[FF] Love Is… (part 6)


FF

Tittle: Love is… (part 6)

Author: AyouLeonForever

Cast: * Byun BaekHyun

* Lee Eun Yoo(yg karena manipulasi cerita, dia sodaraan ama Chanyeol, marganya diganti jadi Park)

* Kim Jong In/ Kai

* Park Chanyeol (yg karena manipulasi cerita, dia jadi kakaknya Eun Yoo, dan lebih tua dari baekhyun)

*Do Kyung Soo/ D.O

* Kim Joon Myun/ Su Ho

* Oh Se Hun

support cast: EXO M Member

disclaimer: the story belongs to me, the casts belongs to her/his parents and GOD. don’t claim itu yours, or You’ll dead (makin hari makin sadis aja)

Baek Hyun POV

Untuk kesekian kalinya aku melirik jam dinding kamarku. Sudah jam 1 malam, dan aku belum menerima telepon dari Eun Yoo… ini sudah lebih dari kata “lama” bagi Eun Yoo untuk menceritakan hal yang ia sembunyikan padaku. Aku semakin resah, dan perasaanku semakin tidak enak. Feelingku mengatakan, akan terjadi sesuatu yang besar. Aku tidak tahu apa itu, tapi sungguh… aku takut akan hal itu.

Karena kegelisahan ini tak berujung juga, aku memutuskan untuk menelpon Eun Yoo duluan. Kalau dia tidak mengangkatnya,.. ini betul-betul melebihi petaka yang pernah ada.

“yeoboseyo…” sahut suara serak dari seberang. Ah Eun Yoo menjawabnya

“Eun Yoo-ah, kau belum tidur?”tanyaku

“sebelum kau menelpon, aku sudah tidur”jawabnya

“ah mian…”

“gwenchana… seharusnya aku yang meminta maaf. Aku ingin menelponmu Hyunie-ah, tapi aku tidak tahu harus mengatakan apa”

“katakan saja apa yang terjadi sampai membuatmu seperti ini”

Eun Yoo terdiam. Bahkan sampai detik inipun dia tetap tidak mau mengungkapnya “Hyunie-ah… kau mencintaiku kan?”

Aku terkejut. setelah banyak hal yang berlalu, dan Eun Yoo malah mengeluarkan pertanyaan konyol ini? “candaan apa lagi ini? Tidak lucu Eun Yoo-ah… jelas saja aku mencintaimu? Apa tidak tampak olehmu?”

“bukan begitu… aku tau hal itu…”

“lalu kenapa kau bertanya?”

“itu bukan pertanyaan Hyunie-ah… “

“lalu apa? Ayolah Eun Yoo-ah… kau sungguh membuatku cemas”.

Terdengar desahan dari sana, Eun Yoo lelah. “aku mencintaimu Hyunie-ah… jadi jangan pernah mengecewakanku”

Aku jelas tidak mengerti “a… aku tidak akan mengecewakanmu Eun Yoo-ah, tapi… kenapa kau mengatakan hal seaneh ini? Apa ada sesuatu dari sikapku yang tidak kusadari sampai membuatmu kecewa?”

“tidak ada…”

“lalu?”

“hanya ingin menegaskan kalau aku mencintaimu”

Baiklah… aku menyerah. Eun Yoo betul-betul tidak bisa diajak bicara sekarang “sepertinya kau sangat lelah. Obrolan ini kita lanjutkan besok di sekolah”

“hm… arayo… sampai jumpa besok Hyunie-ah”

“nae… annyeonghi jumuseyo Eun Yoo-ah… saranghae…”

“nado…”

Klik

Aku menatap layar ponselku. Wallpapernya adalah wajah Eun Yoo yang sedang tersenyum riang, ini adalah foto Eun Yoo yang paling kusuka, sayangnya seharian ini aku tidak melihat senyuman ini lagi. Eun Yoo-ah… what’s wrong with you my love???

Eun Yoo pov…

Setelah mengakhiri obrolan tadi… Aku menatap layar ponselku, foto Baek Hyun yang tertawa sembari memperlihatkan deretan giginya yang rapi langsung menyambutku. Aku memang suka melihat wajah namjaku saat sedang tertawa lepas, inilah alasan kenapa aku menjadikan foto ini sebagai wallpaper ponselku.

Oh Tuhan… rasanya aku akan mati kalau terus seperti ini. Aku tidak tahu harus bersikap seperti apa agar Baek Hyun tidak mencurigai sikapku. Aku… aku sakit… hatiku remuk.

Kurengkuh posel itu di dadaku, seolah aku sedang memeluk Baek Hyun dengan sangat erat. Betapa melepaskan namja ini adalah hal tersulit sepanjang sejarah kehidupanku. Aku sudah mengalami kehilangan besar-besaran sepeninggal orang tuaku, tapi… aku mampu melewatinya karena ada oppa dan juga Baek Hyun yang saat itu masih sebagai teman masa kecilku. Dan sekarang… keadaan memaksaku melepaskan satu dari dua penopang hidupku itu… tidak bisa kubayangkan serapuh apa nantinya hidupku tanpa Baek Hyun…

“Ah… Eun Yoo, jangan menangis… ini akan sangat berdampak pada matamu besok pagi. Kau tidak mau melihat Baek Hyun menyadari sikapmu kan… jangan menangis…” lirihku sendiri seperti orang gila saat tetesan hangat mengalir dari mataku menuruni pipiku. Baek Hyun-ah… apapun yang terjadi nantinya, percayalah… ini semua kulakukan hanya untukmu. Just for you… my most beloved boy…

***

Pagi itu, aku tidak langsung masuk ke kelas. Tadi aku melihat mobil Baek Hyun sudah terparkir, artinya dia sudah datang. Aku bersandar di tembok depan kelas. Mengatur nafas berkali-kali agar perasaanku tenang. Ini memang sulit, tapi aku harus mengambil sikap seolah tidak terjadi apa-apa. Yakkk Park Eun Yoo… demi Baek Hyun… semangatlah…

Akupun melangkah santai memasuki kelas. Ah… untuk hari ini, aku hanya akan bersikap biasa. Kai memang akan membuatku dan Baek Hyun putus dalam waktu dekat ini, bisa jadi juga hari ini, entah dengan manuver apa, tapi seperti yang dia katakan, bersikaplah biasa. Oke… aku lakukan. Lagipula namja egois itu juga belum datang.

“selamat pagi Hyunie-ah…” sapaku berusaha seramah mungkin.

Namjaku mendongak dan dia menyambutku dengan senyumnya yang betul-betul membuat hatiku hangat “akhirnya kau datang juga…” Baek Hyun menatapku

“waeyo? Ada yang salah?”

Baek Hyun menggeleng “duduklah”

Aku menurut, aku duduk di bangkuku di sebelahnya “ada apa?”

“baiklah… kau memang sudah ceria pagi ini, tapi jangan bilang kalau kau lupa dengan masalah kemarin”

Aku tertawa (lebih tepatnya berusaha tertawa) “Mianhae… kemarin itu pikiranku betul-betul kalut”

“dan alasannya adalah?”

Aku mengeluarkan sebuah majalah dari tasku. Ini sebenarnya baru kubeli kemarin sebelum masuk stadiun. Aku membuka lembaran ramalan bintang dan menunjukkannya pada Baek Hyun “ini…” aku menunjuk artikel tentang bintangku, Sagitarius. Untung saja ada majalah ini, dan aku bisa menjadikannya alasan atas sikap anehku kemarin. Semoga Baek Hyun percaya.

Baek Hyun menatapku kebingungan, kemudian membaca artikel itu “minggu ini adalah minggu yang paling berat, jadi persiapkan dirimu untuk bisa mengatasinyaBaek Hyun menatapku sejenak, aku angkat bahu lalu dia kembali melanjutkan bacaannya kesehatan, sedikit bermasalah pada tenggorokan dan pencernaan, keuangan,: tabunganmu sudah cukup tapi jangan menyia-nyiakannya untuk hal yang tidak penting, karir: sesekali mintalah bantuan rekanmu untuk menyelesaikan tugasmu” Baek Hyun lagi-lagi menatapku “kenapa kau percaya hal sekonyol ini?”

“lanjutkanlah di bagian asmara. Itu yang membuatku kalut”

Baek Hyun melengos “terjadi hal yang serius pada hubungan kalian, akhiri saja” Baek Hyun membelalak “igae mwoyaaaa??? Ini konyol, di dunia ini yang berbintang Sagitarius itu ada jutaan Eun Yoo-ah, dan ini hanya ramalan, belum tentu ini tepat untukmu. Apa menurutmu masuk akal minggu ini seluruh manusia berbintang sagitarius di bumi ini akan putus hubungan dengan kekasihnya?”

Aku menghela nafas “tidak semua Baek Hyun-ah… tapi aku khawatir dari sekian juta orang, akulah salah satu orang yang dimaksud dalam ramalan ini”

Baek Hyun ikut menghela nafas. Ia membuang majalah itu keluar jendela, tidak peduli akan kena siapa di bawah “lihat aku Eun Yoo-ah… hubungan kita akan baik-baik saja. apapun yang terjadi, tidak akan kubiarkan hubungan kita berakhir. Aku akan mempertahankan hubungan ini sampai nafas terakhirku berhembus”

Aku membelalak “Mworago???Hyunie-ah… hati-hati dengan ucapanmu. Kalau Tuhan mendengarnya, kau akan kena karma”

“tidak mengapa, karena aku mengatakan ini dengan sangat sadar dan sangat serius. aku betul-betul akan mempertahankan hubungan kita, dan akan kuhabiskan sisa hidupku hanya untuk mencintai satu yeoja, yaitu kau”

Aku merana… ini sungguh romantis, tapi tidak untuk saat ini. Detik-detik perpisahan kami sudah dekat, dan kata-kata Baek Hyun semakin membuatku khawatir. Kalau aku ingin egois, aku akan meminta Baek Hyun berhenti bermain basket dan melanjutkan sumpahnya pada Kai… tapi… siapalah aku? Aku adalah yeoja yang mencinai Baek Hyun dengan segenap hati, dan aku tidak ingin karena cinta ini masa depan Baek Hyun terhalangi. Itu yang paling kuhindari.

“jadi… berhentilah memikirkannya…arajjhi?”Baek Hyun mengusap puncak kepalaku

“nae…arayo…”

Baek Hyun meraih jemariku dan mengecupnya “sore ini kita ke taman hiburan lagi yah, ada wahana baru lagi”

Aku tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahku. Ini di dalam kelas, dan aku yakin semua mata sudah tertuju pada kami. “ng… wahana baru itu… tidak membuat aku mual lagi kan?”

“tidak… tentu saja tidak. Wahana ini sejenis rumah hantu, tapi versi Jack The Ripper, kita akan diberi selembaran berisi teka-teki dan kita harus memecahkannya agar bisa keluar”

“Jack the ripper? Menyeramkan sekali… kalau kita tidak bisa memecahkan teka-tekinya artinya kita tidak bisa keluar? Kita akan terbunuh?”

Baek Hyun tertawa, kemudian mencubit hidungku “tentu saja tidak chagi-ah… kalau teka-tekinya tidak terpecahkan, kita tetap bisa keluar, karena memang ada pintu keluar alernatif untuk pengunjung yang menyerah”

Aku mengerutkan kening “kau memanggilku apa barusan? Chagi-ah? Tumben”

Baek Hyun tersenyum “karena kau sangat aegyeo pagi ini. Apa kau tidak suka dipanggil begitu?”

“ah bukan begitu, justru… aku suka” lagi-lagi aku merana. Kenapa aku mendapatkan panggilan mesra itu di detik-detik terakhir hubungan kami? Ini sangat ironis… oh Tuhan… janji yang kubuat pada Kai …aku ingin membatalkan semuanya sekar___

“apa kau tahu aku mendapatkan beasiswa khusus untuk studiku ke Amerika. Tentu saja tentang NBA itu. Kau tahu Eun Yoo-ah… ah… ani chagi-ah… aku sangat beruntung menjadi salah satu dari sekian banyak pemain basket remaja di negara ini yang mendapatkan beasiswa itu… kau bisa membayangkan sesenang apa aku kan???” tutur Baek Hyun dengan binar penuh kebahagiaan yang terpancar di matanya.

Oh Tuhan… inilah yang kumaksud. Aku hampir saja mengubur kesempatan yang didapatkan namja ini,kesempatan sekali seumur hidupnya. Bagaimana mungkin aku bisa menarik kembali janjiku pada Kai kalau kasusnya sudah seperti ini? “wah… chukkae… kapan kabar ini datang?” toh yang bisa aku lakukan hanyalah berusaha menahan rasa sakit ini.

“tadi pagi, begitu aku sampai di sekolah, pak pelatih langsung memberitahuku kabar gembira ini… ah… tadi itu aku tidak begini memikirkannya, karena pikiranku dipenuhi olehmu, tapi sekarang semuanya sudah beres bukan, jadi… aaahhh… ini sudah lebih dari pada sekedar membahagiakan…ini sangat…sangat… sangat membahagiakan…”

“aku turut bahagia Hyunie-ah… sangat bahagia”

Baek Hyun lagi-lagi mengecup jemariku, aku bahkan iri pada jemariku itu… “Eun Yoo tenang saja… setelah lulus SMA, aku akan melamar Eun Yoo… kita tunangan dulu, dan kita akan sama-sama kuliah di Amerika, kau bisa melanjutkan sekolah di bidang musik, dan aku di olahraga basket. Setelah sukses dan lulus, kita akan menikah. Bagaimana menurutmu rancangan kehidupan yang kubuat ini?”

Oh… Baek Hyun-ah… kau membuatku semakin hancur. Rancangan yang kau siapkan begitu sempurna, hanya saja aku tidak akan bisa ikut andil di dalamnya “Hyunie-ah… memalukan, kita kan masih SMU”

“aku kan bilang kalau kita lulus SMU”

“tapi masih setahun lebih lagi…”

“aku tidak akan merubah rancangan itu…” Baek Hyun menatapku. Dan aku hanya bisa merana dalam hati.

Kai… selamat… kau sukses membuat kehidupanku porak poranda!

Dan orang yang mengusik pikiranku itu masuk ke dalam kelas, melangkah santai, melintasi bangkuku dan duduk di belakang.

“Baek Hyun-shii… acara nanti malam, bagaimana? jadi??” tanya Kai sok akrab pada namjaku. Oke, hubungan mereka memang sudah membaik sejak turnament itu, tapi tetap saja Baek Hyun tidak tahu kalau Kai sedang memakai topeng agar bisa menikamnya sembunyi-sembunyi.

“iya… tentu saja. aku sudah memberitahu yang lain, mereka lumayan antusias, padahal hanya acara barbeque-an biasa” jawab Baek Hyun sangat ramah. Oh tuhan… tidak kah dia tahu bahwa Kai masih tidak berubah???.

“D.O belum datang?”

“sepertinya belum. Aku memintanya membawa 1 pak daging untuk acara nanti malam. Mungkin dia sedang mencarinya” Baek Hyun masih menggubris Kai dengan sangat ramah.

“aku baru menyadari, D.O lumayan perfectionis untuk ukuran seorang namja. Mencari daging kan bisa dia lakukan sore ini.”

Baek Hyun tertawa ”kau benar”.

Aku bahkan tidak bisa menyangka obrolan mereka bisa sesantai itu.

“oh ya… Eun Yoo-shii, bagaimana keadaanmu pagi ini? Kelihatannya kemarin kau kurang sehat” Kai beralih padaku. Lihatlah betapa rapinya dia menyembunyikan rencananya. Tak ada cacat sedikitpun

“aku sehat, dan aku akan baik-baik saja selama Baek Hyun-ah tetap di sisiku” jawabku, sekalian memberinya penegasan bahwa setelah aku pisah dari Baek Hyun, aku tidak akan bisa menjamin kalau aku masih baik-baik saja.

Kai tersenyum, dan aku tau maksud senyum itu.

Oh Tuhan.. kuatkan hatiku yang remuk redam ini. Berikan aku kekuatan menyembunyikan rasa sakit yang mungkin saja meleburkanku dalam keputus asaan… dan juga… berikan namjaku ketabahan saat keputusan ini harus kusampaikan padanya. Demi masa depannya…

Dengan segala rasa sakit ini… Byun Baek Hyun… aku mencintaimu, sangat mencintaimu.

Author POV

Sore itu…

Baek Hyun menatap replika dirinya di depan cermin. Penampilannya sudah cukup kasual dan rapih seperti biasa. Ia memang sudah mendapatkan keceriaan Eun Yoo kembali tapi… perasaannya masih sesak. Sesekali ia merengkuh dada karena terasa sangat sakit. Ia tidak punya riwayat penyakit jantung, oleh sebabnya ia menegaskan bahwa rasa sesak dan sakit yang ia rasakan di dadanya bukan karena penyakit fisik. Ini lebih kepada kontak batin pada seseorang yang sangat dekat dengannya. Entah itu eommanya, appa… atau mungkin saja … yeojanya… Eun Yoo!

Ia berkali-kali meneguk air putih dan mengatur nafas berkali-kali. Rasa sakit itu tetap nyata. Bahkan sekarang terasa lebih parah dari kemarin saat melihat ekspresi terluka Eun Yoo. Ia merogoh saku jeansnya untuk meraih ponselnya. Yah… ia harus menelpon Eun Yoo

Baek Hyun cukup panik begitu tak ada jawaban dari seberang. Kenapa Eun Yoo tidak menjawab teleponnya. Dan saat panggilan ke lima nya, barulah ada sahutan dari sana

“Hyunie-ah… waeyo…” sahut suara dari seberang

“ah… kau kemana saja Eun Yoo-ah… aku khawatir”serbu Baek Hyun tidak mampu menyembunyikan kecemasannya

“tadi aku sedang… mandi”

“apa? Mandi?… suaramu kurang jelas… apa kau sakit? Kedengarannya sangat serak”

“oh ini… suaraku mungkin teredam karena bunyi kran shower”

“kau masih di kamar mandi?”

“hm… HP ku berbunyi terus, aku khawatir kalau itu adalah panggilan darimu, makanya aku berhenti dan mengambil HP ini, ternyata betul kau yang menelpon”

Baek Hyun terdiam lalu menghembuskan nafas berat “aku hanya ingin memastikan sesuatu”

“apa itu?”

Baek Hyun ragu mengatakan ini, tapi entah kenapa ia harus mengatakannya, seolah ada dorongan dari dalam dirinya untuk segera mengatakannya “Eun Yoo-ah… kumohon… apapun yang terjadi…” Baek Hyun menelan ludah, dadanya semakin sesak “jangan pernah raib dari sisiku”

Lama tak terdengar balasan dari seberang. Itu membuat Baek Hyun cemas.

“Eun Yoo-ah… kau masih di sana? Kau mendengarku bukan?”

“Hyunie-ah… ke… kenapa kau mengatakan hal.. itu?” suara Eun Yoo terdengar putus-putus, siapa yang menyangka ternyata yeoja itu berusaha mati-matian menahan tangisnya yang sejak tadi hendak pecah

“entahlah… aku merasa harus mengatakan ini. Maaf kalau ucapanku tadi membuatmu khawatir. Tapi… kumohon yang tadi itu aku serius”

Lagi-lagi Eun Yoo memberi jeda. Dan jeda itu ia butuhkan untuk mengatur nafas agar suara isakannya tidak terdengar “nae Hyunie-ah…”

“lanjutkanlah kegiatanmu, 10 menit lagi aku akan ke rumahmu”

“nae…” hanya itu yang bisa diucapkan Eun Yoo, ia sengaja menjauhkan ponsel dari mulutnya agar suara isakannya tidak terdengar jelas.

“bye… saranghae”

“nado…”

Baek Hyun menghela nafas seelah menutup ponselnya. Ia bukannya lega, tapi ia berusaha menenangkan diri. Apapun yang akan terjadi, nantinya, ia akan berusaha semampu mungkin memperahankan hubungannya dengan Eun Yoo. Sekalipun itu harus dengan menukar nyawa.

Chan Yeol yang menyambut begitu Baek Hyun datang ke rumah Eun Yoo.

“sepertinya masih berdandan, kau tunggulah dulu” Chan Yeol mengajak Baek Hyun duduk di ruang tengah sambil menonon TV

“Eun Yoo… kalau di rumah bagaimana hyung? Tidak ada keanehan?”tanya Baek Hyun

Chan Yeol menoleh “um… selain dia lebih sering berada di kamar, yang lainnya tidak ada keanehan sama sekali. Kenapa? Di sekolah dia terlihat aneh yah?”

“anieyo… aku hanya khawatir saja”

Chan Yeol tertawa “tenang saja Baek Hyun-ah… kalau di sekolah ada kau yang selalu bersamanya, di rumah ini ada aku, aku jelas tidak akan membiarkan adikku kenapa-napa. Kau ini terlalu khawatir. Lagipula, Eun Yoo sudah besar. Aku rasa tekhnik kita menjaganya sudah perlu diubah, karena dia sudah bukan gadis kecil lagi seperti dulu”

Baek Hyun menghela nafas “aku tahu itu hyung”

“kalau begitu kau tidak perlu mencemaskannya lagi, arajjhi!” Chan Yeol menepuk-nepuk pundak Baek Hyun

“nae hyung, arayo. Gomawo”

“ngomong-ngomong, kalian mau kemana? Kelihatannya penampilanmu sangat tampan hari ini, dan sepertinya Eun Yoo juga menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempersiapkan diri”

Baek Hyun terawa kecil “hanya kencan biasa hyung, di taman hiburan. D.O bilang ada wahana baru di sana”

“wah… sepertinya seru, aku boleh ikut?”

Baek Hyun mengerutkan kening “ng itu….”.

Chan Yeol langsung tertawa lebar “hahahahaha… aku hanya mengetesmu, aku tahu namanya kencan itu hanya untuk pasangan. Nae… nae… pergilah, semoga hari kalian membahagiakan”

Baek Hyun balas tertawa. Kena lagi. “gomawo hyung”

Menit selanjutnya Eun Yoo turun dari lantai 2 “Hyunie-ah… mianhae.. apa kau sudah menunggu lama?” tanya Eun Yoo lembut.

Dua namja yang menunggu di ruang tengah itu langsung mendongakkan wajah menatap Eun Yoo yang turun dari tangga laksana seorang putri (bukan dalam hal pakaian, karena sangat jelas Eun Yoo hanya mengenakan blus cardigan dengan bahu terbuka serta jeans sepaha. Terlalu casual untuk ukuran seorang putri).

“Baek Hyun-ah… katakan kalau dia adalah adikku” lirih chanyeol tanpa berkedip menatap adiknya

“nae hyung, dia adikmu… Eun Yoo, yeojachinguku” balas Baek Hyun juga tidak mengalihkan pandangannya dari Eun Yoo

“Baek Hyun-ah, apa kau mau bernegosiasi denganku? Di kehidupan berikutnya setelah ini, maukah kau bertukar posisi denganku?”

“mianhae hyung, tapi berapa banyakpun kehidupan yang akan datang setelah ini, aku akan tetap meminta pada Tuhan untuk dipertemukan dengan yeoja yang sama, dan akan mencintai yeoja yang sama di setiap kehidupan yang diberikan Tuhan padaku”

Barulah Chan Yeol menoleh pada Baek Hyun “memangnya kau tidak akan bosan hanya mencintai satu yeoja di setiap kehidupanmu nanti?”

“nae hyung… di kehidupan ini saja aku merasa waktu 100 tahun tidak akan cukup” Baek Hyun masih tetap memandangi yeojanya yang tengah membetulkan kupluk yang senada dengan warna jeansnya.

Chan Yeol menghela nafas lega. Dia merasa Baek Hyun betul-betul orang yang tepat untuk mendampingi Eun Yoo sampai akhir hayatnya nanti. Dan dia mulai berpikir tentang kehidupan pribadinya sendiri, sepertinya ini saatnya untuk membagi hati dengan yeoja selain adiknya.

“Hyunie-ah… kau sudah lama yah?” ulang Eun Yoo karena tadi Baek Hyun sibuk menganguminya

“ah.. baru saja Eun Yoo-ah, kau sudah siap?”

“nae… kita pergi sekarang yah!” Eun Yoo menggamit lengan Baek Hyun

“ehem…. Jangan kemalaman, ingat… nanti malam juga ada acara khusus tim basket kita” gumam Chan Yeol, sok mengingatkan.

Baek Hyun tertawa “nae hyung… arasso…”

Eun Yoo POV

Kalau seorang sutradara mengetahui bakatku dalam menyembunyikan kesedihanku di balik ekspresi bahagia seperti sekrang, aku yakin aku pasti akan ditawarkan untuk memainkan peran utama dalam sebuah sad movie. Bagaimana tidak, rasionalnya… yang seharusnya kulakukan sekarang adalah menangis sekeras-kerasnya karena detik-detik ambang berakhirnya hubunganku dengan Baek Hyun sudah mulai terasa. Tapi… semua harus kututupi, harus kusembunyikan. Semoga Baek Hyun tidak menyadari luka yang mati-matian kusembunyikan ini. Cara yang tepat agar tidak mudah terbaca olehnya adalah terus tersenyum senatural mungkin dan menghindari kontak mata dalam waktu lama dengannya. Ah dan juga… membuat lelucon seperti biasa. Tuhan… kuatkan aku, semoga aku bisa

“tumben” ujar Baek Hyun saat ia tengah menyetir mobil menuju taman hiburan. Aku duduk di jok sebelahnya

“apanya?”aku jelas bertanya.

“itu… aku belum pernah melihatmu memakai jeans yang sependek itu”

“waeyo? Kau tidak suka?”

“bu…bukan… itu …aku suka. Hanya saja… aku tidak rela berbagi pemandangan dengan namja lain”

Wajahku memerah. Sejak kapan Baek Hyun mulai segenit ini “um… kalau begitu aku akan menggantinya”

“eh… kenapa?”.

“aku juga tidak ingin sesuatu yang seharusnya untukmu malah dibagi untuk orang lain”

Baek Hyun tertawa “tahu begitu kenapa kau nekat memakai jeans sependek itu?”.

“aku hanya ingin terlihat seksi di depanmu. Tapi aku tidak sempat berpikir panjang…”

Baek Hyun menghentikan mobilnya di tepi jalan kemudian menatapku “Eun Yoo-ah… aku menyukaimu apa adanya. Kau mau seksi, cute atau apapun, aku tetap suka. Aku tidak pernah mempermasalahkan style mu, asal kau nyaman saja. dan jangan mengenakan busana yang menyiksamu hanya untuk membuatku senang, karena kalau itu berarti kau tidak nyaman, aku juga akan merasa begitu. Arajjhi?”

Baek Hyun-ah… aku hanya ingin memberi kesan paling indah di hari-hari terakhir hubungan kita. “nae Hyunie-ah…”

“kau mau ganti kostum? itu toko pakaian yeoja. Ayo” Baek Hyun mengajakku turun dari mobil. Ternyata dia benar, dia menepi di depan sebuah toko pakaian khusus yeoja. Baek Hyun meraih tangan kiriku dan menggenggamnya, menuntunku masuk ke dalam toko itu.

“nuansa pakaianmu cokelat krem hari ini, kalau begitu aku akan memilih pakaian dengan nuansa yang sama” ucapku

Baek Hyun tersenyum “pilihlah sesukamu, aku akan menunggumu di sini” Baek Hyun memilih duduk di sofa khusus ruang tunggu.

***

“wah antriannya panjang sekali Hyunie-ah…” ujarku, sedikit ragu untuk ikut mengantri

“yah… kau benar, semua  orang langsung beramai-ramai ke sini saat mereka tahu ada wahana baru” balas Baek Hyun.

“kita naik wahana lain saja yah”

“kau ingin naik wahana yang waktu itu?”

Aku langsung membelalak “no way… aku tidak mau lagi. cukup memalukan setelah naik wahana itu aku muntah-muntah”

Baek Hyun tertawa dan mengusap puncak kepalaku. “mau es krim?”

Aku menggeleng “aku sedang batuk”

“atau gulali?”.

Ah… wajahku langsung bersemu merah. Mendengar kata gulali, aku langsung teringat kejadian paling manis yang pernah ada dalam hidupku. Apa itu akan terulang? Ah semoga saja…. Atau aku bisa berpura-pura membuat bibirku belepotan gulali dan Baek Hyun akan melakukan cara yang sama untuk membersihkannya. Ah… betul, kalau bukan dengan cara itu, maka selamanya aku tidak akan pernah bisa mendapatkan ciuman pertamaku dengan Baek Hyun, karena bisa jadi Kai akan merusak semuanya hari ini. Siapa yang bisa menebak.

“ah benar juga, gulali bisa membuatmu batukmu bertambah parah. Kita beli yang lain saja”Baek Hyun langsung membatalkannya sebelum aku mengangguk setuju. Aduh…

Aku hanya bisa mengeluh kesal. “Hyunie-ah…aku ingin makan sesuatu yang manis…”

Baek Hyun menoleh padaku “hm? Sesuatu yang manis?” Baek Hyun tampak berpikir serius, kemudian senyum jahil tergambar di bibirnya. Ah aku yakin dia menemukan sebuah ide gila. Buktinya dia menundukkan wajah agar sejajar dengan wajahku “bagaimana dengan ini?” tawarnya sambil menunjuk bibirnya.

Kontan wajahku memanas. Oh Tuhan… lihatlah, Baek Hyun sudah mulai genit, dan sialnya lagi itu terjadi di hari-hari terakhir hubungan kami. Kalau tidak mengingat bahwa aku masih punya rasa malu, mungkin saja aku akan langsung menarik wajahnya dan kukecup bibirnya. Tapi itu sungguh hal gila… “Hyunie-aaahhh…. Kau jahil sekali…”

Baek Hyun malah tertawa. “kita beli cola saja. aku haus” Baek Hyun menarik tanganku dan keluar dari antrian menuju sebuah café terdekat.

Oh Tuhan… kali ini saja… biarkan kami menciptakan sebuah kenangan manis sebelum hubungan ini betul-betul berakhir.

Baek Hyun POV

Aku bohong kalau aku sedang tenang sekarang. Yah… aku memang menunjukkan ekspresi seceria mungkin di hadapan Eun Yoo. Tapi… tidak ada yang tahu bahwa kegelisahanku sekarang justru semakin memuncak. sikap Eun Yoo… baiklah, aku menyadari kalau sikapnya cukup aneh. Aku masih ragu dengan alasan Eun Yoo. Maksudku… ramalan bintang tidak akan mungkin membuat Eun Yoo sampai terluka seperti hari itu, yah… dampaknya masih terlihat sampai sekarang. Makanya aku berani menjamin kalau Eun Yoo masih menyembunyikan penyebab sebenarnya mengapa ia sampai sesedih itu.

Ia memang tersenyum, tapi… ayolah… 4 setengah tahun bukan waktu yang sebentar. Aku mana mungkin tidak mengenal yeojaku. Pancaran mata itu, walaupun bibirnya sedang tersenyum, sorot matanya tetap redup, tidak ada sinar yang selama ini terpancar dari matanya saat menatapku.

Ah… dan lagi rasa sesak ini terus menyiksaku. Kenapa aku merasakan hal ini??? Apa sebenarnya yang terjadi??

“Hyunie-ah… kau sama sekali belum menyentuh cola mu. Bukankah kau haus?” tegur Eun Yoo membuyarkan lamunanku

“ah nae…” aku meraih gelas cola ku dan meneguknya pelan. Aku sama sekali tidak haus, aku hanya… gelisah.

Eun Yoo sedang menyantap kentang goreng yang kupesan tadi. Yah… mulutnya memang sedang mengunyah, tapi lihatlah sorot matanya, seolah dia tengah bergulat dengan pikirannya. Aku hanya bisa bersabar sampai yeoja ini menceritakan semuanya, karena kalau aku mendesaknya sekarang, aku khawatir dia akan semakin tertekan.

“hya… kau ini” tegurku

“waeyo?” Eun Yoo menatapku heran

“kau makan seperti sapi” aku menggeser dudukku agar ebih dekat dengannya

“mwo?_”

Aku menyeka bibirnya yang belepotan minyak. Bisa kuihat yeoja ini malah mematung sambil menatapku dengan mata bulat kecilnya. Ada beberapa moment di mana kami seperti ini. Moment yang sangat tepat untuk… berciuman. Tapi entah apakah itu teguran atau apa, selalu saja moment itu gagal. Aku hanya tidak ingin dicap sebagai namja yang terburu-buru, namja yang suka cari kesempatan, dan sejenisnya. Aku hanya… takut menyakiti yeojaku.

Bohong besar kalau aku tidak ingin menciumnya sekarang. Bagaimana mungkin aku tidak tergerak dengan sepasang bibir yang terpampang manis di hadapanku. Tapi kembali lagi… apa tanggapan Eun Yoo nantinya?. Lagipula … di café ini banyak pengunjung. Akan sangat menarik perhatian mereka kalau aku tiba-tiba mencium Eun Yoo di sini.

“pelan-pelan yah makannya” hanya itu yang bisa kuucapkan.

“ah… ng… nae…” wajah Eun Yoo memerah, dan ia menunduk. Lihalah, bahkan tindakan sederhana seperti ini saja sudah cukup membuatnya semalu ini. Bagaimana kalau aku betul-betul menciumnya?.

Langit sudah mulai gelap. Aku dan Eun Yoo memilih untuk berjalan-jalan saja mengitari taman hiburan.

Ah… Rasa sesak itu semakin nyata. Bahkan saat Eun Yoo berada di sisiku pun aku merasa sangat khawatir. Berkali-kali aku mempererat genggamanku di tangannya ketika rasa sesakku menyerang dengan tiba-tiba. Dan Eun Yoo akan menoleh karena mengira aku memanggilnya.

“gwenchanayo Hyunie-ah?” tanya Eun Yoo.

“ah… nae, gwenchana” jawabku berusaha tersenyum.

“apa dadamu sakit?”

“ng?”

“dari tadi kau merengkuh dadamu, apa sakit?” Eun Yoo meletakkan telapak tangannya di dada kiriku dan mengusapnya lembut. Aku hanya menatapnya dalam diam. “detak jantungmu teraba sekali. Seperti dentuman, kau yakin kau baik-baik saja?”

Aku tersenyum “mungkin karena ada kau di dekatku, dan itu membuat jantungku berdebar”.

Eun Yoo terdiam, dan dia jadi salah tingkah. Saat ia hendak melepaskan tangannya, aku langsung meraihnya. Kemudian dengan sedikit tarikan kecil, kuraih yeoja itu dalam pelukanku. Seolah tidak ingin melepaskannya barang sedetikpun. Dan percayalah… ini sedikit mengobati rasa sesakku.

“hyu…Hyunie-ah… ada apa?”tanya Eun Yoo dengan suara teredam karena pelukanku.

“aku hanya ingin memelukmu seperti ini. Tidak apa-apa kan?”

“n…nae… gwenchana”.

Aku merasakan kedua tangan Eun Yoo terangkat dan melingkar di punggungku. Kukecup puncak kepalanya selembut mungkin. Ah… aroma ini tidak mungkin kulupa. Sebuah merek shampoo yang ia pakai sejak SMP. Ternyata ia masih menggunakan produk yang sama sampai sekarang.

Oh Tuhan… betapa aku sangat mencintai yeoja ini, betapa aku tidak bisa membayangkan kehidupanku tanpa yeoja ini. Dan jika Kau menyuruhku memilih antara kehilangan nyawaku dengan kehilangan yeoja ini, aku lebih memilih kehilangan nyawaku. Tuhan… engkaulah yang menganugerahkan cinta yang sebesar ini , maka aku patut meminta agar Engkau juga menyatukan kami selamanya.

“Hyunie-ah… aku sangat mencintaimu” lirih Eun Yoo.

“aku tau… karena aku juga merasakan hal yang sama”balasku

“aku selalu berdoa pada Tuhan… agar Dia tidak memisahkan kita”

“aku tau… karena aku juga berdoa untuk hal yang sama”

Inilah kami… dipertemukan untuk memiliki hati yang sama, perasaan yang sama. Walau sesak itu masih terasa, tapi setidaknya aku sudah merasa cukup tenang. Kuharap ketenangan ini bukan hanya untuk sementara….

Kai POV

Untuk kesekian kalinya air mata sialan ini menetes. Ironisnya, ini terjadi di tempat yang sama. Saat di mana aku melihat mereka berciuman, kali ini aku harus menyaksikan mereka berpelukan seerat itu… juga di tempat yang sama di mana aku berdiri sekarang. Taman hiburan, yang bagiku adalah lembah kematian.

Hatiku hancur lebur melihat mereka. Hendak rasanya kurebut Eun Yoo saat ini juga dan membawanya pergi ke tempat yang hanya ada aku dan dia di sana.

Tapi aku sadar… semua akan ada waktunya, dan aku harus bisa bersabar sampai aku betul-betul punya kesempatan untuk menjadikan yeoja itu milikku seutuhnya. Park Eun Yoo… kau tidak sadar … siapa yang sedang kau buat tersiksa ini. Kau harus bertanggung jawab atas ulahmu. Mau tidak mau… kau harus membalas cintaku.

Dengan usapan kasar, kuhapus air mata sialan ini, yah… yeoja ini sukses membuatku menangis 2 kali. Dan aku rasa, cukup setimpal kalau aku membuatnya terpisah dari namja yang ia cintai itu. Setidaknya, dalam waktu dekat, aku akan membuat cintanya beralih padaku.

Aku meraih ponselku, dan menghubungi satu-satunya yeoja yang bisa membantuku sekarang..

“yeoboseyo” sapanya dari seberang

“bersiaplah di tempatmu, akan kuhubungi lagi kalau mereka sudah bersiap untuk pulang” perintahku.

“nae… aku sudah di sini sejak setengah jam yang lalu. Kuncinya cocok”

“bagus… mereka tidak akan lama lagi”

“hm… tapi… apa kau yakin mereka akan putus?”

“itu tergantung usahamu. Dan kalau ini berhasil, mereka tidak hanya akan putus, tapi… Baek Hyun akan menjadi milikmu”

“yah… untuk itulah aku rela melakukan ini. Ah satu lagi, lalu bagaimana kau bisa memastikan kalau Eun Yoo juga akan ikut?”

“lakukan saja tugasmu, sisanya itu adalah urusanku”

“Kai-shii… kau sangat licik. Dan percayalah, aku mengagumi kelicikanmu”

Aku tertawa kecut. Yeoja sialan. Aku melakukan ini juga untuk merebut yeoja yang kucintai. Jadi aku tidak peduli dengan ocehan orang lain.

Segera kututup ponselku dan memasukkannya ke saku. Aku hanya butuh satu kesempatan di mana mereka terpisah sejenak. dan rencana ini akan lebih dari sekedar sukses. Mungkin aku bisa membuat Eun Yoo harus ke toilet. Satu-satunya tempat di mana Baek Hyun tidak akan ikut.

Aku melihat 2 anak kecil sedang berlari-lari sambil membawa es krim di tangannya. Dan sebuah ide cemerlang berputar di otakku.

***

Eun Yoo POV

Pelukan Baek Hyun sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Bukan tentang pelukan ini teralu erat, tidak… pelukannya sangat hangat, dan aku sama sekali tidak ingin melepasnya. Ini pertama kalinya aku tidak mempedulikan orang berlalu lalang di sekitar kami sementara kami terus berpelukan erat. Yah… aku tidak ingin memikirkan apa-apa dulu karena aku begitu damai dengan pelukan Baek Hyun saat ini.

“aduh…” keluhku begitu ada sesuatu yang menabrak bokongku. Aku pikir ada tangan-tangan jahil. Dan itu membuatku harus melepas pelukan Baek Hyun.

“ng? ada apa?” tanya Baek Hyun heran.

Aku menoleh ke belakang, dan terlihat 2 orang anak kecil dengan wajah lucu memandangku dengan penuh rasa bersalah. “mi… mianhae eonni…” ucap anak kecil itu.

Aku memeriksa bagian belakang celanaku. Yah… kedua anak ini sukses mencetak noda es krim di celanaku. “ah …kalian tidak apa-apa? Sepertinya kalian menabrakku cukup keras”

“nae eonni… kami tidak apa-apa. Hanya saja…” anak itu memperlihakan es krimnya yang rusak. Aku hendak berjongkok untuk menyejajarkan posisi dengan anak-anak itu, tapi Baek Hyun mendahuluiku.

“kalian tidak terluka kan?”tanya Baek Hyun ramah. Yah… namjaku ini memang sangat ramah pada siapapun, terlebih anak kecil.

“tidak… oppa”jawab kedua anak itu kompak.

“es krimnya akan oppa ganti. Yang ini dibuang saja yah”

“nae Oppa.. kamsahamnida”

Baek Hyun mengusap puncak kepala kedua anak itu. Ah… sungguh pemandangan yang manis.

“Hyunie-ah… aku ke toilet dulu yah, aku harus membersihkan noda di celanaku”pamitku pada Baek Hyun

“ah nae… aku akan mengantar anak-anak ini duu membeli es krim”

Aku mengangguk, kemudian pergi setelah mendapatkan pelukan singkat dari Baek Hyun.

Noda ini cukup sulit di hilangkan, tapi tidak apa karena warna jeans panjang yang kubeli tadi cukup gelap, terlebih ini sudah mulai malam, langit tampak mulai gelap.  Jadi noda ini tidak akan tampak jelas.

Aku membetulkan riasan wajahku di depan cermin washtafel, hm… masih rata. Jadi tidak perlu ditambah. Setelahnya aku mencuci tangan dan keluar dari toilet itu.

“hai… Park Eun Yoo…”sapa seseorang tepat di depan pintu toilet.

Aku tidak terkejut lagi. yah… pantas saja aku merasa tidak nyaman, ternyata namja ini membuntutiku “ada apa Kai-shii… janji itu? Tenang saja, aku akan menepatinya, aku hanya butuh waktu yang tepat”

“aku tidak melihatnya… sepertinya kau betul-betul menikmati hari-hari terakhirmu bersama kekasihmu… ah bukan… sebentar lagi dia akan menjadi mantan kekasihmu”

Aku seperti mendengar ledakan dahsyat di gendang telingaku. Bahkan sebelum itu terjadi, aku sudah hampir mati. Baek Hyun-ah… mantan kekasihku?.

“kalau aku menunggu kesiapanmu untuk memutuskan Baek Hyun, itu akan sangat lama, jadi… lagi-lagi aku harus turun tangan”lanjutnya lagi.

“aku tahu. Tapi… apapun yang akan kau lakukan nanti, kumohon jangan sampai kau mencelakai Baek Hyun ku”pintaku tulus

Entah apa yang salah dari kata-kataku. Kai langsung merengkuh pundakku dan menghempaskan punggungku ke tembok, tidak sakit… tapi itu sukses membuatku terkejut luar biasa.

“Kai-shii… kau kasar sekali…” pekikku. Ia masih merengkuh kedua pundakku.

“Eun Yoo-ah… aku sudah menuruti kemauanmu, meminta Baek Hyun kembali ke tim… apa kau pikir itu mudah… ? selama ini aku tidak pernah menarik kata-kataku, tapi demi kau… aku bahkan rela melakukan hal yang paling memalukan dalam sejarah kehidupanku itu. Kau tahu Eun Yoo-ah… ini tidak jauh beda dengan menjilat ludah sendiri” tuturnya persis di depan wajahku. Namja ini tampak begitu marah.

Aku terdiam sejenak. yah… aku tidak bisa menyalahkan Kai, dia juga tengah dibutakan cinta. Kami bertiga memang tengah berada dalam dilema cinta. Dan selamanya… cinta tidak pernah salah. Hanya manusialah yang terkadang menyalah gunakan makna cinta. “aku akan menepati janji ku Kai-shii… jadi berhentilah bersikap seperti ini karena kau sama saja dengan menyiksa dirimu sendiri”.

Kai juga sudah tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menatapku sangat dalam, bisa terpancar dari matanya. Yah… namja ini juga terluka. Aku telah melukainya tanpa sadar. Tapi aku juga tidak berdaya. Bukan salahku kenapa namja ini mencintaiku… ah tidak… seperti kataku, tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini. Kami bertiga punya andil masing-masing. Kai mencintaiku, aku mencintai Baek Hyun, dan Baek Hyun juga mencintaiku. Tapi di antara aku dan Baek Hyun ada sebuah mimpi, ada sebuah cita-cita yang tidak boleh kuhalangi. Cita-cita Baek Hyun menjadi atlet basket sampai ke tahap NBA. Yah… di antara aku dan Baek Hyun… ada mimpi itu!

Detik selanjutnya Kai memelukku. Aku juga tidak bisa memberontak, karena aku yakin itu percuma. Oh tidak lama lagi aku juga akan menjadi miliknya. “Eun Yoo-ah… maafkan aku… kalau saja ada cara lain untuk memilikimu tanpa membuatmu terluka, aku akan melakukan cara itu”

Aku mendesah berat “aku mengerti, karena kita berada di posisi yang sama. Kau melakukan hal ini karena cintamu padaku. Dan aku juga menerima tawaranmu karena aku sangat mencintai Baek Hyun, dan tidak ingin melihatnya menderita. Jadi lupakanlah… semua ini juga tidak bisa dikembalikan seperti semula, dan aku tidak berniat menyesalinya. Selama itu demi kepentingan namja yang kucintai”

Kai semakin mempererat pelukannya “berhenti menunjukkannya Eun Yoo-ah… berhenti menunjukkan besarnya cintamu pada namja itu… berhenti mengatakannya…”

Aku tidak bersuara lagi. dan Kai juga memelukku dalam diam. Dan saat pertahananku sudah sampai limit, aku menjauhkan tubuh Kai dariku. Aku sudah tidak sanggup lagi berada dalam pelukan namja lain selain namjaku. Pelukan Kai begitu menyesakkan.

“bahkan untuk kupeluk pun kau tidak sudi” lirihnya sambil menatapku.

“mianhae… berikan aku waktu untuk bisa menerima semua ini” aku sudah bersiap pergi. Tapi tangan Kai mencekalku

“malam ini… kau harus pisah dengan Baek Hyun”tegasnya dengan mata menyala. Yah…aku yakin… kesabaran Kai juga sudah sampai pada batasnya.

“a..aku akan melakukannya Kai-shii… hanya saja, aku belum menemukan alasan yang tepat untuk___”

“ikuti saja perintahku. Karena mulai detik ini, kau sudah menjadi yeojachinguku”tegasnya. Dan entah kenapa aku merasa bumi tempatku berpijak sekarang telah runtuh.

***

Baek Hyun POV

“sekarang hyung?” tanyaku memastikan saat Chan Yeol hyung menelponku. Padahal ini masih di tengah acara kencanku dengan Eun Yoo

“iya… yang lain sudah berkumpul di rumahku dan sudah bersiap ke rumahmu sekarang”sahutnya dari seberang.

Aku melirik arlojiku, baru pukul setengah 8 malam, padahal kami semua janjian pukul 9 malam. “masih satu setengah jam lagi kan hyung… aku dan Eun Yoo masih di taman hiburan”

“hei… kalian sudah main sejak sore, apa itu belum cukup? Pulanglah… kau juga bisa melanjutkan kencanmu, ajak Eun Yoo juga sekalian. Kami mana mungkin bisa mengacau di rumahmu tanpa tuan rumah”

Aku menghela nafas “baiklah… aku juga sedang menunggu Eun Yoo, tadi dia ke toilet. Kalau dia sudah kembali, kami akan pulang”

“arasso… bergegaslah, ah sampai lupa… aku juga mengajak Se Hun-ah. Di atas kertas kan dia juga tetap anggota tim inti”

“nae… kita memang harus mengajaknya. semenjak keluar dari rumah sakit, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya, lumayan lah sekalian reunian. Tapi jangan terlalu membahas soal basket nantinya. Kasihan… dia pasti merasa tertekan karena harus vacum dulu”.

Chan Yeol hyung tertawa kecil “arasso… sepertinya kau paham betul perasaanya. Sempat berada di posisi yang sama pasti membuatmu mengerti keadaannya”.

Aku balas tertawa kecil. “ Ah hyung, kau kembali mengingatkanku pada masa-masa sulit itu. Kau tidak akan bisa membayangkan betapa terekannya aku tanpa bisa menyentuh bola basket”.

“aku paham… karena kalau saja aku berada di posisimu, mungkin aku akan gila. Basket sudah menjadi bagian dari hidupku”.

“ah sudahlah… semua itu kan sudah berlalu. Pokoknya malam ini kita harus merayakannya”

“nae… D.O sepertinya membawa 2 pak daging untuk acara barbeque nanti. Aku sengaja tidak makan sejak tadi siang”.

“aigo Hyung… ya sudah… aku segera ke sana, Eun Yoo  sudah selesai tampaknya”

“ah nae…”

Aku mematikan ponselku dan memasukkannya ke saku. Eun Yoo berjalan ke arahku “sudah selesai?”

“ng… nae, hanya saja nodanya tidak bisa hilang”

Aku beranjak dari dudukku dan meraih tanagn Eun Yoo “eh… matamu kenapa?”

“ah… ini, mataku kelilipan debu. Aku mengusapnya terlalu kasar mungkin, jadinya merah”

Aku menghembuskan nafas. Lagi-lagi… ah sudahlah… “Chan Yeol hyung menelponku, katanya mereka sudah siap untuk acara barbeque-an malam ini”

“sekarang?”

“yah… sepertinya begitu, karena mereka semua sudah berkumpul”

Eun Yoo manggut-manggut “aku boleh ikut?”

“tentu saja… kenapa tidak?”

“kupikir karena ini acara khusus anak basket, aku tidak boleh ikut”

Aigo… yeojaku ini begitu menggemaskan “Eun Yoo-ah… ini memang acara khusus anak basket, tapi kau juga termasuk. Kau kan kekasihnya kapten basket, juga adiknya salah satu anggota inti. Jadi posisimu juga sangat penting di tim kami. Ara…”

Eun Yoo mengangguk.

“ayo… kita pulang sekarang” aku merangkul pundak Eun Yoo, berjalan bersisian menuju pelataran parkir. Eun Yoo-ah… di sinilah tempatmu, di sisiku.

Aku sudah menelpon Chan Yeol hyung agar mereka langsung ke rumahku saja. tapi sepertinya mereka belum muncul. Aku dan Eun Yoo tiba lebih dulu.

“sayang sekali yah, omoni sudah ke kembali ke Jepang, padahal sangat mengasyikkan kalau bisa memasak bersama lagi dengannya” ucap Eun Yoo begitu aku mengajaknya masuk ke rumah.

“sebelum berangkat, dia terus menanyakanmu”

“jinjja… ah… aku begitu merindukan omoni, mengobrol dengannya, acara memasak dengannya. Ah… Kalau eommaku masih hidup, mungkin seperti itu rasanya”

Aku menghentikan langkahku dan menatap Eun Yoo “Eun Yoo-ah..”.

“gwenchana.. aku tidak bersedih kok, aku hanya membayangkan mungkin seperti rasanya kalau eomma masih ada”.

Aku membelai pipinya “eommamu masih ada. Karena eommaku… adalah eommamu juga”

Eun Yoo tersenyum “kau rela berbagi eomma denganku?”

“aigo… kenapa tidak? Nantinya kan kau juga akan menjadi menantunya. Jadi kau bisa resmi menjadi anaknya iya kan?”.

Wajah Eun Yoo lagi-lagi merona. Aku suka menggodanya dengan membahas rancangan masa depan kami, karena dia pasti akan salah tingkah, dan itu sungguh menggemaskan.

“aduh…” keluhku sembari merengkuh dadaku.

“Hyunie-ah? Gwenchana?” tanya Eun Yoo panik.

Lagi-lagi rasa sesak itu menyerang. Ah sepertinya aku harus memeriksakan kesehatan jantungku ini ke dokter.mungkin aku punya kelainan “ah nae… gwenchana”

“dadamu sakit lagi? sejak tadi kau terus mengeluh ke sakitan di sini” Eun Yoo kembali meletakkan tangannya di dada kiriku.

Aku menatapnya “kalau kau menyentuh dadaku, rasa sakitnya berkurang Eun Yoo-ah…”

Eun Yoo malah memukul kecil lenganku “jangan bilang kau hanya cari perhatian”.

Aku tertawa. Sudahlah, kalau aku bilang aku betul-betul merasa kesakitan, dia pasti khawatir. Jadi biarkan saja.

“eh… kita mau ke mana?” tanya Eun Yoo panik saat ke ajak dia ke lantai dua.

“ke kamarku, kenapa?”

“kamar?”

“iya.. ada yang salah?”

“ng… itu”…

Aku langsung tertawa melihat Eun Yoo kembali salah tingkah “kau kira aku akan berbuat macam-macam padamu?”

“bu… bukan begitu”

“lalu?”

Eun Yoo terdiam. Kemudian ekspresinya berubah serius “kalaupun kau berbuat macam-macam padaku, tidak masalah buatku, selama yang melakukannya adalah kau”

Aku tertegun. Apa yang baru saja kudengar ini “Eun Yoo-ah?”

Detik selanjutnya ekspresi Eun Yoo kembali seperti sedia kala “sudahlah… dasar tidak peka”Eun Yoo bahkan menggetok kepalaku “aku juga mau pinjam toiletmu, sepertinya bekas es krim ini melekat-lekat di celanaku. Sangat tidak nyaman”

“ah nae…” sekarang justru aku yang salah tingkah. Ucapan Eun Yoo tadi… ah… lupakan.

sebenarnya Tadi saat menunggui Eun Yoo di taman hiburan , Aku sempat singgah di sebuah stand , itu adalah stand permainan basket yang pernah kami lihat tempo hari. Stand yang menawarkan kalung pasangan itu. Permainannya tidak begitu sulit, karena sekarang kotak perhiasan kalung itu sudah berada di tanganku. Aku berencana akan memberikannya pada Eun Yoo malam ini. Ah… permaianan tadi membuatku berkeringat. Kami pun masuk ke dalam kamarku, aku langsung menuju lemari pakaianku karena aku harus menggantinya.

“Baek Hyun-ah… kau sudah pulang?” tanya seseorang. Kedengarannya seperti suara yeoja, tapi bukan Eun Yoo.

Aku menoleh karena penasaran. Dan…

Mataku membelalak begitu melihat siapa yang baru saja keluar dari kamar mandiku, sementara Eun Yoo  mematung tak jauh dari sana. Tenggorokanku tercekat dengan pemandangan yang kusaksikan ini, otakku masih belum bisa memberikan reaksi terhadap apa yang tengah terjadi sekarang.

Yeoja itu… Krystal … dengan tubuh yang hanya dilitkan handuk putih, menutupi dada hingga pahanya. Melangkah santai ke arahku, dengan mengibaskan rambut basahnya seolah habis keramas “kenapa kau lama sekali sayang… bukankah malam ini kita harus melanjutkannya, yang kemarin itu… daebak. Malam ini juga kan?”

“me… melanjutkan apa?” ah sial… justru pertanyaan bodoh yang keluar dari mulutku…

Krystal membelai pipiku, dan itu membuatku merinding “mandilah dulu, aku menunggumu” lirihnya menakutkanku.

Aku begitu terkejut. APA-APAAN INI????????

“Hyunie-ah…” suara lirih itu menyadarkanku.

“Eun Yoo-ah… ini… a… aku tidak mengerti” aku jelas panik. Apa yang terjadi. Jangan bilang hal konyol ini mempengaruhi pikiran Eun Yoo.

“terlebih lagi aku Hyunie-ah…” Eun Yoo menangis, yeojaku menangis “selamat tinggal” dan Eun Yoo berlari keluar kamarku. Apa katanya? Selamat tinggal? Ah… ada apa ini… seseorang jelaskan padaku.

“Eun Yoo-ah… chakkaman…”seruku…

“Baek Hyun-ah… kenapa kau pergi, aku masih di sini” krystal mencekal lengannya.

Aku menepisnya dengan kasar “APA YANG KAU LAKUKAN DI RUMAHKU? DAN KENAPA KAU BISA MASUK KE KAMARKU?” bentakku mendarah daging.

“Baek Hyun-ah… aku…”

“berhenti menyebut namaku… kau sangat menijikkan” aku langsung berlari mengejar Eun Yoo… ah sial… ada apa sebenarnya ini. Dari mana datangnya yeoja itu,? Kenapa dia bisa masuk ke rumahku, bahkan menyelinap ke kamarku.. dan …AAARGGGHHH kenapa Eun Yoo justru melihat hal konyol ini.

Eun Yoo cukup jauh meninggalkanku “Eun Yoo-aahhh… tunggu… kita harus bicara”

Eun Yoo sudah berada di ambang pintu pagar rumahku, sebuah mobil hitam berhenti di depannya. Eun Yoo sempat mematung beberapa saat sebelum ia masuk ke dalam mobil itu dan melesat pergi.

“EUN YOO…. EUN YOO…………………………………. PARK EUN YOOOOOOOOOOOOOO…………” seruku seperti orang gila. Kurogoh saku jeans ku dan meraih ponselku dengan tangan bergetar hebat. Ada apa ini??? Aku masih belum mengerti.

Ah sial… nomor Eun Yoo tidak aktif.

Aku mematikan ponsel dan membantingnya ke tanah… SIAPAPUN…JELASKAN PADAKU APA YANG SEDANG TERJADI?????????

Ah betapa bodohnya aku… kenapa aku tidak mengejar mobil itu?.

Aku berlari ke dalam rumahku, meraih kunci mobil yang kuletakkan di lemari tengah. Krystal turun dari lantai dua, pakaiannya sudah lengkap, mungkin sudah bersiap untuk pergi. Ah… bukan saatnya membahas Krystal, setelah ini beres.. akan kubuat perhitungan dengannya. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan hubunganku dan Eun Yoo, lihat saja, Krystal tidak akan selamat, walaupun ia adalah seorang yeoja.

Kai POV

Sejak tadi Eun Yoo  hanya bisa menatap nanar ke luar jendela mobil. Dia terus terisak, tanpa mau membuka suara sedikitpun.

“Eun Yoo-ah… kau mau ke suatu tempat?” tanya ku sembari tetap konsentrasi menyetir.

“Kai-shii… apa ini untuk merayakan keberhasilanmu?”balasnya tanpa menoleh padaku.

“oh… jadi kau tahu yeoja itu suruhanku?”

“Kai-shii, dalam kondisi normal… walaupun aku melihat Baek Hyun ku bercumbu dengan yeoja lain persis di depan mataku, aku tetap akan mempercayai setiap penjelasannya, aku akan percaya setiap kata-katanya, karena aku tahu betul siapa Baek Hyun ku itu. Tapi tidak dalam kasus ini… Aku tahu ini adalah rencanamu untuk membuatku putus darinya, aku hanya berusaha mengikuti alur permaiananmu. Aku menangis bukan karena melihat yeoja itu di kamar Baek Hyun ku dan mengaku telah tidur dengannya… tapi karena aku…. harus melepaskan Baek Hyun-ku” tuturku, masih tak sudah memandangnya.

Aku muak mendengar ucapannya “sudah kubilang.. berhenti mengucapkan namanya seperti itu. Sekarang kau adalah milikku”.

Eun Yoo memilih diam. Aku tahu dia sangat terluka karenaku. Tapi sekali lagi… setelah ini akan kubuat dia melupakan Baek Hyun dan beralih mencintaiku.

Aku mempercepat laju mobilku, karena pasti Baek Hyun menyusul kami. Aku tidak boleh ketahuan sebagai dalang di balik semua ini. Karena… aku tidak bisa munafik. Aku membutuhkan Eun Yoo sebagai milikku, dan Baek Hyun di tim basket. Itulah hasil yang sangat sempurna.

Aku memutar mobil, memasuki gang sempit untuk menghapus jejak. Mobil ini juga mobil pinjaman. Aku jelas tidak boleh terang-terangan menggunakan mobilku sendiri. Yah… hanya demi Eun Yoo, aku bahkan mempersiapkan segala sesuatunya sampai se detail ini.

Aku menepikan mobil tak jauh dari rumahku.

“aku mau pulang…” pinta Eun Yoo tiba-tiba, padahal kami baru saja sampai

“Baek Hyun pasti menunggumu di sana”tolakku.

“lalu kau mau aku menginap di rumahmu? Apa kau gila?”

“aku akan mengantarmu besok pagi”

Eun Yoo membelalak, dan menatapku. Hm.. matanya sangat bengkak, dan aku turut terluka melihatnya “Kai-shii… rasional lah sedikit. Aku seorang yeoja”

“aku tahu…”

“lalu hal konyol apa yang sedang kau rencanakan?”

“aku tidak akan berbuat macam-macam. Di rumahku memang tidak ada orang, tapi rumahku punya banyak kamar, kau bisa tidur di kamar tamu”

Eun Yoo menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali sambil berdecak “Kai-shii, aku tahu kau sangat ambisius, tapi aku tidak menyangka kalau kau bahkan bisa mengusulkan ide gila ini. Apa kau lupa, kalau aku punya keluarga? Apa yang harus kukatakan pada oppaku besok pagi kalau aku betul-betul menginap di rumahmu”

Aku menatap Eun Yoo “dia akan mengerti. Prediksiku adalah, Baek Hyun akan berkeliling mencarimu, dan kalau saat dia sudah tidak bisa menemukanmu, dia akan menunggu di rumahmu. Aku juga tahu sedekat apa hubungan Baek Hyun dengan Chan Yeol, jadi aku jamin Chan Yeol hyung akan mengizinkan Baek Hyun menunggu di rumahmu sampai kau datang”

Eun Yoo menghembuskan nafas berat “sampai sedetail itu Kai-shii… aku benar-benar salut”.

Aku yakin ini bukan pujian sama sekali “kau tahu Eun Yoo-ah, salutlah pada dirimu sendiri karena hanya kaulah yang mampu membuatku seperti ini”

Eun Yoo sudah tidak bicara. Sepertinya dia tidak punya alasan lagi untuk melawanku. Eun Yoo-ah… kau sudah menjadi milikku.

Aku mengantar Eun Yoo sampai ke dalam rumahku dan menyiapkan sebuah kamar untuknya “tunggulah di sini, aku akan kembali setelah menyelesaikan rencana terakhirku”

“apalagi yang akan kau lakukan?”

“memperkuat alibi. Aku harus hadir dalam acara khusus tim basket bukan?”

Eun Yoo menatapku dingin. Aku yakin dia mengumpatku habis-habisan. Tapi aku tidak peduli. Akupun pergi dengan menggunakan mobilku sendiri menuju rumah Baek Hyun. Aku yakin Chan Yeol hyung dan yang lain sudah ada di sana, dan aku yakin mereka akan sangat kebingungan karena Baek Hyun tidak ada ditempat.

***

Author POV

Chan Yeol keheranan karena Baek Hyun tidak ada di rumah saat rombongannya datang. Terpaksa mereka memulai acara lebih dulu karena sebagian dari mereka sudah kelaparan, itupun atas usulan Kai, yang datang 10 menit setelah rombongan tadi. Chan Yeol sudah hapal betul seisi rumah Baek Hyun, jadi untuk sementara Chan Yeol terpaksa harus merangkap sebagai tuan rumah dadakan untuk menjamu rekan-rekannya yang lain. Acaranya sukses dan cukup memuaskan, terlebih D.O dan Su Ho menunjukkan bakat terpendamnya, yaitu menyanyi. Kai juga ikut memeriahkan suasana dengan mempertunjukkan sebuah dance singkat yang membuat rekan-rekannya yang lain takjub tanpa berkedip.

Tuan rumah yang asli baru muncul 2 jam kemudian dengan kondisi mengenaskan. Rambutnya acak-acakan.  pakaiannya kusut tak beraturan dan penampilannya seperti orang ling-lung. Dan Chan Yeol yang mengenal betul namja yang sudah dianggapnya adik sendiri itupun langsung mengerti, bahwa Baek Hyun sedang dilanda masalah. Maka dari itu, ia mengajak Baek Hyun bicara empat mata di kamar.

“ada yang menjebakmu” itulah respon Chan Yeol pertama kali setelah Baek Hyun menyelesaikan ceritanya yang sebenarnya ia sendiri juga tidak mengerti.

“menjebakku?” respon Baek Hyun masih belum mengerti situasi.

“hanya perkiraan. Untuk ukuran seorang yeoja, tidak mungkin dia berhasil menyusup ke dalam rumahmu, bahkan ke kamarmu kalau tidak ada dalang di balik itu semua. Dan aku yakin, orang yang berada di balik semua inilah yang ingin menjatuhkanmu”

Baek Hyun mengacak-acak rambutnya “aku bisa gila hyung….”

“tenanglah… kita pikirkan bersama-sama. Kita bisa menjelaskannya pada Eun Yoo kalau dia pulang. Kau mau ikut ke rumahku?”

“tentu saja hyung… aku betul-betul ingin bicara pada Eun Yoo detik ini juga, kalau tidak… aku betul-betul akan gila”

Chan Yeol mengusap punggung Baek Hyun untuk menenangkannya “masalah ini jangan sampai diketahui orang luar, walaupun kau sama sekali bersih dalam hal ini,tapi kalau berita ini tersebar, bahwa kau tinggal serumah bahkan sekamar dengan seorang yeoja yang bukan keluargamu, kau bisa habis”

“tapi aku tidak tinggal dengannya, dia yang menyusup”

“tidak begitu tanggapan orang kalau berita ini tersebar. Seorang yeoja yang mandi di rumahmu, dan mengaku tidur di kamarmu… kau pikir apa tanggapan orang luar?”

“Hyung…”

“sudahlah… kau jangan khawatir. Aku akan membantumu” Chan Yeol meraih ponselnya, ada SMS dari Kai, katanya dia harus pulang lebih dulu, karena sudah sangat mengantuk. Chan Yeol membenarkannya karena memang sudah jam 11 malam “yang lain sudah mau pulang, kau  mau ikut denganku?”

“nae hyung”…

Sudah hampir jam 1 malam tapi Eun Yoo sama sekali belum menampakkan ciri-ciri akan pulang ke rumah. Baek Hyun semakin panik, Chan Yeol juga sama tapi kalau dia menampakkan kecemasannya di hadapan Baek Hyun, semuanya akan bertambah parah. Jadi… harus adalah salah satu dari mereka yang bersikap tenang di sini, dan jelas bukan Baek Hyun orangnya.

“aku sudah menelpon semua temannya, tapi tidak ada yang tahu keberadaan Eun Yoo… kemana anak itu” lapor Chan Yeol setelah ia menghubungi nomor terakhir teman Eun Yoo di list kontak HP nya.

“Oh Tuhan… jangan bilang kalau terjadi sesuatu pada Eun Yoo” Baek Hyun semakin panik. Ini sungguh mengenaskan.

“tenanglah Baek Hyun-ah… jangan berprasangka buruk dulu”

“tapi sampai sekarang masih belum ada kabar darinya”

“ayolah… coba pikir kalau kau berada di posisinya, dia pasti sangat shock dan butuh waktu untuk menenangkan diri”hibur Chan Yeol berusaha diplomatis, padahal dia sendiri tidak begitu yakin dengan ucapannya barusan.

Detik berikutnya ponsel Chan Yeol berdering. Dari nomor yang dirahasiakan. Chan Yeol jelas sudah curiga dan langsung mengangkatnya “Eun Yoo-ah?” terka Chan Yeol langsung. Baek Hyun langsung membelalak dan ingin merebut ponsel Chan Yeol, tapi Chan Yeol berusaha menenagkannya agar situasi tidak bertambah parah.

“nae oppa” sahut Eun Yoo dengan suara serak, bahkan hampir tak terdengar

“kau di mana chagi-ah? Kau baik-baik saja kan?” tanya Chan Yeol cemas,

“oppa tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja. aku berada di tempat yang aman. Tidak perlu mencariku, aku akan pulang seelah aku merasa cukup tenang”

“chagi-ah… tentang apa yang kau lihat di kamar Baek Hyun__”

“oppa tidak perlu menjelaskannya, aku yang melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Yeoja itu setengah telanjang, dan bersikap manja pada Baek Hyun… di kamarnya… aku rasa itu sudah cukup membuktikan kalau Baek Hyun bukan namja yang tepat untukku”

“Eun Yoo-ah… kenapa kau mengabaikan kepercayaanmu pada Baek Hyun yang bertahun-tahun bersamamu hanya karena hal konyol itu, pikirlah secara logika, mana mungkin Baek Hyun melakukan hal sepicik itu”

“dulu mungkin tidak… tapi sekarang… dia sudah semakin dewasa, dan namja manapun pasti akan tergiur dengan yeoja seksi. Tak terkecuali Baek Hyun”

“Eun Yoo-ah… jaga ucapanmu”

“oppa… sudahlah. Hatiku sangat hancur sekarang, jangan menambah bebanku”

“tapi..”

“aku menelpon hanya untuk memberitahumu kalau aku baik-baik saja, jadi jangan mencemaskanku. Aku butuh waktu untuk menenangkan diri”

“Eun Yoo-ah… pikirkanlah baik-baik”

“katakan pada Baek Hyun..  jangan menungguku, aku tidak akan pulang kalau dia ada di sana… dan juga… sampaikan padanya kalau …hubungan kami sudah berakhir”

“Eun Yoo-ah…” pekik Chan Yeol tidak percaya. Dan sambungan pun terputus. “yeoboseyo…yeoboseyo… Eun Yoo-ah…”

“hyung… dimana dia?” serbu Baek Hyun

“dia tidak mengatakannya”

“lalu dia bilang apa?”

Chan Yeol menepuk pundak Baek Hyun “bersabarlah… kejadian itu sukses meracuni pikiran Eun Yoo… dan dia …” Chan Yeol sebenarnya tidak tega mengatakannya, tapi ia harus… “dia ingin… putus darimu”.

Baek Hyun mengerjapkan mata “mworago??? konyol… sungguh konyol…”. Tenanganya untuk menopang tubuh seolah lenyap, ia luruh dan terhempas ke sofa.

“tenangkan dirimu Baek Hyun-ah… ini pasti ada jalan keluarnya”

Eun Yoo membungkam mulutnya setelah menyelesaikan pembicaraan singkat dengan kakaknya via telepon. Untuk kesekian kalinya ia menangis. Kai memang tidak tega melihat yeoja itu menghabiskan air matanya, tapi ia berjanji, ini adalah terakhir kalinya ia membuat yeoja itu menangis, karena selanjutnya ia akan membahagiakan yeoja yang ia cintai itu.

“istirahatlah… kau butuh itu” ucap Kai

“aku tidak tahu harus berkata apa padamu Kai…”umpat Eun Yoo penuh rasa sakit.

“simpan saja Eun Yoo-ah, karena nanti kau juga akan mengerti kenapa aku melakukan ini”.

Eun Yoo kehabisan kata-kata, ia beranjak pergi menuju kamar yang di siapkan Kai untuknya.

“chakkaman..” seru Kai.

Eun Yoo menghentikan langkahnya, tapi tidak berniat menoleh sedikitpun.

Kai melangkah pelan menghampirinya, seketika memeluk yeoja itu dari belakang. Back hug yang seharusnya Eun Yoo sediakan untuk Baek Hyun. Meronta pun percuma, oleh sebab itu Eun Yoo hanya terdiam, membiarkan kedua lengan kokoh Kai melingkar di depan dadanya. “bukalah celah untukku Eun Yoo-ah, terimalah aku di sana , berikan aku kesempatan menunjukkan betapa aku mencintaimu. Aku bisa lebih baik dari Baek Hyun, dan aku berjanji akan membahagiakanmu. Bisakah kau menjalani hubungan ini denganku tanpa merasa tertekan?”

Eun Yoo menghembuskan nafas panjang “setelah apa yang terjadi, apa kau mengira aku bisa melakukannya dengan mudah?”

“kau tidak akan tahu selama kau belum mencobanya” Kai melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Eun Yoo untuk berhadapan dengannya. Tak lupa ia mengangkat wajah Eun Yoo dengan sisi jemarinya. “kita bisa memulainya kan?” Kai menundukkan wajah, hendak mencium Eun Yoo.

Eun Yoo jelas mengelak, ia tidak hanya memalingkan wajah tapi juga mendorong tubuh Kai “kau tahu Kai-shii… aku sudah menjalani hubungan serius dengan Baek Hyun selama 4 setengah tahun. Dan dia bahkan tidak pernah satu kalipun berani menciumku di bibir saking berhati-hatinya ia menjaga hubungan kami. Tapi kau… baru terhitung 4 jam setengah aku menjadi milikmu, kau sudah berani untuk menciumku. Itukah yang katakan bisa lebih baik dari Baek Hyun?” Eun Yoo lagi-lagi menangis, kali ini tanpa isakan, hanya butiran air mata yang mengalir “percayalah… kau tidak akan bisa” Eun Yoo beranjak pergi dan masuk ke kamar tamu, meninggalkan Kai dalam ketercengangan luar biasa…

“,…4 setengah tahun pacaran……Baek Hyun belum pernah mencium Eun Yoo???” lirihnya tak percaya

TBC…

40 thoughts on “[FF] Love Is… (part 6)

  1. hiks..hiks..*ngelapingus
    huwaa~emak, aku gak nyangka ternyata kisah cinta emak dan abah bnar” mmbtuhkan pengorbanan yg sgt besar shingga menghasilkan KC yg skrang ini *jiaahh,,bhasaku xD

    isss,,dasar Kai, isss geregetan akuu,, egois sgtt kau,,
    rsanya pgen nyembelih tuu bocah 1 dari dulu” tpi gak tega,,hahaha
    hai, Kim Jongin, brhentilah mengejar” emakku,, wkwk xD *sarap

    Chanyeol??huwaa~ menyublim aku,, hahaha
    So cool bgtt suamiku ini, *pelukchanyeol
    bnar” sosok suami yg ku idamkan hahaha *apadah,,

    huuuuu~
    FF Emak Rahayu Wulandari emg yg paling D to the A to the E to the B to the A to the K
    DAEBAK !!!! xD

    Mak, lanjutin ya mak, hehehe,,
    krna aku bcnya lewat wp, jdi aku komennya lewat wp jga,, kgak ppa kan mak??
    trus,trus aku komennya lgsug k.part 6, kgk ppa ya mak,,😀

    Mak, aku akan selalu menunggu ff emak yg 1 ini,,
    eh,eh,, btw nasipnya ff KC kyk gmna mak?kgak dilanjut??
    aku kangen KC ngegila mak,, hohoho

    ok,deh,, slesai dah ngebacotnya,, kekeke,,
    oKAI dah,, byee,,byee mak😀

  2. Ah…sumpah gila sy bc ff ini thor ».«
    Kasian bgt ama Bacon T.T
    Pengen deh rasanya cabik2 Kai di ff ini….

    AH!!!!!! PENGEN BUNUH KAI!!! *jangan rajam saya* #PLAK

    Lanjutin yg cepet ya thor~

  3. waaaahhhh,,, DAEBAK,,,, keren banget,,, bikin nangis nich FF
    lanjutan LOVE IS ditunggu nichh,,, hehe
    pokoknya daebak,,
    LANJUT,,,,,

  4. makiinn gregetan ni bacanyaaa…..
    mmmm….
    nyesek juga aq baca ni ceritaaa…

    makasiiihh baekkie kau perhatian sekaliii (^_^)
    bakhyun (spa yang perhatian sma elo) aq :hwaaaaaa…

    kaii tu emang bener2 yaaa…

    lanjut lanjut lanjut anjut lanjut lanjut lanjut….

  5. Bener-bener bagus banget sumpah , (ʃ⌣ƪ) dapet banget feel nya , ini yang bikinnya siapa sih? Hebat banget gila wow sumpah keren gak sabar part selanjutnya wowowoowowow daebak author ini paling hebat !!! Emak :* !!! *modus* wkwkwk bagus pokoknya – saya reader baru -_-“* hhe gak apa kan yang penting komen🙂

  6. ngos-ngosan ak bca chap ini minthor… 2 belah pihak tersakiti. Baik baekhyun maupn eunyoo.. T-T

    Kai… Kau bnar2 cwo licik! Jahat!

  7. Hwaa…. Ga diem baca nih ff..!
    Terlalu buatku emosii… Author yg buat daebaaakkk….!!!
    2 insan tersakiti berkat ulahmu Kim Jong In…!! :@
    Baekhyun, msih ada aQ..
    *plak*-,-

  8. gak tega bacanya, tp nanggung 4chap lg…hadohh kyk gini aja udh nyesek bgt…
    aku suka kalimat “diantara kami ada mimpi” miris bgt kan…hrs memilih salahsatu, org yg kita cintai ato mimpi…..yah pengennya sih milih 22nya, tp gmn caranya hanya author yg tau…haha #halagh
    aku lanjot baca lg ahhh…

  9. Ahhhhh parah bgt si kai.. Knpa jahat bgt si, akhrnya pts jg itu dua sejoli.
    Knpa jg hrus nurutin persyaratn pdhl ga penting mau kai mrh / ngapain nnti’y..
    Emosiii bgt Щ(º̩̩́Дº̩̩̀щ)

    Knpa jg eun yoo begtu pasrah klo sm kai, d luar dr perjanjian. Ahhh rumit bgt mereka.
    Smoga part slnjutnya mereka balikan..

    Kai sampe tau klo eun yoo blm pernah d cium slama jadian, pasti kai lgi mikirin sesuatu.. Heran / apa gtu.

    Aku next part ya thor (y)

  10. daebak banget thorrr TTT…TTT
    aku samapi nangis di part ini …… kasian banget baekhyun kan gag salahh TT.TT
    itu kenapa kai disini licik jahat banget TT.TT bikin emosi
    kai seharusnya baik hati dkit, kan kasian eun yoo sama baekhyun
    feel nya kerasa banget thorr… menguras airmata TT.TT
    tetap fighting ya thor ^^

  11. ALF elah ini sedih bgt sih ….
    Gimana rasanya itu si Eun Yoo harus jalanin ama kai yang jelas 2 ga cinta ama dia.
    menyebalkan sekali si Kai
    ALF kerern deh bisa bikin setiap tokoh itu dapet feelnya ….
    Bener2 bikin laper gara2 nangis baca part2 Love is….

  12. wuaaahhh chapter ini menguras emosi!! bacon yang sabar yaa*pukpuk.. bener bener baekhyun namja baik baik menjaga perasaan eun yoo.. semoga mereka bisa balik~~ authornim ff ini bener bener daebak!!

  13. Hh.. Cinta memang butuh pengorbanan.. Bahkan untuk cinta tak terbalas sekalipun.. TT.TT

    Dini hari begini aku masih baca FF ini karena penasaran. Aigoo..

    Baekkie.. semoga kebahagiaan sellau menyertaimu.. TT.TT

  14. hiks hiks *ikutan nangis bareng eunyoo* si eunyoo cukup tegar(?) kalo aku jadi dia aku bakalan ga bisa nahan aer mataku di saat” sebelum hubungan’e putus dari baekhyun T_T terlalu sesak~ baekhyun… yg sabar ye masih ada chanyeol kok disisi lu #loh? #apaanini? #teteupOTP /ditimpuk

    oia duh itu eunyoo kenapasih mesti bilang ke kai kalo baekhyun belum pernah nyium bibir eunyoo -___-

  15. Hwaa gagal lg acra ciuman nya.. Truz ntar kpan ciuman nya thor.. Itu baeki sngat brhati2 bgt ya 4 taun pcaran blum ngpa2in.. Salut bgt ama baeki.. Hehe

    ya lucu nya wkt baeki n yeol terpesona ama eun yoo.. Yeoli sdar dy adikmu..mlah bkin negosiasi ama baeki.,lcunya baeki tdk mau hwahaha

    itu kristal ama kai emang jhat..menghancurkan hub baekyoo.. Dasar2 aq benci benci..
    #waduh koq heboh sndri..hehe
    mianhae thor trbwa suasana..

  16. kalau aku jadi eunyoo, aku bener2 gatau musti gimana T.T
    di satu sisi, ga pgen egois dengan mengubur mimpi baekhyun, tapi di sisi lain juga ga pengen pisah dari baekhyun…

    aku keki berat sama kai! T.T
    kenapa dia ngrusak hubungan baekhyun & eunyoo?? T.T

    nyesek.
    nyesek.
    nyesek.
    TT___TT

    hiks hiks hiks
    padahal karakter baekhyun disini tuh tipe idaman banget T.T
    mana anaknya lurus gitu. .hiks hiks endak rela kalo ama kai jadinya…
    baekhyun – eunyoo aja…
    jeballl…

    T.T

  17. Gatau harus bilang apalagi sama kai ..dia bner2 gadengerin akuu dan itu artinya minta digetok *kai: emang siapa lu ?? JLEB !! nyesek kai ..NYESEK !! *saraptingkatakut

    oh baekki brsabarlah ..eun yoo juga , aku salut deh ..semugutdh qaqa :*
    semoga nantinya kalian brsatu lagi karna emang harusnya brsatu ‘n gaada yang boleh misahin trmasuk secarik kertaspun *apaansihinituhgangertideh

    krystaaaallllll smoga tetem gamau lagi sama kamu !!! *minho: eh ngapa koq my baby tetem yang imut2 kayak marmut digigit semut jadi dibawa2 ??
    Mollayo ..tanyalah pada rumput yang bergoyang minongku sayaaaang chu❤ *inisarapnyaudahgaketulungan

  18. wahanjir kai kau benar benar licik😦
    teganya ngelakuin itu sama my baekhyunnie :[
    ini pula krystal pake ngebantuin segala. kamu gabakalan dapetin baekhyun deh kalo kayak gini caranya. baekhyun hanya milikku /tssah/ /kibasrambut/
    kai juga udah tau eunyoo sayang dan cintanya buat baekhyun masih aja ngerebut ckck
    kaget kan 4tahun belom pernah ciuman?
    nah elu sehari aja belom udah nyosor nyosor aja ckck

  19. Authooor….r……
    Aku padamu deh….
    Eonni, ff mu daebak~ menguras emosi…..
    Ju2r ya eon, jarang2 aku klau bca ff smpe kyak gn…. Tp klau ff nya yg punya ALF…. spechless deh…. Daebak semua ff nya eonni….
    Jd makin nge-fans sma ALF eonni….
    Hehe… Jhang….
    Trus brkarya ya eon….. Fighting…. ^^

  20. Aigooo sesak nafas ah baca part ini, soalnya byk moment sweeeet tp abiz tu byk jg ч̲̮̲̅͡ğ bkin nyeseeeek..
    Demi luhan kai bener2 ya as*¤@ geraaam keseel ah ama kai jd pgin cium #eh
    Kontak batin baeki eunyoo hebat ya, baekie mpe bisa ngrasain gmn nyeseknya eunyoo.. Hauh kai kpn sih nyadar klo apapun usahanya cinta baekyoo itu gªκ̣̇ akan bisa dihapus..
    Kasian eunyoo harus akting n pendam smua sndiri..
    Arrgghh kai berhentilah ganngu baekyoo, sini ama nuna ªjª Чªª *plak
    Assa lanjut next part
    Nica ff chingu, as always
    Keep writing, hwaiting ^^

  21. Kai bener-bener licik nih, aku akuin itu rancananya gak terduga banget…
    Kan kasian baekhyun

    Tapi emang lucu sih masa udah pacaran 4 thn belom pernah kiss #hehehe
    Baekhyun yang sabar yaaaa…
    Ini beneran sad romance

  22. kok kai seenak jidat nyebut kalo eunyoo itu sekarang yeojachingunya? -_-
    trus kenapa krystal bisa ada di kamar baekhyun? pasti rencana kai ya? iya kan? #soktau –v

  23. Ha? Demiapa getoh. Gak balalan setuju kalo kai sm eun yoo apalagi krystal sm baekhyun *jambak krystal *tarik-tarikan rambut *di lerai sm baekhyun :3
    Huweeeee maunya endingnya baekyoo *banyak maunya–v

  24. Hikzzz
    buat has tag di twitter
    #PrayForBaekYooCouple.
    Kkkkk
    waaeee kenapa harus krystal yeoja genitnya min ????
    She’s my biased.
    Asli padahal suasana lagi sedih banget kan iia. Tappi aku ketawa past part terakhir. Kalau aku jadi Kai aku juga kaget. Iia lah 4 1/2 th pacaran tappi ga pernah ciuman SEKALIPUN. Innocent baek

  25. saluttt dah ma baekhyunn.. Masa 4 setengah taun blom pernah berciumann..? Wowowwwowow..

    Aihh.. Lama2 aku makin ga suka sama karakter kai disinii..

  26. Kai!!! *plak* waduh.. udah part 6 ye ternyata. Aku kemaren hiatus baca ff tapi tetep kebayang baca part ini. Eh, hari ini kesampean juga. Haha. Jujur, aku kangen sama ff di KC ini wkwk. Kalo udah baca ff KC kaya lega banget gitu. Oke, ffnya bagus *plak* segitu doang masa min. Soalnya emang bagus, gatau mau nulis komen apa. Dari dulu selalu suka ff min alf aokaok. Aku suka banget bagian kai terlihat gila (?) gara eun yoo. Semacam maniak gitu. Aku gak ngebash kok, Cuma ngikutin ceritanya aja. Oke, lanjut part 7 ^^

  27. makin gasuka gue sama kai, apalagi sama si krystal idih idih idih(?) tapi cerita lo seru banget masa thor.

  28. Rencana kai emank licik ,kai emank yadong sih eun yoo ama baekhyun sdh 4 taun ªĴĵªЂ ßέℓ☺º°˚ ˚°º☺м̤̈м̤̈ pernah ciuman Βά̲̣яǚ 4jam jadi milik Πўǟ °ϋ∂αђ° mau dicium..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s