{FF} Devil Behind Me_part 2


tittle: Devil Behind me Part2

Author: AyouLeonForever

dedicated to: Tao’s Birthday

Main Cast: Kim Ah Young

Huang zhi Tao

Support cast: find it by your self

genre: Romance

rating: 15 +

Ah Young Pov

Belakangan ini Kris oppa kelihatan aneh. Dia seperti kehilangan mood mengajar. Cara mengajarnya saja seolah hanya sebatas formalitas saja. sebisa mungkin dia menghindari percakapan umpan balik dengan kami para siswa. Aku seperti melihat bintang yang kehilangan cahayanya.

Seseorang menyodok-nyodok tengkukku dengan pensil. Dan siapalagi pelakunya kalau bukan si siswa baru… Tao

Aku menoleh “waeyo” tentu saja dengan muka jutek. Dia memang sudah seminggu di kelas ini. Dan setiap kali ada kesempatan, dia pasti mengangguku untuk sesuatu yang sangat tidak penting. Yah… ketakutanku padanya memang sedikit berkurang, tapi bukan berarti aku mengurangi tingkat kewaspadaanku padanya. Bisa saja kan ini semacam manuver agar nantinya dia bisa mencelakaiku.

“kudengar… Kris sonseng berasal dari china, sama sepertiku. Apa itu benar?”tanya Tao

“iya, lalu kenapa? Lagipula dia dibesarkan di Kanada. Jadi tidak sama denganmu”

Tao mengangguk, entah apa artinya. Apakah dia mengerti, ataukah dia sedang merencanakan sesuatu yang jahat. Entahlah… yang jelasnya aku tidak suka dia menggangguku.

Di dalam kelas benar-benar penat. Karena keberadaan Huang Zhi Tao di bangku belakangku, saat jam istirahat sekitaran bangkuku pasti akan sesak. Aku heran sendiri kenapa semua siswi di kelas ini buta. Kenapa mereka mengangumi Tao? Sebenarnya apa kerennya orang ini? Menyeramkan… iya

Dengan terpaksa aku mengungsi dulu keluar kelas karena bangkuku sudah mulai diinvasi oleh teman kelasku yang bahkan tidak begitu akrab denganku. Ya sudah… aku ke taman saja, lagipula Hye Min juga sedang ke perpustakaan karena Chen mengajaknya jadi aku tidak punya teman sekarang.

Aku memilih mengungsi ke taman baca di sebelah GOR sekolah, di situ tempatnya sangat teduh, anehnya jarang yang suka dengan tempat itu.

Langkahku terhenti begitu melihat siapa yang tengah duduk di bawah pohon sambil tertunduk lesu..

“Kris Oppa???” seruku tertahan. Aku memberanikan diri untuk menghampirinya dan duduk di sebelahnya “Oppa? gwenchanayo?”

Kris oppa mengangkat wajah, dan bisa kulihat wajahnya begitu muram “Ah Young-ah, kenapa kau ada di sini?”

“kelasku sedang heboh, dan kurasa itu tidak penting, yang ingin kuketahui sekarang adalah keadaanmu Oppa. gwenchanayo? Belakangan ini kau tampak sedang ada masalah”

Kris oppa menghembuskan nafas “sepertinya dari sekian banyak orang yang mengenalku, hanya kau yang menyadarinya. Aku sudah berusaha menyembunyikannya tapi tampaknya upayaku tidak mampan kalau denganmu”

Entah ini pujian atau apa, yang jelasnya aku serasa melayang “ng… kalau oppa butuh teman untuk berbagi, aku bersedia oppa. walau aku tidak bisa membantu banyak, kurasa aku bisa menjadi pendengar yang baik”

Kris oppa menatapku, dan itu tidak dalam kurun waktu yang sebentar, enah apa yang sedang oppa pikirkan. Mungkin sedang mempertimbangkan sesuatu “ini cukup prbadi Ah Young-ah”

“oh… maaf kalau aku sediki lancang”

“gwenhana, sepertinya kau benar, terasa sangat sesak memendamnya sendiri”

Aku mempertahankan kontak mata, sebuah teori ilmiah untuk meyakinkan seseorang kalau kita bisa dipercaya.

“ini… tentang seseorang yang kukenal…” Kris oppa mulai bercerita “seseorang yang begiu sulit kugapai karena adanya perbedaan” Kris oppa menatapku tepa pada saat ia mengucapkan kata perbedaan. Dan kenapa… aku merasa Kris oppa sedang mendeskripsikan seseorang itu adalah aku… ah aku tidak boleh merasa… siapa ahu bukan aku

“sebenarnya kalau ada kemauan yang kuat, halangan seperti apapun bisa saja ditepis. Bukan hanya tentang perbedaan yang oppa maksud, tapi semua hal yang menghalanginya” tuturku yang aku sendiri tidak begitu mengerti dengan kalimat ajaib yang baru saja keluar dari bibirku ini.

Kris oppa tersenyum “pikiranmu cukup dewasa untuk siswi seusiamu” Kris oppa mengusap puncak kepalaku seperti anak kecil “terima kasih yah, hanya mengobrol sedikit denganmu, aku sudah mulai sedikit tenang”

Aku jadi malu sendiri. Tapi bahagia tentunya… Kris oppa sudah agak terbuka denganku, itu artinya aku punya posisi yang cukup penting di matanya

Sepulang sekolah aku melihat seorang ahjumma sedang di serang seorang pencopet di sebuah gang sempit. Aku jelas tidak tinggal diam “Hya… lepaskan tanganmu, namja biadab” bentakku setelah melempar batu ke arah pencopet itu.

Pencopet itu berbalik karena kepalanya terkena lemparanku. Padahal aku tidak membidik kepalanya, itu sungguh kebetulan. Dan lihatlah, ini seperti kejadian tempo hari, karena sifat sok pahlawanku, kini justru diriku yang berada dalam bahaya. Pencopet itu kini malah menghampiriku. “yeoja sialan” pencopet itu menyentak tasku kemudian mencengkram kerah bajuku.

“Hya… namja biadab, kasar sekali kau jadi seorang namja”bentakku berusaha meronta. ahjumma tadi berusaha menolongku dengan memukulkan tasnya di kepala pencopet itu. Sialnya, pencopet yang kurasa bukan manusia ini dengan teganya mendorong ahjumma itu hingga erhempas ke tanah. Aku jelas murka, kuraih lengannya dan kugigit sekuat tenaga.

“AAARRRRRRRRGGGHHH” erangnya mendarah daging. Pencopet itu juga berhasil mendorongku hingga terhempas ke tanah “yeoja terkutuk…” pencopet itu meraih sesuatu dari saku jeansnya. Dan… ya Tuhan… itu sebuah pisau…

Aku bergerak mundur, tapi sial, kakiku terkilir, aku hanya bisa menyeret tubuhku ke belakang untuk sebisa mungkin menjauh dari pencopet itu. Tapi… memangnya itu berguna? Tidak, karena kini pencopet itu sudah menjambak rambutku dan menempelkan sisi pisaunya di pipiku. Membuatku merinding ketakutan

“apa kau bisa membayangkan tajamnya pisau ini? Menurutku kulit wajahmu yang mulus ini bisa saja tergores dengan sempurna” ancamnya tanpa rasa kemanusiaan sedikitpun

Aku tidak berani melawan, karena ancaman kematian sudah tepat di depan mataku. Sedikit saja kesalahan maka pisau itu akan menyayat kulitku.

Tanpa kusadari, ternyata ahjuma tadi sudah beriri di belakang pencopet ini, dan detik berikutnya ia memukulkan penutup temapat sampah ke kepala pencopet itu,

“Arrrrggghhh…” erangnya lagi. aku bisa melihat gerak-geriknya ingin menyabetkan pisau itu ke arah ahjumma. Aku jelas tidak bisa diam begitu saja, kembali kuraih lengannya dan kugigit sekeras mungkin. “ARRRRGGHHH…” untuk kesekian kalinya pencopet itu mengerang. “Mati Kau yeoja sialaaaaaaaaaaaaannnnnnnnn” pencopet itu besiap melayangkan pisaunya ke arahku. Aku pasrah… kalau memang ini akhir riwayaku, setidaknya aku akan masuk surga karena telah mengorbankan nyawa untuk menolong seorang Ibu. Akupun memejamkan mata menanti ajalku.

JLEB…

Apa ini, apa aku sudah mati? Kenapa tak terasa sakit sedikitpun???

Aku membuka mata. pisau itu memang terpajang penuh kenyataan di depan wajahku, tapi tidak mengenaiku karena ada yang menahannya. Bahkan dengan tangan telanjang. Maksudku sebuah tangan yang menggenggam sisi tajam pisau itu hingga tidak mengenaiku. Bisa kulihat darahnya mengucur deras ke tanah. Aku mengangkat wajah hendak mencari tahu siapa sosok tinggi tegap yang tengah menyelamatkanku dari kematian.

Kris oppa???

Bukan… rambut hitamnya, penampilan coolnya, dan terakhir… tatapan matanya yang tajam “Huang zhi Tao???” lirihku tanpa suara.

Dan detik berikutnya bisa kulihat pencopet itu terkapar tanpa daya di tanah setelah dihajar habis-habisan oleh Tao. “pergilah sebelum aku berubah pikiran dan memintamu membayar lunas setiap tindakan kasarmu pada yeojaku” bentak Tao dengan nada dinginnya.

Tunggu… sepertinya aku salah dengar di kalimat terakhir… ya, aku pasti salah dengar. Dan aku tidak ambil pusing, toh pencopetnya sudah kabur entah kemana. Tao yang kini menghampiriku, duduk di hadapanku, masih dengan ekspresi yang sama. Dingin “gwenchana?”

Aku mengangguk ragu “ng… tanganmu” aku meraih tangannya. Dan tampak terkejut, “sayatannya dalam sekali… ini harus dibawa ke rumah sakit Tao-shii”

Tao tidak menggubrisku, ia menoleh pada ahjumma tadi “ahjuma, anda tidak apa-apa”

“nae… nae… selamatkan saja gadis itu, sepertinya dia terluka. Aku akan pulang sendiri. Terima kasih atas pertolongan kalian”

Tao menatapku “ayo ke rumah sakit”

Aku berjalan, mengikuti langkah Tao dari belakang. Namja ini sebenarnya manusia atau batu? Sejak dari rumah sakit, dia tidak bicara sepatah katapun. Aku ingin mengucapkan terima kasih tapi, aku takut dia tidak menggubrisku.

BUGH!

Ah aku menabrak punggungnya, itu karena dia berhenti tiba-tiba.

“kau memang suka yah mengurusi masalah orang lain?” tanya Tao tiba-tiba

Aku mengangkat wajah begitu ia menoleh “maksudmu apa?”

“aku jamin, tadi itu bukan kedua kalinya kau bertindak sok pahlawan menyelamatkan orang lain dan membahayakan dirimu sendiri”

Ck sial “bukan urusanmu. Aku hanya tidak suka ada yang menindas orang lemah”

“lalu kau sendiri merasa kuat?”

“aku hanya berusaha sebisaku”

“apa kau sadar?, kau bisa saja mati kalau saja tadi aku tidak melintas di tempat itu”

Aku menunduk “arasso… yang tadi itu terima kasih”

“bukan itu maksudku. Ah… bagaimana caranya menyampaikan ini padamu. Kau tahu? Kau ini seperti menyerahkan diri pada kematian”

“Tao-shii”

“berhentilah bertindak sok pahlawan. Kau tidak punya modal apa-apa dalam melawan, jadi turutilah nasehatku. Ini demi keselamatanmu juga”

“arasso..” aku mulai kesal “tapi aku tidak mungkin membiarkan ahjuma tadi dalam bahaya”

“kau punya otak kan. Telepon polisi atau meminta bantuan orang lain apa itu susah?”

a… aku menyesal mengira namja ini adalah batu, bicaranya sekarangjustru lebih banyak dari yang kuperkirakan “arasso…arasso… berhentilah meceramahiku”

Tao menghela nafas “akan kuantar kau sampai halte, dan ingat. Jangan gegabah lagi”

“arasso…arasso… kau ini cerewet sekali”

Tao menatapku. Dan lagi-lagi itu membuatku takut

“mianhae…”lirihku sambil tertunduk

“aku juga merasa aneh… kenapa aku bisa secerewet ini”

“ng? mworago?”

“bukan apa-apa. Ayo pulang” Tao menggenggam tanganku dan menuntunku pergi dari tempat itu. Eh… ada apa ini… jantungku… jantungku…

Pagi itu di sekolah. Kelasku heboh. Tentu saja alasannya adaah Tao. Yah… tangan kanannya yang diperban membuat siswi kelasku histeris setengah mati. Ada yang sampai menangis segala. Padahal Tao sudah menegaskan kalau dia tidak apa-apa. Terakhir karena jengah, akhirnya Tao tidak menggubris mereka.

“kasihan yah…” bisik Hye Min tiba-tiba. Tidak ada angin tidak ada hujan

“siapa?” aku jelas bertanya

“Tao… itu tangannya. Pasti aktivitasnya terbatas”

“ng?”

“kau idiot sekali yah belakangan ini. Coba kau pikir, dengan kondisi tangan seperti itu Tao pasti kesulitan ini dan itu. Lihat saja, memegang pulpen saja tidak bisa, menulis, makan, dan apalah. Dan kudengar dia tinggal sendiri di Seoul”

Mataku membulat “da… darimana kau tahu?”

“hei… jangan meremehkanku. Chen yang memberitahuku, karena mereka akrab”

Aku jadi memikirkannya. Ah aku jadi merasa tidak enak pada Tao. Semua karena kesalahanku, dia jadi terluka seperti itu. Dengan takut-taku aku menoleh ke belakang. Dan tepat saat aku menoleh, Tao menatapku. Mata kami bertemu. Deg… aku langsung kaget, dan langsung membetulkan posisiku

Aku ketawa-ketiwi sendiri dari tadi. Pas jam pulang, Kris oppa memanggilku dan katanya dia menungguku di pelataran parkir. Pasti acara memasak bersama lagi. Kris oppa pasti sudah ketagihan dengan masakanku.

“Ah Young-ah, di sini” seru Kris oppa dengan suara baritone nya yang tidak mungkin kulupa

“Oppa…” aku menghampirinya dengan senyum merekah

“kau ada waktu hari ini?”

Aku berlagak, sok-sok berpikir “nae… siang ini tidak ada jadwal lain”

Kris oppa tersenyum sangat manis “tepat sekali kalau begitu, kau mau ikut denganku ke suatu tempat?”

“ng… ke mana?” aku berusaha bersikap tenang, tapi apa ini? Ajakan kencan?

“sebenarnya bukan tempatnya yang penting. Itu… aku ingin mengenalkanmu pada seseorang”

Aku semakin panas dingin. Apa mungkin oppa ingin memperkenalkanku pada orang tuanya? “siapa, oppa?”

“nanti juga kau akan tahu, ayo” Kris oppa meraih tanganku dan mempersilakanku masuk ke dalam mobilnya. Ya tuhan… mimpi apa aku semalam sampai mendapatkan kebahagiaan sesempurna ini?

Ternyata Kris oppa mengajakku ke sebuah café. Jantungku masih berlomba dengan irama nafasku yang memburu, aku sangat grogi. Apa Oppa tidak minder memperkenalkanku yang masih SMA ini pada orang tuanya.

“ah… dia sudah datang rupanya” ucap Kris oppa dengan senyum merekah. Aku menyusuri penjuru ruangan ini, mencari titik tepat arah tatapan Kris oppa.

Dan begitu terkejutnya aku setelah mendapati objek itu. Dia dalah seorang… “yeoja?” tanyaku tanpa sadar

Kris oppa tersenyum malu-malu, dan itu sungguh ekspresi yang tidak kuinginkan “hm… dialah yang kumaksud”

Seolah tersambar petir ribuan volt “makasud oppa?”

“seseorang yang maksud tempo hari. Seseorang yang begitu sulit kugapai karena adanya perbedaan. Dialah yang kumaksud. Dan berkatmu, aku punya keberanian untuk menggapainya”

Tenggorokanku sakit, hatiku sakit, jantungku sakit, dadaku sesak, dan mataku panas. Siapapun tolong aku, “ng..”

“sebentar lagi yeoja itu akan menikah dengan namja pilihan orang tuanya. Tapi aku tidak akan membiarkannya, akan kubuktikan pada orang tuanya kalau aku bisa melakukan apapun untuk yeoja yang kucintai”

Kumohon berhentilah… aku bisa mati saat ini.

“ayo… kukenalkan kau padanya” Kris oppa menarik tangaku menuju meja yeoja itu. Yang bagiku adalah neraka. “sudah lama?” sapa Kris sangat lembut.

Yeoja itupun menyambutnya dengan senyuman manis “tidak juga… hey… who’s this cute girl?” tanya yeoja itu

“dia salah satu siswa didikku. Namanya Ah Young” ucap Kris oppa

“how a cute name, just like your face little sis… ah… mianhae… perkenalkan, namaku Lee Angela. Tapi sejak aku di Korea, kau bisa memanggilku  Eun Yoo , bangapseumnida”sambutnya dengan sangat ramah, dan itu membuatku merasa sangat jahat kalau mengabaikannya

“bangapseumnida eonni, Kim Ah Young imnida” ucapku sebisa mungkin agar suaraku tidak bergetar. Padahal sebenarnya aku sangat ingin menangis sekarang

“Kris… kau tau, kau sangat beruntung punya seorang siswa semanis dia”tambah Eun Yoo eonni lagi

“jangan salah, dia tidak hanya manis, tapi juga pandai. Aku bahkan banyak belajar darinya” Kris oppa mengedipkan sebelah matanya padaku, yang di saat seperti ini sama sekali tidak berguna. Karena hatiku betul-betul hancur. “Eun Yoo-ah… tentang pernikahanmu itu…” ekspresi wajah Kris oppa berubah

“hm… bulan depan” sahut Eun Yoo eonni kelihatannya cukup santai untuk seseorang yang broken heart

“kau sudah bertemu orangnya”

Eun Yoo mengangguk “dia lebih muda dariku, tapi… sama seperti kau dan Ah Young, aku juga banyak belajar darinya”

“kau menyukainya?”

Eun Yoo eonni terdiam

“Eun Yoo-ah… sepertinya waktuku betul-betul menipis… kau bahkan tidak menyisakanku waktu untuk mengatakannya”

“Kris… aku”

“Eun Yoo-ah… aku mencintaimu”

Aku memejamkan mata. aku memang pernah bermimpi Kris oppa mengatakan kalimat itu, tapi tidak pernah terbayangkan kalau Kris oppa menyelipkan nama yeoja lain di sela kalimat itu.

“Kris…” Eun Yoo eonni tampak speechless. Dia sangat kebingungan

“siapapun namja itu, aku yakin dia sudah berhasil merebut hatimu”

“bukan begitu, Kris… ini…” Eun Yoo eonni menatapku

“ah… mungkin aku harus pergi, kalian sepertinya butuh ruang sendiri untuk bicara” aku buru-buru berdiri dari tempatku

“tunggu, Ah Young-ah, kau tetap di sini” Kris oppa mencegahku.

Oh tuhan… sampai kapan Kris oppa akan memperlakukanku seperti ini. Ini lebih dari sekedar kejam. Ini ironis… siapapun… selamatkan aku dari situasi menyesakkan ini… siapapun…

“Ah Young-ah, kau di sini rupanya, aku cari kemana-mana” seru seseorang tak jauh dariku. Sepertinya Tuhan mendengar doaku,aku seperti mendengar suara penolongku. Dari suaranya… itu pasti

“Tao???” lirihku tanpa suara

Tao berjalan menghampiriku “kau masih marah padaku yah, sampai-sampai kau meninggalkanku di pelataran parkir?”

Aku tidak bisa membalas, suaraku tercekat. Aku yakin Tao sedang menolongku, tapi sial… aku sudah hampir menangis sekarang.

“Huang Zhi Tao? Kau sedang apa di sini?” tanya Kris oppa

“ah… sonseng-nim, cwesonghamnida, saya tidak menyadari keberadaan anda. Saya mau menjemput Ah Young, kalau sonsengnim tidak keberatan”jawab Tao tidak seperti biasanya, dia terlihat cukup jahil sekarang, tapi apapun itu, aku ingin Tao membawaku pergi saat ini juga

“kalian pacaran?”tanya Kris oppa

Tao hanya tertawa “kami pamit dulu sonsengnim… dan… noona”

“Eun Yoo” Eun Yoo eonni menyahut

“ah Eun Yoo  noona, kami pamit dulu”

“nae… hati-hati di jalan, kelihatannya Ah Young kurang sehat” ucap eonni

“nae noona… annyeong..”

Aku menangis. Betul betul menangis, seolah akan menghabiskan persediaan air mataku untuk seumur hidup. Aku tidak peduli Tao akan mengejekku atau apa, yang jelas aku hanya ingin menangis.

“Kris oppa… kau kejam… kau menghancurkan perasaanku” bentakku tanpa arah

“Ah Young-ah, sudah 2 jam kita di sini dan tangismu belum reda juga”tegur Tao

“kalau kau bosan di sini, kau pulang saja, aku tidak pernah memaksamu menemaniku”

“kau ini…” Tao duduk di sebelahku. Balkon atap sekolah memang tempat yang paling tepat untuk menumpahkan kesedihanku, karena aku tidak terpikir tempat lain

“setelah sekian banyak hal yang kami lewati, ternyata Kris oppa sudah mencintai yeoja lain” aku masih terus berceloteh

“sesakit itu kah patah hati?”

“kau akan tahu kalau kau juga jatuh cinta dan ternyata orang yang kau cintai itu mencintai orang lain”

Tao manggut-manggut, “kalau begitu aku tahu rasanya”

Aku menoleh, masih terisak “kau juga mengalami hal yang sama?”

Tao mengangguk “aku mencintai seorang yeoja, tapi yeoja itu sudah tergila-gila pada namja lain”

“lalu apa reaksimu?”

“hendak rasanya kupatahkan kaki namja itu”

“lihat kan, sakit kan?”

“tapi lebih sakit lagi melihat yeoja yang kucintai terluka oleh namja lain”

Aku mengerutkan kening, mulai mampu menguasai tangis “lalu reaksimu?”

“hendak rasanya kubunuh namja itu”

“lalu kau melakukannya?”

“tidak… karena aku masih waras. Aku hanya berusaha melakukan apapun untuk yeoja yang kucintai itu”

Aku merunduk “sungguh yeoja yang beruntung”

“hm memang, hanya saja yeoja itu begitu bodoh sampai tidak menyadari betapa beruntungnya dia”

Aku terdiam “Tao-shii, apa kau punya cara untuk menyembuhkan sakit hati?”

“tentu”

Aku menatapnya lagi, kali ini sangat antusias “apa itu, tolong beritahu padaku”

“mengobati saki hati… yang paling ampuh itu adalah dengan jatuh cinta lagi” jawabnya dengan ekspresi yang sulit kubaca. Ini pertama kalinya aku mendapati Tao menatapku dengan begitu hangat

“tidak akan semudah itu Tao-shii, lagipula… aku harus jatuh cinta dengan siapa lagi?” aku memandangi langit dengan putus asa.

Lama tak terdengar sahutan, sampai ketika Tao membelai pipiku dan membuatku menoleh padanya “bagaimana kalau denganku?”

Aku tersentak kaget “kau sedang bercanda kan?”

“dengar, aku bukan tipe orang yang suka bercanda”

“tapi bukannya kau sudah punya yeoja yang kau cintai?”

Tao berdecak berkali-kali “Ah Young-ah, kudengar kau ini sangat pandai, tapi kenapa percakapan kita sejak tadi tidak bisa diserap oleh otakmu itu??”

“hya… kau meledekku? Bukannya kau bilang kau mencintai seorang yeoja tapi yeoja itu mencintai namja lain, dan kau merasa sangat sakit hati terlebih saat yeoja itu terluka karena namja yang dicintainya ternyata___”kalimatku terpotong.

Aku mengerjap berkali—kali, mencoba menelaah apa yang terjadi, kenapa bibirku terkatup dengan sendirinya, kenapa ucapanku terpotong…

Ya Tuhaaannn… Tao… Tao menciumku, tepat di bibir…

“yeoja itu kau… ppaboya” ucapnya tepat di depan wajahku begitu ia melepaskan ciumannya.

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku lagi. ini mimpi atau apa? Kenapa rasanya begitu mengejutkan… membuatku shock…

“Ah Young-ah… aku serius. aku mencintaimu”lirihnya sangat lembut

“kau bohong… bagaimana mungkin namja sepertimu bisa jatuh cinta” tudingku keceplosan

“namja sepertiku? Maksudmu?”

Terlanjut basah “kau kan sangat dingin, auramu begitu menyeramkan, dan kau tidak pernah bersikap ramah pada yeoja manapun. bagaimana mungkin kau bisa jatuh cinta”

“kau benar, aku juga tidak tahu. Tapi sejak bertemu denganmu, semuanya terasa berbeda, terasa aneh. Rasanya… hal tersulit dalam hidupku saat ini adalah tidak memikirkanmu”

Ya tuhan… ya Tuhan… Tao… sejak kapan namja dingin ini bisa mengeluarkan kalimat semanis itu? “kau serius?”

Tao menghela nafas. Ia mengangkat tangan kanannya yang diperban “apa ini belum cukup? Kau tahu, mencelakai diri sendiri hanya untuk orang lain itu sangat merepotkan. Tapi, kenapa saat kau dalam bahaya, aku bahkan tidak mempedulikan nyawaku sendiri. Aku tidak pernah menyangka kalau cinta sebegini rumitnya”

Sukses… aku tertawa karena ucapan Tao. Ternyata naja ini begitu polos

“kenapa kau tertawa?”

“kau lucu, Tao-shii, siapa yang menyangka namja cool sepertimu bisa bertindak sebodoh ini juga”

“hya Ah Young-ah…”

“mian… kau hanya membuatku gemas”

Tao tersenyum “lalu?”

“lalu apa?”

“apa hanya sampai di situ? Kau hanya merasa gemas terhadapku? Hanya itu?”

Wajahku langsung merona. Aduh… jantungku kembali berdebar. Dan kenapa baru saat ini kusadari bahwa debaran yang selama ini kurasakan saat berada di dekat Tao adalah… debaran cinta yang seperti kurasakan saat ini. Aku salah menafsirkannya, aku bukan takut padanya, aku kira aura yang ia pancarkan adalah aura iblis yang selalu mengikutiku dari belakang, tapi bukan… siapa yang mengira, dia sebenarnya malaikat yang berkedok iblis yang selalu melindungiku dari belakang. Yah… aku bukannya takut padanya, karena sebenarnya… Tao telah berhasil menaklukkanku tepat di detik pertama aku bertatapan mata dengannya. Hanya saja, kekagumanku pada Kris oppa menutupi segalanya. Ketampanan Kris oppa, kesempurnaannya, kecerdasannya, figurnya,… semuanya lenyap dimataku, digantikan oleh sosok Tao yang… yang sekarang menjadi segalanya untukku

“kenapa kau diam?” tegur Tao

“aku harus mengatakan apa?”

“kau payah sekali, setelah aku mengungkapkan perasaanku sepenuhnya, bahkan sampai terlihat bodoh di depanmu, kau malah tidak bisa berkata apa-apa? Payah…”

“um… bisa kukatakan dengan cara lain?” tawarku berusahn menyembunyikan semburat merah di kedua pipiku, ah ini sungguh memalukan

“cara lain?”

Aku mengangguk

“baiklah… lakukan saja”jawabnya dengan santai.

Aku mengangkat wajahku, mengumpulkan semua keberanianku untuk memegang kedua rahangnya. Sedikit lembut kutarik wajahnya ke arahku, dan kugapai bibirnya dengan lembut. Sembari mengecup bibirnya, kuucapkan pula dalam hati “huang zhi Tao… saranghaeyo… jeongmal sarangheo…. Neomu neomu neumo saranghaeyo… I love U Mr. Devil… who always behind me”

Tao melepas ciumanku sejenak dan menatapku “aniyo… aku tidak ingin selalu berada di belakangmu saja”

Aku membelalak kaget “kau… kau mendengarnya? Kau mendengar kata hatiku?”

Tao tersenyum “aku ada di hadapanmu sekarang…”

Aku balas tersenyum, kemudian mengangguk. Huang Zhi Tao… kuharap kau juga mendengar ini… kau tahu? Ada satu alasan kenapa cinta itu dimulai… yaitu karena aku bertemu denganmu.

“nae… aku setuju. Aku juga merasakan hal yang sama”

Aku membelalak lagi “Hya… kau bisa membaca pikiranku?”

Tao menggeleng “matamu mengatakan semuanya”

Aku kagum, tak percaya.

“berhentilah mengagumiku dan kita lanjutkan yang tadi”

“apanya?”

“cckckck… ppabo..”

“hya… Huang Zhi Tao…”

“tapi aku sangat mencintai gadis bodoh ini” Tao merengkuh pinggangku dan kembali menciumku dengan hangat.

 

END

Sekian dan TErimakasih///

put u’r commen below.. wkwkwkw *emak mau ngilang. hoaaahhhmmm

14 thoughts on “{FF} Devil Behind Me_part 2

  1. Hahahaha rasanya jatuh cinta’y singkat bgt ya.. Udh aku duga yg nolongnya itu tao.. Kris malah sbuk sma pcrnya..

    Aneh’y ah young cpt bgt blng iya buat pcrn sma tao, pdhl dy tkt sblm’y sama tao.haahha lucu

  2. kiakk… Tao romantiss..
    gilak ak suka bgt pas Tao nyelametin Ah Young,,pasti keren bgt tuh..
    sumpah pas Tao nyatain cinta’y itu lucu bgtt,,ak smpe ktawa” sendiri baca’y.. hihihi lucu..😀
    btw,,ngeri juga ya klo Tao bsa baca pikiran org,,psti klo ada org yg njelek”in Tao dlam hati lngsung di wushu sma Tao #ngeri.
    nice ff,,ak suka ff mu thor..🙂

  3. akhirnx ma tao….
    bunuh om kris dodol gak ngerti perasaan orang….maen ngenalin aja…#wushu om kris pake pedang tao….
    keren…..^^

  4. so sweet banget thorr…. hahahaha
    gag nyangka tao bisa seromantis itu #digebuk tao
    tapi ah young cpet bgt nerima tao padahal habis dikecewain sama kris kkkk😀
    keren bgt thorr… waktu tao nyelametin ah young muehehe😀

    daebakkk thorr ^^ tetep fighting ya thorr ^^

  5. Ya!! Huang Zi Tao… Kenapa tidak kau cium (?) saja aku *eh xD

    Wkkwk… Seperti’a saya maruk xD EXO semua diembat.. *apadah
    Hhhahhaa…

  6. Ada chen, hihihi. Luhan mana min? Lay mana min? Xiumin mana? Ahh, cuman kris, tao sm chen doang yah😦
    Aku histeris pas tangan tao berdarah. Aduuh, kasian dia. Huhuhu. Eun Yoo itu kan min ALF. Brarti mimin pacarnya kris dong? Ah, patah hati lagi diriku, hiks. Ahaha, akhirnya ah young sm tao. Trus temen sekelasnya gimana min? Marah kagak? Hihihi. Ceritanya enteng nggak bikin mumet😀

  7. kalo tao yg main(?) pasti ada part berantem2 yah, mukanya cocok sih yah dibikin begitu :-DDDD~ *dibuang

    kris kris ckckck bwa yeoja yg cinta trpndam ke dia ke hadapan yeoja yg dicintainya, dan eunyoo-noona ehem~ keanya familiar deh ana hehehe~ gantung krisyoo couple, mrk gmn? Married kah? Uwaaaa~

    dan taoyoung aaah~ emg dasarnya tu hati udh deugen deugen tp ketutup ama kris jd ah young ga sdar deh tao polling in lop kekeke~ mukamu si tao nutupin jga kan *ditendang

    FF nya ringan fluff kak kyaaaaa~ ada chen pul :* tp ana ngerasa beda ama yg i’m not, wife for my dad hmm~ apa yah itu kak part per part ini ga ditandai itu aja yg ana rasa, jeongmal mianhae kaka kalo ana sok tau *bows

    dan 1 lg makin lama ksini2 tulisan kaka subhanallah skali hehe stlah baca yaoi trz straight punya kaka ada perbedaan yg signifikan dan UWOOOOOOOOWWWW KEREN ^^b

    hwaiting ^^9
    #deepbow

  8. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    ending nya pake kissing lagi…
    Kereeeeeen..
    Ternyata eh ternyata tao juga udah jatuh cinta at the first sight toh hahaha
    gak nyangka, aku btl2 gak tau kalo trnyata si tao suka sm ah young, krna aku pikir yg suka sm ah young tu si kris n ntar tao ny sm kwan nya ah young…
    Aaaah aku emg btl2 payah kalo msalah tebak tebakan..
    Pkokny keren deh….

  9. Wah, cinta Ah Young ke Kris bertepuk sebelah tangan. Tapi untung ada Tao.^^ Sebenernya ini bagu Thor, cuma mungkin karena cuma 2 chapter jadi berasa cepet banget. Tapi tetep keren kok, Thor.=))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s