Min Yeong menyebarkan berita itu, dan bagaimana kalau Hana mendengarnya, juga bagaimana kalau Hana betul-betul menganggap kalau aku meminta Min Yeong untuk menungguku.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAA….

Masih adakah bencana lain yang akan menimpaku? Kenapa tidak sekalian saja?

~###~

Aku menyeret langkahku melewati koridor yang tampak lengang, sepertinya perkuliahan kembali dimulai, dan aku termasuk mahasiswa yang masih berkeliaran di luar kelas. Ini bukan tanpa alasan, pikiranku begitu kacau dan tidak cukup membantu untuk menerima materi apapun yang akan diberikan dosen.

Yeoja… makhluk yang begitu sulit dimengerti dan sukses membuatku sepusing ini.

“itu adalah ruang musik, di sebelahnya khusus ruang vocal, dan di sebelahnya lagi ruang laihan untuk tari”

Aku mengangkat wajah, itu seperti suara miss Ahn.

Dan katakan padaku ini mimpi, Ini bukan kenyataan, aku masih tertidur atau apa saja yang membuatku yakin kalau namja berwajah blaster, berpostur tinggi tegap, berambut pirang dan berpenampilan sangat rapih yang berdiri di sebelah Miss Ahn itu bukan…

“Kris Hyung…?” lirihku tanpa suara.

Kris hyung yang berdiri hanya beberapa meter di hadapanku ikut menatapku dengan tatapan yang… tidak bisa kuartikan.

“Kyung Soo-shii? Kenapa kau masih berkeliaran? Bukankah kelas Park sonseng sudah dimulai setengah jam yang lalu?”tegur Miss Ahn

“sa… saya kurang enak badan sonseng-nim, saya baru saja beristirahat di ruang kesehatan”jawabku pelan, tapi mataku tak lepas dari sosok namja itu.

“Aigo… apa kepalamu masih sakit?”

“aniyo sonseng-nim… sekarang saya sudah baik-baik saja”

“syukurlah. Kalau begitu segera kembali ke kelasmu” Miss Ahn menoleh pada Kris hyung “kajja Sonseng-nim”

“chakkaman Ahn sonseng-nim. Anda duluan saja, ada yang ingin kubicarakan dengan Mahasiswa ini”

“ng? Kalian saling mengenal?”

Kris hyung tersenyum sebagai balasan. Dan kurasa Miss Ahn masih cukup cerdas untuk mengerti arti senyum itu agar ia segera angkat kaki dan meninggalkan kami.

“kalau begitu saya tunggu di ruang rektorat” pamit Miss Ahn sebelum ia betul-betul meninggalkan kami berdua.

Tidak pernah terpikir di benakku bahwa akan ada saat di mana aku akan berhadapan dengan Kris hyung, dengan atmosfer yang sangat tegang seperti ini.

Sekarang aku harus bereaksi seperti apa? aku punya 2 peran di sini. Pertama adalah, peran seorang sahabat lama yang bahkan sudah seperti saudara kandung, dan seharusnya aku menyambutnya dengan sebuah pelukan. Tapi di sisi lain, sebagai kekasih Hana, seharusnya aku menghajar Kris hyung karena dia telah meninggalkan kenangan terburuk yang bahkan menjadikan trauma batin mendalam bagi Hana.

Kris hyung mulai mengangkat suara “jadi… kau dan Hana..”

“hyung”seruku langsung, dan kurasa kami memang tidak butuh basa-basi lagi “bisa kuminta satu hal padamu?” pintaku.

Kris hyung terdiam sejenak “kalau permintaanmu adalah mengenai Hana, aku tidak bisa begitu saja mengabulkannya”

Aku berusaha mengontrol emosiku, seperti kata Su Ho, suatu keadaan akan semakin kacau kalau aku menghadapinya dengan amarah, untuk itu satu-satunya hal yang bisa menolongku sekarang adalah,tetap bersikap tenang “wae? Apa lagi yang kau inginkan dari yeoja malang itu?”

“haruskah aku mempertegas sesuatu padamu? Lee Hana… adalah yeojachinguku”

Hal itu lagi, aku jengah mendengarnya “tidak untuk saat ini. hyung”

“Kyung Soo-ya, dari dulu sampai saat ini, saat di mana aku akhirnya berhasil menemukan Hana, tidak pernah ada yang berubah di antara kami”

“hyung…seingatku kau adalah namja yang bertanggung jawab, tapi mengetahui apa yang telah kau lakukan pada Hana…”

“aku tidak punya cara lain Kyung Soo-ya”

Aku mengerutkan kening “a… apa maksudmu?”

“aku… mencintai Hana”

Aku mengalihkan pandanganku, menatap Kris hyung mengatakan hal yang tidak masuk akal itu membuatku hendak menghajarnya “berhenti mengucapkan hal konyol. Kalau kau mencintainya, apa begitu caramu menunjukkannya? Dengan menyakiti Hana?”

“kau tidak tahu apa-apa…”

“aku tahu semuanya, aku tahu semua hal yang kau lakukan padanya. Mendekati Hana, membuatnya mempercayaimu, meyakinkan Hana bahwa kaulah namja yang tercipta untuk melindunginya. Tapi setelah ia betul-betul menyerahkan kepercayaan penuhnya padamu, kau justru menuntut sesuatu yang bahkan lebih berharga dari nyawanya. Lalu… kau sebut itu cinta? Kau tidak pantas mengatakannya hyung, sebagai namja yang hanya memperturutkan nafsu dan merenggut kehormatan Hana lalu meninggalkannya begitu saja… kau sungguh…” aku tidak sanggup lagi melanjutkan kata-kataku. Kedua tanganku sudah sangat tegang, dan kalau aku tidak mengontrol diri, aku khawatir kepalan tanganku berakhir dengan mendarat di pelipis Kris hyung.

Awalnya ia terdiam dan hanya menatapku datar. Ekspresi yang tidak seharusnya ia tunjukkan sebagai respon rasa bersalah. Aku semakin murka melihat ekspresi datarnya itu “Kyung Soo-ya… aku tidak meninggalkan Hana”

“Hyung… jangan memutar balikkan kenyataan”

“itu yang kau dengar dari Hana?”

Aku menarik nafas panjang, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menahan emosiku ini “apa maksud pertanyaanmu adalah, Hana membohongiku?”

Kris hyung menggeleng. “itu yang tertanam di benak Hana, tapi ketahuilah, aku tidak meninggalkannya. Dia yang meninggalkanku dan menghilang dari pandanganku sampai hari keberangkatanku ke Amerika”

“dan kau memintaku mempercayai kata-katamu konyolmu?”

“aku tidak sebejat itu melukai Hana. Aku… ingin menyembuhkan trauma itu”

Aku melengos sangat kesal tapi juga takjub dengan alasan yang begitu tidak masuk akal “dengan cara menidurinya????????”hardikku.

“KYUNG SOO-YA…”

“wae? Waeyo… hentikan pembicaraan ini aku sudah tidak mau mendengarnya. Aku harus pergi dan memastikan Hana tidak melihat wajah bejatmu”

“Kyung Soo-ya…”

“satu lagi, kalau kau berani dan sengaja menampakkan wajahmu di hadapan Hana, percayalah… aku akan melupakan semua status bahwa kau sudah kuanggap kakak kandungku sendiri”

“Kyung Soo-ya, mengertilah”

“apa yang harus kumengerti,? Bahwa setelah kau menyakiti Hana, kau kembali ingin mengganggunya?”

“Kyung Soo-ya, harus berapa kali kukatakan bahwa aku mencintainya?”

“hyung… jeball. Aku tidak suka mendengar kalimat aneh itu. Telingaku sakit”

Kulihat Kris hyung menyerah, dia menatapku seolah masih ada yang ingin ia sampaikan. Masih banyak, tapi aku sudah cukup muak dengan lelucon yang ia buat mengenai alasan mengapa dia menyakiti Hana, parahnya dia justru memutar balikkan fakta bahwa Hana lah yang meninggalkannya. Sayangnya aku masih cukup  waras untuk bisa mempercayai kata-kata konyolnya itu.

“cepat atau lambat, kami akan bertemu dan bertatap muka, Kyung Soo-ya. Sekeras apapun kau menghalangiku, hakikatnya… aku pernah menjadi bagian penting dalam hidup Hana”tambahnya

Aku menunduk, menarik nafas sedalam-dalamnya dan menghembuskannya panjang “sepertinya aku juga harus mempertegas satu hal hyung” aku mengangkat wajah, dan memberanikan diri menatapnya sangat tajam “Lee Hana adalah yeojachinguku, dan selama aku masih hidup, tidak akan kubiarkan siapapun menyakitinya, terlebih itu kau hyung… tak akan kubiarkan kau menyentuhnya bahkan seujung jari pun, karena kalau sampai itu terjadi, aku tidak akan segan-segan bertindak gegabah”

Kris hyung tetap menatapku serius“cukup disayangkan, setelah 7 tahun kita justru dipertemukan dengan kondisi seperti ini”

“aku lebih menyesal hyung”

“Kyung Soo-ya… entah seberapa besar kau mencintai Hana, tapi ketahuilah, aku akan tetap menunggu Hana agar kembali ke sisiku. Cepat atau lambat…” 

Cukup… aku muak, hendak rasanya aku___

“Hana-shii, tunggu. Kyung Soo pasti baik-baik saja, mungkin dia ketiduran, biar aku saja yang memanggilnya”

Itu suara Su Ho, dan  dia memanggil siapa barusan? Hana?

Aku menoleh ke arah ujung koridor, di belakang Kris hyung.

Dan…

Mataku membelalak begitu melihat sosok di ujung koridor yang melangkah cepat ke arahku, dan kurasa ia dalam keadaan cemas untuk tidak begitu fokus bahwa beberapa meter lagi dia akan mencapai tempatku berdiri.

Itu Lee Hana, dengan langkah setengah berlari menuju ke arahku, sampai ketika ia mengangkat wajah dan melihat sosokku “Kyung Soo-ya…” serunya.

Dan kepanikanku semakin menjadi saat Kris hyung menyadari siapa pemilik suara itu. Tinggal menunggu detik sampai Kris hyung menoleh ke belakang dan ia akan bertatapan dengan Hana.

“Hana-ya jangan” aku hanya bisa berseru bodoh. sementara Kris hyung mulai menoleh. Aku sudah bersiap menerjang, dan melakukan apapun agar Hana tidak menyadari keberadaan Kris hyung.

“Kyung Soo-ya… aku mengkhawatirkan keadaan___” ucapan Hana terpotong. Dan aku tidak cukup berani menghadapi kenyataan bahwa mereka pasti telah bertatap muka. Semua usahaku… sia-sia…

Tapi tidak…

Alasan kenapa ucapan Hana terpotong bukan karena ia terkejut saat mengetahui keberadaan Kris hyung. Tidak sama sekali. Karena saat aku mulai fokus pada kenyataan yang terjadi, ini bahkan di luar perkiraanku.

Detik di saat Kris hyung menoleh, bertepatan saat Su Ho dengan cepatnya menarik tangan Hana, membuatnya tersentak dan berbalik ke arah Su Ho hingga terhempas ke arahnya. dan terakhir… bisa kulihat dengan mata kepalaku sendiri, Su Ho membenamkan wajah yeojaku itu di dadanya. Merengkuh pinggang Hana, dan menahan tengkuk Hana agar yeoja itu tidak menoleh.

Su Ho memeluk Hana.

TBC

Put your comment below juseyo…

Emak KC

37 thoughts on “[FF] ANOTHER CHANCE [PART 5]

  1. aih… D.O oppa jd cerewet bgt nih… Hana eonni jga. Udah ga jadi yeoja salju lgi… Kkkk😄

    itu lg, ngapain si kris dateng2 jadi dosen.. Kasian eonni ku kan😦

    suho oppa, jgn sampe suka ma eonni ku. Dia udah milik sahabatmu oppa…

  2. Tu Min young sudahh saingan sama hana huh lewati dulu mayat ku,,Kyung soo juga milik ku,,jadi nambah 1 org pesaiing…wkwk

  3. Suka bgt deh klo dialog hana sama kyung soo, lucu.. Greget bgt cara mereka dkt smpe part ini. Hahaha

    Wahhh ini bnyak cinta jg ya d part ini ckckck
    Ini kya’y mulai bnyak konflik ya..

    Next part ya thor .. (Y)🙂

  4. halah halah bisa2nya si Kris jadi dosen pengganti di kampus hana & D.O……
    maunya apaaa kris itu Щ(º̩̩́Дº̩̩̀щ) ….
    Suho lagi eleh peluk2 si hana kkkkkkk makin menarik ini ALF ga sangka ya sesudah masa lalu hana yang begitu rumit lo bisa aja nimbulin konflik segitiga antara do hana and kris

  5. hana, ama dio lucu yak ? suka senyam senyum sendiri kalo baca dialog mereka ^^
    ohya, jangan bilang kalo suho suka ama hana, ? udah deh, biar fair, kenapa ga miyoung ama suho, kris nya ama aku😉 *loh

  6. Whattt???
    Dosen pengganti??
    Gimana kalo hana tiba2 kumat dikelas??
    Di sangka gila donk ama anti hana??
    Sm aja si do uuga bakalan d sangka gila krn mau2nya pacaran hana..a

    Mi yeong nyebelin iiiiih….
    Genit amat.. bikin ilfil aja.
    Ha.. namnya juga cerita, gak ada yg antagonis, gak seru kan ya??
    Heheh…..

    Dann adegan terakhir itu apann??
    Bentuk heroik atau sengaja??
    Krissss. Jgn hampiri hana, please!
    Udah sreg ama do hana nih, tiba2 situ dtg..
    Kalo hana histeris? Nah lo??
    Di sangka dosen mesum gimana?
    Hahaha….

  7. huaa
    malin rumit aja nih
    ya ampun moga ntar happy ending, tp kayak nya ngga mungkin deh.
    ah~ drpd berspekulasi, lets see the next chap

    ps: author jjang! daebakk
    oiya aku readers baru loh

  8. makinn rumit saja thorr TT..TT
    ini kenapa suho , kris ikutan suka hana andweeeeee
    kyungsoo kasihan thorrr… udah kris udah suhoo TT.TT
    daebak bgt thorr … konflik nya kerasa banget TT…TT
    aku next part thorr… ^^

  9. sungguh jadi fokus ke suho..
    suho udah ngelindungin hana beberapa kali..
    makin yakin suatu saat suho bakal suka sama hana..
    tapi kalo gitu gimana sama kyungsoo n kris?
    ngga lucu kalo tiba2 kyungsoo sama minyeong..

    thor tapi sungguh soohan couple itu jos banget..
    bayangin kyungsoo kalo ngeledein hana bikin ngakak😀

    Author jjang!

  10. Tuh kan,Kris itu mantannya Hana.
    Tega bener deh dia#persepsi awal#.
    Jadi makin curiga deh sama Suho,berani meluk,dia itu pasti suka sama Hana,pasti itu.
    Kalo bener,sahabat macam apa suho itu?#plakkk
    Tapi masih bingung sama penerornya,siapa sih yang neror Hana?.kenapa sadis banget?apalagi di chapter 2#entah 3,aku lupa#plakkkk#kkkk
    Hana disiram pake darah hewan,tega banget.emang Hana punya salah apaan sih?.sampe setega itu ngerjain Hana.
    Tpi kok bsa cepet banget yah suho menyelesaikan semua masalah yang berhubungan dengan Hana.apa jangan2 suho lagi,makhluk bertopeng itu#maksudloe?#hehe
    Hana harus sama kyungsoo,jangan sama yang lain,please ya thor.cakep deh,hoho

  11. Huwaaaaaaaa, obatnya daebak! Bisa bikin org lupa ingatan!😮 mau donk😀 wkwk

    kris, beneran nyebelin lu!! Aaarrrgghhhhh!! Nyebelin bgt!! #cubit lengan kris

    persaingan?! Kyaaa, cara hana eonni membalas tantangan si minyeong itu aku sukaaa!! Tampakkan eonni kalo eonni bneran cinta ama bang d.o! Ayoo..😀
    eonni, jadiin ak ade kamu dong, hana eonni! Kaya.a kren punya kakak kya kamu😀 yayaya? Nanti kamu bkal jadi eonni ak yg k10!😀 wkwk..

    D.o oppa cemburuan bgt yee?? :p tp gppa, itu artinya dy syang bgt ama hana eonni😀

    okeeh, ja teleport to the next chapt!

  12. uwaaaahhh masalahnya makin rumit. >< makin seru juga hakhak. sampe pas lagi TryOut malah baca part ini. hhaha #janganditiru tapi bcanya pas udh benerbener siap kok. daripada bengong, mending baca ini. hakhak
    sumpah aku degdegan lo waktu min young narik hana ke wc.. apa yg akan terjadi selnjutnya? aku mikir berat ni thor… haaha… dan setelah perdebatan salah paham-tapi belum tau dimana salah pahamnya- antara kyungsoo dan kris itu bikin keren(?). dan….adegan tak terduga dari suho-sang-penyelamat-siapapun(?) meluk hana…..aaaaaa ga sabar baca selanjutnya. oke sampai disini komen saya dipart ini haha *gaje *abaikan

  13. Hwaaa rumit..rumit dan semakin rumit.. Apalagi ini eon??? Kyungso?
    Kris? Dan sekarang suho.. Apa suho jg suka ama hana eon.. Wah smakin kompleks smuanya..

    Aq msh bingung antara kris dgn hana?

  14. Ngengggggg ngenggggg asdfghjkl arrghhh konfliknyaaa…….!!!!!!!

    Auooo uoooo suho meluk hana qwsasdfgthhkkgff D0h d0h aku langsung chaw chap selanjutnya saja ….

    Pokonya malam ini FF nya aku lahap habis ya alf soalnya ntar mau minta PW biar besok di kasi PW.nya soalnya diriku lusa gak on *ngeng curhat

  15. loh loh loh qo jd gini sih…
    jd kris ga sengaja(?) memperkosa hana gtu maksudnya?? aduh kris vs kyungsoo udh mulai panas neh…
    trs itu suho??? ya ampuuunnn knp jd cinta segi4 gini sih…. jd skrng kris vs kyungsoo vs suho gtu kah??

  16. su ho mencari kesemptan dlm kesempitan,mkin curiga nih..
    kris, kmu mengecewkan.. knp tega bagt coba? ksihn hana tau..
    kyung soo perthnkan hana y🙂 klo d.o bertingkah manja benr” bkik gemes😀 uniknya gmn mungkin d.o g sdar klo dia tu populer di kelasnya? :O
    hana jgn smpai kmu terpengaruh trus blik ke kris, bnr” menykitkn klo km tga ninggalin kyung soo..🙂

  17. Hiyaaaaaaaaaaa jangan bilang ini nanti bakal jadi cinta segi empaaaaat…
    Uwaaaaaaaaaaaa..kenapa suho harus meluk hana? Kenapa yg jadi dosen pengganti harus kris? Kenapa minyoung harus jadi cewe pemaksa gtu?
    Kyaaaaaaa kenapa semakin rumit aja ni ceritaaaaa..
    Suer thooorrr masalah yang kemaren udah hampir terungkap semua, tpi di part ini kenapa malah di tambah semakin banyaaaaaaaaakk..
    Terus apa btl suho suka hana? Jadi itu motifnya,slama ini slalu ngebantu d.o buat ngejaga hana,,jadi itu motifnyaa?
    Uwaaaa makin penasaran aku thor..
    Langsung lanjut aja deh…

  18. ninggalin jejak dulu….^^
    waahhh….jng2 suho mulai suka neh sama Hana….

    akhhh….jd iri…pengen di peluk suhoo jg….

    next part ah….
    oh iya thor gmana carax minta pw??
    makasih…^^

  19. Ampuunnnn.. menurutku part ini manis banget
    Dari Kyungsoo dibilang anak SMP sama Suho, Kyungsoo ngehalangin jalan Hana karena mikir Hana cemburu, Kyungsoo yang sengaja menyapa seluruh kelas agar melihatnya sedang bersama seorang Lee Hana, Hana yang mulai cemas dan khawatir sama Kyungsoo
    Semua hal itu menurutku manis bangeeetttt.

    “Min Yeong-shii…aku tidak keberatan kalau kau ingin merebutnya, tapi… aku juga akan melakukan caraku untuk mempertahankannya”

    Aku suka kata-kata Hana yang ini, rasanya kokoh dan yakin banget😄

  20. Oh iya, ALF mau tanya dong
    Fotonya itu..yang dideketnya Suho, bukan yg di antara Kyungsoo sama Suho
    Itu yang jadi Minyeong ya?? Siapa sih?? Kalo dilihat2 mirip Baekhyun deh😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s