[FF] Love Is… (part 1)


FF

Tittle: Love is… (part 1)

Author: AyouLeonForever

genre: Romance, life school

Rating: all age

disclaimer: the story belongs to me, the casts belongs to her/his parents and GOD. don’t claim itu yours, or You’ll dead (makin hari makin sadis aja)

ehem… sebenarnya ini udah lama (bukan tahunan juga, pan EXO baru nongol). Ayong, Elssa ama Muti pasti inget bener dah biast list nya emak dulu, Kris masih di urutan 5, blom masuk itungan. ah yg jelas waktu ntu emak juga demen2nya ama Kai, Chanyeol ama Se Hun (selain abah tentunya, pan emak emang kecantol ama EXO gegara abah). dan karena ini FF dibikin jamannya WIL menuju History, jadi yah… pan belom ngenal pribadi mereka secara detail (emak ngomong apa sih kagak ngerti)… udah ah…

eh lupa:

Cast: * Byun BaekHyun

* Lee Eun Yoo(yg karena manipulasi cerita, dia sodaraan ama Chanyeol, marganya diganti jadi Park)

* Kim Jong In/ Kai

* Park Chanyeol (yg karena manipulasi cerita, dia jadi kakaknya Eun Yoo, dan lebih tua dari baekhyun)

*Do Kyung Soo/ D.O

* Kim Joon Myun/ Su Ho

* Oh Se Hun

support cast: EXO M Member

Baek Hyun POV

Dalam hidupku, ada dua hal yang tidak bisa kuabaikan begitu saja, apapun pertaruhannya. Yaitu Bola Basket dan yeojachinguku. Memang terkesan gombal, tapi itulah prinsipku. Kalaupun aku akan dihadapkan pada keadaan yang mengharuskanku memilih salah satunya, maka saat itu pula aku akan merasa nyawaku hendak dicabut. Dua-duanya begitu penting untukku, dan benar saja aku tidak bisa memilihnya. Jangan sampai…

Ini adalah tahun pertama aku duduk di kelas 2, artinya sudah 4 tahun aku dan Eun Yoo tetap bersama. Hubungan kami memang berawal dari keisengan, karena waktu itu aku dan Eun Yoo masih SMP saat pertama kali meresmikan hubungan kami. Aku kadang tertawa sendiri saat mengingat bagaimana aku pertama kali menyatakan perasaanku pada Eun Yoo. Aku memang sudah lama menyukainya, sejak SD, karena kami memang sudah berteman sejak lama. Dan tepat saat aku menginjak tahun pertama di SMP, dan mendapatkan kemenangan pertama pertandingan basket antar SMP, di situlah aku berani menyatakan perasaanku padanya. Eun Yoo sampai tidak percaya kalau aku menyukainya sejak lama, dan untung saja dia tidak menolakku saat itu, dia bilang akan mencoba menjalaninya denganku.

Dan tepat di tahun pertama kami memasuki SMA, barulah Eun Yoo mengakui bahwa dia juga menyukaiku. Aku masih ingat betul kejadiannya. Saat itu sepulang sekolah, seperti biasa aku dan Eun Yoo akan pulang naik bis. Dan lagi-lagi, bis sudah penuh sesak saat kami naik, tempat yang tersisa hanya lorong bis saja, dan itupun kami harus berdiri. Saat itu aku tidak peduli pada apapun selain melindungi Eun Yoo dari tangan-tangan jahil. Aku bahkan tidak sungkan menjadikan tubuhku sebagai benteng saat ada orang yang hampir menimpa Eun Yoo. Aku juga dengan sigap memeluk pinggang Eun Yoo kalau dia hampir terjatuh. Dan saat itulah sebuah senyuman terulas di bibir imutnya dan mengatakan

“Hyunie-ah…” Eun Yoo memanggilku dengan nama sayang

“nae?”tanyaku sembari melepaskan pelukanku karena dia sudah berdiri tegap. Aku tidak mau dicap sebagai cowok yang mengambil kesempatan dalam kesempitan

“aku tidak ingat pernah mengatakan ini atau tidak, tapi… sepertinya aku akan marah pada Tuhan kalau Dia memisahkan kita”

Jelas saja aku terkaget, aku hendak bertanya, tapi Eun Yoo melanjutkan kalimatnya.

“aku terlalu menyukaimu, dan aku tidak ingin kau meninggalkanku”

Saat itu aku seperti orang bodoh karena tidak bisa berkata apa-apa. Sampai Eun Yoo menyadarkanku dengan menepuk pipiku dengan pelan. “gomawoyo Eun Yoo-ah…” ucapku kala itu

“kenapa kau berterima kasih?”

“karena kau sudah mau menyukaiku”

Eun Yoo tertawa “Hyunie-ah… kalau aku tidak menyukaimu, berarti aku sudah gila. Kau adalah namjachinguku dan kau adalah satu-satunya namja yang kusayangi di dunia ini selain Oppaku”

Aku balas dengan senyum. Saat Eun Yoo sudah memposisikanmu sederajat dengan oppanya, berarti kau sudah sangat beruntung. Eun Yoo pernah bilang, kalau Oppanya yaitu Chan Yeol hyung meninggalkannya, Eun Yoo akan mati. Betapa pentingnya posisi  hyung di hati Eun Yoo, dan kini aku juga berada di posisi yang sama, bukankah itu suatu keajaiban?.

Eun Yoo memang tidak punya orang tua lagi, karena orang tuanya meninggal dalam kecelakaan saat usianya masih 8 tahun. Dan Chan Yeol hyung adalah satu-satunya keluarga yang Eun Yoo  punya. Beruntung sebelum meninggal kedua orang tuanya sudah mewariskan seluruh harta nya untuk kedua anaknya itu termasuk perusahaan yang kini dikelola oleh seseorang yang sangat dipercaya oleh keluarganya. Berhubung Chan Yeol hyung juga hanya berbeda satahun dari Eun Yoo, otomatis dia masih belum mampu menghandle perusahaan sendiri . dia hanya menjabat sebagai presiden direktur sementara dan hanya bertugas dalam membubuhkan tanda tangan untuk dokumen-dokumen yang aku sendiri tidak mengerti. Yah… aku bisa membayangkan bagaimana kesulitan Chan Yeol hyung saat mendapati dirinya sebagai kepala keluarga saat usianya masih 9 tahun, bagaimana dia harus menenangkan adiknya atas kesedihan kehilangan orang tua sementara ia juga berjuang untuk melewatinya. Chan Yeol hyung memang kakak yang terbaik. Andai saja aku juga punya kakak… sayang sekali karena aku anak satu-satunya orang tuaku.

Ah… aku sudah menghabiskan banyak waktu mengenang pertama kali Eun Yoo menyatakan suka padaku. Sekarang ini Eun Yoo sudah berada di sebelahku, di sisiku, dan tidak ada lagi alasan untuk pisah dengannya.

“Hyunie-ah… kenapa kau terus memandangiku seperti itu? Manakutkan sekali…” bisik Eun Yoo saat pelajaran sedang berlangsung

Aku tersenyum “anieyo… aku hanya heran dengan diriku, aku selalu bersamamu, dan melihatmu setiap waktu, tapi entah kenapa aku tetap merasa rindu”

Tak ayal Eun Yoo tersipu dan mencubitku “sudahlah, aku tidak ingin ditegur Sonseng-nim lagi, kau fokuslah belajar”

“arassoyo…” aku balas mencubit hidungnya.

“ah… aku ke toilet dulu” pamit Eun Yoo seketika

“kenapa? Ini sudah ke 4 kalinya kau ke toilet”

“kau tidak akan paham siklus bulanan wanita” Eun Yoo beranjak keluar kelas satelah ia meminta izin pada sonseng-nim. Terkadang aku sedikit bingung dengan siklus bulanan yang wanita sering alami, aku paham yang dimaksud siklus itu adalah menstruasi. Tapi Apakah seorang wanita tidak akan mati kalau kehabisan darah sebanyak itu? Aku jadi mengkhawatirkan Eun Yoo

Kai POV

Aku menyeret kakiku untuk melangkah, walau sangat malas tetapi aku harus bersekolah di sini. Aku benci kehidupanku, mana bisa aku mempunyai teman kalau setiap saat aku harus pindah sekolah. Pekerjaan Appa menuntutku untuk tidak bisa menetap di satu kota. Bisa kuhitung, sejak SMP sudah 9 kali aku pindah dari kota ke kota, dan tak jarang pula kembali ke kota yang sama. Seperti kota ini, seoul… aku sudah 3 kali pindah ke sini.

Ini juga yang membuatku malas bersosialisasi dengan lingkungan sekitarku, karena aku takut terikat, dan suatu saat saat aku pindah lagi, aku tidak akan bisa.

“aduh…” keluh seseorang yang kutabrak tanpa sengaja saat aku berbelok di persimpangan koridor kelas.

Aku segera membantunya berdiri “gwenchanayo?” tanyaku datar. Setidaknya ini adalah bentuk kemanusiaan, mana mungkin aku meninggalkannya begitu saja

“nae…. Gwenchana” ucap yeoja itu. Yah… dia seorang yeoja… dan…

Lumayan …

Yeoja itu menatapku, mungkin keheranan karena aku terus memandanginya “kau siswa baru?” pertanyaannya membuyarkan lamunanku

“nae… aku baru pindah”

“kau kelas berapa?”

“kelas 2, tapi belum tahu kelas yang mana, karena kudengar sekolah ini punya 6 kelas di tiap tingkatnya”

“hm… jadi kau mencari ruang kepala sekolah?”

Aku mengangguk. Ah aku lupa bagaimana caranya bersikap ramah, karena aku belum sempat mempelajarinya dan pindah lagi ke kota lain.

“oh… kau terus saja melewati koridor kelas satu, ruangan paling ujung itu ruang kepala sekolah dan guru-guru. Ada papan namanya, kau pasti langsung tahu. Aku permisi yah, aku ada urusan”

“oh nae…”

Yeoja itu langsung pergi dan menghilang di ujung koridor sebelah kiri. Aku bahkan lupa kalau tadi aku tidak mengucapkan terima kasih. Sudahlah…lagipula yeoja itu juga tidak perduli. Dan itu sungguh membuatku terkejut.

Bukannya berniat sombong atau berlagak keren, tapi… baru kali ini ada siswi yang tidak tertarik padaku pada pandangan pertama, dan baru yeoja tadi. Di sekolah lamaku, terlebih sekolah yang baru-baru kutinggalkan di Incheon, aku bahkan jadi idola sekolah, entah apa alasannya. Dan tidak ada siswi yang tidak mengagumiku, setiap harinya aku harus berusaha menahan sabar untuk menolak ajakann kencan dari siswi yang berbeda, bahkan ada yang berhari-hari menemuiku untuk ajakan yang sama. Ajaib… yeoja tadi, jangankan mengagumi, memandangiku lebih dekat saja sepertinya dia enggan. Apa pagi ini penampilanku kacau?

Ah lupakan, apa peduliku? Justru bagus kalau seperti itu. Artinya aku tidak perlu repot-repot lagi menolak ajakan seorang yeoja.

Setelah mengurus ini itu di ruang kepala sekolah (yang sebenarnya kemarin sudah diurus separuhnya), aku diaantar oleh salah seorang staf menuju kelas baruku, katanya aku ditempatkan di kelas 2A yang katanya lagi berisi anak-anak berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik, dan melihat prestasiku yang tidak terlalu mengesankan, mungkin mereka menilai prestasi non kademikku, atau lebih mengkhusus prestasiku di bidang olahraga basket.

Kami pun tiba di kelas 2A, staf yang mengantarku tadi langsung pamit, dan di sinilah aku. Di depan teman sekelas baruku, melakukan perkenalan diri untuk kesekian kalinya

“annyeonghasimnika, Cheo neun Kim Jong In imnida, tapi lebih sering dipanggil Kai, usiaku 17 tahun, aku pindahan dari Incheon, dan ini tahun pertamaku bergabung di kelas ini, mohon bantuannya” ucapku yang sudah hapal betul bagaimana memperkenalkan diri di depan kelas.

“selamat datang Kai…” sahut teman-teman baruku, utamanya cewek-cewek. Dan sepertinya aku salah persepsi mengenai tidak perlu repot-repot lagi menolak ajakan seorang yeoja. Karena sekarang aku terpaksa menahan sabar untuk tidak membanting meja karena jengah dengan pemandangan ini. Aku hapal betul bagaimana yeoja-yeoja itu menatapku, seperti telah membaca isi kepala mereka, dan aku jamin jam istirahat nanti mereka akan mengerubuti bangkuku.

“hanya ada satu bangku kosong Kai, tidak apa-apa kan kau duduk di belakang?’’tanya bu guru

“nae sonseng-nim, aku sudah terbiasa”jawabku tanpa ragu.

Aku melangkah santai menuju bangku yang dituju, tapi langkahku sedikit terhenti saat mendapati siapa yang duduk di bangku depanku. yeoja tadi, ia sempat mengulas senyuman padaku saat aku melintasinya. Tapi hanya sampai di situ karena perhatiannya lebih tertuju pada teman sebangkunya.

“annyeong…” sapa teman sebangkuku, untung saja dia seorang namja

Aku berusaha tersenyum sebagai balasan

“aku D.O, salam kenal”

Aku menjabat uluran tangannya “Kai” balasku singkat. Untung saja teman sebangkuku ini termasuk tipe orang yang ceria, buktinya, walau aku sedikit cuek, dia tetap tersenyum dan ramah padaku. Dia bahkan meminjamkan pulpennya saat ia melihatku kewalahan mencari pulpen di ranselku.

Sebenarnya aku tidak berniat cuek, hanya saja… ada yang lebih menarik perhatianku. Yah… tentu saja yeoja yang duduk di depan bangkuku ini. Yeoja yang sama dengan yang berpapasan denganku di koridor kelas tadi. Dan anggapanku tidak salah lagi. Dia adalah yeoja pertama yang menolak pesonaku di pertemuan pertama, bahkan pertemuan kedua. Artinya itu bukan kebetulan…

Keanehan ini justru membawa rasa penasaran bagiku. Siapa yeoja ini?

Dan… siapa namja yang duduk di sebelahnya? Kenapa mereka begitu akrab?

Eun Yoo POV

Jam istirahat pertama tiba. Baek Hyun, namja chinguku langsung mengajakku ke kantin.

“tunggu… aku rapikan buku dulu” sahutku

“sini kubantu” Hyun membantuku menata buku dan memasukkannya ke dalam tas ku. “Annyeong” sapanya

Aku mendongak, cukup heran kenapa Hyun menyapaku. Tapi saat kulihat matanya, dia sedang tidak menyapaku, tapi menyapa siswa baru yang duduk di bangku belakang kami. Kalau tidak salah dengar, tadi dia bilang namanya Kai.

“annyeong” balas Kai tanpa seulas senyum pun. Berbeda sekali dengan namja chinguku yang ramah

“kau pindahan dari mana?” tanya Hyun masih ramah

“incheon” jawab Kai singkat

“aku punya kerabat di sana, dan kadang berkunjung ke sana”

Kai tidak menjawab lagi, bisa kulihat dia menatap Hyun ku dengan tatapan _so what?_ nya

“kami mau ke kantin, kau mau ikut?” ajak Hyun

“tidak, terima kasih” tolak Kai. Ah… aku jadi malas melihatnya

“Hyunie-ah, ayo pergi” aku menggamit lengan Baek Hyun dan bergegas pergi. Si Kai itu orangnya dingin sekali.

Di kantin, kami tidak hanya makan, tapi juga mengobrol lepas seperti biasa. Kadang aku heran sendiri. Aku dan Baek Hyun bertemu hampir setiap hari, dan kami mengobrol banyak disetiap pertemuan kami, tapi kenapa aku merasa tidak pernah kehabisan bahan obrolan saat bersamanya? Yah kecuali saat pertama kali kami jadian, bisa dimaklumi karena masa-masa itu aku masih canggung, belum tahu artinya pacaran dan… masih minim pengetahuan lah tentang hubungan sepasang yeoja dan namja.

Tapi sekarang beda. Aku merasa setiap waktu yang kulewati bersama hyun adalah saat-saat yang penuh kebahagiaan. Ah… susah membahasakan bagaimana perasaanku padanya.

“kau kenapa Eun Yoo-ah?” tegur Hyun, membuatku tersadar dari lamunanku

“anieyo… aku hanya baru sadar kalau kau sudah tambah tinggi”elakku. Tapi benar, akhir-akhir ini aku sedikit kaget saat jalan bersamanya. Waktu SMP tinggiku hampir sama dengannya, tapi sekarang, kepalaku hanya sampai bahunya, yah di bawah sedikit. Padahal tinggiku sekarang 167 cm, sudah lumayan tinggi untuk ukuran yeoja di Korea

“memang” jawab Hyun bangga “terakhir tinggiku sudah mencapai 175 cm”

“monster…”ledekku

“hei… aku sedang dalam masa pertumbuhan, ditambah aku sering bermain basket jadi tinggiku bertambah dengan pesat”

“arasso… aku juga bangga sendiri kalau kau bertambah tinggi”

“wae?”

“karena kau tambah keren”

Hyun tidak membalasku lagi. Ah wajahnya merona, dan sangat lucu. Aku ingin mencubit pipinya

“kau tersanjung?” tanyaku

Hyun menggeleng “hanya senang. Aku suka saat kau memujiku”

Aku tersenyum.

“hei… kalian… kenapa berkencan di sini?” seseorang menepuk pundakku dari belakang. Aku hapal suaranya

“Oppa… kau membuatku kaget”protesku sambil mencubit lengannya

“Chan Yeol hyung… gabung saja dengan kami”ajak Hyun ramah

“yah… kebetulan ada yang ingin kusampaikan padamu Baek Hyun-ah”Chan Yeol oppa duduk di sebelahku

“pasti tentang basket”potongku

“nae… jadi kau tidak perlu ikut dalam pembahasan” Chan Yeol oppa mencubit hidungku. Hal yang sering dia lakukan saat gemas padaku

“arasso… arasso… silakan pak kapten” ucapku sembari meledeknya.

“Baek Hyun-ah… sekarang tim kita sudah sangat kompak dan solid, setiap pertandingan sudah kita lewati dengan kemenangan”

“itu karena tim punya kapten sehebat kau hyung”

Oppa tertawa “jangan memotong dulu, tapi terima kasih pujiannya” oppa berdehem sejenak “aku sudah kelas 3, dan sepertinya aku sudah tidak bisa menghandle tim sesering dulu, makanya sore ini akan ada pergantian kapten baru”

“kenapa secepat itu? Bukankah pergantian kapten baru dilaksanakan musim depan?”

“tidak bisa begitu, pergantian kaptenn harus dilakukan sebelum pertandingan akhir musim semi”

“tapi hyung… tim kita sudah sangat hebat dengan kau sebagai kaptennya”

Oppa tertawa lagi “bukan sepenuhnnya jasaku, kalian semua yang hebat. Oh iya, pak pelatih bilang akan ada anggota baru, jadi sekalian saja dengan perombakan tim”

“ah… perombakan lagi, aku sudah nyaman dengan posisiku”

“posisimu sebagai penyerang depan tidak akan diganti, tidak ada yang bisa menyaingimu dalam hal itu”

Ada senyum yang kulihat di bibir imut Hyunie

“arasso… jadi kapan perombakannya?”tanya Hyun

“sore ini, jadi kau jangan pulang cepat dulu”

Hyun menatapku “bagaimana ini? Kau pulang dengan siapa?”

“hei… aku akan menunggu, aku juga suka melihatmu berlatih”

“apa kau tidak akan bosan?”

“tentu saja tidak. Di dunia inni hanya ada dua hal yang tidak akan pernah membuatku bosan. Yaitu bernyanyi dan memperhatikanmu bermain basket”ucapku

Hyun tersenyum dan meraih tanganku “gomawo”

Aku balas tersenyum

“ehem…” Chan Yeol oppa berdehem meledek.

“ah Oppa, mengganggu saja” tegurku jadi malu sendiri. Aku bahkan lupa kalau kakakku yang satu itu ada di sebelahku, aku kadang lupa segalanya saat bersama namjachinguku.

“mianhae, hanya bercanda. Boleh dilanjutkan kok, aku juga sudah mau pergi”oppa mengusap puncak kepalaku dengan sayang “Baek Hyun-ah, jangan sampai lupa”

“nae hyung”

Author POV

Sosok itu berdiri dengan tegapnya di hadapan kumpulan anak-anak basket, menebarkan pesona misterius dan dingin. Belasan pasang mata menatapnya takjub, khususnya anak-anak cheerleaders yang sedang latihan di tempat yang sama. sosok itu begitu megagumkan, membuat anak-anak cheers kehilangan konsentrasi

“annyeonghaseyo… Kim Jong In imnida, tapi kalian bisa memanggilku Kai. Usiaku 17 tahun, dan aku pindahan dari Busan”ucapnya lantang

“tunggu… bukannya kau bilang di kelas tadi kalau kau pindahan dari Incheon?”potong D.O

Kai berpikir sejenak, ia bahkan sampai lupa kota terakhir sebelum pindah ke Seoul saking seringnya ia berpindah-pindah. “aku memang pindahan dari Incheon”

Para anggota basket saling bertatapan bingung

“jadi mana yang benar?” tanya Su Ho hendak memastikan. Su Ho adalah anak basket yang sekelas dengan Chan Yeol

“dua-duanya benar, karena sebelum ke Incheon, aku cukup lama di Busan”jawab Kai lagi

Semuanya pun mengangguk tanda paham.

Baek Hyun yang sejak tadi tidak begitu fokus, karena sesekali ia menatap ke arah tribun di mana yeojanya menunggu dengan setia. Setiap mata mereka bertemu, Eun Yoo akan mengirimkan senyuman dan kode untuk bersemangat. Tatkala Chan Yeol ikut menoleh, Eun Yoo akan pura-pura memperhatikan anak-anak cheers yang sedang latihan, dan itu membuat Chan Yeol tertawa. Tanpa disembunyikan pun seisi dunia juga sudah tahu hubungan antara Eun Yoo dan Baek Hyun.

“baiklah Kai, silakan bergabung dengan rekan-rekan tim barumu” ucap pak pelatih

“nae sonseng-nim” Kai pun melangkah santai dan ikut duduk berkumpul dengan anak-anak basket.

“ketemu lagi” sambut Baek Hyun ramah. Dan Kai hanya mengangguk sebagai balasan

“selain pemberitahuan tentang bergabungnya Kai, yang untung saja waktunya sangat pas, karena SEHUN sedang dirawat di rumah sakit. Hari ini juga ada pemberitahuan penting tentang turnamen basket antar SMU musim ini”

“ha??? Kenapa ada turnamen musim ini? Bukannya musim depan?”tanya Su Ho

“kemarin pihak sekolah baru menerima surat edaran dari pihak penyelenggara, jadi mulai besok latihan basket akan lebih rutin”

Baek Hyun menepuk jidatnya, menatap khawatir pada Eun Yoo. Tapi yang dikhawatirkan itu justru memberi dukungan dan tersenyum manis seperti biasa, membuat Baek Hyun bisa bernafas lega.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan sikap mereka sejak tadi. Bukan Chan Yeol orangnya karena Chan Yeol lebih fokus pada pemberitahuan pelatihnya. Sepasang mata itu adalah milik Kai. Ia hanya tidak habis pikir dengan hubungan kedua orang itu. Sebenarnya Kai tidak ingin ambil pusing, tapi sikap kedua orang itu membuatnya penasaran. Seperti apa hubungan yang mereka miliki

“berarti pergantian kapten dibatalkan saja pak?” tanya Su Ho optimis

“pergantian kapten tetap harus dilaksanakan hari ini, kita yang kelas 3 tidak perlu terlibat dalam kepengurusan. Menjadi anggota saja sudah cukup, dan itu tidak akan menyita waktu belajar”Chan Yeol sendiri yang menjawab

“sebenarnya bapak sangat menyayangkan kalau Chan Yeol mengundurkan diri secepat itu, tapi bapak rasa Chan Yeol sudah memikirkan matang-matang, jadi keputusannya bapak serahkan saja ke Chan Yeol”tambah pak pelatih

“hyung… pergantian kaptennya diundur saja sampai turnamen ini berakhir” desak Baek Hyun.

“Baek Hyun-ah… aku sangat berterima kasih atas dukunganmu, tapi kurasa diantara kalian, kaulah yang paling paham posisiku” Chan Yeol menepuk pundak Baek Hyun.

Baek Hyun menghela nafas panjang, benar juga. Chan Yeol sudah kelas 3, dan setelah ini dia harus fokus pada studinya agar bisa memanage sendiri perusahaan peninggalan orang tuanya itu. “arasso hyung”

“gomawo”

“jadi… siapa yang kau ajukan sebagai kandidat?” tanya pak pelatih

Chan Yeol tersenyum, seolah sudah menantikan pertanyaan itu  “Byun Baek Hyun” ucap Chan Yeol lantang

Baek Hyun sampai terbatuk “MWO? Jheo?” ia menunjuk dirinya

“nae… aku rasa kau yang paling lihai menggerakkan tim selain aku”tambah Chan Yeol memastikan

Pak pelatih manggut-manggut “bapak juga setuju sebenarnya dan baru saja mau mengusulkan. Tapi kita harus mencari suara bulat”

“saya setuju pak” seru Su Ho

“Nado”tambah D.O

Kai juga mengangguk

“tapi…” Baek Hyun ragu dengan kesiapannya

“kau pasti bisa Hyun-ah” Chan Yeol kembali memberi dukungan

“nae hyung, tapi…”

“wae? Eun Yoo juga akan senang kalau namjachingunya jadi kapten basket kebanggan sekolah”

Baek Hyun menunduk malu, sesekali melirik Eun Yoo di tribun. Yeojanya kembali mengirimkan senyuman manis

Kai mendengarnya dengan jelas. Sedikit demi sedikit ia mulai tahu hubungan antara Baek Hyun dan Eun Yoo.

“baiklah… terima kasih atas kepercayaan kalian, aku akan berusaha memegang tanggung jawab ini”ucap Baek Hyun akhirnya

“baiklah… latihan dimulai. Baek Hyun-ah, tugas pertamamu hubungi rekan-rekanmu yang lain agar latihan besok jangan sampai absen”

“nae sonseng-nim”

Latihan pun dimulai. Kebteulan yang hadir adalah pemain inti semua, berhubung Se Hun masih dirawat, maka Kai yang menggantikan posisinya.

Eun Yoo terkagum-kagum untuk kesekian kalinya saat menyaksikan bagaimana 2 namja kesayangannya sangat mahir memainkan bola basket itu, tentu saja oppa dan namjachingunya, Chan Yeol dan Baek Hyun . Dan saat latihan menembakkan tiga point ke ring, 2 namja itu melakukannya dengan sukses. Baek Hyun bahkan memberikan kiss fly untuk yeojanya. Membuat anak-anak cheers envy berat.

Baek Hyun memang termasuk the most wanted boy di sekolahnya, berhubung wajahnya yang cute, keren, tampan, dan tentu saja berasal dari keluarga kaya, ia juga terkadang membuat orang-orang terpesona dengan permainan basketnya. Hanya saja dia sudah punya yeojachingu, jadi kebanyakan fans nya mundur sendiri. Tetapi terkadang ada beberapa yang nekat memberikan surat cinta padanya, jelas saja Baek Hyun tidak penah menggubrisnya, ia hanya berusaha seramah mungkin untuk menolak setiap ajakan kencan dari penggemarnya. Bagi Baek Hyun, tidak ada tempat untuk yeoja lain selain Eun Yoo.

Dan Chan Yeol yang juga menjadi idola itupun berada setingkat di atas awan melampaui Baek Hyun karena statusnya juga masih single, makanya banyak yeoja yang mengejarnya.

Dan kini bertambah lagi idola baru. Yaitu Kai… ia sukses menembakkan bola 5 kali berturut-turut di luar garis 3 point mengikuti jejak Baek Hyun dan Chan Yeol . Stylenya saat mendrible dan menembak bola membuat setiap pasang mata yang memandangnya jadi takjub sendiri. Ia pun mendapat banyak pujian dari pelatih dan teman-teman setimnya.

“wah… ternyata kau sangat hebat” puji Baek Hyun sambil menepuk pundak Kai

Kai hanya menyunggingkan senyum tipis. Ini belum seberapa­_ucapnya dalam hati.

Latihan singkat itupun berakhir. Eun Yoo langsung menghampiri Baek Hyun dan Chan Yeol, memberikan handuk dan sebotol air mineral pada mereka.

“Baek Hyun-ah… kau beruntung sekali punya yeoja seperhatian Eun Yoo” puji D.O yang sebenarnya iri

“Chan Yeol-ah juga, pantas dia betah menjomblo karena dia punya dongsaeng semanis Eun Yoo”tambah Su Ho

Baek Hyun dan Chan Yeol saling menatap dan tertawa di tempat yang sama, yah tidak ada yang salah dengan ucapan mereka. Karena kedua orang itu betul-betul beruntung memiliki Eun Yoo

“kau pulang dengan Baek Hyun lagi?” tanya Chan Yeol pada adiknya

“nae. Wae? Kau keberatan, oppa?”balas Eun Yoo

“ani… hanya memastikan. Ini sangat mengherankan, kenapa kau tidak mau pulang denganku, bikin repot orang lain saja”

“kau kerepotan Hyunie-ah?” tanya Eun Yoo

Baek Hyun menggeleng tenang sembari meneguk air mineralnya

“lihat jawabannya kan oppa?” ledek Eun Yoo pada kakaknya

“ara… ara… sudah sangat sulit untuk memisahkan kalian”

Tak jauh dari situ, Kai mengamati mereka dalam diam. Sesulit itukah memisahkan mereka?_lirihnya dalam hati. Dan sebuah rencana berputar di kepalanya.

Malam itu Eun Yoo sedang mengerjakan PR nya di kamar Chan Yeol, kakaknya. Sementara Chan Yeol sendiri dipusingkan dengan dokumen-dokumen perusahaan yang harus ia tandatangani malam itu juga karena besok harus dirapatkan. Ia memang  masih SMU, tapi dia tidak seceroboh itu untuk menyepelekan dokumen itu. Masa depannya dan Eun Yoo ada dalam ketelitiannya setiap menerima dokumen yang harus ditanda tangani.

“produk baru apalagi ini? Bukanhkah laba perusahaan bulan ini sudah mengalami peningkatan dengan produksi kemarin?” gumam Chan Yeol seorang diri

“produk baru dalam bentuk apa?”tanya Eun Yoo antara

“katanya semacam keyboard, tapi dalam ukuran lebih kecil”

“spesifikasinya?”

“tunggu biar kulihat.” Chan Yeol membaca beberapa lembar dokumen dan menggumam serius “tidak jauh beda dengan Keyboard ukuran besar, ini dilengkapi semacam komputer kecil, jadi bisa sekalian mengedit rekaman. Bisa untuk modal penyanyi pemula agar memiliki semacam studio sendiri”

“canggihnya. Aku beri suara setuju Oppa, dan berikan padaku satu produk pertama”

Chan Yeol tertawa “aku akan ikut rapat besok, akan kusampaikan pendapatmu juga”

“besok? Tidak ke sekolah, oppa?”

“rapatnya malam hari, jam 7. Jadi tidak masalah”

“sepertinya akan lama”

Chan Yeol memutar kursinya, menatap adiknya yang terlihat khawatir “kenapa?, kau takut sendirian di rumah? Kau bisa meminta Baek Hyun untuk menemanimu sementara. Lagipula rapatnya tidak akan sampai tengah malam, aku jamin”

Wajah Eun Yoo berseri “oke” langsung disetujuinya

“tapi bukan berarti aku mengijinkan kalian berbuat macam-macam” tegas Chan Yeol

“arasso… Baek Hyun bukan tipe namja yang selicik itu”

Chan Yeol manggut-manggut “nae… aku tahu”

“jadi oppa tidak perlu sekhawatir itu. Jangankan sampai berbuat macam-macam, berciuman pun kami belum pernah”

Chan Yeol membelalak “jinjja? Kenapa Baek Hyun selambat itu?”

Eun Yoo menepuk jidatnya “ah… aku menyesal membahasnya” Eun Yoo menutup buku, hendak beranjak. Tapi Chan Yeol menangkap adiknya itu dan mengurungnya dalam pelukan

“jangan pergi dulu, kebetulan kau membahasnya, aku juga ingin tahu sejauh mana style kalian dalam berpacaran. Jadi kalian belum pernah berciuman?”

Eun Yoo berhenti meronta, ia pasrah “seperti yang kubilang barusan. Tidak perlu membahas tentang ciuman, berpelukan pun bisa dihitung dengan jari. Hyunie-ah terlalu hati-hati”

Chan Yeol tertawa “dan aku justru setuju namja seperti itu yang menjadi kekasihmu”

Eun Yoo tersenyum “nae… hyunie-ah begitu menyayangiku. Dan tidak ingin melihatku tersakiti”

“tapi benar, dia belum pernah menciummu?”goda Chan Yeol

“ck… sudahlah, jangan membahas ini lagi, oppa membuatku seperti yeoja yang kesepian saja”

“Baek Hyun sedikit keterlaluan juga. sudah 4 tahun kalian pacaran tapi dia belum berani menciummu”

“ck… mungkin oppa yang mengancamnya”

“aku? Mana mungkin”

“lupakanlah, suatu saat dia juga akan melakukannya”

Chan Yeol tersenyum genit “kalau saat itu tiba, jangan lupa ceritakan padaku”

“OPPAAAA!!!!!”

Kai tidak bisa memejamkan matanya barang sedetikpun. Padahal sudah tengah malam, dan rasa kantuknya belum muncul juga. entah kenapa bayangan Eun Yoo selalu mengusiknya. Ia tidak habis pikir apa istimewanya yeoja itu sampai membuatnya tidak bisa tidur. Kesan yang ia tinggalkan pun tidak begitu banyak. Yah… Kai akui, bahwa Eun Yoo adalah yeoja pertama yang mengabaikannya pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga. Itu sudah cukup membuat Kai penasaran. Oke, Eun Yoo sudah punya kekasih, tapi itu bukan jaminan. Di sekolah Kai yang lama, kebanyakan yeoja yang mengejarnya justru sudah punya kekasih, toh yeoja-yeoja itu tetap tergila-gila pada Kai, kenapa Eun Yoo tidak demikian?

Apa karena kekasihnya adalah Baek Hyun? Lalu apa istimewanya namja itu? Apa yang dimilikinya sehingga Eun Yoo tidak bisa berpaling darinya. Ah… jangankan berpaling dari Baek Hyun, melirik namja lain pun sepertinya sangat mustahil bagi Eun Yoo.

Kai mengacak rambutnya dengan kesal “baiklah… kalian yang mulai,dan kita lihat sampai di mana kalian bisa mempertahankan hubungan kalian”ucapnya seorang diri

Baek Hyun POV

Aku menatap arlojiku. Eun Yoo terlambat lagi, sebentar lagi bel masuk berbunyi, dan dia masih belum muncul.

Aku terus menatap ke arah pintu kelas, menunggu kedatangan yeojaku itu. Saat ada pertanda akan ada yang masuk, aku jadi girang sendiri. Tapi saat sosok yang mucul bukan Eun Yoo, aku jadi kecewa. Kai yang datang. Ia melintas di bangkuku dan menatapku heran. Ia meletakkan tasnya di bangku belakang dan duduk tenang

“tumben” ucapnya. Akupun menoleh

“kau berbicara denganku?” tanyaku memastikan, karena D.O teman sebangkunya juga belum datang

“nae”

“tumben kenapa maksudmu?”

“aku baru 2 hari bersekolah di sini, dan melihatmu tanpa Eun Yoo di sisimu adalah pemandangan yang ganjil”ucap Kai lagi

Aku jadi bingung, itu pujian atau sindiran “Chan Yeol hyung… eh maksudku kakaknya Eun Yoo telat bangun, makanya Eun Yoo ikutan terlambat karena mereka pergi ke sekolah bersama-sama”

Kai membulatkan bibirnya “oo…”

Akupun membalikkan badan ke depan, kurasa percakapan kami tidak akan pernah berlangsung lama, karena Kai kelihatannya tipe orang yang malas bicara.

“kau sangat suka basket?” tanya Kai lagi

Aku kembali membalikkan badan menghadapnya “nae… mimpiku adalah menjadi atlet basket profesional”jawabku antusias.

Kai tidak merespon, hanya ada senyuman di sudut bibirnya. Itupun sangat tipis, karena Kai juga malas tersenyum. Sangat kaku

Untung setelah itu Eun Yoo muncul dengan tergesa-gesa. Ia meletakkan tasnya, duduk di sebelahku dan menyapaku “selamat pagi Hyunie-ah”

“pagi Eun Yoo-ah… bagaimana tidurmu?” sambutku

“yah… nyenyak seperti biasa. Tapi oppaku telat tidur, mungkin jam 3 subuh, makanya dia juga telat bangun”

“kenapa kau tidak menelponku lebih awal? Aku bisa menjemputmu”

“kalau kau menjemputku, siapa yang akan memaksa oppa untuk ke sekolah kalau bukan aku. Aku bahkan menariknya sampai masuk kekamar mandi, dan kalau aku tidak berdiri di dekatnya saat mandi, dia pasti melanjutkan tidurnya”

“ha? Kau menyaksikan Chan Yeol hyung mandi?”

“tidak juga…. aku membelakanginya”

Aku bernafas lega. Sedekat apapun hubungan kakak adik ini, itu jelas tidak etis kalau Eun Yoo melihat barang milik namja, walaupun itu kakaknya sendiri. Eun Yoo yang polos tidak boleh sampai melihat hal seperti itu. Takutnya itu berpengaruh pada hubungan kami yang baik-baik saja ini.

“Baek Hyun-shii” terdengar suara Kai memanggilku

“nae?” aku menoleh

“aku ingin bicara denganmu saat istirahat nanti”ajaknya serius. ah… wajahnya memang selalu serius, aku tidak bisa membedakan saat Kai santai dan saat dia serius. ekspresinya selalu sama. Datar….

“baiklah, tidak masalah”

“empat mata” tegasnya

Aku dan Eun Yoo saling menatap “nae… tidak masalah”

Kai POV

Aku menemukan titik itu. Suatu titik di mana Baek Hyun tidak akan berkutik. Aku hanya perlu menjatuhkannya di titik itu, walau aku tahu aku tidak boleh main-main karena kulihat Baek Hyun tidak bisa dipandang enteng.

“kau ingin bicara apa?” tanya Baek Hyun saat aku menyuruhnya menemuiku di GOR. Kebetulan sedang sepi

“aku tidak suka basa-basi”

“ya tidak apa-apa, bicara saja” responnya tetap ramah. Tapi sikap ramahnya tidak bisa meluluhkanku, aku tetap ingin menjatuhkannya

“aku ingin menantangmu main basket”

Sempat kulihat Baek Hyun terkejut “um… kenapa kau menantangku?”

“bukan apa-apa, aku hanya penasaran dengan kemampuanmu. Selain Chan Yeol-shii, sepertinya hanya kau yang bisa masuk hitunganku”

“lalu kenapa kau menantangku, Bukan Chan Yeol hyung?”

“yang kuakui dari Chan Yeol-shii hanyalah tekhnik bertahannya, selain itu kau sepertinya jauh lebih di atasnya”

“tunggu,apa ada maksud lain di balik ini?”

Aku salut, ternyata bukan tanpa alasan kenapa Baek Hyun cukup disegani. Dia memang cerdas “sudah kubilang aku hanya penasaran, tapi kalau kau menganggapnya aneh, kita bisa membuat tantangan ini semakin menarik”

“maksudmu?”

“bagaimana kalau kita jadikan ini taruhan”

Baek Hyun tidak merespon, aku rasa dia paham. Tapi aku hanya ingin menegaskannya.

“kalau kau menang, kau bisa minta apa saja dariku, tapi sebaliknya, kalau aku yang menang, kau harus menuruti kemauanku”tantangku secara jelas

“Kai-shii, bukannya aku tidak berani menerima tantanganmu, tapi kurasa aku tidak punya kepentingan di sini. Maksudku, apa untungnya kalau aku menang”

Aku tertawa “sepertinya kau sudah sangat yakin bisa menang”

“bukan seperti itu, aku hanya mempertimbangkan baik-buruknya”

“arasso… jadi kau menolak?”

“lebih jelasnya, aku tidak punya alasan kuat untuk menerima tantanganmu”

Aku menatapnya “aku suka jawabanmu” dan akupun beranjak pergi. Aku bukannya gagal, ini justru pertanda bahwa rencanaku akan sukses besar.

Tinggal melakukan sedikit manuver, dan rencanaku akan berjalan lancar. Aku memang tidak pernah melakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan perhatian seorang yeoja, tapi aku jamin, hanya bermodalkan diri sendiri, semuanya akan sukses.

Eun Yoo POV

Baek Hyun –ku datang tepat sepuluh menit setelah kutelpon. Dan seperti biasa, dia sangat keren dan cute.

“Chan Yeol hyung ikut rapat? Wah sebuah kemajuan”responnya saat kuberitahu alasan mengapa aku sendirian di rumah malam ini.

“yah… sepertinya oppa berusaha untuk terbiasa”

“Chan Yeol hyung sangat mengagumkan”

Bisa kulihat binar di mata Hyun. Lalu mataku tertuju pada bibir imut nya, dan aku tersentak kaget, teringat percakapanku denga oppa kemarin malam. Ah sial, kenapa pikiran itu muncul di saat seperti ini? Apa tanggapan Baek Hyun nantinya?

“ada yang salah Eun Yoo-ah?” tanya Hyun membuyarkan lamunanku

“ah… gwenchana… ng…apa kau sudah makan?”

Hyun tertawa dan menggeleng

“baiklah, kita sekalian makan malam saja, aku masak banyak malam ini”

“wah… ternyata kau sudah menyiapkannya”

Aku balas tertawa, kugamit lengan Hyun dan menuntunnya ke ruang makan. Dan kami duduk bersebelahan. Ah sial, aku sudah sering berduaan dengan Hyun, tapi kenapa malam ini aku merasa sangat gugup. Ah sial…s sial… pasti ucapan oppa sudah mempengaruhiku

“wah… sup kimchi buatan Eun Yoo sangat lezat” ucapnya membuatku tersadar kalau hyun sudah mulai menyantap masakanku

Aku menambahkan nakji ddokbukki ke mangkuknya “aku tidak begitu pandai memasak”

“bohong, ini saja sudah lebih enak dari masakan ahjuma”ucapnya dengan mulut penuh.

Aku tertawa melihatnya, ada bercak saos yang menempel di sudut bibirnya. Aku mengambil tissue dan menyeka bibirnya. Seketika tanganku berhenti saat mataku tertuju pada bibir yang semakin imut itu.

“ah aku jorok yah?” tanya Hyun sembari menjilati sisa saos di bibirnya.

Sial… itu justru menambah kegugupanku, kenapa tindakannya begitu seduktif?

“Eun Yoo-ah? Gwenchanayo?” tanya Hyun membuatku tersadar

“ah nae… itu, aku hanya…” nah… alasan apa yang harus kubuat? Mana mungkin aku berani mengatakan kalau aku sangat gugup melihat bibir Hyun yang terpampang manis di depanku

“kau juga lapar kan? Kita makan sama-sama yah” Hyun menyuapiku. Dia menggunakan sendok yang sama dengan yang ia gunakan barusan. Ini sama saja dengan ciuman tidak langsung bukan? Setidaknya aku sudah bisa mendapatkan bayangan tentang itu.

Sekarang aku menyetujui ucapan oppa. Baek Hyun memang sangat lambat, kenapa sampai sekarang dia belum menciumku? Suasana, waktu, dan tempat sudah sangat mendukung, terlebih ada even di mana aku menyeka bibirnya, kenapa dia tidak memanfaatkannya?

Yah… aku kembali sadar. Namjachinguku tidak sepicik itu.

Akupun membuat daftar baru keinginanku tahun ini. Yaitu… bisa berciuman dengan Baek Hyun… namjachinguku yang kusayangi.

Baek Hyun benar-benar menemaniku berjam-jam. Banyak hal yang kami lakukan. Mengerjakan PR, menonton TV, bermain game, bahkan bernyanyi. Maksudku, hanya aku yang bernyanyi dan Hyun sebagai pendengar

“kenapa kau tidak mengambil sekolah vocal? Kau punya bakat Eun Yoo-ah”begitu respon Hyun setelah mendengar sebait lagu dariku

“sudah kukatakan berulang-ulang, ini hanya sekedar hobby”balasku untuk kesekian kalinya. Padahal alasan sebenarnya adalah, aku tidak ingin pisah dengan Hyun.

“arasso… kalau begitu ikut audisi saja”

“nanti akan kupikirkan”

Oppa baru datang pukul setengah dua belas malam,saat aku dan Baek Hyun sedang bermain kartu. Oppa menawarkan Hyun untuk sekalian menginap, tapi Hyun menolak dengan lembut. Lagipula tawaran Oppa sepertinya juga sekedar basa-basi. Dan Hyun pun pulang setelah berpamitan denganku.

“bagaimana?”tanya oppa setelah Hyun menghilang dengan mobilnya di ujung jalan

“apanya?”tanyaku balik

“ya tentu saja tentang yang kalian lakukan tadi. Apa sudah ada kemajuan?”

Aku manyun “kami hanya mengobrol, makan, mengerjakan PR, nonton, dan terakhir seperti yang oppa lihat kan? Kami bermain kartu”

“hanya itu?”

“ya mau bagaimana lagi?” aku jadi histeris sendiri, oppa seperti meledekku

“ya Tuhan, namja macam apa Baek Hyun itu”

“Oppa… ucapanmu sungguh tidak enak didengar”

“maksudku, mana ada namja yang menyia-nyiakan kesempatan seperti ini. Aku salut padanya”

“jadi kau berharap akan terjadi sesuatu pada kami?”

Chan Yeol Oppa tertawa “tidak… aku hanya menerka-nerka. Dan tebakanku benar. Baek Hyun berhak mendapatkan penghargaan”

“Aku mengantuk, aku tidur dulu Oppa”aku bergegas ke kamarku, dan bisa kudengar suara tawa Chan Yeol oppa. ah sial… bahkan Oppa sendiri meledekku. Baiklah Baek Hyun-ah, kau berhutang ciuman pertama dengan ku.

Author POV

Pagi itu adalah jam pelajaran olahraga, dan semua siswa kelas 2A berkumpul di dalam GOR. Materinya adalah Bola basket, tentu saja sudah menjadi makanan mentah bagi Baek Hyun, Kai dan D.O yang menjadi anggota klub basket.

Semuanya dibagi dalam 4 tim. Masing-masing tim dilatih oleh sonseng-nim, Baek Hyun, Kai dan D.O.

“untuk siswa yang 5 orang” sonseng-nim menunjuk siswa namja yang tersisa “berlatih dengan bapak. Sisanya untuk siswi, silakan pilih ingin berlatih dengan Baek Hyun, Kai, atau D.O”

Tanpa ragu Eun Yoo melangkah pasti menuju Baek Hyun yang berdiri di depan, sejajar dengan pak pelatih, Kai dan D.O. sementara siswi yang lain pusing sendiri, contohnya Sulli, awalnya dia pergi ke D.O, lalu dia ke Kai, lalu ke Baek Hyun, tapi begitu melihat tatapan Eun Yoo, sulli kembali ke Kai. Dan pembagian kelompok pun semakin kacau tatkala kelompok Baek Hyun dan Kai membludak, sementara di keompok D.O hanya ada 4 siswi.

“begini saja, kita mengadakan lotre” usul Eun Yoo “Hyun, Kai, dan D.O akan menggunakan name tag nya. Dan kita memilih satu persatu”

“setujuuuuuuuuuu” sahut siswi lain. Ketiga orang yang hendak dipilih pun mengangguk sembari menyerahkan name tag mereka pada pak pelatih. Name tag itu di masukkan dalam topi. Dan siswi maju tiga orang sekaligus dalam satu kali lotre

“Kai” seru Sulli girang mendapatkan name tag Kai

“D.O” seru Min

“Baek Hyun-shii” seru Boomie malu-malu. Dan mereka bertiga mengembalikan name tag itu kedalam topi. Lalu menuju kelompok masing-masing.

“kau tidak maju?” tanya Baek Hyun pada Eun Yoo yang masih santai di sebelahnya

“aku mau giliran terakhir saja, lagipula aku ingin melihat, siapa-siapa saja yang mengincarmu belakangan ini, dan aku baru tahu Boomie yang sedang melangkah ke sini adalah salah satunya”ucap Eun Yoo serius

Baek Hyun tertawa “seperti detektif saja” ia mengacak rambut Eun Yoo “bagaimana kalau kau tidak memilih namaku?”

“tidak akan, aku bisa berbuat curang dengan mengintip kan?”

“hei,… mana boleh begitu. Kau yang mengusulkan cara ini kenapa kau mau berbuat curang?”

“untuk memastikan kita tetap bersama”

“tapi tidak dengan berbuat curang. Lagipula aku juga penasaran, sampai di mana hoki kita”

Eun Yoo memandang Baek Hyun “wah… sangat menantang. Baiklah”

Kini giliran Eun Yoo, Eun Ji, dan Hee Jhin untuk maju. Mereka memasukkan tangan masing-masing ke dalam topi dan meraih nametag tanpa melihat

“D.O” ucap Hee Jhin setelah melihat name tag yang diambilnya

Eun Yoo jadi was-was. Saat ia melihat name tag pilihannya

“Baek Hyun”

Baek Hyun menoleh penasaran. Tapi itu bukan suara Eun Yoo.

“itu punyaku…” Eun Yoo hendak menukar name tag ia pilih dengan name tag yang dipilih Eun Ji

“Hya… kau jangan curang, kau sendiri yang memilih Kai”protes Eun Ji

“tapi aku yang lebih dulu memegang name tag Hyun”Eun Yoo tidak terima

Eun Ji juga tidak mau kalah “Eun Yoo-ah, sportiflah sedikit. Jangan mentang-mentang Baek Hyun-shii adalah namja chingumu dan kau ignin terus bersamanya bahkan dalam hal sepele seperti ini”

Eun Yoo merasa tertampar dengan kata-kata Eun Ji “apa kau menyukai namjachinguku?” tanya Eun Yoo dengan suara tertahan, takut didengar sonseng-nim yang sudah memulai latihan dengan kelompoknya

Eun Ji angkat bahu, sengaja membuat Eun Yoo marah, kemudian Eun Ji melangkah menuju kelompok Baek Hyun

“HYAAA Eun Ji-SHII!!!” Pekik Eun Yoo sembari mengejarnya “kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?”

Eun Ji menoleh saat ia sudah sampai di tempat Baek Hyun “ini tidak ada hubungannya dengan pertanyaanmu, ini hanya bagian dari mata pelajaran kan?”

Eun Yoo naik pitam “kau…”

“Eun Yoo-ah” tegur Baek Hyun sembari memegang lengan Eun Yoo “jangan gegabah, kau bisa bermasalah”

Eun Yoo menghela nafas meredam emosi “tapi aku tidak berada di kelompokmu”

Baek Hyun tersenyum “gwenchana, ini hanya sementara, arajjhi?”

Eun Yoo jadi tenang sendiri melihat senyuman Baek Hyun “nae… arasso,jangan coba macam-macam dengan mereka”

Baek Hyun mengacak rambut Eun Yoo “kau bisa memberiku pelajaran kalau ada yang salah dalam metodeku. Sekarang pergilah ke kelompokmu, aku akan mengawasimu dari sini”

Eun Yoo mengurut dada, kenapa namjachingunya sebaik ini “arasso… aku ke sana dulu” Eun Yoo sempat menatap tajam ke arah Eun Ji, seolah ingin mengancam, tapi Eun Ji  pura-pura tidak melihat dan sibuk mendrible bola sesuai instruksi Baek Hyun.

Kai menatap Eun Yoo datar “sudah selesai?” tanya Kai

Eun Yoo jelas kebingungan “apanya?”

“tingkah kekanak-kanakanmu”

“apa maksudmu?” Eun Yoo jelas tidak terima, perasaan umur mereka sebaya, tapi kenapa Kai mengatainya childish?

“ini hanya latihan biasa, dan untuk sementara, kau malah bertengkar dengan temanmu karena memperebutkan kelompok Baek Hyun”

“bukan urusanmu, cepat berikan aku bolanya” Eun Yoo jadi malas sendiri, mentang-mentang Kai bertindak sebagai pelatih kelompoknya, dia sudah merasa di atas awan.

Kai tersenyum licik “berdiri di situ, dan tembakkan bola ini ke ring”

Eun Yoo mengerutkan kening. Kai sepertinya meremehkan kemampuan Eun Yoo. Percuma saja punya namjachingu pemain basket handal kalau Eun Yoo tidak bisa menembakkan bola itu ke ring dalam jarak dekat pula. Tapi dia berusaha bersabar, hendak memberikan surprise pada pelatih sok keren di depannya itu. Lagipula dia ingin menunjukkan hasil yang ia sering dapatkan dari Baek Hyun. Walau sekedar iseng, tapi Eun Yoo bisa juga

Eun Yoo mendrible bola, dan memfokuskan pandangan ke ring. Ia melompat sedikit dan shoot

Masuk…

Rekan-rekan satu kelompoknya bertepuk tangan. Baek Hyun yang menatapnya dari jauh juga tersenyum bangga.

“lalu?” ucap Eun Yoo menantang

“hm… tidak percuma kau menjadi kekasih Baek Hyun” Kai berjalan mendekati Eun Yoo, dan kini mereka berhadapan.

“Kai-shii, bagaimana cara menembakkan bola ini?” tanya sulli mencari perhatian. Tapi Kai tidak menggubris. Seluruh perhatiannya kini berada pada satu titik, yaitu wajah Eun Yoo yang mendongak menatapnya.

“lakukan lagi, drible bola ini sampai ke ring. Kalau kau berhasil melewatiku, kau boleh pindah ke kelompok Baek Hyun”tantang Kai

“apa kau bercanda? aku Melawanmu sama saja dengan anak ayam melawan singa, aku mana bisa melewatimu. Bukan tanpa alasan kan kau di jadikan salah satu pemain inti?”

Tanpa diketahui Eun Yoo, Kai berusaha menahan senyumnya. Merasa bahwa Eun Yoo sangat lucu dan manis “aku tidak akan menggunakan kedua tanganku dan tidak akan menyentuhmu” tambah Kai

“lalu dengan apa kau menghadangku?”

Kai menautkan kedua tangannya ke belakang dan berdiri memasang kuda-kuda “kalau seperti ini, apa kau masih tidak bisa melewatiku?”

Cukup menarik, Eun Yoo jelas terpancing, apalagi iming-imingnya adalah bisa sekelompok dengan Baek Hyun “oke… akan kucoba”

Kai tidak bisa menyembunyikan senyum kemenangannya. Ini adalah langkah awal.

Eun Yoo mulai mendribel bola dari ujung lapangan menuju ring yang dijaga Kai. Anggota kelompok yang nganggur terpaksa mengungsi di pinggir lapangan dan menyaksikan duel yang tidak seimbang itu. Eun Yoo mulai mendekat, Kai menghadang dengan tubuhnya, mengikuti setiap langkah Eun Yoo.  Eun Yoo jadi kewalahan sendiri tidak bisa menembus pertahanan Kai. Sialnya ia seperti orang bodoh yang mendrible bola tanpa bisa bergerak maju. Eun Yoo jadi ingat tekhnik yang biasa dilakukan Baek Hyun saat berada di posisi ini, dengan tangan kiri ia menghadang tubuh jangkung Kai sementara tangan kanannya sibuk mendrible bola. Kai jadi takjub sendiri padahal Eun Yoo masih amatir.

Saat Eun Yoo sudah bersiap menyerang, Kai bisa membacanya. Dengan sedikit licik dan tidak tampak oleh orang lain, Kai menginjak ujung sepatu Eun Yoo dengan cepat, membuat tubuh Eun Yoo kehilangan keseimbangan dan limbung. Kai yang sudah membaca gerakan itu memanfaatkan keadaan. Ia gunakan tubuhya sendiri sebagai tumpuan saat Eun Yoo hampir terjatuh, dan dengan sedikit mendramatisir, Kai ikut kehilangan keseimbangan, dan kedua orang itu jatuh. Eun Yoo sudah bersiap mendarat di dada bidang Kai, dan kalau tidak dihalangi, wajah mereka pasti bertemu. Dengan gesit Eun Yoo menutup mulutnya dengan telapak tangan dan…

Cup…

Kalau saja tidak ada pembatas itu, mereka pasti sudah berciuman. Untung saja Eun Yoo menggunakan tangannya untuk menutupi bibirnya, sehingga yang sampai di bibir Kai hanya punggung tangannya.

Baek Hyun yang sejak tadi sudah membaca keanehan itu berlari menghampiri Eun Yoo dan membantunya berdiri.

“gwenchanayo?” tanya Baek Hyun khawatir

Eun Yoo tidak menjawab, ia masih terus membungkam mulutnya dan pandangan matanya kosong. Sepertinya shock.

Baek Hyun memeluknya dan menepuk-nepuk punggung Eun Yoo “Eun Yoo-ah”

“ah nae… gwenchana..” ucap Eun Yoo akhirnya.

Baek Hyun melepas pelukannya dan memandangi Eun Yoo yang pucat “ada yang terluka?”

Eun Yoo menggeleng nafasnya masih putus-putus

“seharusnya kau lebih hati-hati” ucap Kai yang berdiri sembari mengelus dadanya, berpura-pura kesakitan karena tertimpa tubuh Eun Yoo. Seolah ingin menciptakan keadaan bahwa dia lah yang menolong Eun Yoo

“Kai-shii… apa kau terluka???” serbu sulli dan teman-temannya yang lain

“tidak…” jawab Kai singkat tapi terlihat seperti meringis

“aduh…” pekik Eun Yoo saat ia mencoba melangkahkan kakinya

“waeyo?”tanya Baek Hyun panik

“pergelangan kakiku sakit”

“kau pasti kurang pemanasan, makanya terkilir”sindir Kai

Baek Hyun menoleh sejenak ke arah Kai “aku tidak buta, dan jangan kira aku tidak melihatnya”

Kai sempat kaget “oh begitu? Baguslah kalau kau melihatnya”

“kalau sampai terjadi hal yang sama, kau akan lihat akibatnya” ancam Baek Hyun serius. ini pertama kalinya Eun Yoo melihat namjachingunya seserius itu. Kai juga sedikit takjub dengan sikap Baek Hyun, dan sedikit tidak menyangka kalau tindakan lincahnya saat mencelakai Eun Yoo bisa terlihat oleh Baek Hyun yang posisinya cukup jauh dari tempat kejadian tadi

Kai tidak merespon.hanya tersenyum

Baek Hyun meminta izin pada sonseng-nim sebelum menggendong tubuh Eun Yoo keluar dari GOR, menuju UKS. Semua mata memandang mereka dengan iri. Romantisnya…

Baek Hyun tidak banyak bicara. Ia hanya fokus memijat pergelangan kaki Eun Yoo dan memasangkan traksi, setelah itu ia membalutnya dengan sangat rapi.

“Hyunie-ah…” lirih Eun Yoo pelan

“hm…”respon Baek Hyun tanpa mengangkat wajah

“kau… kau tidak apa-apa?”

“kenapa kau bertanya sepeerti itu? Yang sedang kesakitan kan kau sendiri”

“maksudku… sepertinya kau marah”

Baek hyun tidak menjawab. Tapi sikap diamnya itu seolah memberitahu bahwa tebakan Eun Yoo tepat.

“kau marah padaku? Atau pada Kai?”

“aku tidak marah”

“tapi sikapmu berkata lain”

Baek Hyun menghela nafas, setelah perban terakhir melilit di pergelangan kaki Eun Yoo “lupakan saja Eun Yoo-ah, aku hanya mengkhawatirkanmu”

“tapi ada yang mengganjal. Dan aku tidak suka kalau kau menyembunyikannya padaku. Kau marah padaku kan?”

Baek Hyun membantu Eun Yoo meluruskan kakinya, hingga Baek Hyun bisa duduk di sebelahnya “aku marah pada diriku sendiri”

“kenapa?” Eun Yoo jelas terkejut

“karena aku lalai dalam melindungimu, kau terluka bukan karena Kai, tapi karena aku tidak fokus”

Eun Yoo tersentak kaget. Inikah yang jadi ganjalan di pikiran Baek Hyun? Dia menyalahkan dirinya sendiri? “Hyunie-ah… jangan berkata seperti itu, ini sama sekali bukan salahmu, aku saja yang ceroboh” Eun Yoo menggenggam tangan Baek Hyun dengan erat

“tidak… ini tetap saja salahku, seharusnya kejadian tadi bisa kucegah” Baek Hyun menunduk dan memaki dirinya sendiri dalam hati

“hya… Byun Baek Hyun” seru Eun Yoo kesal.

Baek Hyun mengangkat wajah mendengar Eun Yoo membentaknya.

“kalau kau menyalahkan dirimu lagi, aku akan… aku akan… aku akan mati”

“hya  Eun Yoo… jaga ucapanmu”

“aku tidak bercanda, sudah kutegaskan ini bukan salahmu. Jadi jangan menyalahkan dirimu, kumohon. Kau membuatku sedih. Tadi itu adalah sebuah pelajaran kalau kau tidak bisa setiap waktu bersamaku, seharusnya aku lebih berhati-hati saat tidak sedang bersamamu”tutur Eun Yoo dengan mata berkaca-kaca. Ini pertama kalinya mereka saling membentak dalam sejarah hubungan mereka.

Baek Hyun terdiam melihat yeojanya ingin menangis, padahal ia bersumpah tidak ingin melihat yeoja ini menangis “mianhae… mianhae” lirih Baek Hyun tulus “aku terlalu mengkhawatirkanmu”

Eun Yoo menghembuskan nafas. Ia meletakkan kedua tangannya di pipi Baek Hyun, membuat namja itu mengangkat wajah dan menatap Eun Yoo. “hyunie-ah…  dengarkan aku. Lupakan masalah ini, jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri hanya karena kecerobohanku. Aku tahu kau menyayangiku dan aku bahagia akan hal itu karena aku merasakan hal yang sama. Tapi aku paling tidak menginginkan hal ini… kau terluka karena rasa sayang itu”

Baek Hyun tersenyum, ia menggenggam tangan kanan Eun Yoo yang masih menempel di pipinya “gomawo Eun Yoo-ah…” iapun mengecup tangan Eun Yoo “saranghae” lirih Baek Hyun membuat hati Eun Yoo berdesir

“nado… saranghaeyo” lirih Eun Yoo malu-malu.

Mereka saling menatap dalam diam. Dan entah hanya perasaan Eun Yoo saja, genggaman tangan Baek Hyun semakin kuat, dan sepertinya Baek Hyun menarik Eun Yoo ke arahnya secara perlahan, masih dengan tatapan yang melekat di manik matanya. Tangan kiri Eun Yoo baralih dari pipi ke dada Baek Hyun, bersiap menjadikannya tumpuan kalau tebakannya benar…

Yah… Eun Yoo menebak kalau Baek Hyun akan menciumnya. Dan benar saja, saat wajah Baek Hyun sudah sangat dekat, dan ujung hidungnya sudah menyentuh hidung Eun Yoo, itulah pertanda bahwa tebakan Eun Yoo benar. Eun Yoo pun menutup mata dengan perasaan gugup yang luar biasa. Ini sungguh pertama kalinya bagi Eun Yoo…

“Eun Yoo-ah… gwenchanayo?” sebuah suara memecah keheningan. Eun Yoo membuka mata, dan wajah Baek Hyun sudah menjauh.

Eun Yoo memandang jengkel pada seseorang yang muncul di balik pintu UKS “Nae Oppa, gwenchana, hanya terkilir sedikit”

Chan Yeol mendekati adiknya itu dengan cemas “mana yang sakit?”

“kaki kanan, tapi sudah dirawat oleh Hyun”

Chan Yeol bernafas lega “siapa yang melakukannya?” tanya Chan Yeol pada Baek Hyun

Baek Hyun hanya tersenyum “tenang saja hyung, aku yang akan menyelesaikannya”

“jadi benar dia dicelakai?”

Baek Hyun tidak menjawab, bibir tipisnya lagi-lagi mengulas senyuman

“anak itu perlu diberi teguran” lirih Chan Yeol sembari mandang keluar

“bukan salahnya hyung. Aku yang lalai” balas Baek Hyun

“kalian sedang membicarakan siapa?” tanya Eun Yoo tidak mengerti

“bukan siapa-siapa chagi-ah…”Chan Yeol membelai rambut adiknya “hanya urusan sesama namja”

Eun Yoo mengerutkan kening “aku tidak tahu ini ada hubungannya atau tidak, tapi kejadian tadi murni karena aku ceroboh, di luar dari sikap Kai yang memberiku tantangan, dia sama sekali tidak salah apa-apa. Dia justru menjadikan tubuhnya sebagai tempatku mendarat, walau hampir saja terjadi kesalahan”

Chan Yeol dan Baek Hyun saling menatap.

“kau atau aku yang menyelesaikannya?” tanya Chan Yeol tanpa menggubris ucapan Eun Yoo barusan

“aku saja hyung, yang dia permasalahkan itu aku. Jadi kau tidak usah terlibat”jawab Baek Hyun mantap

“baiklah,terserah kau saja, asalkan hal ini tidak terjadi untuk kedua kalinya. Kalau itu terjadi, aku sendiri yang akan turun tangan”

“nae hyung, arasso. Aku akan lebih waspada” Baek Hyun terdiam, kemudian menyadari sesuatu “tapi… dari mana kau tahu tentang ini?”

“D.O… dia juga melihatnya”

Baek Hyun mengangguk. Tidak salah D.O diangkat sebagai anggota tim inti, karena matanya juga sejeli Baek Hyun.

“Eun Yoo-ah… berhati-hatilah, jangan pernah jauh dari Baek Hyun”pesan Chan Yeol sebelum ia meninggalkan ruangan UKS

“ck… kenapa kalian bersikap aneh? Apa yang dilihat D.O?”

“bukan apa-apa. Bagaimana kakimu? Masih sakit?”tanya Baek Hyun mengalihkan pembicaraan

“sedikit, tapi aku sudah bisa jalan, kau tidak perlu menggendongku. Aku malu menjadi pusat perhatian”

Baek Hyun tertawa “tidak ada cara lain Eun Yoo-ah, kalau saja ada tandu, aku akan mengangkatmu pakai tandu”

Eun Yoo manyun sendiri “kalau begitu aku lebih baik digendong saja”

Baek Hyun masih tertawa sembari mengacak rambut Eun Yoo. Tanpa Eun Yoo sadari, Baek Hyun sedang berkutat dengan pikirannya sendiri. Sedikit demi sedikit dia mulai paham maksud dari tantangan Kai tempo hari. Benar atau tidak, pasti ada hubungannya dengan Eun Yoo.

To Be Continued

source:  EXO CrazyZone\(^_^)/ By AyouLeonForever

50 thoughts on “[FF] Love Is… (part 1)

  1. Ecie.. Ciee Baekhyun suit..suit #siulsiulbarengJino

    Si Kai Jahat ah Bukan sungguh, amat, sangat, terlalu Jahat huh..
    Jujur saiia ngak bsa bayangin klo Chanyeol serius ahahahah…

    Mungkin, Jikalau, Andaikata, Umpama, misalnya Baekhyun jadi lbh tinggi dari sekarang masih cute ngak yah ??
    #hayalanmacamapaini

    ini Je doubloe O Di Je O Be
    Good Job .. God Job Thor

  2. kirain ntar si baekkie bkalan saingan sama chanyeol…
    tpi syukurlah enggak,,,

    hmmm kaiiii!!!

    heheheh so swiiitttnya baekkie ku #plaakk

  3. hmm sebelumnya aku minta maaf dulu ya baru komen,, sebenarnya nemu ff ini udah lama banget skitar 4-5 blan yg lalu
    bahkan saking kerennya ni ff seharian langsung hbis 7 chap.. waktu itu dunia ff masing asing sih,, jadi gag ngerti cara ngomen><,,

  4. wahhhh,,
    udh lama banget pengen komen nh FF,,,,hhe,,,
    mian ne eonni,,,
    eumm,,,,,,,wahhhh,,,,eunyoo beruntung banget jd yeojanya baekkie..

  5. ak ga suka klu hubgn baekhyun n eun yoo hrus diganggu ma kai… >.<
    Pokokny, mrka ga blh terpisah, minthor eonni…

  6. yeee ada baekyeol coupleeee^^ i love it😀 btw min aku baru nemu ni FF, bagus banget deeehhh, BEST FF in the world *lebe?* biarin aja ya torr toss duluuuu

  7. aih dia panggil apa td ‘Hyun’ ?? … jinjja lucunya ……. Baekkie ya dpanggl chagi ~.~

    anyway !! kya’nya ini straight (gmanasinulisnya…) ya boyxgirl gt lo ??? hmmmm… mian ne kalo aku g ngelanjutin komen😦

    mf bukannya g sukaa… aku juga g mungkin ngebash kooookk., hanya sj aku g nyaman bc ff yg ada oc ny …
    gtw knpa yaaaa…
    perasa’anku bwaannya g rela (cz i’m so over to loved Baek)

    yah dripd nant kalo aku bc trus ujung2 ny sebel …! g komen kan g etis jg !! dr pd aku jd reader yg g baik😀

  8. jd aku ptuskan bc yg yaoi aja ne…

    tenang bs,,, di check ,kalo ada komenku brarti aku bc … tp kalo engg ada ! bneran brarti aku belom/engg bc …

    keep calm aku g akan jd SIDERS ko’ ^^

  9. hola thor ;D
    bentar, kubanyangin dulu Baekki pake baju basket, jd kapten……2 bulan kemudian…aishhh…tetep aja Baekki tuh imut2….andwe…andwe #gilasendiri…
    Kalo Kai cocok bgt scara tampangnya sok iye gitu…tp np malah licik yah..??? *pelukD.O*
    Dan bisa dipastikan 2-bibir-yg-minta-dicium-sama-aku itu bakal ngadain perang kasat mata.!!!!
    mungkin Baekki terima tawaran Kai tanding basket…ah aku pilih sp yah….aku pilih jd bolanya aja deh…lumayan digelindingin 2-bibir-yg-minta-dicium-sama-aku #plakplak
    yah sudahlah ngomong2 soal bibir stres jg, 1tebel 1tipis, sungguh pilihan yg sulit (halah apa coba)…
    KU LANJOT YAH THOR…

  10. Jdi senyum2 sendiri.. Liat kelakuan eun yoo pngn d cium.hahaha mngkin dy sudah ga tahan .. Pacran 4 thun lebih cma gtu2 aja.. Apa lgi hyungnya ledekin mlu.. Tambah nantang dy, konyol’y d uks malah hyung’y sndri yg gagalin kmauan adik’y.hahaha kocak

    Tapi.. Knpa kai jhat si -_- sampe terkirir gtu kaki’y eun yoo, knpa hrus misahin mereka .. Pdhl cma gara2 ga d lirik eun yoo doang.. Smpe sgtu’y.

    Aku next part ya thor.. Penasaran sama part slanjut’y..

  11. *bayangin di sekolah pelatih basket ny gitu, udh lah cewe2 pada tak bernyawa semua(?)* untung lah baek jadi anak baik2:”(?)
    gw ga kebayang kalo disuruh dari yeol, udh megang perusahaan di umur sekecil itu.-.
    ni kai disini udh anak baru, iseng lagi-_-) untung cakep, coba kalo ga, udh dibully tuh(?). kai licik, memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan waks!
    eun yoo gaboleh sama kai -_-) udh ama baek aja’-‘)b
    btw jadi bingung yg jadi adek ny yeol spa… knp yeol lebih akrab sma baek(?)
    oke lah daebak thor! lanjutkan! (?)

  12. wuaaa baekhyun keren!!>,< apalagi jadi kapten basket aigooo..
    ciee ciee romantis lagi sama eun yoo
    tapiii kenapa kkamjong mengganguu?? semoga baekhyun sama eunyoo tetap bisaa bersama(?)~
    coba chanyeol gk dtng pas diuks pasti eunyoo udh dpt first kiss nyaa dari bacon u,u
    cerita authornim ini memang dabebak!! apalagi kalo main castnya bacon keke~~

  13. Sambil menanti lanjutan Amaterasu, PP ama NRL keluar, gue baca FF baru deh,,,, udah brapa x ya gue baca Another Chance nya ALF 10x ada x ya *mikir keras*
    Btw ini si KKamjong jadi cowo cool yg Perusak hubungan baki ama eun yoo ya ?
    baeki jadi team kapten basket ?? mungil imut gitu hahhaha lucu bgt …..
    Hyun ? sempet mikir keras siapakah si Hyun ini ternyata si BaekHyun hahahahaha…

  14. daebaaaakkk thorrr…
    disini kai nya licik sama kejam banget TT.TT kan kasian baekhyun…
    untung aja kai sama eun yoo gag ciuman
    keren thor… bayangin nih gimana baekhyun jadi kapten pasti ntar jadi kapten terimut kkkk
    tapi baekhyun juga lambat thor.. kenapa belum di popo juga eun yoo nya >,<

    semoga ntar baekhyun akhirnya sama eun yoo atau ntar sama kai juga gag papa thorr…😀
    tetap fighting ya thorr… ^^

  15. wiiiyy. . .
    ceritanya kereeen ^^

    eun yoo beruntung banget punya kakak kyk chanyeol. .
    pacar kyk baekhyun. .

    sweet bgt pas eun yoo bilang bakal marah ma Tuhan kalo Dia memisahkan eun ma baek. .hahaha~

    baby hyun emank keren. .
    baik bgt. .
    tulus bgt. .
    setia bgt. .
    perfect!!

    ga salah deh jadi suami emak ^^
    hahaha. . .

    daebak, eon!
    fighting!

  16. hwaaaa…. *_*
    Baekhyun cool.. so sweet banget.. g nyangka dia bisa jadi kayak gitu.. *geleng2*
    Chanyeol juga keren.. Seorang Chanyeol bisa jadi figur kakak yang baik.. Ah.. mau dong punya onii-chan kayak dia.. XDD

    ARRRGGGHHHH.. D.O..
    akhirnya kamu muncul juga. Love you… hehehe…

    Hm.. Kai jadi judes banget ya.. Benar2 menakutkan. sampe dia ngelakuin hal kayak gitu..

    Main cast ceweknya 1 aja nih..? Kasian Chanyeol, dia jomblo..

  17. cieeeeee anak basket! baekhyun anak basket cieeee baebek. . . ahahahahaha >< *bayangin baekhyun maen baesket/save my heart(?)*

    mau dong jadi eun yoo'e u.u slalu berada disisi baekhyun kapan pun dan dimanapun #awwww wah baek lu jangan mpe lengah(?) dari kai, ntar eun yoo lu di comot *eh

    OIA!!! Btw~ "untuk pertama kali'e" ini aku baca FF baekhyun strigh yg "berchapter" hahahaha selama ini ff yg berchapter yg aku baca selalu ff BaekYeol doang😀

    aku suka ama cerita'e thor! ALF mantap dah! *tunjukin(?) jempol* ^^

  18. Aq bru nyoba baca yg straight thor,,trnyta seru jg.. Wah eonni pake nama sndri jd cmburu nich bs pcaran ama baeki truz pnya kakak ky chanyeol.,aq mau donx jd cast ny thor hehe

    eoni tu baeki kterlaluan amat,msak 4 taun pcaran lum ngpa2in..hehehe diduluin aja thor.,klu baekinya lmbat kya gni.. Chanyeol kan lg single boleh donx thor aq dftar jd pcarnya,jd kakak iparnya eoni hehehe

    next aja deh kebnyakan omong..

  19. Huwooooooo baekki kerenn !!!
    Prok prok prok *kegirangan ,
    4 taun yah ..umm hebat juga sih bisa hbungan slama itu BaekYoo daebak !! Tapi baekkinya kelewat polos apa kelewat baik ya ?? Poor eunyoo, aku tau gimana rasanya *apaini?? HH ..

    Kaii bner deh ciyus deh kaya aku beuudd *alaykumat , males ngomong males senyum ..aku sukaaa that’s cool😀
    tapi sifat sombongnya itu lhoooo aduhh sayang beuudd *alaykumat(lagi)

    yaikhh chanyeol blom punya pacar ?? Sama aku aja yok ?? Xixiii *disemburnagakris *gosong *innalillahi
    kyaaa ngga jadi deh innalillahinya sih nanti muncul lagi d chapt 2 *nyengirkudasambilngacir

  20. aissssh cerita keren banget<3 Aku suka aku suka<3
    Baekhyun pasti macho banget kalo ini real wkwkwk
    aduh unnie aku gangebayangin baekhyun kai kayak begitu~~ Aigooooo
    Chanyeol…..demi apa suka banget chanyeol disini. Dia cocok banget perannya. feel nya dapet wkwk

  21. @.@
    baekkie…..aku pda mu…
    ih co cweat deh…..
    Suka…suka….
    Karakternya baekhyun oppa ska bnget…..nget…nget…..
    Btul2 menjaga…..
    Aihh…. Pkoknya keren bnget deh…..
    Kai nya kok gt sih…
    Khamjooong……. -,-”
    hehe….

  22. Aaa bc ni ff jd mkin tmbh tergila2 ama baekie *ketjup author, sosok baekie emank pacar impian bgt ya..
    Yeeiii ª∂a̲̅ kai jg,, hoho aq slalu pnasran ama tokoh ketiga (pengganggu) kaya’ kai ini.. Klo aq liat kai sih sbnrnya gªκ̣̇ jhat, cm ya dia krna slama ini dia ngarsa hdpnya mmbosankan jd bgtu ktmu baekyoo couple dia jd mnemukan hal ч̲̮̲̅͡ğ menarik n jd’a usil gtu deh (wlopun cra usilnya salah sbnarnya), aq sbnar’a mlah kasian ma si kai krn dia slma ni sllu ksepian..
    Aa pnasaran, lnjut next chap..

  23. hyunie~~~ ahhh itu panggilan so sweet sekali, dek hyunie lbh manis kkkkkkkkkkk…
    dan knp anak” exo-k jd pd sekeren ini sih??? apa lg byun,, dan sejak kapan pd main” baset itu hahahha
    tp beneran mereke keren disini -andai itu nyaha lol-
    tp knp kesan nya di awal part aja kai udh bgni, ya ampuuun karakter dia disini licik bgt sesuai sama mukanya #loh tp ga suka sama kai yg ini ……………
    entah lah di part awal aja udh punya firasat buruk sama hub hyunie-eunyoo, rasanya ga pengen baca part selanjtunya, kudu siapkan hati dulu sebelum baca part 2 >.<

  24. Daebak!! Oh iya aku juga readers baru disini….
    Ff nya keren!!! Lanjut
    Kai kenapa perannya jadi kayak yg jahat gitu yah, kayak mau misahin baekhyun sama yeojachinggunya (lupa nama)
    Kai oppa hwaiting!!!!
    Baekhyun oppa hwaiting!!!!

  25. aaaahhhh jinjjaaa beruntung nya jadi eun yoo dikelilingi namja2 imutttt astagaaaaa…

    Aih itu si channie gangguin orang mau kisseu aja *plak

    Kai nya jangan gangguin hubungan mereka dong.. Mendingan abangkai nya sama aku aja *plak

    Hahaha lanjut ahh

  26. Soloh min, sian amat itu baekhyun… Emang daebak nih bikin ceritanya. Aku sampe dengerin lagunya exo yg treasernya angel sm baby don’t cry. Jadinya, masuk(?) ke ceritanya gitu. Dapeet banget deh pokoknya. Ending nggantung seperti biasanya. Tapi nggak apalah. Ada beberapa kalimat disini yg nggak aku paham, keknya emg bener kudu baca pake pendalaman(?) toh yg nggak mudeng tetep juga aku tinggal *gubrak* tapi menurutku feelnya tetep dapet kok. Aku bayangin kris ngedrum kok rada aneh ya kkk. Mungkin akunya kali ya yg alay😀
    Ini castnya Cuma anak exo berenam masa min. Biasanya ada luhan, sehun sama kai, kok disini nggak nongol ternyata. Emang banyak yah min sidersnya? Kok sampe ngancem harus komen dulu biar dapet kunci (?)gembok kkk. Padahal tinggal baca trus cuman ngasih komen gitu aja, padahal kan min ALF nggak minta uang. Kenapa aku jadi ikutan mikirin siders ya? Pokoknya semoga para siders sadar deh. Amin

  27. ini komenku sebenernya, tadi itu salah tempat soalnya buka 2 ff skaligus jadinya salah komen. duh…
    Keren keren keren. Tapi aku bacanya telat banget masa kkk. Saoloh baekhyun punya pacar T_T
    Duh, aku juga envy berat sama flying kiss nya hyunnie kkk. Kai licik banget huaaa…

  28. duh enak ya jadi baekhyun-eunyoo, pacaran langgeng bener wkwk
    ada anak pindahan namanya kai euyy(?)
    kok kai kayaknya judes ya ke eunyoo?
    bukan judes sih maksudnya, tapi dingin gitu(?)

  29. Kyaaaa! Kenapa baekki so sweet banget disini? Si eun yoo beruntung banget yah. Punya pacar imut, tampan, kece, unyu, baik, kaya *ya ampun kebanyakan lebihnya. Udah gtu punya oppa kayak si chanyeol. Enpiiii thorrrr. Ceritanya natural, nice ff… keep writing ya thor, hwaiting ^(0.0)^

  30. Baeekkkk, aku mau tuker posisi jadi eun yoo.
    God , , , , baekhyun keren bangetttttttttttttttttt.
    Tapi sayang agak lemot, wkwkwk
    agak takut kalau eunyoo ngidep penyakit, karena dia selalu bilang “akan mati”
    huft semoga happy end.
    ALF ini pertama kalinya aku baca ff ALF non Yaoi

  31. seruuu.. Kaii licikk amatt sehhh eonnn…ckckckckckck

    d.o masa cuma 4 org sh yg milihhh…? Kan cakep juga tuhhh.. :DD

  32. Gegara kelamaan nungguin Amaterashu yg udh 3 bulan ga kambek2 nih alf-shi jadi iseng2 baca ini

    Lagi pula udh lama juga sih gabaca straight dan ceritanya lumayan membuat saya untuk lanjut ke chap 2 hwhwhw..

    Lanjut dulu ye alf-shiii

  33. Aish jinjja~ ini ff keren banget Alf. Jjang ‘-‘b
    Baek Hyunnya so sweet banget masa ><
    Sangat sangat envy dengan Eun Yoo yang disukai sama Kai dan juga Baek Hyun T.T
    Semua ff yang alf bikin pasti keren semua, 10 thumbs for Alf ddddd'-'bbbbb

    • Aish jinjja~ ini ff keren banget Alf. Jjang ‘-‘b
      Baek Hyunnya so sweet banget masa ><
      Sangat sangat envy dengan Eun Yoo yang disukai sama Kai dan juga Baek Hyun T.T
      Semua ff yang alf bikin pasti keren semua, 10 thumbs for Alf ddddd'-'bbbbb

  34. Aish jinjja~ ini ff keren banget Alf. Jjang ‘-‘b
    Baek Hyunnya so sweet banget masa ><
    envy banget dengan hubungan Baek Hyun sama Eun Yoo T.T

    "Ini adalah tahun pertama aku di kelas 2, artinya sudah 4 tahun aku dan Eun Yoo tetap bersama.
    Hubungan kami memang berawal
    dari keisengan, karena waktu itu aku
    dan Eun Yoo masih SMP saat pertama kali meresmikan hubungan kami. Aku kadang tertawa sendiri saat mengingat bagaimana aku
    pertama kali menyatakan perasaanku
    pada Eun Yoo. Aku memang sudah
    lama menyukainya, sejak SD, karena
    kami memang sudah berteman sejak
    lama. Dan tepat saat aku menginjak
    tahun pertama di SMP, dan7
    mendapatkan kemenangan pertama
    pertandingan basket antar SMP, d
    situlah aku berani menyatakan
    perasaanku padanya. Eun Yoo
    sampai tidak percaya kalau aku
    menyukainya sejak lama, dan untung
    saja dia tidak menolakku saat itu,
    dia bilang akan mencoba
    menjalaninya denganku." Kok Eun Yoo gak percaya kalo Baek Hyun suka dengan dia? Apa mungkin karena Baek Hyun itu punya banyak fans Eun Yoo jadi gak percaya?
    Aduh, pengen punya namja kaya Baek Hyun yang begitu melindungi dan menyayangi Eun Yoo.
    Envy sama Eun Yoo yang dikelilingi sama namja-namja ganteng nan kece T.T
    Itu Kai baru aja jadi murid pindahan udah pengen menggangu hubungan Baek Hyun sama Eun Yoo aja -_-"
    Kai mencari kesempatan dalam kesempitan waktu main basket sama Eun Yoo -,- Ntar namjachingunya murka loh~

    • Aish kepotong terus -,-

      ‘Tak ayal Eun Yoo tersipu dan
      mencubitku “sudahlah, aku tidak
      ingin ditegur Sonseng-nim lagi, kau
      fokuslah belajar” Kayaknya Eun Yoo sama Baek Hyun sering ditegur sama seoongsaenim sampe Eun Yoo bilang kaya gitu #sotau
      Gak sabar baca chapter selanjutnya .
      Gak tahu kenapa aku ngakak waktu baca scene Eun Yoo bilang kalo Baek Hyun tak mengerti siklus bulanan wanita xD
      Dan lagi ngakak juga waktu baca scene ‘satelah ia meminta izin
      pada sonseng-nim. Terkadang aku
      sedikit bingung dengan siklus
      bulanan yang wanita sering alami,
      aku paham yang dimaksud siklus itu
      adalah menstruasi. Tapi Apakah
      seorang wanita tidak akan mati
      kalau kehabisan darah sebanyak itu?
      Aku jadi mengkhawatirkan Eun Yoo’ xD

      Aku ngebayangin Baek Hyun main basket pasti keren banget ><
      Sangat sangat envy dengan Eun Yoo yang disukai sama Kai dan juga Baek Hyun T.T
      Semua ff yang alf bikin pasti keren semua, 10 thumbs for Alf ddddd'-'bbbbb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s