[FF] Love Is… (part 2)


FF

Tittle: Love is… (part 2)

Author: AyouLeonForever

Cast: * Byun BaekHyun

* Lee Eun Yoo(yg karena manipulasi cerita, dia sodaraan ama Chanyeol, marganya diganti jadi Park)

* Kim Jong In/ Kai

* Park Chanyeol (yg karena manipulasi cerita, dia jadi kakaknya Eun Yoo, dan lebih tua dari Baekhyun)

*Do Kyung Soo/ D.O

* Kim Joon Myun/ Su Ho

* Oh Se Hun

support cast: EXO M Member

genre: Romance, life school

Rating: all age

disclaimer: the story belongs to me, the casts belongs to her/his parents and GOD. don’t claim itu yours, or You’ll dead (makin hari makin sadis aja)

Part 2

author Pov

2 hari berselang sejak kejadian itu. Kai sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda untuk bertindak. Makanya Baek Hyun tidak punya alasan untuk memberinya pelajaran. Tapi Baek Hyun sangat tahu ada rencana terselubung dibalik sikap diam Kai. Dan itu membuatnya semakin waspada.

“aku mau ke toilet” ucap Eun Yoo saat ia dan Baek Hyun sedang makan siang di kantin

“baiklah…”

“baiklah apanya?”

“ya jelas saja aku akan menemanimu”

“Hyunie-ah, itu sungguh memalukan”tolak Eun Yoo

“kakimu belum sembuh total, bagaimana kalau kau terpeleset atau jatuh?”

“ara… ara… terserah kau saja”

Baek Hyun membantu Eun Yoo berdiri. Ia menyediakan lengannya untuk digamit oleh Eun Yoo  dan dijadikan tumpuan.

“akhir-akhir ini kau semakin perhatian. Apa karena aku sedang sakit?” tanya Eun Yoo penasaran

“memangnya dulu aku tidak perhatian padamu?”

“tidak juga, tapi kali ini beda, kau sangat manis. Tahu begini aku lebih baik sakit saja seterusnya”

Baek Hyun menghentikan langkahnya, membuat Eun Yoo juga berhenti

“waegureyo?” tanya Eun Yoo heran

“kau ingin aku marah?”

Eun Yoo tidak mengerti”tentu saja tidak, kenapa kau bilang begitu?”

“aku tidak suka saat kau bilang lebih baik sakit seterusnya”

Eun Yoo terhenyak, kemudian tertawa “aku hanya bercanda Hyunie-ah, kenapa kau menganggapnya serius?”

“kalau begitu jangan pernah bercanda seperti ini lagi”

“arasso… selain semakin perhatian, kau juga semakin kaku akhir-akhir ini”

“mianhae…”

“tidak apa-apa, karena aku tetap menyayangimu”

Baek Hyun mengacak rambut Eun Yoo lagi “nado… makanya aku tidak ingin kau kenapa-kenapa”

“Baek Hyun-ah, Chan Yeol hyung memanggilmu katanya penting” lapor Chen yang mendapati Baek Hyun sedang berdiri di depan toilet yeoja

“tapi aku sedang menunggu Eun Yoo” ucap Baek Hyun ragu

“katanya hanya sebentar, dan sangat penting. Aku rasa akan segera selesai sebelum Eun Yoo keluar dari toilet”

Baek Hyun tampak berpikir “dimana dia?”

“di GOR”

“pasti tentang tim lagi. Baiklah, aku segera ke sana, kau boleh pergi”

“nae…” Chen yang juga anggota cadangan di tim itu pun segara pergi

Baek Hyun mengetuk pintu toilet sejenak “Eun Yoo-ah, kau mendengarku?”

“nae Hyunie-ah, waeyo?” sahut Eun Yoo dari dalam toilet

“aku pergi dulu menemui Chan Yeol hyung, katanya ada yang mau dibicarakan. Aku tidak akan lama”

“nae… pergi saja, aku juga masih ingin merapikan rambutku kau membuatnya kusut”

Baek Hyun tertawa “mianhae” kemudian Baek Hyun berbegas pergi dengan langkah cepat, dengan kata lain berlari.

Sementara itu di dalam toilet Eun Yoo sibuk membetulkan rambutnya “apa yang ingin dibicarakan mereka? Bikin penasaran saja”lirih Eun Yoo seorang diri

“Eun Yoo-shii? Benar kan?” tanya seseorang yang baru keluar dari bilik WC

“nae…” jawab Eun Yoo sedikit ragu, apalagi dia tidak mengenal yeoja yang menyapanya itu.

Yeoja itu tersenyum dan berdiri di depan washtafel tepat di sebelah Eun Yoo “yeojachingunya Baek Hyun-shii kan?”

Eun Yoo mengangguk mantap. “ada apa?”

“sudah lama kalian pacaran?”

“4 tahun”

“hm… cukup lama juga. berarti sudah tidak ada peluang”

Eun Yoo tercekat, ia hentikan kegiatannya membasuh tangan “maksudmu?”

“tidak… aku hanya sebatas bertanya, bukannya bertindak”

Eun Yoo semakin geram “sebenarnya apa tujuanmu bertanya seperti itu?”

“tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin memastikan sedekat apa kalian. Kalau kalian sudah sedekat itu, berarti sulit mencari celah untuk menyusup”

Eun Yoo sudah tidak tahan lagi “dengar, kakiku memang terkilir,tapi bukan berarti tanganku tidak bisa menjambak rambutmu”

“kau lucu sekali Eun Yoo-shii, aku tidak sedang mencari masalah”

“tapi bagiku perkataanmu sudah merupakan undangan untuk mencari masalah denganku”

“apa salah menyukai seseorang?”

“ya… karena orang yang kau sukai itu adalah namjachinguku”

“kalian saling mencintai kan?”

“tentu saja…”

“lalu kenapa kau marah kalau aku bilang suka pada Baek Hyun-shii. Itu artinya kau ragu dengan cinta kalian. Seharusnya kau kan tidak perlu khawatir selama Baek Hyun-shii masih menomorsatukan dirimu. Ah… atau mungkin kau tidak yakin? Apa kau menganggap aku bisa merebutnya darimu? Um… menarik sekali, seperti undangan”

Eun Yoo menggertakkan giginya, meremas jarinya saking emosi. Detik berikutnya emosi Eun Yoo sudah meluap, dengan ganas ia menyerang yeoja itu dan menjambak rambutnya. Yeoja tadi tidak mau kalah, ia balas menarik rambut Eun Yoo, bahkan sempat membenamkan kepala Eun yoo ke dalam washtafel yang sudah penuh air.

Eun Yoo memberontak,dan meninju perut yeoja itu, membuatnya terhuyung sampai menghantam tembok. Yeoja itu meringis, kemudian berlari keluar dari toilet…

“Hyaa… jangan kabur, yeoja sialan” Eun Yoo hendak mengejar tapi kondisi kakinya tidak mendukung. Akhirnya dia hanya bisa mengumpat di depan toilet, dan menahan sabar agar tidak berteriak seperti orang gila, karena banyak siswa yang lalu lalang. Itu saja sudah membuatnya menjadi pusat perhatian.

“Eun Yoo-shii… apa yang terjadi?” tanya seseorang, membuat Eun Yoo menoleh

Eun Yoo melengos “aku sudah cukup pusing, ditambah kehadiranmu aku pasti akan gila” ucap Eun Yoo pada Kai yang menghampirinya saat itu.

Kai tidak menggubrisnya, ia hanya menyerahkan selembar sapu tangan untuk Eun Yoo “kau basah kuyup, sebaiknya keringkan tubuhmu sebelum kau kena flu.

Eun Yoo menatap Kai dan sapu tangan itu bergantian. Ternyata namja ini tidak begitu buruk.

Eun Yoo menerima sapu tangan itu dan menyeka wajahnya “gomawo” lirih Eun Yoo pelan

Kai bahkan melepas jas seragamnya dan memberikannya pada Eun Yoo “terlihat” lirihnya

Eun Yoo tidak mengerti awalnya, tapi setelah ia menunduk menatap dadanya yang basah kuyup ia akhirnya mengerti. Ia langsung meraih jas pemberian Kai dan menutupi dadanya agar Bayangan Bra nya tidak tampak.

Baek Hyun mengumpat berkali-kali. Gor sedang sepi, ruang ganti juga kosong. Ia sudah bertanya ke pak pelatih yang kebetulan ada di situ menghitung jumlah bola

“apa Chan Yeol hyung tadi ke sini?” tanya Baek Hyun

“ani… sejak tadi aku hanya sendirian di sini, dan kebetulan kau datang, bisa kau bantu bapak membereskan ini?”

Baek Hyun jadi tidak enak sendiri “sebenarnya saya sedang terburu-buru pak, tapi baiklah” dengan buru-buru Baek Hyun mengumpulkan bola itu dan memasukkannya ke dalam sebuah kantung jala yang besar. Setelah itu ia bergegas meninggalkan gor menuju toiet yeoja.

Ia sedikit heran melihat siapa yang sedang bersama Eun Yoo, itu sepertinya Kai, karena dari kejauhan saja sosok itu sudah tampak begitu licik.

Begitu Kai melihat Baek Hyun sudah muncul di ujung koridor, Kai pun pergi sembari meninggalkan senyum maut untuk Eun Yoo.

“Eun Yoo-ah… gwenchana?” tanya Baek Hyun dengan nafas tersengal-sengal

“nae…”

“kenapa kau basah kuyup? Apa Kai mencelakaimu lagi? Kurang ajar…” Baek Hyun hendak mengejar Kai yang masih terlihat di ujung koridor, tapi tangannya dicegat Eun Yoo

“bukan seperti itu. Tadi ada siswi yang mengerjaiku sampai aku basah kuyup, aku ingin mengejarnya tapi  aku mengkawatirkan kakiku. uNtung saja Kai datang memberikanku sapu tangan dan seragamnya, bajuku basah kuyup”

Baek Hyun menghela nafas. Ia menanggalkan jas seragamnya “ganti dengan ini”

Eun Yoo paham, ia melepas jas milik Kai dan mengenakan jas Baek Hyun

“apa Kai juga melihat itu?” Baek Hyun menunjuk dada Eun Yoo dengan dagu. Bra nya yang berwarna pink benar-benar tergambar jelas dibalik seragamnya yang basah. Jas untuk siswi memang kerahnya sedikit rendah, jadi kemeja putih di dalamnya tampak dengan jelas, dan saat basah akan tembus pandang.

Eun Yoo menyeringai tidak jelas “sebenarnya Kai yang menyadarkanku kalau ini kelihatan”

Baek Hyun mengeratkan remukan tangannya, berusaha meredam emosi. “mana jas milik Kai? Aku ingin mengembalikannya”

Eun Yoo memberikannya dengan ragu “kau tidak marah kan?”

“marah untuk apa? Dia sudah menolongmu, kenapa aku marah. Sebaiknya kita ke kelas aja, keringkan badanmu”

“nae”

“Kim Jong In” seru Baek Hyun saat menemui Kai di dalam GOR

Kai cukup salut, Baek Hyun berani memanggilnya dengan nama lengkap, itu artinya dia datang tidak dalam keadaan ramah “ada apa?”

“sudah kuduga kau di sini. Aku hanya ingin mengembalikan jas mu. Yeojachinguku sudah tidak butuh”

Kai menerima jasnya dan memperhatikan seragam Baek Hyun tanpa jas, artinya dia memberikan jasnya sendiri pada Eun Yoo “kau tidak perlu menekankan hal itu, aku tahu dia yeojachingumu”

“bagus kalau kau paham. Terima kasih sudah membantu yeojachinguku”

“bukan masalah besar, aku senang membantunya”

Baek Hyun mengertakkan giginya berusaha menahan emosi agar tidak meledak “selanjutnya kau tidak perlu repot-repot menolongnya, karena dia sudah punya aku”

“tapi tadi aku tidak melihat penolongnya, saat aku ada di situ, yeojamu sempat jadi bahan tontonan para siswa. Kau tidak mau kan tubuh yeojamu menjadi tontonan gratis”

“jaga ucapanmu, aku ke sini  bukan untuk mencari masalah”

“aku tahu, aku hanya mengingatkanmu” Kai berjalan pelan melintasi Baek Hyun”makanya jaga Eun Yoo baik-baik”bisik Kai sebelum ia benar-benar pergi.

Baek Hyun semakin berang, kenapa Kai menyebut nama Eun Yoo begitu akrab. Tapi Baek Hyun berusaha menahan sabar.

Di dalam kelas Baek Hyun tidak banyak bicara. Ia hanya fokus pada penjelasan sonsengnim. Sementara Eun Yoo mengkhawatirkannya. Eun Yoo sering bertanya tapi Baek Hyun hanya menjawab sekenanya. Sampai saat Eun Yoo bersin, barulah Baek Hyun menoleh

“gwenchanayo?” tanya Baek Hyun

“nae… ah pasti karena tadi sempat basah kuyup”jawab Eun Yoo sambil tertawa

“sepertinya kau terserang flu. Setelah ini kita langsung pulang saja”

“bukannya kau ada latihan? Kapten basket mana bisa bolos”

“seorang kapten juga punya privasi”

Barulah Eun Yoo tersenyum lega.

Baek Hyun POV

Aku mengantar Eun Yoo pulang, memastikannya minum obat dan istirahat, barulah aku kembali ke GOR sekolah untuk latihan. Lagipula ada yang ingin kubiicarakan dengan Chan Yeol hyung.

“ah… anieyo, aku tidak pernah memanggilmu tadi siang. Aku juga sibuk mengerjakan tugas di kelas”jawab Chan Yeol hyung saat kutanyakan masalah dia meminta Chen memanggilku “aku bahkan tidak bertemu Chen seharian, dan sepertinya dia tidak muncul untuk latihan hari ini”

“lalu siapa yang mengerjaiku? Kenapa Chen menipuku?”

“apa terjadi sesuatu?”

Aku mengangkat wajah, “tidak ada, sepertinya ada yang sedang iseng denganku”

“mungkin ulah penggemarmu lagi”

Aku tertawa “aku tidak setenar itu”

“tapi Eun Yoo selalu mengeluh tentang penggemarmu”

“benarkah? Eun Yoo tidak pernah cerita”

“mungkin dia tidak ingin kau resah”

Aku menghela nafas kenapa aku begitu tidak peka terhadap yeojachinguku sendiri. Aku tidak tahu kalau selama ini dia menanggapi serius setiap yeoja yang mendekatiku.

PRRRRIIIITTTTTTTTT……..

Peluit pak pelatih sudah berbunyi nyaring, artinya saatnya latihan serius. kami dibagi ke dalam 2 tim. Aku, Chan Yeol hyung dan 3 pemain cadangan tergabung dalam tim A, sementara Kai, Su Ho, D.O, dan 2 pemain cadangan tergabung dalam tim B.

Walau ini bukan pertandingan, aku tetap harus serius, apalagi ini pertama kalinya aku berhadapan head to head dengan Kai sebagai kapten tim, dan sebagai penyerang utama.

Pak pelatih memegang bola di tengah-tengah kami, mataku tak pernah lepas dari Kai, dia pun begitu. Mata kami beradu seolah hendak saling membunuh.

PRIIITTT… peluit tanda permainan dimulai pun berbunyi, pak peatih melempar bola ke atas. Ah sial, Kai lebih tinggi dariku, tapi lompatanku jelas lebih tinggi darinya. Aku mengoper bola yang kudapat ke Chan Yeol Hyung. Ditangkap dengan baik olehnya, sampai ketika aku menembus pertahanan Su Ho, Chan Yeol hyung mengoper bola padaku, kutembakkan bola ke ring. Dan 3 point pertama ku pun tercetak.

Kai menatapku sambil tersenyum licik “tidak begitu buruk, tapi santai saja, ini baru menit pertama”

“aku cukup santai, bahkan tadi itu terlalu santai, bagaimana denganmu? Apa tadi kau merebut bola dariku? Aku lupa” balasku tidak mau kalah. Dia bisa meremehkanku, tapi tidak pada kenyataannya.

Kalau boleh memilih, aku lebih baik bersama Chan Yeol hyung dan membiarkan tim inti lainnya tergabung, karena bagiku tekhnik Chan Yeol hyung lebih di atas dari pada 3 orang itu. Buktinya, tidak ada yang bisa menerobos pertahanannya. Bahkan Kai yang sombong itupun. Hanya 5 kali ia menembus pertahanan kami yang dijaga pemain cadangan karena Chan Yeol hyung dikawal Su Ho dan D.O

32-17, kemenangan di pihak kami. Cukup telak padahal baru babak pertama. Aku memang tidak sehebat Chan Yeol hyung dalam posisi bertahan, tapi ajaib, Kai tidak bisa melewatiku,  dengan mudah aku merebut bola darinya, dan mencetak angka lagi. Begitu seterusnya sampai permainan berakhir. 76-33. Apa sampai di sini kemampuan Kai?

“kenapa dengan kalian? Kemana power yang kalian punya?” tanya pak pelatih pada tim Kai

“Chan Yeol hyung sulit ditembus sonseng-nim”lapor D.O kewalahan mengatur nafas

“apalagi kita mainnya full time tanpa cadangan”tambah Su Ho

“ara… ara… yang kuherankan adalah Kai, kau sedang tidak enak badan?”tanya pak pelatih lagi

“aneiyo sonsengnim”

“lalu kenapa permainanmu hancur begitu?”

Kai tidak menjawab, hanya sibuk mengelap keringat

“sulit mengimbangi mereka sonseng-nim, Chan Yeol hyung pemain bertahan terkuat, dan Baek Hyun-ah penyerang terkuat di tim inti. Bukankah itu berat sebelah”protes D.O

“kalian juga pemain inti, bahkan kalian ada 3 orang, apanya yang berat sebelah?”

D.O sudah tidak mau menggubris lagi, dia lebih sibuk meredakan lelahnya.

“baiklah, latihannya sampai di sini, besok istirahat, tidak ada latihan. Siapkan stamina kalian”

“nae sonsengnim” sahut mereka serempak

Mereka pun bubar, aku dan Chan Yeol hyung mengemasi barang kami di ruang ganti.

“lumayan” ucap seseorang membuat aku menoleh dan menutup pintu loker. Ternyata yang bersuara barusan adalah Kai

“apanya yang lumayan?”tanyaku sembari memakai  jacket

“permainanmu. Jadi kau bisa tau kan, bukan tanpa alasan aku menantangmu. Dalam tim hanya ada satu penyerang terkuat”

“jadi kau ingin memastikan siapa yang seharusnya mendapat predikat itu?”

“kau bisa mengartikannya seperti itu”

Aku menghela nafas lelah “kalau kau mau, ambillah, aku bermain basket bukan untuk mendapatkan predikat itu” aku meraih ranselku dan memakainya. Chan Yeol hyung menepuk pundakku dan mengajakku pulang

“kita lihat saja nanti, kau sendiri yang akan datang padaku dan meminta agar kita bertanding dan disitulah kita lihat, siapa yang terkuat”tantangnya lagi membuat emosiku kembali tersulut

“Kai-shii, sebaiknya kau pulang dulu, kau masih baru di sini, dan kuharap kau tidak lupa dengan siapa kau bicara. Terima atau tidak, kau berada di dalam tim yang kaptennya adalah Baek Hyun”Chan Yeol hyun menengahi sebelum aku betul-betul mengamuk dan meninju wajah Kai itu

“aku hanya masih baru, Chan Yeol-sunbae. Tapi bukan berarti Baek Hyun lebih pantas menjadi kapten ketimbang diriku”

“permainan barusan sudah menjawabnya, walaupun kau tidak sungguh-sungguh, aku bisa melihatnya. Tekhnikmu masih selevel di bawah Baek Hyun”

Kai justru tertawa “untuk itu aku ingin meyakinkan kalian. Aku ingin duel dengan Baek Hyun, satu lawan satu”

“maaf, aku tidak berminat” aku beranjak pergi

“ingat kata-kataku tadi, aku masih membuka tantangan ini, jadi kalau kau sudah siap dan tidak TAKUT  lagi, datanglah padaku”

Hendak kurobekkan saja mulut Kai saat itu, untung saja Chan Yeol hyung mencegahku. Melihat tatapan teduhnya membuatku teringat pada Eun Yoo. Yah… mata mereka sama, beruntung aku bisa akrab dengan Chan Yeol hyung. Dia dan Eun Yoo sama-sama punya sesuatu yang bisa meredakan emosiku.

Akupun tidak menggubris Kai dan pergi meninggalkan GOR bersama Chan Yeol hyung. Aku juga singgah di rumahnya untuk menengok Eun Yoo, memastikan yeojaku itu baik-baik saja.

Kai POV

Aku menatap kepergian kedua orang itu dengan senyum kemenangan. Setidaknya aku sudah menyentuh titik itu, sebentar lagi Baek Hyun sendiri yang akan datang padaku dan menantangku.

Kuraih ranselku dan berniat meninggalkan GOR.

“Kai” suara seorang yeoja menghentikan langkahku.

“Oh… Kristal-shii” sambutku berlagak ramah. Yeoja ini juga cantik

“bagaimana rencanamu? Lancar?”

“nae… sedikit lagi dan kau bisa menyaksikan retaknya hubungan mereka. Saat itu kau bisa memiliki Baek Hyun”

“aku tidak begitu yakin” kristal bergelayut manja di lenganku. Aku sendiri heran, tempo hari dia bilang kalau dia sangat menyukai Baek Hyun, makanya dia bersedia membantuku mengerjai Eun Yoo saat di toilet waktu itu. tapi kenapa dia seperti tidak berdaya di hadapanku?

“kau meragukanku?”

“tidak…” Kristal tersenyum dan merangkul leherku, membuat kami berpandangan satu sama lain”

Aku dan Kristal adalah teman di masa lalu. Yah saat aku masih SMP dan bersekolah di seoul, sebelum pindah ke Busan, Kristal adalah tetanggaku. Kami memang sempat dekat, tapi hanya sebatas itu, karena aku tidak mengerti hubungan yang seharusnya kupunya dengan Kristal. “coba katakan padaku, kau menyukai Baek Hyun atau aku?”

“Baek Hyun-shii”

“lalu kenapa kau seperti ini padaku?”

“ayolah Kai, siapa yang bisa mengabaikan pesonamu?”

Aku tersenyum. Lihatlah, bahkan kristal Pun mengakuinya. Kristal mengaku sejak kelas satu menyukai Baek Hyun, tapi toh dia tetap bisa jatuh ke tanganku dengan mudah.

“apa kau sudah punya kekasih? Atau paling tidak, apa ada yeoja yang sedang kau sukai?” tanya Kristal

“molla… aku hanya sedang penasaran pada satu orang yeoja, aku tidak tahu apakah rasa penasaranku ini bisa diaktegorikan sebagai suka atau hanya perasaan biasa”

“siapa yeoja beruntung itu? Baru kali ini aku mendengar ada yeoja yang bisa membuat seorang Kai penasaran”

“dia hanya yeoja biasa, dia beda dengan yeoja sepertimu”

“apa maksudmu? Aku sedikit tersinggung”

“maksudku, tidak sepertimu, yeoja ini sudah menolakku bahkan di pertemuan pertama”

“apa ada yeoja sebodoh itu?”

“ada… dan itulah yang membuatku penasaran”

“kau butuh bantuanku?”

“tidak perlu, aku bisa mendapatkannya sendiri, sebentar lagi yeoja itu akan berlari kepadaku”

“siapa yeoja itu?”

Aku tersenyum, malas membalas pertanyaannya yang begitu banyak. Lalu kubungkan mulut Kristal dengan bibirku. Dan itu cukup ampuh, karena yeoja itu sudah tidak bertanya lagi setelah ciuman itu kulepas.

Seperti hari-hari sekolah biasanya, aku harus menahan sabar melihat tingkah dua orang di depanku ini. Yah… mereka memang tidak keterlaluan, tidak berciuman atau berpelukan mesra di hadapanku, tapi tingkah mereka membuatku muak. Tindakan Baek Hyun memang sangat sederhana, hanya mengusap puncak kepala Eun Yoo, mencubit hidungnya dengan gemas, dan berpegangan tangan. Tapi itu sudah cukup membuatku hendak menghentikan mereka.

Apa aku cemburu? Entahlah… aku bisa saja melakukan hal yang lebih ekstrim dari itu. Karena banyak yeoja yang mengejarku. Masih banyak yeoja yang lebih cantik dan lebih cute dari Eun Yoo, dan aku bisa mendapatkan mereka dalam hitungan detik. Tapi… tetap saja mereka bukan Eun Yoo, mereka tidak seperti Eun Yoo, mereka tidak punya sesuatu yang dimiliki Eun Yoo yang sampai saat ini masih membuatku penasaran.

Aku begitu jengah melihat Baek Hyun tertawa bahagia bersama Eun Yoo. Mereka seolah hidup di dunia mereka sendiri. Siapa yang akan menyangka aku dan Baek Hyun terlibat perang dingin, tapi saat Eun Yoo ada, Baek Hyun seolah tidak ambil pusing dengan sikapku. Dia tetap ramah seperti biasa. Dan itu pasti karena Eun Yoo. 

“Panggilan ditujukan kepada Byun Baek Hyun kelas 2A, harap segera ke ruang guru”terdengar suara dari speaker koridor kelas Bertepatan saat jam istirahat pertama.

“hm… kenapa lagi denganmu?” tanya Eun Yoo curiga, aku bisa mendengar percakapan mereka karena jaraknya sangat dekat dan terpampang jelas di mataku

“paling urusan basket. Aku ke kantor dulu yah”

“aku tunggu di kantin”

“ok” lagi-lagi Baek Hyun dengan santainya mengusap puncak kepala Eun Yoo, dan sepertinya Eun Yoo menyukainya. Aku juga ingin melakukan hal yang sama.

Baek Hyun pun pergi, dan Eun Yoo sudah menuju kantin yang berlawanan arah dengan ruang guru yang dituju Baek Hyun.

Aku mengikuti Eun Yoo dari belakang.

Aku takjub… bukan karena kelebihan yang dimiliki yeoja ini. Aku hanya takjub dengan kecerobohan yeoja ini. Dia sangat mudah terjatuh dan menabrak sesuatu. pertama lututnya terbentur tempat sampah kayu di depan ruang kelas 2 C, berbelok di persimpangan koridor, dia menabrak siswi lain, ia juga menyenggol tangga besi dan hampir menimpanya kalau saja aku tidak menahan tangga itu, anehnya Eun Yoo tidak menyadarinya.

Puncaknya adalah saat menuruni tangga menuju kantin, ia tersandung oleh kakinya sendiri, dan dia bisa saja terjatuh dari lantai dua kalau saja aku tidak sigap menangkap pinggangnya. “Hya… apa kau bisa berjalan dengan benar?” bentakku tanpa sadar, bisa-bisanya yeoja ini mebuatku sekhawatir ini

“kenapa kau marah-marah, kalau tidak ikhlas menolongku ya sudah jangan menolongku” Eun Yoo mendorongku hingga ia terlepas dari pelukanku. Sialnya ia kembali limbung dan hampir terjatuh. Dengan sigap kutarik tangannya dan ia kembali terhempas ke pelukanku.

“berhati-hatilah” ucapku dengan nada diturunkan sedikit

“arasso… aku juga punya mata” ia bergegas pergi. Lihat saja, semua pertolonganku barusan bahkan tidak membuatnya simpatik. Padahal itu tulus, bukan seperti 2 kejadian yang lalu. Saat di GOR dan di depan toilet wanita. Kali ini di luar rencana, dan itu murni refleks. Aku heran sendiri.

Aku mengerutkan kening ketika Eun Yoo berbelok masuk ke dalam perpustakaan yang sepi itu. Ia seperti mencari sebuah buku di rak yang paling tinggi, padahal dia tidak bisa mencapainya, bahkan dengan berjinjit.

Sialnya yeoja ini nekat. Dia melompat sambil menarik ujung buku yang dicarinya. Dan aku bisa melihat buku-buku disebelahnya jadi ikut bergerak dan bersiap jatuh menimpa Eun Yoo. Dengan sigap aku berlari dan meraih yeoja itu ke dalam pelukanku, melindungi tubuhnya dengan punggungku sendiri. Buku-buku itupun berjatuhan menimpaku. Sialan… rasanya sakit sekali, bahkan ada yang menimpa kepalaku. Dan itu membuatku pusing, mungkin saja aku akan pingsan. “gwenchanayo?” tanyaku saat memastikan Eun Yoo baik-baik saja

Bisa kulihat dia cukup kaget, karena wajahnya pucat “nae… gwenchana”

“syukurlah” ucapku entah datang dari mana kelegaan itu. Melihat yeoja ini baik-baik saja, hatiku jadi lega sendiri

“KYAAA… DARAAAHHH” pekik Eun Yoo membuatku kaget

“kenapa? Kau berdarah?” tanyaku panik

“babo… kau yang berdarah” Eun Yoo menyeka keningku, dan memperlihatkan sebercak darah yang ada ditangannya “kenapa kau senekat itu menolongku? Kau jadi terluka”

Aku kembali heran, bukannya berterima kasih, yeoja ini malah memarahiku.

“ikut denganku”

“kemana?”

Eun Yoo tidak menjawab. Ia menarik tanganku, memaksaku mengikutinya dengan langkah cepat.

Terkahir kuketahui, ia mengajakku ke UKS. Kebetulan tidak ada yang menjaga. Eun Yoo sendiri yang mengobati lukaku.

Katakan aku gila, ini pertama kalinya aku merasa segugup ini berdekatan dengan seorang yeoja. Saat Eun Yoo mengoleskan obat di keningku, menyeka darah di keningku, dan menutupi lukaku dengan perban, semuanya membuatku gugup. Jaraknya sungguh dekat. Dan aku hampir kehilangan kendali saat bibirnya terpajang jelas di hadapanku.

“selesai” ucapnya membuyarkan lamunanku “untung saja lukamu tidak parah”

“gomawo” ucapku. Lihatlah…, sejak kapan aku bisa mengucapkan kata itu?

“ani… seharusnya aku yang berterima kasih, kalau bukan karena kau, aku pasti celaka. Gomawoyo… Jong in-shii” ucap Eun Yoo lembut. Dan untuk pertama kalinya aku suka dipanggil dengan nama itu.

‘bukan masalah besar, santai saja”ucapku berusaha meredam kegugupanku.

“ng maaf Jong In-shii, sepertinya aku harus ke kantin, Baek Hyun pasti sudah selesai dengan urusannya”

Aku terperanjat. Aku bahkan lupa kalau nama itu berada di antara aku dan Eun Yoo. Aku tidak rela…

“sekali lagi terima kasih, annyeong” Eun Yoo berbalik hendak meninggalkanku. Tapi tanpa bisa ku cegah, tanganu sudah menangkap lengan Eun Yoo, mencegahnya pergi. Yeoja itu verbalik “waeyo?”

Aku tidak menjawab. Pikiranku sudah blank, aku berdiri dan berhadapan dengan Eun Yoo. Meraihnya ke dalam pelukanku

“Jong In shii, lepaskan, ini tidak etis” Eun Yoo meronta, bahkan untuk kupeluk saja dia menolak. Itu membuatku marah, kulepas pelukanku itu, lalu kuraih tengkuknya dan mendekatkan wajahku ke arahnya. Aku sudah hampir menggapai bibirnya tapi Eun Yoo lebih cepat mendorongku, terakhir dia menamparku keras-keras. “kau gila… aku membencimu” dan Eun Yoo  berlari meninggalkanku

Astaga… apa yang baru saja kulakukan? Padahal  Aku sudah berhasil membuat yeoja itu melunak padaku, dan karena ambisiku yang tidak terkontrol, aku merusak semuanya. Eun Yoo pasti akan semakin benci padaku.

Eun Yoo POV

“akhir-akhir ini Chan Yeol hyung jadi orang sibuk yah” respon Hyunie ku saat ku minta dia menemaniku lagi malam ini. Chan Yeol oppa lagi-lagi ikut rapat di perusahaan.

“nae, kadang aku kasihan, waktu tidurnya sangat sedikit. Pagi sekolah, sore basket, malam urusan perusahaan, belum lagi kalau ada PR,oppa terkadang keteteran membagi waktu”

“padahal masih SMU, tapi kesibukannya sudah seperti pengusaha umur 30 tahun saja”

Aku hanya bisa menghela nafas. Aku pernah meminta oppa berhenti dari tim basket saja agar sorenya bisa dia gunakan untuk istirahat, tapi dia bilang, dengan bermain basket sama saja dia sudah refreshing selama seminggu. Entah di mana logikanya. Ah sudahlah, bukan Chan Yeol oppa namanya kalau tidak keras kepala. “Hyunie-ah, ayo makan. Aku sudah memasaksejak tadi , nanti keburu dingin”

“kau masak apa?”

“cream pasta, dan steak ayam”

“mendengarnya saja perutku sudah sangat lapar”

Aku tertawa, kemudian menggamit lengan Hyunie menuju meja makan.

“hm… sepertinya aku akan belepotan lagi saat makan, kenapa kau suka memasak makanan yang bersaos?”

“aku akan menyuapimu agar tidak belepotan” aku meraih sepiring spagetti buatanku itu, aku menyuapi Baek Hyun dengan garpu

“hm… enak…”

Aku jadi bangga sendiri, tidak sia-sia aku sering di dapur sejak SMP. Aku melarang Oppa oppa menyewa pembantu karena kami hanya berdua, dan aku adalah seorang yeoja, aku merasa terhina kalau predikatku sebagai seorang yeoja tidak kugunakan. Apalah susahnya mengurusi rumah yang tidak terlalu besar ini, dengan hanya 2 orang penghuninya.

“kau juga makan lah” Hyun meraih garpu yang kupegang, melilitkan spageti itu dan menyuapiku “ck… aku memang payah, mulutmu sampai belepotan begitu” Hyun menyeka bibirku dengan jemarinya. Dan aku jadi gemetaran sendiri.

Lagi-lagi keinginanku untuk berciuman dengan Baek Hyun kembali mengusikku. Dan aku teringat kejadian tadi pagi di sekolah saat Kai hampir saja menciumku. Itu adalah petaka di balik keberuntungan. Awalnya kukira Kai adalah orang yang baik karena dia menyelamatkanku berulang-ulang. Tapi ujung-ujungnya dia malah punya niat jahat. Bagaimana kalau dia berhasil menciumku? Padahal aku ingin memberikan ciuman pertamaku pada Baek Hyun.

“Eun Yoo-ah… gwenchana?” suara Baek Hyun menyadarkanku

“ah nae… gwenchana” aku meraih tissue dan menyeka bibirku sendiri

“sejak di sekolah kau jadi sedikit aneh, apa terjadi sesuatu? apa ada yang mengganggumu?” tanya Baek Hyun cemas. Kadang aku heran sendiri dengan tebakannya. Feelingnya terhadapku sangat kuat, bahkan saat aku menyembunyikan masalah apapun, dia pasti menyadarinya, selihai apapun aku menutupinya.

“anieyo… hanya saja akhir-akhir ini, moodku cepat berubah” jawabku asal, semoga saja Baek Hyun percaya

Baek Hyun menghela nafas, kemudian mengusap puncak kepalaku, cara yang sering ia lakukan untuk menenangkanku. Dan itu manjur, aku merasa tenang setelahnya “kalau terjadi sesuatu, ceritakan saja padaku”

Baekhyun seperti mengetahuinya, aku memang tidak pandai bohong di hadapannya. Dia terlalu mengenalku. “hm… aku akan bercerita secepatnya” ungkapku juga akhirnya

Usai makan malam, aku mengajak Baek Hyun ke kamarku. Sepertinya aku harus menceritakan semuanya, karena aku tidak mau menyembunyikan apapun padanya. Aku memilih duduk berhadapan di sofa kamarku

“tadi pagi, saat kau ke ruang guru…” aku memulai pembicaraanku “aku tidak menyangka kalau Jong In mengikutiku ke kantin”

“jong In? maksudmu Kai?” Baek Hyun membelalak kaget

“nae… kumohon jangan menyela, dan jangan salah paham, aku akan menceritakan semuanya tanpa menguranginya”

Baek Hyun seperti berusaha meredam emosinya “baiklah…lanjutkan ceritamu”

“aku baru menyadari kalau Kai mengikutiku saat aku hampir saja terjatuh di tangga. Dia menangkap tubuhku dan menyelamatkanku”

“menangkap? Maksudmu, dia memelukmu?”

Aku mengangguk takut-takut.

Bisa kulihat Baek Hyun menggertakkan rahangnya menahan marah

“tapi aku langsung mendorongnya, aku mana mungkin membiarkannya memelukku lama-lama”

“hm… aku mengerti, setidaknya kau tidak terluka”

Aku bernafas lega, untung saja Baek Hyun memikirkan sisi positifnya “lalu… saat aku mencari buku di perpustakaan… Kai ternyata masih mengikutiku. Aku begitu ceroboh sampai buku-buku itu hampir jatuh menimpaku, kalau saja…”

“kalau saja apa?”

“kalau saja Kai tidak datang dan menyelamatkanku lagi.dengan dirinya sendiri dia menutupiku hingga yang tertimpa buku adalah tubuhnya, bukan aku”

Baek Hyun tidak merespon lagi. Tapi aku tahu dia terluka saat tahu aku berpelukan dengan namja lain, walau itu tidak disengaja

“dahinya sampai berdarah, makanya aku mengajak Kai ke UKS dan mengobati lukanya. Ia berterima kasih, aku balas berterima kasih karena memang aku yang seharusnya berterimakasih” aku menarik nafas, klimaksnya adalah ini “saat aku hendak pergi, Kai menarik tanganku. Saat aku menoleh dan bertanya, dia tidak menjawab. Dia malah memelukku dengan sangat erat. Jelas saja aku berusaha melepaskan diri, dan buntutnya Kai hampir menciumku”ucapku akhirnya

Tanpa kuduga, Baek Hyun langsung berdiri, meraih HP nya dan menelpon seseorang, aku jelas panik. “yeoboseyo, D.O-shii, kau tahu alamat rumah Kai?”

Aku tersentak kaget. Segera ketarik jacketnya saat ia hampir keluar dari kamarku “kau mau kemana”

Baek Hyun tidak menjawab. Dia tetap fokus pada HP nya “aku hanya ada urusan dengannya___. Nae, aku tahu daerah itu. Gomawo” Baek Hyun melepaskan cengkramanku dan beranjak pergi dengan emosi bergemuruh, bisa terlihat dari wajahnya yang memerah menahan amarah.

Aku berusaha menahannya, jacketnya sampai sobek saat kutarik “Baek Hyun-ah, jangan gegabah kumohon. Kai hanya hampir menciumku, aku berhasil mendorongnya dan menamparnya sebelum itu terjadi” pintaku mati-matian, aku bahkan menangis, tapi Baek Hyun tidak peduli

“lepaskan aku Eun Yoo-ah… orang itu sudah kelewatan, dan dia harus diberi pelajaran”bentak Baek Hyun dengan berang

“kumohon jangan… kau bisa terluka”

“lepaskan…”

“BYUN BAEK HYUN!!!” aku menarik tubuhnya ke arahku dan memeluknya dengan sangat erat untuk meredam emosinya. Aku bisa mendengar deru nafasnya yang memburu, dan detak jantungnya yang berlomba. Aku belum pernah melihat Baek Hyun semarah ini “kumohon jangan… aku tidak ingin melihatmu terluka… kumohon jangan pergi”

“lepaskan Eun Yoo-ah…”

“baiklah… kalau kau ingin melihatku mati, pergilah”aku meregangkan pelukanku, bisa kulihat Baek Hyun mematung. Cukup lama ia seperti itu, dan suasana semakin mencekam tatkala yang terdengar hanya suara nafas memburu dan isak tangisku

Detik berikutnya ia berteriak dan meninju tembok kamarku sampai kulihat ada retakan. Dan selanjutnya kulihat darah menetes di tembok saat tangannya masih menempel di sana. Aku jelas tertegun, Baek Hyun sampai seperti itu untuk meluapkan emosinya. Bagaimana kalau pukulannya tadi itu melayang ke wajah Kai, aku jamin namja itu tidak akan selamat.

Aku bergegas mengambil kotak P3K di lemariku, menuntun Baek Hyun yang sudah seperti robot itu kembali ke sofa. Dan disela isak tangisku, aku mengobati luka Baek Hyun yang cukup parah, kulitnya terkelupas dan dagingnya sedikit terkoyak, aku khawatir jarinya retak, padahal tangan ini begitu penting baginya.

Kami hanya diam seperti ini sampai aku selesai membalut lukanya. Setelah ini aku akan memaksa Baek Hyun memeriksakan tangannya di RUMAH SAKIT.

Aku memberanikan diri untuk menatap mata Baek Hyun. Betapa terkejutnya aku melihatnya, sudah tidak ada lagi mata menyala manahan emosi, yang ada adalah pancaran mata sendu yang terluka. Tangisku kembali pecah. Aku merasa sangat bersalah telah membuatnya terluka. “Mianhae… mianhae…” lirihku tertahan sembari berusaha menguasai tangis yang tak kunjung berhenti.

“kenapa kau memita maaf?” tanpa kuduga ia merespon

“karena aku telah membuatmu terluka”

Baek Hyun menghela nafas, kemudian meraihku ke dalam pelukannya “bukan salahmu.lagi-lagi aku yang tidak waspada, seharusya aku tidak meninggalkanmu sendirian”

“kumohon jangan menyalahkan dirimu lagi. Ini sudah cukup membuatku sakit saat melihatmu terluka, jangan menambahnya dengan menyalahkan dirimu sendiri”

Baek Hyun terdiam sejenak “aku tidak tahu harus bagaimana mengambil sikap Eun Yoo-ah. Aku sangat marah, dan aku seolah ingin menghabisi nyawa Kai saat ini juga setelah mengatahui apa yang ia lakukan padamu”

“Hyunie-ah… yang perlu kutekankan di sini adalah, Kai tidak melakukan apa-apa padaku, semuanya bisa kucegah saat itu juga”

“aku tahu itu, tapi tetap saja ia hampir menciummu. Kalau aku tidak memberinya pelajaran, hal itu bisa terulang, dan aku tidak bisa menjamin kau bisa menghindar untuk kedua kalinya”

“aku akan berusaha menghindarinya, aku akan menjahinya, aku akan menhindari tempat yang ada dia di sana”

Baek Hyun meregangkan pelukannya dan menatapku nanar “kau lupa kalau kita sekelas dengannya?”

Aku tidak bisa membalas ucapannya, dia benar. Mana bisa aku menghindar sementara kami sekelas dengan Kai

“dengar, dengan atau tanpa persetujuanmu, aku tetap akan membuat perhitungan dengan Kai. Sebagai namjachingumu, aku jelas terhina saat ada namja lain yag hampir menyentuhmu”

“Tapi…”

“kau tidak perlu khawatir, aku bisa jamin tidak akan ada yang terbunuh dalam hal ini”

Mendengar kata itu aku justru semakin takut. “Baek Hyun-ah…”

“kalau Chan Yeol hyung tahu hal ini, akan lebih parah lagi, aku jamin Kai tidak akan berani ke sekolah lagi”

“Baek Hyun-ah, kau bukannya menenangkanku, justru membuatku semakin khawatir”

“maka dari itu, jangan mencegahku, kalau tidak, Chan Yeol hyung akan tahu hal ini.ara?”

Aku menghembuskan nafas panjang “arasso… aku tidak diberi pilihan yang menguntungkan”

Baek Hyun mengusap puncak kepalaku dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya terluka.

“Hyunie-ah… kau harus ke dokter setelah ini”

“hm… akan kulakukan nanti. Sekarang bisakah kau membuatkanku cokelat panas? Aku butuh itu”

“ah nae… tunggu sebentar” aku bergegas meninggalkan kamar menuju dapur. Jarang-jarang Baek Hyun memintaku membuatkannya sesuatu.

Hanya butuh 5 menit dan cokelat panas pesanan Baek Hyun sudah selesai. Akupun membawanya ke kamar tempat Baek Hyun menunggu.

Aku tersenyum. Baek Hyun-ku tertidur. Rasa sakit di tangannya pasti membuatnya mengantuk. Aku meletakkan cokelat panas tadi di atas meja dan perlahan menghampiri Baek Hyun.  Aku duduk di sebelahnya dan memandangi wajahnya saat tertidur. Oh Tuhan… betapa tampannya namjachinguku ini, wajahnya begitu meneduhkan.

Tanpa kuperitah, tanganku bergerak membelai rambutnya, dan memindahkan ujung rambut yang menutupi keningnya. Tanganku bergerak turun membelai pipinya dengan lembut dan berakhir saat ujung jariku menyentuh sudut bibirnya yang kecil.

Hasrat itu kembali muncul. Untuk sekedar mengecup bibir mungil itu. Tidak masalah kalau Baek Hyun sedang tertidur, itu justru membuatku tidak perlu malu. Yah… sudah kuputuskan, sebelum ada orang lain yang merebut ciuman pertamaku ataupun Baek Hyun, aku harus menyerahkannya pada namjachinguku ini

Aku membungkukkan badan mendekatkan wajahku ke arahnya. Ini sungguh memalukan, tapi tidak akan ada yang tahu.

Darahku seolah naik semua ke wajahku, membuat wajahku panas dan gemetaran. Tinggal beberapa senti lagi sampai aku bisa menyentuh bibirnya… dan…

“Eun Yoo-ah, aku pulang” seru seseorang di luar kamar memubuatku terkejut. Untung saja Baek Hyun tidak terbangun. Aku segera menenangkan diri dan mengumpat oppa berkali-kali, kenapa oppa selalu datang di saat yang tidak tepat. Waktu itu juga oppa yang menghentikan kami.

Aku membuka pintu kamar dan memandangi Chan Yeol oppa dengan jengkel “tumben pulang cepat”

“rapatnya cepat selesai, kan bagus kalau aku cepat pulang. Baek Hyun mana?”

“di dalam, sedang tidur”

“mwo? dia sampai tertidur? Hebat… dia bukan hanya tidak berani menyentuhmu, dia bahkan bisa tertidur sementara kalian hanya berduaan?hebat” ledek oppa lagi. Kali ini cukup membuatku panas. Chan Yeol oppa bahkan masuk ke kamarku untuk memastikan. “ckckckckckck… Baek Hyun-ah, aku takjub dengan pertahananmu. Dalam hal ini aku sepertinya kalah darimu”

Aku tidak mengerti apa yang dimaksud oppa barusan. Aku juga tidak mau ambil pusing, karena aku terlanjur kesal padanya

“Eun Yoo-ah, kenapa dengan tangan kanan Baek Hyun?”

“oh… itu” aku jadi gelagapan “itu karena… dia…”

“retakan itu dan bercak darah itu…???” oppa menunjuk tembok kamarku, bekas pukulan Baek Hyun tadi.

“itu… ng…”

“oh Hyung… rapatnya sudah selesai?” tanya Baek Hyun, sepertinya dia terbangun mendengar suara oppa. ia mengucek-ngucek matanya, sepertinya tidur singkatnya barusan benar-benar pulas.

“nae… baru saja, aku jelas tidak ingin menyusahkanmu terlalu lama”

“bukan apa-apa” Baek Hyun bergerak dan membetulkan jacketnya. Ia sempat keheranan melihat lengan jacketnya yang sobek, apa dia tidak sadar kalau itu karena ulahku

“kau mau pulang?”tanya Chan Yeol oppa

“nae…sudah pukul 11, lagipula kau sudah datang” jawab Baek Hyun sesekali menguap

“kau sudah gila? Menginaplah di sini malam ini. Aku jelas tidak mengizinkanmu pulang dalam kondisi mengantuk seperti itu”

“ah… ini bukan masalah besar”

“sayangnya aku tidak mengizinkanmu menolak tawaranku. Atau kau mau aku membakar mobilmu dulu baru kau mau menginap di sini?”

Baek Hyun menyeringai “kau sangat menakutkan hyung”

“makanya jangan menolak lagi. Kau tidur denganku saja” Chan Yeol oppa meragkul pundak Baek Hyun dengan akrabnya. Chan Yeol oppa sempat melirikku “kenapa kau menatapku begitu Eun Yoo-ah, kau cemburu karena Baek Hyun tidur denganku?”

Aku meninju lengan oppa “menjijikkan…”aku kemudian menatap cemas pada Baek Hyun “Hyunie-ah, hati-hati dengan oppa, bisa jadi kau dijadikan bantal semalaman”

Baek Hyun tertawa kemudian mengacak rambutku sebelum mengikuti langkah oppa menuju kamarnya. Syukurlah… sepertinya setelah tertidur tadi, mood Baek Hyun kembali membaik.

Paginya aku sengaja bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan. Setelah siap, aku menuju kamar oppa. jelas saja aku tidak masuk begitu saja seperti biasa karena ada Baek Hyun di dalam. Aku mengetuk pintu kamar oppa dengan hati-hati

“Oppa… Hyunie-ah, sudah pagi” seruku dari luar

“nae Eun Yoo-ah… kami sudah bangun. Baek Hyun juga sedang mandi”oppa yang menyahut

“aku sudah menyiapkan sarapan, kalau kalian sudah selesai langsung saja ke ruang makan”

“nae… arasso chagi-ah”sahut oppa lagi. Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan, kenapa dia tidak membukakan pintu untukku?

Akupun menunggu di ruang makan. Setelah 10 menit menunggu, barulah kedua namja tampan itu keluar dari kamar. Lucu sekali, Baek Hyun memakai pakaian santai Chan Yeol oppa, untung saja mereka satu ukuran, walau celananya agak kepanjangan. Anehnya Chan Yeol oppa hanya memakai celana seragam sekolah, dan belum mengenakan kemeja seragamnya, ia hanya meletakkan handuk kecil di bahunya karena rambutnya basah.

“tidurmu nyenyak Hyunie-ah?”tanyaku

“nae… awalnya memang aneh, karena biasanya aku tidur sendiri. Mungkin begini rasanya kalau punya saudara laki-laki”jawab Baek Hyun santai

Aku membantunya mencampur makanan dan menyuapinya karena tangannya sakit

“ah…kalian membuat mataku sakit” protes Chan Yeol oppa

“waeyo… kau iri?” balasku

“tidak… tentu saja tidak. Aku tahu kau menyuapi namjachingumu karena tangannya terluka”

Baek Hyun tertawa “Eun Yoo-ah, apa kau pernah menyuapi Chan Yeol hyung seperti ini”

“tidak pernah, mana mau dia memanjakanku seperti itu”Chan Yeol oppa yang menjawab

“dasar pembohong. Saat kau sakit, kau pikir siapa yang merawatmu. Apa oppa sudah lupa ingatan”aku jelas tidak terima

“berarti kau hanya akan bersikap manis padaku kalau aku sakit? Ah tidak adil”

“berhenti mengomel, cepat habiskan sarapanmu dan kenakan seragammu”

Chan Yeol oppa tertawa “lihatlah Baek Hyun-ah, Eun Yoo memang secerewet ini pagi-pagi, kalau aku telat bangun, hm dia sudah seperti monster”

“OPPA!!!”

“Arassso…. Chagi-ah, aku akan makan”

Setelah sarapan, aku mengantar Baek Hyun ke depan untuk mengambil mobilnya di garasi. Chan Yeol oppa sudah kusuruh mengenakan seragamnya, aku hanya tidak ingin Chan Yeol oppa menganggu dan meledekku lagi saat mengantar Baek Hyun

“gomawoyo Eun Yoo ah, sarapannya enak. Kalian hanya berdua, tapi sambutan kalian begitu hangat. Aku belum tentu mendapatkan sambutan seperti ini di keluarga sendiri. Orang tuaku lebih sering ke luar negeri untuk urusan bisnis”ucap Baek Hyun saat dia hendak masuk ke dalam mobilnya

“kau sudah bukan orang asing lagi Hyunie-ah, jadi jangan sungkan”

Baek Hyun tersenyum “sudah pukul 7, aku juga harus siap-siap ke sekolah. Sampai jumpa” ia mengusap puncak kepalaku

“nae… hati-hati di jalan”

Baek Hyun masuk ke dalam mobilnya, aku berlari ke depan membukakan pagar. Saat mobilnya sudah keluar dari pekarangan rumahku dan melintasiku, aku menyuruhnya berhenti. Aku berlari kecil menghampirinya. Baek Hyun menurunkan kaca mobilnya agar aku bisa melihatnya.

“waeyo?”tanya Baek Hyun heran

Aku menunduk, memegang rahangnya kemudian mengecup pipinya secepat kilat. Setelah itu aku kabur ke dalam rumah. Ah memalukan, tapi aku sudah merencanakannya sejak semalam. Aku Masih sempat melihatnya terkejut. Sebelum aku mengunci pintu rumah dan bersandar di sana

Jantungku berdebar-debar, astaga… aku nekat sekali. Rasanya wajahku panas dan nafasku memburu. Apa tangapan Baek Hyun nanti? Aku sungguh penasaran.

HP ku berbunyi nyaring, Baek Hyun menelponku. Aku jelas kebingungan. Tapi kujawab saja telponnya

“yeoboseyo!!” sapaku pelan

“aku hampir kena serangan jantung Eun Yoo-ah”sahutnya juga pelan

“apa kau terkejut?”

“nae”

“maaf… aku tidak akan mengulanginya”

“bukan begitu… aku terkejut karena senang. Kalau kau mengulanginya, kumohon jangan kabur lagi”

“kenapa?”

“karena aku ingin membalasmu”

Seketika wajahku semakin panas. Ya Tuhan, apa itu maksudnya Baek Hyun akan menciumku? For real???? “tapi itu tidak akan terjadi lagi. Sangat memalukan” ocehku

“sayang sekali”

Aku terkekeh “pulanglah, kau bisa terlambat ke sekolah”

“nae… ah… aku tidak akan membasuh wajahku”

“dasar jorok”

“tidak masalah, agar bekas di pipiku ini tidak hilang”

“kalau hilang, aku akan memberikannya lagi”

Suara tawa terdengar dari Baek Hyun “saranghae Eun Yoo-ah”

“nado… saranghae Hyunie-ah”

TBC lagi heheheheheh

39 thoughts on “[FF] Love Is… (part 2)

  1. Behh si kai makin jadi aja ckckkc.
    Aghh Chanyeol mengapa dirimu tak pernah bisa membiarkan EunYoo bahagia ??
    Eciee.. Ciee Bacon dapet jatah ahahaha..

  2. jangan siksa dirimu baekkie…
    tuh kan tangannya jadi berdarah gituuu….

    s x lagi teriak,,, kaiii…. kamu…hmmm

    ciia ciaaaa,, baekie maluu…:)

  3. baekhyun n eunyoo so sweet bgt. Salut ma baekhyun, bsa nahan nafsuny trhadap eunyoo😉

    ini lg si kai, ngapain sih ganggu mrka. Awas aja brani nyium eunyoo sblm baekhyun XO

  4. biarpun gaya pacaran baekki & eun yoo biasa2 aja tapi romantis euyyy *cubit pipi baekki*…hmmm jd gak rela keromantisan mreka diusik si Jongin…!!!
    Yak.!!!Jongin jgn rusak hubungan mreka woy, gue kurang apa coba.??? (author: byk kalee, gak sadar lu)…haisaahhhh…
    YAK, LANJOT AHH…

  5. Ahhh senyum2 sendiri ni pas baca part2 terakhr..
    Seneng bgt mereka cium pipi aja sampe sgtu’y.. Lucu.. Manis.. Ahhhh pngn pnya pcr kya gtuuu…

    Ada apa sama kai si, play boy bgt seperti’y di cerita ini .. Cristal aja smpe d cium jg.. Smua cwe takluk sama dy …
    Part berikut’y smoga lebih bkin envy bca ttng dua sejoli itu.hahaha

    Semoga nnti jgn ada yg terusik sma ulah kai ..
    Aku next part ya thor😀

  6. chapter 2 ini lucu dan romantis akhirnya eunyoo sama baekhyun ada kemajuan keke~ bacon kontrol emosimuu kasian kan tanganmuu u,u
    chanyeol biarkan adikmu dan baekhyun berduaan jngn diganggu chanyeol selalu aja gangu teruss godaain eunyoo pulaa><… kai jahat yaa make cara licik ckck.. semoga baekhyun bisa ngontrol emosinya dn gk terpengaruh.. okee kita lanjut bacanya!!!

  7. Wew….. @_@ KKamjong ini ya makin menjadi jadi …. ga sangka Hyun kalo marah bisa juga dia jadi ganas bgitu weeww Takut juga ih hahahhaa……
    skrg malah si peran cewenya yg berotak yadong hahaha eun yoo eun yoo …
    Si Kai kenapa jadi Pairing ama Kristal jahatnya sih haduhhh ga sangka cakep2 bgitu smua jahat deh ampun x_x

  8. aaaa…. kereeennn thorr..
    baca ff chap ini histeris sendiri hahaha … adegan terakhirnya so sweet bgt thor..
    waktu eun yoo nyium pipi nya baekhyun aaa mauu jugaaa kkkkk >,<
    makin tambah suka sama baekhyun dehhh kkkk…
    kai sama kristal disini jahat bgt TT.TT kan kasian eun yoo sama baekki TT.TT
    kai juga kenapa mau nyium eun yoo TT.TT
    konfliknya kerasa bgt thorr.. pokoknya daebak buat authornya ^^
    tetap fighting ya thorr… ^^

  9. baek ama yeol tidur sekamar?o_O

    uwaaaaaa
    baekyeol m0ment!
    baekyeol m0ment!
    >,,<
    ampe n0njok2 tembok gt. .
    aiiih. .
    bayangin wajah baek pas ngamuk.
    *kaga pantes bang, wajah imut gt. .wkwk

    tp disini sosok kai emg nyebelin bgt. . .
    aigo,,
    *tabok kai

    hehehehe
    yg jelas tiap baca tulisan2 e0nni. .aq jd kebawa dalam cerita itu. .e0nni daebak! terus bikin karya2 indah ini :*

  10. baek ama yeol tidur sekamar?o_O

    uwaaaaaa
    baekyeol m0ment!
    baekyeol m0ment!
    >,<
    *histeris sendiri
    *digampar author
    *plaakkk
    *ini bukan ff baekyeol -_-
    *abaikan

  11. Haddeeeeh..
    Baekhyun dapat jatah XDD makin mesra aja nih..!

    XDD Kasian Eun Yoo gatot terus gara-gara Chanyeol..

    Hh.. Kai, sampe sejauh itu.. bertobatlah, nak..

  12. Kyaaaaaaa di chap ini makin seru >< baekhyun'e keren banget…ayo lawan terus si kai. Suka deh sama karakter si eun yoo, walopun ceroboh tp dia ga lemah..ya lebi berprinsip (?) lah. apalg pas kai yg mau nyium eun yoo dia gak diam aja, trus mau nyeritain semua'e sama baekhyun.

    Merinding lah pas bagian tangan baekhyun numbuk tembok, trus bayangin luka di tangan'e duh…tapi asli baekhyun keren mampus T.T *thanks thor bikin karakter baekhyun jd lelaki tulen/maksudloh/*

    hahahaha and untuk yg kedua kali'e chanyeol merusak moment eun yoo & baekhyun yg sebentar lagi berkisseu ria(?) khkhkh

  13. Kyaaa kai emang jhat.,knp sich gangguin eun yoo mulu,malah seenakny mau nyium sgla.. Hah dasar.. Itu sweet bgt thor.,baeki emang gentle bgt,jd pngen pnya pcar yg super perhatian kya baeki.. Hwaa eun yoo nge duluin ciuman nya wlau cuma di pipi..hehehe

    gag sbr ama crita slnjutnya..next aja deh

  14. Aaaaa kai minta dicium ituuuu arrghh geregettt ..apalagi itu si chen sama krystal , mau2nya disuruh2 sama kkamjong jelek pesek tapi ganteng keren dan juga cute(?) hoho kai ?? cute ?? What the …!!

    Omo omo !! Kalo baeki marah serem ya , aduh itu kasian deh temboknya *eh ..tapi keren juga sih ,, wowow MANLY xixi

    O.O baekyeol tidur bareng !!! Ecieciecieeee witwiuww prikitiuww uuuyeeee Hahaha ..

  15. wahanjir kai napsu sama eunyoo-_- wakaakk
    baconku~~ kamu kenapa jadi pria banget disini(?)
    geregetan sama baconku yang gamau cium eunyoo/?
    aku tuh ngebayangin bacon nonjok tembok sampe tanghanya bedarah gitu….aduh nangis deh nih gue-_-

  16. Kyaaa…. >_< co…cuitz…….
    ah….. baekkie oppa…..
    dirimu itu ya…. hadeuh….gk bisa ngomong apa lge….
    Yg pnting aku pdamu….
    Chanyeol, hm… aku ska karakternya, cocok bnget krakternya di FF ne….
    ^.^
    hehe…e…..
    Pyong~

  17. Yayayaaa kai mulai beraksi.. Hmm licik jg ya rencananya kai, hebat kamu chagi lanjutkan *plak..
    Untung ªjª tuh bibir eunyoo msh slamat dr kai, kn syg baekie ªjª blm dpt masa kai dluan nyosor..
    Haduh chanyeol hobi bgt ya ngegagalin moment kissing nya baekyoo..
    Aah kayaknya bntar lg bkal dimulai ni duel panas baek-kai, hohoho
    Yaaa ayo lanjut next chap..
    Great story chingu, hwaiting ^^

  18. “kalau hilang, aku akan memberikannya lagi” astagaaa eun yoo.. Aku yg wakilin buat ngasih deh.. rela kok seriusaaann..

    Ini bisa aja deh dibikin adegan dimana eun yoo sendirian tanpa baekkie dan tiba2 kai nya muncul.. Ah jinjja keren lah pokoknyaaaaa daebak daebak !!

  19. Aku beneran nyesel baru baca ff ini sekarang. Ceritanya keren… Pengen gua jambak itu si Kai!!! Dia pengganggu hubungan orang. Huaaa. *alay* kristal keknya gak pantes deh kalo sama baekhyun. Mending juga kristal sama kai.
    Sumpah min, pas kai ketiban(?) buku buat nylametin eun yoo itu bikin aku envy berat. Sampe kebawa kemana-mana. Aku emang sempet berenti baca part ini pas adegan itu. Eh, malah kepikiran pas keluar rumah, sekolah sampe les. Jadinya, abis pulang les langsung aku terusin baca (curhat yang lebay banget :D) tapi emang beneran, aku kepikiran terus.
    Endingnya lucu. Kekeke. Cute banget itu pasti baekhyun. Hoek hoek. Ohiya, sehunnnya di part 2 kok kagak ada ya? Aku nungguin tapi nggak nongol(?) -_-

  20. asik ya jadi eunyoo, kalo sakit pasti diperhatiin baekhyun
    jadi iri(?) *cipok kai(?)* #ehsalah
    kai kenapa jadi orang jahat disini? dia kan mukanya unyu-unyu(?) gak jelas gitu, gak pantes jadi orang jahat(?)

  21. Hubungan baekyoo udah ada kemajuan. Semoga aja di next part moment baekyoo makjn banyak. Kainya byuntae ah u,u
    Jadi kesel sendiri sama kai disini-_-

  22. Uuuhh jadi rencana kai gittu. Kai licik banget si lu.
    Kasian kan bae jadi esmosi ampe tngannya bedarah gittu.
    Wkwkwk
    polos banget baek ama eunyoo, sampe malu-malu.
    Pengen liat tmpang cengo baekkk

  23. Aigoo dsr eun yoo ceroboh jln pake jatuh trus..tapi untung Α∂a̲̅ kai Ɣªήğ nolongin .oh..ternyata Ɣªήğ di tolet rencana kai ,baekhyun skt ati dgr kai mau cium yeojacginggunya ,Ke​​Ñά̲pǟ mereka sdh pacaran 4taun belum pernah ciuman yang bnr saja haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s