[FF] Love is… (part 5)


FF

Tittle: Love is… (part 5)

Author: AyouLeonForever

Cast: * Byun BaekHyun

* Lee Eun Yoo(yg karena manipulasi cerita, dia sodaraan ama Cahnyeol, marganya diganti jadi Park)

* Kim Jong In/ Kai

* Park Chanyeol (yg karena manipulasi cerita, dia jadi kakaknya Eun Yoo, dan lebih tua dari baekhyun)

*Do Kyung Soo/ D.O

* Kim Joon Myun/ Su Ho

* Oh Se Hun

support cast: EXO M Member

disclaimer: the story belongs to me, the casts belongs to her/his parents and GOD. don’t claim itu yours, or You’ll dead (makin hari makin sadis aja)

PART V

Baek Hyun POV

Aku terbangun dari tidurku. Ah sial, semalam aku mimpi buruk. Sangat buruk, karena aku melihat Eun Yoo menikamku dengan pisau, setelahnya ia pergi bersama Kai. Hhh… ini adalah mimpi yang paling mustahil yang pernah kualami. Aku rasa mimpiku yang bisa menginjak bulan waktu itu lebih masuk akal dari pada mimpi barusan.

Ah lupakanlah. Aku harus siap-siap ke sekolah.

“Baek Hyun-ah, sarapan dulu sayang” seru eomma begitu aku sudah siap berangkat ke sekolah

“sudah tidak sempat eomma”balasku sembari memasang sepatu

Eomma menghampiriku, dan menyuapiku dengan bibimbab buatannya. “kau tetap harus makan sayang, bagaimana kau bisa bermain basket kalau kau tidak punya tenaga?”

Sontak aku berhenti mengunyah.

“waeyo? Adayang salah?”tanya eomma

“ah ani… masakan eomma enak, bagaimana bisa aku menolaknya”

“kalau begitu habiskan” eomma terus menyuapiku sampai piring itu tak menyisakan sebutir nasi pun. Eomma bahkan menyuguhkanku segelas susu, yang kali ini harus kuhabiskan.

“aku berangkat eomma…”pamitku

“nae…hati-hati menyetir, kau baru setengah tahun mendapatkan SIM”

“nae eomma… aku mengerti. Bye”

Sekolah cukup sepi, sebenarnya aktivitas belajar agak di kurangi karena sebagian siswa pergi ke stadion untuk memberi dukungan tim sekolah kami yang kudengar maju ke babak berikutnya. Aku tidak menyangka babak penyishan kemarin menguras semua tenaga mereka. Su Ho hyung dan D.O bahkan mendatangiku untuk kembali ke tim. Dan jelas saja aku menolak.

Kalau boleh jujur, ingin sekali rasanya aku berdiri di tengah lapangan bersama mereka, dan kembali membawa pulang trofi kemenangan untuk sekolah kami. Tapi itu mustahil. Aku sudah bersumpah untuk tidak lagi bermain basket.

“Baek Hyun-shii” sapa seseorang saat aku hendak masuk ke dalam kelas

“Kim Jong In?” balasku tidak senang, untuk apa dia di sini? Dan hei… “kenapa kau berada di sini? Bukankah hari ini ada turnament?”

“kau benar, tapi aku harus bicara dulu padamu”

“tentang apa… maaf aku tidak punya waktu”

“sayangnya ini adalah terakhir kalinya aku memberimu kesempatan”

Aku jelas tidak mengerti “apa maksudmu?”

“itu..” Kai menghampiriku lebih dekat “kembali lah ke Tim”

Aku kaget, yah… sangat kaget, tapi … “lelucon apa yang sedang kau katakan ini?”

“aku sedang tidak membuat lelucon, saat ini aku merasakan ribuan beban bertumpuk di pundakku. Kau tidak akan paham rasanya dipersalahkan. Berada di tengah-tengah rekan satu tim tapi dianggap musuh oleh mereka, rasanya seperti… tengah berada di ruang hampa, dan percayalah ini lebih dari sekedar menysakkan”

Aku jelas kebingungan dan… heran “aku masih tidak mengerti… apa ada spekulasi di balik ini semua?”

Kai menghela nafas “aku hanya tidak ingin terus dipersalahkan, dan sebagai pihak pertama yang membuatmu keluar dari tim… aku memintamu kembali”

Aku menatap Kai cukup lama, mencoba menelaah setiap kalimat yang ia ucapkan barusan. Apa telah terjadi sesuatu “ini tidak ada kaitannya dengan Eun Yoo kan?” inilah pertanyaan yang paling pertama muncul di benakku

Kai terdiam sejenak, dan aku mencurigai ekspresinya itu “anieyo… ini bukan tentang Eun Yoo, tapi tentang bagaimana tim sangat membutuhkanmu merebut gelar juara pada turnament kali ini”

Aku berpikir sangat keras. Ini tawaran yang sangat menggiurkan, tapi… aku masih belum bisa percaya pada seiap kata-katanya.

Kai melirik arlojinya “pikirkanlah… setengah jam lagi tim kita akan bertanding, kami menunggumu di stadiun. Jangan sampai terlambat” Kai langsung pergi setelah mengucapkan hal itu, tapi baru berapa langkah, ia kembali lagi ke arahku, mengaduk-aduk isi ranselnya dan menyerahkan sebuah bungkusan plastik padaku “tim betul-betul mengharapkanmu kembali” setelah itu Kai betul-betul pergi

Ada apa sebenarnya ini? Otakku sangat buntu. Kubuka bungkusan plastik itu, Ya Tuhan, ini seragam tim ku, dengan model dan corak baru, tapi nomor punggungnya tetap sama. Ah… aku semakin bimbang, dan seseorang yang terpikir di benakku saat ini hanya satu. Eun Yoo! Dengan segera kuraih ponselku dan menelpon Eun Yoo

“Eun Yoo-ah, kau di mana?” tanyaku begitu sambungannya masuk

“aku dalam perjalanan ke sekolah, waeyo?”jawab Eun Yoo, dan dari suaranya yang kedengaran santai seperti biasa, aku yakin ini tidak ada hubungannya dengan dirinya

“aku menunggumu di kelas, ada yang ingin kutanyakan”

“tentang apa? Sepertinya serius”

“bukan apa-apa. Aku menunggumu”

10 menit kemudian Eun Yoo datang dan langsung menghampiriku di bangku kami “ada masalah apa Hyunie-ah?”

Aku menarik tangan Eun Yoo dan mempersilakannya duduk di sebelahku “ini tentang Kai”

“kenapa dengannya?”

Aku terus meneliti dan mencermati setiap ekspresi dan raut wajah yang ditunjukkan Eun Yoo, tapi tidak ada yang mencurigakan. Padahal aku khawatir, dibalik keputusan Kai yang memintaku kembali ke tim, ada sangkut pautnya dengan Eun Yoo “Kai memintaku kembali ke tim”

Eun Yoo terkejut bukan main “be… benarkah??? Maksudku… apa ini serius? dia betul-betul meminamu kembali? Ng… tanpa syarat apapun??”

Lihatlah, bahkan Eun Yoo pun mempertanyakannya, jadi betul dia tidak terlibat “itulah yang kuherankan, dia hanya memintaku kembali, tanpa syarat. Dia bilang dia tidak tahan terus dipersalahkan”

Eun Yoo tampak berpikir “kalau begitu kembalilah… aku takut Kai kembali berubah pikiran”

“tapi… sumpahku…”

“hya… kau kan bersumpah karena Kai juga, dan kalau Kai berubah pikiran, itu artinya sumpahmu tidak berlaku lagi. ayolah Hyunie-ah… ini adalah kesempatanmu untuk kembali mengejar mimpimu”

Aku menatap Eun Yoo nanar. Aku betul-betul bimbang. Serasa ada yang mengganjal.

Eun Yoo menepuk-nepuk pipiku, membuaku tersadar “Hyunie-ah, apa lagi yang kau pikirkan?”

Aku menghela nafas “kau…” lirihku

Kulihat Eun Yoo sempat tersentak “ke… kenapa denganku?”

“aku mengkhawatirkanmu, aku takut… Kai punya maksud lain dibalik perubahan sikapnya ini, dan entah kenapa aku merasa… dia masih mengincarmu”

Eun Yoo terdiam lagi untuk beberapa saat, kemudian tersenyum “Hyunie-ah, percayalah, apapapun yang sekarang dan yang akan terjadi nantinya… namja yang kucintai hanyalah satu. Yaitu kau…”lirihnya tulus, aku bisa melihatnya dari pancaran matanya.

Sebenarnya aku tidak mengerti relasi antara ucapan Eun Yoo dengan pernyataanku sebelumnya… tapi… aku merasa bahagia mendengarnya.

“jadi… kita ke stadiun sekarang?” tanya Eun Yoo membuatku kembali pada dunia nyata

“aku masih ragu Eun Yoo-ah…”

***

Kai POV

15 menit pertama berakhir, kami semua berisitrahat di pinggir lapangan sambil mendengar arahan pelatih. Permainan memang stabil, tapi skor sangat tipis, untuk 15 menit pertama ini kami hanya bisa menang 5 point, dan aku rasa di babak selanjutnya akan sangat mudah terkejar. Sebenarnya aku juga tidak mau munafik. Tanpa Baek Hyun, tim ini seperti berjalan di tempat, kurang koordinasi dan strateginya selalu gagal. Aku memang belum pernah bermain dengan Baek Hyun dalam event resmi, tapi saat latihan, semuanya tampak jelas. Baek Hyun pandai membaca gerakan rekan se timnya, dia bisa mengatur posisi dan mampu memprediksi langkah selanjutnya. Berada di garis depan yang sama dengannya betul-betul seperti di atas awan, semuanya sangat mudah. Tapi… aku mana mungkin mengakuinya di depan semua orang, itu sama saja dengan menjilat ludah sendiri.

Dan aku baru tahu, kalau Baek Hyun lumayan keras kepala juga. sampai sekarang dia belum datang, padahal aku sudah rela membuang rasa malu untuk memintanya kembali.

Sebenarnya Ini seperti melempar 2 burung dengan satu batu. Baek Hyun kembali ke tim, dan… Eun Yoo bisa menjadi milikku…

Ah… tapi sepertinya aku tidak berhasil membujuk Baek Hyun, sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda kalau dia datang. Sial… seharusnya aku bisa lebih meyakinkannya tadi..

“Kai… Kai… apa kau dengar?” suara pak pelatih mengejutkanku

“nae sonseng-nim” sahutku kaget. Suasana memang sangat riuh. Terlebih sekolah kami mulai tenar karenaturnament ini. Jadi kami lumayan bisa mengumpulkan banyak pendukung dari sekolah lain yang tidak bertanding hari ini.

“kau sedang tidak sehat?”

“anieyo sonseng-nim, aku baik-baik saja”

“lalu kenapa kau tampak tidak fit begitu?”

Ah ini karena Baek Hyun, dia membuyarkan konsentrasiku aku tidak menjawab, hanya meneguk air mineral dan menyeka keringatku.

“ayolah anak-anak. Bapak percaya dengan kemampuan kalian. Kalian sebenarnya bisa. Tapi hengkangnya Baek Hyun dari tim membuat sugesti tersendiri untuk kalian bahwa kalian tidak bisa apa-apa. Ayolah… kalian punya potensi masing-masing”ujar pak pelatih

“tapi sonsengnim… potensi kami akan keluar kalau ada penggeraknya, di lapangan, kami seperti orang buta. Karena kami sudah terbiasa dengan…” Chan Yeol menoleh ke arahku “formasi yang dulu”

Aku jelas merasa kalau Chan Yeol  menyindirku, tapi aku memilih cuek, lagipula ini bukan yang pertama kalinya Chan Yeol menyindir.

“bapak sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. semuanya ada di tangan kalian. Kalau kalian ingin menang, berjuanglah, jangan patah semangat begini” itulah kalimat pak pelatih yang paling pasrah yang pernah mampir di telingaku.

Kami semua tertunduk. Yah, aku bukan manusia kalau tidak merasa bersalah. Aku menyadarinya. Dan entah sejak kapan, aku mulai berperasaan seperti ini? Ah jangan ditanya lagi, semenjak aku memutuskan untuk merebut Eun Yoo, aku mulai merasakan sesuatu yang hangat. Dan betul saja, aku tidak hanya menyukai yeoja itu… aku punya perasaan khusus padanya, oleh karena itulah akhir-akhir ini aku mulai berubah menjadi seseorang yang punya perasaan.

“maaf… apa aku terlambat?” suara itu memecah keterpurukan kami, bagai sebuah Oase di tengah gurun yang gersang

“BAEK HYUN-AH…” seru semua rekan setimku, termasuk pelatih. aku memang berseru juga, tapi hanya di dalam hati. Kulihat Chan Yeol hyung langsung merangkulnya.

“kau datang? Kau ikut main kan? Kau akan kembali sebagai kapten kami kan?” serbu Chan Yeol hyung

“nae hyung… apa kostum  yang kukenakan ini masih belum jelas?” Baek Hyun menunjukkan seragam persatuan tim kami. Dia mengenakannya

“ah… kejutan apa ini?” Chan Yeol hyung tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Su Ho, D.O dan yang lain juga merangkul Baek Hyun. Sementara aku hanya berdiri tak jauh dari mereka. Mataku tertuju pada seseok yeoja yang menyusul Baek Hyun dari belakang. Eun Yoo! Dia datang dan… aku begitu takjub dengan sikapnya saat ini. Seolah dia tidak pernah memperlihatkan air matanya padaku tadi malam, seolah… tidak ada yang terjadi… ah aku tahu, ini juga bagian dari rencananya. Aku hanya tinggal menunggu waktunya tiba dan dia akan menyerahkan diri seutuhnya padaku.

Baek Hyun menghampiriku setelah selesai berpelukan ria dengan rekan yang lain “Kim Jong In, ah maksudku Kai… entah aku harus mengatakan apa, tapi… kuharap kita bisa kembali bekerja sama”

Aku mengangguk. Tahu satu hal? Ada perasaan tidak tega yang muncul setelah melihat wajah polos namja ini. Maksudku… yah aku memang cukup jahat karena menggunakan hal ini sebagai alibi, agar nantinya aku bisa merebut yeoja yang ia cintai. Tapi percayalah… aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk melawan kata hatiku… yang kuinginkan adalah Eun Yoo…

Baek Hyun mengulurkan tangan, aku cukup terkejut. Dan terakhir aku menjabat uluran tangan itu “Mianhae…” lirihku tanpa sadar. Sebenarnya kalimat ini bukan tanpa alasan. Aku sadar aku telah egois, tapi… aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sosok Eun Yoo sudah membuatku buta. Walau karena dirinyalah aku sudah mulai berubah menjadi manusia yang berperasaan, tapi perasaanku juga menuntut satu hal… yaitu bersama Eun Yoo.

Baek Hyun tampak mengerutkan kening “katakan itu nanti saja, ayo ke lapangan, babak selanjutnya menanti”

Aku mengangguk. Dan atmosfer seolah berubah. Sangat jelas perbedaannya, sebelum Baek Hyun datang, kami seolah berada di bawah langit yang mendung, tapi saat dia datang, langit berubah cerah. Semuanya bisa tergambar di raut wajah rekan-rekanku. “welcome home… captain..” lirihku

Baek Hyun sempat tersentak, tapi setelah itu dia menepuk pundakku dan tersenyum. Ah setidaknya aku sudah melakukan hal yang berguna, jadi tidak masalah kan kalau aku menuntut imbalan? Dengan segala hormat… Byun Baek Hyun… mianhamnida…

***

Author POV

Su Ho, D.O dan Chan Yeol berada di garis belakang, karena 2 penyerang terkuat tim sudah cukup menjaga di depan. Tim lawan tampak heran dengan kemunculan pemain baru, dan pastinya mereka akan lebih terkejut lagi setelah meihat bagaimana kuatnya tim ini saat kapten nya kembali.

Baek Hyun maju ke depan untuk berebut bola dengan kapten lawan yang posturnya cukup tinggi. Tapi bukan masalah bagi Baek Hyun karena dia sudah terbiasa berhadapan dengan lawan yang lebih tinggi darinya.

Priiiiitttttt…

Peluit berbunyi, permainan dimulai. Baek Hyun melompat meraih bola yang di lempar ke atas oleh wasit, tanpa menengok ke beakang, bola itu ia oper ke Kai. Kai mendribel bola menuju medan lawan, seperti yang sudah diprediksi, Kai langsung di kawal ketat. Baek Hyun melihatnya, hanya dengan sebuah tatapan , Kai langsung mengerti dan mengoper bola ke Baek Hyun, menerobos bidang yang kosong karena lawan lebih fokus ke Kai, terakhir Baek Hyun berhasil melakukan jumping shoot untuk 3 point pertamanya setelah kembali menyentuh bola basket.

Seisi stadium bergemuruh… sorakan demi sorakan bersahutan tanpa henti, kembalinya sang kapten membuat tim yang sempat mai suri kini bangkit kembali.

Chan Yeol tersenyum. Inilah yang dia maksud. Lihatlah bagaimana Baek Hyun mampu meyakinkan orang seegois Kai untuk mengoper bola padanya, inilah yang ia maksud dengan kemampuan Baek Hyun menggerakkan tim, bahkan untuk sikap individualis Kai sekalipun Baek Hyun mampu mengatasinya hanya dengan sebuah sorotan mata. Bidang pertahanan pun tidak begitu kewalahan karena Baek Hyun tidak boleh diremehkan dalam merebut bola dari lawan. Dan atas kode yang diberikan Baek Hyun, Chan Yeol maju mendampingi tim penyerang di tengah.

Kai menyadarinya. Yah tidak bisa dipungkiri, walaupun tekhnik permainan Kai bisa saja mengalahkan Baek Hyun, tapi kemampuan Baek Hyun menggerakkan tim tidak ada yang menyaingi, namja itu seolah memiliki sesuatu hingga rekan satu timnya memberi kepercayaan penuh padanya. Byun Baek Hyun…

Permainan pun berakhir dengan kemenangan mutlak bagi tim Baek Hyun. Skor menang telak. Dan mereka berpelukan erat di tengah lapangan untuk merayakan kemenangan karena telah tembus ke babak semi final.

Tak jauh dari sana, tepat di tepi lapangan, seorang yeoja mati-matian menekan perasaannya. Di satu sisi ia sangat bahagia melihat senyuman namjanya telah kembali, tapi di sisi lain ia tidak boleh lupa dengan pertaruhan yang akan ia bayar setelah semuanya selesai.

Eun Yoo, dengan segala rasa sakitnya melambai ke arah Baek Hyun sambil sesekali mengusap air matanya. Yah… dia akan mempergunakan sisa waktu ini hanya untuk menyampaikan rasa cintanya pada namja itu.

***

“dan kalian melihatnya kan… tepat setelah Baek Hyun-ah memintaku maju ke depan sebagai penyerang, aku langsung mencetak skor setelahnya” celoteh Chan Yeol ketika tim mereka merayakan kenenangan (sekaligus merayakan kembalinya Baek Hyun ke tim) di sebuh restoran makanan cepat saji.

“nae hyung… semua melihatnya… dan sejak kapan kau jadi seheboh ini? Ini bukan pertama kalinya kau menceak skor kan?” sindir D.O.

Chan Yeol tertawa “mollayo.. aku terlalu bahagia” Chan Yeol tidak pernah melepas rangkulan tangan kirinya di pundak Baek Hyun.

“oh iya… bagaimana kondisi tanganmu, bukankah hari itu kau bilang tanganmu masih terluka?” tanya pak pelatih pada Baek Hyun

“ah.. ini sudah sembuh sonseng-nim… ini bukan hambatan lagi” jawab Baek Hyun  sambl tertawa.

Eun Yoo melihatnya dengan sangat jelas. Tawa yang beberapa minggu belakangan ini tidak pernah dilihatnya kini sudah kembali. Dan kini, iya makin membenarkan tindakan yang telah ia ambil, dan tidak berniat menyesalinya.

“gwenchanayo Eun Yoo-ah?” tanya Baek Hyun membuat Eun Yoo tersadar dari lamunannya

“ah nae… gwenchana, aku hanya terlalu bahagia” jawab Eun Yoo sebisa mungkin tersenyum.

Tapi feeling Baek Hyun terhadapnya terlalu kuat. Ia bisa merasakannya “tidak terjadi sesuatu kan?”

Eun Yoo sempat tersentak. Ia bahkan lupa betapa namjanya ini begitu mengenalnya luar dalam. Itu membuat Eun Yoo berusaha menenangkan hatinya yang remuk. Ia harus melupakan rasa sakit itu dulu, karena belum waktunya melepas… “anieyo… mungkin ini terlalu mengejutkan… ah aku tidak bisa membayangkan kalau semua ini akan terjadi, aku sangat bahagia”

Baek Hyun mengerutkan kening “kau sakit? Wajahmu cukup pucat” ucapnya sembari memeriksa kening Eun Yoo dengan punggung tangannya “aigo… sudah kuduga, kau demam”

“ng?” Eun Yoo memeriksa keningnya sendiri, yah memang cukup panas “ah ini hanya demam biasa”

“tidak…” Baek Hyun menghabiskan colanya “sonseng-nim… Chan Yeol hyung, dan yang lainnya, kami pulang duluan yah… aku harus mengantar Eun Yoo ke rumah sakit”

“mwo??? Hyunie-ah… aku hanya demam biasa”

“jangan protes” Baek Hyun meraih tangan Eun Yoo, mengulas senyuman pada setiap orang termasuk Kai, kemudian pamit.

Chan Yeol tertawa “apa anak itu lupa kalau Eun Yoo punya kakak di sini? Cinta benar-benar membutakan mata” Chan Yeol tertawa

“Baek Hyun-ah betul-betul mencintai adikmu… salut” tambah Su Ho

Kai menatap kepergian Eun Yoo dan Baek Hyun dengan perasaan campur aduk. Apa ini salahku? Ah tidak… ini sudah konsekuensi… tinggal menunggu hari, dan Baek Hyun-shii… posisimu akan digantikan olehku­_lirih Kai dalam hati

“Kai… gomawo” ucap Chan Yeol tiba-tiba membuat Kai tersentak kaget

“ah.. nae hyung” Kai menjawab dengan tidak fokus “ah… terima kasih untuk apa?”

“kembalinya Baek Hyun… kau yang memintanya bukan?”

Kai menelan ludah. Semoga saja tidak ada yang curiga bahwa sebenarnya ini semua ia lakukan  tidak sepenuhnya untuk membuat Baek Hyun kembali ke tim, tapi untuk bisa bersama Eun Yoo “nae…” Kai berusaha mangalihkan pandangannya.

“maaf juga karena selama ini membuatmu tertekan”

Dan juga Sebenarnya Kai sama sekali tidak memermasalahkan tekanan itu, karena walaupun nantinya mereka kalah, tetap saja itu bukan masalah besar, hanya pertaruhan ketenaran, dan itu sama sekali bukan apa-apa. Kembali lagi, ambisi untuk memiliki Eun Yoo mampu mengikis segalanya. “gwencahana…”toh Kai tetap bersikap seolah tidak ada yang ia sembunyikan di balik topengnya.

***

Eun Yoo pov

Aku hanya bisa mengulas senyum tipis saat Baek Hyun merawatku di rumah. Setelah check kesehatan di rumah sakit, dokter menganjurkanku beristirahat dan minum obat teratur. Kata dokter kondisi tubuhku menurun karena stress pikiran. Ah… untung saja Baek Hyun tidak mempertanyakannya lebih detail.

“Eun Yoo-ah… makan buburnya dulu” perintah Baek Hyun setelah ia sukses bereksperimen di dapur ku

“ng? apa kau yakin bubur itu tidak akan membuatku mati?” ledek ku

“hya… kau meremehkanku? Walau tidak sepandai kau… aku juga bisa memasak bubur, jadi makanlah”

Aku tertawa (lebih tepatnya memaksakan diri agar bisa tertawa) “arasso… aku hanya bercanda… suapi aku Hyunie-ah… aaaa”

Baek Hyun tersenyum, ia duduk di tepi tempat tidur, tepat di sebelah ku. Ia pun mulai menyuapi ku dengan hai-hati.

“eum… lumayan…” ucap ku setelah mencicipinya sesendok

“sudah kubilang jangan meremehkanku” Baek Hyun menyeka tetesan bubur di sudut bibirku. Dan itu cukup membuatku tertegun. Terlebih Baek Hyun menatapku dengan tatapannya yang sangat teduh.

Astaga… moment ini…

Tidak ada satupun dari kami yang mengeluarkan suara. Baek Hyun masih menempelkan ibu jarinya di sudut bibirku, padahal aku yakin tetesan bubur itu sudah bersih.

Wajahku langsung panas, dan aku yakin pipiku sudah sangat merona. Aku ingin mengalihkan pandanganku tapi… tatapan itu sukses membuatku tersihir. Terlebih saat Baek Hyun mulai menundukkan wajahnya ke arahku, dan tangannya mulai beralih membelai pipiku.

Akupun menyambut wajahnya yang mulai mendekat dengan meletakkan tangan kananku di sisi rahangnya, menariknya agar lebih mendekat ke arahku.

Yah… ini adalah kesempatan terakhir untuk bisa mendapatkan ciuman pertama dari Baek Hyun. Dan kalau kali ini berhasil, ini bisa jadi ciuman pertama dan terakhirku untuknya. Hyunie-ah… I love you… but I’m sorry… this is a fate

Aku memejamkan mata, merasakan setiap hembusan nafasnya yang menyapu wajahku. Tinggal menghitung detik sampai bibirnya menyentuh bibirku… dan…

“Eun Yoo-ah…” suara seseorang membuatku terlonjak kaget. Aku membuka mata dan Baek Hyun hampir terjatuh dari tempat tidurku.

Aaaaaaaaaaaahhhhhhhhh…… kenapa susah sekali mendapatkan ciuman dari Baek Hyun?

“waeyo oppa?” tanyaku betul-betul BT melihat Chan Yeol oppa yang masuk begitu saja ke kamarku.

“eh… kalian sedang apa?” Chan Yeol oppa malah bertanya balik “bagaimana kondisimu? Dokter bilang apa?”

“hanya demam biasa” aku menjawab dengan malas. Kalau tidak mengingat bahwa Chan Yeol oppa adalah kakak yang paling kusayangi di dunia ini, aku pasi akan mencekiknya.

“oh… demam biasa? Kupikir itu…”.

Aku dan Baek Hyun bertatapan sejenak “itu apa?” tanyaku dan Baek Hyun bersamaan

Chan Yeol oppa malah tersenyum jahil “kupikir kau… hamil”

Aku membelalak. Baek Hyun bahkan terbatuk saking kagetnya “OPPA?????????”

Oppa tertawa penuh kemenangan”Mian… hanya bercanda. Oh iya Baek Hyun-ah… besok sore ada pertemuan di GOR sekolah, sonseng-nim bilang kita mulai atur strategi baru karena lawan kita di semifinal nanti sudah hapal tipe permainan tim kita”

Baek Hyun tampak berpikir serius, aku tahu kalau soal basket, dia akan memasang tampang seserius itu “ah nae… aku pasti datang” Baek Hyun melirik arlojinya “sudah hampir petang, aku harus pulang, ada yang harus kubenahi. Lagipula hyung sudah ada untuk menjaga Eun Yoo…” Baek Hyun menatapku “aku pulang dulu Eun Yoo-ah”

Aku tersenyum padanya “nae Hyunie-ah… hati-hati”

Baek Hyun mengusap puncak kepalaku. Kemudian pergi setelah berpamitan pada Chan Yeol  oppa.

“tiga kali…” seruku setelah Baek Hyun betul-betul pergi

Chan Yeol oppa menatapku “tiga kali apanya?”

“oppa sukses menggagalkan rencanaku… tidak tanggung-tanggung sampai tiga kali”

“rencana apa?”

Aku tidak menjawab, hanya menatap Chan Yeol oppa dengan sangat kesal

“tapi sebelum aku masuk, kalian sedang apa? Berciuman?” ledek Chan Yeol oppa

“tidak perlu pasang tampang menjijikkan begitu. Ciumannya tidak jadi”aku cemberut berat

“mwo? wae?”

Aku menatap Chan Yeol oppa “karena untuk yang ke tiga kalinya, oppa sukses menggagalkan moment langka itu… arassoyo?”

“jinjja?” oppa langsung tertawa “mian…mian, aku tidak baca timing… nanti kalau kalian ingin berciuman, kirimkan aku kode untuk tidak menganggu. SMS juga boleh, jadi aku bisa mengintip kalian, dan kalau sudah selesai, aku baru mengganggu kalian”

“MENJIJIKKKAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNN!”

***

Author POV.

Kembalinya Baek Hyun dalam tim betul-betul membawa berkah, bukan hanya mempertipis kekalahan, ia bahkan sukses membawa timnya menembus babak final. Semua orang menantikan moment itu, moment di mana tim mereka menyabet gelar juara dan berhak atas trofi kemenangan yang hanya ada dalam 10 tahun sekali. Yah… semua orang menantikannya dengan tidak sabar kecuali Eun Yoo. Karena setelah moment itu, ia akan mengalami petaka terberat dalam hidupnya. Yaitu melepaskan Baek Hyun!

Seperti syarat yang ia ajukan pada Kai sebelum ia menerima tawarannya, Eun Yoo akan merealisasikan janjinya saat turnament itu berakhir. Kai juga merasa itu masuk akal karena dengan begitu konsentrasi Baek Hyun tidak akan terganggu. Makanya Kai setuju dengan syarat itu.

Gemuruh stadiun kini lebih heboh dari hari biasanya, karena ini adalah babak final. Karena memang Babak final adalah babak yang paling menegangkan dalam hal apapun karena di babak final yang tersisa adalah tim terkuat. Chanyeol mengalami cedera lutut karena terjauh di tengah lapangan tepat 15 menit sebelum babak terakhir. Tenaga pemain inti terkuras habis, dan pemain inti yang tersisa di lapangan hanyalah 2 orang, yaitu Kai dan Baek Hyun, sisanya ada Kris, lay, dan Lu Han.

Eun Yoo pov

Chan Yeol oppa tidak bisa menyembunyikan ketegangannya, perolehan skor sangat tipis. 85-83, kemenangan sementara untuk pihak kami. Baek Hyun-ah dan Kai sepertinya sudah hampir sampai limit, sejago apapun mereka, mereka tetap menggunakan tenaga manusia biasa.

“ah sial… kenapa di saat seperti ini aku malah cedera???” seru Chan Yeol oppa entah untuk yang keberapa kalinya

“oppa… tenanglah, percayakan semuanya pada rekan satu tim” tegur ku yang saat itu dudukmendampingi oppaku dan yang lain di bangku cadangan pinggir lapangan

“bagaimana aku bisa tenang… lihatlah… aku belum pernah menyaksikan Baek Hyun-ah selelah itu. Sejak awal permainan dia main full time. Kalau Kai dia masih sempat istirahat di 15 menit ketiga, jadi dia tidak perlu dicemaskan”

Aku  menghela nafas. Oppa justru membuat ku semakin tersiksa. Aku  jelas tidak tega melihat namjachinguku sesusah itu. Dan lebih menyakitkan lagi, aku harus mencari alasan agar setelah ini aku bisa mengakhiri hubungan dengan namja yang paling aku cintai di dunia ini. Tanpa kusadari, air mataku terburai, membentuk sebuah genangan di pelupuk mata, dan menetes dalam bentuk buliran yang mewakili kata sakit. Rasanya memang sangat sakit, memikirkan kata putus  saja, aku tidak sanggup. Seolah kata itu sama artinya dengan mati!

Aku  segera menghapus air mata sebelum ada yang menyadari hal itu. Aku berdiri dan menyerukan nama Baek Hyun berkali-kali. Setidaknya inilah hal terakhir yang bisa kulakukan untuk namja yang paling kucintai itu “Hyunie-ah… berjuangah…” seruku tiada henti.

Namjaku itu menoleh. Aku bisa melihat ia sempat keheranan, karena biasanya aku itu paling gengsi dalam hal seperti ini. Tapi… tidak untuk saat ini, aku akan mengeseampingkan segala bentuk gengsi itu untuk namjachinguku.

Baek Hyun ku tersenyum, dan wajahnya kembali cerah. Ia melambaikan tangannya kepadaku dan membentuk heart sign dengan kedua tangannya. Oh Tuhan… kuatkan aku…

“nado saranghae Hyunie-ah…” lirihku tanpa suara. Mewakili segenap perasaanku padanya.

Entah ini ada hubungannya atau tidak. Yang jelas, setelah aku berseru padanya, kulihat Baek Hyun seolah punya tenaga baru. Tempo permaianannya semakin ia tingkatkan. Skor beda tipis saat ini, 92-90, kemenangan untuk kami.

Tapi karena sedikit kesalahan di bidang pertahanan, 20 detik terakhir tim lawan membuat kejutan karena mampu menerobos pertahanan Kris di belakang hingga tim lawan sukses menyamakan kedudukan. Baek Hyun ku dan Kai kelimpungan membuat serangan baik di detik-detik terakhir.

Kami tegang, waktu terus bergulir, Kai melakukan jumping shoot di dalam garis 3 point, tapi tim lawan melakukan blocking di dekat ring hingga bola gagal masuk .

Bola memantul ke atas. Baek Hyun-ah di kawal ketat di bawah ring, tapi Baek Hyun-ah tidak peduli, ia melompat semampunya meraih bola.

5 detik terakhir…

Baek Hyun-ah melakukan slam dunk, 3 orang menghalangi…

3 detik terakhir…

Baek Hyun memasukkan bola ke ring dengan 3 orang yang berusaha melakukan blocking.

2…

….

…1…

Bola masuk

Priiiitttttttttttt…

Kami semua langsung berdiri. Apa point tadi dihitung?

Aku memeluk lengan oppaku. Ini betul-betul membuatku tegang, terlebih Baek Hyun ku terhempas ke lapangan di detik terakhir setelah melakukan slam dunk.

Kami menantikan keputusan wasit dengan sangat tegang dan…

94-92…

Kami menang…

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…………..” pekik kami berbarengan. Aku memeluk oppaku sangat erat, oppa juga balas memelukku dan mengusap-usap puncak kepalaku.

Baek Hyun-ah dan kawan-kawan berlari ke pinggir lapangan untuk bersorak bersama kami. Baek Hyun-ah tidak menghampiri pelatihnya pertama kali, tapi aku. Dia memelukku sangat erat, padahal itu di tempat umum. Ia bahkan menggendongku dan berputar-putar seperti orang gila… “Eun Yoo-ah… SARANGHAEEEE….” Serunya memekakkan telinga, bahkan tidak teredam oleh suara gemuruh kemenangan para supporter sekolah kami.

“Hyunie-ah… turun kan aku, ini sangat memalukan” tegurku sembari memeluk tengkuknya agar aku tidak terjatuh

Baek Hyun menurunkanku. Ia menatap wajahku, menyentuh kedua pipiku dan mengecup keningku berkali-kali “aku mencintaimu Eun Yoo-ah… sangat… sangat… sangat mencintaimu”

Lihatlah… bagaimana mungkin aku rela melepas nama ini “nado saranghae Hyunie-ah… na neun naega… neomu saranghae… jeongmal saranghae…”ucapku dengan suara bergetar

Baek Hyun-ah malah tertawa “saking terharunya yah… kau sampai menangis?”

Oh sial… ini air mata kepedihan … dan aku tidak bisa menahannya, tapi tidak masalah, karena Baek Hyun mengira ini adalah air mata kebahagiaan “Hyunie-ah…” dan suaraku bergetar hebat, tidak mampu melanjutkan kata-kataku.

Baek Hyun kembali memelukku dan mengusap punggungku. Itu memang bisa menenangkanku, tapi… di balik punggung Baek Hyun, aku melihat sosok Kai yang tak jauh dari kami, menatapku dengan sorotan mata yang mungkin hanya aku yang bisa mengerti maknanya. Oh Tuhan… semoga jalan yang kutempuh untuk mengembalikan kebahagiaan namjaku adalah tepat, walau aku tahu ini akan memporak porandakan perasaanku…

***

Baek Hyun pov

Untuk kesekian kalinya tim basket sekolah kami merayakan kemenangannya di restoran. Kali ini, tidak hanya orang-orang yang terlibat dalam tim, tapi beberapa teman sekelasku, teman kelas Chan Yeol hyung, guru-guru, ketua yayasan dan kepala sekolah juga ikut. Dan tidak tanggung-tanggung, ketua yayasan menyewa sebuah restoran ternama.

“pesanlah makanan sepuas kalian” begitu kata pemilik yayasan sekolah kami. Yah… kami sudah berhasil membawa pulang trofi kemenangan yang hanya terselenggara 1 dekade sekali. Jadi ini adalah perayaan besar, dan tidak boleh disia-siakan.

“kalian pasti punya acara perayaan khusus” goda Su Ho hyung yang ternyata sedari tadi memperhatikanku dan Eun Yoo

Aku hanya tertawa malu-malu. Ada beribu rencana yang berputar di otakku. Yah memang benar, aku ingin menghabiskan satu hari khusus dengan Eun Yoo. Entahlah… rasanya aku begitu ingin terus berada di sisinya

“memangnya aku sudah memberimu izin?” tambah Chan Yeol hyung yang aku tahu dia juga sedang menggodaku

“ah hyung… ayolah…” protesku

Chan Yeol hyung malah tertawa “jangan kemalaman… batas jam 10, ara!”

Dan aku bersorak riang dalam hati. Kuacungkan 2 jempolku untuknya. Akupun menoleh pada yeoja yang sedetikpun tidak pernah kulepaskan genggamanku dari tangannya “kau tidak kelelahan kan?” tanyaku…

Eun Yoo tidak menjawab, ia hanya menatap segelas jus yang ia genggam di tangan kanannya (karena tangan kirinya terus kugenggam).

“Eun Yoo-ah…” ulangku, masih tidak ada respon. Kenapa yeoja ini melamun? “Eun Yoo-ah…” kali ini kucubit hidungnya

“ah nae…” Eun Yoo terkaget. Dan betul juga, dia memang sedang melamun

“kau sedang memikirkan apa?”

“ah anieyo… itu… aku…” Eun Yoo menggigit sudut bibirnya, yang aku hapal betul itu adalah kebiasaannya kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu dan ragu untuk berterus terang. Eun Yoo-ah… 4 setengah tahun bukan waktu yang sebentar untuk bisa mengenalmu.

Aku menghela nafas “katakanlah… apa yang sebenarnya ada di pikiranmu”

Mata imutnya membulat, dan itu adalah ekspresi yang Eun Yoo tunjukkan kalau dia tertangkap basah, atau kalau aku bisa menebak apa yang ia sembunyikan dariku “aku… aku hanya memikirkanmu”

“kenapa kau memikirkanku sementara aku ada di sisimu sekarang?”

“maksudku…” Eun Yoo tertunduk. Dan ini adalah cara Eun Yoo untuk menghentikan obrolan karena dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. ayolah Eun Yoo-ah… sekecil apapun bahasa tubuhmu, aku bisa tahu, aku terlalu menenalmu.

Maka dari itulah, aku paham posisinya. Karena untuk Eun Yoo, dia tidak bisa menyembunyikan apapun dariku, kalaupun dia berhasil menyembunyikan sesuatu, dalam waktu dekat dia juga akan menceritakan semuanya tanpa ku minta, “arasso… gwenchana. Lihat aku” aku mengangkat wajahnya dengan sisi jariku “apapun itu, jangan terlalu di pikirkan. Ada aku di sini Eun Yoo-ah…  di sisimu”

Eun Yoo menatapku nananr, dan aku bisa melihat buliran air mata yang menggenang di pelupuk matanya sedikit demi sedikit. Dan sesuatu mengejutkanku saat membaca ekspresi itu. Ya Tuhan… ini pasti bukan hal sepele, karena ekspresi Eun Yoo saat ini adalah ekspresi kesedihan yang … ah… ini tidak seperti biasanya, ini lebih dalam. Ada apa sebenarnya?

“Eun Yoo-ah… “lirihku memastikan keadaannya

Ia mengusap air matanya dan mengulas senyuman. Ah sial… senyuman itu juga, senyuman yang paling tidak kusukai. Senyuman yang ia paksakan “gwenchanayo Hyunie-ah… aku sangat terharu. Aku memikirkan terlalu banyak hal sulit, yang kita lewati berdua dan akhirnya kita sampai pada titik yang… membahagiakan” alis kirinya terangkat. Tepat pada kata membahagiakan.

Yeoja ini bohong. Apapun yang di sembunyikannya, aku yakin ini bukan hal yang sepele. Ini pasi masalah besar, enah apa, tapi ini pasti berkaitan dengan hubungan kami. Aku tidak suka itu. Dan aku sudah tidak tahan.

Aku berdiri, melepaskan genggaman tanganku dan menatapnya “hubungi aku kalau kau sudah siap mengatakannya. Aku tidak sanggup melihatmu seperti ini” aku meraih ranselku “Chan Yeol hyung, aku duluan. Pastikan Eun Yoo baik-baik saja”

Chan Yeol hyung menatapku keheranan “apa yang terjadi?”

Aku tidak menjawab. Darahku seolah mendidih. Apa yang terjadi dengan yeojaku? Apa yang dia sembunyikan?.

Aku menatapnya sekali lagi, dan ekspresi wajahnya tetap begitu. Aku tidak suka… dan entah kenapa aku merasa ini adalah masalah terbesar yang pernah ada sepanjang perjalanan hubungan kami. Untuk itu, aku harus pergi. Di saat seperti ini, hal yang paling berguna untukku adalah menenangkan diri. Karena aku tidak ingin berakhir dengan melampiaskan emosiku pada orang-orang di sekitarku. Termasuk Eun Yoo…

Pikiranku kacau… aku betul-betul tidak suka melihat Eun Yoo begitu. Ini pertama kalinya kulihat ekspresi sesakit itu. Ah… aku bisa gila.

Kai POV

Apa ini salahku? Tidak… bukan… ini bukan salahku, aku tidak bersalah. Aku juga berhak menentukan pilihan hidupku, karena untuk itulah manusia diciptakan. Yeoja itu tampak terluka, tapi aku bisa pastikan, setelah yeoja itu berada dalam pelukanku, aku akan menyembuhkan luka itu.

“apa yang terjadi dengan kalian?” bisa kudengar Chan Yeol hyung berusaha menenangkan adiknya. Walau tidak mengeluarkan air mata, tapi tetap saja raut wajah Eun Yoo memancarkan kesedihan

“tidak ada apa-apa oppa… hanya um…” Eun Yoo sepertinya tidak mampu menjawab, aku duduk tidak jauh darinya, hingga aku bisa mendengar suaranya bergetar. “oppa… aku ke toilet dulu” Eun Yoo berdiri meninggalkan tempatnya. Ah inilah kesempatan untuk menagih janji itu.

Aku mencoba mencuri kesempatan untuk bisa menyusul Eun Yoo tanpa di sadari siapapun. Yah… selain Chan Yeol dan Su Ho hyung, D.O dan yang lain masih sibuk mendiskusikan kemenangan kami tadi. “ah perutku” keluhku berpura-pura dan berlagak sok buru-buru ke arah toilet yang ada di belakang.

Aku melewati beberapa ruangan hingga akhirnya aku sampai tepat di depan toliet yeoja. Yah… aku akan menunggunya di sini. Tidak sampai 10 menit aku menunggu, yeoja itu muncul dari balik pintu, dan aku menyambutnya sambil bersandar di tembok.

“Kai-shii… sedang apa kau di sini?” tanya Eun Yoo keheranan. Matanya sembab, hidungnya merah, dan aku yakin dia baru saja menumpahkan air matanya di dalam.

“aku yakin, ini tidak terlalu cepat kalau aku mengatakan…” aku berjalan mendekatinya “tepati janjimu”

Bisa kulihat yeoja ini kaget. Tapi dia berusaha menenangkan diri “kau bisa melihatnya kan? Aku sedang berusaha. Ini bukan hanya sulit Kai-shii… mengatakan putus pada Baek Hyun-ah itu lebih sulit dari apapun yang pernah kulakukan selama hidupku”

“hm… aku mengerti”

“berikan aku waktu sedikit lagi, sampai aku bisa menemukan cara yang tepat untuk mengakhiri hubungan kami. Kau bersabarlah karena aku akan menepati janjiku. Aku dan Baek Hyun-ah tidak beda jauh, aku juga tipe orang yang berpegang teguh pada janji yang telah kubuat”

Aku jengah. Kupikir karena dia menunda waktunya sampai turnament berakhir, dia sudah mempersiapkan segalanya, tapi kenyataannya tidak. Yeoja ini bahkan terlihat tidak punya persiapan apa-apa untuk mengakhiri hubungannya dengan Baek Hyun, dan aku benci itu. “Eun Yoo-ah… apa kau sadar kalau kau membuatku tersiksa??? Kau akan menyiksaku sampai kapan?”

Eun Yoo menghela nafas, ia bahkan tertawa pilu “Kai-shii… bisakah kau teliti baik-baik pihak yang tersiksa dalam hal ini???” suaranya bergetar hebat. Lagi-lagi yeoja ini menangis “AKU… AKU…” jeritnya tertahan berikut air matanya yang berderai tanpa henti.

Cukup sakit menyaksikannya, tapi… aku bisa menutup mata untuk itu. Tidak dengan perasaanku, aku tidak bisa mengabaikannya. Kuraih yeoja itu dalam pelukanku. Ia memberontak, tapi kugunakan enagaku untuk memeluknya erat hingga ia tidak bisa melawan. Ia terus menangis di pelukanku “Eun Yoo-ah… aku paham, aku mengerti posisimu tapi… ketahuilah…. Aku juga tidak bisa menolong diriku sendiri. Aku sangat membutuhkanmu di sisiku. Aku… aku tidak hanya sekedar ingin merebutmu dari Baek Hyun… aku… aku mencintaimu” ucapku tulus. Ini adalah peratama kalinya sepanjang hidupku mengungkapkan perasaan setulus ini pada seorang yeoja. Dan ironisnya, yeoja ini tidak mengerti perasaanku.

Eun Yoo tidak merespon. Dia masih menangis

“yah… kau boleh mengatakan kalau aku egois, aku perusak, aku namja biadab, tapi percayalah. Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan kata hatiku. Aku terlalu mencintaimu. Dan inilah alasan kenapa aku berbuat seperti ini” aku menarik nafas dalam, dan menghembuskannya perlahan “kalau saja bisa, Eun Yoo -ah… aku juga tidak ingin mencintai seorang yeoja yang hatinya telah menjadi milik orang lain, tapi… perasaan yang menyiksa ini justru memilihmu. Dan sekali lagi, bahkan dirikupun tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong perasaan ini. Jadi… mengertilah… kumohon”

Isakan tangis Eun Yoo masih terdengar. Tapi tidak seperti tadi, sepertinya dia berusaha menghentikan tangisnya. “Kai-shii… aku akan menepati janjiku”

Aku melepas pelukanku, menatap yeoja yang sangat terluka ini “Eun Yoo-ah” aku hanya bisa melirihkan namanya.

“aku akan menepatinya, tapi aku butuh waktu. Terlepas dari perasaanmu padaku… aku juga, tidak bisa menolong diriku sendiri karena aku terlalu mencintai Baek Hyun-ah…. Tapi, aku bisa mengorbankan itu semua demi namja yang kucintai itu. Setidaknya… itulah yang bisa kulakukan demi mengembalikan impiannya”

Aku hanya bisa terdiam. Byun Baek Hyun… tahukah kau akan satu hal? Bahkan jika aku membunuh mu pun, aku tetap tidak bisa memiliki hati Eun Yoo sepenuhnya. Tapi percayalah, aku tidak akan menyerah. “kau bilang butuh alasan untuk putus darinya bukan?, kau akan menemukannya secepatnya, kau hanya perlu menuruti kata-kataku”

Eun Yoo terkaget “jangan bilang kalau kau akan mencelakainya, karena kalau itu terjadi, kau akan melihatku mati”

“aku memang licik Eun Yoo-ah, tapi tidak sampai seperti itu. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah… persiapkan dirimu untuk menjadi yeojachinguku”

TBC

35 thoughts on “[FF] Love is… (part 5)

  1. huaaa… Deg2 bgt. Pensran apa yg bkal eunyoo lakukan buat mutsn baekhyun…
    Kai nyebelin banget si lo jd org. Kenapa lo hrus mlih eunyoo!!

  2. jd bingung aku ma 2 namja ini….dlm cerita aku lbh suka baekki, tp semenjak author menampakkan sisi perasaannya kai (bias utamaku) aku jd suka jg kai jd ma eun yoo…rumit dah….coba mreka pilih aku pasti gak serumit ini (halagh)….
    author emg jagonya ye bikin cerita rumit…tp itu yg kusuka😉

  3. Omg .. Ga habis pikir ceritanya rumit bgt, klo aku jdi eun yoo makin binging pasti..

    Kai keterlaluan, hrusnya dy jgn smpe sgtunya..
    Smoga jgn pacaran sama kai.. Ksian dua sejoli itu terluka klo d pisahin..

    Aku next part lgi ya thor

  4. kkamjong bener bener jahat!! jangan pisahin eunyoo sama bacon
    baekhyun-ah jngn kebawa emosi duluu pikirin juga perasaan eunyoo.. dia ngelakuin ini semua karena kamuu.. kkamjong-ah jangan nyiksa eunyoo kayak ginii kasian diaa

  5. kai jahat bangettt TTT>>>TTT kasian baekhyuun thorrr.
    habis menang langsung putus sama eun yooo #elus elus baekhyun
    kai egois banget disini harusnya kai ngerti eunyoo sama baekhyun kan gag etis ngrebut eun yoo yang udh punya baekhyun TT..TT
    daebak bgt thorr ff nya feel nya dpt bgt TT..TT😀
    tetap fighting ya thorr ^^

  6. Kai jahat !!!!!!!!!!!!!!!!
    Suka melihat yeoja tersiksa ya kamu T^T bener2 deh ga suka karakter kai di FF ini,
    gimana jadinya Hyun tanpa eun Yoo ? otthoke ??
    bener2 hyun keren bgt udah bisa baca situasi kalo eun yoo nyembunyiin sesuatu yah..semoga kai terketuk hatinya dan rela mengembalikan Eun Yoo ke Hyun T^T

  7. hikz hikz hikz. . .
    jangan pisahkan baek dari eun, e0nnie. .
    T.T

    kai,
    napa memaksakan kehendak si?
    hikz. .
    kalo gini malah tiga org yg terluka.

    kai jahaaattt.
    T.T

    betewe,
    chanyeol bener2 deh yaaaaa
    ngrusak m0ment mulu!!
    hahahahaha~

  8. T_________T aghh.. aku ngerasa sesak tiap kali baca part’e eunyoo.. Kai tega nian dirimu:/

    oia baekyeol moment baekyeol moment kyaa kyaa kyaa kyaa. . . #teteupOTP😀

  9. Kai..kai..udh item, pesek, licik lgi /eh /digebukin
    Eun yoo kecianT_T /pukpuk eun yoo/
    *ngebayangin eun yoo itu gw…..* adaw tersiksa-____-
    Pen gw bejek2 masa si kaiT-T *eh*

    Daebak yah thorT-T geregetan auk aca nyahT-T *gigit bantal(?)*

  10. Horeee baeki udah maen lgi..captain is back..hehe sblum nya ksian bgt baeki hrus membuang hsratny utk tdk brmain basket.. Tp itu krn imbalanya eun yoo jd pcrnya kai..dasar kai gila ska mendesak..

    Hwahaha chanyeol ganggu lg acra ciuman nya..huhf.. Jd kpan nich ciuman nya..gag jd mulu.. Ksian eun yoo nya..hehe

    eun yoo sbar ya smua pasti indah pda wkt nya..hehe

  11. BaekYoo pisah ??
    Omo andwae !! ANDWAE !!!
    Kyaaaaa kai ..kali ini aku bner2 mau manggang kamu !!! Dasar kai jelek item pesek keren cool dan neomu neomu nyebelin(?) , aihh sini deh kamu ..pengen banget aku jitak kamu *ini ciyus loh , aaa aaaa aaaaa baekkiku terluka , kai kau tlah mngkhianati kyungsoo , trus luhan gimana ?? *ngawur -.-”

    aihh gabisa bayangin baekki abis ini jadinya gimana ,, cup cup cup baekkii sabarlah ..mnding kamu balik k pelukan chanyeol deh ato kalo ngga ya kris juga boleh kan sama2 punya api *apahubungannya?? Dan ladi ini ff straight woy STRAIGHT ..

    Hahhh apapun yang bakal trjadi yang sabar aja yaa , semua akan indah pada waktunya *sobijak
    ato kalo ngga mnding curhatin aja deh k tao *lagi2tao *keracunantao *jadikenademamtao lalu -__-

  12. kai kau sangat licik. demi apa melakukan cara begitu untuk ngedapetin eunyoo. huh
    kasihan baekhyun kan kalo kalo gitu.
    EunYoo pilihanmu salah sayanggggg-_,-
    Bukan begitu caranya bahagiakan baekhyun. cukup berada disampingnya itu sudah cukup.
    Aduh aku gabisa ngebayangin kelanjutan hubungan mereka kayak gimana ini-_,-

  13. Khamjoong……. >_<
    ah….. Knapa seperti ini ?? Kenapa….??
    -,-"
    author tnggung jawab, aku jd galau di buatnya…..
    Baekkie poloss bnget……
    Tp eun yoo keren, rela mlakukan apapun, baekkie pun jg…. Ah…co cuitz deh…..
    Pkoknya baek-yoo gk bleh ke pisah…. Klo pisah aku gantung diri di pohon tauge(?)
    #et…dah…apalah ne anak…rusuh woy…rusuh…
    #author ngamuk
    Hehe….. Peace thor… Ane lanjut baca part slanjutnya dink….
    #guling(?) ke part 6…..

  14. Haduuh bner menguras emosi bc ff ni.. Author daebak ^^ !!
    Dengan segala hormat,Byun Baek Hyun,mianhamnida » yaampun kata2 ini tu bneran JLEB, nusuk bgt !!
    Huft cinta memang membutakan, ditambah dgn keegoisan jdilah Kai ч̲̮̲̅͡ğ “sekejam” ini, ч̲̮̲̅͡ğ bahkan tega melakukan hal ч̲̮̲̅͡ğ pdhal dia tau klo itu jg menyakiti eunyoo..
    Aigoo baekie gmn nti klo diputusin eunyoo? Puk puk baekie sini sama nuna ªjª *plak
    Yayaya lanjut next part

  15. Chanyeol oppa mengganggu saja, org tinggal dikitt lagi jadi kissnya eh malah ngerusak suasana, lebih peka lagi yah lain kali #udh kayak penasihat aja.

    Eunyoo nya kasian banget, pasti berat tuh kalo jadi dia, aku gak bisa bayangin kalo aku ada di posisinya eunyoo, ini terlalu berat #huhuhu nagis lagi deh…

    Daebak, lanjut

  16. Nggak bisa komentar apa-apa. Cuma bisa bilang keren banget ini ff. Ceritanya agak jahat sih, tapi biardeh asal nggak ngebosenin. Ohiya min, nggak ada cerita latar belakang keluarganya kai yang jelas yah. Atau emang belom waktunya diketahui(?) sama pembaca? Okelah, ntar di part selanjutnya aja deh😀

  17. baekhyun mimpinya serem ih
    akhirnya baekhyun datang ke stadiun. semuanya seneng banget tuh~
    chanyeol kok kayaknya datang di saat yang gak tepat ya -____- greget ih

  18. Huaaa sedihhh T T
    Hampir bercucuran air mata bacanya thor. Akunya juga ikutan galau *apasih-_-
    Jangan bilang first kissnya eun yoo sm kai nanti. Aigooo jangan!

  19. Bingunggggg, dahlah eunyoo sama pak pelatih basket aja(?)
    baekhyun, namjachingu yang dabaknya masya Allah. Ampe hafal banget gerakannya eunyoo, kalau misalnya eunyoo pegang perut trus mukanya meringis+keringatan dan tegang di area pantat, itu eunyoo mau appa baek ?
    Kkkkk
    #ditendang ALF

  20. eunyoo.. Jangann tinggalin baekhyuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnneunyoo.. Jangann tinggalin baekhyuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnneunyoo.. Jangann tinggalin baekhyuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnneunyoo.. Jangann tinggalin baekhyuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnn………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s