Into Your World (Part 2)


hai… emak lagi nih… yang bosan ama emak berarti anak durhaka… wkwkwkwk

sebenarnya emak mau ngasih ganjaran buat Mutia, kenapa? karena uh anak bikin penasaran aja. habis nge post FF nya, dia ilang lagi. katanya part 3 bakalan di posting barengan part 2, tapi nyatanya nggak juga, nih anak lama-lama emak sembelih juga. *plaPlakPlak…

langsung aja deh ke Mutia… Mut… silakan… *nyuruh naek ke podiaum

 

Mutiara Fazrilani

mian lamaa *bow* happy reading ^^ (*nih anak gak banyak capcus dulu kea emak yah)

 

Main Cast : Lee Eun Yoo, Lu Han, Baekhyun, Eun Jin, Chanyeol

Support Cast : Kim Chae Rin, Kim Hye Ra, Kai, Sehun, Oh Han Byul

 

***

 

Eun Yoo POV

 

“…kau harus jadi yeoja chinguku…”

 

 

Mwo?! Apa aku tak salah dengar?! yeoja chingu katanya? never!!

 

 

“Shilheo!” jawabku singkat.

 

“Tak mau? ya sudah, berarti kau mau pilihan pertama? memangnya kau tahan sebulan? bukannya kau ada turnamen taekwondo 7 hari, eh maksudku 6 hari lagi? turnamennya akan gagal kalau kau tertekan!” jelas Lu Han panjang lebar.

 

“Hah?! dari mana kau tahu aku akan ikut turnamen?!” seruku terkejut. “Aha! jangan-jangan kau stalker?!”

 

“Ne, aku stalker! aku terus mengumpulkan berita tentangmu” jawab Lu Han, ia menyeringai lagi.

 

“Kau…”

 

“Hmm?”

 

 

Eun Jin segera menarikku.

 

“Ada apa sebenarnya?” tanya Eun Jin. “Masalahmu dengannya sepertinya sangat besar!”

 

“Tidak! hanya masalah name tag!” jawabku.

 

“Eh? kok sampai-sampai…” tanya Eun Jin.

 

“Ssh…nanti saja kujelaskan! sebaiknya kau hampiri Chanyeol! kasihan ia menunggumu dari tadi!” kataku mengalihkan pembicaraan.

 

“Oh iya! untung saja kau mengingatkanku!” seru Eun Jin, ia berlari menunju gerbang sekolah.

 

 

“Bagaimana, Lee Eun Yoo?” tanya Lu Han. “Ini penawaranku yang terakhir, kau mau atau tidak?”

 

 

Sial! benar-benar namja yang menyebalkan! dibalik wajahnya yang polos itu, ternyata ia menyebalkan! Aissshh!!

 

“Huh! baiklah! aku mau! puas?!” seruku.

 

“Bagus! nanti sore, kau harus pakai…ini!” katanya sambil memberi bingkisan padaku.

 

“Ige mwoya? aku tak butuh bingkisan darimu, aku butuh name tagku.” kataku datar.

 

“Nanti kau akan tahu…oh iya, ini? besok akan kuberikan!” jawab Lu Han. “Sekarang aku akan mengantarkan tuan putriku pulang!”

 

“Tuan putri?! jangan panggil aku dengan sebutan itu!” seruku. “Dan aku bisa pulang sendiri! Kamsahamnida!”

 

 

Lu Han POV

 

Si yeoja jutek itu pun berlari meninggalkanku. Ah, ya sudah kalau dia tak mau. Yang penting dia sudah jadi yeoja chinguku.

 

 

*flashback*

 

beberapa bulan lalu

@taman dekat sungai Han

 

 

“Sehun, di mana ini?” tanyaku.

 

“Oh, kita sedang di taman hyung…” jawab Sehun sambil memakan lollipop. Dasar Sehun, masih saja suka makan lollipop!

 

“Ne, aku tahu…tapi di taman apa?” tanyaku lagi. Sehun tertawa.

 

“Hahahaha, mian hyung, sekarang kita di taman sungai Han. Ah, itu kan Eun Yoo noona! EUN YOO NOONA!!” seru Sehun sambil melambaikan tangan pada orang yang dimaksud. Omo…yeoja yang cantik!

 

 

“Sehun-ah! sedang apa kau disini?” tanya yeoja itu.

 

“Ahahaha, sedang mengajak hyungku berjalan-jalan! Noona sendiri?” tanya Sehun.

 

“Noona sedang menunggu teman, oh ya, salam buat Oh seongsaenim, semoga cepat sembuh!” kata yeoja itu sambil menepuk bahu Sehun. “Noona duluan ya?”

 

“Ne…” jawab Sehun. Yeoja itu pun berlalu.

 

 

“Sehun-ah, nuguya?” tanyaku.

 

“Oh, murid dari eommaku, hyung…” jawab Sehun.

 

“Ooh…” gumamku.

 

 

*flashback end*

 

 

Ooh…Eun Yoo…yang waktu itu…dengan Lee Eun Yoo…ya! pasti memang yeoja itu, yeoja yang menolongku. Eomma Sehun kan, guru taekwondo. Dan yeoja yang menolongku, meski aku melihatnya sekilas, ia mahir taekwondo! Tak salah lagi, Eun Yoo itu adalah Lee Eun Yoo!

 

 

“Hyung!”

 

 

Aissh…bukan, ini bukan suara Sehun…suara yang ini lebih cempreng (?) daripada suara anak itu…ckckck… *sungkem ke Kai*

 

 

“Kai!” seruku.

 

“Ting tong!” jawab si pemilik suara. “Hyung benar! ayolah hyung…ajari aku bermain kubus itu! yang…eng…namanya apa ya?”

 

“Aissh…namanya rubik! aku tidak bawa rubik sekarang” kataku.

 

“Tenang hyung, aku baru saja beli rubik! nih, aku pinjamkan!” kata Kai dengan wajah tanpa dosa. Huh, dasar Kkamjong! *sungkem lagi*

 

 

Setelah itu…

 

 

“Nah…caranya begini…lalu putar kesini, yap! kembali seperti semula! arrasseo?” jelasku.

 

“Begini…lalu bagaimana hyung? coba hyung jelaskan lagi dari awal!” tanya Kai sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Aku hanya bisa menepuk dahiku. Dasar anak ini… ==”

 

 

Author POV

 

“Hiaaatt!! menyerahlah kau, bantal guling!!” seru Eun Yoo berapi-api sambil menendang bantal guling yang sengaja ia gantung untuk latihan taekwondo, kadang-kadang untuk tinju. Atau pelampiasan rasa kesalnya, ahahaha

 

 

“Aisshh!! namja itu menyebalkan! menyebalkan! menyebalkan!!! lihat saja besok! aku akan mempermalukanmu, Lu Han!!” kali ini ia meninju bantal guling itu. “Haaahh…capeknya…”

 

 

DRRRTTT…DRRRTTT…

 

 

“Aih, ada yang menelepon?” gumam Eun Yoo. Ia segera berlari mengambil HPnya.

 

“Yeoboseyo? Ya! kau tahu dari mana no. HPku?! aissshh!! kau benar-benar stalker! mwo? sekarang juga? aisssh…baiklah! kau ini cerewet sekali!” seru Eun Yoo kesal. Ia pun segera memakai pakaian casual sehari-harinya.

 

 

@Café

 

Terlihat Lu Han sedang menunggu Eun Yoo. Ia mengenakan pakaian yang santai tapi rapi dan sopan. Gaya sehari-harinya. Para yeoja yang berada di sekitar café tak dapat berhenti menatap si namja imut dan manis ini. *gw juga nggak bakal bisa berenti natap abang Lulu* *Chen menyambar* *ampun bang! salahin Lu Han, kenapa jadi orang terlalu unyu gitu?*

 

 

“Mianhae! aku terlambat!”

 

 

Ekspresi wajah Lu Han berubah cerah mendengar suara itu. Ternyata Eun Yoo sudah sampai di TKP.

 

 

“Neomu yeppeoyo…” gumam Lu Han kagum. Eun Yoo mengerutkan dahinya.

 

“Yeppeo? matamu sakit, ya? aku kan memakai pakaian casual biasa, kemeja longgar, kaus biasa, dan celana panjang biasa? lalu rambutku sangat pendek!” kata Eun Yoo ketus. Lu Han tersenyum misterius.

 

“Justru di situlah cantiknya kamu, orang-orang pasti sulit mencarinya, hanya seorang yang tuluslah yang dapat menemukannya. Yaitu aku!” jelas Lu Han. Eun Yoo hanya menggelengkan kepalanya. Namja yang aneh, pikirnya.

 

 

“Kau mau pesan apa?” tanya Lu Han.

 

“Terserah kau saja” jawab Eun Yoo cuek.

 

“Baiklah! kau memang yeoja yang perhatian!” kata Lu Han tersenyum manis. Sayangnya Eun Yoo malah memberikan wajah terjuteknya spesial untuk Lu Han.

 

 

“Hahahaha, aku suka” kata Lu Han.

 

“Apa?” tanya Eun Yoo jutek.

 

“Aku suka ekspresimu, jutek, tapi tetap cantik” jawab Lu Han.

 

“Aissh…” gumam Eun Yoo. “Kau bohong”

 

“Bohong? untuk apa?” tanya Lu Han.

 

“Kau ini…baru kau saja yang berkali-kali bilang aku cantik!” jelas Eun Yoo.

 

“Hahaha, sungguh aku namja yang beruntung!” kata Lu Han.

 

“Haaah…kau ini memang namja yang aneh!” gumam Eun Yoo.

 

 

Eun Jin POV

 

Rambut…rapi! pakaian…rapi juga! senyum manis, sip! semuanya siap! tinggal menunggu yeoboku! kekekekeke~

 

 

“Chanyeol! di sini!” seruku sambil melambaikan tangan. Chanyeol langsung berlari menghampiriku. Omo…demi apapun, hari ini…dia bagaikan pangeran yang sering muncul di mimpiku…tampannya!

 

“Annyeong, chagi…mianhae, aku terjebak macet tadi…” kata Chanyeol.

 

“Ne, gwenchana, aku juga baru selesai kok! Kajja! kita berangkat!” ajakku.

 

“Ne!” jawab Chanyeol bersemangat.

 

 

Sebenarnya kami ada acara triple date, karena Chae Rin punya pacar baru. Tapi karena Eun Yoo tidak mau ikut, ya sudah jadi double date saja!

 

 

“Pegangan yang erat, chagiya! aku akan ngebut!” seru Chanyeol. Pe-pe-peluk? aduh…jantungku berdebar tak karuan!

 

“I…iya…” jawabku pelan sambil memeluk pinggang Chanyeol dengan ragu-ragu.

 

“Aissh…kau ini, pegangan yang erat!” kata Chanyeol sambil mengencangkan pelukanku. “Kau boleh bersandar kok, kalau mau, hehehe…”

 

 

Benar-benar deh! aku dibuat berdebar olehnya! hingga sepanjang perjalanan aku hanya bisa bungkam, atau sekadar ber “hehe” ria.

 

 

@Restoran

 

Rupanya Chae Rin sudah menunggu dari tadi…eh? rupanya ia membawa temannya, jadi…tetap triple date deh!

 

 

“Annyeonghaseyo!” sapa Chanyeol.

 

“Ah, nado annyeong! akhirnya kalian datang juga! kukira batal, seperti Eun Yoo!” sambut Chae Rin.

 

“Tidak, lah! aku kan penasaran, siapa sih namja chingumu!” jawabku.

 

“Hahaha, iya, iya! Oh iya, perkenalkan, ini namja chinguku, Oh Se Hun, lalu ini adikku, Kim Hye Ra, dan namja chingunya…” jelas Chae Rin.

 

“Kai imnida!” potong namja yang di sebelah Hye Ra. “…bangapta!”

 

“Ne, nado bangapta…kau kan, dancer terkenal itu ya?” tanyaku.

 

“Ting tong! kau benar, hehehe…” jawab Kai. Ting tong? cara menjawab yang aneh ==”

 

 

Kami pun berbincang-bincang. Rupanya, namja chingu Chae Rin itu tidak banyak bicara. Tapi bukan pendiam juga sih…ia asyik memainkan sebuah kubus yang bisa diputar-putar…apa itu namanya? aku lupa! *poor Aisah*

 

 

“Kau sudah bisa? hebat! kau mengerti yang Lu Han hyung ajarkan?” tanya Kai pada Sehun. Lu Han? mereka kenal Lu Han? hmm…andai Eun Yoo ikut…

 

“Ne…” jawab Sehun. “Tapi baru warna merah hyung…”

 

“Gwenchana! yang penting ajarkan aku, ya” kata Kai.

 

“Shilheo…” jawab Sehun singkat sambil mengotak-atik mainan itu. Kai hanya mendengus kesal. Aigoo…lucunya mereka…

 

 

“Ehem…” suara Chanyeol membuyarkan lamunanku.

 

“Ah, mianhae…hehehe” kataku.

 

“Ne, gwenchana” jawab Chanyeol singkat. Aih, dia cemburu lagi!

 

“Ahahahaha, Chanyeol si pencemburu!” seru Chae Rin diikuti tawa Hye Ra.

 

“Aissh…kalian ini, malah meledekku!” keluh Chanyeol.

 

“Ne, ne, kalau kau cemburu buta begitu, aku marah, lho!” ancamku dengan ekspresi yang dibuat sedemikian rupa.

 

“Baiklah…aku tak cemburu lagi deh! aku percaya padamu, chagi~” jawab Chanyeol sambil mencium pipiku. Omo! *Aisah! angpao mana angpao?*

 

 

Chae Rin dkk melihatku dengan ekspresi mencurigakan (?).

 

“Ehem…ehem…” Chae Rin berdehem (?).

 

“Chukkae, Eun Jin-ah!” seru mereka bersamaan. Aissh…wajahku pasti sudah merah padam, dan Chanyeol malah ikut tertawa bersama mereka. Oh Tuhan, jangan bilang kalau ini mimpi!

 

 

Author POV

 

Sementara itu, di Café…

 

 

“Hmm…gamsahae, sudah mentraktirku!” kata Eun Yoo. “Ternyata kau tidak begitu menyebalkan!”

 

“Hahaha, aku memang namja yang baik kan?” tanya Lu Han.

 

“Ani, kau hanya tidak begitu menyebalkan! bukan berarti baik!” jawab Eun Yoo.

 

“Haah…kau ini, sekali-kali puji aku dong! aku kan namja chingumu!” kata Lu Han.

 

“Namja chingu? N-E-V-E-R!!” tegas Eun Yoo.

 

 

Kemudian mereka berjalan ke depan Café. Tiba-tiba, Eun Yoo menghentikan langkahnya.

 

“Mworago?” tanya Lu Han.

 

“Ssh! diam!” kata Eun Yoo setengah berbisik.

 

 

Rupanya ia melihat seorang namja dan yeoja yang sedang berciuman! Terlihat dari ekspresi wajahnya, hati Eun Yoo hancur berkeping-keping. Tanpa ia sadari, butiran bening mengalir dari matanya. Lu Han pun segera menyeka air mata Eun Yoo.

 

 

“So, baby don’t cry…cry…tonight…” suara merdu mengalun dari bibir Lu Han. Eun Yoo terkejut. Ia langsung menyeka air matanya sendiri.

 

“A…aku tidak menangis kok! ini hanya kelilipan!” jelas Eun Yoo.

 

“Aku tahu…sakit rasanya kalau melihat orang yang kita kagumi, ternyata sudah menjadi milik orang lain…” kata Lu Han. Eun Yoo hanya mengangguk pelan. Diam-diam Lu Han membelai lembut rambut Eun Yoo.

 

 

Eun Yoo POV

 

Hatiku sakit! hatiku hancur, remuk redam! bagaimana tidak? aku melihat Baekhyun sedang berciuman dengan yeoja lain! huuh…ini bukan urusanku, sih…tapi…perasaan yang berbulan-bulan kusimpan…hancur begitu saja?

 

 

Padahal aku sudah berharap banyak padamu. Padahal tinggal beberapa langkah lagi aku mendapatkanmu. Padahal, kau lah cinta pertamaku!!

 

 

Untung saja, Lu Han berhasil menenangkan hatiku. Kalau tidak, hampir saja aku mau menyerang yeoja itu dengan jurus taekwondo ku!

 

 

“Aissh! kenapa kau jadi cengeng begini, Eun Yoo! gugur satu, tumbuh seribu! jadi, cinta hilang satu, mungkin tumbuh benih-benih cinta yang baru…”

 

 

kata-kata itu masih terngiang di kepalaku. Kau benar, Lu Han…masih banyak namja yang cinta padaku…

 

 

DRRRTTT…DRRRRTTT…

 

 

Ah, ada e-mail dari Eun Jin!

 

“Eun Yoo-ah! aku dengar dari Lu Han, kau sedang sakit, ya? get well soon, chingu! ayo, Eun Yoo bersemangatlah, move on!”

 

 

Aku hanya tersenyum membaca pesan dari Eun Jin. Hatiku juga lega…akhirnya aku tahu, siapa orang yang tepat untukku…

 

 

@Asrama Putri

 

“Welcome new room! mulai hari ini, kau akan penuh dengan warna pink!” seru Eun Jin.

 

“Mwo? pink?! PINK IS A BIG NO!!” seruku.

 

“Huh…jadi kau mau kamar kita polos begini?” tanya Eun Jin.

 

“Memangnya kamar ini boleh dicat? Ini kan milik sekolah!” jelasku.

 

“Oh iya, benar juga ya? ya sudah, welcome to my world~~” Eun Jin mulai nyanyi. Nah, kalau sudah begini, lebih baik aku pura-pura tidur saja deh!

 

“Eun Yoo! aissh, dia malah tidur!” gumam Eun Jin.

 

 

Keesokan harinya…

 

 

“EUN YOOO!! KAJJA! BANGUN!! SEBENTAR LAGI PUKUL 5 PAGI!” seru Eun Jin yang suaranya menggelegar seperti petir *lirik Chen*

 

“MWOOOO?!” seruku terkejut. “Mana handuk? mana…oh ini dia!”

 

“Eun Yoo!! Aku belum mandiii!!” seru Eun Jin. Hahaha, biar! salah sendiri bukan mandi duluan!

 

 

Setelah itu…

 

@Taman sekolah

 

 

“Eun Yoo!”

 

 

Ada yang memanggilku! oh, ternyata Lu Han. Sepertinya ia mau meminjamkan name tagku (?).

 

 

“Mana name tagku?” tanyaku.

 

“Ini, kau ambil saja. Aku tak mau menekanmu, apalagi sekarang hatimu sedang tak baik, oh iya, jaga kesehatanmu! jangan sampai kau sakit, gara-gara memikirkan kejadian kemarin. Turnamen yang tinggal 4 hari lagi, bisa-bisa gagal! Semangat!” hibur Lu Han.

 

“Ne! gomapta!” jawabku.

 

“Cheonma, aku pergi dulu, ya” pamit Lu Han.

 

“Ne…” jawabku.

 

 

Eun Jin tersenyum misterius melihatku.

 

“Ehem, sepertinya ada cinta baru nih!” kata Eun Jin.

 

“Cinta baru? maksudmu?” tanyaku bingung.

 

“Yaa…itu, lho…Lu Han! kalian cocok, kok!” jelas Eun Jin.

 

“Hahahaha, masa? tak mungkin ah! kau jangan mengada-ngada!” jawabku.

 

 

Lu Han POV

 

“Lu Haan!! tunggu!”

 

 

Sepertinya aku mengenal suara itu. Suara orang yang aku tak ingin aku ingat siapa dia. Oh Han Byul, noona dari Sehun.

 

 

“Kau mau apa lagi? menjelaskan apa lagi?” tanyaku.

 

“Kumohon, Lu Han…kejadian kemarin bukan seperti yang kau kira! Kami hanya teman biasa!” jelas Han Byul. Aku menggelengkan kepalaku.

 

“Lalu, apakah teman biasa akan ciuman bibir?” tanyaku.

 

“Ayolah…kau jangan cemburu begitu! tak ada hubungan apa-apa di antara kita, aku serius!” jelas Han Byul. “Jadi, bisa, kan kita kembali?”

 

“Mianhae, jeongmal mianhae, aku sudah tidak memiliki perasaan apa-apa padamu…” jawabku. “Kini hatiku hanya untuk seorang yeoja yang menurutku sangat istimewa, dan itu bukan kau!”

 

 

Setelah mengucapkan kalimat itu, aku meninggalkan Han Byul. Sungguh! aku sakit hati, setelah aku diputuskan olehnya karena namja lain. Lalu dengan mudahnya ia mengejarku kembali?

 

 

-tbc-

 

 

gimana FFnya?

jelek? berantakan?

ehehehe

 

RCL ya cyinn

 

salam petir again xP

 

source: EXO CrazyZone \(^_^)/ doc

2 thoughts on “Into Your World (Part 2)

  1. Assalamualaikum…

    Ehmm Noona Genit makin Genit liat-liat Sehun
    Si Chanyeol Juga Genit #oppacepattobat

    Omo-omo…o_O
    Baekhyun #NgakNyangkaAjah
    Jiahh Luhan SEsuatu yah
    ffnya Baguss
    #Kok Bisa
    *Bisa dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s